1 Drama Remaja

AKU vs AYAHKU
Budi Ros

PEMBUKA
GONG DUA BERBUNYI. PARA PEMAIN MUNCUL DARI PINTU MASUK AUDITORIUM, MENUJU PANGGUNG. SEMUA MENYAPA PENONTON DENGAN RAMAH : “ SELAMAT MALAM SEMUA, SELAMAT DATANG … APA KABAR ?. ” SESAMPAI DI PANGGUNG, PARA PEMAIN MENATA SET DAN PERALATAN LAINNYA. BAGUS, PEMIMPIN MEREKA, MEMBERI KOMANDO BAGAIMANA SET DAN PERALATAN HARUS DI TATA. KEMUDIAN DARI SALAH SATU SISI PANGGUNG MUNCUL MENEJER PANGGUNG, YANG MEMBERI TAHU BAHWA KOMANDO BAGUS TERNYATA SALAH. SET DAN SEMUA PERALATAN KEMUDIAN DI TATA ULANG SEPERTI PETUNJUK MENEJER PANGGUNG. SEMUA PEMAIN TURUT AKTIF MENYIAPKAN PERALATAN. MENEJER PANGGUNG DIBANTU BAGUS SESEKALI MENGECEK APAKAH SEMUA PERALATAN DITEMPATKAN PADA TEMPATNYA ATAU TIDAK. MEREKA MEMERIKSA DARI BEBERAPA SUDUT, KEMUDIAN BEBERAPA KALI MELIHAT ARLOJINYA, DAN KETIKA MENYADARI SUDAH WAKTUNYA PERTUNJUKAN DIMULAI, MENEJER PANGGUNG BERTANYA PADA PARA PEMAIN MENEJER PANGGUNG :

2 Bagaimana, sudah siap ? PARA PEMAIN : Belummm … MENEJER PANGGUNG : Oke, cepat sedikit kalau begitu. LALU MENEJER PANGGUNG BERUNDING DENGAN BAGUS. KEMUDIAN MEREKA SEPAKAT, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN SEMENTARA PANGGUNG DISIAPKAN. MENEJER PANGGUNG TURUN TANGAN LANGSUNG MEMBANTU

PERSIAPAN, IKUT MENGANGKAT SET DAN PERALATAN, BAGUS MEMULAI PERTUNJUKAN.

BAGUS : ( BICARA PADA PENONTON ) Ternyata repot sekali membuat pementasan teater. Tapi jangan kuatir, apa pun yang terjadi pertunjukan akan tetap jalan. Selesai tidak selesai panggung ini ditata, kami akan tetap main. Sebab kami berlatih sudah sangat lama, sekitar 6 bulan. Kami sudah banyak kehilangan waktu, tenaga, dan tentu saja biaya. Sia-sia sekali kalau kami tidak jadi main gara-gara panggung belum beres. Kami pun merasa berdosa pada Anda semua. Jadi jangan kuatir, kami pasti main. Malam ini kami akan membawakan lakon berjudul MARNI versus Ayah, lakon yang sederhana tapi seru. Seru di sini bukan saja ramai, tapi punya arti lain, yaitu Sedikit Ruwet. Ini lakon tentang pertentangan anak muda dan orang tua, pertentangan pop dan klasik, tradisi dan modern. Pertentangan yang sebetulnya tidak perlu ada. Tapi begitulah, nyatanya pertentangan semacam ini selalu ada, dari waktu ke waktu. Dan gara-gara pertentangan ini, kita semua sering kehabisan waktu. Cinta, kata orang bisa menjadi jawaban semua masalah. Tapi dalam kasus ini, cinta mengakibatkan banyak masalah.

3 Lihat, apa yang terjadi dengan Marni, tokoh utama lakon ini. Marni ! MARNI : ( MENDEKAT ) Ya … BAGUS : Lho, kok cengegesan ? Kamu kan ceritanya lagi patah hati. MARNI : Kan belum mulai ? BAGUS : Oh, ya. Tapi ini sudah waktunya mulai. Siap dong, aktris harus siap sebelum mulai. MARNI : Tapi panggungnya juga belum siap. BAGUS : Lho, belum siap juga ? Ya ampun, lama betul. He, menejer panggung, masih lama ? MENEJER PANGGUNG : Sebentar lagi. Ngomong aja dulu. BAGUS : Eee .. sudah berbusa begini. Bisa keburu pulang nanti penontonnya. MARNI : Ya … jangan dong. Para penonton, mohon jangan pulang dulu ya ? Betul, ya ? Kan belum nonton Marni akting. Nanti ada door prize-nya lho. BAGUS : Ngawur. Door prize, memangnya infotainment. Sudah, sudah, sana siap-siap. ( MARNI PERGI )

4 Maaf. Itu tadi pemeran Marni. Dia ceritanya patah hati melulu. Karena setiap kali Marni jatuh cinta, atau ada pemuda jatuh cinta padanya, babenya selalu melarang. Dan anehnya, sang babe selalu punya alasan yang sama: aku sayang sama kamu NAK, jadi aku harus menjagamu. Gile, memangnya cinta itu kejahatan. Atau janganjangan babe si Marni ngidam jadi sekuriti. MARJUKI : He, ngomongin gue lu ? Sompret kamu. Berani-beraninya. BAGUS : Siapa ngomongin ? Ini perkenalan tokoh, namanya. MARJUKI : Pakai diperkenalkan segala. Memangnya saya tidak bisa memperkenalkan sendiri tokoh yang saya mainkan ? BAGUS : Bisa, bisa. Justru ini untuk membantu situ. Supaya penonton lebih jelas, Marjuki itu tokoh macam apa. Soalnya akting situ pas-pasan. MARJUKI : Sembarangan ! Saya aktor. Main saya dijamin bagus. Dalam lakon ini Marjuki pun tokoh penting, jelas karakternya. Tidak perlu diperkenalkan. BAGUS : Tetap perlu diperkenalkan, kawan. Jangan kata Marjuki, capres juga perlu perkenalan, perlu kampanye. Kalau tidak, nggak akan dapat dukungan publik. Malah ada capres yang bikin buku dulu sebelum mencalonkan diri. Mereka membangun imej yang hebat-hebat tentang dirinya. Padahal, begitu jadi presiden, sami mawon. MARJUKI : Sudah jangan ngelantur. BAGUS :

presiden menjalankan amanat rakyat tidak ? MARJUKI : Itu pertanyaan saya juga. Dalam kehidupan nyata. Orang tua harus ngemong anak. Presiden menjalankan amanat rakyat. Apalagi dalam urusan cinta. BAGUS : Betul. kamu ngelantur lagi. Terus ? Kenyataannya. BAGUS : Pinter. BAGUS : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA .5 Saya bukan ngelantur. Bukan main larang. Kita semua masing-masing punya tugas. misi atau amanat. dalam lakon ini punya tugas sebagai tokoh antagonis atau si jahat. tidak boleh begitu. Harus mengerti kemauan anak. BAGUS : Ini juga bagian dari amanat. tahu tidak bedanya capres dengan aktor ? MARJUKI : Tahu. Eh. Marjuki. saya bicara fakta. Sekarang bedanya aktor dengan Presiden ? MARJUKI : Aktor menjalankan amanat lakon. Mereka harus sama-sama jago akting. Sudah ah. orang tua seperti Marjuki.

SEBAB SELALU DILARANG PACARAN. MARNI MENGGAMBARI LANTAI. IA MOGOK MAKAN DAN TIDAK KELUAR KAMAR 3 HARI TIGA MALAM. MARJUKI BARU DATANG DARI KELURAHAN.6 MEMILIH JALAN ( PARA PEMAIN SUDAH SELESAI MENATA PANGGUNG KEMUDIAN IKUT MENYANYI ) TAPI PARA ORANG TUA SELALU PUNYA SENJATA DAN KAMI TERKAPAR TAK BERDAYA “ JANGAN INI JANGAN ITU ”. MARJUKI : . SEBELUMNYA. KATA MEREKA SELALU ( SEMUA PEMAIN UNDUR DIRI. SETELAH MENGGAMBARI SELURUH TEMBOK RUMAH. KECUALI MARNI DAN AYAHNYA ) LAMPU BERUBAH ADEGAN SATU BERANDA DEPAN RUMAH MARJUKI. MARNI PROTES DENGAN CARA MOGOK BICARA SEMINGGU. ITULAH UNGKAPAN PROTES MARNI KEPADA SANG AYAH. SEBELUMNYA LAGI. SIANG. KAGET MELIHAT AKSI MARNI.

. Lukisan abstrak lagi. makanya kemaren seminggu diam. . MARJUKI : Lain. sore. kemudian yang lain-lainnya. ampun. surealisme. Tapi lukisan abstrak ini. Ayah tidak melarang kamu pacaran. Beda. MARNI : Marni juga capek. Pagi. Marni. Kedua. Seluruh rumah digambari begini. Ayah hanya tidak setuju dengan caramu. Pertama orang harus melukis realisme. Protes model apa lagi ini Marni ? Masa. Marni . sekali lagi ayah tegaskan. Melukis itu ada aturannya. siang. Soal protes dengan cara yang lain-lain itu. jangan ajak ayah berdebat. malam. okelah.7 Ya. seluruh rumah digambari begini ? Aduh … aduuhh … gambar apa pula ini ? ( MEMANDANG LEBIH SEKSAMA ) Ya ampun. MARJUKI : Marni. Kamu pacaran tidak kenal waktu. MARNI : Itu sama saja dengan melarang. Marni … saya pikir protes kamu sudah cukup. saya keberatan. ayah ingin kamu benar-benar memilih pemuda yang cocok. 3 hari 3 malam mogok makan dan tidak keluar kamar. baru abstrak. MARJUKI : Apa salahnya kuno kalau baik ? MARNI : Apa salahnya modern kalau juga baik ? MARJUKI : Sudahlah Marni. Tujuh hari mogok bicara. Capek. eh masih ada lagi. MARNI : Itu kuno. Ayah bisa terima. Itu satu.

Marni dekat sama Anto. “ Jangan yang beda agama ” kata ayah. kaya disangka KKN ” begitu. jelas dia anak baik. se-iman. Sekarang. “ Jangan dengan anak pejabat. Lalu Marni dekat sama Taufik. Apa lagi ? Apa ayah tidak ada kata lain selain “ jangan ” ? MARJUKI : Siapa rela punya anak pacaran sama pengangguran ? MARNI : Siapa bilang dia pengangguran ? Dia sekolah ayah. MARJUKI : . ayah juga melarang. MARJUKI : Kalau sekolah ngapain tiap pagi mondar-mandir naik motor ? MARNI : Pagi dia ngojek.8 MARNI : Sama ! MARJUKI : Mmm … berdebat lagi. bukan anak pejabat. MARJUKI : Kapan sekolahnya ? MARNI : Anto Masuk siang. ayah melarang Marni dekat sama Ongky. MARNI : Dulu. Miskin tidak pantas.

bukan main ke sini. MARNI : Itu pendapat kuno. supir tembak ? Ampun Marni. Kalau lagi sepi. apa yang bisa diharap dari tukang ojek dan sopir tembak ? MARNI : Jangan kuatir. punya pekerjaan tetap. Tapi catnya kurang. atau angkotnya dibawa orang lain baru main. MARNI : Malam dia narik angkot ayah. Masih banyak yang harus Marni kerjakan. dan sayang sama kamu. ( PERGI ) . Seluruh rumah harus saya lukis. penghasilan cukup. Permisi dulu. punya platform ! MARJUKI : Syarat yang diperlukan sebagai calon suami adalah hidup mapan. Saya mau beli cat. MARJUKI : Biar kuno kalau baik apa salahnya ? MARNI : Biar modern kalau baik juga apa salahnya ? MARJUKI : Jangan mengajak berdebat Marni. Kan tidak tiap malam Anto ke sini ? MARJUKI : O.9 Kalau sekolah siang kenapa malam-malam sering datang ke sini ? Habis sekolah mustinya pulang ke rumah. Capek ! MARNI : Saya juga capek dan tidak ada waktu. Dia punya cita-cita tinggi.

( SETELAH SEMUA TENANG ) Perhatikan ya. MEREKA BERGERAK TANPA PENGHAYATAN. IBU WIWIK : Coba perhatikan semua. PARA SISWI / SISWA SEDANG ESKUL MENARI.10 MARJUKI : Duh. Hambar. semua tenang dulu sebentar. Lala. Audi. SIANG. Tanpa dibarengi perasaan. Irna. aduh … ( MENYANYI ) AMPUN … AMPUN … SUNGGUH-SUNGGUH MINTA AMPUN PUNYA ANAK GADIS PUBER SEMATA WAYANG REPOTNYA BUKAN KEPALANG MAU DIKASIH KEBEBASAN TAKUT JADI SALAH JALAN TAPI KALAU DILARANG BIKIN GEGERAN SIANG MALAM AMPUN. AMPUN …! LAMPU BERUBAH ADEGAN DUA AULA SEBUAH SMU. . Seperti robot ! Dan penonton akan cepat bosan. Tapi bergeraklah dengan perasaan. kosong. IBU WIWIK MEMBERI PENGARAHAN. tarian kalian tidak akan menarik. dengan emosi atau greget. Menari itu bukan asal bergerak. lalu pulang.

Pegel juga ya ? AUDI : Neyesel juga milih tari tradisi. AUDI : Heeh. Irna. Tapi provokatornya kamu. Keputusan bersama kan ? LALA : Ya. Tontonan yang ditinggalkan penonton sebelum waktunya adalah tontonan yang sangat menyedihkan. Mana gerakannya lambaaattt … jawa banget deh ! YANG LAIN : Ember … IRNA : Siapa yang dulu ngotot milih tari tradisi ? AUDI : Eh. teman-teman. YANG LAIN : Ya. BT nih. Langsung ya ? LALA : Istirahat dulu dong. AUDI : . eh. Lala bilang modern dance aja. Sekarang coba lagi dari awal. Coba pakai musik. Ibu mau ke toilet.11 Menyedihkan. bu. Yuk. ( PERGI ) IRNA : Baik. kamu ngotot. pimpin teman-teman. ya. bukan gue lagi.

Apa saja. Kalian harus datang. tradisi aja. katanya masih mogok sekolah. ( PERGI ) AUDI : Acara apa sih ? . AUDI : Mau ngecat rumah ? Wah. aku punya hajatan. Datang dan bawa makanan apa saja. yang jelas ? MARNI : Datang saja. ( MARNI MENDADAK MUNCUL ) MARNI : Heh.12 Gara-gara ibuku juga sih. ya ? IRNA : Acara apa dong. Gerakannya lambaaatttt … pantes Marni nggak mau ikut. kueh kek. Kabarkan ke yang lain ya ? Dah . Jangan mengeluh. rujak kek. Ini acara kejutan.. Tahunya pegeeelll. LALA : Heh. pokoknya seru. Tradisi. nongol dia. mau hajatan rupanya ? Orang tua Anto mau melamar ? MARNI : Gila ! Tapi betul teman-teman. latihan yang bener. supaya kamu kenal tradisi. SEMUA : Eh. Kok nongol ? MARNI : Aku cuma mampir. soalnya aku nggak sempat masak. jadi sengaja tidak pakai penjelasan. habis beli cat.

LAMPU BERUBAH ADEGAN TIGA DI SEBUAH TEMPAT. DUDUDU . NIMBRUNG NYANYI ) UNTUK DIKENANG SIAPA BILANG CINTA INDAH CINTA INDAH SIAPA BILANG UNTUK DIKENANG DIKENANG UNTUK SIAPA CINTA INDAH BILANG CEPI : ( MENYANYI ) . ANTO SENDIRIAN.. HUHU . DUDU .13 SEMUA : Mana tahu. DU … HUHU . DUDU … YEYEYEYEY … YEY . HATINYA GUNDAH. ANTO : ( MENYANYI ) … DUDUDUDU … DUDU . MALAM. YEY .. DATANG DIAM-DIAM.... HUHU … YEHE . ( CEPI... HEHE …… SIAPA BILANG CINTA INDAH UNTUK DIKENANG DUDUDU … DUDU . YEYE …..

tenang. CINTA MARNI DILARANG PAK MARJUKI ANTO : Setan kamu ! CEPI : Tenang kawan. Senang atau sedih. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Kalau cinta diterima. harus berpikir baju dan parfum apa yang pantas dipakai. Untung atau buntung. Lala. Begini. Edo. Semua aman terkendali. harus datang tepat waktu. Jadi harap sabar. dalam hidup ini ada dua hal yang harus diingat: sukses atau gagal. Jadi tenanglah. karena ada Cepi. Ini penting dan perlu diketahui semua orang. Bahagia atau sengsara. tapi manjur. juga hanya ada dua kemungkinan: diterima atau ditolak. semua masalah selesai. Tyas. Harap tenang. Sayang orang sering melupakan. .14 SIAPA SANGKA. dan hadiah apa yang pantas diberikan pada saat si dia merayakan ulang tahun. punya uang saku. bagaimana supaya ayah Marni bisa menerima kamu. Tapi sebetulnya ada sejuta resiko menunggu. kita memang bahagia. Menang atau kalah. Tapi begitu Cepi datang. tenang. Audi. Kamu harus apel setiap malam Minggu. CINTA MARNI BIKIN PATAH HATI SIAPA SANGKA. Kamu ingat kan ? Bayu. Tapi sebelumnya dengar kataku. Irna. ANTO : Memang siapa yang ribut ? CEPI : Sekarang aku sedang berpikir. Dalam urusan cinta. Agus. semua pernah punya masalah dalam urusan cinta. Ini ilmu kuno.

Bayangkan. harus datang waktu sepupu-sepupu dia kawin. waktu kamu sudah nikah dengan dia misalnya. pada para om dan tentenya waktu mereka hajatan. Jadi ditolak. Kamu harus datang silaturahmi pada kakek-neneknya.15 ANTO : Memang siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Itu baru tahap-tahap awal. ( ANTO TERTAWA ) CEPI : Kenapa tertawa ? ANTO : Kamu penyitir yang hebat. CEPI : Maksudnya ? ANTO : Kamu menyitir buku “ Enaknya Hidup Membujang ” kan ? CEPI : Kok tahu ? . Itulah resiko kalau cinta kita diterima seorang gadis. kamu akan dibilang orang paling sombong dalam keluarga mereka. hanya gara-gara tidak datang waktu mereka bikin acara arisan keluarga. sebetulnya lebih bagus. arisan keluarga. ANTO : Siapa yang bikin aturan begitu ? CEPI : Pada tahap yang paling serius. Tahap berikutnya. acara paling membosankan di dunia pun kamu harus datang. atau ultah dan semacamnya. lebih repot.

MEREKA SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI. Kapan kamu baca buku itu. Ogah aku jomblo seumur hidup. ( PERGI ) CEPI : Anto. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI DATANG.16 ANTO : Yang nulis buku itu pamanku. SIANG IRNA. Romeo sekali. ANTO : Pantes. ( MENYUSUL ANTO ) LAMPU BERUBAH ADEGAN EMPAT RUMAH MARJUKI. MARJUKI MENEMUI MEREKA. hafal sampai titik komanya. aku tidak sepakat dengan buku itu. akan kuterjang. Apa pun rintangan yang menghadang. tunggu. Aku betul-betul sayang sama Marni. MARNI TIDAK DI RUMAH. Bisa tidak bisa. ternyata kamu lebih hafal lagi. dan ingin suatu saat hidup bersamanya. AUDI. Anto ! Busyet. tadi siang ya ? CEPI : Bukan. harus bisa. Tadi sebelum ke sini. . Tapi maaf Cepi. Aku sudah baca sebelum buku itu dicetak. Aku pikir cuma aku yang hafal luar kepala.

Keliatannya kemaren dia buru-buru sekali. Jadi tidak pakai penjelasan acaranya apa. ya..17 MARJUKI : Silahkan. Sebab setahu saya tidak ada kejutan lain. kami bawa jajan pasar. malah tidak pamit. SEMUA : Terimakasih … AUDI : Marni pergi jam berapa.. Kapan Marni menyampaikan undangan dan bilang ada hajatan ? AUDI : Kemarin. Mungkin yang Marni maksud acara kejutan ya ini. ( SEMUA LANGSUNG MENGAGUMI LUKISAN MARNI ) AUDI : . Marni tidak akan sempat masak katanya. lukisan-lukisan yang memenuhi rumah ini. Buru-buru rupanya. IRNA : Marni bilang. MARJUKI : O. terimakasih. LALA : Ya. Habis beli cat dan banyak pekerjaan di rumah. silahkan masuk semua. Ini om. Kami pun tidak punya hajatan apa-apa. Jadi silahkan menikmati lukisan-lukisan ini. Terimakasih .. Dia juga pesan supaya kami bawa makanan. begitu ya ? Ya . acara kejutan. om ? MARJUKI : Sekitar jam 8 mungkin. Marni mampir ke sekolah.

di sekolah Marni tidak pernah belajar. Sangat berbakat. IRNA : Luar biasa. AUDI : Apa ini yang dikerjakan Marni selama seminggu lebih tidak masuk sekolah ? MARJUKI : Marni mengerjakan ini hanya sehari semalam.18 Ini semua Marni yang melukis om ? MARJUKI : Ya. LALA : Fantastis ! IRNA : Di mana Marni belajar melukis om ? Setahu saya. MARJUKI : Saya juga kurang tahu. Sejak kanak-kanak Marni lebih tertarik menari atau menyanyi. . Marni semua.. ada apa sebetulnya dengan Marni ? LALA : Apa dia sedang jatuh cinta dan . SEMUA : Oh … luar biasa.. IRNA : Sangat luar biasa ! ( BEBERAPA SAAT DIAM ) Om.

. sebagai orang tua om tentu lebih tahu bagaimana menyayangi anak. saya lihat.19 AUDI : . . lihat semua lukisan itu. kami-kamilah yang lebih tahu apa yang kami butuhkan dari orang tua. Saya bisa menangkap. IRNA : Maaf om. dan … LALA : . dan Marni terluka hatinya. IRNA : Ya.dan om melarangnya ? MARJUKI : Saya tidak pernah melarang. terluka hatinya. Saya hanya meminta Marni memilih pemuda yang tepat dan jangan pacaran sembarang waktu. Itu kan tuntutan umum setiap orang tua ? IRNA : Mungkin cara om meminta pada Marni terlalu keras.. Tapi sebagai anak. ( PADA AUDI ) Bukan begitu ? MARJUKI : Mungkin begitu … AUDI : Lihat om. Lihat om.. luka hati yang sangat. lihat lukisan yang sebelah sini. sangat … AUDI : … sangat dalam …. Jangan sampai pacaran mengganggu jam belajar. MARJUKI : Ya.

AUDI : Saya merasakan hati pelukisnya yang tengah kosong. LALA : Mungkin. AUDI : Apa yang om rasakan waktu melihat gumpalan warna putih itu ? MARJUKI : ( BINGUNG ) Ee … e . waktu Marni melukis itu. AUDI : Om lihat. karena kepedihan yang sangat. IRNA : Bisa jadi hati Marni serasa terbang ke awan. hilang harapan. warna hitam di lantai sebelah sini ? MARJUKI : Yang mirip gua karang bolong ? AUDI : Ya. hampa. darahnya tengah berhenti mengalir.. sebab bumi tempatnya berpijak tidak memberi harapan apa-apa. Apa yang timbul dalam imajinasi om memandang lukisan ini ? MARJUKI : ( BINGUNG ) .20 AUDI : Om lihat warna putih yang menggumpal seperti awan ? MARJUKI : Ya.

maaf ya. Semua lukisan ini adalah isyarat yang sangat jelas. Apa kalian mau menunggu Marni pulang. soal bicara dengan Marni saya rasa itu usulan yang baik. tanyakan apa yang terjadi. Dan saya sudah sering mencoba. AUDI : Persis ! IRNA : Mungkin sebaiknya om bicara dengan Marni. gelap . Dan. Mungkin ada keinginan terpendam yang tidak kesampaian. LALA : Ya. IRNA : Saya merasakan masa depan yang suram... saya akan kabulkan apa pun keinginan Marni. ya. harus saya timbangtimbang dulu. Saya sudah terlambat.. LALA : Seperti masuk sumur tanpa dasar. saya ada rapat RT di kelurahan. anu.21 Ya . ada semacam . hati Marni sedang kacau. Kalau saya jadi om. Tapi kalau soal mengabulkan keinginan Marni. jadi malu kalau terlambat. MARJUKI : ( RAGU-RAGU ) Ya. Saya kan ketua RT paling senior di kampung ini. atau bagaimana ? AUDI : ( BINGUNG ) Mungkin … IRNA : ( BINGUNG JUGA ) . IRNA & AUDI : Harus. om harus bicara dan mengabulkan keinginannya.

kami gembira sekaligus sedih atas acara kejutan ini. Aku mau jadi TKI ke luar negeri. YANG LAIN : Salam buat Marni ya om. Aku sudah mencegah tapi mereka ngotot. . ya … saya sampikan nanti. Apa hak mereka menyuruh saya menuruti apa saja kemauan anak saya ? Sok pintar. Semua yang mereka lakukan tadi. Berani-beraninya kasih nasehat sama saya. aku punya hak atas masa depan anakku. MARJUKI : Ya. Aku susah payah membiayai anakku. LALA : Ya. Itu protesku selanjutnya pada ayah. adalah isnisiatif mereka sendiri. Apa lagi Anto. MARNI : ( MUNCUL DARI DALAM ) Jangan menuduh sembarangan. ( TEMAN-TEMAN MARNI PERGI ) MARJUKI : Kurang ajar. ayah. MARJUKI : Mereka datang atas undanganmu kan ? MARNI : Aku memang mengundang mereka.22 Mungkin sebaiknya kami pulang. Nanti kami datang lagi kapan-kapan. tapi sekedar untuk ngobrol dan pamitan. Ini pasti akal-akalannya si Marni sama si Anto. Itu sebabnya aku pergi. IRNA : Sampaikan pada Marni. Dan aku akan terus protes sampai ayah mengijinkan aku pacaran sama Anto. Aku tidak tahu apa-apa.

Kamu harus ke rumah Marni. MARNI : Kita tidak perlu berdebat ayah. Dengan uang aku bisa menentukan masa depanku sendiri.23 MARJUKI : O. Dengan bekerja aku punya uang. ( PERGI ) MARJUKI : Marni … ( MENGEJAR MARNI ) LAMPU PADAM ADEGAN LIMA SEBUAH TEMPAT. MALAM. banyak urusan. kalau anak masih tergantung sama uang orang tua. Aku harus mandiri. Aku pergi dulu. . Kamu akan menyesal kalau Marni keburu pergi. ANTO SEDANG DIBUJUK CEPI UNTUK SEGERA MENEMUI MARNI CEPI : Aku serius Anto. begitu ? Jadi kamu pikir dengan protes keras ayah akan mengijinkan ? MARNI : Tentu ada syarat lain. Selamanya anak akan kalah suara. MARJUKI : Stop Marni ! Itu pikiran yang dangkal.

ANTO : Nyatanya dia begitu. sekarang tidak. Biasanya kalian jalan bareng. Mungkin dia menunggu waktu yang tepat untuk bicara sama kamu. ANTO : Dari mana kamu dapat berita itu ? CEPI : Irna. Tidak mungkin dia begitu. ANTO : Barangkali memang sengaja tidak mau kasih tahu. Biasanya kamu datang ke rumah Marni. Marni juga lama tidak masuk sekolah. Audi. ANTO : . sekarang tidak.24 ANTO : Kalau memang mau pergi masa dia tidak kasih tahu aku ? CEPI : Mungkin belum sempat kasih tahu. Cari berita. Aku yakin ini soal waktu. CEPI : Tidak mungkin Anto. Sudah tidak peduli sama aku. CEPI : Aku tahu sifat Marni. ANTO : Kalau dia sempat kasih tahu semua orang masa saya tidak dikasih tahu ? CEPI : Mungkin belum sempat. makanya datang supaya tahu. jangan pasif. Kalian kan lama tidak saling ketemu. Lala. semua sudah tahu.

tidak ada yang sakit hati. ANTO : Kamu bisa bilang begitu. dia sudah berubah. Malah ayah Marni yang akan kubikin mencari-cari aku. CEPI : Kalau aku jadi kamu. Dimarahi kita diam. Ayo. coba kamu jadi aku. lebih baik kamu buru-buru ke rumah Marni dan semuanya jadi jelas. di rumah jarang. kita ke sana. tidak akan pernah diusir.25 Memang tidak bisa telpon ? CEPI : Telpon ke mana ? Kamu HP tidak ada. Tidak ada yang salah terima. Aku siap menemani. CEPI : Diusir kita pergi. Tidak sayang aku lagi. ANTO : Bagaimana caranya ? CEPI : Anak gadisnya kita buntingin ! ANTO : Ngaco ! . ANTO : Kalau ayahnya mengusir kita bagimana ? Aku trauma pernah diusir. CEPI : Dari pada mengambil kesimpulan buru-buru dan salah. ANTO : Jelas. Disuguhi kita makan.

Ambil motormu dong. CEPI MENGIKUTI ) LAMPU BERUBAH . CEPI : Ya sudah. ( PERGI ) CEPI : Ampun … Anto. Knalpotnya tambah bocor.26 CEPI : Ayo berangkat. Anto ! Kenapa kamu jadi pengecut begitu sih ? Anto ! Ampuuunn. berisik sekali. Seberapa trauma sih ? ( CEPI JALAN. ANTO : Jalan kaki saja. CEPI : Aduh. aku di belakang. Oke ? ANTO : Tidak. Bagaimana kalau Marni tidak mau menemui kita ? CEPI : Gampang. ingat saja nasehat buku “ Enaknya Hidup Membujang ”. Ayah Marni paling benci mendengar bunyi motorku. Begitu amat. ANTO MENGIKUTI DI BELAKANGNYA ) ANTO : ( BERHENTI ) Tunggu Cepi. ( ANTO TERUS JALAN. Lebih baik aku pulang. Ayo ! ANTO : Kamu jalan di depan.

SEMUA : Lupakan … Marni ! MARNI : ( MENYANYI ) AKU HARUS PERGI RUMAH TAK LAGI MEMBERIKU KEDAMAIAN SEBAB AKU DAN AYAH TAK PERNAH SEPAHAM CINTA PEMUDA YANG KUDAMBAKAN SELALU LEPAS DARI GENGGAMAN . INTRO MUSIK AUDI : Jangan Marni. Kamu akan banyak kesulitan. IRNA : Justru kamu akan bikin masalah baru. tahun depan kita harus kuliah. IRNA : Sebaiknya kamu segera masuk sekolah. Sebentar lagi kita ujian. Pergi tidak akan menyelesaikan masalah. SORE. LALA : Jadi TKI itu tidak gampang Marni. jangan pergi. MARNI DIBUJUK TEMAN-TEMANNYA SUPAYA JANGAN PERGI.27 ADEGAN ENAM TAMAN DEKAT SEKOLAH. Lupakan keinginan konyol itu.

Itu tidak adil. Kita masih banyak kesempatan. LALA : Memang menjengkelkan. Waktu berjalan. Padahal ada banyak suara knalpot motor yang lebih berisik lewat di depan rumah. tapi di mana-mana selalu begitu. Gara-garanya sangat sepele. MARNI : . IRNA : Orang seusia kita selalu diangap masih kanak-kanak. MARNI : ( MENYANYI ) ITU SAMA DENGAN MELARANG Ayahku bahkan pernah mengusir Anto. Hubungan kalian pasti akan membaik.28 AUDI : Bersabarlah. dan jangan sampai pacaran mengganggu belajar. Dia hanya minta kamu memilih pemuda yang tepat. AUDI : Tapi semua pacar-pacar kita pernah ada masalah dengan orang tua kita. sikap ayahmu pasti berubah. Dianggap belum waktunya pacaran. Suara berisik knalpot motor Anto yang bocor. Marni. MARNI : ( MENYANYI ) AKU TAK MAU BEGITU MASA DEPANKU ADALAH MILIKKU URUSAN CINTA HARUS KITA YANG MENENTUKAN IRNA : Tapi ayahmu bilang tidak melarangmu pacaran. Semua pernah diperlakukan tidak adil.

Mungkin itu protes yang mempan buat ayahku. Ada yang menindas dan tertindas. Soal biaya sekolah. Hidup backstreet ! MARNI : Tunggu. Apa lagi pergi ke luar negeri untuk jadi TKI. Kamu harus lulus SMU dan kuliah. IRNA : Ya. Kalian jangan salah ngerti. jangan kuatir. Dan itu tidak baik.29 Ketidakadilan harus diperjuangkan. AUDI : Itu lebih baik Marni. MARNI : Soal ke luar negeri dan jadi TKI. Ayahku pasti mau bantu. IRNA : Ya. Sebab ia tidak datang dari langit. Kamu bisa tinggal di rumahku. Tapi kamu harus tinggal bergiliran di rumah kami bertiga dong. tapi pasti ada prinsip dan hak-hak yang dilanggar. LALA : Tapi kami tetap tidak rela kamu pergi Marni. kawan. supaya adil. AUDI : Kalau kamu tidak ke luar negeri. Aku setuju. Hubungan bisa saja membaik. pacaran sama Anto tetap berjalan lancar. Omonganmu yang pintar tadi membuktikan kamu tidak pantas jadi TKI. LALA : Ayahku juga pasti mau bantu. bisa jadi aku memang asal bicara. . Yang jelas aku harus pergi dari rumah. Aku pergi dari rumah bukan semata-mata protes.

Sejak diusir ayahku. Soal pacaran dengan Anto. Tinggal di rumah kalian jelas bukan pilihan yang tepat. LALA : Yang penting kamu tetap bisa sekolah.30 Tapi juga bermaksud mandiri. Tapi terimakasih atas iktikad baik kalian. Ada perlu. ( PERGI ) IRNA : Marni. Supaya aku tidak tergantung siapa-siapa. tunggu. Selamat sore. AUDI : Itu tidak masalah Marni. Sekolah aku pikirkan belakangan. Itulah gunanya sahabat. Kami ikhlas membantumu. aku pergi dulu. dia tidak pernah muncul lagi. ( CEPI MUNCUL BERGEGAS ) . Dia ternyata pengecut. Supaya aku merdeka menentukan masa depan. aku sendiri tidak yakin tetap bisa jalan. Marni ! LALA & AUDI : Marniii … AUDI : Bagaimana sih dia ? IRNA : Kok kepala batu banget ? LALA : Memang kepala batu dari sononya. MARNI : Prioritas utamaku sekarang cari kerja supaya bisa membiayai hidupku sendiri. Aku tetap jadi tanggungan orang.

ya ?. Sudah lama nggak lihat Anto. tambah ruwet dong. Bukannya dia jarang masuk sekarang ? CEPI : Memang. Marni juga ngambek karena Anto tidak pernah datang lagi sejak dimarahi ayahnya.31 CEPI : He. bagaimana kalau kita bagi tugas ? Begini. coba temui Marni … . CEPI : Anto ? AUDI : Nggak. bagaimana ? Kita juga tidak tahu bagaimana. IRNA : Kelihatannya begitu. CEPI : Begitu ? Wah. Merasa tidak dipamiti. Kemaren aku bicara sama Anto supaya dia datang menemui Marni. IRNA : Ada apa ? CEPI : Mungkin cuma Anto yang bisa membujuk Marni tidak kabur ke luar negeri. tapi gagal. lihat Marni ? AUDI : Baru pergi. ( MENDADAK TERFIKIR ) Cepi. Malah Anto ngambek. Memang Marni belum pamit sama Anto. Terus bagimana ini ? IRNA : Bagaimana.

MARNI SUDAH LAMA MENUNGGU. Saya. IRNA : Kamu jangan ikutan bandel. membujuk Anto supaya ketemuan sama Marni. DUDUK DIAM-DIAM. Kita berbagi tugas. BEBERAPA HARI KEMUDIAN. . ADEGAN TUJUH TAMAN YANG SAMA. tapi tidak ada … LALA : Tadi dia di sini … IRNA : Temui Marni. SORE. Bagaimana ? CEPI : Tapi Anto sudah dibilangin juga bandel.32 CEPI : Saya tadi ke rumah dia. LAMPU BERUBAH. kami bertiga ini. bujuk supaya ketemuan sama Anto. setuju ? Oke ? CEPI : Oke. MARNI BERTEMU ANTO.

Maaf … selamat tinggal ! ( PERGI ) ANTO : ( KAGET ) . MAU DUDUK DI SEBELAH MARNI TAPI RAGU. dan memang tidak pantas jadi pacarku. kenapa ? ANTO : Supaya ayahmu tenang. MARNI : Aku kira tidak datang … ANTO : Aku kira kamu juga tidak datang … ( BEBERAPA SAAT ANTO SALAH TINGKAH. TAPI AGAK JAUH. SUASANANYA SUNGGUH KAKU ) ANTO : Kamu mau pergi untuk menghindari aku kan ? MARNI : Kamu tidak pernah datang ke rumah lagi. Aku kan cuma tukang ojek dan sopir tembak. JUGA DIAM-DIAM. datang ke rumahmu pun aku tidak pantas. MARNI : Oo … jadi begitu cara berpikirmu ? Kalau begitu kamu lebih cocok jadi anak ayahku. AKHIRNYA IA DUDUK JUGA.33 ANTO DATANG KEMUDIAN. karena tidak ada suara knalpot motor yang berisik. MARNI : Bijaksana sekali … ANTO : Aku harus tahu diri. Jangan kata pacaran sama kamu.

aku tidak bermaksud membuat kamu marah. ( MAU PERGI LAGI TAPI ANTO MENAHANNYA ) ANTO : Maaf Marni. Aku mau pergi dari rumah. saya tidak ada urusan sama tukang ojek. MARNI : Bagus kalau kamu sadar.. Maaf. MARNI : Kamu sudah membuat aku marah. Aku tidak akan membuat kamu marah lagi. ANTO : Maaf. aku pengecut. Jelas ? ANTO : Kamu betul. MARNI : Katakan dengan jujur. kenapa lama tidak datang ? ( LAMA TIDAK MENJAWAB ) Katakan ! Kamu takut sama ayahku ? Aku benci orang yang pengecut Anto. Tapi kenapa harus berlaku pengecut ? Kamu tidak salah apaapa sama ayahku. Yang penting kita tahu batas.. jangan menyalahkan aku. Aku yakin kamu juga benci orang semacam itu. Jadi salahkan dirimu sendiri. ANTO : Ya. Kamu harus memilih pemuda yang tepat. Dan itu bukan aku. Marni … ( MARNI BALIK LAGI ) MARNI : Maaf. . Tapi mungkin ayahmu betul. Pacaran juga bukan kejahatan.34 Marni . tujuanku jelas. Aku protes keras pada ayahku karena dia berlaku tidak adil pada kita.

Kamu punya cita-cita dan berjuang keras untuk meraihnya. betul-betul sayang sama aku ? MARNI : ( MALU ) Ah. ANTO : Kamu . ANTO : . aku juga benci orang rendah diri. Itu kan yang mempertemukan kita ? MARNI : Ya. Itu juga yamg membuat aku … sayang … sama kamu. Aku kuatir tidak lulus. ANTO : Tapi ngojek pekerjaan bersejarah.35 MARNI : Stop ! Jangan mulai lagi Anto. pakai nanya lagi. Jadi tolong jangan berubah. Kalau perlu kamu bisa kerja yang lain. Selain benci pengecut. yang penghasilannya lebih banyak.. Kamu pekerja keras. MARNI : Belum terlambat untuk mengejar ketinggalan. Itu kelebihan kamu. apa aku sanggup ? MARNI : Pasti sanggup. Aku banyak narik dan bolos sekolah. Marni. ANTO : Tapi nilaiku jeblok. Suara knalpot motormu yang berisik membuat aku selalu menengok setiap kamu lewat di depan rumah. ANTO : Biaya kuliah makin mahal. Dulu kamu begitu percaya diri dengan semua yang kamu kerjakan.

Dan kamu bilang pada teman-temanmu. Kita kan lama nggak ketemu ? Marni. ANTO : Simpan saja uangmu. Tukang ojek lain siap menerima uang tip. Tukang ojek lain selalu siap dengan uang kembalian. kamu tidak sungguh-sungguh kan ? . kamu tidak.36 Ya. MARNI : Yang jelas kamu berbeda. MARNI : Eh. berapa utangku ? ANTO : Utang apa ? MARNI : Langganan ngojek sama kamu. Tukang ojek lain kalau nunggu penumpang main gaple. ANTO : Sekarang aku tidak malu. MARNI : Yang kamu butuh apa dong ? ANTO : Pakai tanya lagi. kamu bikin PR. aku tukang ojek paling keren. kamu malu-malu. Aku lagi tidak butuh. supaya cicilan motor cepat lunas. ( MEMEGANG TANGAN MARNI ) MARNI : ( MALU ) Apa sih ? ANTO : Soal pergi ke luar negeri.

Tapi kan bisa dengan cara lain. ANTO : Janji kembali masuk sekolah ? MARNI : Ya. segalak apa pun. ANTO MENENANGKAN ) Tunggu. . ( MENANGIS ) Aku harus protes. ah ! ANTO : Aku tidak sok tahu. aku harus pergi dari rumah. Tidak adil. bukan cara yang tepat. Tenang Marni. MARNI : Sok tahu.37 MARNI : Tidak tahu. Asal kamu tetap ke rumah seperti biasa. Tapi memang tahu. Harus ! Sampai . rumah adalah tempat terbaik untuk memulai segala rencana. Aku tidak tahan. Yang jelas.. segala cita-cita. Dan orang tua. MARNI : Terus aku harus bagaimana ? Apa usulmu ? ANTO : Kamu janji tidak akan pergi ? MARNI : Ya. ( MARNI TERUS MENANGIS. Kamu hanya sedang emosi. ( MARNI DIAM ) Bagaimanapun. ANTO : Setuju. Pergi dari rumah. tenang dulu. Kamu juga tahu ayahmu sayang sama kamu. tetap sayang sama anak. ayahku betulbetul kelewatan. boleh saja protes. Nanti semuanya jadi kacau. Janji. Dengar. Marni.

MARJUKI : . MARJUKI : Terus di mana Marni sekarang ? Kapan berangkatnya ? CEPI : Saya juga tidak tahu. kita bicara di tempat lain. Saya juga tidak menyangka Marni sungguh-sungguh. jadi Marni betul-betul mau pergi ke luar negeri ? Aku pikir cuma gertak. CEPI : Rupanya begitu. MARJUKI : Ya ampun. CEPI DATANG KE RUMAH MARJUKI UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN MARNI. Ayo. MALAM. Aku punya usul untuk kamu. dia tetap tidak mau menjawab. ( MEREKA PERGI ) LAMPU BERUBAH ADEGAN DELAPAN RUMAH MARJUKI. Saya tanya bolak-balik di mana alamatnya. Dia cuma bilang sekarang ada di tempat penampungan.38 ANTO : Oke. om.

Dia bilang. Marni . Coba nak Cepi pikir.39 Tapi apa secepat itu prosesnya ? Diterima jadi TKI bukannya prosesnya panjang ? CEPI : Itu juga pernah saya tanya. MARJUKI : Ya ampun. sebagai teman.. jelas tidak pantas. saya tidak setuju Marni pergi. “ semua bisa diatur ” asal ada uang. MARJUKI : Dari mana Marni dapat uang ? CEPI : Ya dari uang gaji Marni yang dipotong tiap bulan nanti. Tapi kelihatannya. apa pantas ? CEPI : Kalau ditanya pantas atau tidak. teruskan nak … . Tapi terus-terang. “ Semua dibiayai sama agen ”. Setelah lulus kuliah. Marni memang sangat marah sama om. sampai-sampai harus pergi keluar negeri jadi TKI ? Tidak pamit lagi. Itu bukan hal yang jelek. Marni. begitu Marni bilang. Menyelesaikan kuliah. itu baru pikiran sehat. Dia hanya minta tolong saya supaya mengambil beberapa baju yang ketinggalan. MARJUKI : Apa nama agennya ? Di mana alamatnya ? CEPI : Marni tidak sebut-sebut om. MARJUKI : Ah. terserah mau ke mana dan jadi apa. Jadi TKI ke luar negeri pun tidak masalah. Terus. Apa sebegitu besar marahmu sama ayah. Marni sebentar lagi ujian dan tahun depan harus kuliah. lebih aman buat masa depan Marni.

Please … CEPI : Sekali lagi. Bagaimana caranya ? CEPI : . kalau om bersedia kerjasama dengan saya. Itu pesan Marni. MARJUKI : Tolonglah nak Cepi. Saya bisa pegang janji. Saya tidak bisa melanggar janji. Saya harus ketemu Marni sebelum dia pergi. saya tidak boleh bilang. saya tidak setuju Marni pergi. Saya tidak bisa. sebutkan. Ini rahasia antara kita. Om Setuju ? MARJUKI : Setuju. saya tidak bisa lama. kita sebetulnya bisa membatalkan Marni pergi. Seperti saya bilang tadi. MARJUKI : Kapan Marni mau ambil baju-baju itu ? Di mana kalian janjian ketemu ? CEPI : Maaf om. maaf om. ( MENATAP MARJUKI BEBERAPA SAAT ) Tapi. MARJUKI : Membatalkan Marni pergi ? Bagaimana caranya ? Jelas saya setuju. Tolong. CEPI : Tapi jangan sampai dia tahu. MARJUKI : Please … CEPI : Maaf ommm ….40 CEPI : Maaf om. Marni memerlukan baju yang saya ambil. saya mohon sekali.

tolong jawab dengan jujur Apa sebetulnya yang membuat Marni marah sama om ? MARJUKI : Saya melarang Marni pacaran sama Anto.41 Tunggu dulu. saya tidak sungguh-sungguh melarang. Makin dilarang. MARJUKI : Jadi bagaimana caranya supaya Marni tidak jadi pergi ? CEPI : Turuti saja kemauannya. saya jadi tambah jengkel. makin menentang. Tapi Marni keburu protes keras. Jadi. CEPI : Kenapa ? MARJUKI : Saya tidak tahu persis. Intinya sama: ingin didengar suaranya. Merasa tidak didengar omongannya. si Anto sebetulnya anak baik. Saya mau tanya. MARJUKI : Nak Cepi bisa jamin 100% Marni batal pergi ? CEPI : . Saya merasa. Toh om sudah yakin Anto anak baik. MARJUKI : Begitu ? CEPI : Begitu. CEPI : Saya lihat Marni begitu juga.

aku percaya orang tua bijaksana ini. Permisi dulu om. saya harus cari Marni dan Anto sekarang juga. Kalau begitu saya jamin 100% Marni batal pergi. saya akan ijinkan Marni pacaran sama Anto. Kami ikut gembira. Harus ada jaminan tertulis bahwa om Marjuki akan menepati janji. CEPI : Om Marjuki bisa pegang janji ? MARJUKI : Bisa. CEPI : Tidak Irna. Saya akan kabarkan berita gembira ini. Sesudah itu. Tapi itu tidak cukup. MARJUKI : Kalau begitu temui Marni. AUDI. LALA DAN BEBERAPA TEMAN MARNI YANG LAIN MENDADAK MUNCUL ) IRNA : Tunggu Cepi ! Maaf om Marjuki. AUDI & LALA : Perlu dong ! ( ANTO MUNCUL ) ANTO : . ajak mereka berdua ke sini supaya mendengar langsung dari saya. segera. Saya jamin ! CEPI : Baik. ( IRNA. Katakan.42 Saya harus ketemu Marni dulu. kami mendengar semua pembicaraan ini.

syukur kalau begitu.. MARNI : Anto meyakinkan aku begitu rupa. MARNI : Jangan kuatir ayah. Dan rumah adalah tempat terbaik menyusun rencana dan cita-cita. Kasihan dia. Anto menjaga aku. Ayah sangat kuatir ada apa-apa dengan kamu. Kalau bukan karena dia. kemarilah kamu nak. tidak perlu. jangan repot-repot. segalak apa pun.43 Tidak. Saya juga percaya om Marjuki akan menepati janji. Terima kasih nak Anto. . Tidak usah dicari. Tapi urusan anak dan orang tua. Apa kalian ada yang tahu alamatnya ? ( MARNI MUNCUL DARI ARAH DALAM ) MARNI : Marni sudah di sini ayah. MARJUKI : Syukur . makin lama Marni di penampungan TKI. Jangan repot-repot. Ini kan bukan urusan jual beli tanah atau semacamnya. Cepi betul. Makin kita repot. ANTO : Marni melebih-lebihkan om. MARJUKI : ( KAGET ) Marni ? Ah. aku pasti jadi TKI sungguhan. Lebih baik kita cari Marni sekarang. Janji secara lisan sudah cukup. IRNA : Tapi … MARJUKI : Nak Anto betul. ayah tetap sayang aku.

MARJUKI : Jadi siapa yang mengatur nak Cepi datang ke mari dan main sandiwara di depan saya ? ANTO : Saya om. Itu komandan yang baik. MARJUKI : Bagus. setelah lulus kuliah dong.44 MARJUKI : Bagus. Sebagai komandan saya tidak akan lari. Kami bertiga. Saya siap diadili. ANTO : Marni. Kamu menemukan pemuda yang tepat anakku. Sayalah komadan semua sandiwara malam ini. IRNA. AUDI & LALA : Di rumah kami om. Anda siap saya tuntut di depan penghulu menikahi anak saya ? ANTO : Sekarang ? IRNA & YANG LAIN : Huuuu … MARJUKI : Nanti. Dan kamu tidak tinggal di tempat penampungan bukan ? MARNI : Tidak. siap jadi anggota Dharma Wanita ? .

ANTO : ( TERTAWA ) ( BICARA PADA PENONTON ) . Tahunya menejer panggung. Kayaknya durasinya sudah lewat deh. Saya tokoh lho. MENEJER PANGGUNG : Habis situ ngomong melulu … MARJUKI : Ee. tokoh ini ! MENEJER PANGGUNG : Biar tokoh kalau ngaco dimarahin. Stage manager mana sih ? Stage manager ! YANG LAIN : Stage manager ! CEPI : Dia nggak tahu stage manager.45 MARNI : ( MALU ) Idih. Menejer panggung ! MENEJER PANGGUNG : Ya. MARJUKI : Bukannya ngingetin. masa harus dibahas sekarang ? Sudah malem lagi. malah marah sama saya. ya … MARNI : Durasinya sudah lewat belum ? MENEJER PANGGUNG : Sudah lewat dari tadi.

Dan marilah kita sama-sama beristirahat. kelihatannya sudah waktunya bagi kita untuk berpisah.46 Baiklah penonton sekalian. “ pesan sponsor ” mudah-mudahan tidak salah alamat. Lakon sudah tamat. PENUTUP ( ANTO MENGGANDENG MARNI DAN MENYANYI BERSAMA ) ANTO : ( MENYANYI ) CINTA ADALAH ANUGERAH ALAM ANUGERAH SANG PENCIPTA JANGAN COBA DIKEKANG APALAGI DILARANG MARNI : ( MENYANYI ) BIARKAN CINTA TUMBUH MENGIKUTI ATURAN ALAM BIARKAN ANAK MERDEKA MEMILIH JALAN SEMUA : ( MENYANYI ) TUGAS ORANG TUA HANYA PENGGEMBALA PENUNJUK JALAN YANG BIJAKSANA MEMAKSAKAN KEHENDAK .

Selamat berkarya ! . Mei 2004 Teriimakasih banyak. jika sebelum mementaskan naskah ini memberitahukan pada penulis.47 BUKAN SIKAP BIJAK LAMPU PADAM PERLAHAN LAKON SELESAI Depok.

sang ayah sering “ nimbrung main ” setiap ada Ketoprak atau Wayang orang keliling mentas di kampung. Sekar Dewantari ( lahir 1996 ). dan penyutradaraan. Sejak itu tinggal di Depok. naskah dramanya berjudul FESTIVAL TOPENG 10 Juli 1994 menikah dengan Erna N mendapat penghargaan dalam sayembara penulisan naskah drama Dewan Kesenian Jakarta. Wayang Orang dan Ketoprak seolah jadi tontonan wajib. Menamatkan Sekolah Dasar hingga SLTA di daerah kelahirannya. Mulai tahun 1985 hingga sekarang ( 2004 ) bergabung dengan Teater Koma mendalami tiga bidang pilihan: penulisan. Tahun 2004. Tahun 1989. asal Semarang. Sastro Mihardjo. Lahir di Banjarnegara ( Banyumas ). “ Racun kesenian ” diserap sejak kanak-kanak. Selain Wayang Kulit. sang ayah. dikaruniai seorang putri. Alamat : . seni peran. Selama 9 tahun tinggal di sanggar Teater Koma di bilangan Setiabudi ( 1986 – 1994 ). Nursilowati. sering mengajak nonton Wayang Kulit semalaman hingga paginya sering bolos sekolah. Pasalnya. 6 Januari 1959. sempat menjadi mahasiswa IKJ jursan teater.48 BIODATA SINGKAT Budi Ros.

2 Depok Barat 16434.49 Perumahan Puri Anggrek Mas Jl. Blok E 1 No. Telpon/fax : (021) 77883525 – HP : 08161949863 . Anggrek VI C.

menantang kekuasaan semena-mena sistem . pemimpin nonformal dari kaum terpelajar miskin.50 Naskah drama / teater Judul : LIT Oleh : Viddy AD Daery Untuk pementasan 45 menit s-d 60 menit SINOPSIS LIT : Di tengah kesemrawutan hukum Di REPUBLIK JOMBROT . Lit.

51 pendidikan yang mahal dan mencekik rakyat. Tapi. juga melawan polisi dan hamba-hamba hukum yang justru mempermainkan hukum.30 tahun..45 tahun. Tokoh-tokoh : Lit………………………………19 tahun.. alam selalu mempunyai hukumnya sendiri. Pemimpin Gelandangan……….35 tahun.. Pemimpin Satpol Tramtib………30 tahun Komandan Polisi……………….35 tahun LIT Oleh : Viddy AD Daery . Kepala sekolah…………………. Orang BP 3…………………….

Dia berdiri dan menggugat : LIT : Kenapa seluruh pelajaran budi pekerti yang diajarkan sejak SD sampai SLTA tidak berlaku di kehidupan nyata ? ( hening …3 menit ) Kenapa seluruh ajaran Kitab Suci dan teladan para nabi menjadi NOL dalam perjalanan hidup di REPUBLIK JOMBROT ini ? ( hening…. bagai di videoklip MTV di TVG : Syair : Lit. Lampu gelap remang-remang memperlihatkan bentuk setting. Foreground : kumuh.lalat. Lampu yang gelap tiba-tiba menyorot terfokus pada seorang remaja berseragam SMU yang belel dan ditulisi macam2 juga bertambal-tambal. Musik gemrenggeng aneh. duitnya Cuma dikorupsi para penggede. Dinding sekolah dicoret-coret. Kucing dan ayam mengais-ngais sampah. piannya ngelingkap.kita kawula alit Lit. Banyak lalat beterbangan..lampu menyoroti tubuh2 yang teler…) Tiba2 musik disko berdentam… Kamera menyorot anak2 SMU yang mabok. mereka bangkit lalu berdansa rancak pakai koreografi yang bagus.Lit…kita orang kejepit Jangan lagi menjerit Jangan lagi mencicit Mereka tak akan menggubris .52 Setting : latar belakang bentuk sekolah dijepit gedung-gedung tinggi. mengikuti irama disko. Kejorokan sangat terasa di mana-mana. pokoknya amburadul.Lit. penuh suara kucing. rambutnya awut-awutan. Lampu menyorot fokus bidang-bidang kumuh yang harus diperhatikan penonton. Juga bicara berebut rokok.Lit. ayam dan suara desah orang bermain sex. jendela pecah pokoknya nggak terurus. Genteng sekolah bocor. Tanah-tanah basah dan becek.Lit. tumpukan sampah dimana-mana persis di Indonesia. tergenang air dan lumpur.

Singapura..wahhh….diamput tenan iki….mereka kecapekan… Tiba-tiba Kepsek dan BP 3 datang dan menegur mereka : KS : waaaah…waah….Brunei. Ini dia biang rusuh sekolah kita ini Wis sekolah bolos terus… SPP nggak pernah mbayar Iuran OSIS gak bayar Iuran komputer gak bayar Iuran renang gak bayar Iuran BP 3 gak bayar Iuran guru udunen gak bayar Iuran bu guru hamil gak bayar Iuran kucing pak guru ketabrak truk gak bayar Iuran fotokopi rumus-rumus gak bayar Iuran ulang tahun guru kesenian gak bayar Iuran tetangga pak guru kawinan gak bayar Iuran guru agama naik haji gak bayar Iuran guru fisika pindah rumah gak bayar Iuran guru baru pesta tumpengan gak bayar Iuran kepala sekolah kawin lagi gak bayar…waaah.53 Mereka tak akan perduli Elit kita elit tulalit Elit kita elit yang sakit Telinganya congekan Penuh cureg ambune badheg…baunya nggak ketulungaaaannnn…. Kalian ini kalau MISKIN JANGAN SEKOLAAAH !!!! Sekolah sekarang hanya untuk orang berduit tahu ! Sudah nggak jamannya lagi sekolah mbayar bolet ! jalar ). Thailand. (keterangan: bolet= ubi Lit membantah : Tapi kenapa di Malaysia. KS nanya ke BP 3 : Pak BP 3…gimana jawabannya nih ? Kamu kan yang paling bisa ngajarin aku praktek-praktek pemerasan terhadap orang tua siswa ? . Usai dansa…. bahkan di Srilangka yang negara miskin aja SEKOLAH BISA GRATIS !!!! ????? KS bingung lholak-lolok gak bisa jawab.

54 BP 3 membisiki : wssswssswsss…. uang dinas jabatan menteri dan pejabatpenjabat tinggi justru dinaikkan kok malah subsidi pendidikan dicabut ???? KS BP 3 KS BP 3 KS dunia ? : Lha yo embuh…. Tarif telpon naik. bayaar aja. Iuran lebaran. Iuran natalan. Iuran RT RW…bayaaar aja. yang goblok Bapak ! : Heh. bayaar aja.ssst…wewswswswswsws : Oooo. Iuran imlek. jawabannya wswswswswswsws…. Iuran nyepi. KS BP 3 : Opoooo ???????? Wswswsws…iku opo ???? : Whalah bapak ini ah…itu lhooo…wswswswswsw…. bayaar aja. : Jawabannya wes hewes hewes bablas angine…. gak penah protes. KS : Oooo yayaya…. Tarif air minum naik. dananya dikorupsi…weeeek….orang tua kalian bayar tarif listrik yang terus naik. ya supaya kalian bayar sekolah. Iuran sampah naik. bayaar aja.goblok ! BP 3 KS BP 3 LIT : Lho pak. gitu aja kok repot ! Lagian bukankah orangtua kalian selama ini adalah rakyat paling baik di Tapi sebenarnya berarti rakyat paling bodoh didunia hehehehe…. nggak pernah protes. . Lha ya toh…. gak pernah protes..pemerintah negara-negara asing itu kan memberi subsidi terhadap dunia pendidikan. : Lho bukan gitu pak….kok nanyak aku… : Lho pak. gak pernah protes. lha kok aku yang goblok ? : Ya sudah. goblok ! Pemerintah kita kan sudah mencabut subsidi pendidikan. bayaar aja. Iuran 17 agustusan. yang goblok dan bajingan adalah pemerintah ! : ( bernada sangat marah dan berang ) Kenapa ? Kenapa subsidi kepada anggota-anggota DPR..

Susu naik. Telur naik. Ini sudah masalah politik.anak-anak ini ngomongnya sudah keblinger ini pak. Pokoknya kami sampai heran. kalian kan rakyat yang baik…kalau aku habis omong kalian bilang : bayaaar aja….ayo mulai…) Harga minyak naik. ortu kalian itu manusia apa mayat hidup ? Naah. Mudah-mudahan bisa ditindas lebih kejam dari yang di Makassar itu pak. sudah bernada kiri ! Ini pasti sudah dihasut oleh LSM-LSM kiri itu pak.55 ( Ayo penonton. Onde-onde naik. Terigu naik. Sepatu naik. Gula nak. Sabun naik. Baju naik. Minyak rambut naik. reeek… . ( penonton : bayaaar aja…dst ) Elpiji naik. KS : ya setelah ada kasus Makassar polisi jadi ngeper. Daging naik. Lit : Karena kami tidak mau seperti orang tua kami yang bodoh dan jahiliyah !!!!! BP 3 : waah. berarti sudah masalah serius ini pak… Kita harus lapor ke polisi ini pak…. TARIF NDOLLY naiiikkkk…… Lhoooo……………. sudah ortu kalian kayak mayat hidup dan penurut kayak kerbau dongok…eeh.pak ! Ini sudah subversib pak.waah…Pak. Sayur mayur naik.kalian anak-anaknya malah sok jadi PEMBERONTAK…. Tempe naik. Odol naik.

KS : Bapakku ? Bapakku sudah almarhum jeee…lho ini yok opo sih. : Bapak aja. : Bapak. : Kamu.56 BP 3 : Kata siapa ? Wong polisi itu ya preman kok. : Kamu aja. lalu saling nyuruh. : Bapak kamu. : Bapak aja.tak antemi lho koen… BP 3 : lho kehidupan kita ini memang panggung komedi pak. kalah lucu dari kehidupan sehari-hari pakk… KS : Sudah-sudah…. soalnya kamu lebih pandai bicara…. BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 KS BP 3 : Bapak aja ah. makanya Srimulat di THR itu bangkrut pak. KS dan BP 3 nyari telpon Ketemu Hp-nya.otakmu lebih kancil. KS : Ya sudah ayo cepat telpon…. : Kamu aja. : Kamu.kamu aja yang nelpon. apalagi di Republik Silit ini…malah lebih lucu dari Srilmulat lho. kok mbanyol kayak Srimulat aja….kamu juga nggak papa toh. orang Bapak adalah kepala sekolah. yang punya wewenang kok…. : Bapak. BP 3 : Lho ya Pak KS toh. KS : halaaahhhhhh…. bedanya Cuma pakai seragam yang dibeli dari uang rakyat. : Kamu aja. makanya jangan guyon ae…ayo cepat lapor polisi !!! BP 3 : lha memangnya kenapa kalau bapak KS aja yang lapor ? .katamu ini masalah gawat. KS : ini Hp-nya.

PG KS PG KS PG KS : Ooooo…itu tadi…ituuu tutup pak. tapi kan ada satpam yang jaga. jangan diomongkan didepan umum…. BP 3 : halaaah paak. : Nggak ada pak.aku takut dimintai bayaran eee…soalnya kata orang. di bawah jembatan sana lho.lembaga komisi pemberantas korupsi aja nggak pernah ngapa-ngapain…… malah kerjanya juga korupsi kok.itu rahasia. Pimp. … : Soalnya mereka tahu kalian akan datang berdemo… : tahu dari mana ? wong kami nggak ngomong apa-apa sama mereka kok… : Tapi kalian kan lapor polisi kan ? .wong kita korupsi gedhe-gedhean kok takut dipalak polisi sejuta dua juta…. kita malah dimintai ongkos sebasar kambing…lho lak rugi reek… Lha ini bukan soal anjing. kalau lapor polisi kehilangan anjing. Dul. Muncul sekelompok gelandangan kumal.57 KS : hmmm…. lembaga kaya….ya tooh ? BP 3 : Lhaaaaa. : ya iya. membawa poster-poster : BERI KAMI PENDIDIKAN GRATIS SESUAI PASAL 31 UUD 45 MEGAWATI : PENDIDIKAN GRATIS ITU MENYESATKAN ! DASAR YANG NGOMONG GUOBLOK ! Dsbnya. jangan takuuut…. digembok pak. jaman sekarang korupsi itu dilakukan dari presiden sampai tukang cat. TIBA-TIBA terdengar suara gemuruh.digembok kok pak. KS : Kamu ini guuuooobbloogghk uhuk-uhuk ( sampai batuk ).bapak ini…. KS : Lhooooooooo…. Ini SMU NOL BESAR ! Kantor Dinas Pendidikan itu disana lho. lha pagere dikunci e pak.kita ini orang kaya. Yel-yel minta pendidikan gratis diteriakkan oleh para gelandangan.Gelandangan/PG : Apa benar ini kantor Dinas Pendidikan ? KS dan BP 3 berpandangan bingung. ini soal subversi. kita bisa dimintai ongkos berjuta-juta toh ?? Biayanya itu lebih subversif ketimbang subversinya…. setelah itu pemimpinnya memberi isyarat agar diam.

menteri busuk. baru tahu toh ? Waaah….58 PG : Lha iya toh pak…kan peraturannya begitu. nggak apa-apa…. kalian dibujuki polisi…ya polisinya sudah nelpon Kepala Dinas Pendidikan. Semua menari dan menyanyi koor : Suk-suk-suk-busssssssssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkk….guuuoooblok. : Nggak apa-apa pak. kyai busuk. Tentara busuk. ulahnya Cuma minteri rakyat. Musik lagi. KS : Lho. Ndul. makanya kok dalam pemilu ini kalian pilih lagi partaipartai busuk…dasar rakyat guuuuooobbloookkkkk kelas berrraat !!!! LIT : Ini memang negeri busuk. kalau mau demo. : Lho kok nggak apa-apa… busuk tapi duitnya banyak. disko dangdut. KS : Ya itu. bukan membangun dan memakmurkan rakyat…. ketimbang bersih tapi BP 3 : Lebih baik bodhoooooooo… Musik menggema. bang. Semua menari rancak dengan koregrafi yang asyik. Ini negeri busuk Telurnya busuk-busuk Tomatnya busuk-busuk Katesnya busuk-busuk Mangganya busuk-busuk Dagingnya busuk-busuk Rotinya busuk-busuk Airnya busuk-busuk Susunya busuk-busuk Insert LIT menyela : hanya SUSUMU yang tidak busuk…. Kepala sekolah juga busuk !!!! KS BP 3 KS : Lho kok malah aku diseret-seret dalam kebusukan toh…. Presiden busuk. Koor lagi : Suk-suk-suk bussssssssssssssssuuuuuuuuuuukkkkkkkkk Presiden busuk-busuk Menteri busuk-busuk Dirjennya busuk-busuk Irjennya busuk-busuk . harus lapor polisi dulu…. PG : Waah busuk sekali kelakuan orang pinter itu ya. pengusaha busuk. pejabat tinggi sampai rendah busuk.

lhaaaa iniiii ( menunjuk-mengenali-Kelompok Gelandangan ) Ini…musuh besarku ini…kalian ini bisanya Cuma mengganggu kedamaian masyarakat saja too…bikin rusuh. . Ya kalian-kalian itu pak yang namanya RAKYAT BUSUK. mereka petantang petenteng. ???? LIT maju dan menjendul kepala Katib.kalian juga orang miskin. semua karena pemerasan yang dilakukan para pemimpin busuk. kalian lebih sampah dari para gelandangan yang kalian anggap sampah itu. Mencari makan kok dengan cara menggebugi sesama rakyat kecil. Kamu itu preman bayaran tahu.. Ingat pak. Kepala Tramtib ( Katib ) : Ada apa ini ? Heh…ada apa ini ? Apaaa iniiii ada-ada…eh…adakah. Rumah kalian. dadi opooooooooooo koen iku. Wis jangan pringisan…lho kan aku sendiri ya yang pringisan…. para elit tulalit.bikin sampah….yaaakkk hush !!!.rumah petak di pingiran kota toooh.sebulan toh ? Lihat saat ini isteri kalian belum masak nasi toh…anak kalian kelaparan.59 Stafnya busuk-busuk Satpamnya Busuk-busuk Polisi busuk-busuk Tentara Busuk-busuk Kyai busuk-busuk Gurunya busuk-busuk Pedagang busuk-busuk Pedaging busuk-busuk Insert LIT : Hanya rakyat yang tidak busuk. Lit : Pak.sewanya Cuma Rp 100. tak garuk.lha kalian ini sudah sering kuusir.. Koor : KARENA SUDAH BOOOOSSSOOOKKKK!!! Tiba-tiba datang rombongan tramtib dengan membawa pentungan.tidak bisa sekolah.000. pokoknya kalian ini mengganggu ketertiban…. tak giepuki…lha kok masih berani unjuk rasa ! Gak kapok-kapok ya kalian…. iniiii apa-apa… eeeh…. eta-ete…petentengan kayak wong penting aja.ketertiban apa ketiban yooo ? Ketiban lak kejatuhan….

. Ada yang hoaaaaaaaaaa…. dsbnya ramai sekali. Rakyat sendiri sih yang memang bodoh. dan menelantarkan partai-partai yang ingin menyelamatkan rakyat. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. tahu ! Kok tega kalian memukuli sesama rakyat. Lit : He . Terdengar tangisan bersahut-sahutan. Memang tangisan mereka harus berefek lucu tapi serius. Itu semua karena rakyat bodoh ! Bodoh terus karena tidak pernah dididik ! Karena sekolah bayarnya mahal ! Padahal seharusnya gratis !!!! Coba baca UUD 45 ! ( tiba-tiba semua mengeluarkan buku UUD 45 dari sakunya---ya sudah dipersiapkan toooh… ) Lit : Ayo semua membaca Pasal 31….huuuuuu…. 3. Eee lha kok rakyat malah memenangkan partai-partai busuk. dan malah memukuli sesama rakyat kecil yang tertindas. Anak buahnya ikut menangis. tidak akan jatuh kasihan hanya dengan air mata dan darah rakyat. Pemilu itu kan sarana yang demokratis dan merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin yang baik dan menendang pemimpin yang busuk.sudah.haaaaaaaaaoooo….sudah.. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari APBN dan APBD. berhenti menangis ! Tangisan tidak menyelesaikan masalah ! Para pemimpin busuk sudah kebal. he. 2. Semua koor membaca : 1. he…. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerntah wajib membiayainya. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa… 4.60 Tapi kalian malah menjadi kaki tangan orang-orang busuk itu. merobohkan rumah-rumah gubug rakyat. apa kalian nggak bisa membayangkan kalau itu menimpa rumah dan keluarga kalian sendiri ? Tiba-tiba Katib terharu dan menangis. Kalian itu laksana ANJING.

. pokoknya seperti drama-drama itu lho. kok gek ngerti… KS : Lho. Tramtib : Gak isok…gak isok…ini dia biangnya sehingga rakyat kecil tidak bisa menikmati pendidikan ! Ayo bakar ! ( semua membakar BP 3 dengan trik diganti boneka.lho. Lit : Sabar.wis rek. Api menjilat-jilat ke atas. orang yang salah akhirnya tobat.61 KS : Lho.lho…berarti selama ini pemerintah sendiri melanggar undangundang ? Koor : Wis suwe rek. Semua menari kesurupan diiringi musik disko seram…. bajunya sobek parah. KS : Memang kamu ini kok yang bikin masalah.tidak formal.minta maaf…dan sekarang saya putuskan kalian semua boleh sekolah gratis. anak-anak ! Lit : Serius tah ? . basmi ! Bakar ! Semua mengeroyok BP 3 dan memassa sampai hancur berdarah-darah.kamu ini calo! Rente ! Siswa-siswa emosi : Ayo basmi ! Basmi ! Tunjeki ae ! Para gepeng terpengaruh : Betul. sadar….anak-anak….. gini aja.suara mereka fals mirip hantu haus darah…. KS : Oooo jadi aku ini badak yooo…. Berarti aku bodho yo kok gek ngerti ? Siswa-siswa : Lho wis suwe Pak… Kami sampek muak kok….aku ini Kepala sekolah lho. BP 3 : Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………Hidup : Lho Pak! Kok gratis sih…lha kita makan apa ? Siswa-siswa koor : Taek iku panganen ! KS marah kepada BP 3. sabar…jangan main hakim sendiri.Bapak aja yang kayak badak…. Kamu ini lembaga ekstra ! Tidak resmi. tobat.teman-teman…. berkuasa Pak KS : Lho serius memutuskan… Koor siswa Kepsek…. aku sekarang sadar.sosok BP 3 dibakar ).

Massa tak perduli. Lit meraung-raung menenangkan massa. ( puluhan onde-onde berbungkus plastik dilemparkan ke arah penonton ) Mereka membakari kota. Lampu dimainkan menambah efek kebakaran kota. Massa sudah kesetanan.revolusi berarti cabut sampai akar-akarnya ! Ayoooo serbuuu !!!! Semua massa menyerbu kota. ( Setting gedung-gedung dari kertas dibakar massa ). Rakyat teriak-teriak tak terkendali. Muncul petugas pemadam kebakaran menyemprotkan selang air kemana-mana tapi malah lebih banyak ke arah penonton. . tapi jangan anarki ! Tramtib : Yooo gak isoookkk…. Terdengar sirine meraung-raung. bukan ke arah gedung yang terbakar. Mereka melempari kota.62 Lirik : Kami rakyat bisa seperti zombie Sabar dan sabar Meski kalian sakiti Dan terus kalian sakiti Namun jika kesabaran habis Kamipun berubah total Seperti raksasa Tiwikrama Kami bisa marah tak terkendali Jangan salahkan rakyat yang marah Karena marahnya akibat ditindas Berjuta-juta kali Kalau rakyat sudah mengamok Yang ada adalah REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI ! REVOLUSI !!!!!!!!! Musik berhenti. bahkan ada yang memukuli dan menjongkrokkan Lit ke tanah. Lit : Kita berRevolusi.

Seorang polisi teler. Lit : Berhenti ! Berhenti ! Pakai akal sehat ! Jangan menuruti hawa nafsu ! Tapi perang terus berlangsung. Komandan polisi : Hentikan ! Hentikan ! Menyerahlah kalian ! Kalau tidak. KS roboh. nyawa sangat murah kok ! : Pernyataan bapak MENYESATKAN ! SANGAT MENYAKITKAN ! SANGAT : Lhoooooooooo…ada faktanya lho. malah menembak salah seorang : Dor ! Ternyata yang terkena KS.diaamput kamu ini Dul ! Dul : Sorry Pak ! Kopol : Enak aja sorry. Nyongg ! Karena pemerintah menelantarkan rakyat. semua terkejut dan meradang.sorry. Para petugas pemadam kebakaran malah digebuki dan dibunuh. Maka datang rombongan polisi menembakkan bedil ke udara. Dul Lit Dul Lit Dul : Sorrrrrrrrrrrrrrrrryyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…. Semua terpengaruh.63 Para gepeng dihasut tramtib untuk memassa petugas kebakaran. ingat kasus Makassar…. : He. bisa dicopot aku nanti….pak. setahun ada sekitar 30 orang…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuu . kerusuhan mereda. jangan main-main ! : alaaaaaaa di Negeri Jombrot ini.waaah aku dipecat nanti Dul gara-gara kamu. akan kami tembak di tempat ! Semua angkat tangan. Komandan marah dan membentak polisi teler. Kopol : He…kamu ini menyalahi prosedur…waah. lalu rakyat yang putus asa bunuh diri. ini soal nyawa.

64 Lalu yang nekad menjadi copet. setiap jam ada 2 ibu meninggal karena melahirkan lantaran kemiskinan dan buruknya fasilitas di Republik Gombal ini Lalu data ELSAM mencatat 65 buruh TKI mati setiap tahun di Singapura. kecelakaan lalu lintas. garong.dataku lengkap nyong ! Belum lagi yang mati karena berbagai macam penyakit.wooooooo nggak karukaruan jumlah orang mati di Negeri Gombal Mukiyo ini…Tapi kok ya jumlah penduduk tetap berjubeeeeel aja…Makanya aku tinggal melanjutkan upaya PENCIUTAN PENDUDUK hehehehe Itu semua demi keseimbangan rasio kepadatan…hahahaha Komandan Polisi : Sok tahu kamu Dul. belum yang mati-mati karena 1001 macam bencana alam yang terjadi tiap hari karena alam lingkungan dirusak…. mendingan kamu tak tembak aja duluan ! Dor ! Polisi Dul mati. Lit : Tunggu ! Anda polisi!anda penegak hukum. daripada sok pinter dan lebih pinter dari aku.pelaksanaannya Nol Besaaar !!! Dor ! Komandan yang setres menembak satu gepeng.hukum ? hukum di Republik Jombrot ini hanya berupa tulisan di buku-buku dan pidato para pejabat di televisi…. jangan justru malah menghancurkan hukum ! Kom-pol : He ! Kamu tidak tahu atau pura-pura bodoh ? Pelanggar hukum di Republik ini justru polisi. mereka sudah membunuh korban sekitar 170 orang setahun…lhooooooo aku polisi kok ya taaaaaaaahuuu Lalu para garong yang digerebeg polisi lalu lari dan ditembak. karena duit negara sudah digarong para pemimpin Data dari Depkes RI mencatat 35 orang mati per tahun karena HIV AIDS Waaaah….aku polisi kok ya taaaaaaaaaaahuuuu Menurut data CDC dan AGI. kapal laut dan udara. jumlah yang mati sekitar 200 orang setahun…lhooo…. Lit : Ini apa-apaan ? Apa tidak ada hukum di negeri ini ? Kok main bunuh semaunya ???? Komandan Polisi : hahahaha…. presiden dan para pejabat ! . rampok. maling. 2 juta nyawa bayi di Republik Jombrot ini dibunuh per tahun di meja aborsi Data yang dikutip koran MERDEKA baru-baru ini. karena negeri ini nggak bisa ngasih makan.

Dengan tertatih-tatih menahan luka. Lit menggugat negeri Gombal ini dengan puisi protes : Dipimpin para pemimpin pengkhianat Minyak berkhianat kepada rakyat Air berkhianat kepada rakyat Hutan berkhianat kepada rakyat Gunung berkhianat kepada rakyat Beras berkhianat kepada rakyat Gula berkhianat kepada rakyat Udara berkhianat kepada rakyat Transportasi berkhianat kepada rakyat Telekomunikasi berkhianat kepada rakyat Rumah berkhianat kepada rakyat Listrik berkhianat kepada rakyat Batu berkhianat kepada rakyat Pupuk berkhianat kepada rakyat Sayur mayur berkhianat kepada rakyat Buah-buahan berkhianat kepada rakyat Daging Berkhianat kepada rakyat Roti Berkhianat kepada rakyat Sekolah berkhianat kepada rakyat Buku-buku berkhianat kepada rakyat Guru-guru mata duitan berkhianat kepada rakyat Ulama-ulama gila hormat berkhianat kepada rakyat Hakim-hakim bajingan berkhianat kepada rakyat Polisi-polisi pemeras berkhianat kepada rakyat Politisi-politisi badak berkhianat kepada rakyat Cendekiawan-cendekiawan gila jabatan berkhianat kepada rakyat Rakyat yang bodoh berkhianat kepada KEHORMATANNYA SENDIRI ! . sudah perang aja…. ayo perang…perang adalah satusatunya pilihan karena terpaksa….hanya satu kata : Lawaaaan !!!!!! Siswa sok pinter : Itu puisinya Wiji Thukul ya Lit ? Siswa dan gepeng : Waaah. taek koen iki. Polisi lawan massa. Lit : Waaah…kalau begini caranya ya sudah. Semua mati.65 Coba kamu baca lagi kitab UUD 45 ! Berapa pasal yang dilanggar mereka ? Dor ! Satu siswa mati.serbuuuuu !!!!!!!! Perang ramai. tinggal Lit yang hidup meski luka parah. Semua saling bunuh.

kolumnis dan budayawan. sudah menghasilkan puisi masterpiece “Surabaya mari Bicara Empat mata” yang sempat menjadi maskot DKS dan HUT Kotamadya Surabaya di zaman Walikota Poernomo Kasidi.com ( fotokopi identitas akan dikirim menyusul.66 Lit berjalan terseok-seok menuju penonton Sorot lampu mengiringi Baunya menyebar harum Lalu hilang di kerumunan penonton / lampu kian kabur ( Musik prihatin mendenging ngilu ) SELESAI Penonton boleh tepuk tangan Jakarta.Anuf Chafiddi lahir di Lamongan 28 Desember 1961 adalah penyair. novelis. mungkin via pos ) BIODATA PENULIS NASKAH DRAMA / TEATER “ LIT ” Viddy AD Daery atau Drs. Patal Senayan Juraganan 11 Mei 2004 Viddy AD Daery=============================viddyad2@yahoo. Sewaktu masih kuliah di FISIP UNAIR Surabaya. . cerpenis.

dan cukup laku di pasaran. Novelnya “Sungai Bening” diterbitkan oleh PT Grasindo Jakarta. Sejak remaja/mahasiswa sampai kini aktif ikut lomba kreatif dan cukup banyak menyabet juara di bidang penulisan puisi. Patrio Ngelaba. mula-mula sebagai redaktur features SERBANEKA. . lalu menjadi koresponden Jawa Pos sambil mengelola toko emas di Lamongan. Tahun 1993-2001 menjadi produser eksekutif. Lalu keluar dari TPI dan mendirikan jaringan production house sambil menjadi budayawan yang banyak diundang ceramah budaya Indonesia oleh negara-negara Asia Tenggara. Produknya yang terkenal antara lain : Lenong Bocah.com. E-mailnya : viddyad2@yahoo. cerpen dan produksi acara televisi. Tahun 1991 hijrah ke Jakarta karena bekerja di TPI ( Televisi Pendidikan Indonesia ). Telenovela Dimana Cinta Kutitipkan.67 Setelah lulus sarjana sosiologi tahun 1987 .

kocak dan cerdas. dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini. Mengapa ? Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi. : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn jumlahnya lebih 5 orang boleh laki. Dibantu oleh kelompok musik. Dalang 3. . Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. perempuan atau Synopsis Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo. Wayang wayang campuran. Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan. 5. Srikandi 2. atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari. : remaja laki-laki atau perempuan.68 SRIKANDI EDIAN Karya : Sang Aru ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain : 1. : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting : remaja putri tomboy. tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga. 4. cerdas dan cantik umur sekitar 17 thn. Pak pos bisa naik sepeda motor atau sepeda biasa.

69 ===== ADEGAN I. Kalau naik sepeda. apalagi dari Gresik. TAMPAK PANGGUNG DENGAN BEBERAPA BUAH KOTAK SEBAGAI PROPERTY. Dan lagi naik apa tempat itu kita katakan jauh. becak bendi. Apa tuan ? Jauh ? Ah ya nggak se. WAYANG-WAYANG KELUAR DIIRINGI MUSIKNYA. Ya to ? . masak Darmo Permai jauh ? Jauh darimana tuan ? Jauh dan dekat itu kan diukur darimana tempatnya. MEMBUAT KOMPOSISI ENAK. Itu lho perumahan elit dan mewah ya. Tetapi Srikandi ini tidak tinggal di Madukara seperti Srikandi jaman Mahabharata dulu. LAYAR DIBUKA. malam ini kita bangunkan seorang tokoh wayang terkenal cantik jelita dan otaknya yang cemerlang. ya jauh apalagi kalau jalan kaki. Ya kan ? Apa tuan ? Dari Wonokromo ? Yo mesti ae adoh rek nek teko Wonokromo. Kalau naik sedan atau panther ya dekat. SEDERHANA. Srikandi yang sekarang ini tinggal di kawasan Darmo Permai sana. Dari jembatan merah juga jauh. BEGITU JUGA KELOMPOK MUSIK SEDANG MEMAINKAN MUSIK. sebelah barat setasiun televisi. Dalang : Syahdan. TAMPAK JUGA SEORANG DALANG SEDANG BERSIAP MAIN LENGKAP DENGAN PERALATAN DALANGNYA. Srikandi namanya. sebab Madukara sekarang sudah habis dimakan gempa api dan banjir.

akulah Srikandi yang tuan tunggu sejak tadi. Jangan sekali kali meninggalkan sejarah kata salah seorang proklamator negeri ini. Srikandi dulu. Dalang itu kan kerjanya memang mendalangi… mendalangi wayang. Srikandi : Hallo selamat malam penonton selamat malam Surabaya selamat malam malam ini. malam ini saya coba bangunkan lagi Srikandi ini. Sejarah lain lho dengan sujarah. apa bedanya sejarah dan sujarah. Benar tuan. Jangan khawatir soal uang lelahnya.. Oalah dalang dalang…. Tuan tuan tahu rumah Arjuna ? Tolonglah tuan kalau tahu rumah Arjuna. . Aku ingin sekali kerumahnya. Coba tanyakan dulu pada guru. Srikandi jaman wayang dulu amat senang dan pandai sekali dalam ilmu memanah. Srikandi jaman wayang jatuh cinta kepada Arjuna pura pura edan atau gila. Kalau hanya memberi tahu di mana rumahnya jelas berbeda lho dengan kalau ikut mengantarkan aku sampai ke rumahnya. MUNCULLAH SEORANG GADIS ATAU REMAJA DENGAN PAKAIAN SANTAI. Srikandi sekarang ataukah Srikandi masa depan. Apa kabar ? Ya benar. aku memang pengin sekali berjumpa Arjuna. Pasti ada. Nah. Srikandi sekarang ketika jatuh cinta pada Arjuna pura-pura sakit keras. PAKAI KAOS OBLONG. mendalangi kerusuhan. Jangan gampang percaya kata dalang. Kata orang bijak. Apa tuan ? Cantik ? Lho itu kan katanya dalang. mendalangi kekacauan. CELANA JEAN LENGKAP DENGAN TOPINYA (TOMBOY) DARI WAYANG WAYANG. Tidak usah bertanya ini Srikandi dulu. Pengin sekali belajar padanya. Srikandi sekarang pinter dan senang dengan ilmu sejarah. negara itu besar karena sejarah.70 Srikandi jaman wayang dan Srikandi jaman komputer ini jauh berbeda.

71 Apa tuan ? Oh ya aku ingin belajar kepadanya. Belajar sejarah. Wayang wayang : Belajar atau… Srikandi : Atau apa ? Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ? Srikandi Srikandi Srikandi Srikandi : Oh… belajar rek. : Belajar. : Belajar belajar ! : Belajar ! Sekali belajar tetap belajar ! Wayang wayang : Belajar sambil jatuh cinta ? Srikandi : Malu ah….. Wayang wayang : Jatuh cinta atau belajar Wayang wayang : Belajar atau belajar Wayang wayang : Belajar atau jatuh cinta ?

LANGSUNG MASUK SEBUAH LAGU REMAJA CINTA DI SEKOLAH OLEH WAYANG WAYANG. : malu aku malu pada semut merah yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya sedang apa disini menunggu pacar jawabku DISELA-SELA LAGU ITU DALAM DIALOG LAGI : Dalang : Begitulah Srikandi memulai perjalanan cinta pertamanya. Sambil menyelam minum air. Belajar sejarah negerinya sambil jatuh cinta Wayang wayang : mengapa belajar sejarah Mengapa tidak belajar matematika Belajar kok sejarah Srikandi : Kenapa kalau belajar sejarah Sejarah itu perlu dipelajari Sejarah tidak saja hanya dihafalkan, tetapi harus dipelajari. Negara besar itu karena sejarah Sejarah kok dihafalkan. Kalau sudah hafal terus untuk apa ? What for ?

72 Pelajari sejarah negara-negara besar Pelajari sejarah orang-orang besar Pelajari sejarah pikiran-pikiran besar Ya kan pak dalang ? : Benar. Terus keinginanmu : Ya harus kucari rumah Arjuna. : kalau sudah ketemu : ya belajar sejarah padanya : Kalau nggak ketemu ? : Ya harus dicari sampai ketemu : Pantang mundur ? : Ya benar. Pantang mundur Pantang untuk mundur Sekali layar berkembang tak ingin perahu surut kembali sebelum sampai ke pulau tujuan : Siap terus maksudmu ? : Menurut dalang bagaimana harusnya ? : Tanyakan saja pada wayang wayang

Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi Dalang Srikandi

Dalang Srikandi Dalang

Srikandi Wayang Srikandi

: Bagaimana wayang seharusnya ? : Jangan tanya kepada saya, nanti bisa dianggap ikut mendalangi kisahmu Srikandi Sesama wayang tidak boleh saling mendahului. : Sudahlah kalau begitu kuputuskan sendiri.

SRIKANDI LANGSUNG PERGI. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi Dalang : Kemana Srikandi ? : Mencari rumah Arjuna : dimana rumahnya ? : Nggak tahu, tetapi pasti ketemu : begitulah kisah Srikandi sementara ini. Ia berkeras hati, berkeras kepala untuk mencari rumah Arjuna. Ia harus melewati rumah-rumah besar Ia harus melewati jalan-jalan besar Ia harus melewati toko-toko besar Ia harus melewati sekolah-sekolah besar karena ingin belajar tentang sejarah orang-orang besar, belajar tentang sejarah negara-negara besar, sebab Srikandi juga memiliki pikiran besar.

SRIKANDI SUDAH KELUAR DARI KOMPOSISI ITU. Srikandi : benar, disinilah rumah Arjuna Jalan Diponegoro, dekat pom bensin, belok ke kanan terus ada toko kelontong toko Bahagia belok kiri terus, terus nomoe dua puluh empat. Ya benar, inilah rumahnya. Wayang wayang : masuklah Srikandi jangan takut

73 Benar itu rumah Arjuna. : benar ya ini rumah Arjuna Tetapi jangan marah lho ya, siapa tahu ini bukan Arjuna yang kau maksud itu. Bukankah nama Arjuna sekarang ini banyak. Cobalah Srikandi, cobalah dulu. Bukankah salah itu juga sebuah proses menuju benar

Srikandi

SRIKANDI BERAKTING SEPERTI SESEORANG YANG SEDANG MENGETUK PINTU. Wayang wayang : thok thok thok

Wayang wayang nyanyi : buka pintu…buka pintu… buka pintu… Buka pintu buka pintu beta mau masuke Siolah nona nona nona betalah dimukae Ada anjing gonggong betae Ada hujan basah basahe…siolah nona beta mau masuke he he he……. Wayang dialog : Arjuna keluarlah sebentar Ada tamu ingin menemuimu Arjuna : siapa dia ? Srikandi : benarkah ini rumah Arjuna ? Wayang wayang : benar tak salah lagi. Tunggulah sebentar : cepatlah keluar Arjuna, ada tamu Arjuna : Siapa dia ? Wayang wayang : tidak tahu, tetapi tengoklah sebentar atau intip dari lubang kunci rumahmu Arjuna : katakan padanya Hari ini aku tak bisa menemuinya Sampaikan permintaan maafku, tetapi tolong sampaikan aku akan menemui di rumahnya. Catat alamat dan nomor teleponnya. Wayang wayang : tidak kecewa ? Arjuna : Sebenarnya kecewa, tetapi bagaimana lagi. Suatu saat pasti bisa bertemu. Wayang wayang : Baiklah Arjuna Srikandi ?! Srikandi : Bagaimana bisa ditemui hari ini ? Wayang wayang : Maafkan Srikandi Hari ini Arjuna tak bisa kau temui Srikandi : Kenapa ? Wayang wayang : Ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan, tetapi akan menemuimu sendiri di rumahmu. Sekarang tolong alamat rumah dan nomor teleponmu Srikandi : Benar tidak bohong ? Wayang wayang : Tidak, ia sendiri sebenarnya ingin juga bertemu denganmu. Srikandi : Tetapi apakah rumahnya memang disini ?

74 Wayang wayang : Tidak. Tak seorangpun yang tahu alamatnya. Sesekali datang kemari. Tetapi yang penting ia mau datang kerumahmu asal tahu alamat rumahmu Srikandi. Srikandi : 0311234567. HP ku masih dipinjam yang punya. Wayang wayang : Sekarang mau kemana Srikandi ?

Srikandi Dalang

: Tetap mencari Arjuna sampai ketemu : Begitulah penonton tekad Srikandi. Mencari Arjuna sampai ketemu. Tidak ada pilihan lain kita harus berjalan terus kata sang penyair. Bayangkan, siang malam Srikandi mencarinya. Sekarang lihatlah perjalanan Srikandi.

SRIKANDI KELUAR DARI KELOMPOK ITU DAN BERJALAN LAGI DENGAN RASA KECEWA. DIALOG DENGAN PENONTON. Srikandi : Penonton tolonglah saya. Dimana rumah Arjuna sebenarnya Aku ingin sekali ketemu dengannya untuk belajar sejarah. Biarlah orang lain mentertawakan aku belajar kok sejarah. Sejarah negeri ini perlu dipelajari dengan benar. Penting belajar sejarah itu. Apa tuan ? Rembulan ? Masa rembulan tahu rumah Arjuna. Nggak apa apa, siapa tahu rembulan memang tahu rumah Arjuna.

SRIKANDI DIALOG DENGAN REMBULAN. Rembulan, selamat malam. Apa kabar ? Kalau aku sealalu dalam keadaan sehat. Oh ya rembulan, tahukah kau dimana rumah Arjuna. Tolonglah beritahu aku dimana rumah Arjuna Jangan bohong lho rembulan. Aku perlu sekali dengannya. Aku ingin belajar sejarah negeri ini. Katanya dia adalah yang paling tahu tentang sejarah negeri ini. Apa rembulan ? Lho yok apa se rek rembulan ini. Pelajaran sejarah itu penting juga, terutama sejarah negerinya sendiri. Tolonglah rembulan dimana rumah Arjuna itu Wayang wayang : Sudahlah Srikandi sudah Sekarang pulanglah segera Srikandi : Tidak, aku tidak mau pulang kalau belum bertemu Arjuna. Wayang wayang : Hari sudah larut malam Besok kita cari lagi. Atau……

Siapa tahu mengerti. Masak kata guruku berbeda dengan kata bapakku tentang sejarah negeri ini. Benar rumput rumput aku pengin sekali bertemu dengan Arjuna untuk belajar sejarah.. Perlu bantuan ? Srikandi : Boleh kalau nggak keberatan WAYANG WAYANG BERNYANYI : Semut semut kecil Saya mau tanya Apakah engkau di dalam sana Tahu rumah Arjuna Srikandi : Ssst jangan ramai ramai nanti mereka marah. Wayang wayang : Bagaimana Srikandi jadi bertanya pada semut. Apa rumput ? Tanya pada semut semut ? Tadi rembulan menyuruhku bertanya pada rumput sekarang kau suruh aku bertanya pada semut. Wayang wayang : Cobalah tanya pada semut semut Siapa tahu ia mengerti rumah Arjuna Tanyalah pada semut atau rumput rumput Cobalah kita bertanya pada rumput yang bergoyang. SRIKANDI LANGSUNG JONGKOK SEAKAN BERBICARA DENGAN RUMPUT RUMPUT Srikandi : Rumput rumput selamat malam Maaf ya kalau ada di antara kalian yang terinjak kakiku. Coba aku..ah biarlah aku mencoba untuk bertanya pada semut. Arjuna yang pinter ilmu sejarah itu. Aku ingin ketemu dia untuk belajar sejarah khususnya sejarah negeri ini. kalau sejarah untuk dihafalkan memang mudah. aku tidak sengaja. Rumput rumput boleh kan aku bertanya Eh rumput bangunlah sebentar dari tidurmu. Tolonglah barangkali kalian tahu dimana rumah sang Arjuna. Habis malam hari dan rembulan tidak bersinar seperti tadi lagi.75 Srikandi : Atau apa. SRIKANDI DIALOG : Ayolah semut semut jawablah . Wayang wayang : benar Srikandi. Terima kasih rumput rumput. Sejarah harus dipelajari rumput rumput. Benar rumput. Nanti semut…. Aku ingin mengganggumu sebentar rumput rumput. Tetapi sejarah kan tidak untuk dihafalkan saja. Oh ya. Apa ? Ya. SRIKANDI NYANYI : Semut semut kecil saya mau tanya Apakah engkau didalam sana Tahu rumah Arjuna…. Srikandi : ya.

Selamat malam Daaag semut TIBA TIBA TERDENGAR SUARA HANDPHONE. aku perlu sekali dengan Arjuna itu.76 Apakah engkau tahu rumah Arjuna. Masa depan negeri ini jangan sampai keliru gara gara tak pernah mempelajari sejarah. Benar ? Nggak tahu. ini aku sendiri Arjuna ? Ah benar…. Tolonglah semut. Masak nggak tahu. BIODATA PENULIS Naskah SRIKANDI EDIAN Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) Alamat penulis : Sang Aru : Hardjono Wiryosoetrisno : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto .. : Siapa Srikandi ? : Ssst… Ya hallo. : Baru beli…. Nah. Ya ya. SRIKANDI LANGSUNG MENGANGKATNYA. Siapa ? Ah nggak akan aku cari sendiri saja rumah Arjuna. Hanya Arjuna saja yang bisa menjadi tempat aku belajar sejarah negeri ini. Benar.benar. Wayang wayang : Siapa Srikandi ? Arjuna ya. Jangan bohong lho ya. Jangan takut nanti kuberi hadiah gula kalau kau mau memberi tahu di mana rumah Arjuna. Wayang wayang Srikandi Wayang wayang Srikandi : Lho tadi katanya nggak punya. awas lho hati hati. Tadi kata rumput rumput engkau tahu. Terima kasih semut semut.

Karya : I n u l. Aku cinta kamu.77 Nimok. Nimok 2. Dibantu pemain musik kalau perlu musik alternatif. : tokoh pengguna narkoba putra umur sekitar 17 tahun. cerdas. Nimok menolong Momon yang menjadi korban pengguna narkoba hanya karena keduanya adalah sahabat. Momon berhasil lepas dari persoalan itu tetapi mencintai Nimok dan Nimok menolaknya. ( Hardjono Wiryosoetrisno ) Daftar Pemain. : remaja putra umur sekitar 17 tahun egois dan manja : suara . Pasien : remaja putri umur 17 tahun. . 1. kurus ceking dan lelah. cantik dan lincah. Momon 3. Anu 4. Synopsis : Awalnya.suara imaginer kedua tokoh berjumlah bebas.

SESEKALI NAIK SESEKALI TURUN. TAMPAK DIPOJOK PANGGUNG SEBUAH KURUNGAN DILILIT KAIN PANJANG DAN DI ATASNYA ADA SEBUAH KEMARON KECIL BERISI BUBUKAN KANJI ( SAGU ) ATAU TEPUNG. SUARA SUARA SENDIRI . MUSIK BERBUNYI TERUS.78 Akibatnya. PANGGUNG GELAP. tetapi tetap tidak ingin menerima cinta Momon. LAMPU MENYALA. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… MAKIN RAMAI. DENGAN IRAMA YANG TETAP MULUTPUN IKUT BERMUSIK. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. KEMUDIAN MUNCUL NIMOK DAN MOMON SAMBIL MEMBAWA DUA BUAH KURSI SEBAGAI HAND PROPERTY MEREKA DIIRINGI PEMAIN PEMBANTU ATAU SUARA SUARA YANG AKHIRNYA MEMBUAT KOMPOSISI. PEMAIN MUSIK TELAH SIAP DITEMPATNYA. Nimok kembali datang. Mengapa Nimok kembali datang ? ========= ADEGAN I. Momon makin parah terjerumus dalam persoalan itu kembali.

KEDUANYA MEMAINKANNYA DENGAN GERAK GERAK INDAH BUKAN GERAKAN TARI. KURSI KEMBALI SEBAGAI PROPERTY MEREKA.79 BEGITU JUGA DENGAN NIMOK DAN MOMON. SUARA MAKIN KERAS BEGITU JUGA MUSIKNYA. SETELAH ITU KEDUANYA DUDUK DI KURSI MEREKA MASING MASING. DENGAN KOMPOSISI SEIMBANG. MUSIK MENGIRINGI GERAK MEREKA. DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK… Nimok dan Momon : suara suara berhentilah Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : suara suara berhentilah sebentar Suara suara : Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Suara apakah kalian ini ? Suara suara : Kami adalah suaramu sendiri Yang terus hidup sepanjang hari .

kami berdua Suara suara : tanpa kami ? Nimok dan Momon : Ya Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab KEMUDIAN SUARA SUARA ITU MEMBUAT KOMPOSISI BEGITU JUGA NIMOK DAN MOMON. kami ingin bicara sendiri. Suara-suara : Sendirian ? Nimok dan Momon : Nggak.80 Kenapa Nimok ? Kenapa Momon ? Dhing dhang thak dhing dhang thak Dhing dhang thak dhing dhang thak Nimok dan Momon : Berhentilah suara suara Berhentilah sebentar. MUSIK DAN SUARA MAKIN LAMA MAKIN LENYAP. Nimok : Kenapa diam ? .

.. Nimok : kenapa diam ? Momon : nggak tahu Nimok : nggak tahu ? Momon : ya nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : karena nggak tahu Nimok : kenapa nggak tahu ? Momon : ya karena nggak tahu Nimok : oh….81 MOMON DIAM TAK MENJAWAB.

HANYA GERAK GERAKNYA SAJA YANG MEMAINKAN DILOG MEREKA. SEMENTARA SUARA SUARA BERMAIN SALING BERDIALOG DALAM HATI. DAN SEGERA DIAM KETIKA MOMON MULAI DIALOG. Momon : Kenapa diam? Nimok : Apa? Momon : Kenapa diam? Nimok : Karena ingin diam Momon : Kenapa ingin diam? Nimok : Karena ya memang ingin diam Momon : Tidak ingin bicara Nimok : Ingin Momon : Kapan Nimok : Kapan kapan .82 KEDUANYA DIAM LAGI DENGAN MOTIVASI BERBEDA.

83 Suara-suara : Kapan Nimok? Nimok : Kapan-kapan Suara-suara : Wuah nggak boleh begitu Nimok Itu namanya mangkelan Nggak boleh Nimok mangkelan Jangan pendam dendammu sampai matahari tenggelam Nimok. Nimok : Diamlah suara-suara Suara-suara : Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Bib bab bib bab bib bab bib bab bib bab Momon : Kau siapa ? Nimok : Aku ? Nimok ! .

KEDUANYA DIAM BERPIKIR.84 Momon : Nimok temanku ? Nimok : Bukan saja temanmu Tetapi sahabatmu Momon : sahabatku ? Nimok : Ya sahabatmu Suara-suara : Ya benar Momon Nimok sahabatmu datang lagi Nimok sahabatmu balik lagi Momon : Kenapa kau datang lagi ? Aku sudah tak ingin ketemu lagi Kenapa kau masih datang lagi Kenapa ? Nimok : Karena aku sahabatmu Momon Karena sahabatmu itulah aku mengharuskan datang kembali ke tempatmu. .

Tidak ingin menjadi seseorang yang kamu cintai. Momon : Kenapa masih ingin datang kembali ? Nimok : Aku ingin menjadi sahabatmu seperti waktu dulu.85 Nimok : Karena aku sahabatmu. aku harus datang kembali. Momon : Kenapa ? Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak ingin Suara-suara : Tidak ingin atau belum ingin Nimok : Tidak Suara-suara : Tidak atau belum .

setelah aku sakit kau datang lagi untuk mengangkatku dan pasti akan menjatuhkan dari tempat yang lebih tinggi lagi. Nimok : Tidak usah khawatir. Itu membuatku lebih sakit. Sekarang. sekali tidak ya tidak Suara-suara : Belum atau belum Nimok : Sssttt…. LANGSUNG SUARA SUARA DIAM. Pergilah Nimok itu lebih baik. Tetapi untuk sekarang.86 Nimok : Tidak. Kenapa ? Kau campakkan lagi aku dari sebuah tempat yang lebih tinggi setelah kau angkat dari tempat terbawah. aku masih ingin datang lagi untukmu Momon : Kenapa Nimok ? . Tanpa kau suruh aku akan pergi. Suatu saat aku pasti pergi. Momon : Sebenarnya aku lebih senang kalau kau tidak mau datang lagi Nimok.

semasa masih menjadi sahabatku. . dan… Momon : Cukup Nimok. INNER MERENUNG UNTUK BERPIKIR. Sebagai seorang sahabat. Hanya ini ! MOMON BERPIKIR KERAS KEDUANYA DIAM. aku wajib mengajakmu pergi dari sebuah tempat yang tak layak kau tempati. aku ingin datang lagi untuk mengajakmu pergi meninggalkan tempat yang tak patut kau singgahi.87 Nimok : Aku sahabatmu. Nimok : Tinggalkan semua ini. Aku ingin Momon kembali Momon yang dulu. Apa yang kau dapatkan dari tempat ini ? Sia-sia Momon. Mengerti maksudku Momon ? MOMON DIAM. Karena aku sahabatmu. cukup Nimok : Belum ! Belum cukup Momon. Nimok : Kau mencintai aku Momon ? MOMON RAGU RAGU MENJAWABNYA.

Nimok : Tidak tepat kalau kau mencintai aku Momon : Kenapa ? Nimok : Karena kau sendiri belum mencintai dirimu sendiri.88 Nimok : Jawablah dengan jujur Momon Kau mencintai aku ? Suara-suara : Jawablah Momon Jawablah dengan jujur Kenapa diam momon ? malu ya ? Jatuh cinta kok malu Malu kok jatuh cinta Jangan jatuh cinta kalau masih punya malu Nimok : Diamlah suara suara Benar Momon kau mencintai aku ? Momon : Ya. . Aku cinta kamu.

sebelum ingin orang lain mencintaimu Sayangilah dirimu sendiri sebelum ingin orang lain menyayangimu MOMON BERPIKIR KERAS. MERENUNG. Nimok : Bohong kalau kau mencintai dirimu sendiri Momon : Aku mencintai diriku Nimok Nimok : Mengapa kau sakiti dirimu sendiri kalau kau sudah mencintai dirimu sendiri Kenapa kau siksa dirimu sendiri kalau kau sudah bisa mencintai dirimu sendiri. Bohong. .89 Momon : Aku mencintai diriku sendiri Nimok Nimok : Tidak Momon : Benar Nimok. aku mencintai diriku. Suara-suara : Mencintai tidak menyakiti Momon Mencintai tidak menyiksa Momon Ya kan ? Nimok : Cintailah dirimu sendiri. aku tidak percaya.

kalau kau benar benar mencintai dirimu sendiri.90 Nimok : Apakah salah kalau sebagai seorang sahabat aku ingin datang lagi untukmu ? Jangan usir aku Momon Suatu saat pasti aku pergi. Rungokna kandaku ya ngger Isih cilik tak kudang kudang Dadia pengarepanku Ing tembe kena tak sawang…. Ayo bangun dari mimpi mimpimu yang indah tetapi hanya kebusukan dan kesakitan yang kau dapatkan. Tidak ada pilihan lain kecuali harus segera meninggalkan tempat ini. Yakinlah suatu saat orang orang yang mencintai pasti datang. TEMBANG ITU MENGINGATKAN IBUNYA YANG TELAH ALMARHUM. Momon : Diam ! . Sementara ini aku masih ingin melihatmu sebagai sahabatku kembali seperti dulu lagi.. Ya kan ? percayalah ! LAMAT-LAMAT TERDENGAR SEBUAH TEMBANG.

91 Diamlah suara-suara Aku tak ingin mendengar suara itu Ayo diamlah suara Suara-suara : Kenapa Momon ? Momon : Tak seorangpun yang mencintaiku Tak seorangpun yang menyayangiku Semua pergi Semua menjauhiku Nimok : Diamlah Momon Aku ingin menemanimu Momon : Kemudian meninggalkan lagi Sebenarnya aku tak ingin lahir kalau akhirnya harus begini Siapa yang menyuruhku lahir ini sebenarnya Nimok : Jangan kau salahkan kelahiran Momon Dan mengapa tidak mencoba menyalahkan diri sendiri ? Siapapun tak berhak menolak atau memilih kelahirannya .

Memalukan menyayanginya sendiri tak mampu. TIBA-TIBA PANDANGAN MOMON NYALANG DAN DENGAN BERINGAS TIBA-TIBA IA BERDIRI. Ya kan ? Kita sendirilah yang memiliki hidup kita karena kita sendiri yang berhak menentukan diri kita sendiri. Belum terlambat Momon Hidup ini milikmu sendiri bukan milikku atau milik orang lain. Bukan orang lain. Ayolah Momon Lihatlah sebelah sana Langit dan matahari masih cemerlang Jangan menuntut orang lain mencintaimu Kalau kau sendiri belum menuntut dirimu sendiri untuk lebih mencintai diri sendiri Ayolah Momon Sekali lagi hanya kita sendirilah yang harus mempertanggung jawabkan hidup ini pada sang pembuat hidup ini. Nimok : Dengar Momon suara ibumu Dengar Momon doa ibumu MENDENGAR SUARA ITU. PANDANGANNYA MAKIN LIAR MELIHAT KE .92 Kita hanya berhak menolak jalan hidup kita sendiri. menyuruh orang lain menyayangi. Bagaimana Momon ? TERDENGAR LAMAT-LAMAT SUARA-SUARA ITU MENEMBANG LAGI.

. KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEAKAN INGIN CEPAT SAMPAI DI SEBUAH TEMPAT DAN LANGSUNG MELAKUKAN SESUATU. jangan dibiarkan di sini sendiri Momon : Tidak Aku akan belajar lebih mencintai diriku.93 BEBERAPA ARAH KEMUDIAN BERJALAN DENGAN LANGKAH GAGAH DAN CEPAT MENGELILINGI PANGGUNG. SESEKALI BERHENTI MEMANDANG SEBUAH ARAH DENGAN LIAR. Suara-suara : Momon kemana ? Ajaklah Nimok serta. SEMENTARA NIMOK HANYA MELIHAT DENGAN KEMAMPUAN INNER ACTIONNYA. Suara-suara : Momon… mau kemana ? TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA. Suara-suara : Momon pulanglah Ibumu sudah menunggu… TIDAK ADA JAWABAN MESKIPUN MOMON SEMPAT BERHENTI SEBENTAR KEMUDIAN BERJALAN LAGI SEPERTI SEMULA LEBIH CEPAT.

DENGAN LANGKAH GAGAH MOMON MENDEKATI PASIEN DEKAT DEKAT DAN LANGSUNG DIPELUKNYA ERAT ERAT SETELAH ITU LANGSUNG DIGENDONG ( DIPANGGUL ) BERKELILING LAGI. LANGKAHNYA CEPAT SETENGAH BERLARI. DIAM SEBENTAR ADA KEBENCIAN. MUNDURLAH MOMON BEBERAPA LANGKAH MELIHAT DENGAN LIAR LANGSUNG KAIN PANJANG YANG MELILIT KURUNGAN DITARIK PAKSA DAN KURUNGAN ITUPUN DIBUKA DAN DILEMPARKAN SEKALIGUS. MOMON MUNDUR SELANGKAH DEMI SELANGKAH DAN TERUS MELIHAT PASIEN DENGAN MOTIVASI TERKEJUT SEKALIGUS PENYESALAN. TAMPAK SEORANG REMAJA SEDANG MENIKMATI ROKOKNYA ( GANJA ) DALAM KURUNGAN DENGAN PANDANGAN KUYU. LANGSUNG DIAMBILLAH “KEMARON KECIL” DIPEGANG LANGSUNG DIBANTING BERANTAKAN.94 PANDANGAN MOMON MAKIN NYALANG SAAT MELIHAT SESUATU YANG ADA DI POJOK PANGGUNG. SEMENTARA SERBUKNYA BETERBANGAN MEMENUHI PANGGUNG. DIPANGGUL LAGI SANG PASIEN UNTUK KELILING PANGGUNG LAGI. NIMOK PELANPELAN TAPI PASTI MENDEKATINYA MUSIKPUN MULAI BERBUNYI DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK . Suara-suara : Momon kemana ? Ini Nimok. jangan ditinggalkan sendiri Momon : Aku ingin mencintai diriku sendiri sebelum mencintai orang lain.

SUARA-SUARA IKUT BERSUARA DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK DHING DHANG THAK MUSIK TERUS BERLANJUT.95 Suara-suara : Momon. SUARA-SUARA BERGERAK MEMBUAT KOMPOSISI. Nimok masuklah Angin malam berhembus kencang PELAN PELAN KETIGA PEMAIN ITU MASUK. IRAMA BERGANTIAN. LAMPU MAKIN LAMA MAKIN REDUP KEMUDIAN PADAM. . Suara-suara : Hidup ini milik kita sendiri Bukan milik orang lain Bukan milik anak anak kita dan Bukan juga milik orang tua kita. SESEKALI KERAS SESEKALI PELAN. MUSIK BERBUNYI TERUS PELAN PELAN KEMUDIAN SESEKALI KERAS. MUSIK BERBUNYI TERUS. SESEKALI CEPAT SESEKALI LAMBAT.

AKU CINTA KAMU Nama penulis (samaran) Nama penulis (asli) : Inul : Hardjono Wiryo Soetrisno .96 SELESAI BIODATA PENULIS Naskah NIMOK.

97 Alamat penulis : Desa Jatidukuh Gondang Mojokerto NASKAH DRAMA REMAJA HITAM PUTIH Untuk diikutsertakan dalam “Lomba Penulisan Naskah Teater Seksi Penyajian Taman Budaya Jawa Timur 2004” Karya : ENANG ROKAJAT ASURA CILEGON 2004 .

SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU TERUS MENJERAT AMARAL DALAM GERAKAN-GERAKAN YANG MAKIN LAMA KIAN RANCAK. DI SISI KIRI RIO DENGAN SELENDANG HITAM. DAN DI SISI KANAN NENEK DENGAN SELENDANG PUTIH.98 JUDUL : HITAM PUTIH TOKOH : AMARAL NENEK RIO DUA ORANG BODYGUARD PUTRI SEORANG LELAKI FIGURAN 1 BABAK SATU PANGGUNG ADALAH SEBUAH RUANGAN KOSONG. AMARAL TERDUDUK LESU BEBERAPA SAAT. SEORANG REMAJA BELIA TERSERET DALAM TARIK-MENARIK ANTARA KEPENTINGAN YANG BERBEDA. TARIK-MENARIK ANTARA RIO DAN NENEK AMARAL MEMBENTUK SEBUAH TARIAN. RUANGAN FANTASI. AKHIRNYA PADA SAAT AMARAL MENCAPAI PUNCAK KEKESALAN DAN GELISAH. SELENDANG HITAM DAN PUTIH ITU PUTUS. DALAM . AMARAL.

DETAK JANTUNG ITU TERUS MEMBURU DAN MEMBURU.dimana putihmu… Putih….putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. GERAK AMARAL BANGKIT MEMBENTUK SEBUAH SILHOUTTE. MAKIN LAMA TERDENGAR MAKIN KERAS DAN MEMBURU. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu. DETAK JANTUNG TERDENGAR MEMBURU. Cu ? Tidak…jangan bingung ! . AMARAL BANGKIT KEMUDIAN MENGIKUTI GERAK DETAK JANTUNG ITU. AMARAL TIDAK BISA MENGUASAI BAHKAN TAK MAMPU MENGENDALIKAN.99 TEMARAM LAMPU. DI KIRI DAN KANAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM JUGA MENGGAPAI-GAPAI. DINGIN.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! AMARAL Hitamku di sana ? hitamku di nadimu ? NENEK Itu bukan hitam. AMARAL Hitam…. AMARAL LALU TERENGAH-ENGAH MENCARI SESUATU. PADA DETAK JANTUNGNYA SENDIRI.

AMARAL SEPERTI BINGUNG SENDIRI. MENATAP SATU PER SATU. PADA PENONTON. AMARAL Aku tak melihat putih di sana… Hoi…adakah putihku di sana ? . pikirkanlah liang lahat ! NENEK Tengik juga kau anak muda ! Jangan dengar itu. NENEK GELENG-GELENG KEPALA TAK PERCAYA DENGAN UCAPAN CUCUNYA TADI.100 Pandanglah abu-abu itu dengan ini … ( MENEPUK DADA DAN BATUK ) RIO ( TERKEKEH ) mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih. Nek !! Jangan memandang dengan mata nenek… Aku masih awas… Pasti lebih awas ! Mata nenek sudah rabun… Mana bisa mewakili keinginanku !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN PANGGUNG. mengatur nafas saja tidak becus ! kau batuk-batuk terus. Cu ! Jangan kau dengar… kau akan menemukan putihmu… putihmu yang kaucari…bukan putih dia… bukan putih orang lain !!! AMARAL Biarlah aku pandang sendiri. Nek ! Tak perlu memikirkan hitam dan putih. MENCARI SESUATU.

( MENEPUK DADA DAN BATUK-BATUK KEMBALI ) ah…kenapa penyakit ini selalu saja manja… dasar penyakit jaman sekarang… manja…tak bisa mandiri… AMARAL ( PADA NENEK ) Artinya nenek sudah tua… NENEK Bagus…bagus itu. IA BERJALAN KE ARAH RIO. mana mungkin bisa membedakan hitam dan putih lihat…ini hitammu di sini… hitammu ada pada hitamku. NAMUN NENEK TIBA-TIBA DATANG TERGOPOH. Amaral ! AMARAL MULAI TERLIHAT GAMANG. NENEK MEMBELIT AMARAL. SESEKALI BERHASIL. Cu ! tapi di sini …. SEHINGGA TERLIHAT . kau akan pula mengaku nenekmu bisa membedakan mana hitam mana putih… RIO Dalam kacamata tuamu. TAPI AMARAL ADEGAN BISA INI LEPAS. BEBERAPA DIBELITKANNYA KALI DIULANG LAGI SELENDANG ITU BEBERAPA KALI. Cu ! Kalau kau sudah mengaku aku tua. BERHASIL. DENGAN SELENDANG PUTIHNYA. TAPI AMARAL BISA MELEPASNYA LAGI.101 Hoi…hanya ada hitamkah di sana ? NENEK ( BATUK-BATUK ) hitam dan putih tidak dimana-mana.

MAKIN SEMANGAT BAHKAN SEPERTI YANG KERASUKAN SEHINGGA NADA YANG DIHASILKANNYA PUN LEBIH BERUPA TEROR. Tuhan ! Jangan biarkan membawa cucuku… NENEK MEMAKSA BERDIRI TAPI KEMBALI TERDUDUK. TEROR NADA. BERDIRI DAN ROBOH KEMBALI. PIANO FANTASI. DUDUK. NENEK TAK PEDULI DAN TETAP BICARA PADA PENONTON. Pancarkan putihmu pada cucuku ! Jangan…jangan biarkan hitam itu. LAMAT-LAMAT MENGALUN LAGU SENDU. BERDIRI. KEMUDIAN LELAKI JANGKUNG INI DUDUK DI KURSI. NENEK AKHIRNYA MENDORONG TUBUHNYA KE ARAH PENONTON. NENEK TERLIHAT BERDIRI GOYAH. NENEK TERUS MENDEKATI PINGGIR PANGGUNG. NENEK Tuhan. SEMENTARA RIO TERUS BERMAIN PIANO. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !!! Mana putihku ? . PADA SATU SAAT SECARA SEREMPAK BAYANGAN ITU MEMEGANG AMARAL. IA MULAI KONSENTRASI DAN BERMAIN PIANO. jangan biarkan hitam membawa cucuku ! Kuatlah putihmu di sini…. DARI SUDUT PANGGUNG BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM SEHINGGA HANYA TAMPAK SEBAGAI BAYANGAN. SEPERTI TENTARA SEDANG LATIHAN TIARAP. BAYANGAN HITAM ITU KEMUDIAN MENDEKATI NENEK DAN AMARAL.102 BAGAIMANA TARIK-MENARIK KEINGINAN ANTARA AMARAL DAN NENEK. MENGANGKATNYA TINGGI DAN MEMBOPONGNYA MENJAUH DARI NENEK. RIO TERDENGAR TERKEKEH. LALU TERDUDUK TAK MAMPU MENAHAN GEJOLAK RASA DAN BERAT TUBUHNYA.

SEPI. ternyata kalian masih suka bohong… Aku pikir kebohongan hanya ada di pasar-pasar… Ditawar seribu…dia bilang belinya saja seribu dua ratus… padahal ia beli lima ratus…he he he… Aku sangka kebohongan hanya ada di terminal… bus penuh dikatakan kosong… tadinya aku hanya beranggapan… kebohongan hanya ada di senayan tapi ternyata…di sini juga … apa pasar pindah ke sini heh ? apa terminal juga ada di sini ? atau tempat ini sudah disulap jadi senayan tandingan ? NENEK TERGOPOH DAN MENJAUH DARI PENONTON. NENEK Adakah putihku di sana ? ( SEPERTI AKAN MENANGIS ) Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN. TAPI DIA BALIK LAGI. NENEK Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah…mana putihku ? TAK TERDENGAR JAWABAN.103 DARI ARAH PENONTON Tak ada putih di sini… NENEK Ah. . TIARAP LAGI. BERTANYA LAGI PADA ARAH PENONTON. HENING.

AMARAL Jangan. NENEK Cucuku masih ada… Dia masih sayang… AMARAL TERSENTAK. MELIUK. AMARAL Nenek jangan bunuh diri… Nenek masih diperlukan di sini… NENEK MEMAINKAN SELENDANG DAN SEPERTI AKAN BENARBENAR DIBELITKAN KE LEHERNYA SENDIRI. TAPI JARI-JEMARINYA TETAP SEPERTI SEDANG MEMAINKAN PIANO. RIO TERTEGUN SEJENAK. LALU IA MEMEGANG NENEK. SELENDANG AKAN DIBELITKANNYA . MENGHENTAK DAN MENJAUH. NENEK BENGONG DAN KECEWA. KAGET. NENEK MENATAP KE ARAH PENONTON SAMBIL TERSENYUM PENUH KEMENANGAN. MEMELUKNYA.104 NENEK ( BENAR-BENAR MENANGIS DAN BICARA SENDU ) Adakah putihku di sana ? Tunjukanlah !! Mana putihku ? NENEK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. DIBELITNYA KE LEHER. Nek ! Jangan buang kesempatan hidupmu… Hidup itu mahal !! AMARAL MEMBAWA NENEK MENJAUH DARI ARAH PENONTON. AMARAL DATANG DARI ARAH LAIN.

MEREKA TAMPAK PANIK. MELIUK. TAPI KETIKA AKAN DITARIK. BATUK ITU TERUS TERDENGAR SEIRING DENGAN SUARA PIANO YANG SEOLAH SEDANG DIMAINKAN RIO. RIO. SEIRING TERDENGAR SUARA LEDAKAN. RIO Bom !! AMARAL Bom … bom !! NENEK Bukan bom…itu tadi kentut ! RIO Kentut ? begitu kerasnya kentut ? NENEK Ya. NENEK BATUK-BATUK. RIO TETAP MEMAINKAN PIANO DENGAN SEMANGAT. itu tadi kentut ! Bahkan ada kentut yang bisa lebih keras dari itu… AMARAL Ngaco ! Nenek jangan ngaco ! Ayo keluar…itu tadi bom… atau paling tidak granat tangan… . NENEK DAN AMARAL BERKUMPUL DI TENGAH PANGGUNG. PADA SATU KESEMPATAN NENEK BENAR-BENAR MENJERAT LEHERNYA.105 KE LEHER TAPI AMARAL TETAP MENJAUH.

aku masih bebas keluar masuk Amerika ! kalau aku kentut sekeras bom.karena aku perempuan. Nek. sudah ! Kalau begitu. kau yang kentut. mungkin aku yang kentut… Kentutku bisa sekeras bom.106 NENEK Kentut ! RIO Siapa yang kentut ? NENEK Kamu ! kau yang kentut ! Kentut orang macam kau itu pasti sekeras bom ! RIO Aku kentut ? kentutku keras ? Mana mungkin. buat ngebom laki-laki brengsek yang akan mengganggu kamu !! Tapi…. Cu ! AMARAL ( TERSIPU ) Nenek…mana mungkin aku kentut di depan umum… lagi pula kentut perempuan itu tidak keras… Mana mungkin bisa sekeras bom… NENEK Ya. pasti kentutku tetap santun… Buktinya kentutku tak salah sasaran kan ? . pasti dicekal masuk Amerika… NENEK Kalau begitu.

AMARAL MULAI BERNYANYI KENDATI SEPERTI SEDANG TERCEKIK. IA MENANGGALKAN PAKAIAN KESEHARIANNYA. PADAHAL TAK JAUH DARINYA. NENEK MASIH JUGA BERMAIN DENGAN SELENDANG. TARIAN AMARAL DAN RIO DEMIKIAN MEMUKAU. PADA BEBERAPA GERAKAN TARIAN ITU TAMPAK EROTIS SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN BAGAIMANA PERTEMANAN ANTARA AMARAL DAN RIO TELAH BERUBAH MENJADI HUBUNGAN CINTA KASIH. NENEK SENDIRI DUDUK DI POJOK MEMEGANG SELENDANG PUTIH. RIO LALU DUDUK DI TEMPATNYA SEMULA DAN DENGAN EMOSIONAL MEMAINKAN PIANO . DIELUS. PADA SATU SAAT TIBA-TIBA AMARAL TERKILIR DAN JATUH. DIAJAKNYA BERMAIN.107 Tidak salah tembak… Kentutku tepat nembak Riomu itu ! RIO MENJAUH. AMARAL menghitung hari… detik demi detik… PADA ADEGAN BERIKUTNYA AMARAL SEPERTI TELAH MENJADI SEORANG PENYANYI. IA SEPERTI SEDANG MENYANYI DI HADAPAN BANYAK PENONTON. AWALNYA PERMAINAN PIANO RIO SYAHDU. DUDUK DI KURSI. SELENDANG ITU IA PANDANG SEBAGAI SEORANG ANAK KECIL. RIO MENATAP TAJAM LALU DENGAN TAK ACUH MENINGGALKAN AMARAL YANG PADAHAL SEDANG MERONTA MEMINTA TOLONG. RIO TERUS MENGIMBANGI AMARAL MENYANYI. SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA. IA KONSENTRASI DAN KEMBALI SEOLAH SEDANG BERMAIN PIANO. TAPI MAKIN LAMA TERASA SEMAKIN BERSEMANGAT. MENGHENTAK. AMARAL SEDANG MENARI DENGAN RIO. PERHATIAN AMARAL TERSEDOT LALU MULAI IKUT HANYUT PADA PERMAINAN PIANO RIO.

108 SEHINGGA MENGELUARKAN SUARA BERISIK. NENEK TERSENTAK. MENATAP PADA AMARAL SILIH BERGANTI DENGAN MENATAP RIO. NENEK Ah…kau ini ! Dia itu lelaki tak bertanggung jawab… AMARAL Tapi Rio telah memberi jalan…. Jalan menuju sukses, Nek ! NENEK Yang memberi jalan itu, Allah ! Jangan kau salah sangka… Kita itu kecil…kerdil… Mana mungkin bisa memberi jalan untuk orang lain, jalan buat sendiri saja tidak bisa… AMARAL Sudahlah, Nek ! Simpan omongan nenek itu di lemari besi… Aku tak mau mendengarnya lagi… NENEK ( TERSENTAK HINGGA SELENDANG JATUH ) Amaral ? AMARAL Sadar…aku sangat sadar ! NENEK Oh, Tuhan, sia-sialah upayaku ini… AMARAL Nenek tidak mengerti…

109 Dunia hiburan memberi jalan hidup… jalan yang tak pernah nenek temukan dulu… Pandanglah dunia dengan mata sekarang, Nek !! Bukan mata nenek yang dulu ! NENEK Mengkhayalah terus… Bermainlah dalam fantasimu !! Tapi kau sedang ada dalam genggamanku sekarang… AMARAL Mulai sekarang tidak, Nek ! Aku lepas…bebas… NENEK Bawalah pikiranmu… Tapi kau lupa, hatimu tetap di sini… NENEK MEMANDANG SELENDANG YANG JATUH. TAPI KETIKA IA BERGERAK UNTUK MENGAMBILNYA, DENGAN CEPAT RIO JUSTRU YANG MENGAMBIL SELENDANG PUTIH ITU. RIO BERLARI KE TENGAH PANGGUNG. MENYATUKAN SELENDANG PUTIH DAN HITAM MILIKNYA. SELENDANG ITU TERUS DIPILIN SEHINGGA WARNANYA SALING SILANG, HITAM DAN PUTIH. NENEK BENAR-BENAR KECEWA BAHKAN MENANGIS TERSEDU. AMARAL BERDIRI MEMANDANG KE ARAH RIO. RIO TERSENYUM. MENGULURKAN SELENDANG ITU. AMARAL MENCOBA MENANGKAPNYA BERKALI-KALI TAPI TAK JUGA BISA MEMEGANGNYA. PANGGUNG GELAP. SUARA MENGHENTAK. DALAM GELAP PANGGUNG ITU TERDENGAR KEMBALI LEDAKAN. SEBUAH SUARA Siapa yang kentut ?

110 Ayo ngaku ! Siapa yang kentut ? Perempuan atau laki-laki ? MUSIK BERHENTI. LAMPU BERUBAH. SUASANA BERUBAH. PANGGUNG BERUBAH PADA ADEGAN BERIKUTNYA. ***

2
BABAK DUA
SEBUAH KURSI SIMBOL KESUKSESAN BERADA DI TENGAH PANGGUNG. BEBERAPA SAAT PANGGUNG ITU HANYA BERISI KURSI TERSEBUT. CAHAYA TERANG. PADA SATU SISI PANGGUNG ADALAH KAMAR NENEK LENGKAP DENGAN TERALIS. NENEK SESEKALI TAMPAK DARI JENDELA, MENATAP KELUAR KADANG MEMEGANG TERALIS MENATAP PADA JARAK JAUH.

111 DARI LANGIT TURUN HUJAN. BUKAN HUJAN AIR MELAINKAN LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO. LEMBARAN UANG DAN BUNGKUSAN KADO YANG SEOLAH TURUN DARI LANGIT ITU DIATUR SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA JATUH DI ATAS KURSI KESUKSESAN, PALING TIDAK DI SEKELILINGNYA. DARI ARAH LAIN BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN HITAM

MENYERET SEBUAH KOTAK KADO DALAM UKURAN SANGAT BESAR. DENGAN KESULITAN MEREKA TERUS MENDORONG KADO TERSEBUT HINGGA MENDEKATI KURSI. KADO RAKSASA ITU BERBEDA DENGAN KADO-KADO LAIN. SELAIN UKURANNYA BESAR JUGA WARNANYA HANYA HITAM DAN PUTIH. KADO RAKSASA ITU DEMIKIAN MENCOLOK. SETELAH MENEMPATKAN KADO RAKSASA ITU DI PINGGIR KURSI, ORANG-ORANG ITU MUNDUR DENGAN TERATUR. DARI SAMPING KIRI DAN KANAN PANGGUNG KEMUDIAN MUNCUL DUA ORANG BERBADAN TEGAP. KEDUANYA MENGENAKAN SAFARI WARNA GELAP. MEMAKAI KACAMATA HITAM. KEDUANYA KEMUDIAN BERDIRI KOKOH DI SAMPING KIRI DAN KANAN KURSI. DARI TAMPANG KEDUANYA ORANG AKAN LANGSUNG DIINGATKAN BAHWA KEDUANYA ADALAH BODYGUARD YANG SIAP MENJADI TAMENG KESELAMATAN TUANNYA. KEDUA LELAKI ITU TAK BANYAK BICARA. KEDUANYA HANYA MENGGUNAKAN ISYARAT SEPERTI ROBOT. SEIRING DENGAN MUSIK MENGHENTAK, KEDUA BODYGUARD TADI LANGSUNG TIARAP. KEDUANYA SIAP PASANG BADAN. DENGAN PAKAIAN GLAMOUR, AMARAL DATANG. SEPERTI HALNYA ARTIS TERKENAL IA YANG BANYAK SENYUM DIPUJA, SEOLAH AMARAL SEDANG MELENGGANG. MENGUMBAR

MENGHADAPI BANYAK PENGGEMARNYA.

Cu ! tak ada penonton… tak ada penjaga pribadi… AMARAL ( KESAL ) Diam ! Apa sih maksud nenek ?! . AMARAL Makasih…makasih…sabar ya… semuanya pasti kebagian … sabar dong… ( PADA SESEORANG ) siapa namanya ? bagus…mana bukunya… oke…tanda tangan di sini ya… iya…iya… AMARAL TERUS MENGUMBAR SENYUM. AMARAL ( PADA SEORANG BODYGUARD ) Kalian atur jangan sampai berebut … Kalian dibayar untuk itu… Kulitku bisa lecet kalau berdesakan terus… BODYGUARD ITU TAK BICARA SELAIN SALING MENATAP DENGAN TEMANNYA.112 PADA SISI LAIN. NENEK TERUS TERTEGUN. NENEK ( TERIAK ) tak ada penggemarmu. SITUASI KONTRAS ITU TERUS BERTAHAN UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTU. DIBALIK TERALI NENEK MENATAP NANAR PADA CUCUNYA ITU.

SEDANG MENGITARI KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA. itulah. Cu ! Dari dulu juga namanya sa-si-sa-si itu sudah ada … AMARAL ( TERIAK ) Britney spears segera hadir… Lihat…kurang apa saya.113 NENEK Aku hanya ingin menyadarkanmu… Bukalah mata hatimu… Ini bukan panggung sandiwara untuk melambungkan angan-anganmu… ini rumah kita…rumah sederhana milik kita… AMARAL Lebih baik nenek diam. supaya saya tidak berbuat kasar… Paham ?! NENEK Tidak ! AMARAL Ah. MELENGGOK KUPING MENGITARI SEOLEH IA KURSI. Nek ! Jaman sekarang sudah maju… Jauh lebih maju dari jaman yang nenek alami… Sekarang jaman globalisasi… Nenek pasti tidak tahu apa itu globalisasi ? NENEK He he he … salah kau. LALU AMARAL PASANG . Nek ! Lihat…lihat…penonton ! Saya cantik luar dalam … AMARAL BERLARI KE KEMUDIAN DEPAN.

KEMBALI IA TERTEGUN. NENEK ( SEDIH ) Kau terlalu jauh mimpi… Bangunlah. PUTARAN.114 MENDENGAR RIUHNYA TEPUK TANGAN. Cu. KEMBALI MEMANDANG KE ARAH NENEKNYA. IA MELENGGOK SEPERTI SEDANG BERJALAN MENGITARI KETIKA DI ATAS SAAT CATWALK. TERSENYUM GENIT. AMARAL Dengar…dengar !! Gemuruhnya sambutan dunia ? Rrrruarrrr…biasa… AMARAL BERDIRI ANGGUN. SESEKALI IA MENEMPELKAN JEMARINYA KE BIBIR. hari sudah siang !! Lihatlah…ini rumah kita… AMARAL TIDAK PEDULI. TAPI KETIKA MEMEGANG PINGGANG SALAH SEORANG BODYGUARD. IA TAK MERASA APA-APA. AMARAL Aneh…kenapa dicolek tidak kerasa ? Apa aku mencolek angin ? Mencolek bayangan ? AMARAL MULAI MEMERIKSA KEDUA BODYGUARD KHAYALANNYA ITU. KEMUDIAN MENIUPNYA KE ARAH PENONTON. IA MENCUIL MEMAMERKAN HIDUNG PAKAIANNYA. SEORANG BODYGUARD KHAYALANNYA BEBERAPA SALAH SUATU BODYGUARD. MENEBAR SENYUM. AMARAL TERLIHAT SEPERTI TERKEJUT. AMARAL KELIHATAN TERSENYUM. .

115 AMARAL Hidup…ya…hidup… Ada kehidupan di sana… NENEK ( MEMEGANG TERALIS ) Ternyata kau memang masih waras… Yang kau pegang itu memang kehidupan… He he he … maksud nenek sumber kehidupan… Tapi yakinlah cucuku. AMARAL TERLIHAT MARAH. AMARAL Kurang ajar !! Apa kalian sudah jadi robot beneran ? Apa kalau aku dilembar bom.nenek !! Bener-bener membuat saya kehilangan kesabaran… Nenek memang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa… Tapi jangan samakan saya dengan nenek… Ini dunia saya … dunia angan-angan NENEK Kau sebenarnya yang bikin aku kehilangan kesabaran Dengan cara begini kau akan disadarkan… DARI DALAM KAMAR ITU NENEK MELEMPAR BOTOL MINUMAN KE ARAH AMARAL. PADA KEDUA BODYGUARDNYA IA MARAH.. ia bukan apa-apa… Ia bukan siapa-siapa… Seperti juga kamu bukan apa-apa… dan bukan siapa-siapa !! AMARAL Aduh. BOTOL ITU TEPAT MENGENAI TUBUH AMARAL. kalian tetap diam ?! Kalian kupecat !! .

NENEK TERDENGAR BEBERAPA KALI BERSIN. PADA SAAT ITULAH SALAH SEORANG BODYGUARD MEMBUKA KACAMATA DAN RAMBUT . NENEK Mana ada syal artis besar bau apek… Kau memang terlalu jauh melamun.116 AMARAL MEMBUKA SYAL YANG DIPAKAINYA. BEGITU SYAL ITU DIBENTANG. Cu ! Sayang…orang tuamu tidak ada… AMARAL Jangan ungkit masalah itu. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. LALU SYAL ITU DIPAKAI MENUTUPI JENDELA KAMAR NENEK. Nek ! Aku malas mendengar cerita itu… Padahal dady di Amerika !! Mom di Prancis !! Nenek malu anak dan menantu sukses di negeri orang ?! NENEK ( DARI TERALIS TERHALANG SYAL ) Aku malu karena punya cucu pelamun ! Buang jauh-jauh cerita busuk itu… Kedua orang tua meninggal karena kecelakaan ! Tak ada di Amerika…tidak di Prancis… AMARAL Dengar !! Dengar !! Kalian dengar !! Siapa sebenarnya yang melamun ? Aku atau nenekku ? Kalian dengar sendiri … Nenek bilang ayah ibuku meninggal… Nenek tak mengenal Prancis…tak mengenal Amerika… Nenek kecewa tak bisa masuk ke dunia anak-anaknya… AMARAL TERTAWA SEBENTAR KEMUDIAN TAMPAK SEDIH.

RIO Hebat…hebat… Kau benar-benar telah jadi bintang hebat… ( SINDIRAN ) Kau begitu gampang memecat orang… tapi tidak apa-apa. AMARAL TERTEGUN MELIHAT KEJADIAN ITU. untuk maju harus tega !! Tega menjegal orang lain… AMARAL Apa maksud semua ini ?! Apa Rio ?! RIO Penyamaran itu penting… Semakin sempurna menyamar. justru semakin membuat orang bego… Sederhana saja !! AMARAL Sederhana menghadapi hidup ? RIO Sederhana menanggapi hidup… .117 PALSUNYA. RIO TERSENYUM DAN TEPUK TANGAN. IA JUGA MEMBUKA JAS SAFARINYA SEHINGGA TINGGAL KAOS OBLONG PUTIH. BODYGUARD ITU TERNYATA RIO. semakin besar kesempatan untuk jadi besar… AMARAL Aku tak paham… RIO Tak perlu semuanya mengerti… Semakin banyak mengerti.

curilah kesempatan ketika mereka tidur !! Untuk maju perlu kepandaian. KEDUANYA TIDAK PEDULI. AMARAL MENDEKATI. pura-puralah seperti orang pandai !! AMARAL BELUM BEGITU KELIHATAN FAHAM. DARI DALAM KAMAR TERDENGAR NENEK MENANGIS. AMARAL Luar biasa… Mas telah memberi jalan !! RIO Aku tak segan jadi jembatan asal bisa menghubungkan kamu ke pantai harapan… AMARAL Sungguh ?! RIO Kau bisa rasakan sendiri selama ini ! AMARAL Mas Rio ! RIO Aku tidak brengsek seperti kata nenekmu… Aku tidak sialan seperti kata orang-orang itu… .118 Untuk maju kau perlu sandaran. MEREKA TENGAH ASYIK DENGAN DUNIA SENDIRISENDIRI. TAPI BAIK AMARAL MAUPUN RIO. LALU MENARI MELEPASKAN GEJOLAK JIWA MASING-MASING. menyandarlah pada orang-orang !! Untuk maju perlu kesempatan. SEDIH SEKALI KEDENGARANNYA. KEDUANYA BERPELUKAN. RIO MERENTANGKAN TANGAN.

PINTU KAMAR JUGA TAK DITUTUP. BODYGUARD TERTEGUN SEJENAK TAPI AKHIRNYA DIAMBIL DAN DISIMPAN DI ATAS KURSI. PAKAIAN AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. MEMBIARKAN NENEK DAN SEORANG BODYGUARD YANG SEJAK TADI BERDIRI DIANGGAP KAMBING CONGEK. AKHIRNYA IA MENGAMBILNYA DAN DISIMPAN DI KURSI. SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. MEREKA MELENGGANG MASUK KE KAMAR SEBELAH KAMAR NENEK. . SEPATU RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. SEPATU AMARAL DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. KEMEJA RIO DILEMPAR KE TENGAH PANGGUNG. BIRAHI MENYEMBURAT KE UBUNUBUN. BODYGUARD HANYA GELENG-GELENG KEPALA. SATU PER SATU DIAMBIL BODYGUARD. JENDELA TAK DITUTUP. MEREKA MASUK KE LORONG GELAP ITU.119 Aku bukan bajingan seperti kata orang-orang suci… Aku tidak seperti yang tudingan wartawan-wartawan itu… AMARAL Jangan peduli dengan nenek… Jangan peduli dengan orang-orang itu… Kita tak ada urusan dengan mereka !! RIO Siapa yang kau perlukan ? AMARAL ( MALU-MALU ) mas Rio tentu … siapa yang mas Rio perlukan ? RIO Kamu … pasti ! KEDUANYA SALING MENATAP. TAPI SEPERTI ADEGAN SEBELUMNYA. DISIMPANNYA DI ATAS KURSI YANG TETAP KUKUH DI TENGAH PANGGUNG.

TAPI KETIKA BENAR-BENAR YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA SAAT ITU. IA JUGA MENANGGALKAN JAS SAFARI DAN DIGANTI SEBELAH PAKAIAN RIO DAN SEBELAH PAKAIAN AMARAL. NENEK KELUAR DARI KAMAR DAN TERTEGUN MELIHAT BODYGUARD.120 BODYGUARD Sepatu yang membuat lupa diri… Tak terasa menginjak orang kecil… Kemeja yang membuat dia silau… Semua telah ditanggalkan… Semua teronggok tak berarti di sini… Keduanya telah menjadi binatang tentu… Sama-sama menanggalkan pakaian… ( PADA ONGGOKAN PAKAIAN ) Kau dicipta untuk kebaikan. NENEK AKHIRNYA TERKEKEH. bukan untuk membuat orang lupa diri… Ingat itu !! BODYGUARD MENANGGALKAN SEPATU YANG KIRI DAN DIGANTI DENGAN SEPATU RIO. KACAMATA TUANYA BERKALI-KALI DIPEGANG DAN DICOPOT SEPERTI TIDAK YAKIN DENGAN APA YANG DILIHATNYA. IA JUGA MENANGGALKAN SEPATU YANG KANAN DAN DIGANTI DENGAN SEPATU AMARAL. NENEK Tambah satu lagi orang gila sekarang… Kaukah telah melupakan takdir… BODYGUARD Aku perlu mencoba takdir orang lain… Takdir sebagai manajer artis di sisi kiriku… Takdir sebagai artis di sisi kananku… NENEK Dan takdirmu tak kebagian tempat… .

Nek ! NENEK Berjalanlah ! BODYGUARD Aku tak bisa berjalan… Karena kaki kananku kaki perempuan… dan kaki kiriku kaki laki-laki… NENEK Artinya kau menolak takdir… BODYGUARD Bukan !! Bukan menolak takdir ! Tapi aku ingin kompromi dengan takdir. Nek ! Antara perempuan dan laki-laki pasti bisa kompromi… Tapi kenyataannya aku benar-benar menyesal… Jangankan antara perempuan dan laki-laki… antara kaki kanan dan kaki kiri saja sulit kompromi… Hebat benar orang di atas awan sana !! NENEK Hah…kau telah berjalan ke atas awan ? BODYGUARD Aku sering berjalan ke sana !! NENEK Kau lihat orang-orang saling kompromi ? Kau lihat kaki kanan dan kiri kompromi ? Kau saksikan tangan kanan dan kiri kompromi ? .121 BODYGUARD Takdirku tetap di sini… Di dalam dada ini.

.122 Atau sama seperti di sini … Sulit menerima kompromi ketika tak jelas jatahnya !! BODYGUARD Aku melihat orang-orang di atas awan sana Semuanya bersahaja… Semuanya tertib tanggung jawab… Di jalan tak pelanggaran lalu lintas … Di kantor kepolisian tak ada jual beli kesalahan… Di pengadilan tak ada transaksi pasal dan delik aduan… Di parlemen tak ada adu jotos kekuasaan… NENEK Tentu damai di sana… Semuanya serba teratur…tertib… BODYGUARD Nenek tahu kenapa di atas awan seperti itu ? Karena tak ada yang punya cita-cita Tak ada lalu lintas.hilangkan… DARI KAMAR AMARAL TERDENGAR SUARA TEMPAT TIDUR AMBRUK. hilangkan lalu lintas !! Mau bersih. hilangkan pengadilan… Kalau mau jujur di parlemen…. . NENEK DAN BODYGUARD SALING PANDANG. Tak ada kepolisian… Tak ada pengadilan… Dan absen yang namanya parlemen… NENEK Aku tahu sekarang … Kalau mau tertib lalu lintas. lenyapkan polisi !! Mau adil.

AMARAL Pakaianku !! Sepatuku… DARI SEBELAH TANGAN RIO MENGGAPAI-GAPAI.123 NENEK Roboh ! BODYGUARD Dahsyat ! NENEK Amblas ! BODYGUARD Puas ! NENEK Bencana ! BODYGUARD Pesona ! NENEK ( MEMBENTAK ) Adzab !! BODYGUARD ( MENAHAN NAFAS ) huh… DARI DALAM KAMAR AMARAL MENJULURKAN TANGAN. RIO Pakaianku !! Sepatuku !! .

TAK ADA YANG BERANI MEMEGANGNYA. BODYGUARD YANG MENGHALANGI. NENEK MENGHALANGI. KETIKA BODYGUARD MENCOBA UNTUK MENGAMBILNYA. NENEK MENJULURKAN TANGANNYA AKAN MENGAMBILNYA. IA BARU SAJA BERUBAH PIKIRAN.124 PAKAIAN RIO DAN AMARAL MASIH TERONGGOK DI ATAS KURSI. NENEK Jangan kau sentuh itu… Itu api…tanganmu akan meletup… Jauhilah api itu… Kau akan terbakar nanti !! BODYGUARD Api !! Api !! Aku harus menjauhinya… NENEK MENDEKATI KURSI ITU. BODYGUARD Jangan sentuh itu !! Api !! Api ! Jauhilah api itu !! Terbakar nanti !! NENEK Ya…api…aku harus menjauhinya… *** .

SATU KAMAR AMARAL DAN SATU KAMAR NENEK. PANDANGAN AMARAL TERLIHAT KOSONG.125 3 BABAK TIGA SEBUAH RUANG TENGAH. DI KIRI DAN KANAN TERDAPAT DUA KAMAR. AMARAL SAAT ITU SEDANG HAMIL. AMARAL DUDUK DI KURSI PANJANG. WAJAHNYA TEGANG. AMARAL Aku tahu kesuksesan itu harus disongsong… dengan tenaga dan hati… Aku telah melakukan semuanya. MENATAP KE ARAH TAK PASTI. Nek ! NENEK ( TAK ACUH ) Kau tahu caranya tapi tidak tahu menjalankannya !! Kau pinter tapi tidak cerdik… Kancil itu kecil tapi bisa memperdaya harimau… Kancil memang tidak pintar tapi cerdik… AMARAL Nenek… . NENEK DUDUK DI KURSI GOYANG. SESEKALI IA MEMEGANG PERUTNYA. MEMEGANG PERUT.

AMARAL MASUK LAGI DAN TERDENGAR BICARA DARI DALAM KAMAR. KINI KEPALA YANG TERJULUR DARI PINTU KAMAR ITU. MERINGIS SEBENTAR ) Aku harus menghentikan agar anak ini tidak terus besar !! Aku yakin pilihanku sekarang benar !! AMARAL MASUK KE DALAM KAMAR. . tapi pernah merasakan hal yang sama !! Sudahlah !! Tak perlu berdebat !! sekarang selamatkan anakmu itu !! AMARAL Aib. Nek ! Tak ada yang bisa menanggung aib !! NENEK Aib !! Ya…aib ! Tapi anak itu tetap akan tumbuh dan akhirnya lahir !! AMARAL ( BERDIRI.126 NENEK Kau tahu brengseknya lelaki itu… ( MELIRIK PADA AMARAL ) aku tidak tahu dunia. MELIHAT NENEK YANG MASIH BENGONG. MELIHAT KE SEKELILINGNYA. BERJALAN PELAN MENUJU KAMAR AMARAL. AMARAL MENJULURKAN TANGANNYA YANG SEDANG MEMEGANG PISAU. IA BERDIRI. NENEK TERSENTAK KAGET. MELIHAT KILAU PISAU. DARI PINTU KAMAR YANG AGAK TERBUKA. NENEK TERLIHAT KAGET DAN HAMPIR TERIAK. AMARAL MENARIK TANGANNYA.

TAK TERDENGAR APA-APA. Cu ! Aku tidak mau mereka-reka… Juga tentang pisau itu !! AMARAL Aku tak sanggup. NENEK Beruntung pisau itu tumpul… Kalau tidak. TAK BICARA. Nek ! NENEK Jangan !! Percayalah…kasih Allah seluas samudera… bahkan ditambah samudera lain… samudera yang lain lagi… AMARAL Aku tak perlu samudera. AMARAL MERINGIS MELIHAT LUKA DI PERGELANGAN DAN NENEK MERINGIS MELIHAT PISAU. nadimu pasti putus !! . KEDUANYA KEMUDIAN DUDUK.127 AMARAL Nenek pasti tahu apa yang akan aku lakukan… Nenek telah banyak makan asam garam Pasti tahu apa yang kupilih !! NENEK Tidak…aku tidak tahu ! Aku tidak paham. HENING. NENEK MEMEGANG PISAU ITU. Nek ! Aku perlu bagaimana menutup aib ini !! NENEK MENUBRUK PINTU KAMAR. PERGELANGAN TANGAN AMARAL DIPERBAN. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN AMARAL DAN NENEK KELUAR DARI KAMAR.

128 AMARAL Beruntung ada nenek !! Kalau tidak. IA SEPERTI SEDANG MENDENGAR SESUATU. BEBERAPA LANGKAH LALU BERHENTI. pasti bukan pisau yang aku pakai… NENEK Kematian bukan penyelesaian… Kematian bukan akhir dari masalah… Kematian justru awal dari masalah… AMARAL Kematian memang awal masalah… Tapi masalah yang belum aku tahu… Sementara hidup jelas awal masalah… Dari masalah yang telah tahu akibatnya … Itulah kenapa aku memilih kematian !! AMARAL BERJALAN KE DEPAN. AMARAL Rio…kaukah itu ? Kenapa kau hitam sayang ? Kaukah bersama malaikat maut itu heh ? Hitam…kau hitam sayang … NENEK Dari dulu dia hitam… Hanya mata kamu rabun ayam… Hitam dibilang putih… Mana mungkin hitam bisa disebut putih… Antara hitam dan putih punya suara sendiri-sendiri !! Punya nuansa sendiri-sendiri !! . AMARAL TERUS MEMASANG KUPINGNYA. IA YAKIN AKAN APA YANG SEDANG DIDENGARNYA. AMARAL SEDANG MENDENGAR SUARA RIO YANG MEMBAWA KEMATIAN.

129 AMARAL ( TAK PEDULI ) Rio…hitamkan yang kau bawa ?! NENEK Sayang kau selalu menggunakan warna orang lain !! Aku benar-benar kecewa… jangan-jangan anak muda sekarang selalu senang dengan warna orang lain !! Ah…Cu…cu…terlalu jauh kau bercermin pada orang !! AMARAL TERUS MELANGKAH. Ah…kau tak paham bagaimana kegundahanku sekarang… Tidak…kau tidak cukup pintar !! Kau menghancurkan harapan !! ( SEDIH. IA MULAI BICARA SENDIRI SEOLAH SEDANG BICARA DENGAN ORANG LAIN. MEMEGANG SELENDANG PUTIH YANG TERSAMPIR DI PUNDAK ) Selendang ini !! Kau ingat selendang putih ini ? Aku membawanya agar kau datang !! Bukankah kau selalu amarah ingin melenyepkan putih ini ?! Kau ingat itu Rio ? Ayo ambil Rio !! . MENATAP KE ARAH PENONTON. KINI HANYA AMARAL YANG DOMINAN TEROMBANG-AMBING KEBIMBANGAN. Rio ! Lihat…lihat ke sini !! Tadi aku akan mengakhiri hidup ini !! Padahal di perutku ada janin yang mulai hidup…. PANGGUNG SEMAKIN GELAP HINGGA MENGABURKAN WARNA NENEK. AMARAL Mendekat…mendekatlah. DI DEPAN PANGGUNG IA BERHENTI. DAN ENTAH KENAPA IA BICARA SEPERTI ITU. ENTAH SIAPA.

dimana putihmu… Putih…. AMARAL TERLIHAT MULAI SULIT BERNAPAS. Cu ? Tidak…jangan bingung ! Pandanglah abu-abu itu dengan ini … AMARAL MENATAP GAMANG KE ARAH SUARA TANPA WUJUD ITU. MENYEKA AIR MATA. MELANGKAH PELAN.130 Ambil…ambil putih ini !! Tak ada nenek di sini !! tak ada siapa-siapa !! Ambil !! Ambil segera !! ( TERTAWA TERBAHAK-BAHAK.hitam… Putihku…hitamku…dingin… Angin…dimana hitamku…dimana putihku… RIO Hitammu disini…bukan itu…bukan disana… Lihat…pandang…tatap… Hitammu di sini…Amaral ! NENEK Itu bukan hitam. SELENDANG YANG ADA DI LEHERNYA KEMUDIAN DILILITKAN. PADA SAAT ITULAH SEOLAH-OLAH ADA KEKUATAN BESAR YANG INGIN MELEPASKAN LILITAN SELENDANG ITU MEMBUAT AMARAL TEROMBANG-AMBING. Cu ! Itu abu-abu…abu bukan hitam…karena ada putih di sana… Abu-abu bukan putih… Oh…( TERKEKEH ) abu-abu bikin bingung kamu. LALU DUDUK DAN MULAI MENANGIS ) Hitam…. BERHENTI.putih… Hitamku …putihmu…putihku…hitammu… Dimana hitamku…dimana hitammu… Dimana putihku…. IA SESEKALI . MELANGKAH PELAN. LALU KEDUA UJUNGNYA IA TARIK KE ARAH YANG BERLAWANAN. GONTAI. AMARAL BERLARI KE SANA KE MARI DITARIK KEKUATAN ITU. IA BERDIRI.

NENEK Pembunuh ! Bajingan ! Bangsat tengik ! Cecunguk ! Amburadul…sampah ! Busuk !! RIO Kutu busuk ! Tua banga !! Pembunuh !! Kau cecunguk !! Kau tengik !! Sampah !! ( MELUDAH ) puih ! NENEK Terkutuk kau. CAHAYA PANGGUNG MULAI TERANG SEHINGGA JELAS SOSOK AMARAL YANG TERDUDUK LESU. GERAKAN-GERAKAN ITU SEPERTI SEDANG MENARI. KADANG KE KIRI DAN KADANG KE KANAN.131 TAMPAK BERPUTAR DI TENGAH PANGGUNG. LAMA IA MELIUK-LIUK SAMPAI AKHIRNYA KEHABISAN NAPAS DAN BERHENTI. KEDUANYA SALING PANDANG PENUH KEBENCIAN. MELIUK-LIUK LAKSANA ULAR KOBRA MENDENGAR SERULING PAWANG. LALU KEDUANYA PULA MELIHAT AMARAL YANG TERDUDUK LESU. DARI ARAH YANG BERLAWANAN DATANG RIO DAN NENEK. Rio ! RIO Terkutuk kau tua bangka ! NENEK Heh…sompret. kenapa kau ikut-ikutan ? . NENEK MULAI TERPANCING AMARAHNYA.

NENEK Kenapa kau diam ? . NENEK DAN RIO BERBARENGAN MENATAP AMARAL YANG MASIH TERDUDUK LESU. TERENGAH-ENGAH DAN SEPERTI KEHABISAN KATA-KATA. memang selayaknya dikubur !! NENEK Lancang kau tengik ! Kau apakan cucuku itu ? RIO Kau yang harus jawab !! Kau apakan pacarku itu heh ? KEDUANYA DIAM. sompret ! RIO Tapi kau yang kesatu menghancurkan pacarku ! Seharusnya kau urus liang lahat… Ukur jangan sampai terlalu longgar… Bumi ini akan menolak jika kau minta kubur terlalu longgar !! NENEK Hei…kenapa kau urus masalah kubur segala heh ? RIO Karena kau yang sengaja minta dikubur !! Orang yang suka mengubur keinginan orang lain.132 RIO Karena kau biang keladinya… NENEK Kau yang menghancurkan cucuku.

TAPI DI PINTU KAMAR NENEK MALAH MENGHALANGI. RIO Baru kentut bohongan sudah panik… NENEK ( BICARA PADA PENONTON ) Dasar busuk ! Masih hidup saja sudah bau busuk… Apalagi kalau sudah mati !! Jangan-jangan akan tercium sampai Amerika… RIO Hei…tua bangka hentikan omonganmu !! Nanti kalau Amerika kentut. kau bisa celaka !! Nasibmu bisa lebih parah dari Saddam Husein !! NENEK Tuh kan…kentut lagi !! . NENEK Langkahi dulu mayatku… RIO Tak sudi…bisa-bisa aku impoten !! Minggir atau aku kasih kentut ! NENEK MENUTUP HIDUNG DAN MULAI BATUK-BATUK.133 RIO Kau sendiri kenapa ? NENEK Aku capek…bengekku kambuh ! RIO Sama…aku juga capek ! RIO MEMBOPONG AMARAL DIBAWA MASUK KE KAMAR.

RIO Kenapa kita tidak membentuk koalisi … Kita bikin poros penyelamat amaral… Kalau nenek setuju. NENEK Aku tak butuh kentut …kursi goyangku masih cukup kuat… RIO Oke…kita bagi-bagi kursi goyang…bagaimana ? NENEK Heh…apa maksudmu tengik ?! RIO Kita kompromi saja…kita selamatkan Amaral… Nenek akui saja. NENEK TERLIHAT KAGET DAN LANGSUNG GEMETARAN. IA TERSENYUM MANIS PADA NENEK. Amaral itu hamil sama nenek… NENEK Apa bisa ? .134 Aku mual tahu… RIO Itu baru ngomong…kentutnya belum NENEK Cih…pantas cucuku hamil… Sering kena kentut kau rupanya… RIO KELUAR DARI KAMAR AMARAL. kita bisa kompromi bagi-bagi kentut !! atau kita bagi-bagi kursi….

*** 4 BABAK EMPAT PANGGUNG ADALAH SEBUAH JALAN CUKUP RAMAI. DI DEPAN AMARAL BEBERAPA MENARI ORANG YANG GEMULAI. apa sih yang nggak bisa. RIO MENJERAT LEHER NENEK. AMARAL . LALU DIAM. TAPI KURSI GOYANG ITU MASIH TERUS BERGOYANG.135 RIO Namanya juga kompromi. NENEK TERLIHAT KELOJOTAN. PUTRI (ANAKNYA). PADA SATU KESEMPATAN DENGAN SELENDANG PUTIH. KURSI ITU DIGOYANG-GOYANGKAN OLEH RIO. DARI SATU ARAH MUNCUL AMARAL BERSAMA SEORANG ANAK KECIL. NONGKRONG. SEDANG MUSIK DENGAN PENGIRINGNYA DARI MULUT PUTRI. SELESAI MENARI. Nek ? RIO MENGGANDENG NENEK LALU DISURUHNYA DUDUK DI KURSI GOYANG. MAKIN LAMA MAKIN KENCANG. MULAMULA PELAN.

DI SUDUT PANGGUNG.136 MENYODORKAN KALENG BEKAS SUSU. KOTAK RAKSASA HITAM PUTIH TERONGGOK TANPA DIPEDULIKAN ORANG-ORANG. Bu ! AMARAL Mereka makan tidak dengan mulut-mulutnya… Mereka makan dengan pantat-pantatnya… Kau pasti bingung…tapi sudahlah. IA MULAI CERITA TENTANG KEBAIKAN DAN KEBEJATAN ORANG-ORANG. tugas seorang ibu memang menyampaikan segala sesuatu yang membingungkan anaknya… nenek juga dulu begitu pada ibu… Buyutmu juga sama saja…bahkan lebih membingungkan lagi !! . AMARAL DUDUK BERSAMA PUTRI. PADA SALAH SATU SUDUT PANGGUNG. AMARAL MENGANGGUK DAN TERSENYUM BAHAGIA. AMARAL Kau tahu orang-orang itu. Nak ? Kemarin ketika matahari di atas. mereka adalah para pengagum ibu !! Mereka itu siap menjilati keringat ibu !! PUTRI Ih…jorok… Apa mereka tidak makan ?! AMARAL Makan…mereka makan… Tapi tidak dengan mulut-mulutnya… PUTRI Kok gitu. BEBERAPA ORANG MEMASUKAN UANG RECEHAN KE DALAM KALENG ITU.

137 PUTRI Apa pantat orang-orang itu ada giginya ? AMARAL Tidak ! Tentu saja tidak ada ! PUTRI Bagaimana mereka makan ? AMARAL Mereka akan memaksa memasukannya … Mereka memang sering memaksakan kehendaknya… Mereka akan memakan apa saja… Memakan siapa saja !! PUTRI Memakan ibu ? AMARAL Ya ! hampir saja… Hampir saja ibu mereka makan juga… Beruntung ibu punya benteng yang kokoh… Ayahmu…Rio namanya ! ( MENERAWANG JAUH ) Dia lelaki tampan juga gagah… Selalu melindungi ibu dari kerakusan orang-orang itu !! PUTRI Ayah hebat !! AMARAL Ayahmu memang hebat… Jauh lebih hebat dari Superman…apalagi Gatotkoco.. PUTRI Ayah bisa terbang ? .

TAPI TIDAK BERHASIL. MENDEKATI KOTAK RAKSASA YANG TERONGGOK MENAIKI DI SUDUT LAIN. AMARAL TERSADARKAN DENGAN KEHADIRAN KOTAK ITU. KOTAK YANG PERNAH MELAMBUNGKAN FANTASINYA. AMARAL Jangan kau naiki kotak ini. sayang ! Ayahmu bisa terbang… PUTRI Ayah punya sayap ? AMARAL Tidak ! PUTRI Kok nggak punya sayap bisa terbang ?! AMARAL Ia terbang dengan uangnya… Ia terbang dengan jabatannya… Ia terbang dengan ambisinya… Bahkan dengan pikiran-pikirannya… PUTRI Ibu ngawur !! AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) apa benar ibu bicara ngawur ? PUTRI MENGANGGUK. ANAK ITU MENCOBA SEPERTI UNTUK MULAI MENAIKINYA. sayang ! Kotak ini terlalu tinggi… Tak bisa kau jangkau sendiri !! .138 AMARAL Tentu. IA MENGAJAK IBUNYA UNTUK KOTAK RAKSASA ITU.

Bu ? AMARAL ( TERSENTAK KAGET ) Ibu tidak menangis… Ibu hanya ingat Buyutmu… ibu juga ingat ayahmu… PUTRI Apa uyut naik kotak ini. Bu ? SEORANG LELAKI Buyutmu tentu tidak pernah menaiki kotak ini. MENGUSAP AIR MATA ) PUTRI Ibu nangis ? Kata ibu jangan pernah menangis… Kata ibu menangis itu bodoh !! Kata ibu…menangislah kalau menghadapi kematian… Siapa yang akan mati sekarang. Nak ! Tapi ia seperti ditulis sejarah… Pernah melarang ibumu menaiki kotak ini… Inilah kotak raksasa… kotak fantasi… Yang hanya akan membuat gila siapa saja yang menaikinya… AMARAL ( MEMBENTAK ) Jangan hancurkan anakku ! .139 PUTRI Ibu pernah naik kotak ini ? AMARAL ( TERSENYUM PAHIT ) Ya…ya…dulu ibu pernah menaiki kotak ini… Ibu juga pernah merasakan jatuh dari kotak ini… ( SEDIH.

Nyonya ! Karena saya adalah tanah di sini … Tanah yang pernah menyaksikan bagaimana anda dulu… Demikian mabuk kesuksesan… Demikian mabuk kehormatan… Demikian mabuk kekayaan…prestasi…pujian…dan… AMARAL Cukup ! PUTRI ( KAGET DAN HAMPIR MENANGIS ) Orang gila ya. Bu ! . Bu ! Ibu harus nari… nari. LELAKI MISTERIUS ITU HANYA TERSENYUM PAHIT. PUTRI TAMPAK KAGET DAN TERUS MEMAKSA AGAR AMARAL MENINGGALKAN TEMPAT ITU. Bu ! kita menyingkir… Ibu menari lagi…dan Putri main musik lagi… AMARAL MENJAUHI KOTAK RAKSASA DAN LELAKI MISTERIUS ITU. dia memang gila ! Ayo kita menyingkir dari sini… PUTRI Ayo.140 SEORANG LELAKI Tidak mungkin. TAPI ENTAH KENAPA KAKINYA SEPERTI TERPATOK. TAK BISA MELANGKAH. Bu ?! AMARAL Ya. PUTRI Ayo.

TARI ITU PATAH-PATAH SEPERTI GERAKAN ROBOT. KAKU DAN MENYEBALKAN. AMARAL MULAI MENARI. TAPI ENTAH KENAPA TARIANNYA TIDAK LUWES. PUTRI MAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. LELAKI MISTERIUS ITU LAGI-LAGI TERSENYUM. SEORANG LELAKI Kau tak bisa menari… Karena dulu kau pernah menghina tarian… Kau sering menelantarkan tarian… Kau anggap tarian adalah tiket masuk… Ke dunia gemerlap dan erotis… Kau telah menelantarkan tarian… Sekarang rasakan bagaimana tarian mengutukmu !! PUTRI TERUS MAIN MUSIK DAN AMARAL TERUS MENARI PATAHPATAH.141 AMARAL Sebentar sayang… ibu tidak bisa melangkah… SEORANG LELAKI Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau terbius fantasimu… Kau tak mungkin meninggalkan tempat ini… Tanah ini adalah saksi… Bagaimana kau tergila-gila kehidupan orang lain… PUTRI Lari ibu… ayo lari ! AMARAL Tidak bisa sayang… PUTRI Menari… ayo ibu menari… Aku yang main musik…. KEDUANYA TERUS MELAKUKAN ITU TANPA LELAH DAN TANPA .

hebat seperti ayah ! . lapar ! AMARAL Sebentar sayang…tugas kita belum selesai… Ayo…musiknya mana… Ibu akan menari terus… PUTRI Lapar…lapar… AMARAL Lapar ? apa itu lapar sayang ? Ibu tidak pernah merasakannya… PUTRI BENGONG DAN MENATAP TAJAM KE AMARAL. AMARAL Buyutmu dulu tidak pernah mengajarkan ibu lapar… Buyutmu hanya mengajari bagaimana kita memberi orang lapar… Buyutmu memang hebat… PUTRI Hebat seperti ayah.142 MEMPEDULIKAN LAGI ORANG-ORANG DI SEKITARNYA YANG MULAI MENCIBIR. BEBERAPA ORANG BAHKAN ADA YANG MELEMPARNYA DENGAN BEKAS MAKANAN DAN KOTORAN. Bu ? AMARAL Ya. PUTRI Lapar…Bu. LELAKI MISTERIUS ITU LALU MEMBERI ISYARAT AGAR PUTRI MENDEKATI KOTAK RAKSASA.

ANAK ITU BAHKAN MENARI-NARI. PUTRI LONCAT MEMBURU AMARAL. LAGI-LAGI IA JATUH. Bu ? Bom itu manis apa pahit ? AMARAL Bom itu…ya…bom itu seperti tangan raksasa… .143 PUTRI BENAR-BENAR MENDEKATI KOTAK RAKSASA ITU TAPI TIDAK BERHASIL. semua aman dan terkendali ! PUTRI Bom ? Bom itu apa. PADA SAAT PUTRI MENARI ITULAH DARI DALAM KOTAK TERDENGAR ADA SUARA. AMARAL BERHENTI MENARI. MEMEGANG PUTRI AGAR MENAIKI KOTAK ITU. IA TAMPAK SUKACITA. PUTRI Takut…Putri takut… SEORANG LELAKI Ada yang tidak beres dengan kotak ini… Awas… awas… kalian menyingkir !! Jangan-jangan ada bom waktu !! AMARAL Bom ? awww…bom…bom !! Ke sini sayang… ada bom… Bom…! ( BERPIKIR MENGINGAT SESUATU. IA TERINGAT UCAPAN NENEK KETIKA IA SEDANG BICARA DENGAN RIO ) Bom ? apa kentut ? SEORANG LELAKI Tenang…sabar…kalian harus bisa menjaga diri ! Percayalah…selama ada saya. PUTRI SEKARANG TELAH MENAIKI KOTAK ITU.

BAHKAN TERLIHAT IA MULAI FRUSTASI. TAPI CEPAT-CEPAT DILARANG OLEH LELAKI MISTERIUS ITU. tak pernah datang dua kali… kalau ini bom waktu dan saya mati… tolong beritahukan pada tukang ketupat di sudut gang ini… saya sudah dua kali belum bayar… makan kerupuk tiga. SEORANG LELAKI Kurang ajar… ternyata bukan bom… . IA MENDEKATI KOTAK ITU LAGI. SEORANG LELAKI Lihat…ada yang bergerak di dalam kotak ini ! Ada kehidupan… AMARAL Bukalah ! SEORANG LELAKI Ya…saya harus membukanya ! Satu…dua… Apa saya harus membuka ini ? Kalau ini bom waktu…saya pasti korban pertama… ( BERPIKIR ) tapi nggak apa-apa…kesempatan untuk jadi pahlawan. tak pernah saya hitung… LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MEMBUKA TALI KOTAK RAKSASA ITU. LALU TUTUP KOTAK ITU DIBUKA. ADA YANG MENGEPUL DARI DALAM KOTAK. KEMUDIAN BUNGKUSNA DIBUKA SATU PERSATU. akan tahu apa itu bom ! PUTRI HANYA DIAM. BENGONG.144 Akan merenggut siapa saja yang lemah… Bom itu… Ah…sudahlah ! Nanti kalau kau besar.

LELAKI MISTERIUS ITU MENDENGUS KARENA MENCIUM BAU YANG TAK SEDAP. AMARAL MEMEKIK KAGET KARENA TERNYATA YANG DI DALAM KOTAK ITU NENEK. AMARAL Nek…nenek ? nenekkah itu ? . Bu ? AMARAL Bangkai itu…bau…ya…bau ! LELAKI MISTERIUS ITU MULAI MENGGOYANG-GOYANG TUBUH KAKU ITU.145 Ini hanya kotak kentut… Kau benar… ini bukan bom tapi kentut… AMARAL ( MENENGOK KE DALAM KOTAK. DILUAR DUGAAN MAYAT ITU BANGKIT. SEORANG LELAKI Sialan ! sudah mati masih kentut… ( BERPIKIR ) oh…bukan…bukan kentut… ia memang sudah mati ! yang saya cium tadi…oh alah…bau bangkai ! ya…benar…bau bangkai !! AMARAL Bangkai ?! PUTRI Bangkai itu apa. NENEK KELUAR DARI KOTAK. IA KAGET ) ada orang… ada orang… lihat… ada orang… LELAKI MISTERIUS ITU MEMERIKSA SEMENTARA AMARAL MENJAUH DAN MENGGENDONG PUTRI. SEMENTARA LELAKI MISTERIUS MENJAUH KETAKUTAN.

146 Ah. ternyata nenek masih bisa senyum… Tapi apakah nenek hidup atau mati ? SEORANG LELAKI Dia telah mati… Aku mencium bau bangkai tadi… Dia itu pasti arwah penasaran… NENEK Aku bukan arwah penasaran… Tapi jasad dan jiwa penasaran !! Karena belum tuntas bicara pada cucu dan cicitku !! AMARAL Nenek…? NENEK Kau tak perlu kaget… Sejarah telah menuliskan semuanya dengan baik… Perjalanan kau juga telah dituliskannya… Ketika kau punya anak…ngamen…makan… Juga telah dengan baik dituliskannya… Percayalah ! AMARAL Apa maksud nenek ? NENEK Aku hanya ingin mengatakan … Apa yang aku katakan dulu adalah kebenaran… Riomu memang brengsek… Sepanjang hidupnya terus brengsek !! Sepertinya dia dilahirkan untuk brengsek !! .

147 AMARAL Sudahlah, Nek ! Rio itu suamiku…bapak cicit nenek ini !! PUTRI Uyut, Bu ?! Uyut bau kentut, Bu ? AMARAL Ya…karena uyut sudah tua… PUTRI Apa semua yang tua bau kentut ? NENEK Tidak ! Tidak semua orang tua bau kentut !! PUTRI BERLARI KE ARAH NENEK. AMARAL YANG MENCEGAH TIDAK BISA MENGHALANGI. LELAKI MISTERIUS JUGA TAK BISA BERBUAT APA-APA. NENEK KEMUDIAN MENGGENDONG PUTRI. IA MULAI CERITA TENTANG KEHIDUPAN AMARAL TANPA MEMPEDULIKAN AMARAL SENDIRI. NENEK Ibumu itu terlalu egois… Ia selalu menganggap benar sendiri… Padahal kebenaran itu milik semua !! Milik bersama !! PUTRI Uyut masih batu kentut !! NENEK ( TAK PEDULI DAN TERUS BICARA ) Kebenaran ada dimana-mana…

148 Tidak boleh dikuasi oleh seseorang !! Kalau saja ia tidak egois, tentu akan jadi lain ceritanya… Bapakmu juga sama-sama egois… Bahkan brengsek !! PUTRI Huh…bau !! NENEK ( TIDAK PEDULI DAN TERUS BICARA. TAK BISA DIREM ) Ia tidak saja membuat ibumu senewen… Tapi telah berhasil membuat malu sepanjang masa !! Kau tau, Nak, ibumu pernah mau bunuh diri !! Ia kira dengan bunuh diri semua urusan akan selesai… Tapi sudahlah…kau jangan seperti ibumu… Pandanglah dunia dengan bijaksana !! Minumlah jamu setiap saat kau merasa perlu Jangan minum sirup… PUTRI Mau sirup, Bu !! NENEK ( TERSENYUM PAHIT ) Minum sirup itu manis sekarang !! Enak sekarang !! Tapi bisa membuat kamu mencret… Tapi jamu…pahit sekarang… Tapi bisa membuat kamu sehat !! Paham kau ? PUTRI MENGGELENG BAHKAN MEMAKSA UNTUK TURUN.

AMARAL TERTUNDUK MALU. IA SEPERTI SEDANG MELIHAT DIRINYA DI CERMIN. AMARAL KEMUDIAN MULAI BANGKIT, MENATAP KE ARAH TAK TERBATAS. IA MULAI MENARI. ANEHNYA KINI BISA LUWES SEPERTI

149 SEDIA KALA. AMARAL TERTERLIHAT KAGET TAPI IA TERUS

MENARI. PUTRI MULAI BERMAIN MUSIK DENGAN MULUTNYA. NENEK MEMPERHATIKAN DENGAN SENYUM. LALU IA MELIHAT KE ARAH LELAKI MISTERIUS ITU. KEDUANYA SALING MENATAP SEPERTI DUA SAHABAT YANG TELAH LAMA BERPISAH. NENEK Tugas kamu sudah selesai ! Sekarang kembalilah ! SEORANG LELAKI Kembali ke mana ? Aku tak tahu jalan kembali… NENEK Kemarilah ! LELAKI MISTERIUS ITU LALU MENDEKATI NENEK. KEDUANYA SALING MENATAP. LALU MENDEKAT DAN SEMAKIN MENDEKAT. LELAKI MISTERIUS ITU TIBA-TIBA HILANG DARI PANDANGAN DAN NENEK LANGSUNG AMBRUK. IA BENAR-BENAR MATI SEKARANG. MELIHAT KEJADIAN ITU AMARAL TIDAK PEDULI. IA TERUS MENARI SEMENTARA PUTRI TERUS BERMAIN MUSIK DENGAN MULUT. ***

Curiculum vitae

150

ENANG ROKAJAT ASURA
Bandung, 07 April 1965 Kompleks Gedong Cilegon Damai Blok C.23 No. 17 Tlp. (0254) 396417 HP. 081.310.860817 Cilegon 42424

RIWAYAT PEKERJAAN
1. Menulis cerita pendek, artikel dan novel yang dipublikasikan di Pikiran Rakyat Mingguan Galura, Jawa Pos, Mingguan Mandala, Mangle, Suara Karya Minggu, Kompas Minggu, Mingguan Swadesi, Mingguan Mutiara, Mingguan Terbit, Mingguan Gala, Tabloid Citra, Mingguan Berita Wanita NOVA dan Harian Fajar Banten 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Reporter Mingguan Galura (1989-1990) Redaktur Pelaksana Majalah Seni Prasasti (1990-1991) Script Writer Radio Shinta FM (1991-1995) Manajer Produksi Radio Shinta FM (1995-1998) Manajer Siaran Radio Shinta FM (1998-2001) Trainner di Masima Training and Consulting Jakarta (Prambors Grup) Repoter Majalah ZONA Misteri Jakarta (2001-2002) Redaktur Pelaksana Majalah ZONA Misteri Jakarta (2002) Wakil Pemimpin Redaksi Majalah ZONA Misteri Jakarta (2003)

PRESTASI KREATIF
1. 2. 3. Juara III Menulis Drama LBSS (1989) Juara Harapan Menulis Drama LBSS (1989) Juara III Lomba Mengarang Filateli Nasional (1986)

Juara I Mengarang Perpustakaan (1990) Juara II Mengarang Taman Lalu lintas (1991) Juara Harapan Menulis Essay Pemilu (1996) Juara Harapan Sastra D. 6. Juara I Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Peningkatan HAM Direktorat Pembinaan Film (2000) 18. Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Komedi Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 13. 8. 5. Juara II Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 14.K Ardiwinata Bidang Drama (1996) Juara II Sastra LBSS Bidang Essay (1996) Nominator Menulis Cerita Film Direktorat Pembinaan Film Nominator Penulis Cerita Lepas FSI 1998 Juara I Lomba Menulis Cerita Film Jenis Drama Direktorat Deppen (1997) Pembinaan Film (1998/1999) 12. Juara III Lomba Menulis Cerita Film Jenis Legenda Direktorat Pembinaan Film (1998/1999) 15. Juara III Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Drama Direktorat Pembinaan Film (1999/2000) 16.151 4. Juara Harapan Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Pembinaan Film (1999/2000) Jenis Legenda Direktorat 17. 10. 7. Juara II Lomba Menulis Cerita Film dan Video Cerita Jenis Cerita Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Film (2000) . 11. 9.

Nyi Cantrik (Drama Radio Laga. Malang. Es Krim dan Flamboyan (FTV Cinta) 4. Kau Di Atas Aku Dimana? (Sineri Komedi TVRI) 9. 13 episode) 11. Sangkuriang (Komedi Radio. 2003) . Siluman Marakayangan (Komedi Radio. Istana Kertas (FTV) 5. KAMAR 1604 (3 episode / TPI) 3. Sepuluh Besar Cerpenis Versi Lingkaran Komunikasi. Seperti Kekasihku (FTV) 6. 2002) Kanaga (Antologi Cerpen Sunda. 360 episode) 12. Pikiran Rakyat Minggu) 16. Gejolak Anak Muda (Sineri Remaja TVRI) 10. berhasil meraih 4 nominasi dalam FSI 1998 2. Rumah Di Atas Bukit (Novel Misteri. 270 episode) 13. Kabayan In Drama (Masima Production. 90 episode) 14. Zona Misteri Jakarta) BUKU • • Para Penari (Antologi Cerpen. Jawa Sepuluh Besar Lomba Karya Tulis Bank Syariah (2003) Timur (2002) K ARYA KREATIF 1. Bandung. Babad Tanah Sunda (Roman. Zona Misteri Jakarta) 18. Kancil Bis Kota (Novel.Mingguan Nova) 17. Merahnya Merah (FTV) 7. Senja Kesaksian. 180 episode) 15. Bayu (Sineri TVRI) 8. 20. Jaka Boys (Komedi Radio. Toenggoel: Matinya Seorang Warok (Novel.152 19.

LPDS dan The Freedom Forum Pendidikan Jurnalistik bersama Internews Asia Workshop Social Mobilization – Aliansi Pita Putih Indonesia Workshop bersama CCP JOHNS HOPKINS UNIVERSITY Seminar Sehari Regulasi Undang-undang Penyiaran Team Building Management in West Java Depelopment Project Kursus Peningkatan Sumber Daya Manusia Diklat Operasional Televisi Indosiar Berbagai Workshop Produksi Siaran Diklat Special Programm PD PRSSNI Jawa Barat Kursus Menulis Skenario dan Drama Pendidikan Komputer di Institut Komputer Indonesia ( 1 tahun) Kursus Bahasa Inggris di Harvard English College Saresehan Pemberdayaan Anggota PRSSNI .153 • • Anak Seribu Pulau (Kumpulan Cerita Pendek Islami. dalam proses Pemikiran Kritis Tentang Acara Televisi (proses penerbitan) penerbitan) PENDIDIKAN FORMAL • • • • Sekolah Dasar Berijazah tahun 1979 Sekolah Menengah Pertama Berijazah tahun 1982 Sekolah Menengah Atas Berijazah tahun 1985 FMIPA Jurusan Statistika Universitas Terbuka PENDIDIKAN INFORMAL • • • • • • • • • • • • • • • Pendidikan Jurnalistik di ICB Bandung ( 1 tahun ) Lokakarya Jurnalistik Radio .

154 *** RUMAH DI TUBIR JURANG .

155

NASKAH DRAMA REMAJA

S. YOGA

Para Tokoh

Eyang Kakung Tuan Sunan Nyonya Sumirah Papa (Umar) Mama (Lastri) Mawar Noki Ijah

: Usia 80 : Setengah Baya : Setangah Baya : 23 tahun : 23 tahun : 21 tahun : 21 tahun : Pembantu Rumah Tangga 17 tahun

Dikisahkan di sebuah rumah dihuni oleh Eyang Kakung ( pelupa dan sering mengigau sendiri ), Tuan - Nyonya ( suami yang tak mampu mengendalikan rumah tangga dan istri yang pencuriga

156
dan egois ), Papa - Mama ( menikah dalam usia muda karena “kecelakaan” dan hidup berfoya-foya ), Mawar dan Noki ( pacarnya ) yang terseret dalam pergaulan bebas dan nikah siri tanpa diketahui orangtuanya. Dan Ijah pembantu rumah tangga yang genit. Orang-orang inilah yang akan berjuang keluar dari permasalahan hidup dan menyelamatkan citra keluarga besarnya dari kehancuran. Ibarat negara, akan hancur kalau masing-masing daerah ( orang ) ingin bebas ( merdeka ) sendirisendiri tanpa mempertahankan aturan dan norma-norma moral yang berlaku.

1
( Rumah putih dengan perabotan antik, senapan angin di sisi kanan tembok, dua orang laki-laki dan perempuan setengah baya, duduk menghadap dua buah layar tv, asyik menyaksikan dunia lain, sebuah dunia maya. Masing-masing menonton acara tv kesukaan sendiri. Menghadap penonton. Di belakang nampak meja dan kursi lain, almari tempat menyimpan perkakas. Dari belakang, tepatnya dari atas seorang pencuri meluncur turun dari atap dengan tali, mukanya dibalut kain hitam, persis ninja di film-film. Pencuri dengan tenang dan kehati-hatian yang penuh, turun perlahan, mengambili perhiasan yang mudah didapat, masuk ke dalam kamar tempat perhiasan lain disimpan. Kemudian naik lagi ke atas keluar dengan aman ).

157
TUAN SUNAN : Maafkan. Selama ini aku hanya diam saja. Habis bagaimana. Semua sudah kau atasi sendiri. ( Sambil mengecilkan suara tv ). NYONYA SUMIRAH : Hhhmmmmmmm. ( Batuk-batuk dan semakin mengeraskan suara tv ).

( TV dikecilkan NYONYA SUMIRAH, berdiri lalu mencari obat. Membuka-buka lemari, obat yang dicari tidak ada. Mendekat TUAN SUNAN, kesal dan memandang penuh kebencian. Kembali lagi ke almari mencari-cari. Kesal. Ke meja dan mengambil air minum setelah batuk rejannya hebat menghantam tubuh kurusnya ).
NYONYA SUMIRAH : ( Batuk ). Tak ada yang beres di rumah ini. Semuanya maling. ( Batuk ). Sampai obat saja hilang. ( Bicara sambil membawa minuman ke tempat duduk di depan tv ). TUAN SUNAN : Kau kira aku yang mengambil. ( Sambil berdiri. Menyulut pipa rokok tapi tidak berhasil ). Kita sudah tua, masak dari pernikahan dulu kita terus-menerus bertengkar. Kapan hidup damai. Sebentar-sebentar protes. Ngambek. Memangnya masalah hidup akan selesai dengan cara seperti itu. NYONYA SUMIRAH : Kau kira ada yang mendengarkan dan mempercayai kata-katamu. Dasar mata keranjang. ( Sambil berdiri, nampak mengingat sesuatu dan emosial ). Kau masih saja punya perasaan sama tetangga sebelah kan. Ya aku tahu dia lebih bahenol dan lebih muda dariku. Kau kira aku tidak tahu tiap pagi kau pura-pura memberi makan ayam-ayam di belakang rumah, sambil bertukar pandang dengan dia. Iya kan. Mengaku saja. ( TUAN SUNAN nampak salah tingkah ). Tiap hari pula aku perhatikan tingkah polahmu dan aku mencoba bersabar. Tapi sekali lagi kau berbuat begitu, hari itu pula kau harus angkat kaki dari rumah ini. Banyak saksi mata yang melihat kau sering bertemu dengan Rukiah, di terminal, di pasar sayur. Pantas suka pura-pura membantu aku belikan sayur. Ternyata ada udang di balik batu. Dan berapa kali kau tua bangka berboncengan dengan dia. Aku tidak bisa ditipu. Semuanya aku ketahui dengan persis. ( Ketika TUAN SUNAN hendak mendekat, NYONYA SUMIRAH menjauh, nampak benci ). Jangan sentuh aku lagi. Semuanya telah berakhir. Sudah berakhir. ( Berkemas, masuk kamar ). Aku benci. Aku benci. Aku benci.

( TUAN SUNAN hanya bisa menatap kosong ruang tamu yang sunyi. Mematikan semua tv, duduk di sofa panjang. Berdiri, berjalan memandangi potret, kenangan pengantin, nampak tersenyum, membersihkan foto yang sudah berdebu, kembali memasangnya, dengan kebahagiaan kecil. Berjalan ke almari, mencari-cari pipa gadingnya di dalam almari, ternyata sudah tidak ada. Mencari lagi ke sana ke mari, namun tidak menemukan. Melihat kamar NYONYA SUMIRAH dengan kesal, rasanya ingin membalas dendam ).

TUAN SUNAN

:

Aku tahu siapa yang mencuri di rumah ini. Aku sudah merasa sejak dulu. Dulu kelihatan baik. Tapi akhirnya semuanya terbongkar sudah. Dia pencuriga. Sama tetangga saja dia tidak bisa akur. Apa dia tidak sadar sebentar lagi akan mati. Mestinya ia berbaik-baik dengan semua orang. Tidak justru penyakit dengki dan curiganya bertambah parah. Aku sebagai kepala keluarga rupanya tidak pernah dihormati. Sikap egoisnya telah menguasai seluruh hidupnya. Keberadaanku sebagai suaminya rasanya tidak diakui lagi. Diremehkan. Tapi biarlah, suatu saat, ia pasti akan sadar.

158

2
( Dari arah kamar belakang muncul seorang kakek, rambut putih semua. Membawa pipa gading dan merokok, pakai baju jas lengkap dengan sepatu mengkilap. Membawa tas kerja dan tongkat keramat. Berjalan penuh wibawa meski jalannya sempoyongan. Duduk di depan meja dan segera mengeluarkan kaca mata minusnya, mengeluarkan arsip-arsip yang ada di dalam tas, memeriksa dan sesekali membaca kertas kerjanya. Sebelum dilanda kepikunan yang menumpuk, ia seorang manajer di sebuah perusahaan roti miliknya sendiri. Dulu begitu dihormati. Namun setelah kepikunannya kumat ia bagai sampah, tak ada gunanya, diremehkan anak buahnya dan semua orang, bahkan dianggap meresahkan dan membuat repot keluarga, hampir ia akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, tapi ditolak oleh pihak rumah sakit, pernah di panti wreda, sebulan kemudian pihak panti keberatan. Keluarga TUAN SUNAN tidak bisa berbuat banyak, mereka harus mengurusnya. TUAN SUNAN kemudian mendekati dan mengamat-ngamati pipa gading yang dibawa EYANG KAKUNG, yang diletakkan di asbak. Pipa gading itu diambil TUAN SUNAN, diamat-amati dengan seksama, sebelum pipa dikembalikan lagi sudah direbut kembali oleh EYANG KAKUNG ). TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Kakung, ini sudah malam. ( Sambil memeriksa berkas-berkas ). Semua pekerja memang brengsek semua. Tidak becus kerja. Semua salah. Pembukuan macam apa ini. Kapan perusahaan akan maju. ( Memandang sekeliling ). Sepagi ini juga belum ada yang masuk. Hanya seorang jongos kantor. Disiplinmu boleh. Kamu memang pekerja yang baik, pagi-pagi sudah buka kantor. Apakah sudah dipel dan dibersihan semua meja kursi. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG : : Sudah. ( Menjawab sambil tidak enak ). Bagus. Bagus. Rencananya hari ini akan ada rapat perusahaan. Kamu tahu tidak rasarasanya perusahaan ini sudah menggaji para buruh lebih dari cukup. Bandingkan dengan perusahaan lain. Silahkan. Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua yang hadir dalam rapat perusahaan hari ini. Tentunya semua yang hadir sudah memegang laporan perusahaan akhir-akhir ini. Dan silahkan dibaca. Silahkan. Pertanyaannya. Bagaimana mungkin perusahaan ini sudah mengalami kemerosotan yang begitu dratis. Pemasaran tidak jalan. Sehingga di sana sini tidak ada pemasukan keuntungan sama sekali, kalau begini terus, perusahaan akan bangkrut. Bangkrut. Kalau bangkrut aku akan keluar dan kalian tidak akan aku beri pesangon sama sekali. Aku akan jual perusahaan dan kemudian akan aku inveskan pada perkebunan durian. Di sana aku akan hidup lebih sederhana lagi dan akan bahagia sekali melihat kebun-kebunku. Aku akan membuat pondok rumah yang indah. Dan cucu-cucuku akan aku bawa ke sana semua setiap bulan sekali. Aku akan bahagia. Aku akan beli beberapa kuda terbaik yang ada, akan aku gunakan untuk tunggangan pribadi. Karena istriku sudah meninggal aku akan memohon kepada anak-anak untuk mencarikan istri lagi yang lebih cantik dan sempurna. Ah rasanya hidup akan membahagiakan. TUAN SUNAN EYANG KAKUNG TUAN SUNAN : : : Betul sekali Kung. Dan sekarang calon istri Kakung sudah ada di sini. Apakah kamu tidak bohong. Tidak. Sekarang Tuan Putri sudah ada di kamar Kakung. Sudah menunggu sejak tadi. Sebaiknya Kakung lekas tidur. ( Sambil membimbing EYANG KAKUNG ). Ijah ! Ijah ! IJAH : ( Dari dalam ). Iya Tuan. Ya Tuan. Sebentar !

Tuan Putri ada di dalam. ( Masuk kamar. Kung Tuan Putri sudah menunggu. Jangan brisik. Aha jangan mereka kan gila kekuasaan. dan terus memandangi IJAH ). ( Setelah EYANG KAKUNG dan IJAH masuk. Pasangan keluarga muda ini nampak dengan lagak gaya sok modern ). Seperti Ken Dedes. Hancur semua. Sudah tidur. PAPA MAMA IJAH MAMA PAPA : : : : : Panggil saja Ijah. Eksit ). yang perempuan berwajah bundar. Kasihan Tuan Putri sendirian.159 TUAN SUNAN : Tolong Kakung di antar ke kamar Tuan Putri. EYANG KAKUNG : Ah betapa bahagianya hidup ini. Papa tadi ada barang yang lupa kita beli. Ijah. MAMA : ( Sambil memeriksa barang ). Suruh buatkan Papa kopi. ( Dengan suara mesra. ( Berdiri nampak kesal. Baju itu. Lebih baik cari perempuan cantik yang alamiah. duduk di sofa ). Iya Tuan Putri yang cantik jelita sudah menunggu. Tuan Putri yang cantik jelita tunggu aku sebentar. Jangan lupa buatkan kopi kesukaan Papa. Hancur semua. Ijaaahh. ( Bernyanyi sambi menari-nari. Duduk di sofa nampak capai. Nanti Tuan Putri terbangun. Kosmetik itu. Iya. Kenapa kita lupa. Kakung nyusul tidur ya. cemburu ). Perempuan kalau gila kuasa apa pun akan ia lakukan. Silahkan masuk. Ijah ! Ijah ! Iya ! Sebentar ! ( IJAH muncul ). membawa bawaan barang-barang. Kenangan yang indah. merayu-rayu IJAH. . habis berbelanja. Ah Tuan Putri. Apa si kecil sudah tidur. Kecantikan dan tubuhnya akan ia manfaatkan. Berjalan modar-mandir ). Iya. Menghalalkan segala cara. Jangan-jangan penyakit Kakung sudah menular pada kita. Tunggu jangan tidur duluan. Yang laki-laki tinggi kurus berwajah oval. Abang-abang gendero londo Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit TUAN SUNAN : Iya Kung. pupurnya agak pudar. Papa lupa kan beli piyama. sesekali mencubit pipi IJAH ). Untuk membereskan ini. TUAN SUNAN nampak pikirannya lelah. 3 ( Dua orang pasangan muda masuk. Meletakkan barang-barang di atas meja. Masukkan barang-barang ini. ( Nampak MAMA tidak suka akan sikap PAPA. Aha kenangan masa lalu. Cepat ya. ( Melihat jam ). Semua nampaknya sudah tidur. Kenapa kita menjadi pelupa. Kamu memang anak yang berbudi luhur sama orang tua. Seperti Cleopatra. Terima kasih anakku. Aku doakan kamu mendapatkan istri yang paling cantik sedunia. Iya. Kakung nanti langsung tidur duluan saja.

mengambil buah jeruk. Ibumu sih keras sekali. omongan mereka tidak bersumber pada kebenaran. Tidak apa kan sekali-sekali bersikap mesra sama pembantu. berdiri dan berjalan hilir mudik ). Malu kan. Genit ). Pasti mau. Tapi bagaimana tanggung jawab seorang suami. Begitu saja cemburu. ( MAMA lantas terseyum dan marahmarah ). Nah begitu kan manis. ( Segera pergi sambil membawa barang-barang. Kerjaan Papa juga tidak mesti. PAPA minum kopi. PAPA : Bagaimana kalau kita minta warisan terlebih dahulu. Ya itu masalahnya. MAMA PAPA : : Ayah Ibu saja tidak keberatan kita tinggal di sini. Kata pepatah lebih baik menunjukkan sedikit kebaikan kepada mertua dan jangan tinggal bersamanya. MAMA PAPA MAMA : : : Tidak mau ! Tidak mau ! ( Terdiam sejenak ). Kaku. Ya harus Mama yang ngomong. Seumur hidup yang dikenang dan dibicarakan hanya kejelekan-kejelekan kita saja. Begitu sayang. Jadinya yang diomongkan yang jelek-jelek saja. MAMA : Aku tidak suka Papa menggoda begitu. Sudah jangan bercanda. Daripada menunjukkan kebaikan yang banyak tapi tinggal bersamanya. mengupas ). Penilaian tetangga itulah yang paling berat. Bukan masalah itu. Jagan cemberut. menghempaskan tubuh. Oh senyumnya baru sedikit. Dua setengah. Orang tuaku masih hidup. Tanah warisan itu bisa kita jual untuk beli rumah. Sesekali PAPA tertangkap namun dapat meloloskan diri. matanya tetap nakal ). . Papa kira Ayah Ibu akan setuju melihat kondisi kita seperti ini. Begini saja yang menghadap kita berdua. Sudah mulai tersenyum. Agar mereka merasa kita hargai. Berpikir. Kalau gitu aku hitung tiga kali. Mereka sama sekali tidak mau tahu kondisi kita yang sebenarnya. ( PAPA terus menggoda. PAPA : Ngomong-ngomong kapan kita bisa punya rumah sendiri. IJAH : ( Sambil menghidangkan kopi ). Terus bercanda. Dua. Itu saja. Karena tidak tahu itulah. Kalau ada proyek baru kerja.160 IJAH PAPA : : Iya. Masak terus-terusan numpang di mertua. Masak kita minta warisan terlebih dahulu. Pasti tersenyum. Ha bibirnya mulai tersungging. Lho masih masam. Terjadi kejar-kejaran di ruang. Lalu MAMA meloloskan diri kembali ke sofa. Tapi yang ngomong Papa. MAMA : Selama ini kita tidak pernah nabung. ( Mereka terdiam cukup lama. ( PAPA hanya mengangguk. Tuan. Mereka hanya tahu kalau kita numpang di mertua. Senyumnya dikulum. MAMA PAPA : : Maunya Papa bagaimana. Mama yang bisa merayu. MAMA : Papa nggak salah ngomong toh. Memangnya kita punya uang. Di samping itu tidak enak kan sama tetangga. MAMA PAPA : : Tapi Mama tidak berani ngomong. Mereka hampir berpelukan. Kalau Papa pasti sulit. Papa mau beli rumah. Ini kopinya. Sudah Tuan. PAPA : Sama saja toh nantinya kita juga akan menerima. Karena jika tinggal bersamanya kalau ada kejelekan sedikit saja maka semua kebaikan kita akan hilang. Satu. Sudah. Mulai merekah.

Tapi memang tahun ini. suasana nampak asri. di pinggir teras depan ada tulisan Jl. Gitu mencemooh pekerjaan Mama. dua kursi. MAMA PAPA : : Papa kira. Negara nggak stabil. Enak perusahaan. Papa memang kerja tidak tetap tapi sekali kerja gajinya kan besar tidak seperti Mama. Pemerintah disangsikan bisa ngatasi. Tubir 275. Kerja tidak tetap gitu. bercat putih. Eksit ). Mereka takut dibakar. ( Mereka nampak gembira. Papa menyalahkan kapitalis itu kenapa menghargai tenaga kerja kita sangat rendah. Kita hanya diperas. Seolah habis bertengkar. di teras rumah yang nampak luas. Dijadikan sapi perahan. ada beberapa pot bunga. dan EYANG KAKUNG tidur di kursi panjang. Berdua. Kenapa harus ngoyo-ngoyo kerja keras sedang gajinya kecil. Selamanya kita berdua. Mereka takut didemo. Negara kacau. Selamanya kita bahagia. 4 ( Pagi hari. Berdansa sambil masuk kamar. Mereka takut nggak untung. PAPA : Papa kan sudah bilang keluar saja dari pekerjaan itu. Selamanya kita selalu satu. tempat menyiram air. Papa kerja di proyek jadi kalau ada proyek pasti untungnya besar. Dasar kapitalis. Itu sudah bisa dipastikan. Proyek apa pun seret. MAMA PAPA : : Mereka kan juga kapitalis. Dalam suka dan duka. Papa tidak mencemooh. Di teras ada satu meja. Investor takut menanam modal. Papa mengingatkan kalau kita kerja sama kapitalis siap-siap tenaga kita diperas habishabisan. . Mereka duduk dikursi saling tak peduli ). Berdua selamanya. Papa sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. PAPA dan MAMA masuk dari luar sehabis kerja.161 PAPA MAMA PAPA : : : Ya berdua. Ini salah siapa. ( Sambil dinyanyikan ). Ya sedikit manusiawi gitu lho. Selamanya kita selalu berdua. Nampak wajahnya tegang.

punya kuasa. Ma. Papa ! Mama ! Papa ! Mama ! . ( MAMA dan PAPA nampak saling celingukan. Mama juga nggak habis pikir. Kenapa lagi Kakung tiduran di lantai. Suruh tidur di dalam. Kapitalis kok sosialis. Apalagi masa depan. Tanpa sedikit pun bisa diajak bicara masa kini. Masa-masa kejayaan dulu. Ya sedikit sosialislah. PAPA : Sok tahu ! Memangnya Kakung punya kedudukan. PAPA melihat EYANG KAKUNG ). Bangunkan. Kelihatannya ada yang ingin dikatakan. punya jabatan. Papa saja yang ngomong. Kalian habis kerja kok malah di sini. Kakung terkenang lagi masa lalunya. TUAN SUNAN : ( Duduk di kursi ). Nggak kapitalis namanya. ( Dari arah dalam masuk Tuan Sunan dan Nyonya Sumirah ). Apa itu yang dinamakan post power syndrom. MAMA : Mama yakin. Masak ada. Hidup hanya untuk masa lalu. Masa lalu yang membahagiakan. Nggak laku.162 MAMA PAPA MAMA : : : Kapitalis kok manusiawi. Titik. ( Mengambil senapan ). Pasti Kakung terkenang saat waktu perjuangan dulu. ( Duduk di samping TUAN SUNAN ). Jadi kapitalis yang sosialis. Apa sudah makan. Tidak sosialis dan tidak manusiawi. NYONYA SUMIRAH : MAMA PAPA MAMA PAPA MAMA PAPA : : : : : : Sebenarnya ada apa sih. PAPA : ( Mereka terdiam sejenak. Kapitalis ya kapitalis. Nggak untung. Lebih baik Mama. kenapa seseorang bisa jadi pelupa dan hanya ingat masa lalu saja. seolah ada yang ingin dibicarakan dengan Ayahnya ).

Kami masih segar bugar begini kalian menuntut warisan. Mama yang pingin. Itu bagus. MAMA PAPA MAMA : : : Begini lho. Kami sangat membutuhkan. Perlu warisan itu. Ya sudah kalau pinginnya begitu. Toh kalian masih bisa tinggal di rumah ini. barang yang belum perlu. TUAN SUNAN MAMA PAPA : : : Hak apa ? Kami ingin warisan yang nantinya akan diberikan. Ibu dan Ayah juga tidak keberatan. Yah. T i d a k b i s a. PAPA PAPA : : Tapi kami ingin mandiri dan terpisah Ayah dan Ibu. Toh nanti juga warisan itu akan diberikan pada kami juga.163 TUAN SUNAN : Kalian berdua seperti anak kecil. Permintaan kalian itu tidak wajar. bahkan kuliah kalian nggak kalian selesaikan. Tapi kami perlu uang. beli barang-barang yang mahal. Ada apa sebenarnya. Yah. Iya. Kalian tahu apa artinya warisan. mungkin itu akan menjadi lebih baik bagi kalian. Memang kalian menikah terlalu muda. Papa kan ingin punya rumah. Uang kami tidak cukup untuk beli rumah itu. Jadi kami pingin beli rumah. Tidak usah gengsi. kami minta dulu. Karenanya kami sepakat ingin meminta hak kami pada Ayah Ibu. Sudah ! Sudah ! Kalian tak pernah dewasa. NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . Mestinya kalian sedikit-sedikit bisa menabung untuk masa depan. T i d a k !!!! Kalian dengar. Jangan bisanya cuma foya-foya. Gaya hidup kalian harus diubah. agar bisa membangun keluarga secara mandiri. mungkin itu yang menyebabkan kalian sering tengkar. Silahkan. Tapi sekarang kalian harus lebih dewasa. NYONYA SUMIRAH : Tidak bisa. T i d a k b i s a ! ( Mereka terdiam sejenak ). Rencananya mau beli rumah di mana ? MAMA : Masalahnya kami tidak punya uang.

Sebenarnya ada apa sih. Jangan NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : NYONYA SUMIRAH : . MAWAR : Assalamualaikum. Kakung bagaimana. yang perempuan sedikit menor. ( Memasukkan surat ke tas ). Sebenarnya surat ini hanya ingin memberi tahu Ayah dan Ibu. 5 ( Dua orang remaja membawa tas. Suasana kemudian senyap. Baik-baik saja. yang laki-laki sedikit macho. Sudahlah. Cap kantor pos di sini saja tanggal 10. jadi surat ini dianggap saja tidak pernah ada. Baik-baik. lekas masuk rumah. Ini belum Ibu baca. Suratmu barusan tadi pagi sampai.164 ( MAMA dan PAPA wajahnya nampak sangat kecewa. MAWAR : Gimana Pak Pos sih. TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH saling menarik nafas dalam-dalam ). Apa dia lupa. MAWAR MAWAR TUAN SUNAN : : : Bagaimana keadaan Ayah Ibu. ( Mengambil surat yang ada di meja ). ( Mereka saling bersalam-salaman. Dasar Pak Pos males. ini udah dua minggu aku kirim. ke teras rumah ). Apa isinya sih. Apa surat itu ketlinsut di kantor pos. Sudahlah nanti akan kami beritahu. Walaikumsalam. Masih seperti biasanya. sangat modis. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN MAWAR : : Padahal dia hampir saban hari mampir ke sini. Pokoknya anak kita sudah sampai rumah dengan selamat. nampak NYONYA SUMIRAH tidak suka dengan NOKI ). NYONYA SUMIRAH : Ini bagaimana. Masuk ke halaman. surat sudah sampai kok ditarik kembali. berarti sudah seminggu yang lalu. Bagaimana kuliahmu. ( Mengambil surat ).

Lihat kehidupan kakakmu sekarang. Permasalahan kami pelik.. Tidak seperti selama ini Ayah Ibu merasa bahwa kami masih anak-anak sehingga tidak diperkenankan berpendapat dan memutuskan segala sesuatu secara mandiri. Dan sekarang lihatlah siapa yang membelikan susu kan ? MAWAR : Bagaimana Ayah ? ( Begitu TUAN SUNAN hendak menjawab NYONYA SUMIRAH memotong ). Tidak boleh ada yang membantah keputusan Ibu. memang Ibulah yang paling tidak setuju karena berbagai pertimbangan……. Semua masalah anak-anak Ibulah yang bertanggung jawab. NYONYA SUMIRAH : dan keperluan ponakanmu yang masih bayi itu. NOKI : Maaf Ibu. Ibu tidak ingin mengulang yang kedua kalinya. namun harus Ibu ketahui bahwa tidak setiap keputusan Ibu yang berkaitan dengan Mawar selalu baik buat Mawar. Seandainya tidak terjadi “kecelakaan” itu tentu Ibu tidak mau menikahkan. MAWAR : Terus terang kami sengaja menghadap Ayah Ibu karena ingin membicarakan perihal hubungan kami. NYONYA SUMIRAH : Cukup ! Sekali Ibu tidak setuju selamanya tidak setuju. Ini semua gara-gara menikah terlalu muda. Semua yang memutuskan Ibu.165 terlalu banyak pacaran. Mengenai hubungan kami. Saya harap Ibu sudilah kiranya menganggap kami berdua sudah dewasa. Mawar percaya segala sesuatu keputusan Ibu sebenarnya ingin membahagiakan diri Mawar. Ingat kuliahmu. Kebaikan Ibu dan masa depan kalian. Kalau Ibu sudah memutuskan. Demi nama baik keluarga. Bisa dimengerti. Dan kami tidak mau putus hanya karena paksaan orangtua. tentu demi kebahagiaan anakanak. ( Menyindir mereka berdua ). Seperti hubungan Mawar dengan Noki. Rasanya tidak sesederhana yang Ibu bayangkan. Bukan dia .

Sekarang saatnyalah kami harus berterus terang. Tapi kami telah berjanji di hadapan Allah. tanpa memberitahu Ayah Ibu. Kami adalah suami istri. Putus. Terus terang selama ini kami merahasiakan hubungan kami yang sebenarnya. Sejak di semester satu. Lalu Ibu tetap ingin menjodohkan Mawar dengan Ajiz. Berani-beraninya kau menodai anakku. Kau kira aku tidak tahu NYONYA SUMIRAH : . Ibu harus mengerti permasalahan kami. Ya. Sebenarnya kami telah menikah. Sebelumnya kami minta maaf sama Ayah dan Ibu. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Apa ! Nggak salah Ibu dengar ! Tidak Ibu. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tahu apa yang terbaik untuk anak-anakku. Itu tidak sah. Kurang ajar kamu Noki. Noki benar Ibu. Kami tak ada yang dilibatkan. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Ibu tidak meminta pendapatmu. Akal bulusmu saja. Kau menipu anakku dengan bujuk rayu gombalmu itu. Masalahnya bukannya sah atau tidak sah menurut Ibu. Harap itu dimengerti. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Itu tidak sah. Kami kira Ibu sudah dapat memahaminya apa artinya pernikahan. Berani-beraninya menjamah anakku. Mawar sudah tidak seperti dulu lagi. Meski begitu kalian tetap putus. saat itu pula kami sepakat untuk menikah secara siri. Ibu tidak boleh keras seperti ini. terlebih ada saksinya pula. Ibu harus paham itu.166 NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Di sini Anda tamu. Kami sudah suami istri Ibu. NYONYA SUMIRAH : NOKI : NYONYA SUMIRAH : NOKI : Jadi kalian telah melakukan …………. Apa Ibu tahu apakah Ajiz bisa menerima apa adanya diriku. Ini menyangkut masa depan Mawar. Pastilah semua itu karena akal muslihatmu saja. Karena kami suami istri dan hal itu sudah sah. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Maksudmu ? ( MAWAR mulai terisak ).

Siapa Ayahmu. Biar aku atasi sendiri. Sebaiknya kita bicarakan nanti saja. Ketahuilah anak muda. Kalian berasal dari keluarga rusak. aku tahu persis. siapa yang memperkosa. Kepala keluarga. ( Marah pada TUAN SUNAN ). Ini gara-gara kamu tidak bisa memimpin keluarga. TUAN SUNAN : Katanya kamu sudah bisa mengatasi semuanya. Biar mereka istirahat dulu. Maafkan Ibu. . Kau kira siapa sebenarnya Ibumu. Maafkan Mawar. NOKI : Ketahuilah Ibu. Semua itu benar. Peran apa sebenarnya yang sedang kau lakukan. Bagaimana mungkin kakak ipar memperkosa adik istri sendiri. Tabiat orangtua akan menurun ke anaknya. Tidak bisa. NOKI TUAN SUNAN : : Ibu bicara apa. Salahkan dirimu sendiri yang keras kepala. Ibumu dulu seorang pelacur. Umar. Jadi benar kan kata pepatah anak tidak jauh dari orang tua. bahwa sebelum Mawar berhubungan dengan diriku. ( Terdiam sejenak ). Jadi dalam keluarga Ibu juga mengalir darah bajingan bukan. Maafkan. Rusak semuanya. Dan Ayahmu seorang mantan preman yang kerjanya merampok. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : Mawar ! Katakan semua cerita ini tidak benar. Jangan salahkan aku. tak lain dan tak bukan menantu Ibu sendiri. Tidak benar kan ! ( Menangis tersedu-sedu ).167 sejarah keluargamu. bukan. Sudah tidak usah ikut campur urusan ini. Sebagai orangtua bicaralah yang baik. Mawar ! Katakan semua ini tidak benar. NYONYA SUMIRAH : Bicaramu yang benar. NYONYA SUMIRAH : Biar pikiran tenang. Maafkan Ayah. Semua masalah dapat dipecahkan dengan jernih. apa benar cerita Noki. dia pernah diperkosa. Semua itu benar. Mawar. Suka memaksakan kehendak. Seorang bajingan. Makanya sejak dulu aku tidak setuju hubungan kalian. ( MAWAR mengangguk dan kembali menangis lagi ).

Tapi ketahuilah semua masalah ini yang menyebabkan Ibu sendiri. meja makan memanjang. Titik. PAPA. Aku tidak sudi punya menantu sepertimu. diiringi kesedihan yang menusuk-nusuk. Kekakuan pikiran Ibu dan mau menangnya sendirilah yang menyebabkan ini semua. Suasana agak tegang saling curiga dengan pandangan mata yang ganjil dan mengancam. Rusak semuanya ! Rusak ! Siapa yang kamu anut selama ini. NYONYA SUMIRAH : MAWAR : NYONYA SUMIRAH : Jalan terbaik adalah Mawar putus dengan Noki. Kalau Ibu benar bisa mendidik anak-anak Ibu tak mungkin akan terjadi seperti ini. 6 ( Di ruang makan. NOKI : Baik Ibu. NYONYA SUMIRAH : Kurang ajar ! Keluar ! Keluar ! ( NOKI eksit. Semua ini pastilah gara-gara kamu Noki. Sekarang keluar dari rumahku. EYANG KAKUNG dan TUAN SUNAN. Lampu perlahan meredup hingga gelap. NYONYA SUMIRAH : NOKI : Keluar dari rumah ini ! Tahu apa kamu tentang kehidupan. semua ini karena kehendak berkuasa Ibu yang berlebihan terhadap semua isi rumah ini. Mereka terdiam seperti patung hendak runtuh ). Sambil mulai makan ). Sehingga dirimu begitu hina.168 TUAN SUNAN : Sebaiknya sekarang kita cari jalan keluar terbaik bagi mereka berdua. Jangan sampai merusak masa depan mereka. NYONYA SUMIRAH duduk di kursi yang mengesankan bahwa dia pemimpin keluarga. Siapa Mawar. MAWAR. IJAH sibuk menyiapkan hidangan makan malam. . Keluar ! Keluar ! Baiklah ! Ketahui bahwa Mawar kini tengah mengandung anakku. Di kelilingi MAMA. Benar kata Ayah. Ibu mau membunuh diriku perlahan.

Tingkah laku kalian sudah keterlaluan. Ibu sudah mencarinya tidak ketemu juga. Klambi abang nggo tondo moto. Ini namanya cinta pada pandangan pertama. ( PAPA hanya diam saja dan sesekali menganggukkan kepala. wajah cerah. EYANG KAKUNG kemudian menyanyi dan mendekati MAWAR ). Abang-abang gendero londo. Kekasihku pujaan hatiku. menunduk ). Kau berani melakukan pada adiku sendiri. Kung. . Siapa namanya ? Aku belum kenal. Umar ! Jadi benar kau telah melakukan pada Mawar ? ( PAPA hanya diam saja. Apa mungkin Ijah yang mengambil. Kung ! Ingat ! ( EYANG KAKUNG terus merayu ). Nanti tak kasih hadiah. EYANG KAKUNG : Oh gadisku. ( Pada MAWAR ). Cucu Kakung. Tolong. Sampaikan salamku padanya ya. Ibu juga tidak tahu siapa yang mencuri perhiasan Ibu. Baju merah. ( Terdiam semua ). Kau mengkhianati perkawinan kita. MAWAR : Kung ! Ingat ! Aku Mawar. Baru hari ini aku melihatnya. MAMA : Kau benar-benar tak tahu malu. ( Pada PAPA yang duduk di sebelahnya ). Berarti ada maling di rumah ini.169 NYONYA SUMIRAH : Di rumah ini aku rasa sudah tidak tentram lagi. Dasar mata keranjang. Tolong sampaikan salamku padanya.

Oh klambi abangku. Ayahmu sendiri tidak mampu memimpin keluarga. ( EYANG KAKUNG menurut sambil ngomel klambi abang ). tapi apa yang diperbuat pada Mawar adalah malapetaka keluarga. TUAN SUNAN MAWAR MAMA : : : Tentu saja karena ingin saling menang sendiri. . kau ulangi kesalahan yang dilakukan kakakmu. Dua anakku rasanya juga mengalami nasib yang tidak enak juga. Ada di dalam. kau salah memilih suami. kelihatan baik. Justru mata keranjangnya makin menjadi-jadi. Umar. Oh matahariku. dirasakan dampak kepemimpinanmu yang otoriter. dari Kehendak berkuasa berlebihan itulah sumber malapetaka. Tidak bisa menampilkan trah keluarga yang bisa dibanggakan. anak-anak jadi korban. Kapal ini sudah karam. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Ibu melakukan itu semua karena ingin menyelamatkan keluarga. Nama keluarga sudah tercoreng. Ayo kita ambil. Tabiatmu Mulanya itulah tidak yang menghancurkan tapi semua ini. Ayo ke sana. Semua penghuni tidak ada yang saling mempercayai. Menunggu Kakung. noda hitam yang tak akan terhapus. memang dulu. dan kini kau hamil. Oh menor-menorku. Di dalam kamar. Lastri. Maemnya dihabiskan dulu. Apa dari dulu hingga kini keluarga kita harus menjadi jelaga dalam sejarah.170 NYONYA SUMIRAH : EYANG KAKUNG IJAH : : Kakung ingat Kung. Semua asing. Ada yang ingin memaksakan kehendak sendiri. Kung ! Klambi abang Kakung di dalam kamar. Ijah ! Ijah ! Oh gendero londoku. rupanya terlalu dini menikah. Dan kau Mawar juga mengambil langkah yang salah dalam cara bergaul. Oh kekasihku. Untuk apa dipertahankan. Hidup di rumah ini rasanya asing. NYONYA SUMIRAH : Jadi Ibu tidak tahu bagaimana lagi kita harus menegakkan martabat keluarga.

Tak ada kebaikan yang muncul dari jiwa yang bersih. EYANG KAKUNG : ( Keluar membawa senapan ). Kalau Mawar kini sudah hamil sama Noki apa mungkin kita biarkan bayi itu tidak berayah. Rendah di mata keluarga. Itu semua hanya membuat diri kita rendah di mata Allah. Angkat tangan semua. Seolah dirimu adalah pusat kebenaran. Tidak sebaliknya. karena dalam diri dan kalbu kita sudah dikotori perasaan-perasaan tidak senang dan ingin menang sendiri. Aku menang. Tanpa tahu jalan yang ditempuh benar apa salah. keras. Semua salah kaprah. Pikiranmu itulah yang menyesatkan dirimu. Yang penting ciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Padahal kebenaran jauh dari jangkauan tanganmu. Aku menang. Kalau Ibu masih ingin memimpin keluarga ini. Tunjukkan kebaikan dirimu dengan bercermin dengan luka-luka masa lalu. Atau ingin mundur. tidak mau dikritik dan sewenang-wenang. Jangan hanya mempertahankan keinginankeinginan yang semu saja. membuat diri kita angkuh. ( Semua angkat tangan karena kaget ). Sekarang terserah. Kebaikan yang membuat diri kita tidak berdaya di hadapan Allah. Masa lalu adalah cermin untuk masa depan. Rendah di mata masyarakat. Karena kebenaran dalam hidup hanyalah mengarah pada kebaikan kita semua. Silahkan. NYONYA SUMIRAH : TUAN SUNAN : Apa yang kau tahu dengan kepemimpinan. Ha ha ha ha ha. Karena kita tidak saling percaya pada anggota keluarga sendiri. Aku menang. Kebaikan yang bersumber pada moral dan agama. Buka topi. Si Penguasa akhirnya menyerah juga. ( Pada IJAH ). Ingin berkuasa sendiri. Sesuai keinginan masing-masing. Tidak mau mempercayai orang lain. Tidak mau mendegarkan pendapat orang lain. Semua ini salah kita. . Hadapi kenyataan dengan lapang dada. Topinya dibuka. Dan ambil jalan keluar yang tepat. Ingin bebas sendiri-sendiri.171 Biduk keluarga pecah.

Seorang pencuri masuk dengan baju ninja. masuk kamar NYONYA SUMIRAH. Mereka membuka topi. Dua. mengambil barang. Kita menang. turun perlahan dengan tenang. Hidup kita menang. mengambil barang. ( EYANG KAKUNG dan IJAH masuk kamar. Larut malam. Satu. Ada suara kentongan bertalu-talu. Mereka kalah. Hidup perjuangan. Tiga. Tanda kalah.172 Siap grak. Hidup mereka kalah. Pasukan sudah menyerah. tak peduli pada sekitar. Mereka menyerah. : Balik kanan ! Grak ! Maju jalan. sorot matanya kosong. sesekali berganti ke chanel lain. Lapor komandan. turun dari atas dengan tali yang mengelantung. Satu. tertarik pada jam tangan yang tergeletak di meja dekat sofa ). Kalah komandan. 7 ( Seperti adegan pertama. Jalan apa yang harus ditempuh ). Mereka kalah. seolah sedang memikirkan sesuatu. IJAH EYANG KAKUNG IJAH : Pasukan ! : Siap ! Dua. menghadap penonton. kembali. Dua. Mereka mengaku kalah. Tiga. tak peduli pada yang lain. diam. Mereka menyerah dalam hidup. Merdeka. Belok kiri. Mereka asyik menonton tv sendiri-sendiri. Mereka kalah. perhiasan dan uang. membuka almari. NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN menghadap layar kaca masing-masing. . Kita menang. Grak. Merefleksi diri. Merdeka. sementara meja dan kursi sofa ada di belakang. Eksit. Satu. Yang lagi terdiam dalam kebisuan yang memuncak. Hidup perjuangan. Kita menang dalam hidup. Tiga. Wajah mereka dingin. terpikirkan atas nasib hidupnya masing-masing. Hidup mereka kalah. Hidup kita menang.

Mereka sambil menari berputar-putar dengan kebahagiaan tersendiri. lalu membelai rambut IJAH. disambut EYANG KAKUNG yang gembira bukan main mendengar lagu kesukaannya. Kemudian menari bersama PAPA. mula-mula menari bersama EYANG KAKUNG. mengangkat tangan. Tiba-tiba muncul IJAH dengan pakaian minim. Angkat tangan. IJAH senang dengan pemberian itu. Buka topi ! Buka topi ! ( Maling membuka kerudung. Saling bergandeng tangan. PAPA memberikan kantung berisi perhiasan. ( Maling kaget bukan main. wajahnya terlihat.173 EYANG KAKUNG : ( Dari pintu ). Jangan bergerak ! Aku tembak ! Angkat tangan ! PAPA : ( Menyanyi Tul Jaenak. Sementara itu TUAN SUNAN dan NYONYA SUMIRAH cuek saja pada apa yang terjadi. seronok. PAPA dan IJAH menari mesra sekali. Tul jaenak Jare jatul jaeji Kuntul jare banyak Ndoke bajul kari siji Abang-abang gendero londo . Ikut menari. meletakkan barang curian ). Mereka sudah muak dengan kelakuan EYANG KAKUNG yang selalu mengganggu hidup mereka ). mengundang birahi. hasil curian. lalu mencium tangan PAPA ). PAPA melepaskan semua baju hitamnya.

tiba-tiba suara itu mati. tak terdengar meski penampakan mereka masih menarinari.174 Wetan sitik kuburan mayit Klambi abang nggo tondo moto Wedak pupur nggo golek dhuwit ( NYONYA SUMIRAH dan TUAN SUNAN cuek bukan main. tak jelas suara apa yang terdengar. PAPA dan IJAH perlahan hilang. Sampai puncaknya. Tinggal suara televisi yang makin mengeras. Lampu mulai meredup perlahan hingga hitam kelam. silih berganti. seolah ada chanel yang terputus ). Perlahan dan pasti mereka mengeraskan suara tv. sehingga suara nyanyian EYANG KAKUNG. sahut menyahut. melambung-lambung. *** S E L E S A I . berisik tak terusik. Seolah menggoda kehidupan. kering di telinga.

Permohonan Hijau-Antologi Penyair Jawa Timur 2003. Com bulan Agustus 2002. di mana ia berkenalan dengan teori-teori ilmu sosial.175 BIODATA S. Suara Merdeka. Alamat Jl. Graffiti Imaji-Antologi Cerpen Pendek YMS 2002. perpustakaan di sekolah dasar merupakan pemicu utama kenapa ia akhirnya bergelut di dunia sastra. Surabaya Post. Gelak Esai & Ombak Sajak Anno 2001-Kompas. Lampung Kenangan: Lomba Cipta Puisi Krakatau Award 2002. Dari Negeri Asing-Lomba Cipta Cerpen Forum Lingkar Pena 2002.com Telepon : 0351-457276 Handphone : 08123438854 : . Beberapa karya-karyanya masuk antologi lomba cipta cerpen dan puisi. Para Penari-Lomba Cipta Cerpen Nasional Kota Batu 2002. sejak SD sudah berkenalan dengan bacaan anak majalah Bobo dan Si Kuncung. dan juga banyak disebarluaskan di majalah dan media massa. Semi Finalis Poetry. Surabaya News. Jurnal Puisi. Kemudian melajutkan kuliah di Jurusan Sosiologi FISIP Unair Surabaya. waktu itu ia kesengsem dengan karya-karya. Ki Ageng Pemanahan Blok L 275 Perum Asabri Selo Kanigoro Madiun E-mail : s_yoga5@yahoo. Jawa Pos. Amsal Sebuah Patung-Borobudur Award 1997. Lampung Post. Lomba Cipta Cerpen dan Puisi KOPISISA Purworejo 1998. Y O G A S. Kini bekerja sebagai Fasilitator Kecamatan untuk Program Pengembangan Kecamatan di Madiun Di antaranya karya-karyanya dimuat di Jurnal Cerpen. Solo Pos. Danarto. Iwan Simatupang. Sepuluh Besar Lomba Cipta Cerpen Nasional Bali Post 2002. Suara Karya dan Bali Post. The Jakarta Post. Sinar Harapan. Budi Darma dan Putu Wijaya. Kering Shanira. Horison. Bersama teman-teman SMA tahun 1988 ia pernah membuat antologi cerpen dan puisi. Sewaktu SMA ia telah memilih jurusan Bahasa dan Budaya sehingga banyak mempelajari sastra dan budaya. Radio Jerman. filmnya yang berjudul Ia yang Pergi dan Ia yang Kembali terpilih sebagai film terbaik. Pernah juga mencoba menjadi sutradara film independen bersama temantemannya di @rekfilm Surabaya untuk lomba film di TVRI Surabaya tahun 2002. Yoga dilahirkan di Purworejo Jawa Tengah tahun 70an. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. semasa kecil gemar akan wayang dan ketoprak. Antologi Puisi Indonesia 1997-KSI. Surya.

( Dari dalam ada suara memanggil-manggil ) Noora : Aisyah. Matanya menerawang jauh ke depan. Berhenti Diam. kan ? Lihat. lihat aku telah menemukan beberapa butir peluru yang membuat Bang Yunus terkapar dan mati ? Peluru yang manghadiahkan kematian bagi Bang Yunus saat ulang tahunnya yang ke-25.176 MEREKA TELAH MEMBAKAR MEUNASAH KITA ( Seorang perempuan remaja memakai kruk berjalan tertatih-tatih ke tengah panggung. Aisyah. Dan di Meunasah juga tak pernah diajari apa itu peluru. Yah ? Orang –orang yang berbaju doreng itu ? Katanya. dimana kau ? Hari sudah menjelang maghrib. entah mata-mata siapa. mereka datang hendak membebaskan kita dari penderitaan yang berkepanjangan ini ? Orang-orang itu menuduh Bang Yunus sebagai mata-mata. Noora : . Kemudian dia duduk di tengah panggung. Bagiku waktu sama saja. Penindasan dan kekejaman. untuk apa peluru dan bagaimana cara membunuh dengan peluru. tempat dia menuntut ilmu. Menangis terisak ) Aisyah Emak akan pulang. Mak ? Tapi. atau memang itu sudah tabiat mereka ? Mengapa kita tak pernah merdeka. merdeka itu sebenarnya artinya apa. Mak ? Dan peluru tak mungkin bisa diajak bicara. Tapi mereka siapa. Sebelum dia berangkat di pagi itu menuju Jawa. Mak ? Meraka siapa. Mereka hanya bisa menuduh tanpa alasan yang jelas. Aisyah : Hari sudah menjelang maghrib ? Bagiku hari sama saja.

Kau dimana ? Ada suara anak-anak menyanyi : Bungong jeumpa…. Mereka benar-benar pengecut ! Ada suara anak-anak menyanyi. Hanya darah. Seperti mencari sesuatu. sayup-sayup : Bungong jeumpa. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah tidak wangi.meugah di Aceh Bungong lelebeh.bungong jeumpa. Bukankah darah lebih merah dari bunga mawar mana pun yang tercantik ? Tapi ada kriteria cantik dan tak cantik.. Wanginya pun juga sudah tidak ada meski sisa di angin lalu. ya. Aisyah : Bungong jeumpanya sudah gak ada lagi ( sedih ). Suara ketawa yang nyinyir di antara jerit tangis anakanak Meunasah. Inong sudah tidak wangi. Hanya amis darah. Aisyah menangis.meugah di Aceh Bungong telebeh…bungong telebeh. Anak-anak pun dibunuhi. Mana ada di tanah air ini yang masih wangi.... Mungkin kau akan bosan dengan cerita-cerita . Dan Bu Salehah ? Kau tahu apa yang terjadi dengan Bu Salehah ? Aku tak pernah menceritakan kepadamu. Banyak dan terlalu banyak nestapa ditaburkan di atas tanah ini.indah lagoina Puteh kuneng mejampu mirah Keumang siulah cidah that rupa.. apa ? Suara rentetan bedil yang memberondong anak-anak Meunasah pun bukankah terdengar indah bagi telinga para penembak jahanam itu ? Ya.bungong jeumpa…. aku dengar suara itu. Tanah ini penuh cerita tentang darah dari dahulu. Di bawah pohon bungong jeumpa itu Bang Yunus ditembak mati para pengecut itu. dimana kau ? Tak baik Inong keluyuran maghrib-maghrib.. bungong jeumpanya amis darah..177 Aisyiah.indah lagoina.. Hening. Sampai Cut Nyak Dien pun dikhianati.bungong lelebeh.. Aisyiah. Suara terputus-putus. Aisyah bangkit.

Hari menjelang malam. Aisyah : Dan kesadisan mereka tak memandang siapa. Mengunci pintu rapat-rapat. seperti habis diperkosa dan dibunuh dengan sadis. kita pulang Aisyah. Tak baik kita tetap di sini. Kita tak ingin seperti Malika. harus segera pulang ke rumah. meski gadis cacat seperti Malika. Sambil lirih menyanyikan lagu bungong jeumpa. Aku tak mau binatangbinatang malam jalang itu merusak Meunasah kita. Tak ada yang peduli. Ayo. Ayo. . Sebentar lagi banyak binatang malam yang jahat keluar dari sarangnya.178 pembantaian di tanah kami. Sesaat ) Aisyah : Bagaimana keadaan Meunasah. Aku tak mau. Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang dibunuhi setiap harinya di tanah ini ? Mungkin kau tak tahu berapa jumlah anak-anak yang tak sekolah lagi di tanah penderitaan ini ? Noora : Mainnya jangan jauh-jauh. ( Noora datang mendekati Aisyah. Noora ? Apakah mereka sudah siap mengikuti ujian. Sudahlah. pulang ke rumah. Ayo kita pulang. siapa yang mau peduli pada rakyat kecil seperti kita. Aku mau menjaga Meunasah kita. Noora ? Apakah anak-anak itu. Aisyah. Membelai-belai kepalanya. Aisyah. Memperkosa dan membakar hidup-hidup Bu Salehah. Noora. Noora ? Apa Bu Salehah…. Juga para penguasa itu. Nanti keluargamu kelabakan mencarimu. mereka tetap saja bisa tidur nyenyak padahal rakyatnya berteriak-teriak minta dilindungi. Meunasah itu adalah rumah kita juga. Noora : Sst. yang jenazahnya ditemukan dipinggir kali. Aku tidak mau pulang. Hening. teman-teman kita sudah pada masuk lagi untuk mengaji. Inong. Apalagi kita kaum perempuan. teman sekolah kita.

179 Apakah kita rela jika rumah kita dihancurkan orang lain. Fatimah dan teman-teman kita yang lain. Mereka takut pada gemuruh suara anak-anak mengaji. Ibrahim. Dan ini sebutir peluru yang menghajar pahaku dan membuat kaki satuku pincang. suara anak-anak bersyalawatan. dingin. Mereka tak peduli siapapun. Maka mereka berusaha membakar Meunasah kita dan membunuh kita dan teman-teman kita. Ada jeritan menyayat. darah kering mereka masih ada. Kamu jangan terpengaruh apa kata-kata mereka. . Noora ? Dimana kita bisa berlindung dari hujan. Terdengar lirih anak-anak bersholawatan. anak-anak seperti kita. Karena mereka sudah disiapkan hidup sebagai makhluk yang buas. sengatan matahari. Noora. Lihat pelor-pelor di tanganku ini. mereka tidak peduli bahkan kalau perlu menembaki membunuhi. Aisyah. Semua akan aman-aman saja. Aisyah : Kau jangan bohong. Meunasah itu punya sejarah panjang. Lihat. Laka. aku tak ingin ada yang merampas Meunasah itu apalagi membakarnya ! Noora : Tak ada yang akan membakar Meunasah kita. Percayalah. Tanpa Meunasah kekuatan kita akan lemah dan mudah dibodohi lalu dibunuhi. Hasan. Tapi tiba-tiba terdengar rentetan senapan. Noora. Meunasah adalah juga pusaka kita. Noora. anak-anak berpuisi dari dalam Meunasah itu. Ada isak tangis. Noora ? Dimana kita dan teman-teman kita belajar ? Aku tak ingin. Noora. Para pejuang tanah air ini yang membangunkannya. Yakinlah. sejak jaman kejayaan tanah air ini. Mungkin mereka tak pernah mengalami masa remaja seperti kita dan juga tak pernah punya anak seusia kita. mereka akan menghancurkan Meunasah itu meski yang menghalang-halangi mereka. yang membunuhi siapa saja. Aku tak yakin orang-orang jahat itu akan membiarkan Meunasah itu tetap berdiri. Maryam. Ini yang telah membunuh Bang Yunus. Mereka takut. Sadarlah.

Tubuhnya bergetar. Aisyah tetap panik. Aisyah : Mereka telah membakar Meunasah kita. Tenanglah. Meunasah kita akan dibakar. Meunasah kita akan dibakar. . Noora : Tenanglah. Aisyah panik. Kita harus menolong Bu Salehah dan teman-teman kita. Mereka semuanya membawa bedil dan api. Mereka bersiap menghancurkan Meunasah kita. Noora kewalahan menenangkannya. Noor. Noor. Mereka akan membakar Meunasah kita dan menembaki siapa saja yang bersikeras mempertahankannya.180 Aisyah menutupi kedua telinganya. Mereka biadab. Tak ada yang membakar Meunasah kita. Aisyah ! Aisyah : Mereka sudah datang. kita munafik. Kita pengecut. Noor. Kemudian terdengar gemuruh api membakar. Berlari ke sana ke sini. Sedang kita tak berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Mengapa kita takut mati. Mereka akan membakar Meunasah kita. Noora : Tak ada yang hendak membakar Meunasah kita. Aisyah menangis. dengar derap langkah mereka mulai mendekat. Menjerit. Tenanglah. Mereka akan membakar Meunasah kita. Noora berusaha menenangkan. Aisyah. lihat Meunasah kita masih berdiri megah. Noor. Mereka tak pantas dibunuh dengan cara kejih seperti itu. Sebutlah nama Allah banyak-banyak. Aisyah. Aisyah : Dengar.

aku pun tak rela jika kau melakukannya. Aisyah : Membagi wanginya kepada siapa saja ? Aku tidak mau membagi wanginya kepada orang-orang yang ingin membakar Meunasah kita dan membunuhi orang-orang kampung kita. agar kita bisa memetiknya.181 Noora menenangkan Aisyah. Lenyap. Membelai-belai kepalanya. Membenamkan kepalanya dalam dekapannya. pohon bungong jeumpa di halaman Meunasah kita. Dan untuk Bu Salehah. Bisu. akan selalu merawatnya agar bunganya lebat. agar kita bisa membagi wanginya kepada siapa saja. Cahaya redup. Matanya sayu. lalu aku berikan untuk Bu Salehah dan kubagi-bagikan kepada teman-teman kita agar semua merasakan wanginya. kan ? Noora : Pohon bungong jeumpa itu masih ada. Noor. Penghuni Meunasah itu juga kita akan selalu menjaganya. . yang merupakan pohon bungong jeumpa satu-satunya di kampung kita. Hening. Anak-anak remaja mengusung sebuah keranda. Pohon bungong jeumpa itu masih ada. agar kedua mempelai itu lebih wangi. Kamu jangan khawatir. itu hadiahku untuk acara pernikahan dia. Aisyah bangkit. masih hidup ? Masih ada bunganya ? Beberapa hari yang lalu. Lalu menyenandungkan lagu bungong jeumpa beriringan dengan nyanyian bungong jeumpa yang sayup dinyanyikan anak-anak. Sunyi. agar kita bisa menyuling minyaknya. bunganya mekar lebat-lebat. Aisyah : Noor. Kemudian lagu bungong jeumpa muncul kembali. mendekapnya. Perlahan ada iring-iringan jenazah. Dan akan aku nyanyikan lagu bungong jeumpa sewaktu mereka melangsungkan pernikahan nanti. Lamat-lamat. Aku tidak rela membagi wangi bungong jeumpa kepada mereka. Kemudian Noora memeluk erat tubuh Aisyah kembali. senyap. Aku memetiknya kemudian kusuling menjadi minyak.

Noora ? Bukankah terlalu indah jika atas nama Allah. Aisyah : Tapi hendak membakar Meunasah kita. bahkan anak-anak seperti kita. aku tak rela jika mereka menghanguskan Meunasah juga pohon bungong jeumpa kita. meski hanya ruhnya. tapi remaja-remaja yang punya keberanian mempertahankan kedaulatan negeri ini. sampai darahnya menggenangi terompahnya. Apa artinya peperangan ini. Apa artinya ? Apakah orang-orang tua hanya bisa menyelesaikan dengan jalan kekerasan ? Dan kematian. Jangan menyimpan dendam. Noora meski kita merasa masih remaja. beliau tidak mengumpat. hatta mereka adalah musuh kita. seperti yang dikisahkan pada Hikayat Perang Sabil. Bahkan remaja-remaja pengecut yang bersembunyi di ketiak harta dan narkoba. Aku tak rela. Bukankah Sang Nabi melarang kita untuk mendendam. Lihat ini buktinya. apalagi musuh hendak menghabisi kita. Dan Meunasah kita akan ada yang menjaganya. ataupun menyumpah serapahi manusia-manusia itu. pelor-pelor ini. Aisyah. Noora ! Apa tak cukup kekejaman mereka. Karena kematian akan datang menjemput siapa saja tak memandang usia. Saat bunga-bunga sejati diberikan pada kita. Dan pohon jeumpa itu akan selalu rimbun bunga-bunganya.182 Noora : Aisyah. Jangan-jangan kau pikir remaja-remaja yang hadir adalah remaja-remaja teroris. Kematian lebih pasti meminang kita. meski kita mati dahulu. Kita tak perlu takut pada kematian. ( Kemudian ada seorang anak perempuan berlari tergesa-gesa ) Seorang anak perempuan : . tapi malah beliau mendoakan dengan doa yang indah. bukan. Aku tak rela. yang membunuhi tidak hanya bapak dan ibu-ibu kita. bukankah kebaikan kita untuk siapa saja. Noora. insya Allah. Ketika batu-batu Taif dilemparkan tangan-tangan kasar itu sampai melukai tubuhnya. Noora. Bukankah Sang Nabi juga menyuruh agar kita tidak lari ketika bertemu musuh. akan menaburkan semerbak wangi ke penjuru negeri.

. Aisyah : Sudah kubilang apa.bungong lelebeh indah lagoina puteh kuneng mejampu mirah keumang siulah cidah that rupa… sayup. cepat lari. Depdiknas). Hanya suara rentetan bedil dan api yang menggejolak. Noora menarik-narik tangan Aisyah untuk segera pergi menghindar dari bahaya yang mengancam. Suara Karya. Aisyah terperanjat. Kemudian terdengar sayup nyanyian bungong jeumpa. Juga Meunasah kita. Aktif sebagai Wakil Ketua Forum Lingkar Pena Bogor. Aku tak rela jika Meunasah itu hancur. Elegi Gerimis Pagi (Antologi Cerpen Mini KSI Award 2002).bungong jeumpa meugah di Aceh bungong lelebeh. Yang Dibalut Lumut (Antologi Cerpen Lomba Kreativitas Pemuda 2003. Mereka sama saja. Sampai akhirnya tangan Aisyah lepas dari pegangan Noora dan Aisyah pun bergegas tertatih menyongsong maut. Karya berupa cerpen dan puisi pernah dimuat dalam : Republika. Redup. Aku tak mau mati dalam kepengecutan dan kemunafikkan. Sedangkan Noora mengejar Aisyah sambil kebingungan. alumni Institut Pertanian Bogor. Meunasah itu tak boleh hancur. tapi Aisyah meronta-ronta. 16 Mei 1980. Mereka telah datang hendak menghancurkan kampung kita. Juga Noora..1425 Zakh Syairum Majid ( Surono B Tjasmad ) BIODATA PENULIS Zakh Syairum Majid (Surono B Tjasmad). Bogor. Untuk apa kita berlari dari mereka. Aku tak rela. selamatkan diri kalian. Muli . lahir di Pekalongan.183 Cepat. Tabloid MQ. Aku akan melawan mereka.

. Cerpennya yang bertajuk “Elegi Gerimis Pagi” memenangkan Komunitas Sastra Indonesia Award 2002. Bogor. sedangkan cerpennya yang berjudul “Jejak-Jejak Terhapus Hujan” memenangkan juara III Lomba Cipta Cerpen Kreativitas Pemuda Depdiknas 2003.184 Sikep (Antologi Cerpen Krakatau Award 2003). (0251) 621628 / 081310326178. tinggal di Wisma Dolphin Balebak 32 Balumbangjaya. dll.

185 SITTY NOERBAJA (EPISODE LEPAS DARI BUMI) OLEH ILHAM YUSARDI .

berperan sebagai PEDAGANG PALSU ( SURUHAN DATUK ) Beberapa orang SISWA. . berperan sebagai PENDEKAR LIMA Seorang laki-laki.186 PEMAIN Seorang perempuan muda. berperan sebagai SITTY NOERBAJA Seorang laki-laki muda. I. berperan sebagai BAKHTIAR Seorang laki-laki muda. berperan sebagai DATUK MARINGGIH Seorang laki-laki. berperan sebagai AYAH Seorang laki-laki tua. berperan sebagai SAMSUL BAHRI Seorang laki-laki muda. berperan sebagai ARIFIN Seorang laki-laki paruh baya. berperan sebagai PEDAGANG Seorang laki-laki.

hei. Kalau hidup di akhirat baru mesti dengan iman. ARIFIN : . Resiko untuk melakukan kecurangan di ujian akhir sangat besar.187 PENTAS MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN ATAU HALTE TEMPAT ANAK-ANAK SEKOLAH MENUNGGU JEMPUTAN ATAU ANGKUTAN UMUM. ( SITTY MEMERIKSA SAKUNYA ) SITTY : Ujian tadi baru tahap percobaan. Tertawa sambil makan onde-onde pasti lebih asyik. SEMUA TERTAWA MENDENGARNYA PEDAGANG : Oi ! onde-onde. MEREKA BERCENGKRAMA SEPERTI ADAYANG DIPERDEBATKAN. sesekali jangan. melihat jimat saat ujian tadi kamu bilang pandai. Nah. Ingat. jimat terkembang otak membeku. Betulkan Samsul ? SAMSUL : Kata-kata itu benar. SAMSULBAHRI. bukan cerdik pandai. SITTY : Tapi. Kamunya yang tidak benar. onde-onde mande. Apakah kamu bisa melihat jimat saat ujian akhir yang sebenarnya. apalagi lihat jimat. Bakhtiar ? ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. Yang dilakukan Bakhtiar diwaktu ujian tadi namanya ‘licik pandai’. Usaha maksimal bukannya menghalalkan segala cara. SITTY. Untuk hasil maksimal dibutuhkan usaha yang maksimal. Melihat kiri-kanan saja mungkin dicurigai. DI SEBELAH KIRI TERDAPAT SEBUAH RAMBU-RAMBU YANG MENUNJUKAN TEMPAT PERHENTIAN BUS. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK. BAKHTIAR : Aah. kertas kecil apapun jenisnya pasti akan gagal. SAMSUL : Barangkali Bakhtiar siap dengan resiko. Bertanya tetangga ?. ARIFIN : Kalau saya berpendapat lain. alam terkembang jadikan guru. didiskualifikasi. BAKHTIAR : Yang namanya hidup di dunia tentu harus dengan akal. pandai-pandai. Bisa-bisa berubah pepatah itu. Bakhtiar ? Bukankah itu cara yang licik. DI SITU MANGKAL SEORANG PEDAGANG GEROBAK YANG MENJUAL MAKANAN DAN MINUMAN RINGAN.

dapatlah satu jawabannya.” bantu saya nomor sekian”. pilih satu saja dengan cara menimbang ( MENIRUKAN DENGAN TANGAN ). gunakan pilihan bantuan. Seperti kata petuah : Jalar-menjalar akar benalu Kuat melingkar di batang mangga Kita belajar menuntut ilmu Tabiat buruk tak akan berharga ARIFIN : Tapi bukankah fifty-fifty itu sah saja. sudah... Menurut pendapat saya. Lain halnya dengan cara Bakhtiar yang menurut pendapat saya. dari pada kepala pusing. “Ma rancak iko pado iko. Lebih baik begini. rancak iko” Nah. siapkan kertas kecil untuk sms-sms-an. Tidak bisa juga ! Baru gunakan fifty-fifty.188 Nah.. rileks saja.. Untung-untung betul. tenangkan jiwa.. BAKHTIAR : Jangan tegang.. sama juga bohong Arifin. Lemparkan pada kawan yang mungkin tahu jawabannya. kode tetangga-tetangga sebelah.. Kalau saya.. Kalau mau belajar kejar tayang menghafal buku-buku. kawan. Saatnya siaga satu. SAMSUL : Seminggu kamu bilang masih panjang ? Mana jari tanganmu ? Hitung mundur mulai detik ini. ask the audience... Cukup untuk bersantai menenangkan pikiran... Pertama. Dengar. Pertanyaan yang tidak terjawab oleh kita. urungkan niat. SITTY : Tidak ada gunanya. BAKHTIAR : Fifty-fifty bagaimana ? ARIFIN : Tentukan dua pilihan jawaban yang menurut kamu paling berkemungkinan benar. Bisa-bisa meledak itu kepala. butuh refreshing dulu sebelum menuju gelanggang. BAKHTIAR : Sudah. Kalau dicurigai. Pergi piknik. ? SAMSUL : Alaahh. phone a friends. silahkan coba. Dari dua jawaban tersebut. Batang purut di tepi pagar Ditanam putri anak bangsawan . Gampangkan. Kedua. Kita tentu punya cara masing-masing sebelum bertempur. sekarang lebih baik pulang. Waktu seminggu itu masih panjang.. ARIFIN : Dasar pemalas ! BAKHTIAR : Terserah saja.

O. mau ! Boleh juga. Saya tahu kalau putrimu itu sangat suka onde-onde. Buat nona Sitty. SAMSUL : O.189 Kerontang perut karena lapar Segera pulang mencari makan. selamat berindehoi ! BAKHTIAR DAN ARIFIN KELUAR SETELAH MENGAMBIL BEBERAPA ONDE-ONDE SAMSUL : Cerdik juga dia ! Kamu lapar. Sitty. Ayo.. Kali ini saya kasih bonus dua buah. Sekedar pengganjal perut. SAMSUL MENUJU PEDAGANG SAMSUL : Onde-ondenya. Sitty ? SITTY : (MENGGELENG) SAMSUL : Benar tidak lapar ? SITTY : ( MENGGELENG ) SAMSUL : Bagaimana kalau kita beli onde-onde. benar tidak. begitu. pak ? Kata orang. Dia kan langganan saya. pak. pak ? PEDAGANG : Belum seberapa. Apakah kamu mau jadi pamong terus. Daaah. Ya. Eh. Terima kasih. jadi obat nyamuk bakarnya ? ( ARIFIN MENGIKUTI BAKHTIAR ) Samsul. sepuluh onde-onde baru lima ribu saja.. SITTY : Mau. Kamu pulang bersama saya atau tidak ? Biarlah mereka berdua menggagas masa depan. PEDAGANG : Nah. Masa seharian saya berjualan di sini tidak ada yang beli ? Makanya dari tadi saya tawarkan onde-onde ini. ya. Arifin. Buat tutup mulut kami. Perhatikan juga nasib orang kecil seperti saya. kami duluan. Bayar onde-onde kami ini. hari esok harus lebih baik dari hari ini. Bapak baik sekali. SAMSUL : Berapa. .

SITTY DAN SAMSUL DUDUK MENIKMATI ONDE-ONDE SAMSUL : Sitty. Belakangan ini ayahku sakit-sakitan. Aku sendiri setuju dengan itu. selepas lulus sekolah nanti. Aku sendiri belum tentu. Hehehe . Sam ? SAMSUL : Kata ayahku. kuliah di luar itu butuh biaya besar.. Kalau kamu bagaimana ? SITTY : Baguslah. SITTY : O. sangat baik untukku nantinya. Kalau saya tadi yang beli pasti bonusnya lebih dari dua. bukan ? Banyak perguruan tinggi yang tidak kalah kualitasnya. PEDAGANG : Pintar juga otakmu. Siapa yang tidak bangga bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi . Ayahmu tentu telah menyiapkan semua demi kamu. Dengan kuliah di luar negeri kita bisa mendapatkan ilmu dengan maksimal. Sam ? SAMSUL : Ayahku menyarankan untuk kuliah di luar negeri. Sam.. SITTY : Luar negeri ?! SAMSUL : Iya. Tidak di sini. SITTY : Di sini juga bisa.. SAMSUL KEMBALI KE TEMPAT SITTY SAMSUL : Sitty. O. ini onde-ondenya. kalau saya beli onde-onde bonusnya harus lebih dari dua. Sitty.. ya. rencananya kamu mau melanjutkan kemana. Makanlah.. Dan lagi. SITTY : Kenapa mesti ke luar negeri..190 PEDAGANG : Ya. Sam. Aku tidak mungkin memaksakan keinginanku dalam kondisi seperti ini. harus ! SAMSUL : Kalau begitu besok bapak harus lebih baik.. Apakah ayahmu sudah memikirkannya matang-matang ? . ayahku menyuruhku untuk meneruskan ke perguruan tinggi. Bapak itu memberi bonus buat kamu. Besok.

SAMSUL : Aku tidak ingin jauh dari kamu Sitty. dan tentu akan menjauhkan aku dari kamu Sitty. SITTY : Risau kicaunya si anak balam Ditinggal induknya di pohon jambu Walau tak bisa berjawat tangan Di dalam mimpi kita bertemu. jauh dari keluarga. Apalagi zaman sekarang ini. Jarak dan waktu bisa direkayasa dengan teknologi. SAMSUL : Tetak lontar alaskan padi Peti dibawa dari Palembang Bertemu sebentar bagaikan mimpi Itu membawa hatiku bimbang . entahlah. SITTY : Burung puyuh masuk ke rimba Di dahan jati singgah merapat Meskipun jauh dipelupuk mata Di dalam hati tetapkan dekat. Utara selatan jadi penjuru Timur dan barat jadi pedoman Jika tuan dilanda rindu Dikerat rambut jadikan kenangan. Sam. Selagi masih di bumi ini. SAMSUL : Ombak berdentum di hujan lebat Sampan melaju ke pulau seberang Hendak kemana carikan obat Badan bertemu makanya senang. SITTY : Jauh tidak lagi persoalan. Selain itu sebenarnya aku belum siap untuk merantau terlalu jauh.191 SAMSUL : Ah. Kalau lama tidak ke ladang Tinggilah rumput dari padi Kalau lama tak bisa kupandang Rasa rindu menjadi-jadi. Anak baginda berburu rusa Rusa mati tertembak panah Jika kasih jauh dimata Rasa mati badan sebelah. Jauh dari kampung halaman.

Anak dara bersunting kembang Rupanya elok serta jelita Banyak dara di negeri orang Tidakkah tuan bersimpang mata.192 Bendi dipapah jalan berliku Mengangkut sirih ke tengah pekan Kaki dilangkah terasa kaku Takut kasih berpindah tangan. SAMSUL : Tanam melatai bersusun tangkai Tanam padi satu persatu Jikalau boleh bersusun tangkai . SITTY : Anak Kediri berdagang kain Kain disimpan dalam peti Niat diri tidak pada yang lain Tuan terikat di dalam hati. SITTY : Merah warnanya si bunga mawar Putih suci bunga melati Janji bukan untuk ditawar Kasih hanya dilerai mati SAMSUL : Tanam melati di depan rumah Ubur-ubur berdamping dua Jikalau mati kita bersama Satu kubur kita berdua. SAMSUL : Manis-manis bukannya tebu Manisnya manis si gula jawa Manis tidak sekedar dari rupamu Manis kupandang budi bahasa. Surabaya kota pahlawan Dikenang seluruh anak negeri Sitty Noerbaja yang menawan Tak akan kudapati di luar negeri. SITTY : Ubur-ubur berdamping dua Tanam melati bersusun tangkai Kalau mati kita berdua Jikalau boleh bersusun bangkai.

sudah terlalu larut. Sitty. SITTY : Istirahatlah lagi ayah.193 Daging melebur jadi satu. KELUAR SERAYA MEMBAWA RAMBU-RAMBU YANG TERNYATA BISA DICABUT DENGAN MUDAH. *** II. PEDAGANG MEMPERHATIKAN PERCINTAAN SAMSUL DENGAN SITTY. ANAK PEREMPUANNYA DUDUK DI SEBELAH LAKI-LAKI ITU.!!” ( KEARAH SITTY DAN SAMSUL ) SAMSUL : Hah ! O . Merantaunya masih lama. AYAH : Tidak mudah tidur bagi ayah sekarang ini.. Sitty. PEDAGANG : “Allahuakbar Allahuakbar. SESEKALI MEMIJIT-MIJIT BAHUNYA... Lulus saja juga belum tentu. Dipejam mata tak terpejam Direbah tubuh tak jua senang perasaan. SAMSUL DAN SITTY KELUAR PEDAGANG : Ikat berikat tali kuda Pasang pelana kuda yang putih Hati terikat samanya muda Lupa waktu sebab berkasih Minta daun diberi daun Dalam daun buah bidara Minta pantun diberi pantun Dalam pantun ada cerita PEDAGANG ITU PUN KEMUDIAN MENUTUP DAGANGANNYA........ .. LAKI-LAKI ITU TERBATUK-BATUK SERAYA MENGUSAP-USAP DADANYA MENAHAN SAKIT. Ayo kita pulang... DI RUANGAN SEBUAH RUMAH SEORANG LAKI.LAKI SEPARUH BAYA DUDUK. TANPA DISADARI. Sudah terlalu senja. Nanti orang di rumah marahmarah.

malang tak dapat ditolak. Tidaklah beban jadi rasian Habis daging dihisapnya. dia menolak. Kamu ini seperti orang dulu bilang. bagaimanapun. apa yang ayah pikirkan ? AYAH : Dipintal benang dengan gulungan Biar berpisah pangkal dengan ujungnya Tak kusut pula dalam genggaman.194 SITTY : Apalagi yang ayah pikirkan ? Bukankah ayah pernah bilang pada Sitty. SITTY : Sitty mengerti. untung tak dapat diraih. Sitty. besar juga tetap anak ayah. Mencekik kerongkongan. ayah. Tapi. Ceritakanlah ayah. Hutang-hutang tumbuh melilit pinggang. anakku. AYAH : Kemarin Datuk Maringgih datang ke sini. Tuhan dari atas jua yang menentukan. Tak lain untuk menagih hutang pinjaman dagang yang sudah jatuh tempo. Niat hendak menyekolahkanmu tinggi-tinggi. Jerih peluh usaha niaga kita kali ini telah habis surut. Kalau boleh Sitty tahu. kamu juga tahu. Dengan senang Sitty dengarkan. Cita-cita membumbung langit. ayah. SITTY : Benar ayah. Ayah meminta Datuk menambah jangka waktu yang diberikan. Hutang budi. Sekarang. SITTY : Kalaulah ujung di tangan Sitty. Karena telah melewati batas waktu yang seharusnya. Kecil tak lagi untuk disuruh-suruh. AYAH : ( MENARIK NAFAS ) Berniaga ke tanah Jawa dagang emas dengan budi bahasa. Ayah memintal dari pangkalnya. Kecil Sitty anak ayah. AYAH : Hutang emas dibayar emas. tentulah Sitty takkan berlepas tangan. SITTY : Ah. AYAH : Sitty. Nasib tertoreh di telapak tangan. tentulah dibawa mati. Tapi. biar bertambah isi kepala. kali ini kamu terpegang ujung benang. . Sitty. Ayah tak dapat lagi berbuat apa-apa. Tapi. Besar belumlah dapat ditumpangi. harta ayah hanya tinggal badan sepembawaan ini.

Ayah. Rumah yang satu-satunya inipun hendak disitanya. hutang emas dibayar emas ? Hutang budi dibayar budi ? Tapi. ? AYAH : Sitty. ayah.. Kalaulah susah sama kita pikirkan. SITTY : Tidak. .. ayah.. apa yang bisa Sitty perbuat untuk itu. Sitty belum . ayah. Ah. AYAH : . Jual gabah di tengah pekan. AYAH : ( KEMBALI MENARIK NAFAS. Sitty. SITTY : Maksud ayah. Tiap melangkah terjatuh pula menyentuh tanah. Hutang kita seperti memotong rumput di tengah padang. Seluruh hutang kita padanya.. AYAH : Panjang cerita segelas kopi. Bersilat lidah di perbincangan. Potong dipotong tumbuh jua. Harumnya belumlah melintas pagar.. gabah dibawa dengan bendi. berkecamuk darah dalam dada. Ayah. Datuk ingin mempersuntingmu.. . direntang masa setinggi bulan. ayah !? Datuk Maringgih !? AYAH : Itulah jalan yang ia pintaskan agar terlepas dari segala hutang. Tentu ayah tidak akan memberi tahu kamu. SITTY : Iya. SITTY : ( TERKEJUT ) Dengan Sitty. SITTY : Tapi. Maka. KEMUDIAN MENGGELENGKAN KEPALA ) Daunmu terlalu hijau.. dan tenaga berisi di badan. tidakkah ada jalan lain.. SITTY : Sitty mengerti. nak lapang jua beban di hati. lepaslah hutang yang selilit pinggang. Dan itupun belum juga akan menutupi hutang kita Sitty. ayah ? AYAH : Kalaulah umur ayah masih panjang. berbunga belum. lain dengan Datuk Maringgih. Bunganya menjulang menyentuh lutut. Sitty paham. Berputik sudah..195 Sehingga bunganya sudah berlipat ganda. tidak berguna pepatah demikian.

Sitty. sabar. Sebentar lagi. Berlebih semata ditentang dengan pikiran. Sekolah bubar pukul setengah enam. O. belum Tuan. Selepas kamu lulus sekolah nanti.. PEDAGANG : Berarti Tuan ini keluarganya Sitty. bolehkah Sitty mohon diri Ayah ? Sudah berat kelopak mata. *** III. PEDAGANG MENUNGGU ANAK-ANAK PULANG SEKOLAH. SITTY KELUAR MENINGGALKAN AYAHNYA. Sitty Noerbaja gadis. Seorang gadis cantik akan memborong onde-onde ini. apa Tuan menunggu Sitty Noerbaja ? DATUK : Ya. Ya. kakeknya barangkali ? . Gadis manis. Sabar. DATUK : Sitty Noerbaja ?! PEDAGANG : Tepat sekali. Mungkin sebentar lagi. Ayah paham kalau kamu belum punya timbangan yang kuat. Lihat. baru sedikit lewatnya. ayah istirahatlah dahulu. JUBIR SEKALIGUS PENGAWALNYA.196 Sitty. PENTAS KEMBALI MENGGAMBARKAN SESUDUT JALAN. semanis tebu. DATUK : Sudah keluar anak sekolah itu ? PEDAGANG : O.. Eh. suka onde-onde. SITTY : ( TERDIAM LAMA SEPERTI BERPIKIR ) Ayah. Silahkan dicoba. DATUK MARINGGIH MASUK BERSAMA PENDEKAR LIMA—ASISTEN. setengahnya saja. Baru pukul lima lewat sedikit. Saya menjemputnya.. Dan saya punya onde-onde. Silahkan duduk dulu. Santai dulu. Dia bilang onde-onde lebih hebat dari makanan import manapun. LAMPU MENYURUT. Kalau tidak percaya lihat saja nanti. Datuk Maringgih hendak menjatuhkan hari. Timbangan yang bagus tidak berat sebelah. enak rasanya. MELIHAT ARLOJI ). Coba lihat arlojinya ( MENARIK TANGAN DATUK.

Nah. Datuk. manis di dalamnya. muda foyafoya.. Lihat saya. DATUK : Siapa laki-laki itu ? Hah ! Samsul Bahri.197 PENDEKAR LIMA : Heh ! Jangan asal bicara ya ! PEDAGANG : Bapaknya ? PENDEKAR LIMA : Datuk ini bukan bapaknya. Anak Sutan Mahmud. Tapi ke sini untuk menjemput Sitty. Mau bapak. bapak tidak. Lembut di luarnya. sekedar informasi. seperti onde-onde.. Tapi ingat. Sitty bergandengan Datuk. berarti Tuan ini sopir pribadinya nona Sitty. Tapi. PEDAGANG : O. Bagi saya. Kecil bahagia. Sitty berarti onde-onde.. . Lama sekali keluarnya.. SAMSUL . kek. paman juga salah. Sudah melekat-lekat pula ia dengan Sitty. PENDEKAR LIMA : Hei ! Mau kakek.. Cuma pakai akal-akalan. Zaman saya sekolah tidak terlalu penting. mati masuk. Anak sekolah keluar seperti kambing lepas dari kandang. Apa urusanmu ! Urus saja onde-ondemu itu. Dia ramah sekali. pamannya begitu ? PENDEKAR LIMA : Huhh ! Tidak kata saya ! PEDAGANG : Kakek bukan. kek. Oke. PENDEKAR LIMA : Itu dia.. Maafkan saya. DATUK : ( KEPADA PENDEKAR LIMA ) Coba kau lihat kesana. Apa yang mereka perbuat di sekolah itu. tidak perlu sekolah tinggitinggi untuk bisa hidup sejahtera. Mesra sekali mereka. Tidak akan saya urus lagi. tua sejahtera. Ya.. kek. BAHKTIAR DAN ARIFIN MASUK. oke.. Menuju kesini. DATUK : Bergandengan ! Dengan siapa !? PENDEKAR LIMA : Dengan laki-laki. bukan urusan saya. PEDAGANG : Jadi. Mau paman. SITTY.

( MENARIK TANGAN SITTY ) SAMSUL : Ada apa ini Datuk ? PENDEKAR LIMA : Bukan urusan kamu ! SAMSUL : Ini jadi urusan saya. ya ? BACHTIAR : . PENDEKAR LIMA : Oi. ! SITTY : Tenang Sam. Mari. eh. Saya mau bicara sebentar dengan Tuan Datuk. Sitty. PENDEKAR LIMA : Nah. mencari angin segar sambil makan rujak atau jagung bakar. kamu dengar tidak ? Sitty menyuruhmu pergi dari sini. Jadi segala apapun urusan dengan Datuk harus melalui saya. mari. DATUK : Selamat sore Sitty. Ini urusan saya. bersalaman dengan Datuk harus melalui saya. Niat di hati hendak menjemputmu. saya mohon pengertian kamu. urus saja dirimu sendiri. Tunggu apalagi. O. SITTY : Ah. Pulanglah dulu bersama Bachtiar dan Arifin. Sedari tadi saya menunggu. Setelah itu kita ke plaza mencari oleh-oleh untuk ayahmu. kalau tidak mau berurusan panjang dengan saya ! SAMSUL : Tapi jangan main . Mmmh .. sekaligus pengawal pribadi Datuk... jubir.. Saya asisten. Mobil sudah saya persiapkan. Kamu. Datuk !? DATUK : Ayo Sitty..198 SAMSUL : Tuan Datuk Maringgih rupanya. menunggu kena usir.. SAMSUL : Tapi. Bagaimana kalau kita ke tepi laut. SITTY : Sam. ( MENGULURKAN TANGAN HENDAK BERSALAMAN TAPI TIDAK DIBALAS OLEH DATUK ) PENDEKAR LIMA : Oh. kita berkeliling menikmati senja yang menarik ini.

199 Enak saja main usir. kami duluan. Tentu kau mengerti Sitty. Tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan. SITTY : . BACHTIAR DAN ARIFIN PERGI DENGAN KESAL. Sitty. Turuti sajalah. Datuk akan membuat hariharimu bahagia. Ayo. DATUK : Ah. Mundur. op. PENDEKAR LIMA : Kamu juga mau turut campur urusan ini. akan menjemputmu. PENDEKAR LIMA : Ah. kau kan bukan lagi anak kecil yang tidak bisa menentukan langkahmu sendiri. alangkah menyenangkan kita bertemu setiap saat. Ini bukan hitungan matematik. ya ? Mau tahu prosedur berurusan dengan saya ? ARIFIN : Op. SITTY : Datuk. tidak siapa-siapa. Mulai hari ini saya. Sebagai seorang calon induk berasku. tidak usah pakai menolak segala. Menurut pendapat saya lebih baik kita mengalah. tentu Tuan lebih paham dunia ini. semua sudah saya perhitungkan dengan ayahmu. Apa maksud Datuk menjemput saya ? DATUK : Saya bermaksud baik Sitty. aku. Ini tempat umum tahu. DATUK : Sitty. Jaga diri baik-baik. Sitty. Biar kita merasa dekat. Bukan begitu hendaknya ? SITTY : Siapa yang menyuruh Datuk melakukannya ? DATUK : O. DATUK : Saya tidak menyuruhmu bicara ! SITTY : Datuk. Tuan. Datuk. SITTY : Tuan Datuk. Ini aku lakukan tulus dan murni dari hati nuraniku sendiri. op. eh. Sudah tujuh belas tahun. Sebagai seorang yang jauh lebih dewasa. Saya tidak pernah meminta untuk dijemput. SAMSUL.

Alangkah bagusnya Datuk mencari perempuan yang lebih dari saya. Untuk bunganya saja itu pun belum cukup. Saya belum berpikir melangkah sejauh ini. Tuan. kamu keberatan dengan aku Sitty ? SITTY : Maafkan saya Tuan Datuk. DATUK : Saya tidak main-main Sitty. atau kamu jadi pekerja . Saya akan berusaha.. Berilah saya kesempatan. Ayahmu sudah mulai bicara sendiri memikirkannya. kamu perempuan. Lebih baik kau bayar lunas dengan . Apalagi. Kerja di kantor ? Di Bank ? Jangan mimpi Sitty. saya berharap Datuk sabar.. PENDEKAR LIMA : Heh ! Mau kerja apa kamu Sitty ? Tidak gampang mencari pekerjaan di jaman sekarang ini. Lebih pantas. PENDEKAR LIMA : Tidak tahu diuntung pula kau rupanya. Apakah kamu senang melihat ayahmu sakit-sakitan memikirkan. bekerja mencari uang untuk membayarnya. dan kasur. DATUK : Apalagi yang kamu cari setamat sekolah ini. Hendaklah Tuan berpikir baik. Jadi. Sitty ? Lebih baik lakukan langkah besar. SITTY : Tuan. Hutang ayahmu dengan Datuk sudah terlalu banyak... SITTY : ( MENAHAN AMARAH ) Saya tidak bicara demikian Tuan-tuan. Bukankah perempuan itu hanya . SITTY : Tentang hutang Ayah saya pada Datuk.. dan juga baik untuk saya.. lebih pas menjalankan hidup dengan Datuk. Tunggu saya menyelesaikan sekolah saya dulu.200 Jalan saya masih panjang Datuk. DATUK : Pendekar Lima. Ingat. SITTY : Hutang emas dibayar emas. Sitty. PENDEKAR LIMA : . barangkali kamu bisa jadi babu. buruh kasar. PENDEKAR LIMA : Ini sudah yang terbaik Datuk lakukan untuk kamu dan Ayahmu. Saya tidak suruh kamu bicara. Baik untuk Tuan. dapur. sumur. Mau dibayar dengan apa lagi ? Ayahmu sudah menjual seluruh perusahaan dagangnya. Diam saja di sana. O. pekerja seks komersil.

PENDEKAR LIMA : Jangan bersilat lidah. Niat baik Datuk tidak akan ada yang menghalangi.. PENDEKAR LIMA : Nah. Tidak akan saya lupakan. keinginan Datuk terhadap saya. apalagi mempermainkan saya. tunggu apa lagi ? SITTY : Namun. DATUK : Baik. Maafkan atas kelancangan saya. Tuan. siapa yang pantas ? PENDEKAR LIMA : Samsul Bahri tentu telah mempengaruhi otaknya. Terserah ! Saya tunggu keputusanmu. Sitty ! Silahkan kamu berpikir baik-baik sekarang. Bahkan terlalu baik. Saya mohon diri dulu. Tuan. bahwa Datuk adalah seorang yang baik. Jadi kamu menolak saya ? Saya tidak pantas untuk kamu. DATUK : Hhh. SITTY : Cukup Tuan.201 Jadi kau kemanakan perbuatan baik Datuk selama ini pada ayahmu ? SITTY : Saya akan selalu mengingatnya. apakah baik buat saya ? PENDEKAR LIMA : Jelas sangat baik. Kalau Tuhan berkeinginan lain.. Jangan bermain-main. Persoalan ini hanya antara keluarga saya dengan tuan Datuk.. Saya pulang. SITTY KELUAR PENDEKAR LIMA : . SITTY : Sekali lagi. Samsul tidak tahu apa-apa dengan masalah ini. begitu ? Lalu. Sejak kapan kau berhubungan dengan dia ? Sudah sejauh mana ? Jangan-jangan kau telah melakukan. Baik untuk kamu serta ayahmu.. saya mohon maaf dan berharap Tuan mengerti. Sitty. Tuan. SITTY : Tidak baik menyangkut – pautkan persoalan ini dengan orang lain.. SITTY : Belum tentu. tidaklah boleh mendahului yang di atas. baik.

PEDAGANG : Eh. apakah setelah ini dilakukan Sitty akan mau dengan Datuk ? Tentu dia akan tambah sulit didekati..... bagus. Goblok ! Sekarang gunakan otakmu. DATUK : Mmmh. PENDEKAR LIMA : O. PENDEKAR MENGANGGUK-ANGGUK ) PENDEKAR LIMA : Ide yang usul. Tapi. Kenapa Sitty pula yang dijadikan sasaran. Begini ( BEBICARA PELAN DENGAN DATUK. Rejeki saya jadi hilang begitu saja. DATUK : Tapi bagaimana ? PENDEKAR LIMA : Begini Datuk. biasalah. Pembicaraan tadi itu. PENDEKAR LIMA : Ah. Lebih baik langsung Sitty saja. Hehehe . bagaimana caranya. PENDEKAR LIMA MENDEKATI PEDAGANG. Kelihatan serius sekali pembicaraan tuan-tuan dengan Nona Sitty. Sekarang gunakan bibirmu itu kesana. DATUK : Kamu gila ya ! Tujuan saya itu jelas-jelas Sitty. Pendekar. Tuan. Sehingga Ia tidak sempat menikmati onde-onde saya. PEDAGANG : Tuan mengajak Sitty main film ? Dia menolaknya ? PENDEKAR LIMA : . pendekar. Tapi dia masih ragu. Baik.202 Keras kepala juga dia ! DATUK : Keras hati. Tapi dia bukan masalah yang besar. Kami ini memiliki sebuah Production House yang sedang menggarap sebuah film baru.onde-ondenya enak sekali. PENDEKAR LIMA : Keras hatinya pada Samsul Bahri. Samsul Bahri !? Tampaknya dia akan menjadi batu sandungan bagi langkah saya. Datuk. Pikir-pikir dulu katanya ( MEMAKAN SEBUAH ONDE-ONDE ) Mmmh. SESEKALI MENUNJUK KE ARAH PEDAGANG ) DATUK : Bagus.. kami menawarkan sebuah peran pada Sitty Noerbaja. ke sini ! ( MEMBISIKAN SESUATU.

Belum. Memang apa judul filmnya ? PENDEKAR LIMA : Mmmh. Kami membutuhkan gerobak Anda ini untuk setting sebuah adegan di film kami nantinya.. Sitty belum memutuskannya tadi. Jadi saya cuma pakai gerobaknya saja. Film ini akan memperlihatkan bahwa tidak ada apa-apa dengan cinta. Bagaimana ? Mau tidak ? Kami hargai ( MEMBERI PENJELASAN DENGAN TANGAN SAMBIL BERBISIK ). pengambilan gambar pertamanya akan dilakukan di sini.. Sayanya tidak. PEDAGANG : ..203 O. ( MEMATUT-MATUT GEROBAK PEDAGANG ) Selain dengan Sitty. Itu akan merusak citra film ini di mata penonton nantinya. “Tidak Ada Apa-apa Dengan Cinta”. sepertinya kita juga bisa berkerjasama. masa cuma gerobaknya saja. PENDEKAR LIMA : Karena itulah kami memberikan peran ini pada dia. PENDEKAR LIMA : Sayang. Sitty akan memainkan tokoh utamanya yang sedang menunggu kekasihnya sambil makan onde-onde. Saya ini kan sudah biasa melakukan adegan yang Tuan inginkan. PEDAGANG : Bekerjasama ? Tuan membutuhkan saya untuk main film ? PENDEKAR LIMA : Ya. dikasih peran. Sitty pasti senang dengan saya sebagai lawan mainnya. cocok sekali dengan hobinya. lain dari yang lain. PEDAGANG : Makan onde-onde ? Wah. PEDAGANG : Aah. PEDAGANG : Lho ! Kok pakai kata ‘tidak’ ? PENDEKAR LIMA : Di situlah nilai jual film ini. PEDAGANG : Semestinya saya juga diajak. Nah. Persetan dengan yang namanya cinta. wajah Anda itu tidak Kameragenik PEDAGANG : Apa maksudnya ? PENDEKAR LIMA : Wajah Anda itu tidak menarik jika dishoot dengan kamera.

.. Mmh. Dua kali lipat. Tidak percuma kau kuangkat jadi jubir. SEORANG PEDAGANG PALSU SURUHAN PENDEKAR LIMA TELAH SIAP DI TEMPAT ITU.. nona pasti Sitty Noerbaja.. . SITTY MASUK. IA MONDAR-MANDIR MENUNGGU ANAK-ANAK SEKOLAH KELUAR. Pendekar ? PENDEKAR LIMA : Beres. Datuk. Cuma persoalan nilai kontrak. Apalagi untuk sebuah adegan penting. Nona Sitty belum memastikan dirinya untuk.. ( MENUJU DATUK ) DATUK : Bagaimana. pasti Sitty tidak akan sanggup menolaknya.204 Ah. Nanti akan kami hubungi lagi dia. Oh. PENDEKAR LIMA : Tenang... bibirmu tak kalah cepatnya dengan otakmu. Sitty ( SERAYA MENERAWANG ). HERAN MELIHAT PEDAGANG ITU. PENDEKAR LIMA : O. Semua sudah saya persiapkan DATUK : Bagus. cuma segitu ? Biasanya seorang produser itu sangat royal. bagaimana ? PEDAGANG : Nah. Kerjasama disepakati. PEDAGANG PALSU : O. begitu. Setelah Samsul dibereskan. Itu bukan urusan kamu. Dengan nilai yang lebih tinggi. tidak ada lagi halangan bagi saya menuju Sitty.. *** IV. sesudah pengambilan gambar adegan ini akan saya tambah... Tapi. PENDEKAR LIMA : ( HENDAK BERBALIK KE TEMPAT DATUK ) Apa lagi !? PEDAGANG : Tadi kata Tuan.

Saya ini di. PEDAGANG PALSU : Saya ini. Ada perlu apa bapak dengan Samsul ? PEDAGANG PALSU : Begini... Pokoknya anu. SITTY : Ada apa... teman Nona yang bernama Samsul itu . SITTY : O.. SITTY : Pak Amat ? .. maksud saya.. saya diminta untuk menggantikannya. PEDAGANG PALSU : Nah. Berhubungan si Amatnya ada urusan ke situ... SITTY : Memangnya siapa yang berpesan ? PEDAGANG PALSU : Si itu.tidak bisa.... Tidak tahu saya. Ini juga penting Nona. lebih baik saya yang menjual-jual dagangannya hari ini. si anu.. PEDAGANG PALSU : Ooo. Yang penting bagi saya itu.. Sebentar lagi..... maksud saya tidak usah. maksud saya ada sesuatu yang akan saya. betul... maksud saya daripada merugi.. maksud saya. Katanya dia ada. Biar saya saja...kampung isterinya itu... SITTY : Maksud bapak ada yang ingin bapak sampaikan pada Samsul ? Katakan saja pada saya. maksud saya ke.. Seperti yang Nona maksudkan tadi. nanti saya sampaikan pada Samsul... anu.. Dia belum keluar.. Penting ! SITTY : Maksud bapak urusan penting.. Tapi bapak ini siapa ? Biasanya kan pak Amat yang berjualan dengan gerobak ini.205 SITTY : Betul.. entahlah..... Saya biasa menunggunya di sini. maksud saya. Pak ? PEDAGANG PALSU : Ah. saya ini saudara dari isterinya si Amat yang biasanya berjualan di sini. Daripada tidak untung. Samsul Bahri.Eh. si anu..

.. seharusnya saya bilang begitu. KEMUDIAN IA MEMAKAN SATU BUAH ONDE-ONDE. ini uangnya. Ini saya lakukan karena uang... PEDAGANG PALSU : Tapi ini tidak untuk. Seharusnya Samsul.. Saya beli onde-ondenya. seperti yang disuruhkan pada saya. enak. SITTY : O. Tapi gulanya terlalu manis dari yang biasa. PEDAGANG PALSU : ( KESAMPING ) Aduh ! Celaka saya. SITTY : Nah.206 PEDAGANG PALSU : Iya. Hehehe. PEDAGANG PALSU : Ha! Onde-onde ? Nona Sitty membeli onde-onde ini untuk siapa ? SITTY : Ya buat saya... begitu ? Apa bapak tidak mau uang ? PEDAGANG PALSU : Uang ! Mau saya.. SITTY DUDUK MELEPAS LELAH .. tidak untuk dijual. SITTY : Pak. SITTY MENGAMBIL BEBERAPA BUAH ONDE-ONDE DARI GEROBAKNYA..... kenapa ? PEDAGANG PALSU : Ditelan ? SITTY : ( MENGANGGUK ) PEDAGANG PALSU : Enak ? SITTY : Mmm. Nona memakannya ? ( PADA SITTY ) SITTY : Iya. ya.. Ini uangnya. SEMENTARA PEDAGANG PALSU ITU MENUNGGU SAMSUL. ( MEMAKAN SEBUAH LAGI ) .

Aduh. Susternya menyuntik saya disini ( MENUNJUK BAGIAN PAHANYA ) Sakit. Saya akan jadi pusing. DATUK : Bagaimana ? PEDAGANG PALSU : Wah. saya tak dapat uang. Saya tidak boleh makan yang manis-manis. Aduh. Tidak.TERKAPAR ) Saya ini belum ingin mati. MEREKA KELUAR MEMBOPONG TUBUH SITTY. BAKHTIAR DAN ARIFIN MASUK SAMSUL : Sitty !? BAKHTIAR : Sitty kenapa !? ARIFIN : Ada apa dengan Sitty !? SAMSUL : Hah ! Tidak usah bertanya lagi.207 PEDAGANG PALSU : Yang itu ? SITTY : Sama saja. Saya jadi terbatuk-batuk. Pernah saya pusing sekali gara-gara makan dodol yang juga sama manisnya dengan onde-onde. Aduh. celaka ! Sitty ! . Kata anak saya. Kalau tidak. tidak ! Saya tidak suka onde-onde. Ia akan tambah pusing melihat saya. Puskesmas. celaka. nona ini ( MENDEKATKAN TANGAN PADA HIDUNG SITTY ) Haa ! Tidak ada anginnya. seharusnya Samsul. Aduh. Kalau tidak. Nona. nafas saya sesak sekali ( SITTY MEMEGANG DADANYA KARENA SESAK NAFAS ) Hampir-hampir saya tidak kuat lagi. Onde-onde itu manis. Nona takut mati ? ( MENOLEH KEPADA SITTY ) Nona ? Nona ! Bangun nona. kepala sakit dan masuk angin. kalau orang-orang datang hancur saya. Tapi. DARI ARAH LAIN DATUK MARINGGIH DAN PENDEKAR LIMA MASUK. anak saya akan marah. puskesmas itu kependekan dari. bagaimana ini !?. bangun. Wah. ( SITTY MEMEGANG KEPALANYA SEPERTI KESAKITAN ) Nah. Ia akan kasak-kusuk mencarikan saya obat. pusing. ( MENYODORKAN ONDE-ONDE ) PEDAGANG PALSU : O. saya akan batuk-batuk. Saya ingin hidup seribu tahun lagi. Bapak ini kenapa ? Kalau bapak mau silahkan coba saja. Kalau saya makan.( SITTY SUDAH TERDIAM BEGITU SAJA. saya bisa mati. Untung anak saya segera membawa saya ke Puskesmas. setelah itu saya bisa sembuh. puskesmas ! Tolong ! Tolong ! Ah. SAMSUL. Bawa ke rumah sakit. Cepat angkat.

tidak perlu lagi saat ini. percuma semuanya ! PENDEKAR LIMA : Ini kesalahan teknis. kami tunggu di sini ! PEDAGANG PALSU KELUAR MELIHAT SITTY DATUK : Haahhh ! Kenapa bisa jadi seperti ini ? Kacau ! Yang saya perintahkan bunuh Samsul Bahri. Sekarang Sitty diangkut ke.208 DATUK : Kenapa Sitty ? PEDAGANG PALSU : Onde-onde. Datuk. DATUK : Ini kesalahan kamu ! Menyuruh orang yang tidak bisa diandalkan ! Apa tidak ada yang lebih punya akal ! PENDEKAR LIMA : Kalau orang berakal mungkin tidak mau melakukannya.. Kalau Sitty mati. DATUK : Mati atau tidak. PENDEKAR LIMA : Kita tunggu laporan dari orang tadi dulu Datuk. DATUK : Untuk apa lagi ? PENDEKAR LIMA : Mengetahui keadaan Sitty. Kalau saya katakan ada racunnya tidak mungkin. Sekaranglah waktu yang tepat untuk menghindar. Mau apa lagi. Apa yang harus kita lakukan ? Kita dalam keadaan bahaya. ia mati atau tidak. Hendak ke mana tuan-tuan ? . Kasus ini pasti diusut. Ternyata langkah saya tak kurang dan tak jua lebih. Sudah saya larang. PENDEKAR LIMA : Diangkut ke rumah sakit ? Cepat bapak lihat kondisinya ! Segera balik. maksud saya Sitty makan onde-ondenya. tapi ia terus saja. Sebaiknya kita pergi dari sini. Ayo ! LANGKAH DATUK TERHENTI KARENA SAMSUL DATANG. DATUK : Sudah! Jangan mencari alasan lagi. SAMSUL : O. Datuk..

SAMSUL : Maksud bapak ? PEDAGANG PALSU : Aduh. DATUK : Jangan asal tuduh ! Kamu ingin mencemarkan nama baik saya. Datuk ! SAMSUL : Datuk hendak meracuni saya agar Sitty bisa jatuh ke tangan Datuk ? Terlalu sempit jalan pikiran datuk. ARIFIN : Sitty sudah mendahului kita. sekarang kau harus me. PEDAGANG .. Samsul Bahrinya tidak ada. Zaman sudah bertukar. ya ! Begitu ? Sitty sekarang dalam keadan koma. Dokter telah mengetahui penyebabnya. satu juta katanya. Maksud saya orang itu ( MENUNJUK PENDEKAR LIMA ) SAMSUL : Berapa bapak dibayarnya ? PEDAGANG PALSU : Tadi saya dikasihnya uang segini ( HENDAK MENGELUARKAN SELURUH ISI SAKUNYA ). ARIFIN MASUK DENGAN RAUT MUKA TEGANG BERCAMPUR TANGIS. ya !? PENDEKAR LIMA : Oi.. Tidak ada alasan untuk tidak menuduh Datuk sebagai dalangnya. Datuk ! Nah. ini sudah tiga kali saya jelaskan pada kalian ! BAKHTIAR : Jadi tidak usah berkelit lagi dari kami. Janjinya saya akan dikasih uang banyak. Jadi saya mau... Situ. Tidak semua orang bisa Datuk bodoh-bodohi. Tapi Nona Sitty membeli onde-onde itu dan mengasih saya uang.209 Tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya.. Perintah cuma menyerahkan onde-onde itu pada Samsul Bahri. anak muda. Apakah kau punya bukti otentik kalau bicara !? SAMSUL : Bukti ? ( MENGODE DENGAN TEPUKAN TANGAN ) BAKHTIAR MASUK MEMBAWA PEDAGANG PALSU SAMSUL : Siapa yang menyuruh bapak untuk meracuni Sitty ? ( KEPADA PALSU ) PEDAGANG PALSU : Itu.

SEDANGKAN DATUK MARINGGIH TEWAS DIKEROYOK SISWA DENGAN BATU.. saatnya perhitungan terakhir.dst.” “Ini. “Bagi saya. “Samsul !?” KAWAN SAMSUL MENGANGKAT TUBUH SAMSUL KELUAR. *** V. . Hajar !” “Kubunuh kau. IA TENGAH BERBICARA SEORANG DIRI. MEREKA LANGSUNG MENYERANG SEHINGGA TERJADI TAWURAN. anak ingusan !” “Ayo.. PENDEKAR LIMA DAN PEDAGANG PALSU MELARIKAN DIRI. Datuk !” “Ekstrakurikuler !” DALAM PERISTIWA TAWURAN ITU SAMSUL BAHRI TEWAS TERTUSUK BELATI OLEH DATUK.kembalilah Sitty. DI SUDUT JALAN BEBERAPA HARI KEMUDIAN. pak tua !” “Beraninya keroyokan !” “Sudah biasa.210 SEMUA : Sitty !? SAMSUL : Gaek keparat ! ( HENDAK MENYERANG DATUK ) DATUK : Lari ! PENDEKAR LIMA : Kita hadapi saja. SEORANG LAKI-LAKI BERPAKAIAN LUSUH DUDUK DI HALTE. AYAH : Sitty.. Datuk ! BAKHTIAR : Oooooooiii ! Babi hutan masuk ke ladang ! BEBERAPA ORANG SISWA MASUK MEMBAWA BENDA-BEDA KERAS DI TANGAN..

Akhir dari mimpi-mimpi yang dihanyutkan orang dari hulu... singgah. dan menghilang. Orang-orang mendaki.. antara masa lalu. SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. berdiri. Lepaskan kemanjaan... Ayah.. masa kini... datang. nak. Telah jadi kisah. jiwa lepas dari tubuh.dst.. Orang-orang melintas.dst. Jembatan waktu yang melingkar. Maafkan Ayah. akhir dari segala dendam.211 SUARA-SUARA : Sitty di sini Ayah. dari masa lalu.. Akhir dari kepedihan. Meski kita tidak pernah tahu kapan episode ini berakhir. SUARA-SUARA : Sitty jadi muara.. Ayo! Bangun. dan masa datang. PADAM. Menjelma gunung. Ayah. pergi. SELESAI Bukandiya april-mei 2004 . sayang.. Sitty ! Ayo. LAMPU PERLAHAN MENYURUT. Sitty melihat mimpi itu. seperti mendaki mimpi.. AYAH : Kemarilah. Bintang jatuh ke samudera jiwa. kemarilah. AYAH : Jangan cengeng. Tempat segalanya berakhir.. Serupa jembatan. Ayah. metamorfosis.. Yang melahirkan seribu tafsir..peluk Ayah.

Aktif di Teater LANGKAH FSUA. . Rekening : 107. 29-30 Anduring Padang 25151 : Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fak. Di beberapa kota di Sumatera Barat.901 Atas nama HARIYANTO. cerpen. 28 April 1982 : Jl. “Primordial II” karya S. No. Sastra Univ. Pernah ikut berbagai pementasan teater. Teater GARAK. Andalas Padang PO.212 BIODATA PENULIS Nama TTL Alamat Alamat Surat : Ilham Yusardi : Padang. M. Status Aktivitas : Mahasiswa Sastra Indonesia FSUA angkatan 2001 : Menulis puisi. Diantaranya. “Suara-suara Patung” karya Mila K. HMJ SASINDO. esai. Sari. Metron M. Kantor BNI Capem. DR. BOX 235. Hatta RT 05 / RW 01 No.750093953. Andalas Limau Manih.

Arya Sanjaya Sebuah sandiwara remaja .213 Sebuah sandiwara remaja Symphoni anak jalanan Karya : IGN.

Iwo sering bermimpi. Atet sangat acuh dengan dirinya dan Kemal senantiasa menepuk-nepuk perutnya yang selalu kelaparan. Arya Sanjaya Pemain Atet Iwo Kemal Abdul Nasir Komandan = pengamen = pengamen = pengamen = petugas = petugas ___________________________________ Symphoni anak jalanan Babak Satu Di sepotong trotoar sebuah jalan di sebuah kota. Mereka sedang menyanyikan sebuah lagu berirama dangdut. tiga remaja tanggung. . Atet.214 Symphoni Anak Jalanan Karya : IGN. Iwo dan Kemal sedang mengamen.

Setelah kejar-kejaran. . lumayan juga penghasilan kita hari ini. mau . Tiba-tiba dua orang petugas datang dari sebuah sisi panggung. Eh. akhirnya anak-anak itu terperangkap di salah satu pojok. Iwo + Kemal : Berapa ?! Atet Kemal : Tiga ribu dua ratus rupiah.mimpi melulu deh ! : Memangnya kenapa kalo aku mimpi ketiban durian ?! : Kita jadi kebelet pingin durian dong ! Ah. penghasilan mereka ) Iwo Atet Iwo Kemal Iwo Kemal Atet : Eh... mimpi dulu... Wo. : Berarti kita bisa makan sama-sama sebungkus nasi kuah sayur dong . sudah ! Eh. ( Menghitung uang recehan. tadi malam aku bermimpi kejatuhan durian ! : Benjol dong kepalamu. nanti benerannya !! : Dasar tukang mimpi ! : Sudah. Kemal : Dapat berapa kita hari ini ? Atet : Sebentar. Mal. Wo. bergegas sambil meniup peluitnya.215 Lagu Pengamen Mondar-mandir di sela-sela mobil nyanyi-nyanyi sampai suaraku sember hilir-mudik di antara rumah makan senyam-senyum sampai bibirku dower andai saja kupunya rumah mobil juga ku tak akan sengsara andai saja kudapat hasil berjuta-juta pasti aku traktir semua ( kepada penonton ) mau. mau. bego kamu ! : Iya. aku hitung dulu. jangan mimpi. kawan-kawan.

eh. : Kalian dilarang tahu !! : Maaf pak. pak ! : Pokoknya aku tidak mau tahu.. memangnya kalian mau jadi jagoan ya ?! : Ampun pak. . mau lari kemana kalian. Abdul duduk di belakang meja..216 Abdul : Eh. kamu .!! Bertiga : Tapi pak. hah ?! Bertiga : Maaf pak. mereka semua keluar. sungguh bukan kami . cepat . Ketiga anak itu digiring oleh petugas.. Baru pertama kali ini kita bertiga ngamen disini ! : Baru pertama-baru pertama. sementara berdiri mondar-mandir pentungan karet di tangannya. buta pada apa ?! Sudah sering aku lihat genjrang-genjreng di sekitar ngamen di sekitar tempat ini. dua petugas.. yang jelas malam ini kalian bertiga yang kami tangkap. Ayo cepat.. kalian kira kita berdua kalian sini . apa salah kami ?! Nasir Iwo Abdul Kemal Nasir Atet Abdul : Sudah sering dikasih tahu masih bandel juga. kami bener-bener tidak tahu. eh... kami sungguh tidak mengerti.. Sekarang. cepat. Babak dua Keesokan harinya di kantor petugas. Iwo. Kemal dan Atet duduk di Nasir bangku panjang. ayo ikut ke kantor. dengan Abdul dan Nasir mendampingi mereka. kami tidak tahu. bukan kami. pak ! : Dasar anak brekele. Iwo Nasir : Barangkali bukan kami. : Betul pak.

eh.. hari ini kalian bertiga akan dibebaskan. Dan kami ingin sedikit ada perayaan di rumah. komandan. bagaimana kalau . ( pergi ke meja komandan. menghadap memanggilnya Kira-kira kenalan yang bisa nyanyi nggak ?! : Kenalan ? Rasanya nggak ada komandan. yang ada di ruangan itu juga. bapaknya mencari Abdul Abdul pemusik. harap segera datang keruangan saya ! Abdul : Siap. Komandan: Begini Dul. Berisik semua. Selain makan-makan ala kadarnya. ‘dan ! anakku yang nomor dua akan berulang tahun.. tahu !! Bapak pejabat yang rumahnya dekat situ ngeliatin kamu-kamu ngerti. aku sedang bingung nih. tolong cari tahu deh ! ingat sesuatu ) Maaf komandan. jangan sekali-sekali kulihat lagi kalian empet ngamen matanya di tempat itu lagi. di atas level yang agak ditinggikan ) Abdul Abdul : Siap. tadi pagi dia meninggal. katanya gantinya organ nggak ?! bisa aku tunggal tampil jadi kamu untuk karena bingung punya memeriahkannya. : Baik komandan. karena dia ingin mengundang beberapa temannya. Komandan: Duduklah. Tapi dasar apes. pak ! Tiba-tiba terdengar kemejanya. aku juga minta seorang telpon. Hari ini telepon suara berdering. ( Hendak berbalik. tiba-tiba Komandan: Atau. komandan ! : Terima kasih. Komandan: Dul.217 Nasir : Nah. komandan Abdul mengangkatnya. Nah. nggak ?! Bertiga : Ngerti bang. Tapi ingat.

tadi aku sudah cerita tahun anakku Ria nanti malam. komandan.218 pengamen yang kami tangkap tadi malam saja kita suruh tampil di rumah komandan ?! Komandan: Pengamen ?! Abdul Abdul : Iya. Ehm. kalau komandan anggap layak. Dimana mereka ? ruangan sebelah. komandan. begitu. mereka bisa bernyanyi hanya dengan bisa baik ?! Jangan-jangan Komandan: Kamu menangkapnya di mana ? Komandan: Oh. Tapi apa mereka utuh ?! Abdul : Oh ya. ( mereka berdua pergi ke ruang sebelah ). boleh juga. yang utuh tentu saja. kan di jalan mereka nggak pernah nyanyi . semua baik-baik saja Sir ? Nasir : Baik. Aku ingin anakanak ini bisa tampil. Nasir : Siap. Tidak sia-sia ku manggil kamu kemari. Nah. selamat pagi komandan ! Komandan: Pagi. mereka menyanyikan sebuah lagu nyanyi sepotong-sepotong saja. komandan ?! Komandan: Maksud kamu ? Abdul : Ya. komandan ! : Di depan rumah boss. tapi sebelumnya aku ingin mendengarkan dulu. aku butuh penyanyi untuk ulang Komandan: Terima kasih. kita tampilkan mereka di rumah komandan. Komandan: Kalau begitu mari kita temui mereka. Komandan: Abdul : Wah. Di bagus juga ide kamu. Begini Sir. kita suruh mereka menyanyikan sebuah lagu. Sedang diberi pengarahan oleh Nasir. sama Abdul. ya ?! Tapi bagaimana kalau kita test saja mereka. komandan.

: Oke. diminta tampil. protes-protesan. Iwo Kemal Iwo Atet ? Iwo Kemal Iwo Kemal Atet Nasir : Jangan. komandan ! beruntung. lagu apa saja. : Kalau begitu. kesempatan komandan. yang Atet nih . hadapan dan Kemal kawan. yang penting enak didengar sopan. kan nggak boleh katanya. ( yang judulnya sudah disebutkan diatas ) yang sesuai dengan situasi serta kondisi di tempat pementasan.219 Nasir : Siap. mendekati para pengamen ). kalau begitu !! Pak. Kalian bertiga. . itu saru .... pak. di sebuah awas lagu Sekarang kalian diminta bernyanyi : Kami bagus kalian kali ( terus bertiga ini. tapi kamu hafal nggak ?! : Hafal dong . betul ! : Tapi. lagu itu aja. jangan Ayo nyanyikanlah lagu. Iwo Nasir : Ya. nyanyikan sebuah kalau macam-macam !! Baik.. ya. tapi lagu apa ? : Lagu Judul-judulan aja ?! : Jangan.. : Bagaimana kalau lagu plesetannya kang Harry itu : tentu saja kalau Ayo. kami siap pak ! : ( setelah mohon persetujuan komandan ) Baik.. mulailah. lagu ( menyebutkan sebuah judul lagu yang akan di tampilkan ) saja ! : Ya. kalian betul-betul mendapat kesempatan tampil bagus Kalian wah diminta dalam acara ulang tahun anaknya bapak komandan. Mereka bertiga mulai menyanyikan sebuah lagu : Iya. lagu kita kalian untuk lulus test. itu masuk kategori lagu protes.

Komandan: Bagus. Sampai semua terpikat terkagum-kagum dibuatnya. kompak tapi dan apik deh. makanannya enak-enak dan melimpah. temantemannya si Ria juga cantik-cantik dan seksiseksi. Abdul dan Nasir ngobrol tentang pesta anak komandan mereka tadi malam. Dan anak-anak itu juga nyanyinya nggak malu-maluin. Paling-paling ( dia sedang kecapaian ! Tiba-tiba masuk Komandan: Siapa yang kamu bilang molor. Nasir Abdul : Eh. betah aku jadinya. Abdul : Ya. Abdul : Meriah banget pestanya si Ria tadi malam ya. man !! : Asyiikkkk !!! bersiap-siaplah kalian. komandan. bagus !! Abdul Nasir : Dahsyat. Biar kostumnya nanti diatur oleh Abdul dan Nasir. Dul ?! . molor komandan ) nggak bakalan. di kantor dua petugas. Ayo kita berangkat ( mereka keluar ) Komandan: Nah. Sir !! Nasir : Ya. wah. sekarang Babak tiga Esok harinya. yang walau hadir peralatan mereka dan sederhana. kira-kira komandan datang nggak hari ini ?! : Aku sang jamin. penampilan mereka tetap memikat.220 Selesai nyanyian. Abdul dan Nasir bertepuk tangan.

221 Abdul : Eh. ayo kita berangkat ... aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasihku pada mereka. Nah. ya ?! Nasir Abdul Nasir : Kurang tahu. komandan ?! Tidak. Karena mereka telah tampil dengan baik dan dapat menghibur tamutamuku. : Apa mereka sudah nyolong sesuatu dari rumah Komandan: Dimana kira-kira aku bisa menemukan mereka ?! komandan ?! : Betul komandan. komandan ! : Siap. apa mereka sudah berlaku kurang senonoh di pesta tadi malam ?! Komandan: Tidak. aku pulang dulu. yang tidak-tidak.. itu komandan. Komandan: Oh. : Mereka disuruh tampil lagi. Komandan: Oh ya. komandan !! ( Komandan keluar ) Komandan: Tolong sampaikan kepada mereka sekarang juga ! : Sir. Komandan: . ehm . ( Menyerahkan amplop ). anak-anak itu . : Ya. saya juga mengira mereka telah mempermalukan komandan di depan para undangan komandan. tapi dimana mereka. saya kira mereka tak tahu diri dan berbuat kacau. berkaitan dengan pesta tadi malam. karena ada urusan yang harus kubereskan dulu. Abdul + Nasir Abdul + Nasir Abdul : Baik. Abdul Nasir : Oh. komandan. Tolong sampaikan ini kepada mereka. memuji aku dimana mau Malahan Banyak aku tamu-tamuku banyak yang Dan mereka.tentu mereka kecapaian. diantaranya mereka. Kalian salah sangka. Jadinya belum sempat mengucapkan terima kasih. pada menanyakan sekarang Abdul menemukan tolong minta kalian berdua untuk menemui mereka.. tidak. Tadi malam aku tidak melihat mereka pulang.

Abdul dan Nasir berjalan mencari Atet. ( mereka berjalan sebentar ) Wah. Nasir . Sambil berjalan mereka mendendangkan potongan lagu.. : Ya. kakiku juga mulai pegel nih.. : Dasar buaya kamu. ayo . kata kamu ?! Abdul : Brekele . lumayan capek nih. : Huusss . si janda bahenol .222 Nasir : Ayo !!! ( mereka berdua keluar ) Babak tiga Sepotong trotoar di sebuah jalan.. di sebuah kota. bertugas harus bertugas tak boleh karena terpaksa bertugas tentu saja suka atau tak suka .. Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir : Sir.. nah kalau lagi nggak dicari.. Abdul : Mengamen jangan mengamen kalau tak pada tempatnya mengamen boleh saja asal dibagi dua .. eh. Terlihat keringat mulai menitik di dahi mereka. Dasar apa tuh . kalau dicari menghilang bagai setan.. kemana perginya anak-anak brekele itu. kearah mana kita harus mencari mereka..... karena mentari mulai meninggi. ya ?! : Kesana !! : Kenapa kesana ? : Karena disana ada warungnya si Mawar.. Iwo dan Kemal.. malah ngibing di depan mata. : Tapi ya ?! : He-eh..

segera dirampas oleh Abdul. brekele . banyak . ngomongongkos pengantaran.. hitung-hitung Anu. biar kita tidak . ini amanat tahu !! : Eeeh. dosanya kita bagi dua. ya ?! : Dosa-dosa.. : Iya.. isinya duit Dul !! : Berapa banyak ? ( Nasir menghitung ) : Dua ratus ribu !! : Dua ratus ribu ?! Wah banyak juga. : Duit. : Tapi ngomong-ngomong. aku kan cuma pengen tahu isinya doang. ya ! : Iya. apa ya isi amplop itu ?! : Maksud kamu ? : Iya. buruan ah ! ( Nasir mengeluarkan dan membuka amplop ). : Huss.. ya. ya ?! : Dosa-dosa. : Tapi dosanya kita bagi dua. ngomong perutku sudah keroncongan. kepada Ya.223 Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul Nasir Abdul : Ya. kemudian buruan ! ( Nasir dia mengambil mengambil satu 50 lembar 50 ribuan. kita kan tidak mencuri atau merampoknya. penasaran. Nanti kalau kita ada rezeki kembaliin mereka. dengan malu-malu ribuan satu lagi untuk dirinya ) buruan buka. Apa ya. kira-kira isinya ? : Makanya. nih !! : Boleh juga ide kamu. : Bagaimana kalau kita meminjamnya sedikit untuk sarapan ? : Meminjam bagaimana maksud kamu ? : Ya. Tapi. kita kita Nasir Abdul hanya meminjamnya. amplop yang diberikan komandan untuk anakanak itu.

. Kedua petugas itu buru-buru menyelipkan uang kutipan serta amplop itu kedalam kantung baju mereka.. sebentar lagi pasti dia datang. terus dikejar oleh kedua petugas. atet dan Kemal lari. : Bapak komandan ingin menyampaikan ucapan terima kasih kalian terhibur. kita berangkat ?! amat ! Eh. Mereka lari keliling panggung ) Abdul : Tunggu. tunggu dulu !! Kami datang bukan mau menangkap kalian . tamu-tamunya amplop menyerahkan nggak keluar bersama Abdul. mau ngapain dong ?! : Mau ngasihin uang !! : Ngasih uang buat apa ? ( mereka berhenti berkejaran ) : Kamu aja yang ngejelasin. Nasir : Itu mereka. Sir. berapa banyak isinya. buat Tet bagaimana kalau kita lapar sedikit sarapan... ala kadarnya. kamu !! ( mendengar teriakan itu. bagaimana ?! ( Iwo masuk ) Tuh. hai . Bagaimana kalau kita tunggu Kemal dulu. Tapi sekarang sih sudah lega.. Atet Nasir Kemal Abdul Nasir : Terus. aku kebelet tadi. masuk Atet dan Kemal sambil berdendang. bengong. Sementara Atet dan Kemal seperti percaya kenyataan yang mereka hadapi ) Kemal Atet Kemal : Duit ?! Wah. : Banyak pinjam nih !! Atet : Tapi ini amanat buat kita bertiga. Nanti kita sarapannya samasama. Iwo sudah datang. perutku .224 Kemudian. ( Nasir Karena berkat penampilan menjadi terus dengan yang bagus. Iwo : Maaf friends. ya ?! : ( Mengeluarkan isi amplop ) Seratus ribu .

Mei 2004. setuju .. ini uangnya. Iwo Kemal Atet Iwo Iwo : Duit.225 Atet : Wo... : Baik juga hati komandan itu.. Kita pesan nasi kapau dengan ayam bakar bumbu balado yang lezat itu. . ya ?! : Ya !! sekarang mari kita pergi kerumah makan : Nah. Atet + Kemal : Let’s go . Atet + Kemal Padang yang di belokan jalan itu. berapa banyak ?! : Seratus ribu.. tadi petugas yang menangkap kita kemarin datang kemari.. ( menyerahkan amplop ). Komandannya menitipkan duit buat kita . : Nah. ( mereka berjalan berputarputar sambil bernyanyi ) Lagu Symphoni Anak Jalanan Kucoba-coba menapis madu madu kutapis sengat kudapat kucoba-coba menulis lagu lagu kutulis uang kudapat Jamane-jamane jaman edan asyik jadi anak jalanan walaupun susah mencari makan namun tak pernah menjadi beban Sungguh enak anak-anak jalanan anak jalanan banyak kawannya walau disaku uang tak ada tetap berdendang tertawa-tawa Selesai Parakan Resik.

14 Bandung : (022) 7501232 . Arya Sanjaya : Jl.226 BIODATA PENULIS : NAMA ALAMAT Telp. : IGN. Parakan Resik No.

kenapadaku Yang durjana ? Kasih entah kemana. cinta jauh dimata “AkulahKamelia yang terbiar disangkar kerinduan yang membakar” Naskah oleh : Tri Aamalia Lestari .227 Syair Kamelia pp Nasib bunga diperantauan Bertaut asa menyulam duka Adat dan budaya dijunjung tinggi Sopan dan santun Telah dijaga.

Setelah suasana kembali sepi. Buruklah orang tengok. Alamakjang……hari ini tujuh orang besuk sepuluh orang besok lagi satu kampunglah nak pukul abang.tak jera ke ? ” ( sambil mengobati luka-luka Samsul ). ” Kamelia : “ Abang-abang. satu due kali pukul tunggang langgang lah mereke lari. Di depan halaman rumah. jadi betul abang betengka lagi dengan orang-orang Jawe tu. bile persatuan bangsa ini taka ade. Kite cume hidup bedue. Tapi asal kau tau Kamelia. negri kite kan hanco. Kamelia meneruskan pekerjaannya di teras. soal kecillah tu. Tercipta suasana kampung yang asri seperti di kota melayu layaknya. suke sangatlah abang betengka. teruklah badan ! Kenapelah abang ni. Melayu. sudahlah yang penting abang kau ni selamat. hargailah prajurit yang susah payah beradu di medan perang ”. Betawi ataupun Sunde. mereke semue tu saudare kite. kite ni orang Melayu yang terkenal jago dan terhormat jadi pantanglah bagi abang dikalahkan same orang-orang Jawe yang ilmunya tak cukup ( sambil menunjukkan kelingking ) pantang dek abang cume nak tunjuk meski kite ni tinggal di negeri orang tapi kite ni tetap orang Melayu yang hebat dan pantang menyerah. tetapi bukan bemakne abang mesti betengka dengan orang-orang sini. abang tau sendiri kite ni masih dijajah Belanda. itulah yang buat mereke meradang. mesti boleh jage diri dan adapt.228 BAG. nanti orang kate bunge dese yang parasnye bak rembulan tu da redup. terdapat sebuah kampung bernama kampung melayu. Para penduduknya senang bersenda gurau. Kamelia sedang menyapu halaman lalu lewatlah beberapa orang pemuda yang menyapa Kamelia dengan lirikan dan siulan. : “ Bukannye abang yang nak betengka. Dari kejauhan datang Samsul dengan luka-luka di tubuhnya. Kau tu . Orang takkan hormat kite atau anggap kite ni terhormat. Ha….ha…. iye kan ? Sudah berape kali abang mace mini. nak menyaingi Tuhan ke ? kite ni duduk dekat perantauan bang.” : “ Abang dengalah cakap Kamelia kali ni aje. sesekali menyeru gadis desa itu.” Kamelia : “ Abang cakap macam cume abang yang paling terhormat dimuke bumi ni. Merekapun saling menyapa bersenda gurau penuh keramahan. merekelah yang berani-berani nak tantang abang jadi ye abang terime aje. Bukankah semestinye bangsa yang beragam ini menjadi satu buat menghadapi Belande. saling memberi nasehat dengan bersenandung dan menari bersama. bile kite juge tak sopan. abang dihantam oleh tujuh orang Jawe tu. cume itukan yang kau risaukan. Sebut aje pengase jagad raye. ” Samsul : “ Eh Kamelia sini abang nak cakap. abang babak belo macam ni bukannye kalah. I Disuatu tempat kecil di Batavia. Kamelia yakin pasti abang yang belagak. Entah tu orang Jawe. Samsul : “Cakap kau macam ceramah kopral aje. ini negri orang janganlah suke mengacau. Kemudian disusul teman-teman dan tetangga Kamelia. Disana terdapat komunitas kecil daripada orang-orang melayu yang merantau. Kamelia Samsul : “ Abang ade apeni bang… ? Uww… pastilah abang betengka lagi. ” Samsil Kamelia : “ Hei kenape ni adek abang jadi marah-marah. janganlah abang betengka lagi.

. janganlah abang betengka lagi.abang betengka ni kerne abang tak suke dengar mereke betaruh demi merebutkan kau. Kamelia : “ Hai Midah ade ape ni kau cari aku. II Disela pembicaraan Hamidah datang sambil berlari kecil. Mereke pikir kau ni emas ape ? aku tak terime orang-orang Jawe tu perlakukan kau mom tu dan aku juge…. Kalau perlu Midah anterin setiap hari kalau abang demen mah ? ” Samsul : “ Ah tak payahlah nanti buat susah Midah. Sebenta ye abang nak ke belakang. ” Kamelia : “ abang sekali lagi Kamelia cakap. Kamelia cume punye abang kalau abang terluke atau terbunuh siape nak tolong Kamelia ni ? ” BAG. Dia abangmu ? ( sambil berbisik dan tersenyum malu ). bukannya ape-ape bang. cakap-cakap lah kalian dulu ”. Owwh aku pahamlah ( sambil berbisik ).. die ni jugelah yang kerap beri semur jengkol kesukaan abang tu. Abang nak saran supaye Midah tu buke kedai aje. ” Hamidah : ( Tersenyum salah tingkah sambil mencubit Kamelia lalu mengulurkan tangan pada Samsul dan disambut hangat pula ) “ Ngomong-ngomong abang suka semur jengkol juga ye ? Duh… aye jadi semangat ni masak.229 taulah alasan sebenarnye. jadi enggak bakalan deh kehabisan kalau abang pesan semur jengkol ama aye .. ( terpotong karena terkesima melihat Samsul yang ada disebelah Kamelia ). Tapi abang betul-betul sukelah dengan semur jengkol Midah tu. ancing aye punya kebun jengkol sebelas hektar bang. namenye Hamidah orang Betawi asli. “ Betul kenape ?. Bang Samsul die ni kawan Kamelia. ade laying ke untuk aku ? ” . Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia : : : : “ Kamelia…! Kamelia…! ” “ Hamidah kenape kau ni ? Ade ape ? ” “ Ini aku…..

tapi nak kemane kea bang ni ? ” “ Abang nak mandi ke sungai sebenta ”. pergilah kau balek dulu nona manis. barangkali… he… he…” Samsul Kamelia : : “ Ye tak ape-apelah kalau memang macam tu.sakit tu ” ( Kamelia tertawa usil ). baru saja minggu lalu kanda pergi lagi ke medan pertempuran. tapi aye kan belum tau ntu abang lu. tau aje aye bawa beginian ( menyerahkan surat ). aku nak bace laying sorang aje.. kenapa nggak kemarenkemaren lu kenalin ke gue ? Heh dengar kagak sih ! ” “ Iye…. Assalamualaikum ”. Amin. kalau gitu aye jadi pulang deh.230 Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Hamidah Kamelia Samsul Kamelia Hamidah Samsul : : : : : : : : : : : : “ Kinclong juga otak lu. waktu abang lu berkelahi dipasar sama Jarwo. ” “ De ile keterlaluan banget lu jadi temen. Apa kabarmu adinda ? Kanda harap dinda selalu dalam perlindungan-Nya. ” “ Ape cakap kau lah Midah. ” “ Uww….janganlah dulu terburu-buru nak balek. mendingan aye pulang aje deh.. sehingga kita kalah dan kandapun ikut terluka. Kabar kanda pun baik-baik disini.. Satrio ). “ Eee… ke sungai ye bang ye. ” “ Eh non ( menepuk bahu Kamelia ) aye ngomong abang lu. “ Ah tak ade ape-ape lah bang. “ Gue sih sebenarnya udah sekali ngeliat abang lu. Oh iye Kamelia abang nak keluar sebenta. “ Terime kasih ye Midah tak percume lah aku ni punye anak tukang pos. Berperang melawan Belanda. beneran deh bang. Macam manelah Midah ni. “ Kagak kog bang. tadi cakap masih betah ”. Kepada pujaan hatiku Kamelia. Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi kanda yang tidak memungkinkan dapat memberi balasan kabar untuk Kamelia. “ Setelah aye pikir-pikir. nanti deh Midah kenalin sekalian abang ama enyak babe aye…. tapi syukurlah die juge pergi ” ( baca surat dr. Eh abang lu cakep juga ye ? Kenapa nggak lu kenalin dari kemaren-kemaren ”. Maaf apabila telah lama menanti datangnya kabar dari kanda. “ Waalaikumsalam ( menggerutu sambil membuka surat ). Kan mumpung ada yang nemenin aye. Pan pas tuh jalan mau ke sungai leat juga rumah aye. Saat ini kanda masih berada di kampung. “ Bukannye macam tu. nanti aje kalau rase masih betah. tak taulah Midah ni katenye nak balek ( Midah mencubit Kamelia ) Auww…. ” “ Iye.iye kalau takdir nak temukan kalian sekarang tak ape lah kan ”. aye masih betah disini. baru aja gue kasih surat diusir ! ”. engkau abang tinggal tinggal dulu ye dengan Midah ” ( wajah Midah langsung kaget ). malu lah aku ditengokkan engkau. jage rumah baek-baek ye Kamelia. Kamelia Samsul Hamidah Kamelia Hamidah : : : : : “ Oww…. Sayangnya pasukan kita sedikit. macam manelah Midah tu. tapi Kamelia tak usah gundah dan gelisah sekarang kanda sudah sehat dan . ntar dicariin enyak lagi. sekarang ni aku nak bace layang. ” “ Hem…hem… “ ( keluar dari pintu dan mengejutkan Kamelia dan Midah ).

Tapi …. lalu ia bergumam.kanda diperbolehkan pulang sebentar. ( Sejenak termangu dan menggenggam surat dari satria. kanda ingin Kamelia datang dengan sematan bunga dahlia di sanggulmu. Betulkah kanda akan datang ? Bukannye aku ragu. tapi ternyata hanyalah orang-orang yang lewat disana. Dimane ke kanda saat ni. Kekasihmu. Satria ( Kamelia merasa sangat bahagia demi mendengar kekasihnya datang ) BAG. Wassalam. aku ni cume cemburu dengan purname yang bersinar tu. Mungkin karena kekuatan cinta kita yang membuat kanda terus bertahan dan berjuang. Kanda akan datang padamu tentulah dengan membawa sekantong hati untuk Kamelia. Kamelia : “ Kanda…. sekian jam dinanti tak kunjung datang. Percayalah kanda begitu amat sangat merindukan Kamelia. Parasmu bak purnama bersinar selalu kanda kenang dan terngiang-ngiang diingatan serta meracuni seluruh nadi ini. lalu dia bersenandung ). Puas sudah menunggu malampun semakin larut. ade ape lah dengan kanda. ada kabar baik untuk kita berdua. . ( sebentar mendekapsurat lalu membaca lagi ) Oh ya Kamelia. Kamelia kan tetap menanti. ade sesuatu ke yang menimpe atau kanda lupe dengan janji kite ? ( mengambil selipan bunga dahlia di sanggul ). III Di suatu taman di bulan purnama. Ada satu permintaan kanda. Kanda harap Kamelia dapat menanti kanda pada malambulan purnama di bulan Agustus di taman tepi utan. meskipun bunge dahlia ni layu. Kiranya sekian kabar dari kanda.231 bisa membalas suratmu. Ingatlah sebentar lagi kita kan bersua. Seandainya Kamelia tahu teramat dalam kerinduan kanda padamu pukaan hatiku. Kamelia duduk seorang diri menanti kekasihnya akan datang. sesekali ia mengira yang datang adalah kekasihnya. Sekian menit.

. Samsul : “ Hey awas kau ! lepaskan adekku atau kubuat mampus kau “ ( 2 pemuda tadi melepaskan tangan Kamelia tapi Samsul tetap menghajar dua orang tadi. hati-hati kowe ngerayu. ” Samsul Jarwo : “ Bangsat !!! cakap ape kau ni ?! Sini kan ku buat patah batang leher kalian semue ! ” : “ Samsul !!! Aku tahu kau hebat tapi kamu jangan berani-berani lawan anak buah Jarwo ! Kalau kau memang bernyali. : “ Kamelia cepat kau pergi dari tempat ni ! cepat. apa kau lupa ?! ” Samsul : “ Tak payah banyak cakap kau Jarwo. Kamelia Samsul Kamelia : “ Abang.232 Sekarang Kamelia taulah kanda ni takkan datang. Samsul pun marah ). lalu tiba-tiba datang Jarwo musuh Samsul ). Pemuda 1: “ Mau kemana nona manis… kok sendirian malam-malam begini ?” Pemuda 2: “ Iya.ha. piye ? Tapi…sik tak colek sithik..he. Aku juga masih ingat kekalahanmu kemaren.tapi nggak papa to kalau aku colek sedikit badannya. langkahi dulu mayatku. Percuma ha.ha.he.inikan adeknya Samsul to ? Anak kampung Melayu. datang dua orang pemuda mencoba menggoda Kamelia ). sudah bang berhenti !! Janganlah betengka bang…cukup…!! “ ( tak ada yang menghiraukan Kamelia ).. Ayo No…arep melu nyolek ora ?” Kamelia : ( memukul tangan pemuda 2 tadi ) “ Jangan cobe-cobe nak pegang aku atau aku teriak ! ” pipi ). ojo nesu mbak…nanti elek lho . ndak ada yang denger. Kamelia : ( mulai gelisah & mengelak ) “ Tolong…tolong…! Tolong saye…! ” ( tiba-tiba dari balik hutan Samsul datang dan melihat adeknya dipermainkan oleh dua pemuda tadi... kang.! “ : “ Tapi bang… Kamelia tak mau tinggalkan abang…” Pemuda 1: “ Itu kang Jarwo. ( akhirnya Kamelia pun beranjak pergi.kayak Siti Nurhaliza he. mumpung nggak ada Samsul.begitu to ? Pantes kudengar dari jauh merdu buanget suaranya…. ” Pemuda 2: “ O.. Kamelia mencoba melerai mereka tapi percume ).mau berteriak katanya Duk.. lawan aje aku ! Jangan salahkan aku bile kubuat habis kau malam ni juge ! ” ( akhirnya terjadilah perkelahian sengit antara Jarwo dan Samsul.. Kamelia cume terbuai dengan rayuan kanda ”. lagi kesepian ya… boleh dong kita temenin ” ( mencolek badan Kamelia ). belum lagi selangkah melangkah. Jarwo : “ Ada apa ini ? ” ( dua pemuda tadi langsung menghampiri Jarwo dan mengadu ).ha. Kamelia : ( mulai sebal & setengah marah ) “ Hey janganlah kurang ajar kau ni ” mukane ” ( Menghalang-halangi Kamelia ) Pemuda 2: “ Lha…daripada nganggur mendingan jalan sama kangmas Jaduk dan mas Sugina ” ( mengerdipkan mata ) Pemuda 1: “ Duk. Samsul memukul kita berdua padahal kami cuma mau nganter adeknya Pemuda 2: “ Mau panggil sopo ? Saiki wis gelap.. ” Pemuda 1: “He…he…he. ” ( mencolek Pemuda 1: “ Wuih…galak ! Masak begitu aja kok marah to mbak..

ingat akan kubayar hutangku padamu. : “Ahh…sudahlah kite cakap dirumah aje ” ( Akhirnya mereka kembali pulang ke rumah ). tapi aku akan bales ini !! Cuih ” parah. justru sebaliknya akan kujadikan istri ketigaku. tak ade maksud Kamelia nak susahkan abang. Kamelia tak akan pergi bang ! ” : “ Terserah kau lah bile kau nak pilih mampus disini ! ” : “ Tenang Samsul…adekmu tidak akan kubunuh. marilah kite cepat balek kerumah aje ”. apalagi nak buat abang terok macam ni ”. : “ Kemane aje kau ! Untung ade abang cube bile tak ade. hanya menepi ). ( Jarwo langsung lari ). mampuslah kau Kamelia ! ” : “ Maafkan Kamelia bang. : ( mendekati dan menuntun Samsul ) “ Abang…abang tak ape-ape ? Luke abang tampak BAG.233 Samsul Kamelia Samsul Jarwo Samsul Jarwo Kamelia Samsul Kamelia Samsul : “ Bodoh !!! Nak mampus ke kau disini ? cepat pergi ! Dengarkan cakap abang ! cepat !” ( Kamelia tidak mau pergi. Sekarang kau boleh menang. : “ Tidak. IV . ” : “ Diamkau !!! ” ( setelah lama berkelahi akhirnya Samsul menang juga melawan Jarwo dan anak buahnya babak belur ) : “ Awas kau nanti.

emm sebetulnya Kamelia… tadi sedang nantikan seseorang ”.. lagipun Hamidah belum datang ” : “ Oh iye ye. Pokoknye abang tak nak tau. masuklah tak sopan orang orang tengok tamu duduk diluar malam-malam macam ni. Samsul : “ Aku heranlah dengan kau ini Kamelia.? Seseorang ( penasaran ). lepaskan hubungan kau tu. Masih inget kea bang ? Die yang selamatkan Kamelia... beberapa saat kemudian Dahlia dan Nurul datang. Kamelia Dahlia Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Dahlia : “ Eh Nur. ustadz sudah menanti ”. abang dah muak !!!! ”.. : “ Abang diracun kepicikan akal dan otak yang kotor ! Kamelia ni tak sedang betaruh asal muasal tapi betaruh cinte bang…” : ( ingin memukul Kamelia lalu diurungkan ) “ Tau ape kau soal cinte hah !!!!”. janganlah sekali kali dekat dengan orang-orang Jawe macam mereke tu ! ” ( memukul meja ). : “ Tapi bang… Satrio bukan orang yang macam abang bayangkan. Kamelia sudah berape kali abang cakap. : “ Kamelia tak jumpelah dengan Satrio. Jangan lah terburu-buru.. kawan kite satu tu belum datang ” : “ Kite tunggu aje lah dulu ye ” ( Dahlia dan Nurul duduk di teras ). : “ Owhh. : “ Anu… hmm. sudah tibe rupanye ”. : “ Ape ? jadi kau tadi jumpe dengan laki-laki dan abang tak tau ?! ”. kami cume buat janji nak jumpe sebenta disane “. Die seorang prajurit yang saat ini ade di medan perang melawan penjajah. : “ Orang Jawe !!! Kamelia. : “ Eiyy… ngape ni kalian duduk diluar. Ape sebenernya yang kau sembunyikan dari abang ? kenape kau pergi tak cakap dulu dengan abang ?” Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul Kamelia : “ Ehmm. tak macam orang-orang Jawe tadi. mari masuk ” : “ Ah tak ape ape. : “ Maafkan aku la… aku baru saje selesai menanak nasi. die tu orang baek bang. namenye Satrio. ingat kan bang ? ” Samsul Kamelia Samsul Kamelia Samsul : ( Sedikit berfikir ) “ Tak ” !!. : ( menunduk ) “ anu…hem… laki-laki bang ”. die tak datang.. disini ajelah ” . ah ! abang tak tau lah. entah ape yang timpe kau sekarang ni. : “ Belum siap ke kau Kamelia ? ”. Dulu kami jumpe ketike kite datang pertame kali di pulau seribu. dieorang Jawe ”.234 Didepan teras Kamelia mengobati luka Samsul. : ( masuk kedalam rumah sambil menangis ) : ( Lalu Samsul pun menyusul masuk tanpa rasa bersalah ) ape maksud kau ni ? Laki-laki atau perempuan ? !” BAG. abang tak ndak kau dekat dengan orang Jawe manepun. V Kamelia menyalakan lentera diteras rumah. : “ Seseorang. Orang mane ?!!!. ketike Kamelia jatuh di pangkalan.. Dahlia. : “ Marilah kite pergi.

katanya pan kemarin habis sakit. ayekan kagak enak hati bang ” ( menyenggol Samsul ) : “ Eh abang ni sungguh-sungguh ”. aku setujulah tu ” : “ Ah kalian ni bise aje. bener deh……. Ye tak Dahlia ? ” : “ Iye. : “ Kite ni dah lame nanti. tak ape-ape lah Midah. : “ Malu macam mane ni ? kau ni bile. banyaklah aku punye ” : “ Boleh ke kami nak tengok sebenta.? ” : “ Kenape bang…………. mari masuk. ).ha…. : “ Ah abang bise aje. ye bang ye….“ : “ Betulkah ??? Terime kasih banyak ye Midah. Eh Midah sudah datang rupanye “ ( sambil tertawa kecil ). nanti abang bise minte terus.. malu tambah eloklah wajah kau tu ” : “ Ih… abang. Ade abang.. biar kukasih tunjuk ” ( Mereka bertiga masuk kedalam lalu Samsul berselisih sebentar keluar sambil membawa ayam ) : “ Eh ade tamu kirenye.. sesaat kemudian Hamidah datang membawa rantang sambil tersenyum malu ). Kagak ade ape-ape sama kite berdue. : “ Eh kalian udah disini ya…. banyak luka-lukanya. ” : “ Bawe ape kau tu Midah ? ” : “ Oh…… ini sayur jengkol buat abang elu. abang kire gadis manelah tadi. : “ Eh….. marilah masuk ke dalam. ” : “ Ade juge. jadi ya aye pikir mendingan aye nengok sekalian gitu. payahlah Midah jadinye ” : “ Ah… abang bise aje. kebetulan deh abang disini. hmm ( mengagetkan Midah ). " : “ Iye bang… bentar. Kamelia dan kawan-kawan Midah sudah tunggukan Midah. aye mau ” : “ Owwwh… Midah.. marilah masuk ” ( diteras Samsul menaruh ayam itu dalam kurunannya. ” : “ Ehmm…. ” : “ Kau pandai betulah memasak. bekenalan dengan orang sebaik Midah ni “ : “ Hamidah abang nak…… ” : “ Iye… bang… ” ( geer ). iye tak Kamelia ? ” Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Hamidah Samsul Kamelia Dahlia Hamidah Kamelia Hamidah Nurul . jaranglah ade gadis macam kau ni “ : “ Duh… abang jangan bikin jantung aye berdebar-debar. mane tau ade yang aku suke… boleh lah juge bile aku nak beli.235 Nurul Kamelia Nurul Dahlia Kamelia Samsul : “ Oh ye Kamelie. : “ Hamidah………? “ : “ Iye bang……… ” : “ Midah……. Tapi bener deh…. aye pan malu bang… ” ( menyenggol lagi ). ( memberi rantangannya ) sayur jengkol kesukaan abang he… he…. kau punye banyak sulaman ke ? ” : “ Oh iye tentu. Aye kesini sekalian mau ngasih ini bang…. kite sangke Midah tak ngaji… tapi taunye…? ” ( ha….? ” : ( berbisik ) “ Kawanmu dah diluar………. tapi tak payah lah kerap betul beri abang semur jengkol. ( mencubit Samsul ) genit deh ! ngapa kagak dari dulu abang ngomong kayak gini… jadi pan kagak ade penyesalan diantara kite berdue bang ”. : “ Kenape pulelah harus menyesal. kagak ape-ape bang aye ikhlas kok.

he…. yang ade cume ketahuan bahwa aku ni punye pacar orang Jawe ”. cume saje die beri gambaran kenyataan. apalagi kalau gratis…… hee…. kenape die tak datang ? ” : “ Itu die masalahnye ( menunduk )…. cari cewek gituan ? ” : “ Iye bukannye saat-saat tu... tentulah kau tau sendiri gimane lelaki buat bahagia dirinya ” : “ Maksud elu. yang lebih parah lagi aku tak jumpe dengan Satria.? ( dipukul Nurul ) au… pakai acara ngasih semur jengkol lagi …. Diam ! diam…. : “ Owwh macam tu masalahnye. ha…… ” : “ Hey kenape kau ni ketawe ?! ” : “ Pacarmu dulu tu bukan ngkhianatin elu.. Kamelia.236 Kamelia Samsul Hamidah Kameia Hamidah Nurul Kamelia Dahlia Kamelia : “ Iye betullah tu ” : “ Cakap ape kalian ni ? Sudahlah abang nak masuk dulu. kehidupan orang di medan perang tu kejam. lagian pan dulu elu yang ngejar-ngejar die. Die dah lupe dengan aku atau ade cinte lain dihatinye... mungkin aje die rase kesepian. mungkin…. marilah tak payah dibahas lagi ” ( mereka pun akhirnya pergi ). Lupa apa ye…. die tak punye maksud nak takutkan engkau. hati-hati ye di jalan ” : “ Eh……. Satria tak mungkin buat laku macam yang kau cakap ” : “ Terserah kaulah Kamelia nak pecaya atau tak. tapi tak itu aje. tapi ade ape dengan Satria. tapi emang kagak naksir elu. Ups ( Kamelia mendekap mulut Hamidah ) kenape…… ? “ : “ Jangan keras-keras.. jadi kagak ketemuan ame Satria…. nanti dengaran oleh abang aku. emang ngapa sih abang lu pake marah segale ? ” : “ Taulah aku. cume wanitelah yang bise buat mereke rase bahagia. Kadang mereke rase lapar. lalu cari gadis dese lah die disane. meradanglah die ” : “ Ye…. pasti kau dilarang pacaran ye ? ” : “ Ssst…. Nurul Kamelia Dahlia Hamidah Dahlia Kamelia Nurul Hamidah Nurul Hamidah Nurul Kamelia . hingge mereke pun tak bise bepikir jernih lagi. ” : “ Dahlia janganlah cakap macam tu. Nurul dan Dahlia : “ Iye bang ” ( Samsulpun masuk kedalam ). yang penting bagi mereke tu… bagaimane buat mereke bahagai dir mereke sorang dan melepas rase tegang yang ade. Tapi kau tau kan. aku tak tau lah ! Tapi sampai kapanpun aku nak nantikan die ” : “ Memang payah punye pacar prajurit perang. Die…. kapanlah kite jadi pergi. tapi di tengah kampung yang sepi itu. iye betulah kite tau die beperang membele rakyat. Kamelia…. Gimane kemarin. ! iye betul. sakit dan letih. kenape die tak tepati janji. gimana dulu aku dikhianati oleh prajurit perang brengsek tu ” : “ Ha……. he… he…” : “ Iye tapi kau kini juge macam itu kan ? ” : “ Sudah ! sudah ! kalau macam ni terus. Ah tak taulah aku. Midah. iye tak ? ” : “ Janganlah kau takuti aku macam tu ” : “ Betullah cakap Nurul tu.

...237 BAG.! ” . keluar kau…. kamu yang sering membuat onar dimana-mana ! Orang perantauan yang tidak tahu sopan-santun ! ini tanah kami... !! Samsul ayo keluar ! jangan bersembunyi saja !……. ayo keluar ! keluar ! keluar ! “ : “ ( keluar sambil menggeliat ) Hay…. ganggu orang aje….ayo keluar !! “ “ Iya….! Mereka sudah muak melihat kau yang suka membuat onar dan menggoda gadis-gadis.! Ade ape ni kau teriak-teriak. Jarwo : “ Samsul. VI Pasukan Jarwo datang dengan teriakannya yang berapi-api sehingga mengundang tontonan warga sekitar.! hajar saja ! pukuli !! “ : ” “ Alamak jang…. jangan sok jago kau disini ! ” : “ Cakap ape kau ni…. alah…. Cakap ajelah kau nak bayar hutang kekalahan kau dulu “ ( dengan santai duduk diteras ) : “ Kau jangan sembarangan ! aku kesini mewakii seluruh warga disini yang ingin mengadili kamu ! kamu sudah sepantasnya mendapat hukuman karena telah mengganggu ketentraman warga disini ! kamu sudah jadi pengacau ! ” : “ Benar ! benar itu ! bakar saja rumahnya ! adili…. Fitnah macam pule tu…… sejak kapan kau jadi jaksa Jarwo ? Pasukan Jarwo : Samsul Jarwo Samsul Jarwo Pasukan Jarwo Samsul Jarwo : “ Aku hanya mewakili mereka saja….! ” : “ Hey…… Samsul kau jangan pura-pura tidak tahu ! semua warga disini sudah tau siapa kamu. sudah lama mereka marah padamu hanya saja mereka takut….

Ayolah sayang kau mau kan denganku…. Jarwo menganggukkan kepala dan yang lain ikut masuk kedalam ) “ Tapi jangan ribut…. Iye kan ?! Permainan kau sungguh kotor Jarwo !!!! ” : “ Ha……. Kemudian Kamelia yang pulang dari pengajian sangatlah terkejut melihat abangnya yang tergeletak.. tapi bukan hanya itu alasanku menghilangkan nyawa abangmu dimuka bumi. Kau jangan pure-pure. Abang…. abangmu sudah tak bernyawa lagi. bagi kang yo…. itu karne kau dendam. : ( Kamelia semakin gugup dan mundur perlahan ) “ Bajingan kau !!! pergi kau jangan dekat dengan aku !! ” ( melemparkan kayu ke badan Jarwo namun Jarwo semakin mendekat ) Kamelia Jarwo Kamelia Jarwo Kamelia Ketakutan Kamelia semakin menjadi-jadi diantara dan ketakutan.! Serang dia !!! ( berkelahi dengan Samsul dan disusul pukulan dari warga dan pasukan Jarwo ) mati kau Samsul !! habisi dia !! ” Setelah puas mereka memukuli Samsul yang sudah tergeletak tak berdaya. aku terlanjur jatuh hati padamu Kamelia…. Hasratku semakin panas…..! ” Malang nasib Kamelia.. . : “ Dusta kau !!! abang aku tak suke buat ribut.abang Samsul !!!! bangun……. Aku bisa jadi abangmu……. kami boleh ikut ngga !? iya nih… udah nggak tahan ! lumayan barang bagus. tapi Jarwo mendobraknya dan masuk kedalam. Setiap kali aku lihat wajahmu…..!!! ( Kamelia menangis seadanya ) ” : ( mencoba mendekap Kamelia lalu ditangkis ) “ Sudahlah…… Kamelia. semakin mundur ia melangkah hingga masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. dia diperkosa oleh Jarwo dan pasukannya. ini hasilnya “ ( menunjuk mayat Samsul ). pasukannya ) “…. Ayo bubar semua ……. abangmu sudah tidak ada. kamu tahu apa kesalahan abangmu ? Dia tak sopan sebagai warga perantauan selalu berbuat onar dan suka menggoda gadis-gadis. Tinggalah Kamelia meratapi nasib yang akan mengubah seluruh hidupnya. Jarwo Pasukan Jarwo: Jarwo : “ Ayo manis jangan takut. Lalu tak cukup itu.. percuma kau berteriak wargapun tak akan datang menolongmu Kamelia ” “ Kang Jarwo…. apalagi setelah tau abangnya sudah tak bernyawa lagi. Setelah puas.. kau sengaje kan nak buat macam ni.…. Lebih dari itupun bisa…… bagaimana ? ” : ( memukul Jarwo ) “ Bangsat kau !!! kau apakan abang aku ?! Ape salah die hah ?!?? ” : “ Bukan aku…. aku tau siape kau.? ( memegang tangan Kamelia ). Jangan percaya dia ! sudah saatnya kalian terbebas dari ketakutan akan keonaran Samsul !!! ayo habisi dia…. mereka keluar rumah dengan menyeret Kamelia keluar yang hanya berbalut selimut. merekapun juga memporak porandakan rumah Kamelia dan pergi menyisakan amarah dan dendam.238 Samsul Jarwo : “ Jarwo……. dari dalam rumahnya itu hanya terdengar teriakan berontak dan jerit tangis diiringi tawa puas birahi lelaki. tak pernah menggoda gadis-gadis. Abang. sehingga orang-orang disini tak tahan lagi. Jarwo Kamelia Jarwo : ( mengusir semua warga kecuali. mereka ketakutan. Tenang masih ada aku……. dan…. Jarwo…… drame ape yang kau mainkan ni ? berape kau bayar orang-orang kau tu ??? kau memang pintar memutar balik fakta ! ” : “ Lihat dia ! ( mendekati warga sekitar ) dia pintar sekali bersilat lidah.! ” : “ Abang……. Ha… pintar juga kau menebak manis. !? ” : ( setelah menengok kanan kiri dan memastikan semua aman. Tapi kami semua warga disini.

Maafkan aku Kamelia. : “ Terima kasih kau baik sekali. rasenye macam mimpi ” ( Kamelia lalu bernyanyi ) Satria Kamelia Satria Kamelia . ” : “ Kamelia kau cantik sekali.239 BAG. kanda berade disamping Kamelia. Ibarat bunge dahlia tak akan layu bile disiram cinte ”. Kamelia aku sudah datang Kamelia…. Bak syair pujangge. kanda sendiri ape kabar ? Ape ni kanda ?? luke… ?? Kanda terluke ?? ” ( meraba luke di tangan dan kepala Satria ) : “ Ya…gara-gara luka inilah. sudikah kiranya kau memberikan maaf untukku ? ” ( sambil mengajak Kamelia duduk di bangku ). ” : ( dari balik pohon Kamelia keluar dengan pakaian elok dan bunga dikepalanya ) “ Satria…. ” : “ Ssstt…. dinda tau ketika kanda berangkat pulang kesini. Kamelia dimana kau. VII Di taman tepi hutan yang rindang diperbatasan kampung datanglah seorang pemuda di remang purnama dengan balutan perban di tangankirinya dan sedikit memar di kepala. aku tidak bisa menepati janjiku dulu padamu. Sudahlah yang kanda selamat. Senang sangatlah hati Kamelia. semue akan kuberi. sehingga tak mungkin untuk……. sudah lama wajah ini aku rindukan apa kabarmu adinda ? ” ( menggenggam tangan Kamelia ) : “ Kanda tengok sendiri kan ? Kamelia bahagia sangat. : “ Jangankan maaf. Andaipun kanda tak datang dan khianatkan Kamelia. Satria…. Belanda menyerbu camp kami. tapi Kamelia kan selalu nantikan kanda disini. Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia…. pemuda itu memanggil-manggil Kamelia. air terjun pun tak bise gantikan keindahan hati ni. banyak yang meninggal dan terluka.

Kamelia tak sungguh-sungguh. Rumahnya diobrak-abrik… pokokke wis hancur ! melasi banget.240 Satria Kamelia Satria Kamelia Satria Kamelia : “ Kamelia… aku bawakan sesuatu untukmu…. jawab !! “ ( Satria mencekik leher Bejo ). tapi Kamelia senang akhirnya kanda penuhi janji. dek mbiyen mase Samsul dikeroyok Jarwo karo kancakancane Jarwo nganti mati. Satria Kamelia Satria Beberapa saat kemudian tanpa sengaja seorang pemuda lewat yang juga teman lama Satria kemudian berhenti menyapanya. siapa lagi. Seandainye kanda datang menepati janji pasti Kamelia tak akan sendiri ” : “ Kanda tidak mengerti apa maksud Kamelia ? ” : “ Ah sudahlah kanda tak payah dipikirkan.. abang Samsul pastilah marah bile die tau kite disini. wah curang kowe ora aweh kabar ndisik nek wis bali. Assalamualaikum ” ( Kamelia lalu pergi di balik hutan meninggalkan rasa heran pada Satria ) : “ Kamelia… Kamelia… ( melamun lalu duduk ) mengapa begitu cepat dia pergi ? ah…. purname sudah tinggi ” : “ Kenapa tergesa-gesa adinda ? ” : “ Kamelia harus balek. ono sing omong strees…. ora guyon ? ” “ Sopo sing guyon ? baru saja dia pulang kerumah. “ : : “ Indah sangatlah kanda… ( melamun ) hanye sayangnye…….kancane kae “ ( takut dan gugup ) : “ Tidak……. yakin. Mungkin dia takut pada abangnya ”. Maaf Kamelia tak bise lagi temani kanda. kanca- Satria Bejo Satria Bejo . aku baru ketemu bojoku ” “ Bojo sing endi ? ” “ Kamu ini kayak ndak tau aja. Pakailah kau pasti cocok. ” ( kaget dan mengelus bulu kuduknya ) ” kowe ora ngerti yo ? ” “ Tidak tahu apa ? ” “ Kamelia kan wis mati nem wulan wingi “ “ Apa maksudmu ? jangan buat aku bingung ?? ” : “ Temenan. Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo Satria Bejo : “ Satria !! kowe wis balik toh. Kamelia ora dianggep maning nang kampung kiye. ono sing omong edan. Diperkosa Jarwo. ( sesaat melamun lalu melihat purnama ) :Kanda sekarang waktunye Kamelia harus pulang. Ndak mungkin ! Kamu pasti mau ngerjain aku. terus Kamelia di… di… ” : “ Di… diapakan Bejo… !? “ : “ Di…. : ( sambil kesakitan ) “ Wani disamber gledek ! swer ! Maning bar Kamelia diperkosa. Kamelia anak kampung Melayu.. ? apa maksud adinda ? ” : “ Ah tak ape ape. lihatlah gelang ini sengaja aku beli dari pedagang gujarat. Pokokke ora ono sing gelem nampung Kamelia. ” : : : : : : : : : : : “ Bejo…. Bejo kamu masih kayak dulu! ” “ Ngapa kowe mbengi-mbengi neng kene ? ” “ He… he… ( tertawa malu ). preman pasar karo kanca .. ” “ Kamelia… ? Edan kowe. “ “ Sayang…. Kamelia permisi ye kanda….

dia kira itulah orang-orang yang telah memperkosanya.!!! ” Miracle of february 2004 BIODATA PENULIS Nama Lahir Alamat : TRI AMALIA LESTARI : Rantau. dibayangannya Satria akan datang. Digambarkan kisah terakhir sejak Kamelia diperkosa. hingga tiba di depan reruntuhan rumah Kamelia tak ada apapun disana tapi Satria menemukan setangkai bunga dahlia yang diselip Kamelia dirambutnya diantara reruntuhan rumah Kamelia yang sekaligus menjadi kuburan tak bernisan. Satria : ( meremas bunga dahlia sambil terisak lalu berteriak ) “ Kamelia……………. bunuh diri…. dia berlari-lari seperti orang yang tidak waras. Sorogenen No.. wedi kena sial…… akhirnya ( sedikit gugup ) ya…. 27 C Nitikan.. Umbulharjo Yogyakarta . hanya menangisi pabila sadar itu hanya khayal. nganu….241 kancane dewek ora gelemnulungi. 28 Agustus 1984 : Jl. Setiap lelaki yang lewat dilempari dan dipukuli. terlunta-lunta hingga bunuh diri dengan sebotol kecil racun di depan reruntuhan rumahnya sendiri. Kamelia akhirnya nganu…. Hih! Aku dadi mrinding kiye ” ( lari lalu pergi meninggalkan Satria ). Satria tak percaya mendengar kisah itu diam lalu berteriak-teriak memanggil Kamelia. Kaya kae kuwi.

242 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful