Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM PENGENALAN

BAGIAN-BAGIAN, FUNGSI SERTA


PENGOPERASIAN TRAKTOR TANGAN

Oleh:
Hesti Dian Prastiwi
A41130974
Semester VI
Golongan C

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH


JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Traktor pertanian didefenisikan sebagai suatu kendaraan yang mempunyai daya
penggerak sendiri, minimum mempunyai sebuah poros untuk menarik serta menggerakan alat
atau mesin petanian. Atas dasar bentuk dan ukuran traktor, maka traktor pertanian dapat
didefenisikan menjadi tiga jenis yaitu traktor besar, traktor mini dan traktor tangan.
Traktor roda dua atau traktor tangan adalah mesin-mesin yang dapat digunakan untuk
mengolah tanah dan lain-lain pekerjaan pertanian dengan alat pengolah tanahnya
diandengkan atau dipasang di bagian belakang mesin. Mesin ini mempunyai efisiensi tinggi,
karena pembalikan dan pemotongan tanah dapat dilakukan dalam waktu bersamaan.
Pengolahan lahan adalah suatu usaha untuk mempersiapkan kondisi tanah bagi
pertumbuhan tanaman dengan cara menciptakan kondisi tanah yang siap tanam, walaupun
pengolahan tanah sudah dilakukan oleh manusia sejak dahulu kala dan sudah mengalami
perkembangan yang demikian pesat baik dalam metode maupun peralatan yang digunakan,
tetapi sampai saat ini pengolahan tanah mesin masih belum dapat dikatakan sebagai ilmu
yang pasti, yang dapat dinyatakan secara kuantitatif. Belum ada metode yang memuaskan
yang tersedia untuk menilai hasil olah yang dihasilkan oleh suatu alat pengolah tanah
tertentu, serta belum dapat ditentukan suatu kebutuhan hasil yang khusus untuk lahan kering.
Pengertian tenaga alam meliputi pula tenaga yang dihasilkan oleh gerakan air yang
mengalir misalnya sungai, danau, angin, gas alam, sinar matahari dan api. Tetapi disini kita
hanya akan membicarakan secara lebih mendalam tentang motor-motor penggerak saja.
Begitu pula dengan pengertian pertanian. Disini kita hanya membicarakan tentang mesinmesin pertanian yang banyak digunakan dalam penyediaan bahan makanan.
1.2 Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu mengetahui bagian-bagian dari traktor dan fungsi masingmasing bagian traktor dan usaha pemeliharaannya, perbaikan dan penggunaannya serta
pengoperasiannya secara benar.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


Hand tractor merupakan peralatan yang digunakan oleh manusia, sistem yang bekerja
yaitu dorongan dibutuhkan oleh hand tractor tersebut, dan tentunya menggunakan manusia.
Hand tractor berfungsi untuk mengolah tanah, mempunyai efesiensi yang tinggi karena
pembalikan dan pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Traktor
roda dua ini merupakan traktor serba guna karena dapat berfungsi sebagai tenaga penggerak
untuk alat-alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan (trailer) dan lain lain
(Sutrisno, 1999).
Prinsip kontruksi traktor kecil ini terdiri atas : Tenaga penggerak/motor penggerak,
Landasan/chasis
dan
badan,
Komponen
penerus
tenaga,
Roda-roda/ban,
Implements/peralatan pengolah tanah. Adapun persiapan dalam penggunaan traktor tangan
sebelum pengoperasiannya supaya traktor ini dapat bekerja dengan lancer dan ekonomis,
yaitu menyiapkan pakaian operator, mengadakan pemeriksaan, memeriksa kopling, traktor
harus berjalan lurus, memeriksa tekanan ban, memeriksa bagian-bagian yang perlu dilumasi.
Salah satu contoh alat mesin pertanian untuk bagian pengolahan tanah adalah traktor
roda dua atau traktor tangan (power tiller/hand tractor). Traktor roda dua atau traktor tangan
(power tiller/hand tractor) adalah mesin pertanian yang dapat dipergunakan untuk mengolah
tanah dan lain-lain pekerjaan dengan alat pengolah tanahnya digandengkan/dipasang di
bagian belakang mesin. Mesin ini mempunyai efisiensi tinggi, karena pembalikan dan
pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Traktor roda dua
merupakan mesin serba guna karena dapat juga berfungsi sebagai tenaga penggerak untuk
alat alat lain seperti pompa air, alat pengolahan, gandengan (trailer), dan lain-lain
(Purwantana,1999).
Prinsip kerja traktor adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga
penggerak motor bakar yang pada umumnya motor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah,
traktor digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu
piring, dll. Traktor roda empat yang dirangkai dengan peralatan pengolah tanah perlu diatur
atau disetel posisi peralatannya agar dapat difungsikan dengan baik. Pengaturan tersebut
dilakukan dengan mamanjangkan atau memendekkan pada ikatan sambungan peralatan atau
pada "tiga titik penyambungan" (Anonimf, 2010).
Berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan, ada tiga jenis traktor tangan yaitu
traktor tangan dengan bahan bakar solar, traktor tangan dengan bahan bakar bensin dan
traktor tangan dengan bahan bakar minyak tanah (kerosin). Sedangkan berdasarkan daya
motor, traktor tangan dibedakan dalam tiga kategori yaitu Berdasarkan jenis bahan bakar
yang digunakan, ada tiga jenis traktor tangan yaitu traktor tangan dengan bahan bakar solar,
traktor tangan dengan bahan bakar bensin dan traktor tangan dengan bahan bakar minyak
tanah (kerosin). Sedangkan berdasarkan daya motor, traktor tangan dibedakan dalam tiga
kategori yaitu traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 HP, traktor
tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya 5-7 HP dan traktor tangan berukuran besar,
tenaga penggeraknya 7-12 HP (Mulyoto, 1996).

BAB 3. METODOLOGI PRAKTIKUM


3.1 Tempat dan Waktu Praktikum
Praktikum pengenalan bagian-bagian, fungsi serta cara pengoperasian hand traktor
ini dilaksanakan di UPT ALSINTAN Politeknik Negeri Jember pada tanggal 8 April 2015
pukul 09.00 11.00 WIB
3.2 Alat dan Bahan Praktikum
1. Hand Traktor
2. Kertas dan Alat tulis
3.3 Cara Kerja:
Mengidentifikasi Alat dan Mesin :
1. Teknisi memberikan penjelasan nama-nama alat dan bagian-bagiannya kepada
mahasiswa.
2. Mencatat informasi bagian-bagian alat (hand traktor) pada kertas yang telah
disediakan.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Dari praktikum mekanisasi pertanian yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil
sebagai berikut :

No. Nama
Fungsi
1.
As roda
Sebagai tempat dudukan roda
2.
Pelidung samping Untuk melindungi rotary dan penahan kotoran dari
Penahan lumpur

rotary
Untuk menghambat lumpur keluar dan melindungi

4.

Pengikat batang

rotary
Sebagai pengikat dan penyambung pelindung

5.

ridger
Handel pengikat

samping, rotary dan roda pembantu


Sebagai pengikat roda belakang

6.
7.
8.

roda belakang
Tuas belok kanan
Handel utama
Tuas

Untuk belok atau putar ke kanan


Untuk kemudi utama
Untuk menghidupkan dan mematikan mesin serta

9.

gas/akselerasi
Handel pembantu

untuk mengurangi dan menambah gas


Sebagai kemudi tambahan saat ingin mengangkat

3.

traktor yang terperosok atau sebagai kemudi


10.

Pemindah

pembantu
Sebagai pengatur kecepatan putar rotary

11.

kecepatan cakar
Tuas kopeling

Untuk berjalan dan berhenti

12.

utama
Pemindah

Untuk mengatur kecepatan jalan

13.

kecepatan jalan
Tuas penyangga

Sebagai penyangga depan

14.

depan
Gantungan pisau

Sebagai tempat menyambung rotary

15.

rotary
Kotak rantai

Sebagai penerus daya dari transmisi ke rotary

16.

pembantu
Lampu

Untuk penerang jalan saat pulang maupun olah

17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.

Pully penegang
Penyangga depan
Penyangga mesin
Pelindung depan
Pully mesin
V-belt
Pully utama
Pelindung V-belt
Tutup kotak

lahan saat malam


Untuk mengencangkan V-belt
Penopang apabila standing
Untuk tempat dudukan mesin
Untuk pengaman depan jika terjadi benturan
Untuk tempat V-belt
Penerus daya antara penggerak dan transmisi
Untuk tempat V-belt
Untuk pengaman apabila V-belt putus
Untuk melindungi peralatan mesin

26.
27.
28.

peralatan
Tombol lampu
Tuas belok kiri
Pengatur roda

Untuk menghidupkan dan mematikan lampu


Untuk belok kiri
Untuk menaikkan dan menurunkan roda bantu

29.
30.
31.
32.
33.
34.

belakang
Penutup rotary
Roda belakang
Rotary
Pisau rotary
Ban
Roda gila

Untuk mengankan rotary dan teknisi dari kotoran


Sebagai roda bantu
Tempat pisau rotary
Untuk menghancurkan tanah
Sebagai sarana untuk berjalan
Sebagai pemutar atau melanjutkan putaran

Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3


kelompok, yaitu:
1. Tenaga penggerak motor.
2. Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
3. Tuas kendali.
1. Tenaga penggerak motor.
Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang
menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari
12 Hp, dengan menggunakan satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan
empat buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi
motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh keseimbangan traktor
dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan.
Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi motor digeser maju, begitu juga
sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan engkol, sedangkan untuk motor
bensin dan minyak tanah menggunakan tali starter. Sebagian besar traktor menggunakan
motor diesel. Penggunaan motor diesel umumnya lebih murah baik pada saat

pengoperasiannya maupun perawatannya. Motor diesel lebih awet dibanding motor jenis lain,
asal perawatannya dilakukan dengan baik dan benar sejak awal.
2. Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)
Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian
traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa
buah baut pengencang. Transmisi berfungsi memindahkan tenaga/putaran dari motor
penggerak ke alat lain yang bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam,
seperti : pully, belt, kopling, gigi persneleng, rantai dan sebagainya.
Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan v-belt ke kopling
utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneleng untuk menggerakkan
poros roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan tenaga, gigi persneleng juga berfungsi
sebagai pengatur kecepatan putaran poros roda dan poros PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan
lewat gigi dan rantai ke mesin rotary. Kopling utama dioperasikan dari tuas kopling utama.
Bila tuas ditarik ke posisi netral, maka tenaga motor tidakdisalurkan ke gigi persneleng.
Akibatnya traktor akan berhenti, meskipun kondisi motor penggerak dihidupkan.
Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi terletak di bawah
gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudi dioperasikan melalui tuas
kemudi kanan dan kiri. Apabila kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng
tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor
akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.
Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu karena
putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis roda yang
digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi, roda apung (roda sangkar/cage
wheell). Roda ban berfungsi untuk transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk
permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam
getaran, sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan
kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya
slip pada saat menarik beban berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah.
Roda apung ini ada yang lebar, ada juga yang diameternya besar, sehingga dapat menahan
beban traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan
dengan spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor.
Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar samping.
Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan roda. Pemasangan roda dilakukan satu
persatu. Pelepasan roda dari poros dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena
penyambung.
Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai. Pemasangan roda ini
tidak boleh terbalik. Untuk roda ban, pada sisi atas ban, arah panah harus ke depan. Untuk
roda besi, sisi roda bawah harus menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak
boleh menancap ke tanah. Sehingga pemasangan roda tidak boleh terbalik antara roda kiri
dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa
lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar olah implemen.
Pemasangan roda yang cukup lebar juga akan menjaga keseimbangan traktor, terutama
apabila digunakan pada lahan yang miring. Sedang lubang yang ada di poros digunakan

untuk tempat pena, sehingga menjamin roda tidak akan slip atau lepas pada saat
pengoperasian.
3. Tuas kendali/kontrol
Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor.
Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun
begitu banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan
harganya lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi
dengan beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi
lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.
Tuas kendali yang sering ada pada traktor tangan adalah sebagai berikut:
A. Tuas persneleng utama
Tuas persneleng utama berfungsi untuk memindah susunan gigi pada persneleng,
sehingga perbandingan kecepatan putar poros motor penggerak dan poros roda dapat
diatur.Traktor tangan yang lengkap biasanya mempunyai 6 kecepatan maju dan 2
kecepatan mundur.
Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang
dilaksanakan. Sebagai patokan awal dapat digunakan sebagai berikut:
Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary
Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal/piringan
Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang
Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa
Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak
Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan
Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak

B. Tuas persneleng cepat lambat


Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneleng utama hanya terdiri dari 3
kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur, biasanya traktor tangan dilengkapi dengan
tuas persneleng cepat lambat. Fungsi perneleng ini untuk memisahkan antara
pekerjaan mengolah tanah dengan pekerjaan transportasi (berjalan dan menarik
trailer/gerobak). Dengan adanya tuas cepat lambat, kemungkinan salah dalam
memilih posisi persneleng bisa dikurangi. Kecepatan empat untuk berjalan di jalan
biasa Kecepatan lima dan enam untuk menarik traler/gerobak
C. Tuas kopling utama
Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila tuas
dilepas pada posisi pasang/ON, maka tenaga motor akan tersambung ke gigi
persneleng. Sebaliknya apabila ditarik ke posisi netral/bebas/OFF, maka tenaga motor
tidak disalurkan ke gigi persneleng. Apabila ditarik lagi maka tuas kopling utama
akan tersambung dengan rem yang berada pada rumah kopling utama.

D. Tuas persneleng mesin rotary


Tuas persneleng mesin rotary berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar
poros PTO. Biasanya ada dua macam kecepatan dan satu netral. Apabila hasil
pengolahan yang diharapkan halus dan gembur, maka tempatkan posisi tuas
persneleng mesin rotary pada posisi cepat. Begitu juga sebaliknya. (Kecepatan
putar pisau rotary dapat juga diatur dari posisi pemasangan rantai penghubung)
E. Tuas persneleng kemudi
Ada dua buah tuas kopling kemudi pada setiap traktor tangan, masing-masing
ada di sebelah kanan dan kiri. Tuas ini digunakan untuk mengoperasikan kopling
kemudi (kanan dan kiri). Apabila tuas kopling kemudi kanan ditekan, maka
putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda
kanan akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya
apabila kopling kiri ditekan.
F. Stang kemudi dan kemudi pembantu
Stang kemudi merupakan bagian traktor yang digunakan untuk
berpegangnya operator. Stang kemudi digunakan untuk membantu membelokan
raktor. Meskipun sudah ada tuas kopling kemudi, namun agar berbeloknya traktor
dapat lebih tajam, perlu dibantu dengan stang kemudi. Stang kemudi juga
digunakan untuk mengangkat implemen pada saat pengoperasian. Kemudi
pembantu digunakan untuk tempat bertumpu bahu operator. Maksudnya
agar menambah beban bagian belakang traktor, sehingga hasil pengolahan tanah
bisa lebih dalam.
G. Tuas gas
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak. Tuas ini
digunakan untuk mengubah kecepatan putaran poros motor penggerak yang sesuai
dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga berfungsi untuk mematikan motor
traktor, apabila posisinya ditempatkan pada posisi STOP.
H. Tombol lampu dan bel
Kadang-kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga
diperlukan penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan
raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus dilengkapi dengan
kumparan sebagai sumber arus listrik.
I.

Tuas penyangga depan


Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akanmenggerakkan
penyangga depan. Apabila tuas didorong akan mendorong penyangga depan turun
untuk menyangga traktor. Traktor tangan hanya mempunyai dua roda. Apabila traktor
dalam keadaan berhenti (ditinggal operator), maka untuk menegakkan traktor
diperlukan penyangga.

Prosedur Mengoprasikan Hand Traktor


1) Kontrol oli, bahan bakar, dan air radiator
2) Posisi tuas jalan dalam keadaan break
3) Gigi transmisi dan rotary harus N
4) Baut (seluruhnya) harus dalam keadaan terkunci
5) Masukkan tuas ke mesin utama
6) Gas diperbesar
7) Tarik ke atas tuas dekompesi
8) Putar tuas searah jarum jam sampai terasa ringan
9) Lepas tuas dekompesi
10) Jika sudah hidup, masukkan gigi 1 atau 2 lepas tuas jalan

BAB 5. PENUTUP

Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilaksakan dapat disimpulkan bahwa tracktor tangan
merupakan mesin pengolah tanah yang banyak digunakan di Indonesia karena
pengoperasiannya yang mudah, murah serta hasil dari pengolahannyapun memuaskan.
Tracktor tangan terdiri dari 3 bagian utama yaitu Tenaga penggerak motor, Kerangka dan
transmisi atau penerus tenaga traktor tangan serta Tuas kendali.

DAFTAR PUSTAKA

http://dewiagustinatondang.blogspot.co.id/2013/10/laporan-praktikum-mekanisasi
pertanian.html
http://hendrisetiawan95.blogspot.co.id/2015/03/pengenalan-traktor-pertanian.html
http://karyatulisilmiah.com/laporan-pratikum-dasar-dasar-pengoperasian-traktor-roda-dua
hand-tractor/
http://renaex.blogspot.co.id/2011/06/laporan-traktor-tangan.html