Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN PAYUDARA
Tempat

: Ruang PKMRS Poli Hamil/ Poli KB RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Sasaran

: Ibu-ibu hamil yang belum pernah mengikuti penyuluhan.

Hari / Tanggal : Rabu, 21 Agustus 2002.


Alokasi waktu : 15 menit.
A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM:
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 15 menit, peserta penyuluhan
mampu melakukan perawatan payudara.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS:
Setelah mendapatkan penyuluhan peserta penyuluhan dapat :
1.

Menjelaskan pengertian perawatan payudara dengan benar.

2.

Menyebutkan tujuan perawatan payudara dengan benar.

3.

Menyebutkan persiapan alata perawatan payudara dengan lengkap dan benar.

4.

Menyebutkan manfaat ASI.

5.

Mendemonstrasikan perawatan payudara dengan benar.

C. MATERI
1.

Pengertian perawatan payudara.

2.

Tujuan perawatan payudara.

3.

Persiapan alat-alat untuk perawatan payudara.

4.

Tehnik / cara perawatan payudara.

5.

Manfaat ASI.

D. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


No
1

3
4
6

Aktifitas Fasilitator
Memberikan
salam
dan
memperkenalkan diri.
Menjelaskan makud pertemuan dan
menjelaskan tujuan dari pembelajaran
Menanyakan apakah ada yang sudah
pernah atau mengetahui tentang
perawatan
payudara,
manfaat
perawatan dan cara perawatannya
Menjelaskan pengertian perawatan
payudara dan manfaat perawatan
payudara.
Menjelaskan dan memperagakan
langkah-langkah perawatan payudara.
Menanyakan apakah ada pertanyaan
dan penutup

Aktifitas peserta
Membalas salam
Mendengarkan

Waktu
2 menit

Menjawab dan
menyapaikan
pendapatnya

2 menit

Mendengarkan
Bertanya

5 menit

Memperhatikan,
mendengarkan
Mempraktekkan
Bertanya

5 menit
2 menit

E. METODE

F.

Ceramah tanya jawab.

Demonstrasi.

MEDIA / AVA :
1. Laflet Perawatan Payudara.
2. Pantom sebagai obyek peragaan / demonstrasi.
3. Perlengkapan perawatan payudara: air, minyak, handuk, waskom.

G. PENGORGANISASIAN
Pemberi Materi

: Ridawati Sulaiman

Pembawa Acara

: Siswanto

Demonstrasi

: Rinik

Evaluator/Observer

: Subhan & Supanik

Pembimbing

: Dwi Purwanti, SKp.


N. K. Sriyuningsih, SH, Amd.Keb.

H. EVALUASI

I.

Struktur

: Pelaksanaan diharapkan sesuai

Proses

: Melalui prosedur tahapan pada perawatan payudara

Hasil

: Diharapkan sesuai tujuan.

SUMBER
- Tintin S. Rencana pengajaran.
- Depkes RI. 1979. Perawatan Ibu di Pusat Kesehatan Masyarakat.
- Christinia Ibrahim. 1989. Perawatan kebidanan Jilid II. Jakarta: Penerbit
Batara.

J.

ALAT EVALUASI
1. Mengapa ibu hamil perlu merawat payudaranya?
2. Sebutkan langkah-langkah dari perawatan buah dada selama kehamilan ?
3. Apakah kegunaan dari kapas dan minyak kelapa dalam perawatan payudara
dalam kehamilan ?

K. KUNCI JAWABAN
1. Agar siap untuk meneteki, karena meneteki akan merangsang pengembalian
kandungan setelah melahirkan, menjalin kasih sayang dengan anak, mencegah
kanker payudara daan memberikan kekebalan pada anak.
2. Memilin puting susu sebanyak 20 kali, kemudian mengurutnya dan mangesekgeseknya dengan handuk kasar dan bila puting susunya tidak rata atau masuk
ke dalam ditarik keluar dengan spuit 10 cc yang dibalik dengan ujungnya
dibuang.
3. Kapas digunakan untuk mengompres payudara dengan baby oil yang bertujuan
agar daki terlepas.

MATERI
1. Pengertian
Perawatan payudara saat hamil adalah merawat sedini mungkin payudara ibu pada
saat kehamilan untuk mempersiapkan payudara sebagai penghasil ASI serta
kebersihannya dan tehnik perawatannya.
2. Waktu melakukan perawatan payudara
Perawatan kebersihan payudara dilakukan sedini mungkin selama kehamilan,
sedangkan untuk massage dimulai pada saat kehamilan mencapai usia 28 minggu, hal
ini bertujuan supaya uterus tidak berkontaksi secara berlebihan akibat rangsangan
dari massage di payudara.
3. Guna ASI
- Membantu proses involusi, yaitu pengembalian kandungan yang tadinya
ditempati oleh janin ibu, karena ibu meneteki maka perut ibu akan terasa mulas,
hal ini merupakan tanda kandungan ibu mulai menyusut dan akan kembali ke
ukuran normal pada saat belum hamil.
- Menjalin kasih sayang antara ibu dan anak.
- Meneteki sendiri merupakan cara yang mudah dan murah dalam memberikan
susu pada bayi.
- ASI adalah makanan yang paling cocok untuk bayi anda.
- Di dalam ASI terkandung sumber daya tahan terhadap beberapa penyakit.
- Mencegah terjadinya kanker payudara.
4. Tehnik perawatan payudara
Kita siapkan alat sesuai dengan kebutuhan, yaitu:
Waskom 2 buah, handuk, spuit 10 cc untuk menarik puting susu yang masuk, kapas,
kassa, minyak kelapa atau baby oil.
Langkah-langkahnya:
- Kompres puting susu dengan menggunakan kapas minyak/ baby oil selama

+3

menit yang bertujuan agar daki terlepas, kemudian kita memilin puting susu
sebanyak 20 kali masing-masing puting yang bertujuan agar saluran susu tidak
tersumbat oleh air yang mengering. Pada saat kita menekan daerah lingkaran
hitam pada sekitar puting jika keluar air susu maka saluran susu pada puting
tidak buntu lagi.
- Kemudian kita lakukan pengurutan pada kedua payudara dengan cara, kita
berikan baby oil atau minyak, kemudian tangan kiri menyangga payudara dan
yang kanan mengurut payudara dari atas ke bawah dari pangkal ke ujung dan hal
ini dilakukan pada kedua payudara.

- Khusus pada ibu yang putingnya tidak rata atau masuk ke dalam maka perlu
ditarik dengan menggunakan spuit 10 cc yang telah di potong pada ujungnya
yang lancip, penggunaannya balik spuit dengan bekas potongan menghadap
keluar dan yang tidak terpotong menghadap ke payudara kemudian ditarik secara
perlahan-lahan secara berulang-ulang.
- Kemudian puting digesek-gesekan pada handuk kasar yang bertujuan agar ibu
beradaptasi terhadap mulut bayi, karena pada saat meneteki nanti puting ibu akan
bersentuhan dengan lidah bayi dan lidah bayi ini kasar.

FISIOLOGIS KEHAMILAN
Perubahan yang terjadi:
1. Hipervolemia yang terjadi sejak umur kehamilan 8 minggu dan akan mencapai
puncak pada saat umur kehamilan mencapai 28 minggu dan akan menetap sampai
saat melahirkan.
2. Jantung dan diafragma akan terdesak keatas oleh karena dorongan dari uterus yang
mengalami pembesaran sesuai dengan umur kehamilan.
Manifetasi secara klinis:
1. Volume darah meningkat.
2. Frekwensi heart rate meningkat.
3. Tekanan darah menurun sedikit.
4. Kekuatan jantung memompa darah meningkat pula.
Insiden penyakit jantung:
Mencapai 1-4 %, di negara atlantik utara mencapai 1-3 % dan di australia 1 %.
Prognosis
Ibu:
Tergantung pada berat ringannya penyakit yang di derita, umur ibu, penyulit,
pengawasan pengobatan, pimpinan persalinan, kepatuhan penderita terhadap
penatalaksanaan.
Bayi:
Penyakit jantung yang tidak terlalu berat tidak terlalu berpengaruh terhadap keadaan
janin perinatal, tetapi penyakit jantung yang berat akan menimbulkan gawat janin/
fetal distress.
Gejala:
Pada pengkajian mungkin akan didapatkan riwayat penyakit dahulu penyakit jantung,
mudah lelah, sesak nafas jika beraktivitas mungkin juga pada saat istirahat, berdebardebar, nadi tak teratur, edema pulmonal serta adanya sianosis.
Klasifikasi:
- Grade I, Tidak ada pembatasan aktivitas fisik dan tidak ada gejala yang nampak.
- Grade II, ada sedikit pembatasan aktivitas fisik, pada saat istrahat tidak ada keluhan,
kegiatan fisik yang meningkat menyebabkan insufisiensi jantung. Gejala yang
timbul adalah: lelah, palpitasi, sesak nafas dan nyeri dada.
- Grade III, Kegiatan fisik dibatasi, pada saat istirahat keluhan berkurang, dengan
sedikit kegiatan fisik sudah kelelahan akibat dari insufisiensi jantung.
- Grade IV, pada saat istirahatpun ada keluhan, kerja fisik yang sangat ringan akan
menimbulkan insufisensi jantung.