Anda di halaman 1dari 2

By: Hasrul

UMAT NABI YUNUS A.S; ESTIMASI SANG PENCIPTA


Salam Sobat semuanya, puji syukur kehadirat Allah yang Maha Mengetahui atas
segala sesuatu, baik di bumi maupun di langit, baik yang terucap atau bahkan baru
terbesit di dalam hati. Seperti halnya, admin sebelum menyampaikan postingan kali
ini terkait Umat Nabi Yunus a.s; Estimasi Sang Pencipta, saya yakin Allah telah
mengetahuinya terlebih dahulu.
Tidak ada sesuatu pun yang menandingi kekusasaan dan ke-Mahatahuan-Nya.
Banyak sekali ayat-ayat al-Quran dan hadis yang menegaskan keterangan tersebut.
Diantara ayat yang menegaskan ini ialah surah al-Baqarah ayat 29:




:
Artinya: Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.
Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Baqarah: 29)
Dalam ayat lain sisebutkan:



:
Artinya: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan
tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa
yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan
pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat
mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Mengenal. (Q.S. Lukman: 34)
Itulah diantara dua ayat yang menegaskan sifat Maha Mengetahui bagi Allah SWT
dan masih banyak lagi yang teman-teman dapat lihat sendiri dalam kitab suci alQuran. Sifat ini kita kenal dengan sifat wajib bagi Allah, 2 dari 20 sifat wajib
tersebut mewakili sifat Maha Mengetahui, yaitu ilm ( )dan Alim (). Admin
yakin Pamirsa sudah mengetahui semua sifat-sifat ini yang lawannya adalah sifat
mustahil. Bahkan mungkin telah menghafalkannya sejak kecil.
Sehubungan hal di atas dengan tema kali ini, perlu kita renungkan, bagaimana kita
menghubungkan sifat Mengetahui bagi Allah dengan ayat di bawah ini:

Umat Nabi Yunus a.s; Estimasi Sang Pencipta

By: Hasrul

:
Artinya: Dan kami utus dia (Nuh a.s) kepada seratus ribu orang atau lebih.
(Q.S. al-Shaffat: 147)
Ayat di atas, menyatakan bahwa Nabi Yunus diutus kepada umatnya yang
jumlahnya 100.000 ( ) orang atau ( ) lebih. Jika membaca ayat ini secara
seksama, ada rasa atau kesan bahwa terdapat keraguan dalam menentukan jumlah
umat Nabi Yunus. Muncul sejumlah pertanyaan, lalu bagaimana dengan keterangan
sebelumnya bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu? Bukankah Allah SWT
Maha Mengetahui segala sesuatu termasuk jumlah umat Nabi Yunus?
Mengapa harus menyatakan 100.000 atau lebih? Mengapa tidak menyatakan
dengan jumlah yang sebenarnya? Bukankah Allah SWT Maha Mengetahui yang
gaib dan yang nyata?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah terdapat pesan lain yang
Allah sampaikan dalam ayat ini, yaitu ilmu estimasi/taksiran. Melalui ayat ini,
Allah mengajarkan sutau ilmu dalam matematika kepada manusia yang dikenal
dengan estimasi.
Jika Sobat sedang menonton suatu pertunjukkan, lalu ditanya berapa penonton yang
ada? Apakah Sobat akan menghitungnya satu persatu? Jika jumlahnya sedikit, tentu
bisa dihitung satu per satu. Tetapi bagaimana jika jumlahnya banyak? Tentu Sobat
akan melakukan taksiran dengan mengatakan, misalnya penonton sebanyak 1.000
orang atau lebih, tidak kurang dari 1.000 orang, atau tidak sampai 1.000
orang. Ya, itulah estimasi.
Estimasi adalah ketrampilan untuk menentukan sesuatu tanpa melakukan proses
penghitungan secara eksak. Para ahli pendidikan matematika menyatakan bahwa
pembelajaran estimasi merupakan fenomena yang relatif baru. Baru pada tahun
1980-an, perhatian terhadap pembelajaran estimasi dilakukan secara serius di
Amerika. Walle menyatkan bahwa pembelajaran ketrampilan estimasi menjadi
sangat penting bagi siswa. Penghitungan terhadap sesuatu dalam kehidupan seharihari dengan estimasi sangat penting untuk menghemat waktu.
Pada tahun 1989, estimasi mulai dimasukkan dalam kurikulum matematika di
sejumlah Negara. Indonesia sendiri baru memberika perhatian terhadap cabang
ilmu matematika ini pada tahun 2000-an. Suatu fenomena yang sangat unik, karena
al-Quran telah memberikan contoh estimasi sejak 1400 tahun yang lalu dalam surah
al-Shaffat ayat 147. Semoga ini mengingatkan kita bahwa konsep ilmu
sesungguhnya dapat dikembangkan dari al-Quran termasuk matematika.

Umat Nabi Yunus a.s; Estimasi Sang Pencipta