Anda di halaman 1dari 16

Vitamin Yang Larut Dalam Lemak

Disusun untuk memenuhi tugas Kimia Pangan II

Oleh :
1.

Desy Nur Azizah (133020108)

2.

Adni Laisma (143020014)

3.

Adam Bhaskara (143020025)

4.

Irfan Firmansyah (143020026)

5.

Rivandi Rizki F (143020055)

6.

Laelina (143020062)

7. Ardan Chalif R ( 143020243)

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN


UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah
ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini penulis membahas
mengenaiVitamin Yang Larut Dalam.
Makalah ini dibuat dengan berbagai beberapa bantuan dari berbagai pihak
untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan
makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen yang bersedia membantu dan membimbing penulis dalam proses
pembelajaran dan pembuatan makalah.
2. Orang tua dan keluarga yang bersedia membantu secara moral, maupun
spiritual dalam penyelesaian dan penyempurnaan makalah ini.
3. Sumber media masa terpercaya yang membantu dalam penyempurnaan
makalah.
Maksud penulis dari pembahasan ini adalah agar kita dapat mengetahui
pengertian vitamin, jenis-jenis vitamin yang larut lemak, dan peranan vitamin
larut lemak dalam tubuh.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu penulis mengundang pembaca untuk memberikan
saran serta kritik yang sifatnya membangun. Kritik konstruktif dari pembaca
sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian.

Bandung, 3 Maret 2016


Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
1. BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah

1.2

Rumusan Masalah

1.3

Tujuan Penulisan

2. BAB II PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Vitamin

2.2

Jenis-jenis Vitamin Larut Lemak

2.3
Peranan Vitamin Larut Lemak
3. BAB IV PENUTUP
3.1
Kesimpulan
3.2
Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berbicara mengenai vitamin memang beragam jenisnya dan mempunyai
fungsi yang sangat baik untuk tubuh. vitamin merupakan nutrisi yang paling
penting untuk tubuh kita untuk menjalankan pertumbuhan dan fungsinya
dengan baik. Vitamin sendiri berbeda dengan mineral yang tidak mudah
untuk rusak, vitamin memang sangat dibutuhkan namun vitamin juga mudah
rusak jika terkena asam.
Berbeda dengan mineral, vitamin mempunyai sifat yang mudah sekali untuk
larut didalam air atau pun lemak. Vitamin yang larut dalam lemak adalah
jenis vitamin yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh melalui keringat
maupun urin, serta secara umum vitamin larut lemak hanya sedikit yang
hilang pada proses pemasakan. dan vitamin larut lemak bersifat toksik pada
dosis sangat tinggi. Oleh karena itulah perlu kita ketahui vitamin apa saja
yang termasuk ke dalam jenis vitamin yang larut dalam lemak.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dikaji dalam
makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.

Apa Pengertian vitamin?

2.

Apa saja jenis vitamin yang larut dalam lemak?

3.

Peranan vitamin yang larut dalam lemak?

1.3 Tujuan
1.

Untuk mengetahui pengertian vitamin?


2.

Untuk mengetahui apa saja jenis vitamin yang larut dalam lemak?

3.

Untuk mengetahui peranan vitamin yang larut dalam lemak?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Vitamin
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang
memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi
enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia
yang dikatalisasi oleh enzim. Istilah vitamin sebenarnya sudah tidak tepat
untuk dipakai dalam pengertian biokimia karena tidak memiliki kesamaan
struktur tetapi akhirnya dipertahankan dalam konteks ilmu kesehatan dan gizi.
Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya hidup
dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki
atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak
diketahui bahwa banyak vitamin sama sekali tidak memiliki atom N.
Sebagai salah satu komponen gizi, vitamin diperlukan memperlancar proses
metabolisme tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin terlibat
dalam proses enzimatik. Tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit,
tetapi jika kebutuhan yang sedikit itu diabaikan, akan mengakibatkan
terganggunya metabolisme di dalam tubuh kita karena fungsinya tidak dapat
digantikan oleh senyawa lain. Kondisi kekurang vitamin disebut avitaminosis.
Pada umumnya vitamin tidak dapat dibuat sendiri oleh hewan (atau manusia)
karena mereka tidak memiliki enzim untuk membentuknya, sehingga harus
dipasok dari makanan. Akan tetapi, ada beberapa vitamin yang dapat dibuat
dari zat-zat tertentu (disebut provitamin) di dalam tubuh. Contoh vitamin
yang mempunyai provitamin adalah vitamin D. Provitamin D banyak terdapat
di jaringan bawah kulit. Vitamin lain yang disintetis di dalam tubuh adalah
vitamin K dan vitamin B12. Kedua macam vitamin tersebut disintetis di
dalam usus oleh bakteri.

Vitamin dinamakan menurut nama abjad; namun sekarang dalam praktik


mulai ditinggalkan, kecuali beberapa vitamin tertentu, yang terlanjur populer
penggunaannya. Bedasarkan kelarutannya vitamin dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin C dan semua golongan
vitamin B) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K).

Oleh karena sifat kelarutannya tersebut, vitamin yang larut dalam air tidak
dapat disimpan dalam tubuh, sedangkan vitamin yang larut dalam lemak
dapat
disimpan
dalam
tubuh.
Setiap vitamin larut lemak A, D, E, dan K mempunyai peranan faali
tertentu di dalalm tubuh. Sebagian besar vitamin larut lemak diabsorsi
bersama lipida lain. Absorsi membutuhkan cairan empedu dan pakreas.
Vitamin larut lemak diangkut ke hati melalui sistem limfe sebagai bagian
dai lipoprotein, disimpan di berbagai jaringan tubuh dan biasanya
dikeluarkan melalui urin.

2.2 Jenis-Jenis Vitamin Yang Larut Lemak

Vitamin A
Vitmain A ditemukan pada tahun 1913 oleh Mc. Collum dan Davis.
Vitamin A adalah vitamin antioksidan yang larut dalam minyak dan
penting bagi penglihatan dan pertumbuhan tulang. Secara luas vitamin A
merupakan nama generic yang menyatakan semua retinoid dan precursor/
provitamin A/ karotenid yang mempunyai aktivitas biologic sebagai
retinol. Retinol diserap dalam bentuk prekursor.
Susunan Kimia
Vitamin A adalah kristal alkohol yang dalam bentuk aslinya berwarna
putih dan larut dalam lemak atau pelarut lemak. Dalam makanan vitamin
A biasanya terdapat dalam bentuk ester retenil, yaitu terikat pada asam
lemak rantai panjang. Rumus Kimia dari Vitamin A adalah C20H30O dan
mempunyai berat molekul 286.456 g/mol .
Jenis
Menurut sifatnya vitain A dikenal menjadi 4 bentuk, yaitu :

1.

Retinol Vitamin A (Vtamin A Alkohol)

2.

Retinyl ester Vitamin A (Vtamin A ester)

3.

Retinaldehid Vitamin A (Vtamin A aldehid)

4.

Retinoic acid (Vitamin Acid/asam)

Sumber Makanan
Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan pembawa vitamin A
terbanyak. Sebagian besar makanan yang mengandung vitamin A adalah
yang berwarna cerah (meskipun tidak semua makanan yang berwarna
cerah mengandung vitamin A). Sayuran yang kaya akan vitamin A adalah
wortel, ubi, labu kuning, bayam dan melon. Susu, keju mentega dan telur
juga mengandung vitamin A.
Fungsi Bagi Tubuh
1.

Membantu proses penglihatan dengan menghasilkan rodopsin

2.

Membentu metabolisme protein

3.

Membantu pembentkan kembali se-sel tubuh


Kebutuhan Vitamin A
Sulit untuk menentukan jumlah kebutuhan vitamin A. Vitamin ini
diproduksi dari dua senyawa yang berbeda yang diubah di dalam tubuh
menjadi vitamin A. Dalam sumber makanan hewani, tersedia dalam
bentuk retinol; dalam sumber makanan nabati berada dalam bentuk betakaroten, yang kurang efisien dibanding retinol untuk produksi vitamin A.
Hal inilah yang mebuat jumlah vitamin A yang disarankan diberikan dalam
bentuk retinol ekivalen, RE. Jumlah vitamin A yang direkomendasikan

adalah 1000 mikro-gram RE perhari untuk pria dan 800 mikro-gram untuk
wanita.

Dampak Apabila Kekurangan atau Kelebihan


Akibat kekurangan (defisiensi) Vitamin A
1.

Terhadap mata : Buta senja, Selaput conjuctiva mengering, Bitot


spot pada conjunctiva, Mata kering

2.

Terhadap kulit : Kulit mengering, Kulit kasar

3.

Terhadap darah : kadar vitamin a berkurang

4.

Pertumbuhan terganggu
Akibat kelebihan (ekses) Vitamin A bisa menyebabkan keracunan dengan
tanda-tanda sebagai berikut :

1.

Cepat lelah

2.

Rambut rontok

3.

Kulit kasar

4.

Mual dan muntah

5.

Pusing

Vitamin D
Vitamin ini permtama kali ditemukan padatahun 1924 oleh Steenbook dan
hess, yang menyatakan bahwa makanan yang terkena sinar ultraviolet
mempunyai daya anti rakitis. Dan selanjutnya pada tahun 1930
ditemukanlah vitamin D dalam bentuk kristal. Vitamin D dapat dibentuk

dalam tubuh dengan bantuan sinar marahari. Bila tubuh mendapatkan


ckup sinar matahari, maka konsumsi vitamin D melalui makanan dapat
berkurang, karena kebutuhan vitamin D dalam tubuh dapat disintesis oleh
rubuh.
Susunan Kimia
Vitamin D adalah nama generik dari dua molekul, yaitu ergokalsiderol
(Vitamin D2) dan Kolekalsiferol (Vitamin D3). Prekursor vitamin D hadir
dalam fraksi sterol dalam jaringan hewan (diw\bawah kulit) dan tumbuhtumbuhanberturut-turut dalam bentuk 7-dehidrokolesterol dan ergosterol.
Keduanya membutuhkan radiasai sinar ultraviolet untik mengubahnya ke
dalam bentuk provitamin D2 (ergokalsiderol) dan D3 (Kolekalsiferol).
Adapun rumus kimia dari vitamin D ini adalah C22H44O.
Sumber Makanan
Sumber-sumber makanan dari vitamin D adalah telur, hati dan ikan, seperti
halnya susu dan margarine yang diperkaya dengan vitamin D.
Fungsi Bagi Tubuh
Fungsi vitamin D bagi tubuh adalah untuk :
1. Membantu absorsi Ca dan P dari usus halus.
2. Membantu transpor Ca dalam sel.
3. Pembentukan tulang dan gigi dalam bersama-sama Ca dan P.
4. Menjaga keseimbangan Ca dan P.

KebutuhanVitamin D

Vitamin D mempunyai suatu karakteristik yang membedakannya dari


vitamin yang lain yaitu dapat diproduksi oleh sinar matahari. Hal ini
berarti bahwa vitamin D dapat diperoleh dengan penerpaan tetap sinar
matahari secara teratur, dan tidak perlu tambahan konsumsi vitamin D.
RDA untuk vitamin D adalah 5 mikro-gram perhari. Meskipun jumlah
vitamin D yang terbentuk meningkat sepanjang kulit terkena sinar
matahari, tetapi sinar matahari sendiri tidak dapat menyebabkan vitamin D
sampai pada tingkat keracunan.
Dampak Apabila Kekurangan atau Kelebihan
Akibat kekurangan (defisiensi) Vitamin D :
1.

Penyakit rakhitis pada anak-anak

2.

Osteomalacia pada orang dewasa

3.

Hypoplasia dan kerusakan gigi geligi

4.

Rakhitis dan osteomalacia di daerah tropik

5.

Tetani karena :

6.

Serum Ca rendah sehingga kejang-kejang

7.

Gangguan parathyroid
Akibat kelebihan (ekses) Vitamin D hanya dialami oleh anak-anak dengan
gejala sebagai berikut :

1.

Muntah-muntah

2.

Sering kencing dan mencret

3.

Neuralgia (nyeri syaraf urat)

4.

Sakit kepala dan pusing-pusing

5.

Rasa sakit pada gigi dan gusi

6.

Rasa sakit pada otot-oto dan tulang

Vitamin E
Vitamin ini ditemukan oleh Evans dan Bishop pada tahun 1920. Asal kata
vitamin E atau tokopherol adalah bahasa Griek :

1.

Tokos yang artinya kelahiran

2.

Pherein yang artinya mengandung atau membawa

3.
Menggunakan akhiran ol karena vitamin ini membawa suatu senyawa
sterol.

Jadi vitamin E atau tokopherol adalah vitamin yang penting artinya bagi
proses reproduksi atau kelangsungan keturunan. Vitmain ini sering disebut
juga dengan anti sterilitas.
Susunan Kimia
Vitamin E tidak berbau dan tidak berwarna, sedangkan vitamin E sintetik
yang dijual secara komersial biasanya berwarna kuning muda hingga
kecoklatan. Vitamin E larut dalam lemak dan dalam sebagian besar pelarut
organik, teptai tidak larut dalam air. Adapun rumus kimia dari vitamin E
(tokoferol=antisterilitas) adalah C29H50O2.
Sumber Makanan
Vitamin E banyak tersedia dalam sayuran dan minyak biji-bijian, yang
dapat ditemukan dalam bentuk margarine, salad dressing, dan shortening.
Minyak kacang dan minyak kulit gandum mempunyai konsentrasi vitamin
E yang tertinggi. Tingkat selanjutnya adalah minyak jagung dan minyak
biji bunga matahari. Satu sendok makan dari sumber tersebut mengandung
lebih dari RDA vitamin E. Sebaliknya, lemak hewani seperti butter dan
susu hampir tidak mengandung vitamin E. Hal ini karena vitamin E mudah
rusak oleh pemanasan, maka akan lebih baik memperolehnya dari
makanan segar.
Fungsi Bagi Tubuh
Fungsi vitamin E bagi tubuh manusia antara lain :
1.

Dapat mencegah oksidasi vitmain A dan karoten dalam usus halus

2.

Berpengaruh pada proses reproduksi atau kesanggupan unutk


memperoleh keturunan

3. Dapat membantu menutupnya luka,karena mempengaruhi


pembentukan prothrombin di dalam hati
4.

Merupakan obat mujarab bagi gangguan mentruasi

5.

Mencegah keguguran

6.

Meningkatkan reproduksi air susu

7.

Dapat membantu memperpanjang usia manusia.

Kebutuhan Vitamin E
RDA untuk vitamin E adalah 10 mg perhari untuk pria dan 8 mg perhari
untuk wanita.
Dampak Apabila Kekurangan atau Kelebihan
Akibat kekurangan (defisiensi) vitamin E :
1.
Kekurangan yang ekstrem dapat menyebabkan jangka hidup butir darah
merah menjadi lebih pendek, yaitu hanya 110 hari dibandingkan 123 hari pada
kondisi normal.
2.

Dapat mengakibatkan kegagalan mempunyai anak

3.
Pada wanita hamil akan menyebabkan bayi lahir prematur dan berat badan
bayi yang lahir relatif rendah.
Akibat kelebihan (ekses) Vitamin E tidak ditunjukkan oleh semua
manusia, tetapi ada individu yang menunjukkan gejala keracunan yang
ditandai degan rasa mual.

Vitamin K
Vitamin ini ditemukan oleh De. Dam dari kopenham pada tahun 1935.
Vitmain ini dikenal sebagai coagulation vitamin, karen iti penting artinya
mencegah pendarahan yang berakibat fatal.

Susunan Kimia
Vitamin K adalah vitamin yang cukup tahan terhadap panas, vitmain ini
juga tidak mudah rusak oleh rcara memasak bisa, termasuk cara memasak
menggunakan air. vitmainK tidak tahan terhadap alkali dan cahaya.
Adapun rumus kimia ndari vitamin K adalah C31H46O2.
Sumber Makanan
Sistem pencernaan dari manusia mengandung bakteri yang dapat
mensintesis vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati.
Tubuh perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan.

Fungsi Bagi Tubuh


Fungsi vitamin k bagi tubuh adalah :
1.

Membantu pembentukan prothrombin dan zat pembeku darah


lainnya.

2.
acid.

Sebagai kofaktor dalam pembentukan carboxy glutamic aciddari glutamic


Kebutuhan Vitamin K
Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh
bakteri di dalam sistem pencernaan. Sumber vitamin K dalam makanan
adalah hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran
sejenis kobis (kol) dan susu.
Dampak Apabila Kekurangan atau Kelebihan
Akibat kekurangan (defisiensi) vitamin K adalah tidak dapat dibentuknya
prothrombin oleh hati, sehingga darah sulit membeku jika mengelami
luka. Tetapi kekurangan ini tidak lazim terjadi, karena vitamin \k terdapat

secara luas dalam makanan Pada orang dewasa, kekurangan ini dapat
disebabkan oleh :
1.

Gangguan penyerapan karena adanya penyumbatan pada saluran empedu.

2.

Gangguan sintesa dalam usus disebabkan oleh diare.


Sedangkan pada bayi dapat disebabkan oleh :

1.

Persediaan vitamin K pada waktu dilahirkan relatif rendah

2.

Kekurangan bakteri flora dalam usus

3.

Rendahnya kadar vitamin \k dalam colestrum (susu awal).


Kelebihan (ekses) Vitamin K diberikan dalam entuk berlebihan berupa
vitamin K sintetik menadion. Gejala vitmain k adalah hemolisis sel darah
merah, sakit jantung (jaundice) dan kerusakan pada otak.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang
memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Vitamin yang larut dalam
lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. penyakit akibat kekurangan vitamin yang
larut dalam lemak yaitu vitamin A adalah penyakit Rabun senja (nyctalopia).
Rabun senja adalah gangguan penglihatan kala senja atau malam hari, atau pada
keadaan cahaya remang-remang. Banyak juga menyebutnya sebagai rabun ayam.
3.2 Saran

Setelah membaca makalah ini diharapkan kepada para pembaca untuk dapat
menjaga keseimbangan vitamin yang ada dalam tubuh, sehingga tidak terjadi
kekurangan atau kelebihan vitamin. Karena, apabila kelebihan atau kekurangan
vitamin (khususnya vitamin yang larut dalam lemak) akan menimbulkan suatu
penyakit. Salah satunya yaitu penyakit rabun senja.

DAFTAR PUSTAKA

Aryulina, Diah dkk, Biologi SMA kelas XI. Esis. Jakarta, 2004.
Almatsier, Sunita. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta:
2004
Architectureideas.info.2008. Vastu-Shastra-Factors-the-Sun-and-its-Effects.
http://architectureideas.info. Diakses : 9 Maret 2016
Health Fitness. 2008. Vitamin-E. http://www.health-fitness.com.au.
Diakses : 9 Maret 2016

Priyadi, Danny. 2009. Mengatasi-Batuk-dengan-Cara-Alami.


http://dannyprijadi.wordpress.com. Diakses : 9 Maret 2016
Wordpress. 2009. Vitamin. http://healthmatter.wordpress.com. Diakses : 9 Maret
2016