Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PRAKTIKUM

MK. MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN


PENGENALANMESIN DAN PERALATAN PERTANIAN
Oleh:
Shift/ Kelompok

: B1 / 2

Hari, Tanggal Praktikum

: Selasa, 22 September 2015

Anggota Kelompok

: 1. Saeful Uyun

240110090089

2. Nita Yulia S

240110120074

3. Laeli Dyah Tantri

240110120077

4. Anisa Yanthy R

240110120080

5. Sajidin

240110120082

6. Ghifari Rezka P

240110120095

7. Nadya Shita K

240110120096

Asisten

: 1. Ichwan Cahyana
2. Ari M. Satrianagara
3. Clint M
4. Dimas Nurjaman
5. Alline Dwi Putri L

DEPARTEMEN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara agraris dimana potensi sumber daya alam
pertanian dalam negeri sangat besar, terutama untuk mendukung penyediaan
pangan nasional. Salah satu hal yang dapat dilakukan sebagai upaya
meningkatkan ketahanan pangan adalah dengan kegiatan mekanisasi pertanian
(penggunaan peralatan dan mesin pertanian). Mekanisasi pertanian mencakup
pada penggunaan alat dan mesin untuk pengembangan lahan pertanian,
pengolahan tanah, budidaya pertanian, proses pemanenan, dan pasca panen.
Kegiatan mekanisasi di bidang pertanian dimulai akibat semakin
bertambahnya kebutuhan akan hasil pertanian, sehingga bidang pertanian dan
industri teknologi pertanian didorong untuk semakin maju dan berkembang. Hal
ini juga dikarenakan tenaga manusia dan hewan ternak yang jumlanya terbatas,
sehingga perlu adanya bantuan dari alat dan mesin pertanian untuk memenuhi
kebutuhan pangan.
Pada dasarnya tujuan pokok mekanisasi di bidang pertanian adalah untuk
meningkatkan produktivitas pekerja dan meningkatkan kualitas kerja di lahan.
Maka dari itu, penggunaan alat dan mesin pertanian dianggap sebagai salah satu
alternatif untuk mengisi kebutuhan tenaga dalam peningkatan kegiatan pertanian
dan produksi bahan hasil pertanian.
1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Mengetahui jenis mesin dan peralatan pertanian untuk praktikum.


Mengetahui fungsi dan kegunaan mesin dan peralatan pertanian.
Menggambar, memfoto mesin dan peralatan pertanian.
Mengukur dimensi dan mencatat spesifikasi mesin dan peralatan pertanian.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

.1 Macam dan Cara Pengolahan Tanah.


Berdasarkan atas tahapan kegiatan, hasil kerja dan dalamnya tanah yang
menerima perlakuan pengolahan tanah, kegiatan pengolahan tanah dibedakan
menjadi dua macam, yaitu pengolahan tanah pertama atau awal (primary tillage)
dan pengolahan tanah kedua (secondary tillage).
Dalam pengolahan tanah pertama, tanah dipotong kemudian diangkat terus
dibalik agar sisa-sisa tanaman yang ada di permukaan tanah dapat terbenam di
dalam tanah. Kedalaman pemotongan dan pembalikan umumnya diatas 15 cm.
Pada umumnya hasil pengolahan tanah masih berupa bongkah-bongkah tanah
yang cukup besar, karena pada tahap pengolahan tanah ini penggemburan tanah
belum dapat dilakukan dengan efektif. Dalam pengolahan tanah kedua, bongkahbongkah tanah dan sisa-sisa tanaman yang telah terpotong pada pengolahan tanah
pertama akan dihancurkan menjadi lebih halus dan sekaligus mencampurnya
dengan tanah (Tiara, 2012).

.2 Traktor Poros Tunggal


Traktor poros tunggal

atau traktor tangan (hand tractor) merupakan

sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan


digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini
merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga
penggerak implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan
lain-lain.
Berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan, traktor tangan dapat dibagi
menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Traktor tangan berbahan bakar Solar


2. Traktor tangan berbahan bakar bensin
3. Traktor tangan berbahan bakar minyak tanah (kerosin)
Berdasarkan besarnya daya motor, traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga
jenis, yaitu :

Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp

Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp

Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara 712 hp

Bagian-bagian utama dari traktor tangan dapat dilihat pada gambar di bawah
ini :

Gambar 1. Traktor Tangan


(Sumber: http://www.ideelok.com/alat-dan-mesin/traktor-tangan)

Keterangan gambar:

1) Lamp

7) Clutch-brake handle

2) Engine

8) Throttle control handle

3) Clutch

9) Steering hand grip

4) Gearbox

10) Traction adapter

5) Handlebar

11) Driving wheel

6) Speed-changing

12) Frame

Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3


kelompok, yaitu:
1)
2)
3)

Tenaga penggerak motor


Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
Tuas kendali.
Traktor tangan merupakan traktor yang hanya mempunyai sebuah poros

roda (beroda dua). Traktor ini mempnyai panjang berkisar 1740-2290 mm, lebar
berkisar 710-880 mm dan dayanya berkisar 6-10 HP. Sebagai daya penggerak
utamanya menggunakan motor diesel silinder tunggal.

.3 Bajak Singkal
Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan
sangat baik untuk membalik tanah. Bagian dari bajak singkal yang memotong dan
membalik tanah disebut bottom. Suatu bajak dapat terdiri dari satu bottom atau
lebih. Bottom ini dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu : 1) singkal
(moldboard), 2) pisau (share), dan 3) penahan samping (landside). Ketiga bagian
utama tersebut diikat pada bagian yang disebut pernyatu (frog). Unit ini
dihubungkan dengan rangka (frame) melalui batang penarik (beam). Bagianbagian dari bajak singkal satu bottom.
Pada saat bajak bergerak maju, maka pisau (share) memotong tanah dan.
mengarahkan potongan/keratan tanah (furrow slice) tersebut ke bagian singkal.
Singkal akan menerima potongan tanah, dan karena kelengkungannya maka
potongan tanah akan dibalik dan pecah. Kelengkungan singkal ini berbeda untuk
kondisi dan jenis tanah yang berbeda agar diperoleh pembalikan dan pemecahan
tanah yang baik.

Penahan samping adalah bagian yang berfungsi untuk menahan tekanan


samping dari keratan tanah pada singkal, disamping sekaligus menjaga kestabilan
jalannya bajak sewaktu bekerja. Bagian yang paling banyak bersinggungan
dengan tanah dari bagian ini adalah bagian belakang yang disebut tumit (heel).
Untuk menjaga keausan karena gesekan dengan tanah, bagian tumit ini dalam
pembuatannya diperkeras.
Selain dari bagian-bagian diatas, bajak singkal diperlengkapi dengan alat
yang disebut pisau pemotong (coulter). Bagian ini berfungsi untuk membelah
tanah atau tumbuhan atau sampah-sampah yang ada diatas tanah sebelum pisau
bajak memotong tanah. Dengan demikian sisa-sisa tumbuhan diatas tanah dapat
dibalik dengan baik dan memperingan pekerjaan pisau bajak. Ada dua bentuk
pisau pemotong, yaitu pisau pemotong stasioner (stationary knife) dan pisau
pemotong berputar (rolling coulter) seperti terhhat pada Gambar 1.

Stationary knife
Rolling colter
Gambar 2. Beberapa Jenis dari Pisau Pemotong (Coulter)
(Sumber: http://web.ipb.ac.id)

Ukuran bajak adalah lebar bajak, dinyatakan dalam satuan panjang.


Ukuran dari satu bajak adalah dengan mengukur jarak dari sayap (wing) sampai
penahan samping. Secara teoritis ukuran ini dapat dianggap sebagai lebar
pembajakan atau lebar pemotong tanah.
Bajak singkal apabila dilihat dari atas atau samping akan terlihat suatu
rongga atau hisapan (suction). Suction ini perlu untuk mencapai kedalaman atau
lebar potongan bajak. Besarnya suction ini beragam dari 1/8 sampai 3/16 inci.
Ukuran ini disebut juga celah (clearance). Tempat dari suction ini berbeda untuk

bajak yang mempunyai roda belakang (real furrow wheel) dan tanpa roda
belakang (Gambar 20 dan 21). Disamping untuk pemotongan tanah, hisapan
(suction) ini berperan juga dalam menstabilkan jalannya bajak.
Hisapan keb awah (Down suction) atau celah vertikal (vertical clearance)
beragam dari 1/8 sampai 3/16 inci pada bajak tanpa roda belakang tergantung dari
jenis alat dan jenis tanah. Pada bajak dengan roda belakang, hisapan kebawah
(down suction) sebesar 1/4 sampai 1/2 inci.

Down suction
Side suction
Gambar 3. Hisapan (Suction) pada Bajak Singkal yang mempunyai Roda
Belakang (Rear Furrow Wheel)
(Sumber: http://web.ipb.ac.id)

Down suction

Side suction

Gambar 4. Hisapan (Suction) pada Bajak Singkal yang tidak Mempunyai Roda
Belakang
(Sumber: http://web.ipb.ac.id)

Bila bajak singkal bekerja memotong dan membalik tanah maka akan
terbentuk alur yang disebut furrow. Bagian tanah yang diangkat dan diletakkan
kesamping, disebut keratan tanah (furrow slice). Bila pekerjaan dimulai dari
tengah areal secara bolak-balik dan arah perputaran ke kanan, maka akan
berbentuk alur balik (Back furrow) (Gambar 22). Bila pekerjaan bolak balik
dimulai dari tengah dan arah perputaran ke kiri, maka akan terbentuk alur mati
(Dead furrow). Pembalikan tanah umumnya kekanan.

Dalam operasional bajak dapat digolongkan atas bajak tarik (trailing


moldboard plow) dan bajak yang dapat diangkat secara hidrolik (mounted
moldboard plow). Dilihat dari hasil kerjanya dapat digolongkan atas bajak satu
arah (one way) dan bajak dua arah (two way). Menggunakan bajak dua arah
memberikan keuntungan dalam menghindari terbentuknya alur balik (back
furrow).

Gambar 5. Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Singkal


(Sumber: http://web.ipb.ac.id)

.4 Bajak Piring
Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumputrumput pada permukaan tanah, untuk rnenghancurkan permukaan tanah sehingga
keratan tanah ( furrow slice) lebih berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat
digunakan untuk penyiangan, atau untuk menutup biji-bijian yang ditanam secara
sebar.
Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (trailing
disk harrow), dan 2) garu piring tipe angiat (mounted disk harrow). Garu piring
dapat mempunyai aksi tunggal (single action) apabila pada saat memotong tanah
hanya melempar tanah ke satu arah saja. Juga dapat mempunyai aksi ganda
(double action ) apabila piringan yang di depan berlawanan arah dengan yang di
belakang dalam melempar tanah. Gambar 30 menunjukkan garu piring aksi
tunggal, sedangkan Gambar 31. memperlihatkan garu piring aksi ganda.
Apabila posisi garu piring dalam penggandengannya dengan traktor
menyamping, maka garu tersebut disebut garu offset. Bagian-bagian dari garu
piring adalah : piringan (disk), as (gang/arbor bolt), rangka (frame), bantalan
(bearing), bumper, kotak pemberat, dan pembersih tanah (scaper).
Piringan dap at bersisi rata atau bergerigi piringan yang bergerigi biasanya
digunakan pada lahan yang mempunyai banyak sisa-sisa tanaman. Ukuran umum
berkisar antara 45 sampai 60 cm, sedangkan untuk tugas berat (heavy duty) antara
65 sampai 70 cm.

Piringan dipasang pada suatu as yang berbentuk persegi dengan jarak


antara 15 sampai 22 cm, atau 25 sampai 30 untuk tugas berat dan masing-maing
dipisahkan oleh gelondong (spool).
Masing-masing as (gang) diikat ke rangka melalui standar yang berdiri
pada bantalan. Untuk garu yang ringan satu as mempunyai dua bantalan,
sedangkan yang berat lebih dari dua bantalan.
Pada ujung as di bagian cembung piringan ditempatkan bumber berupa
besi tuang yang eukup berat untuk menambah tekanan ke samping. Apabila garu
piring tidak cukup berat untuk memecah tanah, maka dapat ditambah beban yang
ditempatkan pada kotak pemberat. Untuk membersihkan tanah yang melekat pada
piringan, biasanya setiap piringan dilengkapi dengan pengeruk tanah (scraper)
yang diikat pada rangka.

Gambar 6. Garu Piring Aksi Ganda


(Sumber: http://web.ipb.ac.id)

.5 Garu Putar (Rotary)


Garu rotari ada dua macam, yaitu : garu rotari cangkul (rotary hoe harrow)
dan garu rotari silang (rotary cross harrow). Garu

rotari

cangkul

merupakan

susunan roda yang dikelilingi oleh gigi-gigi berbentuk pisau yang dipasangkan
pada as dengan jarak tertentu dan berputar vertikal. Putaran roda garu ini
disebabkan oleh tarikan traktor. Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 7. Garu Rotari Cangkul (Rotary Hoe Harrow)


(Sumber: http://web.ipb.ac.id)

BAB III
METODE
3.1.
3.1.1.

Alat dan Bahan


Alat
Alat yang digunakan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Meteran
2. Alat Tulis
3. Buku Catatan

3.1.2. Bahan
1.
2.
3.
4.

3.2

Bahan yang digunakan untuk melakukan praktikum ini adalah :


Imelemen traktor poros ganda bajak rotary
Implemen traktor poros ganda planter
Implemen traktor poros ganda bajak piring
Implemen traktor poros tunggal bajak rotary

Metodologi

Metode yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :


1. Menyiapkan meteran sebagai pengukur implemen
2. Mengukur dimensi komponen implemen sebagai acuan pada sketsa
3. Menggambar teknik implemen traktor berdasarkan data pengukuran yang
diperoleh

4. Mengidentifikasi spesifikasi traktor poros tunggal dan ganda yang berada


di tempat praktikum

BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.1 Hasil Sketsa Alat

Gambar 8. Bajak Piring

Gambar 9. Bajak Singkal

Gambar 10. Bajak Rotary Tunggal

Gambar 11. Bajak Rotary Ganda

Gambar 12. Sketsa Planter

Gambar 13. Planter

Laeli Dyah Tantri


240110120077

BAB V
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
4.2 Pembahasan
Pada praktikum mesin dan peralatan pertanian kali ini mahasiswa
dikenalkan dengan mesin dan peralatan pertanian yang ada di Laboratorium
Mekanisasi Pertanian. Jenis mesin dan peralatan pertanian yang dikenalkan
berupa traktor tangan, bajak singkal, bajak rotary, garu sisir, roda sangkar,
planter, dan bajak piring. Pada praktikum kali ini juga selain mengenal
mahasiswa juga mengetahui fungsi serta kegunaan, menggambar, dan mengukur
dimensi dan mencatat spesifikasi mesin dan peralatan pertanian.
Bajak singkal umumnya digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan
tanah pertama. Berfungsi untuk membalikkan, pemecah tanah, memotong ataupun
pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam tanah. Bajak singkal merupakan salah
satu implemen yang umumnya digandengakan dengan sumber tenaga penggerak
seperti traktor poros ganda, kerbau ataupun sapi. Dalam penggunaan bajak singkal
sebagai implemen ini diperlukan keterampilan yang lebih baik dari pengemudinya
sebab kontruksi bajak singkal ini lebih rumit dan ukurannya bajak yang besar
memerlukan sistem hidrolis untuk pemutaran mata bajaknya.
Bajak putar (rotary plow) merupakan salah satu implemen yang digunakan
guna menghasilkan tanah yang gembur yang lebih halus. Bajak ini umumnya

digunakan untuk tanah kering dan tanah sawah. Bajak putar juga merupakan salah
satu implemen yang digandengkan dengan sumber tenaga penggerak sama halnya
dengan bajak singkal. Bajak putar menggunakan tenaga putar tersendiri dimana
hasilnya dipengaruhi oleh tipe tanah, kecepatan perputaran pisau, sistem
pemasangan pisau (posisi bajak) dan posisi penutupnya.
Bajak piring berbentuk piringan cekung yang dapat berputar untuk
melempar tanah. Putaran yang terjadi dimaksudkan untuk mengurangi gesekan
pada tanah sehingga daya memecah tanah lebih ringan. Dapat bekerja di tanah
yang keras dan kering, tanah yang lengket, tanah yang berbatu, tanah yang berakar
Laeli Dyah Tantri
240110120077
dan dapat bekerja di tanah yang memerlukan pengerjaan dalam. Namun
kelemahannya tidak dapat menutup sisa tanaman / rumput yang telah terpotong,
bekas pembajakan tidak dapat betul-betul rata, hasil pengolahan tanahnya masih
berupa bongkahan-bongkahan.
Garu sisir atau garu bergigi paku (spikes tooth harrow) merupakan salah
satu implemen yang juga digandengkan dengam sumber tenaga penggerak. Garu
sisir ini umum digunakan petani di Indonesia karena dapat terbuat dari kayu
ataupun dari logam dan untuk pengolahan sawah dalam keadaan basah. Fungsi
dari garu sisir ini adalah untuk meratakan dan menghaluskan tanah sesudah
pembajakan dengan bajak singkal. Pengolahan tanah dengan menggunakan garu
sisir dilakukan setelah penggunakan bajak singkal karena garu sisir ini lebih
cocok digunakan pada tanah yang mudah hancur. Garu sisir efektif digunakan
untuk penyiangan pada tanaman yang baru tumbuh atau yang masih kecil-kecil.
Roda sangkar merupakan salah satu tipe roda besi pada traktor roda dua
yang berfungsi sebagai roda penggerak untuk mengurangi tekanan roda pada
tanah dan atau meningkatkan traksi sehingga traktor mudah bergerak, dengan
demikian terjadinya slip dapat diatasi. Roda ban karet adalah jenis ban dari karet
yang berfungsi untuk mendukung operasi traktor di lahan kering dan mendukung
transportasi di jalan.
Traktor poros tunggal atau yang dikenal juga sebagai traktor tangan adalah
salah satu mesin pertanian yang dilengkapi dengan motor penggerak. Traktor ini
umumnya dibedakan dalam tiga kategori berdasarkan daya serta ukurannya.
Berfungsi untuk mengolah tanah lahan-lahan yang cenderung kecil dan digunakan

untuk penanaman tanaman-tanaman yang berukuran kecil. Pada praktikum kali ini
traktor tangan yang digunakan adalah traktor tangan Mitsubishi dan traktor tangan
Kubota (G1000 Quick).
Dalam praktikum kali ini dalam mengukur dimensi mesin dan peralatan
pertanian praktikkan harus mengukur panjang, lebar, tinggi serta di buat sketsa
selanjutnya. Pengukuran dimensi dilakukan dengan menggunakan meteran. Hasil
pengukuran dapat dijadikan acuan dalam membuat model dari mesin dan
peralatan pertanian sehingga pengukuran dimensi ini harus dilakukan dengan teliti
serta baik dan benar. Dengan dilakukannya pengukuran dimensi ini juga
memberikan gambaran secara jelas mengenai bagian-bagian dari mesin dan
peralatan pertanian yang di amati.

Laeli Dyah Tantri


240110120077

4.3 Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah :
1. Jenis mesin dan peralatan pertanian yang dikenalkan pada praktikum kali ini
adalah bajak singkal, bajak rotary, garu sisir, roda sangkar, bajak piring, dan
traktor poros tunggal.
2. Fungsi dari mesin dan peralatan pertanian yang dikenalkan adalah untuk
pengolahan tanah.
3. Bajak singkal berfungsi untuk membalikkan, pemecah tanah, memotong
ataupun pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam tanah dan umumnya
merupakan tindakan yang dilakukan pada pengolahan tanah pertama.
4. Bajak putar berfungsi untuk menghasilkan tanah yang gembur yang lebih
halus. Biasa digunakan untuk tanah kering dan tanah sawah.
5. Garu sisir berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan tanah. Garu sisir
merupakan salah satu implemen.
6. Roda sangkar sebagai roda penggerak untuk mengurangi tekanan roda
sehingga traktor mudah bergerak
7. Traktor poros tunggal atau yang disebut sebagai traktor tangan ini berfungsi
untuk mengolah tanah lahan-lahan yang cenderung kecil dan digunakan untuk
penanaman tanaman-tanaman yang berukuran kecil.

Nita Yulia S
240110120074
4.3 Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, yaitu mengenai pengenalan alat
dan mesin pertanian di laboratorium, maka praktikan mengetahui jenis mesin dan
peralatan pertanian, fungsi dan kegunaan mesin dan peralatan tersebut, dan
dimensi serta spesifikasinya. Alat dan mesin yang diukur pada praktikum ini
adalah bajak piring, bajak singkal, mesin planter, garu, dan bajak rotary poros
tunggal.
Pada praktikum ini alat dan mesin yang diamati adalah yang berkaitan dengan
proses pengolahan tanah, yaitu bajak. Alat dan mesin pengolah tanah ini
digunakan sebagai tindakan mekanis untuk memperbaiki struktur tanah agar hasil
pertanian maksimum. Fungsi dari bajak tersebut diantaranya untuk memperbaiki
struktur tanah, mencampurkan pupuk sisa tanaman, memperbaiki aerasi tanah, dan
pemberantasan gulma. Mesin planter berfungsi untuk menjatuhkan benih pada
baris atau guludan yang sama, dan juga untuk mengendalikan spasi antara dua
baris benih yang berdekatan.
Pada dasarnya kegiatan pengolahan tanah dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
pengolahan tanah pertama (primary tillage) dan pengolahan tanah kedua
(secondary tillage). Pada pengeolahan tanah pertama, peralatan yang digunakan
yaitu berupa plow (bajak), sementara itu untuk pengolahan tanah kedua
menggunakan harrow (garu). Kedua alat ini dipasang di belakang traktor
kemudian ditarik ketika akan dioperasikan untuk mengolah tanah.
Jenis bajak yang diamati selama praktikum ini diantaranya adalah bajak
singkal, bajak piring, dan bajak rotary. Bajak singkal termasuk bajak yang paling
tua dan paling banyak digunakan oleh para petani di Indonesia. Bajak singkal ini
merupakan bajak dengan proses pembalikan tanah yang sangat baik, biasanya

bajak ini digunakan pada lahan yang sudah lama diolah, harga bajak ini relatif
murah, namun bajak ini tidak cocok untuk tanah yang kondisinya berbatu dan
berakar. Secara umum bajak singkal dibedakan atas 2 jenis, yaitu bajak singkal
satu arah dan bajak singkal dua arah.
Bajak piring memiliki kegunaan yang sama dengan bajak singkal, yaitu untuk

Nita Yulia S
pengolahan tanah di tahap pertama. Piringan pada bajak ini berfungsi untuk 240110120074
memotong dan membalik tanah. Bajak piring memberikan hasil pembajakan tanah
yang sangat baik, bajak ini juga cocok untuk digunakan pada tanah yang berbatu
dan berakar, cocok untuk lahan yang baru dibuka, dan memiliki harga yang relatif
murah. Bajak rotary (putar) ini dapat digunakan pada lahan atau tanah yang
kering maupun tanah sawah. Penggunaan bajak putar dapat memberikan hasil
yang lebih baik pada proses pengolah tanah, namun seringkali menghasilkan
bongkahan-bongkahan yang besar pada saat melakukan pengolahan tanah,
sehingga biasanya masih diperlukan tambahan pengerjaan untuk lebih
menghaluskan tanah, salah satunya dengan menggunakan alat garu.
Alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk melakukan secondary tillage
adalah garu (harrow). Penggunaan garu sebagai pengolah tanah kedua, selain
bertujuan untuk lebih meghancurkan dan meratakan permukaan tanah, juga
bertujuan untuk mengawetkan lengas tanah dan meningkatkan kandungan unsur
hara pada tanah. Mekanisasi pertanian ternyata tidak hanya memberikan dampak
positif, namun ada juga dampak negatif seperti timbulnya hardpan di bawah
lapisan tanah yang diolah, hardpan tersebut keras dan kedap air, sehingga drainase
dan pertumbuhan akar akan terhambat.
4.4 Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Alat dan mesin pengolah tanah digunakan sebagai tindakan mekanis untuk
memperbaiki struktur tanah agar hasil pertanian maksimum.
2. Kegiatan pengolahan tanah dibagi menjadi 2 jenis, yaitu pengolahan tanah
pertama (primary tillage) dan pengolahan tanah kedua (secondary tillage).
3. Pada pengeolahan tanah pertama, peralatan yang digunakan yaitu berupa
plow (bajak), sementara itu untuk pengolahan tanah kedua menggunakan
harrow (garu).

4. Penggunaan bajak seringkali menghasilkan bongkahan-bongkahan yang besar


sehingga diperlukan tambahan pengerjaan untuk lebih menghaluskan tanah,
yaitu menggunakan garu.
5. Dampak negatif dari mekanisasi pertanian yaitu timbulnya hardpan di bawah
lapisan tanah yang diolah, sehingga drainase dan pertumbuhan akar akan Nadya Shita K
240110120096
terhambat.
4.5 Pembahasan
Pada praktikum mesin dan peralatan pertanian kali ini mahasiswa
dikenalkan dengan mesin dan peralatan pertanian yang ada di Bengkel Gedung 4.
Jenis mesin dan peralatan pertanian yang dikenalkan berupa planter, bajak piring,
bajak singkal, rotary, garu dan roda sangkar. Jenis mesin dan peralatan pertanian
tersebut merupakan alat dan mesin pengolahan tanah. Pengolahan tanah ialah
usaha yang bertujuan untuk mempersiapkan lahan yang nantinya akan dilakukan
sebagai tempat pertumbuhan tanaman. Tujuan pengolahan tanah lainnya ialah
memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah, pemberantasan gulma dan
memaksimumkan pertumbuhan dan hasil tanaman.
Pengolahan tanah dibagi menjadi dua yaitu pengolahan tanah pertama
(primary tillage equipmenti) dan pengolahan tanah kedua (secondary tillage
equipment). Pengolahan tanah pertama terdiri dari memotong dan membalik
tanah, membentuk tanah menjadi bongkahan besar, membuat gulma terkubur dan
menaikan sub soil ke permukaan. Pengolahan tanah kedua terdiri dari membuat
tanah gembur dan rata, memperbaiki tata air, menghancurkan gulma serta
memperbaiki alur tanaman dan guludan.
Alat dan mesin pertanian merupakan hal pendukung untuk dilakukannya
pengolahan tanah. Bajak singkal umumnya digunakan untuk tahapan kegiatan
pengolahan tanah pertama. Bajak singkal merupakan salah satu implemen yang
umumnya digandengakan dengan sumber tenaga penggerak seperti traktor poros
ganda, kerbau ataupun sapi. Mata bajak (share) pada bajak singkal berfungsi
untuk memotong tanah, cara kerjanya adalah

menghancurkan dan membalik

tanah, bentuknya yang melengkung saat bajak bergerak maju, tanah yang
terpotong akan terangkat ke atas kemudian dibalik dan dilemparkan (daun
singkal). Pelurus samping pada bajak singkal berfungsi untuk menjaga kestabilan
jalannya bajak singkal. Pengatur kedalaman pengolahan tanah pada bajak singkal

berfungsi untuk mengontrol kedalaman hasil pembajakan tanah. Bajak singkal ini
memiliki dua tipe yaitu satu arah dan dua arah, kegunaan dari bajak singkal ini
adalah pengolahan tanah menggunakan sistem kontur sehingga hasil kerjanya

Nadya Shita K
tidak akan berbentuk alur mati (dead furrow) ataupun alur punggung (back 240110120096
furrow) sehingga bajakan dapat teratur dan rata dan penanam nantinya pun akan
dapat dengan mudah dilakukan. Namun dalam penggunaan bajak singkal sebagai
implemen ini diperlukan keterampilan yang lebih baik dari pengemudinya sebab
kontruksi bajak singkal ini lebih rumit dan ukurannya bajak yang besar
memerlukan sistem hidrolis untuk pemutaran mata bajaknya.
Bajak putar (rotary plow) merupakan salah satu implemen yang digunakan
guna menghasilkan tanah yang gembur yang lebih halus. Bajak ini umumnya
digunakan untuk tanah kering dan tanah sawah. Bajak putar juga merupakan
salah satu implemen yang digandengkan dengan sumber tenaga penggerak sama
halnya dengan bajak singkal. Bajak putar menggunakan tenaga putar tersendiri
dimana hasilnya dipengaruhi oleh tipe tanah, kecepatan perputaran pisau, sistem
pemasangan pisau (posisi bajak) dan posisi penutupnya.
Garu sisir atau garu bergigi paku (spikes tooth harrow) merupakan salah
satu implemen yang juga digandengkan dengam sumber tenaga penggerak. Garu
sisir ini umum digunakan petani di Indonesia karena dapat terbuat dari kayu
ataupun dari logam dan untuk pengolahan sawah dalam keadaan basah. Fungsi
dari garu sisir ini adalah untuk meratakan dan menghaluskan tanah sesudah
pembajakan dengan bajak singkal. Pengolahan tanah dengan menggunakan garu
sisir dilakukan setelah penggunakan bajak singkal karena garu sisir ini lebih
cocok digunakan pada tanah yang mudah hancur. Garu sisir efektif digunakan
untuk penyiangan pada tanaman yang baru tumbuh atau yang masih kecil-kecil.
Traktor poros tunggal atau yang dikenal juga sebagai traktor tangan adalah
salah satu mesin pertanian yang dilengkapi dengan motor penggerak. Traktor ini
umumnya dibedakan dalam tiga kategori berdasarkan daya serta ukurannya.
Berfungsi untuk mengolah tanah. Dalam praktikum kali ini mahasiswa dikenalkan
dengan dua jenis traktor tangan yang berbeda merk. Perbedaan antara kedua
traktor ini adalah yang satu merupakan traktor tangan biasa dan yang satu lagi
merupakan traktor yang dapat dipasang planter.

Dalam praktikum kali ini dalam mengukur dimensi mesin dan peralatan
pertanian praktikkan harus mengukur panjang, lebar, tinggi serta di buat sketsa
selanjutnya. Pengukuran dimensi dilakukan dengan menggunakan meteran. Hasil
Nadyamesin
Shita K
pengukuran dapat dijadikan acuan dalam membuat model dari
dan
240110120096
peralatan pertanian sehingga pengukuran dimensi ini harus dilakukan dengan teliti
serta baik dan benar. Dengan dilakukannya pengukuran dimensi ini juga
memberikan gambaran secara jelas mengenai bagian-bagian dari mesin dan
peralatan pertanian yang di amati.
4.6 Kesimpulan
Simpulan dari laporan praktikum kali ini adalah:
1. Jenis mesin dan peralatan pertanian yang dikenalkan berupa planter, bajak
piring, bajak singkal, rotary, garu dan roda sangkar.
2. Fungsi dari mesin dan peralatan pertanian yang dikenalkan adalah untuk
pengolahan tanah.
3. Tujuan pengolahan tanah lainnya ialah memperbaiki struktur tanah,
memperbaiki aerasi tanah, pemberantasan gulma dan memaksimumkan
pertumbuhan dan hasil tanaman.
4. Pengolahan tanah dibagi menjadi dua yaitu pengolahan tanah pertama
(primary tillage equipmenti) dan pengolahan tanah kedua (secondary tillage
equipment).
5. Bajak singkal berfungsi untuk membalikkan, pemecah tanah, memotong
ataupun pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam tanah dan umumnya
merupakan tindakan yang dilakukan pada pengolahan tanah pertama.
6. Bajak putar berfungsi untuk menghasilkan tanah yang gembur yang lebih
halus. Biasa digunakan untuk tanah kering dan tanah sawah.
7. Garu sisir berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan tanah. Garu sisir
merupakan salah satu implemen.
8. Traktor poros tunggal atau yang disebut sebagai traktor tangan ini berfungsi
untuk mengolah tanah. Terdapat dua jenis traktor pada laboratorium yaitu
traktor tangan biasa dan traktor tangan yang dapat dipasangi planter.

Sajidin
240110120082
4.7 Pembahasan
Pada praktikum Mesin dan Peralatan Pertanian kali ini, praktikan
belajarmengenali alat dan mesin pertanian, yakni pengenalan jenis-jenis
implement yang digunakan dalam pengoperasian traktor. Dimana tahapan yang
dilakukan adalah mengukur dimensi dan mengambil gambar implement.
Setiap kelompok diberikan tugas mengukur empat implement traktor,
dimana ada satu implemen yang berbeda-beda setiap kelompoknya dan tiga
implemen lainnya sama. Kami dari praktikan shift B1 kelompok 2 diberikan tugas
pengukuran wajib, yakni mengukur bajak planter, serta tiga implemen yang
dikerjakan bersama kelompok lain, yaitu bajak piring, rotary dan singkal.
Setelah melakukan pengukuran keempat implemen tersebut, diperoleh
bahwa setiap implemen traktor memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda.
Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing implemen memiliki kegunaan dan
pemakaiannya yang berbeda.
Bajak singkal dapat digunakan pada berbagai jenis tanah, kecuali tanah
berbatu dan banyak akar tumbuhan, karena akan memperbesar gaya yang
dihasilkan oleh traktor dalam mengolah suatu lahan. Pada bajak singkal ini
terdapat tiga bagian utama, yaitu

singkal (moldboard),

pisau (share), dan

penahan samping (landside). Ketiga bagian utama tersebut diikat pada bagian
yang disebut pernyatu (frog). Unit ini dihubungkan dengan rangka (frame) melalui
batang penarik (beam). Bagian-bagian dari bajak singkal satu bottom
Bajak piring sangat cocot digunakan pada lahan yang berbatu dan berakar,
karena piringan yang terdapat pada bajak piring dapat memotong akar-akar dan
dapat melewati batu-batu yang dilaluinya. Secara umum garu piring dibagi atas
garu piring tipe tarik (trailing disk harrow), dan 2) garu piring tipe angiat
(mounted disk harrow). Garu piring dapat mempunyai aksi tunggal (single action)
apabila pada saat memotong tanah hanya melempar tanah ke satu arah saja. Juga
dapat mempunyai aksi ganda (double action ) apabila piringan yang di depan

berlawanan arah dengan yang di belakang dalam melempar tanah. Gambar 30

Sajidin
menunjukkan garu piring aksi tunggal, sedangkan Gambar 31. memperlihatkan 240110120082
garu piring aksi ganda.
Bajak rotari cangkul merupakan susunan roda yang dikelilingi oleh gigigigi berbentuk pisau yang dipasangkan pada as dengan jarak tertentu dan berputar
vertikal. Putaran roda garu ini disebabkan oleh tarikan traktor.
Pada bajak planter berbeda dengan berbeda dengan ketiga bajak diatas.
Bajak singkal, piringan dan rotary digunakan dalam pengolahan tanah pertama,
sedangkan bajak planter digunakan dalam pengolahan tanah kedua, dimana bajak
planter ini berperan dalam pembuatan alur tanam dan penyebaran benih-benih
tanaman.
Praktikum mengenai pengenalan implemen-implemen traktor ini sangat
berguna bagi praktikan yang notabene-nya sebagai mahasiswa teknik pertanian
yang nantinya ilmu dari praktikum kali ini dapat diterapkan dalam pengolahan
lahan pertanian, seperti bagaimana cara memilih jenis bajak yang akan cocok
dengan lahan yang digunakan, bagaimana mengoperasikan implemen tersebut dan
sebagainya.
4.8 Kesimmpulan
Adapun kesimpulan yang diambil pada praktikum kali ini adalah
sebagai berikut :
1. Setiap

implemen

memiliki

bentuk

dan

ukuran

yang

berbeda ;
2. Perbedaan bentuk dan ukuran pada setiap implemen
menunjukkan bahwa implemen memiliki pemakaian dan
kegunaan yang berbeda juga ;
3. Bajak singkal, piringan dan

rotary

digunakan

pengolahan lahan pertama ;


4. Bajak planter digunakan dalam pengolahan kedua.

dalam

Ghifari Rezka P
240110120095
4.9 Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikan mengukur dimensi pada implemen
traktor poros tunggal dan ganda yang biasa digunakan di lahan pertanian.
Pengukuran ini dilakukan sebagai acuan dalam pembuatan sketsa nanti serta
gambar tekniknya dan untuk menambah wawasan praktikannya. Traktor, alat ini
sangat dibutuhkan pada kegiatan pertanian karena mampu meningkatkan
produktivitas. Pada traktor terdapat suatu sistem penggandengan yang digunakan
untuk fungsi-fungsi tertentu. Sistem penggandengan traktor yang terdiri dari satutitik-gandeng (drawbar-pull) dan 3-titik-gandeng (three-point-hitch) telah
disediakan pada sebuah traktor pertanian modern saat ini sebagai penerus daya
tarik (drawbar-pull) untuk menarik, memutar, menggerakkan, mengangkat,
mendorong alat dan mesin pertanian dan juga sebagai sumber daya penggerak
(daya putar-PTO) di lapangan pada suatu implemen misalnya bajak singkal, putar,
garu, dan lain-lain.
Implemen traktor yang dijadikan sebagai bahan praktikum ini bermacammacam, mulai dari implemen traktor poros tunggal seperti garu, rotary, singkal
dan roda sangkar serta implemen untuk traktor poros ganda berukuran sedang
seperti planter, rotary dan bajak piring. Implemen traktor yang disebutkan diatas
yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan digunakan pada saat waktu
tertentu tergantung kondisi lahan pertaniannya. Seperti halnya bajak singkal
digunakan untuk membalikan struktur tanah yang baru, sehingga bisa juga
meleburkan

tanah

agar

dapat

mempermudah

pada

proses

penanaman.

Berdasarakna fungsi tersebut, maka bajak singkal biasanya dipakai pada


pengolahan tanah tahap pertama .Bajak garu berdasarkan bentuk dan kegunaannya
dibedakan menjadi garu piringan dan bergigi paku, bentuk bajak garu yang
dijadikan sebagai bahan pada praktikum kali ini yaitu bajak garu bergigi paku,
bajak ini biasanya digunakan untuk mengolah tanah sawah yang sedang dalam

keadaan basah. Bajak garu ini digunakan setelah pengolahan tanah tahap pertama
yang menggunakan bajak singkal.
Bajak putar atau biasa disebut bajak rotary menghasilkan bongkahan-

Ghifari Rezka P
bongkahan tanah yang besar, maka dari itu perlu adanya tambahan perlakuan agar 240110120095
didapatkan keadaan tanah yang lebih halus. Bajak ini dapat digunakan di tanah
yang kering maupun basah. Bajak piring memiliki fungsi yang sama dengan bajak
singkal yaitu sebagai pengolah tanah tahap pertama, sedangkan implemen planter
digunakan untuk menanam benih.
Praktikum kali ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena untuk
mendapatkan ukuran yang detail maka seluruh bagian perlu diukur dengan baik.
Detail yang dimiliki pada implemen ini tidak sedikit pula namun dikarenakan
banyaknya ukuran yang sama jadi tidak terlalu membutuhkan waktu yang begitu
lama seperti halnya pada tebal besi titik gandeng dan besi penyambung poros
antar bilah bajak memiliki ukuran yang sama yaitu 1,5 cm. Kendala pada
praktikum kali ini, jumlah meteran yang diberikan hanya 1 buah sehingga
membutuhkan waktu lebih lama pada saat pengukuran.
4.10 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari praktikum kali ini, adalah sebagai
berikut :
1. Jenis implemen traktor baik itu poros tunggal ataupun ganda memiliki
fungsi yang berbeda-beda
2. Bajak singkal digunakan pada pengolahan tanah tahap pertama yaitu
membalikkan, memecahkan tanah, memotong bahkan membenamkan sisa
tanaman ke dalam tanah dan mengangkat tanah bagian bawah ke atas.
3. Bajak putar dapat digunakan di tanah sawah maupun tanah kering, hasil
tanah yang diolah menjadi lebih halus
4. Garu bergigi paku atau garu sisir digunakan untuk meratakan dan
menghaluskan tanah.
5. Garu digunakan pada pengolahan tanah tahap kedua setelah bajak singkal
membalikkan tanah
6. Implemen traktor jenis planter digunakan untuk menanam benih pada
lahan pertanian

Anisa Yanthy R
240110120080
4.11 Pembahasan
Pada praktikum mesin dan peralatan pertanian kali ini praktikan melakukan
praktikum mengenai pengenalan alat dan mesin pertanian yang ada di
laboratorium mekanisasi pertanian. Praktikan mengamati alat-alat dan mesin
pertanian yang terdapat di bengkel Gedung 4 Fakultas Teknologi Industri
Pertanian. Alat dan mesin pertanian digunakan untuk pengolahan tanah.
Pengolahan tanah itu merupakan suatu usaha untuk mempersiapkan lahan bagi
pertumbuhan tanaman dengan cara menciptakan kondisi tanah yang siap tanam.
Kinerja dari peralatan pengolahan tanah dan uraian prinsip mekanika pada
alat pengolahan tanah, sangat dibutuhkan dalam perencana maupun sebagai
pelaksana dalam usaha manufaktur alat/mesin pengolahan tanah atau usaha
pertanian yang memerlukan dukungan mekanisasi pertanian. Dalam laboratorium
mekanisasi pertanian alat dan mesin yang dikenalkan antara lain adalah bajak
piring, rotary, bajak putar, planter, bajak singkal, roda sangkar, traktor ganda dan
traktor tunggal. Pada praktikum ini praktikan mengukur dimensi alat dan mesin,
lalu menggambarkan bentuk alat dan mesin yang telah diukur dimensinya
tersebut.
Ke sembilan alat dan mesin pertanian tersebut memiliki fungsi yang
berbeda-beda sesuai kegunaannya di lapangan, diantaranya adalah:
1. Bajak Pring
Kegunaan bajak piring

adalah sebagai pengolah tanah pertama untuk

perbaikan struktur butir-butir tanah, memperbesar persediaan air, memperbaiki


peresapan air dan aerasi tata udara tanah, mengurangi evaporasi tanah,
mempercepat pelapukan akar sisa tanaman dan mempermudah perkembangan
akar, memperbaiki kehidupan mikroba aerob tanah dan memberantas gulma.
Keunggulan bajak piring adalah baik dan efisien untuk kebun seluas 2,5 - 5
Ha; Sangat cocok untuk usaha tani lahan kering seperti tanaman hortikultura
dan palawija; Dapat digandengkan dgn traktor mini bertenaga min 15 HP;

Lebar pengolahan, kedalaman pembajakan dan kemiringan bajak dapat diatur


sesuai kebutuhan.
2. Rotary
Rotary digunakan untukmeratakan tanah setelah tanah dibalik menggnakan
bajak.
3. Traktor Tangan
Traktor tangan (hand tractor) merupakan sumber penggerak dari implemen
(peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah
tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba
guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak implemen yang lain,
seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain-lain.
4. Traktor Poros Ganda
Traktor Poros Ganda digunakan sebagai kendaraan di lahan pertanian yang
berfungsi untuk menarik, memutar, menaikkan, menurunkan, dan menjalankan
implemen serta dapat digunakan juga untuk membuat alur, menggali, serta
memberikan kekuatan pada implemen traktor tersebut. Traktor poros ganda
juga hanya dibutuhkan pada kawasan yang luas tanahnya berhektar-hektar.
5. Garu
Garu berfungsi sebagai garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk
memotong rumput-rumput pada permukaan tanah, untuk rnenghancurkan
permukaan tanah sehingga keratan tanah (furrow slice) lebih berhubungan
dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan, atau untuk
menutup biji-bijian yang ditanam secara sebar.
6. Cage wheel
Roda yang digunakan traktor pada lahan basah, biasanya persawahan.
7. Bajak Singkal
Bajak singkal (moldboard plow), adalah jenis bajak singkal dimana pada
waktu mengerjakan pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah
hanya dalam satu arah. Lemparan atau pembalikan tanahnya biasanya
dilakukan ke arah kanan
8. Planter
Planter/ seeder adalah alat penanam benih yang digunakan sehingga dapat
memudahkan pekerjaan petani. Ada tiga metode penanaman menggunakan
planter, metode pertama ialah metode sebar (broadcutting) dimana benih
disebar secara acak pada permukaan tanah, alat yang digunakan adalah

Anisa Yanthy R
240110120080

Anisa Yanthy R
240110120080

broadcaster. Metode kedua ialah tanam acak dalam lajur (drilling) yaitu
metode tanam benih secara acak dalam alur (furrow) yang kemudian ditutup,
dalam hal ini benih akan muncul dalam lajur. Metode ketiga ialah tanam
presisi dalam lajur (precission planting) dimana benih ditanam dalam alur dan
jarak tanam dalam alur di atur seragam
Keterangan diatas merupakan fungsi-fungsi dari alat mesin pertanian yang
diperkenalkan dalam laboratorium perbengkelan praktikum. Selain pratikan
mengukur spesifikasi dari alat-alat tersebut seperti yang tertera pada hasil
pengukuran, praktikan juga mengetahui tentang fungsi dan kegunaan dari alatalat yang telah disebutkan praktikan juga. Sangat penting sekali untuk mengetahui
kegunaan alat mesin pertanian untuk dibutuhkan dalam perencana maupun
sebagai pelaksana dalam usaha manufaktur alat/mesin pengolahan tanah.
4.12 Kesimpulan
1. Penggunaan alat-alat mesin pertanian harus sesuai dengan fungsinya masingmasing dan juga dengan keadaan lahannya.
2. Kinerja dari peralatan pengolahan tanah dan uraian prisip mekanika pada alat
pengolahan tanah, sangat dibutuhkan dalam perencana maupun sebagai
pelaksana dalam usaha manufaktur alat/mesin pengolahan tanah.
3. Pengukuran dimensi alat dan mesin pertanian ini bertujuan untuk mengetahui
fungsi dari masing-masing alat dan mesin tersebut.
4. Alat dan mesin pertanian digunakan untuk pengolahan tanah, baik pada lahan
kering maupun pada lahan basah.
5. Dengan menggunakan alat dan mesin pertanian maka pekerjaan di lapangan
lebih efektif dan produktivitasnya dapat meningkat.
6. Pengukuran dimensi pada alat dan mesin pertanian dilakukan untuk
mengetahui komponen-komponen pada alat yang diukur dan dapat diketahui
pula fungsi dan prinsip kerjanya.
Anisa Yanthy R
7. Traktor PG (Poros Ganda) sangat berpengaruh pada kegiatan pra-panen.
240110120080
traktor tipe ini memiliki traksi yang besar sehingga memiliki tarikan yang
kuat. Berfungsi untuk menarik, memutar, menaikkan, menurunkan dan
menjalankan implemen.
8. Cage wheel merupakan suatu implement yang digunakan pada pengolahan
lahan basah.

9. Bajak piring digunakan untuk pengolahan tanah yang pertama, yang berfungsi
untuk membalikkan tanah dan bajak ini hanya dapat digunakan pada tanah
tertentu saja serta dengan kondisi-kondisi dimana singkal tidak dapat bekerja.
10. Bajak singkal adalah alat yang berfungsi untuk membalikkan tanah dan
menutup sisa-sisa tanaman.
11. Planter atau seeder adalah alat yang digunakan untuk menanam benih.
12. Traktor poros tunggal adalah traktor yang mempunyai poros roda tunggal dan
dilengkapi motor penggerak satu silinder.

Saeful Uyun
240110090089
4.13 Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikan melakukan pengukuran dimensi terhadap
implemen traktor dan traktor tangan yang digunakan untuk lahan pertanian. Pada
pengukurn dimensi hal yang diukur yaitu panjang, lebar, dan tinggi yang detail
sehingga dapat mempermudah dalam membuat sketsa dan menambah wawasan

pengetahuan untuk praktikan. Alat yang digunakan praktikan untuk praktikum


yaitu meteran, serta yang diukur hanya traktor tangan 1 dan 2, bajak singkal, bajak
garu, dan bajak putar.
Traktor merupakan alat yang terpenting dalam suatu kegiatan pertanian
yang dapat meningkatkan produktivitas pada hasil pertanian. Selain itu traktor
adalah mesin pertanian yang paling banyak penerapannya untuk berbagai
keperluan salah satu contohnya traktor berguna untuk memperbaiki struktur tanah
sebelum tanam agar siap dan layak untuk ditanami. Traktor adalah alat atau mesin
yang digunakan untuk membuat alur, menggali, menanam, dan menggarap lahan
bahkan penarik beban yang bersumberdaya mekanis pada rangkaian kegiatan
pertanian.Suatu sistem penggandengan pada traktor yang terdiri dari satu-titikgandeng (drawbar-pull) dan 3-titik-gandeng (three-point-hitch) telah disediakan
pada sebuah traktor pertanian modern saat ini sebagai penerus daya tarik
(drawbar-pull) untuk menarik, memutar, menggerakkan, mengangkat, alat dan
mesin pertanian dan juga sebagai sumber daya penggerak (daya putar-PTO) di
lapangan pada suatu implemen misalnya bajak singkal, putar, garu, dan lain-lain.
Pada praktikum kali ini menggunakan 2 traktor yaitu traktor tangan yang
dipasang untuk planter (menanam) dan traktor tangan yang biasa. Kedua traktor
tersebut mempunyai fungsi yang sama, akan tetapi pada praktikum dibedakan
dalam pemasangan implemen. Untuk traktor tangan yang dipasang planter
(menanam) praktikan hanya menggambar dengan cara sketsa dan tidak mengukur
dimensi detail traktor tersebut, akan tetapi sketsa harus lengkap. Ketika membuat
sketsa praktikan harus teliti dan mengitari traktor tersebut untuk mengetahui
bagian-bagian trakor tangan yang dipasang menggunakan planter .Untuk traktor
tangan yang biasa, praktikan harus mengukur dimensi panjang, lebar, dan tinggi
yang lengkap serta membuat sketsa yang lengkap. Dalam mengukur dimensi
praktikan harus memperhatikan skala meteran yang benar agar pengukurannya
sesuai, serta dalam sketsa harus lengkap dengan bagian-bagian yang ada.
Pada bajak singkal digunakan untuk membalikan struktur tanah yang baru,
sehingga bisa juga meleburkan tanah sehingga dapat mempermudah pada proses
penanaman. Praktikan berkesempatan megukur dimensi dan sketsa gambar.
Praktikan harus teliti dalam mengukur dimensi panjang, lebar, dan tinggi agar

Saeful Uyun
240110090089

pada hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada sketsa praktikan juga
harus menggambar dengan detail agar membantu pada saat pengukuran dimensi.
Pada bajak garu digunakan untuk membuat jalur, menghaluskan tanah, dan
tahap kedua untuk melakukan suatu aktivitas pertanian. Praktikan berkesempatan
megukur dimensi dan sketsa gambar. Praktikan harus teliti dalam mengukur
dimensi panjang, lebar, dan tinggi agar pada hasilnya sesuai dengan apa yang
diharapkan. Pada sketsa praktikan juga harus menggambar dengan detail agar
membantu pada saat pengukuran dimensi.
Pada bajak putar hampir sama dengan bajak garu yaitu digunakan untuk
membuat jalur, menghaluskan tanah, dan tahap kedua untuk melakukan suatu
aktivitas pertanian, tetapi hanya berbeda pada putarannya saja. Praktikan
berkesempatan megukur dimensi dan sketsa gambar. Praktikan harus teliti dalam
mengukur dimensi panjang, lebar, dan tinggi agar pada hasilnya sesuai dengan apa
yang diharapkan. Pada sketsa praktikan juga harus menggambar dengan detail
agar membantu pada saat pengukuran dimensi.
Pengukuran dimensi yang kurang akurat akan mengakibatkan kerja pada
suatu implemen, seperti halnya pengukuran manual dengan meteran yang
mungkin mengalami kesalahan pembacaan ukuran dan kurang detailnya sketsa
pada bagian-bagian tertentu.
4.14 Kesimpulan
1. Jenis mesin dan peralatan pertanian yang digunakan pada praktikum
adalah traktor tangan biasa, traktor tangan planter, bajak singkal, bajak
Saeful Uyun
garu, bajak putar.
2. Praktikan bertugas hanya mengukur dimensi panjang, lebar, dan tinggi 240110090089
serta membuat sketsanya saja.
3. Traktor tangan planter berfungsi untuk menanam bibit pertanian, serta
traktor tangan biasa digunakan untuk mengolah, menanam, dan memanen
hasil pertanian.
4. Bajak singkal

berfungsi

untuk

membalikan

struktur

tanah

dan

menghancurkan tanah untuk mempermudah penanaman.


5. Bajak garu dan bajak putar berfungsi untuk membuat jalur, menghaluskan
tanah, dan tahap kedua untuk melakukan suatu aktivitas pertanian, tetapi
hanya berbeda pada putarannya saja untuk bajak putar.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Alat Dan Mesin Pengolahan Tanah. Terdapat pada :
http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Teknik%20Mesin
%20Budidaya%20Pertanian/Alat%20Pengolahan
%20tanah/index4april.html. diakses pada 28 September 2015, pukul 19:13
WIB.
Koga, Y. 1988. Farm Machinery Vol. II. Tsukuba International Agricultural
Training Centre. JICA.

Setiawan, R. P. A. 2001. Research Report on Development of Variable Rate


Granular Applicator for Paddy Field. Laboratory of Agricultural
Machinery, Kyoto University.
Shafwandi. 2011. Garu (harrow). Terdapat pada : http://pustakapertanian.blogspot.com/2011/08/garu-harrow.html. diakses pada 27
September 2015, pukul 20:05 WIB
Sihotang, Benediktus. 2010. Traktor Tangan. Terdapat pada :
http://www.ideelok.com/alat-dan-mesin/traktor-tangan. Diakses pada 27
September 2015, pukul 19:33 WIB.
Srivastava, A. K., C. E. Goering, R. P. Rohrbach. 1993. Enginering Principles of
Agricultural Machines. ASAE Texbook Number 6, American Society of
Agriculutural Engineers.
Sukirno, Ir. 1999. Diktat Kuliah Mekanisasi Pertanian. Jurusan Mekanisasi
Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.
Tiara, Mutia. 2012. Alat dan Mesin Pengolahan Tanah. Terdapat pada :
http://www.academia.edu/6783354/ALAT_DAN_MESIN_PENGOLAHAN
_TANAH. diakses pada 28 September 2015, pukul 15:00 WIB.

LAMPIRAN

Gambar 14. Pelaksanaan Praktikum

Gambar 15. Pengukuran Implemen

Gambar 16. Planter

Gambar 17. Bajak Piring