Anda di halaman 1dari 18

RANULA

Antomi Glandula Saliva


Mayor
Glandula Parotis
Glandula Submandibula
Glandula Sublingualis

Minor
Glandula
Glandula
Glandula
Glandula

Labialis
Bukalis
Lingualis Anterior
Lingualis Posterior

Definisi
Bentuk kista akibat obstruksi glandula
saliva mayor yang terdapat pada
dasar mulut. Dan akan berakibat
pembengkakan di bawah lidah yang
berwarna kebiru-biruan

Etiologi
Adanya penyumbatan sebagian atau
total sehingga terjadi retensi saliva
sublingualis atau submandibularis
Karena suatu trauma
Adanya peradangan atau
myxomatous degenerasi ductus
glandula sublingualis

Epiemiologi
Ranula jarang sekali terjadi.
Dalam salah satu penelitian terhadap
1303 kista pada glandula saliva,
hanya ada 42 ranula yang terjadi.
Umumnya yang sering terkena usia
3-61 tahun

Klasifikasi
Ranula superficial atau simple ranula
Tampak sebagai suatu
pembengkakan lunak, dapat ditekan,
timbul dari dasar mulut. Kista ini
dindingnya dilapisi epitel dan terjadi
karena obstruksi ductus glandula
saliva

Ranula dissecting atau plunging ranula atau ranula


profunda
Merupakan pseudokista, terjadinya karena
ekstravasasi (kebocoran) saliva pada jaringan,
pada sepanjang otot dan lapisan fasia dasar mulut
dan leher. Ekstravasasi tersebut disebabkan karena
trauma yang kecil, dimana tidak pernah diingat
oleh penderita.
Kista ini menerobos di bawah musculus
mylohyoideus dan menimbulkan pembengkakan
submental. Kista jenis ini dindingnya tidak dilapisi
epitel

Gambaran Klinis
Adanya benjolan simple pada dasar
mulut, mendorong lidah ke atas.

Umumnya unilateral, jarang bilateral.


Benjolan berdinding tipis transparan,
berwarna biru kemerah-merahan.

Benjolan tumbuh lambat, gambaran seperti perut


katak.

Pembengkakan selain intra oral dapat juga extra


oral.
Tidak ada rasa sakit kecuali meradang atau infeksi.
Bila benjolan membesar dapat mengganggu bicara,
makan maupun menelan.

Benjolan oleh karena suatu sebab dapat


pecah sendiri, cairan keluar, mengempes
kemudian timbul atau kambuh kembali.
Pada simple ranula benjolan terletak
superficial sedangkan plunging ranula
benjolan terletak lebih dalam, bisa
menyebar ke dasar otot mylohyoid,
daerah submandibular, ke leher bahkan
ke mediastinum.

Diagnosis
Melakukan anamnesa lengkap dan
cermat
Secara visual
Bimanual palpasi intra dan extra oral
Punksi dan aspirasi

Melakukan pemeriksaan penunjang


Pemeriksaan radiologis dengan kontras
media, tanpa kontras media tidak
berguna
Pemeriksaan mikroskopis, pemeriksaan

Simple Ranula
Gambaran kliniknya relatif lebih khas
sehingga diagnosa mudah ditegakkan.
Tampak sebagai suatu tonjolan
berdinding tipis, licin, kebiruan dan
transparan.
Pada palpasi terasa lunak dan fluktuasi.
Kista ini terletak dibawah lidah, pada
bagian depan mulut

Plunging ranula
lebih sulit menegakkan diagnosanya, karena
gambarannya mirip dengan banyak struktur
kistik atau pembengkakan glandula yang lain
pada leher.
Tidak ada tes diagnostik khusus untuk
membedakan lesi-lesi tersebut.
Diagnosa plunging ranula hanya tergantung
pada adanya hubungan anatomi kista dengan
glandula saliva dan gambaran histopatologis
dinding kista sesudah eksisi

Gambaran histopatologis simple


ranula yaitu dinding kista dilapisi
epitel, sedangkan plunging ranula
dinding kista tanpa dilapisi epitel

Penatalaksanaan
Dalam kasus ranula, ahli bedah
mulut dapat merekomendasikan
marsupialisasi atau eksisi, dimana
ranula diinsisi untuk membuat outlet
pada kista retensi kelenjar liur
sehingga cairan dapat dikeluarkan.

Komplikasi operasi yang dapat


terjadi, yaitu :
Perdarahan
Kerusakan nervus hipoglosus atau
nervus lingualis
Infeksi
Fistel orokutan pada operasi yang
pendekatannya intra dan extra oral
Residif