Anda di halaman 1dari 240

KATALOG

ALAT BERAT KONSTRUKSI 2013

CONSTRUCTION HEAVY EQUIPMENT CATALOG 2013

Kata Sambutan

Kata Sambutan
Sebagai negara kepulauan, Indonesia
membutuhkan beragam sumber daya,
baik fisik maupun non-fisik. Sumber daya
tersebut menjadi modal utama bagi
pertumbuhan dan keberlangsungan
pembangunan di berbagai sektor seperti
sektor ekonomi, energi, industri, konstruksi,
dan lain sebagainya. Dengan demikian,
pengelolaan dan pengendalian sumber
daya tersebut menjadi hal yang sangat
penting dan strategis dalam rangka
mendorong pembangunan bangsa yang
maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan.
Saat ini, Indonesia termasuk dalam
deretan negara-negara yang paling
progresif
dalam
penyelenggaraan
konstruksi, sehingga menjadi pasar
konstruksi yang besar dan diperhitungkan
di dunia. Hal ini terjadi karena Indonesia
merupakan negara yang memiliki wilayah
sangat luas, kondisi geografis dan bentang
alam yang bervariasi, jumlah penduduknya
termasuk kelompok negara berpenduduk
tertinggi di dunia, tingkat pertumbuhan
ekonomi yang tinggi, serta tingkat
pertumbuhan wilayah perkotaan yang
tinggi pula. Dengan kondisi tersebut,
produk konstruksi di Indonesia sangat
bervariasi dari tingkat yang hanya
memerlukan teknologi sederhana hingga
teknologi ultra tinggi.
Meningkatnya investasi infrastruktur
berdampak pada kebutuhan dukungan
kesiapan sumber daya konstruksi yang
andal. Salah satu sumber daya konstruksi
yang sangat penting dalam mendukung
terlaksananya penyelanggaraan konstruksi
adalah alat berat. Penggunaan alat berat
dimaksudkan
untuk
memudahkan
manusia dalam mengerjakan dan

menyelesaikan pekerjaan mengingat


keterbatasan
kemampuan
tenaga
manusia dalam melakukan pekerjaanpekerjaan berat/sulit di lapangan.
Selain itu, penggunaan alat berat
dimaksudkan pula untuk meningkatkan
efisiensi, efektifitas, produktifitas dan
percepatan waktu pelaksanaan konstruksi.
Dewasa ini, fora bisnis terkait alat berat
konstruksi di Indonesia semakin pesat
dan ramai. Berbagai pameran alat berat
baik di dalam dan luar negeri telah banyak
diselenggarakan. Peluang bisnis alat berat
nampaknya sudah menjadi target
negara-negara asal produsen alat berat
untuk memperluas market-share hingga
menanamkan investasinya. Hal ini tentu
berdasarkan pada meningkatnya kondisi
ekonomi makro dan pesatnya pertumbuhan
pembangunan di Indonesia. Dengan
demikian, Indonesia ke depan tentu saja
membutuhkan lebih banyak lagi alat-alat
berat dan sarana pengangkut lainnya
untuk keperluan mobilisasi barang
dan jasa baik di sektor pertambangan,
perkebunan, kehutanan, dan konstruksi.
Mengingat pentingnya peran alat berat
dalam pelaksanaan konstruksi pada satu
sisi, dan beragamnya alat berat yang
ditawarkan oleh berbagai produsen dan
distributor alat berat pada sisi yang lain,
maka para penyelenggara konstruksi
diharapkan dapat memahami jenis
dan fungsi alat berat secara lebih luas
dan komprehensif. Kekurang pahaman
penyelenggara konstruksi tentang alat
berat akan menyebabkan ketidaktepatan
dalam pemilihan alat berat, meningkatnya
perkiraan biaya, mundurnya waktu
KATALOG ALAT BERAT

i KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Kata Sambutan

Kata Sambutan
pelaksanaan, tidak tercapainya kualitas
hasil pekerjaan, dan lain sebagainya
sehingga hasil pekerjaan tidak sesuai
dengan yang diharapkan.
Sehubungan dengan maksud diatas,
Kementerian Pekerjaan Umum menerbitkan
Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 yang
merupakan pemutakhiran dari katalog
peralatan yang pernah diterbitkan
sebelumnya pada tahun 1991.
Dalam Katalog tersebut, alat berat
konstruksi dikelompokkan berdasarkan
sifat pekerjaan. Disamping itu, spesifikasi
masing-masing merek alat berat telah
ditabulasikan berdasarkan kelasifikasi
pengoperasiannya agar memudahkan
pengguna dalam memilih alat berat
konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Katalog tersebut juga dilengkapi dengan
analisis harga satuan alat berat serta
estimasi biaya operasi dan biaya
kepemilikan alat berat (operating and
owning cost).

dengan alamat
www.pusbinsdi.net.
Semoga penerbitan Katalog Alat Berat
Konstruksi 2013 ini dapat menjadi bagian
yang penting dalam upaya mewujudkan
kemandirian dan keunggulan konstruksi
Indonesia demi kesejahteraan dan
kemajuan bangsa Indonesia.
Jakarta, Februari 2014
Menteri Pekerjaan Umum

Djoko Kirmanto

Sebagaimana dimaklumi, perkembangan


tekhnologi alat berat dewasa ini sangat
pesat. Oleh karena itu, Katalog Alat Berat
Konstruksi bersifat dinamis, sehingga
perlu dimutakhirkan secara berkala.
Untuk
memudahkan
pemutakhiran
tersebut, maka Katalog Alat Berat
Konstruksi juga dimuat dalam bentuk file
digital (soft file) yang dapat diakses melalui
website Pusat Pembinaan Sumber Daya
Investasi, Badan Pembinaan Konstruksi,
Kementerian Pekerjaan Umum.

KATALOG ALAT BERAT

ii KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Kata Pengantar

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas
perkenan-Nya lah Katalog Alat Berat
Konstruksi 2013 dapat diterbitkan dalam
rangka membantu para penyelenggara
konstruksi untuk memilih alat berat sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Katalog ini disusun bersama-sama dengan
melibatkan para pengguna, asosiasi
perusahaan, produsen, dan distributor
alat berat.
Penyajian Katalog Alat Berat Konstruksi
2013 sengaja dibuat dalam beberapa
bagian untuk memudahkan semua pihak
yang berkepentingan dalam penggunaan
katalog. Data dan informasi yang
disampaikan dalam katalog telah
disesuaikan dengan kebutuhan sektor konstruksi. Sistematika penyusunan
katalog ini meliputi kelasifikasi alat berat konstruksi berdasarkan sifat dan jenis
pekerjaan konstruksi, deskripsi masingmasing alat berat, tabulasi spesifikasi alat
berat dari berbagai pabrikan, dan metode
kerja, serta dilengkapi dengan analisis
harga satuan.

Asosiasi Industri Alat Besar Seluruh


Indonesia (HINABI), Perhimpunan Agen
Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI),
dan kepada seluruh Distributor Tunggal
(sole agent) Alat Berat yang terlibat, atas
perhatian dan kontribusinya dalam
mendukung penyusunan Katalog Alat
Berat Konstruksi 2013. Semoga katalog
ini dapat menjadi sumber pengetahuan
bagi seluruh pemangku kepentingan
penyelenggaraan infrastruktur dan sektor
konstruksi nasional.

Tim Penyusun Katalog Alat Berat


Konstruksi 2013

Katalog Alat Berat Konstruksi yang


diterbitkan ini adalah sebagai wujud
rasa kepedulian dan tanggungjawab
Kementerian Pekerjaan Umum dalam
upaya memberikan dukungan terhadap
perkembangan dan kemajuan sektor
konstruksi di Indonesia.
Pada kesempatan ini kami ingin
menyampaikan
terimakasih
dan
penghargaan setinggi-tingginya kepada
semua pihak khususnya Asosiasi terkait
alat berat: Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Konstruksi Indonesia (APPAKSI),
KATALOG ALAT BERAT

iii KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

Daftar Isi

DAFTAR
ISI

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

iv

i
iii
iv
01
07
13

Sambutan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
BAB II Pemilihan Alat
BAB III Kategorisasi Alat Berat Konstruksi

17
22
26
29
32
35
38
40
43
46
49
51
53
55

1. EARTH WORKS
Excavator
Bulldozer
Motor Grader
Track Loader
Padfoot Rollers
Soil Stabilizer
Wheel Dozer
Wheel Loader
Backhoe Loader
Wheel Excavator
Skid Steer Loader
Tractor
Surface Drill
Landfill Compactor

59
62
67
72
74

2. MATERIAL PRODUCTION
Crushing and Screening Plants (portable)
Crushing and Screening Plants (stationary)
Asphalt Mixing Plants
Concrete mixer
Batching and Mixing Plants Concrete

Daftar Isi

79
81
83
85
87
89

3. LIFTING EQUIPMENT
Truck Crane
Truck Mounted Crane
Tower Crane
Telescopic Handler
All-Terrain Crane
Lattice Boom Crawler Crane

95
98
101
103
105
108
110
112

4. PAVING EQUIPMENT
Asphalt Finisher (tracked)
Asphalt Finisher (wheeled)
Concrete Paver
Bridge Finisher
Compactors
Pneumatic Tire Roller
Double Drum Compactor
Road Milling Machine

117
120
123
127

5. FOUNDATION EQUIPMENT
Rig Bore Pile
Diesel Hammer
Vibro Hammer
Grout Pump

131

6. ERECTION EQUIPMENT
Launcher beam

135
138
141

7. CONCRETE ACTIVITY
Concrete Pump
Concrete Vibrator
Power Trowel

145

8. PRE-STRESS CONCRETE
EQUIPMENT
Pre-stress Tools

149

9. SPECIAL EQUIPMENT
Jumbo Drill

153
156
158

10. LIGHT EQUIPMENT


Light Tower
Generator Set
Portable Air Compressor

163
165

11. TRANSPORTATION
Dump Truck
Truck Mixer

171

12. SURVEYING AND TESTING


Auto Levels

175
187
192
211

BAB IV Analisa Harga Satuan


Analisa Pemilihan Alat
Perhitungan Biaya
Perhitungan Tarif Alat
Perhitungan Produksi

215
216
217
218

BAB V. Tabel
Konversi
Ground Pressure
Grade
Fuel Consumption

221
229

LAMPIRAN
Daftar Distributor Alat Berat
Daftar Pustaka

KATALOG ALAT BERAT

v KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Pendahuluan

BAB. I Pendahuluan
A. PANDANGAN UMUM
Penyelenggaraan infrastruktur memegang
peran penting dalam pembangunan
ekonomi. Menyadari hal tersebut,
Pemerintah Indonesia telah menetapkan,
bahwa
pembangunan
infrastruktur
menjadi salah satu prioritas utama
dalam program pembangunan nasional.
Komitmen Pemerintah dalam rangka
meratakan
pembangunan
nasional
semakin kuat. Hal ini terwujud dengan
diterbitkannya Perpres No.32 tahun 2011
tentang Masterplan Percepatan dan
Perluasan
Pembangunan
Ekonomi
Indonesia (MP3EI) dan Perpres No.26 tahun
2012 tentang Sistem Logistik Nasional
(SISLOGNAS). Dalam hal ini MP3EI pada
intinya mengidentifikasi potensi kekuatan
ekonomi dan komoditi andalan nasional,
sedangkan
SISLOGNAS
sangat
berkepentingan
dalam
menjamin
pergerakan komoditas tersebut dapat
berjalan dengan lancar dan efisien.
Dengan demikian MP3EI dan SISLOGNAS
diharapkan dapat saling memberikan
sinergi
positif
sehingga
mampu
berkontribusi bagi pembangunan nasional
melalui pendekatan koridor ekonomi
dan daya saing bangsa, serta mampu
menyelesaikan
permasalahan
dan
menghadapi tantangan nasional dan
global pada saat ini dan masa mendatang
dalam era kompetisi berbasis Supply Chain
Management (SCM).
Selaras dengan hal tersebut, aktivitas
penyelenggaraan konstruksi saat ini
mengalami peningkatan yang cukup besar
di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Perkembangan penyelenggaraan konstruksi
nasional yang demikian pesat, menuntut
para penyelenggara konstruksi
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

01

untuk lebih memperhatikan sumber daya


konstruksi. Tentu saja, dalam pelaksanaan
proyek-proyek konstruksi yang sedemikian
besar dan masif perlu didukung oleh
sumber daya konstruksi yang andal. Salah
satu sumber daya konstruksi yang sangat
penting dalam penyelenggaraan konstruksi
selain biaya, sdm, dan waktu adalah
material dan peralatan. Banyak proyek
konstruksi yang terhambat atau tertunda
pelaksanaannya oleh karena tidak
tersedianya material dan peralatan
di lokasi proyek. Hal ini disebabkan
penyelenggaraan proyek konstruksi yang
hampir merata dan bersamaan dalam
satu waktu, sehingga membuat suatu jalur
kritis (critical path) proyek tidak lagi pada
aspek biaya melainkan pada ketersediaan
material dan peralatan konstruksi (MPK) di
lapangan.
Secara empirik, investasi pada sektor
infrastruktur dapat memberikan dampak
postif bagi peningkatan sektor industri
lainnya, baik daya penyebaran ke belakang
(backward linkage) maupun derajat
kepekaan (forward linkage). Artinya,
peningkatan investasi pada sektor
infrastruktur
akan
meningkatkan
produktifitas
sektor
lainnya
yang
menggunakan produk sektor infrastruktur
dan pada gilirannya akan meningkatkan
produktifitas sektor-sektor ekonomi secara
keseluruhan. Pada satu sisi, investasi
infrastruktur semakin meningkat setiap
tahunnya, yaitu untuk memenuhi
kebutuhan infrastruktur dalam rangka
mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pada sisi yang lain, ketersediaan sumber
daya konstruksi jumlahnya terbatas. Hal
yang perlu mendapat perhatian bersama
selanjutnya adalah kenaikan nilai investasi

Pendahuluan

infrastruktur juga berdampak pada naiknya


kebutuhan pasokan sumber daya yang
lainnya antara lain: energi, sumber daya
alam mineral dan non mineral, transportasi, dll. Pertanyaan besar berikutnya adalah apakah ketersediaan sumber daya
yang ada cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan pembangunan tersebut
secara efektif dan efisien, serta memenuhi
kepentingan nasional dalam menciptakan
kemandirian industri konstruksi nasional.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
tersebut, kita harus segera dapat menguasai
sistem rantai pasok material dan peralatan
konstruksi secara komprehensif. Oleh
karena itu, sumber daya konstruksi
perlu dikelola dengan baik agar terjadi
keseimbangan antara pasokan (supply)
dan kebutuhan (demand).
Informasi yang komprehensif, dapat
dipercaya dan real-time, diantaranya
tentang material, sumber daya manusia,
teknologi, peralatan, dana, dan badan usaha
penyedia jasa konstruksi nasional sangat
diperlukan. Ketersediaan informasi tersebut
sangat bermanfaat bagi penyedia material,
peralatan dan jasa konstruksi dalam
mempersiapkan penyusunan dan rencana
pengembangan usaha mereka guna
merespon peningkatan kebutuhan (demand).
Dengan demikian ketersediaan informasi
yang kredibel dan dapat dipercaya yang
akan mampu meningkatkan efektifitas
dan efisiensi penyelenggaraan pekerjaan
konstruksi secara keseluruhan. Dalam
hal ini, pemerintah diharapkan dapat
dengan segera mengidentifikasi hal-hal
yang terkait dengan rantai pasok material
dan peralatan dan seluruh sumber daya
pendukungnya agar dapat memfasilitasi
melalui regulasi untuk jangka menengah

dan panjang sesuai dengan rencana


investasi
dalam
penyelenggaraan
infrastruktur. Pemasok, baik produsen
maupun distributornya, dan para penyedia
jasa dapat memberikan informasi terkait
dengan kesiapan, potensi, ketersediaan,
jumlah penjualan dan lain-lain terkait
sumber daya khususnya MPK yang
bersifat operasional. Pada akhirnya
penerapan sistem rantai pasok konstruksi
yang baik, menuntut para penanggung
jawab kegiatan konstruksi agar dapat
memberikan informasi terkait dengan
kebutuhan sumber daya konstruksi yang
diperlukan dalam mendukung rencana
investasinya. Selanjutnya, informasi yang
akurat dan berkelanjutan sangat dibutuhkan
oleh para pemasok konstruksi yang tentu
saja membutuhkan cukup waktu untuk
mengembangkan kapasitas produksinya
sehingga keseimbangan sistem rantai
pasok konstruksi dapat terwujud.
B. ALAT BERAT KONSTRUKSI
Sebuah aktivitas bisnis apapun itu jenisnya,
sudah pasti didalamnya akan terdapat satu
kaitan antara pelaku yang mengerjakan
aktivitas tersebut dengan alat yang
menjadi pendukungnya. Tanpa adanya
dukungan peralatan yang memadai dan
sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan
dalam aktivitas tersebut, maka hasil
akhirnya akan jauh dari yang diharapkan.
Begitu pula dalam sektor konstruksi
dimana secara nyata banyak membutuhkan
alat utama dan alat pendukung guna
melancarkan jalannya aktivitas konstruksi
ini secara penuh. Itulah kenapa, kebutuhan
akan ketersediaan peralatan dalam aktivitas
sektor konstruksi/ infrastruktur pada
akhirnya menjadi suatu keniscayaan.

KATALOG ALAT BERAT

02 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Pendahuluan

Alat berat merupakan faktor penting di


dalam setiap proyek konstruksi, terutama
proyek-proyek konstruksi dengan skala
yang besar. Tujuan penggunaan alatalat berat tersebut tentu saja untuk
memudahkan manusia dalam mengerjakan
pekerjaannya sehingga hasil yang
diharapkan dapat tercapai dengan lebih
mudah dan sesuai dengan kualitas yang
diharapkan, serta dengan waktu yang
relatif lebih singkat. Penyelenggaraan
proyek konstruksi yang efektif, efisien,
berkualitas dan andal perlu didukung oleh
jaminan kualitas sumber daya konstruksi.
Dalam hal jaminan kualitas, spesifikasi
menjadi suatu alat (tools) yang dapat
dijadikan acuan untuk menilai baik atau
tidaknya suatu kualitas. Semakin baik
spesifikasi yang dipersyaratkan dari suatu
produk input, maka akan semakin baik
pula produk outputnya. Dalam hal alat
berat, spesifikasi alat berat menjadi suatu
hal yang sangat perlu diperhatikan
mulai dari tahap awal perencanaan proyek
hingga proses pengadaan. Jenis, volume,
dan tingkat kesulitan pekerjaan proyek
akan sangat menentukan spesifikasi alat
berat yang akan dipilih. Hal ini dalam
rangka mempercepat waktu pelaksanaan
pekerjaan, menekan biaya proyek, dan
memenuhi tuntutan jaminan kualitas/
mutu pekerjaan yang disebabkan
keterbatasan
kemampuan
tenaga
manusia dalam melakukan pekerjaanpekerjaan berat/ sulit di lapangan. Dengan
demikian, para penyelenggara konstruksi
diharapkan dapat memahami tentang
alat berat konstruksi secara lebih luas dan
komprehensif. Kekurang pahaman tentang
alat berat konstruksi akan berdampak
cukup berarti bagi tujuan proyek itu sendiri
antara lain dapat menyebabkan melesatnya
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

03

perkiraan biaya, mundurnya waktu


pelaksanaan, tidak tercapainya kualitas
hasil pekerjaan, dll. Dalam hal ini,
penanggung
jawab/
penyelenggara
konstruksi diharapkan dapat memberikan
informasi yang jelas terkait persyaratan
teknis dan spesifikasi peralatan/ alat berat
konstruksi sesuai dengan jenis, volume,
dan tingkat kesulitan pekerjaan proyek
sehingga rencana mutu proyek dapat
tercapai. Pemasok, baik penyedia jasa
maupun pemilik alat berat, dapat
memberikan informasi terkait dengan
kondisi dan kinerja peralatan/ alat berat,
jumlah ketersediaan dan lain sebagainya
yang bersifat operasional. Dewasa ini,
berbagai macam jenis dan merek alat
berat bermunculan dengan menawarkan
berbagai ke unggulannya masing-masing.
Salah satu penawaran yang menjadi daya
tarik bagi konsumen untuk memilih adalah
dengan penawaran harga-harga yang
relatif bersaing/ lebih murah dibandingkan
produk sekelasnya. Namun demikian,
sangat disayangkan banyak produk alat
berat dengan harga relatif murah tersebut
tidak diimbangi dengan jaminan kualitas
yang baik. Kondisi ini tentunya dapat
menjadi bumerang bagi pelaku jasa
konstruksi di Indonesia karena alat berat
yang digunakan mempunyai kualitas yang
dibawah standar.
Akibatnya kualitas serta mutu produk
konstruksi menjadi korban dari pemilihan alat berat konstruksi yang tidak
sesuai. Untuk mengantisipasi hal ini,
Pemerintah perlu bekerjasama dengan
produsen serta asosiasi terkait alat
berat dalam memberikan informasi terkait
alat berat konstruksi. Informasi yang jelas
dengan memperhatikan hal-hal penting
dalam mengoptimalkan penggunaan alat

Pendahuluan

berat konstruksi yang baik dan tepat


guna, sehinga dapat dicapai hasil produk
konstruksi yang berkualitas dalam rangka
mewujudkan industri konstruksi yang
kokoh, andal dan berdaya saing tinggi.
C. RANTAI PASOK ALAT BERAT
Rantai pasok alat berat merupakan suatu
rangkaian proses atau alur alat berat dari
produsen sampai kepada konsumen.
Dalam rantai pasok alat berat terdapat
para pelaku, baik itu pelaku di hulu, pelaku
di hilir maupun pendukung. Pengetahuan
akan Rantai Pasok Alat Berat berfungsi
untuk mengetahui sistem rantai pasok alat

berat secara keseluruhan sehingga dapat


dikelola dengan baik agar setiap aktivitas
pihak-pihak yang terlibat dalam suatu
rantai pasok dapat berjalan dengan
efektif, efisien, berkualitas, dan mampu
memberikan keuntungan yang berkelanjutan.
Kondisi keseimbangan rantai pasok
alat berat ini perlu didukung oleh
semua pemangku kepentingan dari hulu
ke hilir. Pemerintah sebagai regulator
juga perlu merespon dan memberikan
iklim positif bagi berkembangnya industri
alat berat nasional juga dukungan
berbagai regulasi terkait dengan rantai
pasok dan tata niaga alat berat nasional.

Rantai Pasok Alat Berat

Ada beberapa tujuan rantai pasok alat


berat konstruksi, sebagai berikut :
1. Pencapaian kondisi jaminan/terpenuhi
nya alat berat bagi penyelenggaraan
konstruksi yang tercermin dari tersedianya alat yang cukup dan baik mutunya
secara efektif dan efisien;
2. Pencapaian kondisi meningkatnya
efisiensi dan efektifitas pelaksanaan
pembangunan nasional yang berkelanjutan; dan

3. Pencapaian kondisi terwujudnya pertumbuhan dan kemandirian industri


alat berat dalam negeri untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan
nasional.
Di Indonesia, sektor-sektor yang dominan
menggunakan alat berat terutama adalah
sektor pertambangan, sektor konstruksi,
sektor kehutanan, sektor pertanian dan
perkebunan serta sektor industri.
KATALOG ALAT BERAT

04 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Pendahuluan

Dalam hal ini ada beberapa skema rantai pasok alat berat. Untuk alat berat yang baru,
walaupun saat perusahaan asing sudah bisa memasarkan sendiri barang produksi mereka,
namun dalam kenyataannya para produsen alat berat tetap mempertahankan sistim
distribusi dengan menjual produk melalui agen tunggal maupun distributor lokal. Sedangkan
untuk alat berat rekondisi ada dua macam kemungkinan sumbernya yang pertama di impor
bekas dari luar negeri, kemungkinan yang kedua adalah dari pengguna atau pemilik dalam
negeri yang dijual kepada perusahaan rekondisi.

Kegiatan Masing-masing Pelaku Rantai Pasok Alat Berat

Kondisi rantai pasak alat berat ditinjau dari jenis komoditas, ketersediaan, pelaku,
dominasi, dan tata niaga dapat digambarkan pada tabel dibawah ini.
Karakteristik Rantai Pasok Alat Berat
Karakteristik
Jenis Komoditas
Ketersediaan Alat Berat
Pelaku Rantai Pasok
Dominasi Rantai Pasok
Tata Niaga

Kondisi Saat Ini


Barang Modal
Jumlah pasokan kurang dari kebutuhan
Pengguna, Pemilik, Jasa, Distributor,
Agen atau Distributor
- Harga dan penjualan mengikuti dinamika pasar;
- Diatur perijinan, produsen, pemasok, agen, rekondisi,
pembiayaan, jasa, importer;
- Tidak diatur : lelang, jual-beli, registrasi;
- Keberpihakan pada alat untuk konstruksi tidak ada.

Oleh karena itu, penerbitan Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 ini diharapkan dapat
mendorong peningkatan kapasitas rantai pasok alat berat di Indonesia.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

05

Penjelasan

Penjelasan Struktur
Buku katalog alat berat konstruksi ini berisi daftar peralatan berat yang disusun berdasarkan
sifat pekerjaan. Aktifitas pekerjaan yang disajikan merangkum kebutuhan dasar dan tambahan
penting untuk konstruksi sehingga diharapkan data yang terdapat di dalam katalog ini dapat
membantu mulai dari tahap perencanaanpemilihan alat berat.
Adapun kategorisasi alat berat konstruksi berdasarkan sifat pekerjaannya didalam
katalog ini terbagi menjadi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Earth Works;
Materials Production;
Paving Equipment;
Lifting Equipment;
Concrete Work;
Light Equipment;

7. Transportation;
8. Special Equipment;
9. Erection Equipment;
10. Foundation Equipment;
11. Pre-Stress Concrete Equipment;
12. Surveying dan Testing Equipment.

Penjelasan Kodefikasi
Untuk mempermudah penggunaan katalog dan diversifikasi alat di dalam katalog ini, maka
digunakanlah sistem kodefikasi warna dengan penjelasan sebagai berikut :
Kodefikasi warna peralatan konstruksi dasar berdasarkan sifat pekerjaan sebagai
berikut :
Earth Works
Paving Equipment
Light Equipment
Foundation Equipment
Kodefikasi sifat pekerjaan lainnya adalah :
Materials Production
Lifting Equipment
Erection Equipment
Concrete Activity
Pre-stress Concrete Equipment
Special Equipment
Transportation
Surveying and Testing Equipment

KATALOG ALAT BERAT

06 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Pemilihan Alat

Pemilihan Alat

BAB.II IIKonsep
Konsep
Pemilihan
Alat
BAB.
Pemilihan
Alat Berat
A.

faktor Pertimbangan
Pemilihan
Alat Alat
Konstruksi.
Faktor
Pertimbangan
Pemilihan
Berat Konstruksi.

Safety 9

Target Proyek
1

2 Kondisi Medan

Ramah Lingkungan 8

Faktor Pertimbangan
Pemilihan Alat Konstruksi

Biaya Alat O&O cost 7

3 Metode Kerja

4 Spek Tehnis Alat

Jumlah Alat 6
5
Produktivitas
Faktor - Faktor dalam Pemilihan Alat Berat Konstruksi.

Faktor pemilihan alat menjadi salah satu


hal penting oleh karena Pemilihan adalah
Faktor
salah satu
suatu pemilihan
rangkaian alat
awalmenjadi
dari Manajemen
hal
penting yang
oleh karena
Pemilihan
adalah
Peralatan,
esensinya
antara
lain
suatu
rangkaian
awal
dari
Manajemen
Memilih,Mengoperasikan,Memelihara,
Peralatan,
yang esensinya
antara
lain
dan Mengevaluasi
yang mesti
menjadi
Memilih,
Memelihara,
perhatian Mengoperasikan,
kita pada saat kita
hendak
dan
Mengevaluasi
yang
mesti
menjadi
melakukan pekerjaan yang membutuhkan
perhatian
kita
padapenunjang
saat kitapekerjaan.
hendak
alat sebagai
media
melakukan
pekerjaan
yangpemilihan
membutuhkan
Sama halnya
dengan
dan
alat
sebagai
media
penunjang
penggunaan alat berat. Ada pekerjaan.
beberapa
Sama
halnya yang
dengan
pemilihan
dan
faktor penting
mesti
diperhatikan
penggunaan
alat
berat,
ada
beberapa
agar semuanya dapat berjalan seperti apa
faktor
penting
yang mesti
yang sudah
di rencanakan
: diperhatikan
agar semuanya dapat berjalan seperti apa
yang
sudah Alat
di rencanakan,antara
lain:yang
1. Memilih
Konstruksi Proyek
Tepat
A.
Memilih Alat Berat Konstruksi
Dalam setiap pembangunan konstruksi

Berdasarkan
Target
membutuhkan tidak
hanya Proyek
material
Dalam setiap pembangunan konstruksi
membutuhkan tidak hanya material

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementrian Pekerjaan Umum
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

IX
07

bangunan dan tenaga kerja saja terlebih


dahulu
memerlukan
perencanaan.
bangunan
dan tenaga
kerja perencanaan
saja terlebih
Dalam sistem
konstruksi,
dahulu
perencanaan.
memerlukanmemerlukan
pengetahuan dan
pengalaman
Dalam
sistem
konstruksi,
perencanaan
untuk mengetahui apa peralatan yang
memerlukan
pengetahuan
pengalaman
diperlukan, ketika
akan dan
digunakan
dan
untuk
mengetahui
apa
peralatan
yang
untuk berapa lama akan di lokasi, apakah
diperlukan,
ketika sewa
akan alat
digunakan
dan
akan melakukan
berat, dsb.
untuk
berapa lama
akan yang
di lokasi,
apakah
Faktor-faktor
apa saja
diperlukan
akan
sewa alat
berat, dsb.
dalam melakukan
pemilihan peralatan
konstruksi
dan
Faktor-faktor
apa
saja
yang
diperlukan
bagaimana seharusnya diperoleh.
Semua
dalam
pemilihan
peralatan
konstruksi
dan
itu menjadi
bahan
pertimbangan
untuk
bagaimana
seharusnya
diperoleh.
Semua
menghemat waktu dan uang. Berikut lima
itu
bahan pertimbangan
untuk
tips menjadi
dalam perencanaan
dan pemilihan
menghemat
waktu dan uang. Berikut lima
peralatan konstruksi.
tips dalam perencanaan dan pemilihan
peralatan
:
2. Ketahuikonstruksi,
Peralatanyaitu
Tersebut
Setiap bagian dari peralatan sistem
1.
Ketahui dirancang
Peralatan untuk
Tersebut
konstruksi
tujuan tertentu.
Setiap bagian dari peralatan sistem
konstruksi dirancang untuk tujuan tertentu.

Pemilihan Alat

Bila anda meninjau rencana penting untuk


mengetahui apakah peralatan yang
diperlukan dan kapan dalam proses
konstruksi akan digunakan. Jika terampil,
kontraktor dapat mengidentifikasi apa
peralatan konstruksi, sistem instalasi yang
diperlukan untuk meninjau proyek tugas.
Pengetahuan dan pengalaman dalam
peralatan konstruksi akan membantu
menentukan jenis peralatan kerja
sebagaimana yang diperlukan.
2. Menggunakan Peralatan Standar
Dalam manajemen proyek, ketika
berhadapan dengan peralatan konstruksi,
cobalah untuk menggunakan bahanbahan
yang standar baik kualitas dan produksi
nya. Ini adalah bagian standar yang harus
tersedia ditoko penjualan peralatan
konstruksi (suplier). Hal ini akan mudah
untuk menemukan bila Anda akan
mengganti peralatan di lokasi tertentu jika
memerlukan bagian pengganti. Bisa juga
dengan melakukan sewa alat berat.
3. Gunakan Peralatan yang Lebih Kecil
Terdapat cukup banyak peralatan besar
dan material di lingkungan anda. Jadi, jika
mungkin, hindari menggunakan peralatan
besar. Hal ini dikarenakan tidak ekonomis
dan lebih sulit untuk bekerja di lingkungan
yang lebih kecil dibandingkan dengan
peralatan yang dapat memenuhi semua
lingkungan.
4.Merekrut Tenaga Ahli Bidang Peralatan
Merekrut tenaga terampil bidang peralatan
konstruksi (insinyur) menjadi hal yang
lebih strategis. Hal ini dikarenakan mereka
tahu cara untuk menggunakan peralatan
konstruksi
serta
mampu
untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan keahlain

mereka di bidang peralatan. Selain itu,


tenaga ahli yang berpengalaman dapat
membantu mengurangi biaya untuk
peralatan sewa, maupun pemeliharaannya.
5. Beli Dari Vendor terkemuka
Dalam melakukan manajemen proyek,
saat belanja untuk peralatan konstruksi,
sangat penting untuk menghitung biaya
dikeluarkan oleh unit produksi. Keputusan
apakah akan menyewa atau membeli
peralatan hanya berdasarkan investasi
awal dan / atau biaya kepemilikan per unit
waktu tidak akan memberikan gambaran
yang penuh potensi dari total biaya. Baik
menyewa atau membeli, pastikan Anda
menggunakan peralatan konstruksi dari
vendor/ suplier yang menyediakan kualitas
peralatan dan jasa yang terpercaya yang
meliputi :
Faktor keselamatan alat berat;
Faktor emisi gas buang alat berat;
Faktor kinerja alat berat;
Ketersediaan jumlah populasi alat berat
dalam suatu wilayah;
Jaminan purna jual (after sales service);
Jaminan suku cadang (original spare part);
Layanan pelatihan (training) operator
alat dan pelatihan (training) mekanik.

B.

Kondisi

Medan

atau

Lokasi

Dalam pekerjaan yang berhubungan dengan


bidang konstruksi, mengetahui dengan benar
seperti apa medan yang akan menjadi
sasaran pekerjaan pada akhirnya menjadi
satu kemudahan bagi kita (pelaksana di
lapangan sebelum melakukan pekerjaan).
Dalam hal ini termasuk didalamnya adalah
menentukan penggunaan alat berat yang
KATALOG ALAT BERAT

08 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Pemilihan Alat

B.

Kondisi

Medan

atau

Lokasi

sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Oleh


sebab itu pekerjaan awal atau persiapan
yang berhubungan dengan pengecekan
dan pemahaman mengenai medan/lokasi
menjadi salah satu faktor penting juga
dalam mempersiapkan sebuah pekerjaan
dengan benar.

Metode Kerja dalam Pelaksanaan

Metode dalam sebuah pekerjaan bisa


diartikan sebagai sebuah konsep dalam
kita melakukan sebuah pekerjaan. Dengan
kita mengetahui dan memahami akan
metode apa yang akan kita pilih dalam
melaksanakan sebuah pekerjaan pada
akhirnya kita bisa menentukan konsep
bekerja yang sesuai dengan bidang atau
jenis pekerjaan yang akan kita lakukan.
Karena didalamnya juga menyangkut
tentang pemilihan dan penggunaan
alat berat yang sesuai dengan metode
yang akan kita pilih.
Karena salah dalam menentukan metode
dalam sebuah pekerjaan akan membawa
dampak negatif bagi banyak hal, tidak saja
menyangkut waktu pelaksanaan, biaya
yang harus dikeluarkan dan juga dampak
negatif lainnya. Intinya dengan memahami
jenis pekerjaan dan menentukan metode
atau cara yang tepat dalam melaksanakan
sebuah pekerjaan akan banyak membawa
dampak positif bagi pelaksana di
lapangan, intinya sebuah pekerjaan itu bisa
dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Dengan upaya pengkajian METODE KERJA

Kementerian Pekerjaan Umum

D.

Spesifikasi Tehnis Alat

C.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013

dan perhitungan yang komperhensif


berbasis data dan informasi lapangan
terkini, untuk mendapatkan armada
alat berat yang optimum. pengertian
OPTIMUM tepat spesifikas, Matching
dalam pengoperasian, tepat jumlah
dan biaya produksi terendah (HSP).

09

Dalam menentukan jenis dan spesifikasi


alat berat yang digunakan ketika kita
sedang melakukan pekerjaan dalam bidang
konstruksi misalnya. Maka pemilihan dan
spesifikasi alat yang benar pada akhirnya
menjadi salah satu kata kunci untuk
keberhasilan sebuah pekerjaan sesuai
dengan apa yang kita harapkan. Itulah
sebabnya, spesifikasi alat yang disesuaikan
dengan jenis pekerjaan menjadi salah satu
faktor utama sebelum kita melaksanakan
pekerjaan dilapangan. (Keterangan : untuk
melihat seperti apa spesifikasi alat yang
sesuai dengan kebutuhan dapat dilihat
pada penjelasan alat berat di BAB. 3)

E.

Produktifitas yang di targetkan

Keberhasilan sebuah alat dalam membantu


proses pekerjaan dilapangan memang
ditentukan dalam beberapa hal. Tidak
saja masalah kehandalan alat tersebut
yang berdampak pada kelancaran proses
pekerjaan dilapangan tapi juga menjadi
salah satu kata kunci dalam pemilihan alat
berat adalah memperhatikan produktivitas
dari alat tersebut. Kita semua tahu bahwa
alat berat ini adalah salah satu alat produksi,
dimana keberhasilan dan kelancaran
pekerjaan ditentukan dari penggunaan alat

Pemilihan Alat

E.

Produktifitas yang di targetkan


berat tersebut dilapangan. Jika alat berat
ini dapat bekerja secara maksimal maka
sudah dapat dipastikan bahwa alat ini
mampu memberikan produktivitas yang
maksimal dalam membantu penyelesaian
sebuah pekerjaan dilapangan.

Salah satu kunci untuk memilih alat tersebut


adalah Kinerja peralatan yang diberikan
oleh pabrik harus memiliki Keandalan
dan Ketahanan alat berat selama
umur pakai (Life Time), sehingga Faktor
efisiensi peralatan, yang di gunakan untuk
menghitung produktivitas terdiri dari Faktor
operator, Faktor kondisi lapangan/medan
yang bervariasi tetap dapat lebih tinggi.

F.

Perhitungan Jumlah Alat

Memperhitungkan jumlah alat yang akan


digunakan dalam sebuah pekerjaan
bidang konstruksi, sama halnya dengan
kita menghitung berapa lama kita
melakukan sebuah aktivitas pekerjaan
bidang konstruksi dilapangan. Karena
sifat alat berat itu sendiri adalah jika kita
menggunakan alat berat itu secara sewa,
kondisi itu harus diperhitungkan dalam
hitungan harian bukan lagi mingguan atau
bulanan. Jadi ketika kita sudah menentukan
seperti apa metode kerja yang akan kita
pilih dengan melihat jenis pekerjaannya,
maka kita harus bisa menentukan secara
benar berapa jumlah kebutuhan alat berat
yang akan kita gunakan. Jangan sampai
berlebih atau kurang, karena hal itu pada
akhirnya akan mempengaruhi proses
pekerjaan kita dilapangan.

Ingat, pekerjaan dengan alat berat bukan


pekerjaan biasa, artinya waktu adalah
sama halnya dengan cost, perhitungan
secara cermat menyangkut kebutuhan
alat akan sangat menentukan proses
pekerjaan dari awal hingga selesai. Salah
satu kunci dalam memilih jumlah armada
(fleet), adalah Keselarasan dalam
menentukan komposisi sehingga tidak
ada alat yang saling menunggu.

G.

Biaya Pemilikan dan Pengoperasian


Peralatan

Di dalam suatu proyek konstruksi alat-alat


berat yang digunakan dapat berasal dari
bermacam-macam sumber, antara alain
alat berat yang dibeli oleh kontraktor, alat
berat yang disewa-beli oleh kontraktor,
dan alat berat yang disewa oleh kontraktor.
1. Alat berat yang dibeli oleh kontraktor
Kontraktor dapat saja membeli alat berat.
Keuntungan dari pebelian ini adalah biaya
pemakaian per jam yang sangat kecil jika
alat tersebut digunakan secara optimal.
Dilihat dari segi keuntungan perusahaan,
kepemilikan alat berat merupakan suatu
faktor yang penting karena kadang-kadang
pemilik proyek melihat kemampuan
suatu kontraktor berdasarkan alat yang
dimilikinya.
2. Alat berat yang disewa-beli oleh
kontraktor
Alat dapat disewa dari perusahaan
penyewaan alat berat. Sewa-beli alat
umumnya dilakukan jika pemakaian alat
berat tersebut berlangsung dalam jangka
waktu yang lama. Sewa-beli maksudnya
adalah karena jangka waktu penyewaan
KATALOG ALAT BERAT

10 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Pemilihan Alat

G.

Biaya Pemilikan dan Pengoperasian


Peralatan

yang lama maka pada akhir jasa penyewaan


alat tersebut dapat dibeli oleh pihak
penyewa. Biaya pemakaian umumnya lebih
tinggi daripada memiliki alat tersebut,
namun terhindar dari resiko biaya
kepemilikan alat berat. Lebih detail akan
dijelaskan dalam Owning & Operating Cost
pada bab ke 3.

H.

Ramah Lingkungan

Yang berhubungan dengan pengecekan


kini bukan lagi saatnya kita bekerja hanya
ingin mengharapkan sesuatu yang sifatnya
keuntungan secara sesaat tapi lebih dari
itu sebuah pekerjaan sudah harus mulai
melihat dampak positif dan negative yang
akan ditimbulkan dari proses pekerjaan
tersebut, itulah kenapa memperhatikan
apa yang disebut sebagai proses pekerjaan
yang bersifat ramah lingkungan menjadi
satu konsep berfikir yang baik dalam
menjalankan pekerjaan dalam bidang
konstruksi. Ibaratnya adalah Green
Construction, adalah sebuah konsep
bekerja yang memperhatikan kondisi
lingkungan sekitar, tidak saja pada saat
persiapan, pelaksanaan dan akhir dari
pekerjaan tersebut. Kesemuanya harus
menjadi satu pola pikir yang mengacu
pada konsep bekerja dengan lingkungan.
Dengan cara seperti itu maka konsep 3R
harus menjadi satu hal yang menjadi tujuan
dalam setiap aktivitas yang akan dijalankan
dalam pekerjaan bidang konstruksi dengan
menggunakan alat berat. 3R adalah suatu
program yang mendukung pelestarian
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013

Kementrian Pekerjaan Umum

11

bumi kita ini. Gerakan yang mengajak kita


untuk mengurangi penggunaan barang
barang yang tidak ramah lingkungan
(reduce), memanfaatkan kembali barangbarang yang dianggap sudah tidak berguna
(reuse) dan melakukan daur ulang
terhadap barang-barang yang tidak ramah
lingkungan menjadi produk lain yang
bermanfaat (recycle). Sehingga dengan
memahami konsep bekerja dengan
mengedepankan 3R akan menjadikan kita
sebagai pelaksana lapangan yang peduli
akan kelestarian lingkungan hidup untuk
masa kini dan akan datang.
Untuk hak tersebut alat produksi di
persiapkan seideal mungkin, tidak
mencemari lingkungan yang merupakan
salah satu faktor kunci produktivitas.
Menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif dan aman, dengan studi Geoteknik
yang benar. (Contoh: pemetaan area rawan
longsor, dsb. Proses penanganan air
dalam lokasi proyek (dewatering process)
perlu dipersiapkan dengan matang untuk
meminimalisir loss production akibat hujan.
Pemilihan engine alat berat di Negara maju
saat ini telah spakat menerapkan Tier 2,
dan Tier 3.

I.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

PRINSIP PENERAPAN K3 (Kesehatan


dan Keselamatan Kerja) DALAM BIDANG
PEKERJAAN Setiap orientasi pekerjaan
pasti mengandung suatu potensi bahaya, bahaya selalu mengancam pekerja
sesuai jenis pekerjaannya. Peralatan kerja
yang digunakan sebagai penunjang juga
mengandung resiko bahaya. Bahan-bahan
yang digunakan untuk menyelesaikan

Pemilihan Alat

pekerjaan juga berpotensi bahaya. Bahkan


lokasi anda bekerja juga tidak terlepas dari
bahaya. Bahaya ada di mana-mana dan
siap mengancam pekerja. Itu sebabnya
keselamatan kerja menjadi target utama
bagi setiap industri usaha di dunia. Tidak
mungkin produksi akan stabil atau meningkat
bila sistem keselamatan diabaikan. Juga
mustahil produksi berjalan sendiri tanpa
keselamatan. Mustahil pula produksi
mengabaikan kesehatan lingkungan dan
pekerjanya. Dari fakta demikian timbullah
pemikiran yang panjang untuk menciptakan
sistem keselamatan oleh para ahli
keselamatan keselamatan yang berasal
dari segala bidang pekerjaan.
Konsep yang muncul adalah Prosedur
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Prinsip Kesehatan dan Keselamatan
Kerja adalah : analisa, standar prosedur,
alat pelindung diri dan eliminasi bahaya.
Analisa bahaya dipersiapkan sebelum
melakukan pekerjaan, dikenal sebagai
JHA (Job Hazards Analyzed) atau JSA (Job
Standard Analyzed). JHA digunakan untuk
jenis kerja berlevel lebih tinggi resiko
bahayanya (high risk). Standar prosedur
kerja adalah penelitian panjang terhadap
langkah-langkah kerja seluruh bidang.
Semisal, bidang kelistrikan, proses dan
produksi, mekanikal, mesin dan mekanik,
pengecatan, konstruksi, dan lain-lain.

sebagai pelindung keselamatan, setelah


seorang pekerja mentaati serangkaian
panjang prosedur keselamatan kerja lewat
JHA dan STP tadi. Ingatlah! bahwa APD bukan
yang pertama tapi pelindung terakhir dalam
sistem keselamatan. Terakhir, eliminasi
bahaya. Setelah sumber/penyebab bahaya
diketahui maka dilakukan investigasi.
Mencari sebab kecelakaan (accident)
atau peristiwa (incident). Antara lain
kecerobohan atau kurangnya pengetahuan
pekerja, kurangnya pengawasan (leak of
supervising) atau karena peralatan yang
yang tak layak. Bisa juga tidak memadainya
suatu JHA dan STP yang dipakai. Semua
dugaan kecelakaan tadi harus dieliminasi
setelah tahu penyebabnya.
Pada pemilihan Alat berat kita kenal Safety
yang melekat pada mesin tersebut pada
saat memilih kanopi R.O.P.S (roll over
protection system) untuk medan yang
berbahaya atau dengan kanopi type
Standar untuk lokasi yang tidak berbahaya.
Keselamatan Kerja merupakan persyaratan
dalam menilai Kompetensi bagi tenaga
kerja dari seluruh tingkatan dimulai dari
Operator, Mekanik, Superisor sampai ke
tingkatan Top Manajemen beberapa acuan
standar dalam safety yang terkait dengan
peralatan adalah : SMK3 Berdasarkan
OHSAS 18001.2007.

Penelitian tersebut melahirkan prosedur


kerja yakni / Standard Task Procedure (STP)
digunakan pada prosedur keselamatan
kerja konstruksi. Alat pelindung diri (APD)
dengan istilah internasional / Personal
Protective Equipment / (PPE) adalah hirarki
terakhir dari sistim keselamatan kerja.
Artinya APD alat terakhir yang dipakai
KATALOG ALAT BERAT

12 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

Pemilihan Alat

BAB. III Kategorisasi Alat Berat Konstruksi


I. EARTH WORKS
A. Excavator
B. Bulldozer
C. Motor Grader
D. Track Loader
E. Padfoot Rollers
F. Soil Stabilizer
G. Wheel Dozer
H. Wheel Loader
I. Backhoe Loader
J. Wheel Excavator
K. Skid Steer Loader
L. Tractor
M. Surface Drill
N. Landfill compactors

V. FOUNDATION EQUIPMENT
A. Rig Bore Pile
B. Diesel Hammer
C. Vibro Hammer
D. Grout Pump
VI. ERECTION EQUIPMENT.
A. Launcher Beam
VII. CONCRETE ACTIVITY
A. Concrete pump
B. Concrete Vibrator
C Power Trowel
VII. PRE-STRESS CONCRETE
EQUIPMENT
A. Pre-stress Tools

II. MATERIAL PRODUCTION


A. Crushing and Screening Plants (portable)
B. Crushing and Screening Plants (stationary)
C. Asphalt Mixing Plants
IX. SPECIAL EQUIPMENT
D. Concrete Mixer
A. Jumbo Drill
E. Batching and Mixing plants,
III. LIFTING EQUIPMENT
A. Truck Crane
B. Truck Mounted Crane
C. Tower Crane
D. Telescopic Handler
E. All Terain Crane
F. Latice Boom Crawler Crane
IV. PAVING EQUIPMENT.
A. Asphalt Finisher (tracked)
B. Asphalt Finisher (wheeled)
C. Concrete Paver
D. Bridge Finisher
E. Compactors
F. Pneumatic Tire Roller
G. Double Drum Compactor
H. Road Milling Machine

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

13

Pemilihan Alat

X. LIGHT EQUIPMENT
A. Light Tower
B. Generator Set
C. Portable Air Compressor
XI. TRANSPORTATION
A. Dump Truck
B. Truck Mixer
XII. SURVEYING AND TESTING
A. Auto Levels

KATALOG ALAT BERAT

14 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW

EARTH WORK

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

15

Sub Daftar Isi

EARTH WORKS

17. Excavator
22. Bulldozer
26. Motor Grader
29. Track Loader
32. Padfoot Rollers
35. Soil Stabilizer

38. Wheel Dozer


40. Wheel Loader
43. Backhoe Loader
46. Wheel Excavator
49. Skid Steer Loader
51. Tractor

53. Surface Drill


55. Landfill Compactor

KATALOG ALAT BERAT

16 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
01 Excavator

Excavator (5 - 24 Ton)
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
80 - 157
Max Reach/Depth [m]
5,3 - 9,79
Breaking Force [kN]
82 - 162
Kecepatan Swing [rpm]
11 - 12,5
Operating Weight [kg]
10,000 - 24,000
Bucket Capacity [m3]
0,4 - 1,17
Ground Pressure [kg/cm2]
0,25 - 0,44

Deskripsi Alat
Alat serba guna yang dapat digunakan untuk menggali,
memuat dan mengangkat material. Terutama digunakan
untuk menggali parit-parit saluran air atau pipa (pipe line).
Dengan penggantian kelengkapan tambahan (attachment).
Alat ini dapat juga dipakai untuk memecah batu, mencabut
tanggul, membongkar aspalan dan lain-lain.

Lifting Capacity [kg]


2,590 - 7,350

Konstruksi bagian atas dari alat, dimana medan berada,


dapat berputar 360 derajat, sehingga memungkinkan alat ini
bekerja di tempat yang relatif sempit sekalipun.

Attachment
Excavator biasa menggunakan beberapa work tools
yang bisa diganti secara cepat untuk berbagai jenis
pekerjaan dengan memasang Quick Coupler pada
arm bucket. Kita bias mengganti attachment secara
cepat. Attachment yang tersedia adalah sebagai berikut:
Rock bucket untuk material soft rock, hard rock.
Trench bucket untuk pekerjaan pembuatan saluran.
Bucket standart untuk pekerjaan yang umum.
Pemilihan bucket secara tehnis untuk menggali material
dapat di kategorikan menjadi 4 kelompok :

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

17

Bucket type GD (General Duty) untuk jenis material


low abrasion, misalnya tanah dan gravel yang tidak
terlalu besar.
Bucket type HD (Heavy Duty) material clay,
campuran batu, sirtu, yang mempunyai tingkat
abrasi lebih tinggi.
Bucket type SD (Severe Duty) untuk kondisi
material yang abrasif, seperti pada quarry sirtu,
galian dari hasil blasting, dan lainnya.
Bucket type XD (Extreme Duty) untuk kondisi
material yang abrasifnya sangat tinggi, misalnya
pada quarry granit dan blasting.

EW

Excavator 01

Metode Kerja
Untuk pekerjaaan penggalian dari tanah
dasar, dan pemuatan tanah atau material
keatas dump truck, menggunakan bucket
standar. Sedangkan untuk galian saluran
dan memerlukan jangkauan yang jauh
dapat menggunakan bucket yang lebih
kecil serta digunakan long-arm.

Pada kondisi pekerjaan dengan berbagai


jenis material yang lunak sampai yang keras,
bucket excavator dapat di ganti-ganti sesuai
fungsinya, misalnya pada tanah normal
cukup bucket standar, sedangkan untuk
tanah yang keras menggunakan bucket
yang lebih kecil dan kuat (rock bucket).

Dimensi Pengiriman
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Shipping Height
Overall Transport Length
Tail Swing Radius
Track of Track on Ground
Overall Track Length
Ground Clearance, Frame

Kapasitas Alat
7. Track Gauge
8. Track Width,
Standart shoe
9. Cab Height
10. Ground Clearance,
Counterweight

Pada pekerjaan konstruksi


pada umumnya menggunakan
kelas Excavator dengan
berat 10 ton, dan berat 20 ton.
Kelas 10 ton dengan power
sekitar 80 HP s/d 90 HP.
Kelas 20 ton dengan power
sekitar 138 HP s/d 148 HP.

Diagram
Jangkauan
1. Maximum Digging
2. Maximum Reach at
Ground Level
3. Maximum Cutting
4. Maximum Loading
Height
5. Minimum Loading
Height
6. Maximum Depth Cut
for 2440 m (8) Level
Bottom
7. Maximum Vertical Wall
Digging Depth

Pada kondisi pekerjaan


dengan berbagai jenis
material yang lunak sampai
yang keras, bucket excavator
dapat di ganti-ganti sesuai
fungsinya, misalnya pada
tanah normal cukup bucket
standar, sedangkan untuk
tanah
yang
keras
menggunakan bucket yang
lebih kecil dan kuat (Rock
bucket).

KATALOG ALAT BERAT

18 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
01 Excavator

Kelas 5 - 10 Ton
YANMAR
VIO55-5B

VOLVO
ECR58

VOLVO
ECR88

BRAND

39,5

51,0

55,0

6,44/3,98

5/2,7

5,8/3,2

Breaking Force [kn] ISO 6015

22,5

39,0

59,0

Swing speed [rpm]

10,0

9,5

8,1

Operating weight [kg]

5,230

5,970,0

8,650,0

Bucket Capacity [L]

0,16

0,07-0,265

0,103-0,306

Ground Pressure [kg/cm2]

0,29

0,35

0,40

Lifting Capacity [kg]*

1,032

508-3,420

725-3,565

SPECIFICATION
Net Power [HP]
Max Reach/Depth [m]

*Without Bucket, measured at pin. Depending upon the reach and height of end of arm from the
ground. Please consult with the manufacturer for further detail.

HYUNDAI
R110-7

HYUNDAI
R140LC-9S

92,5

84

105

Max Reach/Depth [m]

5,3

6,06

7,74/
5,09

8,33/
5,55

80
(gross)
7,61/
4,83

Breaking Force [kn]

96

92,3

78,5

87,3

Swing Speed [rpm]

12,4

12,5

13

Operating Weight [kg]

13,300

12,600

Bucket Capacity [M3]

0,53

Ground Pressure [kg/cm2] 0,35


Lifting Capacity [kg]

Net Power [HP]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

19

88

99,23

5,06

85

93,4

13

12

11

11

11,200

13,980

12,600

13,975

15,000

0,5

0,45

0,58

0,5

0,55

0,46

0,44

0,29

0,39

0,32

0,44

0,26

0,25

3,200

JCB
JS 120

SPECIFICATION

KOBELCO
SK 130HD

HITACHI
ZX 120-3

89,81

BRAND

KOMATSU
PC 130F-7

CATERPILLAR
313 D

Kelas 10 - 15 Ton

EW

Excavator 01

SANY
SY135C-8

SUMITOMO
SH130-5

VOLVO
EC 140 BLC

Kelas 10 - 15 Ton

Net Power [HP]

97,5

96.4

94

Max Reach/Depth [m]

5,5

8,78/5,79

7,96/6

Breaking Force [kn]

92,7

90

93,2-98,1

Swing Speed [rpm]

12,5

11,5

11

Operating Weight [kg]

13,500

15,400

15,600

Bucket Capacity [M3]

0,5

0,6

Ground Pressure [kg/cm2]

0,25

0,29-0,44

Lifting Capacity [kg]

1,279

1,580-9,460

BRAND
SPECIFICATION

KOMATSU
PC 200-8MO

KOBELCO
SK210 LCACERA
150

6,62

6,62

6,7

143

149

149

154

12

12

12,4

12,4

12,5

22,400

21,700

21,000

20,200

19,900

20,900

0,92

0,9

0,93

0,93

0,8

Ground Pressure [kg/cm2] 0,35

0,36

0,37

0,39

0,37

0,36

0,44

Lifting Capacity [kg]

5,300

Net Power [HP]

138

147

143

Max Reach/Depth [m]

6,2

6,62

9,98/
6,73

140
(gross)
9,79/
6,75

Breaking Force [kn]

155,6

149

133,4

Swing Speed [rpm]

10,9

12,5

Operating Weight [kg]

21,040

Bucket Capacity [M3]

BRAND
SPECIFICATION

JCB
JS205SC

HYUNDAI
R220-9 SH

138

DOOSAN
DX225 LC

139

CATERPILLAR
320D2

KOMATSU
HB 205-1

Kelas 20 - 24 Ton

KATALOG ALAT BERAT

20 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
01 Excavator

KEIHATSU
921 C

NEW HOLLAND
E 215 B

SUMITOMO
SH210-5

VOLVO
EC210B

VOLVO
EC220DL

ZOOMLION
ZE 230 E

Kelas 20 - 24 Ton

Net Power [HP]

150

150

159,5

150

156

178
(gross)

Max Reach/Depth [m]

9,85

5,39

9,90/
6,65

9,94/
6,73

9,93/
6,73

9,85/
6,60

Breaking Force [kn]

89,92

142

138/150

145-153

192

Swing Speed [rpm]

0 - 11,5

12,5

11,5

11,6

12,1

11,9

Operating Weight [kg]

20,500

13,885

20,700

20,40023,700

20,90024,400

20,300

Bucket Capacity [M3]

0,9

0.90

0,92

1,1

0,85

Ground Pressure [kg/cm2] 0,35

0,36

0,35

0,44

0,32

Lifting Capacity [kg]

2,109

2,91012,440

2,68015,460

BRAND
SPECIFICATION

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

21

EW

Bulldozer 02

Bulldozer (20 Ton)


Spesifikasi Teknis
Dozer Standar
Blade Width [m]
3,15 - 3,9
Kecepatan Maju [km/jam]
3,9 - 10,6
Kecepatan Mundur [m/menit]
3,9 - 10,9
Operating Weight [kg]
18,000 - 20,000
Blade Capacity [m3]
4,26 - 4,5

Deskripsi Alat
Bulldozer adalah traktor beroda rantai, serba guna dan
memiliki kemampuan traksi yang digunakan dorong,
menggusur, mengurug dan sebagainya. Efisien untuk
kondisi medan kerja yang berat sekalipun, seperti daerah
berbukit, berbatu, berhutan dan sebagainya.
Bulldozer mampu beroperasi pada tanah kering hingga
lembab. Pada kondisi tanah yang sangat lunak (liat
berlumpur), dapat menggunakan swamp bulldozer.
Swamp bulldozer mampu beroperasi di daerah yang lunak
sampai yang keras. Untuk daerah yang sangat sangat keras
Bulldozer perlu dibantu dengan ripper dan alat garuk.

Ground Pressure [kg/cm2]


0,5 - 0,8
Jumlah Track Shoe [tiap sisi]
39
Dozer Swamp
Net Power [hp]
96 - 190
Blade Width [m]
3-4
Forward Speed Range [km/h]
3,9 - 10,6
Reverse Speed Range [km/h]
5 - 13,4
Operating Weight [kg]
9,000 - 20,200

Attachment :
Ripper : Alat ini dipasangkan pada sisi belakang bulldozer, digunakan untuk
memecah, menggali lapisan batuan atau material yang keras lainnya agar
menjadi bongkahan bongkahan sehingga memudahkan untuk digusur
atau didorong dengan blade bulldozer. Jenis Ripper, ada Giant Ripper
(Tunggal) atau Triple Shank Ripper (3 mata penggaruk)
Towing Winch : Digunakan untuk pekerjaan menarik, seperti menarik
batang pohon, menarik portable camp, atau menarik unit alat yang
terbenam.

Blade Capacity [m3]


2,34 - 3,69
Ground Pressure [kg/cm2]
0,32
Track Shoe Qty [each side]
45

KATALOG ALAT BERAT

22 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
02 Bulldozer

Metode Kerja
Faktor terpenting dari pengoperasian
bulldozer adalah daya dukung tanah yang
akan dilintasi bulldozer harus lebih tinggi
dari Ground Pressure (daya tekan alat).

Angle Dozer : Blade yang ada dapat


disetel membentuk sudut sampai
dengan 25 derajat.

Jarak dozing pemindahan tanah yang


efektif adalah 40 M sampai dengan 50 M
maksimal.

Tilt Dozer : Blade dapat disetel dengan


kemiringan sudut sesuai keinginan
yang diperlukan pada penggalian tanah
membentuk kemiringan.

Berdasarkan jenis blade (mata pisau) yang


terpasang di bedakan menjadi 3 jenis
bulldozer.

Semi U Tilt Dozer : Blade yang sering


digunakan pada bulldozer pada jenis
material dan kondisi medan yang normal.

Dimensi

A. Track Gauge
B. Blade Width
C. Blade Height
D. Shipping Height
E. Ground Clearance at Full Lift

F. Digging Depth
G. Track of Track
H. Shipping Length without Ripper
I. Overall Height
J. Ripper Ground Clearance

K. Ripper Length
L. Track Width
M. Shank Gauge

Dozer Equipment
Overall
Blade
Length
Capacity*
With Dozer
Angle Dozer
Straight
Tilt Dozer
Semi-U
Tilt Dozer

5930 mm
195
5615 mm
185
5770 mm
1811

3,4 m3
4,4 yd3
4,4 m3
5,8 yd3
6,8 m3
8,9 yd3

Blade
length x height

Maximum
lift above
ground

Maximum
drop
below
ground

Maximum tilt
adjustment

3470 mm x 1070 mm
144 x 36
3620 mm x 1295 mm
1111 x 43
3640 mm x 1565 mm
11 11 x 52

1255 mm
41
1070 mm
36
1070 mm
36

485 mm
17
590 mm
111
590 mm
111

400 mm
14
460 mm
16
460 mm
16

Additional weight
Angling
angle
25 degree

Remarks : * Blade capacides are based on the SAE recomendation practice J1265

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

23

Dozer
Equipment
2890 kg
6,370 lb
2220 kg
4,890 lb
2520 kg
5,560 lb

Hydraulic
control
unit
540 kg
1,190 lb
590 kg
1,300 lb
590 kg
1,300 lb

EW

Bulldozer 02

CATERPILLAR
D5R XL

CATERPILLAR
D6R

CATERPILLAR
D6R XL

KOMATSU
D85E SS-2
Angle Dozer

KOMATSU
D65 E-12
Angle Dozer

POWERPLUS
D65 EX-15S

Standar

Net Power [HP]

150

175

195

168

215

180

Blade Width [m]

4,16

4,16

4,16

3,41

3,97

3,97

Forward Speed Range [km/h]

3,1-10

3,8-11,5

3,8-11,5

6,6

3,9-10,6

3,9-10,6

Reverse Speed Range [km/h]

6,4

8,4

8,4

8,5

5-13,4

5-13,4

16,668

18,669

16,668

20,000

21,490

17,690

Blade Capacity [m3]

3,18

3,93

3,93

4,5

3,4

3,55

Ground Pressure [kg/cm2]

0,48

0,61

0,62

0,65

0,43

0,49

BRAND
SPECIFICATION

Operating Weight [kg]

SHANTUI
SD 20-5

SPECIFICATION

SHANTUI
SD 16

BRAND

Net Power [HP]

160

199

Blade Width [m]

3,38

4,37

Forward Speed Range [km/h]

0-9,6

0-10,6

Reverse Speed Range [km/h]

17,500

22,000

Blade Capacity [m3]

4,5

Ground Pressure [kg/cm2]

0,68

Operating Weight [kg]

KATALOG ALAT BERAT

24 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
02 Bulldozer

CATERPILLAR
D5K LGP

KOMATSU
D65 P-12

Swamp

Net Power [HP]

96

190

Blade Width [m]

3,22

3,97

Forward Speed Range [km/h]

3,9-10,6

Reverse Speed Range [km/h]

10

5-13,4

Operating Weight [kg]

9,683

20,185

Blade Capacity [m3]

2,34

3,69

Ground Pressure [kg/cm2]

0,32

0,32

BRAND
SPECIFICATION

Aplikasi
Cut and spreading pada pembangunan jalan, (land scaping) dan bendungan
Pembukaan lahan (land clearing) pada pembangunan jalan

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

25

EW

Motor Grader 03

Motor Grader
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
125 - 242
Blade Width [m]
3,65 - 4,27
Foward Speed [km/h]
0 - 46,6
Operating Weight [kg]
10,800 - 17,000
Turn Radius [mm]
6,600 - 7,800

Deskripsi Alat
Motor Grader Digunakan untuk mengupas (stripping),
memotong serta meratakan suatu pekerjaan tanah,
terutama pada tahap penyelesaian, agar diperoleh kerataan
dan ketelitian yang lehih baik. Motor Grader juga dapat
dipergunakan untuk aplikasi lain seperti membuat kemiringan
tanah atau badan jalan, membentuk kemiringan tebing atau
slope atau membuat saluran air secara sederhana.
Motor Grader memiliki blade (mata pisau) yang berada
di bawah circle gear biasa diatur membentuk sudut
pemotongannya untuk membuang tanah ke sisi samping
pada saat maju, dan blade juga dapat diatur untuk sudut
pemotongan seperti pada pembuatan kemiringan badan
jalan atau saluran.

Attachment :
Scarifiers ( garuk ) yang dipergunakan membongkar tanah yang keras.

KATALOG ALAT BERAT

26 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
03 Motor Grader

Metode Kerja
Motor Graders digunakan dalam berbagai
keperluan berikut posisi dari bucket yang
dapat memanipulasi bentuk tanah.
1. Posisi operasi motor grader pada saat
perataan (leveling). Roda depan di
tanah yang sudah level, dan roda
belakang pada posisi di belakang
blade yang akan memotong tanah.

3. Perataan pada slope yang landai, posisi


roda depan pada tanah yang akan di
potong dan roda belakang pada posisi
tanah yang telah rata.
4. Posisi blade pada saat menggali parit
5. Posisi blade dan roda depan saat
menimbun kembali.

2. Perataan tanah pada posisi miring


dengan membentuk slope.

1. Leveling

2. Slope

4. Digging

5. Refilling

Dimensi

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

27

3. Slope on Level Ground

EW

Motor Grader 03

CATERPILLAR
120 K

CHANGLIN
717H

KOMATSU
GD 511A-1

MITSUBISHI
MG330

MITSUBISHI
MG530

TEREX
GS-14.03

Motor Grader

Net Power [HP]

125-145

180/167

135

135

185

168

Blade Width [m]

3,66

3.658

3,71

3,7

4,01

3,66

Forward Speed [km/h]

3,9-45,7

6.5-49.2

3,4-44,5

3,6-42,6

4,0- 46,6

39

Operating Weight [kg]

13,032

14500

10,800

13,975

16,315

14,560

Turn Radius [mm]

7,300

7300

6,600

6,600

6,900

7,800

BRAND
SPECIFICATION

TEREX
GS-18.07

VOLVO
G960

VOLVO
G930

XCMG
GR 135

XCMG
GR 215

BRAND

Net Power [HP]

212

242

204

135

205

Blade Width [m]

4,27

3,65

3,65

3,71

4,27

Forward Speed [km/h]

39

3,7-45,3

3,8-44,9

0-42

0-38

Operating Weight [kg]

16,750

16,678

15,554

11,000

17,000

Turn Radius [mm]

7,800

7,370

7,265

6,600

7,300

SPECIFICATION

Aplikasi
Perataan tanah atau material lainnya pada pembuatan/perawatan jalan.
Meratakan tebing pada pembangunan/perawatan jalan.

KATALOG ALAT BERAT

28 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
04 Track Loader

Track Loader
Spesifikasi Teknis
Track Loader Standar
Net Power [HP]
148 - 263
Bucket Capacity [m3]
General Purpose
1,85 - 3,21
Multi Purpose
1,6 - 3,0
Forward Speed Range [km/h]
10 - 11
Operating Weight [kg]
15,517 - 28,058

Deskripsi Alat

Ground Pressure [kg/cm2]


0,66 - 0,92

Sebuah alat berat pemuat beroda rantai (track loader), biasa


digunakan untuk memuat material atau tanah atau batu ke
dalam alat pengangkut (dump truck atau hopper pada belt
conveyor) atau memindahkan material ketempat lain dengan
jarak angkut sangat terbatas (load and carry). Hanya biasa
beroperasi di daerah yang agak keras dan pada landasan
yang kurang rata.

Clearance at full lift [mm]


2,694 - 3,138

Daya cengkeram lebih kuat, tetapi kurang mampu di daerah


yang lunak dan basah, mampu mengambil sendiri tanah merah
asli atau yang agak lunak. Memerlukan daerah pemuatan
(loading point) sedikit agak lebar tetapi perpindahan daerah
operasi kurang cepat (kurang mobile).

Track Loader Compact


Net Power [HP]
68 - 71
Bucket Capacity [m3]
General Purpose
0,7 - 0,85
Forward Speed Range [km/h]
8,2 - 8,7
Operating Weight [kg]
3,903 - 4,486
Ground Pressure [kg/cm2]
0,32 - 0,43
Clearance at full lift [mm]
2,431 - 2,489

Attachment
Bucket yang terpasang bisa diganti.
Attachment lainnya seperti pada pekerjaan logging dapat diganti clamp
(penjepit kayu bulat atau kepiting).

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

29

EW

Track Loader 04

Metode Kerja
Metode memuat material (loading) biasa
menggunaka dua cara :

2. Cara kedua adalah dengancara front


loading atau gerakan maju mundur.

1. Dengan metode huruf V mengambil


material, mundur, maju sambil berbelok
membentuk V ke arah loading point.

Dimensi

CATERPILLAR
953 D

CATERPILLAR
973 D

Track Loader Standar

148

263

General purpose

1,85

3,21

Multi Purpose

1,6

Forward speed [km/h]

10

11

Operating weight [kg]

15,517

28,058

Ground Pressure [kg/cm2]

0,66

0,92

Clearance at full lift [mm]

2,694

3,138

BRAND
SPECIFICATION
Net Power [HP]
Bucket Capacity [m3]

KATALOG ALAT BERAT

30 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
04 Track Loader

Track Loader Compact

GEHL
RT 175

GE HL
RT 210

BRAND

68,4

70,7

General Purpose

0,7

0,85

Forward speed [km/h]

8,2

8,7

Operating Weight [kg]

3,903

4,486

Ground pressure [kg/cm2]

0,43

0,32

Clearance at full lift [mm]

2,489

2,431

SPECIFICATION
Net Power [HP]
Bucket Capacity [m3]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

31

EW

Padfoot Rollers 05

Padfoot Rollers
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
102 - 201
Operating Weight ([kg]
10,000 - 24,650
Speed Range [km/jam]
0 - 12,4
Drum Width [mm]
2,100 - 2,134
Centrifugal Force
High Amplitude [kn]
202 - 339

Deskripsi Alat
Sheepfoot rollers yang sering juga disebut sebagai compactor
padfoot adalah alat pemadat tanah dan pasir serta batuan
yang digunakan dalam pembuatan jalan pada tanah dasar
(sub grade).

Centrifugal Force
Low Amplitude [kn]
119 - 264
Vibration frequency [hz]
23 - 36

Permukaan dari drum (roller) tidak rata seperti


pada smooth drum, akan tetapi berlekuk-lekuk segi empat.
Alat ini biasanya digunakan pada tanah dasar sejenis tanah
liat (clay).

KATALOG ALAT BERAT

32 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
05 Padfoot Rollers

Metode Kerja
Untuk mencapai tingkat kepadatan tertentu alat ini bergerak melintas maju mundur, sesuai
dengan kecepatan serta vibration force masing-masing jenis alat, Penentuan pasing
(lintasan) alat biasanya ditentukan dari spek tehnis proyek, akan tetapi dalam performance
alat untuk mencapai kepadatan standar memerlukan 4 sampai 6 lintasan.

Dimensi

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

33

EW

Padfoot Rollers 05

BOMAG
BW 211D-40

BOMAG
BW 216PD40BW

BOMAG
BW219PD4

BOMAG
BW 226PD4 BW

BOMAG
BW211PD40

CATERPILLAR
CP533E

CHANGLIN
YZK12HD

Padfoot Rollers

132

153

201

201

132

130

147,5

Operating Weight [kg]

13,000

16,400

19,390

24,650

12,620

13,200

Speed Range [km/jam]

0-10

0-11

0-11

0-10

0-11

0-8

0-10,8

Drum Width [mm]

2,130

2,130

2,130

2,130

2,130

2,134

2,100

Centrifugal Force High


Amplitude [kn]

275

275

314

330

275

266

274

Centrifugal Force Low


Amplitude [kn]

202

202

240

173

202

133

171

30-36

30-36

26-31

26

30-36

31,9

31/35

BRAND
SPECIFICATION
Net Power [HP]

CHANGLIN
YZK14HD

DYNAPAC
CA250PD-II

DYNAPAC
CA250D

JCB
VM115 PD

SAKAI
SV525 TF

VOLVO
SD110

VOLVO
SD160

Vibration Frequency [Hz]

Net Power [HP]

147,5

110

102

125
[gross]

112
[gross]

133

173

Operating Weight [kg]

15,130

13,000

10,200

11,600

12,810

11,125

16,199

Speed Range [km/jam]

0-10,6

0-5

0-5

11

0-10

0-11

0-12,4

Drum Width [mm]

2100

2,130

2,130

2,100

2,130

2,134

2,134

Centrifugal Force High


Amplitude [kn]

292

300

246

282

255

309

339

Centrifugal Force Low


Amplitude [kn]

182

146

119

176

172

224

264

31/35

33

33

36

28,333,3

30

23,333,8

BRAND
SPECIFICATION

Vibration Frequency [Hz]

KATALOG ALAT BERAT

34 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
06 Soil Stabilizer

Soil Stabilizer
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
332 - 600
Operating Weight (kg]
20,900 - 31,000
Mixer Width [mm]
2,400 - 2,650
Mixer Depth [mm]
400 - 600
Centrifugal Force
High Amplitude [kn]
0 - 65

Deskripsi Alat
Soil Stabilizer adalah alat yang berfungsi pendaur ulang pada
pekerjaan pemeliharaan jalan secara dingin dan sebagai alat
dalam proses stabilizer tanah.
Soil Stabilizer digunakan untuk pekerjaan perbaikan kondisi
tanah dasar pada pembuatan jalan, atau landasan pacu.
Mesin ini bekerja menggali, mencampur, dan menggelar
kembali tanah yang ada dengan memberikan bahan
tambahan untuk stabilitas tanah.
Pada perbaikan jalan dapat digunakan untuk membongkar
asphalt beton untuk diganti dengan lapisan baru.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

35

EW

Soil Stabilizer 06

Metode Kerja
Siklus Pekerjaan Pendaurulang :
1. Proses crushing, membongkar
2. Mixing daur ulang material.
3. Spreading, menggelar

Contoh Pekerjaan :
Pekerjaan daur ulang jalan aspal yang
rusak dengan, lapisan dasar terikat dapat
diperbaiki (recycle) dengan mencampur
aspal emulsi menjadi campuran pasir aspal
dan material kerikil.

Pekerjaan merehabilitasi jalan kerikil


granular, daur ulang secara dingin dengan
tambahan bahan pengikat cocok untuk
merehabilitasi jalan kerikil granular dengan
daya dukung yang rendah.
Aplikasi di lapangan untukpembuatan
jalan baru di daerah-daerah yang sulit
mendapatkan material batu, dengan
alat ini tanah dasar yang ada di berikan
campuran semen yang kemudian di mixing
sambil berjalan, dan dipadatkan oleh alat
pemadat di sisi belakang soil stabilizer ini.
Sebagaimana skema terlampir.

Dimensi
Example for required equipment an typical application

KATALOG ALAT BERAT

36 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
06 Soil Stabilizer

BOMAG
MPH 125

BOMAG
MPH 122-2

CATERPILLAR
RM 300

CATERPILLAR
RM 500

KOMATSU
PMCS 360-2

Soil Stabilizer

590

482

349

540

489

Operating Weight [kg]

26,500

20,950

23,473

28,145

24,000

Mixer Width [mm]

2,400

2,400

2,438

2,438

2,650

Mixer Depth [mm]

600

500

457

406

400

Operating Speed Range [km/h]

0-12

0-12

4,3-9,7

3,2-9,2

64,3

BRAND
SPECIFICATION
Net Power [HP]

SAKAI
PM 550

SAKAI
PM 550S

WIRTGEN
WR 240

BRAND

332

332

600

Operating Weight [kg]

22,500

22,480

31,000

Mixer Width [mm]

2,650

2,650

2,400

Mixer Depth [mm]

430

430

0-510

Operating Speed Range [km/h]

0-48

0-48

12,6

SPECIFICATION
Net Power [HP]

Aplikasi
MPH dapat digunakan sebagai soil stabilizer atau recycler sebagai recycler, lapisan
permukaan sampai dengan lapisan base course dapat dihancurkan dan dicampurkan
dengan hot bitumen sebagai binder sebagai soil stabilizer, dapat digunakan untuk
mencampurkan bahan kapur, semen atau aditif lainnya dengan material yang tersedia untuk
meningkatkan stabilitas dan homogenitas material jalan.
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

37

EW

Wheel Dozer 07

Wheel Dozer
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
224 - 315
Blade Capacity [m3]
2-5
Weight [ton]
20 - 80

Deskripsi Alat
Wheel Dozer pada dasarnya adalah traktor yang dipasangkan
plat dozer atau alat pendorong. Digunakan untuk
membersihkan atau meratakan tanah, wheel dozer sering
dipakai dalam pertambangan dan pekerjaan reklamasi.
Wheel Dozer juga bisa digunakan sebagai traktor pendorong
dalam pengerukan.
Wheel Dozer biasanya memiliki empat roda hidrolik dan
bergerak lebih cepat daripada crawler dozer selain itu dapat
bergerak tanpa merusak jalanan aspal.

KATALOG ALAT BERAT

38 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
07 Wheel Dozer

Aplikasi
Roda wheel dozer adalah roda karet yang
bisa disetir secara mekanis ataupun
elektrik. Wheel dozer terdiri dari pendorong
atau dozer blade yang dioperasikan secara
hidrolik. Berbagai jenis blade atau plat
tersedia :

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

39

1. Plat lurus dan pendek untuk perataan


halus.
2. Plat melengkung dengan sayap di
samping untuk beban berat.

EW

Wheel Loader 08

Wheel Loader
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
92 - 230
Operating Weight [kg]
7,000 - 18,000
Bucket Heap Capacity [m3]
1,3 - 3,25

Deskripsi Alat
Wheel Loader adalah alat pemuat beroda karet (ban),
penggunaannya hampir sama dengan Dozer Shovel.
Perbedaannya terletak pada landasan kerjanya, dimana
landasan kerja untuk whell loader relatif rata, kering dan kokoh.
Dipergunakan terutama pada pengoperasian yang dituntut
agar tidak merusak landasan kerja

KATALOG ALAT BERAT

40 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
08 Wheel Loader

Metode Kerja
Fugsi utamanya adalah untuk memuat
material ke dalam alat pengangkut
hampir sama dengan dozer shovel untuk
mengangkut dari stock pile ke atas dump
truck, mengisi hopper pada AMP, Batching
plant dan Crushing Plant. Penggunaan
pada areal yang datar. Terdapat tiga metode
dalam mengisi muatan ke dalam truck.
1. Metode shape loading yaitu truck
bergerakmaju saat wheel loader
mengambil material dari stock pile, dan
truck bergerak mundur saat truck akan
dimuati oleh loader.

2. Metode V-shape loading pada metode


ini truck tidak bergerak, pada saat
pengisian material sampai penuh dan
wheel loader bergerak maju mundur
membentuk huruf V dari arah
pengambilan material keposisi truck.
3. Metode pass loading metode ini di
gunakan apabila wheel loader tersedia
dua unit atau lebih, truck bergerak dari
loader ke loader yang lain sampai terisi
penuh.

CATERPILLAR
930 H

CATERPILLAR
950 H

CASE
512 G

CASE
821 F

CHANGLIN
937H

CHANGLIN
980H

FOTON
FL936-II

Wheel Loader

149

197

118

193

116

290

92

Operating Weight [kg]

13,092

18,338

10,464

17,633

10,200

23,500

10,270

Bucket Heap Capacity


[m3]

2,1-3

2,5-3,5

1,76

3,25

1,7

4,2

1,8

BRAND
SPECIFICATION
Net Power [HP]

HYUNDAI
HL740-9S

HYUNDAI
HL757-9S

KAWASAKI
60 ZV

KAWASAKI
70 ZIV-2

KOMATSU
WA 150 - 5

KOMATSU
WA 200 - 5

BRAND

143

164

129

158

96

123

Operating Weight [kg]

11,550

14,000

7,980

12,740

7,495

9,555

Bucket Heap Capacity


[m3]

2,1

2,7

1,6

2,7

1,30-1,70

1,40-2,00

SPECIFICATION
Net Power [HP]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

41

EW

Wheel Loader 08

Wheel Loader
KOMATSU
WA 320-5

KOMATSU
WA 380Z-6

VOLVO
L50F

VOLVO
L60F

VOLVO
L70F

VOLVO
L90F

VOLVO
L110F

BRAND

166

189

115

155

170

174

230

Operating Weight [kg]

13,710

17,130

9,410

11,60011,890

12,700

14,97015,340

18,000

Bucket Heap Capacity


[m3]

2-2,8

2, -4

1,5

1,9-2,3

2,0

2,3-2,7

2,7

SPECIFICATION
Net Power [HP]

KATALOG ALAT BERAT

42 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
09 Backhoe Loader

Backhoe Loader
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
74 - 95
Operating Weight [kg]
6,000 - 9,800
Bucket Shovel [m3]
1
Bucket Backhoe [m3]
0,02 - 0,29
Digging Depth [mm]
4,200 - 6,000

Deskripsi Alat
Backhoe Loader alat pemut berroda ban yang di
kombinasikan dengan Backhoe, sebagai fungsi menggali
penggunaannya hampir sama dengan wheel loader, dimana
landasan kerja untuk Backhoe Loader relatif rata, kering dan
kokoh.
Dipergunakan terutama apabila pada pengoperasiannya
dituntut mobilisasi yang tinggi agar tidak merusakkan
landasan kerja serta tidak diperlukan traksi yang tinggi
dan fungsi Excavator dengan bucket yang kecil sesuai
untuk pekerjaan pada pemeliharaan saluran pada jalan raya
serta penggalian pada pekerjaan utilitas. untuk menggali
parit-parit saluran air ataupipa (pipe line) dan lain lain.
Dengan penggantian kelengkapan tambahan (attachment).
Alat ini dapat juga dipakai untuk memecah batu, mencabut
tanggul, membongkar aspalan. sehingga memungkinkan
alat ini bekerja ditempat yang relatif sempit sekalipun.

Attachment
Hydraulic Loader Attachment Bracket
Hydraulic Quick Coupler

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

43

Operating Speed Range [km/h]


5 - 40,36

EW

Backhoe Loader 09

Metode Kerja
Fugsi utamanya adalah untuk memuat
material kedalam alat pengangkut hampir
sama dengan dozer shovel untuk
mengangkut dari stock pile ke atas
dump truck, mengisi hopper pada AMP,
Batching plant dan Crushing Plant.
Penggunaan pada areal yang datar
terdapat tiga metode dalam mengisi
muatan ke dalam truck.

2. Metode V-shape loading pada metode


ini truck tidak bergerak, pada saat
pengisian material sampai penuh dan
wheel loader bergerak maju mundur
membentuk huruf V dari arah
pengambilan material keposisi truck.
3. Metode pass loading metode ini di
gunakan apabila wheel loader tersedia
dua unit atau lebih, truck bergerak dari
loader ke loader yang lain sampai terisi
penuh.

1. Metode shape loading yaitu truck


bergerakmaju saat wheel loader
mengambil material dari stock pile, dan
truck bergerak mundur saat truck akan
dimuati oleh loader.

CATERPILLAR
416 F

CATERPILLAR
428 F

CASE
580 SN

CHANGLIN
WZ30-25

HYUNDAI
H940S

JCB
3CX-SM

JCB
3DX SUPER

Backhoe Loader

86

87

95

99

95

90,1

90,1

6,750

8,720

7,814

7,000

7,650

7,770

7,660

1,0

Bucket Backhoe [m3]

0,02

0,02

0,2

0,17

0,2

Digging Depth [mm]

4,360

4,263

43,38

5,350

5,970

4,770

Operating Speed Range


[km/h]

6-40

6-40

5,8-48,6

5,8-37

5-38,3

7,2640,36

BRAND
SPECIFICATION
Net Power [HP]
Operating Weight [kg]
Bucket Shovel [m3]

KATALOG ALAT BERAT

44 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
09 Backhoe Loader

Backhoe Loader
KOMATSU
WB93R-5EO

KOMATSU
WB93S-5EO

KOMATSU
WB97R-5EO

KOMATSU
WB97R-5EO

TEREX
BHL 820

BRAND

74

74

74

74

94

8,070

8,550

8,160

8700

8,000

Bucket Backhoe [m3]

0,1

0,11

0,1

0,11

0,2

Digging Depth [mm]

4,977

4,850

5,270

5,050

4,471

Operating Speed Range


[km/h]

6-40

6-40

6,5-40

6,5-40

37 (F)35 (R)

SPECIFICATION
Net Power [HP]
Operating Weight [kg]
Bucket Shovel [m3]

VOLVO
BL 61B

VOLVO
BL 71B

BRAND

83

91

9,120

9,800

1,0

1,0

Bucket Backhoe [m3]

0,08-0,29

0,08-0,29

Digging Depth [mm]

4,270-5,320

4,290-5,350

5,8-37

6-37,3

SPECIFICATION
Net Power [HP]
Operating Weight [kg]
Bucket Shovel [m3]

Operating Speed Range


[km/h]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

45

EW

Wheel Excavator 10

Wheel Excavator
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
92 - 230
Operating Weight [kg]
7,000 - 18,000
Max Reach / Depth [m]
5,4 - 10,39 / 4,7 - 6,68
Bucket Capacity Range [m3]
0,38 - 1,58
Breaking Force [kn]
87,3 - 176

Deskripsi Alat
Alat serbaguna yang dapat dipergunakan untuk menggali,
memuat dan mengangkat material. Teristimewa
dipergunakan untuk menggali parit-parit saluran air atau
pipa (pipe line) dengan penggantian kelengkapan tambahan
(attachment) alat ini dapat juga dipakai untuk memecah
batu, mencabut tanggul, membongkar aspalan dan lain-lain.

Ground Clearance [mm]


260 - 370
Swing Speed [rpm]
10 - 12,9

Konstruksi bagian atas dari alat, dimana medan berada,


dapat berputar 360 derajat, sedangkan kerangka bagian
bawah yang menggerakkan dilengkapi roda/ban sehingga
alat ini khusus dipergunakan pada medan kerja yang relatip
rata dan padat memungkinkan alat ini bekerja lebih mudah
pada pekerjaan yang memerlukan mobilitas kelokasi yang
berpindah pindah terutama pada pemeliharaan saluran di
jalan raya .

KATALOG ALAT BERAT

46 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
10 Wheel Excavator

Dimensi
Jarak jangkauan bucket standar
dengan Boom 5,65m, Arm = 2,4 m

meter

A.

Jangkauan maksimum

9,4

B.

kedalaman menggali.

5,8

C.

Jangkauan galian dinding kebawah

5,4

D. Jangkauan keatas

9,7

E.

Tinggi saat membuang/dumping

6,9

F.

Radius swing dengan bucket terisi

3,6

CATERPILLAR
M 313 D

CATERPILLAR
M316 D

CATERPILLAR
M318 D

HYUNDAI
R140W-9S

HYUNDAI
R180W-9S

HYUNDAI
R210W-9S

Wheel Excavator

127

158

166

105

116

163

Operating Weight [kg]

15,800

19,400

20,100

13,700

18,420

20,500

Max Reach/Depth [m]

9,21/5,5

9,56/6,0

10,39/
6,68

7,9/4,85

8,69/5,42

9,96/6,38

Bucket Capacity Range


[m3]

0,38-0,92

0,38-1,26

0,57-1,57

0,58

0,76

0,8

Breaking Force [kn]

93

101

140

87,3

107,9

133,4

Ground Clearance [mm]

370

370

370

Swing Speed [rpm]

10,5

10,5

10,5

12,9

11

10,5

BRAND
SPECIFICATION
Net Power [HP]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

47

EW

Wheel Excavator 10

Wheel Excavator
JCB
JS160W

JCB
WB97R-5EO

KOMATSU
PW 180-7

KOMATSU
PW 200-7

VOLVO
EW145B

BRAND

130 (gross)

172 (gross)

156

180

139

Operating Weight [kg]

17,820

23,200

17,990

20,860

13,100

Max Reach/Depth [m]

8,59

9,11

5,67

5,40

6,5/4,7

Bucket Capacity Range


[m3]

0,4

0,6

0,38-1,13

0,48-1,58

0,52-0,64

Breaking Force [kn]

102

116

123

176

92,1-97,7

Ground Clearance [mm]

350

260

332

330

350

Swing Speed [rpm]

10,4

10

11,5

12,4

12,2

SPECIFICATION
Net Power [HP]

Aplikasi
Dengan dilengkapi Multi-Grapples alat ini dapat digunakan untuk mengankat material
batuan boulder, serta mengangkat batang pohon untuk dimuat ke truck.
Perlengakan Vibratory Plate Compactors digunakan untuk pemadatan pada permukaan
yang sempit dan sulit dijangkau dengan compactor.
Dengan memasang Hydraulic Hammers dapat digunakan untuk pembongkaran jalan,
atau concrete.

KATALOG ALAT BERAT

48 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
11 Skid Steer Loader

Skid Steer Loader


Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
30 - 71
Operating Weight [kg]
1,800 - 3,400
Operating Speed Range (km/h]
0 - 16
Width Over Tires [mm]
1,260 - 1,830
Bucket Capacity [m3]
0,23 - 0,47

Deskripsi Alat
Skid Steer Loader adalah sejenis loader dengan cara kerja sangat
simpel dan tidak memerlukan tenaga yang terlalu besar. Alat
ini digunakan untuk berbagai keperluan dalam pemindahan
material dan bisa juga dipergunakan untuk aplikasi lain dengan
tugas yang ringan. Dengan lengan angkat yang digunakan untuk
mengangkat berbagai macam pekerjaan alat ini dapat
menghemat tenaga kerja karena keragaman fungsinya.
Skid steer loader sebagai mana kendaraan roda empat, memiliki
roda mekanis terkunci dalam sinkronisasi pada setiap sisi, dan
penggerak roda kiri dapat digerakkan secara independen dari
penggerak roda sisi kanan.
Mekanisme kemudi lurus tetap pada tubuh mesin dan roda
mengadakan keselarasan dengan memutar pasang roda kiri dan
kanan pada kecepatan yang berbeda, mesin berubah dengan
menyeret roda tetap di tanah. Frame yang sangat kaku dan
frame bantalan roda yang kuat mencegah kekuatan torsi yang
disebabkan oleh gerakan ini menyeret, kemudi kendaraan
dihidupkan dengan menghasilkan diferensial kecepatan di sisi
berlawanan dari kendaraan.
Saat ini telah banyak produsen memiliki versi mereka sendiri
untuk melengkapi attachment dari alat pengangkut yang
serbaguna ini.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

49

EW

Skid Steer Loader 11

Metode Kerja
Pembajakan lahan untuk perkebunan
maupun penyiapan lahan sawah untuk
memotong dan membalik tanah digunakan
Traktor untuk menarik (plowing) dengan
kelengkapan Plow (Mouldboard Plow).
Disk Plow/bajak piringan, Chisel Plow,

bergerak maju dengan cara mengelilingi


medan kerja sampai lahan dilintasi oleh
alat pembajakan tersebut kemudian di
lanjutkan dengan penggaruan/penggemburan (harrowing) dengan kelengkapan
Harrow (Disk Harrow, Rollers Harrow).

LS TRACTOR
PLUS 90

LS TRACTOR
U60

NEW HOLLAND
TT55-4WD

NEW HOLLAND
TT75-4WD

NEW HOLLAND
6610 S-4WD

NEW HOLLAND
7610 S-4WD

Tractors

Net Power [HP]

88 (gross)

55 (gross)

55

75

90

105

Forward Speed Range


[km/h]

12 F/12 R

16 F/16 R

2,7-27,7

2,98-30,56

1,9630,603

1,96-30,09

10

11

3,200

2,265

2,355

2,575

4,070

4,152

BRAND

SPECIFICATION

Pulling Power [ton]

Operating Weight [kg]

Aplikasi
1. Pencetakan sawah, pembajakan dan penggaruan
2. Transportasi di medan yang sempit untuk merarik trailer
3. Utilitas untuk suplly BBM, dengan menarik tangki.

KATALOG ALAT BERAT

50 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
12 Tractor

Tractor
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
55 - 105,3
Kecepatan Maju [km/h]
27 - 31
Kecepatan Mundur [km]
13 - 31
Pulling Power [ton]
6 - 11

Deskripsi Alat
Alat ini lebih berfungsi sebagai alat penggerak (prime mover)
berroda karet (ban), dimana dengan tambahan kelengkapan
(attachment) akan mampu mengerjakan beberapa macam
pekerjaan.
Teristimewa alat ini dipergunakan untuk melaksanakan
pekerjaan perkebunan atau pertanian, jenis pekerjaan yang
dapat dilaksanakan oleh Wheel Tractors adalah :
Pengangkutan (hauling) dengan kelengkapan trailer.
Pembajakan (plowing) dengan kelengkapan Plow (Mouldboard
Plow). Disk Plow, Chisel Plow, Stubble Mulch Plow).
Penggaruan/penggemburan (harrowing) dengan kelengkapan
Harrow (Disk Harrow, Rollers Harrow/Dackers, Tooth Type.

Attachment
Disc Plough
Disc Harrow
Tanki
Trailer

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

51

EW

Tractor 12

CATERPILLAR
236 B2

CATERPILLAR
226B3

CASE
SR 200

HYUNDAI
HSL650-7A

HYUNDAI
HSL850-7A

KOMATSU
SK510-5

KOMATSU
SK815-5

Skid Steer Loader

71

56

70

46

71

30,2

47,2

Operating Weight [kg]

3,178

2,687

3,130

2,690

3,355

1,855

2,890

Operating Speed Range


[km/h]

12,2

0-12,7

11,5

11,4

10

10,5-16

Width Over Tires [mm]

1,525

1,525

1,515

1,830

1,260

1730

0,4

0,47

0,31

0,37

0,23

0,4

BRAND
SPECIFICATION
Net Power [HP]

Bucket Capacity [m3]

KATALOG ALAT BERAT

52 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
13 Surface Drill

Surface Drill
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
275 - 385
Air Compressor [m3/min]
9.6-16
Operating Weight [kg]
5,000 - 21,500
Hole Diameter [mm]
65 - 152
Max Depth [m]
14 - 33

Deskripsi Alat
Pada pekerjaan quarry material atau pekerjaan pengupasan
tanah keras yang tidak dapat digunakan bulldozer, maka
material yang akan digali perlu digemburkan terlebih dahulu
dengan cara blasting.
Crawler drill adalah alat yang digunakan untuk keperluan
proses blasting (peledakan) yang tujuannya membuat lubang
bor, terutama digunakan pada material untuk batuan keras
dan cadas, guna membuat lubang pengisian bahan peledak.
Mesin ini digerakkan oleh air compressor dan ada juga yang
digerakkan mesin diesel dengan sistem hydraulic titik-titik
pengeboran ditentukan berdasarkan perencanaan metode
kerja blasting.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

53

EW

Surface Drill 13

Surface Drill
ATCO
DM 25 SP

CAT
MD 5150

FURUKAWA
PCR 200

BRAND

Net Power [HP]

275

385

Air Compressor [m3/min]

9,6

15,1

16

Operating Weight [kg]

21,500

5,000

Hole Diameter [mm]

89-127

50-152

65-102

33

31

14

SPECIFICATION

Max Depth [m]

Aplikasi
Road construction, dam work, open area drilling, mining, quarrying operations, tunneling dan
pekerjaan pengeboran lainnya.

KATALOG ALAT BERAT

54 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

EW
14 Landfill Compactor

Landfill Compactor
Spesifikasi Teknis
Net Power [HP]
261 - 354
Blade Capacity
9,10 - 13
Operating Weight [kg]
21,300 - 37,000
Forward Speed Range [km/h]
0 - 12
Fuel Tank [gal]
375 - 672

Deskripsi Alat
Land Fill Compactor telah dirancang untuk secara efisien
mencapai kepadatan tertentu pada tanah kohesif dan
semi kohesif dengan fungsi tamping compactor berat operasi
dari 21 ton - 24 ton sangat ideal untuk proyek-proyek besar.
Land Fill Compactor alat ini dapat berfungsi spreading tanah
dari buangan dump truk, dan langsung dapat dipadatkan
dengan beratnya sendiri, seperti fungsi pada static roller dan
kapasitas produksi rata-rata mencapai 800 kubik meter per
jam.
Aplikasi alat :
Penyiapan lahan
Embankment bendung Tanah
Perbaikan Sub Grade pada jalan
Pekerjaan Spreading + Compacting

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

55

EW

Landfill Compactor 14

Metode Kerja
Maksimum ketebalan lapisan pada kebutuhan compaction normal :

Depth [m]

Rockfill

Sand/Gravel

Silt

Clay

Sub-Base/Base

0,1
0,2
0,3
0,4
0,5

Dimensi

CATERPILLAR
816F

CATERPILLAR
826H

BOMAG
BC 462 RB

BOMAG
BC 472 RB

Landfill Compactor

Net Power [HP]

232

354

261

261

Blade Capacity

13

9,10

11

Operating Weight [kg]

23,748

36,967

21,300

26,000

Forward Speed Range [km/h]

5,6-9,5

5,8-9,7

0-12

0-12

446

672

375

375

BRAND
SPECIFICATION

Fuel Tank [gal]

KATALOG ALAT BERAT

56 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
MATERIAL

PRODUCTION

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

57

Sub Daftar Isi

MATERIAL
PRODUCTION

59. Crushing and Screening Plants (portable)


62. Crushing and Screening Plants (stationary)
67. Asphalt Mixing Plants

72. Concrete Mixer


74. Batching and Mixing Plants Concrete

KATALOG ALAT BERAT

58 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
01 Crushing and Screening Plants (portable)

Crushing and Screening Plants (portable)


Spesifikasi Teknis
Capacity [Ton/H]
50 - 120
Power [KVA]
120 - 200

Deskripsi Alat
Crushing and screening plant adalah alat untuk memecah
batu yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Alat ini
dapat memecah beberapa jenis batu mulai dari yang sedang
sampai yang keras. Ukuran batu yang akan dipecah
mempuyai ukuran diameter sekitar 10 s/d 35 cm untuk
jenis crushing portable dan dapat menghasilkan batu belah
dengan ukuran yang kita inginkan untuk pekerjaan jalan atau
untuk concreting.
Contoh :
Ukuran hasil crushing :
Batuan split atau gravel (20mm - 40 mm)
Batuan split atau gravel (5mm - 20mm)
Batuan pasir (1mm - 5mm)

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

59

MP

Crushing and Screening Plants (portable) 01

Spesifikasi Model
50 - 70 T/H

75 - 110 T/H

85 - 120 T/H

CAPACITY

4,5

6,5

6,0

Grizzly Feeder

2 1/3x6

3x8

3x8

Jaw Crusher

24x25

30x18

30x18

No.1 Joint Conveyor [m]

20 x13

24x15

24x15

No.2 Joint Conveyor [m]

20x13

24x15

24x15

Vibrating Screen

4x10

5x12

5x12

24

36

40

Return Conveyor [m]

16x9

18x10

18 x10

Stockpiling Conveyor [m]

14x10

16x13

18x13

120

195

200

MODELS
Feed Hopper [m]

Cone Crusher

Diesel Generator [KVA]

source : KYC Brosure PGJCS

KATALOG ALAT BERAT

60 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
01 Crushing and Screening Plants (portable)

Metode Kerja
Mesin pemecah pertama (Jaw Crusher), berfungsi memecah raw material menjadi batu split
yang siap di-screening. Mesin pemecah kedua (Cone Crusher), yang berfungsi memecah
batuan yang lolos dari saringan untuk dipecahkan kembali.

Cara kerja 1 Unit pemecah batu :


1. Bak penampung batu yang akan digiling
(feed hopper). Ukuran bak penampung
material ini disesuaikan dengan kapasitas
produksi kerikil, makin besar produksi,
ukuran bak penampung material lebih
besar (lihat gambar aliran unit mesin
pecah batu/flow diagram of typical
aggregate plant lampiran 1, kami berikan
tanda nomor 1).
2. Di bawah bak penampung material adalah
mesin pengumpan material (material
feeder). Dengan pengumpan material
ini material masuk ke mesin pemecah
pertama, yang umum terdiri dari vibrating
grizzly feeder untuk batu gunung,
vibrating screen feeder untuk batu kali,
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

61

apron feeder yang banyak dipakai untuk


pabrik semen, dan reciprocating feeder.
Letak pengumpan material (material
feeder) dapat dilihat di lampiran 1
nomor 2. Kapasitas pengumpan
material ini harus lebih besar dari mesin
pemecah pertama (primary crusher).
3. Dalam lampiran 1 nomor 3. adalah mesin
penghancur pertama (primary crusher)
99% mempergunakan mesin pemecah
sistem rahang (jaw crusher). Kapasitas
umpan yang dapat dimasukkan ke
primary crusher ini yang paling umum
adalah dari 30cm sampai 120 cm.
Kapasitasnya lebih kurang 30-700
ton/jam. Ukuran hasil produksinya
yang umum adalah 0-50mm sampai
0-250mm.

MP

Crushing and Screening Plants (stationary) 02

Crushing and Screening Plants (stationary)


Spesifikasi Teknis
Capacity [Ton / hKVA]
120 KVA
75 - 110 ton
Power [KVA]
195 KVA
85 - 120 ton
Power [KVA]
200 KVA
Kapasitas [Ton/jam]
100 - 200

Spesifikasi Komponen
Jaw Crusher
Crushing Capacity [T/H]

Deskripsi Alat
Crushing and screening plant adalah alat untuk memecah
batu yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Alat ini
digerakkan dengan tenaga listrik yang memerlukan Genset
atau Listrik PLN. Mesin dapat memecah beberapa jenis batu
mulai dari yang sedang sampai yang keras. Ukuran batu yang
dapat dipecah oleh Jaw Crusher, type sedang mempuyai
ukuran diameter sekitar 30 s/d 60 cm untuk jenis crushing
portable dan dapat menghasilkan batu belah dengan ukuran
yang kita inginkan untuk pekerjaan jalan atau untuk
pekerjaan concreting.

Rotational Frequency [r.p.m]


320 - 180 rpm
Motor Power [kW]
7,5 - 200 kW
*----with raw material wit apparent specific
gravity of approx 1.6 are fed continuosly in
constant quantity.

Contoh Ukuran hasil crushing yang paling umum :


0 mm - 5 mm
5 mm - 10 mm
10 mm - 20 mm
20 mm - 40 mm

pasir
split
split
split

Crushing plant yang terbanyak dipakai pada pekerjaan


Konstruksi dengan kapasitas : 30-150 ton/jam.

KATALOG ALAT BERAT

62 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
02 Crushing and Screening Plants (stationary)

Metode Kerja

Unit Crushing and Screening plant/


pemecah batu : lihat (flow diagram of typical
aggregate plant) Bak penampung batu
yang akan digiling (feed hopper). di bawah
bak penampung material adalah mesin
pengumpan material (material feeder).
Dengan pengumpan material ini material
masuk ke mesin pemecah pertama, yang
umum terdiri dari vibrating grizzly feeder.
Kapasitas pengumpan material ini harus
lebih besar dari mesin pemecah pertama
(primary crusher). Mesin penghancur
pertama (primary crusher). mempergunakan
mesin pemecah sistem rahang (jaw crusher).
Kapasitas umpan yang dapat dimasukkan
ke primary crusher ini yang paling umum
adalah dari 30cm sampai 60 cm.
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

63

Dari mesin pemecah kedua ini hasil


produksinya disalurkan kembali ke mesin
penyaring/vibrating screen melalui ban
berjalan, dan ada juga hasil produksi dari
mesin pemecah kedua disalurkan ke mesin
pemecah ketiga/Tertiary crusher, melalui
ban berjalan, kemudian proses pada mesin
pemecah ketiga (impact crusher) di kirim
ke Screening. Demikian proses selanjutnya
adalah screening untuk memisahkan hasil
produksi yang kemudian memalui ban
berjalan (belt conveyor) hasil produksi
agregate menuju stock pile sesuai ukuran
masing - masing.

MP

Crushing and Screening Plants (stationary) 02

Referensi Konfigurasi Chrushing Plant KYC

KeteranganGambar :
1. Grizzly Feeder.
2. Jaw Crusher.
3. Joint Conveyor.
4. Joint Conveyor No.2.
5. Vibrating Screen.
6. Cone Crusher.

7. Return Conveyor.No.1
8. Return Conveyor No.2
9. Product Conveyor No.1, No.2, No.3.
8. Return Conveyor No.2
10. Generator Set.

Komponen

2 Jaw Crusher

Capacity 4.5 - 460 Ton

- Impact Crusher

Capacity 13 - 180 Ton

6 Cone Crusher

Capacity 10 - 135 Ton

KATALOG ALAT BERAT

64 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
02 Crushing and Screening Plants (stationary)

- Roll Crusher

2 Vibrating Screen

Capacity 6 - 130 ton

Screen Size
W x L (m/m)

Stage

Screen Mesh
(m/m)

Motor
(kw)

KYLS-2 x 6

600 x 1800

1-3

3 to 60

3,7 - 4

KYLS-3 x 8

900 x 2400

1-4

3 to 60

5,5/7,5 x 4

KYLS-3 x 10

900 x 3000

1-4

3 to 60

5,5/7,5 x 4

KYLS-4 x 10

1200 x 3000

1-4

3 to 60

7,5/11 x 4

KYLS-4 x 12

1200 x 3600

1-4

3 to 60

7,5/11 x 4

KYLS-5 x 12

1500 x 3600

1-4

3 to 60

11/15 x 4

KYLS-5 x 14

1500 x 4200

1-4

3 to 60

15/18,5 x 4

KYLS-5 x 16

1500 x 4800

1-4

3 to 60

15/18,5 x 4

KYLS-6 x 16

1800 x 4800

1-4

3 to 60

22/30 x 4

KYLS-6 x 18

1800 x 5400

1-4

3 to 60

22/37 x 4

Model

Tabel : Screen crushing plant KYC.

Crushing Capacity T/H

Model

FIne Crushing

Coarse Crushing

KY1 - 3H

13 - 30

30 - 50

KY1 - 4S

25 - 50

KY1 - 5S

Rotational Frequency (r.p.m)

Motor (kw)
Minimum

Maximum

300 - 700

22

45

50 - 75

300 - 700

37

75

50 - 100

100 - 150

200 - 500

55

110

KY1 - 6S

70 - 140

140 220

200 - 500

110

190

KY1 - 7S

100 - 180

180 - 280

200 - 400

110

260

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

65

MP

Crushing and Screening Plants (stationary) 02

SPECIFICATION

75 - 100 Ton
PGJ - 5 PCS
900 - 1000

125 - 180 Ton


PGJ - 6 & PCS 1200

160 - 230 Ton


PGJ - 7& PCS 1300

Crushing Plant Capacity 75 - 230 (T/H)

Primari Unit Type

PGJ-5

PGJ-6

PGJ-7

Feed Hopper [m3]

10

3x8

4x10

5x10

Jaw Crusher [inchi]

30x18

36x24

42 x30

Capacity Jaw Crusher


[Ton/jam]

54-115

100-160

170-265

Secondary Unit Type

PCS 900/1000

PCS 1200

PCS 1300

5x12

5x16

6x18

Cone Crusher [inchi]

36 / 40

48

52

Capacity Cone Crusher


[Ton/jam]

40-120

45-200

50-230

Return Conveyor [m]

18" x13

20"x15

24" x18h

16"/18"x12

20"x15

20"x15

CAPACITY

Grizzly Feeder Dimensi [inchi]

Vibrating Screen [inchi]

Stock Pilling Conveyor [m]

KATALOG ALAT BERAT

66 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
03 Asphalt Mixing Plants

Asphalt Mixing Plants


Spesifikasi Teknis
Tipe Batching

Power [kW]
146 - 400
Kapasitas [t/H]
Max 50 - 300
Required Space [m2]
900 - 1,000

Deskripsi Alat
AMP (Asphalt Mixing Plant) adalah sebuah mesin produksi
aspal beton (hot mix) yang terdiri dari rangkaian komponen
alat-alat/mesin untuk memproses material batuan (aggregate)
pasir dan asphalt menjadi produk hot mix yang bervariasi
jenisnya, sesuai Job mix, dengan desain sesuai kebutuhan
dari jenis pekerjaan pengerasan jalan.
Pada proses mixing agregat berupa pasir, batu setelah
melalui proses pemanasan dan penimbangan dengan
campuran tertentu, untuk kemudian di campur aspal sampai
dihasilkan hot mix atau aspal beton yang siap di muat ke
dalam Dump Truck, untuk selanjutnya dikirim ke lapangan.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

67

MP

Asphalt Mixing Plants 03

Metode Kerja

Komponen Alat

AMP (Asphalt Mixing Plant) apabila dilihat


dari mobilitasnya, pada umumnya dapat
dibagi menjadi dua tipe yaitu :

1. Aggregate supply unit atau Bin Agregat


Dingin (Cold Aggregate Feeder)
2. Unit Screen atau ayakan (Screening Unit)
3. Hot Bin atau Bin Agregat (Graded
Aggregate Bins)
4. Mixer atau Pugmill
5. Unit Pengontrol Aspal
(Asphalt Cement Control Unit)
6. Unit Burner
7. Dryer atau Unit Pengering
8. Dry Dust Collector
9. Dust Colector Wet Cyclone
10. Unit Asphalt supply
11. Hot-Oil Heater

1. AMP yang permanen, dengan beberapa


jenis cara produksinya.
2. AMP yang portable (mudah dipindahpindah) dan dapat dipasang di dekat
lokasi proyek untuk menghasilkan
campuran asphalt.
AMP Jika dilihat dari jenis produksinya
maka secara umum AMP dapat dibagi
menjadi tiga tipe yaitu :
(1) AMP tipe batch (timbangan)
(2) AMP tipe menerus (continous)
(3) AMP Tipe drum-mix. al.
Pada katalog ini yang akan dibahas adalah
tipe batch (timbangan) oleh karena tuntutan
akan kualitas jalan yang ada saat ini
memerlukan ketelitian dari hasil produksi
yang mensyaratkan sesuai mix desain
dengan kualitas yang tinggi.

KATALOG ALAT BERAT

68 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
03 Asphalt Mixing Plants

Asphalt Mixing Plant


AMMAN
JUST BLACK

AMMAN
EASYBACTH

APOLLO
ANP 1500

AZP
800

AZP
1000

BRAND

Length of Dryer Drum [m]

6,300

6,400

Diameter [m]

2,1

1,200

1,500

2000

1200

1600

800

1,000

Burner Power [MW / h]

14,1-17,2

250-600

Filtration Type Wet / Dry

Production at 3% moisture [tph]

80-160

90

128

48-60

60-80

Production at 5% moisture [tph]

Standart Requirement

400

2x202

146

199,5

800-1000

2 Truck

800-1000

SPECIFICATION

Mixer Capacity [kg]

Power [kw]
Space for reference [m2]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

69

MP

Asphalt Mixing Plants 03

GOLDEN STAR
HANDA LBJ 1000

GOLDEN STAR
HANDA LBJ 1500

MARINI
Top Tower 4000

MARINI
Top Tower 4000 P

SPECO
1500

Asphalt Mixing Plant

Length of Dryer Drum [m]

7,500

7,500

10

11

Diameter [m]

1,500

1,500

2,5

2,7

90-100

1,000

1,500

4,000

4,000

90-100

Burner Power [MW / h]

19

24

Filtration Type Wet / Dry

940

1280

Production at 3% moisture [tph]

80-100

120-150

280

300

Production at 5% moisture [tph]

240

280

Standart Requirement

Power [kw]

267,5

320

480

305.35

Space for reference [m2]

1500

1500

SPECIFICATION

Mixer Capacity [kg]

AZP
1500

BRAND

Wet/Bag Wet/Bag

Foto :Screening Unit

Pada unit ayakan AMP tipe batch dan


continous, agregat panas yang dibawa
oleh bucket elevator dikirim ke unit ayakan
untuk selanjutnya disaring dan dipisahkan

ke dalam ukuran-ukuran yang diminta dan


sisa berbagai ukuran tersebut dikirim ke
dalam bin penampung agregat bergradasi.
Kebanyakan AMP memakai ayakan tipe
datar dengan sistem penggetar, yang
biasanya terdiri dan 4 (empat) dek. Ukuran
dari ayakan pada tiap dek tergantung dari
agregat yang ingin dihasilkan. Bagian atas
dan dek ditutup oleh ayakan scalping
yang akan menggerakkan material oversize
dan mengurangi material tersebut ke dalam
pintu pembuang. Unit ayakan harus
dibersihkan tiap hari dan dicek dan untuk
mengantisipasi kemungkinan rusak atau
robek, jika terjadi kerusakan maka ayakan
tersebut harus diganti
KATALOG ALAT BERAT

70 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
03 Asphalt Mixing Plants

Mixer/Pugmill
Agregat dari Hot Bin setelah ditimbang,
maka agregat dan aspal dicampur di dalam
pencampur pugmill. Pencampur pugmill
adalah suatu corong kembar pencampur
yang didesain untuk mencampur material
dengan sebaik-baiknya dan menyelimutkan
agregat dengan aspal. Waktu pencampuran
harus
sesingkat
mungkin
untuk
mendapatkan penyelimutan agregat yang
seragam pada semua butir agregat. Waktu
pencampuran yang berlebihan cenderung
menimbulkan degradasi pada agregat dan
aspal terbakar.
Setelah agregat masuk ke pugmill dan
suatu periode singkat dari pengeringan
campuran terjadi, akan diikuti oleh
pencampuran basah setelah aspal
disemprotkan ke dalam pugmill. Pencampur
pugmill (Mixer) terdiri dari suatu ruang
(chamber) dan poros kembar (twin shaft)
untuk mencampur, dengan rotasi (counter
rotating shafts) dengan kayuh atau pedal
(paddles) pada ujung setiap tangkai pedal,
dan batang penyemprot aspal.
Pedal dibentuk untuk menghasilkan efisiensi maksimum dalam pencampuran dan
harus dalam posisi yang sedemikian rupa
agar supaya ruang bebas (clearance) antara
ujung (tip) pedal dan dinding ruang
pencampuran kurang dari 1,5 kali ukuran
maksinum agregat, karena kalau tidak,
daerah sumbatan dapat bertambah
sehingga material tidak tercampur dan
terselimuti oleh aspal secara merata.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

71

Unit Pengontrol Aspal (Asphalt


Cement Control Unit)
Untuk mendapatkan jumlah yang tepat
dari aspal dalam campuran dengan
toleransi yang telah ditentukan dalam
spesifikasi digunakan timbangan atau
(Scales) meteran. Untuk itu jumlah aliran
atau debit dari aspal yang diberikan pada
pencampur harus selalu diamati. Pada
AMP tipe batch terdapat tiga macam
timbangan yaitu timbangan agregat,
timbangan bahan halus (filler), dan
timbangan aspal.
Pada AMP tipe batch, timbangan untuk
agregat dikunci langsung di bawah bin
agregat bergradasi. Berat dari hopper
diteruskan atau ditransmisikan oleh
mekanisme timbangan yang biasanya
dipasang skala penunjuk tanpa pegas
sehingga berat agregat dari tiap bin dan
jumlahnya dalam tiap batch dapat dibaca
dan dicatat. Urutan penimbangan dari
tiap bin harus diamati secara cermat dan
sebaiknya penimbangan fraksi agregat
yang besar atau kasar didahulukan.
Jika unit AMP akan beroperasi, sebaiknya
skala timbangan dibersihkan, tiap bagian
dichek, dan harus dilaksanakan kalibrasi
timbangan
secara
periodik
oleh
instansi yang berwenang. AMP sebaiknya
menggunakan sistem kontrol yang
otomatis untuk mendapatkan pencampuran
dengan proporsi yang benar.

MP

Concrete Mixer 04

Concrete Mixer
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
14 - 22
Kapasitas Drum [liter]
400 - 500
Berat 400 R [kg]
2,542
Berat 500 R [kg]
2,793
Kapasitas Produksi 400 R
[m3/jam]
5 - 9,6 [estimasi]
Kapasitas Produksi 500 R
[m3/jam]
7 - 12 [estimasi]

Deskripsi Alat
Concrete mixer adalah alat untuk memproduksi beton ready
mix, dengan volume yang kecil akan tetapi dari segi kualitas
beton tetap seragam dan sesuai proporsi material yang telah
ditentukan dalam desain mix.

Attachment:
Dragline Aggregare Feeder
Timbangan Air
Mixer
Timbangan atau Bucket Material
Bak Stock Material

KATALOG ALAT BERAT

72 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
04 Concrete Mixer

Metode Kerja
Pengisian bucket material secara berurutan, Semen, G1, G2, S sambil ditimbang, selesai
penimbangan bucket diangkat dengan hydraulic cylinder, kemudian takaran air dibuka
atau mengisi drum mixer yang sambil diputar pada 14 rpm. Selesai mengaduk sampai
beton sempurna, drum mixer diputar berlawanan arah dan beton siap pakai keluar dari sisi
belakang drum.

300R

400R

500R

A Overall Length (hopper lowered)

3,33 m

1011 3,71 m

122 4,14 m

137

B Length (to front wheels)

2,50 m

83 2,81 m

93 3,05 m

100

C Discharge Clearance

0,36 m

12 0,66 m

22 0,66 m

22

D Overall Width

1,82 m

511,5 1,82 m

511,5 1,82 m

511,5

E Hopper Width

1,52 m

50 1,52 m

50 1,52 m

50

H Overall Length (to top of dragline jib)

4,88 m

160 4,88 m

160 5,88 m

160

J Height (hopper raised)

3,77 m

125 3,77 m

125 3,96 m

130

K Height to top Water Reservoir

3,14 m

103 3,14 m

103 3,23 m

107

L Discharge Height

1,37 m

46 1,37 m

46 1,37 m

46

M Hopper Loading Height

0,52 m

19 0,52 m

19 0,52 m

19

N Ground Clearance (hopper)

0,10 m

04 0,10 m

04 0,10 m

04

Machine Weight

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

73

2325kg

5127lb 2420 kg

5336 lb 2610 kg

5755 lb

MP

Batching and Mixing Plants Concrete 05

Batching and Mixing Plants Concrete


Spesifikasi Teknis
Power Supply [kw]
32 - 106
Tipe Mixer [liter]
750 - 1500
Kapasitas Produksi
Rata-rata [m3/jam]
30 - 60

Deskripsi Alat
Batching Plant adalah alat untuk membuat concrete atau beton
yang penting dalam dunia konstruksi. Material Industri
sebagai bahan pokok dalam pekerjaan struktur, beton
adalah campuran dari semen agregat dan air, serta adetif dalam
memproduksi beton secara massal dan kualitas yang sangat tinggi
serta keseragaman dalam mutu beton.
Maka pemilihan batching plant yang tepat adalah suatu
langkah kunci dalam pencapaian target tersebut, di
Indonesia dikenal ada dua jenis batching plant, Jenis
pertama wet system adalah batching yang memproses
sehingga menjadi fresh concrete yang siap dipakai dan fungsi dari
truck pengangkut hanya menjaga homogenitas sampai tempat
pengecoran.
Jenis kedua dry mix system adalah merupakan timbangan
material atau agregat, semen, air, adetif yang outputnya
siap di tuang ke truck Mixer, dan proses pengadukan beton
dilakukan dalam truck mixer dengan memutar drum mixer
pada kecepatan tinggi, kemudian beton siap dikirim
ketempat pengecoran.
Attachment:
Timbangan Air
Mixer
Timbangan atau Bucket Material
Bak Stock Material

KATALOG ALAT BERAT

74 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
05 Batching and Mixing Plants Concrete

Metode Kerja
Prinsip kerja dari batching plant adalah
mengisi material ke bin, menimbang agregat,
menimbang air, menimbang semen,
serta menimbang adetif, yang kemudian
dituangkan ke dalam mixer untuk dengan
kecepatan tertentu sehingga mencapai
homogenitas beton.
Penimbangan seluruh material dilaksanakan
dengan keakuratan yang sangat tinggi
serta diatur secara digital dan waktu
pengaduk (mixing time) ditentukan sesuai
kapasitas beton dan kualitas yang akan
dicapai.
Semua proses dapat disetel secara manual,
semi otomatis, dan otomatis. Setiap cyle
dengan kapasitas sesuai tipe mixer Output
batching plant dan beberapa cycle
Merupakan beton siap pakai (fresh concrete)
yang kemudian ditampung dalam ready
mix concrete truck untuk siap dikirim
ke pemakai. Sistem yang bekerja dalam
batching plant ini terdapat instalasi tenaga
sebagai berikut :
1. Tenaga listrik untuk menggerakkan
seluruh motor listrik dan Instalasi
pengendali.
2. Tenaga pneumatic (air compressor) untuk
menggerakkan buka tutup pintu-pintu
Agregat
3. Instalasi air kerja untuk pengisian mixer.
4. Hydraulic system untuk pembuka untuk
penutup pintu keluaran hasil produk
(discharge gate)

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

75

Poin yang perlu diperhatikan dalam


memilih batching plant.
1. Kapasitas Mixer.
2. Ukuran agregat maksimum yang dapat
diproses.
3. Slump beton yang bisa dihasilkan.
4. Tingkat keakuratan hasil timbangan
material.
5. Ketinggian hopper pengisi ke truck mixer.
6. Kapasitas Silo persediaan semen

MP

Batching and Mixing Plants Concrete 05

Concrete Batching Plant


AZP
CBP 120

ELBA
EBC D 30

ELBA
EBC D 60

SCHWING
CP 30

TRXBUILD
1000 LITER

Power Suplly [kw]

90,25

162

32

55

85

75

106

750

1,500

1,000

750

1,000

50

120

30

59

60

30

50-60

Aggregate size [mm]

60/80

100/
120

60/80

Mixing Period [second]

20-25

25-30

30-40

30

30-40

2x60

2x100

41,309

optional

2x80

2x80

2x80

Mixer Capacity [liter]


Production fresh concrete
[m3/jam]

Silo Semen [ton]

KYC
DBH 100

SPECIFICATION

AZP
CBP 50

BRAND

KATALOG ALAT BERAT

76 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

LE
LIFTING

EQUIPMENT

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

77

Sub Daftar Isi

LIFTING
EQUIPMENT

79. Truck Crane


81. Truck Mounted Crane
83. Tower Crane

85. Telescopic Handler


87. All-Terrain Crane

89. Lattice Boom Crawler Crane

KATALOG ALAT BERAT

78 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

LE
01 Truck Crane

Truck Crane
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
124 - 349
Kapasitas Maksimum [Ton]
25 - 70
Panjang Boom [m]
30 - 42
Kapasitas Winch [kN]
42

Deskripsi Alat
Truck Crane adalah alat yang umumnya dipakai untuk
mengangkat, memindahkan material dari tempat asal
ketempat lain yang dalam jangkauan dan kapasitas yang
aman dengan metode pemindahan barang vertical serta
jarak radius yang pendek sesuai boom.
Crane berputar pada porosnya, boom yang dapat dipanjangkan
secara hydraulic (telescopis) adalah bagian dari crane yang
membawa beban. Crane Hudraulic ini dipasangkan pada
kendaraan Truck untuk mobilisasinya dan Engine Crane
di desain khusus menggerakkan Wich machine, Power
hydraulic digerakkan oleh Engine yang terpisah dari truck
mempunyai tenaga yang efisien.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

79

LE

Truck Crane 01

Truck Crane
SENNEBOGEN
HPC40

TADANO
GT550E-2

XCMG
QY25K

XCMG
QY50K

XCMG
QY70K-I

BRAND

Power [HP]

124

349

276

356

356

Maximum Lifting Capacity [kg]

40

55000 kg
at 3,0 m

25

50

70

30

5-section,
11,1 m42,0 m

32

40,1

42

43

40,15

55,1

58

Swing Speed [rpm ]

1,9 min-1
[rpm]

Winch Capacity [KN]

42.2

Diameter Wire Rope [mm]

19

see chart

see chart

see chart

see chart

see chart

34,500

41 500

27,900

40,400

41,000

SPECIFICATION

Boom Length [m]

Diagram Working Radius [kg]

Weight [kg]

KATALOG ALAT BERAT

80 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

MP
02 Truck Mounted Crane

Truck Mounted Crane


Spesifikasi Teknis
Power [HP]
18 kw
Maximum Lifting Capacity [kg]
3030 at 2,5 m - 8200 kg at 1,8 m
Maksimum Panjang Boom [m]
8,31 - 12,91
Swing Speed [rpm]
12,91 -7,71

Deskripsi Alat
Truck Crane adalah alat yang umumnya dipakai untuk
mengangkat. memindahkan material dari tempat asal
ketempat lain yang dalam jangkauan dan kapasitas yang
aman dengan metode pemindahan barang vertical serta
jarak radius yang pendek sesuai boom.
Crane berputar pada porosnya, boom yang dapat dipanjangkan
secara hydraulic (telescopis) adalah bagian dari crane yang
membawa beban. Crane Hudraulic ini dipasangkan pada
kendaraan Truck untuk mobilisasinya dan Engine Crane
di desain khusus menggerakkan Wich machine, Power
hydraulic digerakkan oleh Engine yang terpisah dari truck
mempunyai tenaga yang efisien.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

81

Kapasitas Winch [kN]


7.45 - 14,72
Diameter Wire Rope [mm]
8 - 10
Crane Mass [kg]
1725 - 2920
Suitable Trucks [GVW] [kg]
7500 - 25000

LE

Truck Mounted Crane 02

Truck Mounted Crane

HIAB
081 A

HIAB
081 AW

TADANO
TM-ZE303MH

TADANO
TM-ZE553MH

TADANO
TM-ZR824

XCMG
SQ6.3ZK2Q

BRAND

18 kw

Maximum Lifting Capacity [kg]

4180 kg
at 1,8 m

4050kg
at 1,8 m

3030 at
2,5 m

5050 kg
at 2,35
m

8200 kg
at 1,8 m

6300

Maksimum Panjang Boom [m]

12,3

12,2

7,71

8,31

12,91

Swing Speed [rpm]

2,5

2,5

2,5

Kapasitas Winch [kN]

7,45

9,88

14,72

Diameter Wire Rope [mm]

10

see
chart

see
chart

see
chart

see
chart

see
chart

see
chart

1160

1725

2920

2115

1200015000

1200015000

7500 10000

SPECIFICATION
Power [HP]

Diagram Working Radius [kg]

Crane MAss [kg]

Suitable Trucks [GVW] [kg]

12000 to 20000 to
25000
25000

1200015000

KATALOG ALAT BERAT

82 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

LE
03 Tower Crane

Tower Crane
Spesifikasi Teknis
Kapasitas pada Jib mak. [ton]
1,6 - 3,0
Tinggi Mass Section [m]
25 - 45
Panjang Jib [lengan] [m]
40 - 60

Deskripsi Alat
Tower Crane adalah alat yang umumnya dipakai untuk
mengangkat, memindahkan material dari tempat asal ke
tempat lain. Dengan metode pemindahan barang vertikal
yang cukup tinggi serta jarak lengan atau radius yang
panjang sesuai jib.
Tower Crane berputar pada porosnya yang disebut slewing
gear, Jib horisontal panjang adalah bagian dari crane
yang membawa beban. Sedangkan counter-jib membawa
penyeimbang, biasanya blok beton Operator crane berada
di cabin pada puncak menara atau mengendalikan derek
(hoist crane) melalui instruksi dari pelaksana di bawah
dengan radio komunikasi.
Attachment:

Mast section: Segmen utama tower atau menara pendukung tower crane. Mast
section ini terbuat dari rangka baja, yang terhubung bersama-sama sesuai
ketinggian tower.
Slewing Bagian Utama Pemutar: Unit slewing duduk di atas tiang (mast
section) dan bagian Ini yang memikul beban Jib. dan slewing gear yang di gerakan
dari motor listrik.
Cabin Operator: Cabin operator, berada di unit slewing untuk tempat duduk
operator.
Jib: Jib, atau lengan tower crane, lengan memanjang horisontal dari derek
jib, sebuah jib memiliki troli yang dapat bergulir, berjalan di sepanjang
bagian bawah untuk memindahkan barang secara horizontal.
Hook (kait): Digunakan untuk menghubungkan derek atau kabel baja (wire rope)
dengan beban. Hook ini bergantung pada ujung kabel baja tebal yang berjalan di
sepanjang jib.
Counterweights: Beton besar yang dipasang ke bagian belakang tiang, untuk
mengimbangi berat barang yang diangkat.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

83

LE

Tower Crane 03

Tower Crane
RAIMONDI
MRT 111

TOPSKY
7030-12

BRAND

61

70

Beban JIB Maksimum [ton]

1,25

Jarak JIB Minimum [m]

11,5

20,6

12

131

186,7

SPECIFICATION
JIB Length [m]

Kapasitas JIB Minimum [ton]


Ketinggian H.U.H [m]

Tower Crane jenis Luffing Jib Merek SCM D - 160

Attachment:
Berikut kegunaan attachment dan aplikasi pekerjaannya :
Aplikasi

Attachment

Pekerjaan pengangkatan besi beton atau pipe H beam


Pekerjaan pengecoran, kolom, balok, lantai

Hook
Concrete Bucket
0,35m3 - 0.75 m3
Hook, dan Separator
Hook, Blok
Concrete Bucket
0,5 m3 - 0.75 m3

Pekerjaan pemasangan Form Work


Pekerjaan Erection Panel Beton atau baja pada gedung bertingkat
Pekerjaan Concreting dan pembersian, pada pilon jembatan

KATALOG ALAT BERAT

84 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

LE
04 Telescopic Handler

Telescopic Handler
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
100 -150
Lift Capacity [kg]
4000 kg - 5000 kg
Lift Height [m]
16 m - 25 m
Load at Max Reach [kg]
500 kg - 1200 kg

Deskripsi Alat
Adalah mesin yang banyak digunakan di bidang konstruksi
dan industri. Penampilan mirip seperti forklift tetapi fungsi
lebih menyerupai crane, dengan fleksibilitas teleskopik
tunggal yang dapat memperpanjang ke depan dan ke atas
dari kendaraan.
Pada ujung boom operator dapat ditambahkan beberapa
macam attachment seperti : Q-Fit, forks, shovel, hook dan
gondola.
Lift Capacity
: 4000 kg - 5000 kg
: 16 m - 25 m
Lift Height
Max. Reach
: 12 m - 19 m
Load at Max. Reach : 500 kg - 1200 kg

Attachment:
Fork
Q - Fit
Bucket
Hook
Gondola

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

85

LE

Telescopic Handler 04

Telescopic Handler

GENIE
GTH-3007

GENIE
GTH-4018

JCB
531-70

HAULOTTE
HTL 3510

HAULOTTE
HTL 4010

BRAND

Power [kw]

91 hp

100 hp

63

70

70

Payload [kg]

2,500

2,000

3,100

3,500

4,000

Lifting heigth [m]

6.9

17.38

9.8

10

Shovel Capacity [GP] m3

0.8

0.8

Transmission

Powershift

Hydrostatic

Hydrostatic

Travel speed [km/h]

29

SPECIFICATION

KATALOG ALAT BERAT

86 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

LE
05 All Terrain Crane

All Terrain Crane


Spesifikasi Teknis
Power [HP]
124 - 435
Max Boom Length [m]
18,8 - 51,2
Capacity [ton]
16 - 90
Weight [ton]
19 - 60

Deskripsi Alat
All Terrain Crane atau truck crane adalah alat yang umumnya
dipakai untuk mengangkat, memindahkan material dari
tempat asal ke tempat lain dengan metode pemindahan
barang vertikal dengan jarak lengan atau radius yang sesuai
panjang boom.
All Terrain Crane berputar pada porosnya yang disebut
swing gear, boom panjang adalah bagian dari crane yang
membawa beban sedangkan Counter-jib membawa
penyeimbang, yang biasanya berupa besi tuang. Aplikasi
dapat dipergunakan untuk erection jembatan prestress,
komponen panel-panel beton prestress, juga digunakan
dalam pekerjaan pemasangan ini.

Attachment:

Boom : Jib atau lengan All terrain Crane atau Truck, berupa telescopic yang digerakkan
oleh hydraulic.
Hook (kait) : Digunakan untuk menghubungkan derek atau kabel baja (wire rope)
dengan beban. Hook Ini mempunyai derek 4 layer
Counter Weights : Beban besar yang dipasang ke bagian belakang tiang, untuk
mengimbangi berat barang yang diangkat.
Outrigger : Bagian yang penting untuk menstabilkan truck crane pada saat bekerja,
dengan melebarkan posisi outrigger dan memasang jack ketumpuan pondasi atau
medan keja tiang, untuk mengimbangi berat barang yang diangkat.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

87

LE

All Terrain Crane 05

All Terrain Crane


SENNEBOGEN
613M

SENNEBOGEN
643M

SENNEBOGEN
683M

TADANO
ATF50G-3

TADANO
ATF90G-4

BRAND

Net Power [HP]

124

174

235

345

435

Max Lifting Capacity [ton]

16

40

80

50

90

18,8

30

42

40

51,2

13

14

16

18

19,30

26,30

65,00

60,00

60,00

SPECIFICATION

Base Boom Length [m]


Fully extended boom length [m]
Jib Length [m]
Total Weight [Kg]

Diagram Kapasitas dan Ketinggian boom,


All Terrain Crane TADANO - ATF 50 G - 3

Aplikasi

Pemindahan material dan alat


berat pada pembangunan
jembatan
dan
gedung
bertingkat Erection Balok Girder
dan Erection pada kontruksi
baja dan sebagai alat bantu
dalam louching Bridge
KATALOG ALAT BERAT

88 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

LE
06 Lattice Boom Crawler Crane

Lattice Boom Crawler Crane


Spesifikasi Teknis
Maximum Weight / 3.8m [ton]
50 - 150
Maximum Boom Length [m]
33 - 79,25
Maximum Boom with Jib [m]
15 - 29
Wirerope Speed [m/minute]
40 - 120
Ground Pressure [kg/cm2]
0,74 - 0,78

Deskripsi Alat
Crawler Crane adalah alat yang umumnya dipakai untuk
mengangkat, memindahkan material dari tempat asal
ketempat lain dengan tambahan pelengkap, alat ini juga
dapat dipergunakan untuk erection jembatan prestress,
komponen panel-panel beton prestress, juga digunakan
dalam pekerjaan pondasi untuk memancang tiang pancang,
bore pile, pemasangan instalasi pipa (pipe layer), menggali
dan memuat (clampshell dan dragline). Konstruksi
umumnya bagian atas dari alat dapat berputar 360 derajat
seperti excavator, dengan jangkauan yang lebih jauh.

Attachment:

Diesel Hammer + leader : pekerjaan pemancangan steel pipe maupun concrete pile.
Auger + Tremi pipe : pekerjaan borepile.
Generator + Vibro : pekerjaan pemancangan Sheet pile baja dan beton
Jib : pekerjaan erection baja / beton
Grab, dragline, clamp shell : pekerjaan Galian Tanah
Concrete bucket : pekerjaan Concreting
Grab,circulation drill : pekerjaan Diapraghma Wall

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

89

LE

Lattice Boom Crawler Crane 06

Metode Kerja
Metode pengangkatan menggunakan Crawler Crane harus selalu memperhatikan
tingkat kesetabilan tanah tempat bekerjanya crane serta selalu melihat tabel beban yang
diizinkan sesuai jarak (radius) beban terhadap sumbu crane.

Dimensi
General dimension (with basic boom) Unit: mm

KATALOG ALAT BERAT

90 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

LE
06 Lattice Boom Crawler Crane

CRANE 50 TON - 70 TON


IHI CCG 700

KOBELCO
7055

LINK BELT
108

XCMG
QUY55

XCMG
QUY100

BRAND

213

170

167

246

Beban Maksimum, pada jarak

70 Ton at
3,8 m

55 Ton at
3,7 m

50 Ton at
3,3 m

55 Ton

100 Ton

Panjang Boom Maksimum [m]

54

42

33,5

72 m+24 m

SPECIFICATION
Power [HP]

Panjang Boom dengan Jib


Wirerope Speed [m/menit]
Berat Total + 12 M boom [Ton]
Ground Pressure Rata-rata

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

91

54 m+18 m 42 m+29 m
55 / 40

120

131

64,1

56,7

40,84

55

0,78 Kg/
cm2

0,74 kg/
cm2

0,069 Mpa

0.0927
Mpa

LE

Lattice Boom Crawler Crane 06

CRANE 70 TON - 80 TON

IHI 1500

KOBELCO
7055

KOBELCO
7070

LINK BELT
138 HSL

LINK BELT
238

BRAND

242 KW

159 KW

159 KW

281 HP

282 HP

Beban Maksimum, pada jarak

150 Ton at
5m

55 Ton at
3,7 m

70 Ton at
4m

80 Ton

150 Ton

Panjang Boom Maksimum [m]

84

42

42

60,96

79,25

SPECIFICATION
Power [HP]

Panjang Boom dengan Jib

103 m

42m+29 m 42 m+30 m 60 m+19 m 79 m+24 m

55-110 m/
menit

120 m/
menit

120 m/
menit

500 feet/
menit

Counter Weight [Ton]

64

15,2

24,6

23,72

48,8

Berat Total + 12 M Boom [Ton]

170

56,7

72,2

40,78

119

Ground Pressure Rata-rata


[kg/cm2]

0,96

0,74

0.8

0,74

Swing Speed [rpm]

1,7

4,7

1,7

46942
pound

Wirerope Speed

Max Line Pull

KATALOG ALAT BERAT

92 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

PE
PAVING

EQUIPMENT

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

93

Sub Daftar Isi

PAVING
EQUIPMENT

95. Asphalt Finisher (tracked)


98. Asphalt Finisher (wheeled)
101. Concrete Paver
103. Bridge Finisher

105. Compactors
108. Pneumatic Tire Roller
110. Double Drum Compactor
112. Road Milling Machine

KATALOG ALAT BERAT

94 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

PE
01 Asphalt Finisher tracked

Asphalt Finisher (tracked)


Spesifikasi Teknis
Power Capacity [kW]
86
Paving Width [m]
2-6
Kecepatan Produksi [km/jam]
3,07 - 9,16

Deskripsi Alat
Asphalt finisher adalah alat untuk menghamparkan campuran
aspal hot mix, yang dihasilkan dari alat produksi aspal (AMP).
Untuk menghampar pada permukaan jalan yang akan
dikerjakan.
Terdapat dua jenis Asphalt Finisher ya itu jenis crawler yang
menggunakan track dan jenis roda karet.
Pada Asphalt Finisher jenis track, penghamparannya lebih
halus serta lebih datar dibandingkan Asphalt Finisher yang
menggunakan roda karet dengan ukuran yang sama.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

95

PE

Asphalt Finisher tracked 01

Metode Kerja
Asphalt hot mix dari dump truck, dituangkan
secara berangsur-angsur ke hopper finisher
yang dapat menampung volume dari alat
pengangkut tersebut.
Pada kondisi jalan yang lebar posisi paving
dan screw dapat ditambah lebarnya
(extention) sampai maksimum sesuai
spek alat, demikian pula ketebalan dari
hamparan asphalt dapat di sesuaikan.

Pada kondisi jalan yang lebar posisi paving


dan screw dapat ditambah lebarnya
(extention) sampai maksimum sesuai
spek alat, demikian pula ketebalan dari
hamparan asphalt dapat di sesuaikan.
Posisi yang dikehendaki dari operasi alat
ini adalah hasil paving yang seragam, sama
dari ukuran ketebalannya, sama dalam
lebarnya, sama dalam kemiringannya,
serta permukaan yang rata .

Asphalt Finisher (tracked)


TRX BUILD

VOLVO
AB 5820

Lebar Paving [m]

2,4-6,1

2-5

2,8-6

2,5-5

Ketebalan Paving [mm]

350

350

250

300

Kecepatan Paving [km/jam]

8-14

23

3,07-9,16

20

Power Engine [kw]

129

172

86

125

900

600

Output Theoritical [ton/jam]

DYNAPAC
DF 145 CS

SPECIFICATION

CATERPILLAR
AP 655 D

BRAND

KATALOG ALAT BERAT

96 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

PE
01 Asphalt Finisher tracked

Track Paver
CATERPILLAR
AP 555 E

DYNAPAC

HANTA
F 2045 C3

VOGELE
SUPER 800

VOGELE
SUPER 1303-3

BRAND

144

230

65,7

60

100

16-17

Hopper capacity [t]

10

Max. thickness [cm]

30,5

35

1-15

20

20

2,55-5

2, 0-4,5

1,1

3,25

Max. width with extension [m]

4,36

4,95

Paving speed [m/min]

25

0-23

SPECIFICATION
Net Power [Hp]
Theoritical paving output [T/Hr]

Paving width [m]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

97

PE

Asphalt Finisher wheeled 02

Asphalt Finisher (wheeled)


Spesifikasi Teknis
Power Capacity [kW]
86 - 172
Paving Width [m]
2 - 4,5
Kecepatan Produksi [km/jam]
3,07 - 9,16

Deskripsi Alat
Asphalt finisher adalah alat untuk menghamparkan campuran
aspal hot mix, yang dihasilkan dari alat produksi aspal (AMP).
Untuk menghampar pada permukaan jalan yang akan
dikerjakan.
Terdapat dua jenis asphalt finisher ya itu jenis crawler yang
menggunakan track dan jenis roda karet.
Pada asphalt finisher jenis track, penghamparannya lebih
halus serta lebih datar dibandingkan asphalt finisher yang
menggunakan roda karet dengan ukuran yang sama.

KATALOG ALAT BERAT

98 KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

PE
02 Asphalt Finisher wheeled

Asphalt Finisher (wheeled)

SPECIFICATION

BOMAG
S340 G-V

DYNAPAC
DF145CS

TRX BUILD
2TLZ45 E

TRX BUILD
2TLZ45 E

BRAND

Lebar Paving [m]

2,5-4,5

2,8-6

Ketebalan Paving [cm]

25

35

25

1-25

0-129

0-23

3,1-8,97

3,07-9,16

Power Engine [HP]

75

230

73,7

115

Output Theoritical [ton/jam]

300

900

220

120

Kapasitas Hopper [ton]

4,8

6,50

10

Berat Total [ton]

7,5

20,30

Kecepatan Paving [m/menit]

Wheel Paver

BOMAG
BF 300 P

BOMAG
BF 600 P

CATERPILLAR
AP 300

HANTA
F2045W3

BRAND

Net Power [HP]

76

164

64,55

66,6

Theoritical Paving Output [T/Hr]

300

600

236

Hopper Capacity [t]

3.8 m3

4,2

Max. Thickness [cm]

30

30

1,0-15

1.7-4

2,5-7,55

1,7-3,2

2,0-4,5

4,5

0-129

0-43

0-85

1,0-9,0

7,500-8,000

15,000-16,000

7,6

SPECIFICATION

Paving Width [m]


Max. Width With Extension [m]
Paving Speed [m/min]
Std Operating Weight [kg]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

99

PE

Asphalt Finisher wheeled 02

Wheel Paver
HUATONG
2LTLZ45E

HUATONG
2LTLZ60

VOLVO
ABG5770

VOLVO
ABG6870

VOLVO
ABG4370B

BRAND

Net Power [HP]

74

115

159

166

159

Theoritical Paving Output [T/Hr]

220

300

500

700

600

Hopper Capacity [t]

10

12

12

12

12

Max. Thickness [cm]

25

25

30

30

30

2500-4500

2800-6000

2,5-5

3-6

2,5-4,75

7,5

5,5

3.01-8.97

3.07-9.16

0-40

0-40

0-40

16,420

17,590

15,000

SPECIFICATION

Paving Width [m]


Max. Width With Extension [m]
Paving Speed [m/min]
Std Operating Weight [kg]

11

KATALOG ALAT BERAT

100 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
03 Concrete Paver

Concrete Paver
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
86 - 172
Paving Width [m]
2 - 4,5
Ketebalan Maksimum [cm]
3,07 - 9,16
Kecepatan Maju [m/menit]
10 - 11
Ground Pressure [psi]
19

Deskripsi Alat
Concrete Pavers adalah unit alat berat untuk pekerjaan
beton. Pavers menghampar beton ready mix, yang fungsinya
seperti pada pekerjaan asphalt finisher. Alat ini menggunakan
sistem slipform dan digunakan dalam proses pengecoran
jalan raya beton rigid pavement secara menerus dengan
jaminan kualitas, kemiringan, dan kerataan sesuai dengan
titik yang ditentukan dengan sangat akurat.
Berbagai tipe dari Concrete Paver atau nama lainnya
Concrete Slip Form mempunyai ukuran lebar yang bervariasi
antara 2 meter sampai dengan 15 meter, namun dalam
Katalog ini hanya akan membahas 3,6 meter hingga 8 meter.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

101

PE

Concrete Paver 03

Metode Kerja
Pertama menyebarkan beton ditempatkan
pada lokasi di depan auger, kemudian
auger mengatur perataan beton ke sisi
tamper bar, dengan dibantu vibrator yang
terpasang pada unit alat tersebut. Hidrolik
vibrator mengkonsolidasikan beton, dan
bar tamper mendorong agregat besar di
bawah permukaan. Selanjutnya concrete
masuk ke finishing pan yang kemudian
diatur leveling serta perataannnya secara
otomatis.

Unit Concrete paving ini, memiliki unit


penggerak yang terdiri dari track system,
ada yang menggunakan 2 track, 3 track
dan 4 track system tergantung dari tipe
mesin dan kebutuhan medan kerjanya.
Sistem kontrol electronic dari mesin ini
dapat mengatur hydraulic sytem yang
menggerakkan seluruh unit, mengatur
operasi track system, leveling dari finishing
pan dan steering system.

Concrete Paver

SPECIFICATION

GOMACO
GP-2400

POWERPAVER
SF-1700

POWERPAVER
SF-2700

POWERPAVER
SF-3000

WIRGEN
SP 81i

WIRGEN
SP 82

BRAND

Lebar Paving [m]

3,6-7,5

3,5

3,75

26

2-8

38

38

45

Kecepatan Paving [km/jam]

11-13

11-13

11-13

Power Engine [kw]

174,5

160

220

260

214

207

19

19

19

24,948

up to 7,5

up to 10

27,900

42,000

Ketebalan Paving [mm]

Ground Pressure [psi]


Berat Total [kg]

KATALOG ALAT BERAT

102 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
04 Bridge Finisher

Bridge Finisher
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
25 - 27
Max. Machine Length [m]
10,6
Kerangka Utama [cm]
45 - 91

Deskripsi Alat
Concrete Bridge Finisher beton adalah alat yang membantu
pekerjaan pada pengecoran beton pada jalan raya dan beton
slab pada jembatan, agar tercapai bentuk hamparan
concrete yang rata dan mempunyai ketebalan yang benar
dan sama, proses setelah meratakan adukan beton dengan
secara manual, kemudian screed bekerja bagaikan
penggaris yang meratakan beton dengan bolak-balik
melintasi permukaan beton agar tercapai permukaan yang
rata.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

103

PE

Bridge Finisher 04

POWERPAVER
WB-2700

TEREX BID-WELL
2418

Lebar Paving [m]

26

45

up to 12

38

Ketebalan Paving [mm]

38

11-13

11-13

11-13

207

174,5

Power Engine [kw]

214

2-8

160

3,6-7,5

Ground Pressure [psi]

19

19

19

27,900

42,000

24,948

BRAND

SPECIFICATION

Kecepatan Paving [km/jam]

Berat Total [kg]

ALLEN TEKNIK
4836B

ATC
1800

Bridge Finisher

KATALOG ALAT BERAT

104 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
05 Compactors

Compactors
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
100
Lebar Roda [m]
1,8 - 2,3
Berat Total [ton]
4 - 19

Deskripsi Alat
Compactor kegunaannya adalah untuk memadatkan tanah
atau material agar dapat dicapai suatu nilai kepadatan yang
diinginkan sesuai dengan beban atau muatan serta frekuensi
lintasan yang akan dilalui oleh material yang dipadatkan tadi.
Compactor yang dilengkapi dengan vibro atau getaran akan
mampu lebih cepat mencapai kepadatan material yang
diinginkan. smooth drum dipakai untuk memadatkan
material yang bersifat lepas yang kandungan airnya
(moisture content) kecil atau untuk pemadatan-finishing.
sedangkan kelengkapan pad drum dipakai untuk material
atau tanah yang bersifat liat dengan kandungan air cukup
besar.

Attachment:

Pada Compactor dengan type standar, dapat di berikan kelengkapan tambahan


berupa : Pad Foots drum,dan yang dapat dengan mudah dipasang atau di lepas
kembali.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

105

PE

Compactors 05

Compactors

SAKAI
SV525D

SAKAI
SV700D

AMMANN
ASC - 200

AMMANN
ASC - 100

BRAND

117

220

112

169

10,120

20,750

10,100

15,000

10

10,5

0-10

0-10

Lebar Drum [mm]

2,130

2,240

2,130

2,130

Centrifugal force, High Ampl [KN]

1.85

2.0

255

275

Centrifugal force, Low Ampl [KN]

1.15

1.0

172

220

32/35

28/34

33,3 /28,3

36,7/27,5

SPECIFICATION
Net Power [HP]
Operating Weight [Kg]
Speed Range [km/h]

Vibration Frequency [Hz] L/H

Compactors

Operating Weight [Kg]


Speed Range [km/h]
Lebar Drum [mm]
Centrifugal force, Low/High
Ampl [KN]
Vibration Frequency [Hz] L/H

TEREX
TV900

Net Power [HP]

TEREX
TV800H

SPECIFICATION

TEREX
TV800

BRAND

16,5 [22,11]

16,5 [22,11]

16,5 [22,11]

1559

1617

1568

2500/3000

2500/3000

2500/3000

800

800

900

10/12,5

10/12,5

10/12,5

46/52 [2760/3120]

KATALOG ALAT BERAT

106 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
05 Compactors

Compactors

TEREX
TV1000

TEREX
TV1200

TEREX
TV1300

TEREX
TV1400

BRAND

24,5[32,83]

24,5[32,83]

32.4[43,4]

32,4[43,4]

2570

2925

3435

4390

2300/2800

2300/2800

2300/2800

2300/2800

Lebar Drum [mm]

1000

1200

1300

1400

Centrifugal force, Low/High


Ampl [KN]

17/23

22/30

27/37

45/61

SPECIFICATION
Net Power [HP]
Operating Weight [Kg]
Speed Range [km/h]

Vibration Frequency [Hz] L/H

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

107

48/56 [2880/3360]

PE

Pneumatic Tire Roller 06

Pneumatic Tire Roller


Spesifikasi Teknis
Power [HP]
91 - 177
Berat [kg]
8,700 - 25,000

Deskripsi Alat
Tire roller adalah alat untuk memadatkan lapisan asphalt
atau tanah yang menggunakan roda ban karet yang dipompa
(pneumatic) sebagai permukaan yang menggilas permukaan
asphalt atau tanah, susunan dari roda bagian depan
dan roda bagian belakang diatur secara selang-seling,
sehingga seluruh permukaan yang dilintasi akan menjadi rata.
Bagian yang tidak dilintasi roda depan akan dilintasi oleh roda
belakang.
Tekanan yang diberikan roda terhadap permukaan tanah
dapat diatur tekanannya dengan cara merubah tekanan ban,
makin besar tekanannya pada ban, maka makin besar pula
tekanan pada tanah.
Pneumatic Tire Roller baik sekali digunakan pada penggilas
lapisan hot mix sebagai Penggilas Antara Pada tire roller ini
beratnya dapat ditingkatkan seperti juga pada tandem roller,
degan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding
mesin.

Attachment:

Pada Compactor dengan tipe standar, dapat diberikan kelengkapan tambahan


berupa Pad Foots drum yang dapat dengan mudah dipasang atau dilepas kembali.

KATALOG ALAT BERAT

108 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
06 Pneumatic Tire Roller

Pneumatic Tire Roller

SPECIFICATION

BOMAG
BW 211D-40

CATERPILLAR
CS 56

DYNAPAC
CA250PD -II

HAMM
3410

SAKAI
4836BSV 900 T

Engine Power [HP]

132

156

110

133,3

169

13,000

11,741

13,000

10,535

19,200

0-6

0-5

0-6

0-6

Lebar Drum [cm]

2150

2134

2130

2140

2150

Centrifugal Force, High Ampl [kN]

275

300

246

343

Centrifugal Force, Low Ampl [kN]

198

145

144

245

Vibration Frequency [Hz]

36

33

30-40

35

SPECIFICATION

SAKAI
SV 525 T

SANY
SSR 120

SANY
SSR 140

VOLVO
SD115

YTO
YL16G

BRAND

Engine Power [HP]

112

93

110

173

127

10,100

12,300

14,000

11,650

16,000

Kecepatan [km/jam]

1-10

0-6

0-6

0-6

15

Lebar Drum [cm]

2295

2130

2130

2136

Centrifugal Force, High Ampl [kN]

255

300

275

59,400
pounds

Centrifugal Force, Low Ampl [kN]

172

198

198

Vibration Frequency [Hz]

33,3

30/36

30/36

28

Berat Total [kg]


Kecepatan [km/jam]

BRAND

Berat Total [kg]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

109

PE

Double Drum Compactor 07

Double Drum Compactor


Spesifikasi Teknis
Power [HP]
100 - 200
Berat [ton]
4 - 19
Lebar Roda [m]
1,8 - 2,3

Deskripsi Alat
Double Drum Compactor Kegunaannya adalah untuk
memadatkan perkerasan jalan asphalt hot mix agar dapat
dicapai suatu nilai kepadatan yang diinginkan sesuai dengan
beban atau muatan serta frekuensi lintasan yang akan dilalui
oleh material yang dipadatkan tadi.
Double Drum Compactor yang dilengkapi dengan vibro atau
getaran akan mampu lebih cepat mencapai kepadatan
material yang diinginkan. Double smooth drum dipakai untuk
memadatkan material yang bersifat lepas yang kandungan
airnya kecil atau untuk pemadatan finishing pada proses
pengaspalan jalan.

KATALOG ALAT BERAT

110 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
07 Double Drum Compactor

Kelas 2 - 5 Ton

AMMANN
ARX-23

AMMANN
ARX-26

SAKAI
SW300-1

SAKAI
SW502S-1

BRAND

Net Power [HP]

30,6

30,6

35

39

Operating Weight [Kg]

2,250

2,460

2725

4090

Speed Range [Km /h]

10

10

0-12

0-10

Drum width [cm]

100

120

100

130

Centrifugal Force High Ampl [kN]

41

47

27,5

34,3

SPECIFICATION

Kelas 6 - 10 Ton

AMMANN
AV-70X

AMMANN
AV-110X

SAKAI
SW 652-1

SAKAI
SW800

BRAND

Net Power [HP]

80,4

100

74

121

Operating Weight [Kg]

7,100

10,400

7,100

10,400

Speed Range [Km /h]

11,6

12

0-13

0-12.5

Drum width [cm]

1,450

1,700

148

170

Centrifugal Force High Ampl [kN]

85/78

110/83

69

SPECIFICATION

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

111

PE

Road Milling Machine 08

Road Milling Machine


Spesifikasi Teknis
Power [HP]
100 - 200
Berat [ton]
4 - 19
Lebar Roda [m]
1,8 - 2,3

Deskripsi Alat
Mesin milling aspal yang digunakan untuk mengupas lapisan
permukaan aspal lama yang akan diperbaiki menjadi
potongan-potongan kecil, yang langsung dimuat ke dalam
dump truck. Bahan hasil bongkaran ini kemudian dapat
digunakan kembali untuk pembuatan hot mix paving atau
untuk memperkuat tanah yang labil.
Proses pembongkaran/penggilingan permukaan aspal akan
menciptakan kedalaman hasil pemotongan yang seragam,
dan permukaan jalan yang selesai dikupas akan rata dan
memudahkan dalam proses pelapisan hot mix yang baru.

KATALOG ALAT BERAT

112 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
08 Road Milling Machine

Kelas 2 - 5 Ton

SPECIFICATION

CATERPILLAR
PM 200

CATERPILLAR
PM 102

SAKAI
ER 552 - F

TRX BUILD
LHX 100D

BRAND

Engine Power [HP]

564

225

561

193

Berat Total [kg]

31,500

17,500

28,200

15,800

Lebar Drum [mm]

2,010

1,000

2,040

1,300

Milling Depth [mm]

320

305

0-230

0-120

Working Speed [m/menit]

0-38

27

0-55

0-15

Lebar Conveyor [mm]

800

550

600

450

Number of Teeth

178

178

156

120

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

113

PE

Road Milling Machine 08

SPECIFICATION

VOLVO
MT 2000 [2.000 mm]

VOLVO
SW 3525 [2.185 mm]

VOLVO
MW 500

Kelas 2 - 5 Ton

Engine Power [HP]

610

610

127

Berat Total [kg]

34,357

39,149

9,100

Lebar Drum [mm]

2,000

2,185

500

Milling Depth [mm]

0-355

0-355

0-210

Working Speed [m/menit]

0-57,3

0-57,3

0-35

Lebar Conveyor [mm]

915

915

350

Number of Teeth

146

158

62

BRAND

KATALOG ALAT BERAT

114 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

FE
FOUNDATION

EQUIPMENT

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

115

Sub Daftar Isi

FOUNDATION
EQUIPMENT

117. Rig Bore Pile


120. Diesel Hammer
123. Vibro Hammer
127. Grout Pump

KATALOG ALAT BERAT

116 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

FE
01 Rig Bore Pile

Rig Bore Pile


Spesifikasi Teknis
Power [Ton]
23 - 82
Kedalaman [m]
40 - 70
Diameter Bor [mm]
800 - 2500

Deskripsi Alat
Alat borepile yang kita kenal untuk membuat lubang bore
dengan diameter = 80 s/d 250 cm, untuk pengecoran pile
concrete basic machinenya bisa dari Excavator dan Crawler
Crane, untuk pengerjaan bore pile perlualat bantu Crane
servis yang berguna untuk memasang casing, sebagai
pengaman dalam proses pengeboran.

Attachment:

Auxillary Winch
5 Stage Square Kelly Bar
3-Stage Hidraulically Operated Boom
Bucket

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

117

FE

Rig Bore Pile 01

Metode Kerja

KATALOG ALAT BERAT

118 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PE
01 Rig Bore Pile

Kelas 2 - 5 Ton
CASAGRANDE
B175 XP

CASAGRANDE
B250 XP

KATO
KE-1500

SUNNY
SR 150

SUNNY
SR 250

BRAND

1500

2500

1500

1500

2200

Max Drilling Depth [m]

57

78

43

60

70

Max Output Torque [kN.m]

240

240

150

260

Drilling Speed [rpm]

34

34

12

7 - 40

6 - 30

Max Push [kN]

250

250

69

150

300

Max Pull [kN]

400

400

400

160

300

12,500

12,500

1,000

4,250

1,000

250

250

160

240

20

28

28

Auxiliary Winch Pull [kN]

160

250

69

60

110

Auxiliary Winch Dia [mm]

16

14

20

Auxiliary Winch Line Speed [m/min]

85

60

70

Operating Height [mm]

14,600

18,582

22,580

Operating Width [mm]

3,190

4,000

4,300

Transport Width [mm]

3,000

3,000

System Pressure [MPa]

34,3

34,3

Traction Force [kN]

220

510

Max Total Weight [Ton]

82

82

82

45

70

Engine Power [kW]

194

330

330

SPECIFICATION
Max Drilling Dia [mm]

Stroke of Crowd Cylinder [mm]


Main Winch Pull [kN]
Main Winch Rope Dia [mm]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

119

FE

Diesel Hammer 02

Diesel Hammer
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
100 - 200
Energi/blow [Ton]
7,5 - 22
Berat RAM Maksimum [kg]
2,500 - 8,000
Berat Hammer [kg]
5,200 - 20,500

Deskripsi Alat
Diesel Hammer (pile hammer) adalah salah satu dari alat
pemancang, sebagai pengganti drop hammer dimasa yang
lalu yang bekerjanya dapat menumbuk tiang pancang beton,
tiang pancang pipa, atau baja H beam.
Alat ini sebagai Attactment dari Crawler Crane, prinsip
kerjanya alat ini di gerakkan dengan diesel system, dimana
RAM, piston penumbuk yang naik dalam silinder didorong
oleh hasil pembakaran dari injection solar, kemudian piston
turun dam memukul landasan pile yang ada dengan energy
jatuh bebas dari berat RAM.
Disel Hammer ini di pasang pada Piling Leader, yang
mempunyai pegangan sehingga Diesel Hammer dapat bebas
naik turun pada alur leader yang di kendalikan oleh dari wine
pada crawler crane.

KATALOG ALAT BERAT

120 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

FE
02 Diesel Hammer

Metode Kerja
Berikut contoh skema alat diesel hammer :

stopper
eye bolt
ram

pug oil chamber

guide plate
gide ring

lower cylinder
fuel tank
cam

water tank cooling


fuel pump
piston ring

water drain hole

anvil

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

121

FE

Diesel Hammer 02

Diesel Hammer

DD18

DD53

DD63

K 25

K 35

K 45

K 60

K 80

BRAND

Berat Total [kg]

1800

5,300

6300

5,200

7,500

10,
500

10,
500

20,
500

Berat Ram [kg]

2500

3500

4,500

6,000

8,000

Blow/menit

39-60

39-60

39-60

35-60

35-60

Energy/blow [ton-m]

7,5

10,5

13,5

16

22

Explosion Pressure on Pile [ton]

108

150

191

245

250

SPECIFICATION

K 45

K 60

300 x 300 400 x 400


84 -137

300 x 300 400 x 400


84,1-137

350 x 350 400 x 400


106-137

Diameter Tebal Berat

406-609
6,4-16
83,1-234

508-812
6,4-16
79-314

609,6-914,4
9,5-16
141-354

711-1016
9,5-16
164-395

Tipe Tebal Berat

U-Z
13-12,6
60-116

U-Z
13-12,6
60-116

U-Z
13-21,5
60-116

U-Z
15,5-12,5
76,4-116

Diameter Tebal Berat

300-500
60-100
120-330

400-600
70-110
190-440

500-800
80-130
280-710

600-800
90-130
380-710

TYPE PILE
H Pile

Dimensi Berat

Pipe Pile

Sheet Pile

Concrete Pile

K 35

K 25

MODEL

KATALOG ALAT BERAT

122 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

FE
03 Vibro Hammer

Vibro Hammer
Spesifikasi Teknis
Tipe Elektrik
Electric Power [Kw]
3,7 - 90
Eccentric Power [kg-cm]
180 - 5.000
Berat Total [kg]
450 - 6,900
Tipe Hidrolik
Power Pack [Kw]
50 - 200
Dynamic Force [kN]
294 - 980
Berat Total [kg]
1.230 - 6,415

Deskripsi Alat
Vibro Hammer adalah alat untuk pemancangan dan
mencabut steel sheet pile, concrete sheet pile dan casing
pipe, pada pekerjaan pembuatan dinding kedap air dengan
cara memberikan daya tekan dari berat serta getaran yang
ditimbulkan oleh vibrator yang digerakkan oleh electric
motor. Akan tetapi ada juga Vibro Hammer yang digerakkan
oleh system hydraulic. Vibro Hammer bisa juga digunakan
untuk pemancangan H Beam.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

123

FE

Vibro Hammer 03

Metode Kerja
Typical Job Layout

Note :
Yellow-colored portion
shows the supply from
NIPPEI as standard

Vibro

Crane

Pile
Power cable

Cabtyre
cable &
Hydraulic
hose

Generator
Controller

Vibratory
Driver/Extractor

Suspension
System

Hydraulic Power Pack

Hydraulic Hoses

Dashboard

Eccentric
weight
Exciter Cell
Hydraulic
Clamp

Pile

KATALOG ALAT BERAT

124 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

FE
03 Vibro Hammer

Specifications and Performances


NVA
- 5SS
3,7

NVA
- 10SS
7,5

NVA
- 20SS
15

NVA
- 30SS
22

NVA
- 40SS
30

NVA
- 60SS
45

Eccentric Moment (kg-cm)

180

400

800

1100

1500

2200

Frequency (o.p.m.)

1220

1200

1200

1200

1200

1200

Vibratory Power (t)

3,0

6,4

12,8

17,6

24,1

35,4

Theoretical Amplitude (mm)

4,4

5,1

7,3

6,0

8,6

7,9

Theoretical Acceleration (mm)

7,1

8,2

11,6

9,7

13,8

12,6

Spring Solid (t)

1,5

3,0

5,2

10,2

10,2

16

Model

Damper
Chuck

Spring Stroke (mm)

110

161

134

188

188

253

227

210

Spring Constant (kg/mm)

12,4

18,1

38,8

54,4

54,4

64

90,7

114

Hydrolic Pressure (kg/cm2

350

110

110

110

110

110

110

110

11

21

30

36

63

80

114

105

105

105

105

105

105

105

20
Manual
direct
system

35
Elec. Mg
direct
system

35

35

35

35

35

35

Clamping Force (t)


Max. Chuck-thickness (mm)

Electromagnetic -

system

Vibrating-Machine (kg)

450

910

1300

2050

Both Operational Point and Remote


Control
2200
3600
4880
6900

Controller (kg)

30

220

225

240

340

390

470

580

N Value

Send

12

15

15

15

20

30

30

30

Clay

10

15

15

15

5 for
type I
2
6 for
type I
5 for
type I

6 for
type II
2
8 for
type II
6 for
type II

8 for
type II
4
10 for
type II
8 for
type II

10 for 12 for
type III type III
8
8
12 for 18 for
type III type III
10 for 12 for
type III type III

15 for
type III
10
22 for
type III
15 for
type III

20 for
type IV
12
25 for
type IV
20 for
type IV

25 for
type IV
16
35 for
type IV
25 for
type IV

3-4

6 -8

8 - 12

8 - 12

12 - 16

16 - 20

18 - 24

Generator

10

20

40

60

80

125

175

300

50m or less

5,5/3,0

8/5,5

22/14

30

38/22

60/30

80/38

125/60

75m or less

8/5,5

14/8

30/14

50

60/30

80/38

100/50

150/80

Power extracting

Weight

Strarting System

Power Driving

Controller

Stroke (mm)

Vibrator

Motor Output (kW)

NVA
NVA
- 80SS
- 120SS
60
90
2400 3000 3000 4100
4100
5000
1100
1100
32,4 40,5
5,0 6,85
55,3
8,9
5,5 6,9
5,0 6,85
9,5
8,3
7,8 10,7
6,8 10,8
13,4
11,3
20,6
24

Oprational System

Operating Point Control

Sheet Pile Length (m)


Crane Load Rating (t)
Sheet Pile Length (m)

Send
Clay

Crane Load Rating (t)

Power Capacity
(kVA)
Power Cable
Section (mm)
(at 200/400V)

Note : Steel sheet pile section

Type I

Type II

Type III

Type IV

Type V

t/A/B

8/75/400

10,5/100/400

13/125/400

15,5/155/400

22/175/420

Size
14

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

125

(unit : mm)

FE

Vibro Hammer 03

Type

RBH 80

RBH 140

RBH 200

RBH 320

Eccentric Moment

Nm

80

140

200

320

Dynamic Force Max.

kN

294

430

612

980

Frequency Variable

rpm

0-1800

0-1650

0-1650

0-1650

Driving Amplitude (half of oscillation)

mm

9-15

8-13

8-14

12-20

Hydraulic Power at Vibrator Max.

kW

50

85

125

200

Oil Pressure Max

bar

220

340

250

340

Oil Flow Max.

L/min

130-140

150

300

350

Vibrating Mass

kg

850

1760

2350

2880

Line Pull for Extration Max.

kN

120

200

300

400

Suspended Weight Appr,


Without Pile Clamp

kg

1230

2430

5060

6415

Height
Without Pile Clamp

H mm

1290

2065

2235

2085

Width

B mm

410

460

460

510

Lenght

L mm

140

160

2320

2750

Throat Width

T mm

255

330

330

330

Dimensions

KATALOG ALAT BERAT

126 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

FE
04 Grout Pump

Grout Pump
Spesifikasi Teknis
Tipe Elektrik
Electric Power [Kw]
3,7 - 90
Hi Pressure grout [bar]
2 - 10
Low Pressure grout [bar]
8 - 100
Grout Flow [l/min]
120 - 1,500
Berat Total [kg]
200 - 1,600

Deskripsi Alat
Grouting Equipment adalah alat untuk memompa cairan
semen bahan addetive dan air yang sebelumnya telah diaduk
dalam mixer dengan kecepatan yang tinggi guna sehingga
mendapatkan hasil campuran yang merata, untuk
diinjeksikan melalui hose dengan rubber packer ke lubang
hasil pengeboran ditanah untuk perbaikan kondisi tanah,
atau pada beton sebagi pengisi celah yang ada pada
pekerjaan balok prestress.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

127

FE

Grout Pump 04

Metode Kerja
Slurry Grout harus diaduk dalam Mixer
yang mampu mengaduk secara mekanis
dan ber agitasi dengan menerus yang
dapat mendistribusikan semua bahan
secara merata, bahan yang akan
digunakan bisa semen atau bentonite
tergantung kebutuhan dalam speck yang
digunakan untuk pekerjaan konsolidasi

TYPE
CEMIX
203H Mixer

PUMPAC
Grout Cylinder
d 5 [150 mm]

grout atau curtain grout, harus sesuai


dengan pilihan semen yang disyaratkan,
untuk dasar penentuan proporsi grout.
Kadar air harus seperlunya cukup, untuk
menjamin
tercapainya
pelaksanaan
pemompaan grout yang baik: nilai rasio
berat air: semen tidak boleh melampaui
0,45

DETAILS
Mixing Capacity
Volume
Rotation Speed of Mixer Shaft
DGrout Flow
Low Pressure
High Pressure

PUMPAC
Grout Flow
Low Pressure
Grout Cylinder
d 4 1/3 [110 mm] High Pressure

0 - 4 y3/h
0 - 3 m3/h
52 gallons/200 litres
1.600 rpm
0 - 200 l/min
2 - 10 bar
8 - 55 bar
0 - 120 l/min
2 - 10 bar
8 - 100 bar

TONE GROUT PUMP


DRILLING FLUID CIRCULATION & GROUT PUMP
Type
Cylinder Bore
Discharge Volume
Max. Pressure
Weight [w/o prome mover]
No. of Stroke
Length of Stroke
Dimensions [w/o skid base]
Type of Valve
Suction Hose Size
Discharge Hose Size
Required Horse Power
Weight [w/o prome mover]

Duplex double acting piston


190,5 mm [7-1/2]
1,500 Liter per minute
75 - 100 PS for diesel engine
Approx. 2,450 kg
2 Mpa [20 bar]
95 RPM
150 mm
Conical
150 mm
75 mm
55 - 75 kW for electric motor
2,450 kg

KATALOG ALAT BERAT

128 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

EQ
ERECTION

EQUIPMENT

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

129

Sub Daftar Isi

ERECTION
EQUIPMENT

131. Launcher Beam

KATALOG ALAT BERAT

130 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

EQ
01 Launcher Beam

Launcher Beam
Spesifikasi Teknis
Panjang Launcher [m]
30 - 115
Kapasitas Angkat [ton]
70 - 200

Deskripsi Alat
Launcher Beam adalah alat yang digunakan untuk
memasang Precast Concrete Box-girder atau girder beam
pada konstruksi jembatan dengan bentang yang bervariasi
antara 15- 100 meter dan berat hingga 250 atau lebih.
Alat ini bekerja untuk mengangkat dan menyusun precast
box atau beam pada konstruksi jembatan. Metode pekerjaan
untuk mengangkat dan menyusun precast box segment ada
2 macam:
1. Balance Cantilever, dan
2. Span by Span
Dalam menyusun precast beam atupun box segment, launcher
dapat bekerja dengan cara mengangkat dari bawah atau
membawa dari belakang. Kerangka batang dari Launcher
Beam terbagi menjadi beberapa segment untuk memudahkan
dalam mobilisasi serta pemasangannya.
Untuk memasang/setting Launcher oleh karena berat
segment sangat besar maka diperlukan alat bantu 2 unit
Mobile Crane atau Crawler Crane dengan kapasitas minimal
50 ton untuk setiap unitnya.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

131

EQ

Launcher Beam 01

Louncher Gentry

COMTEC

COMTEC

BRAND

untuk mengankat beam

untuk box segment

span by span

balance cantilever

Max Lifting Capacity [ton]

100

125

Span [maksimum bentang) [m]

30

45,5

Power Supply [kw]

160

160

102,75

118

SPECIFICATION
Aplikasi
Metode Erection

Panjang Trust Louncher [m]


jumlah Winch [unit]

KATALOG ALAT BERAT

132 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

CA
CONCRETE

ACTIVITY

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

133

Sub Daftar Isi

CONCRETE
ACTIVITY

135. Concrete Pump


138. Concrete Vibrator
141. Power Trowel

KATALOG ALAT BERAT

134 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

CA
01 Concrete Pump

Concrete Pump
Spesifikasi Teknis
Power [HP]
75 - 400
Pressure [bar]
50 - 150
Jangkauan Pipa [m]
100 - 244

Deskripsi Alat
Concrete Pump (Pompa Beton), adalah alat untuk
memindahkan concrete pada saat proses pengecoran
concrete (beton). Proses dilakukan dengan cara memompa
dengan piston hidrolik secara bergantian, beton yang akan
dipompa harus memenuhi kekentalan atau slump tertentu
dan diameter aggregate tertentu yang disyaratkan dalam
spesifikasi Pompa Beton.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

135

CA

Concrete Pump 01

Metode Kerja
Beton yang dimuat oleh truck mixer,
dituangkan ke dalam hopper concrete
pump, secara berangsur-angsur dan
kontinyu, kemudian beton dihisap oleh
piston dalam silinder, kemudian ditekan
atau dipompakan lagi oleh piston, secara
bergantian dengan tekanan yang sangat
tinggi, di atas 50 bar.

Pemindahan beton dari concrete pump


ke lokasi pengecoran, melalui instalasi
pipa concrete pump, dengan mengatur
panjangnya pipa sampai ke tempat
pengecoran mempertimbangkan jarak
jangkauan dalam spesifikasi pompa, dan
pada ujung pipa dipasang flexible hose,
untuk memudahkan pengecoran beton.

Hydraulic Concrete Pump


CATERPILLAR
PUTMEISTER
BSA 100 trailer

Power [HP]

197

443

268

Kapasitas Concrete Output [m3/jam]

54

70

57

Max Strokes [strokes/minute]

22

18

15

Max Pressure on Concrete [bar]

94

150

91

Max Aggregate Size [mm]

63

63

63,5

Jangkauan Vertikal [m]

31,8

Jangkauan Horisontal [m]

244

Diameter Pipa Beton [mm]

125

SPECIFICATION

VOLVO
PUTMEISTER
BSA 2109 D

CATERPILLAR
PUTMEISTER
BSA 100 trailer

BRAND

Type BSA 100- D, Aplikasi, pemompaan jarak jauh dan medan rata
Type BSA 2109 D, Aplikasi, penggunaan pada medan yang sulit, dan jarang berpindah pindah.
Type BSA 2110HP, Aplikasi, medan yang sulit dan perlu tekanan tinggi.

KATALOG ALAT BERAT

136 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

CA
01 Concrete Pump

CATERPILLAR
PUTMEISTER
20Z

CATERPILLAR
SYG5295 THB 37

VOLVO
SCHWING
S32 X

Concrete Pump Mobile

Kapasitas Concrete Output [cu m/h]

90

100

136

Max Strokes [strokes/minute]

25

22

25

Max Pressure on Concrete [bar]

70

8,3 mpa

85

Max Aggregate Size [mm]

63

63,5

Jangkauan Vertikal [m]

19,46

37

31,8

Jangkauan Horisontal [m]

16,43

33

27,8

Diameter Pipa Beton [mm]

125

125

125

BRAND

SPECIFICATION

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

137

CA

Concrete Vibrator 02

Concrete Vibrator
Spesifikasi Teknis
Collar Size Diameter [mm]
38 - 65
Berat Selang [kg]
10 - 22,5

Deskripsi Alat
Concrete Vibrator adalah alat bantu dalam proses pengecoran
beton dengan tujuan pemadatan beton agar menjadi beton
yang padat dan homogen. Alat pengecoran ini digerakkan
dengan tenaga listrik (electric) arus rendah, atau dengan
sistem pneumatic (menggunakan air compressor) dan ada
juga yang digerakkan dengan mesin untuk penggunaan yang
tidak besar volumenya.

KATALOG ALAT BERAT

138 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

CA
02 Concrete Vibrator

Metode Kerja
Untuk cetakan beton, kolom dan balok
biasanya digunakan dengan cara mencelupkan head vibrator ke dalam cetakan
concrete atau beton (formwork) untuk
pemilihannya disesuaikan dengan volume
beton yang akan dicor serta posisi
pembesiannya.
Concrete
vibrator,
menurut jenis penggunaannya dapat
dibagi menjadi dua jenis.

Jenis yang pertama Internal Vibrator,


digunakan untuk pengecoran di dalam
cetakan (begisting atau form work).
Sedangkan jenis kedua, External Vibrator,
dipasangkan di sisi luar dari cetakan
beton untuk membuat getaran pada sisi
form work sehingga beton tidak menjadi
keropos bila cetakannya dibuka.

Komponen
Concrete Vibrator Internal
Electric Internal Concrete Vibrator di
lapangan dikenal sebagai selang Concrete
Vibrator (shaft) Electric. Alat ini di supply
tenaga listriknya oleh sebuah Converter
yang merubah voltase dari PLN. Menjadi
tegangan rendah akan tetapi menghasilkan
putaran pada slang vibrator sangat tinggi.
Converter Vibrator Electric
Pemilihan jenis Converter tergantung
jumlah berapa unit selang vibrator yang
akan di gerakkan sebagai internal vibrator.
1. Tipe FU 1, 5/200
2. Tipe FU 1, 8/ 200
3. Tipe FU 4/200
4. Tipe FU 5z/200
5. Tipe KTU 2/042/200

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

139

CA

Concrete Vibrator 02

Concrete Vibrating Electric

HEAD
38 MM

HEAD
45 MM

HEAD
58 MM

HEAD
65 MM

HEAD
65 MM

DIAMETER

Panjang [mm]

345

382

400

490

2,2

Arus Listrik [A]

10

17.3

25

25

Compaction Diameter [cm]

50

60

85

120

40

10,5

11,8

16,2

22,5

22,5

SPECIFICATION

Weight [kg]

External Electric Concrete Vibrating Motor

WACKER
ZW -3

WACKER
ZW 3 - 5

WACKER
ZW 5

WACKER
ZW 7

WACKER
ZW 10

WACKER
ZW-12

BRAND

Power [kw]

0,28

0,75

1,1

1,5

2,2

3,0

Vibration Force [kn]

2,9

3,4

4,9

2,9

3,4

4,9

Currency [A]

0,7

1,9

2,4

3,2

4,5

7,1

Weight [kg]

12

18

23

35

35

SPECIFICATION

KATALOG ALAT BERAT

140 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

CA
03 Power Trowel

Power Trowel
Spesifikasi Teknis
Trowel Diameter [mm]
900 - 1,800
Trowel Speed [rpm]
50 - 150
Berat [kg]
74 - 334

Deskripsi Alat
Power Trowel adalah alat yang digunakan untuk proses
perataan permukaan lantai pada saat selesai pengecoran
digunakan pada pekerjaan lantai.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

141

CA

Power Trowel 03

External Electric Concrete Vibrating Motor

MIKASA
VDPT-900

MIKASA
MPT-36B

TOKU
TKT-40A

TOKU
VPT-900

TOKU
VPT-1200

BRAND

Trowel Diameter [mm]

1800

910

1016

900

1110

Blade Dimension [mm]

350x150

345x205

411x190

350x150

450x150

130

50-100

50 -100

130

150

22,5/4000

5/4000

3,5/3600

3,5/3600

334

74

85

88

100

SPECIFICATION

Trowel Speed [rpm]


Max Output [hp/rpm]

Weight [kg]

KATALOG ALAT BERAT

142 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PT
PRE-STRESS

EQUIPMENT

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

143

Sub Daftar Isi

PRE-STRESS
EQUIPMENT

145. Pre-Stress Tools

KATALOG ALAT BERAT

144 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

PT
01 Pre-Stress Tools

Pre-Stress Tools

Deskripsi Alat
Peralatan Prestress adalah alat-alat yang
digunakan untuk menarik baja Wire Strand
pada proses Pre-cas t Pre-tensioned atau
pada proses Pre-cast Post-tensioned.
Alat yang digunakan terdiri dari Jack dan
Pompa, menggunakan system Hydraulic
yang digerakkan oleh Pompa (Power Pack)
yang menggunakan daya Listrik. dan
dilengkapi dengan Pressure Gauge (Alat
pengukuran tekanan) yang akurat.

Metode Kerja

Prestressing Grips (Baji untuk pengunci)


Range of stressing grips untuk semua kabel
baja prestressed concrete, dari ukuran wire
strand. 3mm sampai wire strand. 18mm
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

145

Untuk menangani pekerjaan Stretching


the rod pada beam. Stressing Jacks 30 Ton
dibawah ini digunakan untuk menarik baja
single wire strand.

PT

Pre-Stress Tools 01

Mono-Strand Tensioning Tool Operational Sequence

The sequence of operational of the double-acting 5DA1 tool is illustrated.


Single-acting, spring-seat models are similar.
Installation

Puiling Tendon

Seating Wedge

Reatraction

Typical Mono-Strand system set-up. ZU4908PB


Electic Pump and the VM43-LPS Manual Valve
for power-seating, 5DAT Stressing Jack, used
for power-seat applications of 0,50 inch strand.

1 Nose
2 Wedge Seater
3 Gripper

Dimensions (in)
Model No.

C
6,5

PT J5

21,0

9,0

PTJ6

22,0

10,2

7,0

5DA1

18,5

7,5

6,5

6DA1

18,5

8,5

6,5

3/8 NPTF ports: PTJ and DA power


seat models inciude FZ-1055 fitting.

Tool
Jack Selection (SeeMono-Strand Jack Section
Capacity
of this catalog for full product descriptions)
(ton)
Idea for slab-on-ground
applications.

20

Idea for slab-on-ground


applications with power
seating.

20

Idea for elevated applications. Fast, double-acting


with power seating.

30
30

Seater
Type
Spring
Power

20
20
30

Nominal
Strand
(in)
0,50-0,52
0,60-0,62
0,50-0,52
0,60-0,62

Stroke
(in)
10
10

0,50-0,52
Power

0,50-0,52
0,60-0,62

Stressing
Jack Model
Number
PTJ5S
PTJ6S
PTJ5P
PTJ6P
5DA1-AL

8,5

5DA1
6DA1

KATALOG ALAT BERAT

146 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

SE
SPECIAL

EQUIPMENT

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

147

Sub Daftar Isi

SPECIAL
EQUIPMENT

149. Jumbo Drill

KATALOG ALAT BERAT

148 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

SE
01 Power Trowel

Jumbo Drill
Spesifikasi Teknis
Drilling Coverage [m2]
48 - 160
Number of Booms [unit]
1-2
Hole diameter [mm]
74 - 334

Deskripsi Alat
Mesin Bor Terowongan yang dikerjakan dengan cara
konfensional (metode blasting) untuk menggali terowongan
yang dikerjakan, dengan diameter lebih besar dari 5 (lima)
meter. Pada umumnya peralatan penggeboran dalam
Terowongan, menggunakan penggerak dengan tenaga
pneumatic, yang tenaganya bersumber dari Air Compressor,
yang diletakkan di luar terowongan dan di hubungkan
dengan pipa dan air hose, sampai ke peralatan Drilling.
pada Terowongan yang ber diameter besar, Peralatan
Drilling, tersedia juga dengan tenaga Diesel atau Electric
sebagai penggerak utamanya.
Jumbo Drill, adalah alat pengganti dari beberapa leg drill
yang biasa digunakan pada pekerjaan terowongan yang
masih menggunakan metode kofensional. Mesin-mesin
terowongan yang lain yang terkait dengan penggalian
terowongan, adalah mesin pemuat hasil blasting, dan mesin
pengankut, yang biasanya di gerakkan dengan Batteray dan
Diesel.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

149

SE

Jumbo Drill 01

Metode Kerja
4. Peralatan untuk pemasangan Rock Bolt,
guna memperkuat kondisi tanah yang
baru di gali.
5. Peralatan Shot Crete (gunite machine)
yang berguna untuk menyemprotkan
concrete dry mix kedinding terowongan,
yang telah dipasang penguatan rock
bolt dan wiremesh.

Mesin Bor Terowongan yang dikerjakan


dengancara
konfensional,
metode
blasting dengan cara bertahap minimal
memerlukan peralatan sebagai berikut:
1. Peralatan Drilling, dapat menggunakan
Jumbo Drill untuk yang diameter
besardan yang diameter kecil dengan
menggunakan Pusher Leg Drill.
Peralatan pengeboran di terowongan
dioperasikan
semuanya
dengan
kombinasi hydraulic dan pneumatic,
sehingga memerlukan Air Compressor
untuk dapat menggerakkan alat
tersebut.
2. Peralatan Pemuat material hasil blasting
(Muck Loader)
3. Peralatan Pengankut hasil Galian
Blasting bisa menggunakan lorry
locomotif dengan penggerak Batteray
atau Dump truck dengan penggerak
mesin diesel.
ATCO
BOOMER 282

FURUKAWA
TH2200R

Mengingat kesehatan dan keselamatan


kerja dalam terowongan maka hal yang
penting harus terjaga kondisi udara
dalam terowongan, untuk itu memerlukan
supply udara segar dari Front Tunnel
dengan menggunakan Blower yang dapat
mengirim udara segar dengan volume
udara segar yang cukup, yang di atur
supplynya melalui air ducting. dan jika
terowongan bertambah panjang maka
perlu air boster (Blower tambahan).

12,5 l/s at 7 bar

Number of Booms [unit]

Feed Extension Max [mm]

1.250

58 at 2.300 rpm

122,7 55 kw x 2

3.050 x 1990

290

Drilling Coverage [m2]

6,06 x 8,06

16,4 x 9,8

Hole Diameter [mm]

Min 4527

Min 4527

18,3

35,5

BRAND
SPECIFICATION
Air Suplly Capacity Max [l/s]

Power Rating [kW]


H x W [mm]
Ground Clearance [mm]

Weight [ton]

KATALOG ALAT BERAT

150 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

LE
LIGHT

EQUIPMENT

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

151

Sub Daftar Isi

LIGHT
EQUIPMENT

153. Light Tower


156. Generator Set
158. Portable Air Compressor

KATALOG ALAT BERAT

152 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

LE
01 Light Tower

Light Tower
Spesifikasi Teknis
Power [kw]
6 kw / 220 v / 50 Hz
Lamp [unit]
4 x 1000 w
Tower Lamp [m]
9,44

Deskripsi Alat
Portable Light Tower, adalah alat penerangan yang di
gunakan di lapangan untuk yang bersifat mobile, seperti
pada pekerjaan pemeliharaan jalan, proyek Irigasi dan pada
lokasi desposal area.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

153

LE

Light Tower 01

ATLAS
COPCO - QLT 10M

Light tower
BRAND
SPECIFICATION
CONSTRUCTION
Trailer

MIG Welded, unibody-style four point leveling system

Tires

ST175/80 D13

Lights
Lamps

Four metal halide

Wattage

1000 W per lamp

Luminosity

0.5 fc @ 7.5 acres [5.4 lm/m2 @ 30,400 m2]

OUTPUT POWER
Output

60 Hz : 6 kW, 50 Hz : 6 kW

Voltage

60 Hz : 120 V, 50 Hz : 220 V

Amperage

60 Hz : 25 A @ 120 V, 50 Hz : 25 A @ 120 V

POWER SYSTEM
Engine type

3-cylinder, 4-cycle, liquid-cooled diesel

Engine model

Kubota, Diesel D1105-E3BG

Engine Speed

1800 rpm

Engine EPA rating

Tier 4

Generator Type

Brushless / insulation H

Maximum power output

12.1 [9 kW]

Sound level at maximum load 71 dB at 23 feet [7m]


Fuel tank capacity

30 gal. [114L]

Fuel consumption

0.88 gal/hr. [4,0L/h] w/ 4kW load

Runtime before refueling

30 to 35 hrs, approx.w/ 4kW load

Weight

1800 lbs [816,46 kg]

KATALOG ALAT BERAT

154 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

LE
01 Light Tower

Chicago Pneumatic Lighting Tower


CPLT M 10

BRAND
SPECIFICATION
Lamps

Four Metal Halide

Wattage

1000 w per lamp

Engine Type

3-Cylinder, 4 Cycle Liquid -Cooled diesel

Amperage

25 A @ 120 V

Generator Insulation

Maximum Power Output

9 kw

Fuel Tank Capacity

114 liter

Fuel Consumption

1.67 l / hr

Height Tower

9,45 m

Weight

816,46 kg

Jcb Lighting Tower

watts
lumens
Max. Height [m]
Mast Rotated [degree]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

155

JCB
LTM9

SPECIFICATION

JCB
LT9

BRAND

4000

4000

360000

360000

360

360

LE

Generator Set 02

Generator Set
Spesifikasi Teknis
Kapasitas [kVa]
6,5 - 18

Deskripsi Alat
Mesin Pembangkit Listrik yang digunakan untuk penerangan
di lapangan / penerangan di kantor site atau untuk emergency
power, yang digunakan pada kantor lapangan. Generator Set
Sebagai Power Supply pada Batching Plant, Asphalt Mixing
Plant, dan pada Crushing Plant, serta pada pekerjaan
Dewatering yang memerlukan jumlah pompa air yang
jumlahnya cukup banyak dan kapasitas besar.

KATALOG ALAT BERAT

156 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

LE
02 Generator Set

Generator Set

CHICAGO
PNEUMATIC
CPDG 250

CUMMINS
ALTRAK 1978
C17 D5 / X 2.5 G2

COOL POWER
CUMMINS

COOL POWER
MITSUBISHI

RUTRAINDO
C25S

RUTRAINDO
C2500S

BRAND

Capacity [KvA]

273,7

15

4-2500

4-2500

25/22.5

2500/
2250

Frequency [Hz]

50

50

50

50

Voltage [vol]

220/380

RPM

1500

Phase

3,020

185016720

22512005

650-1250

17,000

SPECIFICATION

Weight [kg]

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

157

LE

Portable Air Compressor 03

Portable Air Compressor


Spesifikasi Teknis
Free Air Delivery [m3/min]
3,7 - 21,2
Operating Pressure [kgf/cm]
7 - 10
Berat [kg]
74 - 334

Deskripsi Alat
Air Compressor, sebagai Pembangkit tenaga untuk Pneumatic,
yang digerakkan oleh Engine Diesel untuk jenis Portable,
dan Air Compressor pada Industri biasanya penggeraknya
dari Electric. Udara bertekanan tinggi yang dihasilkan air
compressor, disalurkan melalui air hose, menuju ke
peralatan yang memerlukan tenaga pneumatic.

KATALOG ALAT BERAT

158 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

LE
03 Portable Air Compressor

Aplikasi
-

Untuk Penggerak Crawler Drill


Penggerak Rock Drill dan Leg Drill untuk pengeboran pada pekerjaan Blasting.
Pekerjaan Shot Crete, pada Tunnel.
Pekerjaan Pembongkaran Asphalt/Concrete dengan memakai Jack Hammer,
dan Pick Hammer.
- Pekerjaan Sand Blasting, untuk pembersihan logam.

Elgi Piston Compressor


Single and Two-Stage Compressor - Spesifications
Piston Displacement

Model

lpm

cfm

Free Air Delivery


lpm

cfm

Motor Power
HP

Compressor

KW

rpm

Over
Air Re- DiNo. of
Weight
celver menCylinsions
ers
liter

(LxBxH)
mm

kg

Two-Stage (Maximum Pressure 12 kg/cm1 or 175 psi


TS 03 120 HN

311

10,98

250

8,8

2,2

925

160

1480x
750x
1220

260

TS 03 120 HN

311

10,98

250

8,8

2,2

925

220

1730x
840x
1220

310

TS 05 120 HN

501

17,7

410

14,5

3,7

925

220

1480x
750x
1220

325

TS 07 120 HN

700

24,7

580

20,5

7,5

5,5

1050

220

1480x
750x
1220

355

*TS 10 120 HN

997

35,4

850

30

10

7,5

925

500

2080x
1050x
1220

540

*TS 150 120 HN

1535

54,3

1250

44,1

15

11

1150

500

2080x
1050x
1220

720

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

159

LE

Portable Air Compressor 03

Portable Air Compressor


CPS 185

CPS 400

C185WKU

BRAND

7 [100]

7 [100]

80-125 [5,5-8,6]

88 | 187 | 5,3

200 | 424 | 12

185 [5,24]

3 X G3/4"

1 X G 1/2"+3 X
G3/4"

0,75 [19]

36 [48]

97 [130]

49 [36,6]

Fuel Tank Capacity liter

80

185

21 [79]

Engine Oil Capacity liter

6.5

3,181

3,651

960 [2,116]

1,680 [3,704]

1977 [897]

SPECIFICATION
Pressure bar [psi]
Free Air Deliverry l/s |cfm | m3/min
Air Outlet Valve
Engine Power Kw [hp]

Length with Horizontal Towbar


[mm]
Operational Weight kg [lb]

KATALOG ALAT BERAT

160 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

TP

TRANSPORTATION

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

161

Sub Daftar Isi

TRANSPORTATION

163. Dump Truck


165. Truck Mixer

KATALOG ALAT BERAT

162 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

TP
01 Dump Truck

Dump Truck
Spesifikasi Teknis
Dump Truck [m3]
7 - 20
Power [Ps]
130 - 260
Berat Maksimum [Ton]
26 - 33,5

Deskripsi Alat
Dump Truck adalah alat untuk mengangkut (houling)
berbagai jenis material, pada jarak tertentu, dari lokasi
pemuatan yang biasanya menggunakan Loader atau
Excavator, sampai ketempat pembuangan/penimbunan,
Dump Truk untuk pekerjaan konstruksi yang pengoperasiannya
melalui jalan umum biasanya kapasitasnya sekitar 12 sampai
26 Ton. Akan tetapi yang menggunakan jalan khusus proyek
bisa menggunakan kapasitas yang lebih besar 30 - 40 Ton.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

163

TP

Dump Truck 01

HINO
FM 260 JM

MITSUBISHI FUSO
FN 627

NISSAN
CWB 6 BLLDN

Dump Truck

6x4

6x4

6x4

3380+1300

5,450

4,350

Overall Length [mm]

7,330

8,525

7,800

Overall Height [mm]

2,700

2,685

2,961

Ground Clearance [mm]

250

265

Vehicle Tare Weight [kg]

6,435

6,880

8,360

Max Permitted Weight [kg]

26,000

26,000

33,500

J08E-UF

6D16-3AT7

260 PS/2500 rpm

250 PS/2800 rpm

Permitted Weight at Front [mm]

7,500

Permitted Weight at Rear [kg]

13,000 /13,000

20

20

20

BRAND
SPECIFICATION
Sistem Penggerak [l/s]
Wheelbase [mm]

Engine Model
Maximum Output [ton]

Volume Bak [m3]

D13A/GH13,360
EC01
270 kW at 1,800
rpm

KATALOG ALAT BERAT

164 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

TP
02 Truck Mixer

Truck Mixer
Spesifikasi Teknis
Dump Truck [m3]
7 - 20
Power [Ps]
130 - 260
Berat Maksimum [Ton]
4,15

Deskripsi Alat
Truck Mixer adalah alat untuk mengankut beton ready
mix, pada jarak tertentu, dari Batching plant sampai
ketempat pengecoran berfungsi sebagai Agitator, akan
tetapi Truck Mixer juga dapat digunakan untuk MIXING, bila
pengisiannya menggunakan Btaching Plant Type Dray, Pada
saat pengisian Mixer harus di putar dengan kecepatan antara
10 - 18 Rpm, dengan waktu antara 5 menit, kemudian mixer
berfungsi sebagai agitator, sampai ketempat pengecoran.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

165

TP

Truck Mixer 02

Truck Mixer
WM 800

WM 300

BRAND

Drum Capacity [m3]

13

3,5

Drum Agitating [m3]

2,5

Drum Mixing [m3]

2,5

10-18

2-18

Agitating [rpm]

2-5

2-5

Discharge [rpm]

5-15

2-15

Hydraulic Pump [kg]

PV,23

Pv 20

Hydraulic Motor

MF,22

Mv 20

Berat Mixer Kosong [kg]

3,050

Engine penggerak [mm]

HINO 260 JM

HINO DUTRO

FM 260 JM
FM8JKKM-RGJ

Dutro 130 HD Mixer


WU342R-HKMTJD3M

SPECIFICATION

Charging /Mixing [rpm]

PERFORMANCE

Kecepatan Maks.
Daya Tanjak

86 [km/jam]
47,1

103
33,6

MESIN

Model
TenagaMaks
Momen Putir Maks
JumlahSilinder
Isi Silinder

J08E-UF
260/2500 [Ps/rpm]
76/1500 [Kgm/rpm]
6
7684

W04D-TR
130/2500
37.0/1800
4
4.009

TRANSMISI

Tipe

ZF-9S1110TD

5 speeds

KEMUDI

Tipe
Radius Putar Min.

Integral Power Steering


7,6 [m]

Recirculating ball Screw


5,8

TANGKI SOLAR

Kapasitas

200 [L]

100

KATALOG ALAT BERAT

166 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

ST
SURVEYING

AND TESTING

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

167

Sub Daftar Isi

SURVEYING

AND TESTING

171. Auto Levels

KATALOG ALAT BERAT

168 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

ST
01 Auto Levels

Auto Levels
sharper images especially in low-light
conditions. The AP-8 model auto level
features a 28x high magnification telescope,
the AC-2S has a 24x telescope, and the
AX-2S has a 20x telescope. All three
models offer minimum focusing down to
2.46 ft (0.75 m) for better performance in
tight spots or on steep.

Deskripsi Alat
Auto Levels AP/AC/AX Series :
Three models to choose from: AP-8/
AC2S/AX-2S
Compact and lightweight
Water-resistant construction
Magnetic dampened automatic compesator
Horizontal tangent knobs with unlimited
range
Smooth, precise pointing and angular
measurement
Detachable eyepiece lens

Deskripsi Alat
NIVO C Series
Survey Pro software onboard
Windows CE touch-screen
High quality Nikon optics
1, 2, 3 and 5 angle accuracies
Prism and reflectorless measurements
Easy-to-use 2nd face keypad
Hot swappable batteries
Compact, rugged, and lightweight
Cable-free Bluetooth
Optional laser plummet

AP/AC/AX Series auto levels are easy to set


up and use All three models can attach to
both flat-head and spherical-head tripods.
Horizontal tangent knobs with an unlimited
range ensure smooth, precise pointing
and angular measurement, and you can
operate them with either hand.

The detachable eyepiece lens lets you


use an optional diagonal eyepiece prism
for working in extremely close or steep
quarters. Nikon optics effectively let in
more light, so you see brighter,

Nikons next generation total station is the


Nivo Total Station, available in two exciting lines: the Nivo C Series and Nivo M
Series.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

169

ST

Auto Levels 01

Both of the Nivo series are the absolute


leaders for go anywhere measurement
tools. Compact in size and lightweight,
they are convenient to carry over long
distances. All Nivo models are supported
with legendary Nikon high clarity optics,
allowing clearer images inbright and low
light conditions, making measurements
easy and reducing eye stress. The fast,
long range EDM measures in both prism
and reflectorless modes. Measure precisely to objects up to 500 m away without
the need for a prism*. Nivo models come
standard with a traditional optical plummet which can be upgraded to a laser
plummet. All models include a lumi guide
for stakeout assistance.
The Nivo C Series is designed with a
featurepacked Windows CE touch-screen
interface. Field application software functions are supported by the world class
Spectra Precision Survey Pro field software for all your surveying and construction measurement needs.
All Nivo C Series solutions are designed
with high productivity in mind, including
a dual face display for efficient high
precision
angle
and
distance
measurements. Work all day long with
endless power using hot swappable
batteries, youll never need to worry about
interrupting your workflow to change a
battery again.
To assist you with the multitude of data
needs of the 21st century, the Nivo C
Series includes:
Support for USB memory sticks
Wireless cable-free Bluetooth
connections to external data collectors

USB High-speed data transfer port The


Nivo C Series is available in 1, 2, 3 and
5 models to meet your specific accuracy
needs.

Deskripsi Alat
Salah satu fitur total station sokkia seri
CX adalah teknologi RED-tech yaitu
telnologi EDM (electronic distance
measuremen) yang powefull dan akurat,
dengan kemampuan mengambil data
sejauh 500 m (tanpa prisma) dan 4000 m
(dengan prisma) dengan waktu pengukuran
tercepat di kelasnya. Hal ini akan
membatu keleluasaan dalam melakukan
pengukuran.
Total station sokkia Seri CX (CX-101,
CX-102, CX-103, CX105, CX-107) juga
dilengkapi dengan technology TShierld
yang merupakan sistem komunikasi
berbasis telematika untuk menjaga
keamanan alat dari jarak jauh.
KATALOG ALAT BERAT

170 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

ST
01 Auto Levels

Auto Levels
TS01103, CX-105, CX-107) menggunakan
batrey dengan ketahanan hingga 36 jam
(terlama dibidangnya) sehingga pekerjaan
lapangan menjadi lebih leluasa.
Fitur /kemmpuan total station sokkia seri
CX (CX-101, CX-102, CX-103, CX1-5, CX107):
USB Port untuk memudahkan transfer data
LCD yang lebar untuk memudahkan
pengoperasian dan melihat grafik dengan
leluasa.
Built in laser pointer
Waktu pengukuran yang cepat (o ,9 sec)
Jarak pengukuran reflektorles 0,0m-500m
Akurasi tetap terjamin walaupun
menggunakan reflector sheed
Internal memory 10.000 detik
USB flash memory hingga 8 GB
Hanya menggunakan battrey BDC70
dengan daya tahan sampai 36jam/
1 minggu hari kerja
Bisa menggunakan eksternal battrey:
BDC60 dengan daya tahan 44 jam atau
BDC61 dengan daya tahan hingga 89
jam.
Triger key, yaitu sebuah tombol yang
berada sebelah kanan alat untuk
memudahkan pengukuran, di mana
pengguna tidak perlu melihat kontrol
panel untuk membidik.
Guide Light (hijau dan merah)
memudahkan stake out dengan jarak
hingga 150 meter hingga 150 meter.

Deskripsi Alat
The Topcon GT1
The Topcon GTS-255 Total Station is a
com-pact and durable optical instrument
for recording precise distance and angle
mea-surements with 2-second accuracy.
As part of Topcons new GTS200 series, this
total station is ideal for land surveying and
construction stake-out and works with a
variety of prisms and data collectors for
long-range distance measurements.
Accurate and Reliable
Along with 5-second accuracy, the Topcon
GTS-255 has 30x magnification allowing
sur-veyors to read slope and horizontal
distances up to 7,500 feet with a single
prism and take angle measurements to as
little as 0.3 second.
This field surveying instrument features
an enhanced absolute encoder that can
recall its last position as soon as the power
is turned on. It also has a tilt sensor
and dual-axis com-pensator for perfect
leveling and an optical plummet to
precisely mark the total stations location.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

171

ST

Auto Levels 01

Survey Software and Memory With


onboard software built-in, measuring
points for calculating or processing is
fast and easy. And with 24,000 points of
internal TS01 and easy. And with 24,000
points of internal memory, the GTS252
total station can store large amounts of
field data, which can then be transferred
using a standard Topcon 9-pin cable to
your PC or data collector.
Functionality and Features
This Topcon total station comes standard
with a dual display and alphanumeric
keyboard for fast data entry. The IP-54
environmental rating protects it against
dust and water splashes, while the
rechargeable Ni-MH battery provides up to
9 hours of continuous distance and angle
measuring, or up to 40 hours measuring
angles only!

onboard programs and plenty of data


storage, this land surveying tool provides a
value priced measuring solution.
Product Highlights

2-second accuracy
24,000-point internal memory
Optical plummet
Serial 9-pin connection
9-hour battery life
Water resistant and dustproof to IP-54
Illuminated dual LCD display and
keyboard

Compatible with Topcon Data Collectors


For more advanced layout tasks, the
GTS-252 can be used with any of Topcons
field controllers capable of running
MAGNET Field software, such as the To con
Tesla, FC-2600, FC-250, FC-236 and FC-25.
This GTS252 total station package comes
with a lens cap, tool kit with case, plastic
rain cover, silicon cloth, battery,
battery charger, carrying case and a 2-year
manufacturers warranty.
The excellent precision and durability of
the Topcons GTS-252 total station makes
it perfect for every day surveying. With
2-second angular accuracy, long range
distance measurements,

KATALOG ALAT BERAT

172 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

BAB
IV
ANALISA

HARGA SATUAN

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

173

BAB IV

ANALISA

HARGA SATUAN

175. Analisa Pemilihan Alat


187. Perhitungan Biaya
192. Perhitungan Tarif Alat
211. Perhitungan Produksi

KATALOG ALAT BERAT

174 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
01 Analisa Pemilihan Alat

Analisa Pemilihan Alat


Kehadiran alat-alat besar didalam
melaksanakan suatu proyek pada tahap
pembangunan dewasa ini sangat
membantu manusia dalam mencapai
beberapa maksud, seperti:

bukan saja mengakibatkan tidak


tercapainya
maksud-maksud
yang
diharapkan seperti tersebut diatas. Akan
tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan
terhadap alat itu sendiri.

1. Mempercepat proses pelaksanaan


pekerjaan, terutama pada pekerjaan
pekerjaan yang sedang dikejar target
penyelesaiannya.

Dalam buku ini dibahas mengenai :

2. Melaksanakan jenis pekerjaan yang


suka atau tidak dapat dikerjakan oleh
tenaga manusia.
3. Karena alasan efisien keterlambatan
tenaga kerja, keamanan dan faktorfaktor ekonomi lainnya.
Namun demikian, tidak sembarang
alat-alat besar dapat digunakan untuk
mencapai maksud-maksud tersebut.
Akan tetapi alat tersebut harus dipilih
yang tepat guna dan ekonomis, dimana
alat tersebut harus sesuai dengan kondisi
pekerjaan, mampu berproduksi tinggi
dengan biaya yang relatif rendah.
Buku ini disusun sebagai dasar pemilihan
alat besar yang tepat guna dan ekonomis
untuk suatu jenis pekerjaan tertentu. Serta
dimaksudkan dapat berguna bagi mereka
yang dalam pekerjaan sehari-harinya
berkecimpung dalam masalah alat-alat
besar. Sehingga diharapkan nantinya,
akan diperoleh gambaran mengenai
faktor yang berpengaruh terhadap
pemilihan alat-alat besar dikaitkan
terhadap aplikasi dan produksinya. Sebab,
pemilihan yang tidak sesuai terhadap
alat yang dipergunakan,
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

175

Segi teknis :
Penggunaan jenis alat-alat besar &
attachment
Sifat sifat material
Medan kerja lingkup pekerjaan
Cara pemilihan alat-alat besar dikaitkan
dengan faktor yang mempengaruhi.
Perhitungan produksi alat
Segi ekonomis :
Perhitungan biaya pemilikan dan operasi
Memperbandingkan ekonomisasi jenis
alat berlainan untuk jenis pekerjaan
yang sama
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi
segi ekonomis alat.
Pada bagian akhir buku ini, diberikan
contoh kasus proyek dalam menentukan
armada alat-alat besar yang terdiri dari
alat pilihan dan kesesuaian alat yang satu
dengan yang lain.

Medan Pekerjaan & Sifat Material


Pekerjaan
Aplikasi alat-alat besar tidak dapat
dipisahkan dari kondisi medan kerja dan
sifat phisik material. Karena kedua keadaan
diatas akan banyak menentukan segi
teknis jenis alat apa yang tepat digunakan.
Alat yang dipergunakan pada medan kerja
yang berbatu dan bergelombang akan
sangat lain dengan alat yang dipergunakan

AH

Analisa Pemilihan Alat 01

pada medan kerja lunak berlumpur.


Demikian pula alat yang dipergunakan
mengerjakan material yang berat akan
lain dengan yang ringan. Kondisi suatu
medan kerja umumnya tercipta oleh
keadaan alam dan jenis material yang ada
didalamnya.
Hubungan aplikasi alat-alat berat terhadap
kondisi medan kerja dan sifat phisik
material dapat digambarkan dalam
skematik dibawah ini :
Yang dimaksud dengan material dalam
bidang aplikasi alat-alat berat disini
adalah meliputi tanah, batuan, galian
tambang, vegetasi (pohon, semak belukar
dan alang-alang) dan bangunan.
Sifat phisik material ini berpengaruh
terhadap operasi alat-alat besar,
terutama dalam :
Menentukan jenis alat yang akan
digunakan dan takaran kapasitas
produksinya.
Perhitungan volume pekerjaan
Kemampuan kerja alat pada kondisi
medan kerja/kondisi material yang ada.
Jadi dengan ketidak sesuaian alat dengan
kondisi medan kerja / kondisi material,
akan menimbulkan kesulitan berupa
tidak efisiennya alat yang otomatis, akan
menimbulkan kerugian karena banyaknya
loss time.
Beberapa sifat phisik material yang
penting untuk diperhatikan dalam
hubungannya dengan aplikasi alat besar
adalah :

1. Pengembangan & penyusutan material


(swell factor)
2. Berat material
3. Bentuk material
4. Kohesivitas material
5. Kekerasan material
6. Daya dukung material
7. Jarak angkut.

Pengembangan & Penyusutan


Material
Yang dimaksud dengan pengembangan
dan penyusutan material adalah perubahan
(penambahan atau pengurangan) volume
material, apabila material tersebut
diganggu dari bentuk aslinya (digali,
dipindahkan, diangkut atau dipadatkan).
Perubahan volume tersebut akan diikuti
pula dengan perubahan dari densiti
material, atau dengan kata lain, faktor
pengembangan & penyusutan volume
sama dengan faktor perubahan densiti
material dalam kondisi yang sama.
Berdasarkan adanya perubahan tersebut
pengukuran volume maupun densiti
material dibedakan atas :
a. Keadaan asli (baik, insitu).
Yaitu keadaan material yang masih
alam dan belum mengalami gangguan
teknologi (lalu-lalang peralatan, digali,
dipindahkan, diangkut atau dipadatkan). Dalam keadaan seperti ini, butiranbutiran material yang dikandungnya
masih terkonsolidasi dengan baik.
b. Keadaan gembur (loose)
Material yang telah tergali dari tempat
asalnya (kondisi asli), akan mengalami
KATALOG ALAT BERAT

176 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
01 Analisa Pemilihan Alat

perubahan volume, yaitu mengembang. Hal ini terjadi karena adanya


penambahan rongga udara diantara
c. Keadaan padat (compact)
butiran-butiran
material,
dengan
Keadaan ini akan dialami oleh material
demikian
volumenya
menjadi
lebih
yang mengalami proses pemadatan
besar(pemampatan),
sedangkan beratnya
dimanatetap.
volumenya
menyusut.

c. Keadaan
padat (compact)
Perubahan volume terjadi karena
Keadaan
ini akan
dialami rongga
oleh material
adanya
pengurungan
udara
yang diantara
mengalami
proses
pemadatan
butiran butiran
material
(pemampatan),
dimana volumenya
tersebut.
menyusut.
Perubahan
volumematerial
terjadi
Dalam keadaan ini, volume
karena
adanya
rongga
akan
menjadipengurungan
lebih kecil, sedangkan
udaraberatnya
diantara
butiran-butiran
tetap.
material tersebut. Dalam keadaan ini,
Susunan material beserta perubahannya
volume material akan menjadi lebih
dapat digambarkan sebagai berikut :
kecil,
sedangkan
beratnya
Susunan
material
terdiritetap.
dari partikel

partikel (butiran butiran) yaitu butiran

Susunan
material
beserta
material,
udara
dan air.perubahannya
dapat
digambarkan
sebagai
berikut
: asli
Perubahan
volume
dalam
keadaan
(bank)material
menjadi gembur
(loose)
dan padat
Susunan
terdiri dari
partikel(bank).
partikel
(butiran-butiran) yaitu butiran
material,
udara dansuatu
air. volume pekerjaan
Untuk menghitung
perhitungan
Perubahan volume
volumematerial
dalam dibedakan
keadaan asli
atas :
(bank)
menjadi
gembur
(loose)
dan
Volume keadaan asli atau Bank Cubic
Meters
(BCM)
padat
(bank).
Volume keadaan gembur atau Loose
Meters (LCM)
Untuk Cubic
menghitung
suatu volume pekerjaan

Volume
keadaan
padat ataudibedakan
Compacted
perhitungan volume material
Meters (CCM)

atas :
Volume
keadaan
asli atau Bank(swell
Cubic
Sedangkan
faktor pengembangan
factor)
dapat
dilihat pada tabe konversi + volume
Meters
(BCM)
disamping
berikut
ini. Loose
tanah/material
Volume keadaan
gembur
atau
Cubic Meters (LCM)
Volume keadaan padat atau Compacted
Meters (CCM)
Sedangkan faktor pengembangan (swell
factor) dapat dilihat pada tabel konversi +
volume tanah/material disamping berikut
ini.

KATALOGALAT
ALATBERAT
BERAT
KATALOG
144
KONSTRUKSI2013
2013 177
KONSTRUKSI
KementrianPekerjaan
PekerjaanUmum
Umum
Kementerian

Tabel Tanah Konversi Volume

Tabel
Tanah
/ Material
Tanah
Konversi
Volume Tanah/Material
Material

Tanah
Berpasir

Tanah
Biasa

Tanah
Liat

Tanah
Campur
Kerikil

Kerikil

Kerikil
Besar &
Padat
Pecahan
Batu
Kapur,
Batu Pasir
dll
Pecahan
Granit,
Cadas
Keras dll

Pecahan
Cadas

Dari Bentuk

Asli

Menjadi Bentuk
Gembur Padat

Asli

1.00

1.11

0.99

Gembur

0.90

1.00

0.80

Padat

1.05

1.17

1.00

Asli

1.00

1.25

0.90

Gembur

0.80

1.00

0.72

Padat

1.11

1.39

1.00

Asli

1.00

1.25

0.90

Gembur

0.70

1.00

0.63

Padat

1.11

1.59

1.00

Asli

1.00

1.18

1.08

Gembur

0.85

1.00

0.91

Padat

0.93

1.09

1.00

Asli

1.00

1.13

1.03

Gembur

0.88

1.00

0.91

Padat

0.97

1.10

1.00

Asli

1.00

1.42

1.29

Gembur

0.70

1.00

0.91

Padat

0.77

1.10

1.00

Asli

1.00

1.65

1.22

Gembur

0.61

1.00

0.74

Padat

0.82

1.35

1.00

Asli

1.00

1.70

1.31

Gembur

0.59

1.00

0.77

Padat

0.76

1.30

1.00

Asli

1.00

1.75

1.40

Gembur

0.57

1.00

0.80

Padat

0.71

1.24

1.00

55

AH

Analisa Pemilihan Alat 01

Berat Material
Berat adalah suatu sifat yang dimiliki oleh
setiap material. Kemampuan suatu alat
berat untuk melakukan pekerjaan seperti
mendorong,
mengangkat,
menarik,
mengangkut dan lain-lain, akan sangat
dipengaruhi oleh berat material tersebut.

ruang yang ditempati. Sedangkan


material yang berbutir kasar dan
berbongkah-bongkah akan lebih kecil dari
nilai volume ruangan yang ditempati, hal
ini terjadi karena jenis material ini akan
membentuk rongga-rongga udara yang
memakan sebagian dari ruangan tersebut.

Analisa Pemilihan Alat

Berat
Materialsetiap alat berat
Pada
umumnya,
Berat adalah
suatu sifat
yang dimiliki
oleh
mempunyai
batasan
kapasitas,
volume
setiap
material.
Kemampuan
suatu
alat
berat
tertentu, sehingga pengertian berat
untuk melakukan pekerjaan seperti menmaterial
juga akan dipengaruhi oleh
dorong, mengangkat, menarik, mengangkut
densiti
material.
dan lain
lain, akan sangat dipengaruhi oleh
berat material tersebut.

Berapa material yang mampu ditampung


oleh suatu ruangan/tempat. Dapat
Berapa material yang mampu ditampung
dihitung dengan cara mengkoreksi jenis
oleh suatu ruangan/tempat. Dapat dihitung
bentukcara
material
yang menempati
dengan
mengkoreksi
jenis bentuk tersebut
material
dengan
suatu
faktor
yang
disebut
:
yang menempati tersebut dengan suatu faktor

yang disebut :
Bladefactor
factor untuk
jenisjenis
alat yang
Blade
untuk
alat yang
memakai
blade
memakai blade
Bucket factor untuk jenis alat yang
Bucket
factor untuk jenis alat yang
memakai bucket
memakai bucket
Payload factor untuk jenis alat
Payload
factor untuk jenis alat
pengangkut

Contoh pengaruh berat material terhadap


Pada umumnya, setiap alat berat mempunyai
kemampuan
operasi alat berat adalah :
batasan kapasitas, volume tertentu, sehingga
Wheel
Loader
akan
jungkit
waktu
pengertian berat
material
jugapada
akan dipenmemuat
biji
besi,
sedangkan untuk
garuhi oleh
densiti
material.
tanah biasa tidak.
pengangkut Besarnya faktor tersebut
Contoh pengaruh berat material terhadap
Besarnya faktor tersebut dapat dilihat pada
Bulldozer
kelas
kecil
tidak
mampu
dapat dilihat pada tabel dibawah ini
kemampuan operasi alat berat adalah :
tabel dibawah ini
mendorong
stock pile
sedang Wheel Loader
akanbantuan
jungkit pada
waktu
kan untuk
tanah
dapat beroperasi
memuat
bijibiasa
besi, sedangkan
untuk tanah 1.1.Blade
Bladefaktor
faktor untuk
untuk bulldozer
bulldozer
denganbiasa
baiktidak.
Bulldozer
kelas kecil
tidak mampu
Dump
Truck tidak
mampu
menanjak
Kondisi
Blade Faktor
mendorong
stock
pile
bantuan
Operasil
pada waktu mengangkat penuh batuan,
sedangkan untuk tanah biasa dapat
sehingga
terpaksa volumenya harus
Blade mendorong
beroperasi dengan baik
penuh untuk tanah
dikurangi
Mudah
Dump Truck tidak mampu menanjak
1.10 - 0.90
yang lepas (loose),
Digusur
Bulldozer
tidak mengangkat
mampu penuh
menyarad
pada waktu
batuan,
kandungan airnya
sehingga
terpaksa volumenya harus
rendah
log yang
besar sekali.

dikurangi
Bulldozer tidak mampu menyarad log
Bentuk
Material
yang besar sekali.

Bentuk material ini didasarkan pada


ukuran
butir
material yang akan
Bentuk
Material
mempengaruhi
susunan
butir-butir
Bentuk material ini didasarkan pada ukuran
material
dalamyang
suatu
volume
butir material
akankesatuan
mempengaruhi
susuatau
tempat.
nan butir butir material dalam suatu kesatu-

Sedang

Blade tidak mendorong


penuh tanah, untuk
tanah dengan campuran pasir atau tanah
lepas

0.90 - 0.70

Agak
Sukar
Digusur

Untuk tanah liat yang


kandungan airnya
tinggi, pasir tercampur
kerikil, tanah liat yang
keras

0.70 - 0.60

Sukar

Untuk batuan hasil


ledakan atau batuan
berukuran besar dan
tertanam kuat pada
tanah

0.60 - 0.40

an volume atau tempat.

Material
yang
butirnya
Material
yang kondisi
kondisi butirnya
halushalus
dan sedanragam,
seragam,
kemungkinan
besar
isinya
kemungkinan besar isinya dapat
sama
dapat
sama
dengan
besarnya
volume
dengan
besarnya
volume
ruang yang
ditempati.

Sedangkan material yang berbutir kasar dan


berbongkah bongkah akan lebih kecil dari
nilai volume ruangan yang ditempati, hal ini
terjadi karena jenis material ini akan mem-

KATALOG ALAT BERAT

178 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
01 Analisa Pemilihan Alat

2. Bucket factor (faktor muat) untuk Kekerasan


BeratMaterial
Material
2. Bucket factor (faktor muat) untuk wheel loader dan dozer
Material yang keras akan
wheel
loader
dan
dozer
shovel
shovel
lebih sukar dikayak, digali,
Material
atau dikupas
oleh alatyang
berat. keras akan lebih sukar
Hal inidikayak,
akan menurunkan
digali, atau dikupas oleh alat
Faktor Muat
produktivitas alat. Material
Kelompok Material
berat.
Hal
akan menurunkan
Tanah Tebing
Tanah Gembur
yang umumnya keras adalah ini
batu batuan. Batuan dalam
produktivitas alat. Material yang umumnya
Butir Campuran Lembab
0.95 - 1.00
0.95 - 1.00
pengertian pemindahan tanah
terbagikeras
dalam tiga
batuan batu-batuan. Batuan dalam
adalah
dasar, yaitu :
0.95 - 1.00
< 3 mm
pengertian pemindahan tanah terbagi
a. Batuan Beku: sifatnya
keras,
padat,
pejalbatuan
dan
dalam
tiga
dasar, yaitu :
0.85 - 0.90
3 - 9 mm
Butir Seragam

0.85 - 0.90

Material Hasil
Peledakan

12 - 20 mm

0.90 - 0.95

> 24 mm

0.85 - 0.90

Baik

0.80 - 0.85

Sedang

0.75 - 0.80

Buruk

0.60 - 0.65

c. Batuan Metamorf : Umumnya

Lempung Lembab

1.00 - 1.10

Tanah, Batu Besar, Berakar

0.80 - 1.00

Material yang bersifat mengikat

0.85 - 0.95

Kohensivitas Material

Kohensivitas
Material
Yang dimaksud kohensivitas
material adalah daya lekat atau

kemampuan saling mengikat diantara butir butir

Yang
dimaksud
kohensivitas
material
Material yang
kohisivitas tinggi
akan mudah menggunung.
Jadi
apabiladaya
material
ini berada
suatu tempat, akan
munadalah
lekat
ataupada
kemampuan
saling
jung. Volume material yang menempati ruangan ini ada kemumengikat
diantara
butir-butir
ngkinan
bisa melebihi
volume
ruangtannya. Umpamanya tanah
liat. Sedangkan material dengan kohesivitas yang kurang baik,
misalnya pasir, apabila menempati suatu ruangan akan sukar
Material yang
kohisivitas
akan mudah
menggunung.
Melainkan
cenderungtinggi
peres/rata.

menggunung. Jadi apabila material ini


berada pada suatu tempat, akan
munjung.
Volume
material
yang
KATALOG ALAT BERAT
menempati
ruangan ini ada kemungkinan
KONSTRUKSI
2013 146
bisa melebihi volume ruangtannya.
Umpamanya tanah liat. Sedangkan
material dengan kohesivitas yang kurang
baik, misalnya pasir, apabila menempati
suatu ruangan akan sukar menggunung.
Melainkan cenderung peres/rata.
Kementrian Pekerjaan Umum

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

179

kokoh
b. Batuan Sedimen:
merupakan
perlapisan
a. Batuan
Beku : sifatnya keras, padat,
yang lunak sampai
pejal
dan
kokoh
dengan
keras,
ringan
dan
bersifat lepas
b. Batuan
Sedimen : merupakan perlapisan
c. Batuan Metamorf:
yangperlapisannya
lunak sampai dengan keras, ringan
Umumnya
keras,
padat
dan tidak lepas
dan
bersifat
teratur

Nilai kekerasan tanah diukur


perlapisannya
dengan menggunakan
Ripper keras, padat dan tidak
meter/Seismic Test Meter.
teratur
Besarnya nilai ditunjukkan
dalam satuan m/dt. (Satuan
Seismic Wave Velocity batuan).
Nilai kekerasan tanah diukur dengan
Untuk mengetahui alat besar
apa yang
sesuai berdasarkan
menggunakan
Ripper meter/Seismic
nilai Seismic Wave Velocity
Testdapat
Meter.
Besarnya nilai ditunjukkan
batuannya,
dilihat pada
tabel dibawah
:
dalaminisatuan
m/dt. (Satuan Seismic Wave

Velocity batuan). Untuk mengetahui alat


besar apa yang sesuai berdasarkan nilai
Seismic Wave Velocity batuannya, dapat
dilihat pada tabel dibawah ini :

Daya Dukung Tanah


Adalah kemampuan tanah untuk
mendukung alat
yang berada diatasnya.
57
Apabila suatu alat berada diatas tanah,
maka alat tersebut akan memberikan
Ground Pressure, sedangkan perlawanan
yang diberikan tanah adalah Daya
Dukung.
Jika Ground Pressure alat lebih besar dari
daya dukung tanah, maka alat tersebut
akan terbenam. Nilai daya dukung tanah
dapat diketahui dengan cara pengukuran

AH

Analisa Pemilihan Alat 01

/test langsung dilapangan. Alat yang


umum digunakan untuk test daya dukung
tanah disebut Cone Penetrometer
Untuk mengetahui alat besar apa yang
sesuai berdasarkan daya dukung tanahnya
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Kode Indeks

Jenis Alat

Daya Tekan
Alat

< 22

Extra Swamp
Dozer

0,15-0,30

-4

Swamp
Dozer

0,20-0,30

4-5

Small Dozer

0,30-0,60

5-7

Medium
Dozer

0,60-0,80

7-10

Large Dozer

0,70 -1,30

10-13

Motor
Scraper

1,30-2,85

> 15

Dump Truck

> 3,20

Hal-Hal Lain yang Perlu


Diperhatikan
Dalam memilih A2B yang harus
diperhatikan pula adalah tentang iklim
dan curah hujan, karena hal ini disamping
untuk mengetahui sampai batasan mana
landasan kerja itu bila terkena air hujan
akan rusak atau tidak, juga untuk melihat
apakah hal ini cukup mengganggu
kelangsungan kerja A2B nantinya. Juga dari
iklim dan curah hujan akan terlihat berapa
waktu tersedia yang sebenarnya mengingat
adanya curah hujan didaerah tersebut.

Iklim & Curah Hujan


Diperhatikan Besar curah hujan dan
hari hujan akan membatasi hari kerja
pengoperasian alat-alat berat. Jumlah
hari hujan dan curah hujan perlu dicatat
untuk mengetahui jumlah hari kerja yang
benar-benar tersedia didaerah yang
bersangkutan.
Tabel dibawah ini menunjukkan jumlah
hari yang hilang selama menunggu tanah
menjadi kering setelah hujan agar dapat
dioperasikan kembali.
Curah Hujan (mm/hari)

Jarak Angkut
Pemilihan
alat-alat
besar
untuk
transportasi sangat ditentukan oleh jarak
angkut dan kondisi jalan yang akan
dilalui. Pengangkutan suatu material
dengan dump truck, akan berbeda
pemilihannya
dengan
bulldozer,
wheel loader atau motor scraper.
Skematik pemilihan A2B berdasarkan
jarak angkut adalah sebagai berikut :

Kondisi Tanah

<3

3-10

11-30

>30

Batu Kerikil, Batu


Tak Tersaring

0-0.5

Tanah Pasir

0,5-1

1,5-2

Tanah Liat

1-1,5

1,5-2

2-3

0-0,5

1,5-2

2-3

3-4

Tanah Lempung

KATALOG ALAT BERAT

180 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
01 Analisa Pemilihan Alat

Waktu Penyelesaian

Volume Pekerjaan

Waktu penyelesaian pekerjaan atau sering


disebut dengan target waktu yang
ditetapkan untuk mengerjakan suatu
proyek pemindahan tanah mekanis,
sangat dipengaruhi oleh iklim/curah
hujan.

Yaitu jumlah material yang harus


dipindahkan, atau yang harus ditimbun,
dihitung dalam m3 atau ton. Dengan
menggabungkan data volume pekerjaan
dengan waktu pengerjaan (penyelesaian
pekerjaan) akan didapat target volume
pekerjaan.

Jumlah
Hari

Hari
Kerja

Jam
Kerja

Januari

31

20

260

Februari

28

20

260

Maret

31

20

260

April

30

26

338

Mei

31

27

351

Juni

30

28

364

Juli

31

29

377

Agustus

31

29

377

September

30

30

390

Oktober

31

29

377

Nopember

30

28

364

Desember

31

24

312

Total

366

310

4.030

Bulan

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

181

Target volume pekerjaan =

Volume pekerjaan
Waktu pengerjaan

= ton / jam atau


m3/jam

Persyaratan Pekerjaan
Bulldozer Misalnya mengingat daerah kerja
terletak didekat pemukiman penduduk,
maka untuk terapan alat-alat berat
diperlukan persyaratan-persyaratan untuk
keselamatan lingkungan.

Tenaga Kerja Lokal


Dibutuhkan penyerapan tenaga menengah sampai kebawah, untuk pekerjaan
seperti :
Pembantu mekanik
Pembantu operator
Pembantu foreman
Tenaga administrasi dan lain sebagainya
Apabila tenaga kerja tersebut diatas
tersedia disekitar lokasi proyek, hal ini
akan memberikan keuntungan, baik dari
segi biaya maupun dari segi sosial. Berarti
tenaga kerja mudah diperoleh sekaligus
meningkatkan taraf hidup penduduk lokal.

AH

Analisa Pemilihan Alat 01

Kapasitas Produksi Alat & Estimasi


Jumlah Alat
Setelah mengetahui peralatan vs kondisi
kerja (landasan kerja), maka dapat dipilih
jenis peralatan yang sesuai dengan kondisi
input data.
Sedang langkah selanjutnya adalah
menentukan atau menganalisa kapasitas
A2B, karena dengan diketahuinya kapasitas
produksi peralatan, berarti jumlah
peralatan yang digunakan akan diketahui
juga.
Untuk mendapatkan nilai yang sesuai
dengan hasil yang nyata dilapangan, maka
dalam kalkulasi harus dimasukkan faktor
koreksi yang diperkenankan dan layak
diterapkan untuk kondisi Indonesia.

Kapasitas Produksi Bulldozer


Kapasitas buldoser dapat ditentukan
dengan ukuran dari beban yang didorong
oleh blade. Apabila buldoser digunakan
untuk menggusur beban (misalnya tanah,
pasir dan sebagainya) dalam saluran atau
parit dengan tinggi yang sama dengan
bladenya, maka blade dari buldoser itu
akan terisi penuh menurut panjang dan
tingginya.
Walaupun bentuk dari tanah yang
didorong dibagian depan mempunyai
kemiringan yang tidak teratur, tetapi
dapat diperkirakan equivalent dengan
kemiringan 2:1. Tetapi apabila menggusur
material tidak dalam saluran atau parit,
kapasitas blade akan menurun. Angka
penurunan ini tergantung dari jenis blade,
jenis material dan faktor kekerasannya.

Dengan mengetahui kapasitas blade


dari buldoser, maka produksinya dapat
dihitung dengan cara seperti berikut :
a. Kapasitas Produksi
KP = PMT x FK
KP = Kapasitas Produksi
PMT = Produksi Maksimum Teoritis

(efisiensi 100 %)
FK = Faktor Koreksi
b. Produksi Maksimum Teoritis
PMT = KB x T
KB = Kapasitas Blade
T = Jumlah trip perjam
c. Trip tiap jam

60
T =

Ct
Ct = Cycle time / waktu siklus (menit)
d. Cycle time / Waktu siklus
Ct =
J
F
R
Z

J + J +Z
FR

= Jarak kerja (m)


= Kecepatan maju (m/menit)
= Kecepatan mundur (m/menit)
= Waktu tetap untuk pindah
transmisi (menit)

Jadi ringkasan rumus untuk menghitung


kapasitas produksi bulldozer adalah :
KP =

KB x 60 x FK KB/JAM
J + J +Z
FR

Contoh:
Hitunglah kapasitas produksi dari suatu
buldoser dengan data sebagai berikut :

KATALOG ALAT BERAT

182 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
01 Analisa Pemilihan Alat

Jenis buldoser D85A-18 yang dilengkapi


dengan straight tilt dozer, rops canopy dan
rigid type drawbar. Material berupa tanah
biasa dengan kondisi medan rata dan
kering, dengan jarak gusur 30 m.
Jawab :
1. Berat total D85A-18 beserta kelengkapannya = 24530 kg.
2. Kapasitas blade = L x H2 x Blade faktor
= 3,725 x (1,315 x 1,315) x 0,9 = 5,80 LCM
5,80
Atau =
= 4,64 BCM
1,25
3. Berat beban = KB x berat material
= 4,64 x 1780 kg = 8259,2 kg
Berdasarkan analisa beban dan tenaga,
kecepatan dorong dapat ditentukan
dengan menggunakan diagram drawbar
pull vs travel speed, maka buldoser masih
dapat bekerja dengan transmisi F2 dengan
kecepatan 4,78 km/jam.
Drawball pull yang dapat digunakan,
dihitung berdasarkan koefisien traksi alat
terhadap medan kerjanya, yatiu sebesar
0,90. Maka
Traksi kritis = Berat total x koefisien traksi
= 24530 x 0,90
= 22,077 kg
Ternyata beban masih lebih kecil dari
traksi kritis, berarti buldoser masih dapat
bekerja dengan kecepatan seperti tersebut
diatas. Untuk kecepatan mundur dengan
jarak gusur 30 meter dapat menggunakan
transmisi R2 dengan kecepatan : 0,85 x 7,
km/jam = 6,54 km/jam.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

183

Kapasitas Produksi Buldoser :


KP =

KB x 60 x FK

J + J +Z
FR

FK : Efisiensi waktu
Efisiensi kerja
Ketrampilan operator

FK : 0,83 x 0,75 x 0,85


Z

= 0,83
= 0,75
= 0,85

= 0,53

= 0,05

4,64 x 60 x 0,53
KP = 30 + 30 + 0,05
KP = 147,552
0,63 = 243,21 BCM

Kapasitas Produksi Bulldozer


AlatCara menghitung kapasitas produksi
ripping dengan Multy Shank Ripper
KP =

KB x P x J x 60 x FK m3/jam
J + J +Z
FR

Keterangan :
KP = Kapasitas produksi ripping
LK = Lebar kerja (meter)
P = Kedalaman penetrasi (meter)
J = Jarak ripping (meter)
PK = Faktor Koreksi
F = Faktor Koreksi
F = Kecepatan maju (m/menit)
R = Kecepatan mundur (m/menit)
Z = Waktut tetap
Contoh :
Sebuah buldosert D355A digunakan untuk
pekerjaan ripping. Jarak ripping rata-rata
30 meter. Data teknis buldoser dan ripping
adalah sebagai berikut :
Attachment yang digunakan adalah
GIANT RIPPER

AH

Analisa Pemilihan Alat 01

Kedalaman penetrasi
= 0.30 Meter
Konversi dari bank ke loose = 1.25
Faktor efisiensi waktu
= 0,83
Efisiensi kerja
= 0,75
Effisiensi operator
= 0,80
Berapakah produktivitas ripping dari
buldoser tersebut?
Jawab :
KP =
LK
P
P
J
F



Z

KB x P x J x 60 x FK m3/jam
J + J +Z
FR

= Lebar kerja = 2
= 2 x 0.3 = 0.6 meter
= Kedalaman penetrasi 0.3 meter
= Jarak kerja = 30 meter
= Kecepatan maju gigi 1 terkoreksi
= 0,75 X 3.3
= 2,72 km/jam
= 45.33 / menit
= Waktu tetap = 0,05 menit

FK = Faktor koreksi total, terdiri dari :


Efisiensi waktu
= 0,83
Efisiensi kerja
= 0,75
Efisiensi operator = 0,80
0,83 x 0,75 x 0,80 = 0,50
0,60 x 0,30 x 30 x 60 x 0,50
KP =

30/41.25 + 30/45.33 + 0,55
162
=

1,44

= 112,5 m3/jam (LCM)

Kapasitas Produksi Ripping &


Dozing
Pada prakteknya pekerjaan ripping
merupakan pekerjaan bantu untuk
dozing, terhadap material yang keras.

Jadi setelah material itu dripping pasti


selanjutnya didozing. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa ripping tidak berdiri
sendiri melainkan selalu berpasangan
dengan dozing. Untuk mengetahui
kapasitas produksi gabungan ripping
dozing, digunakan rumus sebagai berikut:
TD x TR m3/jam
KP =

TD X TR
Keterangan:
TD = Kapasitas produksi dozing
TR = Kapasitas produksi ripping

Kapasitas Produksi Ripping &


Dozing
Seperti telah kita ketahui bahwa doser
shovel/wheel loader umumnya digunakan
untuk pekerjaan memuat material ke atas
dump truck dll. Oleh karenanya dalam
menghitung kapasitas produksinyapun
diarahkan pada pekerjaan pemuatan
(loading).
Tetapi untuk wheel loader disamping
untuk memuat juga digunakan untuk
pekerjaan mengangkut. Pada umumnya
dilakukan untuk memindahkan material
sejauh kurang LCMlebih 100 meter dan
dikenal dengan metode load the carry,
sedangkan untuk pemuatan biasa digunakan
metode v-shape loading.
Kapasitas produksi ( v-shape loading) :
KP
KP
KB


= KB x 60 x FK KB/JAM Ct
= Kapasitas produksi (m3 / jam)
= Kapasitas bucket (produksi
per trip)PK
= Efisiensi waktu
= Efisiensi kerja
KATALOG ALAT BERAT

184 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
01 Analisa Pemilihan Alat


= Keterampilan operator

= Bucket factor
Ct = Cycle time (waktu siklus)

= (J/R + J/P) x 2 + Z
J = jarak kerja
P = Kecepatan maju
R = Kecepatan mundur
Z = waktu tetap untuk pindah gigi

transmisi
Jadi
KB x 60 x FK
KP =

J/F + J/R) 2 + 2
Contoh :
Hitunglah produksi sebuah doser shovel
yang sedang bekerja memuat pasir basah
keatas dump truck. Dengan metode kerja
v-shape loading, doser shovel yang digunakan adalah D755-3, triple grouser shoe,
standar bucket (2.2 m3) dan steel canopy.
Jarak kerja = 10 meter.
Jawab
1. Berat total D755-3 kelengkapannya
= 20,790 + 630
= 21,420 kg
2. Kapasitas muat
= kapasitas bucket x bucket factor
= 2.2 x 0.8 = 1.76 LCM
3. Berat muatan = 1.76 x 1840 = 3228.4 kg.
4. Berat total D755 beserta muatan
= 21,420 kg + 3238.4 kg
= 24658.40 kg
5. Traksi kritis (beban penuh)
= koefisien traksi x berat
= 24,658.40 x 0.30 = 7,397.52 kg

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

185

Dari daftar drawbar full, maka dapat


diten-tukan doser shovel tersebut bekerja
dengan aman tanpa slip maju dengan F2,
kecepatan penuh 4.26 km/jam atau 71 m/
menit. Sedang untuk mundur dengan jarak
tersebut masih dapat dipakai R2 dengan
faktor kecepatan 0.85 = 0.85 x 7.5 km = 6.375
km/jam = 106.25 m/menit.

Jadi :
KB x 60 x FK
KP =

J/F + J/R) 2 + 2
FK =
efisiensi waktu
efisiensi kerja
ketrampilan operator
bucket factor
0.83 x 0.75 x 0.85 x 0.80

= 0.83
= 0.75
= 0.85
= 0.80
= 0.42

KP = 2.2 x 60 x 0.42.

(10/71 + 10/106.25) 2 + 0.30
55.44
=

0.77

= 72 LCM

Kapasitas Produksi Motor Grader


Motor grader dapat digunakan diberbagai
jenis pekerjaan, misalnya: untuk perawatan
jalan, penggalian parit, pemotongan tanah,
dan lain-lain. Maka dari itu kapasitas
produksi motor grader dapat bervariasi
tergantung dari jenis pekerjaannya.
Untuk menghitung kapasitas produksinya,
dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
KP = F x (Le Lo) x 1000 x FK m3/jam
KP = Kapasitas produksi (m3 / jam)
F = Kecepatan kerja (km/jam)
Le = Panjang blade efektif (m)
Lo = Lebar overlap (m)

AH

Analisa Pemilihan Alat 01

FK = Faktor koreksi, terdiri dari :



- Efisiensi waktu

- Efisiensi kerja

- Efisiensi operator
Atau
NxD
KP =
JAM

F x FK
WxDxn

=
JAM

Le Lo x F x F
W xn
KN =

Le - Lo
N
D
W
N

= jumlah trip
= panjang jalan
= lebar jalan
= jumlah passing

Contoh :
Sebuah motor grader G0605R digunakan
untuk membentuk badan jalan didaerah
perkebunan.
Hitunglah
kapasitas
produksi motor grader tersebut (km/
jam) apabila diketahui lebar jalan = 8
meter, kecepatan kerja = 4 km, jumlah
passing = 2.
efisiensi waktu
efisiensi operator
efisiensi kerja
sudut kerja blade

= 0.83
= 0.85
= 0.75
= 600

Jawab
KP =

WxDxn
Le Lo x F x FK

8 x 1 x 1000 x 2
=

(3.5 0.2) x 4000 x 0.53
16000
=
= 2.29 jam

6996

KATALOG ALAT BERAT

186 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
02 Perhitungan Biaya

Perhitungan Biaya
Harga satuan dasar alat yang digunakan
adalah biaya yang dikeluarkan untuk
operasional alat dalam satu satuan waktu
(jam atau hari kerja). Biaya operasi
peralatan, terdiri dari :
1. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital Cost).
Biaya Pasti adalah biaya pemulihan
(pengembalian)
modal
berikut
bunganya yang lazim disebut dengan
biaya penyusutan atau depresiasi.
Perhitungan biaya pasti untuk segala
jenis peralatan pada dasarnya sama,
dan besarnya dipengaruhi oleh suasana
moneter (bunga bank) dan umur rencana
alat. Biaya pasti per tahun :
i (1 +i)A
P = N --------------- atau P = N x D
(1+i)A - 1
Di mana :
P = Biaya pasti
N = Nilai modal yg diperhitungkan
D = Faktor angsuran/ pengembalian
modal (capital recovery factor)
i
= Bunga bank (perhitungan
investasi)
A = Umur ekonomi peralatan dalam

tahun (standar pabrik)
2. Biaya operasi langsung
(directoperation cost)
Biaya untuk mengoperasikan alat tsb.
Setiap merk alat berbeda Biaya operasi
langsung, menurut perhitungan teoritis.
Dapat dihitung dengan analisa sebagai
berikut :

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

187

Biaya bahan bakar, pelumas, dan biaya


perawatan (H,I,J)
Biaya Bahan Bakar (H)
Adalah kebutuhan bahan bakar tiap
jam (biasanya diambil dari manual
peralatan yang bersangkutan).
Pelumas (I)
Yang dimaksud pelumas
meliputi pelumas mesin, pelumas
hidrolik, pelumas transmisi, pelumas
power steering, grease dan lain-lain.
Biaya perawatan/workshop (J)
Biaya perawatan, meliputi biaya
penggantian
saringan
pelumas,
saringan filter udara dan lain-lain.
Biaya perbaikan/suku cadang (K)
Biaya penggantian ban.
Biaya penggantian bagian-bagian yang
aus (bukan suku cadang), misalnya
belt conveyor, saringan agregat untuk
stone crusher/AMP, dll.
Penggantian accu.
Perbaikan alat.
Biaya operator (M)
Biasanya terdiri dari upah operator dan
upah pembantu operator, dan
besarnya didasarkan pada upah 1
(satu) jam kerja efektif.
Mengingat banyaknya jenis dan merk
peralatan, estimator akan mengalami
kesulitan.
Untuk
memudahkan
perhitungan, maka dengan menggunakan
rumus pendekatan sebagai berikut :
Biaya operasi peralatan, terdiri dari :

AH

Perhitungan Biaya 02

a. Biaya Pasti (Initial Cost atau


Capital Cost)
Biaya Pasti adalah biaya pemulihan
(pengembalian) modal berikut (biaya
penyusutan atau depresiasi)
(B C) D + F
G = ------------------W
Dimana :
G = Biaya pasti per jam.
B = Harga alat setempat.
C = Nilai sisa alat. Biasanya 10% dari

initial cost.
W = Jumlah jam kerja dlm satu tahun

(2000 jam/1600 jam/1200 jam)
F = Biaya asuransi peralatan dan

pajak peralatan dlm 1 th.

(biasanya 0,002 x B atau 0,02 x C)
D = Faktor angsuran / pengembalian

modal (capital recovery factor).

Produksi peralatan dihitung berdasarkan


volume per siklus waktu dan jumlah siklus
dalam satu jam yang dinyatakan dalam
rumus :
Q=qxNxE
60
Q = q x -------- X E
WS
Dimana:
Q = Produksi alat per jam (m3/jam,
m2/jam, m/jam)
q = Kapasitas alat per siklus (m3, m2, m)
N = Jumlah siklus dalam satu jam
E = Efisiensi kerja total (efisiensi kerja
operator dan mesin, efisiensi
karena kondisi lapangan, efisiensi
karena jenis material yg ditangani)
WS = Waktu siklus dalam menit

Pengertian Analisa Harga Satuan

Perhitungan Harga Satuan Dasar


Alat

Analisa Harga Satuan menguraikan


perhitungan harga satuan bahan dan
pekerjaan berdasar suatu metode kerja
dan asumsi-asumsi yang sesuai dengan
spesifikasi teknik, gambar desain dan
komponen harga satuan.

Harga satuan dasar alat yang digunakan


adalah biaya yang dikeluarkan untuk
operasional alat dalam satu satuan waktu
(jam atau hari kerja). Biaya operasi
peralatan, terdiri dari :

Harga Satuan Pekerjaan terdiri dari biaya


langsung dan biaya tidak langsung.

Perhitungan

Produktivitas

Alat

Output peralatan diukur dalam satuan


produk per jam. Dalam menaksir produksi
(output) peralatan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Kinerja peralatan yang diberikan oleh
pabrik

1. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital


Cost).
Biaya Pasti adalah biaya pemulihan
(pengembalian)
modal
berikut
bunganya yang lazim disebut dengan
biaya penyusutan atau depresiasi.
Perhitungan biaya pasti untuk segala
jenis peralatan pada dasarnya sama, dan
besarnya dipengaruhi oleh suasana
moneter (bunga bank) dan umur
rencana alat. Biaya pasti per tahun :
KATALOG ALAT BERAT

188 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
02 Perhitungan Biaya

i (1 +i)A
P = N --------------- atau P = N x D
(1+i)A - 1
Di mana :
P = Biaya pasti
N = Nilai modal yg diperhitungkan
D = Faktor angsuran/ pengembalian

modal (capital recovery factor)
i
= Bunga bank (perhitungan investasi)
A = Umur ekonomi peralatan dalam

tahun (standar pabrik)
2. Biaya operasi langsung (direct
operation cost)
Biaya utk mengoperasikan alat tsb.
Setiap merk alat berbeda Biaya operasi
langsung, menurut perhitungan teoritis.
Dapat dihitung dengan analisa sebagai
berikut :
Biaya bahan bakar, pelumas, dan biaya
perawatan (H,I,J)
Biaya Bahan Bakar (H)
Adalah kebutuhan bahan bakar tiap
jam (biasanya diambil dari manual
peralatan yang bersangkutan).
Pelumas (I)
Yang dimaksud pelumas meliputi
pelumas mesin, pelumas hidrolik,
pelumas trans-misi, pelumas power
steering, grease dan lain-lain.
Biaya utk mengoperasikan alat tsb. Setiap
merk alat berbeda
1). Biaya bahan bakar
H = (12,5 s/d 15)% x HP
Di mana :
H = besarnya bahan bakar dlm 1 jam

(liter)
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

189

HP = kapasitas
(dlm HP)

mesin

penggerak

12,5 % untuk alat bertugas ringan


15 % untuk alat bertugas berat
2). Biaya pelumas (I)
I = (2,5 s/d 3)% x HP
Di mana :
I
= besarnya pelumas per jam (liter)
HP = Kapasitas mesin penggerak
(dlm HP)
2,5 % untuk pemakaian ringan
3 % untuk pemakaian berat
3). Biaya bengkel
J = (6,25 s/d 8,75)% x B/W
Dimana :
B = Harga pokok alat setempat
W = Jumlah jam kerja dalam satu
tahun
6,25 % untuk alat bertugas ringan
8,75 % untuk alat bertugas berat
4). Biaya perbaikan dan perawatan (K)
K = (12,5 s/d 17,5 %) (B/ W)
Di mana :
B = Harga alat dlm rupiah
W = Jumlah jam kerja (dlm jam)
12,5 % utk alat bertugas ringan
17,5 % utk alat bertugas berat
5). Upah operator / driver

AH

Perhitungan Biaya 02

Informasi yang Diperlukan


Perhitungan
Jenis alat
Kapasitas alat
Umur ekonomis alat
Jam kerja alat per tahun
Harga pokok alat
Nilai sisa alat
Tingkat suku bunga
Asuransi dan pajak
Tenaga mesin
Upah tenaga
Harga bahan bakar dan pelumas
Biaya pengembalian modal & ansuransi
Biaya operasi & pemeliharaan : bahan
bakar, pelumas, perawatan, spare part
Operator & pembantunya
Perhitungan koefisien alat & total harga
alat
Jenis
Kapasitas (sesuai dengan spesifikasi
jika ada)
JumlahJika tidak disyaratkan
tergantung dari kuantitas & lamanya
periode pelaksanaan.
Faktor efisiensi produksi
Perhitungan koefisien tenaga kerja &
total harga tenaga kerja
Kualifikasi (mandor, tukang, pekerja
biasa, dsb.) Tergantung dari produktifitas peralatan (diperoleh dari kapasitas terkecil suatu alat yang jumlahnya
min. Diambil 1) dan variasi jumlah alat
yang akan disediakan.
Kuantitas jam kerja
Harga satuan dasar tenaga kerja

Produksi peralatan dihitung berdasarkan


volume per siklus waktu dan jumlah siklus
dalam satu jam yang dinyatakan dalam
rumus :
Q=qxNxE
60
Q = q x -------- X E
WS
Dimana:
Q = Produksi alat per jam (m3/jam,
m2/jam, m/jam)
q = Kapasitas alat per siklus (m3, m2, m)
N = jumlah siklus dalam satu jam
E = Efisiensi kerja total (efisiensi kerja
operator dan mesin, efisiensi
karena kondisi lapangan, efisiensi
karena jenis material yg ditangani)
WS = Waktu siklus dalam menit

Perhitungan Harga Satuan Dasar


Alat
Harga satuan dasar alat yang digunakan
adalah biaya yang dikeluarkan untuk
operasional alat dalam satu satuan waktu
(jam atau hari kerja). Biaya operasi
peralatan, terdiri dari :
1. Biaya Pasti (Initial Cost atau Capital
Cost).
Biaya Pasti adalah biaya pemulihan
(pengembalian)
modal
berikut
bunganya yang lazim disebut dengan
biaya penyu-sutan atau depresiasi.
Perhitungan biaya pasti untuk segala
jenis peralatan pada dasarnya sama, dan
besarnya dipengaruhi oleh suasana
moneter (bunga bank) dan umur
rencana alat. Biaya pasti per tahun :
KATALOG ALAT BERAT

190 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
02 Perhitungan Biaya

i (1 +i)A
P = N --------------- atau P = N x D
(1+i)A - 1
Di mana :
P = Biaya pasti
N = Nilai modal yg diperhitungkan
D = Faktor angsuran/ pengembalian

modal (capital recovery factor)
i
= Bunga bank (perhitungan investasi)
A = Umur ekonomi peralatan dalam

tahun (standar pabrik)
2. Biaya operasi langsung (direct
operation cost)
Biaya untuk mengoperasikan alat tsb.
Setiap merk alat berbeda Biaya operasi
langsung, menurut perhitungan teoritis.
Dapat dihitung dengan analisa sebagai
berikut :
Biaya bahan bakar, pelumas, dan biaya
perawatan (H,I,J)
Biaya Bahan Bakar (H)
Adalah kebutuhan bahan bakar tiap
jam (biasanya diambil dari manual
peralatan yang bersangkutan).
Pelumas (I)
Yang dimaksud pelumas meliputi
pelumas mesin, pelumas hidrolik,
pelumas transmisi, pelumas power
steering, grease dan lain-lain.
Biaya untuk mengoperasikan alat tsb.
Setiap merk alat berbeda
1). Biaya bahan bakar
H = (12,5 s/d 15)% x HP
Di mana :
H = besarnya bahan bakar dlm 1 jam

(liter)
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

191

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

PerhitunganTarif Alat
Jenis peralatan untuk pekerjaan pemindahan
tanah secara mekanis ada berbagai
macam. Baik ditinjau dari segi kelas horse
powernya, fungsi dan kegunaan serta
manfaat khusus.
Oleh karena itu cara perhitungan taksiran
produktivitas alatpun beraneka ragam
tergantung fungsi kegunaan alat tersebut.
Walaupun demikian pada dasarnya
adalah sama, yaitu :
[Produksi per Trip
x
Jumlah
Produksi
Per Satuan Waktu = Trip Persatuan Waktu
x
Faktor Koreksi]

Dengan diketahuinya kapasitas produksi


peralatan, berarti jumlah peralatan yang
digunakan akan diketahui juga. Untuk
mendapatkan nilai yang sesuai dengan
hasil yang nyata di lapangan, maka dalam
perhitungan secara teoritis harus dimasukkan
faktor koreksi yang diperkenankan dan
layak diterapkan sesuai dengan kondisi
yang ada.

tetapi dapat diperkirakan ekuvalen


dengan kemiringan 2 : 1. Tetapi bila
menggusur material tidak di dalam saluran
atau parit, kapasitas blade akan menurun.
Angka penurunan ini tergantung dari
jenis blade, jenis material dan faktor
kekerasannya.

Kapasitas Produksi Bulldoze


(Dozing) :
KBD =

KB x 60 x FK 3
m /Jam
J/F+J/R+Z

Keterangan :
KPD = Produksi Dozing (m3/jam)
KB = Kapasitas Blade (m3)
FK = Faktor Koreksi
J = Jarak Dorong (meter)
F = Kecepatan Maju (meter/menit)
R = Kecepatan Mundur (meter/menit)
Z = Waktu Tetap (menit)
Kapasitas blade umumnya sudah
dicantumkan oleh pabrik pembuat alat
dalam Komatsu spesifikasi dan aplikasi
hand book, contoh sbb :

1. KAPASITAS PRODUKSI BULLDOZER


Kapasitas bulldozer dapat ditentukan
dengan ukuran dari beban yang didorong
oleh blade. Apabila bulldozer digunakan untuk menggusur beban (misalnya
tanah, pasir dan sebagainya) dalam
saluran atau parit dengan tinggi yang sama
dengan bladenya, maka blade tersebut
akan terisi penuh menurut panjang dan
tingginya. Walaupun bentuk dari tanah
yang didorong dibagian depan mempunyai
kemiringan
yang
tidak
teratur,

KATALOG ALAT BERAT

192 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
Perhitungan
Tarif Alat
03
Kapasitas
blade
umumnya sudah dicantumkan oleh pabrik pembuat alat dalam Komatsu
spesifikasi dan aplikasi hand book, contoh sbb :
Blade Specifications
Agele Dozer

Bisa

BULDOZERS

MODEL
D65E-12
ITEM
OPERATING WEGHT*
kg (lb)
17690 (39,000)
m3 (yd3)
4,80 (6,28)
BLADE CAPACITY LH2**
SAE
3,55 (4,64)
DIMENSION*
A Ovelall length
mm (ft.in)
5470 (1711)
B Overall width
mm (ft.in)
3970 (13)
C Overall geight
mm (ft.in)
2980 (99)
Ground pressure
kg/cm2 (PSI)
0,65 (9,2)
DOZER EQUIPMENT
Weight
kg (lb)
2820 (6,220)
(Includes hydraulic control unit)
2930 (6,460)
Length
mm (ft.in)
3970 (13)
Height
mm (ft.in)
1100 (37)
D Max. lift above ground
mm (ft.in)
1180 (310)
juga
di brosur-brosur
teknis,
sbb :
E dilihat
Max. drop below
ground
mm (ft.in) contoh
460 (16)
F Max. tilting adjustment
mm (ft.in)
400 (14)
Digging angle
degree
56,5
UPPER ATTACHMENT
-

D65EX-16

D65EX-17

D68ESS-12

19320 (42,590)
4,80 (6,28)
3,55 (4,64)

19490 (42,970)
4,80 (6,28)
3,55 (4,64)

16940 (37,350)
3,6 (4,71)
2,6 (3,40)

5630 (186)
3970 (130)
3155 (104)
0,64 (9,10)

5540 (182)
3970 (130)
3155 (104)
0,64 (9,10)

5930 (195)
3970 (13)
3140 (104)
0,54 (7,68)

2200 (4,850)

2200 (4,850)

2660 (5,860)

3970 (130)
1100 (37)
1175 (310)
445 (16)
400 (14)
56
POPS cab

3970 (130)
1100 (37)
1175 (310)
445 (16)
400 (14)
56
POPS cab

3970 (13)
950 (31)
1205 (311)
535 (19)
400 (14)
55
-

Bisa juga dilihat di brosur-brosur teknis, contoh sbb :


DOZER EQUIPMENT

Use of high tensile strength steel in moldboard for strengthened blade construction.
Overall
Blade
Length
Capacity*
With Dozer

atau

Blade
length x height

Maximum
lift above
ground

Maximum
Maximum
drop
tilt adbelow
justment
ground

Additional weight
Angling
angle

Dozer
Equipment
3470 mm x 1070 mm 1255 mm
485 mm
400 mm
2890 kg
590 mm
3,4 m3
25 degree
Angle Dozer
4,4 yd3
144 x 36
41
17
14
6,370 lb
195
3620 mm x 1295 mm 1070 mm
590 mm
460 mm
2220 kg
Straight
5615 mm
4,4 m3
5,8 yd3
1111 x 43
36
111
16
4,890 lb
Tilt Dozer
185
3640 mm x 1565 mm 1070 mm
590 mm
460 mm
2520 kg
Semi-U
5770 mm
6,8 m3
3
dapat
dihitung,
berdasarkan
J1265, 16
cara menentukan
8,9 yd
11 11 x 52standar
36 SAE 111
5,560 lb
Tilt Dozerpula 1811

Hydraulic
control
unit
540 kg
1,190 lb
590 kg
1,300 lb
590 kg
kapasitas
1,300 lb

: * Blade capacides are based on the SAE recomendation practice J1265


adalahRemarks
sebagai
berikut :
atau dapat pula dihitung, berdasarkan standar SAE J1265, cara menentukan kapasitas blade
Untuk jenis straight dan single blade = 0.80 x LH2
adalah sebagai berikut :

KATALOG ALAT BERAT

LOG ALATKONSTRUKSI
BERAT 2013 193
Kementerian Pekerjaan Umum
NSTRUKSI 2013 158

ementrian Pekerjaan Umum

blade

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

Untuk jenis straight dan single blade =


0.80 x LH2

Kecepatan maju dikoreksi 75%


Kecepatan mundur dikoreksi 85%

L
Keterangan :
L = Panjang blade (meter)
H = Tinggi blade (meter)

Jawab :

Waktu tetap (Z) tergantung dari pada jenis


transmisi dan jumlah tangkai transmisi.
Untuk produk Komatsu dapat dilihat pada
tabel berikut :
Jenis Transmissi
Direct drive
- Single lever
- Double lever
Torque flow

Selain faktor koreksi di atas, kecepatan


kerja juga harus dikoreksi, karena transmisi jenis torqflow, kecepatan kerja selalu
berubah sesuai beban kerja yang diterima.
Oleh karena itu umumnya dalam kalkulasi
teoritis kecepatan kerja dikoreksi seperti
berikut :

(Menit)
0,10
0,20
0,05

Contoh Kasus :
Hitunglah kapasitas produksi bulldozer
D85ESS-2 dengan data sebagai berikut :
Kapasitas blade = 3,4 m3 (Angle Blade
dozer), dengan faktor blade = 0,90
Jarak Dorong = 30 meter dengan kec. maju
= 6,8 km/jam, kec. mundur = 8,6 km/jam
Faktor Koreksi = 0,63 yang terdiri dari :
Faktor kesiapan mesin
= 0.90
Faktor efisiensi waktu
= 0,83
Faktor ketrampilan operator = 0,85

KPD =

(3,4 x 0,9) x 60 x 0,63


30/113,3 + 30/143,3 + 0,05

m3/jam

KPD = 220.68 m3/jam

Kapasitas
(Ripping) :

Produksi

Bulldozer

Untuk estimasi / taksiran produksi hasil


ripping, disarankan mendapatkan hasil
test seismic wave velocity sebab produktivitas ripping sangat dipengaruhi oleh
jenis ripper maupun tipe alatnya. Setelah
mendapatkan hasil test seismic wave
velocity, bisa dibaca di Komatsu
spesifikasi dan aplikasi hand book
sehingga produksi ripping dapat di
estimasikan. Tetapi jika test seismic
wave velocity belum dilakukan, maka
perhitungan taksiran produksi dibawah ini
bisa digunakan lebih dahulu.
Cara menghitung taksiran produksi ripping
oleh bulldozer bisa dibedakan menjadi
dua macam, yaitu :
Multi Shank Ripper
Giant Ripper

KATALOG ALAT BERAT

194 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

Taksiran Produksi Ripping dengan Multi


Shank Ripper.
KPR =

LK x P x J x 60 x FK 3
m /Jam
J/F+J/R+Z

Keterangan :
KPR = Taksiran Produksi Ripping (m3/Jam)
LK = Lebar Kerja (meter)
P = Kedalaman Penetrasi (meter)
J = Jarak Ripping (meter)
FK = Faktor Koreksi
F = Kecepatan Maju (meter/menit)
R = Kecepatan Mundur (meter/menit)
Z = Waktu Tetap (menit)
Taksiran Produksi Ripping dengan Giant
Ripper.
KPR =

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

1/2

P2 x J x 60 x FK
m3/Jam
J/F+J/R+Z

195

Keterangan :
KPR = Taksiran Produksi Ripping (m3/

Jam)
P = Kedalaman Penetrasi (meter)
J = Jarak Ripping (meter)
FK = Faktor Koreksi
F = Kecepatan Maju (meter/menit)
R = Kecepatan Mundur (meter/menit)
Z = Waktu Tetap (menit)
Contoh Kasus :
Sebuah bulldozer D375A-6 digunakan
untuk pekerjaan ripping. Jarak ripping
rata-rata 30 meter. Data teknis bulldozer
dan ripping adalah :
Attachment yang digunakan adalah
Giant ripper
Kedalaman Penetrasi
= 0,90 meter
Faktor kesiapan mesin = 0.90
Faktor efisiensi waktu
= 0,83
Efisiensi ketrampilan operator = 0,85
Berapakah produktivitas ripping dari
bulldozer tersebut ?
Jawab :
KPR =

1/2

P2 x J x 60 x FK
m3/Jam
J/F+J/R+Z

Keterangan :
LK = Lebar kerja = P = 0,90 meter
P = Kedalaman Penetrasi= 0,90 meter
J = Jarak Kerja = 30 meter
F = Kecepatan maju gigi 1 terkoreksi
= 0,75 x 3,80 = 2,85 km/jam = 47,5
m/menit
R = Kecepatan mundur gigi 1 terkoreksi
= 0,85 x 5,10 = 4,33 km/jam = 72,17
m/menit
Z = Waktu tetap = 0,05 menit
FK = Faktor koreksi total (efisiensi kerja)
= 0,90 x 0,83 x 0,85 = 0,63

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

1/2 x 0,90 x 90 x30x 60 x 0,63


KPR =

30/47,5 + 30/72,17 + 0,05

= 417,27 m3/jam

Kapasitas Produksi
Ripping - Dozing

Gabungan

Pada prakteknya pekerjaan ripping


merupakan pekerjaan bantu terhadap
dozing. Jadi setelah material itu di ripping
pasti selanjutnya dilakukan dozing.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
ripping tidak berdiri sendiri melainkan
selalu berpasangan dengan dozing. Untuk
mengetahui taksiran produksi gabungan
ripping - dozing, digunakan rumus
sebagai berikut :
TP =

KDP x KPR 3
m /Jam
KDP+KPR

Dimana :
KPD = Taksiran Produksi Dozing (m3/jam)
KPR = Taksiran Produksi Ripping (m3/jam)
2. KAPASITAS PRODUKSI HYDRAULIC
EXCAVATOR
Untuk menghitung estimasi kapasitas
produksi hydraulic excavator dapat
menggunakan rumus sbb :
KP =

KB x bf x 3600 x FK 3
m /Jam
CT

CYCLE TIME
Perhitungan cycle time hydraulic excavator
tergantung dari :
a. Ukuran alat
(ukuran yang kecil mempunyai
siklus yang lebih cepat dibanding
dengan yang lebih besar)
b. Kondisi kerja
(dengan kondisi kerja yang baik excavator memiliki siklus yang lebih cepat
dibandingkan dengan kondisi kerja yang
lebih berat)
Karena banyaknya variable yang dapat
mempengaruhi kerja hydraulic excavator
maka tidaklah mudah untuk menunjukkan
dengan tepat berapa besar cycle time dari
hydraulic excavator tersebut.
Cycle time hydraulic excavator terdiri dari :
a. Excavating time (digging time)
b. Swing time (loaded)
c. Dumping time
d. Swing time (empty)
Berdasarkan Komatsu spesifikasi dan
aplikasi hand book, maka standar dari
cycle time komatsu hydraulic excavator
adalah sebagai berikut :

Dimana :
KB = Kapasitas Bucket (m3)
bf = Bucket faktor
FK = Faktor Koreksi terdiri dari :
- Faktor kesiapan mesin
- Faktor efisiensi waktu
- Faktor ketrampilan operator
Ct = Cycle time (second)
KATALOG ALAT BERAT

196 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

Tabel Cycle Time Komatsu Hydraulic Excavator


Range

Swing Angle

Range

Model

450 - 900

900 - 1800

PC78

10 - 13

13 - 16

PW148

11 - 14

PC130, PC138US

11 - 14

Model

Swing Angle
450 - 900

900 - 1800

PC270, PC290

15 - 18

18 -21

14 - 17

PC300, PC350

15 - 18

18 -21

14 - 17

PC400, PC450

16 - 19

19 - 22

PC160

13 - 16

16 - 19

PC600, PC700

17 - 20

20 - 23

PW160, PW180

13 - 16

16 - 19

PC750, PC800, PC850

18 - 21

21 - 24

PC180

13 - 16

16 - 19

PC1250

22 - 25

25 - 28

PC200, PC210, PC228US

13 - 16

16 - 19

PC2000

24 -27

27 - 30

PW200, 220

14 - 17

17 - 20

PC220, PC230, PC240

14 - 17

17 - 20

Tabel Conversion faktor untuk Backhoe


Dumping Condition
Digging depth

Dumping Condition

Specified max.
digging depth

Easy
(Dump ontospil
pile)

Normal
(Large dump
target)

Rather diffiult
(Small dump
target)

Difficult
(Small dump target
reguiring maximum
dumping reach)

Below 40%

0,7

0,9

1,1

1,4

40 0 75%

0,8

1,3

1,6

Over 75%

0,9

1,1

1,5

1,8

Untuk mengitung cycle time dapat juga dengan cara menggunakan tabel-tabel di atas
dengan cara sebagai berikut :
Cycle time = Standar cycle time x Conversion faktor
BUCKET FACTOR
Bucket factor tergantung dari jenis material yang akan digali. Menurut tabel dari Komatsu
spesifikasi dan aplikasi hand book, bucket faktor adalah sebagai berikut :
Tabel Bucket factor untuk Backhoe
Excavating Condition
Easy
Average
Rather Difficult
Difficult

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

197

Clayey Soil, Clay, or Soft Soil


Sandy Soil, Sand Soil
Sandy Soil with Gravel
Loading Blasted Rock

Bucket Factor
1.1 - 1.2
1.0 - 1.1
0.8 - 0.9
0.7 - 0.8

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

Contoh kasus :
Tentukan kapasitas produksi galian tanah
berpasir yang bercampur kerikil (gravel)
menggunakan
Hydraulic
excavator
PC200-8 New Generation, sudut swing
180*, attachment yang digunakan adalah
standar bucket dengan kapasitas 0,93
(bucket factor = 0,85)
Jawaban :
KP =

KB x bf x 3600 x FK 0.93 x 0.85 x 3600 x 0.63


=
Ct
Ct

= 94.36 m3/jam (LCM)

Catatan :
Faktor koreksi terdiri dari,
efisiensi waktu
kesiapan mesin
ketrampilan operator

= 0,83
= 0.90
= 0,85

3. KAPASITAS PRODUKSI COMPACTOR


Pemadatan adalah proses fisik dimana
berat jenis dari bahan yang dipadatkan
akan bertambah, Tiga faktor penting yang
dapat mempengaruhi pemadatan adalah:
Material gradation
Moisture content
Compactive effort
Material gradation menunjukkan distribusi
(% terhadap berat) dari ukuran tanah yang
berbeda. Tanah disebut berkualitas baik
apabila distribusi dari berbagai macam
ukuran partikel tanahnya tersebar merata
atau dengan kata lain bahwa ukuran
partikel tanah cenderung heterogen.
Pemadatan terhadap tanah seperti ini
akan lebih mudah dilakukan.

Moisture content adalah kandungan air


dalam tanah.
Jumlah kandungan air ini sangat penting
dalam proses pemadatan. Air akan
melumasi partikel-partikel tanah sehingga
akan membantu saling bergeser sampai pada kondisi padat tertentu. Perlu
diketahui sehubungan dengan kandungan air tanah ini, bahwa untuk tanah yang
terlalu kering atau terlalu basah akan
sangat sulit dilakukan pemadatan.
Moisture content optimum adalah
kandungan air tertentu yang dapat
membantu proses pemadatan yang
optimal.
COMPACTIVE EFFORT adalah berbagai
macam cara pemadatan dari suatu alat
pemadat seperti :
Static weight or pressure : Rod Roller
Kneeding action or manipulation :
Sheep foot roller
Impact or sharp blow : Penumbuk
Vibration : Vibration roller
Kapasitas produksi pemadatan ada 2 versi
yaitu :
Dalam satuan volume dari material yang
dipadatkan dengan rumus :
KP =

LK x F x H x 1000 x FK 3
m /Jam
N

Keterangan :
KP = Kapasitas Produksi (m3/jam)
LK = Lebar Kerja efektif (m)
F = Kecepatan kerja (km/jam)
H = Ketebalan material yang
dipadatkan (m)
N = Jumlah lintasan (passing
KATALOG ALAT BERAT

198 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

N = Jumlah lintasan (passing)


FK = Faktor Koreksi terdiri dari :
faktor ketersediaan mesin
faktor effisiensi waktu
faktor ketrampilan operator
Dalam satuan luas area yang dipadatkan
dengan rumus :
KP =

LK x F x 1000 x FK
(M2/Jam)
N

Lebar kerja efektif adalah lebar drum


compactor-lebar overlap (tabel a).
Kecepatan kerja tergantung tipe
compactor yang digunakan (tabel b).
Ketebalan pemadatan adalah ketebalan
setiap lapis pemadatan tergantung
spesifikasi tingkat kepadatan atau
berdasarkan hasil tes yang dilakukan.
Jumlah passing atau lintasan adalah
banyaknya lintasan yang diperlukan
tergantung dari spesifikasi teknis atau
hasil tes yang dilakukan. Tapi pada
umumnya jumlah lintasan seperti pada
(tabel c).

Type of Equipment

Effective compaction width (W)

Soil compactor

(Driving wheel width


x 2) 0,2 m

Tire roller

Outside-to-outside
distance of most
outside tires 0,3 m

Large vibratory roller Roller width 0,2 m

Small vibratory roller Roller width 0,1m

Bulldozer

(Width of track shoe


x 2) 0,3 m

Tabel b. Kecepatan kerja


Road roller

About 2,0 km/hr

Tire roller

About 2,5 km/hr

Vibration roller

About 1,5 km/hr

Soil compactor

About 4 - 10 km/hr

Tamper

About 1,0 km/hr

Tabel a. Lebar kerja (pemadatan) efektif


Tabel c. Jumlah lintasan (passing)
Type of Equipment

Macadam roller

Tandem roller

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

199

Effective compaction width (W)


Driving wheel width
0,2m
Driving wheel width
0,2m

Tire roller

3-5

Road roller

4-8

Vibration roller

4 - 12

Soil compactor

4 - 12

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

Contoh Kasus :
Tentukan kapasitas produksi pemadatan untuk pekerjaan penimbunan badan jalan. Alat
yang digunakan adalah compactor BW211D-40 .
Data-data pekerjaan adalah sbb :
Berdasarkan penyelidikan pekerjaan tanah telah dipelajari tebal lapisan tanah timbunan
setelah dipadatkan = 30 cm, dan diperlukan 6 lintasan untuk dapat mencapai kepadatan
tanah yang diperlukan. Sedangkan faktor pengembangan volume material tanah adalah
sebagai berikut :
Kondisi awal

Kondisi asli

Kondisi gembur

Kondisi padat

1,00

1,43

0,90

0,70

1,00

0,63

1,11

1,59

1,00

Jawab :
Berdasarkan tabel di atas maka tebal lapis pemadatan = 30 cm x 1,59 = 48 cm
KP =
=

F x H x 1000 x FK
N
(2,1 0,2) x 1,5 x 0,48 x 1000 x 0,63
6

= 143.64 m3/jam (lcm/jam) atau 90,49 ccm/jam

Catatan, Faktor koreksi terdiri dari :

ketersediaan mesin
= 0,90
effisiensi waktu
= 0,83
ketrampilan operator = 0,85
0,90 x 0,83 x 0,85

= 0,63

KATALOG ALAT BERAT

200 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

FAKTOR EKONOMI (BIAYA ALAT BERAT)


1. BIAYA KEPEMILIKAN DAN OPERASI (OWNING AND OPERATING COST)
Owning & operating cost adalah estimasi perhitungan yang dibuat untuk mengetahui
besarnya biaya kepemilikan ( Owning cost) dan biaya operasi (Operating cost) alat (mesin)
untuk suatu masa tertentu. Masa tertentu ini adalah suatu masa dimana umur ekonomi
atau Umur kegunaan atau nilai buku dari suatu unit sudah habis.
Nilai Owning & Operating cost dapat dijadikan acuan untuk memperkirakan biaya yang
harus dikeluarkan pada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh suatu mesin. Sehingga dapat
dipakai sebagai acuan untuk memperkirakan keuntungan dan kerugian suatu pekerjaan
yang dilakukan oleh suatu mesin.
Owning & Operating cost terdiri dari dua unsur, yaitu biaya kepemilikan (owning cost) dan
biaya operasi (operation cost). Komponen-komponen yang termasuk dalam owning cost &
operation cost adalah sebagai berikut :
Biaya Penyusutan (Depreciation)
Biaya Kepemilikan
Biaya Bunga Modal (Interest)
(Owning Cost)
Biaya Pajak (Taxes)
Biaya Asuransi (Insurance)
Owning &
Operating Cost

Biaya Bahan Bakar (Fuel)


Biaya Minyak Pelumas (Oil)
Biaya Saringan saringan (Filter)
Biaya Operasi
(Operation Cost)

Biaya Perawatan & Perbaikan


(Repair & Maintenance)
Biaya Ban (Tyres)
Biaya Operator (Operator Wage)
Biaya Khusus (Special Items)

Owning & operating cost alat-alat berat sangat bervariasi, karena dipengaruhi oleh berbagai
faktor, antara lain :
Tipe pekerjaan dimana alat berat beroperasi
Harga bahan bakar dan pelumas di lokasi kerja
Nilai suku bunga pinjaman bank dan faktor-faktor lainnya.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

201

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

1.1. BIAYA KEPEMILIKAN (OWNING COST)


Biaya kepemilikan merupakan jumlah
dari nilai biaya penyusutan, bunga modal,
biaya asuransi dan pajak. Biaya
kepemilikan ini merupakan Biaya Tetap
(Fixed Cost), yaitu biaya yang tetap
diperhitungkan meskipun alat tidak
dioperasikan.
1.1.1. Biaya Penyusutan (Depreciation
Cost)
Metode yang populer digunakan
untuk menghitung biaya penyusutan adalah metode garis lurus
(Straight Line). Metode ini mempunyai pengertian, bahwa nilai modal
turun, karena dikurangi nilai penyusutan yang sama besar sepanjang
umur kegunaan alat. Penyusutan
metode garis lurus dihitung dengan
persamaan berikut :
Penyusutan =

Harga Mesin - Nilai sisa


Umur Kegunaan Alat

Keterangan :
Nilai sisa alat berat = 30 % dari harga
baru mesin.
Pada Alat yang menggunakan roda
karet.
Nilai Penyusutan = Harga mesin baru
Nilai sisa - Harga ban
1.1.2. Bunga Modal, Asuransi, Pajak
a. Bunga Modal
Bunga modal harus diperhitungkan
agar tidak merugi dalam menggunakan modal kerjanya. Keuntungan
yang diperoleh harus lebih besar dari
bunga modalnya, agar tidak merugi.

b. Asuransi
Besar asuransi yang harus dibayarkan
sangat tergantung dari harga alat,
jenis asuransi yang diminta, jangka
waktu pengasuransian alat, jenis
pekerjaan yang dilaksanakan, lokasi
pekerjaan dan lain sebagainya.
c. Pajak
Di negara kita, belum ada peraturan
definitif mengenai pajak terhadap
kepemilikan alat berat. Pajak kepemilikan alat berat sudah termasuk
dalam pajak kekayaan perusahaan.
Bunga Modal dan Asuransi dihitung
dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut :
(n-1)(1-r)
x Harga Alat x (Int + Ins)
2n
Int & Ins =
Jam Kerja Pertahun
1-

Keterangan :
n
= Umur ekonomi alat (tahun)
r
= Nilai sisa alat (%)
Ins
= Asuransi
Int
= Bunga Bank
1.2. BIAYA OPERASI ALAT
(OPERATING COST)
Biaya operasi alat (Operating Cost) adalah
biaya yang timbul apabila alat tersebut
beroperasi. Biaya operasi alat (Operating
Cost) merupakan biaya tidak tetap (Variable Cost). Biaya operasi pada umumnya
berbeda-beda, tergantung pada jenis alat,
kondisi medan operasinya, jenis pekerjaan yang dilakukan dan lain sebagainya.
Operating Cost Merupakan jumlah dari
komponen biaya berikut ini :
KATALOG ALAT BERAT

202 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

1.2.1. Biaya Bahan Bakar (Fuel Cost)


Kebutuhan bahan bakar perjam
umumnya berbeda-beda, tergantung pada jenis alat, kondisi medan
operasinya, jenis pekerjaan yang
dilakukan dan lain sebagainya.
Data-data kebutuhan bahan bakar
perjam dapat diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan, atau
dapat diperoleh dari pabrik atau
dealer yang bersangkutan, salah
satunya melalui Komatsu spesifikasi
dan aplikasi hand book, contohnya
dapat dilihat pada Tabel d & e.
Estimasi Biaya Bahan Bakar per Jam =
Konsumsi Bahan Bakar per Jam x
Harga Bahan bakar setempat.
1.2.2. Biaya Pelumas dan Filter
(Oil & Filter Cost)
Konsumsi minyak pelumas per jam
pada suatu mesin dapat dihitung
dengan membagi jumlah (Liter)
minyak pelumas yang diisikan sesuai
kapasitasnya dengan interval waktu
penggantiannya (jam). salah satunya melalui Komatsu spesifikasi
dan aplikasi hand book, contohnya
dapat dilihat pada Tabel f.
Pada umumnya komponen alat-alat
berat memerlukan pelumas terdiri
dari :
a. Oli mesin
b. Oli Transmisi
c. Oli Hidrolis
d. Oli final drive
e. Gemuk
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

203

Biaya Minyak Pelumas = Konsumsi


Minyak Pelumas per jam x Harga
minyak pelumas setempat.
Biaya Filter = Harga filter yang dimaksud dibagi interval waktu penggantian filter. Untuk penghitungan
biaya filter ini biasanya diperhitungkan sebesar 50 % dari jumlah biaya
pelumas, diluar biaya bahan bakar.
1.2.3. Biaya Ban (Tire Cost)
Keausan ban sangat dipengaruhi
oleh keadaan medan, spesifikasi
ban, kecepatan dan tekanan angin
serta kualitas ban itu sendiri.
Biaya Ban = Harga ban dibagi umur
pemakaiannya (Jam)
1.2.4. Biaya Perbaikan & Perawatan
(Repair & Maintenance Cost)
Komponen biaya ini lebih tepat dikatakan sebagai biaya cadangan
untuk reparasi. Karena belum tentu
biaya yang dikeluarkan sebesar itu,
bisa lebih kecil, dan bisa lebih besar.
Pelaksanaan pemeriksaan dan
perawatan periodik yang rutin dan
tepat, akan mencegah terjadinya
kerusakan besar, sehingga menjamin
mesin senantiasa dalam kondisi
yang bail, sehingga bisa menekan
biaya
perbaikan
dan
memperpanjang umur pakai alat.

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

1.2.5. Biaya-biaya Khusus (Special Item Cost)


Untuk suku cadang yang keausannya lebih cepat dibandingkan yang lain,
tidak termasuk dalam biaya perbaikan, tetapi termasuk dalam kategori
biaya khusus. Misalnya, Ripper point, Ripper shank, dan lain sebagainya.
Perhitungan biaya khusus ini dengan persamaan :
Biaya Khusus

Harga per item x jumlah item yang diperlukan


Umur kegunaan item tsb. (Jam)

1.2.6. Upah Operator (Operator Wage)


Cara menghitung komponen biaya ini, tergantung pada sistim penggajian operator
dan pembantu operator. Jika dengan gaji bulanan dapat dihitung dengan persamaan
berikut :
Upah Operator =

Rata-rata upah operator dan pembantu operator per bulan


Jam kerja per bulan

KATALOG ALAT BERAT

204 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

Tabel d. Pemakaian bahan bakar bulldozer berdasarkan penerapan dan kondisi operasinya
Constraction
(1) Bulldozers
Range

Low
Amount

Medium

High

U.S. Gal/hr

ltr/hr

U.S. Gal/hr

ltr/hr

U.S. Gal/hr

ltr/hr

D21A, P-8E0

0,4 - 0,85

1,6 - 3,2

0,85 - 1,3

3,2 - 4,8

1,3 - 1,7

4,8 - 6,4

D31EX, PX-22

0,9 - 1,8

3,3 - 6,7

1,8 - 2,6

6,7 - 10,0

2,6 - 3,5

10,0 - 13,3

D37EX, PX-22

1,0 - 2,0

3,8 - 7,6

2,0 - 3,0

7,6 - 11,4

3,0 - 4,0

11,4 - 15,1

D37EX, PX-23

0,9 - 1,8

3,4 - 6,8

1,8 - 2,7

6,8 - 10,2

2,7 - 3,6

10,2 - 13,6

D39EX, PX-22

1,2 - 2,4

4,5 - 8,9

2,4 - 3,5

8,9 - 13,4

3,2 - 4,7

13,4 - 17,9

D39EX, PX-23

1,1 - 2,1

4,0 - 8,0

2,1 - 3,2

8,0 - 12,1

3,2 - 4,3

21,1 - 16,1

D51EX, PX-22

1,4 - 2,8

5,2 - 10,5

2,8 - 4,1

10,5 - 15,7

4,1 - 5,5

15,7 - 21,0

D61EX, PX-15E0

1,7 - 3,4

6,4 - 12,9

3,4 - 5,1

12,9 - 19,3

5,1 - 6,8

19,3 - 25,7

D61EX, PX-23

1,5 - 3,1

5,8 - 11,6

3,1 - 4,6

16,9 - 17,4

4,6 - 6,1

17,4 - 23,2

D63E-12

1,8 - 3,7

6,9 - 13,9

3,7 - 5,5

13,9 - 20,8

5,5 - 7,3

20,8 - 27,7

D65E-P12

2,1 - 4,1

7,8 - 15,6

4,1 - 6,2

15,8 - 23,4

6,2 - 8,2

23,4 - 31,1

D65EX, PX, WX-16

1,8 - 3,6

6,9 - 13,8

3,6 - 5,5

13,8 - 20,7

5,5 - 7,3

20,7 - 27,6

D65EX, PX, WX-17

1,8 - 3,6

6,9 - 13,8

3,6 - 5,5

13,8 - 20,7

5,5 - 7,3

20,7 - 27,6

D85ESS-12

1,8 - 3,7

6,9 - 13,9

3,7 - 5,5

13,9 - 20,8

5,5 - 7,3

20,8 - 27,7

D85ESS-2,2A

2,2 - 4,4

6,4 - 16,8

4,4 - 6,7

16,8 - 25,2

6,7 - 8,9

25,2 - 33,6

D85EX, PX-15E0

2,5 - 5,1

9,6 - 19,2

5,1 - 7,6

19,2 - 28,8

7,6 - 10,1

288 - 38,4

D85EX, PX-15R

2,5 - 4.9

9,4 - 18,7

4,9 - 7,4

18,7 - 28,1

7,4 - 9,9

28,1 - 37,5

Machine

Keterangan:
Rendah : Pergerakan mesin idle atau berjalan tanpa beban.
Sedang : Pekerjaan pemindahan tanah biasa, menarik scraper atau pekerjaan mendorong
yang mudah.
Tinggi : Ripping, pekerjaan mendorong yang berat dan operasi yang terus menerus
dengan tenaga penuh tanpa idle.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

205

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

Tabel e. Pemakaian bahan bakar hydraulic excavator berdasarkan penerapan dan kondisi
operasinya
Constraction
(3) Hydraulic Exavators
Range
Machine

Low
Amount

PC20MR-3
PC27MR-3
PC30MR-3
PC35MR-3
PC45MR-3
PC55MR-3
PC60-8
PC70-8
PC78US-8
PC88MR-8
PC110-7
PC130, F7
PC130-8
PC138US, USLC-10
PC138US-8
PC160LC-8
PC190LC, NLC-8
PC200, LC-7
PC200, LC-8
PC200, LC-8M0
PC210, LC-10
HB205, 215LC-1
PC220, LC-7
PC220, LC-8
PC220, LC-8M0
PC228US, USLC-8
PC240LC, NLC-10
PC270-7
PC270, LC-8
PC290LC-10
PC300, LC-7, PC350, LC-7
PC300, LC-7, PC350, LC-8
PC360LC, NLC-10
PC400, LC-7 PC450LC-7
PC400, LC-7 PC450LC-8
PC400, LC-8R, PC450, LC-8R

Medium

High

U.S. Gal/hr

ltr/hr

U.S. Gal/hr

ltr/hr

U.S. Gal/hr

ltr/hr

0,21 - 0,29
0,34 - 0,48
3,7 - 0,53
3,7 - 0,53
5,0 - 7,1
5,0 - 7,1
0,6 - 0,9
0,8 - 1,1
0,6 - 0,9
0,8 1,1
1,1 - 1,6
1,1 - 1,6
1,1 - 1,5
1,0 - 1,4
1,1 - 1,5
1,4 - 1,9
1,4 - 1,9
1,6 - 2,4
1,6 - 2,2
1,4 - 2,0
1,4 - 2,0
1,3 - 1,9
2,0 - 2,9
1,9 - 2,7
1,8 - 2,6
1,7 - 2,4
1,8 - 2,6
2,1 - 3,1
2,1 - 3,1
2,1 - 3,0
2,9 - 4,1
2,8 - 4,0
2,6 - 3,8
5,1 - 6,8
5,1 - 6,8
5,1 - 6,8

1,1 - 1,6
1,3 - 1,8
1,4 - 2,0
1,4 - 2,0
1,9 - 2,7
1,9 - 2,7
2,4 - 3,4
2,9 - 4,1
2,4 - 3,5
2,9 - 4,1
4,1 - 5,9
4,1 - 5,9
4,1 - 5,8
3,8 - 5,4
4,1 - 5,8
5,1 - 7,3
5,1 - 7,3
6,2 - 8,9
5,9 - 8,5
5,4 - 7,7
5,3 - 7,6
5,0 - 7,1
7,5 - 10,8
7,1 - 10,3
7,0 - 10,0
6,3 - 9,0
6,8 - 9,7
8,1 - 11,6
8,1 - 11,6
7,9 - 11,3
10,8 - 15,4
10,6 - 15,1
10,0 - 14,3
19,3 - 25,7
19,3 - 25,7
19,3 - 25,7

0,29 - 0,45
2,48 - 0,71
0,53 - 0,77
0,53 - 0,79
0,71 - 1,06
0,71 - 1,06
0,9 - 1,4
1,1 - 1,6
0,9 - 1,4
1,1 - 1,6
1,6 - 2,3
1,6 - 2,3
1,5 - 2,3
1,4 - 2,1
1,5 - 2,3
1,9 - 2,9
1,9 - 2,9
2,4 - 3,5
2,2 - 3,4
2,0 - 3,1
2,0 - 3,1
1,9 - 2,8
2,9 - 4,3
2,7 - 4,1
2,6 - 4,0
2,4 - 3,6
2,6 - 3,9
3,1 - 4,6
3,1 - 4,6
3,0 - 4,5
4,1 - 6,1
4,0 - 6,0
3,8 - 5,7
3,8 - 8,5
3,8 - 8,5
3,8 - 8,5

1,6 - 2,3
1,8 - 2,7
2,0 - 2,9
2,0 - 3,0
2,7 - 4,0
2,7 - 4,0
3,4 - 5,2
4,1 - 6,1
3,5 - 5,2
4,1 - 6,1
5,9 - 8,8
5,9 - 8,8
5,8 - 8,7
5,4 - 8,1
5,8 - 8,7
7,3 - 11,0
7,3 - 11,0
8,9 - 13,4
8,5 - 12,7
7,7 - 11,6
7,6 - 11,4
7,1 - 10,6
10,8 - 16,2
10,2 - 15,4
10,0 - 15,0
9,0 - 13,4
9,7 - 14,6
11,6 - 17,4
11,6 - 17,4
11,3 - 16,9
15,4 - 23,1
15,1 - 22,7
14,3 - 21,5
25,7 - 3,1
25,7 - 3,1
25,7 - 3,1

0,45 - 0,77
0,71 - 1,19
0,77 - 1,29
0,79 - 1,32
1,06 - 1,74
1,06 - 1,74
1,4 - 2,3
1,6 - 2,7
1,4 - 2,3
1,6 - 2,7
2,3 - 3,9
2,3 - 3,9
2,3 - 3,8
2,1 - 3,6
2,3 - 3,8
2,9 - 4,8
2,9 - 4,8
3,5 - 5,9
3,4 - 5,6
3,1 - 5,1
3,1 - 5,1
2,8 - 4,7
4,3 - 7,1
4,1 - 6,8
4,0 - 6,6
3,6 - 5,9
3,9 - 6,4
4,6 - 7,7
4,6 - 7,7
4,5 - 7,4
6,1 - 10,2
6,0 - 10,0
5,7 - 9,5
8,5 - 12,7
8,5 - 12,7
8,5 - 12,7

2,3 - 3,9
2,7 - 4,5
2,9 - 4,9
3,0 - 5,0
4,0 - 6,6
4,0 - 6,6
5,2 - 8,6
6,1 - 10,2
5,2 - 8,7
6,1 - 10,2
8,8 - 14,6
8,8 - 14,6
8,7 - 14,5
8,1 - 13,5
8,7 - 14,5
11,0 - 18,3
11,0 - 18,3
13,4 - 22,3
12,7 - 21,2
11,6 - 19,3
11,4 - 19,0
10,6 - 17,7
16,2 - 26,9
15,4 - 25,6
15,0 - 25,0
13,5 - 22,5
14,6 - 24,4
17,4 - 29,0
17,4 - 28,9
16,9 - 28,2
23,1 - 38,5
22,7 - 37,9
21,5 - 35,8
32,1 - 48,2
32,1 - 48,2
32,1 - 48,2

Keterangan:
Low
: Intermittent work with job efficiency less than 65 % Material; Easy to excavate
Medium : Digging and loading 65 - 80 % of machine operation hours Material, Not easy to
excavate
High
: Work with job effficiency more than 80 % Direct excavation needed sometimes.
KATALOG ALAT BERAT

206 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

Tabel f. Penggunaan minyak pelumas dan gemuk pada alat-alat berat (liter / jam)
(1) Bulldozers
Application

*(1) Crank case


Unit QTY

*(2) Transmission

Final Drives

HYdraulic
Control

Grease

US Gal

Liter

US Gal

Liter

US Gal

Liter

US Gal

Liter

lb

kg

D31EX, PX-22

0,006

0,022

0,002

0,007

0,008

0,03

0,04

0,02

D37EX, PX-22
D37EX, PX-23

0,006
0,006

0,022
0,022

0,002
0,002

0,007
0,007

0,008
0,0085

0,03
0,032

0,04
0,04

0,02
0,02

D39EX, PX-22
D39EX, PX-23

0,008
0,006

0,03
0,022

0,002
0,002

0,007
0,007

0,008
0,008

0,03
0,03

0,04
0,04

0,02
0,02

D51EX, PX-22

0,01

0,04

0,002

0,008

0,0085

0,032

0,04

0,02

D61EX, PX-15E0
D61EX, PX-23

0,015
0,014

0,058
0,054

0,018
-

0,069
-

0,015
0,004

0,057
0,016

0,007
0,0135

0,028
0,051

0,04
0,04

0,02
0,02

D63E-12

0,006

0,038

0,02

0,075

0,015

0,057

0,006

0,024

0,04

0,02

D65EX, PX16
D65EX, PX, WX-17

0,015
0,013

0,056
0,054

0,013
0,013

0,048
0,048

0,013
0,012

0,048
0,044

0,007
0,007

0,028
0,028

0,04
0,04

0,02
0,02

D68ESS-12A

0,01

0,038

0,02

0,075

0,015

0,057

0,006

0,024

0,04

0,02

D85EX-15E0
D85PX-15E0
D85EX-15R
D85PX-15E0

0,02
0,02
0,02
0,02

0,076
0,076
0,076
0,076

0,016
0,016
0,016
0,016

0,06
0,06
0,06
0,06

0,014
0,019
0,014
0,019

0,052
0,072
0,052
0,072

0,01
0,01
0,01
0,01

0,036
0,036
0,036
0,036

0,04
0,04
0,04
0,04

0,02
0,02
0,02
0,02

Machine Model

(2) Hydraulic Excavators


Application

*(1) Crank case


Unit QTY

Transmission or
Swing Machinery

*(2) Final Drives

HYdraulic
Control

Grease

US Gal

Liter

US Gal

Liter

US Gal

Liter

US Gal

Liter

lb

kg

PC18MR-3, PC20MR-3
PC27MR-3
PC30MR-3, PC35MR-3
PC45MR-3, PC55MR-3

0,002
0,004
0,004
0,004

0,007
0,014
0,014
0,015

0,0003
0,0003
0,0003
0,0003

0,001
0,001
0,001
0,002

0,003
0,003
0,003
0,003

0,010
0,010
0,010
0,010

0,04
0,04
0,04
0,04

0,02
0,02
0,02
0,02

PC60-8, PC70-8
PC78US-8
PC88MR-8

0,006
0,006
0,006

0,023
0,022
0,022

0,0005
0,0005
0,0008

0,002
0,002
0,003

0,0005
0,0005
0,0005

0,002
0,002
0,002

0,0032
0,0032
0,003

0,012
0,012
0,011

0,09
0,09
0,09

0,04
0,04
0,04

PC130-8
PC138US-8
PC138US-10

0,006
0,006
0,006

0,022
0,022
0,023

0,0008
0,0008
0,0008

0,003
0,003
0,003

0,0011
0,0011
0,0011

0,004
0,004
0,004

0,0048
0,0037
0,0037

0,018
0,014
0,014

0,11
0,11
0,11

0,05
0,05
0,05

PC160LC-8
PC190LC-8

0,008
0,008

0,032
0,032

0,0013
0,0013

0,005
0,005

0,0008
0,0013

0,003
0,005

0,0063
0,007

0,024
0,028

0,11
0,11

0,05
0,05

PC200/LC-8, PC210/LC-8
PC200/LC-8M0
PC210/LC-10

0,012
0,012
0,012

0,046
0,046
0,046

0,0018
0,0018
0,0018

0,007
0,007
0,007

0,0008
0,0011
0,0013

0,003
0,004
0,005

0,007
0,007
0,007

0,027
0,027
0,027

0,15
0,15
0,15

0,07
0,07
0,07

Machine Model

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

207

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

2. CONTOH KASUS
Tentukan owning dan operating cost dari unit D85ESS-2 dan PC200-8 New Generation.
Data-data yang dipakai adalah sbb :
Machine Model
D85ESS-2
PC200-8 New Generation

Price (USD)
200,000
100,000

Data
r = trade in value
Insurance
Interest

Value

Unit

30%
1%
10%

1 US$

11,000

Rp

Local Fuel Cost

10,500

Rp/ltr

Local Engine Oil

28,184

Rp/ltr

Local Transmisi Oil

28,184

Rp/ltr

Local Final Drive Oil

26,566

Rp/ltr

Local Hydraulic Oil

26,566

Rp/ltr

Local Grease Cost

24,000

Rp/kg

3.00

USD/hr

5,000

hours

Operator Wage
Annual Use in hour

Jawab :
Berdasarkan formula dari perhitungan owning dan operating cost dan dengan
memasukkan data data diatas maka :

KATALOG ALAT BERAT

208 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
03 Perhitungan Tarif Alat

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

209

AH

Perhitungan Tarif Alat 03

Sehingga hasil perhitungan owning dan operating cost adalah sbb:


MACHINE
MODEL

UNIT PRICE
(US$/hr)

D85ESS2
PC2008 New Gen

OWNING AND OPERATING COST


Owning Cost
(US$/hr)

Operating Cost
(US$/hr)

TOTAL
(US$/hr)

200,000

11.08

36.25

47.33

100,000

5.54

26.08

31.62

KATALOG ALAT BERAT

210 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

AH
04 Perhitungan Produksi

Perhitungan Produksi
Dalam memilih model excavator yang
efektif dan efisien dalam penggunaanya,
diperlukan kombinasi yang tepat antara
kebutuhan produksi, material yang
dikerjakan, dan transportasi pengankut.
Berikut 6 langkah yang diperlukan untuk
menentukan pemilihan mesin excavator.
1. Menentukan jenis material dan Bucket
Fill Factor
Mengacu pada tabel Bucket Fill Factor

Shot Rock

Cycle

Time

89

= .43 to .52 menit

Material Density/ Loose


5.6

Cycle Time

0.48

60 menit

60

Cycle Time

0.48

= Required Payload

= 5.6

Required Payload

Contoh:

= 125

Operator Skill/ Efficiency 0.9 (90%)


Machine Availibility
0.95 (95%)
Gen Operational Effiency 0.83
(50 min/hr)
Effective Cycle per Hour

125 x .9 x .95 x 83 = 89

211

Hourly Production

Material Density/Loose

Dibagi 60 menit dengan Cycle Time


dan disesuaikan untuk ketersedian dan
efisiensi

Kementerian Pekerjaan Umum

Hourly Production Requrired 500 Tons/jam


Effective Cycle/Hour
89

500

3. Perhitungan Effective Cycle per Hour

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013

Contoh:

Effective Cycle/Hour

Contoh:
365B in Hard Rock Digging

Dibagi perjam kebutuhan produksi


dengan Effective Cycle per Hour,
disesuaikan dengan kepadatan material
dan Fill Factor

Required

Contoh:
Average Blasted Rock = 75 - 95%
2. Perkiraan Cycle Time
Mengacu pada tabel
Estimating

4. Perhitungan Kapasitas Bucket

1.6

1.6 Ton/m3

= Bucket Payload Vol.

= 3.5 m3

Fill Factor

0.85 (85%)

AH

Perhitungan Produksi 04

5. Pemilihan Excavator yang cocok dengan ukuran Bucket


Sesuaikan dan bandingkan model dan bucket range yang terdapat di katalog.
Contoh :
Required bucket capacity appprox.
365B L Caterpillar Bucket Capacity

4.1 m3
5.3 m3

Penting : Hitung ulang dari langkah 2-5 berdasarkan Cycle Times untuk model yang terpilih

6. Pemilihan Alat Pengangkut


Secara umum bedasarkan kecocokan truk pengangkut dengan siklus pengisian truk.
Excavator
Front Shovels

4 - 6 passes
3 - 5 passes

Contoh:
Bucket Selected
Volume in 5 passes
Payload
Consider weight of Liners

4 m3
5 x 4 x .85 = 17 m3
17 x 1.6 = 27.2 Tons
27.2 + 2 = 29.2 Tons

Suitable Truck Match Option :


735 Caterpillar
796D Caterpillar

19.2 m3/ 31.8 t


24.2 m3/ 37.9 t

KATALOG ALAT BERAT

212 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

BAB V
TABEL

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

213

BAB V

TABEL

215. Konversi
216. Ground Pressure
217. Grade
218. Fuel Consumption

KATALOG ALAT BERAT

214 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

TB
01 Konversi

Konversi
a. Length
Centimeter (cm)

Meter (m)

Inch (in)

Foot (ft)

Yard (yd)

Mile (M)

Kilometer (km)

0,01

0,3937

0,3281

0,01094

1,6093

100

39,37

3,281

1,0936

0,6214

2,540

0,0254

0,8333

0,02778

30,48

0,3048

12

0,3333

91,44

0,9144

36

b. Space
Sq. Meter (m2)

Sq. Inch (in2)

Sq. Foot (ft2)

Sq. Yard (yd2)

0,01

0,3937

0,3281

100

39,37

3,281

2,540

0,0254

0,8333

30,48

0,3048

12

c. Volume
Cu. Meter (m2)

Cu. Inch (in2)

Cu. Foot (ft2)

61024

35,31

0,0,1639

0,0,5787

Cu. Yard (yd2)

Imperial Gal

U.S. Gal

Cu. Inch

Liter

13079

1,201

177,4

4,546

0,0,2143

0,8327

231

3,785

0,02832

1728

0,037037

0,0,3605

0,0,4329

0,01639

0,76455

46656

27

0,2200

0,2642

61,02

d. Weight
Kilogram (kg)

Pound (lb)

Metric Ton (French Ton)

Short Ton (U.S. Ton)

Long Ton (English Ton)

Newton (N)

2,2046

0,001

0,0011023

0,0,9824

9,80665

0,4536

0,0,4536

0,0,5

0,0,4464

4,448

1000

2204,6

1,1023

0,9842

9806,65

907,1

2000

0,9072

0,8929

8896,5

1016

2240

1,016

1,120

9964

0,10197

0,2248

0,0,1019

0,0,1124

0,0,114

e. Pressure
BAR

Kilogram/sq.cm (kg/cm2)

Pound/sq.in (PSI)

Long ton/sq.ft (Ton/ft2)

Pascal (Pa)

1,0197

14,50

0,9324

100000

0,9807

14,22

0,0144

98066,5

0,06895

0,07031

0,06429

6895

1,0725

1,0937

15,56

107250

0,00001

0,00001020

0,000145

0,0000932

f. Velocity

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

m/sec

km/h

ft/sec

MPH

3,6

3,281

2,237

0,2778

0,9113

0,6214

0,3048

1,097

0,6918

0,4470

1,609

1,467

215

TB

Ground Pressure 02

Ground Pressure
Model

D155A-5

D155A-6

D155AX-6

D275A-5
D275A-5R

D275AX-5E0

D375A-5

D375A-6

D375A-6R

D4375A-5E0

D4375SD-5E0

D575A-3

D575A-3 SD

Shoe Width mm
[in]

Ground Contact
Area m2 [in2]

Ground Pressure
kg/cm2 [PSI/kPa]

560 [22]
610 [24]
660 [26]
560 [22]
610 [24]
660 [26]
560 [22]
610 [24]
660 [26]
610 [24]*
710 [28]
810 [32]
610 [24]*
710 [28]
810 [32]
610 [24]*
710 [28]
810 [32]
610 [24]*
710 [28]
810 [32]
610 [24]*
710 [28]
810 [32]
710 [28]*
810 [32]
910 [36]
810 [32]*
910 [36]
760 [30]
810 [32]
860 [34]*
910 [36]
860 [34]*

3,60 [5580]
3,92 [6080]
4,24 [6570]
3,53 [5472]
3,84 [5952]
4,16 [6448]
3,67 [5685]
4,00 [6193]
4,32 [6700]
4,25 [6590]
4,94 [7660]
5,29 [8200]
4,25 [6590]
4,94 [7660]
5,29 [8200]
4,69 [7260]
5,45 [8450]
6,22 [9640]
4,86 [7527]
5,65 [8760]
6,45 [9990]
4,69 [7260]
5,45 [8450]
6,22 [9640]
6,42 [9957]
7,33 [11360]
8,23 [12762]
7,33 [11360]
8,23 [12762
6,89 [10670]
7,34 [11380]
7,79 [12080]
8,25 [12780]
9,43 [14620]

0,79 [11,23/77,5]
0,73 [10,38/71,6]
0,68 [9,67/66,7]
0,93 [13,2/91.2]
0,86 [12,2/84,3]
0,80 [11,4/98,5]
0,85 [12,1/83,4]
0,79 [11,2/77,5]
0,74 [10,5/72,6]
0,89 [12,66/87,3]
0,77 [10,95/75,5]
0,73 [10,38/71,6]
0,89 [12,66/87,3]
0,77 [10,95/75,5]
0,73 [10,38/71,6]
1,06 [15,07/104,0]
0,93 [13,22/91,2]
0,82 [11,66/80,4]
1,10 [15,6/108]
0,95 [13,5/93,2]
0,85 [12,1/83,4]
1,11 [158/109]
0,96 [13,7/94,1]
0,85 [12,1/83,4]
1,30 [18,5/128]
1,15 [16,4/113]
1,04 [14,8/102]
1,14 [16,2/112]
1,04 [14,8/102]
1,41 [19,1/137,3]
1,33 [18,8/129,4]
126 [17,8/122,6]
1,19 [16,9/116,7]
1,22 [17,3/119,3]

910 [36]

9,98 [15470]

1,15 [16,4/112,8

Application**
A
B
B
A
B
B
A
B
B
A
B
B
A
B
B
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
A
A-B
C
A
B
B
C
A-B
B

KATALOG ALAT BERAT

216 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

TB
03 Grade

Grade
GRADE COMPARISON CHART
DEGREES - PERCANT - SLOPE

GRADE IN DEGREES
AND PERCANTS
PERCANT

100

90

1/3

1/2

80

90

1/4

70

80

70

60

60

50

50
40

30

20
10
0

DEGREES

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

217

40
1

1
4
1
5
1
6
1
10
20 1
25 1
SLOPE

30
20
10
0

DEGREES

PERCENT

1,8

3,5

5,2

7,0

8,8

10,5

12,3

14,0

15,8

10

17,6

11

19,4

12

21,3

13

23,1

14

24,9

15

26,8

16

28,7

17

30,6

18

32,5

19

34,4

20

36,4

21

38,4

22

40,4

23

42,4

24

44,5

25

46,6

26

48,8

27

51,0

28

53,2

29

55,4

30

57,7

31

60,0

32

62,5

33

64,9

34

67,4

35

70,0

36

72,7

37

75,4

38

78,1

39

80,0

40

83,9

41

86,9

42

90,1

43

93,3

44

94,6

45

100,0

TB

Fuel Consumption 04

Fuel Consumption
WHEEL DOZER
Range
Amount Machine
WD600 - 3
WD600 - 6
WD900 -3

Low
ltr./hr
32.4 - 45.3
32.6 - 45.7
51.2 - 71.7

Medium
ltr./hr
45.3 - 57.2
45.7 - 57.6
71.7 - 90.5

High
ltr./hr
57.2 - 75.5
57.6 - 76.1
90.5 - 119.5

CONDITIONS :
Low : Work where machine spend most of operation hours idling or traveling with no load
Medium : Average earth moving, scraper hauling, easy pushing
High : Heavy pushing
Continuous operation

BULLDOZER
Range
Amount Machine
D21A, P-8E0
D31EX, PX-22
D37EX, PX-22
D39EX, PX-22
D51EX, PX-22
D61EX, PX-15E0
D65E, P-12
D65EX, PX. WX-16
D85ESS-2A
D85EX, PX-15E0
D85EX, PX-15R
D155A-5
D155A-6
D155AX-6

Low
ltr./hr
1.6 - 3.2
3.3 - 6.7
3.8 - 7.6
4.5 - 8.9
5.2 - 10.5
6.4 -12.9
7.8 - 15.6
7.6 ~ 15.2
8.4 - 16.8
9.6 - 19.2
9.4 - 18.7
11.3 - 22.5
12.5 - 25.0
11.4 - 22.8

Medium
ltr./hr
3.2 - 4.8
6.7 - 10.0
7.6 - 11.4
8.9 - 13.4
10.5 - 15.7
12.9 - 19.3
15.6 - 23.4
15.2 - 22.8
16.8 - 25.2
19.2 - 28.8
18.7 - 28.1
22.5 - 33.8
25.0 - 37.5
22.8 - 34.2

High
ltr./hr
4.8 - 6.4
10.0 - 13.3
11.4 - 15.1
13.4 - 17.9
15.7 - 21.0
19.3 - 25.7
23.4 - 31.1
22.8 - 30.5
25.2 - 33.6
28.8 - 38.4
28.1 - 37.5
33.8 - 45.1
37.5 - 50.0
34.2 - 45.6

CONDITIONS :
Low : Work where machine spend most of daily working hours idling or traveling with no load.
Medium : Average earth moving, scraper hauling, easy pushing Object materials; Not hard to dig
High : Ripping, heavy pushing
Continuous use with engine at full throttle

KATALOG ALAT BERAT

218 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

LAMPIRAN

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

219

Sub Daftar Isi

LAMPIRAN

221. Daftar Distributor Alat Berat


229. Daftar Pustaka

KATALOG ALAT BERAT

220 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

Lampiran

Daftar Distributor Alat Berat


NO
1.

NAMA PERUSAHAAN

MEREK

PT. ALTRAK 1978


Jl. RSC. Veteran No. 4
Bintaro - Jakarta Selatan 12330
Telp : 021-736 1978
Fax : 021- 736 1977 / 736 3302
Email :
marketing.div@altrak1978.co.id
website : www.altrak1978.co.id

PRODUK ALAT BERAT


Excavator
Soil Stabilizer
Backhoe Loader

JCB

Wheel Excavator
Skid Steer Loader
Telecospic Handler
Compactors

KAWASAKI

Wheel Loader

NEW HOLLAND

Tractor
All Terrain Crane
Light Tower

GROVE

Generator Set
Welding Machine
Portable Air Compressor

2.

PT. AIRINDO SAKTI


Jl. Raya Tanjung Barat No. 85
Poltangan, Jakarta 12530, Indonesia SOOSAN
Telp : 021- 789 0908
Fax : 021- 7801330 / 021- 780 3343
Email : inquiry@airindosakti.co.id
Website : www.airindosakti.co.id

Hydraulic Breaker
Hydraulic Crawler Drills
Hydraulic Crane

BROKK
TEREX

Demolition Equipment
Bricking Machine
Tandem Vibrating Rollers
Scissor Lift
Articulated Boom

HAULOTTE

Telescopic Boom
Push Around
Telehandlers
Vertical Mast

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

221

CLARK

Forklift

ATLAS COPCO

Light Tower

Lampiran

NO

NAMA PERUSAHAAN

MEREK

PT. AIRINDO SAKTI

PRODUK ALAT BERAT


Excavator
Motor Grader

TRX BUILD

Paver
Batchingplant
Miling Machine

HYCON

Hyd Power
Hyd Rock Excavation
Diesel Genset

COOL POWER

Wheel Loader
Motor Grader
Backhoe Loader

3.

4.

PT. Daya Kobelco Construction


Machinery
Pondok Indah Tower 3, Lt. 16
Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA
Pondok Indah 12310 - Jakarta
Selatan

KOBELCO

Excavator
Backhoe Loader
Skidsteer Loader

Telp : 021-7592 2828


Fax : 021-7592 2823
Email : info@dayakobelco.co.id
Website : www.dayakobelco.co.id

NEW HOLLAND

PT. ESSI PERKASA UTAMA


Operational Office
Jl. Ceger Raya No. 5
TMII - Jakarta Timur 13820

GOLDEN STAR
SINOSUN

Concrete Mixer

Telp : 021-8459 4051/52


Fax : 021-8459 4050
Email : info@essiperkasa.com
Website : www.essiperkasa.com

NFLG

Batching And Mixing Plant

Wheel Loader

MARINI

RAIMONDI

Asphalt Mixing Plant

Truck Mounted Crane


Tower Crane
Rig Bore Pile

COMTEC

Hydraulic Hammer
Vibro Hammer
Grout Pump
KATALOG ALAT BERAT

222 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

Lampiran

NO

NAMA PERUSAHAAN
PT. ESSI PERKASA UTAMA

5.

6.

PT. EQUIPINDO PERKASA


Jl. Gading Kirana Timur IX
Ruko Kelapa Gading Kirana Blok
B-10 No. 48
Kelapa Gading - Jakarta 14240
Telp : 021- 2937 5628
Fax : 021-2937 5629
Email : sales@equipindo.co.id
Website : www.equipindo.co.id
PT. FAJAR MAS MURNI
Jl. Raya Narogong No. 214
Bekasi Barat 17116, Jawa Barat,
Indonesia
Telp : 021- 820 3989/90
Fax : 021- 820 3985/86
Website : www.fajarmasmurni.com

7.

PT. GAYA MAKMUR TRACTORS


Jl. Lingkar Luar Barat No. 3, Rawa
Buaya Cengkareng
Jakarta Barat 11740
Telp : 021- 581 6899
Fax : 021 - 5830 1788 / 5835 7099
Website: www.gmtractors.net

MEREK

PRODUK ALAT BERAT

HUNAN REACH

Power Trowel

SAKAI

Soil Stabilizer

HANTA

Asphalt Finisher (Tracked)


Asphalt Finisher (Wheeled)

MITSUBISHI

Motor Grader

FURUKAWA

Surface Drill

NFLG

Batching and Mixing Plant

AIRMAN

Welding Machine

TAKEUCHI

Excavator

SHANTUI

Bulldozer

HAMM

PadFoot Roller

WIRTGEN

Soil Stabilizer

FOTON

Tractor

SENNEBOGEN

Truck Crane
Motor Grader
Wheel Loader

XCMG

Backhoe Loader
Surface Drill
Truck Mounted Crane
Tower Crane

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

223

Lampiran

NO
8.

NAMA PERUSAHAAN
PT. INDOTRUCK UTAMA
Jl. Raya Cakung Cilincing Kav. 3A
Semper Timur - Jakarta 14130
Telp : 021-441 2168
Fax : 021-441 2166/78
Website: www.indotruck-utama.
co.id

PRODUK ALAT BERAT

MEREK

Wheel Loader
Backhoe Loader
Wheel Excavator
Concrete Paver
Compactors

VOLVO

Pneumatic Tire Roler


Road Milling Machine
Padfoot Roller

9.

PT. INTRACO PENTA, Tbk


Jl. Raya Cakung Cilincing Km. 3,5
Jakarta 14130
Telp : 021-440 1408
Fax : 021-440 8443
Website: www.intracopenta.com

10. PT. KOBEXINDO TRACTORS


Gedung Kobexindo
Jl. Raya Bekasi Karawang Km.58
Cikarang Timur - Bekasi 17823
Telp : 021-8914 0888
Fax : 021-8914 0055
Website: www.kobexindo.com
11, PT. PROBESCO DISATAMA
KEM Tower Lt. 15
Jl. Landasan Pacu Barat Blok B10
Kav.2, Kota Baru Bandar
Kemayoran-Jakarta 10610
Telp : 021- 6570 4111 (Hunting)
Fax : 021- 6570 4110
Website: www.probesco.com

Telecospic Handler

CATERPILLAR

Track Loader

GEHL

Wheel Excavator
Compactors
Wheel Loader
Tracked Paved

VOLVO

SDLG

Motor Grader

VOLVO SDLG

Excavator

DOOSAN

Heavy Duty Trucks

TATA DAEWOO
NOVUS

Padfoot Roller

DYNAPAC

Wheel Loader
Backhoe Loader

CASE

Skid Steer Loader


Tractor

LS TRACTOR

Portable Air Compressor

ELGI

KATALOG ALAT BERAT

224 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

Lampiran

NO

NAMA PERUSAHAAN

PRODUK ALAT BERAT

MEREK

12. PT. Pusaka Bumi Transportasi


Blue Bird building 3rd floor.
Jl. Halim Perdana Kusuma No. 1.
Jakarta 13650, Indonesia
Hydraulic Excavator
Telp : 021- 808 779 61
Fax : 021- 808 781 67
Email :
hilman.nugrah@bluebirdgroup.com
Website : www.bluebirdgroup.com
13. PT. RUTRAINDO PERKASA
Komplek Cendrawasih
Jl. P. Jayakarta No.141 Blok III/F16,
Jakarta 10730, Indonesia
Telp : 021- 600 8889 / 628 9753
Fax : 021- 629 6103, 600 8890
Website: www.rutraindo.com

ZOOMLION

Asphalt Mixing Plant


Concrete Batching Plant
Stone Crusher Plant
Genset Cummins
Genset Perkins
Asphalt Sprayer
Slipform Paver

AZP 800

Power Curber
Articulated Tandem Roller
Wheel Loader
Soil Stabilizer
Motor Grader
14. PT. SUMBER MESIN RAYA
Jl. Gajah Mada No. 176-177
Jakarta 11130
Telp : 021- 629 1408
Fax : 021- 629 1962
Email: cpl@centrin.net.id
smr@centrin.net.id
Website:
www.sumbermesinraya.com

Crushing & Screening Plant


(Portable)

Crushing & Screening Plant


(Stationary)
GOLDEN STAR
Asphalt Mixing Plant

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

225

METSO

Lampiran

NO

NAMA PERUSAHAAN

15. PT. TAT HONG


HEAVYEQUIPMENT IND.
Menara 165, Level 9 Limit D
Jl. TB. Simatupang - Jakarta Selatan
Telp : 021- 2940 6480
Fax : 021- 2940 6470
Email: sales@pttathong.com
Website: www.tathong.com
16. PT. TRAKINDO UTAMA
Jl. Cilandak KKO
Jakarta Selatan 12560
Telp : 021-782 2373
Fax : 021-782 2357 / 79
Website: www.trakindo.co.id

PRODUK ALAT BERAT

MEREK

SUMITOMO
Excavator
YANMAR

Excavator
Motor Grader
Track Loader
PadFoot Roller
Soil Stabilizer
Wheel Loader
Wheel Excavator
Skid Steer Loader
Rigid Frame Truck
Landfill Compactor
Telecospic Handler
Asphalt Finisher (Tracked)

CATERPILLAR

Asphalt Finisher (Wheeled)


Concrete Paver
Compactors
Pneumatic Tire Roler
Road Milling Machine
Dump Truck
Backhoe Loader
Double Drum Compactor
Backhoe Loader
Bulldozer

KATALOG ALAT BERAT

226 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

Lampiran

NO

NAMA PERUSAHAAN

17. PT. UNITED TRACTORS Tbk


Jl. Raya Bekasi Km. 22
Jakarta 13910
Telp : 021-2457 9999
Fax : 021-460 0544
Website: www.unitedtractors.com

PRODUK ALAT BERAT

MEREK

Excavator
Bulldozer
Motor Grader
Motor Grader
Track Loader
Wheel Dozer

KOMATSU

Wheel Loader
Wheel Excavator
Skid Steer Loader
Rigid Frame Truck
Landfill Compactor
All Terrain Crane
Asphalt Finisher (Tracked)
Asphalt Finisher (Wheeled)
Bridge Finisher

BOMAG

Compactors
Pneumatic Tire Roler
Double Drum Compactor
Soil Stabilizer
Asphalt Mixing Plant
Truck Crane

18. PT. UNITED EQUIPMENT


INDONESIA
JL. Raya Cakung Cilincing Kav. 203
Jakarta Timur 13910, Indonesia
Telp : 021- 468 332 32
Fax : 021- 461 5466
Email: info@uniquip-indo.com
Website: www.uniquip-indo.com
KATALOG ALAT BERAT
KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

227

MARINI

Truck Mounted Crane

TADANO

Dump Truck

UD TRUCK

Articulated Tandem Roller


Paver
Pneumatic Tired Roller
Arx Tandem Roller
Single Drum Roller

AMMANN

Lampiran

NO

NAMA PERUSAHAAN
PT. UNITED EQUIPMENT
INDONESIA

PRODUK ALAT BERAT


Back Hoe Loader
Light Tower

MEREK
TEREX

Run About
Self Propelled Scissor Lifts
Self Propelled Articulating Booms
Self Propelled Telescopic Booms

GENIE

Trailer Mounted Booms


Tele Handler
Light Tower
19. PT. VOLVO INDONESIA
Sentral Senayan III 12th Floor
Jl. Asia Afrika No. 8,GBK Senayan
Jakarta Pusat 10270, Indonesia

Excavator

VOLVO

Telp: 021- 2935 4200 / 4259


Fax : 021- 2903 9237
Website: www.volvoce.com

KATALOG ALAT BERAT

228 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka
-

Asiyanto., Ir,MBA,IPM.
2008, Manajemen Alat Berat untuk Konstruksi, Pradya Paramita.

Katalog Produk Alat Berat dari masing - Masing Distributor yang masuk
keanggotaan Asosiasi Pengusaha Alat Berat Indonesia ( PAABI ) tahun 2013.

Kajian Rantai Pasok Alat Berat Konstruksi untuk Mendukung Investasi Infrastruktur.
2012, Pusat Pembinaan Sumber Daya Investasi; Jakarta.

Rochmanhadi., Ir.
1993, Perhitungan Biaya Pelaksanaan Pekerjaan dengan Menggunakan Alat - Alat
Berat, Badan Penerbit Pekerjaan Umum.

Rochmanhadi., Ir.
2009, Tehnik Analisa Investasi Alat,Badan Penerbit Pekerjaan Umum.

KATALOG ALAT BERAT


KONSTRUKSI 2013
Kementerian Pekerjaan Umum

229

Daftar Pustaka

KATALOG ALAT BERAT

230 KONSTRUKSI 2013


Kementerian Pekerjaan Umum

DITERBITKAN OLEH :

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telp : (021) 7226339, 7226182
http://pusbinsdi.net
Hak Cipta c Kementerian Pekerjaan Umum
ISBN 978-602-17174-0-0
TIM PENYUSUN
Ir. Mochammad Natsir, M.sc.; Ir. Yaya Supriyatna S., M.Eng.Sc
Ir. Rusli, MT, ; Anik Dwi W., ST; Andias Mintoharjo, ST
Bustanul Arifin, ST; Gatot Sudjito; Ir. Tony Notosetyanto, MBA