PT-PLA C 1.

1 - 2010

PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL DAN IRIGASI AIR TANAH DALAM

DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN IR DEPARTEMEN PERTANIAN 2010

KATA PENGANTAR
   

dinas lingkup Pertanian di tingkat Kabupaten/Kota) sesuai dengan kondisi dan potensi di daerah masing-masing

Kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah (Irigasi Air Tanah Dangkal dan Irigasi Air Tanah Dalam) dalam menunjang pembangunan pertanian merupakan salah satu bentuk upaya pengembangan sumber air irigasi untuk usaha pertanian, baik untuk sub-sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun peternakan. Petunjuk/pedoman teknis pengembangan irigasi air tanah dangkal dan dalam ini disusun dengan maksud untuk menjadi pedoman atau petunjuk atau acuan pelaksanaan bagi para pelaksana kegiatan pengelolaan air, khususnya pengembangan irigasi air tanah di daerah (Propinsi dan Kabupaten/ Kota). Pedoman teknis ini diharapkan dapat membantu dan mempermudah pelaksanaan kegiatan di lapangan, terutama dalam mengartikan dan merinci ketentuan-ketentuan teknis di tingkat lapangan. Dengan pertimbangan bahwa kondisi dan potensi antar daerah yang sangat bervariasi, maka pedoman teknis ini harus dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk Petunjuk Pelaksanaan oleh Satker Propinsi (Dinas-dinas lingkup Pertanian di tingkat Propinsi) dan selanjutnya dalam bentuk Petunjuk Teknis oleh Satker Kabupaten (Dinas 
Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

Buku pedoman ini dibagi menjadi 2 bagian, masingmasing terdiri dari Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam dan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal. Oleh karena itu, penggunaan atau pemanfaatan buku pedoman ini harus disesuaikan dengan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan di masing-masing daerah. Demikian semoga pedoman ini dapat dijadikan sebagai acuan/petunjuk oleh para pelaksana kegiatan dengan sebaikbaiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Pengelolaan Air,

Ir. Tunggul Iman Panudju, M.Sc NIP. 19580526 198703 1 002

 
Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

i

ii

i

ii

BAGIAN I

DAFTAR ISI
PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL
KATA PENGANTAR .................................................i DAFTAR ISI ........................................................ iii I. PENDAHULUAN ................................................ 1 A. Latar Belakang ............................................ 1 B. Tujuan dan Sasaran....................................... 3 C. Pengertian ................................................. 4 II. PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL......... 6 A. Persyaratan Lokasi........................................ 6 B. Persyaratan Petani/Kelompok .......................... 7 III. KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL ............... 8 A. Komponen Irigasi Air Tanah Dangkal................... 8 1. 2. 3. Sumur ................................................. 8 Pompa Air............................................. 9 Jaringan Distribusi .................................. 9

E. Pelatihan ..................................................19 F. Pemanfaatan .............................................19 G. Pembiayaan...............................................19 I. Waktu Pelaksanaan ......................................20 V. MONITORING DAN EVALUASI ..............................21 A. Indikator Kinerja.........................................21 B. Monitoring dan Evaluasi.................................21 C. Pelaporan .................................................22 D. Pengendalian .............................................22 DAFTAR PUSTAKA................................................24 LAMPIRAN                            

B. Kriteria Teknis ...........................................10 IV. PELAKSANAAN................................................14 A. Survey Investigasi dan Desain (SID) Sederhana......14 B. Pola Pelaksanaan Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal ...............................17 C. Operasi dan Pemeliharaan .............................18 D. Pembinaan ................................................18
Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

iii

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

iv

iii

iv

.........14 A.......................11 A....26 F....19 B..... Latar Belakang .............13 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) ................11 Pompa Air dan Perlengkapannya........... 298 LANGKAH-LANGKAH SEDERHANA UNTUK MENENTUKAN TITIK LOKASI PENGEBORAN................ Sumur ......... Tujuan dan Sasaran.................................. Kriteria Teknis .............. Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam ..........................................................28 B.............................................. Operasi dan Pemeliharaan ....... 3....................................... Pelatihan ....... 8 B............ Pembiayaan..............25 D........ 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA..... 1 B....23 C..............25 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA............................................... 2.............................26 G.....28 I.29 D.................................................. Pembinaan . PENDAHULUAN ...........BAGIAN II DAFTAR ISI PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM E................. 4..................... Pemanfaatan ........................ 1 A............. KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DALAM..........................................................................................................................27 V.................... 3 C............................................................................................................11 1............. Survey Investigasi dan Desain Sederhana ............... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA..... Pengertian . MONITORING DAN EVALUASI ................. Komponen Irigasi Air Tanah Dalam........................................ Persyaratan Lokasi.16 IV....... Indikator Kinerja.........27 I........ Waktu Pelaksanaan ... Monitoring dan Evaluasi......... 2010 v Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA....... 7 A................. PELAKSANAAN........ PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM ....33 LAMPIRAN B.......... 4 II..........12 Rumah Pompa/Genset............ Persyaratan Petani ....31 DAFTAR PUSTAKA..... 2010 vi v vi ..........28 C........................10 III........... Pelaporan ... Pengendalian ...........................19 A......

Pertimbangannya. karena beda potensial antara air tanah dan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. maka ada dua jenis air tanah yaitu : (1) air tanah dangkal dan (2) air tanah dalam. untuk maka perlu dipikirkan air alternatif memenuhi kebutuhan permukaan tanahnya konstan. danau. 2010 1 2 . waduk. Secara teroritis. Bagi daerah yang mempunyai potensi sumber air tanah dangkal. sehingga dapat dikembangkan oleh petani setempat secara mandiri ataupun jika memerlukan dukungan masih pada tingkatan yang relatif terbatas.BAGIAN I  PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL I. PENDAHULUAN Latar Belakang Pemanfaatan air permukaan. maka sering kali tanaman yang dibudidayakan pada periode tersebut mengalami kekeringan. baik untuk pengadaan pompa 2 maupun pembuatan bangunan penampung (reservoir) 1 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pengelompokan ini sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan air tanah dan kebutuhan infrastrukturnya. maka pengisian air tanah (water recharging) tidak terjadi secara alamiah. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. tanaman dari sumber air yang lain. seperti sungai. Sumber air tanah dangkal umumnya terdapat di dalam lapisan-lapisan tanah yang tidak begitu dalam. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Berdasarkan fakta empirik lain tersebut. pemanfaatannya akan lebih mudah karena infrastruktur yang diperlukan lebih sederhana. Namun demikian. karena kebutuhannya belum proporsional dibandingkan dengan ketersediaannya terutama pada musim kemarau. selain dapat meningkatkan produktivitas pertanian juga memungkinkan terjadinya akselerasi sirkulasi air tanah. Air tanah merupakan salah satu pilihan sumber air yang dapat dikembangkan untuk pertanian. potensi air tanah di suatu wilayah relatif tetap apabila tidak diusahakan. A. embung dan lain-lain telah lama dilakukan masyarakat. 2010 Pemanfaatan air tanah dangkal dari sumur-sumur yang diangkat dengan menggunakan pompa memerlukan biaya tambahan. berdasarkan pemanfaatannya. Pengambilan air tanah sesuai dengan kemampuan pengisiannya. sehingga memungkinkan untuk diangkat ke permukaan dengan menggunakan pompa.

Berkurangnya d. Meningkatkan kualitas produksi pertanian dan pendapatan petani. Terbangunnya sebanyak 706 Lampiran 1). maka perlu dirancang mekanisme pembayaran biaya operasional dan pemeliharaan (OP) dalam kelompok (partisipasi petani). Oleh karena itu. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. irigasi tambak. dan produktivitas usaha tani. dan 3 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. irigasi air tanah. irigasi air tanah dangkal dukungan pembiayaan yang akan berasal dari jenis komoditas yang diusahakan petani dan kelompoknya sehingga keberlanjutan (sustainability) usaha pompa dalam pendayagunaan air tanah dangkal dapat dipertahankan. c. agar ketergantungan kepada pemerintah dapat diminimalkan. 2. air termasuk untuk di menunjang dalamnya usaha air irigasi resiko produksi kegagalan usahatani usahatani melalui karena kekurangan air irigasi/kekeringan. C. Tujuan : Tujuan kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal adalah : a. Meningkatnya ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian seluas 3. Meningkatkan ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian. b. luas tanam. pengaturan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Air Tanah : air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Tujuan dan Sasaran 1. peningkatan areal tanam dan peningkatan permukaan. B. Air Tanah Dangkal : air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah pada kedalaman < 30 meter. 3. Irigasi : usaha penyediaan. dan pembuangan pertanian. perlu adanya a. 2010 4 3 4 . irigasi rawa.sebagai tandon air. Meningkatkan IP (Intensitas Pertanaman). terutama pada lahan kering dan tadah hujan. 2. Sasaran : Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Agar nilai manfaat air tanah dangkal dapat dioptimalkan. Meningkatnya produktivitas. Pengertian 1.530 ha. 2010 unit (alokasi per kabupaten berdasarkan DIPA dan POK dapat dilihat pada b. c.

Sumber Air Irigasi : tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. 8. maka pemilihan lokasi harus dilakukan dengan tepat. 2010 6 5 6 . Beberapa kriteria yang perlu diperhitungkan antara lain : A. Potensi sumber air tanah dangkal yang tersedia paling tidak dapat memberikan air irigasi suplementer (supplementary irrigation) pada areal seluas kurang lebih 5 hektar sesuai jenis komoditas yang diusahakan. dan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.4. Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) : saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan dan penyaluran irigasi air tanah yang mencakup penyediaan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. hortikultura. Muka air bawah tanah : permukaan air tanah di dalam sumurbor dihitung dari muka tanah setempat atau titik acuan lain. garis bujur. 2010 5 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Koordinat : letak/posisi suatu wilayah berdasar garis lintang. 6. ataupun di bawah permukaan tanah. di atas. Di lokasi yang bersangkutan mempunyai potensi air tanah dangkal. Persyaratan Lokasi 1. baik kuantitas maupun kualitasnya. dan ketinggian di atas permukaan laut. II. Diprioritaskan pada lokasi lahan sawah tadah hujan dan lahan kering kawasan tanaman pangan. 4. Sumber Air : tempat atau wadah air alami dan/ atau buatan yang terdapat pada. peternakan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. ataupun di bawah permukaan tanah yang dapat dipergunakan untuk irigasi. 3. 2. Di lokasi yang bersangkutan usahataninya sudah berkembang atau paling tidak daerah tersebut sesuai untuk pengembangan usaha tani tanaman pangan. PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL  Agar pengembangan irigasi air tanah dangkal dapat berhasil dengan baik. pengambilan. penyaluran dan pembagian. perkebunan. Pengembangan usaha tani di lokasi tersebut sering mengalami kendala/masalah air/kekeringan. di atas. 5. 7.

Minimal ada tiga komponen yang diperlukan agar air tanah dangkal tersedia untuk irigasi : (a) sumur (b) pompa air dan motor penggerak dan (c) jaringan distribusi. 6. Dapat dikembangkan di lokasi Daerah Irigasi (DI) yang memiliki jaringan irigasi di mana kondisi ketersediaan air pada musim kemarau tidak mampu mengairi lahan usaha tani. dan perkebunan. 2. Sumur tersebut dapat berupa sumur gali (cara pengembangannya dengan digali) sumur dan sumur bor/ (cara 8 peternakan. Untuk kawasan 3. terlebih dahulu harus dibuat sumur sebagai tempat pengambilan. Persyaratan Petani/Kelompok 1. digunakan untuk hijauan makanan ternak. pantek pengembangannya dengan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. A. 2010 7 8 . Diprioritaskan pada kelompok tani/P3A yang sudah terbentuk atau akan membentuk kelompok tani/ P3A/P3AT apabila dibangun irigasi air tanah dangkal. misalnya dengan pompa. sarana/fasilitas/peralatan irigasi air tanah dangkal tidak boleh dikuasai secara perorangan tetapi harus digunakan oleh anggota kelompok. 1. B. 5. dan sanitasi ternak. Petani di lokasi memerlukan irigasi air tanah dangkal dana dan mampu dan memanfaatkan pemeliharaan serta yang merawatnya dengan baik termasuk menyediakan operasional dibuktikan dari surat pernyataan kelompok tani atas nama petani. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. III. Dalam pengelolaannya termasuk pemanfaatannya. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.hortikultura. KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL Komponen Irigasi Air Tanah Dangkal Agar air tanah dangkal dapat dimanfaatkan untuk air irigasi. Lahan usaha tani yang akan mendapat pelayanan irigasi air tanah dangkal yang akan dibangun adalah lahan milik petani. 2010 7 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. maka diperlukan upaya pengambilan/ pengangkatan ke permukaan tanah. air minum ternak. Sumur Untuk dapat memanfaatkan air tanah.

  Kriteria Teknis Pengertian 1 unit irigasi air tanah dangkal berdasarkan luas layanan oncoran adalah sebagai berikut : a. sentrifugal.dibor). Jaringan Distribusi Untuk mengalirkan air dari pompa ke lahan usahatani. 2010 10 9 10 . Kedalaman sumur yang dibuat disesuaikan irigasi air tanah (JIAT). 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. atau b. Untuk kehilangan losses) mengurangi air (water dalam dengan kedalaman air tanah ( < 30 m ). JIAT perlu dibuat secara permanen dengan dilining ataupun menggunakan sistim perpipaan. penyaluran. maka perlu dibangun jaringan 9 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. digerakkan dengan motor penggerak bertenaga diesel atau bensin atau tenaga listrik atau tenaga angin (kincir angin). Jenis pompa air yang biasa digunakan untuk air tanah dangkal pada umumnya jenis Pompa pompa air B. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 1 (satu) buah pompa air dan motor penggeraknya dengan 1 (satu) atau lebih sumur bor/sumur gali termasuk saluran distribusinya. Pompa air tanah dangkal bersifat mobile (dapat dipindah-pindahkan). 2 (dua) buah pompa air dan motor penggeraknya dengan 2 (dua) buah atau lebih sumur bor/sumur gali termasuk jaringan distribusinya. dimana 1 (satu) unit pompa air akan digunakan untuk melayani beberapa sumur. Pompa Air Pompa air dipergunakan untuk mengangkat air dalam tanah ke permukaan tanah. 2. bangunan pengatur debit dan katup penutup yang berfungsi untuk mengatur arah aliran dalam pipa. 3. bangunan pengatur berupa pintu dan boks pembagi. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. yang terdiri atas: saluran.

dan pembuangan. Pipa-pipa : Pipa-pipa diperlukan untuk pipa selubung luar (casing pada sumur bor). Jaringan Distribusi (JIAT) Penyempurnaan pompa dapat jaringan dimanfaatkan distribusi seefisien dan 12 yang resmi ditunjuk oleh dimaksudkan agar air yang dikeluarkan dari Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Diutamakan yang telah memiliki SNI atau sertifikat hasil uji dari intansi atau lembaga sertifikasi pemerintah. diameter selubungnya disesuaikan dengan kondisi jenis pompanya. Untuk sumur bor/pantek. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 11 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dapat diterima petani. penggerak : motor bertenaga diesel atau bensin. c. d. Bila struktur tanahnya labil. Diameter sumur gali dengan diameter lebih kurang 1 meter. dinding sumur dapat diperkuat dengan tembok atau buis beton. 2010 11 12 . Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pengembangan irigasi air tanah dangkal antara lain : a. Terbuat dari bahan besi atau PVC (paralon) cukup kuat. Pompa air : tipe : sentrifugal atau axial. Kedalaman sumur disesuaikan dengan kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer. pipa/selang hisap. mudah dalam perawatan dan suku cadang tersedia di pasar setempat. Diutamakan telah memiliki/memenuhi SNI atau memiliki sertifikat hasil uji dari intansi atau lembaga sertifikasi yang resmi ditunjuk oleh pemerintah. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.Alternatif pilihan butir a atau b didasarkan pada kecukupan dana dan diuraikan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). tenaga listrik atau tenaga angin (kincir angin). Sumur : dapat dibuat dalam bentuk sumur gali atau sumur bor. b.

Calon lokasi dan calon petani yang memenuhi persyaratan ditetapkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota sebagai lokasi pengembangan irigasi air tanah dangkal.seefektif kebocoran/ tersebut. baik dari segi teknis maupun sosial. Survey Investigasi Survey investigasi dimaksudkan untuk yang mendapatkan calon lokasi dan petani sesuai untuk pengembangan irigasi air tanah dangkal. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelaksanaan survei investigasi dikoordinasikan dengan instansi/Sub Dinas terkait terutama dengan Sub Dinas yang menangani komoditas yang akan dikembangkan. PELAKSANAAN Tahapan pengembangan irigasi air tanah dangkal dapat dilaksanakan sebagai berikut : Jaringan distribusi tersebut dapat berupa pipa atau selang yang tahan bocor. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 13 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelaksanaan survei investigasi dibiayai oleh daerah (tidak termasuk dalam dana TP yang dialokasikan) dan dilaksanakan oleh petugas Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bersama dengan petugas Kecamatan. kehilangan dengan air mengurangi pada saluran IV. 2010 14 13 14 . Survey Investigasi dan Desain (SID) Sederhana 1. mungkin. A.

peralatan. peralatan.Laporan hasil survei investigasi paling tidak memuat : a. 3. sehingga dapat didistribusikan ke lahan usaha tani dengan gaya gravitasi. dan yang 16 spesifikasi motor penggerak pompa. Kondisi usaha tani dan jenis komoditi yang layak dikembangkan. jaringan pembangunan/perbaikan 15 15 16 . Rancangan/desain irigasi air tanah dangkal sederhana sekurang-kurangnya mencakup luas lahan yang akan diairi (daerah oncoran). ketinggian bak penampung dari posisi pompa air dan luas lahan oncoran dapat digunakan untuk menetapkan spefisikasi pompa air. spesifikasi diperlukan. b. Kebutuhan bahan. dan mesin yang Data kedalamam dan potensi air tanah. dan rancangan jaringan irigasi yang akan dibangun. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. e. Potensi air tanah dangkal untuk kebutuhan irigasi. meliputi kedalaman dan kapasitas pompa/air yang keluar dari mesin pompa. hasil SID akan dapat diketahui kebutuhan bahan. 2010 letak/lokasi sumur (koordinat sumur). kedalaman sumur. Satu hal yang perlu diperhitungkan dalam penyusunan desain sumur air tanah dangkal sederhana yaitu dalam hal tanah distribusi. 2. maka air telah sumbernya dengan menggunakan pompa air dapat ditampung pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan daerah layanan irigasinya dengan menggunakan bak penampung air (jika dananya mencukupi). Letak bujur lokasi dengan berdasarkan menggunakan daerah Global administratif dan koordinat lintang dan Positioning System/GPS atau ekstrapolasi dari peta topografi yang tersedia. dangkal Untuk yang menekan diangkat biaya dari operasional dalam hal distribusi air. c. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 jumlah dan irigasi kebutuhan pipa-pipa. dan mesin Berdasarkan diperlukan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. d. Gambar/sketsa saluran distribusi. Luas layanan oncoran (command area) yang akan diairi. Desain/rancangan sederhana irigasi air tanah dangkal Rancangan/desain sederhana disusun untuk lokasi yang ditetapkan sebagai calon lokasi pengembangan irigasi air taanah dangkal.

ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah anggota/kelompok tani. pemasangan perbaikan jaringan pengembangan dan distribusinya. 2. dan pemasaran hasil. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi air tanah dangkal diserahkan kepada petani/kelompok tani. Besarnya iuran pelayanan irigasi yang dibutuhkan. pipa-pipa. 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pembinaan antara lain meliputi teknik operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dangkal. panen. 17 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 3. teknik budidaya. 2. 2010 18 17 18 . 2010 Pembinaan 1. Pola pelaksanaan Bansos mengikuti ketentuan yang ada dalam Pedoman Umum Bansos Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air. peralatan. pasca panen.C. Pola Pelaksanaan Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal D. pemilihan komoditas yang diusahakan. Kebutuhan anggaran Meliputi perkiraan kebutuhan biaya untuk sumur. kebutuhan anggaran ini dijadikan acuan dalam penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS). B. pompa air dan perlengkapannya. Pelaksanaan Konstruksi/pengembangan irigasi air tanah dangkal dilaksanakan dengan pola Bansos (dana ditransfer langsung ke rekening kelompok tani). 1. pengolahan. 4. serta pengembangan usaha lainnya. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pengembangan/ Operasi dan Pemeliharaan 1. Pembinaan terhadap petani penerima manfaat dilakukan Dinas “Pertanian” Propinsi dan Kabupaten/Kota secara berkelanjutan. Perkiraan pengadaan bahan. Pelaksanaan pengembangan irigasi air tanah dangkal dilakukan berdasarkan kepada usulan yang diajukan oleh petani/kelompoktani seperti RUKK (Rencana Usulan Kerja Kelompok) setelah mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Kab/Kota (contoh RUKK dapat dilihat pada Lampiran 2). Biaya operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dangkal menjadi tanggungjawab petani/kelompok tani sebagai penerima manfaat.

yang relatif tinggi. dan pembinaan disediakan dari APBD Propinsi. F. operasi dan pemeliharaan efisien. 2010 19 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dan partisipasi masyarakat. 2010 20 19 20 . 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelatihan teknis operasi jaringan irigasi air tanah dangkal dilaksanakan oleh pihak ketiga/pelaksana pengadaan dan pemasangan irigasi air tanah. pengadaaan pipa-pipa. Pemanfaatan Dengan pertimbangan biaya investasi. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.E. APBD Kabupaten/ Kota. Petani/kelompok tani penerima manfaat diberikan pelatihan terutama teknis operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi air tanah. Kebutuhan biaya jaringan untuk SID irigasi/distribusi. Waktu Pelaksanaan Jadwal/waktu pelaksanaan kegiatan pengembangan irigasi air tanah dangkal mengacu pada jadwal palang pelaksanaan sebagaimana terdapat pada Lampiran 3. Pembiayaan Biaya yang tersedia untuk pengembangan irigasi air tanah dangkal dipergunakan untuk pembuatan sumur bor/gali. maka pemanfaatannya harus dilakukan secara efektif dan G. 2. I. pompa air dan perlengkapannya. Pelatihan 1.

peningkatan produktivitas. 4. Outcome : Terjadinya sediaan air irigasi untuk usaha tani dengan memanfaatkan potensi air tanah dangkal.1. 2. seperti peningkatan luas tanam. Impact : Peningkatan produksi usahatani dan pendapatan petani.V. A.2 (diisi di tingkat usaha Kabupaten/Kota) serta 4. Monitoring dan Evaluasi 1. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 3. 2010 21 22 . Evaluasi dilakukan pada setiap akhir tahun. 3. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelaporan 1.3 dan 4. Laporan Akhir disusun setelah pelaksanaan pembangunan irigasi air tanah dangkal selesai. Agar lebih informatif dan komunikatif. Monitoring pengembangan irigasi air tanah dangkal dilakukan secara swakelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Propinsi.4 (diisi di tingkat Propinsi). Benefit : Terjadinya peningkatan pertanian. dengan Laporan tembusannya Bulanan disusun disampaikan ke Pusat (Ditjen PLA dan Direkrotat mengacu pada Lampiran 4. MONITORING DAN EVALUASI Indikator Kinerja Beberapa indikator kinerja yang digunakan sebagai ukuran untuk penilaian kinerja kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal adalah sebagai berikut : C. Terdapat 2 (tiga) jenis laporan yang harus dibuat yaitu Laporan Perkembangan dan Laporan Akhir. berisi seluruh rangkaian kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal. Laporan Bulanan memuat perkembangan pelaksanaan kegiatan yang disusun setiap bulan. berisi kemajuan pelaksanaan kegiatan sampai bulan berjalan. B. Output : Terbangun dan berfungsinya irigasi air tanah dangkal. intensitas pertanaman (IP). Laporan Bulanan dikirim ke Dinas keterPertanian Pengelolaan Propinsi Air). 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 21 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. saat dalam pelaksanaan dan setelah selesai 22 1. 2. Laporan Akhir agar dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi dari setiap tahap kegiatan (kondisi sebelum kegiatan. peningkatan 2. 4.

3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. maka perlu dilaksanakan pengendalian yang intensif. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Dit. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian. Departemen Pertanian.     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Proyek Pengembangan Sumberdaya. Petunjuk Teknis Pengembangan Pompa Air Tanah Dangkal. Ditjen Sumber Daya Air. Departemen Pekerjaan Umum. 1994/1995. Laporan Bulanan dan Laporan Akhir disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan Dan Air c. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Pompa. Pengendalian Dalam upaya mengurangi kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pengembangan irigasi air tanah dangkal. Irigasi. Pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan dilaksanakan irigasi dengan air tanah dangkal acuan akan Sistem mengikuti DAFTAR PUSTAKA   Anonimous. Pedoman Teknis Konstruksi Jaringan Irigasi Air Tanah Sistim Perpipaan. Departemen Pertanian. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dengan tembusan kepada Kepala Dinas ”Pertanian” Propinsi. Jakarta. Gita Rencana Multiplan. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian. Jakarta.q Direktur Pengelolaan Air dengan alamat Direktorat Pengelolaan Air. Laporan Akhir.kegiatan). Jakarta. PT. Taman Margasatwa No. 2010 Pengendalian Internal (SPI) sebagaimana tercantum pada Lampiran 6. 2004. 2004. D. Jl. Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura. 4. propinsi dan Selanjutnya pelaksana di tingkat dapat membuat kabupaten/kota daftar/check list pengendalian dengan mempedomani check list yang tercantum pada Lampiran 6 dimaksud. 2010 23 24 23 24 . Jakarta. Direktorat Bina Rehabilitasi dan Pengembangan Lahan. 2004. 2002. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. ---------------. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air. Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Penyusunan Database Sarana Air Tanah Untuk Irigasi Pertanian. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Laporan Akhir agar mengikuti outline             seperti pada Lampiran 5.

Nomor : 1451 K/10/MEM/2000 Tanggal 3 Nopember 2000 tentang Prosedur Pemberian Izin Pengeboran dan Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (Lampiran V). Sukoharjo Kab. Banten Kab. Lampiran 1 REKAPITULASI KEGIATAN PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL ALOKASI KEGIATAN DALAM BENTUK TUGAS PEMBANTUAN DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR. Bogor Kab. Bandung Barat 2 Prop. Ciamis Kab. Bandung Kab. 2003. Hidrologi Untuk Pengairan. Sosrodarsono. Jawa Tengah Kab. PT. Lebak Kab. DITJEN PLA TAHUN 2010   No Prop/Kab/Kota TP 1 Prop. Kendal 2 1 2 2 3 2 3 1 2 4 2 2 29 2 3 19 10 1 1 16 Sub Sektor Horti Bun Nak 3 1 1 1 Jumlah (Unit) 19 1 2 3 2 3 2 3 1 2 5 3 2 58 2 3 2 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Garut Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Suyono dan Takeda. Serang 3 Prop. Jakarta. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Subang Kab. 2010 25 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 26 25 26 . Jakarta. Banyumas Kab. Tasikmalaya Kota Tasikmalaya Kab. Kensaku (editor). Jawa Barat Kab. Cirebon Kab. Pradnya Paramita.

Kudus Kab.No Prop/Kab/Kota TP Kab. Banyuwangi Kab. Langkat Kab. Mojokerto Kab. Aceh Utara Kab. Grobogan Kab. Bireun Kab. Gunungkidul Kab. Labuhan Batu Utara Kab. Blora Kab. Labuhan Batu Kab. Lamongan Sub Sektor Horti Bun 5 3 16 3 2 2 4 5 11 8 14 1 2 2 3 2 5 2 4 8 7 11 2 9 3 2 26 1 5 2 2 Nak Jumlah (Unit) 5 3 16 3 2 2 4 5 33 1 2 4 5 2 5 2 4 8 53 6 7 6 Prop. Pati Kab. Tulungagung Kab. Gresik Kab. Tuban 9 5 1 4 17 3 8 Prop Sumatera Barat Kab. Pemalang Kab. Tapanuli Selatan Kab. Agam Kab. Situbondo Kab. DIY Kab. Kulon Progo 3 3 - 4 - 5 Prop. Sampang Kab. Pacitan Kab. Jombang Kab. Salatiga 3 2 10 10 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 10 5 5 2 5 7 10 5 4 2 5 6 3 2 3 3 7 3 4 4 8 38 5 1 1 1 3 11 2 3 11 2 3 4 No Prop/Kab/Kota TP Kab. Jawa Timur Kab. 2010 27 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Tanah Karo Kab. Nias Selatan Kota Padang Lawas Utara 4 Prop. Purworejo Kab. Pidie Jaya Kab. Klaten Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. NAD Kab. Aceh Timur Kab. Dairi Kab. Bener Meriah 7 Prop. Rembang Kab. Sumatera Utara Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pasaman 4 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 28 27 28 . Simalungun Kab.

Kampar Kab. Tanggamus - 15 26 3 45 3 4 9 Prop. Lampung Kab. Muaro Jambi Kab. Banyuasin Kab. Kuantan Singingi Kab. Tanjab Barat Kab.No Prop/Kab/Kota TP Kab. Solok Kab. Riau Kab. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kab. Empat Lawang Prop. Rokan Hilir Kab. Musi Banyuasin Kab. Indragiri Hulu Kab. Solok Selatan Kab. Bengkalis Kab. Ogan Komering Ulu Kota Lubuk Linggau Kab. Jambi Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Musi Rawas Kab. Sijunjung 4 2 1 Sub Sektor Horti Bun 2 Nak 4 Jumlah (Unit) 6 2 10 11 2 4 No Prop/Kab/Kota TP Kab. Ogan Komering Ilir Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Batanghari Kab. Pasaman Barat Kab. Tebo Kab. Muara Bungo 2 2 5 2 4 2 2 2 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 2 2 2 2 4 2 2 3 2 1 8 7 6 5 2 2 7 3 1 1 20 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 17 2 11 8 3 6 3 - 7 3 1 4 26 2 2 5 3 2 2 3 2 2 3 38 12 11 1 6 2 Prop. Muara Enim Kab. Rokan Hulu Kab. Pesisir Selatan Kab. Sumatera Selatan Kab. Indragiri Hilir Kab. Kerinci Kab. Ogan Ilir Kab. 2010 30 29 30 . 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelalawan Kab. 2010 29 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Siak Kota Pekanbaru 4 4 3 4 4 3 4 3 2 4 3 4 4 1 3 3 3 10 8 7 2 4 3 4 10 1 3 10 Prop. Sarolangun Kab. Tanjab Timur Kab. Lampung Selatan Kab.

Kotawaringin Timur Kab. Murung Raya 17 Prop. Maros Kab. Jeneponto Kab. Sulawesi Selatan Kab. Bengkayang Kab. Maluku Utara Kab. Poso Kota Palu 15 20 Prop. Sinjai Kab. 2010 31 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Sambas 19 Prop. 2010 32 31 32 . Sidenreng Rappang Kab. Sulawesi Tengah Kab. Tapin Kab. Gunung Mas Kab. Bantaeng Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.No Prop/Kab/Kota TP Kab. Kutai Kertanegara 14 Prop. Gowa Kab. Seluma Kab. Halmahera Selatan Prop. Luwu Kab. Bengkulu Tengah 18 Prop. Landak Kab. Penajam Paser Utara Kab. Kalimantan Barat Kab. Kotabaru Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Tana Toraja 16 Prop. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Tanah Bumbu Sub Sektor Horti Bun 3 3 5 14 4 5 3 3 4 5 5 3 24 2 4 3 4 16 3 8 3 2 3 3 3 3 3 1 4 2 3 Nak Jumlah (Unit) 3 3 19 4 5 3 3 4 8 5 3 48 8 8 3 2 3 3 3 3 10 13 Prop. Bengkulu Utara Kab. Muko-Muko Kab. Kalimantan Timur Kab. Bengkulu Kab. Kalimantan Selatan Kab. Enrekang Kab. Pesawaran Sub Sektor Horti Bun Nak 3 3 3 3 5 4 2 5 5 5 4 10 4 4 1 2 13 3 3 5 2 6 8 4 4 5 9 3 Jumlah (Unit) 3 3 17 6 5 4 2 5 5 15 8 4 3 13 3 3 5 2 14 4 4 No Prop/Kab/Kota TP Kab. Kalimantan Tengah Kab. Barito Kuala Kab. Paser Kota Balikpapan Kota Samarinda Kab. Lampung Tengah Kab. Kapuas Kab.

NTB Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.No Prop/Kab/Kota TP Kab. Sumba Barat Kab. Lombok Timur Kab. Kepulauan Riau Kab. Buleleng Kab. Bone Bolango Prop. 2010 33 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Ngada Kab. Muna Kab. Bintan Kota Batam 24 Prop. Maluku Tenggara Barat Kota Tual 25 Prop. Bombana Kab. Bali Kab. Sikka Kab. Sumba Tengah 23 Prop. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kab. Dompu Kota Bima Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Maluku Kab. Rotendau Kab. Wajo 5 4 2 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 5 No Prop/Kab/Kota TP Kab. Gorontalo Kab. Bangli Kab. Alor Kab. Boalemo Kab. Pahowato Kab. Sumbawa Kab. Karangasem Kota Denpasar 26 Prop. Manggarai Barat Kab. Kupang Kab. NTT Kab. Sumbawa Barat 2 3 4 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 4 21 Prop. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Bima Kab. 2010 34 33 34 . 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Lembata Kab. Sumba Barat Daya Kab. Wakatobi - - 2 6 2 3 4 2 2 2 2 5 3 3 18 26 5 2 17 2 2 5 2 3 3 4 3 5 5 1 5 5 3 5 3 10 3 6 4 2 7 6 5 66 2 7 2 3 16 4 11 5 5 1 5 5 2 2 8 3 5 9 3 3 3 3 1 2 15 5 10 6 10 7 1 3 3 2 9 3 9 16 4 10 - 2 2 17 6 8 3 3 1 2 25 5 20 13 1 7 3 2 37 27 22 Prop. Sulawesi Tenggara Kab.

Papua Kab. Sorong Selatan Jumlah Total   Ket : Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Menunjang Sub Sektor : Tanaman Pangan : 237 Unit Hortikultura Perkebunan Peternakan               Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Jayapura Kab. Fak-Fak Kota Sorong Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 : 62 Unit : 155 Unit : 252 Unit 35 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 36 35 36 . Sorong Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.No Prop/Kab/Kota TP Sub Sektor Horti 5 Bun 7 2 Nak 14 5 4 5 5 2 14 8 4 4 4 4 4 2 237 3 2 62 155 252 3 3 Jumlah (Unit) 26 7 4 8 5 2 26 4 7 4 7 4 706 28 Prop. Manokwari Kab. Biak Numfor Kab. Papua Barat Kab. Mamberamo Tengah                   29 Prop. Nabire Kab. Mappi Kab.

.A 2010 Lampiran 3   ....2010                                                           Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.. 2010 38 37 38 . 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA......... 2010 37 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA......Lampiran 2                                                                       CONTOH RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL TAHUN 2010 Jadwal Palang Pelaksanaan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal T. …………….

Pengelolaan Air 5... Balai Subak 13. 2010 Penanggung jawab kegiatan Propinsi               Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.go. Pompa 8..2 LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA 2010 Dinas Propinsi Subsektor Program Bulan No. Sekolah Lapang 2 Dinas…………………….id 3. Dam Parit 10. Sekolah Lapang Koordinat 12 Keterangan 13 1 2 A.01 : …………………………….*) Kab/Kota ………………… Aspek 3 Pengelolaan Air 1. Embung 9. Irigasi Tanah Dalam 6. Aspek Kegiatan 3 1. Sumur Resapan 11.. 5. Embung 9.go. : ……………………………. 3. Rehab JITUT 2. Form PLA.A. 4. Dinas Kabupaten/Kota*) 1 1 2 Dinas…………………….Lampiran 4.. : ……………………………. Dam Parit 10. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. : ……………………………. Air Permukaan 7.. : ……………………………. Harsono RM No... 3 Ragunan Jakarta Selatan via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan.*) Kab/Kota ………………… 1.02   ` LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR T. Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja. Rehab JIDES 3..………………. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl.1 Lampiran 4.. : ……………………………. Sekolah Lapang Penanggung jawab kegiatan Kabupaten                     Ctt: 1. P I P 12. P I P 12. 3. 2010 9. Fax : 021 7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja. 6. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. P I P 12. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4. dll *) Coret yang tidak perlu JUMLAH ………………………. 2.. 8. Pompa 8. 2010 40 39 40 . 3 Ragunan Jaksel. **) Coret yang tidak perlu ………………………. Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung 3 JUMLAH Catatan : 1. 2.id 3. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4.. Balai Subak 13. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2... Sumur Resapan 11. 4. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat. : ……………………………. Irigasi Tanah Dangkal 5. : ……………………………. : ……………………………. Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. : …………………………….…………. TAM 4. Balai Subak 13. 2010       39 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dll *) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PLA. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2... Irigasi Tanah Dalam 6. 7.*) Kab/Kota ………………… Dinas……………………. Sumur Resapan 11. Laporan ke Pusat ke Bag Evaluasi dan Pelaporan d/a.. Harsono RM No. Kegiatan 4 Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 5 6 Realisasi Keuangan (Rp) (%) 7 8 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 9 10 Keterangan 11 No. Dam Parit 10. …………………………. 2010 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Program Bulan : ……………………………. ……………………. Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 4 5 Realisasi Keuangan (Rp) 6 (%) 7 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 8 9 Nama Kelompok 10 Lokasi Kegiatan Desa/ Kecamatan 11 Form PLA. Air Permukaan 7.

Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a.4 LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA. 25.250 ton b.000. : ………………………………. 2006.000 = Rp. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. Form PLA.. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha.5 X 5 Ton = 1.P I P 12.. Air Permukaan 7. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1. c. Dam Parit 10. 1 A. 2007. 2008 dan 2009 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Tahun : ………………………………. 2006.000 = Rp. : ………………………………. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2.Balai Subak 13.id 3. 2010 42 41 42 .000. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.3 Form PLA. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air 1.000. Irigasi Tanah Dangkal 5. c.…………. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. contoh : a. Harsono RM No. 25. 25.. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. contoh : a..5 = 750 ton Catatan : 1. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2.5 ton/Ha dan IP 150 %. / Kg atau Rp.000.000 X 1.5 = 750 ton …………. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. 1 A. : ………………………………. 2010 Penanggungjawab Kegiatan Kabupaten                         41 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.5 ton X 1. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp. 25. 2008 dan 2009 Dinas Provinsi Realisasi Fisik 4 Manfaat 5 : ……………………………….id 3 Manfaat harus terukur.…………... 25. Rehab JITUT 2. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan.000. Pompa 8.03       Lampiran 4. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. : ……………………………….000. / Kg atau Rp.Sekolah Lapang Target Fisik 3 Realisasi Fisik 4 Manfaat 7 Catatan : 1. : ………………………………. 25. Irigasi Tanah Dalam 6. …………………. Harsono RM No. TAM 4.Lampiran 4.. 25.go. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.04 REKAPITULASI LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA.5 X 5 Ton = 1.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2. ………………………… 2010 ……………….5 ton X 1.Sumur Resapan 11. 2010 Penanggungjawab Kegiatan Propinsi     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. Embung 9.000 X 1. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat.. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air Rehab JITUT Rehab JIDES T A M Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung Dam Parit Sumur Resapan PIP Balai Subak Sekolah Lapang Target Fisik DIPA 3 Subsektor No. No.250 ton b. Rehab JIDES 3..5 ton/Ha dan IP 150 %. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat. Manfaat harus terukur. 25. 2007.go. : ………………………………. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2.

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pemecahan Masalah   III. DAMPAK    VI. PELAKSANAAN  A. MANFAAT    V. Tujuan dan Sasaran   II. KESIMPULAN DAN SARAN  Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Latar Belakang B. Masalah E. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 43 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Tahap Pelaksanaan D. HASIL    IV.  Lampiran 5   Outline Laporan Akhir I. PENDAHULUAN  A. Masukan C. Lokasi (administratif dan koordinat) B. 2010 44 43 44 .

3. Juknis 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. RAB a. URAIAN KEGIATAN f.Lampiran 6 Daftar Isian (check list) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah No. SID 4. 2010 2 . Apakah ada potensi sumber air tanah dangkal c. 2010 Ya/tidak Ada/tidak ada Cukup/tidak cukup Ya/tidak Ya/tidak 1 1 No. Apakah calon petani diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4. Apakah sudah disusun desain . Apakah calon lokasi dilengkapi dengan titik koordinat Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah RAB sudah dilegalisir oleh Kadis Kab/Kota d. Debit air mencukupi untuk mengembangkan komoditi yg diusahakan d. Apakah kelompok tani mempunyai respon positif terhadap kegitan ini d. I PERSIAPAN 1.2. Calon Petani a. Calon lokasi URAIAN KEGIATAN KETERANGAN Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada a. Apakah RAB dilengkapi dengan rincian biaya c. Apakah sdh terbentuk kelompok tani c. Organisasi/kelembagaan 4. Apakah calon lokasi mudah diakses e. Apakah calon lokasi diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4.1. Desain Sederhana a. Apakah RUKK sudah dilegalisir oleh Kadis Kab/Kota KETERANGAN Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 2 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Juklak 2. Apakah telah disusun RAB kegiatan b. Apakah di lokasi tersebut benar-benar memerlukan irigasi air tanah dangkal b. 5. Apakah petani berdomisili di lokasi kegiatan b.

4. Laporan pertanggungjawaban dana sesuai tahap kegiatan b. Evaluasi URAIAN KEGIATAN a. Apakah sudah dibuat pedoman evaluasi b. 2010 3 3 No. SK Tim Teknis /Koorlap KETERANGAN Ya/tidak Ya/tidak Ada/tidak ada Ada/tidak ada III PELAKSANAAN 1.3. Apakah sudah dibuat pedoman monitoring b. Apakah sudah dibuat laporan akhir KETERANGAN Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sesuai/tdk sesuai Sudah/belum Sudah/belum V PERTANGGUNGJAWABAN 5.2. Apakah sudah dibuat dokumen bukti pembayaran 5.1. Apakah sudah dibuat jadwal monitoring c. Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil evaluasi 4. Pelaporan a. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas evaluasi d. URAIAN KEGIATAN e. dalam pelaksanaan dan akhir) 5. 4. Monitoring a. Apakah perjanjian kerjasama sudah ditandatangani para pihak 6.3. PPK.1. Apakah sudah dibuat BA Penyelesaian Pekerjaan 5. SK KPA. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas monitoring d. Apakah sudah dibuat pembukuan Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 4 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil monitoring Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.No. Apakah mekanisme pencairan rekening kelompok melalui "contra sign" f. Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti jadwal palang 3.2. Apakah sudah dibuat jadwal evaluasi c. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 4 . Bendahara Pengeluaran 7. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti desain 2. Hasil pelaksanaan (irigasi air tanah) telah dimanfaatkan Ya/tidak Ya/tidak Sudah/belum IV MONEV DAN PELAPORAN 4. Apakah sudah dibuat dokumentasi (sebelum. Apakah sudah dibuat laporan bulanani c.

Secara praktikal. perkebunan. Teladannya. 2010 1 2 . waktu dan penyebarannya curah hujan berbeda antar wilayah dan antar waktu. pemerintah bersama masyarakat telah membangun berbagai fasilitas irigasi dengan berbagai sumber air irigasi. Salah satu sumber air irigasi potensial yang belum optimal digunakan adalah yang pemanfaatan menjanjikan sumber apabila air di tanah lokasi dalam. tersebut Pengembangan irigasi air tanah dalam menjadi pilihan ketersediaan sumber air permukaan sangat terbatas sehingga secara teknis. danau.pasokan air sangat terbatas. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dan peternakan adalah teladannya. 2010 relatif tetap. Keragaman curah hujan (rainfall variability) menurut ruang (spatial) dan waktu (temporal) menyebabkan jumlah. tersimpan sebagai air tanah/air bawah tanah (ground water). sebagian tersimpan dalam waduk. sehingga pasokan air untuk pertanian menjadi terbatas. pemanfatan air tanah untuk irigasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian : (a) sebagai suplesi pada saat terjadi kekurangan air dan (b) sebagai sumber air utama. Keragaman ini seringkali sulit diprediksi dan diantisipasi akibat dinamika atmosfer yang luar biasa. Pemanfaatan air irigasi sebagai suplesi umumnya dilakukan pada musim hujan (MH) dan musim kemarau pertama (MK1) pada saat terjadi kekurangan air baik di lahan tadah hujan maupun lahan kering. Kekeringan yang menyebabkan terjadinya kegagalan usaha pertanian. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. sehingga seringkali terjadi ketidaksesuaian antara yang diperlukan dan yang tersedia. sosial dan ekonomi tidak layak dilakukan. Curah hujan yang jatuh ke permukaan bumi sebagian dapat digunakan secara langsung untuk air irigasi. 1 Sedangkan untuk musim 2 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pada musim kemarau. A. di lahan usahatani dan sebagian lagi masuk ke dalam tanah. maka curah hujan merupakan sumber air andalan utama untuk pemenuhan kebutuhan irigasi. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia sebagai wilayah beriklim tropis basah. sementara kebutuhannya BAGIAN II PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM I. Menyadari hal tersebut.

2. b. Tujuan : Tujuan kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam adalah : a. c. 2010 4 3 4 . 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Meningkatnya ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian seluas kira-kira 130 ha. b. perkebunan. Air Tanah Dalam : air yang berada di dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah dengan kedalaman > 60 meter. 2010 3 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. mendukung usaha pertanian tanaman pangan. Meningkatnya produksi usaha tani melalui peningkatan luas areal tanam dan peningkatan produktivitas. d. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. a. Sasaran : Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Air Tanah : air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. c. Meningkatkan IP (Intensitas Pertanaman). 2. Meningkatkan kualitas produk pertanian dan pendapatan petani. dan peternakan. Pengertian 1. Air tersebut terdapat dalam ruang pori dalam lapisan tanah atau batuan yang mengandung air jenuh yang disebut akuifer. Meningkatkan ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian khususnya pada lahan kering dan lahan tadah hujan dalam upaya C.   B.kemarau dan MK2 umumnya digunakan sebagai sumber air utama. dan peningkatan produktivitas usaha tani. d. Berkurangnya kegagalan usaha tani karena kekurangan air irigasi/kekeringan. Terbangunnya irigasi air tanah dalam sebanyak 13 unit (alokasi kegiatan berdasarkan DIPA dan POK dapat dilihat pada Lampiran 1). Akuifer : lapisan batuan jenuh air tanah yang dapat menyimpan dan meneruskan air tanah dalam jumlah cukup dan ekonomis. luas areal tanam. Tujuan dan Sasaran 1. hortikultura. Meningkatkan ketersediaan air pada kawasan pakan ternak.

di atas. 2010 10. Muka air bawah tanah : permukaan air tanah di dalam sumur bor dihitung dari muka tanah setempat atau titik acuan lain. 9. 2010 6 5 6 . 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. Sumber Air : tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. ataupun di bawah permukaan tanah yang dapat dipergunakan untuk irigasi. di atas. Sumber Air Irigasi : tempat/wadah air alami dan/ atau buatan yang terdapat pada. irigasi air tanah.4. 5. pengambilan. 11. Sumur bor produksi air bawah tanah : sumur bor yang dibuat untuk mengambil air bawah tanah pada atau lebih lapisan ekuifer tertentu. pengaturan. tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan. 8. ataupun di bawah permukaan tanah. garis bujur dan ketinggian di atas permukaan laut. Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) : saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan dan penyaluran irigasi air tanah yang mencakup penyediaan. Irigasi : usaha penyediaan. 6. irigasi tambak. air termasuk untuk di menunjang dalamnya usaha air irigasi permukaan. dan pembuangan pertanian. irigasi rawa. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dan 5 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 7. penyaluran dan pembagian. Koordinat : letak/posisi suatu wilayah berdasar garis lintang. Cekungan Air Tanah : suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis.

Dinas PU. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. salah satu syarat penting yang harus dipenuhi apabila suatu lokasi akan diajukan/dipilih sebagai lokasi pengembangan irigasi air tanah. jenis komoditas yang sesuai untuk dikembangkan. dapat dihindari. khususnya sejak tahap pengeboran sampai selesai konstruksi.II. pertimbangan Sedangkan dana atau yang kelengkapan data dan informasi bagi pengembangan digunakan untuk melaksanakan SID merupakan dana yang berasal dari daerah (tidak termasuk dalam dana TP yang dialokasikan ke daerah). perlu memilih/menunjuk yang pelaksana dan A. 2. konsultan atau kontraktor. Informasi tentang potensi dan kondisi air tanah di suatu wilayah dapat diperoleh dari dokumen atau peta yang terdapat di instansi seperti Dinas Pertambangan. Secara umum. terdapat dua faktor penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan irigasi air tanah dalam agar dapat berhasil dengan baik. danau. Daerah (kabupaten/kota) yang melakukan pengembangan irigasi air tanah dalam diwajibkan untuk menunjuk seorang pendamping dari dinas pelaksana yang bertugas mengawasi pelaksanaan pembangunan (konstruksi) irigasi air tanah dalam tersebut. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM Dengan pertimbangan teknis pengembangan yang relatif sulit dan biaya yang relatif tinggi. dan lain-lain yang akan digunakan irigasi air sebagai tanah dasar dalam. dan lain-lain). kesediaan petani dalam melakukan OP. yaitu: (a) pemilihan lokasi dan (b) persyaratan petani dengan kriteria tertentu sebagai berikut : Persyaratan Lokasi 1. Selain kegiatan itu. Lokasi pengembangan diutamakan lahan kering atau tadah hujan dimana pada musim kemarau tidak terdapat sumber air permukaan (sungai. Mempunyai kedalaman potensi lebih sumber 60 air meter tanah di pada bawah dari permukaan tanah. dll). Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. atau air permukaan tidak mencukupi kebutuhan airnya. 2010 (kontaktor) bermutu berpengalaman dalam pengembangan irigasi air tanah dalam sehingga kegagalan sejak tahapan pengeboran Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. maka sebelumnya perlu dilakukan SID (termasuk survei geolistrik. waduk. 2010 Pada lahan irigasi 8 yang telah memiliki jaringan irigasi namun airnya 7 7 8 .

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 3. namun tidak mengalami kebanjiran pada musim hujan. mendapatkan bantuan/kegiatan                 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. terutama komoditas perkebunan dan peternakan. menyediakan pernah dana memelihara/merawat operasional dan pemeliharaan. 2010 9 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. hortikultura. 2. Persyaratan Petani 1. Petani di lokasi memerlukan adanya irigasi air tanah dalam dan bersedia memanfaatkan serta memelihara/merawat dengan baik. 2010 10 9 10 . Mampu dan 5. Diutamakan bagi petani yang telah membentuk Kelompok membentuk 4. Pemerintah Daerah mendukung kegiatan pengembangan irigasi air tanah dalam dan apabila petani belum mampu menyediakan dana operasi dan pemeliharaan bersedia menyediakan dana operasi dan pemeliharaan sampai tahun ke 2. Lahan usaha yang akan diairi merupakan lahan milik petani.tidak mencukupi dapat dibangun irigasi air tanah dalam. 4. dan peternakan (skala ekonomis dengan memperhitungkan jumlah minimal ternak) 5. Petani berinisiatif untuk mengusahakan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. 6. perkebunan. 7. tani/P3A/P3AT Kelompok atau bersedia apabila tani/P3A/P3AT dibangun irigasi air tanah dalam. B. Belum sejenis. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pengembangan usaha tani di lokasi tersebut sering mengalami kendala/masalah air/kekeringan pada musim kemarau. 3. Usaha tani yang dikembangkan adalah tanaman pangan. Calon lokasi tidak terdapat sumur air tanah dangkal yang sudah dimanfaatkan untuk mengairi lahan usaha tani atau tidak direncanakan untuk pengembangan irigasi air tanah dangkal. mengoperasikan.

Gambaran rinci masing-masing komponen diuraikan pada bagian berikut ini. Perlengkapan yang diperlukan agar pompa air agar dapat berfungsi mengangkat atau mengambil air dari dalam tanah antara lain selang dan pipa hisap. pompa umumnya pompa sentrifugal. selang pembuang. maka diperlukan upaya pengambilan/pengangkatan air dari sumbernya ke permukaan tanah serta penyaluran ke lahan usaha tani. 2010 12 11 12 . 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pompa dan turbin. KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DALAM Komponen Irigasi Air Tanah Dalam Untuk mendayagunakan air tanah dalam sebagai sumber air irigasi. dalam Minimal ada 3 (tiga) komponen utama dan 1 pengembangan (c) irigasi rumah air tanah dalam. dan lain-lain. bensin. pipa jambang.  III. 2010 air tanah dalam terlebih pengambilan. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.  1. A. Pompa air digerakkan dengan motor penggerak tenaga diesel. Pompa Air dan Perlengkapannya Pompa air dipergunakan untuk mengangkat air dari dalam tanah ke permukaan tanah. pipa cassing. Sumur Untuk memanfaatkan dahulu sumur harus sebagai dapat sumber dibuat tempat Sumur 11 tersebut dibuat dengan cara pengeboran dengan kedalaman air tanah dalam dari permukaan tanah > 60 m. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. (satu) komponen penunjang yang perlu diperhatikan Komponen utama : (a) sumur (b) pompa air dan perlengkapannya pompa. Komponen penunjang bila memungkinkan adalah Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). pompa Jenis yang biasa digunakan submersible disesuaikan dengan kebutuhan. atau motor listrik.

2010 14 13 14 . Pembangunan secara terutama ditujukan untuk pompa dan atau mesin penggerak/genset yang berukuran besar dan dipasang menetap (stasioner).3. bangunan pengukur debit dan katup penutup yang berfungsi Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pengatur berupa pintu dan boks bagi. Untuk melindungi pompa air serta motor penggeraknya/genset dari gangguan pencurian dan pengaruh cuaca rumah yang pompa dapat menyebabkan permanen     Rumah Pompa/Genset Air Tanah Dalam kerusakan lebih dini perlu dibuatkan rumah pompa. Rumah Pompa/Genset Pompa untuk air tanah dalam atau genset pompa air tanah dalam biasanya berukuran besar sehingga pompa/ genset diletakkan secara permanen (tidak bersifat mobile). 4. padi sawah umumnya saluran. dari air untuk bak penampung. bangunan tani. 2010 13 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Untuk mengalirkan air dari pompa ke lahan usaha dibuat/dibangun jaringan tanah terdiri irigasi (JIAT). 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

disesuaikan dengan kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer tertekan. Debit output pompa minimal 10 liter/detik Box pembagi tipe jaringan perpipaan Box pembagi Katup outlet b. Kriteria Teknis a. Untuk komoditi perkebunan. Sumur : Sumur bor Kedalaman sumur : > 60 meter .untuk mengatur arah aliran dalam pipa/jaringan irigasi. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.                    Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) disesuaikan dengan kebutuhan. Potensi air tanah yang tinggi. peternakan. Pompa : tipe submersibel atau turbin. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 16 15 16 . 2010 15 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. B. dan tanaman pangan lainnya JIAT hortikultura JIAT perlu dibuat secara permanen dengan dilining ataupun menggunakan sistim perpipaan. Untuk mengurangi kehilangan air dalam penyaluran.

Jaringan irigasi/distribusi : terdiri dari box-box bagi dan saluran. e. 2010 disesuaikan dengan debit air 17 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. mudah dipasang. lantai dasar cukup kuat menahan beban dan getaran mesin. d. mudah dioperasikan. ukuran dan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan. dan dapat diterima petani setempat. dan mesin yang diadakan adalah memiliki jaminan kualitas seperti Standard Nasional Indonesia (SNI). Pipa-pipa : sesuai dengan debit air : motor diesel atau bensin saluran terbuka atau perpipaan. mudah dalam perawatan. peralatan. Bak penampung/distribusi : konstruksi beton. f. bahan dari besi atau PVC diutamakan yang telah memiliki/memenuhi SNI. kapasitas minimal.kapasitas debit motor penggerak atau tenaga listrik. minimal yang telah ditentukan. cukup kuat/tahan getaran mesin. ukuran disesuaikan dengan kebutuhan. tersedia suku cadang. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. disesuaikan dengan kebutuhan/keadaan lokasi. Bahan. c. 2010 18 17 18 . Rumah pompa : bangunan permanen. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

(b) (e) konstruksi/pengembangan irigasi air tanah dalam. dan (g) pembiayaan. (c) operasi pemeliharaan. baik dari segi teknis maupun sosial. pembinaan. 2010 19 20 19 20 . Survei potensi air tanah dalam           Contoh Hasil Geolistrik : Potensi Air Tanah >130 m (130­160 M)  Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. petani. Survey Investigasi a. Survei investigasi dimaksudkan untuk mendapatkan calon lokasi. pelatihan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.IV. dan jenis komoditas yang sesuai untuk pengembangan irigasi air tanah dalam. b. Calon lokasi. paling tidak ada beberapa hal penting yang harus diperhitungkan dalam pengembangannya : (a) survei dan investigasi dan desain (d) (SID). dan jenis komoditas yang memenuhi persyaratan ditetapkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota sebagai lokasi pengembangan irigasi air tanah dalam.   dapat dilakukan dengan survey “geolistrik”. petani. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Survey Investigasi dan Desain Sederhana Survey investigasi dan penyusunan desain sederhana dapat dilaksanakan secara swakelola oleh petugas Dinas Pertanian bekerjasama dengan instansi terkait di daerah seperti dinas yang menangani bidang pengembangan air tanah yaitu Dinas Pertambangan (untuk mendapatkan data/informasi dan perizinan) dengan melibatkan petani penerima manfaat. PELAKSANAAN Untuk mengoptimalkan pengembangan irigasi air tanah dalam. 1. (f) pemanfaatan. Contoh  Pendugaan  Potensi  Air  Tanah  Dengan  Menggunakan  Metoda GEOLISTRIK Pada Kedalaman < 100 m (40­100 m)                            A.

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kebutuhan bahan. Hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyusunan desain ini adalah agar air tanah dalam yang telah diangkat dari sumbernya dengan menggunakan pompa air dapat didistribusikan ke lahan usaha tani dengan gaya gravitasi. dan irigasi yang akan dibangun.                                c. sekurang-kurangnya mencakup luas lahan yang akan diairi (daerah oncoran). 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Permasalahan dalam usahatani. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dan mesin 21 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. letak/ lokasi sumur. lokasi rumah pompa. Desain/rancangan sederhana irigasi air tanah dalam Rancangan/desain sederhana irigasi air tanah dalam. 2010 22 21 22 . jaringan 3. 2. Kondisi usaha tani dan jenis komoditas yang layak dikembangkan. desain rumah pompa. 2010 Kondisi prasarana dan sarana irigasi. peralatan. kedalaman sumur. Potensi air tanah dalam untuk irigasi. meliputi kedalaman dan debit andalan (peta hidrogeologi dan pengujian geolistrik). Laporan hasil survey investigasi paling tidak memuat : Letak bujur lokasi dengan berdasarkan menggunakan daerah Global administratif dan koordinat lintang dan Positioning System/GPS atau ekstrapolasi dari peta topografi yang tersedia.

munculnya lumpur dan atau gas beracun dan lainlain selama dalam proses pengeboran. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pemasangan pipa-pipa. ketinggian bak penampung dari posisi pompa air dan luas lahan oncoran dan dapat ditentukan spesifikasi pompa air. Hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui tinggi muka air tanah yang statis/tetap (Static Water Level/SWL). Dengan diketahuinya debit air/sumur dan luas oncoran (command area). Perkiraan kebutuhan biaya dijadikan dasar dalam penyusunan harga perkiraan sendiri. Berdasarkan kedalamam dan potensi air tanah. Pada saat pelaksanaan uji pemompaan. peralatan. maka pihak Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 23 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam 1. 6. B. spesifikasi rumah pompa. antara lain Keputusan Presiden No. pompa air dan perlengkapannya. peralatan. 4. perlu dilakukan pengukuran terhadap kapasitas atau debit air yang keluar (lt/menit atau lt/detik). 5. Kebutuhan Anggaran/Rencana Kebutuhan Biaya (RAB) Mencakup perkiraan kebutuhan anggaran untuk pengadaan bahan. 2010 24 23 24 . dan mesin yang diperlukan. 4. rumah pompa. Jika dalam pengembangannya ternyata secara tidak sengaja atau sengaja akibat telah seperti menyebabkan/menimbulkan kebutuhan bahan. dan jaringan irigasi. jumlah spesifikasi kebutuhan pipa-pipa. maka dapat ditentukan jenis pompa dan mesin penggerak serta perlengkapan pipa-pipa maupun desain jaringan irigasi air tanahnya/jaringan distribusi. Konstruksi/Pengembangan irigasi air tanah dalam dilaksanakan secara kontraktual. Untuk mendapatkan hasil pengeboran air tanah dalam yang optimal. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Penunjukan pelaksana pengembangan irigasi air tanah dalam berdasarkan kepada ketentuan yang berlaku. perlu dilakukan uji pemompaan (pumping test) minimal 2 x 24 jam. dan kebutuhan jaringan irigasi yang diperlukan. pengembangan sumur. 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Beserta Perubahan-perubahannya. spesifikasi motor penggerak pompa. 3.Berdasarkan hasil SID akan dapat diketahui 2.

pemerintah daerah/satker (Kab. Petani/kelompok tani penerima manfaat diberikan pelatihan terutama teknis operasional dan pemeliharaan pompa air irigasi dan jaringan irigasi air tanah dan serta pelatihan usahatani. 2. F. 3. panen. 2010 25 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait Pertambangan) untuk penanggulangan dan tindak Operasi dan Pemeliharaan 1. Pelatihan 1. 2. teknis budidaya. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pemilihan komoditas yang diusahakan. Operasi dan Pemeliharaan pompa. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pemeliharaan) telah diserahkan Dengan kepada demikian.pelaksana (Satker/Dinas lanjut. Besarnya iuran pelayanan irigasi ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah anggota/kelompok. rumah pompa. pasca panen. petani/kelompoktani P3A penerima D. untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas irigasi yang telah dibangun. 2. C. dan jaringan irigasi air tanah dalam diserahkan kepada manfaat. pengolahan. Pemanfaatan Setelah konstruksi selesai. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Biaya operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dalam menjadi tanggungjawab petani/kelompok tani penerima manfaat./Kota) diharuskan membuat suatu Berita Acara tentang Serah Terima Pengelolaan dari dinas kepada petani. secara resmi pengelolaannya (Operasi dan petani/kelompoktani (Contoh Berita Acara dapat dilihat pada Lampiran 2). dan pemasaran hasil. 2010 26 25 26 . kegiatan/kontraktor lingkup Pertanian diharuskan dan Dinas E. Pembinaan terhadap peserta penerima manfaat dilakukan Dinas “Pertanian” Propinsi dan Kabupaten/ Kota secara berkelanjutan. Pembinaan antara lain meliputi teknik operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dalam. Pelatihan teknis operasi jaringan irigasi air tanah dalam dilaksanakan oleh pihak ketiga (pelaksana pengadaan dan pemasangan irigasi air tanah). Pembinaan 1.

rumah pompa. potensi air tanah 4.V. operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dalam yang cukup tinggi. Waktu Pelaksanaan Jadwal/waktu pelaksanaan kegiatan pengembangan irigasi air tanah dalam mengacu pada jadwal palang pelaksanaan sebagaimana terdapat pada Lampiran 3. 2010 MONITORING DAN EVALUASI Indikator Kinerja Beberapa indikator kinerja yang digunakan sebagai ukuran berikut : untuk penilaian kinerja kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam adalah sebagai A. 1. G. pengadaaan pipa-pipa. APBD Kabupaten/Kota. Impact : Peningkatan produksi pendapatan petani. 2010 28 27 28 . pompa air dan mesin penggeraknya.     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. usahatani dan B. Monitoring pengembangan irigasi air tanah dalam dilakukan secara swakelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Propinsi. Dengan pertimbangan biaya untuk investasi. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2. Benefit : Terjadinya peningkatan ketersediaan air irigasi untuk usahatani dengan memanfaatkan dalam. Output : Terbangunnya irigasi ir tanah dalam 2. Pembiayaan 1. Outcome : Terjadinya peningkatan ketersediaan air irigasi untuk usaha tani dengan memanfaatkan dalam potensi air tanah 3. Monitoring dan Evaluasi 1. survei investigasi & desain (SID). dan/atau partisipasi masyarakat. Biaya yang tersedia untuk pengembangan irigasi air tanah dalam dipergunakan untuk pembuatan sumur dalam. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. maka pemanfaatannya harus dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin. I. Kebutuhan biaya untuk penentuan lokasi. 27 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. jaringan irigasi/ distribusi. dan pembinaan dibebankan pada anggaran APBD Propinsi.

C. Laporan Bulanan memuat perkembangan pelaksanaan ke-giatan yang disusun setiap bulan. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh Satker Dinas di Kabupaten/Kota. 2010 30 29 30 . propinsi dan Selanjutnya pelaksana di tingkat dapat membuat kabupaten/kota daftar/check list pengendalian dengan mempedomani check list yang tercantum pada Lampiran 6 dimaksud. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 4.4 (diisi di tingkat Propinsi). Satker Dinas di Propinsi.2. yaitu Laporan Bulanan dan Laporan Akhir. berisi seluruh rangkaian kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Irigasi Air Tanah Dalam. 2. 3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Taman Margasatwa No. saat dalam pelaksanaan dan setelah selesai kegiatan).2 (diisi di tingkat Kabupaten/Kota) serta 4. Pengendalian Dalam upaya mengurangi kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pengembangan irigasi air tanah dangkal. 3.q Direktur Pengelolaan Air dengan alamat Direktorat Pengelolaan Air Jl. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. berisi kemajuan pelak-sanaan kegiatan sampai bulan berjalan.3 dan 4. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dengan tembusan kepada Kepala Dinas ”Pertanian” Propinsi. maka perlu dilaksanakan pengendalian yang intensif.1. 4. Agar lebih informatif dan komunikatif. Terdapat 2 (dua) jenis laporan yang harus dibuat. Pelaporan 1. Laporan Akhir agar dilengkapi Laporan dengan SID dan dokumen-dokumen Kontrak serta seperti foto-foto 29 dokumentasi dari setiap tahap kegiatan (kondisi sebelum kegiatan. Laporan Bulanan dan Laporan Akhir disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan Dan Air c. dan Pusat. D. Laporan Bulanan dikirim ke Dinas Pertanian Propinsi dengan tembusannya disampaikan ke Pusat (Ditjen PLA dan Direkrotat Pengelo-laan Air). Pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan dilaksanakan irigasi dengan air tanah dangkal acuan akan Sistem mengikuti Pengendalian Internal (SPI) sebagaimana tercantum pada Lampiran 6. Laporan Bulanan disusun mengacu pada Lampiran 4. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Laporan Akhir agar mengikuti outline seperti pada Lampiran 5. Laporan Akhir disusun setelah pelaksanaan pembangunan irigasi air tanah dalam selesai.

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. juga Biasanya di daftar Dinas rekanan/kontraktor terdapat setempat atau propinsi. Dari dua langkah diatas sudah dapat gambaran apakah daerah/lokasi yang diinginkan ada potensi atau tidak untuk pengeboran irigasi tanah dalam. Geohidrologi. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.LANGKAH-LANGKAH SEDERHANA TITIK LOKASI PENGEBORAN 1. Peta dan data tersebut sebagai gambaran awal apakah daerah/lokasi yang akan dipilih merupakan lokasi/wilayah/titik pengeboran yang memiliki potensi air tanah untuk Irigasi Tanah Dalam. 3. Melihat sumur-sumur atau irigasi tanah dalam di sekitar daerah/lokasi yang diinginkan untuk titik pengeboran. apakah potensi air tanahnya bagus (studi kasus/pertimbangan). dll.atau tidak Umumnya kedalaman untuk 31 Pertambangan/ESDM setempat atau propinsi. 2. Kemudian yang tak kalah penting karena proses Pertambangan/ESDM pengeboran relatif sulit maka. harus dimilih kontraktor pengeboran yang sudah ahli dan berpengalaman dalam pengeboran irigasi tanah ini dalam. Dinas ini mempunyai data base dan peta-peta seperti Peta Geologi. Kemudian untuk menentukan titik-titik pengeboran dilakukan dengan uji Geolistrik. 4. Peta Cekungan Air Tanah. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Dari hasil uji geolistrik ini akan didapat dugaan potensi air tanah di lapisan aquifer tertekan. di kedalaman-kedalaman tertentu dengan debit-debit tertentu yang mana sebagai dasar apakah titik-titik yang diinginkan untuk pengeboran irigasi tanah dalam dapat dilaksanakan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 32 31 32 . Berkoordinasi dengan Dinas UNTUK MENENTUKAN menemukan lapisan aquifer tertekan ini lebih dari 60 m.

Pati 3 Prop. Departemen Pertanian. DITJEN PLA TAHUN 2010   Sub Sektor No Pusat/Prop/Kab/Kota TP 1 Prop.DAFTAR PUSTAKA   Anonimous. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian. Jawa Tengah Kab. Jakarta. PT. Bandung Barat 2 Prop. Penyusunan Database Sarana Air Tanah Untuk Irigasi Pertanian. Sosrodarsono. 2004. 2010 34 33 34 . Bangli Jumlah Total 2 1 7 1 1 1 1 3 1 4 4 3 3 2 2 1 Horti 1 1 Bun Nak 2 1 1 4 4 3 3 2 2 1 1 1 1 13 Jumlah (Unit)   Ket : Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam Menunjang Sub Sektor : Tanaman Pangan : 2 Unit Hortikultura Perkebunan : 1 Unit : 7 Unit Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Ditjen Sumber Daya Air. Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. Pedoman Teknis Konstruksi Jaringan Irigasi Air Tanah Sistim Perpipaan.         Lampiran 1 REKAPITULASI KEGIATAN PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM ALOKASI KEGIATAN DALAM BENTUK TUGAS PEMBANTUAN DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR. Jakarta. Banyuasin 6 Prop. 2003. Dit. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Laporan Akhir. Jakarta. 2002. Jakarta Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. Pradnya Paramita. Cianjur Kab. Suyono dan Takeda. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2004. Jawa Barat Kab. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air. Departemen Pekerjaan Umum. 2004. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian. ---------------. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Riau Kab. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Pompa. Sumatera Selatan Kab. Kampar 5 Prop. Gita Rencana Multiplan. Bali Kab. Irigasi. Jakarta. Madiun 4 Prop. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. PT. Nomor : 1451 K/10/MEM/2000 Tanggal 3 Nopember 2000 tentang Prosedur Pemberian Izin Pengeboran dan Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (Lampiran V). Hidrologi Untuk Pengairan. Kensaku (editor). 2010 33 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Jawa Timur Kab. Departemen Pertanian.

.. Kabupaten …………… Propinsi …………………... Kec………………..... 2010 35 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA... A 2010   BERITA ACARA SERAH TERIMA PENGELOLAAN No..................... tanggal ………………… dalam kondisi lengkap dan dapat dioperasionalkan dengan baik.... Pada hari ini ……… Tanggal ………….. ……………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………… Bertindak untuk dan atas nama Dinas …………………………………......... Bulan ………………… Tahun dua ribu ………...... ....... PIHAK PERTAMA menyerahkan pengelolaan ……………………… ……………………………………………………………………………… kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima alat tersebut dari PIHAK PERTAMA sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama/Kontrak Kerja antara …………………………………….......... dan………………………………..... yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA..... . : Ketua Kelompoktani ……………………… : Jl.......... Nama Jabatan Alamat : ……………………………..... 2.........Peternakan : 3 Unit Lampiran 2 Contoh Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Irigasi Tanah Dalam T.... kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1............. 2010 36 35 36 ... Kab………………… Prop………………… : Jl.. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.. Desa …………. yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. dengan spesifikasi sebagai berikut : Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.. ......... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA......Nomor ……………………………….............. : Kepala Dinas …………………………………. Bertindak untuk dan atas nama Kelompok tani …………………………….. Nama Jabatan Alamat : …………………………………………….........

...………2010               PIHAK KEDUA Ketua Kelompoktani .                     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.1.... ... ………………………………….. 4.. ……………………………………. 2. 2010 38 37 38 ... 3... PIHAK PERTAMA Kepala Dinas ……………... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA... ……………………………………. Spesifikasi alat/barang Spesifikasi alat/barang Dst…..           ……………………………. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. NIP. Dst….. Jadwal Palang Pelaksanaan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam T.         ………………….A 2010   Lampiran 3 Demikian Berita Acara Serah Terima Pengelolaan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebaik-baiknya. 2010 37 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

: ……………………………. Pompa 8. Dam Parit 10. : …………………………….*) Kab/Kota ………………… 1. Rehab JITUT 2. Sumur Resapan 11. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat. TAM 4. 2.. Laporan ke Pusat ke Bag Evaluasi dan Pelaporan d/a. : ……………………………. Sekolah Lapang ………………………. Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung 3 JUMLAH Catatan : 1. P I P 12.. Sekolah Lapang 2 Dinas……………………. : …………………………….………………. Dam Parit 10.*) Kab/Kota ………………… Dinas……………………. Embung 9. 7.. …………………………. 4. Irigasi Tanah Dangkal 5. 2010 Penanggung jawab kegiatan Propinsi Penanggung jawab kegiatan Kabupaten                   Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.. Rehab JIDES 3. **) Coret yang tidak perlu ………………………. Sumur Resapan 11. P I P 12. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4. Kegiatan 4 Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Form PLA. Irigasi Tanah Dalam 6.. Sekolah Lapang Koordinat 12 Keterangan 13 1 2 A. Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja.. dll *) Coret yang tidak perlu JUMLAH 9. Balai Subak 13. Air Permukaan 7. : ……………………………. Harsono RM No. Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 4 5 Realisasi Keuangan (Rp) 6 (%) 7 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 8 9 Nama Kelompok 10 Lokasi Kegiatan Desa/ Kecamatan 11 Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 5 6 Realisasi Keuangan (Rp) (%) 7 8 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 9 10 Keterangan 11 No. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4.*) Kab/Kota ………………… Aspek 3 Pengelolaan Air 1. Irigasi Tanah Dalam 6. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2.………….. Pompa 8.Lampiran 4. 3 Ragunan Jakarta Selatan via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. Balai Subak 13. Balai Subak 13. 3. Sumur Resapan 11.02 LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR T. 5. Air Permukaan 7. 3... Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja.. : ……………………………. Aspek Kegiatan 3 1.. 3 Ragunan Jaksel..id 3. P I P 12. Dinas Kabupaten/Kota*) 1 1 2 Dinas……………………. Lampiran 4. 2010 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Program Bulan : …………………………….. 2010 Ctt: 1. 8.01 Dinas Propinsi Subsektor Program Bulan No. : …………………………….go. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. 4. Harsono RM No. : ……………………………. Dam Parit 10. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl.. 6. 2010                 39 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.id 3...A. Fax : 021 7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2.2 LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA 2010 : ……………………………. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl..1 ` Form PLA.go. ……………………. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pengelolaan Air 5. dll *) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PLA. 2010 40 39 40 . Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat. : ……………………………. Embung 9. 2.

000.. 25. 25.000.id 3 Manfaat harus terukur. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat. : ……………………………….000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. 2006.…………. Pompa 8.P I P 12. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2... menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha.go.5 = 750 ton ……………….5 X 5 Ton = 1.000 X 1.5 ton X 1. Harsono RM No. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 25. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1. TAM 4.     Form PLA.go. Dam Parit 10. 2008 dan 2009 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Tahun : ……………………………….000 = Rp. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat.250 ton b. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl.000. 2008 dan 2009 Dinas Provinsi Subsektor : ………………………………. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2.03 Form PLA.4 REKAPITULASI LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1.Sumur Resapan 11. 2010   Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. contoh : a..250 ton b.. ………………………… 2010 Penanggungjawab Kegiatan Propinsi Penanggungjawab Kegiatan Kabupaten           41             Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 25. : ……………………………….………….. 2006. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. : ……………………………….04 No.000..Sekolah Lapang Target Fisik 3 Realisasi Fisik 4 Manfaat 7 Catatan : 1. ………………….5 ton/Ha dan IP 150 %. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. contoh : a. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0.000 X 1. 2010 …………. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. 25. : ……………………………….5 ton X 1. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air 1. 25.5 ton/Ha dan IP 150 %.Balai Subak 13.000 = Rp.3 LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA.. 2010 42 41 42 . : ……………………………….Lampiran 4. / Kg atau Rp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air Rehab JITUT Rehab JIDES T A M Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung Dam Parit Sumur Resapan PIP Balai Subak Sekolah Lapang Target Fisik DIPA 3 Realisasi Fisik 4 Manfaat 5 No. 1 A. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. Rehab JIDES 3.5 = 750 ton Catatan : 1.. 25. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. Air Permukaan 7.   Lampiran 4. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp.000. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp.5 X 5 Ton = 1. 2007. Manfaat harus terukur. Harsono RM No. 25. Irigasi Tanah Dalam 6. Irigasi Tanah Dangkal 5. Embung 9. : ……………………………….id 3. / Kg atau Rp. 1 A. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2. c. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha.000.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. Rehab JITUT 2. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. 2007. c.

Tahap Pelaksanaan D. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. KESIMPULAN DAN SARAN Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. HASIL IV. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. MANFAAT V.      Lampiran 5 Outline Laporan Akhir   I. Latar Belakang B. Masalah E. PELAKSANAAN A. 2010 43 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Tujuan dan Sasaran II. 2010 44 43 44 . Lokasi (administratif dan koordinat) B. Masukan C. Pemecahan Masalah III. DAMPAK VI. PENDAHULUAN A.

2010 82 . Juknis 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Ya/tidak Ada/tidak ada Cukup/tidak cukup Ya/tidak 81 81 No.3.Daftar Isian (check list) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam Lampiran 6 No. Apakah RAB dilengkapi dengan rincian biaya c. SID 4. I PERSIAPAN 1. Apakah sudah disusun desain . URAIAN KEGIATAN e. 5. Calon Petani a.1.2. Juklak 2. Apakah calon lokasi dilengkapi dengan titik koordinat f. Apakah sdh terbentuk kelompok tani c. Calon lokasi URAIAN KEGIATAN KETERANGAN Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada a. Organisasi/kelembagaan 4. Apakah calon petani diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. RAB a. Apakah di lokasi tersebut benar-benar memerlukan irigasi air tanah dalam b. Apakah ada potensi sumber air tanah dalam c. Apakah calon lokasi diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4. Desain Sederhana a. Apakah kelompok tani mempunyai respon positif terhadap kegitan ini d. Apakah telah disusun RAB kegiatan b. Debit air mencukupi untuk mengembangkan komoditi yg diusahakan d. Apakah RAB sudah dilegalisir oleh Kadis Kab/Kota KETERANGAN Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 82 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah calon lokasi mudah diakses Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah petani berdomisili di lokasi kegiatan b.

SK Tim Teknis /Koorlap 9. Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil monitoring 4. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas evaluasi d. Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti desain a. SK KPA. Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil evaluasi Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 84 Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. PPK. Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti jadwal palang 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Uji Pemipaan e. 2010 83 No.No. Bendahara Pengeluaran 7. Mobilisasi alat b. Apakah sudah dibuat jadwal evaluasi c. Apakah sudah dibuat pedoman evaluasi b. Apakah sudah dibuat jadwal monitoring c. Hasil pelaksanaan (irigasi air tanah) telah dimanfaatkan KETERANGAN Sudah/belum Sudah/belum Ya/tidak Sudah/belum III MONEV DAN PELAPORAN 4. Pengeboran c. Proses tender 12.2. Pembangunan JIAT URAIAN KEGIATAN f. SK Pemeriksa 10. Pemasangan pompa Ya/tidak Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 83 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. RKS dan HPS 11. g. SK Penetapan Panitia barang dan Jasa 8. Apakah sudah dibuat pedoman monitoring b. Pembangunan rumah pompa 2. Kontrak pekerjaan KETERANGAN Ya/tidak Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada sudah/belum Ada/tidak ada II PELAKSANAAN 1. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Monitoring a. Evaluasi a.1. Apakah perjanjian kerjasama sudah ditandatangani para pihak 6. 2010 84 . Pemasangan pipa-pipa casing d. URAIAN KEGIATAN f. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas monitoring d.

Laporan pertanggungjawaban dana sesuai tahap kegiatan b. Apakah sudah dibuat BA Penyelesaian Pekerjaan 5. Kabupaten Aceh Timur A. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah sudah dibuat laporan akhir IV PERTANGGUNGJAWABAN 5.3. NAD B.37" 4° 36' 5. Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.87" 4° 56' 33. Kabupaten Aceh Barat 2. Kabupaten Pidie 3.66" 4° 33' 48.3.24" 5° 15' 56.46" 96° 40' 54. Kabupaten Aceh Barat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1. Apakah sudah dibuat dokumen bukti pembayaran 5. Apakah sudah dibuat dokumentasi (sebelum.77" 96° 9' 41.22" 98° 17' 16.34" 95° 42' 55. Kabupaten Aceh Tengah 2. 2010 85 85 Lampiran 7 DAFTAR CEKUNGAN AIR TANAH DI INDONESIA   NO.14" 5° 31' 18. Kota Banda Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1. Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.15" 4° 48' 8. Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.72" 4° 48' 20.23" 97° 1' 9.62" 4° 49' 57. Apakah sudah dibuat laporan bulanani c. Kabupaten Aceh Besar 2. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Langsa.13" 4° 30' 41. Kabupaten Aceh Tengah 2. dalam pelaksanaan dan akhir) 5.2.04" 96° 34' 56.84" 5° 1' 41.13" - 5° 39' 37.19" - 95° 51' 34.84" 96° 11' 54.No.4. Provinsi Sumatera Utara KETERANGAN b x x x x x x x x x x c d 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Banda Aceh Sigli Meulaboh Kemiki Jeunib Peudada Lampahan Telege Lhokseumawe Langsa 95° 14' 13.64" 4° 34' 58.18" 4° 22' 13.81" 97° 46' 41. 2010 86 86 . Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.88" 1470 619 4500 281 310 1198 500 292 2913 853 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah sudah dibuat pembukuan Sesuai/tdk sesuai Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.16" 5° 8' 4. Kabupaten Pidie 2.31" 96° 52' 14.13" 97° 0' 14.73" 5° 12' 16. Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.68" 5° 15' 49.31" 96° 12' 47.66" 5° 15' 25.41" 97° 47' 15. 4. Kabupaten Pidie 2.78" 95° 48' 41.49" 3° 31' 15.89" 96° 59' 1. Kabupaten Aceh Utara 2.137" 4° 10' 45. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.16" 96° 36' 35.44" 5° 16' 30.31" 96° 51' 14.69" 96° 23' 5. Pelaporan URAIAN KEGIATAN KETERANGAN a. Kabupaten Aceh Tengah 2.1.82" 96° 34' 38.

37" 99° 1' 31. Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara 1.62" - 3° 55' 8. Kota Dumai 2.70" - 98° 27' 50.69" 97° 44' 39.56" - 99° 15' 7. Kabupaten Deli Serdang 3.18" 2° 5' 42.80" 3632 15 Medan 98° 6' 40.03" 0° 58' 11. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Padang Pariaman 3.13" -0° 43' 48. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Barat 1.98" - 1° 15' 6.18" 3° 34' 24.60" 97° 12' 55.56" 1° 14' 55.53" 99° 35' 16. Provinsi Jambi 1.21" 99° 36' 44.85" - 2° 20' 29. Kabupaten Bengkalis 4. Kabupaten Pelalawan 6. Kabupaten Padang 4. Kabupaten Tapanuli Selatan A.38" 3° 5' 45. Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara 1. Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan B. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Selatan B.87" 0° 47' 3.89" 69776 x 32 Padang-Pariaman 99° 41’15. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Tenggara B. Kota Medan Provinsi Sumatera Utara 1. Kabupaten Labuhan Batu 2.51" 1° 47' 34.36" 183 269 351 14 Sibulus Salam 97° 35' 46.77” - 0° 21’ 30.82" 211 242 225 240 2825 217 x x x x x x 31 Jambi-Dumai 100° 45' 27. Kabupaten Indragiri Hulu 7.23" 0° 45' 26.45" 2° 55' 5.18" 99° 13' 32. 2010 88 88 .90" 99° 0' 58. Kabupaten Kampar Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan A.05" 97° 29' 1.81" 2438 648 483 875 42 20 17 795 21799 Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Selatan A. Kabupaten Siak 5.95" 99° 59' 35.80" 3° 13' 15. Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara 1.96" 98° 59' 42. Kabupaten Rokan Hilir 2.78" - 3° 1' 26. Kabupaten Tapanuli Tengah 2.71” 5331 x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.26" -2° 0' 1. Kabupaten Sidikalang 2.79" 98° 42' 36.90" 0° 33' 29.88" 98° 5' 16.40" 3° 42' 0.26" 0° 47' 27. Kabupaten Asahan 4. Kabupaten Langkat 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.58" 2° 11' 18.15" 97° 56' 25.11" 0° 0' 0. Kabupaten Tapanuli Selatan B.98" 99° 7' 51. Provinsi Riau 1.38" 1° 26' 58.70" 2° 43' 18.99" 97° 31' 50.91" 102° 32' 3.17" 97° 28' 42. Kabupaten Tanjung Jabung Barat 2. Provinsi Sumatera Utara x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.18" - 104° 39' 38. Kabupaten Simalungun 6.306" 19786 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Sidikalang Samosir Porsea-Prapat Tarutung Gunungsitoli Lahewa Sirombu Kuala Batangtoru Pekanbaru 98° 8' 51.94" - 100° 8' 54.26" 1° 39' 7. Kabupaten Bukittinggi 5.44" 0° 53' 18.13" - 2° 59' 11. Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Pasaman A.60" 1° 12' 17. Kabupaten Tanjung Jabung Timur C.47" 99° 29' 54. 2010 87 87 NO.66" 1° 28' 12.69" 0° 58' 8. Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Karo A.16" 1° 11' 7.81" 98° 40' 50. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 1.47" 99° 5' 40.58" 2° 45' 33.63" 1° 11' 52.65" 98° 54' 28.42" - 4° 7' 39.52" 97° 23'15.31" 1° 7' 15. Kabupaten Pelalawan 6.46" 2° 40' 43.30" 0° 5' 25.99" 99° 50' 38. Provinsi Riau 1.38" 100° 13' 5.19" - 97° 43' 16.34" 97° 2' 35.05" 99° 24' 33.23" 2° 19' 46.35” -1° 0’ 28.88" 1° 59' 22.14" - 98° 48' 27.NO.91" 1° 57' 30.12” - 100° 34’ 41. Kabupaten Tanahdatar KETERANGAN b c d 25 26 27 28 29 30 Banjarampa Panyambungan Pasaribuhuan Padangsidempuan Natal-Ujunggading Lubuksikaping 99° 3' 43. Kabupaten Rokan Hullu 3.70" 2° 25' 16. Kabupaten Indragiri Hilir B.63" 97° 15' 19.53" 2° 18' 13. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Kabupaten Langkat KETERANGAN b c d 11 12 13 Siongol-ongol Kotafajar Kutacane 97° 35' 23.71" 98° 47' 33.98" 99° 47' 38.89" 99° 48' 19. Kabupaten Rokan Hilir 3. Kabupaten Siak 5.06" 1° 15' 44. Kabupaten Tobasamosir 2. Kabupaten Karo 5. Kabupaten Bengkalis 4. Kabupaten Pasaman 2.

Kabupaten Ogan Komering B.98” -2° 27’ 21. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Musirawas Provinsi Jambi 1. Provinsi Jambi 1.49” - -0° 22’ 40. 2010 89 89 NO.88” -2° 12’ 27.71” - 100° 31’ 46. Kabupaten Sungai Penuh 2.60” 22860 x 46 Muaralakitan 103° 6’ 19. Kabupaten Musi Banyuasin 2.87” - -2° 46’ 3. Provinsi Jambi Kabupaten Sorolangun Bangko A.51” -1° 53’ 5.35” - 106° 5’ 54. Kabupaten Painan Provinsi Riau 1.61” -1° 45’ 10. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Bungo Tebo 2.16” - -0° 50’ 45. 2010 90 90 . Kabupaten Ogan Komering Ulu 5.65” -1° 0’ 12.84” -0° 53’ 31.91” - -0° 33’ 1. Kabupaten Bengkulu Selatan KETERANGAN b c d 41 Kayuaro-Padangaro 100° 45’ 19. Kabupaten Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat 1.62” - 103° 37’ 56.80” - 100° 51’ 17. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 6.28” - 102° 52’ 44.60” - -2° 19’ 45. Kabupaten Bengkulu Utara 3.4596” - 102° 7’ 34. Kabupaten Musirawas 2.76” -0° 0’ 9.58” - 100° 38’ 35.43” -2° 58’ 23.24” -0° 17’ 53.48” -0° 30’ 2.82” -0° 9’ 29.11” -0° 2’ 54.81” - 100° 46’ 21. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Tanah Datar 2.46” - 101° 42’ 54. Kabupaten Lahat 3. Kota Bukit Tinggi 2. Kabupaten Sorolnagun Bangko C.29” - -3° 23’ 46.22” 2810 x 42 Sungaipenuh 101° 13’ 23. Kabupaten Bungo Tebo B. Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat 1. Kota Payakumbuh 3.14” 2915 39 Muarabungo 101° 27’ 20.82” - -2° 0’ 0. Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Sawahlunto B. Provinsi Sumatera Selatan 1. Kabupaten Prabumulih 4. Kabupaten Kampar A.92” 1235 x 43 Bangko-Sarolangun 101° 30’ 54.28” 10460 Provinsi Sumatera Barat 1. Kabupten Bungo Tebo Provinsi Jambi Kabupaten Sungai Penuh A.57” - 100° 51’ 14. Kabupaten Rejang Lebong 4.27” 1794 x 47 Lubuklinggau-Muaraenim 102° 36’ 4.55” 432 37 Solok 100° 21’ 30.81” - -0° 33’ 43. Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Solok B.99” 296 34 Payakumbuh 100° 17’ 42. Kabupaten Indragiri Hulu 2.58” 5510 40 Painan-Lubukpinang 100° 20’ 52. Kabupaten Sorolangun Bangko A. Provinsi Jambi Kabupaten Sorolangun Bangko B.19” - 103° 35’ 45.97” - -1° 58’ 35. Kabupaten Tanah Datar 4. Kabupaten Sungai Penuh 2. Kabupaten Musi Banyuasin 2. Provinsi Jambi 1.89” - -1° 7’ 8.21” - -1° 49’ 19. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a A.20” 668 35 Alanglawas 100° 38’ 31. Kabupaten Ogan Komering Ilir D.NO. Provinsi Sumatera Barat 1. Kabupaten Painan 2.14” - 103° 31’ 38.37” 6702 x 44 Muaratembesi 102° 50’ 25. Provinsi Bengkulu Kabupaten Bengkulu Utara x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kota Bengkulu 2. Kabupaten Bukit Tinggi 3.42” -1° 45’ 37. Kabupaten Jambi 1.71” 1534 x 45 Karangagung 103° 21’ 0. Kabupaten Tanah Datar 2. Kabupaten Solok 5. Kabupaten Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat 1.76” -0° 19’ 43. Kabupaten Bukit Tinggi Provinsi Sumatera Barat 1. Kabupaten Musirawas B.97” - 101° 57’ 1. Kabupaten Solok B.31” - 103° 6’ 31.62” 15400 x 48 Bengkulu 101° 48’ 11. Kabupaten Limapuluh Kota 2.8” 6975 x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Pelalawan 3.96” -1° 7’ 53. Provinsi Sumatera Selatan 1.60” - -4° 16’ 47. Kabupaten Sorolangun Bangko 2. Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Utara Provinsi Bengkulu 1.82” - 101° 45’ 8.73” - -0° 23’ 52.55” 1325 38 Tulak 101° 5’ 0. Kabupaten Sorolangun Bangko A. Kabupaten Muarabulian 2. Kabupaten Sungai Penuh 3. Kabupaten Tanah Datar 4. Kabupaten Limapuluh Kota 3. Provinsi Bengkulu Kabupaten Rejang Lebong C. Provinsi Jambi Kabupaten Muara Bulian A.93” 167 36 Batusangkar 100° 20’ 19. Provinsi Sumatera Selatan 1.03” - -3° 1’ 14. Provinsi Jambi 1. LOKASI a Kabupaten Solok KETERANGAN b c d 33 Bukit Tinggi 100° 20’ 7. Kota Solok 2. Kabupaten Padang Pariaman 3.89” - 105° 0’ 49.27” -1° 25’ 39.89” - -3° 51’ 57.03” - -4° 53’ 7.

Kabupaten Tangerang 3. Kota Bandar Lampung 2.23” 707 Provinsi Banten 1.77” -3° 14’ 51.95” 21640 x 55 56 57 58 Kotaagung Talangpadang Bandarlampung Kalianda 104° 11’ 9. Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Utara B.25” -2° 20’ 25.63” -5° 4’ 28. Kota Cilegon 5.6” - -4° 35’ 35. Provinsi Jawa Barat x x x x x x x KETERANGAN b c d 59 60 61 62 63 64 65 66 67 Koba Kepoh Batubetumpang Pangkal Raya Airpandan Tanjungniur Manggar Labuan Rawadanau 106° 19’ 50.75” - -5° 0’ 46.86” 8521 x 53 Ranau 103° 35’ 23.46” -4° 30’ 31.53” 106° 44’ 28.36” - -6° 51’ 4. 2010 91 91 NO.99” -3° 11’ 39. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Lampung 1.96” 104° 53’ 25. Kabupaten Lampung Kabupaten Lampung Barat B.21” -5° 34’ 11.07” 104° 31’ 9. Kota Tangerang 4.27” - 104° 18’ 54. Kabupaten Rejang Lebong B.69” 106° 6’ 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Ogan Komering Ulu 5. Kabupaten Lampung Tengah 5.04” 1236 615 439 234 x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.97” 105° 20’ 38.32” 106° 2’ 58. Kabupaten Lampung Selatan 4. Kabupaten Lampung Utara 2.57” - 104° 44’ 3. Kabupaten Lampung Barat 3. Kabupaten Bengkulu Selatan 2.79” -6° 17’ 47. Provinsi Sumatera Selatan 1.74” - 104° 8’ 35.14” 106° 0’ 45.74” -2° 33’ 39. Kabupaten Lebak 7. 2.68” - -5° 33’ 20.85” -2° 27’ 25. Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung 1. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu A.32” -2° 3’ 33. Kabupaten Pendeglang 2. Kabupaten Serang 2.63” 108° 17’ 41. Kota Palembang 2.39” 105° 49’ 25. Kabupaten Lampung Barat 2.42” -2° 31’ 19. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 324 334 287 235 163 219 203 734 375 LOKASI a Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Belitung Provinsi Banten 1.16” 1501 x 54 Metro-Kotabumi 103° 53’ 4. Kabupaten Ogan Komering Ilir 4. Provinsi Bengkulu 1.65” -4° 30’ 57.62” - 106° 41’ 37. Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung 1.53” -2° 15’ 33. 2010 92 92 . Kota Serang 6.18” -2° 52’ 33.41” 105° 25’ 9. Kabupaten Musi Banyuasin 3.39” -6° 34’ 45.46” - 105° 55’ 9.71” 104° 59’ 11. Kabupaten Lebak Provinsi Banten 1.34” 8652 x 51 Baturaja 103° 54’ 9.30” 105° 41’ 13. Provinsi Banten 1.NO.71” 105° 53’ 53.79” 106° 10’ 47.20” -1° 57’ 22.22” -5° 50’ 46. Kabupaten Lahat 3. Kabupaten Ogan Komering Ulu 2. Kabupaten Pandeglang 2. Kabupaten Serang A.55” - -6° 30’ 16.64” -5° 39’ 59. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.33” -4° 12’ 8.72” - -5° 7’ 37.27” -3° 54’ 30. Kabupaten Pandeglang B.59” 105° 42’ 45. Provinsi Lampung LOKASI a Kabupaten Lampung Barat KETERANGAN b c x d 49 Gedongmeneng 103° 20’ 56.41” 1412 B. Kabupaten Prabumulih A.27” -2° 49’ 47.15” - -3° 41’ 52.63” 105° 48’ 45. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) A.66” 105° 54’ 24.37” -6° 3’ 39. Kabupaten Pandeglang Kabupaten Lebak x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.23” - -4° 40’ 33.28” 108° 2’ 59.80” -6° 15’ 50.13” - 105° 12’ 8.46” 105° 36’ 59.38” - 106° 42’ 36.90” - -2° 35’ 59. Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Selatan 50 Palembang-Kayuagung 103° 29’ 47.30” 105° 42’ 35.59” -5° 55’ 3.63” -5° 23’ 0.57” -2° 36’ 31.88” -2° 59’ 0.79” 2404 x 52 Muaraduo-Curup 102° 21’ 32.82” -2° 40’ 38. Kabupaten Prabumulih A.59” - -5° 54’ 44.04” -6° 39’ 10.56” -2° 8’ 8.94” 105° 23’ 58.92” -5° 10’ 18.29” 106° 29’ 40.44” - 106° 9’ 50.53” -5° 27’ 45.99” - 104° 42’ 15. Provinsi Bengkulu Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan 1.74” x x 68 Serang-Tangerang 105° 54’ 31.84” 2822 x Kabupaten Bogor 69 Malingping 105° 41’ 4.83” - 103° 52’ 8.

Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat 1.91" -7° 11' 12. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) Provinsi Jawa Barat LOKASI a KETERANGAN b c d 79 Batujajar 107° 23' 33.91" 1514 77 Ciater 107° 24' 28.91" 1219 Provinsi Jawa Barat 1.07" - 107° 57' 7.67" -6° 43' 37. Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat 6. Kabupaten Ciamis 4.29" 3641 76 Subang 107° 35' 48. Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat 5.40" - 107° 50' 28. Kabupaten Garut A. Kabupaten Bogor 2. Kabupaten Bekasi 3. Kabupaten Bandung 2. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat x x 86 Sumedang 107° 45' 38.22" 169 Provinsi Jawa Barat 1.11" 621 605 83 Tasikmalaya 107° 50' 53.19" -6° 49' 55.07" 467 Provinsi Jawa Barat 74 Jampangkulon 106° 22' 55.98" 106° 48' 15.98" -6° 36' 11. Kabupaten Garut 2. Kabupaten Sumedang 3.00" - 108° 17' 34. Kabupaten Sukabumi x 75 Bekasi-Karawang 106° 52' 5.21" -6° 48' 29.26" -7° 2' 17. Kabupaten Sumedang x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 94 94 . 2010 93 93 NO.23" - -6° 36' 53.99" 384 5.56" 107° 2' 13. Kabupaten Bandung 3.35" -7° 25' 59.30" - -6° 48' 38. Kota Bogor Provinsi Jawa Barat 1.51" 107° 27' 17.87" -6° 10' 27.40" 107° 46' 13.72" 1311 868 x x 73 Cianjur 106° 58' 5. Kabupaten Bogor 2.85" 108° 33' 8. Kabupaten Cianjur x KETERANGAN b c d 70 Jakarta 106° 36' 32.53" - -7° 22' 9. Kabupaten Bandung x 80 IV. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.06" 483 87 88 Sukamantri Ciamis 107° 50' 47.83" - 107° 29' 42.70" - -7° 14' 47.26" - -7° 7' 41. Kabupaten Ciamis 2.37" - -6° 47' 2. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1.87" 566 78 Lembang 107° 25' 56.37" - -6° 57' 22. Provinsi Jawa Barat x x x x x 84 Garut 107° 42' 33. Kabupaten Bandung 2. Kabupaten Tasikmalaya x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.77" - -7° 24' 8. Provinsi Jawa Barat 1.58" 886 85 Malangbong 107° 53' 42.81" - 108° 5' 11. Kabupaten Subang 2. Kabupaten Bandung 2. Kabupaten Tangerang 2. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a A.03" -6° 42' 56.54" - 107° 4' 4.28" 1716 81 82 Cibuni Banjarsari 107° 9' 6.35" - -7° 27' 7.44" -7° 13' 17. Kabupaten Bogor 2.39" -7° 11' 56. Kabupaten Purwakarta 5.37" -5° 54' 29.85" - -6° 48' 12. Kabupaten Indramayu 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.88" - 106° 59' 45. Kabupaten Sumedang 2.88" -6° 58' 17.63" - -7° 0' 25. Kota Tangerang B. Kota Bandung Provinsi Jawa Barat 1.42" - -6° 38' 7. Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat 1. Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat 4.47" - 107° 45' 51. Kabupaten Sukabumi 2. Kabupaten Bandung 2.23" -6° 56' 6.88" -7° 5' 10.80" -6° 24' 38.59" 89 6.19" -7° 26' 59. Kabupaten Tasikmalaya 3.95" -6° 46' 2.20" - 108° 4' 13.07" - -6° 56' 39.79" - 108° 20' 49. BandungSoreang 107° 21' 55. Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Tasikmalaya 3.50" - -6° 26' 58. Provinsi Banten 1.23" 1439 x 71 72 Bogor Sukabumi 106° 28' 20. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1. V.73" - -6° 51' 10.61" - 107° 17' 4.88" 106° 32' 43.67" -7° 3' 3.81" - 108° 2' 56.46" 108° 15' 45. Kabupaten Karawang 4.60" -7° 25' 6. Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat 1.07" 151 581 Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1.16" - 107° 30' 17.76" 514 1.78" -6° 0' 43.14" -6° 40' 18. Kabupaten Purwakarta 2. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta C.NO.63" -6° 41' 59.84" - 108° 2' 5.75" - 107° 42' 31.

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2) 3.

LOKASI a Kota Banjar x

KETERANGAN b c d

89 90 91

Kawali Kuningan Majalengka

108° 16' 4.17" 108° 15' 44.50" 108° 3' 32.4"

-

108° 34' 13.02" 108° 39' 14.58" 108° 24' 40.24"

-7° 4' 54.98" -7° 3' 17.20" -6° 34' 12.81"

-

-6° 48' 12.35" -6° 52' 13.72" -6° 55' 47.85"

291 507 686

92

Indramayu

107° 56' 38.14"

-

108° 19' 46.08"

-6° 13' 42.77"

-

-6° 39' 20.74"

1282

Provinsi Jawa Barat Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Kuningan 2. Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Majalengka 2. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Indramayu 2 .Kabupaten Majalengka 3. Kabupaten Sumedang VI. Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Indramayu 2. Kabupaten Cirebon 3. Kabupaten Kuningan 4. Kota Cirebon Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Cilacap A. Provinsi Jawa Barat 7. Kabupaten Ciamis

x x

x

93

Sumber-Cirebon

108° 13' 53.45"

-

108° 39' 15.85"

-6° 13' 49.61"

-

-6° 53' 59.86"

1659

x

94

Majenang

108° 41' 58.06"

-

108° 51' 14.72"

-7° 17' 19.18"

-

-7° 24' 21.99"

108

x

95

Sidareja

108° 32' 56.67"

-

108° 49' 43.47"

-7° 17' 14.05"

-

-7° 40' 28.84"

480

B.

Provinsi Jawa Tengah 8. Kabupaten Cilacap

x

A.

Provinsi Jawa Barat 9. Kabupaten Cirebon

96

Tegal-Brebes

108° 35' 7.31"

-

109° 21' 16.34"

-6° 44' 11.61"

-

-7° 11' 0.39"

1356 B.

x

Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Brebes 2. Kabupaten Tegal

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

95

95

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2)

LOKASI a Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Pemalang 2. Kabupaten Tegal 3. Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Banjarnegara 2. Kabupaten Banyumas 3. Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Banyumas 2. Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Cilacap 2. Kabupaten Kebumen 3. Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Pemalang 2. Kabupaten Pekalongan 3. Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Kebumen 2. Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Banjarnegara 2. Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Batang 2. Kabupaten Kendal 3. Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Wonosobo 2. Kabupaten Banjarnegara 3. Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Magelang 2. Kota Magelang 3. Kabupaten Boyolali 4. Kabupaten Temanggung

KETERANGAN b x c d

97

Bumiayu

108° 55' 13.33"

-

109° 24' 18.87"

-7° 0' 28.58"

-

-7° 19' 24.38"

661

98

Purwokerto-Purbalingga

109° 3' 1.70"

-

109° 46' 49.02"

-7° 12' 44.33"

-

-7° 32' 26.86"

1318

x

99 100 101 102 103

VII.

Cilacap

108° 59' 15.41" 108° 48' 7.47" 109° 6' 49.12" 109° 23' 13.53" 109° 18' 45.31"

-

109° 12' 14.43" 108° 59' 47.98" 109° 26' 46.49" 109° 29' 9.91" 109° 51' 52.35"

-7° 25' 41.48" -7° 40' 45.94" -7° 31' 28.39" -7° 36' 45.02" -6° 46' 33.52"

-

-7° 45' 5.32" -7° 45' 13.59" -7° 43' 36.42" -7° 43' 53.66" -7° 13' 24.20"

218 45 423 67 1682

x x x x x

Nusakambangan Kroya Banyumudal Pekalongan-Pemalang

104 105

Kebumen-Purworejo Karangkobar

109° 27' 18.50" 109° 34' 42.69"

-

110° 3' 36.50" 109° 55' 17.84"

-7° 34' 14.61" -7° 10' 12.18"

-

-7° 53' 59.96" -7° 18' 43.34"

1127 316

x x

106

Subah

109° 49' 26.04"

-

110° 11' 32.45"

-6° 54' 15.69"

-

-7° 18' 16.57"

874

x

107

Wonosobo

109° 45' 48.56"

-

110° 4' 41.47"

-7° 11' 7.81"

-

-7° 31' 51.33"

666

x

108

Magelang-Temanggung

109° 59' 45.38"

-

110° 27' 21.31"

-7° 11' 45.92"

-

-7° 42' 6.69"

1783

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

96

96

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2) 5.

LOKASI a Kabupaten Semarang

KETERANGAN b c d

109

Yogyakarta-Sleman

110° 12' 30.45"

-

110° 29' 49.38"

-7° 32' 23.62"

-

-8° 1' 52.04"

916

110 111 112

Wates Kendal Sumowono

110° 2' 16.22" 110° 1' 43.68" 110° 3' 45.06"

-

110° 15' 45.54" 110° 16' 16.97" 110° 20' 20.84"

-7° 50' 2.01" -6° 50' 45.56" -7° 5' 29.51"

-

-7° 59' 16.99" -7° 2' 37.74" -7° 15' 49.17"

150 404 207

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kabupaten Sleman 2. Kabupaten Bantul 3. Kota Yogyakarta 4. Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kabupaten Kulon Progo Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Kendal 2. Kabupaten Semarang 3. Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Semarang 2. Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Semarang 2. Kota Semarang 3. Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Semarang 2. Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Kendal 2. Kabupaten Semarang 3. Kota Semarang 4. Kabupaten Demak 5. Kabupaten Grobogan 6. Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Klaten 2. Kabupaten Sukoharjo 3. Kabupaten Boyolali 4. Kabupaten Sragen 5. Kabupaten Karanganyar 6. Kabupaten Wonogiri 7. Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri

x

x x x

113

Rawapening

110° 18' 36.13"

-

110° 30' 7.60"

-7° 10' 59.52"

-

-7° 26' 54.53"

303

x

114

Ungaran

110° 11' 34.19"

-

110° 31' 43.53"

-7° 2' 23.03"

-

-7° 13' 41.52"

329

x

115

Salatiga

110° 26' 11.88"

-

110° 38' 3.58"

-7° 12' 31.73"

-

-7° 27' 54.94"

85

x

116

Semarang-Demak

110° 14' 56.35"

-

111° 20' 8.21"

-6° 46' 26.64"

-

-7° 12' 50.99"

1839

x

117

Karanganyar-Boyolali

110° 26' 18.30"

-

111° 12' 45.98"

-7° 19' 1.182"

-

-7° 54' 32.62"

3877

x

118

Eromoko

110° 48' 30.19"

-

111° 1' 15.32"

-7° 51' 37.47"

-

-8° 3' 52.62"

215

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

97

97

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2) A.

LOKASI a Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri B. Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kabupaten Bantul 2. Kabupaten Gunung Kidul C. Jawa Timur Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Demak 2. Kabupaten Kudus 3. Kabupaten Jepara 4. Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Pati 2. Kabupaten Rembang A. Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Rembang B. Provinsi Jawa Timur Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Rembang 2. Kabupaten Blora A. Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Grobogan 2. Kabupaten Blora B. Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro A. Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri B. Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Ponorogo 2. Kabupaten Madiun 3. Kabupaten Ngawi 4. Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bojonegoro 2. Kabupaten Tuban 3. Kabupaten Lamongan 4. Kabupaten Gresik 5. Kota Surabaya

KETERANGAN b c d

119

Wonosari

110° 20' 40.02"

-

111° 4' 32.21"

-7° 54' 31.05"

-

-8° 15' 30.93"

1692

x

120

Kudus

110° 32' 9.81"

-

111° 2' 48.78"

-6° 35' 57.91"

-

-7° 1' 13.93"

1388

x

121 122

Jepara Pati-Rembang

110° 38' 14.94" 110° 53' 42.9"

-

110° 55' 15.95" 111° 23' 38.75"

-6° 24' 27.16" -6° 24' 39.18"

-

-6° 38' 24.67" -6° 52' 57.29"

531 1028

x x

123

Lasem

111° 23' 13.32"

-

111° 56' 22.43"

-6° 36' 58.91"

-

-6° 50' 48.83"

378

x

124

Watuputih

111° 29' 0.73"

-

111° 32' 56.27"

-6° 50' 41.56"

-

-6° 50' 41.56"

31

x

125

Randublatung

111° 11' 23.39"

-

111° 36' 26.12"

-7° 9' 17.55"

-

7° 15' 57.66"

203

x

126

Ngawi-Ponorogo

111° 7' 0.03"

-

111° 47' 49.16"

-7° 20' 22.54"

-

-8° 4' 26.64"

3902

x

127

Surabaya-Lamongan

111° 37' 38.16"

-

112° 50' 13.76"

-6° 57' 8.69"

-

-7° 18' 37.53"

2525

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

98

98

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2)

LOKASI a Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Tuban 2. Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Lamongan 2. Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Trenggalek 2. Kabupaten Tulungagung 3. Kabupaten Blitar 4. Kota Blitar 5. Kabupaten Malang 6. Kota Malang 7. Kabupaten Mojokerto 8. Kabupaten Sidoarjo 9. Kabupaten Gresik 10. Kota Surabaya 11. Kabupaten Jombang 12. Kabupaten Kediri 13. Kabupaten Nganjuk 14. Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Tulungagung 2. Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Mojokerto 2. Kabupaten Pasuruan 3. Kota Pasuruan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Lumajang 2. Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Lumajang 2. Kabupaten Jember 3. Kabupaten Bondowoso 4. Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bondowoso 2. Kabupaten Situbondo 3. Kabupaten Probolinggo

KETERANGAN b x x c d

128 129

Tuban Panceng

111° 46' 51.66" 112° 15' 46.19"

-

112° 14' 49.78" 112° 33' 46.55"

-6° 45' 41.19" -6° 51' 47.25"

-

-6° 59' 38.54" -6° 58' 50.97"

503 283

130

Brantas

111° 42' 55.90"

-

113° 0' 9.43"

-7° 17' 40.11"

-

-8° 17' 5.03"

6186

x

131 132 133

Bulukawang Sumberbening Pasuruan

111° 46' 8.00" 112° 22' 30.79" 112° 34' 22.15"

-

112° 21' 29.52" 112° 49' 10.92" 113° 5' 11.15"

-8° 9' 37.49" -8° 11' 39.14" -7° 31' 55.71"

-

-8° 21' 1.87" -8° 26' 56.44" -7° 57' 27.06"

618 715 1596

x x x

134

Probolinggo

112° 56' 4.25"

-

113° 37' 33.14"

-7° 41' 54.57"

-

-8° 1' 38.08"

1639

x

135

Jember-Lumajang

112° 53' 57.36"

-

114° 2' 42.22"

-7° 56' 23.58"

-

-8° 25' 22.94"

3865

x

136

Besuki

113° 34' 17.40"

-

113° 52' 4.48"

-7° 41' 12.69"

-

-7° 58' 19.50"

469

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

99

99

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2)

LOKASI a Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bondowoso 2. Kabupaten Situbondo 3. Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Situbondo 2. Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bangkalan 2. Kabupaten Sampang 3. Kabupaten Pamekasan 4. Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bangkalan 2. Kabupaten Sampang 3. Kabupaten Pamekasan 4. Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Pamekasan 2. Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur Kabupaten Sumenenp A. Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Sambas B. Malaysia Provinsi Kalimantan Barat 1. Kabupaten Sambas 2. Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat 1. Kabupaten Sambas 2. Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat 1. Kabupaten Bengkayang 2. Kabupaten Landak 3. Kabupaten Pontianak 4. Kota Pontianak

KETERANGAN b x c d

137

Bondowoso-Situbondo

113° 40' 6.74"

-

114° 26' 39.19"

-7° 36' 17.95"

-

-8° 7' 37.33"

2358

138 139 140 141

Wonorejo Banyuwangi Blambangan Bangkalan

114° 12' 15.69" 113° 55' 28.01" 114° 20' 23.26" 112° 40' 22.8"

-

114° 27' 49.57" 114° 24' 28.44" 114° 36' 10.39" 112° 58' 6.01"

-7° 48' 9.83" -8° 3' 29.47" -8° 26' 41.90" -6° 53' 21.96"

-

-8° 5' 53.17" -8° 34' 11.00" -8° 46' 51.07" -7° 7' 16.24"

543 1737 413 398

x x x x

142

Ketapang

112° 54' 47.42"

-

113° 56' 18.56"

-6° 51' 51.97"

-

-6° 56' 56.89"

631

x

143

Sampang-Pamekasan

112° 41' 25.08"

-

113° 53' 39.48"

-7° 3' 55.29"

-

-7° 15' 25.69"

1200

x

144 145 146 147 148

Sumenep Toranggo Paloh Sambas Singkawang

113° 27' 22.5" 113° 55' 32.30" 109° 16' 23.73" 108° 54' 32.4" 108° 55' 31.83"

-

114° 6' 27.58" 114° 7' 32.52" 109° 38' 52.08" 109° 50' 18.59" 109° 19' 28.59"

-6° 57' 13.69" -6° 52' 4.60" 1° 41' 8.84" 1° 2' 44.59" 0° 50' 54.37"

-

-7° 7' 19.49" -6° 59' 1.82" 2° 4' 57.39" 1° 43' 22.10" 1° 6' 20.55"

478 101 561 3178 728

x x x x x

149

Pontianak

108° 50' 8.88"

-

110° 30' 0"

0° 52' 27.3"

-

-2° 23' 49.96"

22620

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

100

100

23" -0° 38' 39. Malaysia Provinsi Kalimantan Timur 1. Kabupaten Kutai Timur 2.68" -2° 20' 50.96" 111° 4' 2.48" 116° 6' 57. 2010 102 102 .40" 111° 47' 59. Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Timur 1.95" 0° 30' 49. x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kota Palangkaraya 6. Provinsi Kalimantan Selatan 1.92" 118° 51' 32. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.08" - 117° 13' 58. Kabupaten Kutai 3. Kota Bontang 5.48" 116° 27' 31. Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Kota Bitung KETERANGAN b x x x c d 157 158 159 Sendawar Mangkaliat Sumbang 115° 28' 42. Kabupaten Barito Selatan 8. Kabupaten Nunukan B. Kota Samarinda 3.54" 124° 59' 38. Kabupaten Berau 2. Kabupaten Berau 3. Kabupaten Murung Raya C.48" 115° 59' 15.88" 125° 3' 20. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 5. Kabupaten Hulu Sungai Tengah 8.20" -0° 22' 6. Kabupaten Kutai 2.81" 118° 58' 48.14" 1° 38' 8.20" 1° 40' 51. Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur 1.13" 124° 55' 15.26" 115° 41' 21. Kabupaten Kutai Timur 2.90" -0° 1' 21. Kabupaten Bulungan 4. Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan 1.66" 1° 2' 56.31" - 118° 26' 22.84" 428 385 284 4115 77 275 x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Kutai Timur B.17" -1° 26' 46.72" - -4° 0' 46. Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Barat B.506" -2° 2' 20. Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat 1.16" 6441 1089 439 649 1660 156 Samarinda-Bontang 116° 33' 4.78" - 116° 16' 33.34" 118° 50' 46.NO. Kabupaten Seruyan 3.46" -0° 57' 43.50" -1° 59' 14. Kabupaten Katingan 5. Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur 1.11" 125° 15' 5.65" 116° 33' 33.48" 117° 2' 42.93" -0° 4' 17.02" -1° 45' 40.97" 113° 11' 50.71" - -0° 38' 48.92" 95980 151 152 153 154 155 Pagatan Apar Tabanio Sebakung Muarapayang 114° 37' 9. Kabupaten Kotawaringin Barat 2.96" 116° 35' 39.39" 116° 43' 45.37" -0° 57' 18. Kabupaten Hulu Sugai Utara 9.53" - 1° 40' 34.90" 0° 51' 33.08" - 118° 8' 37. Kabupaten Sintang 3.84" 1° 9' 49.87" -1° 48' 7. Kabupaten Sanggau 2. Kabupaten Kapuas 7.19" 1° 10' 33.05" - -4° 10' 34. Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir A.56" 1° 45' 17.60" 111° 54' 2.88" -1° 9' 36.45" - -1° 25' 49.79" -1° 58' 11.75" 116° 55' 9.48" - -0° 55' 50. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. A. Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur 1. Kota Banjarmasin 4. Kabupaten Tanah Laut 2. Kabupaten Banjar 3.32" - 115° 41' 29.69" -0° 17' 15. Kabupaten Hulu Sungai Selatan 7.59" 10110 115 598 160 Tanjungselor 116° 36' 14.94" 1° 29' 23. Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai A.192" -0° 11' 21.57" 114° 41' 12.55" 0° 52' 5.74" 7720 Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Tengah 1.01" 0° 32' 37.26" -0° 45' 14. LOKASI a Kabupaten Ketapang KETERANGAN b c d 150 Palangkaraya-Banjarmasin 110° 10' 20. Kota Samarinda 4.54" 1131 7107 2474 x x x 164 165 166 167 168 169 Loahaur Tenggarong Jonggon Muara Lahai Munte Batuputih 116° 52' 39. Kabupaten Pasir 2. Kabupaten Barito Kuala 6. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Provinsi Kalimantan Timur 1.53" 0° 54' 32.31" 13550 x 161 162 163 Muarakarangan Putussibau Sintang 117° 33' 52.03" 118° 32' 36. Kabupaten Kutai Timur 2.91" 116° 12' 48. Kabupaten Kutai Barat 2. Kabupaten Berau A. Provinsi Kalimantan Timur 1. Kabupaten Tanah Laut 2.73" - 17° 44' 46.74" 0° 43' 52.14" 116° 9' 9.70" - 117° 1' 21.26" 1° 6' 24.04" -2° 25' 58.81" 115° 28' 22.76" - 4° 14' 33.87" 116° 46' 44. Kabupaten Tapin 5. Kabupaten Kotawaringin Timur 4. Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya B.77" 1° 9' 34. 2010 101 101 NO.

85" -0° 11' 19.35" 1° 1' 47.97" 120° 4' 44.97" 119° 54' 44.83" 124° 10' 38. Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo KETERANGAN b x x x x x x x x x x x c d 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 Manado Bitung-Ratahan Tomohon-Tumpaan Sidate-Poigar Buyat Kotamubagu Lolak Dumoga-Kasio Molibagu Mongalada Bone 124° 43' 23.81" -0° 30' 41.26" 120° 27' 9.20" 124° 45' 39.27" 120° 6' 40.72" 1° 13' 0.34" 1004 1022 956 521 80 414 76 684 91 212 326 181 182 183 184 185 186 Pinogu Tombulitato Gorontalo Molombulah Mahinoto Soginti 123° 19' 40.53" -0° 16' 26.154" 0° 10' 34.12" -0° 0' 39.15" 119° 50' 43.69" 1° 25' 35.83" 120° 51' 0.40" 0° 28' 4.78" 120° 23' 48.50" -0° 40' 59.80" 0° 25' 51.91" 120° 2' 29.96" 123° 34' 27.74" 0° 20' 22.NO.51" 123° 30' 8.41" 123° 45' 36.89" 0° 21' 43.58" -0° 4' 41.08" 0° 6' 4.08" 119° 36' 19.77" 0° 28' 1.52" 123° 55' 57.96" 121° 32' 12.39" -0° 8' 43.27" 0° 26' 17.51" 125° 15' 5.54" - 0° 33' 33.44" 124° 52' 13.12" 0° 33' 48.56" 0° 50' 16.24" 122° 13' 52.44" 122° 21' 27.91" 124° 12' 8. Kabupaten Bolaang Mongondow 2.28" 1° 2' 11.83" 120° 5' 11.25" 1° 19' 4.25" 119° 51' 23. Kabupaten Bolaang Mongondow 2.79" 124° 13' 14.44" 124° 8' 9.01" 123° 22' 35.13" 123° 14' 24.19" 119° 50' 52.63" 119° 47' 27.61" 120° 46' 34.79" 119° 46' 50.52" -0° 4' 52.24" 119° 47' 48.41" 119° 56' 36.82" - 121° 58' 52.19" 1° 4' 41.40" -0° 8' 1. Kabupaten Donggala 2.06" 123° 44' 6.50" -0° 13' 44.41" 124° 41' 56.55" 0° 27' 17.77" 120° 5' 40.63" 124° 7' 53.14" 0° 17' 36.84" 121° 59' 7.48" 0° 50' 58.01" 120° 29' 0. Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara 1.39" -0° 9' 17. Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala x x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.09" 119° 56' 9.92" 121° 30' 21.58" 119° 58' 26.66" 112 35 481 433 75 59 x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.53" - 125° 2' 9.20" 120° 2' 0.26" 0° 24' 6.55" Kabupaten Pohuwato Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah 1.27" 120° 5' 16.35" 0° 55' 41.07" 0° 55' 13.04" 0° 36' 9.10" 119° 58' 5.47" 0° 27' 21. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.34" 0° 18' 31.49" 124° 34' 24.37" 0° 54' 50.70" -1° 2' 33.06" 1° 32' 0.85" 122° 45' 20.03" 0° 36' 24.08" - 123° 30' 59.57" 0° 44' 55.89" 1° 5' 27.97" -0° 31' 42. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 234 92 606 435 55 24 111 83 54 50 22 36 14 52 37 63 149 97 261 Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo LOKASI a Kabupaten Gorontalo x KETERANGAN b c d 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 Marisa Papajato Mountong-Tomini Buol Ogomali Ogawele Butung Babatona Ladangkola Sinei Tambu Tompis Labea Palado Tompe Oti Ampibabo Tawaeli Tindaki 121° 42' 51. Kabupaten Bolaang Mongondow 2.94" 122° 41' 5.07" 119° 54' 38. 2010 104 104 . Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo 1.38" 123° 56' 33.45" 0° 52' 4.11" 119° 45' 5. Kabupaten Gorontalo 2. 2010 103 103 NO.29" 0° 24' 46.95" 124° 36' 0.63" 0° 35' 38.20" 119° 51' 54.95" 0° 47' 39.13" 0° 21' 31.75" 121° 6' 11.95" -0° 16' 25.84" 122° 26' 39. Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara 1.04" 123° 42' 32.78" 0° 42' 24.63" 0° 26' 9.50" 122° 10' 17.77" 0° 23' 51.01" 0° 41' 10.00" -0° 3' 38.98" -0° 50' 24.65" 124° 30' 49.01" - 1° 39' 58.44" 0° 35' 1.11" 0° 55' 33.83" 1° 11' 6. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.08" 0° 46' 30.96" 0° 44' 15. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara 1.43" 119° 46' 27.13" -0° 0' 14.90" 124° 28' 38.75" 119° 44' 4.25" 121° 19' 13.70" 0° 36' 50.75" -0° 43' 6.64" - 0° 32' 5.85" 0° 44' 46.92" 120° 30' 29.52" 0° 48' 10.69" 121° 15' 45.01" 123° 20' 27.97" 0° 34' 21.16" 120° 17' 7.66" 0° 25' 59.90" -0° 5' 15.92" 0° 50' 45.

22" -5° 5' 29.42" - -4° 25' 58. Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan 1.72" -1° 55' 4. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 313 716 279 130 224 795 999 530 581 215 333 263 678 175 1306 837 121 LOKASI a Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala A.47" x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.59" - -5° 32' 44. Kabupaten Maros 3.44" -5° 0' 47. Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan 1.16" 123° 24' 8.89" 122° 4' 10.58" 121° 14' 0. 2010 105 105 NO.78" -1° 3' 22.41" 119° 59' 31.82" -0° 52' 15.28" -2° 53' 0.82" - -1° 20' 28.85" 120° 18' 1.41" -3° 29' 48. Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu B. Kota Makassar 2.56" -1° 47' 47.34" -2° 24' 30.56" -3° 2' 43.90" 119° 31' 2.69" - 120° 14' 17.25" 120° 5' 41.30" -1° 53' 28.25" -2° 59' 57.33" 119° 33' 44.69" - 121° 49' 23. Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso A.56" -1° 16' 8. Kabupaten Takalar 3.90" 119° 24' 50.99" 119° 17' 58.21" 122° 53' 21.69" -1° 10' 52. Kabupaten Donggala 2. Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan 1. Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah 1.65" 121° 8' 38.03" -2° 0' 57.39" 123° 4' 59. 2010 106 106 . Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan 1. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 2. Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju B.74" 122° 34' 0.23 2270 x 230 Siwa-Pompanua 120° 4' 18.51" 119° 7' 23.69" x x x x 229 Pinrang-Sidenreng 119° 26' 57. Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso B.54" -0° 49' 28.69" -1° 8' 48.27" 119° 17' 4.70" 134 x 232 Pangkajene 119° 27' 44.NO.87" 482 81 x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.22" -2° 8' 0.56" 120° 17' 17.72" - -2° 18' 5.0" 123° 7' 55.59" -1° 41' 52.25" - 119° 34' 40.92" 121° 3' 25. Kabupaten Donggala 2.31" 119° 6' 6.40" 120° 48' 11. Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso x KETERANGAN b c d 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 Palu Pasangkayu Dapuran Bobo Langko Watutua Poso Morowali Topo Tomeang Luwuk Sobol Peleng Tomori Wasopote Sampaga Pindolo 119° 49' 28. Kabupaten Donggala 2.36" 120° 14' 38.47" - -5° 6' 35.56" -1° 15' 7.11" -0° 47' 23.06" -2° 57' 46.69" 121° 21' 47.04" -1° 57' 25. Kabupaten Sidenreng Rappang 3.88" -1° 57' 0.53" -5° 10' 28.81" - 120° 26' 32.99" 121° 12' 31.78" 120° 25' 16.14" -1° 37' 1.59" -3° 31' 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan 1.63" 122° 40' 6. Kabupaten Bone x x KETERANGAN b c d 223 224 225 226 227 228 Tanoa Bone-Bone Lelewowo Polewali Kolosi Padang Sapa 121° 31' 18.10" -3° 29' 9.92" - 119° 57' 14.12" 119° 45' 25. Kabupaten Sinjai 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.77" -1° 7' 58.93" 580 x 234 235 Gowa Sinjai 119° 44' 2.12" -0° 59' 13.55" 120° 7' 10. Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah 1.83" 120° 26' 24. Kabupaten Gowa 2.07" - -4° 33' 39.14" -1° 35' 15. Kabupaten Pinrang 2.05" 122° 17' 14.44" -3° 33' 14.83" -1° 33' 54.16" 120° 41' 25.09" -4° 19' 3.26" 121° 28' 57.19" 123° 9' 9. Kabupaten Barru 2. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 156 2230 135 327 86 422 LOKASI a Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu A.24" -2° 25' 28.87" 119° 23' 35. Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan 1.69" -5° 13' 54.56" - -4° 25' 9.78" -1° 35' 2.76" 120° 32' 14.63" 120° 12' 53.68" - 119° 42' 50. Kabupaten Wajo 3.23" -2° 11' 36.24" - 120° 5' 1.67" -1° 57' 9.73" -2° 4' 52. Kabupaten Gowa 4.30" -1° 29' 31.27" -3° 30' 31. Kabupaten Luwu 2.47" 122° 6' 19.83" 120° 48' 11. Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Tengah 1.94" - -5° 23' 8.85" 939 x 231 Barru 119° 34' 44.32" -4° 33' 52.36" -3° 18' 33.33" 120° 0' 50.61" 121° 29' 48.59" 2229 x 233 Makassar 119° 20' 54.04" 121° 48' 30.21" 119° 49' 2. Kabupaten Wajo 5.34" -1° 19' 26.35" 120° 12' 40.71" -0° 51' 16.86" -2° 28' 10. Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan 1.83" -1° 17' 56.83" -1° 43' 22.22" -3° 18' 53. Kabupaten Soppeng 4.74" -1° 5' 37.18" - 119° 45' 42.62" -1° 10' 5.23" 120° 52' 12.

Kabupaten Muna 2.92" -4° 48' 22. Kabupaten Buton 2.81" -5° 14' 14.02" -4° 41' 15.73" 122° 58' 32.89" -8° 10' 52.48" 115° 29' 40.89" 122° 56' 1.58" -5° 18' 11. Kabupaten Tabanan Provinsi Bali 1.10" 121° 39' 56.92" -5° 12' 13. Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Tenggara 1.45" 1433 x 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 Bira Selayar Bungku Kolaka Raromeeto Rawua Tangketada Andoolo Ambesia Ewolangka Weputang Tinanggea Muna Labuhan Tobelo Bangbong 120° 16' 49.59" 115° 4' 57.75" -5° 14' 15.64" 122° 0' 7.59" 122° 59' 42. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.30" 122° 56' 50. Kabupaten Klungkung 7.91" x x x x x x 260 261 262 263 264 265 266 Singaraja Amlapura Negara Gilimanuk Nusa Penida Nusadua Tejakula 114° 55' 22.61" - -8° 20' 19.12" 114° 58' 7. 2010 107 107 NO.48" - -5° 38' 0. Kabupaten Tabanan Provinsi Bali 1.70" -4° 43' 42.39" 123° 13' 31.25" -4° 33' 43.84" 122° 46' 6.01" -4° 22' 51. Kabupaten Buton 2.96" -3° 48' 41. Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara 1.16" -4° 52' 5. Kabupaten Muna 2. Kota Denpasar 2. Kabupaten Karangasem 6.01" -5° 26' 32.83" 505 200 418 131 198 99 750 x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.43" 121° 39' 35.68" -5° 42' 5.74" 114° 26' 11.37" 115° 30' 55.80" 121° 27' 59. Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara 1.19" -5° 26' 21.22" 122° 51' 22.42" 122° 18' 28. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.83" 122° 13' 44.21" 122° 51' 27.37" -8° 50' 52.22" 115° 37' 41.39" -8° 11' 34.45" 115° 9' 32.08" -4° 37' 26.72" 115° 43' 0.87" -4° 27' 4.51" 121° 42' 37.97" 115° 14' 6.88" -8° 45' 3.41" -5° 13' 12. Kabupaten Buleleng 5.88" -4° 19' 52.69" -5° 26' 35. Kabupaten Jembrana 2. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 347 157 591 339 976 128 307 2080 LOKASI a Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara 1.03" - -5° 42' 24. Kabupaten Buleleng 2. Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara 1.77" 114° 55' 43.74" 122° 44' 14. Kabupaten Muna 2.21" 122° 7' 9.25" 122° 23' 47.65" -4° 50' 56.77" 122° 25' 13.06" 121° 32' 28. Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Kabupaten Karangasem Provinsi Bali 1.10" - 120° 16' 20.29" -8° 4' 1.56" 122° 53' 54.26" -3° 38' 37.58" -4° 6' 31.59" 230 656 2269 129 126 256 347 163 162 436 66 144 213 260 69 x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.36" -4° 30' 2.03" - - -4° 50' 8.31" 123° 12' 45.98" -5° 25' 26.71" -8° 28' 26.84" 122° 29' 25.14" -8° 49' 5.23" -8° 6' 0.22" 123° 9' 49. Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan 1.09" 114° 40' 36.99" 114° 25' 40.62" 122° 53' 59. Kabupaten Gianyar 8.09" 121° 27' 17.98" -8° 12' 24.94" -4° 4' 54.48" 120° 24' 27.52" -4° 30' 43.82" 122° 15' 54.78" -8° 5' 33.84" -4° 27' 9.43" -4° 40' 27.29" -5° 13' 53.71" -8° 46' 30.38" 122° 58' 45.63" 122° 32' 16.87" 121° 47' 9.27" -4° 16' 7.28" -3° 56' 45. Kabupaten Buleleng 2. Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Bali 1.59" 122° 33' 18.16" 121° 43' 11.70" 122° 38' 57.22" -4° 41' 46.07" 122° 21' 7. Kabupaten Kendari 2.44" - - 123° 4' 59.96" 123° 4' 7.62" -4° 32' 37.58" 121° 51' 30.94" 122° 49' 54.43" -4° 25' 38. Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara 1. Kabupaten Bantaeng 3.58" -4° 37' 28.81" -4° 11' 52.58" -4° 47' 48. Kabupaten Badung 3.25" -4° 1' 35.43" -8° 30' 40.61" -6° 30' 23. Kabupaten Bulukumba 4.90" -8° 20' 10. Kabupaten Bangli x x KETERANGAN b c d 252 253 254 255 256 257 258 259 Lambale Ereke Lebo Konde Bau-Bau Kaliwinto Lasilimu Denpasar-Tabanan 122° 53' 45.94" - 115° 12' 54. Kabupaten Jembrana Provinsi Bali Kabupaten Klungkung Provinsi Bali Kabupaten Badung Provinsi Bali 1.95" 120° 33' 3.25" - 120° 27' 27. 2010 108 108 .36" 115° 26' 41.47" 122° 22' 14.NO.26" -5° 46' 39. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 2.75" -8° 40' 14. Kabupaten Sinjai 5. Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna KETERANGAN b c d 236 Bantaeng 119° 43' 52.72" -4° 22' 0.11" 115° 42' 25.39" -8° 23' 48. Kabupaten Jeneponto 2.64" -4° 36' 32. Kabupaten Bangli 4.59" -4° 11' 54.

Kabupaten Karangasem 4. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 2.14" -8° 47' 44.28" -8° 4' 48. Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.60" -8° 24' 49.82" -8° 17' 51.28" 117° 34' 9.18" -8° 14' 47. 2010 109 109 NO.88" -8° 29' 55.50" 122° 57' 1.27" -8° 10' 8.71" 117° 41' 24" 117° 42' 39.34" -8° 13' 32.28" 123° 17' 27.58" 118° 30' 8.8" 120° 4' 32.68" 123° 43' 57. Kabupaten Flores Timur 2.4" -8° 12' 46.75" 121° 52' 35.43" 2366 x 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 Tanjung -Sambelia Sumbawa Besar Empang Pekat Sanggar .31" -8° 17' 5.30" -8° 19' 8.2" -8° 32' 14.44" -8° 21' 58.68" 119° 3' 28. Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.84" - 116° 43' 19. Kabupaten Dompu 2.75" 10970 140 394 800 1030 330 139 82 70 70 333 173 535 542 27 60 98 376 367 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Lombok Timur 4. Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.96" -8° 38' 24.75" 123° 1' 26.49" 119° 47' 52.45" 122° 58' 35.73" 121° 4' 23.44" 116° 52' 46.24" 123° 55' 41. Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.86" -8° 25' 28.75" 121° 48' 32.76" 122° 57' 46.90" -8° 32' 14.31" -8° 27' 41. Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur KETERANGAN b c d 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 Bajawa Maurole Ende Maumere Larantuka Kutabura-Lamaayang Lewobunga Liberapan Balauwak Mananga Waiwadan Waiwerang Lewoleba Iliwatulolo Balaurik Wairiang Wapoe Takourang Delaki 120° 55' 25.34" 118° 53' 13.12" 122° 52' 23.44" 123° 10' 2. Kabupaten Buleleng 3.59" 123° 12' 31. Kota Mataram 3.56" -8° 33' 1.57" - 121° 20' 51.84" 123° 0' 35.50" -8° 40' 49.15" -8° 25' 15.62" -8° 17' 48.10" 118° 33' 25.05" 122° 44' 3.04" 118° 35' 24.44" -8° 46' 14. Kabupaten Dompu 2.31" 123° 44' 39. Kabupaten Manggarai 2. Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur 1. Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.59" 122° 36' 53.52" -8° 26' 29.91" -8° 57' 34. Kabupaten Lombok Barat 2.10" -8° 23' 51.4" 122° 58' 1.54" -8° 15' 30. Kabupaten Badung 5.06" 123° 54' 39. 2010 110 110 .83" 123° 44' 12.35" -8° 31' 38.87" -8° 37' 9.74" -8° 11' 32.16" 122° 55' 23.26" -8° 11' 37. Kabupaten Manggarai 3.19" - -8° 28' 59.04" -8° 28' 10.76" -8° 41' 59. Kabupaten Manggarai 2.43" -8° 17' 25.06" 123° 10' 11.72" -8° 31' 10. Kabupaten \Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.72" 122° 41' 19.01" -8° 14' 40. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 2.8" 120° 3' 58.86" -8° 22' 29.73" 123° 46' 47.68" 123° 12' 46.26" -8° 15' 48. Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat 1. Kabupaten Dompu 2. Kabupaten Bima 2.38" -8° 3' 54.16" 123° 55' 18.904" 119° 50' 12.84" 121° 22' 35.71" -8° 45' 59.18" 121° 33' 36.25" -8° 38' 53.18" 121° 56' 37.NO.52" -8° 33' 33. Kabupaten Lombok Timur 3.12" 118° 15' 43.24" -8° 37' 8.63" 120° 27' 15.45" - 116° 43' 20.66" -8° 33' 8.96" 120° 30' 5.69" 117° 53' 45.84" 118° 12' 58. Kabupaten Bima 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.84" -8° 35' 11.74" 118° 18' 50.69" 124° 19' 26.89" 118° 56' 31.56" 1124 1404 345 977 1419 375 1102 363 413 398 813 3724 x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.03" 123° 41' 37.35" -8° 12' 54.95" -8° 8' 20.66" - -8° 51' 57.53" -8° 27' 1.59" -8° 53' 36.64" -8° 38' 32.82" 122° 3' 11.65" -8° 22' 7.17" 122° 3' 4.28" -8° 48' 39.47" -8° 12' 33.72" 123° 45' 22.40" -8° 32' 58. Kabupaten Lombok Barat 2.08" 123° 0' 6.55" -8° 10' 27.84" 124° 19' 10.17" -8° 43' 18.Kilo Dompu Bima Tawali-Sape Labuanbajo Lempe Reo-Riung Ruteng 116° 3' 28.28" 123° 20' 5.93" -8° 24' 53.29" -8° 29' 49.62" -8° 33' 21.72" 123° 54' 24.94" -8° 13' 42. Kabupaten Ngada KETERANGAN b c d 267 Mataram-Selong 116° 3' 33. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.41" - -8° 50' 8.47" -8° 11' 47. Kabupaten Tabanan Provinsi Nusa Tenggara Barat 1. Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.83" -8° 12' 42.

Kabupaten Belu 2. Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara 1.82" 128°1' 2. Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao Provinsi Maluku Utara Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Kota Tidore Kepulauan x x x KETERANGAN b c d 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 Pasirputih Kalabahi Werula Waikabubak Ngalu Kupang Camplong Mina Soe Oemeu 124° 23' 29. Kabupaten Halmahera Utara 2.62" -8° 7' 34. 2010 111 111 NO.92" 0° 44' 26. Kabupaten Timor Tengah Utara 2.72" 127° 21' 41.654" 0° 23' 30.38" - 1° 28' 38.54" 1576 95 178 95 565 362 753 74 259 162 166 x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.50" 1° 45' 46.97" 0° 27' 13.87" 123° 14' 26.85" 127° 55' 47.48" -9° 24' 21.21" 123° 9' 57.48" 124° 9' 51.87" 118° 55' 41.46" 127° 23' 57.38" -10° 51' 48.56" -0° 9' 27.24" -0° 6' 36.73" 127° 18' 5. Kabupaten Halmahera Barat 2.92" 124° 20' 53.76" 127° 19' 46.74" x x x x x x x 309 310 311 312 313 314 315 Besikama Aroki Nemberala Batutua Rote Ternate Tidore 124° 42' 38.02" -0° 19' 59.008" 0° 17' 27.05" -9° 53' 44. Kabupaten Kupang 2.48" 123° 55' 11.48" -8° 13' 21.77" - 124° 36' 16. Kabupaten Timor Tengah Selatan 3.99" -0° 47' 46.75" 1° 35' 22.15" 127° 23' 12.144" 122° 57' 53.43" -9° 56' 14.32" 127° 44' 51. 2010 112 112 .35" - 128° 41' 48.17" x x x x x 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 Jailolo-Sidangoli Payahe Mafa Sagea Wasile Akelamo Patani Wusi Kasiruta Mandioli Labuha 127° 23' 49.88" 127° 35' 25.78" -9° 37' 41.56" 124° 9' 13.34" 481 88 236 229 250 106 108 x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara 1.16" 1° 27' 48.16" 120° 19' 4.75" 2° 8' 50.04" -10° 39' 7.77" 122° 48' 9.92" 127° 55' 21.56" 123° 56' 31.99" 127° 49' 4.51" - -9° 52' 36.62" 123° 25' 33. Kabupaten Halmahera Timur 3.77" 128° 45' 23. Kabupaten Halmahera Tengah 2.25" -9° 46' 51.46" -0° 14' 51.02" -10° 10' 39.88" 1° 11' 27.04" 124° 19' 55. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 112 1104 885 2860 1427 660 232 311 162 1008 LOKASI a Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.98" 127° 17' 24. Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara 1.798" -9° 13' 17. Kabupaten Timor Tengah Selatan 2.276" 0° 20' 25.74" - 2° 38' 24.63" 1° 48' 8.59" 128° 2' 1. Kabupaten Sumba Barat 2.81" -10° 43' 24.03" -0° 29' 38.41" 124° 21' 47.58" -10° 7' 13.77" 0° 37' 22.89" 123° 27' 24. Kabupaten Halmahera Barat 2. Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara 1. Kabupaten Halmahera Tengah 2.18" -0° 19' 57.67" 1° 15' 2.38" 124° 47' 3.04" 124° 21' 30.4" 127° 9' 27" - 127° 52' 44.NO.4" - 125° 5' 16.86" -9° 22' 40.92" 125° 8' 35.54" 0° 33' 48.71" -10° 13' 15. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 486 58 704 763 756 1941 LOKASI a Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara 1.29" -8° 26' 28.43" 0° 12' 38.31" 127° 56' 52.35" -9° 43' 21.38" 128° 22' 14.14" 124° 32' 34.14" 128° 1' 2.80" 127° 49' 53.64" 124° 53' 52. Kabupaten Halmahera Tengah 2.248" - -8° 15' 33.65" -0° 39' 32.57" -8° 8' 53.32" 1° 58' 56.12" 128° 36' 37.36" 0° 45' 34.96" 124° 5' 30.66" -9° 51' 31. Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara 1.17" 127° 32' 37.69" 127° 43' 27.14" 1° 1' 20.92" 127° 38' 47.68" 2° 13' 25. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.052" -10° 0' 12.99" 122° 57' 56.43" 0° 45' 15.87" 128° 2' 15. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.4" 128° 54' 9" 128° 55' 47.27" -10° 25' 41.79" -0° 9' 29.12" 127° 27' 33.51" 128° 5' 12.55" 1° 36' 41.96" 120° 49' 28.30" 1° 33' 44.42" -10° 21' 45.45" -10° 0' 43.98" 0° 26' 14.34" -10° 44' 20.63" 128° 8' 47. Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.48" -9° 21' 34. Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur 1. Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.75" 1° 18' 1.88" 125° 8' 41. Kabupaten Timor Tengah Utara 2. Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.48" 128° 4' 28.15" -10° 56' 20.77" 127° 58' 53.28" 120° 1' 25.18" 1° 54' 24.2" 0° 26' 9. Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.72" 127° 57' 20.09" -8° 27' 47.08" 124° 53' 6.96" 128° 6' 42.79" 0° 52' 3.92" -9° 23' 28.91" 127° 6' 14. Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan x KETERANGAN b c d 316 317 318 319 320 321 Daruba-Bere-Bere Posi-Posi Galela Tobelo Ibu Kau 128° 12' 9.

05" 127° 27' 46.08" 127° 44' 42.52" 134° 31' 55.11" -3° 2' 6.65" -7° 14' 53.41" -7° 37' 52.48" 131° 6' 0.63" -3° 16' 33.44" - 129° 53' 50.92" -2° 45' 55.6" 128° 43' 7.14" 134° 2' 59.02" -3° 10' 23. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.47" 126° 37' 35.70" -1° 25' 24.77" -5° 34' 8.46" -3° 6' 3.80" -6° 22' 31.07" -1° 27' 42.95" 132° 51' 6.90" -7° 49' 4.45" -3° 29' 55.49" -2° 28' 23.99" -3° 29' 13.76" 134° 45' 39.48" 127° 54' 24.39" -5° 57' 6.70" -3° 25' 39.50" -8° 1' 22.09" -7° 13' 47.21" 132° 49' 16.44" 128° 51' 46.27" -6° 13' 50.33" 134° 26' 55.51" 134° 38' 25.52" 134° 45' 55.89" 134° 31' 57.29" -5° 35' 27.76" x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.44" 131° 10' 27.81" 134° 19' 46.77" -2° 54' 17.77" -3° 48' 53.06" -1° 11' 26.69" -6° 20' 40. 2010 114 114 .48" 128° 33' 57.95" 127° 41' 45.57" 128° 3' 40.21" 126° 15' 36.72" - -3° 19' 5.89" -6° 16' 39.52" 131° 21' 19.49" 131° 59' 4.14" 131° 42' 42.88" 134° 46' 1.66" -6° 56' 42. Kabupaten Seram Bagian Timur 2.30" -8° 20' 33.76" 132° 44' 43.88" 134° 47' 55.81" 134° 37' 22.70" -3° 11' 45.20" -3° 33' 39.47" -6° 26' 42.88" 129° 7' 56.50" -5° 55' 32.06" -6° 34' 55.67" 128° 23' 23.14" -6° 17' 9.09" 129° 12' 44.66" 129° 4' 21.31" -3° 37' 40. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.54" 132° 36' 53.08" -6° 32' 56.43" 127° 49' 19.62" 134° 15' 54.35" 128° 18' 38.58" -7° 41' 53.99" -2° 56' 1.03" 134° 30' 32.65" 131° 4' 45.44" 134° 38' 42.80" 134° 54' 35.95" 126° 4' 14.36" 130° 29' 9.98" 127° 57' 34.84" 130° 45' 16.12" 131° 36' 47.67" -1° 34' 3.89" -6° 1' 45.65" -7° 5' 56.8" 132° 49' 22.69" 128° 0' 1.86" -5° 34' 0.39" -2° 47' 18.98" -1° 21' 7.NO.69" -6° 47' 7.04" -3° 21' 14.20" -3° 9' 15.28" -3° 33' 57.24" 127° 53' 10.61" 3° 37' 55.95" 134° 46' 55.82" -3° 22' 13.92" 128° 4' 6.96" 127° 49' 32.19" 125° 57' 12.93" -2° 50' 58.83" 133° 11' 23.35" 126° 0' 11.42" -2° 18' 33.76" -3° 3' 34.44" -6° 2' 6.28" 128° 32' 43.12" 127° 7' 8.14" -3° 2' 16.43" -3° 30' 20.73" 126° 50' 16.13" -6° 28' 44.90" 127° 37' 33.84" -5° 15' 58.34" -3° 29' 18.24" 127° 45' 30. Kabupaten Maluku Tengah x x x x x x x x x x x x x x x x x x x KETERANGAN b c d 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 Lansa Bisa Taino Sesepe Jobubu Sanana Air Buaya Leksula Waeapo Boano Kawa Laela Waesamu Hitulama Ambon Haruku Saparua Masohi Namea Wahai 127° 27' 25.43" 128° 23' 37.91" 134° 42' 29.15" - -0° 41' 1.11" -3° 6' 9.47" -2° 54' 4.92" 134° 42' 48.34" -3° 42' 58. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 1070 811 306 81 513 218 300 1006 1737 137 100 163 406 2069 294 169 66 131 66 44 Provinsi Maluku Provinsi Maluku LOKASI a Kabupaten Maluku Tengah Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat x Kabupaten Maluku Tenggara Barat x x x Kabupaten Kepulauan Aru x x x x Kabupaten Kepulauan Aru Kabupaten Kepulauan Aru Kabupaten Kepulauan Aru Kabupaten Maluku Tenggara x x x x x x x x x x x x KETERANGAN b c d 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 Sawal Waru Kai Kecil Kai Dulah Kai Besar Kola Komfane Wokam Kobror Penambulan Baun Workai Koba Trangan Maikoor Watidal Larat Saumlaki Selaru Seira 129° 4' 28.37" -0° 46' 12.87" 128° 20' 48. 2010 113 113 NO.01" Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.88" 126° 48' 7.59" -5° 59' 59.64" 134° 20' 54.44" 128° 25' 36. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 79 157 56 159 71 97 301 1438 381 124 275 52 98 272 467 134 122 278 92 1276 LOKASI a Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Kabupaten Buru Provinsi Maluku Kabupaten Buru Selatan Provinsi Maluku Kabupaten Buru Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku 1.45" -5° 44' 46.49" -5° 25' 30.96" 130° 30' 23.49" -3° 47' 6.68" 128° 16' 13.13" -0° 38' 45.84" -8° 4' 18.10" -1° 17' 33.37" 130° 52' 49.13" 134° 10' 34.45" -5° 35' 3.79" -3° 12' 32.85" -6° 34' 23.56" 131° 44' 44.44" -7° 8' 1.68" 127° 48' 19.45" -5° 31' 12.7" -3° 52' 38.16" 128° 57' 36.54" 127° 54' 24.26" - 127° 36' 35.92" 130° 57' 46.88" -0° 27' 12.18" -5° 41' 47.

88" 134° 33' 14.44" 130° 41' 10.65" 135° 36' 43.42" 136° 23' 19.75" -1° 41' 13.57" 131° 5' 52.2" - 130° 27' 16.56" 134° 40' 10.06" 133° 30' 52.05" 129° 34' 33.40" 140° 30' 54. Provinsi Papua Barat Kabupaten Fak Fak B.12" 129° 39' 10.52" -1° 25' 33.82" -1° 38' 29.12" 985 309 579 16870 x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.08" 129° 58' 30.2136" 134° 59' 40.83" 134° 47' 57.42" 136° 5' 55.97" -0° 52' 58. Kabupaten Fak Fak 2.08" 387 Teminabuan-Bintuni 130° 55' 38.59" -0° 18' 19. 2010 115 115 NO.56" -4° 3' 6.48" 134° 23' 21.44" -7° 57' 38.4" 128° 4' 21.84" 135° 55' 36.96" -1° 52' 12. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.2" 130° 28' 12.19" -0° 22' 16.42" 134° 57' 29.20" Provinsi Papua Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat 1.19" 136° 17' 2.96" -3° 52' 40.02" 135° 41' 44.95" 135° 13' 25.84" -1° 3' 25.83" -2° 2' 18. Kabupaten Sorong Selatan 3.68" 132° 43' 28.04" 128° 7' 19.6" 130° 19' 6.84" 129° 51' 43.78" -1° 39' 31.49" 130° 40' 40. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 1452 307 345 431 513 6078 516 208 1214 155 110 293 140 1382 343 403 1372 1033 22630 Provinsi Papua Barat LOKASI a Kabupaten Manokwari x x KETERANGAN b c d 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 Manokwari Oransbari Takubo Numfor Urema Kaimana Omba Warsa Biak Pom Ansas Serui Timur Samberbada Nabire Legare Ulawa Agamanan Parekebo Warem-Demta 133° 31' 15.86" -4° 7' 22.62" -3° 55' 56.88" 135° 33' 7.92" -8° 13' 0.26" 129° 33' 59.54" -7° 29' 49.81" -1° 51' 9.12" -8° 3' 38.24" 131° 10' 12.72" 129° 55' 9.32" 135° 39' 6.16" -1° 46' 44. Kota Sorong Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat 1.62" -0° 52' 37.79" -7° 47' 28.36" -3° 31' 51.51" 135° 1' 23.53 -1° 52' 0.48" 129° 34' 54.44" 136° 16' 16.08" 129° 41' 19.4" 135° 38' 35.00" - -1° 1' 58.70" -8° 16' 54.17" - 134° 8' 13.92" 129° 42' 26.20" -8° 1' 30.12" -8° 6' 15.43" -1° 45' 20.66" 133° 37' 35.28" - 134° 2' 55.38" 23130 x 388 389 390 391 Atkari Zaag Timoforo Kanoka-Babo 129° 43' 4. Kabupaten Teluk Bintuni Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Maluku Tenggara Barat x x x x x x x x x x x x x x KETERANGAN b c d 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 Wuru Wiliaru Masela Tutuwawang Tela Emraing Wetan Lakor Moa Waigeo Bokpapo Wairemah Batanta Salawati 130° 49' 56.64" 130° 58' 9.36" -0° 5' 25.92" 135° 43' 56.96" -8° 12' 1.45" -7° 23' 59.65" -7° 50' 59.96" -1° 45' 53.67" -3° 26' 35.35" -3° 24' 2.01" -1° 11' 40.76" -1° 33' 6.50" -0° 37' 12. Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Kabupaten Nabire A.31" 130° 46' 30.83" 135° 50' 47.79" - -7° 34' 21.99" 135° 54' 47.08" -4° 2' 54.10" 135° 38' 26.50" 134° 2' 15.11" -0° 44' 45.76" 134° 37' 26.91" -3° 9' 49.89" 135° 20' 2.4" 135° 21' 25.84" 129° 48' 15.42" 131° 4' 15.68" 134° 0' 6.94" 136° 29' 59.08" -0° 47' 35. Provinsi Papua Kabupaten Mimika Provinsi Papua Kabupaten Mimika Provinsi Papua Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Mimika Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Mimika Provinsi Papua 1.32" -0° 55' 18. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 50 53 50 300 31 53 38 113 319 334 118 348 98 765 Provinsi Maluku Provinsi Maluku LOKASI a Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat 1.42" 130° 42' 31.69" -4° 5' 2.24" -3° 11' 1.04" 135° 24' 32.74" -1° 12' 13.62" -3° 11' 12.94" -3° 35' 56. Kabupaten Sorong 4.06" -8° 5' 51.19" -3° 31' 28.50" 135° 46' 41.62" -7° 57' 33.40" - -2° 18' 24. 2010 116 116 .88" 134° 52' 16.8" - 130° 59' 54.88" -1° 35' 50.55" -3° 45' 29.90" 135° 59' 36.86" -4° 17' 39.16" -0° 8' 38.67" -0° 51' 30.57" -7° 57' 30.6" 129° 30' 23.69" -7° 29' 31.39" -1° 51' 23.NO.29" 134° 7' 55.31" -1° 39' 52.86" -1° 43' 36.32" -7° 52' 59.71" -4° 14' 20.77" - -1° 54' 5.52" -2° 13' 36.68" -1° 21' 32.42" -0° 5' 7. Kabupaten Manokwari 2.4" 128° 13' 53. Kabupaten Nabire x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.56" 130° 41' 34. Kabupaten Teluk Bintuni 2.12" -8° 15' 46.50" 133° 8' 58.4" -1° 7' 58.44" -0° 42' 42. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.32" 130° 32' 5.80" 133° 43' 15.92" 134° 16' 43.31" 130° 35' 34.8" -0° 32' 53.59" -3° 10' 23.36" 127° 45' 12.57" -1° 27' 32.

Kabupaten Keerom B.11" 139° 55' 6. 2. Papua Nugini Provinsi Papua Kabupaten Keerom Provinsi Papua Kabupaten Keerom Provinsi Papua 1. Kabupaten Wamena Papua Nugini KETERANGAN b c d B.62" -2° 32' 32. Kabupaten Pegunungan Bintang 2.20" 141° 0' 0" 140° 55' 37. Kabupaten Mappi 4.51" -3° 0' 8.85" - -3° 51' 31. Provinsi Papua 1. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.87" -4° 40' 4. 2. 4.32" - 138° 57' 18.17" - -9° 7' 59. Provinsi Papua LOKASI a Kabupaten Waropen Kabupaten Sarmi Kabupaten Jayapura Kabupaten Waropen Kabupaten Sarmi Kabupaten Jayapura Kabupaten Puncak Jaya Kabupaten Tolikara Kabupaten Paniai Kabupaten Keerom Kabupaten Pegunungan Bintang Kabupaten Paniai Kabupaten Puncak Jaya Kabupaten Wamena x x KETERANGAN b c d 411 Taritatu 136° 49' 23.37" -3° 41' 38.89" 138° 42' 41.07 -3° 59' 59.97" -4° 8' 10.Senggi Jayapura Timur Arso Lereh-Leweh Ubrub Mandala Nalco-Bime 135° 46' 26. Provinsi Papua 1.82" 25380 x 412 413 414 415 416 417 418 419 420 Enarotali Wamena Hulu S.29" - 140° 23' 4. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 6.20" 140° 18' 1.17" 140° 45' 32.15" - 141° 0' 0" -4° 5' 29. Kabupaten Yahukimo A.67" 141° 0' 0" -3° 42' 6.51" 139° 57' 44.71" 140° 31' 55.21" -4° 13' 50.70" -3° 46' 10. Provinsi Papua 1.94" 139° 21' 0.88" 140° 52' 46.99" -3° 1' 45. 4.45" -4° 12' 25. Kabupaten Jayapura 2. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 2.88" 131609 Kabupaten Wamena Provinsi Papua Kabupaten Keerom A.43" -5° 11' 28. Kabupaten Keerom Provinsi Papua Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua 1. 5.47" - -4° 22' 40. Provinsi Papua 1.15" 8160 1766 180 1685 165 7235 573 754 2902 x 421 Timika-Merauke 134° 49' 35. 7.20" 140° 40' 59. Kabupaten Asmat 3. Kabupaten Pegunungan Bintang 7. 6.87" 140° 25' 20.92" -2° 28' 48. 8. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Keterangan                       a b c d : CAT dalam kabupaten/kota : CAT lintas kabupaten/kota : CAT lintas provinsi : CAT lintas negara Jumlah Cekungan Air Tanah 206 cekungan 176 cekungan 35 cekungan 4 cekungan 421 cekungan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Pegunungan Bintang 2. Kabupaten Merauke 5.66" 139° 27' 23. 3. 3.55" -2° 56' 38. Kabupaten Boven Digul x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.70" 140° 31' 15. 2010 117 117 NO. Kabupaten Mimika 2. 2010 118 118 . 3.34" 140° 33' 30.44" -3° 13' 12.05" -3° 7' 17. Kabupaten Yahukimo 8.82" -3° 3' 56.NO.03" -3° 32' 36.