Anda di halaman 1dari 4

MANAJEMEN PRAKTIK DOKTER GIGI KELOMPOK Bimo Rintoko Mahasiswa Program Pendikan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia Fakultas

Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Abstrak Manajemen merupakan suatu proses untuk menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Dengan menjalankan peran manajemen di dalam praktik kedokteran gigi diharapkan dapat mendayagunakan kemampuan profesional dokter gigi untuk mencapai hasil yang optimal. Manajemen sumberdaya manusia merupakan pengelolaan serta pengembangan seluruh personal yang terlibat dalam praktik kedokteran gigi. Mengenai sistem pembiayaan, selama ini yang banyak dikenal dan umumnya dilakukan adalah melalui sistem pembayaran berdasarkan pelayanan yang dikerjakan (fee for service). Manajemen praktik dokter gigi kelompok harus dapat menciptakan praktik yang efektif agar timbul suatu komunikasi yang terbuka dan baik antara personal yang terlibat dalam praktik dan pasien. Kata kunci : manajemen, manajemen sumberdaya manusia, praktek dokter gigi kelompok Abstract Management represent process to run planning function, organizing, actuating and controlling. By running role of management in dental practice expected to earn using ability of dental professional to reach result of optimal. Management of human resource being represent management and also development entire personal in concerned in dental practice. Concerning abaut payment system, during the time we recognize for many payment system and generally its calls with fee for service. Management of dental practice group have to earn to create effective practice to be arising a good and open communications between personal in concerned in practice and patient. Key words : management, human resource management, dental practice group. Di dalam praktik kedokteran gigi dibutuhkan konsepsi baru untuk dapat menjalankan praktek kedokteran gigi untuk masa kini dan mendatang. Fenomena ini dapat diketahui dalam praktek kedokteran gigi yang semakin kompleks yang ditandai dengan semakin canggihnya teknologi kedokteran gigi, sistem pembayaran yang mengalami diversifikasi serta situasi masa kini yang semakin kompetitif. Di lain pihak masyarakat sudah mulai meningkat kesadarannya terhadap pelayanan kedokteran gigi. Konsekuensi dari masalah ini adalah praktik kedokteran gigi semakin melibatkan lebih banyak pihak. Manajemen diperlukan dalam perkembangan kedokteran gigi agar dapat didayagunakan kemampuan professional hingga mencapai tingkat produktifitas yang optimal. Manajemen merupakan suatu proses untuk menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Fungsi manajemen dijalankan untuk mengelola perangkat manajemen yang terdiri atas sumberdaya manusia, dana, material, peralatan, metode dan pasar.1 Peran manajemen bagi kebanyakan dokter gigi adalah sebagai metode untuk meningkatkan pendapatan. Pada dasarnya manajemen praktek kelompok harus dapat menciptakan praktik yang efektif agar timbul suatu komunikasi yang terbuka dan baik antara personal yang terlibat dalam praktik dan pasien. Dengan adanya keramahan,

keharmonisan dan fasilitas yang memadai diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap pasien.3 PERAN MANAJEMEN Manajemen menurut G.R Terry adalah suatu proses tertentu yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumberaya manusia dan sumberdaya lainnya.1 Seorang manajer atau pemimpin hendaknya mampu menjalankan fungsi-fungsi manajemen sebagaimana mestinya agar dapat dicapai tujuan secara berdaya guna dan berhasil guna.2 Dari pengertian tersebut di atas tampak bahwa dalam manajemen untuk mencapai suatu tujuan dijalankan fungsi manajemen yang terdiri atas perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengendalian (controlling).1 Fungsi manajemen dijalankan untuk mengelola perangkat manajemen (tools of management) antara lain: Men : sumberdaya manusia yang digunakan, Money : dana yang diperlukan, Materials : bahan-bahan yang dibutuhkan, Machinery : alat atau perangkat yang digunakan, Method : cara kerja yang digunakan, Market : pasar yaitu sasaran kepada siapa kerja ditujukan.1 Dengan demikian dalam manajemen dilakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengendalian terhadap sumberdaya manusia, dana, material, peralatan, metode dan pasar.1 Dalam praktik kedokteran gigi peran manajemen sangat penting dijalankan. Dengan menjalankan peran manajemen di dalam praktik kedokteran gigi diharapkan dapat mendayagunakan kemampuan profesional dokter gigi untuk mencapai hasil yang optimal. MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA Manajemen sumberdaya manusia merupakan pengelolaan serta pengembangan seluruh personal yang terlibat dalam praktik kedokteran gigi. Pengertian personal yang terlibat tidak hanya terbatas pada tenaga kesehatan gigi yang secara langsung melaksanakan praktik (dokter gigi/dokter gigi spesialis) melainkan juga mencakup tenaga seperti perawat gigi, pembantu, petugas sekretariat, juru parkir, satpam dan sebagainya.1 Biasanya dalam memulai suatu praktik dibutuhkan suatu modal untuk investasi kegiatan praktik kedokteran gigi. Bentuk modal ini antara lain dapat berupa investasi alat/dental unit yang biasanya dikelola oleh koordinator dokter gigi, sekaligus pemilik modal untuk alat dan bahan (useable). Pemilik modal lainnya adalah seseorang yang mempunyai tempat atau gedung yang akan digunakan untuk kegiatan praktek kedokteran gigi. Untuk dapat berjalannya kegiatan praktik kedokteran gigi dibutuhkan suatu kerjasama yang baik antara koordinator dokter gigi (pemilik modal) dan pihak yang mempunyai tempat atau gedung agar didapatkan hasil kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dalam hal pembagian hasil, sehingga dengan adanya kerjasama ini dokter gigi (pemilik modal) dapat menarik dokter gigi/dokter gigi spesialis untuk dapat berpraktek kelompok dengan pembagian hasil yang optimal. Mereka semua merupakan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan praktik kedokteran gigi dan untuk mendayagunakannya dibutuhkan manajemen sumberdaya manusia.1

Dalam pengelolaan dan pengembangan sumberdaya manusia dijalankan pembagian kerja (division of labour), kesatuan komando (unity of command), otoritas dan tanggung jawab (authority an responsibility), lingkup kendali (span of control), departemen (deparmentazion).1 Persyaratan pelayanan medik yang baik meliputi pernyataan sebagai berikut : tersedia, dapat diterima, wajar, berkesinambungan, dapat dicari, terjangkau, efisiensi dan bermutu.4 Hal ini sesuai dengan visi Persatuan Dokter Gigi Indonesia yang menginginkan terwujudnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang bermutu, merata dan terjangkau. SISTEM PEMBAYARAN Mengenai sistem pembiayaan, selama ini yang banyak dikenal dan umumnya dilakukan adalah melalui sistem pembayaran berdasarkan pelayanan yang dikerjakan (fee for service), yakni untuk setiap jenis dan tahap perawatan gigi dikenakan biaya tertentu. Modifikasi dari sistem ini adalah dengan pembayaran per kasus (case payment), yakni misalnya untuk sebuah kasus perawatan endodontic atau untuk pembuatan gigi tiruan yang membutuhkan sekian kali proses dan kunjungan secara keseluruhan hingga selesai dikenakan tarif tertentu yang merupakan satu paket. Namun permasalahannya bagi sang pasien cara ini dirasakan terlalu berat karena harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, apalagi kasus yang akan dirawat cukup banyak.5 Di dalam praktik dokter gigi kelompok ini menggunakan sistem fee for service, karena untuk tahap awal berjalannya praktik dokter gigi kelompok ini harus dapat menyesuaikan dengan karakter masyarakat sekitar dalam merespon kegiatan praktik kedokteran gigi ini. Untuk jangka panjang akan dikembangkan bentuk pembiayaan dengan menjalankan sistem kapitasi (capitation fee), pembiayaan berdasarkan rencana anggaran (global budget) dan pembiayaan dari pihak ketiga/asuransi (third party payment).5 PRAKTIK DOKTER GIGI KELOMPOK Pada dasarnya manajemen praktik dokter gigi kelompok harus dapat menciptakan praktik yang efektif agar timbul suatu komunikasi yang terbuka dan baik antara personal yang terlibat dalam praktik dan pasien. Sehingga dengan adanya keramahan, keharmonisan dan fasilitas yang memadai diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal terhadap pasien.3 Poin penting di dalam manajemen praktik kelompok antara lain adalah dokter gigi (koordinator), menjaga keharmonisan dokter gigi/dokter gigi spesialis dengan personal yang terlibat dalam praktik, komunikasi yang baik di tempat praktik, pemecahan masalah (problem solving) dan pengaturan jadwal perjanjian pasien.3 Dokter gigi (koordinator), salah satu peran penting coordinator dalam praktik dokter gigi kelompok adalah pemilihan tenaga kerja. Penempatan tenaga kerja harus sesuai dengan posisi yang dicari, kriteria yang diinginkan, pengalaman kerja, tempat tinggal, dan semua detil tentang pelamar. Di dalam hal ini antara lain perawat gigi, pembantu, petugas sekretariat, juru parkir, satpam dan sebagainya.3 Tetapi pada umumnya dokter gigi (koordinator) hanya membutuhkan beberapa perawat gigi saja, untuk pembantu, petugas sekretariat, juru parkir, satpam yang menyediakan adalah pemilik tempat atau gedung, tergantung pada perjanjian awal antara kedua belah pihak. Menjaga keharmonisan dokter gigi/dokter gigi spesialis dengan personal yang terlibat dalam praktik, dalam poin ini dokter gigi/dokter gigi spesialis yang berpraktik kelompok harus dapat memahami posisinya secara professional dan memahami juga semua personal yang terlibat di dalam praktik dokter gigi kelompok ini.

Komunikasi yang baik di tempat praktik, komunikasi yang baik tetap diperlukan walaupun para personal yang terlibat dalam praktik selalu bertemu setiap saat, salah satunya dengan membicarakan masalah yang sedang terjadi dengan para personal yang terlibat dalam praktik di dalam sebuah pertemuan. Pemecahan masalah (problem solving), para dokter gigi/dokter gigi spesialis memerlukan sikap kepemimpinan dalam memecahkan suatu masalah yang terjadi di tempat praktik, sehingga tidak ada salah satu pihak/personal dalam tempat praktik yang dirugikan. Hal ini memerlukan sikap mendengar dan memberikan masukan kepada personal yang sedang mempunyai masalah, karena masalah tersebut akan mempengaruhi kerja tim praktek dokter gigi kelompok.

KEPUSTAKAAN 1. Januar, P. Peran Manajemen Bagi Keberhasilan Praktik Kedokteran Gigi. Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi FKG UPDM (B); Jakarta; JITEKGI 2003. 2. Wijono, D. Dasar-dasar manajemen. Surabaya; Airlangga University Press. 3. Wei Stephen H. Y. Pediatric Dentistry : Total patient Care, Lea & Febiger, Philadelphia, 1988. 4. Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Standar Pelayanan Medis Kedokteran Gigi Indonesia; Departemen Kesehatan Republik Indonesia; Jakarta; 2002. 5. Januar, P. Pembiayaan Upaya Pelaksanaan Kesehatan Gigi. Paguyuban Ilmiah PDGI Jakarta Selatan.