Anda di halaman 1dari 11

BAB I TINJAUAN PUSTAKA Vitamin merupakan nutrisi tanpa kalori yang penting dan dibutuhkan untuk metabolisme tubuh

manusia. Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia, tetapi diperoleh dari makanan sehari-hari. Fungsi khusus vitamin adalah sebagai kofaktor (elemen pembantu) untuk reaksi enzimatik (Stryer,1995) Vitamin yang larut dalam lemak merupakan molekul hidrifobik apolar, yang semuanya adalah derivate isoprene. Molekul-molekul ini tidak disintesis tubuh dalam jumlah yang memadai sehingga harus disuplai dari makanan. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak ini memerlukan absorbsi lemak yang normal agar vitamin tersebut dapat diabsorbsi secara efesien (Djaeni, 1989). Vitamin E dapat membantu melindungi tubuh dari oksidasi senyawa radikal bebas. Vitamin ini juga mampu bekerja dalam kondisi kadar senyawa radikal bebas yang tinggi sehingga mampu dengan efesien dan efektif menekan reaksi perusakan jaringan di dalam tubuh melalui proses oksidasi. Vitamin adalah suatu senyawa organik yang terdapat di dalam makanan dalam jumlah sedikit dan dibutuhkan jumlah yang besar untuk fungsi metabolisme yang normal. Vitamin dapat larut di dalam air dan lemak. Vitamin yang larut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K . Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan.

BAB II PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia membutuhkan zat gizi yang beraneka ragam guna memenuhi kebutuhan pangan untuk beraktivitas sehari-hari.salah satunya adalah vitamin.vitamin hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit untuk memperlancar proses metabolisme tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi.vitamin diperoleh dari sayur dan buah-buahan. tetapi jika kebutuhan yang sedikit itu diabaikan, akan mengakibatkan terganggunya metabolisme di dalam tubuh kita karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Vitamin dibedakan menjadi 2 jenis yaitu vitamin larut dalam lemak dan vitamin larut dalam air.dalam makalah ini penulis hnya membahas vitamin larut dalam lemak saja. Vitamin yang larut lemak adalah vitamin A, Vitamin D, Vitamin E,dan Vitamin K. selain karena jenis vitamin ini hanya dapat larut dalam lemak, vitamin tersebut juga memang merupakan jenis turunan lemak. selain itu, vitamin larut lemak adalah merupakan jenis vitamin yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh melalui keringat maupun urin, serta secara umum vitamin larut lemak hanya sedikit yang hilang pada proses pemasakan. dan vitamin larut lemak bersifat toksik pada dosis sangat tinggi. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat ditaruik beberapa rumusan masalah yang dikaji dalam makalah ini : 1. Apa Pengertian vitamin? 2. Apa saja jenis dari vitamin yang larut lemak? 3. Apa sumber-sumber vitamin yang larut lemak? 4. Bagaimana peranan vitamin tersebut bagi tubuh manusia? C. Tujuan Masalah Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Memahami tentang definisi vitamin larut lemak. 2. Mengetahui jenis, sumber, fungsi dan kebutuhan vitamin larut lemak. 3. Mengetahui akibat dari kelebihan dan kekurangan vitamin larut lemak
2

BAB III PEMBAHASAN DEFENISI VITAMIN Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme.Sebagai salah satu komponen gizi, vitamin diperlukan memperlancar proses metabolisme tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin terlibat dalam proses enzimatik. Tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan yang sedikit itu diabaikan, akan mengakibatkan terganggunya metabolisme di dalam tubuh kita karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Kondisi kekurangan vitamin disebut avitaminosis. VITAMIN LARUT LEMAK

Vitamin yang larut lemak adalah vitamin A, Vitamin D, Vitamin E,dan Vitamin K. selain karena jenis vitamin ini hanya dapat larut dalam lemak, vitamin tersebut juga memang merupakan jenis turunan lemak.vitamin larut lemak adalah merupakan jenis vitamin yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh melalui keringat maupun urin, serta secara umum vitamin larut lemak hanya sedikit yang hilang pada proses pemasakan dan vitamin larut lemak bersifat toksik pada dosis sangat tinggi. Vitamin yang larut dalam lemak, yaitu A, D, E dan K, memiliki sifat-sifat umum, antara lain : 1. Tidak terdapat di semua jaringan; 2. Terdiri dari unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen; 3. Memiliki bentuk prekusor atau provitamin; 4. Menyusun struktur jaringan tubuh; 5. Diserap bersama lemak; 6. Disimpan bersama lemak dalam tubuh;
3

7. Diekskresi melalui feses; 8. Kurang stabil jika dibandingkan vitamin B, dapat dipengaruhi oleh cahaya, oksidasi dan lain sebagainya.

A. Vitamin A

Vitamin A ditemukan pada tahun 1913 oleh Mc. Collum dan Davis.Vitamin A adalah vitamin antioksidan yang larut dalam minyak dan penting bagi penglihatan dan pertumbuhan tulang. Secara luas vitamin A merupakan nama generic yang menyatakan semua retinoid dan precursor/ provitamin A/ karotenid yang mempunyai aktivitas biologic sebagai retinol. Retinol diserap dalam bentuk prekursor. Pemberian nama pada vitamin ini karena vitamin ini merupakan vitamin larut lemak yang pertama kali ditemukan. umumnya vitamin A itu merupakan kristal berwarna kuning dan larut dalam lemak. dalam makanan sehari-hari bentuk vitamin A adalah dalam bentuk ester retinil yang terikat pada asam lemak rantai panjang. Susunan Kimia Vitamin A adalah kristal alkohol yang dalam bentuk aslinya berwarna putih dan larut dalam lemak atau pelarut lemak. Dalam makanan vitamin A biasanya terdapat dalam bentuk ester retenil, yaitu terikat pada asam lemak rantai panjang. Rumus Kimia dari Vitamin A adalah C20H30O dan mempunyai berat molekul 286.456 g/mol . Absorpsi dan Eksresi Vitamin A Dalam makanan alami (nabati maupun hewani) vitamin A berbentu ester, tetapi dalam saluran pencernaan terjadi hidrolisis ester vitamin A sehingga membentuk retinol bebas dimana dapat diabsorpsi oleh dinding usus halus dengan proses penyerapan aktif melalui epitel dinding saluran usus halus masuk ke dalam darah. Provitamin A diserap sambil diubah menjadi retinol (vitamin A) di dalam sel epitel usus. Untuk menghidrolisis ester vitamin A diperlukan enzim hidrolase dan untuk perubahan karoten menjadi vitamin A diperlukan enzim 5,5-dioksi hidrolase. Enzim ini terdapat terutama di dalam sel epitel mukosa usus dan sel hati. Untuk penyerapan karoten
4

diperlukan adanya empedu. Setelah diabsorpsi vitamin A dijadikan ester kembali dan ditranspor oleh kilomikron melalui duktus toracicus, masuk ke dalam sel-sel parenkim hati. Sebagian Vitamin A disimpan di sel hati , dan sebagian lagi dihidrolisa menjadi retinol dan dikonjugasikan dengan pRBP (plasma Retinol Binding Protei) dan dikeluarkan lagi dari sel hati ke dalam aliran darah. Di dalam plasma diikat lagi oleh prealbumin dan sebagai kompleks retinol-pRBP-PA vitamin A ini ditranpor dari tempat penimbunan di hati ke sel-sel target yang memerlukan vitamin A di seluruh jaringan tubuh. Fungsi vitamin A bagi tubuh : Membantu proses penglihatan dengan menghasilkan rodopsin Membentu metabolisme protein Membantu pembentukan kembali se-sel tubuh Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

secara umum kecukupan vitamin A lebih besar pada wanita dari pada pada pria. untuk mencegah kekurangna vitamin A pada Balita dianjurkan pemberian vitamin A takaran tinggi 200.000 SI selama 4-6bulan. sedangkan untuk anak dan dewasa, bila makanan sehari-hari seimbang,tidak perlu penambahan suplementasi vitamin A. Sumber vitamin A adalah Hati, kuning telur, susu yang mengadung lemak, dan mentega. sedangkan minyak ikan yang mengandung vitamin A dosis tinggi diberikan untuk membantu proses penyembuhan. selain itu sumber karoten yang merupakan provitamin A adalah sayuran berwarna hijau tua dan sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning-jingga, seperti daun kacang, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis, wortel, tomat, jagung kuning, pepaya, mangga, mangka masak, dan jeruk. selain itu, minyak kelapa sawit yang berwarna merah kaya akan karoten. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan buta senja, perubahan pada mata, infeksi, perubahan pada kulit, gangguan pertumbuhan, anemia. sedangkan kelebihan vitamin A menimbulkan sakit kepala, pusing, rasa nek, rambut rontok, kulit mengering, anoreksia, dan sakit pada tulang.

B. Vitamin D

Vitamin ini pertama kali ditemukan pada tahun 1924 oleh Steenbook dan hess, yang menyatakan bahwa makanan yang terkena sinar ultraviolet mempunyai daya anti rakitis. Dan selanjutnya pada tahun 1930 ditemukanlah vitamin D dalam bentuk kristal. Vitamin D dapat dibentuk dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari. Bila tubuh mendapatkan cukup sinar matahari, maka konsumsi vitamin D melalui makanan dapat berkurang, karena kebutuhan vitamin D dalam tubuh dapat disintesis oleh tubuh. vitamin D adalah vitamin larut lemak yang memiliki khasiat untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit riketsia. riketsia adalah penyakit tulang yang tidak mampu melakukan kalsifikasi. vitamin D dapat dibentuk tubuh dengan bantuan sinar matahari. tubuh kita memiliki kemampuan untuk membentuk vitamin D karena itu, jika tubuh mendapat sinar matahari yang cukup, konsumsi vitamin D tidak dibutuhkan.Karena itu, untuk di daerah yang tidak selalu mendapatkan sinar matahari sumber vitamin D dapat melalui makanan, yaitu dalam bentuk kalsifero, seperti kuning telur, hati, krim, mentega dan minyak hati ikan. Susunan Kimia Vitamin D adalah nama generik dari dua molekul, yaitu ergokalsiderol (Vitamin D2) dan Kolekalsiferol (Vitamin D3). Prekursor vitamin D hadir dalam fraksi sterol dalam jaringan hewan (diw\bawah kulit) dan tumbuh-tumbuhanberturut-turut dalam bentuk 7-dehidrokolesterol dan ergosterol. Keduanya membutuhkan radiasai sinar ultraviolet untik mengubahnya ke dalam bentuk provitamin D2 (ergokalsiderol) dan D3 (Kolekalsiferol). Adapun rumus kimia dari vitamin D ini adalah C22H44O. Absorpsi dan Eksresi Vitamin D Untuk penyerapan vitamin D di perlukan adanya garam empedu. Mengenai transport, katabolisme dan ekskresi vitamin D belum banyak diketahui, sehingga masih memerlukan banyak penelitian lebih lanjut.

Fungsi vitamin D bagi tubuh adalah untuk : Membantu absorsi Ca dan P dari usus halus Membantu transpor Ca dalam sel Pembentukan tulang dan gigi dalam bersama-sama Ca dan P Menjaga keseimbangan Ca dan P

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan riketsia, dan pada orang dewasa akan menimbulkan osteoporosis.namun vitamin D dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menyebabkan keracunan, gejala yang muncul adalah kelebihan absorpsi vitamin D sehingga menyebabkan kalsifikasi berlebihan pada tulang, dan jaringan tubuh seperti ginjal, paru-paru, dan organ tubuh lain.

C. Vitamin E

Vitamin ini ditemukan oleh Evans dan Bishop pada tahun 1920. Asal kata vitamin E atau tokopherol adalah bahasa Griek :Tokos yang artinya kelahiran.Pherein yang artinya mengandung atau membawa.Menggunakan akhiran ol karena vitamin ini membawa suatu senyawa sterol.Jadi vitamin E atau tokopherol adalah vitamin yang penting artinya bagi proses reproduksi atau kelangsungan keturunan. Vitmain ini sering disebut juga dengan anti sterilitas. Vitamin E ini memiliki fungsi untuk memutus randai peroksida lipid dalam artian memilki funsi sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh. selain itu, fungsi vitamin E adalah fungsi struktural dalam memelihara integritas membran sel, sintesis DNA, merangsang reaksi kekebalan, mencegah penyakit jantung koroner, mencegah keguguran dan sterilisasi, dan mencegah gangguan menstruasi. Susunan Kimia Vitamin E tidak berbau dan tidak berwarna, sedangkan vitamin E sintetik yang dijual secara komersial biasanya berwarna kuning muda hingga kecoklatan. Vitamin E larut dalam lemak dan dalam sebagian besar pelarut organik, teptai tidak larut dalam air. Adapun rumus kimia dari vitamin E (tokoferol=antisterilitas) adalah C29H50O2.

Absorpsi dan Eksresi Vitamin E Ester vitamin E yang terdapat di dalam makanan dihidrolisis oleh enzim lipase dari sekresi pankreas vitamin E yang disebabkan diserap bersama lipoid dan asam lemak hasil pencernaan. Vitamin E mempergunakan misel yang dibentuk oleh asam lemak dan garam empedu sebagai carrier dalam proses penyerapan, bersama dengan vitamin A, Vitamin D, dan Vitamin K setelah diserap, transpor lebih lanjut dalam kilomikron melalui jalur duktus toracicus, pada mamalia. Pada sepesies burung setelah diserap vitamin E oleh patokimron kejalur vena potra. Ekskresi vitamin E ditemukan dalam feses maupun urine. Fungsi vitamin E bagi tubuh manusia antara lain : Dapat mencegah oksidasi vitmain A dan karoten dalam usus halus Berpengaruh pada proses reproduksi atau kesanggupan unutk memperolhe keturunan Dapat membantu menutupnya luka,karena mempengaruhi pembentukan prothrombin di dalam hati Merupakan obat mujarab bagi gangguan mentruasi Mencegah keguguran Meningkatkan reproduksi air susu Dapat membantu memperpanjang usia manusia sumber vitamin E dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan hemolisiseritrosit, syndroma neurologik, dan resiko kanker usus, kanker payudara, kanker paru-paru, dan penyakit jantung koroner.

D. Vitamin K

Vitamin ini ditemukan oleh De.Dam dari kopenham pada tahun 1935. Vitamin ini dikenal sebagai coagulation vitamin, karen penting mencegah pendarahan yang berakibat fatal. Vitamin K memiliki kemampuan dalam pembekuan darah.Vitamin K merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam glutamat (glu) menjadi gamakarboksilat (gla).Protein ini termasuk dalam protein yang tergantung pada keberadaan vitamin
8

Berbagai sumber vitamin K tetapi dalam jumlah yang sedikit. seperti ASI, susu, daging, telur, serelia,dan buah-buahan. pada umumnya flora-flora normal usus dapat memproduksi vitamin K ini tetapi pada bayi jenis flora normal ini belum ada, jadi saat memasuki usia 6 bulan susu formula yang diberikan sebaiknya telah difortifikasi vitamin K. Susunan Kimia vitamin K adalah vitamin yang cukup tahan terhadap panas, vitmain ini juga tidak mudah rusak oleh rcara memasak bisa, termasuk cara memasak menggunakan air. vitmainK tidak tahan terhadap alkali dan cahaya. Adapun rumus kimia ndari vitamin K adalah C31H46O2. Absorpsi dan Ekskresi Vitamin K Penyerapan vitamin K memerlukan garam empedu dan lemak di dalam hidangan. Garam empedu dan lemak makanan yang dicerna membentuk misel yang berfungsi sebagai transpor carrier bagi vitamin K. Mekanisme penyerapan vitamin K terjadi secara aktif dibagian proksimal usus halus. Penyerapan ini memerlukan energi transpor vitamin K dari usus halus terjadi bersama dengan transpor lemak yang baru diserap, yaitumelalui duktus toracicus. Setelah diserap, phylloquinon terutama terdapat didalam hati dan retensi di sini berlangsung cukup lama. Fungsi vitamin K bagi tubuh adalah : Membantu pembentukan prothrombin dan zat pembeku darah lainnya. Sebagai kofaktor dalam pembentukan carboxy glutamic acid dari glutamic acid.

Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan darah tidak dapat menggumpal, sehingga jika terdapat luka atau pada operasi dapat terjadi pendarahan. Gejala kelebihan vitamin K adalah hemolisis sel darah merah, sakit kuning, dan kerusakan pada otak.

BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme.Sebagai salah satu komponen gizi, vitamin diperlukan memperlancar proses metabolisme tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit .Vitamin larut lemak memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga agar tubuh kita tetap sehat, termasuk fungsi diferensiasi sel, fungsi sistem kekebalan tubuh dan juga berfungsi untuk membantu menjaga tulang agar tetap kuat dan tidak keropos. Vitamin larut lemak ini dapat disimpan oleh tubuh dalam hati dan kulit. Kelebihan vitamin yang larut dalam lemak ini dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan sel tubuh. SARAN Demikianlah pembahasan tentang vitamin larut dalam lemak dalam makalah ini.mohon maaf bila ada pembahasan yang kurang jelas atau kurang berkenan bagi pembaca.penulis berharap kirtik maupun saran dari para pembaca agar untuk motivasi dan perbaikan dalam menulis makalah selanjutnya.penulis juga berharap semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua dan menambah wawasan kita tentang vitamin larut dlaam lemak.

10

DAFTAR PUSTAKA

Aryulina, Diah dkk,2004 Biologi SMA kelas XI Jakarta : Esis Almatsier, Sunita.2004 Prinsip Dasar Ilmu Gizi Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum Suhardjo., & Clara M.Kusharto.(2010). Prinsip-prinsip Ilmu Gizi.Yog yakarta : Penerbit Kanisius Sunita, A. 2004. Dasar-Dasar Biokimia. UI Press, Jakarta. Akhilender. 2003. Dasar-Dasar Biokimia I. Erlangga, Jakarta.

11