Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH KIMIA ANALITIK

PEMICU: POTENSIOMETRI

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Ichwan Sangiaji R. S/1106019924
Kevin Danar Cendana/1106052915
Kristian Ari Prabowo/1106016903
Latif Alfansyah/1106008946
Trivika Lemona/1106019716

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah pemicu pertama kimia analitik mengenai
elektrokimia sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah Kimia Analitik Instrumental,
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Topik yang penulis jabarkan
dalam makalah kali ini adalah mengenai flourida yang terkandung didalamnya dan
mengamatinya dari segi potensiometri.
Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh
pihak yang telah membantu penulis dalam proses pembuatan karya tulis ini, yaitu:
1

Ibu Dianursanti Dosen Kimia Analitik Instrumental, Departemen Teknik Kimia,

Fakultas Teknik Universitas Indonesia


Rekan-rekan Departemen Teknik Kimia 2011 yang selalu memberikan dukungan
kepada penulis.

Penulis berharap, para pembaca dapat mendapatkan manfaat yang baik dari dalam karya
tulis ini. Penulis juga mohon maaf bila terdapat kekurangan-kekurangan di dalamnya, karena
keterbatasan waktu, tempat dan sumber informasi yang ada. Kami sebagai penulis pun juga
sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membantu kemajuan kami. Semoga kami
sebagai penulis dapat menjadi orang yang lebih baik lagi.
Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................................2


DAFTAR ISI...................................................................................................................................3
2

DAFTAR GAMBAR, TABEL DAN GRAFIK............................................................................3


BAB I. PENDAHULUAN..............................................................................................................4
BAB II. GAGASAN.......................................................................................................................5
BAB III. PENUTUP.....................................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................25

DAFTAR GAMBAR, TABEL DAN GRAFIK


Gambar 1. Gigi yang Terkena Fluorisis ......................................................................................7
Gambar 2. Penentuan konsentrasi flourida dengan pengukuran Potensiometri Langsung. .8
Gambar 3. Penentuan konsentrasi fluorida dengan adisi standar..............................................9

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Potensiometri merupakan metode analisis kimia berdasar hubungan antara potensial
elektroda relatif dengan konsentrasi larutan dalam suatu sel kimia. Metode ini berguna untuk
menentukan titik setara suatu titirasi secra instrumental sebagai pengganti indikator visual. Alat
yang digunakan untuk melakukan percobaan ini adalah potensiometri atau pH meter dengan
elektroda kerja dan referensi yang tercelup dalam larutan yang diukur. Hasil pengukuran berupa
harga potnsional elektroda yang dapat dibuat kurva hubungan antara potensial (E) dan volume
pereaksinya. Salah satu pengaplikasian dari potensiometri ini yaitu dalam penggunaan metode analisis
untuk menentukan kandungan fluorida pada pasta gigi.
Fluorida atau fluor yang juga dikenal dengan nama fluorin merupakan unsur kimia yang

berupa gas pada suhu kamar (25oC), Berwarna kuning pucat kehijauan, gas korosif, yang
bereaksi dengan banyak senyawa organik dan anorganik. Zat ini digunakan sebagai tambahan
untuk pasta gigi yang gunanya agar gigi kita nantinya terhindar dari karies atau karang gigi.
Selain itu fluor juga dapat menghambat demineralisasi enamel dan meningkatkan remineralisasi.
Namun belakangan, diketahui bahwa ternyata fluor juga membawa dampak buruk bagi
kehidupan kita, diantaranya yaitu mengakibatkan penyakit seperti osteoporosis dan artritis, retak
panggul, kanker, infertilasi kerusakan otak dan penyakit Alzheimer.
B. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui secara mendalam mengenai teknik potensiometri dan pengaplikasiannya
serta perhitungannya
2. Mengetahui aspek kimia dari fluorida
3. Mengetahui kadar fluorida yang aman untuk digunakan pada pasta gigi
4. Mengetahui bahaya yang sebenarnya dari penggunaan fluorida
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana hubungan teknik potensiometri dengan fluorida?
2. Bagaimana proses dari fluorida dapat membahayakan para konsumen pasta gigi?
3. Bagaimana cara menentukan konsentrasi fluorida dengan pengukuran potesiometri
langsung?
BAB II
PEMBAHASAN

TOPIK I FLUORIDA DAN PRO-KONTRANYA


1. Bagaimana Anda menjelaskan tentang adanya pro dan kontra soal penggunaan Fluorida
dalam pasta gigi? Informasi apakah yang mendukung masing-masing pihak ?
Gigi merupakan salah satu alat yang sangat penting bagi hidup manusia, baik dilihat dari
fungsi aslinya yaitu sebagai alat pencernaan maupun untuk menunjang estetika. Nantinya
mempunyai gigi yang baik bukan saja akan menunjang kesehatan, tetapi juga menunjang
penampilan dan rasa percaya diri kita. Salah satu usaha yang dapat dilakukan agar memiliki gigi
yang sehat dan baik adalah dengan menggosok gigi secara teratur. Untuk itu diperlukan pasta
gigi yang tentunya baik pula. Namun nyatanya pasta gigi yang saat ini kita gunakan dan beredar
di masyarakat mengandung fluorida yang menurut beberapa ahli dapat mengganggu kesehatan
kita. Untuk itu nantinya kita akan bahas lebih lanjut kelebihan dan kekurangan atau pro dan
kontra dari penggunaan fluorida dalam pasta gigi.
Di Indonesia sudah banyak pasta gigi yang mengandung fluor, pasta ini merupakan cara
yang sangat praktis dan mudah difluoridasi. Berdasarkan SII (Standar Industri Indonesia)
spesifikasi fluor pada pasta gigi maksimum adalah 1.500 ppm senyawa fluor, sedangkan WHO
menetapkan komponen fluor minimal yang masih berperan aktif dalam pasta gigi adalah 800
ppm. Beberapa pasta gigi di pasaran dengan merk terkenal rata-rata mengandung sekitar 1.000
ppm fluorida. Fluoride digunakan pertama kali untuk mencegah gigi berlubang pada tahun 1940
dengan klaim sebagai berikut:
1. Mencegah enzim, yang memproduksi asam dan mengembangbiakkan bakteri mulut, yang
akan merusak enamel gigi.
2. Mengikat ion kalsium supaya memperkuat enamel gigi khususnya dalam usia
pertumbuhan.
Sisi Pro atau Positif dari Fluorida pada Pasta Gigi
Telah banyak hasil dari penelitian membuktikan bahwa kandungan fluor dalam pasta gigi
akan memberikan dampak positif bagi kesehatan gigi. Salah satu dampak yang bisa dicegah
dengan adanya flourida dalam pasta gigi adalah gigi kita nantinya terhindar dari karies atau
karang gigi. Fluor dapat menghambat demineralisasi enamel dan meningkatkan remineralisasi.
Contoh pasta gigi anti karies adalah Pepsodent.
Pada dasarnya, pengguanaan fluor dalam pasta gigi tidak akan menjadi suatu masalah
yang besar bagi kesehatan tubuh ataupun gigi apabila dikonsumsi secara tepat dan benar.
Penggunaan fluorharusnya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita, tidak terlalu banyak
5

ataupun tidak terlalu dikit (mengikuti standar yang telah ditetapkan). Flourida memberikan efek
positif pada kesehatan gigi. Dengan adanya flourida, remineralisasi permukaan gigi lebih
dimungknkan sehingga gigi lebih kuat. Dengan memperhatikan hal ini, fluor akan membawa
manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, fluor menjadi salah satu senyawa yang
sangat berkontribusi bagi kesehatan gigi dan tulang. Fluor dan kalsuim serta senyawa lainnya
akan bekekerja sama untuk memperkokoh bagian ini sehingga kinerja dari organ ini dapat
berfungsi secara maksimal.
Sisi Kontra atau Negatif dari Fluorida pada Pasta Gigi
Selain kelebihan yang sudah disebutkan diatas, banyak juga ternyata kekurangan yang
ada dalam pengguanaan fluorida dalam pasta gigi. Telah banyak juga penelitian yang
memperlihatkan bahwa ada efek negatif yang dibawa fluorida dalam pasta gigi. Berikut akan
dijelaskan beberapa sisi negatif dari fluorida dalam pasta gigi.
Pada tubuh anak-anak, penyerapan flourida lebih besar dibandingkan orang dewasa, hal
ini bukan hanya tidak bermanfaat bahkan cukup berbahaya. Overdosis karena mengkonsumsi
flourida berlebih atau menelannya langsung dapat berakibat fatal. Tablet flourida dan pasta gigi
seperti obat-obatan dan pasta gigi adalah beberapa yang bisa dijauhkan dari jangkauan anak.
Flourida sangat reaktif dan mampu menembus hingga ke dalam tulang dan sel tempat substansi
ini terakumulasi. Memang permukaan gigi menajdi lebih keras, namun gigi itu sendiri menjadi
lebih rapuh. Flourida juag mengurangi inteligensi manusia, terutama pada anak yang sejak dini
telah keracunan fluor. Level IQ mereka lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tidak terpapar
fluor pada segala kelompok umur yang didaftar.
Selanjutnya dampak lain yang lebih umum yang timbul pada gigi nya itu sendiri adalah
timbulnya fluorisis pada gigi. Fluorisis gigi merupakan salah satu penyakit yang disebabkan
karena berlebihnya kandungan fluorida pada saat orang tersebut berumur sekitar 8 bulan sampai
dengan 3 tahun. Dampaknya adalah gigi akan menjadi keras dan mudah pecah. Tanda-tanda
seseorang terkena fluorisis adalah adanya flek atau noda putih kecil-kecil yang tidak begitu
terlihat. Jika hal ini dibiarkan, maka akan timbul noda coklat pada gigi yang akan menyebabkan
gigi itu berlubang dan pecah.

Gambar 1. Gigi yang Terkena Fluorisis


(Sumber: http://ichigocute.multiply.com/journal.htm)

Selanjutnya, selain hal-hal diatas flourida juga dapat menyebabkan beberapa penyakit
seperti: osteoporosis dan artritis, retak panggul, kanker, infertilasi kerusakan otak, penyakit
Alzheimer yang akan dijelaskan lebih lanjut pada pembahasan nomor 3.
2. Dapatkah anda menjelaskan apakah fluorida itu dari aspek kimianya? Dan dapatkah
memperoleh bukti untuk mendukung pendapat Dr. Lee mengenai pengaruh fluorida
terhadap kandungan ion kalsium dan magnesium dalam tubuh?
Fluorida Berdasarkan Aspek Kimianya
Fluor yang juga dikenal dengan nama fluorin merupakan unsur kimia yang berupa gas
pada suhu kamar (25oC), Berwarna kuning pucat kehijauan, gas korosif, yang bereaksi dengan
banyak senyawa organik dan anorganik. Logam, kaca, keramik, karbon, bahkan air terbakar
dalam fluor dengan nyala yang terang dan merupakan insur yang sangat reaktif juga
dilambangkan dengan huruf F. Letaknya dalam tabel periodik adalah pada golongan VIIA dan
periode 2, jadi dapat dikatakan bahwa terdapat pada kelompok unsur halogen. Nomor atomnya
adalah 9, dengan massa atom relatifnya adalah 19 gr/mol. Titik leburnya adalah pada suhu
-219,6oC, sedangkan titik didihnya adalah pada suhu -188,13oC.
Flour merupakan unsur nonlogam yang paling elektronegatif, oleh sebab itu juga
merupakan unsur yang paling reaktif. Jika didekatkan dengan bahan-bahan yang terbuat dari
minyak dan gas maka akan dapat menimbulkan api. Fluor bersifat racun, korosif dan sangat
berbau. Fluor pertama kali diisolasi oleh ilmuwan prancis yang bernama henri Moissan pada
tahun 1886. Nama fluor pertama kali diambil dari kata fluo yang berarti mengalir dalam bahasa
Latin. Fluor sangat reaktif sehingga jarang ditemukan dalam keadaan bebas, fluor biasa dijumpai
berikatan dengan unsur atau senyawa lain, sehingga biasanya berbentuk dalam senyawa seperti
fluorit , kriolit, dan apatit.
Fluor yang berikatan dengan oksigen akan membentuk senyawa fluorida, yang terdapat
dalam mineral yang terlarut dalam air sungai dan air laut. Fluor adalah unsur yang paling
elektronegatif dan reaktif bila dibandingkan dengan semua unsur. Setelah Perang Dunia II, tidak
7

ada produksi unsur fluor secara massal. Proyek bom nuklir dan penerapan energi nuklir, telah
membuat fluor harus dibuat dalam jumlah besar.
Pengaruh fluorida terhadap ion kalsium dan ion magnesium dalam tubuh
Kalsium adalah mineral yang paling banyak ditemukan dalam tubuh manusia. Kadar
kalsium mencapai jumlah 2% dari berat total tubuh, 99% kalsium tersebut berada dalam jaringa
keras, tulang dan gigi yang 1 % nya lagi berada dalam darah. Kalsium merupakan komponen
penting dalam pembentukan tulang dan gigi serta mencegah osteoporosis. Selain itu kalsium juga
penting dalam kehidupan sel dan cairan jaringan, aktivitas beberapa sistim enzim, membantu
dalam proses kontrasi otot dan menjaga normalitas kerja jantung. Kekurangan kalsium dapat
menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tulang dan gigi, riketsia pada anak anak dan dapat
mengakibatkan osteoporosis (tulang rapuh).
Kalsium adalah komponen penting dari tulang, jadi dapat dipastikan makanan berkalsium
rendah berarti tulang yang tidak sehat. Bila kita sering mengatakan bahwa osteoporosis pada
wanita diakibatkan oleh kekurangan estrogen, hal yang sama dapat berlaku karena kekurangan
kalsium. Pemasukan kalsium yang rendah mengakibatkan berkurangnya masa tulang karena
merangsang lepasnya hormone parathyroid, yang menarik kalsium dari tulang. Jika pemasukan
kalsium rendah berlangsung lama, tulangnya akan semakin lemah
Selanjutnya untuk ion magnesium, Magnesium penting untuk memperlancar metabolisme
dalam tubuh. Magnesium membantu tubuh memecah dan menggunakan karbohidrat, lemak,
protein, serta beberapa mineral termasuk kalsium, seng, dan tembaga. Magnesium merilekskan
pembuluh darah dan membantu menurunkan tekanan darah. Magnesium dapat membantu
mencegah aritmia (irama jantung abnormal) dan mengurangi timbulnya migren. Magnesium
sangat penting untuk kesehatan tulang, sehingga defisiensi magnesium dapat menyebabkan
osteoporosis. Magnesium juga penting untuk fungsi otot. Kadar magnesium yang tidak
mencukupi bisa menyebabkan kram otot. Berikut merupakan efek ion fluor terhadap keberadaan
ion magnesium dan kalsium dalam tubuh.
Mekanisme toksisitas melibatkan kombinasi dari anion fluorida dengan ion kalsium
dalam darah untuk membentuk kalsium fluorida larut, mengakibatkan hypocalcemia, kalsium
sangat diperlukan untuk fungsi sistem saraf, dan kondisi yang dapat berakibat fatal. Pengobatan
mungkin melibatkan pemberian oral kalsium hidroksida encer atau kalsium klorida untuk
mencegah penyerapan lebih lanjut, dan injeksi kalsium glukonat untuk meningkatkan kadar
kalsium dalam darah.
8

Efek racun dari ion fluorida memainkan peran kunci dalam kekurangan Mg akut. Jumlah
F-diasimilasi oleh organisme hidup terus meningkat, dan penyerapan Mg berkurang sebagai
akibat dari progresif kemajuan industrialisasi. Contoh retensi tersebut adalah dari kedua elemen
dalam tanaman (misalnya pinus dan tomat) dan pada hewan, misalnya dalam jaringan tulang,
darah dan ginjal, dengan yang terakhir yang dianggap sebagai tempat yang paling mungkin dari
interaksi Mg-F. Ion Fluoride jelas mengganggu aktivitas biologis ion magnesium. Defisiensi Mg
sekarang ini pada manusia adalah hasil dari pengeluaran intensif elemen ini (misalnya di bawah
pengaruh minum luas minuman beralkohol) atau konten Mg berkurang dalam makanan,
disebabkan, misalnya, oleh praktek-praktek pertanian yang tidak pantas atau efek ekotoksin.
Salah satu lokasi utama dari kemungkinan interaksi F dan Mg adalah usus. Peningkatan
suplai F mengurangi penyerapan Mg pada usus, karena afinitas kimia tinggi dari kedua elemen
dan produksi MgF+ dan MgF2. Namun, ada banyak fakta yang harus dipertimbangkan, karena
ada mekanisme transportasi umum dari kedua unsur melalui dinding usus.
Peran Mg dan ion F dalam enzim juga terkenal. Enzim yang bergantung pada magnesium
membentuk kelompok terbesar dalam sistematika enzim. Magnesium adalah aktivator lebih dari
300 enzim, sedangkan fluor dikenal sebagai inhibitor mereka, meskipun aktivitas beberapa
enzim diketahui ditingkatkan oleh fluor. Secara umum, interaksi Mg-F paling sering menurunkan
aktivitas enzim. Namun, Signifikansi praktis terbesar interaksi Mg - F tampaknya dalam proses
mineralisasi tulang dan gigi, dan dalam pembentukan uroliths.
Salah satu dampak adanya ion fluor kepada keberadaan ion magnesium dan ion kalsuim
adalah, semakin banyak ion fluorida dalam tubuh manusia, maka jumlah ion kalsium dan ion
magnesium semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena ion fluorida mempunyai tetapan
pembentukan kompleks yang besar jika direaksikan dengan ion kalsium atau ion magnesium.
Akibatnya, akan tebentuk endapan CaF2 dan MgF2 sehingga kadar ion kalsium dan magnesium
pun berkurang.Dengan demikian, pendapat dari Dr. Lee benar karena adanya ion fluorida akan
menyebabkan kadar ion kalsium dan magnesium.
CaF 2 K =1,515 108
2++ 2 F
Ca
MgF 2 K=2,564 1010
2++2 F
Mg
3. Berapa kandungan fluorida yang ada dalam pasta gigi? Adakah batasan maksimum
asupan fluorida ke dalam tubuh manusia? Apa yang terjadi bila melebihi batas maksimum
9

tersebut?
`
Fluor yang digunakan secara berlebihan akan membahayakan sistem tubuh kita.
Kebutuhan fluoride kita berada di antara 0, 7 hingga 0, 9 ppm (part per milion). Kelebihan fluor
(fluorosis) dapat menyebabkan sel-sel gigi mati, sehingga gigi menjadi rapuh. Hal ini terjadi
karena dalam kristal apatit, bukan hanya hidroksil yang tergantikan oleh fluor, namun jumlah
kalsium juga berkurang. Fluor dapat berfungsi untuk membunuh bakteri, demikian pula yang
akan terjadi pada sel tubuh jika tertelan.Gigi anak yang kelebihan fluor umumnya akan timbul
bercak putih dan coklat pada gigi. Fluor yang berlebihan dapat membuat seseorang
menderitakeracunan, kerapuhan tulang (osteoporosis), kerusakan hati dan ginjal.
Penggunaan fluor secara berlebihan akan mengakibatkan fluorosis, fluorosis yaitu warna
gigi menjadi tidak putih sebagaimana gigi yang sehat, tapi pucat dan buram. Pada fluorosis yang
lebih berat, selain warnanya lebih gelap, enamel gigi menjadi lunak dan rapuh. Gejala ini
merupakan indikasi yang jelas dari kelebihan fluor pada masa kanak-kanak ketika masa
pertumbuhan gigi sedang berlangsung. Efek ini tidak tampak jika kelebihan fluor terjadi ketika
gigi sudah tumbuh sepenuhnya. Karena itu jika orang dewasa tidak menunjukkan tanda-tanda
fluorosis gigi, bukan berarti bahwa ia mendapat asupan fluor dalam batas yang aman. Selain itu
banyak penyakit lain yang ditimbulkan oleh flourida, diataranya:
1. Osteoporosis dan Artritis
Di Washington telah mendeklarasikan bahwa terdapat segala alasan untuk percaya dengan
segala fakta bahwa banyaknya penderita sindrom sambungan pangkal lengan dan nyeri
seperti radang sendi di akibatkan oleh fluoridasi massa air minum. Pada 9 juli 1998
mamchester guardian melaporkan tentang berita tentang air yang terkontaminasi fluorida di
india tengah. Air itu berasal dari pengeboran sumur yang di lakukan tahun 1980-an namun
tidak diuji dulu. Air tersebut mengakibatkan puluhan juta orang menderita artritis parah
sehingga di golongkan sebagai musibah nasional
2. Retak panggul
Meminum air yang mengandung fluor akan meningkatkan resiko retak panggul hingga dua
kali lipat baik pada p[ria maupun wanita lanjut usia.Bahkan air dengan fluorida yang sangat
rendah yakni 0,1 ppm, secara statistik masih cukup signifikan dalam meningkatkan resiko
retak panggul.
3. Kanker
Studi yang di lakukan national cancer intsitute toxicological program menemukan bahwa
fluorida bisa digolongkan sebagai karsinogen.Lebih jauh studi New Jersey Departement of

10

Health mengonfirkasikan peningkatan 6,9 kali lipat kanker tulang pada pria muda.Studi
sebelumnya menunjukan kenaikan sebesar 5% berbagai jenis kanker pada komunitas yang
menkonsumsi air berfluor. Dalam dengar pendapat di kongres pada tahun 1981, dean burk,
kepala kimiawan di national cancer institute AS, melaporkan setidaknya 40.000 kematian
akibat kanker pada tahun 1981 di nisibahkan pada 40.000 kasus fluorida.kasus semacam ini
sebenarnya bisa di cegah seandainya limbah industri tidak bercampur dengan suplai air untuk
publik. menurut burk, resiko kanker di akibatkan flourida lebih tinggi dan lebih cepat di
bandingkan unsur kimia lain.
4. Infertilitas
Infertilitas pada wanita ditemukan meningkat dengan penggunaan air berfluor. Ilmuan FDA
(food and drug administration) melaporkan adanya korelasi kuat antara penurunan tingkat
fertilitas wanita dalam rentang usia 10-49 tahun dengan peningkatan level fluorida.
5. Kerusakan Otak
Fluorida mengurangi kapasitas intelegensi manusia, terutama pada anak yang sejak dini telah
keracunan fluor.Level IQ mereka lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tidak terpapar
fluor pada segala kelompok umur yang di daftar.
6. Penyakit Alzheimer
Beberapa studi yang menghubungkan alimunium dengan fluorida menunjukan bahwa
ketersediaan biologis aluminium meningkat dengan adanya fluorida sehingga level
aluminium meningkat dua kali lipat dalam otak hewan yang di teliti. Berdasarkan artikel di
Wall Street Journal edisi 28 oktober 1992 tentang studi yang di lakukan oleh Varnier
JA,et.al., ditemukan bahwa "tikus yang diberi asupan fluorida dalam dosis tinggi menunjukan
prilaku berjalan tertatih-tatih seperti hewan tua..."Hasil pemeriksaan post mortem
menunjukan rusaknya struktur sel otak tikus tersebut.
TOPIK II FLUORIDA DAN POTENSIOMETRI
1. Laboratorium di tempat anda memiliki sebuah pH meter, sebuah elektroda standar
kalomel jenuh serta berbagai elektroda indikator untuk beberapa jenis kation. Karena tim
ahli akan menialai proposal ini, dapatkah anda menjelaskan usulan tentang metode
analisis untuk menentukan kandungan fluoride pada pasta gigi dengan menggunakan
peralatan yang ada? Lengkapi dengan informasi yang cukup jelas baik dari segi
instrumentasi maupun prinsip dasar teoritis tentang metode analisis ini.

11

Berdasarkan instrumen yang dimiliki serta beberapa alasan lainnya, metode yang paling
cocok dan yang paling efisien untuk digunakan adalah metode potensiometri langsung. Hal ini
karena metode potensimetri langsung dapat dilakukan dengan alat-alat yang dimiliki pada
laboratorium sesuai dengan yang tersedia. Potensiometri langsung merupakan metode suatu
pengukuran tunggal dari sebuah potensial sel untuk menentukan aktivitas ion yang bersangkutan
atau yang ingin diketahui. Pada proses metode ini, langkah pertama yang dilakukan adalah
menentukan larutan standar yang diketahui konsentrasinya. Kemudian dipasangkan elektrode
referensi dan elektrode ISE ion F-. Sebelum ditambahkan larutan sampel, diukur potensial
elektrodenya (E1). Setelah penambahan sampel (pasta gigi yang mengandung F -) diukur potensial
elektrodenya (E2). Dengan terjadinya perubahan potensial sebelum dan sesudah penambahan
sampel menunjukan adanya perubahan aktifitas ion F-. Hubungan antara perubahan potensial dan
aktifitas (dalam hal ini konsentrasi) terangkum dalam rumus yang diturunkan dari persamaan
Nernst. Dengan persamaan tersebut, kita dapat menentukan kandungan ion F- dalam pasta gigi.
Instrumentasi
a) Voltmeter
Digunakan untuk menghitung voltase dari zat yang akan diukur dalam pengukuran
potensiometri ini.
b) Elektroda Referensi
Reference electrode atau elektroda referensi merupakan elektroda yang digunakan sebagai
pembanding yang diketahui nilai potensialnya agar potensial sampel dapat langsung
diketahui.

Elektrode

referensi

yang

digunakan

adalah

elektrode

kalomel

jenuh

(SCE/Saturated Calomel Electrode). SCE mempunyai potensial elektrode 0,2444 volt pada
suhu 25 .
c) Elektroda Indikator
Elektroda indikator yang digunakan untuk mengetahui kandungan fluoride adalah electrode
zat padat, lanthanum fluoride membrane electrode yang sensitive terhadap ion fluoride.
Lanthanum dikontaminasikan dengan suatu unsur tanah langka, europium (II), untuk
meningkatkan daya hantar listriknya. Elektrode itu berespons terhadap ion fluoride sampai
konsentrasi serendah 10-6 M. Selektivitasnya untuk fluoride seribu kali lebih tinggi daripada
untuk anion-anion biasa lainnya. Namun, ion hidroksida mengganggu dan electrode itu
terbatas penggunaannya dalam jangkauan pH kira-kira 0-8,5.

12

Gambar 2. Lanthanum fluoride membrane electrode


Sumber: Skoog, Douglas A., West, Donald M., Holler. Fundamentals of Analytical Chemistry. (New York:
Saunders College Publishing, 1988)

Selain mudah dilakukan, metode potensiometri langsung memiliki kelebihan lain yaitu,
biaya yang dibutuhkan lebih rendah, penggunaan alat yang mudah, lebih akurat, pada dasarnya
bersifat nondestruktif terhadap sampel, serta tidak merusak kesetimbangan dalam rangkaian.
2. Mengapa di beberapa literatur dikatakan bahwa bila menggunakan teknik
potensiometri, kondisi pH sample larutan yang akan dianalisis tidak boleh terlalu asam?
Mengapa diperlukan larutan yang mengandung elektrolit tinggi? Bagaimana kalau banyak
senyawa lain seperti ion besi ada dalam sample yang dianalisis?
Metode potensiometri merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk
menentukan kandungan ion-ion tertentu dalam suatu larutan, titrasi larutan yang bersifat asam
dan juga bersifat basa. Teknik potensiometri dapat dilakukan dengan bantuan elektroda indikator
dan elektroda pembanding yang sesuai. Dengan demikian, kurva titrasi yang diperoleh dengan
menggambarkan grafik potensial terhadap volum pentiter yang ditambahkan, mempunyai
kenaikan yang tajam di sekitar titik kesetaraan. Dari grafik itu dapat diperkirakan titik akhir
titrasi. Elektroda indikator adalah elektroda yang potensialnya bergantung pada konsentrasi ion
yang akan ditetapkan dan dipilih berdasarkan jenis senyawa yang hendak ditentukan. Sedangkan
elektroda pembanding adalah elektroda yang potensialnya diketahui dan selama pengukuran
tetap konstan. Elektroda pembanding yang banyak digunakan adalah elektroda kalomel karena
konstannya potensial yang dihasilkan. Antara elekroda pengukur (elektroda indikator) dan
elektroda pembanding terdapat jembatan arus atau garam dengan larutan elektrolit yang di
dalamnya terdapat transport ion arus. Cara potensiometri ini bermanfaat bila tidak ada indikator
yang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi, misalnya dalam hal larutan keruh atau bila
13

daerah kesetaran sangat pendek dan tidak cocok untuk penetapan titik akhir titrasi dengan
indikator.
Jenis larutan, jika ditinjau dari konsentrasinya, sangat mempengaruhi proses yang terjadi
dalam menghasilkan nilai potensial sel. Dari literatur disebutkan bahwa sample larutan yang
akan diuji tidak boleh terlalu asam. Di literatur lain disebutkan juga bahwa kondisi pH larutan
haruslah sama atau mendekati kondisi pH dari elektroda indikator yang digunakannya. Dalam
pemicu ini dimisalkan elektroda indikator yang digunakan merupakan elektroda indikator logam,
maka pH larutan harus bernilai asam rendah, mendekati netral, maupun bersifat basa. Hal ini
berhubungan dengan profil elektroda indikator yang digunakan. Elektroda indikator logam hanya
dapat digunakan pada pH mendekati netral. Karena seperti diketahui bahwa logam dapat terlarut
pada larutan asam.
Pengukuran

kuantitatif

dalam

kimia

analitik

secara

umum

dibedakan

menjadi potensiometri (berdasarkan potensial sel) dan voltammetri (berdasarkan arus sel).
Potensiometri adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pengukuran potensial atau
voltage dari suatu sel elektrokimia yang terdiri dari elektroda dan larutan. Larutan tersebut berisi
komponen utama yang mempunyai kemampuan mengion. Metode dasar potensiometri adalah
membuat sel elektrik dari analat suatu larutan sehingga perbedaan potensial sel saling berkaitan
dengan konsentrasi larutan.
Suatu eksperimen dapat diukur dengan menggunakan dua metode yaitu, pertama (potensiometri langsung) yaitu pengukuran tunggal terhadap potensial dari suatu aktivitas ion yang
diamati, hal ini terutama diterapkan dalam pengukuran pH larutan air. Kedua (titrasi langsung),
ion dapat dititrasi dan potensialnya diukur sebagai fungsi volume titran. Potensial sel, diukur
sehingga dapat digunakan untuk menentukan titik ekuivalen. Suatu petensial sel galvani
bergantung pada aktifitas spesies ion tertentu dalam larutan sel, pengukuran potensial sel menjadi
pentingdalam banyak analisis kimia.
Semua reaksi kimia yang disebabkan oleh energi listrik serta reaksi kimia yang
menghasilkan energi listrik dipelajari dalam bidang elektrokimia. Sel elektrokimia yaitu sel
galvani atau sel volta dan sel elektrolisis. Sel galvani terdiri atas dua elektroda dan
elektrolit. Elektroda dihubungkan oleh penghantar luar yang mengangkut elektron kedalam sel
atau ke luar sel. Elektroda dapat juga atau tidak berperan serta dalam reaksi sel. Setiap elektroda
dan elektrolit di sekitarnya membentuk setengah sel. Reaksi elektroda adalah setengah reaksi

14

yang berlangsung dalam setengah sel. Kedua setengah sel ini dihubungkan dengan jembatan
garam.
Suatu elektroda dapat mudah dibuat dari salah satu logam biasa. Yang diperlukan adalah
sepotong tipis logam suatu larutan ionnya. Tetapi untuk membentuk suatu elektroda yang
melibatkan unsur berbentuk gas dan ion, sulit untuk dilakukan teknik potensiometri. Potensial
suatu sel volta adalah pengukuran gaya dorong dari reaksi redoks dalam pengukuran yang paling
cermat. Aliran elektron akan melibatkan terjadi reaksi pada elektroda dan akan sedikit mengubah
konsentrasi larutan - larutan standar. Potensial sel yang telah dibahas hanyalah mengenai harga harga sel artinya potensial sel yang bekerja pada kondisi standar. Untuk sel pada konsentrasi
tertentu dan bukan pada keadaan standar dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nernst.
Dengan memeperhatikan dan mempelajari persamaan Nernst, jelas bahwa voltage suatu sel akan
diperbesar baik oleh kenaikan konsentrasi pereaksi ataupun berkurangnya konsentrasi produk.
Selain itu kandungan elektrolit tinggi pada suatu larutan uji dibutuhkan agar larutan tersebut
semakin mudah mengalami ionisasi. Ionisasi ini menguraikan larutan menjadi katoda dan anoda.
Pengukuran nilai daya hantar suatu larutan dilakukan untuk menentukan derajat ionisasi
suatu larutan elektrolit. Semakin kecil konsentrasi larutan maka semakin besar nilai daya
hantar molarnya diikuti pula dengan semakin besarnya derajat ionisasinya. Atau dapat kita ambil
kesimpulan bahwa larutan yang mengandung elektrolit kuat sangat baik nilai daya hantarnya.
Daya hantar digunakan untuk mendapatkan hasil pengukuran potensial elektroda.
Dalam sel potensiometri terdapat beberapa komponen penyusun yang salah satunya
adalah elektroda indikator. Dalam potensiometri, elektroda indikator adalah suatu elektroda yang
dalam sel galvanik, potensial elektrodanya bervariasi terhadap aktivitas analit yang diukur. Analit
itu sendiri adalah suatu zat tertentu yang terkandung di dalam sampel. Pada pemicu disebutkan
bahwa pada sample larutan terdapat ion besi (Fe2+). Dari literatur dijelaskan titrasi yang
mengandung besi dalam larutannya digolongkan merupakan titrasi redoks. Dalam titrasi ini
kawat platinum digunakan sebagai elektroda redoks.
Dalam menggunakan elektroda redoks, logam inert bersentuhan dengan larutan yang
mengandung reaksi oksidasi dan reaksi reduksi dari setengah reaksi redoks. Logam yang
digunakan biasanya berupa platina. Potensial dari elktroda inert ini ditentukan melalui rasio
dipermukaan spesies yang mengalami reaksi redoks. Seperti titrasi redoks lainnya, pH larutan
yang terukur tetap konstan.
Lapisan platina hitam harus ditempatkan pada permukaan elektroda platinum oleh
elektroda katodik dalam larutan. Platina hitam memberikan area permukaan lebih besar untuk
15

adsorbsi molekul hidrogen dan mengkatalisis oksidasi. Namun platina hitam dalam jumlah yang
banyak dapat menyerap zat sisa seperti molekul organik yang menyebabkan perilaku tak
menentu dari elektroda.
Berbeda dengan elektroda hidrogen sangat penting untuk aplikasi spesifik (misalnya,
membangun potensi standart atau pH buffer standart), penggunaannya untuk pengukuran pH
rutin terbatas. Pertama, penggunaan elektroda ini tidak nyaman untuk persiapannya dan
penggunaannya. Tekanan parsial hidrogen harus ditetapkan pada suhu pengukuran dan larutan
tidak harus mengandung agen oksidasi atau reduksi karena akan mengubah potensi elektrodanya.
3. Dengan menggunakan teknik potensiometri langsung, Anda memperoleh data potensial
dari sampel dan larutan standar. Bila hasil kurva kalibrasi terhadap logaritma konsentrasi
adalah seperti pada gambar 1, bagaimana anda menentukan konentrasi fluorida dalam
sampel? Apakah elektroda telah bekerja dengan baik dalam sampel tersebut?
Potensiometri merupakan metode analisis kimia berdasar hubungan antara potensial
elektroda relatif dengan konsentrasi larutan dalam suatu sel kimia. Metode ini berguna untuk
menentukan titik setara suatu titirasi secra instrumental sebagai pengganti indikator visual. Alat
yang digunakan untuk melakukan percobaan ini adalah potensiometri atau pH meter dengan
elektroda kerja dan referensi yang tercelup dalam larutan yang diukur. Hasil pengukuran berupa
harga potnsional elektroda yang dapat dibuat kurva hubungan antara potensial (E) dan volume
pereaksinya (Sumar, 1994). Banyak cara yang dapat digunakan untuk menghitung nilai potensial
dari suatu larutan yang diuji, diantaranya titrasi potensiomteri, adisi sampel, dan potensiomteri
langsung. Namun yang akan dibahas disini hanyalah potensiometri langsung.
Dasar

perhitungan

menggunakan

metode

potensiometri

langsung

merupakan

perbandingan beda potensial larutan analit dengan larutan standar ketika elektroda indikator
dicelupkan pada larutan analit. Peralatan yang digunakan dalam metode ini antara lain: elektroda
acuan, dalam hal ini adalah elektrode kalomel karena mudah disiapkan namun koefisien
temperaturnya agak lebih besar, berfungsi sebagai anoda, kemudian elektroda indikator, berfungsi
sebagai katoda dan tercelup pada larutan analit serta sangat tergantung pada aktivitas larutan
analitnya, di mana responnya sangat selektif. Instrumen lainnya adalah bejana, voltmeter, serta
jembatan garam yang berfungsi sebagai media untuk menetralkan aliran elektron pada katoda dan
anoda dan mencegah pencampuran komponen analit dengan elektroda acuan.
Pada metode ini, elektroda indikator selalu berlaku sebagai katode dan elektroda referensi
bertindak sebagai anode. Untuk perhitungan potensiometri langsung, potensial sel dapat
16

dinyatakan dalam hubungan pada potensial elektroda referensi, elektroda indikator dan junction
potential.

E cell=EindEref + Ej
(1)
Untuk kation Xn+ pada suhu 25 C, respon dari elektroda indikator merujuk pada bentuk

perhitungan Nerst umum :


Eind=L

0,0592
0,0592
pX=L+
log ax
n
n

(2)

Dimana L adalah sebuah konstanta dan a x adalah aktvitas kation. Untuk elektoda indikator
logam, L merupakan potensial elektroda standar, sedangkan untuk elektroda membran, L
merupakan penjumlahan dari beberapa konstanta termasuk potensial yang tidak pasti besarnya
yang tidak bergantung terhadap waktu.
Maka persamaan (1) dan (2) dapat disubstitusikan menjadi :
Ecell( EjEref + L)
pX=log a x =
(3)
0,0592
n
Konstanta yang berada di dalam kurung dapat dikombinasikan membentuk suatu
konstanta baru K.
pX=log a x =

EcellK
0,0592
n

(4)

untuk anion An- , tanda dari persamaan 4 dapat dibalik menjadi


pA=

EcellK n(Ecell K)
=
0,0592
0,0592
n

(5)

Semua perhitungan potensiometri langsung didasarkan pada persamaan (4) dan (5)
dengan perbedaan tanda pada keduanya menjadi hal yang sangat penting konsekuensinya
dalam arti bahwa elektroda ion selektif terhubung dengan pH meter dan pIon meter.
Jika diubah menjadi bentuk Ecell, persamaan (4) dan (5) menjadi :
0,0592
Ecell=K
pX
Untuk kation
n

(6)

Untuk anion

Ecell=K +

0,0592
pA
n

(7)

Menetukan konsenrasi ion fluorida

17

Gambar 3. Penentuan konsentrasi flourida dengan pengukuran Potensiometri Langsung

Dengan menggunakan teknik potensiometri langsung, konsentrasi ion florida dihitung dengan
memanfaatkan persamaan berikut:

0,0592
loga A
n
F
0,0592
Esel =K
loga
n

F
Asumsikan larutan sampel bersifat ideal sehingga F = , maka
a

F
0,0592
Esel =K
log
n
Berdasarkan buku Fundamentals of Analytical Chemistry 8th ed (Skoog, 2004), grafik
Esel =K

fluride termasuk dalam grafik kation (figure 19-4. A plot of Eq 19-7 for cationic electrodes).
Ketika nilai pX naik, maka nilai E cell akan turun. Persamaan grafik di atas dapat disederhanakan
menjadi:
Esel =K

0,0592
pX
n

Karena pX = -log [X], sehingga dapat dirubah lagi menjadi


Esel =K +

0,0592
logX
n
y=b +m x
18

Dengan berdasarkan pada persamaan tersebut, maka persamaan garis yang di dapat dari
grafik soal yaitu
y=59,377 x +100,59
Dapat digunakan untuk mendapatkan nilai dari konsentrasi fluoride tersebut.
Perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:
mx= yb
yb
x=
m
Dimana x = log C, maka persamaan tersebut menjadi
y b
log C=
m
C=10

yb
m

150100,59

10 59,377
6,794 M
Penggunaan nilai

E0mv adalah 150 mV berdasarkan grafik karena nilai tersebut adalah

titik tertinggi dari grafik, yang berarti menerangkan bahwa nilai tersebut adalah nilai potensial
sel pada keadaan awal ketika belum terjadi proses reduksi. Jadi nilai konsentrasi fluoride adalah
6,794 M. Selanjutnya, untuk menentukan apakah elektroda sudah berjalan dengan baik atau
belum, dapat digunakan teknik mencari kesalahan literatur. Semakin kecil kesalahan literatur,
maka semakin baik elektroda yg sudah dipakai.
mpercobaan mliteratur
100
Kesalahan literatur =
mliteratur

59,377(59,2)
100 =0,299
59,2
Nilai kesalahan literatur yang kecil menandakan elektroda telah bekerja dengan baik.
=

4. Bila digunakan potensiometri dengan metode adisi standar, maka kesalahan pengukuran
karena adanya kemungkinan pembentukan kompleks ion lain seperti besi III dengan ion
fluoride dapat dihindarkan. Walaupun dengan penggunaan buffer sejenis TISAB
pembentukan kompleks ion ini dapat dicegah.Hasil pengukuran potensial, dapat dilihat
pada gambar 2. Bagaimana anda menjelaskan penentuan konsentrasi fluorida pada
sampel larutan dengan metode adisi standar? Bandingkan hasil yang diperoleh dari kedua
cara diatas.
Metode adisi standar dilakukan dengan menghitung potensial dalam sebuah sampel
yang memiliki volume yang relatif besar (misal : 200 ml) lalu menambahkan standar yang lebih
kecil volumenya (misal: 1 10 ml) lalu melihat dalam beberapa saat potensial baru yang
19

terbentuk. Standar addition harus digunakan kapanpun ketika kandungan sampel mengubah
sensitivitas analitik dari metode yang digunakan.
Metode adisi standar juga metode yang paling umum digunakan. Secara teknis, hal
pertama yang dilakukan adalah mengukur volume sampel murni (ion florida) yang tersedia
dalam volume yang besar (sekitar 25, 50 atau 100 ml). Setelah pembacaan pertama selesai
dilakukan, selanjutnya menambahkan sedikit larutan standar pekat (sekitar 2, 5 atau 10 ml) dan
dicampurkan hingga merata. Setelah larutan standar tersebut benar-benar tercampur dengan baik
maka dilakukan pengukuran kedua dan kemudian dapat dilakukan perhitungan konsentrasi
sampel.

Perhitungan metode Adisi Standar

Gambar 5. Penentuan konsentrasi fluorida dengan adisi standar

Untuk ion selektif elektoda dengan slope S (dari grafik plot potensial elektrode vs
konsentrasi) dan ion analit dengan konsentrasi C,
E=K + Slog C
Nilai C dalam rumus tersebut adalah
20

C u V o +C s V s
V o +V s
E K
C u V o +C s V S
=10 S
V o +V s

C=

Cu V o +C s V s=( V O +V s ) 10

EK
S

Untuk menghilangkan nilai K yang juga belum diketahui, maka kita perlu membagi respon dari
standar addition dengan respon tanpa standar addition.

( V O +V s ) 10

E1K
S

E2K

C u V o +C s V s
Cu V o

V O 10 S
Cs V s
( V O +V s ) E S E
10
=1+
Vo
Cu V o
2

Persamaan tersebut merupakan persamaan garis linier yang terdapat pada Gambar-2.
Untuk lebih jelasnya, persamaan tersebut dijadikan bentuk y = mx + c. Kita memplot
(Vo+Vs)10

E2 E1
S

sebagai nilai y, dan C s V s sebagai nilai x.


E2 E1
S

Cs V s
Cu
Nilai yang kita cari adalah Cu, yaitu konsentrasi fluoride [F -] dalam sampel. Nilai
1
tersebut dapat kita peroleh dengan cara Cu=
, di mana m merupakan kemiringan grafik.
m
Data pada grafik dapat kita masukkan dalam tabel sebagai nilai x dan y sbb:
(Vo+Vs) 10

=Vo+

X
0
100
190
280
360

Y
100
145
185
225
270

Dengan menggunakan least square, diperoleh perhitungan sbb:

21

Nilai m dapat diperoleh dengan cara:


m

Dengan demikian, Cu=

1
=2,146
0,465

, satuan dari nilai tersebut adalah g/mL = mg/L. Jadi,

konsentrasi fluoride pada sampel adalah sebesar: [F-] = 2,146 mg/L.


Perbandingan antara Potensiometri Langsung dengan Adisi Standar
Perbedaan antara metode adisi standar dengan metode potensiometri langsung adalah
metode potensiometri langsung membandingkan antara potensial sel pada elektrode indikator
yang dicelupkan di larutan analit dengan potensial sel elektroda acuan yang larutan analitnya
adalah larutan standar dengan konsentrasi yang telah diketahui sebelumnya, sedangkan metode
adisi standar menggunakan dua kali pengukuran terhadap sampel murni baik sebelum maupun
setelah ditambahkan larutan standar.
Kelebihan pengukuran dengan metode adisi standar dibandingkan dengan potensiometri
langsung, diantaranya yaitu:
-

Kalibrasi dan pengukuran sampel dilakukan secara bersamaan sehingga perbedaan kekuatan

ion serta temperatur standar dan sampel tidak terlalu signifikan.


Selama proses penambahan standar, elektroda selalu pada keadaan tercelup dalam larutan.

Sehingga hanya terdapat sedikit perubahan pada potensial liquid larutan.


Pengukuran kemiringan (slope) grafikmendekati nilai konsentrasi sampel. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa metode adisi standar dapat menghasilkan hasil yang lebih akurat pada
range non-linier serta dapat digunakan pada elektroda lama selama kemiringannya stabil.
22

Namun, selain kelebihan yang telah disebutkan diatas, metode adisi sampel juga memiliki
beberapa kekurangan, diantaranya:
-

Diperlukan pencampuran yang tepat, dari segi komposisi volume standar maupun sampel
yang akan diukur. Jika perbandingan konsentrasi antara sampel dan larutan standar tidak
sama, maka penggunaan kurva kalibrasi untuk menentukan konsentrasi sampel menunjukan

hasil yang tidak akurat.


Perhitungan menggunakan metode adisi standar cenderung rumit dibandingkan dengan
potensiometri langsung.

23

BAB III
PENUTUP

Fluorida merupakan sebuah zat yang dikenal sebagai zat tambahan dalam pasta gigi.
Guna zat ini seperti yang sudah kita ketahui salah satunya adalah mencegah timbulnya karies
atau karang pada gigi. Namun selain kelebihan tersebut, fluor juga mempunyai kekurangan yang
diantaranya menimbulkan banyak penyakit yang sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya,
sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri dalam penggunaannya. Salah satu solusinya
adalah dengan menggunakan fluorida tersebut sesuai dengan takaran yang telah ditetapkan.
Sehingga kita tetap bisa menggunakan pasta gigi namun tidak khawatir mengancam kesehatan
kita.
Selanjutnya, untuk menghitung kandungan fluorida dalam pasta gigi dapat digunakan
dengan metode potensiometri. Banyak metode potensiometri yang dapat digunakan untuk
menghitung konsentrasi zat tertentu dalam suatu sampel diantaranya titrasi potensiomteri, adisi
sampel, dan potensiomteri langsung. Dari pembahasan yang sudah dilakukan, dapat kita lihat
bahwa Metoda adisi standar lebih akurat dibanding metode potensiometri langsung yang
alasannya telah diulas pada bab pembahasan. Sehingga nantinya akan lebih akurat apabila kita
menggunakan metode adisi sampel untuk menghitung konsentrasi zat tertentu dalam sampel.

24

DAFTAR PUSTAKA
Aditama, Redi. Kalsium, mineral terbanyak dalam tubuh. http://majalahkimia.blogspot.com/
2012/02/kalsium-mineral-terbanyak-dalam-tubuh.html. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2012

pukul 22.35.
Anonim. http:// repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/26604/3/Chapter%20II.pdf. Diakses pada

tanggal 1 Oktober 2012 pukul 22.35.


Anonim. http:// repository.usu.ac.id/bitstream/ 123456789/26604/3/Chapter%20II.pdf. Diakses pada

tanggal 1 Oktober 2012 pukul 22.30


Anonim. http://www.nico2000.net/datasheets/How%20ISEs%20Work.htm. Diakses pada tanggal 1

Oktober 2012 pukul 22.30


Indrykick. Potensiometri. http://indralesman.blogspot.com/2011/06/laporan-potensiometri.html.
Diakses pada tanggal 1 Oktober 2012 pukul 22.30.
Lesmana, Indra. Laporan Potensiometri. http://indralesman.blogspot.com/2011/06/laporanpotensiometri.html. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2012 pukul 22.30.
Murphy,
David.
1998.
Biomedical
Instrumentation..
http://www.med.mun.ca/tedhoekman/biomedel/pages/Electrod.htm#Porous
%20membrane%20electrode. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2012 pukul 22.30.
Noviyani,Lita. Bahaya Fluoride pada Pasta Gigi. http://ichigocute.multiply.com/journal.htm. Diakses

pada tanggal 1 Oktober 2012 pukul 22.40.


Skoog, Douglas A., Donald M. West, dan F. James Holler. 1996. Fundamentals of Analytical
Chemistry 8th edition. Philadelphia: Saunders College Publishing.
Underwood, A.L. and R.A. Day, Jr. 1987. Quantitative Analysis 6th ed. New Jersey : Prentice
Hall.

25