Diagram Alir
Alat Industri Kimia
KD 5
Materi yang akan di bahas yaitu :
1. Diagram alir Blok
2. Diagram Alir Proses
3. Diagram Alir Mekanik
4. Diagram Alir Utilitas
5. Prosedur Pembuatan Diagram Alir beserta
simbolnya.
1. Diagram Alir Blok
Diagram Alir Blok adalah diagram umum yang
memasukkan neraca massa
Selain menggunakan equipment flowsheet, untuk lebih cepat
memahami suatu proses sering kali dibuat block flow
diagram (blok diagram). Diagram ini terdiri dari blok-blok
yang dihubungkan dengan garis, di mana 1 blok bisa
menggambarkan 1 unit alat proses tetapi juga bisa
menggambarkan 1 rangkaian yang terdiri dari beberapa alat
proses (blok diagram makro).
Diagram Blok Umum
Deskripsi
• Secara umum seluruh proses kimia dapat diurai mejadi
beberapa proses .
• Masing-masing blok ini mungkin berisi beberapa unit
operasi. Misalnya, Bagian pemisahan mungkin berisi empat
kolom distilasi, dua unit flash, dan decanter cair-cair
• Umpan reaktor dan Separator terutama melibatkan
perubahan kondisi (suhu dan tekanan) dari aliran proses
agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan
DIAGRAM PROSES KIMIA
Urutan
• Diagram Input/Ouput
– Adalah diagram kasar, hana aliran umpan da produk
yang digambarkan
• Diagram Umum
– Memecah proses mejadi elemen dasar seperti reaksi dan
separasi serta seksi daur ulang
Ada 3 level diagram, yaitu :
• Diagram Blok (BFD)
– Diagram umum yang memasukkan neraca massa
• Diagram Alir Proses (PFD)
– Berisi neraca massa dan energi serta praspesifikasi
peralatan proses
• Diagram Perpipaan dan Instrumen (P&ID)
– Berisi detil mekanik dan instrumen
Konvensi Diagram Alir Blok
Proses digambarkan sebagai blok (kotak)
Aliran proses digambarkan dengan anak panah
Sedapat mungkin, aliran dari kiri ke kanan.
Aliran ke atas (gas) dibuat tipis, aliran ke bawah (cair
dan padat) dibuat tebal.
Informasi penting dicantumkan dalam diagram
Jika garis aliran proses berpotongan, maka garis
horisontal yang dibuat kontinyu, garis vertikal
terputus.
Memberikan neraca massa sederhana.
Contoh: Block Flow Process Diagram
Contoh: Block Flow Plant Diagram
2. Diagram Alir Proses
Flow Diagram Proses memberikan gambaran dari
rangakain urutan alat pokok, yang memberikan
keterangan mengenai peristiwa / perlakuan yang dialami
oleh bahan dasar dan bahan pembantu samapai menjadi
hasil yang diinginkan
Flow Diagram Proses juga memberikan keterangan
tentang kondisi proses yang dialami oleh bahan-bahan
tersebut, kondisi operasi alat-alatnya. Keterangan
tersebut dapat bersifat kuantitatif dan kualitatif.
Beberapa Macam Diagram Alir Proses
1. Flow diagram proses Kualitatif
Flow Diagram Proses hanya memberikan gambaran proses kwalitatif
saja. Tidak dapat memberikan jawaban pertanyaan terperinci kwantitatif
bahan, tenaga, dan kondisi yang ada.
2. Flow Diagram Proses Kuantitatif
Disamping memberikan uraian peristiwa yang terjadi secara
kwalitatif, juga memberikan informasi kwantitatifnya.
3. Flow Diagram Proses teknik / process engeneering flow diagram
( PEFD)
PEFD ini jauh lebih lengkap dari kedua macam FDP tersebut diatas.
PEFD sudah mencakup alat – alat control, levasi ukuran / perbandingan
ukuran alat –alat pokok dan lain sebagainya. Kwantitatif bahan – bahan
serta komposisinya jika dapat diketahui dari PEFD ini.
Untuk menghindari kerumitan dalam permasalah, maka suatu
sistem kadang kala dibuat sederhana (simple). Hal ini sering
dilakukan dalam bidang keteknikan, salah satunya merubah
diskripsi dalam bentuk gambar atau diagram. Selain lebih mudah
untuk difahami, bentuk diagram atau dalam bentuk simbol akan
mempercepat seseorang dalam melihat suatu proses. Salah satu
bentuk diagram yang sederhana adalah bentuk diagram kotak
(block diagram), dimana dibagian dalam dari kotak-kotak terdapat
keterangan yang menerangkan fungsi, jenis peralatan, ataupun
kondisi operasi
Contoh gambar Diagram Alir proses pengolahan
amine
Diagram balok lebih menonjolkan pada sekuense (urutan) dari
proses. Selain bentuk diagram balok, yang lebih umum digunakan
dalam pabrik disebut dengan diagram alir proses (process flow
diagram, disingkat PFD). Pada diagram bentuk ini,
menggambarkan sistem proses yang lebih detail dibandingkan
bentuk diagram balok. Pada tabel 1 merupakan simbol untuk
identifikasi dari aliran pada diagram aliran proses. Identifikasi
dimulai dari awal dari proses, yang dapat berupa masuknya bahan
baku atau bahan antara, dimana bahan tersebut dapat berupa
produk dari unit (bagian) lain dari pabrik tersebut. Kemudian
identifikasi dari setiap aliran ditandai dengan nomor arus, dimana
setiap harus memuat kondisi operasi (suhu dan tekanan) dan juga
neraca massa dari tiap komponen yang biasanya ditampilkan dalam
bentuk tabel dibagian bawah dari diagram alir proses tersebut.
Simbol yang digunakan pada diagram alir
proses
Biasanya, diagram alir proses dari satu unit proses akan
mencakup yang berikut:
1. Proses perpipaan
2.Item peralatan utama
3.Fungsi kontrol proses utama (mis. Tekanan, level, kontrol
aliran)
4.Koneksi dengan sistem lain
5.Aliran besar dan resirkulasi (daur ulang)
6.Data operasional ( suhu , tekanan , laju aliran massa ,
kepadatan , dll.), Seringkali dengan referensi aliran ke
keseimbangan massa .
7.Nama aliran proses
Diagram alir proses umumnya tidak termasuk:
1.Kelas pipa atau nomor saluran pipa
2.Detail instrumentasi
3.Garis bypass kecil
4.Katup isolasi dan penutup
5.Ventilasi perawatan dan saluran air
6.Katup bantuan dan keselamatan
7.Flensa
Diagram alir proses dari beberapa unit proses dalam pabrik
industri besar biasanya akan mengandung lebih sedikit detail
dan dapat disebut diagram alir blok atau diagram alir skematik .
3. Diagram Alir Mekanik
Mekanik diagram aliran juga disebut pipa dan instrument (P
&ID) diagram untuk menekankan dua karakteristik utama.
Diagram alir tidak menunjukkan kondisi operasi atau komposisi
atau jumlah aliran,tetapi diagram alir sebagian besar
menampilkan peralatan kecil lebih realistis dari pada lembar
proses aliran.Termasuk ukuran dan kelas spesifikasi dari semua
pipa saluran, semua katup,dan semua instrumen
Peralatan tersebut ditampilkan secara lebih rinci dari pada PFS,
terutama berkaitan dengan koneksi pipa eksternal, rincian
internal, dan kemiripan dengan penampilan yang sebenarnya
Masalah pada diagram diminimalkan oleh tabulasi kondisi
desain dan operasi dari peralatan utama di bawah diagram.
Diagram P & I Gambar 2.6 merupakan pabrik gas
memperlakukan yang terdiri dari penyerap amina dan
regenerator .Internal dari menara ditampilkan dengan lokasi
yang tepat dari koneksi inlet dan outlet
Jumlah instrumentasi untuk suatu proses yang relatif sederhana
mungkin mengejutkan. Pada diagram, setiap baris akan
membawa penunjukan kode identifikasi ukuran, jenis cairan
ditangani, peringkat tekanan, dan spesifikasi bahan. Informasi
lengkap tentang setiap baris-, ukuran panjang, elevasi,
penurunan tekanan, fitting, dll dicatat dalam ringkasanbaris
terpisah .
Contoh P&ID yang lebih kompleks .
Diagram perpipaan dan instrumentasi (P&ID) didefinisikan
oleh Institute of Instrumentasi dan Kontrol sebagai berikut:
Diagram yang menunjukkan interkoneksi peralatan proses
dan instrumentasi yang digunakan untuk mengontrol
proses. Dalam industri proses, seperangkat simbol standar
digunakan untuk menyiapkan gambar proses. Simbol
instrumen yang digunakan dalam gambar ini umumnya
didasarkan pada International Society of Automation (ISA)
Standard S5.1
Gambar skematik utama yang digunakan untuk meletakkan
instalasi kontrol proses .
Peralatan mekanis, termasuk:
Bejana tekan , kolom, tangki, pompa , kompresor ,
penukar panas , tungku , kepala sumur , kipas, menara
pendingin , turbo-expander , perangkap babi (lihat
'simbol' di bawah)
Semburan cakram , lubang pembatas, saringan dan
filter, steam traps , steam traps , sight-glasses, silencer,
flare dan ventilasi, penahan api , pemutus pusaran,
eductors
P & IDs pada awalnya dibuat pada tahap desain dari kombinasi
data lembar proses, desain peralatan proses mekanis, dan desain
teknik instrumentasi. Selama tahap desain, diagram juga
menyediakan dasar untuk pengembangan skema kontrol sistem,
memungkinkan untuk penyelidikan keselamatan dan operasional
lebih lanjut, seperti studi Bahaya dan pengoperasian (HAZOP).
Untuk melakukan ini, sangat penting untuk menunjukkan urutan
fisik peralatan dan sistem, serta bagaimana sistem ini terhubung.
P & ID juga memainkan peran penting dalam pemeliharaan dan
modifikasi proses setelah pembangunan awal. Modifikasi
dituliskan ke dalam diagram dan merupakan catatan vital dari
desain pabrik saat ini.
Simbol peralatan
Peralatan terdiri dari unit
P&ID lain-lain yang tidak
cocok dengan kategori
lainnya. Grup ini
mencakup perangkat keras
seperti kompresor,
konveyor, motor, turbin,
vakuum, dan perangkat
mekanis lainnya.
Simbol perpipaan
Pipa adalah tabung
yang mengangkut zat
cair. Perpipaan dapat
dibuat dari berbagai
bahan, termasuk logam
dan plastik. Grup
perpipaan terdiri dari
pipa satu ke banyak,
pipa multi-line,
pemisah, dan jenis
perangkat perpipaan
lainnya.
4. Diagram Alir Utilitas
Pengertian Utilitas
Utilitas adalah Semua sarana Pendukung yang
diperlukan Industri untuk melakukan suatu Proses
Pengadaan, Pengolahan, dan Optimasi.
Unit pendukung proses atau sering pula disebut Unit
Utilitas merupakan unit penunjang bagi unit-unit lainnya
atau sarana penunjang proses untuk menjalankan suatu
pabrik dengan baik dari tahap awal sampai produksi akhir.
Pada umumnya Utilitas dalam pabrik proses meliputi Air,
Steam, dan Listrik
Flowsheet Utilitas sama pentingnya dengan flowsheet proses
walaupun flowsheet utilitas tidak sekompleks flowsheet proses.
Sebagai contohnya flowsheet sistem boiler, rnemerlukan data yang
detail agar tidak kesulitan dalam koneksinya dengan peralatan
proses. Untuk itu sering juga ditemui flowsheet jenis P & I yang
dilengkapi dengan kondisi operasi peralatan digabungkan dengan
flowsheet sistem utilitas seperti steam ( bisa digambarkan dengan
lebih dari satu pipa tergantung tekanan yang digunakan high
pressure, medium pressure, low pressure ), air proses, air
pendingin atau thermal fluid, udara instrument, waste water, gas
buang dan lain sebagainya. Itu semua harus digambarkan bersama
dalam suatu flowsheet secara detail ( contoh : harus jelas
tergambar dalam alat pendingin Heat Exchanger type Sheel &
Tube aliran air pendinginnya mengalir didalam Shell atau didalam
tube)
Jenis-jenis Utilitas
1. Unit Pengadaan dan pengolahan Air
berfungsi sebagai alir, air umpan boiler, dan air pendingin
2. Unit Pengadaan Steam
Digunakan untuk proses pemanasan. Misalnya: HE,
Evaporator, Reaktor, dll
3. Unit Pengadaan tenaga listrik
berfungsi sebagai tenaga penggerak untuk peralatan
proses, maupun untuk penerangan. Listrik disuplai dari
PlN dan dari generator sebagai cabang bila Listrik dari
PLN mengalami gangguan.
4. Unit Pengadaan Bahan Bakar
berfungsi menyediakan bahan bakar untuk boiler,
Furnace, dan Generator.
5. Unit Pengaduan Udara Tekan
Udara tekan digunakan untuk menjalankan sistem
instrumentasi dalam area proses dan Utilitas.
6. Unit pengolahan Limbah/Air buangan
Berfungsi untuk mengolah limbah yang dihasilkan
1. Unit Pengadaan dan Pengolahan
Air
Unit pengadaan air, bersumber dari:
Air sumur/ hasil pengeboran
Air danau
Air laut
Umumnya pabrik menggunakan air sumur hasil pengeboran dengan
pertimbangan :
Sumber air yang kontinuitasnya relatif tinggi sehingga kekurangan air dapat
dihindari
Sistem pengolahan airnya relatif lebih mudah dan sederhana serta biaya
pengolahannya relatif murah
Unit pengadaan air digunakan untuk:
Air pendingin
Air sanitasi
Air umpan Boiler (BFW)
2. Unit pengadaan Steam
Sistem penyediaan steam terdiri dari Deaerator dan Boiler. Proses
Dearasi terjadi di dalam Dearator yang berfungsi untuk
menghasilkan air bebas mineral ( Demin Water ) dari komponen
udara melalui Spray,Sparger yang berkontak secara Counter
Current dengan Steam. Demin Water yang sudah bebas dari
komponen udara ditampung di dalam drum dari Dearator.
Pembentukan Steam terjadi di dalam Boiler. Untuk pabrik
Dicalcium Phospate dihydrate dibutuhkan sistem dengan
temperature 120º C. Jenis boiler yang digunakan adalah WATER
TUBE BOILER dengan air umpan boiler memalui tube dan
terjadi pembentukan steam pada tube. Sementara pembakaran
terjadi dalam kontak Chamber terbuka
Contoh boiler pembuat steam
Unit Pengadaan Tenaga Listrik
Kebutuhan Tenaga Listrik dipenuhi oleh Generator
yang digerakkan oleh turbin uap, dimana digunakan
Steam yang dihasilkan dari boiler. Hal ini bertujuan
agar tidak dperlukan aliran listrik dari PLN. Selan itu,
hal ini membuat koefisienan energi pabrik menjadi
lebih baik. Generator yang diperlukan adalah generator
bolak balik atas dasar pertimbangan sebagai berikut:
-Tenaga listrik yang dihasilakan cukup besar
-Tenaga dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai
dengankebutuhan dengan menggunakan Transformator
Unit Pengadaan Bahan Bakar
Unit pengadaan bahan bakar bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan bahan bakar pada generator dan
Boiler. Bahan bakar yang digunakan adalah bahan
bakar cair yaitu solar yang diperoleh dari Pertamina.
Pemilihan didasarkan pada pertimbanagan bahan bakar
cair .
Kebutuhan bahan bakar yaitu
Solar= 405,278 liter/jam
Unit penekanan Udara
Unit penyediaan udara tekanan digunakan untuk
menjalankan instrumentasi dan udara Plant diperlatan
proses seperti untuk menggerakkan kontrol valve serta
untuk pembersihan peralatan pabrik. Udara instrumen
mempunyai sumber yang sama dengan udara pabrik
yaitu bersumber dari udara di lingkungan pabrik,
hanya saja udara tersebut harus dinaikan tekanannya
dengan menggunakan Compressor. Untuk memenuhi
kebutuhan digunakan compressor dan didistribusikan
melalui pipa-pipa.
Unit Pengolahan Limbah
Beberapa limbah yang dihasilkan oleh Pabrik, yaitu:
a) Air buangan Sanitasi
Air buangan sanitasii yang berasal dari seluruh toilet di
kawasan pabrik, pencucian,dan dapur dapat langsung di buang
ke pembuangan umum. Sedangkan kotoran yang berasal dari
toilet dibuang ke pembuangan khusus septic tank.
b) Air buangan dari peralatan proses
Air buangan ini mengandung bahan organik yang mungkin
disebabkan oleh:
-kebocoran dari suatu peralatan
-kebocoran karena tumpah pada saat pengisian.
-pencucian atau perbaikan peralatan
Air buangan yang mengandung bahan organik
dilakukan pemisahan berdasarkan perbedaan berat
jenisnya. Larutan organik dibagian atas dialirkan ke
tungku pembakaran, sedangkan air dibagian bawah
dialirkan ke penampungan akhir, yang kemudian dapat
di buang ke pembuangan umum.
Contoh diagram alir utilitas
Prosedur pembuatan Diagram alir
Pedoman Membuat Flowchart
Bila seorang analis dan programmer akan membuat flowchart,
ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti:
Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari
kiri kekanan.
Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-
hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara
jelas.
Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan
menggunakan deskripsi kata kerja
Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang
benar.
Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan
harusditelusuri dengan hati-hati. Percabangan-percabangan
yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak
perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol
konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan
pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila
percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.
Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.
Conto-contoh Flowchart
Flowchart program
Contoh simbol yang digunakan pada
Flowchart
Penggunaan predefined processes dapat digunakan
untuk menyederhanakan flowchart system yang
complex
Flowchart Sistem untu predefined process yang diberi
nama Check shipment untuk Flowchart diatas
Flowchart Sistem untuk predefined process yang diberi
nama Check shipment untuk Flowchart diatas
1.Simbol Mulai/Awal atau Selesai/Akhir (Start / End)
Simbol Start dan End biasanya dilambangkan dengan Oval, Lingkaran
ataupun Kotak yang sudutnya dibulatkan.
2.Simbol Proses atau Kegiatan (Process)
Simbol untuk Proses / Langkah atau kegiatan yang akan dilakukan pada
umumnya berbentuk Kotak Persegi Panjang (rectangle).
3.Simbol Kondisional atau Keputusan (Conditional or Decision)
Simbol Kondisional atau Keputusan biasanya dilambangkan dengan
Kotak yang berbentuk Diamond (Rhombus) yang pada umumnya akan
mempunyai Output (keluaran) seperti Ya atau Tidak, Benar atau Salah.
4.Simbol Arah Aliran (Flow)
Simbol Arah Aliran Proses dilambangkan dengan Panah (Arrow) dengan
anak panahnya menuju ke proses selanjutnya.
5.Simbol Masukan / Keluaran (Input / Output )
Simbol untuk menunjukan Masukan dan Keluaran Data (Input dan
Output) dilambangkan dengan Kotak yang berbentuk Jajaran genjang
(Parallelogram).
Diagram Alir Penjumlahan 2 bilangan
Diagram alir dimulai dengan Start dan diakhiri dengan End.
Masukan dari program ini adalah 2 bilangan bulat a & b,
kemudian dijumlahkan, dan hasil penjumlahannya dicetak di
screen.
Berikut ini jika proses diatas digambarkan menggunakan
diagram alir.
Diagram Alir penentuan bilangan genap &
ganjil
Dalam contoh diagram alir ini, prosesnya adalah menentukan
input bilangan tersebut adalah negatif genap atau ganjil.
Proses utamanya adalah membagi bilangan input tersebut
dengan 2, dengan melihat sisa baginya kita dapat menentukan
bilangan tersebut adalah genap atau ganjil.
Contoh diagram penentuan bilangan genap
dan ganjil
Terlihat dari contoh diatas sepertinya diagram alir itu terputus, namun
coba perhatikan simbol bulat dengan huruf A, simbol tersebut adalah
konektor dalam 1 halaman, jadi sebenarnya proses itu bersambung dari
kanan ke kiri
Diagram Alir Lampu
Diagram sederhana berikut ini menggambarkan apa yang
bisa kita lakukan apabila sebuah lampu tidak berfungsi.
Diagram Alir Lampu Flip-flop dengan Arduino
Dalam pemrograman Arduino, ada dua fungsi dasar yang digunakan yaitu setup()
yang dijalankan hanya sekali pada awal program berjalan dan loop() yang akan
berjalan terus menerus.
Diagram Alir Flip Flop Arduino
Dari program diatas, setup() dijalan sekali untuk menginisiasi pin 7 dan pin 8
Arduino sebagai Output.
Kemudian perulangan dilakukan untuk menyalan dan mematikan LED Merah dan
Hijau secara bergantian dalam interval 1 detik.
Contoh diagram alir flip flop
Dari contoh-contoh diatas, dapat kita perhatikan
ada 2 unsur yang selalu muncul di dalam diagram
alir, yaitu percabangan dan perulangan.
Percabangan secara sederhananya adalah pilihan
alur yang diambil dari beberapa opsi yang ada,
tergantung dari kondisi yang dicapai. Misalkan
pada contoh lampu diatas, percabangan tergantung
dari kondisi apakah lampu terpasang atau tidak.
Penjelasan lebih detailnya di artikel percabangan
berikut ini.
Perulangan digunakan untuk mengulang suatu
proses. Perulangan dapat dilakukan terus-menerus
selama program berjalan, sampai didapatkan
kondisi untuk keluar dari perulangan tersebut.
Contohnya perulangan untuk menampilkan angka
1 sampai 100, kondisi untuk berhentinya adalah
jika angka tersebut sudah mencapai 100.