Anda di halaman 1dari 4

10

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Percobaan
Dari percobaan pelapisan Cu yang telah dilakukan didapatkan hasil

percobaan sebagai berikut :


Tabel IV.1 Data yang Mempengaruhi Pelapisan Cu
Konsentrasi

Voltase

Arus

Waktu

(M)
0,2

(volt)
13

(Ampere)
2,1

(menit)
10

II

0,5

13

0,4

13

III

0,8

13

0,4

15

II

III

Sampel

Tabel IV.2 Data Berat Sampel


sampel
Massa awal (gram)
Massa akhir (gram)
Selisih massa (gram)

4.2

I
Cu
65,8
65,9
0,1

Fe
26,07
26,071
0,01

Cu
54.7
54,8
0,1

Fe
25,3
25,41
0,11

Cu
59,59
59,61
0,02

Fe
26,08
26,09
0,01

Pembahasan
Dari percobaan yang telah dilakukan, hasil yang didapat pada pelapisan Cu

terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pelapisan antara lain yaitu konsentrasi,


voltase, arus dan waktu. Tetapi pada percobaan kali ini yang diubah adalah
konsentrasi larutan H2SO4 dan waktu yang digunakannya dengan voltase dan arus
yang sama yaitu 13 volt dan pada percobaan 1 didapatkan 2,1 A, dan pada
percobaan 2 dan 3 didapatkan 0,4 A , seharusnya dari percobaan 1 sampai dengan
ke-3 nilai ampere yang didapat haruslah sama, namun pada saat percobaan nilai

10

11

yang dihasilkan berbeda-beda, ini diakibatkan karena ketika praktikum alat


rectifier mengalami gangguan sehingga alat kurang bekerja secara maksimal dan
mengakibatkan adanya perbedaan arus.
Pada percobaan ini yang logam Fe yang akan dilapisi dijadikan katoda
sedangkan logam Cu yang akan melapisi bertindak sebagai anoda.
Logam Fe dan Cu dicelupkan pada larutan H 2SO4 dengan konsentrasi
0,2M ; 0,5M dan 0,8M dengan volume masing-masing 200 ml. Reaksi kimia yang
terjadi adalah :
Anoda : Cu Cu2+ +2e
Katoda: Fe2+ + 2e Fe
Ion-ion positif dari larutan elektrolit akan tertarik ke katoda yang selanjutnya
mengalami reduksi sehingga menjadi atom netral. Sedangkan ion-ion negatif dari
anion akan tertarik ke anoda dan teroksidasi menjadi ion netral, ion tersebut
kemudian berpindah ke katoda dan melapisi permukaan dari logam Fe. Pada
percobaan kali ini yang sangat berpengaruh pada hasil pelapisan Cu adalah
konsentrasi dan waktu. Di sini terlihat jelas pada penambahan berat pada logam
Fe.
Adapun grafik yang telah penulis buat grafik antara penambahan berat
pada logam Fe pada pelapisan Cu berdasarkan data yang telah didapat dari
percobaan berikut ini adalah hasilnya :

12

0.12
0.1
0.08

penambahan berat Fe(gram) 0.06


0.04
0.02
0
0.10.20.30.40.50.60.70.80.9

konsentrasi (M)

Gambar IV.1.Grafik hubungan antara penambahan berat Fe terhadap Konsentrasi


Grafik hubungan antara penambahan berat Fe terhadap Konsentrasi
bukanlah grafik yang baik, karena adanya kesalahan teknis yaitu erornya alat
rectifier yang menyebabkan kekacauan dari perhitungan.
Seharusnya Dari grafik kita dapat melihat bahwa , ketika konsentrasinya
besar maka penambahan berat pada logam Fe pun menjadi besar dibandingkan
dengan konsentrasi yang lebih rendah. Begitu juga dengan waktu yang yang
digunakan lama maka penambahan beratnya juga menjadi bertambah besar. Warna
yang terlihat pada logam Fe pun lebih merata dibandingkan dengan konsentrasi
yang kecil dan waktu yang singkat.
0.12

0.11

0.1
0.08

penambahan berat Fe(gram)

0.06
0.04
0.02

0.01

0
9

10

11

0.01
12

13

14

waktu pelapisan (menit)

Gambar IV.2 Grafik Pengaruh Waktu Pelapisan Terhadap

15

16

13

Perubahan Berat Fe
Begitu pula dengan grafik hubungan antara penambahan berat Fe terhadap
waktu pelapisan bukanlah grafik yang baik, karena adanya kesalahan teknis yaitu
erornya alat rectifier yang menyebabkan kekacauan dari perhitungan
Seharusnya Dari grafik kita dapat mengetahui pengaruh waktu proses
pelapisan yang dilakukan dapat menyebabkan peningkatan penambahan berat
pada katoda yang digunakan.
Waktu pelapisan yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya
ion Cu2+ yang terbentuk dan melarut ke dalam larutan elektrolit H 2SO4 yang
digunakan sehingga pengendapan logam tembaga pada katoda akan semakin
banyak. Dengan demikian, berat dan tebal lapisan logam katoda akan semakin
bertambah apabila waktu pelapisan bertambah. Akan tetapi, yang perlu
diperhatikan dalam proses electroplating ini yaitu ketebalan lapisan tidak boleh
terlalu tebal, karena dapat menyebabkan kualitas lapisan menurun akibat terlalu
tebalnya lapisan tembaga yang terbentuk.

Gambar IV.3 Gambar Logam Cu setelah percobaan


Dari gambar 5 yang didapat setelah percobaan bahwa sebelum percobaan
pelat pada Fe masih tidak ada yang berwarna kemerahan (kusam), setelah
dlakukan percobaan logam Fe yang telah di proses dari segi visual terdapat warna
kemerah-merahan, warna kemerah-merahan ini adalah lapisan film Cu yang
terbentuk pada Fe karena proses pelapisan yang telah dilakukan.selain warna yang
berubah pada logam Fe yang telah dilapisi ini terjadi perubahan massa berat yang
dimana logam Fe lebih berat dari berat sebelum proses percobaan pelapisan
dilakukan.