Anda di halaman 1dari 23

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan rangkaian dalam satu kesatuan
yang dimulai dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu terhadap nidasi,
pemeliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persiapan menyongsong
kelahiran bayi dan persalinan dengan kesiapan untuk memelihara bayi. Dalam
menjalani proses kehamilan tersebut, ibu hamil mengalami perubahan- perubahan
anatomi dan fisiologi pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya. Mulai dari
trimester I, sampai dengan trimester III kehamilan. Perubahan-perubahan anatomi
dan adaptasi fisiologi tersebut diantaranya adalah perubahan Kerdiovaskuler,
Integumen, Metabolisme, Berat Badan dan Indeks Massa Tubuh, Darah dan
Pembekuan Darah, Sistem Pernafasan dan Sistem Persyarafan. Selama perubahanperubahan yang sifatnya masih fisiologis atau memang normal terjadi dalam
proses kehamilan berlangsung ringan dan tak mengganggu aktivitas, dianggap
normal. Sebaliknya bila gejala-gejala tersebut mulai berlebihan dan menyebabkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengganggu aktivitas bukan hal
yang normal lagi.

2.1 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil Trimester
I, II, III pada Sistem Kardiovaskular ?
2. Bagaimana perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil Trimester
I, II, III pada Integumen?
3. Bagaimana perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil Trimester
I, II, III pada Metabolisme ?
4. Bagaimana perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil Trimester

I, II, III pada Berat Badan dan Indeks Massa Tubuh ?


5. Bagaimana perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil pada
Trimester I, II,III pada darah dan pembekuan darah ?
6. Bagaimana perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil pada
Trimester I, II, III pada sistem pernafasan ?
7. Bagaimana perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil pada
Trimester I, II, III pada sistem persyarafan ?

3.1 TUJUAN
1. Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil
Trimester I, II, III pada Sistem Kardiovaskular
2. Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil
Trimester I, II, III pada Integumen
3. Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil
Trimester I, II, III pada Metabolisme
4. Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil
Trimester I, II, III pada Berat Badan dan Indeks Massa Tubuh
5. Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil pada
Trimester I, II,III pada darah dan pembekuan darah
6. Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil pada
Trimester I, II, III pada sistem pernafasan
7. Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi ibu hamil pada
Trimester I, II, III pada sistem persyarafan

BAB II
PEMBAHASAN

A.

SISTEM KARDIOVASKULER/SIRKULASI DARAH


Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada.

Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas
(atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang
mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel
memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.

1.

Fungsi sistem kardiovaskuler ( jantung )


Memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan

dan organ tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme. Secara normal setiap
jaringan dan organ tubuh akan menerima aliran darah dalam jumlah yang cukup
sehingga jaringan dan organ tubuh menerima nutrisi dengan adekuat. Sistem
kardiovaskular yang berfungsi sebagai sistem regulasi melakukan mekanisme
yang bervariasi dalam merespons seluruh aktivitas tubuh. Salah satu contoh
adalah mekanisme meningkatkan suplai darah agar aktivitas jaringan dapat
terpenuhi. Pada keadaan tertentu, darah akan lebih banyak dialirkan pada organorgan vital seperti jantung dan otak untuk memelihara sistem sirkulasi
organ tersebut.

Komponen Sistem Kardiovaskular


Sistem kardiovaskular merupakan suatu sistem transpor tertutup yang terdiri atas:
a. Jantung, sebagai organ pemompa.
b. Komponen darah, sebagai pembawa materi oksigen dan nutrisi.
c. Pembululi darah, sebagai media yang mengalirkan komponen darah.

Perubahan anatomi dan fisiologi adaptasi pada ibu hamil kardiovaskuler


1.

Trimester I

Sirkulasi darah itu dalam kehamilan dipengaruhi oleh sirkulasi ke plasenta,


uterus yang membesar pula, uterus yang membesar dengan pembuluh darah yang
membesar pula, mammae dan alat lain yang memmang berfungsi berlebihan
dalam kehamilan. Volume plasenta maternal mulai meningkat pada saat 10
minggu usia kehamilan dan terus menerus meningkat sampai 30-34 minggu,
sampai ia mencapai titik maksimum.
Perubahan rata-rata volume plasenta maternal berkisar antara 20-100%. RBC
meningkat 18% tanpa suplemen-suplemen zat besi dan terjadi peningkatan yang
lebih besar yaitu 30% jika ibu meminum suplemen zat besi. Karena volume
plasma meningkat rata-rata 50% sementara massa RBC meningkat hanya 18-30%,
maka terjadi penurunan hematokrit selama kehamilan normal sehingga disebut
anemia fisiologis.
Tekanan darah akan turun selama 24 minggu pertama kehamilan akibat terjadi
penurunan dalam perifer vaskuler resistence yang disebabkan oleh peregangan
otot halus oleh progestrone. Tekanan sistolik akan turun sekitar 5-10 mmHg dan
diastolic pada 10-15 mmHg. Selama kehamilan normal cardiac output
meningkatkan sekitar 30-50% dn mencapai level maksimumnya selama trimester
pertama atau kedua dan tetap tinggi selama persalinan.
Hipertropi (pembesaran atau dilatasi ringan jantung mungkin disebabkan oleh
peningkatan volume darah dan curah jantung. Karena diafragma terdorong ke
atas, jantung terangkat ke atas dan berotasi ke depan dan ke kiri. Impuls pada
apeks, titik impuls maksimum (point of maksimum impuls/PMII) bergerak ke atas
dan lateral sekitar 1-1,5 cm. Derajat pergeseran tergantung pada lama kehamilan
dan ukuran serta posisi uterus. Pada akhir trimester I mulai terjadi palpitasi karena
pembesaran ukuran serta bertambahanya cardiac output. Hidung tersembat
/berdasas karena pengaruh hormone estrogen dan progesterone terjadi pembesaran
kapiler, relaksai otot vaskuler serta peningkatan sirkulasi darah.

2.

Trimester II

Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadi proses


hemodilusi.
Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demmi sedikit naik kembali pada
tekanan darah sebelum aterem.
Perbubahaqn auskultasi mengiringi perubahaqn ukuran dari posisi jantung.
Peningkatan volume darah dan curah jantung juga menimbulkan perubahan hasil
uskultasi yang umum terjadi selama masa kehamilan. Bunyi splitting S1 dan S2
lebih jelas terdengar. S3 lebih jelas terdengar setelah minggu ke-20 gestasi. Selain
itu murmurejeksi sistoloik tingkat II dapat didengar didaerah pulmonal. Antara
minggu ke-14 dan ke-20, denyut meningkat perlahan, mencapai 10 sampai 15 kali
permenit, kemudian menetap sampai aterm. Dapat timbul palpitasi.
3.

Trimester III

Selama kehamilan jumlah leukosit akan meningkat yakni berkisar antara


5000-12000 dan mencapai puncaknya pada saat persalinan dan masa nifas
berkisar 14000-16000 penyebab peningkatan ini belum diketahui. Respon yang
sama diketahui terjadi selama dan setelh melakukan latihan yang berat. Distribusi
tipe sel juga kan mengaami perubahan. Pada kehamilan, terutama trimesetr ke-3,
terjadi peningkatan jumlah granulosit dan limfosit dan secara bersamaan limfosit
dan monosit.

B.

SISTEM INTEGUMEN / KULIT


Sistem organ yang

membedakan,

memisahkan,

melindungi

terhadap

lingkungan sekitarnya . Merupakan organ terbesar (16 % dari BB), yang


membungkus seluruh permukaan tubuh. membungkus seluruh permukaan tubuh .
CIRI-CIRI KULIT :
1. Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh
lingkungan.

2. Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan.


3. Luas : 1,50 1,75 m.
4. Tebal rata rata : 1,22mm.
5. Daerah yang paling tebal : 66 mm, pada telapak tangan dan
telapak kaki dan palingtipis : 0,5 mm.pada daerah penis.
FUNGSI KULIT :
1.

Perlindungan

2.

Mencegah dehidrasi

3.

Rangsangan luar

4.

Menyimpan lemak

5.

Sintesis Vitamin D

6.

Menghasilkan bau

7.

Pengaturan suhu/ homeostasis

KELENJAR KELENJAR PADA KULIT :


1.

Kelenjar Sebasea
berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel

rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi
halus lentur dan lunak.
2.

Kelenjar keringat

Diklasifikasikan menjadi 2 kategori:


a.

kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit.


Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan

dan suhu tubuh.Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf


simpatik.pengekuaran keringat oada tangan, kaki, aksila, dahi,
sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.
b.

kelenjar Apokrin.
Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara

pada folkel rambut.Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada


wanita

akan

membesar

dan

berkurang

pada

sklus

haid.

Kelenjar apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu


yang diuraikan oleh bakteri menghasilkan bau khas pada aksila.Pada
telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K.
seruminosa yang menghasilkan serumen.

Perubahan anatomi dan fisologi adaptasi pada ibu hamil system integument
1.

Trimerster I

Perubahan keseimbangan hormon dan peregagangan mekanis menyebabkan


timbulnya beberapa perubahan dalam sistem integumen selama masa kehamilan.
Perubahan yang umum terjadi adalah peningkatan penebalan kulit dan lemak
subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, percepatan aktifitas
kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktifitas
vasomotor. Jaringan elastis kulit mudah pecah, menyebabkan strie-gravidarum,
atau tanda regangan. Respon alegri kulit meningkat.
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu,
pigmentasi ini disebabkan pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH)
yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormon yang dikeluarkan oleh lobus
anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi,
hidung, dikenal sebagai diasmagravidarum. Didaerah leher sering terdapat
hiperpigmentasi yang sama juga di areola mammae.
Linea alba pada kehamila menjadi hitam dikenal sebagai linea grisea. Linea
nigra adalah garis pigmentasi dari simpisis pubisa sampai kebagian atas fundus di
garis tengah tubuh. Kulit perut juga tampak seolah-olah retak, warnanya berubah
agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide. Setelah partus, striae livide
ini berubah menjadi putih disebut striae albicans. Pada seorang multigraviada

sering tanpak striae livide dan bersama dengan striae albicans.


Angioma atau telengiektasis umumnya disebut vascular spiders. Angioma
adalah ujung arteriola yang berdenyut dan sedikit menonjol, berbebtuk kecil
seperti bintang atau cabang. Spiders hasil peningkatan kadar estrogen dalam
sirkulasi, biasanya ditemukan di leher, daa, lengan. Spiders juga dideskripsikan
berwarna kebiruan dan tidak hilang bila ditekan. Vascular spiders terlihat pada
bulan ke-2 ke-5 kehamilan pada 65% wanita kulit putih dan 10% wanita afrkaamerika. Biasanya hilang setelah melahirkan.
Bercak berbatas tegas atau mottling difus yang berwarna kemerahan tanpak
pada permukaan telapak tangan 60% wanita hamil berkulit putih dan 35% wanita
afrika=amerika. Epulis ialah suatu noddul berwarna merah pada gusi yang mudah
berdarah lesi ini dapat imbul pada sekitar bulan ke-3 dan biasasanya terus
memebesar seiring kemajuan kehamilan. Pertumbuhan kuku mengalami
percepatan selama masa hamil. Kulit berminyak dan acne vulgaris dapat timbul
selama kehamilan. Pada wanita lain, kulit bersih dan kulit berseri. Dapat terjadi
peningkatan pertumbuhan rambut halus, tapi akan hilang setelah kehamilan
berakhir.
2.

Trimester II

Akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron, kadar MSH pun


meningkat. Pada terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena
pengaruh MSH dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi
pada striae-gravidarum livide atau alba, areola mammae, papila mammae, linea
nigra, pipih (chloasma gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan
menghilang.
3.

Trimester III

Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan,
kusam dan kadang-kadang juga akan mengenai daerah payudara dan paha

perubahan ini dikenal dengan striae gravidarum.


Pada mutipara selain striae kemerahan itu sering kali di temukan garis
berwarna perak berkilau yangmerupakan sikatrik dari striae sebelumnya. Pada
kebanyakan perempuan kulit digaris pertengahan perut akan berubah menjadi
hitam kecoklatan yang di sebut dengan linea nigra. Kadang-kadang muncul dalam
ukuran yang variasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma atau
melasma gravidarum, selain itu pada areola dan daerah genetalia juga akan terlihat
pigmentasi yang berlebihan.
Pigmentasi yang berlebihan biasanya akan hilang setelah persalinan.

C.

SISTEM METABOLISME
Sistem metabolisme adalah istilah untuk menunjukan perubahan-perubahan

kimiawi yang terjadi didalam tubuh untuk pelaksanaan berbagai fungsi vitalnya.
Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme mengalami perubahan yang mendasar,
dimana perubahan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan
memberikan ASI.
1.

Trimester I-III

Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi. Tanda wanita hamil
basal metabolic rate (BMR) meninggi. BMR meningkat hingga 15-20% yang
umumnya terjadi pada triwulan terahir.kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh
terutama dari pembakaran hidratarang, khususnya ssudah kehamilan 20 minggu
ke atas. Akan tetapi bila dibutuhka dipakaialah lemah ibu untuk mendapatkan
kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita cukup hemat
dalam pemakaian tenaganya. BMR kembal setelah hari ke-5 atauke-6 setelah
pascapartum. Peningkatan BMR mencerminkan peningkatan kebutuhan oksigen
pada janin, plasenta, uterus serta peningkatan konsumsi oksigen akibat
peningkatan kerja jantung ibu. Pada kehamilan tahap awal banyak wanita
mengeluh merasa lemah dan letih setelah melakukan aktivitas ringan. Perasaan ini

10

sebagian dapay disebabkan oleh peningkatan aktifitas metabolic.


a. Berat badan dan indeks masa tubuh
Pada dua bulan pertama kenaikan badan belum terlihat, tetapi baru
tanpak dalam bulan ke-3
b. Darah dan pembekuan darah
Kehamilan menghasilkan perubahan dalam harga-harga normal berbagai
hasil pemeriksaan laboraturium. Perubahan ini terjadi karena :
1) Perubahan fungsi endokrin maternal
2) Tumbuhnya lasenta yang juga berfungsi sebagai alat endokrin.
Kebutuhan metabolisme meningkat karena pertumbuhan janin.

Dengan terjadinya kehamilan, metabolise tubuh mengalami perubahan yang


mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan
persiapan memberikan ASI.
Perubahan metabolosme adalah metabolise basal naik sebeasr 5%-20% dari
semula terutama pada trimester ke-3
1.

Keseimbangan asam basal mengalami penurunan dari 155 mEq per


liter menjadi 145 meq perliter disebabkan hemoludasi darah dan
kebutuhan mineral yang diperlukan janin.

2.

Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan


dan perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan janin dan
persiapan laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi /2gr /
kg BB atau sebutir telur ayam sehari

3.

Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein

4.

Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil meliputi

5.

Um i,5 gr setiap hari, 30-40 gr untuk pembentukan tulag janin

6.

Pospot rata-rata 2 gr dalam sehari

7.

Zat besi, 800 ml ataqu 30-50 ml/hari

11

ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi
air.

D. BERAT BADAN DAN INDEKS MASSA TUBUH


Peningkatan berat badan optimal untuk rata-rata kehamilan adalah 12,5 kg, 9
kg diperoleh pada 20 minggu terakhir. Berat badan yang optimal ini berkaitan
dengan resiko komplikasi terendah selama kehamilan dan persalinan serta berat
badan bayi lahir rendah.
Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan. Tingkat
edema,laju metabolik, asupan diet, muntah atau diare, merokok, jumlah cairan
amniotik dan ukuran janin, semuanya harus diperhitungan. Usia maternal,
ukuran tubuh prekehamilan, paratis, ras-etenisitas, hipertensi, dan diabetes juga
mempengaruhi pola peningkatan berat badan maternal.
Peningkatan berat badan yang tepat bagi setiap ibu hamil saat ini didasarkan
pada indeks masa tubuh prekehamilan (body mass index) yang mengambarkan
perbandingan berat badannya lebih sedikit

daripada ibu yang memasuki

kehamilan dengan berat badan sehat.


1.

Trimester I
Seorang wanita yang sedang hamil sudah mengalami penambahan

berat badan, namun penambahan tersebut masih tergolong rendah, kira-kira 1-2
kg. karena pada masa ini saat dimana otak, alat kelamin, dan panca indra janin
sedang dibentuk.
2.

Trimester II
Seorang wanita hamil akan mengalami kenaikan berat badan yang

lebih banyak dibandingkan pada saat trimester I, karena pada trimester II ini
pertumbuhan janin juga semakin besar. Dan sebagian besar penambahan berat
badan selama masa kehamilan berasal dari uterus dan isi-isinya. Pada trimester II
ini seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami penambahan berat badan

12

kira kira 0,35 0,4 kg per minggu. Kenaikan berat badan yang baik memang
secara bertahap dan kontinyu. Bisa jadi catatan bahwa adanya penambahan berat
badan yang berlebih dan secara cepat bisa jadi indikasi awal keracunan kehanilan
atau diabetes.
3.

Trimester III
Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, penambahan BB dari

mulai awal kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 11 12 kg. Kemungkinan


penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg adalah :
Jaringan dan Cairan
Janin

Berat badan (kg)


3-4

Plasenta

0,6

Cairan amnion

0,8

Peningkatan berat uterus

0,9

Peningkatan berat payudara

0,4

Peningkatan volume darah

1,5

Cairan ekstra seluler

1,4

Lemak
Total

3,5
12,5 kg

Rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut :

BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari.

BBI = ( TB 110) jika TB diatas 160 cm


(TB 105 ) jika TB dibawah 160 cm.
Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca
untuk orang Eropa dan disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia.

UH adalah Umur kehamilan dalam minggu,

13

Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan


dapat dengan dini diketahui. 0,35 adalah Tambahan berat badan kg per
minggunya 350-400 gram diambil nilai terendah 350 gram atau 0,35 kg.
Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan
pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya).
Berikut ini contoh menghitung berat badan ideal ibu hamil, ada tiga contoh. Yaitu:
1. Contoh Pertama
Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata = Berat Badan Ideal
-

Diketahui

: Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil

53 kg, umur kehamilan 30 minggu.


-

Ditanya

Di jawab

: Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?


: BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi

110 karena TB > 160 cm


BBI Hamil = 52+ (30 x 0,35) = 52 + 10,5 kg = 62,5 kg
Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada
tambahan sebesar 9.5 kg dari berat badan sebelum hamil.

2. . Contoh Kedua
- Diketahui

: Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata 10 % > Berat

Badan Ideal. Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 57 kg,
umur kehamilan 30 minggu.
- Ditanya
- Di jawab

: Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?


: BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110

karena TB > 160 cm


BBI Hamil = 52+ (30 x 0,35) = 52 + 10,5 kg = 62,5 kg
Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada
tambahan sebesar 5,5 kg atau (62,5 57) dari berat badan sebelum hamil.

14

3. Contoh Ketiga
- Diketahui

: Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata 10% < Berat

Badan Ideal. Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 47 kg,
umur kehamilan 30 minggu.
- Di Tanya

: Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?

- Di jawab

: BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110

karena
TB > 160 cm
BBI Hamil = 52+ (30 x 0,35) = 52 + 10,5 kg = 62,5 kg
Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada
tambahan sebesar 15,5 kg atau (62,5 47) dari berat badan sebelum hamil.
Penghitungan berat badan berdasarkan indeks massa tubuh :
IMT =
Dimana

Contoh

BB / (TB)2
: IMT

= Indeks masa tubuh

BB

= Berat badan (kg)

TB

= Tinggi badan (m)

Diketahui : BB 50 kg
TB 160 kg
Ditanya

: IMT ?

Dijawab : IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53


KATEGORI

IMT

REKOMENDASI

Rendah

<19,8

12,5 18

Normal

19,8 26

11,5 16

Tinggi

26 29

7 - 11,5

Obesitas

>29

Gemeli

16 20,5

15

E.

DARAH DAN PEMBEKUAN DARAH


Volume darah merupakan kombinasi dari volume plasma dan volume sel

darah merah. Peningkatan volume darah selama kehamilan berkisar 30-50% dan
bahkan bisa lebih pada kehamilan ganda. Peningkatan volume darah berhubungan
dengan peningkatan CO mulai kehamilan 6 minggu. Peningkatan volume darah
juga berhubungan dengan mekanisme hormonal.
Peningkatan volume plasma yaitu sekitar 50%, hal ini dimaksudkan untuk
memenuhi kebutuhan metabolisme ibu dan janin. Peningkatan ini erat
hubungannya dengan berat badan bayi. Ibu dengan kehamilan ganda akan
mengalami peningkatan volume plasma yang lebih besar daripada ibu dengan
kehamilan biasa.
Volume plasma meningkat pada minggu ke-6 kehamilan Sehingga terjadi
pengenceran darah (hemodilusi) dengan puncaknya pada umur kehamilan 32 34
mg. Serum darah (volume darah) bertambah 25 30 % dan sel darah bertambah
20 %. Massa sel darah merah terus naik sepanjang kehamilan. Hemotokrit
meningkat dari TM I TM III.
Peredaran darah dipengaruhi oleh faktor :
1.

Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi


kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan dalam rahim.

2.

Terjadi hubungan langsung antara arteri & vena pada sirkulasi retro
plasenter.

3.

Pengaruh Hormon Progesteron dan estrogen.

4.

Volume darah : Meningkat, jumlah serum lebih besar dari pertambahan


sel darah, sehingga terjadi pengenceran darah (haemodilusi).

5.

Sel darah

Sel darah meningkat 20 %, Protein darah dalam bentuk albumin dan


gammaglobulin menurun pada TM I.
-

Sel Darah Putih

16

Jumlah Peripheral WBC makin meningkat dengan cepat selama


kehamilan. Selama trimester pertama rata-rata jumlah WBC adalah sekitar
9500/mm3 meningkat menjadi rata-rata 20-30.000/ mm3 pada saat at term.
Jumlah ini menurun dengan cepat setelah persalinan dan kembali ke kadar
sebelum hamil pada akhir minggu pertama pasca persalinan. Adanya hemodilusi
maka LED sangat meningkat ( 4 x dari angka normal )

Pembekuan/Koagulasi

Perubahan pada kadar fibrinogen, faktor-faktor pembekuan dan pleteles


selama kehamilan berakibat pada peningkatan kapasitas untuk pembekuan,
dengan akibat peningkatan risiko terjadinya DIC (Disseminated Intravascular
Coagulation) seperti yang terjadi pada komplikasi-komplikasi antara lain
molahidatidosa dan abrupsiv plasenta/solusio plasenta.

CONTOH KASUS :
Ibu Herni mengalami pusing, lemah, letih dan lesu. Ketika dites Hb-nya ternyata
rendah yaitu 9, ibu herni mengalami anemia ringan. Hal ini terjadi karena volume
darah bertambah, tetapi penambahan plasmanya jauh lebih besar dari volume
eritrosit sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi lebih rendah. Ini
merupakan adaptasi fisiologi ibu hamil pada darah.

F. SISTEM PERNAFASAN
Kehamilan mempengaruhi perubahan sistem pernafasan pada volume paruparu dan ventilasi. Perubahan anatomi dan fisiologi sistem pernapasan selama
kehamilan diperlukan untuk memenuhi peningkatan metabolisme dan kebutuhan
oksigen bagi tubuh ibu dan janin. Perubahan tersebut terjadi karena pengaruh
hormonal dan biokimia.
Relaksasi otot dan kartilago toraks menjadikan bentuk dada berubah.

17

Diafragma menjadi lebih naik sampai 4 cm dan diameter melintang dada menjadi
2cm. Perubahan ini menyebabkan perubahan sistem pernapasan yang tadinya
pernapasan perut menjadi pernapasan dada oleh karena itu diperlukan perubahan
letak diafragma selama kehamilan.
Kapasitas inspirasi meningkat progresif selama kehamilan selain itu volume
tidal meningkat sampai 40%. Peningkatan volume tidal ini menyebabkan
peningkatan ventilasi pernapasan permenit yaitu jumlah udara yang masuk dalam
satu menit. Karena pertukaran udara selama kehamilan meningkat oleh karena itu,
ibu hamil dianjurkan untuk nafas dalam daripada nafas cepat. Pada akhir
kehamilan, ventilasi pernapasan permenit meningkat 40%. Perubahan ini
mengakibatkan resiko hiperventilasi pada ibu. Walaupun hiperventilasi secara
normal menyebabkan alkalosis, hal ini tidak diakibatkan adanya peningkatan
kompensasi ekskresi bikarbonat di ginjal. Namun hiperventilasi ini disebabkan
oleh efek progesteron secara langsung di pusat pernapasan. Ibu hamil mungkin
merasa cemas akan terjadinya dyspnoe.
Adaptasi ventilasi dan struktural selama masa hamil bertujuan menyediakan
kebutuhan ibu dan janin. .Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respons
terhadap percepatan laju metabolik dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan
uterus dan payudara. Janin membutuhkan oksigen dan suatu cara untuk
membuang karbon dioksida.
Peningkatan kadar estrogen menyebabkan ligamen pada kerangka iga
berelaksasi sehingga ekspansi rongga dada meningkat. Karena rahim membesar,
panjang paru-paru berkurang. Diameter transversal kerangka toraks meningkat
sekitar 2 cm dan lingkaran kerangka iga meningkat 5 sampai 7 cm (Cunningham,
dkk., 1993). Besar sudut kostal, yang pada masa sebelum. hamil sekitar 68,
meningkat menjadi sekitar 103 pada trimester ketiga. Kerangka iga bagian bawah
tampak melebar. Setelah melahirkan, rongga dada mungkin tidak kembali ke

18

keadaan sebelum hamil (Seidel, dkk., 1995).


Tinggi diafragma bergeser sebesar 4 cm selama masa hamil. Dengan semakin
tuanya kehamilan dan seiring pembesaran uterus ke rongga abdomen, pernapasan
dada menggantikan pernapasan perut dan penurunan diafragma saat inspirasi
menjadi semakin sulit.
Peningkatan vaskularisasi, yang merupakan respons terhadap peningkatan
kadar estrogen, juga terjadi pada traktus pernapasan atas. Karena kapiler
membesar, terbentuklah edema dan hiperemia di hidung, faring, laring, trakea, dan
bronkus. Kongesti di dalam jaringan traktus respiratorius menyebabkan timbulnya
beberapa kondisi yang umum terlihat selama masa hamil. Kondisi-kondisi ini
meliputi sumbatan pada hidung dan sinus, hidung berdarah (epistaksis),
perubahan suara, dan respons peradangan yang menyolok bahkan terhadap infeksi
pernapasan bagian atas yang ringan sekalipun. Peningkatan vaskularitas juga
membuat membran timpani dan tuba eustaki bengkak, menimbulkan gejala
kerusakan pendengaran, nyeri pada telinga, atau rasa penuh di telinga.

CONTOH KASUS :
Ibu Rina merasa lebih banyak menggunakan pernafasan dada, dan sulit inspirasi
pernafasan serta pusing saat napas pendek yang biasanya terjadi ketika duduk di
bawah. Hal ini merupakan bentuk adaptasi anatomi dan fisiologi ibu hamil pada
sistem pernafasan.

G. SISTEM PERSYARAFAN
Perubahan fisiologis spesifik akibat kehamilan dapat terjadi timbulnya
gejala neurologis dan neuromuskular sebagai berikut:
1.

Kompresi syaraf panggul atau statis vaskular akibat pembesaran uterus dapat

menyebabkan perubahan sensori di tungkai bawah.


2.

Lordosis dorsolumbal dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada syaraf

19

atau kompresi akar syaraf.


3.

Edema yang melibatkan syaraf perifer dapat menyebabkan carpal tunned

syndrome selama trimester akhir kehamilan.


4.

Akroestesia (rasa gatal di tangan) yang timbul akibat posisi tubuh yang

membungkuk berkaitan dengan tarikan pada segmen fleksus barkialis.


5.

Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul saat ibu merasa cemas dan

tidak pasti tentang kehamilannya. Nyeri kepala dapat juga dihubungkan dengan
gangguan penglihatan, seperti kesalahan refraksi, sinusitis atau migran
6.

Nyeri kepala ringan, rasa ingin pingsan dan bahkan pingsan (sinkop) sering

terjadi pada awal kehamilan. Ketidakstabilan vasomotor hipotensi postural atau


hipoglikemi mungkin keadaaan yang bertanggung jawab atas keadaan ini.
7.

Hipokalsemia dapat menyebabkan timbulnya masalah neuromuscular, seperti

kram otot atau tetanus.


8.

Saraf pelvik yang menekan / vasculas tetap disebabkan oleh perbesaran

uterus yang merupakan hasil perubahan sensori pada kaki.


9.

Pembengkakan melibat kan saraf pherifera gejala lubang antara persendian

sampai lengan & tangan selama 3 mgg terakhir kehamilan. Pembengkakan yang
menekan saraf median dibawah ligmen persendian antara lengan & tangan.
10. Gelaja pharethesia ( terbakar / gatal karna kekacauan sistem saraf sensori ) &
rasa sakit pada tangan yang menyebar sampai siku. tangan yang dominan biasa
nya berpengaruh.
11. Acroesthesia ( kaku & gatal pada tangan ) di sebabkan oleh stoop-snouldered
sikap menerima oleh beberapa wanita selama kehamilan pada kondisi ini
dihunbungkan dengan penarikan pada segmen dari brachial plexus yaitu nervus
plexus yang berasal dari percabangan ventral empat nervus spinalis servikalis
terakhir dengan nervus spinalis torakalis pertama, memecah menjadi beberapa
nervus utama bahu, dada & lengan
12. Tekanan sakit kepala datang bersama kecemasan, sinusitis, kunang2, letih,

20

lesu, dan pingsan adalah umum terjadi selama kehamilan


13. Hypocalcemia (penurunan kalsium darah yang kurang dari normal)
dekarenakan persyarafan otot seperti kejang otot / tetanus
Beberapa hal yang dirasakan ibu hamil diantaranya :
a.

Pusing dan kunang-kunang


Pusing dan perasaan seperti melihat kunang-kunang disebabkan

oleh hipotensi supine syndrome (vena cava sindrom). Hal ini terjadi karena
ketidakstabilan vasomotor dan hipotensi postural khususnya setelah duduk
atau berdiri dengan periode yang lama. Hipotensi postural bisa jadi karena
kekurangan volume darah sementara.
b.

Meralgia Paresthetica (kesakitan, mati rasa, berkeringat, terasa gatal di

daerah paha), bisa disebabkan oleh tekanan uterus pada saraf kutan lateral
femoral.
c.

Sindrom Karpel Tunel


Sindrom ini bisa menimbulkan perasaan terbakar, gatal dan sakit

di tangan (biasanya di jempol dan 3 jari pertama) sakitnya bisa sampai ke


pergelangan tangan, naik ke lengan bagian bawah, dan kadang-kadang sampai
ke pundak, leher dan dada. Sindrom ini menyebabkan luka pada pergelangan
tangan sehingga menyebabkan inflamasi dan penyempitan di saraf tengah
yang menjalar ke telapak tangan.
d.

Kejang kaki mendadak


Biasanya terjadi dengan menarik kontraksi otot betis secara

berulang. Hal ini terjadi karena ibu sedang istirahat atau bangun tidur. Kejang
ini dikarenakan rendahnya serum ion kalsium dan meningkatnya fosfat atau
ketidakcukupan intake kalsium. Ketika itu terjadi seharusnya ibu melenturkan
atau meluruskan kaki atau berdiri. Ibu tidak dianjurkan untuk memijat
kakinya karena mungkin saja rasa sakit itu berasal dari tromboplebitis.

21

CONTOH KASUS :
Ibu Susan mengeluhkan masalah nyeri kepala, gangguan penglihatan dan
gangguan pemusatan perhatian, konsentrasi dan memori selama kehamilan. Hal
ini terjadi karena adanya perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada sistem
syaraf.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pada setiap kehamilan akan terjadi perubahan-perubahan anatomi sesuai
tingkat usia kehamilan ibu hamil tersebut. Perubahan tersebut dimulai pada
trimester awal sampai trimester terakhir.
Perubahan-perubahan anatomi yang terjadi pada ibu hamil diantaranya meliputi
Sistem Kardiovaskuler, Sistem Integumen, Sistem Metabolic, Berat Badan dan
Indeks Massa Tubuh, Darah dan Pembekuan Darah, Sistem Pernafasan dan Sistem
Persyarafan yang berkembang sesuai dengan kondisi janin yang ada di kandungan
ibu.

B.

SARAN

22

Sebaiknya ibu hamil bersiap dalam menghadapi perubahan anatomi dan


fisiologis terkait dengan kehamilannya. Selain itu juga, sebaiknya bidan memberi
konseling kepada ibu bahwa perubahan yang terjadi selama masa kehamilan
adalah hal yang lumrah dan hanya bersifat sementara.
Jika ada kesalahan atau kurang lengkap pada makalah ini silahkan anda
mengkritik atau menambah kekurangan tersebut sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi,Vivian Nani Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk


Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Kusmiati, Yuni dkk. (2009). Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta : Fitramaya
Maryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan. Jakarta :
Trans Info Media
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
Pantikawati, Ika dan Saryono. 2010. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan).
Yogyakarta: Nuha Medika.
Pearce, E. 2009. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka.
Tiran, Denise. 2005. Kamus Saku Bidan. Jakarta : EGC

23

Yeyeh, Ai dkk. 2009. Asuhan Kebidanan 1(kehamilan), Jakarta : Trans Info


media