Anda di halaman 1dari 7

TUGAS RESUME TEORI AKUNTANSI

KERANGKA KONSEPTUAL

OLEH KELOMPOK 1
Agung Purnama (1202120002)
Hoffe Desi Zai (1202120017)
Stefanus Sulistyanto Nugroho (1202130184)

UNIVERSITAS TELKOM
FAKULTAS EKONOMI BISNIS
AKUNTANSI
2015

Kerangka Konseptual
Kerangka

konseptual

bagi

FASB

adalah

sebagai

penuntun

badan

dalam

mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan karena konsep-konsep dasar tersebut


memberikan dasar umum dan alasan mendasar untuk mempertimbangkan berbagai alternatif
yang ada. Kerangka konseptual menghasilkan tujuan dan dasar-dasar praktik akuntansi
maupun pelaporan keuangan yang ada sekarang.
Kerangka konseptual juga bermanfaat untuk memilih metode yang paling tepat untuk
pelaporan aktivitas perusahaan. Konsep-konsep dasar memberikan pedoman untuk memilih
alternatif yang mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi dengan cara yang paling
akurat untuk suatu perusahaan dalam lingkungan tertentu. Selain itu kerangka konseptual
membantu proses pelaporan agar memberikan hasil yang lebih baik.
Pada akhirnya kerangka FASB menggabungkan berbagai konsep dan prinsip yang
diterima secara luas yang telah dikembangkan dalam hasil kerja terdahulu. Di samping itu,
beberapa asumsi lama yang mendasari praktik akuntansi diakui secara eksplisit maupun
implisit di dalam kerangka tersebut.
Kerangka konseptual menyajikan serangkaian ketentuan dasar yang harus dipenuhi
dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan. Hal ini bertujuan untuk menyamakan
pemahaman tentang konsep dasar akuntansi.
Kerangka konseptual merupakan pedoman dalam merumuskan standard akuntansi
yang berlaku untuk semua organisasi bisnis, baik di lingkungan pemerintahan maupun
swasta. Laporan keuangan dengan tujuan khusus contohnya prospektus bisnis dan untuk
tujuan perpajakan tidak dibahas dalam kerangka konseptual. Manfaat dirumuskannya
kerangka konseptual adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keyakinan para pengguna
informasi akuntansi.
Perkembangan akuntansi yang semakin kompleks. Berdasarkan pada uraian-uraian di
atas, maka penulis tertarik untuk membuat sebuah makalah dengan judul Konsep Dasar
Konseptual.

A.Pengakuan dan Pengukuran Laporan


Setiap laporan laba rugi dimulai dengan total pendapatan, karena itu diperlukan suatu
pengakuan dan pengukuran pendapatan, karena ada pendapatan yang dapat direalisasi dan
ada pendapatan yang masih dalam proses.Agar dapat dilaporkan pada laporan keuangan,
maka diperlukan suatu pengakuan dan pengukuran pendapatan. Untuk itu, ada dua macam
pengakuan pendapatan yang umum dikenal, yang pertama yakni pengakuan dengan metode
accrual basic yakni pendapat yang dicatat atau diakui pada saat pendapatan dihasilkan tanpa
memperhatikan kapan pendapatan itu diterima, yang kedua yakni pengakuan dengan metode
cash basic yaitu pendapatan yang dicatat atau diakui pada saat diterima dan beban diakui
pada saat dibayar.
Dalam kaitannya dengan hal pengakuan pendapatan Ikatan Akuntan Indonesia (2007:
No. 23) menjelaskan bahwa: permasalahan utama dalam Akuntansi adalah menentukan saat
pengakuan pendapatan. Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa
depan akan mengalir keperusahaan dan manfaat ini dapat diukur dengan andal, pendapatan
diakui bila:
a. sudah atau dapat direalisir (realized or realizable),
b. proses untuk memperoleh pendapatan sudah selesai (earned).
Dari kedua unsur tersebut dapat dikatakan pendapatan direlisasi ketika perusahaan menerima
kas atau barang dan jasa yang dijual, selanjutnya pedapatan dihasilkan ketika perusahaan
secara mendasar menyelesaikan semua yang harus dilakukan perusahaan agar dikatakan
menerima manfaat dari pendapatan yang terkait.
Prinsip dasar untuk pengakuan pendapatan adalah bahwa pengakuan harus
diakui ketika diperoleh. Dalam Harahap (2005:41) dikatakan bahwa Perolehan pendapatan
terjadi apabila syarat-syarat yang berikut ini terpenuhi, diantaranya:
a. Bank harus sudah mendapatkan hak untuk menerima pendapatan tersebut,
b. Harus ada kewajiban dipihak lain untuk mengirim sejumlah tertentu atau yang bisa
ditentukan kepada bank,

c. Jika belum tertagih, jumlah pendapatan harus diketahui dan harus bisa ditagih dengan
tingkat kepastian yang cukup.
Pengakuan unsur utama laporan keuangan berupa pengakuan asset, kewajiban dana syirkah
temporer, penghasilan dan beban adalah seperti berikut:
Pengakuan Aset. Aset diakui dalam neraca jika besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi
dimasa depan diperoleh entitas syariah dan aset tersebut memiliki nilai atau biaya yang dapat
diukur dengan handal.
Pengakuan Kewajiban. Kewajiban diakui dalam neraca jika besarkemungkinan bahwa
pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk
menyelesaikan kewajiban sekarangdan jumlah yang harus diselaikan dapat diukur secara
andal.
Pengakuan Dana Syirkah Temporer. Pengakuan dana syirakah temporer dalam neraca
hanya dilakukan jika entitas syariah memilki kewajiban untuk mengembalikan dana yang
diterima melalui pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah
yang harus diselesaikan dapat diukur secara handal.
Pengukuran Penghasilan. Pengukuran penghasilan diakuai dalam laporan laba rugi jika
kenaikan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aset atau
penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur.
Pengakuan Beban. Beban diakui dalam laporan laba-rugi jika penurunan manfaat ekonomi
masa depan yang berkaitan dengan penurunan asset atau peningkatan kewajiban telah terjadi
dan dapat diakui andal.
Pengukuran yaitu proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dana memasukkan
setiap unsur laporan keuangan dalam neraca laporan laba rugi. Proses ini menyangkut
pemilihan dasar pengukuran tertentu dari tiga alternative, yaitu: biaya historis, biaya kini, dan
nilai realitas. Dasar pengukuran yang umum digunakan entitas syariah dalam penyusunan
laporan keuangan adalah biaya historis. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, dasar ini
dikombinasikan dengan dasar pengukuran yang lain seperti pada penilaian persediaan yang
dinyatakan sebesar nilai terendah dari biaya historis atau nilai bersih sedangkan akuntansi
dana pensiun menilai asset tertentu berdasarkan nilai wajar.

Dalam kaitannya dengan pengukuran, laporan melihat lima atribut yang berbeda dari
aktiva dan kewajiban yang disajikan dalam memorandum diskusi,yaitu;
1. Biaya historis,
2. Biaya penggantian saat ini
3. Nilai pasar saat ini
4. Nilai bersih yang dapat direalisasikan (penggantian)
5. Nilai arus kas masa depan saat ini (atau diskonto).

B. Elemen Laporan Keuangan


Pada tahun 1975, Accounting Standards Steering Committee dari Institute of
Charactered Accountants in England and Wales menerbitkan The Corporate Report, sebuah
makalah pembahasan yang dimaksutkan sebagai suatu langkah maju ke arah peninjauan
besar-besaran oleh para pengguna, tujuan dan metode pelaporan keuangan modern di Inggris.
Menurut The Coorporate Report, terdapat 6 jenis laporan tambahan yaitu;
1. Laporan nilai tambah
2. Laporan Ketenagakerjaan
3. Laporan pertukaran uang dengan pemerintah
4. Laporan transaksi dalam mata uang asing
5. Laporan prospek-prospek di masa depan
6. Laporan tujuan perusahaan
SFAC No 6 mempunyai lingkup dalam pembahasan mengenai definisi 10 elemen
laporan keuangan ( 7 elemen untuk organisasi bisnis dan non-laba dan 3 elemen hanya untuk
organisasi bisnis) dan juga definisi 3 kelas aset bersih untuk organisasi non-laba dan
perubahan pada kelas ini selama perioda.
Aset adalah manfaat ekonomik masa depan yang mungkin didapat atau dikendalikan
oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Karakteristik dari
aset adalah memiliki kemungkinan manfaat masa depan untuk menyumbangkan aliran kas
masuk bersih secara langsung maupun tidak, entitas tertentu bisa mendapat manfaat dan
mengendalikan akses pihak lain ke aset tersebut, dan transaksi atau peristiwa lain yang
menyebabkan munculnya hak atau pengendalian manfaat telah terjadi di masa lalu.
Kewajiban adalah pengorbanan masa depan yang mungkin terjadi atas manfaat
ekonomik, berasal dari kewajiban saat ini dari sebuah entitas, untuk mentransfer aset atau
5

memberikan jasa ke entitas lain di masa depan dan sebagai akibat dari transaksi atau
peristiwa di masa lalu. Kewajiban mengandung tugas atau tanggungjawab bagi satu atau
lebih entitas. Tanggungjawab tersebut mengharuskan adanya penyelesaian berupa transfer
atau penggunaan aset di masa depan pada satu tanggal yang telah ditentukan, atau pada saat
terjadinya suatu peristiwa, atau atas permintaan.
Ekuitas atau Aset bersih adalah hak residual atas aset sebuah entitas yang tersisa
setelah

dikurangi

dengan

kewajibannya.Dipengaruhi

oleh

semua

peristiwa

yang

meningkatkan atau mengurangi aset total dengan jumlah yang berbeda dari peristiwa yang
meningkatkan atau mengurangi kewajiban total. Di dalam praktik kadang-kadang beda antara
ekuitas dengan kewajiban bisa tidak jelas. Ada kalanya sekuritas yang diterbitkan oleh entitas
memiliki karakteristik kewajiban dan ekuitas.
Investasi oleh pemilik adalah peningkatan ekuitas yang berasal dari transfer ke
entitas dari entitas lain atau peningkatan hak kepemilikan atau ekuitas. Aset yang diterima
dari pemilik adalah investasi pemilik.Selain itu juga termasuk jasa atau konversi kewajiban
perusahaan.Distribusi kepada pemilik bisa berasal dari pentransferan aset, penyerahan jasa,
atau munculnya kewajiban perusahaan kepada pemilik.Distribusi kepada pemilik mengurangi
hak kepemilikan di dalam perusahaan.
Karakteristik investasi oleh pemilik: melalui investasi oleh pemilik, perusahaan
bisa mendapatkan SD yang dibutuhkannya untuk, memulai atau mengembangkan operasi,
melunasi hutang atau Untuk tujuan bisnis yang lain. Karakteristik distribusi kepada pemilik:
mengurangi aset bersih dan meningkatkan atau menghentikan hak kepemilikan, reakuisisi
ekuitas oleh entitas termasuk distribusi kepada pemilik.
Laba komprehensif: Perubahan ekuitas perusahaan bisnis selama satu perioda yang
berasal dari transaksi atau peristiwa lain yang berasal dari sumber non-pemilik.adalah return
atas modal financial (return on financial capital). Hanya aliran masuk yang melebihi jumlah
yang dibutuhkan untuk mempertahankan modal yang disebut dengan return atas ekuitas.
Sumber laba komprehensif: Transaksi pertukaran dan transfer lain antara perusahaan dengan
entitas lain yang bukan pemiliknya, Upaya produktif perusahaan, dan Perubahan harga,
kecelakaan, atau efek lain dari interaksi antara perusahaan dengan lingkungannya.
Pendapatan adalah aliran masuk atau peningkatan aset yang lain dari sebuah entitas
atau Pelunasan kewajibannya (atau kombinasi keduanya) yang berasal dari penyerahan atau
pemroduksian barang, penyerahan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan operasi utama
atau sentral entitas. Biaya adalah aliran keluar atau penggunaan aset yang lain atau
keterjadian kewajiban (atau kombinasi keduanya) karena penyerahan atau pemroduksian
6

barang, penyerahan jasa, atau pelaksanaan aktivitas lain yang merupakan operasi utama dan
sentral entitas.
Biayaadalah aliran keluar atau pemakaian aset suatu entitas, atau penambahan utang
suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu perioda, yang berasal dari pengiriman
atau produksi barang, penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan
kegiatan utama perusahaan secara terus menerus.
Keuntungan adalah peningkatan ekuitas dari transaksi periferal atau tidak rutin dan
dari semua transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi entitas, kecuali yang berasal dari
pendapatan atau investasi oleh pemilik. Kerugian adalah penurunan ekuitas dari transaksi
periferal atau tidak rutin dan satu semua transaksi atau peristiwa lain yang mempengaruhi
entitas, kecuali yang berasal dari biaya atau distribusi kepada pemilik, umumnya tidak berada
di bawah kendali managemen, bisa bersifat operasional maupun tidak.
Kerugianadalah penurunan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu entitas
dan berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas
dalam satu perioda diluar transaksi yang berasal dari biaya dan distribusi pada pemilik.
Akuntansi akrual: Mencatat efek finansial dari transaksi dan peristiwa lain dan
keadaan

yang

memiliki

konsekuensi

kas

bagi

entitas

di

perioda

di

mana

transaksi/peristiwa/keadaan terjadi, bukan hanya pada perioda di mana kas diterima atau
dibayarkan kepada entitas, tidak hanya atas transaksi kas, namun juga: transaksi kredit;
pertukaran barter; transfer barang/jasa non-resiprokal; perubahan harga; perubahan dalam
bentuk aset atau kewajiban, dan transaksi/peristiwa/keadaan yang lain yang memiliki
konsekuensi kas namun tidak melibatkan aliran kas di masa yang sama. Akuntansi akrual
tidak hanya mengakui peristiwa atau keadaan non-kas, namun juga penangguhan (deferral),
termasuk alokasi dan amortisasi

Realisasi: proses pengkonversian SD non-kas dan hak

menjadi kas. Pengakuan: proses formal pencatatan atau pemasukan sebuah butir ke dalam LK
sebuah entitas.
Penandingan adalah pengakuan serentak atau kombinasian pendapatan dan biaya
yang langsung berasal dari transaksi yang sama atau berupa gabungan dari transaksi atau
peristiwa yang lain. Sebagian biaya tidak berhubungan langsung dengan pendapatan tertentu
namun bisa dihubungkan dengan satu perioda atas dasar transaksi atau peristiwa yang terjadi
di perioda tersebut atau melalui alokasi.Manfaat yang diberikan oleh sebuah aset juga bisa
terjadi selama beberapa perioda. Biaya yang terjadi kemudian dialokasikan ke periodaperioda umur manfaat estimasiannya