Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

Di Indonesian panen merupakan kata yang cukup familiar, panen


merupakan suatu kegiatan yang rutin dilakukan oleh seluruh petani untuk
memetik atau mengambil hasil dariapa yang telah mereka tanam atau kerjakan.
Negara kita merupakan negara agraris yang hampir 65% penduduknya adalah
petani, mereka bekerja diladang dengan bercucuran keringat dengan hasil yang
kadang tidak sesua idengan apa yang mereka harapkan dan tidak sebanding
dengan kerja keras petani. Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi
pertanian, maka diperlukan suatu perubahan (penyesuaian) khususnya dalam
budidaya tanaman, sehingga selaras dengan perkembangan kondisi alam,
perkembangan teknologi , sosial dan masyarakat.
Petani yang memiliki lahan yang luas sering kali menghadapi hambatan
dalam setiap kegiatan budidaya karena keterbatasan sumber daya terutama tenaga
kerja di bidang pertanian serta didukung dengan masih rendahnya tingkat
produktivitas tenaga kerja pertanian tersebut. Hal ini karena hampir sebagian
besar tenaga kerja pertanian saat ini sudah memasuki usia
non produktif sementara generasi muda lebih banyak terjun di sektor lain baik ind
ustri maupun sektor informal sebagai akibat dari rendahnya minat mereka untuk
terjun langsung ke lahan pertanian. Oleh karena itu perlu dikembangkan
sistem budidaya pertanian berbasis teknologi (mekanisasi pertanian) berupa mesin
pemanen padi yang dapat mempermudah kerja petani.
Panen merupakan salah satu kegiatan budidaya tanaman yang perlu
mendapat perhatian khusus. Saat panen merupakan waktu kritis, kerana untuk
tanaman tertentu, apabila saat panen terlambat maka kualitas maupun kuantitas
hasil atau produksinya akan turun bahkan dapat rusak sama sekali.
Padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam serentak,
pada saat dipanen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar panen
dapat dilakukan tepat waktu. Kebutuhan tenaga kerja yang besar pada saat panen
ini menjadi masalah pada daerah-daerah tertentu yang penduduknya sedikit. Salah
satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga
kerja adalah dengan cara meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja dengan
menggunakan mesin panen. Keuntungan menggunakan mesin panen antara lain
lebih efisien dan biaya panen per hektar dapat lebih rendah dibanding cara
tradisional.
Menggabungkan pemanen adalah salah satu menghemat tenaga kerja
penemuan paling penting secara ekonomis, memungkinkan sebagian kecil dari
populasi yang akan bergerak di bidang pertanian.Sebuah kemajuan yang
signifikan dalam desain menggabungkan adalah desain putar. Gandum awalnya
dilucuti dari tangkai dengan melewati sepanjang rotor heliks bukan lewat antara
serak bar di luar silinder dan cekung. Menggabungkan rotary pertama kali
diperkenalkan oleh Sperry-New Holland pada tahun 1975.Pada sekitar tahun
1980-an on-board elektronik diperkenalkan untuk mengukur efisiensi perontokan.
Instrumentasi baru ini memungkinkan operator untuk mendapatkan hasil yang
lebih baik gabah dengan mengoptimalkan kecepatan gerak dan parameter operasi
lainnya.

1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui definisi mesin combine harvester
2. Untuk mengetahui tipe-tipe combine harvester
3. Untukmengetahuikelebihandankelemahanmesin combine harvester
4. Dan untukmengetahuimekanismekerjacombine harvester
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Mesin-mesin pertanian telah banyak digunakan pada masa sekarang ini.


Tetapi walaupun demikian masih banyak masyarakat petani kita yang mesin
bercocok tanan secara tradisional. Padahal apabila mereka menggunakan alat-alat
pertanian tersebut tentunya akan lebih mudah dan cepat, dan demikian juga
pengoperasiannyapun mudah, baik itu traktor, combine, dan masih banyak alat
pertanian lainnya yang tentunya dapat mendukung petani untuk lebih mudah
dalam pekerjaannya tetapihasil panennya dapat maksimal.

2.1. Defenisi Mesin CombineHarvester

Combine adalah suatu alat mekanisme pertanian yang serba komplit dan
canggih dalam pengoperasiannya.Dimana combine tersebut dapat bekerja pada
areal sawah yang luas,namun hanya membutuhkan waktu yang relative singkat
karena combine ini dilengkapi dengan alat pemotong, perontok dan
mengarungkan padi dalam suatu proses kinerja saja (Hisbuan, 1999). Dengan
demikian waktu pemanen lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan
tenaga manusia (manual) serta tidak membutuhkan jumlah tenaga kerja manusia
yang besar seperti pada pemanenan tradisional. Penggunaan alat ini memerlukan
investasi yang besar dan tenaga terlatih yang dapat mengoprasikan alat ini (
Barokah, 2001).
Combine harvester, atau hanya menggabungkan, adalah mesin yang panen
tanaman biji-bijian. Nama ini berasal dari yang menggabungkan tiga operasi
terpisah yang terdiri dari pemanenan-menuai, perontokan, dan menampi-dalam
suatu proses tunggal. Di antara hasil panen dengan menggabungkan adalah
gandum, oat, rye, barley, jagung (jagung), kedelai dan rami (biji rami). Jerami
limbah ditinggalkan di lapangan adalah sisanya kering batang dan daun tanaman
dengan nutrisi terbatas yang baik cincang dan tersebar di lapangan atau
diterjunkan untuk pakan dan tempat tidur untuk ternak.
Pada dasarnya proses panen padi dapat dilakukan melalui dua macam cara,
yaitu melalui cara tradisional dan menggunakan mesin perontok padi tipe
stasioner. Mengingat adanya beberapa jenis lahan, maka kedua cara tersebut
dirasa belum maksimal, sehingga perlu dilakukan perancangan dan
pengembangan produk mesin pemanen padi (combine) portable. Mesin ini
mempunyai kemampuan kerja merontokkan bulir padi dari batangnya dan
sekaligus dapat menebang batang padi tersebut ( DepartemenPertanian, 1993).

2.2 Komponen-Komponen Mesin Combine Harvester

Adapun komponen-komponen penyusun mesin combine harvester yaitu


sebagai berikut :

1. Reel 8. Centrifugal blower


2. Cutter bars 9. Concave sieve
3. Stripping header auger 10. Threshing cylinder
4. Control cab 11. Cylinder cap
5. Chassis assembly 12. Vibrating sieves
6. Chute 13. Re-threshing device
7. Grain tank 14. Grain auger
BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Combine Harvester

Pemanen kombinasi (combine harvester) adalah mesin yang memanen


tanaman serealia.Serealia adalah jenis tumbuhan golongan tanaman padi-
padian/rumput-rumputan (Gramineae) yang dibudidayakan untuk menghasilkan
bulir-bulir berisi biji-bijian sebagai sumber karbohidrat/pati. Mesin ini, seperti
namanya, merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu menuai,
merontokkan, dan menampi, dijadikan satu rangkaian operasi. Di antara serealia
yang dipanen antara lain gandum, oat, rye, barley, jagung, kedelai, dan flax.
Batang serealia atau jerami ditinggalkan di lahan untuk memberikan nutrisi dan
menambah kadar organik bagi tanah, atau dikumpulkan kembali dengan mesin
baler (pembuat bale, gulungan jerami) dan dipadatkan untuk diberikan ke hewan
ternak. Pemanen kombinasi adalah salah satu penemuan penting di bidang
pertanian karena mampu menghemat biaya tenaga kerja dan mengefisiensikan
usaha tani.
Secara umum fungsi operasional dasar combine harvester adalah sebagai
berikut :
1. Memotong tanaman yang masih berdiri
2. Menyalurkan tanaman yang terpotong ke selinder
3. Merontokkan gabah dari tangkai atau batang
4. Memisahkan gabah dari jerami
5. Membersihkan gabah dengan caramembuanggabahkosongdanbendaasing.

3.2 Tipe-tipe Combine Harvester

Terdapatduamacamtipe combine harvester yaitutipe pull atautractor


drawndantipe self-propelled.
3.2.1 Tipe pull atau tractor drawn
Combine harvester tipe pull ditarik oleh sebuah traktor, tipe combine ini
dengan ukuran yang lebih kecil digerakkan oleh pengambildaya yang digerakkan
oleh traktor, sedangkan yang berukuran lebih besar mempunyai mesin tambahan
yang dipasang pada pemanen untuk menggerakkannya. Combine tipe ini
mempunyai lebar potong 1,2 2,4 m yang berukuran kecil dan 3 6,1 m untuk
yang berukuran lebih besar.
3.2.2 Tipe self-propelled
Tipe ini mempunyai lebar pemotong 1,8 -6,7 m dengan kecepatan
dilapangan berkisar antara 2- 6,4 km/jam. Tipe self-propelled terdiri dari dua jenis
yaitu :
3.2.2.1 Head feed type combine harvester
Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Mesin ini hanya
mengumpankan bagian malainya saja daripadi yang dipotong kebagian perontok
mesin. Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada karung atau tangki
penampung gabah sementara. Bagian pemotong dari mesin ini adalah hamper
sama dengan bagian pemotong dari binder, bagian pengikatnya digantikan dengan
bagain perontokan. Jerami, setelah perontokan, bias dicacah kecil-kecil sepanjang
5 cm dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan
kesatu sisi, untuk kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan
untuk hal lain.
Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi. Lebar
pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter. Enjin yang digunakan
bervariasi dari 7 hingga 30 hp. Karena jauh lebih berat dari pada binder bagian
penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full trackrubber
belt).Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik. Dengan
memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian
pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar 30
hingga 70 menit per 10 are, jika lebar pemotongan 1 m.
3.2.2.2 Standard type combine harvester
Mesin panen padi jenis ini adalah mesin yang dikembangkan di Amerika
dan Eropa, yang dipergunakan juga untuk memanen gandum.Padi yang dipotong
termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan kebagian perontokan. Gabah hasil
perontokan ditampung dalam tangki, dan jeraminya di tebarkan secara acak di atas
permukaan tanah.Semua jenis combine ini dioperasikan dengan cara dikendarai
(riding type). Lebar pemotongan berkisar antara1,5 hingga 6 meter. Namun yang
popular adalah 4 meter.Enjin sebagai sumber tenaga gerak adalah sekitar 25 hp
per 1 meter lebar pemotongan.Bagian penggerak majunya adalah menggunakan
roda, atauhalf-track type atau full-track type.

3.3 Mekanisme Kerja Alat

1) Kumparan penarik 12) Ayakan utama


2) Batang pemotong 13) Konveyor tongkol
3) Kepala auger 14) Pendaurulangtongkol
4) Konveyorbiji-bijian 15) Auger biji-bijian
5) Perangkapbatu 16) Tangkibiji-bijian
6) Drum perontok 17) Penekanjerami
7) Cekungan 18) Kabin pengemudi
8) Pembawa jerami 19) Mesin
9) Nampan biji-bijian 20) Auger pengeluaran
10) Kipas 21) Impeller
11) Ayakan yang dapat diatur
Tanaman yang akan dipanen masuk ke nomor (2) dengan dipotong batang
bawahnya menggunakan batang pemotong. Setelah itu dialirkan ke perontok (6)
menggunakan auger (3) dan konveyor (4). Biji-bijian yang rontok akan jatuh ke
nampan di bawahnya (9), dengan memanfaatkan getaran yang dihasilkan mesin,
biji-bijian mengalir ayakan (11) dan ayakan utama (12) lalu jatuh ke kaki auger
biji-bijian (15) untuk dibawa ke tangki biji-bijian (16). Sementara jerami yang
mungkin masih mengandung biji-bijian dibawa sambil digetarkan di pembawa
jerami (8). Biji-bijian yang tersisa akan jatuh ke ayakan (11) dan mengikuti aliran
biji-bijian utama. Tongkol atau kepala biji-bijian berukuran cukup besar sehingga
tidak dapat lolos ayakan utama. Tongkol akan kembali ke perontok (6) untuk
dirontokkan kembali. Jerami akan dikeluarkan melalui penekan jerami (chaffer)
(17).

3.4 Kelebihan dan Kekurangan


Adapun kelebihan dari mesin combine tersebut yaitu :
1. Tidak perlu banyak waktu untuk mempelajarinya.
2. Tenaga yang dibutuhkan maksimal hanya tiga orang, satu operator/driver, dua
orang lainnya bertugas mengatur pengemasan gabah.
3. Dengan menggunakan Combine Harvester ini, petani hanya butuh waktu 1-2
jam untuk memanen 1 ha.
4. Petani tidak lagi mengeluarkan tenaga dan waktu ekstra untuk merontokkan
bulir-bulir padi dari tangkainya. Sekali jalan, padi yang masih berdiri di
hamparan sawah langsung terpisah dari tangkainya, dan langsung bisa
dikemas. Damen atau pohon padi juga terpotong lembut..
5. Keuntungan lain, mesin ini tidak boros bahan bakar. Untuk mengoperasikan
alat bermesin diesel 45 PK (44,38 HP) ini, hanya dibutuhkan solar sebanyak 30
liter/ha.
Adapun kekurangan dari mesin combine harvester tersebut yaitu :
1. Hanya saja, Combine Harvester ini memiliki keterbatasan. Mesin ini akan sulit
bekerja pada lahan dengan kedalam lumpur 20 cm atau lebih.
2. Disamping itu, alat ini juga tidak berfungsi efektif pada lahan dengan
kemiringan tinggi. Akses jalan menuju area panen juga menjadi kendala.
3. Tidak cocok digunakan untuk lahan yang berukuran kecil.
4. Dengan harga yang begitu mahal membuat petani susah untuk memiliki mesin
combine harvester tersebut.
BAB 4
PENUTUP

4.1.Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Pemanen kombinasi (combine harvester) adalah mesin yang memanen tanaman


serealia.
2. Di antara serealia yang dipanen antara lain gandum, oat, rye, barley, jagung,
kedelai, dan flax.
3. Combine harvester merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu
menuai, merontokkan, dan menampi, dijadikan satu rangkaian operasi.
4. Terdapat dua macam tipe combine harvester yaitu tipe pull atau tractor drawn
dan tipe self-propelled, tipe self-propelled terdiri dari dua jenis yaitu Head feed
type combine harvester dan Standard type combine harvester.
5. Mesin panen combine jenis Head feed type combine harvester dikembangkan
di Jepang. Mesin ini hanya mengumpankan bagian malainya saja dari padi
yang dipotong kebagian perontok mesin.
6. Mesin panen padi jenis Standard type combine harvester adalah mesin yang
dikembangkan di Amerika danEropa, yang dipergunakan juga untuk memanen
gandum.

4.2.Saran

Jadi mesin combine harvester untuk kegiatan pertanian ini merupakan


suatu penemuan teknologi yang sangat canggih karena memiliki banyak
manfaat dan fungsi yang beraneka ragam. Maka dari itu kita sebagai
mahasiswa yang ahli dalam kegiatan pertanian harus senantiasa untuk belajar
dan belajar dengan memanfaatkan waktu yang ada tanpa menyia-nyiakannya.
Agar kelak nanti kita bisa menciptakan alat teknologi pertanian yang begitu
canggih lagi dibandingkan dengan mesin combine harvester yang ada
sekarang ini.
DAFTAR PUSTAKA

Barokah, N. I. 2001. Uji Kinerja dan Losses Combine Harvester Type CA 85


ML. Skripsi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian.
IPB. Bogor.

Departemen Pertanian. 1993. Pasca Panen Padi. Badan Pendidikan dan


Latihan Pertanian.

Hasibuan, F. 1999. Kajian Teknis dan Ekonomis Pemakaian Head Feed Combine
Harvester ( CA 385 EG ) Di Daerah Sukamadi, Kabupaten Subang, Jawa
Barat. Skripsi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi
Pertanian. IPB. Bogor.

Web.IPB.ac.id. Mesin Panen Padi. http://web.ipb.ac.id/Mesin panen padi


4april.htm diakses 21 November 2015

Lynda, Lone. 2012. Cara Kerja Combine Harvester. http://lonelynda-


enda4f.blogspot.com/2012/01/makalah-bengkel.html diakses 19
November20145