1 Drama Remaja

AKU vs AYAHKU
Budi Ros

PEMBUKA
GONG DUA BERBUNYI. PARA PEMAIN MUNCUL DARI PINTU MASUK AUDITORIUM, MENUJU PANGGUNG. SEMUA MENYAPA PENONTON DENGAN RAMAH : “ SELAMAT MALAM SEMUA, SELAMAT DATANG … APA KABAR ?. ” SESAMPAI DI PANGGUNG, PARA PEMAIN MENATA SET DAN PERALATAN LAINNYA. BAGUS, PEMIMPIN MEREKA, MEMBERI KOMANDO BAGAIMANA SET DAN PERALATAN HARUS DI TATA. KEMUDIAN DARI SALAH SATU SISI PANGGUNG MUNCUL MENEJER PANGGUNG, YANG MEMBERI TAHU BAHWA KOMANDO BAGUS TERNYATA SALAH. SET DAN SEMUA PERALATAN KEMUDIAN DI TATA ULANG SEPERTI PETUNJUK MENEJER PANGGUNG. SEMUA PEMAIN TURUT AKTIF MENYIAPKAN PERALATAN. MENEJER PANGGUNG DIBANTU BAGUS SESEKALI MENGECEK APAKAH SEMUA PERALATAN DITEMPATKAN PADA TEMPATNYA ATAU TIDAK. MEREKA MEMERIKSA DARI BEBERAPA SUDUT, KEMUDIAN BEBERAPA KALI MELIHAT ARLOJINYA, DAN KETIKA MENYADARI SUDAH WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI, MENEJER PANGGUNG BERTANYA PADA PARA PEMAIN MENEJER PANGGUNG :

2 Bagaimana, sudah siap ? PARA PEMAIN : Belummm … MENEJER PANGGUNG : Oke, cepat sedikit kalau begitu. LALU MENEJER PANGGUNG BERUNDING DENGAN BAGUS. KEMUDIAN MEREKA SEPAKAT, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN SEMENTARA PANGGUNG DISIAPKAN. MENEJER PANGGUNG TURUN TANGAN LANGSUNG MEMBANTU

PERSIAPAN, IKUT MENGANGKAT SET DAN PERALATAN, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN.

BAGUS : ( BICARA PADA PENONTON ) Ternyata repot sekali membuat pementasan teater. Tapi jangan kuatir, apa pun yang terjadi pertunjukan akan tetap jalan. Selesai tidak selesai panggung ini ditata, kami akan tetap main. Sebab kami berlatih sudah sangat lama, sekitar 6 bulan. Kami sudah banyak kehilangan waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Sia-sia sekali kalau kami tidak jadi main gara-gara panggung belum beres. Kami pun merasa berdosa pada Anda semua. Jadi jangan kuatir, kami pasti main. Malam ini kami akan membawakan lakon berjudul MARNI versus Ayah, lakon yang sederhana tapi seru. Seru di sini bukan saja ramai, tapi punya arti lain, yaitu Sedikit Ruwet. Ini lakon tentang pertentangan anak muda dan orang tua, pertentangan pop dan klasik, tradisi dan modern. Pertentangan yang sebetulnya tidak perlu ada. Tapi begitulah, nyatanya pertentangan semacam ini selalu ada, dari waktu ke waktu. Dan gara-gara pertentangan ini, kita semua sering kehabisan waktu. Cinta, kata orang bisa menjadi jawaban semua masalah. Tapi dalam kasus ini, cinta mengakibatkan banyak masalah.

3 Lihat, apa yang terjadi dengan Marni, tokoh utama lakon ini. Marni ! MARNI : ( MENDEKAT ) Ya … BAGUS : Lho, kok cengegesan ? Kamu kan ceritanya lagi patah hati. MARNI : Kan belum mulai ? BAGUS : Oh, ya. Tapi ini sudah waktunya mulai. Siap dong, aktris harus siap sebelum mulai. MARNI : Tapi panggungnya juga belum siap. BAGUS : Lho, belum siap juga ? Ya ampun, lama betul. He, menejer panggung, masih lama ? MENEJER PANGGUNG : Sebentar lagi. Ngomong aja dulu. BAGUS : Eee .. sudah berbusa begini. Bisa keburu pulang nanti penontonnya. MARNI : Ya … jangan dong. Para penonton, mohon jangan pulang dulu ya ? Betul, ya ? Kan belum nonton Marni akting. Nanti ada door prize-nya lho. BAGUS : Ngawur. Door prize, memangnya infotainment. Sudah, sudah, sana siap-siap. ( MARNI PERGI )

4 Maaf. Itu tadi pemeran Marni. Dia ceritanya patah hati melulu. Karena setiap kali Marni jatuh cinta, atau ada pemuda jatuh cinta padanya, babenya selalu melarang. Dan anehnya, sang babe selalu punya alasan yang sama: aku sayang sama kamu NAK, jadi aku harus menjagamu. Gile, memangnya cinta itu kejahatan. Atau janganjangan babe si Marni ngidam jadi sekuriti. MARJUKI : He, ngomongin gue lu ? Sompret kamu. Berani-beraninya. BAGUS : Siapa ngomongin ? Ini perkenalan tokoh, namanya. MARJUKI : Pakai diperkenalkan segala. Memangnya saya tidak bisa memperkenalkan sendiri tokoh yang saya mainkan ? BAGUS : Bisa, bisa. Justru ini untuk membantu situ. Supaya penonton lebih jelas, Marjuki itu tokoh macam apa. Soalnya akting situ pas-pasan. MARJUKI : Sembarangan ! Saya aktor. Main saya dijamin bagus. Dalam lakon ini Marjuki pun tokoh penting, jelas karakternya. Tidak perlu diperkenalkan. BAGUS : Tetap perlu diperkenalkan, kawan. Jangan kata Marjuki, capres juga perlu perkenalan, perlu kampanye. Kalau tidak, nggak akan dapat dukungan publik. Malah ada capres yang bikin buku dulu sebelum mencalonkan diri. Mereka membangun imej yang hebat-hebat tentang dirinya. Padahal, begitu jadi presiden, sami mawon. MARJUKI : Sudah jangan ngelantur. BAGUS :

Sudah ah. dalam lakon ini punya tugas sebagai tokoh antagonis atau si jahat. misi atau amanat. Orang tua harus ngemong anak.5 Saya bukan ngelantur. orang tua seperti Marjuki. BAGUS : Betul. Dalam kehidupan nyata. Mereka harus sama-sama jago akting. Sekarang bedanya aktor dengan Presiden ? MARJUKI : Aktor menjalankan amanat lakon. Harus mengerti kemauan anak. tidak boleh begitu. Bukan main larang. presiden menjalankan amanat rakyat tidak ? MARJUKI : Itu pertanyaan saya juga. BAGUS : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA . Apalagi dalam urusan cinta. Marjuki. saya bicara fakta. BAGUS : Pinter. tahu tidak bedanya capres dengan aktor ? MARJUKI : Tahu. Kita semua masing-masing punya tugas. Terus ? Kenyataannya. Presiden menjalankan amanat rakyat. BAGUS : Ini juga bagian dari amanat. kamu ngelantur lagi. Eh.

SEBELUMNYA. KECUALI MARNI DAN AYAHNYA ) LAMPU BERUBAH ADEGAN SATU BERANDA DEPAN RUMAH MARJUKI. KAGET MELIHAT AKSI MARNI.6 MEMILIH JALAN ( PARA PEMAIN SUDAH SELESAI MENATA PANGGUNG KEMUDIAN IKUT MENYANYI ) TAPI PARA ORANG TUA SELALU PUNYA SENJATA DAN KAMI TERKAPAR TAK BERDAYA “ JANGAN INI JANGAN ITU ”. MARJUKI : . MARNI MENGGAMBARI LANTAI. ITULAH UNGKAPAN PROTES MARNI KEPADA SANG AYAH. SEBELUMNYA LAGI. MARJUKI BARU DATANG DARI KELURAHAN. SIANG. MARNI PROTES DENGAN CARA MOGOK BICARA SEMINGGU. IA MOGOK MAKAN DAN TIDAK KELUAR KAMAR 3 HARI TIGA MALAM. SETELAH MENGGAMBARI SELURUH TEMBOK RUMAH. KATA MEREKA SELALU ( SEMUA PEMAIN UNDUR DIRI. SEBAB SELALU DILARANG PACARAN.

sore. saya keberatan. Beda. malam. Tapi lukisan abstrak ini. Soal protes dengan cara yang lain-lain itu. sekali lagi ayah tegaskan. Melukis itu ada aturannya. ampun. eh masih ada lagi. Ayah hanya tidak setuju dengan caramu. MARNI : Itu sama saja dengan melarang. Kamu pacaran tidak kenal waktu. Pagi. MARNI : Marni juga capek. Itu satu. surealisme. baru abstrak. .. Marni . Kedua. Ayah bisa terima. seluruh rumah digambari begini ? Aduh … aduuhh … gambar apa pula ini ? ( MEMANDANG LEBIH SEKSAMA ) Ya ampun. Marni.7 Ya. ayah ingin kamu benar-benar memilih pemuda yang cocok. siang. okelah. MARJUKI : Lain. jangan ajak ayah berdebat. Lukisan abstrak lagi. MARNI : Itu kuno. MARJUKI : Apa salahnya kuno kalau baik ? MARNI : Apa salahnya modern kalau juga baik ? MARJUKI : Sudahlah Marni. Protes model apa lagi ini Marni ? Masa. MARJUKI : Marni. 3 hari 3 malam mogok makan dan tidak keluar kamar. Pertama orang harus melukis realisme. Seluruh rumah digambari begini. makanya kemaren seminggu diam. Marni … saya pikir protes kamu sudah cukup. kemudian yang lain-lainnya. Tujuh hari mogok bicara. Capek. Ayah tidak melarang kamu pacaran.

se-iman. “ Jangan dengan anak pejabat. MARJUKI : Kalau sekolah ngapain tiap pagi mondar-mandir naik motor ? MARNI : Pagi dia ngojek. MARNI : Dulu. MARJUKI : . kaya disangka KKN ” begitu. Miskin tidak pantas. MARJUKI : Kapan sekolahnya ? MARNI : Anto Masuk siang. bukan anak pejabat. Sekarang. Lalu Marni dekat sama Taufik. Marni dekat sama Anto. ayah melarang Marni dekat sama Ongky. ayah juga melarang. Apa lagi ? Apa ayah tidak ada kata lain selain “ jangan ” ? MARJUKI : Siapa rela punya anak pacaran sama pengangguran ? MARNI : Siapa bilang dia pengangguran ? Dia sekolah ayah. jelas dia anak baik. “ Jangan yang beda agama ” kata ayah.8 MARNI : Sama ! MARJUKI : Mmm … berdebat lagi.

punya platform ! MARJUKI : Syarat yang diperlukan sebagai calon suami adalah hidup mapan. penghasilan cukup. Dia punya cita-cita tinggi.9 Kalau sekolah siang kenapa malam-malam sering datang ke sini ? Habis sekolah mustinya pulang ke rumah. dan sayang sama kamu. Tapi catnya kurang. apa yang bisa diharap dari tukang ojek dan sopir tembak ? MARNI : Jangan kuatir. Permisi dulu. ( PERGI ) . atau angkotnya dibawa orang lain baru main. supir tembak ? Ampun Marni. Kalau lagi sepi. Kan tidak tiap malam Anto ke sini ? MARJUKI : O. MARNI : Malam dia narik angkot ayah. bukan main ke sini. punya pekerjaan tetap. Seluruh rumah harus saya lukis. MARJUKI : Biar kuno kalau baik apa salahnya ? MARNI : Biar modern kalau baik juga apa salahnya ? MARJUKI : Jangan mengajak berdebat Marni. MARNI : Itu pendapat kuno. Saya mau beli cat. Masih banyak yang harus Marni kerjakan. Capek ! MARNI : Saya juga capek dan tidak ada waktu.

dengan emosi atau greget. semua tenang dulu sebentar. ( SETELAH SEMUA TENANG ) Perhatikan ya. MEREKA BERGERAK TANPA PENGHAYATAN. Menari itu bukan asal bergerak. kosong. Hambar.10 MARJUKI : Duh. Irna. tarian kalian tidak akan menarik. SIANG. Seperti robot ! Dan penonton akan cepat bosan. lalu pulang. AMPUN …! LAMPU BERUBAH ADEGAN DUA AULA SEBUAH SMU. IBU WIWIK : Coba perhatikan semua. Tanpa dibarengi perasaan. Tapi bergeraklah dengan perasaan. Audi. PARA SISWI / SISWA SEDANG ESKUL MENARI. . aduh … ( MENYANYI ) AMPUN … AMPUN … SUNGGUH-SUNGGUH MINTA AMPUN PUNYA ANAK GADIS PUBER SEMATA WAYANG REPOTNYA BUKAN KEPALANG MAU DIKASIH KEBEBASAN TAKUT JADI SALAH JALAN TAPI KALAU DILARANG BIKIN GEGERAN SIANG MALAM AMPUN. Lala. IBU WIWIK MEMBERI PENGARAHAN.

AUDI : . ya. Lala bilang modern dance aja. Tontonan yang ditinggalkan penonton sebelum waktunya adalah tontonan yang sangat menyedihkan. bukan gue lagi. bu. Irna. Mana gerakannya lambaaattt … jawa banget deh ! YANG LAIN : Ember … IRNA : Siapa yang dulu ngotot milih tari tradisi ? AUDI : Eh. Coba pakai musik. pimpin teman-teman. Pegel juga ya ? AUDI : Neyesel juga milih tari tradisi. Langsung ya ? LALA : Istirahat dulu dong. Yuk. Tapi provokatornya kamu.11 Menyedihkan. eh. teman-teman. BT nih. Ibu mau ke toilet. AUDI : Heeh. Keputusan bersama kan ? LALA : Ya. Sekarang coba lagi dari awal. ( PERGI ) IRNA : Baik. kamu ngotot. YANG LAIN : Ya.

Gerakannya lambaaatttt … pantes Marni nggak mau ikut. Tahunya pegeeelll. jadi sengaja tidak pakai penjelasan. yang jelas ? MARNI : Datang saja. pokoknya seru. Kabarkan ke yang lain ya ? Dah .12 Gara-gara ibuku juga sih.. Datang dan bawa makanan apa saja. Tradisi. ya ? IRNA : Acara apa dong. aku punya hajatan. Ini acara kejutan. habis beli cat. AUDI : Mau ngecat rumah ? Wah. mau hajatan rupanya ? Orang tua Anto mau melamar ? MARNI : Gila ! Tapi betul teman-teman. ( MARNI MENDADAK MUNCUL ) MARNI : Heh. tradisi aja. soalnya aku nggak sempat masak. Apa saja. LALA : Heh. Kalian harus datang. latihan yang bener. rujak kek. SEMUA : Eh. Jangan mengeluh. kueh kek. nongol dia. ( PERGI ) AUDI : Acara apa sih ? . Kok nongol ? MARNI : Aku cuma mampir. katanya masih mogok sekolah. supaya kamu kenal tradisi.

.. HATINYA GUNDAH..... DUDUDU . MALAM.. HEHE …… SIAPA BILANG CINTA INDAH UNTUK DIKENANG DUDUDU … DUDU . DATANG DIAM-DIAM. NIMBRUNG NYANYI ) UNTUK DIKENANG SIAPA BILANG CINTA INDAH CINTA INDAH SIAPA BILANG UNTUK DIKENANG DIKENANG UNTUK SIAPA CINTA INDAH BILANG CEPI : ( MENYANYI ) . HUHU . HUHU … YEHE . ( CEPI.. YEY . ANTO : ( MENYANYI ) … DUDUDUDU … DUDU . ANTO SENDIRIAN. YEYE ….13 SEMUA : Mana tahu. DU … HUHU . LAMPU BERUBAH ADEGAN TIGA DI SEBUAH TEMPAT. DUDU … YEYEYEYEY … YEY . DUDU .

Jadi tenanglah. Irna. karena ada Cepi. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Kalau cinta diterima. harus datang tepat waktu. tenang. Audi. Ini ilmu kuno. bagaimana supaya ayah Marni bisa menerima kamu. semua masalah selesai. Begini. Kamu ingat kan ? Bayu. juga hanya ada dua kemungkinan: diterima atau ditolak. dalam hidup ini ada dua hal yang harus diingat: sukses atau gagal. Tapi begitu Cepi datang. Ini penting dan perlu diketahui semua orang. Agus. . Untung atau buntung. punya uang saku. Tyas. semua pernah punya masalah dalam urusan cinta. Dalam urusan cinta. Sayang orang sering melupakan. Lala. tenang. Senang atau sedih. CINTA MARNI BIKIN PATAH HATI SIAPA SANGKA. Kamu harus apel setiap malam Minggu. dan hadiah apa yang pantas diberikan pada saat si dia merayakan ulang tahun. Menang atau kalah. Jadi harap sabar. Tapi sebetulnya ada sejuta resiko menunggu. kita memang bahagia. CINTA MARNI DILARANG PAK MARJUKI ANTO : Setan kamu ! CEPI : Tenang kawan. Tapi sebelumnya dengar kataku. tapi manjur. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Sekarang aku sedang berpikir. Semua aman terkendali. Edo.14 SIAPA SANGKA. Harap tenang. harus berpikir baju dan parfum apa yang pantas dipakai. Bahagia atau sengsara.

arisan keluarga. lebih repot. ( ANTO TERTAWA ) CEPI : Kenapa tertawa ? ANTO : Kamu penyitir yang hebat. acara paling membosankan di dunia pun kamu harus datang. Tahap berikutnya. CEPI : Maksudnya ? ANTO : Kamu menyitir buku “ Enaknya Hidup Membujang ” kan ? CEPI : Kok tahu ? . pada para om dan tentenya waktu mereka hajatan. hanya gara-gara tidak datang waktu mereka bikin acara arisan keluarga. Bayangkan. atau ultah dan semacamnya. Itulah resiko kalau cinta kita diterima seorang gadis.15 ANTO : Memang siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Itu baru tahap-tahap awal. harus datang waktu sepupu-sepupu dia kawin. sebetulnya lebih bagus. Jadi ditolak. ANTO : Siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Pada tahap yang paling serius. kamu akan dibilang orang paling sombong dalam keluarga mereka. Kamu harus datang silaturahmi pada kakek-neneknya. waktu kamu sudah nikah dengan dia misalnya.

Aku betul-betul sayang sama Marni. akan kuterjang. dan ingin suatu saat hidup bersamanya. Aku sudah baca sebelum buku itu dicetak. harus bisa. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI DATANG. Tapi maaf Cepi. MARNI TIDAK DI RUMAH. Ogah aku jomblo seumur hidup. Bisa tidak bisa. Aku pikir cuma aku yang hafal luar kepala. tunggu. Romeo sekali. MEREKA SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI. ternyata kamu lebih hafal lagi. ANTO : Pantes. . AUDI. MARJUKI MENEMUI MEREKA. aku tidak sepakat dengan buku itu. Kapan kamu baca buku itu. Apa pun rintangan yang menghadang. Anto ! Busyet. hafal sampai titik komanya. ( MENYUSUL ANTO ) LAMPU BERUBAH ADEGAN EMPAT RUMAH MARJUKI. Tadi sebelum ke sini. SIANG IRNA. ( PERGI ) CEPI : Anto. tadi siang ya ? CEPI : Bukan.16 ANTO : Yang nulis buku itu pamanku.

LALA : Ya. SEMUA : Terimakasih … AUDI : Marni pergi jam berapa. Dia juga pesan supaya kami bawa makanan. Habis beli cat dan banyak pekerjaan di rumah. om ? MARJUKI : Sekitar jam 8 mungkin. Keliatannya kemaren dia buru-buru sekali.. Sebab setahu saya tidak ada kejutan lain... Marni tidak akan sempat masak katanya. lukisan-lukisan yang memenuhi rumah ini. terimakasih. MARJUKI : O. Terimakasih . malah tidak pamit. ( SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI ) AUDI : . Mungkin yang Marni maksud acara kejutan ya ini. kami bawa jajan pasar. Kapan Marni menyampaikan undangan dan bilang ada hajatan ? AUDI : Kemarin. begitu ya ? Ya . Marni mampir ke sekolah. Kami pun tidak punya hajatan apa-apa. Jadi tidak pakai penjelasan acaranya apa. Jadi silahkan menikmati lukisan-lukisan ini. silahkan masuk semua. acara kejutan. Buru-buru rupanya.17 MARJUKI : Silahkan. ya. Ini om. IRNA : Marni bilang.

SEMUA : Oh … luar biasa. LALA : Fantastis ! IRNA : Di mana Marni belajar melukis om ? Setahu saya. di sekolah Marni tidak pernah belajar. AUDI : Apa ini yang dikerjakan Marni selama seminggu lebih tidak masuk sekolah ? MARJUKI : Marni mengerjakan ini hanya sehari semalam.. Marni semua. MARJUKI : Saya juga kurang tahu.18 Ini semua Marni yang melukis om ? MARJUKI : Ya. ada apa sebetulnya dengan Marni ? LALA : Apa dia sedang jatuh cinta dan . IRNA : Luar biasa. IRNA : Sangat luar biasa ! ( BEBERAPA SAAT DIAM ) Om. Sangat berbakat. Sejak kanak-kanak Marni lebih tertarik menari atau menyanyi.. .

19 AUDI : . . dan Marni terluka hatinya. . Lihat om.. kami-kamilah yang lebih tahu apa yang kami butuhkan dari orang tua. ( PADA AUDI ) Bukan begitu ? MARJUKI : Mungkin begitu … AUDI : Lihat om.dan om melarangnya ? MARJUKI : Saya tidak pernah melarang. Tapi sebagai anak. Jangan sampai pacaran mengganggu jam belajar.. saya lihat. sangat … AUDI : … sangat dalam …. Itu kan tuntutan umum setiap orang tua ? IRNA : Mungkin cara om meminta pada Marni terlalu keras. IRNA : Ya. lihat lukisan yang sebelah sini. IRNA : Maaf om. Saya bisa menangkap. dan … LALA : . MARJUKI : Ya. luka hati yang sangat. sebagai orang tua om tentu lebih tahu bagaimana menyayangi anak. terluka hatinya. lihat semua lukisan itu. Saya hanya meminta Marni memilih pemuda yang tepat dan jangan pacaran sembarang waktu.

waktu Marni melukis itu. darahnya tengah berhenti mengalir.20 AUDI : Om lihat warna putih yang menggumpal seperti awan ? MARJUKI : Ya. IRNA : Bisa jadi hati Marni serasa terbang ke awan. sebab bumi tempatnya berpijak tidak memberi harapan apa-apa. LALA : Mungkin. karena kepedihan yang sangat. hilang harapan. Apa yang timbul dalam imajinasi om memandang lukisan ini ? MARJUKI : ( BINGUNG ) . AUDI : Saya merasakan hati pelukisnya yang tengah kosong. warna hitam di lantai sebelah sini ? MARJUKI : Yang mirip gua karang bolong ? AUDI : Ya. hampa. AUDI : Om lihat. AUDI : Apa yang om rasakan waktu melihat gumpalan warna putih itu ? MARJUKI : ( BINGUNG ) Ee … e ..

MARJUKI : ( RAGU-RAGU ) Ya. saya ada rapat RT di kelurahan. ada semacam .. Kalau saya jadi om. Dan saya sudah sering mencoba. tanyakan apa yang terjadi. AUDI : Persis ! IRNA : Mungkin sebaiknya om bicara dengan Marni. atau bagaimana ? AUDI : ( BINGUNG ) Mungkin … IRNA : ( BINGUNG JUGA ) . Mungkin ada keinginan terpendam yang tidak kesampaian. Dan.. Semua lukisan ini adalah isyarat yang sangat jelas. anu. LALA : Ya. Tapi kalau soal mengabulkan keinginan Marni. Saya kan ketua RT paling senior di kampung ini. harus saya timbangtimbang dulu. IRNA & AUDI : Harus. LALA : Seperti masuk sumur tanpa dasar. IRNA : Saya merasakan masa depan yang suram.21 Ya . soal bicara dengan Marni saya rasa itu usulan yang baik.. jadi malu kalau terlambat. Apa kalian mau menunggu Marni pulang. maaf ya. hati Marni sedang kacau. ya. Saya sudah terlambat. om harus bicara dan mengabulkan keinginannya. gelap . saya akan kabulkan apa pun keinginan Marni.

MARJUKI : Mereka datang atas undanganmu kan ? MARNI : Aku memang mengundang mereka.22 Mungkin sebaiknya kami pulang. Semua yang mereka lakukan tadi. Aku susah payah membiayai anakku. ( TEMAN-TEMAN MARNI PERGI ) MARJUKI : Kurang ajar. Dan aku akan terus protes sampai ayah mengijinkan aku pacaran sama Anto. MARJUKI : Ya. Aku mau jadi TKI ke luar negeri. tapi sekedar untuk ngobrol dan pamitan. Itu sebabnya aku pergi. Aku sudah mencegah tapi mereka ngotot. YANG LAIN : Salam buat Marni ya om. MARNI : ( MUNCUL DARI DALAM ) Jangan menuduh sembarangan. . Apa lagi Anto. ya … saya sampikan nanti. Itu protesku selanjutnya pada ayah. Ini pasti akal-akalannya si Marni sama si Anto. Nanti kami datang lagi kapan-kapan. Berani-beraninya kasih nasehat sama saya. adalah isnisiatif mereka sendiri. Apa hak mereka menyuruh saya menuruti apa saja kemauan anak saya ? Sok pintar. LALA : Ya. Aku tidak tahu apa-apa. IRNA : Sampaikan pada Marni. aku punya hak atas masa depan anakku. kami gembira sekaligus sedih atas acara kejutan ini. ayah.

kalau anak masih tergantung sama uang orang tua. Aku pergi dulu. Selamanya anak akan kalah suara. Kamu harus ke rumah Marni. MARNI : Kita tidak perlu berdebat ayah. banyak urusan. begitu ? Jadi kamu pikir dengan protes keras ayah akan mengijinkan ? MARNI : Tentu ada syarat lain. MALAM.23 MARJUKI : O. Dengan uang aku bisa menentukan masa depanku sendiri. . Kamu akan menyesal kalau Marni keburu pergi. ( PERGI ) MARJUKI : Marni … ( MENGEJAR MARNI ) LAMPU PADAM ADEGAN LIMA SEBUAH TEMPAT. MARJUKI : Stop Marni ! Itu pikiran yang dangkal. ANTO SEDANG DIBUJUK CEPI UNTUK SEGERA MENEMUI MARNI CEPI : Aku serius Anto. Dengan bekerja aku punya uang. Aku harus mandiri.

ANTO : . Biasanya kalian jalan bareng. Cari berita. ANTO : Dari mana kamu dapat berita itu ? CEPI : Irna. CEPI : Aku tahu sifat Marni. Aku yakin ini soal waktu. Mungkin dia menunggu waktu yang tepat untuk bicara sama kamu. Tidak mungkin dia begitu.24 ANTO : Kalau memang mau pergi masa dia tidak kasih tahu aku ? CEPI : Mungkin belum sempat kasih tahu. jangan pasif. makanya datang supaya tahu. Audi. semua sudah tahu. Sudah tidak peduli sama aku. ANTO : Nyatanya dia begitu. CEPI : Tidak mungkin Anto. sekarang tidak. ANTO : Barangkali memang sengaja tidak mau kasih tahu. sekarang tidak. Biasanya kamu datang ke rumah Marni. Lala. Kalian kan lama tidak saling ketemu. Marni juga lama tidak masuk sekolah. ANTO : Kalau dia sempat kasih tahu semua orang masa saya tidak dikasih tahu ? CEPI : Mungkin belum sempat.

Ayo. Aku siap menemani. coba kamu jadi aku. ANTO : Bagaimana caranya ? CEPI : Anak gadisnya kita buntingin ! ANTO : Ngaco ! .25 Memang tidak bisa telpon ? CEPI : Telpon ke mana ? Kamu HP tidak ada. CEPI : Diusir kita pergi. tidak akan pernah diusir. di rumah jarang. CEPI : Kalau aku jadi kamu. CEPI : Dari pada mengambil kesimpulan buru-buru dan salah. Dimarahi kita diam. kita ke sana. Malah ayah Marni yang akan kubikin mencari-cari aku. Tidak ada yang salah terima. ANTO : Kamu bisa bilang begitu. Disuguhi kita makan. Tidak sayang aku lagi. ANTO : Jelas. ANTO : Kalau ayahnya mengusir kita bagimana ? Aku trauma pernah diusir. lebih baik kamu buru-buru ke rumah Marni dan semuanya jadi jelas. dia sudah berubah. tidak ada yang sakit hati.

ingat saja nasehat buku “ Enaknya Hidup Membujang ”. Anto ! Kenapa kamu jadi pengecut begitu sih ? Anto ! Ampuuunn. Oke ? ANTO : Tidak. Begitu amat. ANTO : Jalan kaki saja. Lebih baik aku pulang. Seberapa trauma sih ? ( CEPI JALAN. ANTO MENGIKUTI DI BELAKANGNYA ) ANTO : ( BERHENTI ) Tunggu Cepi. aku di belakang. ( PERGI ) CEPI : Ampun … Anto. ( ANTO TERUS JALAN. CEPI : Ya sudah. Ayah Marni paling benci mendengar bunyi motorku. CEPI : Aduh. Ayo ! ANTO : Kamu jalan di depan. CEPI MENGIKUTI ) LAMPU BERUBAH . Knalpotnya tambah bocor. berisik sekali. Bagaimana kalau Marni tidak mau menemui kita ? CEPI : Gampang. Ambil motormu dong.26 CEPI : Ayo berangkat.

SORE. Pergi tidak akan menyelesaikan masalah. INTRO MUSIK AUDI : Jangan Marni. IRNA : Justru kamu akan bikin masalah baru.27 ADEGAN ENAM TAMAN DEKAT SEKOLAH. Sebentar lagi kita ujian. Lupakan keinginan konyol itu. IRNA : Sebaiknya kamu segera masuk sekolah. Kamu akan banyak kesulitan. jangan pergi. LALA : Jadi TKI itu tidak gampang Marni. SEMUA : Lupakan … Marni ! MARNI : ( MENYANYI ) AKU HARUS PERGI RUMAH TAK LAGI MEMBERIKU KEDAMAIAN SEBAB AKU DAN AYAH TAK PERNAH SEPAHAM CINTA PEMUDA YANG KUDAMBAKAN SELALU LEPAS DARI GENGGAMAN . MARNI DIBUJUK TEMAN-TEMANNYA SUPAYA JANGAN PERGI. tahun depan kita harus kuliah.

tapi di mana-mana selalu begitu. Gara-garanya sangat sepele. IRNA : Orang seusia kita selalu diangap masih kanak-kanak. dan jangan sampai pacaran mengganggu belajar.28 AUDI : Bersabarlah. Semua pernah diperlakukan tidak adil. Itu tidak adil. Waktu berjalan. MARNI : ( MENYANYI ) AKU TAK MAU BEGITU MASA DEPANKU ADALAH MILIKKU URUSAN CINTA HARUS KITA YANG MENENTUKAN IRNA : Tapi ayahmu bilang tidak melarangmu pacaran. Dia hanya minta kamu memilih pemuda yang tepat. Hubungan kalian pasti akan membaik. MARNI : ( MENYANYI ) ITU SAMA DENGAN MELARANG Ayahku bahkan pernah mengusir Anto. AUDI : Tapi semua pacar-pacar kita pernah ada masalah dengan orang tua kita. MARNI : . Marni. Suara berisik knalpot motor Anto yang bocor. sikap ayahmu pasti berubah. Kita masih banyak kesempatan. LALA : Memang menjengkelkan. Dianggap belum waktunya pacaran. Padahal ada banyak suara knalpot motor yang lebih berisik lewat di depan rumah.

. Ada yang menindas dan tertindas. Yang jelas aku harus pergi dari rumah. LALA : Tapi kami tetap tidak rela kamu pergi Marni. Hubungan bisa saja membaik. Apa lagi pergi ke luar negeri untuk jadi TKI. MARNI : Soal ke luar negeri dan jadi TKI. pacaran sama Anto tetap berjalan lancar. AUDI : Kalau kamu tidak ke luar negeri. kawan. Omonganmu yang pintar tadi membuktikan kamu tidak pantas jadi TKI. Soal biaya sekolah.29 Ketidakadilan harus diperjuangkan. AUDI : Itu lebih baik Marni. Ayahku pasti mau bantu. Hidup backstreet ! MARNI : Tunggu. Dan itu tidak baik. Kamu bisa tinggal di rumahku. Aku setuju. LALA : Ayahku juga pasti mau bantu. Kamu harus lulus SMU dan kuliah. supaya adil. tapi pasti ada prinsip dan hak-hak yang dilanggar. jangan kuatir. IRNA : Ya. IRNA : Ya. Kalian jangan salah ngerti. bisa jadi aku memang asal bicara. Tapi kamu harus tinggal bergiliran di rumah kami bertiga dong. Sebab ia tidak datang dari langit. Mungkin itu protes yang mempan buat ayahku. Aku pergi dari rumah bukan semata-mata protes.

Aku tetap jadi tanggungan orang. Supaya aku merdeka menentukan masa depan. Dia ternyata pengecut. aku sendiri tidak yakin tetap bisa jalan. Soal pacaran dengan Anto. ( CEPI MUNCUL BERGEGAS ) . Itulah gunanya sahabat. Ada perlu. Selamat sore. Marni ! LALA & AUDI : Marniii … AUDI : Bagaimana sih dia ? IRNA : Kok kepala batu banget ? LALA : Memang kepala batu dari sononya.30 Tapi juga bermaksud mandiri. MARNI : Prioritas utamaku sekarang cari kerja supaya bisa membiayai hidupku sendiri. Sekolah aku pikirkan belakangan. ( PERGI ) IRNA : Marni. Tapi terimakasih atas iktikad baik kalian. aku pergi dulu. Tinggal di rumah kalian jelas bukan pilihan yang tepat. LALA : Yang penting kamu tetap bisa sekolah. Sejak diusir ayahku. tunggu. AUDI : Itu tidak masalah Marni. dia tidak pernah muncul lagi. Supaya aku tidak tergantung siapa-siapa. Kami ikhlas membantumu.

CEPI : Begitu ? Wah. bagaimana kalau kita bagi tugas ? Begini. CEPI : Anto ? AUDI : Nggak. Kemaren aku bicara sama Anto supaya dia datang menemui Marni. Bukannya dia jarang masuk sekarang ? CEPI : Memang. tambah ruwet dong. IRNA : Kelihatannya begitu. Memang Marni belum pamit sama Anto. Marni juga ngambek karena Anto tidak pernah datang lagi sejak dimarahi ayahnya. Malah Anto ngambek. lihat Marni ? AUDI : Baru pergi. tapi gagal.31 CEPI : He. ya ?. coba temui Marni … . IRNA : Ada apa ? CEPI : Mungkin cuma Anto yang bisa membujuk Marni tidak kabur ke luar negeri. bagaimana ? Kita juga tidak tahu bagaimana. ( MENDADAK TERFIKIR ) Cepi. Terus bagimana ini ? IRNA : Bagaimana. Sudah lama nggak lihat Anto. Merasa tidak dipamiti.

IRNA : Kamu jangan ikutan bandel. tapi tidak ada … LALA : Tadi dia di sini … IRNA : Temui Marni. setuju ? Oke ? CEPI : Oke. Saya. Kita berbagi tugas. MARNI BERTEMU ANTO. DUDUK DIAM-DIAM. Bagaimana ? CEPI : Tapi Anto sudah dibilangin juga bandel. kami bertiga ini. membujuk Anto supaya ketemuan sama Marni. ADEGAN TUJUH TAMAN YANG SAMA. . BEBERAPA HARI KEMUDIAN. bujuk supaya ketemuan sama Anto.32 CEPI : Saya tadi ke rumah dia. SORE. MARNI SUDAH LAMA MENUNGGU. LAMPU BERUBAH.

Aku kan cuma tukang ojek dan sopir tembak. AKHIRNYA IA DUDUK JUGA. TAPI AGAK JAUH. Jangan kata pacaran sama kamu. dan memang tidak pantas jadi pacarku. datang ke rumahmu pun aku tidak pantas. MARNI : Aku kira tidak datang … ANTO : Aku kira kamu juga tidak datang … ( BEBERAPA SAAT ANTO SALAH TINGKAH. kenapa ? ANTO : Supaya ayahmu tenang. karena tidak ada suara knalpot motor yang berisik.33 ANTO DATANG KEMUDIAN. MARNI : Oo … jadi begitu cara berpikirmu ? Kalau begitu kamu lebih cocok jadi anak ayahku. JUGA DIAM-DIAM. SUASANANYA SUNGGUH KAKU ) ANTO : Kamu mau pergi untuk menghindari aku kan ? MARNI : Kamu tidak pernah datang ke rumah lagi. MARNI : Bijaksana sekali … ANTO : Aku harus tahu diri. Maaf … selamat tinggal ! ( PERGI ) ANTO : ( KAGET ) . MAU DUDUK DI SEBELAH MARNI TAPI RAGU.

( MAU PERGI LAGI TAPI ANTO MENAHANNYA ) ANTO : Maaf Marni. Aku yakin kamu juga benci orang semacam itu. saya tidak ada urusan sama tukang ojek. jangan menyalahkan aku. Tapi kenapa harus berlaku pengecut ? Kamu tidak salah apaapa sama ayahku. Jelas ? ANTO : Kamu betul. Aku protes keras pada ayahku karena dia berlaku tidak adil pada kita.. Yang penting kita tahu batas. MARNI : Bagus kalau kamu sadar. Tapi mungkin ayahmu betul. Jadi salahkan dirimu sendiri. tujuanku jelas. MARNI : Katakan dengan jujur. Aku tidak akan membuat kamu marah lagi. Dan itu bukan aku. Aku mau pergi dari rumah. Maaf. Marni … ( MARNI BALIK LAGI ) MARNI : Maaf.. aku pengecut. kenapa lama tidak datang ? ( LAMA TIDAK MENJAWAB ) Katakan ! Kamu takut sama ayahku ? Aku benci orang yang pengecut Anto. Kamu harus memilih pemuda yang tepat. ANTO : Maaf. MARNI : Kamu sudah membuat aku marah. .34 Marni . ANTO : Ya. Pacaran juga bukan kejahatan. aku tidak bermaksud membuat kamu marah.

Kamu pekerja keras. Itu kelebihan kamu. Kalau perlu kamu bisa kerja yang lain. betul-betul sayang sama aku ? MARNI : ( MALU ) Ah. yang penghasilannya lebih banyak. Aku banyak narik dan bolos sekolah. MARNI : Belum terlambat untuk mengejar ketinggalan. Itu juga yamg membuat aku … sayang … sama kamu. Suara knalpot motormu yang berisik membuat aku selalu menengok setiap kamu lewat di depan rumah. ANTO : Tapi nilaiku jeblok. Selain benci pengecut.. ANTO : Tapi ngojek pekerjaan bersejarah. aku juga benci orang rendah diri. apa aku sanggup ? MARNI : Pasti sanggup. ANTO : Kamu . Marni. Kamu punya cita-cita dan berjuang keras untuk meraihnya. pakai nanya lagi. ANTO : . Itu kan yang mempertemukan kita ? MARNI : Ya. Aku kuatir tidak lulus. ANTO : Biaya kuliah makin mahal. Jadi tolong jangan berubah.35 MARNI : Stop ! Jangan mulai lagi Anto. Dulu kamu begitu percaya diri dengan semua yang kamu kerjakan.

berapa utangku ? ANTO : Utang apa ? MARNI : Langganan ngojek sama kamu. Tukang ojek lain kalau nunggu penumpang main gaple. MARNI : Yang jelas kamu berbeda. ( MEMEGANG TANGAN MARNI ) MARNI : ( MALU ) Apa sih ? ANTO : Soal pergi ke luar negeri. kamu bikin PR. kamu tidak sungguh-sungguh kan ? . MARNI : Yang kamu butuh apa dong ? ANTO : Pakai tanya lagi. ANTO : Sekarang aku tidak malu. kamu malu-malu. Dan kamu bilang pada teman-temanmu. ANTO : Simpan saja uangmu. Kita kan lama nggak ketemu ? Marni. Tukang ojek lain siap menerima uang tip. supaya cicilan motor cepat lunas. Aku lagi tidak butuh. Tukang ojek lain selalu siap dengan uang kembalian.36 Ya. MARNI : Eh. kamu tidak. aku tukang ojek paling keren.

segalak apa pun. segala cita-cita. Tidak adil. ( MARNI DIAM ) Bagaimanapun. MARNI : Sok tahu. Tapi kan bisa dengan cara lain. Janji. Tenang Marni. Kamu hanya sedang emosi. boleh saja protes. MARNI : Terus aku harus bagaimana ? Apa usulmu ? ANTO : Kamu janji tidak akan pergi ? MARNI : Ya.37 MARNI : Tidak tahu. tenang dulu. Yang jelas. Nanti semuanya jadi kacau. ANTO : Janji kembali masuk sekolah ? MARNI : Ya. ANTO MENENANGKAN ) Tunggu. Dengar. Aku tidak tahan. ( MENANGIS ) Aku harus protes. aku harus pergi dari rumah. ayahku betulbetul kelewatan. Pergi dari rumah. tetap sayang sama anak. . Tapi memang tahu. Dan orang tua.. bukan cara yang tepat. Harus ! Sampai . ah ! ANTO : Aku tidak sok tahu. Asal kamu tetap ke rumah seperti biasa. Kamu juga tahu ayahmu sayang sama kamu. ANTO : Setuju. rumah adalah tempat terbaik untuk memulai segala rencana. ( MARNI TERUS MENANGIS. Marni.

( MEREKA PERGI ) LAMPU BERUBAH ADEGAN DELAPAN RUMAH MARJUKI. Saya tanya bolak-balik di mana alamatnya. MALAM.38 ANTO : Oke. Saya juga tidak menyangka Marni sungguh-sungguh. om. CEPI : Rupanya begitu. jadi Marni betul-betul mau pergi ke luar negeri ? Aku pikir cuma gertak. MARJUKI : Terus di mana Marni sekarang ? Kapan berangkatnya ? CEPI : Saya juga tidak tahu. CEPI DATANG KE RUMAH MARJUKI UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN MARNI. Aku punya usul untuk kamu. Dia cuma bilang sekarang ada di tempat penampungan. kita bicara di tempat lain. Ayo. MARJUKI : . MARJUKI : Ya ampun. dia tetap tidak mau menjawab.

Dia hanya minta tolong saya supaya mengambil beberapa baju yang ketinggalan. MARJUKI : Ya ampun. jelas tidak pantas. lebih aman buat masa depan Marni. saya tidak setuju Marni pergi. “ Semua dibiayai sama agen ”. Itu bukan hal yang jelek.39 Tapi apa secepat itu prosesnya ? Diterima jadi TKI bukannya prosesnya panjang ? CEPI : Itu juga pernah saya tanya. Marni memang sangat marah sama om. itu baru pikiran sehat. Terus. Jadi TKI ke luar negeri pun tidak masalah. Apa sebegitu besar marahmu sama ayah. terserah mau ke mana dan jadi apa. Menyelesaikan kuliah. MARJUKI : Apa nama agennya ? Di mana alamatnya ? CEPI : Marni tidak sebut-sebut om. sampai-sampai harus pergi keluar negeri jadi TKI ? Tidak pamit lagi. Coba nak Cepi pikir. Marni sebentar lagi ujian dan tahun depan harus kuliah.. Marni . Tapi terus-terang. apa pantas ? CEPI : Kalau ditanya pantas atau tidak. Setelah lulus kuliah. begitu Marni bilang. Tapi kelihatannya. teruskan nak … . sebagai teman. “ semua bisa diatur ” asal ada uang. Marni. Dia bilang. MARJUKI : Ah. MARJUKI : Dari mana Marni dapat uang ? CEPI : Ya dari uang gaji Marni yang dipotong tiap bulan nanti.

saya tidak boleh bilang. MARJUKI : Membatalkan Marni pergi ? Bagaimana caranya ? Jelas saya setuju. MARJUKI : Please … CEPI : Maaf ommm …. sebutkan. Saya bisa pegang janji. Saya tidak bisa. kita sebetulnya bisa membatalkan Marni pergi. saya tidak bisa lama. MARJUKI : Kapan Marni mau ambil baju-baju itu ? Di mana kalian janjian ketemu ? CEPI : Maaf om. Ini rahasia antara kita. Seperti saya bilang tadi. kalau om bersedia kerjasama dengan saya. MARJUKI : Tolonglah nak Cepi. maaf om. saya mohon sekali. Om Setuju ? MARJUKI : Setuju. ( MENATAP MARJUKI BEBERAPA SAAT ) Tapi. CEPI : Tapi jangan sampai dia tahu. Tolong. Itu pesan Marni. Saya harus ketemu Marni sebelum dia pergi. Marni memerlukan baju yang saya ambil. Bagaimana caranya ? CEPI : . Saya tidak bisa melanggar janji. saya tidak setuju Marni pergi. Please … CEPI : Sekali lagi.40 CEPI : Maaf om.

tolong jawab dengan jujur Apa sebetulnya yang membuat Marni marah sama om ? MARJUKI : Saya melarang Marni pacaran sama Anto.41 Tunggu dulu. saya tidak sungguh-sungguh melarang. MARJUKI : Nak Cepi bisa jamin 100% Marni batal pergi ? CEPI : . Intinya sama: ingin didengar suaranya. makin menentang. Saya merasa. Saya mau tanya. Makin dilarang. si Anto sebetulnya anak baik. CEPI : Kenapa ? MARJUKI : Saya tidak tahu persis. Tapi Marni keburu protes keras. MARJUKI : Jadi bagaimana caranya supaya Marni tidak jadi pergi ? CEPI : Turuti saja kemauannya. Toh om sudah yakin Anto anak baik. CEPI : Saya lihat Marni begitu juga. MARJUKI : Begitu ? CEPI : Begitu. saya jadi tambah jengkel. Merasa tidak didengar omongannya. Jadi.

saya akan ijinkan Marni pacaran sama Anto.42 Saya harus ketemu Marni dulu. segera. ( IRNA. Permisi dulu om. kami mendengar semua pembicaraan ini. CEPI : Om Marjuki bisa pegang janji ? MARJUKI : Bisa. Kami ikut gembira. MARJUKI : Kalau begitu temui Marni. Kalau begitu saya jamin 100% Marni batal pergi. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI YANG LAIN MENDADAK MUNCUL ) IRNA : Tunggu Cepi ! Maaf om Marjuki. Harus ada jaminan tertulis bahwa om Marjuki akan menepati janji. Tapi itu tidak cukup. Sesudah itu. Katakan. CEPI : Tidak Irna. AUDI. AUDI & LALA : Perlu dong ! ( ANTO MUNCUL ) ANTO : . saya harus cari Marni dan Anto sekarang juga. ajak mereka berdua ke sini supaya mendengar langsung dari saya. aku percaya orang tua bijaksana ini. Saya jamin ! CEPI : Baik. Saya akan kabarkan berita gembira ini.

Ayah sangat kuatir ada apa-apa dengan kamu. Cepi betul. ANTO : Marni melebih-lebihkan om. Dan rumah adalah tempat terbaik menyusun rencana dan cita-cita. Ini kan bukan urusan jual beli tanah atau semacamnya. MARNI : Jangan kuatir ayah. Makin kita repot. IRNA : Tapi … MARJUKI : Nak Anto betul. Apa kalian ada yang tahu alamatnya ? ( MARNI MUNCUL DARI ARAH DALAM ) MARNI : Marni sudah di sini ayah. Lebih baik kita cari Marni sekarang. Tidak usah dicari. Kalau bukan karena dia. makin lama Marni di penampungan TKI. Tapi urusan anak dan orang tua. Saya juga percaya om Marjuki akan menepati janji. MARNI : Anto meyakinkan aku begitu rupa. Jangan repot-repot. ayah tetap sayang aku. tidak perlu. syukur kalau begitu. Terima kasih nak Anto. Janji secara lisan sudah cukup. Kasihan dia. MARJUKI : ( KAGET ) Marni ? Ah. MARJUKI : Syukur .. Anto menjaga aku. segalak apa pun. jangan repot-repot.43 Tidak. . kemarilah kamu nak. aku pasti jadi TKI sungguhan.

ANTO : Marni. IRNA. siap jadi anggota Dharma Wanita ? . setelah lulus kuliah dong. AUDI & LALA : Di rumah kami om. Sayalah komadan semua sandiwara malam ini. Kami bertiga.44 MARJUKI : Bagus. Dan kamu tidak tinggal di tempat penampungan bukan ? MARNI : Tidak. Sebagai komandan saya tidak akan lari. Kamu menemukan pemuda yang tepat anakku. MARJUKI : Bagus. Saya siap diadili. Itu komandan yang baik. MARJUKI : Jadi siapa yang mengatur nak Cepi datang ke mari dan main sandiwara di depan saya ? ANTO : Saya om. Anda siap saya tuntut di depan penghulu menikahi anak saya ? ANTO : Sekarang ? IRNA & YANG LAIN : Huuuu … MARJUKI : Nanti.

Kayaknya durasinya sudah lewat deh. Stage manager mana sih ? Stage manager ! YANG LAIN : Stage manager ! CEPI : Dia nggak tahu stage manager. MENEJER PANGGUNG : Habis situ ngomong melulu … MARJUKI : Ee. ya … MARNI : Durasinya sudah lewat belum ? MENEJER PANGGUNG : Sudah lewat dari tadi.45 MARNI : ( MALU ) Idih. malah marah sama saya. ANTO : ( TERTAWA ) ( BICARA PADA PENONTON ) . Menejer panggung ! MENEJER PANGGUNG : Ya. masa harus dibahas sekarang ? Sudah malem lagi. Saya tokoh lho. tokoh ini ! MENEJER PANGGUNG : Biar tokoh kalau ngaco dimarahin. Tahunya menejer panggung. MARJUKI : Bukannya ngingetin.

Lakon sudah tamat. “ pesan sponsor ” mudah-mudahan tidak salah alamat. kelihatannya sudah waktunya bagi kita untuk berpisah. PENUTUP ( ANTO MENGGANDENG MARNI DAN MENYANYI BERSAMA ) ANTO : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG MARNI : ( MENYANYI ) BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA MEMILIH JALAN SEMUA : ( MENYANYI ) TUGAS ORANG TUA HANYA PENGGEMBALA PENUNJUK JALAN YANG BIJAKSANA MEMAKSAKAN KEHENDAK . Dan marilah kita sama-sama beristirahat.46 Baiklah penonton sekalian.

jika sebelum mementaskan naskah ini memberitahukan pada penulis. Selamat berkarya ! .47 BUKAN SIKAP BIJAK LAMPU PADAM PERLAHAN LAKON SELESAI Depok. Mei 2004 Teriimakasih banyak.

Tahun 1989. Lahir di Banjarnegara ( Banyumas ). Pasalnya. Menamatkan Sekolah Dasar hingga SLTA di daerah kelahirannya. dikaruniai seorang putri. Wayang Orang dan Ketoprak seolah jadi tontonan wajib. dan penyutradaraan. sang ayah. Mulai tahun 1985 hingga sekarang ( 2004 ) bergabung dengan Teater Koma mendalami tiga bidang pilihan: penulisan. naskah dramanya berjudul FESTIVAL TOPENG 10 Juli 1994 menikah dengan Erna N mendapat penghargaan dalam sayembara penulisan naskah drama Dewan Kesenian Jakarta. Selain Wayang Kulit. Sekar Dewantari ( lahir 1996 ). sang ayah sering “ nimbrung main ” setiap ada Ketoprak atau Wayang orang keliling mentas di kampung. Sastro Mihardjo. seni peran. Nursilowati. “ Racun kesenian ” diserap sejak kanak-kanak. 6 Januari 1959. sempat menjadi mahasiswa IKJ jursan teater. sering mengajak nonton Wayang Kulit semalaman hingga paginya sering bolos sekolah. Tahun 2004. Selama 9 tahun tinggal di sanggar Teater Koma di bilangan Setiabudi ( 1986 – 1994 ).48 BIODATA SINGKAT Budi Ros. Alamat : . Sejak itu tinggal di Depok. asal Semarang.

Blok E 1 No. 2 Depok Barat 16434. Telpon/fax : (021) 77883525 – HP : 08161949863 . Anggrek VI C.49 Perumahan Puri Anggrek Mas Jl.

menantang kekuasaan semena-mena sistem .50 Naskah drama / teater Judul : LIT Oleh : Viddy AD Daery Untuk pementasan 45 menit s-d 60 menit SINOPSIS LIT : Di tengah kesemrawutan hukum Di REPUBLIK JOMBROT . pemimpin nonformal dari kaum terpelajar miskin. Lit.

30 tahun..45 tahun. Orang BP 3……………………. Tokoh-tokoh : Lit………………………………19 tahun. juga melawan polisi dan hamba-hamba hukum yang justru mempermainkan hukum.35 tahun. alam selalu mempunyai hukumnya sendiri. Tapi.35 tahun LIT Oleh : Viddy AD Daery . Pemimpin Gelandangan………..51 pendidikan yang mahal dan mencekik rakyat.. Pemimpin Satpol Tramtib………30 tahun Komandan Polisi………………. Kepala sekolah………………….

tumpukan sampah dimana-mana persis di Indonesia. Foreground : kumuh. ayam dan suara desah orang bermain sex. Musik gemrenggeng aneh. tergenang air dan lumpur.Lit…kita orang kejepit Jangan lagi menjerit Jangan lagi mencicit Mereka tak akan menggubris .Lit. Lampu menyorot fokus bidang-bidang kumuh yang harus diperhatikan penonton. bagai di videoklip MTV di TVG : Syair : Lit. penuh suara kucing. rambutnya awut-awutan. Banyak lalat beterbangan. mengikuti irama disko.Lit.lalat. Dinding sekolah dicoret-coret. piannya ngelingkap. Dia berdiri dan menggugat : LIT : Kenapa seluruh pelajaran budi pekerti yang diajarkan sejak SD sampai SLTA tidak berlaku di kehidupan nyata ? ( hening …3 menit ) Kenapa seluruh ajaran Kitab Suci dan teladan para nabi menjadi NOL dalam perjalanan hidup di REPUBLIK JOMBROT ini ? ( hening….Lit. Lampu gelap remang-remang memperlihatkan bentuk setting. Genteng sekolah bocor. jendela pecah pokoknya nggak terurus.. Juga bicara berebut rokok.lampu menyoroti tubuh2 yang teler…) Tiba2 musik disko berdentam… Kamera menyorot anak2 SMU yang mabok.kita kawula alit Lit. Kucing dan ayam mengais-ngais sampah.52 Setting : latar belakang bentuk sekolah dijepit gedung-gedung tinggi. mereka bangkit lalu berdansa rancak pakai koreografi yang bagus. Lampu yang gelap tiba-tiba menyorot terfokus pada seorang remaja berseragam SMU yang belel dan ditulisi macam2 juga bertambal-tambal. pokoknya amburadul. duitnya Cuma dikorupsi para penggede. Tanah-tanah basah dan becek. Kejorokan sangat terasa di mana-mana.

diamput tenan iki….. bahkan di Srilangka yang negara miskin aja SEKOLAH BISA GRATIS !!!! ????? KS bingung lholak-lolok gak bisa jawab.Brunei.mereka kecapekan… Tiba-tiba Kepsek dan BP 3 datang dan menegur mereka : KS : waaaah…waah…. Thailand. Usai dansa….Singapura. Ini dia biang rusuh sekolah kita ini Wis sekolah bolos terus… SPP nggak pernah mbayar Iuran OSIS gak bayar Iuran komputer gak bayar Iuran renang gak bayar Iuran BP 3 gak bayar Iuran guru udunen gak bayar Iuran bu guru hamil gak bayar Iuran kucing pak guru ketabrak truk gak bayar Iuran fotokopi rumus-rumus gak bayar Iuran ulang tahun guru kesenian gak bayar Iuran tetangga pak guru kawinan gak bayar Iuran guru agama naik haji gak bayar Iuran guru fisika pindah rumah gak bayar Iuran guru baru pesta tumpengan gak bayar Iuran kepala sekolah kawin lagi gak bayar…waaah.53 Mereka tak akan perduli Elit kita elit tulalit Elit kita elit yang sakit Telinganya congekan Penuh cureg ambune badheg…baunya nggak ketulungaaaannnn…. KS nanya ke BP 3 : Pak BP 3…gimana jawabannya nih ? Kamu kan yang paling bisa ngajarin aku praktek-praktek pemerasan terhadap orang tua siswa ? .wahhh…. Kalian ini kalau MISKIN JANGAN SEKOLAAAH !!!! Sekolah sekarang hanya untuk orang berduit tahu ! Sudah nggak jamannya lagi sekolah mbayar bolet ! jalar ). (keterangan: bolet= ubi Lit membantah : Tapi kenapa di Malaysia.

yang goblok dan bajingan adalah pemerintah ! : ( bernada sangat marah dan berang ) Kenapa ? Kenapa subsidi kepada anggota-anggota DPR. . dananya dikorupsi…weeeek…. jawabannya wswswswswswsws…. Iuran natalan. : Lho bukan gitu pak…. Iuran imlek.. lha kok aku yang goblok ? : Ya sudah. bayaar aja. gak pernah protes. ya supaya kalian bayar sekolah. bayaar aja. : Jawabannya wes hewes hewes bablas angine…. Iuran sampah naik.goblok ! BP 3 KS BP 3 LIT : Lho pak.kok nanyak aku… : Lho pak. KS BP 3 : Opoooo ???????? Wswswsws…iku opo ???? : Whalah bapak ini ah…itu lhooo…wswswswswsw…. uang dinas jabatan menteri dan pejabatpenjabat tinggi justru dinaikkan kok malah subsidi pendidikan dicabut ???? KS BP 3 KS BP 3 KS dunia ? : Lha yo embuh…..orang tua kalian bayar tarif listrik yang terus naik. Tarif air minum naik.ssst…wewswswswswsws : Oooo. Iuran nyepi. bayaar aja. Tarif telpon naik. bayaar aja. goblok ! Pemerintah kita kan sudah mencabut subsidi pendidikan. bayaar aja. Iuran RT RW…bayaaar aja. Lha ya toh….54 BP 3 membisiki : wssswssswsss…. KS : Oooo yayaya…. nggak pernah protes. Iuran 17 agustusan.pemerintah negara-negara asing itu kan memberi subsidi terhadap dunia pendidikan. gak pernah protes. yang goblok Bapak ! : Heh. Iuran lebaran. gak penah protes. gitu aja kok repot ! Lagian bukankah orangtua kalian selama ini adalah rakyat paling baik di Tapi sebenarnya berarti rakyat paling bodoh didunia hehehehe….

Sayur mayur naik. Lit : Karena kami tidak mau seperti orang tua kami yang bodoh dan jahiliyah !!!!! BP 3 : waah. Pokoknya kami sampai heran. KS : ya setelah ada kasus Makassar polisi jadi ngeper. Sabun naik. Tempe naik.ayo mulai…) Harga minyak naik. sudah bernada kiri ! Ini pasti sudah dihasut oleh LSM-LSM kiri itu pak.anak-anak ini ngomongnya sudah keblinger ini pak. Minyak rambut naik. Gula nak. Susu naik. reeek… .waah…Pak. sudah ortu kalian kayak mayat hidup dan penurut kayak kerbau dongok…eeh. ortu kalian itu manusia apa mayat hidup ? Naah. Onde-onde naik. Ini sudah masalah politik. kalian kan rakyat yang baik…kalau aku habis omong kalian bilang : bayaaar aja…. Sepatu naik. Daging naik. Mudah-mudahan bisa ditindas lebih kejam dari yang di Makassar itu pak. Terigu naik. Odol naik. TARIF NDOLLY naiiikkkk…… Lhoooo……………. berarti sudah masalah serius ini pak… Kita harus lapor ke polisi ini pak….55 ( Ayo penonton. Baju naik. ( penonton : bayaaar aja…dst ) Elpiji naik. Telur naik.pak ! Ini sudah subversib pak.kalian anak-anaknya malah sok jadi PEMBERONTAK….

apalagi di Republik Silit ini…malah lebih lucu dari Srilmulat lho. makanya Srimulat di THR itu bangkrut pak. : Kamu aja. kalah lucu dari kehidupan sehari-hari pakk… KS : Sudah-sudah…. : Kamu aja. KS : ini Hp-nya.56 BP 3 : Kata siapa ? Wong polisi itu ya preman kok. : Bapak aja. makanya jangan guyon ae…ayo cepat lapor polisi !!! BP 3 : lha memangnya kenapa kalau bapak KS aja yang lapor ? .tak antemi lho koen… BP 3 : lho kehidupan kita ini memang panggung komedi pak. KS : Bapakku ? Bapakku sudah almarhum jeee…lho ini yok opo sih. kok mbanyol kayak Srimulat aja….otakmu lebih kancil.kamu aja yang nelpon.katamu ini masalah gawat.kamu juga nggak papa toh. : Kamu. KS dan BP 3 nyari telpon Ketemu Hp-nya. : Bapak. : Bapak kamu. soalnya kamu lebih pandai bicara…. orang Bapak adalah kepala sekolah. : Bapak. BP 3 : Lho ya Pak KS toh. bedanya Cuma pakai seragam yang dibeli dari uang rakyat. : Bapak aja. KS : halaaahhhhhh…. yang punya wewenang kok…. : Kamu aja. KS : Ya sudah ayo cepat telpon…. lalu saling nyuruh. BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 : Bapak aja ah. : Kamu.

TIBA-TIBA terdengar suara gemuruh. digembok pak. KS : Kamu ini guuuooobbloogghk uhuk-uhuk ( sampai batuk ).digembok kok pak. PG KS PG KS PG KS : Ooooo…itu tadi…ituuu tutup pak. lha pagere dikunci e pak. BP 3 : halaaah paak.kita ini orang kaya. tapi kan ada satpam yang jaga.aku takut dimintai bayaran eee…soalnya kata orang. setelah itu pemimpinnya memberi isyarat agar diam. Yel-yel minta pendidikan gratis diteriakkan oleh para gelandangan. Dul. membawa poster-poster : BERI KAMI PENDIDIKAN GRATIS SESUAI PASAL 31 UUD 45 MEGAWATI : PENDIDIKAN GRATIS ITU MENYESATKAN ! DASAR YANG NGOMONG GUOBLOK ! Dsbnya.wong kita korupsi gedhe-gedhean kok takut dipalak polisi sejuta dua juta….itu rahasia. kita malah dimintai ongkos sebasar kambing…lho lak rugi reek… Lha ini bukan soal anjing. … : Soalnya mereka tahu kalian akan datang berdemo… : tahu dari mana ? wong kami nggak ngomong apa-apa sama mereka kok… : Tapi kalian kan lapor polisi kan ? . : ya iya. Pimp. ini soal subversi.lembaga komisi pemberantas korupsi aja nggak pernah ngapa-ngapain…… malah kerjanya juga korupsi kok. Ini SMU NOL BESAR ! Kantor Dinas Pendidikan itu disana lho. Muncul sekelompok gelandangan kumal.Gelandangan/PG : Apa benar ini kantor Dinas Pendidikan ? KS dan BP 3 berpandangan bingung.bapak ini…. : Nggak ada pak. jangan diomongkan didepan umum…. jangan takuuut…. KS : Lhooooooooo…. kita bisa dimintai ongkos berjuta-juta toh ?? Biayanya itu lebih subversif ketimbang subversinya…. jaman sekarang korupsi itu dilakukan dari presiden sampai tukang cat. kalau lapor polisi kehilangan anjing. di bawah jembatan sana lho. lembaga kaya….57 KS : hmmm….ya tooh ? BP 3 : Lhaaaaa.

: Lho kok nggak apa-apa… busuk tapi duitnya banyak. pejabat tinggi sampai rendah busuk. KS : Ya itu. PG : Waah busuk sekali kelakuan orang pinter itu ya. Semua menari dan menyanyi koor : Suk-suk-suk-busssssssssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkk…. Ndul. menteri busuk. kalian dibujuki polisi…ya polisinya sudah nelpon Kepala Dinas Pendidikan. makanya kok dalam pemilu ini kalian pilih lagi partaipartai busuk…dasar rakyat guuuuooobbloookkkkk kelas berrraat !!!! LIT : Ini memang negeri busuk.58 PG : Lha iya toh pak…kan peraturannya begitu. bukan membangun dan memakmurkan rakyat…. Koor lagi : Suk-suk-suk bussssssssssssssssuuuuuuuuuuukkkkkkkkk Presiden busuk-busuk Menteri busuk-busuk Dirjennya busuk-busuk Irjennya busuk-busuk . ketimbang bersih tapi BP 3 : Lebih baik bodhoooooooo… Musik menggema. Ini negeri busuk Telurnya busuk-busuk Tomatnya busuk-busuk Katesnya busuk-busuk Mangganya busuk-busuk Dagingnya busuk-busuk Rotinya busuk-busuk Airnya busuk-busuk Susunya busuk-busuk Insert LIT menyela : hanya SUSUMU yang tidak busuk…. Musik lagi. disko dangdut. harus lapor polisi dulu…. nggak apa-apa…. Presiden busuk. KS : Lho. Tentara busuk. ulahnya Cuma minteri rakyat. baru tahu toh ? Waaah…. Kepala sekolah juga busuk !!!! KS BP 3 KS : Lho kok malah aku diseret-seret dalam kebusukan toh…. kyai busuk.guuuoooblok. : Nggak apa-apa pak. kalau mau demo. bang. Semua menari rancak dengan koregrafi yang asyik. pengusaha busuk.

bikin sampah…. Kamu itu preman bayaran tahu. iniiii apa-apa… eeeh…. Rumah kalian.000. tak giepuki…lha kok masih berani unjuk rasa ! Gak kapok-kapok ya kalian….. dadi opooooooooooo koen iku. Koor : KARENA SUDAH BOOOOSSSOOOKKKK!!! Tiba-tiba datang rombongan tramtib dengan membawa pentungan. para elit tulalit. eta-ete…petentengan kayak wong penting aja.lhaaaa iniiii ( menunjuk-mengenali-Kelompok Gelandangan ) Ini…musuh besarku ini…kalian ini bisanya Cuma mengganggu kedamaian masyarakat saja too…bikin rusuh.lha kalian ini sudah sering kuusir. mereka petantang petenteng.sewanya Cuma Rp 100.59 Stafnya busuk-busuk Satpamnya Busuk-busuk Polisi busuk-busuk Tentara Busuk-busuk Kyai busuk-busuk Gurunya busuk-busuk Pedagang busuk-busuk Pedaging busuk-busuk Insert LIT : Hanya rakyat yang tidak busuk.tidak bisa sekolah. Ingat pak. Mencari makan kok dengan cara menggebugi sesama rakyat kecil. tak garuk.kalian juga orang miskin. Ya kalian-kalian itu pak yang namanya RAKYAT BUSUK. pokoknya kalian ini mengganggu ketertiban…. ???? LIT maju dan menjendul kepala Katib. Kepala Tramtib ( Katib ) : Ada apa ini ? Heh…ada apa ini ? Apaaa iniiii ada-ada…eh…adakah.yaaakkk hush !!!.rumah petak di pingiran kota toooh.ketertiban apa ketiban yooo ? Ketiban lak kejatuhan…. semua karena pemerasan yang dilakukan para pemimpin busuk. kalian lebih sampah dari para gelandangan yang kalian anggap sampah itu.sebulan toh ? Lihat saat ini isteri kalian belum masak nasi toh…anak kalian kelaparan. . Lit : Pak. Wis jangan pringisan…lho kan aku sendiri ya yang pringisan…..

Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. he.huuuuuu….haaaaaaaaaoooo….60 Tapi kalian malah menjadi kaki tangan orang-orang busuk itu. tahu ! Kok tega kalian memukuli sesama rakyat. 3. Kalian itu laksana ANJING. Semua koor membaca : 1. berhenti menangis ! Tangisan tidak menyelesaikan masalah ! Para pemimpin busuk sudah kebal. Ada yang hoaaaaaaaaaa…. Eee lha kok rakyat malah memenangkan partai-partai busuk.sudah. tidak akan jatuh kasihan hanya dengan air mata dan darah rakyat. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa… 4. Rakyat sendiri sih yang memang bodoh. Memang tangisan mereka harus berefek lucu tapi serius. dan malah memukuli sesama rakyat kecil yang tertindas. Anak buahnya ikut menangis.. . dan menelantarkan partai-partai yang ingin menyelamatkan rakyat. he…. dsbnya ramai sekali. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari APBN dan APBD. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerntah wajib membiayainya. merobohkan rumah-rumah gubug rakyat. Terdengar tangisan bersahut-sahutan. Itu semua karena rakyat bodoh ! Bodoh terus karena tidak pernah dididik ! Karena sekolah bayarnya mahal ! Padahal seharusnya gratis !!!! Coba baca UUD 45 ! ( tiba-tiba semua mengeluarkan buku UUD 45 dari sakunya---ya sudah dipersiapkan toooh… ) Lit : Ayo semua membaca Pasal 31….sudah. Lit : He . apa kalian nggak bisa membayangkan kalau itu menimpa rumah dan keluarga kalian sendiri ? Tiba-tiba Katib terharu dan menangis. Pemilu itu kan sarana yang demokratis dan merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin yang baik dan menendang pemimpin yang busuk. 2.

sadar…. anak-anak ! Lit : Serius tah ? .61 KS : Lho.minta maaf…dan sekarang saya putuskan kalian semua boleh sekolah gratis. Kamu ini lembaga ekstra ! Tidak resmi.kamu ini calo! Rente ! Siswa-siswa emosi : Ayo basmi ! Basmi ! Tunjeki ae ! Para gepeng terpengaruh : Betul. berkuasa Pak KS : Lho serius memutuskan… Koor siswa Kepsek…. gini aja.sosok BP 3 dibakar ).tidak formal. Api menjilat-jilat ke atas.wis rek. Berarti aku bodho yo kok gek ngerti ? Siswa-siswa : Lho wis suwe Pak… Kami sampek muak kok…. sabar…jangan main hakim sendiri. KS : Memang kamu ini kok yang bikin masalah. . BP 3 : Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………Hidup : Lho Pak! Kok gratis sih…lha kita makan apa ? Siswa-siswa koor : Taek iku panganen ! KS marah kepada BP 3. bajunya sobek parah.lho. KS : Oooo jadi aku ini badak yooo…. tobat. orang yang salah akhirnya tobat. aku sekarang sadar.anak-anak…. pokoknya seperti drama-drama itu lho. Semua menari kesurupan diiringi musik disko seram…..teman-teman…. Lit : Sabar.aku ini Kepala sekolah lho. Tramtib : Gak isok…gak isok…ini dia biangnya sehingga rakyat kecil tidak bisa menikmati pendidikan ! Ayo bakar ! ( semua membakar BP 3 dengan trik diganti boneka.suara mereka fals mirip hantu haus darah…. kok gek ngerti… KS : Lho.Bapak aja yang kayak badak….lho…berarti selama ini pemerintah sendiri melanggar undangundang ? Koor : Wis suwe rek. basmi ! Bakar ! Semua mengeroyok BP 3 dan memassa sampai hancur berdarah-darah.

( Setting gedung-gedung dari kertas dibakar massa ). .62 Lirik : Kami rakyat bisa seperti zombie Sabar dan sabar Meski kalian sakiti Dan terus kalian sakiti Namun jika kesabaran habis Kamipun berubah total Seperti raksasa Tiwikrama Kami bisa marah tak terkendali Jangan salahkan rakyat yang marah Karena marahnya akibat ditindas Berjuta-juta kali Kalau rakyat sudah mengamok Yang ada adalah REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI !!!!!!!!! Musik berhenti. Massa sudah kesetanan. Mereka melempari kota. tapi jangan anarki ! Tramtib : Yooo gak isoookkk…. ( puluhan onde-onde berbungkus plastik dilemparkan ke arah penonton ) Mereka membakari kota.revolusi berarti cabut sampai akar-akarnya ! Ayoooo serbuuu !!!! Semua massa menyerbu kota. Rakyat teriak-teriak tak terkendali. Lampu dimainkan menambah efek kebakaran kota. Terdengar sirine meraung-raung. Lit meraung-raung menenangkan massa. bahkan ada yang memukuli dan menjongkrokkan Lit ke tanah. Massa tak perduli. Lit : Kita berRevolusi. Muncul petugas pemadam kebakaran menyemprotkan selang air kemana-mana tapi malah lebih banyak ke arah penonton. bukan ke arah gedung yang terbakar.

sorry. Maka datang rombongan polisi menembakkan bedil ke udara. setahun ada sekitar 30 orang…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuu . Komandan marah dan membentak polisi teler. KS roboh. Lit : Berhenti ! Berhenti ! Pakai akal sehat ! Jangan menuruti hawa nafsu ! Tapi perang terus berlangsung. Kopol : He…kamu ini menyalahi prosedur…waah.waaah aku dipecat nanti Dul gara-gara kamu. Komandan polisi : Hentikan ! Hentikan ! Menyerahlah kalian ! Kalau tidak. lalu rakyat yang putus asa bunuh diri. ingat kasus Makassar…. : He. Semua terpengaruh. kerusuhan mereda.pak. malah menembak salah seorang : Dor ! Ternyata yang terkena KS.63 Para gepeng dihasut tramtib untuk memassa petugas kebakaran. ini soal nyawa. nyawa sangat murah kok ! : Pernyataan bapak MENYESATKAN ! SANGAT MENYAKITKAN ! SANGAT : Lhoooooooooo…ada faktanya lho. bisa dicopot aku nanti…. akan kami tembak di tempat ! Semua angkat tangan. Para petugas pemadam kebakaran malah digebuki dan dibunuh.diaamput kamu ini Dul ! Dul : Sorry Pak ! Kopol : Enak aja sorry. semua terkejut dan meradang. Seorang polisi teler. jangan main-main ! : alaaaaaaa di Negeri Jombrot ini. Nyongg ! Karena pemerintah menelantarkan rakyat. Dul Lit Dul Lit Dul : Sorrrrrrrrrrrrrrrrryyyyyyyyyyyyyyyyyyyy….

64 Lalu yang nekad menjadi copet. mendingan kamu tak tembak aja duluan ! Dor ! Polisi Dul mati. jangan justru malah menghancurkan hukum ! Kom-pol : He ! Kamu tidak tahu atau pura-pura bodoh ? Pelanggar hukum di Republik ini justru polisi. setiap jam ada 2 ibu meninggal karena melahirkan lantaran kemiskinan dan buruknya fasilitas di Republik Gombal ini Lalu data ELSAM mencatat 65 buruh TKI mati setiap tahun di Singapura. garong. kecelakaan lalu lintas.pelaksanaannya Nol Besaaar !!! Dor ! Komandan yang setres menembak satu gepeng. kapal laut dan udara. rampok. mereka sudah membunuh korban sekitar 170 orang setahun…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaahuuu Lalu para garong yang digerebeg polisi lalu lari dan ditembak. maling. presiden dan para pejabat ! . Lit : Ini apa-apaan ? Apa tidak ada hukum di negeri ini ? Kok main bunuh semaunya ???? Komandan Polisi : hahahaha…. Lit : Tunggu ! Anda polisi!anda penegak hukum. karena duit negara sudah digarong para pemimpin Data dari Depkes RI mencatat 35 orang mati per tahun karena HIV AIDS Waaaah….wooooooo nggak karukaruan jumlah orang mati di Negeri Gombal Mukiyo ini…Tapi kok ya jumlah penduduk tetap berjubeeeeel aja…Makanya aku tinggal melanjutkan upaya PENCIUTAN PENDUDUK hehehehe Itu semua demi keseimbangan rasio kepadatan…hahahaha Komandan Polisi : Sok tahu kamu Dul. jumlah yang mati sekitar 200 orang setahun…lhooo…. 2 juta nyawa bayi di Republik Jombrot ini dibunuh per tahun di meja aborsi Data yang dikutip koran MERDEKA baru-baru ini. karena negeri ini nggak bisa ngasih makan. daripada sok pinter dan lebih pinter dari aku.dataku lengkap nyong ! Belum lagi yang mati karena berbagai macam penyakit.aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuuu Menurut data CDC dan AGI.hukum ? hukum di Republik Jombrot ini hanya berupa tulisan di buku-buku dan pidato para pejabat di televisi…. belum yang mati-mati karena 1001 macam bencana alam yang terjadi tiap hari karena alam lingkungan dirusak….

serbuuuuu !!!!!!!! Perang ramai. tinggal Lit yang hidup meski luka parah. Semua mati. Dengan tertatih-tatih menahan luka.65 Coba kamu baca lagi kitab UUD 45 ! Berapa pasal yang dilanggar mereka ? Dor ! Satu siswa mati. Lit : Waaah…kalau begini caranya ya sudah. taek koen iki. Polisi lawan massa. ayo perang…perang adalah satusatunya pilihan karena terpaksa…. sudah perang aja…. Lit menggugat negeri Gombal ini dengan puisi protes : Dipimpin para pemimpin pengkhianat Minyak berkhianat kepada rakyat Air berkhianat kepada rakyat Hutan berkhianat kepada rakyat Gunung berkhianat kepada rakyat Beras berkhianat kepada rakyat Gula berkhianat kepada rakyat Udara berkhianat kepada rakyat Transportasi berkhianat kepada rakyat Telekomunikasi berkhianat kepada rakyat Rumah berkhianat kepada rakyat Listrik berkhianat kepada rakyat Batu berkhianat kepada rakyat Pupuk berkhianat kepada rakyat Sayur mayur berkhianat kepada rakyat Buah-buahan berkhianat kepada rakyat Daging Berkhianat kepada rakyat Roti Berkhianat kepada rakyat Sekolah berkhianat kepada rakyat Buku-buku berkhianat kepada rakyat Guru-guru mata duitan berkhianat kepada rakyat Ulama-ulama gila hormat berkhianat kepada rakyat Hakim-hakim bajingan berkhianat kepada rakyat Polisi-polisi pemeras berkhianat kepada rakyat Politisi-politisi badak berkhianat kepada rakyat Cendekiawan-cendekiawan gila jabatan berkhianat kepada rakyat Rakyat yang bodoh berkhianat kepada KEHORMATANNYA SENDIRI ! . Semua saling bunuh.hanya satu kata : Lawaaaan !!!!!! Siswa sok pinter : Itu puisinya Wiji Thukul ya Lit ? Siswa dan gepeng : Waaah.

66 Lit berjalan terseok-seok menuju penonton Sorot lampu mengiringi Baunya menyebar harum Lalu hilang di kerumunan penonton / lampu kian kabur ( Musik prihatin mendenging ngilu ) SELESAI Penonton boleh tepuk tangan Jakarta. novelis. kolumnis dan budayawan. Sewaktu masih kuliah di FISIP UNAIR Surabaya. cerpenis.com ( fotokopi identitas akan dikirim menyusul. . Patal Senayan Juraganan 11 Mei 2004 Viddy AD Daery=============================viddyad2@yahoo. mungkin via pos ) BIODATA PENULIS NASKAH DRAMA / TEATER “ LIT ” Viddy AD Daery atau Drs.Anuf Chafiddi lahir di Lamongan 28 Desember 1961 adalah penyair. sudah menghasilkan puisi masterpiece “Surabaya mari Bicara Empat mata” yang sempat menjadi maskot DKS dan HUT Kotamadya Surabaya di zaman Walikota Poernomo Kasidi.

Patrio Ngelaba.67 Setelah lulus sarjana sosiologi tahun 1987 . lalu menjadi koresponden Jawa Pos sambil mengelola toko emas di Lamongan. dan cukup laku di pasaran. Telenovela Dimana Cinta Kutitipkan. Tahun 1993-2001 menjadi produser eksekutif. mula-mula sebagai redaktur features SERBANEKA. . Produknya yang terkenal antara lain : Lenong Bocah.com. E-mailnya : viddyad2@yahoo. Sejak remaja/mahasiswa sampai kini aktif ikut lomba kreatif dan cukup banyak menyabet juara di bidang penulisan puisi. Lalu keluar dari TPI dan mendirikan jaringan production house sambil menjadi budayawan yang banyak diundang ceramah budaya Indonesia oleh negara-negara Asia Tenggara. Novelnya “Sungai Bening” diterbitkan oleh PT Grasindo Jakarta. cerpen dan produksi acara televisi. Tahun 1991 hijrah ke Jakarta karena bekerja di TPI ( Televisi Pendidikan Indonesia ).

Pak pos bisa naik sepeda motor atau sepeda biasa. 5. Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan. Srikandi 2. Dibantu oleh kelompok musik. 4. cerdas dan cantik umur sekitar 17 thn. : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting : remaja putri tomboy. . perempuan atau Synopsis Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo. kocak dan cerdas. dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini. tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. Wayang wayang campuran. Dalang 3. Mengapa ? Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi.68 SRIKANDI EDIAN Karya : Sang Aru ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain : 1. atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari. Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. : remaja laki-laki atau perempuan. jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga. : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn jumlahnya lebih 5 orang boleh laki.

Itu lho perumahan elit dan mewah ya. Srikandi namanya. becak bendi. ya jauh apalagi kalau jalan kaki. Ya to ? . SEDERHANA. TAMPAK JUGA SEORANG DALANG SEDANG BERSIAP MAIN LENGKAP DENGAN PERALATAN DALANGNYA. TAMPAK PANGGUNG DENGAN BEBERAPA BUAH KOTAK SEBAGAI PROPERTY. BEGITU JUGA KELOMPOK MUSIK SEDANG MEMAINKAN MUSIK. MEMBUAT KOMPOSISI ENAK. malam ini kita bangunkan seorang tokoh wayang terkenal cantik jelita dan otaknya yang cemerlang. Apa tuan ? Jauh ? Ah ya nggak se. Dan lagi naik apa tempat itu kita katakan jauh.69 ===== ADEGAN I. Kalau naik sedan atau panther ya dekat. sebelah barat setasiun televisi. WAYANG-WAYANG KELUAR DIIRINGI MUSIKNYA. LAYAR DIBUKA. Srikandi yang sekarang ini tinggal di kawasan Darmo Permai sana. Tetapi Srikandi ini tidak tinggal di Madukara seperti Srikandi jaman Mahabharata dulu. Ya kan ? Apa tuan ? Dari Wonokromo ? Yo mesti ae adoh rek nek teko Wonokromo. masak Darmo Permai jauh ? Jauh darimana tuan ? Jauh dan dekat itu kan diukur darimana tempatnya. sebab Madukara sekarang sudah habis dimakan gempa api dan banjir. apalagi dari Gresik. Kalau naik sepeda. Dari jembatan merah juga jauh. Dalang : Syahdan.

Nah. Benar tuan. Pasti ada. Tuan tuan tahu rumah Arjuna ? Tolonglah tuan kalau tahu rumah Arjuna. mendalangi kerusuhan. Srikandi sekarang pinter dan senang dengan ilmu sejarah. Srikandi dulu. Sejarah lain lho dengan sujarah. Jangan sekali kali meninggalkan sejarah kata salah seorang proklamator negeri ini. Kalau hanya memberi tahu di mana rumahnya jelas berbeda lho dengan kalau ikut mengantarkan aku sampai ke rumahnya. mendalangi kekacauan. Oalah dalang dalang…. . Kata orang bijak. akulah Srikandi yang tuan tunggu sejak tadi. malam ini saya coba bangunkan lagi Srikandi ini. Srikandi jaman wayang jatuh cinta kepada Arjuna pura pura edan atau gila. PAKAI KAOS OBLONG.. apa bedanya sejarah dan sujarah. Srikandi : Hallo selamat malam penonton selamat malam Surabaya selamat malam malam ini. Apa kabar ? Ya benar. negara itu besar karena sejarah. Tidak usah bertanya ini Srikandi dulu. Dalang itu kan kerjanya memang mendalangi… mendalangi wayang. Aku ingin sekali kerumahnya. MUNCULLAH SEORANG GADIS ATAU REMAJA DENGAN PAKAIAN SANTAI. Jangan gampang percaya kata dalang. Jangan khawatir soal uang lelahnya. Srikandi sekarang ketika jatuh cinta pada Arjuna pura-pura sakit keras. CELANA JEAN LENGKAP DENGAN TOPINYA (TOMBOY) DARI WAYANG WAYANG. Apa tuan ? Cantik ? Lho itu kan katanya dalang.70 Srikandi jaman wayang dan Srikandi jaman komputer ini jauh berbeda. Srikandi jaman wayang dulu amat senang dan pandai sekali dalam ilmu memanah. Coba tanyakan dulu pada guru. Pengin sekali belajar padanya. Srikandi sekarang ataukah Srikandi masa depan. aku memang pengin sekali berjumpa Arjuna.

71 Apa tuan ? Oh ya aku ingin belajar kepadanya. Belajar sejarah. Wayang wayang : Belajar atau… Srikandi : Atau apa ? Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ? Srikandi Srikandi Srikandi Srikandi : Oh… belajar rek. : Belajar. : Belajar belajar ! : Belajar ! Sekali belajar tetap belajar ! Wayang wayang : Belajar sambil jatuh cinta ? Srikandi : Malu ah….. Wayang wayang : Jatuh cinta atau belajar Wayang wayang : Belajar atau belajar Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ?

LANGSUNG MASUK SEBUAH LAGU REMAJA CINTA DI SEKOLAH OLEH WAYANG WAYANG. : malu aku malu pada semut merah yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya sedang apa disini menunggu pacar jawabku DISELA-SELA LAGU ITU DALAM DIALOG LAGI : Dalang : Begitulah Srikandi memulai perjalanan cinta pertamanya. Sambil menyelam minum air. Belajar sejarah negerinya sambil jatuh cinta Wayang wayang : mengapa belajar sejarah Mengapa tidak belajar matematika Belajar kok sejarah Srikandi : Kenapa kalau belajar sejarah Sejarah itu perlu dipelajari Sejarah tidak saja hanya dihafalkan, tetapi harus dipelajari. Negara besar itu karena sejarah Sejarah kok dihafalkan. Kalau sudah hafal terus untuk apa ? What for ?

72 Pelajari sejarah negara-negara besar Pelajari sejarah orang-orang besar Pelajari sejarah pikiran-pikiran besar Ya kan pak dalang ? : Benar. Terus keinginanmu : Ya harus kucari rumah Arjuna. : kalau sudah ketemu : ya belajar sejarah padanya : Kalau nggak ketemu ? : Ya harus dicari sampai ketemu : Pantang mundur ? : Ya benar. Pantang mundur Pantang untuk mundur Sekali layar berkembang tak ingin perahu surut kembali sebelum sampai ke pulau tujuan : Siap terus maksudmu ? : Menurut dalang bagaimana harusnya ? : Tanyakan saja pada wayang wayang

Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi

Dalang Srikandi Dalang

Srikandi Wayang Srikandi

: Bagaimana wayang seharusnya ? : Jangan tanya kepada saya, nanti bisa dianggap ikut mendalangi kisahmu Srikandi Sesama wayang tidak boleh saling mendahului. : Sudahlah kalau begitu kuputuskan sendiri.

SRIKANDI LANGSUNG PERGI. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi Dalang : Kemana Srikandi ? : Mencari rumah Arjuna : dimana rumahnya ? : Nggak tahu, tetapi pasti ketemu : begitulah kisah Srikandi sementara ini. Ia berkeras hati, berkeras kepala untuk mencari rumah Arjuna. Ia harus melewati rumah-rumah besar Ia harus melewati jalan-jalan besar Ia harus melewati toko-toko besar Ia harus melewati sekolah-sekolah besar karena ingin belajar tentang sejarah orang-orang besar, belajar tentang sejarah negara-negara besar, sebab Srikandi juga memiliki pikiran besar.

SRIKANDI SUDAH KELUAR DARI KOMPOSISI ITU. Srikandi : benar, disinilah rumah Arjuna Jalan Diponegoro, dekat pom bensin, belok ke kanan terus ada toko kelontong toko Bahagia belok kiri terus, terus nomoe dua puluh empat. Ya benar, inilah rumahnya. Wayang wayang : masuklah Srikandi jangan takut

73 Benar itu rumah Arjuna. : benar ya ini rumah Arjuna Tetapi jangan marah lho ya, siapa tahu ini bukan Arjuna yang kau maksud itu. Bukankah nama Arjuna sekarang ini banyak. Cobalah Srikandi, cobalah dulu. Bukankah salah itu juga sebuah proses menuju benar

Srikandi

SRIKANDI BERAKTING SEPERTI SESEORANG YANG SEDANG MENGETUK PINTU. Wayang wayang : thok thok thok

Wayang wayang nyanyi : buka pintu…buka pintu… buka pintu… Buka pintu buka pintu beta mau masuke Siolah nona nona nona betalah dimukae Ada anjing gonggong betae Ada hujan basah basahe…siolah nona beta mau masuke he he he……. Wayang dialog : Arjuna keluarlah sebentar Ada tamu ingin menemuimu Arjuna : siapa dia ? Srikandi : benarkah ini rumah Arjuna ? Wayang wayang : benar tak salah lagi. Tunggulah sebentar : cepatlah keluar Arjuna, ada tamu Arjuna : Siapa dia ? Wayang wayang : tidak tahu, tetapi tengoklah sebentar atau intip dari lubang kunci rumahmu Arjuna : katakan padanya Hari ini aku tak bisa menemuinya Sampaikan permintaan maafku, tetapi tolong sampaikan aku akan menemui di rumahnya. Catat alamat dan nomor teleponnya. Wayang wayang : tidak kecewa ? Arjuna : Sebenarnya kecewa, tetapi bagaimana lagi. Suatu saat pasti bisa bertemu. Wayang wayang : Baiklah Arjuna Srikandi ?! Srikandi : Bagaimana bisa ditemui hari ini ? Wayang wayang : Maafkan Srikandi Hari ini Arjuna tak bisa kau temui Srikandi : Kenapa ? Wayang wayang : Ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan, tetapi akan menemuimu sendiri di rumahmu. Sekarang tolong alamat rumah dan nomor teleponmu Srikandi : Benar tidak bohong ? Wayang wayang : Tidak, ia sendiri sebenarnya ingin juga bertemu denganmu. Srikandi : Tetapi apakah rumahnya memang disini ?

74 Wayang wayang : Tidak. Tak seorangpun yang tahu alamatnya. Sesekali datang kemari. Tetapi yang penting ia mau datang kerumahmu asal tahu alamat rumahmu Srikandi. Srikandi : 0311234567. HP ku masih dipinjam yang punya. Wayang wayang : Sekarang mau kemana Srikandi ?

Srikandi Dalang

: Tetap mencari Arjuna sampai ketemu : Begitulah penonton tekad Srikandi. Mencari Arjuna sampai ketemu. Tidak ada pilihan lain kita harus berjalan terus kata sang penyair. Bayangkan, siang malam Srikandi mencarinya. Sekarang lihatlah perjalanan Srikandi.

SRIKANDI KELUAR DARI KELOMPOK ITU DAN BERJALAN LAGI DENGAN RASA KECEWA. DIALOG DENGAN PENONTON. Srikandi : Penonton tolonglah saya. Dimana rumah Arjuna sebenarnya Aku ingin sekali ketemu dengannya untuk belajar sejarah. Biarlah orang lain mentertawakan aku belajar kok sejarah. Sejarah negeri ini perlu dipelajari dengan benar. Penting belajar sejarah itu. Apa tuan ? Rembulan ? Masa rembulan tahu rumah Arjuna. Nggak apa apa, siapa tahu rembulan memang tahu rumah Arjuna.

SRIKANDI DIALOG DENGAN REMBULAN. Rembulan, selamat malam. Apa kabar ? Kalau aku sealalu dalam keadaan sehat. Oh ya rembulan, tahukah kau dimana rumah Arjuna. Tolonglah beritahu aku dimana rumah Arjuna Jangan bohong lho rembulan. Aku perlu sekali dengannya. Aku ingin belajar sejarah negeri ini. Katanya dia adalah yang paling tahu tentang sejarah negeri ini. Apa rembulan ? Lho yok apa se rek rembulan ini. Pelajaran sejarah itu penting juga, terutama sejarah negerinya sendiri. Tolonglah rembulan dimana rumah Arjuna itu Wayang wayang : Sudahlah Srikandi sudah Sekarang pulanglah segera Srikandi : Tidak, aku tidak mau pulang kalau belum bertemu Arjuna. Wayang wayang : Hari sudah larut malam Besok kita cari lagi. Atau……

Apa ? Ya. Siapa tahu mengerti. SRIKANDI DIALOG : Ayolah semut semut jawablah .. Habis malam hari dan rembulan tidak bersinar seperti tadi lagi. Benar rumput. Apa rumput ? Tanya pada semut semut ? Tadi rembulan menyuruhku bertanya pada rumput sekarang kau suruh aku bertanya pada semut. Masak kata guruku berbeda dengan kata bapakku tentang sejarah negeri ini. Srikandi : ya. kalau sejarah untuk dihafalkan memang mudah. Oh ya. Coba aku. Sejarah harus dipelajari rumput rumput. Terima kasih rumput rumput.. Tolonglah barangkali kalian tahu dimana rumah sang Arjuna. Arjuna yang pinter ilmu sejarah itu.ah biarlah aku mencoba untuk bertanya pada semut. Aku ingin ketemu dia untuk belajar sejarah khususnya sejarah negeri ini. Perlu bantuan ? Srikandi : Boleh kalau nggak keberatan WAYANG WAYANG BERNYANYI : Semut semut kecil Saya mau tanya Apakah engkau di dalam sana Tahu rumah Arjuna Srikandi : Ssst jangan ramai ramai nanti mereka marah. aku tidak sengaja. Benar rumput rumput aku pengin sekali bertemu dengan Arjuna untuk belajar sejarah. Wayang wayang : Bagaimana Srikandi jadi bertanya pada semut. Nanti semut….75 Srikandi : Atau apa. Wayang wayang : benar Srikandi. Rumput rumput boleh kan aku bertanya Eh rumput bangunlah sebentar dari tidurmu. Tetapi sejarah kan tidak untuk dihafalkan saja. Wayang wayang : Cobalah tanya pada semut semut Siapa tahu ia mengerti rumah Arjuna Tanyalah pada semut atau rumput rumput Cobalah kita bertanya pada rumput yang bergoyang. SRIKANDI LANGSUNG JONGKOK SEAKAN BERBICARA DENGAN RUMPUT RUMPUT Srikandi : Rumput rumput selamat malam Maaf ya kalau ada di antara kalian yang terinjak kakiku. Aku ingin mengganggumu sebentar rumput rumput. SRIKANDI NYANYI : Semut semut kecil saya mau tanya Apakah engkau didalam sana Tahu rumah Arjuna….

Wayang wayang : Siapa Srikandi ? Arjuna ya. BIODATA PENULIS Naskah SRIKANDI EDIAN Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) Alamat penulis : Sang Aru : Hardjono Wiryosoetrisno : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto . Siapa ? Ah nggak akan aku cari sendiri saja rumah Arjuna. Tolonglah semut. SRIKANDI LANGSUNG MENGANGKATNYA.76 Apakah engkau tahu rumah Arjuna. Tadi kata rumput rumput engkau tahu. : Siapa Srikandi ? : Ssst… Ya hallo. Hanya Arjuna saja yang bisa menjadi tempat aku belajar sejarah negeri ini. Masa depan negeri ini jangan sampai keliru gara gara tak pernah mempelajari sejarah. aku perlu sekali dengan Arjuna itu.benar.. awas lho hati hati. Benar. Jangan takut nanti kuberi hadiah gula kalau kau mau memberi tahu di mana rumah Arjuna. Masak nggak tahu. Ya ya. Terima kasih semut semut. Nah. Benar ? Nggak tahu. : Baru beli…. ini aku sendiri Arjuna ? Ah benar…. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi : Lho tadi katanya nggak punya. Selamat malam Daaag semut TIBA TIBA TERDENGAR SUARA HANDPHONE. Jangan bohong lho ya.

kurus ceking dan lelah. Pasien : remaja putri umur 17 tahun. ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain. Aku cinta kamu. cerdas. Nimok 2. cantik dan lincah. Synopsis : Awalnya. 1. . Nimok menolong Momon yang menjadi korban pengguna narkoba hanya karena keduanya adalah sahabat. Momon berhasil lepas dari persoalan itu tetapi mencintai Nimok dan Nimok menolaknya.77 Nimok. Anu 4. Dibantu pemain musik kalau perlu musik alternatif. Karya : I n u l. Momon 3. : tokoh pengguna narkoba putra umur sekitar 17 tahun.suara imaginer kedua tokoh berjumlah bebas. : remaja putra umur sekitar 17 tahun egois dan manja : suara .

tetapi tetap tidak ingin menerima cinta Momon. TAMPAK DIPOJOK PANGGUNG SEBUAH KURUNGAN DILILIT KAIN PANJANG DAN DI ATASNYA ADA SEBUAH KEMARON KECIL BERISI BUBUKAN KANJI ( SAGU ) ATAU TEPUNG. Mengapa Nimok kembali datang ? ========= ADEGAN I. SUARA SUARA SENDIRI . SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. SESEKALI NAIK SESEKALI TURUN. Momon makin parah terjerumus dalam persoalan itu kembali. KEMUDIAN MUNCUL NIMOK DAN MOMON SAMBIL MEMBAWA DUA BUAH KURSI SEBAGAI HAND PROPERTY MEREKA DIIRINGI PEMAIN PEMBANTU ATAU SUARA SUARA YANG AKHIRNYA MEMBUAT KOMPOSISI. DENGAN IRAMA YANG TETAP MULUTPUN IKUT BERMUSIK. MUSIK BERBUNYI TERUS. PANGGUNG GELAP. LAMPU MENYALA. Nimok kembali datang.78 Akibatnya. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… MAKIN RAMAI. PEMAIN MUSIK TELAH SIAP DITEMPATNYA.

SUARA MAKIN KERAS BEGITU JUGA MUSIKNYA. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… Nimok dan Momon : suara suara berhentilah Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : suara suara berhentilah sebentar Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Suara apakah kalian ini ? Suara suara : Kami adalah suaramu sendiri Yang terus hidup sepanjang hari . KURSI KEMBALI SEBAGAI PROPERTY MEREKA. MUSIK MENGIRINGI GERAK MEREKA. SETELAH ITU KEDUANYA DUDUK DI KURSI MEREKA MASING MASING.79 BEGITU JUGA DENGAN NIMOK DAN MOMON. KEDUANYA MEMAINKANNYA DENGAN GERAK GERAK INDAH BUKAN GERAKAN TARI. DENGAN KOMPOSISI SEIMBANG.

Suara-suara : Sendirian ? Nimok dan Momon : Nggak.80 Kenapa Nimok ? Kenapa Momon ? Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Berhentilah suara suara Berhentilah sebentar. kami ingin bicara sendiri. MUSIK DAN SUARA MAKIN LAMA MAKIN LENYAP. kami berdua Suara suara : tanpa kami ? Nimok dan Momon : Ya Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab KEMUDIAN SUARA SUARA ITU MEMBUAT KOMPOSISI BEGITU JUGA NIMOK DAN MOMON. Nimok : Kenapa diam ? .

81 MOMON DIAM TAK MENJAWAB.. Nimok : kenapa diam ? Momon : nggak tahu Nimok : nggak tahu ? Momon : ya nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : karena nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : ya karena nggak tahu Nimok : oh…. .

Momon : Kenapa diam? Nimok : Apa? Momon : Kenapa diam? Nimok : Karena ingin diam Momon : Kenapa ingin diam? Nimok : Karena ya memang ingin diam Momon : Tidak ingin bicara Nimok : Ingin Momon : Kapan Nimok : Kapan kapan . SEMENTARA SUARA SUARA BERMAIN SALING BERDIALOG DALAM HATI.82 KEDUANYA DIAM LAGI DENGAN MOTIVASI BERBEDA. HANYA GERAK GERAKNYA SAJA YANG MEMAINKAN DILOG MEREKA. DAN SEGERA DIAM KETIKA MOMON MULAI DIALOG.

Nimok : Diamlah suara-suara Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Momon : Kau siapa ? Nimok : Aku ? Nimok ! .83 Suara-suara : Kapan Nimok? Nimok : Kapan-kapan Suara-suara : Wuah nggak boleh begitu Nimok Itu namanya mangkelan Nggak boleh Nimok mangkelan Jangan pendam dendammu sampai matahari tenggelam Nimok.

84 Momon : Nimok temanku ? Nimok : Bukan saja temanmu Tetapi sahabatmu Momon : sahabatku ? Nimok : Ya sahabatmu Suara-suara : Ya benar Momon Nimok sahabatmu datang lagi Nimok sahabatmu balik lagi Momon : Kenapa kau datang lagi ? Aku sudah tak ingin ketemu lagi Kenapa kau masih datang lagi Kenapa ? Nimok : Karena aku sahabatmu Momon Karena sahabatmu itulah aku mengharuskan datang kembali ke tempatmu. . KEDUANYA DIAM BERPIKIR.

aku harus datang kembali. Momon : Kenapa masih ingin datang kembali ? Nimok : Aku ingin menjadi sahabatmu seperti waktu dulu. Tidak ingin menjadi seseorang yang kamu cintai. Momon : Kenapa ? Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak Suara-suara : Tidak atau belum .85 Nimok : Karena aku sahabatmu.

86 Nimok : Tidak. Pergilah Nimok itu lebih baik. Momon : Sebenarnya aku lebih senang kalau kau tidak mau datang lagi Nimok. Nimok : Tidak usah khawatir. Tetapi untuk sekarang. Sekarang. aku masih ingin datang lagi untukmu Momon : Kenapa Nimok ? . Kenapa ? Kau campakkan lagi aku dari sebuah tempat yang lebih tinggi setelah kau angkat dari tempat terbawah. Itu membuatku lebih sakit. sekali tidak ya tidak Suara-suara : Belum atau belum Nimok : Sssttt…. Tanpa kau suruh aku akan pergi. LANGSUNG SUARA SUARA DIAM. Suatu saat aku pasti pergi. setelah aku sakit kau datang lagi untuk mengangkatku dan pasti akan menjatuhkan dari tempat yang lebih tinggi lagi.

Aku ingin Momon kembali Momon yang dulu. Hanya ini ! MOMON BERPIKIR KERAS KEDUANYA DIAM. Nimok : Kau mencintai aku Momon ? MOMON RAGU RAGU MENJAWABNYA. cukup Nimok : Belum ! Belum cukup Momon. Nimok : Tinggalkan semua ini. Sebagai seorang sahabat. aku wajib mengajakmu pergi dari sebuah tempat yang tak layak kau tempati. Apa yang kau dapatkan dari tempat ini ? Sia-sia Momon. Karena aku sahabatmu. aku ingin datang lagi untuk mengajakmu pergi meninggalkan tempat yang tak patut kau singgahi. . dan… Momon : Cukup Nimok. INNER MERENUNG UNTUK BERPIKIR. Mengerti maksudku Momon ? MOMON DIAM.87 Nimok : Aku sahabatmu. semasa masih menjadi sahabatku.

.88 Nimok : Jawablah dengan jujur Momon Kau mencintai aku ? Suara-suara : Jawablah Momon Jawablah dengan jujur Kenapa diam momon ? malu ya ? Jatuh cinta kok malu Malu kok jatuh cinta Jangan jatuh cinta kalau masih punya malu Nimok : Diamlah suara suara Benar Momon kau mencintai aku ? Momon : Ya. Nimok : Tidak tepat kalau kau mencintai aku Momon : Kenapa ? Nimok : Karena kau sendiri belum mencintai dirimu sendiri. Aku cinta kamu.

89 Momon : Aku mencintai diriku sendiri Nimok Nimok : Tidak Momon : Benar Nimok. Nimok : Bohong kalau kau mencintai dirimu sendiri Momon : Aku mencintai diriku Nimok Nimok : Mengapa kau sakiti dirimu sendiri kalau kau sudah mencintai dirimu sendiri Kenapa kau siksa dirimu sendiri kalau kau sudah bisa mencintai dirimu sendiri. Suara-suara : Mencintai tidak menyakiti Momon Mencintai tidak menyiksa Momon Ya kan ? Nimok : Cintailah dirimu sendiri. Bohong. aku tidak percaya. . sebelum ingin orang lain mencintaimu Sayangilah dirimu sendiri sebelum ingin orang lain menyayangimu MOMON BERPIKIR KERAS. aku mencintai diriku. MERENUNG.

. Tidak ada pilihan lain kecuali harus segera meninggalkan tempat ini. TEMBANG ITU MENGINGATKAN IBUNYA YANG TELAH ALMARHUM. Yakinlah suatu saat orang orang yang mencintai pasti datang. Ayo bangun dari mimpi mimpimu yang indah tetapi hanya kebusukan dan kesakitan yang kau dapatkan. Ya kan ? percayalah ! LAMAT-LAMAT TERDENGAR SEBUAH TEMBANG.90 Nimok : Apakah salah kalau sebagai seorang sahabat aku ingin datang lagi untukmu ? Jangan usir aku Momon Suatu saat pasti aku pergi. Rungokna kandaku ya ngger Isih cilik tak kudang kudang Dadia pengarepanku Ing tembe kena tak sawang…. Momon : Diam ! . kalau kau benar benar mencintai dirimu sendiri. Sementara ini aku masih ingin melihatmu sebagai sahabatku kembali seperti dulu lagi.

91 Diamlah suara-suara Aku tak ingin mendengar suara itu Ayo diamlah suara Suara-suara : Kenapa Momon ? Momon : Tak seorangpun yang mencintaiku Tak seorangpun yang menyayangiku Semua pergi Semua menjauhiku Nimok : Diamlah Momon Aku ingin menemanimu Momon : Kemudian meninggalkan lagi Sebenarnya aku tak ingin lahir kalau akhirnya harus begini Siapa yang menyuruhku lahir ini sebenarnya Nimok : Jangan kau salahkan kelahiran Momon Dan mengapa tidak mencoba menyalahkan diri sendiri ? Siapapun tak berhak menolak atau memilih kelahirannya .

Memalukan menyayanginya sendiri tak mampu. menyuruh orang lain menyayangi. TIBA-TIBA PANDANGAN MOMON NYALANG DAN DENGAN BERINGAS TIBA-TIBA IA BERDIRI. Bagaimana Momon ? TERDENGAR LAMAT-LAMAT SUARA-SUARA ITU MENEMBANG LAGI. Bukan orang lain. PANDANGANNYA MAKIN LIAR MELIHAT KE . Ya kan ? Kita sendirilah yang memiliki hidup kita karena kita sendiri yang berhak menentukan diri kita sendiri. Belum terlambat Momon Hidup ini milikmu sendiri bukan milikku atau milik orang lain. Ayolah Momon Lihatlah sebelah sana Langit dan matahari masih cemerlang Jangan menuntut orang lain mencintaimu Kalau kau sendiri belum menuntut dirimu sendiri untuk lebih mencintai diri sendiri Ayolah Momon Sekali lagi hanya kita sendirilah yang harus mempertanggung jawabkan hidup ini pada sang pembuat hidup ini.92 Kita hanya berhak menolak jalan hidup kita sendiri. Nimok : Dengar Momon suara ibumu Dengar Momon doa ibumu MENDENGAR SUARA ITU.

.93 BEBERAPA ARAH KEMUDIAN BERJALAN DENGAN LANGKAH GAGAH DAN CEPAT MENGELILINGI PANGGUNG. SESEKALI BERHENTI MEMANDANG SEBUAH ARAH DENGAN LIAR. Suara-suara : Momon pulanglah Ibumu sudah menunggu… TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA LEBIH CEPAT. Suara-suara : Momon kemana ? Ajaklah Nimok serta. Suara-suara : Momon… mau kemana ? TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA. KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEAKAN INGIN CEPAT SAMPAI DI SEBUAH TEMPAT DAN LANGSUNG MELAKUKAN SESUATU. jangan dibiarkan di sini sendiri Momon : Tidak Aku akan belajar lebih mencintai diriku. SEMENTARA NIMOK HANYA MELIHAT DENGAN KEMAMPUAN INNER ACTIONNYA.

Suara-suara : Momon kemana ? Ini Nimok. LANGSUNG DIAMBILLAH “KEMARON KECIL” DIPEGANG LANGSUNG DIBANTING BERANTAKAN. TAMPAK SEORANG REMAJA SEDANG MENIKMATI ROKOKNYA ( GANJA ) DALAM KURUNGAN DENGAN PANDANGAN KUYU. DENGAN LANGKAH GAGAH MOMON MENDEKATI PASIEN DEKAT DEKAT DAN LANGSUNG DIPELUKNYA ERAT ERAT SETELAH ITU LANGSUNG DIGENDONG ( DIPANGGUL ) BERKELILING LAGI. DIPANGGUL LAGI SANG PASIEN UNTUK KELILING PANGGUNG LAGI. SEMENTARA SERBUKNYA BETERBANGAN MEMENUHI PANGGUNG.94 PANDANGAN MOMON MAKIN NYALANG SAAT MELIHAT SESUATU YANG ADA DI POJOK PANGGUNG. MOMON MUNDUR SELANGKAH DEMI SELANGKAH DAN TERUS MELIHAT PASIEN DENGAN MOTIVASI TERKEJUT SEKALIGUS PENYESALAN. MUNDURLAH MOMON BEBERAPA LANGKAH MELIHAT DENGAN LIAR LANGSUNG KAIN PANJANG YANG MELILIT KURUNGAN DITARIK PAKSA DAN KURUNGAN ITUPUN DIBUKA DAN DILEMPARKAN SEKALIGUS. LANGKAHNYA CEPAT SETENGAH BERLARI. jangan ditinggalkan sendiri Momon : Aku ingin mencintai diriku sendiri sebelum mencintai orang lain. NIMOK PELANPELAN TAPI PASTI MENDEKATINYA MUSIKPUN MULAI BERBUNYI DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK . DIAM SEBENTAR ADA KEBENCIAN.

MUSIK BERBUNYI TERUS PELAN PELAN KEMUDIAN SESEKALI KERAS. SUARA-SUARA BERGERAK MEMBUAT KOMPOSISI. IRAMA BERGANTIAN.95 Suara-suara : Momon. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. MUSIK BERBUNYI TERUS. SUARA-SUARA IKUT BERSUARA DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK MUSIK TERUS BERLANJUT. LAMPU MAKIN LAMA MAKIN REDUP KEMUDIAN PADAM. . Nimok masuklah Angin malam berhembus kencang PELAN PELAN KETIGA PEMAIN ITU MASUK. Suara-suara : Hidup ini milik kita sendiri Bukan milik orang lain Bukan milik anak anak kita dan Bukan juga milik orang tua kita. SESEKALI CEPAT SESEKALI LAMBAT.

96 SELESAI BIODATA PENULIS Naskah NIMOK. AKU CINTA KAMU Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) : Inul : Hardjono Wiryo Soetrisno .

97 Alamat penulis : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto NASKAH DRAMA REMAJA HITAM PUTIH Untuk diikutsertakan dalam “Lomba Penulisan Naskah Teater Seksi Penyajian Taman Budaya Jawa Timur 2004” Karya : ENANG ROKAJAT ASURA CILEGON 2004 .

AMARAL TERDUDUK LESU BEBERAPA SAAT. TARIK-MENARIK ANTARA RIO DAN NENEK AMARAL MEMBENTUK SEBUAH TARIAN.98 JUDUL : HITAM PUTIH TOKOH : AMARAL NENEK RIO DUA ORANG BODYGUARD PUTRI SEORANG LELAKI FIGURAN 1 BABAK SATU PANGGUNG ADALAH SEBUAH RUANGAN KOSONG. SEORANG REMAJA BELIA TERSERET DALAM TARIK-MENARIK ANTARA KEPENTINGAN YANG BERBEDA. RUANGAN FANTASI. DI SISI KIRI RIO DENGAN SELENDANG HITAM. DALAM . DAN DI SISI KANAN NENEK DENGAN SELENDANG PUTIH. SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU TERUS MENJERAT AMARAL DALAM GERAKAN-GERAKAN YANG MAKIN LAMA KIAN RANCAK. SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU PUTUS. AMARAL. AKHIRNYA PADA SAAT AMARAL MENCAPAI PUNCAK KEKESALAN DAN GELISAH.

AMARAL TIDAK BISA MENGUASAI BAHKAN TAK MAMPU MENGENDALIKAN. AMARAL BANGKIT KEMUDIAN MENGIKUTI GERAK DETAK JANTUNG ITU. DETAK JANTUNG TERDENGAR MEMBURU. AMARAL LALU TERENGAH-ENGAH MENCARI SESUATU. GERAK AMARAL BANGKIT MEMBENTUK SEBUAH SILHOUTTE.99 TEMARAM LAMPU. DINGIN. Cu ? Tidak…jangan bingung ! . AMARAL Hitam….putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. DI KIRI DAN KANAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM JUGA MENGGAPAI-GAPAI. DETAK JANTUNG ITU TERUS MEMBURU DAN MEMBURU. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! AMARAL Hitamku di sana ? hitamku di nadimu ? NENEK Itu bukan hitam.dimana putihmu… Putih…. MAKIN LAMA TERDENGAR MAKIN KERAS DAN MEMBURU. PADA DETAK JANTUNGNYA SENDIRI.

Nek !! Jangan memandang dengan mata nenek… Aku masih awas… Pasti lebih awas ! Mata nenek sudah rabun… Mana bisa mewakili keinginanku !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN PANGGUNG. AMARAL SEPERTI BINGUNG SENDIRI. MENATAP SATU PER SATU. AMARAL Aku tak melihat putih di sana… Hoi…adakah putihku di sana ? . pikirkanlah liang lahat ! NENEK Tengik juga kau anak muda ! Jangan dengar itu. NENEK GELENG-GELENG KEPALA TAK PERCAYA DENGAN UCAPAN CUCUNYA TADI. PADA PENONTON. MENCARI SESUATU.100 Pandanglah abu-abu itu dengan ini … ( MENEPUK DADA DAN BATUK ) RIO ( TERKEKEH ) mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih. Cu ! Jangan kau dengar… kau akan menemukan putihmu… putihmu yang kaucari…bukan putih dia… bukan putih orang lain !!! AMARAL Biarlah aku pandang sendiri. Nek ! Tak perlu memikirkan hitam dan putih. mengatur nafas saja tidak becus ! kau batuk-batuk terus.

NAMUN NENEK TIBA-TIBA DATANG TERGOPOH. BERHASIL. BEBERAPA DIBELITKANNYA KALI DIULANG LAGI SELENDANG ITU BEBERAPA KALI. TAPI AMARAL BISA MELEPASNYA LAGI. ( MENEPUK DADA DAN BATUK-BATUK KEMBALI ) ah…kenapa penyakit ini selalu saja manja… dasar penyakit jaman sekarang… manja…tak bisa mandiri… AMARAL ( PADA NENEK ) Artinya nenek sudah tua… NENEK Bagus…bagus itu. SESEKALI BERHASIL. kau akan pula mengaku nenekmu bisa membedakan mana hitam mana putih… RIO Dalam kacamata tuamu. SEHINGGA TERLIHAT . DENGAN SELENDANG PUTIHNYA. IA BERJALAN KE ARAH RIO. mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih lihat…ini hitammu di sini… hitammu ada pada hitamku. NENEK MEMBELIT AMARAL. Cu ! Kalau kau sudah mengaku aku tua. Cu ! tapi di sini ….101 Hoi…hanya ada hitamkah di sana ? NENEK ( BATUK-BATUK ) hitam dan putih tidak dimana-mana. TAPI AMARAL ADEGAN BISA INI LEPAS. Amaral ! AMARAL MULAI TERLIHAT GAMANG.

NENEK TAK PEDULI DAN TETAP BICARA PADA PENONTON. SEPERTI TENTARA SEDANG LATIHAN TIARAP. BERDIRI DAN ROBOH KEMBALI. LALU TERDUDUK TAK MAMPU MENAHAN GEJOLAK RASA DAN BERAT TUBUHNYA. NENEK TERUS MENDEKATI PINGGIR PANGGUNG. BAYANGAN HITAM ITU KEMUDIAN MENDEKATI NENEK DAN AMARAL. Pancarkan putihmu pada cucuku ! Jangan…jangan biarkan hitam itu. MAKIN SEMANGAT BAHKAN SEPERTI YANG KERASUKAN SEHINGGA NADA YANG DIHASILKANNYA PUN LEBIH BERUPA TEROR. NENEK Tuhan. BERDIRI. DARI SUDUT PANGGUNG BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM SEHINGGA HANYA TAMPAK SEBAGAI BAYANGAN. LAMAT-LAMAT MENGALUN LAGU SENDU. NENEK AKHIRNYA MENDORONG TUBUHNYA KE ARAH PENONTON. jangan biarkan hitam membawa cucuku ! Kuatlah putihmu di sini…. MENGANGKATNYA TINGGI DAN MEMBOPONGNYA MENJAUH DARI NENEK.102 BAGAIMANA TARIK-MENARIK KEINGINAN ANTARA AMARAL DAN NENEK. SEMENTARA RIO TERUS BERMAIN PIANO. IA MULAI KONSENTRASI DAN BERMAIN PIANO. PADA SATU SAAT SECARA SEREMPAK BAYANGAN ITU MEMEGANG AMARAL. TEROR NADA. PIANO FANTASI. DUDUK. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !!! Mana putihku ? . KEMUDIAN LELAKI JANGKUNG INI DUDUK DI KURSI. RIO TERDENGAR TERKEKEH. NENEK TERLIHAT BERDIRI GOYAH. Tuhan ! Jangan biarkan membawa cucuku… NENEK MEMAKSA BERDIRI TAPI KEMBALI TERDUDUK.

TIARAP LAGI.103 DARI ARAH PENONTON Tak ada putih di sini… NENEK Ah. TAPI DIA BALIK LAGI. NENEK Adakah putihku di sana ? ( SEPERTI AKAN MENANGIS ) Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. . HENING. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. ternyata kalian masih suka bohong… Aku pikir kebohongan hanya ada di pasar-pasar… Ditawar seribu…dia bilang belinya saja seribu dua ratus… padahal ia beli lima ratus…he he he… Aku sangka kebohongan hanya ada di terminal… bus penuh dikatakan kosong… tadinya aku hanya beranggapan… kebohongan hanya ada di senayan tapi ternyata…di sini juga … apa pasar pindah ke sini heh ? apa terminal juga ada di sini ? atau tempat ini sudah disulap jadi senayan tandingan ? NENEK TERGOPOH DAN MENJAUH DARI PENONTON. BERTANYA LAGI PADA ARAH PENONTON. SEPI.

NENEK BENGONG DAN KECEWA. DIBELITNYA KE LEHER.104 NENEK ( BENAR-BENAR MENANGIS DAN BICARA SENDU ) Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !! Mana putihku ? NENEK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. MENGHENTAK DAN MENJAUH. NENEK Cucuku masih ada… Dia masih sayang… AMARAL TERSENTAK. AMARAL DATANG DARI ARAH LAIN. SELENDANG AKAN DIBELITKANNYA . KAGET. AMARAL Nenek jangan bunuh diri… Nenek masih diperlukan di sini… NENEK MEMAINKAN SELENDANG DAN SEPERTI AKAN BENARBENAR DIBELITKAN KE LEHERNYA SENDIRI. LALU IA MEMEGANG NENEK. MELIUK. Nek ! Jangan buang kesempatan hidupmu… Hidup itu mahal !! AMARAL MEMBAWA NENEK MENJAUH DARI ARAH PENONTON. MEMELUKNYA. AMARAL Jangan. RIO TERTEGUN SEJENAK. TAPI JARI-JEMARINYA TETAP SEPERTI SEDANG MEMAINKAN PIANO. NENEK MENATAP KE ARAH PENONTON SAMBIL TERSENYUM PENUH KEMENANGAN.

MELIUK. PADA SATU KESEMPATAN NENEK BENAR-BENAR MENJERAT LEHERNYA. BATUK ITU TERUS TERDENGAR SEIRING DENGAN SUARA PIANO YANG SEOLAH SEDANG DIMAINKAN RIO. SEIRING TERDENGAR SUARA LEDAKAN. NENEK BATUK-BATUK. NENEK DAN AMARAL BERKUMPUL DI TENGAH PANGGUNG. MEREKA TAMPAK PANIK. itu tadi kentut ! Bahkan ada kentut yang bisa lebih keras dari itu… AMARAL Ngaco ! Nenek jangan ngaco ! Ayo keluar…itu tadi bom… atau paling tidak granat tangan… . TAPI KETIKA AKAN DITARIK. RIO. RIO TETAP MEMAINKAN PIANO DENGAN SEMANGAT. RIO Bom !! AMARAL Bom … bom !! NENEK Bukan bom…itu tadi kentut ! RIO Kentut ? begitu kerasnya kentut ? NENEK Ya.105 KE LEHER TAPI AMARAL TETAP MENJAUH.

mungkin aku yang kentut… Kentutku bisa sekeras bom. aku masih bebas keluar masuk Amerika ! kalau aku kentut sekeras bom. pasti kentutku tetap santun… Buktinya kentutku tak salah sasaran kan ? . buat ngebom laki-laki brengsek yang akan mengganggu kamu !! Tapi…. pasti dicekal masuk Amerika… NENEK Kalau begitu.karena aku perempuan. kau yang kentut.106 NENEK Kentut ! RIO Siapa yang kentut ? NENEK Kamu ! kau yang kentut ! Kentut orang macam kau itu pasti sekeras bom ! RIO Aku kentut ? kentutku keras ? Mana mungkin. Nek. Cu ! AMARAL ( TERSIPU ) Nenek…mana mungkin aku kentut di depan umum… lagi pula kentut perempuan itu tidak keras… Mana mungkin bisa sekeras bom… NENEK Ya. sudah ! Kalau begitu.

DIELUS. DIAJAKNYA BERMAIN. PERHATIAN AMARAL TERSEDOT LALU MULAI IKUT HANYUT PADA PERMAINAN PIANO RIO. MENGHENTAK. IA SEPERTI SEDANG MENYANYI DI HADAPAN BANYAK PENONTON. RIO MENATAP TAJAM LALU DENGAN TAK ACUH MENINGGALKAN AMARAL YANG PADAHAL SEDANG MERONTA MEMINTA TOLONG. IA KONSENTRASI DAN KEMBALI SEOLAH SEDANG BERMAIN PIANO. AMARAL MULAI BERNYANYI KENDATI SEPERTI SEDANG TERCEKIK. NENEK SENDIRI DUDUK DI POJOK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. DUDUK DI KURSI.107 Tidak salah tembak… Kentutku tepat nembak Riomu itu ! RIO MENJAUH. AMARAL SEDANG MENARI DENGAN RIO. TARIAN AMARAL DAN RIO DEMIKIAN MEMUKAU. AMARAL menghitung hari… detik demi detik… PADA ADEGAN BERIKUTNYA AMARAL SEPERTI TELAH MENJADI SEORANG PENYANYI. SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA. NENEK MASIH JUGA BERMAIN DENGAN SELENDANG. SELENDANG ITU IA PANDANG SEBAGAI SEORANG ANAK KECIL. AWALNYA PERMAINAN PIANO RIO SYAHDU. IA MENANGGALKAN PAKAIAN KESEHARIANNYA. PADA SATU SAAT TIBA-TIBA AMARAL TERKILIR DAN JATUH. RIO TERUS MENGIMBANGI AMARAL MENYANYI. TAPI MAKIN LAMA TERASA SEMAKIN BERSEMANGAT. PADAHAL TAK JAUH DARINYA. RIO LALU DUDUK DI TEMPATNYA SEMULA DAN DENGAN EMOSIONAL MEMAINKAN PIANO . PADA BEBERAPA GERAKAN TARIAN ITU TAMPAK EROTIS SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN BAGAIMANA PERTEMANAN ANTARA AMARAL DAN RIO TELAH BERUBAH MENJADI HUBUNGAN CINTA KASIH.

108 SEHINGGA MENGELUARKAN SUARA BERISIK. NENEK TERSENTAK. MENATAP PADA AMARAL SILIH BERGANTI DENGAN MENATAP RIO. NENEK Ah…kau ini ! Dia itu lelaki tak bertanggung jawab… AMARAL Tapi Rio telah memberi jalan…. Jalan menuju sukses, Nek ! NENEK Yang memberi jalan itu, Allah ! Jangan kau salah sangka… Kita itu kecil…kerdil… Mana mungkin bisa memberi jalan untuk orang lain, jalan buat sendiri saja tidak bisa… AMARAL Sudahlah, Nek ! Simpan omongan nenek itu di lemari besi… Aku tak mau mendengarnya lagi… NENEK ( TERSENTAK HINGGA SELENDANG JATUH ) Amaral ? AMARAL Sadar…aku sangat sadar ! NENEK Oh, Tuhan, sia-sialah upayaku ini… AMARAL Nenek tidak mengerti…

109 Dunia hiburan memberi jalan hidup… jalan yang tak pernah nenek temukan dulu… Pandanglah dunia dengan mata sekarang, Nek !! Bukan mata nenek yang dulu ! NENEK Mengkhayalah terus… Bermainlah dalam fantasimu !! Tapi kau sedang ada dalam genggamanku sekarang… AMARAL Mulai sekarang tidak, Nek ! Aku lepas…bebas… NENEK Bawalah pikiranmu… Tapi kau lupa, hatimu tetap di sini… NENEK MEMANDANG SELENDANG YANG JATUH. TAPI KETIKA IA BERGERAK UNTUK MENGAMBILNYA, DENGAN CEPAT RIO JUSTRU YANG MENGAMBIL SELENDANG PUTIH ITU. RIO BERLARI KE TENGAH PANGGUNG. MENYATUKAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM MILIKNYA. SELENDANG ITU TERUS DIPILIN SEHINGGA WARNANYA SALING SILANG, HITAM DAN PUTIH. NENEK BENAR-BENAR KECEWA BAHKAN MENANGIS TERSEDU. AMARAL BERDIRI MEMANDANG KE ARAH RIO. RIO TERSENYUM. MENGULURKAN SELENDANG ITU. AMARAL MENCOBA MENANGKAPNYA BERKALI-KALI TAPI TAK JUGA BISA MEMEGANGNYA. PANGGUNG GELAP. SUARA MENGHENTAK. DALAM GELAP PANGGUNG ITU TERDENGAR KEMBALI LEDAKAN. SEBUAH SUARA Siapa yang kentut ?

110 Ayo ngaku ! Siapa yang kentut ? Perempuan atau laki-laki ? MUSIK BERHENTI. LAMPU BERUBAH. SUASANA BERUBAH. PANGGUNG BERUBAH PADA ADEGAN BERIKUTNYA. ***

2
BABAK DUA
SEBUAH KURSI SIMBOL KESUKSESAN BERADA DI TENGAH PANGGUNG. BEBERAPA SAAT PANGGUNG ITU HANYA BERISI KURSI TERSEBUT. CAHAYA TERANG. PADA SATU SISI PANGGUNG ADALAH KAMAR NENEK LENGKAP DENGAN TERALIS. NENEK SESEKALI TAMPAK DARI JENDELA, MENATAP KELUAR KADANG MEMEGANG TERALIS MENATAP PADA JARAK JAUH.

111 DARI LANGIT TURUN HUJAN. BUKAN HUJAN AIR MELAINKAN LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO. LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO YANG SEOLAH TURUN DARI LANGIT ITU DIATUR SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA JATUH DI ATAS KURSI KESUKSESAN, PALING TIDAK DI SEKELILINGNYA. DARI ARAH LAIN BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM

MENYERET SEBUAH KOTAK KADO DALAM UKURAN SANGAT BESAR. DENGAN KESULITAN MEREKA TERUS MENDORONG KADO TERSEBUT HINGGA MENDEKATI KURSI. KADO RAKSASA ITU BERBEDA DENGAN KADO-KADO LAIN. SELAIN UKURANNYA BESAR JUGA WARNANYA HANYA HITAM DAN PUTIH. KADO RAKSASA ITU DEMIKIAN MENCOLOK. SETELAH MENEMPATKAN KADO RAKSASA ITU DI PINGGIR KURSI, ORANG-ORANG ITU MUNDUR DENGAN TERATUR. DARI SAMPING KIRI DAN KANAN PANGGUNG KEMUDIAN MUNCUL DUA ORANG BERBADAN TEGAP. KEDUANYA MENGENAKAN SAFARI WARNA GELAP. MEMAKAI KACAMATA HITAM. KEDUANYA KEMUDIAN BERDIRI KOKOH DI SAMPING KIRI DAN KANAN KURSI. DARI TAMPANG KEDUANYA ORANG AKAN LANGSUNG DIINGATKAN BAHWA KEDUANYA ADALAH BODYGUARD YANG SIAP MENJADI TAMENG KESELAMATAN TUANNYA. KEDUA LELAKI ITU TAK BANYAK BICARA. KEDUANYA HANYA MENGGUNAKAN ISYARAT SEPERTI ROBOT. SEIRING DENGAN MUSIK MENGHENTAK, KEDUA BODYGUARD TADI LANGSUNG TIARAP. KEDUANYA SIAP PASANG BADAN. DENGAN PAKAIAN GLAMOUR, AMARAL DATANG. SEPERTI HALNYA ARTIS TERKENAL IA YANG BANYAK SENYUM DIPUJA, SEOLAH AMARAL SEDANG MELENGGANG. MENGUMBAR

MENGHADAPI BANYAK PENGGEMARNYA.

DIBALIK TERALI NENEK MENATAP NANAR PADA CUCUNYA ITU. NENEK TERUS TERTEGUN.112 PADA SISI LAIN. AMARAL Makasih…makasih…sabar ya… semuanya pasti kebagian … sabar dong… ( PADA SESEORANG ) siapa namanya ? bagus…mana bukunya… oke…tanda tangan di sini ya… iya…iya… AMARAL TERUS MENGUMBAR SENYUM. NENEK ( TERIAK ) tak ada penggemarmu. AMARAL ( PADA SEORANG BODYGUARD ) Kalian atur jangan sampai berebut … Kalian dibayar untuk itu… Kulitku bisa lecet kalau berdesakan terus… BODYGUARD ITU TAK BICARA SELAIN SALING MENATAP DENGAN TEMANNYA. Cu ! tak ada penonton… tak ada penjaga pribadi… AMARAL ( KESAL ) Diam ! Apa sih maksud nenek ?! . SITUASI KONTRAS ITU TERUS BERTAHAN UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTU.

LALU AMARAL PASANG . SEDANG MENGITARI KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA. Nek ! Jaman sekarang sudah maju… Jauh lebih maju dari jaman yang nenek alami… Sekarang jaman globalisasi… Nenek pasti tidak tahu apa itu globalisasi ? NENEK He he he … salah kau. Cu ! Dari dulu juga namanya sa-si-sa-si itu sudah ada … AMARAL ( TERIAK ) Britney spears segera hadir… Lihat…kurang apa saya. MELENGGOK KUPING MENGITARI SEOLEH IA KURSI.113 NENEK Aku hanya ingin menyadarkanmu… Bukalah mata hatimu… Ini bukan panggung sandiwara untuk melambungkan angan-anganmu… ini rumah kita…rumah sederhana milik kita… AMARAL Lebih baik nenek diam. supaya saya tidak berbuat kasar… Paham ?! NENEK Tidak ! AMARAL Ah. Nek ! Lihat…lihat…penonton ! Saya cantik luar dalam … AMARAL BERLARI KE KEMUDIAN DEPAN. itulah.

PUTARAN. TAPI KETIKA MEMEGANG PINGGANG SALAH SEORANG BODYGUARD. IA MENCUIL MEMAMERKAN HIDUNG PAKAIANNYA. AMARAL KELIHATAN TERSENYUM. AMARAL TERLIHAT SEPERTI TERKEJUT. KEMUDIAN MENIUPNYA KE ARAH PENONTON. AMARAL Dengar…dengar !! Gemuruhnya sambutan dunia ? Rrrruarrrr…biasa… AMARAL BERDIRI ANGGUN. TERSENYUM GENIT. KEMBALI MEMANDANG KE ARAH NENEKNYA.114 MENDENGAR RIUHNYA TEPUK TANGAN. IA TAK MERASA APA-APA. SESEKALI IA MENEMPELKAN JEMARINYA KE BIBIR. NENEK ( SEDIH ) Kau terlalu jauh mimpi… Bangunlah. IA MELENGGOK SEPERTI SEDANG BERJALAN MENGITARI KETIKA DI ATAS SAAT CATWALK. MENEBAR SENYUM. hari sudah siang !! Lihatlah…ini rumah kita… AMARAL TIDAK PEDULI. SEORANG BODYGUARD KHAYALANNYA BEBERAPA SALAH SUATU BODYGUARD. Cu. . KEMBALI IA TERTEGUN. AMARAL Aneh…kenapa dicolek tidak kerasa ? Apa aku mencolek angin ? Mencolek bayangan ? AMARAL MULAI MEMERIKSA KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA ITU.

.nenek !! Bener-bener membuat saya kehilangan kesabaran… Nenek memang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa… Tapi jangan samakan saya dengan nenek… Ini dunia saya … dunia angan-angan NENEK Kau sebenarnya yang bikin aku kehilangan kesabaran Dengan cara begini kau akan disadarkan… DARI DALAM KAMAR ITU NENEK MELEMPAR BOTOL MINUMAN KE ARAH AMARAL. AMARAL TERLIHAT MARAH.115 AMARAL Hidup…ya…hidup… Ada kehidupan di sana… NENEK ( MEMEGANG TERALIS ) Ternyata kau memang masih waras… Yang kau pegang itu memang kehidupan… He he he … maksud nenek sumber kehidupan… Tapi yakinlah cucuku. PADA KEDUA BODYGUARDNYA IA MARAH. ia bukan apa-apa… Ia bukan siapa-siapa… Seperti juga kamu bukan apa-apa… dan bukan siapa-siapa !! AMARAL Aduh. BOTOL ITU TEPAT MENGENAI TUBUH AMARAL. AMARAL Kurang ajar !! Apa kalian sudah jadi robot beneran ? Apa kalau aku dilembar bom. kalian tetap diam ?! Kalian kupecat !! .

NENEK Mana ada syal artis besar bau apek… Kau memang terlalu jauh melamun. NENEK TERDENGAR BEBERAPA KALI BERSIN.116 AMARAL MEMBUKA SYAL YANG DIPAKAINYA. LALU SYAL ITU DIPAKAI MENUTUPI JENDELA KAMAR NENEK. Cu ! Sayang…orang tuamu tidak ada… AMARAL Jangan ungkit masalah itu. Nek ! Aku malas mendengar cerita itu… Padahal dady di Amerika !! Mom di Prancis !! Nenek malu anak dan menantu sukses di negeri orang ?! NENEK ( DARI TERALIS TERHALANG SYAL ) Aku malu karena punya cucu pelamun ! Buang jauh-jauh cerita busuk itu… Kedua orang tua meninggal karena kecelakaan ! Tak ada di Amerika…tidak di Prancis… AMARAL Dengar !! Dengar !! Kalian dengar !! Siapa sebenarnya yang melamun ? Aku atau nenekku ? Kalian dengar sendiri … Nenek bilang ayah ibuku meninggal… Nenek tak mengenal Prancis…tak mengenal Amerika… Nenek kecewa tak bisa masuk ke dunia anak-anaknya… AMARAL TERTAWA SEBENTAR KEMUDIAN TAMPAK SEDIH. PADA SAAT ITULAH SALAH SEORANG BODYGUARD MEMBUKA KACAMATA DAN RAMBUT . DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. BEGITU SYAL ITU DIBENTANG.

117 PALSUNYA. semakin besar kesempatan untuk jadi besar… AMARAL Aku tak paham… RIO Tak perlu semuanya mengerti… Semakin banyak mengerti. AMARAL TERTEGUN MELIHAT KEJADIAN ITU. IA JUGA MEMBUKA JAS SAFARINYA SEHINGGA TINGGAL KAOS OBLONG PUTIH. RIO Hebat…hebat… Kau benar-benar telah jadi bintang hebat… ( SINDIRAN ) Kau begitu gampang memecat orang… tapi tidak apa-apa. BODYGUARD ITU TERNYATA RIO. RIO TERSENYUM DAN TEPUK TANGAN. justru semakin membuat orang bego… Sederhana saja !! AMARAL Sederhana menghadapi hidup ? RIO Sederhana menanggapi hidup… . untuk maju harus tega !! Tega menjegal orang lain… AMARAL Apa maksud semua ini ?! Apa Rio ?! RIO Penyamaran itu penting… Semakin sempurna menyamar.

AMARAL MENDEKATI.118 Untuk maju kau perlu sandaran. KEDUANYA BERPELUKAN. SEDIH SEKALI KEDENGARANNYA. MEREKA TENGAH ASYIK DENGAN DUNIA SENDIRISENDIRI. TAPI BAIK AMARAL MAUPUN RIO. curilah kesempatan ketika mereka tidur !! Untuk maju perlu kepandaian. KEDUANYA TIDAK PEDULI. menyandarlah pada orang-orang !! Untuk maju perlu kesempatan. LALU MENARI MELEPASKAN GEJOLAK JIWA MASING-MASING. RIO MERENTANGKAN TANGAN. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. AMARAL Luar biasa… Mas telah memberi jalan !! RIO Aku tak segan jadi jembatan asal bisa menghubungkan kamu ke pantai harapan… AMARAL Sungguh ?! RIO Kau bisa rasakan sendiri selama ini ! AMARAL Mas Rio ! RIO Aku tidak brengsek seperti kata nenekmu… Aku tidak sialan seperti kata orang-orang itu… . pura-puralah seperti orang pandai !! AMARAL BELUM BEGITU KELIHATAN FAHAM.

SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. KEMEJA RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. SEPATU AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. MEREKA MASUK KE LORONG GELAP ITU. PINTU KAMAR JUGA TAK DITUTUP. BODYGUARD TERTEGUN SEJENAK TAPI AKHIRNYA DIAMBIL DAN DISIMPAN DI ATAS KURSI. . SEPATU RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. MEREKA MELENGGANG MASUK KE KAMAR SEBELAH KAMAR NENEK. AKHIRNYA IA MENGAMBILNYA DAN DISIMPAN DI KURSI. PAKAIAN AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. JENDELA TAK DITUTUP. SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. BODYGUARD HANYA GELENG-GELENG KEPALA. MEMBIARKAN NENEK DAN SEORANG BODYGUARD YANG SEJAK TADI BERDIRI DIANGGAP KAMBING CONGEK.119 Aku bukan bajingan seperti kata orang-orang suci… Aku tidak seperti yang tudingan wartawan-wartawan itu… AMARAL Jangan peduli dengan nenek… Jangan peduli dengan orang-orang itu… Kita tak ada urusan dengan mereka !! RIO Siapa yang kau perlukan ? AMARAL ( MALU-MALU ) mas Rio tentu … siapa yang mas Rio perlukan ? RIO Kamu … pasti ! KEDUANYA SALING MENATAP. BIRAHI MENYEMBURAT KE UBUNUBUN. DISIMPANNYA DI ATAS KURSI YANG TETAP KUKUH DI TENGAH PANGGUNG. TAPI SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA.

NENEK Tambah satu lagi orang gila sekarang… Kaukah telah melupakan takdir… BODYGUARD Aku perlu mencoba takdir orang lain… Takdir sebagai manajer artis di sisi kiriku… Takdir sebagai artis di sisi kananku… NENEK Dan takdirmu tak kebagian tempat… . IA JUGA MENANGGALKAN JAS SAFARI DAN DIGANTI SEBELAH PAKAIAN RIO DAN SEBELAH PAKAIAN AMARAL. NENEK KELUAR DARI KAMAR DAN TERTEGUN MELIHAT BODYGUARD. bukan untuk membuat orang lupa diri… Ingat itu !! BODYGUARD MENANGGALKAN SEPATU YANG KIRI DAN DIGANTI DENGAN SEPATU RIO. TAPI KETIKA BENAR-BENAR YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA SAAT ITU. IA JUGA MENANGGALKAN SEPATU YANG KANAN DAN DIGANTI DENGAN SEPATU AMARAL. KACAMATA TUANYA BERKALI-KALI DIPEGANG DAN DICOPOT SEPERTI TIDAK YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA. NENEK AKHIRNYA TERKEKEH.120 BODYGUARD Sepatu yang membuat lupa diri… Tak terasa menginjak orang kecil… Kemeja yang membuat dia silau… Semua telah ditanggalkan… Semua teronggok tak berarti di sini… Keduanya telah menjadi binatang tentu… Sama-sama menanggalkan pakaian… ( PADA ONGGOKAN PAKAIAN ) Kau dicipta untuk kebaikan.

Nek ! NENEK Berjalanlah ! BODYGUARD Aku tak bisa berjalan… Karena kaki kananku kaki perempuan… dan kaki kiriku kaki laki-laki… NENEK Artinya kau menolak takdir… BODYGUARD Bukan !! Bukan menolak takdir ! Tapi aku ingin kompromi dengan takdir.121 BODYGUARD Takdirku tetap di sini… Di dalam dada ini. Nek ! Antara perempuan dan laki-laki pasti bisa kompromi… Tapi kenyataannya aku benar-benar menyesal… Jangankan antara perempuan dan laki-laki… antara kaki kanan dan kaki kiri saja sulit kompromi… Hebat benar orang di atas awan sana !! NENEK Hah…kau telah berjalan ke atas awan ? BODYGUARD Aku sering berjalan ke sana !! NENEK Kau lihat orang-orang saling kompromi ? Kau lihat kaki kanan dan kiri kompromi ? Kau saksikan tangan kanan dan kiri kompromi ? .

Tak ada kepolisian… Tak ada pengadilan… Dan absen yang namanya parlemen… NENEK Aku tahu sekarang … Kalau mau tertib lalu lintas.. hilangkan pengadilan… Kalau mau jujur di parlemen….hilangkan… DARI KAMAR AMARAL TERDENGAR SUARA TEMPAT TIDUR AMBRUK. hilangkan lalu lintas !! Mau bersih. NENEK DAN BODYGUARD SALING PANDANG.122 Atau sama seperti di sini … Sulit menerima kompromi ketika tak jelas jatahnya !! BODYGUARD Aku melihat orang-orang di atas awan sana Semuanya bersahaja… Semuanya tertib tanggung jawab… Di jalan tak pelanggaran lalu lintas … Di kantor kepolisian tak ada jual beli kesalahan… Di pengadilan tak ada transaksi pasal dan delik aduan… Di parlemen tak ada adu jotos kekuasaan… NENEK Tentu damai di sana… Semuanya serba teratur…tertib… BODYGUARD Nenek tahu kenapa di atas awan seperti itu ? Karena tak ada yang punya cita-cita Tak ada lalu lintas. lenyapkan polisi !! Mau adil. .

123 NENEK Roboh ! BODYGUARD Dahsyat ! NENEK Amblas ! BODYGUARD Puas ! NENEK Bencana ! BODYGUARD Pesona ! NENEK ( MEMBENTAK ) Adzab !! BODYGUARD ( MENAHAN NAFAS ) huh… DARI DALAM KAMAR AMARAL MENJULURKAN TANGAN. RIO Pakaianku !! Sepatuku !! . AMARAL Pakaianku !! Sepatuku… DARI SEBELAH TANGAN RIO MENGGAPAI-GAPAI.

IA BARU SAJA BERUBAH PIKIRAN. NENEK MENJULURKAN TANGANNYA AKAN MENGAMBILNYA. NENEK MENGHALANGI. BODYGUARD Jangan sentuh itu !! Api !! Api ! Jauhilah api itu !! Terbakar nanti !! NENEK Ya…api…aku harus menjauhinya… *** . TAK ADA YANG BERANI MEMEGANGNYA. KETIKA BODYGUARD MENCOBA UNTUK MENGAMBILNYA. BODYGUARD YANG MENGHALANGI.124 PAKAIAN RIO DAN AMARAL MASIH TERONGGOK DI ATAS KURSI. NENEK Jangan kau sentuh itu… Itu api…tanganmu akan meletup… Jauhilah api itu… Kau akan terbakar nanti !! BODYGUARD Api !! Api !! Aku harus menjauhinya… NENEK MENDEKATI KURSI ITU.

Nek ! NENEK ( TAK ACUH ) Kau tahu caranya tapi tidak tahu menjalankannya !! Kau pinter tapi tidak cerdik… Kancil itu kecil tapi bisa memperdaya harimau… Kancil memang tidak pintar tapi cerdik… AMARAL Nenek… . AMARAL Aku tahu kesuksesan itu harus disongsong… dengan tenaga dan hati… Aku telah melakukan semuanya. SATU KAMAR AMARAL DAN SATU KAMAR NENEK. PANDANGAN AMARAL TERLIHAT KOSONG. SESEKALI IA MEMEGANG PERUTNYA. MEMEGANG PERUT. DI KIRI DAN KANAN TERDAPAT DUA KAMAR. AMARAL DUDUK DI KURSI PANJANG.125 3 BABAK TIGA SEBUAH RUANG TENGAH. AMARAL SAAT ITU SEDANG HAMIL. NENEK DUDUK DI KURSI GOYANG. WAJAHNYA TEGANG. MENATAP KE ARAH TAK PASTI.

AMARAL MENJULURKAN TANGANNYA YANG SEDANG MEMEGANG PISAU. KINI KEPALA YANG TERJULUR DARI PINTU KAMAR ITU. . MELIHAT KE SEKELILINGNYA. Nek ! Tak ada yang bisa menanggung aib !! NENEK Aib !! Ya…aib ! Tapi anak itu tetap akan tumbuh dan akhirnya lahir !! AMARAL ( BERDIRI. MERINGIS SEBENTAR ) Aku harus menghentikan agar anak ini tidak terus besar !! Aku yakin pilihanku sekarang benar !! AMARAL MASUK KE DALAM KAMAR.126 NENEK Kau tahu brengseknya lelaki itu… ( MELIRIK PADA AMARAL ) aku tidak tahu dunia. MELIHAT NENEK YANG MASIH BENGONG. tapi pernah merasakan hal yang sama !! Sudahlah !! Tak perlu berdebat !! sekarang selamatkan anakmu itu !! AMARAL Aib. BERJALAN PELAN MENUJU KAMAR AMARAL. NENEK TERLIHAT KAGET DAN HAMPIR TERIAK. NENEK TERSENTAK KAGET. AMARAL MASUK LAGI DAN TERDENGAR BICARA DARI DALAM KAMAR. IA BERDIRI. DARI PINTU KAMAR YANG AGAK TERBUKA. MELIHAT KILAU PISAU. AMARAL MENARIK TANGANNYA.

127 AMARAL Nenek pasti tahu apa yang akan aku lakukan… Nenek telah banyak makan asam garam Pasti tahu apa yang kupilih !! NENEK Tidak…aku tidak tahu ! Aku tidak paham. Nek ! Aku perlu bagaimana menutup aib ini !! NENEK MENUBRUK PINTU KAMAR. AMARAL MERINGIS MELIHAT LUKA DI PERGELANGAN DAN NENEK MERINGIS MELIHAT PISAU. PERGELANGAN TANGAN AMARAL DIPERBAN. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN AMARAL DAN NENEK KELUAR DARI KAMAR. TAK BICARA. NENEK Beruntung pisau itu tumpul… Kalau tidak. Nek ! NENEK Jangan !! Percayalah…kasih Allah seluas samudera… bahkan ditambah samudera lain… samudera yang lain lagi… AMARAL Aku tak perlu samudera. KEDUANYA KEMUDIAN DUDUK. HENING. nadimu pasti putus !! . TAK TERDENGAR APA-APA. NENEK MEMEGANG PISAU ITU. Cu ! Aku tidak mau mereka-reka… Juga tentang pisau itu !! AMARAL Aku tak sanggup.

pasti bukan pisau yang aku pakai… NENEK Kematian bukan penyelesaian… Kematian bukan akhir dari masalah… Kematian justru awal dari masalah… AMARAL Kematian memang awal masalah… Tapi masalah yang belum aku tahu… Sementara hidup jelas awal masalah… Dari masalah yang telah tahu akibatnya … Itulah kenapa aku memilih kematian !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN.128 AMARAL Beruntung ada nenek !! Kalau tidak. BEBERAPA LANGKAH LALU BERHENTI. IA SEPERTI SEDANG MENDENGAR SESUATU. IA YAKIN AKAN APA YANG SEDANG DIDENGARNYA. AMARAL Rio…kaukah itu ? Kenapa kau hitam sayang ? Kaukah bersama malaikat maut itu heh ? Hitam…kau hitam sayang … NENEK Dari dulu dia hitam… Hanya mata kamu rabun ayam… Hitam dibilang putih… Mana mungkin hitam bisa disebut putih… Antara hitam dan putih punya suara sendiri-sendiri !! Punya nuansa sendiri-sendiri !! . AMARAL SEDANG MENDENGAR SUARA RIO YANG MEMBAWA KEMATIAN. AMARAL TERUS MEMASANG KUPINGNYA.

AMARAL Mendekat…mendekatlah. DI DEPAN PANGGUNG IA BERHENTI. PANGGUNG SEMAKIN GELAP HINGGA MENGABURKAN WARNA NENEK. MEMEGANG SELENDANG PUTIH YANG TERSAMPIR DI PUNDAK ) Selendang ini !! Kau ingat selendang putih ini ? Aku membawanya agar kau datang !! Bukankah kau selalu amarah ingin melenyepkan putih ini ?! Kau ingat itu Rio ? Ayo ambil Rio !! . Rio ! Lihat…lihat ke sini !! Tadi aku akan mengakhiri hidup ini !! Padahal di perutku ada janin yang mulai hidup…. MENATAP KE ARAH PENONTON. IA MULAI BICARA SENDIRI SEOLAH SEDANG BICARA DENGAN ORANG LAIN. KINI HANYA AMARAL YANG DOMINAN TEROMBANG-AMBING KEBIMBANGAN. ENTAH SIAPA. DAN ENTAH KENAPA IA BICARA SEPERTI ITU. Ah…kau tak paham bagaimana kegundahanku sekarang… Tidak…kau tidak cukup pintar !! Kau menghancurkan harapan !! ( SEDIH.129 AMARAL ( TAK PEDULI ) Rio…hitamkan yang kau bawa ?! NENEK Sayang kau selalu menggunakan warna orang lain !! Aku benar-benar kecewa… jangan-jangan anak muda sekarang selalu senang dengan warna orang lain !! Ah…Cu…cu…terlalu jauh kau bercermin pada orang !! AMARAL TERUS MELANGKAH.

PADA SAAT ITULAH SEOLAH-OLAH ADA KEKUATAN BESAR YANG INGIN MELEPASKAN LILITAN SELENDANG ITU MEMBUAT AMARAL TEROMBANG-AMBING. IA BERDIRI.dimana putihmu… Putih…. MELANGKAH PELAN. LALU KEDUA UJUNGNYA IA TARIK KE ARAH YANG BERLAWANAN.130 Ambil…ambil putih ini !! Tak ada nenek di sini !! tak ada siapa-siapa !! Ambil !! Ambil segera !! ( TERTAWA TERBAHAK-BAHAK. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! NENEK Itu bukan hitam. LALU DUDUK DAN MULAI MENANGIS ) Hitam…. MELANGKAH PELAN. GONTAI.putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. MENYEKA AIR MATA. Cu ? Tidak…jangan bingung ! Pandanglah abu-abu itu dengan ini … AMARAL MENATAP GAMANG KE ARAH SUARA TANPA WUJUD ITU. AMARAL BERLARI KE SANA KE MARI DITARIK KEKUATAN ITU. SELENDANG YANG ADA DI LEHERNYA KEMUDIAN DILILITKAN. AMARAL TERLIHAT MULAI SULIT BERNAPAS. IA SESEKALI . BERHENTI.

Rio ! RIO Terkutuk kau tua bangka ! NENEK Heh…sompret. LALU KEDUANYA PULA MELIHAT AMARAL YANG TERDUDUK LESU. DARI ARAH YANG BERLAWANAN DATANG RIO DAN NENEK. kenapa kau ikut-ikutan ? . KEDUANYA SALING PANDANG PENUH KEBENCIAN. KADANG KE KIRI DAN KADANG KE KANAN. MELIUK-LIUK LAKSANA ULAR KOBRA MENDENGAR SERULING PAWANG. CAHAYA PANGGUNG MULAI TERANG SEHINGGA JELAS SOSOK AMARAL YANG TERDUDUK LESU. NENEK MULAI TERPANCING AMARAHNYA. LAMA IA MELIUK-LIUK SAMPAI AKHIRNYA KEHABISAN NAPAS DAN BERHENTI.131 TAMPAK BERPUTAR DI TENGAH PANGGUNG. NENEK Pembunuh ! Bajingan ! Bangsat tengik ! Cecunguk ! Amburadul…sampah ! Busuk !! RIO Kutu busuk ! Tua banga !! Pembunuh !! Kau cecunguk !! Kau tengik !! Sampah !! ( MELUDAH ) puih ! NENEK Terkutuk kau. GERAKAN-GERAKAN ITU SEPERTI SEDANG MENARI.

TERENGAH-ENGAH DAN SEPERTI KEHABISAN KATA-KATA.132 RIO Karena kau biang keladinya… NENEK Kau yang menghancurkan cucuku. memang selayaknya dikubur !! NENEK Lancang kau tengik ! Kau apakan cucuku itu ? RIO Kau yang harus jawab !! Kau apakan pacarku itu heh ? KEDUANYA DIAM. sompret ! RIO Tapi kau yang kesatu menghancurkan pacarku ! Seharusnya kau urus liang lahat… Ukur jangan sampai terlalu longgar… Bumi ini akan menolak jika kau minta kubur terlalu longgar !! NENEK Hei…kenapa kau urus masalah kubur segala heh ? RIO Karena kau yang sengaja minta dikubur !! Orang yang suka mengubur keinginan orang lain. NENEK Kenapa kau diam ? . NENEK DAN RIO BERBARENGAN MENATAP AMARAL YANG MASIH TERDUDUK LESU.

kau bisa celaka !! Nasibmu bisa lebih parah dari Saddam Husein !! NENEK Tuh kan…kentut lagi !! . TAPI DI PINTU KAMAR NENEK MALAH MENGHALANGI. NENEK Langkahi dulu mayatku… RIO Tak sudi…bisa-bisa aku impoten !! Minggir atau aku kasih kentut ! NENEK MENUTUP HIDUNG DAN MULAI BATUK-BATUK. RIO Baru kentut bohongan sudah panik… NENEK ( BICARA PADA PENONTON ) Dasar busuk ! Masih hidup saja sudah bau busuk… Apalagi kalau sudah mati !! Jangan-jangan akan tercium sampai Amerika… RIO Hei…tua bangka hentikan omonganmu !! Nanti kalau Amerika kentut.133 RIO Kau sendiri kenapa ? NENEK Aku capek…bengekku kambuh ! RIO Sama…aku juga capek ! RIO MEMBOPONG AMARAL DIBAWA MASUK KE KAMAR.

IA TERSENYUM MANIS PADA NENEK. NENEK Aku tak butuh kentut …kursi goyangku masih cukup kuat… RIO Oke…kita bagi-bagi kursi goyang…bagaimana ? NENEK Heh…apa maksudmu tengik ?! RIO Kita kompromi saja…kita selamatkan Amaral… Nenek akui saja. kita bisa kompromi bagi-bagi kentut !! atau kita bagi-bagi kursi…. Amaral itu hamil sama nenek… NENEK Apa bisa ? .134 Aku mual tahu… RIO Itu baru ngomong…kentutnya belum NENEK Cih…pantas cucuku hamil… Sering kena kentut kau rupanya… RIO KELUAR DARI KAMAR AMARAL. RIO Kenapa kita tidak membentuk koalisi … Kita bikin poros penyelamat amaral… Kalau nenek setuju. NENEK TERLIHAT KAGET DAN LANGSUNG GEMETARAN.

DI DEPAN AMARAL BEBERAPA MENARI ORANG YANG GEMULAI. RIO MENJERAT LEHER NENEK. apa sih yang nggak bisa. Nek ? RIO MENGGANDENG NENEK LALU DISURUHNYA DUDUK DI KURSI GOYANG. NONGKRONG. PUTRI (ANAKNYA). *** 4 BABAK EMPAT PANGGUNG ADALAH SEBUAH JALAN CUKUP RAMAI. MULAMULA PELAN.135 RIO Namanya juga kompromi. PADA SATU KESEMPATAN DENGAN SELENDANG PUTIH. LALU DIAM. MAKIN LAMA MAKIN KENCANG. NENEK TERLIHAT KELOJOTAN. SELESAI MENARI. AMARAL . DARI SATU ARAH MUNCUL AMARAL BERSAMA SEORANG ANAK KECIL. SEDANG MUSIK DENGAN PENGIRINGNYA DARI MULUT PUTRI. TAPI KURSI GOYANG ITU MASIH TERUS BERGOYANG. KURSI ITU DIGOYANG-GOYANGKAN OLEH RIO.

KOTAK RAKSASA HITAM PUTIH TERONGGOK TANPA DIPEDULIKAN ORANG-ORANG. AMARAL MENGANGGUK DAN TERSENYUM BAHAGIA. DI SUDUT PANGGUNG. mereka adalah para pengagum ibu !! Mereka itu siap menjilati keringat ibu !! PUTRI Ih…jorok… Apa mereka tidak makan ?! AMARAL Makan…mereka makan… Tapi tidak dengan mulut-mulutnya… PUTRI Kok gitu. PADA SALAH SATU SUDUT PANGGUNG.136 MENYODORKAN KALENG BEKAS SUSU. IA MULAI CERITA TENTANG KEBAIKAN DAN KEBEJATAN ORANG-ORANG. AMARAL DUDUK BERSAMA PUTRI. AMARAL Kau tahu orang-orang itu. Bu ! AMARAL Mereka makan tidak dengan mulut-mulutnya… Mereka makan dengan pantat-pantatnya… Kau pasti bingung…tapi sudahlah. Nak ? Kemarin ketika matahari di atas. BEBERAPA ORANG MEMASUKAN UANG RECEHAN KE DALAM KALENG ITU. tugas seorang ibu memang menyampaikan segala sesuatu yang membingungkan anaknya… nenek juga dulu begitu pada ibu… Buyutmu juga sama saja…bahkan lebih membingungkan lagi !! .

.137 PUTRI Apa pantat orang-orang itu ada giginya ? AMARAL Tidak ! Tentu saja tidak ada ! PUTRI Bagaimana mereka makan ? AMARAL Mereka akan memaksa memasukannya … Mereka memang sering memaksakan kehendaknya… Mereka akan memakan apa saja… Memakan siapa saja !! PUTRI Memakan ibu ? AMARAL Ya ! hampir saja… Hampir saja ibu mereka makan juga… Beruntung ibu punya benteng yang kokoh… Ayahmu…Rio namanya ! ( MENERAWANG JAUH ) Dia lelaki tampan juga gagah… Selalu melindungi ibu dari kerakusan orang-orang itu !! PUTRI Ayah hebat !! AMARAL Ayahmu memang hebat… Jauh lebih hebat dari Superman…apalagi Gatotkoco. PUTRI Ayah bisa terbang ? .

ANAK ITU MENCOBA SEPERTI UNTUK MULAI MENAIKINYA. AMARAL TERSADARKAN DENGAN KEHADIRAN KOTAK ITU. MENDEKATI KOTAK RAKSASA YANG TERONGGOK MENAIKI DI SUDUT LAIN. TAPI TIDAK BERHASIL.138 AMARAL Tentu. IA MENGAJAK IBUNYA UNTUK KOTAK RAKSASA ITU. sayang ! Kotak ini terlalu tinggi… Tak bisa kau jangkau sendiri !! . AMARAL Jangan kau naiki kotak ini. sayang ! Ayahmu bisa terbang… PUTRI Ayah punya sayap ? AMARAL Tidak ! PUTRI Kok nggak punya sayap bisa terbang ?! AMARAL Ia terbang dengan uangnya… Ia terbang dengan jabatannya… Ia terbang dengan ambisinya… Bahkan dengan pikiran-pikirannya… PUTRI Ibu ngawur !! AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) apa benar ibu bicara ngawur ? PUTRI MENGANGGUK. KOTAK YANG PERNAH MELAMBUNGKAN FANTASINYA.

Bu ? AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) Ibu tidak menangis… Ibu hanya ingat Buyutmu… ibu juga ingat ayahmu… PUTRI Apa uyut naik kotak ini. Bu ? SEORANG LELAKI Buyutmu tentu tidak pernah menaiki kotak ini. MENGUSAP AIR MATA ) PUTRI Ibu nangis ? Kata ibu jangan pernah menangis… Kata ibu menangis itu bodoh !! Kata ibu…menangislah kalau menghadapi kematian… Siapa yang akan mati sekarang.139 PUTRI Ibu pernah naik kotak ini ? AMARAL ( TERSENYUM PAHIT ) Ya…ya…dulu ibu pernah menaiki kotak ini… Ibu juga pernah merasakan jatuh dari kotak ini… ( SEDIH. Nak ! Tapi ia seperti ditulis sejarah… Pernah melarang ibumu menaiki kotak ini… Inilah kotak raksasa… kotak fantasi… Yang hanya akan membuat gila siapa saja yang menaikinya… AMARAL ( MEMBENTAK ) Jangan hancurkan anakku ! .

LELAKI MISTERIUS ITU HANYA TERSENYUM PAHIT. PUTRI TAMPAK KAGET DAN TERUS MEMAKSA AGAR AMARAL MENINGGALKAN TEMPAT ITU. Bu ! . Bu ! Ibu harus nari… nari. Bu ! kita menyingkir… Ibu menari lagi…dan Putri main musik lagi… AMARAL MENJAUHI KOTAK RAKSASA DAN LELAKI MISTERIUS ITU.140 SEORANG LELAKI Tidak mungkin. Bu ?! AMARAL Ya. TAPI ENTAH KENAPA KAKINYA SEPERTI TERPATOK. TAK BISA MELANGKAH. dia memang gila ! Ayo kita menyingkir dari sini… PUTRI Ayo. PUTRI Ayo. Nyonya ! Karena saya adalah tanah di sini … Tanah yang pernah menyaksikan bagaimana anda dulu… Demikian mabuk kesuksesan… Demikian mabuk kehormatan… Demikian mabuk kekayaan…prestasi…pujian…dan… AMARAL Cukup ! PUTRI ( KAGET DAN HAMPIR MENANGIS ) Orang gila ya.

KEDUANYA TERUS MELAKUKAN ITU TANPA LELAH DAN TANPA . SEORANG LELAKI Kau tak bisa menari… Karena dulu kau pernah menghina tarian… Kau sering menelantarkan tarian… Kau anggap tarian adalah tiket masuk… Ke dunia gemerlap dan erotis… Kau telah menelantarkan tarian… Sekarang rasakan bagaimana tarian mengutukmu !! PUTRI TERUS MAIN MUSIK DAN AMARAL TERUS MENARI PATAHPATAH. PUTRI MAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. TAPI ENTAH KENAPA TARIANNYA TIDAK LUWES. TARI ITU PATAH-PATAH SEPERTI GERAKAN ROBOT.141 AMARAL Sebentar sayang… ibu tidak bisa melangkah… SEORANG LELAKI Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau terbius fantasimu… Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau tergila-gila kehidupan orang lain… PUTRI Lari ibu… ayo lari ! AMARAL Tidak bisa sayang… PUTRI Menari… ayo ibu menari… Aku yang main musik…. LELAKI MISTERIUS ITU LAGI-LAGI TERSENYUM. KAKU DAN MENYEBALKAN. AMARAL MULAI MENARI.

hebat seperti ayah ! .142 MEMPEDULIKAN LAGI ORANG-ORANG DI SEKITARNYA YANG MULAI MENCIBIR. Bu ? AMARAL Ya. BEBERAPA ORANG BAHKAN ADA YANG MELEMPARNYA DENGAN BEKAS MAKANAN DAN KOTORAN. PUTRI Lapar…Bu. lapar ! AMARAL Sebentar sayang…tugas kita belum selesai… Ayo…musiknya mana… Ibu akan menari terus… PUTRI Lapar…lapar… AMARAL Lapar ? apa itu lapar sayang ? Ibu tidak pernah merasakannya… PUTRI BENGONG DAN MENATAP TAJAM KE AMARAL. LELAKI MISTERIUS ITU LALU MEMBERI ISYARAT AGAR PUTRI MENDEKATI KOTAK RAKSASA. AMARAL Buyutmu dulu tidak pernah mengajarkan ibu lapar… Buyutmu hanya mengajari bagaimana kita memberi orang lapar… Buyutmu memang hebat… PUTRI Hebat seperti ayah.

IA TERINGAT UCAPAN NENEK KETIKA IA SEDANG BICARA DENGAN RIO ) Bom ? apa kentut ? SEORANG LELAKI Tenang…sabar…kalian harus bisa menjaga diri ! Percayalah…selama ada saya.143 PUTRI BENAR-BENAR MENDEKATI KOTAK RAKSASA ITU TAPI TIDAK BERHASIL. IA TAMPAK SUKACITA. PUTRI Takut…Putri takut… SEORANG LELAKI Ada yang tidak beres dengan kotak ini… Awas… awas… kalian menyingkir !! Jangan-jangan ada bom waktu !! AMARAL Bom ? awww…bom…bom !! Ke sini sayang… ada bom… Bom…! ( BERPIKIR MENGINGAT SESUATU. LAGI-LAGI IA JATUH. ANAK ITU BAHKAN MENARI-NARI. PUTRI LONCAT MEMBURU AMARAL. PADA SAAT PUTRI MENARI ITULAH DARI DALAM KOTAK TERDENGAR ADA SUARA. semua aman dan terkendali ! PUTRI Bom ? Bom itu apa. Bu ? Bom itu manis apa pahit ? AMARAL Bom itu…ya…bom itu seperti tangan raksasa… . AMARAL BERHENTI MENARI. MEMEGANG PUTRI AGAR MENAIKI KOTAK ITU. PUTRI SEKARANG TELAH MENAIKI KOTAK ITU.

144 Akan merenggut siapa saja yang lemah… Bom itu… Ah…sudahlah ! Nanti kalau kau besar. KEMUDIAN BUNGKUSNA DIBUKA SATU PERSATU. ADA YANG MENGEPUL DARI DALAM KOTAK. tak pernah saya hitung… LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MEMBUKA TALI KOTAK RAKSASA ITU. tak pernah datang dua kali… kalau ini bom waktu dan saya mati… tolong beritahukan pada tukang ketupat di sudut gang ini… saya sudah dua kali belum bayar… makan kerupuk tiga. BAHKAN TERLIHAT IA MULAI FRUSTASI. IA MENDEKATI KOTAK ITU LAGI. BENGONG. akan tahu apa itu bom ! PUTRI HANYA DIAM. TAPI CEPAT-CEPAT DILARANG OLEH LELAKI MISTERIUS ITU. SEORANG LELAKI Lihat…ada yang bergerak di dalam kotak ini ! Ada kehidupan… AMARAL Bukalah ! SEORANG LELAKI Ya…saya harus membukanya ! Satu…dua… Apa saya harus membuka ini ? Kalau ini bom waktu…saya pasti korban pertama… ( BERPIKIR ) tapi nggak apa-apa…kesempatan untuk jadi pahlawan. LALU TUTUP KOTAK ITU DIBUKA. SEORANG LELAKI Kurang ajar… ternyata bukan bom… .

IA KAGET ) ada orang… ada orang… lihat… ada orang… LELAKI MISTERIUS ITU MEMERIKSA SEMENTARA AMARAL MENJAUH DAN MENGGENDONG PUTRI. NENEK KELUAR DARI KOTAK. SEMENTARA LELAKI MISTERIUS MENJAUH KETAKUTAN.145 Ini hanya kotak kentut… Kau benar… ini bukan bom tapi kentut… AMARAL ( MENENGOK KE DALAM KOTAK. AMARAL Nek…nenek ? nenekkah itu ? . Bu ? AMARAL Bangkai itu…bau…ya…bau ! LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MENGGOYANG-GOYANG TUBUH KAKU ITU. LELAKI MISTERIUS ITU MENDENGUS KARENA MENCIUM BAU YANG TAK SEDAP. AMARAL MEMEKIK KAGET KARENA TERNYATA YANG DI DALAM KOTAK ITU NENEK. DILUAR DUGAAN MAYAT ITU BANGKIT. SEORANG LELAKI Sialan ! sudah mati masih kentut… ( BERPIKIR ) oh…bukan…bukan kentut… ia memang sudah mati ! yang saya cium tadi…oh alah…bau bangkai ! ya…benar…bau bangkai !! AMARAL Bangkai ?! PUTRI Bangkai itu apa.

ternyata nenek masih bisa senyum… Tapi apakah nenek hidup atau mati ? SEORANG LELAKI Dia telah mati… Aku mencium bau bangkai tadi… Dia itu pasti arwah penasaran… NENEK Aku bukan arwah penasaran… Tapi jasad dan jiwa penasaran !! Karena belum tuntas bicara pada cucu dan cicitku !! AMARAL Nenek…? NENEK Kau tak perlu kaget… Sejarah telah menuliskan semuanya dengan baik… Perjalanan kau juga telah dituliskannya… Ketika kau punya anak…ngamen…makan… Juga telah dengan baik dituliskannya… Percayalah ! AMARAL Apa maksud nenek ? NENEK Aku hanya ingin mengatakan … Apa yang aku katakan dulu adalah kebenaran… Riomu memang brengsek… Sepanjang hidupnya terus brengsek !! Sepertinya dia dilahirkan untuk brengsek !! .146 Ah.

147 AMARAL Sudahlah, Nek ! Rio itu suamiku…bapak cicit nenek ini !! PUTRI Uyut, Bu ?! Uyut bau kentut, Bu ? AMARAL Ya…karena uyut sudah tua… PUTRI Apa semua yang tua bau kentut ? NENEK Tidak ! Tidak semua orang tua bau kentut !! PUTRI BERLARI KE ARAH NENEK. AMARAL YANG MENCEGAH TIDAK BISA MENGHALANGI. LELAKI MISTERIUS JUGA TAK BISA BERBUAT APA-APA. NENEK KEMUDIAN MENGGENDONG PUTRI. IA MULAI CERITA TENTANG KEHIDUPAN AMARAL TANPA MEMPEDULIKAN AMARAL SENDIRI. NENEK Ibumu itu terlalu egois… Ia selalu menganggap benar sendiri… Padahal kebenaran itu milik semua !! Milik bersama !! PUTRI Uyut masih batu kentut !! NENEK ( TAK PEDULI DAN TERUS BICARA ) Kebenaran ada dimana-mana…

148 Tidak boleh dikuasi oleh seseorang !! Kalau saja ia tidak egois, tentu akan jadi lain ceritanya… Bapakmu juga sama-sama egois… Bahkan brengsek !! PUTRI Huh…bau !! NENEK ( TIDAK PEDULI DAN TERUS BICARA. TAK BISA DIREM ) Ia tidak saja membuat ibumu senewen… Tapi telah berhasil membuat malu sepanjang masa !! Kau tau, Nak, ibumu pernah mau bunuh diri !! Ia kira dengan bunuh diri semua urusan akan selesai… Tapi sudahlah…kau jangan seperti ibumu… Pandanglah dunia dengan bijaksana !! Minumlah jamu setiap saat kau merasa perlu Jangan minum sirup… PUTRI Mau sirup, Bu !! NENEK ( TERSENYUM PAHIT ) Minum sirup itu manis sekarang !! Enak sekarang !! Tapi bisa membuat kamu mencret… Tapi jamu…pahit sekarang… Tapi bisa membuat kamu sehat !! Paham kau ? PUTRI MENGGELENG BAHKAN MEMAKSA UNTUK TURUN.

AMARAL TERTUNDUK MALU. IA SEPERTI SEDANG MELIHAT DIRINYA DI CERMIN. AMARAL KEMUDIAN MULAI BANGKIT, MENATAP KE ARAH TAK TERBATAS. IA MULAI MENARI. ANEHNYA KINI BISA LUWES SEPERTI

149 SEDIA KALA. AMARAL TERTERLIHAT KAGET TAPI IA TERUS

MENARI. PUTRI MULAI BERMAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. NENEK MEMPERHATIKAN DENGAN SENYUM. LALU IA MELIHAT KE ARAH LELAKI MISTERIUS ITU. KEDUANYA SALING MENATAP SEPERTI DUA SAHABAT YANG TELAH LAMA BERPISAH. NENEK Tugas kamu sudah selesai ! Sekarang kembalilah ! SEORANG LELAKI Kembali ke mana ? Aku tak tahu jalan kembali… NENEK Kemarilah ! LELAKI MISTERIUS ITU LALU MENDEKATI NENEK. KEDUANYA SALING MENATAP. LALU MENDEKAT DAN SEMAKIN MENDEKAT. LELAKI MISTERIUS ITU TIBA-TIBA HILANG DARI PANDANGAN DAN NENEK LANGSUNG AMBRUK. IA BENAR-BENAR MATI SEKARANG. MELIHAT KEJADIAN ITU AMARAL TIDAK PEDULI. IA TERUS MENARI SEMENTARA PUTRI TERUS BERMAIN MUSIK DENGAN MULUT. ***

Curiculum vitae

150

ENANG ROKAJAT ASURA
Bandung, 07 April 1965 Kompleks Gedong Cilegon Damai Blok C.23 No. 17 Tlp. (0254) 396417 HP. 081.310.860817 Cilegon 42424

RIWAYAT PEKERJAAN
1. Menulis cerita pendek, artikel dan novel yang dipublikasikan di Pikiran Rakyat Mingguan Galura, Jawa Pos, Mingguan Mandala, Mangle, Suara Karya Minggu, Kompas Minggu, Mingguan Swadesi, Mingguan Mutiara, Mingguan Terbit, Mingguan Gala, Tabloid Citra, Mingguan Berita Wanita NOVA dan Harian Fajar Banten 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Reporter Mingguan Galura (1989-1990) Redaktur Pelaksana Majalah Seni Prasasti (1990-1991) Script Writer Radio Shinta FM (1991-1995) Manajer Produksi Radio Shinta FM (1995-1998) Manajer Siaran Radio Shinta FM (1998-2001) Trainner di Masima Training and Consulting Jakarta (Prambors Grup) Repoter Majalah ZONA Misteri Jakarta (2001-2002) Redaktur Pelaksana Majalah ZONA Misteri Jakarta (2002) Wakil Pemimpin Redaksi Majalah ZONA Misteri Jakarta (2003)

PRESTASI KREATIF
1. 2. 3. Juara III Menulis Drama LBSS (1989) Juara Harapan Menulis Drama LBSS (1989) Juara III Lomba Mengarang Filateli Nasional (1986)

8. Juara II Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Film (2000) . 7. Juara III Lomba Menulis Cerita Film Jenis Legenda Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 15. 10. 5. 11.151 4. 6. Juara III Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1999/2000) 16. Juara Harapan Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Pembinaan Film (1999/2000) Jenis Legenda Direktorat 17. Juara I Mengarang Perpustakaan (1990) Juara II Mengarang Taman Lalu lintas (1991) Juara Harapan Menulis Essay Pemilu (1996) Juara Harapan Sastra D. 9.K Ardiwinata Bidang Drama (1996) Juara II Sastra LBSS Bidang Essay (1996) Nominator Menulis Cerita Film Direktorat Pembinaan Film Nominator Penulis Cerita Lepas FSI 1998 Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Deppen (1997) Pembinaan Film (1998/1999) 12. Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Komedi Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 13. Juara II Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 14. Juara I Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Peningkatan HAM Direktorat Pembinaan Film (2000) 18.

Sangkuriang (Komedi Radio. 180 episode) 15. KAMAR 1604 (3 episode / TPI) 3. 360 episode) 12. Malang. 2002) Kanaga (Antologi Cerpen Sunda. Kau Di Atas Aku Dimana? (Sineri Komedi TVRI) 9. Zona Misteri Jakarta) 18. Sepuluh Besar Cerpenis Versi Lingkaran Komunikasi. Merahnya Merah (FTV) 7. Babad Tanah Sunda (Roman. Bayu (Sineri TVRI) 8. 20. 2003) . Jawa Sepuluh Besar Lomba Karya Tulis Bank Syariah (2003) Timur (2002) K ARYA KREATIF 1. Es Krim dan Flamboyan (FTV Cinta) 4.152 19. 270 episode) 13. Istana Kertas (FTV) 5. Gejolak Anak Muda (Sineri Remaja TVRI) 10. Jaka Boys (Komedi Radio. Rumah Di Atas Bukit (Novel Misteri. berhasil meraih 4 nominasi dalam FSI 1998 2. Kabayan In Drama (Masima Production. Senja Kesaksian. Bandung. Pikiran Rakyat Minggu) 16. Seperti Kekasihku (FTV) 6.Mingguan Nova) 17. Kancil Bis Kota (Novel. Nyi Cantrik (Drama Radio Laga. 90 episode) 14. Toenggoel: Matinya Seorang Warok (Novel. 13 episode) 11. Siluman Marakayangan (Komedi Radio. Zona Misteri Jakarta) BUKU • • Para Penari (Antologi Cerpen.

dalam proses Pemikiran Kritis Tentang Acara Televisi (proses penerbitan) penerbitan) PENDIDIKAN FORMAL • • • • Sekolah Dasar Berijazah tahun 1979 Sekolah Menengah Pertama Berijazah tahun 1982 Sekolah Menengah Atas Berijazah tahun 1985 FMIPA Jurusan Statistika Universitas Terbuka PENDIDIKAN INFORMAL • • • • • • • • • • • • • • • Pendidikan Jurnalistik di ICB Bandung ( 1 tahun ) Lokakarya Jurnalistik Radio .153 • • Anak Seribu Pulau (Kumpulan Cerita Pendek Islami.LPDS dan The Freedom Forum Pendidikan Jurnalistik bersama Internews Asia Workshop Social Mobilization – Aliansi Pita Putih Indonesia Workshop bersama CCP JOHNS HOPKINS UNIVERSITY Seminar Sehari Regulasi Undang-undang Penyiaran Team Building Management in West Java Depelopment Project Kursus Peningkatan Sumber Daya Manusia Diklat Operasional Televisi Indosiar Berbagai Workshop Produksi Siaran Diklat Special Programm PD PRSSNI Jawa Barat Kursus Menulis Skenario dan Drama Pendidikan Komputer di Institut Komputer Indonesia ( 1 tahun) Kursus Bahasa Inggris di Harvard English College Saresehan Pemberdayaan Anggota PRSSNI .

154 *** RUMAH DI TUBIR JURANG .

155

NASKAH DRAMA REMAJA

S. YOGA

Para Tokoh

Eyang Kakung Tuan Sunan Nyonya Sumirah Papa (Umar) Mama (Lastri) Mawar Noki Ijah

: Usia 80 : Setengah Baya : Setangah Baya : 23 tahun : 23 tahun : 21 tahun : 21 tahun : Pembantu Rumah Tangga 17 tahun

Dikisahkan di sebuah rumah dihuni oleh Eyang Kakung ( pelupa dan sering mengigau sendiri ), Tuan - Nyonya ( suami yang tak mampu mengendalikan rumah tangga dan istri yang pencuriga

156
dan egois ), Papa - Mama ( menikah dalam usia muda karena “kecelakaan” dan hidup berfoya-foya ), Mawar dan Noki ( pacarnya ) yang terseret dalam pergaulan bebas dan nikah siri tanpa diketahui orangtuanya. Dan Ijah pembantu rumah tangga yang genit. Orang-orang inilah yang akan berjuang keluar dari permasalahan hidup dan menyelamatkan citra keluarga besarnya dari kehancuran. Ibarat negara, akan hancur kalau masing-masing daerah ( orang ) ingin bebas ( merdeka ) sendirisendiri tanpa mempertahankan aturan dan norma-norma moral yang berlaku.

1
( Rumah putih dengan perabotan antik, senapan angin di sisi kanan tembok, dua orang laki-laki dan perempuan setengah baya, duduk menghadap dua buah layar tv, asyik menyaksikan dunia lain, sebuah dunia maya. Masing-masing menonton acara tv kesukaan sendiri. Menghadap penonton. Di belakang nampak meja dan kursi lain, almari tempat menyimpan perkakas. Dari belakang, tepatnya dari atas seorang pencuri meluncur turun dari atap dengan tali, mukanya dibalut kain hitam, persis ninja di film-film. Pencuri dengan tenang dan kehati-hatian yang penuh, turun perlahan, mengambili perhiasan yang mudah didapat, masuk ke dalam kamar tempat perhiasan lain disimpan. Kemudian naik lagi ke atas keluar dengan aman ).

157
TUAN SUNAN : Maafkan. Selama ini aku hanya diam saja. Habis bagaimana. Semua sudah kau atasi sendiri. ( Sambil mengecilkan suara tv ). NYONYA SUMIRAH : Hhhmmmmmmm. ( Batuk-batuk dan semakin mengeraskan suara tv ).

( TV dikecilkan NYONYA SUMIRAH, berdiri lalu mencari obat. Membuka-buka lemari, obat yang dicari tidak ada. Mendekat TUAN SUNAN, kesal dan memandang penuh kebencian. Kembali lagi ke almari mencari-cari. Kesal. Ke meja dan mengambil air minum setelah batuk rejannya hebat menghantam tubuh kurusnya ).
NYONYA SUMIRAH : ( Batuk ). Tak ada yang beres di rumah ini. Semuanya maling. ( Batuk ). Sampai obat saja hilang. ( Bicara sambil membawa minuman ke tempat duduk di depan tv ). TUAN SUNAN : Kau kira aku yang mengambil. ( Sambil berdiri. Menyulut pipa rokok tapi tidak berhasil ). Kita sudah tua, masak dari pernikahan dulu kita terus-menerus bertengkar. Kapan hidup damai. Sebentar-sebentar protes. Ngambek. Memangnya masalah hidup akan selesai dengan cara seperti itu. NYONYA SUMIRAH : Kau kira ada yang mendengarkan dan mempercayai kata-katamu. Dasar mata keranjang. ( Sambil berdiri, nampak mengingat sesuatu dan emosial ). Kau masih saja punya perasaan sama tetangga sebelah kan. Ya aku tahu dia lebih bahenol dan lebih muda dariku. Kau kira aku tidak tahu tiap pagi kau pura-pura memberi makan ayam-ayam di belakang rumah, sambil bertukar pandang dengan dia. Iya kan. Mengaku saja. ( TUAN SUNAN nampak salah tingkah ). Tiap hari pula aku perhatikan tingkah polahmu dan aku mencoba bersabar. Tapi sekali lagi kau berbuat begitu, hari itu pula kau harus angkat kaki dari rumah ini. Banyak saksi mata yang melihat kau sering bertemu dengan Rukiah, di terminal, di pasar sayur. Pantas suka pura-pura membantu aku belikan sayur. Ternyata ada udang di balik batu. Dan berapa kali kau tua bangka berboncengan dengan dia. Aku tidak bisa ditipu. Semuanya aku ketahui dengan persis. ( Ketika TUAN SUNAN hendak mendekat, NYONYA SUMIRAH menjauh, nampak benci ). Jangan sentuh aku lagi. Semuanya telah berakhir. Sudah berakhir. ( Berkemas, masuk kamar ). Aku benci. Aku benci. Aku benci.

( TUAN SUNAN hanya bisa menatap kosong ruang tamu yang sunyi. Mematikan semua tv, duduk di sofa panjang. Berdiri, berjalan memandangi potret, kenangan pengantin, nampak tersenyum, membersihkan foto yang sudah berdebu, kembali memasangnya, dengan kebahagiaan kecil. Berjalan ke almari, mencari-cari pipa gadingnya di dalam almari, ternyata sudah tidak ada. Mencari lagi ke sana ke mari, namun tidak menemukan. Melihat kamar NYONYA SUMIRAH dengan kesal, rasanya ingin membalas dendam ).

TUAN SUNAN

:

Aku tahu siapa yang mencuri di rumah ini. Aku sudah merasa sejak dulu. Dulu kelihatan baik. Tapi akhirnya semuanya terbongkar sudah. Dia pencuriga. Sama tetangga saja dia tidak bisa akur. Apa dia tidak sadar sebentar lagi akan mati. Mestinya ia berbaik-baik dengan semua orang. Tidak justru penyakit dengki dan curiganya bertambah parah. Aku sebagai kepala keluarga rupanya tidak pernah dihormati. Sikap egoisnya telah menguasai seluruh hidupnya. Keberadaanku sebagai suaminya rasanya tidak diakui lagi. Diremehkan. Tapi biarlah, suatu saat, ia pasti akan sadar.

158

2
( Dari arah kamar belakang muncul seorang kakek, rambut putih semua. Membawa pipa gading dan merokok, pakai baju jas lengkap dengan sepatu mengkilap. Membawa tas kerja dan tongkat keramat. Berjalan penuh wibawa meski jalannya sempoyongan. Duduk di depan meja dan segera mengeluarkan kaca mata minusnya, mengeluarkan arsip-arsip yang ada di dalam tas, memeriksa dan sesekali membaca kertas kerjanya. Sebelum dilanda kepikunan yang menumpuk, ia seorang manajer di sebuah perusahaan roti miliknya sendiri. Dulu begitu dihormati. Namun setelah kepikunannya kumat ia bagai sampah, tak ada gunanya, diremehkan anak buahnya dan semua orang, bahkan dianggap meresahkan dan membuat repot keluarga, hampir ia akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, tapi ditolak oleh pihak rumah sakit, pernah di panti wreda, sebulan kemudian pihak panti keberatan. Keluarga TUAN SUNAN tidak bisa berbuat banyak, mereka harus mengurusnya. TUAN SUNAN kemudian mendekati dan mengamat-ngamati pipa gading yang dibawa EYANG KAKUNG, yang diletakkan di asbak. Pipa gading itu diambil TUAN SUNAN, diamat-amati dengan seksama, sebelum pipa dikembalikan lagi sudah direbut kembali oleh EYANG KAKUNG ). TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Kakung, ini sudah malam. ( Sambil memeriksa berkas-berkas ). Semua pekerja memang brengsek semua. Tidak becus kerja. Semua salah. Pembukuan macam apa ini. Kapan perusahaan akan maju. ( Memandang sekeliling ). Sepagi ini juga belum ada yang masuk. Hanya seorang jongos kantor. Disiplinmu boleh. Kamu memang pekerja yang baik, pagi-pagi sudah buka kantor. Apakah sudah dipel dan dibersihan semua meja kursi. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Sudah. ( Menjawab sambil tidak enak ). Bagus. Bagus. Rencananya hari ini akan ada rapat perusahaan. Kamu tahu tidak rasarasanya perusahaan ini sudah menggaji para buruh lebih dari cukup. Bandingkan dengan perusahaan lain. Silahkan. Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua yang hadir dalam rapat perusahaan hari ini. Tentunya semua yang hadir sudah memegang laporan perusahaan akhir-akhir ini. Dan silahkan dibaca. Silahkan. Pertanyaannya. Bagaimana mungkin perusahaan ini sudah mengalami kemerosotan yang begitu dratis. Pemasaran tidak jalan. Sehingga di sana sini tidak ada pemasukan keuntungan sama sekali, kalau begini terus, perusahaan akan bangkrut. Bangkrut. Kalau bangkrut aku akan keluar dan kalian tidak akan aku beri pesangon sama sekali. Aku akan jual perusahaan dan kemudian akan aku inveskan pada perkebunan durian. Di sana aku akan hidup lebih sederhana lagi dan akan bahagia sekali melihat kebun-kebunku. Aku akan membuat pondok rumah yang indah. Dan cucu-cucuku akan aku bawa ke sana semua setiap bulan sekali. Aku akan bahagia. Aku akan beli beberapa kuda terbaik yang ada, akan aku gunakan untuk tunggangan pribadi. Karena istriku sudah meninggal aku akan memohon kepada anak-anak untuk mencarikan istri lagi yang lebih cantik dan sempurna. Ah rasanya hidup akan membahagiakan. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG TUAN SUNAN : : : Betul sekali Kung. Dan sekarang calon istri Kakung sudah ada di sini. Apakah kamu tidak bohong. Tidak. Sekarang Tuan Putri sudah ada di kamar Kakung. Sudah menunggu sejak tadi. Sebaiknya Kakung lekas tidur. ( Sambil membimbing EYANG KAKUNG ). Ijah ! Ijah ! IJAH : ( Dari dalam ). Iya Tuan. Ya Tuan. Sebentar !

( Setelah EYANG KAKUNG dan IJAH masuk. Jangan brisik. Kasihan Tuan Putri sendirian. Aha kenangan masa lalu. yang perempuan berwajah bundar. Iya Tuan Putri yang cantik jelita sudah menunggu. ( Nampak MAMA tidak suka akan sikap PAPA. Aha jangan mereka kan gila kekuasaan. ( Bernyanyi sambi menari-nari. Pasangan keluarga muda ini nampak dengan lagak gaya sok modern ). ( Masuk kamar. Jangan-jangan penyakit Kakung sudah menular pada kita. Kecantikan dan tubuhnya akan ia manfaatkan. Nanti Tuan Putri terbangun. Aku doakan kamu mendapatkan istri yang paling cantik sedunia. Terima kasih anakku. Ah Tuan Putri. Ijaaahh. Kenapa kita lupa. PAPA MAMA IJAH MAMA PAPA : : : : : Panggil saja Ijah. Kosmetik itu. Menghalalkan segala cara. Suruh buatkan Papa kopi. Eksit ). Perempuan kalau gila kuasa apa pun akan ia lakukan. Seperti Ken Dedes. Seperti Cleopatra. Tunggu jangan tidur duluan. Berjalan modar-mandir ). Sudah tidur. dan terus memandangi IJAH ). Cepat ya. Iya. Apa si kecil sudah tidur. sesekali mencubit pipi IJAH ). cemburu ). Ijah. ( Berdiri nampak kesal. Kamu memang anak yang berbudi luhur sama orang tua. 3 ( Dua orang pasangan muda masuk. TUAN SUNAN nampak pikirannya lelah. Jangan lupa buatkan kopi kesukaan Papa. Kung Tuan Putri sudah menunggu. Iya. Kenapa kita menjadi pelupa. Meletakkan barang-barang di atas meja. Hancur semua. Masukkan barang-barang ini. Semua nampaknya sudah tidur.159 TUAN SUNAN : Tolong Kakung di antar ke kamar Tuan Putri. Tuan Putri ada di dalam. Kenangan yang indah. . Papa tadi ada barang yang lupa kita beli. Yang laki-laki tinggi kurus berwajah oval. Hancur semua. merayu-rayu IJAH. Silahkan masuk. Papa lupa kan beli piyama. pupurnya agak pudar. ( Dengan suara mesra. Tuan Putri yang cantik jelita tunggu aku sebentar. Iya. Abang-abang gendero londo Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit TUAN SUNAN : Iya Kung. Baju itu. EYANG KAKUNG : Ah betapa bahagianya hidup ini. Lebih baik cari perempuan cantik yang alamiah. Untuk membereskan ini. Kakung nyusul tidur ya. Kakung nanti langsung tidur duluan saja. Ijah ! Ijah ! Iya ! Sebentar ! ( IJAH muncul ). habis berbelanja. ( Melihat jam ). duduk di sofa ). membawa bawaan barang-barang. Duduk di sofa nampak capai. MAMA : ( Sambil memeriksa barang ).

IJAH : ( Sambil menghidangkan kopi ). Tapi yang ngomong Papa. Sudah mulai tersenyum. Satu. MAMA PAPA : : Ayah Ibu saja tidak keberatan kita tinggal di sini. ( Mereka terdiam cukup lama. Mereka sama sekali tidak mau tahu kondisi kita yang sebenarnya. Di samping itu tidak enak kan sama tetangga. Sudah Tuan. PAPA : Ngomong-ngomong kapan kita bisa punya rumah sendiri. Kata pepatah lebih baik menunjukkan sedikit kebaikan kepada mertua dan jangan tinggal bersamanya. Sesekali PAPA tertangkap namun dapat meloloskan diri. MAMA : Aku tidak suka Papa menggoda begitu. Begitu saja cemburu. Senyumnya dikulum. Itu saja. Sudah. Tanah warisan itu bisa kita jual untuk beli rumah. Jagan cemberut. Sudah jangan bercanda. Daripada menunjukkan kebaikan yang banyak tapi tinggal bersamanya. Memangnya kita punya uang. Tuan. Oh senyumnya baru sedikit. ( PAPA hanya mengangguk. Masak kita minta warisan terlebih dahulu. matanya tetap nakal ). menghempaskan tubuh. Lho masih masam. MAMA : Papa nggak salah ngomong toh. Penilaian tetangga itulah yang paling berat. Kalau gitu aku hitung tiga kali. Berpikir. Orang tuaku masih hidup. Papa mau beli rumah. Ya itu masalahnya. Malu kan. Karena jika tinggal bersamanya kalau ada kejelekan sedikit saja maka semua kebaikan kita akan hilang. Masak terus-terusan numpang di mertua. Papa kira Ayah Ibu akan setuju melihat kondisi kita seperti ini. mengambil buah jeruk. Begitu sayang. Nah begitu kan manis. MAMA PAPA : : Maunya Papa bagaimana. Kerjaan Papa juga tidak mesti. Pasti mau. Mereka hampir berpelukan. Terjadi kejar-kejaran di ruang. PAPA minum kopi. Kalau ada proyek baru kerja. Ha bibirnya mulai tersungging. Tidak apa kan sekali-sekali bersikap mesra sama pembantu. Terus bercanda. PAPA : Sama saja toh nantinya kita juga akan menerima. ( Segera pergi sambil membawa barang-barang. omongan mereka tidak bersumber pada kebenaran. PAPA : Bagaimana kalau kita minta warisan terlebih dahulu. Pasti tersenyum. Kaku. ( PAPA terus menggoda. berdiri dan berjalan hilir mudik ). Mulai merekah. Kalau Papa pasti sulit. Lalu MAMA meloloskan diri kembali ke sofa. ( MAMA lantas terseyum dan marahmarah ). Seumur hidup yang dikenang dan dibicarakan hanya kejelekan-kejelekan kita saja. Agar mereka merasa kita hargai. MAMA PAPA MAMA : : : Tidak mau ! Tidak mau ! ( Terdiam sejenak ). mengupas ). MAMA : Selama ini kita tidak pernah nabung. Dua. Bukan masalah itu. Genit ). . Jadinya yang diomongkan yang jelek-jelek saja. Ibumu sih keras sekali. Ya harus Mama yang ngomong. Karena tidak tahu itulah. Begini saja yang menghadap kita berdua.160 IJAH PAPA : : Iya. Mama yang bisa merayu. MAMA PAPA : : Tapi Mama tidak berani ngomong. Ini kopinya. Mereka hanya tahu kalau kita numpang di mertua. Tapi bagaimana tanggung jawab seorang suami. Dua setengah.

Selamanya kita selalu berdua. Dijadikan sapi perahan. Enak perusahaan. Papa kerja di proyek jadi kalau ada proyek pasti untungnya besar. Berdua selamanya. Proyek apa pun seret. 4 ( Pagi hari. Mereka duduk dikursi saling tak peduli ). ( Sambil dinyanyikan ). Selamanya kita selalu satu. Berdansa sambil masuk kamar. Gitu mencemooh pekerjaan Mama. bercat putih. di teras rumah yang nampak luas. Papa mengingatkan kalau kita kerja sama kapitalis siap-siap tenaga kita diperas habishabisan. Pemerintah disangsikan bisa ngatasi. ada beberapa pot bunga. Di teras ada satu meja. ( Mereka nampak gembira. Itu sudah bisa dipastikan. Ini salah siapa. Papa sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. PAPA dan MAMA masuk dari luar sehabis kerja. Tubir 275. Investor takut menanam modal. dan EYANG KAKUNG tidur di kursi panjang. Berdua. Papa menyalahkan kapitalis itu kenapa menghargai tenaga kerja kita sangat rendah. Mereka takut dibakar. Dasar kapitalis. MAMA PAPA : : Mereka kan juga kapitalis. dua kursi. Negara kacau.161 PAPA MAMA PAPA : : : Ya berdua. Selamanya kita berdua. . Kita hanya diperas. Tapi memang tahun ini. Papa memang kerja tidak tetap tapi sekali kerja gajinya kan besar tidak seperti Mama. Selamanya kita bahagia. Mereka takut didemo. Nampak wajahnya tegang. Kenapa harus ngoyo-ngoyo kerja keras sedang gajinya kecil. Eksit ). Papa tidak mencemooh. MAMA PAPA : : Papa kira. suasana nampak asri. Dalam suka dan duka. tempat menyiram air. di pinggir teras depan ada tulisan Jl. PAPA : Papa kan sudah bilang keluar saja dari pekerjaan itu. Seolah habis bertengkar. Mereka takut nggak untung. Negara nggak stabil. Ya sedikit manusiawi gitu lho. Kerja tidak tetap gitu.

Bangunkan. PAPA : ( Mereka terdiam sejenak. Nggak laku. Tanpa sedikit pun bisa diajak bicara masa kini. punya jabatan. Masak ada.162 MAMA PAPA MAMA : : : Kapitalis kok manusiawi. Lebih baik Mama. TUAN SUNAN : ( Duduk di kursi ). Ya sedikit sosialislah. Kapitalis kok sosialis. Kapitalis ya kapitalis. ( Duduk di samping TUAN SUNAN ). ( MAMA dan PAPA nampak saling celingukan. punya kuasa. Apa sudah makan. Nggak untung. Masa lalu yang membahagiakan. Kalian habis kerja kok malah di sini. PAPA : Sok tahu ! Memangnya Kakung punya kedudukan. Tidak sosialis dan tidak manusiawi. Ma. Kakung terkenang lagi masa lalunya. Titik. MAMA : Mama yakin. Mama juga nggak habis pikir. Kenapa lagi Kakung tiduran di lantai. PAPA melihat EYANG KAKUNG ). Pasti Kakung terkenang saat waktu perjuangan dulu. NYONYA SUMIRAH : MAMA PAPA MAMA PAPA MAMA PAPA : : : : : : Sebenarnya ada apa sih. Papa saja yang ngomong. seolah ada yang ingin dibicarakan dengan Ayahnya ). Masa-masa kejayaan dulu. Apalagi masa depan. Apa itu yang dinamakan post power syndrom. Nggak kapitalis namanya. Papa ! Mama ! Papa ! Mama ! . Suruh tidur di dalam. ( Mengambil senapan ). Hidup hanya untuk masa lalu. Jadi kapitalis yang sosialis. Kelihatannya ada yang ingin dikatakan. ( Dari arah dalam masuk Tuan Sunan dan Nyonya Sumirah ). kenapa seseorang bisa jadi pelupa dan hanya ingat masa lalu saja.

Kami sangat membutuhkan. beli barang-barang yang mahal. Kalian tahu apa artinya warisan. Papa kan ingin punya rumah. bahkan kuliah kalian nggak kalian selesaikan. Sudah ! Sudah ! Kalian tak pernah dewasa. kami minta dulu. T i d a k b i s a. barang yang belum perlu. Yah. mungkin itu yang menyebabkan kalian sering tengkar. MAMA PAPA MAMA : : : Begini lho. Tidak usah gengsi. Mama yang pingin. NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . Rencananya mau beli rumah di mana ? MAMA : Masalahnya kami tidak punya uang. Perlu warisan itu. T i d a k !!!! Kalian dengar. Ya sudah kalau pinginnya begitu. Jangan bisanya cuma foya-foya. Toh kalian masih bisa tinggal di rumah ini. Gaya hidup kalian harus diubah. NYONYA SUMIRAH : Tidak bisa. TUAN SUNAN MAMA PAPA : : : Hak apa ? Kami ingin warisan yang nantinya akan diberikan. Yah. Tapi sekarang kalian harus lebih dewasa. agar bisa membangun keluarga secara mandiri. Tapi kami perlu uang. Kami masih segar bugar begini kalian menuntut warisan. Permintaan kalian itu tidak wajar. Iya. Uang kami tidak cukup untuk beli rumah itu. Jadi kami pingin beli rumah. Silahkan. T i d a k b i s a ! ( Mereka terdiam sejenak ).163 TUAN SUNAN : Kalian berdua seperti anak kecil. Karenanya kami sepakat ingin meminta hak kami pada Ayah Ibu. Toh nanti juga warisan itu akan diberikan pada kami juga. PAPA PAPA : : Tapi kami ingin mandiri dan terpisah Ayah dan Ibu. Mestinya kalian sedikit-sedikit bisa menabung untuk masa depan. Itu bagus. Ibu dan Ayah juga tidak keberatan. mungkin itu akan menjadi lebih baik bagi kalian. Ada apa sebenarnya. Memang kalian menikah terlalu muda.

( Mengambil surat ). lekas masuk rumah. Bagaimana kuliahmu. sangat modis. berarti sudah seminggu yang lalu. Masih seperti biasanya. Baik-baik. Kakung bagaimana. Pokoknya anak kita sudah sampai rumah dengan selamat. yang laki-laki sedikit macho. Apa isinya sih. MAWAR : Gimana Pak Pos sih. Sudahlah. Suasana kemudian senyap. TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH saling menarik nafas dalam-dalam ).164 ( MAMA dan PAPA wajahnya nampak sangat kecewa. jadi surat ini dianggap saja tidak pernah ada. ( Memasukkan surat ke tas ). NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN MAWAR : : Padahal dia hampir saban hari mampir ke sini. Apa surat itu ketlinsut di kantor pos. ke teras rumah ). Jangan NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . Sebenarnya ada apa sih. ( Mengambil surat yang ada di meja ). ini udah dua minggu aku kirim. NYONYA SUMIRAH : Ini bagaimana. 5 ( Dua orang remaja membawa tas. surat sudah sampai kok ditarik kembali. ( Mereka saling bersalam-salaman. Dasar Pak Pos males. MAWAR : Assalamualaikum. Sudahlah nanti akan kami beritahu. yang perempuan sedikit menor. Ini belum Ibu baca. MAWAR MAWAR TUAN SUNAN : : : Bagaimana keadaan Ayah Ibu. Sebenarnya surat ini hanya ingin memberi tahu Ayah dan Ibu. Baik-baik saja. Masuk ke halaman. Apa dia lupa. nampak NYONYA SUMIRAH tidak suka dengan NOKI ). Cap kantor pos di sini saja tanggal 10. Suratmu barusan tadi pagi sampai. Walaikumsalam.

Ibu tidak ingin mengulang yang kedua kalinya. namun harus Ibu ketahui bahwa tidak setiap keputusan Ibu yang berkaitan dengan Mawar selalu baik buat Mawar. Demi nama baik keluarga. Permasalahan kami pelik. Seandainya tidak terjadi “kecelakaan” itu tentu Ibu tidak mau menikahkan. Bukan dia . Semua masalah anak-anak Ibulah yang bertanggung jawab. Kalau Ibu sudah memutuskan. memang Ibulah yang paling tidak setuju karena berbagai pertimbangan……. NYONYA SUMIRAH : Cukup ! Sekali Ibu tidak setuju selamanya tidak setuju. Semua yang memutuskan Ibu. NOKI : Maaf Ibu. Bisa dimengerti. Tidak seperti selama ini Ayah Ibu merasa bahwa kami masih anak-anak sehingga tidak diperkenankan berpendapat dan memutuskan segala sesuatu secara mandiri. Dan kami tidak mau putus hanya karena paksaan orangtua. Tidak boleh ada yang membantah keputusan Ibu. Mengenai hubungan kami.. Dan sekarang lihatlah siapa yang membelikan susu kan ? MAWAR : Bagaimana Ayah ? ( Begitu TUAN SUNAN hendak menjawab NYONYA SUMIRAH memotong ). Ingat kuliahmu. Mawar percaya segala sesuatu keputusan Ibu sebenarnya ingin membahagiakan diri Mawar. tentu demi kebahagiaan anakanak. Lihat kehidupan kakakmu sekarang. Seperti hubungan Mawar dengan Noki. MAWAR : Terus terang kami sengaja menghadap Ayah Ibu karena ingin membicarakan perihal hubungan kami. Ini semua gara-gara menikah terlalu muda. Saya harap Ibu sudilah kiranya menganggap kami berdua sudah dewasa. NYONYA SUMIRAH : dan keperluan ponakanmu yang masih bayi itu. Rasanya tidak sesederhana yang Ibu bayangkan.165 terlalu banyak pacaran. Kebaikan Ibu dan masa depan kalian. ( Menyindir mereka berdua ).

Apa Ibu tahu apakah Ajiz bisa menerima apa adanya diriku. Sebenarnya kami telah menikah. Berani-beraninya kau menodai anakku. Pastilah semua itu karena akal muslihatmu saja. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Itu tidak sah. Terus terang selama ini kami merahasiakan hubungan kami yang sebenarnya. Mawar sudah tidak seperti dulu lagi. Kurang ajar kamu Noki. Sekarang saatnyalah kami harus berterus terang. Tapi kami telah berjanji di hadapan Allah. Kami adalah suami istri. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tahu apa yang terbaik untuk anak-anakku. Sebelumnya kami minta maaf sama Ayah dan Ibu. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Apa ! Nggak salah Ibu dengar ! Tidak Ibu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Maksudmu ? ( MAWAR mulai terisak ). Karena kami suami istri dan hal itu sudah sah. tanpa memberitahu Ayah Ibu. Noki benar Ibu. Kami sudah suami istri Ibu. Lalu Ibu tetap ingin menjodohkan Mawar dengan Ajiz. Itu tidak sah. Kau menipu anakku dengan bujuk rayu gombalmu itu. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tidak meminta pendapatmu. Ibu harus paham itu. Akal bulusmu saja. Sejak di semester satu. terlebih ada saksinya pula. Ibu harus mengerti permasalahan kami. Meski begitu kalian tetap putus. Berani-beraninya menjamah anakku. Masalahnya bukannya sah atau tidak sah menurut Ibu. Ibu tidak boleh keras seperti ini. Kami tak ada yang dilibatkan. Putus. Ini menyangkut masa depan Mawar. Kau kira aku tidak tahu NYONYA SUMIRAH : . NYONYA SUMIRAH : NOKI : NYONYA SUMIRAH : NOKI : Jadi kalian telah melakukan …………. Ya. saat itu pula kami sepakat untuk menikah secara siri.166 NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Di sini Anda tamu. Harap itu dimengerti. Kami kira Ibu sudah dapat memahaminya apa artinya pernikahan.

Biar mereka istirahat dulu. . Semua itu benar. Salahkan dirimu sendiri yang keras kepala. Biar aku atasi sendiri. apa benar cerita Noki. Semua itu benar. Mawar. aku tahu persis. NOKI TUAN SUNAN : : Ibu bicara apa. Suka memaksakan kehendak. bukan. Tidak bisa. Makanya sejak dulu aku tidak setuju hubungan kalian.167 sejarah keluargamu. Siapa Ayahmu. Sebaiknya kita bicarakan nanti saja. Peran apa sebenarnya yang sedang kau lakukan. ( Terdiam sejenak ). Dan Ayahmu seorang mantan preman yang kerjanya merampok. Seorang bajingan. NOKI : Ketahuilah Ibu. Bagaimana mungkin kakak ipar memperkosa adik istri sendiri. Kau kira siapa sebenarnya Ibumu. bahwa sebelum Mawar berhubungan dengan diriku. ( MAWAR mengangguk dan kembali menangis lagi ). Ibumu dulu seorang pelacur. NYONYA SUMIRAH : Bicaramu yang benar. Maafkan Ibu. Mawar ! Katakan semua ini tidak benar. Maafkan Mawar. Maafkan. Tabiat orangtua akan menurun ke anaknya. Umar. TUAN SUNAN : Katanya kamu sudah bisa mengatasi semuanya. Ini gara-gara kamu tidak bisa memimpin keluarga. Maafkan Ayah. Semua masalah dapat dipecahkan dengan jernih. dia pernah diperkosa. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Mawar ! Katakan semua cerita ini tidak benar. Sudah tidak usah ikut campur urusan ini. Jadi dalam keluarga Ibu juga mengalir darah bajingan bukan. Sebagai orangtua bicaralah yang baik. ( Marah pada TUAN SUNAN ). Jangan salahkan aku. Tidak benar kan ! ( Menangis tersedu-sedu ). siapa yang memperkosa. NYONYA SUMIRAH : Biar pikiran tenang. Kalian berasal dari keluarga rusak. Jadi benar kan kata pepatah anak tidak jauh dari orang tua. Ketahuilah anak muda. tak lain dan tak bukan menantu Ibu sendiri. Kepala keluarga. Rusak semuanya.

Mereka terdiam seperti patung hendak runtuh ). Sekarang keluar dari rumahku. Ibu mau membunuh diriku perlahan. IJAH sibuk menyiapkan hidangan makan malam. Benar kata Ayah. Lampu perlahan meredup hingga gelap. Rusak semuanya ! Rusak ! Siapa yang kamu anut selama ini. Sehingga dirimu begitu hina. diiringi kesedihan yang menusuk-nusuk. Kekakuan pikiran Ibu dan mau menangnya sendirilah yang menyebabkan ini semua. Siapa Mawar. NOKI : Baik Ibu. NYONYA SUMIRAH duduk di kursi yang mengesankan bahwa dia pemimpin keluarga. 6 ( Di ruang makan. Semua ini pastilah gara-gara kamu Noki. Keluar ! Keluar ! Baiklah ! Ketahui bahwa Mawar kini tengah mengandung anakku. . Kalau Ibu benar bisa mendidik anak-anak Ibu tak mungkin akan terjadi seperti ini. Titik. Tapi ketahuilah semua masalah ini yang menyebabkan Ibu sendiri.168 TUAN SUNAN : Sebaiknya sekarang kita cari jalan keluar terbaik bagi mereka berdua. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Keluar dari rumah ini ! Tahu apa kamu tentang kehidupan. NYONYA SUMIRAH : Kurang ajar ! Keluar ! Keluar ! ( NOKI eksit. semua ini karena kehendak berkuasa Ibu yang berlebihan terhadap semua isi rumah ini. MAWAR. Sambil mulai makan ). PAPA. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : NYONYA SUMIRAH : Jalan terbaik adalah Mawar putus dengan Noki. Di kelilingi MAMA. EYANG KAKUNG dan TUAN SUNAN. Suasana agak tegang saling curiga dengan pandangan mata yang ganjil dan mengancam. Jangan sampai merusak masa depan mereka. meja makan memanjang. Aku tidak sudi punya menantu sepertimu.

( PAPA hanya diam saja dan sesekali menganggukkan kepala. EYANG KAKUNG kemudian menyanyi dan mendekati MAWAR ). Tolong. Cucu Kakung. Kung ! Ingat ! ( EYANG KAKUNG terus merayu ). . Sampaikan salamku padanya ya. Nanti tak kasih hadiah. Kau mengkhianati perkawinan kita. Abang-abang gendero londo. ( Pada PAPA yang duduk di sebelahnya ). Baju merah. Apa mungkin Ijah yang mengambil. Siapa namanya ? Aku belum kenal. Tingkah laku kalian sudah keterlaluan. EYANG KAKUNG : Oh gadisku. Ibu sudah mencarinya tidak ketemu juga. MAWAR : Kung ! Ingat ! Aku Mawar. Baru hari ini aku melihatnya.169 NYONYA SUMIRAH : Di rumah ini aku rasa sudah tidak tentram lagi. menunduk ). MAMA : Kau benar-benar tak tahu malu. Tolong sampaikan salamku padanya. Ibu juga tidak tahu siapa yang mencuri perhiasan Ibu. Kekasihku pujaan hatiku. Berarti ada maling di rumah ini. Ini namanya cinta pada pandangan pertama. wajah cerah. Klambi abang nggo tondo moto. Kau berani melakukan pada adiku sendiri. Umar ! Jadi benar kau telah melakukan pada Mawar ? ( PAPA hanya diam saja. Dasar mata keranjang. ( Pada MAWAR ). Kung. ( Terdiam semua ).

Tidak bisa menampilkan trah keluarga yang bisa dibanggakan. Dan kau Mawar juga mengambil langkah yang salah dalam cara bergaul. dirasakan dampak kepemimpinanmu yang otoriter. Ayo kita ambil. Oh menor-menorku. NYONYA SUMIRAH : Jadi Ibu tidak tahu bagaimana lagi kita harus menegakkan martabat keluarga. Ayo ke sana. dan kini kau hamil. Umar.170 NYONYA SUMIRAH : EYANG KAKUNG IJAH : : Kakung ingat Kung. Oh klambi abangku. Semua penghuni tidak ada yang saling mempercayai. Kung ! Klambi abang Kakung di dalam kamar. kau salah memilih suami. Ada yang ingin memaksakan kehendak sendiri. Dua anakku rasanya juga mengalami nasib yang tidak enak juga. Maemnya dihabiskan dulu. . memang dulu. Oh kekasihku. Ijah ! Ijah ! Oh gendero londoku. Apa dari dulu hingga kini keluarga kita harus menjadi jelaga dalam sejarah. Ada di dalam. rupanya terlalu dini menikah. Hidup di rumah ini rasanya asing. Nama keluarga sudah tercoreng. Semua asing. Oh matahariku. Menunggu Kakung. Untuk apa dipertahankan. ( EYANG KAKUNG menurut sambil ngomel klambi abang ). Justru mata keranjangnya makin menjadi-jadi. Lastri. Tabiatmu Mulanya itulah tidak yang menghancurkan tapi semua ini. kau ulangi kesalahan yang dilakukan kakakmu. Di dalam kamar. tapi apa yang diperbuat pada Mawar adalah malapetaka keluarga. dari Kehendak berkuasa berlebihan itulah sumber malapetaka. Ayahmu sendiri tidak mampu memimpin keluarga. noda hitam yang tak akan terhapus. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Ibu melakukan itu semua karena ingin menyelamatkan keluarga. TUAN SUNAN MAWAR MAMA : : : Tentu saja karena ingin saling menang sendiri. anak-anak jadi korban. kelihatan baik. Kapal ini sudah karam.

Semua salah kaprah. membuat diri kita angkuh. ( Pada IJAH ). Semua ini salah kita. Topinya dibuka. ( Semua angkat tangan karena kaget ). Sesuai keinginan masing-masing. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Apa yang kau tahu dengan kepemimpinan. EYANG KAKUNG : ( Keluar membawa senapan ). Karena kita tidak saling percaya pada anggota keluarga sendiri. Tak ada kebaikan yang muncul dari jiwa yang bersih. Buka topi. tidak mau dikritik dan sewenang-wenang. Tanpa tahu jalan yang ditempuh benar apa salah. Ingin berkuasa sendiri. Pikiranmu itulah yang menyesatkan dirimu. Aku menang. Hadapi kenyataan dengan lapang dada. Tunjukkan kebaikan dirimu dengan bercermin dengan luka-luka masa lalu. Rendah di mata masyarakat. Masa lalu adalah cermin untuk masa depan. Atau ingin mundur. Seolah dirimu adalah pusat kebenaran. Rendah di mata keluarga. Kebaikan yang bersumber pada moral dan agama. Dan ambil jalan keluar yang tepat. Padahal kebenaran jauh dari jangkauan tanganmu. Tidak sebaliknya. Kalau Ibu masih ingin memimpin keluarga ini. Tidak mau mempercayai orang lain.171 Biduk keluarga pecah. Jangan hanya mempertahankan keinginankeinginan yang semu saja. Si Penguasa akhirnya menyerah juga. Aku menang. Kebaikan yang membuat diri kita tidak berdaya di hadapan Allah. Kalau Mawar kini sudah hamil sama Noki apa mungkin kita biarkan bayi itu tidak berayah. Itu semua hanya membuat diri kita rendah di mata Allah. Sekarang terserah. Karena kebenaran dalam hidup hanyalah mengarah pada kebaikan kita semua. Ha ha ha ha ha. keras. Angkat tangan semua. Silahkan. Aku menang. . Tidak mau mendegarkan pendapat orang lain. Yang penting ciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. karena dalam diri dan kalbu kita sudah dikotori perasaan-perasaan tidak senang dan ingin menang sendiri. Ingin bebas sendiri-sendiri.

Seorang pencuri masuk dengan baju ninja. perhiasan dan uang. Eksit. Mereka kalah. terpikirkan atas nasib hidupnya masing-masing. tak peduli pada yang lain. Mereka menyerah. 7 ( Seperti adegan pertama. Pasukan sudah menyerah. Hidup mereka kalah. Tiga. turun dari atas dengan tali yang mengelantung. kembali. tak peduli pada sekitar. sesekali berganti ke chanel lain. Mereka kalah. Mereka asyik menonton tv sendiri-sendiri. tertarik pada jam tangan yang tergeletak di meja dekat sofa ). sorot matanya kosong. Tiga. IJAH EYANG KAKUNG IJAH : Pasukan ! : Siap ! Dua. Jalan apa yang harus ditempuh ). Dua. Belok kiri. Merefleksi diri. Kita menang. masuk kamar NYONYA SUMIRAH. Hidup kita menang. Tiga. Kita menang dalam hidup. mengambil barang. ( EYANG KAKUNG dan IJAH masuk kamar. Kalah komandan. menghadap penonton. Satu. Merdeka. Lapor komandan. Hidup kita menang. turun perlahan dengan tenang. Yang lagi terdiam dalam kebisuan yang memuncak. . Hidup mereka kalah. : Balik kanan ! Grak ! Maju jalan. Satu. Mereka kalah. Wajah mereka dingin. Mereka membuka topi. Tanda kalah. diam. Ada suara kentongan bertalu-talu. mengambil barang. Kita menang. Hidup perjuangan. membuka almari. Mereka menyerah dalam hidup. Larut malam. Satu. seolah sedang memikirkan sesuatu. Dua. Merdeka. Mereka mengaku kalah.172 Siap grak. Grak. sementara meja dan kursi sofa ada di belakang. NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN menghadap layar kaca masing-masing. Hidup perjuangan.

Jangan bergerak ! Aku tembak ! Angkat tangan ! PAPA : ( Menyanyi Tul Jaenak. IJAH senang dengan pemberian itu. Saling bergandeng tangan. PAPA dan IJAH menari mesra sekali. PAPA memberikan kantung berisi perhiasan. mengundang birahi. ( Maling kaget bukan main. seronok. Mereka sudah muak dengan kelakuan EYANG KAKUNG yang selalu mengganggu hidup mereka ). mula-mula menari bersama EYANG KAKUNG. meletakkan barang curian ). Kemudian menari bersama PAPA. Ikut menari.173 EYANG KAKUNG : ( Dari pintu ). hasil curian. Angkat tangan. lalu membelai rambut IJAH. mengangkat tangan. wajahnya terlihat. Buka topi ! Buka topi ! ( Maling membuka kerudung. disambut EYANG KAKUNG yang gembira bukan main mendengar lagu kesukaannya. Sementara itu TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH cuek saja pada apa yang terjadi. Tul jaenak Jare jatul jaeji Kuntul jare banyak Ndoke bajul kari siji Abang-abang gendero londo . Tiba-tiba muncul IJAH dengan pakaian minim. Mereka sambil menari berputar-putar dengan kebahagiaan tersendiri. lalu mencium tangan PAPA ). PAPA melepaskan semua baju hitamnya.

tak jelas suara apa yang terdengar. sehingga suara nyanyian EYANG KAKUNG. Perlahan dan pasti mereka mengeraskan suara tv. seolah ada chanel yang terputus ). berisik tak terusik. Tinggal suara televisi yang makin mengeras.174 Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit ( NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN cuek bukan main. melambung-lambung. silih berganti. Lampu mulai meredup perlahan hingga hitam kelam. Seolah menggoda kehidupan. kering di telinga. tak terdengar meski penampakan mereka masih menarinari. *** S E L E S A I . sahut menyahut. Sampai puncaknya. PAPA dan IJAH perlahan hilang. tiba-tiba suara itu mati.

Kini bekerja sebagai Fasilitator Kecamatan untuk Program Pengembangan Kecamatan di Madiun Di antaranya karya-karyanya dimuat di Jurnal Cerpen. Para Penari-Lomba Cipta Cerpen Nasional Kota Batu 2002. Permohonan Hijau-Antologi Penyair Jawa Timur 2003. Surabaya Post. Graffiti Imaji-Antologi Cerpen Pendek YMS 2002. Sinar Harapan. Budi Darma dan Putu Wijaya. Iwan Simatupang. Danarto. Surabaya News. Bersama teman-teman SMA tahun 1988 ia pernah membuat antologi cerpen dan puisi. Sewaktu SMA ia telah memilih jurusan Bahasa dan Budaya sehingga banyak mempelajari sastra dan budaya. Kemudian melajutkan kuliah di Jurusan Sosiologi FISIP Unair Surabaya. perpustakaan di sekolah dasar merupakan pemicu utama kenapa ia akhirnya bergelut di dunia sastra.175 BIODATA S. Com bulan Agustus 2002. semasa kecil gemar akan wayang dan ketoprak. dan juga banyak disebarluaskan di majalah dan media massa. Y O G A S. Yoga dilahirkan di Purworejo Jawa Tengah tahun 70an. Jurnal Puisi. Lomba Cipta Cerpen dan Puisi KOPISISA Purworejo 1998. Semi Finalis Poetry. Suara Karya dan Bali Post. Amsal Sebuah Patung-Borobudur Award 1997. Ki Ageng Pemanahan Blok L 275 Perum Asabri Selo Kanigoro Madiun E-mail : s_yoga5@yahoo.com Telepon : 0351-457276 Handphone : 08123438854 : . Dari Negeri Asing-Lomba Cipta Cerpen Forum Lingkar Pena 2002. Beberapa karya-karyanya masuk antologi lomba cipta cerpen dan puisi. filmnya yang berjudul Ia yang Pergi dan Ia yang Kembali terpilih sebagai film terbaik. sejak SD sudah berkenalan dengan bacaan anak majalah Bobo dan Si Kuncung. Horison. Jawa Pos. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Antologi Puisi Indonesia 1997-KSI. di mana ia berkenalan dengan teori-teori ilmu sosial. The Jakarta Post. Lampung Post. Pernah juga mencoba menjadi sutradara film independen bersama temantemannya di @rekfilm Surabaya untuk lomba film di TVRI Surabaya tahun 2002. Gelak Esai & Ombak Sajak Anno 2001-Kompas. Sepuluh Besar Lomba Cipta Cerpen Nasional Bali Post 2002. waktu itu ia kesengsem dengan karya-karya. Solo Pos. Radio Jerman. Lampung Kenangan: Lomba Cipta Puisi Krakatau Award 2002. Kering Shanira. Alamat Jl. Surya. Suara Merdeka.

dimana kau ? Hari sudah menjelang maghrib. untuk apa peluru dan bagaimana cara membunuh dengan peluru. Matanya menerawang jauh ke depan. Noora : . Dan di Meunasah juga tak pernah diajari apa itu peluru. entah mata-mata siapa. merdeka itu sebenarnya artinya apa. lihat aku telah menemukan beberapa butir peluru yang membuat Bang Yunus terkapar dan mati ? Peluru yang manghadiahkan kematian bagi Bang Yunus saat ulang tahunnya yang ke-25. Penindasan dan kekejaman. ( Dari dalam ada suara memanggil-manggil ) Noora : Aisyah. Tapi mereka siapa. Mak ? Tapi. mereka datang hendak membebaskan kita dari penderitaan yang berkepanjangan ini ? Orang-orang itu menuduh Bang Yunus sebagai mata-mata. Mak ? Meraka siapa. Berhenti Diam. Aisyah. atau memang itu sudah tabiat mereka ? Mengapa kita tak pernah merdeka. Yah ? Orang –orang yang berbaju doreng itu ? Katanya. Mereka hanya bisa menuduh tanpa alasan yang jelas. Mak ? Dan peluru tak mungkin bisa diajak bicara.176 MEREKA TELAH MEMBAKAR MEUNASAH KITA ( Seorang perempuan remaja memakai kruk berjalan tertatih-tatih ke tengah panggung. kan ? Lihat. Menangis terisak ) Aisyah Emak akan pulang. Sebelum dia berangkat di pagi itu menuju Jawa. Kemudian dia duduk di tengah panggung. Bagiku waktu sama saja. Aisyah : Hari sudah menjelang maghrib ? Bagiku hari sama saja. tempat dia menuntut ilmu.

. Inong sudah tidak wangi. Dan Bu Salehah ? Kau tahu apa yang terjadi dengan Bu Salehah ? Aku tak pernah menceritakan kepadamu. Seperti mencari sesuatu.bungong lelebeh. Mereka benar-benar pengecut ! Ada suara anak-anak menyanyi. Di bawah pohon bungong jeumpa itu Bang Yunus ditembak mati para pengecut itu. Hanya amis darah. Aisyiah. Aisyah menangis. apa ? Suara rentetan bedil yang memberondong anak-anak Meunasah pun bukankah terdengar indah bagi telinga para penembak jahanam itu ? Ya.. Aisyah bangkit. Hening. Suara terputus-putus.. sayup-sayup : Bungong jeumpa.. Mungkin kau akan bosan dengan cerita-cerita .. Wanginya pun juga sudah tidak ada meski sisa di angin lalu. Anak-anak pun dibunuhi.177 Aisyiah. Banyak dan terlalu banyak nestapa ditaburkan di atas tanah ini.meugah di Aceh Bungong telebeh…bungong telebeh.indah lagoina Puteh kuneng mejampu mirah Keumang siulah cidah that rupa..indah lagoina. Bukankah darah lebih merah dari bunga mawar mana pun yang tercantik ? Tapi ada kriteria cantik dan tak cantik. Suara ketawa yang nyinyir di antara jerit tangis anakanak Meunasah.meugah di Aceh Bungong lelebeh..bungong jeumpa…. Sampai Cut Nyak Dien pun dikhianati.bungong jeumpa. ya. aku dengar suara itu.. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah gak ada lagi ( sedih ). Tanah ini penuh cerita tentang darah dari dahulu. Hanya darah. dimana kau ? Tak baik Inong keluyuran maghrib-maghrib. Mana ada di tanah air ini yang masih wangi.. Kau dimana ? Ada suara anak-anak menyanyi : Bungong jeumpa…. bungong jeumpanya amis darah. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah tidak wangi.

Aku tidak mau pulang. pulang ke rumah. Ayo. siapa yang mau peduli pada rakyat kecil seperti kita. Membelai-belai kepalanya. teman sekolah kita. yang jenazahnya ditemukan dipinggir kali. harus segera pulang ke rumah. Memperkosa dan membakar hidup-hidup Bu Salehah. Juga para penguasa itu. Aku tak mau binatangbinatang malam jalang itu merusak Meunasah kita. Tak ada yang peduli. Aku mau menjaga Meunasah kita. Aisyah. Meunasah itu adalah rumah kita juga.178 pembantaian di tanah kami. Sudahlah. meski gadis cacat seperti Malika. Aku tak mau. Nanti keluargamu kelabakan mencarimu. Noora : Sst. Ayo kita pulang. Mengunci pintu rapat-rapat. Hening. Tak baik kita tetap di sini. Aisyah : Dan kesadisan mereka tak memandang siapa. mereka tetap saja bisa tidur nyenyak padahal rakyatnya berteriak-teriak minta dilindungi. Noora ? Apa Bu Salehah…. Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang dibunuhi setiap harinya di tanah ini ? Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang tak sekolah lagi di tanah penderitaan ini ? Noora : Mainnya jangan jauh-jauh. ( Noora datang mendekati Aisyah. Kita tak ingin seperti Malika. . seperti habis diperkosa dan dibunuh dengan sadis. Apalagi kita kaum perempuan. Sambil lirih menyanyikan lagu bungong jeumpa. Inong. teman-teman kita sudah pada masuk lagi untuk mengaji. kita pulang Aisyah. Noora. Ayo. Noora ? Apakah mereka sudah siap mengikuti ujian. Noora ? Apakah anak-anak itu. Hari menjelang malam. Aisyah. Sesaat ) Aisyah : Bagaimana keadaan Meunasah. Sebentar lagi banyak binatang malam yang jahat keluar dari sarangnya.

Noora ? Dimana kita bisa berlindung dari hujan. mereka akan menghancurkan Meunasah itu meski yang menghalang-halangi mereka. Noora. Ada jeritan menyayat. Yakinlah. Ibrahim. Terdengar lirih anak-anak bersholawatan.179 Apakah kita rela jika rumah kita dihancurkan orang lain. Tanpa Meunasah kekuatan kita akan lemah dan mudah dibodohi lalu dibunuhi. Maka mereka berusaha membakar Meunasah kita dan membunuh kita dan teman-teman kita. Kamu jangan terpengaruh apa kata-kata mereka. Noora. Fatimah dan teman-teman kita yang lain. darah kering mereka masih ada. Mereka takut. Hasan. Noora. Aku tak yakin orang-orang jahat itu akan membiarkan Meunasah itu tetap berdiri. suara anak-anak bersyalawatan. Noora. Ini yang telah membunuh Bang Yunus. Aisyah : Kau jangan bohong. anak-anak berpuisi dari dalam Meunasah itu. Mereka takut pada gemuruh suara anak-anak mengaji. Noora ? Dimana kita dan teman-teman kita belajar ? Aku tak ingin. Meunasah adalah juga pusaka kita. Karena mereka sudah disiapkan hidup sebagai makhluk yang buas. Semua akan aman-aman saja. anak-anak seperti kita. Lihat. Mungkin mereka tak pernah mengalami masa remaja seperti kita dan juga tak pernah punya anak seusia kita. Dan ini sebutir peluru yang menghajar pahaku dan membuat kaki satuku pincang. Percayalah. dingin. Laka. sengatan matahari. Sadarlah. sejak jaman kejayaan tanah air ini. Tapi tiba-tiba terdengar rentetan senapan. Mereka tak peduli siapapun. Maryam. Aisyah. Meunasah itu punya sejarah panjang. yang membunuhi siapa saja. Ada isak tangis. . Lihat pelor-pelor di tanganku ini. aku tak ingin ada yang merampas Meunasah itu apalagi membakarnya ! Noora : Tak ada yang akan membakar Meunasah kita. mereka tidak peduli bahkan kalau perlu menembaki membunuhi. Para pejuang tanah air ini yang membangunkannya.

Mereka akan membakar Meunasah kita. Sebutlah nama Allah banyak-banyak. Tenanglah. Kita pengecut. Berlari ke sana ke sini. Noor. Noora berusaha menenangkan. Aisyah tetap panik. Aisyah : Mereka telah membakar Meunasah kita. Tak ada yang membakar Meunasah kita. Noora : Tak ada yang hendak membakar Meunasah kita. dengar derap langkah mereka mulai mendekat. Mereka bersiap menghancurkan Meunasah kita. kita munafik. Mengapa kita takut mati. Mereka biadab. Menjerit. Aisyah. Noora kewalahan menenangkannya. Mereka akan membakar Meunasah kita. Aisyah menangis. Aisyah : Dengar. Aisyah panik. Mereka akan membakar Meunasah kita dan menembaki siapa saja yang bersikeras mempertahankannya. Noor. lihat Meunasah kita masih berdiri megah. Mereka tak pantas dibunuh dengan cara kejih seperti itu. Tenanglah. . Tubuhnya bergetar. Meunasah kita akan dibakar. Aisyah. Noor. Noor. Meunasah kita akan dibakar. Kemudian terdengar gemuruh api membakar. Aisyah ! Aisyah : Mereka sudah datang. Mereka semuanya membawa bedil dan api.180 Aisyah menutupi kedua telinganya. Sedang kita tak berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Kita harus menolong Bu Salehah dan teman-teman kita. Noora : Tenanglah.

lalu aku berikan untuk Bu Salehah dan kubagi-bagikan kepada teman-teman kita agar semua merasakan wanginya. Kamu jangan khawatir. itu hadiahku untuk acara pernikahan dia. agar kita bisa membagi wanginya kepada siapa saja. Matanya sayu. agar kedua mempelai itu lebih wangi. Dan akan aku nyanyikan lagu bungong jeumpa sewaktu mereka melangsungkan pernikahan nanti. Aisyah : Membagi wanginya kepada siapa saja ? Aku tidak mau membagi wanginya kepada orang-orang yang ingin membakar Meunasah kita dan membunuhi orang-orang kampung kita. agar kita bisa memetiknya. Pohon bungong jeumpa itu masih ada. Noor. Membelai-belai kepalanya. aku pun tak rela jika kau melakukannya. Anak-anak remaja mengusung sebuah keranda. agar kita bisa menyuling minyaknya. Perlahan ada iring-iringan jenazah. Membenamkan kepalanya dalam dekapannya. Aisyah : Noor. mendekapnya. pohon bungong jeumpa di halaman Meunasah kita. Aku memetiknya kemudian kusuling menjadi minyak. kan ? Noora : Pohon bungong jeumpa itu masih ada.181 Noora menenangkan Aisyah. . Penghuni Meunasah itu juga kita akan selalu menjaganya. senyap. Dan untuk Bu Salehah. Lalu menyenandungkan lagu bungong jeumpa beriringan dengan nyanyian bungong jeumpa yang sayup dinyanyikan anak-anak. Lamat-lamat. akan selalu merawatnya agar bunganya lebat. Kemudian Noora memeluk erat tubuh Aisyah kembali. Hening. Bisu. Cahaya redup. Aisyah bangkit. bunganya mekar lebat-lebat. masih hidup ? Masih ada bunganya ? Beberapa hari yang lalu. Aku tidak rela membagi wangi bungong jeumpa kepada mereka. Kemudian lagu bungong jeumpa muncul kembali. yang merupakan pohon bungong jeumpa satu-satunya di kampung kita. Sunyi. Lenyap.

Lihat ini buktinya. Noora. sampai darahnya menggenangi terompahnya. beliau tidak mengumpat. apalagi musuh hendak menghabisi kita. meski hanya ruhnya. Apa artinya ? Apakah orang-orang tua hanya bisa menyelesaikan dengan jalan kekerasan ? Dan kematian. Jangan menyimpan dendam. Aisyah : Tapi hendak membakar Meunasah kita. ( Kemudian ada seorang anak perempuan berlari tergesa-gesa ) Seorang anak perempuan : . yang membunuhi tidak hanya bapak dan ibu-ibu kita. ataupun menyumpah serapahi manusia-manusia itu. Kematian lebih pasti meminang kita. aku tak rela jika mereka menghanguskan Meunasah juga pohon bungong jeumpa kita. tapi malah beliau mendoakan dengan doa yang indah. Noora ? Bukankah terlalu indah jika atas nama Allah. Noora. hatta mereka adalah musuh kita. seperti yang dikisahkan pada Hikayat Perang Sabil. bukankah kebaikan kita untuk siapa saja. Bukankah Sang Nabi melarang kita untuk mendendam. Bukankah Sang Nabi juga menyuruh agar kita tidak lari ketika bertemu musuh. bahkan anak-anak seperti kita. Apa artinya peperangan ini. akan menaburkan semerbak wangi ke penjuru negeri. Bahkan remaja-remaja pengecut yang bersembunyi di ketiak harta dan narkoba. Jangan-jangan kau pikir remaja-remaja yang hadir adalah remaja-remaja teroris. Saat bunga-bunga sejati diberikan pada kita. Dan pohon jeumpa itu akan selalu rimbun bunga-bunganya.182 Noora : Aisyah. pelor-pelor ini. insya Allah. tapi remaja-remaja yang punya keberanian mempertahankan kedaulatan negeri ini. Aku tak rela. Dan Meunasah kita akan ada yang menjaganya. Kita tak perlu takut pada kematian. Noora meski kita merasa masih remaja. Ketika batu-batu Taif dilemparkan tangan-tangan kasar itu sampai melukai tubuhnya. Aisyah. Karena kematian akan datang menjemput siapa saja tak memandang usia. Aku tak rela. bukan. Noora ! Apa tak cukup kekejaman mereka. meski kita mati dahulu.

Noora menarik-narik tangan Aisyah untuk segera pergi menghindar dari bahaya yang mengancam. Yang Dibalut Lumut (Antologi Cerpen Lomba Kreativitas Pemuda 2003. Bogor. Karya berupa cerpen dan puisi pernah dimuat dalam : Republika. Mereka sama saja. Aku tak rela. selamatkan diri kalian.bungong jeumpa meugah di Aceh bungong lelebeh. Muli . 16 Mei 1980.. Depdiknas). Kemudian terdengar sayup nyanyian bungong jeumpa. alumni Institut Pertanian Bogor. Tabloid MQ. Suara Karya. Aku tak rela jika Meunasah itu hancur. tapi Aisyah meronta-ronta. Meunasah itu tak boleh hancur.. Juga Meunasah kita. cepat lari. Elegi Gerimis Pagi (Antologi Cerpen Mini KSI Award 2002). Aku tak mau mati dalam kepengecutan dan kemunafikkan. Mereka telah datang hendak menghancurkan kampung kita.183 Cepat. Sampai akhirnya tangan Aisyah lepas dari pegangan Noora dan Aisyah pun bergegas tertatih menyongsong maut.1425 Zakh Syairum Majid ( Surono B Tjasmad ) BIODATA PENULIS Zakh Syairum Majid (Surono B Tjasmad).bungong lelebeh indah lagoina puteh kuneng mejampu mirah keumang siulah cidah that rupa… sayup. Sedangkan Noora mengejar Aisyah sambil kebingungan. Hanya suara rentetan bedil dan api yang menggejolak. Aktif sebagai Wakil Ketua Forum Lingkar Pena Bogor. Juga Noora. Untuk apa kita berlari dari mereka. lahir di Pekalongan. Aisyah terperanjat. Aku akan melawan mereka. Redup. Aisyah : Sudah kubilang apa.

. dll. (0251) 621628 / 081310326178. sedangkan cerpennya yang berjudul “Jejak-Jejak Terhapus Hujan” memenangkan juara III Lomba Cipta Cerpen Kreativitas Pemuda Depdiknas 2003. Cerpennya yang bertajuk “Elegi Gerimis Pagi” memenangkan Komunitas Sastra Indonesia Award 2002.184 Sikep (Antologi Cerpen Krakatau Award 2003). tinggal di Wisma Dolphin Balebak 32 Balumbangjaya. Bogor.

185 SITTY NOERBAJA (EPISODE LEPAS DARI BUMI) OLEH ILHAM YUSARDI .

186 PEMAIN Seorang perempuan muda. berperan sebagai ARIFIN Seorang laki-laki paruh baya. berperan sebagai PEDAGANG Seorang laki-laki. berperan sebagai AYAH Seorang laki-laki tua. berperan sebagai PEDAGANG PALSU ( SURUHAN DATUK ) Beberapa orang SISWA. berperan sebagai DATUK MARINGGIH Seorang laki-laki. I. berperan sebagai BAKHTIAR Seorang laki-laki muda. . berperan sebagai SAMSUL BAHRI Seorang laki-laki muda. berperan sebagai PENDEKAR LIMA Seorang laki-laki. berperan sebagai SITTY NOERBAJA Seorang laki-laki muda.

Usaha maksimal bukannya menghalalkan segala cara. hei. ARIFIN : . BAKHTIAR : Yang namanya hidup di dunia tentu harus dengan akal. ( SITTY MEMERIKSA SAKUNYA ) SITTY : Ujian tadi baru tahap percobaan. melihat jimat saat ujian tadi kamu bilang pandai. Ingat. Kamunya yang tidak benar. onde-onde mande. bukan cerdik pandai. pandai-pandai. MEREKA BERCENGKRAMA SEPERTI ADAYANG DIPERDEBATKAN. Yang dilakukan Bakhtiar diwaktu ujian tadi namanya ‘licik pandai’. Bakhtiar ? Bukankah itu cara yang licik. DI SEBELAH KIRI TERDAPAT SEBUAH RAMBU-RAMBU YANG MENUNJUKAN TEMPAT PERHENTIAN BUS. BAKHTIAR : Aah. Apakah kamu bisa melihat jimat saat ujian akhir yang sebenarnya. jimat terkembang otak membeku. Untuk hasil maksimal dibutuhkan usaha yang maksimal. Kalau hidup di akhirat baru mesti dengan iman. apalagi lihat jimat. alam terkembang jadikan guru. Nah. Bisa-bisa berubah pepatah itu. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK. SAMSULBAHRI. SAMSUL : Barangkali Bakhtiar siap dengan resiko. Resiko untuk melakukan kecurangan di ujian akhir sangat besar. Bakhtiar ? ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. kertas kecil apapun jenisnya pasti akan gagal. SITTY. didiskualifikasi. Tertawa sambil makan onde-onde pasti lebih asyik. Bertanya tetangga ?.187 PENTAS MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN ATAU HALTE TEMPAT ANAK-ANAK SEKOLAH MENUNGGU JEMPUTAN ATAU ANGKUTAN UMUM. Betulkan Samsul ? SAMSUL : Kata-kata itu benar. DI SITU MANGKAL SEORANG PEDAGANG GEROBAK YANG MENJUAL MAKANAN DAN MINUMAN RINGAN. sesekali jangan. SITTY : Tapi. Melihat kiri-kanan saja mungkin dicurigai. SEMUA TERTAWA MENDENGARNYA PEDAGANG : Oi ! onde-onde.

ARIFIN : Dasar pemalas ! BAKHTIAR : Terserah saja. Tidak bisa juga ! Baru gunakan fifty-fifty. Cukup untuk bersantai menenangkan pikiran. Pertanyaan yang tidak terjawab oleh kita. Menurut pendapat saya. Kita tentu punya cara masing-masing sebelum bertempur.. kawan... Lebih baik begini. Dari dua jawaban tersebut. gunakan pilihan bantuan. Dengar. Kedua.. siapkan kertas kecil untuk sms-sms-an. Kalau dicurigai.. ask the audience. “Ma rancak iko pado iko. Bisa-bisa meledak itu kepala.. Batang purut di tepi pagar Ditanam putri anak bangsawan . sudah...188 Nah.. sekarang lebih baik pulang. Pergi piknik. tenangkan jiwa. ? SAMSUL : Alaahh.. Seperti kata petuah : Jalar-menjalar akar benalu Kuat melingkar di batang mangga Kita belajar menuntut ilmu Tabiat buruk tak akan berharga ARIFIN : Tapi bukankah fifty-fifty itu sah saja. butuh refreshing dulu sebelum menuju gelanggang. silahkan coba. dapatlah satu jawabannya. Kalau saya.. Waktu seminggu itu masih panjang. Kalau mau belajar kejar tayang menghafal buku-buku. sama juga bohong Arifin. kode tetangga-tetangga sebelah.” bantu saya nomor sekian”. BAKHTIAR : Jangan tegang. Saatnya siaga satu. SAMSUL : Seminggu kamu bilang masih panjang ? Mana jari tanganmu ? Hitung mundur mulai detik ini.. Lemparkan pada kawan yang mungkin tahu jawabannya. urungkan niat. Pertama. dari pada kepala pusing. Lain halnya dengan cara Bakhtiar yang menurut pendapat saya. BAKHTIAR : Sudah. SITTY : Tidak ada gunanya. Untung-untung betul.. rileks saja. Gampangkan. BAKHTIAR : Fifty-fifty bagaimana ? ARIFIN : Tentukan dua pilihan jawaban yang menurut kamu paling berkemungkinan benar. pilih satu saja dengan cara menimbang ( MENIRUKAN DENGAN TANGAN ). rancak iko” Nah. phone a friends.

Perhatikan juga nasib orang kecil seperti saya. Apakah kamu mau jadi pamong terus. Sitty ? SITTY : (MENGGELENG) SAMSUL : Benar tidak lapar ? SITTY : ( MENGGELENG ) SAMSUL : Bagaimana kalau kita beli onde-onde. Ya. benar tidak. kami duluan. pak. hari esok harus lebih baik dari hari ini. Eh. Buat tutup mulut kami. selamat berindehoi ! BAKHTIAR DAN ARIFIN KELUAR SETELAH MENGAMBIL BEBERAPA ONDE-ONDE SAMSUL : Cerdik juga dia ! Kamu lapar. SAMSUL MENUJU PEDAGANG SAMSUL : Onde-ondenya.. Bayar onde-onde kami ini. pak ? Kata orang. SAMSUL : O. Sekedar pengganjal perut. Masa seharian saya berjualan di sini tidak ada yang beli ? Makanya dari tadi saya tawarkan onde-onde ini. Saya tahu kalau putrimu itu sangat suka onde-onde. O. Dia kan langganan saya. Terima kasih. sepuluh onde-onde baru lima ribu saja. begitu. Kamu pulang bersama saya atau tidak ? Biarlah mereka berdua menggagas masa depan. PEDAGANG : Nah. ya. Daaah. . SITTY : Mau. Arifin. mau ! Boleh juga. pak ? PEDAGANG : Belum seberapa. Ayo. Buat nona Sitty. Bapak baik sekali.189 Kerontang perut karena lapar Segera pulang mencari makan. jadi obat nyamuk bakarnya ? ( ARIFIN MENGIKUTI BAKHTIAR ) Samsul. Sitty. SAMSUL : Berapa.. Kali ini saya kasih bonus dua buah.

SAMSUL KEMBALI KE TEMPAT SITTY SAMSUL : Sitty. Sam ? SAMSUL : Ayahku menyarankan untuk kuliah di luar negeri.. Sam ? SAMSUL : Kata ayahku. Dengan kuliah di luar negeri kita bisa mendapatkan ilmu dengan maksimal. Kalau kamu bagaimana ? SITTY : Baguslah. Apakah ayahmu sudah memikirkannya matang-matang ? . rencananya kamu mau melanjutkan kemana. Aku tidak mungkin memaksakan keinginanku dalam kondisi seperti ini. ayahku menyuruhku untuk meneruskan ke perguruan tinggi.. selepas lulus sekolah nanti.. Sitty. Sam. bukan ? Banyak perguruan tinggi yang tidak kalah kualitasnya. Bapak itu memberi bonus buat kamu. kuliah di luar itu butuh biaya besar. SITTY : Di sini juga bisa. ya. harus ! SAMSUL : Kalau begitu besok bapak harus lebih baik. Sam..190 PEDAGANG : Ya. Aku sendiri setuju dengan itu. O. SITTY : Kenapa mesti ke luar negeri. Hehehe . Belakangan ini ayahku sakit-sakitan. Ayahmu tentu telah menyiapkan semua demi kamu.. Aku sendiri belum tentu. Besok. ini onde-ondenya. Siapa yang tidak bangga bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi . Kalau saya tadi yang beli pasti bonusnya lebih dari dua. SITTY : Luar negeri ?! SAMSUL : Iya. sangat baik untukku nantinya. SITTY : O. Dan lagi. Tidak di sini. Makanlah... SITTY DAN SAMSUL DUDUK MENIKMATI ONDE-ONDE SAMSUL : Sitty. kalau saya beli onde-onde bonusnya harus lebih dari dua. PEDAGANG : Pintar juga otakmu.

191 SAMSUL : Ah. Anak baginda berburu rusa Rusa mati tertembak panah Jika kasih jauh dimata Rasa mati badan sebelah. SITTY : Burung puyuh masuk ke rimba Di dahan jati singgah merapat Meskipun jauh dipelupuk mata Di dalam hati tetapkan dekat. entahlah. SITTY : Jauh tidak lagi persoalan. SITTY : Risau kicaunya si anak balam Ditinggal induknya di pohon jambu Walau tak bisa berjawat tangan Di dalam mimpi kita bertemu. Selagi masih di bumi ini. SAMSUL : Ombak berdentum di hujan lebat Sampan melaju ke pulau seberang Hendak kemana carikan obat Badan bertemu makanya senang. dan tentu akan menjauhkan aku dari kamu Sitty. Apalagi zaman sekarang ini. Selain itu sebenarnya aku belum siap untuk merantau terlalu jauh. jauh dari keluarga. Jarak dan waktu bisa direkayasa dengan teknologi. Jauh dari kampung halaman. Utara selatan jadi penjuru Timur dan barat jadi pedoman Jika tuan dilanda rindu Dikerat rambut jadikan kenangan. SAMSUL : Aku tidak ingin jauh dari kamu Sitty. SAMSUL : Tetak lontar alaskan padi Peti dibawa dari Palembang Bertemu sebentar bagaikan mimpi Itu membawa hatiku bimbang . Sam. Kalau lama tidak ke ladang Tinggilah rumput dari padi Kalau lama tak bisa kupandang Rasa rindu menjadi-jadi.

SITTY : Anak Kediri berdagang kain Kain disimpan dalam peti Niat diri tidak pada yang lain Tuan terikat di dalam hati. SAMSUL : Tanam melatai bersusun tangkai Tanam padi satu persatu Jikalau boleh bersusun tangkai . SAMSUL : Manis-manis bukannya tebu Manisnya manis si gula jawa Manis tidak sekedar dari rupamu Manis kupandang budi bahasa. SITTY : Merah warnanya si bunga mawar Putih suci bunga melati Janji bukan untuk ditawar Kasih hanya dilerai mati SAMSUL : Tanam melati di depan rumah Ubur-ubur berdamping dua Jikalau mati kita bersama Satu kubur kita berdua. Surabaya kota pahlawan Dikenang seluruh anak negeri Sitty Noerbaja yang menawan Tak akan kudapati di luar negeri. Anak dara bersunting kembang Rupanya elok serta jelita Banyak dara di negeri orang Tidakkah tuan bersimpang mata.192 Bendi dipapah jalan berliku Mengangkut sirih ke tengah pekan Kaki dilangkah terasa kaku Takut kasih berpindah tangan. SITTY : Ubur-ubur berdamping dua Tanam melati bersusun tangkai Kalau mati kita berdua Jikalau boleh bersusun bangkai.

SAMSUL DAN SITTY KELUAR PEDAGANG : Ikat berikat tali kuda Pasang pelana kuda yang putih Hati terikat samanya muda Lupa waktu sebab berkasih Minta daun diberi daun Dalam daun buah bidara Minta pantun diberi pantun Dalam pantun ada cerita PEDAGANG ITU PUN KEMUDIAN MENUTUP DAGANGANNYA. Dipejam mata tak terpejam Direbah tubuh tak jua senang perasaan. Sitty. SITTY : Istirahatlah lagi ayah. PEDAGANG : “Allahuakbar Allahuakbar.. TANPA DISADARI..193 Daging melebur jadi satu. Sudah terlalu senja. DI RUANGAN SEBUAH RUMAH SEORANG LAKI.. Merantaunya masih lama. PEDAGANG MEMPERHATIKAN PERCINTAAN SAMSUL DENGAN SITTY.. ..LAKI SEPARUH BAYA DUDUK.!!” ( KEARAH SITTY DAN SAMSUL ) SAMSUL : Hah ! O .. Ayo kita pulang... *** II. sudah terlalu larut.. LAKI-LAKI ITU TERBATUK-BATUK SERAYA MENGUSAP-USAP DADANYA MENAHAN SAKIT. Sitty.... SESEKALI MEMIJIT-MIJIT BAHUNYA. AYAH : Tidak mudah tidur bagi ayah sekarang ini. KELUAR SERAYA MEMBAWA RAMBU-RAMBU YANG TERNYATA BISA DICABUT DENGAN MUDAH. ANAK PEREMPUANNYA DUDUK DI SEBELAH LAKI-LAKI ITU. Lulus saja juga belum tentu. Nanti orang di rumah marahmarah..

Hutang-hutang tumbuh melilit pinggang. anakku. AYAH : Kemarin Datuk Maringgih datang ke sini. Niat hendak menyekolahkanmu tinggi-tinggi. Tidaklah beban jadi rasian Habis daging dihisapnya. Tapi. .194 SITTY : Apalagi yang ayah pikirkan ? Bukankah ayah pernah bilang pada Sitty. Karena telah melewati batas waktu yang seharusnya. Nasib tertoreh di telapak tangan. Tapi. Mencekik kerongkongan. Kamu ini seperti orang dulu bilang. kali ini kamu terpegang ujung benang. tentulah dibawa mati. AYAH : ( MENARIK NAFAS ) Berniaga ke tanah Jawa dagang emas dengan budi bahasa. Tak lain untuk menagih hutang pinjaman dagang yang sudah jatuh tempo. biar bertambah isi kepala. besar juga tetap anak ayah. kamu juga tahu. Sitty. dia menolak. apa yang ayah pikirkan ? AYAH : Dipintal benang dengan gulungan Biar berpisah pangkal dengan ujungnya Tak kusut pula dalam genggaman. AYAH : Sitty. tentulah Sitty takkan berlepas tangan. Besar belumlah dapat ditumpangi. Sitty. ayah. SITTY : Ah. Tuhan dari atas jua yang menentukan. SITTY : Sitty mengerti. ayah. SITTY : Kalaulah ujung di tangan Sitty. bagaimanapun. Tapi. Kalau boleh Sitty tahu. Sekarang. Cita-cita membumbung langit. Ayah memintal dari pangkalnya. SITTY : Benar ayah. Hutang budi. AYAH : Hutang emas dibayar emas. Kecil Sitty anak ayah. Ayah meminta Datuk menambah jangka waktu yang diberikan. Jerih peluh usaha niaga kita kali ini telah habis surut. malang tak dapat ditolak. untung tak dapat diraih. Dengan senang Sitty dengarkan. Ceritakanlah ayah. harta ayah hanya tinggal badan sepembawaan ini. Ayah tak dapat lagi berbuat apa-apa. Kecil tak lagi untuk disuruh-suruh.

Seluruh hutang kita padanya. Berputik sudah. SITTY : Maksud ayah.. Maka. Sitty paham. SITTY : ( TERKEJUT ) Dengan Sitty. SITTY : Iya.. Jual gabah di tengah pekan. ayah. Harumnya belumlah melintas pagar. Rumah yang satu-satunya inipun hendak disitanya. SITTY : Sitty mengerti.. . Tiap melangkah terjatuh pula menyentuh tanah... Ayah. AYAH : Panjang cerita segelas kopi. ayah ? AYAH : Kalaulah umur ayah masih panjang. ayah. SITTY : Tidak.195 Sehingga bunganya sudah berlipat ganda. Bunganya menjulang menyentuh lutut.. dan tenaga berisi di badan. Potong dipotong tumbuh jua. berbunga belum. ? AYAH : Sitty. ayah. direntang masa setinggi bulan. Bersilat lidah di perbincangan. Sitty. Hutang kita seperti memotong rumput di tengah padang. lain dengan Datuk Maringgih. SITTY : Tapi.. Ayah. Kalaulah susah sama kita pikirkan. hutang emas dibayar emas ? Hutang budi dibayar budi ? Tapi.. Datuk ingin mempersuntingmu. gabah dibawa dengan bendi. Tentu ayah tidak akan memberi tahu kamu. tidak berguna pepatah demikian. ayah !? Datuk Maringgih !? AYAH : Itulah jalan yang ia pintaskan agar terlepas dari segala hutang. tidakkah ada jalan lain. AYAH : ( KEMBALI MENARIK NAFAS. AYAH : . nak lapang jua beban di hati. KEMUDIAN MENGGELENGKAN KEPALA ) Daunmu terlalu hijau. berkecamuk darah dalam dada. Dan itupun belum juga akan menutupi hutang kita Sitty. lepaslah hutang yang selilit pinggang.. Sitty belum . . Ah. apa yang bisa Sitty perbuat untuk itu.

Dan saya punya onde-onde. ayah istirahatlah dahulu. sabar. SITTY KELUAR MENINGGALKAN AYAHNYA.. Datuk Maringgih hendak menjatuhkan hari.. Sekolah bubar pukul setengah enam. baru sedikit lewatnya. JUBIR SEKALIGUS PENGAWALNYA. enak rasanya. O.196 Sitty. DATUK : Sudah keluar anak sekolah itu ? PEDAGANG : O. setengahnya saja. Sitty Noerbaja gadis.. Dia bilang onde-onde lebih hebat dari makanan import manapun. Seorang gadis cantik akan memborong onde-onde ini. belum Tuan. Kalau tidak percaya lihat saja nanti. Timbangan yang bagus tidak berat sebelah. Berlebih semata ditentang dengan pikiran. SITTY : ( TERDIAM LAMA SEPERTI BERPIKIR ) Ayah. Sebentar lagi. Lihat. Selepas kamu lulus sekolah nanti. apa Tuan menunggu Sitty Noerbaja ? DATUK : Ya. PEDAGANG : Berarti Tuan ini keluarganya Sitty. Mungkin sebentar lagi. LAMPU MENYURUT. MELIHAT ARLOJI ). Silahkan duduk dulu. bolehkah Sitty mohon diri Ayah ? Sudah berat kelopak mata. Gadis manis. Sabar. kakeknya barangkali ? . Saya menjemputnya. semanis tebu. PEDAGANG MENUNGGU ANAK-ANAK PULANG SEKOLAH. DATUK : Sitty Noerbaja ?! PEDAGANG : Tepat sekali. Santai dulu. PENTAS KEMBALI MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN. Ya. Baru pukul lima lewat sedikit. Eh. Coba lihat arlojinya ( MENARIK TANGAN DATUK. suka onde-onde. *** III. Ayah paham kalau kamu belum punya timbangan yang kuat. DATUK MARINGGIH MASUK BERSAMA PENDEKAR LIMA—ASISTEN. Silahkan dicoba. Sitty.

sekedar informasi. PEDAGANG : O. tidak perlu sekolah tinggitinggi untuk bisa hidup sejahtera. paman juga salah. Mau paman.. Menuju kesini.. SITTY. Cuma pakai akal-akalan. Kecil bahagia. Datuk. kek... Ya. PENDEKAR LIMA : Hei ! Mau kakek. . manis di dalamnya. Lihat saya. tua sejahtera. Lembut di luarnya. bukan urusan saya. PEDAGANG : Jadi. SAMSUL . Anak Sutan Mahmud.. Lama sekali keluarnya. berarti Tuan ini sopir pribadinya nona Sitty.. Zaman saya sekolah tidak terlalu penting. Dia ramah sekali. Apa yang mereka perbuat di sekolah itu. DATUK : Siapa laki-laki itu ? Hah ! Samsul Bahri. pamannya begitu ? PENDEKAR LIMA : Huhh ! Tidak kata saya ! PEDAGANG : Kakek bukan.. mati masuk. Mesra sekali mereka. Anak sekolah keluar seperti kambing lepas dari kandang. BAHKTIAR DAN ARIFIN MASUK. DATUK : Bergandengan ! Dengan siapa !? PENDEKAR LIMA : Dengan laki-laki. Mau bapak. Sitty berarti onde-onde. Apa urusanmu ! Urus saja onde-ondemu itu. Maafkan saya. kek.. muda foyafoya. bapak tidak. Tapi. Tapi ingat.197 PENDEKAR LIMA : Heh ! Jangan asal bicara ya ! PEDAGANG : Bapaknya ? PENDEKAR LIMA : Datuk ini bukan bapaknya. Nah. Tapi ke sini untuk menjemput Sitty. Sudah melekat-lekat pula ia dengan Sitty. Bagi saya. Tidak akan saya urus lagi. oke. seperti onde-onde. Sitty bergandengan Datuk. DATUK : ( KEPADA PENDEKAR LIMA ) Coba kau lihat kesana. kek. Oke. PENDEKAR LIMA : Itu dia.

DATUK : Selamat sore Sitty. sekaligus pengawal pribadi Datuk. Saya mau bicara sebentar dengan Tuan Datuk.198 SAMSUL : Tuan Datuk Maringgih rupanya.. bersalaman dengan Datuk harus melalui saya... Saya asisten. Mari. SITTY : Ah. saya mohon pengertian kamu. kita berkeliling menikmati senja yang menarik ini. Sitty. menunggu kena usir. Niat di hati hendak menjemputmu. PENDEKAR LIMA : Nah.. mencari angin segar sambil makan rujak atau jagung bakar. eh. Ini urusan saya. Jadi segala apapun urusan dengan Datuk harus melalui saya.. Bagaimana kalau kita ke tepi laut.. ( MENGULURKAN TANGAN HENDAK BERSALAMAN TAPI TIDAK DIBALAS OLEH DATUK ) PENDEKAR LIMA : Oh. ! SITTY : Tenang Sam. Tunggu apalagi. Sedari tadi saya menunggu. Datuk !? DATUK : Ayo Sitty. SAMSUL : Tapi. ( MENARIK TANGAN SITTY ) SAMSUL : Ada apa ini Datuk ? PENDEKAR LIMA : Bukan urusan kamu ! SAMSUL : Ini jadi urusan saya. Kamu. mari. kalau tidak mau berurusan panjang dengan saya ! SAMSUL : Tapi jangan main . Pulanglah dulu bersama Bachtiar dan Arifin. SITTY : Sam. ya ? BACHTIAR : . jubir. O. Mmmh . urus saja dirimu sendiri. Setelah itu kita ke plaza mencari oleh-oleh untuk ayahmu. kamu dengar tidak ? Sitty menyuruhmu pergi dari sini. PENDEKAR LIMA : Oi. Mobil sudah saya persiapkan.

Sebagai seorang calon induk berasku. tidak usah pakai menolak segala. Ini bukan hitungan matematik. DATUK : Sitty. Sebagai seorang yang jauh lebih dewasa. PENDEKAR LIMA : Kamu juga mau turut campur urusan ini. aku. op. SAMSUL. BACHTIAR DAN ARIFIN PERGI DENGAN KESAL. Datuk. Ini aku lakukan tulus dan murni dari hati nuraniku sendiri. Tentu kau mengerti Sitty. tentu Tuan lebih paham dunia ini. Bukan begitu hendaknya ? SITTY : Siapa yang menyuruh Datuk melakukannya ? DATUK : O. Sitty. Biar kita merasa dekat. Sudah tujuh belas tahun. SITTY : . Ayo. Mulai hari ini saya. Tuan. tidak siapa-siapa. PENDEKAR LIMA : Ah.199 Enak saja main usir. DATUK : Ah. alangkah menyenangkan kita bertemu setiap saat. Datuk akan membuat hariharimu bahagia. Apa maksud Datuk menjemput saya ? DATUK : Saya bermaksud baik Sitty. Sitty. akan menjemputmu. kau kan bukan lagi anak kecil yang tidak bisa menentukan langkahmu sendiri. Jaga diri baik-baik. Ini tempat umum tahu. Turuti sajalah. eh. Tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan. Saya tidak pernah meminta untuk dijemput. DATUK : Saya tidak menyuruhmu bicara ! SITTY : Datuk. Mundur. Menurut pendapat saya lebih baik kita mengalah. SITTY : Datuk. ya ? Mau tahu prosedur berurusan dengan saya ? ARIFIN : Op. semua sudah saya perhitungkan dengan ayahmu. op. kami duluan. SITTY : Tuan Datuk.

Kerja di kantor ? Di Bank ? Jangan mimpi Sitty. atau kamu jadi pekerja . bekerja mencari uang untuk membayarnya. Saya akan berusaha.. SITTY : ( MENAHAN AMARAH ) Saya tidak bicara demikian Tuan-tuan.. Hendaklah Tuan berpikir baik. kamu perempuan. PENDEKAR LIMA : Tidak tahu diuntung pula kau rupanya. PENDEKAR LIMA : .200 Jalan saya masih panjang Datuk. Mau dibayar dengan apa lagi ? Ayahmu sudah menjual seluruh perusahaan dagangnya. Saya tidak suruh kamu bicara. Alangkah bagusnya Datuk mencari perempuan yang lebih dari saya. Ayahmu sudah mulai bicara sendiri memikirkannya. SITTY : Tuan. kamu keberatan dengan aku Sitty ? SITTY : Maafkan saya Tuan Datuk. dan juga baik untuk saya. Ingat. sumur. Tunggu saya menyelesaikan sekolah saya dulu. Hutang ayahmu dengan Datuk sudah terlalu banyak. pekerja seks komersil. dan kasur. Berilah saya kesempatan. Sitty. saya berharap Datuk sabar. Baik untuk Tuan. PENDEKAR LIMA : Ini sudah yang terbaik Datuk lakukan untuk kamu dan Ayahmu. Tuan. Saya belum berpikir melangkah sejauh ini. SITTY : Hutang emas dibayar emas. Apakah kamu senang melihat ayahmu sakit-sakitan memikirkan. Jadi. DATUK : Saya tidak main-main Sitty... Sitty ? Lebih baik lakukan langkah besar. PENDEKAR LIMA : Heh ! Mau kerja apa kamu Sitty ? Tidak gampang mencari pekerjaan di jaman sekarang ini. DATUK : Pendekar Lima.. dapur. barangkali kamu bisa jadi babu. Bukankah perempuan itu hanya .. SITTY : Tentang hutang Ayah saya pada Datuk. Apalagi. Untuk bunganya saja itu pun belum cukup. DATUK : Apalagi yang kamu cari setamat sekolah ini. buruh kasar. lebih pas menjalankan hidup dengan Datuk. Lebih pantas. Diam saja di sana. O. Lebih baik kau bayar lunas dengan .

PENDEKAR LIMA : Jangan bersilat lidah. begitu ? Lalu.. SITTY : Tidak baik menyangkut – pautkan persoalan ini dengan orang lain. keinginan Datuk terhadap saya. siapa yang pantas ? PENDEKAR LIMA : Samsul Bahri tentu telah mempengaruhi otaknya. Persoalan ini hanya antara keluarga saya dengan tuan Datuk. Terserah ! Saya tunggu keputusanmu. DATUK : Baik. tunggu apa lagi ? SITTY : Namun. Jadi kamu menolak saya ? Saya tidak pantas untuk kamu. Bahkan terlalu baik. Tidak akan saya lupakan. PENDEKAR LIMA : Nah. bahwa Datuk adalah seorang yang baik.201 Jadi kau kemanakan perbuatan baik Datuk selama ini pada ayahmu ? SITTY : Saya akan selalu mengingatnya. Tuan. apalagi mempermainkan saya. DATUK : Hhh. Baik untuk kamu serta ayahmu.. Niat baik Datuk tidak akan ada yang menghalangi.. Tuan. saya mohon maaf dan berharap Tuan mengerti. Maafkan atas kelancangan saya. Jangan bermain-main.. Kalau Tuhan berkeinginan lain. baik. SITTY : Cukup Tuan. Saya pulang. Sitty ! Silahkan kamu berpikir baik-baik sekarang.. Sejak kapan kau berhubungan dengan dia ? Sudah sejauh mana ? Jangan-jangan kau telah melakukan. SITTY : Sekali lagi. Saya mohon diri dulu. SITTY : Belum tentu. tidaklah boleh mendahului yang di atas. Samsul tidak tahu apa-apa dengan masalah ini. SITTY KELUAR PENDEKAR LIMA : . apakah baik buat saya ? PENDEKAR LIMA : Jelas sangat baik. Tuan. Sitty.

Lebih baik langsung Sitty saja. Sehingga Ia tidak sempat menikmati onde-onde saya. Sekarang gunakan bibirmu itu kesana. PENDEKAR LIMA : Keras hatinya pada Samsul Bahri. Goblok ! Sekarang gunakan otakmu. PENDEKAR LIMA : O. apakah setelah ini dilakukan Sitty akan mau dengan Datuk ? Tentu dia akan tambah sulit didekati.onde-ondenya enak sekali. Rejeki saya jadi hilang begitu saja. Kelihatan serius sekali pembicaraan tuan-tuan dengan Nona Sitty.. Begini ( BEBICARA PELAN DENGAN DATUK. Tapi dia bukan masalah yang besar. Samsul Bahri !? Tampaknya dia akan menjadi batu sandungan bagi langkah saya. Pembicaraan tadi itu. PEDAGANG : Tuan mengajak Sitty main film ? Dia menolaknya ? PENDEKAR LIMA : . Datuk. Kenapa Sitty pula yang dijadikan sasaran.202 Keras kepala juga dia ! DATUK : Keras hati. PENDEKAR LIMA MENDEKATI PEDAGANG. biasalah.. kami menawarkan sebuah peran pada Sitty Noerbaja. PENDEKAR LIMA : Ah. ke sini ! ( MEMBISIKAN SESUATU. DATUK : Mmmh. Tapi.. Pikir-pikir dulu katanya ( MEMAKAN SEBUAH ONDE-ONDE ) Mmmh. DATUK : Kamu gila ya ! Tujuan saya itu jelas-jelas Sitty.. Pendekar. PENDEKAR MENGANGGUK-ANGGUK ) PENDEKAR LIMA : Ide yang usul. Baik. Tuan.. bagus. pendekar. Hehehe . bagaimana caranya. Kami ini memiliki sebuah Production House yang sedang menggarap sebuah film baru. Tapi dia masih ragu. DATUK : Tapi bagaimana ? PENDEKAR LIMA : Begini Datuk. SESEKALI MENUNJUK KE ARAH PEDAGANG ) DATUK : Bagus. PEDAGANG : Eh.

. Sayanya tidak. Memang apa judul filmnya ? PENDEKAR LIMA : Mmmh. Kami membutuhkan gerobak Anda ini untuk setting sebuah adegan di film kami nantinya. Belum. PENDEKAR LIMA : Karena itulah kami memberikan peran ini pada dia. Sitty akan memainkan tokoh utamanya yang sedang menunggu kekasihnya sambil makan onde-onde. lain dari yang lain. PEDAGANG : Aah. Nah. pengambilan gambar pertamanya akan dilakukan di sini. PEDAGANG : Lho ! Kok pakai kata ‘tidak’ ? PENDEKAR LIMA : Di situlah nilai jual film ini. Film ini akan memperlihatkan bahwa tidak ada apa-apa dengan cinta. PENDEKAR LIMA : Sayang. sepertinya kita juga bisa berkerjasama. PEDAGANG : Semestinya saya juga diajak.. wajah Anda itu tidak Kameragenik PEDAGANG : Apa maksudnya ? PENDEKAR LIMA : Wajah Anda itu tidak menarik jika dishoot dengan kamera. Sitty belum memutuskannya tadi. Sitty pasti senang dengan saya sebagai lawan mainnya.203 O. Jadi saya cuma pakai gerobaknya saja.. PEDAGANG : Makan onde-onde ? Wah. Persetan dengan yang namanya cinta. Bagaimana ? Mau tidak ? Kami hargai ( MEMBERI PENJELASAN DENGAN TANGAN SAMBIL BERBISIK ). Itu akan merusak citra film ini di mata penonton nantinya. “Tidak Ada Apa-apa Dengan Cinta”. PEDAGANG : . Saya ini kan sudah biasa melakukan adegan yang Tuan inginkan. PEDAGANG : Bekerjasama ? Tuan membutuhkan saya untuk main film ? PENDEKAR LIMA : Ya. masa cuma gerobaknya saja. ( MEMATUT-MATUT GEROBAK PEDAGANG ) Selain dengan Sitty. dikasih peran. cocok sekali dengan hobinya.

Tapi. SEORANG PEDAGANG PALSU SURUHAN PENDEKAR LIMA TELAH SIAP DI TEMPAT ITU. SITTY MASUK. bagaimana ? PEDAGANG : Nah. begitu.. Datuk. Setelah Samsul dibereskan. cuma segitu ? Biasanya seorang produser itu sangat royal. PENDEKAR LIMA : ( HENDAK BERBALIK KE TEMPAT DATUK ) Apa lagi !? PEDAGANG : Tadi kata Tuan.. Mmh.. Tidak percuma kau kuangkat jadi jubir. ( MENUJU DATUK ) DATUK : Bagaimana. PENDEKAR LIMA : Tenang. tidak ada lagi halangan bagi saya menuju Sitty. Dengan nilai yang lebih tinggi. IA MONDAR-MANDIR MENUNGGU ANAK-ANAK SEKOLAH KELUAR. Nona Sitty belum memastikan dirinya untuk. Semua sudah saya persiapkan DATUK : Bagus. sesudah pengambilan gambar adegan ini akan saya tambah.. pasti Sitty tidak akan sanggup menolaknya. PEDAGANG PALSU : O. HERAN MELIHAT PEDAGANG ITU. nona pasti Sitty Noerbaja. Oh.204 Ah. bibirmu tak kalah cepatnya dengan otakmu. PENDEKAR LIMA : O. .. Nanti akan kami hubungi lagi dia. Cuma persoalan nilai kontrak. Dua kali lipat. *** IV. Itu bukan urusan kamu.. Sitty ( SERAYA MENERAWANG ). Kerjasama disepakati... Pendekar ? PENDEKAR LIMA : Beres... Apalagi untuk sebuah adegan penting.

. si anu... Samsul Bahri. Tapi bapak ini siapa ? Biasanya kan pak Amat yang berjualan dengan gerobak ini... Biar saya saja. maksud saya daripada merugi. si anu... Ini juga penting Nona.205 SITTY : Betul.... maksud saya. PEDAGANG PALSU : Saya ini. maksud saya tidak usah. maksud saya ada sesuatu yang akan saya..kampung isterinya itu.. Pak ? PEDAGANG PALSU : Ah. SITTY : Pak Amat ? . PEDAGANG PALSU : Nah. maksud saya ke.tidak bisa... Katanya dia ada.. teman Nona yang bernama Samsul itu . saya diminta untuk menggantikannya..Eh. maksud saya. Ada perlu apa bapak dengan Samsul ? PEDAGANG PALSU : Begini... SITTY : Memangnya siapa yang berpesan ? PEDAGANG PALSU : Si itu. Sebentar lagi..... Saya ini di. Tidak tahu saya.. saya ini saudara dari isterinya si Amat yang biasanya berjualan di sini.. Saya biasa menunggunya di sini.. SITTY : Ada apa.... Seperti yang Nona maksudkan tadi. entahlah.... Berhubungan si Amatnya ada urusan ke situ. SITTY : O. Yang penting bagi saya itu. Daripada tidak untung. nanti saya sampaikan pada Samsul. SITTY : Maksud bapak ada yang ingin bapak sampaikan pada Samsul ? Katakan saja pada saya.. anu... lebih baik saya yang menjual-jual dagangannya hari ini. PEDAGANG PALSU : Ooo.. Pokoknya anu. Penting ! SITTY : Maksud bapak urusan penting. betul. maksud saya... Dia belum keluar.

Seharusnya Samsul. SITTY MENGAMBIL BEBERAPA BUAH ONDE-ONDE DARI GEROBAKNYA. Hehehe.. SITTY : Nah. SITTY DUDUK MELEPAS LELAH . Ini uangnya.. ( MEMAKAN SEBUAH LAGI ) . seperti yang disuruhkan pada saya. SITTY : O. PEDAGANG PALSU : Ha! Onde-onde ? Nona Sitty membeli onde-onde ini untuk siapa ? SITTY : Ya buat saya.206 PEDAGANG PALSU : Iya. SITTY : Pak. tidak untuk dijual... ya. ini uangnya. Tapi gulanya terlalu manis dari yang biasa.. Nona memakannya ? ( PADA SITTY ) SITTY : Iya. kenapa ? PEDAGANG PALSU : Ditelan ? SITTY : ( MENGANGGUK ) PEDAGANG PALSU : Enak ? SITTY : Mmm... PEDAGANG PALSU : Tapi ini tidak untuk... seharusnya saya bilang begitu. SEMENTARA PEDAGANG PALSU ITU MENUNGGU SAMSUL. Saya beli onde-ondenya... Ini saya lakukan karena uang. PEDAGANG PALSU : ( KESAMPING ) Aduh ! Celaka saya.. KEMUDIAN IA MEMAKAN SATU BUAH ONDE-ONDE.. begitu ? Apa bapak tidak mau uang ? PEDAGANG PALSU : Uang ! Mau saya.. enak.

Aduh. tidak ! Saya tidak suka onde-onde. Tapi. bangun. celaka. Cepat angkat. SAMSUL. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK SAMSUL : Sitty !? BAKHTIAR : Sitty kenapa !? ARIFIN : Ada apa dengan Sitty !? SAMSUL : Hah ! Tidak usah bertanya lagi.207 PEDAGANG PALSU : Yang itu ? SITTY : Sama saja. Onde-onde itu manis. nona ini ( MENDEKATKAN TANGAN PADA HIDUNG SITTY ) Haa ! Tidak ada anginnya. Ia akan tambah pusing melihat saya. kalau orang-orang datang hancur saya. Wah. Untung anak saya segera membawa saya ke Puskesmas. Kata anak saya. MEREKA KELUAR MEMBOPONG TUBUH SITTY. Nona takut mati ? ( MENOLEH KEPADA SITTY ) Nona ? Nona ! Bangun nona. Saya tidak boleh makan yang manis-manis. Pernah saya pusing sekali gara-gara makan dodol yang juga sama manisnya dengan onde-onde. Saya jadi terbatuk-batuk. Bawa ke rumah sakit.TERKAPAR ) Saya ini belum ingin mati. pusing. Saya akan jadi pusing. Saya ingin hidup seribu tahun lagi. nafas saya sesak sekali ( SITTY MEMEGANG DADANYA KARENA SESAK NAFAS ) Hampir-hampir saya tidak kuat lagi. saya akan batuk-batuk. DARI ARAH LAIN DATUK MARINGGIH DAN PENDEKAR LIMA MASUK. puskesmas ! Tolong ! Tolong ! Ah. seharusnya Samsul. Nona. Aduh. Aduh. ( MENYODORKAN ONDE-ONDE ) PEDAGANG PALSU : O. bagaimana ini !?. DATUK : Bagaimana ? PEDAGANG PALSU : Wah. anak saya akan marah. Kalau tidak. Puskesmas. Ia akan kasak-kusuk mencarikan saya obat. Susternya menyuntik saya disini ( MENUNJUK BAGIAN PAHANYA ) Sakit. Kalau saya makan. Tidak. ( SITTY MEMEGANG KEPALANYA SEPERTI KESAKITAN ) Nah. saya bisa mati. Kalau tidak. setelah itu saya bisa sembuh. saya tak dapat uang. celaka ! Sitty ! . Aduh. puskesmas itu kependekan dari. kepala sakit dan masuk angin.( SITTY SUDAH TERDIAM BEGITU SAJA. Bapak ini kenapa ? Kalau bapak mau silahkan coba saja.

Kalau Sitty mati. DATUK : Mati atau tidak. Ayo ! LANGKAH DATUK TERHENTI KARENA SAMSUL DATANG. Kasus ini pasti diusut. Kalau saya katakan ada racunnya tidak mungkin. Apa yang harus kita lakukan ? Kita dalam keadaan bahaya.. DATUK : Ini kesalahan kamu ! Menyuruh orang yang tidak bisa diandalkan ! Apa tidak ada yang lebih punya akal ! PENDEKAR LIMA : Kalau orang berakal mungkin tidak mau melakukannya. DATUK : Untuk apa lagi ? PENDEKAR LIMA : Mengetahui keadaan Sitty. maksud saya Sitty makan onde-ondenya. Sudah saya larang.208 DATUK : Kenapa Sitty ? PEDAGANG PALSU : Onde-onde. Sekaranglah waktu yang tepat untuk menghindar. Ternyata langkah saya tak kurang dan tak jua lebih. SAMSUL : O. Sebaiknya kita pergi dari sini. PENDEKAR LIMA : Diangkut ke rumah sakit ? Cepat bapak lihat kondisinya ! Segera balik. Mau apa lagi. ia mati atau tidak. tapi ia terus saja. Datuk. percuma semuanya ! PENDEKAR LIMA : Ini kesalahan teknis. kami tunggu di sini ! PEDAGANG PALSU KELUAR MELIHAT SITTY DATUK : Haahhh ! Kenapa bisa jadi seperti ini ? Kacau ! Yang saya perintahkan bunuh Samsul Bahri. Sekarang Sitty diangkut ke. Hendak ke mana tuan-tuan ? .. PENDEKAR LIMA : Kita tunggu laporan dari orang tadi dulu Datuk. tidak perlu lagi saat ini. Datuk. DATUK : Sudah! Jangan mencari alasan lagi.

satu juta katanya.. Tapi Nona Sitty membeli onde-onde itu dan mengasih saya uang.. DATUK : Jangan asal tuduh ! Kamu ingin mencemarkan nama baik saya.. SAMSUL : Maksud bapak ? PEDAGANG PALSU : Aduh. sekarang kau harus me. ini sudah tiga kali saya jelaskan pada kalian ! BAKHTIAR : Jadi tidak usah berkelit lagi dari kami. Datuk ! Nah. Perintah cuma menyerahkan onde-onde itu pada Samsul Bahri..209 Tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak ada alasan untuk tidak menuduh Datuk sebagai dalangnya. Datuk ! SAMSUL : Datuk hendak meracuni saya agar Sitty bisa jatuh ke tangan Datuk ? Terlalu sempit jalan pikiran datuk. Tidak semua orang bisa Datuk bodoh-bodohi. Zaman sudah bertukar. ya ! Begitu ? Sitty sekarang dalam keadan koma. Dokter telah mengetahui penyebabnya. Situ. Samsul Bahrinya tidak ada. ARIFIN : Sitty sudah mendahului kita. Jadi saya mau. Janjinya saya akan dikasih uang banyak. PEDAGANG . anak muda. ARIFIN MASUK DENGAN RAUT MUKA TEGANG BERCAMPUR TANGIS. Apakah kau punya bukti otentik kalau bicara !? SAMSUL : Bukti ? ( MENGODE DENGAN TEPUKAN TANGAN ) BAKHTIAR MASUK MEMBAWA PEDAGANG PALSU SAMSUL : Siapa yang menyuruh bapak untuk meracuni Sitty ? ( KEPADA PALSU ) PEDAGANG PALSU : Itu. Maksud saya orang itu ( MENUNJUK PENDEKAR LIMA ) SAMSUL : Berapa bapak dibayarnya ? PEDAGANG PALSU : Tadi saya dikasihnya uang segini ( HENDAK MENGELUARKAN SELURUH ISI SAKUNYA ).. ya !? PENDEKAR LIMA : Oi.

.. saatnya perhitungan terakhir. IA TENGAH BERBICARA SEORANG DIRI. SEDANGKAN DATUK MARINGGIH TEWAS DIKEROYOK SISWA DENGAN BATU.. . Datuk !” “Ekstrakurikuler !” DALAM PERISTIWA TAWURAN ITU SAMSUL BAHRI TEWAS TERTUSUK BELATI OLEH DATUK. *** V.” “Ini. AYAH : Sitty. “Samsul !?” KAWAN SAMSUL MENGANGKAT TUBUH SAMSUL KELUAR. Datuk ! BAKHTIAR : Oooooooiii ! Babi hutan masuk ke ladang ! BEBERAPA ORANG SISWA MASUK MEMBAWA BENDA-BEDA KERAS DI TANGAN.kembalilah Sitty. pak tua !” “Beraninya keroyokan !” “Sudah biasa. PENDEKAR LIMA DAN PEDAGANG PALSU MELARIKAN DIRI. anak ingusan !” “Ayo. Hajar !” “Kubunuh kau. SEORANG LAKI-LAKI BERPAKAIAN LUSUH DUDUK DI HALTE.210 SEMUA : Sitty !? SAMSUL : Gaek keparat ! ( HENDAK MENYERANG DATUK ) DATUK : Lari ! PENDEKAR LIMA : Kita hadapi saja. “Bagi saya. MEREKA LANGSUNG MENYERANG SEHINGGA TERJADI TAWURAN..dst. DI SUDUT JALAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN.

dan masa datang.. singgah. Yang melahirkan seribu tafsir. Sitty melihat mimpi itu.. nak.dst.. SUARA-SUARA : Sitty jadi muara. Serupa jembatan... Telah jadi kisah. dari masa lalu. Bintang jatuh ke samudera jiwa.dst.. Sitty ! Ayo.. Ayo! Bangun. SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. Tempat segalanya berakhir. Meski kita tidak pernah tahu kapan episode ini berakhir. Orang-orang mendaki..peluk Ayah.. jiwa lepas dari tubuh. Akhir dari kepedihan. Lepaskan kemanjaan. kemarilah. metamorfosis.. pergi. Orang-orang melintas. AYAH : Jangan cengeng.. Ayah. antara masa lalu.. Ayah. berdiri... LAMPU PERLAHAN MENYURUT.211 SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. AYAH : Kemarilah. Ayah. Jembatan waktu yang melingkar. Maafkan Ayah. sayang. Menjelma gunung. dan menghilang. seperti mendaki mimpi. Akhir dari mimpi-mimpi yang dihanyutkan orang dari hulu.. SELESAI Bukandiya april-mei 2004 . akhir dari segala dendam. datang. PADAM. masa kini..

esai. Teater GARAK. BOX 235.750093953. Sari.212 BIODATA PENULIS Nama TTL Alamat Alamat Surat : Ilham Yusardi : Padang. “Suara-suara Patung” karya Mila K. 28 April 1982 : Jl. 29-30 Anduring Padang 25151 : Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fak. Pernah ikut berbagai pementasan teater. DR. “Primordial II” karya S. Hatta RT 05 / RW 01 No. Diantaranya. Kantor BNI Capem. . Status Aktivitas : Mahasiswa Sastra Indonesia FSUA angkatan 2001 : Menulis puisi. Andalas Limau Manih. M. HMJ SASINDO. Andalas Padang PO. Rekening : 107. Di beberapa kota di Sumatera Barat. No. cerpen. Sastra Univ. Metron M. Aktif di Teater LANGKAH FSUA.901 Atas nama HARIYANTO.

Arya Sanjaya Sebuah sandiwara remaja .213 Sebuah sandiwara remaja Symphoni anak jalanan Karya : IGN.

Arya Sanjaya Pemain Atet Iwo Kemal Abdul Nasir Komandan = pengamen = pengamen = pengamen = petugas = petugas ___________________________________ Symphoni anak jalanan Babak Satu Di sepotong trotoar sebuah jalan di sebuah kota. tiga remaja tanggung. Atet.214 Symphoni Anak Jalanan Karya : IGN. Iwo dan Kemal sedang mengamen. Iwo sering bermimpi. . Mereka sedang menyanyikan sebuah lagu berirama dangdut. Atet sangat acuh dengan dirinya dan Kemal senantiasa menepuk-nepuk perutnya yang selalu kelaparan.

mau . akhirnya anak-anak itu terperangkap di salah satu pojok.. Iwo + Kemal : Berapa ?! Atet Kemal : Tiga ribu dua ratus rupiah.. aku hitung dulu. Tiba-tiba dua orang petugas datang dari sebuah sisi panggung. penghasilan mereka ) Iwo Atet Iwo Kemal Iwo Kemal Atet : Eh. ( Menghitung uang recehan.mimpi melulu deh ! : Memangnya kenapa kalo aku mimpi ketiban durian ?! : Kita jadi kebelet pingin durian dong ! Ah. : Berarti kita bisa makan sama-sama sebungkus nasi kuah sayur dong .. Wo. bego kamu ! : Iya. Kemal : Dapat berapa kita hari ini ? Atet : Sebentar. Eh. tadi malam aku bermimpi kejatuhan durian ! : Benjol dong kepalamu. nanti benerannya !! : Dasar tukang mimpi ! : Sudah.. bergegas sambil meniup peluitnya. mau. Wo. . mimpi dulu. Setelah kejar-kejaran. kawan-kawan. jangan mimpi. lumayan juga penghasilan kita hari ini.215 Lagu Pengamen Mondar-mandir di sela-sela mobil nyanyi-nyanyi sampai suaraku sember hilir-mudik di antara rumah makan senyam-senyum sampai bibirku dower andai saja kupunya rumah mobil juga ku tak akan sengsara andai saja kudapat hasil berjuta-juta pasti aku traktir semua ( kepada penonton ) mau. sudah ! Eh. Mal.

memangnya kalian mau jadi jagoan ya ?! : Ampun pak. Iwo Nasir : Barangkali bukan kami. kami bener-bener tidak tahu. kalian kira kita berdua kalian sini . buta pada apa ?! Sudah sering aku lihat genjrang-genjreng di sekitar ngamen di sekitar tempat ini. Baru pertama kali ini kita bertiga ngamen disini ! : Baru pertama-baru pertama. cepat.216 Abdul : Eh.. Ketiga anak itu digiring oleh petugas. dengan Abdul dan Nasir mendampingi mereka. eh.. hah ?! Bertiga : Maaf pak. Kemal dan Atet duduk di Nasir bangku panjang. : Betul pak.!! Bertiga : Tapi pak.. ayo ikut ke kantor. bukan kami. kami sungguh tidak mengerti. dua petugas. apa salah kami ?! Nasir Iwo Abdul Kemal Nasir Atet Abdul : Sudah sering dikasih tahu masih bandel juga. sungguh bukan kami .. Iwo. Ayo cepat. cepat . Abdul duduk di belakang meja.. sementara berdiri mondar-mandir pentungan karet di tangannya. . mereka semua keluar. : Kalian dilarang tahu !! : Maaf pak. Babak dua Keesokan harinya di kantor petugas. kami tidak tahu. pak ! : Dasar anak brekele. yang jelas malam ini kalian bertiga yang kami tangkap. kamu . pak ! : Pokoknya aku tidak mau tahu. mau lari kemana kalian.. Sekarang. eh...

tadi pagi dia meninggal. Nah. ( Hendak berbalik. katanya gantinya organ nggak ?! bisa aku tunggal tampil jadi kamu untuk karena bingung punya memeriahkannya. tahu !! Bapak pejabat yang rumahnya dekat situ ngeliatin kamu-kamu ngerti. tiba-tiba Komandan: Atau. bapaknya mencari Abdul Abdul pemusik. Tapi dasar apes. jangan sekali-sekali kulihat lagi kalian empet ngamen matanya di tempat itu lagi. komandan. : Baik komandan. nggak ?! Bertiga : Ngerti bang. Hari ini telepon suara berdering.. aku sedang bingung nih. karena dia ingin mengundang beberapa temannya.217 Nasir : Nah. harap segera datang keruangan saya ! Abdul : Siap. Berisik semua. aku juga minta seorang telpon. menghadap memanggilnya Kira-kira kenalan yang bisa nyanyi nggak ?! : Kenalan ? Rasanya nggak ada komandan. tolong cari tahu deh ! ingat sesuatu ) Maaf komandan. pak ! Tiba-tiba terdengar kemejanya. bagaimana kalau . hari ini kalian bertiga akan dibebaskan.. Selain makan-makan ala kadarnya. Komandan: Duduklah. komandan Abdul mengangkatnya. ( pergi ke meja komandan. eh. di atas level yang agak ditinggikan ) Abdul Abdul : Siap. Tapi ingat. Dan kami ingin sedikit ada perayaan di rumah. komandan ! : Terima kasih. yang ada di ruangan itu juga. Komandan: Begini Dul. ‘dan ! anakku yang nomor dua akan berulang tahun. Komandan: Dul.

komandan ! : Di depan rumah boss. kita suruh mereka menyanyikan sebuah lagu. boleh juga. Dimana mereka ? ruangan sebelah. ya ?! Tapi bagaimana kalau kita test saja mereka. komandan ?! Komandan: Maksud kamu ? Abdul : Ya. mereka bisa bernyanyi hanya dengan bisa baik ?! Jangan-jangan Komandan: Kamu menangkapnya di mana ? Komandan: Oh. Nah. komandan. selamat pagi komandan ! Komandan: Pagi. tapi sebelumnya aku ingin mendengarkan dulu. Tidak sia-sia ku manggil kamu kemari. Komandan: Kalau begitu mari kita temui mereka. tadi aku sudah cerita tahun anakku Ria nanti malam. Begini Sir. Sedang diberi pengarahan oleh Nasir. kita tampilkan mereka di rumah komandan. Di bagus juga ide kamu. Komandan: Abdul : Wah. Nasir : Siap. sama Abdul. mereka menyanyikan sebuah lagu nyanyi sepotong-sepotong saja. Tapi apa mereka utuh ?! Abdul : Oh ya. semua baik-baik saja Sir ? Nasir : Baik.218 pengamen yang kami tangkap tadi malam saja kita suruh tampil di rumah komandan ?! Komandan: Pengamen ?! Abdul Abdul : Iya. komandan. Ehm. komandan. yang utuh tentu saja. begitu. Aku ingin anakanak ini bisa tampil. kalau komandan anggap layak. aku butuh penyanyi untuk ulang Komandan: Terima kasih. ( mereka berdua pergi ke ruang sebelah ). kan di jalan mereka nggak pernah nyanyi .

lagu apa saja. diminta tampil.. ya. kesempatan komandan. mulailah. : Kalau begitu. di sebuah awas lagu Sekarang kalian diminta bernyanyi : Kami bagus kalian kali ( terus bertiga ini.. lagu kita kalian untuk lulus test. . nyanyikan sebuah kalau macam-macam !! Baik. : Bagaimana kalau lagu plesetannya kang Harry itu : tentu saja kalau Ayo. yang Atet nih . hadapan dan Kemal kawan. kan nggak boleh katanya. itu saru .. komandan ! beruntung. pak. : Oke. Iwo Nasir : Ya.. yang penting enak didengar sopan.219 Nasir : Siap. betul ! : Tapi. Kalian bertiga. tapi kamu hafal nggak ?! : Hafal dong .. jangan Ayo nyanyikanlah lagu. tapi lagu apa ? : Lagu Judul-judulan aja ?! : Jangan. kami siap pak ! : ( setelah mohon persetujuan komandan ) Baik. lagu itu aja. kalian betul-betul mendapat kesempatan tampil bagus Kalian wah diminta dalam acara ulang tahun anaknya bapak komandan. itu masuk kategori lagu protes. ( yang judulnya sudah disebutkan diatas ) yang sesuai dengan situasi serta kondisi di tempat pementasan. mendekati para pengamen ).. Mereka bertiga mulai menyanyikan sebuah lagu : Iya. Iwo Kemal Iwo Atet ? Iwo Kemal Iwo Kemal Atet Nasir : Jangan. kalau begitu !! Pak. lagu ( menyebutkan sebuah judul lagu yang akan di tampilkan ) saja ! : Ya. protes-protesan.

Biar kostumnya nanti diatur oleh Abdul dan Nasir. penampilan mereka tetap memikat. di kantor dua petugas. bagus !! Abdul Nasir : Dahsyat. man !! : Asyiikkkk !!! bersiap-siaplah kalian. makanannya enak-enak dan melimpah. Abdul : Meriah banget pestanya si Ria tadi malam ya. Dan anak-anak itu juga nyanyinya nggak malu-maluin. Ayo kita berangkat ( mereka keluar ) Komandan: Nah. molor komandan ) nggak bakalan. Abdul dan Nasir bertepuk tangan. temantemannya si Ria juga cantik-cantik dan seksiseksi. Komandan: Bagus. kira-kira komandan datang nggak hari ini ?! : Aku sang jamin.220 Selesai nyanyian. wah. betah aku jadinya. Paling-paling ( dia sedang kecapaian ! Tiba-tiba masuk Komandan: Siapa yang kamu bilang molor. komandan. Abdul dan Nasir ngobrol tentang pesta anak komandan mereka tadi malam. Sir !! Nasir : Ya. kompak tapi dan apik deh. Sampai semua terpikat terkagum-kagum dibuatnya. Nasir Abdul : Eh. Abdul : Ya. yang walau hadir peralatan mereka dan sederhana. Dul ?! . sekarang Babak tiga Esok harinya.

karena ada urusan yang harus kubereskan dulu. aku pulang dulu.221 Abdul : Eh. tapi dimana mereka. ( Menyerahkan amplop ). Tadi malam aku tidak melihat mereka pulang. Jadinya belum sempat mengucapkan terima kasih. komandan ! : Siap. saya juga mengira mereka telah mempermalukan komandan di depan para undangan komandan. Abdul + Nasir Abdul + Nasir Abdul : Baik. diantaranya mereka. pada menanyakan sekarang Abdul menemukan tolong minta kalian berdua untuk menemui mereka. komandan ?! Tidak. ayo kita berangkat . komandan !! ( Komandan keluar ) Komandan: Tolong sampaikan kepada mereka sekarang juga ! : Sir. itu komandan. Komandan: . ehm . berkaitan dengan pesta tadi malam.tentu mereka kecapaian.. komandan. Kalian salah sangka. : Mereka disuruh tampil lagi. Tolong sampaikan ini kepada mereka. Komandan: Oh. : Apa mereka sudah nyolong sesuatu dari rumah Komandan: Dimana kira-kira aku bisa menemukan mereka ?! komandan ?! : Betul komandan. Komandan: Oh ya. apa mereka sudah berlaku kurang senonoh di pesta tadi malam ?! Komandan: Tidak. Nah.. tidak. : Ya. Karena mereka telah tampil dengan baik dan dapat menghibur tamutamuku. ya ?! Nasir Abdul Nasir : Kurang tahu. aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasihku pada mereka.. saya kira mereka tak tahu diri dan berbuat kacau. Abdul Nasir : Oh. anak-anak itu .. memuji aku dimana mau Malahan Banyak aku tamu-tamuku banyak yang Dan mereka. yang tidak-tidak.

kearah mana kita harus mencari mereka. Iwo dan Kemal.. : Ya. kalau dicari menghilang bagai setan.. : Huusss . Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir : Sir.. malah ngibing di depan mata. lumayan capek nih.. karena mentari mulai meninggi. ya ?! : Kesana !! : Kenapa kesana ? : Karena disana ada warungnya si Mawar. Abdul dan Nasir berjalan mencari Atet... Terlihat keringat mulai menitik di dahi mereka. : Tapi ya ?! : He-eh.222 Nasir : Ayo !!! ( mereka berdua keluar ) Babak tiga Sepotong trotoar di sebuah jalan. ayo . ( mereka berjalan sebentar ) Wah. nah kalau lagi nggak dicari. Nasir . kata kamu ?! Abdul : Brekele .. di sebuah kota.. bertugas harus bertugas tak boleh karena terpaksa bertugas tentu saja suka atau tak suka . Sambil berjalan mereka mendendangkan potongan lagu... : Dasar buaya kamu. si janda bahenol .... Dasar apa tuh . kakiku juga mulai pegel nih.. eh. kemana perginya anak-anak brekele itu.. Abdul : Mengamen jangan mengamen kalau tak pada tempatnya mengamen boleh saja asal dibagi dua .

segera dirampas oleh Abdul. buruan ah ! ( Nasir mengeluarkan dan membuka amplop ). dengan malu-malu ribuan satu lagi untuk dirinya ) buruan buka. : Huss. kita kita Nasir Abdul hanya meminjamnya. ya ?! : Dosa-dosa. kira-kira isinya ? : Makanya. nih !! : Boleh juga ide kamu. biar kita tidak . : Bagaimana kalau kita meminjamnya sedikit untuk sarapan ? : Meminjam bagaimana maksud kamu ? : Ya. hitung-hitung Anu. : Iya. amplop yang diberikan komandan untuk anakanak itu. kita kan tidak mencuri atau merampoknya. ngomongongkos pengantaran. dosanya kita bagi dua. isinya duit Dul !! : Berapa banyak ? ( Nasir menghitung ) : Dua ratus ribu !! : Dua ratus ribu ?! Wah banyak juga. ini amanat tahu !! : Eeeh. : Duit. : Tapi dosanya kita bagi dua. kemudian buruan ! ( Nasir dia mengambil mengambil satu 50 lembar 50 ribuan. aku kan cuma pengen tahu isinya doang. : Tapi ngomong-ngomong. apa ya isi amplop itu ?! : Maksud kamu ? : Iya. Nanti kalau kita ada rezeki kembaliin mereka. ya ! : Iya. Apa ya. penasaran... ngomong perutku sudah keroncongan..223 Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul : Ya. banyak . kepada Ya. Tapi. ya.. ya ?! : Dosa-dosa. brekele .

buat Tet bagaimana kalau kita lapar sedikit sarapan. atet dan Kemal lari.224 Kemudian. Iwo sudah datang.. tamu-tamunya amplop menyerahkan nggak keluar bersama Abdul. ( Nasir Karena berkat penampilan menjadi terus dengan yang bagus. ya ?! : ( Mengeluarkan isi amplop ) Seratus ribu .. ala kadarnya. mau ngapain dong ?! : Mau ngasihin uang !! : Ngasih uang buat apa ? ( mereka berhenti berkejaran ) : Kamu aja yang ngejelasin. aku kebelet tadi.. Tapi sekarang sih sudah lega. Sir.. tunggu dulu !! Kami datang bukan mau menangkap kalian . bagaimana ?! ( Iwo masuk ) Tuh. Nanti kita sarapannya samasama. masuk Atet dan Kemal sambil berdendang. berapa banyak isinya. Kedua petugas itu buru-buru menyelipkan uang kutipan serta amplop itu kedalam kantung baju mereka. Iwo : Maaf friends. : Banyak pinjam nih !! Atet : Tapi ini amanat buat kita bertiga.. hai . Mereka lari keliling panggung ) Abdul : Tunggu. Sementara Atet dan Kemal seperti percaya kenyataan yang mereka hadapi ) Kemal Atet Kemal : Duit ?! Wah. kita berangkat ?! amat ! Eh. bengong. : Bapak komandan ingin menyampaikan ucapan terima kasih kalian terhibur. Atet Nasir Kemal Abdul Nasir : Terus. terus dikejar oleh kedua petugas. sebentar lagi pasti dia datang. perutku . kamu !! ( mendengar teriakan itu. Bagaimana kalau kita tunggu Kemal dulu. Nasir : Itu mereka.

. . ( menyerahkan amplop ).. Komandannya menitipkan duit buat kita . Atet + Kemal Padang yang di belokan jalan itu. ya ?! : Ya !! sekarang mari kita pergi kerumah makan : Nah.. ini uangnya. : Baik juga hati komandan itu. berapa banyak ?! : Seratus ribu.. Mei 2004. setuju . tadi petugas yang menangkap kita kemarin datang kemari. ( mereka berjalan berputarputar sambil bernyanyi ) Lagu Symphoni Anak Jalanan Kucoba-coba menapis madu madu kutapis sengat kudapat kucoba-coba menulis lagu lagu kutulis uang kudapat Jamane-jamane jaman edan asyik jadi anak jalanan walaupun susah mencari makan namun tak pernah menjadi beban Sungguh enak anak-anak jalanan anak jalanan banyak kawannya walau disaku uang tak ada tetap berdendang tertawa-tawa Selesai Parakan Resik. Iwo Kemal Atet Iwo Iwo : Duit.. Atet + Kemal : Let’s go . Kita pesan nasi kapau dengan ayam bakar bumbu balado yang lezat itu. : Nah.225 Atet : Wo..

: IGN. 14 Bandung : (022) 7501232 . Arya Sanjaya : Jl. Parakan Resik No.226 BIODATA PENULIS : NAMA ALAMAT Telp.

cinta jauh dimata “AkulahKamelia yang terbiar disangkar kerinduan yang membakar” Naskah oleh : Tri Aamalia Lestari .227 Syair Kamelia pp Nasib bunga diperantauan Bertaut asa menyulam duka Adat dan budaya dijunjung tinggi Sopan dan santun Telah dijaga.kenapadaku Yang durjana ? Kasih entah kemana.

Kamelia yakin pasti abang yang belagak. : “ Bukannye abang yang nak betengka.” : “ Abang dengalah cakap Kamelia kali ni aje. teruklah badan ! Kenapelah abang ni. Tercipta suasana kampung yang asri seperti di kota melayu layaknya. terdapat sebuah kampung bernama kampung melayu. janganlah abang betengka lagi. Di depan halaman rumah. ” Samsil Kamelia : “ Hei kenape ni adek abang jadi marah-marah. bile kite juge tak sopan. mereke semue tu saudare kite. Ha…. Disana terdapat komunitas kecil daripada orang-orang melayu yang merantau. mesti boleh jage diri dan adapt. Kemudian disusul teman-teman dan tetangga Kamelia. Kite cume hidup bedue. Setelah suasana kembali sepi. abang babak belo macam ni bukannye kalah. Betawi ataupun Sunde. I Disuatu tempat kecil di Batavia. soal kecillah tu. Kamelia Samsul : “ Abang ade apeni bang… ? Uww… pastilah abang betengka lagi. bile persatuan bangsa ini taka ade. Merekapun saling menyapa bersenda gurau penuh keramahan. suke sangatlah abang betengka. nanti orang kate bunge dese yang parasnye bak rembulan tu da redup. Dari kejauhan datang Samsul dengan luka-luka di tubuhnya. Melayu. Bukankah semestinye bangsa yang beragam ini menjadi satu buat menghadapi Belande.tak jera ke ? ” ( sambil mengobati luka-luka Samsul ). ” Kamelia : “ Abang-abang. merekelah yang berani-berani nak tantang abang jadi ye abang terime aje. Entah tu orang Jawe.ha…. Sebut aje pengase jagad raye. Kau tu . sesekali menyeru gadis desa itu. Samsul : “Cakap kau macam ceramah kopral aje. tetapi bukan bemakne abang mesti betengka dengan orang-orang sini. itulah yang buat mereke meradang. satu due kali pukul tunggang langgang lah mereke lari. Tapi asal kau tau Kamelia. ” Samsul : “ Eh Kamelia sini abang nak cakap. Kamelia sedang menyapu halaman lalu lewatlah beberapa orang pemuda yang menyapa Kamelia dengan lirikan dan siulan. ini negri orang janganlah suke mengacau. kite ni orang Melayu yang terkenal jago dan terhormat jadi pantanglah bagi abang dikalahkan same orang-orang Jawe yang ilmunya tak cukup ( sambil menunjukkan kelingking ) pantang dek abang cume nak tunjuk meski kite ni tinggal di negeri orang tapi kite ni tetap orang Melayu yang hebat dan pantang menyerah.228 BAG. Para penduduknya senang bersenda gurau. Kamelia meneruskan pekerjaannya di teras. Buruklah orang tengok. saling memberi nasehat dengan bersenandung dan menari bersama. abang dihantam oleh tujuh orang Jawe tu. hargailah prajurit yang susah payah beradu di medan perang ”. Alamakjang……hari ini tujuh orang besuk sepuluh orang besok lagi satu kampunglah nak pukul abang. jadi betul abang betengka lagi dengan orang-orang Jawe tu. sudahlah yang penting abang kau ni selamat. nak menyaingi Tuhan ke ? kite ni duduk dekat perantauan bang. Orang takkan hormat kite atau anggap kite ni terhormat. cume itukan yang kau risaukan. abang tau sendiri kite ni masih dijajah Belanda. negri kite kan hanco.” Kamelia : “ Abang cakap macam cume abang yang paling terhormat dimuke bumi ni. iye kan ? Sudah berape kali abang mace mini.

cakap-cakap lah kalian dulu ”. “ Betul kenape ?. bukannya ape-ape bang.. ” Hamidah : ( Tersenyum salah tingkah sambil mencubit Kamelia lalu mengulurkan tangan pada Samsul dan disambut hangat pula ) “ Ngomong-ngomong abang suka semur jengkol juga ye ? Duh… aye jadi semangat ni masak. Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia : : : : “ Kamelia…! Kamelia…! ” “ Hamidah kenape kau ni ? Ade ape ? ” “ Ini aku…. ancing aye punya kebun jengkol sebelas hektar bang. Tapi abang betul-betul sukelah dengan semur jengkol Midah tu. II Disela pembicaraan Hamidah datang sambil berlari kecil. Kalau perlu Midah anterin setiap hari kalau abang demen mah ? ” Samsul : “ Ah tak payahlah nanti buat susah Midah. ade laying ke untuk aku ? ” . janganlah abang betengka lagi. ( terpotong karena terkesima melihat Samsul yang ada disebelah Kamelia ). die ni jugelah yang kerap beri semur jengkol kesukaan abang tu. namenye Hamidah orang Betawi asli. Bang Samsul die ni kawan Kamelia. Abang nak saran supaye Midah tu buke kedai aje. Kamelia : “ Hai Midah ade ape ni kau cari aku. Sebenta ye abang nak ke belakang. Kamelia cume punye abang kalau abang terluke atau terbunuh siape nak tolong Kamelia ni ? ” BAG. jadi enggak bakalan deh kehabisan kalau abang pesan semur jengkol ama aye .229 taulah alasan sebenarnye.abang betengka ni kerne abang tak suke dengar mereke betaruh demi merebutkan kau.... Owwh aku pahamlah ( sambil berbisik ). Dia abangmu ? ( sambil berbisik dan tersenyum malu ). Mereke pikir kau ni emas ape ? aku tak terime orang-orang Jawe tu perlakukan kau mom tu dan aku juge…. ” Kamelia : “ abang sekali lagi Kamelia cakap.

iye kalau takdir nak temukan kalian sekarang tak ape lah kan ”. “ Kagak kog bang. tapi aye kan belum tau ntu abang lu. Pan pas tuh jalan mau ke sungai leat juga rumah aye. tapi syukurlah die juge pergi ” ( baca surat dr. Eh abang lu cakep juga ye ? Kenapa nggak lu kenalin dari kemaren-kemaren ”. “ Ah tak ade ape-ape lah bang. ” “ Ape cakap kau lah Midah. sehingga kita kalah dan kandapun ikut terluka. beneran deh bang. “ Eee… ke sungai ye bang ye. baru aja gue kasih surat diusir ! ”. Oh iye Kamelia abang nak keluar sebenta. macam manelah Midah tu. Saat ini kanda masih berada di kampung. tadi cakap masih betah ”. “ Waalaikumsalam ( menggerutu sambil membuka surat ). Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi kanda yang tidak memungkinkan dapat memberi balasan kabar untuk Kamelia. baru saja minggu lalu kanda pergi lagi ke medan pertempuran. nanti aje kalau rase masih betah. “ Terime kasih ye Midah tak percume lah aku ni punye anak tukang pos. pergilah kau balek dulu nona manis.. “ Gue sih sebenarnya udah sekali ngeliat abang lu.. aye masih betah disini. nanti deh Midah kenalin sekalian abang ama enyak babe aye…. “ Setelah aye pikir-pikir. engkau abang tinggal tinggal dulu ye dengan Midah ” ( wajah Midah langsung kaget ). Assalamualaikum ”. Kamelia Samsul Hamidah Kamelia Hamidah : : : : : “ Oww….230 Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Samsul Kamelia Hamidah Samsul : : : : : : : : : : : : “ Kinclong juga otak lu. tak taulah Midah ni katenye nak balek ( Midah mencubit Kamelia ) Auww…. malu lah aku ditengokkan engkau. ” “ Eh non ( menepuk bahu Kamelia ) aye ngomong abang lu. ntar dicariin enyak lagi.sakit tu ” ( Kamelia tertawa usil ). Kabar kanda pun baik-baik disini. mendingan aye pulang aje deh. barangkali… he… he…” Samsul Kamelia : : “ Ye tak ape-apelah kalau memang macam tu. kenapa nggak kemarenkemaren lu kenalin ke gue ? Heh dengar kagak sih ! ” “ Iye…. kalau gitu aye jadi pulang deh.. Maaf apabila telah lama menanti datangnya kabar dari kanda. Kepada pujaan hatiku Kamelia. ” “ De ile keterlaluan banget lu jadi temen. waktu abang lu berkelahi dipasar sama Jarwo. jage rumah baek-baek ye Kamelia. Amin. Berperang melawan Belanda. sekarang ni aku nak bace layang. tapi Kamelia tak usah gundah dan gelisah sekarang kanda sudah sehat dan . Macam manelah Midah ni. ” “ Uww…. ” “ Iye.janganlah dulu terburu-buru nak balek. Kan mumpung ada yang nemenin aye. aku nak bace laying sorang aje. tapi nak kemane kea bang ni ? ” “ Abang nak mandi ke sungai sebenta ”. Sayangnya pasukan kita sedikit. tau aje aye bawa beginian ( menyerahkan surat ). “ Bukannye macam tu. Apa kabarmu adinda ? Kanda harap dinda selalu dalam perlindungan-Nya. ” “ Hem…hem… “ ( keluar dari pintu dan mengejutkan Kamelia dan Midah ). Satrio ).

Satria ( Kamelia merasa sangat bahagia demi mendengar kekasihnya datang ) BAG. . III Di suatu taman di bulan purnama. Sekian menit. sesekali ia mengira yang datang adalah kekasihnya. Seandainya Kamelia tahu teramat dalam kerinduan kanda padamu pukaan hatiku. Ada satu permintaan kanda. Betulkah kanda akan datang ? Bukannye aku ragu. ade sesuatu ke yang menimpe atau kanda lupe dengan janji kite ? ( mengambil selipan bunga dahlia di sanggul ). Wassalam. Kanda akan datang padamu tentulah dengan membawa sekantong hati untuk Kamelia. Tapi …. Dimane ke kanda saat ni. aku ni cume cemburu dengan purname yang bersinar tu. Percayalah kanda begitu amat sangat merindukan Kamelia.231 bisa membalas suratmu. Ingatlah sebentar lagi kita kan bersua. lalu dia bersenandung ). ade ape lah dengan kanda. kanda ingin Kamelia datang dengan sematan bunga dahlia di sanggulmu. Mungkin karena kekuatan cinta kita yang membuat kanda terus bertahan dan berjuang. sekian jam dinanti tak kunjung datang. Kamelia kan tetap menanti. Kiranya sekian kabar dari kanda. Kamelia duduk seorang diri menanti kekasihnya akan datang. Parasmu bak purnama bersinar selalu kanda kenang dan terngiang-ngiang diingatan serta meracuni seluruh nadi ini. ( sebentar mendekapsurat lalu membaca lagi ) Oh ya Kamelia. Kamelia : “ Kanda…. ( Sejenak termangu dan menggenggam surat dari satria. Puas sudah menunggu malampun semakin larut.kanda diperbolehkan pulang sebentar. meskipun bunge dahlia ni layu. Kanda harap Kamelia dapat menanti kanda pada malambulan purnama di bulan Agustus di taman tepi utan. tapi ternyata hanyalah orang-orang yang lewat disana. Kekasihmu. ada kabar baik untuk kita berdua. lalu ia bergumam.

. langkahi dulu mayatku.inikan adeknya Samsul to ? Anak kampung Melayu. Percuma ha.. Samsul pun marah ). Aku juga masih ingat kekalahanmu kemaren. lawan aje aku ! Jangan salahkan aku bile kubuat habis kau malam ni juge ! ” ( akhirnya terjadilah perkelahian sengit antara Jarwo dan Samsul.... belum lagi selangkah melangkah.he. Kamelia : ( mulai sebal & setengah marah ) “ Hey janganlah kurang ajar kau ni ” mukane ” ( Menghalang-halangi Kamelia ) Pemuda 2: “ Lha…daripada nganggur mendingan jalan sama kangmas Jaduk dan mas Sugina ” ( mengerdipkan mata ) Pemuda 1: “ Duk.232 Sekarang Kamelia taulah kanda ni takkan datang.ha. Kamelia Samsul Kamelia : “ Abang. lagi kesepian ya… boleh dong kita temenin ” ( mencolek badan Kamelia ).he. Samsul : “ Hey awas kau ! lepaskan adekku atau kubuat mampus kau “ ( 2 pemuda tadi melepaskan tangan Kamelia tapi Samsul tetap menghajar dua orang tadi.ha. hati-hati kowe ngerayu..begitu to ? Pantes kudengar dari jauh merdu buanget suaranya…. lalu tiba-tiba datang Jarwo musuh Samsul ). Kamelia mencoba melerai mereka tapi percume ).tapi nggak papa to kalau aku colek sedikit badannya. datang dua orang pemuda mencoba menggoda Kamelia ).. ndak ada yang denger. ” Pemuda 1: “He…he…he. Samsul memukul kita berdua padahal kami cuma mau nganter adeknya Pemuda 2: “ Mau panggil sopo ? Saiki wis gelap. Kamelia : ( mulai gelisah & mengelak ) “ Tolong…tolong…! Tolong saye…! ” ( tiba-tiba dari balik hutan Samsul datang dan melihat adeknya dipermainkan oleh dua pemuda tadi. Pemuda 1: “ Mau kemana nona manis… kok sendirian malam-malam begini ?” Pemuda 2: “ Iya. ” Samsul Jarwo : “ Bangsat !!! cakap ape kau ni ?! Sini kan ku buat patah batang leher kalian semue ! ” : “ Samsul !!! Aku tahu kau hebat tapi kamu jangan berani-berani lawan anak buah Jarwo ! Kalau kau memang bernyali..mau berteriak katanya Duk. ” ( mencolek Pemuda 1: “ Wuih…galak ! Masak begitu aja kok marah to mbak. Jarwo : “ Ada apa ini ? ” ( dua pemuda tadi langsung menghampiri Jarwo dan mengadu ).ha. kang.. Ayo No…arep melu nyolek ora ?” Kamelia : ( memukul tangan pemuda 2 tadi ) “ Jangan cobe-cobe nak pegang aku atau aku teriak ! ” pipi ).kayak Siti Nurhaliza he. ( akhirnya Kamelia pun beranjak pergi. sudah bang berhenti !! Janganlah betengka bang…cukup…!! “ ( tak ada yang menghiraukan Kamelia ). : “ Kamelia cepat kau pergi dari tempat ni ! cepat. apa kau lupa ?! ” Samsul : “ Tak payah banyak cakap kau Jarwo.. ojo nesu mbak…nanti elek lho . ” Pemuda 2: “ O.! “ : “ Tapi bang… Kamelia tak mau tinggalkan abang…” Pemuda 1: “ Itu kang Jarwo. mumpung nggak ada Samsul. Kamelia cume terbuai dengan rayuan kanda ”. piye ? Tapi…sik tak colek sithik.

ingat akan kubayar hutangku padamu. IV . tak ade maksud Kamelia nak susahkan abang.233 Samsul Kamelia Samsul Jarwo Samsul Jarwo Kamelia Samsul Kamelia Samsul : “ Bodoh !!! Nak mampus ke kau disini ? cepat pergi ! Dengarkan cakap abang ! cepat !” ( Kamelia tidak mau pergi. : “Ahh…sudahlah kite cakap dirumah aje ” ( Akhirnya mereka kembali pulang ke rumah ). marilah kite cepat balek kerumah aje ”. mampuslah kau Kamelia ! ” : “ Maafkan Kamelia bang. ” : “ Diamkau !!! ” ( setelah lama berkelahi akhirnya Samsul menang juga melawan Jarwo dan anak buahnya babak belur ) : “ Awas kau nanti. : ( mendekati dan menuntun Samsul ) “ Abang…abang tak ape-ape ? Luke abang tampak BAG. Sekarang kau boleh menang. tapi aku akan bales ini !! Cuih ” parah. apalagi nak buat abang terok macam ni ”. justru sebaliknya akan kujadikan istri ketigaku. Kamelia tak akan pergi bang ! ” : “ Terserah kau lah bile kau nak pilih mampus disini ! ” : “ Tenang Samsul…adekmu tidak akan kubunuh. hanya menepi ). ( Jarwo langsung lari ). : “ Tidak. : “ Kemane aje kau ! Untung ade abang cube bile tak ade.

emm sebetulnya Kamelia… tadi sedang nantikan seseorang ”. V Kamelia menyalakan lentera diteras rumah. kami cume buat janji nak jumpe sebenta disane “. entah ape yang timpe kau sekarang ni. Dulu kami jumpe ketike kite datang pertame kali di pulau seribu. Kamelia Dahlia Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Dahlia : “ Eh Nur. : “ Seseorang. : “ Ape ? jadi kau tadi jumpe dengan laki-laki dan abang tak tau ?! ”.. : “ Belum siap ke kau Kamelia ? ”.. ketike Kamelia jatuh di pangkalan. mari masuk ” : “ Ah tak ape ape. : “ Marilah kite pergi.234 Didepan teras Kamelia mengobati luka Samsul. Jangan lah terburu-buru. : “ Kamelia tak jumpelah dengan Satrio. : “ Owhh. : ( menunduk ) “ anu…hem… laki-laki bang ”. disini ajelah ” . : “ Anu… hmm. : “ Tapi bang… Satrio bukan orang yang macam abang bayangkan. : “ Maafkan aku la… aku baru saje selesai menanak nasi. Pokoknye abang tak nak tau. lagipun Hamidah belum datang ” : “ Oh iye ye. namenye Satrio. Die seorang prajurit yang saat ini ade di medan perang melawan penjajah. masuklah tak sopan orang orang tengok tamu duduk diluar malam-malam macam ni.. ah ! abang tak tau lah. beberapa saat kemudian Dahlia dan Nurul datang.. : “ Abang diracun kepicikan akal dan otak yang kotor ! Kamelia ni tak sedang betaruh asal muasal tapi betaruh cinte bang…” : ( ingin memukul Kamelia lalu diurungkan ) “ Tau ape kau soal cinte hah !!!!”. Masih inget kea bang ? Die yang selamatkan Kamelia. sudah tibe rupanye ”. die tak datang. abang dah muak !!!! ”. janganlah sekali kali dekat dengan orang-orang Jawe macam mereke tu ! ” ( memukul meja ). lepaskan hubungan kau tu. dieorang Jawe ”. die tu orang baek bang... Orang mane ?!!!. tak macam orang-orang Jawe tadi.. ustadz sudah menanti ”. Dahlia. Samsul : “ Aku heranlah dengan kau ini Kamelia. Kamelia sudah berape kali abang cakap. : “ Orang Jawe !!! Kamelia. : ( masuk kedalam rumah sambil menangis ) : ( Lalu Samsul pun menyusul masuk tanpa rasa bersalah ) ape maksud kau ni ? Laki-laki atau perempuan ? !” BAG. : “ Eiyy… ngape ni kalian duduk diluar. kawan kite satu tu belum datang ” : “ Kite tunggu aje lah dulu ye ” ( Dahlia dan Nurul duduk di teras ). ingat kan bang ? ” Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul : ( Sedikit berfikir ) “ Tak ” !!.? Seseorang ( penasaran ). abang tak ndak kau dekat dengan orang Jawe manepun. Ape sebenernya yang kau sembunyikan dari abang ? kenape kau pergi tak cakap dulu dengan abang ?” Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia : “ Ehmm.

Eh Midah sudah datang rupanye “ ( sambil tertawa kecil ).? ” : “ Kenape bang…………. : “ Malu macam mane ni ? kau ni bile. malu tambah eloklah wajah kau tu ” : “ Ih… abang. : “ Kenape pulelah harus menyesal. jaranglah ade gadis macam kau ni “ : “ Duh… abang jangan bikin jantung aye berdebar-debar. aye mau ” : “ Owwwh… Midah. banyak luka-lukanya. ” : “ Bawe ape kau tu Midah ? ” : “ Oh…… ini sayur jengkol buat abang elu. ” : “ Kau pandai betulah memasak. ” : “ Ehmm….. tak ape-ape lah Midah. ( memberi rantangannya ) sayur jengkol kesukaan abang he… he…. hmm ( mengagetkan Midah ). payahlah Midah jadinye ” : “ Ah… abang bise aje. : “ Kite ni dah lame nanti. kau punye banyak sulaman ke ? ” : “ Oh iye tentu. : “ Eh…. : “ Hamidah………? “ : “ Iye bang……… ” : “ Midah……..235 Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Samsul : “ Oh ye Kamelie. sesaat kemudian Hamidah datang membawa rantang sambil tersenyum malu ). banyaklah aku punye ” : “ Boleh ke kami nak tengok sebenta.“ : “ Betulkah ??? Terime kasih banyak ye Midah. kebetulan deh abang disini. : “ Eh kalian udah disini ya….? ” : ( berbisik ) “ Kawanmu dah diluar………. Kagak ade ape-ape sama kite berdue. Tapi bener deh…. Aye kesini sekalian mau ngasih ini bang…. aye pan malu bang… ” ( menyenggol lagi ). abang kire gadis manelah tadi. bener deh……. Ye tak Dahlia ? ” : “ Iye. aku setujulah tu ” : “ Ah kalian ni bise aje. ” : “ Ade juge. nanti abang bise minte terus. Ade abang. bekenalan dengan orang sebaik Midah ni “ : “ Hamidah abang nak…… ” : “ Iye… bang… ” ( geer ). marilah masuk ” ( diteras Samsul menaruh ayam itu dalam kurunannya.. ayekan kagak enak hati bang ” ( menyenggol Samsul ) : “ Eh abang ni sungguh-sungguh ”. tapi tak payah lah kerap betul beri abang semur jengkol. ye bang ye….ha….. marilah masuk ke dalam. iye tak Kamelia ? ” Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Kamelia Dahlia Hamidah Kamelia Hamidah Nurul . jadi ya aye pikir mendingan aye nengok sekalian gitu. kite sangke Midah tak ngaji… tapi taunye…? ” ( ha…. " : “ Iye bang… bentar. Kamelia dan kawan-kawan Midah sudah tunggukan Midah. kagak ape-ape bang aye ikhlas kok. ( mencubit Samsul ) genit deh ! ngapa kagak dari dulu abang ngomong kayak gini… jadi pan kagak ade penyesalan diantara kite berdue bang ”.. ). mari masuk. biar kukasih tunjuk ” ( Mereka bertiga masuk kedalam lalu Samsul berselisih sebentar keluar sambil membawa ayam ) : “ Eh ade tamu kirenye. katanya pan kemarin habis sakit. : “ Ah abang bise aje. mane tau ade yang aku suke… boleh lah juge bile aku nak beli.

tapi di tengah kampung yang sepi itu. lalu cari gadis dese lah die disane. jadi kagak ketemuan ame Satria…. Nurul dan Dahlia : “ Iye bang ” ( Samsulpun masuk kedalam ). tentulah kau tau sendiri gimane lelaki buat bahagia dirinya ” : “ Maksud elu. cume saje die beri gambaran kenyataan.236 Kamelia Samsul Hamidah Kameia Hamidah Nurul Kamelia Dahlia Kamelia : “ Iye betullah tu ” : “ Cakap ape kalian ni ? Sudahlah abang nak masuk dulu. marilah tak payah dibahas lagi ” ( mereka pun akhirnya pergi ). nanti dengaran oleh abang aku. kehidupan orang di medan perang tu kejam. Ah tak taulah aku. kapanlah kite jadi pergi. yang lebih parah lagi aku tak jumpe dengan Satria. cari cewek gituan ? ” : “ Iye bukannye saat-saat tu. kenape die tak tepati janji. Kadang mereke rase lapar. Midah. sakit dan letih. iye tak ? ” : “ Janganlah kau takuti aku macam tu ” : “ Betullah cakap Nurul tu. yang penting bagi mereke tu… bagaimane buat mereke bahagai dir mereke sorang dan melepas rase tegang yang ade. Kamelia. ” : “ Dahlia janganlah cakap macam tu. iye betulah kite tau die beperang membele rakyat. gimana dulu aku dikhianati oleh prajurit perang brengsek tu ” : “ Ha……. lagian pan dulu elu yang ngejar-ngejar die. Kamelia…. : “ Owwh macam tu masalahnye... hati-hati ye di jalan ” : “ Eh……. pasti kau dilarang pacaran ye ? ” : “ Ssst…. tapi emang kagak naksir elu. yang ade cume ketahuan bahwa aku ni punye pacar orang Jawe ”. Nurul Kamelia Dahlia Hamidah Dahlia Kamelia Nurul Hamidah Nurul Hamidah Nurul Kamelia . emang ngapa sih abang lu pake marah segale ? ” : “ Taulah aku. Diam ! diam…. die tak punye maksud nak takutkan engkau. mungkin aje die rase kesepian. he… he…” : “ Iye tapi kau kini juge macam itu kan ? ” : “ Sudah ! sudah ! kalau macam ni terus. tapi tak itu aje. kenape die tak datang ? ” : “ Itu die masalahnye ( menunduk )…. ! iye betul. hingge mereke pun tak bise bepikir jernih lagi. mungkin…. Die….. aku tak tau lah ! Tapi sampai kapanpun aku nak nantikan die ” : “ Memang payah punye pacar prajurit perang.? ( dipukul Nurul ) au… pakai acara ngasih semur jengkol lagi ….. Tapi kau tau kan. Lupa apa ye…. Die dah lupe dengan aku atau ade cinte lain dihatinye. meradanglah die ” : “ Ye…. Gimane kemarin.. apalagi kalau gratis…… hee…. Ups ( Kamelia mendekap mulut Hamidah ) kenape…… ? “ : “ Jangan keras-keras. ha…… ” : “ Hey kenape kau ni ketawe ?! ” : “ Pacarmu dulu tu bukan ngkhianatin elu. he…. cume wanitelah yang bise buat mereke rase bahagia. Satria tak mungkin buat laku macam yang kau cakap ” : “ Terserah kaulah Kamelia nak pecaya atau tak. tapi ade ape dengan Satria..

ayo keluar ! keluar ! keluar ! “ : “ ( keluar sambil menggeliat ) Hay…. ganggu orang aje…. !! Samsul ayo keluar ! jangan bersembunyi saja !……. kamu yang sering membuat onar dimana-mana ! Orang perantauan yang tidak tahu sopan-santun ! ini tanah kami..! Mereka sudah muak melihat kau yang suka membuat onar dan menggoda gadis-gadis.237 BAG. sudah lama mereka marah padamu hanya saja mereka takut…. Jarwo : “ Samsul.! hajar saja ! pukuli !! “ : ” “ Alamak jang…..! ” : “ Hey…… Samsul kau jangan pura-pura tidak tahu ! semua warga disini sudah tau siapa kamu.. VI Pasukan Jarwo datang dengan teriakannya yang berapi-api sehingga mengundang tontonan warga sekitar. Cakap ajelah kau nak bayar hutang kekalahan kau dulu “ ( dengan santai duduk diteras ) : “ Kau jangan sembarangan ! aku kesini mewakii seluruh warga disini yang ingin mengadili kamu ! kamu sudah sepantasnya mendapat hukuman karena telah mengganggu ketentraman warga disini ! kamu sudah jadi pengacau ! ” : “ Benar ! benar itu ! bakar saja rumahnya ! adili…. Fitnah macam pule tu…… sejak kapan kau jadi jaksa Jarwo ? Pasukan Jarwo : Samsul Jarwo Samsul Jarwo Pasukan Jarwo Samsul Jarwo : “ Aku hanya mewakili mereka saja….! ” .. alah…. jangan sok jago kau disini ! ” : “ Cakap ape kau ni…. keluar kau…..ayo keluar !! “ “ Iya….! Ade ape ni kau teriak-teriak.

Lebih dari itupun bisa…… bagaimana ? ” : ( memukul Jarwo ) “ Bangsat kau !!! kau apakan abang aku ?! Ape salah die hah ?!?? ” : “ Bukan aku…. tapi Jarwo mendobraknya dan masuk kedalam. itu karne kau dendam. tak pernah menggoda gadis-gadis. Jarwo Kamelia Jarwo : ( mengusir semua warga kecuali. dari dalam rumahnya itu hanya terdengar teriakan berontak dan jerit tangis diiringi tawa puas birahi lelaki. ini hasilnya “ ( menunjuk mayat Samsul ).? ( memegang tangan Kamelia ).…. Ha… pintar juga kau menebak manis. kau sengaje kan nak buat macam ni. pasukannya ) “…. Jangan percaya dia ! sudah saatnya kalian terbebas dari ketakutan akan keonaran Samsul !!! ayo habisi dia…. dan…. semakin mundur ia melangkah hingga masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.. Setiap kali aku lihat wajahmu…. tapi bukan hanya itu alasanku menghilangkan nyawa abangmu dimuka bumi. : “ Dusta kau !!! abang aku tak suke buat ribut. abangmu sudah tak bernyawa lagi.! ” Malang nasib Kamelia. !? ” : ( setelah menengok kanan kiri dan memastikan semua aman.abang Samsul !!!! bangun……. Jarwo Pasukan Jarwo: Jarwo : “ Ayo manis jangan takut. Abang…. kami boleh ikut ngga !? iya nih… udah nggak tahan ! lumayan barang bagus. . aku tau siape kau. Kemudian Kamelia yang pulang dari pengajian sangatlah terkejut melihat abangnya yang tergeletak.! ” : “ Abang……. merekapun juga memporak porandakan rumah Kamelia dan pergi menyisakan amarah dan dendam. Kau jangan pure-pure. Setelah puas. Jarwo…… drame ape yang kau mainkan ni ? berape kau bayar orang-orang kau tu ??? kau memang pintar memutar balik fakta ! ” : “ Lihat dia ! ( mendekati warga sekitar ) dia pintar sekali bersilat lidah. Iye kan ?! Permainan kau sungguh kotor Jarwo !!!! ” : “ Ha……. Tinggalah Kamelia meratapi nasib yang akan mengubah seluruh hidupnya. Tapi kami semua warga disini..238 Samsul Jarwo : “ Jarwo…….. : ( Kamelia semakin gugup dan mundur perlahan ) “ Bajingan kau !!! pergi kau jangan dekat dengan aku !! ” ( melemparkan kayu ke badan Jarwo namun Jarwo semakin mendekat ) Kamelia Jarwo Kamelia Jarwo Kamelia Ketakutan Kamelia semakin menjadi-jadi diantara dan ketakutan. dia diperkosa oleh Jarwo dan pasukannya.. Abang. Ayo bubar semua ……. apalagi setelah tau abangnya sudah tak bernyawa lagi.. aku terlanjur jatuh hati padamu Kamelia…. Lalu tak cukup itu. percuma kau berteriak wargapun tak akan datang menolongmu Kamelia ” “ Kang Jarwo…. bagi kang yo…. mereka ketakutan. Jarwo menganggukkan kepala dan yang lain ikut masuk kedalam ) “ Tapi jangan ribut…. abangmu sudah tidak ada. Aku bisa jadi abangmu……. Ayolah sayang kau mau kan denganku…. sehingga orang-orang disini tak tahan lagi.. Tenang masih ada aku……. mereka keluar rumah dengan menyeret Kamelia keluar yang hanya berbalut selimut. Hasratku semakin panas….! Serang dia !!! ( berkelahi dengan Samsul dan disusul pukulan dari warga dan pasukan Jarwo ) mati kau Samsul !! habisi dia !! ” Setelah puas mereka memukuli Samsul yang sudah tergeletak tak berdaya. kamu tahu apa kesalahan abangmu ? Dia tak sopan sebagai warga perantauan selalu berbuat onar dan suka menggoda gadis-gadis.!!! ( Kamelia menangis seadanya ) ” : ( mencoba mendekap Kamelia lalu ditangkis ) “ Sudahlah…… Kamelia.

Ibarat bunge dahlia tak akan layu bile disiram cinte ”. aku tidak bisa menepati janjiku dulu padamu. air terjun pun tak bise gantikan keindahan hati ni. : “ Terima kasih kau baik sekali. VII Di taman tepi hutan yang rindang diperbatasan kampung datanglah seorang pemuda di remang purnama dengan balutan perban di tangankirinya dan sedikit memar di kepala. semue akan kuberi. Maafkan aku Kamelia.239 BAG. tapi Kamelia kan selalu nantikan kanda disini. Belanda menyerbu camp kami. ” : “ Kamelia kau cantik sekali. dinda tau ketika kanda berangkat pulang kesini. sudikah kiranya kau memberikan maaf untukku ? ” ( sambil mengajak Kamelia duduk di bangku ). sehingga tak mungkin untuk……. ” : “ Ssstt…. kanda sendiri ape kabar ? Ape ni kanda ?? luke… ?? Kanda terluke ?? ” ( meraba luke di tangan dan kepala Satria ) : “ Ya…gara-gara luka inilah. rasenye macam mimpi ” ( Kamelia lalu bernyanyi ) Satria Kamelia Satria Kamelia . Satria…. sudah lama wajah ini aku rindukan apa kabarmu adinda ? ” ( menggenggam tangan Kamelia ) : “ Kanda tengok sendiri kan ? Kamelia bahagia sangat. Bak syair pujangge. Kamelia aku sudah datang Kamelia…. ” : ( dari balik pohon Kamelia keluar dengan pakaian elok dan bunga dikepalanya ) “ Satria…. banyak yang meninggal dan terluka. Andaipun kanda tak datang dan khianatkan Kamelia. kanda berade disamping Kamelia. Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia…. Senang sangatlah hati Kamelia. Sudahlah yang kanda selamat. : “ Jangankan maaf. Kamelia dimana kau. pemuda itu memanggil-manggil Kamelia.

aku baru ketemu bojoku ” “ Bojo sing endi ? ” “ Kamu ini kayak ndak tau aja. Bejo kamu masih kayak dulu! ” “ Ngapa kowe mbengi-mbengi neng kene ? ” “ He… he… ( tertawa malu ). ” : : : : : : : : : : : “ Bejo…. Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo : “ Satria !! kowe wis balik toh.. Kamelia tak sungguh-sungguh. Seandainye kanda datang menepati janji pasti Kamelia tak akan sendiri ” : “ Kanda tidak mengerti apa maksud Kamelia ? ” : “ Ah sudahlah kanda tak payah dipikirkan. Assalamualaikum ” ( Kamelia lalu pergi di balik hutan meninggalkan rasa heran pada Satria ) : “ Kamelia… Kamelia… ( melamun lalu duduk ) mengapa begitu cepat dia pergi ? ah…. ( sesaat melamun lalu melihat purnama ) :Kanda sekarang waktunye Kamelia harus pulang. kanca- Satria Bejo Satria Bejo . tapi Kamelia senang akhirnya kanda penuhi janji. terus Kamelia di… di… ” : “ Di… diapakan Bejo… !? “ : “ Di…. lihatlah gelang ini sengaja aku beli dari pedagang gujarat. ” ( kaget dan mengelus bulu kuduknya ) ” kowe ora ngerti yo ? ” “ Tidak tahu apa ? ” “ Kamelia kan wis mati nem wulan wingi “ “ Apa maksudmu ? jangan buat aku bingung ?? ” : “ Temenan.240 Satria Kamelia Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia… aku bawakan sesuatu untukmu…. ” “ Kamelia… ? Edan kowe. Ndak mungkin ! Kamu pasti mau ngerjain aku. ono sing omong edan.. Diperkosa Jarwo. Maaf Kamelia tak bise lagi temani kanda. Satria Kamelia Satria Beberapa saat kemudian tanpa sengaja seorang pemuda lewat yang juga teman lama Satria kemudian berhenti menyapanya. Rumahnya diobrak-abrik… pokokke wis hancur ! melasi banget. dek mbiyen mase Samsul dikeroyok Jarwo karo kancakancane Jarwo nganti mati. “ : : “ Indah sangatlah kanda… ( melamun ) hanye sayangnye……. purname sudah tinggi ” : “ Kenapa tergesa-gesa adinda ? ” : “ Kamelia harus balek.. Pokokke ora ono sing gelem nampung Kamelia. ? apa maksud adinda ? ” : “ Ah tak ape ape. yakin. wah curang kowe ora aweh kabar ndisik nek wis bali. Pakailah kau pasti cocok. Mungkin dia takut pada abangnya ”. abang Samsul pastilah marah bile die tau kite disini. ono sing omong strees…. Kamelia permisi ye kanda…. “ “ Sayang…. siapa lagi. : ( sambil kesakitan ) “ Wani disamber gledek ! swer ! Maning bar Kamelia diperkosa. Kamelia ora dianggep maning nang kampung kiye. ora guyon ? ” “ Sopo sing guyon ? baru saja dia pulang kerumah.kancane kae “ ( takut dan gugup ) : “ Tidak……. Kamelia anak kampung Melayu. preman pasar karo kanca . jawab !! “ ( Satria mencekik leher Bejo ).

Umbulharjo Yogyakarta . nganu…. terlunta-lunta hingga bunuh diri dengan sebotol kecil racun di depan reruntuhan rumahnya sendiri.241 kancane dewek ora gelemnulungi. Setiap lelaki yang lewat dilempari dan dipukuli.!!! ” Miracle of february 2004 BIODATA PENULIS Nama Lahir Alamat : TRI AMALIA LESTARI : Rantau. Kamelia akhirnya nganu…. Digambarkan kisah terakhir sejak Kamelia diperkosa. bunuh diri…. hanya menangisi pabila sadar itu hanya khayal.. Kaya kae kuwi. Hih! Aku dadi mrinding kiye ” ( lari lalu pergi meninggalkan Satria ). 27 C Nitikan. Sorogenen No. Satria : ( meremas bunga dahlia sambil terisak lalu berteriak ) “ Kamelia……………. wedi kena sial…… akhirnya ( sedikit gugup ) ya…. 28 Agustus 1984 : Jl. Satria tak percaya mendengar kisah itu diam lalu berteriak-teriak memanggil Kamelia. dia kira itulah orang-orang yang telah memperkosanya. dibayangannya Satria akan datang. dia berlari-lari seperti orang yang tidak waras. hingga tiba di depan reruntuhan rumah Kamelia tak ada apapun disana tapi Satria menemukan setangkai bunga dahlia yang diselip Kamelia dirambutnya diantara reruntuhan rumah Kamelia yang sekaligus menjadi kuburan tak bernisan..

242 .