Anda di halaman 1dari 12

Laporan

Praktikum Alat dan Mesin Pertanian

PERCOBAAN
(MOWER)

MUHAMMAD ASHRAF SULTAN


G041171519

PRODI KETEKNIKAN PERTANIAN


DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman teknologi juga semakin berkembang termasuk


dalam bidang pertanian, alat mekanisasi pertanian yang digerakkan oleh tenaga
manusia, hewan serta mesin menjadi hal yang sudah biasa dilakukan oleh petani
terutama di Indonesia. Saat ini pertanian dikatakan modern karena produktivitas, mutu,
efesiensi, terus menerus meningkat dan terpelihara. Produk-produk pertanian baik
tanaman pangan atau hortikultura, perikanan, perkebunan serta peternakan dikemas
dengan kualitas yang tinggi serta standar yang tertentu, dengan kualitas yang tinggi
tentunya melalui proses dengan menggunakan teknologi. Seperti halnya pada mesin
pasca panen pemotong padi atupun rumput.
Bertambah majunya ilmu dan teknologi dalam dunia pertanian, maka produksi
yang dihasilkan perlu mempunyai kualitas yang baik dan bermutu agar daya jual pada
produksi bahan pangan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar, teknologi
yang semakin canggih pula diharapkan efesiensi dalam pengerjaan suatu lahan
pertanian dapat meningkat pula jika dibandingkan dengan secara manual atau dengan
bantuan tenaga manusia pada zamannya. Adapun pada proses pemanen alat sederhana
yang digunakan dulunya yaitu ada yang dikatakan ani-ani dan sabit, namun sekarang
ini banyak penemuan-penemuan baru untuk mempermudah dalam proses pemanenan.
Salah satu alat yang dikembangkan yaitu mower tipe gendong yang digunakan untuk
pemotongan (setiawan, 2018).
Alat mekanisasi pertanian memiliki peran krusial dan besar dalam meningkatkan
hasil panen di bidang pertanian, tanpa alat dan mesin pertanian maka para petani akan
kesusahan mengelola hasil panen mereka. Dari waktu ke waktu kebutuhan bahan
pangan semakin meningkat sehingga para petani harus bisa mengatasi hal tersebut,
untuk mengatasi hal tersebut para petani harus mengembangkan alat pertanian. Hal ini
menjadi hal utama mengapa semakin hari penggunaan alat dan mesin pertanian
mengalami kemajuan. Penggunaan alat dan mesin pertanian mempunyai tujuan yaitu
untuk meningkatkan hasil panen para petani dan mengurangi kegagalan atau
kehilangan hasil pertanian (Suharyatun dkk, 2018).
Dalam dunia pertanian, mower merupakan alat pertanian yang dikembangkan atau
yang telah diperbaharui dari alat pemotong rumput. Mower dapat digunakan untuk
pemanenan padi yang cara kerjanya hampir sama dengan cara memotong rumput.
Dengan adanya teknologi yang semakin berkembang maka akan mempengaruhi hasil
produksi yang dihasilkan. Dengan meningkatnya hasil produksi maka masyarakat
akan terbantu dengan munculnya alat tersebut. Dengan berkembangnya alat ini
masyarakat lebih mudah dalam pemanenan padi dan diketahui alat ini dapat digunakan
pada semua jenis lahan, maksudnya dapat digunakan sampai pada sudut-sudut daerah
sawah yang di panen, beda halnya dengan alat yang lebih canggih yang kekurangannya
yaitu sulit memanen dareah di sudut-sudut pada sawah. Sehingga para petani lebih
memilih mower untuk proses pemanenan.
Berdasarkan uraian sebelumnya, maka dilakukan praktikum mower untuk
mengetahui bagian-bagian mower serta cara pengoperasian mower untuk pemanenan
padi.
1.2 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan praktikum yaitu untuk mengetahui bagian-bagian mower serta cara


menggunakan mower. Sedangkan kegunaan praktikum yaitu agar mengetahui
penggunaan mesin pemanen padi (paddy mower) sebagai alternatif alat pemanen padi
yang dapat digunakan oleh petani.
2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Alat dan Mesin Pemanen

Penggunaan alat dan mesin dibidang teknik pertanian sudah tidak asing lagi di
masyarakat. Dimana penggunaannya dimaksudkan agar produktifitas kerja menjadi
lebih meningkat, pekerjaan yang dilakukan lebih mudah dan menekan biaya produksi.
Salah satu contoh penggunaan alat dan mesin pertanian yaitu pada proses pasca panen
dengan mesin pemanen padi dimana pemanenan padi merupakan kegiatan akhir dari
pra panen dan awal dari pasca panen. Terdapat berbagai macam jenis mesin pemanen
yang digunakan yaitu seperti reaper, stripper, combine harvester dan paddy mower.
Mesin pemotong merupakan salah satu mesin yang biasa digunakan didalam bidang
teknik pertanian untuk memotong suatu tanaman. (Anisa, 2018).
Budidaya padi tidak akan menguntungkan atau tidak akan memberikan hasil yang
memuaskan apabila gabah di panen pada umur yang tidak tepat dan dengan cara yang
tidak benar. Umur panen padi yang tepat akan menghasilkan gabah dan beras yang
bermutu baik, sedangkan cara panen yang baik secara kuantitatif akan menekan
kehilangan hasil. Alat yang digunakan untuk memanen padi menjadi komponen yang
perlu disiapkan. Saat ini alat dan mesin panen padi telah mengalami perkembangan
yang cukup pesat seiring dengan makin terbatasnya tenaga kerja untuk panen di
pedesaan. Awalnya petani hanya menggunakan alat-alat sederhana yang kurang efektif
dan efisien seperti ani-ani dan sabit. Namun seiring berkembangnya teknologi, petani
mulai berinisiatif menciptakan alat yang lebih memudahkan dalam proses panen padi
yaitu mower. Dimana mower merupakan alat pemotong rumput yang dimodifikasi
sehingga bisa digunakan juga untuk panen padi (Anisa, 2018).
Ada tiga metode pemanenan padi di Indonesia yakni secara tradisional
menggunakan ani-ani, secara manual dan pemanenan secara mekanis. Kegiatan
perontokan dilakukan setelah kegiatan pemotongan, penumpukan dan pengumpulan
padi. Seperti halnya pemanenan, perontokan padi pada umumnya dilakukan dengan
dua cara yaitu cara manual dan cara mekanis. Perontokan secara manual dengan cara
dibanting (gebot). Meskipun perontokan secara manual terkesan mudah akan tetapi
perontokan secara manual mempunyai hasil yang tidak maksimal dimana perontokan
ini menghasilkan susut yang relatif besar, kualitas mutu gabah yang rendah dan selain
itu juga membutuhkan tenaga kerja yang banyak sedangkan penggunaan mesin
perontok mekanis dia mampu meningkatkan efisiensi kerja dan kapasitas kerja,
kualitas mutu gabah yang baik dan susut yang lebih rendah. Salah satu aspek yang
harus ditekan serendah mungkin dalam meningkatkan produksi (Sadewo, 2018).
Salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi dalam usaha tani
perlu penggunaan mesin pertanian yang baik, peningkatan pemberdayaan usaha tani,
serta meningkatkan mutu dan nilai tambah dari produk. Adapun yang diharapkan
dalam mekanisasi pertanian ini yaitu dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja
manusia, meningkatkan derajat dan taraf hidup petani, meningkatkan kualitas serta
kuantitas hasil produksi pertanian yang didapatkan. Dalam mekanisasi pertanian
diharapkan pula adanya pertumbuhan tipe dalam usaha tani baik subsistem
(subsistence farming) maupun menjadi tipe perusahaan (commerical farming) untuk
menghasilkan ekonomi yang baik bagi para petan (Aldillah, 2016).
2.2 Mesin Pemotong Rumput

Mesin pemotong rumput adalah mesin yang digunakan untuk memotong rumput atau
tanaman. Mesin ini biasa digunakan untuk merapikan taman dan juga untuk
membersihkan ladang dari rumput ilalang atau rumput jenis lainya. Mata pemotong
rumput yang biasa digunakan terbuat dari plat baja yang tipis, keras dan sangat tajam,
sehingga dapat dengan mudahnya memotong rumput. Para pekerja pemotong rumput
sangat terganggu sekali apabila kawasan atau daerah pemotongan rumput banyak
terdapat batu atau kerikil, sehingga akan menjadi salah satu masalah bagi pemotong.
Lokasi atau kawasan pemotongan yang terdapat banyak sekali batu atau kerikil
menyebabkan pekerjaan menjadi terganggu, sehingga pekerja banyak menghabiskan
waktu untuk membuang atau menyingkirkan batu atau kerikil. Bahan untuk mata
pemotong rumput pada umumnya terbuat dari plat baja, bahan alternatif yang
digunakan pengganti mata pisau pemotong hendaknya terbuat dari bahan yang keras,
lentur dan dapat memotong rumput (Nofriady dan Suryadi, 2013).

2.3 Mower

Mower merupakan mesin panen tipe sandang yang digunakan untuk memotong bagian
batang padi dan menyimpan hasil dari potongan tersebut ke bagian kiri pada operator
yang pada saat pengoperasian disandang di bagian kanan pada pengguna. Alat
pemotong ini digerakkan oleh motor bensin, pada saat proses pemotongan
menggunakan pisau yang akan berputar. Hasil potongan berupa kumpulan malai padi
yang telah tersusun dan siap untuk proses selanjutnya (Sadewo, 2018).

Gambar 4-1. Mower. (Sumber: Anisa, 2018).


Secara tradisional pemanenan pada sangat memerlukan banyak tenaga. Selain itu,
secara nilai produksi akan menyebabkan kehilangan hasil panen yang memungkinkan
merugikan petani. Sehingga perlu alat mesin pemanen padi yang modern agar dapat
dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Adapun alternatif yang dapat
digunkan yaitu mesin pemotong padi (paddy mower) yang dapat dipergunkanan pada
berbagai jenis lahan baik yang sempit maupun yang bergelombang (Anisa, 2018).
Alat-alat yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pemanenan
diantaranya yaitu reaper, stripper, combine harvester, ataupun paddy mower. Dengan
menggunakan alat-alat tesebut maka akan mengatasi kurangnya tenaga kerja dan
mengurangi kehilangan hasil saat panen yang cukup tinggi. Paddy mower merupakan
suatu mesin pemotong padi yang dulunya merupakan suatu jenis alat pemotong rumput
yang sekarang telah diperbaharui. Mesin ini dimodifikasi untuk menggantikan
pemanenan padi dengan cara manual (secara manual). Adapun prinsip kerja dari
mower yaitu prinsip kerjanya memotong tanaman padi menggunakan pisau potong,
mengarahkan serta merobohkan padi kearah kiri (Anisa, 2018).
Paddy mower merupakan modifikasi mesin pemotong rumput tipe gendong,
dengan prinsip kerja memotong tanaman padi, mengarahkan serta merobohkan padi.
Mesin dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mempercepat panen, menghemat
tenaga kerja. Mesin ini cocok digunakan pada lahan yang kepemilikannya tidak terlalu
luas, atau lahan yang bergelombang di mana mesin pemanen padi dengan kapasitas
besar (combine harvester) sulit dioperasikan. Paddy mower sudah banyak tersedia di
toko-toko alat mesin pertanian dengan harga yang relatif terjangkau oleh petani. Mesin
ini digerakkan motor bensin dengan daya yang tidak terlalu besar, sekitar 1-2 hp.
Untuk mengetahui kelayakan penggunaan mesin ini perlu dilakukan analisis teknis dan
ekonomis penggunaan mesin. Secara teknis paddy mower layak dioperasikan
(Suharyatun dkk., 2018).

2.4 Bagian-bagian Mower

Menurut Warta dan Riva (2019), alat pemotong tipe gendong mempunyai beberapa
bagian berserta fungsi diantaranya sebagai berikut.
A. Tali gendong alat yang digunakan untuk membantu dalam mengangkat alat agar
mudah digunakan.
B. Unit daya gendong alat yang digunakan untuk menempatkan controller mesin
C. Palang alat yang dipasang pada alat pemotong rumput yang dirancang untuk
menjaga jarak minimum antara operator dan pisau potong ketika alat sedang
dijalankan.
D. Pisau potong alat yang berputar dengan tepi yang tajam untuk memotong.
E. Pelindung pisau potong alat untuk melindungi pengguna dari pisau potong dan
benda-benda yang terlontar ketika alat dijalankan.
F. Poros dan selubung poros berfungsi meneruskan daya selubung poros, selubung
poros yang digunakan untuk melindungi batang pada transmisi daya.
G. Pegangan depan alat pendukung yang dipasang pada alat pemotong rumput yang
digunakan oleh operator untuk menahan, mengerakkan dan mengarahkan pisau
potong.
H. Pegangan belakang alat pendukung yang dipasang pada alat pemotong rumput
yang digunakan oleh operator untuk membantu pegangan depan dalam menahan,
mengerakkan dan mengarahkan pisau potong.
3. METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum Mower dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 September 2019, pukul 09.00
WITA sampai selesai bertempat di Exfarm, Fakultas Pertanian, Universitas
Hasanuddin.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada praktikum mower adalah mower dan kamera.
Sedangkan bahan yang digunakan yaitu bahan bakar (bensin) dan oli.

3.3 Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja dari praktikum ini yaitu sebagai berikut:


A. Menyiapkan alat dan bahan.
B. Menyalakan starter mower dengan cara menarik tuas penyalaansecara cepat
hingga enjin menyala.
C. Mengangkat dan menggendong mower di punggung dengan mengaitkan sabuk
gandeng di pundak.
D. Memegang handle sekaligus menyetel tuas gas sesuai kebutuhan.
E. Mengayunkan stick kearah rumput yang akan dipotong
F. Mendokumentasikan proses praktikum.
G. Menyetel tuas gas untuk mematikan enjin
4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

A. Bagian-bagian mower tampak samping

3
4

Gambar 4-2. Mower tampak samping.


Tabel 4-1. Fungsi dari bagian-bagian pada mower tampak depan.
No. Nama bagian Fungsi
1. Penutup tangki bahan bakar Untuk menutup tangki bahan bakar.
2. Tangki bahan bakar Sebagai penampungan bahan bakar.
3. Engine Sumber tenaga mower
4. Sandaran Sebagai sandaran saat menggendong mower
5. Sabuk gandeng Digunakan untuk menggendong mower.

B. Bagian pemotong mower

3
6
4
7
5

Gambar 4-2. Mower bagian pemotong.


Tabel 4-2. Fungsi dari bagian-bagian pada mower bagian pemotong.
No. Nama bagian Fungsi
1. Sistem Gir dan Pengunci Blade Sebagai tempat untuk memasang pisau
(blade) yang akan digunakan
2. Spatboard Untuk menghalagi kerikil, dan
batu-batuan yang dapat mengenai
pengguna pemotong rumput
3. Stick Sebagai tempat melekatnya spatboard dan
handle setengah lingkaran
4. Handle Sebagai pegangan tangan saat ingin
mengendalikan stick
5. Tuas gas Untuk mengatur kecepatan putar dari
pisau pemotong.
6. Flexible shaft Mentransmisikan gerakan putar
7. Grip Sebagai pegangan tangan belakang saat
ingin mengatur tuas gas

4.2 Pembahasan

Berdasarkan praktikum mower yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa mower
merupakan suatu mesin yang digunakan untuk memotong rumput dengan
pemotongannya menggunakan pisau berputar yang digerakkan oleh engine alat ini
dimodifikasi dari alat pemotong rumput dapat juga digunakan untuk memotong batang
padi pada saat proses pemanenan. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Anisa (2018),
yang menyatakan bahwa Paddy mower merupakan salah satu mesin pemotong padi
yang dimodifikasi dari alat pemotong rumput tipe gendong.
Selain itu pada praktikum ini, perlu diketahui prinsip kerja dari alat yang akan
digunakan. Adapun prinsip kerja dari alat mower ini yaitu dengan cara pertama
menyalakan alat kemudian memotong tanaman yang akan dipanen misalkan tanaman
padi menggunakan pisau pemotong dengan cara mengarahkan ke tanaman padi dengan
cara diayungkan kemudian merobohkannya ke arah kiri. Hal tersebut sesuia dengan
pernyataan Anisa (2018), yang menyatakan bahwa prinsip kerja dari mower yaitu
prinsip kerjanya memotong tanaman padi menggunakan pisau potong, mengarahkan
serta merobohkan padi kearah kiri.
Sebelum melakukan pengoperasian mower, perlu mengetahui bagian-bagian dari
mower beserta fungsinya seperti yang terlihat pada tabel sebelumnya. Hal tersebut
berguna agar pada proses penggunaan mower dapat dilakukan dengan baik dan benar
sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja. Adapun bagian-bagian dari mower yaitu
engine yang berfungsi sebagai tenaga penggerak utama, handle Sebagai pegangan
tangan saat ingin mengendalikan stick, sabuk gandeng digunakan untuk menggendong mower
dan beberapa komponen lainnya, hal ini sesuai dengan pernyataan Warta dan Riva (2019)
yang menyatakan bahwa tali gendong atau sabuk gendong yaitu alat yang digunakan
untuk menggendong dan membantu dalam mengangkat alat agar mudah digunakan.
5. KESIMPULAN

Mower merupakan salah satu mesin pemotong yang digunakan untuk memotong
rumput maupun padi. Dimana pemotongannya menggunakan pisau berputar yang
digerakkan oleh engine. Prinsip kerja dari alat mower ini yaitu dengan cara
menyalakan alat kemudian memotong tanaman yang akan dipanen misalkan tanaman
padi menggunakan pisau pemotong dengan cara mengarahkan ke tanaman padi dengan
cara diayungkan kemudian merobohkannya ke arah kiri dan terdapat beberapa
komponen-komponen dari mower salah satunya yaitu yaitu engine, handle dan sabuk
gendong.
DAFTAR PUSTAKA

Anisa, S. 2018. Unjuk Kerja Mesin Pemotong Padi (Paddy mower) pada Proses
Pemanenan Padi (Oryza Sativa L.) di Lahan Basah. Universitas Lampung
Bandar Lampung.
Aldillah, R, 2016. Kinerja Pemanfaatan Mekanisasi Pertanian dan Implikasinya dalam
Upaya Percepatan Produksi Pangan di Indonesia. Online. Vol 32 No 2. Pusat
Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Bogor.
Nofriady, H dan Suryadi. 2013. Studi Penggunaan Kabel T dan Senar Nilon sebagai
Mata Potong Alternatif pada Mesin Pemotong Rumput. Jurnal Teknik
Mesin.Vol. 3, No. 2, 9 - 12
Sadewo, W. B. 2018. Kinerja Pemanenan Padi dengan Sabit, Paddy Mower, dan
Combine Harvester pada Sistem Tanam Jajar Legowo. Istitut Pertanian Bogor.
Bogor.
Suharyatun, S. Sandi A. Agus H. Budianto L. Muhammad TAS. Siti A. 2018. Analisis
Ekonomi Mesin Pemotong Padi (Paddy Mower) Tipe GLX 328-RH.
Setiawan, D, 2018. Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Analisis Potensi Alat
dan Mesin Pertanian Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi. Universitas
Lampung. Bandar Lampung.
Warta dan Riva, D, 2019. Modifikasi Pisau Alat Pemotong Rumput Tipe Gendong
Menjadi Alat Penggembur Tanah Jenis Roda Besi Bersirip. Skripsi. Universitas
Sumatera Utara Medan.
LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi Praktikum

Gambar 4-4. Dokumentasi pengoperasian mower.