Anda di halaman 1dari 5

MEKANISASI PERTANIAN

BAJAK PAHAT (CHISEL)

Disusun oleh:
Rioga Dirgantara
134140013

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016

BAJAK PAHAT (CHISEL)

A. Pengertian dan Spesifikasi Bajak Pahat (Chisel)


Bajak chisel atau bajak pahat merupakan sebuah bajak yang
menyerupai pahat atau ujung skop sempit yang disebut mata pahat atau chisel
point dan berfungsi untuk merobek dan menembus tanah dengan
menggunakan chisel point tersebut. Dalam pengolahan tanah, bajak pahat
berfungsi untuk merobek dan menembus tanah dengan menggunakan alat
yang menyerupai pahat atau ujung sekop sempit yang disebut mata pahat atau
chisel point. Fungsi utama dari bajak pahat adalah untuk memecahkan tanah
yang keras dan kering, dan ini biasanya dilakukan sebelum pembajakan untuk
tanah tertentu, digunakan untuk pengerjaan pada tanah bawah, dipergunakan
pada tanah yang berjerami dan untuk menutup sisa-sisa perakaran yang
berada dalam tanah dan juga berfungsi untuk memperbaiki infiltrasi air pada
tanah sehingga dapat mengurangi erosi. Batang (bar) ini dipasang
pada kerangka yang mana jarak bar 30 cm atau antara yang
satu dengan yang lainnya masing-masing sekitar 30 60 cm
untuk ukuran bajak pahat yang besar. Pada dasarnya bajak pahat ini
dipakai untuk pembajakan dangkal maupun pembajakan dalam sampai
kedalaman 45 cm atau lebih tergantung pada keperluan dan jenis mata
pahatnya. Jenis dan lebar alat bervariasi tergantung dari keperluan dan
sumber daya penariknya. Mata pahat atau chisel point terletak pada ujung dari
tangkai atau batang yang biasa disebut bar. Bar ini secara garis besar dapat
dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Kaku
Kaku adalah konstruksi yang berat. Jenis batang ini terbuat dari
baja dengan kadar karbon tinggi. Batang ini mungkin berbentuk lurus
mungkin juga berbentuk lengkung.

2. Lentur (flexible)
Lentur umumnya memiliki ukuran lebih panjang dan lebih
ramping. Terbuat dari baja yang dicampur dengan nikel. Bekerja seperti
aksi dari per. Batang (bar) ini dipasang pada kerangka yang mana jarak
bar yang satu dengan yang lain masing-masing 30 cm, dapat juga antara
30 60 cm untuk ukuran bajak pahat yang besar. Bajak pahat ini dapat
dipergunakan untuk pembajakan dangkal maupun dipergunakan untuk
pembajakan dalam sampai kedalaman 45 cm, tergantung pada
keperluan dan jenis mata pahatnya. Berdasarkan jenisnya pula, lebar
kerja alat sangat bervariasi tergantung dari sumber daya penarik dan
keperluannya.
A
B
C
D

Gambar Bajak Chisel


Keterangan :
A

= Titik gandeng, berfungsi untuk menggandengkan bajak dengan


traktor.

= Batang tarik, berfungsi untuk menarik bajak ketika bajak tersebut


disambungkan dengan traktor yang sedang berjalan.

= Kerangka kuat, berfungsi sebagai penguat ketika bajak tersebut


digunakan.

= Mata bajak, berfungsi sebagai tempat untuk mengolah tanah.

B. Fungsi Bajak Pahat (Chisel)


Fungsi dari bajak pahat tidak sama dengan fungsi bajak singkal
maupun bajak piringan. Fungsi bajak pahat adalah:
1. untuk memecah tanah yang keras dan kering, ini biasa dilakukan sebelum
pembajakan untuk tanah tertentu.
2. dipergunakan untuk pengerjaan praktis pada tanah bawah
3. dipergunakan pada tanah yang berjerami, dan dipergunakan untuk
memotong sisa-sisa perakaran yang berada dalam tanah.
4. dipergunakan untuk memecah lapisan keras (hardpan) atau plow sole.
5. untuk memperbaiki infiltrasi air pada tanah, sehingga dapat mengurangi
erosi.

C. Kelebihan dan Kekurangan Bajak Pahat (Chisel)


Kelebihan dari bajak chisel ini, adalah untuk memecah tanah yang
keras sampai kedalaman sekitar 18 inci. Alat ini dilengkapi dengan 2 buah
roda yang berguna untuk transportasi dan mengatur kedalaman pemecah
tanah. Alat ini, sering digunakan sebelum pembajakan tanah dimulai. Adapun
kelebihan lain dari bajak chisel adalah untuk memecah tanah yang keras dan
kering, ini biasa dilakukan sebelum pembajakan untuk tanah tertentu;
dipergunakan untuk pengerjaan praktis pada tanah bawah; dipergunakan pada
tanah yang berjerami, dan dipergunakan untuk memotong sisa-sisa perakaran
yang berada dalam tanah; dipergunakan untuk memecah lapisan keras
(hardpan) atau plow sole; untuk memperbaiki infiltrasi air pada tanah,
sehingga dapat mengurangi erosi. Kekurangan dari bajak chisel sendiri adalah
tidak dapat membalik tanah seperti kebanyakan bajak yang lain, tapi hanya
memecah tanah.