Anda di halaman 1dari 28

Nama

: Arizal Rosdi

Kelas

: IA S1 Terapan

BAB VII OPTIK


Cahaya
Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang
gelombang sekitar 380750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik
dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak.

PEMANTULAN CAHAYA
Kita dapat melihat benda disebabkan oleh dua hal, yang pertama, benda bisa memancarkan
cahaya atau benda tersebut adalah sumber cahaya, dan yang kedua adalah benda tersebut
memantulkan cahaya dari sumber cahaya sehingga mata kita bisa menangkap cahaya terpantul
dan kita bisa melihat benda tersebut.
Jenis pemantulan cahaya:
1. pemantulan sempurna { terjadi pada cermin}
2. pemantulan difus atau baur {terjadi pada benda benda yang tidak rata permukaannya}

Cermin
A.Cermin Cekung
Cermin cekung memiliki permukaan pemantul yang bentuknya melengkung atau membentuk
cekungan. Garis normal pada cermin cekung adalah garis yang melalui pusat kelengkungan,
yaitu di titik M atau 2F. Sinar yang melalui titik ini akan dipantulkan ke titik itu juga.
Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar pantul atau konvergen. Ketika sinar-sinar sejajar
dikenakan pada cermin cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik. Titik
perpotongan tersebut dinamakan titik api atau titik fokus (F).
Ketika sinar-sinar datang yang melalui titik focus mengenai permukaan cermin cekung, ternyata
semua sinar tersebut akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama. Akan tetapi, jika sinar

datang dilewatkan melalui titik M (2F), sinar pantulnya akan dipantulkan ke titik itu juga. Sinarsinar istimewa cermin cekung sebagai berikut.

a. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan melalui titik
fokus.

b. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajarsumbu utama.

c. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan ke


titik itu juga.

Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung

Bayangan benda yang diletakkan antara F dan M memiliki sifat nyata, terbalik, dan diperbesar.
Ketika kamu meletakkan sebuah benda dengan jarak lebih besar daripada titik fokus cermin
cekung, bayangan benda yang terjadi selalu nyata karena merupakan perpotongan langsung
sinar-sinar pantulnya (di depan cermin cekung). Akan tetapi, ketika benda kamu letakkan pada
jarak di antara titik focus dan cermin, kamu tidak akan mendapatkan bayangan di depan cermin.
Bayangan benda akan kelihatan di belakang cermin cekung, diperbesar, dan tegak.

Rumus Cermin Cekung


Cermin Cekung berfokus positif. Jika sobat mempunyai benda dengan jarak S dari cermin maka
untuk mencari jarak bayangannya menggunakan rumus

f = fokus cermin
s = jarak benda dari cermin
s = jarak bayangan
sedangkan perbesaran bayangannya menggunakan rumus

s = jarak benda dari cermin


s = jarak bayangan
h = tinggi bayangan
h = tinggi benda

Manfaat Cermin Cekung di Kehidupan Sehari-hari


Pemanfaatan cermin cekung cukup banyak diantaranya

Digunakan sebagai pemantul pada lampu mobil atau berbagai lampu sorot yang lain
pemntul pada lampu senter
Sebagai antena parabola penerima sinyal radio
Sebagai pengumpul sinar matahari pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya

B. Cermin Cembung
Cermin cembung memiliki sifat divergen atau menyebarkankan sinar yaitu bila ada sinar datang
yang sejajar sumbu utama maka sinar tersebut akan dipantulkan seolah olah berasal dari titik
fokus kebalikan dari pemantulan pada cermin cekung yang mengumpulkan sinar. Titik fokus
pada cermin cembung besarnya setengah kali dari jari jari kelengkungan cermin, karena cermin
cembung adalah sebagai busur atau juring dari bangun bola.

Ada tiga sinar istimewa pada cermin cembung


Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah sinar tersebut berasal dari titik
fokus

sinar datang sejajar sumbu utama


Sinar datang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama

sinar datang menuju titik fokus

Sinar datang menuju pusat kelengkungan dipantulkan melalui titik yang sama

sinar datang menuju pusat kelengkungan


Seperti halnya pada cermin cekung, melukis bayangan pada cermin cembung juga diperlukan
minimal dua sinar istimewa. Karena depan cermin adalah ruang IV maka berapapun jarak benda
nyata dari cermin tetap berada di ruang IV . Dengan demikian bayangan dari benda nyata selalu
di ruang I cermin, bersifat maya, diperkecil dan sama tegak dengan bendanya. Proses
pembentukan bayangan pada cermin cembung.

Itulah sebabnya bayangan yang terlihat di dalam kaca spion dari benda-benda nyata di depan
kaca spion tampak mengecil dan spion mampu mengamati ruang yang lebih luas.

Rumus Cermin Cembung


Rumus atau persamaan cermin cembung mirip seperti cermin cekung hanya saja nilai fokusnya
(F) negatif. Untuk rumus perbesaran cermin cembung sama seperti cermin cekung.

Manfaat Cermin Cembung di Kehidupan Sehari-hari


1. Cermin Cembung dipakai sebagai kaca spion berbagai alat transportasi.
2. Sebagai Cermin Pencegah Tabrakan yang sering dipasang di pertigaan atau di perempatan
jalan.

C.Cermin Datar
Pembentukan bayangan pada cermin datar
Hukum pemantulan cahaya menurut Snellius adalah sebagai berikut :
1. Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada bidang datar
2. Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)

Pembentukan bayangan oleh cermin datar adalah dibentuk oleh perpotongan perpanjangan dari
sinar-sinar pantul.
Perhatikan pembentukan bayangan oleh Cermin datar berikut :

Proses pembentukan bayangan :


1. Benda di depan cermin datar.
2. Berlaku hukum pemantulan.
3. Sinar datang pertama (biru muda) melalui ujung benda dan mengenai cermin, akan
dipantulkan oleh cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (biru muda).
4. Sinar datang kedua (merah) melalui ujung benda dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh
cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (merah).
5. Perpotongan perpanjangan sinar pantul pertama dan kedua (biru muda dan merah putus-putus)
berpotongan, dan itu merupakan bayangan ujung benda.
6. Sinar ke tiga (kuning) melalui pangkal benda dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh
cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (kuning), merupakan bayangan pangkal benda.
7. Terbentuklah bayangan benda oleh cermin datar.
Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah :
1. Jarak bayangan ke cermin (s) = jarak benda ke cermin (s)
2. Tinggi bayangan (h) = tinggi benda (h)
3. Sama besar dan berlawanan arah (perbesarannya = 1 kali)
4. Bayangan bersifat maya (di belakang cermin)
Untuk mendapatkan seluruh bayangan benda pada cermin datar, kita harus menggunakan cermin
yang panjangnya minimal dari tinggi bendanya.

L = panjang minimal cermin (m)


h = tinggi benda (m)
Agar bayangan dapat terlihat keseluruhan, maka cermin harus diletakkan dari lantai setinggi;

H = tinggi cermin dari ujung bawah cermin


h = tinggi orang / benda (m)
x = jarak mata ke ujung kepala
Jika dua buah cermin datar diletakkan membentuk sudut , maka jumlah bayangan yang
dibentuk oleh dua cermin datar dari sebuah benda adalah :

n = jumlah bayangan
= sudut apit kedua cermin datar

Lensa
A.LENSA CEMBUNG
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepi. Lensa
cembung disebut juga lensa positif.
Lensa cembung memiliki sifat mengumpulkan cahaya atau konvergen.
Apabila seberkas sinar sejajar sumbu utama dilewatkan pada lensa cembung maka sinar-sinar
tersebut akan dikumpulkan pada satu titik yang disebut dengan titik api atau titik fokus.

f1 = titik fokus bagian depan


f2 = titik fokus bagian belakang
P1 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian depan
P2 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian belakang
O = titik pusat lensa
Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus (f2)
2. Sinar datang melalui titik fokus (f1) akan dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang menuju titik pusat lensa (O) akan diteruskan tanpa dibiaskan

Melukiskan Bayangan Pada Lensa Cembung


Benda terletak di Ruang 2

Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar bias.


Sifat bayangan yang terjadi :
1.
2.
3.

nyata (di belakang lensa)


terbalik
diperbesar

Bayangan dihasilkan setelah terjadi perpanjangan sinar bias.


Sifat bayangan yang terjadi :
1.
2.
3.

maya (di depan lensa)


tegak
diperbesar

B. Lensa Cekung
Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepi. Lensa
cekung disebut juga lensa negatif.
Lensa cekung memiliki sifat yang mirip dengan cermin cembung yaitu menyebarkan cahaya
(divergen) dan membentuk bayangan maya.
Apabila berkas sinar sejajar sumbu utama dilewatkan pada lensa cekung maka sinar-sinar
tersebut akan dibiaskan menyebar seolah-olah disebarkan dari sebuah titik yang terdapat di
depan lensa. Titik inilah yang disebut titik fokus lensa cekung. Titik fokus lensa cekung
dihasilkan dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar bias dan bukan dari perpotongan langsung
sinar-sinar biasnya.

Bagian-bagian dari lensa cekung

f1 = titik fokus bagian depan


f2 = titik fokus bagian belakang
P1 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian depan
P2 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian belakang
O = titik pusat lensa
Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah dari titik fokus (f1)
2. Sinar datang menuju ke titik fokus (f2) akan dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang menuju titik pusat lensa (O) akan diteruskan tanpa dibiaskan

Melukiskan Bayangan Pada Lensa Cekung

Bayangan dihasilkan setelah terjadi perpanjangan sinar bias.


Sifat bayangan yang terjadi :
1.
2.
3.

maya (di depan lensa)


tegak
diperkecil

Rumus-Rumus Umum dalam Lensa


Persamaan Lensa Tipis

s = jarak benda
s' = jarak bayangan
n1 = indeks bias medium sekeliling lensa
n2 = indeks bias lensa
R1 = jari-jari kelengkungan permukaan pertama lensa
R2 = jari-jari kelengkungan permukaan kedua lensa
jari2 (R)(+) untuk lensa cembung (konkaf) dan (-) untuk lensa cekung (konveks)
Jarak Fokus Lensa-lensa

Perbesaran Bayangan

Kekuatan Lensa (P)

Lensa Gabungan

Harus diingat bahwa dalam menggunakan persamaan ini jenis lensa perlu diperhatikan. Untuk
lensa positif (lensa cembung), jarak fokus (f) bertanda plus, sedangkan untuk lensa negatif (lensa
cekung), jarak fokus bertanda minus.

Alat-alat Optik
A.Mata

Mata manusia sebagai alat indra penglihatan dapat dipandang sebagai alat optik yang sangat
penting bagi manusia.
Bagian-bagian mata menurut kegunaan fisis sebagai alat optik :
Kornea merupakan lapisan terluar yang keras untuk melindungi bagian-bagian lain dalam mata
yang halus dan lunak.
Aqueous humor (cairan) yang terdapat di belakang kornea fungsi untuk membiaskan cahaya
yang masuk ke dalam mata.
Lensa terbuat dari bahan bening (optis) yang elastik, merupakan lensa cembung berfungsi
membentuk bayangan.Iris (otot berwarna) membentuk celah lingkaran yang disebut pupil.
Pupil berfungsi mengatur banyak cahaya yang masuk ke dalam mata. Lebar pupil diatur oleh iris,
di tempat gelap pupil membuka lebar agar lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam mata.
Retina (selaput jala) terdapat di permukaan belakang mata yang berfungi sebagai layar tempat
terbentuknya bayangan benda yang dilihat. Bayangan yang jatuh pada retina bersifat : nyata,
diperkecil dan terbalik.
Bintik buta merupakan bagian pada retina yang tidak peka terhadap cahaya, sehingga bayangan
jika jatuh di bagian ini tidak jelas/kelihatan, sebaliknya pada retina terdapat bintik kuning.
Permukaan retina terdiri dari berjuta-juta sel sensitif, ada yang berbentuk sel batang berfungsi
membedakan kesan hitam/putih dan yang berbentuk sel kerucut berfungsi membedakan kesan
berwarna.Otot siliar (otot lensa mata) berfungsi mengatur daya akomodasi mata.
Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke permukaan retina. Oleh sel-sel yang
ada di dalam retina, rangsangan cahaya ini dikirimkan ke otak. Oleh otak diterjemahkan
sehingga menjadi kesan melihat.

1. Daya Akomodasi Mata


Perlu diketahui bahwa jarak antara lensa mata dan retina selalu tetap. Sehingga dalam melihat
benda-benda pada jarak tertentu perlu mengubah kelengkungan lensa mata. Untuk mengubah
kelengkungan lensa mata, yang berarti mengubah jarak titik fokus lensa merupakan tugas otot
siliar. Hal ini dimaksudkan agar bayangan yang dibentuk oleh lensa mata selalu jatuh di retina.
Pada saat mata melihat dekat lensa mata harus lebih cembung (otot-otot siliar menegang) dan
pada saat melihat jauh lensa harus lebih pipih (otot-otot siliar mengendor). Peristiwa perubahanperubahan ini disebut daya akomodasi.
Daya akomodasi (daya suai) adalah kemampuan otot siliar untuk menebalkan atau memipihkan
kecembungan lensa mata yang disesuaikan dengan dekat atau jauhnya jarak benda yang dilihat.
Manusia memiliki dua batas daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu :
1. titik dekat mata (punctum proximum) adalah jarak benda terdekat di depan mata yang masih
dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal (emetropi) titik dekatnya berjarak 10cm s/d 20cm
(untuk anak-anak) dan berjarak 20cm s/d 30cm (untuk dewasa). Titik dekat disebut juga jarak
baca normal.
2. titik jauh mata (punctum remotum) adalah jarak benda terjauh di depan mata yang masih dapat
dilihat dengan jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah tak terhingga.

2. Cacat Mata
Berkurangnya daya akomodasi mata seseorang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan
mata untuk melihat benda pada jarak tertentu dengan jelas. Cacat mata yang disebabkan
berkurangnya daya akomodasi, antara lain rabun jauh, rabun dekat dan rabun dekat dan jauh.
Selain tiga jenis itu, masih ada jenis cacat mata lain yang disebut astigmatisma.
Cacat mata dapat dibantu dengan kacamata. Kacamata hanya berfungsi membantu penderita
cacat mata agar bayangan benda yang diamati tepat pada retina. Kacamata tidak dapat
menyembuhkan cacat mata. Ukuran yang diberikan pada kacamata adalah kekuatan lensa yang
digunakan. Kacamata berukuran -1,5, artinya kacamata itu berlensa negatif dengan kuat lensa 1,5 dioptri.Berkurangnya daya akomodasi mata dapat menyebabkan cacat mata sebagai berikut :

a. Rabun jauh (miopi)

Rabun jauh yaitu mata tidak dapat melihat benda-benda jauh dengan jelas, disebut juga mata
perpenglihatan dekat (terang dekat/mata dekat). Penyebab terbiasa melihat sangat dekat sehingga
lensa mata terbiasa tebal. Miopi sering dialami oleh tukang arloji, penjahit, orang yang suka baca

buku (kutu buku) dan lain-lain.


Untuk mata normal (emetropi) melihat benda jauh dengan akomodasi yang sesuai, sehingga
bayangan jatuh tepat pada retina.
Mata miopi melihat benda jauh bayangan jatuh di depan retina, karena lensa mata terbiasa tebal.
Mata miopi ditolong dengan kacamata berlensa cekung (negatif).

Tugas dari lensa cekung adalah membentuk bayangan benda di depan mata pada jarak titik jauh
orang yang mempunyai cacat mata miopi. Karena bayangan jatuh di depan lensa cekung, maka
harga si adalah negatif. Dari persamaan lensa tipis, 1/f=1/So+1/Si si adalah jarak titik jauh mata
miopi. so adalah jarak benda ke mataf adalah fokus lensa kaca mata.

b. Rabun dekat (hipermetropi)

Rabun dekat tidak dapat melihat jelas benda dekat, disebut juga mata perpenglihatan jauh (terang
jauh/mata jauh). Rabun dekat mempunyai titik dekat yang lebih jauh daripada jarak baca normal.
Penyebab terbiasa melihat sangat jauh sehingga lensa mata terbiasa pipih.
Rabun dekat sering dialami oleh penerbang (pilot), pelaut, sopir dan lain-lain. Rabun jauh
ditolong dengan kacamata berlensa cembung (positif).

Bayangan yang dibentuk lensa cembung harus berada pada titik dekat mata penderita rabun
dekat. Karena bayangan yang dihasilkan lensa cembung berada di depan lensa maka harga si
adalah negatif. Dari persamaan lensa tipis, 1/f=1/So+1/Si
si adalah jarak titik jauh mata hipermetropi. so adalah jarak benda ke mataf adalah fokus lensa
kaca mata.

c. Mata tua (presbiopi)


Mata tua tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang sangat jauh dan benda-benda pada
jarak baca normal, disebabkan daya akomodasi telah berkurang akibat lanjut usia (tua). Pada
mata tua titik dekat dan titik jauh keduanya telah bergeser. Mata tua diatasi atau ditolong dengan
menggunakan kacamata berlensa rangkap (cembung dan cekung). Pada kacamata dengan lensa
rangkap, lensa negatif bekerja seperti lensa pada kaca mata miopi, sedangkan lensa positif
bekerja seperti halnya pada kacamata hipermetropi.

d. Astigmatisma (mata silindris)

Astigmatisma disebabkan karena kornea mata tidak berbentuk sferik (irisan bola), melainkan
lebih melengkung pada satu bidang dari pada bidang lainnya. Akibatnya benda yang berupa titik
difokuskan sebagai garis. Mata astigmatisma juga memfokuskan sinar-sinar pada bidang vertikal
lebih pendek dari sinar-sinar pada bidang horisontal.Astigmatisma ditolong/dibantu dengan
kacamata silindris.

B. Kamera

Kamera digunakan manusia untuk merekam kejadian penting atau kejadian yang menarik.
Banyak jenis dan model kamera dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kamera yang
dipakai wartawan berbeda dengan yang dipakai fotografer. Kamera video dipakai dalam
pengambilan gambar untuk siaran televisi atau pembuatan film. Kamera elektronik (autofokus)
lebih mudah dipakai karena tanpa pengaturan lensa. Dewasa ini sudah ada kamera digital yang
data gambarnya tidak perlu melalui proses pencetakan melainkan dapat dilihat atau diolah
melalui komputer.
Bagian-bagian kamera mekanik (bukan otomatis) menurut kegunaan fisis :

lensa cembung berfungsi untuk membentuk bayangan dari benda yang difoto
diafragma berfungsi untuk membuat sebuah celah/lubang yang dapat diatur luasnya
aperture yaitu lubang yang dibentuk diafragma untuk mengatur banyak cahaya
shutter pembuka/penutup dengan cepat jalan cahaya yang menuju ke pelat film

pelat film berfungsi sebagai layar penangkap/perekam bayangan.Setiap benda yang di


foto, terletak pada jarak yang lebih besar dari dua kali jarak fokus di depan lensa kamera,
sehingga bayangan yang jatuh pada pelat film memiliki sifat nyata, terbalik dan
diperkecil. Untuk memperoleh bayangan yang tajam dari benda-benda pada jarak yang
berbeda-beda, lensa cembung kamera dapat digeser ke depan atau ke belakang.

C.Lup
Pembentukan dan Sifat Bayangan pada LUP
Ada 2 cara dalam menggunakan lup, yaitu dengan mata berakomodasi dan dengan mata tak
berakomodasi.

Pembentukan Bayangan Pada Mata Berakomodasi Maksimum

Dengan ketentuan:

= Pembesaran
= pp = Titik dekat (cm)
= Fokus lup (cm)

Pembentukan Bayangan Pada Mata Tak Berakomodasi

Dengan ketentuan:

= Pembesaran
= pp = 25 = Titik dekat (cm)
= Fokus lup (cm)

D.Mikroskop
Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa okuler,
sehingga dirumuskan:

Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:

= Pembesaran mikroskop
= Pembesaran oleh lensa objektif
= Pembesaran oleh lensa okuler (seperti perbesaran pada lup)
= Titik dekat mata
= Jarak fokus lensa okuler
= jarak bayangan oleh lensa objektif
= jarak benda di depan lensa objektif
= jarak lensa objektif dan lensa okuler

Pembesaran Mikroskop pada saat mata tidak berakomodasi

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:

= Pembesaran mikroskop
= Pembesaran oleh lensa objektif
= Titik dekat mata
= Jarak fokus lensa okuler
= jarak bayangan oleh lensa objektif
= jarak benda di depan lensa objektif
= jarak lensa objektif dan lensa okuler

E. Teropong
1. Teropong Bintang

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:

= Pembesaran teropong bintang


= Jarak fokus lensa objektif

= jarak benda di depan lensa okuler

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:

= Jarak lensa objektif dan lensa okuler


= Pembesaran teropong bintang
= Jarak fokus lensa objektif
= Jarak fokus lensa okuler

2. Teropong Bumi

Pembesaran Teropong Bumi

Dengan ketentuan:

= Pembesaran teropong bumi


= Jarak fokus lensa objektif
= Jarak fokus lensa okuler

Jarak lensa objektif dan lensa okuler

Dengan ketentuan:

= Jarak lensa objektif dan lensa okuler


= Jarak fokus lensa objektif
= Jarak fokus lensa pembalik
= Jarak fokus lensa okuler

Latihan Soal dan Pembahasan


1. Sebuah lup dengan panjang fokus lensa 5 cm digunakan untuk melihat sebuah benda kecil.
Dengan asumsi titik dekat normal adalah 25 cm, tentukan perbesaran lup untuk mata pengamat:
a) mata berakomodasi maksimum
b) mata tidak berakomodasi
c) mata berakomodasi pada jarak 20 cm
Pembahasan Soal
a. mata berakomodasi maksimum

b) mata tidak berakomodasi

c) mata berakomodasi pada jarak 20 cm

2. Seseorang yang mempunyai titik dekat 30 cm ingin melihat sebuah benda dengan lup. Apabila
orang tersebut saat berakomodasi maksimum menginginkan perbesaran sebesar 5 kali, maka
jarak fokus lup yang harus digunakan adalah.....cm
Pembahasan Soal
Data dari soal:
PP = 30 cm
M = 5 kali
Mata berakomodasi maksimum
f = ....?

3. Seorang siswa berpenglihatan normal (jarak baca minimumnya 25 cm) mengamati benda kecil
melalui lup dengan mata berakomodasi maksimum. Jika benda itu 10 cm di depan lup, tentukan:
a) jarak fokus lup
b) kekuatan lup
c) perbesaran bayangan
d) perbesaran bayangan jika anak mengamati benda dengan tanpa berakomodasi

Pembahasan Soal
a) jarak fokus lup
Data :
PP = 25 cm
S = 10 cm
Mata berakomodasi maksimum bayangan lup diletakkan di titik dekat/jarak baca mata,
tambahkan tanda minus (bayangan maya) S' = 25 cm
dengan rumus lensa:

b) kekuatan lup

c) perbesaran bayangan

d) perbesaran bayangan jika anak mengamati benda dengan tanpa berakomodasi

4. Seorang petugas pemilu mengamati keaslian kartu suara dengan menggunakan lup
berkekuatan 5 dioptri. Apabila petugas memiliki titik dekat 25 cm dan memperoleh perbesaran
anguler maksimum saat menggunakan lup, tentukan jarak diletakkannya kartu suara di depan
lup!

Pembahasan Soal
Tentukan fokus lup terlebih dahulu, lanjut dengan rumus mencari bayangan sebuah lensa,
perbesaran maksimum diperoleh saat mata berakomodasi maksimum, sehingga letak bayangan
dari lup diletakkan di titik dekat mata, jangan lupa tambahkan tanda negatif.

5. Ayah Joko lupa membawa kacamata yang biasa digunakan untuk membaca koran sehingga
saat itu beliau membaca koran dengan diletakkan sedikit lebih jauh dari jarak normal yaitu 50
cm. Perkirakan:
a) jenis kelainan mata yang terjadi pada ayah Joko
b) ukuran kacamata yang biasa dipakai ayah Joko
c) jenis lensa kacamata ayah Joko
d) panjang fokus lensa kacamata ayah Joko

Pembahasan Jawaban
a) jenis kelainan mata yang terjadi pada ayah Joko
Jarak titik dekat ayah joko bergeser menjauh dari titik dekat normal yang berada pada kisaran 25
cm atau 30 cm hingga disimpulkan bahwa beliau tidak bisa melihat jelas pada jarak dekat alias
rabun dekat atau hipermetrop
b) ukuran kacamata yang biasa dipakai ayah Joko
Ukuran kacamata ditentukan dengan rumus berikut:
P = 100 / PPN - 100 / PP
dimana
PPN = titik dekat normal dalam satuan cm, PP = titik dekat penderita miopi dalam satuan cm
sehingga
P = 100/25 - 100/50
P = 4 - 2 = 2 dioptri = + 2 D
Catatan:
Jika PPN dan PP dinyatakan dalam satuan meter maka gunakan rumus berikut
P = 1/ PPN - 1/ PP
Hasil akhir haruslah sama dengan rumus sebelumnya!
c) jenis lensa kacamata ayah Joko
Jenis lensa kacamata yang dipakai adalah lensa positif atau lensa cembung.
d) panjang fokus lensa kacamata ayah Joko
Hubungan panjang fokus lensa (f) dengan kuat lensa (P)
f = 1 /P
f = 1/2 meter. Jika diubah ke cm P = 100/2 cm = 50 cm
6. Joko memiliki penglihatan jauh yang lemah dengan titik jauhnya kurang lebih 5 meter.
Perkirakan ukuran kacamata yang harus dipakai Joko, jenis lensa kacamatanya dan panjang
fokus dari lensa kacamata tersebut!
Pembahasan Soal
Si Joko termasuk penderita rabun jauh atau miopi, dimana titik jauh mata bergeser mendekat,
ukuran kacamata yang digunakan ditentukan dengan rumus:
P = 100/PR
dimana PR adalah titik jauh mata penderita dengan PR dinyatakan dalam centimeter atau

P = 1/PR
dengan PR dinyatakan dalam satuan meter. Sehingga:
P = 1/PR = 1/5 = 0,2 dioptri = 0,2 D
Jenis kacamatanya adalah lensa cekung atau lensa negatif dengan jarak fokus
f = 1/P = 1/0,2 = 5 meter
7. Titik dekat mata seseorang 200 cm di muka mata. Agar orang itu dapat melihat pada jarak 25
cm, maka perlu kacamata berkekuatan....dioptri
A. 3,5
B. 0,2
C. -0,2
D. -0,4
E. -0,5
Pembahasan Soal
Rabun dekat
P = 100/PPN - 100/PP
P = 100/25 - 100/200 = 4 - 0,5 = 3,5 dioptri
8. Budi memakai kacamata berukuran 2,5 dioptri perkirakan jarak titik jauh mata Budi!
Pembahasan Soal
Rabun jauh
P = 1/PR
2,5 = 1/PR
PR = 1/2,5 meter = 40 cm
9. Seorang penderita presbiopi dengan titik dekat 75 cm. Agar dapat membaca pada jarak baca
normal (25 cm), orang itu harus memakai kacamata dengan ukuran.....
A. 2/3 dioptri
B. 1 dioptri
C. 2 2/3 dioptri
D. 3 dioptri
E. 3 2/3 dioptri
Pembahasan Soal
Data:
PPN = 25 cm
PP = 75 cm
P =.....
Yang ditanyakan rabun dekatnya, rabun jauhnya tidak ditanya, sehingga

10. Seseorang yang miopi titik dekatnya 20 cm sedang titik jauhnya 50 cm. Agar ia dapat melihat
jelas benda yang jauh, ia harus memakai kacamata yang kekuatannya...
A. - 0,5 dioptri
B. -0,2 dioptri
C. -2,0 dioptri
D. -5,0 dioptri
E. +2,0 dioptri
Pembahasan Soal
Dat soal:
PP = 20 cm
PR = 50 cm
Untuk melihat benda yang jauh Revisi titik jauhnya
P = ....