Anda di halaman 1dari 16

Pendiri

BERLIN SIAHAAN

Surat Kabar Umum


nEDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Pemimpin Redaksi/
Penanggung Jawab
JENRI, SH

nHARGA: @Rp 3.500,Luar Jawa + Ongkos Kirim

Informasi Aspirasi Rakyat

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI 021-3190 2301 - 0813 1533 8511

nEDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Pejabat Sudin Dikmen Jakbar Diduga KKN Rp1.882.000.000,-

Kejagung Perlu Usut Slamet Widodo Bersama Alex Usman


Jakarta, METROPOLITAN POS,
Pejabat Suku dinas Pendidikan Menengah
Tinggi Kota Administrasi Jakarta Barat di duga
KKN Rp1.882.000.000,-.
Kepala Kejaksaan Agung RI, Basrie Arief
perlu usut tuntas Kepala Suku dinas Pendidikan Menengah Tinggi Kota Administrasi
Jakarta Barat, Drs H Slamet Widodo MPd bersama Alex Usman Kepala Seksi Sarana Prasa-

rana Sudin Dikmenti Jakbar. Pasalnya proyek


pembangunan rehap sekolah SMA Negeri 84
yang beralamat jalan Peta Barat No. 42 Kalideres Jakarta Barat dengan nilai HPS sebesar
Rp1.881.867.545,- dalam APBD tahun 2013
dengan hasil lelang dimenangkan PT. Citra Indah Lestari sebagai pelaksana diduga KKN.
Hal ini sudah tidak sesuai dengan mekanisme Perpres No 54 tahun 2010 tentang

Profil

pengadaan barang jasa pemerintah.


Menurut Alex Usman sebagai Kasie Sarana
Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, (Sudin Dikmen Jakbar)
pemenang lelang harus mengerjakan dalam
waktu 15 hari artinya jika perusahaan tidak
siap dalam mengerjakannya maka akan dibatalkan.
Bersambung Hal 15........ Pejabat Sudin Dikmen

PT. Citra Indah Lestari kerjakan proyek Rp1.881.867.545,dalam APBD tahun 2013.

Ungkap Kasus Hutan Tele Kab. Samosir

Septy Sanustika

Banting Tulang
SUAMI Septy Sanustika, Ahmad
Fathanah masih mendekam di dalam
penjara. Karenanya, Septy pun harus
bekerja membanting tulang untuk
menghidupi diri dan anaknya.
Iya lah (berat). Bayar suster aja udah berapa, haha,
banting tulang kerja
keras siang malam,
kata Septy ditemui
usai mengisi Show
Imah di Gedung
Trans TV, Jakarta
Selatan, Rabu
(19/3) malam.
Di
awal, Septy sempat merasa
berat. Psikologisnya sempat drop.
Namun, dengan
dukungan dari
keluarga dan
orang-orang
dekat, pedangBersambung Hal 15
....... Septy Sanustika

Rekanan Sebut Marulloh Kasie


Sudin Dikdas Jaktim Minta Fee

Pejabat Sudin Dikdas


Jaktim Tersangkut
Gratifikasi Terima
Fee 10 12 Persen
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Beberapa rekanan menyebutkan Kepala Suku
dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur, Drs H Nasruddin Mpd melalui Marulloh Kasie Sudin Dikdas
Jaktim minta Fee ke rekanan pelaksana proyek antara 10 persen sampai 12 persen dalam APBD tahun
2013. Hal ini di sampaikan rekanan kepada Metropolitan Pos, di kantor redaksi, Selasa, (4/3).
Menurut penjelasan rekanan kepada Metropolitan Pos, proyek Sudin Dikdas Jakarta Timur
untuk pengadaan barang dan jasa yang bernilai di
bawah sebesar Rp100 juta ( proyek penunjukan
langsung) sebanyak kurang lebih 100 paket, baik
fisik maupun pengadaan barang. Pejabat Suku dinas Pendidikan dasar Jaktim diduga tersangkut
Gratifikasi terima Fee 10 12 Persen dari rekanan
pelaksana.
Marulloh Kasie Sudin Dikdas Jaktim di sebut
sebut rekanan ikut melaksanakan proyek tersebut
dan di kerjakan perusahaan yang dia bawakan.
Adapun proyek yang dikerjakan Marulloh yang di
sebut rekanan seperti proyek rumah dinas sekolah
dan mushollah yang nilainya di bawah Rp100 juta.
Bersambung Hal 15........ Pejabat Sudin Dikdas

Kejagung Lambat Tapi


Pasti Usut Tuntas
K

Jakarta, METROPOLITAN POS,


ejaksaan Agung RI, Basrie Arief lambat
mengungkap kasus pembalakan Hutan
Tele di Kabupaten Samosir tapi pasti
di usut tuntas yang sekarang ditangani
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)
Kejagung, Agung Widyo Pramono.
Menurut, Edi Naibaho Putra Aliansi Samosir kepada Metropolitan Pos, menjelaskan, bahwa Gedung Bundar Kejagung melalui Jampidsus telah mendisposisikan
penanganan laporan kasus Hutan Tele Kabupaten Samosir di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), yang sekarang sedang
proses pembuatan surat pelimpahan di Direktur Penyidikan (Dirdik) Kejagung RI.
Masyarakat masih curiga Jaksa Nakal di
Kejaksaan Agung RI, Ketua KPK, Abraham Samad, harus masuk lagi ke lingkungan Kejaksaan Agung RI, hal ini sangat membahayakan
Negara, kalau Jaksa tidak koperatif menangani kasus kasus yang dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Agung. Malah Jaksa diduga
memamfaatkan laporan laporan masyarakat

tersebut bila menyangkut kasus. Pasalnya,


kasus pembalakan Hutan Tele Kabupaten Samosir dimana Bupati Kabupaten Samosir, Ir
Mangindar Simbolon selaku penguasa di Samosir dan Jonni Sihotang Wakil Ketua II DPRD
Kabupaten Samosir sudah dilaporkan sejak
tanggal 5 Februari 2014 oleh Aliansi Putra Eddy Naibaho
Samosir, ke Kejaksaan Agung. Hingga saat ini
Kepala Kejaksaan Agung RI, Basrie Arief, belum melakukan penyelidikan dan berani mengungkap kasus Hutan Tele Samosir tersebut ke
publik agar terkesan ada keterbukaan Kejaksaan Agung kepada masyarakat luas, dari kasus inilah ada kecurigaan masyarakat terima
suap di Kejagung dari penguasa tersebut. Bila
benar ada jaksa terlibat gratifikasi dari penguasa akan kita laporkan. Hal Ini disampaikan
Ketua Umum LSM Investigasi Fakta Hukum,
Peris Arifin bersama Aliansa Putra Samosir
kepada Metropolitan Pos, di Gedung Bundar,
Jumat, (7/3).
Sudung Situmorang sebelumnya pernah
Jaksa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,
yang sekarang Jaksa koordinator lapangan di
Bersambung Hal 15........Ungkap Kasus Hutan Tele

Peris Arifin

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Diterbitkan Oleh
PT Sukses Parna Sejahtera

REDAKSI

Berlomba Untuk Menjadi Presiden

SK MENHUM & HAM RI :


Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
SIUP Nomor: 03821-05/PM/1.824.271

Penasehat Hukum
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi
SH MH, Poltak Siringoringo SH MH., Sabar
Siahaan SH. Ferdinan Montorori SH.MH.
Pendiri
Jenri, Berlin Siahaan, Robert N
Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan
Berlin Siahaan.
Pemimpin Redaksi
Jenri, SH
Redaktur Pelaksana
Firdaus Panjaitan
Redaktur
Jamadin, Laris Naibaho
Manager Pemasaran
Hasadungan Siregar
Sekretaris Redaksi
Mula Tua
Bagian Keuangan
Yessie M. Sani
Dewan Redaksi
Jenri, SH, Peris, Parel N, Laris Naibaho, SH
Tumbur Limbong, Posman Sijabat
Staf Redaksi
Jonni Sitanggang
Litbang
Onasis, Robert N, Marlon N SE.,
Tony N SE., Parel Naibaho
STAF AHLI
Edison Sitanggang, William Satar, SH
(Budaya, Pariwisata & HAKI)
Layout
Tatema Marunduri
Bagian Sirkulasi
Mulatua, Rinaldi Josua
Penasehat
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang
Napitupulu, Perdi Sitanggang, Kol. (Pur) Drs.
Lauasa M. Hutagalung, H. Sitanggang,
Drs. Rudolf Naibaho, Hakim Siahaan,
Bindu Marbun

Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B


Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

REKENING BANK :
BANK BCA REK NO : 0948118320
BANK BRI REK NO 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

=
=
=
=
=
=
=
=

RP 500.000,RP 1.000.000,RP 2.000.000,RP 50.000,RP 12.000.000,RP 6.000.000,RP 3.000.000,RP 1.500.000,-

DIBUTUHKAN PERWAKILAN,
BIRO DAN WARTAWAN :
1. Depok
2. Ciamis
3. Tasikmalaya
4. Banjar
5. Sumedang
6. Majalengka
7. Cianjur
8. Subang
9. Provinsi Jabar
10. Provinsi Jawa Timur

11. Denpasar
12. Nusa Tenggara
13. Kalimantan Timur
14. Kalimantan Selatan
15. Sumatera Utara
16. Sumatera Barat
17. Sumatera Selatan
18. Lampung
19. Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
JURISMAN SITANGGANG : 081315338511

MARI kita berpikir sejenak


saja, sebab itu hak mereka dan hak
Oleh : Yasir Hans
, coba kita menengok dan meliazasi yang tidak dilarang, siapapun
hat masa depan perkembangan
yang memang mmpu boleh saja
Wartawan Metropolitan Pos
politik di tanah air, tak jarang
asalkan tidak menyimpang dari
begitu antusiasnya.
garis garis besar haluan Negara.
Para pakar meramalkan betapa hebatnya dunia perpolitikan di Memang kita akui ada beberapa kandidat yang dijagokan untuk
Indonesia, seakan memberi manfaat kehidupan bangsa di tanah air calon Presiden seperti halnya Aburizal Bakri dari Partai Golkar dan
ini, sehingga tak jarang hampir semua orang yang merasa mampu Prabowo Soebianto dari Garindra juga Hatta Rajasa dari Partai Amingin menduduki sebuah kursi , baik di Parlemen atupun di DPR II anat Nasional (PAN) ,juga termasuk Jokowi dari PDI Perjuangan
sehingga.
termasuk Wiranto dan Hanura begitupun Roma Irama, dan masih
Memang kita akui bahwa saatnya sekaranglah mereka berlomba banyak lagi seperti dari Demokrat , itupun setidaknya masih ingin
untuk memenangkan suaranya agar mereka bisa terpilih menjadi duduk kembali, namun karena keputusan konsekwensinya juga
anggota eksekutif atau anggota legislative. Dewan Perwakilan masih bisa diandalkan dan diharapkan, itulah yang disebut , monRakyat tergantung dari utusan partai mereka terpilih dan dari eypolitik dan kita sebagai warga Negara Indonesia harus memilih
golongan mana atau daerah pemilihan mana ia mewakili daerah salah satu dari kandidat-kandidat yang dijagokan agar mereka kelak
pilihannya masing-masing.
menjadi seorang presiden yang baik dan memikirkan nasib bangsa
Namun demikian karena banyak caleg , sehingga setiap orang Indonesia.
bingung bagaimana memikirkan nasib dan masa depan mereka
Penulis berharap agar, siapapun yang menjadi Presiden, bolehapakah mereka terpilih atau tidak tergantung dari keputusan KPU. boleh saja tapi mereka harus memikirkan rakyat dan nasib rakyat
Boleh saja kita ambisi untuk duduk di Parlemen, memang cukup serta masa depannya,agar rakyat hidup senang tidak kekurangan
menjamin kehidupan mereka , tetapi jangan konyol, buat apa jika tentuinya setidak-tidaknya, dimasa yang akan datang rakyat hidup
mereka terpilih menjadi anggota dewan dari pemilihan partainya makmur aman dan sentosa.
masing-masing.
Dalam hidup berdemokrasi , marilah kita menjunjung cita-cita
Apakah nantinya mereka jujur dan jadilah pejabat Negara yang bangsa, agar kelak siapun mere,ka yang duduk terpilih Calon Presberkualitas tidak korup, sebab hal itu akan membahayakan diri kita iden dan Wakil Presiden harus setia kepada bangsa Indonesia dan
sendiri.
mengabdi kepada rakyat, dimanapun mereka berada harus setia
Karena tak jarang akhirnya mereka masuk penjara jadilah pe- melindungi rakyat Indonesia, karena kita adalah satu nusa dan satu
jabat yang jujur dan konsekwen sifatnya merakyat dan memikir- bangsa, kesemuanya bangsa Indonesia.
kan masa depan rakyat yang sudah susah memikirkan kehidupan
Tulisan ini murni ditulis berdasartkan penuh energik, tidak mesehari-hari. Sebab kita akui pada saat sekarang seluruh barang- nyimpang dari garis garis besar haluan Negara, penulis berharap
barang termasuk kebutuhan sembako begitu melonjak harganya agar Indonesia terus bersatu padu , saling bahu , membahu dan go,semuanya serba mahal, sehingga rakyat kecil semakin menderita tong rayong demi kemajuan satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia
juga mangkin miskin.
,kesemuanya untuk rakyat Indonesia.
Memang pertumbuhan ekonomi kita cukup maju dan bahkan
Sedangkan siapakah calon terkuat Presiden kesemuanya adalah
jumlah perekonomian jika di kalkulasikan situasi perdagangan uang tergantung pilihan rakyat bukan milik seorang atau seseorang , tetadan di bursa effek semangkin menguat rupiah bisa dibilang mema- pi Presiden adalah ,milik semua orang , semua milik rakyat Indodahi. Namun buat orang kecil rakyat jelata ,karena sulitnya ekonomi nesia, penulis berharap agar pemilihan Presiden atau pemilu yang
bagi rakyat miskin, hal tersebut masih dirasakan sulit untuk menu- akan datang berjalan aman tertib dan sentosa , tidak menimbulkan
tupi kehidupan ekonomi sehari-hari , sangat tidak mencukupi.
huru -hara atau kerusuhan . Pesta demokrasi sebentar lagi akan
Kita mengakui pemerintah sudah berusaha keras untuk menan- berlangsung semua akan terpokus kepada pilihannya masing-magani masalah kemiskinan namun masih saja terjadi, hal itu mungkin sing, yang penti ng, penulis berharap agar , jalannya Pemilu tidak
dianggap biasa-biasa saja.
disertai pembrontakan, arogan dan huru-hara. Mudah-mudahan
Sekarang bagaimana membenahi perkembangan perekono- kita mendoakan agar jalannya pemilu berjalan damai sejahtera dan
mian, jelas hal tersebut , setidak nya pemeri ntah harus membatasi terkendali, sebab jika tidak rakyatlah yang susah , tentunya rakyperbelanjaan Negara. Jika kepentingan dan kebutuhan yang tidak at akan menderita jika terjadi huru hara, kita tidak menghendaki
pantas untuk dibeli , setidaknya harus dikurangi untuk pembelian adanya pertikaian atau pertengkaran atau kesalah pahaman , tepi
barang-barang atau kebutuhan komoditi.
harus bersatu padu bahwa pesta demokrasi harus berjalan lancar
Hal itu jika tidak terpaksa namun diharapkan bahwa perekono- tertib penuh rasa kekeluargaan.
mian di Indonesia harus prakmatis juga tranparansi, tidak boleh boBangsa yang kuat, tentunya akan dihormati oleh Negara-negaros jangan royal anggaran Negara harus dibatasi, pembiayaan yang ra lain ataupun Negara tetangga mari kita saling bahu membahu
tidak perlu atau kurang perlu -tidak usah dibeli, jelas dengan pen- membangun bangsa tidak arogan , pilihlah mereka yang terbaik tigurangan daya pengeluaran yang tidak perlu juga harus dikurangi dak boleh penuh janji-janji belaka, harus nyata karena rakyat sudah
sehingga dapat dibatasi.
jenuh dengan omongan yang muluk-muluk, sekarang harus fakta,
Itulah sebabnya , pada saat ini para pejabat hendaknya ikut kesemuanya demi kepentingan bersama rakyat Indonesia semoga
berpikir siapapun mereka boleh saja mencalonkan dirinya seb- dengan kajian dan tesis yang ada, lalu bisa kita buat prediksi dan
agai orang nomer satu di Indonesia , tapi setidaknya jangan hanya bahan perbandingan bahwa pemilu yang akan datang pasti berjalan
penuh janji dan hal terseebut harus dibuktikan jika mereka dilantik aman dan tenteram, asalkan tidak ditumpangi oleh oknum-oknum
menjadi Presiden , ingat janji mreka bahwa kesemuanya itu demi dan orang orang yang penuh arogan. Sukses pemilu adalah sukses
untuk kepentingan rakyat , boleh siapa saja ikut serta mengambil buat kita semua semoga Pemilu yang akan datang berjalan tertib
bagian , sambil mencalonkan Capres dan Cawapres . Ada beberapa dan suasana aman dan terkendali , selamat sukses buat bangsa Inpartai yang kuat langsung mencalonkan diri menjadi Capres, boleh donesia. Salam dari Redaksi
MR/DPR: Silverius Naibaho, Departemen Perhubungan: Manarsar DH Sibuea, Departemen Pertanian &
Kehutanan: Daniel P Koordinator Liputan Polda Metro Jaya: Mulyawan, Yasir Hans, Mabes Polri: Mangampu
S, A. Hasiholan, Biro Jakarta Pusat: Mulyawan, Pengadilan Jakarta Pusat: Lambok Gurning, SH, DPRD DKI
Jakarta: Biro Jakarta Barat: Juli Ostar H, SH, Khairuddin S Biro Jakarta Selatan: Hotdiman, Josmar Simbolon Biro Jakarta Utara: Peris (Koordinator)
Benny Manulang, Biro Jakarta Timur: Marisi Tua Malau Perwakilan Bekasi: (Kepala), Biro Depok : Biro Bogor : Perwakilan Banten: Biro
Kabupaten Tangerang: Tumbur Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Alden Robertus Simbolon, Nara N Biro Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga
(Koordinator). Biro Kotamadya Tangerang Selatan: PJ. Manorsa S Biro Kerawang: Novi Andre Putra Perwakilan Sumatera Utara: Biro Humbang
Hasundutan: Biro Samosir: Biro Pekanbaru: Biro Batam: Junael Marbun, Robinson Lbn Batu Biro Karimun: Rahotan Siahaan Perwakilan Jawa
Barat: Biro Bandung : M. Saragih, Biro Bandung Barat : Sahat Sitanggang Biro Tasik Malaya : Adang Suparman (Kepala) Perwakilan Kalimantan
Barat: Perwakilan Jawa Timur: Aswin, PERCETAKAN : CV. Grazia Indah (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

METROPOLITAN

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Ahok: Semuanya Disini Brengsek!


nanti ada kerugian negara mogok lagi
dimaki-maki juga kan ya sudah mending enggak punya bus duitnya enggak
hilang, kata Ahok.

Jakarta, METROPOLITAN POS,


uruknya birokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta
membuat Wakil Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lelah, bagaimana tidak
banyak pejabat Pemprov DKI Jakarta
yang berulah dan mempermainkan
atasan. Terakhir yang membuat Ahok
geram adanya penolakan dari pejabat
Pemprov DKI Jakarta terhadap 30 unit
bus sumbangan dari perusahaan swasta.
Saya marah sekali kemarin, kalau
tidak marah saya bisa stroke lama-lama
di sini. Mau nyumbang bus saja prosesnya 6 bulan. Gimana saya tidak kesal,
orang mau nyumbang malah dipersulit,
ujar Ahok di Balaikota, Rabu (12/3) lalu.
Ahok menegaskan pejabat Pemprov

DKI Jakarta malah memuluskan pembelian bus China gandeng yang harganya
mencapai Rp 3,7 miliar tetapi bermasalah (karatan) dan berumur pendek.
Semuanya di sini memang brengsek, itu yang pengadaan bus semua bajingan. Saya kan sudah bilang kalau kita
punya uang sekalian saja beli bus yang
bagus. Seperti di Bogota, karoserinya
alumunium bisa sampai 30 tahun. Harganya cuma Rp 5,8 miliar tapi lifetime
nya lebih lama, jelas dia.
Padahal, lanjut Ahok , Pemprov DKI
masih sangat kekurangan armada bus
untuk mengurangi kemacetan yang ada
di Jakarta. Selain itu, bus-bus yang dibeli
Pemprov DKI sudah tidak layak pakai
lantaran pengadaannya bermasalah.
Saya mikir kalau enggak ada bus dimaki-maki orang kan. Dari pada ada bus

Pegawai pajak bermain


Sementara penerimaan pajak di Jakarta banyak yang tidak beres. Selain
itu, masih banyak pegawai Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta yang bermain
dalam penerapan pajak.
Sekarang kalau boleh jujur, banyak
penerimaan pajak kita yang tidak beres.
Walaupun sudah setahun nerapin pajak online, di lapangan masih banyak
oknum yang ngajarin pakai cara yang
jadul. Terus diatur restoran mana yang
sudah online mana yang belum. Jadi,
ada setor menyetor pasti. Walaupun belum ada bukti, ujar Ahok di Balai Kota,
Jakarta, Kamis (13/3).
Ahok menegaskan banyak restoran
yang tidak menerapkan pajak lantaran
Dinas Pajak tidak menerapkan pajak
online dengan baik.
Coba kamu makan di restoran, ada
gak pajak online. Jadi ada semacam kesengajaan dari Dinas Pajak, kata dia.
Untuk itu, mantan Bupati Belitung
Timur ini berencana menyetarakan gaji
antara pejabat di Dinas Pajak dan pejabat di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Sehingga, lanjut dia, akan
terjadi penghematan anggaran daerah.
Nah, kita mau kembangkan nanti
pajak dan pengadaan barang TKD-nya
hampir sama. Supaya banyak orang mau
pindah situ. Jadi, penghematan. nerima
uang harus beres, pengeluaran harus
irit, pungkas dia. mulyawan

Kadisorda DKI Jakarta H. Ratiyono :

Dengan HUT Ke 41 Disorda DKI Jakarta,


Mari Kita Tingkatkan Prestasi Olahraga
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Tampak Kadis Orda H. Ratiyono didampingi para Kasudin Orda Se DKI
Jakarta, Paguyuban Purna Bakti dan
salah satu Atlit Wushu Nasional dalam
acara HUT Ke 41 Disorda di GOR Lebak
Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (20/3)
(ft : Mulyawan)
Metropolitan Pos- Jakarta, Rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke 41 Dinas Olahraga dan
Pemuda DKI Jakarta dilaksanakan dengan mengadakan kegiatan kemanusiaan
berupa bakti sosial diantaranya kegiatan
Jumat bersih pada tanggal 7-14 Maret
2014 dikantor masing-masing, donor darah dilaksanakan di kantor Dinas Olah
raga di bilangan Kampung Melayu, Jakarta Timur, serta memberikan bantuan santunan kepada korban banjir, serta kepada
para Paguyuban Purna Bakti Orda yang
telah mengabdikan dirinya di Dinas Olah
raga DKI Jakarta.
Maksud dan tujuan dengan kegiatan
HUT Ke 41 Dinas Olah raga dan Pemuda
DKI Jakarta adalah dengan mewujudkan
Jakarta Baru, Jakarta Bugar dan Jakarta
Berprestasi, serta meraih Juara Umum
di Kalimantan Barat 2014, menjadikan
Jakarta yang transparan, akuntable serta
dapat memotivasi baik pemerintah maupun masyarakat dalam memberdayakan
olahraga bagi semua lapisan masyarakat
dalam meraih prestasi yang tinggi, serta
meningkatkan tali silaturahmi dan kesatuan Dinas Olah dan Para Paguyuban
Purna Bakti.
Puncak rangkaian peringatan HUT
Ke 41 Dinas Olah raga dan Pemuda DKI
Jakarta dilaksanakan di Stadion Sepak
Bola Lebak Bulus Jakarta Selatan, Kamis
(20/3) di hadiri oleh Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, H. Ratiyono, para Kasudin Orda , para Kepala Seksi
Orda se DKI Jakarta, serta masyarakat ko-

Sudin Sosial Jakbar


Jaring 24 PMKS
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Dalam rangka menjelang Pemilu Legislatif dan mengantisipasi kerawanan social yang akan mengganggu
jalannya pesta demokrasi di ibukota Jakarta, maka Sudin
Sosial Jakarta Barat terus gencar melaksanakan operasi
penertiban Yustisi terhadap PMKS yang berkeliaran di
Wilayah Jakarta Barat.
Upaya penertiban terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terus dilakukan Pemprov DKI
Jakarta. Di Jakarta Barat, sepanjang Februari 2014, sebanyak 24 PMKS terjaring razia yang digelar Sudin Sosial
setempat. Jumlah tersebut menurun jika dibanding periode yang sama tahun 2013 lalu.
Kepala Sudin Sosial Jakarta Barat, Ika Yuli Rahayu
mengatakan, ke-24 PMKS yang terjaring itu terdiri dari,
16 gelandangan, 3 psikotik, 2 pemulung dan 3 pengemis.
Selama Februari 2014 kami menjaring 24 PMKS, ujar
Ika, Jumat (7/3).
Dikatakan Ika, untuk bulan Januari, pihaknya tidak
menggelar razia PMKS lantaran tengah fokus membantu
korban banjir.
Mengenai penurunan jumlah PMKS yang diamankan
pada Februari tahun ini, dikatakan Ika, kemuingkinan
disebabkan gencarnya razia yang dilakukan sehingga
para PMKS tidak berani secara terang-terangan berkeliaran di jalan.
Adapun daerah rawan PMKS di Jakarta Barat diantaranya,
kolong
tol JORR W1,
perempatan
lampu
merah
Cengkareng
dan lyover Grogol. Kami juga
telah melakukan
pembinaan dan
m e m u l a n gka n
sebanyak 767
PMKS ke kampung halamannya masing-masing pada tahun
2013 lalu, tandas Ika.
mulyawan

Jokowi-Ahok Bakal Tes


Ulang PNS DKI

rban banjir penerima bantuan dan para


Paguyuban Purna Bakti Orda.
Dalam laporannya Ketua Panitia
Pelaksana HUT Ke 41 Dinas Olah Raga dan
Pemuda DKI Jakarta Edward melaporkan
bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap
tahun, dengan mengambil Tema Jakarta
Baru, Jakarta Bugar dan Jakarta Berprestasi dengan Sub Tema Dinas Olah
Raga Peduli dan Kita Raih Juara PON Kalbar 2014, sedangkan jumlah yang hadir
sebanyak 750 orang yang terdiri dari Paguyuban Purna Bakti Orda sebanyak 200
orang, Pegawai Sipil 200 orang, Dharma
Wanita 50 orang, penerima bantuan sebanyak 100 KK warga di Jakarta Selatan,
sambut Edward dalam laporan sebagai
Ketua Panitia Pelaksana HUT ke 41 di Lapangan Stadion Sepak Bola Lebak Bulus
Jakarta Selatan.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sejarah dari Dinas Olahraga DKI
Jakarta yang disampaikan oleh salah satu
Purna Bakti Orda, sementara itu dalam

sambutannya Kepala Dinas Olahraga dan


Pemuda DKI Jakarta H. Ratiyono mengatakan, Tema HUT Ke 41 Jakarta Baru,
Jakarta Bugar dan Jakarta Berprestasi dan
ini merupakan rohnya Dinas Olahraga
DKI Jakarta, dan harapan kita dalam HUT
ini adalah kita solid, dan professional dan
jadikan momentum dalam kita bekerja
untuk meraih prestasi, kata H. Ratiyono
Lebih lanjut Ratiyono menambahkan
agar kita semuanya mau bergerak, dan
keberhasilan olahraga merupakan salah
satu indikator keberhasilan bangsa, dan
saya mohon doa dengan dibangunnya
stadion Sepak Bola BMW di Jakarta Utara
dan Stadion Pesanggrahan sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus yang akan dijadikan Terminal Sentral MRT yang akan
segera dibangun, dan kita semua jangan
bersedih dahulu karena satu hilang dua
Stadion akan menjadi penggantinya, dan
dengan pelaksanaan HUT ke 41 tahun
ini akan meningkatkan dan memotivasi
prestasi olah raga bagi kita semua, pungkas H. Ratiyono. mulyawan

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan tes ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan
Pemprov DKI. Namun, tes ulang tersebut diberlakukan
untuk PNS golongan III dan golongan IV.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) mengatakan tes ulang tersebut akan dilakukan
bulan depan sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Jadi semua golongan PNS seluruh DKI yang berpotensi mengisi posisi sebagai pejabat eselon III dan IV, dari IIIC sampai IV-A, mau kita tes ulang dan itu tidak terbatas.
Misalnya Anda dari dinas taman tapi Anda seorang akuntan, begitu dites Anda itu kemampuannya, kejujurannya,
empatinya ada, mungkin Anda bisa jadi kepala seksi di
dinas pelayanan pajak, ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta,
Kamis (13/3).
Ahok menegaskan tujuan tes ulang tersebut untuk
menempatkan posisi PNS yang benar sesuai dengan kemampuan PNS tersebut. Pasalnya, saat ini banyak PNS
yang salah masuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Kita lihat semua proyek-proyek, misalnya taman, harus ada seorang insinyur landscape. Kamu insinyur sipil
tapi di pemadam kebakaran, tapi cuma jadi penghias,
cuma untuk mempercantik. Padahal, punya kemampuan
jadi kepala seksi di PU. PU butuh tenaga, kenapa tidak dia
saja yang dipindahkan, kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan PNS
yang tidak lulus dalam tes tersebut bisa mengikuti tes
kemampuan lagi sehingga PNS Pemprov DKI mempunyai
kualitas yang sangat baik.
Kalau yang tidak masuk bagaimana? Ya dia kan masih
bisa melakukan perbaikan. Kalau Anda diturunkan, Anda
harus tunjukan perbaikan supaya kita bisa tes lagi. Kalau
bagus kita bisa kembalikan ke posisi yang setara. Kalau
tidak, mohon maaf, kami harus stakan Anda, pungkas
dia. Daniel

METROPOLITAN

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Atasi Kemacetan Jakarta

Kapolda: Perlu Kerja Sama


14 Stakeholder
Jakarta, METROPOLITAN POS
Kemacetan di Ibukota Jakarta merupakan permasalahan
yang kompleks. Polisi tak bisa bekerja sendirian mengatasinya, perlu kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder).
Hal itu, dikatakan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Dwi Priyatno, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.
Kalau bicara masalah kemacetan lalu lintas itu komprehensif. Permasalahannya kompleks. Polisi tidak bisa
bekerja sendiri. Karena itu, harus ada beberapa stakeholder,
minimum 14stakeholder untuk mengatasi, ujar Dwi, Selasa
(18/3).
Dikatakan Dwi, ke depan pihaknya akan mempersiapkan program-program guna mengatasi permasalahan kemacetan. Paling tidak, pihaknya akan menurunkan anggota
di tengah kemacetan Jakarta.
Paling tidak anggota kami ada di tengah masyarakat, sehingga masyarakat tidak dongkol, tidak marah saat terjadi
kemacetan, ungkapnya.
Ia pun berharap, anggota kepolisian siap menjalankan
tugas dan tidak stres di lapangan. Supaya, bisa melakukan
pelayanan kepada masyarakat.
Jadi harapan kita anggota di lapangan juga tidak stres,
bisa tersenyum melayani masyarakat, tandasnya. Julio

Masyarakat Antri Security


Merangkap Dwi Fungsi

Leletnya Pelayanan Badan


Penyelenggara Jaminan
Sosial Cabang Pusat

Sudin Damkar dan PB Jaktim Kekurangan Personel

Jakarta, METROPOLITAN POS


anyaknya kasus kebakaran
dan musibah bencana alam banjir
membuat warga Jakarta waspada
dan untuk mengantisipasi adanya
bencana alam yang akan melanda ibukota
Jakarta misalnya banjir dan kebakaran,
maka Dinas Pemadam Kebakaran dan
Penanggulagan dituntut lebih professional lagi, tetapi dengan kendala yang ada
diantaranya kendala terbatasnya jumlah
personel, membuat Dinas Dankar dan
PB harus menerima personel agar mampu menutupi kekurangan yang ada di
Wilayah, misalnya di Jakarta Timur yang
mempunyai wilayah luas dibandingkan
wilayah lain di ibukota.
Personel pemadam kebakaran yang
dimiliki Suku Dinas Pemadam Kebakaran
dan Penanggulangan Bencana (Sudin
Damkar dan PB) Jakarta Timur saat ini
tergolong masih minim. Bagaimana tidak,

saat ini personel Sudin Damkar Jakarta


Timur hanya berjumlah 500 orang. Jumlah ini dirasa masih kurang mengingat
Jakarta Timur merupakan wilayah terluas
di Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari
10 kecamatan.
Kepala Sudin Damkar dan PB Jakarta
Timur, Abdul Karim mengatakan, idealnya, Jakarta Timur yang memiliki wilayah
paling luas di DKI Jakarta membutuhkan
sebanyak 1.500 personel. Setidaknya,
dua kali lipat dari yang ada saat ini, ujar
Abdul Karim, ketika ditemui di kantornya,
Kamis (20/3).
Penambahan jumlah personel, kata
Abdul Karim, sangat mendesak dilakukan
untuk mengatasi peristiwa kebakaran dan
musibah lainnya Sebab, bencana kebakaran dan musibah lainnya dapat terjadi
kapan saja. Apalagi, lanjut Abdul Karim,
Jakarta Timur termasuk wilayah rentan
terjadi kebakaran, sehingga membutuh-

kan banyak personel untuk penanganan


lebih cepat.
Jumlah personel Damkar memang
perlu ditambah mengingat kasus kebakaran di Jakarta Timur cukup tinggi, katanya.
Selain kekurangan personel, Sudin
Damkar dan PB Jakarta Timur ternyata
juga kekurangan kelengkapan dan peralatan regu pemadam kebakaran. Terutama mobil-mobil pemadam berukuran
kecil. Karena kebakaran seringkali terjadi
di gang-gang sempit yang sulit dijangkau
mobil pemadam berukuran besar, jelasnya.
Dengan segala kekurangan yang dimiliki, bukan berarti Sudin Damkar dan
PB Jakarta Timur kurang maksimal dalam
memberikan pelayanan, terutama ketika
terjadi kebakaran. Petugas selalu bergerak cepat begitu menerima laporan ada
peristiwa kebakaran.
Selain itu, pihaknya juga terus
mengimbau warga untuk selalu bersikap
waspada guna mengantisipasi bencana
kebakaran. Sebab, sejumlah peristiwa
kebakaran, baik yang terjadi di permukiman ataupun yang menyasar pada lahan
kering, kerap terjadi akibat kelalaian manusia.
Setiap lima rumah yang terletak berdempet, harus punya satu alat pemadam
api ringan (APAR) besar atau luas daerah
dengan 10 kali 10 meter harus sedia satu
apar, katanya.
Ia menambahkan, sedangkan bila ruangannya besar, seperti bangunan dengan
gedung bertingkat, maka harus tersedia
sprinkle dan hidran.
mulyawan

Dinas Kebersihan DKI Jakarta

Masih Butuh Keberadaan Stasiun


Sampah Pembuangan Akhir Sunter
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Masyarakat antri, Security merangkap dwi fungsi Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Cabang Pusat,
hal ini menimbulkan keresahan masyarakat dengan pelayanan lelet. Ini sungguh memprihatinkan melihat masyarakat peserta BPJS yang datang ke Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Cabang Pusat yang terletak di Matraman.
Achen, salah seorang pengurus Jaminan sosial, kecewa
terhadap Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Cabang Pusat, mulai dari pagi antri dan duduk di depan loket pendaftaran. Namun sampai pukul sembilan pagi belum
ada petugas yang mengisi meja pendaftaran. saya sudah
mengantri dari jam tujuh pagi petugas BPJS nya lelet, mereka sibuk sendiri di dalam,ujarnya.
Security pun merangkap dwi fungsi, yakni melayani
para peserta BPJS. Selang beberapa lama kemudian, barulah seorang Petugas BPJS menghampiri meja Loket Pendaftaran. Banyak masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut.
Contohnya:Ibu Achen,
Jadi,sudah seharusnya BPJS yang telah dipercayakan
oleh Pemerintah, memperbaiki kinerja Pelayanannya terhadap masyarakat. Agar tercipta keselarasan antara Pemerintah dengan masyarakat. Yessie M Sany

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Lokasi Stasiun Sampah Pembuangan
Akhir Sunter (SPA) berdekatan dengan
Sumber Sampah, antara lain, Mempercepat pelayanan Angkutan Sampah dari
sumbernya, sampai ke Pembuangan akhir
sampah, guna mengurangi kemacetan di
jalur pembuangan sampah ke wilayah
Bantar Gebang dapat aman dan lancar
tanpa ada hambatan, Kondisi Kendaraan
Angkutan Sampah yang ada di wilayah
sudah tertunda 1 tahun. Kecil kemungkinan tidak dapat dibuang ke TPA Bantar
Gebang.
Berdasarkan keterangan yang kami
dapatkan saat wawancara kami kepada
K.A. UPT TPST Kota Dinas Kebersihan
Prov. DKI Jakarta , Bapak Dudi Kusmayadi
SE. Msi, dan saksi operasional UPT TPST
Kota Bapak Alim Sutrisno, SH. Saat kami
temui di ruang kerjanya mengatakan,
Operasional BTH sarana sudah tua, dan
tidak memenuhi kapasitas compact di
awal tahun 2000 kapasitas angkut/muat
sampah seberat 1000 ton/hari. Sekarang
dengan berkurangnya Armada Angkutan
Sampah hanya bisa diangkut kurang lebih 500 ton/harinya saja.

Permata Milik Semua Warga Ibukota Jakarta

Fasilitas armada angkutan container


semi trailer yang ideallnya 2 container
dengan 1 traktor, paada kenyataannya
sekarang ini hanya 1 banding 1, dikarenakan kendaraan sering rusak sehingga menghambat jalannya Operasional
Pembuangan Sampah ke Bantar Gebang.
Mengingat masih dibutuhkannya SPA
Sunter dapat mempermudah dalam pengangkutan sampah dengan lancar karena
lokasinya masih di wilayah DKI Jakarta.
Padahal pada saat Gubernur Poke menjabat pun lelang untuk SPA Sunter tersebut
sudah diajukan, namun hingga kini masih
dalam tahap proses.
Mobil sampah Truk yang ada saat ini
hanya 28 unit. Untuk itu Container Semi
trailer dibawa di compact dan dimasukkan ke Bantar Gebang dengan efektif.
Kami masyarakat sangat mengharapkan adanya pengolahan sampah yang ramah lingkungan , yakni dengan pemilahan
antara sampah organik dengan sampah
anorganik. Di mana sampah organik dapat
dibuat pupuk, dan sampah anorganik
dapat dibuat menjadi barang daur ulang.
Mengingat sampah tersebut sangat mengganggu yakni menghasilkan aroma yang

tidak sedap.
Jadi,
jangan hanya sekedar buang sampah dari
DKI Jakarta ke Bantar Gebang, dalam
artian harus mengefektikan waktu, dan
cost( uang) nya juga harus dikeluarkan.
Harapan ke depannya, agar Pemerintah DKI Jakarta mempunyai wadah sendiri untuk tempat Pembuangan sampah,
dengan penempatan di 5 titik perwilayah
di Prov. Jakarta. Agar terealisasinya suasana lingkungan bersih dan asri sesuai
dengan semboyan Kebersihan sebahagian dari iman. Daniel.P

Perpustakaan Daerah Mengadakan Raker di Mega Mendung Jawa Barat


Jakarta, METROPOLITAN POS,
Rumusan Perpustakaan ini dihadiri oleh
Kepala Bidang atau Para Ketua Bidang, PLT, Kepala Kantor yang diundang,eselon 3,4 KasubagKasudit, ada juga Pusrembang dari Unit masing-masing, beserta staff professional. Adapun
rumusan yang dihasilkan, yakni pembinaan
Intelektual, Ilmu Pengetahuan, emosional, dan
rasa saling menghormati. Mengingat kita sebagai makhluk beragama, sudah seharusnya
yang muda menghormati orang yang lebih tua,
begitupun sebaliknya yang tua menghormati
yang muda dari segi pola pikir. Di mana yang
tua memberikan pengalaman ,dan berbagi ilmu
pengetahuan dengan yang muda, agar terbina

keharmonisan dalam satuan kerja . Di dalam


beragama pada saat tertentu dapat saling
bertenggang rasa terhadap rekan yang ingin/
sedang menjalankan ibadah solatnya.
Kegiatan yang dilakukan antara lain perpustakaan, yang disediakan di setiap wilayah
masing-masing kota, provinsi, di kecamatan,
kelurahan, dan di 5 titik wilayah. Bagi yang
tinggal di timur akan disediakan di Kecamatan,
supaya masyarakat yang melihatnya merasa
nyaman.
Berdasarkan keterangan dan komentar
dari Humas Kearsipan / Balai Perpustakaan
Prov. DKI Jakarta, Bapak Bambang CH, menegaskan, Sejauh ini telah disediakan Container

Perpustakaan Seni Statis (tetap), artinya kami


tetap melayani masyarakat walaupun tidak
setiap hari . Karena saat ini baru tersedia 2
container. Namun akan kami sediakan lagi di
tingkat kelurahan yang dapat bekerja sama
dengan Dinas Sosial seperti karang Taruna. Sedangkan yang di tingkat kecamatan dapat bekarja sama dengan Dinas Olah Raga. Dan kami
tengah merintisnya saat ini,ujarnya. Selain
itu, kami juga menberikan Pelayanan Sementara itu Staff dari Kepala Badan Perpustakaan
Daerah, Bapak H. Agus Suradika ketika ditemui
di ruang kerjanya Kamis(20/03/2014) menghimbau, Bagi masyarakat yang hendak menjual
tanahnya untuk Pembangunan Sarana Per-

pustakaan, dapat menjual kepada Kepala Badan


Arsip Daerah/Perpustakaan Prov. DKI Jakarta,
dengan mengacu pada NJOPyang disesuaikan
di wilayah resebut. Daniel.P

POLITIK & HUKUM

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Jokowi Nyapres, Pembangunan


Jakarta Berpotensi Terhambat

UU Ormas Ancam Organisasi


Pers dan Wartawan

menuntaskan semua gagasannya tentang


Jakarta Baru dulu, ungkapnya.
Meski demikian, Azas Tigor mengatakan, Jokowi memiliki hak menerima
penugasan dari PDIP untuk bertarung
dalam Pilpres mendatang.

eputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) sebagai calon
presiden dinilai berpotensi menghambat
laju pembangunan Jakarta.
Potensi itu muncul karena beberapa
faktor. Di antaranya tidak sedikit proyek
pembangunan di Jakarta yang belum selesai dan belum stabilnya birokrasi di
Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Jelas
akan terhambat, kata Anggota Komisi
D DPRD DKI Jakarta Tubagus Arif kepada wartawan, Kamis (14/3).
Dia menjelaskan, proyek pembangunan itu di antaranya kerja sama tentang
pengerukan sungai dan penyelesaian sengketa tanah yang harus ditangani langsung
Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Apalagi, kata dia, sampai saat ini jabatan sekretaris daerah (sekda) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih kosong.
Menurut dia, kondisi kekosongan kepemimpinan di Jakarta akan semakin terasa
saat masa kampanye pemilu nanti.
Jokowi (cuti) nyapres, Ahok jadi jurkam,
sekdanya juga belum ada. Bagaimana ini,
tandas Sekretaris Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta ini.
Tubagus
menambahkan,
banyak
warga DKI Jakarta yang tidak setuju jika
Jokowi maju menjadi capres. Hal tersebut

tergambar dari hasil survei yang dilakukan internal PKS pada Januari lalu.
Dari survei internal PKS yang dilakukan pada Januari lalu, sebanyak 67% (responden) tidak setuju Jokowi maju capres, tutur Tubagus.
Dalam survei itu, kata dia, Warga berharap Jokowi benar-benar dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang melanda Jakarta, antara lain musibah banjir dan
penyediaan ruang terbuka hijau. Kendati
begitu, Tubagus menghormati penunjukkan mantan Wali Kota Solo itu sebagai capres. Itu memang hak partainya, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta), Azas Tigor Nainggolan menyatakan, pencapresan Jokowi setidaknya
akan mengganggu roda pemerintahan
Pemprov DKI.
Menurutnya, Jokowi akan lebih sibuk
dan mengurangi jatah perhatiannya terhadap persoalan Ibukota.
Ini kan Jokowi baru jadi capres kita
lihat saja UU. Bagaimana mengaturnya,
kata Azas Tigor.
Azas Tigor mengatakan, dengan menyanggupi untuk menjadi Capres, Jokowi
dapat dinilai telah ingkar janji dan hanya
berorientasi kekuasaan.
Hal itu lantaran Jakarta Baru yang menjadi visi saat bertarung di Pilkada DKI lalu
belum terwujud dan baru sebatas slogan.
Kalau menurut saya, Jokowi bagusnya

Pembenahan Ibukota Lebih Mudah


Lain halnya dengan pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia,
Andrinof Chaniago, dengan majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk
bertarung dalam pemilihan presiden
mendatang bukan berarti mengkhianati
kepercayaan warga Ibukota. Sebaliknya,
jika terpilih sebagai presiden, Jokowi dinilai dapat lebih mudah dalam membenahi
Ibukota.
Andrinof menambahkan selama 1,5 tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi,
sapaan Joko Widodo, melihat banyak permasalahan Ibukota yang juga menjadi persoalan pemerintah pusat.
Sementara ritme kerja Jokowi tak
mampu diiringi kinerja pemerintah pusat.
Memang serba sulit tapi harus dilihat
prioritasnya. Karena selama jadi gubenur,
Jokowi melihat banyak persoalan berada
di pusat, kata Andrinof kepada wartawan.
Andrinof mengatakan, setidaknya ada
empat program unggulan dan strategis
Pemprov DKI yang terkendala di pemerintah pusat.
Program itu adalah upaya mengatasi
banjir di Ibukota harus dilakukan normalisasi sungai yang menjadi program Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara
dalam hal kemacetan terkendala dengan
sistem transportasi makro.
Selanjutnya mengenai perumahan
dan permasalahan Jabodetabek sebagai
mega urban. Ritme Jokowi tak seiring
dengan proyek di Kementerian PU untuk
Jakarta misalnya, jelasnya.
Meski telah menyanggupi untuk maju
sebagai capres, sejauh ini, menurut Andrinof, roda pemerintahan Pemprov DKI Jakarta tidak akan terganggu. Jokowi tetap
harus fokus bekerja sebagai gubernur dan
tidak perlu kampanye.
Jokowi belum perlu kampanye, dia
masih full urus Jakarta, karena Pilpresnya
juga masih lama. Selain itu, kampanye yang
dilakukan menjelang pemilihan legislatif
sudah disampaikan. Memang yang diperlukan saat ini hanya pernyataan kesiapan
Jokowi untuk maju sebagai capres. Itu saja,
tidak perlu kampanye, jelasnya. tim

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu
(15/3) membatalkan keikutsertaan 35
calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan partai politik di 25 kabupaten/kota sebagai peserta pemilu 2014.
Pembatalan itu merupakan sanksi karena
para peserta pemilu tidak menyampaikan
laporan awal dana kampanye sampai batas yang ditentukan.
Sembilan parpol tersebut adalah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PDI Perjuangan
(PDI-P), Partai Gerindra, Partai Demokrat
(PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai
Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan
Persatuan Indonesia (PKPI). Hanya Partai
Nasdem, Partai Golkar, dan Partai Hanura
yang tidak terkena sanksi pembatalan.
Menurut data KPU, PKB dibatalkan kesertaannya di Kabupaten Tabanan (Bali)
dan Kota Tomohon (Sulawesi Utara). PKS
juga dibatalkan di dua kabupaten, yakni
di Kota Tomohon dan Kabupaten Toraja
Utara (Sulawesi Selatan).
PDI-P didiskualiikasi di Kabupaten
Timmur Tengah Selatan (NTT). Partai Gerindra dibatalkan di Kabupaten Donggala
(Sulawesi Tengah). PD didiskualiikasi di

Kabupaten Aceh Singkil (Aceh) dan Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Kemudian,
PPP dibatalkan di Kota Gunungsitoli (Sumatera Utara) dan Kabupaten Ngada (NTT).
PBB menjadi parpol yang kesertaannya pada pemilu 2014 ini paling banyak
dibatalkan, yaitu di 10 kabupaten/kota.
Terdiri dari, Kabupaten Serdang Bedagai,
Kota Gunungsitoli, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba Barat,
Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba
Barat, Kabupaten Bengkayang. Kemudian,
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kbaupaten Toraja
Utara, dan Kota Tomohon.
Sementara PKPI, dibatalkan kesertaannya di empat kabupaten/kota yaitu, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten
Probolinggo, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Gorontalo Utara.
Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menambahkan pembatalan
tersebut sesuai Peraturan KPU (PKPU)
No1 tahun 2014 tentang Perubahan Atas
Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pelaporan Dana Kampanye Peserta
Pemilu. Dalam Pasal I ayat 5 menyebutkan,
dalam hal pengurus Partai Politik Peserta
Pemilu pada setiap tingkatan dan calon
anggota DPD tidak menyampaikan laporan

awal Dana Kampanye kepada KPU/KPU


Provinsi/KPU Kabupaten/Kota sampai batas waktu sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 20 ayat (5). Maka Partai Politik dan
calon anggota DPD yang bersangkutan
dikenai sanksi sebagaimana diatur dalam
Peraturan Perundang-undangan tentang
Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD.
Peraturan KPU tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No
8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum
anggota DPR, DPD, dan DPRD. Pada Pasal
138 ayat (1).
Waktu penyerahan laporan awal dana
kampanye sesuai UU Pemilu adalah 2 Maret 2014, atau 14 hari sebelum kampanye
rapat umum dilaksanakan. Kemudian KPU
memperkuat dengan Surat Edaran KPU
nomor 69/KPU/II/2014, yang menyebutkan waktu penyerahan paling lambat 2
Maret 2014, pukul 18.00 waktu setempat.
Dengan demikian, sanksi berupa
pembatalan sebagai peserta pemilu yang
diterapkan KPU kepada 35 calon anggota
DPD dan partai politik di 25 daerah, karena tidak menyampaikan laporan awal
dana kampanye sampai batas waktu yang
telah ditetapkan, telah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, terang Ferry. Red

Jakarta, METROPOLITAN POS

35 Calon Anggota DPD, 9 Parpol Gugur

Jakarta, METROPOLITAN POS

Undang-Undang (UU) No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas) akan mengancam
organisasi pers dan wartawan. Semua dapat terjadi lantaran dalam UU Ormas melarang mendiskusikan hal-hal
yang bertentangan dengan Pancasila.
Surya Chandra, saksi ahli tim judicial review (JR) UU
Ormas Koalisi Kebebasan berserikat (KKB) menjelaskan,
suatu saat organisasi pers juga dapat diklasiikasikan sebagai organisasi bermasalah dan melanggar UU karena
pemberitaan, artikel, dan lain sebagainya.
Untuk saat ini mungkin belum. Tapi, suatu saat UU Ormas pasti akan mengancam organisasi pers dan wartawan,
kata Surya Chandra, dalam rangkaian kegiatan pertemuan
media terkait sidang JR UU Ormas di Kedai Tjikini, Jakarta
Pusat, Kamis (13/3).
Dijelaskan, selama ini organisasi pers dan wartawan
seringkali menyebarkan ideologi lain yang kadangkala tidak sesuai dengan Pancasila.
Padahal, tugas wartawan dan media adalah menyajikan
informasi yang lengkap dari berbagai macam sudut pandang, termasuk pandangan dan ajaran yang bisa saja bertentangan dengan Pancasila. tim

Anggaran Paspampres Grup D


Terlalu Mahal

Jakarta, METROPOLITAN POS

Anggaran pembentukan Paspampres Grup D untuk


pengamanan mantan presiden dan mantan wakil presiden
(wapres) sebesar Rp30 miliar dianggap terlalu mahal.
Menurut Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) Uchok Sky
Khadai, sebaiknya anggaran pembentukan Paspampres
Grup D itu dialihkan ke sejumlah program penuntaskan
kemiskinan.
Alokasi anggaran Rp30 miliar lebih baik dialihkan untuk program-program menuntaskan kemiskinan daripada
hanya dihabiskan kepada anggaran pengamanan mantan
presiden, ujar Uchok kepada Sindonews saat ditemui
di Kawasan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu
(5/3/2014).
Menurut dia, jika ingin memberikan penghormatan kepada mantan presiden maupun mantan wapres, caranya
bukan dengan mengalokasi anggaran sebesar Rp30 miliar,
lalu melakukan pengamanan yang berlebih-lebihan.
Lebih baik, pengamanan tetap maksimal tiga orang,
dan rakyat bisa menyentuh atau bersalaman dengan mantan presiden sebagai wujud penghormatan dan kebanggaan rakyat, kata dia.
Dia pun mengaku, tak habis pikir mengapa anggaran
tersebut sangat besar untuk pengamanan mantan presiden dan mantan wapres itu. Sebab, mantan presiden dan
wakil presiden tak lagi memegang kekuasaan.
Sudah tidak bergigi, tak punya kebijakan lagi, kenapa
ketat pengamanannya? Bagaimana logika? Masa harus
menghambur-hamburkan uang buat mantan presiden dan
mantan wapres, pungkasnya. tim

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Jokowi Lantik Kepala SMA,


SMK, dan Puskesmas

Jakarta,METROPOLITAN POS,
Untuk pertama kalinya, Gubernur DKI Jakarta, Joko
Widodo (Jokowi) melantik secara langsung Kepala Sekolah
tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah
Menengah Kejuruan Negeri (SMKN), serta Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tingkat kecamatan.
Jokowi mengukuhkan 117 Kepala SMAN, 63 Kepala
SMKN, dan 44 Kepala Puskesmas Kecamatan, hari ini, Jumat
(21/3) di halaman Balai Kota DKI, Jakarta.
Pelantikan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini, dipimpin
langsung oleh Jokowi dengan membacakan sumpah jabatan
yang diikuti ratusan kepala sekolah hasil lelang jabatan
tersebut. Usai membacakan sumpah jabatan, Jokowi memberikan wejangan sangat singkat kepada kepala sekolah
dan kepala puskesmas yang baru.
Saya hanya ingin mengucapkan selamat bekerja untuk
yang dilantik hari ini. Saya harapkan saudara betul-betul
bekerja dengan betul, kata Jokowi.
Bersama dengan pengukuhan kepala sekolah dan kepala
puskesmas, Jokowi juga melantik pejabat struktural eselon
III, yaitu Kepala Kantor Regional V Badan Kepegawaian
Negara (BKN) satu orang, Kepala Unit Lembaga Pengadaan
(ULP) satu orang, Camat sebanyak satu orang, Wakil Camat
sebanyak dua orang, lurah sebanyak 27 orang dan Wakil Lurah sebanyak 27 orang.
Total pejabat daerah yang dilantik dan dikukuhkan oleh
Jokowi ada sebanyak 293 orang. sani

Dana Abadi Pendidikan


DIhentikan Kemendikbud

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Pemerintah tahun ini menghentikan kucuran Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN), untuk dana abadi pendidikan. Padahal dana tersebut digunakan untuk beasiswa,
penelitian dan dana pendidikan di daerah bencana.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M
Nuh mengakui, tahun ini tidak ada dana APBN yang disisihkan untuk dana abadi pendidikan. Dia tidak menjelaskan
apakah tahun depan dana abadi pendidikan akan ditambah.
Namun saat ini pemerintah menghentikan dengan pertimbangan karena dana abadi pendidikan yang ada saat ini
yang mencapai Rp16 triliun masih mencukupi.
Tahun ini tidak ada dana APBN yang disisihkan. Pertimbangannya sementara cukuplah, kata Nuh usai Silaturahim
Nasional Bidik Misi 2014, di Bidakara, Jakarta.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) ini menyatakan, meski dana beasiswa yang dibiayai
dari dana abadi pendidikan dihentikan. Namun mahasiswa
Bidik Misi tidak perlu khawatir, karena pemerintah masih
mengalokasikannya dari daftar isian pelaksanaan anggaran
(DIPA) Kemendikbud.
Pemerintah pun akan memprioritaskan atau menseleksi
lebih ketat untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa
yang memenuhi syarat lengkap saja. Diketahui, dana abadi
pendidikan mulai ada sejak diturunkannya anggaran fungsi
pendidikan sebesar 20 persen pada 2010 lalu.
Dana abadi pendidikan hingga 2013 mencapai Rp16
triliun. Dana ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikela Kemendikbud dan Kemenkeu.
Ada tiga dewan penyantunnya yakni, Kemendikbud, Kemenkeu dan Kemenag.
Pemerintah pada 2013 mulai mengucurkan dana tersebut untuk beasiswa S2 dan S3. Selain untuk beasiswa S2 dan
S3 anggaran ini digunakan untuk penelitian dana pendidikan di daerah yang terkena bencana. Mantan Rektor ITS ini
menjelaskan, bagi mahasiswa Bidikmisi yang ingin melanjutkan S2 pun akan dibiayai dari dana abadi pendidikan.
Mahasiswa boleh memilih kuliah di kampus dalam ataupun
luar negeri.
Untuk tahun ini ada puluhan lulusan Bidikmisi yang
akan menempuh program magister di 50 kampus terbaik
di luar negeri. Ada yang di Harvard, Oxford dan Melbourne
University. Yang terpenting masuk dalam 50 universitas terbaik di luar negeri, tambahnya. tim

PENDIDIKAN & IPTEK

SD, SMP dan SMA Digabung


Dalam Satu Gedung ?

bawahnya pasar. Kayak superblock di central block dan Mangga Dua, jelasnya.
Mengapa pasar tradisional atau pasar
rakyat yang diutamakan, mantan Bupati
Belitung Timur ini mengungkapkan dari
hasil survei yang telah dilakukannya, warga Jakarta lebih menyukai pasar tradisional daripada pasar modern.
Berapa kali orang masuk ke supermarket dalam sebulan? Hanya dua kali.
Kalau ke pasar tradisional bisa mencapai
28 kali, tuturnya.

Jakarta, METROPOLITAN POS,


akil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
akan menghapus anggaran
rehab gedung sekolah negeri
dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) 2014 sebesar
Rp 834 miliar.
Alasannya, anggaran tersebut tidak lagi dibutuhkan karena Pemerintah
Provinsi (Pemprov) DKI sedang merencanakan menggabungkan gedung sekolah untuk tiga tingkatan pendidikan yaitu
sekolah dasar (SD), sekolah menengah
pertama (SMP), dan sekolah menengah
atas (SMA) dalam satu gedung.
Jadi kita mau dalam satu gedung ada
SD, SMP dan SMA. Daripada terpisah seperti sekarang, sama-sama punya satu atau
dua lantai yang sudah jelek. Kenapa enggak kita bangun di satu tempat seperti
sekolah swasta, kata Ahok di Balai Kota
DKI, Jakarta, Selasa (18/3).
Saat ini, penggabungan gedung sekolah

untuk SD, SMP dan SMA sedang dikerjakan


Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI. Sudah ada tiga tempat
untuk dijadikan gedung sekolah tersebut.
Kita sudah ada dua atau tiga empat
untuk membangun gedung sekolah untuk SD, SMP dan SMA. Coba kita lihat,
sekolah kita itu rata-rata punya halaman
besar. Dua lantai, maka ada swasta pakai
dua lantai. Paling tiga atau empat lantai,
ujarnya.
Sedangkan gedung-gedung sekolah
yang telah digabung, akan dijadikan tempat untuk pembangunan pasar rakyat
atau rumah susun terpadu. Konsep ini
juga dilakukan penggabungan antara
kompleks perumahan, perkantoran, dan
pasar rakyat di bawahnya.
Dua atau tiga tempat bisa kita buat
pasar rakyat dan rusun terpadu. Itu kan
juga buat rakyat semakin dekat dengan
pasar. Ini sudah kita lakukan dari tahun lalu itu konsep itu. Penggabungan
di atas perumahan dan kantor. Rusun di

Rawan Diselewengkan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
mengaku pernah mengecek plafon bangunan suatu sekolah yang ada di Jakarta. Di
sekolah tersebut, ia mendapati material
bangunan yang digunakan sangat tidak layak. Karena itu, ia berharap agar ke depannya proyek pembangunan sekolah-sekolah
di Jakarta dilakukan sebaik mungkin.
Saya pernah mengecek plafon sekolah. Kebetulan, saya mengerti kayu.
Itu kayu yang digunakan yang kualitas
seadanya, bukan kualitas yang bagus. Itu
paling setahun dua tahun sudah roboh.
Kalau itu runtuh dan ada anak-anak di
bawahnya, itu sangat mengerikan sekali,
kata Jokowi saat acara pengarahan kepada
kepala SMA, kepala SMK, dan kepala puskesmas, di Balaikota Jakarta, Rabu (19/3).
Selain itu, Jokowi juga berharap agar
ke depannya tidak ada lagi proyek pemeliharaan terhadap bangunan sekolah yang
rusak. Ia menilai, proyek pemeliharaan
rawan penyelewengan.
Sekolah-sekolah yang kondisinya sudah tidak baik sebaiknya dirobohkan. Jangan karena ada uang pemeliharaan, sekolahnya dibiarkan. Tiap tahun ada uang
pemeliharaan, kalau dikumpulin diberi ke
saya, itu sebenarnya bisa buat bangun puluhan bangunan, ujarnya. sani

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan
kualitas Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Jakarta lebih baik ketimbang
Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut terlihat dengan banyaknya kepala sekolah SMKN deinitif yang lolos lelang jabatan.
Memang fakta begitu. SMK kita memang bagus, ujar Ahok di Balai Kota DKI
Jakarta, Senin (10/3).
Ahok menjelaskan kepala sekolah
SMKN yang tidak lolos lelang jabatan
akan dievaluasi. Nantinya, Pemprov DKI
akan mengkaji para kepala sekolah yang
berniat untuk memberikan pelajaran di

sekolahnya. Apabila tidak, maka kepala


sekolah tersebut akan dipindahkan ke instansi atau dinas lainnya.
Di evaluasi nanti kita akan tahu, ada
berapa banyak sih yang punya hati mau
jadi guru. Kalau tidak ada hati jadi guru
pindahkan saja ke dinas yang lain. Dinas
sosial kek, rusun kek, tegas dia.
Mantan bupati Belitung Timur ini menambahkan, hal tersebut bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan di Jakarta. Selain itu, lanjut Ahok, agar melecut
semangat guru agar lebih rajin mengajar.
Banyak sekolah yang gurunya malas
masuk lho, jadi pakai guru les dari luar.
Pembelian barang juga, lebih banyak

proyeknya, kepala sekolah. Masa Kepala


Sekolah lebih banyak ngurusin proyek
pembangunan, ya masalah, pungkas dia.
Seperti diketahui, sebanyak 70,97 persen Kepala SMKN deinitif dinyatakan lulus
seleksi lelang jabatan yang dilakukan Dinas
Pendidikan DKI Jakarta. Dengan demikian,
hampir sebagian besar kepala SMK di Jakarta masih akan diisi wajah-wajah lama.
Hal itu bertolak belakang dengan hasil seleksi lelang jabatan kepala sekolah
menengah atas negeri (SMAN), yakni
hanya 31,85 persen kepala SMAN deinitif yang lolos. Jadi, nantinya posisi kepala
SMAN akan lebih banyak diisi oleh wajahwajah baru. tim

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Edy Tri Baskoro mengatakan semua pejabat mulai tingkat nasional hingga daerah seperti gubernur,
bupati, dan wali kota dilarang masuk ruang kelas ketika berlangsung ujian nasional (UN).
Mengapa larangan ini perlu diterapkan,
karena ketika ada gubernur atau bupati masuk ke ruang ujian baik SMA maupun SMP,
maka akan dapat mengganggu konsentrasi
peserta untuk menjawab soal ujian nasional, ujarnya di Samarinda, Kamis.
Pernyataan itu diungkapkan Edy ketika menjadi pembicara dalam rapat pemantapan persiapan Ujian Nasional (UN)
di Dinas Pendidikan Kaltim.
Menurut Edy, biasanya jika ada pejabat
masuk ruang UN, maka bukan hanya pejabat itu sendiri yang masuk, tetapi akan

diikuti kepala dinas pendidikan, asisten


pribadi, dan lainnya sehingga konsentrasi
peserta UN akan buyar.
Untuk itu, kata dia, jika ada pejabat
yang ingin memantau pelaksanaan UN
sebaiknya dilakukan di luar kelas, karena
masuknya pejabat ke dalam ruang UN
tidak bisa membuat siswa lebih pintar,
tetapi justru menghilangkan daya konsentrasi.
Dia meminta polisi yang menjaga keamanan sekolah saat UN berlangsung,
tidak perlu menggunakan seragam polisi,
tetapi lebih elegan jika memakai pakaian
sipil karena dengan berseragam polisi
dikhawatirkan dapat menurunkan mental siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim meminta para
orang tua siswa dan para siswa peserta
UN tidak menganggap UN merupakan

sesuatu yang menakutkan, sehingga kemudian perasaannya mendramatisir akan


ketakutan tidak lulus karena hal itu justru
dapat menjatuhkan mental.
Dia meminta lembaga pendidikan atau
tempat-tempat kursus tidak memasang
iklan yang berlebihan untuk menjamin
siswa lulus UN, misalnya iklan yang berbunyi Dijamin lulus UN, jika tidak lulus
uang kembali.
Iklan seperti itu justru membuat siswa
takut tidak lulus karena iklan semacam
itu sama juga dengan menakut-nakuti
siswa yang akan ikut UN.
Ia meminta semua masyarakat tidak
berlebihan menyikapi UN karena kelulusan siswa tidak hanya ditentukan oleh
UN, tetapi ada tiga faktor yang menentukan kelulusan, yakni nilai rapor sekolah,
sikap siswa selama sekolah, dan nilai UN
itu sendiri. tim

Banyak Gurunya Malas Masuk

Pejabat Dilarang Masuk Kelas Saat UN

POLITIK & HUKUM

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Terkait Audit Dana Kampanye

IAPI Enggan Disalahkan

Jakarta, METROPOLITAN POS,


nstitut Akuntan Publik Indonesia
(IAPI) enggan disalahkan karena tidak mampu mengaudit laporan dana
kampanye peserta Pemilu 2014 baik
parpol maupun calon anggota legislatif
(caleg) secara menyeluruh. Sebab, objek
yang diaudit adalah Laporan Penerimaan
dan Penggunaan Dana Kampanye (LPPDK) yang diterima KPU.
Kami fokus mengaudit laporannya
saja. Di sini terdapat kesenjangan karena tidak ada jaminan semua tercantum
dalam LPPDK, kata Ketua Bidang Media
dan Public Campaign IAPI Yanuar Mulyana, di Jakarta, Minggu (16/3).
Sebagaimana ketentuan dalam UU
No 8/2012 tentang Pemilu DPR, DPD,
dan DPRD, Peraturan KPU (PKPU) No
17/2013, serta PKPU No 24/2014 tentang
Pedoman Audit Dana Kampanye, IAPI selaku kantor akuntan publik yang ditunjuk
KPU harus mengaudit LPPDK dalam waktu 30 hari sebelum dipublikasikan KPU
kepada publik.
IAPI berpandangan, LPPDK yang dis-

erahkan peserta pemilu ke KPU tidak


terjamin kelengkapannya sebagaimana
ketentuan sehingga, akuntan publik tidak
dapat menjangkau keseluruhan LPPDK
yang tidak dilaporkan peserta pemilu.
Imbasnya, IAPI hanya dapat memvalidasi
sesuai yang dilampirkan.
Kondisi ini memaksa IAPI berada
dalam posisi kalah sebelum berperang.
Adapun dana kampanye yang harus dilaporkan parpol kepada KPU sebelum diaudit adalah sumber dana kampanye baik
dalam bentuk uang, barang, dan jasa, besaran dana kampanye, serta pembukuan
dana kampanye.
Kelemahan mendasar LPPDK meskipun dalam perundang-undangan disebut
parpol wajib mencatat semua penerimaan
dan pengeluaran kampanye tetapi tidak
ada jaminan semuanya tercantum dalam
LPPDK, ujarnya.
Sebagai solusi, pihaknya mengusulkan
penggunaan kombinasi audit berbentuk
audit kepatuhan dan audit atas prosedur
yang disepakati agar proses audit dapat
menyentuh substansi antara lain untuk

Jakarta , METROPOLITAN POS,


Komisioner Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, dalam Daftar Pemilih Tetap
(DPT) masih ada sekitar 400.000 data pemilih yang tidak dilengkapi Nomor Induk
Kependudukan (NIK) valid.
DPT terakhir sesuai pemutakhiran
15 Februari 2014 ada sekitar 185,8 juta
orang pemilih. Dalam DPT masih ditemukan 400.000 data yang NIK-nya invalid.
KPU masih meminta Kementerian Dalam
Negeri (Kemdagri) memberikan NIK pada
data tersebut melalui dukcapil-dukcapil
di daerah, ujar Ferry di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (18/3).
Sebelumnya, pada pemutakhiran data
pemilih per 4 November 2013, data pemilih dengan NIK tidak valid mencapai
10,4 juta.
Ditambahkan pula, selain NIK yang tidak valid, masih ditemukan sekitar 5.000

data dengan elemen identitas lain tidak


lengkap. Elemen tersebut adalah alamat,
tanggal lahir, jenis kelamin, dan status
pernikahan.
KPU, lanjut Ferry, akan mengumumkan DPT inal hasil penyempurnaan pada
26 Maret 2014. Pengumuman akan dilakukan pada rapat pleno terbuka yang
melibatkan Badan Pengawas Pemilihan
Umum (Bawaslu) dan partai politik (parpol) peserta pemilu.
Lebih lanjut dikatakan, KPU sebelumnya telah bertemu dengan parpol dan Bawaslu untuk membahas penyempurnaan
data itu. Menurutnya, dari pertemuan itu
KPU mendapat masukan dari Bawaslu
dan parpol misalnya data ganda dan halhal teknis lain.
Seperti diketahui, Bawaslu merekomendasikan agar KPU terus menyempurnakan data pemilih hingga 14 hari sebelum pemungutan suara. Nara N

Jakarta , METROPOLITAN POS,


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
telah melakukan survei persepsi publik
terkait dengan Pemilu di Indonesia.
Satu hal yang ditanyakan kepada
masyarakat adalah persepsi mengenai
politik uang yang kerap dilakukan calon
anggota legislatif menjelang pelaksanaan
pemilu.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tahun 2013 itu, mayoritas masyarakat menganggap politik uang adalah hal
yang biasa. Sebanyak 71 persen responden menilai bahwa money politik dianggap hal yang wajar.
Hasil survei itu dirilis oleh KPK dalam

diskusi media yang diadakan di kantor


KPK, hari ini, Rabu (19/3).
Sekitar 71,72 persen masyarakat Indonesia menganggap politik uang adalah
hal yang lazim dalam pemilu di Indonesia, kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu
Praja.
Survei yang dilakukan KPK di sepuluh
kota besar di Indonesia juga menjaring
persepsi masyarakat terkait dengan referensi mereka dalam memilih calon pemimpin.
Berdasarkan survei itu, prilaku dan
karakter calon pemimpin (22,38 persen)
dijadikan pertimbangan utama masyarakat dalam memilih. Selanjutnya, masyara-

400.000 DPT dengan NIK Invalid

mengetahui eksistensi penyumbang


apakah iktif atau sebaliknya.
Pengurus IAPI Florus Daeli mengatakan, situasi yang dialami akuntan
publik sekarang ini membuat pihaknya
hanya mampu memvalidasi isi laporan
LPPDK untuk mengetahui apakah peserta pemilu memenuhi asas kepatuhan.
Apakah laporannya wajar atau tidak.
Jika laporannya sampah ya kami sampaikan sampah. Audit ini lebih kepada
kepatuhan dari para peserta pemilu,
jelasnya.
Ketua Tim ad hoc Audit Dana Kampanye IAPI Sempurna Bahri menilai, jika
akuntan publik dengan pihak-pihak terkait termasuk KPU belum mengadakan
kesepakatan agar audit dapat dilakukan
secara menyeluruh maka hanya 20% dari
ketentuan yang dipenuhi peserta pemilu.
Hanya 20% yang dilaporkan, yang
dilaporkan biasanya yang baik-baik saja,
yang tidak baik-baik tidak dilaporkan,
katanya.
Pihaknya juga mengeluhkan anggaran
yang dikucurkan dari KPU kepada IAPI.
Untuk satu kabupaten dan dibawahnya
KPU menganggarkan Rp 10 juta. Idealnya, Rp 20-30 juta mengingat jarak satu
lokasi ke tempat lainnya tidak merata.
Disamping itu, dari 400 kantor akuntan
publik, baru 170 yang menyatakan kesiapannya menerima penugasan mengaudit
dana kampanye. Pihaknya bakal mengadakan audit terhadap satu partai untuk
provinsi, kabupaten/kota dibawahnya.
Hal ini juga perlu diperhatikan mengingat
minimnya jumlah tenaga dapat menimbulkan risiko-risiko adanya wilayah yang
tidak terjangkau oleh auditor.
Setelah pemilu penyerahan laporan
dimulai tanggal 10 April sampai 24 April
2014. Setelah itu tim baru turun ke lapangan. Audit dilakukan dalam waktu 30
hari, ujarnya. Jenri

Pejabat Sibuk Politik,


Publik Diabaikan
Jakarta, METROPOLITAN POS,

Mendekati pemilihan umum (pemilu), pemerintah


dinilai semakin acuh terhadap tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat. Pemerintah lebih fokus memenangkan
partai politik (parpol) masing-masing, ketimbang mengurusi rakyat.
Hal tersebut terlihat dari penanganan musibah bencana
asap di Provinsi Riau yang terjadi akibat kebakaran hutan.
Pemilu memang sudah semakin dekat, kontestasi berebut
suara pun semakin sengit. Para menteri ya sibuk merapat
ke parpol induknya masing-masing, Peneliti senior Pusat
Penelitian Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro di Jakarta, Jumat 14 Maret 2014.
Dia menyayangkan sikap para pejabat negara di tengah
kondisi masyarakat Riau yang semakin kronis, dan mengkhawatirkan. Bahkan, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 49.591 orang di
wilayah Riau menderita penyakit akibat asap seperti ispa,
pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.
Musibah Riau ini harus mendapatkan perhatian serius. Bukan hanya dari Pemprov Riau, tapi pemerintah pusat
harus turun tangan, ujar Zuhro.
Dia menilai sejak tahun 2013 lalu, para pejabat publik yang juga merupakan elite parpol terlihat lebih sibuk
memenangkan pemilu. Pelayanan publik sepanjang tahun
2013-2014 menjadi tidak maksimal, dan bahkan sangat
mengecewakan masyarakat. Khususnya, dalam penanggulangan bencana yang sangat lamban.
Semestinya, para pejabat publik ini fokus saja pada
tanggung jawabnya. Bukan parpolnya, tandasnya.
Selain itu, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang semestinya mengingatkan para menterinya
untuk bekerja secara maksimal di sisa waktu jabatannya,
justru ikut melayangkan surat cuti untuk kampanye terbuka partainya. Politik menjadi lebih tinggi kastanya dibandingkan dengan pelayanan publik, tandasnya. tim

Brigadir S Jadi Tersangka


Penembakan AKBP Pamudji

Jakarta, METROPOLITAN POS,

Masyarakat Anggap Money Politic Hal Biasa


kat juga memilih berdasarkan kemampuan calon (16,48 persen) dan kedekatan
dengan masyarakat (13,93 persen).
Hasil survei terkait referensi masyarakat dalam memilih calon pemimpin dinilai kurang memuaskan. Karena, kata Adnan, KPK menilai yang terpenting dilihat
dari calon pemimpin adalah rekam jejak
dan kekayaan apakah sesuai dengan proile yang bersangkutan.
Tapi masyarakat menilainya berbeda.
Mengapa itu terjadi, kemungkinan karena masyarakat nggak mau capai melihat
rekam jejak calon. Ketiga karena permisif,
nggak penting masa lalu calon, kata Adnan. Red

Penyidik Reskrimum olda Metro Jaya akhirnya menetapkan Brigadir S sebagai tersangka dalam penembakan terhadap atasannya, AKBP Pamudji.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru
Pranoto mengatakan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan secara ilmiah (scientiic investigation) yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya.
Sejak malam ini, Brigadir S ditetapkan sebagai tersangka
berdasar hasil scientiic investigation, yaitu artinya hasil lab,
kemudian keterangan saksi, dan penelitian pusat pengkajian
dan dari hasil pemeriksaan kita, ujarnya di Markas Polda
Metro Jaya, Rabu (19/3/2014) malam.
Dia menuturkan, berdasarkan hasil lab, ditemukan bahwa
di tangan Susanto ditemukan bekas mesiu yang kemudian
menjadi dasar ditetapkannya sebagai tersangka.
Kemudian, juga ada darah yang kita temukan ada di tangan maupun badan S, ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol
Rikwanto menjelaskan, mesiu akan membekas pada tubuh
orang yang menembakkan peluru.
Senjata yang ditembakkan, bekas mesiunya akan mengarah ke depan dan ke belakang. Ke depan, artinya akan mengikuti arah anak peluru dan ke belakang karena dia tinggal di
tempat selongsongnya menyebar ke arah silindernya, maka
akan mengenai tangan yang menembakkan, ujarnya.
Motif penembakan yang dilakukan Susanto tersebut masih
didalami oleh pihak penyidik. Begitu pun olah tempat kejadian perkara untuk mendapatkan fakta-fakta terbaru.
Seperti diberitakan, Kepala Pelayanan Masyarakat Polda
Metro Jaya AKBP Pamudji tewas dengan dua luka tembak di
kepala, Selasa (18/3) pukul 21.45 WIB.
Informasi yang dihimpun Kompas.com pada Selasa sekitar pukul 21.30, seorang saksi melihat korban terlibat cekcok
dengan Brigadir S di ruang piket pelayanan masyarakat Mapolda Metro Jaya.
Saksi yang juga seorang polisi mendengar suara letusan
tembakan sebanyak dua kali dari dalam ruangan. Setelah
saksi masuk ke ruangan, korban telah tergeletak bersimbah
darah. tim

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Kejagung Tangkap Mantan


Dirut TVRI Sumita Tobing

Jakarta,METROPOLITAN POS,
Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap buron perkara
korupsi pengadaan peralatan siaran senilai Rp 5,2 miliar
Sumita Tobing.
Mantan Dirut TVRI itu ditangkap di Kantor Pusat JakTV,
di komplek perniagaan SCBD, Jakarta. Sumita telah dinyatakan buron sejak September 2012.
Tertangkapnya sekitar pukul 11:50 WIB, kata Kepala
Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia
Untung Arimuladi, di Jakarta, Kamis (13/3).
Sumita Tobing dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan oleh Mahkamah Agung (MA) berdasarkan putusan
kasasi dan dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun, 6 bulan,
dan pidana denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan.
Sumita Tobing telah tiga kali dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakpus dalam rangka eksekusi namun yang bersangkutan tidak memenuhi pemanggilan.
Pada 2 Mei 2012 Sumita menyatakan menolak menjalankan eksekusi dengan alasan adanya kesalahan administrasi pada putusan MA karena adanya dua nomor registrasi yang berbeda.
Diketahui Nomor registrasi Sumita Tobing pada 20 Mei
2009 adalah 857 K/PID. SUS/2009, dan dinyatakan tidak
bersalah. Sementara berdasarkan nomor registrasi perkara
yang berbeda yaitu, 3289/Pan.Pid.Sus/856 K/2009, 24 November 2011 dia dinyatakan bersalah.
Pada saat itu, Kejagung menyurati MA untuk menanyai
hal tersebut. Dalam jawaban resmi MA yang diterima Kejagung pada Juli 2012 dan ditandatangani Ketua Muda Pidana
Khusus MA Djoko Sarwoko dijelaskan, registrasi yang berbeda disebabkan kesalahan pendataan komputer oleh MA.
Surat jawaban MA menegaskan, hanya satu putusan atas
nama Sumita Tobing yang masuk dalam register perkara
yaitu Nomor 856K/Pid.Sus/2009 yang telah dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 24 Nopember 2011.
Atas dasar itu Kejagung mengambil langkah eksekusi
karena perkara Sumita Tobing telah berkekuatan hukum
tetap. sani

Lebih Dari Satu Kali, PK Bisa


Dijadikan Modus

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) yang membatalkan
ketentuan pengajuan peninjauan kembali (PK) hanya satu
kali dinilai bisa menimbulkan implikasi negatif.
Pengajukan PK lebih dari satu kali dinilai akan membuka
peluang bagi terpidana mati untuk berupaya menghambat
eksekusi. Ini bisa menjadi modus. Terpidana mati kasus
narkoba akan mengajukan PK setiap kali akan dieksekusi,
kata Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah
Jakarta (UMJ) Chairul Huda.
Jika itu yang terjadi, sambung Chairul, proses eksekusi
akan terus tertunda. Dia menjelaskan, proses pendaftaran
PK sampai keputusan hakim akan menghabiskan waktu
yang lama. Apalagi, pengadilan tidak dapat menolak terpidana yang akan mengajukan PK. Ini kelemahan putusan
MK. Apakah MK sudah mempertimbangkan hal ini? tandasnya.
Kalaupun MK membolehkan PK dapat diajukan lebih
dari satu kali, kata dia, seharusnya ada pembatasan yang
jelas tentang alasan-alasan yang diperbolehkan untuk mengajukan PK. Misalnya, jika hanya ada novum dan alasan kuat
untuk menjadi dasar diajukannya PK.
Seperti diketahui, MK telah mengabulkan permohonan
mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang mengajukan uji materi (judicial review)
terhadap ketentuan PK dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Antasari divonis bersalah dalam pembunuhan Nasrudin. Pria berlatarbelakang jaksa itu divonis 18 tahun penjara dari tingkat pertama sampai kasasi. Pada 6 september
2011, dia mengajukan PK ke Mahkamah Agung (MA). Upaya
hukum itu ditolak karena bukti yang diajukan tidak tepat.
Tim

INVESTIGASI

Kejagung Tak Dipercaya,


Jampidsus Salahkan Wartawan

Jakarta, METROPOLITAN POS,


aksa Agung Muda Pidana Khusus
(Jampidsus) R Widyo Pramono menyalahi wartawan karena Wagub DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias
Ahok lebih mempercayai KPK dalam mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan
sejumlah bus Transjakarta dan Bus Kota
Terintegrasi Busway (BKTB).
Percaya tidak percaya itu wartawan
yang mendramatisirnya, kata Widyo, di
Jakarta, Jumat (14/3).
Ahok lebih mempercayai KPK karena rekam jejak badan antikorupsi itu
memuaskan. Indikasinya, tidak ada tersangka KPK yang perkaranya tidak dimajukan ke persidangan. Apalagi, sampai
memakan waktu bertahun-tahun. KPK
juga dikesankan selalu mengusut tuntas
perkara yang ditangani.
Dalam kasus BKTB selain Kejagung,
KPK juga melakukan penyelidikan dalam
kasus tersebut. Dalam penyelidikannya,
Kejagung telah memeriksa 10 orang dan
belum meningkatkan kasus tersebut ke

penyidikan.
Menanggapi Ahok yang menginginkan
kasus tersebut ditangani KPK, Widyo meminta seluruh pihak menghormati langkah Kejagung yang merasa lebih dulu menyelidiki kasus tersebut.
Kalau Kejaksaan yang mengani dulu
ya Kejaksaan lah. Hormati Kejaksaan
karena, Kejaksaan punya kewenangan
untuk menyidik juga, ujarnya.
Dikatakan, pihaknya selalu mengadakan kordinasi dengan KPK dalam penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi.
Kita selalu koordinasi di dalam setiap
melakukan penyelidikan kita juga memberitahukan. Pada saatnya pasti hal-hal
yang seperti itu kita lakukan tidak ada
yang diabaikan, katanya.

Kordinasi-Supervisi
Dalam kesempatan berbeda, Juru
Bicara KPK Johan Budi mengatakan,
pihaknya dapat melakukan kordinasisupervisi (korsup) dengan mengambil
alih penanganan perkara tersebut dari

Kejagung sesuai ketentuan perundangundangan. Syarat supervisi antara lain


adanya intervensi dari pihak luar dan adanya kendala dalam penyidikan Kejagung.
Sesuai ketentuan perundang-undangan. Ada sekitar enam hingga tujuh
syaratnya apalabila ada intervensi dari
luar, ada kendala dlm proses penyidikannya, dan apabila ada tindak pidana korupsi baru, kata Johan.
Dikatakan, pihaknya perlu memeriksa
terlebih dulu apakah Kejagung telah melapor kepada KPK akan penyelidikan yang
dilakukan ke Kejagung. Sebab, KPK juga
menerima laporan dugaan korupsi dari
masyarakat tahun 2013.
Jadi harus dicek dulu apa yang ditangani Kejaksaan dan dilaporkan ke KPK.
Kalau di kejagung naik ke penyidikan ada
Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang disampaikan ke KPK.
Di Kejagung baru penylidikan belum ada
SPDP. Nanti kita bisa masuk dengan korsup. Bisa gelar perkara bersama, ungkapnya. Tim

KPK Mulai Sita Aset Anas Urbaningrum


Jakarta, METROPOLITAN POS,
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
melakukan upaya penyitaan terhadap
aset milik eks Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Sebab, aset
tersebut diduga merupakan upaya Tindak
Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Juru bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan penyitaan dilakukan terhadap dua
bidang tanah di Kelurahan Mantrijero, Yogyakarta dengan luas 7.670 meter persegi
dan 200 meter persegi atas nama Attabik
Ali atau mertua Anas Urbaningrum.
Kemudian, tanah dan bangunan di Jl
Selat Makasar C9/22, Duren Sawit, Jakarta
Timur, atas nama Attabik Ali. Serta, tiga bidang tanah di Desa Panggungharjo, Bantul
atas nama Dina Az (anak Attabik Ali) masing masing luas tanah 280 meter persegi,
389 meter persegi dan 111 meter persegi.
Penyidik telah memasang plang sita
pada Jumat (14/3) malam), kata Johan,
Jumat (14/3).
Menurut informasi, penyitaan tersebut dilakukan karena diduga ada upaya
disamarkan. Sebab, dari beberapa aset
yang telah disita ternyata atas nama orang
lain, yaitu mertua dan adik ipar Anas.
Terhadap Anas memang telah dijerat
melakukan TPPU terkait dugaan penerimaan hadiah dalam proyek pembangunan
Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah
Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang
dan proyek-proyek lainnya.
Kemudian, terhadap Anas dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU No.8/2010
tentang TPPU. Serta, Pasal 3 ayat 1 dan atau
Pasal 6 ayat 1 UU No.25/2003 tentang TPPU.
Sebelumnya Anas Urbaningrum telah

ditetapkan sebagai tersangka kasus


dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan atau proyekproyek lainnya. Anas ditetapkan menjadi
tersangka dalam kapasitasnya sebagai
anggota DPR 2009-2014.
KPK menyangkakan Anas melanggar
pasal 12 huruf a atau huruf b dan atau pasal 11 Undang-Undang No.31/1999 tentang
pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Namun, dalam kasus ini, KPK tidak
hanya membidik penerimaan Anas dalam
proyek Hambalang. Penyidikan KPK melebar aliran dana dalam kongres Partai
Demokrat tahun 2010 silam.

KPK dan penguasa


Mantan Ketua Umum Partai Demokrat
Anas Urbaningrum masih merahasiakan,
orang istimewa di lantai 9 Gedung Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang ini

disebut aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu sebagai orang istimewanya
KPK dang pingak penguasa negeri ini.
Masak dikasih kuis nanya lagi ke yang
ngasih kuis? bagaimana sih sampean ini?,
kata Anas di Gedung KPK, Jl Rasuna Said,
Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/3).
Anas selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus penerimaan
hadiah proyek gedung olahraga, di Bukit Hambalang, Bogor Jawa Barat sekira pukul 14:00
WIB. Pada pemeriksaan Jumat, 7 Maret 2014,
Anas mengaku sudah mendengar satu bulan
sebelumnya, akan dijerat pasal dugaan tindak
pidana pencucian uang (TPPU) oleh KPK.
Menurut Anas waktu itu, ada orang
istimewa di lantai 9 Gedung KPK mengumumkan status TPPU-nya kepada para
tahanan KPK lain dan informasi itu sampai ke Anas. Namun, pernyataan Anas
dibantah pihak KPK. Jenri

INVESTIGASI

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Terdakwa Kasus Daging Rahasiakan Nama Hatta Rajasa


Jakarta, Metropolitan Pos

Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi, dihadirkan ke Pengadilan Tindak Pidana


Korupsi (Tipikor) Jakarta, sebagai saksi Maria
Elizabeth Liman, terdakwa kasus dugaan suap
impor daging sapi.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengorek informasi mengenai penambahan kuota impor daging sapi. Juard mengakui, penambahan kuota
impor 20.000 ton sudah disetujui oleh seorang

menteri, tapi dia tidak berani menyebut.


Elda Devianne Adiningrat memang pernah mengatakan pada saya, ada penambahan
20.000 ton (daging sapi). Itu sudah disetujui
oleh pejabat yang bersangkutan. Tapi saya tidak mau sebut namanya, kata Juard di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Ketua JPU KPK Supardi langsung mencecarnya, meminta Juard yang sudah berstatus
terdakwa itu menyebut pejabat yang dimaksud. Sebut saja namanya. Siapa pejabat itu?,

desak Jaksa Supardi.


Menurutnya,
informasi
penambahan
20.000 ton itu datang dari Direktur PT Radina
Niaga Mulia Elda Devianne. Tapi Juard tetap tidak berani menyebutkan nama, pasalnya takut
dituntut. Saya pernah mau dituntut kalau saya
sebut namanya. Saya sudah pernah sidang. Jadi
saya tidak mau sebut namanya, ujar Juard.
Fakta terkait persetujuan penambahan
kuota 20.000 ton ini pernah diungkap Juard
dalam sidangnya setahun lalu. Saat itu Juard

Deviardi: Rudi Terima


Upeti Dari Anak Buahnya

Jakarta, Metropolitan Pos

erdakwa Deviardi alias Ardi memastikan tiga pejabat Satuan Kerja


Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK
Migas) memberikan upeti kepada mantan
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.
Tiga pejabat yang dimaksud yakni, mantan Wakil Kepala SKK Migas yang kini menjadi Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko,
mantan Deputi Pengendalian Bisnis SKK
Migas Gerhard Rumesser (kini staf ahli kepala), dan mantan Kepala Divisi Penunjang
Operasi SKK Migas Iwan Ratman.
Ardi dan ketiga pejabat SKK Migas itu
dihadirkan sebagai saksi dalam sidang
lanjutan terdakwa Rudi di Pengadilan
Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta,
hari ini, Selasa 18 Maret 2014.
Selain itu, ada dua saksi lain yakni
Bhakti Suhendarwan yang melakukan
operasi tangkap tangan (OTT) 13 Agustus 2013 sebagai saksi verbalisan dan
Bagian Keuangan PT Mazaya Wedding
Organize Adding Abdul Kadir.
Upeti itu yakni 600.000 dolar Singapura dari Johannes Widjonarko, USD200.000
dari Gerhard Marten Rumeser, dan
USD150.000 dari Iwan Ratman.
Awalnya, Ardi menceritakan proses
pemberian uang USD700.000 untuk Rudi
dari Direktur Utama PT Zerotech Nusantara Febri Prasetyadi Soeparta di Singapura 19 Juli 2013. Uang itu kemudian
dititipkan kepada Direktur Kernel Oil
Private Limited (KOPL) Singapura Widodo Ratanachaitong karena Ardi bingung
membawanya ke Indonesia.
Setelahnya, uang tersebut dikirimkan
Widodo kepada Komisaris KPOL Indonesia Simon Gunawan Tanjaya untuk disampaikan kepada Ardi dalam dua tahapan.
Yang kemudian disampaikan Ardi ke Rudi.
Pertama 26 Juli 2013 sebesar USD300.000
dan 13 Agustus 2013 sebesar USD400.000.
Penerimaan uang dari Febri itu diketahui dan kemudian diterima Pak Rudi.
Yang USD300.000 di kantor Pak Rudi di
Plaza Bank Mandiri dan USD400.000
pada hari yang saya dan Pak Rudi ditangkap, kata Ardi di depan majelis.
Widodo lanjut Ardi pernah memberikan uang 200.000 dolar Singapura
beberapa pekan sebelum penerimaan

uang USD700.000. Saat penyerahan uang


200.000 dolar Singapura tersebut, Widodo
menyatakan uang itu tolong dititipkan kepada Rudi.
Uang ini saya laporkan ke Pak Rudi.
Disuruh simpan dulu. Kemudian saya
simpan di safe deposite box, bebernya.
Hakim Anggota Anwar kemudian
menanyakan bagaimana perkenalan dan sejak kapan Ardi menerima uang untuk Rudi.
Termasuk inisiatif penerimaan, perintah,
dan maksud pemberian uang seperti apa.
Karena dia menyatakan, Ardi begitu dekat
dengan Rudi. Apalagi sampai menerima
uang dari berbagai kalangan untuk Rudi.
Sejak kapan saudara (Ardi) terima
uang-uang ini? Ini inisiatif Terdakwa
(Rudi), tanya Hakim Anwar.
Ardi menceritakan, pertama kali mengenal Rudi saat masih menjabat sebagai
Wakil Menteri ESDM. Ardi diperkenalkan
oleh Iwan Ratman di lapangan golf SCBD,
Jakarta. Kemudian Ardi intensif bertemu,
berkunjung ke rumah, dan melatih Rudi.
Dia menguraikan, pertama kali menerima
uang yakni 600.000 dolar Singapura dari Johannes. Uang diberikan sekitar Januari atau
Februari 2013. Saat itu Rudi memerintahkan
untuk mengambil uang dari Johannes. Tetapi
uang tidak diberikan langsung oleh Johannes.
Pasalnya Johannes memerintah tamunya untuk serahkan ke Ardi.
Pak Widjo memperkenalkan saya ke
orang itu. Saya lupa namanya. Tapi ingat
ciri-cirinya. Akhirnya orang itu serahkan
uang ke saya ada enam amplop. Saya tidak ada hubungan dengan migas hanya
atas perintah terdakwa dan laporkan.
Baik terima atau bayar. Saya catat yang
mulia, beber Ardi.
Hakim Anwar penasaran, apa saja yang
ada dalam catatan Ardi, berapa penerimaannya. Dia menuturkan selain dari
Johanes, dari Gerhard ada USD200.000,
Iwan ada USD50.000, dan dari Presiden
Direktur PT Parna Raya Group/PT Kaltim
Parna Industri (KPI) Artha Meris Simbolon sekira USD522.000.
Yang dari Artha Meris seingat saya ada
tiga kali penyerahan. Pertama dan kedua
Ibu Meris yang serahkan. Yang ketiga,
sopirnya Ibu Meris, USD200.000, katanya.
Ardi menuturkan, uang-uang tersebut
sudah diserahkan dan disita KPK. Terma-

suk bukti transfer ke sejumlah orang dari


uang-uang tersebut atas perintah Rudi.
Awal-awalnya Ardi tidak mengetahui
uang dari Meris dititipkan untuk Rudi
terkait apa.
Tapi belakangan itu dia tahu terkait
permintaan surat rekomendasi gas. Tetapi dia tidak tahu detailnya. Saya lapor
ke terdakwa setelah terima katanya disimpan dulu. Saya simpan di deposite
box saya, jelasnya.
Ketua JPU Riyono kemudian mengkonirmasi Ardi untuk menceritakan secara
detail uang-uang dari Johannes, Gerhard,
dan Iwan. Dia menuturkan, setelah menerima uang dari Johannes yang diserah seseorang itu dilihat ternyata ada enam amplop. Langsung dilaporkan ke Rudi.
Setelah itu Ardi ke acara rekannya
dan ada Rudi. Keduanya langsung pulang
satu mobil. Di dalam Mobil, Rudi menerima enam amplop. Satu amplop disobek,
isinya 100.000 dolar Singapura.
Jadi cuman sekali dari Pak Widjo
(Johannes Widjonarko). Setelah itu tidak
ketemu lagi, imbuhnya.
Penerimaan dari Gerhard juga sekitar
Februari 2013. Saat itu Ardi diperintah
Rudi bertemu Gerhard di ruang kerja
Gerhard. Singkat cerita, sesampai di kantor Gerhard menyerahkan bungkusan
plastik bening berisi uang. Setelah dihitung isinya USD200.000. Ardi lagi-lagi
melaporkan ke Rudi.
Berikutnya, pada bulan yang sama
Iwan Ratman menghubungi Ardi akan
menyerahkan uang dan memerintah Ardi
ke rumah Iwan, di Kemang. Setelah dihitung seluruhnya USD50.000.
Uang-uang dari Ibu Meris, Pak Widjo,
Gerhard, dan Iwan saya simpan di safe
deposit box saya di CIMB Niaga Pondok
Indah. Orang yang berikan itu benar ada
di samping saya ini, tutur Ardi.
Johanes, Gerhard, dan Iwan yang berada
di samping bangku Ardi di depan majelis
serius menyimak kesaksian Ardi. Jaksa Riyono langsung mengkonfrontir Ardi dengan
ketiganya untuk pertama kalinya.
Saudara saksi kan pernah diperiksa
sebelumnya, setelah ada keterangan saksi
Deviardi, apakah saudara masih dengan
keterangan terdahulu atau bagamana?
tanya Jaksa Riyono.
Johanes, Gerhard, dan Iwan kompak
pada keterangan dalam persidangan sebelumnya saat mereka menjadi saksi.
Ketiganya menyatakan tidak pernah
memberikan uang tersebut. Johanes menyatakan pernah bertemu Ardi tetapi di
koridor bukan di ruang rapat.
Masih sama dengan keterangan dulu
saya tidak pernah berikan uang, ujar
Johannes. Tidak ada pemberian uang,
timpal Gerhard. Saya tetap pada keterangan terdahulu. Tidak pernah berikan
uang, tambah Iwan.
Ardi yang dikonfrontir ulang membenarkan bahwa ketiga saksi itu memberikan uang kepada dirinya untuk diserahkan kepada Rudi. Uang-uang dari
ketiganya plus uang dari Artha Meris disimpan di deposite boxCIMB Niaga Pondok
Indah miliknya. Ada catatan uangnya,
tegas Ardi.. Tim

mengatakan, Elda menjual nama Menteri


Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa untuk meyakinkan Direktur Utama PT
Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman guna
mengajukan penambahan kuota impor daging
sapi ke Kementerian Pertanian (Kementan).
Elda mengesankan Hatta Rajasa telah menyetujui penambahan kuota impor daging
sapi. Saat itu Elda dan rekannya, Jerry menyamarkan nama Ketua Umum PAN itu dengan
sebutan Pak Uban. Jenri

PT. Jakarta Propertindo di Duga


Melakukan Penjualan Aset Pemprov
DKI Jakarta

Aparat Penegak Hukum Segera


Bertindak Menyelidiki

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Berawal tahun 1978 pembangunan Sekolah SD di Teluk
Gong yang beralamat di jalan Cupang 1 No. 16 Rt.005/Rw. 012
Keluaran Penjagalan Jakarta Utara, menyelesaikan pembangunan sekolah berdiri 2 lantai dengan biaya Pemerintah Dinas
P & P. Tahun 1979 Penggunaan Gedung sekolah dipakai oleh
Yayasan Pendidikan Panji Muslimin Indonesia (YAPMI) yang
diberikan oleh Dinas Pendidikan untuk dipergunakan. Tahun
2011 Yayasan Pendidikan Panji Muslimin Indonesia(YAPMI)
tidak meneruskan penggunaan sekolah tersebut.
Tahun 2012 Dinas Pendidikan melakukan pengerobohan
Sekolah SD 2 lantai di teluk Gong Jl. Cupang I No.16 Rt.005/
Rw.002 Kelurahan Penjagalan Jakarta Utara. Menurut dari
kelompok Rindu H. Pakpahan, Juliostar H, Adam P Manalu,
bahwa tanah seluas 2100 m2 telah melakukan pemufakatan
jahat untuk melakukan penjualan Aset Pemprov. DKI Jakarta
yang terletak di Teluk Gong Jl. Cupang I No. 16 Rt.005/ Rw.012
Kelurahan Penjagalan Jakarta Utara kepada perseorangan
yang bernama Jhony Saman melakukan pembayaran lewat
transfer uang dari Bank Panin kepada PT. Jakarta Propertindo
dengan nomor Rek. Bank Mandiri 103.000.1099155 sebesar
Rp. 1.386.000.000,- pada Tanggal 20 Juni 2012 pukul 13.45
dengan Application Transfer 5153/215150. Aset Derah Pemprov DKI telah diperjualbelikan secara sepihak, tanpa sepengetahuan dari Pemprov DKI Jakarta.
Rindu dan kawan-kawan melanjutkan, kita coba permohonan kepada Komisi Informasi Publik (KIP) yang ditujukan
kepada termohon Dinas Pendidikan DKI Jakarta, BPKD DKI
Jakarta, dan PT. Jakarta Propertindo, setelah sampai kepada
tahap mediasi ke 3 para termohon tidak melakukan kewajibannya untuk melengkapi yang kita harapkan. PT. Jakarta
Propertindo selalu melakukan penagihan kewajiban kepada
YAPMI untuk pemberian lokasi pengganti area tanah seluas
2100 m2 dengan kewajiban membayar nilai pokok tanah
sebesar Rp. 920/m2 atau sejumlah Rp. 1.932.000, dan dengan kebijaksanaan membayar 25%8 NJOP tahun 2000. Berdasarkan kedua acuan tersebut, maka istimasi nilai pokok
tanah penggantian ke Jakarta Propertindo tahun 2009 yaitu
25%*2100*Rp. 2.352.000 (NJOP 2009) sama dengan Rp.
1.234.800.000 yang ditanda tangani oleh Direktur Adm &
Keuangan PT. Jakarta Propertindo Drs. H. Rahadjo Djali. Ak.
MS. Rindu dan kawan-kawan melanjutkan, agar aparat hokum
segera bertindak untuk menindak lanjuti penyelidikan atas
hilangnya aset Pemprov. DKI Jakarta , karena telah melanggar
UU dan Permendagri No. 17 tahun 2007 tentang pengelolaan
Barang Daerah, disebutkan bahwa pemindahan aset milik
Pemerintah bisa dilakuakn dengan cara dijual-belikan, diruislag (tukar guling) dan dihibahkan. Adapun prosedurnya,
diketahui dengan adanya permohonan dari pihak swasta ke
Gubernur, setelah itu Gubernur membuat surat ke DPRD untuk diminta Persetujuan, jika Dewan tidak menyetujuin, maka
penjualan ruislag atau hibah itu dibatalkan. Julio

10

INVESTIGASI

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Penyuap Akil Segera


Sikat KPK

Kasus Atut Berkembang


ke Pidana Mengarahkan
dan Menyembunyikan Saksi

Jakarta, Metropolitan Pos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami


pemberi suap kepada mantan Ketua MK Akil Mochtar terkait sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK).
Bahkan, KPK memberi sinyal akan segera menetapkan tersangkanya.
Sekarang tim penyidik KPK lagi mendalami. Insya Allah tidak lama lagi menurut saya, para pemberi dalam kasus
Akil itu akan diputuskan sebagai tersangka, kata Ketua KPK
Abraham Samad di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Menurutnya, penyidik KPK terus bekerja mengusut kasus itu. Dalam waktu dekat akan ada gelar perkara atau
ekspose untuk kasus yang juga menjerat Gubernur Banten
Ratu Atut dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana ini.
Dalam 1, 2,3 hari ke depan kita akan ekspose siapa yang
menjadi tersangka, kata Abraham.
Seperti diketahui, Akil didakwa menerima suap di sejumlah daerah yakni Pemilukada Kabupaten Gunung Mas,
Pemilukada Kabupaten Lebak, Pemilukada Kabupaten Empat Lawang, Pemilukada Kota Palembang, Pemilukada Kabupaten Lampung Selatan dan Pemilukada Provinsi Banten.
Pemilukada Kabupaten Buton, Pemilukada Kabupaten
Pulau Morotai, Pemilukada Kabupaten Tapanuli Tengah, Pemilukada Provinsi Jawa Timur, Pemilukada Kota Jayapura,
Pemilukada Kabupaten Merauke, Pemilukada Kabupaten
Asmat, Pemilukada Kabupaten Boven Digoel, dan Pemilukada Kabupaten Nduga. Tim

Kasus Alkes Diambil Alih KPK


Jakarta, Metropolitan Pos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus dugaan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan yang melibatkan Mantan Menteri Kesehatan
Siti Fadilah Supari.
Ada koordinasi antara Mabes Polri dan KPK bahwa disepakati kasus alkes yang di Mabes Polri itu akan ditindaklanjuti oleh KPK, kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di
kantor KPK, Jakarta, Rabu (19/3).
Dengan pengambilalihan kasus ini, maka KPK akan segera
melakukan pemeriksaan terhadap Siti Fadilah yang sudah berstatus tersangka di Mabes Polri. Namun, waktu pemeriksaan
Siti Fadilah belum bisa dipastikan.
Pada saatnya nanti diperiksa, kata Bambang.
Nama Siti yang muncul sebagai tersangka Mabes Polri muncul dari dua bekas anak buahnya yaitu Mulya Hasjmy dan bekas
Ketua Panitia Pengadaan Proyek Alat Kesehatan Tahun Anggaran 2005, Hasnawaty. Keduanya menjadi saksi di Pengadilan
Tindak Pidana Korupsi atas terdakwa kasus korupsi alat kesehatan, bekas direktur pemasaran anak perusahaan PT Indofarma Tbk, M. Naguib.
Dalam persidangan, mereka mengaku pernah diperiksa
oleh Mabes Polri sebagai saksi atas tersangka Siti. Pemeriksaan
itu terkait pengadaan alat kesehatan. Di lain pihak, polisi meyakini mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terlibat
dalam korupsi pengadaan alat kesehatan pada tahun 2005 lalu.
Dalam proyek tersebut sebagai menteri, Siti melakukan
penunjukan langsung kepada PT Indofarma sebagai pemenang
proyek, sehingga besar kemungkinan ikut terlibat dalam korupsi tersebut. Namun, katanya, Badan Reserse dan Kriminal
Mabes Polri akan melihat kebijakan penunjukan langsung
tersebut bisa menjadikan Siti tersangka. Tim

Jakarta, Metropolitan Pos

akil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengungkap,


pihaknya akan melakukan
pengembangan kasus korupsi yang menjadikan Gubernur Banten Nonaktif Ratu Atut
Chosiyah sebagai tersangka.
Ditemui di kantor KPK, Bambang
mengungkap, pengembangan mengarah
kepada tindak pidana korupsi berupa
pengarakan kesaksian dan penyembunyian saksi.
Saya kasih indikasi modusnya. Salah
satunya adalah mengarahkan saksi. Supaya kamu lakukan ini saja, kamu bersembunyi saja, kayak-kayak begitu. Kan itu
enggak boleh saksi disuruh bersembunyi.
Kalau ada apa-apa, saya yang tanggung
jawab, kata Bambang, Rabu (19/3).
Bambang menjelaskan pihak-pihak

yang melakukan hal tersebut akan dijerat


dengan Pasal 21 atau Pasal 22 UndangUndang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Menurut Bambang, KPK menjerat pihak yang menghalangi penyidikan agar
bisa membongkar kasus ini secara lebih
luas dan tuntas.
Tentang pihak yang diduga melakukan
perintangan penyidikan KPK, Bambang
menjelaskan, oknum tersebut berasal
dari kalangan profesional yang selama ini
membantu koruptor.
Siapapun yang melakukan perbuatan
yang bisa dikualiikasikan sebagai obstruction of justice, itu akan menjadi bagian penting dari target KPK, kata Bambang.
Gubernur Banten Nonaktif Ratu Atut
Chosiyah terjerat dua kasus korupsi, yaitu
kasus dugaan suap pengurusan sengketa

pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi


(MK) dan kasus dugaan pemerasan dan
korupsi pengadaan alat kesehatan di dinas kesehatan pemerintah provinsi Banten.
Dalam penyidikan perkara ini, salah
satu saksi yang merupakan staf pribadi
Atut, yaitu Siti Halimah alias Iim pernah
dipanggil paksa oleh KPK. Iim dipanggil
paksa lantaran dua kali tidak memenuhi
panggilan KPK.
Iim diduga disembunyikan oleh pihak
Atut dengan maksud agar tidak membuka
informasi lebih dalam soal Atut. Diduga,
para pengacara Atutlah yang menyembunyikan dan mengarahkan keterangan
para saksi kasus Atut. Hal itu terbukti
dengan pemanggilan seluruh pengacara
Atut oleh KPK. Mereka adalah Teuku Nasrullah, TB Sukatma, Andi Simangungson,
Rudy Alfonso, dan Efran Hilmi Juni. Red

KPK Bisa Pidanakan Perusahaan Wawan


Jakarta, Metropolitan Pos

Komisi Pemberantasan Korupsi


(KPK) bisa memidanakan perusahan
milik tersangka kasus dugaan tindak
pidana pencucian uang Tubagus Chaeri
Wardana allias Wawan.
Pasalnya, perusahaan tersebut diduga dijadikan tempat untuk mencuci
uang hasil korupsi yang dilakukan oleh
Wawan. Hal itu terlihat dari sejumlah
aset yang disita terkait kasus pencucian
uang, yang diatasnamakan perusahaan
Wawan.
Bukan sekedar dibubarkan, bisa dijadikan subjek hukum, kata Ketua KPK
Abraham Samad di kantor KPK, Rabu
(19/3).
KPK menjadikan Wawan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang,
setelah Wawan terjerat dalam kasus
suap pengurusan sengketa pilkada di
Mahkamah Konstitusi (MK) dan pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Banten dan Tanggerang Selatan.

Dalam penyidikan kasus pencucian uang Wawan, KPK menyita sejumlah aset baik bergerak maupun tidak
bergerak dari perusahaan Wawan, yaitu
PT Bali Paciic Pragama.
Terakhir, KPK menyita delapan truk
pengaduk semen atau molen dari sebuah perusahaan pemberian fasilitas
kredit di Ciputat. Delapan truk molen itu
tertulis atas nama PT Beton Pragama.
Perusahaan itu merupakan anak perusahaan milik Wawan.
PT Bali Paciic Pragama diketahui
merupakan induk perusahaan milik
Wawan. Sementara anak perusahaan di
antaranya adalah PT Buana Wardana
Utama, PT Mikindo Adguna Pratama,
serta terakhir, PT Jaya Beton Pragama.

Enam truk molen


elapan truk molen terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan disita
penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi

(KPK) dari perusahaan miliknya, PT Jaya


Beton Pragama, di kawasan Ciputat.
Iya, disita truk molen sebanyak
delapan tadi malam, dari daerah Ciputat, kata Kepala Bagian Pemberitaan
dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha
saat dikonirmasi Rabu (19/3).
Berdasarkan pantuan, Truk molen
tampak sudah terparkir rapi di samping Gedung KPK. Masing-masing dengan nomor polisi B9236SIN, B9192SIN,
B9189SIN,
B9238SIN,
B9187SIN,
B9165SIN, B9190SIN.
Truk-truk berwarna putih tersebut
tampak dibubuhi cap PT Jaya Beton
Pragama di bagian body mesin pengaduk semen ni. Mobil itu sudah tiba di
KPK tadi malam.
Sebelumnya, KPK menyita puluhan
mobil dan 1 motor Harly Davidson terkait TPPU adik Gubernur Banten Ratu
Atut Chosiyah itu. Diantara mobil itu ada
lima mobil yang tergolong mewah.
Red

Kejati Sumut Tetapkan Tujuh Tersangka Korupsi Anggaran Bencana

Sumut, Metropolitan Pos

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara


(Sumut) menetapkan tujuh orang tersangka korupsi dana bantuan bencana daerah oleh Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas tahun anggaran 2011.
Korupsi ini mengakibatkan negara mengalami
kerugian sebesar Rp 1,2 miliar.
Enam di antara tujuh yang ditetapkan
sebagai tersangka tersebut, sudah ditahan.
Seorang lagi masih mangkir dalam panggilan
pemeriksaan. Kejaksaan akan kembali melaku-

kan pemanggilan. Jika tidak datang maka upaya


paksa akan dilakukan, ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Chandra Purnama Pasaribu, Rabu (19/3).
Chandra mengatakan, tiga di antara enam
tersangka itu, resmi ditahan hari ini setelah
lima jam menjalani pemeriksaan. Ketiganya
adalah Darman Hasibuan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Endang Daniati, Direktur CV Kurnia Agung selaku rekanan, dan
Malkan Hasibuan selaku Direktur CV Madju.
Sebelumnya, tiga orang sudah ditahan.

Tiga tersangka yang sudah ditahan sebelumnya masing - masing, Muhammad Fahmi
sebagai Pejabat Penanggungjawab Operasional
Kegiatan (PJOK) Pemkab Palas, Muhammad Zein
Nasution selaku Direktur CV UD Iskandar dan
Direktur CV Hamido Utama, Aswin Matondang.
Seorang lagi yang bakal ditahan adalah Direktur
CV Gading Mas, Aminuddin Harahap, katanya.
Dia mengungkapkan, kejaksaan menemukan 11 paket pekerjaan proyek BPBD di Pemkab
Padang Lawas. Paket proyek itu untuk kegiatan
pemasangan bronjong oleh lima perusahaan

rekanan. Proyek itu untuk pengendalian banjir.


Lima paket proyek yang dikerjakan itu ternyata
tidak sesuai dengan nilai dan pembangunan
proyek tersebut.
Anggaran dari pemerintah ada sebesar Rp
5 miliar. Realita di lapangan, ada dugaan korupsi dari anggaran dana itu mencapai Rp 1,2
miliar. Kejaksaan pun mempunyai alat bukti
dalam menetapkan dan menahan tersangka
korupsi tersebut. Berkas para tersangka sudah
rampung, dan dalam waktu dekat sudah dapat
dilimpahkan ke pengadilan, sebutnya. Tim

EKONOMI

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Ahok Geram Dengan Palyja


dan Aetra

11

Pembangunan Infrastruktur
Pantura Tambal Sulam

Jakarta, Metropolitan Pos

Jakarta, Metropolitan Pos

asih tingginya tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW) yang dialami dua operator mitra Perusahaan Daerah
Air Minum (PDAM) Jaya, yaitu PT
PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra
Air Jakarta, membuat Wakil Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram.
Dia pun langsung memerintahkan
PDAM Jaya untuk memperbaiki tingkat
kehilangan air terlebih dahulu, daripada
membangun proyek pipanisasi air baku
di Waduk Jatiluhur.
Kan lucu, kita ada kebocoran sampai
40%, terus Anda mau bikin proyek pipanisasi Jatiluhur yang hanya akan menambah air baku 10%. Saya tanya sekarang,
lebih mudah mana, kejar yang bocor atau
bikin yang baru? kata Basuki di Balai
Kota DKI, Jakarta, Rabu (19/3).
Menurutnya, lebih baik PDAM bersama dua operator air minum tersebut
menekan tingkat kehilangan air daripada
hanya membangun pipanisasi di Jatiluhur.

Mantan Bupati Belitung Timur ini merasa


heran mengapa PDAM lebih fokus membangun proyek pipanisasi tersebut daripada menurunkan angka NRW yang masih cukup tinggi.
Bahkan, pria yang akrab disapa Ahok
ini menengarai adanya permainan dalam
pembangunan proyek pipanisasi tersebut. Kalau dibangun ada tamannya, oke
saja. Makanya ini kan otak-otak proyek
kalau seperti itu, tegasnya.
Dalam pertemuannya dengan PDAM
dan Badan Regulator PAM tadi pagi, Ahok
mempertanyakan penggunaan air bersih
oleh warga miskin. Berdasarkan survei
World Health Organization (WHO), keluarga miskin menggunakan air bersih ratarata 10 kubik per bulan.
Namun, kenyataan di lapangan, dia
mendapatkan laporan penggunaan air
minum warga miskin mencapai 35 kubik
hingga 100 kubik per bulan.
Bagaimana caranya warga miskin
pakai air sampai 35 kubik atau 100 kubik
per bulan. Berarti mereka jual air, kan?

Kalau mereka pakai lebih dari 10 kubik


per bulan, ya harus bayar mahal, dong,
paparnya.
Dia juga mempertanyakan harga jual
yang diberikan operator kepada perusahaan layanan kapal laut. Harga yang
ditetapkan mencapai Rp 30.000 per kubik,
sementara uang yang masuk tidak kelihatan. Padahal tingkat kehilangan air minum
di wilayah Utara Jakarta mencapai 40%.
Karena itu, Ahok meminta PDAM untuk menyelidiki seluruh permasalahan
tersebut. Kalau tidak ada penyelesaiannya,
maka dia mensinyalir PDAM turut bermain
dalam tingkat kehilangan air tersebut.
Terus yang buat ke kapal-kapal, dijual bisa sampai Rp 30 ribu per kubik, ini
siapa yang ambil? PDAM kehilangan air
rata-rata 40% di Jakarta Utara. Apa nggak
disinyalir orang jual itu air? Apa enggak
ada oknum yang jual? Makanya PDAM ada
main ini, jangan-jangan Anda ikut main
disana. Nah, ini saya minta untuk ditegakkan atau saya tuduh Anda main, tegas
Ahok. Jenri

Musim penghujan beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan pada jalur lintas pantai utara atau Pantura.
Sepanjang 1.300 kilometer (km) jalan rusak, padahal jalur
tersebut merupakan jalur utama perekonomian di Jawa.
Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi V DPR-RI
Marwan Jafar mengungkapkan, ada langkah permanen
yang telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum
(PU) berupa membangun konstruksi yang tahan air.
Namun ternyata konstruksi ini pun memiliki dampak
negatif yang berkaitan dengan lamanya proses pengerjaan,
dan solusi berikut yang dapat diambil yaitu tambal sulam,
katanya seperti dilansir dari situs Kementerian PU, Minggu
(16/3/2014).
Menurutnya, perbaikan jalan Pantura membutuhkan
proses yang lama karena ini berkaitan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di jalur pantura.
Sebelumnya, Menteri PU Djoko Kirmanto mengungkapkan, pemerintah atau Kementerian PU melalui Direktorat
Bina Marga telah melakukan pembenahan permanen di
beberapa wilayah yang telah tidak mengalami kondisi basah pada jalurnya.
Djoko menuturkan, pada Februari sebenarnya pengerjaan tahapan sementara sudah dilakukan. Ke depan, lanjut
Djoko, akan melakukan pembenahan permanen di seluruh
jalan yang mengalami kerusakan akibat musim penghujan.
Djoko memaparkan, pengerjaan pembenahan tahap sementara yang sudah diselesaikan pada Februari kemarin,
nantinya akan dibongkar kembali untuk dirubah menjadi
tahap permanen. Sementara target penyelesaiannya, Djoko
mengungkapkan penanganan Pantura ditargetkan selesai
pada Juni 2014. Tim

Penukaran Uang Meningkat Utang Jamkesmas Kesalahan Besar Pemerintah


Rawan Reredaran Upal

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Bank Indonesia Kantor Perwakilan
Wilayah V Jateng dan DIY memprediksi,
selama triwulan pertama atau menjelang
Pemilu Legislatif 9 April mendatang,
jumlah uang yang keluar/dibayarkan
akan meningkat sekitar 35 persen dan
jumlah penukaran uang meningkat 40
persen.
Dengan meningkatnya peredaran
uang masyarakat diharapkan mewaspadai peredaran uang palsu (upal).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah V Jateng dan DIY Sutikno
mengatakan, tanda-tanda peningkatan
tersebut sudah terlihat sejak dua bulan
terkahir, dimana dari outlow atau jumlah uang yang keluar/dibayarkan dari BI
mengalami peningkatan cukup signiikan.
Tercatat outlow BI pada JanuariFebruari 2014 ini sebesar Rp1.658 Juta.
Sedangkan di periode yang sama tahun
lalu tercatat sebesar Rp1.216 Juta. Hal
ini berarti jumlah uang yang bereda mulai JanuariFebruari meningkat sekitar
36 persen dibandingkan periode yang
sama pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini tidak lepas dari persiapan pemilu dimana perputaran uang
juga mengalami peningkatan, katanya,
Minggu (16/3).
Dia jelaskan, selama Januari-Februari
2014, jumlah penukaran uang sebesar
Rp68.058 juta. Jumlah ini meningkat 40
persen dibandingkan periode yang sama

tahun lalu (Januari-Februari 2013) yang


tercatat sebesar Rp48.588 juta.
Menjelang Pileg 9 April 2014 perputaran uang diprediksi akan meningkat
sekitar 35 persen dan jumlah penukaran
uang meningkat 40 persen, katanya.
Dengan meningkatnya perputaran
uang menjelang pemilu ini, masyarkat
harus meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya uang palsu.
Ketua Lembaga Pendidikan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jateng
Ngargono mengatakan, dengan meningkatnya peredaran uang menjelang pemilu hal ini menjadi celah bagi oknum-oknum tertentu untuk memalsukan uang.
Semakin banyak uang yang bereda
maka akan semakin mudah untuk dipalsukan, oleh sebab itu masyarkat harus
berhati-hati, katanya.
Dia mengatakan, kewaspadaan harus
ditingkatkan terutama ketika melakukan transaksi di pasar-pasar tradisional. Pasalnya di pasar tradisional menjadi tempat paling rawan beredarnya
upal. Masyarakat diharapkan benarbenar teliti menerima uang hasil transaksi dengan melihat, meraba dan menerawang dengan benar, untuk menghindari
mendapatkan uang palsu.
Di pasar tradisional masih jarang
yang memiliki alat deteksi upal. Kalau
memang ragu dengan uang yang diterima sebaiknya dikembalikan atau segera
lapor ke pihak berwajib, ujarnya.
Tim

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Pemerintah hingga kini masih memiliki tunggakan pembayaran program Jaminan Kesehatan
Masyarakat (Jamkesmas) pada 2013 senilai Rp2,9
triliun kepada 1.023 rumah sakit (RS) di seluruh
Indonesia. Hal itu sangat memberatkan rumah sakit
(RS) dan mengganggu pelayanan terhadap pasien.
Mantan Direktur Utama Asuransi Kesehatan,
Orie Andari Sutadji mengatakan, tunggakan tersebut sebagai bentuk pemerintah tidak bertanggung
jawab. Menurutnya, ini adalah kesalahan besar.
Sehingga, nama Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tercemar, serta merugikan
rumah sakit dan masyarakat. Ini dampak karena kebijakan berlakunya BPJS Kesehatan dibuat
tergesa-gesa, ujarnya, Sabtu (15/3/2014).
Menurut Orie, segala kebijakan harus diperbaiki,
dan seharusnya Kemenkes menjadi regulator. Artinya, Kemenkes bukan eksekutor kesehatan, ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pemilik RS, Rini Sujiyanti mengatakan, saat ini seluruh rumah sakit di
Indonesia sedang menjerit akibat tunggakan yang
dilakukan pemerintah. Kita semua menjerit, kapan
uang itu mau turun. Sejak Juni-Desember tahun lalu,
kita belum bisa mengklaim uang tersebut, ujar Rini,
yang juga mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia
(IDI) Cabang Kuningan, Jawa Barat tersebut.
Dia mengungkapkan, rumah sakit daerah maupun swasta saat ini kesulitan menangani pasien.
Keterlambatan dana sangat mengganggu kinerja
rumah sakit sehingga pelayanan terganggu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Supriyantoro
berjanji, tunggakan Jamkesmas 2013 paling lambat akan dibayarkan pada Juni 2014, yang diperkirakan mencapai Rp2,9 trilliun.
BPKP masih melakukan audit. Hingga saat
ini masih ketemu angka Rp1,6 Triliun. Jumlah ini

akan bertambah, katanya saat sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Surabaya, Kamis
(13/3/2014) lalu.
Dia juga menjamin, tunggakkan tersebut tidak akan mengganggu berjalannya program JKN.
Pasalnya, ada perbedaan sistem pembayaran di
JKN. Menurut Supriyantoro, untuk JKN ada waktu
maksimal 15 Hari harus sudah dibayar oleh Badan
Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) Kesehatan
dari pengajuan klaim pihak rumah sakit.
Sementara untuk Jamkesmas karena berbasis anggaran sehingga harus menunggu hasil audit dari BPKP. Jangan sampai nanti pemerintah
melakukan pembayaran kemudian ada temuantemuan miring dari lembaga tersebut.
Prinsipnya, lanjut Supriyantoro, tunggakkan
itu akan menjadi tanggung jawab Kemenkes. Saat
ini sedang diajukan ke Kementrian Keuangan (Kemenkeu). Paling tidak dana tunggakkan itu akan
diambilkan dari APBN-P 2014 mendatang dan
segera didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di
Indonesia. Tim

12

DAERAH

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Tugas Pokok dan Fungsi

Bandung, METROPOLITAN POS


Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah
Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (Bagian ke-26, Pasal
100 sampai dengan Pasal 102).
Kedudukan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan merupakan unsur pendukung tugas Gubernur di bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, yang dipimpin
oleh seorang Kepala Badan yang bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah (Pasal 100,
ayat 1 dan 2). Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan
mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan
pelaksanaan kebijakan di bidang Ketahanan Pangan dan
Penyuluhan (Pasal 101).
Dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok tersebut
maka fungsi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten adalah sebagai berikut: Penyusunan dan perumusan program serta rencana kegiatan
kebijakan teknis dalam bidang ketahanan pangan dan penyuluhan, Pemberian dukungan, pembinaan, dan fasilitasi
serta koordinasi dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan
urusan pemerintahan di bidang ketahanan pangan dan penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan, Pengidentiikasian ketersediaan dan konsumsi pangan serta pemantauan pengelolaan cadangan pangan, Pemantauan evaluasi
dan pengelolaan distribusi pangan, terutama komoditas
pangan strategis, serta merumuskan kebijaksanaan lintas
kabupaten/kota, Pengendalian dan perumusan kebijakan
harga komoditas pangan strategis, Pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan, Pelaksanaan penyuluhan gerakan peningkatan mutu konsumsi pangan dan penganekaragaman pangan, Pengawasan dan pengendalian
sistem kewaspadaan pangan, gizi serta norma dan standar
bahan pangan, Pemberdayaan sumberdaya penyuluh dan
kelembagaan penyuluhan serta pengkoordinasian mitra
kerja bidang ketahanan pangan dan penyuluhan, Pelaksanaan pengendalaian, monitoring dan evaluasi bidang ketahanan pangan dan penyuluhan, dan Pelaksanaan tugas
lain sesuai tugas dan fungsinya.
Tugas Kepala Badan adalah sebagai berikut, Memimpin, mengatur, membina dan mengendalikan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan, Mengkaji dan
menetapkan kebijakan teknis ketahanan pangan dan penyuluhan sesuai kebijakan umum, Menetapkan program
kerja dan rencana ketersediaan dan konsumsi pangan
serta pemantauan pengelolaan cadangan pangan, Menyelenggarakan pengendalian dan perumusan kebijakan harga komoditas pangan strategis, Menyelenggarakan koordinasi stabilisasi/(pendistribusian) pangan, terutama
komoditas pangan strategis dan merumuskan kebijakan
lintas kabupaten/kota, Mengkoordinasikan dan merumuskan kebijakan harga komoditas pangan strategis,
Mengkaji dan mengembangkan penganekaragaman konsumsi pangan, Menyelenggarakan penyuluhan gerakan
peningkatan keamanan dan penganekaragaman pangan,
Menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian sistem
kewaspadaan pangan, gizi serta norma dan standar bahan pangan, Menyelenggarakan koordinasi dalam rangka
pemberdayaan kelembagaan dan sarana/prasarana penyuluhan, Menyelenggarakan koordinasi dalam rangka
penyusunan dan pelaksanaan programa penyuluhan
serta optimalisasi sumberdaya penyuluh, Merumuskan
dan menetapkan rencana strategis Badan, Melasanakan
koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplikasi dalam
pelaksanaan tugas, Membuat laporan kinerja dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsinya,
Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.
M. Saragih

Dinas Kehutan Suhartini Tutup Mata

Arang Hasil Pembalakan Liar Milik


Anton diKampung Baru Batam

Batam, METROPOLITAN POS,


Suhartini Kepala KP2K Tutup Mata
Atas Pengrusakkan Hutan Mangrove Untuk di ekspor keluar negeri, jauh lebih
menguntungkan di banding mengimpor
di dalam negeri, hal ini terlihat banyaknya
para pencari kayu yang di upah penggusaha dapur arang dengan memanfaatkan masyarakat, dengan mengambil kayu
dari hutan mangrove tanpa memikirkan
dampak lingkungan dan kehidupan habitatnya, dan mengingat pula Batam adalah
pulau yang kecil yang hanya di kelilingi
lautan, kalau sampai kegiatan dapur ar
ang ini tidak ditutup akan menjadikan
penggundulan pada hutan mangrove.
Banyak hal- hal yang menjadi perubahan iklim, kita rasakan iklim di batam saat
ini sangat panas, dimana kita tiap hari
tidak mendapatkan kesejukan baik dirumah maupun di luar, ini juga semua bisa
di katakan faktor dari sebagian terjadinya
pembiaran dari pihak instansi pemerintah
yang tidak bertanggung jawab, sementara
Pemko Batam sedang gencar-gencarnya
mengajak seluruh masyarakat batam untuk melakukan penanaman seribu pohon,
tetapi kalau Pemko Batam tidak melakukan P4R (Perencanaan, Pemanfaatan , Pengawasan, Pengendalian dan Rehabilitasi)
terhadap pengerusakan hutan lindung /
mangrove tentu fungsi tanaman akan sulit
terealisasi.
Anton salah satu pemilik dapur arang
di sembulang menuturkan, bahwa kegiatan ini sudah lama saya tekuni, dan
hasilnyapun sangat lumayan karena saya
bukan jual di negeri sendiri (indonesia)
melainkan saya ekspor keluar negeri,
dan kayunya pun bukan saya cari sendiri
, tapi saya beli dari masyarakat, kegiatan
yang saya lakukan ini tidak pernah dapat
larangan, bahkan, banyak wartawan,
LSM dan oknum polisi yang datang kesini tiap bulannya, bahkan ada juga yang
datang sekali seminggu, ada yang datang
untuk minta bantu, selagi tidak ada larangan dan masalah pada dapur arang yang
saya produksi apa salahnya, untuk bagibagi rezeki demi kelancaran usaha saya,
didaerah ini banyak pengusaha dapur
arang, bukan saya sendiri, kalau saya ini
masih tergolong kecil coba lihat disekeliling daerah ini belum ada apa-apanya
dapur arang saya ini menjawab melalui
ponselnya.
Begitu pula dengan Bakar, yang memiliki usaha dapur arang di lokasi jembatan
V (lima), dapur arang ini bisa dikatakan
tergolong besar yang mampu mengekspor
arang perharinya dalam satu kontainer
yang berukuran 40 vit, sudah sangat jelas
bahan bakunya di ambil dari hutan mangrove dan pulau-pulau kecil yang ada di

propinsi Kepri ini, begitu pula dengan Anton , yang mempunyai pengolahan dapur
arang yang berlokasi daerah Jembatan
VI (enam) Kampung Baru yang mampu
mengekspor arang satu kontainer dalam
dua hari dengan ukuran 40 vit, jika kegiatan dapur arang ini tidak segera di tindak
siapa yang akan bertanggung jawab akan
tenggelamnya pulau-pulau tersebut.
Menyangkut masalah dokumen pengiriman untuk pengeksporan arang, pihak bea dan cukai Halomoan, membenarkan, masalah dokumen tidak ada yang
salah, semua sudah sesuai dengan aturan,
di batam ada 7 perusahaan pengekspor
arang yang resmi terdaftar, sudah sesuai dengan nomor induk registrasi dan
kepabeanan, masalah pelanggarannya
dari mana di hasilkan kayunya itu bukan
tugas kami, kalau dari hutan mangrove/
hutan lindung maupun pulau-pulau kecil
tentu sudah ada yang membidangi pengawasannya, seperti KP2K, Dishub, Pariwisata dan Pihak Kepolisian, karena itu
bukan wewenang kami, yang jelas sampai
ke kita sudah jadi arang untuk di ekspor
tuturnya.
Berbeda dengan penuturan Suhartini,
Kepala KP2K, mengenai masalah dapur
arang yang bahan bakunya di ambil dari
hutan mangrove oleh, ANTON laporan
di buat kalau ketangkap tangan, laporan
bisa di buat oleh siapa saja, kalau anda
pas menemukan orang yang merusak
bakau kalau mau buat laporan bisa saja,
nanti setelah tata ruang di sahkan, perizinan dapur arang akan di benahi, dan
nantinya akan di berikan izin melalui

program hutan kemasyarakatan melalui


SmS selulernya.
Dalam hal ini Suhartini menampik dari
tanggung jawabnya, sudah cukup jelas
bahwa Hutan Mangrove ada di atur dalam
perundangan bahwa hutan magrove
adalah hutan kawasan kehutanan yang
harus di lindungi dan di lestarikan sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun
1999, yang di pertegas dalam Keppres
Nomor 32 Tahun 1990, mengamanatkan,
bahwa dinas kehutanan mendapat wewenang untuk menjaga kelestarian hutan
magrove di perairan dalam hal ini dalam
kawasan delta mahakam
Pengambilan kayu bakau dari hasil hutan magrove untuk di jadikan arang yang
di ekspor keluar negeri sudah merusak
hutan dan habitat yang ada disana. Mereka tidak memikirkan dampak lingkungan
yang di terjadi ,hanya saja memamfaatkan
hutan magrove momperoleh keuntungan
sebesar besarnya.hal ini mereka melakukan ekspor pengiriman keluar negeri melalui jasa kontainer Batam Indo, seharusnya dari dinas ke hutanan dan aparat dari
kepolisian melakukan pangawasan dan
penegakan hukum di Provinsi Kepri, terkait pengerusakan hutan mangrove, sesuai
dengan sanksi yang termuat dalam UU NO
41 Tahun 1999 yang berbunyi, barang
siapa yang secara melawan hukum dengan
sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkanan atau pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, di ancam dengan
pidana penjara paling lama 10 Tahun dan
denda paling banyak Rp.500.000.000.00
(lima ratus juta) TIM

DAERAH

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Badan Ketahanan Pangan


Daerah Propinsi Jabar Diduga
Sarat Penyelewengan
Bandung, METROPOLITAN POS,
Penggunaan anggaran Negara
dalam beberapa paket kegiatan
berupa program peningkatan Ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh
Badan Ketahanan Pangan Daerah
(BKPD) Provinsi Jabar yang benilai
Miliaran Rupiah diduga sarat dengan
penyelewengan.
beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh BKPD :
a.Kegiatan fasilitas Lumbung Pangan Masyarakat dan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM)
dengan alokasi anggaran sebesar
sekitar Rp.1.250.000.000
b.Kegiataan
Pengembangan
Desa Mandiri Pangan dan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi
Jabar,dengan alokasi anggaran sebesar sekitar Rp.2.687.667.939
c.Kegiatan Percepatan Penganekaragaman Komsumsi Pangan dan
Otoritas Komponen Keamanan Pangan (OKKPD)dengan alokasi anggaran sebesar sekitar Rp.1.275.000.000
d.Kegiatan Optimalisasi Manajemen Kelembagaan dan Infrastruktur
Pangan di Jabar,dengan alokasi anggaran sebesar sekitar Rp.773.000.000
Dan masih ada beberapa kegiatan
kagi,yang akan kami paparkan di edisi yang akan datang,untuk mengklar-

ifikasi hal ini Redaksi Metro Politan


Pos melayangkan surat konfirmasi
khusus ,pada tanggal 27 agustus
2013,surat yang bernomor : 156/SK/
KW-Jabar-MP/III/2013 yang ditujukan langsung kepada Kepala Badan
Ketahanan Pangan Provinsi Jawa
Barat,balasan surat surat konfirmasi
Metropolitan Pos dijawab oleh BKPD
pada bulan September 2013,tampa dilengkapi tanggal dan tidak
dibubuhi tanda tangan Kepala Badan
Ketahanan Pangan Daerah Provinsi
Jawa Barat,hanya mencantumkan
nama Dr.Ir.Dewi Sartika,M.Si Pembina Muda NIP.196301221986032004.
Sangat disayangkan jawaban surat BKPD tidak sesuai dengan apa
yang dikonfirmasi oleh Redaksi Metropolitan Pos,karena BKPD tidak
menguraikan berapa nilai nominal
yang dikucurkan oleh BKPD kepada
Masyarat dan surat tersebut seolaholah seperti mainan,tampa tanda tangan juga tanggal pengiriman,apakah
Kepala Badan Ketahanan Pangan
Daerah Provinsi Jawa barat yang
bernama Dr.Ir.Dewi Sartika,Msi tidak memahami UU RI No.14 tahun
2008 tentang Keterbukaan Informasi
Publik,ataukah memang telah benar
terjadi penyelewengan anggaran?
Saat Redaksi Metropolitan Pos

melakukan Investigasi ke beberapa


daerah,banyak petani yg mengeluh
dan mengatakan bahwa mereka tidak merasakan dampak dari kegiatan
tersebut,bahkan kami tidak tahu
berapa bantuan yang didapatkan,dan
dialokasikan kemana kami tidak
tau,ujar para petani,karena yang
menerima
hanya
orang-orang
tertentu,untuk mendapatkan bantuan para gapoktan diundang ke salah
satu hotel yang ada di Bandung dan
menandatangani MOU.
Menurut
pengamatan
kami,kegiatan
berupa
program
Peningkatan Ketahanan Pangan
yang dilaksanakan oleh BKPD
yang ada dimasyarakat tidak tepat
sasaran,karena sesuai perbincangan
kami dengan masyarakat,mereka
mengakui tidak merasa mendapat
bantuan apapun.
Apakah Kepala BKPD Provinsi Jawa
Barat tidak memantau,mengawasi
pelaksanan tugas dan kegiatan
bawahan,agar kegiatan berjalan lancar?
Bila diamati kejadian diatas apakah Kepala BKPD tidak menjalankan
Tugas dan Fungsinya,dibawah ini
kami paparkan Tugas dan Fungsi Kepala BKPD.
M. Saragih

13

Bupati Karimun Nurdin Basirun


Hadiri Undangan

Ultah ke-15 Forum


Komunikasi Batak
Kabupaten Karimun

Karimun, METROPOLITAN POS,


Pesta malam Dana dan Ulang Tahun ke-15 Forum Kamunikasi Batak Kabupaten Karimun, (FKBKK), dihadiri oleh
segenap lapisan masyarakat Batak Karimun. Acara diselenggarakan dua hari berturut-turut mulai tanggal 16-17 Maret
di Gedung Serbaguna HKBP Tanjung Balai Karimun.
Dalam acara tersebut dihadiri oieh tamu undangan termasuk Bupati Karimun Nurdin Basirun. Nurdin Basirun
pada kesempatan waktu menyampaikan kata sambutannya
mengatakan sangat berterima kasih atas undangan Dari FKBKK. Dengan acara seperti ini semoga lebih terjalin rasa kebersamaan yang bukan saja antar sesama masyarakat Batak
yang ada di Karimun, tetapi juga kepada seluruh masyarakat
yang ada di Kabupaten Karimun umumnya harap Nurdin.
Ungkapan perasaan ini juga tergambar pada Bait Kalimat Pantun Yang Di ucapkan oleh sang Bupati. Kapak Bukan
Sembarang Kapak, Kapak Untuk Membelah Kayu. Batak Bukan Sembarang Batak, Batak sudah sitanah Melayu. Mari
kita tingkatkan Peran serta Masyarakat Kabupaten Karimun
dalam memajukan rasa persatuan dan kesatuan bangsa,
guna membangun Kabupaten Karimun Beragam.
Ini merupakan tema acara Malam Dana Ulang tahun
FKBKK. Acara parayaan Ulangtahun di isi dengan tortor gondang. Nurdin Basirun Usai Menyampaikan kata
sambutannya langsung disuguhi dan diajak manortor ria
mengikuti rentak musik gondang dan seruling riang oleh
ketua panitia dan ketua umum harian FKBKK bersama seluruh anggota kepengurusan.
Seluruh rangkaian acara terlaksana dengan aman dan
terkendali. Pada penutupan acara, ketua Umum Harian
Forum Komunikasi Batak Karimun dan Ketua Panitia Acara, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat batak
yang ada dikarimun , dan juga kepada pihak-pihak yang
ikut berpartispasi dan terlibat didalam mensukseskan
acara malam dana dan ulang tahun ke-15 Forum Komunikasi Batak Kabupaten Karimun. Rahotan

Rektor Unindra , Prof Dr Soemaryoto

Pengembangan Studi Asean Harus Dilaksanakan Di Indonesia


Jakarta, METROPOLITAN POS,
Wacana atau gagasan adalah suatu rencana yang baik bagi
setiap pengembangan perkuliahan.apalagi jika wacana itu
disertai perencanaan yang mantap akan sangat disukai oleh
Pemerintah,apalagi jika program atau wacana itu disertai dengan tesis yang baik, sehingga menghasilkan pekerjaan yang
membuat semangkin relevan. Memang begitulah wacana dan
perencanaan itu harus dilaksanakan dan diterapkan di setiap
perguruan tinngi ataupun berbagai Universitas yang ada di Indonesia.
Prof Dr Soemaryoto
Rektor
Universitas Indraprasta
PGRI,yang memiliki rasa antusias juga memiliki misi dan tesis-tesis yang benar-benar menakjubkan itu akhirnya berkat
keuletan dalam memimpin di Universitasnya , ia mampu membenahi seluruh komponen serta isi materi yang ada didalam
Universitasnya,sehingga kesamaan pendapat dengan seluruh
perguruan Tinggi Top di dunia yang membuat Unindra makin
naik popularitasnya sebagai Rektor di Unindra.
Kita dapat bayangkan betapa hebatnya jalan pemikiran
Soemaryoto,sehubungan Universitas yang dipimpinya memperoleh Reputasi ,sampai akhirnya membuka Program ASEAN
MISION Studi Unyvercyty yang pada dasarnya bahwa untuk
tahun berikutnya Unindra membuka l hubungan luas sampai kenagara Asean . Dalam sebuah wawancara dengan Rektor Prof Dr
Soemaryoto yang terkenal begitu arif serta bijaksana dan sifatnya sederhana ,melantumkan keinginannya agar Unindra dikenal sampai ke manca negara.
Hal tersebut memang Wartawan Metropolitan Pos selalu
memantau perkembangan Unindra khsusnya,pada saat wisuda, begitu hebatnya , banyak para sarjana yang lulus, sehingga
memberikan nuansa ke hidupan buat generasi muda,hal itu akan
dikembangkan terus menerus secara terpadu.Dalam sebuah
wawancara Wartawan Metropolitan Pos Yasir Hans dengan Rektor Unindra diruang kerjanya dibilangan Jagakarsa Jakarta Selatan. Tepat pukul 19.3O beberapa hari lalu, kami diterima langsung diruang kerjanya.
Dalam wawancara tersebut Rektor menyebutkan bahwa memang ia mengakui bahwa Universitas Indra Prasta PGRI ,harus
meningkatkan kerjanya dengan hampir sebahagian perguruan
tinggi lainnya, namun demikian misi Unindra dalam wawancara
tersebut diakuinya bahwa pada saat ini sehubungan dengan wacana perdagangan bebas Asean dan hubungan bilarteral antar
Negara Asean, kita harus siap menghadapinya, kemungkinan
dengan adanya hubungan bebas Asean Studi , Unindra akan se-

lalu siap sedia untuk menangani wacana itu, agar Indonesia juga
nantinya tidak kalah dengan Negara lainnya.
Wartawan Metropolitan Pos yang mewawancarai Rektor didampingi oleh Wartawan Mingguan Progresip Alex dan seoirang
lagi yang tidak mau disebut namanya, kami terus menanyakan
bagaimana Unindra menyikapinya tentang diadakannya program
kerja Asean, Rektor menjawab , kita harus siap menghadapinya ,
karena membuka hubungan studi secara global sampai ke Asean
itu membuka wacana baru untuk seluruh diperguruan Tinngi
atau Universitas,sehingga Kita harus menghadapi dibukanya
Program Studi Asean, dalam sebuah pertanyaan yang diajukan
rekan media diruang kerjanya .semestinya sebuah perguruan
harus lengkap dengan legalitasnya, bagaimana kita mendirikan
sebuah perusahaan jika kita tidak memperlengkapi surat-surat
izinya, berarti perusahan itu illegal , kata Rektor menjawab, begitupun sebuah Universitas atau Perguran Tinngi dimanapun ,
mereka harus jelas Identistasnya apakah mereka sudah melengkapi surat-suratnya, jika belum berarti sebuah universitas tadi
kurang jelas, kata Rektor sambil santai.
Prof Dr Soemaryoto memberi perumpamaan begitulah
kira-kira bahwa jika memang ia telah memenuhi persyaratan
mendirikan sebuah perguruan tinggi barulah ia dapat menjalankan universitasnya .Dalam Wawancara Rektor menjelaskan masih seputar perguruan tinggi, itulah sebabnya kita juga
harus memiliki wacana dan program yang bermanfaat baik
untuk yang sekarang ataupun program untuk dimasa yang akan
datang, lalu uraian dalam wwancara , itu dapat diminit a rahnya
bahwa Rektor mengharapkan agar dalam waktu yang tidak beberapa lama lagi akan dibuka program globalisasi antar Asean,
kita harus berlomba membuka kesempatan yang ada saat ini serta Unindra nantinya dimasa depan akan selalu memfokuskan
tentang dibukanya program Asean Studi di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama diruang kerja Rektor memberi
argumentasi tentang kehidupan Politik di tanah air, ia menjawab
setelah ditanya oleh Media , apakah rektor suka dengan politik dengan lemah lembut Rektor menjawab, ia tidak suka politik ,kami lebih suka mengembangkan dunia pendidikan, ketika
ditanya lagi kenapa tidak senang berpolitik, entahlah, saya lebih
suka mendidik, sebab dengan ilmu yang ada pada saya, akan
dapat memberikan nuansa bagi dunia pendidikan di tanah air,
katanya, dan satu hal lagi, dengan kita mendidik mahasiswa,
maka ilmu yang kita dapati akan dapat memberikan manfaat
yang besar bagi orang lain dan orang banyak sebab , ilmu mahal
harganya buat kehidupan masyaraklat lainnya dan sngat mem-

beri kehidupan buat generasi muda lainnya.


Dua kali Wartawan Metropolitan Pos menanyakan , kenapa
bapak tidak suka berpolitk entahlah kilah rektor, biarlah mereka mereka yang maju , kami lebih suka memipin Perguruan
Tinggi atau Universitas, JIka kami meninggalkan Universitas ini,
kami ragu akan terjadi kegoncangan ,karena belum tentu jika
kami meninggalkan Unindra mereka mampu memimpin Unindra
, Soemaryoto menjelaskan kami lebih senang menjadi seorang
Bapak dan memberikan ilmu pelajaran dan Ilmu buat generasi
muda , bahkan titel dan gelar buat Pendidik sangat dihormati tidak mudah dilupakan,ucap Rektor diruang kerjanya.Rektor juga
lebih rinci ia mengatakan bahwa, tidak mudah menjadi seorang
Bapak yang dapat mengatur anak-anaknya,sedangkan lain kehidupan berpolitik sangat keras serta penuh tanda Tanya, ucapnya lagi.
Pada saat kesempatan yang sama dalam wawancara ,diruang
kerja Rektor, satu lagi pak. Apakah bapak juga bersedia dicalonkan untuk menduduki jabatan di kabinet, rektor hanya tersenyum tak mau menjawab, dengan senyum simpul ia mengatakan
tak mungkinlah,katanya, masih banyak orang pintar bukan hanya saya,sungguh itu mustahil,katanya lagi.Tidak mungkin saya
,itukan nanti setelah ada pengangkatan Presiden yang baru ucap
seorang wartawan. Tidak ,saya tidak bersedia duduk dikabinet
saya lebih suka memimpin Universitas,biar Bapak tau bahwa
seluruh sivitas dan mahasuiswa di Unindra bukan hanya orang
kaya raya, justeru banyak sekali para mahasiswa dan mahasiswi
Unindra orang tuanya miskin dari golongan orang tidak mampu
sebut saja , kurang mampu, tapi mereka akhirnya meraih gelar
sarjana dari Unindra, Itulah sebabnya kami benar-benar menolong kepada para orang tua yang kurang mampu ada orang
tua mahasiwa dari pegawai biasa saja ada orang tuanya pegawai
swasta dan orang tuanya yang menjadi satpam, tapi oleh karane
ia semangat dan memilik jiwa yang tinggi , akhirnya dengan
kemmpuan orang tuanya hamper rata-rata orang tuany cukup
sedrhana tapi akhirnya ia meraih gelar Sarjana dari Unindra.
kami juga memberikan bantuan termasuk Bea Siswa dan biaya
keringanan lainnya bagi para orang tua yang kurang mampu,
demikian wawancara kami dengan tiga wartawan diruang kerja
rektor. Biar bapak-bapak tau, sebenarnya jika ada waktu senggang waktu yang senggang itu, kami manfaatkan untuk menulis
buku, sudah tiga buah buku yang kami tulis yaitu ,isinya pertama
dibidang pembangunan dan kedua dibidang ekonomi dan yang
ketiga dibidang sosial, demikian hasil wawancara kami dengan
tiga orang wartawan diruang kerja rektor. Yasir Hans

14

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

KPK Bidik Komisi VII


Terkait Kasus ESDM

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan
pemanggilan mantan Sekjen Kementerian ESDM Waryono
Karno untuk mendalami dugaan keterlibatan anggota DPR
dalam pengembangan kasus dugaan penerimaan hadiah
atau janji di Kementerian ESDM.
Bukan sekadar untuk menentukan apakah ada keterlibatan anggota DPR itu, itu cuma salah satu, kata Ketua KPK
Abraham Samad di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2014).
Abraham menjelaskan, penyidik KPK masih membutuhkan keterangan tambahan dari sejumlah saksi untuk memutuskan apakah ada tersangka atau tidak.
Kita masih ada saksi, perlu keterangan-keterangan, untuk alat bukti lain, untuk akhirnya memutuskan ada tidaknya, atau bisa tidaknya anggota DPR dijadikan tersangka,
ini masih dalam pendalaman, jelasnya.
Dalam waktu dekat, kata Abraham, pihaknya akan melakukan gelar perkara. Doakan saja mungkin dalam waktu yang
tidak terlalu lama, mudah-mudahan tim KPK bisa melakukan
ekspose bersama pimpinan, tegas Abraham.
Seperti diketahui, dalam persidangan kasus SKK Migas
terungkap bahwa mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini pernah menggelontorkan uang untuk kepentingan Tunjangan Hari Raya (THR). Red

Perjalanan Dinas Fiktif,


Terindikasi Mark-Up Di
Badan Nasional Penempatan
Tenaga Kerja Indonesia

Jakarta, METROPOLITAN POS


Berdasarkan hasil audit dari BPK untuk semester satu
tahun 2013, dimana anggaran perjalanan dinas BNP2TKI mencapai Rp.50.814.825.000, untuk perjalanan dinas
dalam negeri dan Rp.9.681.834.000,untuk perjalanan dinas
luar negeri.
Alokasi dana sebesar Rp.50.814.825.000, dihabiskan
sebesar Rp.49.347.432.760,untuk perjalanan dalam negeri.
Sedangkan alokasi anggaran sebesar Rp.9.681.834.000, dihabiskan sebesar Rp.7.827.516.922, untuk perjalanan dinas
luar negeri.
Dari data tersebut setelah dikembangkan oleh Fitra
menemukan adanya kejanggalan-kejanggalan dalam penggunaan anggaran perjalanan atau kunjungan kerja kerja
iktif di lingkungan kerja Badan Nasional Penempatan dan
Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Menurut Uchok sky khadai sebagai koordinator investigasi dan advokasi itra, menyatakan realisasi perjalanan
dinas hingga mencapai Rp. 49.347.432.760, hanya menghambur-hamburkan uang negara, sebab banyak persoalanpersoalan di TKI tidak pernah terselesaikan oleh mereka.
Dari analisa Uchok ada perjalanan dinas sebesar
Rp.1.276.481.311, tidak sesuai dengan ketentuan yang
ada . Hal ini adanya modus perjalanan dinas iktif sebesar
Rp.105.790.900, di BP3TKI Denpasar. Tiket penerbangan
bukan merupakan tiket yang valid, karena tiket penerbangan tidak sesuai dengan daftar manifest yang dikeluarkan
oleh maskapai. Dari selisih harga tiket sampai mencapai
mencapai Rp.785.968.128, di BP3TKI Kupang, BP3TKI Denpasar, Inspektorat, Sekretariat utama, deputi penempatan,
deputi Perlindungan, dan deputi KLN dan promosi. Modus
perjalanan ini adanya terindikasi Mark-Up karena adanya
selisih harga tiket konfermasi dengan maskapai dan dengan
harga tiket pada dokumen pertanggung jawaban perjalanan
dinas, tuturnya.
Uchok melanjutkan, saatnya aparat penegak hukum
segera melakukan penyelidikan atas perjalanan dinas ini,
karena telah melanggar Kepres nomor 42 tahun 2002 psl
12 ayat (2) tentang pedoman pelaksanaan APBN, bahwa
belanja atas beban anggaran belanja negara, dilakukan berdasarka hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh
pembayaran.
Sebagai pelaksanaan perjalanan dinas jabatan dalam
negeri bagi pejabat negara, pegawai negeri, dan pegawai
tidak tetap sesuai psl 19 ayat (3) bahwa bukti pengeluaran
yang sah untuk biaya transport pegawai, antara lain terdiri
dari tiket pesawat yang harus dilampirkan boarding pass
dan airport tax nya. julio

INVESTIGASI

Kejagung Persilakan Kasus


Videotron Diambil KPK

kasus videotron, ujar juru bicara KPK Johan Budi SP melalui pesan singkatnya yang
diterima wartawan, Jumat 28 Februari 2014.
Terkait supervisi ini, pihak KPK sudah
melakukan penjajakan kepada pimpinan
Kejati DKI Jakarta. KPK sudah melakukan
koordinasi dengan Kajati DKI, ujar Johan.
Dalam kasus ini, Kejati DKI Jakarta
telah menetapkan tiga orang tersangka.
Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenkop dan UKM Hasnawi
Bachtiar, ofice boy PT Imaji Media yang
dijadikan namanya sebagai direktur yaitu
Hendra Saputra, dan anggota panitia lelang Kasiyadi.

Batam, METROPOLITAN POS,


aksa Agung Basrief Arief mempersilakan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) mengambil alih
penanganan kasus dugaan korupsi
pengadaan videotron di Kementerian
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
Akan tetapi, menurut Basrief, pengambilalihan sebuah kasus harus melalui
proses. Begini ya soal ambil mengambil
alih itu ada prosedurnya. Bagi saya, asalkan penegakan hukum berjalan baik, siapapun yang menangani silakan, ujarnya
di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3).
Kendati demikian, kata dia, hingga
saat ini belum ada komunikasi dari KPK
kepada pihaknya tentang rencana pengambilalihan kasus Videotron itu. Tapi
kalau nyata ada seperti itu, kami harus
melihat ada prosedur. MoU sudah kita

tandatangani dengan KPK, kalau acara


pengambilalihan itu harus dipresentasikan, katanya.
Dia menjelaskan ada beberapa syarat
dalam mengambil alih sebuah kasus.
Berlarut-larut kasusnya, ada indikasi
bahwa terjadi suatu penyimpangan. Di
antaranya itulah. Kalau ada indikasi seperti itu, KPK akan sampaikan kepada
kami. Mungkin pertama dia (KPK) mau
supervisi. Kedua kalau nyata ada indikasi
seperti itu, dia (KPK) menyatakan akan
melanjutkan tapi itu akan disampaikan
sebelumnya, ungkapnya.
Meski demikian, Jaksa Agung menyatakan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI
Jakarta masih mengusut kasus videotron
tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPK
menyatakan melakukan supervisi atas
kasus tersebut. KPK melakukan supervisi

Jerat Anak Menteri Koperasi


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) Abraham Samad menegaskan, tidak takut menjerat siapapun yang terlibat
dalam korupsi pengadaan Videotron di kementerian Koeprasi dan UKM.
Hal ini termasuk menjerat Riefan Avrian, anak Menkop UKM Syarief Hassan jika
ditemukan dua alat bukti keterlibatannya.
Kita tidak takut sama anak menteri,
kata Abraham di kantornya, Rabu (19/3).
Riefan merupakan pemilik PT Imaji media. Anehnya, Ia tidak dijadikan tersangka
dalam proyek itu, kendati Ia menempatkan
bekas OB Hendra sebagai Direktur.
Abraham memastikan jika KPK tidak
akan main-main dalam mensupervisi penyidikan dugaan korupsi Videotron. Bahkan, Abraham menyatakan jika jika Jaksa
yang menyidik bermain0main, maka bakal
dicokok oleh KPK.
Kasus ini tengah diselidiki oleh Kejati
DKI Jakarta. Tiga orang telah ditetapkan
jadi tersangka, yaitu pejabat pembuat
komitmen Hasnawi Bachtiar, Hendra Saputra dan Panitia Lelang Kasiyadi. Tim

KPK Cegah Dua Direktur Bursa


Berjangka Jakarta
Jakarta, Metropolitan Pos

Komisi Pemberantasan Korupsi


(KPK) menetapkan status cegah kepada
dua direktur PT Bursa Berjangka Jakarta
(BBJ) terkait kasus dugaan suap mantan
Kepala Jabatan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti Kemendag)
Syahrul R Sampurnajaya.
Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, dua direktur tersebut yakni
Sherman Rana K (Direktur Utama PT
BBJ) dan Moch Bihar Sakti (Direktur PT
BBJ). Selain keduanya ada satu orang lagi
yang dicegah, yakni Komisaris PT Jalatama Artha Berjangka Hansen Wibowo.
Pencegahan ketiganya berkaitan dengan
kasus dugaan penerimaan hadiah atau
janji terkait penanganan perkara di CV
Gold aset/PT AXO Capital Futures dan
atau terkait jabatan Syahrul R Sampur-

najaya sebagai Kepala Bappebti.


Kasus ini merupakan pengembangan
dari kasus dugaan suap dalam pengurusan tempat pemakaman bukan umum
(TPBU) yang berlokasi di Desa Antajaya,
Tangjungsari, Bogor, Jawa Barat, dengan
tersangka Syahrul.
Surat permintaan pencegahan bepergian ke luar negeri untuk ketiganya sudah
disampaikan ke Dirjen Imigrasi Kumham.
Pencegahan berlaku sejak Selasa 18 Maret 2014 sampai 6 bulan ke depan, kata
Johan saat konferensi pers di Gedung KPK,
Jakarta, Kamis (20/3) malam.
Pencegahan ketiganya bertujuan
agar sewaktu-waktu saat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syahrul, mereka tidak sedang berada di luar negeri.
Menurut Johan, ketiganya dalam waktu
dekat akan diperiksa.
Tetapi belum ada kepastian jadwal

pemeriksannya. Disinggung bagaimana


peran ketiga orang tersebut dalam kasus Syahrul, Johan belum mengetahui.
Saya belum terima informasinya. Nanti
saya coba cek, imbuhnya.
Seperti diketahui, KPK sudah menetapkan Kepala Bappebti, Syahrul Raja
Sempurnajaya, sebagai tersangka dalam
kasus tersebut. Syahrul diduga memiliki
saham di PT Garindo Perkasa yang akan
diberikan izin dalam pembangunan
TPBU tersebut.
Bahkan, KPK telah menggeledah ruang kerja milik Syahrul di Bappebti yang
beralamat di Jalan Kramat Raya Nomor
172, Jakarta Pusat, dan rumah Syahrul di Jalan Haji Jian Raya Nomor 73,
Cipete, Jakarta Selatan. Selain itu KPK
juga menggeledah Apartemen Senopati
Lantai 18 Tower 3, Jalan Senopati Raya,
Jakarta Selatan. Tim

6 Tersangka Korupsi di Kementan Ditahan


Jakarta, Metropolitan Pos

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta


menahan enam tersangka kasus korupsi
pengadaan 7 ribu unit light trap (lampu
perangkap hama) tenaga surya di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Ditahan enam orang tersangka atas kasus light trap di Kementan. Mereka ditahan
di Rutan (Rumah Tahanan) Cipinang, Jakarta Timur, ujar Kepala Kejati DKI Jakarta M.
Adi Toegarisman, Kamis (20/3).
Para tersangka ditahan usai diperiksa
oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus pada
Rabu (19/3/2014) malam.
Enam tersangka yang ditahan di antaranya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Agung Wradsongko, Ketua Panitia Pengadaan Hidayat Abdurrahman, Ketua Pokja


Pengadaan Alimin Sola, Direktur Utama
(Dirut) Formitra Multi Prakasa Agus Irwanto, Direktur CV Prima Sejahtera Azi Nurjaman, dan Dirut PT Andalan Persada Yanuar.
Penahanan dilakukan terhadap tujuh
orang tersangka atas kasus tersebut. Namun atas dasar kemanusiaan dengan alasan usia lanjut, pihak Kejati DKI Jakarta
tidak menahan seorang di antaranya yang
bernama Amsar Zheba (74) selaku Dirut PT
Purna Darma Persada.
Dengan pertimbangan usia, maka
satu orang tidak ditahan, ujarnya.
Sebelumnya Kejati DKI Jakarta men-

gagendakan pemeriksaan atas kasus ligth


trap tersebut terhadap 10 orang, tetapi
tiga orang di antaranya tidak hadir.
Pihak Kejati akan melakukan pemanggilan ulang untuk tiga tersangka lainnya yakni Direktur CV Hanindra Karya Didit Hanindipti dengan alasan sakit. Sedangkan dua
orang tersangka lagi yaitu Dirut PT Farsindo Moh Yamin dan Manager Marketing PT
Harif IKhsan Nugraha tidak ada keterangan.
Adi menambahkan, pihaknya tidak
menutup kemungkinan dari tiga tersangka tersebut akan dijebloskan ke tahanan.
Pemanggilan ulang tersangka harus hadir pada Senin (24/3/2014) mendatang,
tambahnya. Red

SAMBUNGAN

EDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

15

Mantan Kadis Kebersihan DKI


Dijebloskan ke Penjara

Ahmad Heryawan Perintahkan


Walikota Bekasi Rahmat Effendi

Gubernur Jabar Belum


Perbaiki Jalan Warga Bekasi
Bekasi, METROPOLITAN POS,
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan segera perintahkan Walikota
Bekasi, Rahmat Effendi
Untuk melaksanakan pembangunan jalan warga, hingga saat ini belum
di perbaiki Jalan Warga Bekasi. Warga Bekasi mengeluh jalan rusak parah,
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan bersama Walikota Bekasi, Rahmad
Effendi harus turun ke lapangan untuk melihat keadaan jalan tersebut. Pembangunan jalan di sekitar Jalan Raya Setia Warga I jatiranggon, Kecamatan
jatisampurna Bekasi rusak total.
jalan Raya Jatiranggon Kecamatan Jatisampurna Bekasi, persis Jalan
Setia Warga I, Pesantren Alquran Fathimiyah masuk ke dalam sangat membahayakan bagi pengendara maupun warga yang melintasinya.
Fatimiyah, warga setempat sudah kesal kalau melewati jalan warga tersebut, karena sudah lama tidak diperbaiki oleh Walikota Bekasi. Pada hal anggaran jelas besar, tapi pembangunan tidak ada perubahan di sekitar warga
jatiranggon Bekasi tersebut.
Gubernur Jawa Barat tidak melaksanakan pembangunan nasional khusus
jalan warga di daerah Jatiranggon Bekasi, Kecamatan Jatisampurna. Sany

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Berkas kasus dugaan korupsi pengadaan bus toilet
VVIP besar dan kecil dilimpahkan Kejaksaan Agung
(Kejagung) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta
Timur.
Dengan pelimpahan berkas ini, Mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Baruna, bersama empat tersangka lain kasus ini, yaitu Aryadi (Ketua Panitia
Lelang), Lubis Latief (Ketua Pengguna Anggaran), dan
Yusman Pasaribu (Direktur PT Astrasea Pasirindo),
Yolanda (Pelaksana PT Astrasea Pasirindo) ditahan di
Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang dan Rutan Pondok
Bambu sejak Kamis (20/3).
Kepala Seksi (Kasie) Intel Kejari Jaktim, Asep Sontani mengatakan setelah pelimpahan, pihaknya meneliti kembali berkas kasus dugaan tindak pidana korupsi
pengadaan mobil toilet oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta senilai Rp 5,4 miliar tahun anggaran 2009 tersebut sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk
disidangkan.
Jadi tahap dua penyerahan tersangka berikut barang buktinya. Mulai hari ini hingga 20 hari ke depan,
tersangka ditahan di Rutan Cipinang dan Pondok Bambu, kata Asep di kantornya, Kamis (20/3).
Asep menjelaskan kelima tersangka diduga terlibat
melakukan mark-up terhadap proyek pengadaan tujuh
unit bus besar dan kecil yang dijadikan toilet VVIP dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,7 miliar, namun menggunakan anggaran sebesar Rp 5,4 miliar. Akibatnya,
negara dirugikan sebesar Rp 1,7 miliar.
Perusahaan yang menggarap proyek ini bukan
pemenang tender. Kemudian pengadaan barang tidak
sesuai spesiikasi. Berdasar pemeriksaan terdapat
kerugian negara sebesar Rp 1,7 miliar, kata Asep.
Penyidik dari Kejaksaan Agung, Saiful B Siregar
mengungkapkan, motif dugaan korupsi pengadaan mobil toilet ini dengan merekayasa tender. Dengan menggunakan bendera perusahaan PT Astrasea, tersangka
melakukan mark up anggaran hingga 40 persen dari
nilai kontrak sebesar Rp 4,7 miliar.
Ada beberapa dokumen yang dipalsukan. Sehingga
perusahaan yang seharusnya tidak bisa ikut lelang justru bisa ikut lelang dan menang. Dari proyek itu, para
tersangka mengambil keuntungan materi hampir 40

persen. Hitungannya satu bus sekitar Rp 800 juta hingga Rp 1,2 miliar, kata Asep.
Saiful enggan membeberkan peran mantan Kepala
Dinas Kebersihan dalam kasus tersebut sehingga turut
terseret sebagai tersangka. Menurutnya, hal itu akan dibeberkan dalam persidangan.
Keterlibatan Kadis nanti akan dibuka di pengadilan, katanya.
Dari kerugian negara sebesar Rp 1,7 miliar, tersangka Yolanda dan Yusman telah mengembalikan uang
yang diduga dikorupsi sebesar Rp 24 juta dan Rp 1,5
miliar. Meski demikian, para tersangka tetap menjalani
masa tahanan sebelum menjalani persidangan.
Bukan berarti mereka jadi tahanan kota. Uang yang
dikembalikan itu dijadikan barang bukti berserta dokumennya, kata dia.
Selain uang yang dikembalikan, barang bukti lain
yang disita kejaksaan antara lain 7 bus toilet VVIP
dan sejumlah dokumen lelang, seperti dokumen pembayaran, berita serah terima proyek.
Dari lima tersangka, Eko Baruna dan Lubis Latief
telah pensiun sebagai PNS Pemprov DKI Jakarta, sementara Aryadi masih berstatus sebagai PNS di Dinas
Kebersihan DKI Jakarta. Kelima tersangka dijerat Pasal
2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20
Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancamannya kurungan penjara minimal empat
tahun dan maksimal 20 tahun.
Sementara itu, Jhonny Hutahayan, Kuasa Hukum Eko
mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penangguhan
penahanan terhadap kliennya. Selain telah mengembbalikan uang yang dianggap dikorupsi, penangguhan penahanan ini diajukan lantaran kliennya sedang sakit.
Klien kami sedang sakit. Klien kami dijemput dari
RS Jantung di Matraman untuk diperiksa dan ditahan,
kata Jhonny.
Jhonny mengklaim kliennya tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi ini. Dikatakan, sebagai kepala dinas,
kliennya hanya mengetahui bukan menyetujui berkasberkas yang diajukan.
Secara hukum seharusnya tidak terlibat karena yang
menggunakan anggaran adalah Kepala Pengguna Anggaran. Nanti dibuktikan di persidangan, katanya. Tim

Dari halaman 1............ Pejabat Sudin Dikmen

Dari halaman 1....................................................................... Septy Sanustika Banting Tulang

Alax Usman memberikan


keterangan kepada Metropolitan Pos bahwa pembayaran
Proyek rehap sekolah SMA
Negeri 84 kepada perusahaan
pelaksana belum dibayarkan,
tetapi kepada pekerja yang
mengerjakan telah kita bayarkan secara pribadi, kalau
dibayarkan kepada perusaan
PT. Citra Indah Lestari kita
menyalahi aturan.
Menurut pemenang lelang
PT. Citra Indah Lestari baru
mengerjakan sejak awal De-

sember 2013 setelah kami


memenangkan lelang, yang
sebelumnya memang sudah
ada yang mengerjakan atas
inisiatif Sudin Dikmen Jakarta
Barat.
Dijelaskan lagi, pemenang
Lelang PT.Citra Indah Lestari
telah menghabiskan biaya pekerjaan sebesar Rp1,4 M, jika
memang tidak dibayarkan,
akan kita menuntut Sudin Dikmen Jakarta Barat ke Pengadilan, ungkap rekanan.
Julio / Jenri

dasnya.
Namun, kala ditanya tentang budget rumah tangganya
pasca suami mendekam di
penjara, Septy tidak mau mengumbar. Aduh, kalau masalah
itu saya ga bisa share hahaha.
Tergantung kebutuhan kita
kan beda-beda, ujarnya.

Dalam hal inilah Marulloh


selaku pejabat ikut menjadi
pemborong pelaksana proyek
dilapangan dengan bendera
perusahaan yang dia rekrut
selama ini berjalan lancer.
Menurut Sekjen LSM Investigasi Fakta Hukum, Berlin
Siahaan, menjelaskan kepada
Metropolitan Pos, akan melaporkan Pejabat Sudin Dikdas
jaktim ke Tipikor Polda Metro
Jaya terkait proyek PL yang nilai Rp100 jutaan dalam APBD
tahun 2013, dan Polda Metro
Jaya akan di desak memeriksa semua perusahaan yang
mengerjakan proyek penunjukan langsung tersebut,
apa benar perusahaan yang
melaksanakan di ketahui Direktur masing masing perusahaan sesuai akte notarisnya,
tegas, Berlin.

Apalagi di sebut sebut


Marulloh terima Fee antara 10
persen sampai 12 persen dan
ikut juga mengambil bagian
proyek tersebut cetus, Berlin. Hal ini pejabat Sudin Dikdas Jaktim diduga menyalahgunakan wewenang jabatan
dengan korporasi bersama
rekanan untuk meraup uang
Negara dan memperkaya diri
sendiri, ini melanggar UU No
20 tahun 2002 tindak pidana
korupsi tentang gratiikasi.
Kepala Suku dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur, Drs
H Nasruddin Mpd bersama
Marulloh Kasie Sudin Dikdas
Jaktim tidak pernah berada di
kantor pada saat mau dikonirmasi Metropolitan Pos tentang perusahaan perusahaan
yang melaksanakan proyek
tersebut. Jenri

dut ini mencoba bangkit


dalam keterpurukannya.
Drop banget lah gila.
Semua apa-apa dikerjain
sendiri, cari uang sendiri,
besarin anak sendiri, berat
banget. Ya itulah hidup saya.
Tantangan, cobaan. Mudahmudahan saya diberi kekuatan dan kesabaran, lanjutnya.
Hidup ini kan terus berjalan. Saya harus bekerja
sendiri, memenuhi segala sesuatu kebutuhannya sendiri. Ya
udah lah bisa ikhlas dan percaya rejeki pasti ada aja. Alhamdulillah ada aja. Saya mau
kerja, saya mau menghidupi
anak saya, keluarga saya, tan-

Jampidsus Kejagung, ketika


dikonirmasi kasus Hutan Tele
Samosir tersebut belum bisa
dihubungi.
Sementara, Jaksa Eko JP,
Jampidsus Kejagung di Gedung
Bundar setelah di konirmasi
pelapor, beliau mengatakan
baru turun ke saya, cetus Eko.
Aliansi Putra Samosir telah
melaporkan Bupati Kab. Samosir Dan Wakil Ketua DPRD
Ke Kejaksaan Agung RI, Rabu,
5 Februari 2014 tepatnya
jam 12.00 Wib, laporan langsung diterima Jaksa R Firmansyah di Kejagung dengan
R-218/D/2.4/02/2014, dan
turun ke Kasubdit Tindak
Pidana Korupsi, Jampidsus

Dari halaman 1............. Pejabat Sudin Dikdas

Lepas Hijab
Saat ini Septy Sanustika memutuskan untuk melepas hijabnya. Dia mengaku
sudah mendapatkan izin dan
dukungan dari suaminya,
Ahmad Fathanah. Namun,
sang suami yang saat ini masih mendekam di tahanan

semakin cemburu dengan


penampilan barunya.
Suami support banget,
walau kadang ya cemburucemburu dikit ada lah ya, kan
istrinya, kata Septy ditemui
usai mengisi Show Imah di
Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Rabu (19/3).
Selain itu, sifat cemburu
sang suami memang sudah ada
sejak menikah, bukan hanya
karena dirinya menanggalkan
hijab. Kalau cemburu sih pasti
ya. Sebelum saya mengubah
penampilan, beliau juga cemburu. Tapi ya mau gimana lagi,
yang penting saya nggak macam-macam, lanjutnya.

Septy lebih bersabar, karena


kondisi suami yang masih berada di tahanan menjadikan sisi
sensitifnya lebih mendominasi.
Sedikit pertengkaran sempat
terjadi di antara mereka.
Saya di luar, dia di dalem,
ada hal-hal yang kadang dia
nggak bisa berpikir positif.
Marah apa, sudah biasa, dia
luluh sendiri kok, ngerti. Keluarga dari suami pun mendukung saya, alhamdulillah,
tuturnya.
Sedikit-sedikit dia pun
mengerti. Susah sih ya, semua
butuh proses. Tapi alhamdulillah dia manut sendiri, tandasnya. Tim

Kejagung, Hary Setiyono yang


sudah diteruskan ke Jaksa
Eko JP, Jampidsus Kejagung.
Aliansi nilai Kejagung lambat
mengungkap kasus Hutan
Tele Kab. Samosir, cetus Peris.
Bupati Kabupaten Samosir, Ir Mangindar Simbolon
dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Samosir, Jonni Sihotang bersama pejabat lainnya
ke Kejaksaan Agung RI terkait
pembalak Hutan Tele di Samosir Sumut 800 hektar dengan
merugikan negara kurang lebih Rp40M.
Pasalnya, Bupati Samosir,
Ir Mangindar Simbolon dan
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Samosir, Jonni Sihotang

bersama Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Samosir, Yunus


Caesar Hutauruk serta pejabat
lainnya diduga Korupsi Kolusi
dan Nepotisme (KKN) dengan
melakukan korporasi, menguntungkan diri sendiri, dan
menyalahgunakan wewenang
jabatan atau kedudukan dengan merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara
sesuai UU No31 tahun 1999
pasal 3 Tindak Pidana Korupsi.
Hal ini disampaikan Aliansi Putra Samosir di sekitar Gedung
Bundar Kejagung.
Berdasarkan data tersebut, terkait dengan pembalakan Hutan Tele data sudah
lengkap dengan 28 item dan

DVD-R 4,7 GB sesuai hasil


investigasi dan kajian - kajian masyarakat Kabupaten
Samosir, dengan masyarakat
perantau Kabupaten Samosir yang ada di Jakarta dan
peduli kampung halamannya
Terjadinya pembalakan hutan tele adalah sebagai hasil
kesepakatan atau persekongkolan antara Bupati Kab. Samosir, Ir Mangindar Simbolon
dan Wakil Ketua II DPRD Kab.
Samosir, Jonni Sihotang selaku Direktur Utama PT Gorga
Duma Sari sebagai pelaksana
pembalakan Hutan Tele di
Kabupaten Samosir Sumatera
Utara, cetus, Aliansi Putra Samosir. Tim Tim

Dari halaman 1.............................................................. Ungkap Kasus Hutan Tele Kab. Samosir

16

Silahkan Bergabung Bersama

nEDISI 073 THN III SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Informasi Aspirasi Rakyat

HAL 16

SENIN 24 MARET - 6 APRIL 2014

Telp. 021-51393635, 31902301, Fax. 021- 31902301


HP: 0821 2219 5529
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450

BERLIN SIAHAAN
Pemimpin Umum/Perusahaan

Menuju HUT Ke- IV

Tampil Beda, Edisi Teratur, Eksis Terus, dari Sabang sampai Merauke

Semua Lokasi Siap Rampung 2014

Sudin PU Jalan Jaksel Akan


Perbiki Jalan Rusak Dan Berlubang

Jakarta, METROPOLITAN POS,


uku dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Administrasi Jakarta Selatan, akan perbiki jalan
rusak dan berlubang dan ini sudah di programkan tahun 2014 selesai dikerjakan.
Terkait penanganan jalan rusak Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jalan Jakarta Selatan tahun ini
akan memprogramkan perbaikan jalan tersebut
dan sudah rampung tahun 2014. Hal ini di sampaikan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ir Rischal A Pasombo MT
saat jumpa Pers di kantornya, Jumat, (21/3).
Adapun jalan tersebut yang akan diperbaiki
seperti, Jl.Tebet Barat VI J, Kelurahan Tebet Barat,
Kecamatan Tebet dan jalan lain yang sudah rusak
dan berlubang di Jakarta Selatan dan ini sudah di
Musrenbang baik laporan warga maupun yang sudah diprogramkan tahun ini.
Kami mengakui ada kesalahan perencanaan
pada 2013 dalam perbaikan jalan rusak, untuk itu
kami mohon maaf kepada warga setempat, kata
Kasudin PU Jalan Jaksel, Rischal A. Pasombo, kepada wartawan.
Penjelasan Rischal ini menanggapi keluhan warga jalan rusak, Rischal langsung mengerahkan staf
di Seksi PU Kecamatan untuk mengecek ruas jalan
rusak dan langsung dikerjakan sesuai anggaran
pemeliharaan berkala 2014.
Puluhan jalan rusak akan langsung di beton, jika
memang lokasi tersebut sudah rusak parah, cetusnya kepada wartawan.
Kepala Sudin PU Jalan Kota Administrasi Jakarta

Bersama Julita Manik Dan


Jacklien Sellose A Singer
And Fashion Designer

Ir Rischal A Pasombo MT
Selatan, Ir Rischal A Pasombo MT, akan melibatkan
tim konsultan profesional untuk memantau kerusakan jalan secara riil di lapangan dan tidak hanya
mengandalkan di atas peta yang sudah ditentukan.
Menurutnya, dengan turunnya tim konsultan tersebut dapat menghasilkan perbaikan jalan rusak yang
jauh lebih efektif, berkualitas dan tidak memboroskan anggaran negara.
Sementara untuk memperbaiki sejumlah ruas
jalan rusak di permukiman warga yang merupakan
kewenangan Sudin PU Jalan Jaksel akan secepatnya
dilakukan dengan anggaran rutinitas Sudin PU Jalan
Kota Administrasi Jakarta Selatan, sehingga warga
dapat menikmatinya dengan lancar. q Jenri

Semua Proyek di Lelang Lewat LPSE

Pembangunan SMP Negeri 186


Dilaksanakan Sesuai Anggaran
Jakarta, METROPOLITAN POS,
Semua proyek Dinas Pendidikan Tinggi DKI Jakarta di lelang lewat LPSE online dan ini sesuai prosedur
mekanisme Perpres No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang jasa pemerintah. Jadi pembangunan
rehab total SMP N 186 di laksanakan sesuai anggaran
yang sudah direncanakan dan dikerjakan perusahaan
yang dimenangkan dalam tender. Hal ini disampaikan
panitia lelang pekan lalu. PT. Bangun Kharisma Prima,

Unshakeable Woman In Seminary Woman Of Blessing 2014.

melaksanakan pekerjaan mulai 13 Agustus 2013 hingga selesai 13 Desember 2013 sesuai dengan anggaran
sebesar Rp5.641.700.000,-. Sedangkan perencana PT
Sigma Pro 77 dan pengawas konsultan PT Andayasa
Dwi Cipta.
Sementara, proyek tersebut dikerjakan hanya sebatas anggaran yang sudah dianggarkan dalam APBD
tahun 2013.
q Muliyawan

Anda Perlu Kami Dalam Pengurusan

Akte Notaris Urus : PT, CV, Yayasan, Korps, PMA, IUT,


API, NIK, Migas, Pariwisata, UUG, SIUP, TDP, Lap. Pajak.

Hubungi Biro Jasa Cepat !!!

Phone : 021-51393635, 021-31902301,


Handphone : 0813 1533 8511, (Sany) 0812 8286 8606.

Jakarta, METROPOLITAN POS,


Unshakeable Women, Seminar Women Of Blessing ini digelar Sabtu
(15/3), di Jl. R.PSoeroso No. 30 Gedung Hero Lt.2 ,dengan Pembicara Rachel Warsito, dan Julita Manik.
Acara tersebut dimeriahkan oleh Jaclien Sellose (Fashion Designer In
Miss World 2013 Untuk Brazil).
Jacklie Sellose menyampaikan bahwa hidupnya pernah berada di ambang keterpurukan di saat banyak orang yang menghina, juga berusaha
ingin menjatuhkan dia. Namun Jaclien Sellose tidak menyerah, Ia tetap
bangkit dan terus berjuang, untuk Tuhan tidak ada yang mustahil, ucapnya.
Melalui proses yang panjang selama bertahun-tahun, akhirnya Jaclien
Sellose sembuh dari penyakit ganasnya, begitu juga dengan keluarganya.
Akhirnya pada tahun 2013, Jaclien Sellose terpilih menjadi Fashion
Designer Miss World 2013 dari Indonesia, yang disandingkan bersama
designer-designer hebat dunia.
Dalam Ajang Miss World 2013 yang diadakan di Bali tersebut, Jaclien
Sellose mampu merancang 4 Busana Khas Indonesia, dengan waktu 2
minggu yang kemudian dipakai oleh Miss Brazil 2013 dalam acara tersebut. Sungguh menjadi satu Prestasi untuk Jaclien Sellose, dapat membawa
nama Indonesia di mata Internasional. Dan juga inspirasi untuk Para Wanita. Pada satu keadaan, Anda dijatuhi beban yang sangat dasyat, Ingatlah itu
satu langkah keberhasilan bagi Anda. Jadilah wanita yang teguh. Tunjukkan
pada dunia, bahwa wanita juga bisa. Sukses untuk Jaclien Sellose dan Julita
Manik. q Yessie M.Sani