P. 1
Naskah Drama Remaja 2005

Naskah Drama Remaja 2005

|Views: 3,162|Likes:
Dipublikasikan oleh firdarijkyramdhani

More info:

Published by: firdarijkyramdhani on Sep 23, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2012

pdf

text

original

1 Drama Remaja

AKU vs AYAHKU
Budi Ros

PEMBUKA
GONG DUA BERBUNYI. PARA PEMAIN MUNCUL DARI PINTU MASUK AUDITORIUM, MENUJU PANGGUNG. SEMUA MENYAPA PENONTON DENGAN RAMAH : “ SELAMAT MALAM SEMUA, SELAMAT DATANG … APA KABAR ?. ” SESAMPAI DI PANGGUNG, PARA PEMAIN MENATA SET DAN PERALATAN LAINNYA. BAGUS, PEMIMPIN MEREKA, MEMBERI KOMANDO BAGAIMANA SET DAN PERALATAN HARUS DI TATA. KEMUDIAN DARI SALAH SATU SISI PANGGUNG MUNCUL MENEJER PANGGUNG, YANG MEMBERI TAHU BAHWA KOMANDO BAGUS TERNYATA SALAH. SET DAN SEMUA PERALATAN KEMUDIAN DI TATA ULANG SEPERTI PETUNJUK MENEJER PANGGUNG. SEMUA PEMAIN TURUT AKTIF MENYIAPKAN PERALATAN. MENEJER PANGGUNG DIBANTU BAGUS SESEKALI MENGECEK APAKAH SEMUA PERALATAN DITEMPATKAN PADA TEMPATNYA ATAU TIDAK. MEREKA MEMERIKSA DARI BEBERAPA SUDUT, KEMUDIAN BEBERAPA KALI MELIHAT ARLOJINYA, DAN KETIKA MENYADARI SUDAH WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI, MENEJER PANGGUNG BERTANYA PADA PARA PEMAIN MENEJER PANGGUNG :

2 Bagaimana, sudah siap ? PARA PEMAIN : Belummm … MENEJER PANGGUNG : Oke, cepat sedikit kalau begitu. LALU MENEJER PANGGUNG BERUNDING DENGAN BAGUS. KEMUDIAN MEREKA SEPAKAT, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN SEMENTARA PANGGUNG DISIAPKAN. MENEJER PANGGUNG TURUN TANGAN LANGSUNG MEMBANTU

PERSIAPAN, IKUT MENGANGKAT SET DAN PERALATAN, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN.

BAGUS : ( BICARA PADA PENONTON ) Ternyata repot sekali membuat pementasan teater. Tapi jangan kuatir, apa pun yang terjadi pertunjukan akan tetap jalan. Selesai tidak selesai panggung ini ditata, kami akan tetap main. Sebab kami berlatih sudah sangat lama, sekitar 6 bulan. Kami sudah banyak kehilangan waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Sia-sia sekali kalau kami tidak jadi main gara-gara panggung belum beres. Kami pun merasa berdosa pada Anda semua. Jadi jangan kuatir, kami pasti main. Malam ini kami akan membawakan lakon berjudul MARNI versus Ayah, lakon yang sederhana tapi seru. Seru di sini bukan saja ramai, tapi punya arti lain, yaitu Sedikit Ruwet. Ini lakon tentang pertentangan anak muda dan orang tua, pertentangan pop dan klasik, tradisi dan modern. Pertentangan yang sebetulnya tidak perlu ada. Tapi begitulah, nyatanya pertentangan semacam ini selalu ada, dari waktu ke waktu. Dan gara-gara pertentangan ini, kita semua sering kehabisan waktu. Cinta, kata orang bisa menjadi jawaban semua masalah. Tapi dalam kasus ini, cinta mengakibatkan banyak masalah.

3 Lihat, apa yang terjadi dengan Marni, tokoh utama lakon ini. Marni ! MARNI : ( MENDEKAT ) Ya … BAGUS : Lho, kok cengegesan ? Kamu kan ceritanya lagi patah hati. MARNI : Kan belum mulai ? BAGUS : Oh, ya. Tapi ini sudah waktunya mulai. Siap dong, aktris harus siap sebelum mulai. MARNI : Tapi panggungnya juga belum siap. BAGUS : Lho, belum siap juga ? Ya ampun, lama betul. He, menejer panggung, masih lama ? MENEJER PANGGUNG : Sebentar lagi. Ngomong aja dulu. BAGUS : Eee .. sudah berbusa begini. Bisa keburu pulang nanti penontonnya. MARNI : Ya … jangan dong. Para penonton, mohon jangan pulang dulu ya ? Betul, ya ? Kan belum nonton Marni akting. Nanti ada door prize-nya lho. BAGUS : Ngawur. Door prize, memangnya infotainment. Sudah, sudah, sana siap-siap. ( MARNI PERGI )

4 Maaf. Itu tadi pemeran Marni. Dia ceritanya patah hati melulu. Karena setiap kali Marni jatuh cinta, atau ada pemuda jatuh cinta padanya, babenya selalu melarang. Dan anehnya, sang babe selalu punya alasan yang sama: aku sayang sama kamu NAK, jadi aku harus menjagamu. Gile, memangnya cinta itu kejahatan. Atau janganjangan babe si Marni ngidam jadi sekuriti. MARJUKI : He, ngomongin gue lu ? Sompret kamu. Berani-beraninya. BAGUS : Siapa ngomongin ? Ini perkenalan tokoh, namanya. MARJUKI : Pakai diperkenalkan segala. Memangnya saya tidak bisa memperkenalkan sendiri tokoh yang saya mainkan ? BAGUS : Bisa, bisa. Justru ini untuk membantu situ. Supaya penonton lebih jelas, Marjuki itu tokoh macam apa. Soalnya akting situ pas-pasan. MARJUKI : Sembarangan ! Saya aktor. Main saya dijamin bagus. Dalam lakon ini Marjuki pun tokoh penting, jelas karakternya. Tidak perlu diperkenalkan. BAGUS : Tetap perlu diperkenalkan, kawan. Jangan kata Marjuki, capres juga perlu perkenalan, perlu kampanye. Kalau tidak, nggak akan dapat dukungan publik. Malah ada capres yang bikin buku dulu sebelum mencalonkan diri. Mereka membangun imej yang hebat-hebat tentang dirinya. Padahal, begitu jadi presiden, sami mawon. MARJUKI : Sudah jangan ngelantur. BAGUS :

Marjuki.5 Saya bukan ngelantur. misi atau amanat. orang tua seperti Marjuki. Orang tua harus ngemong anak. Mereka harus sama-sama jago akting. Sekarang bedanya aktor dengan Presiden ? MARJUKI : Aktor menjalankan amanat lakon. Bukan main larang. BAGUS : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA . Eh. presiden menjalankan amanat rakyat tidak ? MARJUKI : Itu pertanyaan saya juga. BAGUS : Betul. tidak boleh begitu. kamu ngelantur lagi. Apalagi dalam urusan cinta. saya bicara fakta. Dalam kehidupan nyata. dalam lakon ini punya tugas sebagai tokoh antagonis atau si jahat. Presiden menjalankan amanat rakyat. tahu tidak bedanya capres dengan aktor ? MARJUKI : Tahu. Harus mengerti kemauan anak. Terus ? Kenyataannya. Sudah ah. BAGUS : Ini juga bagian dari amanat. BAGUS : Pinter. Kita semua masing-masing punya tugas.

KATA MEREKA SELALU ( SEMUA PEMAIN UNDUR DIRI.6 MEMILIH JALAN ( PARA PEMAIN SUDAH SELESAI MENATA PANGGUNG KEMUDIAN IKUT MENYANYI ) TAPI PARA ORANG TUA SELALU PUNYA SENJATA DAN KAMI TERKAPAR TAK BERDAYA “ JANGAN INI JANGAN ITU ”. ITULAH UNGKAPAN PROTES MARNI KEPADA SANG AYAH. SIANG. KAGET MELIHAT AKSI MARNI. MARJUKI : . SEBAB SELALU DILARANG PACARAN. SEBELUMNYA LAGI. SEBELUMNYA. MARJUKI BARU DATANG DARI KELURAHAN. MARNI MENGGAMBARI LANTAI. KECUALI MARNI DAN AYAHNYA ) LAMPU BERUBAH ADEGAN SATU BERANDA DEPAN RUMAH MARJUKI. SETELAH MENGGAMBARI SELURUH TEMBOK RUMAH. MARNI PROTES DENGAN CARA MOGOK BICARA SEMINGGU. IA MOGOK MAKAN DAN TIDAK KELUAR KAMAR 3 HARI TIGA MALAM.

Protes model apa lagi ini Marni ? Masa. ampun. Capek. malam. MARJUKI : Marni. Seluruh rumah digambari begini. Marni … saya pikir protes kamu sudah cukup. siang. MARJUKI : Apa salahnya kuno kalau baik ? MARNI : Apa salahnya modern kalau juga baik ? MARJUKI : Sudahlah Marni. Itu satu. seluruh rumah digambari begini ? Aduh … aduuhh … gambar apa pula ini ? ( MEMANDANG LEBIH SEKSAMA ) Ya ampun.. Pertama orang harus melukis realisme. MARNI : Itu sama saja dengan melarang. ayah ingin kamu benar-benar memilih pemuda yang cocok. MARNI : Marni juga capek. Pagi. Lukisan abstrak lagi. Tapi lukisan abstrak ini. makanya kemaren seminggu diam. Ayah tidak melarang kamu pacaran. MARJUKI : Lain. sore. Ayah hanya tidak setuju dengan caramu. saya keberatan. MARNI : Itu kuno. Tujuh hari mogok bicara. eh masih ada lagi. Ayah bisa terima. . Melukis itu ada aturannya. baru abstrak. Kedua.7 Ya. 3 hari 3 malam mogok makan dan tidak keluar kamar. kemudian yang lain-lainnya. okelah. Marni . surealisme. jangan ajak ayah berdebat. Soal protes dengan cara yang lain-lain itu. Marni. Kamu pacaran tidak kenal waktu. sekali lagi ayah tegaskan. Beda.

“ Jangan dengan anak pejabat. MARJUKI : Kalau sekolah ngapain tiap pagi mondar-mandir naik motor ? MARNI : Pagi dia ngojek. MARJUKI : . kaya disangka KKN ” begitu. Apa lagi ? Apa ayah tidak ada kata lain selain “ jangan ” ? MARJUKI : Siapa rela punya anak pacaran sama pengangguran ? MARNI : Siapa bilang dia pengangguran ? Dia sekolah ayah. Lalu Marni dekat sama Taufik. se-iman. jelas dia anak baik. ayah melarang Marni dekat sama Ongky. ayah juga melarang.8 MARNI : Sama ! MARJUKI : Mmm … berdebat lagi. Marni dekat sama Anto. MARNI : Dulu. MARJUKI : Kapan sekolahnya ? MARNI : Anto Masuk siang. Sekarang. “ Jangan yang beda agama ” kata ayah. bukan anak pejabat. Miskin tidak pantas.

MARNI : Malam dia narik angkot ayah. atau angkotnya dibawa orang lain baru main. supir tembak ? Ampun Marni. bukan main ke sini. penghasilan cukup. Saya mau beli cat. punya pekerjaan tetap. Dia punya cita-cita tinggi. Capek ! MARNI : Saya juga capek dan tidak ada waktu. MARJUKI : Biar kuno kalau baik apa salahnya ? MARNI : Biar modern kalau baik juga apa salahnya ? MARJUKI : Jangan mengajak berdebat Marni. dan sayang sama kamu. Masih banyak yang harus Marni kerjakan. apa yang bisa diharap dari tukang ojek dan sopir tembak ? MARNI : Jangan kuatir. Kalau lagi sepi. ( PERGI ) . punya platform ! MARJUKI : Syarat yang diperlukan sebagai calon suami adalah hidup mapan.9 Kalau sekolah siang kenapa malam-malam sering datang ke sini ? Habis sekolah mustinya pulang ke rumah. Kan tidak tiap malam Anto ke sini ? MARJUKI : O. Seluruh rumah harus saya lukis. MARNI : Itu pendapat kuno. Tapi catnya kurang. Permisi dulu.

Hambar. IBU WIWIK MEMBERI PENGARAHAN. semua tenang dulu sebentar. AMPUN …! LAMPU BERUBAH ADEGAN DUA AULA SEBUAH SMU. tarian kalian tidak akan menarik. Menari itu bukan asal bergerak. Tanpa dibarengi perasaan. Seperti robot ! Dan penonton akan cepat bosan. ( SETELAH SEMUA TENANG ) Perhatikan ya. Lala. PARA SISWI / SISWA SEDANG ESKUL MENARI. Irna. IBU WIWIK : Coba perhatikan semua.10 MARJUKI : Duh. . SIANG. dengan emosi atau greget. Audi. MEREKA BERGERAK TANPA PENGHAYATAN. Tapi bergeraklah dengan perasaan. aduh … ( MENYANYI ) AMPUN … AMPUN … SUNGGUH-SUNGGUH MINTA AMPUN PUNYA ANAK GADIS PUBER SEMATA WAYANG REPOTNYA BUKAN KEPALANG MAU DIKASIH KEBEBASAN TAKUT JADI SALAH JALAN TAPI KALAU DILARANG BIKIN GEGERAN SIANG MALAM AMPUN. kosong. lalu pulang.

AUDI : Heeh. Coba pakai musik. Langsung ya ? LALA : Istirahat dulu dong. kamu ngotot. bu. eh. Ibu mau ke toilet. Keputusan bersama kan ? LALA : Ya. Tapi provokatornya kamu. ( PERGI ) IRNA : Baik. ya. Lala bilang modern dance aja. Irna. Pegel juga ya ? AUDI : Neyesel juga milih tari tradisi. AUDI : . bukan gue lagi. Mana gerakannya lambaaattt … jawa banget deh ! YANG LAIN : Ember … IRNA : Siapa yang dulu ngotot milih tari tradisi ? AUDI : Eh. BT nih. teman-teman. pimpin teman-teman. Sekarang coba lagi dari awal.11 Menyedihkan. YANG LAIN : Ya. Tontonan yang ditinggalkan penonton sebelum waktunya adalah tontonan yang sangat menyedihkan. Yuk.

soalnya aku nggak sempat masak. Gerakannya lambaaatttt … pantes Marni nggak mau ikut. aku punya hajatan. pokoknya seru. supaya kamu kenal tradisi. jadi sengaja tidak pakai penjelasan. Tahunya pegeeelll. Kok nongol ? MARNI : Aku cuma mampir. Jangan mengeluh. ( MARNI MENDADAK MUNCUL ) MARNI : Heh. LALA : Heh.. Ini acara kejutan. latihan yang bener.12 Gara-gara ibuku juga sih. tradisi aja. Kabarkan ke yang lain ya ? Dah . ( PERGI ) AUDI : Acara apa sih ? . Kalian harus datang. nongol dia. Datang dan bawa makanan apa saja. yang jelas ? MARNI : Datang saja. rujak kek. Apa saja. kueh kek. mau hajatan rupanya ? Orang tua Anto mau melamar ? MARNI : Gila ! Tapi betul teman-teman. katanya masih mogok sekolah. ya ? IRNA : Acara apa dong. SEMUA : Eh. AUDI : Mau ngecat rumah ? Wah. Tradisi. habis beli cat.

YEY . ANTO SENDIRIAN.13 SEMUA : Mana tahu. HUHU … YEHE ... DUDU . DU … HUHU .... DUDUDU . NIMBRUNG NYANYI ) UNTUK DIKENANG SIAPA BILANG CINTA INDAH CINTA INDAH SIAPA BILANG UNTUK DIKENANG DIKENANG UNTUK SIAPA CINTA INDAH BILANG CEPI : ( MENYANYI ) .. ( CEPI.. MALAM. DATANG DIAM-DIAM. HATINYA GUNDAH. ANTO : ( MENYANYI ) … DUDUDUDU … DUDU . YEYE …. HUHU .. LAMPU BERUBAH ADEGAN TIGA DI SEBUAH TEMPAT. DUDU … YEYEYEYEY … YEY . HEHE …… SIAPA BILANG CINTA INDAH UNTUK DIKENANG DUDUDU … DUDU .

Bahagia atau sengsara. Tyas. harus datang tepat waktu. tenang. .14 SIAPA SANGKA. dan hadiah apa yang pantas diberikan pada saat si dia merayakan ulang tahun. Kamu harus apel setiap malam Minggu. Jadi tenanglah. Agus. juga hanya ada dua kemungkinan: diterima atau ditolak. semua pernah punya masalah dalam urusan cinta. Tapi sebetulnya ada sejuta resiko menunggu. Ini penting dan perlu diketahui semua orang. CINTA MARNI DILARANG PAK MARJUKI ANTO : Setan kamu ! CEPI : Tenang kawan. Kamu ingat kan ? Bayu. punya uang saku. karena ada Cepi. harus berpikir baju dan parfum apa yang pantas dipakai. Begini. dalam hidup ini ada dua hal yang harus diingat: sukses atau gagal. Harap tenang. Tapi sebelumnya dengar kataku. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Sekarang aku sedang berpikir. Ini ilmu kuno. Irna. Menang atau kalah. Edo. tenang. Jadi harap sabar. Dalam urusan cinta. Tapi begitu Cepi datang. CINTA MARNI BIKIN PATAH HATI SIAPA SANGKA. Audi. Lala. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Kalau cinta diterima. Semua aman terkendali. semua masalah selesai. Untung atau buntung. kita memang bahagia. bagaimana supaya ayah Marni bisa menerima kamu. tapi manjur. Sayang orang sering melupakan. Senang atau sedih.

Tahap berikutnya. pada para om dan tentenya waktu mereka hajatan. CEPI : Maksudnya ? ANTO : Kamu menyitir buku “ Enaknya Hidup Membujang ” kan ? CEPI : Kok tahu ? . arisan keluarga. Jadi ditolak. Itulah resiko kalau cinta kita diterima seorang gadis. hanya gara-gara tidak datang waktu mereka bikin acara arisan keluarga. kamu akan dibilang orang paling sombong dalam keluarga mereka. harus datang waktu sepupu-sepupu dia kawin. Bayangkan. ( ANTO TERTAWA ) CEPI : Kenapa tertawa ? ANTO : Kamu penyitir yang hebat. atau ultah dan semacamnya.15 ANTO : Memang siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Itu baru tahap-tahap awal. sebetulnya lebih bagus. lebih repot. Kamu harus datang silaturahmi pada kakek-neneknya. ANTO : Siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Pada tahap yang paling serius. acara paling membosankan di dunia pun kamu harus datang. waktu kamu sudah nikah dengan dia misalnya.

hafal sampai titik komanya. akan kuterjang. Tadi sebelum ke sini. ANTO : Pantes. dan ingin suatu saat hidup bersamanya. tunggu. Anto ! Busyet. tadi siang ya ? CEPI : Bukan. MEREKA SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI. Aku pikir cuma aku yang hafal luar kepala. MARNI TIDAK DI RUMAH. ternyata kamu lebih hafal lagi. Kapan kamu baca buku itu. Aku sudah baca sebelum buku itu dicetak. Bisa tidak bisa. Ogah aku jomblo seumur hidup. ( PERGI ) CEPI : Anto. Aku betul-betul sayang sama Marni. AUDI.16 ANTO : Yang nulis buku itu pamanku. harus bisa. SIANG IRNA. ( MENYUSUL ANTO ) LAMPU BERUBAH ADEGAN EMPAT RUMAH MARJUKI. Tapi maaf Cepi. Romeo sekali. aku tidak sepakat dengan buku itu. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI DATANG. Apa pun rintangan yang menghadang. MARJUKI MENEMUI MEREKA. .

terimakasih.. Ini om. Kapan Marni menyampaikan undangan dan bilang ada hajatan ? AUDI : Kemarin. om ? MARJUKI : Sekitar jam 8 mungkin. Marni mampir ke sekolah. lukisan-lukisan yang memenuhi rumah ini. kami bawa jajan pasar. ( SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI ) AUDI : . Terimakasih . begitu ya ? Ya .. ya. Dia juga pesan supaya kami bawa makanan. SEMUA : Terimakasih … AUDI : Marni pergi jam berapa. malah tidak pamit. Jadi tidak pakai penjelasan acaranya apa. MARJUKI : O. Marni tidak akan sempat masak katanya. LALA : Ya. Habis beli cat dan banyak pekerjaan di rumah.17 MARJUKI : Silahkan. Keliatannya kemaren dia buru-buru sekali. Jadi silahkan menikmati lukisan-lukisan ini. IRNA : Marni bilang. Kami pun tidak punya hajatan apa-apa.. Sebab setahu saya tidak ada kejutan lain. acara kejutan. silahkan masuk semua. Mungkin yang Marni maksud acara kejutan ya ini. Buru-buru rupanya.

Marni semua. IRNA : Sangat luar biasa ! ( BEBERAPA SAAT DIAM ) Om. LALA : Fantastis ! IRNA : Di mana Marni belajar melukis om ? Setahu saya. IRNA : Luar biasa.18 Ini semua Marni yang melukis om ? MARJUKI : Ya. di sekolah Marni tidak pernah belajar. ada apa sebetulnya dengan Marni ? LALA : Apa dia sedang jatuh cinta dan . Sejak kanak-kanak Marni lebih tertarik menari atau menyanyi. SEMUA : Oh … luar biasa. Sangat berbakat.. AUDI : Apa ini yang dikerjakan Marni selama seminggu lebih tidak masuk sekolah ? MARJUKI : Marni mengerjakan ini hanya sehari semalam.. . MARJUKI : Saya juga kurang tahu.

dan Marni terluka hatinya.dan om melarangnya ? MARJUKI : Saya tidak pernah melarang. sebagai orang tua om tentu lebih tahu bagaimana menyayangi anak. ( PADA AUDI ) Bukan begitu ? MARJUKI : Mungkin begitu … AUDI : Lihat om. sangat … AUDI : … sangat dalam …. dan … LALA : . Jangan sampai pacaran mengganggu jam belajar. Tapi sebagai anak. Itu kan tuntutan umum setiap orang tua ? IRNA : Mungkin cara om meminta pada Marni terlalu keras. kami-kamilah yang lebih tahu apa yang kami butuhkan dari orang tua. saya lihat. luka hati yang sangat. terluka hatinya. Saya hanya meminta Marni memilih pemuda yang tepat dan jangan pacaran sembarang waktu.19 AUDI : .. MARJUKI : Ya. lihat lukisan yang sebelah sini. Lihat om.. . Saya bisa menangkap. . IRNA : Ya. IRNA : Maaf om. lihat semua lukisan itu.

LALA : Mungkin. waktu Marni melukis itu. AUDI : Saya merasakan hati pelukisnya yang tengah kosong.. karena kepedihan yang sangat. darahnya tengah berhenti mengalir. IRNA : Bisa jadi hati Marni serasa terbang ke awan. AUDI : Apa yang om rasakan waktu melihat gumpalan warna putih itu ? MARJUKI : ( BINGUNG ) Ee … e . AUDI : Om lihat. hampa.20 AUDI : Om lihat warna putih yang menggumpal seperti awan ? MARJUKI : Ya. sebab bumi tempatnya berpijak tidak memberi harapan apa-apa. warna hitam di lantai sebelah sini ? MARJUKI : Yang mirip gua karang bolong ? AUDI : Ya. Apa yang timbul dalam imajinasi om memandang lukisan ini ? MARJUKI : ( BINGUNG ) . hilang harapan.

harus saya timbangtimbang dulu. soal bicara dengan Marni saya rasa itu usulan yang baik. maaf ya. jadi malu kalau terlambat. Saya sudah terlambat. gelap . IRNA & AUDI : Harus. LALA : Ya.21 Ya . saya akan kabulkan apa pun keinginan Marni. anu. LALA : Seperti masuk sumur tanpa dasar. Semua lukisan ini adalah isyarat yang sangat jelas. MARJUKI : ( RAGU-RAGU ) Ya. ada semacam . Dan saya sudah sering mencoba. hati Marni sedang kacau.. om harus bicara dan mengabulkan keinginannya.. AUDI : Persis ! IRNA : Mungkin sebaiknya om bicara dengan Marni. tanyakan apa yang terjadi. Tapi kalau soal mengabulkan keinginan Marni. Saya kan ketua RT paling senior di kampung ini. ya. Dan. Kalau saya jadi om. atau bagaimana ? AUDI : ( BINGUNG ) Mungkin … IRNA : ( BINGUNG JUGA ) . Apa kalian mau menunggu Marni pulang. IRNA : Saya merasakan masa depan yang suram. saya ada rapat RT di kelurahan. Mungkin ada keinginan terpendam yang tidak kesampaian..

adalah isnisiatif mereka sendiri. Apa hak mereka menyuruh saya menuruti apa saja kemauan anak saya ? Sok pintar. Ini pasti akal-akalannya si Marni sama si Anto. ayah. IRNA : Sampaikan pada Marni. Semua yang mereka lakukan tadi. Aku mau jadi TKI ke luar negeri. MARJUKI : Ya. MARJUKI : Mereka datang atas undanganmu kan ? MARNI : Aku memang mengundang mereka. Aku sudah mencegah tapi mereka ngotot. . MARNI : ( MUNCUL DARI DALAM ) Jangan menuduh sembarangan. ( TEMAN-TEMAN MARNI PERGI ) MARJUKI : Kurang ajar. YANG LAIN : Salam buat Marni ya om. kami gembira sekaligus sedih atas acara kejutan ini. tapi sekedar untuk ngobrol dan pamitan. Aku susah payah membiayai anakku. Nanti kami datang lagi kapan-kapan. Itu sebabnya aku pergi. ya … saya sampikan nanti. Itu protesku selanjutnya pada ayah. Apa lagi Anto. Dan aku akan terus protes sampai ayah mengijinkan aku pacaran sama Anto. Aku tidak tahu apa-apa. Berani-beraninya kasih nasehat sama saya. LALA : Ya.22 Mungkin sebaiknya kami pulang. aku punya hak atas masa depan anakku.

begitu ? Jadi kamu pikir dengan protes keras ayah akan mengijinkan ? MARNI : Tentu ada syarat lain. Kamu harus ke rumah Marni. MALAM. ANTO SEDANG DIBUJUK CEPI UNTUK SEGERA MENEMUI MARNI CEPI : Aku serius Anto. MARNI : Kita tidak perlu berdebat ayah. MARJUKI : Stop Marni ! Itu pikiran yang dangkal. . Aku pergi dulu. banyak urusan. Dengan bekerja aku punya uang. Aku harus mandiri. ( PERGI ) MARJUKI : Marni … ( MENGEJAR MARNI ) LAMPU PADAM ADEGAN LIMA SEBUAH TEMPAT. Kamu akan menyesal kalau Marni keburu pergi. kalau anak masih tergantung sama uang orang tua.23 MARJUKI : O. Selamanya anak akan kalah suara. Dengan uang aku bisa menentukan masa depanku sendiri.

CEPI : Aku tahu sifat Marni. ANTO : . Marni juga lama tidak masuk sekolah. Sudah tidak peduli sama aku. jangan pasif. ANTO : Nyatanya dia begitu. sekarang tidak. Kalian kan lama tidak saling ketemu. ANTO : Kalau dia sempat kasih tahu semua orang masa saya tidak dikasih tahu ? CEPI : Mungkin belum sempat. Audi. CEPI : Tidak mungkin Anto. Lala. Aku yakin ini soal waktu. Mungkin dia menunggu waktu yang tepat untuk bicara sama kamu. Tidak mungkin dia begitu. Biasanya kalian jalan bareng. makanya datang supaya tahu. ANTO : Dari mana kamu dapat berita itu ? CEPI : Irna. Cari berita. ANTO : Barangkali memang sengaja tidak mau kasih tahu. semua sudah tahu. Biasanya kamu datang ke rumah Marni.24 ANTO : Kalau memang mau pergi masa dia tidak kasih tahu aku ? CEPI : Mungkin belum sempat kasih tahu. sekarang tidak.

ANTO : Kalau ayahnya mengusir kita bagimana ? Aku trauma pernah diusir. dia sudah berubah. tidak ada yang sakit hati. CEPI : Kalau aku jadi kamu. ANTO : Jelas. CEPI : Dari pada mengambil kesimpulan buru-buru dan salah. ANTO : Bagaimana caranya ? CEPI : Anak gadisnya kita buntingin ! ANTO : Ngaco ! . CEPI : Diusir kita pergi. kita ke sana. Disuguhi kita makan. di rumah jarang. Ayo. Tidak sayang aku lagi. lebih baik kamu buru-buru ke rumah Marni dan semuanya jadi jelas. Dimarahi kita diam. ANTO : Kamu bisa bilang begitu. Aku siap menemani. coba kamu jadi aku. Malah ayah Marni yang akan kubikin mencari-cari aku. tidak akan pernah diusir. Tidak ada yang salah terima.25 Memang tidak bisa telpon ? CEPI : Telpon ke mana ? Kamu HP tidak ada.

Ambil motormu dong. CEPI : Aduh. Lebih baik aku pulang. CEPI : Ya sudah. berisik sekali. ANTO MENGIKUTI DI BELAKANGNYA ) ANTO : ( BERHENTI ) Tunggu Cepi.26 CEPI : Ayo berangkat. ANTO : Jalan kaki saja. Anto ! Kenapa kamu jadi pengecut begitu sih ? Anto ! Ampuuunn. CEPI MENGIKUTI ) LAMPU BERUBAH . Ayo ! ANTO : Kamu jalan di depan. ( ANTO TERUS JALAN. ingat saja nasehat buku “ Enaknya Hidup Membujang ”. Begitu amat. ( PERGI ) CEPI : Ampun … Anto. Oke ? ANTO : Tidak. Ayah Marni paling benci mendengar bunyi motorku. Bagaimana kalau Marni tidak mau menemui kita ? CEPI : Gampang. Knalpotnya tambah bocor. Seberapa trauma sih ? ( CEPI JALAN. aku di belakang.

jangan pergi.27 ADEGAN ENAM TAMAN DEKAT SEKOLAH. LALA : Jadi TKI itu tidak gampang Marni. IRNA : Justru kamu akan bikin masalah baru. Sebentar lagi kita ujian. Pergi tidak akan menyelesaikan masalah. SEMUA : Lupakan … Marni ! MARNI : ( MENYANYI ) AKU HARUS PERGI RUMAH TAK LAGI MEMBERIKU KEDAMAIAN SEBAB AKU DAN AYAH TAK PERNAH SEPAHAM CINTA PEMUDA YANG KUDAMBAKAN SELALU LEPAS DARI GENGGAMAN . MARNI DIBUJUK TEMAN-TEMANNYA SUPAYA JANGAN PERGI. Kamu akan banyak kesulitan. Lupakan keinginan konyol itu. SORE. tahun depan kita harus kuliah. INTRO MUSIK AUDI : Jangan Marni. IRNA : Sebaiknya kamu segera masuk sekolah.

Gara-garanya sangat sepele. Waktu berjalan. Hubungan kalian pasti akan membaik. tapi di mana-mana selalu begitu. Dia hanya minta kamu memilih pemuda yang tepat. Padahal ada banyak suara knalpot motor yang lebih berisik lewat di depan rumah. AUDI : Tapi semua pacar-pacar kita pernah ada masalah dengan orang tua kita. Itu tidak adil. IRNA : Orang seusia kita selalu diangap masih kanak-kanak.28 AUDI : Bersabarlah. MARNI : ( MENYANYI ) AKU TAK MAU BEGITU MASA DEPANKU ADALAH MILIKKU URUSAN CINTA HARUS KITA YANG MENENTUKAN IRNA : Tapi ayahmu bilang tidak melarangmu pacaran. dan jangan sampai pacaran mengganggu belajar. Dianggap belum waktunya pacaran. Marni. Suara berisik knalpot motor Anto yang bocor. LALA : Memang menjengkelkan. Semua pernah diperlakukan tidak adil. MARNI : ( MENYANYI ) ITU SAMA DENGAN MELARANG Ayahku bahkan pernah mengusir Anto. sikap ayahmu pasti berubah. MARNI : . Kita masih banyak kesempatan.

jangan kuatir. Apa lagi pergi ke luar negeri untuk jadi TKI. . Yang jelas aku harus pergi dari rumah. Dan itu tidak baik. kawan. MARNI : Soal ke luar negeri dan jadi TKI. Tapi kamu harus tinggal bergiliran di rumah kami bertiga dong. Ada yang menindas dan tertindas. IRNA : Ya. Soal biaya sekolah. Sebab ia tidak datang dari langit. Omonganmu yang pintar tadi membuktikan kamu tidak pantas jadi TKI. Aku setuju. Ayahku pasti mau bantu. IRNA : Ya. Aku pergi dari rumah bukan semata-mata protes. tapi pasti ada prinsip dan hak-hak yang dilanggar. bisa jadi aku memang asal bicara. Kalian jangan salah ngerti. LALA : Tapi kami tetap tidak rela kamu pergi Marni. pacaran sama Anto tetap berjalan lancar. Kamu harus lulus SMU dan kuliah. AUDI : Kalau kamu tidak ke luar negeri. Hidup backstreet ! MARNI : Tunggu. Hubungan bisa saja membaik. Mungkin itu protes yang mempan buat ayahku. LALA : Ayahku juga pasti mau bantu.29 Ketidakadilan harus diperjuangkan. AUDI : Itu lebih baik Marni. Kamu bisa tinggal di rumahku. supaya adil.

dia tidak pernah muncul lagi. Ada perlu. tunggu. Kami ikhlas membantumu. Aku tetap jadi tanggungan orang. LALA : Yang penting kamu tetap bisa sekolah. Tapi terimakasih atas iktikad baik kalian. Marni ! LALA & AUDI : Marniii … AUDI : Bagaimana sih dia ? IRNA : Kok kepala batu banget ? LALA : Memang kepala batu dari sononya. Tinggal di rumah kalian jelas bukan pilihan yang tepat. Dia ternyata pengecut. Selamat sore. Supaya aku merdeka menentukan masa depan. MARNI : Prioritas utamaku sekarang cari kerja supaya bisa membiayai hidupku sendiri. Soal pacaran dengan Anto. aku sendiri tidak yakin tetap bisa jalan. Itulah gunanya sahabat. Supaya aku tidak tergantung siapa-siapa. AUDI : Itu tidak masalah Marni. ( CEPI MUNCUL BERGEGAS ) . ( PERGI ) IRNA : Marni. Sejak diusir ayahku.30 Tapi juga bermaksud mandiri. aku pergi dulu. Sekolah aku pikirkan belakangan.

coba temui Marni … . Marni juga ngambek karena Anto tidak pernah datang lagi sejak dimarahi ayahnya. ( MENDADAK TERFIKIR ) Cepi. IRNA : Kelihatannya begitu. bagaimana ? Kita juga tidak tahu bagaimana. Kemaren aku bicara sama Anto supaya dia datang menemui Marni.31 CEPI : He. Memang Marni belum pamit sama Anto. tapi gagal. ya ?. Bukannya dia jarang masuk sekarang ? CEPI : Memang. CEPI : Begitu ? Wah. tambah ruwet dong. lihat Marni ? AUDI : Baru pergi. IRNA : Ada apa ? CEPI : Mungkin cuma Anto yang bisa membujuk Marni tidak kabur ke luar negeri. bagaimana kalau kita bagi tugas ? Begini. Terus bagimana ini ? IRNA : Bagaimana. Sudah lama nggak lihat Anto. Merasa tidak dipamiti. Malah Anto ngambek. CEPI : Anto ? AUDI : Nggak.

setuju ? Oke ? CEPI : Oke. MARNI BERTEMU ANTO. DUDUK DIAM-DIAM. Saya. LAMPU BERUBAH. Kita berbagi tugas. BEBERAPA HARI KEMUDIAN. kami bertiga ini. MARNI SUDAH LAMA MENUNGGU. Bagaimana ? CEPI : Tapi Anto sudah dibilangin juga bandel. IRNA : Kamu jangan ikutan bandel. SORE. membujuk Anto supaya ketemuan sama Marni. bujuk supaya ketemuan sama Anto.32 CEPI : Saya tadi ke rumah dia. ADEGAN TUJUH TAMAN YANG SAMA. . tapi tidak ada … LALA : Tadi dia di sini … IRNA : Temui Marni.

datang ke rumahmu pun aku tidak pantas. Jangan kata pacaran sama kamu. MARNI : Bijaksana sekali … ANTO : Aku harus tahu diri. MARNI : Aku kira tidak datang … ANTO : Aku kira kamu juga tidak datang … ( BEBERAPA SAAT ANTO SALAH TINGKAH. MARNI : Oo … jadi begitu cara berpikirmu ? Kalau begitu kamu lebih cocok jadi anak ayahku. dan memang tidak pantas jadi pacarku. TAPI AGAK JAUH. karena tidak ada suara knalpot motor yang berisik. Aku kan cuma tukang ojek dan sopir tembak. kenapa ? ANTO : Supaya ayahmu tenang. JUGA DIAM-DIAM. SUASANANYA SUNGGUH KAKU ) ANTO : Kamu mau pergi untuk menghindari aku kan ? MARNI : Kamu tidak pernah datang ke rumah lagi. MAU DUDUK DI SEBELAH MARNI TAPI RAGU. AKHIRNYA IA DUDUK JUGA. Maaf … selamat tinggal ! ( PERGI ) ANTO : ( KAGET ) .33 ANTO DATANG KEMUDIAN.

Aku yakin kamu juga benci orang semacam itu. Dan itu bukan aku. . Marni … ( MARNI BALIK LAGI ) MARNI : Maaf. Aku tidak akan membuat kamu marah lagi. tujuanku jelas. kenapa lama tidak datang ? ( LAMA TIDAK MENJAWAB ) Katakan ! Kamu takut sama ayahku ? Aku benci orang yang pengecut Anto.. Jadi salahkan dirimu sendiri. MARNI : Katakan dengan jujur. Tapi mungkin ayahmu betul. aku pengecut. jangan menyalahkan aku. Maaf.. ANTO : Ya. Yang penting kita tahu batas. Aku mau pergi dari rumah. Jelas ? ANTO : Kamu betul. saya tidak ada urusan sama tukang ojek. Aku protes keras pada ayahku karena dia berlaku tidak adil pada kita. MARNI : Bagus kalau kamu sadar. Pacaran juga bukan kejahatan. aku tidak bermaksud membuat kamu marah. Kamu harus memilih pemuda yang tepat. MARNI : Kamu sudah membuat aku marah.34 Marni . ( MAU PERGI LAGI TAPI ANTO MENAHANNYA ) ANTO : Maaf Marni. ANTO : Maaf. Tapi kenapa harus berlaku pengecut ? Kamu tidak salah apaapa sama ayahku.

ANTO : . Kamu punya cita-cita dan berjuang keras untuk meraihnya. aku juga benci orang rendah diri. Selain benci pengecut. betul-betul sayang sama aku ? MARNI : ( MALU ) Ah. Jadi tolong jangan berubah. Itu kelebihan kamu. ANTO : Kamu . ANTO : Tapi nilaiku jeblok. Aku banyak narik dan bolos sekolah.35 MARNI : Stop ! Jangan mulai lagi Anto. yang penghasilannya lebih banyak. Itu kan yang mempertemukan kita ? MARNI : Ya. Kamu pekerja keras. Kalau perlu kamu bisa kerja yang lain. MARNI : Belum terlambat untuk mengejar ketinggalan. Dulu kamu begitu percaya diri dengan semua yang kamu kerjakan. Marni. Aku kuatir tidak lulus. pakai nanya lagi. Itu juga yamg membuat aku … sayang … sama kamu. Suara knalpot motormu yang berisik membuat aku selalu menengok setiap kamu lewat di depan rumah. ANTO : Biaya kuliah makin mahal.. ANTO : Tapi ngojek pekerjaan bersejarah. apa aku sanggup ? MARNI : Pasti sanggup.

ANTO : Simpan saja uangmu. kamu tidak sungguh-sungguh kan ? . MARNI : Yang kamu butuh apa dong ? ANTO : Pakai tanya lagi. Kita kan lama nggak ketemu ? Marni. supaya cicilan motor cepat lunas. Tukang ojek lain selalu siap dengan uang kembalian. Tukang ojek lain kalau nunggu penumpang main gaple. kamu tidak.36 Ya. kamu malu-malu. MARNI : Eh. Dan kamu bilang pada teman-temanmu. aku tukang ojek paling keren. MARNI : Yang jelas kamu berbeda. kamu bikin PR. ( MEMEGANG TANGAN MARNI ) MARNI : ( MALU ) Apa sih ? ANTO : Soal pergi ke luar negeri. berapa utangku ? ANTO : Utang apa ? MARNI : Langganan ngojek sama kamu. Tukang ojek lain siap menerima uang tip. ANTO : Sekarang aku tidak malu. Aku lagi tidak butuh.

37 MARNI : Tidak tahu. Kamu hanya sedang emosi. Marni. Kamu juga tahu ayahmu sayang sama kamu. Yang jelas. ( MARNI TERUS MENANGIS. Pergi dari rumah. ( MARNI DIAM ) Bagaimanapun. Nanti semuanya jadi kacau. aku harus pergi dari rumah. Janji. MARNI : Terus aku harus bagaimana ? Apa usulmu ? ANTO : Kamu janji tidak akan pergi ? MARNI : Ya. ANTO : Janji kembali masuk sekolah ? MARNI : Ya. ANTO MENENANGKAN ) Tunggu. rumah adalah tempat terbaik untuk memulai segala rencana. Tapi kan bisa dengan cara lain. Tenang Marni. Aku tidak tahan. Tidak adil. boleh saja protes. MARNI : Sok tahu. Harus ! Sampai . bukan cara yang tepat. Dengar. . segala cita-cita.. ( MENANGIS ) Aku harus protes. tetap sayang sama anak. ayahku betulbetul kelewatan. ah ! ANTO : Aku tidak sok tahu. Asal kamu tetap ke rumah seperti biasa. ANTO : Setuju. tenang dulu. Tapi memang tahu. segalak apa pun. Dan orang tua.

Dia cuma bilang sekarang ada di tempat penampungan. kita bicara di tempat lain. Ayo. MALAM. CEPI : Rupanya begitu. dia tetap tidak mau menjawab. jadi Marni betul-betul mau pergi ke luar negeri ? Aku pikir cuma gertak. Saya juga tidak menyangka Marni sungguh-sungguh. MARJUKI : Terus di mana Marni sekarang ? Kapan berangkatnya ? CEPI : Saya juga tidak tahu. ( MEREKA PERGI ) LAMPU BERUBAH ADEGAN DELAPAN RUMAH MARJUKI. MARJUKI : . Aku punya usul untuk kamu. CEPI DATANG KE RUMAH MARJUKI UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN MARNI. MARJUKI : Ya ampun. om. Saya tanya bolak-balik di mana alamatnya.38 ANTO : Oke.

lebih aman buat masa depan Marni. “ semua bisa diatur ” asal ada uang. saya tidak setuju Marni pergi. Apa sebegitu besar marahmu sama ayah. Marni memang sangat marah sama om. sampai-sampai harus pergi keluar negeri jadi TKI ? Tidak pamit lagi. itu baru pikiran sehat. MARJUKI : Ah. begitu Marni bilang. Setelah lulus kuliah. Marni . terserah mau ke mana dan jadi apa. Jadi TKI ke luar negeri pun tidak masalah. Itu bukan hal yang jelek. Coba nak Cepi pikir. MARJUKI : Apa nama agennya ? Di mana alamatnya ? CEPI : Marni tidak sebut-sebut om.39 Tapi apa secepat itu prosesnya ? Diterima jadi TKI bukannya prosesnya panjang ? CEPI : Itu juga pernah saya tanya. MARJUKI : Dari mana Marni dapat uang ? CEPI : Ya dari uang gaji Marni yang dipotong tiap bulan nanti. Tapi kelihatannya. Dia bilang.. Dia hanya minta tolong saya supaya mengambil beberapa baju yang ketinggalan. apa pantas ? CEPI : Kalau ditanya pantas atau tidak. sebagai teman. Tapi terus-terang. Marni sebentar lagi ujian dan tahun depan harus kuliah. Marni. MARJUKI : Ya ampun. jelas tidak pantas. Terus. Menyelesaikan kuliah. “ Semua dibiayai sama agen ”. teruskan nak … .

Saya harus ketemu Marni sebelum dia pergi. sebutkan. Saya bisa pegang janji. Om Setuju ? MARJUKI : Setuju. MARJUKI : Please … CEPI : Maaf ommm …. Ini rahasia antara kita. Bagaimana caranya ? CEPI : . Saya tidak bisa. saya mohon sekali. MARJUKI : Tolonglah nak Cepi. MARJUKI : Kapan Marni mau ambil baju-baju itu ? Di mana kalian janjian ketemu ? CEPI : Maaf om. Itu pesan Marni. Tolong. saya tidak bisa lama. maaf om. kalau om bersedia kerjasama dengan saya. saya tidak setuju Marni pergi. ( MENATAP MARJUKI BEBERAPA SAAT ) Tapi. saya tidak boleh bilang. kita sebetulnya bisa membatalkan Marni pergi. Saya tidak bisa melanggar janji. CEPI : Tapi jangan sampai dia tahu. Marni memerlukan baju yang saya ambil. MARJUKI : Membatalkan Marni pergi ? Bagaimana caranya ? Jelas saya setuju. Please … CEPI : Sekali lagi.40 CEPI : Maaf om. Seperti saya bilang tadi.

Jadi. Merasa tidak didengar omongannya. CEPI : Kenapa ? MARJUKI : Saya tidak tahu persis. MARJUKI : Nak Cepi bisa jamin 100% Marni batal pergi ? CEPI : .41 Tunggu dulu. makin menentang. Intinya sama: ingin didengar suaranya. saya tidak sungguh-sungguh melarang. tolong jawab dengan jujur Apa sebetulnya yang membuat Marni marah sama om ? MARJUKI : Saya melarang Marni pacaran sama Anto. Saya merasa. Tapi Marni keburu protes keras. CEPI : Saya lihat Marni begitu juga. MARJUKI : Jadi bagaimana caranya supaya Marni tidak jadi pergi ? CEPI : Turuti saja kemauannya. Makin dilarang. MARJUKI : Begitu ? CEPI : Begitu. saya jadi tambah jengkel. si Anto sebetulnya anak baik. Toh om sudah yakin Anto anak baik. Saya mau tanya.

Kami ikut gembira. CEPI : Tidak Irna. MARJUKI : Kalau begitu temui Marni. Saya akan kabarkan berita gembira ini. Harus ada jaminan tertulis bahwa om Marjuki akan menepati janji. Sesudah itu. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI YANG LAIN MENDADAK MUNCUL ) IRNA : Tunggu Cepi ! Maaf om Marjuki. Permisi dulu om. CEPI : Om Marjuki bisa pegang janji ? MARJUKI : Bisa. AUDI & LALA : Perlu dong ! ( ANTO MUNCUL ) ANTO : . Saya jamin ! CEPI : Baik. saya harus cari Marni dan Anto sekarang juga. aku percaya orang tua bijaksana ini. Kalau begitu saya jamin 100% Marni batal pergi. saya akan ijinkan Marni pacaran sama Anto. Katakan. ajak mereka berdua ke sini supaya mendengar langsung dari saya. ( IRNA. Tapi itu tidak cukup.42 Saya harus ketemu Marni dulu. segera. kami mendengar semua pembicaraan ini. AUDI.

Terima kasih nak Anto. makin lama Marni di penampungan TKI. Cepi betul. Ayah sangat kuatir ada apa-apa dengan kamu. ANTO : Marni melebih-lebihkan om. . Apa kalian ada yang tahu alamatnya ? ( MARNI MUNCUL DARI ARAH DALAM ) MARNI : Marni sudah di sini ayah. Tapi urusan anak dan orang tua. kemarilah kamu nak. Makin kita repot. aku pasti jadi TKI sungguhan. Saya juga percaya om Marjuki akan menepati janji. MARNI : Jangan kuatir ayah. Anto menjaga aku. Kasihan dia. MARJUKI : ( KAGET ) Marni ? Ah. Dan rumah adalah tempat terbaik menyusun rencana dan cita-cita. Janji secara lisan sudah cukup. Ini kan bukan urusan jual beli tanah atau semacamnya. ayah tetap sayang aku. syukur kalau begitu. Tidak usah dicari. Kalau bukan karena dia. segalak apa pun. Jangan repot-repot. MARNI : Anto meyakinkan aku begitu rupa..43 Tidak. Lebih baik kita cari Marni sekarang. tidak perlu. MARJUKI : Syukur . jangan repot-repot. IRNA : Tapi … MARJUKI : Nak Anto betul.

Kami bertiga. siap jadi anggota Dharma Wanita ? . Itu komandan yang baik. AUDI & LALA : Di rumah kami om. MARJUKI : Bagus. Sebagai komandan saya tidak akan lari. Dan kamu tidak tinggal di tempat penampungan bukan ? MARNI : Tidak. IRNA. setelah lulus kuliah dong. Kamu menemukan pemuda yang tepat anakku. Anda siap saya tuntut di depan penghulu menikahi anak saya ? ANTO : Sekarang ? IRNA & YANG LAIN : Huuuu … MARJUKI : Nanti. MARJUKI : Jadi siapa yang mengatur nak Cepi datang ke mari dan main sandiwara di depan saya ? ANTO : Saya om. Saya siap diadili.44 MARJUKI : Bagus. ANTO : Marni. Sayalah komadan semua sandiwara malam ini.

MARJUKI : Bukannya ngingetin. ANTO : ( TERTAWA ) ( BICARA PADA PENONTON ) . MENEJER PANGGUNG : Habis situ ngomong melulu … MARJUKI : Ee. Kayaknya durasinya sudah lewat deh. Stage manager mana sih ? Stage manager ! YANG LAIN : Stage manager ! CEPI : Dia nggak tahu stage manager. masa harus dibahas sekarang ? Sudah malem lagi. Tahunya menejer panggung.45 MARNI : ( MALU ) Idih. ya … MARNI : Durasinya sudah lewat belum ? MENEJER PANGGUNG : Sudah lewat dari tadi. malah marah sama saya. Menejer panggung ! MENEJER PANGGUNG : Ya. tokoh ini ! MENEJER PANGGUNG : Biar tokoh kalau ngaco dimarahin. Saya tokoh lho.

46 Baiklah penonton sekalian. Lakon sudah tamat. PENUTUP ( ANTO MENGGANDENG MARNI DAN MENYANYI BERSAMA ) ANTO : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG MARNI : ( MENYANYI ) BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA MEMILIH JALAN SEMUA : ( MENYANYI ) TUGAS ORANG TUA HANYA PENGGEMBALA PENUNJUK JALAN YANG BIJAKSANA MEMAKSAKAN KEHENDAK . Dan marilah kita sama-sama beristirahat. “ pesan sponsor ” mudah-mudahan tidak salah alamat. kelihatannya sudah waktunya bagi kita untuk berpisah.

Mei 2004 Teriimakasih banyak. jika sebelum mementaskan naskah ini memberitahukan pada penulis. Selamat berkarya ! .47 BUKAN SIKAP BIJAK LAMPU PADAM PERLAHAN LAKON SELESAI Depok.

seni peran. naskah dramanya berjudul FESTIVAL TOPENG 10 Juli 1994 menikah dengan Erna N mendapat penghargaan dalam sayembara penulisan naskah drama Dewan Kesenian Jakarta. Alamat : . Tahun 1989. Nursilowati. sering mengajak nonton Wayang Kulit semalaman hingga paginya sering bolos sekolah. Sejak itu tinggal di Depok. “ Racun kesenian ” diserap sejak kanak-kanak. Selain Wayang Kulit.48 BIODATA SINGKAT Budi Ros. Wayang Orang dan Ketoprak seolah jadi tontonan wajib. asal Semarang. sang ayah. dan penyutradaraan. Lahir di Banjarnegara ( Banyumas ). dikaruniai seorang putri. Selama 9 tahun tinggal di sanggar Teater Koma di bilangan Setiabudi ( 1986 – 1994 ). Menamatkan Sekolah Dasar hingga SLTA di daerah kelahirannya. Sekar Dewantari ( lahir 1996 ). Tahun 2004. Sastro Mihardjo. Pasalnya. Mulai tahun 1985 hingga sekarang ( 2004 ) bergabung dengan Teater Koma mendalami tiga bidang pilihan: penulisan. sang ayah sering “ nimbrung main ” setiap ada Ketoprak atau Wayang orang keliling mentas di kampung. 6 Januari 1959. sempat menjadi mahasiswa IKJ jursan teater.

Telpon/fax : (021) 77883525 – HP : 08161949863 . Blok E 1 No. 2 Depok Barat 16434.49 Perumahan Puri Anggrek Mas Jl. Anggrek VI C.

menantang kekuasaan semena-mena sistem . Lit.50 Naskah drama / teater Judul : LIT Oleh : Viddy AD Daery Untuk pementasan 45 menit s-d 60 menit SINOPSIS LIT : Di tengah kesemrawutan hukum Di REPUBLIK JOMBROT . pemimpin nonformal dari kaum terpelajar miskin.

alam selalu mempunyai hukumnya sendiri. Tokoh-tokoh : Lit………………………………19 tahun.35 tahun LIT Oleh : Viddy AD Daery . Orang BP 3……………………. Kepala sekolah…………………. Pemimpin Satpol Tramtib………30 tahun Komandan Polisi………………..30 tahun..35 tahun.. Pemimpin Gelandangan………. Tapi. juga melawan polisi dan hamba-hamba hukum yang justru mempermainkan hukum.51 pendidikan yang mahal dan mencekik rakyat.45 tahun.

lampu menyoroti tubuh2 yang teler…) Tiba2 musik disko berdentam… Kamera menyorot anak2 SMU yang mabok. ayam dan suara desah orang bermain sex. rambutnya awut-awutan. pokoknya amburadul. piannya ngelingkap.. bagai di videoklip MTV di TVG : Syair : Lit. Lampu menyorot fokus bidang-bidang kumuh yang harus diperhatikan penonton.kita kawula alit Lit.Lit. Genteng sekolah bocor. Kucing dan ayam mengais-ngais sampah. mengikuti irama disko. Kejorokan sangat terasa di mana-mana. mereka bangkit lalu berdansa rancak pakai koreografi yang bagus.Lit. tumpukan sampah dimana-mana persis di Indonesia.lalat. jendela pecah pokoknya nggak terurus. Tanah-tanah basah dan becek. Dinding sekolah dicoret-coret. Banyak lalat beterbangan. Foreground : kumuh.Lit. penuh suara kucing. Lampu gelap remang-remang memperlihatkan bentuk setting. Juga bicara berebut rokok. Lampu yang gelap tiba-tiba menyorot terfokus pada seorang remaja berseragam SMU yang belel dan ditulisi macam2 juga bertambal-tambal.Lit…kita orang kejepit Jangan lagi menjerit Jangan lagi mencicit Mereka tak akan menggubris . Musik gemrenggeng aneh. Dia berdiri dan menggugat : LIT : Kenapa seluruh pelajaran budi pekerti yang diajarkan sejak SD sampai SLTA tidak berlaku di kehidupan nyata ? ( hening …3 menit ) Kenapa seluruh ajaran Kitab Suci dan teladan para nabi menjadi NOL dalam perjalanan hidup di REPUBLIK JOMBROT ini ? ( hening…. tergenang air dan lumpur.52 Setting : latar belakang bentuk sekolah dijepit gedung-gedung tinggi. duitnya Cuma dikorupsi para penggede.

Thailand. KS nanya ke BP 3 : Pak BP 3…gimana jawabannya nih ? Kamu kan yang paling bisa ngajarin aku praktek-praktek pemerasan terhadap orang tua siswa ? . Usai dansa…. bahkan di Srilangka yang negara miskin aja SEKOLAH BISA GRATIS !!!! ????? KS bingung lholak-lolok gak bisa jawab..mereka kecapekan… Tiba-tiba Kepsek dan BP 3 datang dan menegur mereka : KS : waaaah…waah….Brunei.wahhh….Singapura. Kalian ini kalau MISKIN JANGAN SEKOLAAAH !!!! Sekolah sekarang hanya untuk orang berduit tahu ! Sudah nggak jamannya lagi sekolah mbayar bolet ! jalar ). Ini dia biang rusuh sekolah kita ini Wis sekolah bolos terus… SPP nggak pernah mbayar Iuran OSIS gak bayar Iuran komputer gak bayar Iuran renang gak bayar Iuran BP 3 gak bayar Iuran guru udunen gak bayar Iuran bu guru hamil gak bayar Iuran kucing pak guru ketabrak truk gak bayar Iuran fotokopi rumus-rumus gak bayar Iuran ulang tahun guru kesenian gak bayar Iuran tetangga pak guru kawinan gak bayar Iuran guru agama naik haji gak bayar Iuran guru fisika pindah rumah gak bayar Iuran guru baru pesta tumpengan gak bayar Iuran kepala sekolah kawin lagi gak bayar…waaah. (keterangan: bolet= ubi Lit membantah : Tapi kenapa di Malaysia.diamput tenan iki….53 Mereka tak akan perduli Elit kita elit tulalit Elit kita elit yang sakit Telinganya congekan Penuh cureg ambune badheg…baunya nggak ketulungaaaannnn….

bayaar aja. Iuran RT RW…bayaaar aja. Tarif telpon naik.. ya supaya kalian bayar sekolah. bayaar aja.. bayaar aja. Tarif air minum naik. uang dinas jabatan menteri dan pejabatpenjabat tinggi justru dinaikkan kok malah subsidi pendidikan dicabut ???? KS BP 3 KS BP 3 KS dunia ? : Lha yo embuh….54 BP 3 membisiki : wssswssswsss…. KS : Oooo yayaya…. yang goblok dan bajingan adalah pemerintah ! : ( bernada sangat marah dan berang ) Kenapa ? Kenapa subsidi kepada anggota-anggota DPR. gak pernah protes. Iuran nyepi.ssst…wewswswswswsws : Oooo.orang tua kalian bayar tarif listrik yang terus naik. goblok ! Pemerintah kita kan sudah mencabut subsidi pendidikan. gak pernah protes. bayaar aja. : Jawabannya wes hewes hewes bablas angine…. Iuran imlek. bayaar aja. Iuran natalan.pemerintah negara-negara asing itu kan memberi subsidi terhadap dunia pendidikan. . nggak pernah protes. Iuran lebaran. yang goblok Bapak ! : Heh. Iuran 17 agustusan. lha kok aku yang goblok ? : Ya sudah. jawabannya wswswswswswsws….goblok ! BP 3 KS BP 3 LIT : Lho pak. Iuran sampah naik. KS BP 3 : Opoooo ???????? Wswswsws…iku opo ???? : Whalah bapak ini ah…itu lhooo…wswswswswsw….kok nanyak aku… : Lho pak. dananya dikorupsi…weeeek…. gak penah protes. gitu aja kok repot ! Lagian bukankah orangtua kalian selama ini adalah rakyat paling baik di Tapi sebenarnya berarti rakyat paling bodoh didunia hehehehe…. : Lho bukan gitu pak…. Lha ya toh….

ayo mulai…) Harga minyak naik.pak ! Ini sudah subversib pak. kalian kan rakyat yang baik…kalau aku habis omong kalian bilang : bayaaar aja…. Lit : Karena kami tidak mau seperti orang tua kami yang bodoh dan jahiliyah !!!!! BP 3 : waah. Odol naik. Susu naik. sudah ortu kalian kayak mayat hidup dan penurut kayak kerbau dongok…eeh. sudah bernada kiri ! Ini pasti sudah dihasut oleh LSM-LSM kiri itu pak. ( penonton : bayaaar aja…dst ) Elpiji naik. Sayur mayur naik.kalian anak-anaknya malah sok jadi PEMBERONTAK…. Pokoknya kami sampai heran. Minyak rambut naik. reeek… . Daging naik. Gula nak. Baju naik.waah…Pak.55 ( Ayo penonton. berarti sudah masalah serius ini pak… Kita harus lapor ke polisi ini pak….anak-anak ini ngomongnya sudah keblinger ini pak. Terigu naik. Sabun naik. ortu kalian itu manusia apa mayat hidup ? Naah. Telur naik. Ini sudah masalah politik. Mudah-mudahan bisa ditindas lebih kejam dari yang di Makassar itu pak. Tempe naik. TARIF NDOLLY naiiikkkk…… Lhoooo……………. Onde-onde naik. Sepatu naik. KS : ya setelah ada kasus Makassar polisi jadi ngeper.

kamu aja yang nelpon.kamu juga nggak papa toh. : Kamu aja. kalah lucu dari kehidupan sehari-hari pakk… KS : Sudah-sudah…. KS : ini Hp-nya. : Kamu. kok mbanyol kayak Srimulat aja…. soalnya kamu lebih pandai bicara…. BP 3 : Lho ya Pak KS toh.otakmu lebih kancil. bedanya Cuma pakai seragam yang dibeli dari uang rakyat. : Bapak aja.56 BP 3 : Kata siapa ? Wong polisi itu ya preman kok. yang punya wewenang kok…. KS : halaaahhhhhh…. BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 : Bapak aja ah. : Bapak aja. : Bapak kamu.tak antemi lho koen… BP 3 : lho kehidupan kita ini memang panggung komedi pak. makanya Srimulat di THR itu bangkrut pak. : Kamu. apalagi di Republik Silit ini…malah lebih lucu dari Srilmulat lho. KS : Bapakku ? Bapakku sudah almarhum jeee…lho ini yok opo sih. : Kamu aja. orang Bapak adalah kepala sekolah. : Bapak. KS dan BP 3 nyari telpon Ketemu Hp-nya. : Bapak. lalu saling nyuruh.katamu ini masalah gawat. : Kamu aja. KS : Ya sudah ayo cepat telpon…. makanya jangan guyon ae…ayo cepat lapor polisi !!! BP 3 : lha memangnya kenapa kalau bapak KS aja yang lapor ? .

digembok pak. : Nggak ada pak. jangan takuuut…. Muncul sekelompok gelandangan kumal. … : Soalnya mereka tahu kalian akan datang berdemo… : tahu dari mana ? wong kami nggak ngomong apa-apa sama mereka kok… : Tapi kalian kan lapor polisi kan ? . KS : Lhooooooooo…. Ini SMU NOL BESAR ! Kantor Dinas Pendidikan itu disana lho. jangan diomongkan didepan umum…. membawa poster-poster : BERI KAMI PENDIDIKAN GRATIS SESUAI PASAL 31 UUD 45 MEGAWATI : PENDIDIKAN GRATIS ITU MENYESATKAN ! DASAR YANG NGOMONG GUOBLOK ! Dsbnya.57 KS : hmmm….itu rahasia.Gelandangan/PG : Apa benar ini kantor Dinas Pendidikan ? KS dan BP 3 berpandangan bingung.wong kita korupsi gedhe-gedhean kok takut dipalak polisi sejuta dua juta…. Dul. TIBA-TIBA terdengar suara gemuruh. KS : Kamu ini guuuooobbloogghk uhuk-uhuk ( sampai batuk ). lha pagere dikunci e pak.aku takut dimintai bayaran eee…soalnya kata orang. ini soal subversi. kalau lapor polisi kehilangan anjing.digembok kok pak. lembaga kaya…. Yel-yel minta pendidikan gratis diteriakkan oleh para gelandangan. PG KS PG KS PG KS : Ooooo…itu tadi…ituuu tutup pak.ya tooh ? BP 3 : Lhaaaaa. BP 3 : halaaah paak.kita ini orang kaya. di bawah jembatan sana lho. jaman sekarang korupsi itu dilakukan dari presiden sampai tukang cat. Pimp.lembaga komisi pemberantas korupsi aja nggak pernah ngapa-ngapain…… malah kerjanya juga korupsi kok. : ya iya. kita malah dimintai ongkos sebasar kambing…lho lak rugi reek… Lha ini bukan soal anjing. tapi kan ada satpam yang jaga. kita bisa dimintai ongkos berjuta-juta toh ?? Biayanya itu lebih subversif ketimbang subversinya….bapak ini…. setelah itu pemimpinnya memberi isyarat agar diam.

KS : Lho. Presiden busuk. nggak apa-apa…. kalian dibujuki polisi…ya polisinya sudah nelpon Kepala Dinas Pendidikan. makanya kok dalam pemilu ini kalian pilih lagi partaipartai busuk…dasar rakyat guuuuooobbloookkkkk kelas berrraat !!!! LIT : Ini memang negeri busuk. kyai busuk. ketimbang bersih tapi BP 3 : Lebih baik bodhoooooooo… Musik menggema. bang. : Lho kok nggak apa-apa… busuk tapi duitnya banyak. bukan membangun dan memakmurkan rakyat…. ulahnya Cuma minteri rakyat. Semua menari rancak dengan koregrafi yang asyik. menteri busuk. pengusaha busuk. pejabat tinggi sampai rendah busuk. PG : Waah busuk sekali kelakuan orang pinter itu ya. KS : Ya itu. Musik lagi. Koor lagi : Suk-suk-suk bussssssssssssssssuuuuuuuuuuukkkkkkkkk Presiden busuk-busuk Menteri busuk-busuk Dirjennya busuk-busuk Irjennya busuk-busuk .58 PG : Lha iya toh pak…kan peraturannya begitu. harus lapor polisi dulu…. baru tahu toh ? Waaah…. Tentara busuk. disko dangdut. kalau mau demo. Ndul. Semua menari dan menyanyi koor : Suk-suk-suk-busssssssssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkk….guuuoooblok. : Nggak apa-apa pak. Kepala sekolah juga busuk !!!! KS BP 3 KS : Lho kok malah aku diseret-seret dalam kebusukan toh…. Ini negeri busuk Telurnya busuk-busuk Tomatnya busuk-busuk Katesnya busuk-busuk Mangganya busuk-busuk Dagingnya busuk-busuk Rotinya busuk-busuk Airnya busuk-busuk Susunya busuk-busuk Insert LIT menyela : hanya SUSUMU yang tidak busuk….

yaaakkk hush !!!. tak garuk. pokoknya kalian ini mengganggu ketertiban…. tak giepuki…lha kok masih berani unjuk rasa ! Gak kapok-kapok ya kalian….lha kalian ini sudah sering kuusir.lhaaaa iniiii ( menunjuk-mengenali-Kelompok Gelandangan ) Ini…musuh besarku ini…kalian ini bisanya Cuma mengganggu kedamaian masyarakat saja too…bikin rusuh.bikin sampah…. Mencari makan kok dengan cara menggebugi sesama rakyat kecil. eta-ete…petentengan kayak wong penting aja. Rumah kalian.rumah petak di pingiran kota toooh. dadi opooooooooooo koen iku.000.tidak bisa sekolah. semua karena pemerasan yang dilakukan para pemimpin busuk. kalian lebih sampah dari para gelandangan yang kalian anggap sampah itu. para elit tulalit. Kamu itu preman bayaran tahu. Wis jangan pringisan…lho kan aku sendiri ya yang pringisan…..sewanya Cuma Rp 100. iniiii apa-apa… eeeh….sebulan toh ? Lihat saat ini isteri kalian belum masak nasi toh…anak kalian kelaparan. Kepala Tramtib ( Katib ) : Ada apa ini ? Heh…ada apa ini ? Apaaa iniiii ada-ada…eh…adakah. Lit : Pak..59 Stafnya busuk-busuk Satpamnya Busuk-busuk Polisi busuk-busuk Tentara Busuk-busuk Kyai busuk-busuk Gurunya busuk-busuk Pedagang busuk-busuk Pedaging busuk-busuk Insert LIT : Hanya rakyat yang tidak busuk. Ingat pak.ketertiban apa ketiban yooo ? Ketiban lak kejatuhan…. Koor : KARENA SUDAH BOOOOSSSOOOKKKK!!! Tiba-tiba datang rombongan tramtib dengan membawa pentungan. Ya kalian-kalian itu pak yang namanya RAKYAT BUSUK.kalian juga orang miskin. ???? LIT maju dan menjendul kepala Katib. . mereka petantang petenteng.

Lit : He . Itu semua karena rakyat bodoh ! Bodoh terus karena tidak pernah dididik ! Karena sekolah bayarnya mahal ! Padahal seharusnya gratis !!!! Coba baca UUD 45 ! ( tiba-tiba semua mengeluarkan buku UUD 45 dari sakunya---ya sudah dipersiapkan toooh… ) Lit : Ayo semua membaca Pasal 31…. 3. Pemilu itu kan sarana yang demokratis dan merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin yang baik dan menendang pemimpin yang busuk. 2.60 Tapi kalian malah menjadi kaki tangan orang-orang busuk itu. Anak buahnya ikut menangis. Ada yang hoaaaaaaaaaa…. berhenti menangis ! Tangisan tidak menyelesaikan masalah ! Para pemimpin busuk sudah kebal. tidak akan jatuh kasihan hanya dengan air mata dan darah rakyat.sudah. tahu ! Kok tega kalian memukuli sesama rakyat. he…. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari APBN dan APBD. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa… 4. apa kalian nggak bisa membayangkan kalau itu menimpa rumah dan keluarga kalian sendiri ? Tiba-tiba Katib terharu dan menangis. Semua koor membaca : 1. Kalian itu laksana ANJING. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerntah wajib membiayainya. Terdengar tangisan bersahut-sahutan. merobohkan rumah-rumah gubug rakyat. dan malah memukuli sesama rakyat kecil yang tertindas. Rakyat sendiri sih yang memang bodoh. dsbnya ramai sekali. Memang tangisan mereka harus berefek lucu tapi serius.haaaaaaaaaoooo…. .sudah. dan menelantarkan partai-partai yang ingin menyelamatkan rakyat. Eee lha kok rakyat malah memenangkan partai-partai busuk.huuuuuu…. he. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan..

anak-anak ! Lit : Serius tah ? . Lit : Sabar. Semua menari kesurupan diiringi musik disko seram…. sabar…jangan main hakim sendiri.anak-anak….kamu ini calo! Rente ! Siswa-siswa emosi : Ayo basmi ! Basmi ! Tunjeki ae ! Para gepeng terpengaruh : Betul. Kamu ini lembaga ekstra ! Tidak resmi.wis rek. .tidak formal. basmi ! Bakar ! Semua mengeroyok BP 3 dan memassa sampai hancur berdarah-darah. bajunya sobek parah.teman-teman…. sadar…. orang yang salah akhirnya tobat. KS : Oooo jadi aku ini badak yooo…. gini aja.minta maaf…dan sekarang saya putuskan kalian semua boleh sekolah gratis. Berarti aku bodho yo kok gek ngerti ? Siswa-siswa : Lho wis suwe Pak… Kami sampek muak kok….lho. berkuasa Pak KS : Lho serius memutuskan… Koor siswa Kepsek…..suara mereka fals mirip hantu haus darah…. BP 3 : Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………Hidup : Lho Pak! Kok gratis sih…lha kita makan apa ? Siswa-siswa koor : Taek iku panganen ! KS marah kepada BP 3.61 KS : Lho. KS : Memang kamu ini kok yang bikin masalah.aku ini Kepala sekolah lho. Api menjilat-jilat ke atas. Tramtib : Gak isok…gak isok…ini dia biangnya sehingga rakyat kecil tidak bisa menikmati pendidikan ! Ayo bakar ! ( semua membakar BP 3 dengan trik diganti boneka.Bapak aja yang kayak badak….lho…berarti selama ini pemerintah sendiri melanggar undangundang ? Koor : Wis suwe rek.sosok BP 3 dibakar ). kok gek ngerti… KS : Lho. pokoknya seperti drama-drama itu lho. tobat. aku sekarang sadar.

Lit meraung-raung menenangkan massa. bahkan ada yang memukuli dan menjongkrokkan Lit ke tanah. Lit : Kita berRevolusi. ( Setting gedung-gedung dari kertas dibakar massa ). Massa sudah kesetanan.revolusi berarti cabut sampai akar-akarnya ! Ayoooo serbuuu !!!! Semua massa menyerbu kota. Muncul petugas pemadam kebakaran menyemprotkan selang air kemana-mana tapi malah lebih banyak ke arah penonton. . Massa tak perduli. Lampu dimainkan menambah efek kebakaran kota. bukan ke arah gedung yang terbakar. Rakyat teriak-teriak tak terkendali. Terdengar sirine meraung-raung.62 Lirik : Kami rakyat bisa seperti zombie Sabar dan sabar Meski kalian sakiti Dan terus kalian sakiti Namun jika kesabaran habis Kamipun berubah total Seperti raksasa Tiwikrama Kami bisa marah tak terkendali Jangan salahkan rakyat yang marah Karena marahnya akibat ditindas Berjuta-juta kali Kalau rakyat sudah mengamok Yang ada adalah REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI !!!!!!!!! Musik berhenti. tapi jangan anarki ! Tramtib : Yooo gak isoookkk…. Mereka melempari kota. ( puluhan onde-onde berbungkus plastik dilemparkan ke arah penonton ) Mereka membakari kota.

Lit : Berhenti ! Berhenti ! Pakai akal sehat ! Jangan menuruti hawa nafsu ! Tapi perang terus berlangsung. Komandan polisi : Hentikan ! Hentikan ! Menyerahlah kalian ! Kalau tidak.waaah aku dipecat nanti Dul gara-gara kamu.sorry. nyawa sangat murah kok ! : Pernyataan bapak MENYESATKAN ! SANGAT MENYAKITKAN ! SANGAT : Lhoooooooooo…ada faktanya lho. Kopol : He…kamu ini menyalahi prosedur…waah. KS roboh. Semua terpengaruh. lalu rakyat yang putus asa bunuh diri. Dul Lit Dul Lit Dul : Sorrrrrrrrrrrrrrrrryyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…. malah menembak salah seorang : Dor ! Ternyata yang terkena KS. Para petugas pemadam kebakaran malah digebuki dan dibunuh. setahun ada sekitar 30 orang…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuu . ingat kasus Makassar…. : He. ini soal nyawa. Seorang polisi teler. Nyongg ! Karena pemerintah menelantarkan rakyat. Maka datang rombongan polisi menembakkan bedil ke udara.diaamput kamu ini Dul ! Dul : Sorry Pak ! Kopol : Enak aja sorry. kerusuhan mereda. akan kami tembak di tempat ! Semua angkat tangan. bisa dicopot aku nanti…. semua terkejut dan meradang.63 Para gepeng dihasut tramtib untuk memassa petugas kebakaran. Komandan marah dan membentak polisi teler.pak. jangan main-main ! : alaaaaaaa di Negeri Jombrot ini.

Lit : Ini apa-apaan ? Apa tidak ada hukum di negeri ini ? Kok main bunuh semaunya ???? Komandan Polisi : hahahaha….wooooooo nggak karukaruan jumlah orang mati di Negeri Gombal Mukiyo ini…Tapi kok ya jumlah penduduk tetap berjubeeeeel aja…Makanya aku tinggal melanjutkan upaya PENCIUTAN PENDUDUK hehehehe Itu semua demi keseimbangan rasio kepadatan…hahahaha Komandan Polisi : Sok tahu kamu Dul.64 Lalu yang nekad menjadi copet. garong. Lit : Tunggu ! Anda polisi!anda penegak hukum. jangan justru malah menghancurkan hukum ! Kom-pol : He ! Kamu tidak tahu atau pura-pura bodoh ? Pelanggar hukum di Republik ini justru polisi.hukum ? hukum di Republik Jombrot ini hanya berupa tulisan di buku-buku dan pidato para pejabat di televisi…. mendingan kamu tak tembak aja duluan ! Dor ! Polisi Dul mati. presiden dan para pejabat ! .aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuuu Menurut data CDC dan AGI.pelaksanaannya Nol Besaaar !!! Dor ! Komandan yang setres menembak satu gepeng. daripada sok pinter dan lebih pinter dari aku. karena duit negara sudah digarong para pemimpin Data dari Depkes RI mencatat 35 orang mati per tahun karena HIV AIDS Waaaah…. belum yang mati-mati karena 1001 macam bencana alam yang terjadi tiap hari karena alam lingkungan dirusak…. 2 juta nyawa bayi di Republik Jombrot ini dibunuh per tahun di meja aborsi Data yang dikutip koran MERDEKA baru-baru ini. rampok.dataku lengkap nyong ! Belum lagi yang mati karena berbagai macam penyakit. mereka sudah membunuh korban sekitar 170 orang setahun…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaahuuu Lalu para garong yang digerebeg polisi lalu lari dan ditembak. kapal laut dan udara. maling. jumlah yang mati sekitar 200 orang setahun…lhooo…. kecelakaan lalu lintas. setiap jam ada 2 ibu meninggal karena melahirkan lantaran kemiskinan dan buruknya fasilitas di Republik Gombal ini Lalu data ELSAM mencatat 65 buruh TKI mati setiap tahun di Singapura. karena negeri ini nggak bisa ngasih makan.

tinggal Lit yang hidup meski luka parah. Lit : Waaah…kalau begini caranya ya sudah. Polisi lawan massa. ayo perang…perang adalah satusatunya pilihan karena terpaksa…. Dengan tertatih-tatih menahan luka.65 Coba kamu baca lagi kitab UUD 45 ! Berapa pasal yang dilanggar mereka ? Dor ! Satu siswa mati. Semua saling bunuh. sudah perang aja….serbuuuuu !!!!!!!! Perang ramai. Semua mati. Lit menggugat negeri Gombal ini dengan puisi protes : Dipimpin para pemimpin pengkhianat Minyak berkhianat kepada rakyat Air berkhianat kepada rakyat Hutan berkhianat kepada rakyat Gunung berkhianat kepada rakyat Beras berkhianat kepada rakyat Gula berkhianat kepada rakyat Udara berkhianat kepada rakyat Transportasi berkhianat kepada rakyat Telekomunikasi berkhianat kepada rakyat Rumah berkhianat kepada rakyat Listrik berkhianat kepada rakyat Batu berkhianat kepada rakyat Pupuk berkhianat kepada rakyat Sayur mayur berkhianat kepada rakyat Buah-buahan berkhianat kepada rakyat Daging Berkhianat kepada rakyat Roti Berkhianat kepada rakyat Sekolah berkhianat kepada rakyat Buku-buku berkhianat kepada rakyat Guru-guru mata duitan berkhianat kepada rakyat Ulama-ulama gila hormat berkhianat kepada rakyat Hakim-hakim bajingan berkhianat kepada rakyat Polisi-polisi pemeras berkhianat kepada rakyat Politisi-politisi badak berkhianat kepada rakyat Cendekiawan-cendekiawan gila jabatan berkhianat kepada rakyat Rakyat yang bodoh berkhianat kepada KEHORMATANNYA SENDIRI ! . taek koen iki.hanya satu kata : Lawaaaan !!!!!! Siswa sok pinter : Itu puisinya Wiji Thukul ya Lit ? Siswa dan gepeng : Waaah.

com ( fotokopi identitas akan dikirim menyusul. mungkin via pos ) BIODATA PENULIS NASKAH DRAMA / TEATER “ LIT ” Viddy AD Daery atau Drs. Sewaktu masih kuliah di FISIP UNAIR Surabaya. cerpenis. novelis. .Anuf Chafiddi lahir di Lamongan 28 Desember 1961 adalah penyair. Patal Senayan Juraganan 11 Mei 2004 Viddy AD Daery=============================viddyad2@yahoo. kolumnis dan budayawan. sudah menghasilkan puisi masterpiece “Surabaya mari Bicara Empat mata” yang sempat menjadi maskot DKS dan HUT Kotamadya Surabaya di zaman Walikota Poernomo Kasidi.66 Lit berjalan terseok-seok menuju penonton Sorot lampu mengiringi Baunya menyebar harum Lalu hilang di kerumunan penonton / lampu kian kabur ( Musik prihatin mendenging ngilu ) SELESAI Penonton boleh tepuk tangan Jakarta.

E-mailnya : viddyad2@yahoo. Produknya yang terkenal antara lain : Lenong Bocah. lalu menjadi koresponden Jawa Pos sambil mengelola toko emas di Lamongan. Lalu keluar dari TPI dan mendirikan jaringan production house sambil menjadi budayawan yang banyak diundang ceramah budaya Indonesia oleh negara-negara Asia Tenggara.67 Setelah lulus sarjana sosiologi tahun 1987 . cerpen dan produksi acara televisi. Tahun 1993-2001 menjadi produser eksekutif. dan cukup laku di pasaran. Patrio Ngelaba. mula-mula sebagai redaktur features SERBANEKA. Novelnya “Sungai Bening” diterbitkan oleh PT Grasindo Jakarta. . Tahun 1991 hijrah ke Jakarta karena bekerja di TPI ( Televisi Pendidikan Indonesia ). Sejak remaja/mahasiswa sampai kini aktif ikut lomba kreatif dan cukup banyak menyabet juara di bidang penulisan puisi. Telenovela Dimana Cinta Kutitipkan.com.

Mengapa ? Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi. Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah. atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari. Wayang wayang campuran. kocak dan cerdas. : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting : remaja putri tomboy. Dibantu oleh kelompok musik. tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. . Pak pos bisa naik sepeda motor atau sepeda biasa. dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini. cerdas dan cantik umur sekitar 17 thn. Dalang 3. perempuan atau Synopsis Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo. Srikandi 2. 5.68 SRIKANDI EDIAN Karya : Sang Aru ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain : 1. jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga. Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. 4. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan. : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn jumlahnya lebih 5 orang boleh laki. : remaja laki-laki atau perempuan.

sebab Madukara sekarang sudah habis dimakan gempa api dan banjir. Srikandi namanya. TAMPAK PANGGUNG DENGAN BEBERAPA BUAH KOTAK SEBAGAI PROPERTY. Kalau naik sepeda. ya jauh apalagi kalau jalan kaki.69 ===== ADEGAN I. LAYAR DIBUKA. Itu lho perumahan elit dan mewah ya. Kalau naik sedan atau panther ya dekat. BEGITU JUGA KELOMPOK MUSIK SEDANG MEMAINKAN MUSIK. apalagi dari Gresik. Ya kan ? Apa tuan ? Dari Wonokromo ? Yo mesti ae adoh rek nek teko Wonokromo. WAYANG-WAYANG KELUAR DIIRINGI MUSIKNYA. Dan lagi naik apa tempat itu kita katakan jauh. Dalang : Syahdan. Tetapi Srikandi ini tidak tinggal di Madukara seperti Srikandi jaman Mahabharata dulu. SEDERHANA. malam ini kita bangunkan seorang tokoh wayang terkenal cantik jelita dan otaknya yang cemerlang. sebelah barat setasiun televisi. Ya to ? . TAMPAK JUGA SEORANG DALANG SEDANG BERSIAP MAIN LENGKAP DENGAN PERALATAN DALANGNYA. Dari jembatan merah juga jauh. becak bendi. Apa tuan ? Jauh ? Ah ya nggak se. MEMBUAT KOMPOSISI ENAK. Srikandi yang sekarang ini tinggal di kawasan Darmo Permai sana. masak Darmo Permai jauh ? Jauh darimana tuan ? Jauh dan dekat itu kan diukur darimana tempatnya.

Dalang itu kan kerjanya memang mendalangi… mendalangi wayang. . Srikandi sekarang pinter dan senang dengan ilmu sejarah. negara itu besar karena sejarah. CELANA JEAN LENGKAP DENGAN TOPINYA (TOMBOY) DARI WAYANG WAYANG. Apa kabar ? Ya benar. malam ini saya coba bangunkan lagi Srikandi ini. Srikandi : Hallo selamat malam penonton selamat malam Surabaya selamat malam malam ini. Benar tuan. Aku ingin sekali kerumahnya. Pasti ada. Srikandi jaman wayang jatuh cinta kepada Arjuna pura pura edan atau gila. Srikandi dulu. Srikandi sekarang ataukah Srikandi masa depan. Kata orang bijak. Apa tuan ? Cantik ? Lho itu kan katanya dalang. mendalangi kekacauan. Srikandi sekarang ketika jatuh cinta pada Arjuna pura-pura sakit keras. mendalangi kerusuhan. apa bedanya sejarah dan sujarah. Sejarah lain lho dengan sujarah. Jangan sekali kali meninggalkan sejarah kata salah seorang proklamator negeri ini. Nah.70 Srikandi jaman wayang dan Srikandi jaman komputer ini jauh berbeda. Coba tanyakan dulu pada guru. PAKAI KAOS OBLONG. Tidak usah bertanya ini Srikandi dulu. aku memang pengin sekali berjumpa Arjuna. Srikandi jaman wayang dulu amat senang dan pandai sekali dalam ilmu memanah. Kalau hanya memberi tahu di mana rumahnya jelas berbeda lho dengan kalau ikut mengantarkan aku sampai ke rumahnya. akulah Srikandi yang tuan tunggu sejak tadi. Tuan tuan tahu rumah Arjuna ? Tolonglah tuan kalau tahu rumah Arjuna. Jangan gampang percaya kata dalang. Pengin sekali belajar padanya. Oalah dalang dalang….. MUNCULLAH SEORANG GADIS ATAU REMAJA DENGAN PAKAIAN SANTAI. Jangan khawatir soal uang lelahnya.

71 Apa tuan ? Oh ya aku ingin belajar kepadanya. Belajar sejarah. Wayang wayang : Belajar atau… Srikandi : Atau apa ? Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ? Srikandi Srikandi Srikandi Srikandi : Oh… belajar rek. : Belajar. : Belajar belajar ! : Belajar ! Sekali belajar tetap belajar ! Wayang wayang : Belajar sambil jatuh cinta ? Srikandi : Malu ah….. Wayang wayang : Jatuh cinta atau belajar Wayang wayang : Belajar atau belajar Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ?

LANGSUNG MASUK SEBUAH LAGU REMAJA CINTA DI SEKOLAH OLEH WAYANG WAYANG. : malu aku malu pada semut merah yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya sedang apa disini menunggu pacar jawabku DISELA-SELA LAGU ITU DALAM DIALOG LAGI : Dalang : Begitulah Srikandi memulai perjalanan cinta pertamanya. Sambil menyelam minum air. Belajar sejarah negerinya sambil jatuh cinta Wayang wayang : mengapa belajar sejarah Mengapa tidak belajar matematika Belajar kok sejarah Srikandi : Kenapa kalau belajar sejarah Sejarah itu perlu dipelajari Sejarah tidak saja hanya dihafalkan, tetapi harus dipelajari. Negara besar itu karena sejarah Sejarah kok dihafalkan. Kalau sudah hafal terus untuk apa ? What for ?

72 Pelajari sejarah negara-negara besar Pelajari sejarah orang-orang besar Pelajari sejarah pikiran-pikiran besar Ya kan pak dalang ? : Benar. Terus keinginanmu : Ya harus kucari rumah Arjuna. : kalau sudah ketemu : ya belajar sejarah padanya : Kalau nggak ketemu ? : Ya harus dicari sampai ketemu : Pantang mundur ? : Ya benar. Pantang mundur Pantang untuk mundur Sekali layar berkembang tak ingin perahu surut kembali sebelum sampai ke pulau tujuan : Siap terus maksudmu ? : Menurut dalang bagaimana harusnya ? : Tanyakan saja pada wayang wayang

Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi

Dalang Srikandi Dalang

Srikandi Wayang Srikandi

: Bagaimana wayang seharusnya ? : Jangan tanya kepada saya, nanti bisa dianggap ikut mendalangi kisahmu Srikandi Sesama wayang tidak boleh saling mendahului. : Sudahlah kalau begitu kuputuskan sendiri.

SRIKANDI LANGSUNG PERGI. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi Dalang : Kemana Srikandi ? : Mencari rumah Arjuna : dimana rumahnya ? : Nggak tahu, tetapi pasti ketemu : begitulah kisah Srikandi sementara ini. Ia berkeras hati, berkeras kepala untuk mencari rumah Arjuna. Ia harus melewati rumah-rumah besar Ia harus melewati jalan-jalan besar Ia harus melewati toko-toko besar Ia harus melewati sekolah-sekolah besar karena ingin belajar tentang sejarah orang-orang besar, belajar tentang sejarah negara-negara besar, sebab Srikandi juga memiliki pikiran besar.

SRIKANDI SUDAH KELUAR DARI KOMPOSISI ITU. Srikandi : benar, disinilah rumah Arjuna Jalan Diponegoro, dekat pom bensin, belok ke kanan terus ada toko kelontong toko Bahagia belok kiri terus, terus nomoe dua puluh empat. Ya benar, inilah rumahnya. Wayang wayang : masuklah Srikandi jangan takut

73 Benar itu rumah Arjuna. : benar ya ini rumah Arjuna Tetapi jangan marah lho ya, siapa tahu ini bukan Arjuna yang kau maksud itu. Bukankah nama Arjuna sekarang ini banyak. Cobalah Srikandi, cobalah dulu. Bukankah salah itu juga sebuah proses menuju benar

Srikandi

SRIKANDI BERAKTING SEPERTI SESEORANG YANG SEDANG MENGETUK PINTU. Wayang wayang : thok thok thok

Wayang wayang nyanyi : buka pintu…buka pintu… buka pintu… Buka pintu buka pintu beta mau masuke Siolah nona nona nona betalah dimukae Ada anjing gonggong betae Ada hujan basah basahe…siolah nona beta mau masuke he he he……. Wayang dialog : Arjuna keluarlah sebentar Ada tamu ingin menemuimu Arjuna : siapa dia ? Srikandi : benarkah ini rumah Arjuna ? Wayang wayang : benar tak salah lagi. Tunggulah sebentar : cepatlah keluar Arjuna, ada tamu Arjuna : Siapa dia ? Wayang wayang : tidak tahu, tetapi tengoklah sebentar atau intip dari lubang kunci rumahmu Arjuna : katakan padanya Hari ini aku tak bisa menemuinya Sampaikan permintaan maafku, tetapi tolong sampaikan aku akan menemui di rumahnya. Catat alamat dan nomor teleponnya. Wayang wayang : tidak kecewa ? Arjuna : Sebenarnya kecewa, tetapi bagaimana lagi. Suatu saat pasti bisa bertemu. Wayang wayang : Baiklah Arjuna Srikandi ?! Srikandi : Bagaimana bisa ditemui hari ini ? Wayang wayang : Maafkan Srikandi Hari ini Arjuna tak bisa kau temui Srikandi : Kenapa ? Wayang wayang : Ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan, tetapi akan menemuimu sendiri di rumahmu. Sekarang tolong alamat rumah dan nomor teleponmu Srikandi : Benar tidak bohong ? Wayang wayang : Tidak, ia sendiri sebenarnya ingin juga bertemu denganmu. Srikandi : Tetapi apakah rumahnya memang disini ?

74 Wayang wayang : Tidak. Tak seorangpun yang tahu alamatnya. Sesekali datang kemari. Tetapi yang penting ia mau datang kerumahmu asal tahu alamat rumahmu Srikandi. Srikandi : 0311234567. HP ku masih dipinjam yang punya. Wayang wayang : Sekarang mau kemana Srikandi ?

Srikandi Dalang

: Tetap mencari Arjuna sampai ketemu : Begitulah penonton tekad Srikandi. Mencari Arjuna sampai ketemu. Tidak ada pilihan lain kita harus berjalan terus kata sang penyair. Bayangkan, siang malam Srikandi mencarinya. Sekarang lihatlah perjalanan Srikandi.

SRIKANDI KELUAR DARI KELOMPOK ITU DAN BERJALAN LAGI DENGAN RASA KECEWA. DIALOG DENGAN PENONTON. Srikandi : Penonton tolonglah saya. Dimana rumah Arjuna sebenarnya Aku ingin sekali ketemu dengannya untuk belajar sejarah. Biarlah orang lain mentertawakan aku belajar kok sejarah. Sejarah negeri ini perlu dipelajari dengan benar. Penting belajar sejarah itu. Apa tuan ? Rembulan ? Masa rembulan tahu rumah Arjuna. Nggak apa apa, siapa tahu rembulan memang tahu rumah Arjuna.

SRIKANDI DIALOG DENGAN REMBULAN. Rembulan, selamat malam. Apa kabar ? Kalau aku sealalu dalam keadaan sehat. Oh ya rembulan, tahukah kau dimana rumah Arjuna. Tolonglah beritahu aku dimana rumah Arjuna Jangan bohong lho rembulan. Aku perlu sekali dengannya. Aku ingin belajar sejarah negeri ini. Katanya dia adalah yang paling tahu tentang sejarah negeri ini. Apa rembulan ? Lho yok apa se rek rembulan ini. Pelajaran sejarah itu penting juga, terutama sejarah negerinya sendiri. Tolonglah rembulan dimana rumah Arjuna itu Wayang wayang : Sudahlah Srikandi sudah Sekarang pulanglah segera Srikandi : Tidak, aku tidak mau pulang kalau belum bertemu Arjuna. Wayang wayang : Hari sudah larut malam Besok kita cari lagi. Atau……

Nanti semut….ah biarlah aku mencoba untuk bertanya pada semut. Benar rumput. kalau sejarah untuk dihafalkan memang mudah. Apa rumput ? Tanya pada semut semut ? Tadi rembulan menyuruhku bertanya pada rumput sekarang kau suruh aku bertanya pada semut. Coba aku. Siapa tahu mengerti. Tetapi sejarah kan tidak untuk dihafalkan saja. SRIKANDI LANGSUNG JONGKOK SEAKAN BERBICARA DENGAN RUMPUT RUMPUT Srikandi : Rumput rumput selamat malam Maaf ya kalau ada di antara kalian yang terinjak kakiku. Srikandi : ya. Arjuna yang pinter ilmu sejarah itu. SRIKANDI NYANYI : Semut semut kecil saya mau tanya Apakah engkau didalam sana Tahu rumah Arjuna…. Terima kasih rumput rumput. Aku ingin mengganggumu sebentar rumput rumput.75 Srikandi : Atau apa. Apa ? Ya. Rumput rumput boleh kan aku bertanya Eh rumput bangunlah sebentar dari tidurmu. SRIKANDI DIALOG : Ayolah semut semut jawablah . Tolonglah barangkali kalian tahu dimana rumah sang Arjuna. Wayang wayang : Bagaimana Srikandi jadi bertanya pada semut. Sejarah harus dipelajari rumput rumput. Benar rumput rumput aku pengin sekali bertemu dengan Arjuna untuk belajar sejarah. Perlu bantuan ? Srikandi : Boleh kalau nggak keberatan WAYANG WAYANG BERNYANYI : Semut semut kecil Saya mau tanya Apakah engkau di dalam sana Tahu rumah Arjuna Srikandi : Ssst jangan ramai ramai nanti mereka marah.. Masak kata guruku berbeda dengan kata bapakku tentang sejarah negeri ini.. Wayang wayang : Cobalah tanya pada semut semut Siapa tahu ia mengerti rumah Arjuna Tanyalah pada semut atau rumput rumput Cobalah kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Aku ingin ketemu dia untuk belajar sejarah khususnya sejarah negeri ini. aku tidak sengaja. Oh ya. Wayang wayang : benar Srikandi. Habis malam hari dan rembulan tidak bersinar seperti tadi lagi.

Wayang wayang : Siapa Srikandi ? Arjuna ya. Siapa ? Ah nggak akan aku cari sendiri saja rumah Arjuna. Benar. BIODATA PENULIS Naskah SRIKANDI EDIAN Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) Alamat penulis : Sang Aru : Hardjono Wiryosoetrisno : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto . Nah. SRIKANDI LANGSUNG MENGANGKATNYA. Jangan takut nanti kuberi hadiah gula kalau kau mau memberi tahu di mana rumah Arjuna.. Masak nggak tahu. : Baru beli…. Benar ? Nggak tahu. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi : Lho tadi katanya nggak punya. Selamat malam Daaag semut TIBA TIBA TERDENGAR SUARA HANDPHONE. : Siapa Srikandi ? : Ssst… Ya hallo.76 Apakah engkau tahu rumah Arjuna. Tolonglah semut. ini aku sendiri Arjuna ? Ah benar…. Hanya Arjuna saja yang bisa menjadi tempat aku belajar sejarah negeri ini. Jangan bohong lho ya. aku perlu sekali dengan Arjuna itu. Terima kasih semut semut. awas lho hati hati. Tadi kata rumput rumput engkau tahu. Ya ya. Masa depan negeri ini jangan sampai keliru gara gara tak pernah mempelajari sejarah.benar.

Pasien : remaja putri umur 17 tahun. Synopsis : Awalnya. ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain. cerdas. cantik dan lincah.suara imaginer kedua tokoh berjumlah bebas. Momon berhasil lepas dari persoalan itu tetapi mencintai Nimok dan Nimok menolaknya. . Anu 4.77 Nimok. Momon 3. Karya : I n u l. Nimok 2. Dibantu pemain musik kalau perlu musik alternatif. Aku cinta kamu. kurus ceking dan lelah. : tokoh pengguna narkoba putra umur sekitar 17 tahun. 1. : remaja putra umur sekitar 17 tahun egois dan manja : suara . Nimok menolong Momon yang menjadi korban pengguna narkoba hanya karena keduanya adalah sahabat.

tetapi tetap tidak ingin menerima cinta Momon. SUARA SUARA SENDIRI . Momon makin parah terjerumus dalam persoalan itu kembali. PANGGUNG GELAP. PEMAIN MUSIK TELAH SIAP DITEMPATNYA. KEMUDIAN MUNCUL NIMOK DAN MOMON SAMBIL MEMBAWA DUA BUAH KURSI SEBAGAI HAND PROPERTY MEREKA DIIRINGI PEMAIN PEMBANTU ATAU SUARA SUARA YANG AKHIRNYA MEMBUAT KOMPOSISI. Nimok kembali datang.78 Akibatnya. DENGAN IRAMA YANG TETAP MULUTPUN IKUT BERMUSIK. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. SESEKALI NAIK SESEKALI TURUN. Mengapa Nimok kembali datang ? ========= ADEGAN I. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… MAKIN RAMAI. LAMPU MENYALA. TAMPAK DIPOJOK PANGGUNG SEBUAH KURUNGAN DILILIT KAIN PANJANG DAN DI ATASNYA ADA SEBUAH KEMARON KECIL BERISI BUBUKAN KANJI ( SAGU ) ATAU TEPUNG. MUSIK BERBUNYI TERUS.

SETELAH ITU KEDUANYA DUDUK DI KURSI MEREKA MASING MASING.79 BEGITU JUGA DENGAN NIMOK DAN MOMON. MUSIK MENGIRINGI GERAK MEREKA. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… Nimok dan Momon : suara suara berhentilah Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : suara suara berhentilah sebentar Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Suara apakah kalian ini ? Suara suara : Kami adalah suaramu sendiri Yang terus hidup sepanjang hari . KEDUANYA MEMAINKANNYA DENGAN GERAK GERAK INDAH BUKAN GERAKAN TARI. SUARA MAKIN KERAS BEGITU JUGA MUSIKNYA. DENGAN KOMPOSISI SEIMBANG. KURSI KEMBALI SEBAGAI PROPERTY MEREKA.

Suara-suara : Sendirian ? Nimok dan Momon : Nggak. Nimok : Kenapa diam ? . kami ingin bicara sendiri. kami berdua Suara suara : tanpa kami ? Nimok dan Momon : Ya Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab KEMUDIAN SUARA SUARA ITU MEMBUAT KOMPOSISI BEGITU JUGA NIMOK DAN MOMON. MUSIK DAN SUARA MAKIN LAMA MAKIN LENYAP.80 Kenapa Nimok ? Kenapa Momon ? Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Berhentilah suara suara Berhentilah sebentar.

81 MOMON DIAM TAK MENJAWAB. Nimok : kenapa diam ? Momon : nggak tahu Nimok : nggak tahu ? Momon : ya nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : karena nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : ya karena nggak tahu Nimok : oh….. .

Momon : Kenapa diam? Nimok : Apa? Momon : Kenapa diam? Nimok : Karena ingin diam Momon : Kenapa ingin diam? Nimok : Karena ya memang ingin diam Momon : Tidak ingin bicara Nimok : Ingin Momon : Kapan Nimok : Kapan kapan .82 KEDUANYA DIAM LAGI DENGAN MOTIVASI BERBEDA. SEMENTARA SUARA SUARA BERMAIN SALING BERDIALOG DALAM HATI. DAN SEGERA DIAM KETIKA MOMON MULAI DIALOG. HANYA GERAK GERAKNYA SAJA YANG MEMAINKAN DILOG MEREKA.

83 Suara-suara : Kapan Nimok? Nimok : Kapan-kapan Suara-suara : Wuah nggak boleh begitu Nimok Itu namanya mangkelan Nggak boleh Nimok mangkelan Jangan pendam dendammu sampai matahari tenggelam Nimok. Nimok : Diamlah suara-suara Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Momon : Kau siapa ? Nimok : Aku ? Nimok ! .

84 Momon : Nimok temanku ? Nimok : Bukan saja temanmu Tetapi sahabatmu Momon : sahabatku ? Nimok : Ya sahabatmu Suara-suara : Ya benar Momon Nimok sahabatmu datang lagi Nimok sahabatmu balik lagi Momon : Kenapa kau datang lagi ? Aku sudah tak ingin ketemu lagi Kenapa kau masih datang lagi Kenapa ? Nimok : Karena aku sahabatmu Momon Karena sahabatmu itulah aku mengharuskan datang kembali ke tempatmu. KEDUANYA DIAM BERPIKIR. .

85 Nimok : Karena aku sahabatmu. Momon : Kenapa ? Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak Suara-suara : Tidak atau belum . Tidak ingin menjadi seseorang yang kamu cintai. aku harus datang kembali. Momon : Kenapa masih ingin datang kembali ? Nimok : Aku ingin menjadi sahabatmu seperti waktu dulu.

Kenapa ? Kau campakkan lagi aku dari sebuah tempat yang lebih tinggi setelah kau angkat dari tempat terbawah. Pergilah Nimok itu lebih baik. Tanpa kau suruh aku akan pergi. Itu membuatku lebih sakit. sekali tidak ya tidak Suara-suara : Belum atau belum Nimok : Sssttt…. Nimok : Tidak usah khawatir. Suatu saat aku pasti pergi. Tetapi untuk sekarang. Momon : Sebenarnya aku lebih senang kalau kau tidak mau datang lagi Nimok. setelah aku sakit kau datang lagi untuk mengangkatku dan pasti akan menjatuhkan dari tempat yang lebih tinggi lagi.86 Nimok : Tidak. LANGSUNG SUARA SUARA DIAM. Sekarang. aku masih ingin datang lagi untukmu Momon : Kenapa Nimok ? .

semasa masih menjadi sahabatku. Karena aku sahabatmu. . Mengerti maksudku Momon ? MOMON DIAM.87 Nimok : Aku sahabatmu. dan… Momon : Cukup Nimok. Nimok : Kau mencintai aku Momon ? MOMON RAGU RAGU MENJAWABNYA. aku ingin datang lagi untuk mengajakmu pergi meninggalkan tempat yang tak patut kau singgahi. Hanya ini ! MOMON BERPIKIR KERAS KEDUANYA DIAM. cukup Nimok : Belum ! Belum cukup Momon. Apa yang kau dapatkan dari tempat ini ? Sia-sia Momon. Sebagai seorang sahabat. INNER MERENUNG UNTUK BERPIKIR. aku wajib mengajakmu pergi dari sebuah tempat yang tak layak kau tempati. Aku ingin Momon kembali Momon yang dulu. Nimok : Tinggalkan semua ini.

Nimok : Tidak tepat kalau kau mencintai aku Momon : Kenapa ? Nimok : Karena kau sendiri belum mencintai dirimu sendiri.88 Nimok : Jawablah dengan jujur Momon Kau mencintai aku ? Suara-suara : Jawablah Momon Jawablah dengan jujur Kenapa diam momon ? malu ya ? Jatuh cinta kok malu Malu kok jatuh cinta Jangan jatuh cinta kalau masih punya malu Nimok : Diamlah suara suara Benar Momon kau mencintai aku ? Momon : Ya. . Aku cinta kamu.

Suara-suara : Mencintai tidak menyakiti Momon Mencintai tidak menyiksa Momon Ya kan ? Nimok : Cintailah dirimu sendiri. aku mencintai diriku. Bohong.89 Momon : Aku mencintai diriku sendiri Nimok Nimok : Tidak Momon : Benar Nimok. MERENUNG. sebelum ingin orang lain mencintaimu Sayangilah dirimu sendiri sebelum ingin orang lain menyayangimu MOMON BERPIKIR KERAS. Nimok : Bohong kalau kau mencintai dirimu sendiri Momon : Aku mencintai diriku Nimok Nimok : Mengapa kau sakiti dirimu sendiri kalau kau sudah mencintai dirimu sendiri Kenapa kau siksa dirimu sendiri kalau kau sudah bisa mencintai dirimu sendiri. . aku tidak percaya.

Momon : Diam ! .. kalau kau benar benar mencintai dirimu sendiri.90 Nimok : Apakah salah kalau sebagai seorang sahabat aku ingin datang lagi untukmu ? Jangan usir aku Momon Suatu saat pasti aku pergi. Sementara ini aku masih ingin melihatmu sebagai sahabatku kembali seperti dulu lagi. Rungokna kandaku ya ngger Isih cilik tak kudang kudang Dadia pengarepanku Ing tembe kena tak sawang…. Ayo bangun dari mimpi mimpimu yang indah tetapi hanya kebusukan dan kesakitan yang kau dapatkan. Ya kan ? percayalah ! LAMAT-LAMAT TERDENGAR SEBUAH TEMBANG. TEMBANG ITU MENGINGATKAN IBUNYA YANG TELAH ALMARHUM. Tidak ada pilihan lain kecuali harus segera meninggalkan tempat ini. Yakinlah suatu saat orang orang yang mencintai pasti datang.

91 Diamlah suara-suara Aku tak ingin mendengar suara itu Ayo diamlah suara Suara-suara : Kenapa Momon ? Momon : Tak seorangpun yang mencintaiku Tak seorangpun yang menyayangiku Semua pergi Semua menjauhiku Nimok : Diamlah Momon Aku ingin menemanimu Momon : Kemudian meninggalkan lagi Sebenarnya aku tak ingin lahir kalau akhirnya harus begini Siapa yang menyuruhku lahir ini sebenarnya Nimok : Jangan kau salahkan kelahiran Momon Dan mengapa tidak mencoba menyalahkan diri sendiri ? Siapapun tak berhak menolak atau memilih kelahirannya .

TIBA-TIBA PANDANGAN MOMON NYALANG DAN DENGAN BERINGAS TIBA-TIBA IA BERDIRI. PANDANGANNYA MAKIN LIAR MELIHAT KE . Bukan orang lain. Memalukan menyayanginya sendiri tak mampu. Nimok : Dengar Momon suara ibumu Dengar Momon doa ibumu MENDENGAR SUARA ITU. Bagaimana Momon ? TERDENGAR LAMAT-LAMAT SUARA-SUARA ITU MENEMBANG LAGI. Ya kan ? Kita sendirilah yang memiliki hidup kita karena kita sendiri yang berhak menentukan diri kita sendiri. menyuruh orang lain menyayangi. Ayolah Momon Lihatlah sebelah sana Langit dan matahari masih cemerlang Jangan menuntut orang lain mencintaimu Kalau kau sendiri belum menuntut dirimu sendiri untuk lebih mencintai diri sendiri Ayolah Momon Sekali lagi hanya kita sendirilah yang harus mempertanggung jawabkan hidup ini pada sang pembuat hidup ini.92 Kita hanya berhak menolak jalan hidup kita sendiri. Belum terlambat Momon Hidup ini milikmu sendiri bukan milikku atau milik orang lain.

KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEAKAN INGIN CEPAT SAMPAI DI SEBUAH TEMPAT DAN LANGSUNG MELAKUKAN SESUATU. SEMENTARA NIMOK HANYA MELIHAT DENGAN KEMAMPUAN INNER ACTIONNYA. Suara-suara : Momon pulanglah Ibumu sudah menunggu… TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA LEBIH CEPAT. Suara-suara : Momon… mau kemana ? TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA. Suara-suara : Momon kemana ? Ajaklah Nimok serta. SESEKALI BERHENTI MEMANDANG SEBUAH ARAH DENGAN LIAR. .93 BEBERAPA ARAH KEMUDIAN BERJALAN DENGAN LANGKAH GAGAH DAN CEPAT MENGELILINGI PANGGUNG. jangan dibiarkan di sini sendiri Momon : Tidak Aku akan belajar lebih mencintai diriku.

MUNDURLAH MOMON BEBERAPA LANGKAH MELIHAT DENGAN LIAR LANGSUNG KAIN PANJANG YANG MELILIT KURUNGAN DITARIK PAKSA DAN KURUNGAN ITUPUN DIBUKA DAN DILEMPARKAN SEKALIGUS. TAMPAK SEORANG REMAJA SEDANG MENIKMATI ROKOKNYA ( GANJA ) DALAM KURUNGAN DENGAN PANDANGAN KUYU. DENGAN LANGKAH GAGAH MOMON MENDEKATI PASIEN DEKAT DEKAT DAN LANGSUNG DIPELUKNYA ERAT ERAT SETELAH ITU LANGSUNG DIGENDONG ( DIPANGGUL ) BERKELILING LAGI. Suara-suara : Momon kemana ? Ini Nimok. LANGKAHNYA CEPAT SETENGAH BERLARI. SEMENTARA SERBUKNYA BETERBANGAN MEMENUHI PANGGUNG. jangan ditinggalkan sendiri Momon : Aku ingin mencintai diriku sendiri sebelum mencintai orang lain. LANGSUNG DIAMBILLAH “KEMARON KECIL” DIPEGANG LANGSUNG DIBANTING BERANTAKAN.94 PANDANGAN MOMON MAKIN NYALANG SAAT MELIHAT SESUATU YANG ADA DI POJOK PANGGUNG. DIPANGGUL LAGI SANG PASIEN UNTUK KELILING PANGGUNG LAGI. DIAM SEBENTAR ADA KEBENCIAN. NIMOK PELANPELAN TAPI PASTI MENDEKATINYA MUSIKPUN MULAI BERBUNYI DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK . MOMON MUNDUR SELANGKAH DEMI SELANGKAH DAN TERUS MELIHAT PASIEN DENGAN MOTIVASI TERKEJUT SEKALIGUS PENYESALAN.

LAMPU MAKIN LAMA MAKIN REDUP KEMUDIAN PADAM. SESEKALI CEPAT SESEKALI LAMBAT. SUARA-SUARA IKUT BERSUARA DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK MUSIK TERUS BERLANJUT. IRAMA BERGANTIAN.95 Suara-suara : Momon. SUARA-SUARA BERGERAK MEMBUAT KOMPOSISI. . MUSIK BERBUNYI TERUS. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. Nimok masuklah Angin malam berhembus kencang PELAN PELAN KETIGA PEMAIN ITU MASUK. MUSIK BERBUNYI TERUS PELAN PELAN KEMUDIAN SESEKALI KERAS. Suara-suara : Hidup ini milik kita sendiri Bukan milik orang lain Bukan milik anak anak kita dan Bukan juga milik orang tua kita.

96 SELESAI BIODATA PENULIS Naskah NIMOK. AKU CINTA KAMU Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) : Inul : Hardjono Wiryo Soetrisno .

97 Alamat penulis : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto NASKAH DRAMA REMAJA HITAM PUTIH Untuk diikutsertakan dalam “Lomba Penulisan Naskah Teater Seksi Penyajian Taman Budaya Jawa Timur 2004” Karya : ENANG ROKAJAT ASURA CILEGON 2004 .

98 JUDUL : HITAM PUTIH TOKOH : AMARAL NENEK RIO DUA ORANG BODYGUARD PUTRI SEORANG LELAKI FIGURAN 1 BABAK SATU PANGGUNG ADALAH SEBUAH RUANGAN KOSONG. SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU PUTUS. DAN DI SISI KANAN NENEK DENGAN SELENDANG PUTIH. DALAM . SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU TERUS MENJERAT AMARAL DALAM GERAKAN-GERAKAN YANG MAKIN LAMA KIAN RANCAK. DI SISI KIRI RIO DENGAN SELENDANG HITAM. RUANGAN FANTASI. AMARAL. TARIK-MENARIK ANTARA RIO DAN NENEK AMARAL MEMBENTUK SEBUAH TARIAN. AKHIRNYA PADA SAAT AMARAL MENCAPAI PUNCAK KEKESALAN DAN GELISAH. AMARAL TERDUDUK LESU BEBERAPA SAAT. SEORANG REMAJA BELIA TERSERET DALAM TARIK-MENARIK ANTARA KEPENTINGAN YANG BERBEDA.

DI KIRI DAN KANAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM JUGA MENGGAPAI-GAPAI. PADA DETAK JANTUNGNYA SENDIRI.putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. DINGIN. Cu ? Tidak…jangan bingung ! . DETAK JANTUNG TERDENGAR MEMBURU. AMARAL TIDAK BISA MENGUASAI BAHKAN TAK MAMPU MENGENDALIKAN. AMARAL Hitam….dimana putihmu… Putih…. DETAK JANTUNG ITU TERUS MEMBURU DAN MEMBURU. AMARAL BANGKIT KEMUDIAN MENGIKUTI GERAK DETAK JANTUNG ITU. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! AMARAL Hitamku di sana ? hitamku di nadimu ? NENEK Itu bukan hitam. AMARAL LALU TERENGAH-ENGAH MENCARI SESUATU. GERAK AMARAL BANGKIT MEMBENTUK SEBUAH SILHOUTTE. MAKIN LAMA TERDENGAR MAKIN KERAS DAN MEMBURU.99 TEMARAM LAMPU.

MENCARI SESUATU. MENATAP SATU PER SATU.100 Pandanglah abu-abu itu dengan ini … ( MENEPUK DADA DAN BATUK ) RIO ( TERKEKEH ) mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih. Cu ! Jangan kau dengar… kau akan menemukan putihmu… putihmu yang kaucari…bukan putih dia… bukan putih orang lain !!! AMARAL Biarlah aku pandang sendiri. PADA PENONTON. NENEK GELENG-GELENG KEPALA TAK PERCAYA DENGAN UCAPAN CUCUNYA TADI. Nek ! Tak perlu memikirkan hitam dan putih. Nek !! Jangan memandang dengan mata nenek… Aku masih awas… Pasti lebih awas ! Mata nenek sudah rabun… Mana bisa mewakili keinginanku !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN PANGGUNG. mengatur nafas saja tidak becus ! kau batuk-batuk terus. pikirkanlah liang lahat ! NENEK Tengik juga kau anak muda ! Jangan dengar itu. AMARAL SEPERTI BINGUNG SENDIRI. AMARAL Aku tak melihat putih di sana… Hoi…adakah putihku di sana ? .

Cu ! tapi di sini …. NENEK MEMBELIT AMARAL. SEHINGGA TERLIHAT . BERHASIL. NAMUN NENEK TIBA-TIBA DATANG TERGOPOH. kau akan pula mengaku nenekmu bisa membedakan mana hitam mana putih… RIO Dalam kacamata tuamu. DENGAN SELENDANG PUTIHNYA. ( MENEPUK DADA DAN BATUK-BATUK KEMBALI ) ah…kenapa penyakit ini selalu saja manja… dasar penyakit jaman sekarang… manja…tak bisa mandiri… AMARAL ( PADA NENEK ) Artinya nenek sudah tua… NENEK Bagus…bagus itu. BEBERAPA DIBELITKANNYA KALI DIULANG LAGI SELENDANG ITU BEBERAPA KALI. TAPI AMARAL BISA MELEPASNYA LAGI. Amaral ! AMARAL MULAI TERLIHAT GAMANG. mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih lihat…ini hitammu di sini… hitammu ada pada hitamku.101 Hoi…hanya ada hitamkah di sana ? NENEK ( BATUK-BATUK ) hitam dan putih tidak dimana-mana. IA BERJALAN KE ARAH RIO. SESEKALI BERHASIL. TAPI AMARAL ADEGAN BISA INI LEPAS. Cu ! Kalau kau sudah mengaku aku tua.

KEMUDIAN LELAKI JANGKUNG INI DUDUK DI KURSI. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !!! Mana putihku ? . SEMENTARA RIO TERUS BERMAIN PIANO. MAKIN SEMANGAT BAHKAN SEPERTI YANG KERASUKAN SEHINGGA NADA YANG DIHASILKANNYA PUN LEBIH BERUPA TEROR. RIO TERDENGAR TERKEKEH. NENEK AKHIRNYA MENDORONG TUBUHNYA KE ARAH PENONTON. NENEK TERLIHAT BERDIRI GOYAH. LAMAT-LAMAT MENGALUN LAGU SENDU. MENGANGKATNYA TINGGI DAN MEMBOPONGNYA MENJAUH DARI NENEK. LALU TERDUDUK TAK MAMPU MENAHAN GEJOLAK RASA DAN BERAT TUBUHNYA. NENEK Tuhan. TEROR NADA. BERDIRI. BERDIRI DAN ROBOH KEMBALI. DARI SUDUT PANGGUNG BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM SEHINGGA HANYA TAMPAK SEBAGAI BAYANGAN. DUDUK.102 BAGAIMANA TARIK-MENARIK KEINGINAN ANTARA AMARAL DAN NENEK. PADA SATU SAAT SECARA SEREMPAK BAYANGAN ITU MEMEGANG AMARAL. BAYANGAN HITAM ITU KEMUDIAN MENDEKATI NENEK DAN AMARAL. IA MULAI KONSENTRASI DAN BERMAIN PIANO. SEPERTI TENTARA SEDANG LATIHAN TIARAP. NENEK TAK PEDULI DAN TETAP BICARA PADA PENONTON. NENEK TERUS MENDEKATI PINGGIR PANGGUNG. jangan biarkan hitam membawa cucuku ! Kuatlah putihmu di sini…. Pancarkan putihmu pada cucuku ! Jangan…jangan biarkan hitam itu. PIANO FANTASI. Tuhan ! Jangan biarkan membawa cucuku… NENEK MEMAKSA BERDIRI TAPI KEMBALI TERDUDUK.

ternyata kalian masih suka bohong… Aku pikir kebohongan hanya ada di pasar-pasar… Ditawar seribu…dia bilang belinya saja seribu dua ratus… padahal ia beli lima ratus…he he he… Aku sangka kebohongan hanya ada di terminal… bus penuh dikatakan kosong… tadinya aku hanya beranggapan… kebohongan hanya ada di senayan tapi ternyata…di sini juga … apa pasar pindah ke sini heh ? apa terminal juga ada di sini ? atau tempat ini sudah disulap jadi senayan tandingan ? NENEK TERGOPOH DAN MENJAUH DARI PENONTON. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. NENEK Adakah putihku di sana ? ( SEPERTI AKAN MENANGIS ) Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. . BERTANYA LAGI PADA ARAH PENONTON. TAPI DIA BALIK LAGI. HENING.103 DARI ARAH PENONTON Tak ada putih di sini… NENEK Ah. TIARAP LAGI. SEPI.

AMARAL Jangan. KAGET. MEMELUKNYA. SELENDANG AKAN DIBELITKANNYA . MELIUK. MENGHENTAK DAN MENJAUH. AMARAL DATANG DARI ARAH LAIN. NENEK MENATAP KE ARAH PENONTON SAMBIL TERSENYUM PENUH KEMENANGAN. NENEK BENGONG DAN KECEWA. Nek ! Jangan buang kesempatan hidupmu… Hidup itu mahal !! AMARAL MEMBAWA NENEK MENJAUH DARI ARAH PENONTON. LALU IA MEMEGANG NENEK. RIO TERTEGUN SEJENAK. AMARAL Nenek jangan bunuh diri… Nenek masih diperlukan di sini… NENEK MEMAINKAN SELENDANG DAN SEPERTI AKAN BENARBENAR DIBELITKAN KE LEHERNYA SENDIRI. NENEK Cucuku masih ada… Dia masih sayang… AMARAL TERSENTAK. TAPI JARI-JEMARINYA TETAP SEPERTI SEDANG MEMAINKAN PIANO. DIBELITNYA KE LEHER.104 NENEK ( BENAR-BENAR MENANGIS DAN BICARA SENDU ) Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !! Mana putihku ? NENEK MEMEGANG SELENDANG PUTIH.

MEREKA TAMPAK PANIK. SEIRING TERDENGAR SUARA LEDAKAN. RIO Bom !! AMARAL Bom … bom !! NENEK Bukan bom…itu tadi kentut ! RIO Kentut ? begitu kerasnya kentut ? NENEK Ya. MELIUK. itu tadi kentut ! Bahkan ada kentut yang bisa lebih keras dari itu… AMARAL Ngaco ! Nenek jangan ngaco ! Ayo keluar…itu tadi bom… atau paling tidak granat tangan… . TAPI KETIKA AKAN DITARIK. NENEK BATUK-BATUK. PADA SATU KESEMPATAN NENEK BENAR-BENAR MENJERAT LEHERNYA. NENEK DAN AMARAL BERKUMPUL DI TENGAH PANGGUNG. BATUK ITU TERUS TERDENGAR SEIRING DENGAN SUARA PIANO YANG SEOLAH SEDANG DIMAINKAN RIO. RIO.105 KE LEHER TAPI AMARAL TETAP MENJAUH. RIO TETAP MEMAINKAN PIANO DENGAN SEMANGAT.

karena aku perempuan. Nek. mungkin aku yang kentut… Kentutku bisa sekeras bom. Cu ! AMARAL ( TERSIPU ) Nenek…mana mungkin aku kentut di depan umum… lagi pula kentut perempuan itu tidak keras… Mana mungkin bisa sekeras bom… NENEK Ya. kau yang kentut. buat ngebom laki-laki brengsek yang akan mengganggu kamu !! Tapi…. aku masih bebas keluar masuk Amerika ! kalau aku kentut sekeras bom.106 NENEK Kentut ! RIO Siapa yang kentut ? NENEK Kamu ! kau yang kentut ! Kentut orang macam kau itu pasti sekeras bom ! RIO Aku kentut ? kentutku keras ? Mana mungkin. pasti kentutku tetap santun… Buktinya kentutku tak salah sasaran kan ? . pasti dicekal masuk Amerika… NENEK Kalau begitu. sudah ! Kalau begitu.

SELENDANG ITU IA PANDANG SEBAGAI SEORANG ANAK KECIL. AMARAL SEDANG MENARI DENGAN RIO. PADA SATU SAAT TIBA-TIBA AMARAL TERKILIR DAN JATUH. NENEK SENDIRI DUDUK DI POJOK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. AWALNYA PERMAINAN PIANO RIO SYAHDU. NENEK MASIH JUGA BERMAIN DENGAN SELENDANG.107 Tidak salah tembak… Kentutku tepat nembak Riomu itu ! RIO MENJAUH. IA SEPERTI SEDANG MENYANYI DI HADAPAN BANYAK PENONTON. RIO TERUS MENGIMBANGI AMARAL MENYANYI. PADA BEBERAPA GERAKAN TARIAN ITU TAMPAK EROTIS SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN BAGAIMANA PERTEMANAN ANTARA AMARAL DAN RIO TELAH BERUBAH MENJADI HUBUNGAN CINTA KASIH. TARIAN AMARAL DAN RIO DEMIKIAN MEMUKAU. DIAJAKNYA BERMAIN. IA KONSENTRASI DAN KEMBALI SEOLAH SEDANG BERMAIN PIANO. PADAHAL TAK JAUH DARINYA. TAPI MAKIN LAMA TERASA SEMAKIN BERSEMANGAT. AMARAL MULAI BERNYANYI KENDATI SEPERTI SEDANG TERCEKIK. DIELUS. DUDUK DI KURSI. AMARAL menghitung hari… detik demi detik… PADA ADEGAN BERIKUTNYA AMARAL SEPERTI TELAH MENJADI SEORANG PENYANYI. PERHATIAN AMARAL TERSEDOT LALU MULAI IKUT HANYUT PADA PERMAINAN PIANO RIO. RIO LALU DUDUK DI TEMPATNYA SEMULA DAN DENGAN EMOSIONAL MEMAINKAN PIANO . IA MENANGGALKAN PAKAIAN KESEHARIANNYA. RIO MENATAP TAJAM LALU DENGAN TAK ACUH MENINGGALKAN AMARAL YANG PADAHAL SEDANG MERONTA MEMINTA TOLONG. SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA. MENGHENTAK.

108 SEHINGGA MENGELUARKAN SUARA BERISIK. NENEK TERSENTAK. MENATAP PADA AMARAL SILIH BERGANTI DENGAN MENATAP RIO. NENEK Ah…kau ini ! Dia itu lelaki tak bertanggung jawab… AMARAL Tapi Rio telah memberi jalan…. Jalan menuju sukses, Nek ! NENEK Yang memberi jalan itu, Allah ! Jangan kau salah sangka… Kita itu kecil…kerdil… Mana mungkin bisa memberi jalan untuk orang lain, jalan buat sendiri saja tidak bisa… AMARAL Sudahlah, Nek ! Simpan omongan nenek itu di lemari besi… Aku tak mau mendengarnya lagi… NENEK ( TERSENTAK HINGGA SELENDANG JATUH ) Amaral ? AMARAL Sadar…aku sangat sadar ! NENEK Oh, Tuhan, sia-sialah upayaku ini… AMARAL Nenek tidak mengerti…

109 Dunia hiburan memberi jalan hidup… jalan yang tak pernah nenek temukan dulu… Pandanglah dunia dengan mata sekarang, Nek !! Bukan mata nenek yang dulu ! NENEK Mengkhayalah terus… Bermainlah dalam fantasimu !! Tapi kau sedang ada dalam genggamanku sekarang… AMARAL Mulai sekarang tidak, Nek ! Aku lepas…bebas… NENEK Bawalah pikiranmu… Tapi kau lupa, hatimu tetap di sini… NENEK MEMANDANG SELENDANG YANG JATUH. TAPI KETIKA IA BERGERAK UNTUK MENGAMBILNYA, DENGAN CEPAT RIO JUSTRU YANG MENGAMBIL SELENDANG PUTIH ITU. RIO BERLARI KE TENGAH PANGGUNG. MENYATUKAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM MILIKNYA. SELENDANG ITU TERUS DIPILIN SEHINGGA WARNANYA SALING SILANG, HITAM DAN PUTIH. NENEK BENAR-BENAR KECEWA BAHKAN MENANGIS TERSEDU. AMARAL BERDIRI MEMANDANG KE ARAH RIO. RIO TERSENYUM. MENGULURKAN SELENDANG ITU. AMARAL MENCOBA MENANGKAPNYA BERKALI-KALI TAPI TAK JUGA BISA MEMEGANGNYA. PANGGUNG GELAP. SUARA MENGHENTAK. DALAM GELAP PANGGUNG ITU TERDENGAR KEMBALI LEDAKAN. SEBUAH SUARA Siapa yang kentut ?

110 Ayo ngaku ! Siapa yang kentut ? Perempuan atau laki-laki ? MUSIK BERHENTI. LAMPU BERUBAH. SUASANA BERUBAH. PANGGUNG BERUBAH PADA ADEGAN BERIKUTNYA. ***

2
BABAK DUA
SEBUAH KURSI SIMBOL KESUKSESAN BERADA DI TENGAH PANGGUNG. BEBERAPA SAAT PANGGUNG ITU HANYA BERISI KURSI TERSEBUT. CAHAYA TERANG. PADA SATU SISI PANGGUNG ADALAH KAMAR NENEK LENGKAP DENGAN TERALIS. NENEK SESEKALI TAMPAK DARI JENDELA, MENATAP KELUAR KADANG MEMEGANG TERALIS MENATAP PADA JARAK JAUH.

111 DARI LANGIT TURUN HUJAN. BUKAN HUJAN AIR MELAINKAN LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO. LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO YANG SEOLAH TURUN DARI LANGIT ITU DIATUR SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA JATUH DI ATAS KURSI KESUKSESAN, PALING TIDAK DI SEKELILINGNYA. DARI ARAH LAIN BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM

MENYERET SEBUAH KOTAK KADO DALAM UKURAN SANGAT BESAR. DENGAN KESULITAN MEREKA TERUS MENDORONG KADO TERSEBUT HINGGA MENDEKATI KURSI. KADO RAKSASA ITU BERBEDA DENGAN KADO-KADO LAIN. SELAIN UKURANNYA BESAR JUGA WARNANYA HANYA HITAM DAN PUTIH. KADO RAKSASA ITU DEMIKIAN MENCOLOK. SETELAH MENEMPATKAN KADO RAKSASA ITU DI PINGGIR KURSI, ORANG-ORANG ITU MUNDUR DENGAN TERATUR. DARI SAMPING KIRI DAN KANAN PANGGUNG KEMUDIAN MUNCUL DUA ORANG BERBADAN TEGAP. KEDUANYA MENGENAKAN SAFARI WARNA GELAP. MEMAKAI KACAMATA HITAM. KEDUANYA KEMUDIAN BERDIRI KOKOH DI SAMPING KIRI DAN KANAN KURSI. DARI TAMPANG KEDUANYA ORANG AKAN LANGSUNG DIINGATKAN BAHWA KEDUANYA ADALAH BODYGUARD YANG SIAP MENJADI TAMENG KESELAMATAN TUANNYA. KEDUA LELAKI ITU TAK BANYAK BICARA. KEDUANYA HANYA MENGGUNAKAN ISYARAT SEPERTI ROBOT. SEIRING DENGAN MUSIK MENGHENTAK, KEDUA BODYGUARD TADI LANGSUNG TIARAP. KEDUANYA SIAP PASANG BADAN. DENGAN PAKAIAN GLAMOUR, AMARAL DATANG. SEPERTI HALNYA ARTIS TERKENAL IA YANG BANYAK SENYUM DIPUJA, SEOLAH AMARAL SEDANG MELENGGANG. MENGUMBAR

MENGHADAPI BANYAK PENGGEMARNYA.

AMARAL ( PADA SEORANG BODYGUARD ) Kalian atur jangan sampai berebut … Kalian dibayar untuk itu… Kulitku bisa lecet kalau berdesakan terus… BODYGUARD ITU TAK BICARA SELAIN SALING MENATAP DENGAN TEMANNYA.112 PADA SISI LAIN. SITUASI KONTRAS ITU TERUS BERTAHAN UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTU. NENEK TERUS TERTEGUN. Cu ! tak ada penonton… tak ada penjaga pribadi… AMARAL ( KESAL ) Diam ! Apa sih maksud nenek ?! . NENEK ( TERIAK ) tak ada penggemarmu. AMARAL Makasih…makasih…sabar ya… semuanya pasti kebagian … sabar dong… ( PADA SESEORANG ) siapa namanya ? bagus…mana bukunya… oke…tanda tangan di sini ya… iya…iya… AMARAL TERUS MENGUMBAR SENYUM. DIBALIK TERALI NENEK MENATAP NANAR PADA CUCUNYA ITU.

Cu ! Dari dulu juga namanya sa-si-sa-si itu sudah ada … AMARAL ( TERIAK ) Britney spears segera hadir… Lihat…kurang apa saya. Nek ! Jaman sekarang sudah maju… Jauh lebih maju dari jaman yang nenek alami… Sekarang jaman globalisasi… Nenek pasti tidak tahu apa itu globalisasi ? NENEK He he he … salah kau. MELENGGOK KUPING MENGITARI SEOLEH IA KURSI. itulah. Nek ! Lihat…lihat…penonton ! Saya cantik luar dalam … AMARAL BERLARI KE KEMUDIAN DEPAN.113 NENEK Aku hanya ingin menyadarkanmu… Bukalah mata hatimu… Ini bukan panggung sandiwara untuk melambungkan angan-anganmu… ini rumah kita…rumah sederhana milik kita… AMARAL Lebih baik nenek diam. SEDANG MENGITARI KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA. LALU AMARAL PASANG . supaya saya tidak berbuat kasar… Paham ?! NENEK Tidak ! AMARAL Ah.

MENEBAR SENYUM. AMARAL Aneh…kenapa dicolek tidak kerasa ? Apa aku mencolek angin ? Mencolek bayangan ? AMARAL MULAI MEMERIKSA KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA ITU. IA MELENGGOK SEPERTI SEDANG BERJALAN MENGITARI KETIKA DI ATAS SAAT CATWALK. IA MENCUIL MEMAMERKAN HIDUNG PAKAIANNYA. hari sudah siang !! Lihatlah…ini rumah kita… AMARAL TIDAK PEDULI. AMARAL Dengar…dengar !! Gemuruhnya sambutan dunia ? Rrrruarrrr…biasa… AMARAL BERDIRI ANGGUN. KEMUDIAN MENIUPNYA KE ARAH PENONTON. NENEK ( SEDIH ) Kau terlalu jauh mimpi… Bangunlah. KEMBALI MEMANDANG KE ARAH NENEKNYA. PUTARAN. Cu. IA TAK MERASA APA-APA. TAPI KETIKA MEMEGANG PINGGANG SALAH SEORANG BODYGUARD. AMARAL TERLIHAT SEPERTI TERKEJUT. KEMBALI IA TERTEGUN. TERSENYUM GENIT. SEORANG BODYGUARD KHAYALANNYA BEBERAPA SALAH SUATU BODYGUARD. AMARAL KELIHATAN TERSENYUM. SESEKALI IA MENEMPELKAN JEMARINYA KE BIBIR. .114 MENDENGAR RIUHNYA TEPUK TANGAN.

kalian tetap diam ?! Kalian kupecat !! . PADA KEDUA BODYGUARDNYA IA MARAH.115 AMARAL Hidup…ya…hidup… Ada kehidupan di sana… NENEK ( MEMEGANG TERALIS ) Ternyata kau memang masih waras… Yang kau pegang itu memang kehidupan… He he he … maksud nenek sumber kehidupan… Tapi yakinlah cucuku. ia bukan apa-apa… Ia bukan siapa-siapa… Seperti juga kamu bukan apa-apa… dan bukan siapa-siapa !! AMARAL Aduh. BOTOL ITU TEPAT MENGENAI TUBUH AMARAL.. AMARAL Kurang ajar !! Apa kalian sudah jadi robot beneran ? Apa kalau aku dilembar bom. AMARAL TERLIHAT MARAH.nenek !! Bener-bener membuat saya kehilangan kesabaran… Nenek memang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa… Tapi jangan samakan saya dengan nenek… Ini dunia saya … dunia angan-angan NENEK Kau sebenarnya yang bikin aku kehilangan kesabaran Dengan cara begini kau akan disadarkan… DARI DALAM KAMAR ITU NENEK MELEMPAR BOTOL MINUMAN KE ARAH AMARAL.

Cu ! Sayang…orang tuamu tidak ada… AMARAL Jangan ungkit masalah itu.116 AMARAL MEMBUKA SYAL YANG DIPAKAINYA. NENEK Mana ada syal artis besar bau apek… Kau memang terlalu jauh melamun. NENEK TERDENGAR BEBERAPA KALI BERSIN. LALU SYAL ITU DIPAKAI MENUTUPI JENDELA KAMAR NENEK. PADA SAAT ITULAH SALAH SEORANG BODYGUARD MEMBUKA KACAMATA DAN RAMBUT . BEGITU SYAL ITU DIBENTANG. Nek ! Aku malas mendengar cerita itu… Padahal dady di Amerika !! Mom di Prancis !! Nenek malu anak dan menantu sukses di negeri orang ?! NENEK ( DARI TERALIS TERHALANG SYAL ) Aku malu karena punya cucu pelamun ! Buang jauh-jauh cerita busuk itu… Kedua orang tua meninggal karena kecelakaan ! Tak ada di Amerika…tidak di Prancis… AMARAL Dengar !! Dengar !! Kalian dengar !! Siapa sebenarnya yang melamun ? Aku atau nenekku ? Kalian dengar sendiri … Nenek bilang ayah ibuku meninggal… Nenek tak mengenal Prancis…tak mengenal Amerika… Nenek kecewa tak bisa masuk ke dunia anak-anaknya… AMARAL TERTAWA SEBENTAR KEMUDIAN TAMPAK SEDIH. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS.

untuk maju harus tega !! Tega menjegal orang lain… AMARAL Apa maksud semua ini ?! Apa Rio ?! RIO Penyamaran itu penting… Semakin sempurna menyamar. justru semakin membuat orang bego… Sederhana saja !! AMARAL Sederhana menghadapi hidup ? RIO Sederhana menanggapi hidup… .117 PALSUNYA. BODYGUARD ITU TERNYATA RIO. AMARAL TERTEGUN MELIHAT KEJADIAN ITU. RIO TERSENYUM DAN TEPUK TANGAN. RIO Hebat…hebat… Kau benar-benar telah jadi bintang hebat… ( SINDIRAN ) Kau begitu gampang memecat orang… tapi tidak apa-apa. IA JUGA MEMBUKA JAS SAFARINYA SEHINGGA TINGGAL KAOS OBLONG PUTIH. semakin besar kesempatan untuk jadi besar… AMARAL Aku tak paham… RIO Tak perlu semuanya mengerti… Semakin banyak mengerti.

LALU MENARI MELEPASKAN GEJOLAK JIWA MASING-MASING. TAPI BAIK AMARAL MAUPUN RIO. KEDUANYA TIDAK PEDULI. curilah kesempatan ketika mereka tidur !! Untuk maju perlu kepandaian. RIO MERENTANGKAN TANGAN. KEDUANYA BERPELUKAN.118 Untuk maju kau perlu sandaran. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. MEREKA TENGAH ASYIK DENGAN DUNIA SENDIRISENDIRI. AMARAL Luar biasa… Mas telah memberi jalan !! RIO Aku tak segan jadi jembatan asal bisa menghubungkan kamu ke pantai harapan… AMARAL Sungguh ?! RIO Kau bisa rasakan sendiri selama ini ! AMARAL Mas Rio ! RIO Aku tidak brengsek seperti kata nenekmu… Aku tidak sialan seperti kata orang-orang itu… . AMARAL MENDEKATI. menyandarlah pada orang-orang !! Untuk maju perlu kesempatan. pura-puralah seperti orang pandai !! AMARAL BELUM BEGITU KELIHATAN FAHAM. SEDIH SEKALI KEDENGARANNYA.

SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. MEMBIARKAN NENEK DAN SEORANG BODYGUARD YANG SEJAK TADI BERDIRI DIANGGAP KAMBING CONGEK. MEREKA MELENGGANG MASUK KE KAMAR SEBELAH KAMAR NENEK. DISIMPANNYA DI ATAS KURSI YANG TETAP KUKUH DI TENGAH PANGGUNG. TAPI SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA. JENDELA TAK DITUTUP. SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. MEREKA MASUK KE LORONG GELAP ITU. PINTU KAMAR JUGA TAK DITUTUP.119 Aku bukan bajingan seperti kata orang-orang suci… Aku tidak seperti yang tudingan wartawan-wartawan itu… AMARAL Jangan peduli dengan nenek… Jangan peduli dengan orang-orang itu… Kita tak ada urusan dengan mereka !! RIO Siapa yang kau perlukan ? AMARAL ( MALU-MALU ) mas Rio tentu … siapa yang mas Rio perlukan ? RIO Kamu … pasti ! KEDUANYA SALING MENATAP. AKHIRNYA IA MENGAMBILNYA DAN DISIMPAN DI KURSI. SEPATU AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. BODYGUARD TERTEGUN SEJENAK TAPI AKHIRNYA DIAMBIL DAN DISIMPAN DI ATAS KURSI. . PAKAIAN AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. SEPATU RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. KEMEJA RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. BIRAHI MENYEMBURAT KE UBUNUBUN. BODYGUARD HANYA GELENG-GELENG KEPALA.

KACAMATA TUANYA BERKALI-KALI DIPEGANG DAN DICOPOT SEPERTI TIDAK YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA. IA JUGA MENANGGALKAN JAS SAFARI DAN DIGANTI SEBELAH PAKAIAN RIO DAN SEBELAH PAKAIAN AMARAL. NENEK Tambah satu lagi orang gila sekarang… Kaukah telah melupakan takdir… BODYGUARD Aku perlu mencoba takdir orang lain… Takdir sebagai manajer artis di sisi kiriku… Takdir sebagai artis di sisi kananku… NENEK Dan takdirmu tak kebagian tempat… . NENEK KELUAR DARI KAMAR DAN TERTEGUN MELIHAT BODYGUARD. TAPI KETIKA BENAR-BENAR YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA SAAT ITU. NENEK AKHIRNYA TERKEKEH. bukan untuk membuat orang lupa diri… Ingat itu !! BODYGUARD MENANGGALKAN SEPATU YANG KIRI DAN DIGANTI DENGAN SEPATU RIO.120 BODYGUARD Sepatu yang membuat lupa diri… Tak terasa menginjak orang kecil… Kemeja yang membuat dia silau… Semua telah ditanggalkan… Semua teronggok tak berarti di sini… Keduanya telah menjadi binatang tentu… Sama-sama menanggalkan pakaian… ( PADA ONGGOKAN PAKAIAN ) Kau dicipta untuk kebaikan. IA JUGA MENANGGALKAN SEPATU YANG KANAN DAN DIGANTI DENGAN SEPATU AMARAL.

Nek ! NENEK Berjalanlah ! BODYGUARD Aku tak bisa berjalan… Karena kaki kananku kaki perempuan… dan kaki kiriku kaki laki-laki… NENEK Artinya kau menolak takdir… BODYGUARD Bukan !! Bukan menolak takdir ! Tapi aku ingin kompromi dengan takdir.121 BODYGUARD Takdirku tetap di sini… Di dalam dada ini. Nek ! Antara perempuan dan laki-laki pasti bisa kompromi… Tapi kenyataannya aku benar-benar menyesal… Jangankan antara perempuan dan laki-laki… antara kaki kanan dan kaki kiri saja sulit kompromi… Hebat benar orang di atas awan sana !! NENEK Hah…kau telah berjalan ke atas awan ? BODYGUARD Aku sering berjalan ke sana !! NENEK Kau lihat orang-orang saling kompromi ? Kau lihat kaki kanan dan kiri kompromi ? Kau saksikan tangan kanan dan kiri kompromi ? .

122 Atau sama seperti di sini … Sulit menerima kompromi ketika tak jelas jatahnya !! BODYGUARD Aku melihat orang-orang di atas awan sana Semuanya bersahaja… Semuanya tertib tanggung jawab… Di jalan tak pelanggaran lalu lintas … Di kantor kepolisian tak ada jual beli kesalahan… Di pengadilan tak ada transaksi pasal dan delik aduan… Di parlemen tak ada adu jotos kekuasaan… NENEK Tentu damai di sana… Semuanya serba teratur…tertib… BODYGUARD Nenek tahu kenapa di atas awan seperti itu ? Karena tak ada yang punya cita-cita Tak ada lalu lintas.hilangkan… DARI KAMAR AMARAL TERDENGAR SUARA TEMPAT TIDUR AMBRUK. lenyapkan polisi !! Mau adil.. hilangkan pengadilan… Kalau mau jujur di parlemen…. NENEK DAN BODYGUARD SALING PANDANG. . Tak ada kepolisian… Tak ada pengadilan… Dan absen yang namanya parlemen… NENEK Aku tahu sekarang … Kalau mau tertib lalu lintas. hilangkan lalu lintas !! Mau bersih.

RIO Pakaianku !! Sepatuku !! .123 NENEK Roboh ! BODYGUARD Dahsyat ! NENEK Amblas ! BODYGUARD Puas ! NENEK Bencana ! BODYGUARD Pesona ! NENEK ( MEMBENTAK ) Adzab !! BODYGUARD ( MENAHAN NAFAS ) huh… DARI DALAM KAMAR AMARAL MENJULURKAN TANGAN. AMARAL Pakaianku !! Sepatuku… DARI SEBELAH TANGAN RIO MENGGAPAI-GAPAI.

BODYGUARD YANG MENGHALANGI.124 PAKAIAN RIO DAN AMARAL MASIH TERONGGOK DI ATAS KURSI. IA BARU SAJA BERUBAH PIKIRAN. TAK ADA YANG BERANI MEMEGANGNYA. NENEK MENGHALANGI. KETIKA BODYGUARD MENCOBA UNTUK MENGAMBILNYA. NENEK Jangan kau sentuh itu… Itu api…tanganmu akan meletup… Jauhilah api itu… Kau akan terbakar nanti !! BODYGUARD Api !! Api !! Aku harus menjauhinya… NENEK MENDEKATI KURSI ITU. NENEK MENJULURKAN TANGANNYA AKAN MENGAMBILNYA. BODYGUARD Jangan sentuh itu !! Api !! Api ! Jauhilah api itu !! Terbakar nanti !! NENEK Ya…api…aku harus menjauhinya… *** .

WAJAHNYA TEGANG. PANDANGAN AMARAL TERLIHAT KOSONG. NENEK DUDUK DI KURSI GOYANG. SESEKALI IA MEMEGANG PERUTNYA.125 3 BABAK TIGA SEBUAH RUANG TENGAH. AMARAL Aku tahu kesuksesan itu harus disongsong… dengan tenaga dan hati… Aku telah melakukan semuanya. AMARAL DUDUK DI KURSI PANJANG. MEMEGANG PERUT. Nek ! NENEK ( TAK ACUH ) Kau tahu caranya tapi tidak tahu menjalankannya !! Kau pinter tapi tidak cerdik… Kancil itu kecil tapi bisa memperdaya harimau… Kancil memang tidak pintar tapi cerdik… AMARAL Nenek… . SATU KAMAR AMARAL DAN SATU KAMAR NENEK. AMARAL SAAT ITU SEDANG HAMIL. DI KIRI DAN KANAN TERDAPAT DUA KAMAR. MENATAP KE ARAH TAK PASTI.

NENEK TERLIHAT KAGET DAN HAMPIR TERIAK. tapi pernah merasakan hal yang sama !! Sudahlah !! Tak perlu berdebat !! sekarang selamatkan anakmu itu !! AMARAL Aib. NENEK TERSENTAK KAGET.126 NENEK Kau tahu brengseknya lelaki itu… ( MELIRIK PADA AMARAL ) aku tidak tahu dunia. AMARAL MASUK LAGI DAN TERDENGAR BICARA DARI DALAM KAMAR. . BERJALAN PELAN MENUJU KAMAR AMARAL. MELIHAT KE SEKELILINGNYA. MERINGIS SEBENTAR ) Aku harus menghentikan agar anak ini tidak terus besar !! Aku yakin pilihanku sekarang benar !! AMARAL MASUK KE DALAM KAMAR. Nek ! Tak ada yang bisa menanggung aib !! NENEK Aib !! Ya…aib ! Tapi anak itu tetap akan tumbuh dan akhirnya lahir !! AMARAL ( BERDIRI. KINI KEPALA YANG TERJULUR DARI PINTU KAMAR ITU. MELIHAT NENEK YANG MASIH BENGONG. AMARAL MENARIK TANGANNYA. MELIHAT KILAU PISAU. AMARAL MENJULURKAN TANGANNYA YANG SEDANG MEMEGANG PISAU. IA BERDIRI. DARI PINTU KAMAR YANG AGAK TERBUKA.

NENEK Beruntung pisau itu tumpul… Kalau tidak. nadimu pasti putus !! . TAK TERDENGAR APA-APA. TAK BICARA. Cu ! Aku tidak mau mereka-reka… Juga tentang pisau itu !! AMARAL Aku tak sanggup. PERGELANGAN TANGAN AMARAL DIPERBAN. AMARAL MERINGIS MELIHAT LUKA DI PERGELANGAN DAN NENEK MERINGIS MELIHAT PISAU. Nek ! Aku perlu bagaimana menutup aib ini !! NENEK MENUBRUK PINTU KAMAR. Nek ! NENEK Jangan !! Percayalah…kasih Allah seluas samudera… bahkan ditambah samudera lain… samudera yang lain lagi… AMARAL Aku tak perlu samudera. KEDUANYA KEMUDIAN DUDUK.127 AMARAL Nenek pasti tahu apa yang akan aku lakukan… Nenek telah banyak makan asam garam Pasti tahu apa yang kupilih !! NENEK Tidak…aku tidak tahu ! Aku tidak paham. NENEK MEMEGANG PISAU ITU. HENING. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN AMARAL DAN NENEK KELUAR DARI KAMAR.

IA SEPERTI SEDANG MENDENGAR SESUATU. IA YAKIN AKAN APA YANG SEDANG DIDENGARNYA. BEBERAPA LANGKAH LALU BERHENTI. AMARAL TERUS MEMASANG KUPINGNYA.128 AMARAL Beruntung ada nenek !! Kalau tidak. pasti bukan pisau yang aku pakai… NENEK Kematian bukan penyelesaian… Kematian bukan akhir dari masalah… Kematian justru awal dari masalah… AMARAL Kematian memang awal masalah… Tapi masalah yang belum aku tahu… Sementara hidup jelas awal masalah… Dari masalah yang telah tahu akibatnya … Itulah kenapa aku memilih kematian !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN. AMARAL Rio…kaukah itu ? Kenapa kau hitam sayang ? Kaukah bersama malaikat maut itu heh ? Hitam…kau hitam sayang … NENEK Dari dulu dia hitam… Hanya mata kamu rabun ayam… Hitam dibilang putih… Mana mungkin hitam bisa disebut putih… Antara hitam dan putih punya suara sendiri-sendiri !! Punya nuansa sendiri-sendiri !! . AMARAL SEDANG MENDENGAR SUARA RIO YANG MEMBAWA KEMATIAN.

129 AMARAL ( TAK PEDULI ) Rio…hitamkan yang kau bawa ?! NENEK Sayang kau selalu menggunakan warna orang lain !! Aku benar-benar kecewa… jangan-jangan anak muda sekarang selalu senang dengan warna orang lain !! Ah…Cu…cu…terlalu jauh kau bercermin pada orang !! AMARAL TERUS MELANGKAH. DI DEPAN PANGGUNG IA BERHENTI. MEMEGANG SELENDANG PUTIH YANG TERSAMPIR DI PUNDAK ) Selendang ini !! Kau ingat selendang putih ini ? Aku membawanya agar kau datang !! Bukankah kau selalu amarah ingin melenyepkan putih ini ?! Kau ingat itu Rio ? Ayo ambil Rio !! . KINI HANYA AMARAL YANG DOMINAN TEROMBANG-AMBING KEBIMBANGAN. ENTAH SIAPA. IA MULAI BICARA SENDIRI SEOLAH SEDANG BICARA DENGAN ORANG LAIN. Rio ! Lihat…lihat ke sini !! Tadi aku akan mengakhiri hidup ini !! Padahal di perutku ada janin yang mulai hidup…. Ah…kau tak paham bagaimana kegundahanku sekarang… Tidak…kau tidak cukup pintar !! Kau menghancurkan harapan !! ( SEDIH. PANGGUNG SEMAKIN GELAP HINGGA MENGABURKAN WARNA NENEK. AMARAL Mendekat…mendekatlah. MENATAP KE ARAH PENONTON. DAN ENTAH KENAPA IA BICARA SEPERTI ITU.

putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. GONTAI. MELANGKAH PELAN. PADA SAAT ITULAH SEOLAH-OLAH ADA KEKUATAN BESAR YANG INGIN MELEPASKAN LILITAN SELENDANG ITU MEMBUAT AMARAL TEROMBANG-AMBING. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu.130 Ambil…ambil putih ini !! Tak ada nenek di sini !! tak ada siapa-siapa !! Ambil !! Ambil segera !! ( TERTAWA TERBAHAK-BAHAK. LALU KEDUA UJUNGNYA IA TARIK KE ARAH YANG BERLAWANAN. IA SESEKALI .dimana putihmu… Putih…. BERHENTI. AMARAL BERLARI KE SANA KE MARI DITARIK KEKUATAN ITU. AMARAL TERLIHAT MULAI SULIT BERNAPAS. SELENDANG YANG ADA DI LEHERNYA KEMUDIAN DILILITKAN. MENYEKA AIR MATA. LALU DUDUK DAN MULAI MENANGIS ) Hitam…. IA BERDIRI. MELANGKAH PELAN. Cu ? Tidak…jangan bingung ! Pandanglah abu-abu itu dengan ini … AMARAL MENATAP GAMANG KE ARAH SUARA TANPA WUJUD ITU.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! NENEK Itu bukan hitam.

NENEK Pembunuh ! Bajingan ! Bangsat tengik ! Cecunguk ! Amburadul…sampah ! Busuk !! RIO Kutu busuk ! Tua banga !! Pembunuh !! Kau cecunguk !! Kau tengik !! Sampah !! ( MELUDAH ) puih ! NENEK Terkutuk kau. kenapa kau ikut-ikutan ? . CAHAYA PANGGUNG MULAI TERANG SEHINGGA JELAS SOSOK AMARAL YANG TERDUDUK LESU. MELIUK-LIUK LAKSANA ULAR KOBRA MENDENGAR SERULING PAWANG. NENEK MULAI TERPANCING AMARAHNYA. DARI ARAH YANG BERLAWANAN DATANG RIO DAN NENEK. GERAKAN-GERAKAN ITU SEPERTI SEDANG MENARI.131 TAMPAK BERPUTAR DI TENGAH PANGGUNG. LAMA IA MELIUK-LIUK SAMPAI AKHIRNYA KEHABISAN NAPAS DAN BERHENTI. Rio ! RIO Terkutuk kau tua bangka ! NENEK Heh…sompret. KADANG KE KIRI DAN KADANG KE KANAN. LALU KEDUANYA PULA MELIHAT AMARAL YANG TERDUDUK LESU. KEDUANYA SALING PANDANG PENUH KEBENCIAN.

TERENGAH-ENGAH DAN SEPERTI KEHABISAN KATA-KATA.132 RIO Karena kau biang keladinya… NENEK Kau yang menghancurkan cucuku. NENEK Kenapa kau diam ? . sompret ! RIO Tapi kau yang kesatu menghancurkan pacarku ! Seharusnya kau urus liang lahat… Ukur jangan sampai terlalu longgar… Bumi ini akan menolak jika kau minta kubur terlalu longgar !! NENEK Hei…kenapa kau urus masalah kubur segala heh ? RIO Karena kau yang sengaja minta dikubur !! Orang yang suka mengubur keinginan orang lain. NENEK DAN RIO BERBARENGAN MENATAP AMARAL YANG MASIH TERDUDUK LESU. memang selayaknya dikubur !! NENEK Lancang kau tengik ! Kau apakan cucuku itu ? RIO Kau yang harus jawab !! Kau apakan pacarku itu heh ? KEDUANYA DIAM.

TAPI DI PINTU KAMAR NENEK MALAH MENGHALANGI. NENEK Langkahi dulu mayatku… RIO Tak sudi…bisa-bisa aku impoten !! Minggir atau aku kasih kentut ! NENEK MENUTUP HIDUNG DAN MULAI BATUK-BATUK.133 RIO Kau sendiri kenapa ? NENEK Aku capek…bengekku kambuh ! RIO Sama…aku juga capek ! RIO MEMBOPONG AMARAL DIBAWA MASUK KE KAMAR. kau bisa celaka !! Nasibmu bisa lebih parah dari Saddam Husein !! NENEK Tuh kan…kentut lagi !! . RIO Baru kentut bohongan sudah panik… NENEK ( BICARA PADA PENONTON ) Dasar busuk ! Masih hidup saja sudah bau busuk… Apalagi kalau sudah mati !! Jangan-jangan akan tercium sampai Amerika… RIO Hei…tua bangka hentikan omonganmu !! Nanti kalau Amerika kentut.

NENEK TERLIHAT KAGET DAN LANGSUNG GEMETARAN. kita bisa kompromi bagi-bagi kentut !! atau kita bagi-bagi kursi….134 Aku mual tahu… RIO Itu baru ngomong…kentutnya belum NENEK Cih…pantas cucuku hamil… Sering kena kentut kau rupanya… RIO KELUAR DARI KAMAR AMARAL. Amaral itu hamil sama nenek… NENEK Apa bisa ? . RIO Kenapa kita tidak membentuk koalisi … Kita bikin poros penyelamat amaral… Kalau nenek setuju. NENEK Aku tak butuh kentut …kursi goyangku masih cukup kuat… RIO Oke…kita bagi-bagi kursi goyang…bagaimana ? NENEK Heh…apa maksudmu tengik ?! RIO Kita kompromi saja…kita selamatkan Amaral… Nenek akui saja. IA TERSENYUM MANIS PADA NENEK.

RIO MENJERAT LEHER NENEK. MAKIN LAMA MAKIN KENCANG. DARI SATU ARAH MUNCUL AMARAL BERSAMA SEORANG ANAK KECIL. AMARAL . SELESAI MENARI. Nek ? RIO MENGGANDENG NENEK LALU DISURUHNYA DUDUK DI KURSI GOYANG. NONGKRONG. SEDANG MUSIK DENGAN PENGIRINGNYA DARI MULUT PUTRI. MULAMULA PELAN. *** 4 BABAK EMPAT PANGGUNG ADALAH SEBUAH JALAN CUKUP RAMAI. TAPI KURSI GOYANG ITU MASIH TERUS BERGOYANG. LALU DIAM.135 RIO Namanya juga kompromi. DI DEPAN AMARAL BEBERAPA MENARI ORANG YANG GEMULAI. PADA SATU KESEMPATAN DENGAN SELENDANG PUTIH. PUTRI (ANAKNYA). NENEK TERLIHAT KELOJOTAN. apa sih yang nggak bisa. KURSI ITU DIGOYANG-GOYANGKAN OLEH RIO.

DI SUDUT PANGGUNG. AMARAL Kau tahu orang-orang itu. AMARAL MENGANGGUK DAN TERSENYUM BAHAGIA. mereka adalah para pengagum ibu !! Mereka itu siap menjilati keringat ibu !! PUTRI Ih…jorok… Apa mereka tidak makan ?! AMARAL Makan…mereka makan… Tapi tidak dengan mulut-mulutnya… PUTRI Kok gitu. tugas seorang ibu memang menyampaikan segala sesuatu yang membingungkan anaknya… nenek juga dulu begitu pada ibu… Buyutmu juga sama saja…bahkan lebih membingungkan lagi !! . Nak ? Kemarin ketika matahari di atas. PADA SALAH SATU SUDUT PANGGUNG.136 MENYODORKAN KALENG BEKAS SUSU. AMARAL DUDUK BERSAMA PUTRI. Bu ! AMARAL Mereka makan tidak dengan mulut-mulutnya… Mereka makan dengan pantat-pantatnya… Kau pasti bingung…tapi sudahlah. IA MULAI CERITA TENTANG KEBAIKAN DAN KEBEJATAN ORANG-ORANG. KOTAK RAKSASA HITAM PUTIH TERONGGOK TANPA DIPEDULIKAN ORANG-ORANG. BEBERAPA ORANG MEMASUKAN UANG RECEHAN KE DALAM KALENG ITU.

PUTRI Ayah bisa terbang ? .137 PUTRI Apa pantat orang-orang itu ada giginya ? AMARAL Tidak ! Tentu saja tidak ada ! PUTRI Bagaimana mereka makan ? AMARAL Mereka akan memaksa memasukannya … Mereka memang sering memaksakan kehendaknya… Mereka akan memakan apa saja… Memakan siapa saja !! PUTRI Memakan ibu ? AMARAL Ya ! hampir saja… Hampir saja ibu mereka makan juga… Beruntung ibu punya benteng yang kokoh… Ayahmu…Rio namanya ! ( MENERAWANG JAUH ) Dia lelaki tampan juga gagah… Selalu melindungi ibu dari kerakusan orang-orang itu !! PUTRI Ayah hebat !! AMARAL Ayahmu memang hebat… Jauh lebih hebat dari Superman…apalagi Gatotkoco..

MENDEKATI KOTAK RAKSASA YANG TERONGGOK MENAIKI DI SUDUT LAIN. KOTAK YANG PERNAH MELAMBUNGKAN FANTASINYA. IA MENGAJAK IBUNYA UNTUK KOTAK RAKSASA ITU. TAPI TIDAK BERHASIL. ANAK ITU MENCOBA SEPERTI UNTUK MULAI MENAIKINYA. AMARAL TERSADARKAN DENGAN KEHADIRAN KOTAK ITU. sayang ! Kotak ini terlalu tinggi… Tak bisa kau jangkau sendiri !! .138 AMARAL Tentu. AMARAL Jangan kau naiki kotak ini. sayang ! Ayahmu bisa terbang… PUTRI Ayah punya sayap ? AMARAL Tidak ! PUTRI Kok nggak punya sayap bisa terbang ?! AMARAL Ia terbang dengan uangnya… Ia terbang dengan jabatannya… Ia terbang dengan ambisinya… Bahkan dengan pikiran-pikirannya… PUTRI Ibu ngawur !! AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) apa benar ibu bicara ngawur ? PUTRI MENGANGGUK.

MENGUSAP AIR MATA ) PUTRI Ibu nangis ? Kata ibu jangan pernah menangis… Kata ibu menangis itu bodoh !! Kata ibu…menangislah kalau menghadapi kematian… Siapa yang akan mati sekarang. Bu ? SEORANG LELAKI Buyutmu tentu tidak pernah menaiki kotak ini. Nak ! Tapi ia seperti ditulis sejarah… Pernah melarang ibumu menaiki kotak ini… Inilah kotak raksasa… kotak fantasi… Yang hanya akan membuat gila siapa saja yang menaikinya… AMARAL ( MEMBENTAK ) Jangan hancurkan anakku ! . Bu ? AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) Ibu tidak menangis… Ibu hanya ingat Buyutmu… ibu juga ingat ayahmu… PUTRI Apa uyut naik kotak ini.139 PUTRI Ibu pernah naik kotak ini ? AMARAL ( TERSENYUM PAHIT ) Ya…ya…dulu ibu pernah menaiki kotak ini… Ibu juga pernah merasakan jatuh dari kotak ini… ( SEDIH.

Bu ?! AMARAL Ya. TAPI ENTAH KENAPA KAKINYA SEPERTI TERPATOK. Nyonya ! Karena saya adalah tanah di sini … Tanah yang pernah menyaksikan bagaimana anda dulu… Demikian mabuk kesuksesan… Demikian mabuk kehormatan… Demikian mabuk kekayaan…prestasi…pujian…dan… AMARAL Cukup ! PUTRI ( KAGET DAN HAMPIR MENANGIS ) Orang gila ya. Bu ! kita menyingkir… Ibu menari lagi…dan Putri main musik lagi… AMARAL MENJAUHI KOTAK RAKSASA DAN LELAKI MISTERIUS ITU. dia memang gila ! Ayo kita menyingkir dari sini… PUTRI Ayo. Bu ! Ibu harus nari… nari. LELAKI MISTERIUS ITU HANYA TERSENYUM PAHIT. Bu ! . TAK BISA MELANGKAH. PUTRI Ayo. PUTRI TAMPAK KAGET DAN TERUS MEMAKSA AGAR AMARAL MENINGGALKAN TEMPAT ITU.140 SEORANG LELAKI Tidak mungkin.

TARI ITU PATAH-PATAH SEPERTI GERAKAN ROBOT.141 AMARAL Sebentar sayang… ibu tidak bisa melangkah… SEORANG LELAKI Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau terbius fantasimu… Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau tergila-gila kehidupan orang lain… PUTRI Lari ibu… ayo lari ! AMARAL Tidak bisa sayang… PUTRI Menari… ayo ibu menari… Aku yang main musik…. TAPI ENTAH KENAPA TARIANNYA TIDAK LUWES. AMARAL MULAI MENARI. KEDUANYA TERUS MELAKUKAN ITU TANPA LELAH DAN TANPA . KAKU DAN MENYEBALKAN. SEORANG LELAKI Kau tak bisa menari… Karena dulu kau pernah menghina tarian… Kau sering menelantarkan tarian… Kau anggap tarian adalah tiket masuk… Ke dunia gemerlap dan erotis… Kau telah menelantarkan tarian… Sekarang rasakan bagaimana tarian mengutukmu !! PUTRI TERUS MAIN MUSIK DAN AMARAL TERUS MENARI PATAHPATAH. LELAKI MISTERIUS ITU LAGI-LAGI TERSENYUM. PUTRI MAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA.

Bu ? AMARAL Ya. PUTRI Lapar…Bu. BEBERAPA ORANG BAHKAN ADA YANG MELEMPARNYA DENGAN BEKAS MAKANAN DAN KOTORAN. AMARAL Buyutmu dulu tidak pernah mengajarkan ibu lapar… Buyutmu hanya mengajari bagaimana kita memberi orang lapar… Buyutmu memang hebat… PUTRI Hebat seperti ayah. LELAKI MISTERIUS ITU LALU MEMBERI ISYARAT AGAR PUTRI MENDEKATI KOTAK RAKSASA. hebat seperti ayah ! . lapar ! AMARAL Sebentar sayang…tugas kita belum selesai… Ayo…musiknya mana… Ibu akan menari terus… PUTRI Lapar…lapar… AMARAL Lapar ? apa itu lapar sayang ? Ibu tidak pernah merasakannya… PUTRI BENGONG DAN MENATAP TAJAM KE AMARAL.142 MEMPEDULIKAN LAGI ORANG-ORANG DI SEKITARNYA YANG MULAI MENCIBIR.

143 PUTRI BENAR-BENAR MENDEKATI KOTAK RAKSASA ITU TAPI TIDAK BERHASIL. IA TAMPAK SUKACITA. IA TERINGAT UCAPAN NENEK KETIKA IA SEDANG BICARA DENGAN RIO ) Bom ? apa kentut ? SEORANG LELAKI Tenang…sabar…kalian harus bisa menjaga diri ! Percayalah…selama ada saya. PADA SAAT PUTRI MENARI ITULAH DARI DALAM KOTAK TERDENGAR ADA SUARA. PUTRI SEKARANG TELAH MENAIKI KOTAK ITU. MEMEGANG PUTRI AGAR MENAIKI KOTAK ITU. AMARAL BERHENTI MENARI. LAGI-LAGI IA JATUH. PUTRI Takut…Putri takut… SEORANG LELAKI Ada yang tidak beres dengan kotak ini… Awas… awas… kalian menyingkir !! Jangan-jangan ada bom waktu !! AMARAL Bom ? awww…bom…bom !! Ke sini sayang… ada bom… Bom…! ( BERPIKIR MENGINGAT SESUATU. ANAK ITU BAHKAN MENARI-NARI. Bu ? Bom itu manis apa pahit ? AMARAL Bom itu…ya…bom itu seperti tangan raksasa… . semua aman dan terkendali ! PUTRI Bom ? Bom itu apa. PUTRI LONCAT MEMBURU AMARAL.

tak pernah datang dua kali… kalau ini bom waktu dan saya mati… tolong beritahukan pada tukang ketupat di sudut gang ini… saya sudah dua kali belum bayar… makan kerupuk tiga. LALU TUTUP KOTAK ITU DIBUKA. SEORANG LELAKI Lihat…ada yang bergerak di dalam kotak ini ! Ada kehidupan… AMARAL Bukalah ! SEORANG LELAKI Ya…saya harus membukanya ! Satu…dua… Apa saya harus membuka ini ? Kalau ini bom waktu…saya pasti korban pertama… ( BERPIKIR ) tapi nggak apa-apa…kesempatan untuk jadi pahlawan. BAHKAN TERLIHAT IA MULAI FRUSTASI. TAPI CEPAT-CEPAT DILARANG OLEH LELAKI MISTERIUS ITU. BENGONG. KEMUDIAN BUNGKUSNA DIBUKA SATU PERSATU. SEORANG LELAKI Kurang ajar… ternyata bukan bom… . tak pernah saya hitung… LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MEMBUKA TALI KOTAK RAKSASA ITU. akan tahu apa itu bom ! PUTRI HANYA DIAM. ADA YANG MENGEPUL DARI DALAM KOTAK.144 Akan merenggut siapa saja yang lemah… Bom itu… Ah…sudahlah ! Nanti kalau kau besar. IA MENDEKATI KOTAK ITU LAGI.

LELAKI MISTERIUS ITU MENDENGUS KARENA MENCIUM BAU YANG TAK SEDAP. IA KAGET ) ada orang… ada orang… lihat… ada orang… LELAKI MISTERIUS ITU MEMERIKSA SEMENTARA AMARAL MENJAUH DAN MENGGENDONG PUTRI. SEMENTARA LELAKI MISTERIUS MENJAUH KETAKUTAN. DILUAR DUGAAN MAYAT ITU BANGKIT. AMARAL Nek…nenek ? nenekkah itu ? . NENEK KELUAR DARI KOTAK.145 Ini hanya kotak kentut… Kau benar… ini bukan bom tapi kentut… AMARAL ( MENENGOK KE DALAM KOTAK. Bu ? AMARAL Bangkai itu…bau…ya…bau ! LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MENGGOYANG-GOYANG TUBUH KAKU ITU. AMARAL MEMEKIK KAGET KARENA TERNYATA YANG DI DALAM KOTAK ITU NENEK. SEORANG LELAKI Sialan ! sudah mati masih kentut… ( BERPIKIR ) oh…bukan…bukan kentut… ia memang sudah mati ! yang saya cium tadi…oh alah…bau bangkai ! ya…benar…bau bangkai !! AMARAL Bangkai ?! PUTRI Bangkai itu apa.

146 Ah. ternyata nenek masih bisa senyum… Tapi apakah nenek hidup atau mati ? SEORANG LELAKI Dia telah mati… Aku mencium bau bangkai tadi… Dia itu pasti arwah penasaran… NENEK Aku bukan arwah penasaran… Tapi jasad dan jiwa penasaran !! Karena belum tuntas bicara pada cucu dan cicitku !! AMARAL Nenek…? NENEK Kau tak perlu kaget… Sejarah telah menuliskan semuanya dengan baik… Perjalanan kau juga telah dituliskannya… Ketika kau punya anak…ngamen…makan… Juga telah dengan baik dituliskannya… Percayalah ! AMARAL Apa maksud nenek ? NENEK Aku hanya ingin mengatakan … Apa yang aku katakan dulu adalah kebenaran… Riomu memang brengsek… Sepanjang hidupnya terus brengsek !! Sepertinya dia dilahirkan untuk brengsek !! .

147 AMARAL Sudahlah, Nek ! Rio itu suamiku…bapak cicit nenek ini !! PUTRI Uyut, Bu ?! Uyut bau kentut, Bu ? AMARAL Ya…karena uyut sudah tua… PUTRI Apa semua yang tua bau kentut ? NENEK Tidak ! Tidak semua orang tua bau kentut !! PUTRI BERLARI KE ARAH NENEK. AMARAL YANG MENCEGAH TIDAK BISA MENGHALANGI. LELAKI MISTERIUS JUGA TAK BISA BERBUAT APA-APA. NENEK KEMUDIAN MENGGENDONG PUTRI. IA MULAI CERITA TENTANG KEHIDUPAN AMARAL TANPA MEMPEDULIKAN AMARAL SENDIRI. NENEK Ibumu itu terlalu egois… Ia selalu menganggap benar sendiri… Padahal kebenaran itu milik semua !! Milik bersama !! PUTRI Uyut masih batu kentut !! NENEK ( TAK PEDULI DAN TERUS BICARA ) Kebenaran ada dimana-mana…

148 Tidak boleh dikuasi oleh seseorang !! Kalau saja ia tidak egois, tentu akan jadi lain ceritanya… Bapakmu juga sama-sama egois… Bahkan brengsek !! PUTRI Huh…bau !! NENEK ( TIDAK PEDULI DAN TERUS BICARA. TAK BISA DIREM ) Ia tidak saja membuat ibumu senewen… Tapi telah berhasil membuat malu sepanjang masa !! Kau tau, Nak, ibumu pernah mau bunuh diri !! Ia kira dengan bunuh diri semua urusan akan selesai… Tapi sudahlah…kau jangan seperti ibumu… Pandanglah dunia dengan bijaksana !! Minumlah jamu setiap saat kau merasa perlu Jangan minum sirup… PUTRI Mau sirup, Bu !! NENEK ( TERSENYUM PAHIT ) Minum sirup itu manis sekarang !! Enak sekarang !! Tapi bisa membuat kamu mencret… Tapi jamu…pahit sekarang… Tapi bisa membuat kamu sehat !! Paham kau ? PUTRI MENGGELENG BAHKAN MEMAKSA UNTUK TURUN.

AMARAL TERTUNDUK MALU. IA SEPERTI SEDANG MELIHAT DIRINYA DI CERMIN. AMARAL KEMUDIAN MULAI BANGKIT, MENATAP KE ARAH TAK TERBATAS. IA MULAI MENARI. ANEHNYA KINI BISA LUWES SEPERTI

149 SEDIA KALA. AMARAL TERTERLIHAT KAGET TAPI IA TERUS

MENARI. PUTRI MULAI BERMAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. NENEK MEMPERHATIKAN DENGAN SENYUM. LALU IA MELIHAT KE ARAH LELAKI MISTERIUS ITU. KEDUANYA SALING MENATAP SEPERTI DUA SAHABAT YANG TELAH LAMA BERPISAH. NENEK Tugas kamu sudah selesai ! Sekarang kembalilah ! SEORANG LELAKI Kembali ke mana ? Aku tak tahu jalan kembali… NENEK Kemarilah ! LELAKI MISTERIUS ITU LALU MENDEKATI NENEK. KEDUANYA SALING MENATAP. LALU MENDEKAT DAN SEMAKIN MENDEKAT. LELAKI MISTERIUS ITU TIBA-TIBA HILANG DARI PANDANGAN DAN NENEK LANGSUNG AMBRUK. IA BENAR-BENAR MATI SEKARANG. MELIHAT KEJADIAN ITU AMARAL TIDAK PEDULI. IA TERUS MENARI SEMENTARA PUTRI TERUS BERMAIN MUSIK DENGAN MULUT. ***

Curiculum vitae

150

ENANG ROKAJAT ASURA
Bandung, 07 April 1965 Kompleks Gedong Cilegon Damai Blok C.23 No. 17 Tlp. (0254) 396417 HP. 081.310.860817 Cilegon 42424

RIWAYAT PEKERJAAN
1. Menulis cerita pendek, artikel dan novel yang dipublikasikan di Pikiran Rakyat Mingguan Galura, Jawa Pos, Mingguan Mandala, Mangle, Suara Karya Minggu, Kompas Minggu, Mingguan Swadesi, Mingguan Mutiara, Mingguan Terbit, Mingguan Gala, Tabloid Citra, Mingguan Berita Wanita NOVA dan Harian Fajar Banten 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Reporter Mingguan Galura (1989-1990) Redaktur Pelaksana Majalah Seni Prasasti (1990-1991) Script Writer Radio Shinta FM (1991-1995) Manajer Produksi Radio Shinta FM (1995-1998) Manajer Siaran Radio Shinta FM (1998-2001) Trainner di Masima Training and Consulting Jakarta (Prambors Grup) Repoter Majalah ZONA Misteri Jakarta (2001-2002) Redaktur Pelaksana Majalah ZONA Misteri Jakarta (2002) Wakil Pemimpin Redaksi Majalah ZONA Misteri Jakarta (2003)

PRESTASI KREATIF
1. 2. 3. Juara III Menulis Drama LBSS (1989) Juara Harapan Menulis Drama LBSS (1989) Juara III Lomba Mengarang Filateli Nasional (1986)

11. 7. 6. Juara II Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 14. 5. Juara III Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1999/2000) 16. 8. Juara III Lomba Menulis Cerita Film Jenis Legenda Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 15. Juara I Mengarang Perpustakaan (1990) Juara II Mengarang Taman Lalu lintas (1991) Juara Harapan Menulis Essay Pemilu (1996) Juara Harapan Sastra D. Juara II Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Film (2000) . Juara I Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Peningkatan HAM Direktorat Pembinaan Film (2000) 18.K Ardiwinata Bidang Drama (1996) Juara II Sastra LBSS Bidang Essay (1996) Nominator Menulis Cerita Film Direktorat Pembinaan Film Nominator Penulis Cerita Lepas FSI 1998 Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Deppen (1997) Pembinaan Film (1998/1999) 12. Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Komedi Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 13. Juara Harapan Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Pembinaan Film (1999/2000) Jenis Legenda Direktorat 17. 9. 10.151 4.

152 19. 20. 270 episode) 13. Nyi Cantrik (Drama Radio Laga. Babad Tanah Sunda (Roman. Jaka Boys (Komedi Radio. Toenggoel: Matinya Seorang Warok (Novel. Senja Kesaksian. 360 episode) 12. Jawa Sepuluh Besar Lomba Karya Tulis Bank Syariah (2003) Timur (2002) K ARYA KREATIF 1. Seperti Kekasihku (FTV) 6. Rumah Di Atas Bukit (Novel Misteri. Gejolak Anak Muda (Sineri Remaja TVRI) 10. Istana Kertas (FTV) 5. Bayu (Sineri TVRI) 8. 2002) Kanaga (Antologi Cerpen Sunda. berhasil meraih 4 nominasi dalam FSI 1998 2. Kabayan In Drama (Masima Production.Mingguan Nova) 17. Kau Di Atas Aku Dimana? (Sineri Komedi TVRI) 9. Es Krim dan Flamboyan (FTV Cinta) 4. KAMAR 1604 (3 episode / TPI) 3. Zona Misteri Jakarta) 18. Kancil Bis Kota (Novel. Merahnya Merah (FTV) 7. Pikiran Rakyat Minggu) 16. Sangkuriang (Komedi Radio. Zona Misteri Jakarta) BUKU • • Para Penari (Antologi Cerpen. Bandung. Siluman Marakayangan (Komedi Radio. Malang. 180 episode) 15. Sepuluh Besar Cerpenis Versi Lingkaran Komunikasi. 13 episode) 11. 2003) . 90 episode) 14.

dalam proses Pemikiran Kritis Tentang Acara Televisi (proses penerbitan) penerbitan) PENDIDIKAN FORMAL • • • • Sekolah Dasar Berijazah tahun 1979 Sekolah Menengah Pertama Berijazah tahun 1982 Sekolah Menengah Atas Berijazah tahun 1985 FMIPA Jurusan Statistika Universitas Terbuka PENDIDIKAN INFORMAL • • • • • • • • • • • • • • • Pendidikan Jurnalistik di ICB Bandung ( 1 tahun ) Lokakarya Jurnalistik Radio .LPDS dan The Freedom Forum Pendidikan Jurnalistik bersama Internews Asia Workshop Social Mobilization – Aliansi Pita Putih Indonesia Workshop bersama CCP JOHNS HOPKINS UNIVERSITY Seminar Sehari Regulasi Undang-undang Penyiaran Team Building Management in West Java Depelopment Project Kursus Peningkatan Sumber Daya Manusia Diklat Operasional Televisi Indosiar Berbagai Workshop Produksi Siaran Diklat Special Programm PD PRSSNI Jawa Barat Kursus Menulis Skenario dan Drama Pendidikan Komputer di Institut Komputer Indonesia ( 1 tahun) Kursus Bahasa Inggris di Harvard English College Saresehan Pemberdayaan Anggota PRSSNI .153 • • Anak Seribu Pulau (Kumpulan Cerita Pendek Islami.

154 *** RUMAH DI TUBIR JURANG .

155

NASKAH DRAMA REMAJA

S. YOGA

Para Tokoh

Eyang Kakung Tuan Sunan Nyonya Sumirah Papa (Umar) Mama (Lastri) Mawar Noki Ijah

: Usia 80 : Setengah Baya : Setangah Baya : 23 tahun : 23 tahun : 21 tahun : 21 tahun : Pembantu Rumah Tangga 17 tahun

Dikisahkan di sebuah rumah dihuni oleh Eyang Kakung ( pelupa dan sering mengigau sendiri ), Tuan - Nyonya ( suami yang tak mampu mengendalikan rumah tangga dan istri yang pencuriga

156
dan egois ), Papa - Mama ( menikah dalam usia muda karena “kecelakaan” dan hidup berfoya-foya ), Mawar dan Noki ( pacarnya ) yang terseret dalam pergaulan bebas dan nikah siri tanpa diketahui orangtuanya. Dan Ijah pembantu rumah tangga yang genit. Orang-orang inilah yang akan berjuang keluar dari permasalahan hidup dan menyelamatkan citra keluarga besarnya dari kehancuran. Ibarat negara, akan hancur kalau masing-masing daerah ( orang ) ingin bebas ( merdeka ) sendirisendiri tanpa mempertahankan aturan dan norma-norma moral yang berlaku.

1
( Rumah putih dengan perabotan antik, senapan angin di sisi kanan tembok, dua orang laki-laki dan perempuan setengah baya, duduk menghadap dua buah layar tv, asyik menyaksikan dunia lain, sebuah dunia maya. Masing-masing menonton acara tv kesukaan sendiri. Menghadap penonton. Di belakang nampak meja dan kursi lain, almari tempat menyimpan perkakas. Dari belakang, tepatnya dari atas seorang pencuri meluncur turun dari atap dengan tali, mukanya dibalut kain hitam, persis ninja di film-film. Pencuri dengan tenang dan kehati-hatian yang penuh, turun perlahan, mengambili perhiasan yang mudah didapat, masuk ke dalam kamar tempat perhiasan lain disimpan. Kemudian naik lagi ke atas keluar dengan aman ).

157
TUAN SUNAN : Maafkan. Selama ini aku hanya diam saja. Habis bagaimana. Semua sudah kau atasi sendiri. ( Sambil mengecilkan suara tv ). NYONYA SUMIRAH : Hhhmmmmmmm. ( Batuk-batuk dan semakin mengeraskan suara tv ).

( TV dikecilkan NYONYA SUMIRAH, berdiri lalu mencari obat. Membuka-buka lemari, obat yang dicari tidak ada. Mendekat TUAN SUNAN, kesal dan memandang penuh kebencian. Kembali lagi ke almari mencari-cari. Kesal. Ke meja dan mengambil air minum setelah batuk rejannya hebat menghantam tubuh kurusnya ).
NYONYA SUMIRAH : ( Batuk ). Tak ada yang beres di rumah ini. Semuanya maling. ( Batuk ). Sampai obat saja hilang. ( Bicara sambil membawa minuman ke tempat duduk di depan tv ). TUAN SUNAN : Kau kira aku yang mengambil. ( Sambil berdiri. Menyulut pipa rokok tapi tidak berhasil ). Kita sudah tua, masak dari pernikahan dulu kita terus-menerus bertengkar. Kapan hidup damai. Sebentar-sebentar protes. Ngambek. Memangnya masalah hidup akan selesai dengan cara seperti itu. NYONYA SUMIRAH : Kau kira ada yang mendengarkan dan mempercayai kata-katamu. Dasar mata keranjang. ( Sambil berdiri, nampak mengingat sesuatu dan emosial ). Kau masih saja punya perasaan sama tetangga sebelah kan. Ya aku tahu dia lebih bahenol dan lebih muda dariku. Kau kira aku tidak tahu tiap pagi kau pura-pura memberi makan ayam-ayam di belakang rumah, sambil bertukar pandang dengan dia. Iya kan. Mengaku saja. ( TUAN SUNAN nampak salah tingkah ). Tiap hari pula aku perhatikan tingkah polahmu dan aku mencoba bersabar. Tapi sekali lagi kau berbuat begitu, hari itu pula kau harus angkat kaki dari rumah ini. Banyak saksi mata yang melihat kau sering bertemu dengan Rukiah, di terminal, di pasar sayur. Pantas suka pura-pura membantu aku belikan sayur. Ternyata ada udang di balik batu. Dan berapa kali kau tua bangka berboncengan dengan dia. Aku tidak bisa ditipu. Semuanya aku ketahui dengan persis. ( Ketika TUAN SUNAN hendak mendekat, NYONYA SUMIRAH menjauh, nampak benci ). Jangan sentuh aku lagi. Semuanya telah berakhir. Sudah berakhir. ( Berkemas, masuk kamar ). Aku benci. Aku benci. Aku benci.

( TUAN SUNAN hanya bisa menatap kosong ruang tamu yang sunyi. Mematikan semua tv, duduk di sofa panjang. Berdiri, berjalan memandangi potret, kenangan pengantin, nampak tersenyum, membersihkan foto yang sudah berdebu, kembali memasangnya, dengan kebahagiaan kecil. Berjalan ke almari, mencari-cari pipa gadingnya di dalam almari, ternyata sudah tidak ada. Mencari lagi ke sana ke mari, namun tidak menemukan. Melihat kamar NYONYA SUMIRAH dengan kesal, rasanya ingin membalas dendam ).

TUAN SUNAN

:

Aku tahu siapa yang mencuri di rumah ini. Aku sudah merasa sejak dulu. Dulu kelihatan baik. Tapi akhirnya semuanya terbongkar sudah. Dia pencuriga. Sama tetangga saja dia tidak bisa akur. Apa dia tidak sadar sebentar lagi akan mati. Mestinya ia berbaik-baik dengan semua orang. Tidak justru penyakit dengki dan curiganya bertambah parah. Aku sebagai kepala keluarga rupanya tidak pernah dihormati. Sikap egoisnya telah menguasai seluruh hidupnya. Keberadaanku sebagai suaminya rasanya tidak diakui lagi. Diremehkan. Tapi biarlah, suatu saat, ia pasti akan sadar.

158

2
( Dari arah kamar belakang muncul seorang kakek, rambut putih semua. Membawa pipa gading dan merokok, pakai baju jas lengkap dengan sepatu mengkilap. Membawa tas kerja dan tongkat keramat. Berjalan penuh wibawa meski jalannya sempoyongan. Duduk di depan meja dan segera mengeluarkan kaca mata minusnya, mengeluarkan arsip-arsip yang ada di dalam tas, memeriksa dan sesekali membaca kertas kerjanya. Sebelum dilanda kepikunan yang menumpuk, ia seorang manajer di sebuah perusahaan roti miliknya sendiri. Dulu begitu dihormati. Namun setelah kepikunannya kumat ia bagai sampah, tak ada gunanya, diremehkan anak buahnya dan semua orang, bahkan dianggap meresahkan dan membuat repot keluarga, hampir ia akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, tapi ditolak oleh pihak rumah sakit, pernah di panti wreda, sebulan kemudian pihak panti keberatan. Keluarga TUAN SUNAN tidak bisa berbuat banyak, mereka harus mengurusnya. TUAN SUNAN kemudian mendekati dan mengamat-ngamati pipa gading yang dibawa EYANG KAKUNG, yang diletakkan di asbak. Pipa gading itu diambil TUAN SUNAN, diamat-amati dengan seksama, sebelum pipa dikembalikan lagi sudah direbut kembali oleh EYANG KAKUNG ). TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Kakung, ini sudah malam. ( Sambil memeriksa berkas-berkas ). Semua pekerja memang brengsek semua. Tidak becus kerja. Semua salah. Pembukuan macam apa ini. Kapan perusahaan akan maju. ( Memandang sekeliling ). Sepagi ini juga belum ada yang masuk. Hanya seorang jongos kantor. Disiplinmu boleh. Kamu memang pekerja yang baik, pagi-pagi sudah buka kantor. Apakah sudah dipel dan dibersihan semua meja kursi. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Sudah. ( Menjawab sambil tidak enak ). Bagus. Bagus. Rencananya hari ini akan ada rapat perusahaan. Kamu tahu tidak rasarasanya perusahaan ini sudah menggaji para buruh lebih dari cukup. Bandingkan dengan perusahaan lain. Silahkan. Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua yang hadir dalam rapat perusahaan hari ini. Tentunya semua yang hadir sudah memegang laporan perusahaan akhir-akhir ini. Dan silahkan dibaca. Silahkan. Pertanyaannya. Bagaimana mungkin perusahaan ini sudah mengalami kemerosotan yang begitu dratis. Pemasaran tidak jalan. Sehingga di sana sini tidak ada pemasukan keuntungan sama sekali, kalau begini terus, perusahaan akan bangkrut. Bangkrut. Kalau bangkrut aku akan keluar dan kalian tidak akan aku beri pesangon sama sekali. Aku akan jual perusahaan dan kemudian akan aku inveskan pada perkebunan durian. Di sana aku akan hidup lebih sederhana lagi dan akan bahagia sekali melihat kebun-kebunku. Aku akan membuat pondok rumah yang indah. Dan cucu-cucuku akan aku bawa ke sana semua setiap bulan sekali. Aku akan bahagia. Aku akan beli beberapa kuda terbaik yang ada, akan aku gunakan untuk tunggangan pribadi. Karena istriku sudah meninggal aku akan memohon kepada anak-anak untuk mencarikan istri lagi yang lebih cantik dan sempurna. Ah rasanya hidup akan membahagiakan. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG TUAN SUNAN : : : Betul sekali Kung. Dan sekarang calon istri Kakung sudah ada di sini. Apakah kamu tidak bohong. Tidak. Sekarang Tuan Putri sudah ada di kamar Kakung. Sudah menunggu sejak tadi. Sebaiknya Kakung lekas tidur. ( Sambil membimbing EYANG KAKUNG ). Ijah ! Ijah ! IJAH : ( Dari dalam ). Iya Tuan. Ya Tuan. Sebentar !

Kenapa kita menjadi pelupa.159 TUAN SUNAN : Tolong Kakung di antar ke kamar Tuan Putri. membawa bawaan barang-barang. Ijah. Ijah ! Ijah ! Iya ! Sebentar ! ( IJAH muncul ). Tuan Putri yang cantik jelita tunggu aku sebentar. Lebih baik cari perempuan cantik yang alamiah. Masukkan barang-barang ini. MAMA : ( Sambil memeriksa barang ). Iya Tuan Putri yang cantik jelita sudah menunggu. 3 ( Dua orang pasangan muda masuk. ( Setelah EYANG KAKUNG dan IJAH masuk. Sudah tidur. Abang-abang gendero londo Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit TUAN SUNAN : Iya Kung. Semua nampaknya sudah tidur. Aku doakan kamu mendapatkan istri yang paling cantik sedunia. Jangan brisik. Cepat ya. dan terus memandangi IJAH ). Terima kasih anakku. Papa tadi ada barang yang lupa kita beli. Apa si kecil sudah tidur. Perempuan kalau gila kuasa apa pun akan ia lakukan. TUAN SUNAN nampak pikirannya lelah. Berjalan modar-mandir ). Kosmetik itu. Duduk di sofa nampak capai. Kenangan yang indah. Tunggu jangan tidur duluan. Silahkan masuk. Nanti Tuan Putri terbangun. Ijaaahh. ( Berdiri nampak kesal. Yang laki-laki tinggi kurus berwajah oval. habis berbelanja. ( Bernyanyi sambi menari-nari. Iya. Suruh buatkan Papa kopi. Kasihan Tuan Putri sendirian. ( Masuk kamar. yang perempuan berwajah bundar. Papa lupa kan beli piyama. ( Melihat jam ). Meletakkan barang-barang di atas meja. Tuan Putri ada di dalam. ( Dengan suara mesra. ( Nampak MAMA tidak suka akan sikap PAPA. Pasangan keluarga muda ini nampak dengan lagak gaya sok modern ). Ah Tuan Putri. Aha jangan mereka kan gila kekuasaan. Kenapa kita lupa. Hancur semua. Aha kenangan masa lalu. Kakung nyusul tidur ya. Kakung nanti langsung tidur duluan saja. Jangan-jangan penyakit Kakung sudah menular pada kita. Hancur semua. EYANG KAKUNG : Ah betapa bahagianya hidup ini. Kung Tuan Putri sudah menunggu. Seperti Ken Dedes. Menghalalkan segala cara. . Kamu memang anak yang berbudi luhur sama orang tua. Untuk membereskan ini. Jangan lupa buatkan kopi kesukaan Papa. duduk di sofa ). Iya. pupurnya agak pudar. Iya. merayu-rayu IJAH. Seperti Cleopatra. PAPA MAMA IJAH MAMA PAPA : : : : : Panggil saja Ijah. Eksit ). Kecantikan dan tubuhnya akan ia manfaatkan. cemburu ). Baju itu. sesekali mencubit pipi IJAH ).

Orang tuaku masih hidup. PAPA : Bagaimana kalau kita minta warisan terlebih dahulu. ( Segera pergi sambil membawa barang-barang. MAMA PAPA : : Maunya Papa bagaimana. Ha bibirnya mulai tersungging. Masak kita minta warisan terlebih dahulu. Papa kira Ayah Ibu akan setuju melihat kondisi kita seperti ini. MAMA PAPA : : Tapi Mama tidak berani ngomong. Mereka sama sekali tidak mau tahu kondisi kita yang sebenarnya. Sudah jangan bercanda. omongan mereka tidak bersumber pada kebenaran. Pasti tersenyum. Kaku. Mulai merekah. Penilaian tetangga itulah yang paling berat. Sesekali PAPA tertangkap namun dapat meloloskan diri. Kalau gitu aku hitung tiga kali. Sudah mulai tersenyum. Dua setengah. Lalu MAMA meloloskan diri kembali ke sofa. Daripada menunjukkan kebaikan yang banyak tapi tinggal bersamanya. Begini saja yang menghadap kita berdua. Nah begitu kan manis. Terjadi kejar-kejaran di ruang. Ya harus Mama yang ngomong. .160 IJAH PAPA : : Iya. Tuan. PAPA : Ngomong-ngomong kapan kita bisa punya rumah sendiri. ( PAPA hanya mengangguk. ( PAPA terus menggoda. Ibumu sih keras sekali. mengupas ). Begitu saja cemburu. Karena jika tinggal bersamanya kalau ada kejelekan sedikit saja maka semua kebaikan kita akan hilang. Senyumnya dikulum. Mama yang bisa merayu. Berpikir. Papa mau beli rumah. MAMA : Selama ini kita tidak pernah nabung. Tidak apa kan sekali-sekali bersikap mesra sama pembantu. Terus bercanda. Tapi bagaimana tanggung jawab seorang suami. Sudah Tuan. Oh senyumnya baru sedikit. MAMA : Aku tidak suka Papa menggoda begitu. Kata pepatah lebih baik menunjukkan sedikit kebaikan kepada mertua dan jangan tinggal bersamanya. Satu. MAMA PAPA : : Ayah Ibu saja tidak keberatan kita tinggal di sini. Itu saja. ( MAMA lantas terseyum dan marahmarah ). Begitu sayang. Mereka hampir berpelukan. Ya itu masalahnya. Seumur hidup yang dikenang dan dibicarakan hanya kejelekan-kejelekan kita saja. IJAH : ( Sambil menghidangkan kopi ). Kalau ada proyek baru kerja. Jagan cemberut. ( Mereka terdiam cukup lama. Malu kan. Agar mereka merasa kita hargai. Karena tidak tahu itulah. Pasti mau. Memangnya kita punya uang. menghempaskan tubuh. Ini kopinya. Dua. matanya tetap nakal ). mengambil buah jeruk. Di samping itu tidak enak kan sama tetangga. PAPA : Sama saja toh nantinya kita juga akan menerima. Masak terus-terusan numpang di mertua. Jadinya yang diomongkan yang jelek-jelek saja. Kalau Papa pasti sulit. Tapi yang ngomong Papa. Kerjaan Papa juga tidak mesti. MAMA PAPA MAMA : : : Tidak mau ! Tidak mau ! ( Terdiam sejenak ). Lho masih masam. Tanah warisan itu bisa kita jual untuk beli rumah. Genit ). Bukan masalah itu. PAPA minum kopi. MAMA : Papa nggak salah ngomong toh. berdiri dan berjalan hilir mudik ). Sudah. Mereka hanya tahu kalau kita numpang di mertua.

Negara nggak stabil. Proyek apa pun seret. Dalam suka dan duka. ada beberapa pot bunga. bercat putih. Selamanya kita selalu berdua. di pinggir teras depan ada tulisan Jl. Kita hanya diperas. . dua kursi. Dijadikan sapi perahan. Itu sudah bisa dipastikan. Investor takut menanam modal. Ya sedikit manusiawi gitu lho. Mereka duduk dikursi saling tak peduli ). Ini salah siapa. Papa kerja di proyek jadi kalau ada proyek pasti untungnya besar. Selamanya kita selalu satu. dan EYANG KAKUNG tidur di kursi panjang. Negara kacau. Tubir 275. MAMA PAPA : : Papa kira. Papa sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Papa menyalahkan kapitalis itu kenapa menghargai tenaga kerja kita sangat rendah. Selamanya kita bahagia. Nampak wajahnya tegang. ( Sambil dinyanyikan ). suasana nampak asri. Mereka takut dibakar. MAMA PAPA : : Mereka kan juga kapitalis. Pemerintah disangsikan bisa ngatasi. Mereka takut didemo. Tapi memang tahun ini. Enak perusahaan. 4 ( Pagi hari. tempat menyiram air. Gitu mencemooh pekerjaan Mama. Mereka takut nggak untung. Papa tidak mencemooh. Papa memang kerja tidak tetap tapi sekali kerja gajinya kan besar tidak seperti Mama. Dasar kapitalis. Kenapa harus ngoyo-ngoyo kerja keras sedang gajinya kecil. Selamanya kita berdua. di teras rumah yang nampak luas. Berdua selamanya. ( Mereka nampak gembira. Di teras ada satu meja.161 PAPA MAMA PAPA : : : Ya berdua. Papa mengingatkan kalau kita kerja sama kapitalis siap-siap tenaga kita diperas habishabisan. PAPA : Papa kan sudah bilang keluar saja dari pekerjaan itu. PAPA dan MAMA masuk dari luar sehabis kerja. Berdansa sambil masuk kamar. Kerja tidak tetap gitu. Berdua. Seolah habis bertengkar. Eksit ).

Papa saja yang ngomong. ( Dari arah dalam masuk Tuan Sunan dan Nyonya Sumirah ). Masa-masa kejayaan dulu. Suruh tidur di dalam. Ya sedikit sosialislah. PAPA : Sok tahu ! Memangnya Kakung punya kedudukan. Mama juga nggak habis pikir. Masa lalu yang membahagiakan. ( MAMA dan PAPA nampak saling celingukan. Kakung terkenang lagi masa lalunya. Ma. NYONYA SUMIRAH : MAMA PAPA MAMA PAPA MAMA PAPA : : : : : : Sebenarnya ada apa sih. Bangunkan. PAPA : ( Mereka terdiam sejenak. Apalagi masa depan. Apa sudah makan. punya kuasa. Hidup hanya untuk masa lalu. Nggak untung. Kalian habis kerja kok malah di sini. Kelihatannya ada yang ingin dikatakan. Kenapa lagi Kakung tiduran di lantai. Nggak kapitalis namanya. seolah ada yang ingin dibicarakan dengan Ayahnya ). kenapa seseorang bisa jadi pelupa dan hanya ingat masa lalu saja. Kapitalis kok sosialis. Masak ada. Tidak sosialis dan tidak manusiawi. punya jabatan. Lebih baik Mama. TUAN SUNAN : ( Duduk di kursi ). ( Duduk di samping TUAN SUNAN ). Kapitalis ya kapitalis. Tanpa sedikit pun bisa diajak bicara masa kini. MAMA : Mama yakin. Pasti Kakung terkenang saat waktu perjuangan dulu. Papa ! Mama ! Papa ! Mama ! . Apa itu yang dinamakan post power syndrom.162 MAMA PAPA MAMA : : : Kapitalis kok manusiawi. Jadi kapitalis yang sosialis. ( Mengambil senapan ). Titik. Nggak laku. PAPA melihat EYANG KAKUNG ).

Ada apa sebenarnya. Gaya hidup kalian harus diubah. Papa kan ingin punya rumah. Tapi sekarang kalian harus lebih dewasa. Toh nanti juga warisan itu akan diberikan pada kami juga. TUAN SUNAN MAMA PAPA : : : Hak apa ? Kami ingin warisan yang nantinya akan diberikan. Kami sangat membutuhkan. MAMA PAPA MAMA : : : Begini lho. barang yang belum perlu. Mestinya kalian sedikit-sedikit bisa menabung untuk masa depan. Toh kalian masih bisa tinggal di rumah ini. Tapi kami perlu uang. Tidak usah gengsi. Kami masih segar bugar begini kalian menuntut warisan. Yah. Sudah ! Sudah ! Kalian tak pernah dewasa. kami minta dulu. PAPA PAPA : : Tapi kami ingin mandiri dan terpisah Ayah dan Ibu. T i d a k !!!! Kalian dengar. Perlu warisan itu. Rencananya mau beli rumah di mana ? MAMA : Masalahnya kami tidak punya uang. Jangan bisanya cuma foya-foya. Karenanya kami sepakat ingin meminta hak kami pada Ayah Ibu. Yah. Mama yang pingin. Uang kami tidak cukup untuk beli rumah itu. NYONYA SUMIRAH : Tidak bisa. Jadi kami pingin beli rumah. Kalian tahu apa artinya warisan. mungkin itu yang menyebabkan kalian sering tengkar. agar bisa membangun keluarga secara mandiri. Itu bagus. Memang kalian menikah terlalu muda.163 TUAN SUNAN : Kalian berdua seperti anak kecil. Permintaan kalian itu tidak wajar. mungkin itu akan menjadi lebih baik bagi kalian. Iya. T i d a k b i s a. T i d a k b i s a ! ( Mereka terdiam sejenak ). beli barang-barang yang mahal. Silahkan. Ya sudah kalau pinginnya begitu. Ibu dan Ayah juga tidak keberatan. NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . bahkan kuliah kalian nggak kalian selesaikan.

Suratmu barusan tadi pagi sampai. sangat modis. ( Mengambil surat ). Baik-baik saja. ( Memasukkan surat ke tas ). 5 ( Dua orang remaja membawa tas. NYONYA SUMIRAH : Ini bagaimana. ke teras rumah ). Sudahlah. yang laki-laki sedikit macho. Sebenarnya surat ini hanya ingin memberi tahu Ayah dan Ibu.164 ( MAMA dan PAPA wajahnya nampak sangat kecewa. TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH saling menarik nafas dalam-dalam ). Dasar Pak Pos males. Masih seperti biasanya. Cap kantor pos di sini saja tanggal 10. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN MAWAR : : Padahal dia hampir saban hari mampir ke sini. Ini belum Ibu baca. Apa surat itu ketlinsut di kantor pos. Baik-baik. lekas masuk rumah. yang perempuan sedikit menor. Apa dia lupa. Sudahlah nanti akan kami beritahu. Apa isinya sih. Pokoknya anak kita sudah sampai rumah dengan selamat. ( Mengambil surat yang ada di meja ). berarti sudah seminggu yang lalu. Bagaimana kuliahmu. Jangan NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . MAWAR MAWAR TUAN SUNAN : : : Bagaimana keadaan Ayah Ibu. surat sudah sampai kok ditarik kembali. Walaikumsalam. MAWAR : Assalamualaikum. Sebenarnya ada apa sih. Suasana kemudian senyap. jadi surat ini dianggap saja tidak pernah ada. ( Mereka saling bersalam-salaman. Masuk ke halaman. nampak NYONYA SUMIRAH tidak suka dengan NOKI ). ini udah dua minggu aku kirim. Kakung bagaimana. MAWAR : Gimana Pak Pos sih.

Dan sekarang lihatlah siapa yang membelikan susu kan ? MAWAR : Bagaimana Ayah ? ( Begitu TUAN SUNAN hendak menjawab NYONYA SUMIRAH memotong ). Demi nama baik keluarga. NYONYA SUMIRAH : Cukup ! Sekali Ibu tidak setuju selamanya tidak setuju. Semua yang memutuskan Ibu. namun harus Ibu ketahui bahwa tidak setiap keputusan Ibu yang berkaitan dengan Mawar selalu baik buat Mawar. Tidak seperti selama ini Ayah Ibu merasa bahwa kami masih anak-anak sehingga tidak diperkenankan berpendapat dan memutuskan segala sesuatu secara mandiri. Saya harap Ibu sudilah kiranya menganggap kami berdua sudah dewasa.165 terlalu banyak pacaran. Ibu tidak ingin mengulang yang kedua kalinya. memang Ibulah yang paling tidak setuju karena berbagai pertimbangan……. NYONYA SUMIRAH : dan keperluan ponakanmu yang masih bayi itu. NOKI : Maaf Ibu. tentu demi kebahagiaan anakanak. Kebaikan Ibu dan masa depan kalian. Kalau Ibu sudah memutuskan. Ini semua gara-gara menikah terlalu muda.. Lihat kehidupan kakakmu sekarang. Dan kami tidak mau putus hanya karena paksaan orangtua. MAWAR : Terus terang kami sengaja menghadap Ayah Ibu karena ingin membicarakan perihal hubungan kami. Bisa dimengerti. ( Menyindir mereka berdua ). Bukan dia . Mengenai hubungan kami. Seandainya tidak terjadi “kecelakaan” itu tentu Ibu tidak mau menikahkan. Mawar percaya segala sesuatu keputusan Ibu sebenarnya ingin membahagiakan diri Mawar. Seperti hubungan Mawar dengan Noki. Ingat kuliahmu. Tidak boleh ada yang membantah keputusan Ibu. Rasanya tidak sesederhana yang Ibu bayangkan. Semua masalah anak-anak Ibulah yang bertanggung jawab. Permasalahan kami pelik.

Terus terang selama ini kami merahasiakan hubungan kami yang sebenarnya. Itu tidak sah. Noki benar Ibu. Kami sudah suami istri Ibu. Meski begitu kalian tetap putus. Ibu harus paham itu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : NYONYA SUMIRAH : NOKI : Jadi kalian telah melakukan …………. Kurang ajar kamu Noki. Sekarang saatnyalah kami harus berterus terang. Pastilah semua itu karena akal muslihatmu saja. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Itu tidak sah. Karena kami suami istri dan hal itu sudah sah. Masalahnya bukannya sah atau tidak sah menurut Ibu. Ini menyangkut masa depan Mawar. Lalu Ibu tetap ingin menjodohkan Mawar dengan Ajiz. Akal bulusmu saja. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Apa ! Nggak salah Ibu dengar ! Tidak Ibu. Tapi kami telah berjanji di hadapan Allah. Ibu tidak boleh keras seperti ini. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Maksudmu ? ( MAWAR mulai terisak ). Kami tak ada yang dilibatkan. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tidak meminta pendapatmu. terlebih ada saksinya pula.166 NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Di sini Anda tamu. Ya. Sejak di semester satu. Sebelumnya kami minta maaf sama Ayah dan Ibu. Kau menipu anakku dengan bujuk rayu gombalmu itu. Berani-beraninya menjamah anakku. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tahu apa yang terbaik untuk anak-anakku. Putus. saat itu pula kami sepakat untuk menikah secara siri. Mawar sudah tidak seperti dulu lagi. Harap itu dimengerti. Ibu harus mengerti permasalahan kami. Kami kira Ibu sudah dapat memahaminya apa artinya pernikahan. Kau kira aku tidak tahu NYONYA SUMIRAH : . Berani-beraninya kau menodai anakku. Kami adalah suami istri. Sebenarnya kami telah menikah. Apa Ibu tahu apakah Ajiz bisa menerima apa adanya diriku. tanpa memberitahu Ayah Ibu.

NYONYA SUMIRAH : Biar pikiran tenang. Biar aku atasi sendiri. Sebagai orangtua bicaralah yang baik. Maafkan Ayah. NOKI : Ketahuilah Ibu. Biar mereka istirahat dulu. Maafkan. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Mawar ! Katakan semua cerita ini tidak benar. Rusak semuanya. Semua itu benar. Jadi benar kan kata pepatah anak tidak jauh dari orang tua. Seorang bajingan. Jangan salahkan aku. Bagaimana mungkin kakak ipar memperkosa adik istri sendiri. Semua itu benar. NOKI TUAN SUNAN : : Ibu bicara apa. NYONYA SUMIRAH : Bicaramu yang benar. Semua masalah dapat dipecahkan dengan jernih. Kepala keluarga. Ini gara-gara kamu tidak bisa memimpin keluarga. Sebaiknya kita bicarakan nanti saja. Salahkan dirimu sendiri yang keras kepala. Maafkan Mawar. Kalian berasal dari keluarga rusak. dia pernah diperkosa. ( Marah pada TUAN SUNAN ). Siapa Ayahmu. TUAN SUNAN : Katanya kamu sudah bisa mengatasi semuanya. apa benar cerita Noki.167 sejarah keluargamu. Tabiat orangtua akan menurun ke anaknya. ( Terdiam sejenak ). Peran apa sebenarnya yang sedang kau lakukan. ( MAWAR mengangguk dan kembali menangis lagi ). bukan. Ketahuilah anak muda. . tak lain dan tak bukan menantu Ibu sendiri. siapa yang memperkosa. Tidak benar kan ! ( Menangis tersedu-sedu ). Dan Ayahmu seorang mantan preman yang kerjanya merampok. aku tahu persis. Maafkan Ibu. Mawar. Tidak bisa. Kau kira siapa sebenarnya Ibumu. bahwa sebelum Mawar berhubungan dengan diriku. Suka memaksakan kehendak. Jadi dalam keluarga Ibu juga mengalir darah bajingan bukan. Makanya sejak dulu aku tidak setuju hubungan kalian. Ibumu dulu seorang pelacur. Sudah tidak usah ikut campur urusan ini. Mawar ! Katakan semua ini tidak benar. Umar.

Tapi ketahuilah semua masalah ini yang menyebabkan Ibu sendiri. Kekakuan pikiran Ibu dan mau menangnya sendirilah yang menyebabkan ini semua. Jangan sampai merusak masa depan mereka. semua ini karena kehendak berkuasa Ibu yang berlebihan terhadap semua isi rumah ini. Mereka terdiam seperti patung hendak runtuh ).168 TUAN SUNAN : Sebaiknya sekarang kita cari jalan keluar terbaik bagi mereka berdua. NYONYA SUMIRAH : Kurang ajar ! Keluar ! Keluar ! ( NOKI eksit. . 6 ( Di ruang makan. Sekarang keluar dari rumahku. NYONYA SUMIRAH duduk di kursi yang mengesankan bahwa dia pemimpin keluarga. Suasana agak tegang saling curiga dengan pandangan mata yang ganjil dan mengancam. Aku tidak sudi punya menantu sepertimu. Siapa Mawar. diiringi kesedihan yang menusuk-nusuk. meja makan memanjang. Keluar ! Keluar ! Baiklah ! Ketahui bahwa Mawar kini tengah mengandung anakku. Kalau Ibu benar bisa mendidik anak-anak Ibu tak mungkin akan terjadi seperti ini. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Keluar dari rumah ini ! Tahu apa kamu tentang kehidupan. Titik. PAPA. IJAH sibuk menyiapkan hidangan makan malam. MAWAR. EYANG KAKUNG dan TUAN SUNAN. Semua ini pastilah gara-gara kamu Noki. Benar kata Ayah. NOKI : Baik Ibu. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : NYONYA SUMIRAH : Jalan terbaik adalah Mawar putus dengan Noki. Lampu perlahan meredup hingga gelap. Rusak semuanya ! Rusak ! Siapa yang kamu anut selama ini. Sambil mulai makan ). Ibu mau membunuh diriku perlahan. Sehingga dirimu begitu hina. Di kelilingi MAMA.

Dasar mata keranjang.169 NYONYA SUMIRAH : Di rumah ini aku rasa sudah tidak tentram lagi. wajah cerah. Ini namanya cinta pada pandangan pertama. Berarti ada maling di rumah ini. ( Pada MAWAR ). . MAWAR : Kung ! Ingat ! Aku Mawar. MAMA : Kau benar-benar tak tahu malu. Kung ! Ingat ! ( EYANG KAKUNG terus merayu ). Tolong sampaikan salamku padanya. Ibu sudah mencarinya tidak ketemu juga. ( PAPA hanya diam saja dan sesekali menganggukkan kepala. Kung. Siapa namanya ? Aku belum kenal. Sampaikan salamku padanya ya. Abang-abang gendero londo. ( Terdiam semua ). Nanti tak kasih hadiah. EYANG KAKUNG kemudian menyanyi dan mendekati MAWAR ). Klambi abang nggo tondo moto. Umar ! Jadi benar kau telah melakukan pada Mawar ? ( PAPA hanya diam saja. Ibu juga tidak tahu siapa yang mencuri perhiasan Ibu. Baju merah. Tingkah laku kalian sudah keterlaluan. Kekasihku pujaan hatiku. Kau berani melakukan pada adiku sendiri. ( Pada PAPA yang duduk di sebelahnya ). Tolong. Cucu Kakung. Apa mungkin Ijah yang mengambil. Kau mengkhianati perkawinan kita. menunduk ). Baru hari ini aku melihatnya. EYANG KAKUNG : Oh gadisku.

Hidup di rumah ini rasanya asing. Dua anakku rasanya juga mengalami nasib yang tidak enak juga. ( EYANG KAKUNG menurut sambil ngomel klambi abang ).170 NYONYA SUMIRAH : EYANG KAKUNG IJAH : : Kakung ingat Kung. Justru mata keranjangnya makin menjadi-jadi. rupanya terlalu dini menikah. dari Kehendak berkuasa berlebihan itulah sumber malapetaka. anak-anak jadi korban. Maemnya dihabiskan dulu. Ada di dalam. Kung ! Klambi abang Kakung di dalam kamar. Nama keluarga sudah tercoreng. Ijah ! Ijah ! Oh gendero londoku. kau ulangi kesalahan yang dilakukan kakakmu. Ayahmu sendiri tidak mampu memimpin keluarga. Ayo kita ambil. Oh menor-menorku. Tidak bisa menampilkan trah keluarga yang bisa dibanggakan. Di dalam kamar. memang dulu. Tabiatmu Mulanya itulah tidak yang menghancurkan tapi semua ini. Menunggu Kakung. Dan kau Mawar juga mengambil langkah yang salah dalam cara bergaul. dirasakan dampak kepemimpinanmu yang otoriter. kelihatan baik. . NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Ibu melakukan itu semua karena ingin menyelamatkan keluarga. noda hitam yang tak akan terhapus. Umar. NYONYA SUMIRAH : Jadi Ibu tidak tahu bagaimana lagi kita harus menegakkan martabat keluarga. tapi apa yang diperbuat pada Mawar adalah malapetaka keluarga. kau salah memilih suami. Kapal ini sudah karam. Lastri. dan kini kau hamil. Oh klambi abangku. Semua asing. Semua penghuni tidak ada yang saling mempercayai. Apa dari dulu hingga kini keluarga kita harus menjadi jelaga dalam sejarah. Ada yang ingin memaksakan kehendak sendiri. TUAN SUNAN MAWAR MAMA : : : Tentu saja karena ingin saling menang sendiri. Oh kekasihku. Untuk apa dipertahankan. Oh matahariku. Ayo ke sana.

Si Penguasa akhirnya menyerah juga. Tak ada kebaikan yang muncul dari jiwa yang bersih. Sekarang terserah. Tanpa tahu jalan yang ditempuh benar apa salah. Itu semua hanya membuat diri kita rendah di mata Allah. Yang penting ciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. karena dalam diri dan kalbu kita sudah dikotori perasaan-perasaan tidak senang dan ingin menang sendiri. Kalau Mawar kini sudah hamil sama Noki apa mungkin kita biarkan bayi itu tidak berayah. Rendah di mata masyarakat. Buka topi. ( Semua angkat tangan karena kaget ). Tidak sebaliknya. Padahal kebenaran jauh dari jangkauan tanganmu. membuat diri kita angkuh. Karena kebenaran dalam hidup hanyalah mengarah pada kebaikan kita semua. Jangan hanya mempertahankan keinginankeinginan yang semu saja.171 Biduk keluarga pecah. Semua ini salah kita. Karena kita tidak saling percaya pada anggota keluarga sendiri. Tidak mau mendegarkan pendapat orang lain. Hadapi kenyataan dengan lapang dada. Angkat tangan semua. Kebaikan yang bersumber pada moral dan agama. Pikiranmu itulah yang menyesatkan dirimu. Semua salah kaprah. Rendah di mata keluarga. Seolah dirimu adalah pusat kebenaran. keras. EYANG KAKUNG : ( Keluar membawa senapan ). NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Apa yang kau tahu dengan kepemimpinan. . ( Pada IJAH ). Tidak mau mempercayai orang lain. Aku menang. Aku menang. Dan ambil jalan keluar yang tepat. Ingin bebas sendiri-sendiri. Kebaikan yang membuat diri kita tidak berdaya di hadapan Allah. Masa lalu adalah cermin untuk masa depan. Ha ha ha ha ha. Sesuai keinginan masing-masing. Kalau Ibu masih ingin memimpin keluarga ini. Atau ingin mundur. Tunjukkan kebaikan dirimu dengan bercermin dengan luka-luka masa lalu. tidak mau dikritik dan sewenang-wenang. Ingin berkuasa sendiri. Topinya dibuka. Silahkan. Aku menang.

Kalah komandan. Mereka kalah. Larut malam. Mereka membuka topi. Tiga. Lapor komandan. sementara meja dan kursi sofa ada di belakang. IJAH EYANG KAKUNG IJAH : Pasukan ! : Siap ! Dua. sesekali berganti ke chanel lain. Mereka kalah. Satu. Tanda kalah. NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN menghadap layar kaca masing-masing. diam. Hidup perjuangan. Merdeka. Hidup kita menang. Pasukan sudah menyerah. seolah sedang memikirkan sesuatu. Kita menang. sorot matanya kosong. Belok kiri. Hidup kita menang. Tiga. Merdeka. Ada suara kentongan bertalu-talu. . Dua. Mereka kalah. 7 ( Seperti adegan pertama. kembali. masuk kamar NYONYA SUMIRAH. Seorang pencuri masuk dengan baju ninja. tak peduli pada sekitar. Kita menang. Dua. Hidup mereka kalah. Tiga. mengambil barang. Mereka menyerah dalam hidup. perhiasan dan uang. menghadap penonton. mengambil barang. Hidup mereka kalah. Kita menang dalam hidup. Yang lagi terdiam dalam kebisuan yang memuncak. Mereka menyerah. ( EYANG KAKUNG dan IJAH masuk kamar. turun dari atas dengan tali yang mengelantung. Satu. tak peduli pada yang lain. Mereka mengaku kalah. Hidup perjuangan. Wajah mereka dingin. tertarik pada jam tangan yang tergeletak di meja dekat sofa ). Jalan apa yang harus ditempuh ). Mereka asyik menonton tv sendiri-sendiri. Grak.172 Siap grak. Merefleksi diri. turun perlahan dengan tenang. membuka almari. Eksit. : Balik kanan ! Grak ! Maju jalan. Satu. terpikirkan atas nasib hidupnya masing-masing.

Mereka sudah muak dengan kelakuan EYANG KAKUNG yang selalu mengganggu hidup mereka ). mengundang birahi. ( Maling kaget bukan main. IJAH senang dengan pemberian itu. hasil curian. lalu membelai rambut IJAH. PAPA memberikan kantung berisi perhiasan. Ikut menari. Kemudian menari bersama PAPA. Buka topi ! Buka topi ! ( Maling membuka kerudung. Sementara itu TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH cuek saja pada apa yang terjadi. wajahnya terlihat.173 EYANG KAKUNG : ( Dari pintu ). Mereka sambil menari berputar-putar dengan kebahagiaan tersendiri. mengangkat tangan. meletakkan barang curian ). lalu mencium tangan PAPA ). PAPA melepaskan semua baju hitamnya. Tiba-tiba muncul IJAH dengan pakaian minim. Tul jaenak Jare jatul jaeji Kuntul jare banyak Ndoke bajul kari siji Abang-abang gendero londo . seronok. mula-mula menari bersama EYANG KAKUNG. disambut EYANG KAKUNG yang gembira bukan main mendengar lagu kesukaannya. PAPA dan IJAH menari mesra sekali. Saling bergandeng tangan. Jangan bergerak ! Aku tembak ! Angkat tangan ! PAPA : ( Menyanyi Tul Jaenak. Angkat tangan.

174 Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit ( NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN cuek bukan main. tiba-tiba suara itu mati. seolah ada chanel yang terputus ). Tinggal suara televisi yang makin mengeras. kering di telinga. *** S E L E S A I . berisik tak terusik. tak terdengar meski penampakan mereka masih menarinari. Lampu mulai meredup perlahan hingga hitam kelam. tak jelas suara apa yang terdengar. sehingga suara nyanyian EYANG KAKUNG. PAPA dan IJAH perlahan hilang. Perlahan dan pasti mereka mengeraskan suara tv. Seolah menggoda kehidupan. Sampai puncaknya. melambung-lambung. silih berganti. sahut menyahut.

Sinar Harapan. Danarto. Budi Darma dan Putu Wijaya. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Alamat Jl. Solo Pos.com Telepon : 0351-457276 Handphone : 08123438854 : . Lampung Post. Radio Jerman. Suara Karya dan Bali Post. Jawa Pos. Sewaktu SMA ia telah memilih jurusan Bahasa dan Budaya sehingga banyak mempelajari sastra dan budaya. Pernah juga mencoba menjadi sutradara film independen bersama temantemannya di @rekfilm Surabaya untuk lomba film di TVRI Surabaya tahun 2002. Bersama teman-teman SMA tahun 1988 ia pernah membuat antologi cerpen dan puisi. Lomba Cipta Cerpen dan Puisi KOPISISA Purworejo 1998. dan juga banyak disebarluaskan di majalah dan media massa. Graffiti Imaji-Antologi Cerpen Pendek YMS 2002. perpustakaan di sekolah dasar merupakan pemicu utama kenapa ia akhirnya bergelut di dunia sastra. Surabaya News. Kemudian melajutkan kuliah di Jurusan Sosiologi FISIP Unair Surabaya. Lampung Kenangan: Lomba Cipta Puisi Krakatau Award 2002. Gelak Esai & Ombak Sajak Anno 2001-Kompas. The Jakarta Post. Semi Finalis Poetry. Permohonan Hijau-Antologi Penyair Jawa Timur 2003. di mana ia berkenalan dengan teori-teori ilmu sosial. Ki Ageng Pemanahan Blok L 275 Perum Asabri Selo Kanigoro Madiun E-mail : s_yoga5@yahoo. Beberapa karya-karyanya masuk antologi lomba cipta cerpen dan puisi. Com bulan Agustus 2002. Surabaya Post. Sepuluh Besar Lomba Cipta Cerpen Nasional Bali Post 2002. Jurnal Puisi. waktu itu ia kesengsem dengan karya-karya. Para Penari-Lomba Cipta Cerpen Nasional Kota Batu 2002. Y O G A S. sejak SD sudah berkenalan dengan bacaan anak majalah Bobo dan Si Kuncung. Dari Negeri Asing-Lomba Cipta Cerpen Forum Lingkar Pena 2002. Suara Merdeka. Amsal Sebuah Patung-Borobudur Award 1997. filmnya yang berjudul Ia yang Pergi dan Ia yang Kembali terpilih sebagai film terbaik. semasa kecil gemar akan wayang dan ketoprak. Antologi Puisi Indonesia 1997-KSI. Yoga dilahirkan di Purworejo Jawa Tengah tahun 70an. Kini bekerja sebagai Fasilitator Kecamatan untuk Program Pengembangan Kecamatan di Madiun Di antaranya karya-karyanya dimuat di Jurnal Cerpen. Horison. Iwan Simatupang. Kering Shanira.175 BIODATA S. Surya.

176 MEREKA TELAH MEMBAKAR MEUNASAH KITA ( Seorang perempuan remaja memakai kruk berjalan tertatih-tatih ke tengah panggung. Yah ? Orang –orang yang berbaju doreng itu ? Katanya. tempat dia menuntut ilmu. Kemudian dia duduk di tengah panggung. Dan di Meunasah juga tak pernah diajari apa itu peluru. Penindasan dan kekejaman. atau memang itu sudah tabiat mereka ? Mengapa kita tak pernah merdeka. Noora : . Sebelum dia berangkat di pagi itu menuju Jawa. Bagiku waktu sama saja. merdeka itu sebenarnya artinya apa. lihat aku telah menemukan beberapa butir peluru yang membuat Bang Yunus terkapar dan mati ? Peluru yang manghadiahkan kematian bagi Bang Yunus saat ulang tahunnya yang ke-25. Mak ? Tapi. Matanya menerawang jauh ke depan. Mak ? Meraka siapa. Tapi mereka siapa. Mereka hanya bisa menuduh tanpa alasan yang jelas. dimana kau ? Hari sudah menjelang maghrib. Aisyah. Mak ? Dan peluru tak mungkin bisa diajak bicara. Menangis terisak ) Aisyah Emak akan pulang. untuk apa peluru dan bagaimana cara membunuh dengan peluru. Aisyah : Hari sudah menjelang maghrib ? Bagiku hari sama saja. Berhenti Diam. ( Dari dalam ada suara memanggil-manggil ) Noora : Aisyah. entah mata-mata siapa. mereka datang hendak membebaskan kita dari penderitaan yang berkepanjangan ini ? Orang-orang itu menuduh Bang Yunus sebagai mata-mata. kan ? Lihat.

Seperti mencari sesuatu.. dimana kau ? Tak baik Inong keluyuran maghrib-maghrib. Mereka benar-benar pengecut ! Ada suara anak-anak menyanyi.. Aisyah bangkit. Suara ketawa yang nyinyir di antara jerit tangis anakanak Meunasah. Wanginya pun juga sudah tidak ada meski sisa di angin lalu.meugah di Aceh Bungong lelebeh..bungong lelebeh. Di bawah pohon bungong jeumpa itu Bang Yunus ditembak mati para pengecut itu. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah tidak wangi.indah lagoina. Anak-anak pun dibunuhi. Hanya darah.. Dan Bu Salehah ? Kau tahu apa yang terjadi dengan Bu Salehah ? Aku tak pernah menceritakan kepadamu. Sampai Cut Nyak Dien pun dikhianati. aku dengar suara itu. apa ? Suara rentetan bedil yang memberondong anak-anak Meunasah pun bukankah terdengar indah bagi telinga para penembak jahanam itu ? Ya. Banyak dan terlalu banyak nestapa ditaburkan di atas tanah ini. Mana ada di tanah air ini yang masih wangi. ya. Aisyiah.bungong jeumpa…. sayup-sayup : Bungong jeumpa..meugah di Aceh Bungong telebeh…bungong telebeh. Bukankah darah lebih merah dari bunga mawar mana pun yang tercantik ? Tapi ada kriteria cantik dan tak cantik. Hening... bungong jeumpanya amis darah. Tanah ini penuh cerita tentang darah dari dahulu. Mungkin kau akan bosan dengan cerita-cerita .. Kau dimana ? Ada suara anak-anak menyanyi : Bungong jeumpa…. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah gak ada lagi ( sedih ). Inong sudah tidak wangi..bungong jeumpa. Suara terputus-putus. Hanya amis darah.177 Aisyiah. Aisyah menangis.indah lagoina Puteh kuneng mejampu mirah Keumang siulah cidah that rupa.

Aku tak mau binatangbinatang malam jalang itu merusak Meunasah kita. ( Noora datang mendekati Aisyah. Aku tidak mau pulang. Aku tak mau. Membelai-belai kepalanya. Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang dibunuhi setiap harinya di tanah ini ? Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang tak sekolah lagi di tanah penderitaan ini ? Noora : Mainnya jangan jauh-jauh. teman-teman kita sudah pada masuk lagi untuk mengaji. seperti habis diperkosa dan dibunuh dengan sadis.178 pembantaian di tanah kami. Noora ? Apakah anak-anak itu. . teman sekolah kita. Noora ? Apakah mereka sudah siap mengikuti ujian. Tak baik kita tetap di sini. siapa yang mau peduli pada rakyat kecil seperti kita. Sudahlah. Juga para penguasa itu. harus segera pulang ke rumah. Hening. Inong. kita pulang Aisyah. Sesaat ) Aisyah : Bagaimana keadaan Meunasah. Tak ada yang peduli. Memperkosa dan membakar hidup-hidup Bu Salehah. Mengunci pintu rapat-rapat. Nanti keluargamu kelabakan mencarimu. Meunasah itu adalah rumah kita juga. Apalagi kita kaum perempuan. Sebentar lagi banyak binatang malam yang jahat keluar dari sarangnya. Aisyah. Noora. Noora : Sst. Ayo kita pulang. meski gadis cacat seperti Malika. Aisyah. mereka tetap saja bisa tidur nyenyak padahal rakyatnya berteriak-teriak minta dilindungi. Ayo. Kita tak ingin seperti Malika. Ayo. yang jenazahnya ditemukan dipinggir kali. Sambil lirih menyanyikan lagu bungong jeumpa. Aisyah : Dan kesadisan mereka tak memandang siapa. Noora ? Apa Bu Salehah…. Aku mau menjaga Meunasah kita. pulang ke rumah. Hari menjelang malam.

Ini yang telah membunuh Bang Yunus. yang membunuhi siapa saja. Yakinlah. Lihat. Aisyah : Kau jangan bohong. Maryam. Sadarlah. Ada isak tangis. mereka akan menghancurkan Meunasah itu meski yang menghalang-halangi mereka. Mereka tak peduli siapapun. anak-anak seperti kita.179 Apakah kita rela jika rumah kita dihancurkan orang lain. Maka mereka berusaha membakar Meunasah kita dan membunuh kita dan teman-teman kita. Ibrahim. Noora. Noora ? Dimana kita bisa berlindung dari hujan. Dan ini sebutir peluru yang menghajar pahaku dan membuat kaki satuku pincang. Noora ? Dimana kita dan teman-teman kita belajar ? Aku tak ingin. suara anak-anak bersyalawatan. Noora. Mungkin mereka tak pernah mengalami masa remaja seperti kita dan juga tak pernah punya anak seusia kita. sejak jaman kejayaan tanah air ini. Terdengar lirih anak-anak bersholawatan. Mereka takut. Meunasah itu punya sejarah panjang. anak-anak berpuisi dari dalam Meunasah itu. Laka. Noora. Percayalah. Hasan. Tapi tiba-tiba terdengar rentetan senapan. Karena mereka sudah disiapkan hidup sebagai makhluk yang buas. dingin. Mereka takut pada gemuruh suara anak-anak mengaji. Noora. Tanpa Meunasah kekuatan kita akan lemah dan mudah dibodohi lalu dibunuhi. Fatimah dan teman-teman kita yang lain. Semua akan aman-aman saja. darah kering mereka masih ada. Para pejuang tanah air ini yang membangunkannya. Lihat pelor-pelor di tanganku ini. Kamu jangan terpengaruh apa kata-kata mereka. Ada jeritan menyayat. aku tak ingin ada yang merampas Meunasah itu apalagi membakarnya ! Noora : Tak ada yang akan membakar Meunasah kita. . mereka tidak peduli bahkan kalau perlu menembaki membunuhi. Meunasah adalah juga pusaka kita. Aku tak yakin orang-orang jahat itu akan membiarkan Meunasah itu tetap berdiri. sengatan matahari. Aisyah.

Noora : Tenanglah. Meunasah kita akan dibakar. Mereka tak pantas dibunuh dengan cara kejih seperti itu. Mereka biadab. Kita pengecut. Mereka semuanya membawa bedil dan api. Tak ada yang membakar Meunasah kita. Mereka akan membakar Meunasah kita. Tubuhnya bergetar. Noor. Noor. Sedang kita tak berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Berlari ke sana ke sini. Sebutlah nama Allah banyak-banyak. Aisyah. Tenanglah. Noor. Menjerit. Noora : Tak ada yang hendak membakar Meunasah kita. Noora kewalahan menenangkannya. Aisyah ! Aisyah : Mereka sudah datang.180 Aisyah menutupi kedua telinganya. Kemudian terdengar gemuruh api membakar. Tenanglah. Mereka bersiap menghancurkan Meunasah kita. Aisyah tetap panik. kita munafik. dengar derap langkah mereka mulai mendekat. Noora berusaha menenangkan. Mereka akan membakar Meunasah kita. Aisyah : Mereka telah membakar Meunasah kita. Mengapa kita takut mati. Aisyah : Dengar. Noor. Meunasah kita akan dibakar. lihat Meunasah kita masih berdiri megah. Aisyah. Kita harus menolong Bu Salehah dan teman-teman kita. Aisyah panik. . Mereka akan membakar Meunasah kita dan menembaki siapa saja yang bersikeras mempertahankannya. Aisyah menangis.

masih hidup ? Masih ada bunganya ? Beberapa hari yang lalu. Hening. Membelai-belai kepalanya. Noor. agar kedua mempelai itu lebih wangi. mendekapnya. Matanya sayu. Penghuni Meunasah itu juga kita akan selalu menjaganya. bunganya mekar lebat-lebat.181 Noora menenangkan Aisyah. pohon bungong jeumpa di halaman Meunasah kita. Aku memetiknya kemudian kusuling menjadi minyak. Bisu. Lenyap. Cahaya redup. Aisyah : Noor. agar kita bisa menyuling minyaknya. itu hadiahku untuk acara pernikahan dia. lalu aku berikan untuk Bu Salehah dan kubagi-bagikan kepada teman-teman kita agar semua merasakan wanginya. Aisyah bangkit. yang merupakan pohon bungong jeumpa satu-satunya di kampung kita. Anak-anak remaja mengusung sebuah keranda. Sunyi. Membenamkan kepalanya dalam dekapannya. Lalu menyenandungkan lagu bungong jeumpa beriringan dengan nyanyian bungong jeumpa yang sayup dinyanyikan anak-anak. . agar kita bisa membagi wanginya kepada siapa saja. Aisyah : Membagi wanginya kepada siapa saja ? Aku tidak mau membagi wanginya kepada orang-orang yang ingin membakar Meunasah kita dan membunuhi orang-orang kampung kita. Kamu jangan khawatir. kan ? Noora : Pohon bungong jeumpa itu masih ada. Aku tidak rela membagi wangi bungong jeumpa kepada mereka. Pohon bungong jeumpa itu masih ada. Kemudian lagu bungong jeumpa muncul kembali. Lamat-lamat. Dan untuk Bu Salehah. akan selalu merawatnya agar bunganya lebat. senyap. aku pun tak rela jika kau melakukannya. Perlahan ada iring-iringan jenazah. agar kita bisa memetiknya. Kemudian Noora memeluk erat tubuh Aisyah kembali. Dan akan aku nyanyikan lagu bungong jeumpa sewaktu mereka melangsungkan pernikahan nanti.

Noora meski kita merasa masih remaja. Kematian lebih pasti meminang kita. seperti yang dikisahkan pada Hikayat Perang Sabil. ataupun menyumpah serapahi manusia-manusia itu. yang membunuhi tidak hanya bapak dan ibu-ibu kita. Dan pohon jeumpa itu akan selalu rimbun bunga-bunganya. meski hanya ruhnya. akan menaburkan semerbak wangi ke penjuru negeri. Saat bunga-bunga sejati diberikan pada kita. beliau tidak mengumpat. tapi malah beliau mendoakan dengan doa yang indah. aku tak rela jika mereka menghanguskan Meunasah juga pohon bungong jeumpa kita. insya Allah. hatta mereka adalah musuh kita. Jangan-jangan kau pikir remaja-remaja yang hadir adalah remaja-remaja teroris. bahkan anak-anak seperti kita. Noora ! Apa tak cukup kekejaman mereka. pelor-pelor ini. Aku tak rela. Noora. bukan. meski kita mati dahulu. apalagi musuh hendak menghabisi kita. Aisyah. Ketika batu-batu Taif dilemparkan tangan-tangan kasar itu sampai melukai tubuhnya. Noora. Karena kematian akan datang menjemput siapa saja tak memandang usia. Aisyah : Tapi hendak membakar Meunasah kita. Bukankah Sang Nabi melarang kita untuk mendendam. ( Kemudian ada seorang anak perempuan berlari tergesa-gesa ) Seorang anak perempuan : . Apa artinya peperangan ini. Bukankah Sang Nabi juga menyuruh agar kita tidak lari ketika bertemu musuh. bukankah kebaikan kita untuk siapa saja. Noora ? Bukankah terlalu indah jika atas nama Allah. Dan Meunasah kita akan ada yang menjaganya. Jangan menyimpan dendam. tapi remaja-remaja yang punya keberanian mempertahankan kedaulatan negeri ini. Kita tak perlu takut pada kematian. Apa artinya ? Apakah orang-orang tua hanya bisa menyelesaikan dengan jalan kekerasan ? Dan kematian. Lihat ini buktinya. Bahkan remaja-remaja pengecut yang bersembunyi di ketiak harta dan narkoba. sampai darahnya menggenangi terompahnya.182 Noora : Aisyah. Aku tak rela.

Muli . Depdiknas). Untuk apa kita berlari dari mereka. Tabloid MQ. tapi Aisyah meronta-ronta.. Sampai akhirnya tangan Aisyah lepas dari pegangan Noora dan Aisyah pun bergegas tertatih menyongsong maut. Mereka telah datang hendak menghancurkan kampung kita. cepat lari. Elegi Gerimis Pagi (Antologi Cerpen Mini KSI Award 2002). Meunasah itu tak boleh hancur. lahir di Pekalongan. Karya berupa cerpen dan puisi pernah dimuat dalam : Republika. Redup. Mereka sama saja. Suara Karya. selamatkan diri kalian. Sedangkan Noora mengejar Aisyah sambil kebingungan. 16 Mei 1980. Aku akan melawan mereka.bungong lelebeh indah lagoina puteh kuneng mejampu mirah keumang siulah cidah that rupa… sayup. Aisyah terperanjat. Aisyah : Sudah kubilang apa.183 Cepat. Aktif sebagai Wakil Ketua Forum Lingkar Pena Bogor.. Noora menarik-narik tangan Aisyah untuk segera pergi menghindar dari bahaya yang mengancam. alumni Institut Pertanian Bogor. Kemudian terdengar sayup nyanyian bungong jeumpa.1425 Zakh Syairum Majid ( Surono B Tjasmad ) BIODATA PENULIS Zakh Syairum Majid (Surono B Tjasmad).bungong jeumpa meugah di Aceh bungong lelebeh. Juga Noora. Aku tak rela. Hanya suara rentetan bedil dan api yang menggejolak. Juga Meunasah kita. Aku tak mau mati dalam kepengecutan dan kemunafikkan. Bogor. Yang Dibalut Lumut (Antologi Cerpen Lomba Kreativitas Pemuda 2003. Aku tak rela jika Meunasah itu hancur.

tinggal di Wisma Dolphin Balebak 32 Balumbangjaya. Cerpennya yang bertajuk “Elegi Gerimis Pagi” memenangkan Komunitas Sastra Indonesia Award 2002. (0251) 621628 / 081310326178.184 Sikep (Antologi Cerpen Krakatau Award 2003). dll. Bogor. . sedangkan cerpennya yang berjudul “Jejak-Jejak Terhapus Hujan” memenangkan juara III Lomba Cipta Cerpen Kreativitas Pemuda Depdiknas 2003.

185 SITTY NOERBAJA (EPISODE LEPAS DARI BUMI) OLEH ILHAM YUSARDI .

. berperan sebagai PENDEKAR LIMA Seorang laki-laki. berperan sebagai PEDAGANG Seorang laki-laki. berperan sebagai AYAH Seorang laki-laki tua. berperan sebagai SAMSUL BAHRI Seorang laki-laki muda. berperan sebagai PEDAGANG PALSU ( SURUHAN DATUK ) Beberapa orang SISWA. berperan sebagai ARIFIN Seorang laki-laki paruh baya.186 PEMAIN Seorang perempuan muda. berperan sebagai DATUK MARINGGIH Seorang laki-laki. berperan sebagai BAKHTIAR Seorang laki-laki muda. berperan sebagai SITTY NOERBAJA Seorang laki-laki muda. I.

DI SITU MANGKAL SEORANG PEDAGANG GEROBAK YANG MENJUAL MAKANAN DAN MINUMAN RINGAN. Bertanya tetangga ?. DI SEBELAH KIRI TERDAPAT SEBUAH RAMBU-RAMBU YANG MENUNJUKAN TEMPAT PERHENTIAN BUS. apalagi lihat jimat. Usaha maksimal bukannya menghalalkan segala cara. Bakhtiar ? ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK. Kamunya yang tidak benar. Bisa-bisa berubah pepatah itu. Resiko untuk melakukan kecurangan di ujian akhir sangat besar. ( SITTY MEMERIKSA SAKUNYA ) SITTY : Ujian tadi baru tahap percobaan. SEMUA TERTAWA MENDENGARNYA PEDAGANG : Oi ! onde-onde. melihat jimat saat ujian tadi kamu bilang pandai. pandai-pandai.187 PENTAS MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN ATAU HALTE TEMPAT ANAK-ANAK SEKOLAH MENUNGGU JEMPUTAN ATAU ANGKUTAN UMUM. BAKHTIAR : Aah. alam terkembang jadikan guru. jimat terkembang otak membeku. bukan cerdik pandai. Kalau hidup di akhirat baru mesti dengan iman. kertas kecil apapun jenisnya pasti akan gagal. Nah. hei. didiskualifikasi. sesekali jangan. BAKHTIAR : Yang namanya hidup di dunia tentu harus dengan akal. Ingat. Bakhtiar ? Bukankah itu cara yang licik. SAMSUL : Barangkali Bakhtiar siap dengan resiko. ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. Yang dilakukan Bakhtiar diwaktu ujian tadi namanya ‘licik pandai’. onde-onde mande. MEREKA BERCENGKRAMA SEPERTI ADAYANG DIPERDEBATKAN. ARIFIN : . SITTY : Tapi. Melihat kiri-kanan saja mungkin dicurigai. Apakah kamu bisa melihat jimat saat ujian akhir yang sebenarnya. Untuk hasil maksimal dibutuhkan usaha yang maksimal. SITTY. Tertawa sambil makan onde-onde pasti lebih asyik. SAMSULBAHRI. Betulkan Samsul ? SAMSUL : Kata-kata itu benar.

SAMSUL : Seminggu kamu bilang masih panjang ? Mana jari tanganmu ? Hitung mundur mulai detik ini. tenangkan jiwa. Dari dua jawaban tersebut. BAKHTIAR : Sudah. Pertama... kode tetangga-tetangga sebelah.... ? SAMSUL : Alaahh. Kita tentu punya cara masing-masing sebelum bertempur.. Kalau mau belajar kejar tayang menghafal buku-buku.188 Nah. silahkan coba. SITTY : Tidak ada gunanya.. dapatlah satu jawabannya. sekarang lebih baik pulang. Cukup untuk bersantai menenangkan pikiran. rancak iko” Nah. sudah. BAKHTIAR : Fifty-fifty bagaimana ? ARIFIN : Tentukan dua pilihan jawaban yang menurut kamu paling berkemungkinan benar. rileks saja. sama juga bohong Arifin. Menurut pendapat saya. phone a friends. Saatnya siaga satu. BAKHTIAR : Jangan tegang. Gampangkan.. Seperti kata petuah : Jalar-menjalar akar benalu Kuat melingkar di batang mangga Kita belajar menuntut ilmu Tabiat buruk tak akan berharga ARIFIN : Tapi bukankah fifty-fifty itu sah saja.. “Ma rancak iko pado iko.. urungkan niat. Lebih baik begini. gunakan pilihan bantuan. Bisa-bisa meledak itu kepala.. Lemparkan pada kawan yang mungkin tahu jawabannya.. pilih satu saja dengan cara menimbang ( MENIRUKAN DENGAN TANGAN ). Kalau saya. Lain halnya dengan cara Bakhtiar yang menurut pendapat saya. Pergi piknik. Dengar. dari pada kepala pusing. butuh refreshing dulu sebelum menuju gelanggang. ARIFIN : Dasar pemalas ! BAKHTIAR : Terserah saja. Tidak bisa juga ! Baru gunakan fifty-fifty. Kalau dicurigai. Pertanyaan yang tidak terjawab oleh kita. Batang purut di tepi pagar Ditanam putri anak bangsawan . ask the audience.. Kedua. siapkan kertas kecil untuk sms-sms-an. kawan. Untung-untung betul. Waktu seminggu itu masih panjang.” bantu saya nomor sekian”.

pak ? Kata orang. . Ya.189 Kerontang perut karena lapar Segera pulang mencari makan. begitu. Terima kasih. benar tidak. SAMSUL MENUJU PEDAGANG SAMSUL : Onde-ondenya.. O. Daaah. pak. Apakah kamu mau jadi pamong terus. SAMSUL : O. Sitty ? SITTY : (MENGGELENG) SAMSUL : Benar tidak lapar ? SITTY : ( MENGGELENG ) SAMSUL : Bagaimana kalau kita beli onde-onde. ya. Arifin. Saya tahu kalau putrimu itu sangat suka onde-onde. selamat berindehoi ! BAKHTIAR DAN ARIFIN KELUAR SETELAH MENGAMBIL BEBERAPA ONDE-ONDE SAMSUL : Cerdik juga dia ! Kamu lapar. SITTY : Mau. Sekedar pengganjal perut. PEDAGANG : Nah. Bayar onde-onde kami ini.. sepuluh onde-onde baru lima ribu saja. Buat nona Sitty. Buat tutup mulut kami. SAMSUL : Berapa. Ayo. Dia kan langganan saya. Perhatikan juga nasib orang kecil seperti saya. Eh. kami duluan. Kali ini saya kasih bonus dua buah. Masa seharian saya berjualan di sini tidak ada yang beli ? Makanya dari tadi saya tawarkan onde-onde ini. Bapak baik sekali. Kamu pulang bersama saya atau tidak ? Biarlah mereka berdua menggagas masa depan. hari esok harus lebih baik dari hari ini. mau ! Boleh juga. jadi obat nyamuk bakarnya ? ( ARIFIN MENGIKUTI BAKHTIAR ) Samsul. Sitty. pak ? PEDAGANG : Belum seberapa.

sangat baik untukku nantinya. ayahku menyuruhku untuk meneruskan ke perguruan tinggi. bukan ? Banyak perguruan tinggi yang tidak kalah kualitasnya. Siapa yang tidak bangga bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi . Bapak itu memberi bonus buat kamu. Besok. PEDAGANG : Pintar juga otakmu. Makanlah.. SITTY DAN SAMSUL DUDUK MENIKMATI ONDE-ONDE SAMSUL : Sitty. Belakangan ini ayahku sakit-sakitan.. O.. SITTY : Kenapa mesti ke luar negeri.. SITTY : O. Aku sendiri setuju dengan itu. harus ! SAMSUL : Kalau begitu besok bapak harus lebih baik. kuliah di luar itu butuh biaya besar. Kalau kamu bagaimana ? SITTY : Baguslah. Aku sendiri belum tentu. Sam ? SAMSUL : Ayahku menyarankan untuk kuliah di luar negeri. Dan lagi.. SITTY : Di sini juga bisa.. selepas lulus sekolah nanti. Aku tidak mungkin memaksakan keinginanku dalam kondisi seperti ini. Apakah ayahmu sudah memikirkannya matang-matang ? .. Hehehe . SAMSUL KEMBALI KE TEMPAT SITTY SAMSUL : Sitty. Sitty.190 PEDAGANG : Ya. kalau saya beli onde-onde bonusnya harus lebih dari dua. Tidak di sini. Sam. ya. Ayahmu tentu telah menyiapkan semua demi kamu. Dengan kuliah di luar negeri kita bisa mendapatkan ilmu dengan maksimal. ini onde-ondenya. Sam. Kalau saya tadi yang beli pasti bonusnya lebih dari dua. SITTY : Luar negeri ?! SAMSUL : Iya. Sam ? SAMSUL : Kata ayahku. rencananya kamu mau melanjutkan kemana.

entahlah. SAMSUL : Tetak lontar alaskan padi Peti dibawa dari Palembang Bertemu sebentar bagaikan mimpi Itu membawa hatiku bimbang . Jauh dari kampung halaman.191 SAMSUL : Ah. Apalagi zaman sekarang ini. SITTY : Burung puyuh masuk ke rimba Di dahan jati singgah merapat Meskipun jauh dipelupuk mata Di dalam hati tetapkan dekat. Utara selatan jadi penjuru Timur dan barat jadi pedoman Jika tuan dilanda rindu Dikerat rambut jadikan kenangan. Selagi masih di bumi ini. Kalau lama tidak ke ladang Tinggilah rumput dari padi Kalau lama tak bisa kupandang Rasa rindu menjadi-jadi. SITTY : Jauh tidak lagi persoalan. Sam. jauh dari keluarga. SAMSUL : Aku tidak ingin jauh dari kamu Sitty. SAMSUL : Ombak berdentum di hujan lebat Sampan melaju ke pulau seberang Hendak kemana carikan obat Badan bertemu makanya senang. dan tentu akan menjauhkan aku dari kamu Sitty. Selain itu sebenarnya aku belum siap untuk merantau terlalu jauh. SITTY : Risau kicaunya si anak balam Ditinggal induknya di pohon jambu Walau tak bisa berjawat tangan Di dalam mimpi kita bertemu. Anak baginda berburu rusa Rusa mati tertembak panah Jika kasih jauh dimata Rasa mati badan sebelah. Jarak dan waktu bisa direkayasa dengan teknologi.

SAMSUL : Manis-manis bukannya tebu Manisnya manis si gula jawa Manis tidak sekedar dari rupamu Manis kupandang budi bahasa. SITTY : Anak Kediri berdagang kain Kain disimpan dalam peti Niat diri tidak pada yang lain Tuan terikat di dalam hati. SITTY : Merah warnanya si bunga mawar Putih suci bunga melati Janji bukan untuk ditawar Kasih hanya dilerai mati SAMSUL : Tanam melati di depan rumah Ubur-ubur berdamping dua Jikalau mati kita bersama Satu kubur kita berdua. Surabaya kota pahlawan Dikenang seluruh anak negeri Sitty Noerbaja yang menawan Tak akan kudapati di luar negeri. SITTY : Ubur-ubur berdamping dua Tanam melati bersusun tangkai Kalau mati kita berdua Jikalau boleh bersusun bangkai.192 Bendi dipapah jalan berliku Mengangkut sirih ke tengah pekan Kaki dilangkah terasa kaku Takut kasih berpindah tangan. SAMSUL : Tanam melatai bersusun tangkai Tanam padi satu persatu Jikalau boleh bersusun tangkai . Anak dara bersunting kembang Rupanya elok serta jelita Banyak dara di negeri orang Tidakkah tuan bersimpang mata.

. AYAH : Tidak mudah tidur bagi ayah sekarang ini.. sudah terlalu larut. Nanti orang di rumah marahmarah.. Ayo kita pulang.LAKI SEPARUH BAYA DUDUK... Merantaunya masih lama. *** II. SAMSUL DAN SITTY KELUAR PEDAGANG : Ikat berikat tali kuda Pasang pelana kuda yang putih Hati terikat samanya muda Lupa waktu sebab berkasih Minta daun diberi daun Dalam daun buah bidara Minta pantun diberi pantun Dalam pantun ada cerita PEDAGANG ITU PUN KEMUDIAN MENUTUP DAGANGANNYA. TANPA DISADARI. Sudah terlalu senja. Dipejam mata tak terpejam Direbah tubuh tak jua senang perasaan. . PEDAGANG MEMPERHATIKAN PERCINTAAN SAMSUL DENGAN SITTY.. ANAK PEREMPUANNYA DUDUK DI SEBELAH LAKI-LAKI ITU.193 Daging melebur jadi satu....!!” ( KEARAH SITTY DAN SAMSUL ) SAMSUL : Hah ! O .. Lulus saja juga belum tentu. LAKI-LAKI ITU TERBATUK-BATUK SERAYA MENGUSAP-USAP DADANYA MENAHAN SAKIT.. Sitty. KELUAR SERAYA MEMBAWA RAMBU-RAMBU YANG TERNYATA BISA DICABUT DENGAN MUDAH. SESEKALI MEMIJIT-MIJIT BAHUNYA.. SITTY : Istirahatlah lagi ayah. PEDAGANG : “Allahuakbar Allahuakbar. Sitty.. DI RUANGAN SEBUAH RUMAH SEORANG LAKI.

SITTY : Ah. AYAH : Kemarin Datuk Maringgih datang ke sini. . Jerih peluh usaha niaga kita kali ini telah habis surut. AYAH : Sitty. Tapi. malang tak dapat ditolak. Tak lain untuk menagih hutang pinjaman dagang yang sudah jatuh tempo. untung tak dapat diraih. AYAH : ( MENARIK NAFAS ) Berniaga ke tanah Jawa dagang emas dengan budi bahasa. bagaimanapun. Ayah tak dapat lagi berbuat apa-apa. Kecil tak lagi untuk disuruh-suruh. AYAH : Hutang emas dibayar emas. Tapi. ayah. Nasib tertoreh di telapak tangan. biar bertambah isi kepala. Dengan senang Sitty dengarkan. Niat hendak menyekolahkanmu tinggi-tinggi. SITTY : Benar ayah. Ayah meminta Datuk menambah jangka waktu yang diberikan. Cita-cita membumbung langit. SITTY : Kalaulah ujung di tangan Sitty. Sekarang. SITTY : Sitty mengerti. besar juga tetap anak ayah. apa yang ayah pikirkan ? AYAH : Dipintal benang dengan gulungan Biar berpisah pangkal dengan ujungnya Tak kusut pula dalam genggaman. Tapi. Sitty. Hutang-hutang tumbuh melilit pinggang. Besar belumlah dapat ditumpangi. harta ayah hanya tinggal badan sepembawaan ini. Hutang budi. ayah. Tidaklah beban jadi rasian Habis daging dihisapnya. tentulah dibawa mati.194 SITTY : Apalagi yang ayah pikirkan ? Bukankah ayah pernah bilang pada Sitty. Tuhan dari atas jua yang menentukan. tentulah Sitty takkan berlepas tangan. Ceritakanlah ayah. Karena telah melewati batas waktu yang seharusnya. anakku. Sitty. dia menolak. Mencekik kerongkongan. kamu juga tahu. Ayah memintal dari pangkalnya. Kalau boleh Sitty tahu. kali ini kamu terpegang ujung benang. Kecil Sitty anak ayah. Kamu ini seperti orang dulu bilang.

SITTY : Sitty mengerti. tidak berguna pepatah demikian.195 Sehingga bunganya sudah berlipat ganda. .. AYAH : ( KEMBALI MENARIK NAFAS. Tentu ayah tidak akan memberi tahu kamu. Datuk ingin mempersuntingmu. SITTY : Tidak. AYAH : . .. Ayah. KEMUDIAN MENGGELENGKAN KEPALA ) Daunmu terlalu hijau. hutang emas dibayar emas ? Hutang budi dibayar budi ? Tapi. Maka. Sitty belum . Sitty. Rumah yang satu-satunya inipun hendak disitanya. ayah !? Datuk Maringgih !? AYAH : Itulah jalan yang ia pintaskan agar terlepas dari segala hutang. SITTY : Iya.. Sitty paham. SITTY : Maksud ayah. Kalaulah susah sama kita pikirkan. SITTY : ( TERKEJUT ) Dengan Sitty. Harumnya belumlah melintas pagar.. Berputik sudah. Ayah. Jual gabah di tengah pekan. Seluruh hutang kita padanya. lain dengan Datuk Maringgih. lepaslah hutang yang selilit pinggang. ayah ? AYAH : Kalaulah umur ayah masih panjang.. Potong dipotong tumbuh jua. AYAH : Panjang cerita segelas kopi. Bersilat lidah di perbincangan... berbunga belum. SITTY : Tapi. tidakkah ada jalan lain. apa yang bisa Sitty perbuat untuk itu. gabah dibawa dengan bendi. ayah. Tiap melangkah terjatuh pula menyentuh tanah. Bunganya menjulang menyentuh lutut. direntang masa setinggi bulan. nak lapang jua beban di hati.. Hutang kita seperti memotong rumput di tengah padang. ? AYAH : Sitty. Ah. Dan itupun belum juga akan menutupi hutang kita Sitty. ayah. berkecamuk darah dalam dada. ayah. dan tenaga berisi di badan..

O. Sitty Noerbaja gadis. Coba lihat arlojinya ( MENARIK TANGAN DATUK. DATUK MARINGGIH MASUK BERSAMA PENDEKAR LIMA—ASISTEN. Kalau tidak percaya lihat saja nanti. *** III. DATUK : Sudah keluar anak sekolah itu ? PEDAGANG : O. Ya. PEDAGANG : Berarti Tuan ini keluarganya Sitty. PENTAS KEMBALI MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN.. sabar. Timbangan yang bagus tidak berat sebelah. Berlebih semata ditentang dengan pikiran. Silahkan duduk dulu. apa Tuan menunggu Sitty Noerbaja ? DATUK : Ya. LAMPU MENYURUT. Sitty. Silahkan dicoba. Seorang gadis cantik akan memborong onde-onde ini. Sekolah bubar pukul setengah enam. Datuk Maringgih hendak menjatuhkan hari. DATUK : Sitty Noerbaja ?! PEDAGANG : Tepat sekali. Sabar. Selepas kamu lulus sekolah nanti. Lihat. bolehkah Sitty mohon diri Ayah ? Sudah berat kelopak mata. Mungkin sebentar lagi. Baru pukul lima lewat sedikit. belum Tuan. suka onde-onde. PEDAGANG MENUNGGU ANAK-ANAK PULANG SEKOLAH. Dia bilang onde-onde lebih hebat dari makanan import manapun. SITTY : ( TERDIAM LAMA SEPERTI BERPIKIR ) Ayah. enak rasanya. baru sedikit lewatnya. Eh. Saya menjemputnya. SITTY KELUAR MENINGGALKAN AYAHNYA. Santai dulu. Gadis manis. JUBIR SEKALIGUS PENGAWALNYA. ayah istirahatlah dahulu. MELIHAT ARLOJI ). setengahnya saja.. semanis tebu.196 Sitty. kakeknya barangkali ? . Dan saya punya onde-onde. Sebentar lagi.. Ayah paham kalau kamu belum punya timbangan yang kuat.

. Lama sekali keluarnya. Sudah melekat-lekat pula ia dengan Sitty. tua sejahtera. berarti Tuan ini sopir pribadinya nona Sitty.. seperti onde-onde.197 PENDEKAR LIMA : Heh ! Jangan asal bicara ya ! PEDAGANG : Bapaknya ? PENDEKAR LIMA : Datuk ini bukan bapaknya. Dia ramah sekali. DATUK : ( KEPADA PENDEKAR LIMA ) Coba kau lihat kesana. PENDEKAR LIMA : Itu dia. DATUK : Bergandengan ! Dengan siapa !? PENDEKAR LIMA : Dengan laki-laki. Tapi ingat. Sitty berarti onde-onde.. Bagi saya. Datuk. Kecil bahagia. sekedar informasi. . PEDAGANG : O. Mau paman. Anak Sutan Mahmud. Tidak akan saya urus lagi. Apa yang mereka perbuat di sekolah itu. Lembut di luarnya. SITTY. muda foyafoya. SAMSUL . paman juga salah. bapak tidak. Sitty bergandengan Datuk.. Nah. Tapi ke sini untuk menjemput Sitty. Mau bapak. Mesra sekali mereka. DATUK : Siapa laki-laki itu ? Hah ! Samsul Bahri. bukan urusan saya. mati masuk. Menuju kesini. kek. Anak sekolah keluar seperti kambing lepas dari kandang. kek. PENDEKAR LIMA : Hei ! Mau kakek. Zaman saya sekolah tidak terlalu penting. Ya... Apa urusanmu ! Urus saja onde-ondemu itu. Tapi. oke. kek. pamannya begitu ? PENDEKAR LIMA : Huhh ! Tidak kata saya ! PEDAGANG : Kakek bukan. manis di dalamnya. PEDAGANG : Jadi.. Maafkan saya. Lihat saya.. Cuma pakai akal-akalan. tidak perlu sekolah tinggitinggi untuk bisa hidup sejahtera. BAHKTIAR DAN ARIFIN MASUK. Oke.

! SITTY : Tenang Sam. jubir. Mmmh . kita berkeliling menikmati senja yang menarik ini. eh. O. PENDEKAR LIMA : Oi. ( MENARIK TANGAN SITTY ) SAMSUL : Ada apa ini Datuk ? PENDEKAR LIMA : Bukan urusan kamu ! SAMSUL : Ini jadi urusan saya.. kalau tidak mau berurusan panjang dengan saya ! SAMSUL : Tapi jangan main .. SITTY : Sam. Ini urusan saya. urus saja dirimu sendiri. Saya mau bicara sebentar dengan Tuan Datuk. Kamu. mencari angin segar sambil makan rujak atau jagung bakar. Mari. saya mohon pengertian kamu. Pulanglah dulu bersama Bachtiar dan Arifin. kamu dengar tidak ? Sitty menyuruhmu pergi dari sini. Niat di hati hendak menjemputmu. bersalaman dengan Datuk harus melalui saya. Sedari tadi saya menunggu... Setelah itu kita ke plaza mencari oleh-oleh untuk ayahmu.198 SAMSUL : Tuan Datuk Maringgih rupanya. Mobil sudah saya persiapkan. SAMSUL : Tapi. mari. ( MENGULURKAN TANGAN HENDAK BERSALAMAN TAPI TIDAK DIBALAS OLEH DATUK ) PENDEKAR LIMA : Oh. Jadi segala apapun urusan dengan Datuk harus melalui saya. SITTY : Ah. sekaligus pengawal pribadi Datuk.. PENDEKAR LIMA : Nah. Datuk !? DATUK : Ayo Sitty. DATUK : Selamat sore Sitty. menunggu kena usir.. Sitty. Saya asisten. ya ? BACHTIAR : . Bagaimana kalau kita ke tepi laut. Tunggu apalagi.

Sitty. tentu Tuan lebih paham dunia ini. akan menjemputmu. kami duluan. Tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan. SAMSUL. DATUK : Ah. DATUK : Saya tidak menyuruhmu bicara ! SITTY : Datuk. DATUK : Sitty. Ini tempat umum tahu. PENDEKAR LIMA : Kamu juga mau turut campur urusan ini. PENDEKAR LIMA : Ah. Sudah tujuh belas tahun. ya ? Mau tahu prosedur berurusan dengan saya ? ARIFIN : Op. Ini bukan hitungan matematik. Mundur.199 Enak saja main usir. op. Datuk. Tuan. Sebagai seorang yang jauh lebih dewasa. Apa maksud Datuk menjemput saya ? DATUK : Saya bermaksud baik Sitty. Turuti sajalah. Ini aku lakukan tulus dan murni dari hati nuraniku sendiri. Menurut pendapat saya lebih baik kita mengalah. op. SITTY : . BACHTIAR DAN ARIFIN PERGI DENGAN KESAL. kau kan bukan lagi anak kecil yang tidak bisa menentukan langkahmu sendiri. aku. alangkah menyenangkan kita bertemu setiap saat. tidak siapa-siapa. Mulai hari ini saya. SITTY : Tuan Datuk. Ayo. Sebagai seorang calon induk berasku. SITTY : Datuk. Datuk akan membuat hariharimu bahagia. tidak usah pakai menolak segala. Saya tidak pernah meminta untuk dijemput. eh. Bukan begitu hendaknya ? SITTY : Siapa yang menyuruh Datuk melakukannya ? DATUK : O. Jaga diri baik-baik. Biar kita merasa dekat. Sitty. Tentu kau mengerti Sitty. semua sudah saya perhitungkan dengan ayahmu.

dapur... PENDEKAR LIMA : Ini sudah yang terbaik Datuk lakukan untuk kamu dan Ayahmu.200 Jalan saya masih panjang Datuk. kamu keberatan dengan aku Sitty ? SITTY : Maafkan saya Tuan Datuk. barangkali kamu bisa jadi babu. PENDEKAR LIMA : Heh ! Mau kerja apa kamu Sitty ? Tidak gampang mencari pekerjaan di jaman sekarang ini. buruh kasar. Saya tidak suruh kamu bicara. DATUK : Pendekar Lima. sumur. PENDEKAR LIMA : . Tunggu saya menyelesaikan sekolah saya dulu. Kerja di kantor ? Di Bank ? Jangan mimpi Sitty.. kamu perempuan. dan juga baik untuk saya. Hendaklah Tuan berpikir baik. Sitty ? Lebih baik lakukan langkah besar. Ingat. Ayahmu sudah mulai bicara sendiri memikirkannya. SITTY : Tuan. Saya akan berusaha. Jadi. Mau dibayar dengan apa lagi ? Ayahmu sudah menjual seluruh perusahaan dagangnya. saya berharap Datuk sabar.. DATUK : Apalagi yang kamu cari setamat sekolah ini.. Lebih pantas. SITTY : Tentang hutang Ayah saya pada Datuk.. Tuan. Hutang ayahmu dengan Datuk sudah terlalu banyak. bekerja mencari uang untuk membayarnya. Alangkah bagusnya Datuk mencari perempuan yang lebih dari saya. O. Apalagi. Lebih baik kau bayar lunas dengan . lebih pas menjalankan hidup dengan Datuk. PENDEKAR LIMA : Tidak tahu diuntung pula kau rupanya. Baik untuk Tuan. DATUK : Saya tidak main-main Sitty. Bukankah perempuan itu hanya . Sitty. Berilah saya kesempatan. Untuk bunganya saja itu pun belum cukup. SITTY : Hutang emas dibayar emas. Diam saja di sana. Apakah kamu senang melihat ayahmu sakit-sakitan memikirkan. dan kasur. atau kamu jadi pekerja . Saya belum berpikir melangkah sejauh ini. pekerja seks komersil. SITTY : ( MENAHAN AMARAH ) Saya tidak bicara demikian Tuan-tuan.

bahwa Datuk adalah seorang yang baik. Terserah ! Saya tunggu keputusanmu. tunggu apa lagi ? SITTY : Namun. Jadi kamu menolak saya ? Saya tidak pantas untuk kamu. PENDEKAR LIMA : Nah. apalagi mempermainkan saya. saya mohon maaf dan berharap Tuan mengerti.. SITTY : Sekali lagi. Jangan bermain-main. Bahkan terlalu baik. Kalau Tuhan berkeinginan lain. tidaklah boleh mendahului yang di atas. Sitty. DATUK : Hhh. apakah baik buat saya ? PENDEKAR LIMA : Jelas sangat baik. Saya mohon diri dulu. DATUK : Baik. SITTY : Belum tentu. Tuan. Sejak kapan kau berhubungan dengan dia ? Sudah sejauh mana ? Jangan-jangan kau telah melakukan. baik. Niat baik Datuk tidak akan ada yang menghalangi. begitu ? Lalu.. Tidak akan saya lupakan. keinginan Datuk terhadap saya. Baik untuk kamu serta ayahmu. SITTY : Tidak baik menyangkut – pautkan persoalan ini dengan orang lain.. Saya pulang. Sitty ! Silahkan kamu berpikir baik-baik sekarang..201 Jadi kau kemanakan perbuatan baik Datuk selama ini pada ayahmu ? SITTY : Saya akan selalu mengingatnya. Tuan. Tuan. Persoalan ini hanya antara keluarga saya dengan tuan Datuk. siapa yang pantas ? PENDEKAR LIMA : Samsul Bahri tentu telah mempengaruhi otaknya. SITTY : Cukup Tuan. Samsul tidak tahu apa-apa dengan masalah ini. PENDEKAR LIMA : Jangan bersilat lidah. Maafkan atas kelancangan saya. SITTY KELUAR PENDEKAR LIMA : ..

kami menawarkan sebuah peran pada Sitty Noerbaja. SESEKALI MENUNJUK KE ARAH PEDAGANG ) DATUK : Bagus. Pikir-pikir dulu katanya ( MEMAKAN SEBUAH ONDE-ONDE ) Mmmh. bagus. Tapi. Begini ( BEBICARA PELAN DENGAN DATUK. PENDEKAR LIMA : O. Rejeki saya jadi hilang begitu saja. PENDEKAR MENGANGGUK-ANGGUK ) PENDEKAR LIMA : Ide yang usul. PEDAGANG : Eh. Tapi dia masih ragu.onde-ondenya enak sekali. Hehehe . biasalah. Kenapa Sitty pula yang dijadikan sasaran. bagaimana caranya. DATUK : Tapi bagaimana ? PENDEKAR LIMA : Begini Datuk.. Samsul Bahri !? Tampaknya dia akan menjadi batu sandungan bagi langkah saya.. PENDEKAR LIMA MENDEKATI PEDAGANG. Datuk. Kami ini memiliki sebuah Production House yang sedang menggarap sebuah film baru.. Pembicaraan tadi itu.. Goblok ! Sekarang gunakan otakmu. Sekarang gunakan bibirmu itu kesana. Baik. Tuan. Kelihatan serius sekali pembicaraan tuan-tuan dengan Nona Sitty. DATUK : Mmmh. DATUK : Kamu gila ya ! Tujuan saya itu jelas-jelas Sitty. Lebih baik langsung Sitty saja. Sehingga Ia tidak sempat menikmati onde-onde saya. pendekar. Tapi dia bukan masalah yang besar. apakah setelah ini dilakukan Sitty akan mau dengan Datuk ? Tentu dia akan tambah sulit didekati.202 Keras kepala juga dia ! DATUK : Keras hati. PENDEKAR LIMA : Keras hatinya pada Samsul Bahri. PENDEKAR LIMA : Ah. Pendekar. PEDAGANG : Tuan mengajak Sitty main film ? Dia menolaknya ? PENDEKAR LIMA : .. ke sini ! ( MEMBISIKAN SESUATU.

. Persetan dengan yang namanya cinta. masa cuma gerobaknya saja. sepertinya kita juga bisa berkerjasama. Sayanya tidak. Film ini akan memperlihatkan bahwa tidak ada apa-apa dengan cinta. PEDAGANG : Bekerjasama ? Tuan membutuhkan saya untuk main film ? PENDEKAR LIMA : Ya. PEDAGANG : Makan onde-onde ? Wah. lain dari yang lain. Kami membutuhkan gerobak Anda ini untuk setting sebuah adegan di film kami nantinya. Sitty pasti senang dengan saya sebagai lawan mainnya. PEDAGANG : . PENDEKAR LIMA : Sayang. Jadi saya cuma pakai gerobaknya saja. Nah. Saya ini kan sudah biasa melakukan adegan yang Tuan inginkan. dikasih peran. wajah Anda itu tidak Kameragenik PEDAGANG : Apa maksudnya ? PENDEKAR LIMA : Wajah Anda itu tidak menarik jika dishoot dengan kamera.. cocok sekali dengan hobinya..203 O. PEDAGANG : Semestinya saya juga diajak. Itu akan merusak citra film ini di mata penonton nantinya. Bagaimana ? Mau tidak ? Kami hargai ( MEMBERI PENJELASAN DENGAN TANGAN SAMBIL BERBISIK ). Memang apa judul filmnya ? PENDEKAR LIMA : Mmmh. “Tidak Ada Apa-apa Dengan Cinta”. PEDAGANG : Aah. Sitty belum memutuskannya tadi. Sitty akan memainkan tokoh utamanya yang sedang menunggu kekasihnya sambil makan onde-onde. PENDEKAR LIMA : Karena itulah kami memberikan peran ini pada dia. PEDAGANG : Lho ! Kok pakai kata ‘tidak’ ? PENDEKAR LIMA : Di situlah nilai jual film ini. ( MEMATUT-MATUT GEROBAK PEDAGANG ) Selain dengan Sitty. Belum. pengambilan gambar pertamanya akan dilakukan di sini.

Apalagi untuk sebuah adegan penting. Mmh.. PENDEKAR LIMA : Tenang. tidak ada lagi halangan bagi saya menuju Sitty.. Nanti akan kami hubungi lagi dia.. PENDEKAR LIMA : O. Tidak percuma kau kuangkat jadi jubir. Itu bukan urusan kamu. .. Semua sudah saya persiapkan DATUK : Bagus.. cuma segitu ? Biasanya seorang produser itu sangat royal. nona pasti Sitty Noerbaja.. Dua kali lipat. Oh. Datuk. Sitty ( SERAYA MENERAWANG ).. Nona Sitty belum memastikan dirinya untuk..204 Ah. Setelah Samsul dibereskan. PENDEKAR LIMA : ( HENDAK BERBALIK KE TEMPAT DATUK ) Apa lagi !? PEDAGANG : Tadi kata Tuan.. Tapi. begitu. *** IV. pasti Sitty tidak akan sanggup menolaknya. bagaimana ? PEDAGANG : Nah. ( MENUJU DATUK ) DATUK : Bagaimana. IA MONDAR-MANDIR MENUNGGU ANAK-ANAK SEKOLAH KELUAR. Cuma persoalan nilai kontrak. PEDAGANG PALSU : O. Pendekar ? PENDEKAR LIMA : Beres. sesudah pengambilan gambar adegan ini akan saya tambah. Dengan nilai yang lebih tinggi. SEORANG PEDAGANG PALSU SURUHAN PENDEKAR LIMA TELAH SIAP DI TEMPAT ITU. Kerjasama disepakati.. bibirmu tak kalah cepatnya dengan otakmu. HERAN MELIHAT PEDAGANG ITU. SITTY MASUK.

SITTY : Maksud bapak ada yang ingin bapak sampaikan pada Samsul ? Katakan saja pada saya.. Tapi bapak ini siapa ? Biasanya kan pak Amat yang berjualan dengan gerobak ini..... SITTY : Memangnya siapa yang berpesan ? PEDAGANG PALSU : Si itu. PEDAGANG PALSU : Ooo.. Berhubungan si Amatnya ada urusan ke situ. SITTY : O. si anu.... Pak ? PEDAGANG PALSU : Ah...tidak bisa. PEDAGANG PALSU : Saya ini.. nanti saya sampaikan pada Samsul. maksud saya... PEDAGANG PALSU : Nah. Seperti yang Nona maksudkan tadi. Sebentar lagi.... maksud saya. si anu. maksud saya tidak usah...Eh.kampung isterinya itu.. SITTY : Ada apa. Daripada tidak untung. maksud saya ke. maksud saya. entahlah.. Yang penting bagi saya itu. Pokoknya anu. Penting ! SITTY : Maksud bapak urusan penting.. betul. Saya ini di. Saya biasa menunggunya di sini. Dia belum keluar. Biar saya saja. Katanya dia ada.. Samsul Bahri.. Tidak tahu saya. maksud saya daripada merugi. lebih baik saya yang menjual-jual dagangannya hari ini.. SITTY : Pak Amat ? . Ada perlu apa bapak dengan Samsul ? PEDAGANG PALSU : Begini..... teman Nona yang bernama Samsul itu ..205 SITTY : Betul.. saya diminta untuk menggantikannya... Ini juga penting Nona.... anu. maksud saya ada sesuatu yang akan saya.. saya ini saudara dari isterinya si Amat yang biasanya berjualan di sini.

SITTY MENGAMBIL BEBERAPA BUAH ONDE-ONDE DARI GEROBAKNYA. SITTY : O.. seperti yang disuruhkan pada saya. Nona memakannya ? ( PADA SITTY ) SITTY : Iya. Hehehe. tidak untuk dijual. PEDAGANG PALSU : ( KESAMPING ) Aduh ! Celaka saya. ini uangnya. Tapi gulanya terlalu manis dari yang biasa. PEDAGANG PALSU : Ha! Onde-onde ? Nona Sitty membeli onde-onde ini untuk siapa ? SITTY : Ya buat saya. KEMUDIAN IA MEMAKAN SATU BUAH ONDE-ONDE. SITTY : Nah. PEDAGANG PALSU : Tapi ini tidak untuk.... begitu ? Apa bapak tidak mau uang ? PEDAGANG PALSU : Uang ! Mau saya.. Ini uangnya. enak. Seharusnya Samsul. Ini saya lakukan karena uang. kenapa ? PEDAGANG PALSU : Ditelan ? SITTY : ( MENGANGGUK ) PEDAGANG PALSU : Enak ? SITTY : Mmm. ya....... SEMENTARA PEDAGANG PALSU ITU MENUNGGU SAMSUL. Saya beli onde-ondenya.. seharusnya saya bilang begitu. ( MEMAKAN SEBUAH LAGI ) .. SITTY : Pak.206 PEDAGANG PALSU : Iya. SITTY DUDUK MELEPAS LELAH ..

celaka ! Sitty ! . kalau orang-orang datang hancur saya. saya tak dapat uang. puskesmas ! Tolong ! Tolong ! Ah. Kalau saya makan. Tidak.207 PEDAGANG PALSU : Yang itu ? SITTY : Sama saja. Tapi. saya akan batuk-batuk. Ia akan tambah pusing melihat saya. saya bisa mati. kepala sakit dan masuk angin. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK SAMSUL : Sitty !? BAKHTIAR : Sitty kenapa !? ARIFIN : Ada apa dengan Sitty !? SAMSUL : Hah ! Tidak usah bertanya lagi. Bapak ini kenapa ? Kalau bapak mau silahkan coba saja. Cepat angkat. Nona takut mati ? ( MENOLEH KEPADA SITTY ) Nona ? Nona ! Bangun nona. Susternya menyuntik saya disini ( MENUNJUK BAGIAN PAHANYA ) Sakit. seharusnya Samsul. Nona. puskesmas itu kependekan dari. DARI ARAH LAIN DATUK MARINGGIH DAN PENDEKAR LIMA MASUK. Bawa ke rumah sakit. Untung anak saya segera membawa saya ke Puskesmas. Pernah saya pusing sekali gara-gara makan dodol yang juga sama manisnya dengan onde-onde. nona ini ( MENDEKATKAN TANGAN PADA HIDUNG SITTY ) Haa ! Tidak ada anginnya. anak saya akan marah.TERKAPAR ) Saya ini belum ingin mati. Onde-onde itu manis. DATUK : Bagaimana ? PEDAGANG PALSU : Wah. Puskesmas. Aduh. ( SITTY MEMEGANG KEPALANYA SEPERTI KESAKITAN ) Nah. nafas saya sesak sekali ( SITTY MEMEGANG DADANYA KARENA SESAK NAFAS ) Hampir-hampir saya tidak kuat lagi. celaka. SAMSUL. Saya jadi terbatuk-batuk. Saya tidak boleh makan yang manis-manis.( SITTY SUDAH TERDIAM BEGITU SAJA. Aduh. Saya ingin hidup seribu tahun lagi. bagaimana ini !?. setelah itu saya bisa sembuh. Wah. Saya akan jadi pusing. Kalau tidak. tidak ! Saya tidak suka onde-onde. bangun. Aduh. Aduh. ( MENYODORKAN ONDE-ONDE ) PEDAGANG PALSU : O. pusing. MEREKA KELUAR MEMBOPONG TUBUH SITTY. Ia akan kasak-kusuk mencarikan saya obat. Kata anak saya. Kalau tidak.

SAMSUL : O.. DATUK : Sudah! Jangan mencari alasan lagi. Kalau Sitty mati. percuma semuanya ! PENDEKAR LIMA : Ini kesalahan teknis. Datuk. DATUK : Untuk apa lagi ? PENDEKAR LIMA : Mengetahui keadaan Sitty. Ayo ! LANGKAH DATUK TERHENTI KARENA SAMSUL DATANG. Sebaiknya kita pergi dari sini. tapi ia terus saja. Ternyata langkah saya tak kurang dan tak jua lebih. Sudah saya larang. Hendak ke mana tuan-tuan ? . Mau apa lagi. Sekaranglah waktu yang tepat untuk menghindar.. maksud saya Sitty makan onde-ondenya.208 DATUK : Kenapa Sitty ? PEDAGANG PALSU : Onde-onde. Kalau saya katakan ada racunnya tidak mungkin. ia mati atau tidak. kami tunggu di sini ! PEDAGANG PALSU KELUAR MELIHAT SITTY DATUK : Haahhh ! Kenapa bisa jadi seperti ini ? Kacau ! Yang saya perintahkan bunuh Samsul Bahri. Apa yang harus kita lakukan ? Kita dalam keadaan bahaya. DATUK : Ini kesalahan kamu ! Menyuruh orang yang tidak bisa diandalkan ! Apa tidak ada yang lebih punya akal ! PENDEKAR LIMA : Kalau orang berakal mungkin tidak mau melakukannya. Sekarang Sitty diangkut ke. Datuk. tidak perlu lagi saat ini. DATUK : Mati atau tidak. PENDEKAR LIMA : Diangkut ke rumah sakit ? Cepat bapak lihat kondisinya ! Segera balik. Kasus ini pasti diusut. PENDEKAR LIMA : Kita tunggu laporan dari orang tadi dulu Datuk.

Dokter telah mengetahui penyebabnya. Apakah kau punya bukti otentik kalau bicara !? SAMSUL : Bukti ? ( MENGODE DENGAN TEPUKAN TANGAN ) BAKHTIAR MASUK MEMBAWA PEDAGANG PALSU SAMSUL : Siapa yang menyuruh bapak untuk meracuni Sitty ? ( KEPADA PALSU ) PEDAGANG PALSU : Itu. Zaman sudah bertukar.. Perintah cuma menyerahkan onde-onde itu pada Samsul Bahri. satu juta katanya.. Maksud saya orang itu ( MENUNJUK PENDEKAR LIMA ) SAMSUL : Berapa bapak dibayarnya ? PEDAGANG PALSU : Tadi saya dikasihnya uang segini ( HENDAK MENGELUARKAN SELURUH ISI SAKUNYA ). Datuk ! SAMSUL : Datuk hendak meracuni saya agar Sitty bisa jatuh ke tangan Datuk ? Terlalu sempit jalan pikiran datuk. PEDAGANG . Situ. anak muda.209 Tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. ARIFIN : Sitty sudah mendahului kita. Janjinya saya akan dikasih uang banyak. SAMSUL : Maksud bapak ? PEDAGANG PALSU : Aduh.. DATUK : Jangan asal tuduh ! Kamu ingin mencemarkan nama baik saya. sekarang kau harus me... ya ! Begitu ? Sitty sekarang dalam keadan koma. ya !? PENDEKAR LIMA : Oi. ARIFIN MASUK DENGAN RAUT MUKA TEGANG BERCAMPUR TANGIS. Tapi Nona Sitty membeli onde-onde itu dan mengasih saya uang. Datuk ! Nah. Jadi saya mau. ini sudah tiga kali saya jelaskan pada kalian ! BAKHTIAR : Jadi tidak usah berkelit lagi dari kami. Samsul Bahrinya tidak ada. Tidak semua orang bisa Datuk bodoh-bodohi. Tidak ada alasan untuk tidak menuduh Datuk sebagai dalangnya.

.. MEREKA LANGSUNG MENYERANG SEHINGGA TERJADI TAWURAN.. Datuk !” “Ekstrakurikuler !” DALAM PERISTIWA TAWURAN ITU SAMSUL BAHRI TEWAS TERTUSUK BELATI OLEH DATUK.. “Bagi saya. PENDEKAR LIMA DAN PEDAGANG PALSU MELARIKAN DIRI. *** V. DI SUDUT JALAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN. Datuk ! BAKHTIAR : Oooooooiii ! Babi hutan masuk ke ladang ! BEBERAPA ORANG SISWA MASUK MEMBAWA BENDA-BEDA KERAS DI TANGAN. pak tua !” “Beraninya keroyokan !” “Sudah biasa.dst.kembalilah Sitty. IA TENGAH BERBICARA SEORANG DIRI. saatnya perhitungan terakhir. SEDANGKAN DATUK MARINGGIH TEWAS DIKEROYOK SISWA DENGAN BATU. Hajar !” “Kubunuh kau. “Samsul !?” KAWAN SAMSUL MENGANGKAT TUBUH SAMSUL KELUAR. SEORANG LAKI-LAKI BERPAKAIAN LUSUH DUDUK DI HALTE. AYAH : Sitty. anak ingusan !” “Ayo.210 SEMUA : Sitty !? SAMSUL : Gaek keparat ! ( HENDAK MENYERANG DATUK ) DATUK : Lari ! PENDEKAR LIMA : Kita hadapi saja. .” “Ini.

dari masa lalu. Orang-orang mendaki. SUARA-SUARA : Sitty jadi muara. Ayah..dst. dan menghilang. SELESAI Bukandiya april-mei 2004 . singgah. sayang. Sitty melihat mimpi itu.. Meski kita tidak pernah tahu kapan episode ini berakhir.. Jembatan waktu yang melingkar. Ayah. Sitty ! Ayo. akhir dari segala dendam. pergi. masa kini. antara masa lalu... Akhir dari kepedihan. Ayah... berdiri. AYAH : Kemarilah. Tempat segalanya berakhir. metamorfosis. seperti mendaki mimpi. dan masa datang. SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. Ayo! Bangun. Menjelma gunung. Lepaskan kemanjaan.dst. PADAM..211 SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. AYAH : Jangan cengeng... kemarilah.. Orang-orang melintas. Bintang jatuh ke samudera jiwa.. LAMPU PERLAHAN MENYURUT.. Telah jadi kisah.. Akhir dari mimpi-mimpi yang dihanyutkan orang dari hulu.. Yang melahirkan seribu tafsir..peluk Ayah. Maafkan Ayah. datang. jiwa lepas dari tubuh. nak. Serupa jembatan.

901 Atas nama HARIYANTO. No. HMJ SASINDO. Pernah ikut berbagai pementasan teater. 29-30 Anduring Padang 25151 : Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fak. Sastra Univ.750093953. Andalas Limau Manih. “Suara-suara Patung” karya Mila K. Andalas Padang PO. Metron M. cerpen. Aktif di Teater LANGKAH FSUA. Status Aktivitas : Mahasiswa Sastra Indonesia FSUA angkatan 2001 : Menulis puisi. M. Rekening : 107. esai. BOX 235.212 BIODATA PENULIS Nama TTL Alamat Alamat Surat : Ilham Yusardi : Padang. Diantaranya. “Primordial II” karya S. DR. 28 April 1982 : Jl. . Sari. Di beberapa kota di Sumatera Barat. Kantor BNI Capem. Hatta RT 05 / RW 01 No. Teater GARAK.

213 Sebuah sandiwara remaja Symphoni anak jalanan Karya : IGN. Arya Sanjaya Sebuah sandiwara remaja .

Iwo sering bermimpi. Atet sangat acuh dengan dirinya dan Kemal senantiasa menepuk-nepuk perutnya yang selalu kelaparan. . Iwo dan Kemal sedang mengamen. Atet. Mereka sedang menyanyikan sebuah lagu berirama dangdut.214 Symphoni Anak Jalanan Karya : IGN. Arya Sanjaya Pemain Atet Iwo Kemal Abdul Nasir Komandan = pengamen = pengamen = pengamen = petugas = petugas ___________________________________ Symphoni anak jalanan Babak Satu Di sepotong trotoar sebuah jalan di sebuah kota. tiga remaja tanggung.

kawan-kawan. nanti benerannya !! : Dasar tukang mimpi ! : Sudah. jangan mimpi. akhirnya anak-anak itu terperangkap di salah satu pojok.. : Berarti kita bisa makan sama-sama sebungkus nasi kuah sayur dong .215 Lagu Pengamen Mondar-mandir di sela-sela mobil nyanyi-nyanyi sampai suaraku sember hilir-mudik di antara rumah makan senyam-senyum sampai bibirku dower andai saja kupunya rumah mobil juga ku tak akan sengsara andai saja kudapat hasil berjuta-juta pasti aku traktir semua ( kepada penonton ) mau.. Eh. Setelah kejar-kejaran. Tiba-tiba dua orang petugas datang dari sebuah sisi panggung. mimpi dulu. sudah ! Eh. tadi malam aku bermimpi kejatuhan durian ! : Benjol dong kepalamu. mau. bergegas sambil meniup peluitnya. aku hitung dulu. Wo. Wo. mau ... penghasilan mereka ) Iwo Atet Iwo Kemal Iwo Kemal Atet : Eh. Kemal : Dapat berapa kita hari ini ? Atet : Sebentar. Iwo + Kemal : Berapa ?! Atet Kemal : Tiga ribu dua ratus rupiah. .mimpi melulu deh ! : Memangnya kenapa kalo aku mimpi ketiban durian ?! : Kita jadi kebelet pingin durian dong ! Ah. Mal. ( Menghitung uang recehan. lumayan juga penghasilan kita hari ini. bego kamu ! : Iya.

. : Kalian dilarang tahu !! : Maaf pak.. buta pada apa ?! Sudah sering aku lihat genjrang-genjreng di sekitar ngamen di sekitar tempat ini. Abdul duduk di belakang meja. eh. sungguh bukan kami . sementara berdiri mondar-mandir pentungan karet di tangannya. mau lari kemana kalian. kalian kira kita berdua kalian sini . yang jelas malam ini kalian bertiga yang kami tangkap. apa salah kami ?! Nasir Iwo Abdul Kemal Nasir Atet Abdul : Sudah sering dikasih tahu masih bandel juga. kami tidak tahu.!! Bertiga : Tapi pak. Kemal dan Atet duduk di Nasir bangku panjang.. pak ! : Dasar anak brekele. bukan kami. Ayo cepat. kami bener-bener tidak tahu.. memangnya kalian mau jadi jagoan ya ?! : Ampun pak. Ketiga anak itu digiring oleh petugas. pak ! : Pokoknya aku tidak mau tahu. Sekarang.. kami sungguh tidak mengerti.216 Abdul : Eh. Iwo. ayo ikut ke kantor.. eh.. Baru pertama kali ini kita bertiga ngamen disini ! : Baru pertama-baru pertama. mereka semua keluar. Iwo Nasir : Barangkali bukan kami. kamu . hah ?! Bertiga : Maaf pak. cepat . cepat. dua petugas. . dengan Abdul dan Nasir mendampingi mereka.. Babak dua Keesokan harinya di kantor petugas. : Betul pak.

harap segera datang keruangan saya ! Abdul : Siap. aku sedang bingung nih. komandan Abdul mengangkatnya. Komandan: Dul. ( Hendak berbalik. aku juga minta seorang telpon. tadi pagi dia meninggal. Berisik semua. : Baik komandan. hari ini kalian bertiga akan dibebaskan. jangan sekali-sekali kulihat lagi kalian empet ngamen matanya di tempat itu lagi. komandan. bagaimana kalau . Tapi dasar apes. eh. Dan kami ingin sedikit ada perayaan di rumah.. tiba-tiba Komandan: Atau. ‘dan ! anakku yang nomor dua akan berulang tahun. Selain makan-makan ala kadarnya. yang ada di ruangan itu juga. pak ! Tiba-tiba terdengar kemejanya. Tapi ingat.217 Nasir : Nah. komandan ! : Terima kasih. Hari ini telepon suara berdering. Komandan: Begini Dul. karena dia ingin mengundang beberapa temannya. Nah. Komandan: Duduklah.. bapaknya mencari Abdul Abdul pemusik. nggak ?! Bertiga : Ngerti bang. katanya gantinya organ nggak ?! bisa aku tunggal tampil jadi kamu untuk karena bingung punya memeriahkannya. menghadap memanggilnya Kira-kira kenalan yang bisa nyanyi nggak ?! : Kenalan ? Rasanya nggak ada komandan. tolong cari tahu deh ! ingat sesuatu ) Maaf komandan. di atas level yang agak ditinggikan ) Abdul Abdul : Siap. tahu !! Bapak pejabat yang rumahnya dekat situ ngeliatin kamu-kamu ngerti. ( pergi ke meja komandan.

Komandan: Kalau begitu mari kita temui mereka. boleh juga. Dimana mereka ? ruangan sebelah. kalau komandan anggap layak. Nah. selamat pagi komandan ! Komandan: Pagi. tapi sebelumnya aku ingin mendengarkan dulu. Tapi apa mereka utuh ?! Abdul : Oh ya. kita tampilkan mereka di rumah komandan. yang utuh tentu saja. kan di jalan mereka nggak pernah nyanyi . komandan ! : Di depan rumah boss. ( mereka berdua pergi ke ruang sebelah ). aku butuh penyanyi untuk ulang Komandan: Terima kasih. semua baik-baik saja Sir ? Nasir : Baik. sama Abdul. Begini Sir. begitu. tadi aku sudah cerita tahun anakku Ria nanti malam. komandan. Komandan: Abdul : Wah. mereka bisa bernyanyi hanya dengan bisa baik ?! Jangan-jangan Komandan: Kamu menangkapnya di mana ? Komandan: Oh. Ehm. Nasir : Siap.218 pengamen yang kami tangkap tadi malam saja kita suruh tampil di rumah komandan ?! Komandan: Pengamen ?! Abdul Abdul : Iya. komandan ?! Komandan: Maksud kamu ? Abdul : Ya. Tidak sia-sia ku manggil kamu kemari. ya ?! Tapi bagaimana kalau kita test saja mereka. Aku ingin anakanak ini bisa tampil. komandan. Di bagus juga ide kamu. mereka menyanyikan sebuah lagu nyanyi sepotong-sepotong saja. kita suruh mereka menyanyikan sebuah lagu. Sedang diberi pengarahan oleh Nasir. komandan.

ya. kan nggak boleh katanya. . : Bagaimana kalau lagu plesetannya kang Harry itu : tentu saja kalau Ayo. diminta tampil. pak. hadapan dan Kemal kawan. lagu apa saja. itu masuk kategori lagu protes. lagu ( menyebutkan sebuah judul lagu yang akan di tampilkan ) saja ! : Ya. yang Atet nih .. jangan Ayo nyanyikanlah lagu. : Oke. yang penting enak didengar sopan. lagu kita kalian untuk lulus test.. kalau begitu !! Pak. tapi kamu hafal nggak ?! : Hafal dong . Mereka bertiga mulai menyanyikan sebuah lagu : Iya. nyanyikan sebuah kalau macam-macam !! Baik.. mendekati para pengamen )... Iwo Nasir : Ya. itu saru . lagu itu aja. tapi lagu apa ? : Lagu Judul-judulan aja ?! : Jangan. : Kalau begitu. ( yang judulnya sudah disebutkan diatas ) yang sesuai dengan situasi serta kondisi di tempat pementasan. mulailah. betul ! : Tapi. kalian betul-betul mendapat kesempatan tampil bagus Kalian wah diminta dalam acara ulang tahun anaknya bapak komandan.219 Nasir : Siap. kesempatan komandan. komandan ! beruntung. kami siap pak ! : ( setelah mohon persetujuan komandan ) Baik. Iwo Kemal Iwo Atet ? Iwo Kemal Iwo Kemal Atet Nasir : Jangan. Kalian bertiga. protes-protesan. di sebuah awas lagu Sekarang kalian diminta bernyanyi : Kami bagus kalian kali ( terus bertiga ini..

man !! : Asyiikkkk !!! bersiap-siaplah kalian. Abdul : Ya. Dan anak-anak itu juga nyanyinya nggak malu-maluin. molor komandan ) nggak bakalan. makanannya enak-enak dan melimpah. Abdul dan Nasir bertepuk tangan. Sampai semua terpikat terkagum-kagum dibuatnya. yang walau hadir peralatan mereka dan sederhana. kompak tapi dan apik deh. kira-kira komandan datang nggak hari ini ?! : Aku sang jamin. Dul ?! . Biar kostumnya nanti diatur oleh Abdul dan Nasir. betah aku jadinya. Paling-paling ( dia sedang kecapaian ! Tiba-tiba masuk Komandan: Siapa yang kamu bilang molor. Ayo kita berangkat ( mereka keluar ) Komandan: Nah. wah. temantemannya si Ria juga cantik-cantik dan seksiseksi.220 Selesai nyanyian. komandan. di kantor dua petugas. Abdul : Meriah banget pestanya si Ria tadi malam ya. sekarang Babak tiga Esok harinya. Komandan: Bagus. Nasir Abdul : Eh. Sir !! Nasir : Ya. Abdul dan Nasir ngobrol tentang pesta anak komandan mereka tadi malam. penampilan mereka tetap memikat. bagus !! Abdul Nasir : Dahsyat.

. tapi dimana mereka. karena ada urusan yang harus kubereskan dulu. pada menanyakan sekarang Abdul menemukan tolong minta kalian berdua untuk menemui mereka. Komandan: . Nah.221 Abdul : Eh.. Abdul + Nasir Abdul + Nasir Abdul : Baik.. memuji aku dimana mau Malahan Banyak aku tamu-tamuku banyak yang Dan mereka. komandan !! ( Komandan keluar ) Komandan: Tolong sampaikan kepada mereka sekarang juga ! : Sir. Jadinya belum sempat mengucapkan terima kasih. : Ya. saya juga mengira mereka telah mempermalukan komandan di depan para undangan komandan. aku pulang dulu.. Kalian salah sangka. komandan ?! Tidak. aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasihku pada mereka.tentu mereka kecapaian. ya ?! Nasir Abdul Nasir : Kurang tahu. diantaranya mereka. komandan ! : Siap. itu komandan. Komandan: Oh. : Mereka disuruh tampil lagi. Abdul Nasir : Oh. Tolong sampaikan ini kepada mereka. komandan. anak-anak itu . Karena mereka telah tampil dengan baik dan dapat menghibur tamutamuku. ayo kita berangkat . yang tidak-tidak. : Apa mereka sudah nyolong sesuatu dari rumah Komandan: Dimana kira-kira aku bisa menemukan mereka ?! komandan ?! : Betul komandan. Komandan: Oh ya. tidak. ehm . berkaitan dengan pesta tadi malam. apa mereka sudah berlaku kurang senonoh di pesta tadi malam ?! Komandan: Tidak. Tadi malam aku tidak melihat mereka pulang. saya kira mereka tak tahu diri dan berbuat kacau. ( Menyerahkan amplop ).

222 Nasir : Ayo !!! ( mereka berdua keluar ) Babak tiga Sepotong trotoar di sebuah jalan.. Dasar apa tuh . ayo ....... di sebuah kota. nah kalau lagi nggak dicari. si janda bahenol . Nasir . Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir : Sir. : Dasar buaya kamu. lumayan capek nih. kemana perginya anak-anak brekele itu... : Ya. Terlihat keringat mulai menitik di dahi mereka. kearah mana kita harus mencari mereka. ( mereka berjalan sebentar ) Wah. : Tapi ya ?! : He-eh.. bertugas harus bertugas tak boleh karena terpaksa bertugas tentu saja suka atau tak suka ... malah ngibing di depan mata. karena mentari mulai meninggi.. kakiku juga mulai pegel nih. Sambil berjalan mereka mendendangkan potongan lagu. Abdul : Mengamen jangan mengamen kalau tak pada tempatnya mengamen boleh saja asal dibagi dua .. Iwo dan Kemal. kata kamu ?! Abdul : Brekele . Abdul dan Nasir berjalan mencari Atet. kalau dicari menghilang bagai setan. ya ?! : Kesana !! : Kenapa kesana ? : Karena disana ada warungnya si Mawar.. : Huusss . eh.

isinya duit Dul !! : Berapa banyak ? ( Nasir menghitung ) : Dua ratus ribu !! : Dua ratus ribu ?! Wah banyak juga. ya ! : Iya. kita kita Nasir Abdul hanya meminjamnya. kemudian buruan ! ( Nasir dia mengambil mengambil satu 50 lembar 50 ribuan. ya. Tapi. nih !! : Boleh juga ide kamu. Apa ya. : Bagaimana kalau kita meminjamnya sedikit untuk sarapan ? : Meminjam bagaimana maksud kamu ? : Ya. dengan malu-malu ribuan satu lagi untuk dirinya ) buruan buka. ini amanat tahu !! : Eeeh. apa ya isi amplop itu ?! : Maksud kamu ? : Iya. : Tapi dosanya kita bagi dua. : Huss. buruan ah ! ( Nasir mengeluarkan dan membuka amplop ). : Iya. brekele . aku kan cuma pengen tahu isinya doang. Nanti kalau kita ada rezeki kembaliin mereka.. kira-kira isinya ? : Makanya. kepada Ya. : Duit. biar kita tidak . hitung-hitung Anu. : Tapi ngomong-ngomong. ya ?! : Dosa-dosa.223 Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul : Ya... segera dirampas oleh Abdul.. dosanya kita bagi dua. amplop yang diberikan komandan untuk anakanak itu. banyak . ngomong perutku sudah keroncongan. penasaran. ya ?! : Dosa-dosa. ngomongongkos pengantaran. kita kan tidak mencuri atau merampoknya.

. hai . Tapi sekarang sih sudah lega. : Bapak komandan ingin menyampaikan ucapan terima kasih kalian terhibur. Iwo sudah datang.. terus dikejar oleh kedua petugas. atet dan Kemal lari. Kedua petugas itu buru-buru menyelipkan uang kutipan serta amplop itu kedalam kantung baju mereka. Sir. Bagaimana kalau kita tunggu Kemal dulu. ( Nasir Karena berkat penampilan menjadi terus dengan yang bagus. tunggu dulu !! Kami datang bukan mau menangkap kalian . ya ?! : ( Mengeluarkan isi amplop ) Seratus ribu . kita berangkat ?! amat ! Eh. bengong.. sebentar lagi pasti dia datang. aku kebelet tadi. kamu !! ( mendengar teriakan itu. ala kadarnya. bagaimana ?! ( Iwo masuk ) Tuh. Sementara Atet dan Kemal seperti percaya kenyataan yang mereka hadapi ) Kemal Atet Kemal : Duit ?! Wah. Mereka lari keliling panggung ) Abdul : Tunggu.224 Kemudian. mau ngapain dong ?! : Mau ngasihin uang !! : Ngasih uang buat apa ? ( mereka berhenti berkejaran ) : Kamu aja yang ngejelasin. perutku . Nanti kita sarapannya samasama. Iwo : Maaf friends. : Banyak pinjam nih !! Atet : Tapi ini amanat buat kita bertiga. Nasir : Itu mereka.. berapa banyak isinya. masuk Atet dan Kemal sambil berdendang. tamu-tamunya amplop menyerahkan nggak keluar bersama Abdul.. Atet Nasir Kemal Abdul Nasir : Terus. buat Tet bagaimana kalau kita lapar sedikit sarapan.

.. Atet + Kemal Padang yang di belokan jalan itu. setuju . Atet + Kemal : Let’s go . Mei 2004. tadi petugas yang menangkap kita kemarin datang kemari.. Komandannya menitipkan duit buat kita .. . Kita pesan nasi kapau dengan ayam bakar bumbu balado yang lezat itu. ya ?! : Ya !! sekarang mari kita pergi kerumah makan : Nah. ( mereka berjalan berputarputar sambil bernyanyi ) Lagu Symphoni Anak Jalanan Kucoba-coba menapis madu madu kutapis sengat kudapat kucoba-coba menulis lagu lagu kutulis uang kudapat Jamane-jamane jaman edan asyik jadi anak jalanan walaupun susah mencari makan namun tak pernah menjadi beban Sungguh enak anak-anak jalanan anak jalanan banyak kawannya walau disaku uang tak ada tetap berdendang tertawa-tawa Selesai Parakan Resik. ini uangnya. Iwo Kemal Atet Iwo Iwo : Duit. ( menyerahkan amplop ). berapa banyak ?! : Seratus ribu.225 Atet : Wo. : Nah.. : Baik juga hati komandan itu..

Parakan Resik No. 14 Bandung : (022) 7501232 . : IGN. Arya Sanjaya : Jl.226 BIODATA PENULIS : NAMA ALAMAT Telp.

cinta jauh dimata “AkulahKamelia yang terbiar disangkar kerinduan yang membakar” Naskah oleh : Tri Aamalia Lestari .227 Syair Kamelia pp Nasib bunga diperantauan Bertaut asa menyulam duka Adat dan budaya dijunjung tinggi Sopan dan santun Telah dijaga.kenapadaku Yang durjana ? Kasih entah kemana.

Para penduduknya senang bersenda gurau. bile kite juge tak sopan. tetapi bukan bemakne abang mesti betengka dengan orang-orang sini. Kau tu . ” Samsul : “ Eh Kamelia sini abang nak cakap. ” Kamelia : “ Abang-abang. bile persatuan bangsa ini taka ade. Setelah suasana kembali sepi. Betawi ataupun Sunde. itulah yang buat mereke meradang. terdapat sebuah kampung bernama kampung melayu. iye kan ? Sudah berape kali abang mace mini. suke sangatlah abang betengka. Tapi asal kau tau Kamelia. Orang takkan hormat kite atau anggap kite ni terhormat. Disana terdapat komunitas kecil daripada orang-orang melayu yang merantau.ha…. Kamelia yakin pasti abang yang belagak. Samsul : “Cakap kau macam ceramah kopral aje. Melayu. kite ni orang Melayu yang terkenal jago dan terhormat jadi pantanglah bagi abang dikalahkan same orang-orang Jawe yang ilmunya tak cukup ( sambil menunjukkan kelingking ) pantang dek abang cume nak tunjuk meski kite ni tinggal di negeri orang tapi kite ni tetap orang Melayu yang hebat dan pantang menyerah. jadi betul abang betengka lagi dengan orang-orang Jawe tu.” : “ Abang dengalah cakap Kamelia kali ni aje. : “ Bukannye abang yang nak betengka. Kamelia Samsul : “ Abang ade apeni bang… ? Uww… pastilah abang betengka lagi.tak jera ke ? ” ( sambil mengobati luka-luka Samsul ). I Disuatu tempat kecil di Batavia. Kamelia sedang menyapu halaman lalu lewatlah beberapa orang pemuda yang menyapa Kamelia dengan lirikan dan siulan.228 BAG. Ha…. Sebut aje pengase jagad raye. janganlah abang betengka lagi. Kamelia meneruskan pekerjaannya di teras. nanti orang kate bunge dese yang parasnye bak rembulan tu da redup. mereke semue tu saudare kite. Tercipta suasana kampung yang asri seperti di kota melayu layaknya. ” Samsil Kamelia : “ Hei kenape ni adek abang jadi marah-marah. satu due kali pukul tunggang langgang lah mereke lari. soal kecillah tu. abang dihantam oleh tujuh orang Jawe tu. ini negri orang janganlah suke mengacau. negri kite kan hanco. teruklah badan ! Kenapelah abang ni. Kemudian disusul teman-teman dan tetangga Kamelia. nak menyaingi Tuhan ke ? kite ni duduk dekat perantauan bang. saling memberi nasehat dengan bersenandung dan menari bersama. sudahlah yang penting abang kau ni selamat. Di depan halaman rumah. abang tau sendiri kite ni masih dijajah Belanda. Alamakjang……hari ini tujuh orang besuk sepuluh orang besok lagi satu kampunglah nak pukul abang. Dari kejauhan datang Samsul dengan luka-luka di tubuhnya. Entah tu orang Jawe. mesti boleh jage diri dan adapt. merekelah yang berani-berani nak tantang abang jadi ye abang terime aje. abang babak belo macam ni bukannye kalah. Buruklah orang tengok. cume itukan yang kau risaukan. Kite cume hidup bedue. Merekapun saling menyapa bersenda gurau penuh keramahan. sesekali menyeru gadis desa itu. Bukankah semestinye bangsa yang beragam ini menjadi satu buat menghadapi Belande.” Kamelia : “ Abang cakap macam cume abang yang paling terhormat dimuke bumi ni. hargailah prajurit yang susah payah beradu di medan perang ”.

. Kamelia cume punye abang kalau abang terluke atau terbunuh siape nak tolong Kamelia ni ? ” BAG. Sebenta ye abang nak ke belakang. janganlah abang betengka lagi. Kamelia : “ Hai Midah ade ape ni kau cari aku. ( terpotong karena terkesima melihat Samsul yang ada disebelah Kamelia ).229 taulah alasan sebenarnye. Bang Samsul die ni kawan Kamelia. jadi enggak bakalan deh kehabisan kalau abang pesan semur jengkol ama aye . Mereke pikir kau ni emas ape ? aku tak terime orang-orang Jawe tu perlakukan kau mom tu dan aku juge…. namenye Hamidah orang Betawi asli.. Owwh aku pahamlah ( sambil berbisik )..abang betengka ni kerne abang tak suke dengar mereke betaruh demi merebutkan kau. Tapi abang betul-betul sukelah dengan semur jengkol Midah tu. ” Hamidah : ( Tersenyum salah tingkah sambil mencubit Kamelia lalu mengulurkan tangan pada Samsul dan disambut hangat pula ) “ Ngomong-ngomong abang suka semur jengkol juga ye ? Duh… aye jadi semangat ni masak. bukannya ape-ape bang. Abang nak saran supaye Midah tu buke kedai aje.. Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia : : : : “ Kamelia…! Kamelia…! ” “ Hamidah kenape kau ni ? Ade ape ? ” “ Ini aku…. cakap-cakap lah kalian dulu ”. II Disela pembicaraan Hamidah datang sambil berlari kecil. Dia abangmu ? ( sambil berbisik dan tersenyum malu ). ancing aye punya kebun jengkol sebelas hektar bang. “ Betul kenape ?. Kalau perlu Midah anterin setiap hari kalau abang demen mah ? ” Samsul : “ Ah tak payahlah nanti buat susah Midah. ade laying ke untuk aku ? ” . ” Kamelia : “ abang sekali lagi Kamelia cakap. die ni jugelah yang kerap beri semur jengkol kesukaan abang tu.

barangkali… he… he…” Samsul Kamelia : : “ Ye tak ape-apelah kalau memang macam tu. tapi Kamelia tak usah gundah dan gelisah sekarang kanda sudah sehat dan . Amin. Satrio ). tadi cakap masih betah ”. Assalamualaikum ”. Apa kabarmu adinda ? Kanda harap dinda selalu dalam perlindungan-Nya. beneran deh bang. ntar dicariin enyak lagi. tau aje aye bawa beginian ( menyerahkan surat ). macam manelah Midah tu. waktu abang lu berkelahi dipasar sama Jarwo. sehingga kita kalah dan kandapun ikut terluka. Kamelia Samsul Hamidah Kamelia Hamidah : : : : : “ Oww….230 Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Samsul Kamelia Hamidah Samsul : : : : : : : : : : : : “ Kinclong juga otak lu. Maaf apabila telah lama menanti datangnya kabar dari kanda. malu lah aku ditengokkan engkau. kalau gitu aye jadi pulang deh. kenapa nggak kemarenkemaren lu kenalin ke gue ? Heh dengar kagak sih ! ” “ Iye…. ” “ Uww…. tak taulah Midah ni katenye nak balek ( Midah mencubit Kamelia ) Auww…. “ Ah tak ade ape-ape lah bang. engkau abang tinggal tinggal dulu ye dengan Midah ” ( wajah Midah langsung kaget ).janganlah dulu terburu-buru nak balek. aku nak bace laying sorang aje. sekarang ni aku nak bace layang. Oh iye Kamelia abang nak keluar sebenta. aye masih betah disini. “ Kagak kog bang. baru aja gue kasih surat diusir ! ”. ” “ De ile keterlaluan banget lu jadi temen. Kan mumpung ada yang nemenin aye. “ Eee… ke sungai ye bang ye.. mendingan aye pulang aje deh. ” “ Iye. Kabar kanda pun baik-baik disini. Sayangnya pasukan kita sedikit. Kepada pujaan hatiku Kamelia. ” “ Hem…hem… “ ( keluar dari pintu dan mengejutkan Kamelia dan Midah ). tapi aye kan belum tau ntu abang lu. Eh abang lu cakep juga ye ? Kenapa nggak lu kenalin dari kemaren-kemaren ”. Macam manelah Midah ni. “ Terime kasih ye Midah tak percume lah aku ni punye anak tukang pos. Berperang melawan Belanda. ” “ Ape cakap kau lah Midah. jage rumah baek-baek ye Kamelia. “ Bukannye macam tu... tapi nak kemane kea bang ni ? ” “ Abang nak mandi ke sungai sebenta ”. baru saja minggu lalu kanda pergi lagi ke medan pertempuran. Saat ini kanda masih berada di kampung. pergilah kau balek dulu nona manis. nanti aje kalau rase masih betah. “ Setelah aye pikir-pikir. “ Waalaikumsalam ( menggerutu sambil membuka surat ). nanti deh Midah kenalin sekalian abang ama enyak babe aye…. ” “ Eh non ( menepuk bahu Kamelia ) aye ngomong abang lu.iye kalau takdir nak temukan kalian sekarang tak ape lah kan ”. Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi kanda yang tidak memungkinkan dapat memberi balasan kabar untuk Kamelia.sakit tu ” ( Kamelia tertawa usil ). tapi syukurlah die juge pergi ” ( baca surat dr. Pan pas tuh jalan mau ke sungai leat juga rumah aye. “ Gue sih sebenarnya udah sekali ngeliat abang lu.

Percayalah kanda begitu amat sangat merindukan Kamelia. Kamelia duduk seorang diri menanti kekasihnya akan datang. Kiranya sekian kabar dari kanda. kanda ingin Kamelia datang dengan sematan bunga dahlia di sanggulmu. lalu ia bergumam. Puas sudah menunggu malampun semakin larut. Sekian menit. ( Sejenak termangu dan menggenggam surat dari satria. Seandainya Kamelia tahu teramat dalam kerinduan kanda padamu pukaan hatiku. Betulkah kanda akan datang ? Bukannye aku ragu. . Kamelia kan tetap menanti.kanda diperbolehkan pulang sebentar. aku ni cume cemburu dengan purname yang bersinar tu. Mungkin karena kekuatan cinta kita yang membuat kanda terus bertahan dan berjuang. ada kabar baik untuk kita berdua. Dimane ke kanda saat ni.231 bisa membalas suratmu. Ada satu permintaan kanda. lalu dia bersenandung ). tapi ternyata hanyalah orang-orang yang lewat disana. Kanda harap Kamelia dapat menanti kanda pada malambulan purnama di bulan Agustus di taman tepi utan. Satria ( Kamelia merasa sangat bahagia demi mendengar kekasihnya datang ) BAG. Tapi …. Kamelia : “ Kanda…. meskipun bunge dahlia ni layu. ( sebentar mendekapsurat lalu membaca lagi ) Oh ya Kamelia. Kanda akan datang padamu tentulah dengan membawa sekantong hati untuk Kamelia. sesekali ia mengira yang datang adalah kekasihnya. ade ape lah dengan kanda. Parasmu bak purnama bersinar selalu kanda kenang dan terngiang-ngiang diingatan serta meracuni seluruh nadi ini. sekian jam dinanti tak kunjung datang. III Di suatu taman di bulan purnama. Wassalam. Ingatlah sebentar lagi kita kan bersua. ade sesuatu ke yang menimpe atau kanda lupe dengan janji kite ? ( mengambil selipan bunga dahlia di sanggul ). Kekasihmu.

... apa kau lupa ?! ” Samsul : “ Tak payah banyak cakap kau Jarwo.ha. ” Pemuda 2: “ O. lagi kesepian ya… boleh dong kita temenin ” ( mencolek badan Kamelia ).inikan adeknya Samsul to ? Anak kampung Melayu. kang.he. piye ? Tapi…sik tak colek sithik. ” Pemuda 1: “He…he…he. Pemuda 1: “ Mau kemana nona manis… kok sendirian malam-malam begini ?” Pemuda 2: “ Iya. ojo nesu mbak…nanti elek lho . hati-hati kowe ngerayu. ( akhirnya Kamelia pun beranjak pergi. Ayo No…arep melu nyolek ora ?” Kamelia : ( memukul tangan pemuda 2 tadi ) “ Jangan cobe-cobe nak pegang aku atau aku teriak ! ” pipi ). langkahi dulu mayatku. Kamelia : ( mulai sebal & setengah marah ) “ Hey janganlah kurang ajar kau ni ” mukane ” ( Menghalang-halangi Kamelia ) Pemuda 2: “ Lha…daripada nganggur mendingan jalan sama kangmas Jaduk dan mas Sugina ” ( mengerdipkan mata ) Pemuda 1: “ Duk.232 Sekarang Kamelia taulah kanda ni takkan datang.. Jarwo : “ Ada apa ini ? ” ( dua pemuda tadi langsung menghampiri Jarwo dan mengadu ). sudah bang berhenti !! Janganlah betengka bang…cukup…!! “ ( tak ada yang menghiraukan Kamelia ).he. lalu tiba-tiba datang Jarwo musuh Samsul )...mau berteriak katanya Duk. mumpung nggak ada Samsul. Percuma ha. : “ Kamelia cepat kau pergi dari tempat ni ! cepat.tapi nggak papa to kalau aku colek sedikit badannya. lawan aje aku ! Jangan salahkan aku bile kubuat habis kau malam ni juge ! ” ( akhirnya terjadilah perkelahian sengit antara Jarwo dan Samsul... Kamelia cume terbuai dengan rayuan kanda ”.ha. Samsul pun marah ). Aku juga masih ingat kekalahanmu kemaren.kayak Siti Nurhaliza he. ndak ada yang denger. Samsul memukul kita berdua padahal kami cuma mau nganter adeknya Pemuda 2: “ Mau panggil sopo ? Saiki wis gelap.begitu to ? Pantes kudengar dari jauh merdu buanget suaranya…. datang dua orang pemuda mencoba menggoda Kamelia ). belum lagi selangkah melangkah. Kamelia : ( mulai gelisah & mengelak ) “ Tolong…tolong…! Tolong saye…! ” ( tiba-tiba dari balik hutan Samsul datang dan melihat adeknya dipermainkan oleh dua pemuda tadi. Kamelia mencoba melerai mereka tapi percume )... Samsul : “ Hey awas kau ! lepaskan adekku atau kubuat mampus kau “ ( 2 pemuda tadi melepaskan tangan Kamelia tapi Samsul tetap menghajar dua orang tadi. ” ( mencolek Pemuda 1: “ Wuih…galak ! Masak begitu aja kok marah to mbak. Kamelia Samsul Kamelia : “ Abang.ha. ” Samsul Jarwo : “ Bangsat !!! cakap ape kau ni ?! Sini kan ku buat patah batang leher kalian semue ! ” : “ Samsul !!! Aku tahu kau hebat tapi kamu jangan berani-berani lawan anak buah Jarwo ! Kalau kau memang bernyali.! “ : “ Tapi bang… Kamelia tak mau tinggalkan abang…” Pemuda 1: “ Itu kang Jarwo.

tapi aku akan bales ini !! Cuih ” parah. marilah kite cepat balek kerumah aje ”. mampuslah kau Kamelia ! ” : “ Maafkan Kamelia bang. ” : “ Diamkau !!! ” ( setelah lama berkelahi akhirnya Samsul menang juga melawan Jarwo dan anak buahnya babak belur ) : “ Awas kau nanti. : “ Kemane aje kau ! Untung ade abang cube bile tak ade. Sekarang kau boleh menang. tak ade maksud Kamelia nak susahkan abang. ingat akan kubayar hutangku padamu. hanya menepi ). : “Ahh…sudahlah kite cakap dirumah aje ” ( Akhirnya mereka kembali pulang ke rumah ). justru sebaliknya akan kujadikan istri ketigaku. apalagi nak buat abang terok macam ni ”. Kamelia tak akan pergi bang ! ” : “ Terserah kau lah bile kau nak pilih mampus disini ! ” : “ Tenang Samsul…adekmu tidak akan kubunuh. ( Jarwo langsung lari ). IV .233 Samsul Kamelia Samsul Jarwo Samsul Jarwo Kamelia Samsul Kamelia Samsul : “ Bodoh !!! Nak mampus ke kau disini ? cepat pergi ! Dengarkan cakap abang ! cepat !” ( Kamelia tidak mau pergi. : ( mendekati dan menuntun Samsul ) “ Abang…abang tak ape-ape ? Luke abang tampak BAG. : “ Tidak.

. dieorang Jawe ”. Masih inget kea bang ? Die yang selamatkan Kamelia. disini ajelah ” . die tu orang baek bang. lepaskan hubungan kau tu. abang tak ndak kau dekat dengan orang Jawe manepun. die tak datang. : ( menunduk ) “ anu…hem… laki-laki bang ”. : “ Maafkan aku la… aku baru saje selesai menanak nasi. Jangan lah terburu-buru. : “ Belum siap ke kau Kamelia ? ”. Ape sebenernya yang kau sembunyikan dari abang ? kenape kau pergi tak cakap dulu dengan abang ?” Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia : “ Ehmm. Kamelia Dahlia Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Dahlia : “ Eh Nur. tak macam orang-orang Jawe tadi. emm sebetulnya Kamelia… tadi sedang nantikan seseorang ”. Die seorang prajurit yang saat ini ade di medan perang melawan penjajah. V Kamelia menyalakan lentera diteras rumah. ustadz sudah menanti ”. : “ Tapi bang… Satrio bukan orang yang macam abang bayangkan. entah ape yang timpe kau sekarang ni.. kami cume buat janji nak jumpe sebenta disane “. : “ Owhh.. masuklah tak sopan orang orang tengok tamu duduk diluar malam-malam macam ni. kawan kite satu tu belum datang ” : “ Kite tunggu aje lah dulu ye ” ( Dahlia dan Nurul duduk di teras ). : “ Abang diracun kepicikan akal dan otak yang kotor ! Kamelia ni tak sedang betaruh asal muasal tapi betaruh cinte bang…” : ( ingin memukul Kamelia lalu diurungkan ) “ Tau ape kau soal cinte hah !!!!”.. Pokoknye abang tak nak tau. namenye Satrio. : “ Seseorang. Dahlia. Dulu kami jumpe ketike kite datang pertame kali di pulau seribu... lagipun Hamidah belum datang ” : “ Oh iye ye. : “ Ape ? jadi kau tadi jumpe dengan laki-laki dan abang tak tau ?! ”. : “ Anu… hmm. : ( masuk kedalam rumah sambil menangis ) : ( Lalu Samsul pun menyusul masuk tanpa rasa bersalah ) ape maksud kau ni ? Laki-laki atau perempuan ? !” BAG.234 Didepan teras Kamelia mengobati luka Samsul. abang dah muak !!!! ”. ketike Kamelia jatuh di pangkalan. : “ Kamelia tak jumpelah dengan Satrio. mari masuk ” : “ Ah tak ape ape. : “ Marilah kite pergi. : “ Eiyy… ngape ni kalian duduk diluar. Kamelia sudah berape kali abang cakap. ingat kan bang ? ” Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul : ( Sedikit berfikir ) “ Tak ” !!. janganlah sekali kali dekat dengan orang-orang Jawe macam mereke tu ! ” ( memukul meja ).. beberapa saat kemudian Dahlia dan Nurul datang. Samsul : “ Aku heranlah dengan kau ini Kamelia. : “ Orang Jawe !!! Kamelia. ah ! abang tak tau lah. sudah tibe rupanye ”. Orang mane ?!!!.? Seseorang ( penasaran ).

Ade abang..ha…. malu tambah eloklah wajah kau tu ” : “ Ih… abang. jadi ya aye pikir mendingan aye nengok sekalian gitu. nanti abang bise minte terus. hmm ( mengagetkan Midah ). kau punye banyak sulaman ke ? ” : “ Oh iye tentu. ). aku setujulah tu ” : “ Ah kalian ni bise aje. : “ Kite ni dah lame nanti. mari masuk. biar kukasih tunjuk ” ( Mereka bertiga masuk kedalam lalu Samsul berselisih sebentar keluar sambil membawa ayam ) : “ Eh ade tamu kirenye.. kagak ape-ape bang aye ikhlas kok. : “ Hamidah………? “ : “ Iye bang……… ” : “ Midah……. marilah masuk ” ( diteras Samsul menaruh ayam itu dalam kurunannya. marilah masuk ke dalam.? ” : “ Kenape bang…………. jaranglah ade gadis macam kau ni “ : “ Duh… abang jangan bikin jantung aye berdebar-debar. Aye kesini sekalian mau ngasih ini bang…. bekenalan dengan orang sebaik Midah ni “ : “ Hamidah abang nak…… ” : “ Iye… bang… ” ( geer ). ” : “ Ehmm…. aye pan malu bang… ” ( menyenggol lagi ). " : “ Iye bang… bentar. Kamelia dan kawan-kawan Midah sudah tunggukan Midah. : “ Ah abang bise aje. ” : “ Kau pandai betulah memasak. mane tau ade yang aku suke… boleh lah juge bile aku nak beli. payahlah Midah jadinye ” : “ Ah… abang bise aje. ayekan kagak enak hati bang ” ( menyenggol Samsul ) : “ Eh abang ni sungguh-sungguh ”. ( mencubit Samsul ) genit deh ! ngapa kagak dari dulu abang ngomong kayak gini… jadi pan kagak ade penyesalan diantara kite berdue bang ”. ” : “ Bawe ape kau tu Midah ? ” : “ Oh…… ini sayur jengkol buat abang elu. banyak luka-lukanya. ( memberi rantangannya ) sayur jengkol kesukaan abang he… he…...235 Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Samsul : “ Oh ye Kamelie. kebetulan deh abang disini. bener deh……. Eh Midah sudah datang rupanye “ ( sambil tertawa kecil ). tak ape-ape lah Midah. aye mau ” : “ Owwwh… Midah.“ : “ Betulkah ??? Terime kasih banyak ye Midah. : “ Eh…. Ye tak Dahlia ? ” : “ Iye. : “ Malu macam mane ni ? kau ni bile. kite sangke Midah tak ngaji… tapi taunye…? ” ( ha…. abang kire gadis manelah tadi. Tapi bener deh…. katanya pan kemarin habis sakit. ye bang ye…. : “ Eh kalian udah disini ya…. iye tak Kamelia ? ” Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Kamelia Dahlia Hamidah Kamelia Hamidah Nurul . ” : “ Ade juge.? ” : ( berbisik ) “ Kawanmu dah diluar……….. Kagak ade ape-ape sama kite berdue. sesaat kemudian Hamidah datang membawa rantang sambil tersenyum malu ). tapi tak payah lah kerap betul beri abang semur jengkol. banyaklah aku punye ” : “ Boleh ke kami nak tengok sebenta. : “ Kenape pulelah harus menyesal.

Tapi kau tau kan. marilah tak payah dibahas lagi ” ( mereka pun akhirnya pergi ). yang lebih parah lagi aku tak jumpe dengan Satria.? ( dipukul Nurul ) au… pakai acara ngasih semur jengkol lagi …. apalagi kalau gratis…… hee….. sakit dan letih. Ah tak taulah aku.. tentulah kau tau sendiri gimane lelaki buat bahagia dirinya ” : “ Maksud elu. die tak punye maksud nak takutkan engkau. iye tak ? ” : “ Janganlah kau takuti aku macam tu ” : “ Betullah cakap Nurul tu. mungkin…. aku tak tau lah ! Tapi sampai kapanpun aku nak nantikan die ” : “ Memang payah punye pacar prajurit perang. ! iye betul. tapi emang kagak naksir elu. yang penting bagi mereke tu… bagaimane buat mereke bahagai dir mereke sorang dan melepas rase tegang yang ade. Lupa apa ye….. : “ Owwh macam tu masalahnye. cume wanitelah yang bise buat mereke rase bahagia.. tapi di tengah kampung yang sepi itu. emang ngapa sih abang lu pake marah segale ? ” : “ Taulah aku. Ups ( Kamelia mendekap mulut Hamidah ) kenape…… ? “ : “ Jangan keras-keras. meradanglah die ” : “ Ye…. Die…. kehidupan orang di medan perang tu kejam. tapi tak itu aje. kapanlah kite jadi pergi. yang ade cume ketahuan bahwa aku ni punye pacar orang Jawe ”. he…. ” : “ Dahlia janganlah cakap macam tu. Kadang mereke rase lapar. Nurul dan Dahlia : “ Iye bang ” ( Samsulpun masuk kedalam ). cari cewek gituan ? ” : “ Iye bukannye saat-saat tu. cume saje die beri gambaran kenyataan. nanti dengaran oleh abang aku. lagian pan dulu elu yang ngejar-ngejar die. lalu cari gadis dese lah die disane. mungkin aje die rase kesepian. Diam ! diam…. hingge mereke pun tak bise bepikir jernih lagi. ha…… ” : “ Hey kenape kau ni ketawe ?! ” : “ Pacarmu dulu tu bukan ngkhianatin elu. kenape die tak datang ? ” : “ Itu die masalahnye ( menunduk )….. pasti kau dilarang pacaran ye ? ” : “ Ssst…. Kamelia. Gimane kemarin. jadi kagak ketemuan ame Satria…. hati-hati ye di jalan ” : “ Eh……. Midah. Kamelia…. Satria tak mungkin buat laku macam yang kau cakap ” : “ Terserah kaulah Kamelia nak pecaya atau tak. Nurul Kamelia Dahlia Hamidah Dahlia Kamelia Nurul Hamidah Nurul Hamidah Nurul Kamelia . tapi ade ape dengan Satria. iye betulah kite tau die beperang membele rakyat. he… he…” : “ Iye tapi kau kini juge macam itu kan ? ” : “ Sudah ! sudah ! kalau macam ni terus. gimana dulu aku dikhianati oleh prajurit perang brengsek tu ” : “ Ha…….236 Kamelia Samsul Hamidah Kameia Hamidah Nurul Kamelia Dahlia Kamelia : “ Iye betullah tu ” : “ Cakap ape kalian ni ? Sudahlah abang nak masuk dulu. Die dah lupe dengan aku atau ade cinte lain dihatinye. kenape die tak tepati janji..

ayo keluar ! keluar ! keluar ! “ : “ ( keluar sambil menggeliat ) Hay…...ayo keluar !! “ “ Iya…. jangan sok jago kau disini ! ” : “ Cakap ape kau ni….! ” .! hajar saja ! pukuli !! “ : ” “ Alamak jang…. alah…. Jarwo : “ Samsul. kamu yang sering membuat onar dimana-mana ! Orang perantauan yang tidak tahu sopan-santun ! ini tanah kami. sudah lama mereka marah padamu hanya saja mereka takut…. keluar kau….! ” : “ Hey…… Samsul kau jangan pura-pura tidak tahu ! semua warga disini sudah tau siapa kamu.! Mereka sudah muak melihat kau yang suka membuat onar dan menggoda gadis-gadis.. ganggu orang aje….. VI Pasukan Jarwo datang dengan teriakannya yang berapi-api sehingga mengundang tontonan warga sekitar.. Cakap ajelah kau nak bayar hutang kekalahan kau dulu “ ( dengan santai duduk diteras ) : “ Kau jangan sembarangan ! aku kesini mewakii seluruh warga disini yang ingin mengadili kamu ! kamu sudah sepantasnya mendapat hukuman karena telah mengganggu ketentraman warga disini ! kamu sudah jadi pengacau ! ” : “ Benar ! benar itu ! bakar saja rumahnya ! adili….! Ade ape ni kau teriak-teriak. Fitnah macam pule tu…… sejak kapan kau jadi jaksa Jarwo ? Pasukan Jarwo : Samsul Jarwo Samsul Jarwo Pasukan Jarwo Samsul Jarwo : “ Aku hanya mewakili mereka saja…. !! Samsul ayo keluar ! jangan bersembunyi saja !…….237 BAG.

…. Ayolah sayang kau mau kan denganku…. tapi bukan hanya itu alasanku menghilangkan nyawa abangmu dimuka bumi. semakin mundur ia melangkah hingga masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. tapi Jarwo mendobraknya dan masuk kedalam.. Jarwo Kamelia Jarwo : ( mengusir semua warga kecuali. ini hasilnya “ ( menunjuk mayat Samsul ).!!! ( Kamelia menangis seadanya ) ” : ( mencoba mendekap Kamelia lalu ditangkis ) “ Sudahlah…… Kamelia.. Ayo bubar semua ……. dia diperkosa oleh Jarwo dan pasukannya. !? ” : ( setelah menengok kanan kiri dan memastikan semua aman. Tinggalah Kamelia meratapi nasib yang akan mengubah seluruh hidupnya. apalagi setelah tau abangnya sudah tak bernyawa lagi.. : “ Dusta kau !!! abang aku tak suke buat ribut. Jarwo menganggukkan kepala dan yang lain ikut masuk kedalam ) “ Tapi jangan ribut…. Kau jangan pure-pure. tak pernah menggoda gadis-gadis. Setelah puas. aku terlanjur jatuh hati padamu Kamelia…. Iye kan ?! Permainan kau sungguh kotor Jarwo !!!! ” : “ Ha…….. Hasratku semakin panas…. Jarwo…… drame ape yang kau mainkan ni ? berape kau bayar orang-orang kau tu ??? kau memang pintar memutar balik fakta ! ” : “ Lihat dia ! ( mendekati warga sekitar ) dia pintar sekali bersilat lidah.! ” Malang nasib Kamelia. percuma kau berteriak wargapun tak akan datang menolongmu Kamelia ” “ Kang Jarwo…. merekapun juga memporak porandakan rumah Kamelia dan pergi menyisakan amarah dan dendam. dan…. Tenang masih ada aku……. sehingga orang-orang disini tak tahan lagi. Abang.abang Samsul !!!! bangun……. Kemudian Kamelia yang pulang dari pengajian sangatlah terkejut melihat abangnya yang tergeletak. itu karne kau dendam. mereka ketakutan. abangmu sudah tidak ada. Lalu tak cukup itu. pasukannya ) “…. Ha… pintar juga kau menebak manis. dari dalam rumahnya itu hanya terdengar teriakan berontak dan jerit tangis diiringi tawa puas birahi lelaki. kamu tahu apa kesalahan abangmu ? Dia tak sopan sebagai warga perantauan selalu berbuat onar dan suka menggoda gadis-gadis. kau sengaje kan nak buat macam ni.238 Samsul Jarwo : “ Jarwo…….? ( memegang tangan Kamelia ). bagi kang yo…. Jarwo Pasukan Jarwo: Jarwo : “ Ayo manis jangan takut. Jangan percaya dia ! sudah saatnya kalian terbebas dari ketakutan akan keonaran Samsul !!! ayo habisi dia….. . abangmu sudah tak bernyawa lagi. mereka keluar rumah dengan menyeret Kamelia keluar yang hanya berbalut selimut. Lebih dari itupun bisa…… bagaimana ? ” : ( memukul Jarwo ) “ Bangsat kau !!! kau apakan abang aku ?! Ape salah die hah ?!?? ” : “ Bukan aku…. Aku bisa jadi abangmu……. kami boleh ikut ngga !? iya nih… udah nggak tahan ! lumayan barang bagus.! Serang dia !!! ( berkelahi dengan Samsul dan disusul pukulan dari warga dan pasukan Jarwo ) mati kau Samsul !! habisi dia !! ” Setelah puas mereka memukuli Samsul yang sudah tergeletak tak berdaya. Abang…. Tapi kami semua warga disini.! ” : “ Abang…….. Setiap kali aku lihat wajahmu…. : ( Kamelia semakin gugup dan mundur perlahan ) “ Bajingan kau !!! pergi kau jangan dekat dengan aku !! ” ( melemparkan kayu ke badan Jarwo namun Jarwo semakin mendekat ) Kamelia Jarwo Kamelia Jarwo Kamelia Ketakutan Kamelia semakin menjadi-jadi diantara dan ketakutan. aku tau siape kau.

kanda sendiri ape kabar ? Ape ni kanda ?? luke… ?? Kanda terluke ?? ” ( meraba luke di tangan dan kepala Satria ) : “ Ya…gara-gara luka inilah. semue akan kuberi.239 BAG. sehingga tak mungkin untuk……. rasenye macam mimpi ” ( Kamelia lalu bernyanyi ) Satria Kamelia Satria Kamelia . ” : ( dari balik pohon Kamelia keluar dengan pakaian elok dan bunga dikepalanya ) “ Satria…. Bak syair pujangge. sudah lama wajah ini aku rindukan apa kabarmu adinda ? ” ( menggenggam tangan Kamelia ) : “ Kanda tengok sendiri kan ? Kamelia bahagia sangat. Ibarat bunge dahlia tak akan layu bile disiram cinte ”. VII Di taman tepi hutan yang rindang diperbatasan kampung datanglah seorang pemuda di remang purnama dengan balutan perban di tangankirinya dan sedikit memar di kepala. kanda berade disamping Kamelia. Andaipun kanda tak datang dan khianatkan Kamelia. Maafkan aku Kamelia. Belanda menyerbu camp kami. tapi Kamelia kan selalu nantikan kanda disini. sudikah kiranya kau memberikan maaf untukku ? ” ( sambil mengajak Kamelia duduk di bangku ). aku tidak bisa menepati janjiku dulu padamu. Senang sangatlah hati Kamelia. Sudahlah yang kanda selamat. : “ Jangankan maaf. Kamelia dimana kau. air terjun pun tak bise gantikan keindahan hati ni. ” : “ Ssstt…. Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia…. banyak yang meninggal dan terluka. pemuda itu memanggil-manggil Kamelia. dinda tau ketika kanda berangkat pulang kesini. Satria…. : “ Terima kasih kau baik sekali. Kamelia aku sudah datang Kamelia…. ” : “ Kamelia kau cantik sekali.

yakin. Kamelia anak kampung Melayu. dek mbiyen mase Samsul dikeroyok Jarwo karo kancakancane Jarwo nganti mati. ( sesaat melamun lalu melihat purnama ) :Kanda sekarang waktunye Kamelia harus pulang. abang Samsul pastilah marah bile die tau kite disini. siapa lagi. Pakailah kau pasti cocok. Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo : “ Satria !! kowe wis balik toh. Bejo kamu masih kayak dulu! ” “ Ngapa kowe mbengi-mbengi neng kene ? ” “ He… he… ( tertawa malu ). Pokokke ora ono sing gelem nampung Kamelia. “ : : “ Indah sangatlah kanda… ( melamun ) hanye sayangnye……. Rumahnya diobrak-abrik… pokokke wis hancur ! melasi banget. Mungkin dia takut pada abangnya ”.. ono sing omong strees…. Kamelia permisi ye kanda…. terus Kamelia di… di… ” : “ Di… diapakan Bejo… !? “ : “ Di…. Ndak mungkin ! Kamu pasti mau ngerjain aku.. wah curang kowe ora aweh kabar ndisik nek wis bali. ? apa maksud adinda ? ” : “ Ah tak ape ape.kancane kae “ ( takut dan gugup ) : “ Tidak……. Assalamualaikum ” ( Kamelia lalu pergi di balik hutan meninggalkan rasa heran pada Satria ) : “ Kamelia… Kamelia… ( melamun lalu duduk ) mengapa begitu cepat dia pergi ? ah…. preman pasar karo kanca . aku baru ketemu bojoku ” “ Bojo sing endi ? ” “ Kamu ini kayak ndak tau aja. lihatlah gelang ini sengaja aku beli dari pedagang gujarat. Kamelia ora dianggep maning nang kampung kiye. Seandainye kanda datang menepati janji pasti Kamelia tak akan sendiri ” : “ Kanda tidak mengerti apa maksud Kamelia ? ” : “ Ah sudahlah kanda tak payah dipikirkan. Diperkosa Jarwo. Kamelia tak sungguh-sungguh. jawab !! “ ( Satria mencekik leher Bejo ). Maaf Kamelia tak bise lagi temani kanda.. tapi Kamelia senang akhirnya kanda penuhi janji. ” : : : : : : : : : : : “ Bejo…. purname sudah tinggi ” : “ Kenapa tergesa-gesa adinda ? ” : “ Kamelia harus balek. “ “ Sayang…. : ( sambil kesakitan ) “ Wani disamber gledek ! swer ! Maning bar Kamelia diperkosa. Satria Kamelia Satria Beberapa saat kemudian tanpa sengaja seorang pemuda lewat yang juga teman lama Satria kemudian berhenti menyapanya. ono sing omong edan. ” “ Kamelia… ? Edan kowe.240 Satria Kamelia Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia… aku bawakan sesuatu untukmu…. ” ( kaget dan mengelus bulu kuduknya ) ” kowe ora ngerti yo ? ” “ Tidak tahu apa ? ” “ Kamelia kan wis mati nem wulan wingi “ “ Apa maksudmu ? jangan buat aku bingung ?? ” : “ Temenan. kanca- Satria Bejo Satria Bejo . ora guyon ? ” “ Sopo sing guyon ? baru saja dia pulang kerumah.

Satria tak percaya mendengar kisah itu diam lalu berteriak-teriak memanggil Kamelia. Setiap lelaki yang lewat dilempari dan dipukuli. hingga tiba di depan reruntuhan rumah Kamelia tak ada apapun disana tapi Satria menemukan setangkai bunga dahlia yang diselip Kamelia dirambutnya diantara reruntuhan rumah Kamelia yang sekaligus menjadi kuburan tak bernisan.. 27 C Nitikan. 28 Agustus 1984 : Jl. Satria : ( meremas bunga dahlia sambil terisak lalu berteriak ) “ Kamelia……………. dia berlari-lari seperti orang yang tidak waras. Umbulharjo Yogyakarta . bunuh diri….241 kancane dewek ora gelemnulungi.!!! ” Miracle of february 2004 BIODATA PENULIS Nama Lahir Alamat : TRI AMALIA LESTARI : Rantau. nganu…. Hih! Aku dadi mrinding kiye ” ( lari lalu pergi meninggalkan Satria ). Kaya kae kuwi. wedi kena sial…… akhirnya ( sedikit gugup ) ya…. hanya menangisi pabila sadar itu hanya khayal. Sorogenen No. Kamelia akhirnya nganu…. dia kira itulah orang-orang yang telah memperkosanya. dibayangannya Satria akan datang. Digambarkan kisah terakhir sejak Kamelia diperkosa.. terlunta-lunta hingga bunuh diri dengan sebotol kecil racun di depan reruntuhan rumahnya sendiri.

242 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->