Anda di halaman 1dari 20

Dalam sistem produksi JIT, sistem Kanban

didukung oleh hal-hal berikut:


• Pelancaran produksi
• Pembakuan pekerja
• Pengurangan waktu penyiapan
• Aktivitas perbaikan
• Rancangan tata ruang mesin
• Autonomasi
Kanban dalam sistem produksi Just In Time (JIT)
mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Memberikan informasi pengambilan dan pengangkatan
b) Memberikan informasi produksi
c) Berlaku sebagai perintah kerja yang ditempelkan
langsung pada barang
d) Mencegah produk cacat dengan mengenali proses
yang membuat cacat.
e) Mengungkap masalah yang ada dan mempertahankan
pengendalian persediaan.
f) Pengendalian visual (visual control)
g) Perbaikan proses dan operasi manual.
h) Alat untuk melakukan improvement.
Gambar 14. Sistem order produksi jenis dorong
Fungsi Kanban

1. Kanban sebagai sarana pengendalian


produksi
2. Kanban sebagai sarana meningkatkan
kegiatan perbaikan
3. Persiapan Pra Kanban
d. Peraturan Kanban

Peraturan 1
Proses berikutnya harus menarik (mengambil) produk yang
diperlukan dari proses sebelumnya dalam jumlah yang diperlukan
dan pada saat yang diperlukan (sesuai dengan yang tercantum
dalam kanban).
Syarat penting untuk peraturan pertama ini adalah pelancaran
produksi yaitu produksi harian yang ditingkatkan dan jumlah lot 1
unit, diperlukan untuk dapat ditarik dengan lancar dari proses
sebelumnya. Sub peraturan yang harus dipenuhi antara lain:

1. Setiap pengambilan tanpa kanban harus dilarang


2. Setiap pengambilan yang lebih besar dari jumlah kanban harus
dilarang
3. Kanban yang harus ditampilkan pada produk fisik.
Peraturan 3

Produk yang rusak tidak boleh diteruskan ke


proses berikutnya.
Jika suatu produk rusak ditemukan oleh proses
berikutnya, maka proses berikut ini akan
menghentikan lininya, karena tidak memiliki
persediaan, dan akan mengirim kembali produk
yang rusak ini kepada proses sebelumnya
Peraturan 4

Jumlah kanban harus sekecil mungkin.


Mengingat jumlah kanban menyatakan persediaan
maksimum suatu suku cadang, maka jumlah ini
harus dijaga sekecil mungkin. Toyota menganggap
tambahan tingkat persediaan sebagai asal mula
semua jenis pemborosan.
Peraturan 5
1. Sistem kanban harus dipergunakan untuk menyesuaikan dengan
fluktuasi permintaan yang kecil saja (penyetelan produksi dengan
kanban). Penyetelan produksi dengan kanban, mempunyai arti
sebagai berikut:Keadaan dimana tidak ada perubahan beban
produksi seluruhnya dalam sehari, tetapi hanya perubahan jenis,
tanggal penyerahan, dan jumlahnya. Dalam hubungan ini, sistem
kanban dapat dianggap sebagai alat yang paling ekonomis untuk
suatu sistem informasi.
2. Keadaan dimana ada perubahan jangka pendek dalam beban
produksi sehari-hari, meskipun jumlah bulanan tetap sama. Untuk
keadaan ini frekuensi gerakan kanban akan ditingkatkan atau
dikurangi. Keadaan dimana ada perubahan permintaan musiman
atau perubahan permintaan bulanan di luar beban yang sudah
ditentukan. Untuk keadaan ini jumlah kanban harus ditambahi atau
dikurangi, dan pada waktu bersamaan semua lini produksi harus
diatur kembali.
e. Menghitung Jumlah Kanban

Formulasi yang digunakan untuk menghitung jumlah


kanban adalah:

Keterangan:
N = Jumlah kanban
D = Permintaan yang diharapkan tiap unit waktu
L = Waktu pesanan (waktu set up + waktu
pemrosesan + waktu tunggu + waktu transport)
Q = Kapasitas wadah (tidak lebih dari 10 % permintaan
tiap hari)
A = variabel keamanan (0 a 1)
Contoh:

Berapa jumlah kanban (containers) yang harus


dikirim pada stasiun kerja untuk membuat satu
jenis produk pesanan, jika permintaan sebesar
100 unit per hari? Stasiun kerja beroperasi 8 jam
per hari, ukuran container sebesar 25 unit, dan
variabel keamanan adalah 0,1. Waktu set up 28
menit, waktu proses per unit 4 menit, waktu tunggu
170 menit, dan waktu transport 2 menit per
container.
Jawab:

28 +4( 25 ) +170 +2
L= =0,625 hari
60 x8

DL (1,0 + a ) 100 (0,625 )(1,0 + 0,1)


N= = = 2,75 atau 3 kanban
Q 25
f. Jenis Kanban Dan Kegunaannya

Gambar 15. Kanban pengambilan


Gambar 16. Kanban perintah produksi
Beberapa jenis kanban yang lain, yaitu

Gambar 17. Kanban pemasok


Gambar 18. Kanban penanda
Gambar 19. Kerangka berbagai jenis utama kanban
g. Bagaimana Cara Menggunakan Kanban

Gambar 20. Langkah-langkah dalam menggunakan kanban


Gambar 21. Rantai kanban
h. Dua Metode Penggunaan Kanban Perintah
Produksi

Gambar 22. Urutan berbagai jenis kanban


D. Model CONWIP dalam Work In
Process (WIP)

1. Dalam CONWIP, kartunya digabungkan


dengan semua bagian yang dihasilkan dalam
satu jalur daripada jumlah bagian individu.
2. Dalam CONWIP, pekerjaannya di dorong
antara stasiun-stasiun kerja dalam satu
rangkaian, stasiun-stasiun kerja itu telah
disahkan oleh satu kartu untuk memulainya
pada permulaan garis.