1 Drama Remaja

AKU vs AYAHKU
Budi Ros

PEMBUKA
GONG DUA BERBUNYI. PARA PEMAIN MUNCUL DARI PINTU MASUK AUDITORIUM, MENUJU PANGGUNG. SEMUA MENYAPA PENONTON DENGAN RAMAH : “ SELAMAT MALAM SEMUA, SELAMAT DATANG … APA KABAR ?. ” SESAMPAI DI PANGGUNG, PARA PEMAIN MENATA SET DAN PERALATAN LAINNYA. BAGUS, PEMIMPIN MEREKA, MEMBERI KOMANDO BAGAIMANA SET DAN PERALATAN HARUS DI TATA. KEMUDIAN DARI SALAH SATU SISI PANGGUNG MUNCUL MENEJER PANGGUNG, YANG MEMBERI TAHU BAHWA KOMANDO BAGUS TERNYATA SALAH. SET DAN SEMUA PERALATAN KEMUDIAN DI TATA ULANG SEPERTI PETUNJUK MENEJER PANGGUNG. SEMUA PEMAIN TURUT AKTIF MENYIAPKAN PERALATAN. MENEJER PANGGUNG DIBANTU BAGUS SESEKALI MENGECEK APAKAH SEMUA PERALATAN DITEMPATKAN PADA TEMPATNYA ATAU TIDAK. MEREKA MEMERIKSA DARI BEBERAPA SUDUT, KEMUDIAN BEBERAPA KALI MELIHAT ARLOJINYA, DAN KETIKA MENYADARI SUDAH WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI, MENEJER PANGGUNG BERTANYA PADA PARA PEMAIN MENEJER PANGGUNG :

2 Bagaimana, sudah siap ? PARA PEMAIN : Belummm … MENEJER PANGGUNG : Oke, cepat sedikit kalau begitu. LALU MENEJER PANGGUNG BERUNDING DENGAN BAGUS. KEMUDIAN MEREKA SEPAKAT, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN SEMENTARA PANGGUNG DISIAPKAN. MENEJER PANGGUNG TURUN TANGAN LANGSUNG MEMBANTU

PERSIAPAN, IKUT MENGANGKAT SET DAN PERALATAN, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN.

BAGUS : ( BICARA PADA PENONTON ) Ternyata repot sekali membuat pementasan teater. Tapi jangan kuatir, apa pun yang terjadi pertunjukan akan tetap jalan. Selesai tidak selesai panggung ini ditata, kami akan tetap main. Sebab kami berlatih sudah sangat lama, sekitar 6 bulan. Kami sudah banyak kehilangan waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Sia-sia sekali kalau kami tidak jadi main gara-gara panggung belum beres. Kami pun merasa berdosa pada Anda semua. Jadi jangan kuatir, kami pasti main. Malam ini kami akan membawakan lakon berjudul MARNI versus Ayah, lakon yang sederhana tapi seru. Seru di sini bukan saja ramai, tapi punya arti lain, yaitu Sedikit Ruwet. Ini lakon tentang pertentangan anak muda dan orang tua, pertentangan pop dan klasik, tradisi dan modern. Pertentangan yang sebetulnya tidak perlu ada. Tapi begitulah, nyatanya pertentangan semacam ini selalu ada, dari waktu ke waktu. Dan gara-gara pertentangan ini, kita semua sering kehabisan waktu. Cinta, kata orang bisa menjadi jawaban semua masalah. Tapi dalam kasus ini, cinta mengakibatkan banyak masalah.

3 Lihat, apa yang terjadi dengan Marni, tokoh utama lakon ini. Marni ! MARNI : ( MENDEKAT ) Ya … BAGUS : Lho, kok cengegesan ? Kamu kan ceritanya lagi patah hati. MARNI : Kan belum mulai ? BAGUS : Oh, ya. Tapi ini sudah waktunya mulai. Siap dong, aktris harus siap sebelum mulai. MARNI : Tapi panggungnya juga belum siap. BAGUS : Lho, belum siap juga ? Ya ampun, lama betul. He, menejer panggung, masih lama ? MENEJER PANGGUNG : Sebentar lagi. Ngomong aja dulu. BAGUS : Eee .. sudah berbusa begini. Bisa keburu pulang nanti penontonnya. MARNI : Ya … jangan dong. Para penonton, mohon jangan pulang dulu ya ? Betul, ya ? Kan belum nonton Marni akting. Nanti ada door prize-nya lho. BAGUS : Ngawur. Door prize, memangnya infotainment. Sudah, sudah, sana siap-siap. ( MARNI PERGI )

4 Maaf. Itu tadi pemeran Marni. Dia ceritanya patah hati melulu. Karena setiap kali Marni jatuh cinta, atau ada pemuda jatuh cinta padanya, babenya selalu melarang. Dan anehnya, sang babe selalu punya alasan yang sama: aku sayang sama kamu NAK, jadi aku harus menjagamu. Gile, memangnya cinta itu kejahatan. Atau janganjangan babe si Marni ngidam jadi sekuriti. MARJUKI : He, ngomongin gue lu ? Sompret kamu. Berani-beraninya. BAGUS : Siapa ngomongin ? Ini perkenalan tokoh, namanya. MARJUKI : Pakai diperkenalkan segala. Memangnya saya tidak bisa memperkenalkan sendiri tokoh yang saya mainkan ? BAGUS : Bisa, bisa. Justru ini untuk membantu situ. Supaya penonton lebih jelas, Marjuki itu tokoh macam apa. Soalnya akting situ pas-pasan. MARJUKI : Sembarangan ! Saya aktor. Main saya dijamin bagus. Dalam lakon ini Marjuki pun tokoh penting, jelas karakternya. Tidak perlu diperkenalkan. BAGUS : Tetap perlu diperkenalkan, kawan. Jangan kata Marjuki, capres juga perlu perkenalan, perlu kampanye. Kalau tidak, nggak akan dapat dukungan publik. Malah ada capres yang bikin buku dulu sebelum mencalonkan diri. Mereka membangun imej yang hebat-hebat tentang dirinya. Padahal, begitu jadi presiden, sami mawon. MARJUKI : Sudah jangan ngelantur. BAGUS :

Eh.5 Saya bukan ngelantur. Kita semua masing-masing punya tugas. presiden menjalankan amanat rakyat tidak ? MARJUKI : Itu pertanyaan saya juga. Bukan main larang. Terus ? Kenyataannya. Sudah ah. Harus mengerti kemauan anak. Dalam kehidupan nyata. tahu tidak bedanya capres dengan aktor ? MARJUKI : Tahu. Orang tua harus ngemong anak. BAGUS : Pinter. BAGUS : Ini juga bagian dari amanat. tidak boleh begitu. misi atau amanat. Mereka harus sama-sama jago akting. Presiden menjalankan amanat rakyat. BAGUS : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA . Marjuki. Sekarang bedanya aktor dengan Presiden ? MARJUKI : Aktor menjalankan amanat lakon. BAGUS : Betul. kamu ngelantur lagi. saya bicara fakta. Apalagi dalam urusan cinta. dalam lakon ini punya tugas sebagai tokoh antagonis atau si jahat. orang tua seperti Marjuki.

6 MEMILIH JALAN ( PARA PEMAIN SUDAH SELESAI MENATA PANGGUNG KEMUDIAN IKUT MENYANYI ) TAPI PARA ORANG TUA SELALU PUNYA SENJATA DAN KAMI TERKAPAR TAK BERDAYA “ JANGAN INI JANGAN ITU ”. SEBELUMNYA. KAGET MELIHAT AKSI MARNI. MARNI MENGGAMBARI LANTAI. MARJUKI : . MARNI PROTES DENGAN CARA MOGOK BICARA SEMINGGU. ITULAH UNGKAPAN PROTES MARNI KEPADA SANG AYAH. SIANG. SETELAH MENGGAMBARI SELURUH TEMBOK RUMAH. SEBELUMNYA LAGI. MARJUKI BARU DATANG DARI KELURAHAN. KECUALI MARNI DAN AYAHNYA ) LAMPU BERUBAH ADEGAN SATU BERANDA DEPAN RUMAH MARJUKI. IA MOGOK MAKAN DAN TIDAK KELUAR KAMAR 3 HARI TIGA MALAM. KATA MEREKA SELALU ( SEMUA PEMAIN UNDUR DIRI. SEBAB SELALU DILARANG PACARAN.

Protes model apa lagi ini Marni ? Masa. Pertama orang harus melukis realisme. okelah. saya keberatan. Ayah tidak melarang kamu pacaran. Marni .. Marni … saya pikir protes kamu sudah cukup. MARNI : Marni juga capek. Melukis itu ada aturannya. Ayah hanya tidak setuju dengan caramu. ayah ingin kamu benar-benar memilih pemuda yang cocok. MARJUKI : Lain.7 Ya. makanya kemaren seminggu diam. Kamu pacaran tidak kenal waktu. Tapi lukisan abstrak ini. malam. surealisme. Marni. MARNI : Itu kuno. baru abstrak. Itu satu. ampun. siang. MARJUKI : Apa salahnya kuno kalau baik ? MARNI : Apa salahnya modern kalau juga baik ? MARJUKI : Sudahlah Marni. eh masih ada lagi. seluruh rumah digambari begini ? Aduh … aduuhh … gambar apa pula ini ? ( MEMANDANG LEBIH SEKSAMA ) Ya ampun. Beda. 3 hari 3 malam mogok makan dan tidak keluar kamar. kemudian yang lain-lainnya. MARNI : Itu sama saja dengan melarang. Ayah bisa terima. sore. Seluruh rumah digambari begini. Pagi. Capek. Lukisan abstrak lagi. Kedua. sekali lagi ayah tegaskan. jangan ajak ayah berdebat. Soal protes dengan cara yang lain-lain itu. MARJUKI : Marni. Tujuh hari mogok bicara. .

jelas dia anak baik. Marni dekat sama Anto. bukan anak pejabat. MARJUKI : . kaya disangka KKN ” begitu. ayah juga melarang.8 MARNI : Sama ! MARJUKI : Mmm … berdebat lagi. Lalu Marni dekat sama Taufik. “ Jangan yang beda agama ” kata ayah. se-iman. “ Jangan dengan anak pejabat. MARJUKI : Kapan sekolahnya ? MARNI : Anto Masuk siang. Sekarang. MARNI : Dulu. Apa lagi ? Apa ayah tidak ada kata lain selain “ jangan ” ? MARJUKI : Siapa rela punya anak pacaran sama pengangguran ? MARNI : Siapa bilang dia pengangguran ? Dia sekolah ayah. MARJUKI : Kalau sekolah ngapain tiap pagi mondar-mandir naik motor ? MARNI : Pagi dia ngojek. Miskin tidak pantas. ayah melarang Marni dekat sama Ongky.

Kalau lagi sepi. ( PERGI ) .9 Kalau sekolah siang kenapa malam-malam sering datang ke sini ? Habis sekolah mustinya pulang ke rumah. Seluruh rumah harus saya lukis. Saya mau beli cat. supir tembak ? Ampun Marni. penghasilan cukup. Masih banyak yang harus Marni kerjakan. punya pekerjaan tetap. atau angkotnya dibawa orang lain baru main. punya platform ! MARJUKI : Syarat yang diperlukan sebagai calon suami adalah hidup mapan. Capek ! MARNI : Saya juga capek dan tidak ada waktu. Kan tidak tiap malam Anto ke sini ? MARJUKI : O. bukan main ke sini. MARNI : Malam dia narik angkot ayah. MARNI : Itu pendapat kuno. apa yang bisa diharap dari tukang ojek dan sopir tembak ? MARNI : Jangan kuatir. Permisi dulu. dan sayang sama kamu. Dia punya cita-cita tinggi. Tapi catnya kurang. MARJUKI : Biar kuno kalau baik apa salahnya ? MARNI : Biar modern kalau baik juga apa salahnya ? MARJUKI : Jangan mengajak berdebat Marni.

Tapi bergeraklah dengan perasaan. dengan emosi atau greget. Irna. Audi. Hambar. ( SETELAH SEMUA TENANG ) Perhatikan ya. Seperti robot ! Dan penonton akan cepat bosan. . kosong. SIANG. semua tenang dulu sebentar. lalu pulang.10 MARJUKI : Duh. IBU WIWIK : Coba perhatikan semua. MEREKA BERGERAK TANPA PENGHAYATAN. Tanpa dibarengi perasaan. tarian kalian tidak akan menarik. PARA SISWI / SISWA SEDANG ESKUL MENARI. Menari itu bukan asal bergerak. Lala. IBU WIWIK MEMBERI PENGARAHAN. AMPUN …! LAMPU BERUBAH ADEGAN DUA AULA SEBUAH SMU. aduh … ( MENYANYI ) AMPUN … AMPUN … SUNGGUH-SUNGGUH MINTA AMPUN PUNYA ANAK GADIS PUBER SEMATA WAYANG REPOTNYA BUKAN KEPALANG MAU DIKASIH KEBEBASAN TAKUT JADI SALAH JALAN TAPI KALAU DILARANG BIKIN GEGERAN SIANG MALAM AMPUN.

AUDI : . YANG LAIN : Ya. eh. AUDI : Heeh. Yuk. bukan gue lagi. Lala bilang modern dance aja. ya. Pegel juga ya ? AUDI : Neyesel juga milih tari tradisi. Sekarang coba lagi dari awal. Irna. Coba pakai musik. Tapi provokatornya kamu. bu. Langsung ya ? LALA : Istirahat dulu dong. teman-teman. Ibu mau ke toilet. Keputusan bersama kan ? LALA : Ya. kamu ngotot. pimpin teman-teman. BT nih. Tontonan yang ditinggalkan penonton sebelum waktunya adalah tontonan yang sangat menyedihkan. Mana gerakannya lambaaattt … jawa banget deh ! YANG LAIN : Ember … IRNA : Siapa yang dulu ngotot milih tari tradisi ? AUDI : Eh.11 Menyedihkan. ( PERGI ) IRNA : Baik.

Jangan mengeluh. Tahunya pegeeelll. rujak kek. jadi sengaja tidak pakai penjelasan. Gerakannya lambaaatttt … pantes Marni nggak mau ikut. kueh kek. Ini acara kejutan. nongol dia. yang jelas ? MARNI : Datang saja. habis beli cat. ( PERGI ) AUDI : Acara apa sih ? . Kok nongol ? MARNI : Aku cuma mampir. Apa saja. AUDI : Mau ngecat rumah ? Wah. supaya kamu kenal tradisi. soalnya aku nggak sempat masak.. ya ? IRNA : Acara apa dong. Kalian harus datang.12 Gara-gara ibuku juga sih. Datang dan bawa makanan apa saja. Kabarkan ke yang lain ya ? Dah . pokoknya seru. LALA : Heh. SEMUA : Eh. Tradisi. ( MARNI MENDADAK MUNCUL ) MARNI : Heh. aku punya hajatan. tradisi aja. latihan yang bener. katanya masih mogok sekolah. mau hajatan rupanya ? Orang tua Anto mau melamar ? MARNI : Gila ! Tapi betul teman-teman.

.... LAMPU BERUBAH ADEGAN TIGA DI SEBUAH TEMPAT... HUHU . DATANG DIAM-DIAM. DUDU … YEYEYEYEY … YEY . HEHE …… SIAPA BILANG CINTA INDAH UNTUK DIKENANG DUDUDU … DUDU . DUDU . DUDUDU . ( CEPI. ANTO SENDIRIAN. HATINYA GUNDAH. DU … HUHU . YEYE …. NIMBRUNG NYANYI ) UNTUK DIKENANG SIAPA BILANG CINTA INDAH CINTA INDAH SIAPA BILANG UNTUK DIKENANG DIKENANG UNTUK SIAPA CINTA INDAH BILANG CEPI : ( MENYANYI ) . HUHU … YEHE . MALAM.13 SEMUA : Mana tahu... ANTO : ( MENYANYI ) … DUDUDUDU … DUDU . YEY .

Harap tenang. semua pernah punya masalah dalam urusan cinta. Begini. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Sekarang aku sedang berpikir. dalam hidup ini ada dua hal yang harus diingat: sukses atau gagal. punya uang saku. Ini penting dan perlu diketahui semua orang. karena ada Cepi. Kamu harus apel setiap malam Minggu. tenang.14 SIAPA SANGKA. Edo. tenang. Tapi begitu Cepi datang. Semua aman terkendali. Bahagia atau sengsara. harus datang tepat waktu. Audi. Tapi sebelumnya dengar kataku. . harus berpikir baju dan parfum apa yang pantas dipakai. Tyas. tapi manjur. Senang atau sedih. Jadi harap sabar. dan hadiah apa yang pantas diberikan pada saat si dia merayakan ulang tahun. kita memang bahagia. Tapi sebetulnya ada sejuta resiko menunggu. CINTA MARNI BIKIN PATAH HATI SIAPA SANGKA. Jadi tenanglah. Ini ilmu kuno. juga hanya ada dua kemungkinan: diterima atau ditolak. Untung atau buntung. Lala. Dalam urusan cinta. bagaimana supaya ayah Marni bisa menerima kamu. Menang atau kalah. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Kalau cinta diterima. CINTA MARNI DILARANG PAK MARJUKI ANTO : Setan kamu ! CEPI : Tenang kawan. Kamu ingat kan ? Bayu. Sayang orang sering melupakan. Irna. Agus. semua masalah selesai.

kamu akan dibilang orang paling sombong dalam keluarga mereka. acara paling membosankan di dunia pun kamu harus datang. Kamu harus datang silaturahmi pada kakek-neneknya. pada para om dan tentenya waktu mereka hajatan. Jadi ditolak. waktu kamu sudah nikah dengan dia misalnya. hanya gara-gara tidak datang waktu mereka bikin acara arisan keluarga. Itulah resiko kalau cinta kita diterima seorang gadis. ANTO : Siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Pada tahap yang paling serius.15 ANTO : Memang siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Itu baru tahap-tahap awal. sebetulnya lebih bagus. CEPI : Maksudnya ? ANTO : Kamu menyitir buku “ Enaknya Hidup Membujang ” kan ? CEPI : Kok tahu ? . ( ANTO TERTAWA ) CEPI : Kenapa tertawa ? ANTO : Kamu penyitir yang hebat. atau ultah dan semacamnya. arisan keluarga. Bayangkan. lebih repot. Tahap berikutnya. harus datang waktu sepupu-sepupu dia kawin.

MARNI TIDAK DI RUMAH.16 ANTO : Yang nulis buku itu pamanku. SIANG IRNA. Bisa tidak bisa. ANTO : Pantes. akan kuterjang. Aku pikir cuma aku yang hafal luar kepala. . Romeo sekali. MEREKA SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI. tadi siang ya ? CEPI : Bukan. ( PERGI ) CEPI : Anto. ( MENYUSUL ANTO ) LAMPU BERUBAH ADEGAN EMPAT RUMAH MARJUKI. Aku betul-betul sayang sama Marni. Aku sudah baca sebelum buku itu dicetak. Tapi maaf Cepi. aku tidak sepakat dengan buku itu. Kapan kamu baca buku itu. Ogah aku jomblo seumur hidup. ternyata kamu lebih hafal lagi. Anto ! Busyet. hafal sampai titik komanya. dan ingin suatu saat hidup bersamanya. Apa pun rintangan yang menghadang. tunggu. AUDI. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI DATANG. harus bisa. MARJUKI MENEMUI MEREKA. Tadi sebelum ke sini.

Ini om. lukisan-lukisan yang memenuhi rumah ini. Buru-buru rupanya. Kami pun tidak punya hajatan apa-apa. Jadi silahkan menikmati lukisan-lukisan ini. Sebab setahu saya tidak ada kejutan lain. SEMUA : Terimakasih … AUDI : Marni pergi jam berapa. LALA : Ya. kami bawa jajan pasar. silahkan masuk semua. Dia juga pesan supaya kami bawa makanan. begitu ya ? Ya . Jadi tidak pakai penjelasan acaranya apa. Marni mampir ke sekolah. Keliatannya kemaren dia buru-buru sekali.. Terimakasih . Habis beli cat dan banyak pekerjaan di rumah. terimakasih. om ? MARJUKI : Sekitar jam 8 mungkin.17 MARJUKI : Silahkan.. Kapan Marni menyampaikan undangan dan bilang ada hajatan ? AUDI : Kemarin. IRNA : Marni bilang. ya. Marni tidak akan sempat masak katanya.. malah tidak pamit. Mungkin yang Marni maksud acara kejutan ya ini. acara kejutan. ( SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI ) AUDI : . MARJUKI : O.

18 Ini semua Marni yang melukis om ? MARJUKI : Ya. Sangat berbakat. Sejak kanak-kanak Marni lebih tertarik menari atau menyanyi. Marni semua. MARJUKI : Saya juga kurang tahu. ada apa sebetulnya dengan Marni ? LALA : Apa dia sedang jatuh cinta dan . SEMUA : Oh … luar biasa. LALA : Fantastis ! IRNA : Di mana Marni belajar melukis om ? Setahu saya. AUDI : Apa ini yang dikerjakan Marni selama seminggu lebih tidak masuk sekolah ? MARJUKI : Marni mengerjakan ini hanya sehari semalam.. IRNA : Luar biasa. di sekolah Marni tidak pernah belajar. . IRNA : Sangat luar biasa ! ( BEBERAPA SAAT DIAM ) Om..

terluka hatinya.. Tapi sebagai anak. Saya hanya meminta Marni memilih pemuda yang tepat dan jangan pacaran sembarang waktu. .19 AUDI : . Itu kan tuntutan umum setiap orang tua ? IRNA : Mungkin cara om meminta pada Marni terlalu keras. . saya lihat. Jangan sampai pacaran mengganggu jam belajar.dan om melarangnya ? MARJUKI : Saya tidak pernah melarang. lihat semua lukisan itu.. dan Marni terluka hatinya. MARJUKI : Ya. kami-kamilah yang lebih tahu apa yang kami butuhkan dari orang tua. lihat lukisan yang sebelah sini. Saya bisa menangkap. luka hati yang sangat. sangat … AUDI : … sangat dalam …. IRNA : Maaf om. dan … LALA : . IRNA : Ya. Lihat om. ( PADA AUDI ) Bukan begitu ? MARJUKI : Mungkin begitu … AUDI : Lihat om. sebagai orang tua om tentu lebih tahu bagaimana menyayangi anak.

IRNA : Bisa jadi hati Marni serasa terbang ke awan. karena kepedihan yang sangat. hilang harapan. hampa. darahnya tengah berhenti mengalir. AUDI : Apa yang om rasakan waktu melihat gumpalan warna putih itu ? MARJUKI : ( BINGUNG ) Ee … e . waktu Marni melukis itu. Apa yang timbul dalam imajinasi om memandang lukisan ini ? MARJUKI : ( BINGUNG ) . warna hitam di lantai sebelah sini ? MARJUKI : Yang mirip gua karang bolong ? AUDI : Ya. sebab bumi tempatnya berpijak tidak memberi harapan apa-apa.20 AUDI : Om lihat warna putih yang menggumpal seperti awan ? MARJUKI : Ya.. AUDI : Om lihat. AUDI : Saya merasakan hati pelukisnya yang tengah kosong. LALA : Mungkin.

Dan.21 Ya .. om harus bicara dan mengabulkan keinginannya. Semua lukisan ini adalah isyarat yang sangat jelas. IRNA & AUDI : Harus. Saya sudah terlambat. Mungkin ada keinginan terpendam yang tidak kesampaian. MARJUKI : ( RAGU-RAGU ) Ya. Saya kan ketua RT paling senior di kampung ini. Kalau saya jadi om. jadi malu kalau terlambat. LALA : Seperti masuk sumur tanpa dasar. maaf ya. anu. saya ada rapat RT di kelurahan. IRNA : Saya merasakan masa depan yang suram. atau bagaimana ? AUDI : ( BINGUNG ) Mungkin … IRNA : ( BINGUNG JUGA ) . Apa kalian mau menunggu Marni pulang. tanyakan apa yang terjadi. LALA : Ya... soal bicara dengan Marni saya rasa itu usulan yang baik. hati Marni sedang kacau. AUDI : Persis ! IRNA : Mungkin sebaiknya om bicara dengan Marni. harus saya timbangtimbang dulu. ada semacam . ya. Dan saya sudah sering mencoba. gelap . saya akan kabulkan apa pun keinginan Marni. Tapi kalau soal mengabulkan keinginan Marni.

aku punya hak atas masa depan anakku. MARJUKI : Ya. MARNI : ( MUNCUL DARI DALAM ) Jangan menuduh sembarangan. kami gembira sekaligus sedih atas acara kejutan ini. Apa hak mereka menyuruh saya menuruti apa saja kemauan anak saya ? Sok pintar. Apa lagi Anto. Ini pasti akal-akalannya si Marni sama si Anto. ya … saya sampikan nanti. Itu protesku selanjutnya pada ayah. Berani-beraninya kasih nasehat sama saya. Aku tidak tahu apa-apa. adalah isnisiatif mereka sendiri. IRNA : Sampaikan pada Marni. . MARJUKI : Mereka datang atas undanganmu kan ? MARNI : Aku memang mengundang mereka. Dan aku akan terus protes sampai ayah mengijinkan aku pacaran sama Anto.22 Mungkin sebaiknya kami pulang. YANG LAIN : Salam buat Marni ya om. Aku mau jadi TKI ke luar negeri. Itu sebabnya aku pergi. Aku sudah mencegah tapi mereka ngotot. Nanti kami datang lagi kapan-kapan. LALA : Ya. ayah. tapi sekedar untuk ngobrol dan pamitan. ( TEMAN-TEMAN MARNI PERGI ) MARJUKI : Kurang ajar. Aku susah payah membiayai anakku. Semua yang mereka lakukan tadi.

begitu ? Jadi kamu pikir dengan protes keras ayah akan mengijinkan ? MARNI : Tentu ada syarat lain. Selamanya anak akan kalah suara. Aku harus mandiri. ANTO SEDANG DIBUJUK CEPI UNTUK SEGERA MENEMUI MARNI CEPI : Aku serius Anto. MARNI : Kita tidak perlu berdebat ayah. . Dengan uang aku bisa menentukan masa depanku sendiri. kalau anak masih tergantung sama uang orang tua. MARJUKI : Stop Marni ! Itu pikiran yang dangkal. Kamu harus ke rumah Marni. MALAM.23 MARJUKI : O. Dengan bekerja aku punya uang. ( PERGI ) MARJUKI : Marni … ( MENGEJAR MARNI ) LAMPU PADAM ADEGAN LIMA SEBUAH TEMPAT. banyak urusan. Aku pergi dulu. Kamu akan menyesal kalau Marni keburu pergi.

ANTO : Nyatanya dia begitu. ANTO : . Tidak mungkin dia begitu. semua sudah tahu. Biasanya kamu datang ke rumah Marni. Mungkin dia menunggu waktu yang tepat untuk bicara sama kamu. Audi. jangan pasif. sekarang tidak. CEPI : Aku tahu sifat Marni. makanya datang supaya tahu. Aku yakin ini soal waktu. CEPI : Tidak mungkin Anto. Sudah tidak peduli sama aku. Cari berita. Lala. ANTO : Kalau dia sempat kasih tahu semua orang masa saya tidak dikasih tahu ? CEPI : Mungkin belum sempat. Kalian kan lama tidak saling ketemu.24 ANTO : Kalau memang mau pergi masa dia tidak kasih tahu aku ? CEPI : Mungkin belum sempat kasih tahu. ANTO : Dari mana kamu dapat berita itu ? CEPI : Irna. ANTO : Barangkali memang sengaja tidak mau kasih tahu. Biasanya kalian jalan bareng. sekarang tidak. Marni juga lama tidak masuk sekolah.

CEPI : Kalau aku jadi kamu. Disuguhi kita makan. ANTO : Kamu bisa bilang begitu. coba kamu jadi aku. kita ke sana.25 Memang tidak bisa telpon ? CEPI : Telpon ke mana ? Kamu HP tidak ada. di rumah jarang. dia sudah berubah. CEPI : Dari pada mengambil kesimpulan buru-buru dan salah. Tidak ada yang salah terima. CEPI : Diusir kita pergi. tidak akan pernah diusir. ANTO : Kalau ayahnya mengusir kita bagimana ? Aku trauma pernah diusir. ANTO : Bagaimana caranya ? CEPI : Anak gadisnya kita buntingin ! ANTO : Ngaco ! . lebih baik kamu buru-buru ke rumah Marni dan semuanya jadi jelas. Dimarahi kita diam. Malah ayah Marni yang akan kubikin mencari-cari aku. Aku siap menemani. Ayo. ANTO : Jelas. tidak ada yang sakit hati. Tidak sayang aku lagi.

CEPI : Aduh.26 CEPI : Ayo berangkat. CEPI : Ya sudah. CEPI MENGIKUTI ) LAMPU BERUBAH . ( PERGI ) CEPI : Ampun … Anto. Ayah Marni paling benci mendengar bunyi motorku. Seberapa trauma sih ? ( CEPI JALAN. Ayo ! ANTO : Kamu jalan di depan. Bagaimana kalau Marni tidak mau menemui kita ? CEPI : Gampang. Lebih baik aku pulang. Knalpotnya tambah bocor. Begitu amat. Anto ! Kenapa kamu jadi pengecut begitu sih ? Anto ! Ampuuunn. ( ANTO TERUS JALAN. berisik sekali. aku di belakang. Oke ? ANTO : Tidak. ingat saja nasehat buku “ Enaknya Hidup Membujang ”. Ambil motormu dong. ANTO : Jalan kaki saja. ANTO MENGIKUTI DI BELAKANGNYA ) ANTO : ( BERHENTI ) Tunggu Cepi.

IRNA : Sebaiknya kamu segera masuk sekolah. tahun depan kita harus kuliah. Sebentar lagi kita ujian. INTRO MUSIK AUDI : Jangan Marni. jangan pergi.27 ADEGAN ENAM TAMAN DEKAT SEKOLAH. Kamu akan banyak kesulitan. IRNA : Justru kamu akan bikin masalah baru. LALA : Jadi TKI itu tidak gampang Marni. Pergi tidak akan menyelesaikan masalah. MARNI DIBUJUK TEMAN-TEMANNYA SUPAYA JANGAN PERGI. SEMUA : Lupakan … Marni ! MARNI : ( MENYANYI ) AKU HARUS PERGI RUMAH TAK LAGI MEMBERIKU KEDAMAIAN SEBAB AKU DAN AYAH TAK PERNAH SEPAHAM CINTA PEMUDA YANG KUDAMBAKAN SELALU LEPAS DARI GENGGAMAN . Lupakan keinginan konyol itu. SORE.

Waktu berjalan. Dia hanya minta kamu memilih pemuda yang tepat. Marni. Padahal ada banyak suara knalpot motor yang lebih berisik lewat di depan rumah. Suara berisik knalpot motor Anto yang bocor. LALA : Memang menjengkelkan. IRNA : Orang seusia kita selalu diangap masih kanak-kanak. MARNI : ( MENYANYI ) ITU SAMA DENGAN MELARANG Ayahku bahkan pernah mengusir Anto. Semua pernah diperlakukan tidak adil. MARNI : ( MENYANYI ) AKU TAK MAU BEGITU MASA DEPANKU ADALAH MILIKKU URUSAN CINTA HARUS KITA YANG MENENTUKAN IRNA : Tapi ayahmu bilang tidak melarangmu pacaran. Itu tidak adil. Dianggap belum waktunya pacaran. tapi di mana-mana selalu begitu. Hubungan kalian pasti akan membaik.28 AUDI : Bersabarlah. MARNI : . Kita masih banyak kesempatan. Gara-garanya sangat sepele. dan jangan sampai pacaran mengganggu belajar. sikap ayahmu pasti berubah. AUDI : Tapi semua pacar-pacar kita pernah ada masalah dengan orang tua kita.

29 Ketidakadilan harus diperjuangkan. tapi pasti ada prinsip dan hak-hak yang dilanggar. AUDI : Itu lebih baik Marni. IRNA : Ya. Kamu harus lulus SMU dan kuliah. Aku pergi dari rumah bukan semata-mata protes. Kalian jangan salah ngerti. Hubungan bisa saja membaik. IRNA : Ya. LALA : Tapi kami tetap tidak rela kamu pergi Marni. Hidup backstreet ! MARNI : Tunggu. Sebab ia tidak datang dari langit. LALA : Ayahku juga pasti mau bantu. Omonganmu yang pintar tadi membuktikan kamu tidak pantas jadi TKI. Mungkin itu protes yang mempan buat ayahku. Tapi kamu harus tinggal bergiliran di rumah kami bertiga dong. bisa jadi aku memang asal bicara. jangan kuatir. Aku setuju. Kamu bisa tinggal di rumahku. Soal biaya sekolah. kawan. AUDI : Kalau kamu tidak ke luar negeri. Apa lagi pergi ke luar negeri untuk jadi TKI. Ayahku pasti mau bantu. MARNI : Soal ke luar negeri dan jadi TKI. supaya adil. Yang jelas aku harus pergi dari rumah. pacaran sama Anto tetap berjalan lancar. Ada yang menindas dan tertindas. Dan itu tidak baik. .

aku pergi dulu. ( CEPI MUNCUL BERGEGAS ) . MARNI : Prioritas utamaku sekarang cari kerja supaya bisa membiayai hidupku sendiri.30 Tapi juga bermaksud mandiri. AUDI : Itu tidak masalah Marni. Selamat sore. Tapi terimakasih atas iktikad baik kalian. Dia ternyata pengecut. dia tidak pernah muncul lagi. Tinggal di rumah kalian jelas bukan pilihan yang tepat. Supaya aku merdeka menentukan masa depan. Soal pacaran dengan Anto. aku sendiri tidak yakin tetap bisa jalan. LALA : Yang penting kamu tetap bisa sekolah. Kami ikhlas membantumu. tunggu. Supaya aku tidak tergantung siapa-siapa. Sekolah aku pikirkan belakangan. Sejak diusir ayahku. Marni ! LALA & AUDI : Marniii … AUDI : Bagaimana sih dia ? IRNA : Kok kepala batu banget ? LALA : Memang kepala batu dari sononya. Itulah gunanya sahabat. Aku tetap jadi tanggungan orang. ( PERGI ) IRNA : Marni. Ada perlu.

Kemaren aku bicara sama Anto supaya dia datang menemui Marni. Sudah lama nggak lihat Anto. coba temui Marni … . IRNA : Ada apa ? CEPI : Mungkin cuma Anto yang bisa membujuk Marni tidak kabur ke luar negeri.31 CEPI : He. Malah Anto ngambek. tapi gagal. tambah ruwet dong. Marni juga ngambek karena Anto tidak pernah datang lagi sejak dimarahi ayahnya. CEPI : Anto ? AUDI : Nggak. CEPI : Begitu ? Wah. IRNA : Kelihatannya begitu. lihat Marni ? AUDI : Baru pergi. bagaimana ? Kita juga tidak tahu bagaimana. bagaimana kalau kita bagi tugas ? Begini. Bukannya dia jarang masuk sekarang ? CEPI : Memang. Memang Marni belum pamit sama Anto. ( MENDADAK TERFIKIR ) Cepi. ya ?. Merasa tidak dipamiti. Terus bagimana ini ? IRNA : Bagaimana.

LAMPU BERUBAH. MARNI SUDAH LAMA MENUNGGU. . tapi tidak ada … LALA : Tadi dia di sini … IRNA : Temui Marni. Bagaimana ? CEPI : Tapi Anto sudah dibilangin juga bandel. DUDUK DIAM-DIAM. MARNI BERTEMU ANTO. IRNA : Kamu jangan ikutan bandel. BEBERAPA HARI KEMUDIAN. bujuk supaya ketemuan sama Anto. membujuk Anto supaya ketemuan sama Marni. ADEGAN TUJUH TAMAN YANG SAMA. Kita berbagi tugas. kami bertiga ini. Saya. setuju ? Oke ? CEPI : Oke. SORE.32 CEPI : Saya tadi ke rumah dia.

AKHIRNYA IA DUDUK JUGA. dan memang tidak pantas jadi pacarku. karena tidak ada suara knalpot motor yang berisik. kenapa ? ANTO : Supaya ayahmu tenang. JUGA DIAM-DIAM.33 ANTO DATANG KEMUDIAN. Jangan kata pacaran sama kamu. MARNI : Bijaksana sekali … ANTO : Aku harus tahu diri. MAU DUDUK DI SEBELAH MARNI TAPI RAGU. MARNI : Aku kira tidak datang … ANTO : Aku kira kamu juga tidak datang … ( BEBERAPA SAAT ANTO SALAH TINGKAH. SUASANANYA SUNGGUH KAKU ) ANTO : Kamu mau pergi untuk menghindari aku kan ? MARNI : Kamu tidak pernah datang ke rumah lagi. Maaf … selamat tinggal ! ( PERGI ) ANTO : ( KAGET ) . Aku kan cuma tukang ojek dan sopir tembak. datang ke rumahmu pun aku tidak pantas. MARNI : Oo … jadi begitu cara berpikirmu ? Kalau begitu kamu lebih cocok jadi anak ayahku. TAPI AGAK JAUH.

Pacaran juga bukan kejahatan. ANTO : Maaf.. Aku yakin kamu juga benci orang semacam itu. Tapi kenapa harus berlaku pengecut ? Kamu tidak salah apaapa sama ayahku. ( MAU PERGI LAGI TAPI ANTO MENAHANNYA ) ANTO : Maaf Marni. Dan itu bukan aku. Aku protes keras pada ayahku karena dia berlaku tidak adil pada kita. MARNI : Kamu sudah membuat aku marah. MARNI : Bagus kalau kamu sadar. MARNI : Katakan dengan jujur. Yang penting kita tahu batas. kenapa lama tidak datang ? ( LAMA TIDAK MENJAWAB ) Katakan ! Kamu takut sama ayahku ? Aku benci orang yang pengecut Anto. Jelas ? ANTO : Kamu betul. aku pengecut. Tapi mungkin ayahmu betul. saya tidak ada urusan sama tukang ojek.. . Kamu harus memilih pemuda yang tepat. Marni … ( MARNI BALIK LAGI ) MARNI : Maaf. Aku tidak akan membuat kamu marah lagi. ANTO : Ya. Aku mau pergi dari rumah. tujuanku jelas. Maaf. aku tidak bermaksud membuat kamu marah. Jadi salahkan dirimu sendiri.34 Marni . jangan menyalahkan aku.

ANTO : Kamu .. Dulu kamu begitu percaya diri dengan semua yang kamu kerjakan. yang penghasilannya lebih banyak. Kalau perlu kamu bisa kerja yang lain. Jadi tolong jangan berubah. ANTO : Tapi ngojek pekerjaan bersejarah. betul-betul sayang sama aku ? MARNI : ( MALU ) Ah. Kamu pekerja keras. Aku banyak narik dan bolos sekolah. Marni. aku juga benci orang rendah diri. Itu kan yang mempertemukan kita ? MARNI : Ya. Suara knalpot motormu yang berisik membuat aku selalu menengok setiap kamu lewat di depan rumah.35 MARNI : Stop ! Jangan mulai lagi Anto. Selain benci pengecut. Aku kuatir tidak lulus. ANTO : Tapi nilaiku jeblok. Kamu punya cita-cita dan berjuang keras untuk meraihnya. MARNI : Belum terlambat untuk mengejar ketinggalan. pakai nanya lagi. ANTO : . Itu kelebihan kamu. ANTO : Biaya kuliah makin mahal. Itu juga yamg membuat aku … sayang … sama kamu. apa aku sanggup ? MARNI : Pasti sanggup.

berapa utangku ? ANTO : Utang apa ? MARNI : Langganan ngojek sama kamu. MARNI : Eh. kamu tidak sungguh-sungguh kan ? . MARNI : Yang jelas kamu berbeda.36 Ya. Dan kamu bilang pada teman-temanmu. supaya cicilan motor cepat lunas. ( MEMEGANG TANGAN MARNI ) MARNI : ( MALU ) Apa sih ? ANTO : Soal pergi ke luar negeri. Tukang ojek lain kalau nunggu penumpang main gaple. Tukang ojek lain siap menerima uang tip. ANTO : Sekarang aku tidak malu. kamu tidak. aku tukang ojek paling keren. kamu malu-malu. Tukang ojek lain selalu siap dengan uang kembalian. Kita kan lama nggak ketemu ? Marni. ANTO : Simpan saja uangmu. kamu bikin PR. Aku lagi tidak butuh. MARNI : Yang kamu butuh apa dong ? ANTO : Pakai tanya lagi.

( MARNI TERUS MENANGIS. MARNI : Terus aku harus bagaimana ? Apa usulmu ? ANTO : Kamu janji tidak akan pergi ? MARNI : Ya. Dan orang tua. Aku tidak tahan. ah ! ANTO : Aku tidak sok tahu. tenang dulu. Tenang Marni. bukan cara yang tepat. segalak apa pun. Pergi dari rumah.37 MARNI : Tidak tahu. Yang jelas. . ayahku betulbetul kelewatan. ANTO MENENANGKAN ) Tunggu. rumah adalah tempat terbaik untuk memulai segala rencana. aku harus pergi dari rumah. ANTO : Janji kembali masuk sekolah ? MARNI : Ya. Kamu hanya sedang emosi. Dengar. ( MARNI DIAM ) Bagaimanapun. Marni. ( MENANGIS ) Aku harus protes. Asal kamu tetap ke rumah seperti biasa.. Harus ! Sampai . Janji. segala cita-cita. tetap sayang sama anak. ANTO : Setuju. Tapi kan bisa dengan cara lain. Nanti semuanya jadi kacau. Kamu juga tahu ayahmu sayang sama kamu. Tidak adil. MARNI : Sok tahu. boleh saja protes. Tapi memang tahu.

( MEREKA PERGI ) LAMPU BERUBAH ADEGAN DELAPAN RUMAH MARJUKI. MARJUKI : . Aku punya usul untuk kamu. Dia cuma bilang sekarang ada di tempat penampungan. dia tetap tidak mau menjawab. kita bicara di tempat lain. Saya tanya bolak-balik di mana alamatnya. CEPI DATANG KE RUMAH MARJUKI UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN MARNI. MARJUKI : Terus di mana Marni sekarang ? Kapan berangkatnya ? CEPI : Saya juga tidak tahu. Ayo. om. CEPI : Rupanya begitu. MARJUKI : Ya ampun. Saya juga tidak menyangka Marni sungguh-sungguh. jadi Marni betul-betul mau pergi ke luar negeri ? Aku pikir cuma gertak.38 ANTO : Oke. MALAM.

Terus. saya tidak setuju Marni pergi. Setelah lulus kuliah. Tapi kelihatannya. Marni. Dia hanya minta tolong saya supaya mengambil beberapa baju yang ketinggalan. jelas tidak pantas. MARJUKI : Apa nama agennya ? Di mana alamatnya ? CEPI : Marni tidak sebut-sebut om. MARJUKI : Ya ampun. Dia bilang. Menyelesaikan kuliah. “ Semua dibiayai sama agen ”. itu baru pikiran sehat. sampai-sampai harus pergi keluar negeri jadi TKI ? Tidak pamit lagi. teruskan nak … . “ semua bisa diatur ” asal ada uang.. lebih aman buat masa depan Marni. Apa sebegitu besar marahmu sama ayah. Marni . Tapi terus-terang. MARJUKI : Dari mana Marni dapat uang ? CEPI : Ya dari uang gaji Marni yang dipotong tiap bulan nanti. apa pantas ? CEPI : Kalau ditanya pantas atau tidak. Marni sebentar lagi ujian dan tahun depan harus kuliah. Coba nak Cepi pikir. Itu bukan hal yang jelek. sebagai teman. terserah mau ke mana dan jadi apa.39 Tapi apa secepat itu prosesnya ? Diterima jadi TKI bukannya prosesnya panjang ? CEPI : Itu juga pernah saya tanya. begitu Marni bilang. Marni memang sangat marah sama om. Jadi TKI ke luar negeri pun tidak masalah. MARJUKI : Ah.

MARJUKI : Membatalkan Marni pergi ? Bagaimana caranya ? Jelas saya setuju. Ini rahasia antara kita. saya tidak setuju Marni pergi. sebutkan. Saya harus ketemu Marni sebelum dia pergi. Saya tidak bisa melanggar janji. CEPI : Tapi jangan sampai dia tahu. Saya bisa pegang janji. Itu pesan Marni. Marni memerlukan baju yang saya ambil. Please … CEPI : Sekali lagi.40 CEPI : Maaf om. kalau om bersedia kerjasama dengan saya. Seperti saya bilang tadi. kita sebetulnya bisa membatalkan Marni pergi. MARJUKI : Kapan Marni mau ambil baju-baju itu ? Di mana kalian janjian ketemu ? CEPI : Maaf om. ( MENATAP MARJUKI BEBERAPA SAAT ) Tapi. saya mohon sekali. MARJUKI : Tolonglah nak Cepi. Om Setuju ? MARJUKI : Setuju. saya tidak bisa lama. Tolong. maaf om. Saya tidak bisa. Bagaimana caranya ? CEPI : . MARJUKI : Please … CEPI : Maaf ommm …. saya tidak boleh bilang.

Merasa tidak didengar omongannya. si Anto sebetulnya anak baik. Jadi. Toh om sudah yakin Anto anak baik. MARJUKI : Jadi bagaimana caranya supaya Marni tidak jadi pergi ? CEPI : Turuti saja kemauannya. saya tidak sungguh-sungguh melarang. MARJUKI : Begitu ? CEPI : Begitu. saya jadi tambah jengkel. CEPI : Kenapa ? MARJUKI : Saya tidak tahu persis. Tapi Marni keburu protes keras. Makin dilarang. MARJUKI : Nak Cepi bisa jamin 100% Marni batal pergi ? CEPI : .41 Tunggu dulu. makin menentang. tolong jawab dengan jujur Apa sebetulnya yang membuat Marni marah sama om ? MARJUKI : Saya melarang Marni pacaran sama Anto. Saya merasa. CEPI : Saya lihat Marni begitu juga. Intinya sama: ingin didengar suaranya. Saya mau tanya.

CEPI : Om Marjuki bisa pegang janji ? MARJUKI : Bisa. Tapi itu tidak cukup. Kami ikut gembira. Harus ada jaminan tertulis bahwa om Marjuki akan menepati janji. Katakan. Kalau begitu saya jamin 100% Marni batal pergi. saya akan ijinkan Marni pacaran sama Anto.42 Saya harus ketemu Marni dulu. Saya jamin ! CEPI : Baik. aku percaya orang tua bijaksana ini. saya harus cari Marni dan Anto sekarang juga. MARJUKI : Kalau begitu temui Marni. AUDI & LALA : Perlu dong ! ( ANTO MUNCUL ) ANTO : . segera. ajak mereka berdua ke sini supaya mendengar langsung dari saya. Saya akan kabarkan berita gembira ini. ( IRNA. Permisi dulu om. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI YANG LAIN MENDADAK MUNCUL ) IRNA : Tunggu Cepi ! Maaf om Marjuki. AUDI. Sesudah itu. CEPI : Tidak Irna. kami mendengar semua pembicaraan ini.

MARJUKI : ( KAGET ) Marni ? Ah. Makin kita repot. Anto menjaga aku. Kalau bukan karena dia. Kasihan dia. Lebih baik kita cari Marni sekarang. Cepi betul. segalak apa pun. makin lama Marni di penampungan TKI. IRNA : Tapi … MARJUKI : Nak Anto betul. Jangan repot-repot. ANTO : Marni melebih-lebihkan om. tidak perlu. Tidak usah dicari.. jangan repot-repot. Ayah sangat kuatir ada apa-apa dengan kamu. Dan rumah adalah tempat terbaik menyusun rencana dan cita-cita. kemarilah kamu nak. Ini kan bukan urusan jual beli tanah atau semacamnya. Terima kasih nak Anto. Tapi urusan anak dan orang tua. syukur kalau begitu. MARNI : Jangan kuatir ayah. Janji secara lisan sudah cukup. MARNI : Anto meyakinkan aku begitu rupa. Apa kalian ada yang tahu alamatnya ? ( MARNI MUNCUL DARI ARAH DALAM ) MARNI : Marni sudah di sini ayah. ayah tetap sayang aku.43 Tidak. . Saya juga percaya om Marjuki akan menepati janji. MARJUKI : Syukur . aku pasti jadi TKI sungguhan.

AUDI & LALA : Di rumah kami om. siap jadi anggota Dharma Wanita ? . IRNA. Itu komandan yang baik. Saya siap diadili. Dan kamu tidak tinggal di tempat penampungan bukan ? MARNI : Tidak.44 MARJUKI : Bagus. Kami bertiga. Sayalah komadan semua sandiwara malam ini. setelah lulus kuliah dong. Kamu menemukan pemuda yang tepat anakku. MARJUKI : Bagus. ANTO : Marni. Anda siap saya tuntut di depan penghulu menikahi anak saya ? ANTO : Sekarang ? IRNA & YANG LAIN : Huuuu … MARJUKI : Nanti. Sebagai komandan saya tidak akan lari. MARJUKI : Jadi siapa yang mengatur nak Cepi datang ke mari dan main sandiwara di depan saya ? ANTO : Saya om.

MARJUKI : Bukannya ngingetin. MENEJER PANGGUNG : Habis situ ngomong melulu … MARJUKI : Ee.45 MARNI : ( MALU ) Idih. tokoh ini ! MENEJER PANGGUNG : Biar tokoh kalau ngaco dimarahin. Kayaknya durasinya sudah lewat deh. ANTO : ( TERTAWA ) ( BICARA PADA PENONTON ) . Menejer panggung ! MENEJER PANGGUNG : Ya. Tahunya menejer panggung. ya … MARNI : Durasinya sudah lewat belum ? MENEJER PANGGUNG : Sudah lewat dari tadi. masa harus dibahas sekarang ? Sudah malem lagi. Stage manager mana sih ? Stage manager ! YANG LAIN : Stage manager ! CEPI : Dia nggak tahu stage manager. Saya tokoh lho. malah marah sama saya.

PENUTUP ( ANTO MENGGANDENG MARNI DAN MENYANYI BERSAMA ) ANTO : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG MARNI : ( MENYANYI ) BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA MEMILIH JALAN SEMUA : ( MENYANYI ) TUGAS ORANG TUA HANYA PENGGEMBALA PENUNJUK JALAN YANG BIJAKSANA MEMAKSAKAN KEHENDAK . “ pesan sponsor ” mudah-mudahan tidak salah alamat. kelihatannya sudah waktunya bagi kita untuk berpisah. Lakon sudah tamat.46 Baiklah penonton sekalian. Dan marilah kita sama-sama beristirahat.

Selamat berkarya ! . jika sebelum mementaskan naskah ini memberitahukan pada penulis. Mei 2004 Teriimakasih banyak.47 BUKAN SIKAP BIJAK LAMPU PADAM PERLAHAN LAKON SELESAI Depok.

sering mengajak nonton Wayang Kulit semalaman hingga paginya sering bolos sekolah. Tahun 1989. Pasalnya. Alamat : . sang ayah. Lahir di Banjarnegara ( Banyumas ). Selama 9 tahun tinggal di sanggar Teater Koma di bilangan Setiabudi ( 1986 – 1994 ). Tahun 2004. Selain Wayang Kulit. Menamatkan Sekolah Dasar hingga SLTA di daerah kelahirannya. sempat menjadi mahasiswa IKJ jursan teater. Wayang Orang dan Ketoprak seolah jadi tontonan wajib. seni peran. Sekar Dewantari ( lahir 1996 ). asal Semarang. Nursilowati. dikaruniai seorang putri. Mulai tahun 1985 hingga sekarang ( 2004 ) bergabung dengan Teater Koma mendalami tiga bidang pilihan: penulisan. dan penyutradaraan. “ Racun kesenian ” diserap sejak kanak-kanak. Sastro Mihardjo. Sejak itu tinggal di Depok. 6 Januari 1959. sang ayah sering “ nimbrung main ” setiap ada Ketoprak atau Wayang orang keliling mentas di kampung.48 BIODATA SINGKAT Budi Ros. naskah dramanya berjudul FESTIVAL TOPENG 10 Juli 1994 menikah dengan Erna N mendapat penghargaan dalam sayembara penulisan naskah drama Dewan Kesenian Jakarta.

Blok E 1 No.49 Perumahan Puri Anggrek Mas Jl. Anggrek VI C. 2 Depok Barat 16434. Telpon/fax : (021) 77883525 – HP : 08161949863 .

50 Naskah drama / teater Judul : LIT Oleh : Viddy AD Daery Untuk pementasan 45 menit s-d 60 menit SINOPSIS LIT : Di tengah kesemrawutan hukum Di REPUBLIK JOMBROT . pemimpin nonformal dari kaum terpelajar miskin. menantang kekuasaan semena-mena sistem . Lit.

alam selalu mempunyai hukumnya sendiri.51 pendidikan yang mahal dan mencekik rakyat.. Kepala sekolah………………….45 tahun.35 tahun LIT Oleh : Viddy AD Daery .35 tahun.. Orang BP 3……………………. Pemimpin Satpol Tramtib………30 tahun Komandan Polisi……………….30 tahun. Pemimpin Gelandangan……….. Tokoh-tokoh : Lit………………………………19 tahun. Tapi. juga melawan polisi dan hamba-hamba hukum yang justru mempermainkan hukum.

Lit.lampu menyoroti tubuh2 yang teler…) Tiba2 musik disko berdentam… Kamera menyorot anak2 SMU yang mabok. Dia berdiri dan menggugat : LIT : Kenapa seluruh pelajaran budi pekerti yang diajarkan sejak SD sampai SLTA tidak berlaku di kehidupan nyata ? ( hening …3 menit ) Kenapa seluruh ajaran Kitab Suci dan teladan para nabi menjadi NOL dalam perjalanan hidup di REPUBLIK JOMBROT ini ? ( hening…. mereka bangkit lalu berdansa rancak pakai koreografi yang bagus.lalat. ayam dan suara desah orang bermain sex.Lit. tergenang air dan lumpur. jendela pecah pokoknya nggak terurus. pokoknya amburadul. Tanah-tanah basah dan becek. Kucing dan ayam mengais-ngais sampah. Juga bicara berebut rokok. Foreground : kumuh. Dinding sekolah dicoret-coret. rambutnya awut-awutan. Lampu menyorot fokus bidang-bidang kumuh yang harus diperhatikan penonton. bagai di videoklip MTV di TVG : Syair : Lit. Musik gemrenggeng aneh.52 Setting : latar belakang bentuk sekolah dijepit gedung-gedung tinggi.. mengikuti irama disko. penuh suara kucing.Lit. Lampu yang gelap tiba-tiba menyorot terfokus pada seorang remaja berseragam SMU yang belel dan ditulisi macam2 juga bertambal-tambal.Lit…kita orang kejepit Jangan lagi menjerit Jangan lagi mencicit Mereka tak akan menggubris . Kejorokan sangat terasa di mana-mana.kita kawula alit Lit. Lampu gelap remang-remang memperlihatkan bentuk setting. piannya ngelingkap. Genteng sekolah bocor. duitnya Cuma dikorupsi para penggede. Banyak lalat beterbangan. tumpukan sampah dimana-mana persis di Indonesia.

Usai dansa…. KS nanya ke BP 3 : Pak BP 3…gimana jawabannya nih ? Kamu kan yang paling bisa ngajarin aku praktek-praktek pemerasan terhadap orang tua siswa ? . Thailand. (keterangan: bolet= ubi Lit membantah : Tapi kenapa di Malaysia.. Ini dia biang rusuh sekolah kita ini Wis sekolah bolos terus… SPP nggak pernah mbayar Iuran OSIS gak bayar Iuran komputer gak bayar Iuran renang gak bayar Iuran BP 3 gak bayar Iuran guru udunen gak bayar Iuran bu guru hamil gak bayar Iuran kucing pak guru ketabrak truk gak bayar Iuran fotokopi rumus-rumus gak bayar Iuran ulang tahun guru kesenian gak bayar Iuran tetangga pak guru kawinan gak bayar Iuran guru agama naik haji gak bayar Iuran guru fisika pindah rumah gak bayar Iuran guru baru pesta tumpengan gak bayar Iuran kepala sekolah kawin lagi gak bayar…waaah.mereka kecapekan… Tiba-tiba Kepsek dan BP 3 datang dan menegur mereka : KS : waaaah…waah….wahhh….Singapura. Kalian ini kalau MISKIN JANGAN SEKOLAAAH !!!! Sekolah sekarang hanya untuk orang berduit tahu ! Sudah nggak jamannya lagi sekolah mbayar bolet ! jalar ).diamput tenan iki….Brunei. bahkan di Srilangka yang negara miskin aja SEKOLAH BISA GRATIS !!!! ????? KS bingung lholak-lolok gak bisa jawab.53 Mereka tak akan perduli Elit kita elit tulalit Elit kita elit yang sakit Telinganya congekan Penuh cureg ambune badheg…baunya nggak ketulungaaaannnn….

Tarif air minum naik.54 BP 3 membisiki : wssswssswsss…. jawabannya wswswswswswsws…. goblok ! Pemerintah kita kan sudah mencabut subsidi pendidikan. : Lho bukan gitu pak…. bayaar aja.kok nanyak aku… : Lho pak. Tarif telpon naik. ya supaya kalian bayar sekolah. Iuran sampah naik.goblok ! BP 3 KS BP 3 LIT : Lho pak.. Iuran 17 agustusan. : Jawabannya wes hewes hewes bablas angine…. KS : Oooo yayaya…. nggak pernah protes. KS BP 3 : Opoooo ???????? Wswswsws…iku opo ???? : Whalah bapak ini ah…itu lhooo…wswswswswsw….orang tua kalian bayar tarif listrik yang terus naik.ssst…wewswswswswsws : Oooo. bayaar aja. gak penah protes. gitu aja kok repot ! Lagian bukankah orangtua kalian selama ini adalah rakyat paling baik di Tapi sebenarnya berarti rakyat paling bodoh didunia hehehehe…. bayaar aja. Iuran nyepi. Iuran imlek. Iuran natalan. uang dinas jabatan menteri dan pejabatpenjabat tinggi justru dinaikkan kok malah subsidi pendidikan dicabut ???? KS BP 3 KS BP 3 KS dunia ? : Lha yo embuh…. gak pernah protes. dananya dikorupsi…weeeek…. yang goblok Bapak ! : Heh. bayaar aja. lha kok aku yang goblok ? : Ya sudah.pemerintah negara-negara asing itu kan memberi subsidi terhadap dunia pendidikan. .. Iuran lebaran. bayaar aja. Lha ya toh…. yang goblok dan bajingan adalah pemerintah ! : ( bernada sangat marah dan berang ) Kenapa ? Kenapa subsidi kepada anggota-anggota DPR. Iuran RT RW…bayaaar aja. gak pernah protes.

TARIF NDOLLY naiiikkkk…… Lhoooo……………. Daging naik. Ini sudah masalah politik. Sabun naik. reeek… . kalian kan rakyat yang baik…kalau aku habis omong kalian bilang : bayaaar aja…. Gula nak. ortu kalian itu manusia apa mayat hidup ? Naah. sudah ortu kalian kayak mayat hidup dan penurut kayak kerbau dongok…eeh.pak ! Ini sudah subversib pak. Sayur mayur naik. Minyak rambut naik. ( penonton : bayaaar aja…dst ) Elpiji naik.anak-anak ini ngomongnya sudah keblinger ini pak. Sepatu naik.55 ( Ayo penonton. Baju naik. Onde-onde naik. Odol naik. KS : ya setelah ada kasus Makassar polisi jadi ngeper. berarti sudah masalah serius ini pak… Kita harus lapor ke polisi ini pak…. Susu naik. Lit : Karena kami tidak mau seperti orang tua kami yang bodoh dan jahiliyah !!!!! BP 3 : waah. sudah bernada kiri ! Ini pasti sudah dihasut oleh LSM-LSM kiri itu pak.kalian anak-anaknya malah sok jadi PEMBERONTAK…. Pokoknya kami sampai heran. Telur naik. Tempe naik. Terigu naik.waah…Pak.ayo mulai…) Harga minyak naik. Mudah-mudahan bisa ditindas lebih kejam dari yang di Makassar itu pak.

56 BP 3 : Kata siapa ? Wong polisi itu ya preman kok. KS dan BP 3 nyari telpon Ketemu Hp-nya. : Kamu aja. : Bapak aja. kalah lucu dari kehidupan sehari-hari pakk… KS : Sudah-sudah…. BP 3 : Lho ya Pak KS toh.katamu ini masalah gawat. makanya Srimulat di THR itu bangkrut pak.kamu juga nggak papa toh. KS : Bapakku ? Bapakku sudah almarhum jeee…lho ini yok opo sih. : Kamu aja. orang Bapak adalah kepala sekolah. : Bapak kamu. KS : Ya sudah ayo cepat telpon…. lalu saling nyuruh. : Kamu. KS : ini Hp-nya.kamu aja yang nelpon. yang punya wewenang kok….tak antemi lho koen… BP 3 : lho kehidupan kita ini memang panggung komedi pak. soalnya kamu lebih pandai bicara…. apalagi di Republik Silit ini…malah lebih lucu dari Srilmulat lho. makanya jangan guyon ae…ayo cepat lapor polisi !!! BP 3 : lha memangnya kenapa kalau bapak KS aja yang lapor ? . kok mbanyol kayak Srimulat aja…. BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 : Bapak aja ah. : Bapak. bedanya Cuma pakai seragam yang dibeli dari uang rakyat. KS : halaaahhhhhh…. : Kamu. : Kamu aja. : Bapak. : Bapak aja.otakmu lebih kancil.

lembaga kaya…. Pimp. tapi kan ada satpam yang jaga. digembok pak. KS : Lhooooooooo…. jangan diomongkan didepan umum…. di bawah jembatan sana lho. : ya iya. Ini SMU NOL BESAR ! Kantor Dinas Pendidikan itu disana lho. kita bisa dimintai ongkos berjuta-juta toh ?? Biayanya itu lebih subversif ketimbang subversinya…. … : Soalnya mereka tahu kalian akan datang berdemo… : tahu dari mana ? wong kami nggak ngomong apa-apa sama mereka kok… : Tapi kalian kan lapor polisi kan ? . Yel-yel minta pendidikan gratis diteriakkan oleh para gelandangan. : Nggak ada pak.aku takut dimintai bayaran eee…soalnya kata orang. TIBA-TIBA terdengar suara gemuruh. kalau lapor polisi kehilangan anjing. ini soal subversi.Gelandangan/PG : Apa benar ini kantor Dinas Pendidikan ? KS dan BP 3 berpandangan bingung. PG KS PG KS PG KS : Ooooo…itu tadi…ituuu tutup pak.itu rahasia. Dul.kita ini orang kaya.lembaga komisi pemberantas korupsi aja nggak pernah ngapa-ngapain…… malah kerjanya juga korupsi kok.wong kita korupsi gedhe-gedhean kok takut dipalak polisi sejuta dua juta…. jaman sekarang korupsi itu dilakukan dari presiden sampai tukang cat. lha pagere dikunci e pak. KS : Kamu ini guuuooobbloogghk uhuk-uhuk ( sampai batuk ). BP 3 : halaaah paak. jangan takuuut…. Muncul sekelompok gelandangan kumal. setelah itu pemimpinnya memberi isyarat agar diam. membawa poster-poster : BERI KAMI PENDIDIKAN GRATIS SESUAI PASAL 31 UUD 45 MEGAWATI : PENDIDIKAN GRATIS ITU MENYESATKAN ! DASAR YANG NGOMONG GUOBLOK ! Dsbnya. kita malah dimintai ongkos sebasar kambing…lho lak rugi reek… Lha ini bukan soal anjing.ya tooh ? BP 3 : Lhaaaaa.bapak ini….57 KS : hmmm….digembok kok pak.

Presiden busuk. pengusaha busuk. menteri busuk. KS : Lho. kyai busuk. Ndul. bang. Ini negeri busuk Telurnya busuk-busuk Tomatnya busuk-busuk Katesnya busuk-busuk Mangganya busuk-busuk Dagingnya busuk-busuk Rotinya busuk-busuk Airnya busuk-busuk Susunya busuk-busuk Insert LIT menyela : hanya SUSUMU yang tidak busuk…. pejabat tinggi sampai rendah busuk. baru tahu toh ? Waaah…. Koor lagi : Suk-suk-suk bussssssssssssssssuuuuuuuuuuukkkkkkkkk Presiden busuk-busuk Menteri busuk-busuk Dirjennya busuk-busuk Irjennya busuk-busuk .guuuoooblok.58 PG : Lha iya toh pak…kan peraturannya begitu. ketimbang bersih tapi BP 3 : Lebih baik bodhoooooooo… Musik menggema. kalian dibujuki polisi…ya polisinya sudah nelpon Kepala Dinas Pendidikan. : Lho kok nggak apa-apa… busuk tapi duitnya banyak. disko dangdut. : Nggak apa-apa pak. Semua menari dan menyanyi koor : Suk-suk-suk-busssssssssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkk…. harus lapor polisi dulu…. Kepala sekolah juga busuk !!!! KS BP 3 KS : Lho kok malah aku diseret-seret dalam kebusukan toh…. nggak apa-apa…. Semua menari rancak dengan koregrafi yang asyik. Tentara busuk. bukan membangun dan memakmurkan rakyat…. KS : Ya itu. PG : Waah busuk sekali kelakuan orang pinter itu ya. ulahnya Cuma minteri rakyat. Musik lagi. makanya kok dalam pemilu ini kalian pilih lagi partaipartai busuk…dasar rakyat guuuuooobbloookkkkk kelas berrraat !!!! LIT : Ini memang negeri busuk. kalau mau demo.

lhaaaa iniiii ( menunjuk-mengenali-Kelompok Gelandangan ) Ini…musuh besarku ini…kalian ini bisanya Cuma mengganggu kedamaian masyarakat saja too…bikin rusuh.59 Stafnya busuk-busuk Satpamnya Busuk-busuk Polisi busuk-busuk Tentara Busuk-busuk Kyai busuk-busuk Gurunya busuk-busuk Pedagang busuk-busuk Pedaging busuk-busuk Insert LIT : Hanya rakyat yang tidak busuk.yaaakkk hush !!!. eta-ete…petentengan kayak wong penting aja. kalian lebih sampah dari para gelandangan yang kalian anggap sampah itu.. semua karena pemerasan yang dilakukan para pemimpin busuk.000.ketertiban apa ketiban yooo ? Ketiban lak kejatuhan…. Mencari makan kok dengan cara menggebugi sesama rakyat kecil.sewanya Cuma Rp 100. iniiii apa-apa… eeeh….bikin sampah….lha kalian ini sudah sering kuusir. pokoknya kalian ini mengganggu ketertiban…. Ya kalian-kalian itu pak yang namanya RAKYAT BUSUK. para elit tulalit. Ingat pak.rumah petak di pingiran kota toooh. Lit : Pak. Koor : KARENA SUDAH BOOOOSSSOOOKKKK!!! Tiba-tiba datang rombongan tramtib dengan membawa pentungan. tak garuk.sebulan toh ? Lihat saat ini isteri kalian belum masak nasi toh…anak kalian kelaparan. ???? LIT maju dan menjendul kepala Katib. dadi opooooooooooo koen iku.. Kamu itu preman bayaran tahu. Rumah kalian. Kepala Tramtib ( Katib ) : Ada apa ini ? Heh…ada apa ini ? Apaaa iniiii ada-ada…eh…adakah. mereka petantang petenteng. .kalian juga orang miskin.tidak bisa sekolah. Wis jangan pringisan…lho kan aku sendiri ya yang pringisan…. tak giepuki…lha kok masih berani unjuk rasa ! Gak kapok-kapok ya kalian….

Itu semua karena rakyat bodoh ! Bodoh terus karena tidak pernah dididik ! Karena sekolah bayarnya mahal ! Padahal seharusnya gratis !!!! Coba baca UUD 45 ! ( tiba-tiba semua mengeluarkan buku UUD 45 dari sakunya---ya sudah dipersiapkan toooh… ) Lit : Ayo semua membaca Pasal 31…. 3.60 Tapi kalian malah menjadi kaki tangan orang-orang busuk itu. Semua koor membaca : 1. Ada yang hoaaaaaaaaaa…. Memang tangisan mereka harus berefek lucu tapi serius. dan malah memukuli sesama rakyat kecil yang tertindas. tahu ! Kok tega kalian memukuli sesama rakyat. Pemilu itu kan sarana yang demokratis dan merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin yang baik dan menendang pemimpin yang busuk.haaaaaaaaaoooo…. Kalian itu laksana ANJING. he. Eee lha kok rakyat malah memenangkan partai-partai busuk. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa… 4.sudah. . Terdengar tangisan bersahut-sahutan. 2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerntah wajib membiayainya. Anak buahnya ikut menangis. tidak akan jatuh kasihan hanya dengan air mata dan darah rakyat. merobohkan rumah-rumah gubug rakyat. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. apa kalian nggak bisa membayangkan kalau itu menimpa rumah dan keluarga kalian sendiri ? Tiba-tiba Katib terharu dan menangis. Rakyat sendiri sih yang memang bodoh.sudah. dan menelantarkan partai-partai yang ingin menyelamatkan rakyat. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari APBN dan APBD.. he….huuuuuu…. dsbnya ramai sekali. Lit : He . berhenti menangis ! Tangisan tidak menyelesaikan masalah ! Para pemimpin busuk sudah kebal.

KS : Oooo jadi aku ini badak yooo….lho.anak-anak…. gini aja. tobat. Lit : Sabar. bajunya sobek parah. Semua menari kesurupan diiringi musik disko seram…. sadar…. kok gek ngerti… KS : Lho. Tramtib : Gak isok…gak isok…ini dia biangnya sehingga rakyat kecil tidak bisa menikmati pendidikan ! Ayo bakar ! ( semua membakar BP 3 dengan trik diganti boneka. sabar…jangan main hakim sendiri. orang yang salah akhirnya tobat. basmi ! Bakar ! Semua mengeroyok BP 3 dan memassa sampai hancur berdarah-darah. anak-anak ! Lit : Serius tah ? .. BP 3 : Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………Hidup : Lho Pak! Kok gratis sih…lha kita makan apa ? Siswa-siswa koor : Taek iku panganen ! KS marah kepada BP 3. Kamu ini lembaga ekstra ! Tidak resmi.kamu ini calo! Rente ! Siswa-siswa emosi : Ayo basmi ! Basmi ! Tunjeki ae ! Para gepeng terpengaruh : Betul.wis rek. aku sekarang sadar.Bapak aja yang kayak badak….sosok BP 3 dibakar ).aku ini Kepala sekolah lho. .61 KS : Lho.lho…berarti selama ini pemerintah sendiri melanggar undangundang ? Koor : Wis suwe rek.tidak formal. pokoknya seperti drama-drama itu lho.teman-teman…. berkuasa Pak KS : Lho serius memutuskan… Koor siswa Kepsek….minta maaf…dan sekarang saya putuskan kalian semua boleh sekolah gratis.suara mereka fals mirip hantu haus darah…. Berarti aku bodho yo kok gek ngerti ? Siswa-siswa : Lho wis suwe Pak… Kami sampek muak kok…. Api menjilat-jilat ke atas. KS : Memang kamu ini kok yang bikin masalah.

Terdengar sirine meraung-raung. ( Setting gedung-gedung dari kertas dibakar massa ). . bukan ke arah gedung yang terbakar. Lit : Kita berRevolusi. Rakyat teriak-teriak tak terkendali. bahkan ada yang memukuli dan menjongkrokkan Lit ke tanah.62 Lirik : Kami rakyat bisa seperti zombie Sabar dan sabar Meski kalian sakiti Dan terus kalian sakiti Namun jika kesabaran habis Kamipun berubah total Seperti raksasa Tiwikrama Kami bisa marah tak terkendali Jangan salahkan rakyat yang marah Karena marahnya akibat ditindas Berjuta-juta kali Kalau rakyat sudah mengamok Yang ada adalah REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI !!!!!!!!! Musik berhenti. Massa tak perduli. Lampu dimainkan menambah efek kebakaran kota. ( puluhan onde-onde berbungkus plastik dilemparkan ke arah penonton ) Mereka membakari kota. Mereka melempari kota. Lit meraung-raung menenangkan massa.revolusi berarti cabut sampai akar-akarnya ! Ayoooo serbuuu !!!! Semua massa menyerbu kota. tapi jangan anarki ! Tramtib : Yooo gak isoookkk…. Massa sudah kesetanan. Muncul petugas pemadam kebakaran menyemprotkan selang air kemana-mana tapi malah lebih banyak ke arah penonton.

semua terkejut dan meradang. bisa dicopot aku nanti…. Komandan marah dan membentak polisi teler. lalu rakyat yang putus asa bunuh diri.sorry. KS roboh. jangan main-main ! : alaaaaaaa di Negeri Jombrot ini. malah menembak salah seorang : Dor ! Ternyata yang terkena KS. Kopol : He…kamu ini menyalahi prosedur…waah. ingat kasus Makassar….waaah aku dipecat nanti Dul gara-gara kamu.pak. Nyongg ! Karena pemerintah menelantarkan rakyat. Maka datang rombongan polisi menembakkan bedil ke udara. akan kami tembak di tempat ! Semua angkat tangan. Komandan polisi : Hentikan ! Hentikan ! Menyerahlah kalian ! Kalau tidak. Seorang polisi teler.diaamput kamu ini Dul ! Dul : Sorry Pak ! Kopol : Enak aja sorry. Para petugas pemadam kebakaran malah digebuki dan dibunuh. ini soal nyawa. Semua terpengaruh. kerusuhan mereda. Lit : Berhenti ! Berhenti ! Pakai akal sehat ! Jangan menuruti hawa nafsu ! Tapi perang terus berlangsung. nyawa sangat murah kok ! : Pernyataan bapak MENYESATKAN ! SANGAT MENYAKITKAN ! SANGAT : Lhoooooooooo…ada faktanya lho. setahun ada sekitar 30 orang…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuu . Dul Lit Dul Lit Dul : Sorrrrrrrrrrrrrrrrryyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…. : He.63 Para gepeng dihasut tramtib untuk memassa petugas kebakaran.

64 Lalu yang nekad menjadi copet. maling.aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuuu Menurut data CDC dan AGI. jumlah yang mati sekitar 200 orang setahun…lhooo…. setiap jam ada 2 ibu meninggal karena melahirkan lantaran kemiskinan dan buruknya fasilitas di Republik Gombal ini Lalu data ELSAM mencatat 65 buruh TKI mati setiap tahun di Singapura. daripada sok pinter dan lebih pinter dari aku. karena negeri ini nggak bisa ngasih makan. belum yang mati-mati karena 1001 macam bencana alam yang terjadi tiap hari karena alam lingkungan dirusak….pelaksanaannya Nol Besaaar !!! Dor ! Komandan yang setres menembak satu gepeng.wooooooo nggak karukaruan jumlah orang mati di Negeri Gombal Mukiyo ini…Tapi kok ya jumlah penduduk tetap berjubeeeeel aja…Makanya aku tinggal melanjutkan upaya PENCIUTAN PENDUDUK hehehehe Itu semua demi keseimbangan rasio kepadatan…hahahaha Komandan Polisi : Sok tahu kamu Dul.dataku lengkap nyong ! Belum lagi yang mati karena berbagai macam penyakit. Lit : Tunggu ! Anda polisi!anda penegak hukum. 2 juta nyawa bayi di Republik Jombrot ini dibunuh per tahun di meja aborsi Data yang dikutip koran MERDEKA baru-baru ini. mendingan kamu tak tembak aja duluan ! Dor ! Polisi Dul mati. presiden dan para pejabat ! . kecelakaan lalu lintas. mereka sudah membunuh korban sekitar 170 orang setahun…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaahuuu Lalu para garong yang digerebeg polisi lalu lari dan ditembak. garong. karena duit negara sudah digarong para pemimpin Data dari Depkes RI mencatat 35 orang mati per tahun karena HIV AIDS Waaaah…. rampok. kapal laut dan udara.hukum ? hukum di Republik Jombrot ini hanya berupa tulisan di buku-buku dan pidato para pejabat di televisi…. Lit : Ini apa-apaan ? Apa tidak ada hukum di negeri ini ? Kok main bunuh semaunya ???? Komandan Polisi : hahahaha…. jangan justru malah menghancurkan hukum ! Kom-pol : He ! Kamu tidak tahu atau pura-pura bodoh ? Pelanggar hukum di Republik ini justru polisi.

65 Coba kamu baca lagi kitab UUD 45 ! Berapa pasal yang dilanggar mereka ? Dor ! Satu siswa mati. Lit : Waaah…kalau begini caranya ya sudah. Polisi lawan massa.serbuuuuu !!!!!!!! Perang ramai. Dengan tertatih-tatih menahan luka. tinggal Lit yang hidup meski luka parah. sudah perang aja…. Lit menggugat negeri Gombal ini dengan puisi protes : Dipimpin para pemimpin pengkhianat Minyak berkhianat kepada rakyat Air berkhianat kepada rakyat Hutan berkhianat kepada rakyat Gunung berkhianat kepada rakyat Beras berkhianat kepada rakyat Gula berkhianat kepada rakyat Udara berkhianat kepada rakyat Transportasi berkhianat kepada rakyat Telekomunikasi berkhianat kepada rakyat Rumah berkhianat kepada rakyat Listrik berkhianat kepada rakyat Batu berkhianat kepada rakyat Pupuk berkhianat kepada rakyat Sayur mayur berkhianat kepada rakyat Buah-buahan berkhianat kepada rakyat Daging Berkhianat kepada rakyat Roti Berkhianat kepada rakyat Sekolah berkhianat kepada rakyat Buku-buku berkhianat kepada rakyat Guru-guru mata duitan berkhianat kepada rakyat Ulama-ulama gila hormat berkhianat kepada rakyat Hakim-hakim bajingan berkhianat kepada rakyat Polisi-polisi pemeras berkhianat kepada rakyat Politisi-politisi badak berkhianat kepada rakyat Cendekiawan-cendekiawan gila jabatan berkhianat kepada rakyat Rakyat yang bodoh berkhianat kepada KEHORMATANNYA SENDIRI ! . Semua saling bunuh. Semua mati. ayo perang…perang adalah satusatunya pilihan karena terpaksa…. taek koen iki.hanya satu kata : Lawaaaan !!!!!! Siswa sok pinter : Itu puisinya Wiji Thukul ya Lit ? Siswa dan gepeng : Waaah.

mungkin via pos ) BIODATA PENULIS NASKAH DRAMA / TEATER “ LIT ” Viddy AD Daery atau Drs. novelis.com ( fotokopi identitas akan dikirim menyusul. cerpenis. sudah menghasilkan puisi masterpiece “Surabaya mari Bicara Empat mata” yang sempat menjadi maskot DKS dan HUT Kotamadya Surabaya di zaman Walikota Poernomo Kasidi.66 Lit berjalan terseok-seok menuju penonton Sorot lampu mengiringi Baunya menyebar harum Lalu hilang di kerumunan penonton / lampu kian kabur ( Musik prihatin mendenging ngilu ) SELESAI Penonton boleh tepuk tangan Jakarta. Patal Senayan Juraganan 11 Mei 2004 Viddy AD Daery=============================viddyad2@yahoo. Sewaktu masih kuliah di FISIP UNAIR Surabaya. kolumnis dan budayawan.Anuf Chafiddi lahir di Lamongan 28 Desember 1961 adalah penyair. .

Lalu keluar dari TPI dan mendirikan jaringan production house sambil menjadi budayawan yang banyak diundang ceramah budaya Indonesia oleh negara-negara Asia Tenggara. lalu menjadi koresponden Jawa Pos sambil mengelola toko emas di Lamongan. Patrio Ngelaba. Sejak remaja/mahasiswa sampai kini aktif ikut lomba kreatif dan cukup banyak menyabet juara di bidang penulisan puisi.com. Tahun 1993-2001 menjadi produser eksekutif.67 Setelah lulus sarjana sosiologi tahun 1987 . . dan cukup laku di pasaran. cerpen dan produksi acara televisi. Produknya yang terkenal antara lain : Lenong Bocah. Tahun 1991 hijrah ke Jakarta karena bekerja di TPI ( Televisi Pendidikan Indonesia ). Telenovela Dimana Cinta Kutitipkan. Novelnya “Sungai Bening” diterbitkan oleh PT Grasindo Jakarta. mula-mula sebagai redaktur features SERBANEKA. E-mailnya : viddyad2@yahoo.

. atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari. kocak dan cerdas. Dibantu oleh kelompok musik. Mengapa ? Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi. 5. Dalang 3. jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga. cerdas dan cantik umur sekitar 17 thn. 4. tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting : remaja putri tomboy. : remaja laki-laki atau perempuan.68 SRIKANDI EDIAN Karya : Sang Aru ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain : 1. perempuan atau Synopsis Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo. dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini. Pak pos bisa naik sepeda motor atau sepeda biasa. Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah. : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn jumlahnya lebih 5 orang boleh laki. Wayang wayang campuran. Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. Srikandi 2. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan.

Kalau naik sedan atau panther ya dekat. BEGITU JUGA KELOMPOK MUSIK SEDANG MEMAINKAN MUSIK. Itu lho perumahan elit dan mewah ya. Apa tuan ? Jauh ? Ah ya nggak se. becak bendi. LAYAR DIBUKA. Tetapi Srikandi ini tidak tinggal di Madukara seperti Srikandi jaman Mahabharata dulu. Dan lagi naik apa tempat itu kita katakan jauh. SEDERHANA. MEMBUAT KOMPOSISI ENAK.69 ===== ADEGAN I. apalagi dari Gresik. ya jauh apalagi kalau jalan kaki. sebab Madukara sekarang sudah habis dimakan gempa api dan banjir. WAYANG-WAYANG KELUAR DIIRINGI MUSIKNYA. Dalang : Syahdan. Ya kan ? Apa tuan ? Dari Wonokromo ? Yo mesti ae adoh rek nek teko Wonokromo. Ya to ? . masak Darmo Permai jauh ? Jauh darimana tuan ? Jauh dan dekat itu kan diukur darimana tempatnya. Dari jembatan merah juga jauh. TAMPAK JUGA SEORANG DALANG SEDANG BERSIAP MAIN LENGKAP DENGAN PERALATAN DALANGNYA. Srikandi yang sekarang ini tinggal di kawasan Darmo Permai sana. malam ini kita bangunkan seorang tokoh wayang terkenal cantik jelita dan otaknya yang cemerlang. TAMPAK PANGGUNG DENGAN BEBERAPA BUAH KOTAK SEBAGAI PROPERTY. Kalau naik sepeda. Srikandi namanya. sebelah barat setasiun televisi.

mendalangi kerusuhan.70 Srikandi jaman wayang dan Srikandi jaman komputer ini jauh berbeda.. akulah Srikandi yang tuan tunggu sejak tadi. Srikandi sekarang ketika jatuh cinta pada Arjuna pura-pura sakit keras. mendalangi kekacauan. Srikandi sekarang pinter dan senang dengan ilmu sejarah. Kalau hanya memberi tahu di mana rumahnya jelas berbeda lho dengan kalau ikut mengantarkan aku sampai ke rumahnya. aku memang pengin sekali berjumpa Arjuna. negara itu besar karena sejarah. PAKAI KAOS OBLONG. Jangan sekali kali meninggalkan sejarah kata salah seorang proklamator negeri ini. Benar tuan. Pasti ada. Aku ingin sekali kerumahnya. Oalah dalang dalang…. apa bedanya sejarah dan sujarah. Srikandi jaman wayang dulu amat senang dan pandai sekali dalam ilmu memanah. Apa tuan ? Cantik ? Lho itu kan katanya dalang. . Srikandi sekarang ataukah Srikandi masa depan. Jangan khawatir soal uang lelahnya. CELANA JEAN LENGKAP DENGAN TOPINYA (TOMBOY) DARI WAYANG WAYANG. Coba tanyakan dulu pada guru. Srikandi dulu. Srikandi jaman wayang jatuh cinta kepada Arjuna pura pura edan atau gila. Kata orang bijak. malam ini saya coba bangunkan lagi Srikandi ini. Nah. Sejarah lain lho dengan sujarah. MUNCULLAH SEORANG GADIS ATAU REMAJA DENGAN PAKAIAN SANTAI. Dalang itu kan kerjanya memang mendalangi… mendalangi wayang. Tidak usah bertanya ini Srikandi dulu. Pengin sekali belajar padanya. Srikandi : Hallo selamat malam penonton selamat malam Surabaya selamat malam malam ini. Apa kabar ? Ya benar. Tuan tuan tahu rumah Arjuna ? Tolonglah tuan kalau tahu rumah Arjuna. Jangan gampang percaya kata dalang.

71 Apa tuan ? Oh ya aku ingin belajar kepadanya. Belajar sejarah. Wayang wayang : Belajar atau… Srikandi : Atau apa ? Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ? Srikandi Srikandi Srikandi Srikandi : Oh… belajar rek. : Belajar. : Belajar belajar ! : Belajar ! Sekali belajar tetap belajar ! Wayang wayang : Belajar sambil jatuh cinta ? Srikandi : Malu ah….. Wayang wayang : Jatuh cinta atau belajar Wayang wayang : Belajar atau belajar Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ?

LANGSUNG MASUK SEBUAH LAGU REMAJA CINTA DI SEKOLAH OLEH WAYANG WAYANG. : malu aku malu pada semut merah yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya sedang apa disini menunggu pacar jawabku DISELA-SELA LAGU ITU DALAM DIALOG LAGI : Dalang : Begitulah Srikandi memulai perjalanan cinta pertamanya. Sambil menyelam minum air. Belajar sejarah negerinya sambil jatuh cinta Wayang wayang : mengapa belajar sejarah Mengapa tidak belajar matematika Belajar kok sejarah Srikandi : Kenapa kalau belajar sejarah Sejarah itu perlu dipelajari Sejarah tidak saja hanya dihafalkan, tetapi harus dipelajari. Negara besar itu karena sejarah Sejarah kok dihafalkan. Kalau sudah hafal terus untuk apa ? What for ?

72 Pelajari sejarah negara-negara besar Pelajari sejarah orang-orang besar Pelajari sejarah pikiran-pikiran besar Ya kan pak dalang ? : Benar. Terus keinginanmu : Ya harus kucari rumah Arjuna. : kalau sudah ketemu : ya belajar sejarah padanya : Kalau nggak ketemu ? : Ya harus dicari sampai ketemu : Pantang mundur ? : Ya benar. Pantang mundur Pantang untuk mundur Sekali layar berkembang tak ingin perahu surut kembali sebelum sampai ke pulau tujuan : Siap terus maksudmu ? : Menurut dalang bagaimana harusnya ? : Tanyakan saja pada wayang wayang

Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi

Dalang Srikandi Dalang

Srikandi Wayang Srikandi

: Bagaimana wayang seharusnya ? : Jangan tanya kepada saya, nanti bisa dianggap ikut mendalangi kisahmu Srikandi Sesama wayang tidak boleh saling mendahului. : Sudahlah kalau begitu kuputuskan sendiri.

SRIKANDI LANGSUNG PERGI. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi Dalang : Kemana Srikandi ? : Mencari rumah Arjuna : dimana rumahnya ? : Nggak tahu, tetapi pasti ketemu : begitulah kisah Srikandi sementara ini. Ia berkeras hati, berkeras kepala untuk mencari rumah Arjuna. Ia harus melewati rumah-rumah besar Ia harus melewati jalan-jalan besar Ia harus melewati toko-toko besar Ia harus melewati sekolah-sekolah besar karena ingin belajar tentang sejarah orang-orang besar, belajar tentang sejarah negara-negara besar, sebab Srikandi juga memiliki pikiran besar.

SRIKANDI SUDAH KELUAR DARI KOMPOSISI ITU. Srikandi : benar, disinilah rumah Arjuna Jalan Diponegoro, dekat pom bensin, belok ke kanan terus ada toko kelontong toko Bahagia belok kiri terus, terus nomoe dua puluh empat. Ya benar, inilah rumahnya. Wayang wayang : masuklah Srikandi jangan takut

73 Benar itu rumah Arjuna. : benar ya ini rumah Arjuna Tetapi jangan marah lho ya, siapa tahu ini bukan Arjuna yang kau maksud itu. Bukankah nama Arjuna sekarang ini banyak. Cobalah Srikandi, cobalah dulu. Bukankah salah itu juga sebuah proses menuju benar

Srikandi

SRIKANDI BERAKTING SEPERTI SESEORANG YANG SEDANG MENGETUK PINTU. Wayang wayang : thok thok thok

Wayang wayang nyanyi : buka pintu…buka pintu… buka pintu… Buka pintu buka pintu beta mau masuke Siolah nona nona nona betalah dimukae Ada anjing gonggong betae Ada hujan basah basahe…siolah nona beta mau masuke he he he……. Wayang dialog : Arjuna keluarlah sebentar Ada tamu ingin menemuimu Arjuna : siapa dia ? Srikandi : benarkah ini rumah Arjuna ? Wayang wayang : benar tak salah lagi. Tunggulah sebentar : cepatlah keluar Arjuna, ada tamu Arjuna : Siapa dia ? Wayang wayang : tidak tahu, tetapi tengoklah sebentar atau intip dari lubang kunci rumahmu Arjuna : katakan padanya Hari ini aku tak bisa menemuinya Sampaikan permintaan maafku, tetapi tolong sampaikan aku akan menemui di rumahnya. Catat alamat dan nomor teleponnya. Wayang wayang : tidak kecewa ? Arjuna : Sebenarnya kecewa, tetapi bagaimana lagi. Suatu saat pasti bisa bertemu. Wayang wayang : Baiklah Arjuna Srikandi ?! Srikandi : Bagaimana bisa ditemui hari ini ? Wayang wayang : Maafkan Srikandi Hari ini Arjuna tak bisa kau temui Srikandi : Kenapa ? Wayang wayang : Ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan, tetapi akan menemuimu sendiri di rumahmu. Sekarang tolong alamat rumah dan nomor teleponmu Srikandi : Benar tidak bohong ? Wayang wayang : Tidak, ia sendiri sebenarnya ingin juga bertemu denganmu. Srikandi : Tetapi apakah rumahnya memang disini ?

74 Wayang wayang : Tidak. Tak seorangpun yang tahu alamatnya. Sesekali datang kemari. Tetapi yang penting ia mau datang kerumahmu asal tahu alamat rumahmu Srikandi. Srikandi : 0311234567. HP ku masih dipinjam yang punya. Wayang wayang : Sekarang mau kemana Srikandi ?

Srikandi Dalang

: Tetap mencari Arjuna sampai ketemu : Begitulah penonton tekad Srikandi. Mencari Arjuna sampai ketemu. Tidak ada pilihan lain kita harus berjalan terus kata sang penyair. Bayangkan, siang malam Srikandi mencarinya. Sekarang lihatlah perjalanan Srikandi.

SRIKANDI KELUAR DARI KELOMPOK ITU DAN BERJALAN LAGI DENGAN RASA KECEWA. DIALOG DENGAN PENONTON. Srikandi : Penonton tolonglah saya. Dimana rumah Arjuna sebenarnya Aku ingin sekali ketemu dengannya untuk belajar sejarah. Biarlah orang lain mentertawakan aku belajar kok sejarah. Sejarah negeri ini perlu dipelajari dengan benar. Penting belajar sejarah itu. Apa tuan ? Rembulan ? Masa rembulan tahu rumah Arjuna. Nggak apa apa, siapa tahu rembulan memang tahu rumah Arjuna.

SRIKANDI DIALOG DENGAN REMBULAN. Rembulan, selamat malam. Apa kabar ? Kalau aku sealalu dalam keadaan sehat. Oh ya rembulan, tahukah kau dimana rumah Arjuna. Tolonglah beritahu aku dimana rumah Arjuna Jangan bohong lho rembulan. Aku perlu sekali dengannya. Aku ingin belajar sejarah negeri ini. Katanya dia adalah yang paling tahu tentang sejarah negeri ini. Apa rembulan ? Lho yok apa se rek rembulan ini. Pelajaran sejarah itu penting juga, terutama sejarah negerinya sendiri. Tolonglah rembulan dimana rumah Arjuna itu Wayang wayang : Sudahlah Srikandi sudah Sekarang pulanglah segera Srikandi : Tidak, aku tidak mau pulang kalau belum bertemu Arjuna. Wayang wayang : Hari sudah larut malam Besok kita cari lagi. Atau……

Coba aku. Oh ya. Rumput rumput boleh kan aku bertanya Eh rumput bangunlah sebentar dari tidurmu. Wayang wayang : benar Srikandi. SRIKANDI NYANYI : Semut semut kecil saya mau tanya Apakah engkau didalam sana Tahu rumah Arjuna…. aku tidak sengaja. Masak kata guruku berbeda dengan kata bapakku tentang sejarah negeri ini. Tolonglah barangkali kalian tahu dimana rumah sang Arjuna.75 Srikandi : Atau apa. Srikandi : ya. Benar rumput rumput aku pengin sekali bertemu dengan Arjuna untuk belajar sejarah. Wayang wayang : Cobalah tanya pada semut semut Siapa tahu ia mengerti rumah Arjuna Tanyalah pada semut atau rumput rumput Cobalah kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Wayang wayang : Bagaimana Srikandi jadi bertanya pada semut. Habis malam hari dan rembulan tidak bersinar seperti tadi lagi. Siapa tahu mengerti. SRIKANDI DIALOG : Ayolah semut semut jawablah . SRIKANDI LANGSUNG JONGKOK SEAKAN BERBICARA DENGAN RUMPUT RUMPUT Srikandi : Rumput rumput selamat malam Maaf ya kalau ada di antara kalian yang terinjak kakiku.ah biarlah aku mencoba untuk bertanya pada semut.. Apa rumput ? Tanya pada semut semut ? Tadi rembulan menyuruhku bertanya pada rumput sekarang kau suruh aku bertanya pada semut. Aku ingin ketemu dia untuk belajar sejarah khususnya sejarah negeri ini. Benar rumput. Perlu bantuan ? Srikandi : Boleh kalau nggak keberatan WAYANG WAYANG BERNYANYI : Semut semut kecil Saya mau tanya Apakah engkau di dalam sana Tahu rumah Arjuna Srikandi : Ssst jangan ramai ramai nanti mereka marah. Arjuna yang pinter ilmu sejarah itu.. Nanti semut…. Aku ingin mengganggumu sebentar rumput rumput. Apa ? Ya. Tetapi sejarah kan tidak untuk dihafalkan saja. Terima kasih rumput rumput. Sejarah harus dipelajari rumput rumput. kalau sejarah untuk dihafalkan memang mudah.

Jangan takut nanti kuberi hadiah gula kalau kau mau memberi tahu di mana rumah Arjuna.benar. : Siapa Srikandi ? : Ssst… Ya hallo. Masak nggak tahu. Benar ? Nggak tahu.76 Apakah engkau tahu rumah Arjuna.. Masa depan negeri ini jangan sampai keliru gara gara tak pernah mempelajari sejarah. Benar. Terima kasih semut semut. aku perlu sekali dengan Arjuna itu. Wayang wayang : Siapa Srikandi ? Arjuna ya. Ya ya. ini aku sendiri Arjuna ? Ah benar…. Nah. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi : Lho tadi katanya nggak punya. Hanya Arjuna saja yang bisa menjadi tempat aku belajar sejarah negeri ini. awas lho hati hati. SRIKANDI LANGSUNG MENGANGKATNYA. : Baru beli…. BIODATA PENULIS Naskah SRIKANDI EDIAN Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) Alamat penulis : Sang Aru : Hardjono Wiryosoetrisno : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto . Tadi kata rumput rumput engkau tahu. Tolonglah semut. Siapa ? Ah nggak akan aku cari sendiri saja rumah Arjuna. Jangan bohong lho ya. Selamat malam Daaag semut TIBA TIBA TERDENGAR SUARA HANDPHONE.

1. Dibantu pemain musik kalau perlu musik alternatif. . Anu 4.suara imaginer kedua tokoh berjumlah bebas. Aku cinta kamu. Nimok 2. Nimok menolong Momon yang menjadi korban pengguna narkoba hanya karena keduanya adalah sahabat. ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain. : remaja putra umur sekitar 17 tahun egois dan manja : suara . Karya : I n u l. : tokoh pengguna narkoba putra umur sekitar 17 tahun. kurus ceking dan lelah. Momon berhasil lepas dari persoalan itu tetapi mencintai Nimok dan Nimok menolaknya. Momon 3. Pasien : remaja putri umur 17 tahun. cantik dan lincah.77 Nimok. cerdas. Synopsis : Awalnya.

TAMPAK DIPOJOK PANGGUNG SEBUAH KURUNGAN DILILIT KAIN PANJANG DAN DI ATASNYA ADA SEBUAH KEMARON KECIL BERISI BUBUKAN KANJI ( SAGU ) ATAU TEPUNG. PEMAIN MUSIK TELAH SIAP DITEMPATNYA.78 Akibatnya. PANGGUNG GELAP. KEMUDIAN MUNCUL NIMOK DAN MOMON SAMBIL MEMBAWA DUA BUAH KURSI SEBAGAI HAND PROPERTY MEREKA DIIRINGI PEMAIN PEMBANTU ATAU SUARA SUARA YANG AKHIRNYA MEMBUAT KOMPOSISI. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. SESEKALI NAIK SESEKALI TURUN. Momon makin parah terjerumus dalam persoalan itu kembali. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… MAKIN RAMAI. DENGAN IRAMA YANG TETAP MULUTPUN IKUT BERMUSIK. tetapi tetap tidak ingin menerima cinta Momon. MUSIK BERBUNYI TERUS. Mengapa Nimok kembali datang ? ========= ADEGAN I. Nimok kembali datang. SUARA SUARA SENDIRI . LAMPU MENYALA.

KEDUANYA MEMAINKANNYA DENGAN GERAK GERAK INDAH BUKAN GERAKAN TARI. KURSI KEMBALI SEBAGAI PROPERTY MEREKA.79 BEGITU JUGA DENGAN NIMOK DAN MOMON. MUSIK MENGIRINGI GERAK MEREKA. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… Nimok dan Momon : suara suara berhentilah Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : suara suara berhentilah sebentar Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Suara apakah kalian ini ? Suara suara : Kami adalah suaramu sendiri Yang terus hidup sepanjang hari . SETELAH ITU KEDUANYA DUDUK DI KURSI MEREKA MASING MASING. SUARA MAKIN KERAS BEGITU JUGA MUSIKNYA. DENGAN KOMPOSISI SEIMBANG.

kami berdua Suara suara : tanpa kami ? Nimok dan Momon : Ya Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab KEMUDIAN SUARA SUARA ITU MEMBUAT KOMPOSISI BEGITU JUGA NIMOK DAN MOMON. Nimok : Kenapa diam ? . kami ingin bicara sendiri. MUSIK DAN SUARA MAKIN LAMA MAKIN LENYAP. Suara-suara : Sendirian ? Nimok dan Momon : Nggak.80 Kenapa Nimok ? Kenapa Momon ? Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Berhentilah suara suara Berhentilah sebentar.

81 MOMON DIAM TAK MENJAWAB. Nimok : kenapa diam ? Momon : nggak tahu Nimok : nggak tahu ? Momon : ya nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : karena nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : ya karena nggak tahu Nimok : oh….. .

Momon : Kenapa diam? Nimok : Apa? Momon : Kenapa diam? Nimok : Karena ingin diam Momon : Kenapa ingin diam? Nimok : Karena ya memang ingin diam Momon : Tidak ingin bicara Nimok : Ingin Momon : Kapan Nimok : Kapan kapan . SEMENTARA SUARA SUARA BERMAIN SALING BERDIALOG DALAM HATI.82 KEDUANYA DIAM LAGI DENGAN MOTIVASI BERBEDA. HANYA GERAK GERAKNYA SAJA YANG MEMAINKAN DILOG MEREKA. DAN SEGERA DIAM KETIKA MOMON MULAI DIALOG.

83 Suara-suara : Kapan Nimok? Nimok : Kapan-kapan Suara-suara : Wuah nggak boleh begitu Nimok Itu namanya mangkelan Nggak boleh Nimok mangkelan Jangan pendam dendammu sampai matahari tenggelam Nimok. Nimok : Diamlah suara-suara Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Momon : Kau siapa ? Nimok : Aku ? Nimok ! .

84 Momon : Nimok temanku ? Nimok : Bukan saja temanmu Tetapi sahabatmu Momon : sahabatku ? Nimok : Ya sahabatmu Suara-suara : Ya benar Momon Nimok sahabatmu datang lagi Nimok sahabatmu balik lagi Momon : Kenapa kau datang lagi ? Aku sudah tak ingin ketemu lagi Kenapa kau masih datang lagi Kenapa ? Nimok : Karena aku sahabatmu Momon Karena sahabatmu itulah aku mengharuskan datang kembali ke tempatmu. KEDUANYA DIAM BERPIKIR. .

aku harus datang kembali.85 Nimok : Karena aku sahabatmu. Tidak ingin menjadi seseorang yang kamu cintai. Momon : Kenapa masih ingin datang kembali ? Nimok : Aku ingin menjadi sahabatmu seperti waktu dulu. Momon : Kenapa ? Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak Suara-suara : Tidak atau belum .

Momon : Sebenarnya aku lebih senang kalau kau tidak mau datang lagi Nimok. Tetapi untuk sekarang. Nimok : Tidak usah khawatir. Itu membuatku lebih sakit. Pergilah Nimok itu lebih baik. Tanpa kau suruh aku akan pergi. setelah aku sakit kau datang lagi untuk mengangkatku dan pasti akan menjatuhkan dari tempat yang lebih tinggi lagi. Suatu saat aku pasti pergi. Kenapa ? Kau campakkan lagi aku dari sebuah tempat yang lebih tinggi setelah kau angkat dari tempat terbawah. Sekarang.86 Nimok : Tidak. sekali tidak ya tidak Suara-suara : Belum atau belum Nimok : Sssttt…. aku masih ingin datang lagi untukmu Momon : Kenapa Nimok ? . LANGSUNG SUARA SUARA DIAM.

semasa masih menjadi sahabatku. Sebagai seorang sahabat. Hanya ini ! MOMON BERPIKIR KERAS KEDUANYA DIAM. INNER MERENUNG UNTUK BERPIKIR. dan… Momon : Cukup Nimok.87 Nimok : Aku sahabatmu. . cukup Nimok : Belum ! Belum cukup Momon. aku ingin datang lagi untuk mengajakmu pergi meninggalkan tempat yang tak patut kau singgahi. Aku ingin Momon kembali Momon yang dulu. Karena aku sahabatmu. Nimok : Kau mencintai aku Momon ? MOMON RAGU RAGU MENJAWABNYA. aku wajib mengajakmu pergi dari sebuah tempat yang tak layak kau tempati. Apa yang kau dapatkan dari tempat ini ? Sia-sia Momon. Nimok : Tinggalkan semua ini. Mengerti maksudku Momon ? MOMON DIAM.

88 Nimok : Jawablah dengan jujur Momon Kau mencintai aku ? Suara-suara : Jawablah Momon Jawablah dengan jujur Kenapa diam momon ? malu ya ? Jatuh cinta kok malu Malu kok jatuh cinta Jangan jatuh cinta kalau masih punya malu Nimok : Diamlah suara suara Benar Momon kau mencintai aku ? Momon : Ya. . Aku cinta kamu. Nimok : Tidak tepat kalau kau mencintai aku Momon : Kenapa ? Nimok : Karena kau sendiri belum mencintai dirimu sendiri.

. Suara-suara : Mencintai tidak menyakiti Momon Mencintai tidak menyiksa Momon Ya kan ? Nimok : Cintailah dirimu sendiri. aku tidak percaya. Bohong. aku mencintai diriku. MERENUNG. sebelum ingin orang lain mencintaimu Sayangilah dirimu sendiri sebelum ingin orang lain menyayangimu MOMON BERPIKIR KERAS.89 Momon : Aku mencintai diriku sendiri Nimok Nimok : Tidak Momon : Benar Nimok. Nimok : Bohong kalau kau mencintai dirimu sendiri Momon : Aku mencintai diriku Nimok Nimok : Mengapa kau sakiti dirimu sendiri kalau kau sudah mencintai dirimu sendiri Kenapa kau siksa dirimu sendiri kalau kau sudah bisa mencintai dirimu sendiri.

Ya kan ? percayalah ! LAMAT-LAMAT TERDENGAR SEBUAH TEMBANG. Tidak ada pilihan lain kecuali harus segera meninggalkan tempat ini.90 Nimok : Apakah salah kalau sebagai seorang sahabat aku ingin datang lagi untukmu ? Jangan usir aku Momon Suatu saat pasti aku pergi. Momon : Diam ! . Yakinlah suatu saat orang orang yang mencintai pasti datang. Ayo bangun dari mimpi mimpimu yang indah tetapi hanya kebusukan dan kesakitan yang kau dapatkan. TEMBANG ITU MENGINGATKAN IBUNYA YANG TELAH ALMARHUM. Sementara ini aku masih ingin melihatmu sebagai sahabatku kembali seperti dulu lagi. Rungokna kandaku ya ngger Isih cilik tak kudang kudang Dadia pengarepanku Ing tembe kena tak sawang…. kalau kau benar benar mencintai dirimu sendiri..

91 Diamlah suara-suara Aku tak ingin mendengar suara itu Ayo diamlah suara Suara-suara : Kenapa Momon ? Momon : Tak seorangpun yang mencintaiku Tak seorangpun yang menyayangiku Semua pergi Semua menjauhiku Nimok : Diamlah Momon Aku ingin menemanimu Momon : Kemudian meninggalkan lagi Sebenarnya aku tak ingin lahir kalau akhirnya harus begini Siapa yang menyuruhku lahir ini sebenarnya Nimok : Jangan kau salahkan kelahiran Momon Dan mengapa tidak mencoba menyalahkan diri sendiri ? Siapapun tak berhak menolak atau memilih kelahirannya .

Ya kan ? Kita sendirilah yang memiliki hidup kita karena kita sendiri yang berhak menentukan diri kita sendiri.92 Kita hanya berhak menolak jalan hidup kita sendiri. Bukan orang lain. Memalukan menyayanginya sendiri tak mampu. Bagaimana Momon ? TERDENGAR LAMAT-LAMAT SUARA-SUARA ITU MENEMBANG LAGI. Ayolah Momon Lihatlah sebelah sana Langit dan matahari masih cemerlang Jangan menuntut orang lain mencintaimu Kalau kau sendiri belum menuntut dirimu sendiri untuk lebih mencintai diri sendiri Ayolah Momon Sekali lagi hanya kita sendirilah yang harus mempertanggung jawabkan hidup ini pada sang pembuat hidup ini. PANDANGANNYA MAKIN LIAR MELIHAT KE . TIBA-TIBA PANDANGAN MOMON NYALANG DAN DENGAN BERINGAS TIBA-TIBA IA BERDIRI. Belum terlambat Momon Hidup ini milikmu sendiri bukan milikku atau milik orang lain. Nimok : Dengar Momon suara ibumu Dengar Momon doa ibumu MENDENGAR SUARA ITU. menyuruh orang lain menyayangi.

Suara-suara : Momon pulanglah Ibumu sudah menunggu… TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA LEBIH CEPAT. SEMENTARA NIMOK HANYA MELIHAT DENGAN KEMAMPUAN INNER ACTIONNYA. .93 BEBERAPA ARAH KEMUDIAN BERJALAN DENGAN LANGKAH GAGAH DAN CEPAT MENGELILINGI PANGGUNG. SESEKALI BERHENTI MEMANDANG SEBUAH ARAH DENGAN LIAR. Suara-suara : Momon… mau kemana ? TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA. KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEAKAN INGIN CEPAT SAMPAI DI SEBUAH TEMPAT DAN LANGSUNG MELAKUKAN SESUATU. Suara-suara : Momon kemana ? Ajaklah Nimok serta. jangan dibiarkan di sini sendiri Momon : Tidak Aku akan belajar lebih mencintai diriku.

LANGKAHNYA CEPAT SETENGAH BERLARI. DIPANGGUL LAGI SANG PASIEN UNTUK KELILING PANGGUNG LAGI. MUNDURLAH MOMON BEBERAPA LANGKAH MELIHAT DENGAN LIAR LANGSUNG KAIN PANJANG YANG MELILIT KURUNGAN DITARIK PAKSA DAN KURUNGAN ITUPUN DIBUKA DAN DILEMPARKAN SEKALIGUS. DENGAN LANGKAH GAGAH MOMON MENDEKATI PASIEN DEKAT DEKAT DAN LANGSUNG DIPELUKNYA ERAT ERAT SETELAH ITU LANGSUNG DIGENDONG ( DIPANGGUL ) BERKELILING LAGI. TAMPAK SEORANG REMAJA SEDANG MENIKMATI ROKOKNYA ( GANJA ) DALAM KURUNGAN DENGAN PANDANGAN KUYU. Suara-suara : Momon kemana ? Ini Nimok.94 PANDANGAN MOMON MAKIN NYALANG SAAT MELIHAT SESUATU YANG ADA DI POJOK PANGGUNG. LANGSUNG DIAMBILLAH “KEMARON KECIL” DIPEGANG LANGSUNG DIBANTING BERANTAKAN. DIAM SEBENTAR ADA KEBENCIAN. MOMON MUNDUR SELANGKAH DEMI SELANGKAH DAN TERUS MELIHAT PASIEN DENGAN MOTIVASI TERKEJUT SEKALIGUS PENYESALAN. NIMOK PELANPELAN TAPI PASTI MENDEKATINYA MUSIKPUN MULAI BERBUNYI DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK . jangan ditinggalkan sendiri Momon : Aku ingin mencintai diriku sendiri sebelum mencintai orang lain. SEMENTARA SERBUKNYA BETERBANGAN MEMENUHI PANGGUNG.

SESEKALI CEPAT SESEKALI LAMBAT. Suara-suara : Hidup ini milik kita sendiri Bukan milik orang lain Bukan milik anak anak kita dan Bukan juga milik orang tua kita. . MUSIK BERBUNYI TERUS PELAN PELAN KEMUDIAN SESEKALI KERAS. SUARA-SUARA IKUT BERSUARA DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK MUSIK TERUS BERLANJUT. Nimok masuklah Angin malam berhembus kencang PELAN PELAN KETIGA PEMAIN ITU MASUK. SUARA-SUARA BERGERAK MEMBUAT KOMPOSISI. LAMPU MAKIN LAMA MAKIN REDUP KEMUDIAN PADAM.95 Suara-suara : Momon. IRAMA BERGANTIAN. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. MUSIK BERBUNYI TERUS.

96 SELESAI BIODATA PENULIS Naskah NIMOK. AKU CINTA KAMU Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) : Inul : Hardjono Wiryo Soetrisno .

97 Alamat penulis : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto NASKAH DRAMA REMAJA HITAM PUTIH Untuk diikutsertakan dalam “Lomba Penulisan Naskah Teater Seksi Penyajian Taman Budaya Jawa Timur 2004” Karya : ENANG ROKAJAT ASURA CILEGON 2004 .

RUANGAN FANTASI. DAN DI SISI KANAN NENEK DENGAN SELENDANG PUTIH. SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU TERUS MENJERAT AMARAL DALAM GERAKAN-GERAKAN YANG MAKIN LAMA KIAN RANCAK. AKHIRNYA PADA SAAT AMARAL MENCAPAI PUNCAK KEKESALAN DAN GELISAH. TARIK-MENARIK ANTARA RIO DAN NENEK AMARAL MEMBENTUK SEBUAH TARIAN.98 JUDUL : HITAM PUTIH TOKOH : AMARAL NENEK RIO DUA ORANG BODYGUARD PUTRI SEORANG LELAKI FIGURAN 1 BABAK SATU PANGGUNG ADALAH SEBUAH RUANGAN KOSONG. AMARAL. AMARAL TERDUDUK LESU BEBERAPA SAAT. DALAM . SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU PUTUS. SEORANG REMAJA BELIA TERSERET DALAM TARIK-MENARIK ANTARA KEPENTINGAN YANG BERBEDA. DI SISI KIRI RIO DENGAN SELENDANG HITAM.

GERAK AMARAL BANGKIT MEMBENTUK SEBUAH SILHOUTTE. DETAK JANTUNG ITU TERUS MEMBURU DAN MEMBURU. AMARAL LALU TERENGAH-ENGAH MENCARI SESUATU.putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. DI KIRI DAN KANAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM JUGA MENGGAPAI-GAPAI.dimana putihmu… Putih…. MAKIN LAMA TERDENGAR MAKIN KERAS DAN MEMBURU. AMARAL BANGKIT KEMUDIAN MENGIKUTI GERAK DETAK JANTUNG ITU. AMARAL Hitam….99 TEMARAM LAMPU. DETAK JANTUNG TERDENGAR MEMBURU. PADA DETAK JANTUNGNYA SENDIRI. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu. DINGIN. Cu ? Tidak…jangan bingung ! .hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! AMARAL Hitamku di sana ? hitamku di nadimu ? NENEK Itu bukan hitam. AMARAL TIDAK BISA MENGUASAI BAHKAN TAK MAMPU MENGENDALIKAN.

mengatur nafas saja tidak becus ! kau batuk-batuk terus. PADA PENONTON. Nek !! Jangan memandang dengan mata nenek… Aku masih awas… Pasti lebih awas ! Mata nenek sudah rabun… Mana bisa mewakili keinginanku !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN PANGGUNG. NENEK GELENG-GELENG KEPALA TAK PERCAYA DENGAN UCAPAN CUCUNYA TADI. MENCARI SESUATU. pikirkanlah liang lahat ! NENEK Tengik juga kau anak muda ! Jangan dengar itu. AMARAL SEPERTI BINGUNG SENDIRI. MENATAP SATU PER SATU. AMARAL Aku tak melihat putih di sana… Hoi…adakah putihku di sana ? .100 Pandanglah abu-abu itu dengan ini … ( MENEPUK DADA DAN BATUK ) RIO ( TERKEKEH ) mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih. Nek ! Tak perlu memikirkan hitam dan putih. Cu ! Jangan kau dengar… kau akan menemukan putihmu… putihmu yang kaucari…bukan putih dia… bukan putih orang lain !!! AMARAL Biarlah aku pandang sendiri.

101 Hoi…hanya ada hitamkah di sana ? NENEK ( BATUK-BATUK ) hitam dan putih tidak dimana-mana. TAPI AMARAL ADEGAN BISA INI LEPAS. NENEK MEMBELIT AMARAL. NAMUN NENEK TIBA-TIBA DATANG TERGOPOH. DENGAN SELENDANG PUTIHNYA. SEHINGGA TERLIHAT . SESEKALI BERHASIL. ( MENEPUK DADA DAN BATUK-BATUK KEMBALI ) ah…kenapa penyakit ini selalu saja manja… dasar penyakit jaman sekarang… manja…tak bisa mandiri… AMARAL ( PADA NENEK ) Artinya nenek sudah tua… NENEK Bagus…bagus itu. Cu ! Kalau kau sudah mengaku aku tua. Cu ! tapi di sini …. TAPI AMARAL BISA MELEPASNYA LAGI. BEBERAPA DIBELITKANNYA KALI DIULANG LAGI SELENDANG ITU BEBERAPA KALI. mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih lihat…ini hitammu di sini… hitammu ada pada hitamku. BERHASIL. IA BERJALAN KE ARAH RIO. kau akan pula mengaku nenekmu bisa membedakan mana hitam mana putih… RIO Dalam kacamata tuamu. Amaral ! AMARAL MULAI TERLIHAT GAMANG.

BERDIRI DAN ROBOH KEMBALI. KEMUDIAN LELAKI JANGKUNG INI DUDUK DI KURSI. MAKIN SEMANGAT BAHKAN SEPERTI YANG KERASUKAN SEHINGGA NADA YANG DIHASILKANNYA PUN LEBIH BERUPA TEROR. Pancarkan putihmu pada cucuku ! Jangan…jangan biarkan hitam itu. SEPERTI TENTARA SEDANG LATIHAN TIARAP. NENEK TERUS MENDEKATI PINGGIR PANGGUNG. PIANO FANTASI. DARI SUDUT PANGGUNG BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM SEHINGGA HANYA TAMPAK SEBAGAI BAYANGAN. MENGANGKATNYA TINGGI DAN MEMBOPONGNYA MENJAUH DARI NENEK. NENEK TERLIHAT BERDIRI GOYAH. LAMAT-LAMAT MENGALUN LAGU SENDU. DUDUK. jangan biarkan hitam membawa cucuku ! Kuatlah putihmu di sini…. NENEK AKHIRNYA MENDORONG TUBUHNYA KE ARAH PENONTON. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !!! Mana putihku ? .102 BAGAIMANA TARIK-MENARIK KEINGINAN ANTARA AMARAL DAN NENEK. BERDIRI. PADA SATU SAAT SECARA SEREMPAK BAYANGAN ITU MEMEGANG AMARAL. TEROR NADA. LALU TERDUDUK TAK MAMPU MENAHAN GEJOLAK RASA DAN BERAT TUBUHNYA. SEMENTARA RIO TERUS BERMAIN PIANO. NENEK TAK PEDULI DAN TETAP BICARA PADA PENONTON. BAYANGAN HITAM ITU KEMUDIAN MENDEKATI NENEK DAN AMARAL. Tuhan ! Jangan biarkan membawa cucuku… NENEK MEMAKSA BERDIRI TAPI KEMBALI TERDUDUK. RIO TERDENGAR TERKEKEH. NENEK Tuhan. IA MULAI KONSENTRASI DAN BERMAIN PIANO.

ternyata kalian masih suka bohong… Aku pikir kebohongan hanya ada di pasar-pasar… Ditawar seribu…dia bilang belinya saja seribu dua ratus… padahal ia beli lima ratus…he he he… Aku sangka kebohongan hanya ada di terminal… bus penuh dikatakan kosong… tadinya aku hanya beranggapan… kebohongan hanya ada di senayan tapi ternyata…di sini juga … apa pasar pindah ke sini heh ? apa terminal juga ada di sini ? atau tempat ini sudah disulap jadi senayan tandingan ? NENEK TERGOPOH DAN MENJAUH DARI PENONTON. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. NENEK Adakah putihku di sana ? ( SEPERTI AKAN MENANGIS ) Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. SEPI. HENING. TIARAP LAGI. TAPI DIA BALIK LAGI. . BERTANYA LAGI PADA ARAH PENONTON.103 DARI ARAH PENONTON Tak ada putih di sini… NENEK Ah.

MELIUK. RIO TERTEGUN SEJENAK. Nek ! Jangan buang kesempatan hidupmu… Hidup itu mahal !! AMARAL MEMBAWA NENEK MENJAUH DARI ARAH PENONTON.104 NENEK ( BENAR-BENAR MENANGIS DAN BICARA SENDU ) Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !! Mana putihku ? NENEK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. LALU IA MEMEGANG NENEK. NENEK MENATAP KE ARAH PENONTON SAMBIL TERSENYUM PENUH KEMENANGAN. NENEK Cucuku masih ada… Dia masih sayang… AMARAL TERSENTAK. AMARAL Nenek jangan bunuh diri… Nenek masih diperlukan di sini… NENEK MEMAINKAN SELENDANG DAN SEPERTI AKAN BENARBENAR DIBELITKAN KE LEHERNYA SENDIRI. MEMELUKNYA. TAPI JARI-JEMARINYA TETAP SEPERTI SEDANG MEMAINKAN PIANO. MENGHENTAK DAN MENJAUH. SELENDANG AKAN DIBELITKANNYA . DIBELITNYA KE LEHER. KAGET. NENEK BENGONG DAN KECEWA. AMARAL DATANG DARI ARAH LAIN. AMARAL Jangan.

NENEK DAN AMARAL BERKUMPUL DI TENGAH PANGGUNG. RIO Bom !! AMARAL Bom … bom !! NENEK Bukan bom…itu tadi kentut ! RIO Kentut ? begitu kerasnya kentut ? NENEK Ya. RIO. PADA SATU KESEMPATAN NENEK BENAR-BENAR MENJERAT LEHERNYA. BATUK ITU TERUS TERDENGAR SEIRING DENGAN SUARA PIANO YANG SEOLAH SEDANG DIMAINKAN RIO. itu tadi kentut ! Bahkan ada kentut yang bisa lebih keras dari itu… AMARAL Ngaco ! Nenek jangan ngaco ! Ayo keluar…itu tadi bom… atau paling tidak granat tangan… .105 KE LEHER TAPI AMARAL TETAP MENJAUH. RIO TETAP MEMAINKAN PIANO DENGAN SEMANGAT. MEREKA TAMPAK PANIK. SEIRING TERDENGAR SUARA LEDAKAN. TAPI KETIKA AKAN DITARIK. MELIUK. NENEK BATUK-BATUK.

buat ngebom laki-laki brengsek yang akan mengganggu kamu !! Tapi…. aku masih bebas keluar masuk Amerika ! kalau aku kentut sekeras bom. pasti kentutku tetap santun… Buktinya kentutku tak salah sasaran kan ? . pasti dicekal masuk Amerika… NENEK Kalau begitu.106 NENEK Kentut ! RIO Siapa yang kentut ? NENEK Kamu ! kau yang kentut ! Kentut orang macam kau itu pasti sekeras bom ! RIO Aku kentut ? kentutku keras ? Mana mungkin.karena aku perempuan. mungkin aku yang kentut… Kentutku bisa sekeras bom. sudah ! Kalau begitu. Nek. kau yang kentut. Cu ! AMARAL ( TERSIPU ) Nenek…mana mungkin aku kentut di depan umum… lagi pula kentut perempuan itu tidak keras… Mana mungkin bisa sekeras bom… NENEK Ya.

AMARAL MULAI BERNYANYI KENDATI SEPERTI SEDANG TERCEKIK. PADA BEBERAPA GERAKAN TARIAN ITU TAMPAK EROTIS SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN BAGAIMANA PERTEMANAN ANTARA AMARAL DAN RIO TELAH BERUBAH MENJADI HUBUNGAN CINTA KASIH. NENEK SENDIRI DUDUK DI POJOK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. IA KONSENTRASI DAN KEMBALI SEOLAH SEDANG BERMAIN PIANO. SELENDANG ITU IA PANDANG SEBAGAI SEORANG ANAK KECIL. DIAJAKNYA BERMAIN. PERHATIAN AMARAL TERSEDOT LALU MULAI IKUT HANYUT PADA PERMAINAN PIANO RIO. AMARAL menghitung hari… detik demi detik… PADA ADEGAN BERIKUTNYA AMARAL SEPERTI TELAH MENJADI SEORANG PENYANYI. TARIAN AMARAL DAN RIO DEMIKIAN MEMUKAU. RIO MENATAP TAJAM LALU DENGAN TAK ACUH MENINGGALKAN AMARAL YANG PADAHAL SEDANG MERONTA MEMINTA TOLONG. PADA SATU SAAT TIBA-TIBA AMARAL TERKILIR DAN JATUH. NENEK MASIH JUGA BERMAIN DENGAN SELENDANG. AMARAL SEDANG MENARI DENGAN RIO.107 Tidak salah tembak… Kentutku tepat nembak Riomu itu ! RIO MENJAUH. IA SEPERTI SEDANG MENYANYI DI HADAPAN BANYAK PENONTON. AWALNYA PERMAINAN PIANO RIO SYAHDU. IA MENANGGALKAN PAKAIAN KESEHARIANNYA. PADAHAL TAK JAUH DARINYA. DIELUS. RIO LALU DUDUK DI TEMPATNYA SEMULA DAN DENGAN EMOSIONAL MEMAINKAN PIANO . MENGHENTAK. SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA. DUDUK DI KURSI. TAPI MAKIN LAMA TERASA SEMAKIN BERSEMANGAT. RIO TERUS MENGIMBANGI AMARAL MENYANYI.

108 SEHINGGA MENGELUARKAN SUARA BERISIK. NENEK TERSENTAK. MENATAP PADA AMARAL SILIH BERGANTI DENGAN MENATAP RIO. NENEK Ah…kau ini ! Dia itu lelaki tak bertanggung jawab… AMARAL Tapi Rio telah memberi jalan…. Jalan menuju sukses, Nek ! NENEK Yang memberi jalan itu, Allah ! Jangan kau salah sangka… Kita itu kecil…kerdil… Mana mungkin bisa memberi jalan untuk orang lain, jalan buat sendiri saja tidak bisa… AMARAL Sudahlah, Nek ! Simpan omongan nenek itu di lemari besi… Aku tak mau mendengarnya lagi… NENEK ( TERSENTAK HINGGA SELENDANG JATUH ) Amaral ? AMARAL Sadar…aku sangat sadar ! NENEK Oh, Tuhan, sia-sialah upayaku ini… AMARAL Nenek tidak mengerti…

109 Dunia hiburan memberi jalan hidup… jalan yang tak pernah nenek temukan dulu… Pandanglah dunia dengan mata sekarang, Nek !! Bukan mata nenek yang dulu ! NENEK Mengkhayalah terus… Bermainlah dalam fantasimu !! Tapi kau sedang ada dalam genggamanku sekarang… AMARAL Mulai sekarang tidak, Nek ! Aku lepas…bebas… NENEK Bawalah pikiranmu… Tapi kau lupa, hatimu tetap di sini… NENEK MEMANDANG SELENDANG YANG JATUH. TAPI KETIKA IA BERGERAK UNTUK MENGAMBILNYA, DENGAN CEPAT RIO JUSTRU YANG MENGAMBIL SELENDANG PUTIH ITU. RIO BERLARI KE TENGAH PANGGUNG. MENYATUKAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM MILIKNYA. SELENDANG ITU TERUS DIPILIN SEHINGGA WARNANYA SALING SILANG, HITAM DAN PUTIH. NENEK BENAR-BENAR KECEWA BAHKAN MENANGIS TERSEDU. AMARAL BERDIRI MEMANDANG KE ARAH RIO. RIO TERSENYUM. MENGULURKAN SELENDANG ITU. AMARAL MENCOBA MENANGKAPNYA BERKALI-KALI TAPI TAK JUGA BISA MEMEGANGNYA. PANGGUNG GELAP. SUARA MENGHENTAK. DALAM GELAP PANGGUNG ITU TERDENGAR KEMBALI LEDAKAN. SEBUAH SUARA Siapa yang kentut ?

110 Ayo ngaku ! Siapa yang kentut ? Perempuan atau laki-laki ? MUSIK BERHENTI. LAMPU BERUBAH. SUASANA BERUBAH. PANGGUNG BERUBAH PADA ADEGAN BERIKUTNYA. ***

2
BABAK DUA
SEBUAH KURSI SIMBOL KESUKSESAN BERADA DI TENGAH PANGGUNG. BEBERAPA SAAT PANGGUNG ITU HANYA BERISI KURSI TERSEBUT. CAHAYA TERANG. PADA SATU SISI PANGGUNG ADALAH KAMAR NENEK LENGKAP DENGAN TERALIS. NENEK SESEKALI TAMPAK DARI JENDELA, MENATAP KELUAR KADANG MEMEGANG TERALIS MENATAP PADA JARAK JAUH.

111 DARI LANGIT TURUN HUJAN. BUKAN HUJAN AIR MELAINKAN LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO. LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO YANG SEOLAH TURUN DARI LANGIT ITU DIATUR SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA JATUH DI ATAS KURSI KESUKSESAN, PALING TIDAK DI SEKELILINGNYA. DARI ARAH LAIN BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM

MENYERET SEBUAH KOTAK KADO DALAM UKURAN SANGAT BESAR. DENGAN KESULITAN MEREKA TERUS MENDORONG KADO TERSEBUT HINGGA MENDEKATI KURSI. KADO RAKSASA ITU BERBEDA DENGAN KADO-KADO LAIN. SELAIN UKURANNYA BESAR JUGA WARNANYA HANYA HITAM DAN PUTIH. KADO RAKSASA ITU DEMIKIAN MENCOLOK. SETELAH MENEMPATKAN KADO RAKSASA ITU DI PINGGIR KURSI, ORANG-ORANG ITU MUNDUR DENGAN TERATUR. DARI SAMPING KIRI DAN KANAN PANGGUNG KEMUDIAN MUNCUL DUA ORANG BERBADAN TEGAP. KEDUANYA MENGENAKAN SAFARI WARNA GELAP. MEMAKAI KACAMATA HITAM. KEDUANYA KEMUDIAN BERDIRI KOKOH DI SAMPING KIRI DAN KANAN KURSI. DARI TAMPANG KEDUANYA ORANG AKAN LANGSUNG DIINGATKAN BAHWA KEDUANYA ADALAH BODYGUARD YANG SIAP MENJADI TAMENG KESELAMATAN TUANNYA. KEDUA LELAKI ITU TAK BANYAK BICARA. KEDUANYA HANYA MENGGUNAKAN ISYARAT SEPERTI ROBOT. SEIRING DENGAN MUSIK MENGHENTAK, KEDUA BODYGUARD TADI LANGSUNG TIARAP. KEDUANYA SIAP PASANG BADAN. DENGAN PAKAIAN GLAMOUR, AMARAL DATANG. SEPERTI HALNYA ARTIS TERKENAL IA YANG BANYAK SENYUM DIPUJA, SEOLAH AMARAL SEDANG MELENGGANG. MENGUMBAR

MENGHADAPI BANYAK PENGGEMARNYA.

SITUASI KONTRAS ITU TERUS BERTAHAN UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTU. AMARAL Makasih…makasih…sabar ya… semuanya pasti kebagian … sabar dong… ( PADA SESEORANG ) siapa namanya ? bagus…mana bukunya… oke…tanda tangan di sini ya… iya…iya… AMARAL TERUS MENGUMBAR SENYUM. Cu ! tak ada penonton… tak ada penjaga pribadi… AMARAL ( KESAL ) Diam ! Apa sih maksud nenek ?! . DIBALIK TERALI NENEK MENATAP NANAR PADA CUCUNYA ITU. NENEK ( TERIAK ) tak ada penggemarmu. NENEK TERUS TERTEGUN.112 PADA SISI LAIN. AMARAL ( PADA SEORANG BODYGUARD ) Kalian atur jangan sampai berebut … Kalian dibayar untuk itu… Kulitku bisa lecet kalau berdesakan terus… BODYGUARD ITU TAK BICARA SELAIN SALING MENATAP DENGAN TEMANNYA.

113 NENEK Aku hanya ingin menyadarkanmu… Bukalah mata hatimu… Ini bukan panggung sandiwara untuk melambungkan angan-anganmu… ini rumah kita…rumah sederhana milik kita… AMARAL Lebih baik nenek diam. Cu ! Dari dulu juga namanya sa-si-sa-si itu sudah ada … AMARAL ( TERIAK ) Britney spears segera hadir… Lihat…kurang apa saya. MELENGGOK KUPING MENGITARI SEOLEH IA KURSI. Nek ! Jaman sekarang sudah maju… Jauh lebih maju dari jaman yang nenek alami… Sekarang jaman globalisasi… Nenek pasti tidak tahu apa itu globalisasi ? NENEK He he he … salah kau. LALU AMARAL PASANG . Nek ! Lihat…lihat…penonton ! Saya cantik luar dalam … AMARAL BERLARI KE KEMUDIAN DEPAN. itulah. supaya saya tidak berbuat kasar… Paham ?! NENEK Tidak ! AMARAL Ah. SEDANG MENGITARI KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA.

114 MENDENGAR RIUHNYA TEPUK TANGAN. AMARAL Dengar…dengar !! Gemuruhnya sambutan dunia ? Rrrruarrrr…biasa… AMARAL BERDIRI ANGGUN. Cu. TERSENYUM GENIT. KEMUDIAN MENIUPNYA KE ARAH PENONTON. hari sudah siang !! Lihatlah…ini rumah kita… AMARAL TIDAK PEDULI. SESEKALI IA MENEMPELKAN JEMARINYA KE BIBIR. IA TAK MERASA APA-APA. KEMBALI MEMANDANG KE ARAH NENEKNYA. IA MENCUIL MEMAMERKAN HIDUNG PAKAIANNYA. PUTARAN. MENEBAR SENYUM. KEMBALI IA TERTEGUN. AMARAL KELIHATAN TERSENYUM. IA MELENGGOK SEPERTI SEDANG BERJALAN MENGITARI KETIKA DI ATAS SAAT CATWALK. SEORANG BODYGUARD KHAYALANNYA BEBERAPA SALAH SUATU BODYGUARD. NENEK ( SEDIH ) Kau terlalu jauh mimpi… Bangunlah. AMARAL TERLIHAT SEPERTI TERKEJUT. TAPI KETIKA MEMEGANG PINGGANG SALAH SEORANG BODYGUARD. AMARAL Aneh…kenapa dicolek tidak kerasa ? Apa aku mencolek angin ? Mencolek bayangan ? AMARAL MULAI MEMERIKSA KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA ITU. .

kalian tetap diam ?! Kalian kupecat !! . BOTOL ITU TEPAT MENGENAI TUBUH AMARAL. PADA KEDUA BODYGUARDNYA IA MARAH. AMARAL TERLIHAT MARAH.nenek !! Bener-bener membuat saya kehilangan kesabaran… Nenek memang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa… Tapi jangan samakan saya dengan nenek… Ini dunia saya … dunia angan-angan NENEK Kau sebenarnya yang bikin aku kehilangan kesabaran Dengan cara begini kau akan disadarkan… DARI DALAM KAMAR ITU NENEK MELEMPAR BOTOL MINUMAN KE ARAH AMARAL.. ia bukan apa-apa… Ia bukan siapa-siapa… Seperti juga kamu bukan apa-apa… dan bukan siapa-siapa !! AMARAL Aduh. AMARAL Kurang ajar !! Apa kalian sudah jadi robot beneran ? Apa kalau aku dilembar bom.115 AMARAL Hidup…ya…hidup… Ada kehidupan di sana… NENEK ( MEMEGANG TERALIS ) Ternyata kau memang masih waras… Yang kau pegang itu memang kehidupan… He he he … maksud nenek sumber kehidupan… Tapi yakinlah cucuku.

LALU SYAL ITU DIPAKAI MENUTUPI JENDELA KAMAR NENEK. NENEK Mana ada syal artis besar bau apek… Kau memang terlalu jauh melamun. BEGITU SYAL ITU DIBENTANG. PADA SAAT ITULAH SALAH SEORANG BODYGUARD MEMBUKA KACAMATA DAN RAMBUT . Cu ! Sayang…orang tuamu tidak ada… AMARAL Jangan ungkit masalah itu. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS.116 AMARAL MEMBUKA SYAL YANG DIPAKAINYA. NENEK TERDENGAR BEBERAPA KALI BERSIN. Nek ! Aku malas mendengar cerita itu… Padahal dady di Amerika !! Mom di Prancis !! Nenek malu anak dan menantu sukses di negeri orang ?! NENEK ( DARI TERALIS TERHALANG SYAL ) Aku malu karena punya cucu pelamun ! Buang jauh-jauh cerita busuk itu… Kedua orang tua meninggal karena kecelakaan ! Tak ada di Amerika…tidak di Prancis… AMARAL Dengar !! Dengar !! Kalian dengar !! Siapa sebenarnya yang melamun ? Aku atau nenekku ? Kalian dengar sendiri … Nenek bilang ayah ibuku meninggal… Nenek tak mengenal Prancis…tak mengenal Amerika… Nenek kecewa tak bisa masuk ke dunia anak-anaknya… AMARAL TERTAWA SEBENTAR KEMUDIAN TAMPAK SEDIH.

semakin besar kesempatan untuk jadi besar… AMARAL Aku tak paham… RIO Tak perlu semuanya mengerti… Semakin banyak mengerti. RIO Hebat…hebat… Kau benar-benar telah jadi bintang hebat… ( SINDIRAN ) Kau begitu gampang memecat orang… tapi tidak apa-apa. BODYGUARD ITU TERNYATA RIO.117 PALSUNYA. untuk maju harus tega !! Tega menjegal orang lain… AMARAL Apa maksud semua ini ?! Apa Rio ?! RIO Penyamaran itu penting… Semakin sempurna menyamar. justru semakin membuat orang bego… Sederhana saja !! AMARAL Sederhana menghadapi hidup ? RIO Sederhana menanggapi hidup… . AMARAL TERTEGUN MELIHAT KEJADIAN ITU. RIO TERSENYUM DAN TEPUK TANGAN. IA JUGA MEMBUKA JAS SAFARINYA SEHINGGA TINGGAL KAOS OBLONG PUTIH.

RIO MERENTANGKAN TANGAN. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. AMARAL MENDEKATI.118 Untuk maju kau perlu sandaran. MEREKA TENGAH ASYIK DENGAN DUNIA SENDIRISENDIRI. KEDUANYA BERPELUKAN. TAPI BAIK AMARAL MAUPUN RIO. menyandarlah pada orang-orang !! Untuk maju perlu kesempatan. KEDUANYA TIDAK PEDULI. curilah kesempatan ketika mereka tidur !! Untuk maju perlu kepandaian. pura-puralah seperti orang pandai !! AMARAL BELUM BEGITU KELIHATAN FAHAM. AMARAL Luar biasa… Mas telah memberi jalan !! RIO Aku tak segan jadi jembatan asal bisa menghubungkan kamu ke pantai harapan… AMARAL Sungguh ?! RIO Kau bisa rasakan sendiri selama ini ! AMARAL Mas Rio ! RIO Aku tidak brengsek seperti kata nenekmu… Aku tidak sialan seperti kata orang-orang itu… . SEDIH SEKALI KEDENGARANNYA. LALU MENARI MELEPASKAN GEJOLAK JIWA MASING-MASING.

SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. BODYGUARD HANYA GELENG-GELENG KEPALA. BIRAHI MENYEMBURAT KE UBUNUBUN. PINTU KAMAR JUGA TAK DITUTUP. MEMBIARKAN NENEK DAN SEORANG BODYGUARD YANG SEJAK TADI BERDIRI DIANGGAP KAMBING CONGEK. PAKAIAN AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG.119 Aku bukan bajingan seperti kata orang-orang suci… Aku tidak seperti yang tudingan wartawan-wartawan itu… AMARAL Jangan peduli dengan nenek… Jangan peduli dengan orang-orang itu… Kita tak ada urusan dengan mereka !! RIO Siapa yang kau perlukan ? AMARAL ( MALU-MALU ) mas Rio tentu … siapa yang mas Rio perlukan ? RIO Kamu … pasti ! KEDUANYA SALING MENATAP. MEREKA MASUK KE LORONG GELAP ITU. SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. SEPATU RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. AKHIRNYA IA MENGAMBILNYA DAN DISIMPAN DI KURSI. TAPI SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA. DISIMPANNYA DI ATAS KURSI YANG TETAP KUKUH DI TENGAH PANGGUNG. SEPATU AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. BODYGUARD TERTEGUN SEJENAK TAPI AKHIRNYA DIAMBIL DAN DISIMPAN DI ATAS KURSI. MEREKA MELENGGANG MASUK KE KAMAR SEBELAH KAMAR NENEK. JENDELA TAK DITUTUP. KEMEJA RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. .

IA JUGA MENANGGALKAN SEPATU YANG KANAN DAN DIGANTI DENGAN SEPATU AMARAL. NENEK Tambah satu lagi orang gila sekarang… Kaukah telah melupakan takdir… BODYGUARD Aku perlu mencoba takdir orang lain… Takdir sebagai manajer artis di sisi kiriku… Takdir sebagai artis di sisi kananku… NENEK Dan takdirmu tak kebagian tempat… . TAPI KETIKA BENAR-BENAR YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA SAAT ITU. IA JUGA MENANGGALKAN JAS SAFARI DAN DIGANTI SEBELAH PAKAIAN RIO DAN SEBELAH PAKAIAN AMARAL. bukan untuk membuat orang lupa diri… Ingat itu !! BODYGUARD MENANGGALKAN SEPATU YANG KIRI DAN DIGANTI DENGAN SEPATU RIO. NENEK AKHIRNYA TERKEKEH. KACAMATA TUANYA BERKALI-KALI DIPEGANG DAN DICOPOT SEPERTI TIDAK YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA. NENEK KELUAR DARI KAMAR DAN TERTEGUN MELIHAT BODYGUARD.120 BODYGUARD Sepatu yang membuat lupa diri… Tak terasa menginjak orang kecil… Kemeja yang membuat dia silau… Semua telah ditanggalkan… Semua teronggok tak berarti di sini… Keduanya telah menjadi binatang tentu… Sama-sama menanggalkan pakaian… ( PADA ONGGOKAN PAKAIAN ) Kau dicipta untuk kebaikan.

121 BODYGUARD Takdirku tetap di sini… Di dalam dada ini. Nek ! NENEK Berjalanlah ! BODYGUARD Aku tak bisa berjalan… Karena kaki kananku kaki perempuan… dan kaki kiriku kaki laki-laki… NENEK Artinya kau menolak takdir… BODYGUARD Bukan !! Bukan menolak takdir ! Tapi aku ingin kompromi dengan takdir. Nek ! Antara perempuan dan laki-laki pasti bisa kompromi… Tapi kenyataannya aku benar-benar menyesal… Jangankan antara perempuan dan laki-laki… antara kaki kanan dan kaki kiri saja sulit kompromi… Hebat benar orang di atas awan sana !! NENEK Hah…kau telah berjalan ke atas awan ? BODYGUARD Aku sering berjalan ke sana !! NENEK Kau lihat orang-orang saling kompromi ? Kau lihat kaki kanan dan kiri kompromi ? Kau saksikan tangan kanan dan kiri kompromi ? .

122 Atau sama seperti di sini … Sulit menerima kompromi ketika tak jelas jatahnya !! BODYGUARD Aku melihat orang-orang di atas awan sana Semuanya bersahaja… Semuanya tertib tanggung jawab… Di jalan tak pelanggaran lalu lintas … Di kantor kepolisian tak ada jual beli kesalahan… Di pengadilan tak ada transaksi pasal dan delik aduan… Di parlemen tak ada adu jotos kekuasaan… NENEK Tentu damai di sana… Semuanya serba teratur…tertib… BODYGUARD Nenek tahu kenapa di atas awan seperti itu ? Karena tak ada yang punya cita-cita Tak ada lalu lintas. . hilangkan lalu lintas !! Mau bersih.. lenyapkan polisi !! Mau adil.hilangkan… DARI KAMAR AMARAL TERDENGAR SUARA TEMPAT TIDUR AMBRUK. hilangkan pengadilan… Kalau mau jujur di parlemen…. NENEK DAN BODYGUARD SALING PANDANG. Tak ada kepolisian… Tak ada pengadilan… Dan absen yang namanya parlemen… NENEK Aku tahu sekarang … Kalau mau tertib lalu lintas.

AMARAL Pakaianku !! Sepatuku… DARI SEBELAH TANGAN RIO MENGGAPAI-GAPAI. RIO Pakaianku !! Sepatuku !! .123 NENEK Roboh ! BODYGUARD Dahsyat ! NENEK Amblas ! BODYGUARD Puas ! NENEK Bencana ! BODYGUARD Pesona ! NENEK ( MEMBENTAK ) Adzab !! BODYGUARD ( MENAHAN NAFAS ) huh… DARI DALAM KAMAR AMARAL MENJULURKAN TANGAN.

IA BARU SAJA BERUBAH PIKIRAN. BODYGUARD Jangan sentuh itu !! Api !! Api ! Jauhilah api itu !! Terbakar nanti !! NENEK Ya…api…aku harus menjauhinya… *** . TAK ADA YANG BERANI MEMEGANGNYA. KETIKA BODYGUARD MENCOBA UNTUK MENGAMBILNYA.124 PAKAIAN RIO DAN AMARAL MASIH TERONGGOK DI ATAS KURSI. NENEK MENGHALANGI. NENEK Jangan kau sentuh itu… Itu api…tanganmu akan meletup… Jauhilah api itu… Kau akan terbakar nanti !! BODYGUARD Api !! Api !! Aku harus menjauhinya… NENEK MENDEKATI KURSI ITU. BODYGUARD YANG MENGHALANGI. NENEK MENJULURKAN TANGANNYA AKAN MENGAMBILNYA.

WAJAHNYA TEGANG. SESEKALI IA MEMEGANG PERUTNYA. Nek ! NENEK ( TAK ACUH ) Kau tahu caranya tapi tidak tahu menjalankannya !! Kau pinter tapi tidak cerdik… Kancil itu kecil tapi bisa memperdaya harimau… Kancil memang tidak pintar tapi cerdik… AMARAL Nenek… . AMARAL SAAT ITU SEDANG HAMIL. MENATAP KE ARAH TAK PASTI. AMARAL Aku tahu kesuksesan itu harus disongsong… dengan tenaga dan hati… Aku telah melakukan semuanya. NENEK DUDUK DI KURSI GOYANG. DI KIRI DAN KANAN TERDAPAT DUA KAMAR.125 3 BABAK TIGA SEBUAH RUANG TENGAH. PANDANGAN AMARAL TERLIHAT KOSONG. SATU KAMAR AMARAL DAN SATU KAMAR NENEK. MEMEGANG PERUT. AMARAL DUDUK DI KURSI PANJANG.

AMARAL MENARIK TANGANNYA. . MELIHAT NENEK YANG MASIH BENGONG. tapi pernah merasakan hal yang sama !! Sudahlah !! Tak perlu berdebat !! sekarang selamatkan anakmu itu !! AMARAL Aib. BERJALAN PELAN MENUJU KAMAR AMARAL. AMARAL MENJULURKAN TANGANNYA YANG SEDANG MEMEGANG PISAU. MELIHAT KE SEKELILINGNYA. Nek ! Tak ada yang bisa menanggung aib !! NENEK Aib !! Ya…aib ! Tapi anak itu tetap akan tumbuh dan akhirnya lahir !! AMARAL ( BERDIRI. MELIHAT KILAU PISAU. IA BERDIRI. AMARAL MASUK LAGI DAN TERDENGAR BICARA DARI DALAM KAMAR. NENEK TERLIHAT KAGET DAN HAMPIR TERIAK.126 NENEK Kau tahu brengseknya lelaki itu… ( MELIRIK PADA AMARAL ) aku tidak tahu dunia. MERINGIS SEBENTAR ) Aku harus menghentikan agar anak ini tidak terus besar !! Aku yakin pilihanku sekarang benar !! AMARAL MASUK KE DALAM KAMAR. DARI PINTU KAMAR YANG AGAK TERBUKA. NENEK TERSENTAK KAGET. KINI KEPALA YANG TERJULUR DARI PINTU KAMAR ITU.

AMARAL MERINGIS MELIHAT LUKA DI PERGELANGAN DAN NENEK MERINGIS MELIHAT PISAU. NENEK MEMEGANG PISAU ITU. KEDUANYA KEMUDIAN DUDUK. nadimu pasti putus !! . Nek ! NENEK Jangan !! Percayalah…kasih Allah seluas samudera… bahkan ditambah samudera lain… samudera yang lain lagi… AMARAL Aku tak perlu samudera. Cu ! Aku tidak mau mereka-reka… Juga tentang pisau itu !! AMARAL Aku tak sanggup. TAK BICARA. HENING. PERGELANGAN TANGAN AMARAL DIPERBAN. NENEK Beruntung pisau itu tumpul… Kalau tidak. Nek ! Aku perlu bagaimana menutup aib ini !! NENEK MENUBRUK PINTU KAMAR. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN AMARAL DAN NENEK KELUAR DARI KAMAR. TAK TERDENGAR APA-APA.127 AMARAL Nenek pasti tahu apa yang akan aku lakukan… Nenek telah banyak makan asam garam Pasti tahu apa yang kupilih !! NENEK Tidak…aku tidak tahu ! Aku tidak paham.

AMARAL TERUS MEMASANG KUPINGNYA. IA YAKIN AKAN APA YANG SEDANG DIDENGARNYA.128 AMARAL Beruntung ada nenek !! Kalau tidak. IA SEPERTI SEDANG MENDENGAR SESUATU. AMARAL Rio…kaukah itu ? Kenapa kau hitam sayang ? Kaukah bersama malaikat maut itu heh ? Hitam…kau hitam sayang … NENEK Dari dulu dia hitam… Hanya mata kamu rabun ayam… Hitam dibilang putih… Mana mungkin hitam bisa disebut putih… Antara hitam dan putih punya suara sendiri-sendiri !! Punya nuansa sendiri-sendiri !! . AMARAL SEDANG MENDENGAR SUARA RIO YANG MEMBAWA KEMATIAN. BEBERAPA LANGKAH LALU BERHENTI. pasti bukan pisau yang aku pakai… NENEK Kematian bukan penyelesaian… Kematian bukan akhir dari masalah… Kematian justru awal dari masalah… AMARAL Kematian memang awal masalah… Tapi masalah yang belum aku tahu… Sementara hidup jelas awal masalah… Dari masalah yang telah tahu akibatnya … Itulah kenapa aku memilih kematian !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN.

ENTAH SIAPA. IA MULAI BICARA SENDIRI SEOLAH SEDANG BICARA DENGAN ORANG LAIN. AMARAL Mendekat…mendekatlah. KINI HANYA AMARAL YANG DOMINAN TEROMBANG-AMBING KEBIMBANGAN. MENATAP KE ARAH PENONTON. Rio ! Lihat…lihat ke sini !! Tadi aku akan mengakhiri hidup ini !! Padahal di perutku ada janin yang mulai hidup…. DI DEPAN PANGGUNG IA BERHENTI. MEMEGANG SELENDANG PUTIH YANG TERSAMPIR DI PUNDAK ) Selendang ini !! Kau ingat selendang putih ini ? Aku membawanya agar kau datang !! Bukankah kau selalu amarah ingin melenyepkan putih ini ?! Kau ingat itu Rio ? Ayo ambil Rio !! .129 AMARAL ( TAK PEDULI ) Rio…hitamkan yang kau bawa ?! NENEK Sayang kau selalu menggunakan warna orang lain !! Aku benar-benar kecewa… jangan-jangan anak muda sekarang selalu senang dengan warna orang lain !! Ah…Cu…cu…terlalu jauh kau bercermin pada orang !! AMARAL TERUS MELANGKAH. DAN ENTAH KENAPA IA BICARA SEPERTI ITU. PANGGUNG SEMAKIN GELAP HINGGA MENGABURKAN WARNA NENEK. Ah…kau tak paham bagaimana kegundahanku sekarang… Tidak…kau tidak cukup pintar !! Kau menghancurkan harapan !! ( SEDIH.

PADA SAAT ITULAH SEOLAH-OLAH ADA KEKUATAN BESAR YANG INGIN MELEPASKAN LILITAN SELENDANG ITU MEMBUAT AMARAL TEROMBANG-AMBING. MELANGKAH PELAN.putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. IA SESEKALI . MENYEKA AIR MATA. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu. AMARAL BERLARI KE SANA KE MARI DITARIK KEKUATAN ITU. IA BERDIRI. Cu ? Tidak…jangan bingung ! Pandanglah abu-abu itu dengan ini … AMARAL MENATAP GAMANG KE ARAH SUARA TANPA WUJUD ITU. BERHENTI. GONTAI. MELANGKAH PELAN. LALU DUDUK DAN MULAI MENANGIS ) Hitam….dimana putihmu… Putih….hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! NENEK Itu bukan hitam. LALU KEDUA UJUNGNYA IA TARIK KE ARAH YANG BERLAWANAN. AMARAL TERLIHAT MULAI SULIT BERNAPAS.130 Ambil…ambil putih ini !! Tak ada nenek di sini !! tak ada siapa-siapa !! Ambil !! Ambil segera !! ( TERTAWA TERBAHAK-BAHAK. SELENDANG YANG ADA DI LEHERNYA KEMUDIAN DILILITKAN.

Rio ! RIO Terkutuk kau tua bangka ! NENEK Heh…sompret. LALU KEDUANYA PULA MELIHAT AMARAL YANG TERDUDUK LESU.131 TAMPAK BERPUTAR DI TENGAH PANGGUNG. LAMA IA MELIUK-LIUK SAMPAI AKHIRNYA KEHABISAN NAPAS DAN BERHENTI. MELIUK-LIUK LAKSANA ULAR KOBRA MENDENGAR SERULING PAWANG. KEDUANYA SALING PANDANG PENUH KEBENCIAN. CAHAYA PANGGUNG MULAI TERANG SEHINGGA JELAS SOSOK AMARAL YANG TERDUDUK LESU. kenapa kau ikut-ikutan ? . DARI ARAH YANG BERLAWANAN DATANG RIO DAN NENEK. GERAKAN-GERAKAN ITU SEPERTI SEDANG MENARI. NENEK Pembunuh ! Bajingan ! Bangsat tengik ! Cecunguk ! Amburadul…sampah ! Busuk !! RIO Kutu busuk ! Tua banga !! Pembunuh !! Kau cecunguk !! Kau tengik !! Sampah !! ( MELUDAH ) puih ! NENEK Terkutuk kau. NENEK MULAI TERPANCING AMARAHNYA. KADANG KE KIRI DAN KADANG KE KANAN.

TERENGAH-ENGAH DAN SEPERTI KEHABISAN KATA-KATA. NENEK DAN RIO BERBARENGAN MENATAP AMARAL YANG MASIH TERDUDUK LESU. NENEK Kenapa kau diam ? .132 RIO Karena kau biang keladinya… NENEK Kau yang menghancurkan cucuku. sompret ! RIO Tapi kau yang kesatu menghancurkan pacarku ! Seharusnya kau urus liang lahat… Ukur jangan sampai terlalu longgar… Bumi ini akan menolak jika kau minta kubur terlalu longgar !! NENEK Hei…kenapa kau urus masalah kubur segala heh ? RIO Karena kau yang sengaja minta dikubur !! Orang yang suka mengubur keinginan orang lain. memang selayaknya dikubur !! NENEK Lancang kau tengik ! Kau apakan cucuku itu ? RIO Kau yang harus jawab !! Kau apakan pacarku itu heh ? KEDUANYA DIAM.

kau bisa celaka !! Nasibmu bisa lebih parah dari Saddam Husein !! NENEK Tuh kan…kentut lagi !! .133 RIO Kau sendiri kenapa ? NENEK Aku capek…bengekku kambuh ! RIO Sama…aku juga capek ! RIO MEMBOPONG AMARAL DIBAWA MASUK KE KAMAR. NENEK Langkahi dulu mayatku… RIO Tak sudi…bisa-bisa aku impoten !! Minggir atau aku kasih kentut ! NENEK MENUTUP HIDUNG DAN MULAI BATUK-BATUK. TAPI DI PINTU KAMAR NENEK MALAH MENGHALANGI. RIO Baru kentut bohongan sudah panik… NENEK ( BICARA PADA PENONTON ) Dasar busuk ! Masih hidup saja sudah bau busuk… Apalagi kalau sudah mati !! Jangan-jangan akan tercium sampai Amerika… RIO Hei…tua bangka hentikan omonganmu !! Nanti kalau Amerika kentut.

NENEK TERLIHAT KAGET DAN LANGSUNG GEMETARAN. RIO Kenapa kita tidak membentuk koalisi … Kita bikin poros penyelamat amaral… Kalau nenek setuju. IA TERSENYUM MANIS PADA NENEK. NENEK Aku tak butuh kentut …kursi goyangku masih cukup kuat… RIO Oke…kita bagi-bagi kursi goyang…bagaimana ? NENEK Heh…apa maksudmu tengik ?! RIO Kita kompromi saja…kita selamatkan Amaral… Nenek akui saja. Amaral itu hamil sama nenek… NENEK Apa bisa ? . kita bisa kompromi bagi-bagi kentut !! atau kita bagi-bagi kursi….134 Aku mual tahu… RIO Itu baru ngomong…kentutnya belum NENEK Cih…pantas cucuku hamil… Sering kena kentut kau rupanya… RIO KELUAR DARI KAMAR AMARAL.

NONGKRONG. KURSI ITU DIGOYANG-GOYANGKAN OLEH RIO. apa sih yang nggak bisa. Nek ? RIO MENGGANDENG NENEK LALU DISURUHNYA DUDUK DI KURSI GOYANG. DI DEPAN AMARAL BEBERAPA MENARI ORANG YANG GEMULAI. MAKIN LAMA MAKIN KENCANG. PUTRI (ANAKNYA). SEDANG MUSIK DENGAN PENGIRINGNYA DARI MULUT PUTRI. LALU DIAM. RIO MENJERAT LEHER NENEK. *** 4 BABAK EMPAT PANGGUNG ADALAH SEBUAH JALAN CUKUP RAMAI. TAPI KURSI GOYANG ITU MASIH TERUS BERGOYANG.135 RIO Namanya juga kompromi. SELESAI MENARI. MULAMULA PELAN. PADA SATU KESEMPATAN DENGAN SELENDANG PUTIH. DARI SATU ARAH MUNCUL AMARAL BERSAMA SEORANG ANAK KECIL. NENEK TERLIHAT KELOJOTAN. AMARAL .

136 MENYODORKAN KALENG BEKAS SUSU. BEBERAPA ORANG MEMASUKAN UANG RECEHAN KE DALAM KALENG ITU. mereka adalah para pengagum ibu !! Mereka itu siap menjilati keringat ibu !! PUTRI Ih…jorok… Apa mereka tidak makan ?! AMARAL Makan…mereka makan… Tapi tidak dengan mulut-mulutnya… PUTRI Kok gitu. Nak ? Kemarin ketika matahari di atas. DI SUDUT PANGGUNG. AMARAL MENGANGGUK DAN TERSENYUM BAHAGIA. IA MULAI CERITA TENTANG KEBAIKAN DAN KEBEJATAN ORANG-ORANG. PADA SALAH SATU SUDUT PANGGUNG. tugas seorang ibu memang menyampaikan segala sesuatu yang membingungkan anaknya… nenek juga dulu begitu pada ibu… Buyutmu juga sama saja…bahkan lebih membingungkan lagi !! . AMARAL Kau tahu orang-orang itu. Bu ! AMARAL Mereka makan tidak dengan mulut-mulutnya… Mereka makan dengan pantat-pantatnya… Kau pasti bingung…tapi sudahlah. AMARAL DUDUK BERSAMA PUTRI. KOTAK RAKSASA HITAM PUTIH TERONGGOK TANPA DIPEDULIKAN ORANG-ORANG.

PUTRI Ayah bisa terbang ? ..137 PUTRI Apa pantat orang-orang itu ada giginya ? AMARAL Tidak ! Tentu saja tidak ada ! PUTRI Bagaimana mereka makan ? AMARAL Mereka akan memaksa memasukannya … Mereka memang sering memaksakan kehendaknya… Mereka akan memakan apa saja… Memakan siapa saja !! PUTRI Memakan ibu ? AMARAL Ya ! hampir saja… Hampir saja ibu mereka makan juga… Beruntung ibu punya benteng yang kokoh… Ayahmu…Rio namanya ! ( MENERAWANG JAUH ) Dia lelaki tampan juga gagah… Selalu melindungi ibu dari kerakusan orang-orang itu !! PUTRI Ayah hebat !! AMARAL Ayahmu memang hebat… Jauh lebih hebat dari Superman…apalagi Gatotkoco.

ANAK ITU MENCOBA SEPERTI UNTUK MULAI MENAIKINYA. KOTAK YANG PERNAH MELAMBUNGKAN FANTASINYA. sayang ! Ayahmu bisa terbang… PUTRI Ayah punya sayap ? AMARAL Tidak ! PUTRI Kok nggak punya sayap bisa terbang ?! AMARAL Ia terbang dengan uangnya… Ia terbang dengan jabatannya… Ia terbang dengan ambisinya… Bahkan dengan pikiran-pikirannya… PUTRI Ibu ngawur !! AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) apa benar ibu bicara ngawur ? PUTRI MENGANGGUK. AMARAL TERSADARKAN DENGAN KEHADIRAN KOTAK ITU. MENDEKATI KOTAK RAKSASA YANG TERONGGOK MENAIKI DI SUDUT LAIN. sayang ! Kotak ini terlalu tinggi… Tak bisa kau jangkau sendiri !! . IA MENGAJAK IBUNYA UNTUK KOTAK RAKSASA ITU.138 AMARAL Tentu. TAPI TIDAK BERHASIL. AMARAL Jangan kau naiki kotak ini.

Bu ? AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) Ibu tidak menangis… Ibu hanya ingat Buyutmu… ibu juga ingat ayahmu… PUTRI Apa uyut naik kotak ini.139 PUTRI Ibu pernah naik kotak ini ? AMARAL ( TERSENYUM PAHIT ) Ya…ya…dulu ibu pernah menaiki kotak ini… Ibu juga pernah merasakan jatuh dari kotak ini… ( SEDIH. MENGUSAP AIR MATA ) PUTRI Ibu nangis ? Kata ibu jangan pernah menangis… Kata ibu menangis itu bodoh !! Kata ibu…menangislah kalau menghadapi kematian… Siapa yang akan mati sekarang. Nak ! Tapi ia seperti ditulis sejarah… Pernah melarang ibumu menaiki kotak ini… Inilah kotak raksasa… kotak fantasi… Yang hanya akan membuat gila siapa saja yang menaikinya… AMARAL ( MEMBENTAK ) Jangan hancurkan anakku ! . Bu ? SEORANG LELAKI Buyutmu tentu tidak pernah menaiki kotak ini.

PUTRI TAMPAK KAGET DAN TERUS MEMAKSA AGAR AMARAL MENINGGALKAN TEMPAT ITU. TAK BISA MELANGKAH. Bu ! .140 SEORANG LELAKI Tidak mungkin. TAPI ENTAH KENAPA KAKINYA SEPERTI TERPATOK. Nyonya ! Karena saya adalah tanah di sini … Tanah yang pernah menyaksikan bagaimana anda dulu… Demikian mabuk kesuksesan… Demikian mabuk kehormatan… Demikian mabuk kekayaan…prestasi…pujian…dan… AMARAL Cukup ! PUTRI ( KAGET DAN HAMPIR MENANGIS ) Orang gila ya. Bu ! kita menyingkir… Ibu menari lagi…dan Putri main musik lagi… AMARAL MENJAUHI KOTAK RAKSASA DAN LELAKI MISTERIUS ITU. Bu ! Ibu harus nari… nari. PUTRI Ayo. LELAKI MISTERIUS ITU HANYA TERSENYUM PAHIT. Bu ?! AMARAL Ya. dia memang gila ! Ayo kita menyingkir dari sini… PUTRI Ayo.

PUTRI MAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. KEDUANYA TERUS MELAKUKAN ITU TANPA LELAH DAN TANPA . TAPI ENTAH KENAPA TARIANNYA TIDAK LUWES. SEORANG LELAKI Kau tak bisa menari… Karena dulu kau pernah menghina tarian… Kau sering menelantarkan tarian… Kau anggap tarian adalah tiket masuk… Ke dunia gemerlap dan erotis… Kau telah menelantarkan tarian… Sekarang rasakan bagaimana tarian mengutukmu !! PUTRI TERUS MAIN MUSIK DAN AMARAL TERUS MENARI PATAHPATAH. TARI ITU PATAH-PATAH SEPERTI GERAKAN ROBOT. KAKU DAN MENYEBALKAN. AMARAL MULAI MENARI.141 AMARAL Sebentar sayang… ibu tidak bisa melangkah… SEORANG LELAKI Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau terbius fantasimu… Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau tergila-gila kehidupan orang lain… PUTRI Lari ibu… ayo lari ! AMARAL Tidak bisa sayang… PUTRI Menari… ayo ibu menari… Aku yang main musik…. LELAKI MISTERIUS ITU LAGI-LAGI TERSENYUM.

hebat seperti ayah ! . PUTRI Lapar…Bu. lapar ! AMARAL Sebentar sayang…tugas kita belum selesai… Ayo…musiknya mana… Ibu akan menari terus… PUTRI Lapar…lapar… AMARAL Lapar ? apa itu lapar sayang ? Ibu tidak pernah merasakannya… PUTRI BENGONG DAN MENATAP TAJAM KE AMARAL. LELAKI MISTERIUS ITU LALU MEMBERI ISYARAT AGAR PUTRI MENDEKATI KOTAK RAKSASA.142 MEMPEDULIKAN LAGI ORANG-ORANG DI SEKITARNYA YANG MULAI MENCIBIR. Bu ? AMARAL Ya. AMARAL Buyutmu dulu tidak pernah mengajarkan ibu lapar… Buyutmu hanya mengajari bagaimana kita memberi orang lapar… Buyutmu memang hebat… PUTRI Hebat seperti ayah. BEBERAPA ORANG BAHKAN ADA YANG MELEMPARNYA DENGAN BEKAS MAKANAN DAN KOTORAN.

MEMEGANG PUTRI AGAR MENAIKI KOTAK ITU. PUTRI SEKARANG TELAH MENAIKI KOTAK ITU. PADA SAAT PUTRI MENARI ITULAH DARI DALAM KOTAK TERDENGAR ADA SUARA. LAGI-LAGI IA JATUH. PUTRI LONCAT MEMBURU AMARAL.143 PUTRI BENAR-BENAR MENDEKATI KOTAK RAKSASA ITU TAPI TIDAK BERHASIL. AMARAL BERHENTI MENARI. semua aman dan terkendali ! PUTRI Bom ? Bom itu apa. ANAK ITU BAHKAN MENARI-NARI. IA TAMPAK SUKACITA. PUTRI Takut…Putri takut… SEORANG LELAKI Ada yang tidak beres dengan kotak ini… Awas… awas… kalian menyingkir !! Jangan-jangan ada bom waktu !! AMARAL Bom ? awww…bom…bom !! Ke sini sayang… ada bom… Bom…! ( BERPIKIR MENGINGAT SESUATU. IA TERINGAT UCAPAN NENEK KETIKA IA SEDANG BICARA DENGAN RIO ) Bom ? apa kentut ? SEORANG LELAKI Tenang…sabar…kalian harus bisa menjaga diri ! Percayalah…selama ada saya. Bu ? Bom itu manis apa pahit ? AMARAL Bom itu…ya…bom itu seperti tangan raksasa… .

LALU TUTUP KOTAK ITU DIBUKA. KEMUDIAN BUNGKUSNA DIBUKA SATU PERSATU. SEORANG LELAKI Lihat…ada yang bergerak di dalam kotak ini ! Ada kehidupan… AMARAL Bukalah ! SEORANG LELAKI Ya…saya harus membukanya ! Satu…dua… Apa saya harus membuka ini ? Kalau ini bom waktu…saya pasti korban pertama… ( BERPIKIR ) tapi nggak apa-apa…kesempatan untuk jadi pahlawan. akan tahu apa itu bom ! PUTRI HANYA DIAM. BAHKAN TERLIHAT IA MULAI FRUSTASI. BENGONG. IA MENDEKATI KOTAK ITU LAGI. tak pernah saya hitung… LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MEMBUKA TALI KOTAK RAKSASA ITU. tak pernah datang dua kali… kalau ini bom waktu dan saya mati… tolong beritahukan pada tukang ketupat di sudut gang ini… saya sudah dua kali belum bayar… makan kerupuk tiga. SEORANG LELAKI Kurang ajar… ternyata bukan bom… . ADA YANG MENGEPUL DARI DALAM KOTAK. TAPI CEPAT-CEPAT DILARANG OLEH LELAKI MISTERIUS ITU.144 Akan merenggut siapa saja yang lemah… Bom itu… Ah…sudahlah ! Nanti kalau kau besar.

AMARAL Nek…nenek ? nenekkah itu ? . LELAKI MISTERIUS ITU MENDENGUS KARENA MENCIUM BAU YANG TAK SEDAP. SEORANG LELAKI Sialan ! sudah mati masih kentut… ( BERPIKIR ) oh…bukan…bukan kentut… ia memang sudah mati ! yang saya cium tadi…oh alah…bau bangkai ! ya…benar…bau bangkai !! AMARAL Bangkai ?! PUTRI Bangkai itu apa. IA KAGET ) ada orang… ada orang… lihat… ada orang… LELAKI MISTERIUS ITU MEMERIKSA SEMENTARA AMARAL MENJAUH DAN MENGGENDONG PUTRI. DILUAR DUGAAN MAYAT ITU BANGKIT. SEMENTARA LELAKI MISTERIUS MENJAUH KETAKUTAN. NENEK KELUAR DARI KOTAK. AMARAL MEMEKIK KAGET KARENA TERNYATA YANG DI DALAM KOTAK ITU NENEK.145 Ini hanya kotak kentut… Kau benar… ini bukan bom tapi kentut… AMARAL ( MENENGOK KE DALAM KOTAK. Bu ? AMARAL Bangkai itu…bau…ya…bau ! LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MENGGOYANG-GOYANG TUBUH KAKU ITU.

ternyata nenek masih bisa senyum… Tapi apakah nenek hidup atau mati ? SEORANG LELAKI Dia telah mati… Aku mencium bau bangkai tadi… Dia itu pasti arwah penasaran… NENEK Aku bukan arwah penasaran… Tapi jasad dan jiwa penasaran !! Karena belum tuntas bicara pada cucu dan cicitku !! AMARAL Nenek…? NENEK Kau tak perlu kaget… Sejarah telah menuliskan semuanya dengan baik… Perjalanan kau juga telah dituliskannya… Ketika kau punya anak…ngamen…makan… Juga telah dengan baik dituliskannya… Percayalah ! AMARAL Apa maksud nenek ? NENEK Aku hanya ingin mengatakan … Apa yang aku katakan dulu adalah kebenaran… Riomu memang brengsek… Sepanjang hidupnya terus brengsek !! Sepertinya dia dilahirkan untuk brengsek !! .146 Ah.

147 AMARAL Sudahlah, Nek ! Rio itu suamiku…bapak cicit nenek ini !! PUTRI Uyut, Bu ?! Uyut bau kentut, Bu ? AMARAL Ya…karena uyut sudah tua… PUTRI Apa semua yang tua bau kentut ? NENEK Tidak ! Tidak semua orang tua bau kentut !! PUTRI BERLARI KE ARAH NENEK. AMARAL YANG MENCEGAH TIDAK BISA MENGHALANGI. LELAKI MISTERIUS JUGA TAK BISA BERBUAT APA-APA. NENEK KEMUDIAN MENGGENDONG PUTRI. IA MULAI CERITA TENTANG KEHIDUPAN AMARAL TANPA MEMPEDULIKAN AMARAL SENDIRI. NENEK Ibumu itu terlalu egois… Ia selalu menganggap benar sendiri… Padahal kebenaran itu milik semua !! Milik bersama !! PUTRI Uyut masih batu kentut !! NENEK ( TAK PEDULI DAN TERUS BICARA ) Kebenaran ada dimana-mana…

148 Tidak boleh dikuasi oleh seseorang !! Kalau saja ia tidak egois, tentu akan jadi lain ceritanya… Bapakmu juga sama-sama egois… Bahkan brengsek !! PUTRI Huh…bau !! NENEK ( TIDAK PEDULI DAN TERUS BICARA. TAK BISA DIREM ) Ia tidak saja membuat ibumu senewen… Tapi telah berhasil membuat malu sepanjang masa !! Kau tau, Nak, ibumu pernah mau bunuh diri !! Ia kira dengan bunuh diri semua urusan akan selesai… Tapi sudahlah…kau jangan seperti ibumu… Pandanglah dunia dengan bijaksana !! Minumlah jamu setiap saat kau merasa perlu Jangan minum sirup… PUTRI Mau sirup, Bu !! NENEK ( TERSENYUM PAHIT ) Minum sirup itu manis sekarang !! Enak sekarang !! Tapi bisa membuat kamu mencret… Tapi jamu…pahit sekarang… Tapi bisa membuat kamu sehat !! Paham kau ? PUTRI MENGGELENG BAHKAN MEMAKSA UNTUK TURUN.

AMARAL TERTUNDUK MALU. IA SEPERTI SEDANG MELIHAT DIRINYA DI CERMIN. AMARAL KEMUDIAN MULAI BANGKIT, MENATAP KE ARAH TAK TERBATAS. IA MULAI MENARI. ANEHNYA KINI BISA LUWES SEPERTI

149 SEDIA KALA. AMARAL TERTERLIHAT KAGET TAPI IA TERUS

MENARI. PUTRI MULAI BERMAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. NENEK MEMPERHATIKAN DENGAN SENYUM. LALU IA MELIHAT KE ARAH LELAKI MISTERIUS ITU. KEDUANYA SALING MENATAP SEPERTI DUA SAHABAT YANG TELAH LAMA BERPISAH. NENEK Tugas kamu sudah selesai ! Sekarang kembalilah ! SEORANG LELAKI Kembali ke mana ? Aku tak tahu jalan kembali… NENEK Kemarilah ! LELAKI MISTERIUS ITU LALU MENDEKATI NENEK. KEDUANYA SALING MENATAP. LALU MENDEKAT DAN SEMAKIN MENDEKAT. LELAKI MISTERIUS ITU TIBA-TIBA HILANG DARI PANDANGAN DAN NENEK LANGSUNG AMBRUK. IA BENAR-BENAR MATI SEKARANG. MELIHAT KEJADIAN ITU AMARAL TIDAK PEDULI. IA TERUS MENARI SEMENTARA PUTRI TERUS BERMAIN MUSIK DENGAN MULUT. ***

Curiculum vitae

150

ENANG ROKAJAT ASURA
Bandung, 07 April 1965 Kompleks Gedong Cilegon Damai Blok C.23 No. 17 Tlp. (0254) 396417 HP. 081.310.860817 Cilegon 42424

RIWAYAT PEKERJAAN
1. Menulis cerita pendek, artikel dan novel yang dipublikasikan di Pikiran Rakyat Mingguan Galura, Jawa Pos, Mingguan Mandala, Mangle, Suara Karya Minggu, Kompas Minggu, Mingguan Swadesi, Mingguan Mutiara, Mingguan Terbit, Mingguan Gala, Tabloid Citra, Mingguan Berita Wanita NOVA dan Harian Fajar Banten 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Reporter Mingguan Galura (1989-1990) Redaktur Pelaksana Majalah Seni Prasasti (1990-1991) Script Writer Radio Shinta FM (1991-1995) Manajer Produksi Radio Shinta FM (1995-1998) Manajer Siaran Radio Shinta FM (1998-2001) Trainner di Masima Training and Consulting Jakarta (Prambors Grup) Repoter Majalah ZONA Misteri Jakarta (2001-2002) Redaktur Pelaksana Majalah ZONA Misteri Jakarta (2002) Wakil Pemimpin Redaksi Majalah ZONA Misteri Jakarta (2003)

PRESTASI KREATIF
1. 2. 3. Juara III Menulis Drama LBSS (1989) Juara Harapan Menulis Drama LBSS (1989) Juara III Lomba Mengarang Filateli Nasional (1986)

7. 11. Juara III Lomba Menulis Cerita Film Jenis Legenda Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 15. Juara III Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1999/2000) 16. 9. Juara I Mengarang Perpustakaan (1990) Juara II Mengarang Taman Lalu lintas (1991) Juara Harapan Menulis Essay Pemilu (1996) Juara Harapan Sastra D. 10.151 4. Juara I Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Peningkatan HAM Direktorat Pembinaan Film (2000) 18. 8. Juara Harapan Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Pembinaan Film (1999/2000) Jenis Legenda Direktorat 17. Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Komedi Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 13. 6. Juara II Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Film (2000) . 5. Juara II Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 14.K Ardiwinata Bidang Drama (1996) Juara II Sastra LBSS Bidang Essay (1996) Nominator Menulis Cerita Film Direktorat Pembinaan Film Nominator Penulis Cerita Lepas FSI 1998 Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Deppen (1997) Pembinaan Film (1998/1999) 12.

Merahnya Merah (FTV) 7. Kancil Bis Kota (Novel. Nyi Cantrik (Drama Radio Laga. 90 episode) 14. Jaka Boys (Komedi Radio. 180 episode) 15. Sangkuriang (Komedi Radio. Pikiran Rakyat Minggu) 16. Kau Di Atas Aku Dimana? (Sineri Komedi TVRI) 9. 20. Senja Kesaksian. Zona Misteri Jakarta) 18. 2002) Kanaga (Antologi Cerpen Sunda. 13 episode) 11. KAMAR 1604 (3 episode / TPI) 3. berhasil meraih 4 nominasi dalam FSI 1998 2. Jawa Sepuluh Besar Lomba Karya Tulis Bank Syariah (2003) Timur (2002) K ARYA KREATIF 1. Rumah Di Atas Bukit (Novel Misteri.152 19. Gejolak Anak Muda (Sineri Remaja TVRI) 10. Bayu (Sineri TVRI) 8. Es Krim dan Flamboyan (FTV Cinta) 4. 270 episode) 13. Istana Kertas (FTV) 5. Toenggoel: Matinya Seorang Warok (Novel. Kabayan In Drama (Masima Production. Seperti Kekasihku (FTV) 6. Sepuluh Besar Cerpenis Versi Lingkaran Komunikasi. Zona Misteri Jakarta) BUKU • • Para Penari (Antologi Cerpen. Malang. Babad Tanah Sunda (Roman. 360 episode) 12. Bandung. Siluman Marakayangan (Komedi Radio. 2003) .Mingguan Nova) 17.

153 • • Anak Seribu Pulau (Kumpulan Cerita Pendek Islami.LPDS dan The Freedom Forum Pendidikan Jurnalistik bersama Internews Asia Workshop Social Mobilization – Aliansi Pita Putih Indonesia Workshop bersama CCP JOHNS HOPKINS UNIVERSITY Seminar Sehari Regulasi Undang-undang Penyiaran Team Building Management in West Java Depelopment Project Kursus Peningkatan Sumber Daya Manusia Diklat Operasional Televisi Indosiar Berbagai Workshop Produksi Siaran Diklat Special Programm PD PRSSNI Jawa Barat Kursus Menulis Skenario dan Drama Pendidikan Komputer di Institut Komputer Indonesia ( 1 tahun) Kursus Bahasa Inggris di Harvard English College Saresehan Pemberdayaan Anggota PRSSNI . dalam proses Pemikiran Kritis Tentang Acara Televisi (proses penerbitan) penerbitan) PENDIDIKAN FORMAL • • • • Sekolah Dasar Berijazah tahun 1979 Sekolah Menengah Pertama Berijazah tahun 1982 Sekolah Menengah Atas Berijazah tahun 1985 FMIPA Jurusan Statistika Universitas Terbuka PENDIDIKAN INFORMAL • • • • • • • • • • • • • • • Pendidikan Jurnalistik di ICB Bandung ( 1 tahun ) Lokakarya Jurnalistik Radio .

154 *** RUMAH DI TUBIR JURANG .

155

NASKAH DRAMA REMAJA

S. YOGA

Para Tokoh

Eyang Kakung Tuan Sunan Nyonya Sumirah Papa (Umar) Mama (Lastri) Mawar Noki Ijah

: Usia 80 : Setengah Baya : Setangah Baya : 23 tahun : 23 tahun : 21 tahun : 21 tahun : Pembantu Rumah Tangga 17 tahun

Dikisahkan di sebuah rumah dihuni oleh Eyang Kakung ( pelupa dan sering mengigau sendiri ), Tuan - Nyonya ( suami yang tak mampu mengendalikan rumah tangga dan istri yang pencuriga

156
dan egois ), Papa - Mama ( menikah dalam usia muda karena “kecelakaan” dan hidup berfoya-foya ), Mawar dan Noki ( pacarnya ) yang terseret dalam pergaulan bebas dan nikah siri tanpa diketahui orangtuanya. Dan Ijah pembantu rumah tangga yang genit. Orang-orang inilah yang akan berjuang keluar dari permasalahan hidup dan menyelamatkan citra keluarga besarnya dari kehancuran. Ibarat negara, akan hancur kalau masing-masing daerah ( orang ) ingin bebas ( merdeka ) sendirisendiri tanpa mempertahankan aturan dan norma-norma moral yang berlaku.

1
( Rumah putih dengan perabotan antik, senapan angin di sisi kanan tembok, dua orang laki-laki dan perempuan setengah baya, duduk menghadap dua buah layar tv, asyik menyaksikan dunia lain, sebuah dunia maya. Masing-masing menonton acara tv kesukaan sendiri. Menghadap penonton. Di belakang nampak meja dan kursi lain, almari tempat menyimpan perkakas. Dari belakang, tepatnya dari atas seorang pencuri meluncur turun dari atap dengan tali, mukanya dibalut kain hitam, persis ninja di film-film. Pencuri dengan tenang dan kehati-hatian yang penuh, turun perlahan, mengambili perhiasan yang mudah didapat, masuk ke dalam kamar tempat perhiasan lain disimpan. Kemudian naik lagi ke atas keluar dengan aman ).

157
TUAN SUNAN : Maafkan. Selama ini aku hanya diam saja. Habis bagaimana. Semua sudah kau atasi sendiri. ( Sambil mengecilkan suara tv ). NYONYA SUMIRAH : Hhhmmmmmmm. ( Batuk-batuk dan semakin mengeraskan suara tv ).

( TV dikecilkan NYONYA SUMIRAH, berdiri lalu mencari obat. Membuka-buka lemari, obat yang dicari tidak ada. Mendekat TUAN SUNAN, kesal dan memandang penuh kebencian. Kembali lagi ke almari mencari-cari. Kesal. Ke meja dan mengambil air minum setelah batuk rejannya hebat menghantam tubuh kurusnya ).
NYONYA SUMIRAH : ( Batuk ). Tak ada yang beres di rumah ini. Semuanya maling. ( Batuk ). Sampai obat saja hilang. ( Bicara sambil membawa minuman ke tempat duduk di depan tv ). TUAN SUNAN : Kau kira aku yang mengambil. ( Sambil berdiri. Menyulut pipa rokok tapi tidak berhasil ). Kita sudah tua, masak dari pernikahan dulu kita terus-menerus bertengkar. Kapan hidup damai. Sebentar-sebentar protes. Ngambek. Memangnya masalah hidup akan selesai dengan cara seperti itu. NYONYA SUMIRAH : Kau kira ada yang mendengarkan dan mempercayai kata-katamu. Dasar mata keranjang. ( Sambil berdiri, nampak mengingat sesuatu dan emosial ). Kau masih saja punya perasaan sama tetangga sebelah kan. Ya aku tahu dia lebih bahenol dan lebih muda dariku. Kau kira aku tidak tahu tiap pagi kau pura-pura memberi makan ayam-ayam di belakang rumah, sambil bertukar pandang dengan dia. Iya kan. Mengaku saja. ( TUAN SUNAN nampak salah tingkah ). Tiap hari pula aku perhatikan tingkah polahmu dan aku mencoba bersabar. Tapi sekali lagi kau berbuat begitu, hari itu pula kau harus angkat kaki dari rumah ini. Banyak saksi mata yang melihat kau sering bertemu dengan Rukiah, di terminal, di pasar sayur. Pantas suka pura-pura membantu aku belikan sayur. Ternyata ada udang di balik batu. Dan berapa kali kau tua bangka berboncengan dengan dia. Aku tidak bisa ditipu. Semuanya aku ketahui dengan persis. ( Ketika TUAN SUNAN hendak mendekat, NYONYA SUMIRAH menjauh, nampak benci ). Jangan sentuh aku lagi. Semuanya telah berakhir. Sudah berakhir. ( Berkemas, masuk kamar ). Aku benci. Aku benci. Aku benci.

( TUAN SUNAN hanya bisa menatap kosong ruang tamu yang sunyi. Mematikan semua tv, duduk di sofa panjang. Berdiri, berjalan memandangi potret, kenangan pengantin, nampak tersenyum, membersihkan foto yang sudah berdebu, kembali memasangnya, dengan kebahagiaan kecil. Berjalan ke almari, mencari-cari pipa gadingnya di dalam almari, ternyata sudah tidak ada. Mencari lagi ke sana ke mari, namun tidak menemukan. Melihat kamar NYONYA SUMIRAH dengan kesal, rasanya ingin membalas dendam ).

TUAN SUNAN

:

Aku tahu siapa yang mencuri di rumah ini. Aku sudah merasa sejak dulu. Dulu kelihatan baik. Tapi akhirnya semuanya terbongkar sudah. Dia pencuriga. Sama tetangga saja dia tidak bisa akur. Apa dia tidak sadar sebentar lagi akan mati. Mestinya ia berbaik-baik dengan semua orang. Tidak justru penyakit dengki dan curiganya bertambah parah. Aku sebagai kepala keluarga rupanya tidak pernah dihormati. Sikap egoisnya telah menguasai seluruh hidupnya. Keberadaanku sebagai suaminya rasanya tidak diakui lagi. Diremehkan. Tapi biarlah, suatu saat, ia pasti akan sadar.

158

2
( Dari arah kamar belakang muncul seorang kakek, rambut putih semua. Membawa pipa gading dan merokok, pakai baju jas lengkap dengan sepatu mengkilap. Membawa tas kerja dan tongkat keramat. Berjalan penuh wibawa meski jalannya sempoyongan. Duduk di depan meja dan segera mengeluarkan kaca mata minusnya, mengeluarkan arsip-arsip yang ada di dalam tas, memeriksa dan sesekali membaca kertas kerjanya. Sebelum dilanda kepikunan yang menumpuk, ia seorang manajer di sebuah perusahaan roti miliknya sendiri. Dulu begitu dihormati. Namun setelah kepikunannya kumat ia bagai sampah, tak ada gunanya, diremehkan anak buahnya dan semua orang, bahkan dianggap meresahkan dan membuat repot keluarga, hampir ia akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, tapi ditolak oleh pihak rumah sakit, pernah di panti wreda, sebulan kemudian pihak panti keberatan. Keluarga TUAN SUNAN tidak bisa berbuat banyak, mereka harus mengurusnya. TUAN SUNAN kemudian mendekati dan mengamat-ngamati pipa gading yang dibawa EYANG KAKUNG, yang diletakkan di asbak. Pipa gading itu diambil TUAN SUNAN, diamat-amati dengan seksama, sebelum pipa dikembalikan lagi sudah direbut kembali oleh EYANG KAKUNG ). TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Kakung, ini sudah malam. ( Sambil memeriksa berkas-berkas ). Semua pekerja memang brengsek semua. Tidak becus kerja. Semua salah. Pembukuan macam apa ini. Kapan perusahaan akan maju. ( Memandang sekeliling ). Sepagi ini juga belum ada yang masuk. Hanya seorang jongos kantor. Disiplinmu boleh. Kamu memang pekerja yang baik, pagi-pagi sudah buka kantor. Apakah sudah dipel dan dibersihan semua meja kursi. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Sudah. ( Menjawab sambil tidak enak ). Bagus. Bagus. Rencananya hari ini akan ada rapat perusahaan. Kamu tahu tidak rasarasanya perusahaan ini sudah menggaji para buruh lebih dari cukup. Bandingkan dengan perusahaan lain. Silahkan. Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua yang hadir dalam rapat perusahaan hari ini. Tentunya semua yang hadir sudah memegang laporan perusahaan akhir-akhir ini. Dan silahkan dibaca. Silahkan. Pertanyaannya. Bagaimana mungkin perusahaan ini sudah mengalami kemerosotan yang begitu dratis. Pemasaran tidak jalan. Sehingga di sana sini tidak ada pemasukan keuntungan sama sekali, kalau begini terus, perusahaan akan bangkrut. Bangkrut. Kalau bangkrut aku akan keluar dan kalian tidak akan aku beri pesangon sama sekali. Aku akan jual perusahaan dan kemudian akan aku inveskan pada perkebunan durian. Di sana aku akan hidup lebih sederhana lagi dan akan bahagia sekali melihat kebun-kebunku. Aku akan membuat pondok rumah yang indah. Dan cucu-cucuku akan aku bawa ke sana semua setiap bulan sekali. Aku akan bahagia. Aku akan beli beberapa kuda terbaik yang ada, akan aku gunakan untuk tunggangan pribadi. Karena istriku sudah meninggal aku akan memohon kepada anak-anak untuk mencarikan istri lagi yang lebih cantik dan sempurna. Ah rasanya hidup akan membahagiakan. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG TUAN SUNAN : : : Betul sekali Kung. Dan sekarang calon istri Kakung sudah ada di sini. Apakah kamu tidak bohong. Tidak. Sekarang Tuan Putri sudah ada di kamar Kakung. Sudah menunggu sejak tadi. Sebaiknya Kakung lekas tidur. ( Sambil membimbing EYANG KAKUNG ). Ijah ! Ijah ! IJAH : ( Dari dalam ). Iya Tuan. Ya Tuan. Sebentar !

Silahkan masuk. ( Nampak MAMA tidak suka akan sikap PAPA. MAMA : ( Sambil memeriksa barang ). Apa si kecil sudah tidur. Kung Tuan Putri sudah menunggu. Iya. Kasihan Tuan Putri sendirian. Abang-abang gendero londo Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit TUAN SUNAN : Iya Kung. Kamu memang anak yang berbudi luhur sama orang tua. Eksit ). Kakung nyusul tidur ya. Kenapa kita lupa. Sudah tidur. Tuan Putri yang cantik jelita tunggu aku sebentar. Iya Tuan Putri yang cantik jelita sudah menunggu. Hancur semua. Perempuan kalau gila kuasa apa pun akan ia lakukan. Iya. Nanti Tuan Putri terbangun. 3 ( Dua orang pasangan muda masuk. Kakung nanti langsung tidur duluan saja. Ah Tuan Putri. dan terus memandangi IJAH ). Papa lupa kan beli piyama. Kenangan yang indah. Pasangan keluarga muda ini nampak dengan lagak gaya sok modern ). Jangan-jangan penyakit Kakung sudah menular pada kita. ( Setelah EYANG KAKUNG dan IJAH masuk. Ijaaahh. Ijah. Lebih baik cari perempuan cantik yang alamiah. Kenapa kita menjadi pelupa. Terima kasih anakku. Yang laki-laki tinggi kurus berwajah oval. membawa bawaan barang-barang. Duduk di sofa nampak capai. pupurnya agak pudar. Kecantikan dan tubuhnya akan ia manfaatkan. yang perempuan berwajah bundar. ( Masuk kamar. Kosmetik itu. Seperti Ken Dedes. Baju itu. Masukkan barang-barang ini. ( Dengan suara mesra. sesekali mencubit pipi IJAH ). EYANG KAKUNG : Ah betapa bahagianya hidup ini. duduk di sofa ). Jangan brisik. habis berbelanja. PAPA MAMA IJAH MAMA PAPA : : : : : Panggil saja Ijah. merayu-rayu IJAH. Tuan Putri ada di dalam. ( Bernyanyi sambi menari-nari. Hancur semua. Semua nampaknya sudah tidur. Meletakkan barang-barang di atas meja. Aha jangan mereka kan gila kekuasaan. Tunggu jangan tidur duluan. Papa tadi ada barang yang lupa kita beli. Menghalalkan segala cara. Ijah ! Ijah ! Iya ! Sebentar ! ( IJAH muncul ).159 TUAN SUNAN : Tolong Kakung di antar ke kamar Tuan Putri. Berjalan modar-mandir ). Seperti Cleopatra. cemburu ). . TUAN SUNAN nampak pikirannya lelah. ( Berdiri nampak kesal. Cepat ya. Iya. Aha kenangan masa lalu. Jangan lupa buatkan kopi kesukaan Papa. ( Melihat jam ). Untuk membereskan ini. Aku doakan kamu mendapatkan istri yang paling cantik sedunia. Suruh buatkan Papa kopi.

Begini saja yang menghadap kita berdua. Ya itu masalahnya. ( MAMA lantas terseyum dan marahmarah ). Lho masih masam. Seumur hidup yang dikenang dan dibicarakan hanya kejelekan-kejelekan kita saja. Sudah mulai tersenyum. Ha bibirnya mulai tersungging. Berpikir. berdiri dan berjalan hilir mudik ). PAPA : Bagaimana kalau kita minta warisan terlebih dahulu. Dua. Daripada menunjukkan kebaikan yang banyak tapi tinggal bersamanya. Sudah. Pasti mau. Mereka hampir berpelukan. mengupas ). matanya tetap nakal ). Kalau gitu aku hitung tiga kali. Nah begitu kan manis. Papa mau beli rumah. Karena jika tinggal bersamanya kalau ada kejelekan sedikit saja maka semua kebaikan kita akan hilang. Bukan masalah itu. Senyumnya dikulum. Satu. ( PAPA terus menggoda. Tapi yang ngomong Papa. Masak terus-terusan numpang di mertua. Mama yang bisa merayu. mengambil buah jeruk.160 IJAH PAPA : : Iya. Itu saja. Begitu saja cemburu. Jagan cemberut. Dua setengah. MAMA PAPA : : Tapi Mama tidak berani ngomong. Terus bercanda. MAMA PAPA : : Ayah Ibu saja tidak keberatan kita tinggal di sini. Sudah jangan bercanda. Ini kopinya. Penilaian tetangga itulah yang paling berat. Tidak apa kan sekali-sekali bersikap mesra sama pembantu. Sudah Tuan. Mereka hanya tahu kalau kita numpang di mertua. Kalau ada proyek baru kerja. ( Segera pergi sambil membawa barang-barang. omongan mereka tidak bersumber pada kebenaran. Papa kira Ayah Ibu akan setuju melihat kondisi kita seperti ini. Begitu sayang. Karena tidak tahu itulah. Sesekali PAPA tertangkap namun dapat meloloskan diri. menghempaskan tubuh. PAPA : Ngomong-ngomong kapan kita bisa punya rumah sendiri. Orang tuaku masih hidup. Oh senyumnya baru sedikit. Tapi bagaimana tanggung jawab seorang suami. Genit ). Kaku. Mulai merekah. Malu kan. Ibumu sih keras sekali. Kerjaan Papa juga tidak mesti. Lalu MAMA meloloskan diri kembali ke sofa. PAPA minum kopi. IJAH : ( Sambil menghidangkan kopi ). MAMA PAPA MAMA : : : Tidak mau ! Tidak mau ! ( Terdiam sejenak ). Ya harus Mama yang ngomong. PAPA : Sama saja toh nantinya kita juga akan menerima. MAMA : Aku tidak suka Papa menggoda begitu. Tuan. MAMA : Papa nggak salah ngomong toh. Di samping itu tidak enak kan sama tetangga. Pasti tersenyum. Jadinya yang diomongkan yang jelek-jelek saja. ( Mereka terdiam cukup lama. Mereka sama sekali tidak mau tahu kondisi kita yang sebenarnya. Kalau Papa pasti sulit. Agar mereka merasa kita hargai. . MAMA PAPA : : Maunya Papa bagaimana. Kata pepatah lebih baik menunjukkan sedikit kebaikan kepada mertua dan jangan tinggal bersamanya. Memangnya kita punya uang. MAMA : Selama ini kita tidak pernah nabung. ( PAPA hanya mengangguk. Terjadi kejar-kejaran di ruang. Masak kita minta warisan terlebih dahulu. Tanah warisan itu bisa kita jual untuk beli rumah.

Negara nggak stabil. Papa menyalahkan kapitalis itu kenapa menghargai tenaga kerja kita sangat rendah. Berdansa sambil masuk kamar. Selamanya kita selalu satu. Investor takut menanam modal. Berdua. Papa kerja di proyek jadi kalau ada proyek pasti untungnya besar. PAPA dan MAMA masuk dari luar sehabis kerja. Mereka takut nggak untung. Mereka takut dibakar. dan EYANG KAKUNG tidur di kursi panjang. Nampak wajahnya tegang. Eksit ). ( Sambil dinyanyikan ).161 PAPA MAMA PAPA : : : Ya berdua. Ini salah siapa. Mereka takut didemo. Tapi memang tahun ini. 4 ( Pagi hari. Selamanya kita bahagia. di pinggir teras depan ada tulisan Jl. Berdua selamanya. Kerja tidak tetap gitu. dua kursi. Gitu mencemooh pekerjaan Mama. PAPA : Papa kan sudah bilang keluar saja dari pekerjaan itu. Papa tidak mencemooh. Pemerintah disangsikan bisa ngatasi. Selamanya kita selalu berdua. Di teras ada satu meja. Papa mengingatkan kalau kita kerja sama kapitalis siap-siap tenaga kita diperas habishabisan. MAMA PAPA : : Papa kira. Seolah habis bertengkar. Itu sudah bisa dipastikan. Enak perusahaan. bercat putih. ada beberapa pot bunga. Selamanya kita berdua. Papa sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Dalam suka dan duka. Dijadikan sapi perahan. MAMA PAPA : : Mereka kan juga kapitalis. Negara kacau. tempat menyiram air. ( Mereka nampak gembira. Kenapa harus ngoyo-ngoyo kerja keras sedang gajinya kecil. Dasar kapitalis. di teras rumah yang nampak luas. Mereka duduk dikursi saling tak peduli ). Kita hanya diperas. . Proyek apa pun seret. Ya sedikit manusiawi gitu lho. Tubir 275. Papa memang kerja tidak tetap tapi sekali kerja gajinya kan besar tidak seperti Mama. suasana nampak asri.

Masak ada. Nggak laku. Pasti Kakung terkenang saat waktu perjuangan dulu. Kapitalis kok sosialis. ( Duduk di samping TUAN SUNAN ). Masa lalu yang membahagiakan. punya jabatan. PAPA : ( Mereka terdiam sejenak. Nggak untung. Hidup hanya untuk masa lalu. Apa sudah makan. Apalagi masa depan. Masa-masa kejayaan dulu. Kelihatannya ada yang ingin dikatakan. Kenapa lagi Kakung tiduran di lantai. PAPA : Sok tahu ! Memangnya Kakung punya kedudukan. Suruh tidur di dalam. Bangunkan. Tanpa sedikit pun bisa diajak bicara masa kini. MAMA : Mama yakin. Tidak sosialis dan tidak manusiawi. Ya sedikit sosialislah. Lebih baik Mama. Jadi kapitalis yang sosialis. Apa itu yang dinamakan post power syndrom. punya kuasa. PAPA melihat EYANG KAKUNG ). kenapa seseorang bisa jadi pelupa dan hanya ingat masa lalu saja. Kakung terkenang lagi masa lalunya. Nggak kapitalis namanya. seolah ada yang ingin dibicarakan dengan Ayahnya ). NYONYA SUMIRAH : MAMA PAPA MAMA PAPA MAMA PAPA : : : : : : Sebenarnya ada apa sih.162 MAMA PAPA MAMA : : : Kapitalis kok manusiawi. ( MAMA dan PAPA nampak saling celingukan. ( Dari arah dalam masuk Tuan Sunan dan Nyonya Sumirah ). TUAN SUNAN : ( Duduk di kursi ). Kapitalis ya kapitalis. Mama juga nggak habis pikir. Kalian habis kerja kok malah di sini. ( Mengambil senapan ). Ma. Papa ! Mama ! Papa ! Mama ! . Titik. Papa saja yang ngomong.

beli barang-barang yang mahal.163 TUAN SUNAN : Kalian berdua seperti anak kecil. Tapi kami perlu uang. Kami masih segar bugar begini kalian menuntut warisan. NYONYA SUMIRAH : Tidak bisa. Uang kami tidak cukup untuk beli rumah itu. Toh nanti juga warisan itu akan diberikan pada kami juga. T i d a k b i s a ! ( Mereka terdiam sejenak ). bahkan kuliah kalian nggak kalian selesaikan. Papa kan ingin punya rumah. Itu bagus. Ibu dan Ayah juga tidak keberatan. NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . Kalian tahu apa artinya warisan. Ada apa sebenarnya. Permintaan kalian itu tidak wajar. barang yang belum perlu. Sudah ! Sudah ! Kalian tak pernah dewasa. PAPA PAPA : : Tapi kami ingin mandiri dan terpisah Ayah dan Ibu. Gaya hidup kalian harus diubah. mungkin itu akan menjadi lebih baik bagi kalian. TUAN SUNAN MAMA PAPA : : : Hak apa ? Kami ingin warisan yang nantinya akan diberikan. Memang kalian menikah terlalu muda. Iya. Jadi kami pingin beli rumah. mungkin itu yang menyebabkan kalian sering tengkar. Kami sangat membutuhkan. kami minta dulu. Yah. Silahkan. Rencananya mau beli rumah di mana ? MAMA : Masalahnya kami tidak punya uang. Mama yang pingin. Karenanya kami sepakat ingin meminta hak kami pada Ayah Ibu. T i d a k !!!! Kalian dengar. agar bisa membangun keluarga secara mandiri. Ya sudah kalau pinginnya begitu. MAMA PAPA MAMA : : : Begini lho. Yah. Tapi sekarang kalian harus lebih dewasa. T i d a k b i s a. Toh kalian masih bisa tinggal di rumah ini. Perlu warisan itu. Mestinya kalian sedikit-sedikit bisa menabung untuk masa depan. Jangan bisanya cuma foya-foya. Tidak usah gengsi.

Apa dia lupa. Baik-baik. Suasana kemudian senyap. Apa surat itu ketlinsut di kantor pos. Apa isinya sih. yang perempuan sedikit menor. berarti sudah seminggu yang lalu. ( Memasukkan surat ke tas ). Dasar Pak Pos males. NYONYA SUMIRAH : Ini bagaimana. ke teras rumah ). ( Mereka saling bersalam-salaman. jadi surat ini dianggap saja tidak pernah ada. TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH saling menarik nafas dalam-dalam ). Sebenarnya ada apa sih. Kakung bagaimana. MAWAR : Assalamualaikum. MAWAR : Gimana Pak Pos sih. surat sudah sampai kok ditarik kembali. Baik-baik saja. 5 ( Dua orang remaja membawa tas. Walaikumsalam. Ini belum Ibu baca. Sebenarnya surat ini hanya ingin memberi tahu Ayah dan Ibu. ini udah dua minggu aku kirim. ( Mengambil surat yang ada di meja ). MAWAR MAWAR TUAN SUNAN : : : Bagaimana keadaan Ayah Ibu. Jangan NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . yang laki-laki sedikit macho. Masih seperti biasanya. Cap kantor pos di sini saja tanggal 10. Bagaimana kuliahmu. lekas masuk rumah. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN MAWAR : : Padahal dia hampir saban hari mampir ke sini. Suratmu barusan tadi pagi sampai. nampak NYONYA SUMIRAH tidak suka dengan NOKI ). Pokoknya anak kita sudah sampai rumah dengan selamat. Sudahlah nanti akan kami beritahu. ( Mengambil surat ). Sudahlah. Masuk ke halaman. sangat modis.164 ( MAMA dan PAPA wajahnya nampak sangat kecewa.

Seperti hubungan Mawar dengan Noki. NYONYA SUMIRAH : Cukup ! Sekali Ibu tidak setuju selamanya tidak setuju. Semua yang memutuskan Ibu. Seandainya tidak terjadi “kecelakaan” itu tentu Ibu tidak mau menikahkan. Kalau Ibu sudah memutuskan. Kebaikan Ibu dan masa depan kalian.165 terlalu banyak pacaran. NOKI : Maaf Ibu. Mengenai hubungan kami. Ingat kuliahmu. MAWAR : Terus terang kami sengaja menghadap Ayah Ibu karena ingin membicarakan perihal hubungan kami. Semua masalah anak-anak Ibulah yang bertanggung jawab. ( Menyindir mereka berdua ). Tidak boleh ada yang membantah keputusan Ibu. memang Ibulah yang paling tidak setuju karena berbagai pertimbangan……. namun harus Ibu ketahui bahwa tidak setiap keputusan Ibu yang berkaitan dengan Mawar selalu baik buat Mawar. NYONYA SUMIRAH : dan keperluan ponakanmu yang masih bayi itu. Demi nama baik keluarga. tentu demi kebahagiaan anakanak. Permasalahan kami pelik. Dan kami tidak mau putus hanya karena paksaan orangtua. Ini semua gara-gara menikah terlalu muda.. Rasanya tidak sesederhana yang Ibu bayangkan. Tidak seperti selama ini Ayah Ibu merasa bahwa kami masih anak-anak sehingga tidak diperkenankan berpendapat dan memutuskan segala sesuatu secara mandiri. Mawar percaya segala sesuatu keputusan Ibu sebenarnya ingin membahagiakan diri Mawar. Saya harap Ibu sudilah kiranya menganggap kami berdua sudah dewasa. Bisa dimengerti. Lihat kehidupan kakakmu sekarang. Ibu tidak ingin mengulang yang kedua kalinya. Bukan dia . Dan sekarang lihatlah siapa yang membelikan susu kan ? MAWAR : Bagaimana Ayah ? ( Begitu TUAN SUNAN hendak menjawab NYONYA SUMIRAH memotong ).

saat itu pula kami sepakat untuk menikah secara siri. Pastilah semua itu karena akal muslihatmu saja. Putus. Ibu tidak boleh keras seperti ini. Tapi kami telah berjanji di hadapan Allah. Kami adalah suami istri. Masalahnya bukannya sah atau tidak sah menurut Ibu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Maksudmu ? ( MAWAR mulai terisak ). Berani-beraninya menjamah anakku. Terus terang selama ini kami merahasiakan hubungan kami yang sebenarnya. Harap itu dimengerti. Ibu harus paham itu. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Apa ! Nggak salah Ibu dengar ! Tidak Ibu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Itu tidak sah. Noki benar Ibu. Kau menipu anakku dengan bujuk rayu gombalmu itu. Sekarang saatnyalah kami harus berterus terang. Akal bulusmu saja. Sejak di semester satu. Sebelumnya kami minta maaf sama Ayah dan Ibu. Kami tak ada yang dilibatkan. Karena kami suami istri dan hal itu sudah sah. Kami sudah suami istri Ibu. Kurang ajar kamu Noki.166 NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Di sini Anda tamu. Kami kira Ibu sudah dapat memahaminya apa artinya pernikahan. Ini menyangkut masa depan Mawar. Lalu Ibu tetap ingin menjodohkan Mawar dengan Ajiz. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tidak meminta pendapatmu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : NYONYA SUMIRAH : NOKI : Jadi kalian telah melakukan …………. Kau kira aku tidak tahu NYONYA SUMIRAH : . Berani-beraninya kau menodai anakku. Ya. Sebenarnya kami telah menikah. terlebih ada saksinya pula. Mawar sudah tidak seperti dulu lagi. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tahu apa yang terbaik untuk anak-anakku. Ibu harus mengerti permasalahan kami. Meski begitu kalian tetap putus. tanpa memberitahu Ayah Ibu. Apa Ibu tahu apakah Ajiz bisa menerima apa adanya diriku. Itu tidak sah.

bukan. Tabiat orangtua akan menurun ke anaknya. Rusak semuanya. Semua itu benar. ( Marah pada TUAN SUNAN ). Biar mereka istirahat dulu.167 sejarah keluargamu. Mawar. Maafkan Ayah. ( Terdiam sejenak ). NYONYA SUMIRAH : Biar pikiran tenang. Tidak benar kan ! ( Menangis tersedu-sedu ). Seorang bajingan. Salahkan dirimu sendiri yang keras kepala. NOKI TUAN SUNAN : : Ibu bicara apa. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Mawar ! Katakan semua cerita ini tidak benar. Dan Ayahmu seorang mantan preman yang kerjanya merampok. Biar aku atasi sendiri. Maafkan Mawar. Semua itu benar. Kepala keluarga. dia pernah diperkosa. Kau kira siapa sebenarnya Ibumu. ( MAWAR mengangguk dan kembali menangis lagi ). Sudah tidak usah ikut campur urusan ini. NYONYA SUMIRAH : Bicaramu yang benar. Semua masalah dapat dipecahkan dengan jernih. Tidak bisa. Maafkan Ibu. Mawar ! Katakan semua ini tidak benar. apa benar cerita Noki. Peran apa sebenarnya yang sedang kau lakukan. Jadi dalam keluarga Ibu juga mengalir darah bajingan bukan. Ibumu dulu seorang pelacur. TUAN SUNAN : Katanya kamu sudah bisa mengatasi semuanya. Suka memaksakan kehendak. Sebaiknya kita bicarakan nanti saja. tak lain dan tak bukan menantu Ibu sendiri. Ini gara-gara kamu tidak bisa memimpin keluarga. Maafkan. Jangan salahkan aku. siapa yang memperkosa. bahwa sebelum Mawar berhubungan dengan diriku. Kalian berasal dari keluarga rusak. Jadi benar kan kata pepatah anak tidak jauh dari orang tua. Bagaimana mungkin kakak ipar memperkosa adik istri sendiri. Siapa Ayahmu. aku tahu persis. NOKI : Ketahuilah Ibu. Ketahuilah anak muda. . Umar. Sebagai orangtua bicaralah yang baik. Makanya sejak dulu aku tidak setuju hubungan kalian.

MAWAR. Semua ini pastilah gara-gara kamu Noki. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Keluar dari rumah ini ! Tahu apa kamu tentang kehidupan. . Mereka terdiam seperti patung hendak runtuh ). Titik. NOKI : Baik Ibu. IJAH sibuk menyiapkan hidangan makan malam. EYANG KAKUNG dan TUAN SUNAN. PAPA. Siapa Mawar. Aku tidak sudi punya menantu sepertimu. Tapi ketahuilah semua masalah ini yang menyebabkan Ibu sendiri. Kekakuan pikiran Ibu dan mau menangnya sendirilah yang menyebabkan ini semua. Sambil mulai makan ). Kalau Ibu benar bisa mendidik anak-anak Ibu tak mungkin akan terjadi seperti ini. Jangan sampai merusak masa depan mereka.168 TUAN SUNAN : Sebaiknya sekarang kita cari jalan keluar terbaik bagi mereka berdua. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : NYONYA SUMIRAH : Jalan terbaik adalah Mawar putus dengan Noki. Rusak semuanya ! Rusak ! Siapa yang kamu anut selama ini. Sekarang keluar dari rumahku. NYONYA SUMIRAH duduk di kursi yang mengesankan bahwa dia pemimpin keluarga. Ibu mau membunuh diriku perlahan. NYONYA SUMIRAH : Kurang ajar ! Keluar ! Keluar ! ( NOKI eksit. Benar kata Ayah. Di kelilingi MAMA. meja makan memanjang. Suasana agak tegang saling curiga dengan pandangan mata yang ganjil dan mengancam. semua ini karena kehendak berkuasa Ibu yang berlebihan terhadap semua isi rumah ini. Sehingga dirimu begitu hina. Lampu perlahan meredup hingga gelap. Keluar ! Keluar ! Baiklah ! Ketahui bahwa Mawar kini tengah mengandung anakku. diiringi kesedihan yang menusuk-nusuk. 6 ( Di ruang makan.

Berarti ada maling di rumah ini. Tolong sampaikan salamku padanya. Umar ! Jadi benar kau telah melakukan pada Mawar ? ( PAPA hanya diam saja. Baju merah. Kung. Cucu Kakung. wajah cerah. Dasar mata keranjang. . Ibu juga tidak tahu siapa yang mencuri perhiasan Ibu. MAMA : Kau benar-benar tak tahu malu. EYANG KAKUNG : Oh gadisku. Sampaikan salamku padanya ya. Nanti tak kasih hadiah. Tingkah laku kalian sudah keterlaluan.169 NYONYA SUMIRAH : Di rumah ini aku rasa sudah tidak tentram lagi. Siapa namanya ? Aku belum kenal. Kau berani melakukan pada adiku sendiri. Apa mungkin Ijah yang mengambil. Kekasihku pujaan hatiku. Ibu sudah mencarinya tidak ketemu juga. Ini namanya cinta pada pandangan pertama. ( PAPA hanya diam saja dan sesekali menganggukkan kepala. Tolong. Abang-abang gendero londo. ( Terdiam semua ). Kung ! Ingat ! ( EYANG KAKUNG terus merayu ). EYANG KAKUNG kemudian menyanyi dan mendekati MAWAR ). ( Pada PAPA yang duduk di sebelahnya ). MAWAR : Kung ! Ingat ! Aku Mawar. Kau mengkhianati perkawinan kita. Baru hari ini aku melihatnya. ( Pada MAWAR ). menunduk ). Klambi abang nggo tondo moto.

Ayahmu sendiri tidak mampu memimpin keluarga. Tidak bisa menampilkan trah keluarga yang bisa dibanggakan. Oh menor-menorku. Menunggu Kakung. Kung ! Klambi abang Kakung di dalam kamar. Maemnya dihabiskan dulu. Apa dari dulu hingga kini keluarga kita harus menjadi jelaga dalam sejarah. Justru mata keranjangnya makin menjadi-jadi. Semua penghuni tidak ada yang saling mempercayai. dan kini kau hamil. Ada di dalam. NYONYA SUMIRAH : Jadi Ibu tidak tahu bagaimana lagi kita harus menegakkan martabat keluarga. Semua asing. TUAN SUNAN MAWAR MAMA : : : Tentu saja karena ingin saling menang sendiri. Ada yang ingin memaksakan kehendak sendiri. ( EYANG KAKUNG menurut sambil ngomel klambi abang ). Dan kau Mawar juga mengambil langkah yang salah dalam cara bergaul. Hidup di rumah ini rasanya asing. Untuk apa dipertahankan. Oh kekasihku. dari Kehendak berkuasa berlebihan itulah sumber malapetaka. Ayo ke sana. Kapal ini sudah karam. tapi apa yang diperbuat pada Mawar adalah malapetaka keluarga. Dua anakku rasanya juga mengalami nasib yang tidak enak juga. kau ulangi kesalahan yang dilakukan kakakmu. Umar.170 NYONYA SUMIRAH : EYANG KAKUNG IJAH : : Kakung ingat Kung. rupanya terlalu dini menikah. anak-anak jadi korban. Tabiatmu Mulanya itulah tidak yang menghancurkan tapi semua ini. memang dulu. kau salah memilih suami. dirasakan dampak kepemimpinanmu yang otoriter. Ayo kita ambil. Ijah ! Ijah ! Oh gendero londoku. . noda hitam yang tak akan terhapus. Oh matahariku. Nama keluarga sudah tercoreng. Oh klambi abangku. kelihatan baik. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Ibu melakukan itu semua karena ingin menyelamatkan keluarga. Di dalam kamar. Lastri.

Atau ingin mundur. Aku menang. Topinya dibuka. Sesuai keinginan masing-masing. . Seolah dirimu adalah pusat kebenaran. Ingin berkuasa sendiri. Kebaikan yang membuat diri kita tidak berdaya di hadapan Allah. membuat diri kita angkuh. Ingin bebas sendiri-sendiri. Kalau Ibu masih ingin memimpin keluarga ini. Tunjukkan kebaikan dirimu dengan bercermin dengan luka-luka masa lalu. Kalau Mawar kini sudah hamil sama Noki apa mungkin kita biarkan bayi itu tidak berayah. Semua salah kaprah. Tanpa tahu jalan yang ditempuh benar apa salah. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Apa yang kau tahu dengan kepemimpinan. Padahal kebenaran jauh dari jangkauan tanganmu. Tidak mau mendegarkan pendapat orang lain. Yang penting ciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Pikiranmu itulah yang menyesatkan dirimu. Rendah di mata keluarga. Aku menang. keras. Semua ini salah kita. tidak mau dikritik dan sewenang-wenang. Jangan hanya mempertahankan keinginankeinginan yang semu saja. karena dalam diri dan kalbu kita sudah dikotori perasaan-perasaan tidak senang dan ingin menang sendiri. Angkat tangan semua. Karena kita tidak saling percaya pada anggota keluarga sendiri.171 Biduk keluarga pecah. ( Semua angkat tangan karena kaget ). Tidak sebaliknya. Karena kebenaran dalam hidup hanyalah mengarah pada kebaikan kita semua. Dan ambil jalan keluar yang tepat. Itu semua hanya membuat diri kita rendah di mata Allah. Ha ha ha ha ha. Silahkan. Tak ada kebaikan yang muncul dari jiwa yang bersih. Aku menang. Sekarang terserah. EYANG KAKUNG : ( Keluar membawa senapan ). Rendah di mata masyarakat. ( Pada IJAH ). Masa lalu adalah cermin untuk masa depan. Hadapi kenyataan dengan lapang dada. Kebaikan yang bersumber pada moral dan agama. Tidak mau mempercayai orang lain. Buka topi. Si Penguasa akhirnya menyerah juga.

Mereka menyerah. turun dari atas dengan tali yang mengelantung. turun perlahan dengan tenang. seolah sedang memikirkan sesuatu. Mereka kalah. Lapor komandan. terpikirkan atas nasib hidupnya masing-masing. Dua. Ada suara kentongan bertalu-talu. sementara meja dan kursi sofa ada di belakang. Hidup perjuangan. NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN menghadap layar kaca masing-masing. Grak. ( EYANG KAKUNG dan IJAH masuk kamar. membuka almari. Belok kiri. sesekali berganti ke chanel lain. Merdeka. Larut malam. Hidup kita menang. Tiga. tak peduli pada yang lain. Tiga. Mereka membuka topi. Hidup perjuangan. diam. mengambil barang. mengambil barang. Hidup mereka kalah. : Balik kanan ! Grak ! Maju jalan. Mereka menyerah dalam hidup. Kita menang. Hidup mereka kalah. tak peduli pada sekitar. Jalan apa yang harus ditempuh ). Seorang pencuri masuk dengan baju ninja. Kalah komandan. Kita menang. perhiasan dan uang. kembali. Mereka asyik menonton tv sendiri-sendiri. Satu. 7 ( Seperti adegan pertama. Mereka kalah. Mereka mengaku kalah. Eksit. masuk kamar NYONYA SUMIRAH. Merefleksi diri. menghadap penonton. Satu. Mereka kalah. Wajah mereka dingin. Tiga. Yang lagi terdiam dalam kebisuan yang memuncak.172 Siap grak. Tanda kalah. Dua. Hidup kita menang. . sorot matanya kosong. tertarik pada jam tangan yang tergeletak di meja dekat sofa ). Merdeka. IJAH EYANG KAKUNG IJAH : Pasukan ! : Siap ! Dua. Pasukan sudah menyerah. Satu. Kita menang dalam hidup.

IJAH senang dengan pemberian itu. Buka topi ! Buka topi ! ( Maling membuka kerudung. wajahnya terlihat. meletakkan barang curian ). PAPA dan IJAH menari mesra sekali. Tiba-tiba muncul IJAH dengan pakaian minim. Ikut menari. PAPA melepaskan semua baju hitamnya. lalu mencium tangan PAPA ). Kemudian menari bersama PAPA. ( Maling kaget bukan main. Tul jaenak Jare jatul jaeji Kuntul jare banyak Ndoke bajul kari siji Abang-abang gendero londo . PAPA memberikan kantung berisi perhiasan. hasil curian. Angkat tangan. Saling bergandeng tangan. seronok. Mereka sambil menari berputar-putar dengan kebahagiaan tersendiri. mengundang birahi. Jangan bergerak ! Aku tembak ! Angkat tangan ! PAPA : ( Menyanyi Tul Jaenak. mula-mula menari bersama EYANG KAKUNG. mengangkat tangan.173 EYANG KAKUNG : ( Dari pintu ). lalu membelai rambut IJAH. Mereka sudah muak dengan kelakuan EYANG KAKUNG yang selalu mengganggu hidup mereka ). disambut EYANG KAKUNG yang gembira bukan main mendengar lagu kesukaannya. Sementara itu TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH cuek saja pada apa yang terjadi.

melambung-lambung.174 Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit ( NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN cuek bukan main. tiba-tiba suara itu mati. *** S E L E S A I . kering di telinga. PAPA dan IJAH perlahan hilang. tak jelas suara apa yang terdengar. Seolah menggoda kehidupan. Tinggal suara televisi yang makin mengeras. berisik tak terusik. sehingga suara nyanyian EYANG KAKUNG. Sampai puncaknya. Perlahan dan pasti mereka mengeraskan suara tv. seolah ada chanel yang terputus ). tak terdengar meski penampakan mereka masih menarinari. Lampu mulai meredup perlahan hingga hitam kelam. silih berganti. sahut menyahut.

Lomba Cipta Cerpen dan Puisi KOPISISA Purworejo 1998. Com bulan Agustus 2002. sejak SD sudah berkenalan dengan bacaan anak majalah Bobo dan Si Kuncung. Sewaktu SMA ia telah memilih jurusan Bahasa dan Budaya sehingga banyak mempelajari sastra dan budaya. dan juga banyak disebarluaskan di majalah dan media massa. Radio Jerman. di mana ia berkenalan dengan teori-teori ilmu sosial. Surabaya News. Amsal Sebuah Patung-Borobudur Award 1997. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Horison. Antologi Puisi Indonesia 1997-KSI. semasa kecil gemar akan wayang dan ketoprak. Permohonan Hijau-Antologi Penyair Jawa Timur 2003. The Jakarta Post. Lampung Kenangan: Lomba Cipta Puisi Krakatau Award 2002. Danarto. perpustakaan di sekolah dasar merupakan pemicu utama kenapa ia akhirnya bergelut di dunia sastra. Surabaya Post. Surya. Sepuluh Besar Lomba Cipta Cerpen Nasional Bali Post 2002. Suara Merdeka. Bersama teman-teman SMA tahun 1988 ia pernah membuat antologi cerpen dan puisi. Jurnal Puisi. Dari Negeri Asing-Lomba Cipta Cerpen Forum Lingkar Pena 2002. Ki Ageng Pemanahan Blok L 275 Perum Asabri Selo Kanigoro Madiun E-mail : s_yoga5@yahoo. filmnya yang berjudul Ia yang Pergi dan Ia yang Kembali terpilih sebagai film terbaik. Semi Finalis Poetry. Graffiti Imaji-Antologi Cerpen Pendek YMS 2002. Jawa Pos. Beberapa karya-karyanya masuk antologi lomba cipta cerpen dan puisi. Gelak Esai & Ombak Sajak Anno 2001-Kompas. Iwan Simatupang. Suara Karya dan Bali Post. Alamat Jl. Kering Shanira. Para Penari-Lomba Cipta Cerpen Nasional Kota Batu 2002. Pernah juga mencoba menjadi sutradara film independen bersama temantemannya di @rekfilm Surabaya untuk lomba film di TVRI Surabaya tahun 2002. waktu itu ia kesengsem dengan karya-karya. Solo Pos. Yoga dilahirkan di Purworejo Jawa Tengah tahun 70an.com Telepon : 0351-457276 Handphone : 08123438854 : . Budi Darma dan Putu Wijaya. Lampung Post. Y O G A S. Sinar Harapan.175 BIODATA S. Kemudian melajutkan kuliah di Jurusan Sosiologi FISIP Unair Surabaya. Kini bekerja sebagai Fasilitator Kecamatan untuk Program Pengembangan Kecamatan di Madiun Di antaranya karya-karyanya dimuat di Jurnal Cerpen.

Penindasan dan kekejaman. atau memang itu sudah tabiat mereka ? Mengapa kita tak pernah merdeka. Menangis terisak ) Aisyah Emak akan pulang. dimana kau ? Hari sudah menjelang maghrib. Mak ? Meraka siapa. mereka datang hendak membebaskan kita dari penderitaan yang berkepanjangan ini ? Orang-orang itu menuduh Bang Yunus sebagai mata-mata. merdeka itu sebenarnya artinya apa. Aisyah. Dan di Meunasah juga tak pernah diajari apa itu peluru. Noora : . lihat aku telah menemukan beberapa butir peluru yang membuat Bang Yunus terkapar dan mati ? Peluru yang manghadiahkan kematian bagi Bang Yunus saat ulang tahunnya yang ke-25. Mereka hanya bisa menuduh tanpa alasan yang jelas. Sebelum dia berangkat di pagi itu menuju Jawa. ( Dari dalam ada suara memanggil-manggil ) Noora : Aisyah. Mak ? Dan peluru tak mungkin bisa diajak bicara. Bagiku waktu sama saja. entah mata-mata siapa. Mak ? Tapi. Berhenti Diam. untuk apa peluru dan bagaimana cara membunuh dengan peluru. Kemudian dia duduk di tengah panggung. Yah ? Orang –orang yang berbaju doreng itu ? Katanya. tempat dia menuntut ilmu. Tapi mereka siapa.176 MEREKA TELAH MEMBAKAR MEUNASAH KITA ( Seorang perempuan remaja memakai kruk berjalan tertatih-tatih ke tengah panggung. Aisyah : Hari sudah menjelang maghrib ? Bagiku hari sama saja. Matanya menerawang jauh ke depan. kan ? Lihat.

Aisyiah. Mungkin kau akan bosan dengan cerita-cerita . sayup-sayup : Bungong jeumpa. Kau dimana ? Ada suara anak-anak menyanyi : Bungong jeumpa…. Di bawah pohon bungong jeumpa itu Bang Yunus ditembak mati para pengecut itu. bungong jeumpanya amis darah.indah lagoina Puteh kuneng mejampu mirah Keumang siulah cidah that rupa.meugah di Aceh Bungong telebeh…bungong telebeh. Tanah ini penuh cerita tentang darah dari dahulu. Seperti mencari sesuatu. Mereka benar-benar pengecut ! Ada suara anak-anak menyanyi. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah tidak wangi. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah gak ada lagi ( sedih ). dimana kau ? Tak baik Inong keluyuran maghrib-maghrib. Hanya amis darah. Suara terputus-putus.177 Aisyiah. aku dengar suara itu. Anak-anak pun dibunuhi. Hanya darah.bungong jeumpa..meugah di Aceh Bungong lelebeh.indah lagoina. Mana ada di tanah air ini yang masih wangi. Sampai Cut Nyak Dien pun dikhianati... Suara ketawa yang nyinyir di antara jerit tangis anakanak Meunasah. Aisyah bangkit.. Dan Bu Salehah ? Kau tahu apa yang terjadi dengan Bu Salehah ? Aku tak pernah menceritakan kepadamu. Aisyah menangis. Hening. Bukankah darah lebih merah dari bunga mawar mana pun yang tercantik ? Tapi ada kriteria cantik dan tak cantik. ya... Banyak dan terlalu banyak nestapa ditaburkan di atas tanah ini..bungong lelebeh. Inong sudah tidak wangi. apa ? Suara rentetan bedil yang memberondong anak-anak Meunasah pun bukankah terdengar indah bagi telinga para penembak jahanam itu ? Ya. Wanginya pun juga sudah tidak ada meski sisa di angin lalu..bungong jeumpa…..

Noora ? Apakah anak-anak itu. Noora. Ayo. Noora : Sst. Sebentar lagi banyak binatang malam yang jahat keluar dari sarangnya. teman sekolah kita. kita pulang Aisyah. Aisyah : Dan kesadisan mereka tak memandang siapa. . Nanti keluargamu kelabakan mencarimu. Noora ? Apa Bu Salehah…. Meunasah itu adalah rumah kita juga. Juga para penguasa itu. Aku tidak mau pulang. Kita tak ingin seperti Malika. pulang ke rumah. Hari menjelang malam. Ayo kita pulang. Aisyah. Inong. Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang dibunuhi setiap harinya di tanah ini ? Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang tak sekolah lagi di tanah penderitaan ini ? Noora : Mainnya jangan jauh-jauh. ( Noora datang mendekati Aisyah. mereka tetap saja bisa tidur nyenyak padahal rakyatnya berteriak-teriak minta dilindungi. Noora ? Apakah mereka sudah siap mengikuti ujian. Membelai-belai kepalanya. Aku tak mau. Aku tak mau binatangbinatang malam jalang itu merusak Meunasah kita. Apalagi kita kaum perempuan. teman-teman kita sudah pada masuk lagi untuk mengaji. harus segera pulang ke rumah. Ayo. siapa yang mau peduli pada rakyat kecil seperti kita. Mengunci pintu rapat-rapat. Sudahlah. Tak ada yang peduli. meski gadis cacat seperti Malika. seperti habis diperkosa dan dibunuh dengan sadis.178 pembantaian di tanah kami. Tak baik kita tetap di sini. Sambil lirih menyanyikan lagu bungong jeumpa. Aisyah. Sesaat ) Aisyah : Bagaimana keadaan Meunasah. yang jenazahnya ditemukan dipinggir kali. Aku mau menjaga Meunasah kita. Memperkosa dan membakar hidup-hidup Bu Salehah. Hening.

Aisyah. Meunasah adalah juga pusaka kita. Noora. Sadarlah. Mereka takut pada gemuruh suara anak-anak mengaji. Mereka tak peduli siapapun. Para pejuang tanah air ini yang membangunkannya. Maryam. sejak jaman kejayaan tanah air ini. Lihat pelor-pelor di tanganku ini. Percayalah. sengatan matahari. Laka. Ibrahim. Aku tak yakin orang-orang jahat itu akan membiarkan Meunasah itu tetap berdiri. dingin. Dan ini sebutir peluru yang menghajar pahaku dan membuat kaki satuku pincang. Mungkin mereka tak pernah mengalami masa remaja seperti kita dan juga tak pernah punya anak seusia kita. yang membunuhi siapa saja. Semua akan aman-aman saja. Noora ? Dimana kita dan teman-teman kita belajar ? Aku tak ingin. Noora. Maka mereka berusaha membakar Meunasah kita dan membunuh kita dan teman-teman kita. Ada jeritan menyayat. Mereka takut. Meunasah itu punya sejarah panjang. Karena mereka sudah disiapkan hidup sebagai makhluk yang buas. Noora ? Dimana kita bisa berlindung dari hujan. anak-anak berpuisi dari dalam Meunasah itu. Aisyah : Kau jangan bohong.179 Apakah kita rela jika rumah kita dihancurkan orang lain. Noora. suara anak-anak bersyalawatan. Fatimah dan teman-teman kita yang lain. Yakinlah. Hasan. anak-anak seperti kita. Ini yang telah membunuh Bang Yunus. Lihat. Tanpa Meunasah kekuatan kita akan lemah dan mudah dibodohi lalu dibunuhi. aku tak ingin ada yang merampas Meunasah itu apalagi membakarnya ! Noora : Tak ada yang akan membakar Meunasah kita. Kamu jangan terpengaruh apa kata-kata mereka. Ada isak tangis. mereka akan menghancurkan Meunasah itu meski yang menghalang-halangi mereka. . darah kering mereka masih ada. Terdengar lirih anak-anak bersholawatan. Tapi tiba-tiba terdengar rentetan senapan. mereka tidak peduli bahkan kalau perlu menembaki membunuhi. Noora.

Mengapa kita takut mati. Aisyah : Mereka telah membakar Meunasah kita. Tenanglah. Mereka biadab. Tubuhnya bergetar. Sedang kita tak berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Noor. Aisyah ! Aisyah : Mereka sudah datang. Kemudian terdengar gemuruh api membakar. Noor. Mereka akan membakar Meunasah kita. Aisyah.180 Aisyah menutupi kedua telinganya. Noora : Tak ada yang hendak membakar Meunasah kita. Aisyah tetap panik. Tak ada yang membakar Meunasah kita. Mereka akan membakar Meunasah kita dan menembaki siapa saja yang bersikeras mempertahankannya. Aisyah menangis. Sebutlah nama Allah banyak-banyak. Tenanglah. Noora kewalahan menenangkannya. . lihat Meunasah kita masih berdiri megah. Mereka tak pantas dibunuh dengan cara kejih seperti itu. Aisyah. Noora : Tenanglah. Mereka bersiap menghancurkan Meunasah kita. Kita pengecut. Meunasah kita akan dibakar. Berlari ke sana ke sini. Mereka akan membakar Meunasah kita. Menjerit. Noor. Aisyah : Dengar. Mereka semuanya membawa bedil dan api. Noor. Noora berusaha menenangkan. Meunasah kita akan dibakar. Aisyah panik. dengar derap langkah mereka mulai mendekat. kita munafik. Kita harus menolong Bu Salehah dan teman-teman kita.

lalu aku berikan untuk Bu Salehah dan kubagi-bagikan kepada teman-teman kita agar semua merasakan wanginya. Aisyah : Membagi wanginya kepada siapa saja ? Aku tidak mau membagi wanginya kepada orang-orang yang ingin membakar Meunasah kita dan membunuhi orang-orang kampung kita. kan ? Noora : Pohon bungong jeumpa itu masih ada. agar kedua mempelai itu lebih wangi. Anak-anak remaja mengusung sebuah keranda. Lenyap. Pohon bungong jeumpa itu masih ada. Dan akan aku nyanyikan lagu bungong jeumpa sewaktu mereka melangsungkan pernikahan nanti. mendekapnya. senyap. Penghuni Meunasah itu juga kita akan selalu menjaganya. Aisyah : Noor. bunganya mekar lebat-lebat. Dan untuk Bu Salehah. Sunyi. Aisyah bangkit. Hening. Cahaya redup. pohon bungong jeumpa di halaman Meunasah kita.181 Noora menenangkan Aisyah. Membelai-belai kepalanya. Kamu jangan khawatir. Aku memetiknya kemudian kusuling menjadi minyak. itu hadiahku untuk acara pernikahan dia. Matanya sayu. . Perlahan ada iring-iringan jenazah. agar kita bisa membagi wanginya kepada siapa saja. Membenamkan kepalanya dalam dekapannya. Lalu menyenandungkan lagu bungong jeumpa beriringan dengan nyanyian bungong jeumpa yang sayup dinyanyikan anak-anak. akan selalu merawatnya agar bunganya lebat. agar kita bisa memetiknya. agar kita bisa menyuling minyaknya. yang merupakan pohon bungong jeumpa satu-satunya di kampung kita. Kemudian lagu bungong jeumpa muncul kembali. Noor. masih hidup ? Masih ada bunganya ? Beberapa hari yang lalu. Bisu. Lamat-lamat. aku pun tak rela jika kau melakukannya. Kemudian Noora memeluk erat tubuh Aisyah kembali. Aku tidak rela membagi wangi bungong jeumpa kepada mereka.

akan menaburkan semerbak wangi ke penjuru negeri. hatta mereka adalah musuh kita. Apa artinya peperangan ini. Kita tak perlu takut pada kematian. bukankah kebaikan kita untuk siapa saja. ( Kemudian ada seorang anak perempuan berlari tergesa-gesa ) Seorang anak perempuan : . Dan Meunasah kita akan ada yang menjaganya. Noora meski kita merasa masih remaja. Dan pohon jeumpa itu akan selalu rimbun bunga-bunganya. bukan. Apa artinya ? Apakah orang-orang tua hanya bisa menyelesaikan dengan jalan kekerasan ? Dan kematian. insya Allah. ataupun menyumpah serapahi manusia-manusia itu. seperti yang dikisahkan pada Hikayat Perang Sabil. Noora. Jangan-jangan kau pikir remaja-remaja yang hadir adalah remaja-remaja teroris. meski hanya ruhnya. Bukankah Sang Nabi juga menyuruh agar kita tidak lari ketika bertemu musuh. Bukankah Sang Nabi melarang kita untuk mendendam. Jangan menyimpan dendam. tapi malah beliau mendoakan dengan doa yang indah. bahkan anak-anak seperti kita. Bahkan remaja-remaja pengecut yang bersembunyi di ketiak harta dan narkoba. apalagi musuh hendak menghabisi kita. Saat bunga-bunga sejati diberikan pada kita. tapi remaja-remaja yang punya keberanian mempertahankan kedaulatan negeri ini. Aku tak rela. Kematian lebih pasti meminang kita. sampai darahnya menggenangi terompahnya. aku tak rela jika mereka menghanguskan Meunasah juga pohon bungong jeumpa kita. Noora. Noora ! Apa tak cukup kekejaman mereka. Karena kematian akan datang menjemput siapa saja tak memandang usia. Noora ? Bukankah terlalu indah jika atas nama Allah. Aisyah. yang membunuhi tidak hanya bapak dan ibu-ibu kita. Aisyah : Tapi hendak membakar Meunasah kita. meski kita mati dahulu. Lihat ini buktinya.182 Noora : Aisyah. Ketika batu-batu Taif dilemparkan tangan-tangan kasar itu sampai melukai tubuhnya. pelor-pelor ini. beliau tidak mengumpat. Aku tak rela.

Aisyah terperanjat.. Mereka telah datang hendak menghancurkan kampung kita. lahir di Pekalongan. Aku tak rela jika Meunasah itu hancur. Untuk apa kita berlari dari mereka. Yang Dibalut Lumut (Antologi Cerpen Lomba Kreativitas Pemuda 2003. tapi Aisyah meronta-ronta. Bogor. alumni Institut Pertanian Bogor. Aku akan melawan mereka.. Sampai akhirnya tangan Aisyah lepas dari pegangan Noora dan Aisyah pun bergegas tertatih menyongsong maut. Noora menarik-narik tangan Aisyah untuk segera pergi menghindar dari bahaya yang mengancam. Juga Meunasah kita. selamatkan diri kalian. Hanya suara rentetan bedil dan api yang menggejolak. Tabloid MQ.183 Cepat. Aku tak rela. Elegi Gerimis Pagi (Antologi Cerpen Mini KSI Award 2002). Sedangkan Noora mengejar Aisyah sambil kebingungan.bungong jeumpa meugah di Aceh bungong lelebeh. Muli . Juga Noora. Kemudian terdengar sayup nyanyian bungong jeumpa. Aktif sebagai Wakil Ketua Forum Lingkar Pena Bogor. Karya berupa cerpen dan puisi pernah dimuat dalam : Republika. Mereka sama saja.1425 Zakh Syairum Majid ( Surono B Tjasmad ) BIODATA PENULIS Zakh Syairum Majid (Surono B Tjasmad).bungong lelebeh indah lagoina puteh kuneng mejampu mirah keumang siulah cidah that rupa… sayup. Redup. Meunasah itu tak boleh hancur. Depdiknas). Suara Karya. 16 Mei 1980. Aisyah : Sudah kubilang apa. Aku tak mau mati dalam kepengecutan dan kemunafikkan. cepat lari.

dll. tinggal di Wisma Dolphin Balebak 32 Balumbangjaya. Cerpennya yang bertajuk “Elegi Gerimis Pagi” memenangkan Komunitas Sastra Indonesia Award 2002. sedangkan cerpennya yang berjudul “Jejak-Jejak Terhapus Hujan” memenangkan juara III Lomba Cipta Cerpen Kreativitas Pemuda Depdiknas 2003. Bogor. (0251) 621628 / 081310326178. .184 Sikep (Antologi Cerpen Krakatau Award 2003).

185 SITTY NOERBAJA (EPISODE LEPAS DARI BUMI) OLEH ILHAM YUSARDI .

berperan sebagai BAKHTIAR Seorang laki-laki muda. berperan sebagai PEDAGANG PALSU ( SURUHAN DATUK ) Beberapa orang SISWA. berperan sebagai DATUK MARINGGIH Seorang laki-laki. . berperan sebagai PENDEKAR LIMA Seorang laki-laki. berperan sebagai AYAH Seorang laki-laki tua. I. berperan sebagai PEDAGANG Seorang laki-laki. berperan sebagai ARIFIN Seorang laki-laki paruh baya. berperan sebagai SITTY NOERBAJA Seorang laki-laki muda.186 PEMAIN Seorang perempuan muda. berperan sebagai SAMSUL BAHRI Seorang laki-laki muda.

bukan cerdik pandai. DI SITU MANGKAL SEORANG PEDAGANG GEROBAK YANG MENJUAL MAKANAN DAN MINUMAN RINGAN. Nah. Ingat. Resiko untuk melakukan kecurangan di ujian akhir sangat besar. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK. BAKHTIAR : Aah. melihat jimat saat ujian tadi kamu bilang pandai. Melihat kiri-kanan saja mungkin dicurigai. SITTY : Tapi. sesekali jangan. pandai-pandai. alam terkembang jadikan guru. Tertawa sambil makan onde-onde pasti lebih asyik. ARIFIN : . Untuk hasil maksimal dibutuhkan usaha yang maksimal. didiskualifikasi. ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. BAKHTIAR : Yang namanya hidup di dunia tentu harus dengan akal. DI SEBELAH KIRI TERDAPAT SEBUAH RAMBU-RAMBU YANG MENUNJUKAN TEMPAT PERHENTIAN BUS. Bakhtiar ? ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. Usaha maksimal bukannya menghalalkan segala cara.187 PENTAS MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN ATAU HALTE TEMPAT ANAK-ANAK SEKOLAH MENUNGGU JEMPUTAN ATAU ANGKUTAN UMUM. SITTY. kertas kecil apapun jenisnya pasti akan gagal. Kamunya yang tidak benar. onde-onde mande. Kalau hidup di akhirat baru mesti dengan iman. Betulkan Samsul ? SAMSUL : Kata-kata itu benar. Bertanya tetangga ?. SEMUA TERTAWA MENDENGARNYA PEDAGANG : Oi ! onde-onde. hei. Bisa-bisa berubah pepatah itu. SAMSUL : Barangkali Bakhtiar siap dengan resiko. Yang dilakukan Bakhtiar diwaktu ujian tadi namanya ‘licik pandai’. jimat terkembang otak membeku. ( SITTY MEMERIKSA SAKUNYA ) SITTY : Ujian tadi baru tahap percobaan. Apakah kamu bisa melihat jimat saat ujian akhir yang sebenarnya. MEREKA BERCENGKRAMA SEPERTI ADAYANG DIPERDEBATKAN. Bakhtiar ? Bukankah itu cara yang licik. SAMSULBAHRI. apalagi lihat jimat.

Lain halnya dengan cara Bakhtiar yang menurut pendapat saya. Kedua. Kalau saya. Dengar. silahkan coba. sama juga bohong Arifin.. kode tetangga-tetangga sebelah. Lemparkan pada kawan yang mungkin tahu jawabannya. butuh refreshing dulu sebelum menuju gelanggang. rancak iko” Nah. gunakan pilihan bantuan. sekarang lebih baik pulang.. phone a friends.. Bisa-bisa meledak itu kepala. dapatlah satu jawabannya.. Batang purut di tepi pagar Ditanam putri anak bangsawan . Kalau dicurigai. dari pada kepala pusing. sudah.. pilih satu saja dengan cara menimbang ( MENIRUKAN DENGAN TANGAN ). urungkan niat. ask the audience. Menurut pendapat saya. Dari dua jawaban tersebut. ARIFIN : Dasar pemalas ! BAKHTIAR : Terserah saja. Gampangkan.. kawan. Saatnya siaga satu. BAKHTIAR : Jangan tegang. SITTY : Tidak ada gunanya. Cukup untuk bersantai menenangkan pikiran. Lebih baik begini.. Tidak bisa juga ! Baru gunakan fifty-fifty. BAKHTIAR : Fifty-fifty bagaimana ? ARIFIN : Tentukan dua pilihan jawaban yang menurut kamu paling berkemungkinan benar. ? SAMSUL : Alaahh. Pergi piknik. SAMSUL : Seminggu kamu bilang masih panjang ? Mana jari tanganmu ? Hitung mundur mulai detik ini. rileks saja. Pertama.. BAKHTIAR : Sudah. Pertanyaan yang tidak terjawab oleh kita....” bantu saya nomor sekian”. siapkan kertas kecil untuk sms-sms-an.188 Nah. Waktu seminggu itu masih panjang.. tenangkan jiwa. “Ma rancak iko pado iko.. Untung-untung betul. Seperti kata petuah : Jalar-menjalar akar benalu Kuat melingkar di batang mangga Kita belajar menuntut ilmu Tabiat buruk tak akan berharga ARIFIN : Tapi bukankah fifty-fifty itu sah saja. Kita tentu punya cara masing-masing sebelum bertempur. Kalau mau belajar kejar tayang menghafal buku-buku.

benar tidak. mau ! Boleh juga. pak ? PEDAGANG : Belum seberapa. SAMSUL : Berapa. Kamu pulang bersama saya atau tidak ? Biarlah mereka berdua menggagas masa depan. begitu. Apakah kamu mau jadi pamong terus. Ayo. sepuluh onde-onde baru lima ribu saja. Eh. pak ? Kata orang. Kali ini saya kasih bonus dua buah. Arifin. jadi obat nyamuk bakarnya ? ( ARIFIN MENGIKUTI BAKHTIAR ) Samsul. Dia kan langganan saya.. Buat nona Sitty. pak. ya. Sitty. Bayar onde-onde kami ini. SAMSUL : O. Buat tutup mulut kami. O. . Masa seharian saya berjualan di sini tidak ada yang beli ? Makanya dari tadi saya tawarkan onde-onde ini. PEDAGANG : Nah. kami duluan. SAMSUL MENUJU PEDAGANG SAMSUL : Onde-ondenya.. Perhatikan juga nasib orang kecil seperti saya. Saya tahu kalau putrimu itu sangat suka onde-onde. hari esok harus lebih baik dari hari ini. selamat berindehoi ! BAKHTIAR DAN ARIFIN KELUAR SETELAH MENGAMBIL BEBERAPA ONDE-ONDE SAMSUL : Cerdik juga dia ! Kamu lapar. SITTY : Mau.189 Kerontang perut karena lapar Segera pulang mencari makan. Ya. Terima kasih. Sekedar pengganjal perut. Sitty ? SITTY : (MENGGELENG) SAMSUL : Benar tidak lapar ? SITTY : ( MENGGELENG ) SAMSUL : Bagaimana kalau kita beli onde-onde. Bapak baik sekali. Daaah.

ayahku menyuruhku untuk meneruskan ke perguruan tinggi. Siapa yang tidak bangga bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi . kuliah di luar itu butuh biaya besar. sangat baik untukku nantinya. SITTY : O. ya. Dengan kuliah di luar negeri kita bisa mendapatkan ilmu dengan maksimal..... SITTY : Luar negeri ?! SAMSUL : Iya. Apakah ayahmu sudah memikirkannya matang-matang ? . O. rencananya kamu mau melanjutkan kemana. Aku sendiri belum tentu. SITTY : Kenapa mesti ke luar negeri. ini onde-ondenya. Tidak di sini. Besok. Sam. Aku tidak mungkin memaksakan keinginanku dalam kondisi seperti ini. kalau saya beli onde-onde bonusnya harus lebih dari dua. Bapak itu memberi bonus buat kamu. PEDAGANG : Pintar juga otakmu. SAMSUL KEMBALI KE TEMPAT SITTY SAMSUL : Sitty. Belakangan ini ayahku sakit-sakitan. Kalau kamu bagaimana ? SITTY : Baguslah..190 PEDAGANG : Ya. Sam ? SAMSUL : Kata ayahku. Aku sendiri setuju dengan itu. Ayahmu tentu telah menyiapkan semua demi kamu.. Hehehe . bukan ? Banyak perguruan tinggi yang tidak kalah kualitasnya. Makanlah. selepas lulus sekolah nanti. Dan lagi. SITTY DAN SAMSUL DUDUK MENIKMATI ONDE-ONDE SAMSUL : Sitty. Sam ? SAMSUL : Ayahku menyarankan untuk kuliah di luar negeri. Sam. Kalau saya tadi yang beli pasti bonusnya lebih dari dua.. harus ! SAMSUL : Kalau begitu besok bapak harus lebih baik. SITTY : Di sini juga bisa. Sitty.

Sam. dan tentu akan menjauhkan aku dari kamu Sitty. Utara selatan jadi penjuru Timur dan barat jadi pedoman Jika tuan dilanda rindu Dikerat rambut jadikan kenangan. Selain itu sebenarnya aku belum siap untuk merantau terlalu jauh. SAMSUL : Ombak berdentum di hujan lebat Sampan melaju ke pulau seberang Hendak kemana carikan obat Badan bertemu makanya senang. Anak baginda berburu rusa Rusa mati tertembak panah Jika kasih jauh dimata Rasa mati badan sebelah. SAMSUL : Tetak lontar alaskan padi Peti dibawa dari Palembang Bertemu sebentar bagaikan mimpi Itu membawa hatiku bimbang . SAMSUL : Aku tidak ingin jauh dari kamu Sitty. SITTY : Burung puyuh masuk ke rimba Di dahan jati singgah merapat Meskipun jauh dipelupuk mata Di dalam hati tetapkan dekat. jauh dari keluarga. SITTY : Risau kicaunya si anak balam Ditinggal induknya di pohon jambu Walau tak bisa berjawat tangan Di dalam mimpi kita bertemu.191 SAMSUL : Ah. Apalagi zaman sekarang ini. Jauh dari kampung halaman. SITTY : Jauh tidak lagi persoalan. Selagi masih di bumi ini. entahlah. Jarak dan waktu bisa direkayasa dengan teknologi. Kalau lama tidak ke ladang Tinggilah rumput dari padi Kalau lama tak bisa kupandang Rasa rindu menjadi-jadi.

SITTY : Anak Kediri berdagang kain Kain disimpan dalam peti Niat diri tidak pada yang lain Tuan terikat di dalam hati. SAMSUL : Tanam melatai bersusun tangkai Tanam padi satu persatu Jikalau boleh bersusun tangkai . Surabaya kota pahlawan Dikenang seluruh anak negeri Sitty Noerbaja yang menawan Tak akan kudapati di luar negeri. SITTY : Ubur-ubur berdamping dua Tanam melati bersusun tangkai Kalau mati kita berdua Jikalau boleh bersusun bangkai. Anak dara bersunting kembang Rupanya elok serta jelita Banyak dara di negeri orang Tidakkah tuan bersimpang mata. SITTY : Merah warnanya si bunga mawar Putih suci bunga melati Janji bukan untuk ditawar Kasih hanya dilerai mati SAMSUL : Tanam melati di depan rumah Ubur-ubur berdamping dua Jikalau mati kita bersama Satu kubur kita berdua. SAMSUL : Manis-manis bukannya tebu Manisnya manis si gula jawa Manis tidak sekedar dari rupamu Manis kupandang budi bahasa.192 Bendi dipapah jalan berliku Mengangkut sirih ke tengah pekan Kaki dilangkah terasa kaku Takut kasih berpindah tangan.

Lulus saja juga belum tentu.. Ayo kita pulang.. Dipejam mata tak terpejam Direbah tubuh tak jua senang perasaan. *** II. Merantaunya masih lama. ANAK PEREMPUANNYA DUDUK DI SEBELAH LAKI-LAKI ITU. KELUAR SERAYA MEMBAWA RAMBU-RAMBU YANG TERNYATA BISA DICABUT DENGAN MUDAH. sudah terlalu larut. Sitty. Sudah terlalu senja.!!” ( KEARAH SITTY DAN SAMSUL ) SAMSUL : Hah ! O .LAKI SEPARUH BAYA DUDUK... SITTY : Istirahatlah lagi ayah. Sitty. PEDAGANG : “Allahuakbar Allahuakbar.. SESEKALI MEMIJIT-MIJIT BAHUNYA.. AYAH : Tidak mudah tidur bagi ayah sekarang ini. TANPA DISADARI. LAKI-LAKI ITU TERBATUK-BATUK SERAYA MENGUSAP-USAP DADANYA MENAHAN SAKIT..... Nanti orang di rumah marahmarah. SAMSUL DAN SITTY KELUAR PEDAGANG : Ikat berikat tali kuda Pasang pelana kuda yang putih Hati terikat samanya muda Lupa waktu sebab berkasih Minta daun diberi daun Dalam daun buah bidara Minta pantun diberi pantun Dalam pantun ada cerita PEDAGANG ITU PUN KEMUDIAN MENUTUP DAGANGANNYA... PEDAGANG MEMPERHATIKAN PERCINTAAN SAMSUL DENGAN SITTY.193 Daging melebur jadi satu. .. DI RUANGAN SEBUAH RUMAH SEORANG LAKI.

. Tapi. SITTY : Kalaulah ujung di tangan Sitty. Mencekik kerongkongan. Hutang budi. Kalau boleh Sitty tahu. Cita-cita membumbung langit. Sitty. Hutang-hutang tumbuh melilit pinggang. Besar belumlah dapat ditumpangi. harta ayah hanya tinggal badan sepembawaan ini. Ayah tak dapat lagi berbuat apa-apa. Ayah meminta Datuk menambah jangka waktu yang diberikan. Dengan senang Sitty dengarkan. Niat hendak menyekolahkanmu tinggi-tinggi. AYAH : ( MENARIK NAFAS ) Berniaga ke tanah Jawa dagang emas dengan budi bahasa. Sitty.194 SITTY : Apalagi yang ayah pikirkan ? Bukankah ayah pernah bilang pada Sitty. Tuhan dari atas jua yang menentukan. tentulah dibawa mati. Tidaklah beban jadi rasian Habis daging dihisapnya. SITTY : Benar ayah. dia menolak. anakku. kamu juga tahu. Ceritakanlah ayah. AYAH : Sitty. Kecil tak lagi untuk disuruh-suruh. besar juga tetap anak ayah. tentulah Sitty takkan berlepas tangan. Ayah memintal dari pangkalnya. biar bertambah isi kepala. ayah. Jerih peluh usaha niaga kita kali ini telah habis surut. untung tak dapat diraih. AYAH : Hutang emas dibayar emas. Kecil Sitty anak ayah. Tak lain untuk menagih hutang pinjaman dagang yang sudah jatuh tempo. kali ini kamu terpegang ujung benang. bagaimanapun. Sekarang. Kamu ini seperti orang dulu bilang. SITTY : Ah. malang tak dapat ditolak. Karena telah melewati batas waktu yang seharusnya. apa yang ayah pikirkan ? AYAH : Dipintal benang dengan gulungan Biar berpisah pangkal dengan ujungnya Tak kusut pula dalam genggaman. SITTY : Sitty mengerti. Tapi. Tapi. Nasib tertoreh di telapak tangan. AYAH : Kemarin Datuk Maringgih datang ke sini. ayah.

. ayah. tidakkah ada jalan lain. Tentu ayah tidak akan memberi tahu kamu. Bunganya menjulang menyentuh lutut. ayah.. Ah. Kalaulah susah sama kita pikirkan.. berkecamuk darah dalam dada. SITTY : Tidak. Jual gabah di tengah pekan. Berputik sudah. Datuk ingin mempersuntingmu. dan tenaga berisi di badan. Potong dipotong tumbuh jua. SITTY : Maksud ayah. nak lapang jua beban di hati. Sitty. AYAH : . gabah dibawa dengan bendi. SITTY : Tapi. Ayah. Hutang kita seperti memotong rumput di tengah padang. lepaslah hutang yang selilit pinggang. Rumah yang satu-satunya inipun hendak disitanya. hutang emas dibayar emas ? Hutang budi dibayar budi ? Tapi. ayah !? Datuk Maringgih !? AYAH : Itulah jalan yang ia pintaskan agar terlepas dari segala hutang. ? AYAH : Sitty. Seluruh hutang kita padanya. Bersilat lidah di perbincangan. Dan itupun belum juga akan menutupi hutang kita Sitty. Sitty belum . AYAH : Panjang cerita segelas kopi. berbunga belum. Ayah. ayah ? AYAH : Kalaulah umur ayah masih panjang.. Tiap melangkah terjatuh pula menyentuh tanah.195 Sehingga bunganya sudah berlipat ganda. ayah. Sitty paham. tidak berguna pepatah demikian. SITTY : ( TERKEJUT ) Dengan Sitty. . . Maka.. Harumnya belumlah melintas pagar.. lain dengan Datuk Maringgih.. SITTY : Sitty mengerti.. AYAH : ( KEMBALI MENARIK NAFAS. SITTY : Iya.. apa yang bisa Sitty perbuat untuk itu. direntang masa setinggi bulan. KEMUDIAN MENGGELENGKAN KEPALA ) Daunmu terlalu hijau.

Mungkin sebentar lagi. DATUK : Sitty Noerbaja ?! PEDAGANG : Tepat sekali. Saya menjemputnya. Berlebih semata ditentang dengan pikiran. MELIHAT ARLOJI ). DATUK MARINGGIH MASUK BERSAMA PENDEKAR LIMA—ASISTEN. Eh. Santai dulu. Dan saya punya onde-onde. SITTY : ( TERDIAM LAMA SEPERTI BERPIKIR ) Ayah. LAMPU MENYURUT. Gadis manis. apa Tuan menunggu Sitty Noerbaja ? DATUK : Ya. enak rasanya. bolehkah Sitty mohon diri Ayah ? Sudah berat kelopak mata. Baru pukul lima lewat sedikit. PEDAGANG : Berarti Tuan ini keluarganya Sitty. Silahkan duduk dulu. DATUK : Sudah keluar anak sekolah itu ? PEDAGANG : O. Dia bilang onde-onde lebih hebat dari makanan import manapun. Lihat. O. PEDAGANG MENUNGGU ANAK-ANAK PULANG SEKOLAH.. Silahkan dicoba.. Sitty. Sitty Noerbaja gadis. baru sedikit lewatnya. semanis tebu. setengahnya saja. Sekolah bubar pukul setengah enam. Sabar. Selepas kamu lulus sekolah nanti.196 Sitty. Sebentar lagi. Seorang gadis cantik akan memborong onde-onde ini. *** III. Kalau tidak percaya lihat saja nanti. Ayah paham kalau kamu belum punya timbangan yang kuat. SITTY KELUAR MENINGGALKAN AYAHNYA. suka onde-onde. ayah istirahatlah dahulu. Timbangan yang bagus tidak berat sebelah. belum Tuan. Datuk Maringgih hendak menjatuhkan hari. Coba lihat arlojinya ( MENARIK TANGAN DATUK. PENTAS KEMBALI MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN. sabar. JUBIR SEKALIGUS PENGAWALNYA. kakeknya barangkali ? . Ya..

DATUK : ( KEPADA PENDEKAR LIMA ) Coba kau lihat kesana. Lihat saya. kek. tua sejahtera. oke.. Oke. kek. BAHKTIAR DAN ARIFIN MASUK... Sitty berarti onde-onde. Menuju kesini. mati masuk. Apa yang mereka perbuat di sekolah itu. seperti onde-onde. sekedar informasi. bapak tidak. Datuk. Dia ramah sekali. Tapi ke sini untuk menjemput Sitty. Cuma pakai akal-akalan. Tapi ingat.. Anak sekolah keluar seperti kambing lepas dari kandang. Maafkan saya. Tapi. Apa urusanmu ! Urus saja onde-ondemu itu. Mau bapak. Sudah melekat-lekat pula ia dengan Sitty. muda foyafoya. DATUK : Siapa laki-laki itu ? Hah ! Samsul Bahri. Sitty bergandengan Datuk. PENDEKAR LIMA : Hei ! Mau kakek.197 PENDEKAR LIMA : Heh ! Jangan asal bicara ya ! PEDAGANG : Bapaknya ? PENDEKAR LIMA : Datuk ini bukan bapaknya. Zaman saya sekolah tidak terlalu penting. Tidak akan saya urus lagi.. Lama sekali keluarnya. berarti Tuan ini sopir pribadinya nona Sitty. Bagi saya.. SAMSUL . DATUK : Bergandengan ! Dengan siapa !? PENDEKAR LIMA : Dengan laki-laki. . pamannya begitu ? PENDEKAR LIMA : Huhh ! Tidak kata saya ! PEDAGANG : Kakek bukan. Mau paman. kek. Mesra sekali mereka. Lembut di luarnya... PENDEKAR LIMA : Itu dia. tidak perlu sekolah tinggitinggi untuk bisa hidup sejahtera. bukan urusan saya. Anak Sutan Mahmud. Kecil bahagia. PEDAGANG : O. manis di dalamnya. PEDAGANG : Jadi. Nah. Ya. paman juga salah. SITTY.

mencari angin segar sambil makan rujak atau jagung bakar.. Mmmh . Setelah itu kita ke plaza mencari oleh-oleh untuk ayahmu. Pulanglah dulu bersama Bachtiar dan Arifin. Sedari tadi saya menunggu. PENDEKAR LIMA : Oi. eh.. Saya asisten. kita berkeliling menikmati senja yang menarik ini. SITTY : Sam.. bersalaman dengan Datuk harus melalui saya. kalau tidak mau berurusan panjang dengan saya ! SAMSUL : Tapi jangan main .198 SAMSUL : Tuan Datuk Maringgih rupanya. ( MENARIK TANGAN SITTY ) SAMSUL : Ada apa ini Datuk ? PENDEKAR LIMA : Bukan urusan kamu ! SAMSUL : Ini jadi urusan saya. sekaligus pengawal pribadi Datuk. Datuk !? DATUK : Ayo Sitty. menunggu kena usir. Ini urusan saya. Kamu. O.. SAMSUL : Tapi. Tunggu apalagi. Sitty.. Mobil sudah saya persiapkan. urus saja dirimu sendiri. DATUK : Selamat sore Sitty. Mari. SITTY : Ah. ya ? BACHTIAR : . mari. ! SITTY : Tenang Sam. Niat di hati hendak menjemputmu. ( MENGULURKAN TANGAN HENDAK BERSALAMAN TAPI TIDAK DIBALAS OLEH DATUK ) PENDEKAR LIMA : Oh. Jadi segala apapun urusan dengan Datuk harus melalui saya. saya mohon pengertian kamu.. Bagaimana kalau kita ke tepi laut. Saya mau bicara sebentar dengan Tuan Datuk. jubir. PENDEKAR LIMA : Nah. kamu dengar tidak ? Sitty menyuruhmu pergi dari sini.

Jaga diri baik-baik. Mundur. ya ? Mau tahu prosedur berurusan dengan saya ? ARIFIN : Op. semua sudah saya perhitungkan dengan ayahmu. kau kan bukan lagi anak kecil yang tidak bisa menentukan langkahmu sendiri. DATUK : Ah. Mulai hari ini saya. Apa maksud Datuk menjemput saya ? DATUK : Saya bermaksud baik Sitty. Sebagai seorang calon induk berasku. Tentu kau mengerti Sitty. Datuk akan membuat hariharimu bahagia.199 Enak saja main usir. Bukan begitu hendaknya ? SITTY : Siapa yang menyuruh Datuk melakukannya ? DATUK : O. Tuan. SITTY : Datuk. Ini tempat umum tahu. Sudah tujuh belas tahun. alangkah menyenangkan kita bertemu setiap saat. Saya tidak pernah meminta untuk dijemput. PENDEKAR LIMA : Kamu juga mau turut campur urusan ini. op. PENDEKAR LIMA : Ah. SAMSUL. eh. BACHTIAR DAN ARIFIN PERGI DENGAN KESAL. Ayo. DATUK : Saya tidak menyuruhmu bicara ! SITTY : Datuk. aku. Sebagai seorang yang jauh lebih dewasa. Sitty. SITTY : . Ini aku lakukan tulus dan murni dari hati nuraniku sendiri. Ini bukan hitungan matematik. SITTY : Tuan Datuk. Tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan. Turuti sajalah. DATUK : Sitty. Biar kita merasa dekat. kami duluan. akan menjemputmu. Sitty. Datuk. tentu Tuan lebih paham dunia ini. Menurut pendapat saya lebih baik kita mengalah. tidak usah pakai menolak segala. op. tidak siapa-siapa.

SITTY : Hutang emas dibayar emas. DATUK : Saya tidak main-main Sitty. PENDEKAR LIMA : Ini sudah yang terbaik Datuk lakukan untuk kamu dan Ayahmu. Tunggu saya menyelesaikan sekolah saya dulu. saya berharap Datuk sabar. Apakah kamu senang melihat ayahmu sakit-sakitan memikirkan. dapur... bekerja mencari uang untuk membayarnya. Alangkah bagusnya Datuk mencari perempuan yang lebih dari saya. Sitty. Untuk bunganya saja itu pun belum cukup. Hutang ayahmu dengan Datuk sudah terlalu banyak.. Kerja di kantor ? Di Bank ? Jangan mimpi Sitty. Ayahmu sudah mulai bicara sendiri memikirkannya. Baik untuk Tuan. Tuan. dan kasur. dan juga baik untuk saya. sumur. Apalagi.. lebih pas menjalankan hidup dengan Datuk. kamu keberatan dengan aku Sitty ? SITTY : Maafkan saya Tuan Datuk. Lebih pantas. Sitty ? Lebih baik lakukan langkah besar. Saya tidak suruh kamu bicara. Diam saja di sana. SITTY : Tuan. PENDEKAR LIMA : Tidak tahu diuntung pula kau rupanya.. kamu perempuan. PENDEKAR LIMA : Heh ! Mau kerja apa kamu Sitty ? Tidak gampang mencari pekerjaan di jaman sekarang ini. Saya akan berusaha. Jadi.. Hendaklah Tuan berpikir baik. SITTY : Tentang hutang Ayah saya pada Datuk. Mau dibayar dengan apa lagi ? Ayahmu sudah menjual seluruh perusahaan dagangnya. atau kamu jadi pekerja . DATUK : Pendekar Lima. Berilah saya kesempatan. barangkali kamu bisa jadi babu. pekerja seks komersil.200 Jalan saya masih panjang Datuk. SITTY : ( MENAHAN AMARAH ) Saya tidak bicara demikian Tuan-tuan. O. Lebih baik kau bayar lunas dengan . PENDEKAR LIMA : . Bukankah perempuan itu hanya . Saya belum berpikir melangkah sejauh ini. DATUK : Apalagi yang kamu cari setamat sekolah ini. buruh kasar. Ingat.

Persoalan ini hanya antara keluarga saya dengan tuan Datuk.201 Jadi kau kemanakan perbuatan baik Datuk selama ini pada ayahmu ? SITTY : Saya akan selalu mengingatnya. saya mohon maaf dan berharap Tuan mengerti. siapa yang pantas ? PENDEKAR LIMA : Samsul Bahri tentu telah mempengaruhi otaknya. Tuan. Sejak kapan kau berhubungan dengan dia ? Sudah sejauh mana ? Jangan-jangan kau telah melakukan. SITTY KELUAR PENDEKAR LIMA : . Maafkan atas kelancangan saya. PENDEKAR LIMA : Nah. baik. tunggu apa lagi ? SITTY : Namun.. DATUK : Baik.. Saya mohon diri dulu. Tidak akan saya lupakan. SITTY : Tidak baik menyangkut – pautkan persoalan ini dengan orang lain. Sitty ! Silahkan kamu berpikir baik-baik sekarang. tidaklah boleh mendahului yang di atas.. Kalau Tuhan berkeinginan lain. bahwa Datuk adalah seorang yang baik. Saya pulang. SITTY : Cukup Tuan. Jadi kamu menolak saya ? Saya tidak pantas untuk kamu. Samsul tidak tahu apa-apa dengan masalah ini. Jangan bermain-main. keinginan Datuk terhadap saya. Tuan. Niat baik Datuk tidak akan ada yang menghalangi. PENDEKAR LIMA : Jangan bersilat lidah. SITTY : Sekali lagi.. apalagi mempermainkan saya.. Baik untuk kamu serta ayahmu. Tuan. Terserah ! Saya tunggu keputusanmu. SITTY : Belum tentu. apakah baik buat saya ? PENDEKAR LIMA : Jelas sangat baik. Sitty. begitu ? Lalu. DATUK : Hhh. Bahkan terlalu baik.

PEDAGANG : Eh. bagus.202 Keras kepala juga dia ! DATUK : Keras hati. SESEKALI MENUNJUK KE ARAH PEDAGANG ) DATUK : Bagus. PENDEKAR MENGANGGUK-ANGGUK ) PENDEKAR LIMA : Ide yang usul. PENDEKAR LIMA : Ah. Tuan. Tapi dia masih ragu. Goblok ! Sekarang gunakan otakmu.onde-ondenya enak sekali. Pembicaraan tadi itu. kami menawarkan sebuah peran pada Sitty Noerbaja. Baik. Tapi dia bukan masalah yang besar.. Sehingga Ia tidak sempat menikmati onde-onde saya. bagaimana caranya.. Sekarang gunakan bibirmu itu kesana. biasalah. DATUK : Kamu gila ya ! Tujuan saya itu jelas-jelas Sitty. Samsul Bahri !? Tampaknya dia akan menjadi batu sandungan bagi langkah saya. Hehehe . Kenapa Sitty pula yang dijadikan sasaran. pendekar. PENDEKAR LIMA : Keras hatinya pada Samsul Bahri. PENDEKAR LIMA MENDEKATI PEDAGANG. Lebih baik langsung Sitty saja.. Kelihatan serius sekali pembicaraan tuan-tuan dengan Nona Sitty. DATUK : Mmmh. ke sini ! ( MEMBISIKAN SESUATU.. PENDEKAR LIMA : O. Tapi. DATUK : Tapi bagaimana ? PENDEKAR LIMA : Begini Datuk. Pikir-pikir dulu katanya ( MEMAKAN SEBUAH ONDE-ONDE ) Mmmh. Pendekar. apakah setelah ini dilakukan Sitty akan mau dengan Datuk ? Tentu dia akan tambah sulit didekati. Kami ini memiliki sebuah Production House yang sedang menggarap sebuah film baru. Begini ( BEBICARA PELAN DENGAN DATUK. Rejeki saya jadi hilang begitu saja. Datuk. PEDAGANG : Tuan mengajak Sitty main film ? Dia menolaknya ? PENDEKAR LIMA : ..

. Bagaimana ? Mau tidak ? Kami hargai ( MEMBERI PENJELASAN DENGAN TANGAN SAMBIL BERBISIK ). Film ini akan memperlihatkan bahwa tidak ada apa-apa dengan cinta. Jadi saya cuma pakai gerobaknya saja. Kami membutuhkan gerobak Anda ini untuk setting sebuah adegan di film kami nantinya. ( MEMATUT-MATUT GEROBAK PEDAGANG ) Selain dengan Sitty.. pengambilan gambar pertamanya akan dilakukan di sini. Nah. dikasih peran. PEDAGANG : . PEDAGANG : Bekerjasama ? Tuan membutuhkan saya untuk main film ? PENDEKAR LIMA : Ya. Sitty belum memutuskannya tadi. PEDAGANG : Aah. Memang apa judul filmnya ? PENDEKAR LIMA : Mmmh. sepertinya kita juga bisa berkerjasama. Sitty pasti senang dengan saya sebagai lawan mainnya. Persetan dengan yang namanya cinta. PEDAGANG : Semestinya saya juga diajak. masa cuma gerobaknya saja.. Saya ini kan sudah biasa melakukan adegan yang Tuan inginkan. “Tidak Ada Apa-apa Dengan Cinta”. PENDEKAR LIMA : Karena itulah kami memberikan peran ini pada dia. cocok sekali dengan hobinya. Itu akan merusak citra film ini di mata penonton nantinya. Sitty akan memainkan tokoh utamanya yang sedang menunggu kekasihnya sambil makan onde-onde.203 O. PENDEKAR LIMA : Sayang. Sayanya tidak. Belum. lain dari yang lain. wajah Anda itu tidak Kameragenik PEDAGANG : Apa maksudnya ? PENDEKAR LIMA : Wajah Anda itu tidak menarik jika dishoot dengan kamera. PEDAGANG : Lho ! Kok pakai kata ‘tidak’ ? PENDEKAR LIMA : Di situlah nilai jual film ini. PEDAGANG : Makan onde-onde ? Wah.

Kerjasama disepakati.. HERAN MELIHAT PEDAGANG ITU. PENDEKAR LIMA : O. Tidak percuma kau kuangkat jadi jubir. Cuma persoalan nilai kontrak. tidak ada lagi halangan bagi saya menuju Sitty. nona pasti Sitty Noerbaja.. Semua sudah saya persiapkan DATUK : Bagus... SITTY MASUK. PENDEKAR LIMA : Tenang. SEORANG PEDAGANG PALSU SURUHAN PENDEKAR LIMA TELAH SIAP DI TEMPAT ITU.. Setelah Samsul dibereskan. begitu. Pendekar ? PENDEKAR LIMA : Beres.. cuma segitu ? Biasanya seorang produser itu sangat royal. Mmh. pasti Sitty tidak akan sanggup menolaknya.. bagaimana ? PEDAGANG : Nah. PENDEKAR LIMA : ( HENDAK BERBALIK KE TEMPAT DATUK ) Apa lagi !? PEDAGANG : Tadi kata Tuan. PEDAGANG PALSU : O. sesudah pengambilan gambar adegan ini akan saya tambah. Datuk.204 Ah.. IA MONDAR-MANDIR MENUNGGU ANAK-ANAK SEKOLAH KELUAR. bibirmu tak kalah cepatnya dengan otakmu. ( MENUJU DATUK ) DATUK : Bagaimana. Itu bukan urusan kamu. . Sitty ( SERAYA MENERAWANG ). Nona Sitty belum memastikan dirinya untuk. Apalagi untuk sebuah adegan penting. Tapi. Nanti akan kami hubungi lagi dia.. Dengan nilai yang lebih tinggi. *** IV. Oh. Dua kali lipat..

SITTY : Maksud bapak ada yang ingin bapak sampaikan pada Samsul ? Katakan saja pada saya... saya ini saudara dari isterinya si Amat yang biasanya berjualan di sini. maksud saya. lebih baik saya yang menjual-jual dagangannya hari ini... Biar saya saja. Pokoknya anu. Dia belum keluar.. Tidak tahu saya.. Yang penting bagi saya itu. maksud saya ke.. Sebentar lagi. maksud saya tidak usah..... SITTY : Memangnya siapa yang berpesan ? PEDAGANG PALSU : Si itu.....tidak bisa. si anu.205 SITTY : Betul..Eh.. saya diminta untuk menggantikannya....... Ini juga penting Nona. Pak ? PEDAGANG PALSU : Ah... maksud saya daripada merugi. maksud saya.. Seperti yang Nona maksudkan tadi. Ada perlu apa bapak dengan Samsul ? PEDAGANG PALSU : Begini... entahlah. si anu.. Tapi bapak ini siapa ? Biasanya kan pak Amat yang berjualan dengan gerobak ini. Daripada tidak untung. PEDAGANG PALSU : Saya ini. PEDAGANG PALSU : Nah..kampung isterinya itu. maksud saya ada sesuatu yang akan saya.. SITTY : Ada apa. anu... Samsul Bahri. maksud saya. SITTY : Pak Amat ? . SITTY : O. Berhubungan si Amatnya ada urusan ke situ. Katanya dia ada... Penting ! SITTY : Maksud bapak urusan penting. teman Nona yang bernama Samsul itu . Saya biasa menunggunya di sini. betul.. nanti saya sampaikan pada Samsul.. Saya ini di. PEDAGANG PALSU : Ooo.

. seperti yang disuruhkan pada saya. Hehehe. Ini saya lakukan karena uang.. SITTY : Pak. Ini uangnya.. SITTY : O.. seharusnya saya bilang begitu.. Nona memakannya ? ( PADA SITTY ) SITTY : Iya.. PEDAGANG PALSU : Tapi ini tidak untuk. SEMENTARA PEDAGANG PALSU ITU MENUNGGU SAMSUL. begitu ? Apa bapak tidak mau uang ? PEDAGANG PALSU : Uang ! Mau saya. KEMUDIAN IA MEMAKAN SATU BUAH ONDE-ONDE. Tapi gulanya terlalu manis dari yang biasa.206 PEDAGANG PALSU : Iya. PEDAGANG PALSU : ( KESAMPING ) Aduh ! Celaka saya. enak. SITTY MENGAMBIL BEBERAPA BUAH ONDE-ONDE DARI GEROBAKNYA. kenapa ? PEDAGANG PALSU : Ditelan ? SITTY : ( MENGANGGUK ) PEDAGANG PALSU : Enak ? SITTY : Mmm. SITTY DUDUK MELEPAS LELAH .. ( MEMAKAN SEBUAH LAGI ) .. Seharusnya Samsul.. SITTY : Nah. PEDAGANG PALSU : Ha! Onde-onde ? Nona Sitty membeli onde-onde ini untuk siapa ? SITTY : Ya buat saya.. Saya beli onde-ondenya. tidak untuk dijual.. ya.. ini uangnya...

Untung anak saya segera membawa saya ke Puskesmas. Aduh. puskesmas ! Tolong ! Tolong ! Ah. Saya akan jadi pusing. Ia akan kasak-kusuk mencarikan saya obat. seharusnya Samsul. Nona takut mati ? ( MENOLEH KEPADA SITTY ) Nona ? Nona ! Bangun nona. Cepat angkat. Saya ingin hidup seribu tahun lagi. ( MENYODORKAN ONDE-ONDE ) PEDAGANG PALSU : O.TERKAPAR ) Saya ini belum ingin mati. pusing. saya akan batuk-batuk. DARI ARAH LAIN DATUK MARINGGIH DAN PENDEKAR LIMA MASUK. Kata anak saya. Kalau tidak. Bapak ini kenapa ? Kalau bapak mau silahkan coba saja. Wah. bangun.207 PEDAGANG PALSU : Yang itu ? SITTY : Sama saja. ( SITTY MEMEGANG KEPALANYA SEPERTI KESAKITAN ) Nah. celaka ! Sitty ! . setelah itu saya bisa sembuh. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK SAMSUL : Sitty !? BAKHTIAR : Sitty kenapa !? ARIFIN : Ada apa dengan Sitty !? SAMSUL : Hah ! Tidak usah bertanya lagi. Aduh. tidak ! Saya tidak suka onde-onde. anak saya akan marah. Aduh. kalau orang-orang datang hancur saya. Bawa ke rumah sakit. Susternya menyuntik saya disini ( MENUNJUK BAGIAN PAHANYA ) Sakit. saya tak dapat uang. celaka. Tapi. MEREKA KELUAR MEMBOPONG TUBUH SITTY. bagaimana ini !?. nona ini ( MENDEKATKAN TANGAN PADA HIDUNG SITTY ) Haa ! Tidak ada anginnya. kepala sakit dan masuk angin. Kalau tidak. Onde-onde itu manis. saya bisa mati. nafas saya sesak sekali ( SITTY MEMEGANG DADANYA KARENA SESAK NAFAS ) Hampir-hampir saya tidak kuat lagi. DATUK : Bagaimana ? PEDAGANG PALSU : Wah. puskesmas itu kependekan dari. Tidak. Saya jadi terbatuk-batuk. Nona. Saya tidak boleh makan yang manis-manis.( SITTY SUDAH TERDIAM BEGITU SAJA. Puskesmas. Aduh. Ia akan tambah pusing melihat saya. Kalau saya makan. Pernah saya pusing sekali gara-gara makan dodol yang juga sama manisnya dengan onde-onde. SAMSUL.

Sekaranglah waktu yang tepat untuk menghindar. DATUK : Sudah! Jangan mencari alasan lagi. DATUK : Mati atau tidak. Sekarang Sitty diangkut ke. kami tunggu di sini ! PEDAGANG PALSU KELUAR MELIHAT SITTY DATUK : Haahhh ! Kenapa bisa jadi seperti ini ? Kacau ! Yang saya perintahkan bunuh Samsul Bahri.208 DATUK : Kenapa Sitty ? PEDAGANG PALSU : Onde-onde. Datuk. maksud saya Sitty makan onde-ondenya. SAMSUL : O.. Kalau saya katakan ada racunnya tidak mungkin. Ayo ! LANGKAH DATUK TERHENTI KARENA SAMSUL DATANG. tapi ia terus saja. Sudah saya larang. Ternyata langkah saya tak kurang dan tak jua lebih. ia mati atau tidak. percuma semuanya ! PENDEKAR LIMA : Ini kesalahan teknis. Kasus ini pasti diusut. Hendak ke mana tuan-tuan ? . Mau apa lagi. Kalau Sitty mati. DATUK : Ini kesalahan kamu ! Menyuruh orang yang tidak bisa diandalkan ! Apa tidak ada yang lebih punya akal ! PENDEKAR LIMA : Kalau orang berakal mungkin tidak mau melakukannya. tidak perlu lagi saat ini. PENDEKAR LIMA : Diangkut ke rumah sakit ? Cepat bapak lihat kondisinya ! Segera balik.. Datuk. PENDEKAR LIMA : Kita tunggu laporan dari orang tadi dulu Datuk. Sebaiknya kita pergi dari sini. DATUK : Untuk apa lagi ? PENDEKAR LIMA : Mengetahui keadaan Sitty. Apa yang harus kita lakukan ? Kita dalam keadaan bahaya.

Janjinya saya akan dikasih uang banyak. Dokter telah mengetahui penyebabnya. sekarang kau harus me... Apakah kau punya bukti otentik kalau bicara !? SAMSUL : Bukti ? ( MENGODE DENGAN TEPUKAN TANGAN ) BAKHTIAR MASUK MEMBAWA PEDAGANG PALSU SAMSUL : Siapa yang menyuruh bapak untuk meracuni Sitty ? ( KEPADA PALSU ) PEDAGANG PALSU : Itu.. ya ! Begitu ? Sitty sekarang dalam keadan koma. Jadi saya mau. Situ. Datuk ! Nah. Zaman sudah bertukar. ARIFIN : Sitty sudah mendahului kita.. Perintah cuma menyerahkan onde-onde itu pada Samsul Bahri. Maksud saya orang itu ( MENUNJUK PENDEKAR LIMA ) SAMSUL : Berapa bapak dibayarnya ? PEDAGANG PALSU : Tadi saya dikasihnya uang segini ( HENDAK MENGELUARKAN SELURUH ISI SAKUNYA ). PEDAGANG . ini sudah tiga kali saya jelaskan pada kalian ! BAKHTIAR : Jadi tidak usah berkelit lagi dari kami.. anak muda. Tidak ada alasan untuk tidak menuduh Datuk sebagai dalangnya. satu juta katanya. Samsul Bahrinya tidak ada.209 Tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak semua orang bisa Datuk bodoh-bodohi. ya !? PENDEKAR LIMA : Oi. SAMSUL : Maksud bapak ? PEDAGANG PALSU : Aduh. Tapi Nona Sitty membeli onde-onde itu dan mengasih saya uang. DATUK : Jangan asal tuduh ! Kamu ingin mencemarkan nama baik saya. Datuk ! SAMSUL : Datuk hendak meracuni saya agar Sitty bisa jatuh ke tangan Datuk ? Terlalu sempit jalan pikiran datuk. ARIFIN MASUK DENGAN RAUT MUKA TEGANG BERCAMPUR TANGIS.

Datuk !” “Ekstrakurikuler !” DALAM PERISTIWA TAWURAN ITU SAMSUL BAHRI TEWAS TERTUSUK BELATI OLEH DATUK. Datuk ! BAKHTIAR : Oooooooiii ! Babi hutan masuk ke ladang ! BEBERAPA ORANG SISWA MASUK MEMBAWA BENDA-BEDA KERAS DI TANGAN..kembalilah Sitty. PENDEKAR LIMA DAN PEDAGANG PALSU MELARIKAN DIRI. SEORANG LAKI-LAKI BERPAKAIAN LUSUH DUDUK DI HALTE. “Samsul !?” KAWAN SAMSUL MENGANGKAT TUBUH SAMSUL KELUAR. . *** V. SEDANGKAN DATUK MARINGGIH TEWAS DIKEROYOK SISWA DENGAN BATU. AYAH : Sitty. saatnya perhitungan terakhir.210 SEMUA : Sitty !? SAMSUL : Gaek keparat ! ( HENDAK MENYERANG DATUK ) DATUK : Lari ! PENDEKAR LIMA : Kita hadapi saja. IA TENGAH BERBICARA SEORANG DIRI.. pak tua !” “Beraninya keroyokan !” “Sudah biasa.” “Ini. “Bagi saya. Hajar !” “Kubunuh kau.. anak ingusan !” “Ayo. MEREKA LANGSUNG MENYERANG SEHINGGA TERJADI TAWURAN..dst. DI SUDUT JALAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN.

nak.. dan menghilang. datang. AYAH : Jangan cengeng.. singgah. Yang melahirkan seribu tafsir.dst.. Ayah.. sayang. AYAH : Kemarilah. berdiri. Ayah. Sitty ! Ayo... Tempat segalanya berakhir.. Jembatan waktu yang melingkar. seperti mendaki mimpi. SELESAI Bukandiya april-mei 2004 . Orang-orang melintas. Lepaskan kemanjaan.211 SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah.. masa kini. Bintang jatuh ke samudera jiwa.dst.. Meski kita tidak pernah tahu kapan episode ini berakhir.. Akhir dari kepedihan. Akhir dari mimpi-mimpi yang dihanyutkan orang dari hulu. Sitty melihat mimpi itu. SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah.. LAMPU PERLAHAN MENYURUT. Ayo! Bangun.. dan masa datang..peluk Ayah... antara masa lalu. pergi. kemarilah. akhir dari segala dendam. Maafkan Ayah. Orang-orang mendaki. jiwa lepas dari tubuh. Telah jadi kisah. Serupa jembatan. Menjelma gunung. metamorfosis. dari masa lalu. Ayah. PADAM. SUARA-SUARA : Sitty jadi muara..

750093953. 29-30 Anduring Padang 25151 : Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fak. DR. cerpen. Metron M. Teater GARAK. BOX 235. Rekening : 107. 28 April 1982 : Jl. esai.901 Atas nama HARIYANTO. Diantaranya. Status Aktivitas : Mahasiswa Sastra Indonesia FSUA angkatan 2001 : Menulis puisi. Sari. M.212 BIODATA PENULIS Nama TTL Alamat Alamat Surat : Ilham Yusardi : Padang. “Suara-suara Patung” karya Mila K. Hatta RT 05 / RW 01 No. HMJ SASINDO. . Andalas Limau Manih. Kantor BNI Capem. Sastra Univ. Di beberapa kota di Sumatera Barat. No. Aktif di Teater LANGKAH FSUA. “Primordial II” karya S. Pernah ikut berbagai pementasan teater. Andalas Padang PO.

Arya Sanjaya Sebuah sandiwara remaja .213 Sebuah sandiwara remaja Symphoni anak jalanan Karya : IGN.

Atet.214 Symphoni Anak Jalanan Karya : IGN. Iwo sering bermimpi. Atet sangat acuh dengan dirinya dan Kemal senantiasa menepuk-nepuk perutnya yang selalu kelaparan. Mereka sedang menyanyikan sebuah lagu berirama dangdut. tiga remaja tanggung. Iwo dan Kemal sedang mengamen. . Arya Sanjaya Pemain Atet Iwo Kemal Abdul Nasir Komandan = pengamen = pengamen = pengamen = petugas = petugas ___________________________________ Symphoni anak jalanan Babak Satu Di sepotong trotoar sebuah jalan di sebuah kota.

bego kamu ! : Iya. : Berarti kita bisa makan sama-sama sebungkus nasi kuah sayur dong . bergegas sambil meniup peluitnya. lumayan juga penghasilan kita hari ini. mimpi dulu. kawan-kawan.. Wo. tadi malam aku bermimpi kejatuhan durian ! : Benjol dong kepalamu.. Kemal : Dapat berapa kita hari ini ? Atet : Sebentar. Wo. Eh. akhirnya anak-anak itu terperangkap di salah satu pojok. Mal.215 Lagu Pengamen Mondar-mandir di sela-sela mobil nyanyi-nyanyi sampai suaraku sember hilir-mudik di antara rumah makan senyam-senyum sampai bibirku dower andai saja kupunya rumah mobil juga ku tak akan sengsara andai saja kudapat hasil berjuta-juta pasti aku traktir semua ( kepada penonton ) mau. mau. Iwo + Kemal : Berapa ?! Atet Kemal : Tiga ribu dua ratus rupiah. penghasilan mereka ) Iwo Atet Iwo Kemal Iwo Kemal Atet : Eh.. sudah ! Eh. mau . Setelah kejar-kejaran.mimpi melulu deh ! : Memangnya kenapa kalo aku mimpi ketiban durian ?! : Kita jadi kebelet pingin durian dong ! Ah. Tiba-tiba dua orang petugas datang dari sebuah sisi panggung. ( Menghitung uang recehan. aku hitung dulu. nanti benerannya !! : Dasar tukang mimpi ! : Sudah. . jangan mimpi..

Ketiga anak itu digiring oleh petugas. pak ! : Pokoknya aku tidak mau tahu. Ayo cepat. : Betul pak.216 Abdul : Eh. eh... sementara berdiri mondar-mandir pentungan karet di tangannya. Baru pertama kali ini kita bertiga ngamen disini ! : Baru pertama-baru pertama.. hah ?! Bertiga : Maaf pak.. cepat . dengan Abdul dan Nasir mendampingi mereka. Babak dua Keesokan harinya di kantor petugas. mau lari kemana kalian. Sekarang.. eh. memangnya kalian mau jadi jagoan ya ?! : Ampun pak.. dua petugas. kami tidak tahu.!! Bertiga : Tapi pak. mereka semua keluar. pak ! : Dasar anak brekele. kamu . Abdul duduk di belakang meja. bukan kami. kalian kira kita berdua kalian sini . Kemal dan Atet duduk di Nasir bangku panjang. kami sungguh tidak mengerti. cepat.. yang jelas malam ini kalian bertiga yang kami tangkap. ayo ikut ke kantor. kami bener-bener tidak tahu. Iwo Nasir : Barangkali bukan kami. buta pada apa ?! Sudah sering aku lihat genjrang-genjreng di sekitar ngamen di sekitar tempat ini. : Kalian dilarang tahu !! : Maaf pak. . sungguh bukan kami . Iwo.. apa salah kami ?! Nasir Iwo Abdul Kemal Nasir Atet Abdul : Sudah sering dikasih tahu masih bandel juga.

katanya gantinya organ nggak ?! bisa aku tunggal tampil jadi kamu untuk karena bingung punya memeriahkannya. Berisik semua. tadi pagi dia meninggal. Tapi dasar apes. Hari ini telepon suara berdering. tiba-tiba Komandan: Atau. aku sedang bingung nih. tahu !! Bapak pejabat yang rumahnya dekat situ ngeliatin kamu-kamu ngerti. ( Hendak berbalik. : Baik komandan. Tapi ingat. ‘dan ! anakku yang nomor dua akan berulang tahun. komandan. Selain makan-makan ala kadarnya. aku juga minta seorang telpon. tolong cari tahu deh ! ingat sesuatu ) Maaf komandan. Komandan: Begini Dul. ( pergi ke meja komandan. jangan sekali-sekali kulihat lagi kalian empet ngamen matanya di tempat itu lagi. yang ada di ruangan itu juga. pak ! Tiba-tiba terdengar kemejanya. Komandan: Duduklah. Dan kami ingin sedikit ada perayaan di rumah. bapaknya mencari Abdul Abdul pemusik. di atas level yang agak ditinggikan ) Abdul Abdul : Siap. Komandan: Dul. harap segera datang keruangan saya ! Abdul : Siap.. komandan Abdul mengangkatnya. Nah. karena dia ingin mengundang beberapa temannya. menghadap memanggilnya Kira-kira kenalan yang bisa nyanyi nggak ?! : Kenalan ? Rasanya nggak ada komandan.. komandan ! : Terima kasih. eh. hari ini kalian bertiga akan dibebaskan. nggak ?! Bertiga : Ngerti bang.217 Nasir : Nah. bagaimana kalau .

Sedang diberi pengarahan oleh Nasir. ( mereka berdua pergi ke ruang sebelah ). Komandan: Abdul : Wah. Komandan: Kalau begitu mari kita temui mereka. begitu. Dimana mereka ? ruangan sebelah. komandan ?! Komandan: Maksud kamu ? Abdul : Ya. sama Abdul. Begini Sir. Nah. tadi aku sudah cerita tahun anakku Ria nanti malam. kita tampilkan mereka di rumah komandan. Tapi apa mereka utuh ?! Abdul : Oh ya. yang utuh tentu saja. kan di jalan mereka nggak pernah nyanyi . komandan. komandan. komandan. boleh juga. kalau komandan anggap layak. aku butuh penyanyi untuk ulang Komandan: Terima kasih. selamat pagi komandan ! Komandan: Pagi. ya ?! Tapi bagaimana kalau kita test saja mereka. mereka menyanyikan sebuah lagu nyanyi sepotong-sepotong saja. Nasir : Siap. mereka bisa bernyanyi hanya dengan bisa baik ?! Jangan-jangan Komandan: Kamu menangkapnya di mana ? Komandan: Oh. kita suruh mereka menyanyikan sebuah lagu. Ehm.218 pengamen yang kami tangkap tadi malam saja kita suruh tampil di rumah komandan ?! Komandan: Pengamen ?! Abdul Abdul : Iya. tapi sebelumnya aku ingin mendengarkan dulu. Tidak sia-sia ku manggil kamu kemari. semua baik-baik saja Sir ? Nasir : Baik. komandan ! : Di depan rumah boss. Aku ingin anakanak ini bisa tampil. Di bagus juga ide kamu.

kalau begitu !! Pak. Iwo Nasir : Ya. itu saru . nyanyikan sebuah kalau macam-macam !! Baik. kalian betul-betul mendapat kesempatan tampil bagus Kalian wah diminta dalam acara ulang tahun anaknya bapak komandan. lagu ( menyebutkan sebuah judul lagu yang akan di tampilkan ) saja ! : Ya. kesempatan komandan.. : Oke. lagu kita kalian untuk lulus test. Kalian bertiga. mendekati para pengamen ). di sebuah awas lagu Sekarang kalian diminta bernyanyi : Kami bagus kalian kali ( terus bertiga ini.. itu masuk kategori lagu protes. pak. tapi lagu apa ? : Lagu Judul-judulan aja ?! : Jangan.219 Nasir : Siap. betul ! : Tapi. hadapan dan Kemal kawan. . yang penting enak didengar sopan.. lagu apa saja. : Bagaimana kalau lagu plesetannya kang Harry itu : tentu saja kalau Ayo. jangan Ayo nyanyikanlah lagu. tapi kamu hafal nggak ?! : Hafal dong . ya. kami siap pak ! : ( setelah mohon persetujuan komandan ) Baik. : Kalau begitu. kan nggak boleh katanya. yang Atet nih ... protes-protesan. ( yang judulnya sudah disebutkan diatas ) yang sesuai dengan situasi serta kondisi di tempat pementasan. komandan ! beruntung. lagu itu aja. diminta tampil. Mereka bertiga mulai menyanyikan sebuah lagu : Iya. Iwo Kemal Iwo Atet ? Iwo Kemal Iwo Kemal Atet Nasir : Jangan. mulailah..

man !! : Asyiikkkk !!! bersiap-siaplah kalian. Nasir Abdul : Eh. Komandan: Bagus. Abdul : Meriah banget pestanya si Ria tadi malam ya. Dul ?! . Abdul : Ya.220 Selesai nyanyian. bagus !! Abdul Nasir : Dahsyat. di kantor dua petugas. Sir !! Nasir : Ya. Biar kostumnya nanti diatur oleh Abdul dan Nasir. kira-kira komandan datang nggak hari ini ?! : Aku sang jamin. kompak tapi dan apik deh. Ayo kita berangkat ( mereka keluar ) Komandan: Nah. sekarang Babak tiga Esok harinya. Abdul dan Nasir bertepuk tangan. Sampai semua terpikat terkagum-kagum dibuatnya. molor komandan ) nggak bakalan. makanannya enak-enak dan melimpah. temantemannya si Ria juga cantik-cantik dan seksiseksi. komandan. betah aku jadinya. penampilan mereka tetap memikat. Paling-paling ( dia sedang kecapaian ! Tiba-tiba masuk Komandan: Siapa yang kamu bilang molor. wah. yang walau hadir peralatan mereka dan sederhana. Dan anak-anak itu juga nyanyinya nggak malu-maluin. Abdul dan Nasir ngobrol tentang pesta anak komandan mereka tadi malam.

memuji aku dimana mau Malahan Banyak aku tamu-tamuku banyak yang Dan mereka.. berkaitan dengan pesta tadi malam. ehm . Jadinya belum sempat mengucapkan terima kasih. komandan ?! Tidak. yang tidak-tidak. : Mereka disuruh tampil lagi. Tolong sampaikan ini kepada mereka. anak-anak itu . komandan. saya kira mereka tak tahu diri dan berbuat kacau.. Abdul Nasir : Oh. diantaranya mereka. komandan !! ( Komandan keluar ) Komandan: Tolong sampaikan kepada mereka sekarang juga ! : Sir. Komandan: Oh. Komandan: . itu komandan. apa mereka sudah berlaku kurang senonoh di pesta tadi malam ?! Komandan: Tidak. : Apa mereka sudah nyolong sesuatu dari rumah Komandan: Dimana kira-kira aku bisa menemukan mereka ?! komandan ?! : Betul komandan. Nah. pada menanyakan sekarang Abdul menemukan tolong minta kalian berdua untuk menemui mereka.221 Abdul : Eh. ( Menyerahkan amplop ).tentu mereka kecapaian. aku pulang dulu. Kalian salah sangka. : Ya. aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasihku pada mereka. Abdul + Nasir Abdul + Nasir Abdul : Baik.. Karena mereka telah tampil dengan baik dan dapat menghibur tamutamuku. Tadi malam aku tidak melihat mereka pulang. saya juga mengira mereka telah mempermalukan komandan di depan para undangan komandan. tidak. karena ada urusan yang harus kubereskan dulu. ya ?! Nasir Abdul Nasir : Kurang tahu.. Komandan: Oh ya. ayo kita berangkat . tapi dimana mereka. komandan ! : Siap.

malah ngibing di depan mata.... Terlihat keringat mulai menitik di dahi mereka.. Iwo dan Kemal. : Ya. Dasar apa tuh . : Huusss . kata kamu ?! Abdul : Brekele . Nasir .. nah kalau lagi nggak dicari. kearah mana kita harus mencari mereka. lumayan capek nih.. Sambil berjalan mereka mendendangkan potongan lagu...222 Nasir : Ayo !!! ( mereka berdua keluar ) Babak tiga Sepotong trotoar di sebuah jalan. bertugas harus bertugas tak boleh karena terpaksa bertugas tentu saja suka atau tak suka . si janda bahenol . : Dasar buaya kamu. Abdul dan Nasir berjalan mencari Atet. di sebuah kota. kakiku juga mulai pegel nih. ayo . ( mereka berjalan sebentar ) Wah... kemana perginya anak-anak brekele itu... Abdul : Mengamen jangan mengamen kalau tak pada tempatnya mengamen boleh saja asal dibagi dua . ya ?! : Kesana !! : Kenapa kesana ? : Karena disana ada warungnya si Mawar. eh. : Tapi ya ?! : He-eh. karena mentari mulai meninggi... kalau dicari menghilang bagai setan.. Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir : Sir.

ngomong perutku sudah keroncongan. kira-kira isinya ? : Makanya. : Tapi dosanya kita bagi dua. apa ya isi amplop itu ?! : Maksud kamu ? : Iya. dengan malu-malu ribuan satu lagi untuk dirinya ) buruan buka. : Tapi ngomong-ngomong. : Iya. brekele . isinya duit Dul !! : Berapa banyak ? ( Nasir menghitung ) : Dua ratus ribu !! : Dua ratus ribu ?! Wah banyak juga.. segera dirampas oleh Abdul... penasaran.223 Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul : Ya. nih !! : Boleh juga ide kamu. dosanya kita bagi dua. biar kita tidak .. ya ! : Iya. Nanti kalau kita ada rezeki kembaliin mereka. : Duit. Apa ya. ya ?! : Dosa-dosa. ini amanat tahu !! : Eeeh. kepada Ya. : Huss. kita kita Nasir Abdul hanya meminjamnya. banyak . hitung-hitung Anu. ngomongongkos pengantaran. ya ?! : Dosa-dosa. kita kan tidak mencuri atau merampoknya. Tapi. buruan ah ! ( Nasir mengeluarkan dan membuka amplop ). : Bagaimana kalau kita meminjamnya sedikit untuk sarapan ? : Meminjam bagaimana maksud kamu ? : Ya. amplop yang diberikan komandan untuk anakanak itu. ya. aku kan cuma pengen tahu isinya doang. kemudian buruan ! ( Nasir dia mengambil mengambil satu 50 lembar 50 ribuan.

( Nasir Karena berkat penampilan menjadi terus dengan yang bagus. perutku . Mereka lari keliling panggung ) Abdul : Tunggu. terus dikejar oleh kedua petugas. masuk Atet dan Kemal sambil berdendang.. aku kebelet tadi. Iwo sudah datang. : Bapak komandan ingin menyampaikan ucapan terima kasih kalian terhibur.. Iwo : Maaf friends.. : Banyak pinjam nih !! Atet : Tapi ini amanat buat kita bertiga.. Atet Nasir Kemal Abdul Nasir : Terus. kita berangkat ?! amat ! Eh. hai . ala kadarnya. atet dan Kemal lari. Bagaimana kalau kita tunggu Kemal dulu. bagaimana ?! ( Iwo masuk ) Tuh. Sir. Nasir : Itu mereka. Nanti kita sarapannya samasama. mau ngapain dong ?! : Mau ngasihin uang !! : Ngasih uang buat apa ? ( mereka berhenti berkejaran ) : Kamu aja yang ngejelasin. kamu !! ( mendengar teriakan itu. sebentar lagi pasti dia datang. bengong.224 Kemudian. Kedua petugas itu buru-buru menyelipkan uang kutipan serta amplop itu kedalam kantung baju mereka. Sementara Atet dan Kemal seperti percaya kenyataan yang mereka hadapi ) Kemal Atet Kemal : Duit ?! Wah. tamu-tamunya amplop menyerahkan nggak keluar bersama Abdul. berapa banyak isinya. ya ?! : ( Mengeluarkan isi amplop ) Seratus ribu . buat Tet bagaimana kalau kita lapar sedikit sarapan. tunggu dulu !! Kami datang bukan mau menangkap kalian .. Tapi sekarang sih sudah lega.

Iwo Kemal Atet Iwo Iwo : Duit. Atet + Kemal Padang yang di belokan jalan itu. Mei 2004.. tadi petugas yang menangkap kita kemarin datang kemari. : Baik juga hati komandan itu. : Nah. ya ?! : Ya !! sekarang mari kita pergi kerumah makan : Nah. Atet + Kemal : Let’s go . ( menyerahkan amplop )..... . setuju .. ini uangnya. Komandannya menitipkan duit buat kita . Kita pesan nasi kapau dengan ayam bakar bumbu balado yang lezat itu.225 Atet : Wo. ( mereka berjalan berputarputar sambil bernyanyi ) Lagu Symphoni Anak Jalanan Kucoba-coba menapis madu madu kutapis sengat kudapat kucoba-coba menulis lagu lagu kutulis uang kudapat Jamane-jamane jaman edan asyik jadi anak jalanan walaupun susah mencari makan namun tak pernah menjadi beban Sungguh enak anak-anak jalanan anak jalanan banyak kawannya walau disaku uang tak ada tetap berdendang tertawa-tawa Selesai Parakan Resik. berapa banyak ?! : Seratus ribu.

226 BIODATA PENULIS : NAMA ALAMAT Telp. 14 Bandung : (022) 7501232 . Parakan Resik No. : IGN. Arya Sanjaya : Jl.

227 Syair Kamelia pp Nasib bunga diperantauan Bertaut asa menyulam duka Adat dan budaya dijunjung tinggi Sopan dan santun Telah dijaga.kenapadaku Yang durjana ? Kasih entah kemana. cinta jauh dimata “AkulahKamelia yang terbiar disangkar kerinduan yang membakar” Naskah oleh : Tri Aamalia Lestari .

Betawi ataupun Sunde. Tapi asal kau tau Kamelia. nak menyaingi Tuhan ke ? kite ni duduk dekat perantauan bang. merekelah yang berani-berani nak tantang abang jadi ye abang terime aje. Para penduduknya senang bersenda gurau. mesti boleh jage diri dan adapt. abang dihantam oleh tujuh orang Jawe tu. Kau tu . Kite cume hidup bedue. iye kan ? Sudah berape kali abang mace mini. satu due kali pukul tunggang langgang lah mereke lari. Entah tu orang Jawe. bile kite juge tak sopan. kite ni orang Melayu yang terkenal jago dan terhormat jadi pantanglah bagi abang dikalahkan same orang-orang Jawe yang ilmunya tak cukup ( sambil menunjukkan kelingking ) pantang dek abang cume nak tunjuk meski kite ni tinggal di negeri orang tapi kite ni tetap orang Melayu yang hebat dan pantang menyerah.tak jera ke ? ” ( sambil mengobati luka-luka Samsul ). itulah yang buat mereke meradang. ” Kamelia : “ Abang-abang. Kamelia yakin pasti abang yang belagak. tetapi bukan bemakne abang mesti betengka dengan orang-orang sini. Kemudian disusul teman-teman dan tetangga Kamelia. ” Samsul : “ Eh Kamelia sini abang nak cakap. Dari kejauhan datang Samsul dengan luka-luka di tubuhnya. nanti orang kate bunge dese yang parasnye bak rembulan tu da redup. janganlah abang betengka lagi. ” Samsil Kamelia : “ Hei kenape ni adek abang jadi marah-marah. bile persatuan bangsa ini taka ade. sesekali menyeru gadis desa itu. Melayu. mereke semue tu saudare kite. Buruklah orang tengok. Disana terdapat komunitas kecil daripada orang-orang melayu yang merantau. jadi betul abang betengka lagi dengan orang-orang Jawe tu. Setelah suasana kembali sepi. suke sangatlah abang betengka. abang babak belo macam ni bukannye kalah. : “ Bukannye abang yang nak betengka. saling memberi nasehat dengan bersenandung dan menari bersama. Orang takkan hormat kite atau anggap kite ni terhormat.” : “ Abang dengalah cakap Kamelia kali ni aje.” Kamelia : “ Abang cakap macam cume abang yang paling terhormat dimuke bumi ni.ha…. negri kite kan hanco. hargailah prajurit yang susah payah beradu di medan perang ”. Di depan halaman rumah. Samsul : “Cakap kau macam ceramah kopral aje. cume itukan yang kau risaukan.228 BAG. teruklah badan ! Kenapelah abang ni. terdapat sebuah kampung bernama kampung melayu. Bukankah semestinye bangsa yang beragam ini menjadi satu buat menghadapi Belande. Kamelia Samsul : “ Abang ade apeni bang… ? Uww… pastilah abang betengka lagi. Sebut aje pengase jagad raye. soal kecillah tu. Ha…. ini negri orang janganlah suke mengacau. Kamelia sedang menyapu halaman lalu lewatlah beberapa orang pemuda yang menyapa Kamelia dengan lirikan dan siulan. Tercipta suasana kampung yang asri seperti di kota melayu layaknya. Kamelia meneruskan pekerjaannya di teras. I Disuatu tempat kecil di Batavia. abang tau sendiri kite ni masih dijajah Belanda. sudahlah yang penting abang kau ni selamat. Alamakjang……hari ini tujuh orang besuk sepuluh orang besok lagi satu kampunglah nak pukul abang. Merekapun saling menyapa bersenda gurau penuh keramahan.

Kamelia cume punye abang kalau abang terluke atau terbunuh siape nak tolong Kamelia ni ? ” BAG. Abang nak saran supaye Midah tu buke kedai aje. Kamelia : “ Hai Midah ade ape ni kau cari aku. bukannya ape-ape bang. Dia abangmu ? ( sambil berbisik dan tersenyum malu ). die ni jugelah yang kerap beri semur jengkol kesukaan abang tu... Kalau perlu Midah anterin setiap hari kalau abang demen mah ? ” Samsul : “ Ah tak payahlah nanti buat susah Midah. jadi enggak bakalan deh kehabisan kalau abang pesan semur jengkol ama aye . Owwh aku pahamlah ( sambil berbisik ). ade laying ke untuk aku ? ” . namenye Hamidah orang Betawi asli. II Disela pembicaraan Hamidah datang sambil berlari kecil. Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia : : : : “ Kamelia…! Kamelia…! ” “ Hamidah kenape kau ni ? Ade ape ? ” “ Ini aku…. Sebenta ye abang nak ke belakang..229 taulah alasan sebenarnye. “ Betul kenape ?. ” Hamidah : ( Tersenyum salah tingkah sambil mencubit Kamelia lalu mengulurkan tangan pada Samsul dan disambut hangat pula ) “ Ngomong-ngomong abang suka semur jengkol juga ye ? Duh… aye jadi semangat ni masak. ancing aye punya kebun jengkol sebelas hektar bang. janganlah abang betengka lagi. ( terpotong karena terkesima melihat Samsul yang ada disebelah Kamelia ). ” Kamelia : “ abang sekali lagi Kamelia cakap.abang betengka ni kerne abang tak suke dengar mereke betaruh demi merebutkan kau. Bang Samsul die ni kawan Kamelia. Mereke pikir kau ni emas ape ? aku tak terime orang-orang Jawe tu perlakukan kau mom tu dan aku juge…. Tapi abang betul-betul sukelah dengan semur jengkol Midah tu.. cakap-cakap lah kalian dulu ”.

ntar dicariin enyak lagi. beneran deh bang. tapi nak kemane kea bang ni ? ” “ Abang nak mandi ke sungai sebenta ”. macam manelah Midah tu. Kamelia Samsul Hamidah Kamelia Hamidah : : : : : “ Oww….. tadi cakap masih betah ”. Kabar kanda pun baik-baik disini. Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi kanda yang tidak memungkinkan dapat memberi balasan kabar untuk Kamelia.janganlah dulu terburu-buru nak balek. mendingan aye pulang aje deh. tau aje aye bawa beginian ( menyerahkan surat ). ” “ Iye. jage rumah baek-baek ye Kamelia. nanti deh Midah kenalin sekalian abang ama enyak babe aye…. waktu abang lu berkelahi dipasar sama Jarwo. Sayangnya pasukan kita sedikit. sekarang ni aku nak bace layang. “ Bukannye macam tu. Apa kabarmu adinda ? Kanda harap dinda selalu dalam perlindungan-Nya. tapi syukurlah die juge pergi ” ( baca surat dr. ” “ De ile keterlaluan banget lu jadi temen. “ Gue sih sebenarnya udah sekali ngeliat abang lu. kalau gitu aye jadi pulang deh. engkau abang tinggal tinggal dulu ye dengan Midah ” ( wajah Midah langsung kaget ). Assalamualaikum ”. “ Kagak kog bang. Saat ini kanda masih berada di kampung. Berperang melawan Belanda. ” “ Hem…hem… “ ( keluar dari pintu dan mengejutkan Kamelia dan Midah ). “ Setelah aye pikir-pikir. barangkali… he… he…” Samsul Kamelia : : “ Ye tak ape-apelah kalau memang macam tu.sakit tu ” ( Kamelia tertawa usil ). tapi Kamelia tak usah gundah dan gelisah sekarang kanda sudah sehat dan . Macam manelah Midah ni. “ Ah tak ade ape-ape lah bang. Kepada pujaan hatiku Kamelia. aku nak bace laying sorang aje. ” “ Eh non ( menepuk bahu Kamelia ) aye ngomong abang lu.. ” “ Uww…. Maaf apabila telah lama menanti datangnya kabar dari kanda.. kenapa nggak kemarenkemaren lu kenalin ke gue ? Heh dengar kagak sih ! ” “ Iye…. tapi aye kan belum tau ntu abang lu. ” “ Ape cakap kau lah Midah. pergilah kau balek dulu nona manis. “ Terime kasih ye Midah tak percume lah aku ni punye anak tukang pos.iye kalau takdir nak temukan kalian sekarang tak ape lah kan ”. baru saja minggu lalu kanda pergi lagi ke medan pertempuran. Eh abang lu cakep juga ye ? Kenapa nggak lu kenalin dari kemaren-kemaren ”. Pan pas tuh jalan mau ke sungai leat juga rumah aye. aye masih betah disini. “ Waalaikumsalam ( menggerutu sambil membuka surat ). nanti aje kalau rase masih betah. baru aja gue kasih surat diusir ! ”. sehingga kita kalah dan kandapun ikut terluka. “ Eee… ke sungai ye bang ye. tak taulah Midah ni katenye nak balek ( Midah mencubit Kamelia ) Auww…. malu lah aku ditengokkan engkau.230 Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Samsul Kamelia Hamidah Samsul : : : : : : : : : : : : “ Kinclong juga otak lu. Oh iye Kamelia abang nak keluar sebenta. Amin. Kan mumpung ada yang nemenin aye. Satrio ).

ade sesuatu ke yang menimpe atau kanda lupe dengan janji kite ? ( mengambil selipan bunga dahlia di sanggul ). Tapi …. Kamelia : “ Kanda…. Wassalam. Kamelia duduk seorang diri menanti kekasihnya akan datang. meskipun bunge dahlia ni layu. sekian jam dinanti tak kunjung datang. Satria ( Kamelia merasa sangat bahagia demi mendengar kekasihnya datang ) BAG. Kamelia kan tetap menanti. kanda ingin Kamelia datang dengan sematan bunga dahlia di sanggulmu. Ingatlah sebentar lagi kita kan bersua. Puas sudah menunggu malampun semakin larut. Parasmu bak purnama bersinar selalu kanda kenang dan terngiang-ngiang diingatan serta meracuni seluruh nadi ini. tapi ternyata hanyalah orang-orang yang lewat disana. Seandainya Kamelia tahu teramat dalam kerinduan kanda padamu pukaan hatiku. Percayalah kanda begitu amat sangat merindukan Kamelia. Kekasihmu. Kanda akan datang padamu tentulah dengan membawa sekantong hati untuk Kamelia. Mungkin karena kekuatan cinta kita yang membuat kanda terus bertahan dan berjuang. III Di suatu taman di bulan purnama. ( Sejenak termangu dan menggenggam surat dari satria. ade ape lah dengan kanda. Kanda harap Kamelia dapat menanti kanda pada malambulan purnama di bulan Agustus di taman tepi utan. Sekian menit. Kiranya sekian kabar dari kanda. lalu dia bersenandung ).kanda diperbolehkan pulang sebentar. lalu ia bergumam. . sesekali ia mengira yang datang adalah kekasihnya. Ada satu permintaan kanda. ada kabar baik untuk kita berdua. Dimane ke kanda saat ni.231 bisa membalas suratmu. ( sebentar mendekapsurat lalu membaca lagi ) Oh ya Kamelia. aku ni cume cemburu dengan purname yang bersinar tu. Betulkah kanda akan datang ? Bukannye aku ragu.

begitu to ? Pantes kudengar dari jauh merdu buanget suaranya….. Kamelia Samsul Kamelia : “ Abang. Kamelia : ( mulai gelisah & mengelak ) “ Tolong…tolong…! Tolong saye…! ” ( tiba-tiba dari balik hutan Samsul datang dan melihat adeknya dipermainkan oleh dua pemuda tadi. sudah bang berhenti !! Janganlah betengka bang…cukup…!! “ ( tak ada yang menghiraukan Kamelia ). Kamelia mencoba melerai mereka tapi percume ). Kamelia cume terbuai dengan rayuan kanda ”. kang.. ” Samsul Jarwo : “ Bangsat !!! cakap ape kau ni ?! Sini kan ku buat patah batang leher kalian semue ! ” : “ Samsul !!! Aku tahu kau hebat tapi kamu jangan berani-berani lawan anak buah Jarwo ! Kalau kau memang bernyali. Kamelia : ( mulai sebal & setengah marah ) “ Hey janganlah kurang ajar kau ni ” mukane ” ( Menghalang-halangi Kamelia ) Pemuda 2: “ Lha…daripada nganggur mendingan jalan sama kangmas Jaduk dan mas Sugina ” ( mengerdipkan mata ) Pemuda 1: “ Duk. lawan aje aku ! Jangan salahkan aku bile kubuat habis kau malam ni juge ! ” ( akhirnya terjadilah perkelahian sengit antara Jarwo dan Samsul. Jarwo : “ Ada apa ini ? ” ( dua pemuda tadi langsung menghampiri Jarwo dan mengadu ). Samsul pun marah ). apa kau lupa ?! ” Samsul : “ Tak payah banyak cakap kau Jarwo. Aku juga masih ingat kekalahanmu kemaren. ( akhirnya Kamelia pun beranjak pergi. Samsul : “ Hey awas kau ! lepaskan adekku atau kubuat mampus kau “ ( 2 pemuda tadi melepaskan tangan Kamelia tapi Samsul tetap menghajar dua orang tadi.inikan adeknya Samsul to ? Anak kampung Melayu.ha.! “ : “ Tapi bang… Kamelia tak mau tinggalkan abang…” Pemuda 1: “ Itu kang Jarwo. : “ Kamelia cepat kau pergi dari tempat ni ! cepat. piye ? Tapi…sik tak colek sithik..tapi nggak papa to kalau aku colek sedikit badannya.. lalu tiba-tiba datang Jarwo musuh Samsul ). Samsul memukul kita berdua padahal kami cuma mau nganter adeknya Pemuda 2: “ Mau panggil sopo ? Saiki wis gelap. Pemuda 1: “ Mau kemana nona manis… kok sendirian malam-malam begini ?” Pemuda 2: “ Iya.he.. ” ( mencolek Pemuda 1: “ Wuih…galak ! Masak begitu aja kok marah to mbak..ha. Percuma ha.mau berteriak katanya Duk. hati-hati kowe ngerayu. lagi kesepian ya… boleh dong kita temenin ” ( mencolek badan Kamelia )..232 Sekarang Kamelia taulah kanda ni takkan datang.. datang dua orang pemuda mencoba menggoda Kamelia ). langkahi dulu mayatku.. ” Pemuda 1: “He…he…he.ha. ojo nesu mbak…nanti elek lho . ndak ada yang denger. Ayo No…arep melu nyolek ora ?” Kamelia : ( memukul tangan pemuda 2 tadi ) “ Jangan cobe-cobe nak pegang aku atau aku teriak ! ” pipi ). ” Pemuda 2: “ O. mumpung nggak ada Samsul.kayak Siti Nurhaliza he.he.. belum lagi selangkah melangkah.

Sekarang kau boleh menang. apalagi nak buat abang terok macam ni ”. IV . : “ Kemane aje kau ! Untung ade abang cube bile tak ade. hanya menepi ). justru sebaliknya akan kujadikan istri ketigaku. : “ Tidak. : “Ahh…sudahlah kite cakap dirumah aje ” ( Akhirnya mereka kembali pulang ke rumah ). ” : “ Diamkau !!! ” ( setelah lama berkelahi akhirnya Samsul menang juga melawan Jarwo dan anak buahnya babak belur ) : “ Awas kau nanti. mampuslah kau Kamelia ! ” : “ Maafkan Kamelia bang. ( Jarwo langsung lari ). Kamelia tak akan pergi bang ! ” : “ Terserah kau lah bile kau nak pilih mampus disini ! ” : “ Tenang Samsul…adekmu tidak akan kubunuh.233 Samsul Kamelia Samsul Jarwo Samsul Jarwo Kamelia Samsul Kamelia Samsul : “ Bodoh !!! Nak mampus ke kau disini ? cepat pergi ! Dengarkan cakap abang ! cepat !” ( Kamelia tidak mau pergi. tapi aku akan bales ini !! Cuih ” parah. : ( mendekati dan menuntun Samsul ) “ Abang…abang tak ape-ape ? Luke abang tampak BAG. tak ade maksud Kamelia nak susahkan abang. ingat akan kubayar hutangku padamu. marilah kite cepat balek kerumah aje ”.

: ( menunduk ) “ anu…hem… laki-laki bang ”. lepaskan hubungan kau tu. Kamelia sudah berape kali abang cakap. : “ Maafkan aku la… aku baru saje selesai menanak nasi. die tu orang baek bang. abang dah muak !!!! ”. die tak datang.. Samsul : “ Aku heranlah dengan kau ini Kamelia. kawan kite satu tu belum datang ” : “ Kite tunggu aje lah dulu ye ” ( Dahlia dan Nurul duduk di teras ). emm sebetulnya Kamelia… tadi sedang nantikan seseorang ”. : “ Ape ? jadi kau tadi jumpe dengan laki-laki dan abang tak tau ?! ”. : ( masuk kedalam rumah sambil menangis ) : ( Lalu Samsul pun menyusul masuk tanpa rasa bersalah ) ape maksud kau ni ? Laki-laki atau perempuan ? !” BAG. Dulu kami jumpe ketike kite datang pertame kali di pulau seribu. disini ajelah ” . abang tak ndak kau dekat dengan orang Jawe manepun. janganlah sekali kali dekat dengan orang-orang Jawe macam mereke tu ! ” ( memukul meja ). Jangan lah terburu-buru. dieorang Jawe ”. ingat kan bang ? ” Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul : ( Sedikit berfikir ) “ Tak ” !!. sudah tibe rupanye ”. : “ Owhh.? Seseorang ( penasaran ). tak macam orang-orang Jawe tadi. Pokoknye abang tak nak tau. masuklah tak sopan orang orang tengok tamu duduk diluar malam-malam macam ni. : “ Marilah kite pergi. ah ! abang tak tau lah.. Kamelia Dahlia Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Dahlia : “ Eh Nur. lagipun Hamidah belum datang ” : “ Oh iye ye. Dahlia. : “ Orang Jawe !!! Kamelia. : “ Anu… hmm.. Ape sebenernya yang kau sembunyikan dari abang ? kenape kau pergi tak cakap dulu dengan abang ?” Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia : “ Ehmm. : “ Kamelia tak jumpelah dengan Satrio. Die seorang prajurit yang saat ini ade di medan perang melawan penjajah.. kami cume buat janji nak jumpe sebenta disane “. entah ape yang timpe kau sekarang ni. : “ Eiyy… ngape ni kalian duduk diluar. V Kamelia menyalakan lentera diteras rumah. Orang mane ?!!!. mari masuk ” : “ Ah tak ape ape. beberapa saat kemudian Dahlia dan Nurul datang. ustadz sudah menanti ”.. ketike Kamelia jatuh di pangkalan.. : “ Abang diracun kepicikan akal dan otak yang kotor ! Kamelia ni tak sedang betaruh asal muasal tapi betaruh cinte bang…” : ( ingin memukul Kamelia lalu diurungkan ) “ Tau ape kau soal cinte hah !!!!”. : “ Tapi bang… Satrio bukan orang yang macam abang bayangkan. : “ Belum siap ke kau Kamelia ? ”. Masih inget kea bang ? Die yang selamatkan Kamelia.. namenye Satrio.234 Didepan teras Kamelia mengobati luka Samsul. : “ Seseorang.

malu tambah eloklah wajah kau tu ” : “ Ih… abang. banyak luka-lukanya. hmm ( mengagetkan Midah ). aku setujulah tu ” : “ Ah kalian ni bise aje. marilah masuk ” ( diteras Samsul menaruh ayam itu dalam kurunannya. Kamelia dan kawan-kawan Midah sudah tunggukan Midah. : “ Kite ni dah lame nanti.. Ade abang. aye mau ” : “ Owwwh… Midah.. kebetulan deh abang disini.ha…. Tapi bener deh….. marilah masuk ke dalam. : “ Eh kalian udah disini ya…. ” : “ Kau pandai betulah memasak. kau punye banyak sulaman ke ? ” : “ Oh iye tentu. Ye tak Dahlia ? ” : “ Iye. jadi ya aye pikir mendingan aye nengok sekalian gitu. biar kukasih tunjuk ” ( Mereka bertiga masuk kedalam lalu Samsul berselisih sebentar keluar sambil membawa ayam ) : “ Eh ade tamu kirenye. ” : “ Ehmm…. ). ye bang ye…. Kagak ade ape-ape sama kite berdue. ” : “ Ade juge. ( memberi rantangannya ) sayur jengkol kesukaan abang he… he…. kagak ape-ape bang aye ikhlas kok. mari masuk. ayekan kagak enak hati bang ” ( menyenggol Samsul ) : “ Eh abang ni sungguh-sungguh ”. ” : “ Bawe ape kau tu Midah ? ” : “ Oh…… ini sayur jengkol buat abang elu. Eh Midah sudah datang rupanye “ ( sambil tertawa kecil ). Aye kesini sekalian mau ngasih ini bang…. payahlah Midah jadinye ” : “ Ah… abang bise aje. : “ Ah abang bise aje. tapi tak payah lah kerap betul beri abang semur jengkol.? ” : ( berbisik ) “ Kawanmu dah diluar……….. aye pan malu bang… ” ( menyenggol lagi ).. nanti abang bise minte terus. jaranglah ade gadis macam kau ni “ : “ Duh… abang jangan bikin jantung aye berdebar-debar. : “ Eh…. bener deh……. iye tak Kamelia ? ” Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Kamelia Dahlia Hamidah Kamelia Hamidah Nurul . : “ Malu macam mane ni ? kau ni bile. tak ape-ape lah Midah. abang kire gadis manelah tadi. banyaklah aku punye ” : “ Boleh ke kami nak tengok sebenta. mane tau ade yang aku suke… boleh lah juge bile aku nak beli.235 Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Samsul : “ Oh ye Kamelie. : “ Kenape pulelah harus menyesal. bekenalan dengan orang sebaik Midah ni “ : “ Hamidah abang nak…… ” : “ Iye… bang… ” ( geer ). : “ Hamidah………? “ : “ Iye bang……… ” : “ Midah…….“ : “ Betulkah ??? Terime kasih banyak ye Midah. kite sangke Midah tak ngaji… tapi taunye…? ” ( ha….? ” : “ Kenape bang…………. " : “ Iye bang… bentar. katanya pan kemarin habis sakit. ( mencubit Samsul ) genit deh ! ngapa kagak dari dulu abang ngomong kayak gini… jadi pan kagak ade penyesalan diantara kite berdue bang ”. sesaat kemudian Hamidah datang membawa rantang sambil tersenyum malu ).

hati-hati ye di jalan ” : “ Eh……. kapanlah kite jadi pergi. pasti kau dilarang pacaran ye ? ” : “ Ssst…. Die…. he…. kenape die tak datang ? ” : “ Itu die masalahnye ( menunduk )…. cume saje die beri gambaran kenyataan. Kadang mereke rase lapar. Gimane kemarin.. sakit dan letih. Lupa apa ye….. lagian pan dulu elu yang ngejar-ngejar die. lalu cari gadis dese lah die disane. Satria tak mungkin buat laku macam yang kau cakap ” : “ Terserah kaulah Kamelia nak pecaya atau tak. tapi ade ape dengan Satria. Kamelia…. jadi kagak ketemuan ame Satria…. cume wanitelah yang bise buat mereke rase bahagia. meradanglah die ” : “ Ye…. tentulah kau tau sendiri gimane lelaki buat bahagia dirinya ” : “ Maksud elu. yang penting bagi mereke tu… bagaimane buat mereke bahagai dir mereke sorang dan melepas rase tegang yang ade. tapi tak itu aje. aku tak tau lah ! Tapi sampai kapanpun aku nak nantikan die ” : “ Memang payah punye pacar prajurit perang. Ah tak taulah aku. tapi di tengah kampung yang sepi itu.. gimana dulu aku dikhianati oleh prajurit perang brengsek tu ” : “ Ha……. emang ngapa sih abang lu pake marah segale ? ” : “ Taulah aku.236 Kamelia Samsul Hamidah Kameia Hamidah Nurul Kamelia Dahlia Kamelia : “ Iye betullah tu ” : “ Cakap ape kalian ni ? Sudahlah abang nak masuk dulu. he… he…” : “ Iye tapi kau kini juge macam itu kan ? ” : “ Sudah ! sudah ! kalau macam ni terus. ! iye betul. yang lebih parah lagi aku tak jumpe dengan Satria. Tapi kau tau kan.? ( dipukul Nurul ) au… pakai acara ngasih semur jengkol lagi …. iye betulah kite tau die beperang membele rakyat. Nurul Kamelia Dahlia Hamidah Dahlia Kamelia Nurul Hamidah Nurul Hamidah Nurul Kamelia . nanti dengaran oleh abang aku. Diam ! diam….. marilah tak payah dibahas lagi ” ( mereka pun akhirnya pergi ). mungkin…. iye tak ? ” : “ Janganlah kau takuti aku macam tu ” : “ Betullah cakap Nurul tu. Ups ( Kamelia mendekap mulut Hamidah ) kenape…… ? “ : “ Jangan keras-keras. tapi emang kagak naksir elu. hingge mereke pun tak bise bepikir jernih lagi.. Nurul dan Dahlia : “ Iye bang ” ( Samsulpun masuk kedalam ). apalagi kalau gratis…… hee…. Midah. mungkin aje die rase kesepian.. yang ade cume ketahuan bahwa aku ni punye pacar orang Jawe ”. : “ Owwh macam tu masalahnye. ” : “ Dahlia janganlah cakap macam tu. kenape die tak tepati janji. die tak punye maksud nak takutkan engkau. cari cewek gituan ? ” : “ Iye bukannye saat-saat tu. kehidupan orang di medan perang tu kejam. Die dah lupe dengan aku atau ade cinte lain dihatinye. ha…… ” : “ Hey kenape kau ni ketawe ?! ” : “ Pacarmu dulu tu bukan ngkhianatin elu. Kamelia.

!! Samsul ayo keluar ! jangan bersembunyi saja !……. Fitnah macam pule tu…… sejak kapan kau jadi jaksa Jarwo ? Pasukan Jarwo : Samsul Jarwo Samsul Jarwo Pasukan Jarwo Samsul Jarwo : “ Aku hanya mewakili mereka saja…. Jarwo : “ Samsul..237 BAG. VI Pasukan Jarwo datang dengan teriakannya yang berapi-api sehingga mengundang tontonan warga sekitar.ayo keluar !! “ “ Iya…. jangan sok jago kau disini ! ” : “ Cakap ape kau ni…... ganggu orang aje…. Cakap ajelah kau nak bayar hutang kekalahan kau dulu “ ( dengan santai duduk diteras ) : “ Kau jangan sembarangan ! aku kesini mewakii seluruh warga disini yang ingin mengadili kamu ! kamu sudah sepantasnya mendapat hukuman karena telah mengganggu ketentraman warga disini ! kamu sudah jadi pengacau ! ” : “ Benar ! benar itu ! bakar saja rumahnya ! adili….! hajar saja ! pukuli !! “ : ” “ Alamak jang….! ” : “ Hey…… Samsul kau jangan pura-pura tidak tahu ! semua warga disini sudah tau siapa kamu.! Ade ape ni kau teriak-teriak.. kamu yang sering membuat onar dimana-mana ! Orang perantauan yang tidak tahu sopan-santun ! ini tanah kami.! ” . keluar kau….. sudah lama mereka marah padamu hanya saja mereka takut….! Mereka sudah muak melihat kau yang suka membuat onar dan menggoda gadis-gadis. alah…. ayo keluar ! keluar ! keluar ! “ : “ ( keluar sambil menggeliat ) Hay….

.….. pasukannya ) “…. Abang. dan…... Setelah puas. dari dalam rumahnya itu hanya terdengar teriakan berontak dan jerit tangis diiringi tawa puas birahi lelaki. Jarwo Kamelia Jarwo : ( mengusir semua warga kecuali. abangmu sudah tidak ada. tapi bukan hanya itu alasanku menghilangkan nyawa abangmu dimuka bumi. percuma kau berteriak wargapun tak akan datang menolongmu Kamelia ” “ Kang Jarwo…. merekapun juga memporak porandakan rumah Kamelia dan pergi menyisakan amarah dan dendam. !? ” : ( setelah menengok kanan kiri dan memastikan semua aman. Iye kan ?! Permainan kau sungguh kotor Jarwo !!!! ” : “ Ha……. Kemudian Kamelia yang pulang dari pengajian sangatlah terkejut melihat abangnya yang tergeletak. Tapi kami semua warga disini. Tinggalah Kamelia meratapi nasib yang akan mengubah seluruh hidupnya. Ayolah sayang kau mau kan denganku…. mereka keluar rumah dengan menyeret Kamelia keluar yang hanya berbalut selimut. Tenang masih ada aku……. semakin mundur ia melangkah hingga masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.abang Samsul !!!! bangun……. kamu tahu apa kesalahan abangmu ? Dia tak sopan sebagai warga perantauan selalu berbuat onar dan suka menggoda gadis-gadis. Abang….! Serang dia !!! ( berkelahi dengan Samsul dan disusul pukulan dari warga dan pasukan Jarwo ) mati kau Samsul !! habisi dia !! ” Setelah puas mereka memukuli Samsul yang sudah tergeletak tak berdaya. apalagi setelah tau abangnya sudah tak bernyawa lagi. Jarwo Pasukan Jarwo: Jarwo : “ Ayo manis jangan takut. Kau jangan pure-pure. : “ Dusta kau !!! abang aku tak suke buat ribut. ini hasilnya “ ( menunjuk mayat Samsul ). . Aku bisa jadi abangmu……. tapi Jarwo mendobraknya dan masuk kedalam. itu karne kau dendam. abangmu sudah tak bernyawa lagi. Setiap kali aku lihat wajahmu…. Jarwo menganggukkan kepala dan yang lain ikut masuk kedalam ) “ Tapi jangan ribut…. Ha… pintar juga kau menebak manis.! ” : “ Abang……. tak pernah menggoda gadis-gadis. aku terlanjur jatuh hati padamu Kamelia…. Ayo bubar semua …….? ( memegang tangan Kamelia ). kami boleh ikut ngga !? iya nih… udah nggak tahan ! lumayan barang bagus. bagi kang yo….. Jangan percaya dia ! sudah saatnya kalian terbebas dari ketakutan akan keonaran Samsul !!! ayo habisi dia…. dia diperkosa oleh Jarwo dan pasukannya. : ( Kamelia semakin gugup dan mundur perlahan ) “ Bajingan kau !!! pergi kau jangan dekat dengan aku !! ” ( melemparkan kayu ke badan Jarwo namun Jarwo semakin mendekat ) Kamelia Jarwo Kamelia Jarwo Kamelia Ketakutan Kamelia semakin menjadi-jadi diantara dan ketakutan. Hasratku semakin panas…. Jarwo…… drame ape yang kau mainkan ni ? berape kau bayar orang-orang kau tu ??? kau memang pintar memutar balik fakta ! ” : “ Lihat dia ! ( mendekati warga sekitar ) dia pintar sekali bersilat lidah. Lalu tak cukup itu. aku tau siape kau. Lebih dari itupun bisa…… bagaimana ? ” : ( memukul Jarwo ) “ Bangsat kau !!! kau apakan abang aku ?! Ape salah die hah ?!?? ” : “ Bukan aku…. sehingga orang-orang disini tak tahan lagi. kau sengaje kan nak buat macam ni.238 Samsul Jarwo : “ Jarwo……..!!! ( Kamelia menangis seadanya ) ” : ( mencoba mendekap Kamelia lalu ditangkis ) “ Sudahlah…… Kamelia.! ” Malang nasib Kamelia. mereka ketakutan.

kanda berade disamping Kamelia. Satria…. pemuda itu memanggil-manggil Kamelia. semue akan kuberi. air terjun pun tak bise gantikan keindahan hati ni. rasenye macam mimpi ” ( Kamelia lalu bernyanyi ) Satria Kamelia Satria Kamelia . VII Di taman tepi hutan yang rindang diperbatasan kampung datanglah seorang pemuda di remang purnama dengan balutan perban di tangankirinya dan sedikit memar di kepala. Kamelia dimana kau. sudikah kiranya kau memberikan maaf untukku ? ” ( sambil mengajak Kamelia duduk di bangku ). banyak yang meninggal dan terluka. Kamelia aku sudah datang Kamelia…. Sudahlah yang kanda selamat. tapi Kamelia kan selalu nantikan kanda disini. Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia…. Bak syair pujangge. sudah lama wajah ini aku rindukan apa kabarmu adinda ? ” ( menggenggam tangan Kamelia ) : “ Kanda tengok sendiri kan ? Kamelia bahagia sangat. Maafkan aku Kamelia. ” : “ Kamelia kau cantik sekali. : “ Jangankan maaf. ” : “ Ssstt…. Andaipun kanda tak datang dan khianatkan Kamelia.239 BAG. sehingga tak mungkin untuk……. Belanda menyerbu camp kami. Ibarat bunge dahlia tak akan layu bile disiram cinte ”. Senang sangatlah hati Kamelia. : “ Terima kasih kau baik sekali. aku tidak bisa menepati janjiku dulu padamu. ” : ( dari balik pohon Kamelia keluar dengan pakaian elok dan bunga dikepalanya ) “ Satria…. kanda sendiri ape kabar ? Ape ni kanda ?? luke… ?? Kanda terluke ?? ” ( meraba luke di tangan dan kepala Satria ) : “ Ya…gara-gara luka inilah. dinda tau ketika kanda berangkat pulang kesini.

aku baru ketemu bojoku ” “ Bojo sing endi ? ” “ Kamu ini kayak ndak tau aja. Kamelia permisi ye kanda…. tapi Kamelia senang akhirnya kanda penuhi janji. jawab !! “ ( Satria mencekik leher Bejo ). ono sing omong strees…. Pokokke ora ono sing gelem nampung Kamelia. Mungkin dia takut pada abangnya ”. terus Kamelia di… di… ” : “ Di… diapakan Bejo… !? “ : “ Di…. yakin. “ “ Sayang…. Maaf Kamelia tak bise lagi temani kanda.kancane kae “ ( takut dan gugup ) : “ Tidak…….. Kamelia ora dianggep maning nang kampung kiye. “ : : “ Indah sangatlah kanda… ( melamun ) hanye sayangnye……. ? apa maksud adinda ? ” : “ Ah tak ape ape. Bejo kamu masih kayak dulu! ” “ Ngapa kowe mbengi-mbengi neng kene ? ” “ He… he… ( tertawa malu ). purname sudah tinggi ” : “ Kenapa tergesa-gesa adinda ? ” : “ Kamelia harus balek. Ndak mungkin ! Kamu pasti mau ngerjain aku. Rumahnya diobrak-abrik… pokokke wis hancur ! melasi banget. Kamelia anak kampung Melayu. ” ( kaget dan mengelus bulu kuduknya ) ” kowe ora ngerti yo ? ” “ Tidak tahu apa ? ” “ Kamelia kan wis mati nem wulan wingi “ “ Apa maksudmu ? jangan buat aku bingung ?? ” : “ Temenan. Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo : “ Satria !! kowe wis balik toh. Pakailah kau pasti cocok. siapa lagi. ora guyon ? ” “ Sopo sing guyon ? baru saja dia pulang kerumah. Satria Kamelia Satria Beberapa saat kemudian tanpa sengaja seorang pemuda lewat yang juga teman lama Satria kemudian berhenti menyapanya. Assalamualaikum ” ( Kamelia lalu pergi di balik hutan meninggalkan rasa heran pada Satria ) : “ Kamelia… Kamelia… ( melamun lalu duduk ) mengapa begitu cepat dia pergi ? ah…. lihatlah gelang ini sengaja aku beli dari pedagang gujarat.. ” : : : : : : : : : : : “ Bejo…. dek mbiyen mase Samsul dikeroyok Jarwo karo kancakancane Jarwo nganti mati. ono sing omong edan. preman pasar karo kanca . : ( sambil kesakitan ) “ Wani disamber gledek ! swer ! Maning bar Kamelia diperkosa. Seandainye kanda datang menepati janji pasti Kamelia tak akan sendiri ” : “ Kanda tidak mengerti apa maksud Kamelia ? ” : “ Ah sudahlah kanda tak payah dipikirkan. ” “ Kamelia… ? Edan kowe. ( sesaat melamun lalu melihat purnama ) :Kanda sekarang waktunye Kamelia harus pulang. Kamelia tak sungguh-sungguh. wah curang kowe ora aweh kabar ndisik nek wis bali.240 Satria Kamelia Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia… aku bawakan sesuatu untukmu…. kanca- Satria Bejo Satria Bejo . abang Samsul pastilah marah bile die tau kite disini. Diperkosa Jarwo..

hingga tiba di depan reruntuhan rumah Kamelia tak ada apapun disana tapi Satria menemukan setangkai bunga dahlia yang diselip Kamelia dirambutnya diantara reruntuhan rumah Kamelia yang sekaligus menjadi kuburan tak bernisan.. bunuh diri…. 28 Agustus 1984 : Jl. dibayangannya Satria akan datang. dia kira itulah orang-orang yang telah memperkosanya. Sorogenen No. nganu…. Digambarkan kisah terakhir sejak Kamelia diperkosa.241 kancane dewek ora gelemnulungi. Hih! Aku dadi mrinding kiye ” ( lari lalu pergi meninggalkan Satria ). dia berlari-lari seperti orang yang tidak waras. Kamelia akhirnya nganu…. Satria : ( meremas bunga dahlia sambil terisak lalu berteriak ) “ Kamelia……………. hanya menangisi pabila sadar itu hanya khayal. Kaya kae kuwi. Setiap lelaki yang lewat dilempari dan dipukuli. Umbulharjo Yogyakarta ..!!! ” Miracle of february 2004 BIODATA PENULIS Nama Lahir Alamat : TRI AMALIA LESTARI : Rantau. terlunta-lunta hingga bunuh diri dengan sebotol kecil racun di depan reruntuhan rumahnya sendiri. wedi kena sial…… akhirnya ( sedikit gugup ) ya…. Satria tak percaya mendengar kisah itu diam lalu berteriak-teriak memanggil Kamelia. 27 C Nitikan.

242 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful