Anda di halaman 1dari 50

PENGELOLAAN

BARANG MILIK DAERAH


Sosialisasi Pengelolaan Barang
Milik Daerah
Disampaikan Oleh:
Ika Aprilia

I
NERACA PEMERINTAH DAERAH

NERACA PEMERINTAH DAERAH


(lanjutan)

II
LINGKUP KEKAYAAN

Dikuasai Negara
Bumi, air dan kekayaan alam yg terkandung di dalamnya
Disebut Kekayaan Negara Potensial
sebagian urusan pengaturannya diserahkan kepada
daerah
Dimiliki Negara

Kekayaan yang tidak dipisahkan:


Barang Milik Negara (BMN)
Barang Milik Daerah (BMD)

Kekayaan yang dipisahkan:


Investasi Pemt pusat pd BUMN/Badan Hukum lainnya
Investasi pemt Daerah pd BUMD/Badan Hukum lainnya

III
LINGKUP
BARANG MILIK DAERAH

Barang
BarangMilik
MilikDaerah
Daerahmeliputi:
meliputi:
barang
barangyg
ygdibeli/diperoleh
dibeli/diperolehatas
atasbeban
bebanAPBD
APBD
barang
barangyg
ygberasal
berasaldari
dariperolehan
perolehanlainnya
lainnyayg
ygsah.
sah.

Perolehan
Perolehanlainnya
lainnyayg
ygsah
sahmeliputi
meliputibarang
barangdari:
dari:
hibah/sumbangan
hibah/sumbanganatau
atauyg
ygsejenis.
sejenis.
pelaksanaan
pelaksanaandari
dariperjanjian/
perjanjian/kontrak;
kontrak;
berdasarkan
berdasarkanketentuan
ketentuanundang-undang;
undang-undang;
berdasarkan
berdasarkanputusan
putusanpengadilan
pengadilanyg
ygtelah
telah
memperoleh
memperolehkekuatan
kekuatanhukum
hukumtetap.
tetap.

IV
LANDASAN HUKUM

EXISTING

Keputusan Mendagri No. 152 Tahun 2004


tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah
Keputusan Mendagri No. 153 Tahun 2004
tentang Pedoman Pengelolaan Barang daerah
yang dipisahkan
PARADIGMA BARU
UU No. 17/2003 ttg. Keuangan Negara
UU No. 1/2004 ttg. Perbendaharaan Negara
PP No. 6/2006 ttg. Pengelolaan BMN/D
Permendagri 17 tahun 2007 ttg Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang Milik Daerah

UU No. 17 / 2003 : KEKUASAAN ATAS PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA


PRESIDEN:
DIKUASAKAN

MENTERI KEUANGAN

PENGELOLA FISKAL& WK. PEM.


DL. KEKY. NEG YG DIPISAHKAN

PEMEGANG KEKUASAAN
PENGELOLA. KEU. NEG
( PSL. 6 )

MENTERI/PIMP.LBG
SELAKU PENGGUNA
ANGGARAN/BARANG

DISERAHKAN

GUB/BUPT/WALKOTA
KEPL. PEMR. DRH
UTK MENGELOLA KEU DAERAH &
WK PEMDA ATAS KEKAYAAN
DAERAH YG DIPISAHKAN

UU No. 1 / 2004 : PEJABAT PERBENDAHARAAN DAN PENGELOLAAN BMN/D


PEMERINTAH PUSAT
MENTERI KEUANGAN
BEND UMUM NEGARA :
(MENETAPKAN KEBIJ &
PEDOMAN PENGELOLA BMN)

MENTERI/PIMP LMBG
PENGGUNA BARANG PADA
KEMENTERIAN/LMBG
PUSAT.

PEMERINTAH DAERAH
GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA
MENETAPKAN PJBT PENGELOLA BMD (PS 5)
MENETAPKAN KEBIJKN PENGELOLA BMD (PS 43)

PP No. 6 / 2006 : PEJABAT PENGELOLAAN BMN/D


MENTERI KEUANGAN
SELAKU BUN ADALAH
PENGELOLA BMN
(PS 4)

MENTERI / PIMP. LBG


SELAKU PIMPINAN KMNTRN /
LMBG ADALAH PENGGUNA
BARANG (PS 6)
KEPALA KANTOR
ADALAH KUASA PENGGUNA
BMN DI LINGKUNGNNYA
(PS 7)

GUB./BUPT/WALIKOTA
PEMEGANG KEKUASAAN
PENGELOLAAN BMD (PS 5)

SEKRETARIS DAERAH
ADALAH PENGELOLA
BMD (PS 5)

KASATKER PERANGKAT DAERAH


ADALAH PENGGUNA
BMD (PS 8)

V
LATAR BELAKANG PENGATURAN
PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH
PP No.6/2006
Tentang Pengelolaan BMN/D
Diperlukan:
1.
2.
3.
4.
5.

Usaha ke arah unifikasi peraturan


Pengelolaan sec. tertib, tepat dan benar
Menampung kebutuhan dalam praktek
Adanya prosedur yg baku
Adanya validitas data BMN/D
PELAKSANAAN UU NO.1/2004

VI
SUBJEK
PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH
EXISTING
Kepala Daerah sbg pemegang kuasa barang
Sekretaris daerah sbg pembantu pemegang kuasa
barang.
Kepala biro/kepala bagian perlengkapan sbg
pembantu kuasa barang.
Kepala unit kerja adalah penyelenggara pembantu
kuasa barang.
PARADIGMA BARU
Gubernur/bupati/walikota Pemegang Kekuasaan Pengelolaan
BMD
Sekretaris Daerah Pengelola Barang
Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Pengguna Barang

VII
PRINSIP DASAR PENGELOLAAN
Dipakainya istilah Pengelola Barang dan Pengguna Barang
Dipakainya istilah Pengelola Barang dan Pengguna Barang
BMD pd dasarnya digunakan dlm rangka penyelenggaraan tupoksi
BMD pd dasarnya digunakan dlm rangka penyelenggaraan tupoksi
pemda,
pemda,shg
shgBMD
BMDyg
ygsedang
sedangdigunakan
digunakandilarang
dilarangutk
utk
dipindahtangankan
dipindahtangankan
Tanah dan/atau bangunan pemda yg tdk digunakan utk tupoksi wajib
Tanah dan/atau bangunan pemda yg tdk digunakan utk tupoksi wajib
diserahkan
diserahkankpd
kpdGubernur/Bupati/Walikota
Gubernur/Bupati/Walikota
Gubernur/Bupati/Walikota berwenang utk:
Gubernur/Bupati/Walikota berwenang utk:
a.a. menetapkan
menetapkanstatus
statuspenggunaan
penggunaan
b.b.pemanfaatan
pemanfaatandan
dan
c.c.pemindahtanganan
pemindahtanganan
tanah
tanahdan
danbangunan
bangunanyang
yangdiserahkan
diserahkantsb.
tsb.
Tanah pemda hrs disertifikatkan a.n. Pemerintah
Tanah pemda hrs disertifikatkan a.n. Pemerintah
Propinsi/Kabupaten/Kota
Propinsi/Kabupaten/Kota. .

ALUR PENGELOLAAN BMD


Kepala satuan
kerja
Selaku
Pengguna Barang
Perolehan
BMD

Penyelesaian Dok.
Kepemilikan (ps 33)

Sekretaris
Daerah
Selaku
Pengelola Barang
Usulan Penetapan
Status Penggunaan
BMD (ps 14 ayat 2b)

Penggunaan sebatas
untuk penyelenggaraan
Tupoksi (ps 16 ayat 1)

Pengguna
Barang Lainnya

Penetapan
Status Penggunaan
BMD (ps 13-14)

Penggunaan sebatas
utk penyelenggaraan
Tupoksi (ps 16 ayat 1)

Pemanfaatan:
Sewa
KSP
BSG/BGS
Pinjam pakai
(pasal 20)

Fungsi
Pelayana
n

Pemindahtanganan:

Tanah / bangunan
yg telah diserahkan

Barang Milik Daerah:

Tindak Lanjut:
Pengalihan Status
Penggunaan
Pemanfaatan
Pemindahtanganan
(ps 17 ayat 4)

Tidak sesuai Tupoksi

Berlebih

Tanah/bang idle wajib


diserahkan kpd Gub/Bup/
Walikota (ps 16 ayat 2)

Non tanah dan bangunan

Gubernur/Bupati
/
Walikota

Persetujuan
pemanfaatan dan
pemindahtanganan

Pihak Lain

Jual
Tukar menukar
Hibah
PMPD
(pasal 45)

Fungsi
Budgeter

SIKLUS PENGELOLAAN
1. Perencanaan dan penganggaran;
2. Pengadaan;
3. Penggunaan;
4. Pemanfaatan;
5. Pemeliharaan;
6. Penilaian;
7. Penghapusan;
8. Pemindahtanganan;
9. Penatausahaan;
10. Pengawasan/pengendalian.

PERENCANAAN KEBUTUHAN
DAN PENGANGGARAN

1. Perencanaan dan Penganggaran disusun dalam


Rencana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah;
2. Perencanaan dan Penganggaran disusun berdasarkan
standarisasi BMD, standarisasi kebutuhan BMD dan
standarisasi harga;
3. Kuasa Pengguna mengajukan usul rencana kebutuhan
barang kepada Pengguna untuk disampaikan kepada
Pengelola Barang;
4. Usulan tersebut ditetapkan sebagai Rencana Kebutuhan
BMD (RKBMD) setelah dibahas oleh Pengelola bersama
Pengguna dengan memperhatikan hasil inventarisasi
barang yang dikuasai pengguna barang.

PENGADAAN

Dilaksanakan berdasarkan prinsip


efisien, efektif, terbuka dan bersaing,
transparan, adil/tidak diskriminatif dan
akuntabel;
Pedoman pelaksanaan BMD di luar
tanah diatur dalam Peraturan Presiden;
Pengaturan pengadaan tanah
dilaksanakan berdasarkan peraturan
perundangan yang berlaku;

PENGGUNAAN
1.

Status penggunaan BMD ditetapkan oleh Gubernur/


Bupati/ Walikota ;

2. Penetapan status penggunaan tanah dan/atau bangunan


dilakukan dengan memperhatikan:

3.

Digunakan untuk menyelenggarakan Tupoksi;

Menunjang penyelenggaraan Tupoksi instansi yang


bersangkutan.

Penetapan status penggunaan atas BMD yang


digunakan oleh selain Satuan Perangkat Kerja Daerah
dapat dilakukan sepanjang sesuai tugas pokok dan
fungsi dan/atau dalam menjalankan penugasan
pemerintah sebagai pelaksanaan kewajiban pelayanan
umum

PEMANFAATAN

Pemanfaatan BMD
adalah pendayagunaan BMD yang tidak dipergunakan sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat
daerah, dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama
pemanfaatan, dan bangun serah guna/bangun guna serah
dengan tidak mengubah status kepemilikan.

Pemanfaatan meliputi:
a. Sewa:

adalah pemanfaatan BMD oleh pihak lain dalam jangka waktu


tertentu dan menerima imbalan uang tunai.
b. Pinjam Pakai:

adalah penyerahan penggunaan BMD antara pemerintah


daerah dengan pemerintah pusat dan antar pemerintah
daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan
dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan
kembali kepada pengelola barang.

PEMANFAATAN

(LANJUTAN)

c. Kerjasama pemanfaatan:
adalah pendayagunaan BMD oleh pihak lain dalam jangka waktu
tertentu dalam rangka peningkatan pendapatan daerah dan
sumber pembiayaan lainnya
d. Bangun Guna Serah
adalah pemanfaatan barang BMD berupa tanah oleh pihak lain
dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut
fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut
dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk
selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau
sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.
e. Bangun Serah Guna
adalah pemanfaatan BMD berupa tanah oleh pihak lain dengan
cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya,
dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu
tertentu yang disepakati.

PEMANFAATAN

(LANJUTAN)

Pemanfaatan
PemanfaatanBMD
BMDtidak
tidakperlu
perludengan
denganpersetujuan
persetujuan
DPRD.
DPRD.

Pemanfaatan
Pemanfaatantanah
tanahdan/atau
dan/ataubangunan
bangunanyg
ygtlh
tlh
diserahkan
diserahkankpd
kpd
Gubernur/Bupati/Walikota
Gubernur/Bupati/Walikotautk
utkBMD
BMDdilaksanakan
dilaksanakanoleh
oleh
pengelola
pengelolabarang
barangsetelah
setelahmendapat
mendapatpersetujuan
persetujuan
gubernur/
gubernur/
bupati/walikota.
bupati/walikota.

Pemanfaatan
Pemanfaatantanah
tanahdan/atau
dan/ataubangunan
bangunanyang
yang
diperlukan
diperlukan
untuk
untukmenunjang
menunjangpenyelenggaraan
penyelenggaraantupoksi
tupoksipengguna
pengguna
barang/kuasa
barang/kuasapengguna
penggunabarang
barangdilakukan
dilakukanoleh
oleh
pengguna
pengguna
barang dengan persetujuan pengelola barang.

PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN


PENGAMANAN:
Lingkup: Pengamanan administrasi, fisik, dan hukum
Pengamanan Adminisrasi: pembukuan, inventarisasi, pelaporan
BMD
Pengamanan Fisik: mis. Penyimpanan, pemagaran dll.
Pengamanan Hukum: sertifikasi tanah, bukti status kepemilikan
PEMELIHARAAN
BMD
Pengguna Barang mongkoordinir & bertanggung jawab atas
pemeliharaan BMD di bawah penguasaannya.
Pemeliharaan dilakukan oleh Kuasa Pengguna Brg & Pejabat yg
ditunjuk.
Pemeliharaan dilaksanakan dgn berpedoman pd Daftar
Kebutuhan
Pemeliharaan Barang (DKPB)
Kuasa Pengguna Barang wajib membuat daftar hasil
pemeliharaan

PENILAIAN
Penilaian BMD dlm rangka penyusunan neraca awal ,

berpedoman pd SAP oleh Tim Penilai, dan dapat


melibatkan Penilai Independen yg bersertifikat;

Penilaian BMD dlm rangka pemanfaatan dan

pemindahtanganan yg berupa tanah dan/atau


bangunan oleh Tim Penilai (yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah) dan dapat melibatkan Penilai
independen yg berijin, berdasarkan nilai transaksi dgn
estimasi terendah menggunakan nilai NJOP

Penilaian BMD dlm rangka pemanfaatan dan

pemindahtanganan yg berupa selain tanah dan/atau


bangunan oleh Tim Penilai dan dpt melibatkan penilai
independen yg berijin, berdasarkan nilai transaksi.
Pasal 37 40 PP 6/2006
Pasal 50 52 Permendagri 17/2007

VII
PENGHAPUSAN DAN PEMUSNAHAN

PENGHAPUSAN:
a) Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna pd
Pengguna Barang (dilaksanakan dengan Keputusan pengelola
atas nama Kepala Daerah)

b) Penghapusan dari Daftar BMD pd Pengelola Barang


(dilaksanakan dengan Keputusan Kepala Daerah)

PEMUSNAHAN:
Pemusnahan sbg tindak lanjut dari penghapusan
karena:
a) tdk dpt dimanfaatkan
b) tdk dpt dipindahtangankan; atau
c) alasan lain sesuai ketentuan perUUan
Pasal 53 55 Permendagri 17/2007

PENGHAPUSAN

Pemindahtanganan

(LANJUTAN)

Penjualan

Hibah

Tukar
Menukar

PMP

Tidak dapat digunakan

PENGHAPUSAN

Pemusnahan

Tidak dapat dimanfaatkan


Tidak dapat
dipindahtangankan
Pelaksanaan UU, seperti
(UU Kepabenanan, selundupan,
dll)

Alasan lain

Putusan
Pengadilan

Force
majeure

Pemerintah
digugat,
kalah,
hapuskan
Bencana
Alam,
Kebakaran

PEMINDAHTANGANAN
Pemindahtanganan BMD
adalah pengalihan kepemilikan BMD sebagai tindak
lanjut dari penghapusan dengan cara dijual,
dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai
modal pemerintah.
Pemindahtanganan BMD meliputi:
a. Penjualan:
adalah pengalihan kepemilikan BMD kepada pihak lain
dengan menerima penggantian dalam bentuk uang.
b. Tukar-menukar:
adalah pengalihan kepemilikan BMD yang dilakukan
antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat,
antar pemerintah daerah, atau antara pemerintah
daerah dengan pihak lain, dengan menerima
penggantian dalam bentuk barang, sekurang-kurangnya
dengan nilai seimbang.

PEMINDAHTANGANAN

(LANJUTAN)

c. Hibah:
adalah pengalihan kepemilikan BMD antara
pemerintah daerah dengan pemerintah pusat,
antar pemerintah daerah, atau dari
pemerintah pusat/daerah kepada pihak lain,
tanpa memperoleh penggantian.
d. Penyertaan Modal Pemerintah:
adalah pengalihan kepemilikan BMD yang
semula merupakan kekayaan yang tidak
dipisahkan menjadi kekayaan yang
dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai
modal/saham daerah pada BUMN/D, atau
badan hukum lainnya yang dimiliki
negara/daerah.

PEMINDAHTANGANAN

(LANJUTAN)

Pemindahtanganan BMD berupa tanah dan/atau bangunan


Pemindahtanganan BMD berupa tanah dan/atau bangunan
harus
haruspersetujuan
persetujuanDPRD
DPRDdengan
denganbeberapa
beberapapengecualian.
pengecualian.
Pengecualian tersebut meliputi tanah dan/atau bangunan
Pengecualian tersebut meliputi tanah dan/atau bangunan
yang
yang: :
1.
1. sudah
sudahtidak
tidaksesuai
sesuaidengan
dengantata
tataruang
ruangwilayah
wilayahatau
atau
penataan
penataankota;
kota;
2.
2. harus
harusdihapuskan
dihapuskankarena
karenaanggaran
anggaranuntuk
untukbangunan
bangunan
pengganti
penggantisudah
sudahdisediakan
disediakandalam
dalamdokumen
dokumenpenganggaran;
penganggaran;
3.
3. diperuntukkan
diperuntukkanbagi
bagipegawai
pegawainegeri;
negeri;
4.
4. diperuntukkan
diperuntukkanbagi
bagikepentingan
kepentinganumum;
umum;
5.
5. dikuasai
dikuasaiNegara
Negaraberdasarkan
berdasarkankeputusan
keputusanpengadilan,
pengadilan,yg
ygtlh
tlh
memiliki
memilikikekuatan
kekuatanhukum
hukumtetap
tetapdan/atau
dan/atauberdasarkan
berdasarkan
ketentuan
ketentuanperundang-undangan,
perundang-undangan,yg
ygjika
jikastatus
status
kepemilikannya
kepemilikannyadipertahankan
dipertahankantdk
tdklayak
layaksecara
secaraekonomis.
ekonomis.
Pemindahtanganan BMD selain tanah dan bangunan dengan
Pemindahtanganan BMD selain tanah dan bangunan dengan
nilai
nilaidiatas
diatasRp.
Rp.55MM(BMD)
(BMD)harus
harusdengan
denganpersetujuan
persetujuanDPRD;
DPRD;

PENATAUSAHAAN
PEMBUKUAN

Mencatat pada Daftar Barang yang disediakan secara


teratur dan menyimpan bukti kepemilikannya
INVENTARISASI
Pengguna Barang melakukan inventarisasi BMD minimal

5 th

sekali, yg hasilnya disampaikan kpd Pengelola Barang;


Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan

dilaksanakan

inventarisasi oleh Pengguna Barang setiap tahun


anggaran;
PELAPORAN
Pengguna
Laporan hasil
inventarisasi
disampaikan
kpdPengelola

Barang
menyampaikan
LBPS dan
LBPT kpd
Barang.
Pengelola Barang;
Pengelola Barang menyusun Laporan BMN/D utk

X
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Pengguna Barang pemantauan secara teknis dan

penertiban terhadap penggunaan, penatausahaan,


pemeliharaan, dan pengamanan yang berada di
bawah penguasaannya

Pelaksanaan pemantauan dan penertiban pada

kantor/satuan kerja dilaksanakan oleh Kuasa


Pengguna Barang

Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dapat

meminta pengawas fungsional untuk mengaudit


tindak lanjut hasil pemantauan dan penertiban tsb.

Hasil audit sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)

oleh Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang


ditindaklanjuti secara administratif dan proses hukum
sesuai ketentuan perundang-undangan.

PENGAWASAN/PENGENDALIAN
(Lanjutan )

Pengelola Barang berwenang untuk melakukan

pemantauan dan investigasi atas pelaksanaan


penggunaan, dalam rangka penertiban penggunaan
Barang sesuai ketentuan yang berlaku.
Gubernur/bupati/walikota dapat meminta aparat

pengawas fungsional untuk melakukan audit atas


pelaksanaan penggunaan BMD.
Hasil audit tersebut disampaikan kepada

gubernur/bupati/ walikota untuk ditindaklanjuti sesuai


kewenangannya

PEMANFAATAN
I.
II.
III.
IV.
V.
VI.

Terminologi
Kriteria Pemanfaatan
Sewa
Pinjam Pakai
Kerjasama Pemanfaatan
Bangun Guna Serah - Bangun Serah Guna

I
TERMINOLOGI

Pemanfaatan
adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak
dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi satuan
kerja perangkat daerah, dalam bentuk sewa, pinjam pakai,
kerjasama pemanfaatan, dan bangun serah guna/bangun
guna serah dengan tidak mengubah status kepemilikan.

Sewa
adalah pemanfaatan barang milik daerah oleh pihak lain
dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang
tunai.

Pinjam Pakai
adalah penyerahan penggunaan barang antara pemerintah
pusat dengan pemerintah daerah dan antar pemerintah
daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan
dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan
kembali kepada pengelola barang.

PENGERTIAN

(LANJUTAN)

Kerjasama pemanfaatan
adalah pendayagunaan barang milik daerah oleh
pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam
rangka peningkatan pendapatan daerah dan
sumber pembiayaan lainnya
Bangun guna serah
adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa
tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan
bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya,
kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut
dalam jangka waktu tertentu yang telah
disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali
tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut
fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.
Bangun serah guna
adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa
tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan
bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan
setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam
jangka waktu tertentu yang disepakati.

II
KRITERIA PEMANFAATAN

Pemanfaatan BMD berupa tanah dan/atau bangunan dilaksanakan


oleh pengelola barang setelah mendapat persetujuan gubernur
/bupati/walikota.

Pemanfaatan BMD berupa tanah dan/atau bangunan yang


diperlukan untuk menunjang penyelenggaraan tugas pokok dan
fungsi pengguna barang dilakukan oleh pengguna barang dengan
persetujuan pengelola barang.

Pemanfaatan BMD selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan


oleh pengguna barang dengan persetujuan pengelola barang;

Pemanfaatan BMD dilaksanakan berdasarkan pertimbangan teknis


dengan memperhatikan kepentingan daerah dan kepentingan
umum.

III
SEWA

Penyewaan BMD dapat dilakukan sepanjang


menguntungkan daerah.
Jangka waktu penyewaan BMD paling lama 5 tahun dan
dapat diperpanjang.
Formula besaran tarif sewa ditetapkan oleh gubernur
/bupati/walikota.
Penyewaan dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian
sewa-menyewa, yang sekurang-kurangnya memuat:
a. pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian;
b. jenis, luas atau jumlah barang, besaran sewa,
dan Jangka waktu;
c. tanggung jawab penyewa atas biaya operasional
& pemeliharaan selama jangka waktu sewa;
d. persyaratan lain yang dianggap perlu.
Hasil penyewaan seluruhnya wajib disetorkan ke
rekening kas daerah.

IV
PINJAM PAKAI

Pinjam pakai BMD dilaksanakan antara pem pusat


dgn pem daerah atau antar pemerintah daerah.

Jangka waktu pinjam pakai BMD paling lama dua


tahun dan dapat diperpanjang.

Pinjam pakai dilaksanakan berdasarkan surat


perjanjian yang sekurang-kurangnya memuat:
a. pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian;
b. jenis, luas atau jumlah barang yang dipinjamkan,dan
jangka waktu;
c. tanggung jawab peminjam atas biaya operasional &
pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman;
d. persyaratan lain yang dianggap perlu

V
KERJASAMA PEMANFAATAN

KSP BMD dilaksanakan dengan ketentuan:


a. tdk tersedia/tidak cukup tersedia dana dlm APBD;
b. mitra KSP ditetapkan melalui tender dgn
mengikutsertakan sekurang-kurangnya 5 peserta/
peminat, kecuali untuk BMD yang bersifat khusus
dapat dilakukan penunjukan langsung;
c. mitra KSP harus membayar kontribusi tetap dan
pembagian keuntungan hasil KSP;
d. dilarang menjaminkan/menggadaikan obyek KSP;
e. jangka waktu KSP paling lama 30 tahun sejak
perjanjian ditandatangani dan dapat diperpanjang.

Semua biaya KSP tdk dpt dibebankan pd. APBD

VI
BGS-BSG

Jangka waktu paling lama 30 tahun;


Penetapan mitra melalui tender dgn mengikut
sertakan sekurang2nya lima peserta/ peminat;
Mitra wajib membayar kontribusi kpd daerah/tahun;
Mitra dilarang menjaminkan, menggadaikan atau
memindah-tangankan objek BGS-BSG;
Mitra wajib memelihara objek BGS-BSG;
Dalam jangka waktu pengoperasian, sebagian hasilnya hrs
dpt digunakan langsung utk penyelenggaraan tupoksi;
Pelaksanaannya dituangkan dlm surat perjanjian, memuat:
a. pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian;
b. objek BGS-BSG;
c. jangka waktu BGS-BSG;
d. hak dan kewajiban para pihak;
e. persyaratan lain yang dianggap perlu.

PEMINDAHTANGANAN

I.
II.
III.
IV.
V.
VI.

Terminologi
Kriteria Pemanfaatan
Penjualan
Hibah
Tukar-menukar
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah

I
TERMINOLOGI

Pemindahtanganan
adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik
Daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan
dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan
atau disertakan sebagai modal pemerintah.
Penjualan
adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik
Daerah kepada pihak lain dengan menerima
penggantian dalam bentuk uang.
Tukar-menukar
adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik
Daerah yang dilakukan antara pemerintah daerah
dengan pemerintah pusat, antar pemerintah
daerah, atau antara pemerintah daerah dengan
pihak lain, dengan menerima penggantian dalam
bentuk barang, sekurang-kurangnya dengan nilai
seimbang.

PENGERTIAN

(LANJUTAN)

Hibah
adalah pengalihan kepemilikan barang dari
pemerintah daerah kepada pemerintah
pusat, antar pemerintah daerah, atau dari
pemerintah daerah kepada pihak lain, tanpa
memperoleh penggantian.

Penyertaan Modal Pemerintah Daerah


adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik
Daerah dan/atau uang yang semula
merupakan kekayaan yang tidak dipisahkan
menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk
diperhitungkan sebagai modal/saham
daerah pada Badan Usaha Milik Negara,
Badan Usaha Milik Daerah, atau badan
hukum lainnya yang dimiliki negara.

II
PERSETUJUAN DPRD

Pemindahtanganan tanah
dan/atau bangunan, dgn beberapa
pengecualian
Pemindahtanganan selain tanah
dan/atau bangunan dengan nilai di
atas 5 miliar per paket usulan

PEMINDAHTANGANAN
PEMINDAHTANGANAN BMD
BMD YANG
YANG
HARUS
HARUS DGN
DGN PERSETUJUAN
PERSETUJUAN DPRD
DPRD
Pengguna Barang

5.

Pe
ny
er
a

P
Pe erse
lak tuj
s a uan
na
an
4.b

ha
nB
MD

Gubernur/bupati/walikota
Pengelola Barang
Us

Pelaksanaan pemindahtanganan
utk. Tanah/bangunan krn RUTW
& selain tanah/bangunan

4.a

tan ul P 2
ga em
na i nd
n B ah
MD
Pe
rse
tuj
ua
3
n

a. SK Penghapusan
b. Pelaksanaan pemindahtanganan

DPRD

III
TANPA PERSETUJUAN DPRD
Tanah
Tanahdan/atau
dan/ataubangunan
bangunan
sudah
sudahtidak
tidaksesuai
sesuaidengan
dengantata
tataruang
ruangwilayah
wilayahatau
atau
penataan
penataankota;
kota;
harus
harusdihapuskan
dihapuskankarena
karenaanggaran
anggaranuntuk
untukbangunan
bangunan
pengganti
penggantisudah
sudahdisediakan
disediakandalam
dalamdokumen
dokumen
penganggaran
penganggaran
diperuntukkan
diperuntukkanbagi
bagipegawai
pegawainegeri;
negeri;
diperuntukkan
diperuntukkanbagi
bagikepentingan
kepentinganumum;
umum;
dikuasai
dikuasaiNegara
Negaraberdasarkan
berdasarkankeputusan
keputusanpengadilan,
pengadilan,
yang
yangtelah
telahmemiliki
memilikikekuatan
kekuatanhukum
hukumtetap
tetapdan/atau
dan/atau
berdasarkan
berdasarkanketentuan
ketentuanperundang-undangan,
perundang-undangan,yang
yangjika
jika
status
statuskepemilikannya
kepemilikannyadipertahankan
dipertahankantidak
tidaklayak
layaksecara
secara
ekonomis.
ekonomis.
Selain
Selaintanah
tanahdan/atau
dan/ataubangunan
bangunan
nilai
nilaiper
perpaket
paketusulan
usulansampai
sampaidengan
denganRp.
Rp.55miliar
miliar

PEMINDAHTANGANAN
PEMINDAHTANGANAN BMD
BMD YANG
YANG
TIDAK
TIDAK PERLU
PERLU PERSETUJUAN
PERSETUJUAN DPRD
DPRD
Pengguna Barang

3.

Pe
ny
er
a

P
Pe erse
lak tuj
s a uan
na
an
2.b

Pelaksanaan pemindahtanganan
utk. Tanah/bangunan krn RUTW
& selain tanah/bangunan

ha
nB
MD

Gubernur/bupati/walikota
Pengelola Barang

2.a

a. SK Penghapusan
b. Pelaksanaan pemindahtanganan

IV
PENJUALAN

Pertimbangan:
a. Optimalisasi BMD berlebih atau idle;
b. lebih menguntungkan apabila dijual;
c. sebagai pelaksanaan ketentuan perundangan;

Cara Penjualan: secara lelang, kecuali BMD yang bersifat khusus dan
BMD lainnya dgn penetapan dari yang berwenang

Objek Penjualan:
a. BMD berupa tanah dan/atau bangunan;
b. BMD selain tanah dan/atau bangunan;

Subjek Penjualan:
Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur / Bupati /
Walikota

V
HIBAH

Pertimbangan:
Dilakukan dengan pertimbangan untuk kepentingan sosial,
keagamaan, kemanusiaan, dan penyelenggaraan
pemerintahan pusat/daerah.
Syarat:
a. Bukan merupakan barang rahasia negara;
b. Bukan merupakan barang yang menguasai hajat hidup
orang banyak;
c. Tidak digunakan lagi dlm penyelenggaraan tupoksi dan
penyelenggaraan pemerintahan daerah.

V
TUKAR MENUKAR
Pertimbangan:
a. untuk memenuhi kebutuhan operasional
penyelenggaraan pemerintahan;
b. untuk optimalisasi Barang Milik Daerah;
c. tidak tersedia dana dalam APBD.
Objek tukar menukar:
a. Tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan kepada
Gubernur/Bupati/Walikota;
b. Tanah dan/atau bangunan yg masih dipergunakan utk penyelenggaraan tupoksi Pengguna Barang tetapi tidak sesuai dengan tata ruang
wilayah atau penataan kota;
c. Barang Milik Daerah selain tanah/ bangunan.
Mitra tukar-menukar:
Pemerintah Pusat, BUMN/D, Badan Hukum Milik
Pemerintah Lainnya, Swasta.

VI
PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH DAERAH
Pertimbangan:
a. PMPD atas BMD dilakukan dalam rangka pendirian,
pengembangan, dan peningkatan kinerja BUMN/D atau badan
hukum lainnya yang dimiliki negara/daerah;
b. BMD yang dari awal pengadaaannya sesuai dokumen
penganggaran diperuntukkan bagi BMN/D atau badan hukum
lainnya yang dimiliki negara/daerah dalam rangka penugasan
pemerintah; atau
c. BMD lebih optimal apabila dikelola oleh BUMN/D atau badan
hukum lainnya yang dimiliki negara/daerah baik yang sudah
ada maupun yang akan dibentuk.
Objek PMPD:
a. Tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan
b. Tanah dan/atau bangunan yang dari awal pengadaannya
direncanakan untuk disertakan sebagai modal pemda
sesuai yang tercantum dalam dokumen penganggaran;
c. BMD selain tanah dan/atau bangunan

Pointers Pengelolaan BMD di


Provinsi DKI Jakarta
1. Pemahaman mengenai konsep dasar
pengelolaan BMD
2. Paham karakteristik SKPD dan
asetnya
3. Titik-titik kritis pengelolaan BMD:

Aset Lancar vs Aset Tetap


Database Aset sebagai titik awal
Pencatatan 2008 2011

Lanjutan
Penghapusan dan mekanisme nya
Perencanaan vs Realisasi
Bendahara Keuangan vs Pengurus
Barang
Pengamanan Aset
Koordinasi yang sangat lemah antar
SKPD

Terima Kasih