0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
553 tayangan27 halaman

Peluang Usaha: Kreativitas dan Intuisi

Dokumen tersebut membahas tentang peluang usaha dan bagaimana melihat serta menilai peluang usaha baru. Imajinasi, intuisi, dan pengalaman dipandang penting dalam menemukan ide peluang usaha, sementara penilaian peluang usaha baru perlu mempertimbangkan pengalaman, objektivitas, dan kedekatan pasar.

Diunggah oleh

Indri Mouri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
553 tayangan27 halaman

Peluang Usaha: Kreativitas dan Intuisi

Dokumen tersebut membahas tentang peluang usaha dan bagaimana melihat serta menilai peluang usaha baru. Imajinasi, intuisi, dan pengalaman dipandang penting dalam menemukan ide peluang usaha, sementara penilaian peluang usaha baru perlu mempertimbangkan pengalaman, objektivitas, dan kedekatan pasar.

Diunggah oleh

Indri Mouri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PELUANG USAHA

Dosen : Ir. H. Supriyadi, M.M


A. Eksploitasi Imajinasi dan Intuisi Usaha
Sifat wirausahawan adalah selalu mencari dan melihat peluang yang tersembunyi
dengan gagasan baru dan bekerja keras untuk merubah peluang menjadi kenyataan.
Kreativitas dalam memunculkan ide memiliki peranan penting dalam inovasi produk sebuah
usaha. Sutomo (2007) menjelaskan bahwa kreativitas menjadikan peluang sebagai ide praktis
yang dapat diterapkan ke pekerjaan sehari-hari memerlukan kemampuan pengembangan ide
(divergen) dan kemampuan mengerucutkan ide (konvergen). Contohnya Seorang wirausaha
yang melihat limbah perca di sekitar rumah, terlebih dahulu akan mengembangkan ide, bisa
dijadikan apa ya? Aksesoris? Boneka? Hiasan dinding ? tudung saji? Dan lain sebagainya.
Setelah itu seorang wirausaha perlu mengerucutkan ide itu tadi sehingga lebih fokus dan
realistis untuk dijalankan.
Prof. George W. Ladd (dalam Alma, 2005) dalam karyanya yang berjudul Atistic
Researh Tool for Scientific Minds mengemukakan bahwa kemajuan usaha dipengaruhi oleh
mental bawah sadar berupa imajinasi dan intuisi.
1. Rasa bawah sadar
Rasa bawah sadar adalah berupa proses mental , bisa berbentuk pikiran, ide dan
perasaan yang muncul dalam pikiran tanpa kita sadari. Konsep dan pikiran kita berasal dari
bawah sadar kemudia rasa sadar kita digunakan untuk menguji konsep itu, apakah diterima
atau ditolak Misalnya saat seseorang sedang berbincang-bincang serius, tiba-tiba melintas
dalam pikirannya untuk menemui seseorang untu menawarkan barang. Saat perbincangan
serius selesai, orang tersebut berusaha mengingat apa yang tadi melintas. Upaya untuk
mengingat itu bisa berhasil bisa tidak. Jika tidak berhasil mengingat artinya alam sadarnya
tidak berhasil memanggil kembali apa yang muncul di alam bawah sadarnya. Pada
kenyataannya hanya sebagian kecil proses bawah sadar yang mampu diingat oleh seseorang.
Kemampuan ini bergantung pada seberapa sering seserang memberikan perhatian pada ide
yang muncul di alam bawah sadarnya.
2. Imajinasi
Ide juga bisa muncul melalui imajinasi. Imajinasi ada 2, yaitu imajinasi pasif
(contohnya mimpi, lamunan) dan imajinasi reproduksi (contohnya imajinasi di bidang sains).

Imajinasi reproduksi didukung oleh kemampuan membentuk kembali pengalaman masa lalu,
orang semacam ini inin mengobservasi, ingin memliki dan ingin mewujudkan idenya.
Imajinasi seperti ini disebut juga imajinasi kreatif. Hasil dari imajinasi kreatif adalah
penemuan baru, yang bisa berupa benda, konsep, ide maupun model .
3. Intuisi
Definisi intuisi adalah pengetahuan mendadak yang diperoleh tanpa sadar. Bisa
diartikan pula sebagai pengertian yang diperoleh mendadak tentang kebenaran. Istilah lain
dari intuisi adalah knowing without knowing why I know. Contoh intuisi adalah saat
seorang wirausaha sedang menanam bunga, tiba-tiba melintas ide dalam benaknya tentang
cara meningkatkan penjualan.
Pada dasarnya semua orang memiliki intuisi. Proses mental bawah sadar yang
menciptakan intuisi bisa distimulasi agar lebih produktif. Salah satu caranya adalah dengan
mencatat, segera setelah ide tersebut muncul.
Ladd menguraikan faktor-faktor yang mendorong bekerjanya proses bawah sadar
menjadi sangat produktif. Faktor tersebut adalah:
1. Keraguan (doubt)
Saat seseorang merasa ragu untuk menyelesaikan masalah dengan cara konvensional,
rasa bawah sadar kemudian muncul membantu menciptakan ide pemecahannya.
2. Sikap berani (venturesome attitude)
Keberanian berbuat salah akan meningkatkan respon terhadap ide dari alam bawah
sadar. Orang yang takut berbuat cenderung segera menolak ide yang tidak biasa, dan
mengambil langkah yang lebih aman. Akibatnya kemajuan yang didapat akan lebih lambat
dari orang yang berani menjalankan intuisinya. Perlu disadari bahwa kesalahan adalah hal
biasa, dan kegagalan tidak pernah bisa diramalkan secara tepat. Tantangan dari sebuah ide
yang penuh resiko akan membuat seorang wirausaha lebih cermat dalam membuat persiapan
dan lebih keras dan berusaha. Bahkan kegagalam besar mungkin akan lebih mengobarkan
semangat dianding sebuah kesuksesan kecil.
3. Bermacam-macam pengalaman, memori dan ketertarikan
Banyak

pengalaman,kenangan dan minat

yang

dimiliki

akan membantu

memanfaatkan rasa bawah sadar seseorang. Seluruh informasi yang didapat dari pengalaman,

kenangan dan pengembangan minat akan membantu seseorang membuat jalinan hubungan
benda atau masalah yang dihadapi.
4. Persiapan yang sempurna dan sungguh-sungguh
Membuat persiapan dengan cermat dan serius, merenungi masalahnya dengan jelas,
akan memancing rasa bawah sadar memunculkan ide yang bermanfaat.
5. Menyerah sementara
Rasa bawah sadar kadang memunculkan solusi saat seseorang berhenti memikirkan
masalahnya. Saat menghadapi masalah atau mencari ide baru ada baiknya seorang wirausaha
menghentikan sejenak upayanya tersebut, dan melakukan kegiatan lain.

6. Relaksasi/istirahat/santai
Proses kerja alam bawah sadar aktif pada saat pikiran tidak terlalu penuh, maka
kondisi santai akan sangat bermanfaat untuk memunculkan ide. Ada orang yang alam bawah
sadarnya aktif pada malam hari sehingga tengah malam terbangun dengan ide cemerlang.
Ada pula yang idenya muncul saat jalan-jalan, mengendarai mobil, berlibur ke tempat yang
menimbulkan rasa santai dan nyaman, atau berbaring setengah tidur.

7. Menulis
Alam awah sadar bisa terstimulasi saat menulis. Menulis mengaktifkan imajinasi dan
kerja belahan otak kanan, sehingga mendorong alam bawah sadar untuk bekerja. J.Z. Young
dalam bukunya Doubt and certainty in science menyatakan bahwa intuisinya banyak muncul
apabila ia menulis. Pada waktu ia menulis, ia hanya tahu kalimat pertamanya saja tanpa tahu
kalimat selanjutnya. Tapi ketika dimulai, intuisinya muncul terus menerus sehingga selesailah
pekerjaan menulisnya.
8. Bertukar pikiran

Berbicara dengan orang lain akan memberikan kita pendapat atau sudut pandang lain,
bisa juga melengkapi ide atau pandangan kita yang kurang komplit. Diskusi dengan orang
lain akan sangat membantu pemecahan masalah.
9. Bebas dari kebingungan atau kekacauan
Banyaknya gangguan atau interupsi akan mengganggu kerja alam bawah sadar. Pada
orang yang terlalu banyak tugas, pikirannya ruwet karena sering berganti tugas, pemindahan
yang terjadi dari rasa bawah sadar akan diterima oleh rasa bawah sadar sebagi random noise
atau keributanbelaka, dan ini tidak akan melahirkan intuisi. Segera melaksanakan tugas, dan
tidak menundanya bisa menjadi salah satu cara agar pikiran tidak terlalu ruwet sehingga ada
tempat kosong atau space untuk alam bawah sadar bekerja.
10.

Limit waktu (deadline)


Adanya batas waktu yang hampir habis, mendorong alam bawah sadar bekerja lebih

giat. Misalnya bagi seorang wirausaha, semakin dekat waktu penyelesaian target, maka
makin banyak ide praktis muncul. Hal ini menjelaskan mengapa seseorang baru bisa
menyelesaikan tugas saat tenggat waktu hampir habis. Membiasakan melakukan pekerjaan
pada batas waktu tidak terlalu disarankan, karena belum tentu ide akan muncul di saat-saat
terakhir.
11. Tekanan/ tension
Tekanan atau keterlibatan kita yang sangat dalam pada satu persoalan ditambah lagi
dengan rasa keinginan tahu yang sangat besar akan mengundang konsentrasi dan semangat
tinggi sehingga mendorong

rasa bawah sadar seseorang. Sumber keinginan untuk

memecahkan masalah ada 3, yaitu curiosity, ego dan frustasi. Curiosity atau rasa penasaran
muncul saat seseorang melihat sesuatu yang tidak sempurna atau perlu dirubah, kemudian
ego

mendorong

seseroang

untuk

melakukan

sesuatu,

sehingga

jika

ia

mampu

menyempurnakan atau menyelesaikannya akan muncul perasaan mampu (mastery dalam


dirinya). Perasaan frustasi yang muncul saat seseorang gagal atau merasa hasilnya belum
lengkap/sempurna juga bisa memunculkan tekanan dalam diri yang membuatnya
bersemangat untuk melakukan tindakan. Ketiga faktor diatas (penasaran, ego, frustasi) akan
membangkitkan tension estetik yang mendorong munculnya intuisi.

Prof.Ladd menyatakan bahwa tidak ada gunanya seseorang memililiki banyak rasa
bawah sadar bila rasa sadarnya gagal menangkap hasil bawah sadar. Intuisi terkadang muncul
di batas rasa sadar, dan harus segera ditangkap sebelum hilang. Imajinasi dan intuisi akan
sangat membantu kemajuan usaha seseorang. Dengan didukung pengalaman, data, mau
berpikir, senang dengan tantangan, akan memaksa seseorang meningkatkan daya intuisinya.
Misalnya seorang wirausaha tiba-tiba punya ide pergi ke luar kota menemui sahabat lamanya.
Kunjungan mendadak itu ternyata mendatangkan keuntungan yang luar biasa. Seandainya ia
tidak menuruti intuisinya untuk pergi menemui sahabatnya, maka keuntungan itu tidak akan
datang.

B.

Menilai Peluang Usaha Baru


Peluang usaha bisa muncul dari mana-mana. Baik muncul dari diri sendiri melalui
intuisi maupun melalui hasi pencarian ide yang dilakukan secara sengaja, maupun muncul
sebagai respon terhadap faktor di luar diri (tawaran, lokasi straegis, permintaan pasar, bahan
baku melimpah, dsb). Beberapa hal yang perlu diingat oleh seorang wirausaha dalam melihat
peluang adalah (Supriyadi & Widodo, 2002):

1. Pengalaman dan objektifitas


Terutama dari sudut pandang pemasaran dan sudut pandang bisnis. Pengalaman akan
membantu seorang wirausaha dalam menilai sebuah peluang usaha. Misalnya pengalaman
seseorang berdagang pakaian batik akan membantunya menilai peluang membuka konfeksi
pakaian batik. Pengalaman bisa berasal dari apa yang pernah dilakukannya, bisa juga melalui
konsultasi dengan orang yang lebih berpengalaman. Selain itu objektivitas dalam menilai
sebuah peluang juga diperlukan sehingga usaha yang dijalani sudah diawali dengan
perhitungan yang matang.
2. Kedekatan pasar

Salah satu kesalahan dalam wirausaha yaitu ada kecenderungan hanya faktor
kemampuan berproduksi saja yang diutamakan, sedangkan kemampuan untuk memenuhi
keinginan konsumen kurang diperhatikan. Mestinya memproduksi untuk bisa dijual, bukan
sekedar memproduksi apa yang dapat dibuat.
3. Pemahaman teknis
Kurangnya pemahaman teknis terutama bagi produk baru akan menghambat atau
mengakibatkan tertundanya pendirian usaha baru. Sebaiknya saat melihat peluang usaha,
seorang wirausaha segera mencari tahu sedetail mungkin persiapan teknis yang dibutuhkan
menjalankan usaha tersebut, sehingga saat usaha dimulai tidak banyak waktu dan biaya
terbuang karena faktor teknis.
4. Kebutuhan finansial
Perlu dihitung biaya yang dibutuhkan untuk produk baru, termasuk biaya coba-coba.
Pengadaan alat, pelatihan SDM, dan lain-lain. Besarnya kebutuhan ini akan membantu
menentukan harga serta kapan dan bagaimana break event point (BEP) dapat dicapai.
5. Diferensiasi produk
Terutama untuk membedakan produk maupun jasa yang akan ditawarkan, dengan
produk pesaing. Peluang akan semakin besar jika seorang wirausaha mampu menawarkan
produk yang memiliki nilai lebih atau berbeda dari yang sudah ada.
6. Pemahaman aspek hukum
Terutama berkaitan dengan masalah hak cipta, merk dagang, hak paten, dll (SIUT,
SIUP, SIUJK,TDP, NPWP, PKP). Pemahaman terhadap aspek hukum membantu mengurangi
faktor resiko.

Ada peluang usaha yang tampaknya memberikan keuntungan yang

menggiurkan, ternyata memiliki resiko berhadapan dengan masalah hukum. Dalam hal ini
seorang wirausaha wajib berhati-hati mensikapi peluang tersebut.
Hal-hal yang disebutkan di atas, bukanlah untuk menakut-nakuti seorang calon
wirausaha untuk memulai usahanya, tapi agar seorang wirausaha bisa mensikapi peluang
dengan cerdas sehingga lebih dekat dengan keberhasilan. Menilai peluang sebaiknya tidak
dilakukan terlalu lamban, karena peluang yang ada bisa hilang atau diambil orang. Seorang
wirausaha harus bisa bergerak dan berpikir dengan cepat.

Suharno (2008) memberikan fakta dan tips untuk membantu seorang wirausaha
menilai peluang usaha maupun usaha yang sedang dijalani, sebagai berikut:
1. Fakta
a.

Pada umumnya semua jens produk memiliki peluang mencetak keuntungan dan kerugian.
Permasalahannya bukan pada produk tapi pada pasarnya. Bisa saja seorang wirausaha
menjalankan bisnis yang tampaknya bergengsi ataupun eksklusif, tapi kalau produk itu tidak
laku, apa artinya?

b.

Sebagian besar usaha mengalami kebangkrutan bukan disebabkan oleh persaingan,


melainkan oleh kekurangmampuan mengelola SDM. Banyak perusahaan bisa tumbuh dengan
cepat kemudian bangkrut

c.

Banyak yang mengira bisnis yang dimulai dengan hobi akan maju pesat. Faktanya, bisnis
memang membantu wirausaha mengetahui seluk beluk kegiatan yang terkait dengan hobi
tersebut. Ketika hobi menjadi bisnis, wirausaha perlu mencermati pola jual beli yang layak
agar bisa menguntungkan usahanya.

d. Menjual produk yang murah belum tentu laku. Banyak produk yang harganya sangat mahal
justeru lebih laku dari pesaingnya yang menawarkan harga murah. Permasalahannya adalah
pada nilai yang akan diterima pembeli. Bisa jadi karena dengan harga semahal itu konsumen
merasa memperoleh sesuatu, mungkin kualitas produk, kualitas pelayanan, atau soal gengsi.
Wirausaha yang cermat memprediksi selera pasar, akan punya peluang keberhasilan lebih
besar.
e.

Banyak orang mengira membuka usaha yang belum dilaukan orang lain punya peluang maju
lebih besar. Faktanya, dengan membuka usaha baru yang belum dilakukan orang lain seorang
wirausaha harus melakukan investasi uang dan waktu yang lebih besar untuk meyakinkan
konsumen bahwa produk yang ditawarkan bermanfaat bagi konsumen.
2. Tips

a.

Wirausaha perlu mencari sesuatu yang membuatnya senang, misalnya: makanan, pendidikan,
interior, fashion, perbankan, dll. Tidak usah dipikirkan kegiatan itu menguntungkan atau
tidak, yang penting ia dapat memilih dan melakukan kegiatan yang menyenangkan.

b. Setelah mengumpulkan kegiatan yang menyenangkan, seorang wirausaha bisa mulai memilih
salah satu dari kegiatan tersebut yang pasarnya benar-benar bagus. Misalnya seorang
wirausaha menyenangi kegiatan yang berkaitan dengan makanan, maka ia bisa memilih mana
yang pasarnya lebih bagus: usaha catering, membuka warung makan, membuat kue kering,
minuman ringan, bisnis hantaran makanan/parcel, atau menjadi penulis resep inovatif di
majalah-majalah?
c.

Setelah memilih dengan mantap, wirausaha perlu mencari tentang pesaing dalam bidang
usaha tersebut. Dengan mengetahui kualitas dan kuantitas pesaing wirausaha dapat mengukur
kemampuannya dalam membangun usaha.
C. Analisis SWOT

Gambar 7. Diagram Analisis SWOT(sumber: Rangkuti,2006)

Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk


merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan
dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Proses pengambilan
keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan
kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencana strategis (strategic planner) harus

menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman)


dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling
populer untuk analisis situasi adalah analisis SWOT (Rangkuti, 2006). Analisis SWOT
membandingkan antara faktor ekternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan
faktor internal kekuatan (strengths dan kelemahan (weakness).
.
Gambar 7. Diagram Analisis SWOT (Sumber: Rangkuti, 2006)
Pada gambar di atas dapat dilihat kondisi yang berbeda pada masing-masing kuadran:
a. Kuadran 1 :
Situasi yang sangat menguntungkan, ada sinergi antara kekuatan yang dimiliki dan peluang.
Wirausaha dapat melancarkan kebijakan agresif (growth oriented strategy) berkaitan dengan
usaha atau produknya.
b. Kuadran 2 :
Meskipun menghadapi perbagai ancaman, tapi masih ada kekuatan internal yang dimiliki.
Strategi yang harus digunakan adalah strategi diversifikasi produk/pasar agar usaha dapat
berjalan
c. Kuadran 3 :
Peluang pasar besar, tapi ada kendala internal (contohnya permintaan terhadap produk tinggi
tapi secara internal sedang mengalami masalah SDM). Strategi yang dapat dilakukan adalah
mengurangi masalah atau kendala internal sehingga dapat merebut peluang pasar yang baik
d. Kuadran 4:
Kondisi yang sangat tidak menguntungkan, secara internal banyak kelemahan sementara
ancaman dari luar cukup banyak dalam kondisi ini strategi yang diunakan adalah stratgi
defensif, yang penting usaha bisa terus bertahan.
Alat yang digunakan untuk menyusun faktir strategis perusahaan adalah matrik
SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman
eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang
dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis.
IFAS

STRE NGTHS (S)

WEAKNESS (W)

Tentukan
EFAS
OPPORTUNITIES (O)
Tentukan

5-10

faktor kekuatan internal


STRATEGI SO
menggunakan
untuk

THREATHS (T)
5-10

ancaman eksternal

faktor- Tentukan

5-10

faktor-

faktor kelemahan internal


STRATEGI WO

faktor Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang

peluang eksternal

Tentukan

5-10

kekuatan meminimalkan

memanfaatkan kelemahan

peluang
STRATEGI ST

untuk

memanfaatkan peluang
STRATEGI WT

faktor Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang


menggunakan
untuk
ancaman

kekuatan meminimalkan
mengatasi kelemahan

dan

menghindari ancaman.

Gambar 8. Diagram Matrik SWOT (Sumber:Rangkuti, 2006)

a.

Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan sluruh
kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

b. Strategi ST
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi
ancaman
c.

Strategi WO
Strategi ini diterapkan bardasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara
meminimalkan kelemahan yang ada.

d. Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan
kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. (Rangkuti, 2006).

D. Profil Usaha
Secara garis besar ada 5 jenis usaha, kelima usaha ini dapat dirinci sedemikian rupa
baik menurut lembaga yang mengusahakan, bentuk badan hukum, besarnya usaha, komoditi
yang diusahakan, sehingga muncul berbagai jenis usaha yang luar biasa banyaknya. Kelima
usaha tersebut antara lain:
1. Usaha ekstraktif
Merupakan usaha yang bergerak dalam bidang pertambangan atau bidang usaha yang
mengambil langsung dari alam, seperti hasil laut, hasil hutan.

2. Usaha agraris
Mencakup berbagai usaha pengelolaan kebun, perdagangan hasil-hasil pertanian
(agrobisnis) atau usaha apapun yang dapat dihasilkan atau diolah dari bidang pertanian,
perkebunan maupun peternakan.
3. Usaha industri
Pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi, atau modifikasi menjadi produk yang
baru. Industri dapat dirinci dalam bentuk berbagai jenis komoditi yang dihasilkan dan besar
kecilnya industri yang diusahakan.
4. Usaha jasa
Bentuk utama dari usaha ini adalah memberikan layanan atau service. Bisa berupa
tenaga, keahlian, maupun ide. Contoh usaha ini adalah biro jasa pengurusan surat (bpkb, stnk,
pasport, dll), lembaga konsultan, kursus, pengelolaan parkir, desain dsb.
5. Usaha perdagangan
Penjualan berbagai produk, baik dalam skala besar maupun kecil. Perdagangan
merupakan ujung tombak bisnis, karena sebaik apapun sebuah produk, belum bernilai bisnis
sampai ia berhasil dijual.

Usaha perdangan dapat dirinci menurut besar kecilnya usaha dan berbagai komoditi
yang diperdagangkannya. Beberapa jenis usaha perdagangan menurut Alma (2005), sebagai
berikut:
Perdagangan besar
Ialah segala aktivitas marketing yang menggerakkan barang-barang dari produsen ke
pedagang eceran atau ke lembaga-lembaga marketing lainnya. Proses marketing dalam
perdagangan besar dapat dilihat dalam skema di bawah ini

Gambar9. Skema Proses Marketing (sumber:Alma,2005)


Penjelasan skema di atas, sebagai berikut:
a. Konsentrasi
Barang-barang yang akan dipasarkan dikumpulkan terlebih dahulu. Misalnya
pengepul hasil pertanian seperti tengkulak, KUD atau dolog yang mengumpulkan beras dari
para petani.
b. Equasi
Mencari informasi daerah yang memerlukannya, berapa dan kapan diperlukannya
c. Distribusi
Barang dikirim menurut jumlah dan kualitas sesuai dengan informasi yang telah
dikumpulkan. Pola distribusi bisa menunjukkan apakah sebuah perdagangan itu bisa
dikatakan perdagangan besar atau bukan. Ada 3 hal yang bisa diperhatikan; yaitu:
1)

Motif pembelian, Barang bukan untuk dikonsumsi, tapi untuk dijual kembali agar
memperoleh keuntungan

2)

Jumlah pembelian, barang yang dibeli dalam jumlah besar, bukan untuk keluarga maupun
kawan sendiri, tapi untuk diperdagangkan

3) Cara-cara usaha, ada beberapa kriteria:

Perdagangan besar mempunyai usaha yang diskriminatif, hanya melayani perdangan eceran.
Tidak melayani semua konsumen

Transaksinya adalah transaksi besar, dala arti lebih besar dari kebutuhan sehari-hari

Harga dapat berubah sesuai situasi. Bukan one price policy seperti para pedagang, tapi dapat
dilakukan cara korting, kredit, cara-cara pengiriman dsb.
Termasuk dalam perdangan besar adalah perdagangan dengan cara grosir. Grosir sendiri
dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Grosir yang berfungsi terbatas, terdiri atas:


a.

Pengirim barang (drop shippers) adalah pedagang besar yang tidak memiliki gudang, mereka
membeli barang kemudian langsung mengirimkan kepada langganannya.

b. Pedagang dengan truk (truck jobber) adalah pedagang yang mengusahakan truk, membawa
barang, kemudian menyerahkannya sewaktu melewati pedagang eceran.
c.

Grosir tunai dengan self service (cash carry wholesalers) yaitu pedagang besar yang menjual
barangnya secara tunai dengan harga relatif rendah.

d. Pengecer yang bersama-sama memiliki grosir (retails owned cooperaties wholesalers) yaitu
sekelompok pedagang eceran mengusahakan sendiri toko grosir dengan dengan maksud
menekan biaya dan dapat membeli barang dengan harga relatif rendah. Mereka memilih
seorang manajer yang akan mengurus toko grosirnya. Toko grosir ini berfungsi secara
cooperatif sebagai pedagang besar atau melakukan fungsi perdagangan lainnya secara
bersama.
e.

Kelompok sukarela bergabung dengan grosir (voluntary group wholesalers) merupakan


kelompok yang terdiri dari sekumpulan toko-toko eceran yang dimiliki secara bebas oleh
pengusaha-pengusahanya yang dengan sukarela bergabung dengan seorang pedagang besar
untuk pembelian, reklame, dan aktivitas-aktivitas lainnya.

2. Pengumpul hasil pertanian


a.

Pembeli lokal khusus (private resident buyer) merupakan dealer lokal yang berdiri sendiri
dan terkadang merupakan wakil dari dealer dan produsen.

b.

Pembeli yang berkeliling mendatangi perusahaan pertanian satu persatu atau membuka
tempat pengangkutan lokal agar dapat membel hasil para petani

c.

Saudagar dengan truk (merchant truker) menggunakan truk sebagai alat pengangkut dengan
membeli buah-buahan, sayur-sayuran, ternak dll dan menjualnya langsung ke pedagang
eceran

d.

Pembeli berdasar perintah (order buyer) yang memiliki para grosir pasar sentral dan
distributor, mereka membeli berdasarkan perintah dan pemberian tugas dengan kualitas
tertentu atau bisa juga disebut menjadi agen perantara.

3. Jenis grosir menurut barang yang diperdangankan


a.

Grosir barang umum (general line) dapat memenuhi setiap kebutuhan pedagang eceran
karena mempunyai bermacam-macam produk dan mengambil keuntungan dari order yang
cukup besar.

b.

Grosir barang khusus (speciality wholesalers) grosir yang menkhususkan diri di bidang
tertentu (misalnya obat, bahan pangan, pakaian jadi, dll). Karena mengkhususkan diri dalam
penjualan besar, biasanya mereka juga punya pengetahuan tentang barang yang
diperdagangkannya

4. Jenis grosir menurut lapangannya


a.

Grosir melayani pabrik (mill suply wholesalers) mereka menjual berbagai barang hasil
industri yang dibelinya ke pabrik-pabrik

b.

Penjual barang khusus ke pabrik jenis grosir (single line wholesalers) , grosir ini
memperdagankan produk khusus untuk dijual kepada macam-macam pembeli pembeli dan
berindak seabagai drop shipper.

5. Menurut daerah operasi atau daerah yang dilayaninya


a.

Grosir tingkat nasional (national wholesalers) yaitu grosir yang daerah kerjanya meliputi
wilayah seluruh negara.

b.

Grosir tingkat propinsi (regional wholesalers) yaitu grosir yang tidak berusaha untuk
mendistribusikan produk-produk mereka ke seluruh negara, tetapi hanya menjangkau daerah
luas meliputi seluruh daerah bagian atau propinsi.

c.

Grosir lokal (local wholesalers) daera kerjanya pada sebuah kota besar atau bagian dari kota
atau kota kecil yang letaknya berdekatan.
Dalam dunia usaha, perdagangan besar memiliki fungsi antara lain: pengumpulan dan
penyebaran, pembelian dan penjualan, pemilihan barang, pemberian kredit, penyimpanan dan
pengangkutan.
Perdagangan eceran/ retail

Perdagangan eceran bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan menjual barang dan jasa
kepada konsumen akhir. Perdagangan eceran adalah mata rantai terakhir dalam penyaluran
barang dari produsen ke konsumen. Pedagang eceran adalah orang yang pekerjaan utamanya
mengecerkan barang. kalau ada produsen yang menjual langsung produknya ke konsumen
akhir, tetap tidak termasuk retailing/pedagang eceran karena pekerjaan utamanya bukan
pengecer, tapi produsen. Perdagangan eceran ini sangat penting artinya dalam mata rantai
produk dari produsen sampai ke konsumen, retail bisa memperoleh informasi tentang selera
pembeli, memasang spanduk/iklan, memberikan hadiah, dsb. Perdagangan eceran dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
a.

Perdagangan eceran besar

b. Perdagangan eceran kecil, terdiri dari pedagang berpangkalan (toko kecil, kios, warung) dan
pedagang tidak berpangkalan (tukang bakso, tukang sate, sol sepatu).
Setelah pebisnis retail masuk ke Indonesia, maka pelaku bisnis ritel dapat
dikelompokkan menjadi 4 (Foster, 2004):
a.

Kelompok grosir dan hypermarket

b. Kelompok supermarket/department store


c.

Kelompok minimarket modern

d. Peritel kecil tradisional


Terdapat banyak faktor yang menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis retail. Faktor
tersebut antara lain:
a.

Lokasi/tempat : lokasi yang strategis, misalnya di tengah keramaian kota akan memiliki
volume penjualan lebih tinggi dibanding toko yang letaknya jauh dari keramaian.

b.

Kelengkapan barang : konsumen lebih memilih toko yang lengkap, dengan variasi produk
yang lebih beragam. Barang yang disediakan perlu memperhatikan prinsip: menyediakan
barang yang tepat, pada tempat yang tepat,pada waktu yang tepat, pada harga yang tepat,
pada jumlah yang tepat. Oleh karena itu perlu perencanaan yang matang.

c.

Ketepatan harga : strategi dalam menentukan harga perlu dipertimbangkan. Ada toko yang
memberikan penawaran harga lebih murah dari harga pasaran untuk produk-produk terkenal,
agar tokonya mendapatkan citra murah sehingga konsumen bersedia menjadi pelanggan loyal
di toko tersebut

d. Suasana toko, dipengaruhi oleh : eksterior, interior, layout, karyawan


Tabel 1.Data Perusahaan Ritel (Sumber: Alma,2005)

Pedagang kaki lima


Kebanyakan barang-barang yang ditawarkan adalah barang-barang conveniencey
yang dibeli dengan alasan emosional, begitu melihat langsung ingin membelinya. Harga
produk masih bisa ditawar. Alma (2005) menyebutkan definisi dari pedagang kaki lima
adalah setiap orang yang melakukan kegiatan usaha dengan maksud memperoleh penhasilan
yang sah, dilakukan secara tidak tetap, dengan kemampuan terbatas, berlokasi tempat atau
pusat-pusat konsumen.
Franchise (waralaba)
Bygrave (1994) mendefiniskan franchise sebagai sebuah peluang bisnis dimana
pemilik, produsen atau distributor sebagai franchisor dari barang dan jasa atau merk tertentu
memberi hak kepada individu atau franchisee untuk menjadi agen lokal dari barang dan jasa.
Sebagai imbalannya franchisor menerima pembayaran atau royalti yang telah ditetapkan.
Dalam kerjasama tersebut terdapat license of agreement atau semacam kontrak yang memuat
rencana pemasaran, prosedur aliran dokumen, pelaksanaan bantuan dan suaha pengembangan
bisnis. Merk dagang menjadi aset utama franchisor.
Waralaba dibedakan menurut 3 karakteristik:
1. Pemberi waralaba memberi lisensi kepada pewaralaba dengan imbalan royalti
2. Pewaralaba diharuskan membayar kewajiban untuk menjadi bagian sistem tersebut
3.

Pemberi waralaba menyediakan suatu sistem pemasaran dan sistem operasi untuk
menjalankan kegiatan bisnis. Misalnya mc donald mengharuskan pewaralabanya mengikuti
universitas of hamburger di illinois untuk belajar bagaimana cara mengelola bisnis dan
menerima instruksi prosedur yang harus diikuti dalam melaksanakan bisnis.

Keuntungan franchising:
1. Produk yang ditawarkan telah memasuki pasaran yang luas dan diterima oleh umum
2.

Franchising tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk memperkenalkan kredibilitas


perusahaan

3.

Franchisor sudah berpengalaman dan memiliki keahlian manajemen sehingga dapat


memberikan bantuan kepada franchisee.

4.

Perencanaan secara detail lebih bisa dilakukan karena pengetahuan tentang pasar dari
franchisor yang telah matang
Mahfoedz (2006) mengklasifikasikan waralaba menjadi 4 jenis:

1. Sistem waralaba pabrik-pengecer


Pabrik memberikan ijin kepada semua outlet untuk menyimpan sediaan dan memasarkan
produknya. Misalnya kendaraan bermotor, produk minyak/gas, sepatu dll
2. Sistem waralaba pabrik-grosir
Franchisee melakukan aktivitas produksinyanya kepada pengecer lokal. Misalnya pada
perusahaan minuman pabrik memasok bahan dasar kepada grosir yang menambahaknya
dengan bahan, kemasan produk kemudian mendistribusikannya.
3. Sistem waralaba grosir-pengecer
Franchisor mencari pengecer independen untuk menjadi franchisee dengan cara kontrak, jadi
grosir mensponsori waralaba eceran.
4. Waralaba nama perusahaan
Franchisor memiliki nama perusahaan yang telah dikenal dan mtode untuk pengoperasian
outlet yang terbukti menguntungkan. Misalnya mcdonalds, sheraton inn, dll

Materi Kewirahausahaan
Selasa, 10 Mei 2011
Materi Kewirausahaan

Usaha Kecil
Standar kompetensi
Merencanakan usaha
Kompetensi Dasar
1. Menganalisis peluang usaha
2. Menganalisis aspek-aspek pengelolaan usaha
3. Penyusunan proposal
Alokasi waktu
32 am pelajaran (16 X kegiatan belajar )

Pengertian peluang usaha


Peluang usaha adalah suatu kesempatan yang dapat kita ambil dan ditekuni sebagai wujud kita
dalam berusaha untuk mendapatkan keuntungan
Peluang usaha adalah membuka usaha yang sesuai keinginan dan kebutuhaan untuk
memperoleh keuntungan guna memenuhi kebutuhan dan memuaskan.
Sikap yang harus dimiliki dalam membuka usaha sebagai berikut :
Pandai melihat peluang usaha
Berani mencoba memanfaatkan peluang
Mau bekerja keras
Ulet dan optimis
Apabila belum mampu sendirian bisa bekerja sama
Jangan cepat merasa puas atas keberhasilan
Jangan cepat putus asa bila jatuh, berusaha bangun
Memiliki semboyan usaha kecil harus berhasil walau dibayar dengan susah payah
Untuk memilih produk jasa yang dipasarkan sebaiknya memperhatikan factor-faktor antara
lain :
Kebutuhan konsumen
Daya beli masyarakat
Selera konsumen
Jumlah konsumen
Persaingan
Sedangkan dilihat dari jenis usahanya dapat dikelompokkan antara lain sebagai berikut :
Kelompok industri dan kerajinan meliputi industri besar, menengah, dan kecil
Kelompok pertambangan dan energy
Kelompok jasa meliputi perbankan, asuransi, transportasi, perfilman, dan perhotelan
Kelompok perdagangan meliputi pedagang besar,menengah, dan kecil
Kelompok agraris meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan
Agar dapat menjalankan usahanya dengan baik dan dapatkan hasil yang maksimal maka
seorang wirausahawan harus dapat berpikir positif dan kreatif dengan cara :
Optimis artinya keyakinan bahwa usaha yang di jalankan dapat dilaksanakan
Mau menerima ide-ide baru di dalam dunia usaha atau bisnis
Adanya kemauan menerima saran dan krtik dariberbagai pihak
Berani mengambil resiko
Bersemanggat tinggi dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan
Bersedia membayar harga kemajuan yaitu bekerja keras dan disiplin
Hal hal yang menjadi modal untuk dapat meraih keberhasilan usaha :
Kepribadian yang kuat dan pantang menyerah untuk maju
Berani mengambil risiko dalam usaha
Pola pikir yang modern dan terbuka
Kecakapan dalam mengelola usaha
Menerapkan manajemen usaha yang baik
Keberhasilan suatu usaha sangat dipengaruhi oleh berbagai factor secara umum
diidentifikasikan sebagai berikut :

Factor manusia
Factor keuangan
Factor permodalan
Factor organisasi
Factor perencanaan
Factor manajemen
Factor pajak dan asuransi
Factor fasilitas pemerintah
Menggali peluang usaha Seorang wirausaha harus bepikir secara positif dan kreatif antara
lain sebagai berikut :
1. Percaya diri
2. Menerima gagasan-gagasan di dalam dunia usaha atau bisnis
3. Bertanya kepada diri sendiri
4. Mendengarkan saran-saran orang lain
5. Mempunyai etos kerja yang tinggi
6. Pandai komunikasi
Mengidentifikasi peluang usaha
Dapat dilakukan dengan menyimak bidang hasil usaha pokok yaitu kedudukan pasar,
probalitas, sdm, keuangan, sarana kerja, tanggung jawab sosial, dan penembangan usaha.
1. Belajar ilmu manajemen usaha
2. Meminta jasa konsultan manajemen
3. Meminta jasa keluarga dan kenalan yang ahli usaha.
Persyaratan pokok peluang dlm mengidentifikasi atau menggali usaha masa depan adalah
berpikir polos,keterbukaan,optisme,kerjasama
Secara rebih rinci, pengidentifikasi peluang usaha meliputi sebagai berikut :
1. Waktu pelunguran produk yang tepat
2. Desain produk sesuai kebutuhan pembeli
Strategi produk yang tepat
4. Mampu mengidentifikasikan u saha yang dijalankan
5. Optimis dan citra positif dalam usaha
6. Sdm yang cukup baik
7. Sumber dana yang cukup
8. Manajemen produksi yang baik
9. Pemasaran produk yang tepat
10. Pengalaman pengelolaan usaha
Resep Dr.D.J Schwartz tentang cara mengidentifikasi peluang usaha
1. Percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan

2. Janganlahtradisi lingkungan yang statis akan melumpuhkan pikiran wirausahawan


3. Setiap hari bertanyalah kepada diri sendiri,bagaimana saya dapat melakukan usaha
lebih baik
4. bertanya dan mendengarkan , maka seorang wirausaha akan mendapatkan bahan baku
untuk mengambil keputusan yang tepat.
5.
Perluas pikiran anda, bersemangat,dan bergaulah dengan orang orang yang bisa
membuat anda mendapat gagasan peluang usaha

Paul charlap mengemukan sebuah rumusan yang mencakup empat unsur yang
dimiliki seorang wirausa yaitu sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.

work haed (pekerjaan keras)


work smart (kerja cerdas)
enthuasiasm (kegairahan)
service (pelayanan)

BAB II. FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN DAN


KEGAGALAN WIRAUSAHA
Posted by x&x on 28 Maret 2013
Posted in: Online, Quote. Tagged: Kewirausahaan. Tinggalkan Sebuah Komentar
1. KEBERHASILAN WIRAUSAHAWAN
Untuk menjadi seorang wirausahawan, diperlukan dukungan dari orang lain yang
berhubungan dengan bisnis yang kita kelola. Seorang wirausaha harus mau menghadapi
tantangan dan resiko yang ada. Resiko dijadikan sebagai pemacu untuk maju, dengan adanya
resiko, seorang wirausaha akan semakin maju.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada
delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam
mengembangkan profesinya, yaitu:
a. Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses
menempuh kerja keras yang sungguh sungguh dalam usahanya.
b. Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah
pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul,
ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
c. Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin

d. Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan
dilandasi ketekunan serta kesabaran.
e. Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit,
dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu ragu dalam mengambil keputusan
yang baik sesuai dengan keyakinan.
f. Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang
wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha.
g. Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi
yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
h. Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur
dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik
daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
2. KEGAGALAN WIRAUSAHAWAN
Penyebab kegagalan dalam usaha pada umumnya disebabkan oleh 4 faktor utama, antara lain:
1. Kurangnya dana untuk modal
2. Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis
3. Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang
4. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluitinya.
Menurut Alex S. Niti Semito, kegagalan wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya
terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Kegagalan yang dapat dihindarkan
Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, karena pengusaha dapat menghindari dsan dapat
diantisipasi sebelumnya.
Misal: salah mengelola perusahaan, tidak ada rencana yang matang, pelayanan yang kurang
baik, dll

2. Kegagalan yang tidak dapat dihindarkan


Yaitu kegagalan yang sulit atau hamper tidak dapat dihindari seperti bencana alam,
peperangan, kebakaran, kecelakaan.
Sebab-sebab kegagalan dalam menjalankan usaha:

Kurang ulet dan cepat putus asa


Kurang tekun dan kurang teliti

Tidak jujur dan kurang cekatan

Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha

Kurang inisiatif dan kurang kreatif

Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman

Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang

Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen

Pelayanan yang kurang baik

Banyaknya piutang ragu ragu

Banyaknya pemborosan dan penyimpangan

Kekeliruan menghitung harga pokok

Menyamakan perusahaan sebagai badan social

Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan

Kemacetan yang sering terjadi

Kurangnya pengawasan

Pengertian Organisasi
Organisasi pada dasarnya merupakan tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul,
bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dengan memanfaatkan sumber daya
(dana, material, lingkungan, metode, sarana, prasarana, data) dan lain sebagainya yang
digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama. diambil dari wikipedia
Selain artian diatas, masih banyak pengertian organisasi yang disampaikan beberapa pakar,
antara lain :
1. Drs. H Malayu S.P. Hasibuan mengartikan organisasi sebagai proses penentuan,
pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk
mencapai
tujuan
bersama.

2. Stoner mengartikan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang


dibawah
pengarahan
atasan
mengejar
tujuan
bersama.
Selain pengertian di atas, masih banyak lagi pengertian yang di ungkapkan oleh para tokoh
tentang
definisi
dari
organisasi.
Tujuan

Organisasi

Setiap manusia yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, menciptakan sebuah
wadah atau badan dimana mereka saling berusaha untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan
hal ini lah yang menjadi sebab adanya tujuan dari sebuah organisasi. Tujuan dicerminkan
oleh sasaran yang harus dilakukan baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.
Tujuan dari sebuah organisasi sangat mempengaruhi kinerja dari organisasi itu sendiri
maupun untuk mencari massa atau anggota baru dalam pengembangan sebuah organisasi dan
untuk menjaga kaderisasi anggota. Kaderisasi bertujuan untuk menjaga sebuah organisasi
tetap
bisa
bertahan
dan
eksis
dalam
jangka
waktu
yang
panjang.
Ada beberapa tingkatan pengelompokan yang mendefinisikan prioritas sebuah tujuan
organisasi
1. Tujuan atau Misi umum : Pernyataan luas, atau tujuan dalam skala umum yang
mendefinisikan bagaimana tercipta sebuah organisasi tersebut, biasanya tidak berubah dari
tahun ke tahun dan sering menjadi pernyataan pertama dalam konstitusi sebuah organisasi.
2. Tujuan adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang sebuah organisasi itu ingin di capai.
Merupakan bagian dari tujuan dan misi dari sebuah organisasi, tujuan seperti ini bisa seperti
ini bisa berubah dari tahun ke tahun tergantung pada kesepakatan dari kelompok tersebut.
3. Tujuan merupakan deskripsi dari apa yang harus dilakukan berasal dari tujuan, spesifik
yang jelas. laporan tugas terukur untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari sebuah
kelompok, biasanya memiliki jangka pendek dan batas waktu tertentu.
Pemilihan tujuan dari setiap organisasi sangat penting, karena dengan hal tersebut, bisa
menjadi semangat kerja, dan rasa bertanggungjawab, komitmen dan motivasi dari setiap
anggota
dalam
sebuah
kelompok.
Manfaat

Organisasi

Mengikuti atau menjadi bagian dari sebuah organisasi mempunyai dampak sangat besar
untuk kehidupan, karena dalam sebuah organisasi bisa di ibaratkan sebagai masyarakat dalam
lingkup kecil. Selalu ada masalah yang perlu dipecahkan bersama, sikap saling menjaga dan
bertanggungjawab terhadap keutuhan anggota atau pun mempertahankan sebuah kelompok,
memberikan gambaran sebuah perjuangan panjang, dan ini akan sangat membantu ketika
dalam penyelesaian masalah atau memberikan masukan kepada masyarakat dalam lingkup
luas.

Selain itu beberapa manfaat lain yang bisa diperoleh dalam sebuah organisasi antara lain :
1. Tercapainya sebuah tujuan : Organisasi dibentuk dari tujuan-tujuan bersama yang
berkaitan, maka pencapaian tujuan yang dilakukan oleh orang banyak atau dalam artian
anggota sebuah kelompok lebih berpeluang untuk mencapai tujuan yang lebih maksimal dan
efektif.
2. Melatih mental bicara di publik : mental berbicara didepan umum tidak setiap orang bisa
peroleh dengan mudah, harus dengan pelatihan lama dan berkala. Sebuah organisasi,
kelompok belajar, atau kelompok studi ilmiah bagi para mahasiswa adalah sebuah wadah
yang
tepat untuk
pengembangan
public
speaking.
3. Mudah memecahkan masalah : karena dalam sebuah organisasi permasalahan adalah hal
yang sangat sering terjadi, entah karena perbedaan pendapat atau permasalahan dalam segi
fiskal sebuah kelompok. Pemecahan dari setiap permasalahan yang ada mengajarkan
bagaimana harus bersikap dan menyikapi permasalahan yang ada dalam kehidupan
masyarakat
yang
lebih
kompleks
dan
majemuk.
Selain hal-hal diatas, masih banyak manfaat organisasi yang bisa diperoleh, namun disini
tidak dijabarkan lebih lanjut, hal lain yang bisa kita dapatkan antara lain :
1.
Melatih
Leadership
2.
Memperluas
pergaulan
3.
Meningkatkan
wawasan
dan
pengetahuan
4.
Membentuk
karakteristik
seseorang
5.
Kuat
dalam
menghadapi
tekanan
6.
Mampu
mengatur
waktu
dengan
sangat
baik
7.
Sebagai
ajang
pembelajaran
kerja
yang
sesungguhnya
Itulah sedikit uraian tentang Pengertian, Tujuan, Dan Manfaat Organisasi yang dapat saya
sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk membuat Indonesia lebih baik. Pahamilah sebelum
membuat atau mencari organisasi yang akan di ikuti, sesuaikan dengan karakteristik dan
kepribadian diri, serta mempunyai tujuan yang sama dan jelas dalam perjalanan sebuah
organisasi.

Pengertian Visi dan Misi


Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk
dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu
konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan
untuk mencapai suatu tujuan.

Bagi mereka yang berkecimpung dalam kegiatan organisasi tentu tidak asing dengan kalimat
Visi dan Misi di karenakan suatu organisasi, kelompok atau badan suatu instansi pasti
memiliki Visi dan Misi untuk mewujudkan tujuannya, tapi apakah Visi dan Misi hanya bisa di
miliki dan di terapkan oleh Suatu Organisasi, kelompok atau bandan suatu instansi?
Jawabnya tentu tidak, Visi dan Misi pun bisa di miliki dan di terapkan secara personal dan
individu.
Lalu apakah pengertian dari Visi dan Misi?
Dari referensi materi berikut ada beberapa pengertian dari Visi dan Misi yang mudahmudahan dapat memberi manfaat...
Pengertian Visi
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa
yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu
tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya,
dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang
tersebut. Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:
- Berorientasi ke depan
- Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini
- Mengekspresikan kreatifitas
- Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat
Pengertian Misi
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya
mewujudkan Visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada.
Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.
Arti lain :
a. Visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan clan karakteristik yang
ingin di capai oleh suatu lembaga pada jauh dimasa yang akan datang. Banyak
intepretasi yang dapat keluar dari pernyataan keadaan ideal yang ingin dicapai
lembaga tersebut. Visi itu sendiri tidak dapat dituliskan secara lebih jelas
menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, oleh kemungkinan kemajuan
clan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa
yang panjang tersebut. Pernyataan Visi tersebut harus selalu berlaku pada
semua kemungkinan perubahan yang mungkin terjadi sehingga suatu Visi hendaknya
mempunyai sifat/fleksibel. Untuk itu ada beberapa persyaratan yang hendaknya
dipenuhi oleh suatu pernyataan Visi: 1) Berorientasi pada masa depan; 2) Tidak
dibuat berdasar kondisi atau tren saat ini; 3) Mengekspresikan kreativitas; 4)
Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat ; 5)
Memperhatikan sejarah, kultur, clan nilai organisasi meskipun ada perubahan
terduga ; 6) Mempunyai standard yang tinggi, ideal serta harapan bagi anggota
lembaga ; 7) Memberikan klarifikasi bagi manfaat lembaga serta tujuantujuannya ; 8 ) Memberikan semangat clan mendorong timbulnya dedikasi pada
lembaga ; 9) Menggambarkan keunikan lembaga dalam kompetisi serta citranya ;
10) Bersifat ambisius serta menantang segenap anggota lembaga (Lewis&Smith,1994).
b. Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam

usahanya meng-ujud-kan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada


pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan
sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis
besar cara pencapaian Visi. Pernyataan Misi memberikan keterangan yang jelas
tentang apa yang ingin dituju serta kadang kala memberikan pula keterangan
tentang bagaimana cara lembaga bekerja. Mengingat demikian pentingnya
pernyataan misi maka selama pembentukannya perlu diperhatikan masukan-masukan
dari anggota lembaga serta sumber-sumber lain yang dianggap penting. Untuk
secara Iangsung pernyataan Misi belum dapat dipergunakan sebagai petunjuk
bekerja.
Intepretasi lebih mendetail diperlukan agar pernyataan Misi dapat
diterjemahkan ke langkah-langkah kerja atau tahapan pencapaian tujuan
sebagaimana tertulis dalam pernyataan Misi. Untuk memberikan tekanan pada
faktor komprehensif dari pernyataan misi maka pernyataan tersebut hendaknya
mampu memberikan gambaran yang menjawab pertanyaan pertanyaan sbb (Lewis &
Smith 1944) : 1) Keberadaan lembaga adalah untuk berbuat apa; 2) Apa produk
atau jasa yang utama dari lembaga; 3) Apa yang bersifat unik dari lembaga ; 4)
Siapa konsumen utama dari lembaga; 5) Mengapa mereka merupakan konsumen utama
; 6) Pihak lain mana yang berkepentingan dengan lembaga dan mengapa; 7) Apa
Core Values / nilai dasar lembaga; 8 ) Apa yang berbeda pada lembaga 5 th
yang lalu dan sekarang ; 9) Mengapa berbeda ; 10) Apa yang berbeda pada
lembaga saat sekarang dan 5 th dari sekarang; 11) Mengapa hal itu akan menjadi
beda; 12) Apa produk atau jenis jasa yang akan diberikan lembaga di masa
depan; 13) Apa yang harus dikerjakan lembaga untuk menyiapkan produk baru
tersebut; 14)Apakah jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas merefleksikan Visi
lembaga ? ; 15) Bila tidak, pertanyaan mana yang harus ada dan apa jawabannya.
materi referensi:RKAP EXSAM
Dari sumber lain yang mendefinisikan tentang Visi dan Misi diantaranya:
Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar
dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang
tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi.
Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang
ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi
menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana
melakukannya.
Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan
organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi
tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat
mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil
yang akan diperoleh dimasa mendatang.
Visi adalah pandangan/pemikiran pada yang akan datang (cita cita)
Misi adalah sedang/akan melakukan apa yang sudah ada dalam visi itu.

Anda mungkin juga menyukai