Anda di halaman 1dari 5

Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Uraian Pendahuluan
1.

Latar Belakang

Agar penyelenggaraan pembangunan/ rehabilitasi berjalan optimal, tertib,


dan terorganisasi diperlukan suatu perencanaan yang baik. Untuk itu
pengadaan Konsultan Teknis sangat diperlukan.
Pelaksanaan kegiatan ini untuk menunjang usaha pertanian dalam upayanya
mengembangkan sumber air irigasi pertanian, baik itu usaha tani tanaman
pangan, hortikultura, peternakan, maupun perkebunan. Sehingga, melalui
penciptaan lapangan kerja dalam proses pembangunan irigasi tanah dalam
ini dengan memberikan prioritas pada pemanfaatan material, tenaga kerja,
dan potensi pembangunan lokal/setempat dapat mencapai keterpaduan
antara program pembangunan daerah dan perbaikan sosial ekonomi
masyarakat.

2.

Maksud dan
Tujuan

Maksud :
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan
Perencana yang memuat masukan, kriteria, keluaran, dan proses yang harus
dipenuhi dan diperhatikan serta dinterpretasikan ke dalam pelaksanaan
tugas perencanaan.
Tujuan :
Diharapkan dengan penugasan ini Konsultan Perencana dapat
melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan
keluaran yang memadai sesuai KAK ini.

3.

Sasaran

1. Setiap pembangunan harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya,


sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya.
2. Setiap bangunan harus direncanakan sebaik-baiknya, sehingga dapat
memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu dan biaya.
3. Pemberi jasa perencanaan perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh,
sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan yang memadai dan
layak diterima menurut kaidah, norma, serta tata laku profesional.
4. Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan perencanaan perlu
disiapkan secara matang sehingga mampu mendorong perencanaan yang
sesuai dengan kepentingan proyek.

4.

Lokasi Kegiatan

Adapun lokasi kegiatannya sebagai berikut :


di wilayah Kab. Ngawi

5.

Sumber
Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan :


APBN Tahun Anggaran 2009

6.

Nama dan
Proyek/Satuan
Kerja Pejabat
Pembuat
Komitmen

Nama PPK/ PPTK : Ir. SUNITO, MSi.


Satuan Kerja

: Dinas Kehutanan Kab. Ngawi

Nama Program

: Pengembangan Agribisnis

Nama Pekerjaan : Pembangunan Irigasi Tanah Dalam

Data Penunjang
7.

Data Dasar

Pada dasarnya ada 4 (empat) komponen penting dalam Pembangunan Irigasi


Tanah Dalam, yaitu :
1. Sumur,
2. Pompa air dan perlengkapannya,
3. Rumah pompa,
4. Jaringan Irigasi Air Tanah
Yang perlu dicermati adalah sebagai berikut :
1. Lokasi Pembangunan Irigasi Tanah Dalam harus memiliki potensi
sumber air tanah pada kedalaman lebih dari 60 meter di bawah
permukaan tanah dengan debit air minimal 5 liter/detik.

2. Pembangunan rumah pompa harus cukup kuat dalam menahan


beban dan getaran mesin.
3. Bahan, peralatan, dan mesin yang digunakan harus memiliki
jaminan kualitas Standard Nasional Indonesia, sehingga mudah
dalam pemasangan, pengoperasian, perawatan, dan tersedia suku
cadang asli.
8.

Standar Teknis

Standar-standar yang digunakan untuk survei, analisa, maupun perhitungan


harus sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum
maupun peraturan-peraturan lain yang berlaku serta sesuai dengan petunjuk
dari Pengguna Jasa.
Adapun standar-standar untuk perencanaan pembangunan sumur tanah
dalam antara lain :
1. Undang-undang Republik Indonesia No.7 Tahun 2004 tentang Sumber
Daya Air
2. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah dan Irigasi Air
Tanah Dalam, Direktorat Pengelolaan Air, Departemen Pertanian,
2009
3. Pedoman Pembangunan Sumur Produksi untuk pengembangan Air
Tanah Departemen PU Dirjen Pengairan.
4. Hidrologi untuk Pengairan, Sosrodarsono, Suyono, dan Takeda, PT.
Pradnya Paramita, 2003

9.

Studi-Studi
Terdahulu

Pengalaman kerja suatu perusahaan dalam bidang yang sama akan


berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan dalam mengembangkan
suatu karya perencanaan, sehingga menghasilkan karya perencanaan yang
optimal dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis.

10. Referensi Hukum

Pedoman, kriteria, referensi hukum, dan standar yang digunakan dalam


menyelesaikan pekerjaan ini adalah yang berlaku di Indonesia secara umum
dan khusus.

Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan

Ruang Lingkup

11. Lingkup
Kegiatan

Lingkup kegiatan ini adalah melakukan kegiatan perencanaan teknis


Pembangunan Irigasi Tanah Dalam Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Ngawi.
Perencanaan teknis meliputi :
a. Pengumpulan data lapangan
b. Analisa data lapangan
c. Desain, penggambaran, dan pembuatan RAB
Selama kegiatan perencanaan ini, Konsultan Perencana harus selalu
koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ngawi.

12. Keluaran

Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah :


1. Dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), Gambar Rencana
Teknis, Daftar Harga Satuan Upah Bahan, Analisa Harga Satuan dan
Photo 0% sejumlah 5 (lima) buku, 1 asli dan 4 copy.
2. Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa yang disertai :
a. Instruksi kepada peserta lelang
b. Syarat-syarat Umum dan Syarat-syarat Khusus Kontrak
c. Spesifikasi Teknis
d. Gambar Rencana Teknis
e. Perhitungan Rencana Kegiatan dan volume pekerjaan (Bill of
Quantity)
Catatan : ukuran kertas A4 dan untuk gambar A3

13. Peralatan,
Material,
Personil, dan
Fasilitas dari
Pejabat Pembuat
Komitmen

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang
dapat digunakan dan harus dipelihara oleh Penyedia Jasa :
a. Laporan dan Data
b. Staf pendamping perencanaan
c. Konsultasi unsur teknis

14. Peralatan dan


Material dari
Penyedia Jasa
Konsultasi

Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas dan peralatan yang dipergunakan


untuk kelancaran pelaksanaan pekerja yang terdiri :
i.
Kendaraan survei (milik sendiri / sewa)
ii.
Peralatan survei (milik sendiri / sewa)
iii.
Kantor (milik sendiri / sewa)
iv.
Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang
v.
Materi dan penggandaan laporan
vi.
Biaya rapat
vii.
Perjalanan
viii.
Jasa dan overhead Perencanaan
ix.
Pajak

15. Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa

Penyedia jasa mempunyai hak dan kewenangan yang meliputi :


1. Membuat suatu desain perencanaan yang sesuai dengan Standar
Nasional Indonesia dan aturan teknis yang ada sebagai bentuk
pengembangan sumber daya manusia.
2. Mendapatkan informasi dan konsultasi teknis dari Pengguna Jasa
3. Mendapatkan suatu kontrak jelas sesuai dengan aturan jasa
konsultasi Indonesia

16. Jangka Waktu


Penyelesaian
Kegiatan

Jangka waktu penyelesaian kegiatan ini diperkirakan 30 (tiga puluh) hari


sejak SPMK dikeluarkan.

17.

Personil Inti

Posisi
Tenaga Ahli
Team Leader

Kualifikasi
Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Teknik
Sipil lulusan Universitas Negeri atau
yang disamakan, mempunyai sertifikasi
keahlian SKA sub bidang Sumber Daya
Air,
berpengalaman
sekurangkurangnya 4 (empat) tahun di bidang
perencanaan Sumber Daya Air.

Tenaga Ahli
Perencanaan

Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Teknik


Sipil lulusan Universitas Negeri atau
yang disamakan, mempunyai sertifikasi
keahlian SKA sub bidang Sumber Daya
Air,
berpengalaman
sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun di bidang
perencanaan Sumber Daya Air .

Surveyor

Sarjana Muda Teknik Sipil Diploma


Tiga (D3) lulusan Universitas /
Perguruan Tinggi Negeri atau yang
disamakan, berpengalaman sekurang-

Jumlah
Orang Bulan
1

Laporan
19. Laporan
Pendahuluan

Laporan Pendahuluan memuat :


i. Surat Pengantar
ii. Daftar Isi
I. Pendahuluan
i. Latar Belakang
ii. Maksud dan Tujuan Perencanaan
iii. Dasar penugasan
II. Kondisi Umum Lokasi
i. Ruang lingkup Pekerjaan
ii. Hasil survei pendahuluan dan lapangan
a. Laporan survei
b. Dokumentasi 0%
III.Metode Analisa
i. Umum
ii. Perencanaan Pembangunan Irigasi Tanah Dalam
IV.Penutup

20. Laporan Akhir

Laporan Akhir memuat :


i. Surat Pengantar
ii. Daftar Isi
I. Pendahuluan
1. Umum
2. Tujuan
II. Uraian Kegiatan Perencanaan
1. Survei Lapangan
2. Data Lapangan
III. Metodologi dan Rencana Kerja
1. Umum
2. Perencanaan Pembangunan Irigasi Tanah Dalam
IV. Pelaksanaan Perencanaan
V. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
1. RAB
2. Analisa Harga Satuan
3. Perhitungan Volume
4. Daftar Harga Bahan, Upah, dan Sewa alat
5. Time Schedulle
6. Gambar Rencana
VI. Spesifikasi Teknis
VII. Penutup
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 7 (tujuh) hari kerja sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 3 (tiga) buku laporan dan cakram padat
(compact disc) (jika diperlukan).

Hal-hal Lain
21. Produksi dalam
Negeri

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di


dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam
angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam
negeri.

22. Pedoman
Pengumpulan
Data Lapangan

Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut :


1. Uji potensi sumber air tanah dalam untuk irigasi, meliputi
kedalaman dan debit andalan (peta hidrogeologi dan pengujian
geolistrik)
2. Mengetahui data kondisi usaha tani

Ngawi,

2009

Pejabat Pembuat Komitmen/

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan


Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Ngawi

Ir. S U N I T O, MSi.
NIP. 510 091 142