1 Drama Remaja

AKU vs AYAHKU
Budi Ros

PEMBUKA
GONG DUA BERBUNYI. PARA PEMAIN MUNCUL DARI PINTU MASUK AUDITORIUM, MENUJU PANGGUNG. SEMUA MENYAPA PENONTON DENGAN RAMAH : “ SELAMAT MALAM SEMUA, SELAMAT DATANG … APA KABAR ?. ” SESAMPAI DI PANGGUNG, PARA PEMAIN MENATA SET DAN PERALATAN LAINNYA. BAGUS, PEMIMPIN MEREKA, MEMBERI KOMANDO BAGAIMANA SET DAN PERALATAN HARUS DI TATA. KEMUDIAN DARI SALAH SATU SISI PANGGUNG MUNCUL MENEJER PANGGUNG, YANG MEMBERI TAHU BAHWA KOMANDO BAGUS TERNYATA SALAH. SET DAN SEMUA PERALATAN KEMUDIAN DI TATA ULANG SEPERTI PETUNJUK MENEJER PANGGUNG. SEMUA PEMAIN TURUT AKTIF MENYIAPKAN PERALATAN. MENEJER PANGGUNG DIBANTU BAGUS SESEKALI MENGECEK APAKAH SEMUA PERALATAN DITEMPATKAN PADA TEMPATNYA ATAU TIDAK. MEREKA MEMERIKSA DARI BEBERAPA SUDUT, KEMUDIAN BEBERAPA KALI MELIHAT ARLOJINYA, DAN KETIKA MENYADARI SUDAH WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI, MENEJER PANGGUNG BERTANYA PADA PARA PEMAIN MENEJER PANGGUNG :

2 Bagaimana, sudah siap ? PARA PEMAIN : Belummm … MENEJER PANGGUNG : Oke, cepat sedikit kalau begitu. LALU MENEJER PANGGUNG BERUNDING DENGAN BAGUS. KEMUDIAN MEREKA SEPAKAT, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN SEMENTARA PANGGUNG DISIAPKAN. MENEJER PANGGUNG TURUN TANGAN LANGSUNG MEMBANTU

PERSIAPAN, IKUT MENGANGKAT SET DAN PERALATAN, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN.

BAGUS : ( BICARA PADA PENONTON ) Ternyata repot sekali membuat pementasan teater. Tapi jangan kuatir, apa pun yang terjadi pertunjukan akan tetap jalan. Selesai tidak selesai panggung ini ditata, kami akan tetap main. Sebab kami berlatih sudah sangat lama, sekitar 6 bulan. Kami sudah banyak kehilangan waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Sia-sia sekali kalau kami tidak jadi main gara-gara panggung belum beres. Kami pun merasa berdosa pada Anda semua. Jadi jangan kuatir, kami pasti main. Malam ini kami akan membawakan lakon berjudul MARNI versus Ayah, lakon yang sederhana tapi seru. Seru di sini bukan saja ramai, tapi punya arti lain, yaitu Sedikit Ruwet. Ini lakon tentang pertentangan anak muda dan orang tua, pertentangan pop dan klasik, tradisi dan modern. Pertentangan yang sebetulnya tidak perlu ada. Tapi begitulah, nyatanya pertentangan semacam ini selalu ada, dari waktu ke waktu. Dan gara-gara pertentangan ini, kita semua sering kehabisan waktu. Cinta, kata orang bisa menjadi jawaban semua masalah. Tapi dalam kasus ini, cinta mengakibatkan banyak masalah.

3 Lihat, apa yang terjadi dengan Marni, tokoh utama lakon ini. Marni ! MARNI : ( MENDEKAT ) Ya … BAGUS : Lho, kok cengegesan ? Kamu kan ceritanya lagi patah hati. MARNI : Kan belum mulai ? BAGUS : Oh, ya. Tapi ini sudah waktunya mulai. Siap dong, aktris harus siap sebelum mulai. MARNI : Tapi panggungnya juga belum siap. BAGUS : Lho, belum siap juga ? Ya ampun, lama betul. He, menejer panggung, masih lama ? MENEJER PANGGUNG : Sebentar lagi. Ngomong aja dulu. BAGUS : Eee .. sudah berbusa begini. Bisa keburu pulang nanti penontonnya. MARNI : Ya … jangan dong. Para penonton, mohon jangan pulang dulu ya ? Betul, ya ? Kan belum nonton Marni akting. Nanti ada door prize-nya lho. BAGUS : Ngawur. Door prize, memangnya infotainment. Sudah, sudah, sana siap-siap. ( MARNI PERGI )

4 Maaf. Itu tadi pemeran Marni. Dia ceritanya patah hati melulu. Karena setiap kali Marni jatuh cinta, atau ada pemuda jatuh cinta padanya, babenya selalu melarang. Dan anehnya, sang babe selalu punya alasan yang sama: aku sayang sama kamu NAK, jadi aku harus menjagamu. Gile, memangnya cinta itu kejahatan. Atau janganjangan babe si Marni ngidam jadi sekuriti. MARJUKI : He, ngomongin gue lu ? Sompret kamu. Berani-beraninya. BAGUS : Siapa ngomongin ? Ini perkenalan tokoh, namanya. MARJUKI : Pakai diperkenalkan segala. Memangnya saya tidak bisa memperkenalkan sendiri tokoh yang saya mainkan ? BAGUS : Bisa, bisa. Justru ini untuk membantu situ. Supaya penonton lebih jelas, Marjuki itu tokoh macam apa. Soalnya akting situ pas-pasan. MARJUKI : Sembarangan ! Saya aktor. Main saya dijamin bagus. Dalam lakon ini Marjuki pun tokoh penting, jelas karakternya. Tidak perlu diperkenalkan. BAGUS : Tetap perlu diperkenalkan, kawan. Jangan kata Marjuki, capres juga perlu perkenalan, perlu kampanye. Kalau tidak, nggak akan dapat dukungan publik. Malah ada capres yang bikin buku dulu sebelum mencalonkan diri. Mereka membangun imej yang hebat-hebat tentang dirinya. Padahal, begitu jadi presiden, sami mawon. MARJUKI : Sudah jangan ngelantur. BAGUS :

Harus mengerti kemauan anak. BAGUS : Pinter. Mereka harus sama-sama jago akting. Presiden menjalankan amanat rakyat. tahu tidak bedanya capres dengan aktor ? MARJUKI : Tahu. Eh. misi atau amanat. kamu ngelantur lagi. Sekarang bedanya aktor dengan Presiden ? MARJUKI : Aktor menjalankan amanat lakon. BAGUS : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA . Bukan main larang. tidak boleh begitu. Dalam kehidupan nyata. orang tua seperti Marjuki. Kita semua masing-masing punya tugas. Terus ? Kenyataannya. BAGUS : Betul. dalam lakon ini punya tugas sebagai tokoh antagonis atau si jahat. Orang tua harus ngemong anak. saya bicara fakta. Marjuki. Sudah ah. BAGUS : Ini juga bagian dari amanat. Apalagi dalam urusan cinta.5 Saya bukan ngelantur. presiden menjalankan amanat rakyat tidak ? MARJUKI : Itu pertanyaan saya juga.

KECUALI MARNI DAN AYAHNYA ) LAMPU BERUBAH ADEGAN SATU BERANDA DEPAN RUMAH MARJUKI. ITULAH UNGKAPAN PROTES MARNI KEPADA SANG AYAH. SEBELUMNYA. SETELAH MENGGAMBARI SELURUH TEMBOK RUMAH. KATA MEREKA SELALU ( SEMUA PEMAIN UNDUR DIRI. MARJUKI BARU DATANG DARI KELURAHAN. MARJUKI : . SIANG. SEBAB SELALU DILARANG PACARAN. MARNI MENGGAMBARI LANTAI. IA MOGOK MAKAN DAN TIDAK KELUAR KAMAR 3 HARI TIGA MALAM. SEBELUMNYA LAGI.6 MEMILIH JALAN ( PARA PEMAIN SUDAH SELESAI MENATA PANGGUNG KEMUDIAN IKUT MENYANYI ) TAPI PARA ORANG TUA SELALU PUNYA SENJATA DAN KAMI TERKAPAR TAK BERDAYA “ JANGAN INI JANGAN ITU ”. MARNI PROTES DENGAN CARA MOGOK BICARA SEMINGGU. KAGET MELIHAT AKSI MARNI.

MARNI : Itu sama saja dengan melarang. MARNI : Marni juga capek. Soal protes dengan cara yang lain-lain itu. sekali lagi ayah tegaskan. Lukisan abstrak lagi. surealisme. 3 hari 3 malam mogok makan dan tidak keluar kamar. Tujuh hari mogok bicara. baru abstrak. Capek. Ayah tidak melarang kamu pacaran. seluruh rumah digambari begini ? Aduh … aduuhh … gambar apa pula ini ? ( MEMANDANG LEBIH SEKSAMA ) Ya ampun. Seluruh rumah digambari begini. MARNI : Itu kuno. Kamu pacaran tidak kenal waktu. Tapi lukisan abstrak ini. Marni … saya pikir protes kamu sudah cukup. Marni. MARJUKI : Apa salahnya kuno kalau baik ? MARNI : Apa salahnya modern kalau juga baik ? MARJUKI : Sudahlah Marni. malam. Protes model apa lagi ini Marni ? Masa. Beda. MARJUKI : Marni. Ayah hanya tidak setuju dengan caramu. ayah ingin kamu benar-benar memilih pemuda yang cocok. Ayah bisa terima. sore. ampun. Melukis itu ada aturannya. kemudian yang lain-lainnya. siang. okelah. MARJUKI : Lain. eh masih ada lagi.. Pagi. Itu satu. saya keberatan.7 Ya. Marni . jangan ajak ayah berdebat. Pertama orang harus melukis realisme. . Kedua. makanya kemaren seminggu diam.

bukan anak pejabat. “ Jangan dengan anak pejabat. kaya disangka KKN ” begitu. “ Jangan yang beda agama ” kata ayah. jelas dia anak baik. ayah melarang Marni dekat sama Ongky. MARNI : Dulu.8 MARNI : Sama ! MARJUKI : Mmm … berdebat lagi. MARJUKI : . Miskin tidak pantas. Apa lagi ? Apa ayah tidak ada kata lain selain “ jangan ” ? MARJUKI : Siapa rela punya anak pacaran sama pengangguran ? MARNI : Siapa bilang dia pengangguran ? Dia sekolah ayah. MARJUKI : Kalau sekolah ngapain tiap pagi mondar-mandir naik motor ? MARNI : Pagi dia ngojek. MARJUKI : Kapan sekolahnya ? MARNI : Anto Masuk siang. Marni dekat sama Anto. Sekarang. ayah juga melarang. se-iman. Lalu Marni dekat sama Taufik.

atau angkotnya dibawa orang lain baru main. Tapi catnya kurang. punya platform ! MARJUKI : Syarat yang diperlukan sebagai calon suami adalah hidup mapan. MARNI : Itu pendapat kuno. penghasilan cukup. Dia punya cita-cita tinggi.9 Kalau sekolah siang kenapa malam-malam sering datang ke sini ? Habis sekolah mustinya pulang ke rumah. Masih banyak yang harus Marni kerjakan. Permisi dulu. Kalau lagi sepi. Capek ! MARNI : Saya juga capek dan tidak ada waktu. ( PERGI ) . punya pekerjaan tetap. bukan main ke sini. Saya mau beli cat. MARJUKI : Biar kuno kalau baik apa salahnya ? MARNI : Biar modern kalau baik juga apa salahnya ? MARJUKI : Jangan mengajak berdebat Marni. MARNI : Malam dia narik angkot ayah. Kan tidak tiap malam Anto ke sini ? MARJUKI : O. apa yang bisa diharap dari tukang ojek dan sopir tembak ? MARNI : Jangan kuatir. dan sayang sama kamu. Seluruh rumah harus saya lukis. supir tembak ? Ampun Marni.

10 MARJUKI : Duh. . MEREKA BERGERAK TANPA PENGHAYATAN. Lala. PARA SISWI / SISWA SEDANG ESKUL MENARI. aduh … ( MENYANYI ) AMPUN … AMPUN … SUNGGUH-SUNGGUH MINTA AMPUN PUNYA ANAK GADIS PUBER SEMATA WAYANG REPOTNYA BUKAN KEPALANG MAU DIKASIH KEBEBASAN TAKUT JADI SALAH JALAN TAPI KALAU DILARANG BIKIN GEGERAN SIANG MALAM AMPUN. tarian kalian tidak akan menarik. dengan emosi atau greget. SIANG. Tapi bergeraklah dengan perasaan. Menari itu bukan asal bergerak. Irna. lalu pulang. semua tenang dulu sebentar. Audi. AMPUN …! LAMPU BERUBAH ADEGAN DUA AULA SEBUAH SMU. Hambar. ( SETELAH SEMUA TENANG ) Perhatikan ya. kosong. IBU WIWIK MEMBERI PENGARAHAN. Tanpa dibarengi perasaan. IBU WIWIK : Coba perhatikan semua. Seperti robot ! Dan penonton akan cepat bosan.

ya. YANG LAIN : Ya. bukan gue lagi. Lala bilang modern dance aja. kamu ngotot. Tapi provokatornya kamu. Langsung ya ? LALA : Istirahat dulu dong. BT nih.11 Menyedihkan. Coba pakai musik. Yuk. AUDI : Heeh. Keputusan bersama kan ? LALA : Ya. Pegel juga ya ? AUDI : Neyesel juga milih tari tradisi. Mana gerakannya lambaaattt … jawa banget deh ! YANG LAIN : Ember … IRNA : Siapa yang dulu ngotot milih tari tradisi ? AUDI : Eh. Sekarang coba lagi dari awal. Tontonan yang ditinggalkan penonton sebelum waktunya adalah tontonan yang sangat menyedihkan. pimpin teman-teman. Irna. eh. Ibu mau ke toilet. bu. teman-teman. ( PERGI ) IRNA : Baik. AUDI : .

( MARNI MENDADAK MUNCUL ) MARNI : Heh. mau hajatan rupanya ? Orang tua Anto mau melamar ? MARNI : Gila ! Tapi betul teman-teman. Datang dan bawa makanan apa saja.12 Gara-gara ibuku juga sih. pokoknya seru. Jangan mengeluh. Kalian harus datang. soalnya aku nggak sempat masak. Tahunya pegeeelll. ( PERGI ) AUDI : Acara apa sih ? . Ini acara kejutan. ya ? IRNA : Acara apa dong. katanya masih mogok sekolah. rujak kek. Gerakannya lambaaatttt … pantes Marni nggak mau ikut. Tradisi. supaya kamu kenal tradisi. latihan yang bener. AUDI : Mau ngecat rumah ? Wah. Kok nongol ? MARNI : Aku cuma mampir. jadi sengaja tidak pakai penjelasan. SEMUA : Eh. tradisi aja. aku punya hajatan. LALA : Heh. habis beli cat. nongol dia.. Apa saja. Kabarkan ke yang lain ya ? Dah . yang jelas ? MARNI : Datang saja. kueh kek.

ANTO : ( MENYANYI ) … DUDUDUDU … DUDU . ANTO SENDIRIAN. HATINYA GUNDAH. NIMBRUNG NYANYI ) UNTUK DIKENANG SIAPA BILANG CINTA INDAH CINTA INDAH SIAPA BILANG UNTUK DIKENANG DIKENANG UNTUK SIAPA CINTA INDAH BILANG CEPI : ( MENYANYI ) . DATANG DIAM-DIAM.. ( CEPI.. DUDU … YEYEYEYEY … YEY ... YEYE ….13 SEMUA : Mana tahu. HUHU . DUDU .. DU … HUHU ... HEHE …… SIAPA BILANG CINTA INDAH UNTUK DIKENANG DUDUDU … DUDU . MALAM.. HUHU … YEHE . LAMPU BERUBAH ADEGAN TIGA DI SEBUAH TEMPAT. DUDUDU . YEY .

Edo. Ini penting dan perlu diketahui semua orang. semua masalah selesai. Tapi begitu Cepi datang. karena ada Cepi. Ini ilmu kuno. Lala. Begini. bagaimana supaya ayah Marni bisa menerima kamu. Jadi harap sabar. Semua aman terkendali. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Kalau cinta diterima. kita memang bahagia. Tyas. Bahagia atau sengsara.14 SIAPA SANGKA. harus berpikir baju dan parfum apa yang pantas dipakai. Audi. dalam hidup ini ada dua hal yang harus diingat: sukses atau gagal. Menang atau kalah. tenang. Senang atau sedih. Untung atau buntung. dan hadiah apa yang pantas diberikan pada saat si dia merayakan ulang tahun. harus datang tepat waktu. Agus. CINTA MARNI DILARANG PAK MARJUKI ANTO : Setan kamu ! CEPI : Tenang kawan. tenang. Tapi sebelumnya dengar kataku. Kamu harus apel setiap malam Minggu. Dalam urusan cinta. CINTA MARNI BIKIN PATAH HATI SIAPA SANGKA. . Sayang orang sering melupakan. semua pernah punya masalah dalam urusan cinta. Jadi tenanglah. punya uang saku. Harap tenang. tapi manjur. Tapi sebetulnya ada sejuta resiko menunggu. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Sekarang aku sedang berpikir. Irna. juga hanya ada dua kemungkinan: diterima atau ditolak. Kamu ingat kan ? Bayu.

harus datang waktu sepupu-sepupu dia kawin. Tahap berikutnya. acara paling membosankan di dunia pun kamu harus datang. Jadi ditolak. ANTO : Siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Pada tahap yang paling serius. Kamu harus datang silaturahmi pada kakek-neneknya. Bayangkan. lebih repot. hanya gara-gara tidak datang waktu mereka bikin acara arisan keluarga. kamu akan dibilang orang paling sombong dalam keluarga mereka. sebetulnya lebih bagus. arisan keluarga. waktu kamu sudah nikah dengan dia misalnya. ( ANTO TERTAWA ) CEPI : Kenapa tertawa ? ANTO : Kamu penyitir yang hebat. Itulah resiko kalau cinta kita diterima seorang gadis. CEPI : Maksudnya ? ANTO : Kamu menyitir buku “ Enaknya Hidup Membujang ” kan ? CEPI : Kok tahu ? .15 ANTO : Memang siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Itu baru tahap-tahap awal. pada para om dan tentenya waktu mereka hajatan. atau ultah dan semacamnya.

Ogah aku jomblo seumur hidup. hafal sampai titik komanya.16 ANTO : Yang nulis buku itu pamanku. ANTO : Pantes. Aku pikir cuma aku yang hafal luar kepala. Anto ! Busyet. tadi siang ya ? CEPI : Bukan. tunggu. MEREKA SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI. akan kuterjang. MARNI TIDAK DI RUMAH. Kapan kamu baca buku itu. SIANG IRNA. dan ingin suatu saat hidup bersamanya. Tapi maaf Cepi. harus bisa. MARJUKI MENEMUI MEREKA. ( PERGI ) CEPI : Anto. Romeo sekali. Aku betul-betul sayang sama Marni. Aku sudah baca sebelum buku itu dicetak. Apa pun rintangan yang menghadang. AUDI. . ternyata kamu lebih hafal lagi. Bisa tidak bisa. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI DATANG. Tadi sebelum ke sini. aku tidak sepakat dengan buku itu. ( MENYUSUL ANTO ) LAMPU BERUBAH ADEGAN EMPAT RUMAH MARJUKI.

Dia juga pesan supaya kami bawa makanan. lukisan-lukisan yang memenuhi rumah ini. Kapan Marni menyampaikan undangan dan bilang ada hajatan ? AUDI : Kemarin. Marni mampir ke sekolah. terimakasih. Jadi tidak pakai penjelasan acaranya apa. silahkan masuk semua. om ? MARJUKI : Sekitar jam 8 mungkin. Terimakasih . acara kejutan. LALA : Ya. Sebab setahu saya tidak ada kejutan lain.17 MARJUKI : Silahkan.. Buru-buru rupanya. Keliatannya kemaren dia buru-buru sekali. MARJUKI : O. malah tidak pamit. ( SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI ) AUDI : . Ini om. Marni tidak akan sempat masak katanya.. begitu ya ? Ya . IRNA : Marni bilang. Mungkin yang Marni maksud acara kejutan ya ini. Kami pun tidak punya hajatan apa-apa.. Habis beli cat dan banyak pekerjaan di rumah. SEMUA : Terimakasih … AUDI : Marni pergi jam berapa. kami bawa jajan pasar. ya. Jadi silahkan menikmati lukisan-lukisan ini.

IRNA : Sangat luar biasa ! ( BEBERAPA SAAT DIAM ) Om. IRNA : Luar biasa. di sekolah Marni tidak pernah belajar.18 Ini semua Marni yang melukis om ? MARJUKI : Ya. MARJUKI : Saya juga kurang tahu.. SEMUA : Oh … luar biasa. AUDI : Apa ini yang dikerjakan Marni selama seminggu lebih tidak masuk sekolah ? MARJUKI : Marni mengerjakan ini hanya sehari semalam. Sejak kanak-kanak Marni lebih tertarik menari atau menyanyi. Marni semua. Sangat berbakat. LALA : Fantastis ! IRNA : Di mana Marni belajar melukis om ? Setahu saya. .. ada apa sebetulnya dengan Marni ? LALA : Apa dia sedang jatuh cinta dan .

saya lihat. Saya hanya meminta Marni memilih pemuda yang tepat dan jangan pacaran sembarang waktu. lihat lukisan yang sebelah sini. Jangan sampai pacaran mengganggu jam belajar. sangat … AUDI : … sangat dalam ….dan om melarangnya ? MARJUKI : Saya tidak pernah melarang. Saya bisa menangkap. Itu kan tuntutan umum setiap orang tua ? IRNA : Mungkin cara om meminta pada Marni terlalu keras. kami-kamilah yang lebih tahu apa yang kami butuhkan dari orang tua.. IRNA : Maaf om. terluka hatinya.. . MARJUKI : Ya. dan Marni terluka hatinya. luka hati yang sangat. sebagai orang tua om tentu lebih tahu bagaimana menyayangi anak. lihat semua lukisan itu. dan … LALA : . IRNA : Ya. Lihat om. . ( PADA AUDI ) Bukan begitu ? MARJUKI : Mungkin begitu … AUDI : Lihat om.19 AUDI : . Tapi sebagai anak.

AUDI : Apa yang om rasakan waktu melihat gumpalan warna putih itu ? MARJUKI : ( BINGUNG ) Ee … e . karena kepedihan yang sangat. hampa. AUDI : Saya merasakan hati pelukisnya yang tengah kosong. waktu Marni melukis itu.20 AUDI : Om lihat warna putih yang menggumpal seperti awan ? MARJUKI : Ya. darahnya tengah berhenti mengalir. warna hitam di lantai sebelah sini ? MARJUKI : Yang mirip gua karang bolong ? AUDI : Ya. Apa yang timbul dalam imajinasi om memandang lukisan ini ? MARJUKI : ( BINGUNG ) . IRNA : Bisa jadi hati Marni serasa terbang ke awan.. hilang harapan. LALA : Mungkin. AUDI : Om lihat. sebab bumi tempatnya berpijak tidak memberi harapan apa-apa.

jadi malu kalau terlambat. saya ada rapat RT di kelurahan. om harus bicara dan mengabulkan keinginannya.. soal bicara dengan Marni saya rasa itu usulan yang baik. IRNA & AUDI : Harus.. saya akan kabulkan apa pun keinginan Marni. LALA : Seperti masuk sumur tanpa dasar. ada semacam . Saya kan ketua RT paling senior di kampung ini. Tapi kalau soal mengabulkan keinginan Marni. Semua lukisan ini adalah isyarat yang sangat jelas.. Saya sudah terlambat. harus saya timbangtimbang dulu. gelap . ya. Mungkin ada keinginan terpendam yang tidak kesampaian. atau bagaimana ? AUDI : ( BINGUNG ) Mungkin … IRNA : ( BINGUNG JUGA ) .21 Ya . Kalau saya jadi om. maaf ya. Dan saya sudah sering mencoba. anu. tanyakan apa yang terjadi. IRNA : Saya merasakan masa depan yang suram. LALA : Ya. hati Marni sedang kacau. AUDI : Persis ! IRNA : Mungkin sebaiknya om bicara dengan Marni. Dan. MARJUKI : ( RAGU-RAGU ) Ya. Apa kalian mau menunggu Marni pulang.

Nanti kami datang lagi kapan-kapan. LALA : Ya. Ini pasti akal-akalannya si Marni sama si Anto. tapi sekedar untuk ngobrol dan pamitan. ( TEMAN-TEMAN MARNI PERGI ) MARJUKI : Kurang ajar. kami gembira sekaligus sedih atas acara kejutan ini. Aku mau jadi TKI ke luar negeri. Berani-beraninya kasih nasehat sama saya. MARNI : ( MUNCUL DARI DALAM ) Jangan menuduh sembarangan. Dan aku akan terus protes sampai ayah mengijinkan aku pacaran sama Anto. Semua yang mereka lakukan tadi. Aku sudah mencegah tapi mereka ngotot. Itu protesku selanjutnya pada ayah. IRNA : Sampaikan pada Marni. Aku susah payah membiayai anakku. adalah isnisiatif mereka sendiri. Apa lagi Anto. Aku tidak tahu apa-apa. ya … saya sampikan nanti. MARJUKI : Mereka datang atas undanganmu kan ? MARNI : Aku memang mengundang mereka. MARJUKI : Ya. Itu sebabnya aku pergi. aku punya hak atas masa depan anakku. YANG LAIN : Salam buat Marni ya om. .22 Mungkin sebaiknya kami pulang. ayah. Apa hak mereka menyuruh saya menuruti apa saja kemauan anak saya ? Sok pintar.

Selamanya anak akan kalah suara. . MALAM. banyak urusan. begitu ? Jadi kamu pikir dengan protes keras ayah akan mengijinkan ? MARNI : Tentu ada syarat lain. kalau anak masih tergantung sama uang orang tua. ( PERGI ) MARJUKI : Marni … ( MENGEJAR MARNI ) LAMPU PADAM ADEGAN LIMA SEBUAH TEMPAT. ANTO SEDANG DIBUJUK CEPI UNTUK SEGERA MENEMUI MARNI CEPI : Aku serius Anto. MARJUKI : Stop Marni ! Itu pikiran yang dangkal. Kamu akan menyesal kalau Marni keburu pergi.23 MARJUKI : O. Dengan uang aku bisa menentukan masa depanku sendiri. Kamu harus ke rumah Marni. Aku harus mandiri. Aku pergi dulu. Dengan bekerja aku punya uang. MARNI : Kita tidak perlu berdebat ayah.

ANTO : Barangkali memang sengaja tidak mau kasih tahu. Audi. sekarang tidak. Marni juga lama tidak masuk sekolah. Biasanya kamu datang ke rumah Marni. Biasanya kalian jalan bareng. CEPI : Tidak mungkin Anto. Mungkin dia menunggu waktu yang tepat untuk bicara sama kamu. Tidak mungkin dia begitu. Cari berita. ANTO : Dari mana kamu dapat berita itu ? CEPI : Irna. sekarang tidak. semua sudah tahu. makanya datang supaya tahu. ANTO : .24 ANTO : Kalau memang mau pergi masa dia tidak kasih tahu aku ? CEPI : Mungkin belum sempat kasih tahu. jangan pasif. ANTO : Nyatanya dia begitu. CEPI : Aku tahu sifat Marni. Sudah tidak peduli sama aku. Lala. ANTO : Kalau dia sempat kasih tahu semua orang masa saya tidak dikasih tahu ? CEPI : Mungkin belum sempat. Kalian kan lama tidak saling ketemu. Aku yakin ini soal waktu.

Disuguhi kita makan. CEPI : Dari pada mengambil kesimpulan buru-buru dan salah. tidak ada yang sakit hati. lebih baik kamu buru-buru ke rumah Marni dan semuanya jadi jelas. CEPI : Kalau aku jadi kamu. tidak akan pernah diusir. Tidak ada yang salah terima. Dimarahi kita diam. Malah ayah Marni yang akan kubikin mencari-cari aku. kita ke sana. Ayo. CEPI : Diusir kita pergi. Tidak sayang aku lagi. ANTO : Jelas. di rumah jarang. Aku siap menemani.25 Memang tidak bisa telpon ? CEPI : Telpon ke mana ? Kamu HP tidak ada. coba kamu jadi aku. ANTO : Kamu bisa bilang begitu. ANTO : Kalau ayahnya mengusir kita bagimana ? Aku trauma pernah diusir. dia sudah berubah. ANTO : Bagaimana caranya ? CEPI : Anak gadisnya kita buntingin ! ANTO : Ngaco ! .

berisik sekali. CEPI MENGIKUTI ) LAMPU BERUBAH . Knalpotnya tambah bocor. Begitu amat. Anto ! Kenapa kamu jadi pengecut begitu sih ? Anto ! Ampuuunn. aku di belakang. Oke ? ANTO : Tidak. ( ANTO TERUS JALAN. Ayo ! ANTO : Kamu jalan di depan. ( PERGI ) CEPI : Ampun … Anto. CEPI : Aduh. Seberapa trauma sih ? ( CEPI JALAN. Ayah Marni paling benci mendengar bunyi motorku. ANTO MENGIKUTI DI BELAKANGNYA ) ANTO : ( BERHENTI ) Tunggu Cepi.26 CEPI : Ayo berangkat. Bagaimana kalau Marni tidak mau menemui kita ? CEPI : Gampang. Ambil motormu dong. ingat saja nasehat buku “ Enaknya Hidup Membujang ”. Lebih baik aku pulang. ANTO : Jalan kaki saja. CEPI : Ya sudah.

Lupakan keinginan konyol itu. IRNA : Justru kamu akan bikin masalah baru. SORE. IRNA : Sebaiknya kamu segera masuk sekolah. INTRO MUSIK AUDI : Jangan Marni. LALA : Jadi TKI itu tidak gampang Marni. Pergi tidak akan menyelesaikan masalah.27 ADEGAN ENAM TAMAN DEKAT SEKOLAH. Kamu akan banyak kesulitan. jangan pergi. MARNI DIBUJUK TEMAN-TEMANNYA SUPAYA JANGAN PERGI. SEMUA : Lupakan … Marni ! MARNI : ( MENYANYI ) AKU HARUS PERGI RUMAH TAK LAGI MEMBERIKU KEDAMAIAN SEBAB AKU DAN AYAH TAK PERNAH SEPAHAM CINTA PEMUDA YANG KUDAMBAKAN SELALU LEPAS DARI GENGGAMAN . Sebentar lagi kita ujian. tahun depan kita harus kuliah.

Itu tidak adil. MARNI : . LALA : Memang menjengkelkan. IRNA : Orang seusia kita selalu diangap masih kanak-kanak.28 AUDI : Bersabarlah. MARNI : ( MENYANYI ) ITU SAMA DENGAN MELARANG Ayahku bahkan pernah mengusir Anto. AUDI : Tapi semua pacar-pacar kita pernah ada masalah dengan orang tua kita. Gara-garanya sangat sepele. tapi di mana-mana selalu begitu. sikap ayahmu pasti berubah. Dianggap belum waktunya pacaran. Padahal ada banyak suara knalpot motor yang lebih berisik lewat di depan rumah. Semua pernah diperlakukan tidak adil. Dia hanya minta kamu memilih pemuda yang tepat. Marni. Hubungan kalian pasti akan membaik. Suara berisik knalpot motor Anto yang bocor. Waktu berjalan. dan jangan sampai pacaran mengganggu belajar. MARNI : ( MENYANYI ) AKU TAK MAU BEGITU MASA DEPANKU ADALAH MILIKKU URUSAN CINTA HARUS KITA YANG MENENTUKAN IRNA : Tapi ayahmu bilang tidak melarangmu pacaran. Kita masih banyak kesempatan.

AUDI : Kalau kamu tidak ke luar negeri. Kamu bisa tinggal di rumahku. pacaran sama Anto tetap berjalan lancar. Yang jelas aku harus pergi dari rumah. AUDI : Itu lebih baik Marni. Hidup backstreet ! MARNI : Tunggu. Apa lagi pergi ke luar negeri untuk jadi TKI. Kalian jangan salah ngerti. Tapi kamu harus tinggal bergiliran di rumah kami bertiga dong. MARNI : Soal ke luar negeri dan jadi TKI.29 Ketidakadilan harus diperjuangkan. . IRNA : Ya. Kamu harus lulus SMU dan kuliah. bisa jadi aku memang asal bicara. Omonganmu yang pintar tadi membuktikan kamu tidak pantas jadi TKI. supaya adil. LALA : Ayahku juga pasti mau bantu. kawan. tapi pasti ada prinsip dan hak-hak yang dilanggar. Dan itu tidak baik. Ada yang menindas dan tertindas. Ayahku pasti mau bantu. Aku setuju. Sebab ia tidak datang dari langit. jangan kuatir. Aku pergi dari rumah bukan semata-mata protes. Hubungan bisa saja membaik. Mungkin itu protes yang mempan buat ayahku. Soal biaya sekolah. LALA : Tapi kami tetap tidak rela kamu pergi Marni. IRNA : Ya.

( CEPI MUNCUL BERGEGAS ) . aku sendiri tidak yakin tetap bisa jalan.30 Tapi juga bermaksud mandiri. dia tidak pernah muncul lagi. Tinggal di rumah kalian jelas bukan pilihan yang tepat. Sekolah aku pikirkan belakangan. aku pergi dulu. Supaya aku tidak tergantung siapa-siapa. Supaya aku merdeka menentukan masa depan. MARNI : Prioritas utamaku sekarang cari kerja supaya bisa membiayai hidupku sendiri. tunggu. Itulah gunanya sahabat. ( PERGI ) IRNA : Marni. Ada perlu. Selamat sore. Marni ! LALA & AUDI : Marniii … AUDI : Bagaimana sih dia ? IRNA : Kok kepala batu banget ? LALA : Memang kepala batu dari sononya. Soal pacaran dengan Anto. LALA : Yang penting kamu tetap bisa sekolah. Kami ikhlas membantumu. Dia ternyata pengecut. Aku tetap jadi tanggungan orang. Sejak diusir ayahku. Tapi terimakasih atas iktikad baik kalian. AUDI : Itu tidak masalah Marni.

bagaimana ? Kita juga tidak tahu bagaimana. ( MENDADAK TERFIKIR ) Cepi. CEPI : Begitu ? Wah. Bukannya dia jarang masuk sekarang ? CEPI : Memang. Sudah lama nggak lihat Anto. Malah Anto ngambek. coba temui Marni … . IRNA : Kelihatannya begitu. CEPI : Anto ? AUDI : Nggak. tambah ruwet dong. IRNA : Ada apa ? CEPI : Mungkin cuma Anto yang bisa membujuk Marni tidak kabur ke luar negeri.31 CEPI : He. ya ?. tapi gagal. Merasa tidak dipamiti. Kemaren aku bicara sama Anto supaya dia datang menemui Marni. Marni juga ngambek karena Anto tidak pernah datang lagi sejak dimarahi ayahnya. lihat Marni ? AUDI : Baru pergi. Terus bagimana ini ? IRNA : Bagaimana. Memang Marni belum pamit sama Anto. bagaimana kalau kita bagi tugas ? Begini.

membujuk Anto supaya ketemuan sama Marni.32 CEPI : Saya tadi ke rumah dia. BEBERAPA HARI KEMUDIAN. SORE. setuju ? Oke ? CEPI : Oke. LAMPU BERUBAH. IRNA : Kamu jangan ikutan bandel. Saya. bujuk supaya ketemuan sama Anto. kami bertiga ini. tapi tidak ada … LALA : Tadi dia di sini … IRNA : Temui Marni. ADEGAN TUJUH TAMAN YANG SAMA. MARNI SUDAH LAMA MENUNGGU. Kita berbagi tugas. Bagaimana ? CEPI : Tapi Anto sudah dibilangin juga bandel. . DUDUK DIAM-DIAM. MARNI BERTEMU ANTO.

33 ANTO DATANG KEMUDIAN. karena tidak ada suara knalpot motor yang berisik. JUGA DIAM-DIAM. dan memang tidak pantas jadi pacarku. Maaf … selamat tinggal ! ( PERGI ) ANTO : ( KAGET ) . SUASANANYA SUNGGUH KAKU ) ANTO : Kamu mau pergi untuk menghindari aku kan ? MARNI : Kamu tidak pernah datang ke rumah lagi. Jangan kata pacaran sama kamu. MARNI : Aku kira tidak datang … ANTO : Aku kira kamu juga tidak datang … ( BEBERAPA SAAT ANTO SALAH TINGKAH. datang ke rumahmu pun aku tidak pantas. MARNI : Bijaksana sekali … ANTO : Aku harus tahu diri. Aku kan cuma tukang ojek dan sopir tembak. TAPI AGAK JAUH. MAU DUDUK DI SEBELAH MARNI TAPI RAGU. kenapa ? ANTO : Supaya ayahmu tenang. MARNI : Oo … jadi begitu cara berpikirmu ? Kalau begitu kamu lebih cocok jadi anak ayahku. AKHIRNYA IA DUDUK JUGA.

. aku tidak bermaksud membuat kamu marah. Pacaran juga bukan kejahatan. aku pengecut. Aku tidak akan membuat kamu marah lagi. MARNI : Katakan dengan jujur. ANTO : Maaf. Jelas ? ANTO : Kamu betul. ANTO : Ya. Jadi salahkan dirimu sendiri. Tapi mungkin ayahmu betul. Maaf. Dan itu bukan aku. Aku yakin kamu juga benci orang semacam itu. Aku mau pergi dari rumah. Kamu harus memilih pemuda yang tepat. MARNI : Bagus kalau kamu sadar. Aku protes keras pada ayahku karena dia berlaku tidak adil pada kita. kenapa lama tidak datang ? ( LAMA TIDAK MENJAWAB ) Katakan ! Kamu takut sama ayahku ? Aku benci orang yang pengecut Anto. Yang penting kita tahu batas. MARNI : Kamu sudah membuat aku marah. tujuanku jelas.. saya tidak ada urusan sama tukang ojek.34 Marni .. ( MAU PERGI LAGI TAPI ANTO MENAHANNYA ) ANTO : Maaf Marni. Marni … ( MARNI BALIK LAGI ) MARNI : Maaf. jangan menyalahkan aku. Tapi kenapa harus berlaku pengecut ? Kamu tidak salah apaapa sama ayahku.

Kamu punya cita-cita dan berjuang keras untuk meraihnya. betul-betul sayang sama aku ? MARNI : ( MALU ) Ah. Marni. ANTO : Biaya kuliah makin mahal. pakai nanya lagi. Itu kelebihan kamu. MARNI : Belum terlambat untuk mengejar ketinggalan. Kalau perlu kamu bisa kerja yang lain. apa aku sanggup ? MARNI : Pasti sanggup. ANTO : . ANTO : Kamu . Aku kuatir tidak lulus. Dulu kamu begitu percaya diri dengan semua yang kamu kerjakan. Itu kan yang mempertemukan kita ? MARNI : Ya. yang penghasilannya lebih banyak. Selain benci pengecut. ANTO : Tapi ngojek pekerjaan bersejarah. aku juga benci orang rendah diri. Itu juga yamg membuat aku … sayang … sama kamu. Jadi tolong jangan berubah.. ANTO : Tapi nilaiku jeblok.35 MARNI : Stop ! Jangan mulai lagi Anto. Aku banyak narik dan bolos sekolah. Suara knalpot motormu yang berisik membuat aku selalu menengok setiap kamu lewat di depan rumah. Kamu pekerja keras.

Tukang ojek lain selalu siap dengan uang kembalian. MARNI : Yang kamu butuh apa dong ? ANTO : Pakai tanya lagi. kamu bikin PR. ANTO : Sekarang aku tidak malu. kamu tidak. aku tukang ojek paling keren. MARNI : Eh. berapa utangku ? ANTO : Utang apa ? MARNI : Langganan ngojek sama kamu. kamu tidak sungguh-sungguh kan ? . ( MEMEGANG TANGAN MARNI ) MARNI : ( MALU ) Apa sih ? ANTO : Soal pergi ke luar negeri. Aku lagi tidak butuh. Kita kan lama nggak ketemu ? Marni. ANTO : Simpan saja uangmu. Dan kamu bilang pada teman-temanmu. kamu malu-malu. supaya cicilan motor cepat lunas. Tukang ojek lain kalau nunggu penumpang main gaple. Tukang ojek lain siap menerima uang tip. MARNI : Yang jelas kamu berbeda.36 Ya.

Dengar. segala cita-cita. Kamu juga tahu ayahmu sayang sama kamu. ah ! ANTO : Aku tidak sok tahu. tetap sayang sama anak. MARNI : Terus aku harus bagaimana ? Apa usulmu ? ANTO : Kamu janji tidak akan pergi ? MARNI : Ya. ( MARNI TERUS MENANGIS. ( MENANGIS ) Aku harus protes. Tenang Marni. ANTO : Janji kembali masuk sekolah ? MARNI : Ya. ANTO MENENANGKAN ) Tunggu. Tapi kan bisa dengan cara lain. Tidak adil. segalak apa pun. Pergi dari rumah. ayahku betulbetul kelewatan. Harus ! Sampai . Dan orang tua. Asal kamu tetap ke rumah seperti biasa. . ( MARNI DIAM ) Bagaimanapun. aku harus pergi dari rumah. rumah adalah tempat terbaik untuk memulai segala rencana. Tapi memang tahu. ANTO : Setuju. Kamu hanya sedang emosi.37 MARNI : Tidak tahu. Aku tidak tahan. Janji. Nanti semuanya jadi kacau. Yang jelas. boleh saja protes. bukan cara yang tepat.. tenang dulu. MARNI : Sok tahu. Marni.

MALAM. Saya juga tidak menyangka Marni sungguh-sungguh. Aku punya usul untuk kamu. CEPI : Rupanya begitu. dia tetap tidak mau menjawab.38 ANTO : Oke. om. Dia cuma bilang sekarang ada di tempat penampungan. kita bicara di tempat lain. MARJUKI : Terus di mana Marni sekarang ? Kapan berangkatnya ? CEPI : Saya juga tidak tahu. Ayo. ( MEREKA PERGI ) LAMPU BERUBAH ADEGAN DELAPAN RUMAH MARJUKI. CEPI DATANG KE RUMAH MARJUKI UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN MARNI. MARJUKI : Ya ampun. Saya tanya bolak-balik di mana alamatnya. jadi Marni betul-betul mau pergi ke luar negeri ? Aku pikir cuma gertak. MARJUKI : .

Jadi TKI ke luar negeri pun tidak masalah. Coba nak Cepi pikir. Terus. lebih aman buat masa depan Marni. “ semua bisa diatur ” asal ada uang. MARJUKI : Apa nama agennya ? Di mana alamatnya ? CEPI : Marni tidak sebut-sebut om.39 Tapi apa secepat itu prosesnya ? Diterima jadi TKI bukannya prosesnya panjang ? CEPI : Itu juga pernah saya tanya. Itu bukan hal yang jelek. Menyelesaikan kuliah. apa pantas ? CEPI : Kalau ditanya pantas atau tidak. Tapi kelihatannya. itu baru pikiran sehat. Marni. Marni sebentar lagi ujian dan tahun depan harus kuliah. saya tidak setuju Marni pergi.. Marni memang sangat marah sama om. MARJUKI : Ya ampun. terserah mau ke mana dan jadi apa. jelas tidak pantas. Apa sebegitu besar marahmu sama ayah. MARJUKI : Ah. Marni . Setelah lulus kuliah. sampai-sampai harus pergi keluar negeri jadi TKI ? Tidak pamit lagi. teruskan nak … . begitu Marni bilang. Tapi terus-terang. sebagai teman. Dia hanya minta tolong saya supaya mengambil beberapa baju yang ketinggalan. MARJUKI : Dari mana Marni dapat uang ? CEPI : Ya dari uang gaji Marni yang dipotong tiap bulan nanti. “ Semua dibiayai sama agen ”. Dia bilang.

Bagaimana caranya ? CEPI : . MARJUKI : Tolonglah nak Cepi. saya mohon sekali. Tolong. MARJUKI : Membatalkan Marni pergi ? Bagaimana caranya ? Jelas saya setuju. Please … CEPI : Sekali lagi. Ini rahasia antara kita. saya tidak setuju Marni pergi. sebutkan. Saya tidak bisa melanggar janji. Saya tidak bisa. MARJUKI : Please … CEPI : Maaf ommm …. kita sebetulnya bisa membatalkan Marni pergi. Seperti saya bilang tadi. kalau om bersedia kerjasama dengan saya. Saya harus ketemu Marni sebelum dia pergi. Marni memerlukan baju yang saya ambil. Saya bisa pegang janji. Om Setuju ? MARJUKI : Setuju. saya tidak bisa lama.40 CEPI : Maaf om. saya tidak boleh bilang. maaf om. MARJUKI : Kapan Marni mau ambil baju-baju itu ? Di mana kalian janjian ketemu ? CEPI : Maaf om. ( MENATAP MARJUKI BEBERAPA SAAT ) Tapi. Itu pesan Marni. CEPI : Tapi jangan sampai dia tahu.

CEPI : Saya lihat Marni begitu juga. MARJUKI : Jadi bagaimana caranya supaya Marni tidak jadi pergi ? CEPI : Turuti saja kemauannya. Jadi. saya jadi tambah jengkel. MARJUKI : Begitu ? CEPI : Begitu. Saya merasa. CEPI : Kenapa ? MARJUKI : Saya tidak tahu persis. Makin dilarang. Intinya sama: ingin didengar suaranya. makin menentang. saya tidak sungguh-sungguh melarang. Saya mau tanya. Toh om sudah yakin Anto anak baik. tolong jawab dengan jujur Apa sebetulnya yang membuat Marni marah sama om ? MARJUKI : Saya melarang Marni pacaran sama Anto.41 Tunggu dulu. si Anto sebetulnya anak baik. Tapi Marni keburu protes keras. MARJUKI : Nak Cepi bisa jamin 100% Marni batal pergi ? CEPI : . Merasa tidak didengar omongannya.

Harus ada jaminan tertulis bahwa om Marjuki akan menepati janji. Saya jamin ! CEPI : Baik.42 Saya harus ketemu Marni dulu. saya harus cari Marni dan Anto sekarang juga. segera. ajak mereka berdua ke sini supaya mendengar langsung dari saya. Kalau begitu saya jamin 100% Marni batal pergi. Permisi dulu om. kami mendengar semua pembicaraan ini. Tapi itu tidak cukup. Saya akan kabarkan berita gembira ini. Kami ikut gembira. saya akan ijinkan Marni pacaran sama Anto. Katakan. MARJUKI : Kalau begitu temui Marni. CEPI : Tidak Irna. AUDI & LALA : Perlu dong ! ( ANTO MUNCUL ) ANTO : . Sesudah itu. CEPI : Om Marjuki bisa pegang janji ? MARJUKI : Bisa. ( IRNA. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI YANG LAIN MENDADAK MUNCUL ) IRNA : Tunggu Cepi ! Maaf om Marjuki. aku percaya orang tua bijaksana ini. AUDI.

MARNI : Jangan kuatir ayah. . Ayah sangat kuatir ada apa-apa dengan kamu. Cepi betul. ANTO : Marni melebih-lebihkan om. Tidak usah dicari. MARNI : Anto meyakinkan aku begitu rupa. Apa kalian ada yang tahu alamatnya ? ( MARNI MUNCUL DARI ARAH DALAM ) MARNI : Marni sudah di sini ayah. Jangan repot-repot. ayah tetap sayang aku. MARJUKI : Syukur . kemarilah kamu nak. IRNA : Tapi … MARJUKI : Nak Anto betul. Ini kan bukan urusan jual beli tanah atau semacamnya.. segalak apa pun. makin lama Marni di penampungan TKI. syukur kalau begitu. Kasihan dia. aku pasti jadi TKI sungguhan.43 Tidak. Tapi urusan anak dan orang tua. Anto menjaga aku. Lebih baik kita cari Marni sekarang. Makin kita repot. jangan repot-repot. Kalau bukan karena dia. Saya juga percaya om Marjuki akan menepati janji. Terima kasih nak Anto. MARJUKI : ( KAGET ) Marni ? Ah. Dan rumah adalah tempat terbaik menyusun rencana dan cita-cita. Janji secara lisan sudah cukup. tidak perlu.

Kami bertiga.44 MARJUKI : Bagus. setelah lulus kuliah dong. Dan kamu tidak tinggal di tempat penampungan bukan ? MARNI : Tidak. Itu komandan yang baik. Kamu menemukan pemuda yang tepat anakku. ANTO : Marni. MARJUKI : Bagus. Saya siap diadili. IRNA. siap jadi anggota Dharma Wanita ? . Anda siap saya tuntut di depan penghulu menikahi anak saya ? ANTO : Sekarang ? IRNA & YANG LAIN : Huuuu … MARJUKI : Nanti. Sebagai komandan saya tidak akan lari. AUDI & LALA : Di rumah kami om. Sayalah komadan semua sandiwara malam ini. MARJUKI : Jadi siapa yang mengatur nak Cepi datang ke mari dan main sandiwara di depan saya ? ANTO : Saya om.

ANTO : ( TERTAWA ) ( BICARA PADA PENONTON ) . malah marah sama saya. ya … MARNI : Durasinya sudah lewat belum ? MENEJER PANGGUNG : Sudah lewat dari tadi. Menejer panggung ! MENEJER PANGGUNG : Ya. tokoh ini ! MENEJER PANGGUNG : Biar tokoh kalau ngaco dimarahin.45 MARNI : ( MALU ) Idih. MARJUKI : Bukannya ngingetin. Kayaknya durasinya sudah lewat deh. Stage manager mana sih ? Stage manager ! YANG LAIN : Stage manager ! CEPI : Dia nggak tahu stage manager. masa harus dibahas sekarang ? Sudah malem lagi. Saya tokoh lho. MENEJER PANGGUNG : Habis situ ngomong melulu … MARJUKI : Ee. Tahunya menejer panggung.

46 Baiklah penonton sekalian. “ pesan sponsor ” mudah-mudahan tidak salah alamat. Lakon sudah tamat. PENUTUP ( ANTO MENGGANDENG MARNI DAN MENYANYI BERSAMA ) ANTO : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG MARNI : ( MENYANYI ) BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA MEMILIH JALAN SEMUA : ( MENYANYI ) TUGAS ORANG TUA HANYA PENGGEMBALA PENUNJUK JALAN YANG BIJAKSANA MEMAKSAKAN KEHENDAK . Dan marilah kita sama-sama beristirahat. kelihatannya sudah waktunya bagi kita untuk berpisah.

47 BUKAN SIKAP BIJAK LAMPU PADAM PERLAHAN LAKON SELESAI Depok. jika sebelum mementaskan naskah ini memberitahukan pada penulis. Selamat berkarya ! . Mei 2004 Teriimakasih banyak.

sang ayah sering “ nimbrung main ” setiap ada Ketoprak atau Wayang orang keliling mentas di kampung. sempat menjadi mahasiswa IKJ jursan teater. sang ayah. seni peran. “ Racun kesenian ” diserap sejak kanak-kanak. asal Semarang. Tahun 1989. Selama 9 tahun tinggal di sanggar Teater Koma di bilangan Setiabudi ( 1986 – 1994 ). Sastro Mihardjo. dikaruniai seorang putri. Selain Wayang Kulit.48 BIODATA SINGKAT Budi Ros. naskah dramanya berjudul FESTIVAL TOPENG 10 Juli 1994 menikah dengan Erna N mendapat penghargaan dalam sayembara penulisan naskah drama Dewan Kesenian Jakarta. dan penyutradaraan. Alamat : . Mulai tahun 1985 hingga sekarang ( 2004 ) bergabung dengan Teater Koma mendalami tiga bidang pilihan: penulisan. sering mengajak nonton Wayang Kulit semalaman hingga paginya sering bolos sekolah. Sekar Dewantari ( lahir 1996 ). Tahun 2004. Sejak itu tinggal di Depok. Lahir di Banjarnegara ( Banyumas ). Wayang Orang dan Ketoprak seolah jadi tontonan wajib. Menamatkan Sekolah Dasar hingga SLTA di daerah kelahirannya. 6 Januari 1959. Nursilowati. Pasalnya.

Anggrek VI C. Blok E 1 No. Telpon/fax : (021) 77883525 – HP : 08161949863 .49 Perumahan Puri Anggrek Mas Jl. 2 Depok Barat 16434.

Lit. pemimpin nonformal dari kaum terpelajar miskin.50 Naskah drama / teater Judul : LIT Oleh : Viddy AD Daery Untuk pementasan 45 menit s-d 60 menit SINOPSIS LIT : Di tengah kesemrawutan hukum Di REPUBLIK JOMBROT . menantang kekuasaan semena-mena sistem .

juga melawan polisi dan hamba-hamba hukum yang justru mempermainkan hukum. Tokoh-tokoh : Lit………………………………19 tahun..35 tahun LIT Oleh : Viddy AD Daery . Orang BP 3……………………. Pemimpin Gelandangan………. Kepala sekolah………………….. Pemimpin Satpol Tramtib………30 tahun Komandan Polisi……………….45 tahun.30 tahun. alam selalu mempunyai hukumnya sendiri.. Tapi.35 tahun.51 pendidikan yang mahal dan mencekik rakyat.

bagai di videoklip MTV di TVG : Syair : Lit. Juga bicara berebut rokok. Genteng sekolah bocor.Lit.lalat. penuh suara kucing. Musik gemrenggeng aneh. Lampu menyorot fokus bidang-bidang kumuh yang harus diperhatikan penonton.kita kawula alit Lit. Banyak lalat beterbangan. Lampu yang gelap tiba-tiba menyorot terfokus pada seorang remaja berseragam SMU yang belel dan ditulisi macam2 juga bertambal-tambal.Lit.Lit. Kejorokan sangat terasa di mana-mana. rambutnya awut-awutan.Lit…kita orang kejepit Jangan lagi menjerit Jangan lagi mencicit Mereka tak akan menggubris . piannya ngelingkap. Lampu gelap remang-remang memperlihatkan bentuk setting.lampu menyoroti tubuh2 yang teler…) Tiba2 musik disko berdentam… Kamera menyorot anak2 SMU yang mabok. Kucing dan ayam mengais-ngais sampah. mengikuti irama disko. Tanah-tanah basah dan becek. Foreground : kumuh. tergenang air dan lumpur. tumpukan sampah dimana-mana persis di Indonesia. duitnya Cuma dikorupsi para penggede. Dia berdiri dan menggugat : LIT : Kenapa seluruh pelajaran budi pekerti yang diajarkan sejak SD sampai SLTA tidak berlaku di kehidupan nyata ? ( hening …3 menit ) Kenapa seluruh ajaran Kitab Suci dan teladan para nabi menjadi NOL dalam perjalanan hidup di REPUBLIK JOMBROT ini ? ( hening….. mereka bangkit lalu berdansa rancak pakai koreografi yang bagus. ayam dan suara desah orang bermain sex. Dinding sekolah dicoret-coret. jendela pecah pokoknya nggak terurus.52 Setting : latar belakang bentuk sekolah dijepit gedung-gedung tinggi. pokoknya amburadul.

diamput tenan iki….53 Mereka tak akan perduli Elit kita elit tulalit Elit kita elit yang sakit Telinganya congekan Penuh cureg ambune badheg…baunya nggak ketulungaaaannnn…..mereka kecapekan… Tiba-tiba Kepsek dan BP 3 datang dan menegur mereka : KS : waaaah…waah…. Ini dia biang rusuh sekolah kita ini Wis sekolah bolos terus… SPP nggak pernah mbayar Iuran OSIS gak bayar Iuran komputer gak bayar Iuran renang gak bayar Iuran BP 3 gak bayar Iuran guru udunen gak bayar Iuran bu guru hamil gak bayar Iuran kucing pak guru ketabrak truk gak bayar Iuran fotokopi rumus-rumus gak bayar Iuran ulang tahun guru kesenian gak bayar Iuran tetangga pak guru kawinan gak bayar Iuran guru agama naik haji gak bayar Iuran guru fisika pindah rumah gak bayar Iuran guru baru pesta tumpengan gak bayar Iuran kepala sekolah kawin lagi gak bayar…waaah. Usai dansa…. bahkan di Srilangka yang negara miskin aja SEKOLAH BISA GRATIS !!!! ????? KS bingung lholak-lolok gak bisa jawab.Brunei. Kalian ini kalau MISKIN JANGAN SEKOLAAAH !!!! Sekolah sekarang hanya untuk orang berduit tahu ! Sudah nggak jamannya lagi sekolah mbayar bolet ! jalar ).wahhh…. KS nanya ke BP 3 : Pak BP 3…gimana jawabannya nih ? Kamu kan yang paling bisa ngajarin aku praktek-praktek pemerasan terhadap orang tua siswa ? . (keterangan: bolet= ubi Lit membantah : Tapi kenapa di Malaysia. Thailand.Singapura.

Iuran nyepi. goblok ! Pemerintah kita kan sudah mencabut subsidi pendidikan. Iuran sampah naik. bayaar aja. gak pernah protes. : Lho bukan gitu pak…. KS : Oooo yayaya…. uang dinas jabatan menteri dan pejabatpenjabat tinggi justru dinaikkan kok malah subsidi pendidikan dicabut ???? KS BP 3 KS BP 3 KS dunia ? : Lha yo embuh….. . Iuran natalan. Lha ya toh…. bayaar aja.goblok ! BP 3 KS BP 3 LIT : Lho pak. gak penah protes. Tarif air minum naik. Iuran RT RW…bayaaar aja. nggak pernah protes.pemerintah negara-negara asing itu kan memberi subsidi terhadap dunia pendidikan. ya supaya kalian bayar sekolah.. Iuran lebaran. bayaar aja. dananya dikorupsi…weeeek…. jawabannya wswswswswswsws…. KS BP 3 : Opoooo ???????? Wswswsws…iku opo ???? : Whalah bapak ini ah…itu lhooo…wswswswswsw…. : Jawabannya wes hewes hewes bablas angine…. gitu aja kok repot ! Lagian bukankah orangtua kalian selama ini adalah rakyat paling baik di Tapi sebenarnya berarti rakyat paling bodoh didunia hehehehe…. lha kok aku yang goblok ? : Ya sudah. Iuran imlek. yang goblok Bapak ! : Heh. bayaar aja.kok nanyak aku… : Lho pak. gak pernah protes. Tarif telpon naik.ssst…wewswswswswsws : Oooo.54 BP 3 membisiki : wssswssswsss…. bayaar aja. Iuran 17 agustusan. yang goblok dan bajingan adalah pemerintah ! : ( bernada sangat marah dan berang ) Kenapa ? Kenapa subsidi kepada anggota-anggota DPR.orang tua kalian bayar tarif listrik yang terus naik.

55 ( Ayo penonton. Lit : Karena kami tidak mau seperti orang tua kami yang bodoh dan jahiliyah !!!!! BP 3 : waah. Baju naik.pak ! Ini sudah subversib pak. Sepatu naik. Odol naik. Pokoknya kami sampai heran. TARIF NDOLLY naiiikkkk…… Lhoooo……………. KS : ya setelah ada kasus Makassar polisi jadi ngeper. Onde-onde naik. sudah bernada kiri ! Ini pasti sudah dihasut oleh LSM-LSM kiri itu pak. Ini sudah masalah politik. ortu kalian itu manusia apa mayat hidup ? Naah. Mudah-mudahan bisa ditindas lebih kejam dari yang di Makassar itu pak. Telur naik. Gula nak. reeek… . Minyak rambut naik.anak-anak ini ngomongnya sudah keblinger ini pak.ayo mulai…) Harga minyak naik. Daging naik. kalian kan rakyat yang baik…kalau aku habis omong kalian bilang : bayaaar aja…. Susu naik. Terigu naik.kalian anak-anaknya malah sok jadi PEMBERONTAK…. ( penonton : bayaaar aja…dst ) Elpiji naik. Tempe naik.waah…Pak. sudah ortu kalian kayak mayat hidup dan penurut kayak kerbau dongok…eeh. berarti sudah masalah serius ini pak… Kita harus lapor ke polisi ini pak…. Sayur mayur naik. Sabun naik.

BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 : Bapak aja ah. yang punya wewenang kok…. : Bapak aja. : Bapak aja. soalnya kamu lebih pandai bicara…. kok mbanyol kayak Srimulat aja…. KS : Bapakku ? Bapakku sudah almarhum jeee…lho ini yok opo sih.tak antemi lho koen… BP 3 : lho kehidupan kita ini memang panggung komedi pak. : Kamu aja. kalah lucu dari kehidupan sehari-hari pakk… KS : Sudah-sudah…. apalagi di Republik Silit ini…malah lebih lucu dari Srilmulat lho. : Bapak. lalu saling nyuruh. KS : ini Hp-nya. : Kamu aja. BP 3 : Lho ya Pak KS toh. : Kamu.katamu ini masalah gawat. makanya Srimulat di THR itu bangkrut pak. : Kamu.56 BP 3 : Kata siapa ? Wong polisi itu ya preman kok. KS : halaaahhhhhh…. : Bapak kamu.kamu aja yang nelpon. bedanya Cuma pakai seragam yang dibeli dari uang rakyat.otakmu lebih kancil. makanya jangan guyon ae…ayo cepat lapor polisi !!! BP 3 : lha memangnya kenapa kalau bapak KS aja yang lapor ? . : Kamu aja. KS dan BP 3 nyari telpon Ketemu Hp-nya.kamu juga nggak papa toh. KS : Ya sudah ayo cepat telpon…. : Bapak. orang Bapak adalah kepala sekolah.

… : Soalnya mereka tahu kalian akan datang berdemo… : tahu dari mana ? wong kami nggak ngomong apa-apa sama mereka kok… : Tapi kalian kan lapor polisi kan ? . Yel-yel minta pendidikan gratis diteriakkan oleh para gelandangan. jangan takuuut…. : ya iya.ya tooh ? BP 3 : Lhaaaaa.aku takut dimintai bayaran eee…soalnya kata orang. tapi kan ada satpam yang jaga. : Nggak ada pak. jangan diomongkan didepan umum…. ini soal subversi. lha pagere dikunci e pak. Dul. lembaga kaya…. jaman sekarang korupsi itu dilakukan dari presiden sampai tukang cat.kita ini orang kaya. setelah itu pemimpinnya memberi isyarat agar diam.Gelandangan/PG : Apa benar ini kantor Dinas Pendidikan ? KS dan BP 3 berpandangan bingung. digembok pak.itu rahasia. membawa poster-poster : BERI KAMI PENDIDIKAN GRATIS SESUAI PASAL 31 UUD 45 MEGAWATI : PENDIDIKAN GRATIS ITU MENYESATKAN ! DASAR YANG NGOMONG GUOBLOK ! Dsbnya. TIBA-TIBA terdengar suara gemuruh.bapak ini…. kalau lapor polisi kehilangan anjing.57 KS : hmmm…. kita malah dimintai ongkos sebasar kambing…lho lak rugi reek… Lha ini bukan soal anjing.lembaga komisi pemberantas korupsi aja nggak pernah ngapa-ngapain…… malah kerjanya juga korupsi kok.wong kita korupsi gedhe-gedhean kok takut dipalak polisi sejuta dua juta…. Muncul sekelompok gelandangan kumal. di bawah jembatan sana lho. kita bisa dimintai ongkos berjuta-juta toh ?? Biayanya itu lebih subversif ketimbang subversinya…. KS : Kamu ini guuuooobbloogghk uhuk-uhuk ( sampai batuk ).digembok kok pak. BP 3 : halaaah paak. PG KS PG KS PG KS : Ooooo…itu tadi…ituuu tutup pak. Ini SMU NOL BESAR ! Kantor Dinas Pendidikan itu disana lho. KS : Lhooooooooo…. Pimp.

harus lapor polisi dulu…. Presiden busuk. Semua menari dan menyanyi koor : Suk-suk-suk-busssssssssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkk…. Ndul. kyai busuk. kalian dibujuki polisi…ya polisinya sudah nelpon Kepala Dinas Pendidikan. pengusaha busuk. : Nggak apa-apa pak. makanya kok dalam pemilu ini kalian pilih lagi partaipartai busuk…dasar rakyat guuuuooobbloookkkkk kelas berrraat !!!! LIT : Ini memang negeri busuk. ulahnya Cuma minteri rakyat. nggak apa-apa…. bang. kalau mau demo. pejabat tinggi sampai rendah busuk. menteri busuk. Koor lagi : Suk-suk-suk bussssssssssssssssuuuuuuuuuuukkkkkkkkk Presiden busuk-busuk Menteri busuk-busuk Dirjennya busuk-busuk Irjennya busuk-busuk . Ini negeri busuk Telurnya busuk-busuk Tomatnya busuk-busuk Katesnya busuk-busuk Mangganya busuk-busuk Dagingnya busuk-busuk Rotinya busuk-busuk Airnya busuk-busuk Susunya busuk-busuk Insert LIT menyela : hanya SUSUMU yang tidak busuk….58 PG : Lha iya toh pak…kan peraturannya begitu. bukan membangun dan memakmurkan rakyat…. Tentara busuk. : Lho kok nggak apa-apa… busuk tapi duitnya banyak. PG : Waah busuk sekali kelakuan orang pinter itu ya. Kepala sekolah juga busuk !!!! KS BP 3 KS : Lho kok malah aku diseret-seret dalam kebusukan toh…. Semua menari rancak dengan koregrafi yang asyik. Musik lagi. ketimbang bersih tapi BP 3 : Lebih baik bodhoooooooo… Musik menggema. KS : Lho.guuuoooblok. disko dangdut. KS : Ya itu. baru tahu toh ? Waaah….

mereka petantang petenteng. kalian lebih sampah dari para gelandangan yang kalian anggap sampah itu.yaaakkk hush !!!.kalian juga orang miskin.. dadi opooooooooooo koen iku.ketertiban apa ketiban yooo ? Ketiban lak kejatuhan…. .lhaaaa iniiii ( menunjuk-mengenali-Kelompok Gelandangan ) Ini…musuh besarku ini…kalian ini bisanya Cuma mengganggu kedamaian masyarakat saja too…bikin rusuh. Ingat pak.sewanya Cuma Rp 100. Kamu itu preman bayaran tahu. Mencari makan kok dengan cara menggebugi sesama rakyat kecil.lha kalian ini sudah sering kuusir. Ya kalian-kalian itu pak yang namanya RAKYAT BUSUK.000. Koor : KARENA SUDAH BOOOOSSSOOOKKKK!!! Tiba-tiba datang rombongan tramtib dengan membawa pentungan. ???? LIT maju dan menjendul kepala Katib. semua karena pemerasan yang dilakukan para pemimpin busuk.rumah petak di pingiran kota toooh. para elit tulalit. iniiii apa-apa… eeeh…. eta-ete…petentengan kayak wong penting aja.59 Stafnya busuk-busuk Satpamnya Busuk-busuk Polisi busuk-busuk Tentara Busuk-busuk Kyai busuk-busuk Gurunya busuk-busuk Pedagang busuk-busuk Pedaging busuk-busuk Insert LIT : Hanya rakyat yang tidak busuk. Lit : Pak. Wis jangan pringisan…lho kan aku sendiri ya yang pringisan…..bikin sampah…. pokoknya kalian ini mengganggu ketertiban…. Rumah kalian.sebulan toh ? Lihat saat ini isteri kalian belum masak nasi toh…anak kalian kelaparan. tak garuk. tak giepuki…lha kok masih berani unjuk rasa ! Gak kapok-kapok ya kalian….tidak bisa sekolah. Kepala Tramtib ( Katib ) : Ada apa ini ? Heh…ada apa ini ? Apaaa iniiii ada-ada…eh…adakah.

Memang tangisan mereka harus berefek lucu tapi serius. dan malah memukuli sesama rakyat kecil yang tertindas. berhenti menangis ! Tangisan tidak menyelesaikan masalah ! Para pemimpin busuk sudah kebal..huuuuuu…. Itu semua karena rakyat bodoh ! Bodoh terus karena tidak pernah dididik ! Karena sekolah bayarnya mahal ! Padahal seharusnya gratis !!!! Coba baca UUD 45 ! ( tiba-tiba semua mengeluarkan buku UUD 45 dari sakunya---ya sudah dipersiapkan toooh… ) Lit : Ayo semua membaca Pasal 31…. apa kalian nggak bisa membayangkan kalau itu menimpa rumah dan keluarga kalian sendiri ? Tiba-tiba Katib terharu dan menangis.haaaaaaaaaoooo…. Rakyat sendiri sih yang memang bodoh. Semua koor membaca : 1.sudah. 2. Pemilu itu kan sarana yang demokratis dan merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin yang baik dan menendang pemimpin yang busuk. he. tidak akan jatuh kasihan hanya dengan air mata dan darah rakyat. dsbnya ramai sekali. Eee lha kok rakyat malah memenangkan partai-partai busuk.60 Tapi kalian malah menjadi kaki tangan orang-orang busuk itu. . Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari APBN dan APBD. tahu ! Kok tega kalian memukuli sesama rakyat. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. 3. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerntah wajib membiayainya. Ada yang hoaaaaaaaaaa…. dan menelantarkan partai-partai yang ingin menyelamatkan rakyat. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa… 4. Lit : He .sudah. he…. Terdengar tangisan bersahut-sahutan. Anak buahnya ikut menangis. merobohkan rumah-rumah gubug rakyat. Kalian itu laksana ANJING.

orang yang salah akhirnya tobat. basmi ! Bakar ! Semua mengeroyok BP 3 dan memassa sampai hancur berdarah-darah.suara mereka fals mirip hantu haus darah…. bajunya sobek parah. Semua menari kesurupan diiringi musik disko seram….teman-teman…. tobat.. berkuasa Pak KS : Lho serius memutuskan… Koor siswa Kepsek…. gini aja. . kok gek ngerti… KS : Lho. KS : Memang kamu ini kok yang bikin masalah. BP 3 : Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………Hidup : Lho Pak! Kok gratis sih…lha kita makan apa ? Siswa-siswa koor : Taek iku panganen ! KS marah kepada BP 3.Bapak aja yang kayak badak…. aku sekarang sadar.lho.tidak formal. sadar…. anak-anak ! Lit : Serius tah ? . Berarti aku bodho yo kok gek ngerti ? Siswa-siswa : Lho wis suwe Pak… Kami sampek muak kok…. Lit : Sabar.anak-anak…. pokoknya seperti drama-drama itu lho. sabar…jangan main hakim sendiri. Kamu ini lembaga ekstra ! Tidak resmi.minta maaf…dan sekarang saya putuskan kalian semua boleh sekolah gratis. Tramtib : Gak isok…gak isok…ini dia biangnya sehingga rakyat kecil tidak bisa menikmati pendidikan ! Ayo bakar ! ( semua membakar BP 3 dengan trik diganti boneka.kamu ini calo! Rente ! Siswa-siswa emosi : Ayo basmi ! Basmi ! Tunjeki ae ! Para gepeng terpengaruh : Betul.aku ini Kepala sekolah lho.61 KS : Lho. Api menjilat-jilat ke atas.wis rek.lho…berarti selama ini pemerintah sendiri melanggar undangundang ? Koor : Wis suwe rek. KS : Oooo jadi aku ini badak yooo….sosok BP 3 dibakar ).

Mereka melempari kota. ( Setting gedung-gedung dari kertas dibakar massa ).62 Lirik : Kami rakyat bisa seperti zombie Sabar dan sabar Meski kalian sakiti Dan terus kalian sakiti Namun jika kesabaran habis Kamipun berubah total Seperti raksasa Tiwikrama Kami bisa marah tak terkendali Jangan salahkan rakyat yang marah Karena marahnya akibat ditindas Berjuta-juta kali Kalau rakyat sudah mengamok Yang ada adalah REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI !!!!!!!!! Musik berhenti. Muncul petugas pemadam kebakaran menyemprotkan selang air kemana-mana tapi malah lebih banyak ke arah penonton. Lit : Kita berRevolusi. bukan ke arah gedung yang terbakar. ( puluhan onde-onde berbungkus plastik dilemparkan ke arah penonton ) Mereka membakari kota. bahkan ada yang memukuli dan menjongkrokkan Lit ke tanah. Rakyat teriak-teriak tak terkendali. . Terdengar sirine meraung-raung. Massa tak perduli. tapi jangan anarki ! Tramtib : Yooo gak isoookkk…. Massa sudah kesetanan.revolusi berarti cabut sampai akar-akarnya ! Ayoooo serbuuu !!!! Semua massa menyerbu kota. Lit meraung-raung menenangkan massa. Lampu dimainkan menambah efek kebakaran kota.

Para petugas pemadam kebakaran malah digebuki dan dibunuh. ingat kasus Makassar…. Dul Lit Dul Lit Dul : Sorrrrrrrrrrrrrrrrryyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…. malah menembak salah seorang : Dor ! Ternyata yang terkena KS. Lit : Berhenti ! Berhenti ! Pakai akal sehat ! Jangan menuruti hawa nafsu ! Tapi perang terus berlangsung.pak. Semua terpengaruh. Komandan marah dan membentak polisi teler. kerusuhan mereda.diaamput kamu ini Dul ! Dul : Sorry Pak ! Kopol : Enak aja sorry. Maka datang rombongan polisi menembakkan bedil ke udara. Komandan polisi : Hentikan ! Hentikan ! Menyerahlah kalian ! Kalau tidak.sorry.waaah aku dipecat nanti Dul gara-gara kamu. lalu rakyat yang putus asa bunuh diri. Nyongg ! Karena pemerintah menelantarkan rakyat. nyawa sangat murah kok ! : Pernyataan bapak MENYESATKAN ! SANGAT MENYAKITKAN ! SANGAT : Lhoooooooooo…ada faktanya lho. Kopol : He…kamu ini menyalahi prosedur…waah. bisa dicopot aku nanti…. Seorang polisi teler. KS roboh. akan kami tembak di tempat ! Semua angkat tangan. : He. setahun ada sekitar 30 orang…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuu . ini soal nyawa.63 Para gepeng dihasut tramtib untuk memassa petugas kebakaran. jangan main-main ! : alaaaaaaa di Negeri Jombrot ini. semua terkejut dan meradang.

maling.aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuuu Menurut data CDC dan AGI.pelaksanaannya Nol Besaaar !!! Dor ! Komandan yang setres menembak satu gepeng. 2 juta nyawa bayi di Republik Jombrot ini dibunuh per tahun di meja aborsi Data yang dikutip koran MERDEKA baru-baru ini. rampok.64 Lalu yang nekad menjadi copet. karena duit negara sudah digarong para pemimpin Data dari Depkes RI mencatat 35 orang mati per tahun karena HIV AIDS Waaaah…. presiden dan para pejabat ! . jangan justru malah menghancurkan hukum ! Kom-pol : He ! Kamu tidak tahu atau pura-pura bodoh ? Pelanggar hukum di Republik ini justru polisi. setiap jam ada 2 ibu meninggal karena melahirkan lantaran kemiskinan dan buruknya fasilitas di Republik Gombal ini Lalu data ELSAM mencatat 65 buruh TKI mati setiap tahun di Singapura. mendingan kamu tak tembak aja duluan ! Dor ! Polisi Dul mati. garong.hukum ? hukum di Republik Jombrot ini hanya berupa tulisan di buku-buku dan pidato para pejabat di televisi…. daripada sok pinter dan lebih pinter dari aku. mereka sudah membunuh korban sekitar 170 orang setahun…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaahuuu Lalu para garong yang digerebeg polisi lalu lari dan ditembak. kecelakaan lalu lintas. kapal laut dan udara. Lit : Tunggu ! Anda polisi!anda penegak hukum.dataku lengkap nyong ! Belum lagi yang mati karena berbagai macam penyakit. Lit : Ini apa-apaan ? Apa tidak ada hukum di negeri ini ? Kok main bunuh semaunya ???? Komandan Polisi : hahahaha…. jumlah yang mati sekitar 200 orang setahun…lhooo….wooooooo nggak karukaruan jumlah orang mati di Negeri Gombal Mukiyo ini…Tapi kok ya jumlah penduduk tetap berjubeeeeel aja…Makanya aku tinggal melanjutkan upaya PENCIUTAN PENDUDUK hehehehe Itu semua demi keseimbangan rasio kepadatan…hahahaha Komandan Polisi : Sok tahu kamu Dul. karena negeri ini nggak bisa ngasih makan. belum yang mati-mati karena 1001 macam bencana alam yang terjadi tiap hari karena alam lingkungan dirusak….

ayo perang…perang adalah satusatunya pilihan karena terpaksa…. Polisi lawan massa. Lit : Waaah…kalau begini caranya ya sudah. Dengan tertatih-tatih menahan luka. Lit menggugat negeri Gombal ini dengan puisi protes : Dipimpin para pemimpin pengkhianat Minyak berkhianat kepada rakyat Air berkhianat kepada rakyat Hutan berkhianat kepada rakyat Gunung berkhianat kepada rakyat Beras berkhianat kepada rakyat Gula berkhianat kepada rakyat Udara berkhianat kepada rakyat Transportasi berkhianat kepada rakyat Telekomunikasi berkhianat kepada rakyat Rumah berkhianat kepada rakyat Listrik berkhianat kepada rakyat Batu berkhianat kepada rakyat Pupuk berkhianat kepada rakyat Sayur mayur berkhianat kepada rakyat Buah-buahan berkhianat kepada rakyat Daging Berkhianat kepada rakyat Roti Berkhianat kepada rakyat Sekolah berkhianat kepada rakyat Buku-buku berkhianat kepada rakyat Guru-guru mata duitan berkhianat kepada rakyat Ulama-ulama gila hormat berkhianat kepada rakyat Hakim-hakim bajingan berkhianat kepada rakyat Polisi-polisi pemeras berkhianat kepada rakyat Politisi-politisi badak berkhianat kepada rakyat Cendekiawan-cendekiawan gila jabatan berkhianat kepada rakyat Rakyat yang bodoh berkhianat kepada KEHORMATANNYA SENDIRI ! . tinggal Lit yang hidup meski luka parah.hanya satu kata : Lawaaaan !!!!!! Siswa sok pinter : Itu puisinya Wiji Thukul ya Lit ? Siswa dan gepeng : Waaah. taek koen iki. sudah perang aja….serbuuuuu !!!!!!!! Perang ramai. Semua mati. Semua saling bunuh.65 Coba kamu baca lagi kitab UUD 45 ! Berapa pasal yang dilanggar mereka ? Dor ! Satu siswa mati.

cerpenis. novelis.Anuf Chafiddi lahir di Lamongan 28 Desember 1961 adalah penyair. mungkin via pos ) BIODATA PENULIS NASKAH DRAMA / TEATER “ LIT ” Viddy AD Daery atau Drs.66 Lit berjalan terseok-seok menuju penonton Sorot lampu mengiringi Baunya menyebar harum Lalu hilang di kerumunan penonton / lampu kian kabur ( Musik prihatin mendenging ngilu ) SELESAI Penonton boleh tepuk tangan Jakarta.com ( fotokopi identitas akan dikirim menyusul. Sewaktu masih kuliah di FISIP UNAIR Surabaya. Patal Senayan Juraganan 11 Mei 2004 Viddy AD Daery=============================viddyad2@yahoo. . kolumnis dan budayawan. sudah menghasilkan puisi masterpiece “Surabaya mari Bicara Empat mata” yang sempat menjadi maskot DKS dan HUT Kotamadya Surabaya di zaman Walikota Poernomo Kasidi.

Tahun 1991 hijrah ke Jakarta karena bekerja di TPI ( Televisi Pendidikan Indonesia ). Lalu keluar dari TPI dan mendirikan jaringan production house sambil menjadi budayawan yang banyak diundang ceramah budaya Indonesia oleh negara-negara Asia Tenggara.com. dan cukup laku di pasaran. mula-mula sebagai redaktur features SERBANEKA. Tahun 1993-2001 menjadi produser eksekutif. Novelnya “Sungai Bening” diterbitkan oleh PT Grasindo Jakarta. . Telenovela Dimana Cinta Kutitipkan. lalu menjadi koresponden Jawa Pos sambil mengelola toko emas di Lamongan. Patrio Ngelaba. cerpen dan produksi acara televisi. E-mailnya : viddyad2@yahoo. Produknya yang terkenal antara lain : Lenong Bocah.67 Setelah lulus sarjana sosiologi tahun 1987 . Sejak remaja/mahasiswa sampai kini aktif ikut lomba kreatif dan cukup banyak menyabet juara di bidang penulisan puisi.

Pak pos bisa naik sepeda motor atau sepeda biasa. Wayang wayang campuran. Srikandi 2. jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga. Dalang 3. : remaja laki-laki atau perempuan. . 5. cerdas dan cantik umur sekitar 17 thn. 4. tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. kocak dan cerdas. Mengapa ? Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi. Dibantu oleh kelompok musik. dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan. perempuan atau Synopsis Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo. Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah. : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting : remaja putri tomboy. : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn jumlahnya lebih 5 orang boleh laki. atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari.68 SRIKANDI EDIAN Karya : Sang Aru ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain : 1.

Srikandi namanya. Itu lho perumahan elit dan mewah ya. Dari jembatan merah juga jauh. Ya kan ? Apa tuan ? Dari Wonokromo ? Yo mesti ae adoh rek nek teko Wonokromo. sebelah barat setasiun televisi. MEMBUAT KOMPOSISI ENAK. sebab Madukara sekarang sudah habis dimakan gempa api dan banjir. LAYAR DIBUKA. SEDERHANA. Dalang : Syahdan.69 ===== ADEGAN I. ya jauh apalagi kalau jalan kaki. Apa tuan ? Jauh ? Ah ya nggak se. Dan lagi naik apa tempat itu kita katakan jauh. apalagi dari Gresik. Srikandi yang sekarang ini tinggal di kawasan Darmo Permai sana. malam ini kita bangunkan seorang tokoh wayang terkenal cantik jelita dan otaknya yang cemerlang. masak Darmo Permai jauh ? Jauh darimana tuan ? Jauh dan dekat itu kan diukur darimana tempatnya. Kalau naik sepeda. Kalau naik sedan atau panther ya dekat. WAYANG-WAYANG KELUAR DIIRINGI MUSIKNYA. Tetapi Srikandi ini tidak tinggal di Madukara seperti Srikandi jaman Mahabharata dulu. Ya to ? . BEGITU JUGA KELOMPOK MUSIK SEDANG MEMAINKAN MUSIK. becak bendi. TAMPAK PANGGUNG DENGAN BEBERAPA BUAH KOTAK SEBAGAI PROPERTY. TAMPAK JUGA SEORANG DALANG SEDANG BERSIAP MAIN LENGKAP DENGAN PERALATAN DALANGNYA.

Sejarah lain lho dengan sujarah. Jangan sekali kali meninggalkan sejarah kata salah seorang proklamator negeri ini. Oalah dalang dalang…. Coba tanyakan dulu pada guru. MUNCULLAH SEORANG GADIS ATAU REMAJA DENGAN PAKAIAN SANTAI. Srikandi sekarang ataukah Srikandi masa depan. Nah.70 Srikandi jaman wayang dan Srikandi jaman komputer ini jauh berbeda. Srikandi jaman wayang dulu amat senang dan pandai sekali dalam ilmu memanah. Jangan gampang percaya kata dalang. aku memang pengin sekali berjumpa Arjuna. Srikandi jaman wayang jatuh cinta kepada Arjuna pura pura edan atau gila. apa bedanya sejarah dan sujarah.. Srikandi : Hallo selamat malam penonton selamat malam Surabaya selamat malam malam ini. Srikandi sekarang pinter dan senang dengan ilmu sejarah. CELANA JEAN LENGKAP DENGAN TOPINYA (TOMBOY) DARI WAYANG WAYANG. mendalangi kerusuhan. Srikandi sekarang ketika jatuh cinta pada Arjuna pura-pura sakit keras. Kata orang bijak. Pengin sekali belajar padanya. Apa kabar ? Ya benar. malam ini saya coba bangunkan lagi Srikandi ini. negara itu besar karena sejarah. akulah Srikandi yang tuan tunggu sejak tadi. Dalang itu kan kerjanya memang mendalangi… mendalangi wayang. mendalangi kekacauan. Tuan tuan tahu rumah Arjuna ? Tolonglah tuan kalau tahu rumah Arjuna. Aku ingin sekali kerumahnya. Pasti ada. . Jangan khawatir soal uang lelahnya. Benar tuan. PAKAI KAOS OBLONG. Srikandi dulu. Apa tuan ? Cantik ? Lho itu kan katanya dalang. Tidak usah bertanya ini Srikandi dulu. Kalau hanya memberi tahu di mana rumahnya jelas berbeda lho dengan kalau ikut mengantarkan aku sampai ke rumahnya.

71 Apa tuan ? Oh ya aku ingin belajar kepadanya. Belajar sejarah. Wayang wayang : Belajar atau… Srikandi : Atau apa ? Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ? Srikandi Srikandi Srikandi Srikandi : Oh… belajar rek. : Belajar. : Belajar belajar ! : Belajar ! Sekali belajar tetap belajar ! Wayang wayang : Belajar sambil jatuh cinta ? Srikandi : Malu ah….. Wayang wayang : Jatuh cinta atau belajar Wayang wayang : Belajar atau belajar Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ?

LANGSUNG MASUK SEBUAH LAGU REMAJA CINTA DI SEKOLAH OLEH WAYANG WAYANG. : malu aku malu pada semut merah yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya sedang apa disini menunggu pacar jawabku DISELA-SELA LAGU ITU DALAM DIALOG LAGI : Dalang : Begitulah Srikandi memulai perjalanan cinta pertamanya. Sambil menyelam minum air. Belajar sejarah negerinya sambil jatuh cinta Wayang wayang : mengapa belajar sejarah Mengapa tidak belajar matematika Belajar kok sejarah Srikandi : Kenapa kalau belajar sejarah Sejarah itu perlu dipelajari Sejarah tidak saja hanya dihafalkan, tetapi harus dipelajari. Negara besar itu karena sejarah Sejarah kok dihafalkan. Kalau sudah hafal terus untuk apa ? What for ?

72 Pelajari sejarah negara-negara besar Pelajari sejarah orang-orang besar Pelajari sejarah pikiran-pikiran besar Ya kan pak dalang ? : Benar. Terus keinginanmu : Ya harus kucari rumah Arjuna. : kalau sudah ketemu : ya belajar sejarah padanya : Kalau nggak ketemu ? : Ya harus dicari sampai ketemu : Pantang mundur ? : Ya benar. Pantang mundur Pantang untuk mundur Sekali layar berkembang tak ingin perahu surut kembali sebelum sampai ke pulau tujuan : Siap terus maksudmu ? : Menurut dalang bagaimana harusnya ? : Tanyakan saja pada wayang wayang

Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi

Dalang Srikandi Dalang

Srikandi Wayang Srikandi

: Bagaimana wayang seharusnya ? : Jangan tanya kepada saya, nanti bisa dianggap ikut mendalangi kisahmu Srikandi Sesama wayang tidak boleh saling mendahului. : Sudahlah kalau begitu kuputuskan sendiri.

SRIKANDI LANGSUNG PERGI. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi Dalang : Kemana Srikandi ? : Mencari rumah Arjuna : dimana rumahnya ? : Nggak tahu, tetapi pasti ketemu : begitulah kisah Srikandi sementara ini. Ia berkeras hati, berkeras kepala untuk mencari rumah Arjuna. Ia harus melewati rumah-rumah besar Ia harus melewati jalan-jalan besar Ia harus melewati toko-toko besar Ia harus melewati sekolah-sekolah besar karena ingin belajar tentang sejarah orang-orang besar, belajar tentang sejarah negara-negara besar, sebab Srikandi juga memiliki pikiran besar.

SRIKANDI SUDAH KELUAR DARI KOMPOSISI ITU. Srikandi : benar, disinilah rumah Arjuna Jalan Diponegoro, dekat pom bensin, belok ke kanan terus ada toko kelontong toko Bahagia belok kiri terus, terus nomoe dua puluh empat. Ya benar, inilah rumahnya. Wayang wayang : masuklah Srikandi jangan takut

73 Benar itu rumah Arjuna. : benar ya ini rumah Arjuna Tetapi jangan marah lho ya, siapa tahu ini bukan Arjuna yang kau maksud itu. Bukankah nama Arjuna sekarang ini banyak. Cobalah Srikandi, cobalah dulu. Bukankah salah itu juga sebuah proses menuju benar

Srikandi

SRIKANDI BERAKTING SEPERTI SESEORANG YANG SEDANG MENGETUK PINTU. Wayang wayang : thok thok thok

Wayang wayang nyanyi : buka pintu…buka pintu… buka pintu… Buka pintu buka pintu beta mau masuke Siolah nona nona nona betalah dimukae Ada anjing gonggong betae Ada hujan basah basahe…siolah nona beta mau masuke he he he……. Wayang dialog : Arjuna keluarlah sebentar Ada tamu ingin menemuimu Arjuna : siapa dia ? Srikandi : benarkah ini rumah Arjuna ? Wayang wayang : benar tak salah lagi. Tunggulah sebentar : cepatlah keluar Arjuna, ada tamu Arjuna : Siapa dia ? Wayang wayang : tidak tahu, tetapi tengoklah sebentar atau intip dari lubang kunci rumahmu Arjuna : katakan padanya Hari ini aku tak bisa menemuinya Sampaikan permintaan maafku, tetapi tolong sampaikan aku akan menemui di rumahnya. Catat alamat dan nomor teleponnya. Wayang wayang : tidak kecewa ? Arjuna : Sebenarnya kecewa, tetapi bagaimana lagi. Suatu saat pasti bisa bertemu. Wayang wayang : Baiklah Arjuna Srikandi ?! Srikandi : Bagaimana bisa ditemui hari ini ? Wayang wayang : Maafkan Srikandi Hari ini Arjuna tak bisa kau temui Srikandi : Kenapa ? Wayang wayang : Ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan, tetapi akan menemuimu sendiri di rumahmu. Sekarang tolong alamat rumah dan nomor teleponmu Srikandi : Benar tidak bohong ? Wayang wayang : Tidak, ia sendiri sebenarnya ingin juga bertemu denganmu. Srikandi : Tetapi apakah rumahnya memang disini ?

74 Wayang wayang : Tidak. Tak seorangpun yang tahu alamatnya. Sesekali datang kemari. Tetapi yang penting ia mau datang kerumahmu asal tahu alamat rumahmu Srikandi. Srikandi : 0311234567. HP ku masih dipinjam yang punya. Wayang wayang : Sekarang mau kemana Srikandi ?

Srikandi Dalang

: Tetap mencari Arjuna sampai ketemu : Begitulah penonton tekad Srikandi. Mencari Arjuna sampai ketemu. Tidak ada pilihan lain kita harus berjalan terus kata sang penyair. Bayangkan, siang malam Srikandi mencarinya. Sekarang lihatlah perjalanan Srikandi.

SRIKANDI KELUAR DARI KELOMPOK ITU DAN BERJALAN LAGI DENGAN RASA KECEWA. DIALOG DENGAN PENONTON. Srikandi : Penonton tolonglah saya. Dimana rumah Arjuna sebenarnya Aku ingin sekali ketemu dengannya untuk belajar sejarah. Biarlah orang lain mentertawakan aku belajar kok sejarah. Sejarah negeri ini perlu dipelajari dengan benar. Penting belajar sejarah itu. Apa tuan ? Rembulan ? Masa rembulan tahu rumah Arjuna. Nggak apa apa, siapa tahu rembulan memang tahu rumah Arjuna.

SRIKANDI DIALOG DENGAN REMBULAN. Rembulan, selamat malam. Apa kabar ? Kalau aku sealalu dalam keadaan sehat. Oh ya rembulan, tahukah kau dimana rumah Arjuna. Tolonglah beritahu aku dimana rumah Arjuna Jangan bohong lho rembulan. Aku perlu sekali dengannya. Aku ingin belajar sejarah negeri ini. Katanya dia adalah yang paling tahu tentang sejarah negeri ini. Apa rembulan ? Lho yok apa se rek rembulan ini. Pelajaran sejarah itu penting juga, terutama sejarah negerinya sendiri. Tolonglah rembulan dimana rumah Arjuna itu Wayang wayang : Sudahlah Srikandi sudah Sekarang pulanglah segera Srikandi : Tidak, aku tidak mau pulang kalau belum bertemu Arjuna. Wayang wayang : Hari sudah larut malam Besok kita cari lagi. Atau……

Wayang wayang : Bagaimana Srikandi jadi bertanya pada semut.. Wayang wayang : benar Srikandi. Tetapi sejarah kan tidak untuk dihafalkan saja. Oh ya. Nanti semut…. Arjuna yang pinter ilmu sejarah itu. Terima kasih rumput rumput. Aku ingin mengganggumu sebentar rumput rumput. Benar rumput rumput aku pengin sekali bertemu dengan Arjuna untuk belajar sejarah.. Siapa tahu mengerti. Habis malam hari dan rembulan tidak bersinar seperti tadi lagi.ah biarlah aku mencoba untuk bertanya pada semut. Apa rumput ? Tanya pada semut semut ? Tadi rembulan menyuruhku bertanya pada rumput sekarang kau suruh aku bertanya pada semut. Srikandi : ya. aku tidak sengaja. kalau sejarah untuk dihafalkan memang mudah. SRIKANDI DIALOG : Ayolah semut semut jawablah . Aku ingin ketemu dia untuk belajar sejarah khususnya sejarah negeri ini.75 Srikandi : Atau apa. Tolonglah barangkali kalian tahu dimana rumah sang Arjuna. SRIKANDI NYANYI : Semut semut kecil saya mau tanya Apakah engkau didalam sana Tahu rumah Arjuna…. Coba aku. SRIKANDI LANGSUNG JONGKOK SEAKAN BERBICARA DENGAN RUMPUT RUMPUT Srikandi : Rumput rumput selamat malam Maaf ya kalau ada di antara kalian yang terinjak kakiku. Rumput rumput boleh kan aku bertanya Eh rumput bangunlah sebentar dari tidurmu. Perlu bantuan ? Srikandi : Boleh kalau nggak keberatan WAYANG WAYANG BERNYANYI : Semut semut kecil Saya mau tanya Apakah engkau di dalam sana Tahu rumah Arjuna Srikandi : Ssst jangan ramai ramai nanti mereka marah. Apa ? Ya. Benar rumput. Wayang wayang : Cobalah tanya pada semut semut Siapa tahu ia mengerti rumah Arjuna Tanyalah pada semut atau rumput rumput Cobalah kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Masak kata guruku berbeda dengan kata bapakku tentang sejarah negeri ini. Sejarah harus dipelajari rumput rumput.

SRIKANDI LANGSUNG MENGANGKATNYA. Tolonglah semut. aku perlu sekali dengan Arjuna itu. Selamat malam Daaag semut TIBA TIBA TERDENGAR SUARA HANDPHONE. awas lho hati hati. : Siapa Srikandi ? : Ssst… Ya hallo. Tadi kata rumput rumput engkau tahu. Jangan takut nanti kuberi hadiah gula kalau kau mau memberi tahu di mana rumah Arjuna. Benar. ini aku sendiri Arjuna ? Ah benar…. Hanya Arjuna saja yang bisa menjadi tempat aku belajar sejarah negeri ini.. Jangan bohong lho ya. : Baru beli…. Nah. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi : Lho tadi katanya nggak punya. BIODATA PENULIS Naskah SRIKANDI EDIAN Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) Alamat penulis : Sang Aru : Hardjono Wiryosoetrisno : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto . Benar ? Nggak tahu. Siapa ? Ah nggak akan aku cari sendiri saja rumah Arjuna. Masa depan negeri ini jangan sampai keliru gara gara tak pernah mempelajari sejarah. Masak nggak tahu.benar. Terima kasih semut semut. Wayang wayang : Siapa Srikandi ? Arjuna ya.76 Apakah engkau tahu rumah Arjuna. Ya ya.

77 Nimok. Momon 3. Nimok menolong Momon yang menjadi korban pengguna narkoba hanya karena keduanya adalah sahabat. . Synopsis : Awalnya. Karya : I n u l. : tokoh pengguna narkoba putra umur sekitar 17 tahun.suara imaginer kedua tokoh berjumlah bebas. Aku cinta kamu. Anu 4. : remaja putra umur sekitar 17 tahun egois dan manja : suara . Momon berhasil lepas dari persoalan itu tetapi mencintai Nimok dan Nimok menolaknya. ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain. 1. Nimok 2. Pasien : remaja putri umur 17 tahun. Dibantu pemain musik kalau perlu musik alternatif. cerdas. kurus ceking dan lelah. cantik dan lincah.

PANGGUNG GELAP. DENGAN IRAMA YANG TETAP MULUTPUN IKUT BERMUSIK. TAMPAK DIPOJOK PANGGUNG SEBUAH KURUNGAN DILILIT KAIN PANJANG DAN DI ATASNYA ADA SEBUAH KEMARON KECIL BERISI BUBUKAN KANJI ( SAGU ) ATAU TEPUNG. Momon makin parah terjerumus dalam persoalan itu kembali. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… MAKIN RAMAI. KEMUDIAN MUNCUL NIMOK DAN MOMON SAMBIL MEMBAWA DUA BUAH KURSI SEBAGAI HAND PROPERTY MEREKA DIIRINGI PEMAIN PEMBANTU ATAU SUARA SUARA YANG AKHIRNYA MEMBUAT KOMPOSISI. SUARA SUARA SENDIRI .78 Akibatnya. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. Mengapa Nimok kembali datang ? ========= ADEGAN I. Nimok kembali datang. PEMAIN MUSIK TELAH SIAP DITEMPATNYA. SESEKALI NAIK SESEKALI TURUN. MUSIK BERBUNYI TERUS. LAMPU MENYALA. tetapi tetap tidak ingin menerima cinta Momon.

DENGAN KOMPOSISI SEIMBANG. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… Nimok dan Momon : suara suara berhentilah Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : suara suara berhentilah sebentar Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Suara apakah kalian ini ? Suara suara : Kami adalah suaramu sendiri Yang terus hidup sepanjang hari . KURSI KEMBALI SEBAGAI PROPERTY MEREKA. SUARA MAKIN KERAS BEGITU JUGA MUSIKNYA. SETELAH ITU KEDUANYA DUDUK DI KURSI MEREKA MASING MASING. KEDUANYA MEMAINKANNYA DENGAN GERAK GERAK INDAH BUKAN GERAKAN TARI.79 BEGITU JUGA DENGAN NIMOK DAN MOMON. MUSIK MENGIRINGI GERAK MEREKA.

Suara-suara : Sendirian ? Nimok dan Momon : Nggak.80 Kenapa Nimok ? Kenapa Momon ? Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Berhentilah suara suara Berhentilah sebentar. kami berdua Suara suara : tanpa kami ? Nimok dan Momon : Ya Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab KEMUDIAN SUARA SUARA ITU MEMBUAT KOMPOSISI BEGITU JUGA NIMOK DAN MOMON. MUSIK DAN SUARA MAKIN LAMA MAKIN LENYAP. Nimok : Kenapa diam ? . kami ingin bicara sendiri.

. Nimok : kenapa diam ? Momon : nggak tahu Nimok : nggak tahu ? Momon : ya nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : karena nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : ya karena nggak tahu Nimok : oh…. .81 MOMON DIAM TAK MENJAWAB.

SEMENTARA SUARA SUARA BERMAIN SALING BERDIALOG DALAM HATI. DAN SEGERA DIAM KETIKA MOMON MULAI DIALOG. Momon : Kenapa diam? Nimok : Apa? Momon : Kenapa diam? Nimok : Karena ingin diam Momon : Kenapa ingin diam? Nimok : Karena ya memang ingin diam Momon : Tidak ingin bicara Nimok : Ingin Momon : Kapan Nimok : Kapan kapan .82 KEDUANYA DIAM LAGI DENGAN MOTIVASI BERBEDA. HANYA GERAK GERAKNYA SAJA YANG MEMAINKAN DILOG MEREKA.

83 Suara-suara : Kapan Nimok? Nimok : Kapan-kapan Suara-suara : Wuah nggak boleh begitu Nimok Itu namanya mangkelan Nggak boleh Nimok mangkelan Jangan pendam dendammu sampai matahari tenggelam Nimok. Nimok : Diamlah suara-suara Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Momon : Kau siapa ? Nimok : Aku ? Nimok ! .

84 Momon : Nimok temanku ? Nimok : Bukan saja temanmu Tetapi sahabatmu Momon : sahabatku ? Nimok : Ya sahabatmu Suara-suara : Ya benar Momon Nimok sahabatmu datang lagi Nimok sahabatmu balik lagi Momon : Kenapa kau datang lagi ? Aku sudah tak ingin ketemu lagi Kenapa kau masih datang lagi Kenapa ? Nimok : Karena aku sahabatmu Momon Karena sahabatmu itulah aku mengharuskan datang kembali ke tempatmu. KEDUANYA DIAM BERPIKIR. .

aku harus datang kembali. Tidak ingin menjadi seseorang yang kamu cintai.85 Nimok : Karena aku sahabatmu. Momon : Kenapa ? Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak Suara-suara : Tidak atau belum . Momon : Kenapa masih ingin datang kembali ? Nimok : Aku ingin menjadi sahabatmu seperti waktu dulu.

sekali tidak ya tidak Suara-suara : Belum atau belum Nimok : Sssttt…. Kenapa ? Kau campakkan lagi aku dari sebuah tempat yang lebih tinggi setelah kau angkat dari tempat terbawah. setelah aku sakit kau datang lagi untuk mengangkatku dan pasti akan menjatuhkan dari tempat yang lebih tinggi lagi. aku masih ingin datang lagi untukmu Momon : Kenapa Nimok ? .86 Nimok : Tidak. LANGSUNG SUARA SUARA DIAM. Tanpa kau suruh aku akan pergi. Nimok : Tidak usah khawatir. Momon : Sebenarnya aku lebih senang kalau kau tidak mau datang lagi Nimok. Sekarang. Suatu saat aku pasti pergi. Tetapi untuk sekarang. Itu membuatku lebih sakit. Pergilah Nimok itu lebih baik.

Apa yang kau dapatkan dari tempat ini ? Sia-sia Momon. INNER MERENUNG UNTUK BERPIKIR. Sebagai seorang sahabat. aku ingin datang lagi untuk mengajakmu pergi meninggalkan tempat yang tak patut kau singgahi. Nimok : Tinggalkan semua ini. cukup Nimok : Belum ! Belum cukup Momon. dan… Momon : Cukup Nimok. Aku ingin Momon kembali Momon yang dulu. Nimok : Kau mencintai aku Momon ? MOMON RAGU RAGU MENJAWABNYA. Mengerti maksudku Momon ? MOMON DIAM. . semasa masih menjadi sahabatku. aku wajib mengajakmu pergi dari sebuah tempat yang tak layak kau tempati. Hanya ini ! MOMON BERPIKIR KERAS KEDUANYA DIAM. Karena aku sahabatmu.87 Nimok : Aku sahabatmu.

. Aku cinta kamu.88 Nimok : Jawablah dengan jujur Momon Kau mencintai aku ? Suara-suara : Jawablah Momon Jawablah dengan jujur Kenapa diam momon ? malu ya ? Jatuh cinta kok malu Malu kok jatuh cinta Jangan jatuh cinta kalau masih punya malu Nimok : Diamlah suara suara Benar Momon kau mencintai aku ? Momon : Ya. Nimok : Tidak tepat kalau kau mencintai aku Momon : Kenapa ? Nimok : Karena kau sendiri belum mencintai dirimu sendiri.

Bohong. . sebelum ingin orang lain mencintaimu Sayangilah dirimu sendiri sebelum ingin orang lain menyayangimu MOMON BERPIKIR KERAS. MERENUNG. Suara-suara : Mencintai tidak menyakiti Momon Mencintai tidak menyiksa Momon Ya kan ? Nimok : Cintailah dirimu sendiri. aku mencintai diriku.89 Momon : Aku mencintai diriku sendiri Nimok Nimok : Tidak Momon : Benar Nimok. Nimok : Bohong kalau kau mencintai dirimu sendiri Momon : Aku mencintai diriku Nimok Nimok : Mengapa kau sakiti dirimu sendiri kalau kau sudah mencintai dirimu sendiri Kenapa kau siksa dirimu sendiri kalau kau sudah bisa mencintai dirimu sendiri. aku tidak percaya.

kalau kau benar benar mencintai dirimu sendiri. Yakinlah suatu saat orang orang yang mencintai pasti datang.. Tidak ada pilihan lain kecuali harus segera meninggalkan tempat ini. Momon : Diam ! .90 Nimok : Apakah salah kalau sebagai seorang sahabat aku ingin datang lagi untukmu ? Jangan usir aku Momon Suatu saat pasti aku pergi. TEMBANG ITU MENGINGATKAN IBUNYA YANG TELAH ALMARHUM. Sementara ini aku masih ingin melihatmu sebagai sahabatku kembali seperti dulu lagi. Ayo bangun dari mimpi mimpimu yang indah tetapi hanya kebusukan dan kesakitan yang kau dapatkan. Ya kan ? percayalah ! LAMAT-LAMAT TERDENGAR SEBUAH TEMBANG. Rungokna kandaku ya ngger Isih cilik tak kudang kudang Dadia pengarepanku Ing tembe kena tak sawang….

91 Diamlah suara-suara Aku tak ingin mendengar suara itu Ayo diamlah suara Suara-suara : Kenapa Momon ? Momon : Tak seorangpun yang mencintaiku Tak seorangpun yang menyayangiku Semua pergi Semua menjauhiku Nimok : Diamlah Momon Aku ingin menemanimu Momon : Kemudian meninggalkan lagi Sebenarnya aku tak ingin lahir kalau akhirnya harus begini Siapa yang menyuruhku lahir ini sebenarnya Nimok : Jangan kau salahkan kelahiran Momon Dan mengapa tidak mencoba menyalahkan diri sendiri ? Siapapun tak berhak menolak atau memilih kelahirannya .

menyuruh orang lain menyayangi. Bagaimana Momon ? TERDENGAR LAMAT-LAMAT SUARA-SUARA ITU MENEMBANG LAGI. Memalukan menyayanginya sendiri tak mampu. PANDANGANNYA MAKIN LIAR MELIHAT KE . Ayolah Momon Lihatlah sebelah sana Langit dan matahari masih cemerlang Jangan menuntut orang lain mencintaimu Kalau kau sendiri belum menuntut dirimu sendiri untuk lebih mencintai diri sendiri Ayolah Momon Sekali lagi hanya kita sendirilah yang harus mempertanggung jawabkan hidup ini pada sang pembuat hidup ini. TIBA-TIBA PANDANGAN MOMON NYALANG DAN DENGAN BERINGAS TIBA-TIBA IA BERDIRI. Nimok : Dengar Momon suara ibumu Dengar Momon doa ibumu MENDENGAR SUARA ITU. Belum terlambat Momon Hidup ini milikmu sendiri bukan milikku atau milik orang lain. Bukan orang lain.92 Kita hanya berhak menolak jalan hidup kita sendiri. Ya kan ? Kita sendirilah yang memiliki hidup kita karena kita sendiri yang berhak menentukan diri kita sendiri.

SESEKALI BERHENTI MEMANDANG SEBUAH ARAH DENGAN LIAR. SEMENTARA NIMOK HANYA MELIHAT DENGAN KEMAMPUAN INNER ACTIONNYA.93 BEBERAPA ARAH KEMUDIAN BERJALAN DENGAN LANGKAH GAGAH DAN CEPAT MENGELILINGI PANGGUNG. jangan dibiarkan di sini sendiri Momon : Tidak Aku akan belajar lebih mencintai diriku. . Suara-suara : Momon… mau kemana ? TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA. Suara-suara : Momon kemana ? Ajaklah Nimok serta. Suara-suara : Momon pulanglah Ibumu sudah menunggu… TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA LEBIH CEPAT. KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEAKAN INGIN CEPAT SAMPAI DI SEBUAH TEMPAT DAN LANGSUNG MELAKUKAN SESUATU.

Suara-suara : Momon kemana ? Ini Nimok. SEMENTARA SERBUKNYA BETERBANGAN MEMENUHI PANGGUNG. LANGSUNG DIAMBILLAH “KEMARON KECIL” DIPEGANG LANGSUNG DIBANTING BERANTAKAN. DIPANGGUL LAGI SANG PASIEN UNTUK KELILING PANGGUNG LAGI. LANGKAHNYA CEPAT SETENGAH BERLARI.94 PANDANGAN MOMON MAKIN NYALANG SAAT MELIHAT SESUATU YANG ADA DI POJOK PANGGUNG. jangan ditinggalkan sendiri Momon : Aku ingin mencintai diriku sendiri sebelum mencintai orang lain. DIAM SEBENTAR ADA KEBENCIAN. MOMON MUNDUR SELANGKAH DEMI SELANGKAH DAN TERUS MELIHAT PASIEN DENGAN MOTIVASI TERKEJUT SEKALIGUS PENYESALAN. DENGAN LANGKAH GAGAH MOMON MENDEKATI PASIEN DEKAT DEKAT DAN LANGSUNG DIPELUKNYA ERAT ERAT SETELAH ITU LANGSUNG DIGENDONG ( DIPANGGUL ) BERKELILING LAGI. TAMPAK SEORANG REMAJA SEDANG MENIKMATI ROKOKNYA ( GANJA ) DALAM KURUNGAN DENGAN PANDANGAN KUYU. MUNDURLAH MOMON BEBERAPA LANGKAH MELIHAT DENGAN LIAR LANGSUNG KAIN PANJANG YANG MELILIT KURUNGAN DITARIK PAKSA DAN KURUNGAN ITUPUN DIBUKA DAN DILEMPARKAN SEKALIGUS. NIMOK PELANPELAN TAPI PASTI MENDEKATINYA MUSIKPUN MULAI BERBUNYI DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK .

Suara-suara : Hidup ini milik kita sendiri Bukan milik orang lain Bukan milik anak anak kita dan Bukan juga milik orang tua kita. MUSIK BERBUNYI TERUS. IRAMA BERGANTIAN. MUSIK BERBUNYI TERUS PELAN PELAN KEMUDIAN SESEKALI KERAS. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. LAMPU MAKIN LAMA MAKIN REDUP KEMUDIAN PADAM. SUARA-SUARA BERGERAK MEMBUAT KOMPOSISI. Nimok masuklah Angin malam berhembus kencang PELAN PELAN KETIGA PEMAIN ITU MASUK.95 Suara-suara : Momon. . SESEKALI CEPAT SESEKALI LAMBAT. SUARA-SUARA IKUT BERSUARA DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK MUSIK TERUS BERLANJUT.

AKU CINTA KAMU Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) : Inul : Hardjono Wiryo Soetrisno .96 SELESAI BIODATA PENULIS Naskah NIMOK.

97 Alamat penulis : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto NASKAH DRAMA REMAJA HITAM PUTIH Untuk diikutsertakan dalam “Lomba Penulisan Naskah Teater Seksi Penyajian Taman Budaya Jawa Timur 2004” Karya : ENANG ROKAJAT ASURA CILEGON 2004 .

SEORANG REMAJA BELIA TERSERET DALAM TARIK-MENARIK ANTARA KEPENTINGAN YANG BERBEDA. SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU PUTUS. AKHIRNYA PADA SAAT AMARAL MENCAPAI PUNCAK KEKESALAN DAN GELISAH. DI SISI KIRI RIO DENGAN SELENDANG HITAM. DALAM . AMARAL. AMARAL TERDUDUK LESU BEBERAPA SAAT.98 JUDUL : HITAM PUTIH TOKOH : AMARAL NENEK RIO DUA ORANG BODYGUARD PUTRI SEORANG LELAKI FIGURAN 1 BABAK SATU PANGGUNG ADALAH SEBUAH RUANGAN KOSONG. RUANGAN FANTASI. TARIK-MENARIK ANTARA RIO DAN NENEK AMARAL MEMBENTUK SEBUAH TARIAN. SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU TERUS MENJERAT AMARAL DALAM GERAKAN-GERAKAN YANG MAKIN LAMA KIAN RANCAK. DAN DI SISI KANAN NENEK DENGAN SELENDANG PUTIH.

Cu ? Tidak…jangan bingung ! . Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu. AMARAL LALU TERENGAH-ENGAH MENCARI SESUATU. AMARAL Hitam….99 TEMARAM LAMPU. DI KIRI DAN KANAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM JUGA MENGGAPAI-GAPAI.dimana putihmu… Putih…. DETAK JANTUNG TERDENGAR MEMBURU. DETAK JANTUNG ITU TERUS MEMBURU DAN MEMBURU. AMARAL BANGKIT KEMUDIAN MENGIKUTI GERAK DETAK JANTUNG ITU. MAKIN LAMA TERDENGAR MAKIN KERAS DAN MEMBURU. DINGIN.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! AMARAL Hitamku di sana ? hitamku di nadimu ? NENEK Itu bukan hitam.putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. PADA DETAK JANTUNGNYA SENDIRI. GERAK AMARAL BANGKIT MEMBENTUK SEBUAH SILHOUTTE. AMARAL TIDAK BISA MENGUASAI BAHKAN TAK MAMPU MENGENDALIKAN.

pikirkanlah liang lahat ! NENEK Tengik juga kau anak muda ! Jangan dengar itu. AMARAL Aku tak melihat putih di sana… Hoi…adakah putihku di sana ? . PADA PENONTON.100 Pandanglah abu-abu itu dengan ini … ( MENEPUK DADA DAN BATUK ) RIO ( TERKEKEH ) mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih. MENCARI SESUATU. Nek ! Tak perlu memikirkan hitam dan putih. MENATAP SATU PER SATU. NENEK GELENG-GELENG KEPALA TAK PERCAYA DENGAN UCAPAN CUCUNYA TADI. Cu ! Jangan kau dengar… kau akan menemukan putihmu… putihmu yang kaucari…bukan putih dia… bukan putih orang lain !!! AMARAL Biarlah aku pandang sendiri. Nek !! Jangan memandang dengan mata nenek… Aku masih awas… Pasti lebih awas ! Mata nenek sudah rabun… Mana bisa mewakili keinginanku !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN PANGGUNG. AMARAL SEPERTI BINGUNG SENDIRI. mengatur nafas saja tidak becus ! kau batuk-batuk terus.

NAMUN NENEK TIBA-TIBA DATANG TERGOPOH. Amaral ! AMARAL MULAI TERLIHAT GAMANG. SESEKALI BERHASIL. ( MENEPUK DADA DAN BATUK-BATUK KEMBALI ) ah…kenapa penyakit ini selalu saja manja… dasar penyakit jaman sekarang… manja…tak bisa mandiri… AMARAL ( PADA NENEK ) Artinya nenek sudah tua… NENEK Bagus…bagus itu. TAPI AMARAL ADEGAN BISA INI LEPAS. Cu ! tapi di sini …. BEBERAPA DIBELITKANNYA KALI DIULANG LAGI SELENDANG ITU BEBERAPA KALI. DENGAN SELENDANG PUTIHNYA. NENEK MEMBELIT AMARAL. BERHASIL. kau akan pula mengaku nenekmu bisa membedakan mana hitam mana putih… RIO Dalam kacamata tuamu. IA BERJALAN KE ARAH RIO. mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih lihat…ini hitammu di sini… hitammu ada pada hitamku. SEHINGGA TERLIHAT . TAPI AMARAL BISA MELEPASNYA LAGI.101 Hoi…hanya ada hitamkah di sana ? NENEK ( BATUK-BATUK ) hitam dan putih tidak dimana-mana. Cu ! Kalau kau sudah mengaku aku tua.

PIANO FANTASI. NENEK TERLIHAT BERDIRI GOYAH. jangan biarkan hitam membawa cucuku ! Kuatlah putihmu di sini…. Pancarkan putihmu pada cucuku ! Jangan…jangan biarkan hitam itu. NENEK TERUS MENDEKATI PINGGIR PANGGUNG. RIO TERDENGAR TERKEKEH. DUDUK. IA MULAI KONSENTRASI DAN BERMAIN PIANO. LAMAT-LAMAT MENGALUN LAGU SENDU. BAYANGAN HITAM ITU KEMUDIAN MENDEKATI NENEK DAN AMARAL. MENGANGKATNYA TINGGI DAN MEMBOPONGNYA MENJAUH DARI NENEK. NENEK Tuhan. TEROR NADA. BERDIRI DAN ROBOH KEMBALI.102 BAGAIMANA TARIK-MENARIK KEINGINAN ANTARA AMARAL DAN NENEK. NENEK TAK PEDULI DAN TETAP BICARA PADA PENONTON. Tuhan ! Jangan biarkan membawa cucuku… NENEK MEMAKSA BERDIRI TAPI KEMBALI TERDUDUK. MAKIN SEMANGAT BAHKAN SEPERTI YANG KERASUKAN SEHINGGA NADA YANG DIHASILKANNYA PUN LEBIH BERUPA TEROR. DARI SUDUT PANGGUNG BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM SEHINGGA HANYA TAMPAK SEBAGAI BAYANGAN. KEMUDIAN LELAKI JANGKUNG INI DUDUK DI KURSI. SEMENTARA RIO TERUS BERMAIN PIANO. LALU TERDUDUK TAK MAMPU MENAHAN GEJOLAK RASA DAN BERAT TUBUHNYA. SEPERTI TENTARA SEDANG LATIHAN TIARAP. NENEK AKHIRNYA MENDORONG TUBUHNYA KE ARAH PENONTON. PADA SATU SAAT SECARA SEREMPAK BAYANGAN ITU MEMEGANG AMARAL. BERDIRI. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !!! Mana putihku ? .

ternyata kalian masih suka bohong… Aku pikir kebohongan hanya ada di pasar-pasar… Ditawar seribu…dia bilang belinya saja seribu dua ratus… padahal ia beli lima ratus…he he he… Aku sangka kebohongan hanya ada di terminal… bus penuh dikatakan kosong… tadinya aku hanya beranggapan… kebohongan hanya ada di senayan tapi ternyata…di sini juga … apa pasar pindah ke sini heh ? apa terminal juga ada di sini ? atau tempat ini sudah disulap jadi senayan tandingan ? NENEK TERGOPOH DAN MENJAUH DARI PENONTON. BERTANYA LAGI PADA ARAH PENONTON. . TIARAP LAGI.103 DARI ARAH PENONTON Tak ada putih di sini… NENEK Ah. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. HENING. NENEK Adakah putihku di sana ? ( SEPERTI AKAN MENANGIS ) Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. SEPI. TAPI DIA BALIK LAGI.

MEMELUKNYA. LALU IA MEMEGANG NENEK. DIBELITNYA KE LEHER. Nek ! Jangan buang kesempatan hidupmu… Hidup itu mahal !! AMARAL MEMBAWA NENEK MENJAUH DARI ARAH PENONTON. SELENDANG AKAN DIBELITKANNYA . MELIUK. AMARAL Jangan. NENEK MENATAP KE ARAH PENONTON SAMBIL TERSENYUM PENUH KEMENANGAN. RIO TERTEGUN SEJENAK. AMARAL DATANG DARI ARAH LAIN. NENEK Cucuku masih ada… Dia masih sayang… AMARAL TERSENTAK. KAGET. MENGHENTAK DAN MENJAUH. NENEK BENGONG DAN KECEWA. AMARAL Nenek jangan bunuh diri… Nenek masih diperlukan di sini… NENEK MEMAINKAN SELENDANG DAN SEPERTI AKAN BENARBENAR DIBELITKAN KE LEHERNYA SENDIRI.104 NENEK ( BENAR-BENAR MENANGIS DAN BICARA SENDU ) Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !! Mana putihku ? NENEK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. TAPI JARI-JEMARINYA TETAP SEPERTI SEDANG MEMAINKAN PIANO.

NENEK DAN AMARAL BERKUMPUL DI TENGAH PANGGUNG. itu tadi kentut ! Bahkan ada kentut yang bisa lebih keras dari itu… AMARAL Ngaco ! Nenek jangan ngaco ! Ayo keluar…itu tadi bom… atau paling tidak granat tangan… . RIO. MEREKA TAMPAK PANIK. NENEK BATUK-BATUK. BATUK ITU TERUS TERDENGAR SEIRING DENGAN SUARA PIANO YANG SEOLAH SEDANG DIMAINKAN RIO. SEIRING TERDENGAR SUARA LEDAKAN. MELIUK.105 KE LEHER TAPI AMARAL TETAP MENJAUH. RIO Bom !! AMARAL Bom … bom !! NENEK Bukan bom…itu tadi kentut ! RIO Kentut ? begitu kerasnya kentut ? NENEK Ya. PADA SATU KESEMPATAN NENEK BENAR-BENAR MENJERAT LEHERNYA. RIO TETAP MEMAINKAN PIANO DENGAN SEMANGAT. TAPI KETIKA AKAN DITARIK.

sudah ! Kalau begitu. Nek. kau yang kentut. buat ngebom laki-laki brengsek yang akan mengganggu kamu !! Tapi…. pasti dicekal masuk Amerika… NENEK Kalau begitu. Cu ! AMARAL ( TERSIPU ) Nenek…mana mungkin aku kentut di depan umum… lagi pula kentut perempuan itu tidak keras… Mana mungkin bisa sekeras bom… NENEK Ya.106 NENEK Kentut ! RIO Siapa yang kentut ? NENEK Kamu ! kau yang kentut ! Kentut orang macam kau itu pasti sekeras bom ! RIO Aku kentut ? kentutku keras ? Mana mungkin. mungkin aku yang kentut… Kentutku bisa sekeras bom.karena aku perempuan. pasti kentutku tetap santun… Buktinya kentutku tak salah sasaran kan ? . aku masih bebas keluar masuk Amerika ! kalau aku kentut sekeras bom.

TAPI MAKIN LAMA TERASA SEMAKIN BERSEMANGAT. RIO TERUS MENGIMBANGI AMARAL MENYANYI.107 Tidak salah tembak… Kentutku tepat nembak Riomu itu ! RIO MENJAUH. AWALNYA PERMAINAN PIANO RIO SYAHDU. IA SEPERTI SEDANG MENYANYI DI HADAPAN BANYAK PENONTON. DUDUK DI KURSI. MENGHENTAK. PADAHAL TAK JAUH DARINYA. RIO MENATAP TAJAM LALU DENGAN TAK ACUH MENINGGALKAN AMARAL YANG PADAHAL SEDANG MERONTA MEMINTA TOLONG. PERHATIAN AMARAL TERSEDOT LALU MULAI IKUT HANYUT PADA PERMAINAN PIANO RIO. IA MENANGGALKAN PAKAIAN KESEHARIANNYA. PADA SATU SAAT TIBA-TIBA AMARAL TERKILIR DAN JATUH. TARIAN AMARAL DAN RIO DEMIKIAN MEMUKAU. PADA BEBERAPA GERAKAN TARIAN ITU TAMPAK EROTIS SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN BAGAIMANA PERTEMANAN ANTARA AMARAL DAN RIO TELAH BERUBAH MENJADI HUBUNGAN CINTA KASIH. AMARAL MULAI BERNYANYI KENDATI SEPERTI SEDANG TERCEKIK. NENEK MASIH JUGA BERMAIN DENGAN SELENDANG. DIELUS. SELENDANG ITU IA PANDANG SEBAGAI SEORANG ANAK KECIL. RIO LALU DUDUK DI TEMPATNYA SEMULA DAN DENGAN EMOSIONAL MEMAINKAN PIANO . AMARAL SEDANG MENARI DENGAN RIO. DIAJAKNYA BERMAIN. IA KONSENTRASI DAN KEMBALI SEOLAH SEDANG BERMAIN PIANO. AMARAL menghitung hari… detik demi detik… PADA ADEGAN BERIKUTNYA AMARAL SEPERTI TELAH MENJADI SEORANG PENYANYI. NENEK SENDIRI DUDUK DI POJOK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA.

108 SEHINGGA MENGELUARKAN SUARA BERISIK. NENEK TERSENTAK. MENATAP PADA AMARAL SILIH BERGANTI DENGAN MENATAP RIO. NENEK Ah…kau ini ! Dia itu lelaki tak bertanggung jawab… AMARAL Tapi Rio telah memberi jalan…. Jalan menuju sukses, Nek ! NENEK Yang memberi jalan itu, Allah ! Jangan kau salah sangka… Kita itu kecil…kerdil… Mana mungkin bisa memberi jalan untuk orang lain, jalan buat sendiri saja tidak bisa… AMARAL Sudahlah, Nek ! Simpan omongan nenek itu di lemari besi… Aku tak mau mendengarnya lagi… NENEK ( TERSENTAK HINGGA SELENDANG JATUH ) Amaral ? AMARAL Sadar…aku sangat sadar ! NENEK Oh, Tuhan, sia-sialah upayaku ini… AMARAL Nenek tidak mengerti…

109 Dunia hiburan memberi jalan hidup… jalan yang tak pernah nenek temukan dulu… Pandanglah dunia dengan mata sekarang, Nek !! Bukan mata nenek yang dulu ! NENEK Mengkhayalah terus… Bermainlah dalam fantasimu !! Tapi kau sedang ada dalam genggamanku sekarang… AMARAL Mulai sekarang tidak, Nek ! Aku lepas…bebas… NENEK Bawalah pikiranmu… Tapi kau lupa, hatimu tetap di sini… NENEK MEMANDANG SELENDANG YANG JATUH. TAPI KETIKA IA BERGERAK UNTUK MENGAMBILNYA, DENGAN CEPAT RIO JUSTRU YANG MENGAMBIL SELENDANG PUTIH ITU. RIO BERLARI KE TENGAH PANGGUNG. MENYATUKAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM MILIKNYA. SELENDANG ITU TERUS DIPILIN SEHINGGA WARNANYA SALING SILANG, HITAM DAN PUTIH. NENEK BENAR-BENAR KECEWA BAHKAN MENANGIS TERSEDU. AMARAL BERDIRI MEMANDANG KE ARAH RIO. RIO TERSENYUM. MENGULURKAN SELENDANG ITU. AMARAL MENCOBA MENANGKAPNYA BERKALI-KALI TAPI TAK JUGA BISA MEMEGANGNYA. PANGGUNG GELAP. SUARA MENGHENTAK. DALAM GELAP PANGGUNG ITU TERDENGAR KEMBALI LEDAKAN. SEBUAH SUARA Siapa yang kentut ?

110 Ayo ngaku ! Siapa yang kentut ? Perempuan atau laki-laki ? MUSIK BERHENTI. LAMPU BERUBAH. SUASANA BERUBAH. PANGGUNG BERUBAH PADA ADEGAN BERIKUTNYA. ***

2
BABAK DUA
SEBUAH KURSI SIMBOL KESUKSESAN BERADA DI TENGAH PANGGUNG. BEBERAPA SAAT PANGGUNG ITU HANYA BERISI KURSI TERSEBUT. CAHAYA TERANG. PADA SATU SISI PANGGUNG ADALAH KAMAR NENEK LENGKAP DENGAN TERALIS. NENEK SESEKALI TAMPAK DARI JENDELA, MENATAP KELUAR KADANG MEMEGANG TERALIS MENATAP PADA JARAK JAUH.

111 DARI LANGIT TURUN HUJAN. BUKAN HUJAN AIR MELAINKAN LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO. LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO YANG SEOLAH TURUN DARI LANGIT ITU DIATUR SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA JATUH DI ATAS KURSI KESUKSESAN, PALING TIDAK DI SEKELILINGNYA. DARI ARAH LAIN BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM

MENYERET SEBUAH KOTAK KADO DALAM UKURAN SANGAT BESAR. DENGAN KESULITAN MEREKA TERUS MENDORONG KADO TERSEBUT HINGGA MENDEKATI KURSI. KADO RAKSASA ITU BERBEDA DENGAN KADO-KADO LAIN. SELAIN UKURANNYA BESAR JUGA WARNANYA HANYA HITAM DAN PUTIH. KADO RAKSASA ITU DEMIKIAN MENCOLOK. SETELAH MENEMPATKAN KADO RAKSASA ITU DI PINGGIR KURSI, ORANG-ORANG ITU MUNDUR DENGAN TERATUR. DARI SAMPING KIRI DAN KANAN PANGGUNG KEMUDIAN MUNCUL DUA ORANG BERBADAN TEGAP. KEDUANYA MENGENAKAN SAFARI WARNA GELAP. MEMAKAI KACAMATA HITAM. KEDUANYA KEMUDIAN BERDIRI KOKOH DI SAMPING KIRI DAN KANAN KURSI. DARI TAMPANG KEDUANYA ORANG AKAN LANGSUNG DIINGATKAN BAHWA KEDUANYA ADALAH BODYGUARD YANG SIAP MENJADI TAMENG KESELAMATAN TUANNYA. KEDUA LELAKI ITU TAK BANYAK BICARA. KEDUANYA HANYA MENGGUNAKAN ISYARAT SEPERTI ROBOT. SEIRING DENGAN MUSIK MENGHENTAK, KEDUA BODYGUARD TADI LANGSUNG TIARAP. KEDUANYA SIAP PASANG BADAN. DENGAN PAKAIAN GLAMOUR, AMARAL DATANG. SEPERTI HALNYA ARTIS TERKENAL IA YANG BANYAK SENYUM DIPUJA, SEOLAH AMARAL SEDANG MELENGGANG. MENGUMBAR

MENGHADAPI BANYAK PENGGEMARNYA.

DIBALIK TERALI NENEK MENATAP NANAR PADA CUCUNYA ITU. SITUASI KONTRAS ITU TERUS BERTAHAN UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTU. AMARAL ( PADA SEORANG BODYGUARD ) Kalian atur jangan sampai berebut … Kalian dibayar untuk itu… Kulitku bisa lecet kalau berdesakan terus… BODYGUARD ITU TAK BICARA SELAIN SALING MENATAP DENGAN TEMANNYA. NENEK ( TERIAK ) tak ada penggemarmu. NENEK TERUS TERTEGUN.112 PADA SISI LAIN. Cu ! tak ada penonton… tak ada penjaga pribadi… AMARAL ( KESAL ) Diam ! Apa sih maksud nenek ?! . AMARAL Makasih…makasih…sabar ya… semuanya pasti kebagian … sabar dong… ( PADA SESEORANG ) siapa namanya ? bagus…mana bukunya… oke…tanda tangan di sini ya… iya…iya… AMARAL TERUS MENGUMBAR SENYUM.

supaya saya tidak berbuat kasar… Paham ?! NENEK Tidak ! AMARAL Ah. SEDANG MENGITARI KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA. itulah. Nek ! Jaman sekarang sudah maju… Jauh lebih maju dari jaman yang nenek alami… Sekarang jaman globalisasi… Nenek pasti tidak tahu apa itu globalisasi ? NENEK He he he … salah kau. Nek ! Lihat…lihat…penonton ! Saya cantik luar dalam … AMARAL BERLARI KE KEMUDIAN DEPAN. LALU AMARAL PASANG . MELENGGOK KUPING MENGITARI SEOLEH IA KURSI.113 NENEK Aku hanya ingin menyadarkanmu… Bukalah mata hatimu… Ini bukan panggung sandiwara untuk melambungkan angan-anganmu… ini rumah kita…rumah sederhana milik kita… AMARAL Lebih baik nenek diam. Cu ! Dari dulu juga namanya sa-si-sa-si itu sudah ada … AMARAL ( TERIAK ) Britney spears segera hadir… Lihat…kurang apa saya.

KEMUDIAN MENIUPNYA KE ARAH PENONTON. IA MELENGGOK SEPERTI SEDANG BERJALAN MENGITARI KETIKA DI ATAS SAAT CATWALK. Cu. KEMBALI IA TERTEGUN. NENEK ( SEDIH ) Kau terlalu jauh mimpi… Bangunlah. AMARAL TERLIHAT SEPERTI TERKEJUT. SESEKALI IA MENEMPELKAN JEMARINYA KE BIBIR. PUTARAN. AMARAL Aneh…kenapa dicolek tidak kerasa ? Apa aku mencolek angin ? Mencolek bayangan ? AMARAL MULAI MEMERIKSA KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA ITU. hari sudah siang !! Lihatlah…ini rumah kita… AMARAL TIDAK PEDULI. MENEBAR SENYUM. IA TAK MERASA APA-APA. AMARAL KELIHATAN TERSENYUM. SEORANG BODYGUARD KHAYALANNYA BEBERAPA SALAH SUATU BODYGUARD. IA MENCUIL MEMAMERKAN HIDUNG PAKAIANNYA. TERSENYUM GENIT. KEMBALI MEMANDANG KE ARAH NENEKNYA. . AMARAL Dengar…dengar !! Gemuruhnya sambutan dunia ? Rrrruarrrr…biasa… AMARAL BERDIRI ANGGUN.114 MENDENGAR RIUHNYA TEPUK TANGAN. TAPI KETIKA MEMEGANG PINGGANG SALAH SEORANG BODYGUARD.

. BOTOL ITU TEPAT MENGENAI TUBUH AMARAL. ia bukan apa-apa… Ia bukan siapa-siapa… Seperti juga kamu bukan apa-apa… dan bukan siapa-siapa !! AMARAL Aduh.115 AMARAL Hidup…ya…hidup… Ada kehidupan di sana… NENEK ( MEMEGANG TERALIS ) Ternyata kau memang masih waras… Yang kau pegang itu memang kehidupan… He he he … maksud nenek sumber kehidupan… Tapi yakinlah cucuku.nenek !! Bener-bener membuat saya kehilangan kesabaran… Nenek memang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa… Tapi jangan samakan saya dengan nenek… Ini dunia saya … dunia angan-angan NENEK Kau sebenarnya yang bikin aku kehilangan kesabaran Dengan cara begini kau akan disadarkan… DARI DALAM KAMAR ITU NENEK MELEMPAR BOTOL MINUMAN KE ARAH AMARAL. kalian tetap diam ?! Kalian kupecat !! . AMARAL TERLIHAT MARAH. PADA KEDUA BODYGUARDNYA IA MARAH. AMARAL Kurang ajar !! Apa kalian sudah jadi robot beneran ? Apa kalau aku dilembar bom.

Cu ! Sayang…orang tuamu tidak ada… AMARAL Jangan ungkit masalah itu.116 AMARAL MEMBUKA SYAL YANG DIPAKAINYA. LALU SYAL ITU DIPAKAI MENUTUPI JENDELA KAMAR NENEK. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. Nek ! Aku malas mendengar cerita itu… Padahal dady di Amerika !! Mom di Prancis !! Nenek malu anak dan menantu sukses di negeri orang ?! NENEK ( DARI TERALIS TERHALANG SYAL ) Aku malu karena punya cucu pelamun ! Buang jauh-jauh cerita busuk itu… Kedua orang tua meninggal karena kecelakaan ! Tak ada di Amerika…tidak di Prancis… AMARAL Dengar !! Dengar !! Kalian dengar !! Siapa sebenarnya yang melamun ? Aku atau nenekku ? Kalian dengar sendiri … Nenek bilang ayah ibuku meninggal… Nenek tak mengenal Prancis…tak mengenal Amerika… Nenek kecewa tak bisa masuk ke dunia anak-anaknya… AMARAL TERTAWA SEBENTAR KEMUDIAN TAMPAK SEDIH. NENEK Mana ada syal artis besar bau apek… Kau memang terlalu jauh melamun. BEGITU SYAL ITU DIBENTANG. PADA SAAT ITULAH SALAH SEORANG BODYGUARD MEMBUKA KACAMATA DAN RAMBUT . NENEK TERDENGAR BEBERAPA KALI BERSIN.

AMARAL TERTEGUN MELIHAT KEJADIAN ITU. RIO Hebat…hebat… Kau benar-benar telah jadi bintang hebat… ( SINDIRAN ) Kau begitu gampang memecat orang… tapi tidak apa-apa. RIO TERSENYUM DAN TEPUK TANGAN. justru semakin membuat orang bego… Sederhana saja !! AMARAL Sederhana menghadapi hidup ? RIO Sederhana menanggapi hidup… . semakin besar kesempatan untuk jadi besar… AMARAL Aku tak paham… RIO Tak perlu semuanya mengerti… Semakin banyak mengerti. IA JUGA MEMBUKA JAS SAFARINYA SEHINGGA TINGGAL KAOS OBLONG PUTIH. untuk maju harus tega !! Tega menjegal orang lain… AMARAL Apa maksud semua ini ?! Apa Rio ?! RIO Penyamaran itu penting… Semakin sempurna menyamar.117 PALSUNYA. BODYGUARD ITU TERNYATA RIO.

118 Untuk maju kau perlu sandaran. pura-puralah seperti orang pandai !! AMARAL BELUM BEGITU KELIHATAN FAHAM. SEDIH SEKALI KEDENGARANNYA. AMARAL Luar biasa… Mas telah memberi jalan !! RIO Aku tak segan jadi jembatan asal bisa menghubungkan kamu ke pantai harapan… AMARAL Sungguh ?! RIO Kau bisa rasakan sendiri selama ini ! AMARAL Mas Rio ! RIO Aku tidak brengsek seperti kata nenekmu… Aku tidak sialan seperti kata orang-orang itu… . AMARAL MENDEKATI. LALU MENARI MELEPASKAN GEJOLAK JIWA MASING-MASING. MEREKA TENGAH ASYIK DENGAN DUNIA SENDIRISENDIRI. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. RIO MERENTANGKAN TANGAN. KEDUANYA TIDAK PEDULI. TAPI BAIK AMARAL MAUPUN RIO. curilah kesempatan ketika mereka tidur !! Untuk maju perlu kepandaian. KEDUANYA BERPELUKAN. menyandarlah pada orang-orang !! Untuk maju perlu kesempatan.

AKHIRNYA IA MENGAMBILNYA DAN DISIMPAN DI KURSI. PINTU KAMAR JUGA TAK DITUTUP. SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. DISIMPANNYA DI ATAS KURSI YANG TETAP KUKUH DI TENGAH PANGGUNG. SEPATU RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. . MEMBIARKAN NENEK DAN SEORANG BODYGUARD YANG SEJAK TADI BERDIRI DIANGGAP KAMBING CONGEK. MEREKA MELENGGANG MASUK KE KAMAR SEBELAH KAMAR NENEK. MEREKA MASUK KE LORONG GELAP ITU. BODYGUARD HANYA GELENG-GELENG KEPALA. BIRAHI MENYEMBURAT KE UBUNUBUN. TAPI SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA.119 Aku bukan bajingan seperti kata orang-orang suci… Aku tidak seperti yang tudingan wartawan-wartawan itu… AMARAL Jangan peduli dengan nenek… Jangan peduli dengan orang-orang itu… Kita tak ada urusan dengan mereka !! RIO Siapa yang kau perlukan ? AMARAL ( MALU-MALU ) mas Rio tentu … siapa yang mas Rio perlukan ? RIO Kamu … pasti ! KEDUANYA SALING MENATAP. PAKAIAN AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. SEPATU AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. BODYGUARD TERTEGUN SEJENAK TAPI AKHIRNYA DIAMBIL DAN DISIMPAN DI ATAS KURSI. KEMEJA RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. JENDELA TAK DITUTUP.

bukan untuk membuat orang lupa diri… Ingat itu !! BODYGUARD MENANGGALKAN SEPATU YANG KIRI DAN DIGANTI DENGAN SEPATU RIO.120 BODYGUARD Sepatu yang membuat lupa diri… Tak terasa menginjak orang kecil… Kemeja yang membuat dia silau… Semua telah ditanggalkan… Semua teronggok tak berarti di sini… Keduanya telah menjadi binatang tentu… Sama-sama menanggalkan pakaian… ( PADA ONGGOKAN PAKAIAN ) Kau dicipta untuk kebaikan. IA JUGA MENANGGALKAN SEPATU YANG KANAN DAN DIGANTI DENGAN SEPATU AMARAL. NENEK AKHIRNYA TERKEKEH. NENEK Tambah satu lagi orang gila sekarang… Kaukah telah melupakan takdir… BODYGUARD Aku perlu mencoba takdir orang lain… Takdir sebagai manajer artis di sisi kiriku… Takdir sebagai artis di sisi kananku… NENEK Dan takdirmu tak kebagian tempat… . TAPI KETIKA BENAR-BENAR YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA SAAT ITU. IA JUGA MENANGGALKAN JAS SAFARI DAN DIGANTI SEBELAH PAKAIAN RIO DAN SEBELAH PAKAIAN AMARAL. KACAMATA TUANYA BERKALI-KALI DIPEGANG DAN DICOPOT SEPERTI TIDAK YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA. NENEK KELUAR DARI KAMAR DAN TERTEGUN MELIHAT BODYGUARD.

Nek ! NENEK Berjalanlah ! BODYGUARD Aku tak bisa berjalan… Karena kaki kananku kaki perempuan… dan kaki kiriku kaki laki-laki… NENEK Artinya kau menolak takdir… BODYGUARD Bukan !! Bukan menolak takdir ! Tapi aku ingin kompromi dengan takdir. Nek ! Antara perempuan dan laki-laki pasti bisa kompromi… Tapi kenyataannya aku benar-benar menyesal… Jangankan antara perempuan dan laki-laki… antara kaki kanan dan kaki kiri saja sulit kompromi… Hebat benar orang di atas awan sana !! NENEK Hah…kau telah berjalan ke atas awan ? BODYGUARD Aku sering berjalan ke sana !! NENEK Kau lihat orang-orang saling kompromi ? Kau lihat kaki kanan dan kiri kompromi ? Kau saksikan tangan kanan dan kiri kompromi ? .121 BODYGUARD Takdirku tetap di sini… Di dalam dada ini.

NENEK DAN BODYGUARD SALING PANDANG.. hilangkan lalu lintas !! Mau bersih. . lenyapkan polisi !! Mau adil. Tak ada kepolisian… Tak ada pengadilan… Dan absen yang namanya parlemen… NENEK Aku tahu sekarang … Kalau mau tertib lalu lintas.hilangkan… DARI KAMAR AMARAL TERDENGAR SUARA TEMPAT TIDUR AMBRUK. hilangkan pengadilan… Kalau mau jujur di parlemen….122 Atau sama seperti di sini … Sulit menerima kompromi ketika tak jelas jatahnya !! BODYGUARD Aku melihat orang-orang di atas awan sana Semuanya bersahaja… Semuanya tertib tanggung jawab… Di jalan tak pelanggaran lalu lintas … Di kantor kepolisian tak ada jual beli kesalahan… Di pengadilan tak ada transaksi pasal dan delik aduan… Di parlemen tak ada adu jotos kekuasaan… NENEK Tentu damai di sana… Semuanya serba teratur…tertib… BODYGUARD Nenek tahu kenapa di atas awan seperti itu ? Karena tak ada yang punya cita-cita Tak ada lalu lintas.

RIO Pakaianku !! Sepatuku !! .123 NENEK Roboh ! BODYGUARD Dahsyat ! NENEK Amblas ! BODYGUARD Puas ! NENEK Bencana ! BODYGUARD Pesona ! NENEK ( MEMBENTAK ) Adzab !! BODYGUARD ( MENAHAN NAFAS ) huh… DARI DALAM KAMAR AMARAL MENJULURKAN TANGAN. AMARAL Pakaianku !! Sepatuku… DARI SEBELAH TANGAN RIO MENGGAPAI-GAPAI.

TAK ADA YANG BERANI MEMEGANGNYA. NENEK MENGHALANGI. KETIKA BODYGUARD MENCOBA UNTUK MENGAMBILNYA. NENEK Jangan kau sentuh itu… Itu api…tanganmu akan meletup… Jauhilah api itu… Kau akan terbakar nanti !! BODYGUARD Api !! Api !! Aku harus menjauhinya… NENEK MENDEKATI KURSI ITU.124 PAKAIAN RIO DAN AMARAL MASIH TERONGGOK DI ATAS KURSI. BODYGUARD YANG MENGHALANGI. IA BARU SAJA BERUBAH PIKIRAN. BODYGUARD Jangan sentuh itu !! Api !! Api ! Jauhilah api itu !! Terbakar nanti !! NENEK Ya…api…aku harus menjauhinya… *** . NENEK MENJULURKAN TANGANNYA AKAN MENGAMBILNYA.

AMARAL SAAT ITU SEDANG HAMIL. PANDANGAN AMARAL TERLIHAT KOSONG. MEMEGANG PERUT. WAJAHNYA TEGANG. AMARAL Aku tahu kesuksesan itu harus disongsong… dengan tenaga dan hati… Aku telah melakukan semuanya. NENEK DUDUK DI KURSI GOYANG. AMARAL DUDUK DI KURSI PANJANG. SESEKALI IA MEMEGANG PERUTNYA. SATU KAMAR AMARAL DAN SATU KAMAR NENEK. DI KIRI DAN KANAN TERDAPAT DUA KAMAR. MENATAP KE ARAH TAK PASTI. Nek ! NENEK ( TAK ACUH ) Kau tahu caranya tapi tidak tahu menjalankannya !! Kau pinter tapi tidak cerdik… Kancil itu kecil tapi bisa memperdaya harimau… Kancil memang tidak pintar tapi cerdik… AMARAL Nenek… .125 3 BABAK TIGA SEBUAH RUANG TENGAH.

MELIHAT KE SEKELILINGNYA. NENEK TERLIHAT KAGET DAN HAMPIR TERIAK. AMARAL MASUK LAGI DAN TERDENGAR BICARA DARI DALAM KAMAR. KINI KEPALA YANG TERJULUR DARI PINTU KAMAR ITU. tapi pernah merasakan hal yang sama !! Sudahlah !! Tak perlu berdebat !! sekarang selamatkan anakmu itu !! AMARAL Aib. BERJALAN PELAN MENUJU KAMAR AMARAL. AMARAL MENJULURKAN TANGANNYA YANG SEDANG MEMEGANG PISAU. NENEK TERSENTAK KAGET. MELIHAT NENEK YANG MASIH BENGONG.126 NENEK Kau tahu brengseknya lelaki itu… ( MELIRIK PADA AMARAL ) aku tidak tahu dunia. MELIHAT KILAU PISAU. IA BERDIRI. . MERINGIS SEBENTAR ) Aku harus menghentikan agar anak ini tidak terus besar !! Aku yakin pilihanku sekarang benar !! AMARAL MASUK KE DALAM KAMAR. AMARAL MENARIK TANGANNYA. DARI PINTU KAMAR YANG AGAK TERBUKA. Nek ! Tak ada yang bisa menanggung aib !! NENEK Aib !! Ya…aib ! Tapi anak itu tetap akan tumbuh dan akhirnya lahir !! AMARAL ( BERDIRI.

NENEK Beruntung pisau itu tumpul… Kalau tidak. Nek ! Aku perlu bagaimana menutup aib ini !! NENEK MENUBRUK PINTU KAMAR. TAK TERDENGAR APA-APA. KEDUANYA KEMUDIAN DUDUK. Cu ! Aku tidak mau mereka-reka… Juga tentang pisau itu !! AMARAL Aku tak sanggup. HENING. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN AMARAL DAN NENEK KELUAR DARI KAMAR. TAK BICARA. AMARAL MERINGIS MELIHAT LUKA DI PERGELANGAN DAN NENEK MERINGIS MELIHAT PISAU. NENEK MEMEGANG PISAU ITU. Nek ! NENEK Jangan !! Percayalah…kasih Allah seluas samudera… bahkan ditambah samudera lain… samudera yang lain lagi… AMARAL Aku tak perlu samudera. PERGELANGAN TANGAN AMARAL DIPERBAN. nadimu pasti putus !! .127 AMARAL Nenek pasti tahu apa yang akan aku lakukan… Nenek telah banyak makan asam garam Pasti tahu apa yang kupilih !! NENEK Tidak…aku tidak tahu ! Aku tidak paham.

IA SEPERTI SEDANG MENDENGAR SESUATU. AMARAL SEDANG MENDENGAR SUARA RIO YANG MEMBAWA KEMATIAN. AMARAL TERUS MEMASANG KUPINGNYA. IA YAKIN AKAN APA YANG SEDANG DIDENGARNYA. pasti bukan pisau yang aku pakai… NENEK Kematian bukan penyelesaian… Kematian bukan akhir dari masalah… Kematian justru awal dari masalah… AMARAL Kematian memang awal masalah… Tapi masalah yang belum aku tahu… Sementara hidup jelas awal masalah… Dari masalah yang telah tahu akibatnya … Itulah kenapa aku memilih kematian !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN.128 AMARAL Beruntung ada nenek !! Kalau tidak. AMARAL Rio…kaukah itu ? Kenapa kau hitam sayang ? Kaukah bersama malaikat maut itu heh ? Hitam…kau hitam sayang … NENEK Dari dulu dia hitam… Hanya mata kamu rabun ayam… Hitam dibilang putih… Mana mungkin hitam bisa disebut putih… Antara hitam dan putih punya suara sendiri-sendiri !! Punya nuansa sendiri-sendiri !! . BEBERAPA LANGKAH LALU BERHENTI.

ENTAH SIAPA. KINI HANYA AMARAL YANG DOMINAN TEROMBANG-AMBING KEBIMBANGAN. MENATAP KE ARAH PENONTON. MEMEGANG SELENDANG PUTIH YANG TERSAMPIR DI PUNDAK ) Selendang ini !! Kau ingat selendang putih ini ? Aku membawanya agar kau datang !! Bukankah kau selalu amarah ingin melenyepkan putih ini ?! Kau ingat itu Rio ? Ayo ambil Rio !! . Ah…kau tak paham bagaimana kegundahanku sekarang… Tidak…kau tidak cukup pintar !! Kau menghancurkan harapan !! ( SEDIH. DI DEPAN PANGGUNG IA BERHENTI. AMARAL Mendekat…mendekatlah.129 AMARAL ( TAK PEDULI ) Rio…hitamkan yang kau bawa ?! NENEK Sayang kau selalu menggunakan warna orang lain !! Aku benar-benar kecewa… jangan-jangan anak muda sekarang selalu senang dengan warna orang lain !! Ah…Cu…cu…terlalu jauh kau bercermin pada orang !! AMARAL TERUS MELANGKAH. Rio ! Lihat…lihat ke sini !! Tadi aku akan mengakhiri hidup ini !! Padahal di perutku ada janin yang mulai hidup…. IA MULAI BICARA SENDIRI SEOLAH SEDANG BICARA DENGAN ORANG LAIN. PANGGUNG SEMAKIN GELAP HINGGA MENGABURKAN WARNA NENEK. DAN ENTAH KENAPA IA BICARA SEPERTI ITU.

LALU KEDUA UJUNGNYA IA TARIK KE ARAH YANG BERLAWANAN. MELANGKAH PELAN.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! NENEK Itu bukan hitam. IA BERDIRI. AMARAL TERLIHAT MULAI SULIT BERNAPAS. BERHENTI. MENYEKA AIR MATA. IA SESEKALI . Cu ? Tidak…jangan bingung ! Pandanglah abu-abu itu dengan ini … AMARAL MENATAP GAMANG KE ARAH SUARA TANPA WUJUD ITU. GONTAI. AMARAL BERLARI KE SANA KE MARI DITARIK KEKUATAN ITU. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu.dimana putihmu… Putih…. PADA SAAT ITULAH SEOLAH-OLAH ADA KEKUATAN BESAR YANG INGIN MELEPASKAN LILITAN SELENDANG ITU MEMBUAT AMARAL TEROMBANG-AMBING.130 Ambil…ambil putih ini !! Tak ada nenek di sini !! tak ada siapa-siapa !! Ambil !! Ambil segera !! ( TERTAWA TERBAHAK-BAHAK. LALU DUDUK DAN MULAI MENANGIS ) Hitam…. SELENDANG YANG ADA DI LEHERNYA KEMUDIAN DILILITKAN. MELANGKAH PELAN.putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku….

GERAKAN-GERAKAN ITU SEPERTI SEDANG MENARI. NENEK MULAI TERPANCING AMARAHNYA. KADANG KE KIRI DAN KADANG KE KANAN. NENEK Pembunuh ! Bajingan ! Bangsat tengik ! Cecunguk ! Amburadul…sampah ! Busuk !! RIO Kutu busuk ! Tua banga !! Pembunuh !! Kau cecunguk !! Kau tengik !! Sampah !! ( MELUDAH ) puih ! NENEK Terkutuk kau. kenapa kau ikut-ikutan ? . LALU KEDUANYA PULA MELIHAT AMARAL YANG TERDUDUK LESU.131 TAMPAK BERPUTAR DI TENGAH PANGGUNG. MELIUK-LIUK LAKSANA ULAR KOBRA MENDENGAR SERULING PAWANG. LAMA IA MELIUK-LIUK SAMPAI AKHIRNYA KEHABISAN NAPAS DAN BERHENTI. DARI ARAH YANG BERLAWANAN DATANG RIO DAN NENEK. Rio ! RIO Terkutuk kau tua bangka ! NENEK Heh…sompret. CAHAYA PANGGUNG MULAI TERANG SEHINGGA JELAS SOSOK AMARAL YANG TERDUDUK LESU. KEDUANYA SALING PANDANG PENUH KEBENCIAN.

memang selayaknya dikubur !! NENEK Lancang kau tengik ! Kau apakan cucuku itu ? RIO Kau yang harus jawab !! Kau apakan pacarku itu heh ? KEDUANYA DIAM. sompret ! RIO Tapi kau yang kesatu menghancurkan pacarku ! Seharusnya kau urus liang lahat… Ukur jangan sampai terlalu longgar… Bumi ini akan menolak jika kau minta kubur terlalu longgar !! NENEK Hei…kenapa kau urus masalah kubur segala heh ? RIO Karena kau yang sengaja minta dikubur !! Orang yang suka mengubur keinginan orang lain.132 RIO Karena kau biang keladinya… NENEK Kau yang menghancurkan cucuku. TERENGAH-ENGAH DAN SEPERTI KEHABISAN KATA-KATA. NENEK Kenapa kau diam ? . NENEK DAN RIO BERBARENGAN MENATAP AMARAL YANG MASIH TERDUDUK LESU.

NENEK Langkahi dulu mayatku… RIO Tak sudi…bisa-bisa aku impoten !! Minggir atau aku kasih kentut ! NENEK MENUTUP HIDUNG DAN MULAI BATUK-BATUK. TAPI DI PINTU KAMAR NENEK MALAH MENGHALANGI. kau bisa celaka !! Nasibmu bisa lebih parah dari Saddam Husein !! NENEK Tuh kan…kentut lagi !! .133 RIO Kau sendiri kenapa ? NENEK Aku capek…bengekku kambuh ! RIO Sama…aku juga capek ! RIO MEMBOPONG AMARAL DIBAWA MASUK KE KAMAR. RIO Baru kentut bohongan sudah panik… NENEK ( BICARA PADA PENONTON ) Dasar busuk ! Masih hidup saja sudah bau busuk… Apalagi kalau sudah mati !! Jangan-jangan akan tercium sampai Amerika… RIO Hei…tua bangka hentikan omonganmu !! Nanti kalau Amerika kentut.

134 Aku mual tahu… RIO Itu baru ngomong…kentutnya belum NENEK Cih…pantas cucuku hamil… Sering kena kentut kau rupanya… RIO KELUAR DARI KAMAR AMARAL. NENEK TERLIHAT KAGET DAN LANGSUNG GEMETARAN. RIO Kenapa kita tidak membentuk koalisi … Kita bikin poros penyelamat amaral… Kalau nenek setuju. Amaral itu hamil sama nenek… NENEK Apa bisa ? . IA TERSENYUM MANIS PADA NENEK. kita bisa kompromi bagi-bagi kentut !! atau kita bagi-bagi kursi…. NENEK Aku tak butuh kentut …kursi goyangku masih cukup kuat… RIO Oke…kita bagi-bagi kursi goyang…bagaimana ? NENEK Heh…apa maksudmu tengik ?! RIO Kita kompromi saja…kita selamatkan Amaral… Nenek akui saja.

apa sih yang nggak bisa. DARI SATU ARAH MUNCUL AMARAL BERSAMA SEORANG ANAK KECIL. MAKIN LAMA MAKIN KENCANG. PUTRI (ANAKNYA). NONGKRONG. KURSI ITU DIGOYANG-GOYANGKAN OLEH RIO. AMARAL . SELESAI MENARI. TAPI KURSI GOYANG ITU MASIH TERUS BERGOYANG. SEDANG MUSIK DENGAN PENGIRINGNYA DARI MULUT PUTRI. RIO MENJERAT LEHER NENEK.135 RIO Namanya juga kompromi. NENEK TERLIHAT KELOJOTAN. Nek ? RIO MENGGANDENG NENEK LALU DISURUHNYA DUDUK DI KURSI GOYANG. LALU DIAM. DI DEPAN AMARAL BEBERAPA MENARI ORANG YANG GEMULAI. MULAMULA PELAN. PADA SATU KESEMPATAN DENGAN SELENDANG PUTIH. *** 4 BABAK EMPAT PANGGUNG ADALAH SEBUAH JALAN CUKUP RAMAI.

PADA SALAH SATU SUDUT PANGGUNG. tugas seorang ibu memang menyampaikan segala sesuatu yang membingungkan anaknya… nenek juga dulu begitu pada ibu… Buyutmu juga sama saja…bahkan lebih membingungkan lagi !! . mereka adalah para pengagum ibu !! Mereka itu siap menjilati keringat ibu !! PUTRI Ih…jorok… Apa mereka tidak makan ?! AMARAL Makan…mereka makan… Tapi tidak dengan mulut-mulutnya… PUTRI Kok gitu. AMARAL Kau tahu orang-orang itu. BEBERAPA ORANG MEMASUKAN UANG RECEHAN KE DALAM KALENG ITU. DI SUDUT PANGGUNG. Bu ! AMARAL Mereka makan tidak dengan mulut-mulutnya… Mereka makan dengan pantat-pantatnya… Kau pasti bingung…tapi sudahlah. IA MULAI CERITA TENTANG KEBAIKAN DAN KEBEJATAN ORANG-ORANG. KOTAK RAKSASA HITAM PUTIH TERONGGOK TANPA DIPEDULIKAN ORANG-ORANG. AMARAL MENGANGGUK DAN TERSENYUM BAHAGIA. AMARAL DUDUK BERSAMA PUTRI.136 MENYODORKAN KALENG BEKAS SUSU. Nak ? Kemarin ketika matahari di atas.

PUTRI Ayah bisa terbang ? ..137 PUTRI Apa pantat orang-orang itu ada giginya ? AMARAL Tidak ! Tentu saja tidak ada ! PUTRI Bagaimana mereka makan ? AMARAL Mereka akan memaksa memasukannya … Mereka memang sering memaksakan kehendaknya… Mereka akan memakan apa saja… Memakan siapa saja !! PUTRI Memakan ibu ? AMARAL Ya ! hampir saja… Hampir saja ibu mereka makan juga… Beruntung ibu punya benteng yang kokoh… Ayahmu…Rio namanya ! ( MENERAWANG JAUH ) Dia lelaki tampan juga gagah… Selalu melindungi ibu dari kerakusan orang-orang itu !! PUTRI Ayah hebat !! AMARAL Ayahmu memang hebat… Jauh lebih hebat dari Superman…apalagi Gatotkoco.

MENDEKATI KOTAK RAKSASA YANG TERONGGOK MENAIKI DI SUDUT LAIN. AMARAL TERSADARKAN DENGAN KEHADIRAN KOTAK ITU. sayang ! Ayahmu bisa terbang… PUTRI Ayah punya sayap ? AMARAL Tidak ! PUTRI Kok nggak punya sayap bisa terbang ?! AMARAL Ia terbang dengan uangnya… Ia terbang dengan jabatannya… Ia terbang dengan ambisinya… Bahkan dengan pikiran-pikirannya… PUTRI Ibu ngawur !! AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) apa benar ibu bicara ngawur ? PUTRI MENGANGGUK. AMARAL Jangan kau naiki kotak ini. IA MENGAJAK IBUNYA UNTUK KOTAK RAKSASA ITU. ANAK ITU MENCOBA SEPERTI UNTUK MULAI MENAIKINYA.138 AMARAL Tentu. KOTAK YANG PERNAH MELAMBUNGKAN FANTASINYA. sayang ! Kotak ini terlalu tinggi… Tak bisa kau jangkau sendiri !! . TAPI TIDAK BERHASIL.

Nak ! Tapi ia seperti ditulis sejarah… Pernah melarang ibumu menaiki kotak ini… Inilah kotak raksasa… kotak fantasi… Yang hanya akan membuat gila siapa saja yang menaikinya… AMARAL ( MEMBENTAK ) Jangan hancurkan anakku ! . Bu ? SEORANG LELAKI Buyutmu tentu tidak pernah menaiki kotak ini. MENGUSAP AIR MATA ) PUTRI Ibu nangis ? Kata ibu jangan pernah menangis… Kata ibu menangis itu bodoh !! Kata ibu…menangislah kalau menghadapi kematian… Siapa yang akan mati sekarang. Bu ? AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) Ibu tidak menangis… Ibu hanya ingat Buyutmu… ibu juga ingat ayahmu… PUTRI Apa uyut naik kotak ini.139 PUTRI Ibu pernah naik kotak ini ? AMARAL ( TERSENYUM PAHIT ) Ya…ya…dulu ibu pernah menaiki kotak ini… Ibu juga pernah merasakan jatuh dari kotak ini… ( SEDIH.

PUTRI TAMPAK KAGET DAN TERUS MEMAKSA AGAR AMARAL MENINGGALKAN TEMPAT ITU. Bu ! kita menyingkir… Ibu menari lagi…dan Putri main musik lagi… AMARAL MENJAUHI KOTAK RAKSASA DAN LELAKI MISTERIUS ITU. Bu ! Ibu harus nari… nari. LELAKI MISTERIUS ITU HANYA TERSENYUM PAHIT.140 SEORANG LELAKI Tidak mungkin. PUTRI Ayo. dia memang gila ! Ayo kita menyingkir dari sini… PUTRI Ayo. TAPI ENTAH KENAPA KAKINYA SEPERTI TERPATOK. TAK BISA MELANGKAH. Bu ?! AMARAL Ya. Nyonya ! Karena saya adalah tanah di sini … Tanah yang pernah menyaksikan bagaimana anda dulu… Demikian mabuk kesuksesan… Demikian mabuk kehormatan… Demikian mabuk kekayaan…prestasi…pujian…dan… AMARAL Cukup ! PUTRI ( KAGET DAN HAMPIR MENANGIS ) Orang gila ya. Bu ! .

TAPI ENTAH KENAPA TARIANNYA TIDAK LUWES. KAKU DAN MENYEBALKAN. SEORANG LELAKI Kau tak bisa menari… Karena dulu kau pernah menghina tarian… Kau sering menelantarkan tarian… Kau anggap tarian adalah tiket masuk… Ke dunia gemerlap dan erotis… Kau telah menelantarkan tarian… Sekarang rasakan bagaimana tarian mengutukmu !! PUTRI TERUS MAIN MUSIK DAN AMARAL TERUS MENARI PATAHPATAH. KEDUANYA TERUS MELAKUKAN ITU TANPA LELAH DAN TANPA . AMARAL MULAI MENARI. PUTRI MAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA.141 AMARAL Sebentar sayang… ibu tidak bisa melangkah… SEORANG LELAKI Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau terbius fantasimu… Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau tergila-gila kehidupan orang lain… PUTRI Lari ibu… ayo lari ! AMARAL Tidak bisa sayang… PUTRI Menari… ayo ibu menari… Aku yang main musik…. TARI ITU PATAH-PATAH SEPERTI GERAKAN ROBOT. LELAKI MISTERIUS ITU LAGI-LAGI TERSENYUM.

142 MEMPEDULIKAN LAGI ORANG-ORANG DI SEKITARNYA YANG MULAI MENCIBIR. LELAKI MISTERIUS ITU LALU MEMBERI ISYARAT AGAR PUTRI MENDEKATI KOTAK RAKSASA. PUTRI Lapar…Bu. AMARAL Buyutmu dulu tidak pernah mengajarkan ibu lapar… Buyutmu hanya mengajari bagaimana kita memberi orang lapar… Buyutmu memang hebat… PUTRI Hebat seperti ayah. lapar ! AMARAL Sebentar sayang…tugas kita belum selesai… Ayo…musiknya mana… Ibu akan menari terus… PUTRI Lapar…lapar… AMARAL Lapar ? apa itu lapar sayang ? Ibu tidak pernah merasakannya… PUTRI BENGONG DAN MENATAP TAJAM KE AMARAL. Bu ? AMARAL Ya. BEBERAPA ORANG BAHKAN ADA YANG MELEMPARNYA DENGAN BEKAS MAKANAN DAN KOTORAN. hebat seperti ayah ! .

PUTRI SEKARANG TELAH MENAIKI KOTAK ITU. AMARAL BERHENTI MENARI. IA TAMPAK SUKACITA. Bu ? Bom itu manis apa pahit ? AMARAL Bom itu…ya…bom itu seperti tangan raksasa… . MEMEGANG PUTRI AGAR MENAIKI KOTAK ITU. semua aman dan terkendali ! PUTRI Bom ? Bom itu apa. PUTRI LONCAT MEMBURU AMARAL. PUTRI Takut…Putri takut… SEORANG LELAKI Ada yang tidak beres dengan kotak ini… Awas… awas… kalian menyingkir !! Jangan-jangan ada bom waktu !! AMARAL Bom ? awww…bom…bom !! Ke sini sayang… ada bom… Bom…! ( BERPIKIR MENGINGAT SESUATU.143 PUTRI BENAR-BENAR MENDEKATI KOTAK RAKSASA ITU TAPI TIDAK BERHASIL. ANAK ITU BAHKAN MENARI-NARI. LAGI-LAGI IA JATUH. PADA SAAT PUTRI MENARI ITULAH DARI DALAM KOTAK TERDENGAR ADA SUARA. IA TERINGAT UCAPAN NENEK KETIKA IA SEDANG BICARA DENGAN RIO ) Bom ? apa kentut ? SEORANG LELAKI Tenang…sabar…kalian harus bisa menjaga diri ! Percayalah…selama ada saya.

BAHKAN TERLIHAT IA MULAI FRUSTASI. KEMUDIAN BUNGKUSNA DIBUKA SATU PERSATU. LALU TUTUP KOTAK ITU DIBUKA. tak pernah datang dua kali… kalau ini bom waktu dan saya mati… tolong beritahukan pada tukang ketupat di sudut gang ini… saya sudah dua kali belum bayar… makan kerupuk tiga. tak pernah saya hitung… LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MEMBUKA TALI KOTAK RAKSASA ITU. akan tahu apa itu bom ! PUTRI HANYA DIAM. SEORANG LELAKI Lihat…ada yang bergerak di dalam kotak ini ! Ada kehidupan… AMARAL Bukalah ! SEORANG LELAKI Ya…saya harus membukanya ! Satu…dua… Apa saya harus membuka ini ? Kalau ini bom waktu…saya pasti korban pertama… ( BERPIKIR ) tapi nggak apa-apa…kesempatan untuk jadi pahlawan. TAPI CEPAT-CEPAT DILARANG OLEH LELAKI MISTERIUS ITU. ADA YANG MENGEPUL DARI DALAM KOTAK. IA MENDEKATI KOTAK ITU LAGI. SEORANG LELAKI Kurang ajar… ternyata bukan bom… . BENGONG.144 Akan merenggut siapa saja yang lemah… Bom itu… Ah…sudahlah ! Nanti kalau kau besar.

145 Ini hanya kotak kentut… Kau benar… ini bukan bom tapi kentut… AMARAL ( MENENGOK KE DALAM KOTAK. DILUAR DUGAAN MAYAT ITU BANGKIT. LELAKI MISTERIUS ITU MENDENGUS KARENA MENCIUM BAU YANG TAK SEDAP. AMARAL MEMEKIK KAGET KARENA TERNYATA YANG DI DALAM KOTAK ITU NENEK. SEMENTARA LELAKI MISTERIUS MENJAUH KETAKUTAN. IA KAGET ) ada orang… ada orang… lihat… ada orang… LELAKI MISTERIUS ITU MEMERIKSA SEMENTARA AMARAL MENJAUH DAN MENGGENDONG PUTRI. SEORANG LELAKI Sialan ! sudah mati masih kentut… ( BERPIKIR ) oh…bukan…bukan kentut… ia memang sudah mati ! yang saya cium tadi…oh alah…bau bangkai ! ya…benar…bau bangkai !! AMARAL Bangkai ?! PUTRI Bangkai itu apa. Bu ? AMARAL Bangkai itu…bau…ya…bau ! LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MENGGOYANG-GOYANG TUBUH KAKU ITU. NENEK KELUAR DARI KOTAK. AMARAL Nek…nenek ? nenekkah itu ? .

146 Ah. ternyata nenek masih bisa senyum… Tapi apakah nenek hidup atau mati ? SEORANG LELAKI Dia telah mati… Aku mencium bau bangkai tadi… Dia itu pasti arwah penasaran… NENEK Aku bukan arwah penasaran… Tapi jasad dan jiwa penasaran !! Karena belum tuntas bicara pada cucu dan cicitku !! AMARAL Nenek…? NENEK Kau tak perlu kaget… Sejarah telah menuliskan semuanya dengan baik… Perjalanan kau juga telah dituliskannya… Ketika kau punya anak…ngamen…makan… Juga telah dengan baik dituliskannya… Percayalah ! AMARAL Apa maksud nenek ? NENEK Aku hanya ingin mengatakan … Apa yang aku katakan dulu adalah kebenaran… Riomu memang brengsek… Sepanjang hidupnya terus brengsek !! Sepertinya dia dilahirkan untuk brengsek !! .

147 AMARAL Sudahlah, Nek ! Rio itu suamiku…bapak cicit nenek ini !! PUTRI Uyut, Bu ?! Uyut bau kentut, Bu ? AMARAL Ya…karena uyut sudah tua… PUTRI Apa semua yang tua bau kentut ? NENEK Tidak ! Tidak semua orang tua bau kentut !! PUTRI BERLARI KE ARAH NENEK. AMARAL YANG MENCEGAH TIDAK BISA MENGHALANGI. LELAKI MISTERIUS JUGA TAK BISA BERBUAT APA-APA. NENEK KEMUDIAN MENGGENDONG PUTRI. IA MULAI CERITA TENTANG KEHIDUPAN AMARAL TANPA MEMPEDULIKAN AMARAL SENDIRI. NENEK Ibumu itu terlalu egois… Ia selalu menganggap benar sendiri… Padahal kebenaran itu milik semua !! Milik bersama !! PUTRI Uyut masih batu kentut !! NENEK ( TAK PEDULI DAN TERUS BICARA ) Kebenaran ada dimana-mana…

148 Tidak boleh dikuasi oleh seseorang !! Kalau saja ia tidak egois, tentu akan jadi lain ceritanya… Bapakmu juga sama-sama egois… Bahkan brengsek !! PUTRI Huh…bau !! NENEK ( TIDAK PEDULI DAN TERUS BICARA. TAK BISA DIREM ) Ia tidak saja membuat ibumu senewen… Tapi telah berhasil membuat malu sepanjang masa !! Kau tau, Nak, ibumu pernah mau bunuh diri !! Ia kira dengan bunuh diri semua urusan akan selesai… Tapi sudahlah…kau jangan seperti ibumu… Pandanglah dunia dengan bijaksana !! Minumlah jamu setiap saat kau merasa perlu Jangan minum sirup… PUTRI Mau sirup, Bu !! NENEK ( TERSENYUM PAHIT ) Minum sirup itu manis sekarang !! Enak sekarang !! Tapi bisa membuat kamu mencret… Tapi jamu…pahit sekarang… Tapi bisa membuat kamu sehat !! Paham kau ? PUTRI MENGGELENG BAHKAN MEMAKSA UNTUK TURUN.

AMARAL TERTUNDUK MALU. IA SEPERTI SEDANG MELIHAT DIRINYA DI CERMIN. AMARAL KEMUDIAN MULAI BANGKIT, MENATAP KE ARAH TAK TERBATAS. IA MULAI MENARI. ANEHNYA KINI BISA LUWES SEPERTI

149 SEDIA KALA. AMARAL TERTERLIHAT KAGET TAPI IA TERUS

MENARI. PUTRI MULAI BERMAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. NENEK MEMPERHATIKAN DENGAN SENYUM. LALU IA MELIHAT KE ARAH LELAKI MISTERIUS ITU. KEDUANYA SALING MENATAP SEPERTI DUA SAHABAT YANG TELAH LAMA BERPISAH. NENEK Tugas kamu sudah selesai ! Sekarang kembalilah ! SEORANG LELAKI Kembali ke mana ? Aku tak tahu jalan kembali… NENEK Kemarilah ! LELAKI MISTERIUS ITU LALU MENDEKATI NENEK. KEDUANYA SALING MENATAP. LALU MENDEKAT DAN SEMAKIN MENDEKAT. LELAKI MISTERIUS ITU TIBA-TIBA HILANG DARI PANDANGAN DAN NENEK LANGSUNG AMBRUK. IA BENAR-BENAR MATI SEKARANG. MELIHAT KEJADIAN ITU AMARAL TIDAK PEDULI. IA TERUS MENARI SEMENTARA PUTRI TERUS BERMAIN MUSIK DENGAN MULUT. ***

Curiculum vitae

150

ENANG ROKAJAT ASURA
Bandung, 07 April 1965 Kompleks Gedong Cilegon Damai Blok C.23 No. 17 Tlp. (0254) 396417 HP. 081.310.860817 Cilegon 42424

RIWAYAT PEKERJAAN
1. Menulis cerita pendek, artikel dan novel yang dipublikasikan di Pikiran Rakyat Mingguan Galura, Jawa Pos, Mingguan Mandala, Mangle, Suara Karya Minggu, Kompas Minggu, Mingguan Swadesi, Mingguan Mutiara, Mingguan Terbit, Mingguan Gala, Tabloid Citra, Mingguan Berita Wanita NOVA dan Harian Fajar Banten 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Reporter Mingguan Galura (1989-1990) Redaktur Pelaksana Majalah Seni Prasasti (1990-1991) Script Writer Radio Shinta FM (1991-1995) Manajer Produksi Radio Shinta FM (1995-1998) Manajer Siaran Radio Shinta FM (1998-2001) Trainner di Masima Training and Consulting Jakarta (Prambors Grup) Repoter Majalah ZONA Misteri Jakarta (2001-2002) Redaktur Pelaksana Majalah ZONA Misteri Jakarta (2002) Wakil Pemimpin Redaksi Majalah ZONA Misteri Jakarta (2003)

PRESTASI KREATIF
1. 2. 3. Juara III Menulis Drama LBSS (1989) Juara Harapan Menulis Drama LBSS (1989) Juara III Lomba Mengarang Filateli Nasional (1986)

8. Juara III Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1999/2000) 16. Juara II Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Film (2000) . 6. Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Komedi Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 13.K Ardiwinata Bidang Drama (1996) Juara II Sastra LBSS Bidang Essay (1996) Nominator Menulis Cerita Film Direktorat Pembinaan Film Nominator Penulis Cerita Lepas FSI 1998 Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Deppen (1997) Pembinaan Film (1998/1999) 12. Juara Harapan Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Pembinaan Film (1999/2000) Jenis Legenda Direktorat 17. Juara I Mengarang Perpustakaan (1990) Juara II Mengarang Taman Lalu lintas (1991) Juara Harapan Menulis Essay Pemilu (1996) Juara Harapan Sastra D.151 4. Juara III Lomba Menulis Cerita Film Jenis Legenda Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 15. 5. 7. 10. Juara II Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 14. Juara I Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Peningkatan HAM Direktorat Pembinaan Film (2000) 18. 11. 9.

2003) . 360 episode) 12. Kau Di Atas Aku Dimana? (Sineri Komedi TVRI) 9. Jawa Sepuluh Besar Lomba Karya Tulis Bank Syariah (2003) Timur (2002) K ARYA KREATIF 1. Kancil Bis Kota (Novel.152 19. Istana Kertas (FTV) 5. berhasil meraih 4 nominasi dalam FSI 1998 2. Nyi Cantrik (Drama Radio Laga. Gejolak Anak Muda (Sineri Remaja TVRI) 10. Rumah Di Atas Bukit (Novel Misteri. Bayu (Sineri TVRI) 8. Merahnya Merah (FTV) 7. 180 episode) 15. Siluman Marakayangan (Komedi Radio. Babad Tanah Sunda (Roman. Sangkuriang (Komedi Radio. Senja Kesaksian. Es Krim dan Flamboyan (FTV Cinta) 4. Sepuluh Besar Cerpenis Versi Lingkaran Komunikasi. Zona Misteri Jakarta) 18. Seperti Kekasihku (FTV) 6. Zona Misteri Jakarta) BUKU • • Para Penari (Antologi Cerpen. 20. 270 episode) 13. Malang. Pikiran Rakyat Minggu) 16. Bandung.Mingguan Nova) 17. 13 episode) 11. 90 episode) 14. 2002) Kanaga (Antologi Cerpen Sunda. KAMAR 1604 (3 episode / TPI) 3. Kabayan In Drama (Masima Production. Toenggoel: Matinya Seorang Warok (Novel. Jaka Boys (Komedi Radio.

LPDS dan The Freedom Forum Pendidikan Jurnalistik bersama Internews Asia Workshop Social Mobilization – Aliansi Pita Putih Indonesia Workshop bersama CCP JOHNS HOPKINS UNIVERSITY Seminar Sehari Regulasi Undang-undang Penyiaran Team Building Management in West Java Depelopment Project Kursus Peningkatan Sumber Daya Manusia Diklat Operasional Televisi Indosiar Berbagai Workshop Produksi Siaran Diklat Special Programm PD PRSSNI Jawa Barat Kursus Menulis Skenario dan Drama Pendidikan Komputer di Institut Komputer Indonesia ( 1 tahun) Kursus Bahasa Inggris di Harvard English College Saresehan Pemberdayaan Anggota PRSSNI . dalam proses Pemikiran Kritis Tentang Acara Televisi (proses penerbitan) penerbitan) PENDIDIKAN FORMAL • • • • Sekolah Dasar Berijazah tahun 1979 Sekolah Menengah Pertama Berijazah tahun 1982 Sekolah Menengah Atas Berijazah tahun 1985 FMIPA Jurusan Statistika Universitas Terbuka PENDIDIKAN INFORMAL • • • • • • • • • • • • • • • Pendidikan Jurnalistik di ICB Bandung ( 1 tahun ) Lokakarya Jurnalistik Radio .153 • • Anak Seribu Pulau (Kumpulan Cerita Pendek Islami.

154 *** RUMAH DI TUBIR JURANG .

155

NASKAH DRAMA REMAJA

S. YOGA

Para Tokoh

Eyang Kakung Tuan Sunan Nyonya Sumirah Papa (Umar) Mama (Lastri) Mawar Noki Ijah

: Usia 80 : Setengah Baya : Setangah Baya : 23 tahun : 23 tahun : 21 tahun : 21 tahun : Pembantu Rumah Tangga 17 tahun

Dikisahkan di sebuah rumah dihuni oleh Eyang Kakung ( pelupa dan sering mengigau sendiri ), Tuan - Nyonya ( suami yang tak mampu mengendalikan rumah tangga dan istri yang pencuriga

156
dan egois ), Papa - Mama ( menikah dalam usia muda karena “kecelakaan” dan hidup berfoya-foya ), Mawar dan Noki ( pacarnya ) yang terseret dalam pergaulan bebas dan nikah siri tanpa diketahui orangtuanya. Dan Ijah pembantu rumah tangga yang genit. Orang-orang inilah yang akan berjuang keluar dari permasalahan hidup dan menyelamatkan citra keluarga besarnya dari kehancuran. Ibarat negara, akan hancur kalau masing-masing daerah ( orang ) ingin bebas ( merdeka ) sendirisendiri tanpa mempertahankan aturan dan norma-norma moral yang berlaku.

1
( Rumah putih dengan perabotan antik, senapan angin di sisi kanan tembok, dua orang laki-laki dan perempuan setengah baya, duduk menghadap dua buah layar tv, asyik menyaksikan dunia lain, sebuah dunia maya. Masing-masing menonton acara tv kesukaan sendiri. Menghadap penonton. Di belakang nampak meja dan kursi lain, almari tempat menyimpan perkakas. Dari belakang, tepatnya dari atas seorang pencuri meluncur turun dari atap dengan tali, mukanya dibalut kain hitam, persis ninja di film-film. Pencuri dengan tenang dan kehati-hatian yang penuh, turun perlahan, mengambili perhiasan yang mudah didapat, masuk ke dalam kamar tempat perhiasan lain disimpan. Kemudian naik lagi ke atas keluar dengan aman ).

157
TUAN SUNAN : Maafkan. Selama ini aku hanya diam saja. Habis bagaimana. Semua sudah kau atasi sendiri. ( Sambil mengecilkan suara tv ). NYONYA SUMIRAH : Hhhmmmmmmm. ( Batuk-batuk dan semakin mengeraskan suara tv ).

( TV dikecilkan NYONYA SUMIRAH, berdiri lalu mencari obat. Membuka-buka lemari, obat yang dicari tidak ada. Mendekat TUAN SUNAN, kesal dan memandang penuh kebencian. Kembali lagi ke almari mencari-cari. Kesal. Ke meja dan mengambil air minum setelah batuk rejannya hebat menghantam tubuh kurusnya ).
NYONYA SUMIRAH : ( Batuk ). Tak ada yang beres di rumah ini. Semuanya maling. ( Batuk ). Sampai obat saja hilang. ( Bicara sambil membawa minuman ke tempat duduk di depan tv ). TUAN SUNAN : Kau kira aku yang mengambil. ( Sambil berdiri. Menyulut pipa rokok tapi tidak berhasil ). Kita sudah tua, masak dari pernikahan dulu kita terus-menerus bertengkar. Kapan hidup damai. Sebentar-sebentar protes. Ngambek. Memangnya masalah hidup akan selesai dengan cara seperti itu. NYONYA SUMIRAH : Kau kira ada yang mendengarkan dan mempercayai kata-katamu. Dasar mata keranjang. ( Sambil berdiri, nampak mengingat sesuatu dan emosial ). Kau masih saja punya perasaan sama tetangga sebelah kan. Ya aku tahu dia lebih bahenol dan lebih muda dariku. Kau kira aku tidak tahu tiap pagi kau pura-pura memberi makan ayam-ayam di belakang rumah, sambil bertukar pandang dengan dia. Iya kan. Mengaku saja. ( TUAN SUNAN nampak salah tingkah ). Tiap hari pula aku perhatikan tingkah polahmu dan aku mencoba bersabar. Tapi sekali lagi kau berbuat begitu, hari itu pula kau harus angkat kaki dari rumah ini. Banyak saksi mata yang melihat kau sering bertemu dengan Rukiah, di terminal, di pasar sayur. Pantas suka pura-pura membantu aku belikan sayur. Ternyata ada udang di balik batu. Dan berapa kali kau tua bangka berboncengan dengan dia. Aku tidak bisa ditipu. Semuanya aku ketahui dengan persis. ( Ketika TUAN SUNAN hendak mendekat, NYONYA SUMIRAH menjauh, nampak benci ). Jangan sentuh aku lagi. Semuanya telah berakhir. Sudah berakhir. ( Berkemas, masuk kamar ). Aku benci. Aku benci. Aku benci.

( TUAN SUNAN hanya bisa menatap kosong ruang tamu yang sunyi. Mematikan semua tv, duduk di sofa panjang. Berdiri, berjalan memandangi potret, kenangan pengantin, nampak tersenyum, membersihkan foto yang sudah berdebu, kembali memasangnya, dengan kebahagiaan kecil. Berjalan ke almari, mencari-cari pipa gadingnya di dalam almari, ternyata sudah tidak ada. Mencari lagi ke sana ke mari, namun tidak menemukan. Melihat kamar NYONYA SUMIRAH dengan kesal, rasanya ingin membalas dendam ).

TUAN SUNAN

:

Aku tahu siapa yang mencuri di rumah ini. Aku sudah merasa sejak dulu. Dulu kelihatan baik. Tapi akhirnya semuanya terbongkar sudah. Dia pencuriga. Sama tetangga saja dia tidak bisa akur. Apa dia tidak sadar sebentar lagi akan mati. Mestinya ia berbaik-baik dengan semua orang. Tidak justru penyakit dengki dan curiganya bertambah parah. Aku sebagai kepala keluarga rupanya tidak pernah dihormati. Sikap egoisnya telah menguasai seluruh hidupnya. Keberadaanku sebagai suaminya rasanya tidak diakui lagi. Diremehkan. Tapi biarlah, suatu saat, ia pasti akan sadar.

158

2
( Dari arah kamar belakang muncul seorang kakek, rambut putih semua. Membawa pipa gading dan merokok, pakai baju jas lengkap dengan sepatu mengkilap. Membawa tas kerja dan tongkat keramat. Berjalan penuh wibawa meski jalannya sempoyongan. Duduk di depan meja dan segera mengeluarkan kaca mata minusnya, mengeluarkan arsip-arsip yang ada di dalam tas, memeriksa dan sesekali membaca kertas kerjanya. Sebelum dilanda kepikunan yang menumpuk, ia seorang manajer di sebuah perusahaan roti miliknya sendiri. Dulu begitu dihormati. Namun setelah kepikunannya kumat ia bagai sampah, tak ada gunanya, diremehkan anak buahnya dan semua orang, bahkan dianggap meresahkan dan membuat repot keluarga, hampir ia akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, tapi ditolak oleh pihak rumah sakit, pernah di panti wreda, sebulan kemudian pihak panti keberatan. Keluarga TUAN SUNAN tidak bisa berbuat banyak, mereka harus mengurusnya. TUAN SUNAN kemudian mendekati dan mengamat-ngamati pipa gading yang dibawa EYANG KAKUNG, yang diletakkan di asbak. Pipa gading itu diambil TUAN SUNAN, diamat-amati dengan seksama, sebelum pipa dikembalikan lagi sudah direbut kembali oleh EYANG KAKUNG ). TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Kakung, ini sudah malam. ( Sambil memeriksa berkas-berkas ). Semua pekerja memang brengsek semua. Tidak becus kerja. Semua salah. Pembukuan macam apa ini. Kapan perusahaan akan maju. ( Memandang sekeliling ). Sepagi ini juga belum ada yang masuk. Hanya seorang jongos kantor. Disiplinmu boleh. Kamu memang pekerja yang baik, pagi-pagi sudah buka kantor. Apakah sudah dipel dan dibersihan semua meja kursi. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Sudah. ( Menjawab sambil tidak enak ). Bagus. Bagus. Rencananya hari ini akan ada rapat perusahaan. Kamu tahu tidak rasarasanya perusahaan ini sudah menggaji para buruh lebih dari cukup. Bandingkan dengan perusahaan lain. Silahkan. Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua yang hadir dalam rapat perusahaan hari ini. Tentunya semua yang hadir sudah memegang laporan perusahaan akhir-akhir ini. Dan silahkan dibaca. Silahkan. Pertanyaannya. Bagaimana mungkin perusahaan ini sudah mengalami kemerosotan yang begitu dratis. Pemasaran tidak jalan. Sehingga di sana sini tidak ada pemasukan keuntungan sama sekali, kalau begini terus, perusahaan akan bangkrut. Bangkrut. Kalau bangkrut aku akan keluar dan kalian tidak akan aku beri pesangon sama sekali. Aku akan jual perusahaan dan kemudian akan aku inveskan pada perkebunan durian. Di sana aku akan hidup lebih sederhana lagi dan akan bahagia sekali melihat kebun-kebunku. Aku akan membuat pondok rumah yang indah. Dan cucu-cucuku akan aku bawa ke sana semua setiap bulan sekali. Aku akan bahagia. Aku akan beli beberapa kuda terbaik yang ada, akan aku gunakan untuk tunggangan pribadi. Karena istriku sudah meninggal aku akan memohon kepada anak-anak untuk mencarikan istri lagi yang lebih cantik dan sempurna. Ah rasanya hidup akan membahagiakan. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG TUAN SUNAN : : : Betul sekali Kung. Dan sekarang calon istri Kakung sudah ada di sini. Apakah kamu tidak bohong. Tidak. Sekarang Tuan Putri sudah ada di kamar Kakung. Sudah menunggu sejak tadi. Sebaiknya Kakung lekas tidur. ( Sambil membimbing EYANG KAKUNG ). Ijah ! Ijah ! IJAH : ( Dari dalam ). Iya Tuan. Ya Tuan. Sebentar !

Masukkan barang-barang ini. Hancur semua. EYANG KAKUNG : Ah betapa bahagianya hidup ini. Hancur semua. Iya. Nanti Tuan Putri terbangun. Jangan brisik. PAPA MAMA IJAH MAMA PAPA : : : : : Panggil saja Ijah. Ah Tuan Putri. Abang-abang gendero londo Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit TUAN SUNAN : Iya Kung. Kakung nyusul tidur ya. Papa lupa kan beli piyama. Kamu memang anak yang berbudi luhur sama orang tua. Iya. duduk di sofa ). Tuan Putri yang cantik jelita tunggu aku sebentar. Kenangan yang indah.159 TUAN SUNAN : Tolong Kakung di antar ke kamar Tuan Putri. Kecantikan dan tubuhnya akan ia manfaatkan. MAMA : ( Sambil memeriksa barang ). TUAN SUNAN nampak pikirannya lelah. Perempuan kalau gila kuasa apa pun akan ia lakukan. Berjalan modar-mandir ). Iya Tuan Putri yang cantik jelita sudah menunggu. Aha kenangan masa lalu. yang perempuan berwajah bundar. Aha jangan mereka kan gila kekuasaan. ( Nampak MAMA tidak suka akan sikap PAPA. Kenapa kita lupa. habis berbelanja. Seperti Ken Dedes. ( Dengan suara mesra. ( Setelah EYANG KAKUNG dan IJAH masuk. Apa si kecil sudah tidur. ( Masuk kamar. Kosmetik itu. Menghalalkan segala cara. ( Melihat jam ). Semua nampaknya sudah tidur. sesekali mencubit pipi IJAH ). ( Bernyanyi sambi menari-nari. Aku doakan kamu mendapatkan istri yang paling cantik sedunia. Meletakkan barang-barang di atas meja. Silahkan masuk. Cepat ya. merayu-rayu IJAH. Seperti Cleopatra. Pasangan keluarga muda ini nampak dengan lagak gaya sok modern ). Baju itu. Kenapa kita menjadi pelupa. Yang laki-laki tinggi kurus berwajah oval. membawa bawaan barang-barang. Jangan lupa buatkan kopi kesukaan Papa. Ijah ! Ijah ! Iya ! Sebentar ! ( IJAH muncul ). Kung Tuan Putri sudah menunggu. Sudah tidur. . Papa tadi ada barang yang lupa kita beli. Iya. pupurnya agak pudar. 3 ( Dua orang pasangan muda masuk. Ijaaahh. Jangan-jangan penyakit Kakung sudah menular pada kita. Ijah. Tunggu jangan tidur duluan. Lebih baik cari perempuan cantik yang alamiah. Suruh buatkan Papa kopi. Kakung nanti langsung tidur duluan saja. Kasihan Tuan Putri sendirian. Terima kasih anakku. Tuan Putri ada di dalam. Duduk di sofa nampak capai. Untuk membereskan ini. ( Berdiri nampak kesal. cemburu ). dan terus memandangi IJAH ). Eksit ).

Sesekali PAPA tertangkap namun dapat meloloskan diri. PAPA : Ngomong-ngomong kapan kita bisa punya rumah sendiri. MAMA PAPA MAMA : : : Tidak mau ! Tidak mau ! ( Terdiam sejenak ). Tuan. Tapi bagaimana tanggung jawab seorang suami. Dua setengah. Memangnya kita punya uang. Mereka hampir berpelukan. Papa mau beli rumah. Orang tuaku masih hidup. ( PAPA hanya mengangguk. Kalau ada proyek baru kerja. Agar mereka merasa kita hargai. Pasti mau. MAMA PAPA : : Maunya Papa bagaimana.160 IJAH PAPA : : Iya. Kalau Papa pasti sulit. Terus bercanda. Ya itu masalahnya. Tapi yang ngomong Papa. Mama yang bisa merayu. Seumur hidup yang dikenang dan dibicarakan hanya kejelekan-kejelekan kita saja. Sudah. Dua. Mereka sama sekali tidak mau tahu kondisi kita yang sebenarnya. Pasti tersenyum. omongan mereka tidak bersumber pada kebenaran. Sudah Tuan. Daripada menunjukkan kebaikan yang banyak tapi tinggal bersamanya. mengupas ). IJAH : ( Sambil menghidangkan kopi ). MAMA : Selama ini kita tidak pernah nabung. Genit ). PAPA minum kopi. . Nah begitu kan manis. Mereka hanya tahu kalau kita numpang di mertua. Tanah warisan itu bisa kita jual untuk beli rumah. Jadinya yang diomongkan yang jelek-jelek saja. Mulai merekah. menghempaskan tubuh. Masak kita minta warisan terlebih dahulu. MAMA : Papa nggak salah ngomong toh. Kerjaan Papa juga tidak mesti. Di samping itu tidak enak kan sama tetangga. Papa kira Ayah Ibu akan setuju melihat kondisi kita seperti ini. Begitu saja cemburu. Lalu MAMA meloloskan diri kembali ke sofa. Begini saja yang menghadap kita berdua. Kata pepatah lebih baik menunjukkan sedikit kebaikan kepada mertua dan jangan tinggal bersamanya. Itu saja. Masak terus-terusan numpang di mertua. Karena jika tinggal bersamanya kalau ada kejelekan sedikit saja maka semua kebaikan kita akan hilang. Ya harus Mama yang ngomong. Sudah jangan bercanda. Berpikir. Penilaian tetangga itulah yang paling berat. Kalau gitu aku hitung tiga kali. Tidak apa kan sekali-sekali bersikap mesra sama pembantu. ( Mereka terdiam cukup lama. berdiri dan berjalan hilir mudik ). Senyumnya dikulum. matanya tetap nakal ). Ibumu sih keras sekali. Lho masih masam. ( Segera pergi sambil membawa barang-barang. Karena tidak tahu itulah. PAPA : Sama saja toh nantinya kita juga akan menerima. PAPA : Bagaimana kalau kita minta warisan terlebih dahulu. Kaku. Sudah mulai tersenyum. ( PAPA terus menggoda. Ha bibirnya mulai tersungging. Begitu sayang. Terjadi kejar-kejaran di ruang. Satu. Malu kan. MAMA : Aku tidak suka Papa menggoda begitu. MAMA PAPA : : Ayah Ibu saja tidak keberatan kita tinggal di sini. mengambil buah jeruk. Ini kopinya. Bukan masalah itu. MAMA PAPA : : Tapi Mama tidak berani ngomong. Oh senyumnya baru sedikit. Jagan cemberut. ( MAMA lantas terseyum dan marahmarah ).

PAPA : Papa kan sudah bilang keluar saja dari pekerjaan itu. Dalam suka dan duka. di teras rumah yang nampak luas. Papa sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. dua kursi. Kenapa harus ngoyo-ngoyo kerja keras sedang gajinya kecil. bercat putih. Papa kerja di proyek jadi kalau ada proyek pasti untungnya besar. Kerja tidak tetap gitu. Selamanya kita berdua. dan EYANG KAKUNG tidur di kursi panjang. Selamanya kita selalu berdua. Selamanya kita bahagia. Investor takut menanam modal. Berdua. Seolah habis bertengkar. MAMA PAPA : : Mereka kan juga kapitalis. Selamanya kita selalu satu. Mereka takut dibakar. Ini salah siapa. Kita hanya diperas. Dijadikan sapi perahan. Mereka duduk dikursi saling tak peduli ). ( Mereka nampak gembira. Dasar kapitalis. Eksit ). Nampak wajahnya tegang. Di teras ada satu meja. ( Sambil dinyanyikan ). Mereka takut nggak untung. Itu sudah bisa dipastikan. Pemerintah disangsikan bisa ngatasi. Tapi memang tahun ini. suasana nampak asri. Gitu mencemooh pekerjaan Mama. Proyek apa pun seret. Berdansa sambil masuk kamar. ada beberapa pot bunga. PAPA dan MAMA masuk dari luar sehabis kerja. Papa menyalahkan kapitalis itu kenapa menghargai tenaga kerja kita sangat rendah.161 PAPA MAMA PAPA : : : Ya berdua. di pinggir teras depan ada tulisan Jl. Negara kacau. . Papa mengingatkan kalau kita kerja sama kapitalis siap-siap tenaga kita diperas habishabisan. Berdua selamanya. MAMA PAPA : : Papa kira. Tubir 275. Papa tidak mencemooh. tempat menyiram air. 4 ( Pagi hari. Papa memang kerja tidak tetap tapi sekali kerja gajinya kan besar tidak seperti Mama. Mereka takut didemo. Ya sedikit manusiawi gitu lho. Negara nggak stabil. Enak perusahaan.

Titik. PAPA : ( Mereka terdiam sejenak. Nggak laku. Jadi kapitalis yang sosialis. Nggak kapitalis namanya. Lebih baik Mama. Kenapa lagi Kakung tiduran di lantai. punya jabatan. NYONYA SUMIRAH : MAMA PAPA MAMA PAPA MAMA PAPA : : : : : : Sebenarnya ada apa sih. Tidak sosialis dan tidak manusiawi. Kakung terkenang lagi masa lalunya. Nggak untung.162 MAMA PAPA MAMA : : : Kapitalis kok manusiawi. Masak ada. Apalagi masa depan. Bangunkan. Kapitalis ya kapitalis. Pasti Kakung terkenang saat waktu perjuangan dulu. Masa lalu yang membahagiakan. Apa sudah makan. ( Mengambil senapan ). Papa saja yang ngomong. TUAN SUNAN : ( Duduk di kursi ). Suruh tidur di dalam. Tanpa sedikit pun bisa diajak bicara masa kini. Apa itu yang dinamakan post power syndrom. Hidup hanya untuk masa lalu. Ma. Mama juga nggak habis pikir. ( Duduk di samping TUAN SUNAN ). kenapa seseorang bisa jadi pelupa dan hanya ingat masa lalu saja. seolah ada yang ingin dibicarakan dengan Ayahnya ). Kelihatannya ada yang ingin dikatakan. Papa ! Mama ! Papa ! Mama ! . punya kuasa. Ya sedikit sosialislah. PAPA : Sok tahu ! Memangnya Kakung punya kedudukan. PAPA melihat EYANG KAKUNG ). Kalian habis kerja kok malah di sini. Masa-masa kejayaan dulu. ( MAMA dan PAPA nampak saling celingukan. ( Dari arah dalam masuk Tuan Sunan dan Nyonya Sumirah ). Kapitalis kok sosialis. MAMA : Mama yakin.

Jangan bisanya cuma foya-foya. bahkan kuliah kalian nggak kalian selesaikan. Tapi sekarang kalian harus lebih dewasa. Tidak usah gengsi. Ya sudah kalau pinginnya begitu. mungkin itu akan menjadi lebih baik bagi kalian. Rencananya mau beli rumah di mana ? MAMA : Masalahnya kami tidak punya uang. Memang kalian menikah terlalu muda. T i d a k b i s a ! ( Mereka terdiam sejenak ). Itu bagus. Ibu dan Ayah juga tidak keberatan. Silahkan. MAMA PAPA MAMA : : : Begini lho. Kalian tahu apa artinya warisan. Jadi kami pingin beli rumah. Kami sangat membutuhkan. Gaya hidup kalian harus diubah. NYONYA SUMIRAH : Tidak bisa.163 TUAN SUNAN : Kalian berdua seperti anak kecil. mungkin itu yang menyebabkan kalian sering tengkar. Kami masih segar bugar begini kalian menuntut warisan. Iya. Papa kan ingin punya rumah. Mestinya kalian sedikit-sedikit bisa menabung untuk masa depan. T i d a k b i s a. Toh kalian masih bisa tinggal di rumah ini. kami minta dulu. barang yang belum perlu. T i d a k !!!! Kalian dengar. Sudah ! Sudah ! Kalian tak pernah dewasa. TUAN SUNAN MAMA PAPA : : : Hak apa ? Kami ingin warisan yang nantinya akan diberikan. PAPA PAPA : : Tapi kami ingin mandiri dan terpisah Ayah dan Ibu. Permintaan kalian itu tidak wajar. Yah. Perlu warisan itu. beli barang-barang yang mahal. Uang kami tidak cukup untuk beli rumah itu. Ada apa sebenarnya. Tapi kami perlu uang. Yah. NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . Mama yang pingin. Toh nanti juga warisan itu akan diberikan pada kami juga. agar bisa membangun keluarga secara mandiri. Karenanya kami sepakat ingin meminta hak kami pada Ayah Ibu.

ini udah dua minggu aku kirim. Apa surat itu ketlinsut di kantor pos. ( Mereka saling bersalam-salaman. ( Memasukkan surat ke tas ). jadi surat ini dianggap saja tidak pernah ada. sangat modis. surat sudah sampai kok ditarik kembali. Apa isinya sih.164 ( MAMA dan PAPA wajahnya nampak sangat kecewa. Jangan NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . Suratmu barusan tadi pagi sampai. Walaikumsalam. Sudahlah. Suasana kemudian senyap. berarti sudah seminggu yang lalu. MAWAR : Assalamualaikum. Sudahlah nanti akan kami beritahu. Bagaimana kuliahmu. Ini belum Ibu baca. ( Mengambil surat yang ada di meja ). ( Mengambil surat ). Baik-baik saja. MAWAR MAWAR TUAN SUNAN : : : Bagaimana keadaan Ayah Ibu. TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH saling menarik nafas dalam-dalam ). Baik-baik. NYONYA SUMIRAH : Ini bagaimana. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN MAWAR : : Padahal dia hampir saban hari mampir ke sini. yang perempuan sedikit menor. nampak NYONYA SUMIRAH tidak suka dengan NOKI ). Cap kantor pos di sini saja tanggal 10. Sebenarnya ada apa sih. yang laki-laki sedikit macho. MAWAR : Gimana Pak Pos sih. Apa dia lupa. Masih seperti biasanya. Dasar Pak Pos males. lekas masuk rumah. Sebenarnya surat ini hanya ingin memberi tahu Ayah dan Ibu. Masuk ke halaman. ke teras rumah ). Kakung bagaimana. 5 ( Dua orang remaja membawa tas. Pokoknya anak kita sudah sampai rumah dengan selamat.

Semua masalah anak-anak Ibulah yang bertanggung jawab. ( Menyindir mereka berdua ). Dan kami tidak mau putus hanya karena paksaan orangtua. NYONYA SUMIRAH : dan keperluan ponakanmu yang masih bayi itu. Ibu tidak ingin mengulang yang kedua kalinya. Seandainya tidak terjadi “kecelakaan” itu tentu Ibu tidak mau menikahkan. Lihat kehidupan kakakmu sekarang. Semua yang memutuskan Ibu. Dan sekarang lihatlah siapa yang membelikan susu kan ? MAWAR : Bagaimana Ayah ? ( Begitu TUAN SUNAN hendak menjawab NYONYA SUMIRAH memotong ). Ingat kuliahmu. Rasanya tidak sesederhana yang Ibu bayangkan.. Ini semua gara-gara menikah terlalu muda. Tidak boleh ada yang membantah keputusan Ibu. tentu demi kebahagiaan anakanak. Kalau Ibu sudah memutuskan. Bukan dia .165 terlalu banyak pacaran. Kebaikan Ibu dan masa depan kalian. NYONYA SUMIRAH : Cukup ! Sekali Ibu tidak setuju selamanya tidak setuju. namun harus Ibu ketahui bahwa tidak setiap keputusan Ibu yang berkaitan dengan Mawar selalu baik buat Mawar. Mawar percaya segala sesuatu keputusan Ibu sebenarnya ingin membahagiakan diri Mawar. Saya harap Ibu sudilah kiranya menganggap kami berdua sudah dewasa. NOKI : Maaf Ibu. memang Ibulah yang paling tidak setuju karena berbagai pertimbangan……. MAWAR : Terus terang kami sengaja menghadap Ayah Ibu karena ingin membicarakan perihal hubungan kami. Bisa dimengerti. Tidak seperti selama ini Ayah Ibu merasa bahwa kami masih anak-anak sehingga tidak diperkenankan berpendapat dan memutuskan segala sesuatu secara mandiri. Permasalahan kami pelik. Mengenai hubungan kami. Seperti hubungan Mawar dengan Noki. Demi nama baik keluarga.

Putus. Karena kami suami istri dan hal itu sudah sah. Kami sudah suami istri Ibu. Ibu harus mengerti permasalahan kami. Terus terang selama ini kami merahasiakan hubungan kami yang sebenarnya. tanpa memberitahu Ayah Ibu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Maksudmu ? ( MAWAR mulai terisak ). Sebenarnya kami telah menikah. Harap itu dimengerti. Sejak di semester satu. Kau menipu anakku dengan bujuk rayu gombalmu itu. Ibu harus paham itu. Berani-beraninya menjamah anakku. Apa Ibu tahu apakah Ajiz bisa menerima apa adanya diriku. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Apa ! Nggak salah Ibu dengar ! Tidak Ibu. Tapi kami telah berjanji di hadapan Allah. Ibu tidak boleh keras seperti ini. Sebelumnya kami minta maaf sama Ayah dan Ibu. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tahu apa yang terbaik untuk anak-anakku. terlebih ada saksinya pula. Kau kira aku tidak tahu NYONYA SUMIRAH : . Lalu Ibu tetap ingin menjodohkan Mawar dengan Ajiz. Ini menyangkut masa depan Mawar. Sekarang saatnyalah kami harus berterus terang. Meski begitu kalian tetap putus. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Itu tidak sah. Kurang ajar kamu Noki. Masalahnya bukannya sah atau tidak sah menurut Ibu. saat itu pula kami sepakat untuk menikah secara siri. Itu tidak sah. Berani-beraninya kau menodai anakku. Kami kira Ibu sudah dapat memahaminya apa artinya pernikahan. Pastilah semua itu karena akal muslihatmu saja. Akal bulusmu saja. Kami tak ada yang dilibatkan. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tidak meminta pendapatmu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : NYONYA SUMIRAH : NOKI : Jadi kalian telah melakukan …………. Kami adalah suami istri.166 NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Di sini Anda tamu. Mawar sudah tidak seperti dulu lagi. Noki benar Ibu. Ya.

apa benar cerita Noki. bukan. Semua masalah dapat dipecahkan dengan jernih. Makanya sejak dulu aku tidak setuju hubungan kalian. Kalian berasal dari keluarga rusak. Ini gara-gara kamu tidak bisa memimpin keluarga. Mawar. TUAN SUNAN : Katanya kamu sudah bisa mengatasi semuanya. Salahkan dirimu sendiri yang keras kepala. Tabiat orangtua akan menurun ke anaknya. Maafkan. Jadi dalam keluarga Ibu juga mengalir darah bajingan bukan. Jangan salahkan aku. Rusak semuanya.167 sejarah keluargamu. Sebaiknya kita bicarakan nanti saja. NOKI TUAN SUNAN : : Ibu bicara apa. Maafkan Ayah. Umar. ( Terdiam sejenak ). Biar mereka istirahat dulu. Siapa Ayahmu. Ketahuilah anak muda. NOKI : Ketahuilah Ibu. Peran apa sebenarnya yang sedang kau lakukan. NYONYA SUMIRAH : Bicaramu yang benar. Ibumu dulu seorang pelacur. ( Marah pada TUAN SUNAN ). Semua itu benar. Biar aku atasi sendiri. Suka memaksakan kehendak. Kepala keluarga. Mawar ! Katakan semua ini tidak benar. Jadi benar kan kata pepatah anak tidak jauh dari orang tua. Sudah tidak usah ikut campur urusan ini. Seorang bajingan. tak lain dan tak bukan menantu Ibu sendiri. Maafkan Ibu. aku tahu persis. Dan Ayahmu seorang mantan preman yang kerjanya merampok. ( MAWAR mengangguk dan kembali menangis lagi ). NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Mawar ! Katakan semua cerita ini tidak benar. Kau kira siapa sebenarnya Ibumu. siapa yang memperkosa. dia pernah diperkosa. Tidak benar kan ! ( Menangis tersedu-sedu ). . NYONYA SUMIRAH : Biar pikiran tenang. Semua itu benar. Sebagai orangtua bicaralah yang baik. Tidak bisa. bahwa sebelum Mawar berhubungan dengan diriku. Maafkan Mawar. Bagaimana mungkin kakak ipar memperkosa adik istri sendiri.

. Titik. Sehingga dirimu begitu hina. Jangan sampai merusak masa depan mereka. EYANG KAKUNG dan TUAN SUNAN. Lampu perlahan meredup hingga gelap. Sambil mulai makan ). NYONYA SUMIRAH duduk di kursi yang mengesankan bahwa dia pemimpin keluarga. Sekarang keluar dari rumahku. Semua ini pastilah gara-gara kamu Noki. PAPA. Mereka terdiam seperti patung hendak runtuh ). diiringi kesedihan yang menusuk-nusuk. 6 ( Di ruang makan. Suasana agak tegang saling curiga dengan pandangan mata yang ganjil dan mengancam. Aku tidak sudi punya menantu sepertimu. MAWAR. semua ini karena kehendak berkuasa Ibu yang berlebihan terhadap semua isi rumah ini. Kekakuan pikiran Ibu dan mau menangnya sendirilah yang menyebabkan ini semua. NYONYA SUMIRAH : Kurang ajar ! Keluar ! Keluar ! ( NOKI eksit. Siapa Mawar. meja makan memanjang. Ibu mau membunuh diriku perlahan. IJAH sibuk menyiapkan hidangan makan malam. Keluar ! Keluar ! Baiklah ! Ketahui bahwa Mawar kini tengah mengandung anakku. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Keluar dari rumah ini ! Tahu apa kamu tentang kehidupan. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : NYONYA SUMIRAH : Jalan terbaik adalah Mawar putus dengan Noki. Rusak semuanya ! Rusak ! Siapa yang kamu anut selama ini. Tapi ketahuilah semua masalah ini yang menyebabkan Ibu sendiri. Di kelilingi MAMA.168 TUAN SUNAN : Sebaiknya sekarang kita cari jalan keluar terbaik bagi mereka berdua. NOKI : Baik Ibu. Benar kata Ayah. Kalau Ibu benar bisa mendidik anak-anak Ibu tak mungkin akan terjadi seperti ini.

Siapa namanya ? Aku belum kenal. Umar ! Jadi benar kau telah melakukan pada Mawar ? ( PAPA hanya diam saja. MAMA : Kau benar-benar tak tahu malu. Tingkah laku kalian sudah keterlaluan. ( PAPA hanya diam saja dan sesekali menganggukkan kepala. ( Terdiam semua ). ( Pada MAWAR ). menunduk ). Tolong sampaikan salamku padanya. Kung. EYANG KAKUNG kemudian menyanyi dan mendekati MAWAR ). Nanti tak kasih hadiah. Tolong. Apa mungkin Ijah yang mengambil. Ibu juga tidak tahu siapa yang mencuri perhiasan Ibu. Klambi abang nggo tondo moto. Dasar mata keranjang. wajah cerah. Kau mengkhianati perkawinan kita. Cucu Kakung.169 NYONYA SUMIRAH : Di rumah ini aku rasa sudah tidak tentram lagi. . Kung ! Ingat ! ( EYANG KAKUNG terus merayu ). Kau berani melakukan pada adiku sendiri. MAWAR : Kung ! Ingat ! Aku Mawar. Baru hari ini aku melihatnya. Abang-abang gendero londo. Sampaikan salamku padanya ya. Ibu sudah mencarinya tidak ketemu juga. EYANG KAKUNG : Oh gadisku. Kekasihku pujaan hatiku. Berarti ada maling di rumah ini. Ini namanya cinta pada pandangan pertama. Baju merah. ( Pada PAPA yang duduk di sebelahnya ).

Apa dari dulu hingga kini keluarga kita harus menjadi jelaga dalam sejarah. dirasakan dampak kepemimpinanmu yang otoriter. Kapal ini sudah karam. Ada di dalam. Oh menor-menorku. Semua asing. anak-anak jadi korban. Maemnya dihabiskan dulu. Oh klambi abangku. tapi apa yang diperbuat pada Mawar adalah malapetaka keluarga. Oh kekasihku.170 NYONYA SUMIRAH : EYANG KAKUNG IJAH : : Kakung ingat Kung. Umar. Hidup di rumah ini rasanya asing. Dan kau Mawar juga mengambil langkah yang salah dalam cara bergaul. kelihatan baik. Di dalam kamar. Kung ! Klambi abang Kakung di dalam kamar. Ayo kita ambil. Ijah ! Ijah ! Oh gendero londoku. Tidak bisa menampilkan trah keluarga yang bisa dibanggakan. . Justru mata keranjangnya makin menjadi-jadi. dari Kehendak berkuasa berlebihan itulah sumber malapetaka. TUAN SUNAN MAWAR MAMA : : : Tentu saja karena ingin saling menang sendiri. Tabiatmu Mulanya itulah tidak yang menghancurkan tapi semua ini. NYONYA SUMIRAH : Jadi Ibu tidak tahu bagaimana lagi kita harus menegakkan martabat keluarga. ( EYANG KAKUNG menurut sambil ngomel klambi abang ). Nama keluarga sudah tercoreng. memang dulu. Ayo ke sana. kau salah memilih suami. Oh matahariku. noda hitam yang tak akan terhapus. Lastri. rupanya terlalu dini menikah. dan kini kau hamil. Dua anakku rasanya juga mengalami nasib yang tidak enak juga. Ada yang ingin memaksakan kehendak sendiri. Ayahmu sendiri tidak mampu memimpin keluarga. Semua penghuni tidak ada yang saling mempercayai. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Ibu melakukan itu semua karena ingin menyelamatkan keluarga. Menunggu Kakung. kau ulangi kesalahan yang dilakukan kakakmu. Untuk apa dipertahankan.

Atau ingin mundur. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Apa yang kau tahu dengan kepemimpinan. Sesuai keinginan masing-masing. Pikiranmu itulah yang menyesatkan dirimu. Buka topi. Tanpa tahu jalan yang ditempuh benar apa salah. Tidak mau mempercayai orang lain. Yang penting ciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Rendah di mata masyarakat. ( Pada IJAH ). Seolah dirimu adalah pusat kebenaran. Karena kebenaran dalam hidup hanyalah mengarah pada kebaikan kita semua. Aku menang. Aku menang. Ha ha ha ha ha. Angkat tangan semua. keras. Ingin bebas sendiri-sendiri. Topinya dibuka. Si Penguasa akhirnya menyerah juga. karena dalam diri dan kalbu kita sudah dikotori perasaan-perasaan tidak senang dan ingin menang sendiri. Masa lalu adalah cermin untuk masa depan. Semua ini salah kita. Aku menang. Tidak sebaliknya. EYANG KAKUNG : ( Keluar membawa senapan ). Hadapi kenyataan dengan lapang dada. Padahal kebenaran jauh dari jangkauan tanganmu. Tak ada kebaikan yang muncul dari jiwa yang bersih.171 Biduk keluarga pecah. Semua salah kaprah. Kalau Mawar kini sudah hamil sama Noki apa mungkin kita biarkan bayi itu tidak berayah. Sekarang terserah. Karena kita tidak saling percaya pada anggota keluarga sendiri. Tidak mau mendegarkan pendapat orang lain. Rendah di mata keluarga. Silahkan. tidak mau dikritik dan sewenang-wenang. Itu semua hanya membuat diri kita rendah di mata Allah. Ingin berkuasa sendiri. ( Semua angkat tangan karena kaget ). Kebaikan yang membuat diri kita tidak berdaya di hadapan Allah. Tunjukkan kebaikan dirimu dengan bercermin dengan luka-luka masa lalu. . Jangan hanya mempertahankan keinginankeinginan yang semu saja. Kalau Ibu masih ingin memimpin keluarga ini. membuat diri kita angkuh. Dan ambil jalan keluar yang tepat. Kebaikan yang bersumber pada moral dan agama.

( EYANG KAKUNG dan IJAH masuk kamar. Eksit. Belok kiri. kembali. Seorang pencuri masuk dengan baju ninja. Hidup kita menang. Merefleksi diri. Mereka menyerah. Larut malam. turun dari atas dengan tali yang mengelantung. Hidup kita menang. Kalah komandan. NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN menghadap layar kaca masing-masing. mengambil barang. Dua. Mereka kalah. sesekali berganti ke chanel lain. IJAH EYANG KAKUNG IJAH : Pasukan ! : Siap ! Dua. turun perlahan dengan tenang. sorot matanya kosong. Satu. Tiga. Dua. Mereka kalah. Hidup mereka kalah. mengambil barang. Hidup perjuangan. Merdeka. Merdeka. tak peduli pada yang lain. Tiga. Satu. Ada suara kentongan bertalu-talu. Kita menang. Lapor komandan. Yang lagi terdiam dalam kebisuan yang memuncak. Mereka mengaku kalah. Hidup mereka kalah. Grak. menghadap penonton. Mereka membuka topi. 7 ( Seperti adegan pertama. . Kita menang. terpikirkan atas nasib hidupnya masing-masing. masuk kamar NYONYA SUMIRAH. tak peduli pada sekitar. : Balik kanan ! Grak ! Maju jalan. Tanda kalah. Pasukan sudah menyerah. membuka almari. Mereka asyik menonton tv sendiri-sendiri. perhiasan dan uang. Wajah mereka dingin. seolah sedang memikirkan sesuatu. Mereka kalah. diam. Hidup perjuangan.172 Siap grak. Jalan apa yang harus ditempuh ). Mereka menyerah dalam hidup. Kita menang dalam hidup. sementara meja dan kursi sofa ada di belakang. Satu. Tiga. tertarik pada jam tangan yang tergeletak di meja dekat sofa ).

meletakkan barang curian ). Kemudian menari bersama PAPA. seronok. Tul jaenak Jare jatul jaeji Kuntul jare banyak Ndoke bajul kari siji Abang-abang gendero londo . ( Maling kaget bukan main. Buka topi ! Buka topi ! ( Maling membuka kerudung. Ikut menari. Tiba-tiba muncul IJAH dengan pakaian minim. Angkat tangan. Jangan bergerak ! Aku tembak ! Angkat tangan ! PAPA : ( Menyanyi Tul Jaenak. mengundang birahi. Mereka sudah muak dengan kelakuan EYANG KAKUNG yang selalu mengganggu hidup mereka ). wajahnya terlihat. mula-mula menari bersama EYANG KAKUNG. lalu membelai rambut IJAH. Saling bergandeng tangan. disambut EYANG KAKUNG yang gembira bukan main mendengar lagu kesukaannya. lalu mencium tangan PAPA ). PAPA dan IJAH menari mesra sekali. PAPA memberikan kantung berisi perhiasan. PAPA melepaskan semua baju hitamnya.173 EYANG KAKUNG : ( Dari pintu ). mengangkat tangan. hasil curian. Sementara itu TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH cuek saja pada apa yang terjadi. IJAH senang dengan pemberian itu. Mereka sambil menari berputar-putar dengan kebahagiaan tersendiri.

melambung-lambung. *** S E L E S A I . sehingga suara nyanyian EYANG KAKUNG. tak jelas suara apa yang terdengar. Sampai puncaknya. Tinggal suara televisi yang makin mengeras. Lampu mulai meredup perlahan hingga hitam kelam. silih berganti. kering di telinga. PAPA dan IJAH perlahan hilang. tak terdengar meski penampakan mereka masih menarinari. sahut menyahut. Seolah menggoda kehidupan. berisik tak terusik.174 Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit ( NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN cuek bukan main. tiba-tiba suara itu mati. Perlahan dan pasti mereka mengeraskan suara tv. seolah ada chanel yang terputus ).

Pernah juga mencoba menjadi sutradara film independen bersama temantemannya di @rekfilm Surabaya untuk lomba film di TVRI Surabaya tahun 2002. dan juga banyak disebarluaskan di majalah dan media massa. Jawa Pos. Sinar Harapan. Kemudian melajutkan kuliah di Jurusan Sosiologi FISIP Unair Surabaya. waktu itu ia kesengsem dengan karya-karya. Para Penari-Lomba Cipta Cerpen Nasional Kota Batu 2002. Dari Negeri Asing-Lomba Cipta Cerpen Forum Lingkar Pena 2002. Gelak Esai & Ombak Sajak Anno 2001-Kompas. Lampung Post. Danarto. Sewaktu SMA ia telah memilih jurusan Bahasa dan Budaya sehingga banyak mempelajari sastra dan budaya. Beberapa karya-karyanya masuk antologi lomba cipta cerpen dan puisi. perpustakaan di sekolah dasar merupakan pemicu utama kenapa ia akhirnya bergelut di dunia sastra. Semi Finalis Poetry. Lomba Cipta Cerpen dan Puisi KOPISISA Purworejo 1998. Amsal Sebuah Patung-Borobudur Award 1997. Kering Shanira.175 BIODATA S. Suara Karya dan Bali Post. filmnya yang berjudul Ia yang Pergi dan Ia yang Kembali terpilih sebagai film terbaik. Com bulan Agustus 2002. Y O G A S. di mana ia berkenalan dengan teori-teori ilmu sosial. Alamat Jl. semasa kecil gemar akan wayang dan ketoprak. The Jakarta Post. Kini bekerja sebagai Fasilitator Kecamatan untuk Program Pengembangan Kecamatan di Madiun Di antaranya karya-karyanya dimuat di Jurnal Cerpen. Suara Merdeka. Ki Ageng Pemanahan Blok L 275 Perum Asabri Selo Kanigoro Madiun E-mail : s_yoga5@yahoo. Surya. Antologi Puisi Indonesia 1997-KSI. Sepuluh Besar Lomba Cipta Cerpen Nasional Bali Post 2002. Yoga dilahirkan di Purworejo Jawa Tengah tahun 70an. sejak SD sudah berkenalan dengan bacaan anak majalah Bobo dan Si Kuncung. Surabaya News. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.com Telepon : 0351-457276 Handphone : 08123438854 : . Graffiti Imaji-Antologi Cerpen Pendek YMS 2002. Horison. Lampung Kenangan: Lomba Cipta Puisi Krakatau Award 2002. Permohonan Hijau-Antologi Penyair Jawa Timur 2003. Solo Pos. Jurnal Puisi. Budi Darma dan Putu Wijaya. Bersama teman-teman SMA tahun 1988 ia pernah membuat antologi cerpen dan puisi. Surabaya Post. Radio Jerman. Iwan Simatupang.

Mak ? Tapi. Sebelum dia berangkat di pagi itu menuju Jawa. Noora : . tempat dia menuntut ilmu. Yah ? Orang –orang yang berbaju doreng itu ? Katanya. Aisyah. Mereka hanya bisa menuduh tanpa alasan yang jelas. lihat aku telah menemukan beberapa butir peluru yang membuat Bang Yunus terkapar dan mati ? Peluru yang manghadiahkan kematian bagi Bang Yunus saat ulang tahunnya yang ke-25. untuk apa peluru dan bagaimana cara membunuh dengan peluru. Dan di Meunasah juga tak pernah diajari apa itu peluru. Aisyah : Hari sudah menjelang maghrib ? Bagiku hari sama saja. merdeka itu sebenarnya artinya apa. Matanya menerawang jauh ke depan. dimana kau ? Hari sudah menjelang maghrib. atau memang itu sudah tabiat mereka ? Mengapa kita tak pernah merdeka.176 MEREKA TELAH MEMBAKAR MEUNASAH KITA ( Seorang perempuan remaja memakai kruk berjalan tertatih-tatih ke tengah panggung. kan ? Lihat. Menangis terisak ) Aisyah Emak akan pulang. Mak ? Dan peluru tak mungkin bisa diajak bicara. mereka datang hendak membebaskan kita dari penderitaan yang berkepanjangan ini ? Orang-orang itu menuduh Bang Yunus sebagai mata-mata. ( Dari dalam ada suara memanggil-manggil ) Noora : Aisyah. Bagiku waktu sama saja. Berhenti Diam. Kemudian dia duduk di tengah panggung. Mak ? Meraka siapa. Tapi mereka siapa. Penindasan dan kekejaman. entah mata-mata siapa.

Bukankah darah lebih merah dari bunga mawar mana pun yang tercantik ? Tapi ada kriteria cantik dan tak cantik. aku dengar suara itu.meugah di Aceh Bungong telebeh…bungong telebeh. Banyak dan terlalu banyak nestapa ditaburkan di atas tanah ini.meugah di Aceh Bungong lelebeh.. Hanya amis darah. ya..177 Aisyiah. Kau dimana ? Ada suara anak-anak menyanyi : Bungong jeumpa…... Aisyah bangkit. Anak-anak pun dibunuhi. Aisyah menangis. Suara terputus-putus. Dan Bu Salehah ? Kau tahu apa yang terjadi dengan Bu Salehah ? Aku tak pernah menceritakan kepadamu. sayup-sayup : Bungong jeumpa.indah lagoina.bungong jeumpa.. Hanya darah. Mungkin kau akan bosan dengan cerita-cerita . Aisyah : Bungong jeumpanya sudah gak ada lagi ( sedih ). Mereka benar-benar pengecut ! Ada suara anak-anak menyanyi. Mana ada di tanah air ini yang masih wangi.. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah tidak wangi.indah lagoina Puteh kuneng mejampu mirah Keumang siulah cidah that rupa. Hening.. apa ? Suara rentetan bedil yang memberondong anak-anak Meunasah pun bukankah terdengar indah bagi telinga para penembak jahanam itu ? Ya.. Seperti mencari sesuatu. Di bawah pohon bungong jeumpa itu Bang Yunus ditembak mati para pengecut itu. dimana kau ? Tak baik Inong keluyuran maghrib-maghrib.. Tanah ini penuh cerita tentang darah dari dahulu. Sampai Cut Nyak Dien pun dikhianati. Inong sudah tidak wangi.bungong jeumpa…. Aisyiah. bungong jeumpanya amis darah.bungong lelebeh. Suara ketawa yang nyinyir di antara jerit tangis anakanak Meunasah. Wanginya pun juga sudah tidak ada meski sisa di angin lalu.

meski gadis cacat seperti Malika. kita pulang Aisyah. Mengunci pintu rapat-rapat. Aisyah : Dan kesadisan mereka tak memandang siapa. Noora : Sst.178 pembantaian di tanah kami. Aku tak mau. . Ayo kita pulang. Ayo. harus segera pulang ke rumah. Sesaat ) Aisyah : Bagaimana keadaan Meunasah. teman sekolah kita. yang jenazahnya ditemukan dipinggir kali. Noora. Ayo. pulang ke rumah. siapa yang mau peduli pada rakyat kecil seperti kita. Aku tidak mau pulang. Noora ? Apakah anak-anak itu. Apalagi kita kaum perempuan. Aku tak mau binatangbinatang malam jalang itu merusak Meunasah kita. ( Noora datang mendekati Aisyah. Meunasah itu adalah rumah kita juga. Memperkosa dan membakar hidup-hidup Bu Salehah. Noora ? Apa Bu Salehah…. Sambil lirih menyanyikan lagu bungong jeumpa. Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang dibunuhi setiap harinya di tanah ini ? Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang tak sekolah lagi di tanah penderitaan ini ? Noora : Mainnya jangan jauh-jauh. Kita tak ingin seperti Malika. Sebentar lagi banyak binatang malam yang jahat keluar dari sarangnya. Hari menjelang malam. Nanti keluargamu kelabakan mencarimu. Sudahlah. teman-teman kita sudah pada masuk lagi untuk mengaji. Tak ada yang peduli. Aisyah. Noora ? Apakah mereka sudah siap mengikuti ujian. seperti habis diperkosa dan dibunuh dengan sadis. Aisyah. Juga para penguasa itu. Inong. Tak baik kita tetap di sini. Aku mau menjaga Meunasah kita. mereka tetap saja bisa tidur nyenyak padahal rakyatnya berteriak-teriak minta dilindungi. Membelai-belai kepalanya. Hening.

Noora. Lihat pelor-pelor di tanganku ini. Tanpa Meunasah kekuatan kita akan lemah dan mudah dibodohi lalu dibunuhi. Noora ? Dimana kita bisa berlindung dari hujan. Terdengar lirih anak-anak bersholawatan. mereka akan menghancurkan Meunasah itu meski yang menghalang-halangi mereka. Mereka tak peduli siapapun. Meunasah adalah juga pusaka kita. Laka. Maryam. Noora. Aku tak yakin orang-orang jahat itu akan membiarkan Meunasah itu tetap berdiri. Ada isak tangis. dingin. Para pejuang tanah air ini yang membangunkannya. Mereka takut. anak-anak berpuisi dari dalam Meunasah itu. Ada jeritan menyayat. anak-anak seperti kita. suara anak-anak bersyalawatan. Mereka takut pada gemuruh suara anak-anak mengaji. Aisyah : Kau jangan bohong. mereka tidak peduli bahkan kalau perlu menembaki membunuhi. Sadarlah. Ibrahim. Mungkin mereka tak pernah mengalami masa remaja seperti kita dan juga tak pernah punya anak seusia kita. Aisyah. Percayalah. yang membunuhi siapa saja. Meunasah itu punya sejarah panjang. Lihat. darah kering mereka masih ada. Karena mereka sudah disiapkan hidup sebagai makhluk yang buas. Dan ini sebutir peluru yang menghajar pahaku dan membuat kaki satuku pincang. Fatimah dan teman-teman kita yang lain. Noora. Yakinlah. Semua akan aman-aman saja. Kamu jangan terpengaruh apa kata-kata mereka. Maka mereka berusaha membakar Meunasah kita dan membunuh kita dan teman-teman kita. Noora ? Dimana kita dan teman-teman kita belajar ? Aku tak ingin.179 Apakah kita rela jika rumah kita dihancurkan orang lain. Tapi tiba-tiba terdengar rentetan senapan. . aku tak ingin ada yang merampas Meunasah itu apalagi membakarnya ! Noora : Tak ada yang akan membakar Meunasah kita. Ini yang telah membunuh Bang Yunus. Hasan. Noora. sejak jaman kejayaan tanah air ini. sengatan matahari.

Tenanglah. Mengapa kita takut mati. Mereka tak pantas dibunuh dengan cara kejih seperti itu. Tak ada yang membakar Meunasah kita. Noora : Tak ada yang hendak membakar Meunasah kita. Aisyah : Mereka telah membakar Meunasah kita. Berlari ke sana ke sini. Sedang kita tak berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Meunasah kita akan dibakar. Aisyah.180 Aisyah menutupi kedua telinganya. Mereka akan membakar Meunasah kita dan menembaki siapa saja yang bersikeras mempertahankannya. Noora kewalahan menenangkannya. Aisyah tetap panik. Menjerit. Tenanglah. Meunasah kita akan dibakar. Tubuhnya bergetar. Noora berusaha menenangkan. Kita pengecut. Aisyah. Aisyah panik. Sebutlah nama Allah banyak-banyak. Noor. Noor. . Aisyah ! Aisyah : Mereka sudah datang. Mereka akan membakar Meunasah kita. Noor. dengar derap langkah mereka mulai mendekat. kita munafik. Noor. Kemudian terdengar gemuruh api membakar. lihat Meunasah kita masih berdiri megah. Aisyah : Dengar. Mereka akan membakar Meunasah kita. Aisyah menangis. Noora : Tenanglah. Mereka bersiap menghancurkan Meunasah kita. Mereka biadab. Mereka semuanya membawa bedil dan api. Kita harus menolong Bu Salehah dan teman-teman kita.

Dan akan aku nyanyikan lagu bungong jeumpa sewaktu mereka melangsungkan pernikahan nanti. Lalu menyenandungkan lagu bungong jeumpa beriringan dengan nyanyian bungong jeumpa yang sayup dinyanyikan anak-anak. lalu aku berikan untuk Bu Salehah dan kubagi-bagikan kepada teman-teman kita agar semua merasakan wanginya. bunganya mekar lebat-lebat. agar kita bisa menyuling minyaknya. . agar kita bisa memetiknya. Noor. agar kita bisa membagi wanginya kepada siapa saja. Membenamkan kepalanya dalam dekapannya. Perlahan ada iring-iringan jenazah. Aisyah bangkit. Aku tidak rela membagi wangi bungong jeumpa kepada mereka. mendekapnya. Cahaya redup. Aku memetiknya kemudian kusuling menjadi minyak. Penghuni Meunasah itu juga kita akan selalu menjaganya. Membelai-belai kepalanya. Kemudian lagu bungong jeumpa muncul kembali. Matanya sayu. Kemudian Noora memeluk erat tubuh Aisyah kembali. Anak-anak remaja mengusung sebuah keranda. aku pun tak rela jika kau melakukannya. kan ? Noora : Pohon bungong jeumpa itu masih ada.181 Noora menenangkan Aisyah. Aisyah : Noor. Aisyah : Membagi wanginya kepada siapa saja ? Aku tidak mau membagi wanginya kepada orang-orang yang ingin membakar Meunasah kita dan membunuhi orang-orang kampung kita. masih hidup ? Masih ada bunganya ? Beberapa hari yang lalu. Kamu jangan khawatir. Lamat-lamat. Hening. pohon bungong jeumpa di halaman Meunasah kita. akan selalu merawatnya agar bunganya lebat. Pohon bungong jeumpa itu masih ada. Dan untuk Bu Salehah. senyap. itu hadiahku untuk acara pernikahan dia. Lenyap. yang merupakan pohon bungong jeumpa satu-satunya di kampung kita. agar kedua mempelai itu lebih wangi. Bisu. Sunyi.

pelor-pelor ini. sampai darahnya menggenangi terompahnya. Bukankah Sang Nabi juga menyuruh agar kita tidak lari ketika bertemu musuh. Apa artinya ? Apakah orang-orang tua hanya bisa menyelesaikan dengan jalan kekerasan ? Dan kematian. Dan Meunasah kita akan ada yang menjaganya. ( Kemudian ada seorang anak perempuan berlari tergesa-gesa ) Seorang anak perempuan : . Ketika batu-batu Taif dilemparkan tangan-tangan kasar itu sampai melukai tubuhnya. Aisyah : Tapi hendak membakar Meunasah kita. Lihat ini buktinya. Dan pohon jeumpa itu akan selalu rimbun bunga-bunganya. beliau tidak mengumpat. Bahkan remaja-remaja pengecut yang bersembunyi di ketiak harta dan narkoba. bukan. Karena kematian akan datang menjemput siapa saja tak memandang usia. Apa artinya peperangan ini. yang membunuhi tidak hanya bapak dan ibu-ibu kita. aku tak rela jika mereka menghanguskan Meunasah juga pohon bungong jeumpa kita. Noora meski kita merasa masih remaja. Noora. tapi remaja-remaja yang punya keberanian mempertahankan kedaulatan negeri ini. Noora ? Bukankah terlalu indah jika atas nama Allah. Saat bunga-bunga sejati diberikan pada kita. Aku tak rela. meski hanya ruhnya. seperti yang dikisahkan pada Hikayat Perang Sabil. apalagi musuh hendak menghabisi kita. Kematian lebih pasti meminang kita. Bukankah Sang Nabi melarang kita untuk mendendam. Aisyah. Kita tak perlu takut pada kematian. Noora. Jangan-jangan kau pikir remaja-remaja yang hadir adalah remaja-remaja teroris. bahkan anak-anak seperti kita. Jangan menyimpan dendam.182 Noora : Aisyah. bukankah kebaikan kita untuk siapa saja. hatta mereka adalah musuh kita. meski kita mati dahulu. insya Allah. Noora ! Apa tak cukup kekejaman mereka. Aku tak rela. ataupun menyumpah serapahi manusia-manusia itu. akan menaburkan semerbak wangi ke penjuru negeri. tapi malah beliau mendoakan dengan doa yang indah.

Bogor. Elegi Gerimis Pagi (Antologi Cerpen Mini KSI Award 2002). Juga Meunasah kita. Karya berupa cerpen dan puisi pernah dimuat dalam : Republika. lahir di Pekalongan. Tabloid MQ. 16 Mei 1980. Aku akan melawan mereka. selamatkan diri kalian. Sedangkan Noora mengejar Aisyah sambil kebingungan. Aku tak rela jika Meunasah itu hancur. Noora menarik-narik tangan Aisyah untuk segera pergi menghindar dari bahaya yang mengancam. Meunasah itu tak boleh hancur.bungong lelebeh indah lagoina puteh kuneng mejampu mirah keumang siulah cidah that rupa… sayup. Muli . alumni Institut Pertanian Bogor. Depdiknas). Aku tak mau mati dalam kepengecutan dan kemunafikkan. Sampai akhirnya tangan Aisyah lepas dari pegangan Noora dan Aisyah pun bergegas tertatih menyongsong maut. Kemudian terdengar sayup nyanyian bungong jeumpa. Aku tak rela. Aisyah terperanjat. cepat lari. Mereka telah datang hendak menghancurkan kampung kita. Yang Dibalut Lumut (Antologi Cerpen Lomba Kreativitas Pemuda 2003. Aisyah : Sudah kubilang apa. Redup. Aktif sebagai Wakil Ketua Forum Lingkar Pena Bogor.. tapi Aisyah meronta-ronta. Hanya suara rentetan bedil dan api yang menggejolak. Mereka sama saja.1425 Zakh Syairum Majid ( Surono B Tjasmad ) BIODATA PENULIS Zakh Syairum Majid (Surono B Tjasmad).183 Cepat. Suara Karya..bungong jeumpa meugah di Aceh bungong lelebeh. Untuk apa kita berlari dari mereka. Juga Noora.

dll. . tinggal di Wisma Dolphin Balebak 32 Balumbangjaya.184 Sikep (Antologi Cerpen Krakatau Award 2003). Bogor. Cerpennya yang bertajuk “Elegi Gerimis Pagi” memenangkan Komunitas Sastra Indonesia Award 2002. sedangkan cerpennya yang berjudul “Jejak-Jejak Terhapus Hujan” memenangkan juara III Lomba Cipta Cerpen Kreativitas Pemuda Depdiknas 2003. (0251) 621628 / 081310326178.

185 SITTY NOERBAJA (EPISODE LEPAS DARI BUMI) OLEH ILHAM YUSARDI .

berperan sebagai SITTY NOERBAJA Seorang laki-laki muda. berperan sebagai SAMSUL BAHRI Seorang laki-laki muda. . I. berperan sebagai BAKHTIAR Seorang laki-laki muda.186 PEMAIN Seorang perempuan muda. berperan sebagai ARIFIN Seorang laki-laki paruh baya. berperan sebagai PENDEKAR LIMA Seorang laki-laki. berperan sebagai PEDAGANG Seorang laki-laki. berperan sebagai DATUK MARINGGIH Seorang laki-laki. berperan sebagai PEDAGANG PALSU ( SURUHAN DATUK ) Beberapa orang SISWA. berperan sebagai AYAH Seorang laki-laki tua.

alam terkembang jadikan guru. didiskualifikasi.187 PENTAS MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN ATAU HALTE TEMPAT ANAK-ANAK SEKOLAH MENUNGGU JEMPUTAN ATAU ANGKUTAN UMUM. Bakhtiar ? Bukankah itu cara yang licik. Bisa-bisa berubah pepatah itu. Tertawa sambil makan onde-onde pasti lebih asyik. melihat jimat saat ujian tadi kamu bilang pandai. BAKHTIAR : Yang namanya hidup di dunia tentu harus dengan akal. pandai-pandai. SITTY : Tapi. Usaha maksimal bukannya menghalalkan segala cara. Bakhtiar ? ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. SAMSULBAHRI. ( SITTY MEMERIKSA SAKUNYA ) SITTY : Ujian tadi baru tahap percobaan. DI SITU MANGKAL SEORANG PEDAGANG GEROBAK YANG MENJUAL MAKANAN DAN MINUMAN RINGAN. DI SEBELAH KIRI TERDAPAT SEBUAH RAMBU-RAMBU YANG MENUNJUKAN TEMPAT PERHENTIAN BUS. Nah. Yang dilakukan Bakhtiar diwaktu ujian tadi namanya ‘licik pandai’. SAMSUL : Barangkali Bakhtiar siap dengan resiko. Bertanya tetangga ?. Resiko untuk melakukan kecurangan di ujian akhir sangat besar. Melihat kiri-kanan saja mungkin dicurigai. onde-onde mande. sesekali jangan. ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. apalagi lihat jimat. kertas kecil apapun jenisnya pasti akan gagal. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK. bukan cerdik pandai. Kamunya yang tidak benar. Kalau hidup di akhirat baru mesti dengan iman. Ingat. Betulkan Samsul ? SAMSUL : Kata-kata itu benar. SEMUA TERTAWA MENDENGARNYA PEDAGANG : Oi ! onde-onde. SITTY. Untuk hasil maksimal dibutuhkan usaha yang maksimal. MEREKA BERCENGKRAMA SEPERTI ADAYANG DIPERDEBATKAN. BAKHTIAR : Aah. jimat terkembang otak membeku. hei. Apakah kamu bisa melihat jimat saat ujian akhir yang sebenarnya. ARIFIN : .

Lebih baik begini. siapkan kertas kecil untuk sms-sms-an. Lemparkan pada kawan yang mungkin tahu jawabannya. dari pada kepala pusing.. rileks saja. Kalau mau belajar kejar tayang menghafal buku-buku. Untung-untung betul... Pertanyaan yang tidak terjawab oleh kita. kawan. sudah.. Kalau saya. phone a friends.. Waktu seminggu itu masih panjang. Tidak bisa juga ! Baru gunakan fifty-fifty. ask the audience. sama juga bohong Arifin. BAKHTIAR : Sudah. Lain halnya dengan cara Bakhtiar yang menurut pendapat saya.. silahkan coba. Seperti kata petuah : Jalar-menjalar akar benalu Kuat melingkar di batang mangga Kita belajar menuntut ilmu Tabiat buruk tak akan berharga ARIFIN : Tapi bukankah fifty-fifty itu sah saja.. Pertama. Dengar. SITTY : Tidak ada gunanya.. Pergi piknik. Menurut pendapat saya.. rancak iko” Nah. “Ma rancak iko pado iko. pilih satu saja dengan cara menimbang ( MENIRUKAN DENGAN TANGAN ).. Batang purut di tepi pagar Ditanam putri anak bangsawan . Bisa-bisa meledak itu kepala. BAKHTIAR : Fifty-fifty bagaimana ? ARIFIN : Tentukan dua pilihan jawaban yang menurut kamu paling berkemungkinan benar. sekarang lebih baik pulang. butuh refreshing dulu sebelum menuju gelanggang. dapatlah satu jawabannya. BAKHTIAR : Jangan tegang... Cukup untuk bersantai menenangkan pikiran.” bantu saya nomor sekian”. Saatnya siaga satu. SAMSUL : Seminggu kamu bilang masih panjang ? Mana jari tanganmu ? Hitung mundur mulai detik ini. Kita tentu punya cara masing-masing sebelum bertempur. Gampangkan. gunakan pilihan bantuan. urungkan niat. Dari dua jawaban tersebut. Kedua. kode tetangga-tetangga sebelah. tenangkan jiwa. Kalau dicurigai. ? SAMSUL : Alaahh.188 Nah. ARIFIN : Dasar pemalas ! BAKHTIAR : Terserah saja..

SAMSUL MENUJU PEDAGANG SAMSUL : Onde-ondenya. Sitty. Buat nona Sitty. SAMSUL : Berapa. Ya. Apakah kamu mau jadi pamong terus. Kamu pulang bersama saya atau tidak ? Biarlah mereka berdua menggagas masa depan. pak ? PEDAGANG : Belum seberapa. Arifin. Dia kan langganan saya. sepuluh onde-onde baru lima ribu saja. Sekedar pengganjal perut. begitu. pak ? Kata orang. . Buat tutup mulut kami. hari esok harus lebih baik dari hari ini. Eh. Saya tahu kalau putrimu itu sangat suka onde-onde. selamat berindehoi ! BAKHTIAR DAN ARIFIN KELUAR SETELAH MENGAMBIL BEBERAPA ONDE-ONDE SAMSUL : Cerdik juga dia ! Kamu lapar. O.. Bayar onde-onde kami ini.189 Kerontang perut karena lapar Segera pulang mencari makan. Terima kasih. ya. benar tidak. SITTY : Mau. mau ! Boleh juga. kami duluan. pak. Masa seharian saya berjualan di sini tidak ada yang beli ? Makanya dari tadi saya tawarkan onde-onde ini. SAMSUL : O. Ayo. jadi obat nyamuk bakarnya ? ( ARIFIN MENGIKUTI BAKHTIAR ) Samsul.. Bapak baik sekali. Perhatikan juga nasib orang kecil seperti saya. Sitty ? SITTY : (MENGGELENG) SAMSUL : Benar tidak lapar ? SITTY : ( MENGGELENG ) SAMSUL : Bagaimana kalau kita beli onde-onde. Daaah. PEDAGANG : Nah. Kali ini saya kasih bonus dua buah.

. Apakah ayahmu sudah memikirkannya matang-matang ? .. SITTY : Di sini juga bisa. Sam ? SAMSUL : Ayahku menyarankan untuk kuliah di luar negeri. Belakangan ini ayahku sakit-sakitan. Dengan kuliah di luar negeri kita bisa mendapatkan ilmu dengan maksimal. Tidak di sini.. Sam. rencananya kamu mau melanjutkan kemana. O. Makanlah.. selepas lulus sekolah nanti. SITTY DAN SAMSUL DUDUK MENIKMATI ONDE-ONDE SAMSUL : Sitty. kuliah di luar itu butuh biaya besar. sangat baik untukku nantinya. ini onde-ondenya.. Bapak itu memberi bonus buat kamu. kalau saya beli onde-onde bonusnya harus lebih dari dua. SITTY : O. PEDAGANG : Pintar juga otakmu. Kalau saya tadi yang beli pasti bonusnya lebih dari dua. ayahku menyuruhku untuk meneruskan ke perguruan tinggi. Dan lagi. SITTY : Luar negeri ?! SAMSUL : Iya. Sitty. Kalau kamu bagaimana ? SITTY : Baguslah. Aku sendiri belum tentu. harus ! SAMSUL : Kalau begitu besok bapak harus lebih baik. bukan ? Banyak perguruan tinggi yang tidak kalah kualitasnya. Aku tidak mungkin memaksakan keinginanku dalam kondisi seperti ini. Sam ? SAMSUL : Kata ayahku. Hehehe .. SITTY : Kenapa mesti ke luar negeri.190 PEDAGANG : Ya. Aku sendiri setuju dengan itu. ya. SAMSUL KEMBALI KE TEMPAT SITTY SAMSUL : Sitty. Besok. Sam. Siapa yang tidak bangga bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi . Ayahmu tentu telah menyiapkan semua demi kamu..

SAMSUL : Ombak berdentum di hujan lebat Sampan melaju ke pulau seberang Hendak kemana carikan obat Badan bertemu makanya senang. Anak baginda berburu rusa Rusa mati tertembak panah Jika kasih jauh dimata Rasa mati badan sebelah. Selagi masih di bumi ini. Apalagi zaman sekarang ini. Utara selatan jadi penjuru Timur dan barat jadi pedoman Jika tuan dilanda rindu Dikerat rambut jadikan kenangan. Jarak dan waktu bisa direkayasa dengan teknologi. SAMSUL : Tetak lontar alaskan padi Peti dibawa dari Palembang Bertemu sebentar bagaikan mimpi Itu membawa hatiku bimbang .191 SAMSUL : Ah. SITTY : Burung puyuh masuk ke rimba Di dahan jati singgah merapat Meskipun jauh dipelupuk mata Di dalam hati tetapkan dekat. Jauh dari kampung halaman. Sam. dan tentu akan menjauhkan aku dari kamu Sitty. Selain itu sebenarnya aku belum siap untuk merantau terlalu jauh. jauh dari keluarga. SITTY : Jauh tidak lagi persoalan. Kalau lama tidak ke ladang Tinggilah rumput dari padi Kalau lama tak bisa kupandang Rasa rindu menjadi-jadi. SAMSUL : Aku tidak ingin jauh dari kamu Sitty. SITTY : Risau kicaunya si anak balam Ditinggal induknya di pohon jambu Walau tak bisa berjawat tangan Di dalam mimpi kita bertemu. entahlah.

Surabaya kota pahlawan Dikenang seluruh anak negeri Sitty Noerbaja yang menawan Tak akan kudapati di luar negeri. SITTY : Ubur-ubur berdamping dua Tanam melati bersusun tangkai Kalau mati kita berdua Jikalau boleh bersusun bangkai. Anak dara bersunting kembang Rupanya elok serta jelita Banyak dara di negeri orang Tidakkah tuan bersimpang mata.192 Bendi dipapah jalan berliku Mengangkut sirih ke tengah pekan Kaki dilangkah terasa kaku Takut kasih berpindah tangan. SAMSUL : Manis-manis bukannya tebu Manisnya manis si gula jawa Manis tidak sekedar dari rupamu Manis kupandang budi bahasa. SITTY : Anak Kediri berdagang kain Kain disimpan dalam peti Niat diri tidak pada yang lain Tuan terikat di dalam hati. SAMSUL : Tanam melatai bersusun tangkai Tanam padi satu persatu Jikalau boleh bersusun tangkai . SITTY : Merah warnanya si bunga mawar Putih suci bunga melati Janji bukan untuk ditawar Kasih hanya dilerai mati SAMSUL : Tanam melati di depan rumah Ubur-ubur berdamping dua Jikalau mati kita bersama Satu kubur kita berdua.

LAKI SEPARUH BAYA DUDUK. Nanti orang di rumah marahmarah... Sitty. LAKI-LAKI ITU TERBATUK-BATUK SERAYA MENGUSAP-USAP DADANYA MENAHAN SAKIT. DI RUANGAN SEBUAH RUMAH SEORANG LAKI. Dipejam mata tak terpejam Direbah tubuh tak jua senang perasaan. *** II.. SAMSUL DAN SITTY KELUAR PEDAGANG : Ikat berikat tali kuda Pasang pelana kuda yang putih Hati terikat samanya muda Lupa waktu sebab berkasih Minta daun diberi daun Dalam daun buah bidara Minta pantun diberi pantun Dalam pantun ada cerita PEDAGANG ITU PUN KEMUDIAN MENUTUP DAGANGANNYA. SITTY : Istirahatlah lagi ayah. Lulus saja juga belum tentu.!!” ( KEARAH SITTY DAN SAMSUL ) SAMSUL : Hah ! O .. SESEKALI MEMIJIT-MIJIT BAHUNYA. PEDAGANG MEMPERHATIKAN PERCINTAAN SAMSUL DENGAN SITTY. Sudah terlalu senja. Sitty. ANAK PEREMPUANNYA DUDUK DI SEBELAH LAKI-LAKI ITU. TANPA DISADARI... Merantaunya masih lama...193 Daging melebur jadi satu. Ayo kita pulang.. .. KELUAR SERAYA MEMBAWA RAMBU-RAMBU YANG TERNYATA BISA DICABUT DENGAN MUDAH. PEDAGANG : “Allahuakbar Allahuakbar... sudah terlalu larut.. AYAH : Tidak mudah tidur bagi ayah sekarang ini.

AYAH : Kemarin Datuk Maringgih datang ke sini. Tidaklah beban jadi rasian Habis daging dihisapnya. Hutang-hutang tumbuh melilit pinggang. Tuhan dari atas jua yang menentukan. Karena telah melewati batas waktu yang seharusnya. harta ayah hanya tinggal badan sepembawaan ini. tentulah Sitty takkan berlepas tangan. Ayah memintal dari pangkalnya. Nasib tertoreh di telapak tangan. SITTY : Sitty mengerti. Tak lain untuk menagih hutang pinjaman dagang yang sudah jatuh tempo. Mencekik kerongkongan. Cita-cita membumbung langit. SITTY : Benar ayah. Kalau boleh Sitty tahu. Tapi. AYAH : Sitty. Sitty. Hutang budi. AYAH : ( MENARIK NAFAS ) Berniaga ke tanah Jawa dagang emas dengan budi bahasa. SITTY : Kalaulah ujung di tangan Sitty. Sekarang.194 SITTY : Apalagi yang ayah pikirkan ? Bukankah ayah pernah bilang pada Sitty. biar bertambah isi kepala. kamu juga tahu. apa yang ayah pikirkan ? AYAH : Dipintal benang dengan gulungan Biar berpisah pangkal dengan ujungnya Tak kusut pula dalam genggaman. Kamu ini seperti orang dulu bilang. SITTY : Ah. Jerih peluh usaha niaga kita kali ini telah habis surut. ayah. dia menolak. tentulah dibawa mati. Ceritakanlah ayah. Besar belumlah dapat ditumpangi. untung tak dapat diraih. Niat hendak menyekolahkanmu tinggi-tinggi. Kecil Sitty anak ayah. besar juga tetap anak ayah. ayah. AYAH : Hutang emas dibayar emas. Ayah meminta Datuk menambah jangka waktu yang diberikan. kali ini kamu terpegang ujung benang. Tapi. Tapi. Ayah tak dapat lagi berbuat apa-apa. malang tak dapat ditolak. Dengan senang Sitty dengarkan. anakku. . Kecil tak lagi untuk disuruh-suruh. bagaimanapun. Sitty.

direntang masa setinggi bulan. Sitty belum . Tiap melangkah terjatuh pula menyentuh tanah... Ah. Seluruh hutang kita padanya.. lain dengan Datuk Maringgih. AYAH : Panjang cerita segelas kopi. ? AYAH : Sitty. Dan itupun belum juga akan menutupi hutang kita Sitty. SITTY : ( TERKEJUT ) Dengan Sitty.. Bunganya menjulang menyentuh lutut. lepaslah hutang yang selilit pinggang. Harumnya belumlah melintas pagar. ayah. Kalaulah susah sama kita pikirkan. SITTY : Iya. Jual gabah di tengah pekan. Berputik sudah. nak lapang jua beban di hati..195 Sehingga bunganya sudah berlipat ganda. SITTY : Maksud ayah. tidak berguna pepatah demikian. Ayah. . gabah dibawa dengan bendi. . Potong dipotong tumbuh jua. tidakkah ada jalan lain.. dan tenaga berisi di badan. SITTY : Tapi.. SITTY : Sitty mengerti. Datuk ingin mempersuntingmu. Rumah yang satu-satunya inipun hendak disitanya. Maka. Sitty. Bersilat lidah di perbincangan. ayah ? AYAH : Kalaulah umur ayah masih panjang. SITTY : Tidak. hutang emas dibayar emas ? Hutang budi dibayar budi ? Tapi. ayah. ayah !? Datuk Maringgih !? AYAH : Itulah jalan yang ia pintaskan agar terlepas dari segala hutang. berkecamuk darah dalam dada. AYAH : . berbunga belum. Tentu ayah tidak akan memberi tahu kamu. ayah. Sitty paham. KEMUDIAN MENGGELENGKAN KEPALA ) Daunmu terlalu hijau. apa yang bisa Sitty perbuat untuk itu. Hutang kita seperti memotong rumput di tengah padang. Ayah.. AYAH : ( KEMBALI MENARIK NAFAS..

. *** III. setengahnya saja. DATUK : Sitty Noerbaja ?! PEDAGANG : Tepat sekali. Ya. PEDAGANG MENUNGGU ANAK-ANAK PULANG SEKOLAH. Coba lihat arlojinya ( MENARIK TANGAN DATUK. Selepas kamu lulus sekolah nanti. kakeknya barangkali ? . JUBIR SEKALIGUS PENGAWALNYA.196 Sitty. Berlebih semata ditentang dengan pikiran. Ayah paham kalau kamu belum punya timbangan yang kuat. Silahkan dicoba. DATUK : Sudah keluar anak sekolah itu ? PEDAGANG : O. Sitty. Lihat. Dia bilang onde-onde lebih hebat dari makanan import manapun. Mungkin sebentar lagi. Sitty Noerbaja gadis. SITTY : ( TERDIAM LAMA SEPERTI BERPIKIR ) Ayah. ayah istirahatlah dahulu. Dan saya punya onde-onde. sabar. Sabar. Timbangan yang bagus tidak berat sebelah. O. baru sedikit lewatnya. SITTY KELUAR MENINGGALKAN AYAHNYA. enak rasanya. LAMPU MENYURUT. MELIHAT ARLOJI ). bolehkah Sitty mohon diri Ayah ? Sudah berat kelopak mata. Sebentar lagi. PEDAGANG : Berarti Tuan ini keluarganya Sitty. Sekolah bubar pukul setengah enam. Eh. semanis tebu.. Saya menjemputnya. Baru pukul lima lewat sedikit. Gadis manis. Datuk Maringgih hendak menjatuhkan hari. DATUK MARINGGIH MASUK BERSAMA PENDEKAR LIMA—ASISTEN. Silahkan duduk dulu. belum Tuan.. suka onde-onde. Seorang gadis cantik akan memborong onde-onde ini. Santai dulu. apa Tuan menunggu Sitty Noerbaja ? DATUK : Ya. PENTAS KEMBALI MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN. Kalau tidak percaya lihat saja nanti.

SAMSUL . Anak sekolah keluar seperti kambing lepas dari kandang. Sitty bergandengan Datuk.. DATUK : ( KEPADA PENDEKAR LIMA ) Coba kau lihat kesana. Lembut di luarnya. Mau paman. DATUK : Bergandengan ! Dengan siapa !? PENDEKAR LIMA : Dengan laki-laki. PENDEKAR LIMA : Itu dia. Ya. Maafkan saya. Datuk. Menuju kesini. Lama sekali keluarnya... BAHKTIAR DAN ARIFIN MASUK. DATUK : Siapa laki-laki itu ? Hah ! Samsul Bahri. Anak Sutan Mahmud. Sudah melekat-lekat pula ia dengan Sitty..197 PENDEKAR LIMA : Heh ! Jangan asal bicara ya ! PEDAGANG : Bapaknya ? PENDEKAR LIMA : Datuk ini bukan bapaknya. paman juga salah. Tapi ingat. muda foyafoya. Dia ramah sekali. seperti onde-onde. Mesra sekali mereka. kek. Cuma pakai akal-akalan. tua sejahtera. Kecil bahagia. PEDAGANG : Jadi. bapak tidak. tidak perlu sekolah tinggitinggi untuk bisa hidup sejahtera. Lihat saya. Oke.. Zaman saya sekolah tidak terlalu penting. mati masuk. SITTY.. berarti Tuan ini sopir pribadinya nona Sitty. kek.. Sitty berarti onde-onde. PEDAGANG : O. PENDEKAR LIMA : Hei ! Mau kakek. Tapi ke sini untuk menjemput Sitty. Tidak akan saya urus lagi. Apa yang mereka perbuat di sekolah itu.. Apa urusanmu ! Urus saja onde-ondemu itu. bukan urusan saya. manis di dalamnya. Nah. oke. Bagi saya. kek. . Mau bapak. Tapi. pamannya begitu ? PENDEKAR LIMA : Huhh ! Tidak kata saya ! PEDAGANG : Kakek bukan. sekedar informasi.

eh.. ( MENARIK TANGAN SITTY ) SAMSUL : Ada apa ini Datuk ? PENDEKAR LIMA : Bukan urusan kamu ! SAMSUL : Ini jadi urusan saya. Kamu. SITTY : Sam. Pulanglah dulu bersama Bachtiar dan Arifin. menunggu kena usir.. PENDEKAR LIMA : Nah.. kalau tidak mau berurusan panjang dengan saya ! SAMSUL : Tapi jangan main . DATUK : Selamat sore Sitty. jubir. Niat di hati hendak menjemputmu. SAMSUL : Tapi. SITTY : Ah. ! SITTY : Tenang Sam. O. PENDEKAR LIMA : Oi. Mobil sudah saya persiapkan.. Saya mau bicara sebentar dengan Tuan Datuk. ya ? BACHTIAR : . Sitty. Saya asisten. Setelah itu kita ke plaza mencari oleh-oleh untuk ayahmu. kita berkeliling menikmati senja yang menarik ini. Ini urusan saya. Jadi segala apapun urusan dengan Datuk harus melalui saya. Datuk !? DATUK : Ayo Sitty. mari. Tunggu apalagi. sekaligus pengawal pribadi Datuk.. kamu dengar tidak ? Sitty menyuruhmu pergi dari sini. Mari. mencari angin segar sambil makan rujak atau jagung bakar. Bagaimana kalau kita ke tepi laut. Mmmh . ( MENGULURKAN TANGAN HENDAK BERSALAMAN TAPI TIDAK DIBALAS OLEH DATUK ) PENDEKAR LIMA : Oh. bersalaman dengan Datuk harus melalui saya. urus saja dirimu sendiri.198 SAMSUL : Tuan Datuk Maringgih rupanya. Sedari tadi saya menunggu. saya mohon pengertian kamu..

Tuan. Mulai hari ini saya. Ayo. eh. Sebagai seorang yang jauh lebih dewasa. Tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan. DATUK : Ah. tidak siapa-siapa. op. Datuk. Saya tidak pernah meminta untuk dijemput. tentu Tuan lebih paham dunia ini. akan menjemputmu. Biar kita merasa dekat.199 Enak saja main usir. ya ? Mau tahu prosedur berurusan dengan saya ? ARIFIN : Op. Mundur. Sitty. Tentu kau mengerti Sitty. Ini tempat umum tahu. Jaga diri baik-baik. PENDEKAR LIMA : Kamu juga mau turut campur urusan ini. alangkah menyenangkan kita bertemu setiap saat. Bukan begitu hendaknya ? SITTY : Siapa yang menyuruh Datuk melakukannya ? DATUK : O. Menurut pendapat saya lebih baik kita mengalah. aku. kau kan bukan lagi anak kecil yang tidak bisa menentukan langkahmu sendiri. op. DATUK : Saya tidak menyuruhmu bicara ! SITTY : Datuk. SITTY : Tuan Datuk. BACHTIAR DAN ARIFIN PERGI DENGAN KESAL. SITTY : Datuk. Ini aku lakukan tulus dan murni dari hati nuraniku sendiri. PENDEKAR LIMA : Ah. SITTY : . Datuk akan membuat hariharimu bahagia. Sebagai seorang calon induk berasku. DATUK : Sitty. Sitty. Ini bukan hitungan matematik. Apa maksud Datuk menjemput saya ? DATUK : Saya bermaksud baik Sitty. tidak usah pakai menolak segala. Sudah tujuh belas tahun. Turuti sajalah. SAMSUL. semua sudah saya perhitungkan dengan ayahmu. kami duluan.

Berilah saya kesempatan. Saya tidak suruh kamu bicara. kamu keberatan dengan aku Sitty ? SITTY : Maafkan saya Tuan Datuk. kamu perempuan. PENDEKAR LIMA : Tidak tahu diuntung pula kau rupanya. Untuk bunganya saja itu pun belum cukup. atau kamu jadi pekerja . Tunggu saya menyelesaikan sekolah saya dulu. SITTY : Tuan. PENDEKAR LIMA : Ini sudah yang terbaik Datuk lakukan untuk kamu dan Ayahmu. lebih pas menjalankan hidup dengan Datuk. Saya akan berusaha. Lebih baik kau bayar lunas dengan . dan juga baik untuk saya. SITTY : Hutang emas dibayar emas. DATUK : Apalagi yang kamu cari setamat sekolah ini. Ingat. Tuan. Apakah kamu senang melihat ayahmu sakit-sakitan memikirkan. saya berharap Datuk sabar. Sitty. SITTY : Tentang hutang Ayah saya pada Datuk. Kerja di kantor ? Di Bank ? Jangan mimpi Sitty.. bekerja mencari uang untuk membayarnya. dapur.. Bukankah perempuan itu hanya .. Jadi.. DATUK : Saya tidak main-main Sitty. dan kasur. Sitty ? Lebih baik lakukan langkah besar. PENDEKAR LIMA : Heh ! Mau kerja apa kamu Sitty ? Tidak gampang mencari pekerjaan di jaman sekarang ini.. Ayahmu sudah mulai bicara sendiri memikirkannya. Baik untuk Tuan. SITTY : ( MENAHAN AMARAH ) Saya tidak bicara demikian Tuan-tuan.. Hutang ayahmu dengan Datuk sudah terlalu banyak. barangkali kamu bisa jadi babu. Saya belum berpikir melangkah sejauh ini. Alangkah bagusnya Datuk mencari perempuan yang lebih dari saya. Apalagi. Diam saja di sana.200 Jalan saya masih panjang Datuk. Lebih pantas. Mau dibayar dengan apa lagi ? Ayahmu sudah menjual seluruh perusahaan dagangnya. sumur. buruh kasar. DATUK : Pendekar Lima. PENDEKAR LIMA : . O. Hendaklah Tuan berpikir baik. pekerja seks komersil.

SITTY : Cukup Tuan. Saya mohon diri dulu. PENDEKAR LIMA : Nah. saya mohon maaf dan berharap Tuan mengerti. Tuan. Baik untuk kamu serta ayahmu. SITTY : Belum tentu. Jadi kamu menolak saya ? Saya tidak pantas untuk kamu. apakah baik buat saya ? PENDEKAR LIMA : Jelas sangat baik.. Saya pulang. keinginan Datuk terhadap saya. Sitty ! Silahkan kamu berpikir baik-baik sekarang. Tuan. SITTY : Tidak baik menyangkut – pautkan persoalan ini dengan orang lain.201 Jadi kau kemanakan perbuatan baik Datuk selama ini pada ayahmu ? SITTY : Saya akan selalu mengingatnya. Bahkan terlalu baik. Maafkan atas kelancangan saya. begitu ? Lalu. Sitty. DATUK : Baik. Sejak kapan kau berhubungan dengan dia ? Sudah sejauh mana ? Jangan-jangan kau telah melakukan. SITTY KELUAR PENDEKAR LIMA : . Persoalan ini hanya antara keluarga saya dengan tuan Datuk.. siapa yang pantas ? PENDEKAR LIMA : Samsul Bahri tentu telah mempengaruhi otaknya. Tuan. SITTY : Sekali lagi.. Terserah ! Saya tunggu keputusanmu. PENDEKAR LIMA : Jangan bersilat lidah. bahwa Datuk adalah seorang yang baik. tidaklah boleh mendahului yang di atas. Tidak akan saya lupakan. Niat baik Datuk tidak akan ada yang menghalangi. apalagi mempermainkan saya. Kalau Tuhan berkeinginan lain.. baik. Jangan bermain-main. DATUK : Hhh.. tunggu apa lagi ? SITTY : Namun. Samsul tidak tahu apa-apa dengan masalah ini.

DATUK : Mmmh. Sekarang gunakan bibirmu itu kesana. PENDEKAR LIMA : O... Hehehe . Tuan. PENDEKAR LIMA MENDEKATI PEDAGANG. Baik. Rejeki saya jadi hilang begitu saja. ke sini ! ( MEMBISIKAN SESUATU.. biasalah.. Kelihatan serius sekali pembicaraan tuan-tuan dengan Nona Sitty. DATUK : Kamu gila ya ! Tujuan saya itu jelas-jelas Sitty. Sehingga Ia tidak sempat menikmati onde-onde saya. Goblok ! Sekarang gunakan otakmu. PENDEKAR LIMA : Keras hatinya pada Samsul Bahri. Tapi. bagus. Kenapa Sitty pula yang dijadikan sasaran. Pikir-pikir dulu katanya ( MEMAKAN SEBUAH ONDE-ONDE ) Mmmh. pendekar. bagaimana caranya. PEDAGANG : Eh. Datuk. SESEKALI MENUNJUK KE ARAH PEDAGANG ) DATUK : Bagus.onde-ondenya enak sekali. Tapi dia bukan masalah yang besar. Pembicaraan tadi itu. Samsul Bahri !? Tampaknya dia akan menjadi batu sandungan bagi langkah saya. Lebih baik langsung Sitty saja. PEDAGANG : Tuan mengajak Sitty main film ? Dia menolaknya ? PENDEKAR LIMA : . Tapi dia masih ragu. kami menawarkan sebuah peran pada Sitty Noerbaja. Begini ( BEBICARA PELAN DENGAN DATUK. Pendekar. apakah setelah ini dilakukan Sitty akan mau dengan Datuk ? Tentu dia akan tambah sulit didekati. DATUK : Tapi bagaimana ? PENDEKAR LIMA : Begini Datuk. PENDEKAR MENGANGGUK-ANGGUK ) PENDEKAR LIMA : Ide yang usul..202 Keras kepala juga dia ! DATUK : Keras hati. PENDEKAR LIMA : Ah. Kami ini memiliki sebuah Production House yang sedang menggarap sebuah film baru.

. lain dari yang lain. Sayanya tidak.. dikasih peran. PEDAGANG : Aah. Sitty pasti senang dengan saya sebagai lawan mainnya. masa cuma gerobaknya saja. cocok sekali dengan hobinya. Itu akan merusak citra film ini di mata penonton nantinya. Persetan dengan yang namanya cinta. Memang apa judul filmnya ? PENDEKAR LIMA : Mmmh. “Tidak Ada Apa-apa Dengan Cinta”. PENDEKAR LIMA : Karena itulah kami memberikan peran ini pada dia. wajah Anda itu tidak Kameragenik PEDAGANG : Apa maksudnya ? PENDEKAR LIMA : Wajah Anda itu tidak menarik jika dishoot dengan kamera. Kami membutuhkan gerobak Anda ini untuk setting sebuah adegan di film kami nantinya. PEDAGANG : Makan onde-onde ? Wah.203 O. ( MEMATUT-MATUT GEROBAK PEDAGANG ) Selain dengan Sitty. Nah. sepertinya kita juga bisa berkerjasama. PEDAGANG : Bekerjasama ? Tuan membutuhkan saya untuk main film ? PENDEKAR LIMA : Ya. PEDAGANG : Lho ! Kok pakai kata ‘tidak’ ? PENDEKAR LIMA : Di situlah nilai jual film ini. Belum. pengambilan gambar pertamanya akan dilakukan di sini. PEDAGANG : . PEDAGANG : Semestinya saya juga diajak. Sitty akan memainkan tokoh utamanya yang sedang menunggu kekasihnya sambil makan onde-onde. Sitty belum memutuskannya tadi. Saya ini kan sudah biasa melakukan adegan yang Tuan inginkan. Film ini akan memperlihatkan bahwa tidak ada apa-apa dengan cinta. Bagaimana ? Mau tidak ? Kami hargai ( MEMBERI PENJELASAN DENGAN TANGAN SAMBIL BERBISIK ). Jadi saya cuma pakai gerobaknya saja. PENDEKAR LIMA : Sayang..

pasti Sitty tidak akan sanggup menolaknya. SITTY MASUK. Datuk. Setelah Samsul dibereskan. Semua sudah saya persiapkan DATUK : Bagus. sesudah pengambilan gambar adegan ini akan saya tambah. Cuma persoalan nilai kontrak. nona pasti Sitty Noerbaja. Tapi. PENDEKAR LIMA : O. Mmh.. SEORANG PEDAGANG PALSU SURUHAN PENDEKAR LIMA TELAH SIAP DI TEMPAT ITU. begitu.. Pendekar ? PENDEKAR LIMA : Beres.. Sitty ( SERAYA MENERAWANG ). cuma segitu ? Biasanya seorang produser itu sangat royal. *** IV.. Dengan nilai yang lebih tinggi. ( MENUJU DATUK ) DATUK : Bagaimana. PENDEKAR LIMA : ( HENDAK BERBALIK KE TEMPAT DATUK ) Apa lagi !? PEDAGANG : Tadi kata Tuan. tidak ada lagi halangan bagi saya menuju Sitty.. PENDEKAR LIMA : Tenang. IA MONDAR-MANDIR MENUNGGU ANAK-ANAK SEKOLAH KELUAR. . Oh. Nona Sitty belum memastikan dirinya untuk.204 Ah. Itu bukan urusan kamu. Tidak percuma kau kuangkat jadi jubir.. bibirmu tak kalah cepatnya dengan otakmu.... Apalagi untuk sebuah adegan penting. bagaimana ? PEDAGANG : Nah. PEDAGANG PALSU : O. Dua kali lipat. Nanti akan kami hubungi lagi dia. Kerjasama disepakati.. HERAN MELIHAT PEDAGANG ITU.

.. Daripada tidak untung.. maksud saya daripada merugi... maksud saya ke. Tapi bapak ini siapa ? Biasanya kan pak Amat yang berjualan dengan gerobak ini. maksud saya. Saya biasa menunggunya di sini. Tidak tahu saya... Biar saya saja.. PEDAGANG PALSU : Nah... saya ini saudara dari isterinya si Amat yang biasanya berjualan di sini. Pak ? PEDAGANG PALSU : Ah. Katanya dia ada. maksud saya. SITTY : O... SITTY : Maksud bapak ada yang ingin bapak sampaikan pada Samsul ? Katakan saja pada saya... SITTY : Pak Amat ? .... maksud saya. Yang penting bagi saya itu.. PEDAGANG PALSU : Saya ini. entahlah.. saya diminta untuk menggantikannya... lebih baik saya yang menjual-jual dagangannya hari ini..kampung isterinya itu. Samsul Bahri. si anu.. si anu.. maksud saya ada sesuatu yang akan saya. Sebentar lagi.. Pokoknya anu.. nanti saya sampaikan pada Samsul.... Ada perlu apa bapak dengan Samsul ? PEDAGANG PALSU : Begini. PEDAGANG PALSU : Ooo. Saya ini di.. Berhubungan si Amatnya ada urusan ke situ.. anu... Ini juga penting Nona.. SITTY : Ada apa.Eh. Dia belum keluar.. maksud saya tidak usah.. Penting ! SITTY : Maksud bapak urusan penting.205 SITTY : Betul. Seperti yang Nona maksudkan tadi. SITTY : Memangnya siapa yang berpesan ? PEDAGANG PALSU : Si itu. betul.. teman Nona yang bernama Samsul itu .tidak bisa.

( MEMAKAN SEBUAH LAGI ) .. PEDAGANG PALSU : ( KESAMPING ) Aduh ! Celaka saya. KEMUDIAN IA MEMAKAN SATU BUAH ONDE-ONDE. PEDAGANG PALSU : Ha! Onde-onde ? Nona Sitty membeli onde-onde ini untuk siapa ? SITTY : Ya buat saya. ya. enak. SITTY : Pak.. kenapa ? PEDAGANG PALSU : Ditelan ? SITTY : ( MENGANGGUK ) PEDAGANG PALSU : Enak ? SITTY : Mmm. seperti yang disuruhkan pada saya.... Ini uangnya.. begitu ? Apa bapak tidak mau uang ? PEDAGANG PALSU : Uang ! Mau saya.206 PEDAGANG PALSU : Iya.... Hehehe.. SITTY : O.. seharusnya saya bilang begitu. ini uangnya. Nona memakannya ? ( PADA SITTY ) SITTY : Iya. SITTY : Nah. SEMENTARA PEDAGANG PALSU ITU MENUNGGU SAMSUL.. Ini saya lakukan karena uang. tidak untuk dijual. Saya beli onde-ondenya. SITTY DUDUK MELEPAS LELAH . SITTY MENGAMBIL BEBERAPA BUAH ONDE-ONDE DARI GEROBAKNYA... PEDAGANG PALSU : Tapi ini tidak untuk. Tapi gulanya terlalu manis dari yang biasa. Seharusnya Samsul.

tidak ! Saya tidak suka onde-onde. Saya akan jadi pusing. DARI ARAH LAIN DATUK MARINGGIH DAN PENDEKAR LIMA MASUK. puskesmas ! Tolong ! Tolong ! Ah. DATUK : Bagaimana ? PEDAGANG PALSU : Wah. pusing.TERKAPAR ) Saya ini belum ingin mati.( SITTY SUDAH TERDIAM BEGITU SAJA. bangun. nona ini ( MENDEKATKAN TANGAN PADA HIDUNG SITTY ) Haa ! Tidak ada anginnya. SAMSUL. bagaimana ini !?. Nona takut mati ? ( MENOLEH KEPADA SITTY ) Nona ? Nona ! Bangun nona. Aduh. Kalau saya makan. Susternya menyuntik saya disini ( MENUNJUK BAGIAN PAHANYA ) Sakit. Aduh. anak saya akan marah. kalau orang-orang datang hancur saya. MEREKA KELUAR MEMBOPONG TUBUH SITTY. Saya tidak boleh makan yang manis-manis. Bapak ini kenapa ? Kalau bapak mau silahkan coba saja. Wah. Ia akan tambah pusing melihat saya. Kata anak saya.207 PEDAGANG PALSU : Yang itu ? SITTY : Sama saja. Puskesmas. Bawa ke rumah sakit. Cepat angkat. Nona. Saya ingin hidup seribu tahun lagi. kepala sakit dan masuk angin. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK SAMSUL : Sitty !? BAKHTIAR : Sitty kenapa !? ARIFIN : Ada apa dengan Sitty !? SAMSUL : Hah ! Tidak usah bertanya lagi. saya tak dapat uang. Tapi. Kalau tidak. saya bisa mati. ( MENYODORKAN ONDE-ONDE ) PEDAGANG PALSU : O. puskesmas itu kependekan dari. nafas saya sesak sekali ( SITTY MEMEGANG DADANYA KARENA SESAK NAFAS ) Hampir-hampir saya tidak kuat lagi. celaka. Aduh. seharusnya Samsul. Kalau tidak. ( SITTY MEMEGANG KEPALANYA SEPERTI KESAKITAN ) Nah. Pernah saya pusing sekali gara-gara makan dodol yang juga sama manisnya dengan onde-onde. Aduh. Untung anak saya segera membawa saya ke Puskesmas. Tidak. setelah itu saya bisa sembuh. celaka ! Sitty ! . Ia akan kasak-kusuk mencarikan saya obat. Onde-onde itu manis. Saya jadi terbatuk-batuk. saya akan batuk-batuk.

kami tunggu di sini ! PEDAGANG PALSU KELUAR MELIHAT SITTY DATUK : Haahhh ! Kenapa bisa jadi seperti ini ? Kacau ! Yang saya perintahkan bunuh Samsul Bahri. ia mati atau tidak. Apa yang harus kita lakukan ? Kita dalam keadaan bahaya. Ayo ! LANGKAH DATUK TERHENTI KARENA SAMSUL DATANG. DATUK : Ini kesalahan kamu ! Menyuruh orang yang tidak bisa diandalkan ! Apa tidak ada yang lebih punya akal ! PENDEKAR LIMA : Kalau orang berakal mungkin tidak mau melakukannya. tidak perlu lagi saat ini. percuma semuanya ! PENDEKAR LIMA : Ini kesalahan teknis. DATUK : Mati atau tidak. Kalau Sitty mati.. SAMSUL : O. Kasus ini pasti diusut.. DATUK : Untuk apa lagi ? PENDEKAR LIMA : Mengetahui keadaan Sitty. Datuk. Sekaranglah waktu yang tepat untuk menghindar. tapi ia terus saja. Kalau saya katakan ada racunnya tidak mungkin. PENDEKAR LIMA : Diangkut ke rumah sakit ? Cepat bapak lihat kondisinya ! Segera balik. Datuk. PENDEKAR LIMA : Kita tunggu laporan dari orang tadi dulu Datuk. Sebaiknya kita pergi dari sini. Sudah saya larang. Sekarang Sitty diangkut ke. DATUK : Sudah! Jangan mencari alasan lagi. maksud saya Sitty makan onde-ondenya. Mau apa lagi. Hendak ke mana tuan-tuan ? .208 DATUK : Kenapa Sitty ? PEDAGANG PALSU : Onde-onde. Ternyata langkah saya tak kurang dan tak jua lebih.

ini sudah tiga kali saya jelaskan pada kalian ! BAKHTIAR : Jadi tidak usah berkelit lagi dari kami. Situ.. Tidak semua orang bisa Datuk bodoh-bodohi. Janjinya saya akan dikasih uang banyak. Tidak ada alasan untuk tidak menuduh Datuk sebagai dalangnya. DATUK : Jangan asal tuduh ! Kamu ingin mencemarkan nama baik saya. ya ! Begitu ? Sitty sekarang dalam keadan koma. SAMSUL : Maksud bapak ? PEDAGANG PALSU : Aduh. PEDAGANG . Perintah cuma menyerahkan onde-onde itu pada Samsul Bahri. ya !? PENDEKAR LIMA : Oi. Zaman sudah bertukar. ARIFIN MASUK DENGAN RAUT MUKA TEGANG BERCAMPUR TANGIS.209 Tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jadi saya mau.. Datuk ! SAMSUL : Datuk hendak meracuni saya agar Sitty bisa jatuh ke tangan Datuk ? Terlalu sempit jalan pikiran datuk. anak muda.. Apakah kau punya bukti otentik kalau bicara !? SAMSUL : Bukti ? ( MENGODE DENGAN TEPUKAN TANGAN ) BAKHTIAR MASUK MEMBAWA PEDAGANG PALSU SAMSUL : Siapa yang menyuruh bapak untuk meracuni Sitty ? ( KEPADA PALSU ) PEDAGANG PALSU : Itu. sekarang kau harus me.. ARIFIN : Sitty sudah mendahului kita. Tapi Nona Sitty membeli onde-onde itu dan mengasih saya uang. satu juta katanya.. Dokter telah mengetahui penyebabnya. Datuk ! Nah. Samsul Bahrinya tidak ada. Maksud saya orang itu ( MENUNJUK PENDEKAR LIMA ) SAMSUL : Berapa bapak dibayarnya ? PEDAGANG PALSU : Tadi saya dikasihnya uang segini ( HENDAK MENGELUARKAN SELURUH ISI SAKUNYA ).

DI SUDUT JALAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN. SEORANG LAKI-LAKI BERPAKAIAN LUSUH DUDUK DI HALTE. . Datuk !” “Ekstrakurikuler !” DALAM PERISTIWA TAWURAN ITU SAMSUL BAHRI TEWAS TERTUSUK BELATI OLEH DATUK.” “Ini.. “Bagi saya.. Datuk ! BAKHTIAR : Oooooooiii ! Babi hutan masuk ke ladang ! BEBERAPA ORANG SISWA MASUK MEMBAWA BENDA-BEDA KERAS DI TANGAN. PENDEKAR LIMA DAN PEDAGANG PALSU MELARIKAN DIRI. saatnya perhitungan terakhir. AYAH : Sitty. MEREKA LANGSUNG MENYERANG SEHINGGA TERJADI TAWURAN.dst..kembalilah Sitty. Hajar !” “Kubunuh kau.. “Samsul !?” KAWAN SAMSUL MENGANGKAT TUBUH SAMSUL KELUAR. pak tua !” “Beraninya keroyokan !” “Sudah biasa. anak ingusan !” “Ayo. SEDANGKAN DATUK MARINGGIH TEWAS DIKEROYOK SISWA DENGAN BATU. IA TENGAH BERBICARA SEORANG DIRI.210 SEMUA : Sitty !? SAMSUL : Gaek keparat ! ( HENDAK MENYERANG DATUK ) DATUK : Lari ! PENDEKAR LIMA : Kita hadapi saja. *** V.

jiwa lepas dari tubuh.. Orang-orang mendaki. seperti mendaki mimpi. Menjelma gunung. Meski kita tidak pernah tahu kapan episode ini berakhir.. berdiri. singgah. dan menghilang. SELESAI Bukandiya april-mei 2004 . Tempat segalanya berakhir. Jembatan waktu yang melingkar. datang.. Orang-orang melintas. PADAM. Maafkan Ayah.. Ayah.. Telah jadi kisah. SUARA-SUARA : Sitty jadi muara. AYAH : Kemarilah. sayang.211 SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. Ayo! Bangun... kemarilah.dst. Akhir dari mimpi-mimpi yang dihanyutkan orang dari hulu..... Ayah. nak.peluk Ayah. akhir dari segala dendam.... metamorfosis. SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. masa kini.dst. Serupa jembatan.. AYAH : Jangan cengeng. Bintang jatuh ke samudera jiwa. LAMPU PERLAHAN MENYURUT.. pergi. antara masa lalu. dan masa datang. Sitty melihat mimpi itu. Yang melahirkan seribu tafsir. Ayah. dari masa lalu. Akhir dari kepedihan. Sitty ! Ayo. Lepaskan kemanjaan.

Aktif di Teater LANGKAH FSUA. Status Aktivitas : Mahasiswa Sastra Indonesia FSUA angkatan 2001 : Menulis puisi. “Suara-suara Patung” karya Mila K. No. DR. esai. Metron M. Andalas Padang PO. Andalas Limau Manih. Kantor BNI Capem. “Primordial II” karya S. BOX 235. cerpen.750093953.212 BIODATA PENULIS Nama TTL Alamat Alamat Surat : Ilham Yusardi : Padang. Hatta RT 05 / RW 01 No. Rekening : 107. Sari. Di beberapa kota di Sumatera Barat. Teater GARAK. Sastra Univ. M. Diantaranya. 29-30 Anduring Padang 25151 : Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fak. 28 April 1982 : Jl.901 Atas nama HARIYANTO. . HMJ SASINDO. Pernah ikut berbagai pementasan teater.

Arya Sanjaya Sebuah sandiwara remaja .213 Sebuah sandiwara remaja Symphoni anak jalanan Karya : IGN.

Iwo dan Kemal sedang mengamen. Arya Sanjaya Pemain Atet Iwo Kemal Abdul Nasir Komandan = pengamen = pengamen = pengamen = petugas = petugas ___________________________________ Symphoni anak jalanan Babak Satu Di sepotong trotoar sebuah jalan di sebuah kota. Mereka sedang menyanyikan sebuah lagu berirama dangdut. Atet sangat acuh dengan dirinya dan Kemal senantiasa menepuk-nepuk perutnya yang selalu kelaparan. tiga remaja tanggung. . Atet.214 Symphoni Anak Jalanan Karya : IGN. Iwo sering bermimpi.

( Menghitung uang recehan.215 Lagu Pengamen Mondar-mandir di sela-sela mobil nyanyi-nyanyi sampai suaraku sember hilir-mudik di antara rumah makan senyam-senyum sampai bibirku dower andai saja kupunya rumah mobil juga ku tak akan sengsara andai saja kudapat hasil berjuta-juta pasti aku traktir semua ( kepada penonton ) mau. mimpi dulu. mau.. nanti benerannya !! : Dasar tukang mimpi ! : Sudah. sudah ! Eh. mau . Mal. Kemal : Dapat berapa kita hari ini ? Atet : Sebentar.. bergegas sambil meniup peluitnya.. bego kamu ! : Iya. Wo. tadi malam aku bermimpi kejatuhan durian ! : Benjol dong kepalamu. Eh. : Berarti kita bisa makan sama-sama sebungkus nasi kuah sayur dong . . jangan mimpi.. aku hitung dulu. Setelah kejar-kejaran. akhirnya anak-anak itu terperangkap di salah satu pojok. Tiba-tiba dua orang petugas datang dari sebuah sisi panggung. kawan-kawan.mimpi melulu deh ! : Memangnya kenapa kalo aku mimpi ketiban durian ?! : Kita jadi kebelet pingin durian dong ! Ah. Iwo + Kemal : Berapa ?! Atet Kemal : Tiga ribu dua ratus rupiah. Wo. lumayan juga penghasilan kita hari ini. penghasilan mereka ) Iwo Atet Iwo Kemal Iwo Kemal Atet : Eh.

pak ! : Dasar anak brekele. mereka semua keluar. cepat . eh. . memangnya kalian mau jadi jagoan ya ?! : Ampun pak.. dengan Abdul dan Nasir mendampingi mereka. kalian kira kita berdua kalian sini . buta pada apa ?! Sudah sering aku lihat genjrang-genjreng di sekitar ngamen di sekitar tempat ini.!! Bertiga : Tapi pak. Ayo cepat... kamu . Abdul duduk di belakang meja. : Betul pak. Sekarang. hah ?! Bertiga : Maaf pak.. yang jelas malam ini kalian bertiga yang kami tangkap. Babak dua Keesokan harinya di kantor petugas. kami tidak tahu. eh. ayo ikut ke kantor. Iwo. sementara berdiri mondar-mandir pentungan karet di tangannya.. kami bener-bener tidak tahu. mau lari kemana kalian. bukan kami. : Kalian dilarang tahu !! : Maaf pak. Ketiga anak itu digiring oleh petugas.. Iwo Nasir : Barangkali bukan kami. Kemal dan Atet duduk di Nasir bangku panjang. dua petugas. apa salah kami ?! Nasir Iwo Abdul Kemal Nasir Atet Abdul : Sudah sering dikasih tahu masih bandel juga. cepat. Baru pertama kali ini kita bertiga ngamen disini ! : Baru pertama-baru pertama.. pak ! : Pokoknya aku tidak mau tahu.216 Abdul : Eh.. sungguh bukan kami . kami sungguh tidak mengerti.

nggak ?! Bertiga : Ngerti bang. tahu !! Bapak pejabat yang rumahnya dekat situ ngeliatin kamu-kamu ngerti. ( pergi ke meja komandan. aku juga minta seorang telpon. : Baik komandan. pak ! Tiba-tiba terdengar kemejanya. Komandan: Begini Dul. komandan ! : Terima kasih. katanya gantinya organ nggak ?! bisa aku tunggal tampil jadi kamu untuk karena bingung punya memeriahkannya. karena dia ingin mengundang beberapa temannya. bagaimana kalau . Nah. komandan. menghadap memanggilnya Kira-kira kenalan yang bisa nyanyi nggak ?! : Kenalan ? Rasanya nggak ada komandan. Selain makan-makan ala kadarnya. ( Hendak berbalik. tadi pagi dia meninggal. Komandan: Duduklah. hari ini kalian bertiga akan dibebaskan. bapaknya mencari Abdul Abdul pemusik. Komandan: Dul. Hari ini telepon suara berdering. Dan kami ingin sedikit ada perayaan di rumah. harap segera datang keruangan saya ! Abdul : Siap. yang ada di ruangan itu juga. Tapi ingat. komandan Abdul mengangkatnya. aku sedang bingung nih. Tapi dasar apes. Berisik semua. tiba-tiba Komandan: Atau. jangan sekali-sekali kulihat lagi kalian empet ngamen matanya di tempat itu lagi. di atas level yang agak ditinggikan ) Abdul Abdul : Siap. tolong cari tahu deh ! ingat sesuatu ) Maaf komandan.217 Nasir : Nah.. ‘dan ! anakku yang nomor dua akan berulang tahun.. eh.

Begini Sir. kita tampilkan mereka di rumah komandan. aku butuh penyanyi untuk ulang Komandan: Terima kasih. begitu.218 pengamen yang kami tangkap tadi malam saja kita suruh tampil di rumah komandan ?! Komandan: Pengamen ?! Abdul Abdul : Iya. tapi sebelumnya aku ingin mendengarkan dulu. Komandan: Abdul : Wah. kalau komandan anggap layak. mereka menyanyikan sebuah lagu nyanyi sepotong-sepotong saja. komandan. kan di jalan mereka nggak pernah nyanyi . Nah. Di bagus juga ide kamu. Sedang diberi pengarahan oleh Nasir. kita suruh mereka menyanyikan sebuah lagu. yang utuh tentu saja. komandan. komandan ! : Di depan rumah boss. Komandan: Kalau begitu mari kita temui mereka. Nasir : Siap. tadi aku sudah cerita tahun anakku Ria nanti malam. mereka bisa bernyanyi hanya dengan bisa baik ?! Jangan-jangan Komandan: Kamu menangkapnya di mana ? Komandan: Oh. ya ?! Tapi bagaimana kalau kita test saja mereka. Aku ingin anakanak ini bisa tampil. Tapi apa mereka utuh ?! Abdul : Oh ya. Ehm. semua baik-baik saja Sir ? Nasir : Baik. Dimana mereka ? ruangan sebelah. komandan. selamat pagi komandan ! Komandan: Pagi. komandan ?! Komandan: Maksud kamu ? Abdul : Ya. ( mereka berdua pergi ke ruang sebelah ). Tidak sia-sia ku manggil kamu kemari. boleh juga. sama Abdul.

pak. yang Atet nih . mendekati para pengamen ).. tapi kamu hafal nggak ?! : Hafal dong . Iwo Kemal Iwo Atet ? Iwo Kemal Iwo Kemal Atet Nasir : Jangan. hadapan dan Kemal kawan. jangan Ayo nyanyikanlah lagu. : Oke. di sebuah awas lagu Sekarang kalian diminta bernyanyi : Kami bagus kalian kali ( terus bertiga ini. . lagu itu aja. kan nggak boleh katanya. kesempatan komandan. tapi lagu apa ? : Lagu Judul-judulan aja ?! : Jangan. diminta tampil. protes-protesan. lagu apa saja.. ya. yang penting enak didengar sopan. : Bagaimana kalau lagu plesetannya kang Harry itu : tentu saja kalau Ayo. Iwo Nasir : Ya. kalau begitu !! Pak. Kalian bertiga. lagu kita kalian untuk lulus test. betul ! : Tapi. kami siap pak ! : ( setelah mohon persetujuan komandan ) Baik. : Kalau begitu. nyanyikan sebuah kalau macam-macam !! Baik.. itu saru . Mereka bertiga mulai menyanyikan sebuah lagu : Iya. lagu ( menyebutkan sebuah judul lagu yang akan di tampilkan ) saja ! : Ya.. kalian betul-betul mendapat kesempatan tampil bagus Kalian wah diminta dalam acara ulang tahun anaknya bapak komandan. mulailah... komandan ! beruntung.219 Nasir : Siap. ( yang judulnya sudah disebutkan diatas ) yang sesuai dengan situasi serta kondisi di tempat pementasan. itu masuk kategori lagu protes.

Abdul dan Nasir ngobrol tentang pesta anak komandan mereka tadi malam. Nasir Abdul : Eh. di kantor dua petugas. Dul ?! . Abdul dan Nasir bertepuk tangan. kira-kira komandan datang nggak hari ini ?! : Aku sang jamin. Sampai semua terpikat terkagum-kagum dibuatnya. Dan anak-anak itu juga nyanyinya nggak malu-maluin. sekarang Babak tiga Esok harinya. Biar kostumnya nanti diatur oleh Abdul dan Nasir. makanannya enak-enak dan melimpah. man !! : Asyiikkkk !!! bersiap-siaplah kalian. Ayo kita berangkat ( mereka keluar ) Komandan: Nah.220 Selesai nyanyian. wah. komandan. bagus !! Abdul Nasir : Dahsyat. penampilan mereka tetap memikat. kompak tapi dan apik deh. betah aku jadinya. yang walau hadir peralatan mereka dan sederhana. Paling-paling ( dia sedang kecapaian ! Tiba-tiba masuk Komandan: Siapa yang kamu bilang molor. Komandan: Bagus. molor komandan ) nggak bakalan. Abdul : Ya. Sir !! Nasir : Ya. temantemannya si Ria juga cantik-cantik dan seksiseksi. Abdul : Meriah banget pestanya si Ria tadi malam ya.

komandan. saya juga mengira mereka telah mempermalukan komandan di depan para undangan komandan. ya ?! Nasir Abdul Nasir : Kurang tahu.. diantaranya mereka.. Abdul Nasir : Oh. : Apa mereka sudah nyolong sesuatu dari rumah Komandan: Dimana kira-kira aku bisa menemukan mereka ?! komandan ?! : Betul komandan. komandan ?! Tidak. Kalian salah sangka. Abdul + Nasir Abdul + Nasir Abdul : Baik. tapi dimana mereka. tidak. ayo kita berangkat . ehm . karena ada urusan yang harus kubereskan dulu. Komandan: . aku pulang dulu. : Ya. pada menanyakan sekarang Abdul menemukan tolong minta kalian berdua untuk menemui mereka. Nah. Tolong sampaikan ini kepada mereka. aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasihku pada mereka. anak-anak itu . komandan ! : Siap. Komandan: Oh ya. ( Menyerahkan amplop ). Karena mereka telah tampil dengan baik dan dapat menghibur tamutamuku. apa mereka sudah berlaku kurang senonoh di pesta tadi malam ?! Komandan: Tidak. Jadinya belum sempat mengucapkan terima kasih. saya kira mereka tak tahu diri dan berbuat kacau. komandan !! ( Komandan keluar ) Komandan: Tolong sampaikan kepada mereka sekarang juga ! : Sir. Komandan: Oh.. memuji aku dimana mau Malahan Banyak aku tamu-tamuku banyak yang Dan mereka..221 Abdul : Eh. : Mereka disuruh tampil lagi. yang tidak-tidak.tentu mereka kecapaian. itu komandan. berkaitan dengan pesta tadi malam. Tadi malam aku tidak melihat mereka pulang.

. Abdul : Mengamen jangan mengamen kalau tak pada tempatnya mengamen boleh saja asal dibagi dua .. Terlihat keringat mulai menitik di dahi mereka.. Abdul dan Nasir berjalan mencari Atet. karena mentari mulai meninggi. Sambil berjalan mereka mendendangkan potongan lagu. : Dasar buaya kamu. : Ya. eh. malah ngibing di depan mata. si janda bahenol . Iwo dan Kemal.. ya ?! : Kesana !! : Kenapa kesana ? : Karena disana ada warungnya si Mawar. : Huusss . ayo .. Dasar apa tuh .222 Nasir : Ayo !!! ( mereka berdua keluar ) Babak tiga Sepotong trotoar di sebuah jalan.. kemana perginya anak-anak brekele itu.. kata kamu ?! Abdul : Brekele .. kalau dicari menghilang bagai setan... kakiku juga mulai pegel nih. bertugas harus bertugas tak boleh karena terpaksa bertugas tentu saja suka atau tak suka . Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir : Sir. ( mereka berjalan sebentar ) Wah... nah kalau lagi nggak dicari... Nasir . di sebuah kota. lumayan capek nih. kearah mana kita harus mencari mereka.. : Tapi ya ?! : He-eh.

aku kan cuma pengen tahu isinya doang.223 Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul : Ya. : Tapi ngomong-ngomong. biar kita tidak . apa ya isi amplop itu ?! : Maksud kamu ? : Iya. nih !! : Boleh juga ide kamu. : Bagaimana kalau kita meminjamnya sedikit untuk sarapan ? : Meminjam bagaimana maksud kamu ? : Ya. ya. brekele .. kepada Ya. Tapi. penasaran. isinya duit Dul !! : Berapa banyak ? ( Nasir menghitung ) : Dua ratus ribu !! : Dua ratus ribu ?! Wah banyak juga. ya ?! : Dosa-dosa... : Huss. banyak . kemudian buruan ! ( Nasir dia mengambil mengambil satu 50 lembar 50 ribuan. kira-kira isinya ? : Makanya. segera dirampas oleh Abdul.. kita kita Nasir Abdul hanya meminjamnya. Apa ya. ini amanat tahu !! : Eeeh. dosanya kita bagi dua. dengan malu-malu ribuan satu lagi untuk dirinya ) buruan buka. ngomongongkos pengantaran. buruan ah ! ( Nasir mengeluarkan dan membuka amplop ). ngomong perutku sudah keroncongan. amplop yang diberikan komandan untuk anakanak itu. : Tapi dosanya kita bagi dua. Nanti kalau kita ada rezeki kembaliin mereka. ya ?! : Dosa-dosa. : Iya. : Duit. kita kan tidak mencuri atau merampoknya. hitung-hitung Anu. ya ! : Iya.

sebentar lagi pasti dia datang. Mereka lari keliling panggung ) Abdul : Tunggu. bengong.. aku kebelet tadi.. kita berangkat ?! amat ! Eh. tamu-tamunya amplop menyerahkan nggak keluar bersama Abdul. terus dikejar oleh kedua petugas.. perutku . Nasir : Itu mereka. Iwo sudah datang. Tapi sekarang sih sudah lega. Sementara Atet dan Kemal seperti percaya kenyataan yang mereka hadapi ) Kemal Atet Kemal : Duit ?! Wah. bagaimana ?! ( Iwo masuk ) Tuh.. ya ?! : ( Mengeluarkan isi amplop ) Seratus ribu . Iwo : Maaf friends.224 Kemudian. buat Tet bagaimana kalau kita lapar sedikit sarapan. kamu !! ( mendengar teriakan itu. Sir. hai . Nanti kita sarapannya samasama. ( Nasir Karena berkat penampilan menjadi terus dengan yang bagus. mau ngapain dong ?! : Mau ngasihin uang !! : Ngasih uang buat apa ? ( mereka berhenti berkejaran ) : Kamu aja yang ngejelasin. : Banyak pinjam nih !! Atet : Tapi ini amanat buat kita bertiga. Kedua petugas itu buru-buru menyelipkan uang kutipan serta amplop itu kedalam kantung baju mereka. : Bapak komandan ingin menyampaikan ucapan terima kasih kalian terhibur. berapa banyak isinya. atet dan Kemal lari. masuk Atet dan Kemal sambil berdendang. Bagaimana kalau kita tunggu Kemal dulu.. Atet Nasir Kemal Abdul Nasir : Terus. ala kadarnya. tunggu dulu !! Kami datang bukan mau menangkap kalian .

ya ?! : Ya !! sekarang mari kita pergi kerumah makan : Nah. ini uangnya.. tadi petugas yang menangkap kita kemarin datang kemari. Komandannya menitipkan duit buat kita ... berapa banyak ?! : Seratus ribu.. Atet + Kemal Padang yang di belokan jalan itu. ( menyerahkan amplop ). setuju . Iwo Kemal Atet Iwo Iwo : Duit. ( mereka berjalan berputarputar sambil bernyanyi ) Lagu Symphoni Anak Jalanan Kucoba-coba menapis madu madu kutapis sengat kudapat kucoba-coba menulis lagu lagu kutulis uang kudapat Jamane-jamane jaman edan asyik jadi anak jalanan walaupun susah mencari makan namun tak pernah menjadi beban Sungguh enak anak-anak jalanan anak jalanan banyak kawannya walau disaku uang tak ada tetap berdendang tertawa-tawa Selesai Parakan Resik. : Baik juga hati komandan itu. Mei 2004... Kita pesan nasi kapau dengan ayam bakar bumbu balado yang lezat itu.225 Atet : Wo. Atet + Kemal : Let’s go . . : Nah.

Arya Sanjaya : Jl. Parakan Resik No. 14 Bandung : (022) 7501232 .226 BIODATA PENULIS : NAMA ALAMAT Telp. : IGN.

kenapadaku Yang durjana ? Kasih entah kemana. cinta jauh dimata “AkulahKamelia yang terbiar disangkar kerinduan yang membakar” Naskah oleh : Tri Aamalia Lestari .227 Syair Kamelia pp Nasib bunga diperantauan Bertaut asa menyulam duka Adat dan budaya dijunjung tinggi Sopan dan santun Telah dijaga.

Betawi ataupun Sunde. Kamelia meneruskan pekerjaannya di teras. cume itukan yang kau risaukan. Kite cume hidup bedue. Kamelia Samsul : “ Abang ade apeni bang… ? Uww… pastilah abang betengka lagi. negri kite kan hanco.” Kamelia : “ Abang cakap macam cume abang yang paling terhormat dimuke bumi ni. ” Samsil Kamelia : “ Hei kenape ni adek abang jadi marah-marah. soal kecillah tu. janganlah abang betengka lagi. mesti boleh jage diri dan adapt. iye kan ? Sudah berape kali abang mace mini. Kemudian disusul teman-teman dan tetangga Kamelia. tetapi bukan bemakne abang mesti betengka dengan orang-orang sini.tak jera ke ? ” ( sambil mengobati luka-luka Samsul ). bile persatuan bangsa ini taka ade. Di depan halaman rumah. Dari kejauhan datang Samsul dengan luka-luka di tubuhnya. merekelah yang berani-berani nak tantang abang jadi ye abang terime aje. Merekapun saling menyapa bersenda gurau penuh keramahan. Alamakjang……hari ini tujuh orang besuk sepuluh orang besok lagi satu kampunglah nak pukul abang. nanti orang kate bunge dese yang parasnye bak rembulan tu da redup.228 BAG. ” Kamelia : “ Abang-abang. Tercipta suasana kampung yang asri seperti di kota melayu layaknya. jadi betul abang betengka lagi dengan orang-orang Jawe tu. itulah yang buat mereke meradang. nak menyaingi Tuhan ke ? kite ni duduk dekat perantauan bang. abang tau sendiri kite ni masih dijajah Belanda. suke sangatlah abang betengka.” : “ Abang dengalah cakap Kamelia kali ni aje. ” Samsul : “ Eh Kamelia sini abang nak cakap. abang dihantam oleh tujuh orang Jawe tu. ini negri orang janganlah suke mengacau. Buruklah orang tengok. Para penduduknya senang bersenda gurau. Entah tu orang Jawe. Setelah suasana kembali sepi. Tapi asal kau tau Kamelia. Kamelia yakin pasti abang yang belagak. Samsul : “Cakap kau macam ceramah kopral aje. sudahlah yang penting abang kau ni selamat. Melayu. Bukankah semestinye bangsa yang beragam ini menjadi satu buat menghadapi Belande. teruklah badan ! Kenapelah abang ni. Kau tu .ha…. saling memberi nasehat dengan bersenandung dan menari bersama. sesekali menyeru gadis desa itu. hargailah prajurit yang susah payah beradu di medan perang ”. terdapat sebuah kampung bernama kampung melayu. Kamelia sedang menyapu halaman lalu lewatlah beberapa orang pemuda yang menyapa Kamelia dengan lirikan dan siulan. kite ni orang Melayu yang terkenal jago dan terhormat jadi pantanglah bagi abang dikalahkan same orang-orang Jawe yang ilmunya tak cukup ( sambil menunjukkan kelingking ) pantang dek abang cume nak tunjuk meski kite ni tinggal di negeri orang tapi kite ni tetap orang Melayu yang hebat dan pantang menyerah. Disana terdapat komunitas kecil daripada orang-orang melayu yang merantau. Ha…. satu due kali pukul tunggang langgang lah mereke lari. bile kite juge tak sopan. I Disuatu tempat kecil di Batavia. abang babak belo macam ni bukannye kalah. : “ Bukannye abang yang nak betengka. Orang takkan hormat kite atau anggap kite ni terhormat. mereke semue tu saudare kite. Sebut aje pengase jagad raye.

Owwh aku pahamlah ( sambil berbisik ). ” Kamelia : “ abang sekali lagi Kamelia cakap. Kamelia : “ Hai Midah ade ape ni kau cari aku. ( terpotong karena terkesima melihat Samsul yang ada disebelah Kamelia ). ” Hamidah : ( Tersenyum salah tingkah sambil mencubit Kamelia lalu mengulurkan tangan pada Samsul dan disambut hangat pula ) “ Ngomong-ngomong abang suka semur jengkol juga ye ? Duh… aye jadi semangat ni masak. Sebenta ye abang nak ke belakang. Kamelia cume punye abang kalau abang terluke atau terbunuh siape nak tolong Kamelia ni ? ” BAG. Dia abangmu ? ( sambil berbisik dan tersenyum malu ).. die ni jugelah yang kerap beri semur jengkol kesukaan abang tu. ancing aye punya kebun jengkol sebelas hektar bang. jadi enggak bakalan deh kehabisan kalau abang pesan semur jengkol ama aye . Kalau perlu Midah anterin setiap hari kalau abang demen mah ? ” Samsul : “ Ah tak payahlah nanti buat susah Midah. Abang nak saran supaye Midah tu buke kedai aje.229 taulah alasan sebenarnye. “ Betul kenape ?. Mereke pikir kau ni emas ape ? aku tak terime orang-orang Jawe tu perlakukan kau mom tu dan aku juge…. Tapi abang betul-betul sukelah dengan semur jengkol Midah tu. II Disela pembicaraan Hamidah datang sambil berlari kecil. Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia : : : : “ Kamelia…! Kamelia…! ” “ Hamidah kenape kau ni ? Ade ape ? ” “ Ini aku….. namenye Hamidah orang Betawi asli.abang betengka ni kerne abang tak suke dengar mereke betaruh demi merebutkan kau. janganlah abang betengka lagi. ade laying ke untuk aku ? ” . bukannya ape-ape bang. cakap-cakap lah kalian dulu ”. Bang Samsul die ni kawan Kamelia...

sehingga kita kalah dan kandapun ikut terluka. “ Setelah aye pikir-pikir.. jage rumah baek-baek ye Kamelia.sakit tu ” ( Kamelia tertawa usil ).. ” “ Eh non ( menepuk bahu Kamelia ) aye ngomong abang lu. Maaf apabila telah lama menanti datangnya kabar dari kanda. beneran deh bang. tapi Kamelia tak usah gundah dan gelisah sekarang kanda sudah sehat dan . nanti deh Midah kenalin sekalian abang ama enyak babe aye…. tadi cakap masih betah ”. ” “ Hem…hem… “ ( keluar dari pintu dan mengejutkan Kamelia dan Midah ). mendingan aye pulang aje deh. baru aja gue kasih surat diusir ! ”. “ Kagak kog bang. waktu abang lu berkelahi dipasar sama Jarwo. malu lah aku ditengokkan engkau. “ Terime kasih ye Midah tak percume lah aku ni punye anak tukang pos. ” “ Uww…. ” “ Iye. tak taulah Midah ni katenye nak balek ( Midah mencubit Kamelia ) Auww…. sekarang ni aku nak bace layang. ” “ Ape cakap kau lah Midah. Apa kabarmu adinda ? Kanda harap dinda selalu dalam perlindungan-Nya. “ Ah tak ade ape-ape lah bang. ntar dicariin enyak lagi. kalau gitu aye jadi pulang deh. Macam manelah Midah ni. Berperang melawan Belanda.iye kalau takdir nak temukan kalian sekarang tak ape lah kan ”. kenapa nggak kemarenkemaren lu kenalin ke gue ? Heh dengar kagak sih ! ” “ Iye…. engkau abang tinggal tinggal dulu ye dengan Midah ” ( wajah Midah langsung kaget ). nanti aje kalau rase masih betah. “ Eee… ke sungai ye bang ye. Amin. barangkali… he… he…” Samsul Kamelia : : “ Ye tak ape-apelah kalau memang macam tu. “ Gue sih sebenarnya udah sekali ngeliat abang lu.janganlah dulu terburu-buru nak balek. tapi syukurlah die juge pergi ” ( baca surat dr. Sayangnya pasukan kita sedikit. Kamelia Samsul Hamidah Kamelia Hamidah : : : : : “ Oww…. pergilah kau balek dulu nona manis. Oh iye Kamelia abang nak keluar sebenta. Kepada pujaan hatiku Kamelia. tau aje aye bawa beginian ( menyerahkan surat ). Kan mumpung ada yang nemenin aye. aye masih betah disini. Satrio ). Assalamualaikum ”. Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi kanda yang tidak memungkinkan dapat memberi balasan kabar untuk Kamelia. Saat ini kanda masih berada di kampung. ” “ De ile keterlaluan banget lu jadi temen. aku nak bace laying sorang aje.. Eh abang lu cakep juga ye ? Kenapa nggak lu kenalin dari kemaren-kemaren ”. tapi aye kan belum tau ntu abang lu. tapi nak kemane kea bang ni ? ” “ Abang nak mandi ke sungai sebenta ”. baru saja minggu lalu kanda pergi lagi ke medan pertempuran. Pan pas tuh jalan mau ke sungai leat juga rumah aye. macam manelah Midah tu.230 Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Samsul Kamelia Hamidah Samsul : : : : : : : : : : : : “ Kinclong juga otak lu. “ Bukannye macam tu. Kabar kanda pun baik-baik disini. “ Waalaikumsalam ( menggerutu sambil membuka surat ).

Kiranya sekian kabar dari kanda. Satria ( Kamelia merasa sangat bahagia demi mendengar kekasihnya datang ) BAG. lalu ia bergumam. Wassalam. Betulkah kanda akan datang ? Bukannye aku ragu. Puas sudah menunggu malampun semakin larut. aku ni cume cemburu dengan purname yang bersinar tu. Parasmu bak purnama bersinar selalu kanda kenang dan terngiang-ngiang diingatan serta meracuni seluruh nadi ini. Ingatlah sebentar lagi kita kan bersua. ade ape lah dengan kanda. . ( Sejenak termangu dan menggenggam surat dari satria. ada kabar baik untuk kita berdua. Sekian menit. Kamelia kan tetap menanti. Kekasihmu. lalu dia bersenandung ). Kanda akan datang padamu tentulah dengan membawa sekantong hati untuk Kamelia. III Di suatu taman di bulan purnama.231 bisa membalas suratmu. Seandainya Kamelia tahu teramat dalam kerinduan kanda padamu pukaan hatiku. Dimane ke kanda saat ni. kanda ingin Kamelia datang dengan sematan bunga dahlia di sanggulmu. ( sebentar mendekapsurat lalu membaca lagi ) Oh ya Kamelia. Mungkin karena kekuatan cinta kita yang membuat kanda terus bertahan dan berjuang. meskipun bunge dahlia ni layu. sekian jam dinanti tak kunjung datang. ade sesuatu ke yang menimpe atau kanda lupe dengan janji kite ? ( mengambil selipan bunga dahlia di sanggul ).kanda diperbolehkan pulang sebentar. Tapi …. Kamelia duduk seorang diri menanti kekasihnya akan datang. Kamelia : “ Kanda…. tapi ternyata hanyalah orang-orang yang lewat disana. Ada satu permintaan kanda. Kanda harap Kamelia dapat menanti kanda pada malambulan purnama di bulan Agustus di taman tepi utan. Percayalah kanda begitu amat sangat merindukan Kamelia. sesekali ia mengira yang datang adalah kekasihnya.

ndak ada yang denger.. ” Samsul Jarwo : “ Bangsat !!! cakap ape kau ni ?! Sini kan ku buat patah batang leher kalian semue ! ” : “ Samsul !!! Aku tahu kau hebat tapi kamu jangan berani-berani lawan anak buah Jarwo ! Kalau kau memang bernyali. ” Pemuda 2: “ O. : “ Kamelia cepat kau pergi dari tempat ni ! cepat.! “ : “ Tapi bang… Kamelia tak mau tinggalkan abang…” Pemuda 1: “ Itu kang Jarwo. Samsul memukul kita berdua padahal kami cuma mau nganter adeknya Pemuda 2: “ Mau panggil sopo ? Saiki wis gelap. Aku juga masih ingat kekalahanmu kemaren. Kamelia Samsul Kamelia : “ Abang. Kamelia : ( mulai gelisah & mengelak ) “ Tolong…tolong…! Tolong saye…! ” ( tiba-tiba dari balik hutan Samsul datang dan melihat adeknya dipermainkan oleh dua pemuda tadi.he. lawan aje aku ! Jangan salahkan aku bile kubuat habis kau malam ni juge ! ” ( akhirnya terjadilah perkelahian sengit antara Jarwo dan Samsul..begitu to ? Pantes kudengar dari jauh merdu buanget suaranya….232 Sekarang Kamelia taulah kanda ni takkan datang..ha. kang. Samsul : “ Hey awas kau ! lepaskan adekku atau kubuat mampus kau “ ( 2 pemuda tadi melepaskan tangan Kamelia tapi Samsul tetap menghajar dua orang tadi. langkahi dulu mayatku.he.inikan adeknya Samsul to ? Anak kampung Melayu.tapi nggak papa to kalau aku colek sedikit badannya. Ayo No…arep melu nyolek ora ?” Kamelia : ( memukul tangan pemuda 2 tadi ) “ Jangan cobe-cobe nak pegang aku atau aku teriak ! ” pipi )..ha... hati-hati kowe ngerayu.. apa kau lupa ?! ” Samsul : “ Tak payah banyak cakap kau Jarwo. piye ? Tapi…sik tak colek sithik. Percuma ha. ” ( mencolek Pemuda 1: “ Wuih…galak ! Masak begitu aja kok marah to mbak. ” Pemuda 1: “He…he…he. Kamelia mencoba melerai mereka tapi percume ). Pemuda 1: “ Mau kemana nona manis… kok sendirian malam-malam begini ?” Pemuda 2: “ Iya. ( akhirnya Kamelia pun beranjak pergi.mau berteriak katanya Duk.ha. belum lagi selangkah melangkah.. mumpung nggak ada Samsul.. Kamelia : ( mulai sebal & setengah marah ) “ Hey janganlah kurang ajar kau ni ” mukane ” ( Menghalang-halangi Kamelia ) Pemuda 2: “ Lha…daripada nganggur mendingan jalan sama kangmas Jaduk dan mas Sugina ” ( mengerdipkan mata ) Pemuda 1: “ Duk. Samsul pun marah ). Jarwo : “ Ada apa ini ? ” ( dua pemuda tadi langsung menghampiri Jarwo dan mengadu ). Kamelia cume terbuai dengan rayuan kanda ”. sudah bang berhenti !! Janganlah betengka bang…cukup…!! “ ( tak ada yang menghiraukan Kamelia ). lagi kesepian ya… boleh dong kita temenin ” ( mencolek badan Kamelia ). ojo nesu mbak…nanti elek lho . lalu tiba-tiba datang Jarwo musuh Samsul ).kayak Siti Nurhaliza he. datang dua orang pemuda mencoba menggoda Kamelia )..

233 Samsul Kamelia Samsul Jarwo Samsul Jarwo Kamelia Samsul Kamelia Samsul : “ Bodoh !!! Nak mampus ke kau disini ? cepat pergi ! Dengarkan cakap abang ! cepat !” ( Kamelia tidak mau pergi. : “Ahh…sudahlah kite cakap dirumah aje ” ( Akhirnya mereka kembali pulang ke rumah ). apalagi nak buat abang terok macam ni ”. tapi aku akan bales ini !! Cuih ” parah. Sekarang kau boleh menang. justru sebaliknya akan kujadikan istri ketigaku. ” : “ Diamkau !!! ” ( setelah lama berkelahi akhirnya Samsul menang juga melawan Jarwo dan anak buahnya babak belur ) : “ Awas kau nanti. marilah kite cepat balek kerumah aje ”. : “ Kemane aje kau ! Untung ade abang cube bile tak ade. ( Jarwo langsung lari ). hanya menepi ). mampuslah kau Kamelia ! ” : “ Maafkan Kamelia bang. : “ Tidak. Kamelia tak akan pergi bang ! ” : “ Terserah kau lah bile kau nak pilih mampus disini ! ” : “ Tenang Samsul…adekmu tidak akan kubunuh. tak ade maksud Kamelia nak susahkan abang. IV . ingat akan kubayar hutangku padamu. : ( mendekati dan menuntun Samsul ) “ Abang…abang tak ape-ape ? Luke abang tampak BAG.

mari masuk ” : “ Ah tak ape ape. : “ Owhh. Orang mane ?!!!. : “ Orang Jawe !!! Kamelia. Dahlia. : “ Belum siap ke kau Kamelia ? ”.. masuklah tak sopan orang orang tengok tamu duduk diluar malam-malam macam ni. ingat kan bang ? ” Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul : ( Sedikit berfikir ) “ Tak ” !!. Pokoknye abang tak nak tau. emm sebetulnya Kamelia… tadi sedang nantikan seseorang ”.. Jangan lah terburu-buru.. : “ Ape ? jadi kau tadi jumpe dengan laki-laki dan abang tak tau ?! ”. ketike Kamelia jatuh di pangkalan.234 Didepan teras Kamelia mengobati luka Samsul. Dulu kami jumpe ketike kite datang pertame kali di pulau seribu.. : “ Kamelia tak jumpelah dengan Satrio. Kamelia Dahlia Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Dahlia : “ Eh Nur. Kamelia sudah berape kali abang cakap. : “ Marilah kite pergi. Ape sebenernya yang kau sembunyikan dari abang ? kenape kau pergi tak cakap dulu dengan abang ?” Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia : “ Ehmm. die tak datang. janganlah sekali kali dekat dengan orang-orang Jawe macam mereke tu ! ” ( memukul meja ). : ( masuk kedalam rumah sambil menangis ) : ( Lalu Samsul pun menyusul masuk tanpa rasa bersalah ) ape maksud kau ni ? Laki-laki atau perempuan ? !” BAG. Die seorang prajurit yang saat ini ade di medan perang melawan penjajah. : ( menunduk ) “ anu…hem… laki-laki bang ”. abang dah muak !!!! ”. disini ajelah ” . : “ Eiyy… ngape ni kalian duduk diluar. dieorang Jawe ”. ah ! abang tak tau lah. beberapa saat kemudian Dahlia dan Nurul datang. kami cume buat janji nak jumpe sebenta disane “. tak macam orang-orang Jawe tadi. : “ Tapi bang… Satrio bukan orang yang macam abang bayangkan. : “ Seseorang. kawan kite satu tu belum datang ” : “ Kite tunggu aje lah dulu ye ” ( Dahlia dan Nurul duduk di teras ). : “ Abang diracun kepicikan akal dan otak yang kotor ! Kamelia ni tak sedang betaruh asal muasal tapi betaruh cinte bang…” : ( ingin memukul Kamelia lalu diurungkan ) “ Tau ape kau soal cinte hah !!!!”. lagipun Hamidah belum datang ” : “ Oh iye ye.? Seseorang ( penasaran ). die tu orang baek bang. : “ Maafkan aku la… aku baru saje selesai menanak nasi. namenye Satrio.. V Kamelia menyalakan lentera diteras rumah. abang tak ndak kau dekat dengan orang Jawe manepun... ustadz sudah menanti ”. : “ Anu… hmm. Masih inget kea bang ? Die yang selamatkan Kamelia. lepaskan hubungan kau tu. Samsul : “ Aku heranlah dengan kau ini Kamelia. entah ape yang timpe kau sekarang ni. sudah tibe rupanye ”.

? ” : ( berbisik ) “ Kawanmu dah diluar………. Eh Midah sudah datang rupanye “ ( sambil tertawa kecil ). iye tak Kamelia ? ” Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Kamelia Dahlia Hamidah Kamelia Hamidah Nurul . abang kire gadis manelah tadi. ayekan kagak enak hati bang ” ( menyenggol Samsul ) : “ Eh abang ni sungguh-sungguh ”. sesaat kemudian Hamidah datang membawa rantang sambil tersenyum malu ). katanya pan kemarin habis sakit. ” : “ Ade juge. ” : “ Ehmm…. ye bang ye…. ( mencubit Samsul ) genit deh ! ngapa kagak dari dulu abang ngomong kayak gini… jadi pan kagak ade penyesalan diantara kite berdue bang ”. banyaklah aku punye ” : “ Boleh ke kami nak tengok sebenta. : “ Kenape pulelah harus menyesal. tapi tak payah lah kerap betul beri abang semur jengkol. : “ Ah abang bise aje. mane tau ade yang aku suke… boleh lah juge bile aku nak beli. tak ape-ape lah Midah. kite sangke Midah tak ngaji… tapi taunye…? ” ( ha…... Ye tak Dahlia ? ” : “ Iye. marilah masuk ” ( diteras Samsul menaruh ayam itu dalam kurunannya. hmm ( mengagetkan Midah ). aku setujulah tu ” : “ Ah kalian ni bise aje. jadi ya aye pikir mendingan aye nengok sekalian gitu. kau punye banyak sulaman ke ? ” : “ Oh iye tentu. Kagak ade ape-ape sama kite berdue. nanti abang bise minte terus.235 Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Samsul : “ Oh ye Kamelie. aye mau ” : “ Owwwh… Midah. ” : “ Bawe ape kau tu Midah ? ” : “ Oh…… ini sayur jengkol buat abang elu.. " : “ Iye bang… bentar. ). biar kukasih tunjuk ” ( Mereka bertiga masuk kedalam lalu Samsul berselisih sebentar keluar sambil membawa ayam ) : “ Eh ade tamu kirenye.. Ade abang. : “ Malu macam mane ni ? kau ni bile. jaranglah ade gadis macam kau ni “ : “ Duh… abang jangan bikin jantung aye berdebar-debar. mari masuk. Aye kesini sekalian mau ngasih ini bang….ha…. banyak luka-lukanya. aye pan malu bang… ” ( menyenggol lagi ). marilah masuk ke dalam..? ” : “ Kenape bang…………. : “ Hamidah………? “ : “ Iye bang……… ” : “ Midah……. ( memberi rantangannya ) sayur jengkol kesukaan abang he… he…. bener deh……. : “ Eh…. malu tambah eloklah wajah kau tu ” : “ Ih… abang. ” : “ Kau pandai betulah memasak. bekenalan dengan orang sebaik Midah ni “ : “ Hamidah abang nak…… ” : “ Iye… bang… ” ( geer ).“ : “ Betulkah ??? Terime kasih banyak ye Midah. Kamelia dan kawan-kawan Midah sudah tunggukan Midah. kebetulan deh abang disini. Tapi bener deh…. : “ Eh kalian udah disini ya…. : “ Kite ni dah lame nanti. payahlah Midah jadinye ” : “ Ah… abang bise aje. kagak ape-ape bang aye ikhlas kok.

emang ngapa sih abang lu pake marah segale ? ” : “ Taulah aku. Diam ! diam…. he…. nanti dengaran oleh abang aku. tapi tak itu aje. kenape die tak tepati janji. lalu cari gadis dese lah die disane. cume saje die beri gambaran kenyataan.. : “ Owwh macam tu masalahnye. Satria tak mungkin buat laku macam yang kau cakap ” : “ Terserah kaulah Kamelia nak pecaya atau tak. iye tak ? ” : “ Janganlah kau takuti aku macam tu ” : “ Betullah cakap Nurul tu. yang lebih parah lagi aku tak jumpe dengan Satria. hati-hati ye di jalan ” : “ Eh……. Kamelia…. yang ade cume ketahuan bahwa aku ni punye pacar orang Jawe ”.. ha…… ” : “ Hey kenape kau ni ketawe ?! ” : “ Pacarmu dulu tu bukan ngkhianatin elu. die tak punye maksud nak takutkan engkau. ! iye betul. hingge mereke pun tak bise bepikir jernih lagi. kehidupan orang di medan perang tu kejam. apalagi kalau gratis…… hee….. kenape die tak datang ? ” : “ Itu die masalahnye ( menunduk )…. Kadang mereke rase lapar. iye betulah kite tau die beperang membele rakyat. tentulah kau tau sendiri gimane lelaki buat bahagia dirinya ” : “ Maksud elu. Midah.? ( dipukul Nurul ) au… pakai acara ngasih semur jengkol lagi …. cume wanitelah yang bise buat mereke rase bahagia.. kapanlah kite jadi pergi. Lupa apa ye….. tapi di tengah kampung yang sepi itu. Ah tak taulah aku.236 Kamelia Samsul Hamidah Kameia Hamidah Nurul Kamelia Dahlia Kamelia : “ Iye betullah tu ” : “ Cakap ape kalian ni ? Sudahlah abang nak masuk dulu. Die…. yang penting bagi mereke tu… bagaimane buat mereke bahagai dir mereke sorang dan melepas rase tegang yang ade. Ups ( Kamelia mendekap mulut Hamidah ) kenape…… ? “ : “ Jangan keras-keras. aku tak tau lah ! Tapi sampai kapanpun aku nak nantikan die ” : “ Memang payah punye pacar prajurit perang. lagian pan dulu elu yang ngejar-ngejar die.. mungkin…. Gimane kemarin. Die dah lupe dengan aku atau ade cinte lain dihatinye. Nurul dan Dahlia : “ Iye bang ” ( Samsulpun masuk kedalam ). pasti kau dilarang pacaran ye ? ” : “ Ssst…. Tapi kau tau kan. cari cewek gituan ? ” : “ Iye bukannye saat-saat tu. sakit dan letih. Nurul Kamelia Dahlia Hamidah Dahlia Kamelia Nurul Hamidah Nurul Hamidah Nurul Kamelia . mungkin aje die rase kesepian. marilah tak payah dibahas lagi ” ( mereka pun akhirnya pergi ). ” : “ Dahlia janganlah cakap macam tu. he… he…” : “ Iye tapi kau kini juge macam itu kan ? ” : “ Sudah ! sudah ! kalau macam ni terus. jadi kagak ketemuan ame Satria…. tapi emang kagak naksir elu. meradanglah die ” : “ Ye…. tapi ade ape dengan Satria. Kamelia. gimana dulu aku dikhianati oleh prajurit perang brengsek tu ” : “ Ha…….

.! Ade ape ni kau teriak-teriak. keluar kau….! ” ..ayo keluar !! “ “ Iya…... VI Pasukan Jarwo datang dengan teriakannya yang berapi-api sehingga mengundang tontonan warga sekitar. Fitnah macam pule tu…… sejak kapan kau jadi jaksa Jarwo ? Pasukan Jarwo : Samsul Jarwo Samsul Jarwo Pasukan Jarwo Samsul Jarwo : “ Aku hanya mewakili mereka saja…. kamu yang sering membuat onar dimana-mana ! Orang perantauan yang tidak tahu sopan-santun ! ini tanah kami.237 BAG. ayo keluar ! keluar ! keluar ! “ : “ ( keluar sambil menggeliat ) Hay…. Jarwo : “ Samsul. !! Samsul ayo keluar ! jangan bersembunyi saja !……..! Mereka sudah muak melihat kau yang suka membuat onar dan menggoda gadis-gadis. Cakap ajelah kau nak bayar hutang kekalahan kau dulu “ ( dengan santai duduk diteras ) : “ Kau jangan sembarangan ! aku kesini mewakii seluruh warga disini yang ingin mengadili kamu ! kamu sudah sepantasnya mendapat hukuman karena telah mengganggu ketentraman warga disini ! kamu sudah jadi pengacau ! ” : “ Benar ! benar itu ! bakar saja rumahnya ! adili…. jangan sok jago kau disini ! ” : “ Cakap ape kau ni…. alah…. ganggu orang aje….! hajar saja ! pukuli !! “ : ” “ Alamak jang….! ” : “ Hey…… Samsul kau jangan pura-pura tidak tahu ! semua warga disini sudah tau siapa kamu. sudah lama mereka marah padamu hanya saja mereka takut….

Jangan percaya dia ! sudah saatnya kalian terbebas dari ketakutan akan keonaran Samsul !!! ayo habisi dia….. Tenang masih ada aku……. Tinggalah Kamelia meratapi nasib yang akan mengubah seluruh hidupnya. pasukannya ) “…. . percuma kau berteriak wargapun tak akan datang menolongmu Kamelia ” “ Kang Jarwo…. tapi bukan hanya itu alasanku menghilangkan nyawa abangmu dimuka bumi. kamu tahu apa kesalahan abangmu ? Dia tak sopan sebagai warga perantauan selalu berbuat onar dan suka menggoda gadis-gadis.! ” : “ Abang……. merekapun juga memporak porandakan rumah Kamelia dan pergi menyisakan amarah dan dendam. dari dalam rumahnya itu hanya terdengar teriakan berontak dan jerit tangis diiringi tawa puas birahi lelaki. Jarwo Kamelia Jarwo : ( mengusir semua warga kecuali. Abang…. Jarwo menganggukkan kepala dan yang lain ikut masuk kedalam ) “ Tapi jangan ribut….!!! ( Kamelia menangis seadanya ) ” : ( mencoba mendekap Kamelia lalu ditangkis ) “ Sudahlah…… Kamelia. semakin mundur ia melangkah hingga masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Iye kan ?! Permainan kau sungguh kotor Jarwo !!!! ” : “ Ha……. bagi kang yo…. Ha… pintar juga kau menebak manis. dia diperkosa oleh Jarwo dan pasukannya. apalagi setelah tau abangnya sudah tak bernyawa lagi. Jarwo…… drame ape yang kau mainkan ni ? berape kau bayar orang-orang kau tu ??? kau memang pintar memutar balik fakta ! ” : “ Lihat dia ! ( mendekati warga sekitar ) dia pintar sekali bersilat lidah. Abang. dan….…. Hasratku semakin panas…. Ayo bubar semua …….. : “ Dusta kau !!! abang aku tak suke buat ribut. abangmu sudah tak bernyawa lagi. Tapi kami semua warga disini. tak pernah menggoda gadis-gadis. kau sengaje kan nak buat macam ni. Lebih dari itupun bisa…… bagaimana ? ” : ( memukul Jarwo ) “ Bangsat kau !!! kau apakan abang aku ?! Ape salah die hah ?!?? ” : “ Bukan aku…. abangmu sudah tidak ada. mereka ketakutan. Aku bisa jadi abangmu……. tapi Jarwo mendobraknya dan masuk kedalam. Ayolah sayang kau mau kan denganku…. : ( Kamelia semakin gugup dan mundur perlahan ) “ Bajingan kau !!! pergi kau jangan dekat dengan aku !! ” ( melemparkan kayu ke badan Jarwo namun Jarwo semakin mendekat ) Kamelia Jarwo Kamelia Jarwo Kamelia Ketakutan Kamelia semakin menjadi-jadi diantara dan ketakutan.! Serang dia !!! ( berkelahi dengan Samsul dan disusul pukulan dari warga dan pasukan Jarwo ) mati kau Samsul !! habisi dia !! ” Setelah puas mereka memukuli Samsul yang sudah tergeletak tak berdaya.abang Samsul !!!! bangun……. Jarwo Pasukan Jarwo: Jarwo : “ Ayo manis jangan takut. aku terlanjur jatuh hati padamu Kamelia….. Setelah puas. itu karne kau dendam. sehingga orang-orang disini tak tahan lagi.. kami boleh ikut ngga !? iya nih… udah nggak tahan ! lumayan barang bagus.. !? ” : ( setelah menengok kanan kiri dan memastikan semua aman.238 Samsul Jarwo : “ Jarwo……. Lalu tak cukup itu.? ( memegang tangan Kamelia ).! ” Malang nasib Kamelia. Kemudian Kamelia yang pulang dari pengajian sangatlah terkejut melihat abangnya yang tergeletak. aku tau siape kau. ini hasilnya “ ( menunjuk mayat Samsul ).. mereka keluar rumah dengan menyeret Kamelia keluar yang hanya berbalut selimut. Setiap kali aku lihat wajahmu…. Kau jangan pure-pure.

pemuda itu memanggil-manggil Kamelia. VII Di taman tepi hutan yang rindang diperbatasan kampung datanglah seorang pemuda di remang purnama dengan balutan perban di tangankirinya dan sedikit memar di kepala. Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia…. ” : “ Ssstt…. Kamelia aku sudah datang Kamelia…. Bak syair pujangge. Ibarat bunge dahlia tak akan layu bile disiram cinte ”. Senang sangatlah hati Kamelia. banyak yang meninggal dan terluka. Sudahlah yang kanda selamat.239 BAG. kanda sendiri ape kabar ? Ape ni kanda ?? luke… ?? Kanda terluke ?? ” ( meraba luke di tangan dan kepala Satria ) : “ Ya…gara-gara luka inilah. Maafkan aku Kamelia. sudikah kiranya kau memberikan maaf untukku ? ” ( sambil mengajak Kamelia duduk di bangku ). Kamelia dimana kau. ” : ( dari balik pohon Kamelia keluar dengan pakaian elok dan bunga dikepalanya ) “ Satria…. semue akan kuberi. Andaipun kanda tak datang dan khianatkan Kamelia. : “ Terima kasih kau baik sekali. Belanda menyerbu camp kami. rasenye macam mimpi ” ( Kamelia lalu bernyanyi ) Satria Kamelia Satria Kamelia . tapi Kamelia kan selalu nantikan kanda disini. aku tidak bisa menepati janjiku dulu padamu. Satria…. ” : “ Kamelia kau cantik sekali. sehingga tak mungkin untuk……. : “ Jangankan maaf. kanda berade disamping Kamelia. dinda tau ketika kanda berangkat pulang kesini. air terjun pun tak bise gantikan keindahan hati ni. sudah lama wajah ini aku rindukan apa kabarmu adinda ? ” ( menggenggam tangan Kamelia ) : “ Kanda tengok sendiri kan ? Kamelia bahagia sangat.

Satria Kamelia Satria Beberapa saat kemudian tanpa sengaja seorang pemuda lewat yang juga teman lama Satria kemudian berhenti menyapanya. ” : : : : : : : : : : : “ Bejo…. Pokokke ora ono sing gelem nampung Kamelia. ? apa maksud adinda ? ” : “ Ah tak ape ape. jawab !! “ ( Satria mencekik leher Bejo ). Ndak mungkin ! Kamu pasti mau ngerjain aku.240 Satria Kamelia Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia… aku bawakan sesuatu untukmu…. Kamelia anak kampung Melayu. kanca- Satria Bejo Satria Bejo . Seandainye kanda datang menepati janji pasti Kamelia tak akan sendiri ” : “ Kanda tidak mengerti apa maksud Kamelia ? ” : “ Ah sudahlah kanda tak payah dipikirkan. yakin. Maaf Kamelia tak bise lagi temani kanda. ( sesaat melamun lalu melihat purnama ) :Kanda sekarang waktunye Kamelia harus pulang. Assalamualaikum ” ( Kamelia lalu pergi di balik hutan meninggalkan rasa heran pada Satria ) : “ Kamelia… Kamelia… ( melamun lalu duduk ) mengapa begitu cepat dia pergi ? ah…. wah curang kowe ora aweh kabar ndisik nek wis bali. “ : : “ Indah sangatlah kanda… ( melamun ) hanye sayangnye……. Kamelia tak sungguh-sungguh. Bejo kamu masih kayak dulu! ” “ Ngapa kowe mbengi-mbengi neng kene ? ” “ He… he… ( tertawa malu ). aku baru ketemu bojoku ” “ Bojo sing endi ? ” “ Kamu ini kayak ndak tau aja. Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo : “ Satria !! kowe wis balik toh. abang Samsul pastilah marah bile die tau kite disini. ” “ Kamelia… ? Edan kowe.. : ( sambil kesakitan ) “ Wani disamber gledek ! swer ! Maning bar Kamelia diperkosa. “ “ Sayang….. ono sing omong edan. tapi Kamelia senang akhirnya kanda penuhi janji. Rumahnya diobrak-abrik… pokokke wis hancur ! melasi banget. siapa lagi. purname sudah tinggi ” : “ Kenapa tergesa-gesa adinda ? ” : “ Kamelia harus balek. Kamelia permisi ye kanda…. preman pasar karo kanca . ora guyon ? ” “ Sopo sing guyon ? baru saja dia pulang kerumah. Mungkin dia takut pada abangnya ”.kancane kae “ ( takut dan gugup ) : “ Tidak……. Kamelia ora dianggep maning nang kampung kiye. ono sing omong strees…. Diperkosa Jarwo.. lihatlah gelang ini sengaja aku beli dari pedagang gujarat. Pakailah kau pasti cocok. dek mbiyen mase Samsul dikeroyok Jarwo karo kancakancane Jarwo nganti mati. terus Kamelia di… di… ” : “ Di… diapakan Bejo… !? “ : “ Di…. ” ( kaget dan mengelus bulu kuduknya ) ” kowe ora ngerti yo ? ” “ Tidak tahu apa ? ” “ Kamelia kan wis mati nem wulan wingi “ “ Apa maksudmu ? jangan buat aku bingung ?? ” : “ Temenan.

. Satria tak percaya mendengar kisah itu diam lalu berteriak-teriak memanggil Kamelia.241 kancane dewek ora gelemnulungi. terlunta-lunta hingga bunuh diri dengan sebotol kecil racun di depan reruntuhan rumahnya sendiri. wedi kena sial…… akhirnya ( sedikit gugup ) ya…. bunuh diri…. hanya menangisi pabila sadar itu hanya khayal. Digambarkan kisah terakhir sejak Kamelia diperkosa.. hingga tiba di depan reruntuhan rumah Kamelia tak ada apapun disana tapi Satria menemukan setangkai bunga dahlia yang diselip Kamelia dirambutnya diantara reruntuhan rumah Kamelia yang sekaligus menjadi kuburan tak bernisan. dibayangannya Satria akan datang. 27 C Nitikan. Setiap lelaki yang lewat dilempari dan dipukuli. 28 Agustus 1984 : Jl. Sorogenen No. Kamelia akhirnya nganu….!!! ” Miracle of february 2004 BIODATA PENULIS Nama Lahir Alamat : TRI AMALIA LESTARI : Rantau. Kaya kae kuwi. nganu…. Umbulharjo Yogyakarta . Satria : ( meremas bunga dahlia sambil terisak lalu berteriak ) “ Kamelia……………. dia berlari-lari seperti orang yang tidak waras. dia kira itulah orang-orang yang telah memperkosanya. Hih! Aku dadi mrinding kiye ” ( lari lalu pergi meninggalkan Satria ).

242 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful