Anda di halaman 1dari 22

Kolose 2:8-15

Kritis!!
Kolose 2:8-15

Ada satu kisah nyata tentang seseorang Profesor Kedokteran dari Oxford namanya William
Osler ... Suatu hari dia pernah memberikan kuliah sambil bawa ini: sebuah gelas yang berisi
sampel air seni untuk dianalisa. Sering kali dengan menguji sampel ini, penyakit pasien dapat
kita kenali. Lalu Osler mencelupkan jarinya, satu jarinya ke dalam gelas air seni itu dan
memasukan ke mulutnya.
"Sekarang saya akan mengedarkan botol ini
dan saya harap kalian mencoba hal ini
supaya kita bisa belajar sesuatu hari ini
Gelas beredar, semua nyicipin tu air seni setelah selesai, Osler lalu mengatakan hal ini:
Para mahasiswa sekalian, saya harap anda semua belajar tentang memperhatikan segala
sesuatunya dengan cermat, maka anda akan melihat bahwa saya memasukan JARI TELUNJUK
saya ke dalam gelas tapi saya masukan JARI TENGAH ke dalam mulut saya
Wkwkwkwkw ... Langsung sakit perut tuh mahasiswa seharian!!!
Buat saya, dalam kisah nyata tadi Osler tidak hanya mengajarkan mahasiswanya untuk bisa
memerhatikan dengan cermat, tapi juga mampu bersikap kritis terhadap apa yang mereka lihat,
mereka dengar dan mereka pelajari dalam keseharian hidup mereka (di kampus).
Saya kira hal itu juga yang diperjuangkan oleh Paulus dalam Firman Tuhan hari ini yaitu supaya
orang percaya pada jaman itu Di tengah begitu banyaknya ajaran, pendapat-pendapat
tentang siapa itu Yesus: ALAH / setengah ALLAH, bagaimana hidup orang Kristen yang sejati
menurut mereka: bagi orang Kristen Yunani harus sunat / tidak
Bersikap kritis terhadap apa yang kita dengar tentang ajaran-ajaran itu lalu lihat kembali apa
yang Tuhan katakan tentang hidupmu di dalam firman-Nya kata Paulus! Sebab kalo tidak,
mereka bisa pusing sendiri, bingung sendiri, ragu sendiri tentang apa yang mereka percaya.
Sekarang.
Mari kita kembali ke dunia keseharian kita di sini. Kita bersyukur di STT Jakarta, segala macam
pelajaran tentang iman, tentang Tuhan kita bisa temukan dan pelajari disini!!! Bahkan bukan
sekedar cicip-cicip doing kita bisa salami ajaran-ajaran itu sampai dasar-dasarnya.
Hanya ada 2 kemungkinan:
1. Kita semakin diperlengkapi dan percaya pemahaman iman kita untuk hadapi tantangan di
masa depan atau,
2. Kita tenggelam dalam kehidupan dan jadi pusing sendiri.
Ada 2 hal yang mau kita renungkan supaya kita tidak jatuh dalam kebingungan atau bahkan
keraguan dalam proses gumul juang kita di STT Jakarta.
1. Kritis
Kritis berarti tidak asal telan saja tetapi juga sadar bahwa apa yang saya pelajari itu penting
untuk memperkuat pondasi bangunan iman kita Kalo saya dulu saya memahaminya begini:
Saya belajar ini supaya nanti kalo saya ketemu dengan orang yang punya pemahaman seperti
itu saya tahu apa yang harus saya katakan ...
2. Ingat tujuan kita studi di sini
Apa alasan ke STT Jakarta ? 1. Jadi pendeta ? 2??
Apa pun alasannya, saya atau kita punya tujuan bersama.
MEMBANGUN IMAN ditengah-tengah KEHIDUPAN.
1

Sama seperti yang Paulus lakukan kepada jemaat Kolose yang sedang goyah imannya
menentramkan , menguatkan, memuihkan, dan membangun kembali pemahaman iman Jemaat
Kolose waktu itu. Kalau mau diibaratkan kita itu seperti agen-agen / duta-duta pembangunan
bagi orang percaya dimasa depan. Jadi selamat bergumul dan berjuang dan selamat menjadi
agen-agen pembangunan yang dipakai Tuhan di masa depan.

SURAT KOLOSE

I. PENDAHULUAN
Alasan Penulisan:
Kolose abad pertama merupakan sebuah pusat dagang kuno yang makin memudar kejayaannya,
terletak sekitar seratus mil ke timur dari Efesus, terletak pada jalur kafilah di Lembah Lykhus
dekat kota Laodikea dan Hierapolis (bdg. 4: 13). Sekalipun usaha untuk memberitakan Injil
sebelumnya (oleh orang Kristen dari Galatia?) tidak dapat diabaikan, orang-orang
di Kolose mungkin pertama kali mendengar amanat Kristen ketika Paulus melayani di Efesus
(sekitar tahun 53-56 M; bdg. Kisah 19: 1O).
Paulus mungkin melewati Kolose ketika menuju ke Efesus, tetapi dia tidak mengenal secara
pribadi jemaat di sana (bdg. 2:1). Rekan sekerjanya, Epafras, yang melayani jemaat ini,
mengunjungi sang rasul dan melaporkan perkembangan orang-orang percaya di sana dan
munculnya sehuah ajaran sesat yang sedang merongrong mereka.
Orang-orang Yahudi sudah menetap di propinsi Frigia ini selama dua ahad (Josefus, Antiquities12.
hlm. 147). Jelas tidak begitu berhaluan ortodoks, mereka disebut dalam Talmud sebagai berikut,
"Anggur dan tempat mandi di Frigia telah memisahkan kesepuluh suku dari saudara-saudara
mereka" (Shabbath, 147b). Penyesuaian diri dengan berbagai praktik orang non-Yahudi ikut
menandai orang-orang Yahudi yang menjadi Kristen. Di propinsi perbatasan Galatia iman yang
masih baru ini terancam oleh legalisme, sebuah aliran Yudaisme yang sesat; di sini, seperti
halnya di Efesus (bdg. Kisah 19:14, 18), bahayanya terletak pada pengaruh agama campuran
Helenisme- Yudaisme. Untuk mengatasi masalah yang pertama Paulus menulis surat kepada
jemaat-jemaat di Galatia: untuk mengatasi masalah yang sama-sama sulitnya di Kolose ini dia
menuliskan surat ini.

Ajaran Sesat di Kolose:


Pada abad kedua gereja berhadapan dengan munculnya sebuah gerakan dengan ajaran sesat
yang dikenal dengan nama Gnostik. Beberapa prinsip dasarnya sudah dikenal pada abad
pertama, hukum hanya di gereja Kristen, tetapi juga di kalangan Yudaisme Diaspora (bdg. R.
McL. Wilson, The Gnostic Problem; C. H. Dodd, The Interpretation of the Fourth Gospel, hlm. 97
dst.; Rudolf Bultrnann, "Gnosis," Bible Keywords, II). Gnostik yang baru muncul ini lebih
merupakan sebuah sikap dan kecenderungan berpikir religius-filosofis daripada sebuah sistem,
dan sikap ini dapat menyesuaikan diri dengan pandangan Yahudi, Kristen atau kelompokkelompok kafir lainnya kebutuhan. Sekalipun demikian, tampaknya beberapa pokok tertentu
merupakan ciri khas pandangan Gnostik pada umumnya: dualisme metafisika, makhluk-makhluk
perantara, penebusan melalui pengetahuan atau g nosis. Semua agama, menurut
ajaran Gnostik , yang merupakan manifestasi dari satu kebenaran yang tersembunyi. berusaha
untuk menuntun orang menuju pengetahuan mengenai kebenaran tersebut. Pengetahuan
atau - gnsis ini bukan pemahaman intelektual tetapi pencerahan yang diperoleh melului
pengalaman mistik. Karena manusia terikat pada dunia materi yang jahat, dia hanya dapat
menghampiri Allah dengan bantuan berbagai makhluk seperti malaikat. Dengan bantuan
kekuatan-kekuatan ini dan dengan menafsirkan kitab-kitab suci secara alegoris dan mistis, dapat
dicapai pencerahan rohani dan pembebasan dari dunia materi dan dosa dapat dipastikan.
Tentu saja dan mungkin pasti sebagian orang dari jemaat mula-mula berusaha untuk
memperkaya atau menyesuaikan iman mereka denuan pemikiran religius yang sedang marak:
orang-orang percaya yang kurang memahami kekristenan mungkin secara tidak sadar sudah
mencampurkan kepercayaan-kepercayaan mereka sebelumnya dengan konsep-konsep Kristen.
Mungkin ini pula yang menjadi awal dari pengaruh Gnostik yang muncul di sejumlah Jemaat yang
didirikan Paulus. Di Korintus, misalnya kerinduan akan hikmat spekulatif (I Korintus 1:7 dst.) dan
pengabaian tubuh jasmaniah (tercermin dalam penyangkalan kebangkitan, dalam askese dan
dalam kebebasan seksual: bdg. I Korintus 15:5, 7), menunjukkan pengaruh Gnostik.
Ajaran sesat di Kolese menggabungkan unsur-unsur Yahudi dan Helenis, Ketaatan kepada
3

peraturan-peraturan makanan dan hari Sabat. upacara penyunatan dan mungkin juga fungsi
perantara dari para malaikat mengingatkan pada kebiasaan dan kepercayaan Yahudi (2: 11, 16,
18): penekanan pada "hikmat" dan "pengetahuan," plrma (peenuhan) dari kekuatan-kekuatan
alam dan penilaian rendah terhadap tubuh jasmaniah mencerminkan pernikan Yunani (2:3. 8.
23). Beberapa orang Yahudi yang bertobat mungkin membawa campuran 1111 dari Yudaisme
heterodoks dan mengembangkannva lebih jauh lagi sesudah mereka menjadi orang Kristen.
Di dalam strategi yang dipakai di tempat lainnya. Paulus mempergunakan Istilah dan golongan
yang salah ini untuk menyerang ajaran mereka dan di dalam melakukan hal itu,
mengembangkan doktrin "Kristus yang meliputi alam semesta." Di dalam Kristus, satu-satunya
Perantara itu, terdapat segala hikmat dim pengetahuan di dalam kematian dim kebangkitanNya
semua kuasa yang ada di alam semesta ini sudah dikalahkan dim tunduk kepada-Nya (2:3, 9, 10,
15). Setiap pengajaran yang tidak menjadikan Kristus sebagai sentral dengan dalih menuntun
orang kepada kedewasaan dan kesempurnaan merupakan penyimpangan yang mengancam
hakikat iman. Sang rasul dengan demikian mengidentifikasi dim mengungkapkan akar dari
kesalahan yang ada di Kolose.

Asal-usul dan Tanggal Penulisan:


Surat Kolose, seperti halnya surat-surat Efesus. Filipi dan Filemon ditulis oleh Paulus dari penjara
dan disampaikan bersama dengan surat kepada Filemon dan (mungkin juga) jemaat di Efesus
oleh Tikhikus dan Onesimus (4:3, 7-9: Filemon 12: Efesus 6:12). Tradisi dari I.aman gereja mulamula menetapkan bahwa surat ini ditulis di Roma ketika Paulus dipenjarakan sebagaimana
dikisahkan dalam Kisah 28 (kurang lebih tahun 61-63 M). Sekalipun pandangan ini tetap kuat
sampai saat ini, sejumlah pakar menunjukkan bahwa pemenjaraan yang lebih awal di Kaisarea
(sekitar tahun 58-60 M) atau di Efesus (sekitar tahun 55/56 M) merupakan saat yang lebih
mungkin untuk penulisan surat ini. Tentang Kaisarea hanya sedikit orang yang mendukungnya
dewasa ini, tetapi teori pelnenjaraan di Efesus telah menarik banyak perhatian. Paling akhir teori
ini dibuktikan oleh G. S. Duncan (St. Paul's Ephesian Ministry) yang mengemukakan bahwa:
(1) Surat II Korintus (6:5: 11 :23) yang ditulis pada akhir dari pelayanan di Efesus. menunjukkan
bahwa Paulus dipenjarakan beberapa kali. namun tidak disebutkan dalam Kisah Para Rasul;
andaikata I Korintus 15:32 ditafsirkan secara harfiah, karena rasanya itu yang paling masuk akal.
maka setidak-tidaknya salah satu pemenjaraan tersebut adalah di Efesus.
(2) Kunjungan Epafras (Kolose 1:7: 4: 12) dan kehadiran budak yang melarikan diri bernama
Onesimus lebih sesuai dengan teori tentang penulisan surat di Efesus dibandingkan dengan di
Roma yang letaknya sangat jauh.
(3) Paulus merencanakan untuk mengunjungi Lembah Likhus ketika dibebaskan (Filemon 22).
tetapi menurut kisah tradisi Paulus berangkat ke Barat menuju ke Spanyol sesudah dibebaskan
dari penjara di Roma (bdg. Roma 15:24).
Alasan-alasan yang dikemukakan Duncan lebih meyakinkan untuk surat Filipi, namun
gagasannya tetap merupakan sebuah pilihan terbuka untuk surat-surat penjara lainnya. Mereka
yang terus menganut pandangan bahwa Roma merupakan tempat penulisan surat-surat ini
menganggap bahwa alasan-alasan yang dikemukakan untuk kota-kota yang lain itu tidak
meyakinkan, dan mereka menunjuk kepada kebenaran dari kisah tradisi zaman gereja mulamula
dan kepada teologi yang lebih berkembang (khususnya) untuk kasus surat Kolese dan Efesus.
Mungkinkah surat ini ditulis sedini masa pelayanan di Efesus?

Kepenulisan:
Bahwa Paulus merupakan penulis surat ini masih tetap disangkal di kalangan tertentu, tetapi
pandangan mayoritas berlawanan. Beberapa orang peneliti, terpengaruh oleh kenyataan bahwa
seperempat surat Kolose ini juga terdapat dalam Efesus, telah menganggap surat ini sebagai
perluasan dari sebuah korespondensi Paulus. Namun hubungan di antara kedua surat ini
secarapaling mudah dan memadai dijelaskan sebagai sadar atau tidak sadar hasil pikiran
sang rasul sendiri ketika ia menulis tentang pokok yang sama.

Keberatan-keberatan utama terhadap pendapat bahwa Pauluslah penulisnya adalah :


1. Pikiran dan penekanan dalam surat ini tidak sesuai dengan yang terdapat dalam Roma,
Korintus dan Galatia;
2. Ajaran sesat yang beredar di Kolose mustahil sudah berkembang dengan begitu cepat.
Bagaimanapun juga adalah salah untuk menggambarkan Paulus seakan-akan memuaskan untuk
menerangkan terjadinya perubahan tema dan kosa-kata. Aneka penelitian akhir-akhir ini telah
menunjukkan secara cukup meyakinkan bahwa Gnostik, setidak-tidaknya yang dalam bentuk
awalnya yang muncul di Kolose, sudah merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan pada
abad pertama. Suara bulat dari tradisigereja mula-mula bersatu dengan mayoritas pakar masa
kini dalam menegaskan keaslian surat ini; kita dapat meyakini kebenaran keputusan ini.

Aneka Tema dan Perkembangan Pemikiran


Susunan surat ini mengikuti pola Paulus yan sudah dikenal yang di dalamnya terdapat bagian
doktrin (yang harus dipercayai) yang dilanjutkan denan nasehat (bagaimana harus bertindak).
Untuk melawan ajaran palsu. Paulus menekankan sifat agung dari ke-Tuhanan Yesus Kristus serta
maknanya bagi orang-orang yang telah dipersatukan dengan Dia. Sebagai Tuhan atas ciptaan,
Yesus merupakan wujud Tuhan yang sempurna; selaku Kepala Gereja dan Pendamaiumat-Nya.
Dia secara efektif menjadi perantara melalui penebusan dosa untuk menghubungkan manusia
dengan Allah (1:15-22; 2:9). Untuk membuktikan bahwa Yesus saja cukup sebagai satu-satunya
Tuhan dan Penebus (berlawanan dengan Gnostik yang menggantinya dengan disiplin-disiplin
yang diharapkan dapat menebus dan suatu plrma(peenuhan) atau kelimpahan kekuatan yang
menjadi perantara). Paulus menekankan kedua aspek dari watak Kristus tersebut.
Yang penting dalam hal ini ialah konsep mengenai tubuh Kristus yang pasti cukup dikenal jemaat
di Kolose (1:18, 24; 2:17; 3:15). Hubungan yang misterius dan unik ini, yang terpisah dari
hubungan yang lain, menjadikan anathema (kutuk) suatu keyakinan atau praktik yang
menggantikan kedudukan sentral Yesus sebagai Penebus dan Penyempurna umat-Nya. "Tubuh
Kristus" merupakan sebuah tema yang tertanam sangat dalam di dalam sub-struktur teologi
Perjanjian Baru. Sebagian orang berusaha menemukan asal-usulnya di dalam pemikiran Paulus,
tetapi mungkin akar-akarnya terdapat dalam ajaran Tuhan sendiri (bdg, Markus 14:58; Yohanes
2:19-22; E. E. Ellis, Paul's One of the Old Testament, hlm. 92). Anggota persekutuan yang
dipandang sebagai bagian dari tubuh merupakan suatu kiasan yang asing di dunia Yunani,
misalnya di kalangan Stoa. Sekalipun demikian, pemakaian gambaran ini oleh Paulus lebih
daripada sekadar kiasan dim harus dipahami di dalam kerangka konsep Ihrani yang kuno dan
realistis tentang solidaritas bersarna (Iih. R. P. Shedd, Man in Community).
Di dalam I Korintus 12:12-21 "tubuh" (Kristus) dilukiskan secara lengkap dengan "kepala." Karena
itu seorang Kristen dapat diumpamakan sebagai mata atau telinga dan juga sebagai tangan. Di
dalam surat Kolose dan Efesus, di mana Kristus diumpamakan sebagai "kepala" dari tubuh,
gambaran ini mula-mula kelihatannya mengalami peruhahan y,mg hakiki. Jika demikian.
gambaran yiUlg berbeda itu merupakan suatu penyesuaian terhadap keinginan sang rasul untuk
menekankan di dalam surat-surat ini hubungan yang akrab antara Kristus dcngan umat-Nya dan
hukan hanya suatu perkembangan yang sudah lama dari konsepnya yang terdahulu. Gambarangambaran yang dipakai oleh Paulus harus dipahami dalam kerangkanya sendiri-sendiri dan
"sebuah analisis tunggal terhadap konsepnya secara menyeluruh akan sama bergunanya untuk
menafsirkan tulisan sang rasul dengan sebuah buldozer untuk mengolah sebuah taman mini" (A
Farrar, The Glass of Vision, hlm. 45).
Sekalipun demikian. mungkin sckali Kepala ilahi ini sama sekali bukan gambaran yang berheda
dengan "Tubuh" tadi, melainkan justru suatu gamharan yang melengkapi. Konsep mengenai
Kristus sebagai Kepala (kephal) Gereja disamakan dengan konsep dalam I Korintus 11:3,
"Kepala dari tiap-tiap laki-laki." Lebih spesifik lagi: "Suami adalah kepala istri sama seperti
Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh" (Efesus 5:23). Gambaran
tentang "Kepala" yang berkenaan dengan Kristus dan Gereja. harus dipahami dengan analogi
suami-istri. Gambaran ini mengungkapkan kesatuan Kristus dengan Gereja. sebab suami dan istri
adalah "satu daging." Tetapi yang lebih penting lagi gambaran ini melukiskan perbedaan Kristus
dengan Gereja. kewenangan Kristus atas Gereja dan tindakan-Nya menebus Gereja (bdg. 2: 10).
5

Definisi Gereja sebagai perluasan dari lnkarnasi kurang mencerminkan aspek kiasan Paulus ini.
Di dalam tulisan-tulisan Paulus hubungan orang Kristen dengan zaman baru dipandang sebagai
peristiwa yang sudah lalu dan sebagai suatu harapan pada masa mendatang. Pada masa lalu.
orang-orang Kristen disalibkan bersama dengan Kristus. dihangkitkan untuk hidup yang baru.
dipindahkan ke; dalam kerajaan-Nya. dimuliakan dan didudukkan di samping-Nya di surga
(Efesus 2:5-7: Kolose 1:13: 2:11-13: Roma 8:30). Sekalipun demikian. menjelang akhir hidupnya.
Paulus mengungkapkan kerinduannya untuk "mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan
persekutuan dalam penderitaan-Nya. di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya. supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati" (Filipi 3: 10-11). Makna
dari berbagai perspektif kronologis yang berbeda ini, dim hubungan mereka, sangatlah penting
untuk memahami cara berpikir Paulus (E. E. Ellis, Paul and his Recent lnterpreters, hlm. 37-40).
Singkatnya, dapat dikemukakan bahwa konsep mengenai Tubuh Kristus merupakan petunjuk
untuk memahami cara berpikir Paulus tersebut. Ketika Paulus berbicara tentang orang-orang
Kristen yang sudah mati dan bangkit untuk hidup baru, dia berbicara tentang suatu realitas
bersama yang dialami oleh Yesus secara pribadi pada tahun 30 M, tetapi sebagai perantara bagi
orang Kristen secara bersama melalui Roh yang diam di dalam mereka. Setelah menyatu dengan
tubuh Kristus dan ditetapkan untuk secara prihadi menjadi serupa dcngan Kristus, orang Kristen
sekarang harus mewujudkan di dalam kehidupan pribadinya suatu kehidupan "di dalam Kristus,"
yang ke dalamnya dia sudah dibawa. Sementara diri di dalam kcfanaunnya akan "mengenakan
yang tidak dapat mati" pada saat paro usia, kedatangan Tuhan kembali (I Korintus 15:51-54), diri
di dalam perwujudan moral dan psikologisnya mulai mengaktualisasikan berbagai realitas
zaman-baru di dalam kehidupan saat ini: "Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan
Kristus . . . mengapakah kamu menaklukkan dirimu kepada rupa-rupa peraturan?" "Kalau kamu
dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas." "Kamu telah menanggalkan
manusia lama ... dan telah mengenakan manusia baru" (2:20: 3: I, 9, 10). Watak dan pikiran
Kristus dan di dalam kebangkitan-Nya. hidup-Nya yang tidak bisa mati harus direalisasikan di
dalam Tubuh-Nya. Di dalam kerangka inilah "nasihat" Paulus tampak terkait erat dengan ajaran
teolog.
GARIS BESAR
I. Pendahuluan (1:1,2)
II. Sifat dari Ketuhanan Kristus
A. Ucapan Syukur Atas Iman Jemaat di Kolose Dalam Kristus (1:3-8)
B. Doa Agar Mereka Bertumbuh di Dalam Kristus (1:9-14)
C. Kristus sebagai Tuhan (1:15-19)
1.Tuhan atas Ciptaan (1:15-17)
2. Tuhan atas Ciptaan Baru (1:18-19)
D. Kristus Sebagai Pendamai dari Allah
1. Mendamaikan segala sesuatu (1:20) lihat di propisiasi-penebusan-vt1472.html
2. Mendamaikan Orang Kristen di Kolose (1:21-23)
E. Paulus: Hamba Kristus untuk Pendamaian (1:24-29)
1. Ikut berbagi Penderitaan Kristus (1:24)
2. Pembawa Berita Tentang Rahasia Kristen (1:25-27)
3. Pengajar Orang-orang Kudus (1:28, 29)
F. Keprihatinan Paulus terhadap Orang Kristen di Lembah Likhus (2:1-7)
III. Ketuhanan Kristus dan Ajaram Palsu di Kolose (2:8 - 3:4)
A. Kecukupan Mutlak dari Kristus (2:8-15)

1. Kristus: Tuhan Atas Segala Pemerintah dan Penguasa (2:8-10)


2. Kristus: Sumber Kehidupan Baru Orang Kristen (2: 11-14)
3. Kristus: Pemenang Atas Segala Kuasa di Bumi (2: 15)
B. Berbagai Praktik Jemaat Kolose yang Bersifat Menyangkal Ketuhanan Kristus (2: 16-19)
1. Keterikatan pada Ritual, Kemunduran ke Masa Lalu (2: 16: 17)
2. Tunduk kepada Kekuatan-Kekuatan Seperti Malaikat. Meninggalkan Kristus (2: 18, 19) .
C. Berbagai Praktik Jemaat Kolose yang Bertentangan dengan Kehidupan Bersama Mereka Dalam
Kristus (2:20 - 3:4).
1. Mati Bersama Kristus Berarti Mati Terhadap Peruturan-peraturan "Zaman Lama" (2:20-23)
2. Kebangkitan Bersama Kristus Menuntut Suatu Pandangan Hidup 'Zaman Baru" (3:1-4)

IV. Ketuhanan Kristus Dalam Kehidupan Kristen (3:5 - 4:6)


A. Kewajiban Kristiani: Amalkan Secara Pribadi Kenyataan Hidup "di Dalam Kristus" (3:5-17)
1. Sifat Zaman Lama Harus Ditanggalkan (3:5-9)
2. Sifat Zaman Baru Harus Dikenakan (3: 10-I7)
B. Ketetapan-ketetapan Khusus (3:18 - 4:6)
1. Rumah Tangga Kristen (3:18 - 4:1)
2. Doa (4:2-4)
3. Hubungan dengan Orang Non-Kristen (4:5. 6)
V. Penutup
A. Rekomendasi untuk Para Pembawa Surat (4:7-9)
B. Salam dari Rekan-rekan Sekerja Paulus (4: 10-14)
C. Salam dan Berkat dari Sang Rasul (4: 15-18)
Sumber :
The Wycliffe Bible Commentary, Vol 3, Moody Bible Institute of Chicago USA, 1962, p 793-799.

Artikel terkait: kolose-vt4228.html#p23083

rjemahan Baru

Bahasa Indonesia Sehari Hari

English [Amplified]

(sambungan dari) 1:24 - 2:5 = Pelayanan dan penderitaan Paulus


(1) Karena aku mau, supaya
kamu tahu, betapa beratnya
perjuangan yang kulakukan
untuk kamu, dan untuk
mereka yang di Laodikia dan
untuk semuanya, yang belum
mengenal aku pribadi,

(1) Saya ingin kalian


mengetahui bagaimana
hebatnya saya berjuang
untukmu dan untuk mereka
yang di Laodikia serta semua
yang tidak mengenal saya
secara pribadi.

(1) FOR I want you to know how


great is my solicitude for you
[how severe an inward struggle
I am engaged in for you] and
for those [believers] at
Laodicea, and for all who [ like
yourselves] have never seen
my face and known me
personally.

(2) supaya hati mereka


terhibur dan mereka bersatu
dalam kasih, sehingga mereka
memperoleh segala kekayaan
dan keyakinan pengertian,
dan mengenal rahasia Allah,
yaitu Kristus,

(2) Semuanya ini saya lakukan


agar hati mereka menjadi kuat
dan mereka saling mengasihi
sehingga mereka erat bersatu.
Dengan demikian mereka
sungguh-sungguh mengerti
dan yakin serta mengenal
rahasia Allah, yaitu Kristus
sendiri.

(2) [For my concern is] that


their hearts may be braced
(comforted, cheered, and
encouraged) as they are knit
together in love, that they may
come to have all the abounding
wealth and blessings of
assured conviction of
understanding, and that they
may become progressively
more intimately acquainted
with and may know more
definitely and accurately and
thoroughly that mystic secret
of God, [which is] Christ (the
Anointed One).

(3) sebab di dalam Dialah


tersembunyi segala harta
hikmat dan pengetahuan.

(3) Kristuslah yang


menyingkapkan segala
kebijaksanaan dan
pengetahuan Allah yang
dahulu tersembunyi.

(3) In Him all the treasures of


[divine] wisdom
( comprehensive insight into
the ways and purposes of God)
and [all the riches of spiritual]
knowledge and enlightenment
are stored up and lie hidden.

(4) Hal ini kukatakan, supaya


jangan ada yang
memperdayakan kamu
dengan kata-kata yang indah.

(4) Saya memberitahukan ini


supaya kalian jangan ditipu
oleh siapa pun juga yang
bermulut manis kepadamu.

(4) I say this in order that no


one may mislead and delude
you by plausible and
persuasive and attractive
arguments and beguiling
speech.

(5) Sebab meskipun aku


sendiri tidak ada di antara
kamu, tetapi dalam roh aku
bersama-sama dengan kamu
dan aku melihat dengan
sukacita tertib hidupmu dan
keteguhan imanmu dalam
Kristus.

(5) Karena meskipun saya


berjauhan dari kalian,
anggaplah bahwa saya hadir
di antara kalian. Dan saya
gembira melihat kalian sehati
dan teguh percaya kepada
Kristus.

(5) For though I am away from


you in body, yet I am with you
in spirit, delighted at the sight
of your [standing shoulder to
shoulder in such] orderly array
and the firmness and the solid
front and steadfastness of your
faith in Christ [that leaning of
the entire human personality
on Him in absolute trust and
confidence in His power,
wisdom, and goodness].

2:6-15 = Kepenuhan hidup dalam Kristus


(6) Kamu telah menerima
Kristus Yesus, Tuhan kita.
Karena itu hendaklah hidupmu
tetap di dalam Dia.

(6) Saudara-saudara sudah


menerima Kristus Yesus
sebagai Tuhan. Sebab itu
hendaklah kalian hidup
bersatu dengan Dia,

(6) As you have therefore


received Christ, [even] Jesus
the Lord, [so] walk (regulate
your lives and conduct
yourselves) in union with and
conformity to Him.

(7) Hendaklah kamu berakar


di dalam Dia dan dibangun di
atas Dia, hendaklah kamu
bertambah teguh dalam iman
yang telah diajarkan
kepadamu, dan hendaklah
hatimu melimpah dengan
syukur.

(7) dan berakar di dalam Dia.


Hendaklah kalian membangun
hidupmu dengan Kristus
sebagai dasarnya. Hendaklah
kalian makin percaya kepada
Kristus, menurut apa yang
sudah diajarkan kepadamu.
Dan hendaklah hatimu
meluap-luap dengan ucapan
terima kasih.

(7) Have the roots [of your


being] firmly and deeply
planted [in Him, fixed and
founded in Him], being
continually built up in Him,
becoming increasingly more
confirmed and established in
the faith, just as you were
taught, and abounding and
overflowing in it with
thanksgiving.

(8) Hati-hatilah, supaya


jangan ada yang menawan
kamu dengan filsafatnya yang
kosong dan palsu menurut
ajaran turun-temurun dan rohroh dunia, tetapi tidak
menurut Kristus.

(8) Hendaklah kalian berhatihati, jangan sampai ada yang


memikat kalian dengan
falsafah-falsafah manusia
yang tidak berguna,
melainkan hanya
menyesatkan. Falsafahfalsafah itu bukan dari Kristus,
melainkan dari pendapat
manusia saja dan dari roh-roh
penguasa dunia.

(8) See to it that no one carries


you off as spoil or makes you
yourselves captive by his socalled philosophy and
intellectualism and vain deceit
(idle fancies and plain
nonsense), following human
tradition (men's ideas of the
material rather than the
spiritual world), just crude
notions following the
rudimentary and elemental
teachings of the universe and
disregarding [the teachings of]
Christ (the Messiah).

(9) Sebab dalam Dialah


(9) Sebab seluruh kepribadian
berdiam secara jasmaniah
Allah berdiam pada Kristus,
seluruh kepenuhan ke-Allahan, yaitu pada kemanusiaan-Nya.

(9) For in Him the whole


fullness of Deity (the Godhead)
continues to dwell in bodily
form [giving complete
expression of the divine
nature].

(10) dan kamu telah dipenuhi


di dalam Dia. Dialah kepala
semua pemerintah dan
penguasa.

(10) Dan karena hidup bersatu


dengan Kristus, kalian pun
diberi hidup sepenuhnya.
Sebab Kristus adalah kepala
atas setiap roh yang berkuasa
dan yang memerintah.

(10) And you are in Him, made


full and having come to fullness
of life [in Christ you too are
filled with the Godhead--Father,
Son and Holy Spirit--and reach
full spiritual stature]. And He is
the Head of all rule and
authority [of every angelic
principality and power].

(11) Dalam Dia kamu telah


disunat, bukan dengan sunat
yang dilakukan oleh manusia,
tetapi dengan sunat Kristus,
yang terdiri dari penanggalan
akan tubuh yang berdosa,

(11) Karena bersatu dengan


Kristus, kalian sudah disunat,
bukan dengan sunat yang
dibuat oleh manusia,
melainkan dengan sunat yang
dibuat oleh Kristus, yang

(11) In Him also you were


circumcised with a circumcision
not made with hands, but in a
[spiritual] circumcision
[performed by] Christ by
stripping off the body of the

membebaskan kalian dari


kuasa tabiat yang berdosa.

flesh (the whole corrupt, carnal


nature with its passions and
lusts).

(12) karena dengan Dia kamu


dikuburkan dalam baptisan,
dan di dalam Dia kamu turut
dibangkitkan juga oleh
kepercayaanmu kepada kerja
kuasa Allah, yang telah
membangkitkan Dia dari
orang mati.

(12) Sebab pada waktu kalian


dibaptis, kalian dikubur
bersama-sama Kristus; dan
dengan baptisan itu juga,
kalian turut dihidupkan
kembali bersama-sama Kristus
karena kalian percaya akan
kuasa Allah yang sudah
menghidupkan Kristus dari
kematian.

(12) [Thus you were


circumcised when] you were
buried with Him in [your]
baptism, in which you were
also raised with Him [ to a new
life] through [your] faith in the
working of God [ as displayed]
when He raised Him up from
the dead.

(13) Kamu juga, meskipun


dahulu mati oleh
pelanggaranmu dan oleh
karena tidak disunat secara
lahiriah, telah dihidupkan
Allah bersama-sama dengan
Dia, sesudah Ia mengampuni
segala pelanggaran kita,

(13) Dahulu, kalian sudah mati


secara rohani karena kalian
berdosa, dan karena kalian
tidak disunat secara lahir.
Tetapi sekarang Allah
menghidupkan kalian
bersama-sama dengan
Kristus. Allah sudah
mengampuni segala dosa kita,

(13) And you who were dead in


trespasses and in the
uncircumcision of your flesh
(your sensuality, your sinful
carnal nature), [God] brought
to life together with [Christ],
having [freely] forgiven us all
our transgressions,

(14) dengan menghapuskan


surat hutang, yang oleh
ketentuan-ketentuan hukum
mendakwa dan mengancam
kita. Dan itu ditiadakan-Nya
dengan memakukannya pada
kayu salib:

(14) dan membatalkan surat


hutang terhadap kita, yang
mengancam kita dengan
syarat-syarat yang berat.
Dengan menyalibkan surat itu
pada kayu salib, Allah
menghapuskan semua
dakwaan terhadap kita.

(14) Having cancelled and


blotted out and wiped away the
handwriting of the note (bond)
with its legal decrees and
demands which was in force
and stood against us (hostile to
us). This [note with its
regulations, decrees, and
demands] He set aside and
cleared completely out of our
way by nailing it to [His] cross.

(15) Ia telah melucuti


pemerintah-pemerintah dan
penguasa-penguasa dan
menjadikan mereka tontonan
umum dalam kemenanganNya atas mereka.

(15) Pada salib itu Kristus


membuat segala roh-roh yang
memerintah dan berkuasa
menjadi tidak berdaya lagi.
Mereka dijadikan tontonan
umum pada waktu Kristus
menggiring mereka sebagai
tawanan dalam pawai
kemenangan-Nya.

(15) [God] disarmed the


principalities and powers that
were ranged against us and
made a bold display and public
example of them, in triumphing
over them in Him and in it [the
cross].

10

GANGNAM STYLE atau GOD STYLE : Kolose 2:8-15


oleh Ria Agustine*: 01-11-2012, Dibaca: 1437kali

Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan
palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
Saat ini hampir mustahil rasanya kita berselancar ria di internet tanpa melihat atau mendengar
fenomena tentang Gangnam Style. Apalagi buat Anda yang sering mondar-mandir di YouTube
atau penggemar K-Pop. Apa sih yang menarik dari video ini? Bisa dibilang, semuanya. Mulai dari
tarian kuda yang aneh tapi asyik, hingga musik yang begitu mudah mengalir ke dalam telinga,
walaupun sebagian besar orang bahkan tak mengerti arti liriknya dan pesan apa yang mau
disampaikan .
Paulus memperingatkan jemaat Kolose dengan sangat keras di tengah begitu banyaknya ajaran
sesat yang berkembang saat itu agar mereka berhati-hati untuk tidak mudah terpengaruh.
Paulus mengatakan dengan tegas agar jangan ada yang menawan mereka dengan berbagai
filsafat yang kosong dan palsu (ay. 8). Dengan begitu berjamurnya berbagai macam ajaran
dalam kehidupan jemaat Kolose seperti berbagai tentang siapa itu Yesus apakah dia Allah atau
setengah Allah, lalu terkait dengan praktik-praktik hidup orang Kristen yang sejati menurut
mereka karena begitu banyaknya sehingga membuat mereka semakin bingung. Oleh karena itu
sekali lagi mereka diajak oleh Paulus kembali kepada fondasi dasar yaitu untuk terus
memercayai Kristus yang sudah bangkit.
Budaya postmodern dari kehidupan anak muda saat ini adalah sebuah budaya yang diterima dari
dunia yang begitu luas dan menghadirkan keindahan luar biasa tetapi dibalik semuanya itu ada
bahaya yang akan menjerat dengan kuat setiap orang yang memasukinya. Kita perlu
mengembangkan sikap kritis terhadap berbagai hal tersebut dengan terus melihat kebenaran
Firman Tuhan, jika tidak akan banyak anak muda yang hanya sekedar ikut-ikutan. Pola dalam
bentuk pemuridan harus terus dikembangkan dan diterapkan agar kecintaan akan Firman dan
keberakaran dalam Kristus terus menjadi gaya hidup dalam menghadapi gempuran budaya
maupun filsafat dunia yang makin berkembang, sehingga kita tetap dapat bersinar dan
menggarami dunia melalui kesaksian kita.

11

*Penulis adalah Staf departemen Literatur Perkantas jawa Timur

12

Kolose 2:8-15
Konteks
2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya m yang kosong dan
palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, n tetapi tidak menurut
Kristus 1 . 2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan o keAllahan, 2:10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala p semua pemerintah dan
penguasa. q 2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, r bukan dengan sunat yang dilakukan oleh
manusia, tetapi dengan sunat Kristus 2 , yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang
berdosa, s 2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, t dan di dalam Dia kamu
turut dibangkitkan u juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah
membangkitkan Dia dari orang mati. v 2:13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh
pelanggaranmu w dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan x Allah
bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran y kita, 2:14 dengan
menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan z hukum 3 mendakwa dan
mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: a 2:15 Ia
telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa 4 b dan menjadikan mereka
tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. c
1

Full Life : FILSAFATNYA YANG KOSONG ... TIDAK MENURUT KRISTUS.


Nas : Kol 2:8
Paulus mengingatkan kita untuk berwaspada terhadap segala filsafat agama, dan tradisi yang
menekankan usaha manusia terlepas dari Allah dan penyataan-Nya dalam Alkitab. Sekarang ini
salah satu ancaman filsafat yang terbesar terhadap kekristenan yang berdasarkan Alkitab adalah
"humanisme sekular". Paham ini telah menjadi filsafat yang mendasar dan agama yang diterima
dalam kebanyakan pendidikan sekular, pemerintahan, dan masyarakat pada umumnya. Paham
ini juga merupakan segi pandangan yang tetap dari kebanyakan media berita dan hiburan di
seluruh dunia.
1. 1) Apakah yang diajarkan oleh filsafat humanisme?
1. (a) Filsafat ini mengajar bahwa umat manusia, alam semesta, dan segala sesuatu
yang ada hanya terdiri atas zat dan tenaga yang terbentuk secara kebetulan dalam
wujudnya yang sekarang.
2. (b) Manusia tidak diciptakan oleh Allah yang berkepribadian, tetapi adalah hasil
suatu proses evolusi yang untung-untungan.
3. (c) Paham ini menolak kepercayaan kepada Allah yang berkepribadian dan tak
terbatas serta menyangkal bahwa Alkitab adalah penyataan yang diilham oleh Allah
kepada umat manusia.
4. (d) Ditegaskannya bahwa pengetahuan tidak ada terlepas dari penemuan manusia
dan bahwa nalar manusialah yang menentukan etika yang tepat bagi masyarakat,
dan dengan demikian menjadikan manusia sebagai otoritas yang tertinggi.
5. (e) Paham ini berusaha untuk mengubah atau memperbaiki perilaku manusia
melalui pendidikan, redistribusi ekonomi, psikologi modern atau hikmat manusia.
6. (f) Diajarkannya bahwa standar moral tidaklah mutlak, melainkan nisbi, ditetapkan
oleh apa yang membahagiakan orang, membuatnya senang, atau dianggap baik
untuk masyarakat sesuai dengan tujuan-tujuan yang ditentukan oleh para
pemimpinnya; nilai-nilai dan moralitas alkitabiah ditolak.
7. (g) Rasa nyaman-diri, kepuasan, dan kesenangan dianggapnya sebagai keuntungan
yang tertinggi dalam hidup.
8. (h) Ditegaskannya bahwa manusia harus belajar untuk menanggulangi kematian
dan segala kesukaran dalam hidup tanpa percaya kepada atau bergantung pada
Allah.
2. 2) Filsafat humanisme mulai dengan Iblis dan merupakan perwujudan kebohongan Iblis
bahwa manusia dapat menjadi seperti Allah (Kej 3:5). Alkitab menyebut para penganut
humanisme sebagai orang yang telah "menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan
memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya ... " (Rom 1:25).
3. 3) Semua pemimpin, pendeta, dan orang-tua Kristen harus berusaha sekuat-kuatnya
untuk melindungi anak-anak mereka dari indoktrinasi humanisme dengan menyingkapkan
kesalahannya serta menanam di dalam mereka sikap penghinaan terhadap pengaruhnya
yang merusak (Rom 1:20-32; 2Kor 10:4-5; 2Tim 3:1-10; Yud 1:4-20;
lihat cat. --> 1Kor 1:20;
lihat cat. --> 2Pet 2:19).
[atau ref. 1Kor 1:20; 2Pet 2:19]
2
Full Life : DENGAN SUNAT KRISTUS.
Nas : Kol 2:11
Dalam PL sunat merupakan tanda bahwa seorang Israel mempunyai hubungan perjanjian
dengan Allah
13

(lihat cat. --> Kej 17:11).


[atau ref. Kej 17:11]
Sunat melambangkan pengeratan atau pemisahan dari dosa dan segala sesuatu yang tidak suci
di dalam dunia. Di bawah perjanjian PB, orang percaya telah mengalami sunat yang rohani, yaitu
"penanggalan akan tubuh (sifat) yang berdosa." Ini suatu perbuatan rohani yang dengannya
Kristus mengerat sifat lama kita yang belum dilahirkan kembali yang penuh pendurhakaan
terhadap Allah serta memberikan hidup rohani atau hidup kebangkitan Kristus kepada kita
(ayat Kol 2:12-13); ini adalah sunat di dalam hati (Ul 10:16; Ul 30:6; Yer 4:4; 9:26; Rom 2:29).
3
Full Life : SURAT HUTANG, YANG OLEH KETENTUAN-KETENTUAN HUKUM.
Nas : Kol 2:14
Ini menunjuk kepada Taurat Musa, yaitu hukum-hukum yang menunjuk ke perilaku yang benar
tetapi tidak dapat memberi hidup dan kuasa untuk menaati Allah (Gal 3:21). Perjanjian yang
lama sebagai suatu jalan menuju keselamatan telah dipakukan di salib (yaitu dihapuskan) dan
Allah mengadakan suatu perjanjian yang lebih baik melalui Kristus dan oleh Roh-Nya (2Kor 3:69; Ibr 8:6-13; 10:16-17,29; 12:24;
lihat art. PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU).
4
Full Life : MELUCUTI PEMERINTAH-PEMERINTAH DAN PENGUASA-PENGUASA.
Nas : Kol 2:15
Melalui kematian-Nya di salib, Kristus mengalahkan semua kekuatan roh jahat dan kuasa setan di
dunia (bd. Ef 6:12). Ia melucuti mereka dari kekuasaannya untuk menahan orang-orang
terbelenggu kepada kuasa kejahatan menentang kehendak mereka (bd.Kol 1:3; Mat 12:29; Luk
10:18; Luk 11:20-22; Ibr 2:14;
lihat art. KUASA ATAS IBLIS DAN SETAN-SETAN).
Anak Tuhan ikut mengambil bagian dalam kemenangan-Nya. Kita tidak hanya menang atas dunia
dan pencobaan (1Yoh 4:4), tetapi kita juga memiliki kuasa untuk memerangi kekuatan-kekuatan
roh jahat
(lihat cat. --> Ef 6:12;
[atau ref. Ef 6:12]

14

Pendahuluan Kolose
Penulis : Paulus
Tema : Keunggulan Kristus
Tanggal Penulisan: Sekitar 62 TM
Latar Belakang
Kota Kolose terletak dekat Laodikia (bd. Kol 4:16) di bagian barat daya Asia Kecil, kira-kira 160
kilometer tepat di sebelah timur kota Efesus. Agaknya jemaat Kolose telah didirikan sebagai
akibat tiga tahun pelayanan yang luar biasa dari Paulus di Efesus (Kis 20:31). Pengaruh
pelayanannya begitu luar biasa dan luas jangkauannya sehingga "semua penduduk Asia
mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani" (Kis 19:10). Walaupun Paulus
sendiri mungkin tidak pernah mengunjungi Kolose (Kol 2:1), ia telah memelihara hubungannya
dengan gereja itu melalui Epafras, seorang yang bertobat di bawah pelayanannya dan rekan
kerjanya dari Kolose (Kol 1:7; Kol 4:12).
Alasan untuk menulis surat ini adalah munculnya ajaran palsu yang mengancam masa depan
rohani jemaat Kolose (Kol 2:8). Ketika Epafras, seorang pemimpin dalam gereja Kolose dan boleh
jadi pendirinya, mengadakan perjalanan untuk mengunjungi Paulus dan memberitahukan
tentang situasi di Kolose (Kol 1:8; Kol 4:12), Paulus menanggapinya dengan menulis surat ini.
Pada waktu itu ia berada dalam tahanan (Kol 4:3,10,18), mungkin sekali di Roma (Kis 28:16-31)
sambil menantikan naik bandingnya kepada Kaisar (Kis 25:11-12). Rekan Paulus, Tikhikus sendiri
membawa surat ini ke Kolose atas nama Paulus (Kol 4:7).
Sifat yang tepat dari ajaran palsu yang terdapat di Kolose ini tidak diuraikan dengan jelas dalam
surat ini, karena para pembaca yang mula-mula sudah memahaminya dengan baik. Akan tetapi
dari berbagai pernyataan Paulus yang menentang ajaran palsu itu, nyatalah bahwa bidat yang
hendak meruntuhkan dan menggantikan Yesus Kristus sebagai inti kepercayaan Kristen adalah
suatu campuran yang aneh yang terdiri atas ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi tertentu di luar
Alkitab dan filsafat kafir (serupa dengan campuran kultus-kultus dewasa ini).
Garis Besar Kolose
Garis Besar
1. Pendahuluan
(Kol 1:1-12)
1. A. Salam Kristen
(Kol 1:1-2)
2. B. Ucapan Syukur Karena Iman, Kasih, dan Pengharapan Mereka
(Kol 1:3-8)
3. C. Doa untuk Kemajuan Rohani Mereka
(Kol 1:9-12)
2. I. Ajaran yang Penuh Kuasa -- Penebusan Orang Percaya
(Kol 1:13-2:23)
1. A. Keutamaan Kristus yang Mutlak
(Kol 1:13-23)
1. 1. Sebagai Penebus Demi Orang Lain
(Kol 1:13-14; bd. Kol 1:20,22).
2. 2. Sebagai Tuhan atas Ciptaan
(Kol 1:15-17)
3. 3. Sebagai Kepala Gereja
(Kol 1:18)
4. 4. Sebagai Pendamai Segala Sesuatu
(Kol 1:19-20)
5. 5. Sebagai Pendamai Jemaat Kolose dengan Allah
(Kol 1:21-23)
2. B. Pelayanan Paulus Dalam Rahasia Allah di dalam Kristus
(Kol 1:24-2:7)
1. 1. Menggenapkan Penderitaan Kristus
(Kol 1:24-25)
2. 2. Menyempurnakan Orang Percaya di dalam Kristus
(Kol 1:26-2:7)
3. C. Berbagai Peringatan Terhadap Ajaran Sesat
(Kol 2:8-23)
1. 1. Persoalan: Ajaran yang Tidak Menurut Kristus
(Kol 2:8)
Pemecahan: Disempurnakan di dalam Kristus
(Kol 2:9-15)
2. 2. Persoalan: Berbagai Perbuatan Ibadah yang Tidak Menurut Kristus
(Kol 2:16-23)
15

Pemecahan: Disalibkan Bersama Kristus


(Kol 2:20)
3. II. Pengarahan-Pengarahan Praktis -- Kehidupan Orang Percaya
(Kol 3:1-4:6)
1. A. Perilaku Pribadi Orang Percaya
(Kol 3:1-17)
1. 1. Bila Kristus Adalah Hidup Kita
(Kol 3:1-4)
2. 2. Mengesampingkan Hidup Lama yang Berdosa
(Kol 3:5-9)
3. 3. Mengenakan Manusia Baru di dalam Kristus
(Kol 3:10-17)
2. B. Hubungan Rumah Tangga Orang Percaya
(Kol 3:18-4:1)
1. 1. Suami dan Istri
(Kol 3:18-19)
2. 2. Anak dan Orang-Tua
(Kol 3:20-21)
3. 3. Hamba dan Tuan
(Kol 3:22-4:1)
3. C. Pengaruh Rohani Orang Percaya
(Kol 4:2-6)
1. 1. Kehidupan yang Diabdikan kepada Doa
(Kol 4:2-4)
2. 2. Perilaku Bijaksana Terhadap Orang Luar
(Kol 4:5)
3. 3. Perkataan yang Dibumbui Kasih Karunia
(Kol 4:6)
4. Penutup
(Kol 4:7-18)
Tujuan dan Survei Kolose
Tujuan
Paulus menulis
1. (1) untuk memberantas ajaran palsu yang berbahaya di Kolose yang sedang
menggantikan keunggulan Kristus dan kedudukan-Nya sebagai inti dalam ciptaan,
penyataan, penebusan, dan gereja; dan
2. (2) untuk menekankan sifat sebenarnya dari hidup baru di dalam Kristus dan tuntutannya
pada orang percaya.
Survai
Setelah menyampaikan salam jemaat dan mengungkapkan rasa syukur karena iman, kasih, dan
pengharapan mereka, dan karena mereka terus-menerus maju sebagai orang percaya, maka
Paulus memusatkan perhatian pada dua pokok persoalan yang penting: ajaran yang betul (Kol
1:13--2:23) dan nasihat-nasihat praktis (Kol 3:1--4:6).
Dari segi teologi, Paulus menekankan sifat sejati dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Dialah
gambar Allah yang tidak kelihatan (Kol 1:15), kepenuhan ke-Allahan dalam bentuk jasmaniah (Kol
2:9), Pencipta segala sesuatu (Kol 1:16-17), kepala gereja (Kol 1:18) dan sumber yang serba
cukup dari keselamatan kita (Kol 1:14,20-22). Kristus benar-benar memadai, sedangkan bidat di
Kolose itu sama sekali tidak memadai -- hampa, palsu, dan bersifat kemanusiaan (Kol 2:8);
dangkal secara rohani dan angkuh (Kol 2:18); serta tanpa kuasa terhadap keinginan-keinginan
berdosa dari tubuh (Kol 2:23)
Dalam nasihat-nasihat praktisnya, Paulus mengimbau agar hidup ini didasarkan pada kecukupan
dari Kristus sebagai satu-satunya cara untuk maju dalam kehidupan Kristen. Realitas Kristus
yang hidup di dalam kita (Kol 1:27) harus tampak dalam perilaku Kristen (Kol 3:1-17), hubungan
rumah tangga (Kol 3:18--4:1) dan disiplin rohani (Kol 4:2-6).
Ciri Khas Kolose
Ciri-ciri Khas
Tiga ciri utama menandai surat ini.
1. (1) Kolose memusatkan perhatian pada kebenaran rangkap dua dari keutamaan Kristus
dan kesempurnaan orang percaya di dalam Dia, bahkan lebih dari kitab-kitab lain dalam
PB.
2. (2) Kitab ini dengan tegas meneguhkan kepenuhan ke-Allahan Kristus (Kol 2:9) dan berisi
salah satu bagian yang paling agung di PB mengenai kemuliaan-Nya (Kol 1:15-23).
16

3. (3) Kitab ini sering dianggap sebagai "surat kembar" bersama kitab Efesus, karena
keduanya mempunyai beberapa persamaan dalam hal isi dan ditulis kira-kira pada waktu
yang sama (bd. Garis Besar dari kedua kitab ini).

17

Ajaran Palsu

Print this

RENUNGAN GEMA 2006


18 JUNE 2006Kolose 2
Rasul Paulus dalam pasal 2 ini memaparkan bahaya dari para pengajar palsu di jemaat Kolose.
Sebanyak tiga kali kata jangan disebutkan oleh rasul Paulus yaitu jangan ada yang menawan
kamu dengan filsafatnya yang kosong (8), jangan kamu biarkan orang menghukum kamu
mengenai... (16), jangan kamu biarkan kemenanganmu digagalkan (17). Bagaimanakah orang
percaya dapat membedakan ajaran yang benar dan ajaran yang palsu? Apakah ciri daripada
ajaran yang palsu?
Ajaran palsu didasarkan pada ajaran turun temurun yang bertentangan dengan firman Tuhan.
Para bidat dalam jemaat Kolose merupakan orang-orang yang mengajarkan tradisi turun
temurun dan bukan firman Tuhan, seperti yang dilakukan oleh para pemimpin agama pada
jaman Tuhan Yesus.
Ajaran palsu didasarkan pada kepercayaan kepada roh-roh. Para bidat di jemaat Kolose juga
mengajarkan takhyul-takhyul yang berkenaan dengan "bulan baru" dan kebiasaan agama lain
yang diatur dengan penanggalan (16). Apakah Anda masih hidup di bawah pengaruh ajaran dan
kepercayaan yang bersifat takhyul? Atau percaya kepada ramalan-ramalan yang berdasarkan
roh-roh lain? Kembali kepada firman Tuhan merupakan jalan yang terbaik untuk berjaga-jaga dari
ajaran palsu. [FC]

18

Jangan Tertawan dengan Filsafat yang Palsu


Kolose 2:8
Pdt. Hendry Ongkowidjojo
Jemaat Kolose dibandingkan dengan jemaat-jemaat Paulus yang lain merupakan jemaat yang
relatif kecil. Kota Kolose adalah kota kecil yang tidak begitu penting dibandingkan Efesus,
Korintus apalagi Roma. Bahkan pendirinya pun tidak begitu penting. Kota Kolose didirikan oleh
Epafras yang adalah murid Paulus sendiri. Namun yang menarik waktu kita membaca kitab ini
adalah bahwa Kolose merupakan satu jemaat yang relatif lebih baik dibandingkan dengan
jemaat-jemaat yang didirikan oleh Paulus sendiri. Akan tetapi di tengah jemaat-jemaat yang baik
seperti ini bukan berarti selama-lamanya tetap baik. Mulai datang pengajaran yang salah, palsu,
yang tidak kembali pada Kristus. Ketika Epafras menghadapi pengajar-pengajar palsu ini, ia mulai
merasa kesulitan. Namun Epafras adalah seorang yang rendah hati. Ketika ia menghadapi
kesulitan seperti ini ia datang mencari Paulus yang waktu itu ada di penjara Roma. Paulus begitu
besar hati. Meskipun jemaat Epafras yang adalah muridnya sendiri lebih berkembang dan
lebih baik daripada jemaatnya sendiri, namun Paulus tetap bersukacita. Bagi Paulus yang penting
adalah bagaimana jemaat Tuhan bisa bertumbuh. Demikian pula ketika jemaat Tuhan mengalami
masalah Paulus menghadapinya dengan keseriusan yang sama seperti Paulus menangani
masalah jemaatnya sendiri.
Paulus memberi peringatan kepada jemaat Kolose dan kepada kita semua pada hari ini: Hatihatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu
menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Waktu kita
membaca ayat ini apakah kita merasa bahwa peringatan ini juga kita perlukan? Atau kita merasa
aman dari ayat ini karena kita tidak suka filsafat? Paulus begitu serius waktu mengatakan bagian
ini. Sekali seseorang menjadi tawanan, lepasnya begitu sulit. Demikian pula begitu hati kita
sudah tertawan. Seorang yang hatinya sudah tertawan dengan seorang gadis atau lelaki,
meskipun orang itu tidak baik seringkali ia tidak mau lepas.
Mengapa Paulus mengatakan harus hati-hati? Karena tidak gampang lepas. Filsafat di sini bukan
ilmu filsafat, teori filsafat, pelajaran-pelajaran dari para filsuf. Karena itu waktu membaca hal ini
kita tidak dapat berpikir bahwa kita aman. Terjemahan lain yang lebih mendekati dari kata
filsafat di sini adalah falsafah. Tidak ada orang yang tidak memiliki falsafah hidup. Falsafah hidup
sangat mempengaruhi setiap hal kecil yang kita lakukan. Falsafah hidup mempengaruhi cara kita
makan, berjalan, bahkan bagaimana kita kumpul dengan orang lain.
Waktu Paulus mengatakan hati-hati artinya tidak semua falsafah hidup itu salah. Tidak semua
falsafah hidup yang tidak berasal dari wahyu khusus itu tidak dapat dipegang. Ada falsafah yang
secara umum sejalan dengan apa yang dinyatakan Alkitab. Misalnya: seorang filsuf Tionghoa
mengatakan seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya itu seperti apa? Apakah seorang
anak yang merawat dan mengunjungi orangtuanya di masa tua? Tidak. Seorang anak yang
seperti ini bukan anak yang berbakti. Namun anak yang berbakti adalah seorang anak yang
mengunjungi, merawat, menjaga orangtuanya dengan rela. Ini adalah falsafah yang sangat baik
dan tidak melawan firman Tuhan. Firman Tuhan mengatakan hormatilah orangtuamu. Karena itu
tidak semua falsafah hidup itu palsu.
Namun pada saat yang sama ada juga bahkan banyak falsafah hidup yang salah dan
bertentangan dengan Alkitab. Kapan orang sadar dengan falsafah yang salah? Kadang begitu
terlambat setelah banyak harga yang harus dibayar dan dikorbankan. Bukan hanya itu. Berapa
banyak waktu dan orang yang juga sudah dikorbankan karena seseorang mengikuti falsafah
hidup yang salah itu? Mengapa falsafah yang salah bisa begitu menarik? Misalnya: orang zaman
dulu menyimpan barang dalam wadah kayu atau batu. Dari luar begitu menarik tetapi seringkali
orang tidak tahu apa di dalamnya. Bahkan orang tidak tahu jika di dalamnya kosong. Falsafah
hidup yang salah tidak kelihatan kosong dari awalnya. Jika sudah kelihatan pasti orang tidak mau
mengejarnya. Apa yang perlu jemaat Kolose dan kita semua perhatikan baik-baik adalah bahwa
falsafah yang kosong itu tidak langsung kelihatan kosong pada mulanya! Kita begitu perlu hatihati.
Falsafah hidup yang kosong dan palsu juga bisa begitu menawan karena sumber / asalnya tidak
pernah kita sangka. Dari manakah sumber falsafah yang kosong dan palsu itu? (Ayat 8) Menurut
ajaran turun-temurun. Berarti falsafah yang kosong itu kita dapatkan bukan dari profesor atau
dosen filsafat melainkan dari orang tua. Mengapa orang tua bisa mengajarkan filsafat yang
19

kosong dan palsu kepada kita? Karena mereka dapatkan dari orang tua mereka, demikian
seterusnya. Kakek kita juga mendapatkan dari orangtuanya. Sehingga kita harus menyadari
bahwa peringatan Paulus di sini begitu serius. Bahkan mungkin kita sendiri yang memasukkan
filsafat yang kosong kepada anak-anak kita.
Contoh 1: berdasarkan pengalaman dan sejarah, selama ribuan tahun orang-orang Tiongkok
berada di bawah Kerajaan. Di bawah kerajaan itu yang namanya raja lebih banyak sewenangwenangnya daripada tidak. Sehingga orang Tionghoa secara kebanyakan memiliki konsep:
jangan ikut politik, politik itu jahat, kamu berdagang saja. Kemudian orang tua akan terus
mengajarkannya kepada anak-anaknya supaya mereka jangan ikut politik karena politik itu jahat.
Mereka diajarkan untuk berdagang saja, ada uang beres. Sampai hari ini pun kita melihat jarang
ada partai politik Tionghoa yang besar. Karena konsep turun-temurun ini. Itulah sebabnya banyak
orang Kristen hari ini tidak bertumbuh dan sulit sekali percaya Tuhan, mengutamakan Tuhan,
bergantung pada Tuhan dan bukan pada uang. Karena falsafah hidup ini.
Contoh 2: ada orang tua yang mengajarkan anaknya untuk mencari pacar yang lebih
mengasihinya lebih daripada ia mengasihi pacarnya itu. Itulah sebabnya ketika ada masalah
dalam rumah tangga begitu rentan untuk bercerai. Motivasi dari sang ibu adalah baik. Tetapi apa
akibatnya dari konsep yang keliru itu? Dalam dunia berdosa maksud baik itu tidak cukup. Niat
dan maksud baik harus ada tetapi kita perlu sadar bahwa niat baik itu tidak cukup. Kita harus
melihat apa yang ada di balik suatu falsafah hidup. Mungkin itu bertentangan dengan Alkitab
tetapi dari luar tidak kelihatan dan nampak begitu baik.
Paulus tahu peringatan apa yang ia berikan pada jemaat Kolose dan pada kita semua. Bukan
hanya falsafah hidup itu berasal dari ajaran turun-temurun tetapi juga dari roh-roh dunia. Roh
dunia di sini bukan berarti roh dari dunia lain. Roh dunia berarti menurut semangat (spirit) jaman
ini. Itulah sebabnya filsafat yang palsu tidak kelihatan pada awalnya karena spirit jaman ini
memegang hal yang sama. Sehingga waktu kita melakukan hal tersebut betul-betul tidak
kelihatan salahnya karena semua orang melakukan hal yang sama. Kita tidak tahu lagi dimana
salahnya.
Contoh: waktu MLM pertama kali mulai booming, teman saya menjelaskan konsep MLM tersebut
dengan begitu berapi-api dan yakin. Banyak teman-teman saya yang diyakinkan bahwa setelah
sekian lama penghasilan kita akan bertambah berkali-kali lipat. Namun bagaimana mereka bisa
begitu yakin? Apakah mereka sudah melihat langsung buktinya? Mungkin belum. Mereka hanya
mendengar dari seorang motivator dan langsung mempercayainya. Mengapa? Karena sesuai
dengan semangat jaman. Semangat jaman mengajarkan bahagianya orang-orang yang makmur
dan memiliki banyak kekayaan dan materi. Kita tidak diajarkan secara langsung supaya kita
cinta akan uang. Caranya begitu halus. Kita dapat melihatnya dalam iklan-iklan di TV. Sedikit
demi sedikit konsep kita dirubah. Inilah cara dunia. Dunia tidak memaksa kita. Kita dididik sedikit
demi sedikit. Itulah sebabnya begitu ada tawaran yang dapat membuat kita kaya, kita
menyambutnya dengan begitu bersemangat.
Oleh karena itu Paulus memperingatkan kita supaya hati-hati di mana pun kita berada karena
tanpa sadar kita bisa tertawan dengan filsafat kosong yang ditawarkan oleh roh-roh dunia.
Jika demikian apakah berarti kita tidak boleh mendengarkan nasehat orang tua, nasehat guru
kita, dan tidak boleh menonton TV? Bukan! Waktu Paulus mengatakan berhati-hati bukan berarti
kita diajar untuk meninggalkan semua nasehat dan pindah ke planet lain. Jika kita harus tinggal
di dunia ini, harus mendengar nasehat orang tua dan ada kemungkinan nasehat itu salah, lalu
bagaimana? Bagi Paulus, cara mengatasinya bukan dengan membuang semua itu. Jika kita tidak
mau mengikuti falsafah yang salah caranya adalah bagaimana kita bisa memperkuat otot-otot
rohani kita. Bagaimana kita hidup menurut Kristus! Ada filsafat hidup yang menurut Kristus ada
yang tidak. Semakin kita tidak menurut Kristus, semakin kita menurut apa yang kosong dan
palsu. Cara membedakan filsafat yang kosong dan yang sesuai dengan firman adalah bagaimana
kita bisa semakin menurut Kristus, semakin mengerti Kristus.
Daud mengerti hal ini (Mzm.19:10b-13). Ia berkata hukum-hukum Tuhan itu benar, adil
semuanya. Lebih indah dari emas, lebih manis dari madu. Daud bertanya, siapakah yang
mengetahui kesesatan? Ia minta Tuhan membebaskannya dari apa yang tidak ia sadari. Daud
sadar bahwa ia juga bisa disesatkan. Kesesatan itu begitu licin sehingga semua orang dapat
terjerat olehnya. Daud sadar hanya firman Tuhan yang dapat memperingatkannya. Daud dan
Paulus memiliki kesadaran yang sama. Bukan hanya kesesatan doktrin tetapi juga kesesatan
20

dalam hal-hal hidup sehari-hari. Kita harus hidup menurut apa yang Kristus ajarkan. Apa yang
Kristus ajarkan ada di dalam firman yang diwahyukan kepada kita.
Apakah kita betul-betul memiliki kerinduan untuk hidup berjalan menurut firman? Orang yang
tidak datang dengan rendah hati pada firman untuk terus dikoreksi dengan kesadaran bahwa
saya gampang disesatkan akan mudah ikut filsafat yang kosong dan palsu. Banyak orang datang
pada firman Tuhan karena tertarik, suka belajar dan suka diisi. Itu tidak salah. Tetapi ada
perbedaan yang besar antara suka diisi dan mau dikoreksi. Waktu kita mendengar firman Tuhan
jangan hanya mau diisi tetapi apakah kita mau dikoreksi oleh Tuhan? Jika kita mau dikoreksi tidak
akan habis-habisnya karena begitu banyak kesalahan kita. Hal ini akan menghindarkan kita dari
masalah yang tidak perlu. Karena itu marilah kita seperti Daud yang berkata: Siapa yang bisa
tahu kesesatan? Mari kita memiliki hati yang mau terus-menerus mau dikoreksi oleh firman
Tuhan. Mari kita memaksa diri untuk mengerti firman supaya kita tidak mudah disesatkan oleh
filsafat kosong dan palsu. Mari kita berhati-hati. Bersyukur karena Tuhan memberi kita firman
supaya kita tidak disesatkan dan dapat hidup menurut Kristus.
(Ringkasan ini belum diperiksa oleh Pengkhotbah. Transkrip: VP)

21

Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan
keluar umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah menjadi
sejenis doktrin beretika yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia, berlawanan dengan
sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku bagi kelompok-kelompok etnis tertentu.
Humanisme modern dibagi kepada dua aliran. Humanisme keagamaan/religi berakar dari tradisi RenaisansPencerahan dan diikuti banyak seniman, umat Kristen garis tengah, dan para cendekiawan dalam kesenian bebas.
Pandangan mereka biasanya terfokus pada martabat dan kebudiluhuran dari keberhasilan serta kemungkinan yang
dihasilkan umat manusia.
Humanisme sekular mencerminkan bangkitnya globalisme, teknologi, dan jatuhnya kekuasaan agama. Humanisme
sekular juga percaya pada martabat dan nilai seseorang dan kemampuan untuk memperoleh kesadaran diri melalui
logika. Orang-orang yang masuk dalam kategori ini menganggap bahwa mereka merupakan jawaban atas perlunya
sebuah filsafat umum yang tidak dibatasi perbedaan kebudayaan yang diakibatkan adat-istiadat dan agama.

22