Anda di halaman 1dari 9

Judul : HANTU PARTY

Genre : Horor, humor, friendhip


Pemain :
Parti sebagai Party (pelajar / hantu gentayangan)

Recky Muhammad sebagai Recky (pelajar)

Rayi Heristyara sebagai Rayi (pelajar)

Rezky Hadi Prasetyo sebagai Kadir (penjaga kebun sekolah) & Sebagai pak hadi (guru
matematika)

Rian Dwi Erawati sebagai Era (pelajar)

Siti Zainab sebagai Inab (pelajar)

Sri Isna Wardati sebagai Isna (pelajar)

Zenito Raherdian D sebagai Zenito (pelajar / teman Recky)

Pengenalan tokoh :
Meisyah : Seorang gadis lugu dan anak yatim piatu
Eka : Seorang gadis yang mempercayai dengan hal-hal yang berbau mistik, konyol.
Nabila : Seorang gadis periang yang tak mempercayai sesuatu yang berbau mistik.
Yolanda : Seorang gadis pendiam yang memiliki kelebihan dibidang indera keenam.
Ia bisa merasakan sesuatu yang gaib. Namun hanya dapat melihatnya disaat tertentu.
Rania : Seorang gadis penakut yang sangat takut dengan hantu.
Adam : Seorang pria nakal yang selalu membolos sekolah. Suka mabuk-mabukan dan
berpenampilan tidak terawat..
Adib : Seorang tukang kebun sekolah. Seorang yang baik namun misterius.
Reza : Seorang pria baik-baik yang bersahabat dengan Recky.

Kisah ini berawal saat dimana 5 orang gadis mengerjakan tugas bahasa Indonesia disekolah
sepulang sekolah. Suasana sangat sepi karena semua murid telah meninggalkan sekolah. Jam
menunjukan pukul 5 sore. Tanpa terasa 3 jam lamanya sudah mereka terlarut dalam keseriusan
mereka. Salah seorang dari mereka menyadari kalau matahari semakin meredup hendak
kembali keperaduan. Dan ia pun memutuskan untuk mengakhiri kerja kelompok mereka.

Rania : Haaah jam berapa sekarang (sambil menggeliat)


Nabila : Emm. Astaga,sudah jam 5. (melihat jam)
Eka : Bagaimana jika hari ini kita akhiri sampai disini saja ? kurasa ini sudah terlalu
sore.
Yolanda : Ya,t erlalu sore untuk terus berada disekolah ini. ( raut wajah serius)
Rania : Oh ayolah Yol, tidak lucu jika kau mengatakan itu disaat seperti ini. Suasana
seperti ini membuatku berpikiran yang macam-macam. (wajah ketakutan)
Yolanda : Aku tidak bercanda. Apa kamu tidak tahu sejarah sekolah ini?
Rania : YOLA!! HENTIKAN ! jangan mulai lagi! (berteriak)
Meisyah : Tunggu! Bukankah naskah kita sudah hampir selesai? Hanya tinggal memberi
sentuhan akhir untuk endingnya. kapan kita akan latihan untuk pementasan?
Nabila : Bagaimana jika kamis besok ? Bukankah kita tidak ada tugas besok?
Meisyah : Aku setuju.
Yolanda : Aku ikut kalian saja.Kapanpun kalian membutuhkanku aku akan siap.
Eka : Kamu Isna ? Bagaimana ?
Rania : Ya terserah kalian sajalah. Yang penting sekarang ayo kita cepat pulang!!

Ke-5 gadis itu bersiap pergi. Berdiri di bawah sebuah pohon besar menunggu Yolanda mengunci
kelas yang mereka gunakan tadi. Setelah itu Yolanda menyusul ke-5 temannya. Mereka semua
menghabiskan waktu perjalanan dengan mengobrol dan sesekali tertawa. Namun, hanya
Meisyah yang membungkam mulutnya dan seolah berkutat dengan pikirannya sendiri.
Menyadari tak terdengarnya suara Meisyah ditengah gelak tawa mereka, Nabila menoleh dan
menyadarkan lamunan Meisyah.
Nabila : Party, kamu kenapa?
Meisyah : Eh,tidak apa-apa. Sepertinya bros-ku tertinggal dikelas. Aku akan kembali
kesana (berbalik hendak kembali kekelas).
Eka : Ini sudah sore Meisyah. Besokkan juga bisa.
Nabila : Kamu ini, seperti tidak ada hari esok saja.
Meisyah : Hari esok siapa yang tahu ? Aku tidak bisa teman-teman. Itu bros
kesayanganku, pemberian ibu-ku.
Rania : Party, kamu tidak takut ? Hari sudah mulai gelap. Aku saja takut.
(memanyunkan bibirnya dengan wajah takut)
Nabila : Itu karena kau memang penakut!
Yolanda : Rania benar. Berbahaya jika kembali kesana. Aku rasa lebih baik jika kamu
tidak kembali kesana Meisyah.
Eka : Apa kamu melihat sesuatu ? (bertanya kepada Yolanda)
Yolanda : Entahlah. Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas. Tapi sepertinya aku
merasakan sesuatu yang tidak enak.
Nabila : Bahaya karena gelap. Bukan karena hal gaib. (meremehkan)
Yolanda : Bukan! Eh, entahlah.
Meisyah : Sudahlah. Kalian pulanglah duluan. Aku akan kembali
kesana sendiri.Tidak usah cemaskan aku.
Yolanda : Aku tidak akan memberikan kunci kelas padamu. Ini sudah jam 6 Meisyah!
Meisyah : Aku bukan balita teman-teman, aku sudah 17 tahun. Aku bisa menjaga diriku
sendiri. Kalian pergilah. Aku akan baik-baik saja. Yol, mana kunci kelas ? (menadahkan tangan
sambil menatap kearah inab dengan wajah memelas)
Yolanda : Aish..mengapa kau menatapku seperti itu? Ni kuncinya. Kalau begitu, kamu
saja besok pagi yang membukakan pintunya ya ? Jadi kamu tidak perlu mengembalikannya
kepadaku malam ini.
Meisyah : Sipp nyonya ketua!

Party memutar balik haluannya, kembali menuju kelas. Ia hendak mengambil bros
kesayangannya. Teman-temannya berlalu meninggalkan Party.

(Di depan kelas)


Meisyah perlahan membuka gembok kelas. Hanya dengan sekali putaran, capit gembok itu
terbuka. Sedikit memburu, ia langsung masuk kekelas dan mulai menjelajah mencari sebuah
benda kecil bros- itu. Setelah kurang lebih 5 menit, ia menemukannya. Disudut kelas. Meisyah
mengguman dalam hati karena merasa heran bagaimana bisa berada disini ? sepertinya aku
tidak ada berjalan disini tadi. Ah~ yasudahlah. Yang penting sudah ketemu.
Meisyah menutup pintu kelas dan memasang capit gembok. Namun saat hendak menguncinya,
terdengar derap langkah. Semakin lama semakin jelas terdengar. Meisyah hanya diam tidak
berani bergerak. Hingga sebuah suara membuat keberaniannya muncul untuk menoleh pada
sumber suara.

Adam : Lihatlah siapa sekarang yang ada dihadapanku ? Meisyah mari kita berpesta
(dengan pengucapan yang tidak jelas-mabuk)
Meisyah : Adam hah kamu membuatku terkejut. A-apa yang kamu lakukan disini?
Adam : Aku? Apa yang aku lakukan ? Apa ya? Kira-kira kamu tau apa yang sedangku
lakukan disini ? Aku tidak tau. Hahahaha. (tertawa)

Meisyah baru menyadari sesuatu, kalau Recky sedang dalam pengaruh alkohol. Ia mulai cemas.
Walaupun mereka saling kenal, bagaimanapun juga orang yang sedang mabuk bisa melakukan
hal-hal yang tidak diinginkan. Ia memutuskan untuk bergegas.

Meisyah : Begitukah ? Kalau begitu aku pergi duluan. Ini sudah hampir malam. (pergi
meninggalkan Recky)
Adam : Hey hey hey temani aku disini,aku kesepian.Orang tua ku bahkan tidak
meperdulikan aku. Ayo Meisyah mari kita bersenang-senang

Meisyah berusaha untuk pergi namun Adam menghalanginya .Dia mendorong Adam sekuat
tenaga dan saat berhasil dia pun berlari keluar sekolah . Di luar sekolah Meisyah panik karena
melihat Adam masih mengejarnya,hingga dia menyebrang jalan dan suatu teriakan mengakhiri
perjuangan Meisyah untuk meloloskan diri.

Keesokan harinya
Suasana kelas sudah ramai dengan kicauan murid-murid disana-sini.Tak terkecuali murid kelas
XII IPA 1. Mereka berkicau karena kelasnya tidak terkunci dan berantakan.
Rania : Astaga, kenapa kelas kita jadi berantakan seperti ini?
Nabila : Iya. Bukannya kemarin sore kelas kita tidak seperti ini ? Lagi pula kenapa kelas
kita tidak dikunci?
Eka : Hey, ngomong-ngomong kemana Meisyah
Yolanda : Tidak tau, tidak ada kabar.
10 menit kemudian
Adam mengetuk pintu keras. Wajahnya terlihat pucat. Seperti biasa pakaiannya berantakan tak
terurus. Namun tidak seperti biasa, hari ini ia terlebih dahulu menuju meja guru dan
menyerahkan amplop putih. Lalu Yolanda datang menghampirinya dan bertanya,

Yolanda : Apa itu dam?


Adam : Eeemmm anu itu eee itu surat dari Meisyah, iya iya benar itu surat dari
Meisyah. Kemarin dia menitipkannya padaku (gelisah)
Nabila : Hah? Party mengirimkan suratnya padamu ? ciiiyee ada yang mencurigakan
nih (sambil menggoda Recky)
Adam : Eeeee apa maksudmu dengan ada yang mencurigakan? (gugup)
Nabila : Idih santai bro, kan Cuma bercanda. Kenapa kamu serius banget?
Adam : Ti-tidak, aku biasa saja (gugup).

Adam langsung bergegas meninggalkan kelas agar tidak ditanya lagi. Kemudian Eka dan Rania
menghampiri teman-teman nya.

Eka : Adam kenapa?


Nabila : Dia mengantarkan surat Meisyah,tapi gelagatnya kurasa aneh.
Rania : Aneh? Aneh apanya?
Nabila : Waktu kutanya tentang surat itu dia terlihat gugup ,aneh kan seperti ada
sesuatu yang ia sembunyikan.
Eka : Benarkah ? Kalau begitu, memang sedikit aneh sih menurutku. Kenapa dia
harus gugup jika tidak ada sesuatu ? Lagi pula kenapa kemarin sore Meisyah tidak
menitipkannya kepada kita?
Yolanda : Sepertinya memang ada hal yang tidak beres. Aku merasa ada sesuatu yang
ganjil dari aura Recky.
Nabila : Jangan-jangan ada hubunganya dengan Party yang tiba tiba menghilang tidak
ada kabarnya.

Tidak terasa hari berganti dan malam pun tiba.

Di rumah Eka

Eka sudah bersiap-siap menuju tempat tidur untuk segera berlabuh ke alam mimpi setelah
seharian lelah beraktifitas. Diapun langsung terlelap setelah memejamkan matanya. Namun
tiba-tiba tidurnya terganggu.

Meisyah : Ekkkaaaa Ekaaaaaa tooollloooong akkuuu.


Eka : Meisyah? Apa yang kamu lakukan disini? Bagaimana kamu bisa masuk? Apa
aku lupa mengunci jendela?
Meisyah : Toollooongg aku.... tooloong!
Eka: : Hah? Apa maksudmu? Kamu mau minta tolong apa?
Meisyah : Tolong aku , tolooong!
Eka : Apa maksudmu Meisyah ?Jangan bercanda dong. Aku jadi takut beneran nih.
(mulai panik)

Lalu tiba tiba Meisyah menghilang dari hadapan Eka ,membuat Eka sangat terkejut dan menjadi
ketakutan. Dia pun langsung terbangun dari tidurnya.

Eka : Hah hah... Apa itu tadi hanya mimpi? Astagfirullah,,aku takut sekali aku kira
nyata. Tapi aneh, apa maksud dari mimpiku tadi ya?

Hari pun berganti,tapi Meisyah pun tidak kunjung muncul di sekolah.Teman-temannya mulai
khawatir dengan keadaan Meisyah. Yolanda pun ingin bertanya kepada Adam.

Yolanda : Sebenarnya apa kamu tahu Meisyah itu pergi kemana?


Adam : Mana aku tau. Memangnya aku emaknya?
Yolanda : Aku kan cuma nanya. Kan kemarin kamu yang dititipin surat sama Meisyah.
Memangnya waktu Meisyah nitip surat itu sama kamu dia ngomong apa?
Adam : Ohitu.eemdia nggak ngomong apa-apa kok sama aku.Dia nitipin surat trus
langsung pergi gitu aja.
Yolanda : Udah gitu aja?
Adam : Iya.

Tak berapa lama bel pulang pun berbunyi dan mereka pun mengakhiri percakapan itu.

Keesokan harinya disekolahan, semua murid sudah duduk dibangku masing-masing menunggu
bel berbunyi. Keempat sekawan asyik berkumpul sambil berbagi cerita. Namun tiba-tiba
suasana berubah ketika diantara mereka merasakan sesuatu yang aneh.

Eka : Hmm Aduh tiba-tiba kok aku merinding ya.


Rania : Ihhh jangan nakut-nakutin aku dong ka, ngeri tau!
Nabila : Alah sudahlah Ran, jangan lebay deh. Biasa aja tuh. (masa bodoh)
Yolanda : Aku merasa kita diawasi (sambil menatap kosong kedepan hingga membuat
teman temannya heran).
Nabila : Apaan sih kalian. Lebih baik kita ke kantin aku sudah lapar nih.
Namun tiba-tiba seorang dari mereka mengalami kesurupan. Era, dia hanya diam dengan
tatapan kosong. Wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya. Mengindahkan ajakan teman-
temannya untuk pergi ke kantin. Merasa ada yang tidak beres, Isna pun berusaha membujuk
Era.
Era : (tatapan kosong).
Isna : Era kamu kenapa ? Hei jangan nakut-nakutin dong Ayo kita ke kantin ! (sambil
menarik tangan Era).
Rayi : Iya, ayolah Ra jangan bercanda! Tidak lucu tau !
Era : Aku ,,,a-kuu bu-kan E-ra!! (tatapan kosong. Suaranya terdengar seperti suara Party)
Isna : Hei apa maksudmu ? Kalau kau bukan Era lalu siapa?
Era : Aku adalah teman yang kalian ,yg sekarang mulai kalian lupakan (suara Party).
Bingung pun menyerang ke-4 remaja putri itu mereka heran dengan ucapan aneh yg Era
katakan barusan. Namun Rayi teringat akan mimpinya beberapa hari yg lalu.
Rayi : Party ?! (dengan nada ragu).
Era : Iya, kau benar Rayi. Ini aku party (menatap lurus Rayi).
Inab :Gimana ini?
Rayi :Yaudah kita bawa dia ke UKS saja
Lalu mereka pun membawa Era ke UKS . Tidak berapa lama Era-pun sadar dan mereka
memutuskan untuk kembali belajar di kelas.
-Sepulang sekolah-
Keadaan di sekolah sudah sangat sepi hanya tinggal beberapa anak di ipa 3. Mereka adalah
Zenito, Era,Yenny,Rayi,Enab dan Isna yg tampak masih mengerjakan tugasnya dan juga Recky
yang masih belum bangun dari tidurnya sejak pelajaran ke 6 tadi.
Isna : Era aku pinjam catatan kamu ya?
Era : (diam tanpa kata).
Enab : Dia mulai lagi..
Rayi : Heii kau kenapa lagi huh ? (mulai panik).
Tiba tiba saja Era berdiri dan langsung menghampiri Recky yg masih mengumpulkan kesadaran
karena baru saja terbangun dari tidurnya akibat kegaduhan dikelasnya.
Era : RECKYY !!! KURANG AJAR KAU!!! (teriak)
Era tiba tiba mencekik Recky. Zenito yg melihat temannya ingin dianiaya langsung mencoba
melepaskan cekikan Era (Party) dileher Recky.
Recky : Apa kau gila ?!! Kenapa tiba tiba menyumpah dan mencekikku ? Apa salahku ? Dasar
gila!!
Rayi : Dia bukan Era, Recky. Dia kerasukan arwah Party.
Mendengar nama Party disebut Recky pun sontak langsung ketakutan. Dia lari pontang-panting
keluar kelas. Namun Era yg sudah kerasukan arwah Party langsung mengejarnya dan
kembali mencekiknya.Teman-teman yg melihat hal itupun ikut mengejar dan memisahkan Era
dari Recky. Recky ketakutan pada sikap aneh Era dan dia lemas saat Zenito berhasil melepas
cekikan Era dari lehernya.
Zenito :Hei, ada apa denganmu ? Kenapa kau lakukan ini ? Sapa kau sebenarnya? (menatap
tajam Era).
Era : Aku ? Bukankah Rayi tadi sudah mengatakannya dengan jelas? (menatap Rayi).
Zenito : K-kau Pa-Party? (ketakutan-tak percaya).
Zenoto terkejut mendengar perkataan itu. Namun tiba tiba Era menyeringai dan langsung
pingsan. Teman-temannya bergegas menolongnya.
Isna : Era! Kau tidak apa-apa ? Sadarlah (menepuk-nepuk pipi Era).
Enab : Ambilkan air putih! Cepat ! Ada didalam tasku!
Rayi : Ini airnya Nab (menyerahkan sebotol air mineral).
Enab lalu menuangkan air itu ke telapak tangannya dan mengusapkannya kemuka Era. Era-pun
sadar dan kembali seperti biasa. Namun Recky tetap ketakutan. Dia pulang sambil berteriak
histeris. Zenito yang melihatnya terdiam tak berani mengungkapkan kenyataan yang tanpa
sengaja diketahuinya.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali mereka ada dikelas tak terkecuali Recky, namun ia tetap
takut untuk melihat Era. Dia tiba-tiba menangis dan menjerit membuat temannya terkejut.
Rayi : Hei ada apa recky ?
Era : Iya. Kenapa sih kok kamu takut melihatku ?
Isna : Iya kenapa kssmu seperti itu ?
Recky : Dia, dia mengejarku (sambil meunjuk Era, berteriak frustasi)
Isna : Dia siapa ?
Enab : Party
Recky keluar kelas dengan cepat. Mereka pun menatap pada Zenito yang notabenenya teman
akrab Recky. Berharap mungkin dia tau sesuatu.
Zenito : Aku tidak tau apapun.. sungguh. Coba kalian Tanyakan pak Kadir. Minggu lalu aku
melihat pak kadir dan recky berbicara mengenai party (gugup)
Era : Pak Kadir ? Oh si penjaga kebun itu ?
Zeniito : I-iya itu
Rayi : Apa kamu tau apa yang mereka bicarakaan?
Zenito : Aku tidak tau apa tapi aku seperti medengar bahwa ini rahasia.
Sepulang sekolah, 5 sekawan beserta Zenito menemui pak Kadir sang penjaga kebun yang
dimaksud Zenito tadi.
zenito : Sore pak. Maaf mengganggu. Saya ingin bertanya sesuatu dengan bapak. Apa boleh ?
Pak kadir: Oh iya ada apa neng?
inab : Apa bapak tau sesuatu tentang Recky dan Party ?
Pak kadir yang mendengar itu langsung merubah raut wajahnya dan dengan gugup menjawab ,
Pak kadir: Eeeemmmm anu itu, saya tidak tau apa apa neng.
Rayi : Jangan bohong pak. Beberapa hari yg lalu Zenito mendengar bapak berbicara dengan
Recky tentang rahasia party,iyakan Zenito?
Zenito : Iya benar. Aku mendengarnya, kalian membicarakan tentang rahasia dan itu
berhubungan dengan Party.
Enab : Ayolah pak, jujur pada kami. Apa rahasia itu ? Ini demi keselamatan Recky Pak. Entah
kenapa dia beberapa hari ini merasa dihantui.
Pak kadir berfikir sejenak dan menghela nafas. Selang persekian detik setelahnya, pak Kadir
akhirnya membuka suaranya.
Pak kadir: Sebenarnya Recky sudah melakukan dosa besar (menghela nafas).
Isna : Dosa besar apa maksud bapak ? (penasaran).
Pak kadir: Dia tanpa sengaja membunuh Party. Sore itu sekitar sebulan yg lalu dia menyuruh
saya untuk menggali di dekat gedung. Saya di bayar Rp.200.000 dan disuruh meninggalkannya.
Waktu sayatanya untuk apa Recky tidak menjawab dan malah berkata jangan Tanya-tanya!Iitu
bukan urusan bapak.Ssudah, bapak pergi sana!. Jadi langsung saya tinggalkan. Toh saya tidak
tau kalau itu untuk kejahatan. Saya tau kalau galian itu untuk mengubur mayat setelah saya
mengintipnya, itu saya lakukan karena saya penasaran jadi saya tidak jadi pulang dan
mengintipnya mengubur sesuatu. Ssaya terkejut namun tak bisa berbuat apa apa. Maafkan saya
(nada penyesalan-menundukkan kepalanya).

Mereka terkejut mendengar penuturan pak Kadir. Belum sempat rasa terkejut itu hilang
mereka dikejutkan lagi dengan suara teriakan Recky dari dalam kelas. Merekapun bergegas
menuju kelas bersama-sama, dan mereka terkejut melihat Recky yang terpojok dan Era yang
mencekiknya lagi. Rupanya ia kembali karasukan arwah Party.
Recky : Aaaaaarrrggghhh, ttooo-looonggh akkuuuh !!! (berteriak).
Zenito dan pak Kadir pun menolong Recky, berusaha melepaskan cekikan itu namun tidak bisa.
Para teman Party menangis melihat bahwa kenyaataan itu benar arwah teman mereka.
Rayi : Jangan seperti ini Party.. Kami mohon (memohon pada arwah Party).
Recky : Ma-maaf-kan a-aaakkuuu, kumohon maafkan aku, aku bersalah padamu party.
Maafkan aku karena tanpa sengaja membuatmu celaka, aku berjanji aku akan
mempertanggung jawabkannya pada polisi (sambil menangis histeris penuh penyesalan)
Isna : Mungkin dia memang bersalah padamu,tapi itu dilakukannya tanpa sadar Party, karena
dia sedang mabuk.Tolong lepaskan Recky. Biarkan dia menebus dosanya di dunia, kami harap
kau memaafkannya.
Enab : Benar party tolonglah maafkan dia agar arwahmu tenang disisi-Nya.
Era yang tengah dirasuki arwah Party terdiam sejenak. ia menundukkan kepalanya seakan
berpikir. Seakan ia berperang dengan pikirannya sendiri. Namun tak lama ia mendongokkan
kepalanya dan menatap Recky tajam.
Era : Baiklah, aku memaafkannya. Dan kau Recky, aku menuntutmu untuk menguburkan
jasadku ditempat yang layak dan segera akui perbuatanmu !!
Recky : Baiklah Party. Aku berjanji. Kumohon lepaskan aku.
Era (Party) tersenyum kecil. Terbersit kelegaan hatinya dari senyum itu. Setelah itu, Era pun
melepaskan cengkraman tangannya di leher Recky. Recky terjatuh dan memegangi lehernya.
Dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Menyadari segala kesalahannya. Zenito langsung
menghampirinya
Era : Terimakasih teman teman sudah mau menjadi sahabatku. Maafkan aku.. (dengan
nada yang terdengar lemah).
Era terduduk lemas. Arwah Parti telah pergi meninggalkan raganya. Dengan tingkat kesadaran
dibawah 50%, Era berusaha mencerna apa yang terjadi. Zenito berlari kearah Recky yang masih
menunduk lemah.
Zenito : Kamu tidak apa-apa-kan ky?
Tanpa menjawab pertanyaan Zenito, Recky yang lemas dan shock menjambak rambutnya
sendiri sembari menangis histeris kemudian menceritakan semua kejadian yg pernah terjadi.
Recky : Aku mabuk karena wanita sialan itu berselingkuh. Dan pada sore itu aku merasa Party
adalah mantan kekasihku. Aku berniat berbuat tidak baik padanya karena aku marah dan dalam
pengaruh alkohol saat itu.
Inab : Lalu ? Bagaimana Party bisa meninggal ?
Recky : Tapi dia berusaha kabur dan aku mengejarnya. Tanpa melihat jalan dia menyeberang
dan terserempet mobil. Ia menjadi korban tabrak lari. Mobil itu meninggalkan nya begitu saja.
Aku yg panik langsung membawa mayatnya ke sekolah dan memanggil pak Kadir untuk
membantuku menggali untuk menguburkannya (menarik nafas dalam).
Teman-teman party pun menangis histeris mendengar cerita Recky. Mereka tidak menyangka
sahabat yaang mereka cari selama ini ternyata telah terbunuh oleh teman mereka sendiri.
Rayi : Tega sekali kau melakukan hal sekeji itu. (menatap tajam Recky).
Recky : Aku khilaf, aku setengah sadar saat itu.. (tak berani menatap mata teman-temannya).
Enab : Lalu dimana kau menguburkannya ?
Recky : Di dekat gedung yg belum jadi.
Era : Pak Kadir, tolong antarkan kami kesana.
Pak kadir : Baik neng (pergi)
Merekapun menuju ke tempat itu. sesampainya disana, terlihat gundukan tanah yang sudah
mulai mengeras.
Rayi : Tolong gali Pak.
Pak Kadir pun menggali gundukan tanah tersebut dan ternyata benar, ada mayat Party di
dalamnya. Merekapun menguburkan Party secara lebih layak. Samar-samar dipemakaman
mereka sekilas melihat arwah Party tersenyum.
Akhirnya Recky mengakui perbuatannya pada polisi dan dia dihukum 3 tahun penjara. Namun
sebelum itu dia di bawa ke panti rehab kejiwaan karena dia stress dan masih selalu merasa
dihantui Party dan dosa serta perasaan bersalahnya.
Enab : Akhirnya Party tenang ya, Alhamdulillah. (tersenyum sendu).
Rayi : Iya,Recky pun sudah mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatanya.
Isna : Oh iya kudengar pak Kadir pun ikut dihukum 1 tahun penjara karena ikut menutupi
pembunuhan ini.
Era : Semoga dengan kejadian ini kita bisa lebih waspadadan ingat kejahatan terjadi bukan
karna ada niat pelakunya tapi juga karna ada kesempatan waspadalah waspadalah (ekspresi
serius).
Rayi,Enab,Isna : Yeee siaran berita kaliii wahahaha (tertawa).
Merekapun tertawa bersama dan akhirnya cerita ini berakhir. Namun seseorang ikut tersenyum
bahagia di samping mereka. Party, ia tersenyum bahagia dan hidup dengan tenang di alamnya.
TAMAT.