Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK TERBARUKAN

“PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS”

OLEH

ARDIANSYAH G1D006023
ROKY PRATAMA ADITYA G1D006052

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2009
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Semangat pemerintah dalam upaya mengefesienkan biaya anggaran dengan secara
bertahap mengurangi subsidi BBM mengakibatkan dikembangkannya sektor energi
alternatif dan terbarukan. Teknologi biogas merupakan teknologi sudah dikembangkan
dan digunakan di berbagai negara sejak puluhan tahun yang lalu. Teknologi ini mudah
diaplikasikan dan di operasikan bahkan di berbagai belahan dunia, mulai dari
pedalaman afrika dengan teknik super sederhana, sampai skala industri di Jerman.
Teknologi ini sangat sesuai dikembangkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingat
NTB merupakan salah satu sentra penghasil ternak terbesar di Indonesia.

Selain potensi aplikasinya yang memadai (mudah di buat), produksi biogas juga
memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sebagai sarana penyedia energi
siap pakai. Berdasarkan basis perhitungan pemanfaatan kotoran 2 ekor sapi, maka
produksi biogas dapat mencapai 1m3 perhari. 1 m3 Biogas setara dengan:

• 60-100 watt lampu bohlam selama 6 jam.

• 5-6 jam memasak menggunakan kompor gas

• Setara dengan 0,7 liter bensin

• Dapat memproduksi 1,25 kwh listrik

Biogas merupakan salah satu alternative energi terbarukan yang bersumber dari
proses penguraian biomasa. Biogas sudah mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1980-
an, tetapi pemanfaatannya baru mulai digunakan di awal tahun 1990 dalam skala kecil
hanya untuk keperluan memasak. Padahal ada manfaat lain yang biasa didapat seperti
lampu penerangan, ataupun menyediakan energi untuk keperluan rumah tangga lainnya.
Biogas adalah gas yang sifatnya mudah terbakar dabn berasal dari proses penguraian
bahan organic secara anaerobic (tanpa udara) oleh bakteri/mikroorganisme dengan
melalui beberapa tahapan proses.
1.1. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang kami bahas dalam makalah kami adalah
bagaimana biogas dapat menghasilkan listrik, bagaimana prinsip kerjanya, komponen
apa saja yang terdapat pada pemangkit listrik tenaga biogas, serta kelemahan dan
kelebihan pembangkit tersebut.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja biogas
dalam menghasilkan listrik, mengetahui komponen-komponen yang digunakan pada
pembangkit ini, dan mengetahui beberapa kelemahan dan kelebihan pembangkit energi
alternatif ini.
BAB II
PEMBAHASAN

Apa itu Pembangkit listrik tenaga Biogas ?

Pembangkit listrik tenaga Biogas memproduksi biogas dan pupuk organik dari
sampah biologi pertanian dan industri makanan dengan bantuan oxygen-free
fermentation (anaerobic digestion) atau bakteri anaerob (bakteri yang membantu dalam
proses penguraian).

Pembangkit listrik tenaga Biogas adalah system yang paling banyak digunakan
dalam mendaur ulang sampah biologi (organik). Perbedaan lain dari system mendaur
ulang konvensional yaitu :

1. Pembangkit listrik tenaga Biogas tidak menggunakan tenaga listrik, tetapi


menghasilkan (memproduksi) tenaga listrik.
2. Produksi listrik digunakan untuk usaha-usaha dan sisa akhir produksi daur ulang
(pupuk organik atau pupuk kering/kompos) memungkinkan untuk dijual atau
untuk digunakan dalam bidang pertanian.

Berikut adalah bahan-bahan mentah yang dapat digunakan untuk memproduksi


Biogas antara lain : kotoran sapi, kotoran babi, kotoran ayam, sampah rumah
pemotongan hewan (darah, lemak, isi perut, dan isi lambung ) sampah tanaman, pakan
ternak, biji padi yang busuk, air limbah, lemak, limbah biologi, sampah industri
makanan, sisa-sisa biji-bijian pembuat bir, sisa tumbuhan gandum, tempat penyulingan
air kotor, air kotor sisa bioethanol, butir anggur (sisa-sisa biji-bijian pembuat bir
hancur setelah wort filtration, gula bit, gliserin (hasil setelah produksi biodisel), serabut
dan zat tepung lain, air sisa pembuatan susu, endapan kotoran, endapan lumpur dari
tanaman dan air limbah dalam kota, ganggang, kebanyakan dari bahan mentah tersebut
dapat bercampur antara satu dan lainnya.
Apa keuntungan menggunakan Pembangkit listrik tenaga Biogas ?

Keuntungan Utama
1. Kebersihan Lingkungan
2. Bio-Gas
3. Bio-fertilizer (pupuk alami)
4. Mengirit biaya investasi (untuk sebuh perusahaan baru)
Keuntungan Tambahan :
1. Menghasilkan Tenaga listrik
2. Menghasilkan panas
3. Mengahasilkan bahan bakar untuk kendaraan
Kekemahan:
1. Bau tak sedap
2. Susah dalam perawatannya

✔ Keuntungan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas secara detail yaitu:


Kebersihan Lingkungan dan penggunaanya

Pembangkit Listrik tenaga Biogas sangat bermanfaat dalam hal membersihkan


lingkungan, misalnya saja sampah-sampah hasil rumah tangga yang sering dibuang ke
tempat pembuangan sampah akhir, kini dengan adanya Pembnagkit Listrik Tenaga
Biogas, sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan gas dan
listrik yang sangat berguna bagi manusia, panas bias dimanfaatkan untuk memanaskan
suhu dalm ruangan dan suhu pada rumah kaca (tempat penanaman tumbuh-tumbuhan
yang tidak secara langsung terkena sinar matahari), Pembangkit Listrik Tenaga Biogas
juga sangat bermanfaat bagi pencegahan global warming, contohnya : metana hasil
fermentasi sampah, bila tidak dimanfaatkan akan menyebabkan menumpuknya gas
metana di atmosfer, yang dapat menyebakan efek rumah kaca, dengan pembangkit
listrik tenaga biogas, metana yang bersifat mudah terbakar bias dimanfaatkan untuk
memutar turbin dan menghasilkan listrik, bisa juga digunakan untuk keperluan
memasak dan bahan bakar kendaraan (BBG) Dengan menanam modal ke Pembangkit
Listrik Tenaga Biogas kita mengganti uang dengan manfaat dan meletakkan pemakaian
yang efektif.

Menggunakan System Pembangkit Listrik Tenaga Biogas akan menghindarkan


dari penyakit. Dilengkapi dengan tambahan alat filtrasi (filter bertekanan) Pembangkit
Listrik Tenaga Biogas dapat mereduksi tingkat COD dan BOD. COD (chemical oxygen
demand) dan BOD (biological oxygen demand). Pembangkit Listrik Tenaga Biogas
mengurangi sebagian pencemaran zat atau bahan biologis (kadar zat organik dikurangi
sampai 60-70%).

Biogas
Apa itu Biogas?
Biogas terdiri dari kira-kira 50-70% Metana (CH4) dan 50-30% carbon dioksida
(CO2), arti dari biogas yaitu gas dari kotoran, gas dari rawa, dan metana (CH 4). Berbeda
dari metabolisme karbon microorganisme dari zat organik di lingkungan oxygen-bebas
(bakteri anaerob), proses ini dikenal sebagai pembusukan atau fermentasi anoxic dan
mengikuti rantai makanan. di dalam proses fermentasi sampah organik dapat
memhasilkan biogas. gas ini dapat digunakan sebagai gas-alam untuk tujuan dibidang
teknologi, pemanas atau menghasilkan energi listrik. gas ini dapat disimpan di stasiun
pengisian bahan bakar gas, digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. untuk
menghasilkan energi listrik, biogas tidak membutuhkan bahan –bakar tambahan.
kandungan biogas mirip dengan gas-alam. jika proses pembakaran dapat
disesuaikan, biogas hanya memerlukan pengeringan sulfida hidrogen dan pemisahan
amoniak. jika proses pembakaran tidak dapat disesuaikan maka sistem pemisahan gas
carbon dioksiada akan diperlukan.
untuk kendaraan, mengisi bensin harus menggunakan sistem pengolahan gas
tambahan. setelah itu hasil pengolahan biogas menjadi gas-alam murni ((90-97%)
metana (CH4) dan (10-3%) gas carbon dioksida (CO2)). hasil sampingan lainnya dari
pengolahan biogas yaitu (CO2). Gas ini digunakan sebagai alat mencairkan es, untuk
produksi macam-macam minuman atau dalam bidang teknologi.
Bahan baku Biogas yang dihasilkan dari m3/ton bahan baku
Pupuk dari kotoran sapi (kompos) 60
Pupuk dari kotoran babi (kompos) 65
Kotoran ayam 130
Lemak 1300
Tempat penyulingan limbah 70
Biji padi-padian 500-560
Pakan Ternak, tumbuh-tumbuhan, 400
rumput, alga
air sisa pembuatan keju dan susu 50
Buah-buahan dan bubur gula bit 50-70
Gliserin 500
Biji-bijian anggur 180

(kurang lebih 30 euro per 1000 m3/ kurs 1euro = Rp 15.606 ). Pembangkit Listrik
tenaga Biogas adalah solusi terbaik untuk menyediakan gas ke wilayah terpencil.

Bio-fertilizer
Pupuk mentah atau sampah organik lain tidak dapat dipakai sebagai pupuk
untuk 3-5 tahun. Bakteri anaerob berfungsi untuk mengurai biomasa,setelah selesai dan
siap untuk dipakai sebagai pupuk alami (organik) yang bermanfaat besar. hal ini tidak
hanya isu ekologis, tetapi berhubungan dengan manfaat yang didapat. di dalam sampah
organik mentah (pupuk ) senyawa kimia membatasi senyawa organik untuk pemakaian
pada tanam-tanaman. sebagai contoh kandungan mineral di pupuk mentah 40% jika
dibandingkan dengan mengurai biomasa,kandungan mineralnya menjadi 60%. Hasil
penguraian biomasa menghasilkan pupuk organik dalam bentuk padat dan cair yang
bebas dari nitrat, biji rumput-rumputan, pathogenic microflora , telur cacing dan bau-
bauan. Sebagai hasil, pupuk organik menghasilkan keseimbangan. Hasil penerapan
dapat meningkat antara 30-50%.
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas memproduksi Pupuk organik kualitas tinggi.
Kualitas dari pupuk organik lebih tinggi dari pupuk mineral dan kerugian hampir setara
dengan “0”.
Mengirit biaya Investasi
Dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Perusahaan baru dapat
mengirit biaya pengeluaran untuk jalur pipa gas baru, transmisi listrik, generator bantu
dan fasilitas penyimpanan sampah. Dengan periode penguraian yang singkat, volume
tempat penyimpanan sampah cair dapat dikurangi dua kali lipat. investasi berharga
dapat mencapai kisaran 30-40% dari harga Pembangkit Listrik Tenaga Biogas.

Electricity (Listrik)
Pembakaran 1 m3 biogas memproduksi 2 kwh listrik. kamu mendapatkan listrik
gratis dibandingkan dengan jaringan listrik umum. Dengan membangun Pembangkit
Listrik Tenaga Biogas kamu akan mempunyai listrik dengan harga murah, yaitu sekitar
0.01$/kwh.

Heat (Panas)
Panas yang dihasilkan generator dapat dimanfaatkan dalam bidang teknologi,
steam generation, pengeringan biji, mengeringkan kayu bakar, menyediakan air panas
dan pemanas dalm system rumah kaca.
Rumah kaca di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dapat memperoleh
keuntungan. Panas dapat disalurkan secara langsung dari pembakaran biogas atau dari
alat pendingin generator. hanya saja alat pendingin generator hanya dapat memanaskan
2 ha area rumah kaca. Sekedar untuk diketahui 90% biaya yang dikeluarkan dalam
rumah kaca hanyalah untuk pemanasan tumbuhan (ketimun, tomat, bunga dan harga
pupuk). Jika rumah kaca digabungkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas, ini
akan menghasilkan penghematan mencapai 300-500%
Panas juga digunakan untuk menghidupkan alat penguap kulkas dan alat
pendinginan untuk pendinginan susu segar dalam pertanian, perusahaan susu atau
daging dan penyimpanan telur.

Bahan-Bakar Kendaraan
Setelah mengolah biogas maka diperoleh biomethane ( 90-95% metana, sisanya
CO2). Biomethane lebih baik daripada gas-alam, perbedaannya adalah dari sumber gas.
maka metana dapat digunakan dan dapat langsung diisi ke dalam tangki kendaraan.
Dalam keadaan seperti ini harga bahan bakar disel tetap, pemakaian metana
menjadi banyak menarik orang. membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang
dilengkapi dengan sistem pengolahan biogas dan stasiun pengisian metana untuk
kendaraan sangat menghemat biaya pengeluaran untuk kendaraan.
Keuntungan bersih dalam ongkos pengolahan biometana 20 euro untuk 1000
m3, dan harga untuk bahan bakar disel 900 euro untuk 1000 L. 1 L bahan bakar disel
sama 1 m3 dari biometana.

Skema Pembangkit Listrik Tenaga Biogas

Peralatan dan Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biogas

1. Tangki homogenization
2. Pemuat Biomasa padat
3. Bioreactor (digester)
4. Alat Pencampur (Pengaduk)
5. Gasholder (penyimpanan gas)
6. Pencampur (Pengaduk) air dan Sistem Panas
7. Sistem gas
8. Stasiun Pompa
9. Mesin Pemisah (Separator )
10. Kendali Ukuran
11. Perlengkapan kendali dengan visualization
12. Sistem Suar dan sistem keamanan

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Biogas

Sampah organik padat (pupuk, kotoran) diangkut oleh rel berjalan (conveyor) ke
tanki penyimpanan kotoran, sampah cair awalnya datang ke tangki utama. di tangki
utama sampah dicampur, setelah dicampur suhunya akan hangat (kadang-kadang digin)
untuk itu diperlukan suhu ideal. Biasanya tangki penyimpanan mempunyai daya
tampung untuk 2-3 hari. Sampah padat dapat diisi juga ke tangki itu untuk dicampur
atau dimasukan ke digester melalui keran pengisian.

Sampah organik cair dipompa ke Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dengan


pompa atau jalur pipa dari tempat penyulingan sampah organic cair. stasiun pompa
kotoran (SPS) dipisahkan dengan lokasi digester. Dari tangki pencampuran dan kran
biomasa (pupuk, kotoran atau tempat penyulingan air kotor) disalurkan ke Digester
(reaktor Organik). Tangki Reaktor Organik dibuat dari beton yang tahan terhadap asam
dan gas. Reaktor panas dipisahkan. pemisahan panas ini dilakukan tergantung pada
tempat Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan kondisi iklim. bahkan di dalam Digester
suhu memegang peranan penting, hal ini dapat diatasi dengan cara: biasanya disebut
suhu mesophilic (+30-41°) dalam beberapa hal suhu termophilic digunakan (kira-kira
55°). Biomasa di dalam Digester diaduk, pengadukan ini dilakukan dengan beberapa
cara dan bergantung dari jenis bahan baku, kelembabannya dan ciri-ciri yang lain yang
digunakan. Pengadukan ini biasanya dilakukan oleh slopped mixer, mesin pengaduk
tipe “paddle giant” atau pengaduk tipe submersed. semua tipe pengaduk ini dibuat dari
baja tahan-karat bahkan alat pengaduk ini dapat berupa mesin hidraulik. Namun lapisan
pompa mesin pengaduk biomasa dapat dimasuki oleh beberapa jenis bakteri. Bioreactor
dibangun dengan beton atau kubah beton dan punya umur pemakaian 25-30 tahun.

Pemanasan Digester dilakukan oleh air panas dengan suhu yang masuk kira-kira
60° dan suhu keluaran kira-kira 40°. Sistem Pemanas dialirkan melalui jaringan pipa,
yang dapat dipasang langsung ke dinding reaktor atau dapat ditempelkan ke bagian
dalam sisi dinding Digester. Jika Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dilengkapi dengan
unit co-generation, Pemanasan digester dapat dilakukan oleh generator yang
mendinginkan air. generator yang mendinginkan air mempunyai suhu 90° dan sebelum
panas ini disalurkan ke sistem Pemanas Digester, panas ini dicampur dengan air dengan
suhu 40° sehingga sistem pemanas menerima air dengan suhu 60°. Air yang
sebelumnya digunakan dapat dikembalikan dan dapat didaur ulang. Pada waktu musim
dingin Pembangkit Listrik Tenaga Biogas memerlukan panas 70% dari alat pendingin
generator dan memerlukan 10% pada musim panas. Jika Pembangkit Listrik Tenaga
Biogas hanya digunakan untuk produksi gas air panas dapat diambil dari boiler.

Rata-rata waktu Penyimpanan biomasa di bioreactor (tergantung pada material


yang digunakan ) 20-40 hari. selama waktu ini bahan organik melakukan metabolisasi
(dimodifikasi) oleh micro organisme. Pakan ternak dari jagung disimpan dalam rentang
waktu 70 - 160 hari. Waktu penyimpanan ditetapkan dari ukuran digester.

Proses fermentasi dilakukan oleh bakteri anaerob, yang dimasukan ke digester


sepanjang pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas. Selanjutnya bakteri
anaerob tidak perlu dimasukan ke digester. Memasukan Bakteri anaerob dilakukan dari
3 cara berikut ini yaitu:

1. Memasukan inti sari Bakteri anaerob


2. Menambahkan pupuk baru atau

3. Memasukan biomasa pada saat pengoperasian Pembangkit Listrik tenaga


Biogas.

Biasanya metode ke 2 dan 3 yang paling murah yang digunakan orang-orang.


Bakteri Anaerob dimasukan ke dalam pupuk yang berasal dari perut hewan dan tidak
berbahaya bagi manusia atau hewan. Lagi pula Bio Reaktor ditutup hingga kedap udara.
oleh sebab itu BioReaktor atau fermenter dapat ditempatkan dekat lahan pertanian atau
fasilitas produksi.

Sebagai hasil akhir didapatkan : Biogas dan Pupuk Organik (dalam bentuk padat
maupun cair).

Biogas terdapat di gasholder. di dalam gasholder, tekanan dan biogas dicampur


sama rata. Membran EPDM pada Gasholder tahan akan daya renggang yang besar dan
tahan terhadap perubahan bentuk (menggelembung). Bahan yang terdapat pada
membran memiliki daya tahan terhadap cahaya matahari, endapan dan penguapan
didalam BioReaktor. BioReaktor ditutup, hingga kedap udara menutupi gasholder.
Ruang udara diantara gasholder dan sisi depan yang miring dipompa dengan udara
untuk menekan dan menyekat panas. kadang-kadang Gasholder memiliki banyak
penutup ruangan. Penutup dapat dilindungi oleh sabuk di atas kubah beton atau
meletakan pemisah di tangki beton. Kapasitas Gasholder 0.5 – 1 x pengoperasian per
hari.

Dari gasholder biogas terus dialirkan ke gas co-generation unit. disini panas dan
listrik dapat diproduksi. 1m3 dari bioga memproduksi 2 kwh energi listrik dan 2 kwh
energi panas. Pembangkit Biogas yang besar dilengkapi dengan system proteksi
terhadap kegagalan operasi, (pengoperasian mesin dan kegagalan pada saat pembakaran
biogas). System biogas dilengkapi dengan ventilasi, pengekstrak embun dan
desulphurization unit.

System secara keseluruhan dioperasikan oleh unit kendali otomatis. Unit kendali
bekerja mengoperasikan stasiun pompa, pencampur (pengaduk), sistem panas, otomatis
gas dan generator.

Setelah Bakteri anaerob mengurai biomasa. Hasilnya siap untuk dipakai sebagai
pupuk. Pupuk organik cair dipisahkan oleh unit pemisah dan tersedia di tangki. di
jerman (amoniak cair) digunakan sebagai pupuk dengan amoniak tinggi (NH4). Pupuk
padat tersedia secara terpisah. Dari tangki penyimpan, Pupuk organik cair dipompa ke
tangki Pengangkutan untuk lebih jauh didistribusikan atau dijual.

Bila perusahaan tidak perlu listrik tetapi gas untuk mengisi kendaraan,
Pembangkit Biogas menyediakan dengan sistem pengolahan gas dan stasiun pengisian
metana. Sistem pengolahan gas dilengkapi dengan alat pemisah CO2 dari biogas dan
berdasarkan penyerapan dan teknologi Pemisah. Kandungan CO2 dapat dikurangi dari
40% menjadi 10% (bahkan 1% jika mungkin diperlukan). Pilihan ini sangat menarik
dengan mempertimbangkan dengan seksama bahan bakar disel harganya tinggi.

Untuk sementara, tipe sampah organik menggunakan cara pengoperasian sesuai


yang tersebut di atas. Sebagai contoh ini tidak dapat dikerjakan dengan 1 jenis bahan
mentah seperti air sisa penyulingan dan butiran anggur. dalam hal ini menggunakan dua
sistem tingkatan dengan menggunakan reaktor hidrolisis tambahan.
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas sendiri memakai energi 10-15% pada waktu
musim dingin dan 3-7% di waktu musim panas. Untuk mengoperasikan Pembangkit
Listrik Tenaga Biogas besar hanya memerlukan 1 orang untuk kerja 2 jam/hari.

Gambar-gambar bagian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas

Pemuat Samapah Padat Stasiun Pompa Di dalam Bioreactor

Gasholder (penyimpanan gas) Sistem Suar darurat Unit Kendali kekeruhan


biomasa

Unit Co-Generation Unit Co-generator Separator (Mesin


Pemisah)

Unit kendali dan otomatisasi Process visualisation


Proses Produksi Biogas

Proses Produksi Biogas : 4 tahapan dalam Fermentasi

Gambar 1. Metabolisme produk dalam fermentasi anaerob

Bakteri menguraikan sampah organik di lingkungan anaerob. Biogas adalah


hasil menengah metabolisme itu.
Proses pembusukan dapat dibagi menjadi 4 tahapan (lihat gambar1) setiap
tahapan terdiri dari bakteri yang berbeda

Di tahap yang pertama bakteri aerob memperbaiki zat high-molecular (protein,


karbohidrat, lemak, selulosa) dengan memakai bantuan enzim low-molecular sebagai
bahan campurannya, monosaccharida, asam amino , asam lemak dan air adalah
hasil akhirnya. Oleh bakteri hidrolisis, Enzim bertugas menguraikan component
substrate ke molekul kecil water-soluble. Polimer berubah menjadi monomer
(memisahkan molekul). Proses ini disebut hidrolisis.

Kemudian, pembusukan dilakukan oleh bakteri acid-forming. Pemisah molekul


masuk kedalam sel bakteri dimana transformasi lebih lanjut dilakukan. Proses ini secara
parsial dibantu oleh bakteri anaerob yang mengurai sisa oksigen, oleh karena itu
lingkungan anaerob cocok untuk bakteri metana.
Tahapan Produksi:
✔ asam (asam cuka, asam semut, asam butyric, asam propionic, asam caproic,
asam laktat),
✔ alkohol dan ketone (metanol, ethanol, propanol, butanol, gliserin dan aseton),
✔ gas (carbon dioksida, carbon, hidrogen sulfida dan amoniak).

Tahap ini disebut oksidasi.

Sesudah itu bakteri acid-forming membentuk susunan awal metana, (asam cuka,
carbon dioksida dan hidrogen). produk ini tersusun dari asam organik. dalam cara
ini suhu kandang sangat penting.

Langkah ini adalah langkah terakhir dalam pembentukan metana, carbon


dioksida dan air. 90% hasil pembentukan metana diproduksi di tingkatan ini, 70%
dari asam cuka. jadi formasi asam cuka 3 tahap ini adalah faktor yang menetapkan
kecepatan pembentukan metana.

Tahapan Proses 1 dan 2

Skema 1 dan 2 proses produksi metana

Ukuran Partikel

Semakin kecil ukuran substrate partikel semakin mudah pembusukan dilakukan


oleh bakteri (ukuran bakteri 1/1000 mm), periode Fermentasi menjadi lebih pendek,
Proses produksi biogas jauh lebih cepat

Hasil akhir dari Penguraian secara biological:


✔ Biogas (55% metana , 42% gas carbon dioksida, 2% sulfida hidrogen , 1%
hidrogen.
✔ fermented substrate sebagai sisa fermentasi, terdiri dari air, selulosa sisa,
kuantitas kecil bakteri dan bahan gizi organik ( nitrogen, fosfor, kalium dan lain-
lain ).
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan

1. Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses
fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang
hidup dalam kondisi kedap udara).
2. Pada pembangkit ini memanfaatkan gas untuk memutar turbin.
3. Pembangkit ini mempunyai banyak keuntungan, diantaranya: dapat mengurangi
sampah yang ada di lingkungan, bahan baku mudah untuk dicari, dan zat sisa
dari pembangkit ini dapat digunakan sebagai pupuk.
4. Kekurangan dari pembangkit ini yaitu dapat menimbulkan bau yang tak sedap
dan susah dalam perawatan/ pembersihannya.

3.2. Saran

Hendaknya pembangkit ini terus disempurnakan untuk mengantisipasi


krisis energy di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

http:// biogaszorg-biogas.com

Arismunandar Wiranto, Penggerak Mula Turbin, Edisi Ketiga, Bandung, ITB, 2004

Betty Sri Laksmi Jenie dan Winiati Pudji Rahayu, Penanganan Limbah Industri
Pangan, Jakarta, 2008
Daryanto, DRS., Energi (Masalah dan Pemanfaatannya Bagi Manusia), 2009