Anda di halaman 1dari 6

PATOFISIOLOGI

Impuls nyeri yang berasal dari reseptor nyeri:


Serabut penghantar A : serabut bermielin yang
memberikan rangsangan cepat ke saraf inhibisi
sehingga menghambat rasa nyeri
Serabut penghantar C : serabut tidak bermielin yang
menghambat inhibisi sehingga menyebabkan
peninggian penjalaran dan akibatnya meningkatkan
intensitas rasa nyeri

Gangguan fungsi dari serabut


penghantar A

Gangguan fungsi dari serabut


penghantar C

Proses inhibisi terganggu


Serabut penghantar C tetap
berfungsi

Proses eksitasi terganggu

Inhibisi yang dimediator oleh


GABA berkurang

Serabut penghantar A tetap


berfungsi

Eksitasi yang dimediasi oleh


glutamat, serotonin ,bertambah

Eksitasi yang dimediator oleh


glutamat dan serotonin
berkurang

Depolarisasi membran oleh Ca


channel

Perpanjangan depolarisasi
membran

Aktivasi pompa Na-K-ATP-ase


Peningkatan intensitas nyeri

Peningkatan ambang nyeri

Tahap tahap penatalaksanaan nyeri


Tahap I
Nilai nyeri & tegakkan diagnosis.
Tetapkan & obati penyebab
Identifikasi kemungkinan eksaserbasi komorbid
akibat pemberian terapi
Jelaskan diagnosa, rencana terapi & ekspektasi
yang realistis.

Tahap II
Mulai terapi kausatif (jika memungkinkan)
Mulai terapi simtomatik, dengan 1 atau lebih terapi
berikut:
TCA sekunder (nortriptilin, desipramin) atau SSNRI
(duloksetin) /selektif serotonin norandrenaline
reuptake inhibitor
Ca++ channel 2 ligand (Gabapentin, Pregabalin)
lidokain topikal, dengan/tanpa terapi lini pertama
lainnya untuk nyeri neuropatik perifer lokal

Tahap III
Nilai kembali nyeri dan kualitas hidup terkait
nyeri secara frekuen
Jika perbaikan nyeri terjadi substansial (rerata
penurunan nyeri 3/10) dan efek samping dapat
ditolerir, teruskan terapi
Perbaikan nyeri parsial (rerata perbaikan nyeri
4/10) setelah pemberian satu jenis obat adekuat,
tambahkan salah satu dari obat lini pertama
(lihat tabel)
Jika tidak ada respon terapi setelah pemberian
dosis adekuat, ganti dengan obat lini pertama
alternative

Tahap IV
Bila terapi lini pertama gagal, meski
dengan kombinasi atau penambahan
dengan obat alternatif, rujuk ke spesialis