Anda di halaman 1dari 5

2.

a.
b.

Labial

Bow

Dibuat
Berfungsi

c.

digunakan

pada

dari
sebagai

rahang

kawat
alat

atas

dan

berdiameter

untuk

meretraksi

Mempertahankan

rahang
0.8

gigi

geligi

bawah
mm
anterior

lengkung

gigi

d. Busur labial dengan beberapa modifikasi dipergunakan untuk alat retensi sesudah perawatan
(retainer dari Hawley)
Labial

bow

3.

Cangkolan

a.

Dibuat

Adam

digunakan

dengan

pada

rahang

menggunakan

kawat

atas

dan
0.7

bawah
mm

b. Cangkolan ini adalah modifikasi dari cangkolan arrow head


Cangkolan adam digunakan untuk merangkum gigi tetap dan menghasilkan retensi yang efektif

LABIAL BOW

Labial bow aktif digunakan untuk


retraksi gigi insisivus. Ada berbagai macam desain labial bow. Pemilihannya tergantung
pada pilihan operator dan besarnya retraksi yang diperlukan. Labial bow yang fleksibel
seperti Roberts retractor adalah yang pilihan yang tepat untuk mengurangi overjet yang
besar. Jika retraksi yang diperlukan sedikit dengan minor irregularity perlu
dikoreksi, labial bow yang kurang fleksibel dapat dipilih karena lebih tepat untuk
Labial bow dapat digunakan menjadi aktif atau pasif.

pergerakan ini dan hanya memerlukan sedikit aktivasi.1


Berikut ini beberapa contoh desain

labial bow :

1. Roberts retractor

labial bow yang fleksibel yang terbuat dari kawat berdiameter 0,5 mm
(gambar 6). Fleksibilitasnya tergantung pada vertical limb dan coil- nya sehingga
Ini merupakan

diperlukan ukuran yang adekuat (diameter internal minimal 4 mm). Kesalahan yang
umumnya terjadi adalah bagian horizontalnya terlalu pendek sehingga gagal untuk
mengontrol insisivus lateralnya.1

labial bow ini diperlukan sekitar 4 mm, tetapi daerah pengaktivan sangat
penting. Labial bow diaktivasi dengan bending pada vertical limb di bawah coil. 1
Aktivasi

2. Labial bow dengan


Ini

terbuat

dari

U loops
kawat

0,7

mm.

Fleksibilitasnya

tergantung

pada

tinggi

loop (gambar 7). Sedikit pergerakan pada masing-masing gigi dapat diperoleh
dengan membuat bayonet bend pada titik yang tepat (gambar 8). Keuntungan dari labial
bow dengan U loop adalah jika hanya perlu mengurangi sedikit overjetatau
diperlukan alignment insisivus.1
vertikal

Untuk mengurangi overjet, labial bow ini diaktivasi pada U loops-nya. Aktivasi harus
minimal. Labial bowsebaiknya bergeser ke arah palatal hanya 1 mm.1
3. Labial bow dengan

reverse loop

Labial bow ini (gambar 9) kadang-kadang digunakan untuk mencegah kaninus bergerak
ke arah bukal saat retraksi. Namun, metode untuk mengontrol pergerakan kaninus harus

dengan aktivasi yang tepat.


mm setiap kontrol.

Labial bowini kurang kaku dan sebaiknya diaktivasi hanya 1

4. Extended labial bow


Labial bow ini terbuat dari kawat dengan diameter 0,7 mm dan fleksibilitasnya
bertambah dengan memperbesarloop- nya (gambar 10).

Labial bow ini merupakan


alternatif
untuk Roberts
retractor untuk mengurangioverjet dan juga sesuai
untuk alignment gigi insisivus. Karena ukuran loop- nya, labial bow ini kurang nyaman
digunakan oleh pasien. Labial bow ini harus diaktivasi dengan hati-hati untuk
menghindari trauma pada mukosa bukal.1

KLAMER RETENSI
Beberapa contoh klamer retensi yaitu sebagai berikut :
1. Klamer Adam.
Sejauh ini klamer retentif yang paling sering digunakan pada pesawat lepasan saat ini

stainless steel 0,7 mm.


Titik retentif pada klamer harus terletak dengan baik pada undercut mesiobukal dan
adalah klamer Adam (Gambar 11). Klamer ini terbuat dari kawat

distobukal. Pada anak-anak dimana mahkota gigi belum erupsi penuh, maka akan sedikit

undercut sehingga perlu untuk memasukkan sedikit di


bawah margin gingiva. Tahap ini dilakukan dengan trimming model untuk membentuk
sulit untuk meletakkannya pada
kontur

anatomis

meletakkan

mahkota,

sehingga

klamer

undercut di bawah tinggi kontur.

1,4

dapat

terletak

sedikit

jauh

untuk

Jika pesawat lepasan yang baru diterima dari laboratorium, atau jika pasien datang
kembali untuk kontrol, dokter gigi sering perlu mengetatkan klamer. Prosedur ini
dilakukan seperti yang diilustrasikan pada gambar 12A, dengan
klamer

sedikit

ke

gingiva

dari

titik

bending yang sederhana

attachment- nya.

Mungkin

juga

melakukanbending pada titik retentif ke dalam untuk mendapatkan kontak yang lebih
baik pada daerah

undercut (gambar12B).4

2. Ball ended clasp


Klamer ini dipasang pada

undercut di embrasur dan memberikan retensi yang efektif.

Penempatan pada embrasur umumnya tidak diinginkan karena dapat merusak gingiva
dan menyebabkan diastema. Namun klamer ini kadang-kadang digunakan jika gigi
desidui harus digunakan sebagai retensi (gambar 13).1

3. Triangular clasp

Triangular clasp (gambar 14) digunakan untuk menambah retensi. Jika hanya digunakan
sendiri, klamer ini tidak dapat memberikan retensi yang adekuat. Klamer ini diletakkan
di

undercut antara dua gigi posterior.

PEMBAHASAN
Pesawat ortodonti lepasan dapat didefenisikan sebagai pesawat yang dapat dipasang
dan dilepaskan dari mulut oleh pasien. Dari defenisi ini memberikan makna bahwa
keberhasilan ataupun kegagalan dari perawatan dengan pesawat ortodonti lepasan
sangat tergantung pada kekoopearifan pasien. Dengan demikian, desain dan pembuatan
pesawat ini harus dapat memaksimalkan kekoopeatifan pasien. 5
Desain pesawat lepasan memiliki banyak variasi dan modifikasi yang dibutuhkan
tergantung pada perbedaan maloklusi dan pemilihan dari klinisi yang berbeda-beda. Ada
beberapa prinsip umum yang harus diketahui dalam mendesain pesawat lepasan seperti
kenyamanan pasien, sederhana sehingga pasien dapat memasang dan melepaskan
pesawat dengan mudah, retensi, kekuatan untuk meminimalisasi resiko terjadinya patah
pada pesawat, oral higiene, serta estetis.5
Material yang paling tepat untuk pegas,

labial bow dan klamer ortodonti adalah stainless

steel 18/8 (SS). SS memiliki elastisitas dan mudah dibentuk, serta tahan terhadap
terjadinya korosi. Hal-hal yang diperlukan dalam mendisain pegas yaitu pastikan bahwa
pegas akan bekerja pada jarak dan arah yang diperlukan untuk menggerakkan gigi, serta
pegas harus memiliki mekanis yang baik agar tahan terhadap gangguan yang terjadi
saat makan, berbicara, atau membersihkannya.2
Gaya yang diberikan pada gigi sebaiknya adalah gaya yang ringan. Gaya yang besar
dapat memperlambat pergerakan gigi, terjadinya pergerakan gigi yang tidak diharapkan,
dan tidak nyaman pada pasien. Arah pergerakan gigi ditentukan oleh titik kontak antara
pegas/labial

bow dengan gigi.1