Anda di halaman 1dari 3

Tugas Dan Fungsi Pelajar Muhammadiyah

Pelajar Muhammadiyah mempunyai tugas dan fungsi yang sangat luar biasa hebat. Tugas dan
fungsi pelajar Muhammadiyah tersebut tidak hanya tertuju kepada diri mereka sendiri,
melainkan tertuju kepada lingkungan, masyarakat atau umat, dan bangsa.
1. Tugas dan Fungsi Pelajar Muhammadiyah
Sebagai Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Pelajar Muhammadiyah mempunyai
tugas dan fungsi pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha muhammadiyah
(AUM) yang dikenal dengan singkatan P3M. Secara terinci dibawah ini dikemukaan
penjelasannya.
a. Sebagai pelopor, maksudnya yang memelopori atau merintis usaha-usaha baru yang
belum pernah dikerjakan oleh Muhammadiyah.b. Sebagai pelangsung, maksudnya
yang meneruskan dan melaksanakan amal usaha yang pernah dikerjakan oleh
Muhammadiyah.
b. Sebagai penyempurna, maksudnya yang melengkapi, mengembangkan dan
menyempurnakan amal usaha Muhammadiyah yang dirasa kurang serta belum
lengkap.
2. Maksud dan Tujuan Pendidikan Kemuhammadiyahan
a. Pendidikan Kemuhammadiyahan menjadi mata pelajaran yang diberikan di sekolahsekolah Muhammadiyah dengan harapan para pelajar Muhammadiyah dapat memiliki
pengetahuan tentang apa, bagaimana dan kemana Muhammadiyah itu.
b. Para pelajar Muhammadiyah yang memiliki tugas dan fungsi seperti tersebut di atas,
sebagai P3M, terpanggil untuk mempelajari lebih jauh dan lebih mendalam tentang
persyarikatan Muhammadiyah dengan segala seluk beluknya.
c. Pendidikan Kemuhammadiyahan akan memberikan bekal kepada pelajar
Muhammadiyah sehingga mereka menjadi kader-kader Muhammadiyah yang tangguh
meneruskan serta melangsungkan cita-cita dan amal usaha Muhammadiyah.
d. Pendidikan Kemuhammadiyahan akan membantu kader-kader pembela bangsa dan
negara Indonesia serta agama Islam melalui upaya pendayagunaan dan pelestarian
amal usaha Muhammadiyah yang menyentuh segala bidang kehidupan manusia.
e. Dengan mengenal Muhammadiyah dan segala amal usaha serta aktivitas di dalamnya
sebagai ibadah niscaya timbulah perasaan bahwa Muhammadiyah adalah miliknya.
f. Dengan dasar memiliki Muhammadiyah maka pelajar-pelajar Muhammadiyah
mempunyai kewajiban moral untuk menjaga, memelihara, meningkatkan,
mengembangkan dan mempertahankan keberadaanya sebagai amanah yang harus
dipertanggungjawabkan.
g. Dengan demikian maksud dan tujuan pendidikan kemuhammadiyahan bukan hanya
sebagai ilmu untuk ilmu, melainkan mempunyai tujuan khusus bagi persyarikatan
Muhammadiyah, yaitu menumbuhkan rasa memiliki Muhammadiyah dikalangan
pelajar Muhammadiyah.
3. Ruang Lingkup Pendidikan Kemuhammadiyahan
Adapun ruang lingkup pendidikan Kemuhammadiyahan bagi para pelajar dan kaderkader Muhammadiyah seperti .
a. Sejarah Muhammadiyah
b. Organisasi Muhammadiyah
c. Kepribadian Muhammadiyah
d. Amal Usaha Muhammadiyah
Sejarah Muhammadiyah meliputi latar belakang berdirinya Muhammadiyah, riwayat
tokoh pendiriannya, dasar dan buah pikirannya, ciri-ciri khusus Muhammadiyah,
hambatan dan tantangan yang dihadapi Muhammadiyah.

Organisasi Muhammadiyah meliputi pengertian, manfaat dan dasar berorganisasi, unsurunsur organisasi, atribut Muhammadiyah dan organisasi otonom yang ada di dalam
Muhammadiyah.
Kepribadian Muhammadiyah meliputi pengertian tentang apa kepribadian
Muhammadiyah itu, keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah, khittah perjuangan
Muhammadiyah dan keluarga sakinah, yang sumber ajaranya adalah Islam berdasarkan
Al Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Kepribadian Muhammadiyah merupakan
sifat dan sikap perilaku yang menjadi nilai positifbagi perkembangan Muhammadiyah
dengan segala amal usahanya dari masa ke masa.
Amal usaha Muhammadiyah adalah lapangan beramal bagi anggota Muhammadiyah
yang meliputi berbagai macam bidang kehidupan dan kepentingan umat manusia.
4. Pendidikan Muhammadiyah
a. Pribadi pribadi sebagai contoh
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia menunjukan bahwa banyak putra-putra terbaik
Indonesia yang merupakan pendidik, hasil didik, dan pengurus Muhammadiyah
seperti :
1) Panglima Besar Jendral Sudirman, beliau sebagai anak didik Muhammadiyah di
daerah Cilacap Jawa Tengah dan pernah pula menjadi pengurus dan guru
Muhammadiyah.
2) Bung Karno, Presiden RI Pertama yang pernah aktif di kepengurusan
Muhammadiyah, bahkan pernah menjabat ketua Muhammadiyah Majelis
Pendidikan di Bengkulu.
3) KH. Mas Mansyur, salah satu tokoh empat serangkai dan pahlawan nasional,
seorang ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
4) Prof. Abdul Kahar Muzakkir, seorang Pengurus Pusat Muhammadiyah, beliaulah
sebagai salah satu penandatangan Piagam Jakarta.
5) Mulyadi Djojomartono, beliau pernah menjadi Menteri Sosial juga pendidik dan
pengurus Muhammadiyah.
6) Buya Prof. Dr. Hamka, beliau termasuk putra terbaik bangsa Indonesia, jabatan
terakhir sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia juga selalu aktif di kepenguruan
dan kegiatan Muhammadiyah.
7) H. Mohammad Suharto, beliau Presiden RI kedua yang pernah mengeyam
pendidikan Muhammadiyah.
Mengapa Muhammadiyah mampu mengantarkan mereka manusia-manusia besar
yang berjasa terhadap bangsa dan negara ? yang demikian itu karena adanya Nashrun
Minallah (pertolongan dari Allah) dan upaya maksimal sebagai ikhtiar
Muhammadiyah yang mempunyai tujuan pendidikan yang mapan, yaitu yang
berbunyi :
Terwujudnya manusia Muslim yang berakhlak mulia, cakap dan percaya pada diri
sendiri, serta berguna bagi bangsa dan negara.
b. Ciri-ciri Khas Pendidikan Muhammadiyah
Perlu diketahui bahwa salah satu hal yang mendorong KH Ahmad Dahlan mendirikan
Muhammadiyah adalah kenyataan adanya pendidikan yang tidak seimbang, baik yang
diselenggarakan oleh Pemerintah Belanda (penjajah) maupun oleh sebagian kaum
Muslimin. Sekolah-sekolah umum yang diselenggarakan Pemerintah Belanda tidak
ada pengetahuan agamanya, hanya pengetahuan umum saja, sedangkan sekolahsekolah yang ada dan pesantren-pesantren yang ada waktu itu pada umumnya tidak
diajarkan pengetahuan umum, disitu hanya diajarkan pengetahuan agama semata.

Menurut KH Ahmad Dahlan para pelajar disekolah umum harus belajar pengetahuan
agama dan para santri harus mendapatkan pengetahuan umum. Sistem inilah yang
dipraktekan beliau dengan mendirikan Sekolah Muhammadiyah pada tahun 1919 M
yang kurikulumnya (mata pelajarannya) dibuat secara seimbang antara pengetahuan
agama dan pengetahuan umum. Cara-cara inilah yang kemudian menjadi ciri khas
pendidikan Muhammadiyah sampai dewasa ini dan insyaAllah berlaku seterusnya.
c. Tilka Asyratun Kaamilah
Dilingkungan Muhammadiyah, sejak awal didirikan, putra-putrinya dididik di luar
keluarga dan luar sekolah dengan gerakan kepanduan (sekarang : pramuka ) yang
dinamakan Hizbul Wathan artinya pencinta tanah air atau dikenal dengan sebutan
Pandu HW
Sebagaimana dalam pramuka dikenal dengan Dasa Dharma, maka dalam pandu HW
terdapat 10 undang-undang HW yang pada hakikatnya merupakan inti sari Quran
dan Hadits.
Undang-undang HW telah mengantarkan banyak putra-putri Indonesia menjadi
tokoh-tokoh terbaik bangsa, oleh karena itu undang-undang HW dinamakan Tilka
Asyratun Kaamilah (artinya : yang demikian itu sepuluh yang sempurna ). Tilka
Asyratun Kaamilah berisi hal-hal sebagai berikut :
1. Pelajar Muhammadiyah itu selamanya dapat dipercaya
2. Pelajar Muhammadiyah itu setiakawan
3. Pelajar Muhammadiyah itu selalu siap menolong dan wajib berjasa.
4. Pelajar Muhammadiyah itu suka perdamaian dan persaudaraan.
5. Pelajar Muhammadiyah itu tahu adat sopan santun serta perwira.
6. Pelajar Muhammadiyah itu penyayang bagi semua makhluk.
7. Pelajar Muhammadiyah itu selalu melakukan perintah dengan tidak membantah.
8. Pelajar Muhammadiyah itu selalu sabar dan bermuka manis
9. Pelajar Muhammadiyah itu hemat dan cermat
10. Pelajar Muhammadiyah itu suci dalam pikiran, perkatan dan perbuatan.