P. 1
PEDOMAN IRIGASI KEDALAMAN

PEDOMAN IRIGASI KEDALAMAN

|Views: 1,665|Likes:
Dipublikasikan oleh Maulana Nuril Huda

More info:

Published by: Maulana Nuril Huda on May 15, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

PT-PLA C 1.

1 - 2010

PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL DAN IRIGASI AIR TANAH DALAM

DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN IR DEPARTEMEN PERTANIAN 2010

KATA PENGANTAR
   

dinas lingkup Pertanian di tingkat Kabupaten/Kota) sesuai dengan kondisi dan potensi di daerah masing-masing

Kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah (Irigasi Air Tanah Dangkal dan Irigasi Air Tanah Dalam) dalam menunjang pembangunan pertanian merupakan salah satu bentuk upaya pengembangan sumber air irigasi untuk usaha pertanian, baik untuk sub-sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, maupun peternakan. Petunjuk/pedoman teknis pengembangan irigasi air tanah dangkal dan dalam ini disusun dengan maksud untuk menjadi pedoman atau petunjuk atau acuan pelaksanaan bagi para pelaksana kegiatan pengelolaan air, khususnya pengembangan irigasi air tanah di daerah (Propinsi dan Kabupaten/ Kota). Pedoman teknis ini diharapkan dapat membantu dan mempermudah pelaksanaan kegiatan di lapangan, terutama dalam mengartikan dan merinci ketentuan-ketentuan teknis di tingkat lapangan. Dengan pertimbangan bahwa kondisi dan potensi antar daerah yang sangat bervariasi, maka pedoman teknis ini harus dijabarkan lebih lanjut dalam bentuk Petunjuk Pelaksanaan oleh Satker Propinsi (Dinas-dinas lingkup Pertanian di tingkat Propinsi) dan selanjutnya dalam bentuk Petunjuk Teknis oleh Satker Kabupaten (Dinas 
Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

Buku pedoman ini dibagi menjadi 2 bagian, masingmasing terdiri dari Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam dan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal. Oleh karena itu, penggunaan atau pemanfaatan buku pedoman ini harus disesuaikan dengan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan di masing-masing daerah. Demikian semoga pedoman ini dapat dijadikan sebagai acuan/petunjuk oleh para pelaksana kegiatan dengan sebaikbaiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Jakarta, Januari 2010 Direktur Pengelolaan Air,

Ir. Tunggul Iman Panudju, M.Sc NIP. 19580526 198703 1 002

 
Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

i

ii

i

ii

BAGIAN I

DAFTAR ISI
PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL
KATA PENGANTAR .................................................i DAFTAR ISI ........................................................ iii I. PENDAHULUAN ................................................ 1 A. Latar Belakang ............................................ 1 B. Tujuan dan Sasaran....................................... 3 C. Pengertian ................................................. 4 II. PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL......... 6 A. Persyaratan Lokasi........................................ 6 B. Persyaratan Petani/Kelompok .......................... 7 III. KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL ............... 8 A. Komponen Irigasi Air Tanah Dangkal................... 8 1. 2. 3. Sumur ................................................. 8 Pompa Air............................................. 9 Jaringan Distribusi .................................. 9

E. Pelatihan ..................................................19 F. Pemanfaatan .............................................19 G. Pembiayaan...............................................19 I. Waktu Pelaksanaan ......................................20 V. MONITORING DAN EVALUASI ..............................21 A. Indikator Kinerja.........................................21 B. Monitoring dan Evaluasi.................................21 C. Pelaporan .................................................22 D. Pengendalian .............................................22 DAFTAR PUSTAKA................................................24 LAMPIRAN                            

B. Kriteria Teknis ...........................................10 IV. PELAKSANAAN................................................14 A. Survey Investigasi dan Desain (SID) Sederhana......14 B. Pola Pelaksanaan Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal ...............................17 C. Operasi dan Pemeliharaan .............................18 D. Pembinaan ................................................18
Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

iii

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

iv

iii

iv

Pemanfaatan .. Pelatihan ...............23 C........................19 A.................................................... Pelaporan ........... 2010 v Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA....27 I......................................................................... Pembinaan ..13 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) .28 I...................................... Latar Belakang ..........10 III.... Komponen Irigasi Air Tanah Dalam........ Pengertian ...14 A..............................................25 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA..29 D.................11 A........................ Waktu Pelaksanaan ..11 1..12 Rumah Pompa/Genset..........28 B............. 8 B.............. Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam ... Monitoring dan Evaluasi... PELAKSANAAN.......... Pengendalian ........................26 F.......................... Kriteria Teknis ............................................................... PENDAHULUAN .......................26 G.......... 3........ 1 A....................................... 1 B........ 3 C........ Operasi dan Pemeliharaan .....16 IV............28 C............................................................................ Indikator Kinerja.. Survey Investigasi dan Desain Sederhana ............31 DAFTAR PUSTAKA....25 D... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA....... Persyaratan Lokasi................... 298 LANGKAH-LANGKAH SEDERHANA UNTUK MENENTUKAN TITIK LOKASI PENGEBORAN.... 2010 vi v vi ........33 LAMPIRAN B................................................19 B.............................................. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.................... PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM ............ Tujuan dan Sasaran..........27 V............................................................. Pembiayaan............... KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DALAM. 7 A...................11 Pompa Air dan Perlengkapannya.......... 4.... 2..................... 4 II........................................................................ MONITORING DAN EVALUASI ........... Sumur ....BAGIAN II DAFTAR ISI PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM E............... Persyaratan Petani ....

Pengambilan air tanah sesuai dengan kemampuan pengisiannya. Berdasarkan fakta empirik lain tersebut. tanaman dari sumber air yang lain. sehingga dapat dikembangkan oleh petani setempat secara mandiri ataupun jika memerlukan dukungan masih pada tingkatan yang relatif terbatas. Bagi daerah yang mempunyai potensi sumber air tanah dangkal. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pemanfaatan air tanah dangkal dari sumur-sumur yang diangkat dengan menggunakan pompa memerlukan biaya tambahan. maka ada dua jenis air tanah yaitu : (1) air tanah dangkal dan (2) air tanah dalam. sehingga memungkinkan untuk diangkat ke permukaan dengan menggunakan pompa. PENDAHULUAN Latar Belakang Pemanfaatan air permukaan. karena kebutuhannya belum proporsional dibandingkan dengan ketersediaannya terutama pada musim kemarau. Pertimbangannya.BAGIAN I  PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL I. Secara teroritis. selain dapat meningkatkan produktivitas pertanian juga memungkinkan terjadinya akselerasi sirkulasi air tanah. waduk. berdasarkan pemanfaatannya. seperti sungai. pemanfaatannya akan lebih mudah karena infrastruktur yang diperlukan lebih sederhana. A. Sumber air tanah dangkal umumnya terdapat di dalam lapisan-lapisan tanah yang tidak begitu dalam. Air tanah merupakan salah satu pilihan sumber air yang dapat dikembangkan untuk pertanian. baik untuk pengadaan pompa 2 maupun pembuatan bangunan penampung (reservoir) 1 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Namun demikian. maka pengisian air tanah (water recharging) tidak terjadi secara alamiah. embung dan lain-lain telah lama dilakukan masyarakat. maka sering kali tanaman yang dibudidayakan pada periode tersebut mengalami kekeringan. Pengelompokan ini sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan air tanah dan kebutuhan infrastrukturnya. untuk maka perlu dipikirkan air alternatif memenuhi kebutuhan permukaan tanahnya konstan. 2010 1 2 . potensi air tanah di suatu wilayah relatif tetap apabila tidak diusahakan. danau. karena beda potensial antara air tanah dan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

maka perlu dirancang mekanisme pembayaran biaya operasional dan pemeliharaan (OP) dalam kelompok (partisipasi petani). Sasaran : Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. irigasi rawa. agar ketergantungan kepada pemerintah dapat diminimalkan. terutama pada lahan kering dan tadah hujan. c. dan 3 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 4 3 4 . 3. Terbangunnya sebanyak 706 Lampiran 1). dan pembuangan pertanian. Meningkatkan ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian. Meningkatkan IP (Intensitas Pertanaman). Air Tanah : air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.530 ha. peningkatan areal tanam dan peningkatan permukaan. luas tanam. air termasuk untuk di menunjang dalamnya usaha air irigasi resiko produksi kegagalan usahatani usahatani melalui karena kekurangan air irigasi/kekeringan. irigasi air tanah. Tujuan : Tujuan kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal adalah : a. c. Pengertian 1. C. 2010 unit (alokasi per kabupaten berdasarkan DIPA dan POK dapat dilihat pada b. irigasi air tanah dangkal dukungan pembiayaan yang akan berasal dari jenis komoditas yang diusahakan petani dan kelompoknya sehingga keberlanjutan (sustainability) usaha pompa dalam pendayagunaan air tanah dangkal dapat dipertahankan. Irigasi : usaha penyediaan. B. Berkurangnya d. b. perlu adanya a. 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. irigasi tambak. Meningkatnya ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian seluas 3. dan produktivitas usaha tani. Agar nilai manfaat air tanah dangkal dapat dioptimalkan. 2. pengaturan.sebagai tandon air. Oleh karena itu. Meningkatkan kualitas produksi pertanian dan pendapatan petani. Air Tanah Dangkal : air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah pada kedalaman < 30 meter. Tujuan dan Sasaran 1. Meningkatnya produktivitas.

7. Muka air bawah tanah : permukaan air tanah di dalam sumurbor dihitung dari muka tanah setempat atau titik acuan lain. Beberapa kriteria yang perlu diperhitungkan antara lain : A. 2010 5 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 6. hortikultura. Di lokasi yang bersangkutan mempunyai potensi air tanah dangkal. Potensi sumber air tanah dangkal yang tersedia paling tidak dapat memberikan air irigasi suplementer (supplementary irrigation) pada areal seluas kurang lebih 5 hektar sesuai jenis komoditas yang diusahakan. di atas. 4. peternakan. II. PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL  Agar pengembangan irigasi air tanah dangkal dapat berhasil dengan baik. dan ketinggian di atas permukaan laut. pengambilan. Pengembangan usaha tani di lokasi tersebut sering mengalami kendala/masalah air/kekeringan. baik kuantitas maupun kualitasnya. Di lokasi yang bersangkutan usahataninya sudah berkembang atau paling tidak daerah tersebut sesuai untuk pengembangan usaha tani tanaman pangan. Persyaratan Lokasi 1. 8. 3. ataupun di bawah permukaan tanah. Sumber Air Irigasi : tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. Diprioritaskan pada lokasi lahan sawah tadah hujan dan lahan kering kawasan tanaman pangan. 5. penyaluran dan pembagian. dan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Sumber Air : tempat atau wadah air alami dan/ atau buatan yang terdapat pada. ataupun di bawah permukaan tanah yang dapat dipergunakan untuk irigasi. 2. 2010 6 5 6 . di atas. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. garis bujur. Koordinat : letak/posisi suatu wilayah berdasar garis lintang. maka pemilihan lokasi harus dilakukan dengan tepat.4. perkebunan. Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) : saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan dan penyaluran irigasi air tanah yang mencakup penyediaan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

Dalam pengelolaannya termasuk pemanfaatannya. Sumur Untuk dapat memanfaatkan air tanah. Untuk kawasan 3. dan sanitasi ternak. 6. 2. dan perkebunan. pantek pengembangannya dengan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Lahan usaha tani yang akan mendapat pelayanan irigasi air tanah dangkal yang akan dibangun adalah lahan milik petani. 2010 7 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Sumur tersebut dapat berupa sumur gali (cara pengembangannya dengan digali) sumur dan sumur bor/ (cara 8 peternakan. B. misalnya dengan pompa. Dapat dikembangkan di lokasi Daerah Irigasi (DI) yang memiliki jaringan irigasi di mana kondisi ketersediaan air pada musim kemarau tidak mampu mengairi lahan usaha tani. Petani di lokasi memerlukan irigasi air tanah dangkal dana dan mampu dan memanfaatkan pemeliharaan serta yang merawatnya dengan baik termasuk menyediakan operasional dibuktikan dari surat pernyataan kelompok tani atas nama petani. digunakan untuk hijauan makanan ternak. terlebih dahulu harus dibuat sumur sebagai tempat pengambilan. Minimal ada tiga komponen yang diperlukan agar air tanah dangkal tersedia untuk irigasi : (a) sumur (b) pompa air dan motor penggerak dan (c) jaringan distribusi. A. air minum ternak. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL Komponen Irigasi Air Tanah Dangkal Agar air tanah dangkal dapat dimanfaatkan untuk air irigasi. sarana/fasilitas/peralatan irigasi air tanah dangkal tidak boleh dikuasai secara perorangan tetapi harus digunakan oleh anggota kelompok. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. III.hortikultura. Persyaratan Petani/Kelompok 1. maka diperlukan upaya pengambilan/ pengangkatan ke permukaan tanah. 1. Diprioritaskan pada kelompok tani/P3A yang sudah terbentuk atau akan membentuk kelompok tani/ P3A/P3AT apabila dibangun irigasi air tanah dangkal. 5. 2010 7 8 .

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. yang terdiri atas: saluran. 2010 10 9 10 . bangunan pengatur debit dan katup penutup yang berfungsi untuk mengatur arah aliran dalam pipa. 2 (dua) buah pompa air dan motor penggeraknya dengan 2 (dua) buah atau lebih sumur bor/sumur gali termasuk jaringan distribusinya. maka perlu dibangun jaringan 9 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. digerakkan dengan motor penggerak bertenaga diesel atau bensin atau tenaga listrik atau tenaga angin (kincir angin). Pompa Air Pompa air dipergunakan untuk mengangkat air dalam tanah ke permukaan tanah. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. penyaluran. Kedalaman sumur yang dibuat disesuaikan irigasi air tanah (JIAT).  Kriteria Teknis Pengertian 1 unit irigasi air tanah dangkal berdasarkan luas layanan oncoran adalah sebagai berikut : a. 2. dimana 1 (satu) unit pompa air akan digunakan untuk melayani beberapa sumur. JIAT perlu dibuat secara permanen dengan dilining ataupun menggunakan sistim perpipaan. 3. Jaringan Distribusi Untuk mengalirkan air dari pompa ke lahan usahatani. Untuk kehilangan losses) mengurangi air (water dalam dengan kedalaman air tanah ( < 30 m ). 1 (satu) buah pompa air dan motor penggeraknya dengan 1 (satu) atau lebih sumur bor/sumur gali termasuk saluran distribusinya. Jenis pompa air yang biasa digunakan untuk air tanah dangkal pada umumnya jenis Pompa pompa air B. sentrifugal.dibor). 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pompa air tanah dangkal bersifat mobile (dapat dipindah-pindahkan). bangunan pengatur berupa pintu dan boks pembagi. atau b.

diameter selubungnya disesuaikan dengan kondisi jenis pompanya. mudah dalam perawatan dan suku cadang tersedia di pasar setempat. Untuk sumur bor/pantek. dinding sumur dapat diperkuat dengan tembok atau buis beton. Pompa air : tipe : sentrifugal atau axial. Jaringan Distribusi (JIAT) Penyempurnaan pompa dapat jaringan dimanfaatkan distribusi seefisien dan 12 yang resmi ditunjuk oleh dimaksudkan agar air yang dikeluarkan dari Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kedalaman sumur disesuaikan dengan kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer. c. Diutamakan yang telah memiliki SNI atau sertifikat hasil uji dari intansi atau lembaga sertifikasi pemerintah. d. Diameter sumur gali dengan diameter lebih kurang 1 meter. Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pengembangan irigasi air tanah dangkal antara lain : a. Pipa-pipa : Pipa-pipa diperlukan untuk pipa selubung luar (casing pada sumur bor). dapat diterima petani. Diutamakan telah memiliki/memenuhi SNI atau memiliki sertifikat hasil uji dari intansi atau lembaga sertifikasi yang resmi ditunjuk oleh pemerintah. 2010 11 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.Alternatif pilihan butir a atau b didasarkan pada kecukupan dana dan diuraikan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). dan pembuangan. Sumur : dapat dibuat dalam bentuk sumur gali atau sumur bor. 2010 11 12 . Terbuat dari bahan besi atau PVC (paralon) cukup kuat. pipa/selang hisap. b. tenaga listrik atau tenaga angin (kincir angin). Bila struktur tanahnya labil. penggerak : motor bertenaga diesel atau bensin. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

A. Survey Investigasi dan Desain (SID) Sederhana 1. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. kehilangan dengan air mengurangi pada saluran IV. baik dari segi teknis maupun sosial. mungkin. Survey Investigasi Survey investigasi dimaksudkan untuk yang mendapatkan calon lokasi dan petani sesuai untuk pengembangan irigasi air tanah dangkal. PELAKSANAAN Tahapan pengembangan irigasi air tanah dangkal dapat dilaksanakan sebagai berikut : Jaringan distribusi tersebut dapat berupa pipa atau selang yang tahan bocor. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 13 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelaksanaan survei investigasi dibiayai oleh daerah (tidak termasuk dalam dana TP yang dialokasikan) dan dilaksanakan oleh petugas Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bersama dengan petugas Kecamatan. Pelaksanaan survei investigasi dikoordinasikan dengan instansi/Sub Dinas terkait terutama dengan Sub Dinas yang menangani komoditas yang akan dikembangkan.seefektif kebocoran/ tersebut. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Calon lokasi dan calon petani yang memenuhi persyaratan ditetapkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota sebagai lokasi pengembangan irigasi air tanah dangkal. 2010 14 13 14 .

Letak bujur lokasi dengan berdasarkan menggunakan daerah Global administratif dan koordinat lintang dan Positioning System/GPS atau ekstrapolasi dari peta topografi yang tersedia. peralatan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dan rancangan jaringan irigasi yang akan dibangun. kedalaman sumur. 2010 jumlah dan irigasi kebutuhan pipa-pipa. Kebutuhan bahan. ketinggian bak penampung dari posisi pompa air dan luas lahan oncoran dapat digunakan untuk menetapkan spefisikasi pompa air. spesifikasi diperlukan. meliputi kedalaman dan kapasitas pompa/air yang keluar dari mesin pompa. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Potensi air tanah dangkal untuk kebutuhan irigasi. maka air telah sumbernya dengan menggunakan pompa air dapat ditampung pada posisi yang lebih tinggi dibandingkan daerah layanan irigasinya dengan menggunakan bak penampung air (jika dananya mencukupi). Kondisi usaha tani dan jenis komoditi yang layak dikembangkan.Laporan hasil survei investigasi paling tidak memuat : a. peralatan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. b. dan mesin Berdasarkan diperlukan. 3. dan mesin yang Data kedalamam dan potensi air tanah. c. jaringan pembangunan/perbaikan 15 15 16 . Gambar/sketsa saluran distribusi. d. 2. dan yang 16 spesifikasi motor penggerak pompa. hasil SID akan dapat diketahui kebutuhan bahan. Rancangan/desain irigasi air tanah dangkal sederhana sekurang-kurangnya mencakup luas lahan yang akan diairi (daerah oncoran). 2010 letak/lokasi sumur (koordinat sumur). e. sehingga dapat didistribusikan ke lahan usaha tani dengan gaya gravitasi. dangkal Untuk yang menekan diangkat biaya dari operasional dalam hal distribusi air. Desain/rancangan sederhana irigasi air tanah dangkal Rancangan/desain sederhana disusun untuk lokasi yang ditetapkan sebagai calon lokasi pengembangan irigasi air taanah dangkal. Luas layanan oncoran (command area) yang akan diairi. Satu hal yang perlu diperhitungkan dalam penyusunan desain sumur air tanah dangkal sederhana yaitu dalam hal tanah distribusi. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi air tanah dangkal diserahkan kepada petani/kelompok tani. ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah anggota/kelompok tani. pengolahan. pasca panen. pemasangan perbaikan jaringan pengembangan dan distribusinya. kebutuhan anggaran ini dijadikan acuan dalam penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS). Biaya operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dangkal menjadi tanggungjawab petani/kelompok tani sebagai penerima manfaat. Kebutuhan anggaran Meliputi perkiraan kebutuhan biaya untuk sumur. Besarnya iuran pelayanan irigasi yang dibutuhkan. 2. pengembangan/ Operasi dan Pemeliharaan 1. 17 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pelaksanaan Konstruksi/pengembangan irigasi air tanah dangkal dilaksanakan dengan pola Bansos (dana ditransfer langsung ke rekening kelompok tani). 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pemilihan komoditas yang diusahakan. pompa air dan perlengkapannya. pipa-pipa. panen. Pola Pelaksanaan Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal D. serta pengembangan usaha lainnya. 2. teknik budidaya. 3. Perkiraan pengadaan bahan. 1. 4. peralatan. 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. B. Pembinaan terhadap petani penerima manfaat dilakukan Dinas “Pertanian” Propinsi dan Kabupaten/Kota secara berkelanjutan. 2010 18 17 18 . Pola pelaksanaan Bansos mengikuti ketentuan yang ada dalam Pedoman Umum Bansos Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air.C. Pelaksanaan pengembangan irigasi air tanah dangkal dilakukan berdasarkan kepada usulan yang diajukan oleh petani/kelompoktani seperti RUKK (Rencana Usulan Kerja Kelompok) setelah mendapat persetujuan dari Kepala Dinas Kab/Kota (contoh RUKK dapat dilihat pada Lampiran 2). Pembinaan antara lain meliputi teknik operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dangkal. 2010 Pembinaan 1. dan pemasaran hasil.

Waktu Pelaksanaan Jadwal/waktu pelaksanaan kegiatan pengembangan irigasi air tanah dangkal mengacu pada jadwal palang pelaksanaan sebagaimana terdapat pada Lampiran 3. 2010 19 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. yang relatif tinggi. dan pembinaan disediakan dari APBD Propinsi. 2. pengadaaan pipa-pipa.E. Pelatihan teknis operasi jaringan irigasi air tanah dangkal dilaksanakan oleh pihak ketiga/pelaksana pengadaan dan pemasangan irigasi air tanah. 2010 20 19 20 . Pemanfaatan Dengan pertimbangan biaya investasi. APBD Kabupaten/ Kota. Petani/kelompok tani penerima manfaat diberikan pelatihan terutama teknis operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi air tanah. Pelatihan 1. pompa air dan perlengkapannya. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dan partisipasi masyarakat. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. F. Pembiayaan Biaya yang tersedia untuk pengembangan irigasi air tanah dangkal dipergunakan untuk pembuatan sumur bor/gali. Kebutuhan biaya jaringan untuk SID irigasi/distribusi. maka pemanfaatannya harus dilakukan secara efektif dan G. operasi dan pemeliharaan efisien. I. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.2 (diisi di tingkat usaha Kabupaten/Kota) serta 4. Pelaporan 1. Laporan Akhir disusun setelah pelaksanaan pembangunan irigasi air tanah dangkal selesai. peningkatan produktivitas. Benefit : Terjadinya peningkatan pertanian. Laporan Akhir agar dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi dari setiap tahap kegiatan (kondisi sebelum kegiatan. Agar lebih informatif dan komunikatif. dengan Laporan tembusannya Bulanan disusun disampaikan ke Pusat (Ditjen PLA dan Direkrotat mengacu pada Lampiran 4. 4. seperti peningkatan luas tanam. Outcome : Terjadinya sediaan air irigasi untuk usaha tani dengan memanfaatkan potensi air tanah dangkal. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.V. berisi seluruh rangkaian kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal. Laporan Bulanan dikirim ke Dinas keterPertanian Pengelolaan Propinsi Air). Laporan Bulanan memuat perkembangan pelaksanaan kegiatan yang disusun setiap bulan. Evaluasi dilakukan pada setiap akhir tahun. Monitoring pengembangan irigasi air tanah dangkal dilakukan secara swakelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Propinsi. saat dalam pelaksanaan dan setelah selesai 22 1. peningkatan 2. MONITORING DAN EVALUASI Indikator Kinerja Beberapa indikator kinerja yang digunakan sebagai ukuran untuk penilaian kinerja kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal adalah sebagai berikut : C. Monitoring dan Evaluasi 1.1. 2010 21 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. intensitas pertanaman (IP). Output : Terbangun dan berfungsinya irigasi air tanah dangkal. berisi kemajuan pelaksanaan kegiatan sampai bulan berjalan. Impact : Peningkatan produksi usahatani dan pendapatan petani. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. B. 2. 2. 2010 21 22 . A. 3. 3.3 dan 4. Terdapat 2 (tiga) jenis laporan yang harus dibuat yaitu Laporan Perkembangan dan Laporan Akhir. 4.4 (diisi di tingkat Propinsi).

kegiatan). 2010 Pengendalian Internal (SPI) sebagaimana tercantum pada Lampiran 6. 2004. Pengendalian Dalam upaya mengurangi kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pengembangan irigasi air tanah dangkal. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air. Gita Rencana Multiplan. Irigasi. Jakarta.q Direktur Pengelolaan Air dengan alamat Direktorat Pengelolaan Air. Jakarta. Direktorat Bina Rehabilitasi dan Pengembangan Lahan. Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. PT. Petunjuk Teknis Pengembangan Pompa Air Tanah Dangkal. 2004. ---------------. Proyek Pengembangan Sumberdaya. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Departemen Pekerjaan Umum. Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1994/1995. Jl. Taman Margasatwa No. Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pedoman Teknis Konstruksi Jaringan Irigasi Air Tanah Sistim Perpipaan. Laporan Akhir. D. Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. dengan tembusan kepada Kepala Dinas ”Pertanian” Propinsi. Laporan Bulanan dan Laporan Akhir disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan Dan Air c. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Departemen Pertanian. 3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. 2004. Ditjen Sumber Daya Air. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian. maka perlu dilaksanakan pengendalian yang intensif. Departemen Pertanian.     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Penyusunan Database Sarana Air Tanah Untuk Irigasi Pertanian. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Dit. Jakarta. propinsi dan Selanjutnya pelaksana di tingkat dapat membuat kabupaten/kota daftar/check list pengendalian dengan mempedomani check list yang tercantum pada Lampiran 6 dimaksud. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Laporan Akhir agar mengikuti outline             seperti pada Lampiran 5. 2002. 4. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Pompa. 2010 23 24 23 24 . Pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan dilaksanakan irigasi dengan air tanah dangkal acuan akan Sistem mengikuti DAFTAR PUSTAKA   Anonimous. Jakarta.

Bandung Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Banyumas Kab. Kensaku (editor). Bogor Kab. Tasikmalaya Kota Tasikmalaya Kab. Jawa Barat Kab. Banten Kab. 2003. Cirebon Kab. PT. Sosrodarsono. Jawa Tengah Kab. Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta. Bandung Barat 2 Prop. 2010 26 25 26 . Lebak Kab. Sukoharjo Kab. Ciamis Kab. Lampiran 1 REKAPITULASI KEGIATAN PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL ALOKASI KEGIATAN DALAM BENTUK TUGAS PEMBANTUAN DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR.Nomor : 1451 K/10/MEM/2000 Tanggal 3 Nopember 2000 tentang Prosedur Pemberian Izin Pengeboran dan Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (Lampiran V). Suyono dan Takeda. DITJEN PLA TAHUN 2010   No Prop/Kab/Kota TP 1 Prop. Pradnya Paramita. 2010 25 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Jakarta. Kendal 2 1 2 2 3 2 3 1 2 4 2 2 29 2 3 19 10 1 1 16 Sub Sektor Horti Bun Nak 3 1 1 1 Jumlah (Unit) 19 1 2 3 2 3 2 3 1 2 5 3 2 58 2 3 2 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Garut Kab. Serang 3 Prop. Subang Kab.

NAD Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Jombang Kab. Langkat Kab. Tanah Karo Kab. Kudus Kab. Banyuwangi Kab. DIY Kab. Rembang Kab. Tuban 9 5 1 4 17 3 8 Prop Sumatera Barat Kab. Pidie Jaya Kab. Kulon Progo 3 3 - 4 - 5 Prop. Tulungagung Kab. Simalungun Kab. Grobogan Kab. Sumatera Utara Kab. Dairi Kab. Pacitan Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Gresik Kab. Pasaman 4 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Klaten Kab. Tapanuli Selatan Kab. Labuhan Batu Utara Kab. Purworejo Kab. Bener Meriah 7 Prop. 2010 27 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.No Prop/Kab/Kota TP Kab. Labuhan Batu Kab. Blora Kab. Gunungkidul Kab. Aceh Timur Kab. Situbondo Kab. Jawa Timur Kab. Bireun Kab. Aceh Utara Kab. Agam Kab. Mojokerto Kab. Nias Selatan Kota Padang Lawas Utara 4 Prop. Salatiga 3 2 10 10 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 10 5 5 2 5 7 10 5 4 2 5 6 3 2 3 3 7 3 4 4 8 38 5 1 1 1 3 11 2 3 11 2 3 4 No Prop/Kab/Kota TP Kab. 2010 28 27 28 . Pemalang Kab. Pati Kab. Lamongan Sub Sektor Horti Bun 5 3 16 3 2 2 4 5 11 8 14 1 2 2 3 2 5 2 4 8 7 11 2 9 3 2 26 1 5 2 2 Nak Jumlah (Unit) 5 3 16 3 2 2 4 5 33 1 2 4 5 2 5 2 4 8 53 6 7 6 Prop. Sampang Kab.

Indragiri Hilir Kab. Tanjab Barat Kab. Empat Lawang Prop. Solok Selatan Kab. Kuantan Singingi Kab. Pasaman Barat Kab. Tanjab Timur Kab. Pelalawan Kab. 2010 29 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Sarolangun Kab. Tanggamus - 15 26 3 45 3 4 9 Prop. Sumatera Selatan Kab. Rokan Hilir Kab. Muara Enim Kab. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kab. Muaro Jambi Kab. 2010 30 29 30 . Banyuasin Kab. Riau Kab. Ogan Komering Ulu Kota Lubuk Linggau Kab. Bengkalis Kab. Solok Kab. Siak Kota Pekanbaru 4 4 3 4 4 3 4 3 2 4 3 4 4 1 3 3 3 10 8 7 2 4 3 4 10 1 3 10 Prop. Kerinci Kab. Indragiri Hulu Kab. Sijunjung 4 2 1 Sub Sektor Horti Bun 2 Nak 4 Jumlah (Unit) 6 2 10 11 2 4 No Prop/Kab/Kota TP Kab. Jambi Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Musi Banyuasin Kab. Musi Rawas Kab. Rokan Hulu Kab. Tebo Kab. Kampar Kab. Ogan Ilir Kab. Pesisir Selatan Kab. Ogan Komering Ilir Kab.No Prop/Kab/Kota TP Kab. Batanghari Kab. Lampung Kab. Muara Bungo 2 2 5 2 4 2 2 2 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 2 2 2 2 4 2 2 3 2 1 8 7 6 5 2 2 7 3 1 1 20 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 17 2 11 8 3 6 3 - 7 3 1 4 26 2 2 5 3 2 2 3 2 2 3 38 12 11 1 6 2 Prop. Lampung Selatan Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

2010 32 31 32 . Bengkayang Kab. Kalimantan Barat Kab. Lampung Tengah Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Gunung Mas Kab. Poso Kota Palu 15 20 Prop. Bengkulu Utara Kab. Kotabaru Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Penajam Paser Utara Kab. Barito Kuala Kab. Kalimantan Tengah Kab.No Prop/Kab/Kota TP Kab. Tana Toraja 16 Prop. Bantaeng Kab. Sidenreng Rappang Kab. Sambas 19 Prop. 2010 31 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Murung Raya 17 Prop. Sulawesi Selatan Kab. Gowa Kab. Kotawaringin Timur Kab. Tanah Bumbu Sub Sektor Horti Bun 3 3 5 14 4 5 3 3 4 5 5 3 24 2 4 3 4 16 3 8 3 2 3 3 3 3 3 1 4 2 3 Nak Jumlah (Unit) 3 3 19 4 5 3 3 4 8 5 3 48 8 8 3 2 3 3 3 3 10 13 Prop. Bengkulu Tengah 18 Prop. Landak Kab. Kutai Kertanegara 14 Prop. Tapin Kab. Bengkulu Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Seluma Kab. Kalimantan Selatan Kab. Maros Kab. Jeneponto Kab. Halmahera Selatan Prop. Sulawesi Tengah Kab. Sinjai Kab. Luwu Kab. Maluku Utara Kab. Paser Kota Balikpapan Kota Samarinda Kab. Kapuas Kab. Enrekang Kab. Muko-Muko Kab. Kalimantan Timur Kab. Pesawaran Sub Sektor Horti Bun Nak 3 3 3 3 5 4 2 5 5 5 4 10 4 4 1 2 13 3 3 5 2 6 8 4 4 5 9 3 Jumlah (Unit) 3 3 17 6 5 4 2 5 5 15 8 4 3 13 3 3 5 2 14 4 4 No Prop/Kab/Kota TP Kab.

Sumba Tengah 23 Prop. Ngada Kab. 2010 33 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Maluku Kab. Manggarai Barat Kab. Bombana Kab. Maluku Tenggara Barat Kota Tual 25 Prop. Dompu Kota Bima Kab. Lombok Tengah Kab. NTB Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kupang Kab. Gorontalo Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sulawesi Tenggara Kab. Bali Kab. Bintan Kota Batam 24 Prop. Muna Kab. Lombok Timur Kab. NTT Kab. Wakatobi - - 2 6 2 3 4 2 2 2 2 5 3 3 18 26 5 2 17 2 2 5 2 3 3 4 3 5 5 1 5 5 3 5 3 10 3 6 4 2 7 6 5 66 2 7 2 3 16 4 11 5 5 1 5 5 2 2 8 3 5 9 3 3 3 3 1 2 15 5 10 6 10 7 1 3 3 2 9 3 9 16 4 10 - 2 2 17 6 8 3 3 1 2 25 5 20 13 1 7 3 2 37 27 22 Prop. Karangasem Kota Denpasar 26 Prop. Sumbawa Kab. Bone Bolango Prop. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pahowato Kab. Buleleng Kab. Rotendau Kab. Timor Tengah Utara Kab. Wajo 5 4 2 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 5 No Prop/Kab/Kota TP Kab.No Prop/Kab/Kota TP Kab. 2010 34 33 34 . Lombok Barat Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Kepulauan Riau Kab. Boalemo Kab. Alor Kab. Sumba Barat Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Bima Kab. Sikka Kab. Sumbawa Barat 2 3 4 Sub Sektor Horti Bun Nak Jumlah (Unit) 4 21 Prop. Bangli Kab. Lembata Kab.

2010 36 35 36 . Sorong Kab.No Prop/Kab/Kota TP Sub Sektor Horti 5 Bun 7 2 Nak 14 5 4 5 5 2 14 8 4 4 4 4 4 2 237 3 2 62 155 252 3 3 Jumlah (Unit) 26 7 4 8 5 2 26 4 7 4 7 4 706 28 Prop. Mappi Kab. Papua Barat Kab. 2010 : 62 Unit : 155 Unit : 252 Unit 35 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Nabire Kab. Mamberamo Tengah                   29 Prop. Jayapura Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Fak-Fak Kota Sorong Kab. Biak Numfor Kab. Manokwari Kab. Sorong Selatan Jumlah Total   Ket : Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Menunjang Sub Sektor : Tanaman Pangan : 237 Unit Hortikultura Perkebunan Peternakan               Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Papua Kab.

.Lampiran 2                                                                       CONTOH RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DANGKAL TAHUN 2010 Jadwal Palang Pelaksanaan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal T.......... 2010 37 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA..... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA... ……………. 2010 38 37 38 .A 2010 Lampiran 3   ... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.2010                                                           Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat. : ……………………………. 3. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2. 6.*) Kab/Kota ………………… Dinas……………………. …………………………. Pompa 8. : …………………………….01 : ……………………………. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a.. 4. dll *) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PLA.. Sekolah Lapang Penanggung jawab kegiatan Kabupaten                     Ctt: 1. Sekolah Lapang Koordinat 12 Keterangan 13 1 2 A.. Sumur Resapan 11. Embung 9.. Harsono RM No. Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung 3 JUMLAH Catatan : 1. Air Permukaan 7. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4. Balai Subak 13. 2010 9. Air Permukaan 7.. Irigasi Tanah Dalam 6..……………….*) Kab/Kota ………………… Aspek 3 Pengelolaan Air 1. Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja. : ……………………………. Pompa 8.Lampiran 4.1 Lampiran 4.. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. : ……………………………. Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 4 5 Realisasi Keuangan (Rp) 6 (%) 7 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 8 9 Nama Kelompok 10 Lokasi Kegiatan Desa/ Kecamatan 11 Form PLA. Dinas Kabupaten/Kota*) 1 1 2 Dinas……………………. : ……………………………. Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat. 2. 2010 Penanggung jawab kegiatan Propinsi               Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 3. 7.go. 2010 40 39 40 . 5.id 3.*) Kab/Kota ………………… 1.. 2. Dam Parit 10.. Fax : 021 7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. **) Coret yang tidak perlu ………………………. Irigasi Tanah Dangkal 5. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.…………. Laporan ke Pusat ke Bag Evaluasi dan Pelaporan d/a.. dll *) Coret yang tidak perlu JUMLAH ………………………. Sekolah Lapang 2 Dinas……………………. Dam Parit 10. 4. Rehab JIDES 3. TAM 4. Pengelolaan Air 5.. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. Balai Subak 13. Rehab JITUT 2. : ……………………………. 3 Ragunan Jakarta Selatan via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan.A. P I P 12. Form PLA.. 2010 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Program Bulan : ……………………………. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4. Sumur Resapan 11. Embung 9.. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2. : ……………………………. Aspek Kegiatan 3 1. Sumur Resapan 11.. Kegiatan 4 Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 5 6 Realisasi Keuangan (Rp) (%) 7 8 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 9 10 Keterangan 11 No. Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja. : …………………………….id 3.go. P I P 12. Balai Subak 13. Irigasi Tanah Dalam 6.2 LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA 2010 Dinas Propinsi Subsektor Program Bulan No. 8. : …………………………….02   ` LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR T. ……………………. Harsono RM No. 3 Ragunan Jaksel. 2010       39 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. Dam Parit 10. P I P 12....

c.03       Lampiran 4. Manfaat harus terukur. 25. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. / Kg atau Rp.…………. 2007.250 ton b. / Kg atau Rp. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1. Embung 9.P I P 12.000.Sumur Resapan 11. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2. 25. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp.3 Form PLA.id 3.000. 25. : ……………………………….5 ton/Ha dan IP 150 %.000..000 = Rp. : ………………………………. c. 25.Balai Subak 13.000. 1 A.04 REKAPITULASI LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA. 25. 25. Harsono RM No. contoh : a. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. Rehab JIDES 3.000. : ……………………………….go.250 ton b.000 X 1. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp. Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air 1. contoh : a. : ………………………………. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat. Air Permukaan 7. 1 A.5 ton/Ha dan IP 150 %. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. 2010 Penanggungjawab Kegiatan Propinsi     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.go. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2. 25. …………………. TAM 4....000. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. Harsono RM No. ………………………… 2010 ………………. Irigasi Tanah Dangkal 5. 2008 dan 2009 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Tahun : ………………………………. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. Form PLA.5 ton X 1. 2006.000 = Rp...id 3 Manfaat harus terukur.5 = 750 ton Catatan : 1. Irigasi Tanah Dalam 6. Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat.. 25. 2008 dan 2009 Dinas Provinsi Realisasi Fisik 4 Manfaat 5 : ……………………………….5 ton X 1. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. : ………………………………. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. 2010 42 41 42 .000 X 1.5 X 5 Ton = 1..Lampiran 4. Rehab JITUT 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. Dam Parit 10. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. 2010 Penanggungjawab Kegiatan Kabupaten                         41 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.4 LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. 2007.5 = 750 ton ………….Sekolah Lapang Target Fisik 3 Realisasi Fisik 4 Manfaat 7 Catatan : 1.…………. 2006. : ………………………………. Pompa 8.5 X 5 Ton = 1. No.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air Rehab JITUT Rehab JIDES T A M Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung Dam Parit Sumur Resapan PIP Balai Subak Sekolah Lapang Target Fisik DIPA 3 Subsektor No.

2010 43 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Latar Belakang B. 2010 44 43 44 . 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. MANFAAT    V. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. KESIMPULAN DAN SARAN  Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. DAMPAK    VI. Lokasi (administratif dan koordinat) B. Tujuan dan Sasaran   II. PENDAHULUAN  A. Masalah E.  Lampiran 5   Outline Laporan Akhir I. Pemecahan Masalah   III. PELAKSANAAN  A. Tahap Pelaksanaan D. Masukan C. HASIL    IV.

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. URAIAN KEGIATAN f. Apakah telah disusun RAB kegiatan b. Apakah sdh terbentuk kelompok tani c. Calon lokasi URAIAN KEGIATAN KETERANGAN Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada a. Apakah RAB sudah dilegalisir oleh Kadis Kab/Kota d. Apakah sudah disusun desain . 5.Lampiran 6 Daftar Isian (check list) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah No. 2010 2 . Apakah ada potensi sumber air tanah dangkal c. Juknis 3. I PERSIAPAN 1. Apakah calon lokasi diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4.2. Juklak 2. Calon Petani a. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. RAB a. Apakah calon petani diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4. SID 4. Apakah kelompok tani mempunyai respon positif terhadap kegitan ini d. 2010 Ya/tidak Ada/tidak ada Cukup/tidak cukup Ya/tidak Ya/tidak 1 1 No. Apakah calon lokasi mudah diakses e. Organisasi/kelembagaan 4. Apakah RAB dilengkapi dengan rincian biaya c.3. Apakah di lokasi tersebut benar-benar memerlukan irigasi air tanah dangkal b. Apakah RUKK sudah dilegalisir oleh Kadis Kab/Kota KETERANGAN Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 2 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Desain Sederhana a. Apakah petani berdomisili di lokasi kegiatan b. Debit air mencukupi untuk mengembangkan komoditi yg diusahakan d. Apakah calon lokasi dilengkapi dengan titik koordinat Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.1.

Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil monitoring Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.3.4. Apakah sudah dibuat pedoman monitoring b. Apakah sudah dibuat dokumentasi (sebelum. Apakah sudah dibuat pembukuan Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 4 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. SK KPA. dalam pelaksanaan dan akhir) 5. Laporan pertanggungjawaban dana sesuai tahap kegiatan b. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas evaluasi d. Apakah sudah dibuat dokumen bukti pembayaran 5. Hasil pelaksanaan (irigasi air tanah) telah dimanfaatkan Ya/tidak Ya/tidak Sudah/belum IV MONEV DAN PELAPORAN 4. Apakah sudah dibuat laporan bulanani c.2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.2. Evaluasi URAIAN KEGIATAN a.1. PPK. Apakah mekanisme pencairan rekening kelompok melalui "contra sign" f.3. Apakah perjanjian kerjasama sudah ditandatangani para pihak 6. Apakah sudah dibuat pedoman evaluasi b. Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil evaluasi 4. Apakah sudah dibuat laporan akhir KETERANGAN Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sesuai/tdk sesuai Sudah/belum Sudah/belum V PERTANGGUNGJAWABAN 5. 2010 3 3 No. URAIAN KEGIATAN e. Bendahara Pengeluaran 7.1. Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti desain 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 4. Pelaporan a. Apakah sudah dibuat BA Penyelesaian Pekerjaan 5. SK Tim Teknis /Koorlap KETERANGAN Ya/tidak Ya/tidak Ada/tidak ada Ada/tidak ada III PELAKSANAAN 1. Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti jadwal palang 3. 2010 4 . Apakah sudah dibuat jadwal monitoring c. Monitoring a.No. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas monitoring d. Apakah sudah dibuat jadwal evaluasi c.

Keragaman curah hujan (rainfall variability) menurut ruang (spatial) dan waktu (temporal) menyebabkan jumlah. danau. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. sebagian tersimpan dalam waduk. di lahan usahatani dan sebagian lagi masuk ke dalam tanah. Curah hujan yang jatuh ke permukaan bumi sebagian dapat digunakan secara langsung untuk air irigasi. pemanfatan air tanah untuk irigasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian : (a) sebagai suplesi pada saat terjadi kekurangan air dan (b) sebagai sumber air utama. Secara praktikal. sosial dan ekonomi tidak layak dilakukan. sehingga seringkali terjadi ketidaksesuaian antara yang diperlukan dan yang tersedia. perkebunan. Menyadari hal tersebut. Salah satu sumber air irigasi potensial yang belum optimal digunakan adalah yang pemanfaatan menjanjikan sumber apabila air di tanah lokasi dalam. waktu dan penyebarannya curah hujan berbeda antar wilayah dan antar waktu. 2010 relatif tetap. Kekeringan yang menyebabkan terjadinya kegagalan usaha pertanian. tersimpan sebagai air tanah/air bawah tanah (ground water). sehingga pasokan air untuk pertanian menjadi terbatas. maka curah hujan merupakan sumber air andalan utama untuk pemenuhan kebutuhan irigasi. pada musim kemarau. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Keragaman ini seringkali sulit diprediksi dan diantisipasi akibat dinamika atmosfer yang luar biasa. 2010 1 2 . tersebut Pengembangan irigasi air tanah dalam menjadi pilihan ketersediaan sumber air permukaan sangat terbatas sehingga secara teknis. Pemanfaatan air irigasi sebagai suplesi umumnya dilakukan pada musim hujan (MH) dan musim kemarau pertama (MK1) pada saat terjadi kekurangan air baik di lahan tadah hujan maupun lahan kering.pasokan air sangat terbatas. dan peternakan adalah teladannya. A. pemerintah bersama masyarakat telah membangun berbagai fasilitas irigasi dengan berbagai sumber air irigasi. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia sebagai wilayah beriklim tropis basah. 1 Sedangkan untuk musim 2 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. sementara kebutuhannya BAGIAN II PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM I. Teladannya.

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Air Tanah : air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.   B.kemarau dan MK2 umumnya digunakan sebagai sumber air utama. 2010 4 3 4 . Air Tanah Dalam : air yang berada di dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah dengan kedalaman > 60 meter. mendukung usaha pertanian tanaman pangan. Tujuan dan Sasaran 1. Berkurangnya kegagalan usaha tani karena kekurangan air irigasi/kekeringan. 3. Sasaran : Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. b. Akuifer : lapisan batuan jenuh air tanah yang dapat menyimpan dan meneruskan air tanah dalam jumlah cukup dan ekonomis. Tujuan : Tujuan kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam adalah : a. dan peningkatan produktivitas usaha tani. Meningkatkan ketersediaan air pada kawasan pakan ternak. Terbangunnya irigasi air tanah dalam sebanyak 13 unit (alokasi kegiatan berdasarkan DIPA dan POK dapat dilihat pada Lampiran 1). Meningkatkan kualitas produk pertanian dan pendapatan petani. Meningkatnya produksi usaha tani melalui peningkatan luas areal tanam dan peningkatan produktivitas. 2010 3 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. d. dan peternakan. perkebunan. d. Meningkatnya ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian seluas kira-kira 130 ha. 2. Air tersebut terdapat dalam ruang pori dalam lapisan tanah atau batuan yang mengandung air jenuh yang disebut akuifer. c. c. luas areal tanam. Meningkatkan IP (Intensitas Pertanaman). a. Meningkatkan ketersediaan air irigasi pada lahan pertanian khususnya pada lahan kering dan lahan tadah hujan dalam upaya C. Pengertian 1. b. hortikultura. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2.

air termasuk untuk di menunjang dalamnya usaha air irigasi permukaan.4. di atas. Sumber Air Irigasi : tempat/wadah air alami dan/ atau buatan yang terdapat pada. Muka air bawah tanah : permukaan air tanah di dalam sumur bor dihitung dari muka tanah setempat atau titik acuan lain. 5. 6. ataupun di bawah permukaan tanah. Irigasi : usaha penyediaan. di atas. pengaturan. Koordinat : letak/posisi suatu wilayah berdasar garis lintang. garis bujur dan ketinggian di atas permukaan laut. irigasi tambak. Cekungan Air Tanah : suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis. pengambilan. 2010 6 5 6 . 7. Sumber Air : tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. penyaluran dan pembagian. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan. 11. dan 5 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. 8. Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) : saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan dan penyaluran irigasi air tanah yang mencakup penyediaan. Sumur bor produksi air bawah tanah : sumur bor yang dibuat untuk mengambil air bawah tanah pada atau lebih lapisan ekuifer tertentu. 9. dan pembuangan pertanian. ataupun di bawah permukaan tanah yang dapat dipergunakan untuk irigasi. irigasi rawa. irigasi air tanah. 2010 10.

khususnya sejak tahap pengeboran sampai selesai konstruksi. dan lain-lain). Lokasi pengembangan diutamakan lahan kering atau tadah hujan dimana pada musim kemarau tidak terdapat sumber air permukaan (sungai. danau. terdapat dua faktor penting yang perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan irigasi air tanah dalam agar dapat berhasil dengan baik. konsultan atau kontraktor. waduk. 2. 2010 Pada lahan irigasi 8 yang telah memiliki jaringan irigasi namun airnya 7 7 8 . Daerah (kabupaten/kota) yang melakukan pengembangan irigasi air tanah dalam diwajibkan untuk menunjuk seorang pendamping dari dinas pelaksana yang bertugas mengawasi pelaksanaan pembangunan (konstruksi) irigasi air tanah dalam tersebut. 2010 (kontaktor) bermutu berpengalaman dalam pengembangan irigasi air tanah dalam sehingga kegagalan sejak tahapan pengeboran Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. salah satu syarat penting yang harus dipenuhi apabila suatu lokasi akan diajukan/dipilih sebagai lokasi pengembangan irigasi air tanah.II. jenis komoditas yang sesuai untuk dikembangkan. Informasi tentang potensi dan kondisi air tanah di suatu wilayah dapat diperoleh dari dokumen atau peta yang terdapat di instansi seperti Dinas Pertambangan. Selain kegiatan itu. dapat dihindari. maka sebelumnya perlu dilakukan SID (termasuk survei geolistrik. Mempunyai kedalaman potensi lebih sumber 60 air meter tanah di pada bawah dari permukaan tanah. Secara umum. kesediaan petani dalam melakukan OP. pertimbangan Sedangkan dana atau yang kelengkapan data dan informasi bagi pengembangan digunakan untuk melaksanakan SID merupakan dana yang berasal dari daerah (tidak termasuk dalam dana TP yang dialokasikan ke daerah). Dinas PU. perlu memilih/menunjuk yang pelaksana dan A. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM Dengan pertimbangan teknis pengembangan yang relatif sulit dan biaya yang relatif tinggi. dan lain-lain yang akan digunakan irigasi air sebagai tanah dasar dalam. yaitu: (a) pemilihan lokasi dan (b) persyaratan petani dengan kriteria tertentu sebagai berikut : Persyaratan Lokasi 1. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. atau air permukaan tidak mencukupi kebutuhan airnya. dll).

Pengembangan usaha tani di lokasi tersebut sering mengalami kendala/masalah air/kekeringan pada musim kemarau. hortikultura. 3. perkebunan. Calon lokasi tidak terdapat sumur air tanah dangkal yang sudah dimanfaatkan untuk mengairi lahan usaha tani atau tidak direncanakan untuk pengembangan irigasi air tanah dangkal. Petani di lokasi memerlukan adanya irigasi air tanah dalam dan bersedia memanfaatkan serta memelihara/merawat dengan baik. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2. 4. Mampu dan 5. terutama komoditas perkebunan dan peternakan. namun tidak mengalami kebanjiran pada musim hujan. Diutamakan bagi petani yang telah membentuk Kelompok membentuk 4. Usaha tani yang dikembangkan adalah tanaman pangan. 2010 9 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. mengoperasikan.tidak mencukupi dapat dibangun irigasi air tanah dalam. tani/P3A/P3AT Kelompok atau bersedia apabila tani/P3A/P3AT dibangun irigasi air tanah dalam. 7. Belum sejenis. dan peternakan (skala ekonomis dengan memperhitungkan jumlah minimal ternak) 5. 2010 10 9 10 . mendapatkan bantuan/kegiatan                 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Petani berinisiatif untuk mengusahakan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Lahan usaha yang akan diairi merupakan lahan milik petani. menyediakan pernah dana memelihara/merawat operasional dan pemeliharaan. Pemerintah Daerah mendukung kegiatan pengembangan irigasi air tanah dalam dan apabila petani belum mampu menyediakan dana operasi dan pemeliharaan bersedia menyediakan dana operasi dan pemeliharaan sampai tahun ke 2. B. 6. 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Persyaratan Petani 1.

pompa Jenis yang biasa digunakan submersible disesuaikan dengan kebutuhan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pompa Air dan Perlengkapannya Pompa air dipergunakan untuk mengangkat air dari dalam tanah ke permukaan tanah. selang pembuang. Perlengkapan yang diperlukan agar pompa air agar dapat berfungsi mengangkat atau mengambil air dari dalam tanah antara lain selang dan pipa hisap. bensin. Komponen penunjang bila memungkinkan adalah Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). dalam Minimal ada 3 (tiga) komponen utama dan 1 pengembangan (c) irigasi rumah air tanah dalam.  1. atau motor listrik. Sumur Untuk memanfaatkan dahulu sumur harus sebagai dapat sumber dibuat tempat Sumur 11 tersebut dibuat dengan cara pengeboran dengan kedalaman air tanah dalam dari permukaan tanah > 60 m. KOMPONEN IRIGASI AIR TANAH DALAM Komponen Irigasi Air Tanah Dalam Untuk mendayagunakan air tanah dalam sebagai sumber air irigasi. A. pompa umumnya pompa sentrifugal. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 12 11 12 . (satu) komponen penunjang yang perlu diperhatikan Komponen utama : (a) sumur (b) pompa air dan perlengkapannya pompa. Gambaran rinci masing-masing komponen diuraikan pada bagian berikut ini. 2010 air tanah dalam terlebih pengambilan. 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pompa air digerakkan dengan motor penggerak tenaga diesel. pipa jambang. pompa dan turbin.  III. pipa cassing. maka diperlukan upaya pengambilan/pengangkatan air dari sumbernya ke permukaan tanah serta penyaluran ke lahan usaha tani. dan lain-lain.

bangunan tani. Pembangunan secara terutama ditujukan untuk pompa dan atau mesin penggerak/genset yang berukuran besar dan dipasang menetap (stasioner). padi sawah umumnya saluran. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Untuk melindungi pompa air serta motor penggeraknya/genset dari gangguan pencurian dan pengaruh cuaca rumah yang pompa dapat menyebabkan permanen     Rumah Pompa/Genset Air Tanah Dalam kerusakan lebih dini perlu dibuatkan rumah pompa. 4. 2010 14 13 14 . pengatur berupa pintu dan boks bagi. Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Untuk mengalirkan air dari pompa ke lahan usaha dibuat/dibangun jaringan tanah terdiri irigasi (JIAT). Rumah Pompa/Genset Pompa untuk air tanah dalam atau genset pompa air tanah dalam biasanya berukuran besar sehingga pompa/ genset diletakkan secara permanen (tidak bersifat mobile).3. bangunan pengukur debit dan katup penutup yang berfungsi Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dari air untuk bak penampung. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 13 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

Pompa : tipe submersibel atau turbin. Debit output pompa minimal 10 liter/detik Box pembagi tipe jaringan perpipaan Box pembagi Katup outlet b. B. peternakan. Sumur : Sumur bor Kedalaman sumur : > 60 meter .untuk mengatur arah aliran dalam pipa/jaringan irigasi. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 16 15 16 . 2010 15 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.                    Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) disesuaikan dengan kebutuhan. Kriteria Teknis a. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. dan tanaman pangan lainnya JIAT hortikultura JIAT perlu dibuat secara permanen dengan dilining ataupun menggunakan sistim perpipaan. Untuk komoditi perkebunan. Potensi air tanah yang tinggi. disesuaikan dengan kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer tertekan. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Untuk mengurangi kehilangan air dalam penyaluran.

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pipa-pipa : sesuai dengan debit air : motor diesel atau bensin saluran terbuka atau perpipaan. dan mesin yang diadakan adalah memiliki jaminan kualitas seperti Standard Nasional Indonesia (SNI). 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. bahan dari besi atau PVC diutamakan yang telah memiliki/memenuhi SNI. mudah dalam perawatan. Rumah pompa : bangunan permanen. 2010 18 17 18 . c. e. d. kapasitas minimal. ukuran dan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan. 2010 disesuaikan dengan debit air 17 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. cukup kuat/tahan getaran mesin. f. mudah dipasang. peralatan. ukuran disesuaikan dengan kebutuhan. dan dapat diterima petani setempat. Bak penampung/distribusi : konstruksi beton.kapasitas debit motor penggerak atau tenaga listrik. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. disesuaikan dengan kebutuhan/keadaan lokasi. Bahan. tersedia suku cadang. mudah dioperasikan. Jaringan irigasi/distribusi : terdiri dari box-box bagi dan saluran. lantai dasar cukup kuat menahan beban dan getaran mesin. minimal yang telah ditentukan.

baik dari segi teknis maupun sosial. Survey Investigasi dan Desain Sederhana Survey investigasi dan penyusunan desain sederhana dapat dilaksanakan secara swakelola oleh petugas Dinas Pertanian bekerjasama dengan instansi terkait di daerah seperti dinas yang menangani bidang pengembangan air tanah yaitu Dinas Pertambangan (untuk mendapatkan data/informasi dan perizinan) dengan melibatkan petani penerima manfaat. 1. Survei investigasi dimaksudkan untuk mendapatkan calon lokasi. b. dan (g) pembiayaan. Survei potensi air tanah dalam           Contoh Hasil Geolistrik : Potensi Air Tanah >130 m (130­160 M)  Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. pembinaan.   dapat dilakukan dengan survey “geolistrik”. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. petani. Calon lokasi. dan jenis komoditas yang memenuhi persyaratan ditetapkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota sebagai lokasi pengembangan irigasi air tanah dalam. petani. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.IV. dan jenis komoditas yang sesuai untuk pengembangan irigasi air tanah dalam. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. (c) operasi pemeliharaan. (b) (e) konstruksi/pengembangan irigasi air tanah dalam. PELAKSANAAN Untuk mengoptimalkan pengembangan irigasi air tanah dalam. Contoh  Pendugaan  Potensi  Air  Tanah  Dengan  Menggunakan  Metoda GEOLISTRIK Pada Kedalaman < 100 m (40­100 m)                            A. paling tidak ada beberapa hal penting yang harus diperhitungkan dalam pengembangannya : (a) survei dan investigasi dan desain (d) (SID). 2010 19 20 19 20 . (f) pemanfaatan. pelatihan. Survey Investigasi a.

kedalaman sumur. jaringan 3. Kebutuhan bahan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.                                c. Laporan hasil survey investigasi paling tidak memuat : Letak bujur lokasi dengan berdasarkan menggunakan daerah Global administratif dan koordinat lintang dan Positioning System/GPS atau ekstrapolasi dari peta topografi yang tersedia. Potensi air tanah dalam untuk irigasi. Permasalahan dalam usahatani. lokasi rumah pompa. meliputi kedalaman dan debit andalan (peta hidrogeologi dan pengujian geolistrik). dan mesin 21 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. sekurang-kurangnya mencakup luas lahan yang akan diairi (daerah oncoran). dan irigasi yang akan dibangun. 2. 2010 22 21 22 . Hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyusunan desain ini adalah agar air tanah dalam yang telah diangkat dari sumbernya dengan menggunakan pompa air dapat didistribusikan ke lahan usaha tani dengan gaya gravitasi. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kondisi usaha tani dan jenis komoditas yang layak dikembangkan. Desain/rancangan sederhana irigasi air tanah dalam Rancangan/desain sederhana irigasi air tanah dalam. letak/ lokasi sumur. peralatan. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. desain rumah pompa. 2010 Kondisi prasarana dan sarana irigasi.

2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. rumah pompa. peralatan. Dengan diketahuinya debit air/sumur dan luas oncoran (command area). Jika dalam pengembangannya ternyata secara tidak sengaja atau sengaja akibat telah seperti menyebabkan/menimbulkan kebutuhan bahan. pengembangan sumur. perlu dilakukan uji pemompaan (pumping test) minimal 2 x 24 jam. dan mesin yang diperlukan. peralatan. Konstruksi/Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam 1. spesifikasi motor penggerak pompa. spesifikasi rumah pompa. dan jaringan irigasi. Untuk mendapatkan hasil pengeboran air tanah dalam yang optimal. 4. 2010 23 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 6. munculnya lumpur dan atau gas beracun dan lainlain selama dalam proses pengeboran. 3. Pada saat pelaksanaan uji pemompaan. pemasangan pipa-pipa. Konstruksi/Pengembangan irigasi air tanah dalam dilaksanakan secara kontraktual. 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Beserta Perubahan-perubahannya. 4. B. maka pihak Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. ketinggian bak penampung dari posisi pompa air dan luas lahan oncoran dan dapat ditentukan spesifikasi pompa air. Perkiraan kebutuhan biaya dijadikan dasar dalam penyusunan harga perkiraan sendiri. perlu dilakukan pengukuran terhadap kapasitas atau debit air yang keluar (lt/menit atau lt/detik). jumlah spesifikasi kebutuhan pipa-pipa. Kebutuhan Anggaran/Rencana Kebutuhan Biaya (RAB) Mencakup perkiraan kebutuhan anggaran untuk pengadaan bahan.Berdasarkan hasil SID akan dapat diketahui 2. Penunjukan pelaksana pengembangan irigasi air tanah dalam berdasarkan kepada ketentuan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui tinggi muka air tanah yang statis/tetap (Static Water Level/SWL). 5. 2010 24 23 24 . dan kebutuhan jaringan irigasi yang diperlukan. maka dapat ditentukan jenis pompa dan mesin penggerak serta perlengkapan pipa-pipa maupun desain jaringan irigasi air tanahnya/jaringan distribusi. pompa air dan perlengkapannya. Berdasarkan kedalamam dan potensi air tanah. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. antara lain Keputusan Presiden No.

Pembinaan antara lain meliputi teknik operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dalam. 3./Kota) diharuskan membuat suatu Berita Acara tentang Serah Terima Pengelolaan dari dinas kepada petani. Besarnya iuran pelayanan irigasi ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah anggota/kelompok. dan jaringan irigasi air tanah dalam diserahkan kepada manfaat. untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas irigasi yang telah dibangun. Pemanfaatan Setelah konstruksi selesai. Biaya operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dalam menjadi tanggungjawab petani/kelompok tani penerima manfaat. teknis budidaya. Pelatihan 1. pemerintah daerah/satker (Kab. F. 2. pemilihan komoditas yang diusahakan. melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait Pertambangan) untuk penanggulangan dan tindak Operasi dan Pemeliharaan 1. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2. 2010 25 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 26 25 26 . petani/kelompoktani P3A penerima D. Pemeliharaan) telah diserahkan Dengan kepada demikian. pasca panen. rumah pompa. Operasi dan Pemeliharaan pompa. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Petani/kelompok tani penerima manfaat diberikan pelatihan terutama teknis operasional dan pemeliharaan pompa air irigasi dan jaringan irigasi air tanah dan serta pelatihan usahatani. secara resmi pengelolaannya (Operasi dan petani/kelompoktani (Contoh Berita Acara dapat dilihat pada Lampiran 2). Pembinaan 1. 2. dan pemasaran hasil. Pembinaan terhadap peserta penerima manfaat dilakukan Dinas “Pertanian” Propinsi dan Kabupaten/ Kota secara berkelanjutan. C.pelaksana (Satker/Dinas lanjut. panen. Pelatihan teknis operasi jaringan irigasi air tanah dalam dilaksanakan oleh pihak ketiga (pelaksana pengadaan dan pemasangan irigasi air tanah). pengolahan. kegiatan/kontraktor lingkup Pertanian diharuskan dan Dinas E.

pengadaaan pipa-pipa. Outcome : Terjadinya peningkatan ketersediaan air irigasi untuk usaha tani dengan memanfaatkan dalam potensi air tanah 3. 1. G. Benefit : Terjadinya peningkatan ketersediaan air irigasi untuk usahatani dengan memanfaatkan dalam.     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. rumah pompa. maka pemanfaatannya harus dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 27 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pembiayaan 1. 2. I. APBD Kabupaten/Kota. jaringan irigasi/ distribusi. dan/atau partisipasi masyarakat. survei investigasi & desain (SID). Monitoring dan Evaluasi 1. 2010 MONITORING DAN EVALUASI Indikator Kinerja Beberapa indikator kinerja yang digunakan sebagai ukuran berikut : untuk penilaian kinerja kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam adalah sebagai A. Dengan pertimbangan biaya untuk investasi. Biaya yang tersedia untuk pengembangan irigasi air tanah dalam dipergunakan untuk pembuatan sumur dalam. potensi air tanah 4. Kebutuhan biaya untuk penentuan lokasi. usahatani dan B. pompa air dan mesin penggeraknya. Monitoring pengembangan irigasi air tanah dalam dilakukan secara swakelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Propinsi.V. dan pembinaan dibebankan pada anggaran APBD Propinsi. Output : Terbangunnya irigasi ir tanah dalam 2. 2010 28 27 28 . Waktu Pelaksanaan Jadwal/waktu pelaksanaan kegiatan pengembangan irigasi air tanah dalam mengacu pada jadwal palang pelaksanaan sebagaimana terdapat pada Lampiran 3. operasi dan pemeliharaan irigasi air tanah dalam yang cukup tinggi. Impact : Peningkatan produksi pendapatan petani.

2 (diisi di tingkat Kabupaten/Kota) serta 4. berisi seluruh rangkaian kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Irigasi Air Tanah Dalam. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh Satker Dinas di Kabupaten/Kota. Pelaporan 1. 2. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Laporan Akhir agar dilengkapi Laporan dengan SID dan dokumen-dokumen Kontrak serta seperti foto-foto 29 dokumentasi dari setiap tahap kegiatan (kondisi sebelum kegiatan. Taman Margasatwa No. 2010 30 29 30 . C. Laporan Bulanan dan Laporan Akhir disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan Dan Air c. maka perlu dilaksanakan pengendalian yang intensif. Agar lebih informatif dan komunikatif.2. yaitu Laporan Bulanan dan Laporan Akhir.4 (diisi di tingkat Propinsi). dan Pusat. Laporan Akhir disusun setelah pelaksanaan pembangunan irigasi air tanah dalam selesai. saat dalam pelaksanaan dan setelah selesai kegiatan). 3. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Terdapat 2 (dua) jenis laporan yang harus dibuat. dengan tembusan kepada Kepala Dinas ”Pertanian” Propinsi. 4. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. berisi kemajuan pelak-sanaan kegiatan sampai bulan berjalan. Laporan Bulanan memuat perkembangan pelaksanaan ke-giatan yang disusun setiap bulan. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan dilaksanakan irigasi dengan air tanah dangkal acuan akan Sistem mengikuti Pengendalian Internal (SPI) sebagaimana tercantum pada Lampiran 6. propinsi dan Selanjutnya pelaksana di tingkat dapat membuat kabupaten/kota daftar/check list pengendalian dengan mempedomani check list yang tercantum pada Lampiran 6 dimaksud. Laporan Akhir agar mengikuti outline seperti pada Lampiran 5. Laporan Bulanan dikirim ke Dinas Pertanian Propinsi dengan tembusannya disampaikan ke Pusat (Ditjen PLA dan Direkrotat Pengelo-laan Air). 4.3 dan 4.q Direktur Pengelolaan Air dengan alamat Direktorat Pengelolaan Air Jl.1. Laporan Bulanan disusun mengacu pada Lampiran 4. Pengendalian Dalam upaya mengurangi kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pengembangan irigasi air tanah dangkal. D. Satker Dinas di Propinsi.

3. apakah potensi air tanahnya bagus (studi kasus/pertimbangan). 2010 32 31 32 . Dinas ini mempunyai data base dan peta-peta seperti Peta Geologi. harus dimilih kontraktor pengeboran yang sudah ahli dan berpengalaman dalam pengeboran irigasi tanah ini dalam. 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 4. Dari hasil uji geolistrik ini akan didapat dugaan potensi air tanah di lapisan aquifer tertekan.atau tidak Umumnya kedalaman untuk 31 Pertambangan/ESDM setempat atau propinsi. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. juga Biasanya di daftar Dinas rekanan/kontraktor terdapat setempat atau propinsi. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kemudian untuk menentukan titik-titik pengeboran dilakukan dengan uji Geolistrik. Peta dan data tersebut sebagai gambaran awal apakah daerah/lokasi yang akan dipilih merupakan lokasi/wilayah/titik pengeboran yang memiliki potensi air tanah untuk Irigasi Tanah Dalam.LANGKAH-LANGKAH SEDERHANA TITIK LOKASI PENGEBORAN 1. Berkoordinasi dengan Dinas UNTUK MENENTUKAN menemukan lapisan aquifer tertekan ini lebih dari 60 m. Peta Cekungan Air Tanah. dll. Dari dua langkah diatas sudah dapat gambaran apakah daerah/lokasi yang diinginkan ada potensi atau tidak untuk pengeboran irigasi tanah dalam. di kedalaman-kedalaman tertentu dengan debit-debit tertentu yang mana sebagai dasar apakah titik-titik yang diinginkan untuk pengeboran irigasi tanah dalam dapat dilaksanakan. Kemudian yang tak kalah penting karena proses Pertambangan/ESDM pengeboran relatif sulit maka. Melihat sumur-sumur atau irigasi tanah dalam di sekitar daerah/lokasi yang diinginkan untuk titik pengeboran. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Geohidrologi.

Dit. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air. Jakarta. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. PT. Bali Kab. Suyono dan Takeda. 2002. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Bangli Jumlah Total 2 1 7 1 1 1 1 3 1 4 4 3 3 2 2 1 Horti 1 1 Bun Nak 2 1 1 4 4 3 3 2 2 1 1 1 1 13 Jumlah (Unit)   Ket : Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam Menunjang Sub Sektor : Tanaman Pangan : 2 Unit Hortikultura Perkebunan : 1 Unit : 7 Unit Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2004. Pradnya Paramita. Madiun 4 Prop. Gita Rencana Multiplan. Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Sarana Pertanian.         Lampiran 1 REKAPITULASI KEGIATAN PENGEMBANGAN IRIGASI AIR TANAH DALAM ALOKASI KEGIATAN DALAM BENTUK TUGAS PEMBANTUAN DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR. Nomor : 1451 K/10/MEM/2000 Tanggal 3 Nopember 2000 tentang Prosedur Pemberian Izin Pengeboran dan Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (Lampiran V). Pedoman Teknis Konstruksi Jaringan Irigasi Air Tanah Sistim Perpipaan. Cianjur Kab. 2003. Riau Kab. Irigasi. Jakarta. Jawa Barat Kab. 2004. Sosrodarsono. PT. Jakarta. Sumatera Selatan Kab. DITJEN PLA TAHUN 2010   Sub Sektor No Pusat/Prop/Kab/Kota TP 1 Prop. Departemen Pekerjaan Umum. Laporan Akhir. ---------------. Hidrologi Untuk Pengairan. Penyusunan Database Sarana Air Tanah Untuk Irigasi Pertanian. Jawa Tengah Kab. Departemen Pertanian. 2010 34 33 34 . Sekretariat Negara Republik Indonesia.DAFTAR PUSTAKA   Anonimous. Pati 3 Prop. Ditjen Sumber Daya Air. 2004. Banyuasin 6 Prop. Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. Departemen Pertanian. Bandung Barat 2 Prop. Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Pompa. Jakarta Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. Jawa Timur Kab. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kampar 5 Prop. Kensaku (editor). 2010 33 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.

....... kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. : Kepala Dinas …………………………………..................... 2....... Kec……………….Peternakan : 3 Unit Lampiran 2 Contoh Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Irigasi Tanah Dalam T.. PIHAK PERTAMA menyerahkan pengelolaan ……………………… ……………………………………………………………………………… kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima alat tersebut dari PIHAK PERTAMA sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama/Kontrak Kerja antara ……………………………………... yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA..... yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA........ Nama Jabatan Alamat : ……………………………………………............. Nama Jabatan Alamat : …………………………….. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA... ……………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………… Bertindak untuk dan atas nama Dinas ………………………………….......Nomor ………………………………....... dan………………………………....... dengan spesifikasi sebagai berikut : Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.... tanggal ………………… dalam kondisi lengkap dan dapat dioperasionalkan dengan baik. 2010 35 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA... A 2010   BERITA ACARA SERAH TERIMA PENGELOLAAN No. Bulan ………………… Tahun dua ribu ………......... Kabupaten …………… Propinsi ………………….......... Kab………………… Prop………………… : Jl...... Desa …………...... : Ketua Kelompoktani ……………………… : Jl. Pada hari ini ……… Tanggal ………….. Bertindak untuk dan atas nama Kelompok tani ……………………………........... 2010 36 35 36 . ...... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA................. . ...

2. PIHAK PERTAMA Kepala Dinas ……………. . Dst…..………2010               PIHAK KEDUA Ketua Kelompoktani .... 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA...A 2010   Lampiran 3 Demikian Berita Acara Serah Terima Pengelolaan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebaik-baiknya. NIP.. Spesifikasi alat/barang Spesifikasi alat/barang Dst…..1.... 4. Jadwal Palang Pelaksanaan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam T..                     Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.           ……………………………. ……………………………………. 2010 37 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 38 37 38 . 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.... ……………………………………. …………………………………....         ………………….. 3..

. P I P 12. Dam Parit 10.. : ……………………………. P I P 12. Kegiatan 4 Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Form PLA. 7.Lampiran 4. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2. Rehab JITUT 2. 4. Dam Parit 10. : ……………………………. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. **) Coret yang tidak perlu ………………………. Irigasi Tanah Dalam 6.. : ……………………………. dll *) Coret yang tidak perlu JUMLAH 9. Pompa 8. Air Permukaan 7.. : ……………………………. Balai Subak 13.. ……………………. …………………………. : ……………………………. Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 4 5 Realisasi Keuangan (Rp) 6 (%) 7 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 8 9 Nama Kelompok 10 Lokasi Kegiatan Desa/ Kecamatan 11 Pagu DIPA Keuangan Fisik (Rp) (Ha) 5 6 Realisasi Keuangan (Rp) (%) 7 8 Fisik Konstruksi (Ha) Tanam (Ha) 9 10 Keterangan 11 No.id 3. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat. Dinas Kabupaten/Kota*) 1 1 2 Dinas……………………. Balai Subak 13. 3 Ragunan Jaksel. Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja. 3 Ragunan Jakarta Selatan via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4.*) Kab/Kota ………………… 1. 6. TAM 4. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl.A.. Dam Parit 10. : ……………………………. Pompa 8.. dll *) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PLA. 2010                 39 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 40 39 40 .id 3.……………….. Kolom (13) dapat diisi serapan tenaga kerja. 2010 Ctt: 1. 2010 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Program Bulan : ……………………………. 8. Sumur Resapan 11.. Sekolah Lapang 2 Dinas…………………….go. Irigasi Tanah Dangkal 5. 3. Balai Subak 13. Realisasi adalah realisasi kumulatif s/d bulan ini (bulan laporan) 4.02 LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR T. 2. : ……………………………. Embung 9.1 ` Form PLA. : …………………………….. Sumur Resapan 11. Aspek Kegiatan 3 1. Air Permukaan 7..01 Dinas Propinsi Subsektor Program Bulan No. 2010 Penanggung jawab kegiatan Propinsi Penanggung jawab kegiatan Kabupaten                   Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2. Embung 9. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat. Harsono RM No. Laporan ke Pusat ke Bag Evaluasi dan Pelaporan d/a. 4. Harsono RM No. 5. Lampiran 4... Pengelolaan Air 5.…………..2 LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA 2010 : ……………………………. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.. Fax : 021 7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. Sekolah Lapang Koordinat 12 Keterangan 13 1 2 A. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2...*) Kab/Kota ………………… Dinas……………………. P I P 12. Sekolah Lapang ………………………. Irigasi Tanah Dalam 6. Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung 3 JUMLAH Catatan : 1.*) Kab/Kota ………………… Aspek 3 Pengelolaan Air 1. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. : ……………………………. 3. Rehab JIDES 3. Sumur Resapan 11.go.

    Form PLA. 2008 dan 2009 Dinas Provinsi Subsektor : ………………………………. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. 25. Irigasi Tanah Dalam 6.250 ton b.Sumur Resapan 11. : ………………………………. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan.. 25. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. / Kg atau Rp.Balai Subak 13. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PLA Pusat. 25. 2008 dan 2009 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Tahun : ……………………………….000. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. 2006. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0.. 25.250 ton b. contoh : a. c.3 LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA.. Dam Parit 10. Rehab JITUT 2.5 ton X 1. : ……………………………….go. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. : ……………………………….…………. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha.000.Sekolah Lapang Target Fisik 3 Realisasi Fisik 4 Manfaat 7 Catatan : 1. 2007. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : simonevpla@deptan. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2.000 X 1.04 No. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. Manfaat harus terukur. 25.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp.000 X 1.Lampiran 4. Embung 9. : ………………………………. Harsono RM No. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp.id 3. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. / Kg atau Rp.id 3 Manfaat harus terukur. Harsono RM No. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2. 2010   Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.. Pompa 8. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2.. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. Air Permukaan 7.. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. ………………….5 ton X 1. 1 A.5 X 5 Ton = 1.. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl.go.…………. TAM 4..000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. c.P I P 12. 2007.03 Form PLA.5 = 750 ton Catatan : 1. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1.000. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Laporan dikirim ke Ditjen PLA Pusat.000 = Rp.000.000. Rehab JIDES 3. : ………………………………. 2010 42 41 42 . ………………………… 2010 Penanggungjawab Kegiatan Propinsi Penanggungjawab Kegiatan Kabupaten           41             Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 …………. Irigasi Tanah Dangkal 5. : ……………………………….. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp. 25.5 = 750 ton ……………….   Lampiran 4.5 ton/Ha dan IP 150 %. 2006. Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air 1. contoh : a. 1 A. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kegiatan 2 Aspek Pengelolaan Air Rehab JITUT Rehab JIDES T A M Irigasi Tanah Dangkal Irigasi Tanah Dalam Air Permukaan Pompa Embung Dam Parit Sumur Resapan PIP Balai Subak Sekolah Lapang Target Fisik DIPA 3 Realisasi Fisik 4 Manfaat 5 No.000.000 = Rp. 25.4 REKAPITULASI LAPORAN MANFAAT KEGIATAN PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TA.5 X 5 Ton = 1.5 ton/Ha dan IP 150 %. 25.

Masalah E. MANFAAT V. Lokasi (administratif dan koordinat) B. DAMPAK VI. PENDAHULUAN A. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. HASIL IV. KESIMPULAN DAN SARAN Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Tujuan dan Sasaran II. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Latar Belakang B. Pemecahan Masalah III. 2010 44 43 44 . Masukan C. Tahap Pelaksanaan D.      Lampiran 5 Outline Laporan Akhir   I. 2010 43 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. PELAKSANAAN A.

Calon Petani a. Apakah di lokasi tersebut benar-benar memerlukan irigasi air tanah dalam b. Apakah RAB dilengkapi dengan rincian biaya c. Organisasi/kelembagaan 4. SID 4. Juknis 3. RAB a. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah ada potensi sumber air tanah dalam c. I PERSIAPAN 1. 2010 Ya/tidak Ada/tidak ada Cukup/tidak cukup Ya/tidak 81 81 No. Apakah calon lokasi diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4.1. Apakah calon petani diperkuat dengan SK Bupati/Kepala Dinas 4. Apakah RAB sudah dilegalisir oleh Kadis Kab/Kota KETERANGAN Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 82 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah calon lokasi mudah diakses Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.3. Apakah sdh terbentuk kelompok tani c.Daftar Isian (check list) Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam Lampiran 6 No. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 82 . Desain Sederhana a. Debit air mencukupi untuk mengembangkan komoditi yg diusahakan d. Juklak 2. Apakah kelompok tani mempunyai respon positif terhadap kegitan ini d. Calon lokasi URAIAN KEGIATAN KETERANGAN Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada a. URAIAN KEGIATAN e. Apakah sudah disusun desain . Apakah petani berdomisili di lokasi kegiatan b. Apakah calon lokasi dilengkapi dengan titik koordinat f.2. 5. Apakah telah disusun RAB kegiatan b.

Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti jadwal palang 3. g.No. 2010 84 . Apakah perjanjian kerjasama sudah ditandatangani para pihak 6. Apakah sudah dibuat pedoman evaluasi b. URAIAN KEGIATAN f. Pemasangan pipa-pipa casing d. Pelaksanaan konstruksi telah mengikuti desain a. Pembangunan rumah pompa 2. SK KPA. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas monitoring d. Pembangunan JIAT URAIAN KEGIATAN f.1. Uji Pemipaan e. Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil evaluasi Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 84 Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah sudah dibuat pedoman monitoring b. RKS dan HPS 11. Proses tender 12. PPK.2. Apakah sudah dibuat laporan pelaksanaan dan hasil monitoring 4. SK Penetapan Panitia barang dan Jasa 8. Pengeboran c. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Apakah sudah dibentuk Tim/Petugas evaluasi d. Apakah sudah dibuat jadwal evaluasi c. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kontrak pekerjaan KETERANGAN Ya/tidak Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada Ada/tidak ada sudah/belum Ada/tidak ada II PELAKSANAAN 1. Pemasangan pompa Ya/tidak Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum 83 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Mobilisasi alat b. Apakah sudah dibuat jadwal monitoring c. SK Pemeriksa 10. SK Tim Teknis /Koorlap 9. Hasil pelaksanaan (irigasi air tanah) telah dimanfaatkan KETERANGAN Sudah/belum Sudah/belum Ya/tidak Sudah/belum III MONEV DAN PELAPORAN 4. Evaluasi a. 2010 83 No. Bendahara Pengeluaran 7. Monitoring a.

Pelaporan URAIAN KEGIATAN KETERANGAN a.78" 95° 48' 41. Apakah sudah dibuat laporan akhir IV PERTANGGUNGJAWABAN 5.41" 97° 47' 15.15" 4° 48' 8. Kabupaten Aceh Barat 2. Kabupaten Aceh Timur A.19" - 95° 51' 34.49" 3° 31' 15. Kabupaten Aceh Besar 2.82" 96° 34' 38. Kabupaten Aceh Barat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.24" 5° 15' 56.13" - 5° 39' 37.66" 4° 33' 48.69" 96° 23' 5.81" 97° 46' 41. Kabupaten Aceh Utara 2.23" 97° 1' 9. NAD B.84" 96° 11' 54. Laporan pertanggungjawaban dana sesuai tahap kegiatan b. Kabupaten Aceh Tengah 2.13" 4° 30' 41. Kota Banda Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Pidie Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1. Apakah sudah dibuat pembukuan Sesuai/tdk sesuai Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Sudah/belum Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.No.66" 5° 15' 25. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.37" 4° 36' 5.31" 96° 12' 47.3. Apakah sudah dibuat BA Penyelesaian Pekerjaan 5. Apakah sudah dibuat dokumen bukti pembayaran 5.73" 5° 12' 16.64" 4° 34' 58. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.2.13" 97° 0' 14.68" 5° 15' 49. Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.88" 1470 619 4500 281 310 1198 500 292 2913 853 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 85 85 Lampiran 7 DAFTAR CEKUNGAN AIR TANAH DI INDONESIA   NO.31" 96° 51' 14. dalam pelaksanaan dan akhir) 5. Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1. Apakah sudah dibuat laporan bulanani c.137" 4° 10' 45. Kabupaten Aceh Tengah 2.44" 5° 16' 30.34" 95° 42' 55. Apakah sudah dibuat dokumentasi (sebelum.4.87" 4° 56' 33. Provinsi Sumatera Utara KETERANGAN b x x x x x x x x x x c d 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Banda Aceh Sigli Meulaboh Kemiki Jeunib Peudada Lampahan Telege Lhokseumawe Langsa 95° 14' 13. Kabupaten Aceh Tengah 2.31" 96° 52' 14. 4.72" 4° 48' 20. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Langsa. Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.1. Kabupaten Pidie 3. Kabupaten Pidie 2. Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.04" 96° 34' 56. 2010 86 86 .18" 4° 22' 13. Kabupaten Aceh Utara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.22" 98° 17' 16.46" 96° 40' 54. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 1.89" 96° 59' 1.16" 5° 8' 4.77" 96° 9' 41.84" 5° 1' 41.14" 5° 31' 18.62" 4° 49' 57.3. Kabupaten Pidie 2.16" 96° 36' 35.

88" 1° 59' 22. Kabupaten Padang Pariaman 3.03" 0° 58' 11.56" - 99° 15' 7.66" 1° 28' 12. Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara 1. Kabupaten Asahan 4.30" 0° 5' 25.35” -1° 0’ 28.52" 97° 23'15.38" 1° 26' 58. Kabupaten Siak 5. Kabupaten Pasaman 2.37" 99° 1' 31. Kabupaten Langkat 2. Kabupaten Indragiri Hulu 7. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 1.16" 1° 11' 7. 2010 88 88 .56" 1° 14' 55.77” - 0° 21’ 30.NO. Kabupaten Tanjung Jabung Barat 2. Kabupaten Kampar Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan A.89" 69776 x 32 Padang-Pariaman 99° 41’15.88" 98° 5' 16.53" 2° 18' 13.62" - 3° 55' 8. Kabupaten Bengkalis 4.31" 1° 7' 15.99" 97° 31' 50. Provinsi Jambi 1. Kabupaten Rokan Hilir 3.58" 2° 11' 18. Kabupaten Bengkalis 4.19" - 97° 43' 16.91" 102° 32' 3.90" 99° 0' 58.18" 2° 5' 42.12” - 100° 34’ 41.45" 2° 55' 5. Kabupaten Rokan Hullu 3.47" 99° 29' 54. Kabupaten Rokan Hilir 2. Kabupaten Tanjung Jabung Timur C.58" 2° 45' 33.51" 1° 47' 34.21" 99° 36' 44.06" 1° 15' 44.38" 100° 13' 5. Kabupaten Deli Serdang 3.98" 99° 7' 51.23" 0° 45' 26. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Tenggara B.82" 211 242 225 240 2825 217 x x x x x x 31 Jambi-Dumai 100° 45' 27.96" 98° 59' 42. Kabupaten Pelalawan 6. Kabupaten Simalungun 6. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Selatan B.71” 5331 x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.65" 98° 54' 28.79" 98° 42' 36.13" - 2° 59' 11.38" 3° 5' 45. Kabupaten Bukittinggi 5. Kabupaten Tapanuli Selatan B.306" 19786 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Sidikalang Samosir Porsea-Prapat Tarutung Gunungsitoli Lahewa Sirombu Kuala Batangtoru Pekanbaru 98° 8' 51.15" 97° 56' 25.26" 0° 47' 27.23" 2° 19' 46.53" 99° 35' 16.46" 2° 40' 43. Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Pasaman A. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.05" 97° 29' 1. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Barat 1.11" 0° 0' 0. Kabupaten Tobasamosir 2.26" -2° 0' 1. 2010 87 87 NO.70" 2° 25' 16.81" 98° 40' 50.99" 99° 50' 38.42" - 4° 7' 39.81" 2438 648 483 875 42 20 17 795 21799 Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kabupaten Aceh Selatan A.18" 99° 13' 32.36" 183 269 351 14 Sibulus Salam 97° 35' 46.98" - 1° 15' 6.63" 97° 15' 19.69" 97° 44' 39.60" 1° 12' 17. Kabupaten Pelalawan 6.89" 99° 48' 19.69" 0° 58' 8. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Kabupaten Langkat KETERANGAN b c d 11 12 13 Siongol-ongol Kotafajar Kutacane 97° 35' 23.91" 1° 57' 30. Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara 1. Kabupaten Indragiri Hilir B.80" 3° 13' 15. Kabupaten Padang 4. Kota Medan Provinsi Sumatera Utara 1. Kabupaten Sidikalang 2.60" 97° 12' 55.70" - 98° 27' 50. Provinsi Sumatera Utara x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Provinsi Riau 1. Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Karo A. Kota Dumai 2. Kabupaten Labuhan Batu 2. Kabupaten Tapanuli Selatan A.47" 99° 5' 40.18" 3° 34' 24. Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara 1.87" 0° 47' 3.98" 99° 47' 38.71" 98° 47' 33. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.78" - 3° 1' 26.90" 0° 33' 29.80" 3632 15 Medan 98° 6' 40.94" - 100° 8' 54.17" 97° 28' 42. Provinsi Riau 1.70" 2° 43' 18. Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Selatan B.05" 99° 24' 33. Kabupaten Karo 5.40" 3° 42' 0.63" 1° 11' 52.95" 99° 59' 35.34" 97° 2' 35.44" 0° 53' 18.85" - 2° 20' 29. Kabupaten Siak 5.14" - 98° 48' 27. Kabupaten Tanahdatar KETERANGAN b c d 25 26 27 28 29 30 Banjarampa Panyambungan Pasaribuhuan Padangsidempuan Natal-Ujunggading Lubuksikaping 99° 3' 43.13" -0° 43' 48. Kabupaten Tapanuli Tengah 2.18" - 104° 39' 38.26" 1° 39' 7.

Kabupaten Musi Banyuasin 2.49” - -0° 22’ 40.65” -1° 0’ 12. Provinsi Sumatera Selatan 1. Kota Solok 2.60” 22860 x 46 Muaralakitan 103° 6’ 19.37” 6702 x 44 Muaratembesi 102° 50’ 25.81” - 100° 46’ 21. Kabupaten Painan Provinsi Riau 1.96” -1° 7’ 53.57” - 100° 51’ 14.11” -0° 2’ 54. Kabupaten Tanah Datar 2. Kabupaten Sorolangun Bangko A. Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Utara Provinsi Bengkulu 1. Kabupten Bungo Tebo Provinsi Jambi Kabupaten Sungai Penuh A.61” -1° 45’ 10. Kabupaten Prabumulih 4.28” 10460 Provinsi Sumatera Barat 1. Kabupaten Bengkulu Selatan KETERANGAN b c d 41 Kayuaro-Padangaro 100° 45’ 19.58” - 100° 38’ 35.88” -2° 12’ 27.27” 1794 x 47 Lubuklinggau-Muaraenim 102° 36’ 4.87” - -2° 46’ 3. Provinsi Bengkulu Kabupaten Rejang Lebong C. Kabupaten Bukit Tinggi Provinsi Sumatera Barat 1. Provinsi Jambi 1.80” - 100° 51’ 17. Kabupaten Lahat 3.60” - -4° 16’ 47. Kabupaten Musi Banyuasin 2.89” - -1° 7’ 8. Provinsi Jambi Kabupaten Muara Bulian A.43” -2° 58’ 23. Kabupaten Kampar A.93” 167 36 Batusangkar 100° 20’ 19. Kabupaten Bukit Tinggi 3.28” - 102° 52’ 44.60” - -2° 19’ 45. 2010 90 90 .14” 2915 39 Muarabungo 101° 27’ 20.82” - -2° 0’ 0. Provinsi Sumatera Barat 1. Kabupaten Solok B. Provinsi Jambi 1.29” - -3° 23’ 46. Kabupaten Limapuluh Kota 3. Provinsi Jambi Kabupaten Sorolangun Bangko B. Kabupaten Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat 1.27” -1° 25’ 39. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Sungai Penuh 2. Kabupaten Sorolangun Bangko 2. Kabupaten Sorolnagun Bangko C.91” - -0° 33’ 1.03” - -3° 1’ 14.21” - -1° 49’ 19. Kabupaten Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat 1.03” - -4° 53’ 7. Provinsi Sumatera Selatan 1. Kabupaten Painan 2.76” -0° 19’ 43. Provinsi Bengkulu Kabupaten Bengkulu Utara x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.89” - -3° 51’ 57.92” 1235 x 43 Bangko-Sarolangun 101° 30’ 54. Kota Payakumbuh 3. Kabupaten Bungo Tebo B.98” -2° 27’ 21. Kabupaten Tanah Datar 4.71” - 100° 31’ 46. LOKASI a Kabupaten Solok KETERANGAN b c d 33 Bukit Tinggi 100° 20’ 7.99” 296 34 Payakumbuh 100° 17’ 42. Kabupaten Limapuluh Kota 2. Kabupaten Bengkulu Utara 3.55” 1325 38 Tulak 101° 5’ 0. Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat 1.35” - 106° 5’ 54. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Musirawas Provinsi Jambi 1. Kabupaten Muarabulian 2. Provinsi Jambi 1.51” -1° 53’ 5.55” 432 37 Solok 100° 21’ 30. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.31” - 103° 6’ 31.19” - 103° 35’ 45. Kabupaten Bungo Tebo 2.14” - 103° 31’ 38.48” -0° 30’ 2.89” - 105° 0’ 49.16” - -0° 50’ 45.97” - -1° 58’ 35.4596” - 102° 7’ 34. Kota Bukit Tinggi 2.NO. 2010 89 89 NO. Kabupaten Tanah Datar 2.62” - 103° 37’ 56. Kabupaten Solok 5.62” 15400 x 48 Bengkulu 101° 48’ 11.8” 6975 x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 6. Kabupaten Sungai Penuh 2. Kabupaten Ogan Komering Ulu 5. Kabupaten Jambi 1. Kabupaten Padang Pariaman 3.82” - 101° 45’ 8. Kabupaten Rejang Lebong 4. Kota Bengkulu 2. Kabupaten Musirawas 2.58” 5510 40 Painan-Lubukpinang 100° 20’ 52.76” -0° 0’ 9.82” -0° 9’ 29. Provinsi Sumatera Selatan 1. Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Solok B.84” -0° 53’ 31.71” 1534 x 45 Karangagung 103° 21’ 0. Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Sawahlunto B.24” -0° 17’ 53.20” 668 35 Alanglawas 100° 38’ 31.73” - -0° 23’ 52. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a A.42” -1° 45’ 37. Kabupaten Sungai Penuh 3.81” - -0° 33’ 43.22” 2810 x 42 Sungaipenuh 101° 13’ 23. Kabupaten Sorolangun Bangko A. Kabupaten Ogan Komering B.97” - 101° 57’ 1. Kabupaten Musirawas B. Provinsi Jambi Kabupaten Sorolangun Bangko A.46” - 101° 42’ 54. Kabupaten Pelalawan 3. Kabupaten Ogan Komering Ilir D. Kabupaten Indragiri Hulu 2. Kabupaten Tanah Datar 4.

Kota Palembang 2. Kabupaten Lampung Tengah 5.42” -2° 31’ 19.55” - -6° 30’ 16.79” 2404 x 52 Muaraduo-Curup 102° 21’ 32. Kabupaten Musi Banyuasin 3.68” - -5° 33’ 20. Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Selatan 50 Palembang-Kayuagung 103° 29’ 47.96” 104° 53’ 25.23” - -4° 40’ 33.04” 1236 615 439 234 x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung 1.39” -6° 34’ 45.63” -5° 4’ 28.27” - 104° 18’ 54.71” 104° 59’ 11. Kabupaten Prabumulih A. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Lampung 1. Provinsi Sumatera Selatan 1.13” - 105° 12’ 8.64” -5° 39’ 59. Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu A.29” 106° 29’ 40.53” -2° 15’ 33. Provinsi Jawa Barat x x x x x x x KETERANGAN b c d 59 60 61 62 63 64 65 66 67 Koba Kepoh Batubetumpang Pangkal Raya Airpandan Tanjungniur Manggar Labuan Rawadanau 106° 19’ 50.85” -2° 27’ 25. 2010 92 92 . Kabupaten Ogan Komering Ulu 5. Kabupaten Lahat 3.46” -4° 30’ 31.72” - -5° 7’ 37.63” -5° 23’ 0.94” 105° 23’ 58.82” -2° 40’ 38.59” - -5° 54’ 44.27” -2° 49’ 47.57” -2° 36’ 31. Kabupaten Pendeglang 2.44” - 106° 9’ 50.88” -2° 59’ 0.71” 105° 53’ 53.20” -1° 57’ 22. Kabupaten Lebak 7.37” -6° 3’ 39.46” 105° 36’ 59.86” 8521 x 53 Ranau 103° 35’ 23.41” 105° 25’ 9. Kabupaten Pandeglang B.59” -5° 55’ 3. Kabupaten Lampung Utara 2.30” 105° 42’ 35. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 324 334 287 235 163 219 203 734 375 LOKASI a Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kabupaten Belitung Provinsi Banten 1.95” 21640 x 55 56 57 58 Kotaagung Talangpadang Bandarlampung Kalianda 104° 11’ 9.6” - -4° 35’ 35.23” 707 Provinsi Banten 1. Provinsi Banten 1.18” -2° 52’ 33.83” - 103° 52’ 8. 2010 91 91 NO.07” 104° 31’ 9.32” -2° 3’ 33.99” -3° 11’ 39. 2.25” -2° 20’ 25.84” 2822 x Kabupaten Bogor 69 Malingping 105° 41’ 4.21” -5° 34’ 11. Provinsi Bengkulu Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan 1. Provinsi Bengkulu 1. Kabupaten Ogan Komering Ulu 2. Kota Serang 6. Kabupaten Lampung Kabupaten Lampung Barat B.27” -3° 54’ 30. Kabupaten Lampung Barat 3.92” -5° 10’ 18.80” -6° 15’ 50.66” 105° 54’ 24. Kabupaten Pandeglang 2.53” 106° 44’ 28. Kabupaten Bengkulu Selatan 2. Kabupaten Rejang Lebong B.16” 1501 x 54 Metro-Kotabumi 103° 53’ 4. Kabupaten Prabumulih A.97” 105° 20’ 38. Kabupaten Pandeglang Kabupaten Lebak x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.56” -2° 8’ 8.04” -6° 39’ 10.74” x x 68 Serang-Tangerang 105° 54’ 31.65” -4° 30’ 57.74” -2° 33’ 39.90” - -2° 35’ 59.75” - -5° 0’ 46. Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung 1.53” -5° 27’ 45.14” 106° 0’ 45. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.62” - 106° 41’ 37. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) A.74” - 104° 8’ 35.69” 106° 6’ 2.59” 105° 42’ 45.79” 106° 10’ 47.39” 105° 49’ 25.38” - 106° 42’ 36.46” - 105° 55’ 9. Kabupaten Lampung Selatan 4. Provinsi Lampung Kabupaten Lampung Utara B.22” -5° 50’ 46.63” 108° 17’ 41. Kabupaten Tangerang 3.36” - -6° 51’ 4. Kabupaten Ogan Komering Ilir 4.99” - 104° 42’ 15.63” 105° 48’ 45. Provinsi Lampung LOKASI a Kabupaten Lampung Barat KETERANGAN b c x d 49 Gedongmeneng 103° 20’ 56.77” -3° 14’ 51.30” 105° 41’ 13.79” -6° 17’ 47.NO. Kabupaten Lebak Provinsi Banten 1. Kota Cilegon 5. Kabupaten Serang 2. Kabupaten Serang A. Kota Tangerang 4.57” - 104° 44’ 3.41” 1412 B. Kabupaten Lampung Barat 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.33” -4° 12’ 8. Kota Bandar Lampung 2.34” 8652 x 51 Baturaja 103° 54’ 9.28” 108° 2’ 59.32” 106° 2’ 58.15” - -3° 41’ 52.

67" -6° 43' 37.11" 621 605 83 Tasikmalaya 107° 50' 53.19" -7° 26' 59.76" 514 1.91" -7° 11' 12. Kabupaten Tasikmalaya x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.87" 566 78 Lembang 107° 25' 56.20" - 108° 4' 13.07" - -6° 56' 39.78" -6° 0' 43. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1.26" -7° 2' 17. Kota Bogor Provinsi Jawa Barat 1.98" -6° 36' 11. Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat 1.73" - -6° 51' 10.85" - -6° 48' 12. Kabupaten Garut 2. Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Ciamis 2.28" 1716 81 82 Cibuni Banjarsari 107° 9' 6. Kota Bandung Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Cianjur x KETERANGAN b c d 70 Jakarta 106° 36' 32.54" - 107° 4' 4. Kabupaten Sumedang 2. Kabupaten Bandung 3.30" - -6° 48' 38. Kabupaten Subang 2.46" 108° 15' 45. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta C. 2010 94 94 .84" - 108° 2' 5. Kabupaten Bogor 2.03" -6° 42' 56. Kabupaten Tasikmalaya 3.37" - -6° 57' 22.67" -7° 3' 3. 2010 93 93 NO.37" - -6° 47' 2.60" -7° 25' 6.07" 467 Provinsi Jawa Barat 74 Jampangkulon 106° 22' 55. Kabupaten Bogor 2.06" 483 87 88 Sukamantri Ciamis 107° 50' 47.61" - 107° 17' 4.72" 1311 868 x x 73 Cianjur 106° 58' 5.35" -7° 25' 59.91" 1219 Provinsi Jawa Barat 1.23" - -6° 36' 53.00" - 108° 17' 34.58" 886 85 Malangbong 107° 53' 42.98" 106° 48' 15.39" -7° 11' 56.16" - 107° 30' 17. Kabupaten Karawang 4.42" - -6° 38' 7. Kabupaten Tasikmalaya 3.88" 106° 32' 43.85" 108° 33' 8. Kabupaten Garut A.26" - -7° 7' 41. Kabupaten Bandung 2.70" - -7° 14' 47. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Ciamis 4.07" 151 581 Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Bandung 2. Provinsi Banten 1. Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat 1.51" 107° 27' 17.47" - 107° 45' 51. Provinsi Jawa Barat x x x x x 84 Garut 107° 42' 33.35" - -7° 27' 7. Kabupaten Indramayu 3. Kabupaten Bandung x 80 IV.75" - 107° 42' 31.59" 89 6.83" - 107° 29' 42. Kota Tangerang B.29" 3641 76 Subang 107° 35' 48.88" -7° 5' 10.56" 107° 2' 13. Kabupaten Purwakarta 2. V.79" - 108° 20' 49. Kabupaten Purwakarta 5. Kabupaten Sumedang 3.87" -6° 10' 27. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat 1.37" -5° 54' 29. Kabupaten Bekasi 3. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a A.44" -7° 13' 17.23" -6° 56' 6. Kabupaten Bandung 2. Kabupaten Tangerang 2.14" -6° 40' 18.23" 1439 x 71 72 Bogor Sukabumi 106° 28' 20.77" - -7° 24' 8.99" 384 5. Kabupaten Bogor 2.63" - -7° 0' 25.63" -6° 41' 59.95" -6° 46' 2.81" - 108° 2' 56.81" - 108° 5' 11. Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat 5.91" 1514 77 Ciater 107° 24' 28.19" -6° 49' 55.NO.07" - 107° 57' 7.88" - 106° 59' 45.53" - -7° 22' 9. Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat 6.80" -6° 24' 38. Kabupaten Bandung 2.21" -6° 48' 29. Kabupaten Sumedang x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat x x 86 Sumedang 107° 45' 38.40" - 107° 50' 28.22" 169 Provinsi Jawa Barat 1.50" - -6° 26' 58. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) Provinsi Jawa Barat LOKASI a KETERANGAN b c d 79 Batujajar 107° 23' 33.88" -6° 58' 17. Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat 4. BandungSoreang 107° 21' 55. Kabupaten Sukabumi x 75 Bekasi-Karawang 106° 52' 5.40" 107° 46' 13. Kabupaten Sukabumi 2.

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2) 3.

LOKASI a Kota Banjar x

KETERANGAN b c d

89 90 91

Kawali Kuningan Majalengka

108° 16' 4.17" 108° 15' 44.50" 108° 3' 32.4"

-

108° 34' 13.02" 108° 39' 14.58" 108° 24' 40.24"

-7° 4' 54.98" -7° 3' 17.20" -6° 34' 12.81"

-

-6° 48' 12.35" -6° 52' 13.72" -6° 55' 47.85"

291 507 686

92

Indramayu

107° 56' 38.14"

-

108° 19' 46.08"

-6° 13' 42.77"

-

-6° 39' 20.74"

1282

Provinsi Jawa Barat Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Kuningan 2. Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Majalengka 2. Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Indramayu 2 .Kabupaten Majalengka 3. Kabupaten Sumedang VI. Provinsi Jawa Barat 1. Kabupaten Indramayu 2. Kabupaten Cirebon 3. Kabupaten Kuningan 4. Kota Cirebon Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Cilacap A. Provinsi Jawa Barat 7. Kabupaten Ciamis

x x

x

93

Sumber-Cirebon

108° 13' 53.45"

-

108° 39' 15.85"

-6° 13' 49.61"

-

-6° 53' 59.86"

1659

x

94

Majenang

108° 41' 58.06"

-

108° 51' 14.72"

-7° 17' 19.18"

-

-7° 24' 21.99"

108

x

95

Sidareja

108° 32' 56.67"

-

108° 49' 43.47"

-7° 17' 14.05"

-

-7° 40' 28.84"

480

B.

Provinsi Jawa Tengah 8. Kabupaten Cilacap

x

A.

Provinsi Jawa Barat 9. Kabupaten Cirebon

96

Tegal-Brebes

108° 35' 7.31"

-

109° 21' 16.34"

-6° 44' 11.61"

-

-7° 11' 0.39"

1356 B.

x

Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Brebes 2. Kabupaten Tegal

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

95

95

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2)

LOKASI a Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Pemalang 2. Kabupaten Tegal 3. Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Banjarnegara 2. Kabupaten Banyumas 3. Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Banyumas 2. Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Cilacap 2. Kabupaten Kebumen 3. Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Pemalang 2. Kabupaten Pekalongan 3. Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Kebumen 2. Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Banjarnegara 2. Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Batang 2. Kabupaten Kendal 3. Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Wonosobo 2. Kabupaten Banjarnegara 3. Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Magelang 2. Kota Magelang 3. Kabupaten Boyolali 4. Kabupaten Temanggung

KETERANGAN b x c d

97

Bumiayu

108° 55' 13.33"

-

109° 24' 18.87"

-7° 0' 28.58"

-

-7° 19' 24.38"

661

98

Purwokerto-Purbalingga

109° 3' 1.70"

-

109° 46' 49.02"

-7° 12' 44.33"

-

-7° 32' 26.86"

1318

x

99 100 101 102 103

VII.

Cilacap

108° 59' 15.41" 108° 48' 7.47" 109° 6' 49.12" 109° 23' 13.53" 109° 18' 45.31"

-

109° 12' 14.43" 108° 59' 47.98" 109° 26' 46.49" 109° 29' 9.91" 109° 51' 52.35"

-7° 25' 41.48" -7° 40' 45.94" -7° 31' 28.39" -7° 36' 45.02" -6° 46' 33.52"

-

-7° 45' 5.32" -7° 45' 13.59" -7° 43' 36.42" -7° 43' 53.66" -7° 13' 24.20"

218 45 423 67 1682

x x x x x

Nusakambangan Kroya Banyumudal Pekalongan-Pemalang

104 105

Kebumen-Purworejo Karangkobar

109° 27' 18.50" 109° 34' 42.69"

-

110° 3' 36.50" 109° 55' 17.84"

-7° 34' 14.61" -7° 10' 12.18"

-

-7° 53' 59.96" -7° 18' 43.34"

1127 316

x x

106

Subah

109° 49' 26.04"

-

110° 11' 32.45"

-6° 54' 15.69"

-

-7° 18' 16.57"

874

x

107

Wonosobo

109° 45' 48.56"

-

110° 4' 41.47"

-7° 11' 7.81"

-

-7° 31' 51.33"

666

x

108

Magelang-Temanggung

109° 59' 45.38"

-

110° 27' 21.31"

-7° 11' 45.92"

-

-7° 42' 6.69"

1783

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

96

96

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2) 5.

LOKASI a Kabupaten Semarang

KETERANGAN b c d

109

Yogyakarta-Sleman

110° 12' 30.45"

-

110° 29' 49.38"

-7° 32' 23.62"

-

-8° 1' 52.04"

916

110 111 112

Wates Kendal Sumowono

110° 2' 16.22" 110° 1' 43.68" 110° 3' 45.06"

-

110° 15' 45.54" 110° 16' 16.97" 110° 20' 20.84"

-7° 50' 2.01" -6° 50' 45.56" -7° 5' 29.51"

-

-7° 59' 16.99" -7° 2' 37.74" -7° 15' 49.17"

150 404 207

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kabupaten Sleman 2. Kabupaten Bantul 3. Kota Yogyakarta 4. Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kabupaten Kulon Progo Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Kendal 2. Kabupaten Semarang 3. Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Semarang 2. Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Semarang 2. Kota Semarang 3. Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Semarang 2. Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Kendal 2. Kabupaten Semarang 3. Kota Semarang 4. Kabupaten Demak 5. Kabupaten Grobogan 6. Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Klaten 2. Kabupaten Sukoharjo 3. Kabupaten Boyolali 4. Kabupaten Sragen 5. Kabupaten Karanganyar 6. Kabupaten Wonogiri 7. Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri

x

x x x

113

Rawapening

110° 18' 36.13"

-

110° 30' 7.60"

-7° 10' 59.52"

-

-7° 26' 54.53"

303

x

114

Ungaran

110° 11' 34.19"

-

110° 31' 43.53"

-7° 2' 23.03"

-

-7° 13' 41.52"

329

x

115

Salatiga

110° 26' 11.88"

-

110° 38' 3.58"

-7° 12' 31.73"

-

-7° 27' 54.94"

85

x

116

Semarang-Demak

110° 14' 56.35"

-

111° 20' 8.21"

-6° 46' 26.64"

-

-7° 12' 50.99"

1839

x

117

Karanganyar-Boyolali

110° 26' 18.30"

-

111° 12' 45.98"

-7° 19' 1.182"

-

-7° 54' 32.62"

3877

x

118

Eromoko

110° 48' 30.19"

-

111° 1' 15.32"

-7° 51' 37.47"

-

-8° 3' 52.62"

215

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

97

97

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2) A.

LOKASI a Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri B. Daerah Istimewa Yogyakarta 1. Kabupaten Bantul 2. Kabupaten Gunung Kidul C. Jawa Timur Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Demak 2. Kabupaten Kudus 3. Kabupaten Jepara 4. Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Pati 2. Kabupaten Rembang A. Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Rembang B. Provinsi Jawa Timur Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Rembang 2. Kabupaten Blora A. Provinsi Jawa Tengah 1. Kabupaten Grobogan 2. Kabupaten Blora B. Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro A. Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri B. Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Ponorogo 2. Kabupaten Madiun 3. Kabupaten Ngawi 4. Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bojonegoro 2. Kabupaten Tuban 3. Kabupaten Lamongan 4. Kabupaten Gresik 5. Kota Surabaya

KETERANGAN b c d

119

Wonosari

110° 20' 40.02"

-

111° 4' 32.21"

-7° 54' 31.05"

-

-8° 15' 30.93"

1692

x

120

Kudus

110° 32' 9.81"

-

111° 2' 48.78"

-6° 35' 57.91"

-

-7° 1' 13.93"

1388

x

121 122

Jepara Pati-Rembang

110° 38' 14.94" 110° 53' 42.9"

-

110° 55' 15.95" 111° 23' 38.75"

-6° 24' 27.16" -6° 24' 39.18"

-

-6° 38' 24.67" -6° 52' 57.29"

531 1028

x x

123

Lasem

111° 23' 13.32"

-

111° 56' 22.43"

-6° 36' 58.91"

-

-6° 50' 48.83"

378

x

124

Watuputih

111° 29' 0.73"

-

111° 32' 56.27"

-6° 50' 41.56"

-

-6° 50' 41.56"

31

x

125

Randublatung

111° 11' 23.39"

-

111° 36' 26.12"

-7° 9' 17.55"

-

7° 15' 57.66"

203

x

126

Ngawi-Ponorogo

111° 7' 0.03"

-

111° 47' 49.16"

-7° 20' 22.54"

-

-8° 4' 26.64"

3902

x

127

Surabaya-Lamongan

111° 37' 38.16"

-

112° 50' 13.76"

-6° 57' 8.69"

-

-7° 18' 37.53"

2525

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

98

98

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2)

LOKASI a Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Tuban 2. Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Lamongan 2. Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Trenggalek 2. Kabupaten Tulungagung 3. Kabupaten Blitar 4. Kota Blitar 5. Kabupaten Malang 6. Kota Malang 7. Kabupaten Mojokerto 8. Kabupaten Sidoarjo 9. Kabupaten Gresik 10. Kota Surabaya 11. Kabupaten Jombang 12. Kabupaten Kediri 13. Kabupaten Nganjuk 14. Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Tulungagung 2. Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Mojokerto 2. Kabupaten Pasuruan 3. Kota Pasuruan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Lumajang 2. Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Lumajang 2. Kabupaten Jember 3. Kabupaten Bondowoso 4. Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bondowoso 2. Kabupaten Situbondo 3. Kabupaten Probolinggo

KETERANGAN b x x c d

128 129

Tuban Panceng

111° 46' 51.66" 112° 15' 46.19"

-

112° 14' 49.78" 112° 33' 46.55"

-6° 45' 41.19" -6° 51' 47.25"

-

-6° 59' 38.54" -6° 58' 50.97"

503 283

130

Brantas

111° 42' 55.90"

-

113° 0' 9.43"

-7° 17' 40.11"

-

-8° 17' 5.03"

6186

x

131 132 133

Bulukawang Sumberbening Pasuruan

111° 46' 8.00" 112° 22' 30.79" 112° 34' 22.15"

-

112° 21' 29.52" 112° 49' 10.92" 113° 5' 11.15"

-8° 9' 37.49" -8° 11' 39.14" -7° 31' 55.71"

-

-8° 21' 1.87" -8° 26' 56.44" -7° 57' 27.06"

618 715 1596

x x x

134

Probolinggo

112° 56' 4.25"

-

113° 37' 33.14"

-7° 41' 54.57"

-

-8° 1' 38.08"

1639

x

135

Jember-Lumajang

112° 53' 57.36"

-

114° 2' 42.22"

-7° 56' 23.58"

-

-8° 25' 22.94"

3865

x

136

Besuki

113° 34' 17.40"

-

113° 52' 4.48"

-7° 41' 12.69"

-

-7° 58' 19.50"

469

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

99

99

NO. CAT

NAMA CAT

KOORDINAT (BUJUR)

KOORDINAT (LINTANG)

LUAS CAT (Km2)

LOKASI a Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bondowoso 2. Kabupaten Situbondo 3. Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Situbondo 2. Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bangkalan 2. Kabupaten Sampang 3. Kabupaten Pamekasan 4. Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Bangkalan 2. Kabupaten Sampang 3. Kabupaten Pamekasan 4. Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur 1. Kabupaten Pamekasan 2. Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur Kabupaten Sumenenp A. Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Sambas B. Malaysia Provinsi Kalimantan Barat 1. Kabupaten Sambas 2. Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat 1. Kabupaten Sambas 2. Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat 1. Kabupaten Bengkayang 2. Kabupaten Landak 3. Kabupaten Pontianak 4. Kota Pontianak

KETERANGAN b x c d

137

Bondowoso-Situbondo

113° 40' 6.74"

-

114° 26' 39.19"

-7° 36' 17.95"

-

-8° 7' 37.33"

2358

138 139 140 141

Wonorejo Banyuwangi Blambangan Bangkalan

114° 12' 15.69" 113° 55' 28.01" 114° 20' 23.26" 112° 40' 22.8"

-

114° 27' 49.57" 114° 24' 28.44" 114° 36' 10.39" 112° 58' 6.01"

-7° 48' 9.83" -8° 3' 29.47" -8° 26' 41.90" -6° 53' 21.96"

-

-8° 5' 53.17" -8° 34' 11.00" -8° 46' 51.07" -7° 7' 16.24"

543 1737 413 398

x x x x

142

Ketapang

112° 54' 47.42"

-

113° 56' 18.56"

-6° 51' 51.97"

-

-6° 56' 56.89"

631

x

143

Sampang-Pamekasan

112° 41' 25.08"

-

113° 53' 39.48"

-7° 3' 55.29"

-

-7° 15' 25.69"

1200

x

144 145 146 147 148

Sumenep Toranggo Paloh Sambas Singkawang

113° 27' 22.5" 113° 55' 32.30" 109° 16' 23.73" 108° 54' 32.4" 108° 55' 31.83"

-

114° 6' 27.58" 114° 7' 32.52" 109° 38' 52.08" 109° 50' 18.59" 109° 19' 28.59"

-6° 57' 13.69" -6° 52' 4.60" 1° 41' 8.84" 1° 2' 44.59" 0° 50' 54.37"

-

-7° 7' 19.49" -6° 59' 1.82" 2° 4' 57.39" 1° 43' 22.10" 1° 6' 20.55"

478 101 561 3178 728

x x x x x

149

Pontianak

108° 50' 8.88"

-

110° 30' 0"

0° 52' 27.3"

-

-2° 23' 49.96"

22620

x

Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. 2010

100

100

Kabupaten Hulu Sugai Utara 9. Kabupaten Kutai 3.26" 1° 6' 24. Kabupaten Kapuas 7.NO.08" - 117° 13' 58.54" 1131 7107 2474 x x x 164 165 166 167 168 169 Loahaur Tenggarong Jonggon Muara Lahai Munte Batuputih 116° 52' 39. Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Timur 1.96" 116° 35' 39.01" 0° 32' 37.68" -2° 20' 50. Malaysia Provinsi Kalimantan Timur 1.75" 116° 55' 9.54" 124° 59' 38.48" 115° 59' 15.95" 0° 30' 49.88" -1° 9' 36.32" - 115° 41' 29.57" 114° 41' 12.84" 428 385 284 4115 77 275 x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.31" - 118° 26' 22.23" -0° 38' 39.76" - 4° 14' 33.74" 0° 43' 52. Kabupaten Berau A.46" -0° 57' 43. LOKASI a Kabupaten Ketapang KETERANGAN b c d 150 Palangkaraya-Banjarmasin 110° 10' 20.14" 1° 38' 8. Kabupaten Barito Selatan 8.81" 118° 58' 48. Kabupaten Kutai 2.53" - 1° 40' 34.20" -0° 22' 6. Kabupaten Berau 2. Kabupaten Kutai Timur 2. A.13" 124° 55' 15. Kabupaten Kotawaringin Barat 2. Kabupaten Hulu Sungai Tengah 8. Kabupaten Barito Kuala 6. Kabupaten Sintang 3.60" 111° 54' 2. Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan 1.72" - -4° 0' 46.65" 116° 33' 33. Kabupaten Katingan 5.53" 0° 54' 32.19" 1° 10' 33. 2010 102 102 .96" 111° 4' 2.26" 115° 41' 21. Kabupaten Kutai Barat 2.74" 7720 Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Tengah 1.48" 116° 6' 57. Provinsi Kalimantan Timur 1. Kabupaten Nunukan B. Kabupaten Hulu Sungai Selatan 7. Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur 1.81" 115° 28' 22.08" - 118° 8' 37.97" 113° 11' 50.40" 111° 47' 59. 2010 101 101 NO. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.71" - -0° 38' 48. Kota Bontang 5.31" 13550 x 161 162 163 Muarakarangan Putussibau Sintang 117° 33' 52.93" -0° 4' 17.192" -0° 11' 21. Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya B.50" -1° 59' 14. Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai A.17" -1° 26' 46.70" - 117° 1' 21. Kota Banjarmasin 4. Kota Palangkaraya 6.56" 1° 45' 17.05" - -4° 10' 34.59" 10110 115 598 160 Tanjungselor 116° 36' 14.87" -1° 48' 7. Kota Samarinda 4. Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Barat B. Provinsi Kalimantan Selatan 1.66" 1° 2' 56.37" -0° 57' 18.45" - -1° 25' 49.16" 6441 1089 439 649 1660 156 Samarinda-Bontang 116° 33' 4. Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur 1. Kabupaten Kotawaringin Timur 4. Kabupaten Tanah Laut 2. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 5.87" 116° 46' 44.88" 125° 3' 20. Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Kota Bitung KETERANGAN b x x x c d 157 158 159 Sendawar Mangkaliat Sumbang 115° 28' 42.34" 118° 50' 46. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.78" - 116° 16' 33. Kabupaten Berau 3. Kabupaten Banjar 3.69" -0° 17' 15.73" - 17° 44' 46.90" 0° 51' 33.02" -1° 45' 40.11" 125° 15' 5.84" 1° 9' 49. Kabupaten Kutai Timur 2.04" -2° 25' 58. Kabupaten Kutai Timur 2.14" 116° 9' 9. Kabupaten Pasir 2.94" 1° 29' 23.26" -0° 45' 14. Kabupaten Kutai Provinsi Kalimantan Timur 1. Kabupaten Murung Raya C.77" 1° 9' 34. Kabupaten Bulungan 4.90" -0° 1' 21. Kabupaten Seruyan 3. x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.48" - -0° 55' 50.92" 118° 51' 32. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Provinsi Kalimantan Timur 1.39" 116° 43' 45.48" 117° 2' 42. Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten Pasir A. Kota Samarinda 3.91" 116° 12' 48. Kabupaten Sanggau 2.506" -2° 2' 20. Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat 1.55" 0° 52' 5.20" 1° 40' 51.48" 116° 27' 31.03" 118° 32' 36. Kabupaten Kutai Timur B. Kabupaten Tapin 5. Kabupaten Tanah Laut 2.92" 95980 151 152 153 154 155 Pagatan Apar Tabanio Sebakung Muarapayang 114° 37' 9.79" -1° 58' 11.

25" 121° 19' 13.01" - 1° 39' 58.95" 124° 36' 0.50" -0° 13' 44. Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo KETERANGAN b x x x x x x x x x x x c d 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 Manado Bitung-Ratahan Tomohon-Tumpaan Sidate-Poigar Buyat Kotamubagu Lolak Dumoga-Kasio Molibagu Mongalada Bone 124° 43' 23.69" 121° 15' 45.70" 0° 36' 50.75" 119° 44' 4.79" 119° 46' 50.NO.27" 120° 6' 40.98" -0° 50' 24.96" 123° 34' 27.85" -0° 11' 19.63" 124° 7' 53.00" -0° 3' 38.91" 124° 12' 8.34" 0° 18' 31.13" 0° 21' 31.63" 0° 35' 38.53" -0° 16' 26.90" -0° 5' 15.66" 0° 25' 59.75" -0° 43' 6.52" 0° 48' 10.25" 119° 51' 23.55" 0° 27' 17.83" 120° 51' 0.77" 0° 28' 1.13" 123° 14' 24.40" 0° 28' 4.78" 120° 23' 48.41" 119° 56' 36.11" 119° 45' 5.91" 120° 2' 29. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.15" 119° 50' 43.83" 124° 10' 38.43" 119° 46' 27.85" 0° 44' 46.51" 123° 30' 8.50" 122° 10' 17.47" 0° 27' 21.24" 119° 47' 48.20" 120° 2' 0.154" 0° 10' 34.84" 122° 26' 39.96" 0° 44' 15.48" 0° 50' 58.16" 120° 17' 7.19" 1° 4' 41.66" 112 35 481 433 75 59 x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.27" 120° 5' 16.19" 119° 50' 52.53" - 125° 2' 9.25" 1° 19' 4.45" 0° 52' 4.54" - 0° 33' 33.49" 124° 34' 24.01" 123° 22' 35. 2010 103 103 NO.63" 0° 26' 9.35" 0° 55' 41. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara 1.70" -1° 2' 33.09" 119° 56' 9.92" 121° 30' 21.64" - 0° 32' 5.04" 0° 36' 9.58" -0° 4' 41.14" 0° 17' 36. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara 1.35" 1° 1' 47.03" 0° 36' 24.56" 0° 50' 16.82" - 121° 58' 52.90" 124° 28' 38.83" 1° 11' 6.65" 124° 30' 49.95" -0° 16' 25.10" 119° 58' 5. Kabupaten Bolaang Mongondow 2.55" Kabupaten Pohuwato Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah 1.29" 0° 24' 46.40" -0° 8' 1.52" 123° 55' 57.26" 0° 24' 6.26" 120° 27' 9.39" -0° 9' 17. Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara 1.07" 119° 54' 38.77" 0° 23' 51.61" 120° 46' 34.24" 122° 13' 52.39" -0° 8' 43. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 234 92 606 435 55 24 111 83 54 50 22 36 14 52 37 63 149 97 261 Provinsi Gorontalo Provinsi Gorontalo LOKASI a Kabupaten Gorontalo x KETERANGAN b c d 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 Marisa Papajato Mountong-Tomini Buol Ogomali Ogawele Butung Babatona Ladangkola Sinei Tambu Tompis Labea Palado Tompe Oti Ampibabo Tawaeli Tindaki 121° 42' 51.34" 1004 1022 956 521 80 414 76 684 91 212 326 181 182 183 184 185 186 Pinogu Tombulitato Gorontalo Molombulah Mahinoto Soginti 123° 19' 40.27" 0° 26' 17.13" -0° 0' 14.97" -0° 31' 42.92" 120° 30' 29.12" -0° 0' 39.85" 122° 45' 20.37" 0° 54' 50. 2010 104 104 .58" 119° 58' 26. Kabupaten Bolaang Mongondow 2.89" 0° 21' 43.11" 0° 55' 33.97" 0° 34' 21.74" 0° 20' 22. Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Gorontalo Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo 1.94" 122° 41' 5.96" 121° 32' 12.01" 0° 41' 10.78" 0° 42' 24.08" 119° 36' 19.81" -0° 30' 41.69" 1° 25' 35.84" 121° 59' 7.44" 122° 21' 27.79" 124° 13' 14. Kabupaten Bolaang Mongondow 2.72" 1° 13' 0.41" 124° 41' 56.01" 120° 29' 0.06" 123° 44' 6.07" 0° 55' 13.41" 123° 45' 36.57" 0° 44' 55.12" 0° 33' 48.28" 1° 2' 11. Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala x x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.95" 0° 47' 39.20" 124° 45' 39.38" 123° 56' 33.77" 120° 5' 40.44" 124° 52' 13.44" 0° 35' 1.04" 123° 42' 32.08" 0° 46' 30.83" 120° 5' 11.06" 1° 32' 0.97" 119° 54' 44. Kabupaten Gorontalo 2.75" 121° 6' 11. Kabupaten Donggala 2.50" -0° 40' 59.97" 120° 4' 44.01" 123° 20' 27.52" -0° 4' 52.08" - 123° 30' 59.92" 0° 50' 45.20" 119° 51' 54.89" 1° 5' 27.80" 0° 25' 51.51" 125° 15' 5.63" 119° 47' 27.44" 124° 8' 9.08" 0° 6' 4.

Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan 1. Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Tengah 1.69" -1° 8' 48.30" -1° 53' 28. Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah 1. Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso A. Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan 1.67" -1° 57' 9.24" -2° 25' 28.47" 122° 6' 19.04" -1° 57' 25.27" -3° 30' 31.28" -2° 53' 0. Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan 1.22" -5° 5' 29.07" - -4° 33' 39. Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan 1. Kabupaten Gowa 2.25" -2° 59' 57. Kabupaten Wajo 5.44" -3° 33' 14.19" 123° 9' 9.39" 123° 4' 59.40" 120° 48' 11.21" 122° 53' 21.88" -1° 57' 0.71" -0° 51' 16.56" -3° 2' 43.56" 120° 17' 17.82" -0° 52' 15.23" -2° 11' 36.36" 120° 14' 38.78" -1° 35' 2. Kabupaten Gowa 4.87" 119° 23' 35.77" -1° 7' 58.83" -1° 17' 56. 2010 105 105 NO. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.26" 121° 28' 57.99" 121° 12' 31.14" -1° 35' 15.41" -3° 29' 48.87" 482 81 x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.30" -1° 29' 31. Kabupaten Barru 2.12" -0° 59' 13.16" 123° 24' 8.22" -3° 18' 53.78" 120° 25' 16.05" 122° 17' 14.56" -1° 15' 7. Kabupaten Donggala 2.74" 122° 34' 0. Kabupaten Soppeng 4.99" 119° 17' 58.90" 119° 31' 2.23 2270 x 230 Siwa-Pompanua 120° 4' 18.33" 120° 0' 50.69" - 121° 49' 23.85" 939 x 231 Barru 119° 34' 44. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.12" 119° 45' 25.70" 134 x 232 Pangkajene 119° 27' 44.58" 121° 14' 0.86" -2° 28' 10.83" 120° 26' 24.83" -1° 33' 54. Kabupaten Wajo 3.65" 121° 8' 38.14" -1° 37' 1.31" 119° 6' 6. Kabupaten Takalar 3. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 2.47" x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.0" 123° 7' 55.72" - -2° 18' 5.90" 119° 24' 50.53" -5° 10' 28. Kabupaten Maros 3.59" - -5° 32' 44.54" -0° 49' 28.94" - -5° 23' 8.23" 120° 52' 12. Kabupaten Donggala 2.25" 120° 5' 41.03" -2° 0' 57.51" 119° 7' 23.81" - 120° 26' 32. Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso B. Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan 1.63" 122° 40' 6.10" -3° 29' 9.33" 119° 33' 44.69" - 120° 14' 17.35" 120° 12' 40.44" -5° 0' 47.24" - 120° 5' 1. Kabupaten Luwu 2.NO.62" -1° 10' 5. Kabupaten Pinrang 2. Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah 1.93" 580 x 234 235 Gowa Sinjai 119° 44' 2.27" 119° 17' 4.36" -3° 18' 33.59" -1° 41' 52.69" x x x x 229 Pinrang-Sidenreng 119° 26' 57.85" 120° 18' 1.83" -1° 43' 22.63" 120° 12' 53.56" - -4° 25' 9. Kabupaten Bone x x KETERANGAN b c d 223 224 225 226 227 228 Tanoa Bone-Bone Lelewowo Polewali Kolosi Padang Sapa 121° 31' 18.69" -1° 10' 52. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 156 2230 135 327 86 422 LOKASI a Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu A.56" -1° 47' 47.42" - -4° 25' 58.59" -3° 31' 2.04" 121° 48' 30.34" -2° 24' 30.55" 120° 7' 10. Kota Makassar 2. 2010 106 106 . Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju B.11" -0° 47' 23. Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan 1.78" -1° 3' 22.16" 120° 41' 25.92" - 119° 57' 14.74" -1° 5' 37.69" 121° 21' 47. Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Barat Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Poso x KETERANGAN b c d 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 Palu Pasangkayu Dapuran Bobo Langko Watutua Poso Morowali Topo Tomeang Luwuk Sobol Peleng Tomori Wasopote Sampaga Pindolo 119° 49' 28.83" 120° 48' 11. Kabupaten Sinjai 3.06" -2° 57' 46.89" 122° 4' 10.09" -4° 19' 3.41" 119° 59' 31.69" -5° 13' 54.68" - 119° 42' 50. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 313 716 279 130 224 795 999 530 581 215 333 263 678 175 1306 837 121 LOKASI a Provinsi Sulawesi Tengah Kabupaten Donggala A. Kabupaten Sidenreng Rappang 3.76" 120° 32' 14.56" -1° 16' 8.21" 119° 49' 2.34" -1° 19' 26.92" 121° 3' 25. Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan 1. Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Luwu B.61" 121° 29' 48.32" -4° 33' 52.72" -1° 55' 4.18" - 119° 45' 42.25" - 119° 34' 40.82" - -1° 20' 28.22" -2° 8' 0.59" 2229 x 233 Makassar 119° 20' 54. Kabupaten Donggala 2.47" - -5° 6' 35.73" -2° 4' 52.

Kabupaten Bangli x x KETERANGAN b c d 252 253 254 255 256 257 258 259 Lambale Ereke Lebo Konde Bau-Bau Kaliwinto Lasilimu Denpasar-Tabanan 122° 53' 45.26" -5° 46' 39.74" 122° 44' 14. Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Kabupaten Karangasem Provinsi Bali 1. Kabupaten Jembrana Provinsi Bali Kabupaten Klungkung Provinsi Bali Kabupaten Badung Provinsi Bali 1.43" 121° 39' 35.07" 122° 21' 7.12" 114° 58' 7.29" -5° 13' 53. Kota Denpasar 2.88" -4° 19' 52.44" - - 123° 4' 59.70" 122° 38' 57.43" -8° 30' 40. Kabupaten Jembrana 2.58" -4° 37' 28.48" 120° 24' 27. Kabupaten Klungkung 7.80" 121° 27' 59.89" 122° 56' 1.64" -4° 36' 32.78" -8° 5' 33.03" - - -4° 50' 8. Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna KETERANGAN b c d 236 Bantaeng 119° 43' 52.73" 122° 58' 32.08" -4° 37' 26.75" -5° 14' 15. Kabupaten Buleleng 5.72" 115° 43' 0.25" -4° 33' 43.42" 122° 18' 28.63" 122° 32' 16.38" 122° 58' 45.36" -4° 30' 2.37" -8° 50' 52.71" -8° 46' 30. Kabupaten Bantaeng 3.52" -4° 30' 43. Kabupaten Buton 2.92" -4° 48' 22. Kabupaten Muna 2.87" -4° 27' 4.96" -3° 48' 41. Kabupaten Bangli 4.97" 115° 14' 6. Kabupaten Jeneponto 2.74" 114° 26' 11.69" -5° 26' 35.47" 122° 22' 14.39" -8° 11' 34.65" -4° 50' 56.68" -5° 42' 5.92" -5° 12' 13. Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara 1.11" 115° 42' 25.94" - 115° 12' 54.48" 115° 29' 40.94" 122° 49' 54.25" -4° 1' 35.01" -5° 26' 32. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 2. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 347 157 591 339 976 128 307 2080 LOKASI a Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara 1.99" 114° 25' 40.70" -4° 43' 42.31" 123° 12' 45.77" 122° 25' 13. Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Tenggara 1.39" 123° 13' 31.58" -5° 18' 11.59" 122° 59' 42.22" 123° 9' 49.95" 120° 33' 3.81" -5° 14' 14. Kabupaten Tabanan Provinsi Bali 1. Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara 1. Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Buton Provinsi Bali 1.89" -8° 10' 52.62" -4° 32' 37.45" 1433 x 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 Bira Selayar Bungku Kolaka Raromeeto Rawua Tangketada Andoolo Ambesia Ewolangka Weputang Tinanggea Muna Labuhan Tobelo Bangbong 120° 16' 49.58" 121° 51' 30. Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara 1.26" -3° 38' 37.22" 115° 37' 41. 2010 108 108 .43" -4° 25' 38. 2010 107 107 NO.59" 230 656 2269 129 126 256 347 163 162 436 66 144 213 260 69 x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.58" -4° 47' 48.21" 122° 7' 9.28" -3° 56' 45.83" 122° 13' 44.25" - 120° 27' 27.27" -4° 16' 7.21" 122° 51' 27.02" -4° 41' 15. Kabupaten Buleleng 2.84" 122° 29' 25. Kabupaten Bulukumba 4.01" -4° 22' 51.88" -8° 45' 3.62" 122° 53' 59.36" 115° 26' 41.25" 122° 23' 47.09" 121° 27' 17.30" 122° 56' 50.45" 115° 9' 32. Kabupaten Badung 3.59" 122° 33' 18. Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara 1.43" -4° 40' 27.03" - -5° 42' 24.22" 122° 51' 22. Kabupaten Kendari 2.64" 122° 0' 7.10" - 120° 16' 20.96" 123° 4' 7. Kabupaten Gianyar 8.91" x x x x x x 260 261 262 263 264 265 266 Singaraja Amlapura Negara Gilimanuk Nusa Penida Nusadua Tejakula 114° 55' 22.83" 505 200 418 131 198 99 750 x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.56" 122° 53' 54.90" -8° 20' 10. Kabupaten Sinjai 5. Kabupaten Buleleng 2.16" 121° 43' 11. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.41" -5° 13' 12.71" -8° 28' 26. Kabupaten Muna 2.75" -8° 40' 14.10" 121° 39' 56.51" 121° 42' 37.19" -5° 26' 21.09" 114° 40' 36.98" -5° 25' 26.23" -8° 6' 0.06" 121° 32' 28.84" 122° 46' 6.72" -4° 22' 0. Kabupaten Karangasem 6.84" -4° 27' 9.98" -8° 12' 24. Kabupaten Tabanan Provinsi Bali 1.59" 115° 4' 57.81" -4° 11' 52. Kabupaten Buton 2.61" -6° 30' 23. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan 1.58" -4° 6' 31.82" 122° 15' 54.39" -8° 23' 48.16" -4° 52' 5.59" -4° 11' 54.14" -8° 49' 5.NO.94" -4° 4' 54.61" - -8° 20' 19.48" - -5° 38' 0.22" -4° 41' 46.87" 121° 47' 9.29" -8° 4' 1.77" 114° 55' 43.37" 115° 30' 55. Kabupaten Muna 2.

62" -8° 17' 48.28" 117° 34' 9.84" -8° 35' 11. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Lombok Timur 4.26" -8° 15' 48.60" -8° 24' 49.73" 123° 46' 47.86" -8° 22' 29.04" 118° 35' 24. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Tabanan Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.86" -8° 25' 28.45" - 116° 43' 20.69" 124° 19' 26.08" 123° 0' 6.75" 123° 1' 26.73" 121° 4' 23. Kota Mataram 3.8" 120° 3' 58.66" - -8° 51' 57.24" -8° 37' 8.91" -8° 57' 34.16" 122° 55' 23. Kabupaten Lombok Timur 3.29" -8° 29' 49.10" -8° 23' 51.56" 1124 1404 345 977 1419 375 1102 363 413 398 813 3724 x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Manggarai 2.53" -8° 27' 1.27" -8° 10' 8.95" -8° 8' 20.83" 123° 44' 12.49" 119° 47' 52. Kabupaten Dompu 2. 2010 109 109 NO.82" -8° 17' 51. Kabupaten Lombok Barat 2.24" 123° 55' 41.52" -8° 26' 29.06" 123° 10' 11.28" -8° 48' 39. Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.34" 118° 53' 13. Kabupaten Ngada KETERANGAN b c d 267 Mataram-Selong 116° 3' 33.74" 118° 18' 50. Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.44" 123° 10' 2. Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.26" -8° 11' 37.4" 122° 58' 1.72" 123° 45' 22.83" -8° 12' 42.28" 123° 20' 5.59" 123° 12' 31. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 2.71" 117° 41' 24" 117° 42' 39. Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.96" 120° 30' 5. Kabupaten Dompu 2.03" 123° 41' 37.47" -8° 11' 47.19" - -8° 28' 59.41" - -8° 50' 8. Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.65" -8° 22' 7.84" 124° 19' 10. Kabupaten Manggarai 3.17" -8° 43' 18. Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur KETERANGAN b c d 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 Bajawa Maurole Ende Maumere Larantuka Kutabura-Lamaayang Lewobunga Liberapan Balauwak Mananga Waiwadan Waiwerang Lewoleba Iliwatulolo Balaurik Wairiang Wapoe Takourang Delaki 120° 55' 25.84" 123° 0' 35.84" - 116° 43' 19.30" -8° 19' 8.43" -8° 17' 25.12" 118° 15' 43.68" 123° 43' 57.75" 121° 52' 35.2" -8° 32' 14. Kabupaten Manggarai 2. Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur 1. Kabupaten Buleleng 3.84" 121° 22' 35.28" -8° 4' 48.44" 116° 52' 46.59" -8° 53' 36.84" 118° 12' 58.45" 122° 58' 35.72" 122° 41' 19.76" 122° 57' 46.58" 118° 30' 8.64" -8° 38' 32.25" -8° 38' 53.55" -8° 10' 27.71" -8° 45' 59. Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.57" - 121° 20' 51.50" 122° 57' 1.17" 122° 3' 4.18" 121° 56' 37.59" 122° 36' 53.01" -8° 14' 40.96" -8° 38' 24.34" -8° 13' 32.18" 121° 33' 36.31" 123° 44' 39.8" 120° 4' 32.4" -8° 12' 46. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 2.68" 119° 3' 28.06" 123° 54' 39.44" -8° 21' 58.47" -8° 12' 33.74" -8° 11' 32.62" -8° 33' 21.35" -8° 12' 54.75" 10970 140 394 800 1030 330 139 82 70 70 333 173 535 542 27 60 98 376 367 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.89" 118° 56' 31.56" -8° 33' 1.15" -8° 25' 15. Kabupaten \Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.18" -8° 14' 47. 2010 110 110 .87" -8° 37' 9.72" 123° 54' 24.43" 2366 x 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 Tanjung -Sambelia Sumbawa Besar Empang Pekat Sanggar .63" 120° 27' 15.72" -8° 31' 10.66" -8° 33' 8.31" -8° 27' 41.68" 123° 12' 46. Kabupaten Lombok Barat 2.69" 117° 53' 45. Kabupaten Bima 2.76" -8° 41' 59.16" 123° 55' 18.904" 119° 50' 12.05" 122° 44' 3.14" -8° 47' 44.54" -8° 15' 30.94" -8° 13' 42.04" -8° 28' 10.40" -8° 32' 58.90" -8° 32' 14.82" 122° 3' 11.Kilo Dompu Bima Tawali-Sape Labuanbajo Lempe Reo-Riung Ruteng 116° 3' 28.38" -8° 3' 54.93" -8° 24' 53. Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.88" -8° 29' 55. Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat 1.44" -8° 46' 14.12" 122° 52' 23.10" 118° 33' 25.35" -8° 31' 38.NO.75" 121° 48' 32.50" -8° 40' 49. Kabupaten Badung 5.31" -8° 17' 5.52" -8° 33' 33. Kabupaten Flores Timur 2. Kabupaten Karangasem 4.28" 123° 17' 27. Kabupaten Dompu 2. Kabupaten Bima 2.

75" 1° 18' 1.34" -10° 44' 20.48" 128° 4' 28. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 486 58 704 763 756 1941 LOKASI a Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara 1.59" 128° 2' 1.4" 128° 54' 9" 128° 55' 47.56" -0° 9' 27.54" 0° 33' 48.77" - 124° 36' 16.05" -9° 53' 44.48" -8° 13' 21. Kabupaten Timor Tengah Utara 2.052" -10° 0' 12.51" 128° 5' 12. Kabupaten Halmahera Utara 2.66" -9° 51' 31.15" 127° 23' 12.88" 127° 35' 25.35" -9° 43' 21. Kabupaten Halmahera Timur 3.96" 120° 49' 28.96" 124° 5' 30. Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara 1.48" 123° 55' 11.248" - -8° 15' 33.38" -10° 51' 48.69" 127° 43' 27.99" 122° 57' 56.32" 1° 58' 56.62" -8° 7' 34.35" - 128° 41' 48.77" 122° 48' 9.88" 125° 8' 41.48" -9° 21' 34.98" 0° 26' 14.45" -10° 0' 43.85" 127° 55' 47.04" -10° 39' 7. Kabupaten Halmahera Barat 2.04" 124° 19' 55.28" 120° 1' 25.14" 124° 32' 34.21" 123° 9' 57.34" 481 88 236 229 250 106 108 x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.77" 0° 37' 22.92" 0° 44' 26. Kabupaten Halmahera Tengah 2.75" 2° 8' 50. Kabupaten Halmahera Tengah 2.89" 123° 27' 24.86" -9° 22' 40.25" -9° 46' 51. Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara 1.92" 127° 38' 47.54" 1576 95 178 95 565 362 753 74 259 162 166 x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.58" -10° 7' 13.30" 1° 33' 44.56" 123° 56' 31.17" x x x x x 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 Jailolo-Sidangoli Payahe Mafa Sagea Wasile Akelamo Patani Wusi Kasiruta Mandioli Labuha 127° 23' 49.36" 0° 45' 34.38" 128° 22' 14.41" 124° 21' 47. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.99" 127° 49' 4. Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.87" 128° 2' 15. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.43" 0° 45' 15.12" 128° 36' 37.57" -8° 8' 53. Kabupaten Halmahera Barat 2.99" -0° 47' 46.2" 0° 26' 9.16" 120° 19' 4.87" 118° 55' 41.92" 127° 55' 21. Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.32" 127° 44' 51.88" 1° 11' 27.64" 124° 53' 52.43" 0° 12' 38.798" -9° 13' 17.96" 128° 6' 42.4" - 125° 5' 16.654" 0° 23' 30. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 112 1104 885 2860 1427 660 232 311 162 1008 LOKASI a Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.78" -9° 37' 41.63" 1° 48' 8. Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.77" 128° 45' 23.42" -10° 21' 45.92" 125° 8' 35.NO.02" -0° 19' 59.29" -8° 26' 28.77" 127° 58' 53.79" 0° 52' 3.74" x x x x x x x 309 310 311 312 313 314 315 Besikama Aroki Nemberala Batutua Rote Ternate Tidore 124° 42' 38. Kabupaten Belu 2.80" 127° 49' 53.87" 123° 14' 26.81" -10° 43' 24.65" -0° 39' 32.16" 1° 27' 48. Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara 1.09" -8° 27' 47.82" 128°1' 2. Kabupaten Halmahera Tengah 2. Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara 1. Kabupaten Sumba Barat 2.55" 1° 36' 41.97" 0° 27' 13. Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan x KETERANGAN b c d 316 317 318 319 320 321 Daruba-Bere-Bere Posi-Posi Galela Tobelo Ibu Kau 128° 12' 9.03" -0° 29' 38.48" 124° 9' 51.74" - 2° 38' 24.08" 124° 53' 6.46" -0° 14' 51.98" 127° 17' 24. Kabupaten Kupang 2.24" -0° 6' 36.56" 124° 9' 13. Kabupaten Timor Tengah Selatan 2.04" 124° 21' 30.31" 127° 56' 52.62" 123° 25' 33.68" 2° 13' 25.48" -9° 24' 21.91" 127° 6' 14.46" 127° 23' 57.75" 1° 35' 22.67" 1° 15' 2.17" 127° 32' 37.73" 127° 18' 5.15" -10° 56' 20.276" 0° 20' 25.71" -10° 13' 15.4" 127° 9' 27" - 127° 52' 44.92" 124° 20' 53.18" 1° 54' 24.50" 1° 45' 46.51" - -9° 52' 36. 2010 111 111 NO. Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.14" 128° 1' 2.38" - 1° 28' 38. Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Rote Ndao Provinsi Maluku Utara Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Kota Tidore Kepulauan x x x KETERANGAN b c d 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 Pasirputih Kalabahi Werula Waikabubak Ngalu Kupang Camplong Mina Soe Oemeu 124° 23' 29.79" -0° 9' 29.27" -10° 25' 41.02" -10° 10' 39.38" 124° 47' 3. Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur 1. Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara 1.92" -9° 23' 28.43" -9° 56' 14.12" 127° 27' 33.18" -0° 19' 57.72" 127° 57' 20.008" 0° 17' 27.14" 1° 1' 20.76" 127° 19' 46.63" 128° 8' 47. Kabupaten Timor Tengah Utara 2.72" 127° 21' 41.144" 122° 57' 53. Kabupaten Timor Tengah Selatan 3. 2010 112 112 .

77" -2° 54' 17.27" -6° 13' 50.98" 127° 57' 34.54" 132° 36' 53.34" -3° 29' 18.84" -8° 4' 18.58" -7° 41' 53.84" -5° 15' 58.04" -3° 21' 14.81" 134° 37' 22.84" 130° 45' 16.14" 134° 2' 59.06" -1° 11' 26.13" 134° 10' 34.13" -0° 38' 45.11" -3° 2' 6.99" -2° 56' 1.06" -6° 34' 55.47" -6° 26' 42. Kabupaten Maluku Tengah x x x x x x x x x x x x x x x x x x x KETERANGAN b c d 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 Lansa Bisa Taino Sesepe Jobubu Sanana Air Buaya Leksula Waeapo Boano Kawa Laela Waesamu Hitulama Ambon Haruku Saparua Masohi Namea Wahai 127° 27' 25.70" -3° 11' 45.NO.48" 128° 33' 57.14" -6° 17' 9.02" -3° 10' 23.88" -0° 27' 12.61" 3° 37' 55.43" 127° 49' 19.03" 134° 30' 32.19" 125° 57' 12.44" - 129° 53' 50.08" -6° 32' 56.86" -5° 34' 0.57" 128° 3' 40.44" 128° 51' 46.64" 134° 20' 54.14" 131° 42' 42.29" -5° 35' 27.96" 127° 49' 32.90" -7° 49' 4.39" -2° 47' 18.95" 132° 51' 6.52" 134° 45' 55.87" 128° 20' 48.20" -3° 9' 15.95" 127° 41' 45. 2010 114 114 .79" -3° 12' 32.31" -3° 37' 40. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 79 157 56 159 71 97 301 1438 381 124 275 52 98 272 467 134 122 278 92 1276 LOKASI a Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Kabupaten Buru Provinsi Maluku Kabupaten Buru Selatan Provinsi Maluku Kabupaten Buru Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku 1.34" -3° 42' 58.85" -6° 34' 23.05" 127° 27' 46.92" 130° 57' 46.08" 127° 44' 42. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.69" -6° 20' 40.41" -7° 37' 52.59" -5° 59' 59.13" -6° 28' 44.11" -3° 6' 9.43" -3° 30' 20.80" 134° 54' 35.47" 126° 37' 35.93" -2° 50' 58.44" 134° 38' 42.52" 134° 31' 55.66" -6° 56' 42.37" 130° 52' 49.90" 127° 37' 33.50" -8° 1' 22.66" 129° 4' 21.70" -3° 25' 39.24" 127° 45' 30.36" 130° 29' 9.89" -6° 1' 45.68" 128° 16' 13.10" -1° 17' 33.6" 128° 43' 7.01" Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.76" 134° 45' 39.81" 134° 19' 46.44" 131° 10' 27.46" -3° 6' 3.88" 129° 7' 56.45" -5° 44' 46.30" -8° 20' 33.21" 132° 49' 16.65" -7° 5' 56.83" 133° 11' 23.12" 131° 36' 47.49" -2° 28' 23.45" -5° 35' 3. 2010 113 113 NO.49" -5° 25' 30.70" -1° 25' 24.42" -2° 18' 33.69" -6° 47' 7.96" 130° 30' 23.45" -3° 29' 55.37" -0° 46' 12.67" 128° 23' 23.16" 128° 57' 36.76" -3° 3' 34.43" 128° 23' 37.28" -3° 33' 57.98" -1° 21' 7. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.92" -2° 45' 55.44" -6° 2' 6.76" x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.28" 128° 32' 43. Kabupaten Seram Bagian Timur 2.33" 134° 26' 55.49" -3° 47' 6.07" -1° 27' 42.80" -6° 22' 31.35" 126° 0' 11. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 1070 811 306 81 513 218 300 1006 1737 137 100 163 406 2069 294 169 66 131 66 44 Provinsi Maluku Provinsi Maluku LOKASI a Kabupaten Maluku Tengah Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat x Kabupaten Maluku Tenggara Barat x x x Kabupaten Kepulauan Aru x x x x Kabupaten Kepulauan Aru Kabupaten Kepulauan Aru Kabupaten Kepulauan Aru Kabupaten Maluku Tenggara x x x x x x x x x x x x KETERANGAN b c d 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 Sawal Waru Kai Kecil Kai Dulah Kai Besar Kola Komfane Wokam Kobror Penambulan Baun Workai Koba Trangan Maikoor Watidal Larat Saumlaki Selaru Seira 129° 4' 28.95" 134° 46' 55.20" -3° 33' 39.54" 127° 54' 24.51" 134° 38' 25.72" - -3° 19' 5.92" 128° 4' 6.8" 132° 49' 22.63" -3° 16' 33.91" 134° 42' 29.92" 134° 42' 48.09" -7° 13' 47.50" -5° 55' 32.73" 126° 50' 16.48" 127° 54' 24.89" -6° 16' 39.88" 134° 46' 1.62" 134° 15' 54.21" 126° 15' 36.89" 134° 31' 57.14" -3° 2' 16.18" -5° 41' 47.49" 131° 59' 4.88" 134° 47' 55.65" -7° 14' 53.77" -5° 34' 8.45" -5° 31' 12.24" 127° 53' 10.47" -2° 54' 4.12" 127° 7' 8.44" -7° 8' 1.39" -5° 57' 6.09" 129° 12' 44.99" -3° 29' 13.56" 131° 44' 44.82" -3° 22' 13.67" -1° 34' 3.88" 126° 48' 7.44" 128° 25' 36.77" -3° 48' 53.76" 132° 44' 43.52" 131° 21' 19.35" 128° 18' 38.68" 127° 48' 19.15" - -0° 41' 1.69" 128° 0' 1.65" 131° 4' 45.26" - 127° 36' 35.7" -3° 52' 38.48" 131° 6' 0.95" 126° 4' 14.

42" -0° 5' 7.NO.04" 135° 24' 32.31" 130° 46' 30.32" 130° 32' 5.4" -1° 7' 58.11" -0° 44' 45.2136" 134° 59' 40.31" -1° 39' 52. Provinsi Papua Barat Kabupaten Fak Fak B.79" -7° 47' 28.45" -7° 23' 59.57" 131° 5' 52.96" -3° 52' 40.40" - -2° 18' 24.26" 129° 33' 59.83" 134° 47' 57. Kabupaten Sorong 4.32" 135° 39' 6.83" 135° 50' 47. Kabupaten Teluk Bintuni Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Maluku Tenggara Barat x x x x x x x x x x x x x x KETERANGAN b c d 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 Wuru Wiliaru Masela Tutuwawang Tela Emraing Wetan Lakor Moa Waigeo Bokpapo Wairemah Batanta Salawati 130° 49' 56.64" 130° 58' 9.52" -1° 25' 33.4" 128° 13' 53.56" 130° 41' 34.05" 129° 34' 33.44" -0° 42' 42.65" -7° 50' 59.68" 134° 0' 6.43" -1° 45' 20.6" 129° 30' 23. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.84" -1° 3' 25.88" 134° 33' 14.42" 134° 57' 29.67" -0° 51' 30.08" 129° 58' 30. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 1452 307 345 431 513 6078 516 208 1214 155 110 293 140 1382 343 403 1372 1033 22630 Provinsi Papua Barat LOKASI a Kabupaten Manokwari x x KETERANGAN b c d 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 Manokwari Oransbari Takubo Numfor Urema Kaimana Omba Warsa Biak Pom Ansas Serui Timur Samberbada Nabire Legare Ulawa Agamanan Parekebo Warem-Demta 133° 31' 15.68" -1° 21' 32.19" 136° 17' 2.24" -3° 11' 1.94" -3° 35' 56.76" 134° 37' 26.80" 133° 43' 15.78" -1° 39' 31.62" -3° 55' 56.35" -3° 24' 2.28" - 134° 2' 55.50" -0° 37' 12. Kabupaten Teluk Bintuni 2.36" -0° 5' 25.88" 135° 33' 7.8" -0° 32' 53.39" -1° 51' 23.44" -7° 57' 38.81" -1° 51' 9. Kabupaten Manokwari 2.84" 135° 55' 36.8" - 130° 59' 54.83" -2° 2' 18.36" 127° 45' 12.19" -3° 31' 28.54" -7° 29' 49.70" -8° 16' 54.62" -3° 11' 12.56" 134° 40' 10.50" 135° 46' 41.94" 136° 29' 59.91" -3° 9' 49.02" 135° 41' 44.49" 130° 40' 40.24" 131° 10' 12.42" 136° 23' 19.65" 135° 36' 43.32" -7° 52' 59.51" 135° 1' 23.16" -1° 46' 44. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.44" 136° 16' 16.20" Provinsi Papua Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat 1.10" 135° 38' 26.86" -4° 17' 39.08" -0° 47' 35.92" 134° 16' 43. 2010 115 115 NO.12" 129° 39' 10.17" - 134° 8' 13.86" -4° 7' 22.69" -7° 29' 31.12" -8° 3' 38.97" -0° 52' 58.00" - -1° 1' 58.08" -4° 2' 54.75" -1° 41' 13.04" 128° 7' 19.01" -1° 11' 40.36" -3° 31' 51.69" -4° 5' 2.53 -1° 52' 0.88" 134° 52' 16.77" - -1° 54' 5.12" 985 309 579 16870 x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kota Sorong Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat 1.72" 129° 55' 9.68" 132° 43' 28.67" -3° 26' 35.57" -7° 57' 30.96" -1° 45' 53.88" -1° 35' 50.84" 129° 51' 43.12" -8° 15' 46.50" 133° 8' 58.42" 136° 5' 55. 2010 116 116 .08" 387 Teminabuan-Bintuni 130° 55' 38.96" -1° 52' 12.66" 133° 37' 35.42" 130° 42' 31.74" -1° 12' 13.76" -1° 33' 6.44" 130° 41' 10. Kabupaten Nabire x x x x x x x x x x x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.06" -8° 5' 51.55" -3° 45' 29.2" - 130° 27' 16.08" 129° 41' 19.19" -0° 22' 16.2" 130° 28' 12.89" 135° 20' 2.96" -8° 12' 1.92" 129° 42' 26.90" 135° 59' 36. Provinsi Papua Kabupaten Mimika Provinsi Papua Kabupaten Mimika Provinsi Papua Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Mimika Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kabupaten Mimika Provinsi Papua 1.82" -1° 38' 29.62" -0° 52' 37.12" -8° 6' 15.42" 131° 4' 15.4" 128° 4' 21.48" 129° 34' 54.57" -1° 27' 32.92" -8° 13' 0.99" 135° 54' 47. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 50 53 50 300 31 53 38 113 319 334 118 348 98 765 Provinsi Maluku Provinsi Maluku LOKASI a Kabupaten Maluku Tenggara Barat Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku Provinsi Maluku Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Provinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat 1.4" 135° 21' 25.86" -1° 43' 36.06" 133° 30' 52.59" -0° 18' 19.62" -7° 57' 33.4" 135° 38' 35.20" -8° 1' 30.32" -0° 55' 18.31" 130° 35' 34.48" 134° 23' 21. Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua Kabupaten Nabire A.84" 129° 48' 15.79" - -7° 34' 21.6" 130° 19' 6. Kabupaten Sorong Selatan 3.71" -4° 14' 20.16" -0° 8' 38.52" -2° 13' 36.56" -4° 3' 6.40" 140° 30' 54. Kabupaten Fak Fak 2.50" 134° 2' 15.29" 134° 7' 55.38" 23130 x 388 389 390 391 Atkari Zaag Timoforo Kanoka-Babo 129° 43' 4.92" 135° 43' 56.59" -3° 10' 23.95" 135° 13' 25.

03" -3° 32' 36.51" 139° 57' 44. 3. 2010 118 118 . 2. Keterangan                       a b c d : CAT dalam kabupaten/kota : CAT lintas kabupaten/kota : CAT lintas provinsi : CAT lintas negara Jumlah Cekungan Air Tanah 206 cekungan 176 cekungan 35 cekungan 4 cekungan 421 cekungan Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA. Kabupaten Mappi 4.55" -2° 56' 38.70" 140° 31' 15. 8.85" - -3° 51' 31.15" 8160 1766 180 1685 165 7235 573 754 2902 x 421 Timika-Merauke 134° 49' 35.NO.37" -3° 41' 38. Provinsi Papua 1.43" -5° 11' 28. Kabupaten Keerom B. Provinsi Papua 1. 3.88" 140° 52' 46. Kabupaten Pegunungan Bintang 2. 5.05" -3° 7' 17.07 -3° 59' 59. 4. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) 2. Kabupaten Wamena Papua Nugini KETERANGAN b c d B.21" -4° 13' 50.62" -2° 32' 32.20" 140° 18' 1. 2010 117 117 NO. Kabupaten Merauke 5. 2. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.82" 25380 x 412 413 414 415 416 417 418 419 420 Enarotali Wamena Hulu S. Kabupaten Boven Digul x x x x x x x Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.44" -3° 13' 12.17" 140° 45' 32.29" - 140° 23' 4. CAT NAMA CAT KOORDINAT (BUJUR) KOORDINAT (LINTANG) LUAS CAT (Km2) LOKASI a 6.51" -3° 0' 8.94" 139° 21' 0.89" 138° 42' 41.15" - 141° 0' 0" -4° 5' 29.87" -4° 40' 4. Kabupaten Yahukimo 8. 3. Provinsi Papua 1. Provinsi Papua LOKASI a Kabupaten Waropen Kabupaten Sarmi Kabupaten Jayapura Kabupaten Waropen Kabupaten Sarmi Kabupaten Jayapura Kabupaten Puncak Jaya Kabupaten Tolikara Kabupaten Paniai Kabupaten Keerom Kabupaten Pegunungan Bintang Kabupaten Paniai Kabupaten Puncak Jaya Kabupaten Wamena x x KETERANGAN b c d 411 Taritatu 136° 49' 23.20" 140° 40' 59.45" -4° 12' 25.71" 140° 31' 55.92" -2° 28' 48.32" - 138° 57' 18. Kabupaten Keerom Provinsi Papua Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua 1. Provinsi Papua 1.17" - -9° 7' 59. Kabupaten Asmat 3.67" 141° 0' 0" -3° 42' 6. Kabupaten Jayapura 2. Kabupaten Mimika 2. 6. 2010 Pedoman Teknis Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal Dan Irigasi Air Tanah Dalam TA.20" 141° 0' 0" 140° 55' 37. Kabupaten Pegunungan Bintang 2.66" 139° 27' 23.Senggi Jayapura Timur Arso Lereh-Leweh Ubrub Mandala Nalco-Bime 135° 46' 26. Papua Nugini Provinsi Papua Kabupaten Keerom Provinsi Papua Kabupaten Keerom Provinsi Papua 1.97" -4° 8' 10. Kabupaten Pegunungan Bintang 7.99" -3° 1' 45. 7. Kabupaten Yahukimo A.88" 131609 Kabupaten Wamena Provinsi Papua Kabupaten Keerom A.70" -3° 46' 10.87" 140° 25' 20.34" 140° 33' 30.47" - -4° 22' 40. 4.82" -3° 3' 56.11" 139° 55' 6.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->