Anda di halaman 1dari 4

Tema bahasa alay dan gaul memperbanyak bahasa

Indonesia

Negatif [***]
Komunikasi merupakan salah satu cara kita untuk saling berinteraksi.. tanpa komunikasi pastinya
seseorang akan mengalami kesulitan,.. dan di dalam komunikasi faktor yang paling penting yang harus kita
perhatikan adalah penggunaan bahasa. Mengingat bahwa negara indonesia memiliki beranekaragam
bahasa ., sebaiknya bahasa alay tidak perlu di gunakan dalam komunikasi karena akan merusak tatanan
bahasa indonesia, di perkuat dengan pernyataan dari Koentjaraningrat, Alay adalah gejala yang dialami
pemuda dan pemudi bangsa Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan
mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsissan yang cukup mengganggu
masyarakat pada umumnya. Sedangkan menurut salah satu dosen Fakultas Jurnalistik Universitas
Padjajaran,bahsa alay merupakan bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas mereka. Tentu saja itu
tidak mungkin digunakan ke pihak di luar komunitas mereka misalnya guru dan orangtua. Penggunaan bahasa
sandi itu menjadi masalah bila digunakan dalam komunikasi massa karena bahasa yang mereka pakai tidak
dapat dipahami oleh segenap khayalak . Intinya bahasa alay hanya mementingkan bahasa secara kelompok
saja,.. tidak secara menyeluruh.. Dampak negatif lainnya, dapat mengganggu siapa pun yang membaca dan
mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya, karena tidak semua orang mengerti akan maksud dari
kata-kataalay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang
lebih banyak untuk memahaminya.penggunaan bahasa alay yang demikian akan membuat Masyarakat
Indonesia tidak mengenal lagi bahasa baku.
Masyarakat Indonesia tidak memakai lagi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Dulu anak anak kecil bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi sekarang anak kecil
lebih menggunakan bahasa alay. Misalnya dulu kita memanggil orang tua dengan sebutan ayah atau ibu, tapi
sekarang anak kecil memanggil ayah atau ibu dengan sebutan bokap atau nyokap.
Di tambah pula Penulisan bahasa indonesia menjadi tidak benar. Yang mana pada penulisan bahasa indonesia
yang baik, hanya huruf awal saja yang diberi huruf kapital, dan tidak ada penggantian huruf menjadi angka
dalam sebuah kata ataupun kalimat.

Bahasa alay dapat mengancam bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia sendiri. Sumpah pemuda
yang baru kita peringati bisa dengan tidak sadar telah di khianati oleh generasi muda saat ini. Sumpah pemuda
menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, tetapi apa yang terjadi sekarang? Yang dijunjung
tinggi oleh generasi muda adalah bahasa Indonesia yang tidak sesuai lagi yaitu bahasa alay. Apa namanya ini
kalau bukan mengingkari dari sumpah pemuda.
Anak-anak akan terbiasa menulis dan membaca menggunakan bahasa Alay yang disingkat dan
mengkombinasikan angka dan huruf . Dampaknya mereka akan merasa bosan ketika dihadapkan untuk
membaca kalimat yang panjang dan ditulis lengkap. Yang mengerikan lagi meraka dapat membenci membaca
buku. Banyak siswa yang mengeluh ketika menghadapai ujian bahasa Indonesia. Dikarenakan soal-soal
bahasa Indonesia siswa harus membaca paragraf atau cerita yang panjang terlebih dahulu sebelum menjawab
soal. Siswa yang terbiasa membaca bahasa alay pasti akan merasa malas untuk membacanya . Bahasa alay
juga membuat lunturnya norma sopan santun. Kata seperti truss gua suruh bilang wow gitu , kalimat ini
biasanya digunakan untuk menghina tau mengejek orang lain. Kalimat ini sama sekali tidak mempunyai
manfaat . Malah banyak dampak negatif didalamnya. Bahasa alay yang sok imut dan lucu juga akan

membentuk karakter yang cengeng dan mellow. Padahal generasi muda membutuhkan karakter-karakter yang
kuat dan tangguh untuk bisa membangun bangsa ini.

Seseorang yang mengunakan bahasa alay/gaul berarti mereka sudah tidak lagi memperdulikan
pembinaan bahasa indonesia padahal pemakai bahasa indonesia yang baik dan benar akan memberi
kemudahan serta persatuan yang erat . Penggunaan bahasa alay justru akan mempersulit penggunanya untuk
berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal, di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan untuk
selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan dibiasakannya seseorang menggunakan
bahasa alay, maka dapat menyulitkan diri sendiri, misalnya dalam membuat tulisan ilmiah seseorang akan
kesulitan menulis karena telah terbiasa menggunakan bahasa alay, dan yang lebih memprihatinkan lagi
sampai saat ini belum ada yang pernah mencapai nilai sempurna dalam UN (Ujian Nasional) untuk mata
pelajaran bahasa Indonesia. Tata bahasa Indonesia pada saat ini sudah banyak mengalami perubahan.
Masyarakat Indonesia khususnya para remaja, sudah banyak kesulitan dalam berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya
penggunaan bahasa baru yang mereka anggap sebagai kreativitas.
Bahasa Alay secara langsung maupun tidak telah mengubah masyarakat Indonesia untuk tidak
mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sebaiknya bahasa Alay tidak usah di
dipergunakan karena akan mendorong hilangnya budaya berbahasa Indonesia.
Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau lunturnya
bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat. Salah satu kebijakan untuk tetap melestarikan
bahasa nasional adalah pemerintah bersama segenap lapisan masyarakat menjunjung tinggi bahasa
Indonesia agar tetap menjadi bahasa yang dapat dibanggakan dan sejajar dengan bahasa-bahasa di seluruh
dunia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi negara kita dan juga sebagai identitas bangsa. Untuk
itulah, kita sebagai generasi muda, harus cermat dalam memilih serta mengikuti trend yang ada. Jangan
sampai merusak budaya bahasa kita sendiri. Cintailah bahasa Indonesia !

POSITIF[$$$]
Kekreatifitasan merupakan hak setiap manusia untuk berkarya maupun menciptakan hal hal baru. Di
jaman modern ini orang orang di tuntut untuk mencari serta menciptakan hal-hal yang baru agar tidak
tertinggal serta memiliki tantangan. Berbahasa dalam berkomunikasi juga tak luput dari yang namanya
kreatifitas, contohnya dengan kemunculan bahasa bahasa alay dan gaul. Terlepas dari menganggu atau
tidaknya bahasa Alay ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul.
Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga. Dampak positif
dengan digunakannya bahasa Alay adalah remaja menjadi lebih kreatif. Pesatnya perkembangan jumlah
pengguna bahasa alay menunjukkan semakin akrabnya genersai muda Indonesia denga dunia teknologi
terutama internet. Munculnya bahasa alay juga menunjukkan adanya perkembangan zaman yang dinamis,
karena suatu bahasa harus menyesuaikan dengan masyarakat penggunanya agar tetap eksis. Fenomena
kebahasaan yang paling hangat terjadi adalah maraknya penggunaan kata-kata gaul dan alay oleh anak
remaja.. khususnya remaja yang berada pada perkotaan, remaja yang berada pada bangku sekolah , maupun
yang tidak . Sejatinya bahasa-bahasa gaul yang di ikuti mereka berawal dari iklan, yang ada di televisi.. filem
dan sejenisnya yang Kata-kata yang merujuk pada bahasa gaul yang booming kini
seperti ciyus serius, miapah demi apa, enelan beneran dan masih banyak lagi. Sepintas, kata-kata seperti
itu terkesan lumrah terdengar sehari-hari. Penggunaannya marak digunakan oleh berbagai kalangan
khususnya para remaja. Banyak yang menganggap jika penggunaan kata-kata terebut dianggap wajar dan
lucu atau bahkan mencirikan identitas dari sekelompok tertentu ..

Dalam bidang komunikasi Bahasa alay ini bukan hanya sebagai alat komunikasi, namun juga alat
identifikasi. Para remaja menggunakan bahasa alay ini bisa jadi untuk mengidentifikasikan diri mereka.
Pengunaan bahasa alay juga dapat berguna untuk menumbuhkan eksistensi diri. Bahasa ini digunakan oleh
kalangan remaja sebagai bahasa kode atau singkatan agar kata-kata menjadi unik, lucu dan menarik. Tidak
dipungkiri hingga sekarang bahasa alay semakin luas pemakaiannya dan semakin banyak para remaja bahkan
orang dewasa menggunkan penulisan atau pengucapan bahasa alay karena adanya unsur daya tarik yang
membuat orang-orang yang sebelumnya kurang paham akan bahasa alay ini menjadi ingin tahu dan akhirnya
mengikuti menggucapkan atau menulis dengan bahasa alay. Bahasa alay merupakan fenomena tersendiri di
kalangan masyarakat khususnya remaja di indonesia. Bahasa alay biasanya digunakan dalam penulisanpenulisan pada obrolan yang informal seperti tulisan dan kalimat-kalimat yang di tulis di media facebook. yang
sifatnya menghibur, menjalin keakraban, atau untuk mencairkan suasana, karena menurut para alayers
( sebutan untuk anak alay ) apabila memakai bahasa atau penulisan baku suasana yang terjadi cenderung
formal dan tidak akrab.
Pada dasarnya, ada dua hal utama yang menjadi perhatian remaja, yaitu identitas dan pengakuan.
Penggunaan dan penulisan bahasa dengan ciri khasnya bisa menjadi pembentukan kedua hal tersebut di atas.
Terdapat dua alasan utama mengapa remaja menggunakan bahasa tulis dengan ciri tersendiri; pertama,
mereka mengukuhkan diri sebagai kelompok sosial tertentu, yaitu remaja. Kedua, merupakan sebuah bentuk
perlawanan terhadap dominasi bahasa baku atau kaidah bahasa yang telah mapan. Remaja merasa
menciptakan identitas dari bahasa yang mereka ciptakan sendiri pula. Remaja sebagai kelompok usia yang
sedang mencari identitas diri memiliki kekhasan dalam menggunakan bahasa lisan maupu tulis. Terdapat
semacam keseragaman gaya yang kemudian menjadi gaya hidup mereka. sehingga mereka yang tidak
menggunakannya akan dianggap ketinggalan jaman atau kuno.

Dari hasil pengamatan, bahasa alay dapat memberikan manfaat dan efek positif khususnya bagi
alayers itu sendri:
1. Sebagai sarana komunikasi yang menarik bagi alayers karena menurut mereka dengan menggunakan
bahasa alay berarti mereka telah menganekaragamkan bahasa khususnya pada remaja yang semula hanya
menggunakan bahasa daerah atau bahasa Indonesia.

2. Sebagai sarana penuangan kreativitas dalam penulisan-penulisan yang non formal agar terlihat unik, karena
dengan penulisan bahasa alay yang berbeda dengan penulisan bahasa pada umumnya yang berupa
penggabungan huruf dan angka maupun penambahan komponen huruf di setiap kata mereka (alayers)
dianggap kreatif karena bisa menciptakan tulisan tulisan yang unik dan menarik pada penulisan non formal.
Apabila dilihat dari segi usahanya, Pembinaan bahasa Indonesia ditujukan pada pemakai bahasa Indonesia,
sedangkan pengembangan bahasa Indonesia ditujukan pada bahasa Indonesia itu sendiri. Jadi, pembinaan
bahasa Indonesia berurusan dengan bagaimana pemakai bahasa Indonesia harus menggunakan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar serta dapat menggunakan sesuai dengan kedudukan dan fungsinya;
sedangkan pengembangan bahasa Indonesia berurusan dengan bagaimana bahasa Indonesia dapat
menjalankan kedudukannya sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara serta dapat menjalankan fungsinya
sebagai bahasa pemersatu, bahasa pemerintahan, bahasa pengantar kependidikan, bahasa perhubungan
resmi, dan bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi .
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa pembinaan bahasa Indonesia berurusan dengan bagaimana
pemakai bahasa Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta dapat
menggunakan sesuai dengan kedudukan dan fungsinya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran
bahasa alay sebagai sebuah variasi nuansa baru bahasa yang semakin diminati oleh kalangan remaja

tentunya sangat memiliki efek besar terhadap pembinaan bahasa Indonesia. Bahasa alay yang tergolong
sebagai bahasa informal yang banyak digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi
Begitupun dengan pengembangan bahasa Indonesia. Kehairan bahasa alay yang semakin diminati oleh
remaja menghasilkan kata-kata baru meskipun maknanya sama dengan kata baku bahasa Indonesia. Katakata dalam bahasa alay sering mencmpuradukkan bahasa Indonesia,bahasa asing ataupun bahasa daerah .
Itu semua bisa memperbanyak tiap suku bahasa indonesia.