Anda di halaman 1dari 16

METODE

MAGNETOTELLURIC(M
T)

INSTRUMENTASI
GEOFISIKA
KELOMPOK 1

METODE MAGNETOTELLURIC
Metoda magnetotellurik (MT) adalah suatu metoda dari geofisika yang
bersifat pasif yang memanfaatkan medan EM alami sebagai sumber
gelombang atau energi untuk mengetahui struktur tahanan jenis bawah
permukaan.
Medan EM yang digunakan mempunyai rentang frekuensi yang panjang
sehingga mempu menyelidiki kondisi bawah permukaan dari kedalaman
puluhan hingga ribuan meter.
sifat fisik yang relevan adalah konduktivitas atau resistivitas (tahananjenis) batuan.
Sumber alami medan EM berasal dari tiga sumber bergantung frekuensi

PRINSIP KERJA

Prinsip kerja dari metoda ini adalah proses induksi


elektromagnetik yang terjadi pada anomaly bawah
permukaan.medan EM yang menembus bawah
permukaan akan menginduksi anomaly konduktif
bawah permukaan bumi sehingga menghasilkan E
dan magnetic sekunder (arus eddy), yang kemudian
akan direkam oleh alat magnetotellurik.

METODE MAGNETOTELLURIC
metode pasif yang mengukur arus listrik alami dalam bumi, yang
dihasilkan oleh induksi magnetik dari arus listrik di ionosfer.
dapat digunakan untuk menentukan sifat listrik bahan pada
kedalaman yang relatif besar (termasuk mantel) di dalam bumi.
variasi waktu pada potensi listrik diukur pada stasiun pangkalan
dan stasiun survey, Perbedaan pada sinyal tercatat digunakan
untuk memperkirakan distribusi resistivitas listrik bawah
permukaan.
Metode pengukuran MT (magnetotelluric) dan AMT (audio
magnetotelluric) secara umum adalah sama, perbedaanya hanya
pada cakupan frekuensi yang ditangkap, dimana semakin kecil
frekuensi yang dihasilkan maka semakin dalam penyelidikan yang

Metode MT memperoleh data dari frekuensi sekitar 400 Hz sampai


0.0000129 Hz (perioda sekitar 21.5 jam) ,
sedangkan metode AMT memperoleh data dari frekuensi 10 kHz
sampai 0.1 Hz, dimana sumbernya berasal dari alam (arus telurik
yang terjadi di sekitar ionosfer bumi).
Kontras resistivitas yang besar di antara atmosfer bumi dan
permukaan bumi mensyaratkan bahwa gelombang EM merambat
vertical di bawah permukaan.
Berdasarkan pada sifat penjalaran medan EM pada anomaly
konduktif, kedalaman penetrasi bergantung pada frekuensi dan
resistivitas material bawah permukaan.
Material yang resistivitasnya kecil mempunyai daya tembus yang
kecil, sedangkan medan EM yang mempunyai frekuensi yang tinggi
mempunyai daya tembus yang kecil.

PRINSIP DASAR
MAGNETOTELLURIC
Konsep gelombang elektromagnetik yang mendasari metode MT ini
adalah konsep persamaan Maxwell, khususnya dalam persamaan
Hukum Ampere dan persamaan Hukum Faraday.
A).
B).

Persamaan (a) merupakan persamaan hukum Faraday


sedangkan persamaan (b) merupakan persamaan hukum
Ampere.

Hukum Faraday (a) menjelaskan bagaimana induksi arus listrik yang disebabkan oleh medan magnet yang bervariasi
terhadap waktu.
Pada gambar (b) Transmitter Tx dialiri arus sehingga muncul medan magnet di sekitar kawat, kemudian arus tersebut
secara periodik dinyala-matikan sehingga terjadi perubahan fluks magnetic. Akibat perubahan fluks magnetic
tersebut maka muncul arus induksi pada ore body.
Di bumi, variasi medan magnet primer yang terjadi menyebabkan batuan terinduksi sehingga muncul arus eddy atau
disebut juga dengan arus telluric. Arus induksi yang bervariasi akan menghasilkan medan magnet sekunder seperti
yang dijelaskan dalam hukum ampere , dimana kuat medan magnet yang dihasilkan bergantung pada besarnya arus
dan konduktivitas medium yang terinduksi. Perubahan medan magnet sekunder ini akan direkam oleh receiverRx.

Berikut ini adalah asumsi dan pendekatan yang digunakan adalah:


1) Bumi tidak membangkitkan medan EM tetapi hanya menyerap medan EM
2) Sumber medan dibangkitkan oleh sistem arus ionosfer skala besar yang
relative jauh dari permukaan bumi, sehingga dapat dianggap sebagai
gelombang bidang.
3) Tidak ada akumilasi muatan bebas.
4) Perpindahan E adalah kuasi-statik untuk sounding periode MT, sehigga
induksi medan EM adalah proses difusi di dalam bumi.
5) Variasi permitivitas listrik dan permeabilitas megnetik batuan diasumsikan
tidak siginifikan dibandingkan variasi konduktivitas bulk batuan.
6) Di bawah permukaan tanah tidak terdapat sumber muatan.

Jadi,
1) Nilai medan yang terukur di permukaan mengandung informasi mengenai konduktivitas batuan bawah
permukaan.
2) Sehingga dengan mengukur medan listrik dan medan magnet secara bersamaan disuatu lokasi yang sama dan
dengan menggunakan perbandingan dari nilai medan tersebut pada berbagai frekuensi, maka nilai konduktivitas
batuan untuk setiap kedalaman pada daerah tersebut dapat ditentukan.

G = 1 / R ; = 1 /
G = A / l
Ket :
Hantaran atau konduktansi ( G )
resistansi ( R ),
konduktivitasnya ( )
resistivitasnya ( ).

APLIKASI
Berbagai aplikasi dalam metode ini antara lain adalah :

Eksplorasi air tanah dan mineral

Kontaminasi limbah pada air tanah

Intrusi air laut

Pemetaaan geologi

Penentuan lokasi benda benda yang terpendam dalam


tanah seperti tangki, pipa, drum ataupun kabel

Arkeologi

Penentuan lokasi bahan tambang

Penentuan lokasi gua

PERALATAN
MAGNETOTELLURIC DENGAN
MTU-5

Alat pengukur Magnetotelluric MTU-5A Phoenix;


3 koil magnetic (untuk komponen Hx,Hy,Hz)
Elektroda porouspot sebanyak 5 buah;
Kabel penghubung ;
Air garam;
Accu;
Inverter DC- AC;
Komputer;
GPS Navigasi portable
Kompas geologi
Altimeter
Kamera

TAHAPAN PENELITIAN
Penetuan
lintasan yang
akan diukur

Penentuan titik
untuk
memasang
elektroda dan
koil

Proses
pengambilan
data

Analisis

Data MT

PENGAMBILAN DATA
1. Memasang 2 buah coil saling tegak lurus (Hx dan Hy) dan satu
coil tegak lurus permukaan (Hz) untuk mengukur medan magnet
2. Sepasang porouspot untuk mengukur medan listrik (Ex dan Ey).
Ex Berarah utara selatan dan Ey berarah barat - timur

Tahanan jenis semu yx dari Ey dan Hx merupakan transfer magnetic


(TM)
Tahanan jenis xy dari Ex dan Hy merupakan transfer elektrik (TE)

PENGOLAHAN DATA
Data Magnetoteluric berupa deret waktu sehingga didapatkan
tensor impedansi
Tensor impedansi ini berisi informasi mengenai distribusi tahanan
jenis (resistivity) bawah permukaan;
Mengekstrak tensor impedansi Z yang berupa urutan waktu (time
series), medan listrik (E) dan Medan Magnet (H) menjadi deret
frekuensi dgn software SSMT2000;
Hasilnya akan keluar data resistivitas semu dan fasa yang
berbanding dengan frekuensi.