Anda di halaman 1dari 25

SPESIFIKASI DAN DESAIN ALAT

Setelah mempelajari tentang flow sheet pada bab sebelumnya, maka pada bab ini
akan mempelajari tentang spesifikasi dan desain alat. Dalam membangun suatu pabrik,
seorang insinyur memerlukan rincian spesifikasi desain dan membuat gambar untuk semua
alat termasuk instrument , penyambungan, perpipaan, dan alat pelengkap lainnya. Semua
detail alat akan ditetapkan dengan komplit dan jelas. Seorang insinyur harus mampu untuk
mengenal kesesuaian biaya alat secara cepat, sehingga perjanjian ekonomi untuk usaha
yang akan datang dapat diprediksi. Hal ini memerlukan metode cepat teknik desain atau
teknik perkiraan yang dapat digunakan untuk memperoleh jawaban dengan mudah setelah
keakuratan layak tapi ketelitian terbatas. Beberapa alat atau teknik akan didiskusikan
dengan ekstensif dalam bab spesifikasi dan desain alat. Tidak hanya bermanfaat untuk
keputusan sementara dan estimasi biaya, namun juga digunakan sebagai sumber data untuk
mendukung negosisasi dengan vendor (Ulrich, 1984).
Desain alat adalah tahap kearah taksiran biaya capital/modal pada pabrik produksi.
Karena pabrik akan beroperasi (dan biaya akan didistribusikan) dalam satu tahun, error
dalam estimasi modal sering kurang berarti. Untuk pembahasan selanjutnya kurang dari
30% dari total biaya modal dicerminkan dalam anggaran

produksi tahunan. Apabila

estimasi modal dengan keakuratan kurang lebih 25%, maka ketidakpastian biaya tahunan
akan sangat berkurang yaitu sekitar 6% dari modal yang telah ditentukan. Dalam pabrik
tenaga listrik batubara, ketidakpastian 25% dalam

estimasi modal sama dengan

seperempat sen per kWh. Hal ini kurang dari 6% dari total biaya produksi dan tidak berarti
ketika dibandingkan dengan biaya bahan bakar (Ulrich, 1984).
A. KEPERLUAN DALAM SHORT-CUT DESAIN ALAT
Dalam bab ini akan digambarkan metode cepat untuk mendesain dan menetapkan
alat utama.
Kategori Alat Proses
Dalam kenyataanya, sistem pemanas, sistem pendingin, economizers, ketel,
preheater, reboiler, superheater, dan thermosyphon semuanya termasuk dalam jenis alat

enukar panas yang seringkali didesain sama. Begitu juga dengan pengumpul asap,
stripping, scrubbing, pembasahan, dan fraksinasi biasanya ditemukan di dalam packed atau
tray towers. Alat alat tersebut terdapat pada bejana proses yang sama dan dikenal dengan
kolom distilasi dan acsorpsi dalam transfer massa atau unit operasi. Untuk petunjuk
ketentuan dapat dilihat di tabel berikut ini dimana terdapat 140 lebih daftar alat yang dapat
ditemukan dalam katalog alat kimia dan dikombinasikan dalam 16 group umum . Berikut
adalah tabel tipe spesifik alat proses, kategori masing masing alat (Ulrich, 1984):
Tabel 1: Tipe spesifik alat proses dan kategori secara umun

Lanjutan tabel 1:

Lanjutan tabel 1:

Parameter untuk Spesifikasi Alat


Untuk masing masing kategori pada tabel 1,

informasi harus dispesifikkan

sebelum alat didesain. Pada tabel berikutnaya akan dikenalkan tentang mekanika fluida,
tramsfer panas, transfer massa, dan rangkaian desain reaktor. Berikut adalah contoh
illustrasi pada pemilihan pompa (Ulrich, 1984).
Pada pemilihan pompa yang perlu diketahui adalah medium yang akan dipompa, laju
alir, kenaikan tekanan, temperatur, tekanan masuk, dan konsumsi daya/tenaga (tabel 2).
Sebagai tambahan, pembeli harus

menetapkan material konstruksi dan tipe pompa.

Informasi dapat diketahui pada diagram dan material balance yang ada di diagram alir.
Untuk penentuan material konstruksi dan tipe pompa biasanya memerlukan pengalaman
(Ulrich, 1984).
Konsumsi daya/tenaga dapat dihitung dengan persamaan energy mekanik:
2
wf p 1 dp u 2
u 4 fL
= +
+ g z+
+ K i
m p2
2
2 D
i

(1)

Penggunaan persamaan 1 spesifik untuk batasan batasan pompa, dimana kecepatan


dan elevasi/ketinggian diabaikan. Pada persamaan 1 sisi kanan menunjukkan friction dan
fitting losses yang merupakan fungsi kompleks dari gerak fluida tanpa selubung pompa.
Khusus untuk pompa, terdapat faktor effesiensi (

) yang dapat dikembangkan dengan

mudah dan secara langsung oleh seorang insinyur. Dengan pertimbangan dan pengetahuan
bahwa densitas liquid merubah sedikit tekanan, maka persamaa 1 dapat direduksi menjadi:
i w s p
=
m

(2)
Dari persamaan (2) akan didapatkan:

w s=

m p
i

(3)
ws

adalah daya pada shaft atau daya rem yang masuk ke sistem melewati shaft.

Untuk menghitung konsumsi kebutuhan ( listrik, steam, udara yang dikompres, atau
bahan bakar ) hal yang penting adalah mempertimbangkan energi yang hilang dalam drive
motor, mesin, atau turbin dan melibatkan efisiensi drive (

). Sehingga kebutuhan daya

keseluruhan dapat dihitung dengan persamaan:


P=

ws m p m p
=
=
wd d i 0

(4)

Efisiensi pompa biasanya pada range 40% 85%.


Dengan adanya laju alir, perbedaan tekanan, densitas, dan efisiensi, seorang insinyur
dapat dengan mudah menetapkan pompa dengan cukup akurat untuk diperkenalkan ke
vendor. Dalam tahap ini , satu faktor terakhir yang harus dipertimbangkan adalah NPSH
(Net Positive Suction Head) yang merupakan pengaruh tekanan pada inlet ke pompa. Salah
satu efek yang sangat merusak dalam pompa sentrifugal adalah kavitasi, yaitu vaporisasi
dan recondensation fluida yang mengalami percepatan dan perlambatan dengan cepat.
Untuk menghindari kavitasi, tekanan pada pompa masuk nilainya harus lebih besar dari
tekanan uap fluida. Tekanan minimum NPSH ditetapkan oleh pemroduksi pompa dan harus
tersedia di pompa inlet. Di awal mendesain, biasanya tidak perlu menentukan NPSH, tetapi
harus tahu batasan sehingga secara fisik dapat menempatkan pompa pada ketinggian yang
rendah atau secara konsep di dalam diagram alir tekanan inlet yang memadai selalu
tersedia. Ada lima tahap tahap konsep untuk mendesain alat, yaitu (Ulrich, 1984):
1.
2.
3.
4.
5.

Identifikasi parameter harus ditentukan


Aplikasi fundamental yang mendasari persamaan secara teori atau konsep
Kemudahan asumsi dalam penyebutan, penjelasan, dan aplikasi
Hubungan dari faktor koreksi non-ideal atau efesiensi
Penyebutan faktor lain yang harus dipertimbangkan untuk spesifikasi yang memadai

Tebel 2 : Data Untuk Desain Alat Proses

B. METODE DESAIN ALAT KHUSUS


Fasilitas Pelengkap
Dalam sebuah pabrik fasilitas pelengkap memerlukan biaya tambahan. Fasilitas
utilitas yang terdapat di suatu pabrik kimia diantaranya: pembangkit steam, listrik,
pendingin, atau air pendingin, alat penanganan limbah, control polusi, dan limbah buangan.
Ketepatan karaterisasi utility plant dibutuhkan proses desain yang komplit dan evaluasi
ekonomi (Ulrich, 1984).

Harga dari variasi utilitas yang dibuat oleh fasilitas pelengkap harus ditetapkan
sebagai parameter taksiran ekonomi untuk proses battery-limit. Dalam beberapa kondisi
misalnya pembelian package plant perlu tahu lebih mendetail fasilitas pelengkap. Beberapa
variasi packaged utility units dan data spesifikasinya ada di tabel 3 berikut ini (Ulrich,
1984):
Tabel 3: Data untuk Spesifikasi Fasilitas Pelengkap

Macam - - Macam Conveyor (Feeders)


Di dalam industri, bahan -bahan yang digunakan kadangkala merupakan bahan
yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi untuk
mengangkut bahan -bahan tersebut mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia
baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari
karyawan (Siregar, 2004).

Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah Conveyor yang
berfungsi untuk mengangkut bahan -bahan industri yang berbentuk padat. Pemilihan alat
transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain tergantung pada (Siregar,
2004):

Kapasitas material yang ditangani


Jarak perpindahan material
Kondisi pengangkutan : horizontal, vertikal atau inklinasi
Ukuran (size), bentuk (shape) dan sifat material (properties)
Harga peralatan tersebut.
Peralatan conveyor dan feeder untuk padatan memiliki banyak variasi dan

modofikasi dan bisa diklasifikasikan ke dalam tujuh kategori, yaitu apron, auger, belt,
bucket, continuous flow (chain, flight), pneumatic, dan vibratory. Berikut adalah tabel
kriteria dan data untuk desain cepat alat pengantar padatan (Ulrich, 1984):
Tabel 4: Kriteria dan Data untuk Desain Alat Pengantar Padatan

Auger conveyor atau Screw Conveyor

Jenis conveyor yang paling tepat untuk mengangkut bahan padat berbentuk halus
atau bubur adalah conveyor sekrup (screw conveyor). Alat ini pada dasarnya terbuat
dari pisau yang berpilin mengelilingi suatu sumbu sehingga bentuknya mirip sekrup.
Pisau berpilin ini disebut flight. (Siregar, 2004).
Alat ini juga biasa disebut helical conveyor bekerja secara menyekrup/memutar
untuk mengangkut padatan melewati palung penutup atau pipa Conveyor bentuk ini
dikenal pada penggiling makanan secara manual. Tersedia dalam variasi ukuran dan
konfigurasi , jenis auger ini mungkin yang paling fleksibel. Conveyor bentuk ini
dapat mengantar bahan yang lengket, padat bergetah, di bawah berbagai kondisi,
yang dikendalikan tekanan dan transfer panasnya secara bersamaan. Conveyor sekrup
ini diametenya terbatas. Kapasitas juga dikontrol dengan ukuran dan kekasaran
material yang diangkut. Desain cepat dapat dilaksanakan dengan menggunakan
informasi pada tabel 4 (Ulrich, 1984).
Macam-macam flight (pisau berpilin) adalah (Siregar, 2004):

Sectional flight
Helicoid flight
Special flight, terbagi:
a. cast iron flight
b. ribbon flight
c. cut flight
Conveyor berfiight section (Gambar 1-a) dibuat dari pisau-pisau pendek yang

disatukan tiap pisau berpilin satu putaran penuh- dengan cara disimpul tepat pada
tiap ujung sebuah pisau dengan paku @elicoi sehingga akhirnya akan membentuk
sebuah pilinan yang panjang (Siregar, 2004).
Sebuah &elicoids flight, bentuknya seperti pita panjang yang berpilin mengelilingi
suatu poros (Gambar 1-b). Untuk membentuk suatu conveyor, flight- flight itu
disatukan dengan cara dilas tepat pada poros yang bersesuaian dengan pilinan
berikutnya (Siregar, 2004).

Flight khusus digunakan dimana suhu dan tingkat kerusakan tinggi adalah flight
cast iron. Flight-flight ini disusun sehingga membentuk sebuah conveyor (Gambar 1c ) (Siregar, 2004).
Untuk bahan yang lengket, digunakan ribbon flight (Gambar 1-d). Untuk
mengaduk digunakan cut flight (Gambar 1-e). Flight pengaduk ini dibuat dari flight
biasa, yaitu dengan cara memotong-motong flight biasa lalu membelokkan
potongannya ke berbagai arah (Siregar, 2004).

Gambar 1: Screw Conveyor : a. Sectional; b. Helicoid; c. Cast Iron; d. Cut Flight

Gambar 2: Screw Conveyor Coupling


Wadah conveyor biasanya terbuat dan lempeng baja (Gambar 3), Panjang sebuah
wadah antara 8, 10, dan 12 ft. Tipe wadah yang paling sederhana (Gambar 3-a) hanya
bagian dasarnya, yang berbentuk setengah lingkaran dan terbuat dari baja, sedangkan
sisi-sisi lurus lainnya terbuat dari kayu. Untuk mendapatkan sebuah wadah yang

panjang, wadah-wadah pendek disusun sehingga sesuai dengan panjang conveyor.


Gambar 3-b menunjukkan wadah yang lebih rumit yang konstruksinya semuanya
terbuat dari besi (Siregar, 2004).

Gambar 3: Wadah Screw Conveyor

Belt Conveyor
Conveyor bentuk ban berjalan ini digunakan untuk mengangkut bahan dengan
kapasitas besar dan hal ini adalah pilihan paling ekonomis. Conveyor jenis ini berupa
ban yang fleksibel dan besinambung melewati gulungan atau tuas dan digerakkan
melalui kumpulan mesin penggulung. Belt conveyor berjalan pada kecepatan
beberapa meter per detik dan mengangkut material seperti mineral atau bijih besi
dengan panjang beberapa kilometer. Conveyor ini dapat mengangkut cukup besar
berbagai material kecuali yang melekat pada belt. Pengangkatan vertikal dibatasi
dengan maksimal kemiringannya sebesar 30 derajat dan sedikit yang melebihi 20
derajat. Perubahan arah pada belt conveyor sangat dibatasi dan membutuhkan desain
khusus atau multiple conveyors (Ulrich, 1984).
Karakteristik dan performance dari belt conveyor yaitu (Siregar, 2004):

Dapat beroperasi secara mendatar maupun miring dengan sudut maksimum

sampai dengan 18
Sabuk disanggah oleh plat roller untuk membawa bahan
Kapasitas tinggi
Serba guna
Dapat beroperasi secara kontinyu
Kapasitas dapat diatur

Kecepatannya sampai dengan 600 ft/m


Dapat naik turun
Perawatan mudah.

Kelemahan -kelemahan dari belt conveyor (Siregar, 2004):

Jaraknya telah tertentu


Biaya relatif mahal
Sudut inklinasi terbatas

Gambar 4: Belt Conveyor

Apron Conveyor
Apron Conveyor digunakan untuk variasi yang lebih luas dan untuk beban yang lebih
berat dengan jarak yang pendek. Apron Conveyor yang sederhana terdiri dari dua
rantai yang dibuat dari mata rantai yang dapat ditempa dan ditanggalkan dengan alat
tambahan A. Palang kayu dipasang pada alat tambahan A diantara rantai dengan
seluruh tumpuan dari tarikan conveyor. Untuk bahan yang berat dan pengangkutan
yang lama dapat ditambahkan roda (roller) pada alat tambahan A. Selain digunakan
roller, palang kayu dapat juga digantikan dengan plat baja untuk mengangkut bahan
yang berat (Siregar, 2004).
Conveyor jenis ini lebih mahal daripada belt conveyor dan lebih disukai untuk
bahan yang diangkut adalah padatan atau suhunya tidak sesuai dengan kelayakan
material ban (Ulrich, 1984).
Karakteristik dan performance dan apron conveyor (Siregar, 2004).:
Dapat beroperasi dengan kemiringan hingga 25
Kapasitas pcngangkutan hingga 100 ton/jam
Kecepatan maksimum 100 ft/m
Dapat digunakan untuk bahan yang kasar, berminyak maupun yang besar
Perawatan murah.
Kelemahan -kelemahan apron conveyor (Siregar, 2004).:

Kecepatan yang relatif rendah


Kapasitas pengangkutan yang kecil
Hanya satu arah geraka

Gambar 5: Apron Conveyor

Bucket Elevator (Elevator Timba)


Ember elevator adalah conveyor yang biasa dipilih untuk mengangkut secara
vertikal padatan noncritical dan tidak lengket. Conveyor jenis ini digambarkankan
seperti belt conveyor dan pada ban diganti oleh ember logam seri yang dihubungkan
membentuk rantai kontinyu yang naik dan turun diantara roda gigi jentera putaran
atas dan bawah. Bucket elevator tidak datar dan dapat diandalkan untuk mengangkat
material dengan range yang besar (Ulrich, 1984).
Secara umum bucket elevator terdiri dari timba -timba (bucket) yang dibawa oleh
rantai atau sabuk yang bergerak. Timba -timba (bucket) yang digunakan memiliki
beberapa bentuk sesuai dengan fungsinya masing -masing.
Bentuk - bentuk dari timba -timba (bucket) dapat dibagi atas :
Minneapolis Type
Buckets for Wet or Sticky Materials
Stamped Steel Bucket for Crushed Rock

Gambar 6: jenis jenis Bucket

1. Minneapolis Type
Bentuk ini hampir dipakai di seluruh dunia. Dipergunakan untuk
mengangkut butiran dan material kering yang sudah lumat.
2. Buckets for Wet or Sticky Materials
Bucket yang lebih datar. Dipergunakan untuk mengangkut material yang
cenderung lengket.
3. Stamped Steel Bucket for Crushed Rock
Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan -bongkahan besar dan
material yang berat.

Gambar 7: Bucket Elevator

Continuous Flow Conveyor


Conveyor jenis ini fleksibel dengan harga yang relatif mahal. Conveyor ini
tersedia dalam banyak

konfigurasi dan modifikasi. Unsur pengangkat yaitu

pergerakan rantai atau ban dengan penggaruk menonjol keluar yang berjalan terus
menyeret padatan. Saluran dobel dibutuhkan dalam satu operasi penuh untuk
mengangkat bahan dan satu kali untuk mengembalikan ban atau rantai. Karena
fleksibilitas untuk elemen kontinyu, conveyor ini tersusun rapat dan bisa dibuat
dalam banyak konfigurasi untuk mengikuti bagian aliran yang berliku liku baik
horizontal maupun vertikal. Karena bidang berpagar, material yang sangat kasar,
kental, atau lengket cenderung menyumbat unit dan tidak mudah untuk ditangani.
Disisi lain, bidang berpagar

diperbolehkan beroperasi dalam pengontrolan atau

lingkungan vakum. Kesesuaian karakteristik self-feeding dan self-discharge dari


continuous flow conveyor menambah kefleksibilitas penggunaannya. Conveyor jenis
ini sering dipilih untuk operasi dengan kapasitas yang relatif kecil (Ulrich, 1984).

Gambar 8: Continuous Flow Conveyor

Pneumatic Conveyor
Conveyor jenis ini terkenal untuk transport padatan dengan volume besar baik
horizontal maupun vertikal. Unit ini menggunakan aliran udara berkecepatan tinggi
untuk menaikkan padatan dan menghantarkan padatan melewati saluran sebanyak
fluida yang akan dipompa. Pneumatic conveyor ini fleksibel, rapi, dan relatif murah
serta relatif kecil biaya perawatannya (Ulrich, 1984).
Pada conveyor ini banyak alat dipakai, antara lain (Siregar, 2004):
Sebuah pompa atau kipas angin untuk menghasilkan aliran udara
Sebuah cyclone untuk memisahkan partikel-partikel besar
Sebuah kotak penyaring (bag filter) untuk menyaring debu
Pada tipe yang sederhana (Gambar 9), sebuah pompa cycloida akan menghasilkan
kehampaan yang sedang dan sedotannya dihubungkan dengan sistem pengangkulan.
Bahan -bahan akan terhisap naik melalui selang yang dapat dipindah-pindahkan
ujungnya. Kemudian, aliran udara yang mengangkut bahan padat dalam bentuk
suspensi akan menuju siklon dan selanjutnya menuju ke pompa. Jika bahan-bahan ini
mengandung debu, debu ini tentunya akan merusak pompa dan debu ini juga akan
membahayakan jika dibuang ke udara, dengan kala lain debu adalah produk yang
tidak diinginkan. Karenanya, sebuah kotak penyaring ditempatkan diantara siklon dan
pompa.
Jenis conveyor ini terutama digunakan untuk mengangkut bahan yang
kebersihannya harus tetap terjaga baik (seperti biji-bijian, bahan-bahan lumat seperti
soda abu, dan lain-lain) supaya keadaannya tetap baik dan tidak mengandung zat-zat
beracun seperti timbal dan arsen. Conveyor ini juga dapat dipakai untuk mengangkut
bahan-bahan yang berbentuk bongkahan kecil seperti chip kayu, bit pulp kering, dan

bahan lainnya yang sejenis. Kadang-kadang juga digunakan bila jalan yang dilalui
bahan berkelok- kelok atau jika bahan harus diangkat dan lain-lain hal yang pada tipe
conveyor lainnya menyebabkan biaya pengoperasian lebih tinggi.
Kecepatan aliran udara pada kecepatan rendah adalah 3000-7500 fpm dan pada
kecepatan tinggi adalah 10000-20000 fpm. Sedangkan jumlah udara yang digunakan
untuk mengangkut tiap ton bahan per jam adalah 50-200 cfm, tergantung pada
keadaan dan berat bahan,jarak dan kemiringan pengangkutan, dan lain-lain.
Kerugian menggunakan jenis conveyor ini adalah pemakaian energinya lebih
besar dibanding jenis conveyor lainnya untuk jumlah pengangkutan yang sama.
Perhitungan-perhitungan pada conveyor pneumatik sama sekali empiris dan memuat
faktor-faktor yang tidak terdapat di luar data-data peralatan pabrik.

Gambar 9: Pneumatic Conveyor

Vibratory Conveyor
Alat ini juga dikenal dengan pengangkut berosilasi (oscillatory conveyor) yang
dikerjakan dengan getaran cepat dan tempat getaran untuk melempar parikel padat
pindah ke arah yang diinginkan. Transportabilitas sangat dipengaruhi oleh
karakteristik dari prtikel padatan. Alat ini tidak harus licin atau lengket dan tidak
boleh bercampur udara dengan mudah. Karena ukuran pan yang sederhana, alat ini
dapat digunakan pada kondisi vakum atau terkontrol pada tekanan atmosfer. Dengan

selubung pan atau sekat, operasi lainnya seperti pengeringan, pengayakan,


pemanasan, dan pendinginan dapat dikerjakan secara bersamaan. Aliran fluida yang
halus mengntungkan dalam aplikasinya. Peninggian secara bersama dimungkinkan
namun kemringinan dibatasi sekitar 5 derajat (Ulrich, 1984).

Gambar 10: Vibratory Conveyor


Macam Crusher, Mill, dan Grinder
Size reduction diperlukan dalam suatu pabrik. Size reduction adalah salah satu
operasi untuk memperkecil ukuran dari suatu padatan dengan cara memecah, memotong,
atau menggiling bahan tersebut sampai didapat ukuran yang diinginkan. Menurut ukuran
produk yang dihasilkan alat size reduction dibedakan menjadi crusher, grinder, dan mill.
Pada bagian ini akan dijelaskan berbagai jenis alat size reduction. Operasi size
reduction sering digunakan pada indusriindustri yang memerlukan bahan baku dalam
ukuran tertentu dan produk dalam ukuran tertentu, misalnya industri semen, batu bara,
pertambangan, pupuk, keramik, dll. Pemilihan jenis alat yang digunakan biasanya
berdasarkan ukuran feed pada produk, sifat bahan, kekerasan bahan, dan kapasitasnya.
Energi yang dibutuhkan untuk operasi size reduction sangat bergantung dari ukuran
partikel yang dihasilkan. Makin kecil partikel, maka makin besar energi yang
dibutuhkan.
Tipe alat hampir berbeda pada banyak aplikasi, tapi dasar mekanismenya diturunkan
menjadi empat kategori, yaitu kompresi, tumbukan, gesekan, dan potongan (Ulrich,
1984).
Berikut adalah jenis jenis peralatan size reduction (Saptuti, 2007):

Jaw Crusher
Jaw crusher digunakan untuk mengurangi besar butiran pada tingkat pertama,
untuk kemudian dipecah lebih lanjut oleh crusher lain. Jenis ini paling efektif
digunakan untuk batuan sedimen sampai batuan yang paling keras seperti granit atau
basalt. Jaw crusher merupakan mesin penekan (compression) dengan rasio
pemecahan 6 : 1. Keuntungan yang diperoleh dari jaw crusher antara lain karena
kesederhanaan konstruksinya, ekonomis dan memerlukan tenaga yang relatif kecil.
Ukuran material yang dapat dipecah oleh crusher ini tergantung pada feed opening
(bukaan) dan kekerasan batu yang akan dipecah. Umumnya untuk material hasil
peledakan, material yang berukuran sampai dengan 90% dari feed opening (bukaan)
dapat diterima. Untuk batuan yang tidak terlalu keras disarankan berukuran 80% dari
feed opening (bukaan) (Saptuti, 2007).

Gambar 11: Jaw Crusher

Gyratory Crusher
Crusher ini beroperasi dengan kisaran. Bagian crusher pemecah berbentuk Conis,
karena itu kadang disebut cone crusher. Gyratory crusher hampir sama dengan jaw
crusher, perbedaannya terletak pada cara pemberian tekanan dimana untuk gyratory
crusher tekanan diberikan dari arah samping. Hasil pemecahan crusher ini rata rata
berbentuk kubus dan agak beragam. Hal ini dikarenakan bentuk lengkung dari cone
dan bowl yang mempunyai permukaan cekung (concave). Satu unit alat ini memiliki
kapasitas sampai 1000 kg/s, lebih besar dari jenis penumbuk lainnya(Saptuti, 2007).

Gamabr 12: Grytory Crusher

Impact Breakers
Impact crusher disarankan terutama untuk batu kapur atau untuk penggunaan
dengan abrasi lebih rendah. Impact crusher ada 2 jenis yaitu impact breaker dan
hammer mill. Kedua jenis ini pada prinsipnya sama, perbedaannya terletak pada
jumlah rotor dan ukurannya. Impact breaker mempunyai satu atau dua buah rotor dan
ukurannya lebih besar daripada hammer mill. Impact breaker menghasilkan produk
yang bentuknya 8 seperti kubus meskipun semula merupakan batu lempengan serta
meningkatkan kualitas agregat dan mempertinggi kapasitas plant (Saptuti, 2007).

Gambar 13: Impact Breaker

Roll Mills
Dalam bentuk yang sederhana, roll mills terdiri dari silinder rotasi horizontal yang
menghancurkan material secara berlawanan dengan dinding vertikal atau berlawanan
dengan silinder. Gulungan pada roll mills ini halus ada rasio potongannya karena
partikel yang besar tidak bisa dijepit oleh crusher. Penghancur gulung ini unggul

dalam proses halus. Gulungan dapat dimodifikasi dalam banyak cara sesuai
aplikasinya. Roll mills pada umumnya digunakan untuk menghasilkan produk yang
beragam dan layak secara kontinyu (Ulrich, 1984).

Gambar 14: Roll Mills

Rolling Compression Grinders


Pada umumnya, mesin ini terdiri dari gulungan silinder yang memotong padatan
melawan permukaan datar. Permukaan ini dapat dibentuk seperti piringan datar,
mangkuk, atau cincin oleh penggulung. Secara umum, piringan datar, mangkuk, atau
cincin berpindah melawan roda yang menggerinda. Mesin kompres gulung ini cocok
untuk bahan yang kasar dan halus seperti batubara, semen, batu kapur, tanah liat,
serpih, sisa arang, dan logam halus. Karena biaya perawatan yang rendah, efisiensi
tinggi, dan rasio reduksi yang tinggi, alat ini banyak digunakan dalam operasi yang
murah dan penghalus batubara ubtuk diumpankan langsung ke boiler (Ulrich, 1984).

Gambar 15: Rolling Compression Grinders

Disk atau Attrition Mills

Attrition mills telah digunakan dari jaman dahulu untuk menggiling gandum atau
menggiling bahan lain. Pada umumnya padatan digiling dengan penggiling antara
permukaan batu. Biji dimasukkan ke bagian tengah atas batu giling menjadi tepung
halus yang kemudian dikeluarkan lewat samping. Modern mills terdapat piringan
logam yang menjulang di atas poros/batang horizontal. Meskipun alat ini memilihi
efisiensi yang rendah, namun alat ini sangat unggul dalam mereduksi partikel kasar
atau ulet seperti kulit, karet, kain, benih, dan bulir. Alat ini juga dapat digunakan
untuk pendingin atau pemanas dan pencampur yang baik (Ulrich, 1984).

Gambar 16: Disk atau Attrition Mills

Tumbling Mills
Untuk penggilingan yang sangat halus dari serbuk keras dan kasar, alat ini sangat
cocok digunakan. Sebagai media penggiling, alat ini terdiri dari silinder rotasi
horizontal yang terdiri dari media penggiling seperti bola logam, batang, atau kerikil.
Gaya sentrifugal menyebabkan media berotasi menuju ke atas mendekati puncak
gilingan dan kemudian jatuh ke dasar. Pemotongan biji padatan berlawanan dengan
dindind atau bola, batang, atau kerikil lain. penggiling ini bisa beroperasi dalam
keadaan basah maupun kering. Untk penggiling basah yang dibolehkan adalah untuk
serbuk halus yang hasilnya lebih efisien karena permukaan penggiling tetap terbebas
dari lapisan serbuk (Ulrich, 1984).
Tube mill hampir sama dengan ball mill namun lebih panjang yang menggunakan
bola dengan ukuran lebih kecil dan menghasilkan serbuk yang halus. Rod mill

kurang efisien untuk penggilingan halus namun sangat baik untuk menggiling kasar
atau sedang. Pebble mill dinamakan demikian karena mengandung batu dari pada
bola logam. Kebanyakan media penggiling tidak berputar. Melainkan bolanya
digerakkan oleh armature dengan pelan atau oleh getaran yang cepat. Alat ini sangat
menguntungkan untuk penggilingan halus dan sangat halus dimana menghasilkan
partikel yang ssangat kecil yaitu berdiameter 1 m (Ulrich, 1984).

Gambar 17: Tumbling Mills

Hammer Mills
Penggiling ini dikelilingi oleh piringan atau silinder dengan kecepatan tinggi.
jarak antara mata pisau di dalam tempa yang bergerak dapat di sesuaikan untuk
menghasilkan parikel yang halus. Kecepatan tinggi dari martil pemotong tidak bisa
digunakan untuk material kasar tanpa adanya pelicin. Hammer Mill dapat menerima
feed material berukuran sampai dengan 20 cm dan memiliki rasio pemecahan 20 : 1.
Alat ini digunakan pada penggerindaan gula, carbon black, obat obatan, plastik,
dyestuffs, pigmen, dan kosmetik. Sebgian besar menghasilkan gilingan lebih halus
dari 501 m. Penggiling lain yang hampir sama denga hammer mill namun
konfigurasi mesin yang berbeda adalah pin mill (Ulrich, 1984).

Gambar 18: Hammer Mill

Fluid Energy atau Jet Mills


Jet mill lebih diandalkan dalam kontak dengan permukaan luar . Fluid energy mill
menggunakan pancaran gas sonik untuk mempercepat jaliran partikel dan
membuat gerakan yang cepat. Partikel bertabrakan pada kecepatan yang cukup
tinggi untuk mengelupas dan mematahkan bagian yang satu dengan yang lainnya.
Fluid energy grinders mesinnya ini lebih simpel dan perawatan yang murah.
Umpan yang tidak lengket dengan rentang diameter samai 2.2 mm bisa direduksi
menjadi ukuran micrometer. Karena steam atau gas yang dikompres digunakan
untuk energi untuk mesin, maka daya yang dibutuhkan bisa dilihat pada tekanan
gas atau dilihat dari steamnya (Ulrich, 1984).

Gambar 19: Fluid Energy atau Jet Mills

Cutters
Alat ini mempunyai cara kerja yang berbeda dengan size reduction sebelumnya.
Pada cutter ini, cara kerjanya dengan memotong. Alat ini dipakai untuk produk ulet
dan tidak bisa diperkecil dengan cara sebelumnya. Ukuran produk 210 mesh.

Gambar 20: Cutter

DAFTAR PUSTAKA

Saptuti, P.J. 2007. Analisi Tingkat Kepipihan, Kelonjongan, dan Gradasi Agregat Bahan
Perkerasan Hubungannya dengan Setting Crusher. Semarang: Universitas
Diponegoro
Siregar, Syahrul Fauzi. 2004. Alat Transportasi Benda Padat. Sumatra Utara: Universitas
Sumatra Utara

Anda mungkin juga menyukai