Anda di halaman 1dari 12

Surat Kabar Umum

Pendiri
BERLIN SIAHAAN

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

Pemimpin Redaksi

JENRI SITANGGANG
HARGA: @Rp 3.500,
LUAR JAWA + ONGKOS KIRIM

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

Tidak Becus Kerja,


Walikota Jakbar Segera Copot Kasudinhub
Walikota Jakarta Barat, Drs Burhanuddin MM, segera copot Kepala Suku Dinas
Perhubungan Jakarta Barat, Ir Suyoto, pasalnya, tidak becus kerja sesuai tugas fokok
dan fungsinya, nilainya rapor merah.

HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

Sejumlah Pasar Tradisional Tidak Terurus

Disdik DKI Serap Anggaran Terbesar

Pasar tradisional di ibu kota semakin kalah bersaing dengan pasar modern yang
tumbuh pesat beberapa tahun terakhir. Kondisi pasar tradisional yang memprihatinkan
dan tidak terurus menjadi salah satu penyebabnya.

Mendekati akhir tahun anggaran, penyerapan belanja daerah Anggaran Pendapatan


dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2011 per 16 November mencapai 56,56 persen atau
sebesar Rp 17,49 triliun. Dari 10 SKPD dengan jumlah anggaran terbesar, realisasi
penyerapan anggaran Disdik DKI diketahui tertinggi yakni mencapai 71 persen atau
sebesar Rp 4,03 triliun
BACA HALAMAN ............ 06

BACA HALAMAN .......... 05

BACA HALAMAN ....... 03

Kejati DKI Dituding Endapkan Kasus Korupsi Rp.109 Miliar

***SELEBRITIS ***

AYU TING TING

Pejabat DPU DKI Terancam Dipenjara

TAK PEDE
JADI MODEL

Jakarta, Metropolitan Pos


Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta diduga mengendapkan laporan dugaan kasus korupsi dalam
proyek layanan saluran atau kali di Dinas Pekerjaan
Umum (DPU) DKI Jakarta 2008-Juni 2011, yang
diduga merugikan negara sekitar Rop109 miliar.
Koordiantor Indonesia Corruption Obeserver (InaCo) A
Wahab kepada wartawan di Kejati DKI Jakarta beralasan
kasus itu sudah dilaporkan ke Kejati DKI Jakarta, 15 Juli
2011 dan diterima Lakso Anindito, namun sampai
sekarang tidak ada gelagat laporan itu disikapi serius.
Sampai kini belum ada upaya-upaya secara signifikan
menindak-lanjuti, meski laporan itu sangat jelas dan rinci serta dilengkapi foto-foto sejumlah kali di lima wilayah
DKI Jakarta, kata Wahab prihatin.
Wahab mengancam jika laporan itu tidak disikapi sebagaimana mestinya, mereka akan mengerahkan ratusan orang untuk demonstrasi di Kejati DKI dan Kejagung.
Bila masih tetap tidak disikapi, kami akan desak Kejaksaan Agung ambil alih kasus tersebut.
Wahab menyatakan keprihatinan, sebab Kejati tidak
mampu menyentuh dugaan korupsi di Pemda DKI, khususnya Dinas Pekerjaan Umum.

BACA BERITANYA DI HALAMAN 10

BERSAMBUNG KE HAL..............10

SIDAK RUTAN SALEMBA : Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsyuddin (kiri)memberikan penjelasan kepada
para narapidana saat sidak ke Rutan Salemba, (Rabu 16/11). Politisi PDIP Panda Nababan (bersedekap)
menyimak dengan serius. Hadir juga Wakin Menkumham Denny Indrayana (kanan). Panda yang jadi terpidana
korupsi kasus travel cek membantah ruangan tahanannya mewah. (FOTO:REP)

PEJ
ABA
TIM SUAP LSM RP 500 RIBU
EJABA
ABATT SDPU J ALAN JAK
AKTIM

APBD 20
11 RA
WAN KOR
UPSI
201
RAW
KORUPSI

Edy Sudrajat Cerdik Kelola Anggaran

Pejabat Sudin Pemakaman Jaktim Perlu Diperiksa

Jakarta, Metropolitan Pos


Ulah oknum pejabat Suku
Dinas Pekerjaan Umum
(SDPU) Jalan Kota Administrasi Jakarta Timur yang
memberikan amplop uang
berisi uang senilai Rp 5oo
Ribu, kepada salah satu aktivis LSM SOROD menjadi
bumerang buat para petinggi pejabat di Pemprov DKI
Jakarta. Pasalnya, kasus
pemberian uang tutup mulut
tersebut kini melibatkan
nama Fauzi Bowo selaku Gubernur DKI Jakarta.
Ketua Umum LSM SOROD
Ellyus Singkoh, menegaskan

***

bahwa kasus dugaan gratifikasi


tersebut telah disampaikan kepada aparat hukum dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Ini merupakan penghinaan
bagi kami sebagai lembaga swadaya masyarakat. Moral seperti yang dilakukan pejabat seperti ini harus dibasmi dan
birokrasi pemerintah, tegas
Ellyus Singkoh, kepada Wartawan di Kantin Walikota Jakarta Timur, Selasa (15/11) lalu.
Kasus tersebut terjadi pada
Senin (14/11) lalu, saat salah
satu aktivis LSM SOROD bernama Krisman Sigalingging

PERISTIWA ***

Proyek Walikota Jaktim


Dikerjakan Asal Jadi

BERSAMBUNG KE HAL.....11

***

Jakarta, Metropolitan Pos


Proyek kegiatan APBD
tahun 2011 Suku Dinas (Sudin)
Pemakaman Jakarta Timur,
rawan korupsi, pasalnya, setiap
pekerjaan tersebut di kerjakan
perusahaan
pelaksananya
tidak sesuai dengan Item kegiatan di billy quantity, dimana
volume dan kualitas pekerjaan
tidak sesuai di lapangan, sehingga pekerjaan proyek tersebut abal abal, seperti perbaikan

saluran dan turap.


Dalam hal ini setiap proyek
yang dikerjakan diduga surat
pertanggungjawaban (SPJ)
dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) direkayasa dan
dimanipulasi sehingga seolah
olah pekerjaan tersebut dikerjakan seratus persen, dan dapat ditagih seratus persen, pada
hal dilapangan tidak sesuai biaya yang ada di data billy
quantity dikerjakan.

Terjadi di Desa Pardomuan Satu Kec. Pangururan


SUHARTONO, MT.

KUPAS TUNTAS ***

Mark-Up Anggaran Hingga 200 Persen

Pejabat UPT BLKD Jaktim


Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Jakarta, Metropolitan Pos


Buah dari persekongkolan tender proyek di Bagian Tata Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur, bukan saja merugikan
sejumlah rekanan yang merasa dizolimi oleh panitia lelang dan pejabat Walikota Jakarta Timur, namun juga berujung pada buruknya pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Pelaksanaan proyek di beberapa lokasi untuk rehab kantor camat dikerjakan asal jadi, alias menyalahi bestek.
Ketua Biro Angkatan Muda
Demokrat Indonesia (AMDI), Henry Siahaan, kepada Wartawan
mengatakan, dari hasil pantauan
lembaganya di lokasi, menemukan
sejumlah kejanggalan dalam proses pekerjaan proyek. Diantaranya
pelaksanaan proyek rehab kantor
Camat Duren Sawit dan Kantor
Lurah Cililitan.

Jakarta, Metropolitan Pos


Penegak hukum didesak untuk segera memeriksa pejabat Balai Latihan Kerja Daerah (BLKD) Jakarta Timur,
terkait kasus dugaan KKN pada pelaksanaan tender
proyek, yang diduga sarat rekayasa dan persekongkolan.
Demikian ditegaskan Tim Investigasi LSM LIPKAN (Lembaga Independen Pengamat Korupsi Anggaran Negara),
Ronald LH. S., kepada SK, usai menyerahkan berkas laporan ke Polda Metro Jaya, pada Kamis (03/11) lalu.
Menurut Ronald, lembaganya menemukan berbagai penyimpangan, terkait penyerapan dana APBD di BLKD. Salah
satu item paket proyek yang diadukan adalah proyek pembangunan pagar pengaman Kantor BLKD Jakarta Timur
Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp 3,3 Miliar. Kata dia, dari
proses pelelangan hingga pelaksanaan proyek, sangat kental dengan nuansa KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).
Sejak awal, lanjut Ronald, pihaknya telah mencium
adanya permainan untuk paket proyek tersebut. Panitia pelelangan atas perintah Tjetje Hidayat selaku Kepala
BLKD Jakarta Timur, berupaya menggiring paket proyek
tersebut kepada rekanan pengusaha tertentu.

BERSAMBUNG KE HAL.....11

BERSAMBUNG KE HAL.....11

SURAT TANAH DIPALSUKAN


DIANCAM PIDANA PENJARA
Jakarta, Metropolitan Pos
Kepemilikan tanah di Desa Pardomuan Satu, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, harus diawasi
pihak Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Samosir. Setiap ke pemilikan tanah berkas surat surat harus
jelas dan tidak bisa dipalsukan atau direkayasa oleh
semua pihak.
Menurut, Ketua Umum, LSM
Investigasi Fakta Hukum, Berlin
Siahaan, di gedung KPK, mengatakan, bila ada pihak tertentu
memalsukan atau merekayasa
surat surat kepemilikan tanah
dari aslinya di desa Pardomuan
Satu, Kecamatan Pangururan,

BERLIN SIAHAAN

Angagaran dalam APBD


tahun 2011 di Sudin Pemakaman Jakarta Timur, rawan korupsi uang Negara, sehingga pejabat menyalahgunakan wewenang jabatan, hal ini perlu di
usut tuntas Tipikor Polda Metro
Jaya, seperti, program peningkatan kapasitas pemakaman
sebesar
Rp8.458.580.190,-,
penggalian dan penutupan
makam TPU Jakarta Timur
BERSAMBUNG KE HAL.....10

dr Shirley Moningkey Mkes


Dilaporkan ke KPK
Tangerang, Metropolitan Pos
Lakon hidup terus berjalan seiring berputarnya waktu, mengitari
sisi terang dan sisi gelap. Hanya yang
tidak waras lah yang memilih jalan
di sisi gelap, dan ketika semakin lama
berjalan di kegelapan, mata pun
akan silau melihat cahaya, membuat
dirinya suka menghindar dari sinar
yang terasa menyoroti wajah.
Pepatah ini sama persis dengan
perilaku dr SM, Oknum Kepala Bagian Pelayanan Kesehatan (Kabagyankes) Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten Tangerang.
dr Shirley Moningkey Mkes, ketika dikonfrimasi wartawan selalu
menghindar, bahkan pernah dia

BERSAMBUNG KE HAL.....11

BERSAMBUNG KE HAL.....11

Tanaman Mangr
Mangroove Dibiar
Dibiarkk an Dirusak
Metropolitan Pos, Batam
Pemerintah Kota (Pemkot)
Batam, membiarkan Industri
Sphiyard merusak tanaman
mangrove di pinggiran laut
Batam, sehingga bencana
gelombang air laut tidak terantisipasi. Sementara tanaman mangrove sangat bermamfaat bagi ekosistim alam
khususnya laut.

Salah satu fungsi tanaman


mangrove, untuk mengimbangi tingginya gelombang air
laut sehingga tidak mengganggu ekosistim laut. Pulau
Batam, pulau yang berbentuk
kalajengking serta berbatasan
langsung dengan Negara tetangga Singapura dan Malaysia,
menjadi maknet menarik bagi
BERSAMBUNG KE HAL.....11

TANAMAN MANGROVE

OPINI

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

Membasmi Hakim dan Jaksa Nakal


DITERBITKAN OLEH
PT SUKSES PARNA SEJAHTERA
SK MENHUM & HAM RI :
Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
PENASEHAT HUKUM
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi SH MH,
Poltak Siringoringo SH MH., Sabar Siahaan SH.
Ferdinan Montorori SH.MH.
PENDIRI
Jenri Sitanggang,
Berlin Siahaan, Robert Naibaho
PEMIMPIN UMUM
Parel Naibaho SE.MM.
PEMIMPIN REDAKSI
Jenri Sitanggang
REDAKTUR EXECUTIVE
Peris Sitanggang
REDAKTUR PELAKSANA
B. Manalu
REDAKTUR
Hasudungan Siregar
MANAGER PEMASARAN
Leonar Marbun Lumban Batu, L. Endarwanto Rendra
SEKRETARIS REDAKSI
Hotdiman S.SE., Tina S.
BAGIAN KEUANGAN
Rinaldi Josua Naibaho
FOTOGRAFER
DEWAN REDAKSI
Jenri Sitanggang, Peris Sitanggang,
Robert Naibaho, Parel Naibaho, B. Manalu,
Douglas Lumban Tobing
STAF REDAKSI
Jahuale Sitanggang, Nur Syamsu, Rimbun Gurning,
Jhonni T. Tampubolon, Drs. A. Syahri S, Halomoan N.
LITBANG
Onasis Sitanggang, Jonni Sitanggang
Robert Naibaho, Marlon Naibaho SE.,
Tony Naibaho SE., Anton Sihite
STAF AHLI
Wasinthon Simbolon, SE.MEc. (Ekonomi & Politik),
Amistan Purba SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik)
William S. Naibaho SH. (Budaya, Pariwisata & HAKI)
BAGIAN SIRKULASI
Mulatua Sitanggang, Rinaldi Josua
PENASEHAT
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang Napitupulu,
Perdi Sitanggang,
Kol. (Pur) Drs. Lauasa M. Hutagalung
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

Rekening Bank :
Bank BCA Rek No : 0948118320
Bank BRI Rek No 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

= RP 500.000,= RP 1.000.000,= RP 2.000.000,= RP 50.000,= RP 24.000.000,= RP 12.000.000,= RP 6.000.000,= RP 3.000.000,-

Dibutuhkan Perwakilan,
Biro dan Wartawan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Depok
Ciamis
Tasikmalaya
Banjar
Sumedang
Majalengka
Cianjur
Subang
Provinsi Jabar

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

Provinsi Jawa Timur


Denpasar
Nusa Tenggara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Lampung
Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
Jurisman Sitanggang : 081315338511

OLEH : MARWAN MAS


Dosen Ilmu Hukum Universitas 45 Makassar

anyaknya keluhan pen


cari keadilan tentang pe
rilaku hakim dan jaksa
dalam memeriksa dan memutus
perkara perlu mendapat perhatian serius.
Salah satu yang disorot publik
belakangan ini adalah soal integritas dan profesionalitas hakim
yang masih jauh dari harapan,
termasuk hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Dalam dua bulan terakhir, ada 40
terdakwa korupsi dibebaskan
hakim Pengadilan Tipikor di berbagai daerah sehingga memantik
usulan agar Pengadilan Tipikor di
daerah dibubarkan.
Kesan yang diperlihatkan
hakim-hakim Tipikor dalam memeriksa dan memutus perkara,
selain kurang memahami hukum
secara substansial (profesionalitas), juga tidak tahan godaan dan
intervensi dari luar (integritas).
Kedua kelemahan itu menyatu
sehingga putusan hakim tidak
dirasakan
manfaatnya
oleh
masyarakat. Untuk membasmi
hakimhakim nakal,Pasal 24B
ayat (1) Undang-Undang Dasar
(UUD) 1945 memberi tugas kepada Komisi Yudisial (KY),terutama
menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.
KY merupakan salah satu lembaga negara (selain Mahkamah
Agung dan Mahkamah Konstitusi) dalam bidang peradilan. KY
harus mampu membangun budaya kontrol yang terukur agar
hakim bermartabat dalam memeriksa dan menjatuhkan putusan. Fenomena maraknya hakim
nakal tidak mungkin diberantas
secara sendiri oleh KY.MA harus

berperan aktif dan menerima hasil pemeriksaan KY secara gentlemen. Dalam berbagai kasus, penyimpangan hakim tidak berdiri
sendiri tetapi terdesain dalam
suatu mafia yang amat sulit dibuktikan, tetapi begitu nyata
dirasakan publik.
Senjata Baru
Untuk membasmi hakim nakal, KY diberi senjata baru setelah
revisi Undang-Undang KY disahkan Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR).KY dapat meminta bantuan
aparat untuk melakukan penyadapan terhadap hakim nakal, memanggil paksa saksi, bahkan memberikan rekomendasi penjatuhan
sanksi kepada MA. Bila terdapat
perbedaan sikap antara KY dan MA
atas hasil pemeriksaan, keduanya
secara bersama memeriksa hakim
yang bersangkutan.
KY juga dapat menganalisis
putusan hakim yang kemungkinan dijatuhkan karena diduga
terjadi pelanggaran kode etik
hakim. Meski senjata baru ini belum sesuai harapan publik, tetapi
paling tidak bisa meredam konflik antar-institusi sekaligus menjaga kualitas hakim dalam menjatuhkan putusan. Pentingnya
pengawasan hakim karena publik
merasakan
betapa
sulitnya
mendapatkan pelayanan yang
jujur dan berkeadilan bila masuk
ke pengadilan.
Terlalu banyak jebakan yang
harus dilangkahi,mulai saat
mendaftarkan perkara pada
panitera,pembagian perkara kepada hakim yang khusus dipesan,
pegawai pengadilan yang mengontak pengacara atau pencari
keadilan, sampai pada hakim

yang memeriksa perkara. KY


tidak mungkin mengungkap jebakan mafia peradilan jika tidak
diberi wewenang yang kuat. Misalnya, mengapresiasi perilaku
hakim yang menyimpang dengan
meneliti putusannya.
Apakah dalam putusan faktafakta yang terungkap di depan
sidang betulbetul diapresiasi
dalam pertimbangan hukum atau
malah diabaikan. Pengabaian fakta hukum merupakan bukti tidak
profesionalnya seorang hakim,
bahkan termasuk salah satu bentuk pelanggaran perilaku hakim.
Absolutisme Pengadilan
Perang terhadap hakim nakal
harus terus digelorakan, agar
para pencari keadilan bisa menikmati keadilan yang sesungguhnya. Perkara yang masuk ke pengadilan tidak dijadikan sebagai
sumber untuk mendapatkan keuntungan finansial. Peradilan Indonesia harus bebasdari industrialisasihukum sebagaimana dikritisi mantan hakim Amerika
Serikat,Harold Rothwax dalam
bukunya Guilty- The Collapse of
the Criminal Justice System. Apabila perkara yang diperiksa di pengadilan diformat laksana mesin
industri, niscaya pengadilan
hanya akan mengejar kepastian
dengan mengabaikan keadilan.
Akibatnya, hukum tidak akan
pernah mencapai tujuan asasinya lantaran yang diburu hanyalah kemenangan dengan segala macam cara. Pengadilan keluar dari jalurnya sebagai tempat
pembuktian kebenaran, hanya
berperan sebagai medan pertarungan untuk kemenangan
dan kekalahan. Pengadilan tidak

akan pernah berwibawa di mata


publik, jika hakim abai membaca
dinamika masyarakat. Hakim
tidak boleh hanya jadi terompet
UU atau sekadar memahami apa
yang tertulis.
Yang juga penting dimaknai
adalah rasa keadilan (keadilan
substansial) yang hidup dan
berkembang dalam masyarakat.
Harapan itu bukan berarti hakim
harus menghukum terdakwa tanpa kesalahan atau membebaskan
terdakwa tetapi terbukti bersalah.
Apabila hakim mengabsolutkan
tujuan menang-kalah, bukan benar-salah,akan membuat publik
berpaling dari pengadilan. Jika
ini terjadi, akan semakin sulit
mengendalikan hukum lantaran
publik mengadili sendiri kasus
hukum yang dialaminya. Padahal, hukum harus bersinergi dengan nilainilai moral sebagai cerminan fundamental hukum.
Di situlah peran hakim yang
sesungguhnya, konstruksi hukum
dikembalikan pada bentuknya
yang ideal dengan menelurkan
putusan yang bisa diterima karena terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Berbagai alasan
klasik dari hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terdakwa korupsi karena dakwaan jaksa
lemah, adalahwujudabsolutismepengadilan yang perlu diluruskan.
Kalaupun dalam realitas pengadilan bukan institusi netral, tetapi putusannya harus memberikan
keadilan, memiliki fungsi social
engineeringagar
masyarakat
merasakan manfaat dari putusan
itu. Kita tidak ingin mafia peradilan terusmenerus menjebak kebebasan hakim ke ruang gelap dalam
memutus perkara. (***)

Tumbuh Kembang Nilai Kepahlawanan Sebagai Modal Sosial


Upacara institusional memperingati Hari Pahlawan diperingati bersama para pegawai di
lingkungan Pemerintah Provinsi
Banten, Kamis (10/11), di lapangan Apel Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B),
Kec.Curug, Kota Serang.
Bertindak sebagai inspektur
upacara Asisten Administrasi
Umum dan Kesra Setda Provinsi
Banten-H.Zaenal Mutaqin yang
membacakan sambutan Menteri
Sosial RI-Salim Segaf Al Jufri.
Dalam sambutannya dikatakan
upacara bendera memperingati
Hari Pahlawan, merupakan salah
satu bentuk penghargaan atas jasa
dan pengorbanan para pahlawan/
pejuang pendahulu kita.
Hanya bangsa yang meng-

hargai jasa pahlawannya, dapat


menjadi bangsa yang besar ucap
Zaenal Mutaqin.
Pertempuran 10 Nopember
1945 di Surabaya yang merupakan rangkaian perjuangan panjang dan merupakan peristiwa
heroik karena memerlukan pengorbanan luar biasa dari para
pendahulu negara baik jiwa, raga
maupun harta dalam merebut
dan mempertahankan Republik
Indonesia, kemudian peristiwa
tersebut diperingati sebagai Hari
Pahlawan.
Oleh karena itu, Hari Pahlawan seperti yang kita peringati
pada hari ini di samping untuk
mengenang dan menghargai jasa
dan pengorbanan para pahlawan/
pejuang yang telah mendahului

kita, juga dilaksanakan untuk


menumbuhkembangkan
nilai
kepahlawanan sebagai modal sosial untuk kemudian mengimplementasikan
dan
mendayagunakannya dalam mengatasi
berbagai masalah bangsa seperti
kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, ketunaan sosial, korban
bencana dan masalah-masalah sosial lainnya ucapnya kembali.
Kiranya juga dapat menjadi
momentum untuk terus melestarikan dan mendayagunakan
sikap dan perilaku para pahlawan
kusuma bangsa seperti rela
berkorban, pantang menyerah,
percaya pada kemampuan diri
sendiri, tanpa pamrih, dengan dilandasi kesetiakawanan sosial
yang tinggi yang pada dasarnya

merupakan nilai budaya bangsa


untuk membangun karakter
bangsa berdasarkan Pancasila
dalam bingkai negara kesatuan
Republik Indonesia.
Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan, pemerintah
mengajak masyarakat untuk
membangun karakter bangsa
yang kuat dan kokoh untuk dapat
dijadikan sebagai energi penggerak kemajuan bangsa, sehingga
bangsa indonesia tidak akan terombang-ambing dan kehilangan
arah di tengah derasnya arus globalisasi serta dapat menghadapi
segala tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar.
Untuk itu marilah kita gelorakan semangat kepahlawan dengan dilandasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tinggi serta kita rapatkan barisan membangun negeri untuk mewujudkan
kesejahteraan rakyat sehingga
bangsa Indonesia dapat menjadi
bangsa bermartabat yang dapat
berdiri sejajar dengan negara lain
serta keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia dapat terus terjaga tandasnya.
Dalam peringatan Hari Pahlawan tersebut tampak hadir beberapa pejabat Eselon II dan Staf Ahli
Gubernur karena usai mengikuti
upacara ini akan dilanjutkan
memperingati Hari Pahlawan
Tingkat Provinsi Banten di
Taman Makan Pahlawan di Ciceri, Kota Serang. Leonar

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Liputan Angkasa Pura: Regan Purba.
DPRD DKI Jakarta : Nur Mochammad. Biro Jakarta Timur : Risjen S, Rimbun Gurning Biro
Jakarta Pusat : M. Surya Biro Jakarta Barat: Prayogo, Sri Rejeki. Biro Jakarta Selatan:
Rimbun Biro Depok : Hotman Pardede (Kepala) Perwakilan Banten: Leonar Marbun Lbn Batu
(Kepala) Biro Kabupaten Tangerang: Tumbur Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Batara
Aritonang, Alden Robertus Simbolon. Biro Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga (Koordinator).
Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun (Kepala) Perwakilan Sumatera Utara: Happy Silalahi (Kepala) Biro Samosir: Sahat
Sitanggang (Kepala). Perwakilan Kepri: Junael Marbun (Kepala), Yulianis, Pasu Sihite. Biro Batam: Bernad H. Perwakilan Lampung: Perwakilan
Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Faozanolo Laia (Kepala) Biro Bandung Barat : S. Sitanggang (Kepala).
Biro Bandung Cimahi : Antonius SE. (Kepala). Perwakilan Kalimantan Barat: A. Rahman HS. (Kepala), Agus Supriyanto.
PERCETAKAN : CV. Grazia Indah (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

WARTAWAN METROPOLITAN POS DALAM MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIKNYA SELALU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN SURAT TUGAS SERTA NAMANYA TERCANTUM DALAM BOKS REDAKSI

METROPOLITAN

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

BADAN JALAN DIKUASAI EXPEDISI

TIDAK BECUS KERJA, WALIKOTA JAKBAR


SEGERA COPOT KASUDINHUB
Jakarta, Metropolitan Pos
Walikota Jakarta Barat, Drs Burhanuddin MM, segera copot Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Ir Suyoto, pasalnya, tidak becus kerja sesuai tugas
fokok dan fungsinya, nilainya rapor merah.
Koalisi LSM desak Walikota
Jakarta Barat, Drs Burhanuddin MM, segera mencopot Kepala Sudin Perhubungan
Jakarta Barat, Ir Suyoto.
Hal ini di sampaikan Ketua
Umum LSM Investigasi Fakta
Hukum, Berlin Siahaan, di
halaman Kantor Kejaksaan
Agung RI, kepada wartawan,
pekan lalu.
Badan jalan di jalan Pekojan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat,
di kuasai oleh pemilik expedisi
alias pengusaha.
Badan jalan tersebut sudah

bertahun tahun dikuasai oleh pemilik expedisi tersebut dan diduga


oknum Suku dinas Perhubungan
Kota Administrasi Jakarta Barat
ikut bermain pungli.
Berdasarkan lahan lahan
Fasilitas umum tersebut (Fasos dan Fasum) dijadikan ajang
parkir bongkar muat gabungan pemilik expedisi.
Expedisi tersebut notaben
tidak punya kantor, dengan
menjadikan jembatan layang
atau Ply over di wilayah Pekojan Jembatan Lima, Jakarta
Barat tersebut.
Dalam hal ini di kawatir-

kan warga setempat khususnya warga, Rw 02, Kelurahan


Pekojan Jakarta Barat, warga
takut apabila jembatan tersebut roboh, akan menimbulkan
korban jiwa, tegas, Parijo warga Rw 02, Kelurahan Pekojan.
Lurah Pekojan Agus Yusuf.
SE, kepada Metropolitan
Pos,mengatakan tidak setuju
adanya bongkar muat di
wilayahnya dan itu meresahkan warga, karena sudah melanggar Undang Undang No
32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan pengelolahan
lingkungan hidup dan undang
undang No 26 Tahun 2007,
tentang Penataan ruang.
Sementara Sudin Perhubungan Jakarta Barat sering melewati
tempat bongkar muat tersebut
dengan menguasai badan jalan
tidak di hiraukan dan ditertibkan.
Setiap hari ada 10 sampai

18 truk yang parker di badan


jalan laying Ply Over tersebut
dengan mengganggu kemacetan jalan tersebut.
Kepala Suku dinas Perhubungan Jakarta Barat, Ir
Suyoto, ketika dikonfrimasi
tidak berada ditempat.
Camat Tambora, Isnawaji,
tidak pernah masuk kantor dan
tidak mengurus wilayahnya.
Ply Over Jembatan Lima
tepatnya dekat Pos Polisi Jembatan Lima Jakarta Barat, di
jual oknum pejabat menjadi
lahan fasilitas umum untuk
kegiatan
bongkar
muat
barang, dan dipungut liar.
Seperti, expedisi Panamas
pemiliknya bernama Akap,
memiliki Truk banyak, beliau
selalu parkir dengan santai disamping pos polisi siang dan
malam, ujar warga setempat.
Prayogo

Yulino Sakti, Ketua Penyelenggara Penganugrahan Gelar Pahlawan Betawi :

FBR LAYAK MENJAGA IBUKOTA JAKARTA


Jakarta, Metropolitan Pos
Hari Pahlawan 10 November
2011 di masa
sekarang dapat dimaknai
dengan gigihnya para pahlawan berjuang mengorbankan jiwa dan raga tanpa
pamrih, tidak berlandaskan
pencitraan. Sikap dan semangat ini harus bisa dicontoh
dan diteladani oleh generasi
muda sekarang.
Dasar pemikiran karena
banyak pejuang-pejuang betawi yang terlupakan, FBR
mengangkat empat orang
pejuang untuk menjadi pahlawan, karena sudah sepatutnya

FBR sebagai generasi penerus


memberikan penghargaan gelar
pahlawan Betawi kepada tokoh
betawi yang dianggap laik.
Hal ini dikatakan Ketua
Penyelenggara, Yulino sakti,
dalam acara penganugrahan
gelar Pahlawan Betawi yang
dihadiri Gubernur DKI Jakarta, tokoh ulama, pendeta, petinggi FBR dan tokoh lainnya, di
Taman Irti Monas pecan lalu.
Menurutnya sudah waktunya
FBR mengajak seluruh lapisan
masyarakat untuk mengirim
Alfatihah kepada arwah para
pahlawan yang telah gugur
dalam perjuangan. FBR ingin

menunjukkan layak menjaga


ibukota Jakarta dan meminta
kepada Pemda DKI Jakarta untuk membangun Taman Pahlawan Betawi, karena FBR adalah aset, kata Yulino.
Yulino mengatakan penganugerahan gelar pahlawan
Betawi kepada 4 tokoh Betawi,
sebagai bentuk nyata peran
FBR untuk melestarikan budaya Betawi, seperti yang dilakukan pejuang Betawi menjadi pahlawan, diantaranya,
KH.bdul Madjid (Guru Madjid,
1887-1947) lahir di Pekojan
dan wafat hari Jumat, 27 Juni
1947 yang dimakamkan dekat

Masjid Al Musariin, kampong Basmol, Kembangan,


Jakarta Barat, Letkol SyafeI
(Bang PiI Senin) lahir Agustus 1923 di kampung Bangka, Kemang hingga wafat
tahun 1970 di RSPAD karena sakit, Mahbub Djunaedi
lahir 27 Juli 1933 Pendiri
PMI dan anggota DPRGR/
MPRS dan Muhammad
Mashabi (1943-1967) merupakan salah satu pencipta
dan penyanyi music Melayu
para era tahun 50-an dan 60an, sehingga dianggap sebagai sang Maestro musik
melayu Indonesia. NRM

Dinas PU DKI Diperintahkan Perbaiki Aspal Amblas


Jakarta, Metropolitan Pos
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi
Bowo memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta segera
memperbaiki aspal yang amblas di
lokasi penutupan dan pengaspalan
lokasi gorong-gorong Jl Sudirman sebelum pembukaan SEA Games XXVI,
Jumat (11/11) lalu.
Pengaspalan yang dilakukan
hanya untuk sementara. Sehingga
kekuatannya pun belum mampu
menahan beban kendaraan berat yang
meilntasinya. Sedangkan truk tanki air
yang tadi siang terperosok di aspal
itu termasuk kendaraan berat, ujar
Fauzi Bowo, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (10/11).
Fauzi juga mengatakan, aspal yang

amblas di depan Gedung Summitmas


itu belum kering benar sehingga belum
bisa dilalui kendaraan berat. Kalau belum kering, kendaraan berat hendaknya
tidak melintas di aspal itu. Saya minta
Dinas PU segera memperbaikinya sebelum pelaksanaan pembukaan SEA
Games besok, kata Fauzi.
Sementara itu, Kepala Dinas PU
DKI Jakarta, Ery Basworo menuturkan, amblasnya aspal tersebut
dikarenakan di lokasi itu belum terpasang gorong-gorong sehingga bekas
galian hanya ditutupi dengan pasir
batu saja. Akibatnya, struktur kepadatan tanahnya pun kurang baik dan
belum bisa menahan beban kendaraan
berat. Itu memang aspalnya belum
kering, ditambah lagi belum ada gor-

ong-gorong di dalamnya, sehingga


hanya kami isi dengan pasir batu, makanya jalan jadi tidak padat. Akibatnya, saat dilewati truk tanki bermuatan air jadinya amblas, kata Ery.
Agar hal ini tidak kembali terjadi
di kemudian hari, diungkapkan Ery,
ia sudah meminta pihak kontraktor
untuk lebih berhati-hati saat melakukan penutupan dan pengaspalan bekas galian gorong-gorong. Sebelum
aspal kering, sambungnya, seharusnya kontraktor terlebih dahulu memasang rambu pengaman dan menempatkan petugas untuk menjaga lokasi
tersebut sehingga tidak ada kendaraan
yang melintas di atasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya,
sebuah truk tangki bermuatan air ter-

POHON TUMBANG TIMPA MOBIL


Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan sebatang pohon di Jalan Kemang
Raya, Jakarta, tumbang, Selasa (15/11/2011). Pohon tersebut menimpa sebuah mobil
Toyota Harrier dan taksi. Pohon tersebut melintang di tengah Jalan Kemang Raya. (FOTO:REP)

perosok di lokasi penutupan dan pengaspalan gorong-gorong Jl Jenderal


Sudirman arah Blok M, atau tepat di
depan Gedung Summitmas II, Kamis
(10/11) siang. Kedua bagian roda belakang truk tangki bermuatan air untuk menyiram aspal di lokasi penutupan gorong-gorong itu tampak terperosok sedalam 30 sentimeter akibat
amblasnya aspal. Beruntung, tidak
ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Hanya saja, peristiwa ini sempat
membuat panik para pekerja dan pengguna jalan di lokasi kejadian. Jenri

Kasat pengamanan dan pengawalan (Pamwal) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP
Aloysius Suprijadi, Sik saat memberikan briefing kepada para personil yang
akan diberangkatkan ke KTT Asean ke -19 di Bali.

DitLantas PMJ Kawal Kendaraan


Tamu Negara KTT ASEAN
Jakarta, Metropolitan Pos
Direktorat Lalu Lintas Polda
Metro Jaya turut ambil bagian dalam
mendukung suksesnya penyelenggaraan KTT ASEAN ke-19 di Bali. Sebanyak 121 personil Pengamanan dan
Pengawalan (Pamwal) sudah disiapkan untuk pengawalan kendaraan para
tamu negara di Konferensi Tingkat
Tinggi tersebut.
Kesemua Personil Panwal itu
sudah mengikuti pelatihan Pra Tugas
Pengamanan VIP/VVIP selama dua
pekan pada bulan Oktober lalu. Dan
hari senin, 7 Oktober 2011, mereka
sudah diberangkatkan ke Bali untuk
menjalankan tugas pengawalan tamu
negara KTT Asean selama 17 - 19
Nopember 2011.
Kasat Pamwal AKBP Aloysius
Suprijadi, SIk mengatakan untuk keg-

iatan pengamanan tamu negara ini,


nantinya Polda akan di bawah kendali Operasi Paspamres. Karena ini
pengawalan tingkat kepala negara seAsean termasuk rencana hadirnya
Sekjen PBB dan Presiden Amerika
Barrac Obama, kita nantinya di bawah
komando Paspamres, ujar Alumni
Akpol 95 Ini.
Tambah Aloysius, karena besarnya tanggung jawab dari perhelatan
KTT asean ini, maka pihaknya benar-benar melakukan penyeleksian
ketat terhadap 121 Personil yang diberangkatkan.
Dari mulai kesehatan, kecakapan
berbahasa hingga trek record personil
tersebut kita lakukan seleksi, ujar
Kasat Pamwal Aloysius, SIK ketika
ditemui TMC, Senin (7/11) lalu.
Mulyawan

Kondisi BKT Semakin


Semrawut dan Tidak Terawat
Jakarta, Metropolitan Pos
Kunjungan Kerja (Kunker) yang
dilakukan Anggota DPRD DKI
Jakarta, terkait komisi sesuai bidangnya sebagai masukan kepada eksekutif untuk menjadi bahan perbandingan yang dapat dilakukan
untuk perbaikan pembangunan yang
sudah ada maupun yang belum ada.
Menurut Anggota Komisi D
DPRD DKI Jakarta, H.Hidayat
AR.Yasin, ketika melakukan Kunker
di karawang, melihat pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sandiago Hill seluas 300 hektar di daerah
Karawang, Jawa Barat, sangat terawat dan sesuai dengan tata ruang.
Hidayat mengatakan penataan
TPU tidak hanya dari unsur agama,
tetapi sebagai resapan air, tempat
rekreasi, RTH dan danau, memberikan nuansa alami, sehingga dapat dijadikan bahan referensi bagi eksekutif. Komisi D akan mendorong instansi terkait dalam rapat komisi untuk mencontoh penanganan TPU
yang dirasakan sangat penting bagi

masyarakat, terlebih bagi pengembangan pembangunan Pemda DKI


Jakarta agar tidak sembrono mengerjakan anggaran untuk TPU.
Selain itu, Hidayat menanggapi
kondisi Banjir Kanal Timur (BKT)
Jakarta Timur, sangat memprihatinkan, karena tidak terawat yang terjadi penyempitan luas kali akibat
tidak adanya upaya pengerukan.
Apabila Dinas PU DKI Jakarta
tidak bertindak, akan terjadi meluapnya air kali pada musim hujan,ke
jalan kata Hidayat.
Tidak hanya itu, pemanfaatan
lahan BKT sudah parah, terlihat
sepanjang bantaran BKT terbentang
pembuatan jalan beton yang tidak
jelas fungsinya.
Lebih tegas Hidayat melalui Komisi D DPRD DKI Jakarta, akan
mempertanyakan kepada instansi,
terkait kondisi BKT dan perawatannya sebenarnya diserahkan sepenuhnya kepada Dinas PU DKI Jakarta
apa kepada pihak ketiga, tetapi dianggap angin lalu. NRM

Pemprov DKI Jakarta Bantu Realisasi


Pembangunan Kereta Api Bandara
Jakarta, Metropolitan Pos
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertekad
membantu Pemerintah Pusat
dalam merealisasi pelaksanaan
pembangunan jalur kereta api
Bandara dengan rute Bandara
Soekarno-Hatta - Manggarai.
Untuk
merealisasikan
proyek tersebut, Pemprov DKI
menyatakan siap membantu
pelaksanaan pembangunan
jalur kereta api bandara di
wilayah DKI Jakarta. Pembangunan infrastruktur perkeretaapian ini menjadi proyek
percontohan yang akan melibatkan dua pemerintahan
daerah yaitu Pemprov DKI dan
Pemprov Banten.
Keseriusan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan KA Bandara ditunjukkan dengan pelaksanaan
penandatanganan Perjanjian
Kegiatan Fasilitasi Penyiapan
Proyek Kerjasama Pemerintah
dengan Badan Usaha untuk

menyelenggarakan perkeretaapian Bandara Soekarno-Hatta.


Perjanjian ditandatangani
oleh Direktur Jenderal (Dirjen)
Perkeretaapian Kementerian
Perhubungan Tundjung Indrawan dan Direktur Utama
PT Sarana Multi Infrastruktur
(SMI) Emma Sri Martini, disaksikan oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan,
Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dan Gubernur
DKI Jakarta Fauzi Bowo di Kementerian Perhubungan RI,
Jakarta, Kamis (10/11).
Menteri Perhubungan EE
Mangindaan mengatakan, untuk mengalihkan kendaraan
pribadi dari jalan raya Bandara
Soekarno-Hatta ke angkutan
massal berbasis rel atau kereta
api merupakan kebutuhan
yang sangat mutlak. Dengan
begitu, kemacetan yang biasa
terjadi di jalan menuju Bandara dapat diuraikan dengan
baik. Jadi perwujudan KA Ban-

dara ini lebih cepat lebih bagus, kata Mangindaan usai


penandatanganan perjanjian
kerja sama tersebut.
Dia menjelaskan, saat ini
sudah terjadi peningkatan
jumlah penumpang dan perjalanan di Bandara SoekarnoHatta. Jumlah penumpang
sudah meningkat dari 44 juta
orang menjadi 55 juta orang di
tahun 2011 ini. Begitu juga
dengan jumlah penerbangan,
bila tahun-tahun lalu jumlah
penerbangan hanya 600 hingga 900 penerbangan perhari,
di tahun ini sudah di atas
2.500 penerbangan per hari.
Mangindaan menargetkan,
PT SMI selaku konsultan
proyek harus mampu menyelesaikan seluruh kegiatan studi kelayakan, dokumen lelang
dan pelaksanaan lelang dalam
waktu maksimal 1,5 tahun
saja. Supaya pelaksanaan pembangunan fisik bisa dilaksanakan secepatnya. HotdimanS

4
EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

SEKILAS
Kabag Humas Kota Tangerang :

Galakkan Sosialisasi
Multiguna Dari Tingkat RT
Kota Tangerang, Metropolitan Pos
Gencarnya sosialisasi yang dilakukan
Pemkot
Tangerang terkait
dengan program
Multiguna bagi
masyarakat miskin,
rentan miskin dan
kader posyandu,
Mayoris Namaga
hingga saat ini terus dilakukan SKPD terkait. Pemkot berharap
program yang digulirkan bagi masyarakat ini
dapat dimanfaatkan dan dipergunakan dengan penuh tanggung jawab.
Hingga saat ini diakui Kabag Humas
Pemkot Tangerang, Mayoris Namaga masih
ada sebagian kecil masyarakat yang
kurang faham dengan program multiguna, sehingga masyarakat yang memang
berhak ini tidak mempergunakan haknya.
Masih ada yang kadang kurang faham,
untuk itu Pemkot terus melakukan sosialisasi terkait hal tersebut, sosialisasi
tidak hanya dapat dilakukan Dinkes saja,
melainkan mulai dari tingkat RT,RW hingga Kelurahan dan Kecamatan, katanya
kepada penulis Rabu (16/11) lalu.
Ia juga mengatakan bahwa upaya ini
tidak pernah berhenti dilakukan, apalagi
sejak pertengahan tahun ini Litbang Statistik Pemkot Tangerang tengah melakukan
verifikasi data kepesertaan multiguna
masyarakat Kota Tangerang. Dengan adanya verifikasi ini diharapkan masyarakat berhak yang belum terdata dapat tercacat
dalam kepesertaan multiguna.
Upaya sosialisasi kepesertaan multiguna juga sudah dilakukan Kelurahan
Sukasari, kecamatan Tangerang, Kota
Tangerang. Kami setiap bulan selalu
merekap peserta multiguna dari wilayah
kami yang melakukan rujukan kerumah
sakit dengan program multiguna, sehingga diketahui siapa saja dari mereka yang
berhak tapi tidak menggunakan haknya.
Sehingga kami sosialisasikan kembali kegunaan progran multiguna, karena khawatirnya mereka belum faham betul, terang Lurah Sukasari, Wawan Fauzi.
Untuk kedepan dikatakan Lurah Sukasari upaya sosialisasi akan lebih ditingkatkan
kembali mulai dari tingkat RT. Erwin

Pemkot Minta Masyarakat


Laporkan Temuan PNS Bolos
Tangsel, Metropolitan Pos
Badan Kepegawaian Pendidikan dan
Pelatihan Kota Tangerang Selatan, Banten, meminta masyarakat untuk melaporkan bila ada PNS yang membolos kerja
saat jam kerja. Peran masyarakat sangat
kami butuhkan untuk membantu kedisiplinan pegawai yang membolos, kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan
Pelatihan Kota Tangerang Selatan, Nita
Gilik di Tangerang, Kamis.
Dikatakan Nita, pihaknya akan menindak tegas PNS, CPNS maupun honorer
yang berkeliaran pada jam kantor.
Dikatakan Nita apabila memang ada
bukti yang otentik/akurat terkait tidak disiplin para PNS ini bisa langsung dilaporkan
ke pihaknya yang mengawasi kinerja PNS.
Kemudian, PNS yang terbukti keluyuran di saat jam kerja akan diberi sanksi
sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak
ada PNS yang istimewa, semuanya baik
PNS, CPNS maupun honorer itu bergerak
di mana saja harus dikenakan aturan sesuai PP 53/2010, katanya.
Menurut dia, PNS yang berkeliaran
saat jam kantor tanpa alasan yang jelas,
akan dikenakan hukuman sesuai PP 53/
2010 tentang disiplin PNS.
Untuk diketahui, Pasal 3 PP 53/2010,
seorang PNS wajib melaksanakan tugas
kedinasan, masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.
Kemudian Pasal 5 PP 53/2010 menyebutkan PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3,
maka akan dikenai hukuman. Hukuman
ini bentuknya mulai teguran, surat peringatan hingga pemecatan, katanya.
Selain itu, kata dia, pihaknya mengggandeng Satpol PP untuk melakukan razia dalam rangka menegakkan disiplin pegawai negeri, sehingga lebih terfokus
dalam melayani masyarakat. Kita selalu
berkoordinasi dengan Satpol PP untuk
melakukan razia, kata Nita. Pabona

MEGAPOLITAN

Wakil Walikota Tangerang :

Jaga Terus Profesionalitas dan Kualitas Kerja


Tangerang, Metropolitan Pos
Wakil Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah meminta kepada jajaran
Tim Pemeriksa Inspektorat Kota Tangerang agar senantiasa menjaga profesionalitas dalam bekerja dan berani menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang.
Hal tersebut disampaikan Wakil
Walikota pada Acara Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di
Lingkungan
Inspektorat
Kota
Tangerang bertempat di Bukit Randu
Bandara Soekarno Hatta, Kota
Tangerang, Rabu (16/11).
Lebih lanjut, Wakil Walikota juga
berharap kepada peserta dalam hal ini
jajaran tim pemeriksa Inspektorat Kota
Tangerang agar selalu melakukan inovasi serta pengawasan secara komprehensif bukan semata untuk mencari kesalahan tapi bagaimana membenahi dan
perbaiki yang kurang. Jadilah guide
yang baik, dan harus selalu objektif
dalam memeriksa setiap temuan yang
ada, jelasnya seraya menambahkan Inspektorat sebagai garda terdepan bagi
Kota Tangerang dalam membangun
akuntabilitas serta transparansi publik
harus senantiasa bekerja keras. Adapun

output dari semua itu tak lain demi kesejahteraan masyarakat khususnya
masyarakat Kota Tangerang.
Adapun sosialisasi yang dihadiri
sekitar 50 peserta ini, mengagendakan penyampaian materi terkait undang-undang Nomor 20 Tahun 2001
tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pemeriksaan Investigasi dan Pencegahan Korupsi melalui Audit Perencanaan. Dengan nara sumber dari
Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang,
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
Perwakilan Provinsi Banten serta Sekretaris Inspektorat.
Oleh karena itu, Walikota menegaskan pentingnya kejujuran serta
profesionalitas para aparat pemeriksa di Lingkungan Inspektorat Kota
Tangerang. Terlebih ke depan, tan-

tangan dalam membangun Kota


Tangerang semakin tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun
tiga tahun terakhir (dari Rp. 1.8 hingga Rp. 2 triliun), yang menunjukkan
begitu pesatnya pembangunan di

Kota Tangerang. Tingkatkan terus


kualitas kinerja para aparat di
lingkungan Inspektorat. Tanamkan
serta implementasikan terus jiwa korsa dan akhlakul karimah dalam diri
agar terhindar dari segala perbuatan
yang salah seperti korupsi pungkasnya. Erwin

Rina Hernaningsih : Maksimalkan Pelayanan e-KTP


Kota Tangerang, Metropolitan Pos
Kepala Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil(Dukcapil) Kota
Tangerang menghimbau kepada
seluruh operator e-KTP di 13 kecamatan agar bisa memaksimalkan
pelayanan e-KTP. hal ini berkaitan
dengan kedatangan 34 set perlengkapan e-KTP di Kota Tangerang.
Operator harus bisa memaksimalkan pelayanan e-KTP kepada
masyarakat, sehingga program ini
bisa berjalan dengan lancar tanpa
adanya gangguan, ungkap Kepala
Dinas Kependudukan dan Catatan

Sipil, Kota Tangerang, Raden Rina


Hernaningsih.
Rina menambahkan, peralatan
e-KTP yang telah dikirim Kementrian Dalam Negeri(kemendagri)
melalui konsorsium ini akan
membantu pelaksanaan program eKTP di Kota Tangerang. Saat ini
perlengkapan e-KTP yang baru
datang sebanyak 34 set, sedangkan
untuk sisanya akan dikirim dalam
waktu dekat, pungkasnya.
Adapun rincian penyebaran 34
perlengkapan e-KTP di 13 kecamatan
yang dikirim kemendagri melalui

Sekda Tangerang Tutup Bintek


Barang /Jasa Pemerintahan
Curug, Metropolitan Pos
Sekertaris Daerah Kabupaten
Tangerang H. Hermansyah menutup
Bimbingan Teknis (Bintek) Pengadaan Barang /Jasa Pemerintahan di
Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Tangerang, yang digelar di Gedung
Diklat Kitri Bhakti Curug, Kabupaten Tangerang. Kamis, 10/11.
Sekda mengatakan bagi peserta
yang mengikuti Bintek dan ujian sertifikasi Pengadaan Barang/jasa Pemerintahan agar memahami aturan
yang telah dipelajari dalam diklat,
sesuai dengan Peraturan Presiden
Nomor 54 Tahun 2010, peserta dapat memahami dan mengaplikasikan
materi mengenai pengadaan barang
dan jasa pemerintahan.saya harapkan kepada peserta Bintek dan ujian
Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintahan agar memahami
aturannya, juga mengaplikasikannya di SKPD masing-masing, pesan
H. Hermansyah kepada peserta.
Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Tangerang H. Abdul Halik men-

gatakan, Pembukaan Bimbingan Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dilingkungan pemerintah Kabupaten Tangerang tahun Anggatan
2011, diikuti oleh para pejabat Struktural Eselon III dan IV dilingkungan
Pemerintah Kabupaten Tangerang sebanyak 240 orang.Realisasi kegiatan
Bintek telah dilaksanakan sesuai dengan target kinerja, dengan indicator,
pelaksanaan masing-masing gelombang 4 hari,peserta sebanyak 240 orang, kurikulum yang dilaksanakan sesuai jadwal, dan hasil ujian tinggal
menunggu penilaian dari Lembaga
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintahan, terangnya.
Setelah menutup Bintek Pengadaan Barang/jasa pemerintahan di
Lingkungan pemerintah Kabupaten
Tangerang Sekda menanggahkan
kartu tanda peserta Bintek secara
simbolis, yang dihadiri oleh Kepala
BKD kabupaten Tangerang, Kepala
Bidang Penatausahaan Program dan
kerja pada Badan Diklat Provinsi Banten. Tumbur

konsorsium yakni Kecamatan


Tangerang sebanyak 3 set, Kecamatan
Jatiuwung sebanyak 1 set, Kecamatan
Batuceper sebanyak 1 set, Kecamatan
Benda sebanyak 1 set, Kecamatan
Cipondoh sebanyak 4 set, Kecamatan
Ciledug sebanyak 3 set, Kecamatan
Karawaci sebanyak 4 set, Kecamatan
Periuk sebanyak 2 set, Kecamatan
Cibodas sebanyak 4 set, Kecamatan
Neglasari sebanyak 2 set, Kecamatan
Pinang sebanyak 3 set, Kecamatan
Karang Tengah sebanyak 2 set,
Kecamatan Larangan sebanyak 4 set.
Sementara itu, data e-KTP yang

telah terekam yang paling tinggi


per kecamatan sampai dengan
tanggal 14 November 2011 yakni
Kecamatan Batuceper 8.668,
Kecamatan Pinang 8.087, Kecamatan Tangerang 7.333, Kecamatan
Neglasari 6.729, Kecamatan
Jatiuwung 6.069, Kecamatan
Karawaci 5.489, Kecamatan
Larangan 5.411, Kecamatan Benda
5.357, Kecamatan Periuk 5.166,
Kecamatan Cipondoh 4.966,
Kecamatan Karang Tengah 4.865,
Kecamatan Ciledug 4.226 dan
Kecamatan Cibodas 3.945. Erwin

Sosialisasi Peraturan Tentang


Forum Kerukunan Umat Beragama
Tigaraksa, Metropolitan Pos
Indonesia adalah negara yang memiliki
keanekaragaman suku bangsa, budaya, agama
dan kepercayaan. Untuk memelihara kerukunan, menjaga persatuan dan kesatuan diantara
masyarakat maka kerukunan umat beragama
menjadi faktor penting yang harus senantiasa
dijaga dan dipelihara, untuk meminimalisir
berbagai kemungkinan munculnya konflik dan
pertentangan dilingkungan kita. (Gd P.U ruang Parakan Kamis, 10 Nopember 2011).
Kasi Ketahanan Bangsa Ibu Ucu
Suwarni,S.Sos mengatakan kondisi kehidupan
yang kompleks dan sarat dengan aneka problematika kehidupan sangat rentan terhadap terjadinya konflik, gangguan-gangguan yang berdampak pada masalah kerukunan, khususnya
yang terkait dengan fanatisme yang berlebihan sehingga dapat menimbulkan gangguan
pada tatanan sosial bangsa dan negara.
Jumlah Peserta dari sosialisasi ini ialah 50
orang dan narasumber berasal dari Sektor agama, Forum Komunikasi Umat Beragama
(FKUB) Pusat, FKUB Kabupaten Tangerang,
dan dari Pejabat Pemda KabupatenTangerang,
ujar Ucu Suwarni, S,Sos
Kepala Tata Usaha Kesbangpol

Rd.Maftuh Hasan Harkoni, Sp, Msi mengatakan pentingnya arti kerukunan beragama ini
diterbitkan dalam Peraturan bersama Menteri
Agama Republik Indonesia dan Menteri
Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006
(PBM) tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas
Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam
Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, dan
Pendirian Rumah Ibadat, yang berfungsi untuk menjaga kebhagiaan hidup dan pemersatu
antar umat beragama.
Sosialisai PBM ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para tokoh
masyarakat Kabupaten Tangerang tentang arti
pentingnya kerukunan antar umat beragama, dalam
kerangka kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara, ujar Maftuh Hasan Harkoni.
Kepala Kesbangpol Drs.Hadisa Msyur,
Msi menjelaskan PBM ini merupakan salah
satu bentuk hukum sebagai pelaksanaan dari
Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Tambah beliau Prinsip sekaligus tujuan
yang dianut dalam PBM ini ialah untuk tetap
menjaga kerukunan umat beragama dan menjaga ketentraman serta ketertiban masyarakat.
Tumbur

AUDIENSI BUPATI TANGERANG DENGAN FJHKT


Tigaraksa, Metropolitan Pos
Ruang
Bupati
Kabupaten
Tangerang H. Ismet Iskandar Senin
(14/11/11), audiensi bupati dengan
Forum Jurnalis Harian Kabupaten
Tangerang (FJHKT) dilaksanakan
(09 pagi), adapun perihal yang dibicarakan diantaranya ialah mengenai tujuan didirikannya FJHKT
dan rencana terdekat kegiatan
yang akan dilakukan oleh FJHKT.
Teguh Wisnu Ketua FJHKT
menjelaskan bahwa FJHKT ini berdiri agar adanya kekompakan antara wartawan. Teguh pun menjelaskan struktural dari organisasi
ini yakni untuk Ketua adalah Teguh Wisnu (Tangerang Ekspres),
Wakil Ketua Budi Sabarudin (Ka-

bar Banten), Sekertaris Hendra


Wijaya (Satelite News), Bendahara
Wahyu Haryadi (Radar Banten).
Dalam suasana yang santai Bupati
Tangerang H.Ismet Iskandar mengatakan Terimakasih karena dengan
dibentuknya Forum Jurnalis Harian
Kabupaten Tangerang (FJHKT) diharapkan adanya sinergi antara wartawan harian yang wilayah kerjanya di Kabupaten Tangerang dengan
para pejabat yang ada di Kabupaten
Tangerang. harapannya juga dengan adanya FJHKT ini tidak ada lagi
wartawan-wartawan yang hanya
mengutamakan uang daripada dari
segi beritanya (bodrex).
Apabila memberikan keterangan
lebih mengacu pada fakta-fakta yang

ada pungkas Bupati Tangerang


H.Ismet Iskandar.
Teguh Wisnu menjelaskan Rencana kedepan terdekat kegiatan yang
akan dilaksanakan oleh Forum Jurnalis Harian Kabupaten Tangerang
yakni akan membuat lomba foto pembangunan dan lomba menulis surat
untuk Bupati.
Ada 25 (dua puluh lima) wartawan
yang sudah tergabung dalam Forum Jurnalis Harian Kabupaten Tangerang,
baik dari cetak, elektronik, tv.
Forum Jurnalis Harian Kabupaten Tangerang mengharapkan agar
dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam
mengekspose setiap kegiatan, pembangunan yang telah dilakukan oleh

dinas-dinas yang berada di Kabupaten Tangerang.


Kepala Bagian Humas dan Protokol Drs.H.Yeyep Syarip Anwar menambahkan menyambut positif dengan adanya Forum Jurnalis Harian
Kabupaten Tangerang (FJHKT),
dengan adanya forum ini diharapkan kerja sama yang sudah terjalin
dengan Pemerintah Kabupaten
Tangerang ini dapat menjadi lebih
baik lagi, dan juga forum ini dapat
menjadi kontrol bagi Pemerintah
Kabupaten Tangerang dalam segala
bidang khususnya masalah Pembangunan Kabupaten Tangerang.
Kami siap membantu Forum ini untuk kemajuan Kabupaten Tangerang, tegas Yeyep.  Tumbur

EKONOMI & BISNIS


SEKILAS

Hasil Lomba Desain Batik


akan Dipatenkan
Kota Tangerang, Metropolitan Pos
Hasil lomba desain batik khas Kota Tangerang
yang akan memasuki tahap penjurian pada 28 November hingga 1 Desember 2011 rencananya akan
dipatenkan Dinas Perindustrian Perdagangan dan
Koperasi (Disperindagkop) Kota Tangerang menjadi batik khas Kota Tangerang.
Selain akan mempatenkan desain batik ini
menjadi batik khas Kota Tangerang, Disperindagkop
juga akan melakukan kerjasama dengan pengrajin
batik yang ada di Kota Tangerang. Para pengrajin
batik ini akan dirangkul untuk ikut mempromosikan batik khas Kota Tangerang kepada masyarakat.
Target utama pasar kami untuk pertama direncanakan adalah PNS dan sekolah, karena untuk
PNS dan sekolah ada kewajiban untuk menggunakan batik pada hari tertentu, sehingga akan
lebih baik bila yang dikenakan adalah batik yang
mencitrakan Kota Tangerang, kami akan rangkul
para pengrajin dan pengusaha untuk ikut berpartisipasi, terang Kadis Perindagkop Kota Tangerang,
M Noor, saat menggelar jumpa pers dengan wartawan, di RM Pondok Selera, Rabu (16/11) siang.
Ia juga menjelaskan hasil desain lomba ini sebelum dipatenkan akan di tawarkan dulu kepada
masyarakat dan pihak terkait yang akan menjadi
pangsa pasar utama, sehingga masyarakat dapat
memilih mana desain yang sekiranya cocok sesuai
karakter instansi.
Hingga saat ini, sudah 3 peserta yang mengembalikan formulir dengan segala kelengkapannya.
Pendaftaran dikatakan Kadis akan ditutup pada 25
November ini, sementara itu penjurian yang akan dilangsungkan di Istana Nelayan Jati Uwung. Erwin

Petani PIR Masih


Menunggak Rp.8,750 Miliar
Ketapang, Metropolitan Pos
Para petani di Kabupaten Pandeglang, Provinsi
Banten, yang terlibat dalam kegiatan perkebunan
inti rakyat (PIR) yang digulirkan tahun 1994, sampai sekarang masih memiliki tunggakan sebesar
Rp.8,750 miliar.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan
Perkebunan Kabupaten Pandeglang Widy Atmoko
di Pandeglang, Kamis, mengatakan pihaknya terus
berupaya menagih tunggakan tersebut. Kita terus
berupaya agar pinjaman itu bisa dikembalikan, di
antaranya dengan mencari investor yang siap mengambil alih, katanya.
Ia menjelaskan, proyek perkebunan di Kabupaten Pandeglang digulirkan pada 1994, dengan luas
kebun inti 4.185 hektare (ha) milik PT Perkebunan
Nusantara VIII dan kebun plasma kepunyaan petani 2.768 ha. Target kebun plasma sebenarnya
4.087 ha, namun yang terealisasi hanya 2.768 ha
milik 1.830 kepala keluarga petani, katanya.
Pembukaan kebun plasma itu, kata dia, menggunakan dana pinjaman dari luar negeri dengan
total Rp.13,78 miliar, yang penyalurannya dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Sebagai jaminan atas kredit itu, para petani
menyerahkan sertifikat lahan yang digunakan untuk perkebunan kelapa sawit tersebut.
Para petani, kata dia, telah berupaya mengangsur pinjamannya itu, dan sampai sekarang yang total yang telah dikembalikan sebesar Rp.4,136 miliar,
jadi masih sisa tunggakan Rp.8,750 miliar. Widy juga
mengaku, telah mengusulkan agar tunggakan yang
dananya berasal dari pinjaman luar negeri tersebut
bisa diputihkan, namun sampai sekarang belum ada
tanggapan. Karena usul pemutihan kredit itu belum ditanggapi, maka pinjaman tersebut tetap harus
dikembalikan, katanya. Rahman

Gaji Buruh Kebun


Ketapang Naik 20 Persen
Ketapang, Metropolitan Pos
Upaya Federasi Serikat Buruh Indonesia Ketapang memperjuangkan hak para buruh perkebunan
dalam mendapatkan upah yang lebih layak, membuahkan hasil, Senin (14/11/2011).
Pasalnya sejumlah perusahaan perkebunan
yang mempekerjakan mereka, sepakat menaikan
Upah Minimum Perusahaan (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) bagi para buruh mencapai
20 persen dari sebelumnya.
Hasil tersebut didapat setelah pada hari itu dilakukan pertemuan antara federasi serikat buruh
indonesia Ketapang, para pengusaha perkebunan,
sejumlah buruh yang difasilitasi oleh dewan pengupahan Ketapang dan dinsosnakertrans. Pertemuan itu dilaksanakan di kantor Dinsosnakertrans
Ketapang. Rahman

5
EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

SEJUMLAH PASAR TRADISIONAL


DI JAKARTA TIDAK TERURUS
Jakarta, Metropolitan Pos
Pasar tradisional di ibu kota semakin kalah bersaing dengan
pasar modern yang tumbuh pesat beberapa tahun terakhir. Kondisi
pasar tradisional yang memprihatinkan dan tidak terurus menjadi
salah satu penyebabnya.
Ya, Sebagian besar dari 153
pasar tradisional di Jakarta
tidak terurus. Kesan kumuh,
becek, dan semrawut sepertinya masih melekat di pasar tradisional. Alhasil, pembeli pun
menjadi enggan untuk berbelanja. Bahkan ada sebagian
besar pasar tradisional sudah
tidak layak huni serta sudah
tidak beroperasi sejak lama.
Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis),
Sugiyanto, berpendapat kondisi pasar tradisional yang semakin memprihatinkan menunjukkan PD Pasar Jaya gagal
dalam mengelola pasar tradisional. PD Pasar Jaya gagal dalam mengelola pasar tradisional. Mereka sepertinya tidak peduli dengan keberadaan pasar
tradisional, tegas Sugiyanto,
Minggu (13/11).
Selain itu, kata Sugiyanto,
PD Pasar Jaya juga dianggap
tidak berhasil dalam mengembangkan pasar tradisional. Buktinya, sejak tahun 1985 hingga
kini pasar tradisional masih berjumlah 153 unit. Sedangkan
pertumbuhan pasar modern sangat pesat. Saat ini, diperkirakan
ada sekitar 2.162 minimarket
yang beroperasi di Jakarta.
Karena itu, ungkap Sugiyanto, Pemerintah Provinsi
DKI dan DPRD harus segera
mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan dan mengembangkan keberadaan pasar tradisional. Konstribusi
terhadap pendapatan asli daerah (PAD) semata-semata tidak
bisa dijadikan ukuran keberhasilan PD Pasar Jaya. Akan
tetapi, ada hal yang jauh lebih
penting yaitu memperhatikan
pengelolaan dan pertumbuhan
pasar tradisional, ungkapnya.
Pasar Sindang misalnya. Pasar yang terletak di Jl Sindang
Raya, Koja, Jakarta Utara sangat
memprihatinkan. Pasar terlihat
kumuh, kotor, serta tidak terawat. Hal itu setidaknya terlihat
pada lantai dan atap pasar yang
mengalami rusak seperti bolong.
Belum lagi, dinding pasar itu
yang tampak kusam sehingga menambah semrawut kondisi pasar.
Hal ini tentu saja membuat
kenyamanan pembeli maupun

pedagang yang berjualan di


pasar itu terganggu. Terlebih,
kondisi ini sudah berlangsung
sejak belasan tahun lalu.
Lastri (29), penjual barang
kelontong di pasar itu menuturkan, kondisi Pasar Sindang seperti tidak terawat.
Dijelaskan Lastri, awalnya
Pasar Sindang memiliki tiga lantai. Di lantai satu, banyak ditempati penjual barang kelontong.
Sedangkan di lantai dua banyak terdapat penjual pakaian dan
dilantai tiga banyak diisi para
pedagang elektronik. Sudah beberapa tahun terakhir, jumlah
pedagangnya berkurang. Ini berakibat juga pada sepinya pembeli. Terlebih, saat ini hanya lantai satu saja yang beroperasi,
ujar Lastri, Senin (14/11).
Kondisi ini, diakui Lastri,
sangat berbeda dengan kondisi
pasar sebelumnya yang dipenuhi para pedagang di setiap lantai pasar. Alhasil, omzet yang
diperolehnya pun kini mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Ya, jika sebelumnya ia kerap memperoleh
omzet hingga Rp 1 juta per hari,
kini ia hanya memperoleh omzet
sebesar Rp 500 ribu. Ramainya tidak seperti dulu. Sekarang
menurun dan sepi. Kondisi ini
juga membuat pedagang lainnya banyak yang pindah berjualan ke pasar lain, keluhnya.
Hal senada juga dikatakan
Asep (43) salah seorang pedagang sayuran di pasar tersebut.
Apalagi pasar ini hanya berjarak sekitar 500 meter dari Pasar
Rawabadak, katanya.
Meski begitu, ditambahkan
Asep, keluhan para pedagang
tampaknya mulai ditanggapi
oleh pengelola pasar. Hal ini,
setidaknya terlihat dengan upaya perbaikan yang dilakukan
pengelola pasar dalam dua pekan
terakhir. Bahkan, rencananya
pihak pengelola juga akan membangun lapangan futsal.
Banyak Tutup
Karena kalah bersaing dengan pasar modern, membuat
pasar tradisional sepi pengunjung. Alhasil, sejumlah kios di
pasar tradisional pun tampak
tutup ditinggal pemiliknya.
Seperti yang terjadi di Pasar

Kramatjati, Jakarta Timur.


Kini, sekitar 200 kios di pasar
itu telah tutup dari total sebanyak 1.602 kios yang masih aktif. Pedagang memutuskan
menutup kiosnya karena kalah
bersaing dengan kehadiran
sejumlah pasar modern di sekitar wilayah Kramatjati.
Kepala Pasar Kramatjati,
Hariyono mengatakan, sejak
dibangun pada tahun 1988 dan
beroperasi 1990, Pasar Kramatjati memiliki sebanyak 1.800
tempat usaha. Namun, saat ini
tercatat hanya 1.602 kios yang
masih aktif. Namun, dari jumlah itu, sekitar 200 kios diantaranya telah tutup.
Mereka beralasan kios di
sini tak lagi strategis. Belum lagi
kemunculan sejumlah pasar
modern seperti Pusat Grosir Cililitan (PGC) dan lain sebagainya serta akses masuk menuju
Pasar Kramatjati yang macet
karena dipenuhi pedagang kaki
lima (PKL). Kios-kios itu ratarata tutup sejak setahun lalu,
ujar Hariyono, Selasa (15/11).
Berdasarkan SK Direksi PD
Pasar Jaya Nomor 07/2010,
kios yang tutup ini diberikan
peringatan sebanyak 3 x 24
jam. Jika masih membandel
dan tetap tidak membuka kiosnya kembali akan diberi peringatan dan diberi waktu sampai
dua pekan dengan diakhiri pencabutan hak prioritas.
Untuk mengatasi kekosongan kios itu, dikatakan Hariyono, pihaknya akan memasukan para pedagang kaki lima ke
lokasi pasar. Dengan begitu, areal parkir yang selama ini
ditempati PKL dapat ditata
kembali. Pihaknya juga akan
menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk menghidupkan kembali suasana pasar.
Manager Area Timur I, M Syakir mengatakan, dari sebanyak
200 kios yang tutup, pihaknya
telah menjatuhi sanksi kepada
31 pemilik kios. Kios yang tutup
umumnya, kios kelontong, sembako, tekstil yang terdapat di lantai satu. Kami juga berencana
merevitalisasi pasar untuk
menghilangkan kesan kumuh
dan bau, katanya.
Humas PD Pasar Jaya, Yohanes Daramonsidi mengatakan, untuk rencana revitalisasi
Pasar Kramatjati saat ini masih
dalam proses sosialisasi harga.
Revitalisasi rencananya akan
berlangsung awal 2012. Saat ini
kami sudah menyosialisasikannya kepada para pedagang,
tandasnya.  Jenri

Komoditi Pertanian
Diminati Pasar
Ketapang, Metropolitan Pos
Kekayaan dan keragaman komoditas pertanian Kalimantan Barat secara umum sangat diminati pasar, baik lokal maupun nasional. Ini
terbukti dengan tingginya minat pengunjung
terhadap berbagai komoditas pertanian Kalbar
yang ditampilkan pada Pameran Batam Expo
2011. Pada pameran yang berlangsung sejak 10
13 November 2011 di Mega Mall Batam center tersebut Kalimantan Barat menampilkan berbagai produk dari subsektor tanaman pangan,
hortikultura, perkebunan dan peternakan.
Beberapa komoditas tanaman pangan dan
hortikultura Provinsi Kalimantan Barat sangat diminati dan dicari pengunjung pameran.
Di antara yang paling diminati adalah Talas
Hitam Pontianak dan Lidah Buaya (Aloe vera).
Talas Hitam Pontianak sepertinya menjadi primadona baru produk pertanian Kalimantan
Barat selain Aloe vera, jeruk Pontianak, dan
pisang Pontianak yang lebih dulu sudah populer di pasar nasional bahkan internasional.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman
Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Hazairin MS, talas hitam Pontianak
memiliki karakter yang khas jika dibandingkan dengan komoditi sejenis yang dihasilkan
daerah lain seperti Talas Bogor.
Struktur Talas Hitam Pontianak lebih padat sehingga jika diolah menjadi pangan
gorengan seperti stik talas akan lebih awet
dan renyah, rasanya juga tidak gatal. Ketika
ditanya tentang bagaimana prospek agribisnis Talas Hitam Pontianak ke depan, Hazairin
menyatakan bahwa Talas Hitam sangat berpeluang untuk menjadi komoditas unggulan
agribisnis Kalbar, khususnya untuk produk
pangan olahan.
Seiring waktu, Dinas Pertanian Tanaman
Pangan dan Hortikultura akan mengupayakan
peningkatan produksi talas hitam sekaligus
meningkatkan mutu pangan olahanya. Hazairin menegaskan bahwa melalui kegiatan pameran dan promosi, kita dapat mengevaluasi
produk-produk pertanian apa saja yang bernilai ekonomis dan diminati oleh masyarakat.
Produk-produk tersebutlah yang potensial
untuk dikembangkan secara agribisnis.
Selain Talas Hitam, beberapa komoditas
lain juga diminati oleh pengunjung pameran;
berbagai varian produk lidah buaya mulai dari
minuman, kerupuk, teh, jeli, dan selai lidah
buaya menjadi daya tarik khusus stan Kalbar
di pameran Batam Expo. Demikian juga untuk
jeruk madu, pepaya madu, langsat punggur,
dan minuman instan herba. Bahkan beberapa
pelaku usaha sudah menajajki untuk jadi distributor langsat punggur dan minuman instan
herba di Batam. Rahman

Bank DKI Buka Cabang di Tangerang


Jakarta, Metropolitan Pos
Bank DKI kembali memperluas jaringan nasabah dengan
membuka Kantor Cabang di
Business Park Tangerang City
Blok B No 12 Jl Perintis Kemerdekaan 1 Kelurahan Babakan,
Tangerang.
Pembukaan Kantor
Tangerang ini disesuaikan
dengan rencana perkembangan
ekonomi Kota Tangerang. Dengan adanya program Tangerang
City, Bank DKI pun berharap
dapat memberikan layanan
perbankan yang modern dan
berorientasi kepada kualitas
pelayanan kepada warga kota
Tangerang ujar Eko Budiwiyono, usai meresmikan kantor
cabang yang berada di kawasan
segitiga emas ini, Rabu (9/11).
Eko Budiwiyono mengatakan,
potensi bisnis di wilayah Kota
Tangerang sangat besar. Dengan
luas sekitar 164,55 km2 terbagi
menjadi 14 kecamatan dan 104

kelurahan, Tangerang merupakan pusat manufaktur dan


industri dengan lebih dari 670
perusahaan industri skala besar
dan sedang dengan jumlah tenaga
kerja sekitar 182 ribu jiwa.
Dengan letak strategis, serta
kemudahan sarana dan akses
transportasi menuju Jakarta,
kian menjadikan Tangerang
sebagai salah satu daerah penyeimbang DKI Jakarta di mana
banyak penduduknya yang
bekerja di Jakarta namun tinggal
di Tangerang. Pertumbuhan
penduduk terus meningkat per
tahun dengan jumlah penduduk
per tahun 2010 menurut catatan
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil Kota Tangerang sudah
mencapai 1,8 juta jiwa.
Dikatakan, banyaknya kota
satelit kelas menengah dan kelas
atas yang sedang dan telah
dikembangkan di Tangerang
lengkap dengan pusat perbelanjaan, pemukiman, sentra pendid-

ikan dan Industri serta adanya


pengembangan sistem jalan tol
untuk akomodasi arus lalu lintas
semakin banyak ke dan dari
Tangerang, merupakan alasan
Bank DKI mengembangkan
jaringan ke Tangerang dengan
cara mendekati kawasan perumahan dan sentra bisnis yang
potensial atau prospektif.
Segmen pendidikan dengan
320 ribu siswa dan 14 ribu
tenaga pengajar akan menjadi
pasar yang potensial untuk
penetrasi produk dana seperti
tabungan simpeda, tabungan
Monas dan TabunganKu, serta
produk kredit Multi Guna.
Sedangkan untuk segmen
industri akan menjadi basis
pemasaran produk seperti Kredit
Investasi, Kredit Modal Kerja
maupun kredit untuk segmen
UMKM seperti KUMK Monas dan
Kredit Usaha Rakyat. Nasabah
Bank DKI pun dapat menggunakan ATM Bank DKI di

jaringan ATM Prima dan Debit


Prima. Untuk layanan pengiriman uang, masyarakat dapat
menggunakan BPD Net Online
dan Western Union.
Eko Budiwiyono pun menambahkan, kantor cabang
Tangerang ini merupakan Kantor
Cabang ke-16 dan kantor cabang
ke-2 yang berlokasi di luar
Jakarta setelah Kantor Cabang
Bekasi. Dengan kantor Cabang
Tangerang ini jumlah kantor
Bank DKI menjadi 183 kantor
yang terdiri dari 14 kantor
cabang konvensional, 2 cabang
syariah, 33 cabang pembantu
konvensional, 3 cabang pembantu syariah, 93 kantor kas konvensional, 7 kantor kas syariah,
31 payment point berikut dengan
4 samsat drive thru.
Untuk rencana ke depan, saat
ini Bank DKI sedang mempersiapkan perluasan jaringan sebanyak
50 kantor layanan di beberapa
kota besar di Indonesia. Jenri

6
EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

PENDIDIKAN & IPTEK

DISDIK DKI SERAP


ANGGARAN TERBESAR
Jakarta, Metropolitan Pos
Mendekati akhir tahun anggaran,
penyerapan belanja daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) DKI 2011 per 16 November
mencapai 56,56 persen atau
sebesar Rp 17,49 triliun. Dari 10
SKPD dengan jumlah anggaran
terbesar, realisasi penyerapan
anggaran Dinas Pendidikan (Disdik)
DKI Jakarta diketahui tertinggi yakni
mencapai 71 persen atau sebesar Rp
4,03 triliun dari total anggaran
sebesar Rp 5,01 triliun.
MENHUT AJAK PELAJAR TANAM BAKAU : Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan mengajak para pelajar di Bali untuk melestarikan
hutan mengrove dengan menanam tanaman bakau agar dapat mencegah abrasi laut dan menurunkan suhu cuaca dunia,
Denpasar, Bali, Kamis (17/11). Tampak dalam gambar, Zulkifli Hasan menjelaskan kepada sejumlah pelajar tentang manfaat
pohon mangrove di Hutan Mangrove Suwung Kauh, Denpasar. (FOTO:REP)

Penyebaran Guru Ketapang Tidak Merata


Ketapang, Metropolitan Pos
Sekretaris dinas pendidikan
Kabupaten Ketapang Jahilin mengakui, penyebaran guru di Ketapang belum merata hingga saat ini.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab, diantaranya adalah
jumlah guru yang terbatas dan
adanya permintaan mutasi dari

guru yang bersangkutan.


Kalau yang namanya guru inikan
tentunya mereka ingin bertugas di
tempat yang nyaman, infastrukturnya bagus, ada listriknya dan prasarana memadai, nah ini terkadang yang
menjadi kendala kita sampai kini mengapa penyebaran guru tidak merata,
kata Jahilin Senin (14/11).

Jahilin mengatakan, untuk saat ini


jumlah tenaga guru yang ada di Kabupaten Ketapang kurang lebih 8100 orang, 3769 orang di antaranya sudah
berstatus negeri sedangkan sisanya
masih berstatus sebagai tenaga guru
bantu dan tenaga kontrak, sementara
kekurangan guru masih mencapai
800-1000 orang. Rahman

Guru Honorer Madrasah Dapat Bantuan Dana Bazis


Jakarta, Metropolitan Pos
Pemerintah Kota Jakarta Timur
memberikan bantuan untuk para guru
honorer madrasah, guru ngaji, para
siswa SD dan SMP serta untuk perbaikan rumah keluarga kurang mampu
di Jakarta Timur (Jaktim) dengan
dana total sebesar Rp 242,24 juta. Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota
Jaktim Drs H Murdhani di kantornya
kepada para penerimanya yang hadir
ke tempat itu, Selasa (15/11).
Wali Kota Murdhani berpesan agar

para penerima bantuan tersebut memanfaatkannya dengan benar sesuai


dengan permintaan semula. Jangan
ada dana bantuan yang ditujukan
untuk perbaikan rumah ternyata digunakan untuk keperluan lain,
ujarnya.
Diakui bahwa tidak semua pemilik rumah yang rusak mendapat bantuan. Karena anggarannya terbatas,
maka terpaksa diadakan seleksi dan
dilakukan bertahap. Sedangkan para
siswa SD dan SMP penerima bantu-

Kwarcab Pramuka Kab. Tangerang


Gelar Lomba Regu Pramuka Penggalang III
Curug, Metropolitan Pos
Kwarcab Gerakan Pramuka
Kabupaten Tangerang menggelar
Lomba Tingkat Penggalang III
tahun 2011, yang dilaksanakan di
Bumi Perkemahan Kitri Bhakti Curug, Kabupaten Tangerang. Kamis,10/11.
Ketua Panitia Lomba Tingkat III
Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang Drs. H. Asyad
Hussen, MM menjelaskan Maksud
diadakannya kegiatan ini adalah
agar realisasi program kinerja
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 2011-2016 tentang peningkatan kualitsa pendidikan dan kegiatan peserta didik merupakan salah
satu program prioritas. dengan
lomba ini sasaran yang dicapai
agar sejauh mana peningkatan
prestasi Pramuka penggalang di
tingkat cabang, memper erat persatuan dan kesatuan, juga menumbuhkan
jiwa
kemandirian,
kewirausahaan, juga sejauh mana
kepedulian terhadap lingkungan
dan alam, terangnya.
Adapun materi kegiatan yang
akan dilombakan yaitu kelompok
mental spiritual dan patriotism,
kelompok pengetahuan umum dan
kepramukaan,
keterammpilan
kepramukaan, manajemen regu,
keterampilan teknologi, juga kelompok nonlomba.
Sekertaris Daerah Kabupaten
Tangerang H. hermansyah berharap tujuna akhir pendidikan
kepramukaan tidak hanya pem-

bentukan karakter bagi para pesertanya saja, tetapi jauh lebih utama bagai mana agar peserta didik
agar menpunyai akhlak mulia dan
berbudi pekerti luhur sehingga berguna bagi bangsa dan Negara. untuk itulah melalui Lomba Tingkat
III inidapat menambah pengetahuan dan keterampilan yang
nantinya menjadi bekal mental
yang kuat bagi peserta, serta memiliki jiwa yang kokoh untuk di
aplikasikan
ditengah-tengah
masyarakat, ucap sekda sekaligus
Ketua Kwartir Cabang gerakan
Pramuka Kabupaten Tangerang.
Sekertaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang Dadang
sudrajat menambahkan peserta
lomba Regu Pramuka Penggalang III
tingkat
Cabang
Kabupaten
Tangerang diikuti oleh seluruh 29
Kwartir Ranting, dengan jumlah
regu 94. Penggalalng regu SD putra 20 Regu, Penggalang regu SD
Putri 20, Penggalang Regu SLTP putra sebanyak 27 regu, Penggalang
Regu SLTP putrid 27 regu dan setiap
regu mengirimkan 8 orang peserta
keseluruhan yang mengikuti lomba
sekitar 752 orang, terangnya.
Pembukaan lomba tingkat
Penggalang III tingkat Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten yang
dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh Ketua Kwartir Cabang
Kabupaten Tangerang, Kakak Ketua Mabiran, Ketua Kwartir Ranting Tangerang dan para peserta
lomba. Tumbur

an, diharapkan agar mereka makin


termotivasi untuk lebih giat belajar
hingga berhasil menjadi orang yang
berkarier.
Kepala Kantor Bazis Jakarta
Timur H Chaerudin Hasan, SH, mengatakan, yang mendapat bantuan
perbaikan itu benar-benar rumah
tidak layak huni, namun masih
ditempati
pemiliknya.
Tahap
sekarang baru 10 rumah yang
mendapat giliran bantuan yang bervariasi Rp 2,5 juta sampai Rp 10 juta
dengan total Rp 77,5 juta. Ini juga
melalui survei, katanya.
Adapun perincian bantuan adalah
untuk 6 tempat ibadah Rp 50 juta, 61
merbot Rp 24,4 juta, 95 guru ngaji
Rp 38 juta, 34 guru madrasah Rp
13,6 juta, 83 siswa SD Rp 24,9 juta,
dan 33 siswa SMP Rp 13,86 juta.
Semua itu dari hasil pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS)
2010 dari masyarakat di Jakarta
Timur. Untuk pengumpulan ZIS
2011, ditargetkan Rp 13 miliar telah
tercapai Rp 11,2 miliar.  Tim

Wakil Kepala Badan Pengelola


Keuangan Daerah (BKPD) DKI Jakarta, Endang Widjajanti optimis, penyerapan anggaran DKI tahun 2011
akan lebih tinggi dari penyerapan anggaran tahun lalu yang hanya mencapai 85,1 persen. Hal itu terlihat, dari
10 SKPD yang memiliki alokasi anggaran terbesar, di mana realisasi penyerapan anggarannya rata-rata telah
mencapai 60 persen ke atas.
Penyerapan yang tinggi oleh Disdik DKI Jakarta disebabkan berbagai
kegiatan rehab gedung sekolah yang
telah rampung maupun masih berlangsung. Selain itu, alokasi anggaran
Biaya Operasional Pendidikan (BOP)
dan Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) juga telah disalurkan secara
bertahap ke sekolah-sekolah penerima.

Realisasi penyerapan anggaran


terbesar kedua dicapai Dinas Kesehatan yang mencapai 69 persen atau
sebesar Rp 749,67 miliar dari total
anggaran Rp 1,06 triliun. Disusul Dinas Kebersihan dengan penyerapan
66 persen atau Rp 555,97 miliar dari
total anggaran Rp 744,3 miliar.
Kemudian
Badan
Pengelola
Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI dengan realisasi penyerapan anggaran
mencapai 52 persen atau sebesar Rp
28,64 miliar dari total anggaran Rp
58 miliar. Lalu, realisasi penyerapan
Dinas Pekerjaan Umum DKI mencapai
50 persen atau sebesar Rp 1,45 triliun
dari total anggaran Rp 2,17 triliun.
Kemudian, Dinas Perindustrian
dan Energi telah mencapai 50 persen
atau Rp 231,92 miliar dari total anggaran Rp 408,7 miliar, penyerapan
Dinas Olahraga dan Pemuda DKI mencapai 41 persen atau Rp 121,15 miliar
dari total anggaran Rp 330,2 miliar.
Selanjutnya, penyerapan Dinas
Perhubungan DKI mencapai 36 persen atau Rp 461,7 miliar dari total anggaran Rp 1,17 triliun. Terakhir, Dinas
Perumahan dan Gedung Pemda realisasinya penyerapan baru mencapai
41 persen atau sebesar Rp 372,38 miliar dari total anggaran Rp 891 miliar.
Saya harap seluruh SKPD lainnya
mengikuti jejak 10 SKPD tersebut
dengan menggenjot penyerapan anggaran yang telah mereka alokasikan
dalam APBD 2011. Sehingga jumlah
penyerapan pada akhir tahun anggaran semakin tinggi, ujar Endang,
Rabu (16/11).  Jenri

Wakepsek RSBI SMPN 2 Cileunyi Tidak Transparan


Bandung, Metropolitan Pos
Dengan lebel RSBI (Rintisan Bertaraf Internasional) biaya pendidikan
di SMPN 2 Cileunyi sangat
mahal.Informasi yang diterima Metropolitan Pos DSP di sekolah ini sebesar Rp.4.500.000, SPP perbulan sebesar Rp.250.000,
untuk biaya
pendaftaran sebesar Rp.100.000, seragam sekolah sebesar Rp.450.000,
belum lagi uang bimbel yang diselenggarakan oleh sekolah yang bekerja sama dengan salah satu bimbel,
yang ada di Kota Bandung.
Uang bimbel sebesar Rp.330.000,
pendaftaran Rp.50.000. Untuk
mengetahui sejauh mana kebenaran
informasi tersebut, Metropolitan Pos
melakukan konfirmasi ke SMPN 2
Cileunyi, bertemu dengan bu Lisde,
sebagai wakil kepala sekolah bu Lisde
memberikan keterangan memang
DSP Rp.4.500.000, tetapi ada juga
orang tua siswa yang tidak membayar, jadi disini DSP berfariasi, sesuai kemampuan orang tua.

Mengenai SPP juga berfariasi sesuai dengan kemampuan orang tua,


SPP kelas VII sebesar Rp.50.000 s/d
200.000 kelas VIII sebesar Rp.50.000
s/d 250.000, kelas IX sebesar
Rp.50.000 s/d 250.000, dan bu Lisde
ini juga menambahkan bahwa ada 10
(sepuluh) orang siswa yang di bebaskan tanpa biaya, mengenai seragam,
orang tua siswa membayar sebesar
Rp.450.000 persiswa.
Sekolah ini juga mendapatkan
bantuan Block grand sebesar
Rp.250.000.000. Papar bu Lisde, tanpa menerangkan kemana dana bantuan tersebut di alokasikan. Seolaholah dalam memberikan informasi
wakil Kepsek tidak transparan, hingga tidak sesuai dengan UU No.14
tahun 2008 tentang keterbukaan informasi kepada publik, dan ada dugaan di lingkungan sekolah ini banyak indikasi mengarah ke tindakan
korupsi. Mengenai bimbel (bimbingan
belajar) akan di kupas di edisi berikutnya.  Saragih/Laia

SDN Ujung Berung Diduga Labrak Peraturan Pendidikan


Bandung, Metropolitan Pos
Diseluruh SDN dan SMPN terpampang jelas slogan yang berbunyi
sekolah ini menyelenggarakan pendidikan gratis di tambah lagi dengan
adanya iklan di TV yang berisikan pendidikan gratis yang di biayai oleh BOS,
sehingga masyarakat percaya penuh
bahwa untuk jenjang SD dan SMP benar-banar gratis sehingga banyak orang tua siswa yang kurang mengerti
mengenai pendidikan gratis, orang tua
siswa menganggap seluruhnya gratis,
mulai dari seragam , buku pelajaran,
LKS, di anggap orang tua siswa gratis,
karena adanya BOS. Saat mendaftarkan anak pada ajaran baru atau yang
lazim di sebut PPDB (pendaftaran peserta didik baru) yang baru-baru ini di
selenggarakan seluruh pihak sekolah
baik SD, SMP, SMA/SMK.
Redaksi Metropolitan Pos mendapatkan berbagai informasi, adanya
beberapa sekolah tingkat SDN yang
terbilang favorit menerima sejumlah
dana dari orang tua siswa, asalkan
anaknya di terima di sekolah tersebut. Salah seorang narasumber yang
tidak ingin disebut namanya mem-

berikan informasi kepada Metropolitan Pos, bahwa di lingkungan SDN


Ujung Berung, saat PPDB dengan alasan kurang umur, orang tua siswa
terpaksa memberikan sejumlah dana,
dan di lingkungan sekolah ini juga
terjadi penjualan kaos olahraga, batik, rompi, dengan harga yang berfariasi antara Rp.250.000 s/d
350.000
tergantung
anaknya
sekolah di SDN berapa, karena dilingkungan ini ada beberapa SD.
Untuk mengetahui sejauh mana
kebenaran informasi tersebut Metropolitan Pos menyambangi lingkungan
sekolah, dan bertemu dengan Bapak
Sunarno S.pd yang menjadi kepala
sekolah di 3 (tiga) SD yakni SDN 2, 5,
9 Ujung Berung, saat di konfirmasi
mengenai sejauh mana kebenaran informasi tersebut yang di terima oleh
Metropolitan Pos Pak Sunarno menjawab informasi tersebut tidak benar
ada aja orang yang sirik dengan saya,
dan saya tidak mungkin melakukan
hal itu, di sini saat PPDB 2011, melebihi kwota, pendaftar lebih kurang
sebanyak 700 calon anak didik, memang saya akui salah, tetapi saya

sudah lapor ke anggota DPR, yang saat


itu pak Sunarno di dampingi oleh panitia pelaksana PPDB bu Lasmiati, bu
Nevi, bu Tuti sumartini, yang mengamini pengakuan pak Sunarno, dan
mereka memberi keterangan jumlah
murid yang di terima saat PPDB 2011,
SDN 2 sebanyak 93 siswa, SDN 5 sebanyak 48 siswa dan SDN 9 sebanyak
46 siswa, dan bila kita total jumlah
siswa di ke 3 sekolah tersebut terdapat
187 siswa. Pak Sunarno juga menegaskan, bahwa semua informasi yang diterima Redaksi Metropolitan Pos tidak
benar, termasuk ada penjualan kaos
olahraga, batik, rompi.
Pihak Disdik Kota Bandung di
harapkan turun ke lapangan untuk
melakukan cek and riceck mengenai
hal tersebut, seandainya hal ini benar-benar terjadi kita pasti mengerti
berapa besar keuntungan yang
diraup oleh pihak sekolah, tiap ajaran
baru, dan keuntungan tersebut, apakah untuk meperkaya pribadi atau
golongan.Sehingga hal ini jelas-jelas
melanggar Permendiknas No.2 tahun
2008, PP 53 tahun 2010, dan UU
No.28 tahun 1999.  Saragih/Laia

POLITIK & HUKUM

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

Polda Jabar Telusuri


Kasus Korupsi Dana
Pengadaan Beras OP Bulog

SEKILAS
Jaksa Nakal Dituding
Peras Pejabat
Lamsel, Metropolitan Pos
Rekanan minta laporkan Jaksa bila
melakukan pemerasan, dan ini harus disikapi oleh semua pihak, sekarang ini
masih ada jaksa memeras.
Terkait kasus, Jaksa dituding peras
pejabat di Pemda Lampung Selatan, Dua
ribuan warga Lampung Selatan pekan lalu
mendatangi kantor Kejaksaan Negeri
Kalianda.
Mereka menuding Kepala Seksi Pidana
Khusus, Kejari, Lampung Selatan, Albert
B.P. Simanjuntak memeras sejumlah pejabat dan pengusaha setempat di Lampung
Selatan, dia meminta uang kepada para
birokrat yang terindikasi korupsi hingga ratusan juta rupiah kata Rusman Efendi,
koordinator warga, kemarin.
Menanggapi laporan masyarakat ,
Nurdjanah, Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Lampung Selatan, mengatakan
akan segera mempelajari data tersebut
untuk ditindak lanjuti. Jenri

Kondisi Rutan Salemba tampak penuh sesak.

BISNIS PROSTITUSI

KPK Ambil Alih Kasus


Korupsi Walikota Medan

Menkumham Sidak Rutan Salemba

Jakarta, Metropolitan Pos


Kejaksaan persilahkan KPK ambil
alih kasus korupsi Walikota Medan, hal
tersebut mendapat desakan dari DPR RI
agar kasus dugaan korupsi dengan tersangka Walikota Medan Rahudman Harahap dilimpahkan ke KPK, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mempersilakannya.
Monggo KPK ambil alih kasus ini, kata
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
Abdul Karim Basyuni Masyarif, kemarin.
Komisi III DPR RI kemarin berkunjung
ke Kejaksaan Tinggi dan menanyakan kasus Rahudman yang sudah lama terkatung-katung. Dalam hal ini, Politikus PDIP,
Trimedya Panjaitan, mengaku melihat kejanggalan dalam proses penanganan kasus tersebut dan berharap ditindak lanjuti demi penegakan hukum. Jenri

Jakarta, Metropolitan Pos


Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsudin melakukan
inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jalan
Percetakan Negara, Jakarta, Rabu lalu.

Dua Rekanan
BPOM Ditahan
Jakarta, Metropolitan Pos
Seharusnya Kepala Badan Pengelola
Obat dan Makanan (BPOM) ditahan juga,
selain dua rekanan di Badan Pengawasan
Obat dan Makanan (BPOM )yang sudah
ditahan. Keduanya menjadi tersangka kasus pengadaan alat laboratorium pada
Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional BPOM, dalam APBN 2008.
Rekanan tersebut sudah tersangka
Mereka ditahan kamis (10/11) siang
dan dititipkan di Rutan Salemba Cabang
Kejaksaan Agung untuk 2 hari. tapi
masih bisa diperpanjang sesuai kebutuhan penyidikan, kata Kapuspenkum
Kejaksaan Agung, Noor Rachmad, Jumat.
Kedua tersangka yang ditahan adalah
Direktur PT. Ramos Jaya, Abadi Surung
Hasibuan Simanjuntak dan Direktur CV.
Masenda Putra Mandiri, Ediman Simanjuntak. kedua orang ini langganan rekanan pada BPOM, katanya. Sebelumnya Kejagung menetapkan dua orang dari
BPOM sebagai tersangka dan di masukkan ke sel penjara. Pejabat banyak jadi
pemborong, dengan merekayasa laporan
baik kwitansi, maupun perusahaan itu
sendiri. Jenri

Menkumham didampingi Wakil Menkumham, Denny Indrayana


dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sihabuddin. Selang
berapa saat kemudian, Syaripudin
Supri Pane pembuat video yang
menghebohkan masyarakat, tiba.
Sebagaimana
diberitakan,
Syaripudin S Pane, mantan narapidana Rutan Salemba, membongkar kebobrokan rutan tersebut
saat dia menjalani masa tahanan.
Salah satu yang dibongkar adalah
bisnis prostitusi di dalam rutan.
Kebobrokan itu diabadikan
melalui video handphone miliknya saat ia mendekam di blok K
Rutan Salemba pada 2008 lalu
terkait kasus pemalsuan dokumen
visa. Dalam video yang berdurasi
sekitar 20 menit itu memperlihatkan adanya berbagai macam pelanggaran seperti praktik prostitusi, judi serta pelanggaran HAM.
Di Rutan Salemba, Menkumham
dan rombongan langsung menyambangi gedung tipe I dan melakukan
tanya jawab dengan para tahanan.
Sementara, Denny Indrayana menyambangi kantin yang dikelola warga binaan rutan Salemba.
Usai sidak Amir Syamsuddin
mengatakan, Rutan Salemba
sudah berubah, kondisinya sudah
jauh lebih baik di banding tahuntahun sebelumnya. Kayaknya,
kalau saya yang membantah video yang telah terlanjur menjadi
konsumsi publik, terlalu klasik.
Lebih baik, saya tidak membantah.
Tetapi mengajak masyarakat melihat sendiri kondisi Rutan Salemba, ungkap Amir Syarifuddin.
Dari hasil kunjungan yang informasinya terbuka untuk publik

bisa diketahui bahwa tidak ditemukan adanya kamar khusus yang


dapat disewakan kepada para warga binaan, dan tidak ditemukan
adanya fasilitas khusus kepada
Panda Nababan, dan sebagainya.
Cuma yang menjadi pertanyaan saya, kenapa dia (pembuat video) begitu mudah menyimpulkan
apa yang terjadi tahun 2008 di Rutan Salemba, sama dengan kondisi
Rutan Salemba saat ini, katanya.
Menkumham juga mengakui,
di Rutan Salemba memang masih
ada ruang tahanan yang over kapasitas dan wc yang terbatas. Kalau sel yang penuh sesak, wc yang
cuma dua, saya akui masih ada,
dan ya seperti itu adanya, ungkap Amir Syamsudin.
Wakil Menteri Hukum dan
HAM Denny Indrayana membantah adanya fasilitas di dalam Rutan Salemba seperti kamar mewah yang diceritakan oleh mantan narapidana, Syaripudin S.
Pane. Tidak ada bukti adanya
kamar mewah di dalam rutan.
Dan blok-bloknya juga sudah
berubah, kata Denny.
Pada saat sidak tersebut Wamenkumham Denny Indrayana
datang dan Menkumham Amir
Syamsuddin mengitari setiap blok
yang ada di Rutan Salemba untuk
mengetahui apakah benar, kehidupan di dalam rutan sesuai dengan
pernyataan Syaripudin yang pernah ditahan pada 2007-2008 lalu.
Sementara itu pengacara senior Adnan Buyung Nasution menyatakan tidak kaget dengan praktik penyimpangan di Rutan Salemba yang divideokan Syaripudin
S Pane. Buyung mengatakan prak-

tik itu sudah berakar dan terjadi


sejak tahun 1950. Kamu lihat di
sana itu sebenarnya sejak tahun
1950 sudah ada praktik seperti itu
dan memang di sana sudah berakar, kata Buyung.
Buyung mempunyai cara yang
radikal memotong penyimpanganpenyimpangan di penjara maupun
di birokrasi. Menurut dia, penyimpangan di Rutan tidak bisa diperbaiki apabila tidak ada birokrasi
yang bersih. Itu sepertinya satusatunya jalan. Biasanya orang-orang di situ, yang di dalam, sudah
taat aturan malah mereka yang
menjadi sumber pemerasan dari
petugas Lapas, kata dia.
Mengenai penjara yang over
kapasitas, Buyung menyarankan
agar pemerintah membangun Lapas baru. Namun bisa juga menerapkan sistem di Eropa yang
melakukan pekerjan sosial di siang
hari agar penghuni Lapas bisa
diberdayakan, kata Buyung.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Jamil mengakui
rutan sebagai surga bagi para tahanan yang memiliki banyak uang,
karena itu rekaman kehidupan
mewah yang terjadi di Rutan Salemba dianggap cerita lama.
Rutan memang seperti itu.
Karena penghuni di dalamnya
masih status tahanan. Rutan surga bagi tahanan yang punya
uang, kata Nasir Jamil. Berbeda
dengan yang terjadi di lembaga pemasarakatan (lapas), Nasir melihat rutan lebih rawan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai banyak
hal yang membuat rutan menjadi surga bagi yang berduit. Di antaranya adalah masalah kesejahteraan dari pegawai rutan.
Hanya, kesejahteraan ini justru menyatu dengan budaya suap
yang ada dan sudah mengakar di
rutan. Red

Bandung, Metropolitan Pos


Polda Jabar (Jawa Barat) diminta segera
menyelesaikan kasus dugaan Korupsi dana
pengadaan beras, di antaranya untuk kebutuhan Operasi Pasar (OP) senilai Rp. 5.1 milyar yang diduga melibatkan beberapa pejabat Bulog Devisi Regional (DIVRE) Jabar serta kepala gudang, Juru Timbang (JUTIM) serta staf lainya yang diduga terlibat didalamnya dan juga Mitra Usaha atau Rekanan .
Hal ini sangat perlu segera diselesaikan,
karena hasil investigasi dilapangan Metropolitan Pos dengan adanya perpindahan beberapa
staf serta pejabat yang di anggap adanya dugaan keterlibatan perpindahan jabatan. Polda
Jabar diminta kroscek tentang adanya perpindahan / mutasi yang diduga adanya unsur
untuk menggelapkan dana Rp. 5.1 milyar.
Adanya laporan dari beberapa sumber
yang layak dipercaya tindakan terkait kasus penggelapan Rp. 5.1 milyar melalui humas Bulog Devisi Regional (DIVRE) di ruang
kerjanya, menjelaskan kepada Metropolitan
Pos menjelaskan sampai saat ini telah terjadi
pengembalian penggelapan kebutuhan oprasi
pasar Rp.2.5 milyar namun sebagai Ka Humas Bulog Divisi Regional (DIVRE) tidak
menjelaskan secara rinci dana yang telah
dikembalikan dan darimana dana tersebut
tidak jelas alasannya karena kasus ini sudah
ditangani Polda Jabar, ada laporan atau
tidaknya kasus ini, kami harus berkordinasi
dengan Reserse Pidana Umum Komisaris Besar Agus Rianto, akan berkordinasi dengan
tim khusus ekonomi dan reserse Kriminal Pidana Umum Polda Jabar.
Wartawan Metropolitan Pos menyelusuri
sampai sejauh mana keterlibatan atau terkait
dugaan penggelapan Kepala Bulog Bandung
Hasbullah yang berhasil ditemui ruang kerjanya beliau enggan menjelaskannya dengan
alasan tidak mengetahui hilangnya beras OP
yang mencapai sebesar Rp. 5.1 milyar yang
ada di gudang milik Mitra Usaha Bulog.
Hasbulloh menyatakan raibnya gabah
sebanyak 677.750 kg dan 700.000 kg menjadi sebanyak 13.770.750 kg selama 2 hari.
Yaitu tgl 28 Juli 2011 hingga 29 Juli 2011.
Yang lebih ironisnya kasus ini hasil infestigasi di lapangan Metropolitan Pos adanya
gabah berubah menjadi secam, dan dibenarkan, diakui oleh Alfi (red) yang menjadi kepala gudang cianjur saat ini, sebelumnya Alfi
masih menjabat Juru Timbang (JUTIM) di
gudang sumedang.
Saat ditemui diruang kerjanya oleh wartawan Metropolitan Pos, Alfi yang menjadi
kepala gudang saat ini di Cianjur beliau
bungkam dan memanggil rekannya, juga
oang yang tidak jelas yang mengaku dari pihak Kepolisian, namun saat ditanya oleh
wartawan Metropolitan Pos ada apa urusan
sadudara tentang kasus ini dengan tampang
yang meyakinkan.
Polda Jabar diminta segera untuk menghadirkan Kepala Gudang Cianjur agar
penggelapan hilangnnya serta-merta gabah
yang berubah menjadi secam, karena dalam
kasus ini beliau sangat berkompeten untuk
dimintai keterangan tentang kerugian Negara Rp. 5.1 milyar.
Tentang adanya pengelapan atau hilangnya Beras OP Bulog Jabar apakah itu modusnya
pembelian fiktif.??? Atau benar-benar hilang
jika benar hilang diminta selaku Pejabat Bulog
Divisi Regional (DIVRE) Jabar (pejabat lama)
segera diminta pertanggungjawabannya yang
sekarang ini malah naik jabatan.
Bersambung. Harianja

77 SAKSI MENTAHKAN TUDINGAN PADA ATUT-RANO


Banten, Metropolitan Pos
Mahkamah Konstitusi (MK)
menggelar sidang lanjutan
sengketa Pemilukada Banten
dengan agenda mendengarkan
keterangan saksi pasangan
Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, Selasa (15/11). Saksi yang
diajukan pasangan Atut-Rano
berjumlah 77 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda)
Pemprov Banten Muhadi yang
diwakili Hudaya Latuconsina
selaku Ketua Panitia HUT ke11 Provinsi Banten, mementahkan semua tuduhan penggugat tentang ketidaknetralan
terkait surat edaran ke seluruh
SKPD, BUMD, BUMN untuk
pemasangan tema spanduk
HUT ke-11 Provinsi Banten.
Dalam keterangannya Hudaya mengatakan, tema HUT

Banten itu ditetapkan pada 23


September 2011 sebelum penyampaian visi dan misi calon
gubernur dan wakil gubernur
Banten pada 5 Oktober 2011.
Tema tersebut sesuai dengan
RPJMD Provinsi Banten hingga
2012 sebagaimana telah diubah
dengan Perda No 2 Tahun 2010
yakni visi RPJMD tersebut
Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa.
Kami tegaskan bahwa surat edaran atau himbauan terkait HUT Banten ke-11 sama
sekali tidak ada kaitannya
dengan Pemilukada, apalagi
jika dikaitkan dengan Hj. Ratu
Atut Chosiyah yang mencalonkan diri kembali sebagai calon
gubernur dalam Pemilukada.
Semua tuduhan itu sama sekali tidak benar, kata Hudaya

dihadapan majelis hakim


yang diketuai Achmad Sodiki.
Selanjutnya
dikatakan
pula, bahwa tema HUT Banten
Ke-11 tidak jauh berbeda dengan tema pada hari ulang
tahun sebelumnya pada 2010.
Sedangkan tema HUT ke-11
Provinsi Banten yakni Dengan
semangat HUT ke-11 Provinsi
Banten Kita Teruskan Pembangunan Menuju Rakyat Banten
Sejahtera Berlandaskan Iman
dan Takwa diambil berdasarkan Peraturan Daerah.
Tema HUT Banten yang
disampaikan dalam surat edaran itu diambil berdasarkan Perda No. 2 tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD)
Banten 2007-2012. Tak ada
tendensi apapun dalam tema

tersebut, katanya.
Ia membantah tuduhan isi
surat edaran Sekda Banten No.
2639/26-09 HMSP/2011 tentang imbauan ucapan HUT ke11 Provinsi Banten, mengandung unsur keberpihakan terhadap calon tertentu. Imbauan
tentang ucapan HUT Banten itu
diedarkan akhir September, sedangkan visi-misi disampaikan
pada 5 Oktober. Imbauan itu
mengacu pada perda. Tidak
mengarahkan atau bertendensi pada siapa pun, ujarnya.
Saksi lainya, Kepala Badan
Pemberdayaan Perempuan dan
Masyarakat Desa (BPPMD), Sigit
Suwitarto menjelaskan tentang
sosialisasi dana hibah atau
Bandes dan Forum RW, yang
sudah diberikan secara rutin setiap tahun sejak 2003. Sedangkan

kepada Forum RW, untuk tahun


ini merupakan pemberian tahun
ketiga. Mengingat ada 1.273
desa/kelurahan di Provinsi Banten, sosialisasinya dilakukan
dalam dua angkatan yang diselenggarakan di Hotel Marbela,
Anyer, adalah angkatan kedua
ayang diikuti Kota Pandeglang,
Kota Serang dan Kota Tangerang
Selatan. Sebelum dana bantuan
disalurkan, setiap tahun selalu
diadakan sosialisasi dan dihadiri
Gubernur untuk memberikan
arahan, kata Sigit.
Ditegaskanya, acara sosialisasi Bantuan Desa (Bandes) adalah
untuk mendorong prioritas pembangunan skala desa yang sudah
dilakukan sejak 2003. Jadi, jelas
tidak ada kaitannya sama sekali
dengan Pemilukada maupun pencalonan kembali Gubernur

Provinsi Banten, ucapnya.


Selanjutnya, Hamida saksi
asal Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, menceritakan intimidasi yang dialaminya dan
pemecatan oleh Lurah Sayuti
dari jabatannya sebagai Ketua
Posyandu Nusa Indah 2 karena
dituduh sebagai pendukung
Atut-Rano. Hal serupa dialami
oleh Tamimah, warga Karang
Tengah, Kecamatan Karang
Tengah, Kota Tangerang.
Sementara di luar ruang
sidang terjadi kegaduhan yang
diduga adu mulut antara pendukung Wahidin-Irna dan
Atut-Rano. Kegaduhan tersebut sempat mengganggu
jalannya persidangan, namun
segera mereda setelah petugas
keamanan berhasil mengendalikan situasi. Leonar

INVESTIGASI

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

SEKILAS

Infrastruktur Banten Dibahas


Bersama Kementerian PU
Serang, Metropolitan Pos
Sekretaris Daerah Provinsi BantenH.Muhadi menghadiri rapat pembahasan
pembangunan infrastruktur Provinsi Banten bersama Wakil Menteri Pekerjaan
Umum (Wamen PU) RI-Achmad Hermanto Dardak di Hotel Ratu Bidakara, Kota
Serang, Rabu (9/11).
Dalam rapat ini Provinsi Banten melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)-Widodo Hadi
memaparkan secara umum kondisi infrastruktur di Provinsi Banten. Di antaranya
mengenai kondisi jalan nasional dan beberapa pekerjaan yang masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Beberapa hal yang perlu mendapatkan
dukungan dari Kementerian Pekerjaan
Umum RI dalam percepatan penanganan
infrastruktur di Provinsi Banten yaitu percepatan pelebaran dan pembangunan konstruksi jalan nasional dalam rangka mendukung kawasan industri, pariwisata, pertanian, perbatasan, jasa dan perdagangan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga
mengharapkan percepatan pembangunan
Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol) Serang
Panimbang guna mendukung percepatan
pembangunan dan peningkatan ekonomi
di wilayah Banten bagian Selatan.
Dalam mendukung ketersediaan air
baku dan pengendalian banjir, Pemerintah Provinsi Banten juga mengharapkan
percepatan pembangunan Bendungan
Karian dan Sindang Heula. Hal ini sangat
penting mengingat beberapa wilayah yang
rawan banjir sedangkan di daerah lainnya yang minim persediaan air bersih.
Terakhir Pemerintah Provinsi Banten
mengharapkan percepatan rencana
pengembangan Kawasan Strategis Selat
Sunda dan pembangunan Jembatan Selat
Sunda terintegrasi dengan Master Plan
Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia (MP3EI). Leonar

Aspal Proyek Goronggorong Sudirman Amblas


Jakarta, Metropolitan Pos
Meski telah dilakukan pengaspalan
terhadap bekas galian gorong-gorong di Jl
Jenderal Sudirman, namun di sejumlah
lokasi masih banyak terlihat aspal yang
amblas. Jika terus dibiarkan, hal ini tentu
saja mengancam keselamatan para pengguna jalan. Seperti diketahui, pengaspalan lokasi bekas gorong-gorong itu memang bersifat sementara terkait dengan
penyelenggaraan SEA Games XXVI yang
berlangsung 11-22 November.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU)
DKI Jakarta mengakui, pengaspalan tersebut memang bersifat sementara. Karenanya, usai SEA Games, pihaknya kembali
akan melanjutkan pengerjaan pemasangan gorong-gorong serta memperbaiki
aspal yang amblas tersebut. Itu memang
sementara. Kemarin pengerjaannya memang kita kebut, ujar Ery, Kamis (17/11).
Amblasnya aspal itu, diungkapkan Ery,
dikarenakan belum semua boks tertanam.
Sehingga lubang yang telah tergali hanya
ditutup dengan pasir dan batu. Adapun boks
yang telah terpasang di sisi barat sepanjang 1 kilometer dan sebelah timur hanya
sepanjang 600 meter. Jalan yang sudah
terpasang boks tidak akan amblas karena
tertahan oleh boks tersebut, katanya.
Meski begitu, terhadap sejumlah titik
yang amblas, dikatakan Ery, pihaknya telah
melakukan perbaikan selama empat hari
terakhir ini. Perbaikan dilakukan pada
malam hari sejak pukul 00.00-04.00. Jalan
yang amblas kita keruk kemudian kita padatkan lagi. Yang terpenting, selama pelaksanaan SEA Games aman, kata Ery.
Dikatakan Ery, gorong-gorong di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman diperkirakan
mampu bertahan hingga 10-20 tahun ke
depan. Setelah SEA Games pengerjaan gorong-gorong akan dilanjutkan pada 23 November. Ditargetkan pengerjaannya bisa rampung
pada Desember mendatang. Batas akhirnya
15 Desember, tapi pihak kontaktor meminta
tambahan waktu untuk di pos itu (Jalan Jenderal Sudirman), tandas Ery. Jenri

OKNUM PEJABAT DIN AS P2B DKI DIDUG A


GELAPKAN PAJAK RETRIBUSI BANGUN AN
Jakarta, Metropolitan Pos
Marak bangunan tanpa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),bahkan ada bangunan berdiri tidak sesuai
dengan letak tata ruang, khususnya di Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. semakin lama semakin
marak bangunan tidak sesuai dengan IMB, tetapi tidak ada tindakan Walikota Jakarta Utara.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Kecamatan
Pademangan, Jakarta Utara, Sayon
Lubis, ketika dikonfirmasi melalui surat tidak ada tanggapan.
Dari jumlah bangunan yang bermasalah, Negara dirugikan miliaran
rupiah dan tidak jelas retribusi masuk
ke kas Negara melainkan masuk ke
rekening pribadi pejabat alias menguap sehingga rekening gendut pejabat Sudin P2B Jakarta Utara bemunculan dan harus diperiksa penyidik.
Selain itu Pendapatan Asli Daerah
(PAD) berkurang. Restribusi Pajak
Perizinan Bangunan yang seharusnya masuk ke Kas Daerah pun berubah

wujud menjadi uang koordinasi, masuk ke kantong oknum pejabat terkait.


Bila menjamurnya tanpa memiliki IMB tersebut, bahkan berdirinya
bangunan tidak sesuai tata ruang,
akan berdampak Jakarta Utara
tenggelam dan banjir akibat tidak ada
lagi resapan air. Berdasarkan Peraturan daerah (Perda) No 7 tahun 1991
tentang IMB dan SK Gubernur DKI
Jakarta No 1068 tentang Tata Cara
Mendirikan Bangunan di Wilayah
Provinsi DKI Jakarta serta UU No 26
Tahun 2007 tentang Tata Ruang, bila
hal ini dilanggar sanksi pidana kurungan 7 tahun penjara dan denda 350
juta rupiah bagi Pejabat dan Pemilik

Bangunan yang melanggar.


Selama ini pejabat bisa diajak kompromi oleh pemilik bangunan, dan
bukan rahasia lagi, jika bangunannya
tidak sesuai ijin, seperti, bangunan
Ruko 2 lapis tanpa IMB di lokasi RT 13/
04 No 20 kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta
Utara, Aham Susilo pemilik bangunan
4 unit rumah tinggal 3 lapis ijin 2 lapis No PIMB 02640/PIMB/B/2010
tanggal 8/11/2010 lokasi di jalan Pademangan II gang 13 RT010/05 Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Selain itu masih ratusan bangunan melanggar garis sepadan jalan

(GSJ), garis sepadan bangunan (GSB).


Kesepakatan pejabat dengan pemilik bangunan sangat rapih untuk
melakukan kolusi, kongkalikong
merugikan Negara miliaran rupiah,
dalam hal ini sudah layak pejabatnya
dipenjara dengan penyalahgunaan
wewenang jabatan.
Undang undang No 20 tahun
2001 tentang tindak pidana korupsi
sesuai pasal 2 ayat 1 berbunyi setiap
orang yang secara melawan hukum
melakukan perbuatan memperkaya
diri sendiri atau orang lain atau suatu
korporasi yang dapat merugikan
keuangan Negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun, paling lama 20
tahun denda paling sedikit Rp200 juta
rupiah atau paling banyak Rp1M. Pejabat melakukan penggelapan retribusi pajak bangunan setiap tahun.
 Syahri

Pekerja Batam Ancam Mogok

Wagub Banten Monitoring Fisik Pembangunan


Serang, Metropolitan Pos
Wakil Gubernur BantenHM.Masduki di
damping Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten-Revri Aroes
melakukan monitoring hasil pembangunan
pelaksanaan APBD Provinsi Banten Tahun
Anggaran 2011 di Kabupaten Serang dan
Kabupaten Tangerang, Rabu (9/11).
Wakil Gubernur memulai monitoring dengan meninjau pekerjaan pelebaran jalan
provinsi Terate hingga Banten Lama, Kabupaten Serang dengan target fisik sepanjang 0,9
km. Selanjutnya peninjau pembangunan
jalan provinsi PontangKeronjo, Kabupaten
Tangerang dengan target fisik sepanjang 1,80
km. Secara umum pekerjaan tersebut sudah
terlaksana meskipun ada beberapa kendala
yang harus mendapatkan perhatian.
Dalam keteranganya Wakil Gubernur
mengatakan bahwa monitoring ini adalah tugas rutin yang setiap tahun dilakukan dengan melakukan monitoring pembangunan
jalan yang ada di Provinsi Banten yang pada

kesempatan ini monitoring fisik kegiatan di


Kabupaten Serang dan Tangerang. Karena
dengan melakukan monitoring langsung ke
lapangan kita bisa mengetahui kondisi jalan
yang dibangun oleh Provinsi Banten.
Peninjauan dilanjutkan ke Tandon Air di
Kecamatan Keronjo Kabupaten Tangerang,
Wakil Gubernur mengharapakan agar penghijauan di sekitar tandon dapat ditingkatkan
dan tandon dapat dipelihara dengan baik karena tandon ini merupakan cadangan air bersih yang dapat digunakan oleh masyarakat
Kecamatan Keronjo, Kabupaten Tangerang.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur juga berkesempatan meninjau pembangunan lingkungan perumahan masyarakat
kurang mampu (bedah rumah) sebanyak 10
unit dengan pelaksanaan secara swakelola di
Desa Pasilian, Kecamatan Keronjo, Kabupaten Tangerang. Selanjutnya monitoring dilanjutkan ke pembangunan jalan provinsi LegokParung Panjang dengan target fisik sepanjang
2,25 km di Kabupaten Tangerang. Leonar

Batam, Metropolitan Pos


Pekerja Batam yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja mengancam mogok massal bila Upah Minimum Kota
tidak dinaikkan sesuai Kebutuhan Hidup Layak sebesar Rp1,3
juta. Kalau perwakilan pengusaha dan pemerintah tidak
menyetujui angka UMK sama dengan KHL, kami akan melakukan mogok massal, 23 November ini, kata Konsulat Serikat
Pekerja Metal Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Untung, usai
berembuk bersama perwakilan pekerja lainnya, Kamis.
Mogok massal akan dilakukan seluruh pekerja dari beberapa kawasan industri di Batam. Dengan berhenti bekerja, maka dipastikan industri di Batam akan lumpuh.
Ia mengatakan tuntutan pekerja sebenarnya hanya meminta pengusaha memenuhi komitmen tahun lalu, yang
berjanji UMK sama dengan KHL.
Dalam rapat pembahasan UMK di Kantor Pemkot Batam,
perwakilan pengusaha mengajukan UMK 2012 sebesar Rp1,2
juta, kurang dari besaran KHL.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota
Batam Syaiful Badri mendesak agar pengusaha menjalankan kesepakatan UMK sama dengan KHL untuk diberlakukan di 2012. Tahun lalu mereka sudah sepakat UMK 100
persen KHL. Kemarin KHL sudah ditetapkan bersama, hasil
survei bersama. Sekarang mereka malah menurunkan lagi
UMK-nya, kata Syaiful.
Ia mengatakan menyesalkan penawaran angka UMK
yang diajukan pengusaha, karena kurang dari KHL. Kami
menyesalkan angka UMK yang diajukan perwakilan Apindo. Padahal, sudah ada kesepakatan bersama, tahun 2012
angka UMK sama dengan jumlah KHL, kata dia.
Selain mengancam mogok massal, pekerja juga mengancam memasukan angka KHL sesuai hitungan pekerja Rp1,9
juta dalam perhitungan UMK. Bukan sesuai penetapan Dewan Pengupahan Kota Rp1,3 juta.
Ia mengatakan memastikan pekerja tetap tetap menolak
besaran UMK bila tidak sama dengan KHL. Perwakilan pengusaha yang ditemui usai rapat menolak memberikan komentar.
Sementara itu, puluhan pekerja yang mengawal rapat
pembahasan UMK melakukan unjuk rasa dan konvoi keliling Batam Kota.
Para pekerja membentangkan spanduk yang bertuliskan
Dukung UMK 2012=KHL riil Rp1.956.000. Saat mengelilingi Batam Kota, para pekerja meminta warga kota membubuhkan tandatangannya di atas spanduk.  Junael

NUSANTARA
SEKILAS
Sosialisasi Bahaya
Narkoba di Kab. Samosir
Samosir, Metropolitan Pos
Badan Narkotika Nasional Kabupaten
Samosir menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Narkoba, Sabtu, (12/11) di SMP
Negeri 1 Simanindo, turut hadir Wakil Bupati Samosir, Kasat Narkoba dan pengurus BNK Kabupaten Samosir.
Wakil Bupati Samosir yang sekaligus
Ketua BNK Kab. Samosir Ir. Mangadap Sinaga dalam arahannya mengatakan bahwa
narkoba merupakan salah satu musuh
Negara yang terus menerus di berantas keberadaanya oleh Pemerintah karna Narkoba merupakan zat yang sangat berbahaya
bagi kehidupan manusia. Narkoba bisa
merusak sendi-sendi kehidupan manusia
baik dari segi kesehatan maupun ekonomi,
serta tindak criminal lainnya, untuk itu beliau berharap kepada siswa/i SMP negeri 1
Simanindo agar jangan pernah mencoba
dan mengenal Narkoba. Jadilah anak-anak
yang baik sebagai generasi penerus bangsa dan menghargai jerih payah orangtua.
Usai memberikan arahannya wakil Bupati Samosir juga memberikan bimbingan
dan arahan kepada para guru-guru SMP
Negeri 1 Simanindo, sambil mencek kehadiran para guru beliau mengatakan Jadilah guru yang baik yang memiliki kapasitas, komitmen, tanggungjawab serta dapat menjadi teladan di sekolah maupun
lingkungan masing-masing. Sahat

KLH Kota Tangerang


Lakukan Verifikasi Kompos
Kota Tangerang, Metropolitan Pos
Setelah melakukan Penilaian
Pertama(p1) dari berbagai sektor di Kota
Tangerang dalam piala Adipura 2011. Kini,
tim dari Kementrian Lingkungan
Hidup(KLH) tengah melakukan verifikasi
kompos selama 2 hari.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Bina Program pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang,
Sugiharto Ahmad Bagdja bahwa ini merupakan tahapan verifikasi kompos pertama
setelah penilai pertama Adipura 2011. Tim
dari KLH akan memantau kompos di Kota
Tangerang, apakah sesuai dengan kriteria
yang ditentukan atau tidak. Sebab nilai
pada kompos ini sangat tinggi, pungkas
Sugiharto Ahmad Bagdja.
Pria yang akrab disapa Ugih ini menambahkan, untuk lokasi dari verifikasi kompos ini yakni 31 daerah binaan dari Dinas
Kebersihan dan Pertamanan, namun tidak
semua daerah binaan dipantau komposnya, tapi hanya sebagian saja. Kami akan
mendampingi tim dari KLH dalam verifikasi kompos ini di daerah binaan, katanya.
Dikatakan Ugih, daerah binaan Dinas kebersihan dan Pertamanan diantaranya perumahan, puskesmas dan perkantoran. Kami
terus melakukan sosialisasi dan pemantauan
di daerah binaan, sehingga masyarakat atau
instansi terkait bisa melakukan pengomposan dengan baik dan benar, imbuhnya.
Selain memantau pengomposan di
daerah binaan, pihaknya juga memantau
secara langsung kebersihan dijalan raya,
kebersihan taman dan kebersihan saluran
air(drainase). Erwin

Tugu Toga Sitinjak Diresmikan


Samosir, Metropolitan Pos
Bupati Samosir Ir.Mangindar Simbolon
didampingi Istri Ny.Artha Sitinjak dan Beberapa Pimpinan SKPD menghadiri Pesta
Peresmian Tugu Toga Sitinjak Sedunia di
Desa Sitinjak Kec.Onan Runggu, 11/11.
Bupati Samosir yang dalam hal ini juga
sebagai Boru dalam Punguan Sitinjak sangat menyambut baik dengan adanya Pesta
Peresmian Tugu Toga Sitinjak.dalam
kesempatan ini Beliau juga menyampaikan
hal-hal terkait Kabupaten Samosir yang diantaranya tentang jalan lintas di Kecamatan Onan Runggu yang belum dibangun,
yang kebetulan daerah tempat diadakannya
Pesta Peresmian Tugu Toga Sitinjak.
Beliau menerangkan bahwa alasan belum terlaksananya pembangunan tersebut
dikarenakan masih banyak kendala baik dari
faktor internal maupun faktor eksternal.
Bupati Samosir juga menerangkan tentang Geopark yang akan membuat Kabupaten Samosir menjadi Geopark Nasional
dan Geopark Global.Beliau juga menjelaskan peranan Kabupaten Samosir sebagai
sejarah terbesar dalam peradaban dunia.
Diakhir sambutannya, Bupati Samosir
menghimbau agar masyarakat samosir
memberikan hatinya dalam Pembangunan
Kabupaten Samosir. Sahat

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

Rumah Limas Potong Diresmikan


Sebagai Situs Budaya Melayu
Batam, Metropolitan Pos
Sesuai komitmen Pemerintah
Kota Batam untuk melestarikan budaya sekaligus mengembangkan
potensi wisata di kota Batam, salah
satu strateginya adalah melalui pelestarian situs budaya dan peninggalan bersejarah serta melestarikan
nilai seni dan budaya melayu. Untuk itu, Kamis (10/11) Walikota
(Wako) Batam, Ahmad Dahlan
meresmikan Rumah Limas Potong
Batu Besar sebagai salah satu situs
sejarah yang juga menjadi kebanggaan masyarakat Batam.
Rumah Limas Potong tersebut
merupakan rumah adat tempo
dulu, yaitu rumah panggung milik keluarga Haji Muhammad Sain.
Rumah adat yang tepatnya berada di Kampung Teluk, Batubesar,
Kecamatan Nongsa, ini berdiri sejak 1 November 1959 sesuai dengan angka yang tertulis di atas
pintu masuk. Yang kemudian berdasarkan kesepakatan keluarga,
beliau memberikan izin kepada Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
(Disparbud) Kota Batam untuk
melakukan renovasi dan rubah
suai tapi dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya. Pemanfaatan bagian-bagian rumah, salah satunya dimanfaatkan untuk memajang diorama adat perkawinan
melayu, jelas Kepala Disparbud
Kota Batam, Yusfa Hendri.
Lebih lanjut Yusfa mengatakan
bahwa ada 3 fungsi utama yang
diharapkan dari keberadaan rumah limas potong ini, yaitu: fungsi historis, edukasi dan tourism.
Fungsi histories adalah sebagai up-

aya untuk melestarikan salah satu


peninggalan kebudayaan melayu
di Batam, fungsi edukasi yaitu dapat dijadikan sebagai laboratorium
sejarah sekaligus pendidikan kepada generasi muda dan selebihnya
diharapkan bangunan ini dapat
menjadi salah satu objek mendukung keperiwisataan di Kota Batam.
Wako dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejarah kota
Batam yang bermula dari surat perintah yang dipertuan muda Riau lingga kepada Raja Isa untuk membina
suatu kawasan yang kemudian bernama Nongsa pada 18 Desember
1829, yang kemudian disepakati sebagai hari jadi Batam. Saat itu,
Batam bukan sebagai pusat kerajaan
melainkan hanya semacam pemberian otoritas kepada Raja Isa untuk
mengembangkan kawasan ini, sehingga tidak banyak situs sejarah yang
dapat kita temukan, jelasnya.
Sebagaimana rumah adat di
daerah lain di Indonesia, Rumah
Limas Potong juga penuh dengan
simbol-simbol dan nilai kearifan
budaya di zamannya. Rumah Limas ini merupakan prototipe ru-

mah adat melayu pada masa yang


lampau, yang juga merupakan situs sejarah yang adalah akar budaya melayu. Sehingga merupakan kebanggaan bagi kita untuk
dapat melestarikan situs ini, hingga kelak generasi mendatang dapat terus menyaksikan kebudayaan
melayu, tambah Wako.
Dalam melestarikan nilai seni
dan budaya Melayu, Disparbud
terus melakukan berbagai iven kepariwisataan maupun kegiatankegiatan penunjangnya. Seperti
beberapa waktu yang lalu, bersama-sama dengan Tim Penggerak
Kota Batam, Disparbud juga telah
menyelenggarakan kegiatan pelatihan tata rias pengantin Melayu
bagi perias pengantin dan guru
kesenian di Kecamatan Galang,
Bulang dan Belakangpadang. Begitu pula hari ini akan di kembali
dilaksanakan pelatihan pengenaan
busana dan aksesoris melayu. Pelatihan tersebut akan diikuti 32 orang mulai dari para perias pengantin, guru kesenian SD,SMP, SMA
dan PKK dari 4 Kelurahan se Kecamatan Nongsa. Junael

Butuh Keseriusan Penanggulangan HIV/AIDS Kalbar


Pontianak, Metropolitan Pos
Pemerintah daerah diminta
mulai menentukan langkah penanggulangan HIV/AIDS. Upaya
ini untuk menghadapi berakhirnya program global funding pada
2015 mendatang. Siapkan strategi harus perlahan mulai sekarang.
Merencanakan penanggulan HIV/
AIDS tanpa menggantungkan program global funding. Pemerintah
daerah mesti mempunyai langkah tepat, kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan
Penyehatan Lingkungan (P2MPL)
Kemenkes RI, dr Subuh, disela acara Trainer of Trainer (TOT)
Manajemen Program Pengendalian HIV/AIDS tingkat nasional, Senin (15/11) di Pontianak.
Menurut dia, sebagian dana
program global funding mulai diambil alih pusat. Sehingga menuntut keseriusan daerah untuk memiliki kepedulian mengambil ke-

bijakan strategis menekan penyebaran


HIV/AIDS.Penyebaran
HIV/AIDS di Kalbar tergolong tinggi, menduduki peringkat enam di
Indonesia. Kemenkes akan mendorong program Aku Tahu, Aku Bangga. Yakni lebih menekankan
pengetahuan menanggulangi bahaya HIV/AIDS tersebar luas.
Sekaligus mengoptimalkan sinergisitas berbagai pihak dengan
dimotori pemangku jabatan.
Sasaran utama pemahaman
mengenai HIV/AIDS adalah kalangan generasi muda. Misal anak
sekolah pada jenjang SMP hingga
SMA. Supaya tumbuh generasi
yang paham dan mengerti sejak
dini untuk menanggulangi penyebarluasan HIV/AIDS, kata Subuh.
Plh Kadis Kesehatan Kalbar, dr
Honggo merinci, penyebarluasan
HIV dalam lima tahun terakhir cukup tinggi. Hingga 2011 tercatat
3.228 pengidap HIV. Sementara
yang positif AIDS sebanyak 1161.
Dan, 374 diantaranya meninggal,

katanya. Secara terpisah, Rizal, aktivis HIV/ AIDS Kalbar, menekankan


pemerintah daerah harus segera
mengambil peran setelah program
global funding berakhir. Paling dibutuhkan adalah keseriusan.
Tidak semata mengharapkan
program yang bermuara kepada
proyek. Jangan menjadikan keterbatasan dana sebagai alasan tidak
berbuat. Semua tergantung kemauan pemerintah daerah. Kalau
ingin menghambat penyebarluasan HIV/AIDS harus mempunyai
kemauan yang kuat. Bukan prioritas membicarakan dana, kata aktivis yang terlibat dalam global
funding, ini. Dia menambahkan, berakhirnya program global funding
selayaknya disiasati sejak awal. Supaya kedepan tidak kelimpungan.
Mengingat penyebarluasan
HIV/AIDS adalah fenomena gunung es. Jadi daerah mesti mempunyai kebijakan yang jelas. Tidak
semata menintikberatkan kepada
intansi kesehatan. Rahman

Pramuwisata Dapat
Sertifikasi Kompetensi
Batam, Metropolitan Pos
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
(Disparbud) Kota Batam bekerjasama
dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia
(HPI) Batam menggelar pelatihan dan
sertifikasi kompetensi pramuwisata Kota
Batam, Selasa (15/11). Hal ini sekaligus
mendukung pencapaian target kunjungan
wisatawan mancanegara sebanyak 1,2 juta
orang pada 2011.
Ketua pelaksana sekaligus Sekretaris
Kepala Disparbud Kota Batam, Raja Kamaruzaman mengatakan peserta kegiatan ini
sekitar 100 orang pramuwisata atau tour
guide/tour leader di Batam. Para peserta
mendapatkan materi dari kementrian
pariwisata dan ekonomi kratif serta Disparbud Kota Batam. Materi tersebut antara
lain tentang pariwisata di Batam, budaya
Melayu serta sistem pemerintahan di Kota
Batam, katanya.
Maksud dan tujuan dilaksanakannya
acara ini yakni untuk mempersiapkan
Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata
yang sesuai dengan standar kompetensi
nasional tour guide. Pelatihan ini memberikan gambaran detail kepada peserta tentang
etika, prinsip serta profesionalisme tour
guide dan tour leader serta pengetahuan
sejarah Batam dalam perspektif kebudayaan
Melayu dan Indonesia, sebutnya.
Ketua HPI Batam, Deni Rada Situmeang
mengatakan kegiatan pelatihan dan
sertifikasi kompetensi pramuwisata ini
sudah sering dilakukan di Batam. Namun
baru kali ini mendapatkan fasilitas dari
pemerintah. Bagaimana caranya membawa wisatawan memang kita sudah tahu,
namun yang berhubungan dengan teknik
tour guide serta informasui tentang budaya
dan pemerintahan mungkin banyak yang
belum diketahui. Padahal hal tersebut
sangat penting untuk disampaikan pada
wisatawan, katanya.
Para tour guide dan tour leader ini, sebut
Deni siap membantu pemerintah dalam
mendukung kepariwisataan di Batam
sebagai garis terdepan wajah pariwisata
Batam. Kami juga siap mensukseskan dan
ikut andil dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara, paparnya.
Walikota Batam Ahmad Dahlan yang
turut hadir dan membuka acara mengatakan tour guide dan tour leader ini merupakan orang pertama yang ditemui
wisatawan saat sampai ke Batam. Bisa
dibilang, merekalah yang akan membangun kesan pertama tentang Batam.
Dahlan menyebutkan, kedepan, Batam
akan dijadikan gate way atau pintu gerbang internasional untuk Indonesia bagian
barat. Khusus untuk pariwisata, bagi
wisatawan yang akan melancong ke
berbagai daerah di Sumatera tentu akan
melewati Batam. Beberapa daerah wisata
di Sumatera mulai berbenah dan menyiapkan infrastruktur penunjang. Hal ini akan
jadi garapan Batam. Pelaku pariwisata
Batam juga akan mengenalkan pariwisata
Sumatera, imbuh Dahlan.  Junael

Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan dan Harganas XVIII di Samosir


Samosir, Metropolitan Pos
Pemerintah Kabupaten Samosir
memperingati Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dan Harganas XVIII di Depan Kantor TP. PKK,
(15/11). Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dan Harganas
XVIII tigkat Kabupaten Samosir ditandai dengan pemberian hadiah oleh
Bupati Samosir diwakili Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM
Drs. Kampu Manik kepada keluarga
Impol Gurning/ Resianna Simarmata sebagai juara III tingkat Propinsi
Sumatera Utara kategori Pasangan
Peserta KB Lestari.
Selain itu Wakil ketua TP.PKK Ny.
Megawati Simbolon bersama Ketua
DWP Kabupaten Samosir juga diberikan hadiah-hadiah lomba yang telah

dilaksanakan menyambut Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dan Harganas XVIII.


Bupati Samosir diwakili Staf Ahli
Bupati bidang bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Kampu Manik mengatakan kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan dan
Harganas XVIII merupakan kegiatan
terpadu antar lintas sektoral yang
dimotori tim Tim PKK merupakan
bentuk kepedulian Pemerintah terhadap permasalahan kesehatan dan
Keluarga Berencana yang masih tinggi dikalangan masyarakat. Sehingga dengan kegiatan tersebut beliau
mengharapkan adanya perubahan
dan pemahaman masyarakat secara
terarah sehingga dapat mengembangkan wilayah desa sebagai suatu

potensi sosial, ekonomi, dan sumberdaya manusia.


Lebih lanjut ditambahkannya,
Sumber Daya Manusia yang berkwalitas akan mewujudkan keluarga sejahtera. Keluarga sejahtera merupakan
cerminan kekuatan masyarakat bangsa dan negara, oleh sebab itu patut dijaga diperlihara dan ditingkatkan kwalitasnya. SDM yang berkwalitas harus
dimulai dari keluarga yakni sejak dari
kandungan, kemudian bayi yang sehat akan menjadi anak yang sehat dan
cerdas tentunya melalui pembinaan
yang secara terus-menerus. Diakhir
sambutannya, beliau menghimbau
dengan pencanangan Kesatuan Gerak
PKK-KB-Kesehatan dan Harganas XVIII pengetahuan dan pemahaman ibu
dan anggota keluarga lainnya dalam

mebina tumbuh kembangkan keluarga dapat meningkat.


Sementara itu Wakil ketua TP.
PKK Kabupaten Samosir Ny. Megawati Sinaga juga mengatakan peranan keluarga dalam peningkatan pembangunan sangat besar sehingga perlu mendapat perhatian dan pembinaan yang selama ini dilakukan oleh
Tim Penggerak PKK Kabupaten Samosir. Diharapkannya melalui pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KBKesehatan dan Harganas XVIII, kesadaran masyarakat dalam membina
keluarga semakin meningkat. Selain
itu juga dihimbau agar seluruh petugas/ kader mulai dari tingkat kelurahan/ desa meningkatkan kinerja dan
tetap menjalin koordinasi dengan pemerintah kecamatan.  Sahat

10
EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

KPK DIMINTA PERIKSA REKANAN


DAN PEJABAT BINA MARGA JABAR
Bandung, Metropolitan Pos
Pengelolaan jalan Cianjur lingkungan balai dinas Bina Marga Provinsi Jawabarat (Jabar) betul sangat memperhatinkan. KPK diminta segera turun tangan.
Milyaran rupiah anggaran Bina Marga diduga adanya akal-akalan oknum pejabat yang bermental korup dilingkungan Balai Pengelolaan jalan Cianjur.

asil infestigasi Metripoli


tan Pos dengan beberapa
kalayak sumber yang
layak dipercaya dan hasil pemantauan di lapangan adalah balai pengeloaloaan jalan Cianjur, tidak
tanggung-tanggung akibat ulah
segelintir oknum yang di komondoi
oleh kepala balai, Ir. Yongga Bhakti, disinyalir puluhan milyar uang
Negara telah menguap masuk ke
kantong pribadi di oknum tertentu.
Ditengarai jurus ampuh yang
menggerogoti APBD provinsi Jawa
Barat ini dengan cara mengadendum paket-paket proyek.
Indkasinya cukup kuat dan layak di percaya, ini dapat dilihat dari
beberapa ruas jalan yang kondisinya sekarang ini bukan semakin baik
melaikan kian buruk meski pemerintah Provinsi Jawa Barat telah
mengucurkan anggaran tiap tahun
yang cukup besar.
Penelusuran Metropolitan Pos dilapangan indikasinya ada beberapa
modus dimana ada dua modus praktif yang membuat kebocoran Keuangan Negara, yakni Pos Anggaran Pemeliharaan Rutin dan Pos anggaran
Pekerjaan Kontraktual. Untuk pekerjaan Kontraktualo melalui andendum dengan cara merubah item pekerjaan yang telah di tetapkan bahkan ada juga, Adendum penambahan nilai kontrak dean adanya dugaan indikasi telah terjadi senkongkolan yang mengarah ke perbuatan korupsi hal ini juga dinilai
oleh publik dan beberapa LSM KPPP
(Komite Pemantau Penyelenggaraan
Pemerintahan) adanya Gratifikasi
oknum terkait atau pejabat.
Untuk pekerjaan pemeliharaan
ajaalan yang dilaksanakan secara sua

kelola menurut sumber Metropolitan


Pos yang enggan disebut namanya
yang layak di percaya diduga telah
terjadi kebocoran berkisar 50% disebutkan, dalam DPA anggaaran pemeliharaan tercantum Rp.5,5 milyar,
sedangkan uang yang diterima oleh
kepala SUP Kontraktror hanya
berkisar Rp. 3,52 milyar per tahun
dan hasiol perhitungan total penerimaan tiap bulan Rp. 320 juta. Maka
diduga telah terjadi penyimpangan
anggaran pemeliharaan jalan tahun
2010 menguap berkisar Rp.2 milyar.
Selain hal itu juga dari pos upah dan
BBM saja belum termasuk dari pos
belanja bahan yang sangat mudah
untuk di telusuri di lapangan oleh pihak penyidik.
Dugaan yang terparahnya kebocoran tersebut yakni dari pos pekerjaan
jalan yang ditangani secara kontraktual. Di indikasikan secara merefisi
kontrak atau Adendum yang justifikasi tekniknya yang kurang jelas.
Kebijakan ini di sinyalir dilakukan
oleh Kepala Balai Cianjur Ir.Yongga
Bhakti ini dapat di informasikan telah ada dugaan pelanggaran Perda
Jabar, mengingat DPA adalah proyek
yang produk yang di sahkan oleh
DPRD Jabar disebutkan pula antara
lain dalam DPA paket pekerjaannya
full Betemen Beton tetapi oleh oknum
Bina Marga dirubah sebagian menjadi pekerjaan hotmix yang selisihnya
sangat siknifikan dimana selisih harga satuan perkilometernya berkisar
Rp. 2.5 milyar untuk beton perkilometernya berkisar Rp.4.5 milyar rupiah sedangkan hotmix hanya
berkisar Rp.2 milyar.
Lain halnya sebagai contoh untuk paket proyek 2010 antara lain,
paket proyek parung Panjang Bunar

yang dilaksanakan oleh PT. Mekar


Jaya dalam kontrak sepanjang 11 km
pekerjaan beton telah direkayasa pekerjaan tersebut hanya dikerjakan
sepanjang 8 km dan sisanya sepanjang 3 km menjadi hotmix , akibatnya Negara dirugikan mencapai skitar Rp.7.5 milyar.
Sumber lain proyek yakni paket
proyek Cikarang-Cibarusah yang dilaksanakan oleh PT. Wiga Nusantara
sepanjang 6 km. Untuk paket ini terjadi penyelewengan rekayasa Adendum daari item pekerjaan yang bersifat pekerjaan utama menjadi beberapa item pekerjaan minor.
Sumber Metropolitan Pos yang
sangat dipercaya menyebutkan
dalam kontrak sebelum Andendum
item 2.3.(8) adalah pekerjaan beton
bertulang tipe W (uditch) pra cetak
volume 2516.00 meter dirubah menjadi hanya 150 meter lari dengan
harga hanya Rp.520.000 per meter
lari, sehingga untuk item ini ditaksir
Negara rugi berkisar Rp. 1.2 milyar.
Paket lain yang dapat ditelusuri
oleh wartawan Metropolitan Pos
dalam proyek paket yang sama yakni item pekerjaan 6.3.(5a), ini contoh rekayasa pekerjaan minor menjadi pekerjaan utama yakni laston
lapis aus semula hanya 1400 m2 telah berubah menjadi 23504 m2. Paket ini dinilai kontraknya berkurang
alebih Rp.20 milyar rupiah.
Dalam paket ini, seharusnya beton
sepanjang 9 meter dikali 6 kilo meter
menjadi 54.000 m2 yang terpasang
adalah 5 km X 7m yakni menjadi
35.000 m2 sisanya dijadikan hotmix
ada selisih 20.000 m2 menyebabkan
kerugian Negara mencapai Rp. 8 milyar. Sehingga terhitung dari total 13
paket pekerjaan proyek tahun 2010 di
Balai Cianjur di duga sangat mubazir
serta kerugian Negara mencapai puluhan milyar rupiah.
Dalam hal ini publik meminta kepada dinas-dinas terkait terutama terhadap KPK agar segera menindak untuk menelusuri kasus tersebut lebih
jauh. Harianja

Pejabat DPU DKI terancam dipenjara ............................................................................................... sambungan hal 1


Padahal, kasus ini menyangkut kepentingan warga DKI.
Wahab secara terus terang menyatakan, kepeduliannya terhadap
kasus itu semata demi kepentingan
rakyat banyak. Betapa tidak, proyek
kebersihan yang dilakukan setengahsetengah akan berdampak pada kebanjiran bagi warga DKI. Musim hujan sebentar lagi.
Ia kemudian mencontohkan amburadulnya proyek kebersihan di DKI,
adalah seperti jaring bambu penghambat sampah di kali-kali, rakit
hingga karung yang tidak sesuai dengan peningkatan angaran dan diduga
tidak sesuai dengan ketentuan
proyek. Padahal anggaran sejak 2008
sebesar Rp38 miliar terus membengkak hingga Rp 80 miliar (2011).
Sebelumnya, sekitar 100-an warga Jakarta yang tergabung dalam
Koalisi Anti Korupsi Jakarta berunjuk
rasa dan mempertanyakan keseriusan Kejati DKI Jakarta menangani
kasus dugaan korupsi tersebut, yang
hingga kini tidak ada kejelasan. Aksi
ini sempat diwarnai tearitikal pemungut sampah, membuat macet Jalan

Rasuna Said, Jakarta Selatan.


Kasus ini berawal dari tidak profesionalnya penanganan proyek pembersihan kali dan sungai selama 2008
smpai 2011, sehingga diduga negara
dirugikan sekitar Rp109 miliar. Bentuknya, mulai tiadanya rakit bambu
hingga karung yang tidak sesuai spesifikasi. Padahal anggaran terus
membengkak dari Rp38 miliar
(2008) hingga Rp80 miliar (2011).
Berjanji
Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI
Jakarta menjanjikan segera meningkatkan ke penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembersihan kali
dan sungai di lima wilayah DKI, yang
diduga merugikan negara sekitar
Rp109 miliar.
Ini sudah menjadi komitmen
Pimpinan Kejaksaan. Tentu, bila dari
penyelidikan yang dilakukan Intelijen Kejati DKI ditemukan cukup
bukti, kata Juru bicara Kejati DKI,
Suhendra usai menerima perwakilan
delegasi yang demonstrasi di Kejati
DKI Jakarta, Selasa (25/10) lalu.
Suhendra, yang juga Kasie Pen-

AYU TING TING TAK PEDE ................................................ sambungan hal 1


Bagi Ayu Ting Ting acara Jakarta
Fashion Week yang digelar di pasific
Place, Jakarta, Rabu (16/11) adalah
fashion show pertama kali untuknya.
Dia merasa senang bisa hadir di sini
dan tertarik dengan busana yang diperagakan. Seru, ini pertama kalau
buat saya nonton fashion show. bajunya bagus-bagus, lucu-lucu. Tadi aku
lihat dua fashion show, yang Ina Thomas lalu Kak Ivan. Yang aku pakai
ini bajunya Kak Ivan, ujarnya.
Ayu mengungkapkan jika keter-

tarikannya dengan dunia fashion


juga baru-baru ini dan hanya ikutikutan saja. Namun untuk terjun
menjadi model, Ayu menolak. Dia
merasa tak pede karena tubuhnya
yang mungil yang menurutnya tak
pantas menjadi model.
Nggak mungkin Kak Ivan
nawarin. Dia kan suka ngeledekngeledek saya. ya saya nggak pede aja
sama tinggi badan saya. Saya lihat
model- modelnya, tinggi-tinggi
banget, paparnya.  kl.c/red

kum yang diberi kewenangan oleh


Asisten Intelijen Kejati DKI Deden Riki
untuk merilis kasus tersebut, menyatakan pihaknya sangat serius menangani kasus tersebut dan telah meminta keterangan dari 12 pejabat PU
DKI dan pihak terkait lainnya.
Pihaknya juga, dalam waktu dekat akan meminta keterangan enam
pejabat teras Dinas PU (Pekerjaan
Umum) Pemprov DKI Jakarta. Ini
tentu sebagai bentuk keseriusan kita
dan akan segera ditentukan statusnya setelah usai mereka diminta keterangan, ujarnya.
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati
DKI Jakarta Deden Riki, yang dihubungi terpisah mengakui adanya
laporan tersebut dan kini tengah dikaji, untuk kemudian ditentukan sikap.
Tentu, kita pelajari terlebih dahulu,
katanya seraya mengingatkan yang
berhak bicara adalah, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Donny Katnezar. Tim

DAERAH
Dana Pemeliharaan Jalan
Provinsi Jabar Menguap ?
Bandung, Metropolitan Pos
Kebocoran anggaran APBD
Provinsi Jabar ditenggarai nilainya
mencapai puluhan milyar rupiah
telah menguap dari pos anggaran
pemeliharaan jalan yang dikelola
oleh Dinas Bina Marga yang dikomandoi oleh Prof.Dr HM Guntoro
sebagai Kepala dinasnya . Tidak
tanggung-tanggung diduga separuhnya dari total anggaran tersebut
telah masuk ke kantong-kantong
pribadi pejabatnya. Demikian
diungkapkan oleh sumber Jaya Pos
yang layak dipercaya.
Sebagaimana diketahui panjang
ruas Jalan Provinsi Jawa Barat
totalnya mencapai 2000 Km.
Sedangkan anggaran rutin pemeliharaan jalannya sebesar Rp 40 juta
per Km. Sehingga total anggarannya tiap tahun mencapai kurang
lebih Rp 80 miliar yang pelaksanaannya dibagikan kepada lima
Balai Pemeliharaan Jalan dan
Jembatan ( BPJ).
Diungkapkannya, modus
penggelapan anggaran pemeliharaan jalan tersebut dimulai dari
proses pengajuan SPJ setiap bulannya dari setiap Sub Unit Pelayanan
( SUP ) yang setiap pencairan tidak
pernah utuh yang diterima oleh
Kepala SUP. Biasanya hanya
separuhnya yang mereka terima,
tidak sesuai dari jumlah yang
ditandatangani. Sehingga dalam
satu tahun uang yang diselewengkan rata-rata setiap SUP mencapai
miliaran rupiah. Sebagai contoh
untuk Balai Cianjur pada tahun
2010 dana saving alias tidak
digunakan sebagaiman mestinya
mencapai Rp 5 miliar. Praktik
seperti ini disinyalir telah dilakukan
oleh semua BPJ.Melihat adanya
keseragaman ini maka boleh jadi
merupakan petunjuk dan arahan
dari Kepala Dinas Bina Marga Prov.

Jabar Prof H M Gntoro.


Salah satu SUP di salah satu BPJ
dalam tahun 2010 anggaran
pemeliharaan rutinnya untuk upah
pekerja dan belanja material sebesar
Rp 2.811.830.000,00 sedangkan
yang digunakan hanya Rp
1.017.506.550,00. Ini berarti dana
yang menguap sebesar Rp 1,5 miliar
lebih. Sehingga bila diakumulasikan
dari beberapa SUP maka sisa dana
rutin BPJ ini sebesar Rp
5.362.132.050,00. Suatu jumlah
yang fantastis. Jadi wajar saja
kalau beberapa ruas jalan provinsi
kondisinya masih banyak yang
rusak parah. Sebagai akibat anggarannya banyak diselewengkan.
Informasi adanya dana saving
pemeliharaan jalan ini terungkap
menurut sumber setelah salah satu
Kepala SUP merasa tidak puas dan
jengkel karena SUPnya telah
menyisihkan dana Rp 1 miliar lebih
tetapi ternyata akhir tahun dia
hanya menerima Rp 10 juta.
Disebutkannya, uang tersebut
masih ia simpan kalau sewaktuwaktu bisa dijadikan barang bukti
bila diproses secara hukum.
Terkait adanya dugaan menguapnya dana pemeliharaan jalan ini,
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi
Jabar Prof DR HM Guntoro ,sejauh ini
tidak dapat memberikan tanggapan
tanggapan . Namun ketika disela-sela
acara pelantikan beberapa pejabat di
Gedung Sate baru-baru ini Prof DR
HM Guntoro menjelaskan, tentang
dugaan menguapnya dana rutin
pemeliharaan jalan itu cerita lama.
Silahkan saja tanyakan kepada
masing-masing kepala balai dan itu
cerita lama, tanggapnya dengan
nada ringan tanpa beban seakan
tidak takut akan sorotan yang bisa
bermuara proses penyidikan oleh
pihak penegak hukum.
 Herianja/Taslim

Proyek Rehabilitasi Pintu Air


Bendung Curug Amburadul
Bandung, Metropolitan Pos
Proyek pembagunan Rehabilitasi
pintu air curug sangat memprihatinkan hal ini hasil infestigasi dilapangan
serta
keterangan
tokoh
masyarkat setempat curuk Jawa
Barat.Tokoh masyarakat juga menyampaikan pada wartawan Metropolitan pos, pembuatan proyek menjadi
ajang untuk memperkaya diri. Hal
terlihat dari hasil pekerjaan pemborong yang tidak sesuai dengan
keadaan pegujian yang telah dilakukan running test bersama PJT II selaku pengelola pintu curug.
Hal ini sangat di benarkan dengan
kejadian yang telah ada yaitu jebolnya tanggul tersebut,namun pembuatan panggul bedug curug saat dikomfirmasi wartawan metro politan pos
yang berhasil ditemui yaitu humas
Ir.Adang diruang kerjannya membantah dengan keras megatakan tidak pernah ada kejadian jebolnya tanggul,itu
di luar tanggung jawab tegasnya.
Hasil infestigasi juga membenarkan pembagunan kembali bendung
pintu air curug tidak berpungsi se-

bagaimana mestinnya,hal ini dilihat


dari pintu air yang tidak berfungsi
selama ini. Dan lebih ironisnya lagi
dana anggaran yang mencapai milyaran rupiah dari anggaran 2009
telah di anggarkan kembali di tahun
2010,dengan dana anggaran mencapai Rp 9 milyar lebih. Jelas ini sangat
merugikan Negara.
Hasil infestigasi dilapangan Metropolitan Pos pembagunan pelaksanaan rehabilitasi pintu air Bendung
curug sangat amburadul, hal ini dapat dilihat dari segi pekerjaanya yang
asal asalan,
Beberapa pekerjaan BBWS
Citarum berkesan pekerjaanya tidak
selesai dan ditinggalkan begitu
saja.dan sampai diterbitkanya berita
ini wartawan metropolitan pos belum
berhasil menemui ppk dalam hal ini
perlu kiranya pihak-pihak terkait
untuk segera menindak oknumoknum yang selalu menggerogoti
uang rakyat. Pelaksanaan rehabilitasi
pintu air baku curug. Berita ini akan
bersambung di edisi berikutnya.
Harianja

Pejabat Sudin Pemakaman Jaktim perlu diperiksa ............................................................... sambungan hal 1


sebesar Rp3.888.000.000,-, program
peningkatan sarana dan prasarana
lingkungan
hidup
sebesar
Rp4.363.750.000,-, perbaikan saluran air TPU Pondok Ranggon sebesar
Rp300 juta, peningkatan pagar (lanjutan) TPU Pondok Ranggon sebesar
Rp450 juta, pemeliharaan pagar tidak
jelas sebesar Rp416.500.000,-, penertiban gubuk liar TPU Cipinang Besar TPU Kober Jatinegara, TPU Pondok Kelapa sebesar Rp 1 M, pembuatan saluran air TPU Kmp penggilingan sebesar Rp100 juta.
Ketua Umum LSM Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan, meminta
Tipikor Polda Metro Jaya, supaya

mengusut tuntas pejabat dan rekanan pelaksana kegiatan Sudin Pemakaman Jakarta Timur diduga uang
Negara habis di gerogoti.
Perlu di periksa Tipikor setiap perusahaan pelaksana proyek kegiatan
APBD tahun 2011 di Sudin Pemakaman Jakarta Timur, sesuai alamat,
serta diketahui Direktur Utama perusahaan pelaksana pekerjaan tersebut
benar ada pekerjaan dikerjakan dan
bukan hanya terima fee dari penjual
perusahaan kepada rekanan lain atau
oknum pejabat.
Menurutnya, pejabat sudin Pemakaman Jakarta Timur dan rekanan pelaksana proyek kegiatan terse-

but sudah layak di jadikan tersangka


korupsi uang Negara, dan surat pertanggungjawaban (SPJ) dan laporan
pertanggungjawaban (LPJ) diduga
direkayasa dan dimanipulasi sehingga seolah olah pekerjaan tersebut dikerjakan seratus persen, tegas, Berlin.
Kepala Suku Dinas Pemakaman
Jakarta Timur, Drs Made Sudiartha
MM melalui Sulistiyono, Ketua lelang
pengadaan barang Jasa pemerintah
ketika dikonfirmasi Metropolitan
Pos,pekan lalu, mengatakan, bahwa
semua pekerjaan sudah selesai dilaksanakan sesuai perusahaan pelaksananya, kita tidak berani korupsi uang
Negara, cetusnya.  Jenri

SAMBUNGAN
Pejabat SDPU Jalan .............................................................. sambungan hal 1
hendak mempertanyakan jawaban surat klarifikasi LSM SOROD ke SDPU Jalan Jaktim
kepada Edy Sudrajat selaku Kepala Seksi Pemeliharaan, namun setelah Edy Sudrajat menjanjikan akan melakukan pertemuan dengan
LSM SOROD untuk mengklarifikasi surat
tersebut, Edy justru menyuruh salah satu
stafnya memberikan amplop kepada Krisman
berisi uang senilai Rp 500 Ribu. Merasa dilecehkan, amplop berisi uang tersebut kini diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Ellyus, pemberian amplop berisi uang itu merupakan penghinaan bagi para
aktivis LSM di Jakarta. Kata dia, penyerahan
ke gubernur sangat lebih tepat, dimana saat ini
Gubernur Fauzi Bowo yang berkeinginan maju
kembali bertarung pada Pemilukada DKI akan
lebih membutuhkan uang tersebut sebagai
modal kampanye. Biarin uang itu sebagai
tambahan modal Fauzi Bowo nanti saat kampanye, ujar Ellyus.
Hingga berita ini diturunkan, Plh Kepala
SDPU Jalan Kota Adm Jaktim Suhartono MT.,
dan Edy Sudrajat tidak berhasil dimintai komentar terkait dugaan suap tersebut.
Sebelumnya diberitakan, bahwa sejumlah
pejabat SDPU Jalan Jaktim memanfaatkan
dana APBD jadi ajang korupsi, yakni proyek
pembangunan jalan berkwalifikasi AMP
(Aspalt Mixing Plan) dan kegiatan swakelola.
Menurut Direktur Eksekutif LSM GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pejuang Aspirasi
Rakyat) B. Hasudungan, bahwa proyek berk-

walifikasi AMP merupakan proyek akalakalan para pejabat untuk kepentingan tertentu (kantong-kantong pejabat).
Selain proyek AMP, kegiatan Swakelola
yang di SDPU Jalan Jaktim juga sarat penyimpangan dan rekayasa. Pasalnya, tidak satu
pun para pengawas khususnya para sosial
kontrol yang mengetahui kemana saja dialokasikan dana swakelola yang bernilai miliaran rupiah tersebut.
Hasudungan menilai bahwa Edy Sudrajat
cukup cerdik mengelola anggaran untuk kepentingan tertentu. Dia merekayasa laporan
pertanggungjawaban (LPj) untuk mencairkan
anggaran, baik itu untuk proyek AMP maupun untuk kegiatan swakelola.
Hasudungan menambahkan, anggaran Pemeliharaan Sewaktu-waktu (TIDAK TERPREDIKSI) yang DI-SWAKELOLA-KAN,
juga merupakan permainan pejabat SDPU untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.
Selain telah menyimpang dari aturan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 perubahan Keppres Nomor 80 Tahun 2003, tentang Pedoman
Pengadaan Barang/Jasa Milik Pemerintah, kegiatan swakelola tersebut sangat berpotensi
terjadi korupsi, mulai dari kwalitas pekerjaan
hingga proyek bodong alias proyek fiktip,
karena titik-titik atau lokasi untuk kegiatan
swakelola tersebut sangat sulit dipantau oleh
para social control maupun pengawas lainnya. Hanya Tuhan dan pejabat SDPU yang
mengetahuinya, sindir Tumpak. Tim

11
EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

Tanaman Mangrove dibiarkan dirusak ............................................................................................ sambungan hal 1


kalangan Investor untuk menanamkan modalnya dalam pengembangan bisnis. Tak heran
pulau Batam ini dulunya hijau dengan tanaman bakau, kini berubah menjadi pancang pancang beton yang megah menjulang tinggi.
Dalam hal ini industry kecil selalu di salahkan, pada hal Industri Sphiyard yang merusak tanaman mangrove tersebut. Industri Sphiyard merupakan panjang tangan Pemkot
Batam untuk meraup uang dari hasil tanaman
mangrove di Batam sehingga tanaman tersebut punah.
Seiring dengan perkembangan waktu,
Batam dikelilingi lautan dan dilalui dua samudera, kini telah berubah menjadi kawasan
modern dengan bangunan bangunan megah,
menggusur Industry tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun, tanpa sedikitpun mendapatkan perhatian pemerintah, bahkan terkesan menjadi obyek yang dipersalahkan dalam pembenaran setiap kebijakan
baru dengan tujuan menguntungkan kepentingan pembangunan pabrik pabrik baru.
Dapur Arang Jangan Tinggal Cerita.
Salah satu Industry yang terkena dampak
langsung dari maraknya industry multinasional
adalah pelaku usaha dapur arang. bahan baku
penghasil arang untuk kebutuhan berbagai
keperluan industry, ini ternyata tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari perkembangan
pembangunan Kota Batam, bahkan Pemerintah Kota Batam, dan BP Batam terkesan mem-

dr Shirley Moningkey Mkes dilaporkan ke KPK ........................................................................ sambungan hal 1


mengatakan sedang ke luar negeri melakukan
kunjungan kerja bersama Menteri Kesehatan,
padahal hanya mendampingi menteri kunjungan ke Puskesmas Teluk Naga Kabupaten
Tangerang.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa dr
SM terindikasi menyelewengkan sebagaian
uang Dana Jamkesmas Tahun Anggaran 2009
dan tahun 2010 dengan nilai dugaan miliaran
rupiah. Sementara informasi tentang jumlah
sisa Dana Jamkesmas yang tidak terealisasi
ke masyarakat di Kabupaten Tangerang tahun
Anggaran 2009 dan 2010 tidak jelas. Salah
seorang anggota DPRD Kabupaten Tangerang
dari Komisi Bidang Kesehatan menjelaskan
bahwa, sisa Dana Jamkesmas Tahun Anggaran 2009 tidak terealisasi ke masyarakat
kurang lebih sebesar Rp25M.
Informasi terakhir dari salah satu nara
sumber menyebut bahwa sisa Dana Jamkesmas Tahun Anggaran 2009 dan 2010 sebesar
Rp8M sudah disetor kembali ke pusat. Patut
dicurigai keakuratan data laporan penggunaan
anggaran yang dibuat. Tahun 2011 Anggaran
Jamkesmas untuk Kabupaten Tangerang sangat besar kurang lebih sebesar Rp35M di banding daerah Kabupaten/Kota lainnya.
Belum lama ini LSM CITRA DPD Propinsi Banten telah melaporkan dr SM ke KPK

dengan surat nomor 040/K/LSM/IX/11, dan


telah di agendakan di KPK dengan No
1050330/PYPM.
Masih banyak masyarakat membutuhkan
dan kesmas tersebut, ini akibatnya kurang sosialisasi kepada masyarakat.
dr SM sesuai daftar Jadwal Mengajar di
FK-UPH Lippo Karawaci Tangerang yang ditunjukkan kepada anggota LSM CITRA, ternyata Kabagyankesga Dinkes Tangerang malah
bekerja sebagai tenaga Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FKUPH) Lippo Karawaci Tangerang setiap hari
Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat pada jam kerja
PNS, sekaligus menjabat sebagai Kepala Public Health / IKK. dr SM pejabat menangani
perizinan pembukaan lembaga-lembaga pelayanan kesehatan juga, tapi tidak transparansi berapa Dana Restribusi Perizinan Pembukaan Rumah Sakit Tempat Praktek Dokter /Bidan diminta pungli di Kabupaten Tangerang. Kemudian dana yang dikutip dari setiap mahasiswa
Fakultas Kedokteran - Universitas Pelita Harapan untuk latihan praktek pada puskesmaspuskesmas di Kabupaten Tangerang. Bahkan
pengadaan ala-alat kesehatan di RSU Balaraja
Kabupaten Tangerang ditengarai sarat dengan
KKN, sehingga berbagai LSM, Wartawan dan
Rekanan Pemborong melakukan unjuk rasa di

Kantor Dinkes Kabupaten Tangerang.


Patut dipertanyakan kalau memang valid
data yang diperiksa BPK sehingga disimpulkan bahwa, Pengelolaan Dana Jamkesmas di
Dinas Kab Tangerang wajar tanpa catatan.
Pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten
Tangerang, sangat bertentangan dengan, UndangUndang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945,
UU No. (14) Tahun 2008 tentang Keterbukaan
Informasi Publik, UU No 20 Tahun 2003 yakni Peran Masyarakat dalam Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan, dan Evaluasi Program
Pemerintah, Perpres Nomor 11 Tahun 1959
tentang Sumpah Jabatan PNS Dan Anggota Angkatan Perang, Peraturan Pemerintah Nomor
21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai
Negeri Sipil, Peraturan Pemerintah Nomor 42
Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps
Dan Kode Etik PNS, Surat Edaran Kepala
Badan Kepegawaian Negara Nomor 14/SE/1975,
tentang Petunjuk Pengambilan Sumpah/Janji
Pegawai Negeri Sipil, UU. No. (28) 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dari
Korupsi, Kolusi, dan Nepotis-me (KKN), dan
Keputusan Presiden No 4 Tahun 2009 tentang
Percepatan Pemberantasan Korupsi.
Dalam hal tersebut harus disikapi para pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Syahri

biarkan Industry yang banyak dilakoni


masyarakat tempatan ini punah dan tersingkir.
Tidak jarang para pelaku usaha ini, dijadikan
tumbal atas hilangnya hutan bakau yang berfungsi untuk menjaga erosi darat Kota Batam.
Amat (nama samaran) seorang pengusaha
dapur arang di Kota Batam yang sudah melakoni usaha produksi arang ini, mengaku kesulitan dalam mempertahankan usaha yang diwarisinya sejak turun temurun, karena bahan baku
dari tumbuhan bakau pembuatan arang, pemerintah dituding sebagai penyebab hilangnya tanaman mangrove dari bibir pantai Kota Batam.
Kebutuhan bakau produksi arang untuk
usaha kita sangat kecil, bahkan tidak asal bakau
yang dapat dijadikan sebagai arang produksi,
tegas amat, kepada Metropolitan Pos. Pengalokasian bibir pantai kepada Investor asing tanpa memperhatikan dampak Kota Batam, sebagai penyebab hilangnya Hutan Bakau dari
bibir pantai. Kata pria paruh baya tersebut
coba, mana ada pengusaha shipyard yang mengganti hutan bakau yang dihancurkan untuk kepentingan galangan kapal mereka?, cetusnya.
Minimnya pengetahuan dan polosnya
pola fikir masyarakat tempatan bergelut dalam
industry keluarga dapur arang, menyebabkan
setiap tudingan yang terlontar tidak dapat ditepis para pengusaha dapur arang.
Sehingga usaha mereka sering menjadi komoditi oknum-oknum tertentu untuk mendapatkan sesuatu, sering datang ketempat usaha
mereka dengan jalan menakut-nakuti, yang
berakhir dengan permintaan sejumlah uang.
Kami tidak apriori dengan pembangunan
Batam, sangat mendukung pemerintah, juga
masyarakat Kota Batam yang ingin memghidupi keluarga kami dengan rezeki halal dan bermartabat, Pemerintah tidak seharusnya mempersalahkan kami dengan membabi buta, tapi
menunjukkan perhatian dengan pembinaan dan
perhatian, ungkap, Timat.

Menghilang Dirampas Sphiyard


Hutan bakau hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair
payau terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini
tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana
terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari
gempuran ombak, maupun di sekitar muara
sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu, banyak ditemui dipinggiran pulau Kota Batam.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik
karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah, salinitas tanahnya yang tinggi serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya
sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup
di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena
telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
Sayangnya, kemajuan pembangunan industry shipyard di pulau Kota Batam tidak diiukuti sejumlah kebijakan untuk mempertahankan ekosistem bakau sebagai pelindung daerah
bibir pantai dari hempasan ombak yang tinggi,
dan tidak pula mempersalahkan masyarakat
pinggiran yang mengais rezeky dari industry
tradisionil yang telah diwariskan secara turun
temurun ditengah masyarakat tempatan.
Bahkan secara sadar selalu melakukan
penanaman kembali secara periodik bakaubakau dibibir pantai yang belum di alokasikan
Badan Pengusahaan Batam ( Otorita) kepada
pihak Investor, dan pengusaha berdiam tak
peduli kepada masyarakat sekitar.
Sementara Undang undang menegaskan,
setiap pengusaha dituntut untuk memberikan
dana sosial depelopment (dana pembinaan
masyarakat), tetapi sampai berita ini diterbitkan tidak jelas kemana uang bantuan tersebut diberikan. Hingga kini belum diusut pelakunya. Bernat

Proyek Walikota Jaktim dikerjakan asal jadi ................................................................................ sambungan hal 1


Berdasarkan pantauannya di lapangan, terjadi pencurian volume pekerjaan oleh kontraktor. Pemasangan tiang pancang Kantor Lurah
Cililitan dalam RAB (rencana anggaran biaya)
diharuskan sedalam 16 meter, namun di lapangan ditemukan hanya 10 meter. Sedangkan untuk pemasangan tiang pancang Kantor Camat
Duren Sawit, seharusnya sedalam 9 meter, namun di lapangan ditemukan hanya 6 meter.
Selain itu, untuk pemasangan cetakan
bakesting pondasi dilakukan tidak berdasarkan
acuan yang lazim demi kekokohan bangunan.
Dalam Peraturan Beton Indonesia (PBI), tentang Pekerjaan Beton, disebutkan bahwa untuk pemasangan cetakan bagian konstruksi
boleh dilepas atau dibongkar dalam waktu 7
hari untuk sisi balok dan kolom yang tidak dibebani, dan 21 hari untuk sisi balok dan kolom
yang dibebani. Sementara di lapangan, pelaksana proyek hanya memerlukan waktu satu hari
untuk pemasangan beton tersebut. Dengan
cara kerja kontrakor tersebut, lanjut Henry, ketahanan dan kekokohan bangunan akan
berkurang. Hal itu akan sangat membahayakan
pengguna bangunan nantinya, terang Henry.
Persekongkolan
Sementara itu, proses pelelangan kegiatan
proyek di Bagian Tata Pemerintahan Kota
Administrasi Jakarta Timur dituding sarat rekayasa, persekongkolan dan konspirasi. Hal
itu diungkapkan Direktur Eksekutif LSM
GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pejuang
Aspirasi Rakyat), B. Hasudungan, kepada
sejumlah wartawan di lingkungan kantor Walikota Jakarta Timur, baru-baru ini.
Menurut Hasudungan, tudingan persekongkolan tersebut tampak pada proses
penetapan pemenang pelelangan di sejumlah
paket proyek fisik, seperti pada paket proyek
Rehab Sedang Kantor Camat Ciracas, Jatinegara dan Kantor Lurah Palmeriam.

Sekedar diketahui, panitia pengadaan


barang/jasa Bagian Tata Pemerintahan Walikota Jakarta Timur yang diketuai Carlos Damanik, menetapkan PT Sopin Sejahtera untuk
paket proyek Rehab Sedang Kantor Camat
Ciracas. Dalam berita acara hasil pelelangan
nomor : 10/BA/PAN/KONS-023/IX/2011,
tentang hasil evaluasi harga, panitia pengadaan barang/jasa menyatakan lima (5) peserta
yang memenuhi syarat untuk jadi calon pemenang, yakni PT Marko Budi Mandiri dengan penawaran terendah Rp 307.999.197,76
dan ditetapkan sebagai calon pemenang. Kemudian disusul oleh PT Aldonial Putra Perkasa
dengan penawaran Rp 318.555.163,32 sebagai
calon pemenang I, dan CV Itoku dengan
penawaran Rp 324.198.315,69 sebagai calon
pemenang II. Sementara dua peserta lagi, yakni CV. Lentyo Bahtera Perdana dan PT Sopin
Sejahtera tidak dicantumkan sebagai calon
pemenang, karena nilai penawarannya melebihi penawaran para calon pemenang.
Ironisnya, pada tahap hasil evaluasi kualifikasi, panitia justru menetapkan PT Sopin
Sejahtera sebagai pemenang dengan nilai
penawaran Rp 353.859.657.57.
Menyimak hasil keputusan panitia pengadaan tersebut, Hasudungan menduga, ada
praktek konspirasi antara panitia, oknum pejabat walikota dengan mafia proyek untuk
mengarahkan PT Sopin Sejahtera sebagai pemenang, yakni dengan cara mencari-cari
kekurangan peserta lain, dan kerjasama persekongkolan mafia proyek dimaksud dengan
oknum panitia untuk melengkapi persyaratan
untuk PT Sopin Sejahtera.
Peran mafia tersebut, lanjut Hasudungan,
adalah salah satunya untuk mencari informasi
dari panitia tentang persyaratan apa saja yang
perlu dilengkapi. Sementara PT Sopin Sejahtera merupakan bendera yang dibawa oknum
mafia proyek dimaksud.

Berdasarkan data yang diperoleh LSM


GEMPAR dari para rekanan, bahwa sebelum
menetapkan pemenang, panitia telah menginstruksikan agar semua peserta datang untuk
melakukan klarifikasi sesuai jadwal yang sudah
ditentukan, yakni batas akhir hari Jumat Tanggal 16 September 2011 Jam 16.00 WIB. Namun
hingga batas waktu tersebut, pihak PT Sopin
Sejahtera tidak menghadiri proses klarifikasi.
Batas waktu dimaksud adalah siapa saja
peserta yang tidak menghadiri proses klarifikasi dianggap mengundurkan diri dan gugur
jadi pemenang. Namun aneh tapi nyata, PT
Sopin Sejahtera justru dinyatakan sebagai pemenang lelang.
Hasudungan menduga bahwa orang yang
membawa bendera PT Sopin Sejahtera itu adalah rekanan binaan oknum pejabat walikota,
bukan oleh Carlos Damanik selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa. Sebab ia menilai bahwa Carlos masih pemain baru dan belum mengerti
betul tufoksinya sebagai Ketua Panitia lelang.
Terkait hasil pelelangan tersebut, kata Hasudungan, Panitia dalam hal ini, tidak menerapkan efisien anggaran untuk penghematan keuangan Negara, dan bertindak diskriminatif terhadap
para penyedia barang/jasa (rekanan). Hal itu telah menyimpangan dari mekanisme yang diatur
dalam Perpres No. 54 Tahun 2010, tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Dalam Perpres No. 54 Tahun 2010 Pasal 5 disebutkan: panitia pengadaan menerapkan prinsip-prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka,
bersaing, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
Hasudungan justru menyarankan Carlos
agar tidak mau terjebak oleh permainan para
oknum mafia proyek, yang bisa membelit dirinya sebagai pihak yang bertanggungjawab.
Karena apapun penyimpangan atau pelanggaran yang terjadi selama proses pelelangan
merupakan tanggung jawab penuh ketua panitia lelang. Tim

Mark-up anggaran .................................................................. sambungan hal 1


Alhasil, pada saat tahap pemasukan dan
pembukaan SPH (surat penawaran harga),
sejumlah rekanan dipersulit untuk ikut pelelangan. Beberapa oknum yang berseragam
salah satu ormas sengaja ditugaskan untuk
mengawal proses pelelangan. Bahkan, para
wartawan dan LSM tidak diperbolehkan memantau acara pembukaan SPH tersebut.
Upaya permainan itu ternyata berjalan
mulus. PT Mogapes yang melakukan penawaran terendah yakni sekisar Rp 2,9 Miliar,
padahal ada 5 perusahaan yang melakukan
penawaran tertinggi yang tentu akan menguntungkan keuangan Negara.
Lebih lanjut Ronald menjelaskan, guna
memuluskan permainan kotor setiap pembukaan tender proyek di BLKD Jakarta Timur
yang terletak di Jalan H. Naman Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Tjetje Hidayat selalu menggandeng salah satu organisasi massa (Ormas)
tertentu demi menjaga dan mengawasi segala
permainan yang penuh dengan rekayasa.
Mark-up
Sementara itu, untuk pelaksanaan
proyek pembangunan pagar pengaman tersebut, selain telah bermasalah dalam pelaksanaan tender, pejabat BLKD diduga
melakukan rekayasa spek bangunan dalam
RAB (rencana anggaran biaya).
Berdasarkan hasil investigasi LSM LIPKAN di lapangan, bahwa terdapat beberapa

penyimpangan dalam pelaksanaan proyek


tersebut. Diantaranya; proses perencanaan
pekerjaan diduga sengaja di mark-up volumenya terutama pada pasanga pondasi batu kali
karena ukuran pada gambar tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kemudian, pihak
kontraktor diduga telah memanipulasi ukuran
pasangan pondasi dan besi kolom beton, karena yang terpasang di lokasi tidak sesuai dengan gambar dan RAB.
Selain itu, pemasangan pondasi pagar tidak
sesuai dengan gambar yang seharusnya pondasi memanjang dengan ukuran berpariasi sesuai dengan gambar, namun yang terpasang di
lokasi hanya pondasi setempat dengan memakai cor beton cakar. Ukuran besi tulang beton sloof dan tiang kolom tidak sesuai dengan
gambar, pagar besi untuk bagian depan tidak
sesuai dengan gambar, karena untuk besi hanya ditempel yang seharusnya satu body lalu
dibubut untuk temboknya.
Dari hasil pengamatan di lapangan, Ronald
menilai bahwa telah terjadi penggelembungan
anggaran untuk proyek tersebut senilai lebih
kurang Rp 2 Miliar atau mark-up hingga 200
persen dari pagu anggaran.
Saat hendak dikonfirmasi, Kepala BLKD
Jakarta Timur, Tjetje Hidayat tidak berhasil
ditemui di kantornya. Beberapa oknum preman yang diduga dibayar terkesan menghalang-halangi wartawan untuk menemui Kepala BKLD. Jenri

Surat Kabar Umum

SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA


METROPOLITAN POS

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B


Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

Kalbar Raih Juara Pertama


Ajang Pameran Batam Expo 2011
Pontianak, Metropolitan Pos
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Dinas Pertanian
Tanaman Pangan dan Holtikultura
Heronimus Hero saat menerima
plakat dan piagam penghargaan dari
Kementerian Pertanian pada expo di
Batam.
Provinsi Kalimantan Barat
menorehkan prestasi di pameran
tingkat nasional. Prestasi itu berupa
juara pertama pada Pameran Batam
Expo 2011 yang berlangsung pada
10 13 November 2011 di Mega
Mall Batam Center. Pameran yang
menyuguhkan potensi komoditas
pertanian tersebut merupakan ajang
tahunan yang menjadi agenda prioritas promosi pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Keikutsertaan Kalimantan Barat pada pameran Batam Expo 2011
kali ini didukung tiga instansi yaitu
Dinas Pertanian Tanaman Pangan
dan Hortikultura, Dinas Perkebunan, juga Dinas Kesehatan Hewan
dan Peternakan. Selain itu ikut juga
satu instansi Kabupaten Kayong Utara, yaitu Dinas Pertanian dan Peternakan Kayong Utara. Hasil penilaian juri menunjukkan bahwa
Provinsi Kalimantan Barat mampu
memberikan nilai terbaik untuk kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan
oleh juri yaitu stan dengan penampilan menarik, variasi produk
yang beragam, informatif, serta pemandu stan yang disiplin dan komunikatif. Akumulasi dari penilaian
tersebut menjadikan Stan Pameran
Provinsi Kalimantan Barat mendapat predikat sebagai Juara Pertama.
Kepala Bidang Pengolahan dan
Pemasaran Hasil Pertanian Dinas
Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Heronimus Hero
berkesempatan mewakili Provinsi
Kalbar menerima langsung plakat
dan piagam penghargaan dari Kementerian Pertanian selaku penyelenggara pameran. Ketika dikonfirmasi tentang prestasi tersebut, Hero
mengatakan bahwa tim pameran dari
Kalimantan Barat senang akan pencapaian tersebut, meskipun tujuan
utama keikutsertaan pada pameran
bukan mengejar kejuaraan stan terbaik, melainkan untuk melakukan
promosi produk-produk pertanian
dari provinsi Kalimantan Barat ke
tingkat pasar nasional dan interna-

sional.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Provinsi Kalimantan Barat Hazairin MS, menyambut baik atas
prestasi yang telah dicapai oleh Tim
Pameran Batam Expo Kalimantan
Barat. Hazairin mengatakan bahwa
prestasi tersebut merupakan bukti
kesungguhan Kalbar dalam mempromosikan produk-produk pertanian
Kalbar. Selain itu juga menunjukkan
bahwa koordinasi antara instansi
pendukung yang tergabung dalam
Tim Pameran Kalbar sudah bekerja
sama sangat baik sehingga Stan Kalbar mampu menunjukkan performa
yang baik selama pameran Batam
Expo berlangsung.
Namun demikian menjadi juara
bukan merupakan tujuan utama dari
mengikuti pameran, tujuan utama
dari pameran pertanian adalah untuk mengenalkan sekaligus membangun jaringan pemasaran produkproduk pertanian Kalbar terutama
produk-produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi. Kita berusaha mencari pelaku usaha dan buyers sebanyak-banyaknya yang berminat terhadap produk pertanian
Kalbar. Jika Stan Kalbar mendapat
predikat Juara I. Itu berarti bahwa
upaya kita untuk mempromosikan
produk pertanian Kalbar benar-benar diakui oleh Panitia penyelenggaran berdasarkan kriteria yang
sudah ditetapkan. Anggaplah sebagai motivasi dan bonus untuk lebih
meningkatkan upaya kita pada kegiatan promosi selanjutnya, jelas
Hazairin.
Pameran Batam Expo 2011 dibuka Sekretaris Jenderal Direktorat
Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Pertanian Mohammad Danny dan
diikuti oleh seluruh pemerintah
provinsi di Indonesia serta beberapa kabupaten/kota. Pameran yang
mengangkat tema Peningkatan Mutu
Produk Pertanian untuk meningkatkan kepercayaan pasar nasional dan
global ini berlangsung selama 4 hari
mulai sejak 10 - 13 November 2011.
Beberapa produk pertanian
unggulan Kalbar yang ditampilkan
pada pameran tersebut diantaranya
adalah berbagai varian produk olahan lidah buaya, Keladi hitam Pontianak, buah jeruk Madu, Pepaya
Madu Pontianak, olahan durian, dan

EDISI: 018 TAHUN I SENIN 21 NOVEMBER - 04 DESEMBER 2011

BPOM PONTIANAK LAKUKAN PENYITAAN


BARANG MILIK CV. TIRKANA KETAPANG
Ketapang, Metropolitan Pos
Pada minggu kedua Nopember 2011, Tim gabungan BPOM
Pontianak melakukan penyitaan barang jenis air minum kemasan
milik CV. Tirkana, dan barang jenis santan kering kemasan cap
matahari milik Toko Panca Setia Ketapang. Penyitaan dilakukan
BPOM lantaran tidak memiliki ijin dari BPOM Jakarta.
Ketika dikonfirmasi Metropolitan Pos kepada pihak BPOM
Pontianak, melalui via telpon
genggamnya pada (15/11)
pukul 11: 37:14, saat Sagala
sedang berada di kantornya di
Pontianak.
Ketika ditanyakan Metropolitan Pos, kepada Sagala pihak BPOM, berapa jumlah
barang milik CV. Tirkana dan
Toko Panca Setia Ketapang
yang disitanya. Sagala dari
pihak BPOM Pontianak menjelaskan bahwa, saya sudah
lupa jumlahnya, yang jelas

kata Sagala, Barang Bukti (BB)


semuanya dititip di Dinas Kesehatan Ketapang. Dengan alasan untuk, mempermudah
membawanya ke kejaksaan
Negeri Ketapang, kata Sagala.
Barang hasil sitaan, paling
lambat akhir tahun ini, berkas
perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksan Negeri Ketapang, untuk ditindaklanjuti ke
Pengadilan Negeri Ketapang.
Tindakan yang di lakukan,
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang dan BPOM Pontianak sangat lamban, dalam

Dibekingi Petinggi Kejaksaan Agung

Togu Siagian Kebal Hukum


Jakarta, Metropolitan Pos
Ketua Panitia Pelelangan Suku
Dinas Pendidikan Dasar Kota Adminitrasi Jakarta Timur, Togu Siagian, dinilai sudah kebal akan aturan hukum di Indonesia, karena
merasa sudah ada oknum petinggi
Kejaksaan Agung yang melindunginya dari segala jeratan hukum. Untuk itu, diminta kepada Jaksa
Agung memerintahkan jajarannya
segera mengusut segala kasus korupsi di Pemda DKI Jakarta,
khususnya di tubuh Dinas Pendidikan, dan menindaklanjuti tentang
adanya informasi terkait peran
oknum jaksa nakal yang membekingi para pejabat yang bermasalah.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum
LSM INFAKUM (Investigasi Fakta Hukum), Berlin Siahaan, kepada
wartawan, di Jakarta pekan lalu.
Menurut Berlin Siahaan, Togu
Siagian, seakan tidak peduli atas semua laporan-laporan para lembaga
masyarakat, terkait dugaan penyimpangan yang dilakukannya pada
proses pelelangan proyek di Sudin
Dikdas Jaktim, khususnya laporan
pengaduan ke Kejaksaan. Dijelaskan, bahwa Togu Siagian memiliki
hubungan keluarga dengan salah satu
oknum petinggi kejaksaan yang dapat melindungi dia (Togu Siagian)
dari segala jeratan hukum.
Jadi sebesar apapun penyimpangan atau korupsi yang dilakukan Togu Siagian, sepanjang dilaporkan ke kejaksaan, tidak akan
bisa diusut oleh penyidik kejaksaan
negeri, karena sudah ada perintah
dari oknum petinggi Kejaksaan
Agung, kata Jhonson.
Terpisah, Ketua Umum LSM
Monitoring Penegakan Hukum Indonesia (MPHI), Reinaldi Lumban

TOGU SIAGIAN
Gaol SH., kepada SK, mengatakan,
kasus dugaan korupsi yang diduga
melibatkan Togu Siagian, sebenarnya sudah sejak lama dilaporkan ke
kejaksaan, namun hingga kini belum ada tindaklanjut laporan tersebut, sehingga lembaganya kembali
melaporkan kasus-kasus dugaan
koruspsi ke Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Metro Jaya.
Terkait laporannya tersebut,
lanjut Reinaldi, akhir Oktober lalu,
penyidik Tipikor Polda Metro
Jaya telah memeriksa Togu Siagian
sebagai saksi. Pemeriksaan itu, terkait dugaan penyimpangan atau
penyalahgunaan wewenangnya sebagai Ketua Panitia Pelelangan,
pada proses pelelangan paket
proyek di Sudin Dikdas Jaktim.
Pada kesempatam itu, Reinaldi
sebagai pelapor juga telah diperiksa berbarangan dengan pemeriksaan
Togu Siagian.
Kata Reinaldi, Togu Siagian
merupakan salah satu pejabat kecil
yang merasa dirinya hebat dan kebal hukum, sehingga dia tidak pernah menghiraukan segala tuntutan
atau keberatan atas semua tindakannya yang dilakukan pada tahuntahun sebelumnya, yang merugikan
para rekanan dan keuangan Negara.
Tim

KANTOR DINAS PPKAD


KAB. KAYONG UTARA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH


KAB. KAYONG UTARA

Mengucapkan

Mengucapkan

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H.

ttd

ttd

JUNAIDI, S.SOS
KEPALA DINAS

IBRAHIM ISMAIL
KEPALA DINAS

melakukan pengawasan, makanan dan minuman khususnya, terhadap produk minuman milik CV. Tirkana. Padahal sudah beberapa kali, pihak
BPOM Pontianak turun ke CV.
Tirkana, bahkan sempat
melakukan penyegelan, bersa-sama dengan pihak Dinas
Kesehatan dan Dinas Perindagkop Ketapang, seperti
yang pernah dijelaskan oleh
Tamrin, dari Deperindagkop
Ketapang beberapa waktu
yang lalu, kepada Metropolitan Pos, di ruangan kerjanya.
Anehnya? mengapa BPOM
Pontianak baru melakukan penyitaan pada minggu kedua
Nopember 2011. Sedangkan pihaknya sudah mengetahui sejak

lama bahwa CV. Tirkana tidak


memiliki ijin edar dari BPOM.
Diduga keras, BPOM Pontianak bersama-sama dengan
Dinas Kesehatan Ketapang, sengaja lakukan pembiaran. Itu
terjadi, ada indikasi BPOM Pontianak dan Dinas Kesehatan
bagi-bagi uang dari hasil penjualan air minum kemasan CV.
Tirkana tampa ijin BPOM
Jakarta. Yang sangat parah
lagi, antara jarak CV. Tirkana
dengan Dinas Kesehatan Ketapang tidaklah sangat jauh, tentunya sudah mengetahui,
adanya air minum tampa ijin
BPOM yang beredar secara luas
pada waktu itu, namun pihak
Dinas Kesehatan seakan akan
tutup mata.  Rahman

Cukong Penambang Liar


Ditangkap Polisi
Ketapang, Metropolitan Pos
Ketua Umum LSM Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Kemiskinan Kabupaten
Ketapang, Yanto Wicaksono,
SH pada 3/10 yang lalu, telah menemui Metropolitan
Pos. Dengan gerah Yanto
Wicaksono menjelaskan bahwa, barang jenis pasir zircon
milik Apong, yang berada di
bagan cabek Desa Air Hitan
Besar, Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang.
Sebanyak kurang lebih
135 ton pasir Zircon, ditangkap Tim dari Polda Kalbar
pada (20/7) yang lalu.
Barang bukti(BB)dari hasil
tangkapan Tim dari Polda Kalbar, berada di Kapolsek
Kendawangan sebanyak 30
ton, di Kapolsek Manis Mata
sebanyak 40 ton, dibagan
Apong di danau buntar sebanyak 40 Ton dan 12 Ton berada
di bagan Apong di Kelangitan.
Sedangkan milik Ameng
dan Ajui, PT.APZ sebanyak
120 Ton dan milik PT. Air
Hitam Resources sebanyak
135 Ton, pada saat itu samasama di BAP oleh Tim Polda
Kalbar.Ternyata diberangkatkan dengan KM. Mega
Kurnia pada (23/7), dengan
tujuan ke Pulau Jawa, kata
Yanto Wicaksono kepada Metropolitan Pos.
Yanto Wicaksono menambahkan bahwa, pihak PT.
AHR telah menghilangkan
barang bukti sebanyak 135
Ton, yang sedang dalam proses hukum. Sedangkan proses
hukumnya sedang ditangani
oleh pihak Polda Kalbar,
barang tersebut menurut
Yanto Wicaksono, tidak jelas
dan bukan berasal dari lokasi ijin usaha pertambangan

(IUP) milik PT. AHR, melainkan diluar wilayah titik Kordinat PT. AHR. Melainkan
pasir Zircon berasal dari lokasi Suren, Bagan Cabe, Danau
Buntar dan Berais, yang selama ini dikirim oleh PT.
AHR kepulau jawa.
Pasir zircon yang sudah
ribuan Ton di kirim ke Pulau
Jawa oleh PT. AHR. Yanto
Wicaksono mengatakan odus
operandi yang dilakukan oleh
oknum PT. AHR, berinisal AP
dan AM, dengan memberikan
bantuan modal kerja kepada
masyarakat secara berkelompok, untuk melakukan penambangan liar diluar IUP-nya
sudah berlansung sejak lama.
Dia meminta kepada
Menteri Lingkungan Hidup,
Menteri Pertambangan dan
Energi, serta Kapolri agar
segera melakukan evaluasi
secara keseluruhan atas ijinijin usaha Pertambangan
yang ada di Kabupaten Ketapang, serta melakukan
penyelidikan yang mendalam tanpa pandang bulu,
terhadap yang tidak memiliki IUP maupun yang meliki
IUP. Yanto Wicaksono berkeyakinan Prusahaan yang
memiliki IUP lah yang menjadi penyebab maraknya penambang liar.  Rahman

YANTO WICAKSONO, SH