PEMERINTAH KOTA SURABAYA
DINAS KESEHATAN KOTA
UPTD PUSKESMASSEMEMI
Jl. RAYA KENDUNG KEL. SEMEMI KEC. BENOWO TELP. 031 7413631
SURABAYA
KODE POS 60198
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
PROGRAM HIV AIDS
A. Pendahuluan
Surabaya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia memiliki jumlah penduduk yang
padat dan beragam karakteristik jenis pekerjaanya, peningkatan jumlah penduduk ini
diimbangi dengan usaha usaha yang dilakukan Pemeintah Kota Surabaya untuk
meningkatkan perekonomian, kesejahteraan serta peningkatan derajat kesehatan setinggitingginya di seluruh lapisan masyarakat khususnya warga kota Surabaya
.
Pengendalian masalah kesehatan di kota Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah
memiliki 62 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota Surabaya dengan tujuan
untuk menjangkau seluruh masyarakat, selain itu Pemerintah Kota Surabaya juga
mempunyai 2 fasilitas kesehatan lanjutan yakni Rumah Sakit Umum Daerah dr. M.
Soewandi dan Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada, kalaupun rumah sakit
tersebut perlu penanganan yang lebih komplek maka Rumah Sakit Umum dr. Sutomo
siap membantu pelayanan kesehatan.
Puskesmas Sememi adalah puskesmas kategori biasa ( rawat jalan) dengan rawat inap
bersalin yang terletak di wilayah Kecamatan Benowo. Puskesmas Sememi berada di dua
wilayah bekas lokalisasi yaitu Kelurahan Kandangan dan Kelurahan Sememi, dengan
jumlah wisma 90 wisma, 90 mucikari dan jumlah PSK 400 (data sampai bulan
pebruari 2013). Kedua lokalisasi tersebut berada di tengah-tengah pemukiman penduduk.
Keberadaan lokalisasi tersebut
tentunya berdampak sangat luas bagi lingkungan
sekitarnya.
Akhir tahun 2013 tepatnya bulan September, Pemerintah Kota Surabaya telah secara
resmi menutup lokalisasi Klakahrejo dan bulan Desember 2013 juga telah dilakukan
penutupan lokalisasi Sememi. Komitmen Pemerintah Kota Surabaya untuk mewujudkan
Surabaya Bebas Prostitusi diwujudkan lagi dengan penutupan komplek lokalisasi
terbesar se-Asia Tenggara yaitu Dolly pada bulan September 2014
.
Penutupan komplek lokalisasi ini tentunya berdampak besar terhadap masyarakat sekitar,
terutama masalah di bidang perekonomian dan juga di bidang kesehatan pun mengalami
dampak terutama masalah kesehatan yang dihadapi oleh Wanita Pekerja Seks ( WPS )
yang sudah terkena Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS, akan tetapi Pemerintah Kota
Surabaya dan Dinas Kesehatan Kota sudah menyiapkan antisipasi dan strategi dalam
upaya penanggulangannya.
B. Latar belakang
Dalam rangka persiapan akreditasi perlu adanya persiapan persiapan dalam
menunjang pelaksanaan akreditasi nantinya. Tim Akreditasi Puskesmas Sememi
berusaha mempelajari pengelolaan dan pelaksanaan upaya/kegiatan di Puskesmas
Gayungan untuk membandingkan kinerja Puskesmas Sememi dengan Puskesmas
Gayungan dalam rangka persiapan akreditasi Puskesmas dengan melaksanakan kaji
banding ke Puskesmas Gayungan yang merupakan Puskesmas Berprestasi tahun 2015.
C. Tujuan umum dan tujuan khusus
Tujuan Umum
1. Meningkatkan pengendalian IMS dan HIV AIDS secara berhasil guna dan berdaya
guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya
2. Meningkatkan peran serta dan kepedulian keluarga dan masyarakat dalam upaya
pendampingan, dukungan dan pengobatan penderita dengan IMS dan HIV AIDS.
Tujuan Khusus
1. Meningkatkan dan menyebarluaskan informasi yang mendukung upaya pencegahan
penyebaran IMS dan HIV AIDS, dengan menitik beratkan pada populasi kunci
dengan perilaku beresiko tinggi dan lingkungannya dengan tetap memperhatikan
populasi lainnya.
2. Perubahan perilaku beresiko menjadi tidak beresiko yang berdampak pada
berkurangnya angka IMS di wilayah kecamatan Benowo.
3. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian keluarga dan masyarakat terhadap Orang
Dengan HIV AIDS ( ODHA )
4. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran penderita, keluarga dan masyarakat dalam
kepatuhan efektifitas dari pengobatan HIV AIDS.
5. Menurunnya angka pnederita yang lolos dalam follow up pendampingan, dukungan
dan pengobatan dari penyakit penyakit HIV AIDS.
D. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan
1.
Melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap komunitas dan semua warga yang
berperilaku resiko tinggi untuk tertular Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS
2.
Membentuk kelompok dampingan terhadap para penderita HIV AIDS, komunitas
yang berperilaku resiko tinggi tertular IMS dan HIV AIDS serta warga yang
peduli terhadap pencegahan penularan IMS dan HIV AIDS
3.
Pemantauan kesehatan terhadap para penderita HIV AIDS dan keluarga
E. Cara melaksanakan kegiatan
1.
Memberikan pelayanan kesehatan terhadap seluruh pengunjung Puskesmas
Sememi khususnya yang mengalami gangguan masalah penyakit IMS maupun
melaksanakan kegiatan mobile VCT terhadap populasi beresiko seperti Waria,
LSL, Caf di wilayah Kecamatan Benowo
2.
Memberikan penyuluhan kesehatan tentang Infeksi Menular Seksual dan HIV
AIDS terhadap seluruh warga di wilayah kecamatan Benowo
3.
Memberikan media sosialisasi berupa leaflet tentang IMS dan HIV AIDS serta
memberikan alat pengaman berupa kondom terhadap populasi yang beresiko
tinggi tertular penyakit IMS dan HIV AIDS
4.
Memberikan sosialisasi terhadap anak usia remaja untuk mencegah terjadinya
penularan penyakit IMS dan HIV AIDS di sekolah sekolah yang berada di
Wilayah Kecamatan Benowo
5.
Memberikan pembinaan terhadap komunitas yang beresiko tertular IMS dan HIV
AIDS seperti Waria, LSL, maupun Caf-caf yang berada di wilayah Kecamatan
Benowo
6.
Mengadakan pertemuan rutin untuk meningkatkan koordinasi dan sosialisasi
terhadap para penderita HIV AIDS dan para populasi beresiko tertular IMS lainya
serta warga yang perduli terhadap pencegahan penularan IMS dan HIV AIDS
7.
Melakukan kunjungan rumah terhadap penderita yang terinfeksi HIV AIDS untuk
melakukan pemantauan kesehatan terhadap penderita dan keluarga
F. Sasaran
Seluruh warga yang berada diwilayah kecamatan Benowo
G. Skedul (Jadwal) pelaksanaan kegiatan
1.
Kegiatan Pemeriksaan IMS dan HIV AIDS dilaksanakan sesuai jadwal buka
layanan kesehatan Puskesmas Sememi ( Pagi )
2.
Kegiatan Mobile VCT setiap 1 bulan sekali dan atau dilaksanakan sesuai dengan
kesepakatan bersama
3.
Sosialisasi untuk anak sekolah dilaksanakan saat LOS ( Layanan Orientasi Siswa
) pada waktu penerimaan siswa baru
4.
Pertemuan rutin untuk pendampingan dilakukan setiap 1 bulan sekali
5.
Kunjungan terhadap ODHA dilakukan setiap 1 bulan sekali
H. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
Laporan
evaluasi
kegiatan
disampaikan
kepada
Kepala
Puskesmas
oleh
penanggungjawab Program P2
I.
Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan
Hasil kegiatan program dicatat dalam instrument kaji banding disertai dengan
dokumentasi yang dibutuhkan kemudian dilakukan analisis untuk mengidentifikasi
peluang perbaikan di Puskesmas Sememi. Selanjutnya disusun rencana tindak lanjut
kegiatan program yang disampaikan kepada Kepala Puskesmas dan seluruh staff
melalui Minilokakarya.
Kepala Puskesmas Sememi
dr.Lolita Riamawati
Pembina
NIP.19690826 200212 2 003