Anda di halaman 1dari 2

Puisi Lingkungan Jeritan Korban Bencana

Tak bisakah kau rasakan perih ini?


Tak cukupkah air mata ini untukmu?
Dengan serakah dan nafsumu kau hancurkan sahabat kami
Kini ia telah marah
Ia telah berontak dan bosan dengan semua ini
Ia tak tahu siapa yang melakukan ini semua
Hanya kamilah yang merasakan pahit ini
Kau hanya memikirkan golonganmu, kaummu, dan keluargamu
Namun kau tak pernah berpikir tentang kami,
Saudara sebangsa dan setanah air
Kulihat banyak orang yang mengumpulkan dana untuk kami,
namun dimana?
Jutaan, milyaran, bahkan trilyunan !
Dimana itu semua?
Mungkinkah pesawat-pesawat yang membawa bantuan buat kami jatuh semua?
Sehingga keadaan kami sangat kekurangan di sini
Atau mungkin uang itu ada di saku mereka, yang tidak bertanggung jawab
Yang tidak pernah iba dengan kepedihan yang kami rasakan
Kami hanya ingin dihargai sebagai manusia
Sebagai saudara sebangsa dan setanah air
Indonesia.

Mentari Selalu di Hatiku


Mentari, engkau bagai dewa pelindung kami
Sinarmu merasuk di hati bagai harmoni
Dirimu bagai cinta yang bersinar abadi
Takkan pernah lelah selimuti jiwa kami
Mentari engkaulah intan di langit biru
Hiasi awan yang kelabu
Engkau ceriakan hariku dipagi yang pilu
Dirimu angatkanku tanpa kenal ragu
Mentari, engkau beri kami impian
Dirimu wujudkan harapan dengan kemuliaan
Engkau bangkitkan diriu dengan sejuta iman
Agar bersiap di masa depan