Nama : Olivia Juanita Kelas : 7A

ICW Laporkan Dugaan Pelanggaran HAM di Sekolah
Selasa, 13 Mei 2008 | 10:08 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia Corruption Watch berencana melaporkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia ke Komnas HAM pada Selasa (13/5) ini. Pelaporan terkait kasus dugaan korupsi di SD Percontohan IKIP Jakarta dan SMA 68 Jakarta. "Dugaan korupsi itu memunculkan pelanggaran hak asasi," kata Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Masyarakat Ade Irawan. Dugaan korupsi di kedua sekolah, kata Ade, menyebabkan hak orang tua pelapor korupsi dan anaknya dilanggar. Menurut Ade, setidaknya ada empat hak asasi yang dilanggar yakni hak atas informasi, hak atas pendidikan yang layak, hak untuk tidak diperlakukan diskriminatif dan hak atas kepastian hukum. Pelanggaran terhadap hak atas informasi, kata Ade, terjadi karena para orang tua murid tidak memperoleh informasi keuangan dan anggaran. Pihak sekolah, lanjut dia, tidak transparan dalam penyusunan anggaran. Hak atas pendidikan yang layak, Ade melanjutkan, dilanggar karena anggaran penyediaan fasilitas belajar hilang dikorupsi. "Mestinya kan dialokasikan untuk fasilitas tapi karena dananya dikorupsi maka fasilitasnya jadi nggak ada," ujar Ade. Adapun pelanggaran perlakuan diskriminatif, Ade menyebutkan beberapa contoh. Misalnya, anak dari orang tua yang melaporkan kasus dugaan korupsi itu tak diperbolehkan mengikuti olimpiade sains dan rapornya tak ditandatangani sekolah. Sementara mengenai hak atas kepastian hukum, Ade melanjutkan, orang tua yang melaporkan dugaan korupsi justru dilaporkan mencemarkan baik oleh sekolah. "Mestinya polisi memproses kasus dugaan korupsi dulu, baru pencemaran nama baik," kata dia. "Bukan sebaliknya." Rencananya, siang ini Ade akan menemui Ketua Komnas Ifdhal Kasim di kantor Komnas, Jakarta. Selain melaporkan pelanggaran HAM, ia juga menunjukkan sejumlah bukti kasus dugaan korupsi itu. "Selama ini hanya sedikit orang tua, yang mengetahui penyimpangan di sekolah, berani melapor. Dengan mengadu ke Komnas HAM, kami mendorong para orang tua, yang melihat penyimpangan itu, agar berani melaporkannya," kata Ade. ANTON SEPTIAN (tempo interaktif)

Contoh kasus pelanggaran HAM di sekolah antara lain : 1. Guru membeda-bedakan siswanya di sekolah (berdasarkan kepintaran, kekayaan, atau perilakunya). 2. Guru memberikan sanksi atau hukuman kepada siswanya secara fisik (dijewer, dicubit, ditendang, disetrap di depan kelas atau dijemur di tengah lapangan). 3. Siswa mengejek/menghina siswa yang lain. 4. Siswa memalak atau menganiaya siswa yang lain. 5. Siswa melakukan tawuran pelajar dengan teman sekolahnya ataupun dengan siswa dari sekolah yang lain. (e-dukasi.net)

faktor terakhir pemicu kekerasan terjadi oleh tenaga pengajar terdapat murid. Hal itu. Para siswa sudah banyak yang bisa melek internet. jelas ada pengaruhnya terhadap tenaga pengajar yang belum mampu atau ketinggalan secara teknologi dengan siswanya. Kedua.e-dukasi. sehingga ditahan aparat kepolisian. Selanjutnya. karena sistem pendidikan negeri ini yang mengekang para tenaga pengajar dengan kesadaran naif. juga tak terlepas dengan perkembangan teknologi. “Tidak jamannya lagi. Ia mengatakan. berkakaitan dengan rendahnya gaji guru di Indonesia.” kata Kepala Devisi Sipil dan Politik Komnas HAM Sumatera Barat.(beritasore) Sumber : www.tempointeraktif.www. Sudarto. karena merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). “Kita tahu bahwa dalam jumlah besar tenaga pengajar tamatan diploma III dan sarjana strata satu (S-1). sehingga tindakan guru mengambil tidankan kekerasan. Tindak kekerasan harus dihapus pada dunia pendidikan karena bertentangan dengan HAM.net. katanya. Dampaknya. ketika ditemukan siswa yang kritis dan mau berdebat. 2008 · Leave a Comment Padang ( Berita ) : Tindak kekerasan secara fisik yang terjadi di sekolah dilakukan sejumlah oknum tenaga pengajar di Indonesia terhadap siswanya harus dihentikan. “Kita imbau agar dihentikan tindak kekerasan dalam bentuk apapun di segala tingkat dunia pendidikan. Karena tekanan ekonomi itu. Banyak tenaga guru yang kaku dalam pola penganjarannya. sehingga keterbatasan financial tenaga pengajar menimbulkan tekanan ekonomi. akibatnya kemarahan bisa selalu terjadi terhadap siswa yang melanggar ketentuan sekolah. tindak kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum guru terhadap siswanya setidaknya ada tiga faktor pemicu. sehingga dapat membaca perkembangan secara global.” kata alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang itu. Komnas HAM Wilayah Sumbar.www.com. Ia menilai. hanya berpatok kepada ketentuan yang telah ada. juga pernah menangani kasus kekerasan fisik oleh guru kepada siswanya dan secara hukum tetap ditegakan. pertama. sehingga konsentrasi dan stabilitas emosional guru sulit terkendali.Kekerasan Terhadap Murid Merupakan Pelanggaran HAM Posted by Redaksi on Desember 29. Sedangkan sebagian besar tenaga pengajar di negeri ini. menanggapi tindak kekerasan oleh oknum guru terhadap siswanya pada beberapa sekolah di negeri ini.com .” katanya. seorang guru memberikan sanksi kepada siswa dengan penganiyaan atau melakukan kekerasan secara fisik. tenaga pengajar bisa saja menilai muridnya bandel atau selalu membantah. mungkin belum tahun mengoperasikan internet.beritasore.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful