Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR

LIPATAN

Disusun oleh :
ASMORO PRIBADI DEWO
F1D213020

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2015

I. Dasar Teori
1.1 Pengertian Lipatan
Lipatan merupakan hasil perubahan bentuk dari suatu bahan yang
ditunjukkan sebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada unsur
garis atau bidang di dalam bahan tersebut. Pada umumnya unsur yang terlibat
di dalam lipatan adalah bidang perlipatan, foliasi, dan lineasi. Berdasarkan
proses perlipatan dan jenis batuan yang terlipat, dapat dibedakan menjadi
empat macam lipatan, yaitu :
l. Flexure / competent folding termasuk di dalamnya parallel fold
2. Flow / incompetent folding termasuk di dalamnya simillar fold
3. Shear folding
4. Flexure and Flow folding
Mekanisme gaya yang menyebabkannya ada dua macam :
1. Buckling (melipat) disebabkan oleh gaya tekan yang arahnya sejajar
dengan permukaan lempeng
2. Bending (pelengkungan), disebabkan oleh gaya tekan yang arahnya tegak
lurus permukaan lempeng
1.2 Jenis-jenis Lipatan
1. Antiklin, struktur lipatan dengan bentuk convex (cembung) di mana
lapisan batuan yang tua berada di bagian inti antiklin.
2. Sinklin, struktur lipatan dengan bentuk concave (cekung) di mana lapisan
batuan yang muda berada di bagian inti sinklin.
3. Antiform, struktur lipatan seperti antiklin namun umur batuan tidak
diketahui.
4. Sinform, struktur lipatan seperti sinklin namun umur batuan tidak
diketahui.
5. Sinklin Antiformal, struktur lipatan seperti antiklin dengan lapisan batuan
yang tua di bagian atas dan batuan yang muda di bagian bawah.

6. Antiklin Sinformal, struktur lipatan seperti sinklin dengan lapisan batuan


yang tua dibagian atas dan lapisan batuan yang muda dibawah.
7. Struktur kubah (Dome) yaitu suatu jenis tertentu antiklin di mana lapisan
batuan mempunyai kemiringan ke segala arah yang menyebar dari satu
titik.
8. Struktur depresi (Basinal) adalah suatu jenis unik sinklin di mana
kemiringan lapisan batuan menuju ke satu titik.
1.3 Unsur-unsur Lipatan

Hinge, adalah titik pelengkungan maksimum dari lipatan. Hinge line /


axial line merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik
pelengkungan maksimum tersebut. Sedangkan Hinge surface / Axial
surface adalah bidang khayal dimana terdapat semua hinge line dari suatu
lipatan.

Crest, adalah titik tertinggi dari lipatan. Crestal line merupakan garis
khayal yang menghubungkan titik-titik tertinggi pada lipatan tersebut.
Sedangkan Crestal surface adalah bidang khayal dimana terdapat semua
Crestal line.

Trough, adalah titik dasar terendah dari lipatan. Trough line merupakan
garis khayal yang menghubungkan titik-titik dasar terendah pada lipatan.
Trough surface adalah bidang khayal dimana terdapat semua trough line
pada suatu lipatan.

Plunge, sudut penunjaman dari hinge line terhadap bidang horizontal dan
diukur pada bidang vertikal.

Bearing, sudut horizontal yang dihitung terhadap arah tertentu dan ini
merupakan arah dari penunjaman suatu hinge line / axial line.

Rake, sudut antara hinge line / axial line dengan bidang / garis horizontal
yang diukur pada axial surface.

II. Tujuan Praktikum


Adapun tujuan praktikum kali ini yaitu :
a. Mengetahui definisi lipatan dan mekanisme gaya yang membentuk
b. Mengetahui unsur-unsur lipatan, jenis dan klasifikasi lipatan
c. Mampu menganalisa dan merekonstruksi lipatan

III. Bahan dan Alat


1. Kertas HVS 2 lembar
2. Alat tulis (Jangka, busur derajat, penggaris, pensil, pensil warna)
IV. PROSEDUR KERJA
1. Siapkan semua alat dan bahan terlebih dahulu
2. Buatlah garis lurus melintang di kertas HVS
3. Plotkan Dip pertama dengan nilai 30o dari arah timur dan dip kedua dengan
nilai 50o dari arah barat dengan jarak antar keduanya 7 cm.
4. Plotkan dip ketiga dengan nilai 70o kearah barat dari dip kedua dengan jarak
3cm.
5. Plotkan dip keempat dengan nilai 50o kearah timur dari dip pertama dengan
jarak 3cm.
6. Tarik garis tegak lurus (90o) dari masing-masing dip sampai dip 1 dengan 4
berpotongan dan dip 2 dengan 3 berpotongan pula.
7. Ambil jangka dan letakkan posisi jarumnya dititik perpotongan dip 2
dengan 3dan posisi pensilnya di titik dip ketiga, lalu tarik melengkung
8. Ulangi langkah 7 untuk dip kedua
9. Ambil jangka dan letakkan posisi jarumnya dititik perpotongan dip 1
dengan 4 dan posisi pensilnya di titik dip pertama, lalu tarik melengkung
10. Ulangi langkah 9 untuk dip keempat.
11. Tarik garis putus-putus tegak lurus 90o dari titik perpotongan antara dip 2
dan 3.

V. Hasil dan Analisis


Analisis lipatan dilakukan untuk mengetahui arah lipatan, kedudukan
bidang sumbu dan garis sumbu, bentuk lipatan, penunjaman, dan pola
tegasan yang berpengaruh terhadap pembentukan lipatan.
Untuk analisa lipatan berukuran kecil (micro fold), analisa dapat dilakukan
di lapangan dengan cara mengukur langsung unsur-unsurnya, baik itu
kedudukan garis-garis sumbu, bentuk lipatan, dan arah penunjaman. Untuk
lipatan berskala besar (mayor fold), dimana sering terdapat bentuk utuhnya
tidak dapat diamaati secara langsung atau struktur lipatan tersebut telah
terkikis, maka akan dilakukan analisis sebagai berikut :
1. Mengukur kedudukan struktur bidang yang terlipat, yaitu bidang
perlapisan (bedding atau lentation) pada batuan sedimen dan bidangbidang foliasipada batuan metamorf.
2. Mengukur bidang-bidang dan garis-garis sumbu lipatan-lipatan kecil
(hinge line of small fold).
3. Mengukur kedudukan deavage, yakni rekahan yang bervariasi sejajar
dan umumnya sejajar pula dengan kedudukan bidang sumbu lipatan.
4. Mengukur perpotongan bidang-bidang perlapisan dengan deavage.
Pada praktikum yang telah dilakukan untuk melakukan rekonstruksi
lipatan digunakan metode busur lingkaran (arc method). Metode ini
digunakan untuk lipatan pada batuan yang competent, misalnya lipatan
paralel. Dasar dari metode ini adalah anggapan bahwalipatan merupakan
bentuk busur dari suatu lingkaran dengan pusatnyaadalah perpotongan
antara sumbu-sumbu kemiringan yang berdekatan.Untuk batas-batas lapisan
yang dijumpai berulang pada lintasan yangdirekontruksi, maka pembuatan
busur lingkaran dilakukan dengan interpolasi.

VI. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan kali ini, dapat disimpulkan bahwa:
1. Lipatan merupakan hasil perubahan bentuk dari suatu bahan yang
ditunjukkan sebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada
unsur garis atau bidang di dalam bahan tersebut.
2. Mekanisme gaya yang menyebabkannya ada dua macam :

Buckling (melipat) disebabkan oleh gaya tekan yang arahnya sejajar


dengan permukaan lempeng
Bending (pelengkungan), disebabkan oleh gaya tekan yang arahnya
tegak lurus permukaan lempeng
3. Lipatan memiliki banyak unsur, yaitu hinge, crest, trough, plunge,
bearing, dan rake. Juga memiliki banyak jenis, yaitu antiklin, sinklin,
antiform, sinform, sinklin antiformal, antiklin sinformal, Dome, dan
Basinal .
4. Analisa lipatan dilakukan untuk mengetahui arah lipatan, kedudukan
bidang sumbu dan garis sumbu, bentuk lipatan, penunjaman dan pola
tegasan yang berpengaruh pada pembentukan lipatan. Rekonstruksi lipatan
dilakukan berdasarkan hasil pengukuran kedudukan lapisan dari lapangan,
atau pembutan suatu penampang dari peta geologi.

Daftar Pustaka
Buku panduan praktikum Geologi Struktur Laboratorium Geologi Struktur UPN
Veteran Yogyakarta.
https://www.academia.edu/8239860/Rekonstruksi_Lipatan_Geologi_Struktur_