Anda di halaman 1dari 13

HADIS-HADIS SHAHIH DAN MAKBUL

TENTANG KEUTAMAAN SEPUTAR RAMADHAN


(Disarikan dari Hadis Nabawi dan Hadis Qudsi)

DISUSUN OLEH

HASRUL
(ADMIN SQ BLOG)
DAFTAR ISI

1. PAHALA PUASA YANG ISTIMEWA DI SISI ALLAH


2. PUASA SEBAGAI PERISAI, MULUT ORANG PUASA AKAN DIBALAS BAU
WANGI YANG LEBIH HARUM DARI MINYAK KASTURI, DAN SETIAP
KEBAIKANNYA DIBALAS 10 KALI LIPAT
3. PINTU SORGA YANG KHUSUS BAGI ORANG BERPUASA
4. PINTU-PINTU SURGA DIBUKA, PINTU-PINTU NERAKA DITUTUP DAN
SYAITHAN DIBELENGGU
5. DUA KEBAHAGIAN BAGI ORANG YANG PUASA
6. KEBERKAHAN KETIKA SAHUR
7. MENGAKHIRKAN MAKAN SAHUR
8. PUASA RAMADHAN MENGHAPUS DOSA-DOSA TERDAHULU
9. SETIAP KEBAIKAN DILIPATGANDAKAN DALAM BULAN RAMADHAN,
TERMASUK BERSEDAKAH DAN MEMBACA AL-QURAN
10. KEUTAMAAN QIYAM AL-RAMADHAN (TARAWIH)
11. DALAM RAMADHAN TERDAPAT MALAM LAILATUL QADAR
12. WAJAH ORANG YANG BERPUASA DIJAUHKAN DARI NERAKA
13. PUASA RAMADHAN DITAMBAH 6 HARI DI BULAN SYAWAL SEPERTI
PUASA SATU TAHUN PENUH
14. MEMBERI TAJIL UNTUK BUKA PUASA SEPERTI PAHALA ORANG
YANG PUASA
15. BULAN RAMADHAN PENUH MUSTAJAB UNTUK BERDOA
16. DOA KETIKA BERBUKA PUASA
17. PUASA RAMADHAN SEBAGAI KAFFARAT DOSA KECIL HINGGA
RAMADHAN BERIKUTNYA
18. UMRAH PADA BULAN RAMADHAN SERUPA PAHALA HAJI
19. KEUTAMAAN BERBUKA SEGERA SAAT WAKTUNYA TIBA

2
1. PAHALA PUASA YANG ISTIMEWA DI SISI ALLAH







.


Artinya: Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (pahalanya),
sebuah kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali semisalnya
hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, Kecuali puasa
karena sesungguhnya puasa adalah untuk -Ku dan Akulah yang akan
membalasnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ahmad bin Hanbal, Abu
Syaibah]

2. PUASA SEBAGAI PERISAI, MULUT ORANG PUASA AKAN DIBALAS BAU


WANGI YANG LEBIH HARUM DARI MINYAK KASTURI, DAN SETIAP
KEBAIKANNYA DIBALAS 10 KALI LIPAT









.
Artinya: Puasa adalah perisai. Maka orang yang berpuasa tidak boleh
bersetubuh ataupun berbuat jahil. Dan jika ada seorang yang mengajak
berseteru atau mencela cukup katakan kepadanya; sesungguhnya aku
sedang berpuasa. Rasulullah melanjutkan; Demi Dzat yang jiwaku berada
dalam genggaman-Nya, bau mulut orang yang berpuasa, bagi Allah lebih
harum dibandingkan minyak kesturi. Allah berkata; Inilah hamba-Ku, dia
tinggalkan makan, minum, dan syahwat karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan
Aku yang akan membalasnya, dan baginya satu kebaikan akan dibalas
dengan sepuluh kebaikan. (H.R. Bukhari dan Muslim)

[Dengan beragam redaksi, hadis ini diriwayatkan juga oleh Malik bin
Anas, Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ahmad bin Hanbal]

3
Hadis lain yang menyebutkan sebagai perisai dari hawa nafsu ialah:







.


Artinya: Wahai para pemuda! Barangsiapa yang sudah memiliki
kemampuan (biologis maupun materi), maka menikahlah. Karena hal itu lebih
dapat menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang
belum mampu (menikah), maka hendaklah dia berpuasa karena hal itu
menjadi benteng baginya. (H.R. Al-Bukhari)

[Diriwayatkan juga oleh Muslim, Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Majah, Al-
Ahmad bin Hanbal, Al-Bazzar, dll.]

3. PINTU SORGA YANG KHUSUS BAGI ORANG BERPUASA










.
Artinya: Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut al-rayyan.
Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari
kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang
yang berpuasa akan diseru, Mana orang yang berpuasa. Lantas mereka pun
berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa
tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi
yang memasukinya. (H.R. Bukhari dan Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi,


Al-Thabrani]

Lihat juga hadis berikut:

4
Artinya: Surga terdiri atas delapan pintu, di dalamnya ada pintu yang
dinamakan Ar Rayyan, tidak akan masuk dari pintu tersebut melainkan orang-
orang yang berpuasa. (H.R. Bukhari)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Baihaqi]

Artinya: Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan


Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, Hai hamba Allah, inilah
kebaikan. Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan
dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan
dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan
dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli
sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Abu Bakar pun bertanya, Ayah
dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang
perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah
ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut? Nabi Saw pun
menjawab, Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.
(H.R. Bukhari)

[Diriwayatkan juga oleh Diriwayatkan juga oleh Malik, Muslim, AL-


Tirmidzi, Al-Nasai, Ibnu Hibban]

4. PINTU-PINTU SURGA DIBUKA, PINTU-PINTU NERAKA DITUTUP DAN


SYAITHAN DIBELENGGU

5
Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu Surga,
ditutuplah pintu-pintu Neraka, dan Syetan-Syetan dibelenggu. (HR. Bukhari
dan Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Nasai, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Hibban, Al-
Bazzar, Abu Uwanah, Al-Baihaqi, Abdul Razzaq]

Lihat juga hadis berikut:









.

Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu Surga,
ditutuplah pintu-pintu Neraka, dan Syetan-Syetan dibelenggu. (H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Malik, Al-Nasai, Ahmad bin Hanbal, Al-Baihaqi,


Al-Darimi, Ibnu Khuzaimah]





- -






.

Artinya: Jika telah datang malam pertama di bulan Ramadhan maka


setan-setan dan jin yang jahat akan dirantai, pintu-pintu neraka akan ditutup
dan tidak akan terbuka darinya satu pintupun, pintu-pintu surga akan dibuka
dan tidak akan tertutup darinya satu pintupun, dan seorang penyeru akan
menyerukan, Wahai para pencari kebaikan, bersegeralah (menuju kebaikan),
wahai para pencari keburukan, berhentilah (dari keburukan), Allah
membebaskan (seorang hamba) dari api neraka pada setiap malam (di bulan
Ramadhan). (H.R. Al-Tirmidzi)

[Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban, Al-Bazzar, Al-Baihaqi]

6
5. DUA KEBAHAGIAN BAGI ORANG YANG PUASA









.

Artinya: Orang yang melaksanakan puasa akan mendapatkan dua
kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu
dengan Rabbnya. (H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari dengan redaksi lain, Al-Nasai, Al-


Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban,
Al-Bazzar, Al-Baghwi, Al-Thabrani, Abu Uwanah, Al-Baihaqi, Abu Yala]

6. KEBERKAHAN KETIKA SAHUR





.


Artinya: Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu ada keberkahan.
(H.R. Bukhari dan H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Tirmidzi, Al-Nasai, Ahmad bin Hanbal, Ibnu


Hibban, Ibnu Khuzaimah, AL-Bazzar, Al-Baihaqi, Abu Uwanah, Al-
Thabrani, AL-Darimi, Abu Yala]

7. MENGAKHIRKAN MAKAN SAHUR




.


.

Artinya: Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah Saw lalu
melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: Berapa jarak
antara adzan dan sahur ?. Dia menjawab: seperti lama membaca 50 ayat.
(H.R. Bukhari dan H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal, Ibnu
Khuzaimah, Al-Baihaqi, dll.]

7
8. PUASA RAMADHAN MENGHAPUS DOSA-DOSA TERDAHULU

Artinya: Orang yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharap


pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan H.R.
Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad bin
Hanbal, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, Abu Uwanah, Al-Baihaqi, dll.]

9. SETIAP KEBAIKAN DILIPATGANDAKAN DALAM BULAN RAMADHAN,


TERMASUK BERSEDAKAH DAN MEMBACA AL-QURAN

Artinya: Nabi Saw adalah manusia yang paling dermawan, dan


kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadhan apalagi ketika Jibril
menemuinya. Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan, dia
bertadarus Al-Quran bersamanya. Maka, Rasulullah Saw benar-benar sangat
dermawan dengan kebaikan melebihi angin yang berhembus. (H.R. Al-
Bukhari dan H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Nasai, Ahmad bin Hanbal, Al-Baihaqi]

10. KEUTAMAAN QIYAM AL-RAMADHAN (TARAWIH)





.


8
Artinya: Orang yang menjalankan qiyam Ramadhan (taraweh) karena
iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
(H.R. Bukhari dan H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-Nasai, Ahmad bin


Hanbal, Ibnu Hibban, Al-Bazzar, Al-Baihaqi, Abu Uwanah]

11. DALAM RAMADHAN TERDAPAT MALAM LAILATUL QADAR










Artinya: Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir
di bulan Ramadhan. Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang
tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari
yang tersisa. (H.R. Bukhari)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Baihaqi dalam Syabul Iman, Abu Dawud Al-
Thayalisi dalam Musnad AL-Thayalisi]

Dalam hadis lain disebutkan:

Artinya: Carilah lailatul qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh
hari terakhir bulan Ramadhan. (H.R. Bukhari)

[Diriwayatkan juga oleh Ahmad bin Hanbal dan Al-Baihaqi]




.

-
Artinya: Carilah lailatul qadr itu pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan.
(H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Malik, Abu Dawud, Ahmad bin Hanbal, Al-
Baihaqi]

9











) ( .

Artinya: Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah


diwajibkan atas kalian berpuasa, dibukakan pintu-pintu Surga, ditutup pintu-
pintu Neraka. Didalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu
bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi. (H.R.
Al-Nasai)

[Diriwayatkan juga oleh Ahmad bin Hanbal, Ibnu Khuzaimah, Abdul


Humaid dalam Al-Muntahab, Al-Baihaqi, Abdul Razzaq]







.

Artinya: Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadr dengan iman
dan mengharap balasan dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu. (H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhari, Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-Nasai,


Ahmad bin Hanbal, Abu Yala, Al-Baihaqi, Al-Darimi, Al-Bazzar]

12. WAJAH ORANG YANG BERPUASA DIJAUHKAN DARI NERAKA











.
Artinya: Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan
Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim.
(H.R. Muslim) 70 Musim yakni 70 tahun perjalanan (Fath al-Bari)

[Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Khuzaimah, Al-


Darimi, Abu Yala]

10
13. PUASA RAMADHAN DITAMBAH 6 HARI DI BULAN SYAWAL SEPERTI
PUASA SATU TAHUN PENUH











.

Artinya: Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian
mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan
berpuasa sepanjang masa. (H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Tirmidzi, Ahmad bin Hanbal, Al-Baihaqi, Abu


Uwanah]

14. MEMBERI TAJIL UNTUK BUKA PUASA SEPERTI PAHALA ORANG


YANG PUASA









.


Artinya: Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi
orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang
tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu. (H.R. Al-Tirmidzi)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal, Al-
Bazzar, Al-Baihaqi, Al-Thabrani, Ibnu Hibban, Abdul Razzaq]

15. BULAN RAMADHAN PENUH MUSTAJAB UNTUK BERDOA







.

Artinya: Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: Doa
orang yang berpuasa sampai dia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang
teraniaya. (H.R. Al-Tirmidzi)

11
[Diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Khuzaimah,
Al-Baihaqi, Al-Thabrani, Abdul Humaid, Ibnu Hibban, Al-Baghdadi, dll.]

16. DOA KETIKA BERBUKA PUASA

Artinya: Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih
pahala, insyaAllah. (H.R. Abu Dawud)

[Diriwayatkan juga oleh Al-Nasai, Al-Bazzar, Al-Daruqutni, Al-Baihaqi,


Al-Hakim]

17. PUASA RAMADHAN SEBAGAI KAFFARAT DOSA KECIL HINGGA


RAMADHAN BERIKUTNYA






- -

.


Artinya: Shalat lima waktu, shalat Jumat hingga ke Jumat berikutnya,
dan puasa Ramadhan hingga ke Ramadhan berikutnya, adalah kaffarat
(penebus dosa) apa yang ada diantara keduanya selama ia menghindari dosa-
dosa besar. (H.R. Muslim)

[Diriwayatkan juga oleh Ahmad bin Hanbal, Al-Baihaqi, Abu Uwanah]


18. UMRAH PADA BULAN RAMADHAN SERUPA PAHALA HAJI










.



.



Artinya: Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, Rasulullah Saw
berkata kepada seorang wanita dari kalangan Anshar (Ibnu Abbas

12
menyebutkan namanya namun saya lupa): Apa yang menghalangimu untuk
haji bersama kami? Wanita itu menjawab: Kami mempunyai onta yang kami
pergunakan untuk mengairi. Lalu Abu Fulan menaikinya, begitu pula anak onta
itu bagi istrinya dan anaknya, dan dia meninggalkan seekor unta agar
dipergunakan untuk mengairi. Rasul kemudian berkata: Apabila datang bulan
Ramadhan, maka umrahlah pada bulan itu, karena umrah pada bulan
Ramadhan serupa dengan haji. (H.R. Muslim)

Dalam hadis lain disebutkan:












.

Artinya: Dari seorang wanita yang berasal dari bani Asad bin Khuzaimah
yang dipanggil Ummu Maqil, ia berkata, aku ingin pergi haji akan tetapi aku
menginginkan menaiki onta maka aku bertanya kepada Rasulullah
Shallallaahu alaihi wasallam, beliau bersabda, Pergilah umrah pada bulan
Ramadhan karena sesungguhnya umrah pada bulan Ramadhan pahalanya
bagaikan pergi haji. (H.R. Ahmad)

[Dua hadis di atas diriwayatkan juga oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-
Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Malik, Ibnu Khuzaimah, Al-Bazzar, Al-
Baihaqi, Al-Thabrani, Al-Darimi, dll]

19. KEUTAMAAN BERBUKA SEGERA SAAT WAKTUNYA TIBA






.


Artinya: Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka
menyegerakan berbuka puasa. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

[Dua hadis di atas diriwayatkan juga oleh Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, Malik,
Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, Al-Bazzar, Abu Yala, Al-Thabrani, Al-
Baihaqi, Al-Darimi]

13