Anda di halaman 1dari 32

MENERIMA PASIEN BARU

RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Menerima pasien baru masuk untuk dirawat di ruang perawatan kebidanan sesuai
dengan criteria dan prosedur yang berlaku.
Tujuan :
Pasien segera memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan
Prosedur :
Persiapan Alat

Tempat tidur lengkap

Tiang infus

Partus set

Suction

Jam

Tensimeter

Stetoskop

Thermometer

Daptone

Lenec

Persiapan Pasien
Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang keadaan ibu, janin, proses kelahiran,
peraturan dan tata tertib ruang perawat
Lingkungan
Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Pelaksanaan
a. Pasien yang baru masuk kamar bersalin diberi penjelasan untuk buang air kecil
(BAK) dan cuci kaki, kemudian ke tempat tidur
b. Mengatur posisi yang nyaman/baik
c. Menyiapkan alat
d. Mengukur tensi, nadi, suhu, pernapasan, tingkat kesadaran dan TFU.
e. Palpasi : L1 L2

f. Langkah asuhan persalinan


MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT UNTUK
TINDAKAN INFUS
RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :
1/2
Tanggal Terbit :

Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Memasukkan cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena dalam jumlah
banyak dan dalam waktu lama dengan menggunakan infus set.
Tujuan :
- sebagai tindakan pengobatan
-

mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan elektrolit

Prosedur :
1. Persiapan
- Persiapan Pasien

Pasien diberi penjelasan tentang


hal-hal yang akan dilakukan jika keadaan memungkinkan

Pakaian pasien pada daerah yang


akan dipasang infus harus dibuka

- Persiapan Alat

Seperangkat infus set steril

Cairan yang diperlukan

Spoit, jarum dan kain kasa steril


dalam tempatnya

Kapas alkuohol dalam tempatnya

Plester

Gunting verband

Pembalut atau verband

Bengkok (nierbekken)

Standar infus lengkap dengan


gantungan botol (kolf)

Perlak kecil dan alasnya

Spalk bila perlu

2. Pelaksanaan

Perlak dan alasnya dipasang di


bawah anggota tubuh yang akan dipasang infus.

Botol

cairan

dipasang

pada

standar infus

Tutup botol cairan didesinfeksi


dengan kapas alcohol, lalu tusukkan slang saluran udara kemudian slang saluran
infus

Tutup

jarum

dibuka,

cairan

dialirkan sampai keluar sehingga udara tidak ada dalam slang saluran infus,
selanjutnya dijepit atau diklem dan jarum ditutup kembali. Tabung tetesan jangan
sampai penuh.

Lengan

pasien

bagian

atas

dibendung dengan karet pembendung. Daerah permukaan kulit yang akan ditusuk
didseinfeksi, lalu jarum ditusukkan ke vena dengan lubang jarum menghadap ke
atas.

Bila berhasil darah akan keluar


(dapat dilihat pada slang) maka pembendung dilepaskan, penjepit atau klem
dibuka untuk melihat kelancaran cairan atau tetesan.

Bila tetesan lancar, pangkal jarum


disekatkan pada kulit dengan plester, kemudian tetesan diatur sesuai dengan yang
ditentukan

Jarum dan tempat tusukan ditutup


dengan kain kasa steril dan plester

Anggota tubuh yang dipasang


infus, posisinya diatur agar jarum tidak bergerak atau berubah letaknya, bila perlu
gunakan spalk.

Setelah pemasangan infus selesai


pasien dirapikan dan posisinya diatur diatur senyaman mungkin

Peralatan

dibereskan

dan

dikembalikan ke tempat semula

Bila pemberian infus selesai, infus


di stop, plester dilepas dan jarum dicabut, bekas tusukan ditekan dengan kapas
alcohol, kemudian ditekan dengan kapas alcohol, kemudian ditutup dengan kain
kasa steril dan diplester

3. Indikasi

Pasien dengan dehidrasi

Pada pasien sebelum transfusi


darah

Pasien pra dan pasca bedah

Pasien yang tidak dapat makan


dan minum melalui mulut

Pasien

yang

memerlukan

pengobatannya yang pemberiannya harus dgn cara infus


Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Kelancaran cairan dan jumlah


tetesan harus tepat, sesuai dengan program pengobatan.

Bila terjadi hematom, bengkak dll


pada daerah pemasangan jarum, maka infus harus dihentikan atau dipindahkan
pemasangannya ke bagian tubuh lain.

Perhatikan reaksi pasien selama


15 menit pertama, bila timbul alergi reaksi (mis: menggigil, urtikaria atau syok)
maka infus harus segera diperlambat tetesannya, jika perlu dihentikan, kemudian
segera dilapor kepada penanggung jawab ruangan atau dokter yang bersangkutan.

Siapkan cairan atau obat

untuk

pemberian selanjutnya

Perhatikan

teknik

septic

dan

aseptic

Cara pemasangan infus harus


disesuaikan infus harus disesuaikan dengan perangkat infus yang digunakan.
MENYIAPKAN PASIEN DAN RENCANA SECTIO

RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
1. Sektio cesar adalah melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparotomi)
dan dinding uterus (histerektomi).
2. Menyiapkan pasien : sebelum ke kamar operasi pasien harus disiapkan dan pemasangan
infus, cateter tetap, cukur dan kelengkapan lainnya.
Tujuan :
Untuk memberikan pertolongan segera pada pasien
Prosedur :
1. Persiapan

Pasang infus

Cukur/gunting rambut pubis dan abdomen, bersihkan penderita

Pasang kateter dan urine bag

Antibiotik

Perhatikan keadaan ibu dan janin

Siapkan persiapan operasi

Pemeriksaan darah lengkap

Siapkan darah

Oxytocin

Induksin

Metyl-ergometrin

Antibiotik

Vitamin + pemberian cairan infuse

2. Pelaksanaan
Setelah pasien dan keluarga siap untuk tindakan maka persetujuan operasi segera
disiapkan sebagai bahan pendokumentasian, memastikan infus terpasang, gunting
rambut pubis dan abdomen, cateter + urine bag, antibiotik dan memastikan keadaan ibu
dan janin dalam keadaan baik atau tidak, memastikan pemeriksaan laboratorium dan
siap darah, kamar operasi siap.

MEMANDIKAN PASIEN
RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Membersihkan pasien dengan air hangat atau air dingin, dilakukan pada pasien :

Pada pasien baru yang kotor sekali dan keadaan memungkinkan

Pasien yang dirawat (pagi dan sore)

Pada pasien pasca melahirkan

Bila diperlukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan

Tujuan :

Membersihkan kulit pasien dari kotoran dan bau

Menyegarkan pasien

Merangsang peredaran darah, urat saraf dan mengendorkan otot

Melaksanakan kebersihan perorangan sebagai salah satu usaha penyuluhan


kesehatan masyarakat

Prosedur :
A. Persiapan
Persiapan Pasien

Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan.


Persiapan Alat
Satu stel pakaian bersih
Sabun mandi dan tempatnya
Waslap 2 buah
Handuk mandi 1 atau 2 buah
Selimut mandi/kain penutup
Talk
Comfort spirtus
Tempat pakaian kotor yang tertutup
Sampiran bila perlu
B. Pelaksanaan
Selimut dan bantal dipindahkan dari tempat tidur, bila bantal masih diperlukan,
dibutuhkan, dipakai seperlunya.
Beritahu pasien bahwa pakaian bagian atas dibuka lalu bagian yang terbuka
ditutup dengan selimut mandi.
Mencuci Muka
Handuk dibentang di bawah kepala, muka dan leher, telinga dibersihkan dengan
waslap lembab kemudian dikeringkan dengan handuk. Tanyakan apakah pasien
ingin pakai sabun atau tidak.
Mencuci Lengan
Selimut mandi/ kain penutup diturunkan. Kedua tangan ke ataskan, letakkan
handuk di atas dada dan dilebarkan ke samping kiri dan kanan sehingga kedua
tangan dapat diletakkan di atas handuk, dengan dibasahi dan disabuni, dimulai
dari bagian yang jauh dari perawat dan dibilas dengan bersih lalu dikeringkan
dengan handuk kemudian tangan yang satu lagi.
Membersihkan Dada dan Perut
Pakaian pasien yang bagian bawah ditanggalkan. Selimut mandi/kain penutup
diturunkan sampe perut bagian bawah, kedua tangan dikeataskan, handuk
diangkat dan direntangkan pada sisi pasien, ketiak dan dada, perut dibasahi,
disabuni dan dibilas sampai bersih dan dikeringkan dengan handuk kemudian

daerah-daerah lipatan diberi talk tipis dan rata yaitu pada ketiak, leher ,
mammae pada wanita.
Membersihkan Punggung
Pasien dimiringkan, handuk dibentangkan dibawah punggung sampai bokong
dibasahi, disabuni, dibilas dan dikeringkan dengan handuk. Lalu digosok/diberi
comfort spritus terutama bagian yang menonjol. Lalu diberi talk tipis, pasien
diterlentangkan kembali. Pakaian atas dipasang/dipakaikan dengan rapi.
Mencuci Kaki
Kaki yang terjauh dikeluarkan dari selimut mandi, handuk dibentangkan
dibawahnya, lutut ditekuk, kaki dibasahi, disabuni, dibilas sampai bersih dan
dikeringkan dengan handuk kemudian kaki yang satu lagi.
Membersihkan Lipatan Paha dan Genitalia
Handuk dibentangkan dibawah bokong, perut, lipatan paha dan genitalia
dibasahi, disabuni, dibilas dan dikeringkan. Lipatan paha diberi talk.
( Membersihkan daerah genitalia sebaiknya oleh pasien sendiri bila pasien
tesebut mampu melakukan ) Pada pasien yang dapat mandi sendiri, perawat
menyiapkan alat dan mengawasi/mendampingi sampe selesai.
Pakaian bawah dipakaikan, selimut pasien dipasang kembali, bantal diatur,
tempat tidur dan pasien dirapikan kembali. Pakaian dan alat-alat tenun kotor
serta alat dibereskan.
Perawat mencuci tangan

MEMBERIKAN TRANFUSI DARAH


RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Adalah memasukkan darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (Resipien) ke dalam
vena dengan menggunakan perangkat infus.
Tujuan :

Kekurangan darah pasien teratasi

Mencegah syok haemorhagik

Kadar Hb meningkat

Prosedur :
A. Persiapan
Persiapan Pasien

Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan.


Persiapan Alat :
Standar infus
1 botol NaCl 0,9%
Darah yang dibutuhkan sesuai dengan nama dan golongan darah pasien
1 set tranfusi darah, 1 set infus
Cairan desinfektan/ alcohol 96% dan bethadine sol 10%
Kapas suntik, plester, gunting
Obat anti histamin (kalau perlu)
Calsium Glukonas (kalau perlu)
Torniquet
Perlak alat
Kasa steril dalam tempatnya
Tensimeter, termometer
Alat tulis
B. Pelaksanaan :
Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai prosedur
yang akan dilakukan.
Mencuci tangan
Mengatur posisi tidur sesuai kebutuhan
Mengobservasi tekanan darah, suhu, nadi, pernapasan
Memasang NaCl 0,9%
Mengontrol kembali darah yang sudah disiapkan, mengenai :
o

Warna darah

Identitas pasien

Jenis dan golongan darah

Nomor kantung darah

Tanggal kadaluarsa

Cross maching dan jumlah darah

Memindahkan selang infus ke darah (setelah NaCl 0,9% masuk kurang lebih 15
menit)
Mengatur tetesan darah
Perawat mencuci tangan
Mencatat dalam formulir observasi khusus :

Jam pemasangan

Jumlah dan jenis darah

Kantong berapa

Nomor kantong

Nama perawat yang memasang

Merapikan pasien dan lingkungan


Membersihkan alat dan mengembalikan pada tempatnya
Perawat mencuci tangan
Memperhatikan reaksi transfusi dan komplikasi
Mengobservasi : Tekanan darah, suhu, nadi, pernapasan tiap 15 menit. Satu jam
pertama, tiap 1 jam sampai dengan transfusi selesai/disesuaikan dengan
keadaan pasien.

MENYIAPKAN PASIEN PRE EKLAMPSIA


DAN EKLAMPSIA
RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :
Tanggal Terbit :

1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
a. Pre eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai dengan proteinurin dan atau
edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.

b. Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil dalam persalinan atau masa nifas
atau ditandai dengan timbulnya kejang atau koma, dimana sebelumnya sudah
menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia
Tujuan :
Untuk memberikan pertolongan segera kepada pasien.
Prosedur :
A. Persiapan
Persiapan Alat
Spatel
Persiapan infus
Cateter dan urin bag
Suction
Stetoskop
Tensimeter
Persiapan Obat-obatan

Catapres injeksi

Catapres tab

Diazepam

Valizonbe tab

Vitamin dan antibiotik

Pemberian cairan

B. Pelaksanaan :
Pre-eklampsia

Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan, tidak menunjukkan adanya


perbaikan dari gejala-gejala pre-eklampsia.

Pasang infus + drips diazepam 28 tetes/menit

Pemberian obat-obatan sesuai instruksi dokter

Menganjurkan klien untuk istirahat total

Eklampsia

Sama dengan pre-eklmpsia kecuali bila timbul kejang, pemberian obatobatan dengan tambahan dosis dan pemasangan spatel lidah, konsul dengan
perawatan di kamar isolasi cukup terang/ICU.

Catatan : Hal-hal yang perlu diperhatikan : Lampiran dan pemeriksaan lab

PEMBERIAN OKSIGEN
RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Memasukkan oksigen tambahan dari luar ke paru melalui saluran pernapasan dengan
menggunakan alat khusus.

Tujuan :
Mencukupi kebutuhan oksigen pasien yang tidak dapat dipenuhi sendiri.
Prosedur :
A. Persiapan
Persiapan pasien
Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
Persiapan alat
Satu set terapi oksigen lengkap, terdiri dari :
-

Tabung oksigen lengkap dengan regulator

Humidifier berisi aquades lengkap dengan flowmeter dan


slang oksigen

Masker oksigen (sungkup muka)

Plester
Gunting balutan
Lingkungan
Menghindari sumber api dekat dengan oksigen
Mengatur letak tabung oksigen untuk kelancaran kerja
B. Pelaksanaan
Pemberian terapi oksigen dengan nasal kanul
Membebaskan jalan napas dengan mengisap sekresi
Posisi pasien diatur dengan kepala ektensi
Masukkan nasal kateter ke dalam hidung
Membuka regulator untuk menentukan tekanan oksigen sesuai
kebutuhan
Mengatur volume oksigen sesuai kebutuhan
Memfiksasi nasal kanul kateter di belakang kepala melewati bagian
atas telinga
Memberikan oksigen dengan nasal kateter dengan konsentrasi
2-5 liter/menit
Pemberian terapi oksigen dengan memasang sungkup (masker oksigen)
Membebaskan jalan napas dengan cara mengisap sekresi
Mengatur posisi pasien
Membuka regulator untuk menentukan tekanan oksigen sesuai
kebutuhan
Mengatur aliran oksigen sesuai dengan kebutuhan
Memasang masker oksigen pada daerah lubang hidung dan mulut

Mengikat tali sungkup di belakang kepala melewati bagian atas


telinga
Memasang kapas kering pada daerah yang tertekan sungkup dan
tali pengikat untuk mencegah iritasi kulit.
Memberikan terapi oksigen dengan masker oksigen mempunyai
efektifitas aliran 5-8 liter/menit dengan konsentrasi oksigen yang
didapat 40-60 %.
C. Indikasi

Pasien hipoksia

Oksigenasi kurang sedangkan paru normal

Oksigenasi cukup sedangkan paru tidak normal

Oksigenasi cukup dengan paru normal sedangkan


sirkulasi tidak normal
Pasien yang membutuhkan pemberian oksigen dengan

konsentrasi tinggi

Pasien yang membutuhkan pemberian oksigen dengan

konsentrasi yang pasti


Pasien dengan tekanan parsial karbondioksida (CO2)

rendah

D. Hal-hal yang perlu diperhatikan

Perhatikan reaksi pasien sebelum dan sesudah pemberian oksigen

Aliran yang sudah ditentukan dan tekanan oksigen dan lamanya pemberian
harus tepat dan benar sesuai dengan program pengobatan

Humidifier harus selalu terisi aquades sebatas garis bertulisan batas aqua
dan harus diganti/dibersihkan setiap hari

Setiap pemberian oksigen harus selalu memakai humidifier yang berisi


aquades untuk mencegah kekeringan mukosa pada saluran pernapasan.

Perhatikan kemungkinan adanya tanda-tanda sianosis pada bibir, ujung jarijari tangan dan ujung jari-jari kaki.

Pada pasien yang sadar, anjurkan untuk tidak banyak bicara selama
pemberian oksigen

RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
Standar Prosedur
Tanggal Terbit :
Operasional

MENYIAPKAN PASIEN
POST SECTIO CAESAR
No. Revisi :
Halaman :
1/2
Ditetapkan
Direktur

Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes

NIP. 19630310 199203 2 007

Pengertian :
Pasien yang telah melahirkan janin melalui insisi dinding abdomen dan dinding uterus.
Tujuan :
Memberikan pertolongan/perawatan post sectio caesare.
Prosedur :
1. Persiapan
Arteri klem
Pinset
Gaas steril
Plester
Bethadine
Cairan NaCl
Gurita Ibu
2. Pelaksanaan
Observasi TTV
Anjurkan ibu untuk banyak gerak, berusaha untuk beraktivitas sendiri
Anjurkan ibu untuk makan makanan yang bergizi
Peras & ganti verband setiap hari
Mencuci bekas luka dengan larutan NaCl
Kompres bethadine
Aff hecting (selang-seling) pada hari ke-6 bila luka kering
Aff hecting sisa pada hari ke-7 bila luka kering
Memberikan antibiotik sesuai instruksi dokter
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Perlak yang digunakan diyakinkan bersih dan


steril

Bersihkan kembali alat-alat

Cuci tangan sebelum dan setelah bertindak

RS Nene Mallomo

MENYIAPKAN BAYI RAWAT GABUNG

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Bayi rawat gabung adalah bayi yang lahir fisiologi yang dirawat dalam satu ruangan
dengan ibunya.
Tujuan :
Menciptakan kedekatan pada ibu dan bayinya secara dini.
Prosedur :
1. Persiapan

Baskom mandi

Kasa steril

Termometer

Pakaian bayi, Gurita, baju, popok, selimut bayi

Antiseptik (betadine)

Sabun

2. Pelaksanaan
Lengan kiri menghimpit badan bayi, tangan kiri menahan kepala
Bersihkan kepala dan muka dengan kain yang cukup halus
Pakai sabun mandi bayi
Kepala bayi dipergelangan tangan petugas
Ibu jari kiri memegang bahu bayi yang jauh
Daun telinga dilipat untuk mencegah air masuk ke telinga bayi
Balikkan badan bayi hingga bayi tertelungkup tangan kiri menyangga badan bayi
bertumpu pada ketiak bayi.
Keringkan badan dan tali pusat bayi dengan handuk bersih
Bungkus tali pusat dengan kasa steril yang sebelumnya telah diberi betadine
Hangatkan bayi dengan memakaikan pakaian dan selimutnya
Berikan pada ibunya untuk disusui
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Perhatikan teknik memandikan bayi

Lakukan dengan hati-hati

MENYIAPKAN PASIEN DENGAN


RS Nene Mallomo

No. Dokumen :

KELUHAN BUAH DADA


No. Revisi :
Halaman :

Tanggal Terbit :

1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Keluhan-keluhan yang dirasakan pasien menyangkut adanya kelainan pada
payudara setelah melahirkan, misalnya kelainan pembentukan ASI dan pembengkakan
payudara.
Tujuan :
ASI dapat lancar dan pembengkakan dapat teratasi.
Prosedur :
1. Persiapan

Alat pemeriksa fisik utamanya termometer

Pompa payudara/pengisap ASI

Alkohol

Kapas dan gaas steril

2.Pelaksanaan
Atur posisi ibu
Ukur suhu badan
Bagi ibu dengan pembentukan ASI kurang persilahkan ibu agar minum dan makan
yang banyak mengandung lemak
Bagi ibu dengan pembentukan ASI berlebhan agar mengurangi minum
Bagi ibu dengan buah dada bengkak, mempersilahkan ibu untuk mengeluarkan
dengan menyusui bayinya atau dengan pompa serta kompres payudara
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Tehnik menyusui bayi dengan baik

MENYIAPKAN PASIEN DAN ALAT DENGAN


RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

PERDARAHAN POST PARTUM


No. Revisi :
Halaman :
1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Kehilangan darah 500 cc atau lebih dijalan lahir setelah melahirkan
Tujuan :
Memberikan pertolongan dengan segera secara tepat.
Prosedur :
1. Persiapan
Alat

Tabung O2

Selang O2

Ambu bag

Head Set/karet untuk stuing

Infus set/transfusi set

Abocath (kateter vena)

Cairan

Plester

Kain gaas steril

Tiang infus

Cateter nelaton

Neirbekken

Urin bag

Tensimeter

Stetoskop

Termometer

Obat-obatan

Oxytocin

Induksin

Pospargin

Multivitamin

Antibiotik

Cairan
Dextroser
RL
NaCl
Darah (kalau perlu)
2. Pelaksanaan
Atur posisi pasien dengan baik
Cari penyebab pendarahan
Pasang O2 2-3 liter/I
Bila tekanan darah turun drastic guyur dengan cairan RL
Pasang kateter tetap
Observasi jumlah pendarahan
Panatalaksanaan obat-obatan sesuai dengan instruksi dokter
Pasang infus ganda bila keadaan umum makin menurun
Lakukan transfusi darah bila Hb 8 gr
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Bertindak secara tepat dan cepat

Pasien diobservasi ketat

RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
Tanggal Terbit :

MENYIAPKAN PASIEN DENGAN


RENCANA KURETASE
No. Revisi :
Halaman :
1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Cara mengosongkan/membersihkan hasil konsepsi dari dalam rahim dengan memakai alat
kuretase untuk diagnostik adalah mengambil jaringan endometrium.

Tujuan :
Memberikan pertolongan segera pada pasien.
Prosedur :
1. Persiapan

Persetujuan tindakan medik

Persiapan sebelum tindakan


Pasen
Cairan dan selang infus sudah

terpasang
Perut bawah dan lipat paha sudah

dibersihkan dengan air dan sabun


Uji

fungsi

dan

kelengkapan

peralatan resusitasi kardiopulmoner


Siapkan kain alas bokong, sarung

kaki dan penutup perut bawah


Medikamentosa (Kerjasama dengan

anestesi)

Larutan antiseptik

Oksigen

Instrumen

Cunam tampon

Cunam peluru/tenakulum

Klem ovum lurus

Sendok kuret

Senala kavum uteri

Spekulum sims/L3 2 buah

Cateter karet

Tabung suntik atau jarum sekali pakai 2 buah

Penolong

Pelapis plastik

Instrumen : Lampu sorot, mangkok logam, penampung darah & jaringan

Penampung urine

Pencegahan Infeksi

Penolong (operator)

Cuci tangan & lengan hingga siku dengan sabun dan air mengalir kemudian
keringkan dengan handuk kering.

Pakai perlengkapan kamar tindakan & sarung tangan steril pasien

Dengan posisi litotomi, pasangkan kain penutup steril.

Obat-obat yang dipakai

Pemberian

obat antibiotik maupun uterotonika baik oral maupun injeksi

sebelum, selama & sesudah tindakan sesuai dengan pelaksanaan masing-masing


diagnosis tindakan.
2. Pelaksanaan
a.

Pemberian sedative & analgetik melalui karet infus (petidine diberikan


secara IM)

b.

Kosongkan kandung kemih dan lakukan VT

c.

Ganti sarung tangan

d. Pasang speculum sims/L sampai pada posisinya dan minta asisten untuk menahan
speculum atas pada posisinya.
e.

Bersihkan vagina dan serviks dengan kapas dan larutan antiseptik

f.

Jepit serviks dengan cunam peluru pada posisi jam 11 dan jam 13

g.

Lakukan pemeriksaan dalam dan lengkung uterus (Sondoge)

h. Bersihkan jaringan yang tertahan pada kanalis servikalis dan kavum uteri dengan
cunam ovum yang lengkung.
i.

Lanjutkan dengan pergerakan dinding uterus dengan sendok kuret

j.

Keluarkan semua jaringan yang masih ada dalam kavum uteri dengan cunam ovum
yang lengkung.

k. Lanjutkan pergerakan dinding uterus dengan sendok kuret


l.

Keluarkan semua jaringan yang masih ada dalam cavum uteri

m. Lepaskan jahitan cunam pada serviks


n. Kontrol perdarahan
o. Lepaskan speculum atas dan bawah
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Kontraksi uterus

Jumlah perdarahan

Keadaan umum

MENYIAPKAN PASIEN SERTA PENANGANAN


SEROTINUS DAN GAWAT JANIN
No. Revisi :
Halaman :

RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Serotinus

adalah

kehamilan

lewat

bulan,

yang

dapat

janin/keselamatan janin tidak tertolong.


Tujuan :
Memberikan pertolongan segera kepada pasien.
Prosedur :
1. Persiapan
Persiapan Alat

Meteran O2

Tabung

Suction

Tensimeter

Stetoskop

Tiang infus

Persiapan Obat

Oxytocin

Induksin

Metyl-ergometrin

Antibiotik

menyebabkan

keadaan

Vitamin + pemberian cairan infus

2. Pelaksanaan
Menjelaskan kepada pasien tentang keadaan ibu dan janin
Memastikan HPHT dan TPL
Memantau DJJ
Bila menemukan keadaan jantung janin lewat dari batas normal segera
memberitahukan ibu dan keluarga dan segera memberikan O2 dan menjelaskan
kepada ibu dan keluarga tentang kegunaan dari O2 tersebut sampai pelaksanaan
selesai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :

Bila ada gawat janin segera lapor dokter obgin.

Bila pada pelepasan nampak air ketuban maka


siap suction dan segera lapor dokter obgin

STANDAR PERALATAN MINIMAL DI KEBIDANAN


RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
1. Alat kesehatan/kedokteran
Partus set

Busi dilatator

Cocor bebek

Spekulum sims

Spatel lidah

Tenakulum

Sonde uterus

Sonde kuret

Abortus tang

Tampon tang

Kateter metal

Kanule oksigen

Meteran oksigen

Trolley

Tromol

Bak instrumen besar/kecil

Tensimeter

Stetoskop

Termometer

Sonde karet tumpul

Sonde karet tajam

Pispot

Lampu sorot

Nierbekken

Gunting verband

Pinset sirurgis

Pinset anatomis

Kom kecil

Sarana Pendukung

Standar infus
Celemek

Jam dinding

Transfusi set

Sterilizator

Lemari obat

Meja kuret

Timbangan bayi

Meja alat

2. Alat tenun
Seprei
Kasur tempat tidur bayi
Kasur tempat tidur besar
Gorden
Perlak
3. Obat-obatan
Koagular
Vitamin K
Uterustonika
- Oxytocin 10 unit
- Ergometrin
Relaksasi bronkus
Aminophilin
Anti alergi
- Dexametazone

- Delladryll
Anestesi local
Lidokain
Meningkatkan denyut jantung
Sulfas atropik
Mengatasi kembung
Alinamin F
Mengatasi kejang pada pasien pre-eklampsia/eklampsia
MgSO4

MENCUCI TANGAN
RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
Tanggal Terbit :

No. Revisi :

Halaman :
1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Peralatan :
Bak cuci dengan kran air mengalir
Sabun atau desinfektan dalam dispenser yang dioperasikan dengan kaki (atau sabun
batangan)
Handuk kering
Prosedur :
Lepaskan cincin, arloji dan perhiasan yang lain di tangan kemudian lipat lengan
baju
Basahi tangan dan lengan bawah secara menyeluruh di bawah air mengalir
Pakailah sabun
Cuci telapak kedua tangan, pungung kedua tangan, jari-jari dan persendian tangan,
ibu jari dan area sekitarnya, bersihkan ujung jari dan kuku tangan
Cuci pergelangan tangan

Bilas tangan dan pergelangan tangan secara menyeluruh dengan air mengalir
Tutuplah kran tanpa menyentuh dengan tangan yang sudah dicuci
Keringkan tangan dangan handuk kering dan bersih

MERAWAT TALI PUSAT


RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

No. Revisi :

Tanggal Terbit :

Halaman :
1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Memberi perawatan pada tali pusat bayi
Tujuan :
a) Mencegah terjadinya infeksi
b) Mempercepat proses penyembuhan tali pusat
c) Mempercepat lepasnya tali pusat
Prosedur :
a. Persiapan
Pasien
Setelah bayi dimandikan dan dikeringkan, bayi dibaringkan di atas meja bayi
Alat :
Bethadine 10% dalam tempatnya
Kapas lidi steril dalam tempatnya
Gaas steril dalam tempatnya
Korentang dalam tempatnya
Perlengkapan pakaian bayi (loyor, baju, selimut)
Pengikat tali pusat
Nierbekken
Sabun cuci tangan
Handuk lap tangan
Alat tulis
Lembaran untuk menulis
b. Pelaksanaan
Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir, keringkan dengan handuk
Kasa pembungkus tali pusat yang masih melengket ditetesi dengan aqua lalu
dibuka

Bersihkan tali pusat dan sekitarnya


Olesi bethadine mulai dari pangkal tali pusat deangan kapas lidi
Bungkus tali pusat dengan gaas steril yang kering
Kenakan pakaian bayi kemudian rapikan alat-alat
Baringkan bayi dengan posisi sesuai kebutuhan
Rapikan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya
Cuci tangan dan catat kelainan-kelainan (bila ada)

MEMELIHARA KEBERIHAN VULVA DAN


PERINEUM
RS Nene Mallomo
No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :
Tanggal Terbit :

1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian :
Membersihkan alat kelamin wanita bagian luar dan sekitarnya pada pasien yang
mengalami gangguan tirah baring.
Tujuan :
Menjaga kebersihan, mencegah infeksi dan memberikan rasa nyaman pada pasien.
Prosedur :
a. Persiapan :

b.

Pasien :
Pasien diatas tempat tidur
Pasien diberi penjelasan tentang tujuan tindakan yang akan dilakukan
Pasien diberitahu tentang posisi dan sikap yang harus dilakukan selama pemberian
tindakan
Alat :
Kapas desinfektan/kapas savlon dalam kom
Handscoon steril satu pasang
Botol berisi larutan desinfektan
Bengkok
Pispot
Perlak
Kain kasa steril
Betadine 5 cc dalam tempatnya
Pelaksanaan :
Tutup pintu/sampiran
Perawat cuci tangan

Pakaian pasien di bagian bawah dibuka, posisi kaki pasien ditekuk


Pasang perlak dibawah bokong dan pasang pispot/bengkok
Pasang handscoon untuk tangan kiri lebih dahulu
Tangan kiri membuka vulva, tangan kanan menyirami dengan larutan desinfektan
Pasang handscoon untuk tangan kanan
Kapas desinfektan diambil dengan tangan kanan dan vulva dibersihkan dari arah
klitoris sampai anus (dengan satu arah), kapas kotor dibuang ke dalam bengkok, satu
gumpal kapas untuk satu kali membersihkan
Lakukan beberapa kali sampai vulva bersih
Perhatikan reaksi pasien
Bila ada luka/jahitan perineum, kompres dengan kasa betadine
Pispot dan alas bokong diangkat
Pasien dirapikan
Bereskan alat-alat yang telah dipakai
Perawat cuci tangan
RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

MENGGANTI BALUTAN KERING


No. Revisi :
Halaman :
1/2
Ditetapkan

Tanggal Terbit :

Direktur
Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Peralatan :
Sarung tangan steril
Sarung tangan sekali pakai
Set balutan (gunting, pinset, forsep)
Piala ginjal
Kasa besar, kasa kecil, bantalan kasa
Balutan kasa ekstra dan surgipad atau bantalan ABD
Basin untuk larutan antiseptic atau larutan pembersih
Salep anti septic (jika diperlukan)
Larutan pembersih yang diresepkan dokter
Larutan garam faal atau H2O steril
Plester
Aseton

Kantung palstik untuk sampah


Selimut mandi
Prosedur :
Jelaskan prosedur pada klien
Siapkan peralatan yang diperlukan di meja (jangan membuka peralatan)
Ambil kantung plastic dan buat lipatan di atasnya. Letakkan kantung plastic pada
tempat yang mudahterjangkau oleh anda
Tutup ruangan dengan tirai, tutup semua jendela yang terbuka
Bantu pasien pada posisi nyaman. Selimut mandi hanya untuk memajankan area
luka. Instruksikan klien agar tidak menyentuh area luka atau peralatan steril
Cuci tangan secara menyeluruh
Gunakan sarung tangan bersih sekali pakai dan lepaskan plester
Lepaskan plester dengan melepaskan ujung dan menariknya dengan perlahan sejajar
pada kulit dan mengarah pada balutan (bila masih terdapat plester pada kulit dapat
dibersihkan dengan aseton)
Angkat balutan secara perlahan dengan menggunakan forsep atau pinset
Jika balutan lengket pada luka, lepaskan dengan memberikan larutan garam faal
atau H2O steril
Observasi karakteristik dan jumlah drainase pada balutan
Buang balutan kotor pada piala ginjal atau kanrtung plastic, hindari kontaminasi
permukaan luar kantung. Lepaskan sarung tangan dengan menarik bagian dalam
keluar, buang pada piala ginjal
Buka nampan balutan steril. Balutan, gunting, pinset dan forsep harus tetap pada
nampan steril. Buka botol larutan antiseptic lalu tuang ke dalam basin steril atau
kasa steril
Pakai sarung tangan steril
Inspeksi luka. Perhatikan kondisinya, letak drain, integritas jahitan dan karakteristik
drainase (palpasi bila perlu, dengan bagian tangan non dominant yang tidak akan
menyentuh bahan steril)
Bersihkan luka dengan larutan antiseptic atau larutan garam faal. Pegang kasa yang
dibasahi dalam larutan dengan forsep. Gunakan kasa terpisah untuk setiap usapan
membersihkan. Bersihkan dari daerah yang kurang terkontaminasi ke area
terkontaminasi
Gunakan kasa baru untuk mengeringkan luka atau insisi. Usap dari daerah yang
kurang terkontaminasi ke area yang terkontaminasi

Beri salep antiseptic bila diresepkan, gunakan tehnik seperti pada pembersihan.
Jangan dioleskan di atas tempat drainase
Pasang balutan steril kering pada insisi atau letak luka
Gunakan plester di atas balutan
Lepaskan sarung tangan dan buang pada tempat yang telah disediakan
Rapikan semua alat dan bantu klien kembali pada posisi nyaman
Cuci tangan

RS Nene Mallomo
No. Dokumen :

SUNTIKAN INTRAVENA
No. Revisi :
Halaman :

Tanggal Terbit :

1/2
Ditetapkan
Direktur

Standar Prosedur
Operasional
Drg. Hj. Hasnani Rapi, M.Kes
NIP. 19630310 199203 2 007
Pengertian
Suntikan intravena adalah menyuntikkan cairan obat ke dalam pembuluh darah vena
Tempat penyuntikan :
Pada vena yang dangkal dan dekat dengan tulang, misalnya :

Pada lengan (vena mediana cubiti/vena cephalica)

Pada tungkai (vena saphenous)

Pada leher (vena jugularis) khusus pada anak

Pada kepala (vena frontalis/vena temporalis) khusus pada anak

Tujuan :
Mempercepat reaksi karena obat langsung masuk ke peredaran darah
Prosedur :
Persiapan alat :
Karet pembendung
Pengalas (perlak kecil)
Bak steril didalamnya spoit 1 10 cc dan jarum no. 12, 14, 16, 18 berisi cairan
suntikan dan kapas alcohol

Nierbekken
Daftar/buku suntikan
Sampiran

Pelaksanaan :
Menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan
Membawa alat-alat ke dekat pasien
Memasang sampiran bila perlu, mengatur posisi pasien
Mencuci tangan
Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian
Memasang pengalas di bawah daerah/tempat yang akan disuntik
Mengikat bagian di atas daerah yang akan disuntik dengan karet pembendung agar
vena mudah diraba/dilihat. Untuk dibagian lengan pasien dianjurkan untuk
mengepalkan tangan
Menghapushamakan kulit dengan kapas alcohol, membuang kapas bekas ke dalam
bengkok, tunggu sampai kulit kering
Menegangkan kulit pasien dengan tangan kiri, menusukkan jarum ke dalam vena
dengan lubang jarum menghadap ke atas sejajar dengan vena
Menarik pengisap sedikit untuk memeriksa apakah jarum sudah masuk ke dalam
vena, yang ditandai dengan masuknya darah ke dalam spoit
Menganjurkan pasien membuka kepalannya sambil membuka karet pembendung,
kemudian secara perlahan-lahan memasukkan cairan ke dalam vena sampai habis
Meletakkan kapas alcohol di atas jarum, kemudian menarik spoit + jarum dengan
cepat sambil memegang pangkal jarum. Bekas tusukan ditekan dengan kapas
alcohol sampai darah tidak keluar lagi
Merapikan pasien
Merapikan alat
Mencuci tangan

Hal-hal yang perlu diperhatikan :


Tempat dan cara penyuntikan harus tepat dan benar
Bila terjadi infiltrate, jarum dan spoit langsung dicabut dan dipindahkan ke vena
lain
Usahakan jangan sampai terjadi emboli udara
Perhatikan teknik septic dan aseptic
Jenis dan dosis obat yang akan diberikan harus tepat dan benar, demikian juga cara
melarutkan dan mencampur obat
Perhatikan dan catat reaksi yang terjadi pada saat dan setelah pemberian suntikan.
Bila terjadi reaksi, pemberian segera dihentikan dan laporkan kepada penanggung
jawab ruangan atau dokter yang bersangkutan

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada semua cara penyuntikan :


Perhatikan reaksi pasien pada saat dan sesudah pemberian suntikan
Pemberian obat suntikan harus dicatat dalam buku catatan :

Jam dan tanggal pemberian suntikan

Dosis dan macam obat yang diberikan

Nama perawat yang melakukan perasat

Nama dokter yang memberi instruksi

Jangan menggunakan spoit yang bocor, retak, pangisapnya longgar serta jarum yang
ujungnya tumpul, bengkok dan tersumbat
Bila obat dalam flakon pakailah 2 jarum ; 1 jarum besar ditusukkan ke dalam flakon
untuk mengisap cairan suntikan ke dalam spoit dan 1 jarum untuk menyuntik pasien