Anda di halaman 1dari 23

Pembimbing : drg.

Shirley Yulianti
Presentan :
Brian Clement P. (2011-061-070)
Lusia Natalia (2011-061-072)
Fransiska Ria Hoesin (2011-061-074)
Nerissa Arlyana (2011-061-075)
Andika
Regina Varani
Radius Kusuma

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut


Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya
Periode 08 Juli 27 Juli 2013

PENDAHULUAN
Infeksi odontogenik dapat merupakan

puncak dari adanya suatu proses suatu


penyakit yang berat
Amerika Serikat 13% pasien ke UGD
karena nyeri dan infeksi gigi, abses dental
pada 47% pasien emergensi pediatrik
dengan masalah gigi
Sebelum adanya antibiotik kematian 1040%, namun sekarang cenderung resistensi
antibiotik

Infeksi odontogenik berat


Resiko pasien
Masalah penting di bidang kesehatan
Menimbulkan beban biaya besar
Komplikasi gangguan jalan nafas, keterlibatan
mediastinum, trombosis sinus kavernosus
Penelitian ini
Analisa karakteristik infeksi odontogenik pada

pasien rawat inap dengan intervensi bedah


umum menggunakan anestesi umum.
Analisa biaya untuk menilai beban finansial
akibat infeksi odontogenik

METODE DAN BAHAN


Studi Retrospektif tahun 2005 - 2008
Kriteria inklusi:
pasien rawat inap dengan infeksi odontogenik

Kriteria eksklusinya
masa perawatan < 24 jam
rekam medis yang tidak lengkap, kecuali data
tentang mikrobiologik yang tidak selalu ada

Outcome:
lama perawatan
biaya rawat
lokasi infeksi
jumlah infeksi
profil mikrobiologik

(kultur dan
sensitivitas)
jenis antibiotik
yang diberikan

perawatan di ICU
masa perawatan
dengan bantuan
nafas lanjut
Komorbiditas
gula darah
suhu badan
jumlah kunjungan
ke ruang operasi
pencitraan
data mengenai
terapi sebelum
dirawat

HASIL
Total pasien kriteria inklusi = 42 orang.
2 pasien anak (10,11)
Usia rata-rata = 35,8 tahun.
83% komorbiditas medis sebelum

dilakukan pemeriksaan
7 pasien tidak memiliki penyakit lain, dan 12
pasien mengkonsumsi obat-obatan
rekreasional, rokok, atau alkohol.

70% suhu yang tinggi


38% kadar gula darah yang tinggi
58% mendapatkan pengobatan

sebelumnya.
71% tidak memiliki asurans.
Total biaya = $749,382
Hanya sebagian biaya ($70,123) yang
ditanggung oleh rumah sakit (pasien asuransi)

74% infeksi merupakan hasil dari

keterlibatan beberapa ruang fascial.


Mandibula lebih sering terlibat dibandingkan
maxilla.
Sisi sebelah kiri (49%), sisi sebelah kanan
(42%), 9% infeksi terjadi pada sisi bilateral.
Semua pasien menerima pencitraan CT-scan
paling sering.
Semua pasien pembedahan drainase, irigasi
dalam anastesi umum dan antibiotik intravena.

Rata-rata LOS dalam rumah sakit = 4,57 hari


Rata-rata lamanya dirawat di ICU = 3,1 hari
Rata-rata penggunaan alat bantu nafas = 2,3

hari.

Hasil kultur profil mikrobiologi dan

sensitivitas terhadap antibiotik.


Streptokokus = organisme yang paling sering
terdapat dikultur.

DISKUSI
Karakteristik Pasien
Riwayat pasien
Pemeriksaan gigi rutin
Onset mendadak

Trismus, serta disfagia, odinofagia dan

beberapa karakteristik lain


Faktor risiko infeksi odontogen serta rasio

Karakteristik rawat inap


Jumlah tindakan bedah
Keputusan intubasi dan pengaruhnya

terhadap hari rawat


Faktor yang mempengaruhi hari rawat dan

keterlibatan molar ketiga


Adanya faktor komorbid

Pola penyebaran
Komplikasi yang terjadi dalam studi

Durasi rawat inap dengan


rongga yang terkena

Pencitraan
90% pasien CT Scan modalitas diagnostik

infeksi odontogen
CT Scan gold standard diagnosis infeksi

rongga dalam

Mikrobiologi dan Pemilihan Antibiotik


Infeksi odontogen mikroorganisme anaerob

S.viridans, peptostreptococci, Prevotella, staphylococci,


Eikenella, Bacteroides (bukan fragilis), dan Actinomyces
Terapi awal clindamycin dan penicillin

Vancomycin resisten terhadap methicillin dan kultur

positif Staphylococcus aureus

Pengobatan empiris amoxicillin dan metronidazole

atau amoxicillin dengan asam klavulanat


Studi terbaru penurunan kerentanan streptococci

terhadap amoxicillin
5 20% resisten terhadap penicillin clindamycin

Masih terdapat kontroversi mengenai penggunaan

satu regimen antibiotik dengan yang lainnya

Terapi Sebelum Masuk Rumah Sakit


Anggapan: penundaan manipulasi bedah pada infeksi

dentoalveolar akut mencegah komplikasi berbahaya,


memberi waktu untuk menentukan lokasi proses infeksi
Studi menunjukkan drainase bedah dini resolusi

infeksi lebih cepat & pengurangan penggunaan


antibiotik

Dokter gigi - tidak waspada pada kondisi

infeksi berbahaya dan pentingnya


penanganan secara agresif antibiotik tanpa
terapi definitif akan menimbulkan
kekambuhan dengan perburukan penyakit

Terapi : pengangkatan sumber infeksi,

drainase (bedah), delokulasi seluruh rongga


yang terlibat, & terapi antibiotik.

Tingkat Perawatan dan Biaya


Biaya rumah sakit : pencitraan, uji

laboratorium, antibiotik intravena, biaya ruang


operasi, anestesi, biaya ruang intensif, & biaya
dokter bedah