Anda di halaman 1dari 11

STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO

(PLTMH) DI SUNGAI ATEI DESA TUMBANG ATEI KECAMATAN SANAMANG


MANTIKAI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Yogi Suryo Setyo Putro1, Pitojo Tri Juwono2, Prima Hadi Wicaksono2
1
Mahasiswa Program Sarjana Teknik Jurusan Pengairan Universitas Brawijaya
2
Dosen Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
email: yogisuryosp@gmail.com

ABSTRAK
Indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan dalam jumlah besar, termasuk tenaga air. Krisis
energi yang terjadi di dunia meningkatkan kesadaran untuk mengembangkan pembangkit tambahan berbahan
bakar energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Sungai Atei yang terletak
di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanamang Mantikai Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah
sampai saat ini tidak dimanfaatkan dan memiliki tinggi jatuh yang mampu untuk dibangunnya pembangkit listrik
tenaga mikrohidro. Sungai Atei mengalirkan debit yang dapat diandalkan sepanjang tahunnya, dan memiliki
kontur yang sesuai dengan teknis perencanaan untuk dibangun PLTMH.
Dalam perencanaan PLTMH Tumbang Atei ini meliputi Intake, bak bengendap, saluran pembawa, bak
penenang, pipa pesat, dan saluran pembuang. Aliran Sungai Atei secara teknis dapat digunakan untuk
membangkitkan listrik dengan tinggi jatuh efektif yang terjadi sebesar 7,03 meter dan debit andalan
menggunakan debit andalan Q60 sebesar 1,393 m3/dt. Dengan debit dan tinggi jatuh yang tersedia PLTMH
Tumbang Atei menggunakan turbin Crossflow dengan diameter pipa pesat sebesar 0,9 meter dan ketebalan 4
mm. Potensi daya total PLTMH Tumbang Atei sebesar 73,03 kW, dan energi per tahun yang dihasilkan sebesar
577.054,99 kWh. Secara ekonomi, PLTMH Tumbang Atei layak untuk direncanakan karena dari hasil
perhitungan menunjukkan nilai BCR = 1,15; NPV = Rp 907.851.341; IRR = 9,95% dan modal akan kembali
pada tahun ke-8.

Kata kunci: debit andalan, diameter pipa, tinggi jatuh efektif, kelayakan ekonomi.

ABSTRACT
Indonesia has the potential renewable energy sources in big amount, including hydropower. Energy
crisis that happened in the world raise awareness to develop additional generators-fueled renewable energy,
including Micro Hydro Power Plants (PLTMH). Atei River which is located in the village of Tumbang Atei,
Sanamang Mantikai Sub-district, Katingan Regency, Central of Kalimantan Province is currently not utilized
and has high fall which is capable for micro hydro power plant building. Atei river flow the discharge water that
reliable throughout the year, and have the appropriate contour with technical planning to built a micro hydro
power plants.
In the plan of PLTMH Tumbang Atei includes the Intake, Settling Basin, Headrace, Forebay, Penstock
and Tailrace. The Atei river flow technically can be used for generating electricity with effective high fall
occurring of 7,03 meters and the most potential discharge use main discharge of Q60 for 1,393 m3/sec . With the
discharge and available high fall PLTMH Tumbang Atei using Crossflow turbine with diameter penstock of 0,9
meters and the thickness of 4 mm. Potential total power of PLTMH Tumbang Atei is 73,03 kW and energy
generated per year of 577.054,99 kWh. Economically, PLTMH Tumbang Atei deserves to be planned because of
the calculation result shows the value of BCR = 1,15; NPV = Rp 907.851.341; IRR = 9,95% and the capital will
be back in the 8th year.

Key words: main discharge, pipes diameter, effective high falls, economic feasibility.
1. PENDAHULUAN poros turbin. Putaran inilah yang akan
Sumber daya air adalah sumber memutar dan menggerakkan generator
daya berupa air yang berguna atau untuk menghasilkan listrik.
potensial bagi manusia. Kegunaan air Pemerintah juga telah membuat
meliputi penggunaan di bidang pertanian, peraturan perundangan yang menunjang
industri, rumah tangga, rekreasi, dan investasi dalam bidang PLTM yaitu
aktivitas lingkungan. Kuantitas total dari Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2005
air yang tersedia pada suatu waktu adalah tentang Ketenagalistrikan disebutkan, guna
hal yang penting. Sebagian manusia menjamin ketersediaan energi primer
membutuhkan air pada saat tertentu saja. untuk pembangkit tenaga listrik,
Sedangkan penggunaan air lainnya yang diprioritaskan penggunaan sumber energi
membutuhkan air sepanjang waktu salah setempat dengan kewajiban mengutamakan
satunya adalah pembangkit listrik yang pemanfaatan sumber energi terbarukan.
membutuhkan air untuk pendinginan, atau Dengan demikian sudah
pembangkit listrik tenaga air. sepantasnya pemerintah mulai
Energi listrik juga sangat penting mengembangkan potensi PLTMH lebih
peranannya dalam kehidupan manusia. banyak lagi. Akan tetapi dalam
Namun pada kenyataannya belum semua pembangunan suatu PLTMH harus
penduduk terutama pedesaan atau daerah memperhatikan beberapa aspek
terpencil dapat merasakan energi tersebut. diantaranya adalah aspek teknis, aspek
Hal ini mungkin dikarenakan harga jual lingkungan, dan aspek ketersediaan sumber
energi listrik yang dirasakan cukup tinggi energi.
bagi beberapa kelompok masyarakat, untuk Rencana proyek PLTMH ini berada
itu perlu adanya peranan dari pemerintah di Sungai Atei secara umum dapat
bersama perusahaan listrik dalam direalisasikan pembangunannya baik atas
memenuhi kebutuhan listrik dengan pertimbangan sosial dan perkiraan
menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga kebutuhan pemakaian listrik di daerah
Mikrohidro (PLTMH). tersebut. Sungai Atei mengalirkan debit
PLTMH dipilih sebagai salah satu yang dapat diandalkan sepanjang tahunnya,
energi alternatif dikarenakan memiliki dan memiliki kontur yang sesuai dengan
beberapa keunggulan dibanding dengan teknis perencanaan untuk dibangun
pembangkit listrik lainnya, seperti ramah PLTMH. Dengan kondisi demikian, ada
terhadap lingkungan, lebih awet, biaya kemungkinan air yang belum dimanfaatkan
operasional lebih kecil, mengurangi tersebut digunakan untuk membangkitkan
penggunaan bahan bakar fosil dan sesuai listrik. Listrik yang dihasilkan
untuk daerah terpencil. Selain itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
perawatan mekanik untuk PLTMH lebih energi listrik masyarakat Desa Tumbang
mudah. Atei Kecamatan Samanang Mantikai
Dalam hal ini PLTMH air sungai Kabupaten Katingan. Indikasi listrik yang
diarahkan ke dalam saluran pembawa dihasilkan pada Desa Tumbang Atei ini
kemudian dialirkan melalui pipa pesat termasuk pada skala kecil.
menuju turbin. Selepas dari turbin, air
dikembalikan lagi ke aliran semula, 2. PUSTAKA DAN METODOLOGI
sehingga hal ini tidak banyak A. Debit Andalan
mempengaruhi lingkungan atau Debit andalan didefinisikan sebagai
mengurangi air untuk keperluan pertanian. debit yang tersedia guna keperluan tertentu
Air akan dialirkan ke dalam turbin melalui misalnya untuk keperluan irigasi, PLTA,
sudu-sudu runner yang akan memutarkan air baku dan lain-lain sepanjang tahun,
dengan resiko kegagalan yang telah pengendapan di saluran pembawa dan
diperhitungkan (Soemarto,1987). Setelah dibuat sedekat mungkin dengan pembilas
itu baru ditetapkan frekuensi kejadian yang dan as bendung.
didalamnya terdapat paling sedikit satu b. Pintu Sorong (Sluice Gate)
kegagalan. Dengan data cukup panjang Pintu sorong digunakan untuk
dapat digunakan analisis statistika untuk membuka, mengatur, dan menutup aliran
mengetahui gambaran umum secara air di saluran baik yang terbuka maupun
kuantitatif besaran jumlah air. Beberapa tertutup. Jumlah debit air yang mengalir
debit andalan untuk berbagai tujuan, antara dapat dihitung dengan persamaan:
lain: (Soemarto, 1987). Q=K. .a.B 2
1. Penyediaan air minum 99% c. Bak Pengendap
2. Penyediaan air industri 95%-98% Bak penangkap sedimen
3. Penyediaan Air Irigasi 70%-95% dipergunakan untuk mengendapkan
4. Pusat Listrik Tenaga Air 85%-90% sedimen yang terdapat pada aliran yang
B. Kurva Durasi Aliran (Flow Duration menuju pipa pesat.
Curve) d. Saluran Pembawa (Waterway)
Flow Duration Curve adalah suatu Waterway adalah saluran
grafik yang memperlihatkan debit sungai penghubung antara saluran pengambilan
selama beberapa waktu tertentu dalam satu (intake) menuju bak penenang (forebay).
tahun. Duration curve digambarkan dari Dalam perencanaan waterway biasanya
data-data debit sekurang-kurangnya selama mengikuti suatu kontur dalam
10 tahun agar dapat memberikan informasi perencanaannya.
yang bisa digunakan. e. Bak Penenang (Forebay)
Tabel 1. Hidrologic Condition Classes Bak penenang berfungsi untuk
Flow Duration Hydrologic Condition mengontrol perbedaan debit dalam pipa
Interval Class pesat (penstock) dan saluran pembawa
0 - 10% High flows karena fluktuasi beban, disamping itu juga
10 - 40% Moist Conditions sebagai pemindah sampah terakhir (tanah,
40 - 60% Mid-Range Conditions
pasir, kayu yang mengapung) dalam air
60 - 90% Dry Conditions yang mengalir.
90 - 100% Low Flows
f. Pipa Pesat (Penstock)
Sumber: Anonim, 2007:23 Pipa pesat (penstock) merupakan
C. Perencanaan Bangunan Hantar pipa yang direncanakan untuk dapat
Bangunan hantar adalah sebuah menahan tekanan tinggi yang berfungsi
saluran pembawa yang menghantarkan
untuk mengalirkan air dari kolam
debit kebutuhan yang akan dibangkitkan
penampungan menuju turbin. Untuk
oleh turbin. Dalam perencanaan PLTMH
mendapatkan diameter pipa pesat dapat
Tumbang Atei bangunan hantar dibagi
dihitung menggunakan persamaan sebagai
menjadi:
berikut:
a. Bangunan Pengambilan (Intake) ,
Bangunan pengambilan berfungsi d = 2,69 x
untuk mengalirkan air dalam jumlah dengan:
tertentu ke dalam bak pengendap dan d = diameter pipa pesat (mm)
saluran pembawa serta menjaga saluran n = nilai kekasaran Manning
pembawa bersih dari sedimen dan sampah. Q = debit pembangkit (m3/dt)
Kelebihan air harus dialirkan kembali ke L = panjang pipa pesat (m)
sungai. Lokasi intake sebaiknya di sisi luar H = tinggi jatuh total/kotor (m)
belokan sungai untuk meminimalisasi
Sedangkan untuk menentukan tebal dengan:
pipa pesat digunakan persamaan Cylinder = faktor bentuk profil kisi saringan
formulae (Varshney, 1977:411): = sudut kemiringan dari horizontal
P=xgxh dalam derajat
t = t = tebal jeruji (m)
b = jarak bersih antar jeruji b (b > 50 mm)
dengan: Kehilangan tinggi tekan akibat
t = tebal pipa pesat (m) pemasukan (Dake, 1985:77)
P = gaya (ton/m2)
r = jari-jari pipa pesat (m) hp = K x
q = tegangan material pipa pesat dengan:
yang digunakan (ton/m2) K = koef. kecepatan (0,95-1,00)
= massa jenis air (ton/m3) Kehilangan tinggi tekan akibat
Untuk fenomena vortex dianalisa belokan
berdasarkan perencanaan inlet pipa pesat Kehilangan tinggi tekan akibat
terkait dengan kedalaman minimum belokan terdiri dari 2 macam yaitu belokan
operasi (LWL). Kedalaman tenggelam lengkung dan belokan patah, akan tetapi
harus lebih besar dari nilai s (Ht > s) belokan lengkunglah yang banyak
dimana s dihitung dengan persamaan: digunakan. Untuk belokan lengkung
Ht = LWL elv. dasar pipa diameter dihitung dengan rumus sebagai berikut:
v = (1,5 2,0) v hb = Kb x
Metode Gordon dengan:
Ht c V Kb = koefisien belokan
Metode Knauss Tabel 2. Nilai K Pada Belokan Pipa
o o o o o o o
Ht D 1 + 2,3 10 20 30 40 50 60 70
Metode Rohan K 0,08 0,31 0,49 0,60 0,67 0,72 0,72
Ht 1,474 V0,48 D0,76 Sumber: Triatmojo, 2003:199
dengan: Kehilangan tinggi tekan akibat
C = 0,7245 (inlet asimetris) dan gesekan
0,5434 (inlet simetris) Kehilangan tinggi tekan akibat
V = kec. air dalam bak (m/dt) gesekan meliputi gesekan sepanjang pipa
D = diameter pipa pesat (m) pesat. Perhitungan dilakukan dengan
g. Saluran Pembuang (Tailrace) menggunakan rumus berikut:
Saluran pembuang (tailrace) adalah
hg = f x
sebuah saluran yang dilalui oleh air yang
keluar dari turbin air, kemudian kembali ke ,
f =
sungai. Bangunan pembuang sendiri bisa
direncanakan sesuai dengan kondisi dengan:
lapangan, umunya bangunan pembuang f = koef. pada diameter pipa pesat
direncanakan dengan tipe saluran terbuka. Lp = panjang pipa pesat (m)
h. Kehilangan Tinggi Aliran D. Tinggi Jatuh Efektif
Kehilangan tinggi tekan akibat Tinggi jatuh efektif adalah selisih
saringan (trashrack) (Sosrodarsono, antara elevasi muka air kolam (forebay)
1989:244) dengan tail water level (TWL) dikurangi
dengan total kehilangan tinggi tekan
hs = x sin x x
(Varshney, 1977:562). Persamaan tinggi lebih mudah. Untuk estimasi perhitungan
jatuh efektif adalah: dapat dilakukan dengan menggunakan rumus
Heff = EFB TWL hl berikut:
5
dengan: Ns H 4
Heff = tinggi jatuh efektif (m) N = 1
2
EFB = elevasi muka air forebay (m) P
TWL = tail water level (m) dengan:
hl = total kehilangan tingi tekan N = kecepatan pada turbin (rpm)
E. Pemilihan Turbin Ns = kecepatan spesifik (rpm)
Turbin Air adalah turbin dengan air h = tinggi jatuh efektif (m)
sebagai fluida kerja. Air yang mengalir dari P = daya yang dihasilkan (kW)
tempat yang lebih tinggi menuju tempat yang F. Perhitungan Daya dan Energi
lebih rendah, hal ini air memiliki energi Daya Teoritis = 9,81 x Q x Heff
potensial. Dalam proses aliran didalam pipa, Daya Turbin = 9,81 x t x Q x Heff
energi potensial tersebut berangsur- Daya Generator = 9,81 x g x t x Q x
berangsur berubah menjadi energi mekanis, Heff
dimana air memutar roda turbin. Roda turbin dengan:
dihubungkan dengan generator yang t = efisiensi turbin
mengubah energi mekanis (gerak) menjadi g = efisiensi generator
energi listrik. Q = debit pembangkit (m3/dt)
Heff = tinggi jatuh efektif (m)
Perhitungan banyaknya energi yang
dihasilkan pembangkit dalam satu tahun
menggunakan persamaan berikut:
E = P x 24 x n
dengan:
P = daya (kW)
n = jumlah hari
G. Analisa Kelayakan Ekonomi
Analisa ekonomi dilakukan untuk
mengetahui kelayakan suatu proyek dari
segi ekonomi. Dalam melakukan analisa
ekonomi dibutuhkan dua komponen utama
Gambar 1. Grafik pemilihan turbin. yaitu:
Sumber: Anonim, 2009c:11 Cost (komponen biaya) meliputi biaya
Adapun tipe penggunaan head yang berlaku
langsung (biaya konstruksi) dan biaya tak
pada beberapa macam turbin diantaranya:
langsung (O&P, contingencies dan
Kaplan : 2 < H < 40
engineering) dan benefit (komponen
Francis : 10 < H < 350
Pelton : 50 < H <1300 manfaat). Manfaat didapatkan dari hasil
Crossflow : 6 < H < 100 penjualan listrik berdasarkan harga tarif
Turgo : 50 < H < 250 yang berlaku. Parameter kelayakan
Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki ekonomi meliputi:
kisaran, antara lain sebagai berikut: 1. Benefit Cost Ratio
- Turbin pelton 12 < Ns < 25 PV dari manfaat
BCR
- Turbin francis 60 < Ns < 300 PV dari biaya
- Turbin crossflow 40 < Ns < 200 2. Net Present Value
- Turbin propeller 250 < Ns < 1000
NPV = PV benefit PV cost
Dengan mengetahui Ns turbin maka
perencanaan dan pemilihan jenis turbin akan
3. Internal Rate Of Return
IRR = I + "
(I-I)
4. Payback Periode
I
Payback Pe riode
Ab

3. Hasil dan Pembahasan


Pembangunan PLTMH Tumbang
Atei direncanakan di Desa Tumbang Atei, Gambar 2. Kurva durasi aliran S. Atei.
Kecamatan Sanamang Mantikai, Sumber: Hasil Perhitungan
Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Debit yang digunakan untuk
Tengah dengan memanfaatkan aliran perhitungan desain PLTMH adalah debit
sungai Atei. Desa Tumbang Atei terletak andalan Q60 sebesar 1,393 m3/dt.
pada 113 03 113 04 BT dan 01 12 B. Bangunan Hantar
01 13 LS. Jumlah penduduk sebanyak a. Bangunan Pengambilan (Intake)
964 jiwa dan terbagi dalam 175 KK. Bangunan pengambilan terletak di
A. Debit Andalan sisi kiri sungai Atei, direncanakan dengan
Guna mendapatkan kapasitas konstruksi bangunan dari pasangan batu
PLTMH, tidak terlepas dari perhitungan dilengkapi dengan 1 (satu) buah pintu baja
berapa banyak air yang dapat diandalkan tipe sluice gate, dan saringan atau
untuk membangkitkan PLTMH. Debit trashrack. Berikut adalah data yang
andalan adalah debit yang masih diperlukan untuk perhitungan intake:
dimungkinkan untuk keamanan debit desain (Q60) : 1,393 m3/dt
operasional suatu bangunan air, dalam hal lebar intake : 1,50 m (desain)
ini adalah PLTMH. hasil rekapitulasi tinggi ambang : 0,50 m
disajikan dalam tabel dan grafik berikut: koef. manning (n) : 0,017 (pas.
Tabel 3. Debit Andalan Terurut batu)
No.
Probabilitas Debit Sungai
3
slope (S) : 0,0017 (desain)
(%) (m /dt) sedangkan kapasitas pintu dihitung dengan
1 10,00% 5,381
persamaan:
2 20,00% 4,260
3 26,00% 3,760 Q=K. .a.B 2
4 30,00% 3,426 Nilai K diambil sebesar 0,88 sehingga
5 40,00% 2,415 diperoleh nilai sebesar 0,536.
6 51,00% 1,808
7 60,00% 1,393 Q = K ..a.b 2.g.h1
8 70,00% 1,057 = 0,88.0,536.0,25.1,52.9,81.0,40
9 75,30% 0,818 = 0,495 m3/detik
10 80,00% 0,731
11 90,00% 0,385
12 97,00% 0,211
Sumber: Hasil Perhitungan
Gambar 4. Desain bak pengendap.
Sumber: Hasil Perhitungan
c. Saluran Pembawa (Waterway)
Saluran pembawa berfungsi sebagai
saluran pembawa debit dari bangunan
Gambar 3. Grafik pola operasi pintu. pengambilan menuju ke pipa pesat
Sumber: Hasil Perhitungan (penstock). Saluran ini direncanakan dengan
b. Bak Pengendap membawa debit sebesar 1,393 m3/dt dan
Bak pengendap sedimen dipilih penampang persegi dengan
direncanakan dengan menggunakan analisa
menggunakan pasangan batu. Dimensi
kecepatan kritis jatuh butiran dan panjang
yang direncanakan antara lain:
lintasan pengendapan perhitungannya adalah
sebagai berikut: Lebar = 2,0 m
Q = 1,393 m3/dt Panjang = 280,30 m
h = 1,5 m n = 0,017 (pasangan batu)
t = 20o C slope = 0,0004
d = 0,5 mm Tinggi muka air
= 7 cm/dt (grafik) Q =VxA
Kecepatan kritis:
V =
vc = a d
, .
dengan : = , 0,0004
a = 44 ( untuk 0,1 mm < d < 1 mm)
Dengan cara coba-coba diperoleh
vc = 44 0,5 kedalaman air, h = 0,954 m. Tinggi jagaan
= 31,11 cm/dt direncanakan dengan tinggi 0,30 m. Jadi
= 0,31 m/dt tinggi total saluran pembawa 1,254 m.
Perhitunghan lama waktu turun butiran
h
t = =

= 21,43 detik
Panjang bak pengendap
Gambar 5. Desain saluran pembawa.
L =v.t
Sumber: Hasil Perhitungan
= 30 cm/dt x 21,43 detik
d. Bak Penenang (Forebay)
= 642,86 cm 6,5 m
Forebay merupakan tempat
Lebar bak pengendap
permulaan pipa pesat (penstock) yang
Q =B.h.v
mengendalikan aliran minimum, sebagai
Q antisipasi aliran yang cepat pada turbin,
B =
h.v tanpa menurunkan elevasi yang berlebihan
1,393.10 6 dan menyebabkan arus balik pada saluran.
B =
150 . 30 Bak penenang dilengkapi saringan
= 309,56 cm 3,1 m (trashrack) dan pelimpas (spillway).
Dimensi yang direncanakan adalah:
B = 4,0 m Fenomena vortex dianalisa
bs = 1,5 m berdasarkan perencanaan inlet pipa pesat
L =6m terkait dengan kedalaman tenggelam
V = 10 x Q60 =13,93 m3 minimum operasi (LWL). Kedalaman
Vsc = B . L . dsc tenggelam harus lebih besar dari nilai s
dsc = 0,580 m (Ht > s) dimana nilai s dihitung dengan
Q persamaan:
v = Ht = LWL elv. dasar pipa pesat
B d sc diameter pipa pesat
= 0,60 m/dt = 59,58 57,00 0,9
= 1,68 m
v = (1,5 2,0) v
, ,
= 1,5 x 0,6 ,
= 0,99 m/dt

Gambar 6. Desain bak penenang.


Sumber: Hasil Perhitungan
e. Pipa Pesat (Penstock)
Pipa pesat merupakan pipa yang
direncanakan untuk dapat menahan
tekanan tinggi dan berfungsi untuk
mengalirkan air dari kolam penampungan Gambar 7. Skema inlet pipa pesat.
menuju turbin. Pipa pesat direncanakan Sumber: Hasil Perhitungan
dengan menggunakan pipa Galvanized - Metode Gordon
Iron (GI). s=cV
Diameter pipa Dimana:
0,1875
0,009 2 1,393 2 96 C = 0,7245 (inlet asimetris) dan
d = 2,69
7,63 0,5434 (inlet simetris)

Dengan data teknis yang ada maka
= 0,8371 m s = c V (direncanakan inlet
0,90 m masuk simetris)
Tebal pipa pesat = 0,534 x 0,99 0,9
P =xgxH = 0,51 m
= 1 x 9,81 x 7,63 Maka = Ht > s
= 74,84 ton/m2 = 1,68 > 0,51 (aman)
Pxr - Metode Knauss
t =
q s = D 1 + 2,3
74,84 x 0,45 ,
= = 0,9 1 + 2,3
16000 , ,
= 0,0021 m = 1,59 m
= 2,1050 mm + 1,5 mm Maka = Ht > s
(extra thickness) = 1,68 > 1,59 (aman)
= 3,6050 mm - Metode Rohan
(diambil tebal 4 mm) s = 1,474 V0,48 D0,76
Faktor keamanan terhadap vortex = 1,474 0,990,48 0,90,76
= 1,3 m selama proses pengaliran. Perhitungan
Maka = Ht > s head loss dibutuhkan untuk mengetahui
= 1,68 > 1,3 (aman) tinggi jatuh efektif pada PLTMH.
f. Saluran Pembuang (Tailrace) Kehilangan tinggi tekan akibat saringan
Saluran pembuang akhir (tail race) (trashrack)
berfungsi untuk mengalirkan debit kembali hs = 0,0040 m
ke sungai. Saluran ini direncanakan Kehilangan tinggi tekan akibat
berbentuk segi empat dan menggunakan pemasukan pada pipa
pasangan batu. Pada perencanaan saluran - Vpipa = 2,191 m/detik
pembuang tinggi muka air ketika banjir -K = 0,95 (koefisien
harus dihitung untuk keamanan rumah pemasukan 0,95-1,00)
pembangkit dan turbin. Dari potongan maka:
melintang sungai diperoleh: hp = 0,2324 m
Q100 = 235,187 m3/dt Kehilangan tinggi akibat belokan pada
Elv. dasar sungai = +48,70 m pipa
b = 12,86 m - = 23
H = 1,3 m - Kb = 0,364
Keliling Basah = 13,67 m maka:
Kedalaman air saat banjir Q100 adalah hb = 0,0890 m
1,458 m, sehingga elevasi banjir sebesar Kehilangan tinggi akibat gesekan pada
+50,158 m. pipa
- Tinggi air pada saluran - L = 96 m
Saluran pembuang direncanakan maka:
dengan b = 1 m f = 0,0104 m
, hg = 0,2725 m
hc = , Kehilangan tinggi tekan total
, , hl = hs + hp + hb+ h g
= , = 0,0040 + 0,2324 + 0,0890 +
= 0,601 0,2725
Maka tail water level berada pada elevasi = 0,5979 m
+51,35 + 0,601 = +51,951 C. Tinggi Jatuh Efektif
Karena elevasi TWL = +51,951 > EFB = elv. bak penenang + h1
elevasi banjir Q100 = +50,158 maka saluran = +59,00 + 0,5804
pembuang aman terhadap banjir. = +59,580
TWL = elv. tailrace + tinggi
air di tailrace
= +51,35 + 0,601
= +51,951
Jadi, tinggi jatuh efektif yang tersedia
adalah:
Heff = EFB TWL hl
= 59,580 51,951 0,5979
Gambar 8. Desain saluran pembuang.
= 7,03 m
Sumber: Hasil Perhitungan
g. Kehilangan tinggi tekan aliran
Kehilangan tinggi tekan aliran
adalah menurunnya besaran energi akibat
gesekan maupun kontraksi yang terjadi
D. Pemilihan Turbin

Gambar 10. Kebutuhan energi setiap


tahun Desa Tb. Atei dalam
20 tahun ke depan.
Gambar 9. Penentuan tipe turbin. Sumber: Hasil Perhitungan
Sumber: Hasil Perhitungan F. Analisa Kelayakan Ekonomi
Dari gambar di atas diketahui bahwa Aliran dana (cash flow) disusun
dengan tinggi jatuh efektif pada debit Q60 selama 20 tahun, dengan suku bunga yang
adalah 7,03 meter dan debit desain sebesar berlaku sebesar 7,75% (world bank April
1,393 m3/dt, maka dipilih Turbin 2015) dan harga jual listrik untuk
Banki/Crossflow. Kalimantan sebesar Rp 1.164. Kemudian
E. Perhitungan Daya dan Energi akan dianalisa kelayakan ekonominya
P = 9,81 g t Q Heff dalam bentuk benefit cost ratio (BCR), net
= 9,810,950,801,3937,03 present value (NPV), internal rate of
= 73,03 kW return (IRR) dan payback period.
E =Pxtxn Total biaya = Rp 5.052.095.287
= 73,03 24 31 Biaya O&P = Rp 41.752.854
= 54.331,68 kWH Benefit = Rp 671.692.010
Perhitungan energi total disajikan PV manfaat = Rp 6.769.513.583
pada tabel berikut: PV biaya = Rp 5.443.632.672
Tabel 4. Daya dan Energi PLTMH PV O&P = Rp 418.029.570
Tumbang Atei Maka diperoleh nilai kelayakan ekonomi:
Waktu
Kapasitas Terpasang - BCR = 1,15
Bulan Jumlah Hari Operasi
(jam) Daya (kW) Energi (kWH) - NPV = Rp 907.851.341
Januari 31 24 73,03 54.331,68
Februari 28 24 73,03 49.073,77
- IRR = 9,55%
Maret 31 24 73,03 54.331,68 - Payback Periode = 7,58 tahun
April 30 19 73,03 41.625,08
Mei 31 24 73,03 54.331,68
Juni 30 19 73,03 41.625,08
4. KESIMPULAN
Juli 31 24 73,03 54.331,68 Berdasarkan hasil analisa dan
Agustus 31 15 73,03 33.957,30
September 30 24 73,03 52.579,04
perhitungan yang telah dilakukan dengan
Oktober 31 15 73,03 33.957,30 memperhatikan rumusan masalah, maka
Nopember 30 24 73,03 52.579,04
Desember 31 24 73,03 54.331,68
dapat disimpulkan sebagai berikut:
JUMLAH 577.054,99 1. Dalam perhitungan debit andalan,
Sumber: Hasil Perhitungan perencanaan PLTMH Tumbang Atei
menggunakan debit andalan Q60
sebesar 1,393 m3/detik.
2. Pipa pesat (penstock) mengalirkan
debit sebesar 1,393 m3/dt dengan
diameter sebesar 0,9 meter, tebal pipa 4 3. Anonim. 2007. An Approach for Using
mm dan panjang pipa 96 meter. Duration Curves in the Development
3. Tinggi jatuh efektif yang digunakan of TMDLs. Washington DC: U.S.
untuk membangkitkan daya PLTMH Environmental Protection Agency.
Tumbang Atei sebesar 7,03 meter. 4. Anonim. 2009c. Buku 2C Pedoman
4. Klafisikasi turbin berdasarkan tinggi Studi Kelayakan Elektrikal Mekanikal.
jatuh disajikan pada Gambar 4.10 Jakarta: Direktorat Jenderal Listrik
diketahui bahwa dengan tinggi jatuh dan Pemanfaatan Energi, Departemen
efektif sebesar 7,03 meter dan debit Energi dan Sumber Daya Mineral.
sebesar 1,393 m3/dt, maka PLTMH 5. Anonim. 2009d. Manual and
Tumbang Atei menggunakan turbin Guidelines for Mycrohydro Power
Crossflow. Development in Rural Electrofication
5. Besarnya daya listrik yang dihasilkan Volume I, Japan: Departement of
PLMTH Tumbang Atei adalah sebesar Energy.
73,03 kW dengan energi pertahun 6. Anonim, 2014. Peraturan Menteri
sebesar 577.054,99 kWH. Besarnya Energi dan Sumber Daya Mineral No.
kebutuhan listrik yang akan 12 Tahun 2014.
digunakan masyarakat Desa Tumbang 7. Dake, J.M. 1985. Hidrolika Teknik.
Atei adalah daya sebesar 64,74 kW dan Jakarta: Erlangga.
besarnya energi 567.131,75 kWH maka 8. European Small Hydropower
PLTMH Tumbang Atei mampu Association (ESHA). 2004. Guide on
memenuhi kebutuhan penduduk selama How to Develop a Small Hydropower
20 tahun ke depan. Daya per unit tiap Plant.
rumah sebesar 340 Watt. 9. Patty, O.F. 1995. Tenaga Air. Jakarta:
6. Parameter yang digunakan dalam Erlangga.
perhitungan analisa kelayakan ekonomi 10. Penche, Celso. 2004. Guide on How to
pada studi ini adalah BCR, NPV, IRR, Develop a Small Hydro Site. Belgia:
dan Payback Periode. Besarnya ESHA (European Small Hydropower
parameter tersebut adalah sebagai Association).
berikut: 11. Ramos, Helena. 2000. Guidelines for
Harga jual listrik = Rp 1.164,00; BCR Design of Small Microhydro Plants.
= 1,15; NPV = Rp 907.851.341; IRR = Ireland: CEHIDRO.
9,55%; Payback Periode = 7,58 tahun. 12. Soemarto, C.D. 1987. Hidrologi
Berdasarkan keterangan di atas Teknik. Surabaya: Usaha Nasional.
dapat disimpulkan bahwa secara 13. Sosrodarsono, Suyono. 1993.
ekonomi pembangkit listrik tenaga Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta:
mikrohidro layak dibangun di daerah PT. Pradnya Paramita.
studi (Sungai Atei). 14. Triatmojo, Bambang. 2003. Hidrolika
II. Yogyakarta: Beta Offset.
DAFTAR PUSTAKA 15. Varshney. 1977. Hydro Power
1. Anonim. 1986. Standar Perencanaan Structures. India: Roorkee Press.
Irigasi Bagian Bangunan Utama (KP-
02). Jakarta: Direktorat Jenderal
Pengairan Departemen Pekerjaan
Umum.
2. Anonim. 2005. RETScreen
Engineering & Cases Textbook.
Kanada: RETScreen International.