Anda di halaman 1dari 6

1.

Gambar-gambar Ichthyosis:

X-linked ichthyosis: trunk, buttocks and arms

Lamellar ichthyosis

Collodion baby

Epidermolytic hyperkeratosis: arms and hands

Newborn showing blistering and errosions

2. Jenis-jenis Pelembab
Salah satu fungsi dari kulit adalah untuk menjaga penguapan air tubuh. Air secara terusmenerus akan hilang melalui lapisan kulit terluar menuju atmosfir (evaporative water loss) dan
untuk mengatur laju penguapan air, maka integritas barrier kulit harus terpelihara. Menjaga
barrier kulit dari penguapan menjadi penting sejak hidrasi kulit berpengaruh terhadap penampilan
kulit dan sifat mekanik kulit. Integritas barier kulit dapat terganggu akibat senyawa kimia
(surfaktan pada sabun pembersih atau senyawa kimia keras lainnya), gangguan mekanis, dan
paparan sinar matahari.

Pelembab adalah salah satu jenis kosmetika yang berfungsi menghidrasi kulit dengan cara
mengurangi penguapan air dari kulit dan menarik air dari udara masuk ke dalam stratum
corneum yang mengalami dehidrasi. Bahan-bahan yang dapat mengurangi penguapan air dari
kulit adalah bahan-bahan oklusif yang berminyak dan bahan-bahan yang dapat menarik air ke
dalam stratum corneum dikenal sebagai humektan.
Pelembab adalah kosmetika yang sangat penting dibandingkan kosmetika lainnya. Hal ini
dikarenakan pelembab dapat mengurangi penguapan air dari kulit hingga kandungan air dalam
kulit terpenuhi dan meminimalkan tanda-tanda eczema. Umumnya, kosmetika pelembab kulit
terdiri dari bahan pelembab yang dapat membentuk lemak permukaan kulit buatan untuk
melenturkan lapisan kulit yang kering dan kasar, dan mengurangi penguapan air dari kulit.
Bahan pelembab dari lemak yang biasa digunakan adalah lanolin, lemak wool, lemak alkohol
yang tinggi, lilin Lanette, gliserol monostearat, dan lainlain. Sebagai tambahan adalah campuran
minyak seperti minyak tumbuhan, yang lebih baik dari pada minyak mineral karena lebih mudah
bercampur dengan lemak kulit, lebih mampu menembus sel-sel stratum korneum, dan memiliki
daya adhesi yang lebih kuat. Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI, sediaan krim tangan
termasuk penggolongan kosmetika bagian preparat perawatan kulit. Krim adalah emulsi setengah
padat yang mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar.
Zat-zat pelembab
Zat-zat pelembab digunakan dalam produk kosmetika untuk menahan kelembaban dalam
produk dan meningkatkan kelembaban pada kulit. Fungsi tersebut dimiliki oleh zat-zat
higroskopis atau disebut humektan, yang dapat menyerap air dari udara. Terdapat campuran
pelembab alami pada kulit pada startum korneum yang disebut Natural Moisturizing Factors
(NMF). NMF terdiri dari asam-asam amino dan derivatnya seperti pyrrolidone carboxylic acid,
dan asam uronat. NMF dapat menyerap air sebanyak 10% dari berat sel stratum corneum.
Sehingga komposisi dari NMF inilah yang diperkaya dalam pelembab kulit. Diketahui pula
bahwa gliserol, dimana merupakan humektan umum pada pelembab kulit dan sediaan farmasi
juga ditemukan secara alami pada stratum korneum. Penggolongan pelembab berdasarkan atas
mekanisme hidrasi langsung dan tidak langsung.

1. Pelembab hidrasi tidak langsung


-

Bahan oklusi : sebagai pelembab, anti inflamasi, anti mitotic, dan anti pruritus

Bahan pembentuk lipofilik : asam lemak essensial, seramid

2. Pelembab hidrasi langsung


-

Bahan pembentuk lapisan hidrofilik

Humektan : bahan higroskopis yang membentuk lapisan epidermis mampu menyerap


dan menyimpan air. Jenis-jenis humektan yang umum digunakan pada pelembab kulit
adalah butylene glycol, gliserin, asam hialuronat, asam laktat, panthenol, pyrrolidone
carboxylic acid (PCA) dan garam PCA, propylene glycol, protein-protein seperti
collagen, dan sorbitol.

Natural Moisturizing factor (NMFs) : natrium pirolidon karboksilat, urea, asam


amino, asam alfa hidroksi

Formula krim tangan


Menurut Farmakope Indonesia IV, krim merupakan sediaan setengah padat yang mengandung
satu atau lebih bahan obat terdispersi dalam bahan dasar yang seuai. Krim dibagi atas dua
macam, yaitu krim minyak dalam air dan krim air dalam minyak. Krim merupakan sediaan
farmasi berbentuk emulsi.
Krim terdiri atas bahan aktif yang didispersikan ke dalam bahan dasar (basis krim).
Bahan dasar (basis krim) terdiri dari fase minyak dan fase air yang didispersikan dengan
penambahan bahan pengemulsi (emulgator). Bahan dasar ini berfungsi antara lain sebagai
solvent (pelarut), emulsier (pencampur), adhesive (pelekat), pengencang, adsorbent (penyerap),
desinfektan, dan pengawet. Jenis-jenis krim antara lain adalah cleansing cream, massage creams,
night creams, moisturizing creams, foundation creams, vanishing creams, dan all purpose
creams.

Pelembab yang dapat meningkatkan kelembapan pada wajah juga akan efektif dalam
mengingkatkan kelembaban di daerah lain. Pelembab tangan lebih memerlukan perhatian khusus
dimana tangan sering dicuci dengan sabun, sehingga perlu ditambahkan minyak yang bersifat
water resistant, agar menghasilkan pelapis oklusif yang tidak mudah tercuci.
Krim kosmetik dibuat dengan cara mencampurkan bahan-bahan yang larut dalam fase air
pada bahan yang larut dalam fase lemak, melalui pemberian energi berupa pemanasan dan
pengadukan. Komposisi pada krim yaitu :
1. Zat aktif atau ekstrak-ekstrak
2. Basis krim
Tipe basis :
-

Basis tipe A/M (lanolin, cold cream) : emolien, oklusif, mengandung air, beberapa
mengasorbsi air yang ditambahkan, berminyak, Krim berminyak mengandung
pengemulsi A/M spesifik seperti adeps lanae, wool alkohol, dan ester asam lemak.

Basis tipe M/A (hidrofilik ointment) : mudah dicuci dengan air, tidak berminyak,
dapat diencerkan dengan air, tidak oklusif

Basis krim terbuat dari penggabungan fasa minyak dan fasa air :
-

Fase minyak, yaitu bahan obat yang larut dalam minyak, bersifat asam. Contoh :
asam stearat, adeps lanae, paraffin liquidum, paraffin solidum, minyak lemak, cera,
cetaceum, vaselin, setil alkohol, stearil alkohol, dan sebagainya.

Fase air, yaitu bahan obat yang larut dalam air, bersifat basa. Contoh : Na tetraborat
(borax, Na biboras), Trietanolamin/ TEA, NaOH, KOH, Na2CO3, Gliserin,
Polietilenglikol/ PEG, Propilenglikol, Surfaktan (Na lauril sulfat, Na setostearil
alkohol, polisorbatum/ Tween, Span dan sebagainya).

3. Zat tambahan

Pengawet : Ester parahidroksibenzoic acid, metil paraben (Nipagin), Propil paraben


Fenoksietanol, Asam sorbat (kalium sorbat)

Pendapar : Penggunaan dapar untuk menstabilkan zat aktif, meningkatkan


bioavailabilitas

Humektan : sorbitol, propilenglikol, gliserol, makrogol dengan BM rendah

Antioksidan : tokoferol, alkil galat, BHA, BHT, garam Na dan K dari asam sulfit,
EDTA dengan sitrat, maleat, tartrat atau fosfat untuk pengkelat.

Pengompleks : Untuk mengomplek logam yang ada dalam sediaan yang dapat
mengoksidasi

Emulgator : Setil alcohol, Asam stearat, ion lauril sulfat, TEA stearat,
polioksietilenlauril alcohol, adeps lanae