Anda di halaman 1dari 5

PERBANDINGAN PSAK 19 REVISI 2010

PSAK 19 REVISI 2010 VS PSAK 19 REVISI 20 00


Exposure Draft dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan pada bulan November
2009 untuk dimintai tanggapan paling lambat tanggal 25 Januari 2010. Ikhtisar ringkas dari
perubahan PSAK 19 revisi 2010 dari PSAK 19 tahun 2000 tentang aset tidak berwujud adalah:
PERIHAL
Ruang Lingkup

Ruang lingkup defenisi

Keteridentifikasian

Perolehan terpisah

PSAK 19 REVISI 2010

PSAK 19 REVISI 2000

Termasuk aset tidak berwujud Tidak termasuk aset tidak


yang terjadi dari kontrak dengan berwujud yang terjadi dari
pemegang polis
kontrak dengan pemegang
polis
Nilai spesifik entitas adalah nilai Tidak menjelaskan definisi
sekarang dari arus kas entitas nilai spesifik
yang diharapkan timbul dari
meneruskan menggunakan aset
dan dari pertukaran aset tersebut
pada akhir masa manfaatnya atau
diharapkan
muncul
saat
menetapkan kewajiban.
Teridentifikasisecara individu
atau keseluruhan
Timbul dari kontrak atau hak
legal lainnya, terlepas apakah
hak tersebut dapat ditransfer
atau terpisah dari entitas atau
dari hak & kewajiban lainnya
Contoh biaya yang dapat
diatribusikan:
Imbalan kerja karyawan (IAS
19)
Biaya untuk menguji
Imbalan profesional
Contoh biaya yang tidak dapat
diatribusikan:
Biaya untuk memperkenalkan
produk atau jasa baru

Tidak
menyebutkan
secara individu atau
keseluruhan
Tidak
menjelaskan
masalah kontrak dan hak
legal
Contoh biaya yan dapat
diatribusikan:
Imbalan profesional
Tidak terdapat contoh biaya
yang
tidak
dapat
diatribusikan

Biaya memindahkan usaha ke


tempat atau ke tingkat
konsumen baru
Biaya
administrasi
dan
overrhead lainnya
Pengakuan biaya pada Tidak termasuk jumlah tercatat Tidak termasuk jumlah
jumlah tercatat aset
aset tak berwujud:
tercatat aset tak berwujud:
Biaya ditangguhkan sampai Selisih
antara
total
aset dapat digunakan sesuai
pembayaran
dengan
keinginan manajemen
nilai tunai dalam hal
pembayaran
Kerugia awal operasi
ditangguhkan melebihi
periode penjualan kredit
normal
Akuisis sebagai bagian Harga perolehan adalah nilai Tidak membahas akuisisi
dari kombinasi bisnis
sebagai
bagian
dari
wajar pada saat akuisisi
Pihak pengakuisisi mengakui kombinasi bisnis
aset terpisah dari goodwill
dalam proses penelitian &
pengembangan pemberi aset
Teknik untuk mengukur menerapkan
beberapa Tidak membahas teknik
nilai wajar aset tak
gambaran transaksi saat ini ke untuk mengukur nilai wajar
berwujud yang diperoleh
dalam
indicator
yang aset tak berwujud yang
dari kombinasi bisni
mengarahkan
profitabilitas diperoleh dari kombinasi
bisnis
aset
mengurangi perkiraan arus kas
yang akan datang dari aset
Akuisisi dengan hibah Pemerintah mengalokasikan Tidak
terdapat
aturan
pemerintah
hibah
aset tak berwujud kepada mengenai
pemerintah
entitas
Entitas dapat mengakui harga
perolehan dengan nilai wajar
atau nilai nominal
Aset
tak
berwujud Harga perolehan diukur dengan Harga perolehan sebesar
diperoleh
melalui nilai wajar, kecuali:
nilai wajar aset yang
pertukaran
Transaksi
kurang diterima
mengandung
substansi
komersial
Nilai wajar aset yang diterima
atau diserahkan tidak dapat
diandalkan
Pengeluaran
setelah Dihapus karena telah dijelaskan Pengeluaran yang tidak
perolehan
dalam paragraf lain dalam IAS 38 diakui sebagai beban:

Pengukuran
perolehan

Pengeluaran
yang
meningkatkan manfaat
ekonomis di masa depan
Pengeluaran
tersebut
dapat diukur secara
andal
setelah Entitas dapat memilih model Entitas
hanya
dapat
harga perolehan atau model menggunakan model harga
revaluasi
perolehan

Masa manfaat ekonomis

Entitas dapat menentukan:


Masa manfaat terbatas
Masa manfaat tidak terbatas
Masa
manfaat
tak Tidak diamortisasi
terbatas
Pengujian
penurunan nilai
aset setiap tahun & ketika
terdapat indikasi penurunan
nilai
Mengestimasi nilai yang Tidak
terdapat
ketentuan
dapat diperoleh kembali
mengenai hal ini

Penghentian & pelepasan

Umumnya
tidak
melebihi 20 tahun
Tidak terdapat ketentuan
mengenai hal ini

Setiap tahun dilakukan


penilaian terhadap:
Aset tak berwujud yang
belum digunakan
Aset tak berwujud yang
diamortisasi lebih dari
Keuntungan dari pelepasan Tidak terdapat aturan
tidak diklasifikasikan sebagai
mengenai hal ini
revenue
(diakui
sebagai
gain/loss)

PERBEDAAN PSAK 19 (REVISI 2010) DENGAN IAS 38 (2009)

PERIHAL

IAS38

PSAK 19 REVISI 2010

Ruang Lingkup

Point 2 D dan 2 C disajikan Point 2 D digabungkan


secara terpisah
dengan point 2 C karena
mempunyai substansi yang
sama

Paragraf 38

Dihapus oleh IASB pada tahun


2008kan
karena
tidak
relevan, agar sesuai dengan
terkait dengan perubahan di
IFRS 3 Business Combination.
Paragraf berikutnya tidak
disesuaikan

Dihapuskan karena tidak


relevan karena PSAK 22 akan
direvisi berbarengan, terkait
dengan perubahan pada IFRS
3 (PSAK 22) dan nomor
paragraf selanjutnya telah
disesuaikan

Paragraf 41 butir Penjelasan Pada paragraph 41 (a) tidak Pada paragraph 40 (a) DSAK
mengenai relief from royalty menjelaskan
pengertian menambahkan
penjelasan
mengenai relief from royalty. mengenai relief from royalty
agar lebih jelas.
Paragraf 69 A

Penomoran paragraf tetap Pada paragraph 40 (a) DSAK


menjadi paragraf 69 A
menambahkan
penjelasan
mengenai relief from royalty
agar lebih jelas.

Paragraf 115 A

Penomoran paragraf tetap Penomoran paragraf menjadi


menjadi 115 A
paragraf 116 dan nomor
paragraf
selanjutnya
disesuaikan

Paragraf 129

Dihapus karena tidak relevan

Paragraf 130 A - D

Tidak
diadopsi
karena
pernyataan-pernyataan yang
Ketentuan transisi terkait terkait tersebut diadopsi
dengan perubahan dalam dengan
masa
efektif
pernyataan-pernyataan
sama.tidak relevan
lainnyabaikan IAS 38

Dihapus karena tidak relevan


dan penomoran selanjutnya
disesuaikan

Paragraf 132

Mengenai penerapan awal Tidak diadopsi. karena tidak


IAS 38
relevan dan nomor paragraf
selanjutnya disesuaikan