Anda di halaman 1dari 12

Surat Kabar Umum

Pendiri
B. SIAHAAN

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

Pemimpin Redaksi

JENRI SITANGGANG
HARGA: @Rp 3.500,
LUAR JAWA + ONGKOS KIRIM

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

Reshuffle Kabinet
Dituding Hanya untuk Logistik 2014

HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

870 Bangunan Tanpa IMB Dibongkar

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru saja melakukan perombakan Kabinet
Indonesia Bersatu Jilid II, namun perombakan kali ini menimbulkan banyaknya
kontroversi.

BACA HALAMAN ....... 03

Kadisdik DKI Bekingi Praktek Pungli


di SDN 02 Ujung Menteng

Berbagai kalangan memberi dukungan positif terhadap ketegasan jajaran Dinas


Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta yang telah membongkar
bangunan yang menyalahi izin mendirikan bangunan (IMB). Hingga medium Oktober
2011, 870 bangunan tanpa IMB dan menyalahi IMB, termasuk bangunan rumah mewah
politikus PKS
BACA HALAMAN .......... 04

Meskipun berbagai aturan dan pemberian sanksi dilakukan Pemerintah, nyatanya


praktek pungutan liar (pungli) terus saja terjadi di sejumlah lembaga pendidikan.

BACA HALAMAN ............ 06

TIPIKOR SEGERA USUT TUNTAS PEJABAT


KORUPSI DINAS DAMKAR & PB PROV. DKI

***SELEBRITIS ***

SOPHIA LATJUBA

Ketahuan
Selingkuh

Jakarta, Metropolitan Pos


Rawan korupsi APBD setiap tahun di Dinas
Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan
Bencana Propinsi DKI Jakarta, dalam hal ini
Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polri segera
mengusut tuntas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI
Jakarta, DR Paimin Napitupulu, bersama Ketua lelang pengadaan barang/ jasa pemerintah,
Kamsudin, Sekretaris lelang pengadaan
barang / jasa pemerintah, Arief, serta rekanan.
Proyek abal abal, pengadaan tersebut di duga di markup tidak sesuai harga dilapangan jauh lebih tinggi dari
harga yang sudah ditentukan di data billy quantity, selain itu tanggal surat kontrak kerja (SPK) sudah tidak
memungkinkan lagi.
Berdasarkan data pengadaan kegiatan APBD tahun
2011, seperti, pengadaan baju tahan api dan tahan kimia
sebesar Rp2.711.299.943,-, pengadaan fireman glove
sebesar Rp1.499.749.790,-, pengadaan ban kendaraan
BACA BERITANYA DI HALAMAN 10

BERSAMBUNG KE HAL..............10

KPK Didesak Periksa Pejabat


dan Rekanan Dinas Sosial DKI
Jakarta, Metropolitan Pos
Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) segera usut
tuntas Kepala Dinas Sosial DKI
Jakarta, Drs Kian Kelana MSi,
bersama Ketua Lelang pengadaan barang / jasa Dinas
Sosial Propinsi DKI Jakarta,
Drs Irpan Jauhari, MSi, dan
Sekretaris lelang, Edi Soma S
Sos, serta rekanan pelaksana
kegiatan proyek APBD tahun
2010 dan 2011.

***

Menurut informasi pengaduan, sms yang dikirim ke


redaksi Metropolitan pos, sesuai yang kami terima dari
narasumber berbunyi, ass.wr
bpk Gubernur, wakil Gubernur dan Sekwilda, kami
senang, paling nggak pemerasan yang dilakukan Kadis
Sosial agak terhenti, tapi beberapa waktu lalu kami dikumpulkan di Caf milik ibu

PERISTIWA ***

BERSAMBUNG KE HAL.....10

***

KIAN KELANA

KUPAS TUNTAS ***

Proyek Pagar Pengaman Kantor


UPT BLKD Jaktim Di-Mark-Up 100 %
Kejaksaan Didesak Periksa Tjeje Hidayat

PT. MCF Ketapang Tidak


Memiliki Izin Domisili
Ketapang, Metropolitan Pos
Penarikan sebuah sepeda motor,
jenis honda tipe Blade repsol special,
terjadi dilakukan oleh Suryadi kepada Meldani pada (17/10) yang
lalu. Sesuai dengan surat kuasa substitusi nomor. 6141100226 tanggal
17 Oktober 2011 yang telah diterima oleh Suryadi dari Prindra Rahimin selaku pemberi kuasa dari
pihak PT. Mega Central Finance
(MCF) Ketapang.
Pada awalnya penarikan sebuah
sepeda motor, sesuai kesepakatan
antara Meldani dengan Suryadi.
Pada saat dilakukan penarikan oleh
Suryadi pada waktu itu, tidak terjadi perdebatan dan berjalan sesuai
dengan ketentuan yang telah dituangkan didalam berita acara
BERSAMBUNG KE HAL.....11

Jakarta, Metropolitan Pos


Terkait dugaan korupsi Kepala Unit Pelaksana Teknis
Balai Latihan Kerja Daerah Jakarta Timur, Tjetje Hidayat
Spd MM, bersama Ketua lelang pengadaan barang / jasa
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hariyadi, diduga
kolusi, korupsi dengan rekanan, segera di usut tuntas
Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.
Pasalnya, PT Mugapes, jalan Waringin 1 No 22, Rt 01 Rw 07,
Kayu Putih, Jakarta Timur, perusahaan pelaksana proyek kegiatan APBD tahun 2011 tidak beres di lapangan, semua pekerjaan tidak sesuai bestek, volume, kualitas, pada hal biaya anggaran yang diajukan sudah ada dengan item data billy quantity.
BERSAMBUNG KE HAL.....11

INSERT : KADIS PEMADAM KEBAKARAN DAN PB PROV. DKI JAKARTA, DR PAIMIN NAPITUPULU

INVESTIGASI

Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI

DPRD Batam Tolak Penerapan


Donasi Pelabuhan dan Bandara

Kadis dan Kasudin


Menerima Gratifikasi?

Batam, Metropolitan Pos


Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PDIP, Udin P
Sihaloho menolak kebijakan Pemko Batam, dalam
menerapkan donasi pelabuhan dan bandara. Penerapan donasi tersebut, diibaratkan pengamen yang tidak
kreatif. Bila dibandingkan dengan pengemis, tentunya ada yang memainkan alat musik, menyanyi dan
tukang pungut. Namun kebijakan Pemko yang menerapkan donasi untuk meningkatkan PAD, sama sekali tidak memiliki kreatifitas sebagaimana yang dijalankan anak-anak pengemis di jalanan.
Untuk mendongkrak PAD maka Pemko Batam harus
melakukan secara betul-betul dengan tidak menerapkan donasi pelabuhan dan bandara yang seakan-akan
sebagai pengemis. Karena potensi yang sudah ada

Jakarta, Metropolitan Pos


Pejabat Perumahan dan Gedung
Pemda DKI Jakarta, diduga menerima
uang gratifikasi dari sejumlah rekanan yang mengerjakan rehap maupun
rehap total Gedung Sekolah di lingkungan Provinsi DKI Jakarta,dengan pemasangan kuda-kuda baja ringan.
Tindak pidana korupsi tentang
gratifikasi pasal 12 B UU No 20 tahun
2002, menyebutkan setiap gratifikasi
kepada pegawai negeri atau penyelenggara Negara dianggap pemberian
suap, apabila berhubungan dengan
jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

BERSAMBUNG KE HAL.....11

BERSAMBUNG KE HAL.....11

Tender Proyek Walikota Jaktim Sarat KKN


Jakarta, Metropolitan Pos
Proses pelelangan kegiatan
proyek di Bagian Tata Pemerintahan Kota Administrasi
Jakarta Timur dituding sarat
rekayasa belaka, persekongkolan dan konspirasi. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif
LSM GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pejuang Aspirasi Rakyat), B. Hasudungan, kepada

sejumlah wartawan di lingkungan kantor Walikota Jakarta Timur, baru-baru ini.


Menurut Hasudungan, tudingan persekongkolan tersebut
tampak pada proses penetapan
pemenang pelelangan di sejumlah paket proyek fisik, seperti pada paket proyek Rehab
Sedang Kantor Camat Ciracas,
Jatinegara dan Kantor Lurah

Palmeriam.
Sekedar diketahui, panitia
pengadaan barang/jasa Bagian Tata Pemerintahan Walikota Jakarta Timur yang diketuai Carlos Damanik, menetapkan PT Sopin Sejahtera untuk
paket proyek Rehab Sedang
Kantor Camat Ciracas. Dalam
berita acara hasil pelelangan
BERSAMBUNG KE HAL.....11

DIREKTUR EKSEKUTIF LSM GEMPAR, B. HASUDUNGAN :

PROYEK SUDIN DIKDAS JAKTIM


DIMONOPOLI KRONI TOGU SIAGIAN
Jakarta, Metropolitan Pos
Sebagian besar kegiatan
proyek di Suku Dinas Pendidikan Dasar (Sudin Dikdas)
Kota Administrasi Jakarta
Timur (Jaktim) didominasi
oleh
rekanan/pengusaha
yang memiliki kedekatan
dengan Ketua Panitia Pelelangan, Togu Siagian. Sekitar
80 persen rekanan pemenang
lelang dari seluruh paket ad-

alah kroni Togu Siagian.


Diduga keras seluruh rekanan
tersebut telah menyetor uang
setoran kepada Togu Siagian
sebelum tender dilaksanakan.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif LSM GEMPAR
(Gerakan Masyarakat Pejuang
Aspirasi Rakyat), B. Hasudungan, kepada Wartawan di Kantor Walikota Jaktim.
BERSAMBUNG KE HAL.....11

TOGU SIAGIAN

OPINI

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

DITERBITKAN OLEH
PT SUKSES PARNA SEJAHTERA
SK MENHUM & HAM RI :
Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
PENASEHAT HUKUM
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi SH MH,
Poltak Siringoringo SH MH., Sabar Siahaan SH.
Ferdinan Montorori SH.MH.
PENDIRI
Jenri Sitanggang,
B. Siahaan, Robert Naibaho
PEMIMPIN UMUM
Parel Naibaho SE.MM.
PEMIMPIN REDAKSI
Jenri Sitanggang
REDAKTUR EXECUTIVE
Peris Sitanggang
REDAKTUR PELAKSANA
B. Manalu
REDAKTUR
Hasudungan Siregar
MANAGER PEMASARAN
TM. Harianja, L. Endarwanto Rendra
SEKRETARIS REDAKSI
Tina S.
BAGIAN KEUANGAN
Rinaldi Josua Naibaho
FOTOGRAFER
DEWAN REDAKSI
Jenri Sitanggang, Peris Sitanggang,
Robert Naibaho, Parel Naibaho, B. Manalu,
Douglas Lumban Tobing
STAF REDAKSI
Jahuale Sitanggang, Nur Syamsu, Rimbun Gurning,
Jhonni T. Tampubolon, Drs. A. Syahri S,
Gibson Manalu, Halomoan N.
LITBANG
Onasis Sitanggang, Jonni Sitanggang
Robert Naibaho, Marlon Naibaho SE.,
Tony Naibaho SE.
STAF AHLI
Wasinthon Simbolon, SE.MEc. (Ekonomi & Politik),
Amistan Purba SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik)
William S. Naibaho SH. (Budaya, Pariwisata & HAKI)
BAGIAN SIRKULASI
Mulatua Sitanggang, Rinaldi Josua
PENASEHAT
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang Napitupulu,
Perdi Sitanggang,
Kol. (Pur) Drs. Lauasa M. Hutagalung
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

Rekening Bank :
Bank BCA Rek No : 0948118320
Bank BRI Rek No 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

= RP 500.000,= RP 1.000.000,= RP 2.000.000,= RP 50.000,= RP 24.000.000,= RP 12.000.000,= RP 6.000.000,= RP 3.000.000,-

Dibutuhkan Perwakilan,
Biro dan Wartawan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Depok
Ciamis
Tasikmalaya
Banjar
Sumedang
Majalengka
Cianjur
Subang
Provinsi Jabar

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

Provinsi Jawa Timur


Denpasar
Nusa Tenggara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Lampung
Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
Jurisman Sitanggang : 081315338511

MENANTI
KABINET ANTIKORUPSI
ISU (reshuffle) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid 2 kembali
menghangat. Menjelang dua tahun
usia pemerintahan SBY-Boediono,
kabar adanya perombakan kabinet
bergulir lagi. Selain karena sejumlah menteri dinilai berkinerja
kurang optimal dan mencuatnya
kabar skandal yang melibatkan
anggota kabinet, dorongan reshuffle, kali ini juga terkait dengan dugaan keterlibatan menteri dalam
kasus suap dan korupsi proyek di
kementerian yang didanai APBN
(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Publik menilai, kombinasi tiga alasan itu sudah cukup untuk meyakinkan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) segera
merombak kabinetnya, dengan
mengambil momentum dua tahun
pemerintahan.
Perombakan tersebut penting
segera dilakukan. Alasan utama
jelas untuk meningkatkan kinerja pemerintah, terutama untuk
mencapai target program pembangunan. Terkait hal ini, beberapa waktu lalu, Presiden mengeluhkan rendahnya penyerapan
anggaran oleh kementerian dan
lembaga. Keluhan itu merupakan
indikasi kuat bahwa Presiden
tidak puas dengan kinerja pembantunya di KIB II. Sebab, penyerapan anggaran merupakan satu
indikator apakah program yang
sudah dicanangkan, bisa dijalankan atau tidak. Logikanya, tanpa
anggaran, program atau proyek
di kementerian tidak berjalan.
Kesimpulannya, menteri gagal
merealisasikan program di kementeriannya.
Selain itu, baik-buruknya kinerja anggota kabinet, juga disorot
Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Unit kerja yang
dipimpin Kuntoro Mangkusubroto itu, pernah mengisyaratkan
sejumlah menteri yang berkinerja di bawah standar.
Dari dua hal tersebut, sudah selayaknya para menteri yang memang tidak bisa optimal dalam
bekerja untuk segera diganti.
Penggantian menteri berkinerja
buruk itu untuk memperkuat
kabinet agar kabinet benar-benar
mencerminkan the dream team,
yang bisa mewujudkan program
pemerintahan SBY-Boediono, dan
menjawab semua kebutuhan
masyarakat.
Alasan lain pentingnya perombakan, adalah adanya rumor
sejumlah menteri terlibat skan-

dal. Adanya skandal tersebut, tentu menjadi beban moral bagi KIB
II, terutama bagi Presiden SBY sebagai pemimpin kabinet. Bisa saja
publik akan melihat KIB II cacat
moral. Hal ini tentu akan mempengaruhi kewibawaan sang
menteri di mata bawahannya dan
juga di mata publik. Otomatis, kinerja mereka pun tidak optimal.
Alasan terakhir, mengapa Presiden SBY perlu segera me-reshuffle
para pembantunya, karena sejumlah menteri diduga terlibat kasus
suap dan korupsi terkait proyekproyek yang didanai APBN.
Setidaknya ada dua menteri yang
setidaknya oleh para tersangka disebut-sebut mengetahui praktik
penjarahan dana APBN tersebut.
Masing-masing berkaitan dengan
kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di
Palembang, dan kasus dugaan suap
Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah
(PPID) bidang Transmigrasi.
Memang, untuk alasan terakhir
ini masih memerlukan pembuktian hukum, yang kini prosesnya
ditangani Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK). Namun, untuk mencapai pembuktian itu, publik sadar
harus melalui jalan berliku.
Kabar adanya menteri yang
tersangkut kasus korupsi tentu
juga menjadi beban bagi KIB Jilid

II. Di sini pula, Presiden SBY harus


mengambil sikap tegas, misalnya,
mendorong agar pemeriksaan terhadap menteri bersangkutan dipercepat, agar segera diketahui
apakah mereka benar-benar terlibat atau tidak. Jika kabar keterlibatan tersebut dibiarkan menggantung, langkah kabinet akan
semakin terseok-seok. Stigma keterlibatan mereka pun akan terus
membayangi kinerja KIB II.
Di luar alasan-alasan tersebut,
harus disadari, saat ini tingkat
kepercayaan publik terhadap KIB
II merosot. Hal itu tercermin dari
hasil survei sejumlah lembaga,
bahwa publik tak lagi percaya
pada pemerintah. Kondisi inilah
yang perlu disadari, bahwa untuk
memulihkan kepercayaan, salah
satunya adalah mengganti anggota kabinet, yang mendapat penilaian negatif dari publik.
Memang diakui, reshuffle kabinet tidak menjamin kepercayaan
seketika pulih. Jika perombakan
itu dilakukan dengan memilih figur-figur yang kompeten, kredibel,
serta bebas dari beban moral, hukum, maupun politik, setidaknya
akan membantu menanamkan di
benak publik, bahwa ada upaya
perbaikan serius yang dilakukan
pemerintah.
Persoalannya, sejak awal pembentukan kabinet didasari perim-

bangan kekuatan politik dari parpol-parpol


yang
berkoalisi
menyokong pemerintahan SBY-Boediono. Hal inilah yang harus dihindari dalam perombakan mendatang. Dengan dukungan 60% suara
dalam Pilpres lalu, Presiden SBY
harus berketetapan untuk menggunakan kewenangan prerogatifnya, dengan memilih calon menteri
yang kredibel, kompeten, dan bebas dari kepentingan politik. Sebab,
pertanggungjawaban utama adalah kepada seluruh masyarakat Indonesia, bukan kepada segelintir
elite parpol yang menyokongnya.
Yang diharapkan, reshuffle kabinet
benar-benar untuk perbaikan kinerja pemerintahan ke depan, bukan
lagi sekesar mengesankan ajang
bagi-bagi kekuasaan di antara parpol koalisi.
Memilih menteri yang kredibel dan berkompeten di bidangnya yang mampu bekerja demi seluruh bangsa, jauh lebih penting
ketimbang memikirkan kepentingan sempit di koalisi, yang terkadang tak beretika dalam berpolitik. Jangan sampai menebar sikap
pesimisme
rakyat
sehingga
rakyat kembali putus asa dan pasrah, bahwa siapa pun yang menjadi menteri, nasib bangsa ini
tetap tak berubah. ***
Penulis : Imam Santosa,
bekerja di Setda Kab. Ngawi.

Perampokan Pulsa Menggelisahkan


Kasus sedot pulsa atau istilah Karni
Ilyas, Pemimpin redaksi TV One, perampokan pulsa rakyat kecil secara sistemik,
akhir-akhir ini sungguh sangat menggelisahkan. Sementara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Kementerian Informasi dan Komunikasi RI sepertinya tidak terlalu memperhatikan mengungkap masalah ini, sehingga Komisi I
DPR-RI menganggap perlu membentuk
panitia kerja (Panja) untuk mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya.
Masalahnya, mampukah Panja Komisi I DPR-RI mengungkap kasus yang
merugikan rakyat banyak ini, seperti
anak-anak baru gede (ABG) yang harus

menyisihkan sebagian uang jajannya untuk membeli pulsa. Tukang sayur, tukang
bakso dan bahkan jutaan petani di
pedesaan yang susah payah membeli pulsa tetapi malah menjadi korban langsung
tindakan culas operator dan provider pelaksana telekomunisi selular ini?
Karena banyak juga yang mengkhawatirkan, Panja Komisi I DPR-RI akan
masuk angin, alias kena saweran dari
pihak-pihak yang berkepentingan (umumnya provider yang ada di Indonesia dikuasai investor asing, sehingga boleh disebut
ini merupakan perampokan oleh investor
asing atas rakyat Indonesia) yang
kecenderungannya mendapat perlindun-

gan dari pemerintah Indonesia.


Umumnya pengguna telepon selular
yang dirampok ini adalah pengguna telepon selular dengan sistem isi ulang, yang
sering-sering tak menyadari kalau pulsanya sudah habis disedot atau dirampok.
Beberapa kasus yang saya catat, seorang
pengguna telopon selular baru saja mengisi pula Rp 10 ribu. Dia baru menggunakan
untuk tiga kali SMS, tetapi tiba-tiba pulsanya hanya tersisa Rp 200.
Orang tersebut kemudian ingat, bahwa saat pulsanya berisi Rp700, dia mendownload atau meregister ring back tone
(RBT) lagu tertentu yang dalam berbagai
iklannya tarifnya cuma bertarif Rp500.

Namun, tak ada penjelasan, tarif Rp 500,


itu untuk jangka waktu berapa lama.
Setelah bertanya kiri kanan, dia pun
merasa tertipu, karena ternyata tarif
Rp500, itu hanya untuk jangka waktu tiga
hari. Setelah pulsanya terisi sebesar Rp10
ribu, operator secara otomatis menyedot
pulsanya untuk tarif satu bulan Rp9 ribu
per satu RBT.
Kemudian dia mencoba melakukan
tindakan unreg atau membatalkan register
RBT tersebut, namun tentu saja sulit, karena dia sudah dikatagorikan berlangganan
RBT untuk jangka waktu satu bulan. ***
Penulis adalah : Mimi Raja
Piliang, pengamat Sosial

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Liputan Angkasa Pura: Regan Purba.
Biro
Jakarta Timur : Rimbun Gurning Biro Jakarta Pusat : M. Surya Biro Jakarta Barat: Malino Sianipar,
Agustinus Panjaitan, Prayogo. Biro Jakarta Selatan: Rimbun, Widiawati. Biro Depok : Hotman Pardede
(Kepala) Perwakilan Banten: Leonar Marbun Lbn Batu (Kepala) Biro Kabupaten Tangerang: Tumbur
Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Batara Aritonang, Marudut Harapan Sijabat, Alden Robertus Simbolon.
Biro Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga (Koordinator), Pardamean Nainggolan. Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun (Kepala) Perwakilan
Sumatera Utara: Happy Silalahi (Kepala) Biro Samosir: Sahat Sitanggang (Kepala). Perwakilan Kepri: Pirton Panahatan Hutabarat (Kepala), Bernat H.
Perwakilan Lampung: Perwakilan Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Faozanolo Laia (Kepala) Biro Bandung Barat :
S. Sitanggang (Kepala). Perwakilan Kalimantan Barat: A. Rahman HS. (Kepala), Agus Supriyanto.
PERCETAKAN : CV. Jona Putra Perkasa (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

WARTAWAN METROPOLITAN POS DALAM MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIKNYA SELALU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN SURAT TUGAS SERTA NAMANYA TERCANTUM DALAM BOKS REDAKSI

NASIONAL

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

RESHUFFLE KABINET DITUDING HANYA UNTUK LOGISTIK 2014


Jakarta, Metropolitan Pos
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru saja melakukan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, namun perombakan kali ini menimbulkan banyaknya kontroversi.
Ketua Dewan Direktur Sabang
Merauke Centre, Syahganda Nainggolan, berpendapat reshuffle kabinet
kali ini hanya untuk kepentingan
pengamanan logistik Pemilu 2014
mendatang. Reshuffle tak lebih
hanya untuk mengontrol tempattempat basah yang akan digunakan
nanti di tahun 2014, kata Syahganda dalam diskusi bertema Meneropong Kinerja Pemerintahan SBY
Paska Reshuffle Kabinet di Warung
Daun, Jalan Santa, Jakarta Selatan,
Kamis (20/10/2011).
Dia mencontohkan, salah satu politikus Partai Demokrat yaitu Jero Wacik

yang tidak memiliki background di


bidang ESDM tetapi ditempatkan di
posisi tersebut. Misalnya Jero Wacik,
dia orang yang bagus di pariwisata
tiba-tiba ditempatkan ke ESDM, itu
tidak masuk akal, imbuhnya.
Menurut Syahganda, harapan
masyarakat kepada SBY begitu tunggi, namun jika melihat hasil reshuffle dan dilantiknya 13 wakil menteri
baru harapan itu seakan sirna, karena dianggap tidak memuaskan dan
pemborosan. Saya berpendapat itu
lebih untuk pengamanan penguasan
SBY, khawatir tak bisa kontrol dari
partai politik, paparnya.

Siapa di Balik Perombakan


Kabinet?
Perombakan Kabinet Indonesia
Bersatu II adalah hak prerogatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Artinya, Presiden Yudhoyono-lah
yang akan menjadi penentu terakhir
nasib menteri menjelang dua tahun
pemerintahannya.
Namun, Presiden Yudhoyono tentu
tak sendirian. Menurut Staf Khusus
Presiden bidang Komunikasi dan Politik Daniel Sparringa, dalam pesan
singkatnya, Selasa (20/9/2011), Presiden Yudhoyono dibantu Wakil Presiden
Boediono. Mereka berdua yang membahasnya secara terbatas, ujar Daniel.
Akan tetapi, menurut sumber Kompas lainnya di
lingkungan pemerintahan, Selasa malam, ada
sejumlah nama
yang dilibatkan

SERTIJAB MENTERI BUMN : Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan (kiri bersama Isteri), Mantan Meneg BUMN Mustafa
Abubakar (kedua kanan bersama Isteri), saat serah terima jabatan di Jakarta, Rabu (19/10). Dahlan Iskan sebagai Meneg
BUMN yang baru, akan memprioritaskan banyak kerja dan sedikit rapat-rapat di lingkungan perusahaan BUMN.

SERTIJAB MENTERI HUKUM : Menteri Hukum dan HAM Amir Sjamsoeddin (kiri) mendapat ucapan selamat dari mantan
Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar saat acara Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu
(19/10). Presiden Yudhoyono melantik sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II hasil perombakan kembali (reshuffle)
kabinet yang diumumkan Selasa (18/10) lalu. (FOTO:REP)

PARA MENTERI YANG BARU

untuk memberikan pertimbangan


dalam penilaian dan mengevaluasi
kabinet. Untuk mengukur kinerja
dan hasil kerja para menteri, Presiden
membaca lebih dulu hasil evaluasi
Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pemerintah
(UKP4) yang dipimpin Kuntoro
Mangkusubroto, tuturnya.
Selanjutnya, untuk menilai menteri-menteri lainnya, Presiden meminta bantuan untuk memberikan pertimbangan. Sebut saja, menteri yang
berasal dari partai politik, Menteri
Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga Ketua DPP Partai
Amanat Nasional (PAN), ikut dilibatkan. Juga Menteri Koordinator Politik,

Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, serta Sekretaris Kabinet Dipo
Alam, ikut dilibatkan dalam pembahasan kocok ulang kabinet tersebut.
Djoko belum berhasil dikonfirmasi, juga Dipo Alam yang masih ikut
dalam rombongan Presiden Yudhoyono. Namun, Sudi yang ditanya pada
Rabu (21/9/2011) pagi hanya berkomentar dan tersenyum, Ikut atau
tidak ikut, kan, saya tidak boleh berbicara... he-he-he.
Adapun Hatta Rajasa yang dikonfirmasi hanya tertawa, Ah, siapa
yang bilang? Itu (membantu), bisa
saja. Akan tetapi, keputusan, kan, ada
tangan di Presiden. Red

SERTIJAB MENDAG : Menteri Perdagangan Lama Mari Elka Pangestu (kanan) menyerahkan cendera mata kepada
Menteri Perdagangan Baru Gita Wirjawan usai serah terima jabatan Menteri Perdagangan di Kementerian Perdagangan,
Jakarta, Rabu (19/10).Gita Wirjawan menggantikan Mari Elka Pangestu sebagai menteri perdagangan, sementara Mari
kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (FOTO:REP)

SERTIJAB MENTERI KELAUTAN : Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Tjitjip Sutardjo (kiri) dan mantan Menteri
Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat acara Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri di Istana Negara, Jakarta,
Rabu (19/10). Presiden Yudhoyono melantik sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II hasil perombakan kembali
(reshuffle) kabinet yang diumumkan Selasa (18/10) lalu. (FOTO:REP)

PARA WAKIL MENTERI YANG BARU

4
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

SEKILAS

BPN Jakbar Minta


Mobil Larasita Ditambah
Jakarta, Metropolitan Pos
Program Layanan Rakyat untuk Sertifikasi
Tanah (Larasita) milik Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dilakukan dengan cara jemput bola ke sejumlah pemukiman penduduk,
cukup efektif membantu warga dalam melegalisasi tanah miliknya. Namun, sayangnya saat
ini BPN Jakarta Barat baru memiliki satu unit
mobil operasional dan berharap ada penambahan agar pelayanan sertifikasi pertanahan
menjadi lebih maksimal.
Saat ini, meski hanya memiliki satu mobil
sudah cukup banyak berkas yang masuk ke
mobil tersebut, untuk selanjutnya dijadikan
sertifikat. Tercatat, sejak Februari 2009 saat
pertama kali Larasita diluncurkan hingga Oktober 2011, dari 2.316 berkas yang masuk,
sebanyak 2.295 berkas lahan warga di Jakarta
Barat telah berhasil diterbitkan menjadi sertifikat oleh BPN Jakarta Barat.
Pada prinsipnya kinerja mobil operasional Larasita tersebut memang hanya untuk menerima berkas masyarakat. Sedangkan untuk
pengecekan berkas hingga seterusnya menjadi
sertifikat dilaksanakan di Kantor BPN, ungkap Samad Soewardi, Kepala BPN Jakarta
Barat, Selasa (18/10).
Samad menambahkan, dengan luas wilayah
Jakarta Barat yang mencapai 128,19 KM2
sangatlah tidak ideal hanya dilayani oleh satu
unit kendaraan. Sebab, dengan hanya satu unit
kendaraan praktis memperlambat kinerja jajaran BPN Jakarta Barat dalam melakukan pemberkasan lahan warga.
Kalau bicara ideal berapa jumlah kendaraan yang harus ada memang tidak ada yang
ideal. Namun dengan luas wilayah paling minim dua unit kendaraan agar lebih banyak lagi
berkas yang masuk, ungkap Samad.
Menurutnya, meski hanya satu unit mobil operasional saat ini pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan pelayanan kepada warga demi membantu pemerintah untuk melaksanakan pemberkasan lahan.

Pemeliharaan PJU
Di Jaksel Belum Maksimal
Jakarta, Metropolitan Pos
Kerap ditemuinya penerangan jalan umum
(PJU) yang mengalami gangguan di wilayah
Jakarta Selatan sangat memprihatinkan banyak pihak. Sebab hal ini tentu saja sangat mengganggu warga maupun para pengguna jalan. Terlebih, Sudin Perindustrian dan Energi setempat
yang berwenang menangani permasalahan ini
hingga kini tak kunjung memiliki crane atau
mobil yang dilengkapi tangga sehingga menyulitkan perawatan rutin dilakukan petugas.
Saat ini yang memiliki crane itu hanya
Dinas Perindustrian dan Energi. Jadi, kalau
ada lampu dengan tinggi sekitar 15 meter mengalami gangguan, kami harus menunggu giliran
perbaikan dengan wilayah lain, ujar Soekirno,
Kepala Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Selatan, Minggu (16/10).
Dikatakan Soekirno, hal itulah yang sering
menghambat dan sedikit membutuhkan waktu untuk memperbaiki PJU, sehingga perbaikan atau perwatan PJU kerap tidak maksimal
dalam melayani komplain yang diadukan
masyarakat atar PJU yang mengalami gangguan. Kami sudah mengajukan kepada dinas,
agar kami paling tidak memiliki satu mobil
crane. Dan rencananya dinas akan memasukannya dalam pengajuan anggaran di tahun
2012, kata Soekirno.
Saat ini, terdapat 47.093 PJU yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan, dengan masing-masing daya lampu sebesar 70-150 watt.
Pengelolaannya diserahkan langsung ke masing-masing seksi yang ada di kecamatan.
Tahun ini, dikatakan Soekirno, pihaknya
tengah menyelesaikan program penerangan
jalan untuk RW kumuh, yang harus rampung
pada akhir tahun ini. Adapun dana untuk pengentasan RW kumuh tahun ini dari Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Selatan sebesar
Rp 2 miliiar. Tim

METROPOLITAN

Dinas P2B DKI Jangan Tebang Pilih

870 BANGUNAN
TANPA IMB DIBONGKAR
Jakarta, Metropolitan Pos
Berbagai kalangan memberi dukungan positif terhadap
ketegasan jajaran Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta yang telah membongkar bangunan
yang menyalahi izin mendirikan bangunan (IMB). Hingga medium Oktober 2011, 870 bangunan tanpa IMB dan menyalahi IMB, termasuk bangunan rumah mewah politikus PKS
yang juga Wakil Ketua DPR Anis Matta, di Jalan Wahab I RT
002/RW 09 Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, dan rumah politikus Partai Demokrat anggota DPR RA Ratna Suminar di
Jalan Pemuda Raya No 289 A RT 003/RW 01, Kelurahan Jati,
Pulogadung, Jakarta Timur, telah dibongkar.
Namun Dinas P2B dan jajarannya
jangan membiarkan bangunan-bangunan yang menyalahi IMB seperti
ribuan minimarket dan puluhan Seven Eleven yang menjamur di Ibu Kota
tetap berdiri meski menyalahi IMB.
Kita memberi penghargaan kepada
Dinas P2B dan jajarannya yang telah
membongkar bangunan rumah yang
menyalahi IMB mencapai 870-an bangunan. Namun, kita juga berharap
Dinas P2B lebih tegas menertibkan
bangunan-bangunan yang menyalahi
peruntukan. Penindakan ribuan minimarket yang tidak berizin tidak terdengar lagi, kata anggota Komisi A
(Bidang Pemerintahan) DPRD DKI Ruddin Akbar Lubis, Rabu (19/10).
Presidium Himpunan Masyarakat
untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Muhammad Syaiful Jihat
mengatakan, Dinas P2B jangan tebang
pilih dalam menindak masyarakat
yang melanggar aturan. Dinas P2B
jangan seperti mata pisau, ke bawah
(masyarakat biasa-Red) bisa tajam,
tapi ke atas (para pengusaha-Red) tumpul, tidak ada tindakan apa pun walaupun mereka sudah diketahui melanggar aturan, kata Syaiful Jihat.
Lebih lanjut Syaiful Jihat mengatakan, sikap tebang pilih masih kentara dilakukan aparat Dinas P2B dan jajarannya. Buktinya, ribuan minimarket yang berdiri menyalahi aturan,
IMB-nya bukan untuk tempat usaha,
tetapi dibiarkan, tidak dilakukan penindakan. Tidak ada progres terhadap
penindakan minimarket yang melanggar perda, pergub. Ini artinya, Dinas
P2B belum serius, ucap Syaiful.
Sementara itu, untuk mengupayakan tertib administrasi dalam pemban-

gunan gedung atau rumah tinggal,


Pemprov DKI telah melakukan penertiban bangunan yang melanggar IMB.
Dari 1 Januari 2011 hingga 13 Oktober 2011 ini, Dinas P2B DKI mencatat
sudah 2.957 bangunan di Jakarta
yang melanggar IMB dan tidak mempunyai IMB. Dari total jumlah itu,
sudah 870 bangunan dibongkar secara
paksa oleh Dinas P2B DKI bersama Suku
Dinas (Sudin) P2B lima wilayah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas P2B DKI Wiriyatmoko mengatakan, penertiban bangunan ilegal, melanggar IMB, dan tidak mempunyai
IMB dilakukan untuk menegakkan
hukum serta tertib administrasi
dalam pembangunan gedung atau
rumah tinggal. Hasilnya, dari tindakan penertiban yang dilakukan hampir selama 10 bulan ini, telah menambah pemasukan bagi kas daerah DKI
Jakarta dari pembayaran retribusi
denda, yaitu sebesar Rp 3,28 miliar.
Dengan perincian, retribusi denda
dari penertiban bangunan bermasalah
yang diterima Dinas P2B DKI sebanyak Rp 1,27 miliar, dari Jakarta Pusat
Rp 762,96 juta, Jakarta Barat Rp
755,94 juta, Jakarta Timur Rp 405,11
juta, Jakarta Selatan Rp 54,29 juta,
dan Jakarta Utara Rp 30,03 juta.
Berdasarkan data tindakan penertiban Dinas P2B, selama dilakukan
penertiban telah ditemukan 2.957
bangunan yang melanggar peruntukan dalam IMB dan tidak mempunyai IMB. Seluruh bangunan tersebut
telah diberi tindakan administratif
penertiban mulai dari surat perintah
penghentian pekerjaan pembangunan (SP4), hingga pembongkaran
paksa bangunan tersebut. Jenri

Rumah Wakil Ketua DPR Dibongkar


Jakarta, Metropolitan Pos
Upaya Pemprov DKI menertibkan
bangunan bermasalah, tidak hanya
dilakukan terhadap bangunan milik warga biasa saja. Tapi, rumah
Wakil Ketua DPR Anis Matta yang
dianggap menyalahi aturan di Gang
Wahab 1 Nomor 42, Utankayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, juga
dibongkar paksa Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan
(Sudin P2B) Jakarta Timur.
Bangunan empat lantai tersebut
dibongkar, karena dalam Permohonan Izin Mendirikan Bangunan
(PIMB) yang sudah dikeluarkan hanya dua lantai, namun kenyataan di
lokasi dibangun empat lantai.
Kepala Seksi Penertiban Sudin
P2B Jakarta Timur, Yarneddy,
mengatakan dalam PIMB bernomor
0079/PIMB-PB/T/2011 tertanggal
7 April 2011, bangunan tersebut
pemiliknya adalah Anaway Irianti
Mansyur yang merupakan istri
Wakil Ketua DPR yang juga Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Se-

jahtera (PKS) Anis Matta.


Karena melanggar perizinan,
bangunan ini ditertibkan. Pemilik
membangun melebihi lapisan yang
kita izinkan. Yakni dari 2 lantai menjadi 4 lantai. Sehingga bangunan di
lantai 3 dan 4 terpaksa ditertibkan,
ujar Yarneddy, saat memimpin jalannya penertiban, Senin (17/10).
Dalam penertiban itu, pihaknya
melibatkan 40 petugas gabungan yang
terdiri dari unsur P2B, Satpol PP, kepolisian dan TNI. Ia menambahkan,
bangunan itu diperuntukan sebagai
rumah tinggal berlantai dua dengan
luas 392 meter persegi. Namun, dari
fisik bangunan yang pengerjaannya
sudah mencapai 60 persen, menyerupai wisma atau hotel.
Yarneddy menyebutkan, sebelum
melakukan pembongkaran, pihaknya telah melayangkan Surat Perintah
Penghentian Pekerjaan Pembangunan (SP4) pada 16 Agustus lalu.
Kemudian penyegelan dan penerbitan
Surat Perintah Bongkar (SPB) masing-masing pada 22 Agustus dan 5
September 2011. Namun, pemilik
tidak pernah menanggapi surat peringatan tersebut. Agar bangunan dapat dibangun empat lantai, ia meminta pemilik segera mengurus perubahan peruntukkan bangunan tersebut.
Jika tidak, sampai kapan pun bangunan harus tetap berlantai dua dan
peruntukannya sebagai rumah tinggal, tandasnya.  Tim

TRANSJAKARTA MELEDAK: Petugas kepolisian melakukan olah tempat


kejadian perkara meledaknya sebuah bus TransJakarta di Stasiun Pengisian
Bahan bakar Gas (SPBG) Pinang Ranti, Jakarta Timur, Kamis (20/10). Pihak
kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kejadian yang
terjadi sekitar pukul 08.20 WIB yang menyebabkan sejumlah orang terluka.

BLU Transjakarta Diminta Lebih Cermat


Jakarta, Metropolitan Pos
Setelah terjadinya ledakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas
(SPBG) Pinangranti, Badan Layanan
Umum (BLU) Transjakarta memastikan, operasional bus Transjakarta di
seluruh koridor tetap berjalan normal. Namun, untuk pengisian BBG di
SPBG Pinangranti akan dialihkan ke
SPBG lainnya.
Atas peristiwa ledakan yang terjadi di SPBG Pinangranti, Gubernur
DKI Jakarta, Fauzi Bowo secara
khusus meminta kepada BLU Transjakarta agar lebih cermat dalam
memperhatikan kondisi bus. Saat ini,
dikatakan Bang Fauzi, sapaan akrabnya, pihaknya masih menunggu laporan dari pihak kepolisian.
Saya belum terima laporan dari
pihak kepolisian. Jadi, kami masih
menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Tidak bijak jika saya berbicara
mendahului hasil penyelidikan kepolisian. Untuk BLU Transjakarta ,
saya minta agar lebih cermat lagi dan
melakukan cek dan ricek terhadap
kondisi armada bus, ujar Fauzi Bowo
di Balaikota, Kamis (20/10).
Kepala BLU Transjakarta, Muhammad Akbar mengatakan, pengisian
BBG di SPBG Pinangranti untuk sementara akan dialihkan ke empat
SPBG lainnya yakni, SPBG Kampun-

grambutan, Daanmogot, Pancoran dan


SPBG Jl Pemuda. Dari 60 armada koridor IX yang biasanya mengisi BBG di
DPBG Pinangranti kami alihkan ke empat SPBG lainnya, kata Akbar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah
(Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Fadjar
Panjaitan menuturkan, peristiwa
ledakan di SPBG Pinangranti merupakan musibah dan tidak ada unsur kesengajaan. Namun, yang perlu diperhatikan, apakah prosedur yang ada
sudah dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini masalah teknis atau kecelakaan. Yang terpenting,
di sekitar kawasan harus steril terutama dari api. Karena gas lebih cepat
menyambar dibandingkan bahan
bakar lainnya, katanya.
Akibat ledakan tersebut setidaknya
tiga orang mengalami luka-luka. Satu
diantaranya mengalami luka berat
yakni Yusak Blegur (47) yang merupakan pramudi bus Transjakarta. Korban lainnya, Malinda mengalami luka
ringan dan pingsan serta Sugiarto petugas pengisian BBG yang menderita luka
akibat terkena serpihan kaca pecah dan
atap SPBG yang rusak. Ketiga korban
langsung dilarikan ke RS Haji Pondokgede. Biaya perawatan ketiga korban, akan ditanggung oleh PT Trans
Mayapada Busway selaku operator bus
Transjakarta tersebut.  Tim

DPRD DKI Sahkan Empat Perda


Jakarta, Metropolitan Pos
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akhirnya
mengesahkan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi
perda serta merevisi satu perda, pada
Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta
yang berlangsung di Gedung Lembaga Pertahanan Nasional, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (18/10).
Dengan pengesahan serta revisi perda itu, diharapkan akan meningkatkan kinerja Pemprov DKI Jakarta
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kemasyarakatan menjadi lebih baik.
Keempat Perda yang baru disahkan itu yakni, Perda tentang Pembentukan Sekretariat Dewan Pengurus
KORPRI, Perda tentang Perlindungan
Perempuan dan Anak dari Tindak
Kekerasan, Perda tentang Penanggulangan Bencana Daerah dan Perda
tentang Perlindungan Penyandang
Disabilitas. Sedangkan perda yang
direvisi yakni, Perda tentang Dewan
Kota/Dewan Kabupaten.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta,
Triwisaksana mengatakan, mekanisme pembahasan raperda dan revisi
perda tersebut, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ini juga telah sesuai dengan
mekanisme pembahasan yang telah
ditentukan, ujar Triwisaksana, usai
mengikuti Rapat Paripurna DPRD DKI
Jakarta, Selasa (18/10).
Dengan disahkannya Perda tentang
Perlindungan Penyandang Disabilitas,

dikatakan Triwisaksana, diharapkan


perusahaan dapat menempatkan penyandang disabilitas pada tempat yang
sejajar dengan masyarakat lainnya.
Sehingga perusahaan, tidak ragu-ragu
menempatkan penyandang disabilitas
pada posisi apa pun. Selain itu, sarana
dan prasarana lainnya juga perlu menjadi perhatian bagi penyandang disabilitas, seperti akses jalan, transportasi,
dan fasilitas di dalam gedung. Lebih
memperhatikan penyandang disabilitas. Perda ini juga mengatur perusahaan di Jakarta untuk mempekerjakan
setidaknya satu persen karyawan dari
penyandang disabilitas. Kami ingin
mendorong agar penyandang disabilitas memperoleh akses terhadap pekerjaan, jelasnya.
Selain itu, dikatakan Sani, sapaan akrabnya, Perda Perlindungan
Perempuan dan Anak dari Tindak
Kekerasan juga tak kalah penting.
Perda ini mengatur adanya lembaga
perlindungan untuk menerima pengaduan tindak kekerasan pada perempuan dan anak.
Sementara Perda Badan Penanggulangan Bencana Daerah akan
mengatur pembentukan lembaga
penanggulangan bencana daerah
untuk mengkoordinir pelaksana penanggulangan bencana di ibu kota.
Jadi, lembaga itu setara dengan dinas dan fungsinya mengkoordinir
penanggulangan bencana seperti Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Ambulan Gawat Darurat, Polda Metro,
Kodam Jaya, katanya.  Jenri

MEGAPOLITAN
SEKILAS
Pemkot Bekasi Berikan
Pelatihan IT Bagi UMKM
Bekasi, Metropolitan Pos
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) memberikan pelatihan tambahan (Aplikasi) mengenai Information Technologi (IT) kepada para Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah (UMKM).
Pelatihan tambahan ini diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk peningkatan akses
informasi dalam rangka memasarkan usaha melalui dunia IT, ujar Amit Riadi selaku Kepala Dinas Perindagkop
saat membuka pelatihan tersebut di Unisma Bekasi,
Kamis (20/21).
Amit Riadi yang baru saja menjabat di Dinas tersebut menjelaskan, pengenalan dasar maupun pengembangan computer saat ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu diberikan pelatihan IT supaya menambah wawasan untuk memasarkan usaha khususnya dan pada
umumnya mengetahui perkembangan teknologi.
Beliau juga mengharapkan kegiatan ini tidak hanya
seremonial saja tapi berkesinambungan. Supaya para
UMKM yang belum mendapat pelatihan bisa mengikuti
secara bertahap. Di Kota Bekasi kurang lebih 3000
pelaku UMKM, jadi diharapkan bisa mengikuti
perkembangan teknologi, ujarnya.
Selanjutnya, pelatihan yang berlangsung dua hari
tersebut diharapkan kepada para pengajar supaya memberikan materi dengan langkah persuasif mengingat usia
peserta ada yang sudah lanjut usia dan ada juga yang
masih muda.
Sementara itu, salah satu peserta bernama Lisparida
(28) merasa bangga dengan mendapatkan pelatihan tersebut. Selanjutnya, pelaku usaha kue basah itu pun ingin
mengetahui lebih banyak soal IT. Terlebih bagi pemasaran usahanya, ia pun akan bersungguh-sungguh mendapatkan ilmu yang diberikan secara gratis tersebut. Tim

Masih Banyak Produk UMKM


Belum Bersertifikasi
Bekasi, Metropolitan Pos
Sertifikasi halal menjadi syarat wajib bagi produk
makanan dan minuman, termasuk hasil dari UMKM.
Sejauh ini, di Jabar, terdapat sekitar 2 juta item produk
makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik yang
diproduksi UMKM. Akan tetapi, pada kenyataannya, produk-produk tersebut yang sudah bersertifikasi
masih sangat sedikit. ujar Kepala Bidang Perekonomian dan Halalisasi MUI Jabar, Mustopa Djamaluddin.
Secara keseluruhan, jumlah produk UMKM yang
bersertifikasi halal sekitar 7.000 unit. Angka itu masih
sangat tidak sebanding dengan jumlah produk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetika yang
diproduksi UMKM.
Sertifikasi halal punya peran penting dalam mendongkrak omzet para pelaku UMKM dan yang pasti
akan melindungi konsumen. Masih sedikitnya produk
UMKM Jabar yang bersertifikat halal karena permasalahan klise, yaitu pendanaan.
Tingginya biaya sertifikasi sebesar Rp1 juta membuat para pelaku UMKM memilih menggunakan dananya untuk pengembangan usaha. Tahun ini, kami bersama Dinas UMKM memberikan fasilitas berupa bantuan
pendanaan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM.
Jumlahnya sebanyak 600 item. Tahun depan, rencananya, kami tambah menjadi 1.000 item, paparnya.
Dia menegaskan pelaku UMKM merasakan manfaat sertifikasi halal karena omzet mereka mengalami
kenaikan. TM.Harianja

BPPT Kabupaten Bekasi Raih


Penghargaan Investment World
Bekasi, Metropolitan Pos
BPPT Kabupaten Bekasi menerima penghargaan Investment World dari BKPM pada hari Rabu tanggal 12
Oktober 2011 dalam acara yang dihadiri oleh Menko
Perekonomian, Menko Perindustrian, Menteri Kehutanan dan Kepala BKPM.
Penghargaan tersebut didasarkan kepada Keputusan Kepala BKPM No. 58 Tahun 2011 tentang Penetapan Kualifikasi terhadap 265 PTSP bidang Penanaman
Modal Kabupaten/Kota Tahun 2011.
Dalam Keputusan tersebut Kabupaten Bekasi termasuk dalam 10 Besar PTSP terbaik tahun 2011 bidang
Penanaman Modal dari 265 PTSP seluruh Indonesia.
Dengan ditetapkan kualifikasi Bintang 2 (dua).
Penilaian terhadap 365 PTSP tersebut, dilakukan
oleh Tim Independen dari Sucofindo dan selanjutnya
dilakukan verifikasi oleh Tim Gabungan dari lintas Kementerian yaitu Kementerian Dalam Negeri, Menpan,
BKPM, BPKP, Menko Perindustrian. Tim

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

Jamaah Keluhkan Pelayanan Katering di Asrama Haji Bekasi


Bekasi, Metropolitan Pos
Pelayanan katering di asrama
haji embarkasi Jakarta-Bekasi, mulai ngaco. Sebab, mestinya jamaah
saat diterima di embarkasi langsung
mendapat makanan ringan. Namun
hari ini tidak dapat. Saya terpaksa
membeli dari luar, laper, kata
Hasan, satu jamaah Kloter 42 asal
Kabupaten Purwakarta, Senin siang.
Menurut dia, saat masuk asra-

ma, pukul 12:00, tidak ada makanan yang disajikan, padahal mereka sejak subuh sudah ke luar dari
rumah menuju kantor Pemkab
Purwakarta.
Keamanan Mengeluh
Hal serupa juga diakui petugas
keamanan embarkasi. Menurutnya katering untuk mereka selalu
telat, Jatah makan siang mestin-

ya jam 12;00, tapi dikirim jam


13:30, ujar Suparman, petugas
keamanan. Kalau mereka punya
uang terpaksa makan di luar dengan biaya sendiri. Kalauu ngeluh,
ngeluh ke siapa? Ujarnya.
Menanggapi hal itu Maman Sulaeman, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa
Barat, kepada Pos Kota mengatakan, jamaah yang masuk asrama

akan diberikan makanan sesuai


jadwal masuk. Banyak jamaah
yang mestinya diterima jam 14:00,
jam 12:00 sudah masuk, jadi
menunggu dua jam lagi, ujarnya.
Maman juga menyebutkan
jamaah haji kalau tepat waktu pasti
mendapat snak, karena pendistribusian snak maupun makanan sudah
ada jadwal dan terganrung jam berapa panitia menerima.  Tim

Diduga Ada Kecurangan, Pemkot Bekasi


Desak Audit Lingkungan TPST Bantargebang
Bekasi, Metropolitan Pos
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, terus mendesak Pemda DKI Jakarta dan PT
Godang Tua Jaya selaku pengelola, melaporkan hasil audit lingkungan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang secara berkala. Pasalnya, ada dugaan kecurangan yang dilakukan pengelola soal pengendalian lingkungan sekitar
TPST sehingga menyebabkan pencemaran.
Kepala Badan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (BPLH) Kota
Bekasi Dadang Hidayat mengatakan audit lingkungan sangat dibutuhkan agar bisa memberikan penilaian benar tidaknya mekanisme
pegendalian dampak lingkungan di
TPST Bantargebang. Kalau sudah
bagus kami akan fair memberikan
apresiasi, kata Dadang.
Namun jika mekanisme pengolahan ternyata salah, BPLH Kota Bekasi akan memberikan rekomendasi
perbaikan pengolahan sampah. Selama ini tidak pernah ada laporan
pengolahan sampah sehingga kami
tak bisa memberikan penilaian dan
tak paham progres pengendalian
lingkungan di sana, katanya.
Laporan aduit lingkungan yang
harus diserahkan itu berupa laporan tertulis disertai dokumen pen-

dukung, seperti foto dan hasil uji


laboratorium semester pertama
atau periode Januari-Juni 2011.
Laporan menyangkut kualitas

KPU Tangsel Pastikan Logistik


Pilgub Banten Didistribusikan
Tangsel, Metropolitan Pos
Komisi Pemilihan Umum
Kota Tangerang Selatan,
Banten, memastikan seluruh
logistik pemilihan gubernur
dan wakil gubernur Banten
sudah didistribusikan.
Semua logistik pemilihan
Gubernur sudah kami terima
dan telah didistribusikan
kepada seluruh PPK, kata
Ketua Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Kota Tangerang Selatan,
Iman Perwira Bachsan, di
Tangerang, Rabu.
Iman mengatakan, dalam
pendistribusian seluruh
logistik, pihaknya juga memastikan mendapat pengawalan
dari kepolisian.
Hal tersebut untuk memastikan agar tidak adanya
kebocoran maupun manipulasi
data. Saat didistribusikan ke
PPK, dikawal oleh aparat
kepolisian, katanya.
Iman menambahkan, bila
jumlah Tempat Pemungutan
Suara (TPS) di Kota Tangerang
Selatan berjumlah 1.950 titik
yang tersebar di tujuh kecamatan.
Terkait dengan sistem
pengamanan logistik yang
didistribusikan, Iman menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat
kepolisian untuk mengawal
logistik.
Khususnya kertas suara
yang jumlahnya sebanyak
766.528 lembar. Jumlah
tersebut sudah di estimasi lebih
2,5 persen dari jumlah Daftar
Pemilih Tetap (DPT) sebanyak
747.832 orang.
Logistik berupa kertas suara
yang tiba tengah malam pada
Rabu (12/10), langsung dilipat
oleh puluhan tenaga honorer di
Gedung Serba Guna (GSG)

Kecamatan Pondok Aren dan


terhitung mulai akhir pekan
kemarin sudah tiba di tujuh
PPK. Tentunya koordinasi
dengan Polsek-polsek setempat
untuk membantu pengawalan
dan pengamanan selama
logistik dipergunakan saat
pencoblosan nanti, katanya.
Kombes Pol Wahyu Widada
ditemui saat melakukan
pemantauan logistik Pilgub
Banten di Kecamatan Pondok
Aren, Selasa (18/10) menuturkan, Kepolisian Polresta
Tangerang, Banten, membagi
dalam dua kategori yakni
wilayah aman dan rawan saat
pencoblosan.
Dikatakannya, untuk
kategori wilayah aman,
pihaknya akan menerapkan
sistem 1-4-8. Artinya, satu
polisi akan menjaga empat TPS
dengan dibantu delapan
Linmas.
Sedangkan untuk kategori
wilayah rawan, pihaknya akan
menerapkan sistem 1-1-2.
Yakni, satu polisi akan menjaga
satu TPS dengan dibantu dua
linmas.
Sementara itu, untuk
kategori wilaya rawan yakni
apabila di TPS tersebut terdapat calon gubernur maupun
wakil gubernur.
Kemudian, Polresta
Tangerang telah menyiapkan
sebanyak 600 personil kepolisian hingga akhir pemilihan
gubernur dan wakil gubernur.
Sementara itu, saat pelaksanaan pencoblosan, Polresta
Tangerang akan mengerahkan
1.395 personel dengan bantuan
dari Polda Metro Jaya 567
personel dan Pasukan Brimob
200 personel.
Pabona Marbun

air, udara, dan tanah di sekitar TPST


Bantargebang. Pemerintah DKI
Jakarta janji akan mengirim laporannya Senin pekan depan, katanya.
Sebelumnya, BPLH Kota Bekasi
menemukan potensi pencemaran air
lindi atau air sampah ke Kali Asem,
dan Kali Jambe. Air sampah dari

zona 3 tak masuk ke Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) tetapi langsung mengalir ke kali. Dampaknya,
air kali menjadi hitam pekat.
Selain itu, hasil uji laboratorium
air BPLH Kota Bekasi menemukan
beberapa parameter pencemaran
yang melebihi baku mutu. Seperti
kandungan barang berbahaya beracun dari jenis baterai dan aki mencapai 0,07 miligram per liter, di atas
baku mutu 0,05 miligram per liter.
Namun, Kepala Unit Pelaksana
Tugas DKI Jakarta untuk TPST
Bantargebang Zaenuri, mengatakan tak ada kewajiban Pemda DKI
melaporkan hasil audit lingkungan
ke Pemerintah Kota Bekasi. Tidak
ada diatur dalam surat perjanjian
kontrak pengelolaan TPST Bantargebang, katanya.
Menurut Zaenuri, pengawasan
terhadap dampak pengendalian
lingkungan hidup di sekitar TPTS
Bantargebang dilakukan bersamasama antara Pemda DKI selaku pihak pengguna, dan Pemkot Bekasi
sebagai pemangku wilayah. Hasil
pengawasan itu dibuat masingmasing pihak dalam bentuk laporan pengelolaan lingkungan. Kebutuhan laporan dibuat masingmasing anggota tim pengawas dari
perwakilan pemerintah daerah,
katanya.  Tim

168 Orang Terjaring Operasi


KTP di Jalan Raya Rajeg
Tangerang, MetroPolitan Pos
Operasi yustisi kependudukan
(13/11) digelar di Jalan Raya Rajeg,
Kecamatan Rajeg, Kabupaten
Tangerang. Sebanyak 168 orang
kedapatan tidak membawa kartu
tanda penduduk (KTP) yang sah. Setiap mereka terpaksa membayar
denda sebesar Rp 50 ribu. Operasi dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)
Kabupaten Tangerang bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja, polisi, kerjasama dan pengadilan.
Razia dilakukan dengan sasaran
pengguna jalan yang melintas di
Jalan Raya Rajeg-Pasar Kemis. Setiap pengendara kendaraan bermotor diberhentikan dan diminta
menunjukan KTP-nya. Mereka yang
tidak dapat menunjukan KTP langsung menjalani sidang tidak pindana ringan (tipiring) di tempat
yang sudah disiapkan sebelumnya.
Kepala Bidang Data Penyuluhan
dan Pengawasan Disdukcapil Kabupaten Tangerang Dwi Gama mengatakan, operasi yustisi hari itu
digelar secara serentak di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Rajeg
dan Pasar Kemis. Target dari razia ini adalah para pendatang atau
kaum urban yang masuk wilayah
Kabupaten Tangerang. Sebagai upaya mendata para pendatang
baru, kata Dwi Gama.
Razia juga ditunjakan untuk
mencari warga yang memiliki KTP
ganda. Ini banyak warga memiliki
identitas ganda, Contohnya, warga memiliki identitas kota dan kabupaten . tidak boleh memiliki dua
KTP, katanya.
Menurut Dwi, razia ini digelar
sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010
tentang Penyenggaraan Adminis-

trasi Kependudukan serta bertujuan tercapainya penertiban administrasi kependudikan bagi setiap penduduk sesuai aturan yang
berlaku. Berbeda halnya dengan
operasi yustisi yang akan di gelar
di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten
Tangerang.
Diwilayah ini, operasi KTP rencananya tidak digelar dijalan raya.
Melainkan dengan menyisisr saru
persatu rumah-rumah kontrakan
yang disinyalir banyak dihuni pendatang. Kalau dijalan raya, paling
hanya menjaring orang yang mau
pergi kepasar. Tapi kalau razianya di lakukan di rumah-rumah
kontrakan, para pendatang yang
kemungkinan belum punya KTP
Kabupaten Tangerang tentu dapat
di ketahui, kata Ahmad BM, petugas Satpol PP Kecamatan Sukadiri.
Menurut Ahmad, ada desa di Kecamatan Sukadiri yang banyak dihuni warga pendatang. Kedua desa
itu tidak jauh dari Jalan Raya
Mauk. Mereka menghuni runahrumah kontrakan yang didirikan
warga setempat. Para pendatang
biasanya banyak yang berasal dari
Pelembang, Jawa Tengah dan sebagainya.
Pekerjaan
sebagai
karyawan pabrik tapi ada juga yang
punya usaha sendiri. katanya.
Selain di rumah-rumah kontrakan, lanjut Ahmad, tidak menutup
kemungkinan operasi KTP juga kan
dilakukan di kawasan Pantai
Karang Serang. Sebab di sana disinyalir banyak pendatang dari luar
Kabupaten Tangerang yang berprofesi sebagi perempuan pekerja sekskomersil (PSK). Merteka beroperasi dengan menyamar sebagai pelayan di warung remang-remang di
bibir pantai tersebut. Nainggolan

EKBIS & IPTEK

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

SMAN 106 Serahkan Ijazah Siswa yang Tertahan

TABUR BIBIT : Wakil Presiden RI, Boediono ( dua kiri), didampingi Ibu Herawati Boediono ( tiga kiri)
dan Menteri Pertanian Suswono (kiri), menaburkan bibit bayam unggulan di salah satu lokasi kegiatan
Hari Pangan Sedunia ke 31 yang dipusatkan di Badan Pusat Informasi Jagung, Kabupaten Bone
Bolango, Gorontalo, Kamis (20/10). (FOTO:REP)

BLK-LN Cetak TKI Berkualitas


Jakarta, Metropolitan Pos
Pemerintah mendukung
upaya pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia
swasta (PPTKIS) untuk membangun balai latihan kerjaluar negeri (BLK-LN) yang
sesuai standar dan representatif untuk menyiapkan calon TKI yang berkualitas.
Dengan ini, calon TKI yang
akan bekerja di luar negeri
dipastikan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dan
siap secara mental.
Salah satu masalah yang
dihadapi TKI kita yang bekerja
di luar negeri terkait keterampilan kerja dan kesiapan
mental. Dengan kualitas TKI
yang tergolong rendah akibat
tidak mendapatkan pelatihan
yang baik, maka tidak jarang
yang mendapat upah minim
dan rentan terhadap masalah,
kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kementerian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Reyna Usman usai meninjau sarana dan
prasarana BLK-LN Alfindo Mas
Buana di Jakarta Timur.
Operasional BLK-LN Alfindo Mas Buana sendiri diresmikan oleh Dirjen Pembinaan
Pelatihan dan Produktivitas
(Binalatas) Kemenakertrans
Abdul Wahab Bangkona.
Pembangunan BLK yang
memiliki sarana dan prasarana lengkap oleh PPTKIS atau
biasa disebut perusahaan jasa
TKI (PJTKI), menurut Reyna
Usman, merupakan wujud
komitmen untuk meningkatkan kualitas TKI yang akan di
kirim ke luar negeri. Apalagi
ini dilakukan meski pemerintah menghentikan sementara (moratorium) penempatan
TKI yang bekerja sebagai
pembantu rumah tangga ke
beberapa negara.
Saat ini, pemerintah memang menghentikan semen-

tara penempatan TKI sektor


rumah tangga ke Arab Saudi dan beberapa negara di
Timur Tengah serta Malaysia. Tetapi, dalam waktu dekat, penempatan TKI pembantu rumah tangga ke Malaysia akan segera dibuka.
Namun, di kondisi ini, PT
Alfindo Mas Buana membangun BLK-LN. Karena itu, pemerintah memberikan apresiasi komitmen pelaku usaha
untuk membekali TKI dengan
keterampilan
dan
pengetahuan berdasarkan
kompetensi yang dibutuhkan
pasar kerja, tuturnya.
Reyna Usman mengatakan, pembenahan sistem
penempatan dan perlindungan TKI serta peningkatan
kualitas TKI menjadi perhatian utama pada saat moratorium ini. Dengan ini, pihak pengguna jasa TKI juga
mendapat kepastian terkait
komitmen Indonesia untuk
menyiapkan TKI berkualitas.
Peningkatan kualitas TKI
tidak bisa dilakukan sendiri
oleh pemerintah. Justru lembaga pelatihan yang berada
ddi garda terdepan. Saya berharap BLK-LN Alfindo Mas
Buana ini menjadi contoh.
Yang penting juga bisa
mendapat pengakuan dan pihak agen atau pemerintah
negara tujuan penempatan
yakin akan kualitas TKI yang
dihasilkan BLK-LN Alfindo
Mas Buana, ucap Reyna.
Sementara itu, Direktur
Utama ARBA Group (pemilik BLK-LN Alfindo Mas Buana) Hasan Bajamal mengatakan, pendidikan dan pelatihan di BLK-LN merupakan
kata kunci untuk mencetak
TKI yang profesional. Dengan ini juga berarti calon TKI
sudah mendapat perlindungan dini, bahkan sebelum
ditempatkan ke negara lain.
Jenri

PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD BESERTA


SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN
Mengucapkan

SELAMAT DIRGAHAYU HUT.TNI KE 66


(05 OKTOBER 2011)
tertanda
H. AENG HAERUDIN
KETUA
H.SUPARMAN, SH
WAKIL KETUA

IRFAN M,AMd,AK
WAKIL KETUA

JAYENG RANA
WAKIL KETUA

ELI MULYADI,SE
WAKIL KETUA

Drs. DADY RUSTANDI


SEKRETARIS

Jakarta, Metropolitan Pos


Suasana haru dan isak
tangis para murid mewarnai
penyerahan ijazah para pelajar SMAN 106 Jakarta Timur
yang tertahan sejak tahun
2005-2011. Saat penyerahan,
sebanyak 61 undangan yakni,
orangtua murid dan para pelajar pemilik ijazah tersebut.
Penyerahan ijazah sendiri
digelar secara sederhana di
aula gedung tersebut, Rabu
(19/10). Ya, janji Kepala
SMAN 106 untuk menyerahkan 60 ijazah siswanya yang
tertahan akhirnya ditepati. Ke61 ijazah itu masing-masing
merupakan lulusan tahun
2005/2006 sebanyak lima
ijazah, tahun 2006/2007 tujuh ijazah, tahun 2008/2009
21 ijazah dan tahun 2010/

2011 sebanyak 28 ijazah.


Kepala SMAN 106 Era Yulfita mengatakan, sejak awal, pihak sekolah tidak pernah memiliki niat untuk menahan
ijazah para siswanya yang telah lulus. Kalaupun masih tersimpan di sekolah, karena siswa
atau orangtuanya tidak segera
mengambilnya. Ia mengakui,
mereka yang belum mengambil ijazah itu umumnya orangorang yang masih memiliki
tunggakan biaya sekolah.
Nilainya pun bervariasi
mulai dari Rp 2,5 juta hingga
Rp 12,5 juta. Biasanya tunggakan itu untuk iuran IPDB
(iuran peserta didik baru),
uang buku, iuran OSIS, iuran
bulanan dan sebagainya.
Kami tidak berniat menahan
ijazah. Karena ini dokumen

negara, milik siswa yang telah


lulus, ujar Era Yulfita, usai
menyerahkan ijazah yang tertahan itu, Rabu (19/10).
Marlina (24), salah seorang
siswi yang ijazahnya tertahan
mengaku senang dengan pemberian ijazah yang dilakukan
pihak sekolah. Marlina, yang
kini telah dikarunai seorang
anak menuturkan, sejak kelas
satu, dirinya telah mendapatkan bantuan biaya pendidikan, namun kenyataannya ia
masih menunggak biaya pendidikan di sekolah itu sekitar
Rp 3 juta. Usai lulus, ia mengaku hanya bermodalkan fotokopi ijazah hingga akhirnya
diterima di salah satu perusahaan makanan kaleng yang
terletak di kawasan Ciracas,
Jakarta Timur.  Tim

KADISDIK DKI BEKINGI PRAKTEK PUNGLI


DI SDN 02 UJUNG MENTENG
Jakarta, Metropolitan Pos
Meskipun berbagai aturan dan pemberian sanksi dilakukan Pemerintah, nyatanya praktek pungutan liar (pungli) terus saja terjadi di sejumlah lembaga pendidikan. Praktek pungli terkesan menjadi langklah yang cukup menggiurkan bagi para
oknum pengelola sekolah untuk mencari keuntungan dari para siswa.
Dengan beragam alasan,
misalnya membiayai suatu
kegiatan dan membiayai pembelian perlengkapan sekolah,
para oknum kepala sekolah memanfaatkan siswanya untuk
mencari keuntungan lebih.
Seperti yang terjadi di SD
Negeri 02 Ujung Menteng
Jakarta Timur. Seluruh siswa
diharuskan membayar biaya
perpisahan sebesar Rp. 100.000
per siswa dan diwajibkan memberikan uang kegiatan berenang Rp 25.000 per siswa. Selain itu, siswa dikutip untuk
membeli perlengkapan pramuka sebesar Rp 20.000 per siswa.
Menurut informasi yang
diperoleh, bahwa kegiatan acara
perpisahan yang digelar pada
akhir tahun ajaran 2011 lalu
diikuti oleh seluruh siswa yang
berjumlah lebih kurang 350 orang. Jila dibandingkan dengan
jumlah dana yang dikutip, acara tersebut tidak begitu bany-

ak memakai anggaran, yang ada


hanya untuk biaya dokumentasi dan makanan snack.
Menurut sumber yang juga
salah seorang guru di SD
Negeri 02 Ujung Menteng
Jakarta Timur, yang tidak
bersedia namanya disebutkan,
kebijakan pungutan tersebut
merupakan perintah dari kepala sekolah Pelina Silalahi,
tanpa meminta persetujuan
dari para guru dan tanpa ada
musyawarah dengan komite
sekolah dan orang tua siswa.
Sumber menambahkan,
untuk biaya acara perpisahan
tersebut segalanya dikelola
oleh sang kepsek dengan beberapa oknum guru tanpa adanya laporan pertanggungjawaban berapa dana yang terpakai dan yang tersisa.
Berdasarkan penilaian sumber, dana yang dipakai untuk
membiayai acara tersebut sangat
sedikit jika dibandingkan dengan

Sekdakab Samosir Buka Lokakarya


Manajemen Pemberdayaan
Pasar Percontohan Pangururan
Samosir, Metropolitan Pos
Bupati Samosir yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah
Kabupaten Samosir Ir. Hatorangan Simarmata membuka secara resmi Lokakarya Manajemen Pemberdayaan Pasar Percontohan Onan Baru Pangururan Samosir di Hotel Sopo Toba,
Kamis (20/10). Lokakarya tersebut difasilitasi oleh Dirjen Perdagangan Kemendag RI, Tim
Pemberdayaan Pasar Percontohan Pangururan dan Dinas Koperindag Kab. Samosir berlangsung selama 4 (empat) hari
tanggal 19 s/d 22 Oktober 2011.
Adapun peserta Lokakarya
tersebut yakni 50 orang terdiri dari Stakeholder, pengelola
serta pedagang dan Narasumber yakni Wakil Ketua DPRD
Samosir Jonni Sihotang, Tokoh
Agama Pastor Dr. H. Nainggolan, OFCamp, Kadis Koperindag
Samosir Drs. Jasmin Limbong,
Plh. Kepala Bappeda Hotraja Sitanggang dan Pimpinan Bank
Sumut Cab. Pangururan.
Ketua Tim Perberdayaan
Pasar Percontohan Pangururan
Drs. Lister Berutu mengatakan
penyelenggaraan lokakarya ini
adalah untuk menjaring segala bentuk aspirasi dan usul
dalam meningkatkan kemi-

traan yang sinergis antar stakeholder menuju pasar percontohan Onan Baru Pangururan
yang bersih, aman, nyaman
dan adil dalam pengelolaan
yang professional.
Bupati Samosir melalui Plt.
Sekdakab Samosir Ir. Hatorangan Simarmata saat membuka
acara tersebut mengatakan
dalam lokakarya tersebut akan
dibahas tentang manajemen
pengelolaan Pasar Tradisional
Percontohan Onan Baru Pangururan yang professional sehingga nantinya dapat menjadi
acuan untuk pengelolaan pasarpasar yang lain yang ada di
Kabupaten Samosir khususnya.
Hatorangan
menjelaskan
pasar diseluruh Indonesia tidak
sama karena tergantung dengan
budaya suatu daerah. Bagi orang
Batak, Pasar bukan hanya sekedar
tempat transaksi antara penjual
dan pembeli akan tetapi juga sebagai tempat pertukaran informasi dan sebagai wadah sosial bagi
masyarakat Batak. Keunikan
inilah yang menjadi salah satu faktor, sehingga Kementerian Perdagangan RI memilih Pasar Onan
Baru sebagai pasar yang akan direvitalisasi menjadi salah satu dari
10 (sepuluh) Pasar Tradisional Percontohan di Indonesia. Sahat

jumlah dana yang dikutip,


Diduga sisa dananya masuk ke
kantong kepala sekolah, bukan ke
dalam kas sekolah.
Selain itu, praktek pungutan
liar juga dilakukan pihak SD
Negeri 02 Ujung Menteng
Jakarta Timur untuk membiayai kegiatan renang yang diikuti siswa. Setiap siswa diharuskan membayar Rp 25.000. Hal
itu dibenarkan salah satu orang
tua siswa berinisial TO.
Disebutkan, bahwa anaknya
dipaksa membayar uang renang
tanpa ada rapat musyawarah
dengan orang tua siswa. TO
sendiri tidak keberatan dengan
kegiatan tersebut, tapi soal jumlah kutipan dinilainya cukup
memberatkan karena umumnya tiket masuk ke kolam renang
hanya Rp 10.000.
Ia mencurigai Pelina selaku
kepala sekolah menjadikan

kegiatan tersebut ajang bisnis


untuk mencari keuntungan.
Dimana-mana juga cuma ceban (sepuluh ribu) untuk
membeli tiket ke kolam
renang. Ini hanya akal-akalan
kepseknya untuk mencari
uang kata TO.
Menanggapi hal tersebut,
Kepala Seksi SD Sudin Pendidikan Dasar Kota Administrasi
Jakarta, Mangatur Sinaga,
berjanji akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Apa yang dilakukan pihak SD Negeri 02 Ujung
Menteng Jakarta Timur, kata
dia, tidak dibenarkan. Itu
sama sekali tidak dibolehkan.
Jika benar ada pungli tersebut,
kepseknya
harus
segera
mengembalikannya kepada
siswa, tegas Mangatur.
Ketika hendak dikonfirmasi terkait tudingan praktek
pungli
tersebut,
Kepala
Sekolah SDN 02 Ujung Menteng Jakarta Timur, Pelina Silalahi, tidak bersedia ditemui
di kantornya. Beberapa kali dihubungi via telpon juga tidak
mau menjawab.  Tim

MTQ Kabupaten Bekasi


Bekasi, Metropolitan Pos
Hari Rabu tanggal 5 Oktober 2011 sampai dengan hari
Minggu tanggal 9 oktober
2011, bertempat di Cikarang
Utara, Musabaqoh Tilawatil
Quran atau yang lebih dikenal dengan MTQ tingkat Kabupaten Bekasi telah digelar.
MTQ kali ini mengangkat
tema Kita Tingkatkan Akselarasi Visi dan Misi Kabupaten
Bekasi Yang Unggul dalam
Bidang Industri, Perdagangan,
Pertanian dan Pariwisata.
Kegiatan MTQ ke-43 ini diikuti 23 kecamatan dengan masingmasing kecamatan mengikutsertakan rata-rata 40 lebih kontingen yang terbagi dalam beberapa cabang perlombaan. Dalam
pembukaan MTQ Bupati Bekasi
Dr H Saduddin, MM menyampaikan harapannya agar melalui

MTQ kedepannya tercipta


masyarakat yang lebih agamis.
Berbeda dengan MTQ tahun
lalu yang dilangsungkan di kecamatan Serang Baru dimana
menempatkan
kecamatan
Cibarusah sebagai Juara
Umum, MTQ tahun ini yang
dilangsungkan di Komplek Madrasah Aliah Cikarang Utara
menempatkan
Kecamatan
Cikarang Selatan sebagai Juara Umum setelah berhasil
meraih poin terbanyak.
Kegiatan yang berlangsung
selama 5 hari ini ditutup oleh
Wakil Bupati H. Darip Mulyana, S.Sos, MSi. Pada acara penutupan Bpk Wakil Bupati menyampaikan harapannya agar
juara MTQ bisa mempertahankan prestasinya dan bisa menjadi juara di tingkat Provinsi
maupun Nasional.  Tim

POLITIK & HUKUM

7
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

BRIPTU RAN LAKUKAN ASUSILA

PILKADA BANTEN

Kantor Mapolsek Balai Berkuak Dibakar

2.708 Nama Tak Terdaftar di DPT

Pontianak, Metropolitan Pos


Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Balai Berkuak, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin siang, dibakar sekelompok massa yang diduga marah karena ulah oknum anggota polisi setempat.

Informasi yang dihimpun dari Pontianak menyebutkan, massa yang jumlahnya terus bertambah banyak, selain
membakar mapolsek itu, juga membakar
dua rumah dinas Polsek dan satu unit
sepeda motor.
Aksi massa berlangsung sejak pukul
09.00 WIB, namun tidak dapat dihalau
anggota Polsek dan Koramil setempat.
Anggota Polsek harus mengungsi ke Kompleks Markas Koramil Balai Berkuak,
Kecamatan Simpang Hulu.
Insiden itu diduga dipicu oleh ulah
oknum anggota Polsek Balai Berkuak bernama Briptu Ran yang mengajak enam
perempuan warga setempat untuk menginap di daerah Sandai, Kabupaten Ketapang.
Terkait aksi itu, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat mengklarifikasi bahwa aksi massa yang telah membakar Markas Polsek Balai Berkuak, Senin, merupakan kasus lama yang muncul kembali beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Humas Polda Kalbar,
Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar, di Pontianak, Senin, mengata-

kan, peristiwa pembakaran dan perusakan di Polsek Balai Berkuak terkait dengan persoalan oknum polisi setempat dengan warga pada tahun 2009 lalu.
Kejadian itu bermula dari menyebarnya foto oknum polisi bernama Briptu Ran pada tahun 2009 dengan enam
perempuan warga setempat saat berada
di salah satu wisma di daerah Sandai.
Aksi massa terjadi sejak Minggu (16/
10) dan berhasil dihalau anggota polisi.
Namun, ternyata muncul lagi pada hari
Senin (17/10) sekitar pukul 09.00 WIB
karena warga menuntut oknum polisi itu
dihukum secara adat.
Massa yang datang kembali Senin kemarin merusak dan membakar bangunan. Di antaranya rumah Kapolsek,
asrama, dan satu unit motor yang merupakan barang bukti kasus kejahatan. Setelah gagal dihalau anggota Koramil,
massa membakar Markas Polsek sekitar
1-2 jam kemudian.
Polda Kalbar kini sudah menurunkan
anggota Brimob ke lokasi kejadian, sementara Briptu Ran sudah diamankan ke

Markas Polres di Ketapang, sekitar 300


kilometer dari lokasi kejadian. Saat ini
kami sedang menelusuri apakah aksi itu
murni dari masyarakat atau ada provokatornya, kata Mukson.
Dia mengatakan sempat bingung karena mendengar informasi yang simpang
siur mengenai pemicu peristiwa itu.
Sebab, kasus tersebut merupakan kasus
lama yang muncul kembali setelah fotofoto aktivitas Briptu RG dengan perempuan setempat diketahui warga setempat.
Menurut Mukson, situasi di Balai
Berkuak kini mulai kondusif. Anggota
polisi setempat tidak melakukan perlawanan saat diserang warga. Mereka diselamatkan ke markas Koramil setempat.
Informasi lain menyebutkan, perusakan
kantor Polsek Balai Berkuak oleh warga, Senin pagi, diduga akibat lambannya aparat
merespons laporan masyarakat sekitarnya.
Sekarang sudah ada upaya penyelesaian
dari tokoh adat, masyarakat, kata tokoh
pemuda Balai Berkuak, Hendrikus Ch, saat
dihubungi dari Pontianak, Senin.
Ia mengungkapkan, kemungkinan
hal itu karena pada Agustus lalu ada
oknum polisi yang dilaporkan warga dan
diduga melakukan tindakan asusila kepada penduduk sekitarnya.
Dari informasi yang ia himpun, ada tiga
laporan terkait tindakan oknum polisi itu,
yang diduga melakukan tindakan asusila
kepada seorang pelajar, petugas medis, serta anak tokoh masyarakat setempat.
Ia melanjutkan, bahkan kabarnya
saat ini beredar video asusila dari oknum
itu di sejumlah kalangan masyarakat.
Puncak kekesalan warga kemungkinan
pada hari ini sehingga terjadi tindakan
seperti itu, kata Hendrikus.
Ia mengungkapkan, dalam peristiwa
itu, ribuan warga mendatangi kantor
Polsek Simpang Hulu, menuntut laporan
tersebut ditindaklanjuti. Setidaknya ada
satu kantor polisi dan tiga rumah dinas
polisi yang rusak, kata Hendrikus. RM

Serang, Metropolitan Pos


Sebanyak 2.708 nama daftar pemilih tetap (DPT) tak memiliki kartu suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),
Banten yang akan digelar Sabtu (22/10). Pihak KPU Banten
menuding bahwa kesalahan itu terjadi pada petugas pemutakhiran data pemilu (PPDP) di beberapa kabupaten/kota dan
PPS dalam memasukkan data.
Anggota KPU Provinsi Banten Lukman Hakim mengatakan,
akan mengupayakan bagi mereka yang tidak terdata di DPT
agar mendapat formulir susulan dari panitia pemungutan suara
(PPS) di tingkat kecamatan kelurahan/desa. Kita upayakan pemilih yang tidak terdaftar di DPT masuk dalam TPS dengan
formulir dari PPS, kata Lukman Hakim, Rabu, (19/10).
Menurut Lukman, kewenangan PPS mengeluarkan formulir tersebut, berdasarkan surat edaran dari KPU Banten yang
sudah diedarkan jauh hari. Namun, KPU Banten tidak akan
melakukan verifikasi kembali terhadap formulir hak pilih yang
dikeluarkan oleh PPS. PPS yang lebih tahu. Kita tidak mungkin mengurus semuanya, kata Lukman.
Lukman menambahkan, bisa jadi namanya yang dicoret
itu karena PPDP dan PPS hanya mengenal nama panggilan,
bukan nama sebenarnya. Kemungkinan lain kesalahan juga
disebabkan salah sangka karena beberapa nama telah pindah
domisili. Kasus ini kita antisipasi dengan surat suara cadangan sebanyak 2,5 persen, kata Lukman.
Menurut Lukman, alasan tidak diubahnya DPT karena jumlah logistik dan anggaran tidak bisa diubah. Jika diubah maka
seluruh logistik dan anggaran ikut berubah. Tidak itu saja kata
Lukman, perubahan tersebut akan berbenturan dengan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2010, tentang Pedoman Tata
Cara Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih.
Lukman menjelaskan, dalam Peraturan KPU No 12 tersebut, memang ada yang membolehkan perubahan data, namun
aturan lain menyebutkan, bagi warga yang belum terdaftar
bisa diakomodir jika perubahan data dimungkinkan serta tidak
mengganggu logistik. Artinya, perubahan bisa saja dilakukan
selama tidak mensyaratkan KPU untuk menambah.
Di tempat terpisah, Koordinator Divisi Pengawasan dan
Humas Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banten Sabihis,
mengingatkan, kewenangan yang diberikan KPU Banten kepada PPS di tingkat desa dan kelurahan rawan disalahgunakan.
Sebab, tidak ada yang memverifikasi lagi apakah surat izin
mencoblos yang dikeluarkan PPS tersebut sesuai dengan pemilih yang telah tercatat dalam DPS tapi hilang di DPT. Rawan
terjadi mobilisasi pemilih melalui penyalahgunakan surat izin
tersebut, kata Sabihis.
Karena, kata Sabihis, sulit mencocokkan surat izin yang
dikeluarkan PPS sesuai nama pemilih yang hilang pada DPT.
Karena, di tempat pemungutan suara (TPS) tidak tercantum
daftar pemilih sementara. Marbun

POLRES KOTA BATAM TANGKAP TRUK PELANSIR SOLAR DI SPBU SIMPANG JAM
Batam, Metropolitan Pos
Jajaran Satuan Reserse Kriminal
Kepolisian Resor Kota Batam, Rempang dan Galang (Barelang) setelah
beberapa hari yang lalu menangkap
truk pelansir solar di SPBU Simpang
Jam, kali ini polisi berhasil
menangkap lagi sebuah truk di daerah Tanjung Piayu.
Sebuah truk Toyota Dyna warna
merah dengan nomor polisi BP 9331 DY
dengan muatan 700 liter solar yang
dikemudikan sopir bernama Jannes
Aritonang (36), warga Perumahan
Bukit Sentosa Blok A/27 Tanjung Piayu ditangkap tim 2 Satreskrim Polresta Barelang di SPBU 14294737 Tanjung Piayu, Kamis (13/10/2011) sekitar pukul 12.00 WIB. Diketahui SPBU
tersebut adalah milik anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota
Batam, Jahuin Hutajulu.
Penangkapan sendiri berawal dari
informasi masyarakat tentang adanya
penyalahgunaan bahan bakar minyak
(BBM) jenis solar, truk tersebut terpantau telah dua kali mengisian solar di
SPBU di hari yang sama. Tim buser yang
turun ke TKP langsung mencegat truk
saat keluar SPBU, dan setelah diperiksa
ternyata pelaku melakukan modus dengan memodifikasi sedemikian rupa bagian belakang truk. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan memodifikasi belakang truk dengan membuat
seperti tangki, untuk mengelabui aparat kepolisian bagian atasnya ditutup
dengan tumpukan barang bekas seprti
sampah minuman bekas dan karton,
ujar Kompol Yos Guntur, Kasat Reskrim
Polresta Barelang kepada MP.
Selain pelaku dan barang bukti
yang kini diamankan di Polresta Barelang, polisi juga membawa karyawan
SPBU bernama Saiful untuk dimintai
keterangan atas temuan penyalahguanaan BBM itu. Sedangkan mesin
tangki pengisian solar di SPBU tersebut kini telah diberi garis polisi oleh
petugas. Mesin tangki pengisi solar
SPBU sudah kita segel. Sopir truk dan
petugas SPBU saat ini sedang kita
periksa, begitu juga nanti dengan pe-

milik SPBU tak luput dalam pemeriksaan kita nanti, terang perwira Akpol angkatan tahun 1998 ini.
BBM Langka Akibat Kerjasama
SPBU dan Oknum Penimbun
Terkait kelangkaan Bahan Bakar
Minyak (BBM) jenis solar dan premium di Batam selama ini tidak lepas dengan adanya dugaan indikasi permainan antara pengelola SPBU dengan para
oknum penimbun solar ilegal yang terus melakukan aktivitas tersebut. Dugaan sementara kita ada permainan seperti itu, dan kini terus kita telusuri kebenarannya itu, tegas Yos Guntur.
Seperti penangkapan terhadap
truk pelansir solar Isuzu Elf warna
putih dengan nomor polisi BP 8136
DD di SPBU Simpang Jam Baloi, kemarin. Kuat dugaan solar ilegal yang
dibeli di SPBU-SPBU kemudian dijual
ke industri atau disuplai ke konsumen
alat berat sperti yang diakui Yusardi
(sopir truk) yang diamankan polisi.
Hasil pengakuan sopir truk memperkuat adanya dugaan itu, dan pengakuan itu akan kita kroscek dari keterangan pemilik truk, lanjutnya.
Kedua tersangka saat ini memang
tidak ditahan petugas kepolisian karena ancaman hukumannya dibawah
lima tahun, sebab dikenakan pasal 53
UU RI Nomor 22 Tahun 2001, tentang
minyak dan gas (Migas). Namun saat
ini keduanya sangat kooperatif dalam
menjalankanpemeriksaan polisi terkait kasus tersebut. Bukan berarti
mereka kedua bebas, proses hukumnya tetap kita tindaklanjuti, tegas Yos.

Namun begitu juga Satuan


Reskrim Kepolisian Resor Kota Batam,
Rempang dan Galang (Barelang)
masih terus menelusuri keterlibatan
dua oknum aparat dalam penangkapan mobil pelansir solar di Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) Simpang Jam Baloi, Selasa
(11/10/2011). Kedua oknum tersebut
masih menjalani pemeriksaan di Devisi Profesi dan Pengamanan (Propam) kesatuan masing-masing.
Keterlibatan dua oknum aparat
dalam kasus ini masih terus diperiksa
di kesatuan masing-masing, ujar
Kapolresta Barelang, Kombes Eka
Yudha Satriawan kepada wartawan di
ruang kerjanya, Rabu (12/10/2011).
Suwandi, sopir truk pelansir solar
yang kemarin diamankan polisi tidak
ditahan dengan alasan kasusnya
dibawah ancaman hukuman lima
tahun dan kini terus menjalani pemeriksaan di unit Tindak Kejahatan dan
Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polresta Barelang guna proses penyidikan. Sedangkan Agus (Pemilik truk)
juga sudah dimintai keterangan.
Sopir dan pemilik truk tidak kita
tahan karena ancaman kasusnya
dibawah lima tahun, tetapi proses
hukum terus dilanjutkan dan jika
keduanya dibutuhkan keterangan
akan kita panggil, terang Eka.
Sementara itu, barang bukti truk
pelansir solar Isuzu Elf warna putih
dengan nomor polisi BP 8136 DD
masih berada di Mapolresta Barelang.
Selanjutnya pihak kepolisian yang
bekerjasama dengan Balai Metrologi

akan melakukan tera (pengukuran)


atas pelanggaran yang dilakukan pelaku dengan mengukur seberapa besar kapasitas tangki dan muatan
yang terisi dalam tangki truk yang
diduga kuat menyimpan solar ilegal.
Jika dari hasil pemeriksaan nanti
pelaku terbukti bersalah maka akan
dikenakan pasal 57 undang-undang
nomor 22 tahun 2001 tentang Migas
dengan ancaman pidana maksimal
tiga tahun penjara.
Diberitakan sebelumnya, jajaran
Satreskrim Kepolisian Resor Kota
Batam, Rempang dan Galang (Barelang) menangkap sebuah truk Isuzu Elf
warna putih dengan nomor polisi BP
8136 DD yang digunakan untuk pelaku pelansir solar dan kini barang bukti diamankan di Mapolresta Barelang.
Sebelumnya Polresta Barelang
sendiri telah membentuk tim khusus
(Timsus) untuk menanggapi pengaduan masyarakat atas masalah

kelangkaan bahan bakar minyak


(BBM) di Batam. Sehari setelah dibentuk, Timsus berhasil menangkap pelaku dan barang bukti (BB) saat berada di SPBU Simpang Jam Baloi atas
dugaan menampung solar ilegal.
Modus yang digunakan pelaku
untuk mengelabui petugas SPBU dan
aparat adalah dengan memodifikasi
sedemikian rupa bagian bak belakang
truk menjadi tangki menampung solar yang disambungkan dari tangki
pengisian bahan bakar. Untuk menutupi tangki di bak belakang itu pelaku menutup menggunakan terpal.
Selain barang bukti, polisi juga
mengamankan dua orang pelaku
yang saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Mengenai dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini Satreskrim Polresta Barelang tidak menampik hal itu
dan masih terus menindaklanjuti
perkaranya.  Pirton

PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD BESERTA


SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN
Mengucapkan
SELAMAT HUT KABUPATEN SERANG KE-485
(08 OKTOBER 2011)
tertanda
H. AENG HAERUDIN
KETUA
H.SUPARMAN, SH
WAKIL KETUA
JAYENG RANA
WAKIL KETUA

IRFAN M,AMd,AK
WAKIL KETUA
ELI MULYADI,SE
WAKIL KETUA

Drs. DADY RUSTANDI


SEKRETARIS

8
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

SEKILAS

INVESTIGASI

WAKIL BUPATI SAMOSIR IR. MANGADAP SINAGA :

PENGAWASAN PROYEK HARUS DIPERKETAT


Samosir, Metropolitan Pos
Pengawasan proyek harus terus dilaksanakan untuk hasil yang lebih bagus. Demikian
dikatakan Wakil Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga didampingi beberapa pimpinan SKPD,
Kabag Humas Drs. Gomgom Naibaho saat monitoring pelaksanaan pembangunan kegiatan/proyek fisik Tahun 2011 di Kecamatan Ronggur Nihuta, 19/10.

Dinas Pelayanan Pajak


DKI Tertibkan 20.489
Reklame Liar
Jakarta, Metropolitan Pos
Pajak reklame merupakan salah satu
penyumbang pendapatan asli daerah (PAD)
cukup potensial bagi Pemprov DKI Jakarta.
Namun, sayangnya tidak sedikit reklame
tersebut liar, karena telah melewati batas izin
tayang yang telah ditentukan. Sejak awal Januari hingga September 2011, Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta telah menertibkan sebanyak 20.489 reklame ilegal yang tersebar
di sejumlah wilayah di Jakarta. Reklame tersebut merupakan reklame komersial untuk publikasi produk rokok, telepon seluler, hingga
produk makanan.
Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI
Jakarta, Iwan Setiawandi mengatakan, penertiban reklame dilakukan berdasarkan Perda
No 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan
Reklame dan Perda No 2 Tahun 2004 tentang Pajak Reklame di wilayah DKI Jakarta.
Kita gencar melakukan penertiban terhadap
reklame ilegal, karena itu yang menyebabkan
pendapatan pajak reklame tidak mencapai target, kata Iwan, Selasa (18/10).
Ia menyebut, penertiban reklame liar bukan baru kali ini saja dilakukan. Menurutnya,
sejak empat tahun terakhir sebanyak 59.862
reklame liar telah ditertibkan. Rinciannya, 2008
sebanyak 9.730 reklame ditertibkan, 2009 sebanyak 3.601 reklame ditertibkan, 2010 sebanyak 26.042 reklame ditertibkan, dan 2011 sebanyak 20.489 reklame ditertibkan.
Ia mengatakan, untuk pemasangan reklame harus mendapatkan izin dari Gubernur
DKI Jakarta. Izin yang harus disetujui yakni, izin lokasi pemasangan reklame, izin tata
letak bangunan reklame, dan izin mendirikan
bangunan reklame. Ketiga izin harus dipenuhi dulu, baru pemilik reklame bisa membayar
pajaknya, tandasnya. Jenri

Gedung PMI Kota


Bekasi Kurang Layak
Bekasi, Metropolitan Pos
Gedung Palang Merah Indonesia (PMI)
di Kota Bekasi dinilai kurang layak. Hal itu
karena lokasi gedung yang kurang strategis,
serta minimnya fasilitas yang ada untuk melayani pendonor.
Wakil Ketua PMI Kota Bekasi, Momon
Sulaeman, mengatakan keberadaan kantor
PMI milik Kota Bekasi di Jalan Lapangan
Tengah, Bekasi Timur, dinilai kurang strategis. Itu yang membuat para pendonor sulit
mendeteksi lokasi, sehingga sampai saat ini
PMI melakukan penambahan stok darah dengan sistem jemput bola.
Menurut dia, luas bangunan yang kecil dan
minimnya fasilitas di gedung tersebut membuat
para pendonor kurang nyaman. Sampai saat
ini semakin sedikit pendonor yang datang, kata
dia, di Bekasi, Senin (17/10).
Sejak adanya pemekaran wilayah Bekasi
dari Daerah Tingkat II menjadi kota dan kabupaten, kantor PMI Kota Bekasi berpindah
dari Jalan Veteran, Bekasi Selatan, ke Jalan
Lapangan Tengah, Bekasi Timur. Sementara
kantor lamanya masih difungsikan untuk kegiatan PMI Kabupaten Bekasi.
Sejauh ini, kata Momon, pihaknya berharap agar gedung PMI milik Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Bekasi bisa dikelola dan
difungsikan kembali untuk gedung PMI Kota
Bekasi. Sebab, sudah tiga pekan ini kantor
tersebut telah dikosongkan. Gedung PMI
Kabupaten sudah dipindah ke daerah terdekat, ujarnya.
Momon langsung menyampaikan permohonan pemakaian gedung itu ke Sekretaris
Daerah Kabupaten Bekasi. Ia pun meminta
kunci gedung tersebut segera diserahkan, agar
Pemkot Bekasi bisa merapikan dan memfungsikan kembali gedung tersebut.
Ia mengatakan, permohonan pengelolaan
gedung itu sudah diatur sesuai dengan UndangUndang Otonomi Daerah Nomor 9 Tahun
1996 Tentang Aset Daerah, yang menyebutkan bahwa bangunan milik pemerintah yang
telah berusia lebih dari dua tahun harus diserahkan kepada pemerintah setempat. Tim

Proyek fisik yang ditinjau bersumber dari APBN, APBD, DAU, DAK, BDB
dan sumber dana lainnya Tahun
Anggaran 2011. Peninjauan dimulai
dari peningkatan jalan Pangururan
menuju Ronggur Nihuta.
Setelah meninjau proyek, Mangadap mengatakan kekokohan bangunan terletak pada pondasi, untuk itu
pondasi harus benar-benar dibuat dengan benar dan tepat termasuk
masalah campuran semen dan bahan
lainnya. Jika pondasi tidak betul, otomatis bangunan akan cepat runtuh
dan tidak berkwalitas kata beliau.
Ia menegaskan agar seluruh pengawas proyek fisik betul-betul mengawasi dan memperhatikan dengan
baik pelaksanaan proyek mulai dari
peninjauan lokasi, pelaksanaan
pengerjaan sampai pada tahap finishing, juga harus memperhatikan kesesuaian proyek dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditandatangani
dalam kontrak. Dan Jika pengerjaan

tidak sesuai dengan spesifikasi dalam


kontrak, Mangadap dengan tegas
mengatakan tidak akan segan-segan
menindak kontraktornya.
Dalam melakukan pembangunan
di Kabupaten Samosir, Kontraktor sebagai mitra kerja harus berbuat dengan kwalitas yang terbaik. Jangan
hanya memikirkan untung saja, memang harus ada untung tapi juga
harus berpartisipasi, kata Mangadap.
Para pengawas proyek juga harus
melakukan pemeriksaan terhadap
kondisi dan kualitas bahan lengkap
dengan administrasinya, sebagai
bukti bahwa pekerjaan proyek tersebut berlangsung dengan baik dan
menghasilkan kualitas bangunan
yang baik. Disamping itu, pengerjaan
proyek harus diselesaikan sesuai dengan jadwal (on schedule), bahkan lebih baik bila pekerjaan dapat diselesaikan sebelum masa pengerjaan habis,
tentunya harus dengan hasil yang
optimal dan memuaskan.

Kegiatan Monitoring tersebut juga


diikuti oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kessos Sekdakab Samosir Herbin Tampubolon, S.Sos, MT,
Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs. Maringan M. Simbolon,
Kadis Tarukim Ir. Patar Sitorus, Inspektur Drs. Poster Simbolon, Kadis
Pendidikan Jabiat Sagala, Camat
Ronggur Nihuta K. Malau.
Pengendalian Kegiatan Fisik
Monitoring diawali dari pembangunan pengerasan jalan di desa Dosroha dana PNPM Tahun 2011 (BPMPOD),
selanjutnya meninjau pembangunan
unit pengelohan pupuk organik di Desa
Simarmata (Dinas Pertanian).
Kemudian peninjauan proyek Peningkatan jalan lingkungan menuju
SMPN 2 Simanindo (Dinas Tarukim),
Pembangunan Barak Pengolahan
Sampah TPA dan Penyediaan Prasaranan dan sarana Pengolahan Persampahan di Desa Cinta Dame ( Badan

WABUP SAMOSIR
IR. MANGADAP SINAGA
lingkungan Hidup), Rehabilitasi Berat
SMA Negeri 1 Simanindo sebanyak 3
ruang (Dinas Pendidikan), Peningkatan jalan lingkungan Dusun Siallagan
Desa Ambarita (Dinas Tarukim, Penataan Pelataran Parkir Pelabuhan Simanindo (Dinas Hubkominfo).
Disela-sela kunjungannya Wakil
Bupati Samosir mengadakan pertemuan denga para guru sambil mencek
daftar hadir guru. Di SMPN 2 Simanindo Wakil Bupati Samosir mencek
daftar hadir para guru dan memberi
pembelajaran Matematika kepada
siswa kelas III sementara di SMA Negeri
1 Simanindo sambil mencek daftar
hadir guru beliau juga memberi bimbingan dan arahan bagaimana guru
yang baik. Ciri-ciri guru yang baik
harus Disiplin, membaca dan mempelajari terlebih dahulu sebelum mengajarkannya kepada siswa, memiliki komitmen pabila memberi tugas kepada
siswa harus diminta, bertuturkata
yang sopan kepada siswa. Sahat

Warga Desa Serengkah Dapat Bantuan Bibit Karet Unggul


Ketapang, Metropolitan Pos
Menyadap karet menjadi mata
pencaharian masyarakat Desa
Serengkah Kecamatan Tumbang
Titi. Tumbuhan karet yang mereka
sadap juga sudah berusia 20-30
tahun, bahkan ada yang berusia 60
tahun. Dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, maka pemerintah
daerah memberikan bantuan bibit
karet unggul kepada masyarakat.
Dalam satu kelompok beranggotakan 50 orang kepala keluarga,
masing-masing satu kepala keluarga mendapat bantuan sekitar 500 po-

hon karet unggul, kata warga Desa


Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi.
Selain bibit, pemerintah daerah
juga membantu polibag, pupuk dan

lain-lain. Kepala Dinas Perkebunan


Kabupaten Ketapang, Lukas Laun
membenarkan bantuan bibit unggul
karet dari pemerintah daerah untuk
masyarakat. Bantuan tersebut tujuannya untuk masyarakat melakukan
peremajaan kebun.
Selain peremajaan, warga yang
mempunyai lahan yang cukup juga
bisa memperluas kebunnya. Cara merawat bibit yang diberikan pemerintah
juga disampaikan secara langsung
oleh Lukas Lawun ketika mendampingi Bupati Ketapang, Drs Henrikus
M.Si melakukan kunjungan kerja di
Desa Serengkah, Sabtu (15/10).
Bahkan, kepala Dinas Perkebunan
Ketapang ini juga langsung melihat
bibit unggul yang disalurkan kepada

masyarakat. Ia memperagakan teknis pemeliharaan yang baik dan benar terhadap bibit yang disalurkan.
Selain itu, Lukas Lawun juga
meninjau kebun milik masyarakat,
teknik penyadapa karet yang benar
adalah sekitar 75 cm berada di permukaan tanah. Karet bisa menghasilkan pada usia 4-5 tahun.
Ia mengharapkan masyarakat
yang sudah diberikan bibit bantuan oleh pemerintah daerah untuk
memanfaat secara baik dan benar.
Dimana, hasilnya nanti juga untuk
kepentingan masyarakat. Cara memelihara kebun yang tepat sehingga hasil kebun karet maksimal juga
disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Ketapang. A.Rahman

Pontianak, Metropolitan Pos


Pekan nasioanal keselamatan
transportasi jalan tahun 2011 di
gelar di alun-alun Kapuas kota
Pontianak. Dalam kegiatan tersebut
digelar berbagai acara diantaranya
lomba jalan sehat, fun bike, tarian
dan dimeriahkan oleh penyanyi
ibukota serta banyak hadiah yang
telah disiapkan panitia untuk
peserta yang beruntung.
Perhatian terhadap keselamatan
transportasi, terutama di jalan raya
ini sudah sedemikian besar, bahkan
telah menjadi kampanye PBB sebagai
gerakan masyarakat sedunia.
Pada tingkat dunia, Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) pernah
mengeluarkan pernyataan bahwa
jalan raya adalah pembunuh
terbesar ketiga di dunia, setelah
penyakit jantung dan TBC, dengan
capaian korban meninggal yang
sempat menyentuh angka 1,2 juta
orang per tahun, atau 3.288 jiwa
per hari. Dengan total kerugian
material mencapai hingga USD 518
miliar per tahun. Dan yang lebih
memprihatinkan lagi, korban
kecelakaan di jalan rata-rata berada
pada usia muda dan masih produktif.
Pada tingkat Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar
Tahun 2010, jumlah terjadinya
kecelakaan pada Tahun 2010
sebanyak 946 kasus, korban luka
berat sebanyak 488 orang, korban
meninggal dunia sebanyak 457
jiwa, sedangkan kerugian materil
sebesar Rp. 3.099.035.000,-.
Mengingat besarnya kerugian
akibat kecelakaan lalu lintas ini,
maka pada saat pencanangan Pekan

Keselamatan Transportasi Darat


Tahun 2007, Bapak Presiden sangat
menekankan agar kita semua
mengambil peran untuk lebih
bertanggung jawab, lebih sadar dan
lebih disiplin dalam berkendaraan.
Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua, karena korban
kecelakaan sebagian besar berada
pada usia produktif.
Oleh karena itu, melalui acara
Pembukaan Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan Tahun
2011 di Provinsi Kalimantan Barat
ini, Bapak Gubernur Kalbar mengharapkan agar melalui momen ini
penting bagi kita semua untuk
mengingatkan diri kita sendiri,
aparatur pemerintah dan seluruh
komponen masyarakat agar selalu
memperhatikan keselamatan di
jalan raya dengan mentaati peraturan dan tata tertib berlalu lintas,
berhati-hati mengemudi di jalan
raya, serta melengkapi diri dengan
sistem keamanan berkendaraan.
Terkait dengan program ini,
Gubernur juga meminta kepada
segenap jajaran Pemerintah Provinsi
Kalimantan Barat dan Pemerintah
Kabupaten/Kota dan aparat terkait
lainnya, untuk mengkampanyekan
Keselamatan Transportasi Jalan ini
guna memaksimalkan upaya
penurunan angka kecelakaan, yang
mengarah pada Go Zero Accident.
Pekan nasional tahun ini mengambil tema AKSI KESELAMATAN
JALAN 2011-2020, SAATNYA
BERTINDAK. Mobile Pusat Layanan
Internet Kecamatan (MPLIK) juga
ikut memeriahkan acara pekan
nasional keselamatan tahun ini.
Agus Supriyanto

Pemprov Kalbar Tingkatkan Kualitas


Sumber Daya Manusia Yang Lebih Baik Pekan Nasional Keselamatan
Transportasi Jalan Tahun 2011

Pontianak, Metropolitan Pos


Meningkatkan kualitas sumber
daya manusia kaum pria terutama
sejauh mana kesiapan mental para
kaum pria membentang diri dari pengaruh negatif globalisasi, kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat
yang berkembang dinamis. Hal tersebut di sampaikan Plh. Sekretaris Daerah Prov Kalbar Kartius, SH, MH pada
saat pembukaan pekan pembinaan
kaum Pria (PPK) GKII Daerah Tanah
Pinoh kecamatan Nanga Sayan Kabupaten Melawi. Selasa, (18/10).
Lebih lanjut dalam membacakan
sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Barat , Plh sekretaris Daerah
Kartius, SH, MH mengatakan keberhasilan pembangunan tersebut tentunya memerlukan keterlibatan dan
dukungan kerjasama semua pihak,
termaksud dukungan pimpinan lembaga-lembaga keagamaan, pimpinan-pimpinan gereja, hamba-hamba
Tuhan untuk bersama-sama menciptakan kesejahteraan bagi terwujudn-

ya masyarakat Kalimantan Barat.


Oleh karena itu, momentum pekan pembinaan kaum pria ini
hendaknya menjadi inspirasi bagi
kita sendiri dimanapun kita berkarya
dan melayani, untuk terus melayani
misteri ilahi, sekaligus menjadi penerang yang memberikan pengharapan, iman dan kasih dalam kehidupan, dalam upaya bersama warga
masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan.
Adapun peserta yang mengikuti
kegiatan tersebut, Badan Pengurus
GKII Daerah Tanah Pinoh, persekutuan Kaum Pria GKII Daerah Tanah Pinoh, Gembala sidang, badan pengurus Jemaat,Anggota persekutuan
Kaum Pria GKII se Daerah Tanah Pinoh. Pengkhotbah pembicara pdt.
Ade Manuhutu, Pdt. Ferdy Manafe,
M.Th. jumlah peserta 502 orang Hamba Tuhan 42 orang dari 36 Gereja. Selai itu juga, hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kab. Melawi,
Wakil Ketua DPRD Kab. Melawi, Camat
Nanga Sayan. Agus Supriyanto

NUSANTARA
SEKILAS
Pemko dan Mc Dermott
Komitmen Hijaukan Lingkungan
Batam, Metropolitan Pos
Dalam rangka menciptakan lingkungan kota Batam
yang bersih dan hijau, Corporate Social Responsibility
PT. Mc Dermott Indonesia Jumat (14/10)bertempat di
halaman PT. Mc. Dermott, Batu Ampar melakukan penanaman pohon. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil
Walikota Batam, Rudi, SE.
Program CSR PT. Mc Dermott Indonesia di bidang
Lingkungan hidup ini ditunjukan sebagai bentuk komitmen manajemen dalam rangka tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan hidup dan pelestarian alam.
Program CSR Bidang Lingkungan tersebut mencakup
sejumlah program antara lain Clean Up Day Program
yaitu Kegiatan CSR lingkungan yaitu membersihkan
lingkungan disekitar perusahaan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sejumlah aksi, antara lain bersih-bersih, distribusi tempat sampah, dan penanaman pohon.
Dalam mendukung kebersihan dan paru-paru kota
CSR PT. Mc Dermott juga melaksanakan rehabilitasi
taman kota di wilayah Kecamatan Batu Ampar. Program penanaman pohon melalui aksi langsung penanaman, pembagian bibit pohon kepada warga dalam sejumlah kegiatan masyarakat dan kampanye lingkungan.
Rudi dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan dalam mewujudkan komitmen dan
tanggung jawab perusahaan. Kami sangat mendukung
dan memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan
yang terus membantu pemerintah dalam melakukan penghijauan dan pelestarian lingkungan, jelasnya
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MOU antara PT. Mc Dermott Indonesia dengan Kelurahan Batu Merah dan Kelurahan Tanjung Sengkuang sekaligus serah terima taman kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam. Acara dilanjutkan dengan penanaman sejumlah bibit pohon di halaman PT. Mc. Dermott yang dilakukan oleh Wakil Walikota dan juga Kepala Dinas KP2K. Pirton

Telekomunikasi Ikut Berperan


Dorong Kemajuan Daerah
Ketapang, Metropolitan Pos
Informasi dan telekomunikasi, dalam dekade terakhir berperan besar menunjang pembangunan. Karena itu pemerintah terus mendorong pemerataan pembangunan dibidang telekmunikasi. Untuk Kabupaten
Ketapang, sampai saat ini masih dua kecamatan yang
belum terjamah telekomunikasi yaitu kecamatan Simpang Dua dan Hulu Sungai.
Selain dua kecamatan tersebut, pada sejumlah desa
di kecamatan lainnya juga belum terjangkau telekomunikasi telepon seluler. Salah satunya Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi. Sampai sekarang Desa ini
(Serengkah) memang belum ada signal telepon, kata
Ardi Oyong, petugas Kecamatan Tumbang Titi.
Ia mengakui pembangunan yang bermanfaat bagi
masyarakat harus terus didorong. Telekomunikasi seperti telepon seluler dinilainya penting, termasuk juga
dengan infrastruktur lainnya.
Harapan agar sambungan telepon seluler bisa menjangkau Desa Serengkah ini juga diakui warga lainnya.
Walaupun sambungan telepon belum bisa dijangkau
pada desa ini, namun pembangunan infrastruktur lainnya seperti sarana transportasi dan lainnya sudah
berjalan di desa tersebut.
Saranan transportasi sampai di desa ini menghubungkan ke ibukota kecamatan sudah teraspal. Begitu juga dengan listrik sudah dinikmati warga Desa
Serengkah. Perkembangan ekonomi di desa ini juga
relatif memadai. Pemukiman warga tertata dengan
baik. Warga ini sebagian besar mengandalkan hidup
dari hasil alam. Karet warga tumbuh dengan subur.
Demikian juga dengan kebun buah lainnya. Bahkan
di desa ini terdapat sejumlah tanaman buah yang sudah
relatif langka, seperti Kapol, dan lain-lain. A.Rahman

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

PEMKOT BATAM TINGKATKAN PAD


MELALUI PENGALIHAN PBB-P2 DAN BPHTB
Batam, Metropolitan Pos
Wakil Walikota Batam,
Rudi, mengharapkan,
akan terjadinya peningkatan perolehan PAD Batam
dengan telah diberlakukannya pengalihan Pajak
Bumi dan Bangunan
pedesaan dan Perkotaan
(PBB-P2) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB) yang
dulunya dikelola Pemerintah pusat beralih menjadi
asset Pajak Daerah.
Hal ini disampaikan Rudi dihadapan peserta Sosialisasi Pengalihan PBB-P2 dan BPHTB menjadi
Pajak Daerah yang terdiri dari
Camat dan Lurah sekota Batam.
Acara yang berlangsung di Ballroom Harmoni One, Rabu (19/10),
dihadiri oleh sejumlah undangan
yang terdiri dari anggota Komisi XI
DPR RI, Hari Ashar Azis, Kepala
DPRD Kota Batam, Surya Sardi,
ST, Kepala KPP Pratama, Ferliandy
Yusuf, serta narasumber Hani F
Rustam dan juga kepala SKPD.
Perbedaan yang cukup signifikan antara undang-undang pajak
daerah yang lama yaitu UU nomor
18 Tahun 1997 dan undang-undang pajak daerah yang baru antara lain, dibatasinya jenis pajak
daerah yang dapat dipungut oleh
daerah, ditingkatkannya pengawasan atas pemungutan pajak
daerah, serta dipertegasnya pengelolaan pendapatan dari pajak

daerah. Dan sebagai kompensasi,


kepada daerah diberikan kewenangan yang lebih besar di bidang perpajakan dalam bentuk kenaikan
tarif maksimum, perluasan objek
pajak dan pengalihan sebagian pajak pusat menjadi pajak daerah.
Salah satunya adalah kebijakan
yang menetapkan PBB-P2 dan
BPHTB menjadi pajak kabupaten
dan kota. Kedua jenis pajak ini layak ditetapkan menjadi pajak daerah karena memenuhi kriteria
suatu pajak daerah antara lain dari
aspek lokalitas. Bahwa pajak ini

membawa dampak positif bagi


daerah khususnya peningkatan
PAD, untuk itu pemko harus mempersiapkan SDM yang memadai
dalam mengimplementasikan program tersebut, ujarnya.
Bila ingin meningkatkan PAD untuk menunjang pembangunan, maka
pengalihan kewenangan ini harus kita
manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Kita kembangkan supaya perekonomian kota Batam makin baik. Dan hal ini
adalah bukan saja merupakan tugas Camat dan Lurah, tapi juga tugas kita semua, jelasnya. Pirton

mempunyai hubungan antara


pembayaran pajak dan yang menikmati manfaat pajak. Serta kebiasaan dan praktek umum yang
berlaku diberbagai Negara. Sebagaimana di ketahui bersama
bahwa Pajak merupakan pendapatan andalan nasional. Begitu pula
di daerah, utamanya di Kota Batam
yang tidak memiliki Sumber Daya
Alam, sehingga sangat mengandalkan penghasilan dari pajak.
Dalam sambutannya Rudi mengatakan, bahwa terkait pengalihan
hasil pungutan pajak ini akan

Sekda Banten Buka Workshop Penyusunan Laporan Dana Bantuan Dari ADB
Serang, Metropolitan Pos
Sekretaris Daerah (Sekda)
Provinsi Banten-H.Muhadi, Rabu
(5/10), membuka rapat Workshop
Draft Laporan Akhir Sustainable
Capacity Building for Desentralization Project SCBD-P, Asian Development Bank (ADB) Loan 1964 di
Aula Bappeda Banten, KP3B,
Kec.Curug, Kota Serang.
Dijelaskan Sekda, workshop
merupakan sebagai salah satu program untuk menjawab kekurangan-kekurangan fungsi pemerintahan sebagai lembaga dalam melayani kepentingan masyarakat,
utamanya pembuatan draft Laporan Akhir Sustainable Capacity
Building for Desentralization
Project SCBD-P, ADB Loan bagi
aparatur SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Peserta yang hadir antara lain
para Kepala SKPD dan yang mewakili, tujuannya agar mereka memanfaatkan study yang sudah dilaksan-

akan sebelumnya melalui bantuan


dari ADB dan agar mereka dapat
mengefisienkan sistem pengelolaan
keuangan dan mengefisienkan kapasitas pegawai/SDM lembaganya.
Kepada para penerima dana
bantuan ADB, Sekda mengharapkan SKPD tersebut memanfaatkan
dana bantuan untuk memperoleh
hasil yang bermanfaat, berguna
dan tepat sasaran.
Untuk seluruh peserta dari
SKPD agar betul-betul memanfaatkan proyek dana bantuan ADB untuk keperluan yang bermanfaat,
berguna dan tepat sasaran, terlebih
jika anjuran dalam pemberian bantuan itu untuk digunakan sebesarbesarnya mendukung pembangunan masyarakat himbau Sekda.
Pada bagian lain Sekda juga
meminta keseriusan kepada para
peserta dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan aset melalui
workshop peningkatan aparatur
ini, mulai dari peningkatan sistem,

serta kelembagaan sehingga,


menurut Sekda, tidak akan ada
lagi alasan Pemerintah Provinsi
Banten kekurangan SDM dengan
alasan klasik karena program moratorium Pemerintah Pusat telah dilaksanakan.
Berharap dengan mendengarkan
masukan-masukan
permasalahan dari peserta workshop,
ke depan dapat memudahkan pekerjaan aparatur Pemerintah
Provinsi Banten dalam melayani
masyarakat. Workshop jangan
sampai menjadi kegiatan yang
mengalir tanpa manfaat baik bagi
lembaga tegas Sekda.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda)
Provinsi Banten-Widodo Hadi menjelaska bahwa melalui workshop
kita ingin meningkatkan kapasitas
aparatur, pengawasan dan pengelolaan keuangan, sistem manajemen,
dan pengembangan SDM dalam
rangka peningkatan kapasitas dan

kapabilitas Lembaga Pemerintah


Banten dalam melayani dan memfasilitasi pelayanan kepada rakyat
di era otonomi daerah.
Provinsi Banten, Sebagai daerah otonom lembaga pemerintahan
ini mempunyai kewenangan dan
tanggung jawab menyelenggarakan kepentingan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan, partisipasi masyarakat, dan
pertanggungjawaban
kepada
masyarakat jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut
hadir Direktur Central Project ADB
Loan-Kartika Purnomo. Kartika
Purnomo yang juga Dirjen Peningkatan Kinerja dan Kapasitas
pada Kementrian Dalam Negeri
(Kemendagri) RI menyampaikan
mengenai SCBD-P, ADB Loan
1964, bahwa projek ini didesain
karena Undang-undang Otonomi
Daerah dalam rangka mendorong
kinerja pemerintahan daerah.
Leonar Marbun

Wakil Bupati Harapkan JCH Doakan Ketapang Tetap Kondusif


Ketapang, Metropolitan Pos
Sebanyak 244 jemaah calon haji
ditambah 1 (satu) jemaah pindahan
dari Kota Pontianak, akan berangkat
dari Ketapang menuju Kota Pontianak.
Selanjutnya dari Pontianak menuju
embarkasi Batam tanggal 20 Oktober
menggunakan pesawat Lion Air.
Wakil Bupati Ketapang, Boyman
Harun SH didampingi Sekda ketapang, Drs H.Andi Djamiruddin M.Si
mengharapkan para jemaah calon
haji menjaga nama baik daerah dan
bangsa sehingga kembalinya nanti
menjadi haji yang mabrur.
Disamping saya mohon agar setibanya dari tanah suci Mekkah untuk
mendoakan agar Kabupaten Ketapang
tetap dalam suasana kondusif, aman,
damai dan sejahtera dalam lindungan
Tuhan Yang Maha Esa, kata Wakil
Bupati Ketapang, Boyman Harun SH
ketika pelepasan jemaah calon haji di
pendopo Bupati Ketapang (17/10).

Menurut Wakil Bupati Ketapang,


bahwa penyelenggaraan ibadah haji
memerlukan manajemen yang baik
agar tertib, aman dan lancar. Sedan-

gkan pelayanan jmaah haji diupayakan melalui penyempurnaan


sistem manajemen agar jemaah haji
lebih siap dan mandiri dalam

menunaikan ibadah haji sesuai tuntutan agama Islam sehingga diperoleh haji mabrur.
Wakil Bupati mengingatkan kondisi di Arab Saudi sangatlah berbeda
dengan di tanah air. Oleh karena itu
disarankan untuk mempersiapkan
diri dengan sebaik-baiknya mulai dari
sekarang dalam mengantisipasi kemungkinan yang dapat mengganggu
kesehatan jemaah calon haji.
Keinginan masyarakat menunaikan ibadah haji setiap tahunnya semakin meningkat. Ini dapat dilihat
dari jumlah jemaah calon haji yang
terdaftar melebihi quota haji sehingga terpaksa berangkat pada tahun
berikutnya. Kepada masyarakat
yang telah menyetor biaya haji, namun tidak dapat berankat disebabkan
keterbatan quotaa haji agar bersabar
dan diberikaan kesehatan oleh Allah
SWT. Semoga pada musim haji yang
akan datang dapat menunaikan

ibadah haji, tegas Wakil Bupati Ketapang yang kemudian menyerahkan


bantuan obat-obatan secara simbolis
kepada dr Nurmalasari.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten ketapang, M.Natsir M.Ag, mengharapkan agar para jemaah haji Kabupaten Ketapang menjaga kekompakan. Ia
menyebutkan jemaah haji Kabupaten Ketapang berjumlah 244 orang
ditambah 1 orang jemaah haji pindahan dari Kota Pontianak. Sehingga,
total jemaah haji dari Ketapan berjumlah 245 orang.
M.Natsir menjelaskan tentang
kondisi di saudi Arabia selama menjalankan ibadah haji. Demikian juga
kondisi ketika berbelanja menggunakan bahasa Arab, tata krama
selama ibadah dan lain-lain. Kuncinya sabar dan ikhlas, dan semoga
menjadi haji yang mabrur, kata
M.Natsir. A.Rahman

10

DAERAH

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD BESERTA


SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN
Mengucapkan

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA


(28 OKTOBER 2011)
tertanda
H. AENG HAERUDIN
KETUA
H.SUPARMAN, SH
IRFAN M,AMd,AK
WAKIL KETUA
WAKIL KETUA
JAYENG RANA
ELI MULYADI,SE
WAKIL KETUA
WAKIL KETUA
Drs. DADY RUSTANDI
SEKRETARIS

Pemda Tangsel Alokasikan Dana Rp. 3 Miliyar


Untuk Bantu Siswa Berprestasi
Tangsel, Metropolitan Pos
Guna membantu siswa tidak mampu
agar terus dapat melanjutkan pendidikan,
Pemda Tangsel, melalui Dinas Pendidikan
Tangsel mengalokasikan anggaran sebesar
Rp. 3 Miliyar.
Yang diberikan kepada siswa berprestasi
dalam bentuk beasiswa dari jenjang sekolah
dasar hingga sekolah menengah hal ini diungkapkan Mathodah Kepala Dinas Pendidikan Tangsel.
Dia juga menambahkan pemberian beasiswa ini merupakan wujud komitmen Pemer-

intah dalam memajukan pendidikan kota


Tangerang Selatan dan beasiswa ini diperuntukan kepada siswa tidak mampu namun memiliki prestasi, dana Rp. 3 Miliyar dialokasikan untuk tahun ajaran 2011-2012 dengan
sasaran siswa-siswi dari sekolah negeri dan
untuk sekolah swasta pemda tangsel belum
menyiapkanya karena dananya terbatas ujarnya. Dan yang terpenting bagaimana anak didik dapat meraih prestasi dan dapat memacu
anak didik lainya agar lebih berprestasi sebagai mana slogan tangerang selatan Cerdas,
Moderen, dan Religius. Marbun

Tipikor segera usut ............................................................... sambungan hal 1


operasional sebesar Rp883.018.400,,pengadaan accu kenderaan operasional sebesar Rp777.952.340,- pengadaan kelengkapan radio komunikasi sebesar Rp260.130.640,-, pengadaan alat pencari dan penyelamat sebesar Rp2.845.590.000,Menurut informasi, nara sumber
dilapangan, menyebutkan bahwa CV
Menara Manguns ikut lelang pengadaan barang / jasa pemerintah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi DKI Jakarta, untuk pengadaan accu kenderaan operasional sebesar Rp777.952.340,- dalam
APBD tahun 2011.
Berdasarkan data CV Menara
Manguns, bahwa pengumuman hasil evaluasi penetapan pemenang
No285/-077.921 tanggal 12 Juli
2011 telah digugurkan dengan alasan nomor SPH manual tidak sama
dengan nomor dokumen pengadaan.
Menurut CV Menara Manguns,
bahwa nomor tersebut telah dianggap
benar karena sudah mengikuti kalimat pada blanko atau formulir contoh
pengantar SPH yang telah ditetapkan
panitia sebagai dokumen lelang yang
sah, sementara menurut panitia sesuai
dengan jawaban surat sanggahan , No
422/-077 tanggal 25 Juli 2011 bahwa nomor dokumen pengadaan yang
benar, No 2762 tanggal 21 Juni 2011.
Sembilan perusahaan digugurkan
Panitia dengan alasan yang sama,

nomor SPH manual tidak sesuai dengan dokumen pengadaan.


Rekanan telah menuding Ketua
panitia lelang pengadaan barang /
jasa Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi DKI Jakarta, Kamsudin, dan Sekretaris lelang,
Arief, melakukan persekongkolan,
kolusi korupsi anggaran, dengan melanggar Perpres No 54 tahun 2010
dan undang undang No 5 tahun 1999
tentang persaingan usaha yang sehat
serta larangan monopoli.
Menurut informasi, surat sanggahan ke II yang dikirim ke Gubernur DKI
Jakarta, Fauzi Bowo, tidak dijawab dan
surat tersebut di kirim ke Dinas
Damkar dan PB Propinsi DKI Jakarta.
Pejabat Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi DKI
Jakarta telah memperkaya diri sendiri dengan menyalahgunakan wewenang jabatan. Koalisi LSM desak
Tipikor usut tuntas pejabat Pemadam
Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi DKI Jakarta. Menurut
Sekretaris Jenderal LSM Investigasi
Fakta Hukum, Berlin Siahaan, mengatakan, Tipikor Mabes Polri sudah
layak mengusut tuntas Kepala Dinas
Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, DR
Paimin Napitupulu bersama Ketua lelang pengadaan barang/ jasa pemerintah, Kamsudin, Sekretaris lelang
pengadaan barang / jasa pemerintah,
Arief, serta rekanan. Jenri

SOPHIA LATJUBA .................................................................... sambungan hal 1


KESEPAKATAN cerai dianggap sebagai jalan tengah antara artis model Sophia Latjuba dan suaminya
Michael Villareal. Mereka telah berdiskusi untuk menempuh jalan perpisahan sejak Agustus lalu.
Kami sudah menyepakati perpisahan ini pada Agustus silam dan
saya sudah melakukan apapun yang
saya bisa untuk memperbaiki dan
menyelamatkan pernikahan kami,
tulis Michael Villareal di akun twitternya, @JustMichaelv.
Pemicu perceraian mereka adalah
perselingkuhan, sebagaimana disampaikan secara nyata oleh Michael. Mantan istri Indra Lesmana itu telah menemukan pria lain, di tengah rumah
tangga yang memang sedang goyah.
Beberapa minggu sebelum kami
sepakat berpisah, saya baru tahu bahwa
Sophie bertemu dan melakukan perselingkuhan dengan seorang pria, tegas

Michael yang mengaku berusaha keras


mempertahankan rumah tangganya.
Sebagai seorang suami, Michael
akhirnya memilih langkah tegas untuk berpisah. Dia memberi kebebasan
kepada sang istri untuk hidup bersama dengan pasangan barunya. Proses
perceraian pun baru akan dimulai.
Walaupun saya tidak memaafkan maupun membenarkan tindakannya, saya menghargai keputusannya untuk melanjutkan hidupnya dengan kekasih barunya. Saya
tidak akan mencampuri hidup dan kebahagiaan barunya, ungkapnya.
Michael menikahi Sophia pada 30
April 2005, di Gereja Anglican All
Saints, Jakarta. Pernikahan mereka
didahuli dengan upacara pertunangan pada 17 Desember 2004. Sophie
menikah dalam kondisi hamil lima
bulan, di mana kemudian terlahir
bayi perempuan, Manuella. kl.c/red

BATAM SIAP LAKSANAKAN E-KTP


Batam, Metropolitan Pos
Kota Batam akan menerapkan elektronik Kartu Tanda Penduduk (eKTP) pada tahun 2012. Penerapan eKTP ini berdasarkan surat edaran
menteri dalam negeri Republik Indonesia nomor 471.13/4941/SJ tanggal
13 Oktober 2010 perihal penerbitan
Nomor
Induk
Kependudukan
(NIK)dan Persiapan Penerapan e-KTP
tahun 2011 dan nomor 471-13/
1565A/SJ tanggal 29 April 2011 perihal penerbitan NIK tahun tahun
2011 dan pemantapan persiapan penerapan KTP elektronik.
Wakil Walikota Batam, Rudi mengatakan untuk mendukung pelaksanaan program ini, pada tahun 2011,
Pemko Batam akan melaksanakan 2
(dua) program strategis bidang administrasi kependudukan sesuai dengan tahapannya. Yaitu pemutakhiran data kependudukan melalui pelayanan pendaftaran penduduk dan
penghapusan data ganda serta penerbitan dan pendistribusian NIK kepada penduduk di 12 Kecamatan seKota Batam, katanya.
Rudi menyebutkan, untuk menunjang kelancaran dan efektivitas pelaksanaann program yang dimaksud, Pemko Batam telah mengatur kewenangan
dan pembagian tugas dari tingkat Dinas Kependudukan dan catatan sipil

(Disduk Capil) sampai tingkat RT/RW.


Disduk Capil Kota Batam wajib
melaksanakan pencetakan surat
pemberitahuan NIK dengan rekapitulasi per Kecamatan, per Kelurahan
dan per Rt/RW; pemilahan (sortir) per
Kecamatan; pengepakan (packing)
per Kecamatan; pendistribusian ke 12
kecamatan dengan berita acara pengiriman; perbaikan biodata dengan
menunjukkan dokumen pendukung
asli dan penghapusan data penduduk
yang tidak ditemukan.
Setiap Kecamatan di Batam perlu
melakukan tugas yakni pengecekan
surat pemberitahuan NIK per Kelurahan, pemilahan surat pemberitahuan
NIK per Kelurahan, pengepakan surat
pemberitahuan NIK per Kelurahan,
pendistribusian ke Kelurahan dengan
berita acara pengiriman serta
mengembalikan surat pemberitahuan
NIK ke Disduk Capil Kota Batam apabila penduduk tidak ditemukan.
Di tingkat kelurahan, melakukan
kegiatan yakni pengecekan surat pemberotahuan NIK per RT/RW, pemilahan surat pemberitahuan NIK per RT/
RW, pengepakan surat pemberitahuan NIK per RT/RW, pendistribusian ke RT/RW dengan berita acara
pengiriman serta mengembalikan surat pemberitahuan NIK ke Kecamatan
apabila penduduk tidak ditemukan.

Sementara di tingkat RT/RW


melakukan kegiatan yakni pengecekan surat pemberitahuan NIK, pendistribusian surat pemberitahuan NIK
kepada penduduk serta mengembalikan surat pemberitahuan NIK ke Kelurahan apabila penduduk tidak ditemukan.
Rudi menyatakan telah mengirimkan surat pada kepala Disduk Capil
Kota Batam, Camat serta para lurah
se-Kota Batam. Hal ini untuk menjaga tertib administrasi dan keakuratan
data base kependudukan, jelasnya.
Rudi
menjelaskan,
apabila
masyarakat merasa data penduduk
baik nama, jenis kelamin, tempat
tanggal lahir ada kesalahan atau
tidak sesuai dengan dokumen pendukung (akta kelahiran), agar berkoordinasi dengan Disduk Capil Kota
Batam untuk dilakukan verifikasi
dengan menunjukkan dokumen pendukung (akta kelahiran) asli. Bagi
penduduk Kota Batam yang belum
memiliki NIK atau belum terdaftar
dalam database kependudukan Kota
Batam, agar dating ke kantor Disduk
Capil Kota Batam dengan membawa
formulir isian biodata penduduk (F1.01) yang diketahui lurah dan camat serta melampirkan pengantar
RT/RW, KK dan KTP Batam yang
lama. Pirton

Raperda Kepariwisataan Dikembalikan Ke Budpar


Tangsel, Metropolitan Pos
Pengesahan Rancangan Peraturan
Daerah (PERDA) kota Tangsel tentang
penyelenggaaan kepaiwisataan masih
terganjal pasalnya muatan lokal
dalam rancangan regulasi daerah dianggap kurang kongkrit. Untuk itu pihak legislatif menyarankan Dinas
Budpar (Budaya dan Pariwisata) kota
Tangerang Selatan memperbaiki draft
Raperda. Menurut anggota Pansus
Raperda Kepariwisataan, Heri Somantri belum disahkanya Raperda
penyelenggaaan Kepariwisataan menjadi Perda karna regulasi yang akan
menjadi produk daerah masih kurang
kongkrit dan masih harus diperbaiki.

Raperda itu masih banyak


kekurangan untuk itu kita kembalikan agar dapat diperbaiki ujar politisi asal Partai Gerindra dia mengaku
raperda itu sudah masuk dalam pembahasan pansus.
Ditempat terpisah, Kepala Kantor
Budpar kota Tangsel Edy Wahyu
mengatakan pihaknya saat ini sedang
melakukan perbaikan, Perbaikanya
mayoritas terkait muatan lokal dalam
regulasi itu.
Muatan lokal itu teknisnya seperti
jam operasional restoran dan hiburan
seperti jam operasional karaoke atau
panti pijat sedang kami bahas ujarnya.
Sementara untuk ruang karaoke

menyiaratkan pintu bagian atas harus


digunakan kaca dan tembus pandang
hal itu untuk meminimalisasi prostitusi tegasnya. Dia juga menambahkan
pengorganisasian
para
pekerja
karaoke termasuk para pemandu
karaokenya mereka (Pekerja) dalam
perda diwajibkan berpakaian sopan
dan rapih, toilet pun harus berada diluar ruang karaoke tuturnya. Dia
memaparkan untuk tempat karaoke
yang telah terdaftar secara resmi adalah Orange Karaoke, The First
Karaoke, Happy Pepy, Naff, Inul vista
dan Las Vegas.Selebihnya ilegal tidak
memiliki izin untuk itu kita sedang
melalukan inventarisasi.  Marbun

KPK didesak periksa pejaba dan rekanan ...................................................................................... sambungan hal 1


Ucu perintah Kadis untuk tidak mengaku jika ditanya lagi, pada hal kami
diwajibkan untuk menyerahkan sisa
uang masing masing Kepala Panti
antara Rp40 juta sampai Rp60 juta,
sebagian sudah menyerahkan ke
Bendahara ibu Nuri, mohon penzoliman ini dihentikan, tidak bermoral
sudah jadi rahasia umum bahwa Sekretaris Kadis saudari Susan bersama
Kian Kelana, jumat s/d minggu tanggal 23 s/d September kami diwajibkan untuk ke Malang dan sebagai melepas Kepala Panti yang akan pensiun dan merencanakan untuk mengahancurkan nama baikWagub pada
hal tidak punya uang, .
Setiap anggaran APBD tahun
2010 dan 2011 harus diaudit oleh BPK
dan BPKP ke lapangan terkait adanya dugaan korupsi dengan merekayasa dan memanipulasi laporan pertanggungjawaban (SPJ) dan surat
pertanggungjawaban (SPJ), seolah
olah semua proyek kegiatan selesai
dikerjakan, sehingga dapat tertagih
seratus persen. Hal ini disampaikan
LSM Investigasi Fakta Hukum kepada Metropolitan Pos di kantor redaksi.
Terkait lelang proyek kegiatan
APBD tahun 20011 akal akalan dilaksanakan, sehingga tidak sesuai dengan aturan mekanisme Perpres No 54
tahun 2004 tentang pengadaan
barang / jasa pemerintah.
APBD tahun 2011 Dinas Sosial DKI
Jakarta rawan korupsi, karena tidak
sesuai perencanaan harga makanan
dilapangan dan kondisi kapasitas anak
jalanan dipanti yang ditampung dipanti sosial tersebut.
Sementara penghuni panti panti
sepi, antara 40 -80 orang itupun tidak
penuh, anak jalanan tersebut dan
tidak diberlakukan secara manusiawi
sesuai makanan dan minuman yang
sudah dianggarkan dalam APBD dengan biaya miliaran rupiah. Bisa saja
tahu tempe lauknya, sehingga penghuni panti kurus dan tidak terurus

serta tidak jelas uang Negara tersebut.


Pasalnya, anggaran kegiatan pengadaan APBD tahun 2011 mubajir,
khususnya penyediaan bahan makanan dan minuman dipanti sosial bina
laras (PSBL) Harapan I dimenangkan
CV Artha Bangun Siongland dengan
biaya sebesar Rp5M, begitu juga penyediaan makanan dan minuman dipanti Sosial Bina Laras PSBL Harapan II
dimenangkan CV Artha Bangun Siongland dengan biaya sebesar Rp3,54M,
penyediaan makanan dan minuman
di panti PSBL III dimenangkan PT
Karya Sinar Felix dengan biaya sebesar Rp2,91M, ini semuanya telah dimiliki salah satu rekanan binaan Dinas Sosial DKI Jakarta tersebut dengan penawaran tertinggi.
Anehnya lagi, anggaran miliaran
masih bisa dimenangkan perusahaan
CV yang Notabene diduga bermasalah. Menurut informasi yang
diterima redaksi Metropolitan Pos,
dari beberapa narasumber rekanan,
menyebutkan bahwa proyek pengadaan penyediaan makanan di Dinas Sosial DKI Jakarta, Ini semuanya telah
dimonopoli salah seorang rekanan
yang disebut sebut milik Robert Sinurat yang Nota bene kawan Nazaruddin. Anggaran kegiatan pengadaan
tersebut diduga di mark up terjadi
penggelembungan harga.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta,
Drs Kian Kelana, ketika dikonfirmasi
tentang kegiatan APBD tahun 2011
khususnya pengadaan penyediaan
makanan di panti tersebut, mengatakan, sepanjang perusahaan tersebut
tidak dibuktikan bermasalah dipengadilan, itu syah syah saja katanya.
Drs Irpan Jauhari MSi, Ketua lelang,
pengadaan barang, jasa, Dinas Sosial
DKI Jakarta, telah memenangkan perusahaan binaan tersebut, tanpa
memikirkan resiko bila diperiksa KPK.
Menurut Drs Irpan Jauhari MSi,
bahwa pengumuman lelang pemenang proyek tersebut sempat diun-

durkan karena di sorotin LSM.


Menurut informasi rekanan, pengadaan makanan dan minuman dipanti tidak dilaksanakan rekanan melainkan uang dikasih ke Kepala Panti untuk di belanjain, sehingga melanggar
Perpres No 54 tahun 2004 tentang pengadaan barang / jasa pemerintah. Penerima barang pun dipanti diduga terlibat kolusi dengan rekanan dalam serah terima barang, pada hal bahan
barang tersebut tidak ada dikirim ke
panti oleh rekanan. Kepala Panti bersama Direktur Utama perusahaan pelaksana di duga kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) harus bertanggungjawaba ke KPK nantinya, tegas Sekjen LSM
Investigasi Infakum, Berlin Siahaan,
kepada Metropolitan Pos. Dalam waktu dekat semua kegiatan proyek di Dinas Sosial DKI Jakarta dalam APBD
tahun 2011, KPK segera usut tuntas pejabatnya hingga masuk penjara, ujar,
Berlin Siahaan. Pejabat Dinas Sosial
DKI Jakarta, diduga melakukan tindak
pidana korupsi dengan penyalah
gunaan wewenang jabatan dan memperkaya diri sendiri.
Menurut informasi salah seorang rekanan, tidak mau disebut namanya,
menyebutkan bahwa Kadis Dinas Sosial
DKI Jakarta telah memiliki ruko besar
di Balaipustaka Rawamangun, Jakarta
Timur serta rekening gendut di bank.
Dalam kegiatan proyek APBD
tahun 2011 Dinas Sosial DKI Jakarta,
segera diaudit BPK dan BPKP ke lapangan, soalnya pejabat Dinas Sosial DKI
Jakarta dan rekanan pelaksana proyek
sudah mulai ketakutan di periksa
KPK. Kepala Panti Sosial Asuhan Anak
Putra Utama 3 Tebet, Dra Hj Rahayu
Paramita, mengatakan bahwa pengadaan bahan makanan dan minuman
telah dikirim sesuai volume, kualitas,
dan biaya yang diajukan dalam item
data billy quantity, anggaran kami
hanya sebesar Rp80 juta untuk pengadaan bahan makanan tersebut ungkap Rahayu. Rimbun G.

SAMBUNGAN

11
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

DPRD Batam tolak penerapan donasi pelabuhan dan bandara ....................................................................................................................................................................................... sambungan hal 1
seperti retribusi kedai kopi yang hanya mendatangkan PAD Rp500 juta per tahun.
Sementara itu kata Udin, kedai kopi yang
ada di Batam sudah berkelas. Seperti ziko,
moorning bakrey serta potensi lain yang perlu digali juga banyak, tapi belum tersentuh
dengan baik oleh Pemko Batam. Untuk
moorning bakrey sendiri terdiri dari 7 outlet
yang menyebar di Batam. Bahkan moorning
bakrey sendiri mendapatkan aword nomor 2
pembayar pajak di Batam.
kebijakan Pemko Batam dengan menerapkan donasi itu ibaratnya seorang pengamen
yang tidak kreatif. Seharusnya Pemko dapat
meningkatkan PAD dari potensi yang ada,
mengingat selama ini tidak tersentuh. Saya
yakin pajak 10 persn yang dikenakan oleh
Pemko kepada pengusaha itu sah-sah saja,
apabila tidak ada kongkalikong dan tidak ada
undetable. Misalnya, pajaknya ada Rp20 juta,
tpi hanya di setorkn Rp 10 juta. Lalu Rp10

juta lagi dibagi-bagi. Jangan sampai terjadi seperti itu lah. , kata Udin, Minggu (9/10).
Legislator PDIP ini menghimbau kepada
para pengusaha agar benar2 dan jangan mau
diajak untuk kongkalikong. Disisi lain, dalam
urusan birokrasi, seperti pengurusan izin dan
lainnya agar diberikan kemudahan kepada para
pengusaha. Perlu kami tekan disini bahwa, pada
dasarnya fraksi PDIP sikapnya sangat tegas
bahwa tetap menolak diterapkan donasi tersebut. Karena potensi-potensi seperti kedai kopi
itu lah yang harus dioptimalkan dan jangan sampai ada kongkalikong di dalamnya, tegas Udin.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota
Batam menerapkan donasi pelabuhan dan bandara, yang dimulai sejak tanggal 1 Oktober lalu,
sebagai sumber peningkatan pendapatan asli
daerah (PAD) justru dikuatirkan berpotensi terjadinya penyimpangan keuangan.
Hal disampaikan anggota komisi II DPRD
Kota Batam, Asmin Patros. Asmin mengaku

tidak pernah ada pembahasan mengenai perda


tentang donasi ini. Tapi apabila Pemko
memberlakukan donasi pelabuhan dan bandara, maka perlu dilakukan pengawasan sehingga praktek di lapangan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan niat baik Pemko, untuk pelaksanaan pembangunan proyek fisik
di Batam. Setahu saya tidak ada pembahasan
tentang perda donasi. Tapi barangkali pemko
melihat adanya potensai di pelabuhan dan
bandara untuk menggali sumber PAD, sehingga Pemko menerapkan donasi itu berdasarkan
perda sumbangan pihak ke tiga. Dan donasi
itu sifatnya sukarela, tentu pelaksanaan di
lapangan pun harus diawasi dengan baik, sehgingga tidak berpotensai terjadinya penyimpangan, kata Asmin.
Bila Pemko menggunakan dasar hukum
untuk menerapkan donsi berdasarkan Perda
sumbangan pihak ke tiga, maka hal ini perlu
digaris bawahi. Sebab, perda sumbangan pi-

Tender proyek Walikota Jaktim .............................................................................................................. sambungan hal 1


nomor : 10/BA/PAN/KONS-023/IX/2011,
tentang hasil evaluasi harga, panitia pengadaan barang/jasa menyatakan lima (5) peserta
yang memenuhi syarat untuk jadi calon pemenang, yakni PT Marko Budi Mandiri dengan penawaran terendah Rp 307.999.197,76
dan ditetapkan sebagai calon pemenang. Kemudian disusul oleh PT Aldonial Putra Perkasa
dengan penawaran Rp 318.555.163,32 sebagai
calon pemenang I, dan CV Itoku dengan
penawaran Rp 324.198.315,69 sebagai calon
pemenang II. Sementara dua peserta lagi, yakni CV. Lentyo Bahtera Perdana dan PT Sopin
Sejahtera tidak dicantumkan sebagai calon
pemenang, karena nilai penawarannya melebihi penawaran para calon pemenang.
Ironisnya, pada tahap hasil evaluasi kualifikasi, panitia justru menetapkan PT Sopin
Sejahtera sebagai pemenang dengan nilai
penawaran Rp 353.859.657.57.
Menyimak hasil keputusan panitia pengadaan tersebut, Hasudungan menduga, ada
praktek konspirasi antara panitia, oknum pejabat walikota dengan mafia proyek untuk
mengarahkan PT Sopin Sejahtera sebagai pemenang, yakni dengan cara mencari-cari
kekurangan peserta lain, dan kerjasama persekongkolan mafia proyek dimaksud dengan
oknum panitia untuk melengkapi persyaratan
untuk PT Sopin Sejahtera.
Peran mafia tersebut, lanjut Hasudungan,
adalah salah satunya untuk mencari informasi
dari panitia tentang persyaratan apa saja yang
perlu dilengkapi. Sementara PT Sopin Sejahtera merupakan bendera yang dibawa oknum

mafia proyek dimaksud.


Berdasarkan data yang diperoleh LSM
GEMPAR dari para rekanan, bahwa sebelum
menetapkan pemenang, panitia telah menginstruksikan agar semua peserta datang untuk
melakukan klarifikasi sesuai jadwal yang sudah
ditentukan, yakni batas akhir hari Jumat Tanggal 16 September 2011 Jam 16.00 WIB. Namun
hingga batas waktu tersebut, pihak PT Sopin
Sejahtera tidak menghadiri proses klarifikasi.
Batas waktu dimaksud adalah siapa saja
peserta yang tidak menghadiri proses klarifikasi dianggap mengundurkan diri dan gugur
jadi pemenang. Namun aneh tapi nyata, PT
Sopin Sejahtera justru dinyatakan sebagai pemenang lelang.
Hasudungan menduga bahwa orang yang
membawa bendera PT Sopin Sejahtera itu adalah rekanan binaan oknum pejabat walikota,
bukan oleh Carlos Damanik selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa. Sebab ia menilai bahwa Carlos masih pemain baru dan belum mengerti
betul tufoksinya sebagai Ketua Panitia lelang.
Terkait hasil pelelangan tersebut, kata Hasudungan, Panitia dalam hal ini, tidak menerapkan efisien anggaran untuk penghematan
keuangan Negara, dan bertindak diskriminatif
terhadap para penyedia barang/jasa (rekanan).
Hal itu telah menyimpangan dari mekanisme
yang diatur dalam Perpres No. 54 Tahun 2010,
tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam Perpres No. 54 Tahun 2010
Pasal 5 disebutkan: panitia pengadaan menerapkan prinsip-prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskrimina-

Dinas Perumahan dan Gedung .................................... sambungan hal 1


Yang dimaksud dengan gratifikasi, meliputi
pemberian uang, barang dan lain sebagainya.
Hampir seluruhnya para rekanan pelaksana kegiatan proyek mengeluh akibat ulah
Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Propinsi
DKI Jakarta, serta Sudin Perumahan dan Gedung Pemda lima wilayah Kota Administrasi
DKI Jakarta, telah menunjuk Sembilan distributor Baja ringan dengan harga lebih mahal
dibanding Distributor yang lainnya padahal
kwalitas sama.
Dengan sistim tersebut rekanan resah,
tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah, akibat keterpaksaan harus menahan perasaan
yang menyakitkan yang mendalam, kata rekanan kepada Metropolitan Pos baru-baru ini
dibilangan kebon sirih Jakarta Pusat. Berkaitan
dengan sistim tersebut patut diduga Kepala
Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI
Jakarta, Ir Agus Subardono, bersama Kasudin
Lima Wilayah Kotamadya Jakarta menerima
Gratifikasi dari Distributor yang di arahkan
melayani material baja ringan kapada seluruh

rekanan pekerja rehab maupun rehap total Gedung Sekolah di DKI Jakarta, tegas, sumber.
Tidak dapat diterima akal sehat permainan
yang di adakan oleh pejabat Perumahan dan
Gedung Pemda DKI Jakarta,pasalnya sewaktu diadakan lelang seluruh rekanan yang
mengikuti tender,sewaktu Aunizing tidak dianjurkan untuk pemasangan kuda-kuda baja ringan satu paket dengan Distributor untuk pemasangan, namun setelah dimulainya pekerjaan
setiap pemenang lelang proyek, langsung ada
instruksi dari Perumahan dan Gedung Pemda,
mengerjakan pemasangan kuda-kuda baja ringan diharuskan dikerjakan langsung oleh Distributor Baja ringan serta pekerjanya.
Adapun perbedaan harga Distributor yang
ditunjuk dengan perbandingan harga baja ringan antara Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per
meter,sedangkan bahan baku yang dibutuhkan untuk satu Gedung sekolah biasanya sebesar Rp1.400 m2, itulah perbedaan yang diakibatkan Sistim ulah pejabat Perumahan Gedung Pemda DKI Jakarta. Jenri

tif, dan akuntabel.


Selain itu, panitia lelang juga dituding
telah menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan tertentu atau kelompok. Itu merupakan pelanggaran aturan dalam PP Nomor
53 Tahun 2010 tentang Displin Pegawai
Negeri Sipil (PNS).
Hasudungan justru menyarankan Carlos agar tidak mau terjebak oleh permainan
para oknum mafia proyek, yang bisa membelit dirinya sebagai pihak yang bertanggungjawab. Karena apapun penyimpangan
atau pelanggaran yang terjadi selama proses
pelelangan merupakan tanggung jawab
penuh ketua panitia lelang.
Untuk itu, Walikota Jakarta Timur, H.
Murdhani diminta untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum panitia yang nakal, agar citra Walikota yang selama ini dinilai baik, tidak tercoreng oleh oknum-oknum
yang tidak bertanggungjawab dan yang membawa-bawa nama walikota.
Ketika hendak dikonfirmasi, Ketua panitia Pengadaan Carlos Raynaldi Damanik, tidak
bersedia dimintai komentarnya. Tim

Dedi Astriandi bersikeras tetap tidak mau


menyerahkan sepeda motor kepada Meldani.
Arternatif lain yang ditawarkan oleh Dedi
kepada Meldani dengan cara oper kredit kepada orang lain atau ada pihak yang menjamin
Meldani.
Ketika dikonfirmasikan Metropolitan
Pos kepada Meldani dikediamannya Jalan
Sultan Jalaludin Nomor 52 RT. 11 RW.04
Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang pada (19/10) selaku nasabah PT. MCF Ketapang mengatakan bahwa sangat menyayangkan dengan
tindakan yang sangat kaku dilakukan koordinator kolektor PT. Mega Central Finance
Ketapang Dedi Astriandi.
Ketika dikonfirmasikan Metropolitan Pos
Kepada Koordinator Kolektor PT. MCF yang
berkantor di jalan D.I Penjaitan Ketapang pada
(19/10) diruangan kerjanya Dedi Astriandi
menjelaskan kepada Metropolitan Pos bahwa sepeda motor yang sudah ditarik dari tangan nasabah tidak bisa lagi untuk ditebus

tan donasi.Akibat sejumlah elemen masyarakat


menolak penerapan donasi tersebut ahmad
Dahlan walikota Batam pemko akan mengaji
ulang kebijakan penerapan donasi tersebut.ia
mengakui banyak elemen masyrakat menolak
dan ini menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menundanya dikatakannya .
Ia mengakui masih banyak kendala teknis
dalam penerapan donasi .Sihingga pemerintah
perlu menyiapkan mekanisme yang lebih terara dalam penerapan donasi .meskipun begitu
Ahmad Dahlan mengatakan donasi ini belum
resmi ditunda.Hanya memang ada aspek aspek yang perlu dikaji kembali.
Mekanisme yang tenga disiapkan yahitu
kemungkinan pelaksanaan donasi pelabuhan
dituangkan dalam bentuk peraturan daerah
khusus .Dengan tujuan agar memiliki kekuatan hukum yang lebih baik.
Karena sampai saat ini dasar pemungutan
donasi yang dipakai pemko adalah Perda no
16 thn 2001 tentang sumbangan pihak ketiga
kepada pemerintah kota batam ,dalam perda
ini salah satunya yahitu mengenai donasi tapi
tidak spesipik tentang donasi pelabuhan dan
bandara kalau begitu tidak berjalan .Makanya mau dituangkan dalam perda agar ada
kekuatan hukum kata Ahmad Dahlan
Pemko juga akan tetap berkordinasi dengan BP Batam terkait MoU bagi hasil retribusi
bandara dan pelabuhan ( airport dan seaport
tax ) menurutnya MoU tersebut uda perna berjalan beberapa waktu hanya tidak berlanjut .
Menurut pandangannya Pemko berhak
atas bagi hasil pendapatan dari retribusi
ini.karena pemko ikut membagun infrastuktur pendukung seperti lampu penerangan jalan
,taman jalan ,rambu rambu lalu lintas petunjuk jalan dan lainya.
Penunpang menungunakan infrastuktur
yang dibagun pemko dan OB ( BP Batam )
.Tentu harus ada sharing dengan pemerintah
daerah kata Ahmad Dahlan .Ahmad Dahlan
juga mengatakan bisa saja donasi diterima tidak
dalam bentuk pendapatan langsung tapi diberikan BP Batam melalui pengerjaan proyek
pembagunan milik pemko ,kita yang penting
bukan uang ,tapi tujuannya untuk pembagunan
masyarakat karena itu uang masyarakat jugakan. Pirton

Proyek Sudin Dikdas Jaktim ..................................................................................................................... sambungan hal 1


Menurut Hasudungan, praktek monopoli
tersebut tampak pada tahap pengumuman
pemenang pelelangan, dimana para rekanan
yang menjadi pemenang adalah mereka-mereka yang tahun sebelumnya juga ikut serta
dalam pelaksanaan proyek di Sudin Dikdas
Jaktim. Selain itu, juga tampak pada persentase penawaran harga yang cukup tinggi. Panitia memenangkan perusahaan diatas penawaran 90 persen.
Hasudungan mensinyalir, Togu Siagian
sudah terlanjur berutang kepada rekanan karena
telah menerima sejumlah uang dari rekanan
dengan menjanjikan akan diberikan proyek.
Jadi dengan cara apapun akan dilakukannya
untuk memperjuangkan perusahaan milik kroninya sebagai pemenang, ujarnya.
Ia menilai, proses pelelangan yang dilakukan panitia hanya rekayasa belaka, tidak ada
lagi persaingan sehat seperti yang diatur dalam
mekanisme Perpres No. 54 Tahun 2010, tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Milik
Pemerintah. Sebagus apapun persyaratan perusahaan tidak akan mempengaruhi jika tidak
ada hubungan dengan Togu Siagian.
Togu Siagian, lanjut Hasudungan, diduga
keras telah melakukan tindak pidana manipulasi sebagaimana diatur dalam UU No.5 Tahun
1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan
Persaingan Usaha Tidak Sehat, serta memperkosa Perpres No.54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

PT. MCF Ketapang ............................................................................................................................................. sambungan hal 1


penyerahan kendaraan, yang dibuat oleh pihak PT. Mega Central Finance (MCF) Ketapang pada tanggal 17 oktober 2011.
Dengan ketentuan, apabila dalam waktu
tujuh (7) hari, Meldani tidak melakukan pembayaran tunggakannya, maka pihak PT. Mega
Central Finance berhak sepenuhnya menjual
kendaraan itu kepada pihak lain.
Ternyata, ketika Meldani ingin melakukan
pembayaran tunggakannya pada (19/10),serta
meminta kepada Dedi koordinator kolektor PT.
MCF, untuk menyerahkan sepeda motor itu
kembali kepadanya, Dedi tidak mau menyerahkan kepada Meldani pada saat itu, dengan
alasan yang sangat tidak masuk akal.
Dedi berdalih dikarenakan sepeda motor
tersebut dipakai oleh orang lain bukan Meldani
sendiri karena menurut Dedi tidak dapat dibenarkan untuk dipakai oleh orang lain sekalipun
istri Meldani sendiri kata Dedi.
Perdebatan sengitpun terjadi antara
Meldani dengan Dedi Astriandi koordinator
kolektor PT. MCF Ketapang pada waktu itu.

hak ketiga yang di bahas oleh dewan saat itu,


khusus dikenakan kepada perusahaan-perusahaan besar seperti dikenakan CD.
Kenapa penerapan donasi tersebut perlu
diawasi, menurut Asmin, penerapan donasi
tentu tidak sama dengan airportax. Karena
sudah jelas, airpirtax tentu ada bukti karcis
keluarnya dan itu bersifat wajib. Sehingga
mudah dilakukan pengawasan. Dan itupun
masih saja terjadi penyimpangan.
Donasi sendiri sifatnya sukarela dan menggunakan karcis. Jadi ini tidak diawasi dengan
baik, maka dikuatirkan akan disalah gunakan.
Dan pemko juga harus betul-betul komit dengan pemberlakuan donasi ini, guna mendukung
pembangunan proyek fisik. Jangan sampai setelah duitnya diambil, sementara jalan menuju
ke pelabuhan sendiri tidak di bangun-bangn. Ini
yang kita kuatirkan, imbuh Asmin.
Di satu sisi, kata Asmin, ada suatu kendala dalam airportax. Karena pelabuhan yang ada
saat ini dibangun oleh Otorita Batam (OB)/
BP Kawasa. Sehingga instrumen yang akan
digunakan oleh Pemko tidak sampai ke sana.
Lalu ada PP baru yang mengatur tentang kewenangan pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tertentu. Sehingga barangkali
pemko melihat ada peluang besar kepelabuhan, sehingga akan diterapkan dinasi tadi.
pelaksanaan di lapangan mudah diawasi.
Namun mengingat adanya devisit anggaran
saat ini, sehingga pemerinta berpacu untuk
menggali potensi yang ada guna meningkatkan sisi penerimaan dari donasi menggunakan
perda sumbangan pihak ke tiga,
Namun akhirnya karena terusnya mengalir keritikan dari berbgai elemen masyarakat
tentang akan berlakukannya donasi tersebut
pihak Ahmad dahlan wali kota batam terpaksa berpikir ulang untuk menerapkan pungutan donasi disejumlah pelabuhan laut dan bandra di Batam. Kami terus mangadakan kajian
ulang kalau dilanjutkan bagai mana ,sejau mana
keberatan para penumpang dikatakan walikota batam Ahmad dahlan jumat 14/10 kemaren
di batam center .
Dua pekan setelah donasi resmi diterapkan disejumlah pelabuhan laut dan bandara
Hang Nadim batam. Hingga kini belum satupun para petugas yang ada melakukan pungu-

kembali dengan alasan karena sepeda motor


tersebut tidak boleh dipakaikan alias dipinjamkan kepada siapapun termasuk anak dan
istri nasabah sendiri kata Dedi Astriandi.
Dengan tindakan yang dilakukan Dedi sangat berdampak kepada perkembangan PT.
MCF kedepan serta nasabah lainpun pasti
merasa takut untuk melakukan perjanjian kredit kepada pihak PT.MCF disebabkan barangbarang yang di kredit dari PT. MCF tidak dibolehkan oleh Dedi untuk dipinjamkan kepada siapanup tampa terkecuali termasuk istri
dan anak-anak nasabah itu sendiri ujar Dedi.
Dari pertengkaran sengit antara Meldani
dengan Dedi, Metropolitan Pos terus menyelusuri tentang keberadaan PT.MCF Ketapang
kepada pihak Kelurahan Sukaharja Dwi Sutrisno mengatakan bahwa PT.MCF yang berkantor di Jalan D.I Panjaitan belum pernah
mengajukan surat kepada Kami dan menyatakan tidak pernah memberikan izin donisili
kepada PT.MCF kata Dwi Sutrisno.
A.Rahman

Kebal Hukum
Pada pelelangan 2010 lalu, Togu Siagian
sudah terbukti melawan hukum dengan adanya
surat Kasudin Dikdas Jakarta Timur No.1636/
073.55 tanggal 22 September 2010, tetapi kemudian pada tahun 2011 ini diangkat kembali
menjadi Ketua lelang oleh Kasudin Dikdas
Jakarta Timur, Drs.H. Zaenal Abidin,M.Pd.
Zaenal Abdin (saat itu) membenarkan bahwa Togu Siagian telah memanipulasi perusahaan pemenang lelang, sehingga pelelangan dibatalkan dan kemudian dilakukan lelang ulang.
Lalu, pada tahun anggaran 2011 ini, sejumlah LSM dan Pers menyebut Togu Siagian,
yang tiga tahun terakhir berturut-turut menjabat Ketua Panitia Lelang kebal hukum. Karena dan dalam setiap pelaksanaan tender yang
dipimpinnya selalu diwarnai tudingan sarat
persekongkolan, formalitas, dan KKN, tetapi
tidak pernah disentuh aparat penegak hukum.
Salah satu indikasi KKN yang ditemukan
adalah, sanggahan salah satu peserta, CV Gunung Henuk, atas paket kegiatan Rehab Berat
SDN Malaka Sari 01. Dalam sanggahannya, CV
Gunung Henuk menyebutkan CV Lang dan CV
Paros Jaya ada keterkaitan pengurusan sehingga tidak sesuai RKS Pasal 5.2.a yang berbunyi
seorang pengurus atau dewan komisaris suatu
badan usaha tidak boleh merangkap jabatan
sebagai pengurus dewan komisaris pada badan
usaha lainnya yang menjadi peserta pada pelelangan yang sama. Selain itu, alamat CV Lang

dan CV Paros Jaya tidak jelas.


Ironisnya, dalam sanggahan CV Gunung
Henuk tersebut juga disebutkan bahwa pada
TA 2010 lalu Togu Siagian juga melakukan pelanggaran hukum yang sama, mengakibatkan
perusahaan tersebut kalah.
Sementara itu, praktek persekongkolan
Togu Siagian dengan sejumlah rekanan tertentu yang notabene kroninya juga tampak pada
hasil pengumuman pemenang paket proyek.
Ada tiga perusahaan, PT LTB, CV SCM, dan
PT SPJ dinyatakan lulus oleh panitia. Padahal pemilik ketiganya adalah satu orang, yaitu
rekanan kroni Togu berinisial MN.
Hebatnya, sekalipun selama menjadi ketua panitia lelang, pelaksanaan tender di Sudin
Dikdas Jaktim selalu mengundang kontroversi, Togu Siagian masih saja dipertahankan sebagai Ketua Lelang.
Menurut informasi, dipertahankannya
Togu Siagian menjadi Ketua Panitia Lelang
karena sudah berpengalaman dan selalu lolos
dari jeratan hukum, karena lobby yang kuat
untuk membungkam setiap laporan LSM ke
aparat hukum.
Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan tertentu, yang pada saat evaluasi administrasinya dinyatakan panitia tidak lengkap,
justru dimenangkan oleh Togu Siagian. Tetapi
perusahaan yang pada saat evaluasi administrasi dan teknis lengkap, dikalahkan oleh Togu
Siagian. Tim

Proyek pagar pengaman .................................................. sambungan hal 1


Laporan diduga di rekayasa dan dimanipulasi, sehingga dapat ditagih pekerjaan proyek
seratus persen. Hal ini tidak sesuai perjanjian
fakta integritas yang sudah ditanda tangani,
sehingga melanggar mekanisme Perpres No 54
tahun 2004 tentang pengadaan barang / jasa
pemerintah. Anggaran APBD tahun 2011
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan
Kerja (BLK) Jakarta Timur, diduga habis dikorupsi rame rame oleh pejabat dan rekanan.
Terbukti proyek pemagaran Kantor UPT
BLK Jakarta Timur dikerjakan pemborong tidak
sesuai bestek, volume dengan biaya anggaran
yang sudah di ajukan dalam APBD tahun 2011.
Dalam APBD tahun 2011 UPT BLK Jaktim untuk anggaran pembangunan dan perbaikan/pemagaran Kantor UPT BLK Jakarta
Timur kurang lebih sebesar Rp3M, hingga
sekarang pekerjaan tersebut tidak rampung
sesuai anggarannya.
Proyek abal abal, dikerjakan asal jadi,
kurang lebih seratus meter pekerjaan tersebut
di caplok begitu saja temboknya, pada hal item

pekerjaan dan biaya anggaran sudah ditentukan. Laporan direkayasa dan dimanipulasi
tidak sesuai kenyataan biaya anggaran yang
dikerjakan dilapangan.
Menurut, Sekertaris Jenderal LSM Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan, kepada
Metropolitan Pos, mengatakan, pejabat dan
pelaksana proyek tersebut akan dilaporkan
ke Tipikor diduga terjadi melakukan kolusi
dan korupsi uang Negara dengan rame rame,
sehingga pekerjaan tersebut tidak sesuai volume dan anggaran yang diajukan, sehingga melanggar fakta integritas surat perjanjian kontrak. Pejabat UPT BLK Jakarta Timur, diduga
melakukan penyalahgunaan wewenang jabatan dan dapat diancam Tindak Pidana Korupsi, tegas, Berlin.
Sementara, Kepala UPT BLK Jakarta
Timur, Djecep, belum bisa dikonfirmasi, terkait setoran rekanan yang diduga diterima, sesuai informasi yang ditampung Metropolitan
Pos dilapangan sehingga perusahaan tersebut
dapat dimenangkan dalam tender. Jenri

Surat Kabar Umum

SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA


METROPOLITAN POS

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B


Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

KAJATI BANTEN DIMINTA USUT KORUPSI


PROYEK REHABILITASI CIWAKA BAWAH
Banten, Metropolitan Pos
Kejaksaan Tinggi Banten diminta agar mengusut tuntas pengerjaan
rehabilitasi jaringan irigasi yang terletak di Ciwaka Bawah Kecamatan
Walantaka Kota Serang. Proyek yang didanai dari anggaran APBD
Provinsi Banten T.A 2011 senilai 1.2 M, yang dikerjakan CV. SETIA NEGARA dengan kontrak 611/SPK.23.5/IRG/DSP/2011, pengerjaannya diduga
acak-acakan hingga terindikasi merugikan keuangan negara.
Tidak hanya disitu, Dinas Sumber
Daya Air khususnya Bidang Irigasi yang
mengerjakan proyek ini diduga kongkalikong dengan pihak pengusaha sebagai
pemenang tender untuk meraup keuntungan pribadi. Hasilnya bisa dilihat dari
kualitas proyek itu asal-asalan.
Sebagaimana pemantauan metropolitan pos dilapangan banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan yang sudah melanggar bestek yang ada. Seperti pengurangan volume fisik dalam spek, panjang irigasi yang akan dikerjakan semestinya 1200 meter, ternyata dilapangan
dikerjakan berkurang, sehingga ada pengurangan volume fisik.
Tembok penahan tanah (TPT) dalam
spek semestinya ketinggiannya 1.30
meter, namun kenyataannya dilapangan hanya sekitar 1.10 meter yang dikerjakan. Bila dikalkulasi biaya pengurangan volume ini sangat luar biasa,

bila perhitungannya 1 meter fisik dengan biaya 1 juta.


Tidak hanya disitu, dugaan campuran semennya juga diragukan kualitasnya. Apakah campuran pasir dengan semen sudah sesuai dengan aturan yang
ada? Sebab tembok penahan tanah disana-sini banyak ditemukan retak-retak
dan dikhawatirkan akan longsor bila
hujan turun. Hal ini terlihat pasir yang
digunakan pun banyak mengandung
lumpur dan tidak berkualitas, paling
harganya sekitar 450 ribu/ truk, sudah
bisa dibayangkan keuntungan dari bahan material sudah berapa.
Sementara itu Abdul Latief selaku ketua DPD LSM Jarrak Provinsi Banten, ketika dimintai komentarnya di Serang,
baru-baru ini, mengenai pengerjaan
proyek irigasi ini. Dengan tegas meminta
Kejaksaan Tinggi Banten agar mengusutnya secara tuntas dan jangan takut. Kare-

na hal ini sudah terindikasi merugikan


keuangan negara. Bagaimana mungkin
pengusaha mengurangi volume fisik
proyek tanpa sepengetahuaan dinas yang
terkait, ini kan tentu ada permainan
didalamnya diduga antara pengusaha
dengan pihak dinas khususnya Dinas
Sumber Daya Air untuk meraup keuntungan, sudah bisa dibayangkan kualitas
proyek itu pasti tidak bagus dan kalau temuan ini benar kami akan mengaduan
ini ke pihak kejaksaan Tinggi Banten
dalam waktu dekat ini. Dan tidak boleh di
biarkan, kami juga akan melayangkan
laporan kepada Gubernur Banten,
HJ.Ratu Atut Chosiyah, dan meminta
segera mencopot kabid irigasi ini selaku
pengendali kegiatan menggantikannya
dengan orang yang berkualitas dan jujur,
ungkap Abdul Latief, tegas .
Ir. Daud Yoesuf M.Teh, selaku kepala
bidang irigasi di Dinas Sumber Daya Air
dan Pemukiman Provinsi Banten selaku
yang
bertanggungjawab
mengenai
pengerjaan proyek ini, ketika diminta
tanggapannya tidak bisa di hubungi
sudah berulang kali Metropolitan Pos menemui di kantornya di Kawasan KP3B, selalu nihil, Hp nya pun selalu mailbox.
Demikian juga Kustantina, ST, M.Si, selaku Kepala Seksi( PPTK) tidak bisa dikonfirmasi atau dihubungi baik melalui Hp
nya, sampai berita ini terbit. Marbun

REST IN PEACE

ISTIRAHAT DENGAN DAMAI

Telah meninggal dunia dengan


tenang pada hari Sabtu tanggal 08
Oktober 2011, Saudara, Teman,
Sahabat kami yang tercinta :

Telah meninggal dunia dengan


tenang pada hari Selasa tanggal 18
Oktober 2011, Mama, Ibunda,
Saudara kami yang tercinta :

ANGGADI AKHSAN (MASSBRO)

LUKER SIRAIT
(NY. SIGALINGGING)

USIA : 21 TAHUN
Di Jalan Tebet Barat Dalam Va No 24 Jakarta

Kami yang Berdukacita :


- Beserta segenap Saudara dan Family
- Beserta segenap Keluarga Besar
Politeknik Swadharma
- Beserta segenap Organisasi
Kepemudaan Infinity Brothers 515
- Beserta segenap GRIIB SQUAD

USIA : 56 TAHUN
Kami yang Berdukacita :
- Beserta segenap Saudara dan Family
- Beserta segenap Keluarga Besar
Sigalingging
- Beserta segenap Keluarga Besar Sirait

Bank DKI Layani Pembayaran


Listrik secara Online
Jakarta, Metropolitan Pos
Untuk meningkatkan pelayanan pembayaran tagihan listrik serta memudahkan masyarakat melakukan pembayaran listrik, Bank DKI kembali
ditunjuk PT PLN (Persero) guna menangani sistem Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat (P2APST). Kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan addendum perjanjian kerja sama penerimaan pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya secara terpusat yang
ditandatangani oleh Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono dan Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Setio Anggoro Dewo, bersama dengan
Direksi Bank Mitra yang ditunjuk oleh PT PLN (Persero), Rabu (19/10).
P2APST merupakan suatu sistem pembayaran tagihan listrik dan
tagihan lainnya melalui bank dan atau selain bank secara terpusat dengan
sistem online realtime per transaksi pembayaran dan pelimpahan dana
tersebut dilakukan dari bank kepada rekening induk PLN. Bank DKI
sendiri menerima kepercayaan dari PT PLN (Persero) sebagai pengelola
rekening induk PLN yang menerima pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya secara terpusat dari Bank Pembangunan Daerah Seluruh
Indonesia (BPD SI) dan rekening pembayaran PLN lainnya. Dalam addendum perjanjian kerja sama itu juga dicantumkan mengenai pengikutsertaan anak perusahaan PT PLN (Persero) ke dalam sistem P2APST,
dan perpanjangan mekanisme penyetoran dana kepada rekening induk
PT PLN (Persero) serta layanan dan mitra bank melalui payment point
operasional bank di bank mitra PT PLN (Persero).
Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono mengatakan, pelanggan
PLN dapat melakukan pembayaran tagihan listrik post paid dan pre paid
PLN maupun tagihan lainnya non tagihan listrik seperti penambahan daya,
pernyambungan baru, penerangan sementara, PPN atas tagihan listrik dan
lain sebagainya di Bank DKI secara online.
Pembayaran untuk tagihan listrik dapat dilakukan melalui loket teller
Bank DKI maupun ATM. Pembayaran di loket teller dikenakan biaya
administrasi sebesar Rp 1.500 dan untuk ATM dikenakan biaya administrasi Rp 1.000. Sedangkan untuk pembayaran non taglis dikenakan biaya
administrasi sebesar Rp 1.500. Biaya administrasi yang dikenakan oleh
Bank DKI kepada pelanggan PT PLN (Persero) terbilang murah dibandingkan mitra bank lainnya ujar Eko Budiwiyono di Jakarta, Rabu (19/10).
Eko menambahkan, penerimaan pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnnya dapat mempermudah pelayanan kepada pelanggan PT PLN
(Persero) dan juga anak perusahaannya karena sistemnya yang telah realtime online. Bank DKI juga menargetkan peningkatan pendapatan yang
berasal dari fee based income.
Bantu Proyek JORR Rp 150 Miliar
Sementara itu, untuk mendukung program pembangunan di ibu kota,
khususnya pembangunan infrastruktur jalan, Bank DKI turut bergabung
dalam sindikasi kredit investasi kepada Marga Lingkar Jakarta (MLJ)
yang merupakan anak perusahaan dari Jasa Marga dengan menyalurkan
kredit investasi senilai Rp 1,554 triliun untuk pembiayaan jalan tol Jakarta
Outer Ring Road (JORR) Kebon Jeruk-Ulujami sepanjang 7,8 km. Porsi
Bank DKI dalam sindikasi tersebut senilai Rp 150 miliar.
Pemberian kredit dalam jangka waktu 15 tahun tersebut dituangkan
dalam Perjanjian Kredit yang ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Bank
DKI, Mulyatno Wibowo, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri,
Fransisca N Mook, Direktur Utama Marga Lingkar Jakarta, Sonhadji yang
disaksikan oleh Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito dan Direktur
Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah, di Jakarta (13/10).
Direktur Pemasaran Bank DKI, Mulyatno Wibowo, mengatakan pemberian kredit tersebut didasari pertimbangan Jasa Marga selama ini menjadi pemain utama dan terbesar pada proyek jalan tol di Indonesia dengan
menguasai pangsa pasar sekitar 73 persen (termasuk MLJ di mana Jasa
Marga merupakan pemegang saham mayoritas sebesar 55 persen).
Kebutuhan jalan tol akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk mempercepat arus barang dan jasa,
maka infrastruktur jalan sangat diperlukan. Selain itu panjang jalan tol di
Indonesia selama 30 tahun baru sekitar 700 kilometer sangat jauh dibandingkan dengan Malaysia yang telah mencapai 6.000 kilometer jalan tol dan
Cina yang mencapai 90.000 kilometer, ujarnya, Kamis (13/10).
Selain gencar menyalurkan kredit komersial di sektor pembangunan
infrastruktur yaitu pembiayaan jalan tol dan pembangkit listrik, Bank
DKI terus memasuki berbagai segmen industri pilihan termasuk di antaranya industri petrokimia dan biodiesel dengan fokus membidik debiturdebitur yang bonafit (top tier player), serta BUMN dengan rekam jejak
yang baik dan berkesinambungan.
Mulyatno menambahkan, Bank DKI selama ini juga dikenal berperan
aktif dalam berbagai pembiayaan sindikasi, baik sebagai lead arranger (dalam
pembiayaan fast track 10.000 MW milik PLN, beberapa PLTU di Kalimantan, serta pendanaan berbagai proyek di industri pilihan, maupun
turut serta dalam partisipasi pembiayaan yang di arrange oleh bank-bank
asing, bank BUMN, maupun bank umum swasta nasional terkemuka.
Dalam pemberian kredit, Bank DKI senantiasa menjaga keseimbangan
dalam mencapai pertumbuhan kredit yang baik, berkualitas dan menghasilkan return yang optimal. Hal tersebut ditempuh dengan menyeimbangkan
proporsi kredit produktif dan non produktif, dibarengi dengan penerapan
manajemen risiko yang lebih baik serta dengan lebih mendorong peningkatan
sinergi melalui aliansi strategi antar bisnis unit, imbuhnya. Jenri