P. 1
Ringkasan LKPJ 2007 Purbalingga

Ringkasan LKPJ 2007 Purbalingga

|Views: 622|Likes:
Dipublikasikan oleh ideajogja

More info:

Published by: ideajogja on Jul 28, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2013

pdf

text

original

PIDATO LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN/LKPJ BUPATI PURBALINGGA DAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN

ANGGARAN 2006 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk Kita Semua  Yth. Bapak Ketua, Para Wakil Ketua dan Bapak-Ibu Segenap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Purbalingga;  Yth. Bapak Wakil Bupati beserta Rekan-Rekan MUSPIDA Kabupaten Purbalingga;  Yth. Sdr. Sekretaris Daerah beserta segenap Jajaran Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga;  Yth. Para Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD;  Para tamu undangan dan hadirin yang berbahagia. Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat IIlahi Robbi - Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan kasih sayang-Nya kepada kita sekalian, sehingga pada kesempatan pagi hari ini kita dapat dipertemukan dalam keadaan sehat wal’afiat pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah / DPRD Kabupaten Purbalingga dengan Acara Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban / LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah / APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2006 kepada DPRD Kabupaten Purbalingga. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban / LKPJ Bupati kepada DPRD merupakan amanah ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang “Pemerintahan Daerah” dan pasal 27 Peraturan Pemerintah / PP Nomor 3 Tahun 2007 tentang “Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada DPRD, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat” yang menyatakan bahwa Kepala Daerah mempunyai kewajiban memberikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah dan memberikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kepada DPRD, serta menginformasikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada masyarakat. Sesuai ketentuan Pasal 16 PP Nomor 3 tahun 2007 dimaksud, ditegaskan bahwa LKPJ disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah / RKPD yang merupakan penjabaran tahunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah / RPJMD dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah / RPJPD. Sebagaimana penyampaian LKPJ tahun – tahun sebelumnya, LKPJ Tahun Anggaran 2006 kami sampaikan bersamaan dengan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah / APBD Tahun Anggaran 2006, karena sesuai dengan ketentuan pasal 184 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 ditegaskan bahwa Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan / BPK paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir, yang meliputi : Laporan Realisasi APBD, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan yang dilampiri dengan Laporan Keuangan Badan Usaha Milik Daerah /BUMD.
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

1

Secara substansial LKPJ merupakan progress report penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai media untuk mengevaluasi hasil-hasil penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan selama satu tahun anggaran, serta diharapkan dapat menjadi obor dan pemacu semangat untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah beserta jajarannya pada tahun-tahun yang akan datang agar semakin baik lagi.

Berdasarkan ketentuan Undang-undang dan Peraturan Pemerintah tersebut, LKPJ yang hari ini kami sampaikan kepada Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, memuat tentang Dasar Hukum, Kebijakan Pemerintah Daerah yang meliputi Visi, Misi, Arah Kebijakan, Strategi dan Prioritas serta Program Kerja dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang berisi hasil-hasil yang dicapai, permasalahan yang dihadapi dan upaya pemecahannya dalam pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah berdasarkan asas desentralisasi, tugas pembantuan maupun tugas umum pemerintahan atau dekonsentrasi. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka kami telah berupaya menyusun secara sistematis, jelas dan lengkap LKPJ dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA. 2006 ini yang terbagi dalam 3 (tiga) bagian besar, dan dilengkapi dengan kumpulan dokumen pendukung, yang meliputi : a. Bagian Pertama, Pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban/LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2006. Pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban ini pada dasarnya merupakan Ringkasan yang berisi tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2006. b. Bagian Kedua, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban / LKPJ Bupati Purbalingga Tahun Anggaran 2006 kepada DPRD Kabupaten Purbalingga, termasuk didalamnya Ringkasan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD, dengan sistematika Bab I : Pendahuluan, Bab II : Kebijakan Pemerintah Kabupaten, Bab III : Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah baik dari sisi Pendapatan maupun Belanja, Bab IV : Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah, Bab V : Penyelenggaraan Tugas Pembantuan, Bab VI : Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan / Dekonsentrasi, dan Bab VII : Penutup.

c. Bagian Ketiga, berupa Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah / APBD Tahun Anggaran 2006 yang meliputi : Laporan Realisasi APBD, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan yang dilampiri dengan Laporan Keuangan Badan Usaha Milik Daerah /BUMD. Adapun dokumen pendukung Laporan Keterangan Pertanggungjawaban /LKPJ Bupati terdiri dari berbagai produk pemerintah daerah dan rekaman peristiwa selama Tahun 2006 yakni : (1) Himpunan Produk Hukum Kabupaten Purbalingga Tahun 2006, (2) Buku laporan kegiatan Bupati / Wakil Bupati Purbalingga Tahun 2006, dan (3) Buku Kumpulan Prestasi Kabupaten Purbalingga Tahun 2006. Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang “Sistem 2

Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

Perencanaan Pembangunan Nasional”, maka pada tahun 2005 telah disusun berbagai produk perencanaan pembangunan yang antara lain meliputi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah/RPJMD Tahun 2005 - 2010, dan Rancangan PERDA tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah /RPJPD Tahun 2005 - 2025 yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah/RKPD setiap tahunnya. Dengan berbagai sumber daya dan potensi yang ada, kami bersama-sama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten bertekad untuk meletakkan dan melaksanakan nilai-nilai baru sesuai dengan tuntutan zaman, serta melakukan koreksi terhadap kekurangankekurangan masa lalu. Dalam kaitan ini, perbaikan dan optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan telah diupayakan dengan sungguh-sungguh berdasarkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik atau good governance. Berbagai isue dan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius adalah masalah pengangguran, kemiskinan, kesenjangan, dan pelayanan publik yang belum optimal. Secara berangsur-angsur, hal tersebut telah mengalami pembenahan dan perbaikan, bahkan dalam hal pelayanan publik kita patut bersyukur karena pada akhir tahun 2006, Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah diakui kinerja pelayanan publiknya secara nasional, yang ditandai dengan diterimanya “Piala Citra Bhakti Abdi Negara” dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI yang disaksikan langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Dimana Piala Citra Bhakti Abdi Negara ini merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada 26 (dua puluh enam) Kabupaten/Kota se Indonesia yang dinilai telah mempunyai komitmen dan dapat melaksanakan pelayanan publik secara baik. Selanjutnya dengan memperhatikan berbagai isue dan permasalahan sebagaimana tersebut diatas, maka pokok-pokok kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga diarahkan pada : Bidang Pemerintahan, melakukan konsolidasi aparatur dan penataan kelembagaan serta sumber daya aparatur pemerintah agar efisien, efektif dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme / KKN guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan dukungan rakyat terhadap pemerintah. Bidang Pembangunan, diarahkan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, melalui upaya pemulihan/recovery terhadap kecukupan kebutuhan pokok manusia utamanya pangan dan papan, serta memprioritaskan kegiatan pembangunan di bidang pendidikan dan agama, kesehatan dan kesejahteraan sosial, ekonomi kerakyatan dan pembangunan perdesaan. Bidang Kemasyarakatan, terus diupayakan ketertiban umum dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta pemberdayaan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan iklim yang sejuk dan dinamis sehingga semangat/greget serta keterlibatan masyarakat luas dalam proses pembangunan dapat diwujudkan secara nyata. Demikian halnya pelaksanaan pembangunan diselenggarakan melalui suatu perencanaan partisipatif, bottom-up, dan local planning dengan melibatkan masyarakat, yang menekankan pada upaya menumbuhkembangkan prakarsa dan kreativitas masyarakat. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan Purbalingga sebagaimana ditetapkan dalam RPJM Tahun 2005 - 2010; telah dilakukan pembenahan/perbaikan, peningkatan dan keterpaduan penyelenggaraan tugas bidang pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan melalui berbagai kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan dengan tetap memperhatikan keseimbangan pertumbuhan antar wilayah. Sejalan dengan semangat reformasi, maka penyelenggaraan administrasi pemerintahan
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

3

yang menjadi tugas dan kewajiban pemerintah daerah telah dilaksanakan berdasarkan paradigma baru yang berkembang yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang berazaskan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas. Untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mengembangkan kebijakan dengan memfokuskan pada empat pilar pembangunan, yaitu : (1) pilar pembangunan pendidikan dan agama, (2) pilar pembangunan kesehatan dan kesejahteraan sosial, (3) pilar pembangunan ekonomi kerakyatan, dan (4) pilar pembangunan perdesaan, yang didukung oleh seluruh bidangbidang pembangunan lainnya secara sinergis dan terpadu, dengan landasan keimanan dan ketakwaan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, serta jati diri masyarakat Purbalingga yang cablaka / terbuka dan berbudaya. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Dengan diselenggarakannya azas desentralisasi/otonomi yang secara utuh dan bulat yang diletakkan pada daerah kabupaten/kota, maka kewenangan dan potensi daerah harus dikelola dengan berbagai kiat atau siasat baik berupa inovasi dan kreativitas dalam koridor yang masih dibenarkan menurut peraturan perundang-undangan, untuk menghasilkan produk-produk secara lebih berdaya guna dan berhasil guna. Dalam pelaksanaan otonomi daerah ini, penyelenggaraan pemerintahan daerah masih dalam kerangka penguatan landasan atau fondamen tata laksana penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Pemerintah Kabupaten telah melakukan berbagai langkah antara lain : penyempurnaan penataan kewenangan pemerintah daerah, penataan kelembagaan, personil dan pengisian jabatan, peningkatan kemampuan sumber daya aparatur, dan pengembangan kebijakan reward and punishment dalam upaya peningkatan kinerja aparatur. Di samping itu, dilakukan pula pembinaan aparatur yang berorientasi pada peningkatan pelayanan masyarakat dengan pengawasan pembangunan yang semakin ketat. Disamping itu, dalam upaya terus meningkatkan daya guna dan hasil penyelenggaraan pemerintahan Desa, juga telah dilakukan pula review terhadap Peraturan-Peraturan Daerah/Perda yang tidak sesuai lagi dengan jiwa dan semangat reformasi antara lain berupa penataan kembali Perda-Perda tentang Pemerintahan desa serta melaksanakannya secara konsisten, termasuk dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa. Di bidang kemasyarakatan, terus dilakukan peningkatan pemberdayaan lembagalembaga kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan, kewanitaan, dan profesi yang dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya kehidupan demokrasi dan kegiatan sosial budaya masyarakat. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Dalam pelaksanaan pembangunan Tahun Anggaran 2006, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bertekad melanjutkan komitmen yang tinggi dan berkonsentrasi penuh pada upaya penanggulangan pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan. Upaya penanggulangan permasalahan tersebut dilaksanakan dengan berlandaskan pada berbagai kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah / RPJMD yang juga dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah / RKPD. Kebijakan tersebut masih diarahkan untuk melanjutkan upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia utamanya pangan dan papan khususnya untuk penduduk miskin, peningkatan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan pemerataan kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan, penciptaan akses ekonomi bagi usaha mikro, kecil dan menengah dengan meningkatkan kegiatan pembangunan dan transaksi usaha / bisnis sampai ke tingkat perdesaan. Di samping itu, tetap diupayakan fasilitasi untuk berkembangnya dunia usaha dan investasi dalam negeri maupun luar negeri yang mampu memperluas kesempatan berusaha dan memperlebar
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

4

lapangan kerja. Meskipun kegiatan pembangunan ekonomi telah dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, namun tidak berarti bahwa permasalahan pengangguran dan kemiskinan sudah dapat diselesaikan, mengingat pengangguran dan kemiskinan merupakan suatu persoalan multi-dimensi dan komplek yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Masalah pengangguran yang sangat kompleks ini menjadi tanggung jawab dan kewajiban semua pihak, baik pada jajaran pemerintah, swasta maupun masyarakat. Dari upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini, ternyata dapat membuka lapangan usaha dan pekerjaan sekaligus mengurangi pengangguran, walaupun hasilnya belum mencapai posisi sebagaimana yang kita harapkan bersama. Hal tersebut terjadi, karena jumlah angkatan kerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun kurang sebanding dengan perluasan lapangan kerja baru, di samping kondisi perekonomian yang lebih luas yang masih terkendala yang juga mempengaruhi kinerja ekonomi daerah. Masalah pengangguran ini menjadi tantangan yang harus dicarikan solusinya oleh pemerintah bersama dunia usaha dan masyarakat itu sendiri. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Dalam pelaksanaan pembangunan bidang kesejahteraan rakyat / kesra, yang sangat menjadi perhatian dan prioritas Pemerintah Kabupaten Purbalingga pada Tahun 2006 adalah memacu kegiatan pembangunan manusia yang meliputi pendidikan dan agama, kesehatan, pengembangan ekonomi keluarga dan ketenagakerjaan. Pembangunan bidang pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya peningkatan kapasitas dan kualitas sumberdaya manusia secara berkelanjutan untuk terwujudnya masyarakat yang terdidik, berkualitas dan berakhlak mulia / akhlaqul karimah, sehingga mampu mengolah potensi dan sumberdaya yang ada untuk peningkatan derajat hidup dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, telah diupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kemampuan akademik masyarakat. Pembangunan bidang pendidikan diprioritaskan pada pelayanan pendidikan dasar dan menengah, khususnya dalam penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar/Wajardikdas 9 (sembilan) tahun, termasuk pengembangan Pendidikan Luar Sekolah /PLS untuk mengatasi siswa putus sekolah / drop out dan pemberantasan buta aksara. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pembangunan Unit Sekolah Baru/USB dan pengembangan Ruang Kelas Baru/RKB, perluasan sekolah terbuka, pembentukan kejar paket, peningkatan biaya operasional sekolah, pengembangan bea siswa baik untuk alasan ekonomi maupun prestasi dan peningkatan peran serta masyarakat. Disamping itu, dilakukan upaya peningkatan mutu pendidikan secara bertahap melalui pembenahan manajemen pendidikan, peningkatan SDM guru dan tenaga kependidikan serta pengembangan sekolah-sekolah unggulan, sekolah bertaraf nasional maupun internasional serta pengembangan sertifikasi ISSO 9000 pada beberapa sekolah. Keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pendidikan yang dilaksanakan dalam Tahun 2006, dapat dilihat dari indikator pendidikan, diantaranya adalah : (1) meningkatnya Angka Partisipasi Kasar/APK yang semula tahun 2005 sebesar 111,51 untuk SD, 94,96 untuk SLTP dan 34,09 untuk SLTA; meningkat pada Tahun 2006 menjadi 111,62 untuk SD, 96,69 untuk SLTP dan 34,83 untuk SLTA (2) Angka Partisipasi Murni/APM yang semula pada tahun 2005 sebesar 91,42 untuk SD, 77,7 untuk SLTP dan 32,94 untuk SLTA, meningkat pada tahun 2006 menjadi 93,44 untuk SD, 77,7 untuk SLTP dan 32,94 untuk SLTA; (3) Angka melek huruf (literacy rate) tahun 2006 menjadi sebesar 92,80; (4) Rata-rata lama sekolah (years of schooling) tahun 2006 menjadi sebesar 6,40; serta tersedianya berbagai sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang semakin memadai. Selain pembangunan bidang pendidikan, pembangunan bidang kesehatan pun telah
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

5

dilaksanakan secara signifikan, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif melalui lembaga-lembaga pelayanan kesehatan yang secara terus menerus ditingkatkan kinerjanya, di samping peran kader dalam ikut memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat dengan mengembangkan dan membiasakan pola hidup sehat. Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dapat dilihat dari indikator, antara lain : (1) menurunnya tingkat kesakitan masyarakat (Malaria, Demam Berdarah Dengue, ISPA, Diare dan TB Paru); (2) menurunnya angka kematian bayi (AKB) dari 7,43 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2005 menjadi 6,79 per 1.000 kelahiran hidup pada Tahun 2006; (3) menurunnya angka kematian ibu melahirkan (AKI) dari 109,07 per 100.000 pada tahun 2005 menjadi 48,54 per 100.000 kelahiran hidup pada Tahun 2006; (4) menurunnya permasalahan gizi buruk (underweight) pada anak balita dari 0,70 persen pada tahun 2005 menjadi 0,62 pada Tahun 2006; (5) meningkatnya angka rata-rata usia harapan hidup dari 68,50 tahun pada tahun 2005 menjadi 69 tahun pada Tahun 2006; (6) cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan telah mencapai 69 % pada Tahun 2006; (7) cakupan imunisasi lengkap bayi menjadi 84,5 % pada Tahun 2006; dan (8) meningkatnya kondisi umum kesehatan masyarakat serta lingkungannya. Pelayanan kesehatan masyarakat terasa semakin lebih merata dengan lebih meningkatnya pelaksanaan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat / JPKM karena semakin disadarinya arti penting landasan filosofi pelayanan kesehatan secara kebersamaan / kegotong royongan. Secara kuantitatif kepesertaan JPKM meningkat dari 47.528 KK pada tahun 2005 menjadi 47.929 KK pada tahun 2006 yang terdiri dari : Strata II sebanyak 24.120 KK dan Strata III sebanyak 23.809 KK. Disamping itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat terasa semakin baik dengan telah dibangun dan dioperasikannya Desa Sehat Mandiri di 133 Desa yang dimotori oleh Lembaga Poliklinik Kesehatan Desa /PKD. Rapat Paripurna Dewan yang terhormat, Hal lain yang juga mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kabupaten adalah penanganan masalah pengangguran, di mana pemerintah kabupaten telah melakukan berbagai upaya, antara lain : 1. Penetapan kebijakan pembangunan pada semua bidang agar selalu berdampak pada perluasan kesempatan kerja dan penggunaan produk lokal; 2. Penetapan kebijakan penciptaan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan perijinan usaha dengan ditingkatkannya kualitas pelayanan dan kewenangan Kantor Pelayanan Perizinan Dan Investasi/KPPI, membantu akses permodalan dengan suku bunga rendah /subsidi bunga, pengembangan informasi pasar, peningkatan manajemen dan teknik produksi, perintisan usaha, dan penyiapan infrastruktur seperti pasar, kios-kios, dan sub terminal agribisnis agar dunia usaha / swasta tumbuh dan berkembang, sehingga dapat memperluas lapangan usaha dan menyerap tenaga kerja; 3. Penciptaan lapangan kerja melalui pelaksanaan pembangunan fisik dan ekonomi khususnya melalui program - program pemberdayaan masyarakat yang bersifat padat karya di tingkat perdesaan; 4. Penyiapan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan permintaan pasar melalui pendidikan, pelatihan dan pemagangan calon tenaga kerja di berbagai keahlian seperti baby sitter, perbengkelan, elektronika, tata boga dan keahlian kerajinan; 5. Pembinaan terhadap angkatan kerja lokal/AKL, angkatan kerja antar daerah/AKAD dan Angkatan Kerja Antar Negara/ AKAN, khususnya pembekalan TKI yang akan
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

6

diberangkatkan ke luar negeri; 6. Penyiapan sumber daya manusia melalui pendidikan formal yang berorientasikan life skill. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Dalam bidang ekonomi, menunjukkan adanya perkembangan kehidupan ekonomi masyarakat yang berangsur-angsur kondisinya semakin membaik. Kondisi tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi seperti meningkatnya pertumbuhan ekonomi, pendapatan regional, pendapatan per-kapita dengan distribusi yang semakin merata dan tingkat inflasi yang relatif terkendali. Hal ini ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi daerah dari 3,50 persen pada tahun 2001 dan terus berkembang hingga Tahun 2005 menjadi 4,18 persen. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita masyarakat mengalami peningkatan. Berdasarkan harga berlaku PDRB tahun 2004 sebesar Rp. 2,564 trilyun dan terus berkembang hingga Tahun 2005 menjadi Rp 2,912 trilyun. Dengan adanya peningkatan PDRB, maka kondisi pendapatan / income perkapita masyarakat juga mengalami trend kenaikan. Berdasarkan harga berlaku pendapatan perkapita tahun 2004 sebesar Rp. 2.527.544,- pada akhir Tahun 2005 mencapai Rp 2.820.181,-. Gambaran makro perekonomian Kabupaten Purbalingga hingga Tahun 2006 nampak pada struktur ekonomi yang masih bertumpu pada bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan pengelolaan hutan rakyat. Dengan struktur ekonomi daerah yang demikian menjadi tantangan kita bersama untuk terus mengembangkan bidang pertanian ke arah pola agrobisnis dan agroindustri, di samping terus mendorong bidang-bidang lainnya untuk memperluas lapangan usaha dan lapangan pekerjaan, guna memerangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, Pemberdayaan ekonomi kerakyatan mendapatkan perhatian khusus yang antara lain meliputi pemberdayaan petani, pengrajin, pengusaha rumah tangga, mikro, kecil dan menengah / UMKM, serta fasilitasi pengembangan usaha bidang informal. Pemberdayaan petani dilakukan melalui upaya peningkatan kemampuan dan ketrampilan petani, peningkatan produksi dan komoditas pertanian yang mempunyai prospek pasar, pengembangan lembaga ekonomi perdesaan, pengembangan manajemen usaha petani dengan corporete farming, pengembangan investasi dan pola kemitraan, serta fasilitasi permodalan dalam usaha tani. Khusus untuk meningkatkan gairah petani padi gabah, pemerintah kabupaten terus mengembangkan kebijakan pembelian padi/gabah di tingkat petani secara proporsional untuk kepentingan Program Padat Karya Pangan/PKP, pemenuhan kebutuhan beras PNS dan untuk keperluan pasar umum dengan sumber dari dana talangan APBD dan dana Lembaga Usaha Ekonomi Produktif / LUEP. Di samping itu, Pemerintah Kabupaten juga memberikan fasilitas kemudahan dalam proses pascapanen melalui keberadaan dan manajemen PUSPAHASTAMA. Guna mendorong kemajuan bidang pertanian dan sekaligus pengembangan UMKM, terus dikembangkan berbagai kerjasama / networking dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun non pemerintah, seperti pembangunan Kawasan Industri Kompos Kandang Unggul / KIKKU di Desa Mipiran, pengembangan Balai Benih Induk Pertanian dan perintisan pengembangan BBI/Gurame Centre. Di samping itu terus dikawal operasionalisasi kerjasama pengembangan Program Studi Teknik Universitas Jenderal Soedirman / UNSOED di Desa Blater dan pembangunan Gardu Induk listrik di Desa Panican kerjasama dengan PT PLN Pembangkit Jaringan Jateng dan DIY serta berbagai bentuk kerjasama lainnya. Perlu kiranya kami sampaikan melalui kesempatan ini bahwa fasilitasi pemerintah kabupaten dalam hal penyediaan tanah kepada UNSOED dan PT.
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

7

PLN telah mempertimbangkan keberlanjutan sebagaimana telah direkomendasikan oleh DPRD.

program

yang

dikerjasamakan

Sedangkan upaya untuk menciptakan iklim yang dapat mendorong kegiatan usaha UMKM dan Koperasi, terus dilaksanakan pula berbagai program dan kegiatan antara lain : integrasi berbagai perizinan usaha, peningkatan kemampuan manajerial dan teknik produksi, bantuan peralatan produksi secara terbatas, meningkatkan akses permodalan, fasilitasi temu usaha, expo dan pasar lelang, penyediaan informasi bagi pelaku bisnis, penerbitan tabloid Derap Perwira, serta penyusunan profil potensi daerah dalam bentuk situs internet dan CD interaktif, berbagai booklet, leaflet dan brosur-brosur serta mengupayakan diselenggarakannya berbagai event tingkat regional dan nasional di Purbalingga. Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga tetap konsisten melanjutkan kerjasama antar daerah di bidang ekonomi khususnya pemasaran wilayah, dalam forum kerja sama regional management “BARLINGMASCAKEB”. Perkembangan dunia usaha dan investasi di Kabupaten Purbalingga dari tahun ke tahun menunjukkan trend yang baik. Pada tahun 2005 nilai investasi PMA sebesar Rp. 95.009.996.950,dan PMDN sebesar Rp.7.476.998.000,- pada Tahun 2006 berkembang menjadi PMA sebesar Rp.106.327.266.052,- dan PMDN sebesar Rp. 8.900.000.000,-Jumlah perusahaan di Purbalingga pada Tahun 2006 tercatat perusahaan berorientasi ekspor sebanyak 28 buah, yang terdiri dari perusahaan PMA 13 buah, PMDN sebanyak 1 buah, serta non PMA dan PMDN sebanyak 14 buah. Di samping itu tercatat telah dikeluarkannya izin usaha oleh KPPI selama Tahun 2006 sebanyak 4.565 izin. Atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam memberikan kemudahan bagi para investor untuk berinventasi dan pengembangan usaha tersebut, berdampak pada semakin meningkatnya lapangan kerja dan kesempatan berusaha di wilayah Kabupaten Purbalingga. Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, Dalam rangka mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, telah dilaksanakan berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur yang ditandai dengan dilanjutkannya pembangunan dan pemeliharaan berbagai sarana dan prasarana perekonomian seperti jalan, jembatan, irigasi, pasar, kios-kios, sub-sub terminal, peningkatan sarana/prasarana perikanan berupa balai benih ikan serta UPR, Satuan Kerja Wilayah/Satkerwil pertanian, kebunkebun bibit permanen/semi permanen dan sebagainya. Di bidang prasarana sosial dasar, telah dibangun dan diperbaikinya gedung-gedung perkantoran, sekolah, madrasah, perpustakaan, museum budaya, balai pengobatan, puskesmas, rumah sakit umum, rumah sakit bersalin dan rintisan pengembangan polindes menjadi Poliklinik Kesehatan Desa/PKD, termasuk membantu pemeliharaan dan renovasi sarana peribadatan, seperti masjid dan musholla pedesaan, pondok-pondok pesantren, Taman Pendidikan Al-Qur’an/TPQ dan berbagai sarana yang dimiliki oleh masyarakat dan yayasan sosial. Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan keserasian laju pertumbuhan antar wilayah. Oleh karena itu, telah ada perhatian khusus kepada wilayah yang masih dinilai tertinggal. Adapun langkah yang dilakukan antara lain : membuka akses bagi wilayah potensial yang masih terisolir secara bertahap melalui pembangunan dan peningkatan prasarana jalan/jembatan, serta pemeliharaan berkala jalan antar desa dan kecamatan. Juga telah diupayakannya penyediaan sarana air bersih dan pendistribusian langsung air bersih pada wilayah-wilayah yang dalam musim kemarau selalu mengalami kesulitan air seperti Kecamatan Kejobong, Pengadegan dan Rembang, serta dilakukan perbaikan sarana irigasi secara bertahap sesuai kemampuan daerah. Sejalan dengan pembangunan yang berorientasikan pada pengembangan wilayah perdesaan; juga telah diberikan perhatian pada pembangunan wilayah perkotaan
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

8

khususnya pembenahan pada Ibukota-Ibukota Kecamatan sebagai penyangga Kota Purbalingga, agar memiliki denyut nadi perekonomian. Oleh karena itu, telah dilakukan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana dasar perkotaan, seperti : trotoar, lampu penerangan jalan, pasar kecamatan, sub terminal dan penanaman/ penghijauan turus jalan. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Dalam pengembangan kehidupan demokrasi dan penciptaan iklim yang kondusif agar kegiatan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan lancar, Pemerintah Kabupaten senantiasa membuka diri untuk menerima sumbang pikir dan saran serta kritik guna memperbaiki keadaan menuju kondisi yang lebih favourable. Penyamaan persepsi dan kerjasama antara aparatur, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen yang ada di masyarakat melalui proses share vision terus diupayakan. Kran-kran komunikasi timbal balik dengan para stakeholders pembangunan terus dibuka dan ditingkatkan kualitasnya. Selain itu, untuk menjaga hubungan yang dinamis dan harmonis antara Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif dilakukan melalui rapat-rapat koordinasi/Rakor Muspida dan Pimpinan Dewan secara rutin setiap bulan, disamping yang bersifat insidental sesuai kebutuhan, serta dikembangkan pula forum-forum konsultasi dengan jajaran Dewan untuk membahas hal-hal yang dinilai urgen dan menjadi sorotan masyarakat luas, termasuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa/Pilkades. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan desa, pada tahun 2006 telah dapat diselesaikan 4 (empat) buah Peraturan Daerah yang mengatur tentang Pemerintahan Desa, meliputi : Pedoman Umum Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa, Badan Permusyawaratan Desa / BPD, Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa serta Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa guna menggantikan perda-perda sejenis yang ditetapkan pada tahun 2000. Mendasarkan keempat Perda tersebut, telah dapat diselesaikan pembentukan BPD di 224 desa secara tertib sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Di samping itu, juga telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa / Pilkades di 152 Desa secara serentak pada tanggal 17 Desember 2006, yang secara umum berlangsung dengan tertib, aman dan lancar, yang kemudian dilanjutkan dengan pembekalan Calon Kepala Desa terpilih serta kegiatan verifikasi dan validasi data Perangkat Desa se Kabupaten Purbalingga. Dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat telah ditetapkan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2006 tentang Pelimpahan sebagian tugas yang menjadi Kewenangan Bupati kepada Camat di wilayah Kabupaten Purbalingga yaitu sejumlah 42 bidang yang meliputi bidang pemerintahan sebanyak 17 jenis, bidang ekonomi dan pembangunan 8 jenis, bidang pendidikan dan kesehatan 7 jenis, bidang sosial dan kesejahteraan rakyat 6 jenis dan bidang pertanahan 4 jenis. Untuk meningkatkan kinerja aparatur Pemerintah Desa, telah dilakukan upaya perbaikan kesejahteraan melalui : kenaikan Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa/TPAPD sebesar 100 % dari APBD sebelumnya, pemberian tunjangan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa non Bengkok, bantuan pakaian dinas, bantuan komputer, pembinaan kewirausahaan bagi Kepala Desa yang purna tugas, bimbingan teknis / bintek perangkat desa, pembenahan buku-buku administrasi pemerintahan desa, serta bantuan penyelenggaraan PILKADES di 152 Desa. Di samping itu, dalam rangka penegakan disiplin dan peningkatan citra desa, terus dilakukan upaya pembinaan aparatur pemerintah desa secara berkelanjutan melalui mekanisme reward and punishment. Keberhasilan pembangunan di bidang Pemerintahan Desa dirasakan 9 cukup

Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

membanggakan. Hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya Kabupaten Purbalingga sebagai lokasi kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten/Kota baik dari luar maupun lingkup Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, pada tahun 2006, Kabupaten Purbalingga menjadi lokasi pemagangan para Kepala Desa / Kelurahan dari Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Permasalahan lain yang juga menjadi perhatian pemerintah adalah upaya peningkatan kapasitas masyarakat yang dilakukan melalui pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pemberdayaan mayarakat. Upaya pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Purbalingga dilaksanakan melalui paradigma masyarakat membangun yang menekankan pada upaya menumbuhkembangkan prakarsa, kreativitas dan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Dalam kaitan ini, pemerintah kabupaten telah menginisiasi dan melaksanakan berbagai program pembangunan yang dapat memotivasi dan menggerakkan masyarakat sekaligus juga dapat meningkatkan kegiatan dan transaksi usaha di tingkat perdesaan yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut terus dikembangkan program-program pemberdayaan masyarakat, seperti Program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif/PUEP, Pendampingan Program Pengembangan Kecamatan/PPK, Proyek Padat Karya Pangan/PKP, Program Stimulan Pemugaran Rumah Keluarga Miskin/PSPR-GAKIN, Pendampingan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan/P2KP dan Program Pemberdayaan Perempuan dan Program Pemberdayaan Mayarakat yang Berperspektif Gender/P2MBG. Operasionalisasi berbagai program pemberdayaan masyarakat tersebut dilaksanakan oleh masyarakat bersama perangkat desa dengan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten. Jumlah masyarakat yang terlibat dan dapat merasakan dampak positif dari pelaksanaan program ini sangat signifikan. Demikian pula keswadayaan masyarakat yang dapat dibangun melalui program pemberdayaan ini cukup tinggi. Sebagai suatu contoh munculnya swadaya masyarakat yang signifikan dari program program pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dapat dilihat melalui pelaksanaan berbagai program antara lain : Program Stimulan Pemugaran Rumah Keluarga Miskin/ PSPR- GAKIN yang dilaksanakan pada tahun 2003 sampai dengan Tahun 2006, telah dapat memugar tidak kurang dari 7.309 rumah keluarga miskin, dengan total dana sebesar Rp.18.572.000.000,- terdiri dari APBD Kabupaten sebesar Rp. 11.250.000.000,- dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 7.322.000.000,-. Ternyata pelaksanaan program-program pemberdayaan tersebut sangat menyentuh masyarakat bawah dan direspon dengan baik oleh warga masyarakat perdesaan pada umumnya. Di samping itu, banyak pula kegiatan pembangunan yang secara murni digagas, direncanakan dan dilaksanakan secara swadaya penuh oleh masyarakat, seperti pembangunan prasarana peribadatan, sekolah swasta, madrasah, pondok pesantren, balai pengobatan bahkan sarana infrastruktur perdesaan. Untuk itu kami mempunyai komitmen yang tinggi untuk melanjutkan dan meningkatkan pelaksanaan programprogram yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagaimana diuraikan diatas, sekaligus sebagai implementasi pilar pembangunan perdesaan sejak tahun anggaran 2004 telah dilaksanakan perimbangan keuangan pemerintah kabupaten dengan desa dalam bentuk Dana Bantuan Pembangunan Desa/Kelurahan. Alhamdulillah, kebijakan yang mulai direalisasikan pada awal tahun anggaran 2004, pada Tahun 2006 dapat dilaksanakan dengan lebih lancar. Belajar dari pengalaman ini, maka diupayakan untuk senantiasa meningkatkan
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

10

pembangunan di tingkat desa dengan suatu pola pengaturan sumber daya keuangan yang lebih memberikan kesempatan bagi peningkatan kinerja Pemerintah dan masyarakat Desa. Untuk itu, maka kebijakan pengalokasian dana block grant desa atau Alokasi Dana Desa (ADD) terus dikembangkan dan disempurnakan Pemberdayaan masyarakat di bidang budaya dapat dilihat dengan keaktifan lembagalembaga kemasyarakatan yang bergerak dalam dunia seni dan budaya seperti Dewan Kesenian Daerah/DKD, Persatuan Pedalangan Indonesia/PEPADI, Sanggar Seni, Komunitas Musik, Kelompok Theater dan Kelompok-Kelompok Kesenian Tradisional dan modern lainnya. Pemberdayaan masyarakat di bidang ketertiban dan keamanan ditandai dengan semakin terwujudnya suasana kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga, serta menurunnya tingkat kriminalitas/kejahatan, bahkan tindak kriminal yang bersifat kelompok/massal dapat dikatakan sangat minimal. Kondisi tersebut dapat terwujud berkat kesigapan aparat keamanan dan peranan tokoh masyarakat serta pemuka agama dan keaktifan aparatur Pemerintah Daerah dalam bersosialisasi di masyarakat. Dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera dan berakhlakul karimah, terlihat sangat nyata peranan dari tokoh agama/ alim ulama dan lembaga keagamaan seperti Majelis Ulama, pondok pesantren, majelis taklim, kelompok-kelompok pengajian, masjid, suro/musholla/langgar, TPQ dan komunitas gereja dalam melaksanakan syiar agama dan upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan umat Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Keberadaan Masjid Agung Daarussalaam yang cukup megah yang berada di jantung kota, telah dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan/syi’ar agama Islam yang memacu semangat umat dalam berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan/ fastabiqul khairat. Rapat Paripurna Dewan yang Terhormat, Kerja keras Pemerintah Daerah bersama masyarakat telah menampakkan hasil yang cukup nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraannya. Hal ini dapat dilihat dari data kor survey sosial ekonomi nasional/Susenas BPS propinsi Jawa Tengah dimana angka Indeks Pembangunan Manusia/IPM Kabupaten Purbalingga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1999, IPM Kabupaten Purbalingga adalah sebesar 63,0 dan menempati ranking ke-33 dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan pada tahun 2005 telah meningkat menjadi 69,3 atau rangking 15. Sedangkan IPM Tahun 2006 masih dalam proses penghitungan BPS. Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, Dalam kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah kami menyampaikan secara garis besar kebijakan dan pelaksanaan pembangunan pada periode Tahun 2006 di berbagai bidang sebagaimana di bawah ini : Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian. Kebijakan urusan ini diarahkan untuk mereview dan membangun suatu tatanan dan kelembagaan Pemerintahan Daerah dan Desa yang mengarah pada perwujudan good governance dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain meliputi inventarisasi personil dan peralatan, penataan staf, peningkatan kapasitas PNS melalui berbagai diklat, tugas dan izin belajar, pelayanan administrasi kepegawaian, penyusunan program kerja pemeriksaan tahunan/PKPT dan penyusunan LAKIP Unit Kerja. Adapun hasil yang dicapai antara lain terlaksananya pengisian jabatan dan penataan staf, meningkatnya kinerja dan disiplin PNS, tersusunnya Program Kerja Pemeriksaan Tahunan/PKPT reguler sesuai skala prioritas, terlaksananya pemeriksaan dan pengawasan terhadap obyek pemeriksaan reguler dengan rekomendasi berbagai temuan
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

11

yang telah ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Kedua, Urusan Pertanian. Kebijakan urusan ini diarahkan untuk peningkatan Produk Domestik Regional Bruto/PDRB yang berbasis ekonomi rakyat, peningkatan jangkauan pemasaran produk lokal, pemenuhan/kecukupan dan ketahanan pangan masyarakat, peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat tumbuhnya perekonomian daerah. Sebagai basis perekonomian daerah, bidang pertanian dalam arti luas yang mencakup pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, dan kehutanan perlu didorong secara terus menerus dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Pembangunan Pertanian tanaman pangan dan hortikultura ditempuh melalui program peningkatan ketahanan pangan, pengembangan sarana dan prasarana pertanian, perlindungan tanaman, dan pengembangan SDM pertanian. Melalui program ini antara lain telah dapat dicapai produksi padi yang terus meningkat dari tahun ke tahun, disamping palawija, buah dan sayur mayur. Produksi padi gabah pada Tahun 2006 mencapai 160.270 ton GKG dengan luas panen 30.180 Ha atau 101.435 ton beras. Hal ini dapat menopang upaya swasembada beras, dan bahkan mengalami surplus beras sebesar 18.767 ton. Pembangunan Perkebunan dilaksanakan pengembangan agribisnis dan peningkatan kualitas dan produktivitas perkebunan. Melalui program ini, dikembangkan komoditas lokal unggulan seperti kopi,nilam panili dan lada. Hasil yang dicapai antara lain meningkatnya produksi dan produktivitas hasil perkebunan. Dalam pembangunan kehutanan, dilaksanakan penataan manajemen hutan, pengembangan dan produktivitas hutan rakyat serta rehabilitasi hutan dan lahan melalui Program GNRHL. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain pengembangan dan pemeliharaan hutan rakyat, pengembangan persuteraan alam, pengembangan lebah madu, penghijauan lahan kritis, turus jalan, dan daerah tangkapan air. Hasil yang dicapai antara lain meningkatnya kemandirian Kelompok Tani dalam pelaksanaan kegiatan Gerhan/GNRHL, serta meningkatnya pengetahuan, dan sikap masyarakat untuk peduli lingkungan. Keberhasilan urusan ini ditandai dengan diterimanya piagam penghargaan ketahanan pangan bagi Kelompok Lembu Sari Desa Bojongsari dan Kelompok Tani Sri Mupangati Desa Karangturi dari Menteri Pertanian pada bulan Nopember 2006. Ketiga, Urusan Perikanan. Kebijakan urusan ini diarahkan untuk peningkatan produktivitas usaha perikanan, pengembangan sarana dan prasarana perikanan, pengembangan komoditas unggulan, agribisnis perikanan, serta pengembangan Sumber Daya Manusia. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pengembangan Balai Benih Ikan / BBI Kutasari, pembinaan dan penyuluhan pelestarian sumber daya perikanan, pengembangan Unit Perbenihan Rakyat / UPR, pengembangan pasar ikan dan pembangunan Gurame Centre kerja sama Pemerintah Kabupaten Purbalingga dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan tersebut, telah menunjukkan adanya peningkatan ketersediaan benih ikan, meningkatnya luas lahan perikanan, produksi dan produktivitas perikanan, serta bertambahnya jumlah petani dan kelompok pembudidaya ikan. Meskipun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, kenaikan produktivitas perikanan telah mampu mendongkrak tingkat konsumsi ikan masyarakat sebesar 5,8 % dimana pada Tahun 2005 mencapai 12,05 kg/kapita/tahun dan pada Tahun 2006 meningkat menjadi 12,75 kg/kapita/tahun. Pembangunan Peternakan antara lain ditempuh melalui program pengembangan sarana dan prasarana peternakan, penanggulangan penyakit Avian Influenza (Flu Burung), pembinaan dan pengembangan produksi peternakan, pengembangan inseminasi buatan, peningkatan produktivitas usaha peternakan dan pengembangan agribisnis berbasis sapi
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

12

potong. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pelayanan inseminasi buatan ternak besar dan kecil, revitalisasi poskeswan, pengobatan ternak, pelestarian ternak khas kambing Kejobong dan pengembangan itik petelur berwawasan agribisnis. Hasil yang telah dicapai dari kegiatan tersebut diatas antara lain adalah semakin meningkatnya produksi dan produktivitas peternakan, yaitu : peningkatan populasi ternak besar (sapi potong, kerbau, kambing), terkendalinya penyakit yang sering menyerang ternak dan meningkatnya konsumsi protein hewani. Dengan naiknya populasi ternak tersebut, maka telah berhasil menaikan produksi hasil ternak, antara lain berupa daging, telur, susu, dan penjualan ternak ke luar wilayah. Peningkatan produksi ini juga berdampak pada peningkatan konsumsi harian protein hewani masyarakat dimana pada tahun 2005 tercatat sebesar 4,87 gram/kapita/hari sedangkan pada Tahun 2006 meningkat menjadi 4,91 gram/kapita/hari. Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, Keempat, Urusan perindustrian dan perdagangan. Kebijakan urusan ini diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan usaha, penyerapan tenaga kerja dan masuknya investasi. Urusan industri diorientasikan pada penguatan dan perluasan industri rumah tangga, mikro, kecil dan menengah utamanya industri yang bergerak di bidang olahan hasil pertanian dan kerajinan melalui pengembangan kemitraan, serta peningkatan jangkauan pemasaran produk-produk lokal. Kegiatan dan hasil yang dicapai pada urusan ini antara lain penataan dan pengembangan UPTD Logam Brubahan, pengadaan sarana dan prasarana UPTD makanan dan minuman, bantuan alat pemintalan sutera alam, penyediaan garam konsumsi bagi masyarakat, pelatihan teknologi pembatikan dan pewarnaan batik, pengguliran dana pinjaman IRTK, fasilitasi akses dana permodalan dari APBD, peningkatan kemampuan manajemen ekspor bagi UMKM dan pembangunan outlet Dekranasda di dalam lingkungan Owabong. Disamping itu, juga telah diupayakan pengembangan kemitraan dan membantu akses permodalan bagi industri dan jasa strategis, meningkatnya pengetahuan dan wawasan pengrajin, meningkatnya sarana produksi industri kecil serta meningkatnya modal usaha pengusaha industri kecil. Disamping pembinaan UMKM, Pemerintah Kabupaten juga memberikan fasilitasi dan kemudahan-kemudahan untuk menciptakan iklim yang sejuk bagi pengembangan usaha dan investasi. Secara empiris, upaya ini mendapatkan respon yang baik dengan berkembangnya jumlah industri besar yang berorientasi ekspor baik PMDN, PMA maupun perusahaan non fasilitas, seperti perusahaan pengolahan kayu, wig, bulu mata palsu, manaquin dan peralatan kosmetik. Kebijakan Perdagangan dan Koperasi diarahkan pada peningkatan produksi dan produktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah /UMKM industri perdagangan dan koperasi, pengembangan informasi usaha, pembinaan pengembangan dan peningkatan kapasitas lembaga keuangan daerah. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengembangan pemasaran produk unggulan dan potensial, promosi dan pemasaran produk daerah, penyusunan indek harga konsumen, pengguliran dana pinjaman pengembangan usaha perdagangan dan jasa strategis, penilaian kesehatan simpan pinjam dan klasifikasi koperasi, temu usaha dan bantuan sertifikasi hak atas tanah bagi Usaha Mikro, Kecil Menengah dan Koperasi / UMKMK Hasil yang dicapai antara lain tersedianya sarana dan prasarana pengembangan dan fasilitasi pemasaran produk unggulan dan potensial daerah berupa kegiatan pasar lelang komoditas agro di BARLINGMASCAKEB, Soropadan dan DKI Jakarta, tersusunnya buku indek harga konsumen, meningkatnya modal usaha UMKM, tersedianya data klasifikasi kesehatan KSP/USP serta terfasilitasinya sertifikasi hak atas tanah bagi UMKMK.

Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

13

Kelima, urusan Penanaman Modal. Kebijakan urusan ini diarahkan pada peningkatan pelayanan perijinan dan fasilitasi kebijakan pro investasi di daerah, peningkatan usaha Perusahaan Daerah, pengembangan investasi dan pemasaran potensi daerah, peningkatan penerimaan daerah, peningkatan kelembagaan dan kinerja lembaga keuangan daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta menumbuhkan unitunit usaha baru yang bisa berkembang. Kegiatan yang dilaksanakan pada urusan ini antara lain meliputi akuisisi 11 jenis perijinan dan investasi, promosi dan potensi peluang investasi daerah, intensifikasi penerapan Perda Perijinan, peningkatan kapasitas pembinaan dan pengawasan lembaga keuangan daerah, serta pengembangan penyertaan modal daerah melalui penambahan modal kerja khususnya pada BPR Artha Perwira dan PD BPR-BKK, BPR Syariah Buana Mitra Perwira, pengembangan PD Purba Husada, PD Puspahastama, dan PD Purbalingga Ventura, serta peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan PDAM. Hasil-hasil yang telah dicapai antara lain meningkatnya mutu sistem pendataan perijinan dan investasi, meningkatnya data dan informasi tentang peluang investasi, meningkatnya pemasaran produk unggulan dan potensial, serta pertumbuhan PD. BPR, BPR-BKK dan BKK. Khusus PD. BPR-BKK, dana masyarakat yang berhasil dihimpun pada tahun 2005 sebesar Rp. 69.676.589.000,- dan pada Tahun 2006 meningkat menjadi Rp. 70.814.447.000,-. Sedangkan kredit yang dikucurkan pada tahun 2005 sebesar Rp.70.573.408.000,-, sedangkan pada Tahun 2006 sebesar Rp. 64.060.372.187,-. Perolehan Laba pada Tahun 2005 tercatat sebesar Rp. 4.244.345.000,sedangkan pada Tahun 2006 secara operasional mengalami keuntungan sebesar Rp. 1.970.337.000,- Sedangkan 2 (dua) BPR/BKK yang tidak dimerger yaitu BKK Kejobong dan Karangmoncol mengalami keuntungan sebesar Rp. 253.296.000,-. Keenam, Urusan Kesehatan. Kebijakan urusan kesehatan diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera. Urusan Kesehatan dilaksanakan melalui program penyediaan, pemerataan dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, pemanfaatan fungsi manajemen kesehatan, peningkatan pelayanan kesehatan keluarga, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, perbaikan gizi masyarakat, pengawasan obat, zat aditif, makanan, minuman dan kosmetika. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembangunan dan rehabilitasi sarana kesehatan, pengadaan alat-alat medis dan non medis untuk sarana pelayanan rawat jalan, inap dan intensif serta penunjang medis, pertemuan petugas pengelola obat dan petugas laboratorium, perencanaan dan evaluasi KIA, peningkatan kemitraan dukun bayi dan bidan, pemberantasan penyakit menular antara lain demam berdarah dengue, malaria, TB paru dan kusta. Penanggulangan gizi buruk / Kekurangan Energi Protein (KEP) pembinaan dan pengawasan kepada Industri Rumah Tangga (IRT) dan obat tradisional serta pangan. Hasil yang dicapai antara lain adalah terpenuhinya sarana dan prasarana kesehatan yang digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, menurunnya angka penyakit menular berbasis lingkungan (diare, DBD, malaria dll), meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk tatanan rumah tangga. Ketujuh Urusan Pendidikan dan Kebudayaan. Kebijakan urusan ini diarahkan dalam rangka meningkatkan kapasitas intelektual dan ketrampilan masyarakat. Program bidang pendidikan dan kebudayaan antara lain pengadaan sarana dan prasarana pelayanan umum, peningkatan kesempatan memperoleh pendidikan bagi keluarga kurang mampu, peningkatan pemerataan penyediaan dan profesionalisme tenaga kependidikan dan peningkatan prestasi siswa. Sedangkan Kegiatan yang dilaksanakan antara lain rehabilitasi dan pengadaan mebelair SD/MI, SLTP dan SMU, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, pemberian beasiswa bagi keluarga kurang mampu dan
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

14

penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar / Wajardikdas 9 (sembilan) Tahun, pelatihan guru mata pelajaran, pelatihan Kepala Sekolah, pembekalan guru bantu, ujian kompetensi produktif SMK, promosi kompetensi siswa dan pemilihan siswa teladan. Hasil yang telah dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan baik TK/RA, SD/MI, SLTP/MTs, maupun SLTA/MA, terlaksananya beasiswa kurang mampu dengan jumlah penerima sebanyak 1.879 orang terdiri dari siswa SD/MI, SLTP/MTs dan SMA/MA, meningkatnya kualitas tenaga pendidik / guru, meningkatnya prestasi siswa. Keberhasilan urusan ini ditandai dengan diterimanya Piagam Penghargaan Juara II Kategori Tuntas Utama dalam Lomba Penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan Desember 2006. Program Pendidikan Luar Sekolah dan Kedinasan diarahkan pada upaya meningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan dan pasar tenaga kerja. Program yang dilaksanakan antara lain pengembangan pendidikan masyarakat, dan pengembangan prestasi siswa. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain fasilitasi terhadap penyelenggaraan pendidikan keterampilan (life skill education) yang dilakukan oleh lembaga pendidikan swasta, program community college serta pendidikan magang. Hasil yang telah dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tersebut adalah meningkatnya kualitas pendidikan luar sekolah, meningkatnya relevansi lulusan PLS dengan kebutuhan pembangunan dan pasar tenaga kerja, serta meningkatnya jumlah tenaga terampil / terlatih. Program Kebudayaan Daerah dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diarahkan pada pembentukan sistem dan struktur kemasyarakatan yang kondusif bagi upaya mengembangkan jatidiri bangsa yang unggul sesuai dengan nilai budaya dan lingkungannya. Untuk mewujudkan hal tersebut dilaksanakan program pembinaan seni dan budaya daerah, kebahasaan, kesusasteraan dan kepustakaan. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan antara lain pengembangan perpustakaan umum dan museum, pembinaan seni budaya dalam rangka melestarikan seni budaya lokal, serta dilaksanakannya event-event seni seperti pameran seni rupa, lomba seni tradisional, dan festival kentongan yang dilaksanakan secara rutin maupun berkala. Hasil yang telah dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tersebut antara lain meningkatnya apresiasi seni dan budaya masyarakat, meningkatnya jumlah grup kesenian daerah, dan terciptanya iklim kondusif bagi upaya mengembangkan jatidiri bangsa dan memperkokoh rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Kedelapan, Urusan Pekerjaan Umum. Kebijakan urusan ini diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah, peningkatan prasarana sosial ekonomi, feasibilitas dan posibilitas wilayah serta keserasian pertumbuhan antar wilayah. Program yang dilaksanakan antara lain pembangunan, peningkatan, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan, jembatan dan sarana irigasi, penataan dan pembangunan infrastruktur perkotaan, penataan pemukiman dan lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain adalah pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, pemeliharaan berkala jalan, peningkatan jalan, penanggulangan kerusakan prasarana jembatan akibat bencana alam, pemeliharaan lampu penerangan jalan, pemeliharaan dan renovasi trotoar, PSPR-GAKIN, pembangunan gedung Dinas Kesehatan tahap II, Dispertanhut, rehabilitasi rumah dinas, kantor maupun Pendopo Kecamatan Bobotsari, Kemangkon, Kejobong, Rembang Kalimanah dan relokasi Kantor Kelurahan Karangsentul, pengembangan Kawasan Industri Kompos Kandang Unggulan, dan pembangunan serta perbaikan Pasar Desa Kalikajar dan rehabilitasi Pasar Beji. Hasil yang yang telah dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut antara lain terbangunnya, terehabilitasinya dan terpeliharanya jalan, jembatan dan saluran irigasi,
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

15

terpulihnya kembali kerusakan jembatan akibat bencana alam, terpeliharanya lampu penerangan jalan, terpelihara dan terenovasinya trotoar jalan, meningkatnya penataan bangunan sesuai dengan peruntukannya sehingga tercipta lingkungan yang tertib, indah dan teratur. Kesembilan, Urusan Perhubungan. Kebijakan urusan ini diarahkan dalam rangka meningkatkan kelancaran lalu lintas sehingga diharapkan akan mendukung distribusi barang serta mobilitas penduduk untuk melakukan aktivitas sosial ekonominya. Program yang dilaksanakan yaitu pengembangan manajemen dan fasilitas lalu lintas, pengembangan dan pembinaan kepariwisataan daerah, pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan umum. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain pengadaan dan pemeliharaan fasilitas lalu lintas, peningkatan sarana dan prasarana Adventure Zone,Buper Munjulluhur, Pondok Pemuda, pengembangan Obyek Wisata Air Bojongsari (OWABONG), Komplek Makam Ardi Lawet, Monumen Jenderal Soedirman, penyempurnaan fisik Obyek Wisata Goa Lawa dan Pembangunan Reptil Park dan Kebun Buah Kutasari. Hasil yang telah dicapai antara lain terpasangnya fasilitas lalu lintas dan jalan berupa pembuatan marka, meningkatnya koordinasi dan kerja sama penanganan bidang perhubungan, terbangunnya sarana dan prasarana Obyek Wisata Air Bojongsari, Buper Munjulluhur, Pondok Pemuda dan Adventure Zone, Komplek Makam Ardi Lawet, Monumen Jenderal Soedirman, Reptil Park dan Kebun Buah Kutasari. Kesepuluh, Urusan Lingkungan Hidup. Kebijakan urusan ini diarahkan dalam rangka mewujudkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan yaitu agar kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan secara berkelanjutan baik untuk masa dan generasi sekarang maupun untuk masa dan generasi selanjutnya. Sedangkan program yang dilaksanakan pada bidang ini antara lain peningkatan kesadaran hukum dan peran serta masyarakat dalam pegelolaan dan pelestarian lingkungan hidup, pegendalian perusakan dan pencemaran lingkungan hidup, konservasi dan rehabilitasi lingkungan hidup serta pengembangan informasi sumber daya alam. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain sosialisasi dan pegelolaan lingkungan hidup berupa pembinaan dan penyuluhan kepada aparatatur pemerintah dan masyarakat umum tentang pelestarian fungsi sumber daya alam dan pegelolaan lingkungan hidup, studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan /AMDAL terminal baru Purbalingga, pengawasan lingkungan hidup untuk mengawasi dan memantau kegiatan atau usaha yang berpotensi menimbulkan pencemaran meliputi uji kualitas air sungai dan limbah industri, uji kualitas air lindi dan air minum/sumur penduduk sekitar Tempat Pembuangan Akhir / TPA Banjaran, optimalisasi lahan, penanganan lahan kritis dan Ruang Terbuka Hijau /RTH. Hasil yang dicapai melaui kegiatan ini adalah terlaksananya sosialisasi tentang pengelolaan dan pelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup kepada aparatur pemerintah dan masyarakat, Kegiatan Studi AMDAL untuk pembangunan sarana dan prasarana umum/sosial, misalnya berupa penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup /AMDAL yang terdiri dari Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup / KA-ANDAL, Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup /ANDAL, Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup /RKL dan Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup /RPL. Penyusunan dokumen tersebut dilaksanakan oleh Kantor Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan pihak ketiga yang berkompeten. Kesebelas, Urusan Kependudukan. Kebijakan urusan ini diarahkan untuk memberikan pelayanan kependudukan secara paripurna baik dari aspek hukum, sosial, ekonomi maupun budayanya. Program yang dilaksanakan antara lain peningkatan kualitas administrasi pemerintahan, penyediaan dan peningkatan mutu sarana, prasarana dan
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

16

sistem pelayanan umum, peningkatan sarana dan prasarana program keluarga berencana, peningkatan kesertaan keluarga berencana dan pembinaan kesejahteraan sosial, rehabilitasi sosial dan penanganan keluarga miskin. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pencatatan dan pelaporan penduduk yang lahir, mati. Pindah, datang dan kawin, rintisan SIAK on Line, penyempurnaan data base kependudukan, pengadaan sarana pendukung SIAK, penyediaan alat kontrasepsi implan bagi peserta KB aktif dan baru, pelayanan pencabutan implan, perlindungan terhadap efek samping dan kegagalan KB, pembinaan kepada pengelola KB, Prio Utomo, Manunggal KB Kes dan Kesatuan Gerak PKK KB Kes, orientasi pendewasaan usia perkawinan bagi calon PUS, pelatihan ketrampilan dan bantuan Usaha Ekonomi Produktif /UEP anak terlantar luar Panti dan penyandang cacat, pembinaan dan bantuan Usaha Ekonomi Produktif /UEP fakir miskin, fasilitasi pembentukan Pokja Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba berbasis masyarakat dan rehabilitasi anak nakal dan anak jalanan. Sedangkan hasil yang dicapai antara lain tersedianya data penduduk yang lahir, mati, pindah, datang dan kawin di Purbalingga, terselesaikannya dokumen kependudukan baik KTP maupun Akta Catatan Sipil yang memberikan kontribusi PAD sebesar Rp. 718.213.000,-, memberikan jaminan pelayanan pencabutan implant bagi akseptor yang telah selesai masa expired datenya, sehingga menjamin user KB/akseptor KB terhindar dari kegagalan pemakaian kontrasepsi, meningkatnya pengetahuan sikap dan perilaku calon PUS dan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan, meningkatkan peran serta POLRI, TNI dan TP PKK dalam program pelayanan KB – Kesehatan dalam membantu pencapaian program sebesar 30 % dari PPM. Perlu kiranya kami sampaikan bahwa data yang kami sajikan diatas merupakan ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2006 yang secara lebih detail dapat dipelajari dalam Buku II. Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, Selanjutnya, perkenankanlah kami menyampaikan secara garis besar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD atau Laporan Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2006. Secara umum pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah/APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2006 dapat berjalan dengan baik dan lancar, meskipun diakui masih dijumpai adanya kendala/hambatan yang perlu mendapatkan perhatian kita semua. APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2006 ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 41 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 9 Tahun 2006 terdiri dari anggaran pendapatan sebesar Rp. 501.934.039.000,- dan anggaran belanja sebesar Rp. 538.529.670.000,-. sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 36.595.631.000,-. Untuk penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 41.031.350.000,- dan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 4.435.719.000,-, sehingga total pembiayaan sebesar Rp. 36.595.631.000,-

Adapun mengenai realisasi APBD dapat dijelaskan bahwa realisasi anggaran pendapatan sebesar Rp. 514.030.873.487,- dan anggaran belanja sebesar Rp. 478.543.635.074,-, sehingga terjadi surplus sebesar Rp. 35.487.238.413,-. Sementara itu penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 40.882.222.808,- dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 4.351.370.171,-, sehingga jumlah pembiayaan sebesar Rp. 36.530.852.637,-. Dari realisasi APBD Tahun Anggaran 2006 tersebut, maka terdapat Sisa Lebih
Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

17

Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp. 72.018.091.050,-, yaitu dari surplus sebesar Rp. 35.487.238.413,- ditambah dengan jumlah pembiayaan sebesar Rp. 36.530.852.637,-. Berdasarkan Realisasi Pendapatan APBD Kabupaten Purbalingga Tahun 2006 tercatat adanya suatu trend peningkatan Pendapatan Asli Daerah / PAD yaitu, Rp.40.755.770.201,- pada tahun 2005 menjadi Rp. 47.694.605.827,- pada Tahun 2006. Sedangkan laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD secara detail kami sampaikan dalam Buku III tentang Laporan Keuangan Daerah Tahun 2006 dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah beserta lampirannya yang selanjutnya kami mohon dapat dibahas dalam rapat komisi dan panitia anggaran untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Rapat Paripurna Dewan Yang Terhormat, Demikianlah pokok-pokok Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban/LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggung-jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah /APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2006 kepada DPRD Kabupaten Purbalingga. Kiranya tidak berlebihan apabila kami sampaikan bahwa secara umum Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2006 dapat berjalan dengan baik dan lancar serta konsisten dengan arah dan kebijakan perencanaan yang telah ditetapkan. Demikian pula suasana damai, aman dan tenteram /kondusif dapat kita rasakan bersama, berkat kiprah dan kerjasama seluruh komponen masyarakat dengan jajaran aparatur baik Sipil maupun TNI/POLRI dalam membangun Daerah ini. Hasil penyelenggaraan pemerintahan selama Tahun Anggaran 2006 telah dapat membawa kemajuan daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas yang sedang berupaya memperbaiki kehidupannya di dalam menggapai kesejahteraan lahir maupun batin. Namun diakui dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah tersebut, masih dijumpai adanya hambatan / kendala dan kekurangan, karena dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pembangunan, kita sebagai suatu bangsa belum sepenuhnya terlepas dari pengaruh krisis dan berkembangnya permasalahan yang semakin komplek akibat arus globalisasi dan dampak euferia reformasi, disamping keterbatasan dari sumberdaya manusianya itu sendiri. Oleh karena itu, kami selaku manusia biasa yang tidak luput dari kelemahan dan kekurangan, mohon kiranya dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya, apabila dalam kami menunaikan amanah mengkoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan di Purbalingga selama ini masih belum memenuhi harapan masyarakat. Kiranya perlu disadari bersama bahwa pembangunan daerah merupakan proses yang berkelanjutan dari tahun ke tahun yang pelaksanaannya harus diupayakan secara sungguh-sungguh sesuai dengan sistem dan prosedur yang berlaku. Segala sesuatu yang telah dapat dicapai sampai dengan saat ini bukanlah semata-mata hasil kerja Pemerintah Daerah saja, namun juga merupakan hasil kerja keras dari seluruh komponen masyarakat, termasuk jajaran KEMUSPIDAAN, Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM, Insan Pers dan DPRD sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah. Kami sungguh bersyukur bahwa kebersamaan, kegotongroyongan dan gregetnya warga masyarakat sangat mewarnai berjalannya proses pembangunan di Purbalingga. Demikian pula kemitraan antara Pemerintah Daerah dan DPRD sebagai representasi dari rakyat dapat berjalan dengan harmonis dan dinamis. Masyarakat yang semakin memahami akan arti pentingnya pemberdayaan serta kritis dan tanggap terhadap berbagai permasalahan daerah juga memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi kemajuan daerah.

Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

18

Oleh karenanya melalui kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga masyarakat yang telah ikut mengambil bagian di dalam pembangunan Purbalingga. Akhirnya, kepada Bapak – Ibu segenap Anggota Dewan, Jajaran Muspida, Para Pejabat Pemerintah baik Sipil maupun TNI/POLRI serta tamu undangan yang telah mengikuti dan menyimak dengan seksama Pidato Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban Bupati ini, diucapkan terima kasih. Apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan dalam penyampaian laporan ini, kami mohon maaf yang setulus-tulusnya. Semoga Allah SWT - Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat dan ridlo-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas mulia untuk kepentingan bangsa, negara, dan daerah tercinta Purbalingga Perwira. Amin ya robbal ‘alamin. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Purbalingga, 24 April 2007 BUPATI PURBALINGGA

Drs. TRIYONO BUDI SASONGKO, M.Si

Ringkasan LKPJ Bupati Purbalingga dan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2006

19

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->