Anda di halaman 1dari 12

Pendiri

BERLIN SIAHAAN

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Pemimpin Redaksi

JENRI
HARGA: @Rp 3.500,
LUAR JAWA + ONGKOS KIRIM

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Dr Mjn Mamahit SpOG MARS


Mengadu Ke Dewan Pers
Terkait Berita di SKU METROPOLITAN POS Edisi 012 Tahun I tgl 12-25 September
2011, berjudul Suami Menkes Lindungi Dokter Cabul Maniak Seks, maka melalui
kuasa hukumnya Ebrown Lubuk SH & Rekan,

BACA HALAMAN ....... 04

***SELEBRITIS ***

Sheila Marcia

Dapatkan
Keluarga Idaman

HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

Petani Tagih Janji Ganti Rugi Sawah Puso

BKAD dan PAUD Berperan Dalam Pembangunan

Para petani Kab. Bandung menagih janji pemerintah yang akan menggulirkan ganti rugi
sawah puso. Proses ganti rugi sawah puso seluas 586 hektare di Kab. Bandung yang
diajukan kepada pemerintah pusat sampai saat ini masih terkatung-katung. Padahal,
pencairan ganti rugi dari APBN tersebut harus sudah selesai pada akhir Desember
mendatang.
BACA HALAMAN .......... 05

Wakil Gubernur Banten, HM. Masduki, M.Si. membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas
Badan Kerjasama Antardesa (BKAD) dan Workshop Program Bantuan PAUD APE,
Rabu, 7/12 di Jayakarta Anyer, Kab. Serang.

BACA HALAMAN ............ 06

Nunun Siap Buka-bukaan


Jakarta, Metropolitan Pos
Nunun Nurbaetie siap buka-bukaan dalam kasus dugaan suap kepada anggota Komisi IX DPR
periode 1999-2004. Nunun siap membeberkan
siapa saja yang terlibat, sekaligus penyandang
dana suap untuk pemenangan Miranda S Goeltom
sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Pernyataan itu ditegaskan pengacara Nunun, Ina
Rachman, Selasa (13/12). Insya Allah. Pasti Ibu (Nunun) akan bicara apa adanya, kata Ina di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Namun, Ina belum mau memberi bocoran siapa saja
pihak yang dimaksud. Semua akan disampaikan Nunun
saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kelak.
Diperiksa saja belum, kan bukan saya yang diperiksa,
kata Ina.
Di sisi lain, KPK khawatir kondisi Nunun yang sakit
menghambat penuntasan kasus itu. Hingga semalam, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut masih
menjalani rawat inap di RS Polri.
Kalau penyidikan terhadap Ibu Nunun nggak akan
terganggu. Tapi, sakit Bu Nunun mengganggu penuntasan kasus ini, sejauh mana kami bisa membongkar kasus ini lebih lanjut, kata Kabiro Humas KPK Johan Budi
kepada pers di kantornya, Selasa (13/12).

BACA BERITANYA DI HALAMAN 10

BERSAMBUNG KE HAL..............10

KPK Segera Usut Tuntas Kasus Korupsi


Pejabat DPU DKI Sebesar Rp109 M
Jakarta, Metropolitan Pos
Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) segera usut
tuntas kasus korupsi DPU DKI
Jakarta sebesar Rp109M.
Dalam hal ini membuktikan nyali KPK serius mengusut tuntas para pejabat korupsi uang Negara sesuai Inpres No 5 tahun 2004 tentang
percepatan pemberantasan
tindak pidana korupsi.
Ketika hal ini dikonfirma-

***

si Metropolitan Pos, Juru Bicara KPK, Johan Budi, belum


bisa diminta keterangannya
tentang kasus korupsi DPU DKI
Jakarta sebesar Rp109M.
Kejaksaan Tinggi (Kejati)
DKI Jakarta diduga mengendapkan laporan dugaan
kasus korupsi dalam proyek
layanan saluran atau kali di
Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
DKI Jakarta 2008-Juni 2011,

PERISTIWA ***

BERSAMBUNG KE HAL.....11

***

ERY BASWORO

KUPAS TUNTAS ***

Proyek Sampah ITF Sunter

Korupsi Dana Jamkesmas Dilaporkan ke KPK

Segera Dipansuskan

Oknum Pejabat Dinkes Kab.


Tangerang Bohongi Publik

Jakarta, Metropolitan Pos


Pembangunan
tempat sampah Intenediate treatment Facility (ITF)
Sunter, Jakarta utara menuaiangin
tidak segar. Pasalnya Komisi D DPRD
DKI Jakarta meraH.M.SANUSI
sa dikibuli oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta, karena pelaksanaan lelang ITF sebesar
Rp.3 triliun ditentukan dengan harga perkiraan sendiri (HPS) untuk
teeping fee sebesar Rp,400 ribu.
Karena selama ini belum ada penjelasan dari dinas kebersihan.
Persoalan ITF membuat geram
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, H.M.Sanusi, dalam rapat dengan
pendapat dinas kebersihan, merasa
aneh dengan harga Rp.400 ribu per
ton, dalam pehjelasan dinas kebersihan di hadapan Komisi D padahal
masih Prakualifikasi lelang, yang belum ada presentasi dari dinas kebersihan tentang mekanisme pelaksanaan proyek ITF tersebut.

Tangerang, Metropolitan Pos


Seperti diberitakan sebelumnya, ternyata indikasi
Penyelewengan Dana Jamkesmas Tahun Anggaran
2008, 2009 dan Tahun 2010 di Kab Tangerang, semakin
menarik untuk ditelusuri. Bagaimana tidak, karena Surat Klarifikasi kepada LSM Citra dari Dinas Kesehatan
Kab Tangerang No. 440/6674/Dinkes tanggal 09 November 2011, sedikit pun tidak menjelaskan; Warga
masyarakat Kab Tangerang yang mana saja yang menjadi pasien dengan menggunakan Dana Jamkesmas,
yang mencapai puluhan miliar dimaksud? Apalagi dikaitkan dengan surat Direktur RSU Kab Tangerang yang
pernah mengajukan permohonan bantuan dana kepada
Bupati Tangerang pada tahun 2009, untuk biaya puluhan orang pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut,
sesuai data yang diperoleh Wartawan.
Di sisi lain pada surat klarifikasi itu dijelaskan bahwa, sisa Dana Jamkesmas tahun 2009 sebesar Rp
6.494.509.992,- (enam miliar empat ratus sembilan
puluh empat juta lima ratus sembilan ribu sembilan
ratus sembilian puluh dua rupiah), dan mendapat tambahan dana sebesar Rp 2.531.715.001,- (dua miliar lima
ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus lima belas ribu
satu rupiah) untuk tahun 2010. Jadi total Dana Jamkesmas tahun 2010 menjadi Rp 9.026.224.993,- (sembilan miliar dua puluh enam juta dua ratus dua puluh

BERSAMBUNG KE HAL.....11

BERSAMBUNG KE HAL.....11

ADANG DARADJATUN MEMPERLIHATKAN FOTO DIRINYA BERSAMA ISTRINYA NUNUN NURBAETI (TENGAH)
DAN MIRANDA GOELTOM (KANAN). (FOTO:REP)

Rawan Korupsi APBD, Layak Diperiksa


Tipikor Pejabat Sudin Perumged Jakpus
Jakarta, Metropolitan Pos
Rawan korupsi APBD setiap tahun, pejabat Suku dinas
Perumahan dan Gedung Kota
Administrasi Jakarta Pusat,
layak diperiksa Tipikor Polda
Metro Jaya.
Kepala Suku dinas Perumahan dan Gedung Jakpus, Drs
Asbarani, dan kroninya layak di periksa Tipikor Polda
Metro Jaya, diduga korupsi
APBD setiap tahun, bahkan
uang pengawas di embat juga.
BERSAMBUNG KE HAL.....11

ASBARANI

*** SOROT ***

KPK Segera Periksa Pejabat


dan Rekanan Dinsos DKI
Jakarta, Metropolitan Pos
Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) segera usut tuntas Kepala Dinas
Sosial DKI Jakarta, Drs Kian Kelana
MSi, bersama Ketua Lelang pengadaan barang / jasa Dinas Sosial Propinsi
DKI Jakarta, Drs Irpan Jauhari, MSi,
dan Sekretaris lelang, Edi Soma S Sos,
serta rekanan pelaksana kegiatan
proyek APBD tahun 2010 dan 2011.
Menurut informasi pengaduan,
sms yang dikirim ke redaksi Metropolitan pos, sesuai yang kami terima
BERSAMBUNG KE HAL.....10

Pejabat Sudin PU Jalan Jaktim Layak Dipenjara


Jakarta, Metropolitan Pos
Pelaksana harian (Plh) Kepala Suku Dinas Pekerjaan
Umum Jalan Kota Administrasi Jakarta Timur, Ir Suhartono, bersama Ir Edy Sudrajat, layak dipenjara, diduga
korupsi uang Negara miliaran rupiah, pasalnya, setiap
anggaran tidak terserap dengan baik, rekanan pelaksan-

apun ikut terlibat dengan permainan kotor dilapangan, dimana pekerjaan dilaksanakan
tidak sesuai dengan bobot dan
volume yang sudah dianggarkan biayanya dengan item
pekerjaan dilapangan.
Buktinya, ulah oknum pejabat Suku Dinas Pekerjaan
Umum (SDPU) Jalan Kota Administrasi Jakarta Timur yang

memberikan amplop berisi


uang senilai Rp 5oo Ribu, kepada salah satu aktivis LSM SOROD, dan ini menjadi bumerang buat para petinggi pejabat
di Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, kasus pemberian uang
tutup mulut tersebut kini melibatkan nama Fauzi Bowo selaku Gubernur DKI Jakarta.
BERSAMBUNG KE HAL.....11

APBD TAHUN 2010 DIDUGA FIKTIF

KPK PERIKS
A PEJ
ABA
AS
PERIKSA
PEJABA
ABATT SUDIN DIKD
DIKDAS
JAKPUS DIDUG
A KKOR
OR
UPSI U
ANG NEG
ARA
DIDUGA
ORUPSI
UANG
NEGARA
Jakarta, Metropolitan Pos
Kepala suku dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi
Jakarta Pusat, Zainal Soleman
bersama pejabat lainnya, Alex
Ismail, Buyung Sohutihon, R
Iman Ginanjar SPd, Monang
B Pakpahan, dan Ajep Sumadi, diduga korupsi uang Negara. Pejabat Sudin Dikdas Jakpus segera diperiksa KPK.
Berdasarkan surat perintah penyelidikan No SPLidik
/ 455 / VII / 2011 tanggal 11

juli 2011, pejabat tersebut diatas telah diperiksa Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda
Metro Jaya, hingga sekarang
belum tersangka.
Dalam hal ini KPK diminta
periksa APBD tahun 2010 pengadaan alat peraga matematika tingkat SD belanja modal
pengadaan alat alat peraga /
praktek
sekolah
sebesar
Rp2.679.600.000,-tidak ada
barang tersebut / fiktif.
BERSAMBUNG KE HAL.....11

ZAINAL SULAEMAN

OPINI

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Perspektif Penangkapan Nunun


DITERBITKAN OLEH
PT SUKSES PARNA SEJAHTERA
SK MENHUM & HAM RI :
Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
PENASEHAT HUKUM
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi SH MH,
Poltak Siringoringo SH MH., Sabar Siahaan SH.
Ferdinan Montorori SH.MH., Abang Nur Yasin SH.
PENDIRI
Jenri
Berlin Siahaan, Robert N.
PEMIMPIN UMUM
Parel, SE.MM.
PEMIMPIN REDAKSI
Jenri
REDAKTUR EXECUTIVE
Peris Arifin
REDAKTUR PELAKSANA
Hotdiman
REDAKTUR
Hasudungan Siregar
MANAGER PEMASARAN
Leonar Marbun Lumban Batu, L. Endarwanto Rendra
SEKRETARIS REDAKSI
Hotdiman S.SE.
BAGIAN KEUANGAN
Rinaldi Josua N.
FOTOGRAFER
Solihin
DEWAN REDAKSI
Jenri, Peris,
Robert N., Parel N., Syahri S.
STAF REDAKSI
Jahuale S., Nur Syamsu, Rimbun Gurning,
Jhonni T. Tampubolon, Drs. A. Syahri S, Halomoan N.,
Mangampu S., A.Hasiholan A.
LITBANG
Onasis Sitanggang, Jonni S.,
Robert N., Marlon N., SE.,
Tony N., SE., Anton Sihite
STAF AHLI
Wasinthon S., SE.MEc. (Ekonomi & Politik),
Amistan P. SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik)
William S. Naibaho SH. (Budaya, Pariwisata & HAKI)
BAGIAN SIRKULASI
Mulatua, Rinaldi Josua
PENASEHAT
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang Napitupulu,
Perdi Sitanggang,
Kol. (Pur) Drs. Lauasa M. Hutagalung
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

Rekening Bank :
Bank BCA Rek No : 0948118320
Bank BRI Rek No 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

= RP 500.000,= RP 1.000.000,= RP 2.000.000,= RP 50.000,= RP 24.000.000,= RP 12.000.000,= RP 6.000.000,= RP 3.000.000,-

Dibutuhkan Perwakilan,
Biro dan Wartawan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Depok
Ciamis
Tasikmalaya
Banjar
Sumedang
Majalengka
Cianjur
Subang
Provinsi Jabar

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

Provinsi Jawa Timur


Denpasar
Nusa Tenggara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Lampung
Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
Jurisman Sitanggang : 081315338511

OLEH : JEFERSON KAMEO

ARUS diakui, bahwa


di tengah kritik keras
aktivis antikorupsi
terhadap upaya pemberantasan
korupsi di Tanah Air, pemerintah
telah menorehkan prestasi dalam
upaya memberantas korupsi. Terkait dengan penangkapan Nunun
Nurbaetie pada 9 Desember 2011
oleh polisi Thailand di rumah kontrakan mewah di negara itu, yang
kemudian menyerahkannya kepada petugas KPK di atas pesawat
Garuda di bandara di Bangkok,
kita perlu mengacungi jempol kepada pemerintah, termasuk media
sebagai pilar keempat demokrasi di
Tanah Air, setelah hukum.
Wanita sosialita itu menjadi
buron Interpol terkait dengan dugaan suap menggunakan 480 cek
perjalanan (travellers cheque) senilai tak kurang dari Rp 24 miliar.
Cek itu diberikan kepada sejumlah
anggota DPR untuk memenangkan
Miranda Swaray Goeltom menjadi Deputi Senior Gubernur BI.
Seperti diketahui bersama,
dalam perspektif hukum sebagaimana artikel penulis berjudul Misteri Tas Hitam Nazaruddin (SM, 15/08/11), proses pemulangan mantan Bendahara Umum
DPP Partai Demokrat itu dari persembunyiannya di Kolombia, juga
menorehkan prestasi luar biasa
bagi pemerintah, termasuk Polri,
jajaran Ditjen Keimigrasian, dan
KPK yang bekerja keras memburu
dan memulangkannya.
Kembali perlu dicatat bahwa
pemulangan Nazaruddin dan Nu-

nun, selain menorehkan prestasi,


juga melahirkan kejutan (presedensi) fenomenal bagi hukum acara
perburuan koruptor yang melarikan diri dari Tanah Air setelah
merampok harta publik atau uang
rakyat untuk memperkaya diri
dan keluarga atau kelompoknya.
Terobosan itu tidak ada dalam
text book hukum, meskipun diskresi
dapat ditemukan dalam UU tentang
Polri. Terobosan hukum fenomenal
yang dapat memberi andil bagi kepustakaan hukum dunia adalah,
meskipun negara tempat buron korupsi itu singgah dan bersembunyi
tidak memiliki perjanjian ekstradisi
(extradition treaty) dengan kita, buron dapat dikembalikan dengan
mulus. (Lihat Wacana Nasional
, SM, 15/08/11).
Apa di balik semua prestasi
luar biasa dan terobosan hukum
yang signifikan bagi kepustakaan
hukum dunia itersebut? Dalam
perspektif hukum, kuncinya ad-

alah pada kemauan politik (political will) pemerintah dalam memberantas korupsi dengan caracara luar biasa (extraordinary).
Hal ini sejalan dengan pengertian
korupsi yang oleh berbagai peraturan perundang-undangan, terutama KUHPidana, dinyatakan sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime).
Namun, perkenankanlah saya
menyampaikan perspektif untuk
mewaspadai politisasi (politicking)
di balik kemauan politik (politic
will) penangkapan Nunun dan
persidangan Nazaruddin.
Mematuhi Hukum
Jangan sampai kemauan politik memberantas korupsi yang telah ditunjukkan secara meyakinkan oleh pemerintah ternyata sekadar didorong oleh kesadaran yang
mengandung kepalsuan. Artinya,
kesadaran yang muncul secara
tiba-tiba karena hanya mengejar

tujuan atau agenda politik sempit


golongan politik dalam pemerintahan atau yang ingin berkuasa, bersifat temporer dan dangkal.
Pandangan itu penting dikemukakan mengingat masih banyak pengamat antikorupsi yang
menyinyalir bahwa yang dilakukan pemerintah dalam konteks
pemberantasan korupsi hanya
adegan sandiwara.
Maksudnya, ketika pemerintah
terdesak oleh kepungan politik pesaing mereka yang tidak berada
di pusat pemerintahan, apalagi
disertai dengan ancaman penggunaan hak politik yaitu hak menyatakan pendapat maka reaksi
yang muncul adalah menciptakan
bargaining politik dengan cara
mencari tumbal, bisa jadi seperti
yang dilakukan terhadap Nunun.
Ditambah lagi, citra politik
sangat mahal; manakala sejumlah partai mulai menyusun
strategi menghadapi pemilu, suksesi kepemimpinan nasional 2014
dengan cara mulai mengelus-elus
capres dan wapres yang sudah
pasti akan menggantikan SBY.
Perspektif hukum mendikte,
bahwa kemauan politik pemberantasan korupsi wajib dimulai
dari kepatuhan terhadap hukum,
tanpa syarat, atau tanpa bermaksud untuk tawar-menawar (political bargaining). Selain itu, perlu
mewaspadai politisasi dari penguasa dalam upaya menyandera
atau menyumbat suara kritis
yang ingin membongkar korupsi,
yang senyatanya telah menyandera prinsip konstitusional bagi
sebesar besarnya kemakmuran
rakyat. (***)

Bupati Samosir Hadiri Acara Table 312 CPNS Diambil Sumpah Jabatan
Discussion di Tanjung Balai
Samosir, Metropolitan Pos
Dalam meningkatkan pengembangan obyek wisata Danau Toba, Bupati Samsoir Ir. Mangindar Simbolon
yang didampingi Kadis Pariwisata
Kab. Samosir Ir. Theodora Sihotang,
MAPA, dan Kabag Humas Setdakab
Samosir Drs. Gomgom Naibaho
mengikuti acara Round Table Discussion tentang Tanjung Balai sebagai
pintu gerbang potensial terhadap
wisata Danau Toba yang digelar oleh
Indonesia National Shipwoner Association dan bekerjasama dengan Disporabudpar Kota Tanjung Balai. Sabtu (10/12) di Pendopo rumah dinas
Walikota Tanjung Balai.
Walikota Tanjung Balai Drs. H.
Thamrin Munthe. M Hum, dalam paparannya mengatakan Tanjung balai
adalah sebagai tempat bertemunya air
danau toba dan air Selat Malaka. Oleh
karena dari itu Tanjung Balai adalah
salah satu gerbang potensial untuk
menjual pariwisata danau toba. Di
setiap pembicaraan mengenai permasalahan danau toba (dari Presfektif Pariwisata dan pelestarian lingkungan hidup) Kabupaten Asahan dan
kota Tanjung balai selalu terlibat dan
ini penting untuk diketahui mengingat separuh dari penduduk kota Tanjung Balai adalah orang batak.
Beliau juga menjelaskan, Tanjungbalai dikatakan sebagai pintu potensial dalam menjual pariwisata, itu dikerenakan jarak tempuh antara Tanjung
balai- danau Toba relatif dekat hanya
memakan waktu 2 jam. Kota Tanjung
Balai adalah sebagai daerah pelabuhan
yang mempunyai 2 dermaga sebagai
pintu masuk yaitu pelabuhan Teluk Nibung di Kota Tanjung Balai dan pela-

buhan Bagan Asahan di Kecamatan


Tanjung Balai Kabupaten Asahan yang
dimana setiap harinya 4 s/d 5 Kapal
ferry beroperasi melayani trayek Tanjung Balai-Port Kalang Malaysia yang
dapat ditempuh sekitar 3 jam. Kota
Tanjungbalai juga telah berhubungan
cukup lama dengan masyarakat Riau
lewat tranportasi air, yang merupakan
turis domestik ke danau toba itu merupakan bahwa masyarakat tanjung balai telah berkembang sebagai perantara
masyarakat Melayu dengan
masyarakat Batak di danau toba.
Pada kesempatan yang sama Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon
yang juga sebagai ketua Lake Toba Regional Management (LTRM) dalam
sambutannya mengatakan sangat
menyambut baik kegiatan ini dan atas
paparan dari Walikota Tanjung Balai
yang telah mendukung program
LTRM dalam mendukung Danau Toba
menjadi kota wisata.
Lebih lanjut dalam sambutannya
Ir. Mangindar Simbolon juga menjelaskan mengenai potensi danau toba
yang dihubungkan dengan geopark
dan sejarah gunung toba dan hal ini
dapat menjadi modal yang cukup baik
untuk mewujudkan Kabupaten Samosir menjadi daerah tujuan wisata yang
inovatif.
Diakhir sambutannya, Beliau juga
berharap kepada pemerintah kabupaten/kota khususnya diwilayah se-kawasan danau toba turut dapat berperan aktif untuk mendukung dan
sekaligus menciptakan danau toba
sebagai daerah wisata, Seperti Kota
tanjung Balai yang dapat kita manfaatkan dalam mempromosikan potensi danau toba. Sahat

Banten, Metropolitan Pos


Sebanyak 312 Calon Pegawai Negeri
Sipil (CPNS) tahun 2010 di lingkungan Pemprov Banten diambil sumpah jabatan menjadi PNS. Prosesi pengambilan sumpah dan
janji PNS tersebut dilakukan langsung oleh
Sekretaris Daerah Provinsi Banten,
Ir.H.Muhadi,M.SP, di gedung Inspektorat
Provinsi Banten, KP3B, Selasa, (6/12).
Sekda mengatakan, ke 312 PNS tersebut
teridiri dari golongan IIIb sebanyak 11 orang,
golongan IIIa sebanyak 197 orang, golongan
IIc sebanyak 87 dan sisanya adalah golongan
IIa sebanyak 17 orang. Jadi sekali lagi, saya
atas nama Gubernur Banten mengucapkan selamat atas diangkatnya saudara-saudara
sekalian menjadi PNS, katanya.
Lebih lanjut beliau menerangkan, ke 312
PNS yang baru diambil sumpah menjadi
PNS ini, bukan dilatarbelakangi karena paksaan dari siapapun juga, namun kehendak
masing-masing PNS untuk mengikatkan diri
untuk masuk dalam jajaran PNS di lingkungan Pemprov Banten karena telah mendaftarkan diri secara sukarela. Apalagi, sebelumn-

ya, ke 312 CPNS ini telah bersaing dengan


10 ribu pelamar lebih untuk bersaing menjadi CPNS dan mengikuti seleksi, testing, dan
mengikuti prajabatan, dan di tes kesehatan
Jadi kami ingatkan, untuk menjadi PNS ini
tidak ada unsur paksaan dari siapapun juga,
melainkan kehendak dari diri saudara-saudara sekalian semua. Terbukti dari mengikuti proses seleksi, testing, dan mengikuti prajabatan, dan tes kesehatan, katanya.
Sebagai PNS harus patuh dan taat, menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan Negara. Harus bisa merahasiakan segala sesuatu
yang menurut sifatnya yang dirahasiakan
atau memprotek tahapan yang harus dirahasiakan. Selain itu PNS harus meningkatkan
komptensinya dan profesionalismenya sebagai PNS, terus berinovasi dan menjaga
amanah yang dibebankan kepadanya dalam
melaksanakan tugas,Ujar Sekda.
Dengan telah diangkatnya sebagai PNS,
tentunya kinerja Provinsi Banten ke depan
semakin baik. Sehingga dapat mengemban semua tugas yang diamanatkannya, katanya.
LeonardMarbun

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Liputan Kementrian Hukum & HAM:
Tumpal S. Liputan KPK: Muhammad Furqon. DPRD DKI Jakarta : Nur Mochammad. Biro Jakarta
Timur : Rimbun Gurning Biro Jakarta Pusat : M. Surya Biro Jakarta Barat: Prayogo, Sri
Rejeki. Biro Jakarta Selatan: Rimbun Biro Jakarta Utara: Iwan Haris. Biro Depok : Solihin
(Kepala) Perwakilan Banten: Leonar Marbun Lbn Batu (Kepala) Biro Kabupaten Tangerang:
Tumbur Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Batara Aritonang, Alden Robertus Simbolon. Biro
Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga (Koordinator). Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun (Kepala) Perwakilan Sumatera
Utara: Happy Silalahi (Kepala) Biro Samosir: Sahat Sitanggang (Kepala). Biro Sidikalang: Benget Hutasoit (Kepala). Biro Aceh Tenggara: Muhid
(Kepala). Perwakilan Kepri: Bernad H. (Kepala), Pasu Sihite. Biro Pekanbaru: Manuasi Nainggolan (Kepala), Alfin Siregar. Biro Batam: Junael
Marbun Perwakilan Lampung: Perwakilan Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Faozanolo Laia (Kepala)
Biro Bandung Barat : S. Sitanggang (Kepala). Biro Bandung Cimahi : Antonius SE. (Kepala). Perwakilan Kalimantan Barat: A. Rahman HS.
(Kepala), Agus Supriyanto. PERCETAKAN : CV. Grazia Indah (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

WARTAWAN METROPOLITAN POS DALAM MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIKNYA SELALU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN SURAT TUGAS SERTA NAMANYA TERCANTUM DALAM BOKS REDAKSI

METROPOLITAN
SEKILAS
Pelayanan Terpadu Malam
Hari di Kelurahan Cideng
Jakarta, Metropolitan Pos
Pelayanan terpadu malam hari di Kelurahan Cideng,
Jakarta Pusat, telah dibuka, lokasi di Rw 02 jalan Taman
Batang Hari. Dalam acara tersebut dihadiri para Lurah
se-Kecamatan Gambir dan Camat Gambir, Jakarta Pusat, Drs Bayu, bersama para stapnya. Acara tersebut
dibuka langsung oleh Wakil Walikota Jakarta Pusat dan
diawali dengan acara perkawinan massal.
Drs Fattahillah, bersama para asisten pejabat teras
Walikota Jakarta Pusat, serta dihadiri Danramil dan
Kapolsek Gambir, Jakarta Pusat.
Lurah Cideng, Hj Nurbayti, ramah dan arif serta bijaksana kepada masyarakat sambil meminta tanda tangan. Dari 256 Kelurahan yang ada di DKI Jakarta bisa di
nilai kinerjanya sangat bagus.
Siti Maysaroh, menilai Lurah Cideng, Hj Nurbayti,
kinerjanya sangat bagus serta bijaksana kepada masyarakat.
Setiap pengurusan surat surat di Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat, bisa di selesaikan dengan waktu 5 menit. Pengurusan surat surat secara gratis, seperti, pembuatan KTP,
KK, Akte Lahir, Kartu Kuning, dll. Kegiatan ini merupakan satu program jangka pendek karena mengingat diwilayah Kelurahan Cideng, Kecamatam Gambir, Jakarta
Pusat, merupakan jantung ibukota. Surya

Mengurus Izin Domisili,

Lurah Jelambar Lakukan Pungli


Rp500 Ribu-Rp1 juta
Jakarta, Metropolitan Pos
Lurah Jelambar telah melakukan pungutan liar sebesar Rp500 ribu sampai Rp1 juta kepada warga yang mengurus izin domisili, seperti PM1. Dengan adanya pungli
tersebut warga setempat telah resah ketika mengurus izindomisili perusahaan.
Walikota Jakarta Barat, Drs H Burhanuddin MM,
segera mencopot lurah Jelambar tersebut, pasalnya
melakukan pungli.
Sekretaris Kelurahan Jelambar, Hj Rita SH dengan
nada lantang mengatakan bila kelurahan Jelambar tidak
mencapai target akan dicopot. Pelayanan prima di Kelurahan Jelambar, menjadi tempat ajang pungli pengurusan
ijin domisili PM1, dan ini sangat dirasakan masyarakat
bila mengurus ijin tersebut. Dipungut sebesar Rp500 ribu
sampai Rp1 juta.
Aktivis LSM Gaki (Gerakan Anti Korupsi Indonesia),
Muhammad Nasution, Pungli yang dilakukan Lurah Jelambar tersebut akan dilaporkan ke pihak penyidik. Surya

Marak Bangunan Bermasalah


di Kec. Taman Sari Jakbar
Jakarta, Metropolitan Pos
Marak bangunan bermasalah di Kecamatan Taman
Sari, Jakarta Barat, seperti, bangunan Ruko 4 lapis, lokasi di jalan, Kebun Jeruk, xv No 1A Rt 007/08, Kelurahan
Mapar, Kecamatan Jelambar, tidak sesuai dengan Perda
No 7 tahun 1991 tentang IMB dan SK Gubernur No
1086 tahun 1997 dan UU No 26 tahun 2007.
Dalam bab ketiga Tentang Tertib Pembangunan dan
Bangunan sesuai pasal, 14, sebagaimana telah dijelaskan
setiap bangunan yang tidak memenuhi ketentuan izin
membangun atau menggunakan bangunan harus dibongkar
agar dilakukan penyesuaian-penyesuaian sehingga memenuhi ketentuan dalam peraturan daerah.
Sementara, Ir Moko, Plh Kasie P2B Kecamatan
Taman Sari tidak pernah berada di kantor. Surya

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

EDWARD H. NAPITUPULU PRIORITASKAN


RT RUMAH KUMUH DI JAKARTA PUSAT
Jakarta, Metropolitan Pos
Pembuatan Akte Kelahiran menjadi agenda utama dalam reses terakhir tahun 2011 anggota DPRD DKI Jakarta, untuk membantu warga yang
tidak mampu khususnya Jakarta Pusat, yang selama ini warga mengalami kesulitan untuk mengurus akte kelahiran.
Pembagian akte kelahiran sebanyak 750 dari 2000 akte se
Jakarta pusat secara gratis sebagai
tindak nyata Anggota DPRD DKI
Jakarta yang peduli kepada warga tidak mampu, agar mengerti
pentingnya akte kelahiran agar
nantinya dapat berguna.
Hal ini dikatakan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat, Edward H. Napitupulu bersama H.M.Firmansyah,SE,
Taufiqurrahman dan Berlin Hutajulu yang dihadiri Ketua DPD DKI

Partai Demokrat. Menurutnya. Reses kali ini akan memfokuskan kepada RT.Rumah Kumuh bersama
Sudin Perumahan Jakarta Pusat,
agar warga lebih manusiawi mempunyai tempat tinggal yang layak
dengan lingkung yang sehat.
Edward mengatakan kondisi perumahan warga kurang mampu di
Jakarta Pusat sangat mengkhawatirkan, perlu adanya perhatian
khusus terutama Sudin perumahan Jakarta Pusat harus mengambil tindakan agar dapat menga-

lokasikan lahan untuk rumah bagi


warga miskin,walaupun bagaimana mereka manusia dan warga
Jakarta, kata Edward.
Selain itu, bidang pembangunan akan lebih mengarah kepada dampak banjir, secara makro
Pemda DKI akan bangun pompa air
dan folder, karena masih ada 160
titik genangan air,kita perlu waspadai siklus banjir 5 tahunan dengan diperbaiki pintu air lebih ditingkatkan, yang penting tahun
depan pintu air dapat berfungsi,
tambah Edward.
Perbaikan saluran air menurut
Edward dapat berguna untuk mengurangi banjir, keberadaan
Banjir Kanal Timur (BKT) menjadi tumpuan untuk menahan
volume air kiriman dan Curah

Puing Sisa Proyek Saluran Air Dibiarkan Menumpuk


Jakarta, Metropolitan Pos
Pengerjaan proyek normalisasi
saluran air di sepanjang Jalan Raya
Matraman yang dimaksudkan untuk mencegah terjadi genangan di
wilayah itu justru menimbulkan
masalah baru. Ya, puing-puing sisa
pengerjaan proyek saluran air dibiarkan menumpuk di pinggir jalan
sehingga mengganggu kelancaran
lalu lintas.
Pantauan di lapangan, puing
bekas gorong-gorong ini menumpuk di sejumlah titik. Di antaranya di depan Toko Roti Tegal dan
depan Supermarket Indomaret.
Paling banyak terdapat di depan
toko buku Gramedia dan SPBU.
Tumpukan puing setinggi satu
meter dan diletakkan di badan
jalan. Ironisnya, jika sore hari kawasan ini dijadikan mangkal pedagang minuman dan makanan sehingga kemacetan arus lalu lintas
tak dapat terhindarkan.
Lurah Kebonmanggis, Flora
Magdalena, mengatakan, sudah berulangkali kali meminta para pekerja untuk membuang puing itu namun tak pernah digubris. Jl Raya
Matraman itu menjadi titik pantau
Adipura 2012. Tapi sekarang diko-

tori puing sisa gorong-gorong. Bahkan saat proyek normalisasi saluran


air masih berlangsung, kontraktor
mencetak beton penutup saluran air
di pinggir jalan. Akibatnya mengganggu aktivitas warga, kata Flora Magdalena, Rabu (14/12).
Kasie Pengendalian Sudin PU
Tata Air Jakarta Timur, Supriyatno, mengatakan, akan memerintahkan pihak pemborong segera
membuang seluruh puing yang
ada. Sehingga kondisi Jl Raya
Matraman bersih kembali seperti
semula. Nanti saya perintahkan

pemborong untuk angkat semua


puing. Sebenarnya juga dari minggu kemarin sudah diperintahkan
tapi ternyata belum dilaksanakan
juga, ungkapnya.
Ia menyebutkan, pemborong
yang menggarap proyek tersebut
adalah CV Surya Terang. Volume
pekerjaan sepanjang sekitar 735
meter, yang berada di sisi barat
dan timur Jl Matraman Raya.
Proyek ini merupakan lanjutan
dari tahun 2010 lalu. Nilai proyek
Rp 1,450 miliar dari APBD DKI
tahun 2011.  Jenri

Lurah Duri Pulo Melaksanakan Pelayanan


Prima Malam Hari dan Pasar Malam
Jakarta, Metropolitan Pos
Lurah Duri Pulo telah melaksanakan pelayanan prima pada
malam hari dan pasar malam.
Acara tersebut dihadiri para
lurah se Kecamatan Gambir, dan
dihadiri Camat Gambir, Jakarta
Pusat, Drs Bayu, mengatakan,
adapun acara tersebut dilaksanakan untuk melayani masyarakat,
acara tersebut dibuka langsung
oleh Sekretaris Kotamadya Jakarta Pusat, Drs H Enjang Abdullah
serta diawali pernikahan missal.
Kepala KUA Gambir, H Dahlan,
disaksikan Sekertaris Kotamadya,
Kapolsek Gambir, Drs AKBP,
Tatang Dirsan, Danramil, Camat

Gambir, Drs Bayu, serta Asisten


Ekbang Darma Sembiring, Kasudin Dukcapil,Jakpus, Drs H Hatta,
dan ormas lainnya turut hadir.
Terselenggaranya pelayanan
prima malam hari di Kelurahan
Duri Pulo, Kecamatan Gambir,
bertujuan untuk mempermudah
masyarakat dalam pengurusan
surat-menyurat kepada warga
masyarakat, serta mensejahterakan warga masyarakat Duri Pulo.
Acara tersebut cukup sangat
meriah turut serta hadir hiburan
kesenian budaya lenong betawi
dan pelawak ibukota Daus Cs.
Lurah Duri Pulo, Ferry Abdullah Kadir, SE, sebanyak min plus

1OO buah KTP dan surat-surat


lainya, Masih terlihat sangat sibuk
berada ditengah-tengah
masyarakatnya dengan arif dan
bijaksana serta memiliki dedikasi
dan royalitas yang sangat tinggi
terhadap warga masyarakatnya.
Baru pertama kalinya masyarakat
Duri Pulo memiliki lurah yang sangat amat
disayangin oleh warga masyarakatnya.
Percontoh lurah ini dari lurah lainnya, dari pemikirannya tidak perlu
diragukan lagi, sudah teruji dari 256
Kelurahan se-DKI. Warga masyarakat
telah dilayani dengan mengurus surat surat, seperti, pembuatan KTP, KK,
Akte Lahir, Kartu Kuning, dan lain sebagainya.  Surya

hujan di Jakarta dapat terkontrol


dengan baik. Selain itu, saringan
sampah yang ada di kali kurang
berfungsi, karena volume sampah
melebihi kapasitas, sehingga perlu
ditingkat dan diperbaiki.
Edward Berharap dalam Reses
Terakhir tahun 2011 dapat bermanfaat bagi warga dan dirasakan
khususnya bagi warga miskin dan
tidak mampu, karena melihat secara
langsung kondisi warga yang harus
dibantu dan direalisakan dengan anggaran APBD Pemda DKI Jakarta. Serta kritis menghadap persoalan yang
terjadi di lingkungan. NRM

Penertiban Bangunan
Hanya Sebatas Segel
Jakarta, Metropolitan Pos
Hanya sebatas segel, bangunan
marak bermasalah tidak di
bongkar, dan ini menjadi ajang
pungutan liar (Pungli) para pejabat Sudin P2B Jakarta Barat.
Ir Marbin Hutajulu, Kasudin
Pengawas dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Barat diduga
melakukan pungli dengan menyalahgunakan wewenangjabatan.
Pejabat P2B Jakarta Barat telah melanggar Perda No 7 Tahun
1991 tentang IMB dan SK Gubernur DKI Jakarta No 108 tahun
1997 dan Undang Undang No 26
tahun 2006, pasalnya semua aturan ini dibuat acuan pungli para
pejabat Sudin P2B Jakarta Barat.
Perda No 7 tahun 1991, pasal
14, menerangkan bagi masyarakat
yang mendirikan bangunan diwilayah ibukota bilamana tidak sesuai ijinya harus dibongkar agar
melakukan penyesuaian.
Sudin P2B Jakarta Barat, memiliki 2 macam papan segel, seperti, pertama, papan segel, hidup
kecil berlambangkan rupiah sebagai formalitas, bertujuan untuk
memanggil pemilik bangunan
atau kontraktornya agar datang
kekantor menghadap sudin P2B
Jakarta Barat untuk melakukan
negoisasi alias 86.
Kedua adalah papan segel mati
yang dipasang sangat besar dan
pintu pagarnya pun dilakukan
pengembokan serta para pekerja
bangunan tidak boleh bekerja bahkan bisa sampai dilakukan pembongkaran dikarenakan sudah
tidak berhasil melakukan negoisai
lagi alias tidak ada uang 86nya
boleh dikategorikan pemilik bangunanya membandel atau kontraktornya tidak mau mengeluarkan uang untuk damai atau 86
dengan sudin penertiban P2B.
Ketua DPRD, Komisi D, Bidang
Pembangunan, Berlin Hutajulu,
tidak proaktif menindak tegas pelaku oknum permain bangunan
bermasalah. Citra pejabat Dinas
P2B DKI Jakarta dan Gubernur
DKI, Fauzi Bowo, tercoreng pungli
dimata masyarakat menjual ijin
miliaran.  Surya

H.Iman Satria : Masih Banyak Kendala yang Dihadapi Warga


Jakarta, Metropolitan Pos
Reses ketiga tahun 2011 anggota DPRD
DKI Jakarta, lebih mengarah kepada pelayanan untuk kepentingan warga Jakarta, terutama pada pembuatan Akte Kelahiran, bidang
pendidikan, kesehatan sosial, mental spiritual
dan dana hibah, karena masih banyak warga
yang belum mengerti akan manfaat anggaran
yang diberikan Pemda DKI Jakarta untuk
warga Jakarta.
Reses yang dilakukan Anggota Komisi E
DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra, H.
Iman Satria, di wilayah Jl.Kepu,RW.09 Kelurahan Kemayoran, Rumah Susun Kebon Kacang, Tanah Abang, RW.07 Kelurahan Bun-

gur, Kelurahan Cempaka Baru dan Cempaka


Putih Barat, Kelurahan Cempaka Putih, Jakarta
Pusat, sangat konsen terhadap warga membutuhkan bantuan di bidang Pendidikan, Kesehatan, Akte kelahiran, Sosial, Dana Hibah dan
memberikan santunan kepada anak yatim.
Iman mengatakan pendidikan mulai SD sampai SMP sudah bebas biaya, tetapi untuk tingkat
SMA sedang diupayakan ke depan bebas biaya,
agar dapat melahirkan anak didik yang berkualitas dan berprestasi demi bangsa dan Negara. Di
bidang kesehatan warga sudah diberikan pelayanan gratis dengan SKTM di RSUD dan rumah
sakit swasta oleh Pemda DKI Jakarta,warga
tidak perlu takut berobat ke RSUD, bahwa

Puskesmas Kecamatan dan


Kelurahan sudah diupayakan
ada rawat inap, karena fasilitas
alat kesehatan dan tim medis
sudah setaraf rumah sakit,kata
Iman.
Di bidang Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting, karena menurut
Iman Satria, bagi mengurus
PAUD tidak perlu takut, karena anggaran sudah ada di kelurahan dan LMK, baik untuk alat Edukasi dan gedung
dapat
diajukan

anggaran,untuk dana hibah akan


dibantu masjid, yayasan, majelis
talim dan dan lainnya asal memenuhi persyaratan, kalau ada
kesulitan dilapangan nanti saya
akan turun tangan,tambah Iman.
Selain itu, Iman memberikan
kemudahan bagi warga untuk
mengurus Akte kelahiran tidak
perlu keluar biaya, nanti Partai
Gerindra yang akan bertanggungjawab, walaupun masih banyak
keluhan dari warga ananti akan
dirapatkan di partai untuk ditindaklanjuti.

Sedangkan menurut Wakil Ketua PKK,


warga RW.09 Kelurahan kemayoran, Herlina,
sangat berharap dapat bantuan susu dan vitamin untuk pertumbuhan gizi balita menjadi
baik. Selain itu, tempat olahraga, Panti Jompo, Fasum dan social masih menjadi perhatian
utama untuk anggaran ke depan.
Lebih lanjut Iman berharap kepada warga
harus berperan lebih aktif untuk memberikan
keluhan, aspirasi atau saran yang bersifat membangun, agar dirasakan bantuan dari APBD
Pemda DKI bagi warga Jakarta yang miskin
dan tidak mampu menuju lebih baik, cerdas
dan berpendidikan agar tidak tertindas di
Ibukota Jakarta. NRM

MEGAPOLITAN

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

SEKILAS
BPLH Rencanakan Green
Belt TPA Rawa Kucing
Tangerang, Metropolitan Pos
Upaya penghijauan yang dilakukan
Pemkot Tangerang guna memenuhi presentasi
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota
Tangerang terus dilakukan. Tak hanya melakukan penanaman dilahan-lahan kosong, Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH)
Kota Tangerang rencanakan buat hutan yang
mengelilingi Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Rawa Kucing.
Rencana hutan yang akan mengelilingi TPA,
dikatakan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup disebut Green Belt atau sabuk hijau,
yang artinya penghijauan mengelilingi TPA.
Upaya menghijaukan Kota Tangerang, tak terbatas pada wilayah pemukiman, lahan kosong.
TPA pun kita akan hijaukan, saat ini master plan
untuk rencana green belt sudah dibuat, kata
Kepala BPLH, Affandi Permana.
Ia juga mengatakan bahwa konsep green
belt adalah konsep hutan kota dalam TPA, sehingga fungsi pohon untuk menyerap oksigen
dan mencitakan oksigen baru dapat dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan
pertamanan, Kota Tangerang, Mayoris Namaga
mengatakan bahwa sudah ada kordinasi antara
Dinas Kebersihan dengan BPLH tentang rencana pembuatan green belt TPA Rawa Kucing.
Dengan adanya pepohonan yang mengelilingi
TPA, bukan hanya akan membuat kondisi lebih
nyaman tapi juga menjaga udara sekitar, kami
dari DKP sangat mendukung upaya yang akan
dilakukan BPLH, katanya
Saat ditanya mengenai pengelolaan TPA
Rawa Kucing saat ini dikatakan Kadis DKP
masih menggunakan sistem pengolahan open
dumping, dan untuk kedepan direncanakan akan
menggunakan sanitary landfil. Erwin Sinaga

Workshop Strategi
Pencapaian Opini WTP BPK RI
Tangerang, Metropolitan Pos
Walikota Tangerang H.Wahidin Halim
mendapatkan sambutan dan apresiasi luar biasa dari para pejabat eselon II dan III di
lingkungan Pemerintah Kota Bandung bahkan
mereka terkagum-kagum dengan gaya pimpinan orang nomor 1 di Kota Tangerang ini, yang
telah membawa akselerasi pembangunan Kota
Tangerang dengan begitu pesatnya.
Hal ini diungkapkan mereka saat
H.Wahidin Halim diundang menjadi nara sumber Workshop Strategi Pencapaian Opini
WTP BPK RI Untuk Pemkot Bandung bertempat di Krakatau Hotel Horison Bandung,
Kamis 15 Desember 2011.
Penyelenggara Inspektorat Pemkot bandung dihadiri oleh seluruh pejabat eselon II dan
III sebanyak 270 orang peserta. Dengan pemandu acara Prof. DR.Asep Warlan, Guru
Besar Universitas Padjajaran (Unpad).
Peserta menjadi antusias ketika cara penyampaian materi yang simple dan lugas menjadi yal yang menarik mereka dengan bukti visualisasi yang nyata. Karena menurut Wahidin
Halim, pencapaian WTP 4 kali berturut-turut
oleh Pemerintah Kota Tangerang lebih dititik
beratkan pada komitmen pimpinan dan seluruh aparatur, dengan diawali dengan perubahan pola fikir atau mindset para pegawainya.
Sementara itu Kepala Inspektorat Kota
Bandung Drs.H.Sukarno,MM menyatakan
tidak salah Walikota Bandung H.Dada Rosada merekomendasikan WH, selain itu Pemkot
Tangerang sudah langganan mendapatkan
predikat WTP juga para pejabat Kota Bandung bisa mendapatkan pengalaman berharga
serta dapat memotivasi setiap SKPD untuk
evaluasi kinerjanya melalui komparasi yang
sudah dilakukan Pemkot Tangerang. Erwin

Warga Rajeg Keluhkan


Galian Tanah
Tangerang, Metropolitan Pos
Galian tanah di sejumlah lokasi Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, membuat
resah warga karena merusak lingkungan, jalan
dan diduga turut menyebabkan kekeringan ratusan hektar areal persawahan teknis.
Sejumlah warga Rajeg kemarin mengungkapkan penggalian tanah yang diduga tak
mengantongi izin dari Pemkab Tangerang terlihat sangat mencolok mata, dan bahan perbincangan warga. Apalagi puluhan truk pengangkut tanah melintasi jalan-jalan protokol
Rajeg, Pasar Kemis, dan Sepatan.
Akibatnya, jalan-jalan protokol di tiga kecamatan itu menjadi rusak, berdebu di musim
kemarau dan licin di musim hujan. Bahkan yang
lebih parah penggalian di tengah-tengah persawahan itu merusak kelestarian lingkungan dan
menyedot persediaan air tanah sehingga turut
memperparah kekeringan ratusan hekkar persawahan warga. Erwin Sinaga

Dr Mjn Mamahit SpOG MARS


Mengadu Ke Dewan Pers
Tangerang, Metropolitan Pos
Terkait Berita di SKU METROPOLITAN POS Edisi 012 Tahun I tgl 12-25 September 2011,
berjudul Suami Menkes Lindungi Dokter Cabul Maniak Seks, maka melalui kuasa hukumnya Ebrown Lubuk SH & Rekan, Dr MJN Mamahit SpOG Mars mengadu ke Dewan Pers
karena pemberitaan dinilai tidak benar dan merugikan pengadu.
Di sisi lain, dapat diketahui bahwa Pers
dalam tugasnya sebagai sosial kontrol,
memberitakan sesuai apa yang didengar,
dilihat, dan diketahui, yang didukung dengan data dan fakta tertulis ditambah keterangan dari beberapa nara sumber.
Sebagai Pengacara, maka sejak tanggal
01 Oktober 2010, Ebrown Lubuk & Rekan
menjadi Kuasa Hukum Direktur RSU Kab
Tangerang, untuk mewakili, mendampingi membela hak serta kepentingan hukum
Pemberi Kuasa dalam menyelesaikan
masalah terkait dengan LSM / Mass Media
/ Wartawan, terkait pemberitaan. Sangat
disayangkan bahwa dari beberapa kali klarifikasi terkait undangan Kuasa Hukum
Ebrown Lubuk SH & Rekan, terhadap Wartawan Syahri, ternyata bukan dalam rangka mendudukkan permasalahan kepada
keadaan yang sesungguhnya, tetapi terkesan hanya untuk melakukan pendekatan
untuk membuat suatu kesepahaman.
Seperti pernah diberitakan bahwa dr Hj
Ira Simatupang pada tgl 29 Juli 2008 telah
melaporkan dr Joseph SpRad, yang dengan
ganas hendak memperkos dirinya, sehingga
sangat mempermalukan si Korban, kepada
dr MJN Mamahit SpOG MARS sebagai direktur, pimpinannya di RSU Kab Tangerang.
Kemudian karena merasa tidak ditanggapi,
dr Hj Ira lalu menemui langsung sang Direktur untuk menanyakan perihal laporan pengaduan dimaksud pada hari Senin tgl 04
Agustus 2008, seusai upacara bendera. Anehnya oknum Direktur RSU Kab Tangerang
itu malah seperti menyesalkan dr Hj Ira SImatupang SpOG yang tidak mau pacaran
dengan dr Joseph ST SpRAD dengan mengatakan, Habisnya lu sih, Ra. Si Joseph hanya
mau ngajak lu pacaran, tapi lu nggak mau.
Padahal istrinya, Sherly bilang, sudah jarang
meladeni suaminya itu.
Tidak sampai di situ, Rekomendasi
sekolahnya di Sekolah Konsultan Onkologi
Ginekologi FK-UI pun kemudian dicabut,
sekaligus dipecat dari RSU Kab Tangerang,
dengan menerbitkan Surat No 420/1739/
Diklat/02/2009. Salah satu alasannya disebut bahwa, dr Hj Ira SImatupang SpOG telah berperilaku tidak terpuji, dan telah menimbulkan keresahan bagi karyawan, di
lingkungan rumah sakit itu. Perlu dipahami bahwa dr Hj Ira Simatupang tidak pernah dipanggil atau diberi peringatan sebelumnya. Sehingga sampai sekarang dia tidak
mengetahui kesalahan apa yang telah dia
lakukan, yang membuat dirinya dipecat
dari RSU Kab Tangerang, dan sekolahnya
pun dicekal dengan mencabut rekomendasi
yang pernah diberikan direktur rumah sakit itu. Yang menyebabkan dia tidak dapat
melanjutkan sekolahnya di Onkologi
Ginekologi FKUI sampai sekarang. Walaupun
tinggal menyelesaikan 2 sinopsis lagi dari
27 sinopsis yang dipersyaratkan. Tetapi
dalam pertemuan mediasi di KOMNAS HAM
pada tanggal 7 Juni tahun 2011, dr MJN
Mamahit SpOG Mars tidak dapat menjelaskan perilaku tidak terpuji dimaksud, ketika
dipersilakan untuk menjelaskannya oleh Komisioner KOMNAS HAM.

Menjadi menggelikan, ketika dalam


kesempatan itu pula melalui kuasa hukumnya dikatakan bahwa, Direktur RSU Kab
Tangerang tidak ada mencekal sekolah dr Hj
Ira Simatupang, SpOG! Dengan nada arogan.
Selanjutnya pada awal tahun 2010, seorang wanita di antara 13 korban kasus
pencabulan dr Joseph SpOG, tidak jadi mengadukan perlakuan dr Joseph SpOG terhadap dirinya, terindikasi kuat karena
ditekan dr MJN Mamahit SpOG MARS dengan memanfaatkan jabatannya. Sebaliknya sang Dokter, si Pelaku Cabul , tetap nyaman bekerja bahkan memegang salah satu
jabatan penting di RSU Kab. Tangerang.
Petualangan maniak seksnya pun berlanjut, seperti kasus perbuatan cabul terhadap
seorang radiografer pada bulan Januari
2011 yang lalu. Bahkan dilakukan di ruangan tempatnya bertugas di RSU Kab
Tangerang, lembaga publik tempat pelayanan kesehatan masyarakat.
Direktur RSU Kab Tangerang tidak terlepas dari statusnya sebagai suami Menteri
Kesehatan RI, terkait dengan permasalahan
yang menimpa dr Hj Ira Simatupang SpOG,
yang berawal dari kasus percobaan pemerkosaan dr Joseph SpOG terhadap dirinya,
karena; pada bulan Agustus 2009, Farhat
Abbas selaku Kuasa Hukum dr Hj Ira Simatupang SpOG, pernah memberitahukan kepada Direktur RSU Kab Tangerang, bahwa dia
akan menggugat secara hukum terkait pemecatan kliennya (dr Hj Ira Simatupang
SpOG) dari RSU Kab Tangerang, yang berdampak pada pencekalan sekolahnya di
Onkologi Ginekologi FKUI. Ketika itu, bertepatan dengan penetapan Anggota Kabinet
Indonesia Bersatu (KIB) Jilid 2, Direktur RSU
Kab Tangerang melalui kuasa hukumnya
meminta supaya ditunda dulu, dan sebaiknya diselesaikan dengan cara mediasi. Bahkan
kepada salah seorang dokter yang menanyakannya; mengapa dr Hj Ira Simatupang dipecat; dr MJN Mamahit SpOG MARS mengatakan Iya, sih, gara-gara dia (dr Hj Ira Simatupang SpOG) saya jadi dipanggil Presiden!.
Sebelumnya memang dr Hj Ira Simatupang
SpOG pernah mengirimkan surat pengaduan ke Presiden SBY. Patut dipertanyakan;
Apakah ketika menghadap Presiden yang
diduga terkait wawancara fit and proper test
keluarga itu, dr MJN Mamahit menjelaskan
permasalahan yang sesungguhnya?
Begitu istrinya ditetapkan menjadi Menteri Kesehatan dalam jajaran KIB Jilid 2,
yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya berbalik menantang Farhat Abbas SH,
mempersilakan menempuh jalur hukum.
Dapat pula diketahui, terkait berbagai
ulah cabul dr Joseph SpOG, yang salah satu
korbannya malah dipecat dari RSU Kab
Tangerang sekaligus sekolahnya dicekal di
Onkologi Ginekologi FK-UI, dr MJN Mamahit SpOG Mars pernah pula hendak memberikan suap terhadap wartawan, dengan
tujuan menetralisir semua permasalahan.
Bukankah ini sama saja dengan melindungi dr Cabul dr Joseph SpRAD? Bukankah
saat itu dan sampai sekarang dia adalah
suami Menkes?. Syahri

Lurah dan Kades Plesir


ke China dan Hong Kong
Tangerang, Metropolitan Pos
Sebagai hadiah kepada sejumlah hukum tua (kumtua) atau
kepala desa dan lurah di Kabupaten Minahasa Utara (Minut)
dalam memenuhi target lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
sebelum tanggal 17 Agustus 2011, mereka diberangkatkan
untuk mengikuti studi banding ke Kota Tangerang. Namun
ada juga yang luar negeri yakni China dan Hong Kong.
Namun sempat beredar isu, bahwa keberangkatan ke
China dan Hongkong ikut dibiayai oleh APBD Minut 2011.
Untuk itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan
dan Aset (PPKA) Pemkab Minut Arnold Frederick, mengklarifikasinya Selasa (13/12).
Perjalanan studi banding ke Tangerang adalah kunjungan
kerja resmi dan biayai oleh Pemkab Minut sebagai bentuk apresiasi bagi para kumtua atas keberhasilan desa tersebut lunas
PBB sebelum tanggal 17 Agustus 2011, sedangkan untuk kunjungan ke luar negeri tak dibiayai pemkab, itu merupakan inisiatif sekaligus dengan biaya pribadi mereka, kata Frederick.
Penjelasan ini perlu diluruskan, lanjutnya, mengingat
opini yang berkembang di luar menyebutkan kalau Pemkab
Minut sengaja menghambur-hamburkan uang rakyat. Kata
Frederick, dipilihnya Kota Tangerang sebagai tempat para
kumtua melakukan studi banding dilihat dari keberhasilan
kota tersebut dalam pencapaian target PBB sekaligus mempelajari bagaimana pengelolaan PBB yang mereka lakukan.
Kita berharap kunjungan mereka ke Tangerang dapat
membuka wawasan sekaligus menambah pengetahuannya
tentang bagaimana mengakomodir sekaligus pengelolaan
PBB di sana untuk dapat diadopsi dalam penerapannya di
desa masing-masing, kata Frederick.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa keberangkatan para
kumtua didampingi oleh Camat Kauditan, adapun keikutsertaan Camat Airmadidi dalam kunjungan tersebut adalah
inisiatif sekaligus pembiayaan pribadi yang bersangkutan.
Kalo keikutsertaan Camat Airmadidi dalam rombongan,
sepengetahuan saya adalah partisipasi dan dibiayai sendiri
oleh yang bersangkutan, tandasnya.  Erwin Sinaga

Pemkot dan Pemkab Tangerang


Bangun Jembatan di Cisadane
Tangerang, Metropolitan Pos
Pemkab Tangerang bakal kerjasama dengan Pemkot Tangerang
membangun dua jembatan di Kali Irigasi Sungai Cisadane di kawasan Cadas yang nantinya berfungsi mengalirkan arus ribuan
kendaraan di perempatan yang saat ini selalu macet.
Informasi yang diperoleh, Pemkab Tangerang di APBD 2012
menganggarkan dana Rp5 miliar untuk membangun jembatan
dan jalan baru berisian kali irigasi yang masuk wilayahnya. Sedangkan Pemkot Tangerang telah pula menganggarkan dana
pembangunan jembatan lainnya yang melintas kali itu bersama
jalan barunya.
Pembangunan 2 jembatan dan jalan baru itu dilakukan bersama, kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten
Tangerang H. Dedi Sutardi, karena pembangunan untuk mengatasi kemacetan itu berada di perbatasan dua daerah.
Diakui pihaknya telah mengadakan koordinasi dengan Pemkot
Tangerang dalam rencana pembangunan tersebut. Sesuai rencana pembangunan jembatan itu akan memiliki rentang 20-25
meter di jalur Kali Irigasi Sungai Cisadane yang berfungsi sebagai perputaran kendaraan.
Jarak antara 2 jembatan ini 200 meter dari perempatan Cadas-Mauk. Satu jembatan berada di wilayah Kota Tangerang dan
satu lagi di wilayah Kabupaten Tangerang. Selanjutnya Perempatan Cadas dimatikan dan akan dibangun bundaran tugu.
Warga Jengkel
Diberitakan sebelumnya, warga pesisir utara Kabupaten
Tangerang merasa jengkel dengan adanya kemacetan arus lalulintas parah di perempatan itu.
Hampir di setiap saat, arus kendaraan dari Cadas, Sepatan,
Pintu Air Sepuluh, dan Sangiang harus bertumpul dan berjejalan
di perempatan itu. Di saat jam sibuk, kemacetan bisa mengular
sampai 1 Km dan menjebak kendaraan warga sampai 1 jam.
Terkait itu, sebelumnya warga mendesak agar Pemkab
Tangerang bisa membangun Fly-over Cadas sebagai solusi mengatasi kemacetan arus lalulintas di sana. Erwin Sinaga

Awasi Peredaran Kopi Mengandung Kimia Obat


Tangsel, Metropolitan Pos
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Banten, melakukan pengawasan terhadap peredaran kopi mengandung
bahan kimia obat (BKO). Mengingat
BPOM telah merilis ada 22 kopi mengandung bahan kimia, maka kita
lakukan pengawasan agar tidak beredar di Kota Tangsel, kata Kasie pengawasan dan perlindungan konsumen
Disperindag Kota Tangsel, Urip Supriatna di Tangerang, Kamis.
Pernyataan Urip terkait temuan
Badan Pengawas Obat dan Makanan
terhadap 22 pabrik kopi yang ditengarai mencampur dengan bahan

kimia berbahaya jenis tadalafil dan


sildenafil. Dari 22 pabrik kopi tersebut, tiga di antaranya diproduksi di
Kabupaten Tangerang yakni dynamic tribulus coffee, premium energy
coffee, dan meca-lekh.
Menurutnya, bila produk kopi
yang positif mengandung BKO tersebut, biasanya digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi.
Dikatakan Urip, pihaknya terus
melakukan pemantauan dan pengawasan peredaran kopi berbahaya tersebut. Meski demikian, pihaknya tidak
akan melakukan penarikan melainkan
melaporkan ke BPOM untuk kemudian ditindak. Untuk kewenangan pe-

narikan produk merupakan tugas BPO.


Bukan kami. Hanya melaporkannya
saja dari hasil temuan, katanya.
Menurutnya jika pedagang diketahui menjual ke 22 produk kopi yang
dilarang tersebut, maka akan dikenakan pasal 55 Undang undang Nomor
7 tahun 1996 tentang pangan. Dan,
pelaku dapat dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun penjara
atau denda Rp. 600 juta.
Kepada produsen dan pelaku usaha diperingatkan untuk tidak memproduksi dan mengedarkan kopi mengandung bahan kimia berbahaya
karena melanggar hukum, katanya.
Adapun 22 produk kopi yang

mengandung BKO yakni 39 Sa Kao 3


in 1 Kopi Mix Plus Ekstrak Jahe, 39 Sa
Kao Kopi Mix Ginseng Korea 3 in 1,
Bel-Bel Kopi Susu Ekstra, Black Borneo
Platinum Coffee, Dream Coffee, Dynamic Coffee/Dynamic Coffee Nusantara/Dynamic Tribulus Coffee.
Kemudian, Golden Life, Good Coffee Premium/Good Coffee, Herba Max
Coffee, Jahe Mix Barokah SP, Jomoon
Instan Coffee, Joss Fly Coffee Plus Panax
Ginseng, Kopi Cleng-Sehat Nikmat
Berstamina, Kopi KPH/Kopi Kuat, Kopi
Mahabbah, Kopi Pasutri, Kopi Strong,
Maca-Tekh, Matador Coffee, Mawaddah Coffee, On Coffee dan Premium Energy Coffee. Pabona Marbun

EKONOMI & BISNIS


SEKILAS

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Tingkatkan Penerimaan Pajak, Pemko Sosialisasikan PPh 21

Pemprov-BJB Gulirkan
Kredit Tanpa Agunan
Bandung, Metropolitan Pos
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bekerja
sama dengan Bank BJB, mulai menggulirkan kredit tanpa agunan dengan bunga pinjaman sangat rendah melalui program kredit cinta rakyat (KCR). Hal itu untuk
membantu para pelaku usaha mikro dan kecil di Jabar.
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, bunga KCR hanya 9,3% per tahun. Kredit ini super murah karena suku bunga pinjaman perbankan, saat
ini bisa mencapai hingga 24% per tahun.
Tentunya itu akan sangat membantu para pelaku
usaha mikro dan kecil di Jabar, kata Heryawan usai
menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov Jabar dengan Bank BJB tentang pengelolaan dana bergulir bagi usaha mikro dan kecil, di Aula
Barat Gedung Sate, Senin (12/12).
Heryawan yang didampingi Kepala Dinas
KUMKM Provinsi Jabar, Wawan Hernawan memaparkan, KCR merupakan skema baru untuk penyaluran
kredit bagi pelaku usaha di Jabar. Untuk tahun ini pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 165 miliar
bagi program KCR.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro mengatakan, skema pembiayaan pada KCR bersifat executing. Pemerintah menyimpan dana tanpa diiringi suku bunga simpanan sebagai jaminan, dan Bank
BJB yang menyalurkannya. TM.Harianja

Pengusaha Keberatan
dengan UMK Batam
Batam, Metropolitan Pos
Para pengusaha di Kota Batam keberatan dengan
besaran Upah Minimum Kota Batam tahun 2012 yang
ditetapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, yakni
Rp 1.402.000. Ini berarti naik 18.81 persen dari Umk
tahun 2011.
Ketua Asosiasi Pengusaha Seluruh Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, menjelaskan, kenaikan UMK yang
mencapai 18,81 persen itu terlampau tinggi bagi pengusaha. Rata-rata pengusaha dan penaman modal asing
memprediksi kanaikan UMK tak lebih dari 10 persen.
Kenaikan tersebut berdampak pada kenaikan biaya
produksi hingga 20 persen. Meski demikian, lanjutnya,
Apindo memilih untuk menerima keputusan Pemprov
Kepri itu. Demi keamanan Batam, Apindo terpaksa
menerima keputusan itu. Sebab, jika Batam rusuh lagi,
kerugian akan makin besar, ujarnya.
Menyusul keputusan UMK Batam itu, Cahya meminta agar Pemerintah Kota Batam konsisten dengan
janjinya untuk menghapus pajak rumah sewa, warung
dan katering. Selain meringankan pekerja, penghapusan
pajak ini juga memperingan beban pengusaha.
Selain itu, dia meminta agar Pemerintah Kota Batam
tidak memberi sanksi kepada pengusaha kecil menengah yang tidak mampu menggaji karyawannya sesuai
UMK Batam. Bila dipaksakan, Cahya khawatir UKMUKM di Batam gulung tikar. Junael Marbun

Ekonomi Masyarakat Samosir


Bertumpu Pada Pariwisata
Samosir, Metropolitan Pos
Didominasi dengan keindahan Danau Toba. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Somosir dari sisi ekonomi
mengandalkan pada industri pariwisata.Hal ini berdasarkan pengkajian khusus yang mana pertanian tidak cocok dilakukan di kawasan Samosir karena berada di atas
ketinggian permukaan laut. Demikian disampaikan Bupati Samosir Mangindar Simbolon saat mengikuti Diskusi Rutin di Kantor Redaksi, Jl Gatot Subroto No 449
D-G Medan, Jumat (9/12).
Menurut Mangindar,Samosir merupakan pulau kecil
dengan topografi yang berat. Persoalan air juga menjadi salah satu kendala kami, Samosir terbagai dua ada
yang di pulau Samosir ada juga dibagian Sumut. Nah
yang di Samosir hanya mengandalkan air hujan, ada sungai kecil. Sementara kalau yang di Sumut tidak ada
masalah air, terangnya.
Atas dasar itu, lanjut Bupati, pulau Samosir tidak
cocok akan pertanian. Dan masyarakat lebih pada mengandalkan sektor pariwisata. Diandalkannya pariwisata, kami memiliki keunikan, selain ada Danau Toba
juga terdapat situs-situs sejarah, legenda, seni budaya
musik tradisional Tor-tor, Aksara, sebutnya. Sahat

Batam, Metropolitan Pos


Dalam rangka pelaksanaan hak dan
kewajiban yang benar saat memotong dan
memungut pajak terhutang serta melakukan penyetoran pajak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, Pemerintah
Kota Batam melalui Dinas Pendapatan
Daerah Kota Batam bekerjasama dengan
KPP Pratama Kota Batam, menggelar sosialisasi perpajakan bagi bendaharawan
dan pembantu bendahara se-Kota Batam.
Rabu (14/12) bertempat di Ballroom Hotel Golden View, Bengkong Laut, Sosialisasi dibuka oleh Wakil Walikota (Wawako) Batam, Rudi, SE, MM.
Peranan pajak sangat besar dalam
penerimaan negara yang tentunya berimbas juga pada penerimaan daerah. Hal ini
tercermin di dalam APBN, dimana setiap
tahun kontribusi pajak selalu meningkat.
Pada tahun 2011 ini peranan pajak yang

dihimpun oleh Direktorat Jendral Pajak


direncanakan sebesar 70% dari APBN.
Begitu pula dengan Kota Batam yang
pada dasarnya tidak memiliki Sumber
Daya Alam yang dapat diolah. Kecuali
letaknya yang strategis yang menjadikan
Batam sebagai Kota Industri dan perdagangan. Karenanya, peranan pajak sebagai
salah satu sumber pembiayaan pembangunan menjadi sangat penting.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah
Kota Batam, Jefriden mengatakan, sosialisasi tata cara pemotongan dan pemungutan PPh Pasal 21 ini ditujukan untuk
menyamakan persepsi dan memberikan
pengetahuan kepada para bendaharawan
mengenai bagaimana tata cara pemotongan / pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPh Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23
Pasal 4 ayat 2, dan PPN.
Junael Marbun

Pemko Hentikan Harapan Square

PETANI TAGIH JANJI


GANTI RUGI SAWAH PUSO
Bandung, Metropolitan Pos
Para petani Kab. Bandung
menagih janji pemerintah
yang akan menggulirkan
ganti rugi sawah puso. Proses ganti rugi sawah puso
seluas 586 hektare di Kab.
Bandung yang diajukan
kepada pemerintah pusat
sampai saat ini masih terkatung-katung. Padahal,
pencairan ganti rugi dari
APBN tersebut harus sudah
selesai pada akhir Desember
mendatang.
Saya sering mendapatkan pertanyaan dari para petani mengenai ganti
rugi sawah puso sebesar Rp 3,7 juta per
hektarenya. Sampai menjelang akhir
tahun anggaran 2011 ini belum ada
tanda-tanda penyaluran ganti rugi,
kata Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kab. Bandung, H. Nono
Syambas, di areal sawahnya Kp. Lemah
Duwur, Banjaran, Jumat (16/12).
Menurut Nono, uang sejumlah Rp 3,7
juta amat berarti bagi para petani untuk memulai kembali menanam padi.
Mungkin bagi para pejabat tak berarti
banyak uang sebesar Rp 3,7 juta, tapi
para petani menunggunya, katanya.
Menanggapi hal itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut)
Kab. Bandung, Ir. H. Erwin Hermawan,
mengatakan, dari informasi para
penyuluh pertanian di lapangan ganti
rugi sawah puso baru cair di Kec. Banjaran. Sedangkan kecamatan-kecamatan lain sampai saat ini belum ada
pencairan, katanya.
Menurut Erwin, pemerintah mulai
tahun 2011 ini menggulirkan Bantuan
Penanggulangan Padi Puso (BP3) dengan dana APBN untuk ganti rugi tanaman padi yang puso akibat kekeringan
maupun serangan hama. Tahun 2011
ini terjadi musim kering yang relatif
panjang sehingga 586 hektare sawah di
Kab. Bandung dinyatakan puso. Untuk
pengajuan ganti rugi itu sudah kami
ajukan ke pemerintah pusat melalui

Pemprov Jabar, katanya yang menambahkan bantuan BP3 langsung ditransfer ke rekening kelompok tani.
Rincian bantuan sebesarf Rp 3,7
juta per hektare adalah Rp 2,6 juta
untuk biaya tenaga kerja usaha tani,
sedangkan sisanya Rp 1,1 juta guna
paket bantuan pupuk (urea, NPK, dan
pupuk organik). Diharapkan dengan
adanya bantuan ini para petani bisa
menanam kembali karena rata-rata
petani akan bangkrut dan kehabisan
modal apabila dalam satu musim tanam terkena gagal panen, ucapnya.
Sedangkan Anggota Komisi IV DPRRI asal pemilihan Kab. Bandung, H.
Mamur Hasanuddin mengatakan, terkatung-katungnya pencairan dana
BP3 akibat mekanisme pencairan yang
terlalalu birokratis. Proses verifikasi
data dan penyaluran ganti rugi memerlukan lima tingkatan tahap sehingga
para petani harus menunggu lama
pencairan dananya, katanya.
Skema usulan dan verifikasi penyaluran yang diberikan dalam BP3
harus melewati lima tingkatan dari
tingkat petani, verifikasi penyuluh pertanian, Dinas Pertanian kabupaten/
kota, dinas terkait di provinsi, dan Kementerian Pertanian. Seharusnya
proses pengusulan serta verifikasi bisa
lebih dipersingkat, sehingga lebih efisien
dan penyaluran BP3 tidak membutuhkan waktu terlalu lama, katanya.
Menurut Mamur, usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang akan
menerima dana serta verifikasinya
cukup di lakukan di tingkat Dinas Pertanian Kabupaten/Kota kemudian langsung dikirimkan kepada Kementerian
Pertanian. Faozanolo Laia

Medan, Metropolitan Pos


Setelah didesak anggota
DPRD Medan dan warga
sekitar,Pemerintah Kota (Pemko) Medan menghentikan sementara (stanvas) pembangunan Harapan Square. Pembangunan untuk meningkatkan wisatawan terkait Visit
Medan Year ini akan dilanjutkan setelah ada solusi terbaik.
Kita minta Camat Medan
Maimun untuk menstanvaskan
pembangunan sesuai dengan
arahan anggota Dewan. Pembangunan ini akan dilanjutkan
sampai masalah complain
masyarakat selesai, tegas Sekda Medan Syaiful Bahri diselasela acara sosialisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri di
Hotel Royal Perintis,Medan.
Dia mengatakan, kelanjutan pembangunan Harapan
Square menunggu pembenahan yang akan dilakukan. Pembenahan itu setelah duduk bersama antara masyarakat,
pemerintah,juga
anggota
Dewan,papar Syaiful.
Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi menyebutkan, sesuai kesepakatan pihaknya
dengan Pemko Medan, maka
pembangunan
Harapan
Square distanvaskan dan akan
dibenahi setelah duduk bersama antara masyarakat, pemerintah dan anggota Dewan
yang akan dilakukan Senin
mendatang (20/12).
Saat ini kita minta hentikan
dulu sementara,sehingga bisa
menjaga kondusivitas. Setelah
itu barulah kita akan duduk bersama, dan dari situ akan muncul pemikiran dan solusi yang
tujuannya untuk kebaikan

bersama,terang Jumadi.
Di tempat terpisah, Kadis
Bina Marga Kota Medan
Gunawan membantah instansinya telah mengeluarkan
Izin Pembangunan Harapan
Square. Saya tidak pernah
mengeluarkan Izin pembangunan Harapan Square. Dinas
Bina Marga hanya memberikan rekomendasi tentang pembangunan itu,ujar Gunawan
seusai rapat dengar pendapat di
Komisi D DPRD Medan.
Gunawan mengatakan, rekomendasi tersebut sebagai
pertimbangan kepada pelaksanaan pembangunan Harapan Square agar menjaga kondisi drainase dengan baik.
Gunawan mengaku sudah
melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Harapan
Square dan tidak menemukan
kesalahan dalam pembangunan
Harapan Square. Saya lihat
drainase tidak ditutupi, dan bangunannya tidak sampai ke badan
jalan, ungkap Gunawan.
Namun, Gunawan mengakui pembangunan Harapan
Square memang melanggar
Peraturan Wali Kota Medan
No9 Tahun 2009, namun
Harapan Square tetap dibangun karena Pemko Medan melihat beberapa aspek, sehingga
pembangunannya dianggap
penting. Itu kantempat para
pedagang kaki lima sejak dulu,
jadi Pemko melihat perlu dilakukan penataan sehingga
terlihat rapi,dan Pemko melihat pedagang kaki lima perlu
dibantu, karena itu pembangunan Harapan Square dilakukan, papar Gunawan.
Happy Silalahi

Pemerintah Harus Buka Jalur Penerbangan ke Pangandaran


Jabar, Metropolitan Pos
Association of The Indonesia Tours
& Travel Agencies (Asita) Jabar berharap
Pemprov Jabar membuka kembali jalur
penerbangan ke kawasan Pangandaran
yang sudah lama ditutup. Pasalnya, keberadaan jalur penerbangan tersebut sangat diharapkan wisatawan asing.
Karakter wisatawan dari Asia hampir sama dengan wisatawan domestik,
sangat menginginkan kenyamanan saat
menuju objek wisata di kawasan selatan

Jabar. Mereka sedikit enggan menggunakan jalan darat, kata Sekretaris Eksekutif Asita Jabar, Dewi Anggraeni saat
ditemui di sela-sela pembukaan pameran
Gerakan Nonblok di Gedung Merdeka,
Jln. Asia Afrika Bandung, Rabu (14/12).
Dikatakan, wisatawan Asia sangat berbeda dengan wisatawan asing dari kawasan
Eropa dan Amerika. Selain membutuhkan
kenyamanan dan kecepatan, waktu liburnya sangat singkat, hanya satu sampai dua
minggu, sehingga kecepatan ke tempat tu-

juan wisata sangat diperlukan.


Disebutkan, waktu libur wisatawan dari
Eropa dan Amerika sangat panjang, bisa 40
hari. Sehingga, mereka tidak mempermasalahkan menggunakan jalan darat menuju objek wisata di kawasan Pangandaran
maupun selatan Jabar lainnya. Rata-rata
wisatawan asing yang datang ke kawasan
Pangandaran 500 hingga 1.000 orang, bahkan lebih setiap bulannya. Namun yang paling banyak wisatawan dari Eropa, Australia, dan Amerika, katanya. TM.Harianja

Pariwisata Siap Dongkrak Peningkatan Perekonomian Banten


Banten, Metropolitan Pos
Sekertaris Daerah Provinsi Banten, HM. Muhadi, M.SP. membuka
Rakor Persiapan Tahun Kunjungan
Wisata Banten Tahun 2013 di Hotel Mambruk Anyer, Kab. Serang,
Kamis, 8/12. Dalam acara ini Sekda
mengatakan bahwa kita bersamasama datang kesini dengan satu tujuan yang sama dalam rangka berupaya meningkatkan ekonomi
masyarakat melalui promosi potensi pariwisata Banten.
Menurutnya, ada beberapa hal
yang perlu kita kilas balik ke belakang, Sekda mencontohkan ketika

jalur tujuan Anyer belum terdukung


dengan jalan tol Jakarta-Merak. Akan
tetapi waktu itu telah ditentukan
lokasi pariwisata wisata di Anyer.
Contoh kedua pada zaman Pemerintahan Kolonial Belanda saat itu mereka telah menentukan potensi sumber
daya alam tambang emas di Bayah
Cikotok padahal belum ada infrastruktur jalan ke lokasi tersebut. Menurutnya, Infrastruktur memang diperlukan tetapi bukan segala-galanya.
Berkaitan dengan promosi pariwisata Banten yang terpenting kita
menentukan potensi apa yang akan
kita jual, dan produknya kita kemas

seperti apa. Tegas Sekda. Faktor


penentu lainnya, kita harus melihat
dan mempelajari para pesaing kita
seperti apa, menjual produk apa dan
bagaimana mereka mengemas produk

pariwisata yang mereka andalkan. Selanjutnya kita harus mempelajari karakteristik wisatawan. buatlah orang
supaya ingin datang ke Banten dengan pulang membawa ciri khas yang

membuat orang ingin datang


kembali.Tambahnya.Oleh karena itu
melalui Rakor Persiapan Tahun Kunjungan Wisata Banten Tahun 2013
kita mempunyai pekerjaan rumah,
Dinas Pariwisata harus berbuat apa
pada 2012, selajutnya berbuat apa di
tahun kunjungan 2013,tegas Sekda.
Sementara itu Sekertaris Dinas Pariwisata, Rukmana Tedi,S.Pd. dalam
laporannya mengatakan, tujuan diadakannya rakor antara lain untuk menyusun program visit Banten 2013 dalam
upaya membangun komitmen dengan
para pelaku pariwisata.
Acara yang diagendakan berlang-

sung 1 hari ini diselenggaarakan Bidang


Program Evaluasi Pelaporan Dinas
Pariwisata Provinsi Banten.Rakor
mengundang 90 orang peserta dari
utusan dinas yang membidangi pariwisata Kab/Kota se-Banten, PHRI,
Asosiasi travel (ASTITA), GM hotel berbintang, sanggar, seniman budayawan, Bapeda kab/kota. Pada acara ini hadir mendampingi Sekda, Kepala Dinas Pariwisata Banten, Ir. Egi
Djanuiswati, M.Sc., Kepala Dinas
Bina Marga Tata Ruang, Saleh MT.
dan Wakil Ketua DPRD serta Ketua
Pelaksana Harian PHRI Banten.
wLeonardMarbun

PENDIDIKAN & IPTEK

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

BKAD dan PAUD Berperan Dalam Pembangunan

SEKILAS
Dua Ruang Kelas
SDN Gadog Ambrol
Tangerang, Metropolitan Pos
Dua ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gadog di Kampung Gadog, Desa Kutruk, Kecamatan Mekar,
Kabupaten Tangerang, Rabu (14/12) pagi ambruk. Beruntung, ambruknya atap gedung kelas itu terjadi saat proses belajar belum dimulai. Bangunan bekas SD Inpres itu
ambruk akibat diterjang hujan disertai angin kencang.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten
Tangerang Bambang Mardi mengatakan bangunan SD negeri
yang ambruk itu memang sudah tidak layak lagi digunakan
lantaran bekas SD inpres yang dibangun pada tahun 80-an.
Kemungkinan ambrolnya dua ruang kelas SDN Gadog itu
akibat diterjang angin kencang, terangnya.
Dia juga mengatakan tidak semua bangunan rubuh
tapi hanya bagian atapnya saja. Akibatnya, menyisakan
kusen-kusen penyangga serta dinding sekolah yang memang sudah rapuh. Sebenarnya empat kelas SBN Gadog itu memang sudah sangat tua dan direncanakan direnovasi pada 2012 nanti dengan anggaran Rp 900 juta,
cetus Bambang lagi.
Ambruknya atap dua kelas itu membuat siswa harus
belajar dua shif. Bila selama ini 350 siswa sekolah itu
belajar pagi semua tapi dengan ambruknya dua gedung
kelas membuat siswa belajar shif pagi dan siang. Bila
tidak memungkinkan juga maka ratusan siswa itu dititipkan ke sekolah lain, ungkapnya lagi.
Tapi karena sekolah ini lokasinya berjauhan dengan
sekolah lain maka akan dioptimalkan menggunakan ruang
kelas yang masih ada dan layak digunakan. Kami perkirakan renovasi empat kelas itu akan selesai pertengahan
2012 nanti. Proses pembangunan kami usahakan secepatnya, ungkapnya lagi. Erwin Sinaga

2013, Tangerang Selatan


Wajibkan Belajar 12 Tahun
Tangsel, Metropolitan Pos
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) siap menyelenggarakan program wajib belajar 12 tahun
atau wajib belajar hingga tamat tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Wajib belajar 12 tahun kini merupakan fokus utama
program penddikan di kota Tangsel dan akan mulai diterapkan pada 2013. Melihat kondisi pendidikan yang sedang berjalan di Tangsel, pendidikan masyarakat kami
rata-rata sudah mencapai 10 tahun. Untuk itu, nantinya
kami memfokuskan wajib belajar 12 tahun di anggaran
perubahan ini, ujar Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin
Davnie, Rabu (14/12).
Selain itu, pemerintah kota juga akan meningkatkan
kualitas pendidikan lewat penyaluran beasiswa bagi warga
tak mampu dan memperbaiki kelas-kelas yang rusak.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) kota
Tangsel Mathoda, dalam kurun waktu satu hingga dua
tahun ke depan diharapkan yang sudah direncanakan dapat segera terealisasi. Dalam pelaksanaan nanti, kita akan
berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Untuk itu anggaran yang dibutuhkan dari APBD dan dari pusat. Nantinya saling mengisi saja mengenai anggaran yang ada, tambah Mathoda. Pabona Marbun

Wakil PM Turki Kunjungi


Sekolah Kharisma Bangsa
Tangsel, Metropolitan Pos
Wakil Perdana Menteri (PM) Turki Bulent Arinc
melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Kharisma Bangsa
Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Kedatangan Arinc di sekolah tersebut, disambut Duta
Besar Turki untuk Indonesia Murat Adali, Ketua Pasiad
Tahsin Cicek, Ketua Yayasan dan Pengurus Kharisma Bangsa, serta Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.
Dalam kunjungannya, Arinc disuguhi tarian tradisional asal Aceh, Saman, dan tari tradisional Turki Folklore yang dibawakan oleh para siswa. Selain itu, Arinc
juga memberikan penghargaan pendidikan kepada siswa
sekolah hasil kerjasama Indonesia-Turki yang diantaranya adalah dibangunnya sekolah tersebut. Arinc berharap
hubungan bilateral Indonesia dan Turki bisa semakin erat.
Melalui kunjungan ini, saya berharap hubungan baik
Indonesia-Turki dalam dunia pendidikan dapat semakin
erat, ujar Arinc dalam sambutannya, di Sekolah Kharisma Bangsa, Sabtu (10/12/2011).
Sekolah Kharisma Bangsa Pamulang merupakan salah
satu sekolah hasil kerjasama Indonesia-Turki dalam dunia pendidikan. Sekolah ini, banyak melahirkan juara olimpiade matematika, fisika dan kimia. Pabona Marbun

Banten, Metropolitan Pos


Wakil Gubernur Banten, HM. Masduki, M.Si.
membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas
Badan Kerjasama Antardesa (BKAD) dan
Workshop Program Bantuan PAUD APE, Rabu, 7/
12 di Jayakarta Anyer,
Kab. Serang.
Dalam pelatihan penguatan
BKAD ini Wagub Masduki memberikan pengarahan di hadapan 110 peserta yang datang dari Kabupaten
dan Kota se-Wilayah Banten. Acara
yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ini
bertujuan memberikan penguatan
bagi lembaga BKAD dalam melaksanakan program-program PNPMMandiri di pedesaan.
BKAD yang dilahirkan atas
dasar legalitas UU No. 32, secara
legalitas sangat kuat peranannya
dalam pemberdayaan masyarakat
desa, hal ini juga terungkap saat
10 orang perwakilan BKAD beraudensi dengan Wakil Gubernur,
HM. Masduki. Oleh karena itu di
hadapan Wagub, perwakilan BKAD
meminta dukungan berupa payung hukum dengan SK Gubernur
seperti halnya SK UPK dengan legalitas SK Bupati. Permintaan
yersebut dimaksudkan agar kinerja BKAD lebih meningkat untuk
melakukan kerjasama antardesa
di tiap kecamatan agar lebih efektif dalam melaksanakan dan merealisasikan 1 M dana PNPM di kecamatan. Para peserta BKAD mengharapkan juga dana PMPM dialokasikan juga untuk biaya operasional BKAD. Demikian terungkap
dari usulan para peserta yang disampaikan kepada Wakil Gubernur.
BKAD juga memohon Wakil Gubernur untuk membantu program
CSR untuk menegaskan kepada
para Bupati/Walikota serta kepa-

da masing-masing dinas dan Stakeholder dalam rangka penguatan


UPK supaya tidak semata-mata
memanfaatkan dana pusat.
Dalam kesempatan itu HM.
Masduki menanggapi dan mengucapkan terimakasih atas usulan
anggota BKAD, sebagai Wagub
tentunya saya berharap programprogram dapat dirasakan manfaatnya melalui ikhtiar semuanya
katanya. Karena, menurutnya,
hal tersebut adalah upaya kita
dalam rangka pelaksanaan program menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semoga
kita/masyarakat dapat merasakan
manfaat atas program-program
yang ada Lebih lanjut dikatakan
Wagub, untuk apa program digulirkan jika tidak bisa dirasakan
manfaatnya bagi masyarakat, tegas Masduki. Sementara mengenai
usulan payung hukum BKAD dikatakannya, pengukuhan BKAD secara luas tidak akan ada kesulitan
bagi Gubernur. Wagub juga berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan Bupati/Walikota serta stakeholder di akhir masa jaba-

Unwim Pilih Lepas dari Pemprov Jabar


Jabar, Metropolitan Pos
Universitas Winayamukti (Unwim)
lebih memilih lepas dari Pemprov Jawa Barat
daripada harus bergabung dengan Institut
Teknologi Bandung (ITB). Meski untuk
konsekuensinya saat ini Unwim tidak memiliki sejumlah aset berupa tanah dan bangunan untuk kegiatan akademiknya.
ITB dan Unwim itu bagaimanapun
beda. Kami beserta mahasiswa Unwim tahu
diri dengan kemampuan yang kami miliki.
Belum lagi di awal Unwim ini didirikan untuk warga Jabar yang memiliki kekurangan
ekonomi, namun potensial. Karenanya,
lebih baik kami berpisah dan berdiri sendiri di bawah yayasan, ujar Rektor Unwim,
Zulki Zulkifli Noor di sela-sela wisuda
XXXIV tahun akademik 2010-2011 di Gedung Pusat Dakwah Islam, Jln. Diponegoro, Kamis (15/12).
Saat ini, katanya, untuk kegiatan akademik seperti perkuliahan, dilakukan dengan menyewa sejumlah tempat. Kampus
Unwim tidak lagi di Jatinangor, namun
tersebar di Tanjungsari dan di Kota Bandung, yakni di Jln. Pahlawan dan Turangga
dengan jumlah empat fakultas (Ekonomi,
Teknik, Pertanian, Kehutanan, dan pascasarjana). Semua ini karena dukungan
dari masyarakat, alumni dan civitas, maka
nama Unwim tetap diusahakan untuk tetap

eksis, terangnya.
Keluarnya Unwim dari Pemprov Jabar seperti diketahui bermula dari terbitnya Undang-undang Yayasan. Unwim yang
dikelola pemprov pada tahun 90-an akibatnya harus rela menyerahkan kembali
iaset berupa bangunan dan tanah kepada
pemprov. Namun sebelumnya mereka
membuat kerja sama dengan ITB.
Kerja sama inilah yang membuat Unwim tidak sepaham. Kemarin itu memang
ada penggabungan, tetapi setelah dipertimbangkan dengan keluarnya UU Yayasan, dan
harus berdiri sendiri maka aset oleh pemprov dikerjasamakan dengan ITB. Kami
tidak bisa intervensi masalah itu. Sepertinya salah komunikasi saja, jadi tidak ada penggabungan antara Unwim dengan ITB. Kami
tetap berdiri sendiri saja, ujarnya.
Selain kehilangan aset, Unwim juga
harus merelakan lebih dari 300 dosennya
untuk berintegrasi dengan ITB. Dengan
hanya memiliki 60 dosen, terpaksa Unwim
mencari dosen baru.
Disebutkan, bukti Unwim eksis adalah
digelarnya wisuda XXXIV tahun akademik
2010-2011, yang diikuti 435 lulusan. Mereka terdiri atas 155 orang pascasarjana dan
280 orang sarjana (S1). Selain itu, untuk
tahun akademik 2011/2012 telah diterima
380 mahasiswa baru. TM.Harianja

tannya. Tinggal disepakati dimana payung hukunm tersebut akan


dibuat karena pada prinsifnya
saya sependapat dan tetap berusaha serta perlu memberikan perbaikan dengan semua usulan dari
BKAD, katanya. Sementara itu
dalam sambutannya, Kepala
Bidang Pemberdayaan. Ekonomi
Masyarakat, BPPMD Banten, Dra.
Hj. Tita Ruhiyati, M.Si. dalam laporannya menyampaikan peserta
pelatihan BKAD yang datang daru
undangan kab/kota se-wilayah
Banten hadir sejumlah 110 orang
dan pelatihan penguatan BKAD ini
akan berlangsung 1 hari. .
Usai membuka acara pelatihan
BKAD, Wakil Gubernur berkesempatan meninjau sekaligus memberikan arahan pada pelaksanaan
Workshop Program Bantuan PAUD

APE yang sudah berjalan sejak Selasa, 6/12. Dalam arahannya HM.
Masduki bahwa dari 9000 tenaga
pendidik dan pengelola PAUD seBanten Beliau (Wagub) memberikan apresiasi atas upaya para guru
PAUD serta para pengelola PAUD
dalam mendidik serta membimbing anak-anak usia dini. Wagub
menambahkan agar para tenaga
pendidik diharapkan dapat meningkatkan juga kualitas keahliannya seperti keterampilan komputer. Lebih lanjut, Wagub menerangkan bahwa Pemerintah Provinsi
Banten melalui unit Seksi PAUD Dinas Pendidikan Banten akan menyerahkan bantuan sejumlah 226
Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD
dan 86 unit Komputer untuk masing-masing PAUD.
LeonardMarbun

Pemkab Samosir Kerjasama BPPT


Samosir, Metropolitan Pos
Pemerintah Kabupaten Samosir menjalin kerjasama dengan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam
rangka melakukan percepatan
pembangunan di daerah agar
dapat tersebut setara dengan
Kabupaten/Kota yang ada.
Kerjasama ini diawali dengan dilakukannya penandatangan kesepakatan antara Bupati Samosir Ir.
Mangindar Simbolon dan Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang
Pengkajian dan Kebijakan Teknologi Dr.Ir. Tatang A. Taufik yang langsung disaksikan oleh Kepala BPPT
Marzan A Iskandadi Gedung BPPTdi
Jakarta 30 November 2011.
Penandatangan kesepakatan
ini bertepatan dengan Puncak
Acara Inovasi Award 2011 yang
dilaksanakan oleh BPPT, dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng, Menteri
Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta dan Deputi Menteri Koperasi, Usaha Kecil Menengah serta beberapa Gubernur
dan Bupati/walikota.
Samosir menjadi begitu
penting bagi penelitian geologi,
sehingga diajukan masuk sebagai
jaringan Geo Park dunia, ujar
Bupati Samosir Mangindar Simbolon kepada wartawan sesaat
sebelum acara penandatangan.
Dijelaskan dia, Pemerintah
Kabupaten Samosir berencana

mulai membangun Geo Park


tahun depan dengan perkiraan
dana sebesar Rp 20 miliar untuk
membangun keseluruhan kompleks Geo Park, untuk itu Pemerintah Kabupaten Samosir
meminta bimbingan dari BPPT
sebagai salah satu bentuk implementasi dari kesepakatan yang
akan dibuat.
Plt. Kepala Bagian Pembangunan
Setdakab.
Samosir
Marudut Sitinjak, SP, yang ikut
mendampingi Bupati mengatakan kesepakatan ini adalah tentang Pengkajian, Penerapan dan
Pemasyarakatan Teknologi untuk
mendukung Pembangunan Daerah
dengan
tujuan
untuk
mengembangkan dan memanfaatkan potensi daerah serta meningkatkan kapasitas masyarakat
dan lembaga-lembaga daerah
Selanjutnya Marudut Sitinjak
menjelaskan bahwa ruang lingkup kesepakatan ini nantinya
dalam bentuk pengembangan
Sistem Inovasi Daerah, Pengkajian
kebijakan teknologi yang meliputi
inovasi, difusi, daya saing dan audit teknologi, Pengkajian dan penerapan teknologi agroindustri dan
bioteknologi, pengkajian dan penerapan teknologi pemanfaatan
sumberdaya alam dan lingkungan, pengkajian dan penerapan industri rancanng bangun dan rekayasa serta Pengkajian dan penerapan teknologi informasi, energi dan mineral. Sahat

GOW Ketapang Gelar Lomba Bercerita Dalam Bahasa Inggris


Ketapang, Metropolitan Pos
Puluhan peserta mengikuti lomba
bercerita dalam Bahasa Inggris yang
dilaksanakan Gabungan Organisasi
Wanita (GOW) Kabupaten Ketapang
di Gedung GOW, Kamis (15/12). Lomba bercerita dalam bahasa Inggris
tersebut terdiri dari siswa SD, SMP
dan SMA.
Menurut Ny.Hj.Elly Hendrawati
Kamboja SP, Ketua panitia Hari Ibu ke

83, bahwa lomba dilakukan dalam


rangka menyambut dan memeriahkan peringatan hari Ibu ke 83, GOW.
Dalam upaya meningkatkan sumber
daya manusia yang berkualitas tentunya ketrampilan berbahasa Inggris
mesti diawali sejak dini. Karena itulah GOW Ketapang mengadakan lomba bercerita dalam bahasa Inggris dengan mengangkat tema Cerita yang
mengisahkan Pahlawan perempuan,

untuk tingkat SD, SMP dan SMA.


Untuk tingkat SD mengambil cerita pahlawan perempuan nasional, untuk tingkat SMP mengambil cerita pahlawan perempuan di Kalimantan, Untuk
tingkat SMA mengambil cerita pahlawan perempuan se-Kalimantan Barat,
kata Ny.Hj.Elly Hendrawati Kamboja
SP, Ketua panitia Hari Ibu ke 83.
Dengan lomba bercerita dalam
berbaasa Inggris, kata Ny.Septalina

Ismet Siswadi, ketua GOW Ketapang


diharapkan dapat menggali minat
dan potensi anak-anak dalam meningkatkan kecerdasan bangsa.
Selain lomba bercerita, GOW juga
melakukan bhakti sosial berupa sunatan massal yang rencananya akan dilaksanakan pada hari sabtu (17/12).
Selain itu, GOW juga akan melakukan
jalan santai yang diikuti organsasi wanita, pelajar dan masyarakat yang akan

dilakukan pada hari Minggu (18/12).


Menghargai dan memaknai pengabdiaan kaum wanita, GOW Ketapang
juga mengagendakan dilakukan anjangsana dan ziarah ke makam pengurus GOW Ketapang yang sudah
meninggal pada hari Selasa (20/12).
Acara puncak GOW Ketapang akan
dilakukan pada hari Kamis tanggal 22
Desember 2011, imbuh Ny.Septalina
Ismet Siswadi. A.Rahman

POLITIK & HUKUM

Ketua MA Resmikan
PTUN Kepri
Kepri, Metropolitan Pos
Berdasar Surat Keputusan Presiden RI Nomor
18 tahun 2011 mengenai pembentukan Pengadilan
Tata Usaha Negara (PTUN) KEPRI dan PTUN Banten yang berkedudukan di Serang, Jumat (16/12)
Ketua Mahkamah Agung (MA), DR Harifin A Tumpa
meresmikan PTUN Tanjung Pinang yang
berkedudukan di Batam. Hal ini merupakan salah
satu wujud peran lembaga peradilan untuk mendekatkan pelayanan hukum kepada masyarakat.

IDAMPINGI Wakil
Ketua MA Bidang
Yudisial, Para Ketua
Muda MA, sejumlah Hakim
Agung, Gubernur Kepri, Muhammad Sani, Wakil Gubernur,
Surya Respationo, Ketua DPRD
Provinsi Kepri, Nur Syafriadi,
Walikota Batam, Ahmad Dahlan, Wakil Walikota Batam,
Rudi, Ketua BP Kawasan, Mustofa Wijaya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD),
peresmian ditandai dengan
pembukaan selubung papan
nama dan pengguntingan pita
oleh Ketua MA.
Selain peresmian PTUN Kepri, pada Acara tersebut sekaligus Ketua MA juga meresmikan PTUN di Serang, Provinsi
Banten dan peresmian Pengadilan Negeri (PN) di Batu Licin
dan PN Tamiang Layang, Kalimantan Selatan. Adapun penempatan PTUN Tanjung pinang yang berkedudukan di
Batam adalah untuk sementara waktu, hal ini dikarenakan
sarana dan prasarana yang
lebih memadai, demikian di
jelaskan Haswandi Ketua PN
Batam dalam laporannya.
Ketua MA dalam sambutannya menyebutkan bahwa pelayanan hukum adalah merupakan kewajiban bagi MA dan
juga lembaga peradilan. Karena itu lebaga peradilan idealnya berada di tengah-tengah
masyarakat. Tujuannya ad-

alah untuk mendekatkan para


pencari keadilan dalam memperoleh pelayanan hukum.
Terutama para pencari
keadilan agar supaya keterjangkauan lembaga peradilan
dengan masyarakat dan sebaliknya dalam pelayanan berproses dan berperkara tidak
terhalang oleh jarak dan waktu, kata Harifin.
Dengan keberadaan PTUN
tersebut tentunya akan membawa harapan baru bagi
masyarakat yaitu terselenggaranya pelayanan yang baik
sekaligus terlaksananya prinsip peradilan yang cepat, sederhana dan berbiaya ringan.
Gubernur Kepri, Muhammad Sani dalam sambutannya
mengatakan bahwa PTUN idealnya berada di tiap Kabupaten dan Kota. Dengan diresemikannya PTUN Tanjung pinang
ini diharapkan dapat memotong rentang jarak dengan pulau-pulau di seluruh Kepri
yang membutuhkan pelayanan hukum. Pada kesempatan
tersebut, Sani juga meminta
kepada Ketua MA agar dibentuk Pengadilan Hubingan Industri yang berkedudukan di
Batam. Karena 50 persen penduduk Kepri berada di Kota
Batam dan sebagian besarnya
adalah merupakan Buruh, sehingga sangat membutuhkan
keberadaan PHI, jelasnya.
Bernard

7
EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Dukun Pengganda Uang Ditangkap


Bandung, Metropolitan Pos
Aparat Kepolisian Resor
Kabupaten Lahat, Sumatera
Selatan, Senin (12/12/2011)
menangkap Od (45), seorang
tersangka dukun di Desa
Pemulihan, Sumedang, Jawa
Barat, yang mengaku bisa
menggandakan uang.
Pria yang tinggal di Kampung Babakan, Kecamatan Caekek, Kabupaten Bandung, Jawa
Barat, yang ditangkap di Desa
Pemulihan itu diduga menipu
korban senilai Rp 600 juta dari
praktik dukun yang dijalankan
sejak 2009, kata Kepala Polres
Lahat Ajun Komisaris Besar Benny Subandi didampingi Kepala
Subag Humas Ipda Djoko, Kamis
(15/12/2011) di Lahat.
Terungkapnya peristiwa ini,
kata dia, terjadi ketika korban

Abdul ingin menggandakan


uang setelah dibujuk seorang
perantara DM yang masuk
daftar pencarian orang (DPO)
dan masih dalam pengejaran.
Perantara DM akhir 2009 lalu
mengungkapkan kepada korban
Abdul, mengenal seorang dukun
pengganda uang di wilayah
Bandung, Jawa Barat, ujar dia.
Ia mengatakan, korban
yang dikenal sebagai tauke
karet akhirnya berhasil dibujuk
karena diiming-imingi uang
akan berlipat ganda hingga lima
kali lipat. Mereka kemudian berangkat ke kediaman Od di Kampung Babakan, Kecamatan
Caekek, Kabupaten Bandung,
dan menyerahkan uang tunai
Rp 100 juta, kata dia.
Setelah diajak melakukan
ritual, menurut dia, di sebuah

tuk pembangunan Lapas Narkoba. Bentuk kegiatan ini juga sebagai langkah preventif pelanggaran hukum bagi masyarakat
Banten ujar Sekda.
Dalam
penerapannya
sistem penegakan hukum
masing-masing lembaga/instansi penegak mempunyai
tugas dan tanggungjawab berbeda-beda. Begitu pula Pemerintah Provinsi Banten, namun
demikian perbedaan tugas dan
tanggungjawab tersebut harus
berada pada sebuah tatanan
yang terintegrasi. Tatanan
tersebut dikenal dengan peradilan pidana terpadu.
Oleh karena itu Sekda berharap perbedaan-perbedaan
itu harus diselaraskan dan diharmoniskan dalam tataran
pelaksanaan secara tepat dan
sesuai hukum yang berlaku
dan memberikan rasa keadilan
bagi masyarakat tambahnya.
Direktur
Jendral
Ke-

mampu memenuhi janjinya.


Kasat Reserse Kriminal Polres
Lahat Ajun Komisaris Syahril
mengatakan, data yang berhasil dihimpun menunjukkan terdapat tiga orang yang menjadi
korban tersangka Od. Salah satunya Abdul (40), warga Kikim
Timur, Kabupaten Lahat.
Menurut pengakuan korban,
meskipun sudah mengikuti ritual hingga tiga kali di kediaman tersangka di Bandung,
janji yang diberikan tidak kunjung terealisasi, ujar dia.
Ia mengatakan, tersangka
kasus penipuan berkedok
dukun yang mampu menggandakan uang ini sejak Kamis
sudah dibawa ke Lahat dan kini
masih dalam pengembangan
untuk mengungkap korban
lainnya, mengingat pelaku
sudah cukup lama melakukan
aksi penipuan tersebut.
Faozanolo Laia

Kejati Jabar Tahan Dua Tersangka


Bansos Kota Bandung
Dewan Dukung Orang Tua

Bandung, Metropolitan Pos


Kejaksaan Tinggi Jawa Barat kembali menahan dua tersangka dana bantuan sosial (Bansos) APBD Kota Bandung. Dua
tersangka yaitu F dan R dijebloskan ke Rutan Kebonwaru pada
pukul 17.30, Jumat (9/12).
F merupakan Subag Keuangan Bagian TU Setda Kota
Bandung. Sementara R adalah
Bendahara Setda Kota Bandung. Sebelum ditahan, F telah
menjalani pemeriksaan di kejaksaan sejak pagi. Sementara
R diperiksa usai Solat Jumat.
Koordinaor Tim Advokasi
Pemkot Bandung Winarno
Djati mengatakan tim advokasi hanya menangani tersangka
F. Sebab R hari ini mengundurkan diri dari tim advokasi
Pemkot Bandung. Karena itu,
Winarno menolak berkomentar
soal R. Per hari ini dia sudah
mengundurkan diri melalui
surat yang ia tulis tangan sendiri. Itu hak dia, saya enggak
mau komen, kata Winarno.
Untuk penahanan F, kata
Winarno, berdasarkan surat

yang langsung ditandatangani


Kepala Kejati Jabar Yuswa
Kusumah. Penahanan dimulai 9
hingga 28 Desember 2011. Namun Winarno mengaku tak tahu
jelas alasan penahanan kliennya.
Untuk F kami akan secepatnya
mengirimkan surat permohonan
penangguhan penahanan untuk
jadi tahanan kota, paling cepat
Senin, katanya.
Winarno mengungkapkan
sebelum ditahan di Kebonwaru, F sempat diberi kesempatan penyidik kejaksaan untuk
menelepon keluarganya. Iya
tadi dia menelepon istrinya
lima menit, katanya.
Dengan ditahannya dua
tersangka lagi, kini jumlah tersangka yang ditahan kejaksaan
ada lima. Tiga tersangka sebelumnya yang ditahan berinisial
YS, LB dan US. Sementara tiga
tersangka lainnya yaitu AS, H,
dan AM (yang baru ditetapkan
tersangka hari ini-red) masih
belum ditahan. Satu tersangka
lainnya MR ditangani polisi,
karena merupakan anggota
Polri. Faozanolo Laia

Pemprov dan Instansi Penegak Hukum


Sinkronkan Penegakkan Hukum Bagi Masyarakat
Banten, Metropolitan Pos
Pemerintah Provinsi Banten dan instansi penegak hukum (Polda Banten, Polda DKI
Jakarta, Kejaksaan Tinggi
Banten, Pengadilan Tinggi
Banten, Pengadilan Agama
Banten, Kanwil Kementrian
Hukum dan HAM Banten)
menggelar Sinkronisasi Pelaksanaan Sistem Peradilan Terpadu yang digagas Kanwil Kementrian Hukum dan HAM
Banten di Hotel Le Dian, Kota
Serang, Senin (5/12).
Sinkronisasi itu dimaksudkan untuk mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan. Kegiatan ini digelar dalam
bentuk rapat koordinasi. Hasil
yang ingin dicapai adalah terjadi sinkronisasi yang terpadu
sebagai bahan acuan bagi instansi penegak hukum untuk
mewujudkan penegakan hukum bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Banten
yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda)-H.Muhadi menyambut baik kegiatan ini. Pihak Pemerintah Provinsi Banten mendukung upaya penegakan hukum yang berkeadilan.
Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen mewujudkan
penegakan hukum, salah satu
bentuk dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Banten di tahun 2011 ini telah menyiapkan lahan seluas 2ha un-

kebun, tersangka Od meminta


Abdul menambah uang karena beberapa syarat untuk
melakukan
ritual
masih
kurang, dan mesti dipenuhi
agar uang bisa berlipat ganda.
Warga Kikim Timur tersebut menyanggupi, tetapi
harus pulang ke Lahat untuk
mengambil uang. Kekurangan
uang tadi tidak diantar langsung, hanya melalui transfer
bank secara bertahap hingga
Februari 2010, ujar dia.
Menurutnya, total uang
yang sudah korban berikan
kepada dukun yang diduga
mampu menggandakan uang
mencapai Rp 575 juta. Semua
korbannya diminta memberikan sejumlah uang dan akan
dilipatgandakan hingga lima
kali lipat.
Namun hingga batas waktu yang sudah ditentukan, pelaku ternyata masih tidak juga

masyarakatan Kemenkumham RI-Sihabudin menyatakan bahwa semua permasalahan hukum diselesaikan dengan hukum dikarenakan negara Indonesia menganut peradilan pidana terpadu criminal
justice system.
Permasalahan
hukum
kadang
meninggalkan
kekecewaan di masyarakat dan
kadang kurang dari rasa keadilan bagi masyarakat. Oleh karena itu pembinaan dan sosialisasi seperti rapat kordinasi ini
diperlukan. Sebab tujuan pemidanaan adalah untuk membuat
seseorang/pelaku kejahatan
merasa takut serta jera dan dengan hukuman pidana yang
ditentukan dimaksudkan pelaku kejahatan dapat menahan
diri untuk berbuat kejahatan
oleh karena itu pelaksanaan pidana seperti yang diamanatkan
KUHP harus dilaksanakan
seadil-adilnya tegasnya.

Namun demikian untuk


melaksanakan peradilan yang
berkeadilan itu tupoksi instansi
penyelenggara hukum yang seharusnya bahu membahu secara terpadu dalam penyelenggaraan peradilan melalui langkah sinkronisasi supaya hukum
dapat dilaksanakan secara terpadu dan menghasilkan rasa
keadilan bagi masyarakat.
Dirjen Kemasyarakatan
juga menyambut dan mengucapkan terima kasih kepada
Gubernur Banten atas penyediaan sebidang lahan yang
merupakan bentuk nyata
dukungan bagi penegakan hukum di Banten.
Kepala Kanwil Kemenhumham Banten-Imam Santoso
menyatakan kegiatan rakor ini
diselenggarakan untuk mewujudkan pelaksanaan penegakan
hukum yang terintegrasi.
Dikatakannya dasar pelaksanaan dari UU No. 8 KUHP
tahun 2008 yang mengisyaratkan pelaksanaan peradilan
yang disepakati oleh seluruh elemen penegak hukum di dalamnya termasuk polisi dan instansi penegak hukum lainnya.
Dilaporkannya rakor ini diikuti oleh peserta dari para Kepala Kepolisian Sektor, para Kepala Unit Pelaksana Teknis di
Kanwilkumham dan Biro Hukum Provinsi Banten serta Satpol PP Banten. Leonard

Narkoba Lapor Polisi


Tangerang, Metropolitan Pos
Guna memerangi narkoba
dikalangan pelajar, pihak kepolisian menghimbau kepada
orang tua untuk tidak segan-segan melaporkan anaknya kepihak yang berwenang. Polisi
memberikan rekomendasi rehabilitasi dan tidak akan
menangkap sang anak bila orang tuanya berani melapor. Hal
demikian dikatakan Kanit Pembinaan Ketertiban Masyarakat
(Bintibmas)
Polres
Kota
Tangerang, AKP Trisudaryanto.
Jangan takut melaporkan
anak jika menggunakan narkoba. Nantinya, anak yang
menggunakan narkoba ini diupayakan untuk menjalani rehabilitasi. Dalam aturannya
pemakai narkoba dihukum
minimal 4 tahun, tapi Jika orang tua yang melaporkan,
tidak akan ditahan, hanya direhabilitasi, katanya.
Ia menjelaskan, ciri-ciri
pengguna narkoba yakni mata
menyipit dan memerah, hidung keluar lendir, mulut agak
cadel, jantung tidak teratur
serta suka menyendiri.
Cara
pencegahannya
harus rehabilitasi medis, masuk pesantren atau dihukum.

Tapi semua ini tidak akan


menyembuhkan, kecuali ada
kesadaran dari diri sendiri untuk
sembuh,
terang
Trisudaryanto.
Untuk itu ia meminta agar
para orang tua bersama-sama
dengan guru untuk lebih
memperhatikan
tindak
tanduk siswa atau anaknya
dalam pergaualan sehari-hari,
dengan demikian diharapkan
anak tidak akan jatuh dalam
lingkaran narkoba.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang,
Ade Suryadi mendukung
penuh upaya pihak kepolisian
yang memberikan keringanan
pada remaja narkoba yang dilaporkan orang tuanya kepolisi. Dengan demikian masa
depannya akan dapat terlihat
dibandingkan dibui.
Saya dukung bagi orang
tua yang anaknya narkoba
untuk melapor, polisi sudah
memberikan jaminan tidak
menangkap tapi merehabilitasi, dengan demikian anak dapat kembali menjalani hidupnya dengan normal setelah direhab, dan dia tidak memiliki
tinta hitam di kepolisian,
ujarnya.  Erwin Sinaga

Puluhan Truk Terjaring


Razia Berat Muatan
Tangsel, Metropolitan Pos
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota
Tangerang Selatan, Banten,
berhasil menjaring puluhan
truk yang melebihi berat
muatan. Ada puluhan kendaraan truk yang terjaring
dalam razia berat muatan,
kata Kepala Komandan Provost Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota
Tangerang Selatan, Chakra
Onggopati ditemui saat
melakukan razia di depan
Taman Kota II, Kamis.
Dikatakannya, razia dilakukan akibat masih banyaknya truk yang melintas
pada jam operasi yang telah
ditetapkan oleh Pemkot
Tangerang Selatan.
Perlu diketahui, Pemkot
Tangerang Selatan telah
membatasi waktu melintas
truk di Jalan Raya Serpong
yakni mulai pukul 06.00 WIB
-10.00 WIB pagi dan pukul
16.00 WIB - 20.00 WIB. Namun, saat jam yang telah dilarang, masih banyak truk

dengan muatan diatas delapan ton melintas di Jalan


Raya Serpong, katanya.
Oleh karena itu, razia
akan dilakukan secara berkesinambungan terutama di
jalur perbatasan. Sebab,
masih banyak pengendara
yang tidak mengikuti aturan.
Untuk memberikan tindakan tegas, kami akan berikan
sanksi kepada pengendara
dan tidak memperbolehkan
melintas hingga waktu yang
ditetapkan, katanya.
Selain itu, pihaknya juga
masih mengalami kendala
dalam razia tersebut yakni
tidak memiliki alat ukur berat muatan.
Akibatnya, dalam pemeriksaan, petugas melakukan pengawasan dengan
pengelihatan yang disesuaikan dengan surat - surat.
Bila muatan yang dibawa
sudah melebihi dari batasan
dan tidak sesuai dengan surat - surat, maka akan langsung ditindak, katanya.
Pabona Marbun

INVESTIGASI

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Walikota Resmikan Tanaman Pucuk Dicinta


Sebagai Tanaman Khas Batam
Batam, Metropolitan Pos
Walikota Batam meresmikan
pasar tani barelang makmur, Kamis
(15/12) di Plaza Buana tembesi.
Bersamaan dengan kegiatan itu,
juga diresmikan tanaman pulay dan
pucuk dicinta sebagai tanaman khas
Batam. Sebagai langkah awal, Wako
beserta Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) Pemko Batam
menggelar penanaman pohon pucuk
dicinta dari Bandara sampai bundaran Kabil.

ETUA panitia sekaligus Ke


pala Dinas Kelautan, Peri
kanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Suhartini mengatakan kegiatan pasar tani
merupakan
lanjutan
program
pengembangan agrobisnis pertanian
yang merupakan program Kementrian Pertanian yang diberikan kepada
26 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dengan adanya pasar tani ini,
diharapkan masyarakat dapat memasarkan produk mereka ke konsumen secara langsung, katanya.
Pasar tani, sebut Suhartini diharapkan mampu memutus mata
rantai distribusi. Petani mendapatkan hasil yang maksimal dan konsumen dapat harga yang lebih murah. Para petani yang tergabung
dalam Gapoktan tersebut mendapatkan bantuan dari pengelola pasar
buana untuk memasarkan produknya di pasar tersebut tanpa dipungut
biaya. Dalam kesempatan tersebut
juga dilakupan penandatanganan
kesepakatan atau Memorandum of
Understanding (MoU) antara petani
dengan pengelola plaza buana disak-

sikan Walikota Bata Ahmad Dahlan.


Dinas KP2K Kota Batam, imbuh
Suhartini juga tengah menggalakan
kegiatan penghijauan di Batam. Tanaman Syzigium oleana telah dinyatakan tanaman khas Batam oleh kementrian Pertanian. Tanaman inilah yang
akan ditanam di seluruh Batam. Walikota Batam juga meresmikan tanaman ini sebagai tanaman pucuk dicinta. Tahun 2012 mendatang, seluruh
jalan di Batam akan dipenuhi tanaman pucuk dicinta, jelas Suhartini.
Walikota Batam Ahmad Dahlan
mengatakan beberapa waktu lalu,
investor dari Singapura bersedia
menggarap lahan di Batam untuk
memenuhi kebutuhan syuran di

Batam. Sebagai pilot project akan ditanam pada lahan tiga hektar di
Kabil. Apabila berhasil, hal ini akan
menjadi peluang bagi petani Batam
untuk memasukkan hasil pertanian
Batam ke Singapura. Namun ini juga
sekaligus tantangan karena Singapura menetapkan standar tang tinggi
untuk hasil pertanian, katanya.
Saat ini, lahan pertanian memang
masih menjadi Kendala di Batam. Namun
Pemko Batam akan mencarikan solusi dan
apabila wilayah Rempang-Galang sudah
dibuka, bukan mustahil akan dialokasikan
untuk pertanian. Pemko Batam senantiasa memberikan dukungan bagi
masyarakat yang ingin mengembangkan
pertanian, papar Dahlan.

Mantan Humas Otorita Batam (OB)


ini juga berjanji akan membantu permodalan bagi petani. Salah satunya ia
akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) Batam supaya perbankan
memberikan bungan yang rendah untuk membantu permodalan petani.
Setelah acara pasar tani di tembesi, Walikota Batam dan rombongan
melanjutkan perjalanan ke bandara
Hang Nadim untuk penanaman pohon
sebagai langkah awal mendukung gerakan menanam satu miliar pohon program pemerintah pusat. Tujuannya,
apabila ada yang datang ke Batam,
disambut tanaman pucuk dicinta, pohon cantik yang mempunyai pucuk
berwarna merah. Junael Marbun

IMB Gedung Kesenian di Kabupaten Bandung Tanpa Dilengkapi Amdal


Bandung, Metropolitan Pos
Selain pelanggaran bestek seperti temuan
Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), perizinan pembangunan Gedung Kesenian Kab.
Bandung juga diduga tidak sesuai aturan. Pelanggaran izin tersebut merupakan temuan
Komisi D DPRD Kab. Bandung, usai mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Bandung.
Selain menyangkut masalah anggaran, juga
terjadi pelanggaran dalam perizinan. Komisi D
mempertanyakan kenapa IMB proyek tersebut keluar tanpa amdal (analisis mengenai dampak lingkungan). Padahal amdal menjadi prasyarat keluarnya IMB. Jadi, bukan hanya ang-

garannya yang bermasalah, tapi juga perizinannya, ujar Ketua Komisi D DPRD Kab. Bandung, Arifin Sobari di Soreang, Kamis (15/12).
Karena ada temuan dua pelanggaran itu,
Arifin mengingatkan Disdikbud Kab. Bandung untuk membereskan permasalahan
proyek Gedung Kesenian terlebih dulu, sebelum pembangunan bernilai Rp 36 miliar tersebutkan dilanjutkan pada tahun anggaran 2012.
Komisi D sudah mengadakan rapat dengan Disdikbud, membahas kelanjutan proyek
Gedung Kesenian. Disdikbud mengajukan anggaran Rp 15 miliar untuk pembangunan tahap
kedua. Hanya saja, usulan itu belum disepakati
Komisi D. Sebab pembangunan tahap pertama

masih menyisakan masalah, bebernya.


Terkait anggaran, hingga kini pengembalian
uang sebesar Rp 1,4 miliar dari kontraktor kepada Pemkab Bandung belum terselesaikan.
Pengembalian dana itu sesuai temuan BPK yang
memerintahkan pihak pengusaha untuk
mengembalikan uang sebesar Rp 1,4 miliar. Arifin mengatakan, temuan BPK tahun 2010 itu
hingga kini tidak dipenuhi pengusaha. Bahkan
denda keterlambatan waktu penyelesaian proyek
sebesar Rp 11 juta juga baru dibayar Rp 5 juta.
Arifin mengungkapkan, untuk pembangunan tahap kedua, Disdikbud berencana
melanjutkan proyek dengan mengubah pola
perencanaan anggaran menjadi multiyears atau
tahun jamak. Menurutnya, untuk perubahan

pola anggaran itu terlebih dahulu harus ada


kajian hukum.
Masih belum tuntasnya persoalan pembangunan tahap pertama dipastikan menjadi
ganjalan kelanjutan proyek Gedung Kesenian.
Tahun 2010 Pemkab Bandung mengajukan anggaran sebesar Rp 36 miliar. Namun DPRD
hanya menyetujui Rp 18 miliar, itu pun tidak
terserap semua karena yang terpakai hanya
Rp 14 miliar. Tahun 2011 dialokasikan Rp 5
miliar, juga tidak terserap. Dewan menyarankan diperjelas dulu perencanaannya, baik dari
sisi anggaran, desain teknis, sampai aspek
hukumnya. Saya tidak mau pembangunan asal
dilanjutkan tanpa mempertimbangkan berbagai kajian, pungkasnya. Faozanolo Laia

DPRD Medan Kecewa


Pelayanan RSU Pirngadi
Medan, Metropolitan Pos
Kalangan Anggota DPRD Kota
Medan menyesalkan pelayanan
RSU Pirngadi Medan terhadap pasiennya. Hal itu dikarenakan banyak pegawai medis di rumah sakit
milik Pemko Medan itu tak siggap
terhadap pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Kekesalah anggota DPRD Kota
Medan itu disampaikan lintas komisi, seperti Ketua Komisi A DRPD
Kota Medan Ilhamsyah mengatakan, Pemko Medan perlu mengkaji
ulang sistem dan manajemen yang
berlaku di RSU Pirngadi Medan.
Karena rumah sakit harus memberikan pelayanan yang lebih serius kepada pasien di mana itu
sudah menjadi tugasnya.
Saya selaku Ketua Komisi A
DPRD Kota Medan sangat meyesalkan pelayanan RSU Pirngadi yang
lambat dan kurang tanggap, katanya, Kamis (15/12).
Kemudian, dia menyebutkan
peralatan yang dimiliki RSU Pirngadi perlu diperiksaan dan menjadi perhatian khusus Pemko Medan,
karena selama ini banyak sekali
pasien dirujuk dengan alasan tidak
memiliki alat yang lengkap.
Ini perlu diperiksa, ke mana
uangnya semua padahal itu sudah
ada dianggarkan untuk rumah sakit. Mana bisa rumah sakit yang
begitu besar tapi peralatannya
tidak lengkap. Jadi apa saja kerja
pimpinan di dalam rumah sakit
itu. Apa hanya datang, duduk,
diam dan menerima gaji saja,
ucapnya kesal.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Medan Khairuddin Salim juga turut menyesalkan
pelayanan RSU Pirngadi Medan.
Padahal, status rumah sakit itu
sudah badan layanan umum (BLU)
artinya rumah sakit memiliki kemandirian dalam melahirkan kebijakan dan mewujudkan pengelolaan secara profesional. Kalau pelayanannya terus buat kesal, secepatnya Dirut RSU Pirngadi kami
panggil untuk bertanggungjawab
atas kinerjanya, sebutnya.
Kekesalan anggota DPRD Medan
itu, disampaikan setelah mendapat laporan dari keluarga pasien
yang akan masuk ke ruang IGD RSU
Pirngadi dan ditambah adanya beberapa laporan warga lainnya.
Humas RSU Pirngadi Medan,
Edison Perangin-angin SH MKes
mengaku akan segera melakukan
pembenahan. Tapi, kalau hanya
alat medical ventilator sebenarnya sudah ada, apabila perawat
menyebutkan tidak ada alat. Kalau sudah begini, saya tidak tahulah, sebutnya. Happy Silalahi

Bupati Samosir Sampaikan Pengantar Kota Medan Minim Tanah Makam


Nota Keuangan RAPBD 2012
Samosir, Metropolitan Pos
Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon
menyampaikan Nota Keuangan R-APBD
2012 pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Samosir dalam rangka Pembahasan dan
Pengesahan Ranperda Kabupaten Samosir
Tentang APBD Tahun Anggaran 2012 yang
berlangsung di Gedung DPRD Samosir,
Senin (12/12).
Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon
dalam Nota Keuangan mengatakan sebagai
gambaran capaian kinerja selama ini di
Kabupaten Samosir dan asumsi indicator
makro untuk Tahun 2012 adalah pertumbuhan ekonomi pada Tahun 2010 sebesar 5.59
% dan diperkirakan untuk Tahun 2011
sebesar 5,64 % sedangkan angka proyeksi
untuk Tahun 2012 diprediksi sebesar 6,04 %.
Sedangkan untuk tingkat pengangguran
terbuka Tahun 2010 sebesar 1.35 % dan
Tahun 2011 sama dengan Tahun 2012 yang
diperkirakan sebesar 0,55 %. Sedangkan
untuk tingkat kemiskinan Tahun 2010
sebesar 16,51 %, Tahun 2011 diperkirakan
turun menjadi 14,65 % untuk Tahun 2012
diproyeksikan sebesar 12,15 %.
Bupati menambahkan untuk Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) 2010 sebesar

73,70 %, Tahun 2011 diperkirakan sebesar


73,82 %, sedangkan Tahun 2012 diproyeksikan sebesar 73,95 %. Untuk tingkat
pendapatan perkapita Tahun 2010 Rp. 13
Juta dengan tingkat pertumbuhan sebesar
10.62 %, Tahun 2011 diperkirakan
pendapatan perkapita Rp. 14,5 Juta dengan
tingkat pertumbuhan sebesar 12,72 % dan
Tahun 2012 diproyeksikan pendapatan
perkapita Rp. 16,5 Juta dengan tingkat
pertumbuhan sebesar 13,11 %.
Pada kesempatan tersebut Bupati
mengajukan R-APBD Tahun Anggaran 2012
Rp. 430.381.755.828,00 dimana nilai
tersebut lebih besar dibandingkan dengan
pendapatan daerah di P-APBD 2011.
Pengajuan tersebut diterima oleh Ketua
DPRD Tongam Sitinjak, ST didampingi
Wakil Ketua DPRD Drs. Lundak Sagala.
Sementara itu Anggota Badan Anggaran
DPRD Samosir Nasip Simbolon mengatakan
pencapaian dan penigkatan target PAD,
Banggar DPRD Samosir menyarankan agar
Tim Intensifikasi dan Extensifikasi PAD
Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan
terobosan strategi baik melalui konsep
maupaun pelaksanaan penagihan PAD
dilapangan. ahat

Medan, Metropolitan Pos


Areal pekuburan atau makam yang sudah
semakin berkurang atau sempit membuat Pemerintah Kota Medan harus bekerja ekstraketat. Setidaknya, Pemko tidak hanya berpikir
soal ruang bagi mereka yang masih hidup.
Mereka yang telah meninggal tentunya tidak
bisa dibiarkan saja.
Kenyataannya, di kawasan Kota Medan
lahan untuk pemakaman semakin minim.
Ketidaktersediaan lahan pekuburan ini mencuat dalam pertemuan antar Komisi D DPRD
Medan dengan Dinas Pertamanan Kota Medan di Kantor Dinas Pertamanan, Jalan Pinang
Baris Medam, Rabu (28/9) lalu.
Dikabarkan, realisasi pengadaan lahan
pekuburan bagi warga Medan kembali gagal.
Kenyataan ini langsung meresahkan
masyarakat; haruskah saudara mereka dimakamkan selubang dengan orang lain?
Soal padatnya penghuni pemakaman bukan cerita usang lagi. Di beberapa tempat
malah satu liang makam telah diisi oleh beberapa jenazah. Diantaranya, Pekuburan Muslim Jalan Halat yang sudah terlihat penuh.
Amatan Sumut Pos di lokasi yang termasuk dalam Kecamatan Medan Area tersebut
terlihat makam dipenuhi ilalang dan makam
sudah berhimpitan. Penjaga makam, yang
akrab disapa dengan Budi (50), warga Jalan
Utama, Medan Area, mengatakan, jumlah
makam di tanah wakaf pekuburan muslim yang

dijaganya itu sudah puluhan ribu jumlahnya.


Jumlahnya kalau saya tidak salah 12.000 lebih kurang lah, katanya.
Lebih lanjut, Budi menuturkan, tumpang
tindih jenazah memang sudah terjadi di lahan
yang dijaganya itu. Makanya terjadi tumpang tindih karena makam tidak pernah dikunjungi, sudah lama tidak terawat. Selain itu, jasad
tulang belulang diambil keluarga untuk dipindah menjadi satu tempat dengan makam saudara mereka yang sudah lama sekitar tahun
50-an, terangnya.
Saat ditanyai mengenai sudah berapa kali
terjadi tumpang tindih dalam satu liang, Pak
Budi mengaku, tidak mengetahui pasti sudah
berapa kali. Yang saya ingat, ada satu liang itu
sudah 3 kali terjadi tumpang tindih, ucapnya.
Budi tidak menampik kalau tugasnya semakin
berat karena makam yang sempit. Sudut untuk
menggali kuburan semakin terbatas. Yang susahnya lagi, saat mengorek liang yang sudah terbuat
dari beton semua. Terpaksa memakan waktu dua
hari untuk membongkarnya. Lebih mudah mengorek areal makam yang baru, tegasnya.
Hal senada juga diucapkan pria penjaga
makam Tanah Wakaf Pekuburan Muslim di
Jalan Serdang yang enggan namanya disebutkan. Disebutkan pria tersebut, kuburan yang
sering dijaganya memang sudah penuh dan
sedikit sulit untuk dikorek apabila ada jenazah
baru yang hendak dikebumikan. Kalau tumpang tindih sudah pasti lah dan paling banyak

2 kali tumpang tindih dalam satu liang, kata


pria dengan baju biru tersebut.
Ari (28), salah satu warga Medan mengatakan, pihak Pemko Medan harus mencari
solusi mengenai lahan pekuburan yang sudah
semakin berkurang. Diterangkannya, kalau bisa
jangan terlalu jauh dan mudah dijangkau daerahnya. Kalau menurut saya, alangkah baiknya jika daerahnya yang dekat-dekat saja agar
keluarga yang ingin berziarah tidak terlalu
jauh, tegasnya.
Menurutnya, Pemko Medan juga harus
secepatnya mencari tempat agar tidak terjadi
tumpang tindih dalam satu liang. Walau pun
mereka sudah meninggal, mereka juga menginginkan tempat yang layak. Tidak manusiawi
jika dalam satu liang, tambahnya.
Indah (32), juga mengatakan hal yang
sama. Disebutkannya, orang yang sudah mati
pun juga harus diperlakukan yang sama dengan orang yang hidup. Pemko Medan harus
mencarikan solusinya secepat mungkin. Kasihan dong dengan mayat yang meninggal itu
karena itu tidak manusiawi jika terjadi tumpang tindih, ungkapnya.
Terpisah, Amri (54) penjaga areal
perkuburan muslim di Jalan Prof HM Yamin
tepatnya di dekat Mesjid Perjuangan 45, mengaku saat ini tanah perkuburan di areal tersebut semakin minim. Tanah untuk mengkebumikan jenazah terpaksa dari kuburan yang
lama. Happy Silalahi

NUSANTARA
SEKILAS
Jepang Jadi Target
Promosi Pariwisata Batam
Batam, Metropolitan Pos
Garuda Indonesia bersama para pelaku usaha bidang
kepariwisataan menggelar dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Batam Media Fam Trip selama
tiga hari, Kamis-Sabtu (8-10/12) di Golden Prawn. Menggandeng sejumlah media, kegiatan ini bertujuan untuk
mempromosikan pariwisata Batam.
Tak hanya media lokal dan nasional, Garuda Indonesia juga menghadirkan wartawan Jepang agar turut memperomosikan Batam di Negara tersebut. Batam dinilai
sangat berpotensi dalam dunia kepariwisataan sehingga
promosi kepariwisataan perlu terus ditingkatkan.
Selama mengikuti Batam media Fam Trip tersebut,
para wartawan diperkenalkan ke sejumlah Hotel dan
Resort serta lapanagn golf di Batam. Kegiatan ini juga
diikuti beberapa pelaku usaha pariwisata seperti Harris
Hotel, Nongsa Point Marina, Turi Beach resort, Southlink Golf dan Tering Bay Golf.
Walikota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan Batam
menduduki posisi ketiga kunjungan wisatawan asing setelah Jakarta dan Bali. Untuk tahun 2011 jumlah kunjungan
wisatawan asing ke Batam hampir 1,3 juta pengunjung.
Dahlan berharap Batam bukan hanya menjadi daerah kunjungan wisata melainkan menjadi pintu gerbang
kunjungan wisata di pulau Sumatera. Daerah-daerah di
Sumatera mulai berbenah dalam kepariwisataan. Harapannya, para pelancong asing yang akan berkunjung ke
wilayah Sumatera melalui Batam, imbuh Dahlan.
General Manager Garuda Indonesia Batam, Ucok Cemerlang menyambut baik harapan Dahlan. Menurutnya,
sebagai langkah awal, pada Februari 2012 mendatang, Garuda akan menambah jumlah penerbangan Batam-Jakarta dan
Jakarta-Batam lima kali sehari dari sebelumnya empat kali.
Menurut Ucok, melalui acara ini, diharapkan pariwisata Batam makin dikenal. Tak hanya di Indonesia, namun juga ke luar negeri seperti Jepang, katanya. wJunael

LTRM Jadikan Danau Toba


Wisata Bertaraf Internasional
Samosir, Metropolitan Pos
Forum Lake Toba Regional Management (LTRM) akan
menjadikan potensi pariwisata yang dimiliki Danau Toba
di Sumatera Utara sebagai tujuan wisata bertaraf internasional. Danau tropis yang sangat indah pada jalur khatulistiwa berukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer itu akan dijadikan sebagai tujuan wisata bertaraf internasional, kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Samosir, Gomgom Naibaho di Pangururan.
Dikatakannya, forum yang bergerak dalam empat substansi tersebut, yakni pariwisata, agribisnis, usaha mikro
kecil dan menengah serta transportasi perhubungan telah
melaksanakan lokakarya di Hotel Niagara Parapat Kabupaten Simalungun pada Selasa (13/12) dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar.
Forum yang diketuai Bupati Samosir Mangindar Simbolon yang menawarkan empat kesepakatan tersebut
direspon positif oleh Sapta Nirwandar.
Gomgom menyebutkan, sejumlah kabupaten/kota di
kawasan Danau Toba yang tergabung dalam LTRM terus melakukan kerja sama melalui terobosan-terobosan
baru dengan kesepakatan untuk menobatkan danau vulkanik terluas di dunia tersebut sebagai daerah tujuan
wisata utama.
Memang, kata dia, gagasan-gagasan yang telah dicanangkan LTRM perlu didukung percepatan pengembangannya, sebab Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Danau Toba-Medan sangat potensial sebagai Destinasi Pariwisata Nasional (DPN). Danau Toba
yang sudah tersohor di seluruh dunia itu harus segera
dibenahi dan dipromosikan dengan sistem pemasaran yang
lebih baik dan luas, ujar Gomgom. Sahat

BBWS Citarum akan


Bangun Kolam Banjir
Bandung, Metropolitan Pos
Balai Besar Wilayah (BBWS) Citarum akan membangun kolam penampungan banjir dan rumah pompa
untuk menanggulangi banjir di Kp. Cieunteung, Baleendah. Tahun 2012 dilakukan pembebasan tanah dengan
anggaran dari pemrintah pusat, Pemprov Jabar, dan
Pemkab Bandung.
Seharusnya tidak perlu ada relokasi besar-besaran,
namun memang masih ada relokasi sebagian warga yang
akan terkena projek pembuatan kolam, saluran keliling
kampung, dan rumah mesin pompa, kata pegawai Jabatan fungsional BBWS Citarum, Nurcahyo, dalam seminar penanganan banjir di Kab. Bandung di Gedung Korpri, Kamis (15/12_.
Nantinya pembangunan polder di Kp. Cieunteung,
kata Nurcahyo, dimulai dengan pembebasan tanah pada
tahun 2012. Biaya pembebasan tanah dari sharing pemerintah pusat 50 persen, Pemproiv Jabar 30 persen,
dan Pemkab Bandung 20 persen. Warga yang akan terkena pembebasan tanah kami imbau untuk membantu kelancaran projek ini, katanya.
Mengenai pengerukan Sungai Citarum, menurut
Nurcahyo, dari Curug Jompong, Margaasih, sampai
muara Sungai Cirase, Solokan Jeruk, sepanjang 36 km.
Pengerukan dikerjakan dari November 2011 sampai
akhir tahun 2013 dengan biaya dari APBN senilai Rp
218 milyar, katanya. TM.Harianja

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

DISHUB MEDAN DIMINTA


EVALUASI PERPARKIRAN
Medan, Metropolitan Pos
Retribusi Pelayanan Parkir Tepi
Jalan Umum Kota Medan pada 2011
melesat dari target Pedapatan Asli
Daerah (PAD) yang ditetapkan Dinas
Perhubungan Kota Medan Rp32.7
miliar lebih, hingga 14 Desember ini
Dinas Pehubungan (Dishub) realisasi
penerimaan Dishub dari sector ini
baru 32, 59 % atau Rp 10.6 Miliar
lebih. Hal ini terungkap dalam Rapat
Dengan Pendapat (RDP) antara Dinas
Perhubungan Kota Medan dengan
Komisi D DPRD Medan di Gedung
DPRD Medan, Kamis (15/12) lalu.
Dalam paparannya yang disampaikan
Kabid Perparkiran Pemko Medan, Fahmi
Harahap, hinga 14 Desember 2011, realisasi penerimaan di Dinas Pehubungan
untuk Retribusi Pelayanan Parkir Tepi
Jalan Umum Rp 10.6 miliar lebih.
Menyikapi melesetnya realisasi penerimaan ini, Sekretaris Komisi D DPRD
Medan, H Muslim Maksum Yusuf LC,
mengaku sangat kecewa dan meminta
Walikota Medan untuk mengevaluasi
Kepala Bidang Perparkiran, Dishub Medan Fahmi Harahap, dimana pada 2010
Dishub menargetkan Rp 16 Miliar lebih
dan terrealisasi Rp 12 miliar, namun
pada 2012 Dishub menargetkan Rp 32
Miliar namun hanya terrealisasi Rp 10
miliar lebih. Ini sangat mengecewakan,
target PAD ini jauh dari target yang
ditetapkan Dishub sendiri. Ini sangat
mengkhawatirkan, ungkap Muslim.

Muslim Maksum menilai, terlalu


banyak retribusi yang bocor, sehingga
banyak yang tidak masuk PAD. Saya
juga sangat heran dari tahun ketahun
lahan parkir dan kendaraan bertambah, dari mana ceritanya retribusi
parker ini berkurang, seharusnyalah
bertambah, terang muslim.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Kota Medan ini menilai realisasi
Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan
Umum pada 2011 ini sungguh sangat
memprihatinkan, dan meminta Kepala Dishub Kota Medan harus berfikir
keras. Terus terang saya sangat
terkejut, terkait dengan permasalahan
ini Kadishub seharusnya mampu berfikir bagaimana meningkatkan realisasi PAD, termasuk dengan memberikannya kepada pihak ketiga, ungkapnya.
Sementara itu, anggota Komisi D
DPRD Medan, Ahmad Arif, menilai realisasi PAD Retribusi Pelayanan Parkir
Tepi Jalan Umum Kota Medan pada 2011
tidak realistis. Saya menilai ini tidak
realistis, kita lihat saja realisasi hingga
Desember ini baru Rp 10.6 miliar dari
target yang ditetapkan sebesar Rp32
miliar lebih ada apa ini, ungkapnya.
Begitupun soal alasan jumlah penarikan retribusi rendah dari tahun
yang lalu ini, pihaknya sudah memintakan kepada Dishub untuk memberikan data data pemegang Surat Perintah Tugas (SPT) perparkiran. Kita
sudah minta Dishub untuk memberikan data kepada siapa saja SPT itu
diberika sehingga kita bisa melihat
berapa sebenarnya pendapatan realisasi tersebut, ungkapnya.
Happy Silalahi

Minta Penjelasan Demo,


Komisi IX DPR RI Kunjungi Batam
Batam, Metropolitan Pos
Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berkunjung ke
Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Jumat (9/12). Kehadiran delapan
orang wakil rakyat Senayan ini ingin mengetahui kondisi Batam paska
demo buruh terkait penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam
2012 beberapa pekan lalu.
Rombongan Anggota DPR RI langsung ditemui Walikota Batam,
Ahmad Dahlan, Wakil Walikota Batam, Rudi, Kepala Dinas Tenaga
Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti serta jajaran pejabat di Pemko
Batam. Pertamuan yang terjadi sekitar satu setemngah jam tersebut,
selain membahas UMK 2012, juga beberapa isu strategis terkait ketenagakerjaan di Batam.
Anggota Komisi IX DPR RI, Arif Minardi mengatakan gejolak
yang terjadi saat penetapan UMK selalu terjadi setiap tahun dan hampir di seluruh Indonesia. Perbedaan besaran UMK di setiap daerah
menjadi salah satu pemicu gejolak tersebut. Timbul ada saling melihat
antara daerah terkait besaran UMK, padahal setiap daerah sudah punya Dewan Pengupahan masing-masing, katanya.
Arif juga menyinggung beberapa masalah ketenagakerjaan di Batam
yakni outsourcing, perbedaan besar upah antara pekerja asing dan
lokal serta Balai Latihan Kerja yang kurang maksimal.
Sementara, anggota DPR RI yang lain, Anita Yacoba meminta
Walikota Batam, Ahmad Dahlan menjelaskan kejadian demo yang dianggap anarkis beberapa waktu lalu beserta solusi dan dampak bagi
Kota Batam sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan demo tersebut terjadi karena tidak ada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja terkait besaran UMK 2012. Pemerintah Kota (Pemko)
Batam mengusulkan nilai Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2012
sebesar Rp1.402.000. Nilai ini akan diserahkan kepada Gubernur Kepri,
Muhammad Sani sebagai revisi nilai UMK Batam yang telah ditetapkan
Rp1.310.000 melalui SK Gubernur 28 November 2011 lalu.
Menurut Dahlan, angka ini didapat setelah ada pembahasan antara
Pekerja dengan Pemko Batam, Selasa (6/12). Pihak pengusaha absen
dalam pertemuan tersebut. Pertemuan lanjutan tersebut dilakukan
setelah sebelumnya digelar rapat dengan Gubernur Kepri pada Kamis
(1/12) lalu di Graha Kepri yang dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja
provinsi Kepri, Tagor Napitupulu, pihak pekerja, Pemko Batam dan
Otorita Batam (OB). Pihak pengusaha tidak hadir dalam pertemuan
tersebut. Hasil pertemuan tersebut, usulkan kepada Gubernur untuk
merevisi SK Gubernur tentang UMK Batam, katanya.
Terkait outsourcing, Dahlan mengakui Pemko Batam kesulitan menertibkan perusahaan outsourcing. Alasannya karena peratauran pemerintah pusat terkait Outsourcing juga masih bias. Kami masih
mengkaji outsourcing ini, katanya.
Dahlan juga menyampaikan pada para wakil rakyat tersebut terkait uang tenaga kerja asing sebesar 100 US Dollar per bulan untuk
tenaga kerja asing supaya dikembalikan kepada Batam. Pasalnya, jumlah tenaga kerja asing mencapai 5.500 orang dan menghasilkan pendapatan bukan pajak bagi Negara, namun Batam tidak mendapatkan bagian.
Walaupun tidak mendapat bantuan dana, minimal dapat program seperti pelatihan bagi calon tenaga kerja, imbuh Dahlan.
Dahlan juga berjanji akan memberikan masukan terkait kondisi
ketenagakerjaan di Batam sebagai acuan revisi Undang-undang ketenagakerjaan yang sedang digodok pemerintah pusat dan DPR RI. Minggu depan akan kami sampaikan seara tertulis kepada ketua komisi IX
DPR RI, sebutnya. Junael Marbun

Bupati Samosir Buka Semiloka Rencana Pembangunan Patung Sitolu Harajaon


Samosir, Metropolitan Pos
Dalam Perencanaan Pembangunan Patung Dalihan Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Lingkungan Hidup
penelitian dan Pengem1bangan menggelar
seminar dan lokakarya dalam perencanaan
pembangunan monumen Patung Sitolu
Harajaon Sebagai Basis Pengembangan Industri Kreatif dan Parawisata Dalam Rangka Meningkatkan Apresiasi Masyarakat
Untuk Mengetahui Menghargai Sejarah dan
Budaya Batak Sebagai Aset Yang Sangat Berharga. Kamis (15/12) di Hotel Duma Sari
Tuktuk Siadong Kecamatan Ambarita.
Dalam Kesempatan tersebut ketua
LKSB KM. Sagala mengatakan bahwa
untuk membahas dalihan natolu bukanlah
hal yang mudah mengingat Dalihan Natolu
membahas masalah spritual yang membutuhkan pemaham yang dalam untuk merencanakan pembangunan patung Dalihan
Natolu tersebut. Patung Dalihan Natolu
merupakan kepunyaan suku batak oleh
karena dari itu pasti ada kritik dan saran
yang harus kita terima demi munculnya kepribadian orang batak.
Wakil Ketua DPRD Kab. Samosir Lundak Sagala mengatakan sangat mendukung
dengan kegiatan ini diharapkan dengan seminar ini dapat menghasilkan hal yang terbaik dalam hal perencanaan pembangunan

Patung Sitolu Harajaon.


Dalam Kesempatan tersebut Bupati
Samosir dalam arahannya mengatakan, supaya masyarakat Batak dapat berkenaan
memberi perhatian dan partisipasinya
dalam kemajuan pembangunan Samosir sebagai tanah leluhur orang Batak, secara
khusus mendukung rencana pembangunan
prasati sejarah dan budaya patung Sitolu
Harajaon yang dimana patung tersebut telah di buat dan dalam masa perendaman
untuk menjaga keawetan dari patung Sitolu Harajaon.
Dalam perencanaan letak lokasi patung
tersebut juga telah diadakan pertemuan-pertemuan di Jakarta baik di Medan untuk
memikirkan dimana letak patung Sitolu Harajaon tersebut akan didirikan, oleh karena itu
dengan diselenggarakan seminar ini diharapkan dapat membuat sebuah kesimpulan dimana patung tersebut akan diletakan mengingat adanya pemikiran mengatakan patung
Sitolu Harajaon dibangun di daerah Tuktuk
Siadong mengingat daerah ini merupakan sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata
samosir namun, ada juga yang mengatakan
patung Si Tolu Harajaon ini merupakan simbol dari suku batak maka sebaiknya letaknya lebih baik di Sianjur Mula-mula mengingat didaerah tersebut merupakan tempat
asal-muasal leluhurnya orang batak.

Namun dengan demikian Pemerintah


sifatnya demokratif mengenai letak dimana patung tersebut akan didirikan sehingga
nantinya diharapkan dalam seminar ini dapat disimpulkan dengan sebaik-baiknya di
mana patung tersebut akan didirikan. Disamping itu juga Bupati Samosir juga menjelaskan mengenai pembangunan Geopark
Samosir yang dimana nantinya akan dikaitkan dengan Patung Sitolu Harajaon.
Sebagai pembicara utama Uskup Agung
MGR. DR. AB Sinaga, dengan topik pembahasan legenda sejarah asal muasal Suku
Batak dalam prasati patung Si Tolu Harajaon (Dalihan Na Tolu) dalam mempersiapkan permulaan era baru, peta baru, pendekatan baru dan nantinya akan dilanjutkan
pada ke depan yang memiliki konsep injil
dalam bentuk transedensi dan imanensi.
Lebih lanjut Uskup Agung Medan mengatakan, Saya adalah orang Khatolik. Theology Khatolik ialah bahwa segala nilai baik
dalam budayanya itu berasal dari Allah tetapi itu tidaklah sempurna, kepenuhan dan
kesempurnannya dalam Yesus Kristus.
Maka dari itu saya menekankan bahwa
tidak ada Sipele Begu bagi orang Khatolik
semua menyembah Allah tapi tidak sempurna terpaut dengan dosa tan-tanan ( dosa
bawaan-red). Dalam ilmu theologia hal ini
dikatakan sebagai sperma-spermatikos

atau benih-benih sabda dalam budaya.


Terus terang saya bukan pengikut
Nomensen yang membuat Huta Dame dengan pembatasan antara orang kristen dengan Sipele Begu dan ini harus saya hapuskan dari kalimat saya tetapi tugas kita adalah untuk menyempurnakan segala yang
kotor oleh dosa asal itu. Pada dasarnya seperti kata konsili Vatikan kedua, mereka telah dibimbing oleh Allah dalam perjalanan
yang gelap karena dosa tetapi Allah tidak
akan meninggalkan mereka maka dari itu
saya berkata, bahwa pembakaran ulos tidak
berlaku bagi orang Khatolik. Katanya.
Hadir dalam acara tersebut Uskup Agung
Medan Mgr.Dr. AB. Sinaga yang juga sekaligus menjadi narasumber dalam acara Semiloka tersebut, Dosen Seni Rupa UNIMED,
t o k o h
masyarakat,
Tokoh Adat,
Tukang Pahat dan beb e r a p a
masyarakat
yang turut
hadir dalam
seminar
tersebut.
Sahat

10

DAERAH

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Nunun siap buka-bukaan ............................................. sambungan hal 1


Dia memaparkan, keterangan Nunun sangat penting untuk mengungkap tuntas kasus
itu. Johan berharap Nunun mau terbuka dan
mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat
dalam perkara yang telah mengantarkan puluhan politikus ke penjara. Keterangan dia
penting untuk membuktikan apa benar ada
missing link, ujarnya.
Lebih lanjut, Johan menjelaskan, pihaknya belum memutuskan untuk membantarkan
penahanan Nunun. Pembantaran akan diputuskan Rabu (14/12), mengacu pada hasil pemeriksaan medis. Tadi saya konfirmasi, Ibu
Nunun masih perlu rawat inap. Jadi, kami
tunggu satu hari. Kalau sampai besok (hari
ini-Red) masih sakit, akan kami lakukan pembantaran, ujar Johan.
Pembantaran adalah penahanan terhadap
tersangka yang sakit dan perlu dirawat inap di
rumah sakit, dengan ketentuan jangka waktu
menjalani rawat inap tersebut tidak dihitung
sebagai masa penahanan.
Dia menjelaskan, kondisi kesehatan Nunun lemah karena mengalami tekanan darah
tinggi. Padahal, sambung Johan, pada saat pertama kali dibawa ke kantor KPK, Nunun masih
sehat. Kesehatannya juga masih stabil saat diperiksa di Rumah Tahanan Pondok Bambu.
Begitu masuk KPK (pemeriksaan), tekanan
darahnya naik dan mau pingsan.
Seperti diketahui, saat menjalani pemeriksaan pada Senin (12/12), Nunun mengeluh
pening dan hampir pingsan. Oleh penyidik
KPK, ibu beranak empat tersebut dilarikan ke
RS MMC, Kuningan. Atas rujukan KPK, perawatan Nunun dipindahkan ke RS Polri.
Nunun ditetapkan sebagai tersangka pemberi
suap kepada anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004 sejak Februari 2011. Pemilik PT

Wahana Esa Sembada itu diduga mendistribusikan cek perjalanan kepada para anggota Dewan
lewat eks bawahannya, Arie Malangjudo.
Pemberian cek sebagai imbalan agar
Miranda Swaray Goeltom dimenangkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004. Setelah buron, Nunun
tertangkap di sebuah rumah di Bangkok, Thailand pada Rabu (7/12).
Adang Menjenguk
Suami Nunun, Adang Daradjatun, meminta KPK tidak memeriksa istrinya selama
masih sakit. Menurutnya, proses hukum bisa
dilaksanakan jika yang bersangkutan dinyatakan siap dan bersedia diperiksa. Saya memang belum tahu perkembangan terakhir, tapi
dalam hukum, pemeriksaan harus menunggu
sampai orang itu siap diperiksa, ujar Adang
di sela-sela rapat paripurna di Gedung DPR.
Namun, anggota Komisi III DPR itu tetap
mengharapkan proses hukum terhadap istrinya agar dilaksanakan dengan baik. Biarlah
proses hukum berjalan, tambahnya.
Kemarin Adang menjenguk istrinya di RS
Polri. Adang menjenguk hanya 10 menit karena Nunun tengah istirahat. Lagi istirahat,
makanya saya cepat, jelas Adang.
Adang menyampaikan rasa terima kasih
kepada KPK yang telah membawa Nunun ke
RS MMC dan kemudian ke RS Polri. Di rumah sakit, putra-putri Adang serta pengacara
menemani Nunun.
Di lain pihak, Menteri Hukum dan HAM
Amir Syamsuddin mengungkapkan, pihaknya telah memperpanjang pencekalan terhadap
Miranda Goeltom selama enam bulan ke
depan. Pencekalan itu atas permintaan KPK.
Red

Sekda Ketapang Hadiri


Paripurna Laporan Hasil Reses
Ketapang, Metropolitan Pos
Laporan hasil reses dari daerah pemilihan (dapil) satu disampaikan AlMuhamad Yani AP. Temuan para anggota DPRD Ketapang di dapil I yang meliputi Kecamatan Delta Pawan, Muara Pawan, dan Matan Hilir Utara disampaikan dalam paripurna tersebut. Terutama mengenai kegiatan pembangunan yang
tercantum dalam APBD 2011, salah satunya mengenai aspirasi pembangunan
yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Ketapang.
Demikian juga laporan hasil reses
di daerah pemilihan Ketapang Dua,
yang meliputi Kecamatan Simpang
Hulu, Simpang Dua, dan Sungai Laur
disampaikan Teris Yohanes. Hasil laporan resed dari dapil III meliputi Kecamatan sandai, Hulu Sungai dan Nanga Tayap disampaikan oleh Sahrani.
Dalam paparannya, Sahrani
mengharapkan agar dalam pelaksanaan penbangunan infrastruktur dinas/instansi harus cermat dan teliti,
sehingga pekerjaan yang dilakukan
pihak ketiga bisa dilaksanakan tepat
waktu. Sahrani juga mengungkapkan kondisi jalan umum yang dilalui
oleh peralatan perusahaan. Maka seharusnya, perusahaan kebun dibina
juga untuk memperbaiki jalan umum
yang dilalui peralatan perusahaan.
Sementara dari dapil Ketapang
empat yang meliputi Kecamatan Sun-

gai Melayu rayak, Tumbang Titi, Pemahan, dan Jelai Hulu, disampaikan
oleh Adrianus Upung. Sejumlah harapan masyarakat dipaparkannya,
salah satunya agar pemerintah untuk menutup jalan Tumbang Titi supaya tidak dilalui kendaraan. Karena kondisi jalan yang dibeton yang
sudah banyak pecah akibat dilalui
kendaraan. Padahal pekerjaan pembangunan jalan belum selesai. Kita
minta jalan ditutup sampai pekerjaan
selesai, ujar Adrianus Upung.
Laporan hasil reses dari dapil lima
yang meliputi Kecamatan Manismata, Marau, Singkup dan Air Upas disampaikan oleh Kasdi.Walaupun kondidi kalan menuju Manismata adalah
jalan propinsi, Kasdi menyebutkan
hendaknya
diperhatikan
juga.
Demikian juga dengan jalan antar
desa menghubungkan ke kota keca-

matan. Kita harap kondisi listrik


juga diperjuangkan, kata Kasdi.
Dalam kesempatan itu, agar persoalan petani Benua Indah Group untuk secepatnya dituntaskan. Beberapa persoalan lainnya seperti bidang
pertanian dan peternakan agar
berkembang dan berkelanjtan juga
dipaparkan. Demikian juga dengan
pemerataan guru. Kita harap Dinas
Pendidikan untuk melakukan inventarisasi guru di di Dapil Lima, karena
keberadaan guru memang sangat
dibutuhkan, ucapnya.
Harapan pembangunan infrastruktur juga disampaikan masyarakat
Dapil enam yang meliputi Kecamatan
kendawangan, Matan Hilir Selatan,
dan
Benua
Kayong.
Aspirasi
masyarakat tersebut disampaikan oleh
Soeprapto anggota DPRD asal Dapil
enam. Jalan Ketapang-Kendawangan
kita harapkan perlu perhatian khusus
supaya mudah dilalui, demikian juga
jembatan Kelampai untuk dipercepat,
imbuh Soeprapto.
Laporan hasil reses anggota DPRD
Ketapang tersebut kemudian disampaikan ke Bupati Ketapang, yang diwakili Sekda Ketapang, untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
 A.Rahman

KPK segera periksa pejabat dan rekanan Dinsos DKI .............................................................................................................................................................................................................. sambungan hal 1
dari narasumber berbunyi, ass.wr
bpk Gubernur, wakil Gubernur dan
Sekwilda, kami senang, paling nggak
pemerasan yang dilakukan Kadis Sosial agak terhenti, tapi beberapa waktu lalu kami dikumpulkan di Caf milik ibu Ucu perintah Kadis untuk tidak
mengaku jika ditanya lagi, pada hal
kami diwajibkan untuk menyerahkan
sisa uang masing masing Kepala Panti
antara Rp40 juta sampai Rp60 juta,
sebagian sudah menyerahkan ke
Bendahara ibu Nuri, mohon penzoliman ini dihentikan, tidak bermoral
sudah jadi rahasia umum bahwa Sekretaris Kadis saudari Susan bersama
Kian Kelana, jumat s/d minggu tanggal 23 s/d September kami diwajibkan
untuk ke Malang dan sebagai melepas
Kepala Panti yang akan pensiun dan
merencanakan untuk mengahancurkan nama baikWagub pada hal tidak
punya uang, .
Setiap anggaran APBD tahun
2010 dan 2011 harus diaudit oleh BPK
dan BPKP ke lapangan terkait adanya dugaan korupsi dengan merekayasa dan memanipulasi laporan pertanggungjawaban (SPJ) dan surat

pertanggungjawaban (SPJ), seolah


olah semua proyek kegiatan selesai
dikerjakan, sehingga dapat tertagih
seratus persen. Hal ini disampaikan
LSM Investigasi Fakta Hukum kepada Metropolitan Pos di kantor redaksi.
Terkait lelang proyek kegiatan
APBD tahun 20011 akal akalan dilaksanakan, sehingga tidak sesuai dengan aturan mekanisme Perpres No 54
tahun 2004 tentang pengadaan
barang / jasa pemerintah.
APBD tahun 2011 Dinas Sosial DKI
Jakarta rawan korupsi, karena tidak
sesuai perencanaan harga makanan
dilapangan dan kondisi kapasitas anak
jalanan dipanti yang ditampung dipanti sosial tersebut.
Sementara penghuni panti panti
sepi, antara 40 -80 orang itupun tidak
penuh, anak jalanan tersebut dan
tidak diberlakukan secara manusiawi
sesuai makanan dan minuman yang
sudah dianggarkan dalam APBD dengan biaya miliaran rupiah. Bisa saja
tahu tempe lauknya, sehingga penghuni panti kurus dan tidak terurus
serta tidak jelas uang Negara tersebut.
Pasalnya, anggaran kegiatan pen-

gadaan APBD tahun 2011 mubajir,


khususnya penyediaan bahan makanan dan minuman dipanti sosial
bina laras (PSBL) Harapan I dimenangkan CV Artha Bangun Siongland dengan biaya sebesar Rp5M,
begitu juga penyediaan makanan dan
minuman dipanti Sosial Bina Laras
PSBL Harapan II dimenangkan CV
Artha Bangun Siongland dengan biaya sebesar Rp3,54M, penyediaan
makanan dan minuman di panti PSBL
III dimenangkan PT Karya Sinar Felix dengan biaya sebesar Rp2,91M, ini
semuanya telah dimiliki salah satu
rekanan binaan Dinas Sosial DKI
Jakarta tersebut dengan penawaran
tertinggi.
Anehnya lagi, anggaran miliaran
masih bisa dimenangkan perusahaan
CV yang Notabene diduga bermasalah. Menurut informasi yang
diterima redaksi Metropolitan Pos,
dari beberapa narasumber rekanan,
menyebutkan bahwa proyek pengadaan penyediaan makanan di Dinas Sosial DKI Jakarta, Ini semuanya telah
dimonopoli salah seorang rekanan
yang disebut sebut milik Robert Sinu-

rat yang Nota bene kawan Nazaruddin. Anggaran kegiatan pengadaan


tersebut diduga di mark up terjadi
penggelembungan harga.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta,
Drs Kian Kelana, ketika dikonfirmasi
tentang kegiatan APBD tahun 2011
khususnya pengadaan penyediaan
makanan di panti tersebut, mengatakan, sepanjang perusahaan tersebut
tidak dibuktikan bermasalah dipengadilan, itu syah syah saja katanya.
Drs Irpan Jauhari MSi, Ketua lelang,
pengadaan barang, jasa, Dinas Sosial
DKI Jakarta, telah memenangkan perusahaan binaan tersebut, tanpa
memikirkan resiko bila diperiksa KPK.
Menurut informasi rekanan, pengadaan makanan dan minuman dipanti tidak dilaksanakan rekanan melainkan uang dikasih ke Kepala Panti
untuk di belanjain, sehingga melanggar Perpres No 54 tahun 2004 tentang pengadaan barang / jasa pemerintah. Penerima barang pun dipanti
diduga terlibat kolusi dengan rekanan dalam serah terima barang, pada
hal bahan barang tersebut tidak ada
dikirim ke panti oleh rekanan. Kepa-

la Panti bersama Direktur Utama perusahaan pelaksana di duga kolusi


korupsi dan nepotisme (KKN) harus
bertanggungjawaba ke KPK nantinya,
tegas Sekjen LSM Investigasi Infakum, Berlin Siahaan, kepada Metropolitan Pos. Dalam waktu dekat semua kegiatan proyek di Dinas Sosial
DKI Jakarta dalam APBD tahun 2011,
KPK segera usut tuntas pejabatnya
hingga masuk penjara, ujar, Berlin
Siahaan. Pejabat Dinas Sosial DKI
Jakarta, diduga melakukan tindak
pidana korupsi dengan penyalah
gunaan wewenang jabatan dan memperkaya diri sendiri.
Menurut informasi salah seorang
rekanan, tidak mau disebut namanya,
menyebutkan bahwa Kadis Dinas Sosial
DKI Jakarta telah memiliki ruko besar
di Balaipustaka Rawamangun, Jakarta
Timur serta rekening gendut di bank.
Dalam kegiatan proyek APBD
tahun 2011 Dinas Sosial DKI Jakarta,
segera diaudit BPK dan BPKP ke lapangan, soalnya pejabat Dinas Sosial DKI
Jakarta dan rekanan pelaksana
proyek sudah mulai ketakutan di
periksa KPK. Hotdiman/Jenri

sampai hal seperti itu terjadi dalam keluarga


aku dan itu yang sangat aku jaga sekarang.
Aku mau ngapain aja aku pasti akan
ngomong. Misalnya aku mau ke Citos (nama
mall, red) buat makan, aku lihat Sheila di Citos
gak sama suaminya, oh mungkin mau ketemu
dengan cowok lain. Untung aku bilang sama suami dulu, jadi aku masih bersyukur selama itu
fitnah jadi aku gak buat macam-macam, di mana
itu benar. Jadi intinya aku hidup positif aja.

Dari beberapa case Sheila lebih


menutup diri dari media
Sheila: Ya, karena yang kemarin-kemarin
aku jujur atas kesalahan dan pebuataan aku,
karena mau ditutupin juga gak bakal pernah
bisa dan sekarang ini gak ada masalah juga sama
aku dan keluarga. Jangan sampai deh. Sekarang
masalah kita bagaimana mempertahankan karena itu lebih susah. Kalau ada masalah lain di
luar kita gak comment, karena memang bukan
urusan kita.

Sedikit tentang kehamilan kamu


yang sekarang, cemburu enggak Tisa dengan
adiknya?
Sheila: Sampai sekarang aja udah. Aku aja
sampai nanya sama Mama, Ma kenapa ya
sekarang kok Tisa rewel banget, enggak kayak
biasanya. Kalau biasanya dikasih tahu sebentar aja udah nurut kalau ini kok ngeyel banget
kok tiba-tiba. Ya Kakak kamu juga seperti
itu, dulu waktu ada kamu.
Tadinya aku gak percaya tapi setelah dilihat-lihat, masuk akal juga ya. Jadi lebay
banget, tapi gak papa mungkin buat aku itu
proses, makanya mulai dari sekarang aku mu-

lai mengenalkan sang adik. Ini sayang baby


ya, kiss baby. Kalau pagi-pagi perut aku dicium-cium. Walaupun hanya perut doang, tapi
ya dia udah punya gambar lah bahwa dia bakal
punya adik, jadi harus share.

Ki, Sheila udah ngidam, minta yang


macam-macam belum?
Kiki: Kayaknya enggak pernah ya, mualmual aja.
Sheila: Boro-boro minta, makan aja males.
Kiki: Gak ada ya.
Sheila: Cuma yang terakhir aja minta gulali.
Kiki: Udah nyari tadi pagi ke SD dekat
rumah tapi gak ada.

Sheila Marcia Dapatkan Keluarga Idaman ........................ sambungan hal 1

ISAH hidup artis Sheila Marcia


Joseph memang tak bisa dilupa
kan begitu saja. Dalam kondisi
hamil 2 bulan, bintang sinetron ANUGERAH
ini, harus melewati masa kehamilannya di dalam
hotel prodeo Pondok Bambu selama 6 bulan.
Pada 7 September 2009, Sheila kembali
ditangkap oleh pihak Kejaksaan Negeri RI
untuk menuntaskan masa tahanannya yang
kurang beberapa bulan. Kehamilan Sheila pada
saat itu, membuat publik bertanya siapa ayah
kandung anaknya. Hal ini sempat menjadikan
Sheila dihujat dan makian di situs jejaring sosial. Namun pada akhirnya, keteguhan hati
Sheila membawa berkah tersendiri.
9 April 2010 Anji mantan vokalis Drive
mengungkap dirinyalah yang menjadi ayah biologis Leticia Charlotte Agraciana Joseph, anak
yang dikandung Sheila. Tali percintaan Anji dan
Sheila tidak lama terjalin karena keduanya bersikeras menentukan jalannya masing-masing.
Dalam perjalanan cintanya, Sheila akhirnya dipertemukan dengan Kiki Mirano. Dan
mereka akhirnya menikah pada 27 April 2011
di Pulau Dewata, Bali. Hidup mendampingi
Kiki adalah doa dari jawaban ujian hidup Sheila,
sebelumnya. Bersama KapanLagi.com,
Sheila mencoba membagi mimpinya ini di rumahnya di daerah Cinere, Depok, Senin (14/
11/2011) lalu.

Hai, Sheila. Apa kabar Sheila dengan keluarga baru?


Sheila: Ya kita bahagia, baik-baik aja. Hidup
lebih baik, suasana lebih baik dan rejeki lebih
baik.

Ini udah sempurna yang kamu mau


belum?
Sheila: Ya kalau dibilang sempurna, tadinya aku bilang sama Kiki, Ayah mau berapa
anak lagi, tiga lagi ya jadi total lima? Dia bilang kamu yang ngelahiran gak papa, nyari
duit sekolahnya bagaimana kalau lima. Ya
pokoknya aku bersyukur aja dari hati aku yang
paling dalam punya keluarga ini. Mau anak
berapa pun, namanya hidup ya pasti banyak
cobaannya, apa lagi rumah tangga.

Apa ini jawaban doa dari cobaan


Sheila yang kemarin?
Sheila: Terjawab sudah sih, dan selama ini
aku merasa something missing ternyata ini,
dan sekarang yang tadinya gak betah di rumah
sekarang di rumah terus. Malah males ke manamana.

Kiki kalau melihat ke belakang, akan


masa lalu Sheila, gimana?
Kiki: Kalau aku bilang gini. Karena Sheila
gak pernah jawab, kalau ada twit apalah gitu.
Kalau waktu itu kejadiannya misalnya benar
pun aku nggak ada, jadi aku gak ada hak mau
ngapain. Kalau aku ketemu dari dulu pun, aku
sudah langsung.

Jadi Kiki lebih berbesar hati kalau


twit yang macem-macem?
Sheila: Ya twit itu justru mereka ingin kita
bercerai-berai. Kalau ada twit yang menyulut
Kiki itu normal ya, jangan sampai cemburu
ya. Berarti gak cinta dong.

Kiki: Cuma aku bingung ngomong


cemburu supaya gak harus ramai, gak gimanagimana gitu. Kalau aku pikir-pikir, aku dulu

juga gak ada di situ mau ngapain.

Sheila: Yang namanya cemburu kalau di logika-logikain juga gak bisa, itu masa
lalu. Aku percaya jika aku tidak berbuat cacat
dalam ikatan perkawinan yang memang mereka gak bisa menganggu aku sama Kiki. Biar
mereka mengungkit masa lalu seburuk apapun, mau itu fitnah atau pun kebenaran silahkan. Kalau aku pingin bilang berhenti ya berhenti. Aku juga capek gitu.
Aku sering bilang ke media, aku gak bisa
kontrol orang lain mau bilang apa tapi yang
bisa aku kontrol adalah diri kita sendiri. Jadi
sekarang ya udah, ya sakit memang. Yang penting aku kontrol diri aja, aku pede kok, aku gak
mengkhianati suami aku, aku gak pernah
macam-macam.

Kalau ada twit yang bikin gak enak


hati, sikap kalian gimana?
Kiki: Ya kalau aku malah gak coba bahas
yang udah, udah lah.

Sheila: Kadang aku, kalau aku


kepikiran. Ya pokoknya aku berusaha terbuka dan berdiskusi. Kita mau berdiskusi keras
kayak apapun pasti ada salah satu yang melunak gitu entah aku atau Kiki.

Lalu, gimana dengan komentar miring yang datang ke kalian?


Sheila: Sekarang gimana kamu maintenance keluarga kamu gitu ya kan. Kalau aku
gak benar maintenance atau Kiki mau selingkuh mau apa. Aku percaya semua akibat
karena perbuataan kita sendiri, aku amit-amit
banget gitu ya. Banyak banget aku lihat mau
artis atau bukan artis kek, bodo amat. Jangan

Tiba-tiba di sela wawancara Tisa menghampiri sang Mama, Sheila.

Tisa mau punya adik ya?


Tisa: Ya ini baby (sambil memegang perut
Sheila)

Sheila udah sempat di-USG?


Sheila: Udah, lucu banget lagi di-USG loncat-loncat gitu, tapi masih belum ketahuan
cewek apa cowoknya karena masih 3 bulan.
Awalnya dari titik kecil waktu umur seminggu.
Sheila menyadari bahwa jalan hidupnya
mungkin tak selalu mulus. Tapi bukan Sheila
namanya jika ia menyerah begitu saja. Kehadiran Tisa di kehidupannya memberikan nafas
baru. Pelan tapi pasti ia kembali menata hidupnya. Kehadiran Kiki Mirano membuat Sheila
semakin yakin menatap masa depannya. Baginya rencana Tuhan untuknya, jauh lebih indah. kl.c/red

11

SAMBUNGAN

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Rawan korupsi APBD, layak diperiksa Tipikor pejabat Sudin Perumged Jakpus ............................................................................................................................................. sambungan hal 1
Hal ini di sampaikan Sekjend LSM
Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan, kepada Metropolitan Pos, yang
akan melaporkan semua proyek Sudin Perumahan dan Gedung Kota Administrasi Jakpus, terkait penyimpangan APBD.
Setiap proyek ditagih seratus persen dicurigai proyek tersebut dikerjakan pejabat Sudin Perumahan dan
Gedung Kota Administrasi Jakarta
Pusat, itu sendiri, dengan meminjamkan perusahaan saja.
Layak diperiksa Tipikor setiap perusahaan yang mengerjakan proyek
APBD Sudin Perumahan dan Gedung
Kota Administrasi Jakpus.
Perbaikan saluran warga dikerjakan tidak sesuai dengan anggaran
yang di ajukan dalam billy quantity,
baik itu volume dan bobot pekerjaan.
Setiap pekerjaan tidak ada ditemukan
bedeng atau papan proyek perusahaan

pelaksana. Hal ini di sampaikan Sekertaris Jenderal (Sekjend) LSM Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan,
kepada Metropolitan Pos di Gedung
DPRD DKI Jakarta, Rabu, (28/11).
Sekertaris Jenderal (Sekjend) LSM
Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan akan melaporkan ke Tipikor Polda Metro Jaya, untuk di usut tuntas
dugaan korupsi uang Negara, dengan
menyalahgunakan wewenang jabatan, sesuai UU Tipikor No 20 tahun
2001, tentang tindak pidana korupsi, unsure unsurnya, gratifikasi, berhubungan dengan jabatn dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Selain itu rekening gendut pejabat Sudin Perumahan dan Gedung
Pemda Jakarta Pusat harus di usut
tuntas juga.
Sementara, Kepala Sudin Perumahan dan Gedung Pemda Jakarta Pusat, Drs Asbarani saat hendak dikon-

KPK segera usut tuntas kasus .................................... sambungan hal 1


yang diduga merugikan negara sekitar Rop109 M.
Koordinator Indonesia Corruption
Obeserver (InaCo) A Wahab kepada
wartawan di Kejati DKI Jakarta telah
melaporkan kasus tersebut ke Kejati
DKI Jakarta, 15 Juli 2011 dan diterima Lakso Anindito, namun sampai
sekarang tidak ada tindak lanjutnya.
Wahab, mengancam jika laporan
itu tidak disikapi sebagaimana mestinya, mereka akan mengerahkan ratusan orang untuk demonstrasi di
Kejati DKI dan Kejagung.
Kasus ini berawal dari tidak profesionalnya penanganan proyek pembersihan kali dan sungai selama 2008
smpai 2011, sehingga diduga negara

dirugikan sekitar Rp109 miliar.


Ini sudah menjadi komitmen
Pimpinan Kejaksaan. Tentu, bila dari
penyelidikan yang dilakukan Intelijen Kejati DKI ditemukan cukup
bukti, kata Juru bicara Kejati DKI,
Suhendra usai menerima perwakilan
delegasi yang demonstrasi di Kejati
DKI Jakarta, Selasa (25/10) lalu.
Suhendra, yang juga Kasie Penkum yang diberi kewenangan oleh
Asisten Intelijen Kejati DKI Deden Riki
untuk merilis kasus tersebut, menyatakan pihaknya sangat serius menangani kasus tersebut dan telah meminta keterangan dari 12 pejabat PU
DKI dan pihak terkait lainnya.
Jenri/Peris

Pejabat Sudin PU Jalan Jaktim ..................................... sambungan hal 1


Ketua Umum LSM SOROD Ellyus
Singkoh, pekan lalu, menegaskan bahwa kasus dugaan gratifikasi tersebut
telah disampaikan kepada aparat hukum dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi
Bowo. Ini merupakan penghinaan
bagi kami sebagai lembaga swadaya
masyarakat. Moral pejabat ini harus
dibasmi pihak polisi. tegas Ellyus
Singkoh, kepada Wartawan di Kantin
Walikota Jakarta Timur, pekan lalu.
Kejadian gratifikasi ini, Senin (14/
11) lalu, ketika aktivis LSM SOROD
bernama Krisman Sigalingging
hendak mempertanyakan jawaban
surat klarifikasi LSM SOROD ke SDPU
Jalan Jaktim kepada Edy Sudrajat selaku Kepala Seksi Pemeliharaan.
Dalam hal ini Plh Sudin PU Jalan
Kota Administrasi Jakarta Timur, Ir
Suhartono melalui Ir Edy Sudrajat,
Kepala seksi Pemeliharaan, menjanjikan akan melakukan pertemuan
dengan LSM SOROD untuk mengklarifikasi surat tersebut.
Edy Sudrajat, menyuruh salah
satu stafnya memberikan amplop kepada Krisman, berisi uang senilai Rp
500 Ribu, ini merupakan bukti
pelecehan buat LSM, dan uang tersebut diserahkan untuk Gubernur DKI
Jakarta, Fauzi Bowo. Biarin uang itu
sebagai tambahan modal Fauzi Bowo
nanti saat kampanye, ujar Ellyus.
Hingga berita ini diturunkan, Plh
Kepala SDPU Jalan Kota Adm Jaktim
Suhartono MT, dan Edy Sudrajat

tidak berhasil dimintai komentar terkait dugaan suap tersebut.


Sebelumnya diberitakan, bahwa
sejumlah pejabat SDPU Jalan Jaktim
memanfaatkan dana APBD jadi ajang
korupsi, yakni proyek pembangunan
jalan berkwalifikasi AMP (Aspalt Mixing Plan) dan kegiatan swakelola.
Menurut Direktur Eksekutif LSM
GEMPAR (Gerakan Masyarakat
Pejuang Aspirasi Rakyat) B. Hasudungan, bahwa proyek berkwalifikasi
AMP merupakan proyek akal-akalan
para pejabat untuk kepentingan tertentu (kantong-kantong pejabat).
Hasudungan menilai bahwa Edy
Sudrajat cukup cerdik mengelola anggaran untuk kepentingan tertentu.
Dia merekayasa laporan pertanggungjawaban (LPj) untuk mencairkan
anggaran, baik itu untuk proyek AMP
maupun untuk kegiatan swakelola.
Hasudungan menambahkan, anggaran Pemeliharaan Sewaktu-waktu
(Tidak terprediksi) yang di swakelolakan juga merupakan permainan pejabat SDPU untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.
Selain telah menyimpang dari
aturan Perpres Nomor 54 Tahun
2010 perubahan Keppres Nomor 80
Tahun 2003, tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,
kegiatan swakelola tersebut sangat
berpotensi terjadi korupsi, mulai dari
kwalitas pekerjaan hingga proyek
bodong alias proyek fiktip. Jenri

Proyek sampah ITF Sunter ............................................. sambungan hal 1


Sanusi mengatakan dinas kebersihan dalam rapat komisi melihat beberapa jal pokok yang seharusnya
menjadi kunci pembahasan dan
kesepakatan antara pihak Pemda DKI
Jakarta dan DPRD DKI Jakarta sebagai stakeholder, justru menjadi
hal-hal yang tidak pernah disosialisasikan dan dibahas secara mendetail, berapa besaran investasi yang
dibutuhkan untuk membangun ITF
Sunter, jangka waktu pengelolaan
ITF Sunter oleh pihak swasta, kapasitas ITF, Pemilihan Teknologi, berapa lama pelaksanaan masa kontruksi, pemgembalian investasi, teknologi apa yang terpasang pasca lelang,
payung hokum dan berapa Pemda
harus membayar.
Dasar penetepan satuan teeping fee
sebesar Rp.400 ribu per ton per hari
menurut Sanusi tidak realities, karena
teeping fee yang dikeluarkan oleh Pemda DKI selama ini terhadap TPST Bantargebang sebesar Rp.103 ribu per ton

per hari,atas dasar apa kerjasama selama 25 tahun dan apa hitungan yang
mendasarinya, setelah 25 tahun bangunan milik siapa,kata Sanusi.
Sanusi menegaskan penetapan
harga satuan teeping fee sebesar
Rp.400 ribu dapat ditetapkan secara
sepihak oleh dinas kebersihan, sementara hak budget ada di tangan DPRD,
sehingga dikhawatirkan bila sudah
terpilih pemenang lelang, kemudian
harga satuan tidak disetujui oleh
DPRD, kita akan Buat Pansus ITF
dalam waktu dekat,kita bukan
menunda,tambah Sanusi.
Lebih lanjut H.M.Sanusi berharap
Pansus nanti dapat mengkaji dari
hasil temuan dilapangan, akan timbul masalah hukum antara pihak investor dengan pihak Pemda DKI
Jakarta. Sehingga tidak aka nada indikasi kondisi-kondisi yang sengaja
dicipkan pihak dinas kebersihan untuk menguntungkan peserta lelang
tersebut. NRM

firmasi tidak berada dikantor. Bapak


sedang keluar ada rapat, kata Satpam.
Dijelaskan, Berlin Siahaan, satpam sudah diajarkan berbohong untuk menanggung dosa korupsi pejabat Sudin Perumahan dan Gedung
Pemda Jakarta Pusat, pada hal melindungi pejabat itu sendiri, untuk memperkaya diri sendiri.
Dijelaskan juga, seperti, perbaikan
saluran lingkungan permukiman saluran jalan orang RW 05 Kelurahan
Karet Tengsin Pekerjaan konstruksi
dengan
pagu,
sebesar
Rp470.400.000,- dengan pelaksana
pemenang Anggadita Teguh Putra,
jalan Kebon Sirih Timur Dalam No 28
Kelurahan Kebon Sirih Kecamatan
Menteng, Jakarta Pusat, dicurigain perusahaannya, perbaikan prasarana
lingkungan permukiman saluran jalan
orang RW 08 Kelurahan Pegangsaan
pekerjaan konstruksi dengan pagu sebesar Rp898.800.000,- dengan pelaksana CV Lajur Sejahtera, jalan Raya Penggilingan komp PIK Blok D No 6, perbai-

kan prasarana lingkungan permukiman saluran jalan orang RW 04 Kelurahan Kebon Sirih pekerjaan konstruksi sebesar Rp949.200.000,- dengan
pelaksana CV Danau Toba Indah, jalan
MHT KP Besar Cipinang Besar Selatan,
Jakarta Timur, perbaikan sarana
lingkungan pemukiman saluran jalan
orang RW 07, 08 Kelurahan Karang
Anyar, pekerjaan konstruksi dengan
pagu sebesar Rp798.000.000,-dengan
pelaksana Geminka Mandiri, jalan Kebon sirih Timur Dalam No 28 Kelurahan Kebon Sirih Kecamatan Menteng,
Jakpus, perbaikan prasarana lingkungan permukiman saluran jalan orang
RW 03 Kelurahan Mangga Dua Selatan pekerjaan konstruksi dengan pagu
sebesar Rp394.800.000,-dengan pelaksana CV lajur Sejahtera, jalan Raya
Penggilingan Komp PIK Blok D No 6, perbaikan sarana lingkungan pemukiman
saluran jalan orang Gg XV RW 05 Kelurahan Kramat pekerjaan konstruksi
pagu sebesar Rp596.400.000,-dengan
pelaksana CV Kristahas Mulia, jalan

percetakan Negara No 27 C Rt 23/ 007


Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat,
perbaikan prasarana lingkungan permukiman saluran jalan orang RW 01
Kelurahan Menteng pekerjaan konstruksi
dengan
pagu
sebesar
Rp949.200.000,-pelaksana Takashita
hobashi, jalan Komplek pertokoan pulo
mas Blok II No 1, jalan Perintis Kemerdekaan Pulo Gadung, perbaikan sarana lingkungan pemukiman saluran
jalan orang Gg VI RW 05 Kelurahan
Kramat pekerjaan konstruksi dengan
pagu sebesar Rp798.000.000,-pelaksana CV Kristahas Mulia, jalan percetakan Negara No 27 C Rt 023 / 007 Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Dalam waktu dekat LSM Investigasi Fakta Hukum akan melaporkan
Kepala Sudin Perumahan dan Gedung
Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs
Asbarani, serta pejabat pengawas
yang diduga meminta sukses fee dari
rekanan, yang saat ini banyak rekanan mengadu ke LSM, tegas, Berlin.
Peris

APBD tahun 2010 diduga fiktip ............................................................................................................. sambungan hal 1


Selain itu pengadaan laboratorium sains untuk D / SMP berbasis IT
belanja modal pengadaan alat alat
peraga praktek sekolah sebesar
Rp4.942.575.000,- Pengadaan Drum
band untuk SD belanja modal pengadaan alat musik kesenian sebesar
Rp2.069.800.000,-, pengadaan buku
sejarah nasional Indonesia SD SMP
belanja modal pengadaan buku sejarah sebesar Rp5.054.200.000,Tipikor Polda Metro Jaya belum
menjadikan tersangka korupsi uang
Negara pejabat Sudin Pendidikan
Dasar Kota Administrasi Jakarta Pusat hingga saat ini diduga di jadikan
ATM berbulan bulan oleh oknum.
Intruksi Presiden No 5 tahun 2004
tentang percepatan pemberantasan
korupsi tidak dijadikan acuan untuk
memberantas korupsi APBD yang
merugikan Negara tiap tahun.
Laporan pertanggungjawaban
(LPJ) dan surat pertanggungjawaban
(SPJ) diduga direkayasa oleh pejabat
Suku dinas Pendidikan Dasar Kota
Administrasi Jakarta Pusat. Barang
tersebut fiktif tidak ada sebagian dan
tidak sesuai volume anggaran yang
ditentukan di data billy quantity.
Selain itu perusahaan pelaksana
tidak jelas hanya direkayasa dan tidak
diketahui Direktur Utama Perusahaan pelaksana tersebut bahwa pekerjaan itu dikerjakan. Sehingga
uang negera dirampok pejabat bersangkutan dengan merugikan Nega-

ra miliaran rupiah.
Selain itu, papan nama berukuran
sekitar 2 x 1,5 m ditawar PT Gumba
Sondang Primatama dengan nilai fantastis
yakni
sebesar
Rp
4.700.521.277. Padahal, biaya untuk sebuah papan nama ditaksir tidak
lebih dari Rp 7 juta. Berarti juga, biaya mengerjakan 100 papan nama
tidak lebih dari Rp 700 juta, sebut
pemborong di walikota jaktim yang
tidak mau disebut namanya.
Sesuai hitungan kasarnya, material yang dibutuhkan untuk satu papan nama, besi 20 batang, semen 15
sak, pasir 1 truk, batu split 2 grobak,
kramik 6 dus, bordiran keramik 96,
cat 2 kaleng, huruf, dan upah tukang
tidak lebih dari Rp 7 juta.
Praktek mark-up (penggelembungan
anggaran) juga terjadi pada proyek pengadaan alat penghancur kertas yang dimenangkan PT Torus Jaya dengan
penawaran Rp 1.916.385.900 (97,95%
dari HPS 1.956.418.750,-). Padahal perusahaan ini juga pada 2010 pernah
mengerjakan proyek yang sama, dengan
anggaran hanya sekitar Rp 1,1 miliar.
Pengadaan 143 set mesin penghancur kertas ini terjadi mark-up 100
% dari harga pasar dan Harga Satuan DKI Jakarta. Harga Penghancur
kertas dengan kapasitas kertas 18
lembar (A4/70 gram), jenis potongan
kertas strip out, dan ukuran potongan kertas 3,9 mm, dan dapat menghancurkan kartu kredit, staples, pa-

perclip, CD dan CD besar dengan celah


memasukkan kertas 240 mm, harganya hanya sekitar Rp 5 juta/ set.
Sehingga harga mesin penghancur
kertas untuk 143 set jenis tersebut
hanya Rp 715 juta, sudah termasuk
PPN 10 % dan keuntungan perusahaan 10 %. Harga Rp 750 juta setara
dengan 38,33 % dari HPS.
Pengadaan Laptop/Notebook 128
set dimenangkan oleh CV. Brillian
Berkarya dengan penawaran Rp
2.318.976.000,- (95 % dari HPS Rp
2.440.682.464,-). Berdasarkan Spesifikasi Laptop/Notebook dengan spesifikasi i3-330 m, RAM Min 2GB
DDR3 SDRAM1333MHz, up to 8 GB
108db, DVD RW, Monitor 14 High
Definition WideLED anti-glare display. Hardisk 320 GB HDD,5400 RPM
with anti-shock system, 8db cut/boost
@100HZ,SKHz Webcam, Wifi, Bluetooth. Windos 7 Pro (orginal) harganya hanya Rp 5.265.000,-/ set. Sehingga total harga untuk 128 set Notebook adalah Rp 673.920.000,-.
Printer Laser jet dengan spesifikasi Print speed minimum 18 ppm, resolution minimum up to 1200 dpi effective output, Hight speed USB 2.0,
input capacity 150 sheet cassette harganya hanya Rp 2.940.000,-. Sehingga total harga untuk 128 set laser jet
adalah Rp 367.320.000,-. Total pengadaan Notebook dan printer laser jet
adalah Rp 1.041.240.000,- atau
42,66 % dari HPS.  Hotdiman

Korupsi dana Jamkesmas dilaporkan ke KPK .......................................................................... sambungan hal 1


empat ribu sembilan ratus sembilan
puluh tiga rupiah). Aturan APBN
mana yang dipakai, sehingga anggaran yang tidak terserap dapat dijadikan sebagai anggaran untuk tahun
anggaran berikutnya?
Selanjutnya drg Hj Naniek Isnaini
L.K.Kes. sebagai Kepala Dinas Kab
Tangerang menyatakan dalam surat
klarifikasinya bahwa, sisa Dana
Jamkesmas dimaksud sebesar Rp
2.782.009.360,- (dua miliar tujuh
ratus delapan puluh dua juta sembilan ribu tiga ratus enam puluh rupiah) telah disetor oleh masing-masing
Puskesmas melalui PT Kantor Pos Indonesia, ke rekening Kementerian
Kesehatan RI. Padahal, dari konfirmasi sebelumnya dengan salah satu pejabat berkompeten di Dinas Kesehatan
Kab Tangerang, berkali-kali dijelaskan
bahwa sisa dana Jamkesmas dimaksud, dia sendiri yang menyetorkan ke
rekening Kementerian Kesehatan.
Jadi drg NI telah berbohong.
Patut pula dipertanyakan, terkait
Dana Jemkesmas ini, dr Shirley Moningkay MKes sebagai Kepala Bagian
Pelayanan Kesehatan Masyarakat Di
Kab Tangerang, sekaligus penanggungjawab Pengelolaan Dana Jamkesmas hingga Tahun Anggaran 2010,
tidak pernah bersedia dikonfirmasi
Wartawan maupun LSM. Sedangkan,
dr NI, oknum Kepala Dinkes Kab
Tangerang terkesan sangat melindungi kinerja dan perilaku dr SM,
oknum Kabagyankes bawahannya itu,
walaupun telah lama disorot banyak
LSM dan Wartawan. Mulai dari; Kasus
perselingkuhannya
dengan

oknum mantan pejabat di Dinkes dan


pejabat RSU Kab Tangerang, (salah
satu pasangan selingkuhnya telah
mengakui hubungan mereka di hadapan wartawan). Pungli hingga jutaan
rupiah terkait pengeluaran izin pembukaan rumah-rumah sakit, klinik,
dan lembaga pelayanan kesehatan
lainnya di Kab Tangerang, seperti diterangkan salah seorang bidan yang
mengurus izin Bidan Praktek. Pungli
terhadap Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan
(FK-UPH), yang melakukan latihan
praktek pelayanan kesehatan, pada
puskesmas-puskesmas
di
Kab
Tangerang. Belum lagi korupsi waktu
yang telah berlangsung bertahuntahun, dengan mengajar dan bertugas sebagai PI (Public Health) di FKUPH pada jam kerja PNS setiap hari
Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Seperti jadwal mengajar yang berhasil
ditelusuri Wartawan di Kampus FKUPH. Pengadaan Alat-alat Kesehatan
(Alkes) di RSU Balaraja Kab
Tangerang, yang terindikasi kuat telah menjadi ajang KKN antara dr SM
dengan Pemborong.
Dapat pula diketahui bahwa, sisa
Anggaran Dana Jamkesmas Tahun
Anggaran 2009 dan 2010 yang tidak
terserap di Kab Tangerang cukup besar jumlahnya. Anehnya Anggaran
Dana Jamkesmas untuk tahun
berikutnya Tahun 2011, malah
membengkak menjadi Rp 35 miliar
(tiga puluh lima miliar). Termasuk
salah satu Anggaran Jemkesmas
yang paling besar, dibandingkan Anggaran Jamkesmas Kabupaten/Kota

lainnya di Indonesia.
Mengingat banyakny peraturan
dan Undang-Undang yang telah dilanggar oleh oknum pejabat dr SM
sebagai Kabagyankes di Dinkes Kab
Tangerang, seperti;
1 . Undang-Undang No. (14)
Tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik.
2 . Undang-Undang No (20)
Tahun 2003 yakni Peran Masyarakat
dalam Perencanaan, Pelaksanaan,
Pengawasan, dan Evaluasi Program
Pemerintah.
3 . Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil;
4 . Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps Dan Kode Etik PNS
5. Surat Edaran Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor 14/SE/
1975, tentang Petunjuk Pengambilan
Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil.
6 . UU. No. (28) 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bebas
dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
(KKN).
7 . Keputusan Presiden No. (4)
Thn 2009 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.
Maka sesuai tupoksinya, pihak-pihak
terkait yang berkompeten sudah semestinya melakukan tindakan tegas, dengan memberikan sanksi sesuai hukum
yang berlaku, karena perbuatan oknum
pejabat di Dinkes Kab Tangerang telah
jelas-jelas sangat merugikan negara.
Apalagi berkaitan langsung dengan hakhak warga masyarakat yang tidak
mampu.  Syahri

Surat Kabar Umum

SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA


METROPOLITAN POS

EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B


Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
EDISI: 020 TAHUN I SENIN 19 DES 2011 - 16 JAN 2012

HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

VOLUME PEKERJAAN 11 KM DIKERJAKAN 8 KM

Dirut PT Mekar Jaya dan Pejabat


Bina Marga Jabar Belum Diusut KPK
Bandung, Metropolitan Pos
Pejabat Bina Marga Jawa Barat dan rekanan korupsi APBD belum diusut KPK, hingga sampai sekarang. KPK diminta segera turun tangan, pasalnya miliyaran rupiah anggaran Bina Marga diduga
dikorupsi pejabat tersebut bersama rekanan pelaksannya.

ENURUT sum
ber Metropolitan
Pos yang layak dipercaya dilapangan, tidak mau
disebut namanya, bahwa pejabat balai pengelola jalan Cianjur, tidak tanggung-tanggung
korupsi, hal ini di komandoi Kepala Balai Bina Marga, Ir Yongga Bhakti. Miliyar uang Negara
telah menguap masuk ke kantong pribadi di oknum tertentu.
Beberapa ruas jalan di sepanjang Jawa Barat rusak
parah tidak diperbaiki sesuai
biaya
yang
dianggarkan
dalam item pekerjaan.
Penelusuran Metropolitan
Pos dilapangan, modus yang digunakan modus pro aktif yang
membuat kebocoran Keuangan
Negara, yakni Pos Anggaran
Pemeliharaan Rutin dan Pos
anggaran Pekerjaan Kontraktual. Untuk pekerjaan Kontraktual melalui andendum dengan
cara merubah item pekerjaan
yang telah di tetapkan bahkan
ada juga, Adendum penambahan nilai kontrak, telah terjadi

senkongkol yang mengarah ke


perbuatan korupsi.
Untuk pekerjaan pemeliharaan jalan yang dilaksanakan secara pengelolaan menurut sumber Metropolitan Pos,
yang enggan disebut namanya,
telah terjadi kebocoran anggaran sebesar 50%, dalam DPA
anggaran pemeliharaan tercantum Rp5,5M, sedangkan
uang yang diterima oleh kepala SUP Kontraktror hanya
berkisar Rp. 3,52 M, per tahun
dan hasil perhitungan total
penerimaan tiap bulan Rp320
juta. Maka diduga telah terjadi
penyimpangan anggaran pemeliharaan jalan tahun 2010
menguap berkisar Rp2M. Kebijakan ini di sinyalir dilakukan
oleh Kepala Balai Cianjur
Ir.Yongga Bhakti ini dapat di
informasikan telah ada dugaan
korupsi. DPA adalah proyek
yang produk yang di sahkan
oleh DPRD Jabar disebutkan
pula antara lain dalam DPA paket pekerjaannya full Betemen
Beton tetapi oleh oknum Bina

Marga dirubah sebagian menjadi pekerjaan hotmix yang


selisihnya sangat siknifikan,
selisih harga satuan perkilometer berkisar Rp2,5M, untuk beton perkilometernya berkisar
Rp4,5M sedangkan hotmix
hanya berkisar Rp2M.
Paket proyek 2010 antara
lain, paket proyek parung Panjang Bunar yang dilaksanakan
oleh PT. Mekar Jaya dalam kontrak sepanjang 11 km pekerjaan
beton telah direkayasa pekerjaan tersebut hanya dikerjakan
sepanjang 8 km dan sisanya sepanjang 3 km menjadi hotmix ,
akibatnya Negara dirugikan
mencapai skitar Rp.7.5 milyar.
Sumber lain proyek yakni
paket proyek Cikarang-Cibarusah yang dilaksanakan oleh
PT. Wiga Nusantara sepanjang
6 km. Untuk paket ini terjadi
penyelewengan
rekayasa
Adendum dari item pekerjaan
yang bersifat pekerjaan utama
menjadi beberapa item pekerjaan minor.
Sumber Metropolitan Pos
yang sangat dipercaya menyebutkan dalam kontrak sebelum
Andendum item 2.3.(8) adalah
pekerjaan beton bertulang tipe
W (uditch) pra cetak volume
2516.00 meter dirubah menjadi hanya 150 meter lari dengan
harga hanya Rp.520.000 per

meter lari, sehingga untuk item


ini ditaksir Negara rugi
berkisar Rp. 1.2 milyar.
Paket lain yang dapat ditelusuri oleh wartawan Metropolitan Pos dalam proyek paket
yang sama yakni item pekerjaan 6.3.(5a), ini contoh rekayasa pekerjaan minor menjadi pekerjaan utama yakni laston lapis aus semula hanya
1400 m2 telah berubah menjadi 23504 m2. Paket ini dinilai
kontraknya berkurang alebih
Rp.20 milyar rupiah.
Dalam paket ini, seharusnya beton sepanjang 9 meter
dikali 6 kilo meter menjadi
54.000 m2 yang terpasang
adalah 5 km X 7m yakni menjadi 35.000 m2 sisanya dijadikan hotmix ada selisih 20.000
m2 menyebabkan kerugian
Negara mencapai Rp. 8 milyar. Sehingga terhitung dari
total 13 paket pekerjaan proyek
tahun 2010 di Balai Cianjur di
duga sangat mubazir serta
kerugian Negara mencapai
puluhan milyar rupiah.
Dalam hal ini KPK segera
mengusut tuntas pejabat dan
rekanan Bina Marga Jawa
Barat.
Sementara, juru Bicara KPK,
Johan Budi belum bisa diminta
keterangan terkait dugaan korupsi tersebut. Harianja

Kota Batam Menerima Langit Biru Award


Batam, Metropolitan Pos
Kota Batam mendapatkan Langit Biru Award dari Kementrian
Lingkungan Hidup. Walikota Batam,
Ahmad Dahlan diundang untuk
menghadiri dan sekaligus menerima
penghargaan tersebut, Rabu (14/12)
di Hotel Dharmawangsa Jakarta.
Program Langit Biru merupakan
salah satu program Kementrian
Negara Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari
pencemaran udara khususnya yang
bersumber dari kendaraan bermotor
melalui penerapan transportasi berkelanjutan. Saat ini, pertumbuhan
kendaraan yang cukup tinggi di
Kota-kota besar di Indonesia tidak
saja menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas tapi juga menimbulkan masalah lain seperti kecelakaan
lalu lintas, polusi udara, kebisingan,
kerugian ekonomi serta kesehatan.
Menteri Negara Lingkungan
Hidup, Balthasar Kambuaya mengatakan hasil evaluasi kualitas
udaraperkotaan tahun 201 akan diintegrasikan kedalam program adipura
untuk kriteria pencemaran udara dan
menjadi bagian dari penilaian Kota
dalam pekalsanaan program adipura

tahun 2012. Penilaian dilakukan baik


terhadap aspek fisik maupun non fisik
yang pada intinya adalah mendorong
kota-kota di Indonesia untuk menerapkan transportasi yang berwawasan
lingkungan, katanya.
Pengumuman ekspos langit buru
terbaik 2011 merupakan hasil dari
evaluasi udara perkotaan yang dilaksanakan di 26 Kota Metropolitan dan
Kota Besar di Indonesia. Dari hasil
evaluasi, kota langit biru untuk kategori kota metropolitan yakni Surabaya, Medan dan Jakarta Timur. Sementara kota langit biru untuk kategori kota besar yakni Surakarta, Batam
dan Malang.

Lebih lanjut, MenLH juga menegaskan selain meningkatykan kualitas


udara kota, program Langit Biru juga
berhasil menjawab tantangan upayaupaya inovatif untuk program penurunan konsumsi bahan bakar minyak
sekaligus mengurangi emisi gas rumah
kaca yang merupakan penyebab terjadinya pemanansan global dan perubahan iklimdari sektor transportasi. Sebagai
bentuk apresiasi kepada enam kota langit biru, KLH memberikan plakat dan
sebuah sepeda listrik yang merupakan
kendaraan ramah lingkungan.
Walikota Batam Ahmad Dahlan
mengatakan Batam mendapatkan
penghargaan Langit Biru Award

tersebut karena dari data secara


periodik yang ada menunjukkan
kualitas udaranya baik. Data
tersebut yaitu uji emisi, udara
ambient serta bahan bakar yang
terbaik di Indonesia. Selain itu,
kualitas udara baik dan kinerja lalu
lintas mendapat nilai B, dengan
kata lain kecepatan arus stabil.
Kota Batam mendapatkan nilai
yg tinggi dalam kinerja lalin (10),
kualias udara pinggir jalan (9), kegiatan pemantauan (10), dan kegiatan peningkatan kesadaran
masyarakat (9) seperti kegiatan uji
emisi yg setiap tahun dilaksanakan
oleh Bapedal, Batam unggul dibandingkan 24 kota besar lainnya, kecuali Surakarta.
Dahlan menyebutkan, diharapkan kedepan dilakukan kegiatankegitan yang lebih terukur seperti
adanya pemeriksaan berkala pada
kendaraan melalui bengkel-bengkel
resmi yang dapat melakukan uji pemeriksaan dan bisa saja merupakan
syarat perpanjangan STNK. Hal
ini untuk menjaga kinerja mesin
kendaraan agar terjadi pembakaran
yang sempurna, efisiensi dan menjaga kualitas udara, paparnya.
Junael Marbun

Dinas Parbud DKI Optimis Sektor


Pariwisata Raih Rp.2 Triliun
Jakarta, Metropolitan Pos
Sektor hiburan, hotel dan
restoran menjadi andalan pajak untuk Pendapatan Asli
Daerah (PAD) DKI Jakarta.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menargetkan tahun ini Rp.2,065 triliun, sebelumnya tahun
2010, pajak dari sektor hiburan, hotel dan restoran berhasil menyumbang PAD 16persen atau sekitar 1,8 triliun.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata DKI
Jakarta, Arie Budiman, pada
acara talk show baru lalu.
Menurutnya, hingga Oktober
2011 penerimaan sudah
Rp.1,77 triliun atau 83,91
persen dari target,kami optimis mencapai target untuk
2011,kata Arie.
Arie mengatakan meningkatnya target PAD dari
sektor imi merupakan bukti
betapa pesatnya perkembangan hiburan dan wisata di
Jakarta, tidak bisa dipungkiri sektor pariwisata menjadi
andalan Pemda DKI Jakarta
dalam mengenjot perolehan
pendapatan daerah.
Berdasarkan revisi Perda
tentang Pajak Daerah, pendapatan pajak tempat hiburan
selama ini berlaku 20 persen,
serta melakukan pengawasan
secara langsung guna menjaga ketertiban pembayaran pajak dan ketentuan lainnya
yang sudah diatur secara gambling di dalam revisi Perda tentang Pajak Daerah,ada tiga
komponen pajak di sektor pariwisata yaitu, pajak hotel, hiburan dan restoran yang menja-

ARIE BUDIMAN
di andalan, karena dari tahun
ke tahun kinerjanya selalu
meningkat,tambah Arie.
Sedangkan menurut Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, H.Aliman Aat, Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta
memberikan kontribusi kepada Dinas Pariwisata untuk
dikembangkan dan ditingkatkan sektor pariwisata agar
target Rp.2 triliun untuk PAD
tercapai,sektor pariwisata
lumayan bagus, tetapi target
segitu belum riil sebenarnya,
masih punya potensi lebih
besar,kata Aliman.
Aliman mengatakan revisi Perda tahun 2007 tentang
Pajak hiburan dan restoran,
target tersebut dapat dicapai,
karena ada potensi lain yang
bias diambil untuk menjadi
masukan PAD, tetapi Komisi B
lebih mengarahkan kepada industry pariwisata,selama ini
belum optimal, karena DPRD
DKI ingin pajak secara Online
System, tandas Aliman.
Lebih lanjut Aliman Aat
berharap optimistik Dinas
Pariwisata dari segi pajak bias
tercapai Rp.2 triliun, karena
pemberian izin yang dilakukan dinas pariwisata menjadi primadona pertumbuhan
PAD di Jakarta. NRM

TP PKK Ketapang Serahkan Paket Natal


Ketapang, Metropolitan Pos
Menjelang perayaan Natal
tahun 2011, TP PKK Kabupaten
Ketapang menyerahkan paket Natal sebanyak 300 paket pada hari
Kamis (15/12) sore. Paket Natal
tersebut langsung diserahkan Ketua TP PKK Ketapang, Ny.Riniwati
Henrikus didampingi wakil Ketua
TP PKK, Ny.Rachmiwati Boyman
Harun SH. Pembagian paket Natal
dilakukan pada dua lokasi, yaitu di
rumah adat Jalan GM Saunan dan
Gedung Bina Utama Ketapang.
Menurut Ketua TP PKK Kabupaten Ketapang bahwa pembagian paket Natal tersebut sebagai bentuk
kepedulian dan kebersamaan PKK terhadap warga kurang mampu. Apalagi
menjelang hari bahagia, maka sudah selayaknya kepedulian diberikan TP PKK
Kabupaten Ketapang sebagai bentuk
cinta kasih terhadap sesama. Paket natal ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan TP PKK kepada saudarasaudara kita yang merayakan Natal, kata
Ny.Riniwati Henrikus, Ketua TP PKK

Kabupaten Ketapang.
Sebagai sebuah organisasi yang
memberdayakan masyarakat,
khususnya kaum ibu-ibu untuk sejahtera, maka PKK adalah garda terdepan. Semangat gotong royong, dan
keluargaan yang menjadi program
PKK tentunya harus diimplementasikan. Penyaluran paket lebaran
sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan ini juga menjadi bagian
penting dalam implemntasi program
PKK Kabupaten Ketapang.
Harapannya dengan paket Natal yang disalurkan, umat Kristiani
yang kurang mampu juga merayaan
Natal dengan bahagia. Dengan berbagi kebahagiaan ini, maka diharapkan seluruh komponen masyarakat
Ketapang akan selalu termotivasi
membangun daerah ini.
Dengan semangat, kerja keras
dan kebersamaan seluruh komponen
masyarakat yang beraneka ragam budaya di Ketapang, diharapkan akan
mampu menjadikan Ketapang lebih
baik lagi. A.Rahman

KELUARGA BESAR
Mengucapkan

SELAMA
11
SELAMATT HARI NA
NATTAL 25 DESEMBER 20
201
&

Selamat TTahun
12
201
ahun Baru 1 Januari 20
SKU METROPOLITAN POS SEMOGA SUKSES SELALU, MAJU TERUS, TETAP EKSIS
SKU METROPOLITAN POS EDISI 21 TERBIT KEMBALI, SENIN, 23 JANUARI 2012