Anda di halaman 1dari 11

OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI OLEH DWI NUR RAHMAT 0906114648

JURUSAN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2012

OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI


Operasional dan pemeliharaan adalah kegiatan pengaturan air dan jaringan irigasi yang meliputi penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan, dan pembuangannya, termasuk usaha mempertahankan kondisi jaringan irigasi agar tetap berfungsi dengan baik.

1. PENGERTIAN OPERASIONAL
Operasional jaringan irigasi adalah upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, termasuk kegiatan membuka-menutup pintu bangunan irigasi, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem golongan, menyusun rencana pembagian air, melaksanakan kalibrasi pintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau, dan mengevaluasi.

MAKSUD DAN TUJUAN OPERASI JARINGAN IRIGASI


Mendayagunakan jaringan irigasi secara optimum untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat yaitu dengan cara : Menyadap air dari sumber dan mengalirkan ke dalam jaringan serta memasukkannya ke dalam jaringan serta memasukkan ke petak-petak sawah. Membuang sir yang berlebihan kesaluran pembuangan. Mengumpulkan/mencatat data-data yang diperlukan.

2. RUANG LINGKUP OPERASI


Secara umum, pembuatan bangunan di daerah jaringan irigasi pada prinsipnya tidak diperbolehkan karena dapat menimbulkan kerusakan system irigasi termasuk pelaksanaan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi. Untuk menjaga kelestarian system irigasi, maka pembangunan di daerah jaringan irigasi merupakan pengecualian yang hanya dapat dilakukan apabila telah memiliki ijin dari pemerintah daerah. Ijin dari Pemerintah Daerah dimaksudkan sebagai upaya pengawasan dan pengendalian pembangunan di atas jaringan irigasi agar memenuhi persyaratan teknis sehingga tidak mengancam kelangsungan system irigasi.

RUANG LINGKUP IJINAN BANGUNAN DI DAERAH JARINGAN IRIGASI MELIPUTI :


PENETAPAN GARIS SEMPADAN JARINGAN IRIGASI

Penetapan jenis bangunan perijinannya. Perbaikan atau rehabilitasi jaringan irigasi desa Peningkatan jaringan irigasi desa dan pembangunan baru.

Ada tiga tipe operasi jaringan irigasi, yaitu : Operasi jaringan irigasi teknis. Operasi jaringan irigasi semi teknis. Operasi jaringan irigasi sederhana.

3. TAHAPAN OPERASI
Perencanaan : Inspeksi lapangan (nama, panjang saluran serta batas saluran pembuangan, dll) Pengumpulan data Pekerjaan pemetaan (skema irigasi) Inventarisasi jaringan irigasi (penelusuran jaringan) Pengukuran saluran dan bangunan Pelaksanaan : Pelaksanaan pekerjaan jaringan irigasi desa pada prinsipnya dilaksanakan oleh masyarakat desa secara swakelola dengan bimbingan atau pendamping teknis.

4. PENGERTIAN PEMELIHARAAN
Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya. Maksudnya, adalah untuk menngkatkan peran dan kemandirian perkumpulan petani pemakai air dalam pengelolaan irigasi dengan memperjelas wewenang, tugas, dan tanggung jawab masing masing lembaga pengelola irigasi tingkat propinsi dan kabupaten/kota

5. RUANG LINGKUP PEMELIHARAAN


Adapun ruang lingkup dari usaha ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : Perbaikan dan Penyempurnaan Perawatan Penelitian dan persiapan untuk pengembangan lebih lanjut atas obyek yang di pelihara

6. MACAM-MACAM PEMELIHARAAN :
A. Pemeliharaan Rutin : Adalah pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan dari harikehari secara terus menerus. Pekerjaan yang tergolong disini antara lain ialah sebagai berikut : Pembersihan saluran-saluran dari kotoran-kotoran dan sampah-sampah yang hanyut dalam saluran. Penutupan lubang-lubang pada tanggul-tanggul dan tebing-tebing saluran yang diakibatkan oleh tikus, ketam, dan lain-lain. Pembabatan rumput-rumput pada tanggul-tanggul dan tebing-tebing saluran. Perbaikan longsoran-longsoran kecil yang terjadi pada tebing-tebing/lereng-lereng saluran. Pembersihan kotoran-kotoran sampah-sampah dan kotoran lain-lain pada pintu air. Pembersihan endapan-endapan pada bangunanbangunan ukur

B. Pemeliharaan Berkala : Mengecat pintu air Mengganti skot balik yang rusak Memperbaiki sayap bangunan, tembok saluran. C. Pemeliharaan Darurat : Perbaikan sebagai akibat bencana alam, perbaikan ini dilakukan sebatas air irigasi dapat mengalir agar fungsi jaringan irigasi dapat melayani daerah irigasi dan dilaksanakan dalam waktu yang cepat.