Anda di halaman 1dari 20

PENGELOLAAN

KEUANGAN DAN ASET DESA

PELATIHAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN DESA


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
JAKARTA, 2012

TUJUAN

1. Menjelaskan pengertian keuangan desa.


2. Menjelaskan sumber-sumber pendapatan
desa.
3. Menjelaskan Pola Pengelolaan Keuangan
Desa.
4. Menjelaskan Pola Pengelolaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa.

LIMA KEBIJAKAN POKOK/BARU


DALAM PENATAAN PEMERINTAHAN DESA
(BERDASARKAN UU. NOMOR 32 TAHUN 2004)
(1) PENAMBAHAN
KEWENANGAN DESA

(2) KEPASTIAN SUMBERSUMBER KEUANGAN DESA

(3) MEMPERKUAT KEDUDUKAN


KEPALA DESA

KEWENANGAN DESA (BARU):


KEWENANGAN KABUPATEN/KOTA
YANG DISERAHKAN
PENGATURANNYA KEPADA DESA
SUMBER KEUANGAN DESA (BARU):
BAGI HASIL PAJAK DAERAH
BAGI HASIL RETRIBUSI DAERAH
BAGIAN DARI DANA PERIMBANGAN
KEUANGAN PUSAT DAN DAERAH
YANG DITERIMA KAB/KOTA (ALOKASI
DANA DESA/ADD)
DILARANG MENJADI PENGURUS
PARTAI POLITIK
KEDUDUKAN KEUANGAN
POLA PERTANGGUNGJAWABAN

(4) PRINSIP DEMOKRASI DESA:


MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT
DALAM PENETAPAN KEBIJAKAN
PEMERINTAHAN DESA

BADAN PERWAKILAN DESA


MENJADI
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

(5) MENDORONG PENINGKATAN


KINERJA ADMINISTRASI
PEMERINTAHAN DESA

SEKRETARIS DESA
DIISI DARI PEGAWAI NEGERI SIPIL

1.
2.

BAGI HASIL PAJAK DAERAH


KAB/KOTA (10% UTK DESA)

3.

SUMBER-SUMBER
KEUANGAN DESA

PENDAPATAN ASLI DESA;

BAGI HASIL RETRIBUSI


DAERAH KAB/KOTA;

4.

BAGIAN DARI DANA PERIMBANGAN


KEUANGAN YG DITERIMA KAB/KOTA
(10% UNTUK DESA, YAKNI ALOKASI
DANA DESA/ADD)

5.

BANTUAN KEUANGAN DARI


PEMERINTAH PUSAT, PROVINSI,
DAN KAB/KOTA
6.

HIBAH DAN SUMBANGAN


DARI PIHAK KETIGA

HUBUNGAN ANTARA KEWENANGAN DESA


DENGAN SUMBER-SUMBER KEUANGAN DESA
(PRINSIP MONEY FOLLOW FUNCTION)
SESUAI UU. NOMOR 32 TAHUN 2004
KEWENANGAN
DESA
1.

KEWENANGAN YG SUDAH ADA


BERDASARKAN HAK ASAL
USUL DESA.

2.

KEWENANGAN KAB/KOTA YG
DISERAHKAN PENGATURANNYA KEPADA DESA.

SUMBER-SUMBER
KEUANGAN DESA
1.
2.

BAGI HASIL PAJAK DAERAH


KAB/KOTA (10% UTK DESA)

3.
4.

3.

4.

TUGAS PEMBANTUAN DARI


PEMERINTAH, PROVINSI,
DAN KAB/KOTA.
URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA YANG OLEH PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN DISERAHKAN KEPADA DESA.

PENDAPATAN ASLI DESA;

BAGI HASIL RETRIBUSI


DAERAH KAB/KOTA;
ALOKASI DANA DESA (BAGIAN DARI
DANA PERIMBANGAN KEUANGAN YG
DITERIMA KAB/KOTA 10% UTK DESA)

5.

BANTUAN KEUANGAN DARI PEMERINTAH PUSAT, PROVINSI, DAN KAB/KOTA


6.

HIBAH DAN SUMBANGAN


DARI PIHAK KETIGA.

PENDAPATAN ASLI DESA

HASIL USAHA DESA

BAGIAN LABA BADAN USAHA MILIK DESA


HASIL USAHA EKONOMI DESA SIMPAN PINJAM
BAGIAN LABA LUMBUNG PANGAN DESA
HASIL KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA
LAIN-LAIN HASIL USAHA DESA YANG SAH

HASIL KEKAYAAN DESA

TANAH KAS DESA


PASAR DESA
TAMBATAN PERAHU
BANGUNAN DESA
PELELANGAN IKAN MILIK DESA
LAIN-LAIN KEKAYAAN MILIK DESA

HASIL SWADAYA, GOTONG


ROYONG, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT

KONTRIBUSI DANA
KONTRIBUSI IN NATURA (SEPERTI TENAGA,
BAHAN BAKU LOKAL YG DAPAT DIHITUNG
DALAM NILAI UANG)

LAIN-LAIN PENDAPATAN
ASLI DESA YANG SAH

HIBAH DARI PEMERINTAH PUSAT, PROV,


ATAU KAB/KOTA.
DANA DARURAT DARURAT DARI PEMERINTAH,
DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KORBAN/
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA ALAM;
PENDAPATAN BUNGA DEPOSITO

BAGI HASIL PAJAK/RETRIBUSI DAERAH


KABUPATEN/ KOTA KEPADA DESA
HASIL PAJAK/
RETRIBUSI DAERAH

MINIMAL 10%
UNTUK DESA
DUA ALTERNATIF
KEBIJAKAN

KEADILAN KOMUTATIF:
10 % DARI HASIL PENERIMAAN
PAJAK/RETRIBUSI DAERAH
DI DESA BERSANGKUTAN

KEADILAN DISTRIBUTIF:
10 % DARI TOTAL PENERIMAAN PAJAK/
RETRIBUSI DAERAH DIBAGI SECARA
MERATA UNTUK SELURUH DESA

IDEALNYA:
PERPADUAN/KOMBINASI
ANTARA DUA PENDEKATAN
KEADILAN TERSEBUT

BANTUAN KEUANGAN DARI


PUSAT, PROVINSI, DAN
KABUPATEN/KOTA KEPADA DESA
DUA PERTIMBANGAN
KEBIJAKAN
PELAKSANAAN ASAS
TUGAS PEMBANTUAN

AKSELERASI
PEMBANGUNAN DESA

DUA POLA ALOKASI

PROGRAM INDIKATIF
(PEMERINTAHAN DESA
SEBAGAI PELAKSANA)

DANA TUNAI
(CASH TRANSFER)
(PEMERINTAHAN DESA
BERWENANG MENGATUR)

KOMPETISI PROPOSAL
ANTAR DESA

PEMENUHAN KEBUTUHAN
SELURUH DESA

DUA PERTIMBANGAN
ALOKASI
8

KEBIJAKAN
ALOKASI DANA DESA

ARAHAN
KEBIJAKAN
UMUM

BAGIAN DARI DANA


PERIMBANGAN KEUANGAN
ANTARA PEMERINTAH PUSAT
DAN DAERAH YG DITERIMA
KABUPATEN/KOTA

DANA PERIMBANGAN:
DANA BAGI HASIL
DANA ALOKASI UMUM
DANA ALOKASI KHUSUS

DIKURANGI ALOKASI DASAR


UTK BELANJA PNS DAERAH
MINIMAL 10% UNTUK ADD
BAGI SELURUH DESA
POLA ALOKASI

ALOKASI DANA DESA MINIMAL:

ALOKASI DANA DESA PROPORSIONAL:

60% DARI TOTAL ADD DIBAGI


SECARA MERATA UTK SELURUH DESA

40% DARI TOTAL ADD DIBAGI UTK DESADESA TERTENTU SESUAI HASIL PENILAIAN

DIATUR DAN DIURUS


OLEH PEMERINTAHAN DESA

TOTAL ADD TIAP DESA

KEBIJAKAN
ALOKASI DANA DESA
ALOKASI DANA DESA
PROPORSIONAL/ADDP
DITETAPKAN BERBEDA-BEDA
UNTUK TIAP DESA
DIANALISIS BERDASARKAN
DUA VARIBAEL POKOK

VARIABEL INDEPENDEN UTAMA:


KEMISKINAN, PENDIDIKAN DASAR,
KESEHATAN, DAN
KETERJANGKAUAN DESA

VARIABEL INDEPENDEN TAMBAHAN:


JUMLAH PENDUDUK, LUAS WILAYAH,
POTENSI EKONOMI, TINGKAT PARTISIPASI
MSY, JMLH UNIT KOMUNITAS DI DESA, dll.

KETEPATAN ADD UNTUK TIAP DESA,


TERGANTUNG AKURASI DATA DESA
10

PENGELOLAAN
ALOKASI DANA DESA
PRINSIP-PRINSIP KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA:
MENDORONG SEMANGAT DESENTRALISASI, KHUSUSNYA
DESENTRALISASI FISKAL SEJALAN DENGAN DESENTRALISASI KEWENANGAN;
DIALOKASIKAN SECARA ADIL, TRANSPARAN DAN AKUNTABEL;
PASTI DAN DAPAT DIUKUR KINERJA HASIL KEGIATAN.
TUJUAN ALOKASI DANA DESA:
MEMPERKUAT KEDUDUKAN DESA SEBAGAI GARIS DEPAN
(FRONT LINE) PEMERINTAHAN SECARA NASIONAL
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DESA DALAM MENETAPKAN
KEBIJAKAN DAN PROGRAM SERTA PEMBIYAAN PEMBANGUNAN
DESA SESUAI ESENSI MASALAH DAN PRIORITAS KEBUTUHAN MSY.
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DESA SECARA PARTISIPATIF;
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PMERINTAHAN DESA
KEPADA MASYARAKAT.

11

MEKANISME PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA


(MENYATU DENGAN PENGELOLAAN APB-DESA)

PERENCANAAN

PEMBAHASAN
DAN PENETAPAN
PERDES TENTANG
APB-DESA

PENCAIRAN
DANA ADD

PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA


(RKP-DESA) PADA FORUM MUSRENBANGDES.
PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN/RKA
(BERDASARKAN RKP-D), YAKNI: RKA OPERASIONAL
PEMDES DAN RKA PEMBERDAYAAN MSY
KADES BERSAMA BPD MEMBAHAS RANCANGAN
PERATURAN DESA TENTANG RAPB-DESA.
PENETAPAN PERDES TENTANG APB-DESA.
KADES MENGAJUKAN USULAN KEPADA BUP/WK (SURAT
PERMINTAAN PEMBAYARAN/SPP. NO. REKENING DESA,
KEPUTUSAN KADES TENTANG KUASA PENGGUNA
ANGGARAN/KPA DAN BENDAHARA);
BAGIAN KEUANGAN KAB/KOTA MEMPROSES ADMINISTRASI PENCAIRAN DAN MENTRANSFER DANA ADD
KEPADA REKENING DESA DI BANK YANG DITUJU.
DICAIRKAN SECARA PERIODIK (BULANAN / TRIWULANAN)
SETELAH PERTANGGUNGJAWABAN REALISASI DANA ADD
PERIODE SEBELUMNYA.
PENCAIRAN DANA ADD DI BANK OLEH KPA & BENDAHARA.

12

MEKANISME PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA


(MENYATU DENGAN PENGELOLAAN APB-DESA)
PELAKSANAAN
KEGIATAN
ADMINISTRASI
DANA ADD

PERTANGGUNGJAWABAN DAN
PELAPORAN

PEMBINAAN DAN
PENGAWASAN

OLEH PEJABAT PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN


(DITETAPKAN DGN KEPUTUSAN KADES)
OLEH KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAN BENDAHARA
PERTANGGUNGJAWABAN ADD TERINTREGASI
DENGAN PERTANGGUNGJAWABAN APBDESA.
JENIS PELAPORAN: LAPORAN BERKALA, DAN
LAPORAN AKHIR.
LAPORAN PENGGUNAAN ADD DARI KADES
KEPADA BUPATI MELALUI CAMAT
KECAMATAN MEMBUAT LAPORAN/REKAPAN
DARI SELURUH LAPORAN TINGKAT DESA
DAN SECARA BERTAHAP DILAPORKAN
KEPADA BUPATI
PEMERINTAH PROVINSI WAJIB MENGKOORDINASI
PEMBERIAN DAN PENYALURAN ADD DARI KAB/
KOTA KEPADA DESA;
PEMERINTAH KAB/KOTA WAJIB MEMBINA DAN
MENGAWASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN
KEUANGAN DESA (TERMASUK ADD)
CAMAT WAJIB MEMFASILITASI DAN MENGKORDINASI
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (TERMASUK ADD)
13

ARAH PENGGUNAAN
ALOKASI DANA DESA

BIAYA OPERASIONAL
PEMDES (30%)

CONTOH:
PENGHASILAN TETAP KADES
DAN PERANGKAT DESA
BIAYA OPERASIONAL PEMDES
BIAYA OPERASIONAL BPD

NAMUN:
BAGI DESA YANG BELUM MAMPU
MEMBIAYAI PENGHASILAN TETAP
KADES DAN PERANGKAT DESA,
WAJIB DIBIAYAI OLEH APBD
KABUPATEN/KOTA.

PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT ( 70% )

CONTOH:
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
PENGEMBANGAN BUM-DESA
PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA
PEMBANGUNAN KESEHATAN (POSYANDU).
BANTUAN OPERASIONAL LKMD/LPM
BANTUAN OPERASIONAL PKK
BANTUAN OPERASIONAL RT.RW, DUSUN
PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA
BIDANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
INFRASTRUKTUR DESA, DLL

14

STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA


(BERDASARKAN PP. NOMOR 72 TAHUN 2005)
CONTOH:
KEPALA
DESA
BADAN
PERMUSYAWARATAN
DESA (BPD)

LKMD atau LPM


SEKRETARIS
DESA

KEPALA
SEKSI
PEMERINTAHAN

KEPALA
SEKSI
PEMBANGUNAN

KEPALA
URUSAN
ADMINISTRASI

KEPALA
SEKSI
KESEJAHTERAAN

KEPALA
DUSUN

KEPALA
DUSUN

KEPALA
DUSUN

PARA
KETUA RW

PARA
KETUA RW

PARA
KETUA RW

PARA
KETUA RT

PARA
KETUA RT

PARA
KETUA RT

KEPALA
URUSAN
KEUANGAN

KETERANGAN:
HUBUNGAN KONSULATIF KADES DAN BPD
HUBUNGAN KEMITRAAN KADES DAN LKMD/LPM
HUBUNGAN PERINTAH KADES DAN PERANGKAT DESA

15

KEPALA
URUSAN
UMUM

PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

DASAR HUKUM:
UU. NO. 17 THN 2003 TTG KEUANGAN NEGARA
UU. NO. 1 THN 2004 TTG PERBENDAHARAAN NEGARA
UU. NO. 15 THN 2004 TTG PEMERIKSAAN PENGELOLAAN
DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN NEGARA
UU. NO. 25 THN 2004 TTG SISTEM PERENCANAAN
PEMBANGUNAN NASIONAL
UU. NO. 32 THN 2004 TTG PEMERINTAHAN DAERAH
UU. NO. 33 THN 2004 TTG PERIMBANGAN KEUANGAN
ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAHAN DAERAH
PP. NO. 58 THN 2005 TTG PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
PP. NO. 72 THN 2005 TTG DESA;
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 37 TAHUN 2007
TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

16

PENGELOLAAN KEUANGAN DESA


KEUANGAN DESA :
SEMUA HAK DAN KEWAJIBAN DESA DALAM RANGKA
PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA YANG
DAPAT DINILAI DENGAN UANG, TERMASUK DIDALAMNYA
SEGALA BENTUK KEKAYAAN YANG BERHUBUNGAN
DENGAN HAK DAN KEWAJIBAN DESA TERSEBUT.

PENGELOLAAN KEUANGAN DESA :


KESELURUHAN PROSES KEGIATAN, YG MELIPUTI:
PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN,
PELAKSANAAN DAN PENATAUSAHAAN,
PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN,
SERTA PENGAWASAN KEUANGAN DESA

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA:


RENCANA KEUANGAN TAHUNAN PEMERINTAHAN DESA
YANG DIBAHAS DAN DISETUJUI BERSAMA OLEH
PEMERINTAH DESA DAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA,
YANG DITETAPKAN DENGAN PERATURAN DESA.

17

AZAS
AZAS PENGELOLAAN
KEUANGAN
KEUANGAN DESA
KEUANGAN DESA DIKELOLA BERDASARKAN
AZAS-AZAS
TRANSPARAN,
AKUNTABEL,
PARTISIPATIF
PARTISIPATIF SERTA
SERTA DILAKUKAN DENGAN
TERTIB DAN DISIPLIN ANGGARAN;
PENGELOLAAN
KEUANGAN
DESA,
DILAKSANAKAN DALAM MASA 1 (SATU) TAHUN
ANGGARAN,
ANGGARAN, YAKNI
YAKNI MULAI
MULAI TANGGAL
TANGGAL 1 JANUARI
JANUARI
SAMPAI DENGAN
DENGAN TANGGAL
TANGGAL 31
31 DESEMBER.
DESEMBER.

18

PENGELOLA
PENGELOLA KEUANGAN
KEUANGAN DESA
DESA
1.
1.

2.
2.

3.
3.
4.
4.
5.
5.

6.
6.

Pemegang
Pemegang Kekuasaan
Kekuasaan Pengelolaan
Pengelolaan Keuangan
Keuangan Desa
Desa adalah
adalah Kepala
Kepala Desa,
Desa,
yang
yang karena
karena jabatannya
jabatannya mempunyai
mempunyai kewenangan
kewenangan menyelenggarakan
menyelenggarakan
keseluruhan
keseluruhan pengelolaan
pengelolaan keuangan
keuangan desa.
desa.
Kepala
Kepala Desa
Desa sebagai
sebagai Kepala
Kepala Pemerintah
Pemerintah Desa
Desa dan
dan sebagai
sebagai Pemegang
Pemegang
Kekuasaan
Kekuasaan Pengelolaan
Pengelolaan Keuangan
Keuangan Desa,
Desa, mewakili
mewakili Pemerintah
Pemerintah Desa
Desa
dalam
dalam kepemilikan
kepemilikan kekayaan
kekayaan desa
desa yang
yang dipisahkan.
dipisahkan.
Kepala
Kepala Desa
Desa dalam
dalam melaksanakan
melaksanakan pengelolaan
pengelolaan keuangan
keuangan desa,
desa, dibantu
dibantu
oleh
oleh Pelaksana
Pelaksana Teknis
Teknis Pengelolaan
Pengelolaan Keuangan
Keuangan Desa
Desa (PTPKD).
(PTPKD).
Kepala
Kepala Desa
Desa dalam
dalam melaksanakan
melaksanakan pengelolaan
pengelolaan keuangan
keuangan desa,
desa, dibantu
dibantu
oleh
oleh Pelaksana
Pelaksana Teknis
Teknis Pengelolaan
Pengelolaan Keuangan
Keuangan Desa
Desa (PTPKD).
(PTPKD).
Pelaksana
Pelaksana Teknis
Teknis Pengelolaan
Pengelolaan Keuangan
Keuangan Desa
Desa (PTPKD)
(PTPKD) adalah
adalah
Perangkat
Perangkat Desa
Desa yang
yang ditunjuk
ditunjuk oleh
oleh Kepala
Kepala Desa
Desa untuk
untuk melaksanakan
melaksanakan
pengelolaan
pengelolaan keuangan
keuangan desa,
desa, yakni:
yakni: (a)
(a) Sekretaris
Sekretaris Desa;
Desa; dan
dan (b)
(b) PerangPerangkat
kat Desa
Desa lainnya.
lainnya.
Sekretaris
Sekretaris Desa
Desa berkedudukan
berkedudukan selaku
selaku koordinator
koordinator pelaksanaan
pelaksanaan pengepengelolaan
lolaan Keuangan
Keuangan Desa,
Desa, juga
juga berperan
berperan selaku
selaku Kuasa
Kuasa Penggunaan
Penggunaan
Anggaran/Barang
Anggaran/Barang Desa,
Desa, dan
dan bertanggung
bertanggung jawab
jawab kepada
kepada Kepala
Kepala Desa.
Desa.

19

PEMEGANG
PEMEGANG KEKUASAAN
KEKUASAAN
PENGELOLAAN
PENGELOLAAN KEUANGAN
KEUANGAN DESA
DESA

Kepala Desa
pemegang
kekuasaan
penge-lolaan
keuangan
desa (Pasal 75 ayat 1 PP
72/2005).
mewakili pemdes dalam
kepemilikan
kekayaan
desa
yang
dipisahkan
(seperti BUM-Desa).

Melimpahkan sebagian
atau
seluruh kekuasaannya
kepada
Sekretaris Desa selaku
koordinator pengelola
keuangan desa (Pasal 75
ayat 2 PP 72/2005)

mempunyai
kewenangan
menetapkan :
kebijakan pelaksanaan APB-Des;
kebijakan pengelolaan kekayaan
desa;
kuasa
pengguna
anggaran/pengguna barang
bendahara penerimaan dan/atau
bendahara pengeluaran;
pejabat
yg
melakukan
penerimaan desa;
pejabat yang mengelola barang
milik desa;
pejabat yang menguji tagihan
dan
memerintahkan
pembayaran.

berdasarkan
prinsip
pemisahan
kewenangan
antara
yang
memerintahkan, menguji,
dan yang menerima atau
mengeluarkan uang.
20